Syurga Dan Neraka Sebagai Kendali Kehidupan

³Berbekallah kalian sesungguhnya sebaik-baik bekal adl taqwa.´ Taqwa amat berharga dalam kehidupan seorang Mukmin krn menjadi tolok ukur nilai dirinya di sisi Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Hujurat 13 yg artinya ³Sesungguhnya orang yg paling mulia diantara kalian di hadapan Allah adl yg paling bertaqwa.´ Begitu pula utk mengarungi kehidupan akhirat tidak ada bekal yg lbh baik selain taqwa firmanNya dal Surah Al-Baqarah 197 yg artinya ³Berbekallah kalian sesungguhnya sebaik-baik bekal adl taqwa.´ Ketaqwaan juga menyebabkan semua urusan dimudahkan oleh Allah SWT dan dikaruniai rezeki yg tidak terduga. Firman Allah SWT dalam Surah Ath-Thalaq 2-3 yg artinya ³Barangsiapa yg bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yg tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yg bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan nya.´ Pendek kata taqwa adl sesuatu yg paling mahal yg harus kita kejar raih dan pertahankan dalam diri kita jika ingin menjadi manusia yg paling mulia baik di dunia maupun kelak setelah berpisahnya ruh dari jasad. Hakikat Taqwa Sebelum berbicara panjang lebar mengenai langkah-langkah meraih taqwa berikut ini definisi taqwa sebagaimana yg dikatakan oleh ibnu Mas¶ud ³Engkau berbuat taat kepada Allah dgn cahaya dari Allah dgn mengharap pahala Allah dan engkau tinggalkan maksiat kepada-Nya dgn cahaya dariNya krn takut akan siksaNya³. Dan pengertian tersebut dapat kita pahami bahwa nilai taqwa seseorang amat berkait dgn kadar raja¶ terhadap pahala Allah SWT dan kadar khauf terhadap neraka Allah SWT. Selain itu tentu yg paling awal adl seberapa kadar ma¶rifatullah yg ia miliki. Itulah tiga unsur dasar yg mendorong seseorang utk bertaqwa kepada Allah SWT. Oleh krn itu seseorang tidak mungkin bisa menjadi Muttaqin sejati tanpa rasa takut kepada hari akhir yg ujung-ujungnya adl penentuan tempat tinggal syurga atau neraka! Mari kita simak ayat berikut dalam Surah Al-Muzammil 17 yg artinya ³Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yg menjadikan anak-anak beruban³. Syurga Dan Neraka Pengaruhnya Terhadap Generasi Salafush Shaleh Sebagaimana telah disinggung rasa takut terhadap neraka dan rindu terhadap syurga adl bagian iman yg sangat penting. Bagian ini pulalah yg menyebabkan seseorang mampu mengorbankan apa saja utk Rabbnya dan rela meninggalkan hawa nafsunya agar terhindar dari neraka. Marilah kita simak

Berkata Ash-Shiddiq ³Celakalah kau . Namun cacat tersebut tidak menghalangi tekadnya utk memasuki syurga dgn jalan jihad bertaruh nyawa. Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq r. Akhirnya ia diijinkan ikut dalam perang Uhud. . . . . bakh . Orang yg melihat hal itu berkata ³Semoga Allah merahmatimu. Lelaki ini diberi udzur utk tidak ikut berperang krn kepincangannya. . Dari mana kau dapatkan makanan ini?´ budak itu menjawab ³Suatu saat pada masa jahiliyyah aku melewati suatu kaum kemudian meruqyah mereka dan mereka menjanjikan kepadaku.a. . mengisahkan bahwa dalam perang Badar Rasulullah SAW bersabda ³Bangkitlah kalian menuju syurga yg luasnya seluas langit dan bumi. .´. Mereka adl orang-orang yg menjadikan malam mereka penuh tangis dan harap agar terselamatkan dari neraka.´ Seorang shahabat yg bernama Umair bin Hamam berkata ³Seluas langit dan bumi ya Rasulullah?´ ³Ya´ jawab Rasul. Salaf Ash-Shaleh yg telah berhasil meresapkan rasa takut terhadap neraka dan rindu terhadap syurga ke dalam sanubari mereka. Umair bergumam ³Bakh .a.kembali lembar kehidupan generasi terbaik ummat ini. Lalu Rasulullah SAW bersabda ³Sesungguhnya kamu termasuk salah seorang penghuninya³. . sedang memakannya satu suapan budak tadi berkata ³Mengapa engkau tidak menanyakan tentang makanan ini padahal biasanya engkau selalu menanyakannya?´ Abu Bakar Ash-Shiddiq r. . Rasulullah SAW bertanya ³Apa maksud perkataanmu itu?´ Umair menjawab ³Demi Allah wahai Rasulullah tidak ada maksud dari perkataanku tadi kecuali aku mengharap utk menjadi salah seorang penghuninya³. . Abu Bakar Ash-Shiddiq r. Sekarang marilah kita melihat gambaran lain dari generasi yg mulia ini tentang rasa takut mereka terhadap neraka. Tatkala lain waktu saya singgah ke tempat tersebut saya diberi hadiah³. Lalu ia lemparkan sisa kormanya kemudian segera maju menyerang musuh sehingga ia terbunuh dan syahid . Kemudian ia berperang sampai terbunuh . Kemudian ia berkata ³Jika saya harus memakan korma-korma ini semua tentu merupakan kehidupan yg terlalu lama³. Mereka adl sejauh-jauh manusia yg meninggalkan larangan Allah SWT. Maka aku takut jika tubuhku ini tumbuh dari sesuap makanan tersebut³. Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda µSetiap jasad yg tumbuh dari hart yg haram maka neraka adl lbh pantas baginya¶. Shahabat yg mulia Anas bin Malik r. Maka Amru bin Jamuh segera bangkit dgn kakinya yg pincang seraya berkata ³Demi Allah aku akan bersegera kepadanya³. Suatu malam budak tersebut datang kepadanya dgn membawa makanan. hampir saja kamu mencelakakanku³.a. Hanya karan sesuap makanan itukah kau lakukan semua ini?´ Beliau menjawa ³Seandainya ia tidak bisa keluar kecuali bersama jiwaku pasti aku akan mengeluarkannya. Begitu juga Amru bin Jamuh. Ketika para putranya mencoba utk menghalanginya agar tidak pergi berperang justru ia mengadu kepada Rasulullah SAW tentang keinginannya masuk syurga dgn kakinya yg pincang. menjawab ³Karena saya sangat lapar. ia meminta semangkuk air dan meminumnya sampai ia bisa memuntahkan makanan tadi. .a. Ketika perang sedang berkecamuk Rasulullah SAW bersabda ³Bersegeralah utk bangkit menuju syurga yg luasnya seluas langit dan bumi yg disiapkan bagi orang-orang yg bertaqwa³. Umair kemudian mengeluarkan beberapa kurma dari kantongnya dan memakan sebagian. mempunyai seorang budak.

. Ia menjawab ³Saya membayangkan keadaan manusia nanti di hadapan Allah SWT. Ikuti lanjutannya ³Kondisi Generasi Kiwari´ dalam edisi yg akan datang«. . Kondisi jiwa seperti inilah yg membuat mereka menjadi manusia yg paling zuhud dan wara¶ terhadap dunia dan takut berbuat dosa walau sekecil apapun. Kemudian ia menjerit dan pingsan . suatu ketika menangis sehingga isterinya ikut menangis. Karena tangisan mereka berdua para tetangganya pun ikut menangis. . Demikian juga Abu Faruq pingsan setelah mendengar satu ayat Al-Qur¶an.Khalifah Umar bin Abdul Aziz r. Abdullah bin Mubarak suatu malam pelita yg meneranginya padam. setelah tangis reda isterinya Fatimah bertanya kepadanya ³Wahai Amirul Mukminin apa yg membuatmu menangis?¶. . . Setelah dihidupkan kembali ternyata jenggotnya sudah basah dgn air mata krn membayangkan kegelapan hari akhir nanti . Sebagian masuk syurga dan lainnya masuk neraka³.a. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful