P. 1
13_UmpanBalik

13_UmpanBalik

|Views: 252|Likes:
Published by Buyung Leo

More info:

Published by: Buyung Leo on May 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2014

pdf

text

original

Bab VE, Umpan Balik Negatif

Hal 217

BAB 5E UMPAN BALIK NEGATIF
Dengan pemberian umpan balik negatif kualitas penguat akan lebih baik hal ini ditunjukkan dari : 1. pengutannya lebih stabil, karena tidak lagi dipengaruhi oleh komponen-komponen internal dari penguat, melainkan hanya dari komponen-komponen umpan baliknya. 2. hambatan dalam output dan input tidak lagi bergantung pada parameter-parameter internal transistor, misalnya hie dan hoe. Namun bergantung pada komponen luarnya saja. 3. tanggapan frekensi menjadi lebih lebar baik pada LF maupun pada HF. 4. pada kondisi tertentu nonlinearitas (distorsi harmonik) dan rasio S/N dari penguat dapat diperbaiki. Disamping keuntungan-keuntungan tentunya ada yang harus dikorbankan, yaitu:
1.

2.

penguatan sinyal menjadi lebih kecil. Kekurangan ini tidak begitu berarti karena dengan menggunakan op-amp penguatan 104 sudah demikian murahnya. jika menggunakan banyak besaran umpan balik akan cenderung tidak stabil yaitu kecenderungan berosilasi dan menghasilkan sinyal tegangan output yang tidak diinginkan. Sehingga perancangan NFB perlu kehati-hatian.

Pengaruh Umpan Negatif Balik pada Penguatan Blok umum dari umpan balik negatif digambarkan sbb:

Sastra Kusuma Wijaya

FISIKA FMIPA UI

Diktat Elektronika I

Sinyal tsb digabung dengan sinyal sumber Vs dengan rangkaian M.Vf. maka penguatan dengan umpan balik negatif adalah Afb = atau Afb = A 1+ β A Vo AVi AVi AVi = = = Vs Vi + V f Vi + β Vo Vi + AβVi Terlihat bahwa penguatan karena umpan balik masih dipengaruhi oleh A (yaitu pengutan dari penguat).Bab VE. agar penguatan tidak bergantung pada parameter penguat. Sastra Kusuma Wijaya FISIKA FMIPA UI Diktat Elektronika I . sehingga output yang keluar dari rangkaian M adalah Vi = Vs . sehingga: Afb = A 1 = βA β Terlihat bahwa penguatan hanya bergantung pada faktor umpan baliknya saja (β). maka gunakan βA >> 1. Jika A adalah penguatan tanpa umpan balik yaitu A=Vo/Vi . Umpan Balik Secara Umum Besaran Vs merupakan tegangan sinyal sumber dapat berupa tegangan maupun arus. Vo adalah tegangan output sebagian diumpan balikan dengan menggunakan rangkaian β dengan output dari rangkaian β sebesar Vf = βVo. Umpan Balik Negatif Vs Vi=Vs-Vf A Vf=βVo β Hal 218 + M - Vo=AV i Gambar 1.

Pengaruh Umpan Balik Negatif pada Lebar Frekuensi Karakteristik tanggapan frekuensi dikembangkan untuk 1. dengan f1 berkurangnya frekuensi. namun penguatan karena umpan balik praktis tidak berubah. Sedangkan jika penguat tsb berubah penguatannya menjadi Av = 500. maka penguatan karena umpan balik menjadi Afb = 500/501 ~ 10. sesuai dengan AVL = 1 − j f1 f Sastra Kusuma Wijaya FISIKA FMIPA UI Diktat Elektronika I .1 dengan penguat yang dipakai adalah Av = 1000.01 maka kesalahnnya menjadi 2%. tanggapan frekuensi rendah. dengan Afb = 100 ± 2. yaitu ~ 10. maka faktor penguatan Aβ = 100. penguatan berkurang dengan AVo . dengan menggunakan umpan balik negatif β = 0.Bab VE. Contoh: Jika A = 1000 ± 200 yaitu kesalahan penguatan tsb 20%. Umpan Balik Negatif Hal 219 Contoh: Jika penguat dirancang dengan β = 0. maka Afb = 1000/101 ~ 10. Stabilitas Penguatan Dari penguatan karena umpan balik Afb = stabilitas penguatan yaitu : dA fb dA dA 1 dA ∴ fb = A fb 1 + β A A − 1 (1 + β ) 2 A 1+ β A dapat dicari artinya perubahan penguatan dA berkurang sebesar 1/(1+βA) bila menggunakan umpan balik negatif. Terlihat disini bahwa walaupun penguat tadi berubah penguatannya (karena faktor ekternal seperti suhu).

tanggapan frekuensi tinggi. sesuai dengan Afb = 1+ β A juga penguatan untuk setiap tanggapan frekuensi. adalah frekuensi cut-off (3 dB) untuk tanggapan frekuensi rendah. Pada kasus HF akibat umpan balik negatif adalah : AVo (1 + j ff ) 1 + j ff AVH AVo . dengan bertambahnya frekuensi. Berarti f2fb = (1 + β Avo) f2. sesuai dengan AVH = 1 + j f f2 f2 adalah frekuensi cut-off (3 dB) untuk tanggapan frekuensi tinggi. 2 2 2 2 lebar frekuensi tanpa NFB AVo AVofb lebar frekuensi akibat NFB f1 (1+βAV) f1 f2 f2(1+βAV) Gambar 2. Dengan cara sama untuk LF diperoleh f1fb = f1/(1 + β Avo). Tanggapan frekuensi akibat umpan balik dapat dilihat pada berikut. Pengaruh umpan balik negatif pada taggapan frekuensi Sastra Kusuma Wijaya FISIKA FMIPA UI Diktat Elektronika I .Bab VE. AVHfb = = × = f 1 + β AVH 1 + β ⎡ AVo (1 + j ff ) ⎤ 1 + j f (1 + β AVo ) j f f 2 ⎣ ⎦ Penguatan pada HF akibat umpan balik akan berkurang 3 dB komponen real dan komponen imajiner pada persamaan tsb sama besar. Secara umum dengan pemberian umpan balik negatif A demikian penguatannya akan berkurang. yaitu Avo. sehingga : f f 2 = 1 + β AVo . penguatan berkurang dengan AVo . tanggapan frekunesi medium. penguatan praktis tetap untuk daerah ini. 3. Umpan Balik Negatif Hal 220 2.

1+ β A Dari hasil terihat bahwa rasio S/N tidak ada perbaikan. Blok diagram umpan balik tegangan seri diberikan pada Gambar 3 dan contoh rangkaian untuk penguat emiter bersama diberikan pada Gambar 4. yaitu Umpan balik tegangan seri. maupun menggunakan sumber daya bebas-noise. arus shunt. untuk itu perlu menggunakan komponen dengan rasio S/N yang tinggi seperti FET. dll. Tipe-tipe umpan balik negatif Ada 4 tipe umpan balik negatif. kabel isolasi. tegangan shunt. Umpan balik tegangan seri vi Vs Ri Av Vi RL Ro βVo β Gambar 3. Penjelasan dari tipe-tipe tsb diberikan berikut ini. Sastra Kusuma Wijaya FISIKA FMIPA UI Diktat Elektronika I .β A Nf.Bab VE. dengan N dan Nf masing-masing adalah level noise tanpa umpan balik dan dengan umpan balik. arus seri. Umpan Balik Negatif Hal 221 Pengaruh Umpan Balik Negatif pada Noise Noise akibat umpan balik dapat dinyatakan sebagai : Nf = . Blok diagram Umpan Balik tegangan seri. Sehingga diperoleh : Nf = N .

Vi = Vs − βVo ⎪ Av ⎪ ⎬ Avfb = 1 + β Av ⎪ ⎪ ⎭ Jika tidak ada umpan balik maka hambatan dalam input adalah Ri = Vi/Ii . sedangkan jika ada umpan balik negatif maka hambatan dalam input menjadi : Rifb = R output Vs Vi + β Vo Vi + β AvVi = = = Ri (1 + β Av ) Ii Ii Ii Dari Gambar 3 penguatan Av adalah penguatan tegangan pada saat hambatan beban RL = ∞ (dalam keadaan terbuka) berarti rangkaian umpan balik seolah tak berhubungan. Umpan Balik Negatif VCC 5k RC Hal 222 Ii 47 k R1 Vo Vs Vi 3k R2 Gambar 4. hal ini berarti Ro adalah hambatan dalam output tanpa umpan balik. Dengan adanya umpan balik maka berlaku: Sastra Kusuma Wijaya FISIKA FMIPA UI Diktat Elektronika I . dapat dihitung: Penguatan Av = Vo Vi Vo Vs Avfb = R input ⎫ .Bab VE. Umpan balik tegangan seri pada CE Perhatikan Gambar 3.

Umpan Balik Negatif Av V 1+βAv s Ro 1+βAv RL Vo Hal 223 Dari sisi output: AvVi = Vo + I o Ro . Dari Gambar 5 tegangan umpan balik Vf diumpan secara oposisi terhadap Vs sehingga Vbe = Vs . Av Atau Vo = AvVs I R Ro . Diperoleh sebelumnya bahwa penguatan untuk konfigurasi h R 80 × 5 kΩ emiter bersama Av ≈ − fe c = − = −200 .Bab VE. hre = 0 hoe = 0 S. dengan menggunakan rangkaian ekivalen seperti pada Sastra Kusuma Wijaya FISIKA FMIPA UI Diktat Elektronika I . umpan balik β = R1 + R2 47 + 3 Hambatan dalam input Ri = hie = 2 kΩ dan hambatan dalam input akibat umpan balik Rifb = hi1 (1+βAv) = 26 kΩ. Umpan balik arus seri Sesuai dengan namanya tegangan diumpan balik secara seri ke tegangan input yang akan diperoleh arus output.Vf. Blok diagram umpan balik arus seri ditunjukkan pada Gambar 6 dan contoh rangkaian diberikan pada Gambar 5. − o o .06 . selanjutnya faktor hie 2 kΩ R2 3 = = 0. Hambatan dalam output dengan mengabaikan hoe maka Ro =RC // (R1+R2) = 4.5 kΩ sehingga hambatan dalam output karena umpan balik Rofb = 321 Ω. sehingga diperoleh Rofb = 1 + β Av 1 + β Av 1 + β Av Dari rangkaian CE seperti ditunjukkan pada Gambar 4 jika menggunakan transistor dengan parameter hie = 2 kΩ. sedangkan dari sisi input V +I R Vs = Vi + β Vo = o o o + β Vo . hfe = 80.

Blok diagram umpan balik arus seri Ib hie Vs AC Gambar 7. Rangkaian ekivalen CE. sehingga Rifb = Vs/Ib = hie + (1 + hfe) Re. Dari rangkaian tsb (Gambar 7) dapat dihitung : Vs = hie b + (1 +hfe) IbRe. Contoh rangkaian NFB arus seri pada CE Io Vi Vs A Vo Vf Gambar 6. Selanjutnya jika Rc ~ hie maka Rifb ~ hfe Re. Umpan Balik Negatif VCC Hal 224 RC Vo RE Vs Vf Gambar 5. Sastra Kusuma Wijaya FISIKA FMIPA UI V be β hfe Ib (1+hfe)Ib Re RC Vo Diktat Elektronika I .Bab VE.

(a) Rangkaian ekivalen untuk menghitung Rofb dan (b) rangkain ekivalennya Dari Gambar 8b. I dan tegangan output V adalah: Sastra Kusuma Wijaya FISIKA FMIPA UI Diktat Elektronika I . Umpan Balik Negatif Hal 225 Pengatan arus karena umpan balik Aifb = Ic/Ib = hfe. maka hambatan dalam output adalah Rofb = Perhatikan hie dan Re dalam hubungan paralel. Dari gambar tsb dibuat rangkaian ekivalennya seperti ditunjukkan pada Gambar 8b. hfe Ib Ib hie hoe V AC AC I hfe Ib hoe hoe Ib hie I+Ib Re (b) V Re (a) Gambar 8. maka: − I b hie = ( I + I b ) Re → Ib = − Re I hie + Re V . sedangkan h fe I b Rc I R R penguatan tegangan Avfb = c c = Aifb c = atau I b Rifb Rifb (hie + ⎡1 + h fe ⎤ Re ) I b ⎣ ⎦ dengan pendekatan Aifb ≈ Rc Re Perhitungan hambatan dalam output dilakukan dengan menghubung-singkatkan sinyal input dan melepas sinyal output sehingga rangkaiannya seperti dtunjukkan pada Gambar 8a. Perhatikan bahwa konduktansi output hoe tidak diabaikan.Bab VE.

Contoh NFB tegangan shunt pada CE Sastra Kusuma Wijaya FISIKA FMIPA UI Diktat Elektronika I . Rs Is Vs Ii Ai Io Vo If=βIo β Gambar 9. Blok diagram umpan balik arus seri ditunjukkan pada Gambar 9 dan contoh rangkaian diberikan pada Gambar 10.Bab VE. Blok diagram NFB tipe tegangan shunt VCC Rf If Is Vs Ib RC Vo Gambar 10. ⎜ hoe hie + Re ⎝ hoe ⎠ hasil Ib sebelumnya maka Sehingga hambatan dalam output Rofb=V/I diperoleh sebesar: h ⎞ Re ⎛ Re h fe 1 1 Rofb = + hie + fe ⎟ ≈ + ⎜ hoe hie + Re ⎝ hoe ⎠ hoe hie + Re hoe Umpan balik tegangan shunt Sesuai dengan namanya arus diumpan balik secara paralel ke tegangan input yang akan diperoleh tegangan output. Umpan Balik Negatif Hal 226 V =− h fe I b hoe + h I I − hie I b = − I b (hie + fe ) hoe hoe hoe dengan menggunakan h ⎞ Re I ⎛ I V= + hie + fe ⎟ .

Sastra Kusuma Wijaya FISIKA FMIPA UI Diktat Elektronika I . dengan Av negatif. Contoh rangkaian dengan hambatan sumber diberikan pada Gambar 12. namun penguatan tegangan praktis tidak berubah yaitu Av = Vo/Vbe. Contoh dengan hambatan sumber. Jika input = Rf Rf diberi sinyal tak ideal berarti ada hambatan sumber sebesar Rs. Umpan Balik Negatif Hal 227 Dari Gambar 10 arus yang masuk ke terminal basis adalah Ib = Is -If dan ada umpan balik tegangan shunt. VCC RC Vs Rf 1-Av Vo Gambar 11. sehingga arus umpan balik hie V − AvVs Vs (1 − Av ) didapat I f = s . Pada hambatan Rf akan terjadi efek Miller (yaitu seolah-olah nilai hambatan Rf menjadi lebih kecil) seperti ditunjukkan pada Gambar 11.5 k Rs Vs Rf 5k Vo Gambar 12. VCC 50 k RC 2.Bab VE. Rangkaian CE setelah Rf diganti dengan hambatan Miller Dari Gambar 11 diperoleh Ib = Vs/hie dan dengan menggunakan h R pendekatan Avfb = Av maka Avfb = − fe c .

Hambatan dalam output Untuk menghitung hambatan dalam output rangkaian ekivalen tsb dibah menjadi rangkaian yang ditunjukkan pada Gambar 13 yaitu dengan meng-hubung-singkatkan sinyal sumber Vs dan membuka output. Hambatan dalam mengalir ke kaki basis adalah I b = hie + (1 + h fe ) Rs output dihitung dari Rofb = V/I sehingga : Rofb V ( I − h fe I b ) R f + hie h = = I I ie + (1+ h fe ) Rs IRs . maka tegangan pada Rs sama dengan tegangan pada hie atau hie Ib = [I (1 . Sastra Kusuma Wijaya FISIKA FMIPA UI Diktat Elektronika I . Terhubung secara paralel. maka berarti juga If > Ib dengan demikian If = Vs/Rs yaitu dengan mengabaikan Vbe.(1 .h fe) Ib Ib Rs hie AC hfe Ib I Gambar 13. Hasil ini menunjukkan bahwa ada pembalikan fasa. Rangkaian ekivalen untuk mencari hambatan dalam output Dari gambar tsb maka V = (I . I .hfe) Ib seperti yang ditunjukkan pada Gambar 13.Vs/Rs Rf.If Rf = . Selanjutnya tegangan output Vo = .hfe) Ib] Rs . dan dipergunakan sebagai prinsip dari penguat inverting. karena arus yang mengalir di Rs adalah Irs = I -(1 . Sehingga arus yang IRs .Bab VE. Dengan demikian diperoleh : Avfb = Rf Vo = − Vs Rs .hfe Ib Rf I .hfe Ib) Rf + hie Ib. Umpan Balik Negatif Hal 228 Dengan menyadari bahwa Av >> 1. Terlihat juga bahwa antara hie dan Rs pada Gambar 13.

yaitu seolah menghubungkan Rc dengan ground. Dari Gambar 12 jika menggunakan transistor dengan hfe = 80 dan hie = 1.267 Vbe hie I b R Vo = − f = -20 Vs Rs Rf 1 − Av // hie = 165 Ω Avfb = Rifb = Rofb = hie ( R f + Rs ) hie + h fe Rs = 391 Ω Hambatan output Rc // Rofb = 362 Ω Umpan balik arus shunt Tegangan diumpan balik secara paralel ke tegangan input berasal arus seri yang diperoleh dari arus output. Sastra Kusuma Wijaya FISIKA FMIPA UI Diktat Elektronika I .5 kΩ. maka didapat: Av = h RI Vo = − fe c b = .Bab VE. Blok diagram umpan balik arus seri ditunjukkan pada Gambar 14 dan contoh rangkaian diberikan pada Gambar 15. Umpan Balik Negatif Hal 229 Dengan menggunakan hasil Ib di atas maka h fe Rs R f hie Rs ) dan dengan pendekatan Rofb = + (R f − hie + (1 + h fe ) Rs hie + (1 + h fe ) Rs hfe > 1 diperoleh : Rofb = hie ( Rs + R f ) hie + h fe Rs Perhatikan bahwa untuk menghitung hambatan output Ro = Rofb // Rc.

Sedangkan hambatan Rs. hie = 2 kΩ. 10 kΩ. Umpan Balik Negatif Rs Is Vs Ii Ai Io β Io Io Vo Hal 230 If=βIo Gambar 14. Contoh rangkaian NFB arus shunt Penguatan arus Ai = Io/Ii. dan Rc1 masing-masing adalah 1 kΩ. Sastra Kusuma Wijaya FISIKA FMIPA UI Diktat Elektronika I .Bab VE. Rc1. Dengan menggunakan pendekatan Ve2 >> . Perhatikan pada Gambar 15 komponen bias tidak ditunjukkan hal ini maksudnya untuk mempermudah. Blok diagram NFB arus shunt VCC RC2 RC1 Is Rs Vs If Ib1 Re2 Rf Gambar 15. karena ada umpan balik negatif Ii = Is If dengan If = β Io. Parameter transistor tsb adalah : hfe = 80. Contoh dari rangkaian NFB tipe arus shunt ditunjukkan pada Gambar 15. 470 Ω dan 100 Ω. maka faktor umpan balik β dilakukan dengan cara : (perhatikan Gambar 16).5 kΩ. Rc2. Sedangkan Rf = 1.

= = = 1/ R f Re 2 If If selanjutnya β= If Io = Re 2 = Re 2 + R f 1/16 dan I o = −h fe I b 2 = − h fe Rc1 × − h fe I b1 = 3270 Ib1 Rc1 + Ri 2 dengan Ri 2 = hie + (1 + h fe )( Re // R f ) ~ 9. I s I o − I f 1/ Re 2 R f .Bab VE.6 kΩ. dengan demikian Aifb = Io Io = ~ 16 I s I f + I b1 Vbe1 Is Sedangkan hambatan dalam input Rifb = Penguatan tegangan Avfb = Vo I R = o c 2 = 775 Vbe1 I s Rif Sastra Kusuma Wijaya FISIKA FMIPA UI Diktat Elektronika I . Rangkaian ekivalen dari rangkaian pada Gambar 15. Umpan Balik Negatif Is Ib1 hfe1 Ib1 Ib2 hfe2 Ib2 Hal 231 Rs hie1 VS AC hie2 RC1 AC RC2 Vo RE2 Io Rf If Gambar 16. dan Is = β Ib1 + Ib1 = ( 1+ β) Ib1 = 205 Ib1.

Bab VE. Umpan Balik Negatif Hal 232 sedangkan R + Rif Vs = 104 = s Vbe` Rs Vo = 775/104 = 7.5 Vs Dengan demikian didapat penguatan tegangan Sastra Kusuma Wijaya FISIKA FMIPA UI Diktat Elektronika I .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->