P. 1
alkohol

alkohol

|Views: 2,241|Likes:

More info:

Published by: Ika Kusuma Nugraheni on May 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I PERCOBAAN II ALKOHOL

Nama NIM Asisten

: Ika Kusuma Nugraheni : J1B106026 : Elliza Ulfah

Kelompok : V

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI KIMIA BANJARBARU 2007

dimana R adalah gugus alkil.PERCOBAAN 2 ALKOHOL I. rantai tertutup (siklik) dan dapat juga mempunyai ikatan rangkap atau gugus aromatik. II.2003). 1994). Senyawa dimana gugus OH langsung terikat oleh gugus aromatik bukan alkohol melainkan fenol. Nama umum untuk alkohol diturunkan dari gugus alkil yang melekat pada –OH dan kemudian ditambahkan kata alkohol. Mempelajari sifat fisis alkohol. mengandung gugus OH. Strukturnya serupa dengan air. akhiran –ol menunjukkan adanya gugus hidroksil (Hart. dan tersier. Membandingkan sifat-sifat kimia antara alkohol primer. kecepatan reaksinya. 3. Mempelajari reaksi kimia alkohol. terbuka. 1983). Alkohol adalah senyawa yang mempunyai rumus umum ROH. . 2. sekunder. Alkohol mempunyai rumus umum R-OH. Contoh : CH3 CH3–CH2–OH Etanol Benzil alkohol Semua alkohol fungsional. tetapi satu hidrogennya diganti dengan satu gugus alkil. Gugus fungsi alkohol adalah gugus hidroksil. -OH. Dalam sistem IUPAC. yang merupakan gugus Perbedaan gugus R mempengaruhi dari sifat-sifat senyawa CH3–CH2–OH CH3 2-metil-1-propanol sikloheksanol tersebut. dan kadang-kadang juga jenis reaksinya. -OH (Harold Hard. TUJUAN 1. DASAR TEORI Alkohol memiliki rumus umum R-OH dan dicirikan oleh hadirnya gugus hidroksil (hydroksil group). Golongan senyawa ini mempunyai sifat-sifat yang berbeda dengan alkohol dan tersendiri (Karyadi. Gugus ini dapat merupakan rantai panjang.

Titik didih Karena alkohol dapat membentuk ikatan hidrogen antara molekulmolekulnya maka titik didih alkohol lebih tinggi dari pada titik didih alkali halida atau eter yang berat molekulnya sebanding. Alkohol tersier. 3. sifat hidrofob ini dapat mengalahkan sifat hidrofil (menyukai air) gugus hidroksil. Berdasarkan kedudukan gugus OH dalam rantai karbon C. b. yaitu oksigen dalam keadaan hibrida –sp3. yaitu alkohol dimana gugus OH-nya terikat pada atom C primer. . 1986). Kelarutan dalam air ini langsung disebabkan oleh ikatan hidrogen antara alkohol dan air. 2. Bagian rantai hidrokarbon cukup panjang. 1986). yaitu atom C yang satu ikatannya mengikat satu atom C lain. Dua orbital sp3 dari atom oksigen terikat pada atom lain. yaitu alkohol dimana gugus OH terikat pada atom C yang telah diikat oleh tiga atom C lain. Makin panjang bagian hidrokarbon ini akan makin rendah kelarutan alkohol dalam air. Titik didih semakin tinggi jika rantai karbon semakin panjang. Sifat-sifat fisis dari alkohol. Golongan alkohol adalah senyawa-senyawa yang dianggap turunan alkana. Percabangan meningkatkan kelarutan dalam air.Ikatan yang terjadi dalam alkohol mirip air. jika satu atom H atau lebih diganti oleh gugus hidroksil (OH). Alkohol primer. menolak molekul-molekul air. Alkohol sekunder. yaitu : a. maka alkohol dibagi atas : 1. yaitu alkohol dimana gugus OH-nya terikat pada atom C yang telah terikat pada dua buah atom C lain. Kelarutan dalam air Alkohol berbobot molekul rendah larut dalam air. dan dua orbital sp3 lainnya terisi masing-masing dengan sepasang elektron (Fessenden & Fessenden. Bagian hidrokarbon suatu alkohol bersifat hidrofob (hydrophobic). sedangkan alkali halida padanannya tidak larut. Banyaknya gugus hidroksil juga memperbesar kelarutan dalam air (Fessenden & Fessenden.

Reaksi : O CH3CH2OH Reaksi Esterifikasi Reaksi esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester dari senyawa alkohol. Reaksi : (CH3)3COH t-butanol + HCl (CH3)3CCl t. dan gelas ukur 10 ml. CH3CO2H . maka alkohol tersier mengalami dehidrasi dan alkenanya teroksidasi.Reaksi Substitusi Alkohol Dalam larutan asam. Alkohol dapat dioksidasi menjadi keton. 1992). botol semprot. kaca arloji. Alkohol primer dan alkohol sekunder akan menjadi ester jika dipanaskan dengan asam karboksilat dalam suasana asam (Keenan. tabung reaksi. III. Alat Alat yang dipergunakan pada percobaan ini adalah termometer. dengan menghasilkan alkena dan melepaskan air. alkohol dapat mengalami reaksi substitusi. Namun jika dalam suasana asam. pembakar bunsen. aldehida. ALAT DAN BAHAN A. Reaksi : H2SO4 pekat CH3CH2OH 180 o CH2=CH2 + H2O Reaksi Oksidasi Alkohol Sebuah molekul mengalami oksidasi jika molekul tersebut memperoleh oksigen atau kehilangan hiodrogen. atau asam karboksilat. Oksidasi alkohol perimer menjadi asam karboksilat dan alkohol sekunder menjadi keton. Sedangkan alkohol tersier tidak mengalami oksidasi jiaka dalam suasana basa.butil klorida + H2O Reaski Eliminasi Alkohol (Reaksi Dehidrasi Alkohol) Alkohol mengalami reaksi eliminasi dalam suasana cukup asam. di mana alkohol diprotonkan.

asam asetat pekat. alkohol lainnya. CuSO4 anhidrat. padat secukupnya. 27oC. IV. Dikocok dan didiamkan beberapa saat. e.Uji Air dalam Alkohol a. Dimasukkan 1 ml K2Cr2O7 dan 4 tetes Ditutup tabung reaksi dengan sumbat karet. K2CO3 padat. d. b. 3. Dicatat waktu yang diperlukan hingga Dimasukkan 0. Diulangi percobaan di atas dengan contoh . Diulangi hal di atas dengan contoh alkohol lainnya. H2SO4 pekat. anhidrat secukupnya. b.Uji Lucas a. dikocok. Diamati perubahan yang terjadi. dikocok.5 ml etanol absolut ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan 3 ml pereaksi Lucas pada suhu 25Disiapkan 2 tabung reaksi. H2SO4 pekat.B. Ditambahkan 1 ml etanol absolut. c. PROSEDUR KERJA 1. larutan iodin dalam KI. 2-propanol. b. 2. Bahan Bahan yang dipergunakan pada percobaan ini adalah alkohol absolut. terbentuknya emulsi. c. f. pereaksi Lucas. alkohol 70 %. larutan NaOH 6 M. larutan kalium kromat. Diisi tabung 1 dengan 1 ml etanol absolut dan K2CO3 Diisi pula tabung 2 dengan etanol absolut dan CuSO4 Dikocok dan didiamkan. dan t-butanol. e. d.Uji Oksidasi dengan asam Kromat a.

d. etanol 70%. 4. M hingga warna iodin berubah menjadi kuning muda. masing diberi label. contoh alkohol lainnya.c. Diamati endapan yang terbentuk dan . e.Uji Iodoform a. tabung reaksi 2 ml iodin. 5. c. belum terbentuk endapan kuning maka dipanaskan tabung reaksi dalam penangas air bersuhu 60oC. b. HASIL PERCOBAAN A. V. contoh alkohol lainnya. c. isopropil alkohol dan t-butanol. Diamati pula bau yang ditimbulkan. d. bau yang ditimbulkan. Tabel Pengamatan Diamati bau yang ditimbulkan. f. b. f.Uji Esterifikasi a. d. ditambahkan NaOH 6 Didiamkan. penangas air bersuhu 80oC. g. penangas air. masingDiisi tiap-tiap tabung reaksi dengan 2 Ditambahkan ke dalam masing-masing Sambil diaduk. bila dalam waktu 5 menit metanol absolut. Diamati perubahan warna yang terjadi. e. Dipanaskan tabung reaksi dalam Dibiarkan beberapa menit. Diulangi percobaan di atas dengan Dimasukkan 1 ml etanol absolut ke Dikocok dan dipanaskan dalam dalam tabung reaksi dan ditambahkan 1 ml asam asetat pekat. Diulangi percobaan di atas dengan Disiapkan 4 tabung reaksi.

No Langkah percobaan 1. Uji Lucas 1 ml etanol absolut : + Pereaksi lucas 1 ml alkohol 70% : + Pereaksi lucas 1 ml t-butil alkohol : + Pereaksi lucas 1 ml 2-propanol : + Pereaksi lucas 3. setelah dikocok masih tersisa sedikit endapan putih. ada emulsi Waktu yang diperlukan 5 menit Berwarna bening. di bawah lebih kental). ada emulsi Waktu yang diperlukan 10 detik Berwarna bening. Uji Air Dalam Alkohol 1 ml etanol absolut + K2CO3 padat 1 ml etanol absolut + CuSO4 anhidrat Hasil pengamatan K2CO3 mengendap. setelah dikocok terbentuk 2 fase (di atas lebih bening. larutan tercampur tetapi terbentuk 2 fase terpisah. Uji Oksidasi dengan K2Cr2O7 Endapan berwarna biru. larutan tercampur. setelah dikocok tidak ada perubahan. warna bening. 1 ml 2-propanol + CuSO4 anhidrat 2. Endapan biru muda. setelah dikocok tidak ada perubahan. Berwarna bening. 1 ml t-butil alkohol + CuSO4 anhidrat 1 ml 2-propanol + K2CO3 padat CuSO4 mengendap. setelah dikocok tidak terjadi perubahan. 1 ml alkohol 70% + CuSO4 anhidrat Cu mengendap di bawah (berwarna biru). ada emulsi Waktu yang diperlukan 1 menit . setelah dikocok larutan tidak tercampur. 1 ml t-butil alkohol + K2CO3 padat K2CO3 mengendap. 1 ml alkohol 70% + K2CO3 padat K2 mengendap di bawah. Endapan berwarna putih. ada emulsi Waktu yang diperlukan 4 menit Warnanya seperti susu. setelah dikocok larutan bening agak keruh.

air kuning 1ml isopropyl alkohol+Iodin+ NaOH 6M .Didiamkan keruh. Berbau obat. warna kuning terang Ada endapan kuning. . bagian bawah berwarna bening. . NaOH yang diperlukan sebanyak 10 tetes. Berbau asam. NaOH yang diperlukan sebanyak 6 tetes Terbentuk 1 ml alkohol 70%+Iodin + NaOH 6M . Terbentuk 2 fase. Larutan berwarna kuning bening. di tengah kuning.Didiamkan Berbau obat. tidak menyengat. bagian atas 1ml t-butanol +Iodin + NaOH 6 M berwarna kuning.Dipanaskan Uji Iodoform 1ml etanol absolut+Iod + NaOH 6M 5. bagian bawah bening.o 1ml etanol absolut+K2Cr2O7+H2SO4 .Dipanaskan Warna biru muda Beraroma (menyengat) Warna biru muda Beraroma (menyengat) Warna biru muda Aroma tidak terlalu menyengat permen karet permen karet o H2SO4 1ml akohol 70%+K2Cr2O7 + . di permukaan kuning. Berbau obat. air berwarna kuning keruh (lebih keruh daripada dengan isopropil alkohol.Didiamkan endapan kuning. o H2SO4 1ml t-butanol+K2Cr2O7 + NaOH yang diperlukan sebanyak 5 tetes Terbentuk 3 fase.Didiamkan . .Dipanaskan 4.

Dipanaskan Uji Esterifikasi 1ml etanol absolut + Asam asetat 1 ml alkohol 70% + Asam asetat 1 ml 2-propanol + Asam asetat 1 ml t-butil alkohol + Asam asetat Beraroma Beraroma Beraroma bening. Uji Air dalam Alkohol Percobaan ini dilakukan dengan mereaksikan masing-masing sampel alkohol dengan kalium karbonat (K2CO3) dan tembaga sulfat anhidrat (CuSO4 anhidrat). Untuk alkohol primer (etanol absolut). Namun setelah dilakukan pengocokan. B. permen permen asam dan karet karet dan dan berwarna bening. berwarna bening. hanya senyawa K2CO3 yang larut dalam alkohol. Hal ini dilakukan agar diketahui adanya ikatan hidrogen antara air dengan alkohol dan untuk mengetahui kandungan air dalam masing-masing alkohol tersebut. K2CO3 adalah senyawa ionik yang mengikat larutan yang polaritasnya tinggi sedangkan polaritas H2O lebih tinggi dari alkohol sehingga K2CO3 tersebut tidak larut secara sempurna dalam alkohol yang ditunjukkan dengan terbentuknya endapan karena dalam larutan itu hanya sedikit mengandung air. Sedangkan antara alkohol dengan CuSO4 anhidrat menghasilkan endapan biru.. sedangkan CuSO4 tidak larut dalam alkohol dengan munculnya endapan berwarna biru muda. Reaksi yang terjadi : . berwarna Tidak berbau menyengat. berwarna bening. Pembahasan 1. endapan campuran ini juga sudah tidak terlihat lagi. CuSO4 anhidrat akan membentuk ion kompleks yang ditandai dengan warna larutan menjadi keruh.

Alkohol primer dan sekunder kurang reaktif.+ (CH3)2CHOH (CH3)2CO + CO2 + H2O Pada percobaan dengan alkohol 70%. Lain halnya pada alkohol primer dan sekunder yang mempunyai atom hidrogen bebas. Pada larutan ini juga tidak terlihat adanya endapan. Ini menunjukkan bahwa pada alkohol tersier tidak terdapat atom hidrogen bebas yang dapat berikatan dan banyaknya bagian hidrokarbon yang bersifat hidrofob untuk membentuk air. untuk bereaksi memerlukan katalis yaitu ZnCl2 agar dapat bereaksi dengan HCl. endapan biru tetap terbentuk meskipun telah dilakukan pengocokan. Sedangkan ketika direaksikan dengan tembaga sulfat. meskipun ada sedikit tersisa endapan putih.2ROH + K2CO3 2ROK + H2 + CO3-2 kalium alkanolat Pada 2-propanol. . hanya senyawa K2CO3 saja yang larut dalam alkohol. hal ini berarti kalium karbonat dapat terlarut dengan sempurna. hal ini berarti terdapat dua senyawa yang berbeda berat jenisnya dalam larutan tersebut. hal ini dimungkinkan karena pada alkohol 70% terdapat senyawa H2O yang dapat melepaskan atom H-nya untuk berikatan dengan senyawa lain sehingga menghasilkan campuran yang terlarut sempurna. Sedangkan pada alkohol tersier tidak ada senyawa yang larut dalam alkohol. Hal ini dapat terjadi dimungkinkan karena 2-propanol lebih dapat berikatan dengan kalium karbonat daripada dengan tembaga sulfat. maka semakin rendah kelarutan alkohol dalam air. Uji Lucas Uji ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kecepatan suatu alkohol untuk dapat berikatan dengan atom lain. terbentuk 2 fase terpisah ketika alkohol 70% ditambahkan dengan kalium karbonat. Reaksi yang terjadi : CO3. Semakin panjang rantai suatu hidrokarbon. Alkohol tersier sangat mudah bereaksi dengan asam. 2.

ditandai dengan terbentuknya buih yang sangat cepat. Reaksi dapat ditulis : (CH3)3COH + HCl t-butanol (CH3)3CCl + H2O 2-metil-2-kloropropana Etanol 70% tidak terjadi reaksi karena reaksi berlangsung pada suhu kamar. Ketika kedua pereaksi direaksikan dengan t-butanol. aroma yang dihasilkan tidak terlalu menyengat.Pada t-butanol reaksi yang terjadi berlangsung paling cepat dibandingkan dengan janis 25oC alkohol lain. Uji Iodoform . sangat dimungkinkan tidak terjadi reaksi apa pun dalam pencampuran ini. Hal ini menunjukkan bahwa hasil reaksi yang terbentuk adalah suatu golongan asam karboksilat yang berupa asam etanoat. [ alkohol tersier O ] →  4. larutan menjadi berwarna biru muda dan menghasilkan aroma permen karet yang menyengat ketika dipanaskan. dimana etanol tidak dapat bereaksi pada suhu kamar (25oC). Secara umum reaksinya adalah sebagai berikut: [ [ alkohol primer O ] →aldehid O ] →asam karboksila t   O CH3CH2OH + K2Cr2O7 O etanol CH3C-H + K2Cr2O7 etanal asam etanoat CH3COH Hal serupa juga terjadi ketika kalium karbonat direaksikan dengan asam sulfat dan alkohol 70%. Reaksinya : CH3CH3OH + HCl 25oC 3. Ketika kalium kromat dan asam sulfat direaksikan dengan etanol absolut. Uji Oksidasi dengan K2Cr2O7 Kalium kromat ini merupakan suatu pengoksidator yang juga O O dapat mengoksidasi alkohol menjadi senyawa lain.

alkohol + asam karboksila t →ester  Reaksi etanol dengan asam asetat adalah sebagai berikut : O O H3C – CH2 – OH + H3C – C – OH  → H3C – C – CH2CH3 + H2O Reaksi 2-propanol dengan asam asetat : etanol asam asetat O CH3CHCH3 + H3CCOOH  → H3CC – O – CHCH3 OH CH3 etil asetat . beraroma khas dan umumnya berbau enak. Reaksi : CH3CH2OH + I2 CH3COH + NaOH + 3I2 CH3CHO + 2HI CHI3 + CHOONa + 3HI larutan kuning muda Bila campuran tersebut ditambahkan dengan NaOH : 5. molekulnya polar dan mampu membentuk ikatan hidrogen dengan air. Reaksi ini terjadi jika alkohol direaksikan dengan asam asetat. Penambahan etanol dengan Iodium akan menghasilkan atau terjadi eliminasi pada alkohol dengan membentuk aldehid dan hidrokarbon halida. Ester adalah senyawa netral. Gugus metil dalam akohol akan diiodinasi bertahap sampai terbentuk iodoform (HI3) yang berwarna kuning.Uji ini bertujuan untuk membuktikan adanya gugus metil (-CH3) yang terikat pada atom C yang mengikat O pada alkohol. Uji Esterifikasi Reaksi esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester dari senyawa alkohol. Reaksi esterifikasi hanya terjadi pada alkohol primer dan alkohol sekunder yang dipanaskan dengan suatu asam karboksilat.

aldehida atau asam karboksilat. 2-propanol Alkohol tersier akan lebih cepat bereaksi jika Uji iodoform pada etanol absolut. 2. maka semakin rendah kelarutan alkohol dalam air. menghasilkan endapan kuning. VI. Reaksi esterifikasi dapat terbentuk jika alkohol primer dan sekunder dipanaskan dengan asam karboksilat dalam kondisi .Pada reaksi dengan t-butil alkohol tidak ditemukan adanya aroma yang khas. menghasilkan larutan berwarna kuning dan diberi pereaksi Lucas dalam reaksinya. 3. sehingga sangat dimungkinkan tidak terjadi reaksi dalam pancampuran dengan t-butil alkohol ini. etanol 70 %. KESIMPULAN Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. asam. Oksidasi alkohol primer menjadi asam karboksilat dan oksidasi alkohol sekunder menjadi keton. Alkohol dapat dioksidasi menjadi keton. Semakin panjang rantai suatu hidrokarbon. dan 5. 4.

Harold.DAFTAR PUSTAKA Fessenden dan Fessenden. Kimia Organik Edisi Kesebelas. 1986. Erlangga: Jakarta. 2003. Kimia Organik Jakarta. Erlangga: Jakarta. Harold. -Aloysius Hadyana Pudjatmaka-. 1992. Kimia Organik: Suatu Kuliah Singkat. 1983. Hard. dkk. Edisi 3 Jilid 1. KIMIA 2. Benny. Balai Pustaka: Jakarta. Karyadi. . Erlangga: Hart. Keenan. 1994.. Ilmu Kimia untuk Universitas Jilid 2. Charles W. Erlangga: Jakarta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->