P. 1
MANAJEMEN DIRI

MANAJEMEN DIRI

|Views: 335|Likes:
Published by Naveed Ahmad A K

More info:

Published by: Naveed Ahmad A K on May 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2014

pdf

text

original

MANAJEMEN DIRI:UPAYA MEMBANGUN KARAKTER

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia (QS. Ar-Ra¶ad [13]:11). Iftitâh Bismillâh. Sejak 2004, seperti air hujan, mahasiswa baru (MABA) dari Indonesia datang membanjiri lembah Sungai Nil. Jumlahnya mencapai 1054. Tahun berikutnya pun demikian. Peningkatan drastis pada dua tahun (2004-2005) itu, satu sisi membahagiakan, karena jumlah kader ummat dan bangsa yang akan mengeluarkan Indonesia dari krisis multidimensi semakin banyak. Namun di sisi lain menyedihkan, setelah natijah imtihân turun, banyak yang rasib. Muncullah sebuah kesimpulan, bahwa secara kuantitas Masisir besar, namun secara kualitas kecil. Ini pula yang membuat Departemen Agama (Depag) RI, tahun ini (2006), mengeluarkan kebijakan untuk menyeleksi, lewat testing di perguruan tinggi Islam di beberapa propinsi, terhadap semua CAMABA, baiknya jalur Depag maupun ³Terjun Bebas´ dan mensyaratkan adanya ³uang bekal´ (living cost) sebesar US$. 2500,(25 juta rupiah). Terlepas dari polemik dan pro-kontra Masisir terhadap kebijakan Dapag yang dianggap ³sepihak´ dan ³sangat mendadak´ tersebut, yang jelas peningkatan jumlah MABA perlu kita respon dengan proaktif dan bijaksana. Sebab, persoalannya, tidak hanya masalah akademis saja, tapi masalah patologi sosial ²penyakit masyarakat (baca: Masisir)² yang muncul akibat ³penumpukan´ emigran; ketidakseimbangan antara kedatangan MABA dengan kepulangan mahasiswa lama. Oleh sebab itu, dalam tulisan ini, saya ingin mengajak diskusi Anda dan para MABA yang dianggap sebagai ³persoalan´ (problem) agar berubah menjadi solusi dari masalah (problem solver). Ada empat pembahasan yang akan kita diskusikan di sini, (1) fenomena kehidupan Masisir sebagai upaya identifikasi sekaligus mencari akar masalah Masisir; (2) Manajemen Diri sebagai tawaran solusi dari persoalan Masisir; (3) Tujuh Prinsip dan Kiat Praktis Manajemen Diri sebagai bentuk konkrit dari Manajemen Diri itu; dan terakhir, (4) Manajemen Waktu sebagai pelengkap untuk menjelaskan salah satu prinsip dari 7 prinsip yang saya rumuskan. Fenomena Kehidupan Masisir Ada sebuah fenomena kehidupan Masisir, yang akhir-akhir ini menjadi buah bibir di berbagai kalangan, yaitu ³pembusukan karakter´. Maksudnya adalah menggunakan kebanyakan waktu ²minjam istilah Stephen R. Covey² ³untuk hal-hal yang tidak mendesak dan tidak

masih banyak peran lainnya. Covey² untuk hal-hal yang tidak mendesak dan tidak penting. membaca Kho Ping Kho berseri-seri. serta tidak ada hubungannya dengan Mahasiswa/i Indonesia Mesir (selanjutnya dibaca: Masisir) sebagai civitas akademica. meneliti² karya-karya ilmiah. baik itu buku. maupun media tulisan ilmiah lainnya. Betul. (2) yang sering muncul dalam acara-acara Masisir sebagai pembicara dan dalam media massa Masisir sebagai penulis hanya berputar kepada beberapa orang saja. maka ia tidak akan mafshûl (dropt out). Artinya. Sebagai civitas akademika. status mereka adalah mahasiswamahasiswi. Jadi. tapi peran mereka tidak hanya demikian. Ada juga yang sama sekali tidak mengikuti ujian. dan budaya diskusi sangat susah. Sebelum melangkah lebih jauh.penting´. dan (4) pola pikir. Menurut pengamatan saya. seharusnya yang terbangun di Masisir adalah budaya ilmiah. Ia hanya mendampingi suaminya menyelesaikan studi. businessman. bahkan film forno. Di luar peran itu. bergadang malam suntuk ketika musim panas. ia hanya menunggu tamat isterinya yang sedang kuliah di Mesir dan mencari nafkah untuk keluarganya. misalnya karena ia menjadi TKI atau TKW. tidur seharian di musim dingin. waktu mereka banyak terbuang ²meminjam perkataan Stephen R. Selama di Mesir. Ini dapat terukur dari tiga hal. dan karya ilmiah Masisir masih sangat minim. mengkaji. Mereka tidak kuliah. buletin. Mereka hanya mengikuti imtihân (ujian) agar nama mereka tidak tercoret dari lembaga pendidikan itu. Indikator dari keempat hal tersebut dapat dilihat dari: (1) Masisir yang aktif di kelompok kajian (Studi Club) atau Senat Fakultatif. ada yang berperan sebagai isteri. dan (5) dalam intraksi sosial dan menghadapi persoalan belum mencerminkan sebagai ilmuan. Ada yang berperan sebagai suami bagi isterinya yang sedang kuliah. karena orang yang ia tunggu tidak sampai tiga tahun.di lapangan. dan lain-lain² kalau tujuan utama mereka memperoleh gelar kesarjanaan. mental. budaya menulis sangat lemah. (3) budaya diskusi. (2) budaya menulis karya tulis ilmiah. realitasnya adalah budaya membaca sangat rendah. Masisir ²dalam tulisan ini² adalah para mahasiswa-mahasiswi yang tinggal di Mesir dengan tujuan untuk menyelesai jenjang pendidikan kesarjanaan (strata 1 sampai strata 3) pada lembaga pendidikan ²Al-Azhar atau yang lainnya² di Mesir. Mengapa demikian? Sebab. isteri. perlu kita sepakati bersama. Dengan definisi ini meskipun mereka memiliki peran lain ²sebagai suami. bahwa Masisir yang kita maksud adalah Masisir berperan sebagai civitas akademika. main beragam ³game´ atau Play Station (PS) tak mengenal waktu. bahkan . Namun. inilah yang kita sebut Masisir sebagai civitas akademika. kalau pun ia tidak ikut imtihân. Lantas. aktivis. serta perbuatan berdasarkan ilmu. majalah. ada yang mendaftarkan diri di lembaga pendidikan di Mesir ²baik Al-Azhar maupun yang lainnya² dengan tujuan untuk mendapatkan iqâmah (visa). jurnal. Misalnya. bukan peran-peran yang lainnya. maka terpakai untuk apa? Wallahu µalam. (3) setiap ada lomba Karya Tulis Ilmiah. ingin talaqqi dengan seorang syaikh. jika waktu Masisir tidak banyak terkuras untuk membangun budaya ilmiah. yaitu (1) budaya membaca ²menela¶ah. pesertanya sangat sedikit. menonton TV atau film ³Korea´ belasan episode. (4) buku. jurnal. jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang aktif di organisasi atau komunitas lainnya. dan seterusnya. Sebaliknya.

Bukan fiktif. e-mail-email. terdengar suara akhwat: ³Betul ini rumah Udo Yamin? Boleh aku bicara dengannya?´ Saya membetulkan bahwa saya adalah Udo Yamin. membuat Anda terkejut dan kecewa. tepatnya hari Ahad. SMS-an dan chatting tak kenal waktu. di bulan suci Ramadlan tahun lalu. apabila Anda respon secara proaktif. dengan fenomena di atas. untuk menguatkan bahwa apa yang saya sampaikan kepada Anda berdasarkan data dan fakta. tiba-tiba. Hati saya ikut tercabik-cabik. berduaan dalam saqoh. saat saya menjawab empat pertanyaan itu.ada perlombaannya. Kisah nyata ini saya ceritakan. chatting. jangan berlarut-larut dalam rasa kecewa itu. pacaran jama¶i dan pegang-pegang tangan). bahkan ada yang sering meninggalkan sholat lima waktu. Mereka sering jalan berduaan. Misalnya. ngobrol di telpon berjam-jam. Sebagian memahami pacaran itu suatu kemestian sebelum nikah. dalam Al-Quran disebut perbuatan keji (al-fahsya¶). perbuatan munkar (al-munkar). Saya dekatkan gagang telpon ke telinga. saya dengar akhwat itu menangis. Di ujung sana. Bukan satu atau dua kali. searching. nangkring di sûq sayyarât. 9 Oktober 2005. bila Udo serumah dengan laki-laki yang didatangi akhwat itu? (3) Bagaimana supaya adik-adik kelasnya yang serumah tidak mengikuti kebiasaan jelek akhwat itu? (4) Bagaimana solusi dari semua itu? Saya. minimal harus ada dua orang. karena miris melihat temannya sudah tidak lagi mengindahkan norma-norma Islam dalam berintraksi dengan lawan jenis. dan seterusnya. namun tidak bisa kita pungkiri juga. kebablasan. telpon di rumah saya berdering. dalam istilah Al-Quran. bahkan rihlah berduaan ke objek wisata Mesir. Ia mengajukan empat pertanyaan: (1). seburuk apapun situasi dan kondisi di luar sana. Na¶ûdzubillâh min dzâlik! Manajemen Diri adalah Solusi. . Betapa sering Masisir yang mengadu. bagi Anda sebagai mahasiswa baru (MABA). bahkan mencampuradukan dengan al-haq. mungkin fenomena atau realitas di atas. Bagaimana pandangan Udo terhadap akhwat yang suka main ke rumah laki-laki sendirian? (2). Hanya saja. khalwah (berdua-duaan di tempat sepi) dan ikhtilâth (percampuran tanpa uzur syar¶i. saya masih ingat. Tanpa menafikan betapa banyaknya Masisir yang baik dan komitmen menjaga µiffah (kehormatan diri). saya menemukan faktanya. Bahkan. Apa yang Udo lakukan. apalagi fitnah. Bahkan. mulailah hidup bermakna! Sebab. meskipun hampir 100% kuliah di Al-Azhar ²yang nota benenya mempelajari Islam² mereka melakukan kehidupan yang tidak Islami. tidak akan memaparkan jawaban saya di sini. Ada lagi pembusukan karakter secara sosial ²tidak bisa dilakukan sendirian. Tentu saja. Yang jelas. atau ³main internet´ tak ada tujuan yang jelas. sekali lagi. ³Oooi. Akhwat itu ingin minta nasehat saya. tapi ia tidak mau memperkenalkan siapa dirinya. napa Masisir kok jadi gini???´ batin saya berteriak. Akhirnya. sebab bukan tempatnya. Kondisi inilah yang melahirkan Tim Pemerhati Intraksi Masir (TPIM) yang mengundang pro-kontra Masisir. dari sekian banyak Masisir itu. istilah mereka ³pacaran Islami´. maka akan memberikan manfa¶at. main gaple sampai Shubuh. Inilah contoh pembusukan karakter secara individu ²bisa dilakukan sendirian.

seperti yang dikatakan David J. sebelum merubah Masisir. Berangkat dari makna dua kata ²³manajemen´ dan ³diri´² di atas. Sebaliknya. ³Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang.seharusnya membangkitkan nurani Anda untuk merubahnya. sebuah keniscayaan Anda ²termasuk saya. Schwarz bahwa ³Kita adalah apa yang kita pikirkan tentang diri kita´. yaitu. spiritual. 1998). pribadi. maka aku ada´? Apakah diri itu gabungan dari pikiran dan perasaan kita. perpaduan antara intelektual. Apa itu manajemen diri? Secara sederhana. kita butuh alat yang kita sebut dengan ³manajemen diri´. dhamîr (hati nurani). ungkapan Nurcholis Madjid. apa arti ³diri´ atau ³saya´? Apakah yang kita sebut ³diri´ itu adalah akumulatif dari pikiran kita. atau pernyataan Aristoteles. 1994)² sebagai ³Kiai Umat´ adalah benar. Suatu hal yang mustahil Masisir akan berubah. pikiran. Dan basmalah ²bismillâhirrahmânirrahîm² adalah inti dari surat Al-Fatihah!´ Tentu saja kesimpulan sahabat nabi yang mendapat gelar dari Khalid Muhammad Khalid ²penulis Rijâlu Haula Rasûl (Darul Muqatham. Apalagi. ³Saya memberontak. ³Saya merasa. fisik yang bisa kita lihat dan sesuatu yang tak terlihat yang menggerakan fisik (hati. maka saya ada´? Apakah diri itu adalah apa yang kita rasakan. Tujuh Prinsip dan Kiat Praktis Manajemen Diri Dalam kitab At-Tafsîr al-Munîr fî al-¶Aqîdah wa as-Syarî¶ah wa al-Manhaj (Darul Fikri. atau jargon yang diucapkan oleh Rene Descartes. manajemen ²merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka. Untuk merubah diri itu. harus terlebih dahulu merubah diri. kebiasaan kita.´ Atau. seperti yang dinyatakan Andre Gide. Diri adalah totalitas dari pemikiran. Yang kita sebut diri. Allah Swt pun tidak akan merubahnya. keinginan. adalah totalitas manusia sebagai perpaduan dari jasad dan ruhani. (1) penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Selanjutnya. sejak kecil beliau sering bersama rasulullah Saw. ³Saya berpikir. akan membantu kita. Kata ³diri´ (anfûs) ²jamak dari nafsun² dalam Al-Quran banyak maknanya. arti pertama yang relevan dan perlu kita eksplorasi lebih lanjut. Wahbah az-Zuhaily meriwayatkan perkataan Ibnu Abbas: ³Al Fatihah adalah inti dari Al Quran. maka saya ada´? Apakah diri itu adalah perbuatan. maka Allah Swt. dan syahshiyah (pribadi) atau ³totalitas manusia´ dimana terpadu jiwa-raga manusia. Dengan kata lain. dan (2) pimpinan yang bertanggungjawab atas jalannnya perusahaan dan organisasi. bahwa ego (diri) adalah suatu kesatuan perasaan-perasaan ²mental² kehidupan personal dan merupakan bagian dari sistim pemikiran. diantaranya: rûh (nyawa). Al-Ustadz Dr. tindakan. Dalam kajian kita saat ini. dan fisik. apakah diri itu adalah gabungan dari semua itu? Wallâhu a¶lâmu. dan gerakan kita dalam ruang dan waktu. manakala kita mulai dari diri kita sendiri (baca lagi firman Alllah diawal tulisan ini). jinsun (jenis). apabila ³anfûs´ Masisir tidak berubah. emosional. jiwa). Dan. individu. dan beberapakali beliau menepuk- . Nah. sebagaimana dalam konsep ³ego´ Muhammad Iqbal. dan fisik² kita agar apa yang kita inginkan (sasaran) tercapai. Akan tetapi. 2001)² memiliki dua arti. maka itulah saya´. makna yang terakhirlah yang kita maksud dengan ³diri´ itu. maka manajemen diri ²yang saya maksud² adalah sebuah proses merubah ³totalitas diri´ ²intelektual. seperti ucapan Albert Camus. ³Aku berbuat. emosional. spiritual.

Sebaliknya. perbedaan antara manajemen diri Islami dengan konsep manajemen diri Barat. dan untuk-Nya semata. Al-Kâfiyah. karena-Nya. Langkah praktis dari prinsip 1 ini adalah: Carilah waktu dan tempat yang kondusif untuk melakukan ³Majlis Iman´ seperti yang sering dilakukan oleh sahabat nabi ²Ibnu Rawahah². teman. Di sinilah. yaitu merenungi diri sejenak. yang diwartakan oleh Imam Bukhari. Al-Fatihah memang sebagai pembuka dan induk dari Al-Quran. dan untuk mencari ridla-Nya? Ayat pertama ²Bismillâhirrahmânirrahîm (Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang)² dari surat Al-Fatihah ini. minjam istilah Kang Hernowo. yaitu menyingkirkan seluruh wujud di luar diri dan kemudian. semakin jauh kita dari-Nya. mari kita renungkan bersama makna yang tersimpan dalam surat AlFatihah dan kita kaitkan dengan pembahasan kita saat ini. Semakin ikhlas niat kita. kita telah mempelajari tentang manthûq (arti tersurat) dan mafhûm (arti tersirat)? Lantas. Asy-Syifa¶. 2004)² melaksanakan Komunikasi-Internal Diri. Al-Wâfiyah. secara aktif. mengajarkan kepada kita. Prinsip 1: Awali Dengan Basmalah ³Sesungguhnya (hasil) setiap amal perbuatan´. Tapi. (Allah-sentris). Tinggallah kemauan kita.nepuk punggungnya sambil berdo¶a: ³Ya Allah. Ar-Ruqiyah. Ummu Al-Kitâb. Dan benih itu bernama niat. bertanya tentang . apakah niat kita ketika hendak melaksanakan manajemen diri? Apakah hanya sebatas ingin meraih pujian dari ortu. berikanlah ilmu agama yang mendalam dan ajarakan kepadanya ta¶wil (Al-Quran)!´ Dari dua belas nama surat Al-Fatihah ²Fâtihah Al-Kitâb. adik-kakak. dan Al-Hamdu² yang disepakati oleh ulama. Manajemen diri Islami berpusat kepada Allah Swt. apa arti tersirat dalam surat Al-Fatihah? Setiap hari kita minimal membaca surat Al-Fatihah sebanyak 17 kali sehari-semalam dalam sholat. Dengan demikian. maka sudah barang tentu dalam surat AlFatihah ada prinsip hidup. sedang konsep manajemen diri lain berpusat kepada manusia (antroposentris). Al-Qurân Al-µAdhîm. apapun yang kita lakukan harus kita niatkan atas nama Allah. sabda nabi Muhammad Saw. ³tergantung dengan niat. atau dari yang lainnya? Apakah karena merasa iri dengan prestasi dan apa yang orang lain raih? Apakah hanya sekedar ingin mendapatkan pekerjaan? Apakah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt. maka semakin bermakna aktivitas kita. Ummu Al-Kitâb dan Ummu Al-Quran. jika surat Al-Fatihah inti Al-Quran dan Al-Quran adalah sebagai prinsip hidup kita. dalam bukunya Self Digesting (MLC. ada tiga nama yang menguatkan kesimpulan Ibnu Abbas tersebut. Ummu Al-Quran. termasuk prinsip-prinsip untuk manajemen diri. Atau. pernahkah kita memikirkan makna ² baik tersurat maupun tersirat² yang terkandung di dalamnya? Oke. yaitu Fâtihah Al-Kitâb. AshShalâh. Iyya. Nah. maka apa yang kita lakukan akan kehilangan makna.´ Begitu pula dengan buah yang akan kita petik dari menajemen diri. apakah mau mencari prinsip itu atau tidak? Bukankah dalam µulûmi al-Qurân (ilmu-ilmu Al-Quran). Al-Asâs. As-Sab¶u Al-Matsâni. itu sangat tergantung pada benih yang kita tabur.

tutup dengan sebuah pertanyaan: ³Apakah saya melakukan hal ini karena Allah?´ Bila nurani Anda mengatakan ³YA´ dan tidak ada keraguan sama sekali. dan mana yang tidak bisa kita ubah dalam diri kita. Sekelabu apapun masa lalu. tapi ia sedang memotong cabang pohon tempatnya berpijak. ia mengaku anak ningrat dan ortunya sudah lama meninggal. kampung halaman. Segala upaya ia lakukan agar melupakan pengalaman itu. negara.keberadaan diri. jantung. mata. Selanjutnya. Misalnya. Lalu. Yang bisa kita lakukan adalah berdamai atau menerima masa lalu itu apa adanya. kaki. semua pengalaman hidup kita. Alias respon kita. ada yang tidak menerima kenyataan pengalaman hidup yang pahit. Bahkan. kebiasaan kita. Kita harus bersyukur terhadap nikmat dari Allah. yaitu berupa apa saja yang sesuai dengan apa yang kita inginkan. jika jawabannya: ³TIDAK´. Allah masih memberi kesempatan kepada kita untuk mengubah apa yang bisa kita ubah dan menerima apa yang tidak bisa kita ubah. Contoh yang kita bisa ubah adalah pikiran. Sebaliknya. Yang kita ubah. daerah. ³setengahnya berada pada syukur dan separonya lagi ada pada sabar´. bukan masa lalu itu. Itu bukan langkah ke arah kemajuan. Yang tidak bisa kita ubah adalah hari lahir kita. dan seterusnya. ortu kita. tapi pikiran. Nah. Maka dalam melihat diri harus dengan kaca mata iman. Atau. Prinsip 2: Terimalah Diri Apa Adanya Salah satu ciri utama muslim adalah beriman sesuai dengan ajaran Allah dan rasul-Nya. dan seterusnya. Maka ubahlah terhadap hal-hal yang bisa kita ubah! Sebaliknya. Hari demi hari. dst² terimalah apa adanya. . adik-kakak. dan seluruh anggota tubuh lainnya² yang masih berfungsi sampai detik ini. padahal kedua orang tuanya masih ada di kampung bertarung dengan lumpur di sawah. ia akan jatuh oleh kebohongan itu. Kesempatan menghirup udara detik ini adalah nikmat yang terbesar untuk kita syukuri.. biarkanlah ia berlalu dan jangan merasa terbelenggu. mana yang bisa kita ubah. ucapkan dengan tulus: ³Al-hamdulillâhi rabbi alµâlamîn!´ (Segala Puji Bagi Allah Tuhan Semesta Alam) atas semua nikmat dari Allah ²otak. Gunakan detik ini dan detik berikutnya untuk merubah diri. Paling tidak. tangan. maka ulang perenungan ini dari awal. ia terbelenggu dengan masa lalu. maka mulailah melangkah dan ucapkan ³Bismillâhirrahmanirrahîm´. Di hadapan teman-temannya. Padahal masa lalu tidak mungkin bisa kita ubah. dan sikap kita terhadap masa lalu itu. Seburuk apapun yang kita miliki ²ortu. rumah. terimalah apa adanya yang tidak bisa kita ubah. kita harus mampu membedakan. atau masih ada keraguan. perasaan. ada yang tidak mengakui ortunya orang kampung. hingga mendengarkan nuranimu berkata: ³YA!´. sabda nabi Muhammad Saw. Sebaliknya. kita harus bersabar atas setiap musibah yang menimpa kita. lambat laun tapi pasti. yang kita tanyakan kepada batin kita kali ini adalah niat kita: Apa tujuan saya melakukan manajemen diri? Dengarkan semua jawaban yang muncul dalam hati nurani. yaitu apa saja yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan. ³Iman itu´. telinga. Artinya. tidak bisa kita lupakan. perasaan.

Bersyukurlah! Sedangkan yang tidak bisa Anda ubah. ³gunakanlah´ (use it) apa yang Anda bisa ubah sebagai bahan pelajaran untuk merubah diri atau melejitkan potensi diri.´ Istikharah adalah mendiskusikan persoalan kepada Allah Swt. Maka itu merupakan kebaikan bagi dirinya.. dan minta pendapat kepada manusia. sabar. tenaga. sebagai bukti menyambungkan kasih sayang kepada-Nya.´ (Muslim & Ahmad) Langkah praktis prinsip 2 ini adalah: Lakukan lagi Majlis Iman Ibnu Rawahah: Merenunglah sejenak! Gunakan ³kesadaran diri´ (yaqdzah/self awarness) untuk melihat apa yang telah (pengalaman hidup) dan apa yang sedang terjadi (kondisi hidup) pada dirimu. maka kita akan sabar. tidak ada bedanya antara sehat dan sakit. Wajar jika nabi bersabda: ³Sungguh sangat mengagumkan orang yang beriman. hingga seekor kuda mengangkat kaki dari anaknya karena khawatir menginjaknya.´ ujar Imam Bukhari menyampaikan hadis dari nabi. maka hanya seper-sekian dari satu persen (1%) nikmat-Nya. harta. dan manusia memberikan yang terbaik untuk kita. ³Allah menciptakan rahmat menjadi seratus bagian. Dan itu terjadi. dan mana yang tidak bisa Anda ubah! Dari data dirimu itu. Bagi orang beriman. Lalu. dan manusia dengan cara menyambungkan tali kasih sayang kepada-Nya (hablum minallâh) dan kepada manusia (hablum minannâs). ia bersabar. Sebaik apapun yang kita berikan ²waktu. ³dan tidaklah menyesal orang yang bermusyawarah. maka semua itu tidak pernah mampu membalas apa kasih sayang-Nya kepada kita. Segala urusannya adalah baik baginya. Sedangkan musyawarah mendiskusikan masalah kepada manusia.´ . mana yang bisa Anda ubah. Sehat. bila kita mampu meraih sesuatu sesuai dengan keinginan. Keduanya bertujuan ingin mencari solusi terbaik dari apa yang kita hadapi. terkadang kita begitu menginginkan Allah Swt. Maka itu merupakan kebaikan bagi dirinya. sedangkan kita sendiri enggan memberikan yang terbaik untuk-Nya dan mereka. syukur. keduanya tetap mendatangkan rasa bahagia. Apabila ditimpa musibah. aktifkan ³suara nurani´ (bashîrah/conscience) dalam dirimu. berikanlah yang terbaik untuk Allah Swt. yang dituturkan oleh Imam Malik. ³kemudian menetapkan 99 bagian di sisi-Nya dan menyempurnakan satu bagian inilah semua makhluk saling mengasihi. maka abaikanlah (lose it)! Dan bersabarlah! Prinsip 3: Berikanlah Yang Terbaik ³Tidak pernah akan rugi orang yang beristikharah. mengulangi kalimat: ³Arrahmânirrahim´.´ Dalam riwayat Imam Muslim. Wajar. semuanya menjadi kebaikan. jika mendapatkan sesuatu yang tidak kita inginkan. kecuali hanya pada orang yang beriman.´ petuah nabi Muhammad Saw. dengan kaca mata iman. Pelajari dan catatlah. Dan sebanyak apapun rahmat yang kita terima di dunia ini. yaitu ³maka bila datang hari kiamat Allah menyempurnakan rahmat-Nya (99 rahmat di sisi-Nya) menjadi seratus rahmat dengan tambahan rahmat ini (rahmat dunia).Intinya. hadis itu ada lanjutannya. Sakit. ia bersyukur. dan seterus² untuk mengabdi kepada Allah Swt. Maka sebelum memohon petunjuk kepada Allah Swt. Namun sayang. Sebalik. maka kita akan bersyukur. jika Allah Swt. Jika ia mendapatkan nikmat. pikiran.

bahkan dengan diri kita sendiri kita tidak harmonis. maka lakukan sholat istikharah. maka coba perhatikan Harits!´ (HR. bila selama ini kita lalai melaksanakan kewajiban kepada Allah. Lantas.´ ³Hai Harits. Ceritakan keinginanmu untuk merubah diri dan mintalah pendapatnya. Dan aku seolah-olah telah melihat µArsy Tuhanku dengan begitu jelas.. minta bantuan kepada Allah Swt.. maka kita akan sulit harmonis dengan manusia. Dan buatlah rencana untuk menjalin hubungan lebih erat kepada Allah dan manusia.. dengan cara-Nya. Dan barang siapa menjadikan dunia sebagai impiannya. itu tak mampu menggerakan manusia untuk membalas kebaikan kita. bagaimana kita mmelakukan manajemen diri. cara me-manajemen diri. kembali bertanya: ³Setiap perkataan itu ada hakikatnya. aku shaum. Kuncinya. sekarang saya baru percaya. maka Allah akan menjadikan kefakiran di hadapannya. Thabrani) ³Mâliki yaumi ad-dîn´ (Yang menguasai hari pembalasan). terputus. Prinsip 4: Lihatlah Impian ³Barang siapa menjadikan akhirat sebagai impiannya. maka cepatlah taubat. Allah Swt. yaitu sholat dua raka¶at untuk meminta sesuatu kepada Allah. Covey. Setelah sholat wajib itu kita perbaiki. mencerai-beraikan urusannya dan dunia tidak datang kepadanya kecuali yang telah disempitkan kepadanya. Sebaliknya. mengumpulkan yang tercerai-berai darinya dan dunia mendatanginya dalam keadaan hina. ya rasulallah!´ Rasulullah Saw. Ini adalah prinsip lebih dahsyat dari prinsip ³Mulai dengan Akhir dalam Pikiran´ ² Merujuk Pada Tujuan Akhir² milik Stephen R. . maka berdiskusilah kepada orang yang paling Anda percayai dan ahli dalam persoalan yang Anda hadapi. sedangkan siangnya. terutama sesuatu yang membingungkan kita. Kedua. Aku juga. ³Allah akan menjadikan kekayaan dan rasa cukup dalam hatinya. Semakin jelas hari pembalasan itu dalam hati dan pikiran kita. sekali lagi. setelah kita minta fatwa dari hati nurani dan Allah.´ pesan rasulullah Saw. pertahankanlah!´ Kemudian rasulullah memberitahukan bahwa Harits telah sampai kepada yang menjadi tujuan hidupnya. kepada Harits bin Malik r. seakan-akan telah melihat para ahli surga yang saling datang berkunjung. rasulullah Saw. Bila hubungan kita dengan Allah sudah harmonis. maka hidup kita akan semakin baik. bila hubungan kita dengan Allah. saya dalam keadaan beriman. Insya Allah. terutama sholat lima waktu.Dan sebaik dan sebanyak apa pun yang kita berikan kepada manusia.a. ³gimana keadaanmu pagi ini?´ Harits menjawab: ³Pagi ini. apa buktinya imanmu itu?´ Dengan mantap Harits menanggapi: ³Diriku menjauhi dunia. mengajak kita untuk membayangkan ³yaumi ad-dîn´ (hari pembalasan). lalu beliau bersabda: ³Barangsiapa yang ingin melihat ahli surga.´ sapa nabi Muhammad Saw. maka insyâ Allâh. dalam kesempatan lain. baru yakin seraya bersabda: ³Hai Harits. tanpa bantuan Allah Swt. jika diri kita berantakan? Langkah praktis prinsip 3 ini adalah: Pertama. Malamnya aku bergadang (qiyamullail).a. Maka. Nah. Allahlah yang membukakan hati manusia untuk membalas atas kebaikan kita (baca: QS. Allah akan menjawab pertanyaan dan permintaan kita. kita akan mudah berhubungan dengan manusia. sedangkan ahli neraka meliuk-liuk kelaparan!´ Mendengar curhat Harits bin Malik r. Al-Anfâl [8]: 63). Bertanyalah dan pintalah kepada Allah.

lalu mengapa kita tidak mampu membayangkan impian hidup kita beberapa tahun yang akan datang? Ingat. bisa melewati ³shirâth al-mustaqîm´. sebab Allah Maha Melihat. Jauh berbeda dengan cara Al-Quran dan hadis mengajak kita membayangkan hari akhirat. bahwa kaki. dan benda-benda yang kita miliki banyak merekam kebaikan atau keburukan? Apakah tatkala matahari beberapa senti di atas kepala kita. Visualisasi berpusat kepada Allah ini lebih menyentuh hati dan menggerakan jiwa untuk berbuat baik. apa yang kita inginkan dalam sambutan keempat perwakilan itu? Setelah saya coba visualisasi pemakaman tersebut. diri sendiri. dada. paman. ia suruh kita membayangkan. hidung. Yasin [36]: 65 atau Fushshilat [41]: 20-21). maka akan bertemu dengan Allah dalam surga. kita termasuk orang yang mendapat naungan cahaya dari Allah atau bukan? Apakah ketika air keringat meluap sebatas lutut. kita termasuk yang mendapat pertolongan Allah atau bukan? Ketika manusia berbondong-bondong meminta syafa¶at kepada nabi. bertanyalah kepada dirimu: ³Apakah saya termasuk orang bisa menatap wajah Allah atau tidak? Apakah saya ahli surga atau neraka? Apakah saya selamat melintasi shirâth al-mustaqîm atau terjatuh? Apakah buku amalan saya hasil catatan malaikat Raqib dan Atid lebih banyak memuat kisah iman dan amal shaleh atau kekafiran dan kemaksiatan? Apakah ³rekaman perbuatan´ saya yang dilakukan oleh Allah. Nah. sebab mereka tidak setiap detik menyertai kita. Covey ²dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People² mengajak kita membayangkan upacara pemakaman. yang saya rasakan adalah.Dalam Al-Quran dan hadis. 10. Allah dan rasul-Nya. bibi. rasul. telinga. dan seterusnya. dan seterusnya. Lalu. bahkan sampai menenggalamkan kepala. manusia. sambutan (penilaian) dari perwakilan empat komponen itu tidak pernah akan objektif. maka akan bersama syetan dalam neraka. (2) perwakilan teman. bahkan seluruh anggota tubuh kita. Di sana ada empat kelompok manusia yang akan memberikan sambutan. 35 tahun). tangan. jika kita mampu membayangkan semua kejadian di akhirat nanti. Sedangkan Stephen R. benda-benda. Seperti Harits bin Malik di atas. orang beriman. dan nenek. sepupu. dan Mendengar semua yang kita lakukan. kulit kita akan bicara jadi saksi atas semua perbuatan kita di hadapan Allah Swt. (3) dari tempat kerja. dan (4) dari gereja atau ormas. sebab berpusat kepada manusia (antroposentris). Bagi yang mendapatkan buku catatan dengan tangan kanan. mata. kakak. rasul-Nya. apalagi semua saksi akan dihadirkan. pertama. manusia. apakah kita termasuk orang . berat timbangan kebaikannya banyak. menjelaskan semua kejadian pada hari pembalasan ini. alam kubur. (1) keluarga dekat ²anak. Langkah praktis prinsip 4 ini adalah: Gunakan imajinasi (fikrah/imagination) untuk memvisualisasikan (menggambarkan dalam pikiran) saat di alam akhirat. membangun diri kita untuk riya¶. adik. (baca: QS. bagi yang mendapatkan buku catatan dengan kanan kiri. Saat memvisualisasikan akhirat. Perhitungan pada hari itu. semuanya adil. Mengetahui. dan kedua. mulai dari malaikat. timbangan kejelekannya berat. tidak bisa melewati ³shirâth al-mustaqîm´. salah satu ciri orang sukses adalah dapat melihat sesuatu sebelum segala sesuatu itu terjadi. keponakan. detik-detik menjelang kematian. Sebaliknya. kakek. dan beberapa tahun yang akan datang (5.

yang menerimanya atau justru ditolak nabi karena kita tidak pernah mengikuti cara hidupnya? Dan seterusnya. misalnya 25 tahun ²bayangkan berdasarkan peran: ³Sebagai hamba Allah: Apakah ketika itu pemikiran. ³lebih baik dan lebih Allah cintai dari pada mukmin yang lemah. Padahal kita tidak meragukan kedermawan Nabi. dan menguburkan saya atau tidak? Setelah saya meninggal. saya mengucapkan dua kalimat syahadat atau tidak? Ketika saya meninggal. nenek-kakek. kalau begitu² akan membuka tindakan syetan. seorang pengemis datang kepada Nabi Muhammad Saw. Tatkala memvisualisasikan detik-detik menjelang kematian: ³Apa yang telah aku lakukan untuk diri sendiri. adik-kakak. Ia minta sedekah. menyolatkan. Walaupun keduanya tetap memiliki kebaikan ²potensi. jangan bilang: ³Andaikan saya melakukan ini. pasti deh akan begini. anak. apakah saya meninggalkan anak sholeh yang memandikan. tapi tidak Nabi beri. pasti deh akan begitu!´ tetapi katakan: ³Inilah taqdir Allah. mengapani. dan tidakkan saya sesuai dengan Al-Qur¶an dan As-Sunnah atau tidak? Apakah saya termasuk orang istiqamah dengan tuntutan iman atau tidak? Apakah ibadah saya ikhlas dan sesuai dengan contoh nabi? Apakah akhlak saya Islami atau bukan? Sebagai pribadi: ³Apakah saya telah mengoptimalkan potensi diri saya atau belum? Apakah saya berbahagia atau tidak? Apakah diri berkembang atau tidak? Sebagai anak: ³Apakah saya termasuk berbakti atau tidak? Apa yang telah saya berikan untuk kedua ortu saya? Apakah saya sering mendo¶akan ortu atau tidak? Sebagai ortu: ³Berapa anakkah yang saya miliki? Apakah saya telah menjadi ortu yang baik atau bukan? Apa yang telah saya berikan terhadap anak saya? Sebagai pekerja: ³Apakah saya memiliki pekerjaan tetap atau tidak? Apa jenis pekerjanan saya? Di mana saya bekerja? Berapa gaji saya? Sebagai anggota masyarakat: ³Apakah kontribusi saya terhadap masyarakat? Apakah masyarakat menyukai saya atau tidak? Begitu seterusnya. Prinsip 5: Temukan Potensi dan Peluang Diri ³Mukmin yang kuat. sebab kata ³berandai-andai´ ²kalau begini. Muslim) Suatu hari. ibu-bapak. pasangan hidup. perasaan. apa yang Dia kehendaki pasti terjadi!´. atau tidak? Apakah di alam kubur saya diperlihatkan keindahan surga atau justru kepedihan neraka? Dan seterusnya.´ sabda nabi Muhammad Saw. Ketika memvisualisasikan diri dalam alam kubur: ³Apakah saya bisa menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir? Apakah di alam kubur saya termasuk orang yang mendapat nikmat atau tersiksa? Apakah amal perbuatan saya akan menjelma jadi penghibur atau penyiksa? Apakah kuburan saya termasuk dilapangkan oleh Allah Swt. apakah saya menjadi buah tutur yang baik atau bukan? Sewaktu memvisualisasikan beberapa tahun yang akan datang. Seriuslah terhadap sesuatu yang bermanfa¶at bagimu dan minta bantuan kepada Allah. teman. dan seluruh manusia? Apakah menjelang kematian saya berada di tengah-tengah orang saya cintai atau bukan? Apakah ketika mati saya dalam keadaan dekat dengan Allah atau tidak? Apakah saat nyawa dicabut. serta jangan bersikap lemah. Andaikan saya melakukan itu. . mengapa beliau tidak memberi pengemis itu sesuatu? Baik kita lanjutkan kisah ini. bibi-paman.´ (HR. Jika ada sesuatu yang menimpamu. Lantas...

Ibadah itu akan mengembangkan seluruh potensi diri kita. maka diri kita akan terjatuh dalam perilaku menghambakan diri kepada selain-Nya. merasa kuat di hadapan manusia. antara lain. Nabi pun mengedarkan pandang dan bertanya lagi. (1). (4) memerintahkan agar menginvestasikan sisa uang untuk membeli alat yang dapat digunakan untuk mencari nafkah. seraya berpesan. (3) menyisihkan separoh hasil lelang untuk keperluan keluarganya. akan muncul rasa kuat di hadapan manusia. kita tidak pernah mandiri.. Tapi kita perhatikan pertanyaan beliau: ³Apa yang Anda miliki?´ Ini sebuah pertanyaan yang menuntut kita untuk hidup mandiri (independensi) ²dan ini inti dari manajemen diri² seperti yang dikatakan oleh Stephen R. Saat itu pula. ³Bawa kedua barang itu ke sini!´ Lantas. Pengemis itu menjawab: ³Saya hanya punyai selembar permadani dan sebuah nampan. Mengawasi pelaksanaan anjuran atau perintah tersebut. (5) melalui cara investasi modal. rasa ketergantung terhadap-Nya juga akan semakin besar. produksi dapat digalakkan dan pembangunan dapat ditingkatkan. apakah sudah berjalan sesuai dengan yang dimaksud. (2). tidak kepada makhluk-Nya. (6). Hasil lelang ini. sebuah isyarat bahwa betapa lemahnya kita di hadapan Allah Swt. hingga pada tingkat tertentu rasa ketergantungan kita terhadap makhluk-Nya ²manusia². Maka ungkapan kita dalam surat Al-Fatihah ayat 5 ²³Iyyâka na¶budu wa iyyâka nasta¶în´ (Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan)² merupakan sebuah afirmasi (penguatan) terhadap diri agar kita hidup mandiri. Semakin kita merasa lemah di hadapan-Nya. Covey. dan jangan perlihatkan dirimu selam tujuh hari sebelum kamu berhasil!´ Dari kisah itu. ³Siapa yang berani membayar lebih?´ Lalu.³Apa yang Anda miliki?´ tanya Nabi. ³Siapa yang berani membayar lebih?´ Akhirnya. Inilah . Mempelajari posisi dan mendudukan masalah sesuai dengan porsinya. dan di sisi lain. ³Saya berani beli lima dirham!´ Maka tanya beliau lagi. barang itu dilelang seharga 15 Dirham. semata. Salah seorang sahabat mengajukan harga. tidak pernah akan mengalami perkembangan. kunci utama untuk melakukan kemandirian itu adalah dengan menggantungkan diri sepenuhnya hanya kepada Allah Swt. Semua ini adalah sarana yang tepat untuk memecahkan problem ekonomi. separuhnya lagi untuk beli kampak. ³Pergilah ke hutan dan carilah kayu bakar.´ Beliau berkata lagi. Sebab. Nabi perintahkan. Mengundang para sahabatnya dan menganjurkan untuk bergotong royong meringankan beban saudaranya dengan jalan membeli barangnya. Nabi menawarkan barang itu kepada para sahabatnya. setengahnya untuk keperluan rumah tangga pengemis. ³Siapa yang mau membeli barang ini?´ tanya Nabi. Kita pun semakin banyak beribadah kepada-Nya. Pengakuan untuk menyembah dan minta tolong. Saya tidak akan membicarakan 6 hal itu. sahabat yang lain memberikan harga lebih. Dua perasaan itu bersatu dalam diri kita: satu sisi merasa lemah di hadapan Allah. bila kita masih menggantungkan diri kepada makhluk-Nya. Bila sudah demikian. Buahnya adalah kekuatan diri. akhirnya berubah menjadi keterjajahan. maka kemandirian itu hilang. ada enam strategi Nabi dalam membantu orang supaya hidup mandiri. Jiwa yang terjajah. Dan menurutku.

ini tanda ia kurang percaya diri dan rendah diri. nanti akan Anda butuhkan sebagai bahan melaksanakan langkah praktis prinsip selanjutnya. Keyakinan akan bertemu dengan Allah. sekolah. maka tercapai atau tidaknya. Tulis empat kolom besar di kertas itu. Orang tawadhu adalah orang yang melihat dirinya secara objektif. itulah yang disebut nabi dengan angan-angan kosong atau khayalan. Abu Ya¶la) Maka bila makna surat Al-Fatihah ayat 5 kita hayati betul. Al-Furqan [25]: 63). ini tanda ia terlalu percaya diri. Orang yang suka menutupi kelebihannya. Perhatikan. kekurangan. akhirnya ia akan sombong. inilah impian. menegaskan kepada kita.R. Snyder ²ahli psikologi dari Universitas of Kansas² harapan. luangkan waktumu untuk mengajukan pertanyaan nabi itu kepada dirimu sendiri: ³Apa yang kamu miliki?´ Arahkan pertanyaan ini ke ³dalam´ dirimu. Manajemen diri itu kita arahkan untuk menjadi rahmatan lil âlamîn. seluruh makhluk adalah satu keluarga Allah. Sebaliknya. Mereka tidak menutupi kelebihan dan kekurangan dirinya.´ . Menurutnya. sebuah impian harus ada tindakan nyata untuk meraihnya. bukan buah bibir. Perhatikan.´ Hadis yang diceritakan oleh Dailami ini. Pada bagian atas kolom itu. Sedangkan keyakinan disertai tindakan. Makna rahmatan lil µalamin adalah ketika kita mampu memberikan manfa¶at kepada manusia dan inilah manusia yang paling Allah cintai: ³Sejatinya.´ (HR. apa yang kita lihat lewat kekuatan majinasi ini. Langkah praktis prinsip 5 ini adalah: Anda pernah mempelajari konsep problem solving SWOT (Strength. ³tapi tertancap dalam hati dan dibuktikan dengan tindakan. apa adanya tanpa imbuhan. Iman itu keyakinan. Tulislah jawabanmu dalam empat kolom sesuai dengan katagori: kekuatan. harapan adalah ³yakin bahwa kamu mempunyai kemauan maupun cara untuk mencapai sasaran kamu. Sekadar yakin tanpa tindakan. Lalu. kesempatan. inilah yang disebut C. arahkan pertanyaan nabi ke sesuatu ³di luar´ dirimu ²keluarga. Orang paling dicintai oleh Allah adalah orang yang paling banyak memberikan manfa¶at terhadap keluarga-Nya. orang yang tawadhu adalah orang yang mensyukuri kelebihannya dengan cara memberikan apa yang ia miliki untuk membantu orang lain dan orang tawadhu adalah orang yang bersabar atas kekurangan dirinya dengan cara belajar dari siapa saja yang memiliki apa yang ia butuhkan. dan Treatment)? Nah.´ tutur nabi Muhammad Saw. tergantung dengan usaha. dan peluang. maka akan muncul sifat tawadhu¶ (QS. Bila kita yakin akan bertemu dengan Allah di surga dan sudah tergambar di benak kita di dunia ini.salah satu ciri manajemen diri Islami. Weakness. akhirnya mereka akan jadi manusia putus asa. orang yang suka menutupi kelebihannya. dst. Simpan hasilnya. apapun sasaran kamu itu. kelebihan (strength) dan kekurangan (weakness) yang kamu miliki. Jadi. Prinsip 6: Rumuskan Cara Meraih Impian ³Iman itu bukan sekedar angan-angan kosong. Sambil bertanya. misalnya.. yaitu kemampuan kita untuk menggabungkan dua hal yang berbeda dalam diri kita secara bersamaan dan keduanya membuahkan kebaikan. kesempatan (opportunity) dan rintangan (treatment). lingkungan. ambillah pulpen dan kertas. Opportunity. masukan empat kata itu.

Nah. dan seterusnya. jelas. Ini menunjukan jalan kebenaran itu hanya satu. Atau. dan 15 bulan hijriyah). Ya. Biasanya. integritas. pagi dan sore. sebagus dan sebesar apapun impian kita. Misalnya. atau sering kita sebut dengan misi. baca: QS. akan mendatangkan rasa percaya diri. komitmen. sedangkan jalan kesesatan itu sangat banyak dan tidak terhitung. bila kita tidak mampu menerjemahkannya dalam bentuk sasaran atau target. manakala ada kesenjangan antara impian dengan tindakan. Pertama. Dari semua yang telah Anda visualisasikan pada prinsip 5 simpulkan dalam satu kalimat yang pendek. sekecil apapun tindakan yang kita target dan itu dapat kita raih. tapi dalam kehidupan sehari-hari tidak sungguh-sungguh menempuh jalan menuju surga. maka akan semakin bagus kita melaksanakan manajemen diri. kita memerlukan juknis (petunjuk teknis) atau juklak (petunjuk pelaksana). Sedangkan jalan menuju al-bâthil (kesesatan) memakai kata jama¶ (plural). seperti hidup bersih. buatlah . Inilah yang disebut visi. Islam mengajarkan kita untuk membuat misi pribadi berupa dua kalimat syahadat. Lalu.Nah. Petunjuk. Sebaliknya. Karena semua ajaran Islam mengajak kita untuk hidup disiplin. terjemahkan visi ini dalam tujuan hidupmu secara global. dalam bahasa Al-Qurannya adalah ³hidâyah´. Maka sangat keliru. selalu mendidik kita untuk meraih kesuksesan pribadi dan publik seperti yang dikemukakan oleh Stephen R. yaitu kata ³as-subul´ (sebagai contoh. Al-An¶am [6]: 153). disusul dengan sasaran target ²baik yang wajib maupun sunnah² yang berskala waktu seumur hidup (haji). kemampuan kita untuk sholat lima waktu tepat waktu dan di masjid. disiplin. Lalu. kehilangan arah hidup (disorientasi). banyak yang memimpikan masuk surga. hidup bermakna. mingguan (sholat Jum¶at. menemukan maknanya. Ajaran Islam begitu canggih dalam menjelaskan cara untuk meraih impian surga. kemalasan. maka akan melahirkan tidak percaya diri. Dalam Al-Quran. Anda buat pernyataan misi pribadi. dan akhirnya. bahkan skala detik (dzikir). kata ³shirath´ (jalan) ²murâdif (sinonim) dari kata ³sabîl´ (jalan)² selalu dalam bentuk mufrad (tunggal) dan selalu berkaitan dengan al-haqq (kebenaran). kita butuh petunjuk ³jalan lurus´ atau Islam. bulanan (shaum ayyâm al-bidh: puasa 13. Diantara kita. kita lebih mudah lagi dalam mengelola hidup dan merencanakan masa depan. tahunan (shaum dan zakat fitrah). yaitu Islam. untuk meraih impian surga. ini akan membangun berbagai karakter baik dalam diri kita. Selanjutnya. Di sinilah surat Al-Fatihah ayat 6: ³Ihdinash shirâth al-mustaqîm´ (Tunjukilah kami jalan yang lurus). dan menggugah. bila kita mampu menjalankan ajaran Islam itu dengan baik. mengimpikan jadi orang sukses. keputus-asaan. harapan. tapi cara menjadi orang sukses itu tidak kita lakoni. baik secara pribadi maupun sosial. Ya. shaum Senin-Kamis). keterpecahan pribadi (split personality). 14. Islam diturunkan oleh Allah di muka bumi ini untuk menjadi petunjuk bagi manusia dalam menjalani hidup ini. terjemahkan visi dan misi itu dalam bentuk target hidup. Begitu juga dengan ajaran Islam lainnya. orang yang menyakini pluralisme agama: semua agama benar dan jalan menuju surga. dan integritas. Dari sana. Dalam bertindak. harian (sholat lima waktu). Covey. maka kecil kemungkinan akan tercapai. semangat. Langkah praktis prinsip 6 ini adalah: Gabungkan hasil langkah praktis prinsip 5 dan 6 dalam bentuk naskah hidup yang tertulis di atas kertas.

bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat). bukan pula orang yang bijak kecuali berpengalaman´ pesan nabi Muhammad Saw. dan ash-shâlihîn (baca: (QS. asy-syuhadâ. Akan tetapi jika aku menginformasikan sesuatu dari Allah. rasulullah Saw. hal itu tidak akan berhasil. bertanya. ³Aku bersama rasulullah Saw. Sekarang keluarlah. Rasulullah Saw.´ Kemudian rasulullah Saw. setelah itu nabi bersabda: ³Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian!´ Jadi. Nah. Karena dari kegagalan itu kita akan memiliki pengalaman. Konon. ³Mereka sedang mengawinkan pohon kurma. dalam ayat 7 surat Al-Fatihah ini. sedangkan jalan kafir itu sangat banyak. diberitahu tentang hal itu dan beliau bersabda: ³Jika hal itu bermanfa¶at bagi mereka. Karena gagal setelah mencoba. Kita harus menempuh jalan keimanan dan menjauhi jalan kekafiran. Dan ³adhadhâllîn´ (Yang Tersesat) adalah orang Nashrani (Kristen) karena mengamalkan sesuatu tanpa mengetahui kebenarannya. maka ambillah.´ Lalu nabi bersabda. ³melewati sekelompok orang yang berada dipucuk pohon-pohon kurma. Prinsip 7: Belajarlah dari Pengalaman ³Bukanlah orang cerdas kecuali pernah tergelincir. Mereka masukkan yang jantan ke dalam betina agar berbuah. ³Apa yang sedang mereka perbuat?´ Jawab para sahabat.´ Thalhah berkata. Untuk kesuksesan akhirat. sebab mereka mengetahui kebenaran tapi tidak mau mengamalkannya. kepada kita lewat Imam Tirmidzi. ³Aku rasa. ia berkata: ³Saya tidak gagal. Dalam ayat terakhir surat Al-Fatihah. Lalu. Ini sebuah isyarat bahwa nabi sepakat dengan metode belajar trial and error ²berani mencoba meskipun nanti bisa jadi salah² dalam menjalani hidup ini. meskipun kita tidak tahu. Karena sesungguhnya aku hanya memperkirakan saja. Dan dalam riyawat Imam Muslim. begitu juga jalan iman itu tunggal. Ani-Nisa [4]: 69). kita dengarkan cerita Thalhah bin Abdullah. jauh lebih baik daripada gagal untuk mencoba. Allah menceritakan jalan orang yang mendapat murka Allah Swt. Lebih lengkap lagi. apakah itu akan berhasil atau gagal. Maka jangan kalian menyiksaku dengan sebuah dugaan. Karena sesungguhnya aku tidak akan pernah berdusta tentang urusan dunia kalian´. kita harus mempelajari mana jalan keimanan yang akan membawa kita menuju surga. Inilah jalan keimanan. ash-shiddiqîn. tapi saya telah menemukan 1000 cara yang salah!´ Dari prinsip 1 sampai 6 lebih terfokus pada diri sendiri. maka lakukanlah. kita boleh mencoba sesuatu. ³Lalu mereka diberitahu tentang hal itu dan mereka akhirnya meninggalkannya. Allah menceritakan tentang jalan orang mendapatkan ni¶mat Allah. Islam hanya satu. Berdasarkan keterangan Ibnu Katsir.. Jadi. ghairil maghdhûbi µalaihim wa ladhdhâllîn´ (yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka.blue print hidup yang menggambarkan keinginanmu dalam kurun waktu tertentu. lihat apa yang terjadi pada orang lain. yaitu jalan para nabi. jalan kebenaran. sebaliknya mana jalan kekafiran yang akan menjerumuskan kita ke jurang neraka. menegaskan bahwa yang dimaksud dengan ³almaghdûbi´ (yang dimurkai Allah) adalah orang Yahudi. dan tersesat.´ ujar Thalhah mulai bercerita. ketika Thomas Alfa Edison 1000 kali gagal dalam percobaannya. Dalam hal . kita membaca: ³Shirâthalladzîna an¶amta µalaihim.

umur sekian meraih prestasi ini. setelah sekian kali gagal. cara sukses yang ditemukan oleh orang kafir ini adalah hikmah yang hilang dari orang yang beriman. pelajari para tokoh-tokoh dunia baik zaman dulu maupun zaman kini. keluarga. . Bagi saya ³role model´ ²contoh. baik itu berhubungan dengan diri mereka sendiri. tidak akan pahit. tidak akan manis. baik itu kesuksesan maupun kegagalan.. maka mereka akan menemukan cara sukses. Di sini.keimanan. Maka Imam Tirmidzi meriwayatkan sabda nabi: ³Hikmah itu adalah barang yang hilang milik orang yang beriman. meskipun dari orang kafir. yang pertama dan utama adalah pelajari tarîkh Nabi Muhammad Saw. Orang kafir menanam cabe. Dalam buku ³First Think First´ (Dahulukan Yang Utama). tidak membedakan antara orang beriman dan orang kafir. Rasanya akan sama. baik dalam urusan duniawi maupun ukhrawi! Sebelum mempelajari yang lain. Buatlah sinopsis biografi tokoh yang sedang Anda pelajari. Pelajari pengalaman hidup orang yang sukses dan orang gagal. beliau adalah profil orang yang sukses melaksanakan ajaran Al-Quran termasuk tentang kecerdasan.. Itulah 7 prinsip melejitkan manajemen diri yang saya tawarkan.´ Langkah praktis prinsip 7 ini adalah: (1). Beliau orang yang sukses di dunia dan di akhirat. terutama dengan prinsip keenam ²Rumuskan Cara Meraih Impian. saya lebih banyak mengutip hadis. masih ada satu lagi hal penting untuk kita diskusikan di sini. misal umur sekian ia lahir. Covey menjelaskan dengan sangat menarik tentang ³tiga generasi manajemen waktu´. negara. Manajemen Waktu Baik. mau tidak mau kita harus belajar dari pengalaman orang yang beriman. Bila orang kafir banyak mencoba. atau idola² dalam melaksanakan manajemen diri yang paling berhasil adalah Nabi Muhammad Saw. yaitu pedes. Setelah Anda benar-benar memahami seluruh kehidupan nabi Muhammad Saw. Setelah itu. panutan. masyarakat. Stephen R. baru pelajari kisah-kisah yang ada dalam Al-Quran. maupun situasi zaman. Sengaja. hubungan antara keduanya sangat erat. baik itu kisah para nabi dan rasul maupun kisah para musuh Allah Swt. Nah. orang beriman tapi malas akan bodoh. Sebab. kita mempelajari pengalaman siapa saja ²terutama untuk diri sendiri. orang kafir rajin belajar akan cerdas. yaitu Manajemen Waktu. hukum kausalitas tetap berlaku. Pelajari setiap pengalaman pribadi. Adapun untuk kesuksesan duniawi. dalam menguraikan prinsip itu. Sebab. Orang beriman menanam cabe. (2). Karena sifat ³ar-rahmân´ Allah Swt. Lakukan dengan pola pengalaman berstruktur (structured experiences) ²dengan daur (perputaran)² lima hal ini: melakukan²mengungkapkan² mengolah/menganalisa²menyimpulkan²menerapkan kembali/eksprimen. Gunakan ³Jurnal pribadi´ atau ³Diary´ (Catatan Harian) untuk mencatat seluruh pengalaman itu. Karena. Dimana saja ia menemukannya. dan seterusnya. maka ambillah. Wallahu a¶lâmu bish shawâb. Allah telah berlepas tangan dari orang kafir dan memberikan ³ar-rahim´-Nya hanya kepada orang beriman saja. Pelajari sebab-sebab kesuksesan dan kegagalan mereka.

adalah generasi berdasarkan reminder (sarana yang akan mengingatkan kita bagaimana kita harus memanfa¶atkan waktu kita). mencuci. Generasi ini ditandai dengan catatan-catatan singkat atau checklist (daftar kegiatan). Generasi ini ditandai dengan bervariasi sarana perencanaan dan pengorganisasian ²baik elektronik maupun kertas² dengan formulir terperinci bagi perencanaan harian. menuliskan komitmen kita. Masisir yang ³cepat´ menamatkan studi sebagai salah satu buah manajemen waktu. Generasi ini adalah generasi efisiensi. dan kontrol atau pengendalian´. adalah manajemen waktu yang berdasarkan diri pada ³perencanaan dan persiapan´. Kita buat janji. dan penjadwalan kegiatankegiatan maupun peristiwa-peristiwa yang akan datang. merencanakan ke depan. untuk meraih nilai-nilai tersebut. maupun komputer atau network. Generasi kedua.Menurutnya. membersihkan rumah. telah mereka raih justru muncul ³rasa cemas´ tidak siap menghadapi masyarakat. Generasi ini didasarkan pada paradigma ³ke-pentingan-an´ ²dahulukan yang utama. namun ketika gelar Lc. generasi ketiga. dan mencatat seluruh kegiatan kita. maka cara kita memanfa¶atkan waktu berada dalam salah satu dari keempat cara ²empat kuadran² berikut ini: . skala prioritas. Kita memberikan prioritas pada kegiatan kita secara harian. ternyata berputar pada tiga generasi tersebut. Dan. dan menuliskannya kembali keesok harinya yang belum kita capai. Waktu kita banyak kita manfa¶atkan untuk memperjelas nilai-nilai dan prioritas-prioritas kita. Dalam batasan tertentu. ³rasa tertekan´ karena mendapat predikat sarjana tapi ³merasa´ ²bahkan memang kenyataan² ilmu sangat minim. menghadiri acara atau rapat. baik pengalaman menjadi peserta pelatihan manajemen waktu dan melaksanakannya maupun ³pengamat´ terhadap manajemen waktu yang digunakan Masisir. dan seterusnya. Generasi ini menganjurkan kita untuk ³Ikut Arus´. baik itu dalam buku. Bagaimana solusinya? Perlu generasi keempat ²generasi yang merengkah semua kekuatan tiga generasi itu. sekaligus menyingkirkan kelemahan-kelemahan² adalah jawabannya. memperjelas nilai dan penetapan tujuan² namun. dan pendek. perencanaan. ³bingung´ untuk kemana. tanggungjawab pribadi. kesenjangan antara ³hasil´ dengan ³apa yang kita rasakan´. Nah. dengan pertanyaan ini: ³Apa yang kumaui?´ Kita membuat master plans ²tujuan jangka panjang. Berkaitan dengan paradigma ini. menurut saya. kita beranjak dari manajemen waktu menuju kepemimpinan hidup (life leadership). tiga generasi itu memang meningkatkan efektivitas dalam hidup kita ²misalnya. pada dasarnya masih bercokol kesenjangan antara ³apa yang sungguh sangat penting´ bagi kita dan ³cara kita memanfa¶atkan waktu´ Lebih parahnya lagi. Di malam hari kita coret daftar kegiatan yang telah kita lakukan. tetapi sambil berusaha memperhatikan hal-hal yang harus kita beri waktu untuk kita kerjakan ²membaca muqarar. pemrioritas. Dengan kata lain. Daftar ini kita bawa kemana-mana agar kita tidak lupa. adalah generasi ³perencanaan. menengah. generasi pertama. menentukan deadline. Maka tidak sedikit. Ini ditandai dengan penanggalan dan buku agenda atau catatan mengenai janji pertemuan atau kegiatan yang akan kita lakukan. efisiensi. pencapaian dalam kerangka tujuan yang telah ditetapkan.

memperbaiki kompor rusak. kita perlu menyadari bahwa banyak kegiatan penting menjadi ³mendesak´ karena ³penundaan´ atau karena kita tidak cukup melakukan ³antisipasi´ ²penanggulangan² dan perencanaan. Ikhtitâm . mengantisipasi dan menanggulangi masalah-masalah. Kwadran II tidak menguasai kita. mengejar deadline makalah atau tulisan. persiaan. kita akan terkubur hidup-hidup. karena rekreasi dalam arti yang sesungguhnya dari re-kreasi ²dari bahasa Latin: re-cratio (harfiah: penciptaan kembali)² merupakan kegiatan Kwdran II yang amat berharga. kita sesungguhnya sama sekali tidak perlu berada di situ. dan menjalin hubungan dengan cara mendengarkan orang lain secara jujur dan penuh perhatian. Dalam kwadran ini. atau krisis-krisis yang lain. meningkatkan kemampuan kita untuk berbuat. pantas disebut ³pemborosan waktu´. dan upaya penanggulangan menghindarkan banyak hal sehingga tidak menjadi sesuatu yang mendesak. Kalau kita mengabaikannya. Dari sinilah saya memunculkan istilah ³pembusukan karakter´ Masisir. merancang bagaimana kita hendak membantu teman kita dalam kesulitan. tetapi tidak penting´. kebiasaan nonton film. Pengabaian kwadran itu akan memperluas dan menambah hal-hal pada kwadran I. memperluas cakrawala pikir kita. Kwadran IV dikhususkan bagi kegiatan-kegiatan yang ³tidak mendesak´ dan ³tidak penting´. kwadran ini adalah pembusukan. sehingga menciptakan stress. Ini kwadran kualitas. ³kabakaran jenggot´. dan kunjungan masuk dalam katagori ini. kita menangani tuan rumah menagih sewa rumah dengan marah-marah. Kita memenuhi prioritas dan harapan orang lain. dan menciptakan krisis yang lebih mendalam bagi orang yang terkuras tenaga dan perhatiannya di sana. kitalah yang menguasainya. dan itu mengira bahwa sungguh di Kwadran I. Tetapi kita tidak begitu babak belur karena terus terjerembab dalam Kwadran I dan III. Di sinilah kita mengatur. Kwadran III hampir meruapakan bayang-bayang dari kwadran I. dan mencakup ³hal-hal yang mendesak. Bunyi ³mendesak´ itu menciptakan ilusi seakan-akan itu penting. memproduksi. Tetapi kenyataannya. Hal-hal macam apakah yang terdapat dalam Kwadran IV ini? Hal-hal yang di situ tidak harus merupakan hal yang bersifat rekreatif. Kaudran II mencakup kegiatan yang ³penting tetapi tidak mendesak´. Ini Kwadran Pemborosan. atau ngobrol semalam suntuk dan tidur seharian.Kwadran I mewakili hal-hal yang ³mendesak´ (urgent) dan ³penting´ (importance). kalau pun itu penting. Intinya. memanfa¶atkan pengalaman dan kemampuan penilaian kita untuk menjawab berbagai kebutuhan dan tantangan. Tetapi. Memang. memberikan kekuasaan atau wewenang (mendelegasikan) kepada orang lain. mempersiapkan diri untuk rapat atau presentasi penting. rapat. Tetapi membaca serilal Kho Ping Ho yang membuat kita semacam ³kecanduan´. Di sinilah kita melakukan perancanaan jangka panjang. Ini merupakan kwadran tipuan. sehingga sering ³melarikan diri´ ke Kwadran IV untuk bertahan hidup. hanya penting bagi orang lain. Kwadran IV ini bukan merupakan sarana pertahanan hidup yang sesungguhnya. Menerima telpon. Perencanaan. kuliah istitsna-i. dan meningkatkan keahlian kita melalui bacaan dan pengembangan ³karir´ terus-menerus. Inilah kwadran Kepemimpinan Pribadi. Sebaliknya.

Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Kedua. butuh kerja kolektif (µamal jama¶i) untuk menyelesaikannya. Bila tidak.al-Baqarah[2]:249) tapi mereka adalah pribadi-pribadi yang terbaik untuk memperbaiki manusia.Demikianlah Allah membuat perumpamaanperumpamaan. Orang menyangka ³air´ (berilmu). Adapun buih. pertama.at-Taubah[9]:122) meskipun jumlah mereka sedikit (Qs.Ali Imran[3]:110)² yang akan membangun masyarakat madani (civil society) di Indonesia. maka ia tetap di bumi.Sebagai pamungkas. menurut saya creative minority adalah ³thaifatun liyatafaqquhû fiddîn´ (Qs. (Qs. manajamen diri yang saya maksud tak lain adalah sebuah upaya membangun karakter Islami dalam diri kita dengan mengambil hal-hal yang baik dari manajemen diri kontemporer. kita ³mendesain´ dinamika Masisir sebagai proses merubah logam menjadi sesuatu yang berharga dan istimewa. Jadi. sudah saatnya. (QS. sudah seharusnya kita tidak ³melahap´ atau ³membeo´ begitu saja konsep manajemen diri yang berkembang ²terutama dari Barat². akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya. Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit. Oleh sebab itu. sehingga mudah terbawa arus dan tidak memiliki manfa¶at atau menjadi sampah masyarakat). saya ingin menegaskan kembali bahwa manajemen diri adalah sebuah keniscayaan bagi kita yang ingin merubah diri sendiri dan merubah Masisir ke arah lebih baik. Sebagai insan akademis muslim.Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasaan atau alat-alat. Wallâhu a¶lâmu bish shawâb. maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya. akan tercipta para ³Generasi Buih´. agar Masisir menjadi creative minority ²saya sedikit agak berbeda dengan Toynbee dalam mendefinsikan kata ini. ternyata hanya ³buih´ (tidak berilmu. ³pembusukan karakter´ ini adalah persoalan kita bersama (we-ness) . Dengan kata lain. akan tetapi bagaimana kita ³menyinari´ manajemen diri yang ada dengan ³cahaya´ Islam. maka tunggulah. Ar-Ra¶ad [13]:17) . ada (pula) buihnya seperti buih arus itu.maka arus itu membawa buih yang mengembang. bukan masalah orang lain (the other). adapun yang memberi manfaat kepada manusia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->