P. 1
Doc

Doc

|Views: 3,117|Likes:
Published by Andika wein

More info:

Published by: Andika wein on May 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2013

pdf

text

original

Sections

  • 2.1 Pengertian, Penggolongan, dan Karakteristik Industri
  • 2.2 Industri Rumah Tangga Bordir
  • 2.3 Bordir
  • 2.4 Tenaga Kerja
  • 2.5 Pendapatan Keluarga
  • 3.1 Populasi dan Sampel
  • 3.1.1 Populasi
  • 3.1.2 Sampel Dan Teknik Sampling
  • 3.2 Variabel Penelitian
  • 3.3 Uji Coba Instrumen
  • 3.4 Validitas dan Reliabilitas
  • 3.5 Metode Pengumpulan Data
  • HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
  • 4.1. Hasil Penelitian
  • 4.1.1 Peranan Industri Bordir
  • Tabel 4.1 Deskriptif Persentase Peranan Industri Bordir
  • Diagram 4.1 Peranan Industri Bordir
  • Tabel 4.2 Tanggapan Responden tentang Peranan Industri Bordir
  • Diagram 4.2 Tanggapan Responden tentang Peranan Industri Bordir
  • 4.1.2 Penyerapan Tenaga Kerja Bordir
  • Tabel 4.3 Deskriptif Persentase Penyerapan Tenaga Kerja Bordir
  • Diagram 4.3 Penyerapan Tenaga Kerja Bordir
  • Tabel 4.4 Tanggapan Responden tentang Penyerapan Tenaga Kerja Bordir
  • Diagram 4.4 Tanggapan Responden tentang Penyerapan Tenaga Kerja Bordir
  • 4.1.3 Peningkatan Pendapatan Pengrajin Bordir
  • Tabel 4.5 Deskriptif Persentase Peningkatan Pendapatan Pengrajin Bordir
  • Diagram 4.5 Peningkatan Pendapatan Pengrajin Bordir
  • Tabel 4.6 Tanggapan Responden tentang Peningkatan Pendapatan
  • Diagram 4.6 Tanggapan Responden tentang Peningkatan Pendapatan
  • Tabel 4.7 Pendapatan dan Pengeluaran Keluarga Pengrajin Bordir Per Bulan
  • 5.1 Simpulan
  • 5.2 Saran
  • DAFTAR PUSTAKA

PERANAN INDUSTRI RUMAH TANGGA BORDIR DALAM MENYERAP TENAGA KERJA DAN MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA PENGRAJIN BORDIR

DI DESA PACUL KECAMATAN TALANG KABUPATEN TEGAL

SKRIPSI Diajukan Dalam Rangka Menyelesaikan Studi Strata 1 Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh Idatul Fitriah 5401403039

JURUSAN TEKNOLOGI JASA DAN PRODUKSI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2008

PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

Semarang, 18 Nopember 2008

Idatul Fitriah

ii

LEMBAR PENGESAHAN

Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan sidang panitia ujian skipsi Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi FT UNNES pada: Hari Tanggal Panitia Ketua : Selasa : 18 Nopember 2008

Sekretaris

Ir. Siti Fathonah, M.Kes NIP. 131781326 Penguji

Dra. Sri Endah Wahyuningsih, M.Pd NIP. 132058079

Dra. Sri Endah Wahyuningsih, M.Pd NIP. 132058079

Penguji/Pembimbing I

Penguji/Pembimbing II

Dra. Uchiyah Achmad, M.Pd NIP. 130604209

Dra. Musdalifah, M.Si NIP. 131658243

Mengetahui, Dekan FT UNNES

Drs. Abdurrahman, M.Pd NIP. 131476651

iii

( Q.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO : “ Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum. Ar-Ra’d : 11 ) PERSEMBAHAN : Bapak dan ibu tercinta yang senantiasa mendoakanku Kakak dan adikku yang selalu menghiburku Teman-teman TJP Busana S1 angkatan ‘03 Keluarga besar “Griya Bunda Kost “ Keluarga besar “Yayasan Al-Hikmah” iv . sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.S.

Musdalifah M. 7. yang telah memberikan kemudahan kepada penulis selama skripsi. untuk itu dalam kesempatan ini peneliti menyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1. Dekan Fakultas Teknik. 3. Eni. yang telah memberi ijin kepada penelitian kepada penulis. Ketua jurusan Teknologi Jasa dan Produksi.Si sebagai dosen pembimbing II yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan. 5.Pd sebagai dosen pembimbing I yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan. atas kebijakan kepada penulis selama kuliah. Ketua program studi PKK Tata Busana S1. 6. kepala Desa Pacul Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Uchiyah Achmad M. serta hidayahNya sehingga peneliti bisa menyelesaikan skripsi yang berjudul “Peranan industri rumah tangga bordir dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan keluarga pengrajin di desa Pacul kecamatan Talang kabupaten Tegal.PRAKATA Puji syukur kehadirat Allah yang Maha Kuasa yang telah memberikan rahmat. taufik. Dewi. Dra. Teman-temanku ( Eka. Rodhiyah. Ifa. Dra. 2. Zuhaidah ) terima kasih motivasinya. 4. v . Bapak Ahmad Zaeni.” Penelitian ini tidak akan terselesaikan tanpa kerjasama dan bantuan dari berbagai pihak. yang telah memberikan kemudahan kepada penulis selama skripsi. Sefi.

Semua pihak yang tidak dapat punulis cantumkan disini yang turut membantu dalam proses penyusunan skripsi sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Akhirnya segala masukan dan kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan penelitian ini.8. vi . Semarang. Penulis.

2008. meningkatkan dan sangat meningkatkan). Uchiyah Achmad. Universitas Negeri Semarang. peningkatan pendapatan.2%.Si. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan industri bordir mencapai 34. Perlu adanya upaya pemerintah atau DISNAKERTRANS untuk memberikan pelatihan kepada para pengrajin bordir agar lebih meningkatkan ketrampilan vii .00% (total dari kategori cukup meningkatkan. Pembimbing I: Dra. penyerapan. Industri kecil diharapkan mampu berkembang menjadi usaha mandiri dan mampu membuka lapangan kerja di pedesaan. Variabel penelitian ini adalah peranan industri rumah tangga bordir dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan pengrajin bordir. dan peningkatan pendapatan pendapatan 32. sehingga kesempatan untuk bertemu dengan anggota keluarga lebih mudah dilakukan. penyerapan tenaga kerja mencapai 33. Pengumpulan data menggunakan metode angket. Industri rumah tangga bordir yang berada di Desa Pacul Kecamatan Talang turut berperan dalam meningkatkan pendapatan pengrajin bordir yaitu sekitar 46.sehingga mengurangi pengangguran. industri rumah tangga bordir. Kata Kunci: Peranan. fakultas teknik. (2) Seberapa besar peranan industri rumah tangga bordir dalam meningkatkan pendapatan keluarga pengrajin bordir. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana peranan industri rumah tangga bordir dalam menyerap tenaga karja.analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase.Pd. Sampel penelitian diambil secara random. Pada umumnya tenaga kerja dari pedesaan cenderung memilih lapangan kerja yang dekat dengan tempat tinggalnya. Peranan industri rumah tangga bordir dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan di desa Pacul kecamatan Talang kabupaten Tegal. M.1%.ABSTRAK Fitriah. Berkembangnya industri kecil di pedesaan juga mengurangi laju urbanisasi penduduk dari desa ke kota. Teknologi jasa dan produksi. Simpulan yang diperoleh industri rumah tangga bordir yang berada di Desa Pacul Kecamatan Talang Kabupaten Tegal turut berperan dalam yang menyerap tenaga kerja dengan persentase 70.00% (total dari kategori cukup menyerap. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengrajin bordir di Desa Pacul Kecamatan Talang Kabupaten Tegal yang berjumlah 241 orang yang tersebar di 7 RW. pembimbing II: Dra. penentuan jumlah sample diambil 20% dari jumlah populasi sehingga diperoleh sample sebanyak 50 orang. dan sangat menyerap). Musdalifah M. Idatul. menyerap. Saran yang diajukan perlu adanya upaya riil dari pemerintah bekersama dengan sekolah yang ada di Desa Pacul pada khususnya maupun di Kecamatan Talang dan Kaupaten Tegal pada umumnya untuk memberikan pelajaran muatan lokal membordir secara khusus untuk meningkatkan kemampuan membordir.6%. tenaga kerja.

......... ii LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................................................... x DAFTAR GAMBAR ................1 Pengertian...........................................................6 Sistematika Skripsi.............................................................. vii DAFTAR ISI...................................................................................... 1 1....................................................... iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................................................... xii BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................ 11 2.. 28 viii ..........3 Bordir ................... 6 1...... iv PRAKATA ...... Penggolongan......... 11 2.........................................................................................1 Latar Belakang ..................................... 6 1...................................................... viii DAFTAR TABEL................................................................ v ABSTRAK .............................................................. 5 1.................................................2 Industri Rumah Tangga Bordir .. 22 2......................................................................... dan Karakteristik Industri...2 Rumusan Masalah .............................................................. xi DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................................................................................. 1 1................................................................................5 Pendapatan Keluarga............................................. 13 2.......................................... 8 BAB 2 LANDASAN TEORI........................................................................................................ i PERNYATAAN...............................................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL................................................................................................................ 7 1............................................................................................................................................................... 17 2.........4 Manfaat Penelitian .......3 Tujuan Penelitian ..............................5 Penegasan Istilah.4 Tenaga Kerja ..................................................................................

......................................................... 55 LAMPIRAN...........................................2 Penyerapan Tenaga Kerja Bordir .................................................................. 56 ix ............................................................................................................................................................ 42 4..3 Uji Coba Instrumen ..................................................................... 42 4...1 Hasil Penelitian .......................... 33 3............1...................................................1.....................................................................................1........................1........................................................ 36 3.................................. 44 4........................................ 42 4................. 36 3................................................................................................ 33 3.......1 Populasi dan Sampel ...1 3...................1 Peranan Industri Bordir ...........1...... 54 5...6 Metode Analisis Data...........................................2 Populasi . 33 3...........BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN........................3 Peningkatan Pendapatan Pengrajin Bordir........................................... 54 5....... 47 4.....2 Variabel Penelitian ............................................................................... 34 3................................5 Metode Pengumpulan Data ............................................................. 38 3..................................... 33 Sampel dan Teknik Sampling ... 39 BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................................1 Simpulan .............................2 Pembahasan........4 Validitas dan Reliabilitas .....................2 Saran.................... 51 BAB 5 PENUTUP .................................................................................................................................... 54 DAFTAR PUSTAKA .................

.... 44 Tabel 4....... 47 Tabel 4.....DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1.... 48 Tabel 4......... 42 Tabel 4...3 Deskriptif Persentase Penyerapan Tenaga Kerja Bordir...............5 Deskriptif Persentase Peningkatan Pengrajin Bordir ............ 46 Tabel 4...................1 Mata Pencaharian Penduduk Desa Pacul Tahun 2007................6 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Pendapatan............2 Tanggapan Responden Tentang Peranan Industri Bordir ........ 3 Tabel 4.............1 Deskriptif Persentase Peranan Industri Bordir.........4 Tanggapan Responden Tentang Penyerapan Tenaga Kerja Bordir .7 Pendapatan dan Pengeluaran Keluarga Pengrajin Bordir Per Bulan ... 50 x ........................... 45 Tabel 4........

.................................4 Tanggapan Responden tentang Penyerapan Tenaga Kerja Bordir...............DAFTAR GAMBAR Halaman Diagram 4...... 46 Diagram 4....5 Peningkatan Pendapatan Pengrajin Bordir........................ 45 Diagram 4.......................... 43 Diagram 4...........3 Penyerapan Tenaga Kerja Bordir .. 44 Diagram 4..............7 Peranan Industri Rumah Tangga Bordir dalam Menyerap Tenaga Kerja dan Meningkatkan Pendapatan Keluarga Pengrajin Bordir di desa Pacul Kecamatan Talang Kabupaten Tegal ..............................1 Peranan Industri Bordir ......2 Tanggapan Responden tentang Peranan Industri Bordir....................................... 47 Diagram 4..................................................... 49 xi .... 48 Diagram 4...6 Tanggapan Responden tentang Peingkatan Pendapatan ...............

........ Kisi-Kisi Instrumen Peranan Industri Rumah Tangga Bordir dalam Menyerap Tenaga Kerja dan Meningkatkan Pendapatan di Desa Pacul Kecamatan Talang Kabupaten Tegal .... 67 Lampiran 6........ Perhitungan Validitas Angket Peningkatan Pendapatan Pengrajin Bordir................................DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1... Perhitungan Validitas Angket Penyerapan Tenaga Kerja . Tabulasi Data Peranan Industri Bordir .... 81 Lampiran 13.......................................................................... Perhitungan Validitas Angket Peranan Industri Bordir............... Dokumentasi.......... 73 Lampiran 12.......... Tabulasi Data Penyerapan Tenaga Kerja Bordir ................................ Uji Validitas dan Reliabilitas Angket Peranan Industri Bordir ................... 69 Lampiran 8........... Uji Validitas dan Reliabilitas Angket Penyerapan Tenaga Kerja.............................................. 68 Lampiran 7........................................................ 65 Lampiran 4................ Perhitungan Reliabilitas Angket Peningakatan Pendapatan Pengrajin Bordir............... 64 Lampiran 3....... 71 Lampiran 10................ 72 Lampiran 11... 70 Lampiran 9...................... Distribusi Frekuensi Masing-Masing Butir Soal .............................. Tabulasi data Peningkatan Pendapatan Pengrajin Bordir............ 90 xii .............. 56 Lampiran 2............... Perhitungan Reliabilitas Angket Peranan Industri Bordir ...... 66 Lampiran 5.... 83 Lampiran 15.................................... Perhitungan Reliabilitas Angket Penyerapan Tenaga Kerja.................. Uji Validitas dan Reliabilitas Angket Peningkatan Pendapatan Pengrajin Bordir.. 82 Lampiran 14.......

lapangan pekerjaan dan lain-lain. Meningkatnya jumlah penduduk tersebut juga akan berpengaruh pada peningkatan jumlah angkatan kerja dan tenaga kerja. Peningkatan jumlah penduduk yang terus menerus tersebut akan semakin menambah keseriusan dalam masalah ketega kerjaan. perumahan. Industri kecil diharapkan mampu berkembang menjadi usaha mandiri dan mampu membuka lapangan kerja di pedesaan. Pertumbuhan penduduk sekitar 1. pendidikan. sandang. akan berpengaruh terhadap peningkatan jumlah tenaga kerja dan angkatan kerja.49 persen pertahun. Hal ini terjadi akibat dari pertambahan jumlah tenaga kerja dan penyempitan kesempatan kerja. lapangan pekerjaan.2006 : 65).1 Latar Belakang Pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang semakin meningkat harus diimbangi dengan usaha peningkatan sarana dan prasarana di segala bidang.BAB 1 PENDAHULUAN 1. pendidikan. dan sebagainya. pengangguran mencapai 0. Sarana dan prasarana tersebut antara lain adalah penanganan produksi pangan. papan. Dengan adanya jumlah pertumbuhan penduduk indonesia yang besar ini. sehingga perlu adanya kebijakan untuk mengatasi hal tersebut. Pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin besar ini harus diimbangi dengan usaha antara lain peningkatan produksi sandang.66 persen (BPS. dengan demikian makin 1 .

dan bersifat pada karya. (Kasryono. Jawa Barat dan Jawa Timur yang menyatakan bahwa sebagian besar tenaga kerja pedesaan yang terserap dalam lapangan karja non pertanian merupakan tenaga kerja tidak terampil. Oleh karena itu dalam perkembangan lapangan kerja non pertanian di pedesaan diprioritaskan pada jenis industri yang berteknologi sederhana. (2) adanya kegiatan industri rumah tangga di desa atau di sekitar warga yang didukung oleh adanya permintaan produk industri rumah tangga. Besarnya kesempatan kerja disektor nonpertanian didesa dipengaruhi oleh: (1) letak desa dekat dengan pusat ekonomi. (4) tingkat pendidikan dan keterampilan anggota masyarakat yangmemungkinkan mereka dapat meningkatkan adanya alternatif kegiatan yang dapat dilakukan. (3) adanya bahan baku industri rumah tangga yang tersedia dididesa.2 berkembangnya industri kecil di pedesaan juga mampu mengurangi laju urbanisasi penduduk dari desa ke kota. Pernyataan tersebut diperkuat dengan hasil penelitian Faisal Karyono (1984 : 2004) didaerah Jawa Tengah. pendidikan rendah dan upah yang diterima sangat rendah. sehingga jenis industri tersebut mudah untuk dikembangkan dan diusahakan oleh masyarakat pedesaan. 1984 : 132) . Pada umumnya tenaga kerja dari pedesaan cenderung memilih lapangan kerja yang dekat dengan tempat tinggalnya. modal usaha kecil. sehingga kesempatan untuk bertemu dengan anggota keluarga lebih mudah dilakukan.

279. sehingga dikenal dengan sebutan jepangnya Indonesia. 4. merupakan wilayah pusat pengembangan industri di pantai utara propinsi Jawa Tengah.78 km2 dengan jumlah penduduk 1. Salah satu komoditas yang ada di kabupaten Tegal adalah industri bordir yang terletak Desa Pacul Kecamatan Talang. Tabel 1. NO 1. Industri bordir termasuk dalam industri aneka.1 Mata pencaharian penduduk Desa Pacul Tahun 2007. Hal ini memang dibuktikan oleh masyarakat industri di kabupaten Tegal yang cukup dinamis dalam mengembangkan usaha industrinya.3 Kabupaten Tegal memiliki luas wilayah + 878. Berbagai jenis komoditas mampu diproduksi dimana jangkauan pemasarannya hampir keseluruh wilayah Indonesia bahkan kemanca negara. MATA PENCAHARIAN Petani Buruh tani Wiraswasta Pegawai Negeri Pengrajin Bordir Pedagang Peternak Lain-lain JUMLAH 163 864 1350 32 241 334 6 36 Sumber : Data Monografi Desa Pacul Tahun 2007 . 6.628 jiwa. 8. 7. 3. 2. 5.

Pada tahun 2007 jumlah usaha ini menjadi 50 buah (monografi Desa Pacul. Tetapi setelah berkembang usahanya dan tidak lagi memenuhi permintaan konsumen. gunting bordir. mesin bordir. Disamping sebagai tenaga kerja di industri rumah tangga bordir juga akan memberi peluang kerja pada penduduk sekitar pada sektor lain yang berhubungan dengan industri bordir tersebut. Ini berarti dalam jangka waktu 5 tahun usaha industri ini mengalami peningkatan Dibangunnya industri rumah tangga bordir di desa Pacul. maka secara otomatis akan memberi kesempatan penduduk sekitar berarti semakin besar kemungkinan untuk meningkatkan stabilitas keamanan wilayah sekitar karena banyak tenaga kerja yang menganggur. Dapat menyerap tenaga kerja 2. 2007). Keuntungan yang dirasakan penduduk desa Pacul dan sekitarnya dengan adanya industri rumah tangga bordir antara lain : 1. dan lain sebagainya. penjual peralatan membordir seperti pemidangan. mereka baru mempekerjakan orang lain sebagai tenaga kerjanya untuk memaksimalkan produksinya. Jumlah usaha industri kecil bordir di Desa Pacul tahun 2002 sejumlah 20 buah.4 Usaha bordir ini. sebagai mata pencaharian pokok sudah ada sejak dulu. Usaha ini merupakan usaha keluarga dimana seluruh tenaga kerjanya anggota keluarganya sendiri. Teknologi yang cukup . misalnya penjual benang bordir.

Sistem distribusi lebih sederhana karena dilayani oleh pasar yang lebih kecil ( Baratha. 1998 : 117) Industri rumah tangga yang mempunyai potensi besar di desa Pacul adalah industri bordir. Berdasarkan uraian tersebut diatas maka peneliti membuat judul penelitian PERANAN INDUSTRI RUMAH TANGGA BORDIR DALAM MENYERAP TENAGA KERJA DAN MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA PENGRAJIN BORDIR DI DESA PACUL KECAMATAN TALANG KABUPATEN TEGAL. 1.5 3. maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: . Penduduk di Desa Pacul sudah dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Dengan adanya industri rumah tangga bordir berarti membuka kesempatan kerja disektor industri bagi penduduk Desa Pacul Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. biaya sekolah anak. Peningkatan ekonomi rumah tangga dapat di lihat dari hasil penjualan bordir yang tidak hanya di daerah Tegal saja tetapi sudah merambah keluar kabupaten Tegal. maupun untuk keperluan lain. Industri bordir tersebut didukung dengan keahlian yang dimiliki masyarakat disekitar desa tersebut terutama kaum wanita.seperti untuk keperluan hidup sehari-hari.yang dapat mengurangi pengangguran disamping juga meningkatkan pendapatan keluarga.2 Rumusan Masalah Dari identifikasi masalah.

4. 1.1 Bagaimanakah peranan industri rumah tangga bordir terhadap penyerapan tenaga kerja di Desa Pacul Kecamatan Talang Kabupaten Tegal? 1.2.2.2 Bagi Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi almamater serta para pembaca sebagai masukan untuk peneliti selanjutnya. sehingga dapat membuat kebijakan untuk mengatasi tenaga kerja yang tidak tertampung.4 Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan diperoleh dari penelitian ini adalah: 1.6 1.3.4. .2 Mengetahui seberapa besar peranan industri rumah tangga bordir terhadap peningkatan pendapatan keluarga di Desa Pacul Kecamatan Talang Kabupaten Tegal.3.2 Seberapa besar peranan industri rumah tangga bordir terhadap peningkatan pendapatan keluarga di Desa Pacul Kecamatan Talang Kabupaten Tegal? 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah : 1. dan memberi masukan bagi industri bordir tersebut agar bisa meningkatkan produksi sehingga dapat lebih banyak menampung jumlah tenaga kerja. 1.1 Memberi masukan kepada masyarakat khususnya instansi terkait yaitu Depnaker tentang penyerapan tenaga kerja industri bordir di desa Pacul. 1.1 Mengetahui peranan industri rumah tangga bordir terhadap penyerapan tenaga kerja di Desa Pacul Kecamatan Talang Kabupaten Tegal.

7 1.2 Penyerapan Tenaga Kerja 1. 1.2 Industri Rumah Tangga Bordir Industri adalah : kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan (KBBI. orang yang mampu melakukan pekerjaan baik dalam maupun luar hubungan . dan kedisiplinan jam kerja ( Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.5.5.5.5.5 Penegasan Istilah 1.1.4.5. 1997 : 378 ). industri rumah tangga bordir adalah industri yang mengolah barang atau bahan yang menitik beratkan pada keindahan dan komposisi warna benang pada medium berbagai kain. 1.3 Bagi peneliti merupakan Pengembangan ilmu pengetahuan dan penambah wawasan khususnya didunia industri rumah tangga.1.2.1 Penyerapan adalah : masuknya jumlah tenaga kerja yang dapat tertampung dalam suatu industri karena berbagai alsan seperti motivasi kerja.2. Peranan memiliki kosakata yaitu partisipasi yang diartikan hal turut serta dalam suatu kegiatan atau peranan serta ( KBBI.2 Tenaga kerja adalah : orang yang bekerja atau yang mengerjakan sesuatu.1 Peranan adalah : Bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan.1 Peranan Industri Rumah Tangga Bordir 1. 1989 : 650 ) 1. 1989 : 927 ) 1. dengan alat bantu seperangkat mesin bordir. curahan jam kerja.5.

Pendapatan rumah tangga selama periode tertentu ( Prathama Raharjo dan Mandala Manurung. Isi Skripsi.1 Peningkatan adalah : total penerimaan ( uang dan barang ) seseorang atau suatu Peningkatan adalah : adanya kenaikan atau perubahan pada suatu usaha ( KBBI. 1. 2001 : 206 ) 1. .3 Tenaga Kerja Bordir adalah : orang yang bekerja memproses atau mengolah barang atau bahan dengan dengan menggunakan mesin bordir.5.5.3.3.2.5.8 kerja (Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1998 : 34-35 ) 1. 1997 : 210). 1. Akhir Skripsi.3 Peningkatan Pendapatan Pengrajin Bordir adalah : peningkatan yang diterima dan diberikan kepada pengrajin bordir berdasarkan prestasi-prestasi yang disarankan yaitu pendapatan dari pekerjaan.5.3 Peningkatan Pendapatan pengrajin 1.6 Sistematika Skripsi Secara garis besar sistematika penulisan skripsi ini terbagi dalam tiga bagian yaitu : Awal Skripsi. pendapatan dari profesi yang dilakukan sendiri atau usaha perorangan dan peningkatan pendapatan dari kekayaan serta dari sektor sub sistem ( Mulyanto Sumardi. 1998 : 927) 1. 1997 : 209 ).2 Pendapatan adalah : hasil kerja usaha ( KBBI.5. Dalam penelitian ini yang dimaksud adalah peningkatan pendapatan pengrajin bordir.3.

9 1.6. sampel penelitian. 1. variabel penelitian. Bab 2 landasan teori dan hipotesis. . penutup. serta metode analisis data. kata pengantar. hasil penelitian. bab ini berisi landasan teori yang mendukung penulisan skripsi mengenai peranan industri rumah tangga bordir terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan keluarga pengrajin di Desa Pacul Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. daftar isi. tujuan penelitian. daftar tabel. penegasan istilah. metodologi penelitian. metode penelitian akan dijelaskan tentang penentuan populasi penelitian. 1. halaman pengesahan. landasan teori dan hipotesis. metode pengumpulan data. Daftar pustaka berisi daftar buku-buku acuan yang digunakan sebagai dasar penulisan skripsi ini dan lampiran-lampiran yang berisi pengelolaan data. dan daftar lampiran. abstrak. permasalahan. bab ini meliputi latar belakang masalah. Bab 4 hasil penelitian. baba ini berisi hasil-hasil penelitian dan pembahasan.1 Bagian awal skripsi terdiri dari : halaman judul. serta surat-surat ijin penelitian. motto dan persembahan. dan sistematika penulisan skripsi. validitas reliabilitas instrumen. Bab 3 metode penelitian.6. Bab 5 penutup. tabel. lembar instrumen.6. bab ini berisi simpulan dan saran yang di uraikan berdasarkan hasil penelitian. manfaat penelitian. Bab 1 pendahuluan.3 Bagian Akhir Skripsi Bagian skripsi terdiri dari daftar pustaka akan lampiran-lampiran.2 Bagian isi skripsi terdiri dari lima bab yaitu : pendahuluan.

11 . 1997 : 86). Industri dapat diartikan dengan seluruh kegiatan manusia yang produktif. Jadi disini industri meliputi juga industri pertanian. ilmu pengetahuan.BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian. Termasuk dalam sektor ini adalah perusahaan yang melakukan kegiatan jasa industri dan perakitan ( BPS. Industri merupakan bagian dari produksi dimana bagian itu tidak mengambil bahan-bahan yang langsung dari alam yang kemudian diolah menjadi barang yang bernilai bagi masyarakat (Bintarto. industri pertambangan. Industri adalah semua perubahan atau suatu usaha yang melakukan kegiatan merubah bahan mentah menjadi barang jadi yang lebih tinggi nilainya.1. bahan baku atau barang mentah melalui proses penggarapan dalam jumlah besar sehingga barang tersebut dapat diperoleh dengan harga serendah mungkin tetapi dengan mutu setinggi mungkin. Penggolongan. dan Karakteristik Industri 2. Industri juga dapat didefenisikan sebagai suatu usaha untuk memproduksi barang jadi.1 Pengertian Industri Pembangunan Industri disesuaikan dengan perkembangan masyarakat. dan teknologi (Bintarto. 2002 : 8). industri peternakan. dan sebagainya. 1997 : 88).

dan lain-lain.1. dan bahan bakunya di dapatkan dengan mudah seperti benang bordir. tempat produksi yang dilakukan di rumah dan upah pekerja yang murah. yaitu: a) mempunyai fleksibilitas dan kemampuan adaptasi yang sudah sulit dilakukan industri besar. tenaga kerja yang digunakan tenaga kerja terdidik.2 Karakteristik Industri Berkaitan dengan usaha pengembangan dan pengalolannya sebagai usaha industri kecil dan kerajinan rumah tangga mempunyai beberapa keuntungan. oleh karena itu bisa menghindari dari krisis energi.1. pada industri bordir tempat produksinya dilakukan dirumah. Berdasarkan penyelenggaraannya. b) tidak tergantung dari sumber tenaga. industri konveksi. industri bordir termasuk industri kecil atau rakyat. menggunakan alat-alat dan teknik sederhana.1.12 2.1 Penggolongan Industri Berdasarkan penyelenggaraannya. 2. industri kertas dan lain-lain. industri bordir. c) pemasaran barang tidak terlalu terpengaruh oleh krisis ekonomi dunia dan menurunnya intensitas perdagangan .1. industri pengolahan kayu. yang termasuk termasuk industri kecil adalah industri batik. pemidangan. gunting bordir dijual dekat dengan lokasi industri bordir. (2) industri besar yang mempunyai ciri-ciri modal yang digunakan besar. industri dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu: (1) industri rakyat atau industri kecil yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: produksinya banyak menggunakan pekerjaan tenaga manusia. menggunakan mesin modern dalam proses produksi. Yang termasuk industri besar diantaranya: industri otomotif.

13

internasional, d) pengembangan industri kecil dan kerajinan rumah tangga mengurangi tendensi monopoli (Raharjo, 1984 : 96). Berdasarkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh industri kecil dan rumah tangga diatas, kedua industri tersebut mempunyai prospek yang baik untuk pengembangannya. Industri kecil dan kerajinan rumah tangga jaga memiliki kelemahan-kelemahan antara lain dalam hal keorganisasian, keuangan, pengelola administrasi, dan pembukuan (Singgih, 1980 : 3)

2.2 Industri Rumah Tangga Bordir 2.2.1 Pengertian Industri Rumah Tangga Menurut Badan Pusat Statistik industri rumah tangga adalah industri yang mempunyai tenaga kerja antara 1-5 orang (BPS, 2000 : 56). Sedangkan menurut Saleh (1996 : 51) industri rumah tangga berdasarkan eksistensinya dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu: 1. industri lokal adalah kelompok industri yang menggantungkan kelangsungan hidupnya kepada pasar setempat yang terbatas dan relatif tersebar disatu lokasi saja. Skala industri sangat kecil dan mencerminkan pola industri yang bersifat sub bagian. Pemasaran produksi yang terbatas menyebabkan industri ini hanya menggunakan sarana transportasi yang sederhana dan pedagang perantara kurang menonjol. 2. industri sentra adalah industri berskala kecil denga membentuk kelompok atau kawasan produksi yang terdiri dari kumpulan unit usaha yang menghasilkan

14

barang sejenis. Target pemasaran umumnya menjangkau pasar yang lebih luas dari industri lokal, sehingga peranan perantara menonjol. 3. industri mandiri adalah jenis induatri yang masih memiliki sifat-sifat industri rumah tangga tetapi telah memberi sarana yang canggih. Pemasaran hasil produksinya tidak tergantung pada pedagang perantara. Berdasarkan eksistensinya industri bordir didesa Pacul termasuk kelompok industri sentra karena merupakan industri penghasil seni-seni kerajinan yang sejenis. Industri bordir tersebut pada pada umumnya mempunyai suatu bentuk perusahaan dengan bentuk usaha paling mudah, sederhana dalam pengelolaan dan pengorganisasiannya, serta industri dimiliki secara pribadi yang untung ruginya ditanggung secara pribadi. Menurut Wibowo (1994:3) ciri-ciri industri bordir tersebut antara lain sebagai berikut : 1. Usaha dimiliki secara bebas ( terkadang tidak berbadan hukum ) 2. Operasionalnya tidak menunjukkan keunggulan yang mencolok. 3. Usaha dimiliki dan dikelola oleh satu orang atau keluarga 4. Usaha tidak mempunyai pekerja yang berstatus karyawan 5. Modal usaha dari tabungan sendiri 6. Wilayah pemasaran produknya masih bersifat nasional Pembangunan industri di pedesaan merupakan salah satu alternatif yang diharapkan mampu memberikan peluang terserapnya tenaga kerja di pedesaan. Mendirikan industri yang terpenting adalah menentukan lokasi, bahan baku industri dan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomis, seperti tersedianya bahan dasar, besarnya biaya angkutan dan tenaga kerja. Menurut Raharjo. D,

15

(1998:12) pemilihan lokasi industri yang benar mempunyai syarat- syarat sebagai berikut : 1. Dekat dengan pasar 2. Tersedinya fasilitas transportasi 3. Tersedianya peraturan daerah yang menunjang 4. Kondisi tophografi daerah Ternyata lokasi industri bordir di desa Pacul sesuai dengan teori Raharjo. D seperti atas. Dekat dengan pasar, karena lokasi industri bordir di desa Pacul dikelilingi oleh daerah - daerah pemasaran bordir yang sedang berkembang. Tersedianya fasilitas transportasi yaitu adanya sarana jalan yang berupa jalan tanah yang diaspal sehingga dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan terutama kendaraan pengangkut barang. Tersedianya tenaga kerja yaitu tenaga kerja industri bordir kebanyakan tenaga kerja kasar dan berpendidikan rendah, oleh karena itu tenaga kerja sangat mudah didapatkan. Adanya peraturan daerah yang menunjang, dalam hal ini kebijakan dari pemerintah daerah kabupaten Tegal yang telah menertibkan dan mengeluarkan ijin usaha bagi pengusaha- pengusaha bordir di desa Pacul. Kondisi topoghrapi daerah, yaitu pada lokasi bordir desa Pacul berupa dataran rendah yang rata. Teknologi menyangkut bagaimana sumber, tanah, modal dan tenaga kerja serta ketrampilan untuk dikombinasikan dalam melaksanakan tujuan produksi. Teknologi dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis teknologinya, yaitu : teknologi modern atau maju, teknologi madya dan teknologi rakyat atau

Disamping sebagai tenaga kerja di industri bordir juga akan memberikan peluang kerja pada penduduk sekitar pada sektor lain yang berhubungan dengan industri bordir tersebut. Pertukaran keuangan pada umumnya lambat 3.alat bordir. Sering menghadapi kesulitan modal karena bentuk usahanya yang informal sehingga sulit dipercaya lembaga perbankan untuk meminjam modal 2. Kegiatan pribadi pengusaha sangat besar . Pemilihan teknologi untuk pedesaan dipilih teknologi tepat guna. maka secara otomatis akan memberi kesempatan penduduk sekitar berarti semakin besar kemungkinan untuk meningkatkan stabilitas keamanan wilayah sekitar karena banyak tenaga kerja menganggur.ciri : 1. Dibangunnya industri bordir di desa Pacul. Menurut Bintarto (1999 : 87) industri kecil adalah kegiatan produksi yang dilaksanakan secara sederhana oleh sekelompok orang yang biasanya dikerjakan disekitar rumah. penjual mesin bordir. Pada umumnya industri kecil didirikan tanpa ijin usaha dan tanpa melalui prosedur resmi sehingga perusahaan tersebut mempunyai ciri. 2. misalnya penjual makanan. hal ini disebabkan : 1. Teknologi tepat guna lebih mudah dipahami oleh masyarakat yang berada dalam tingkat kebudayaan dan ketrampilan yang rendah. penjual alat. Peralatan relatif sederhana dan mudah yang memberikan kemungkinan skala produksi lebih rendah dan lebih tepat untuk pasaran yang bersifat terbatas.16 tradisional.

sehingga hasil pekerjaannya menjadi lebih baik. Sejak saat itu. berawal hanya dengan bantuan alat berupa jarum dan benang. Pengerjaan kerajinan hias ini sangat sederhana. Industri ini termasuk industri kecil jika menurut jumlah tenaga kerja karena jumlah tenaga kerja antara 1 . ( Soebroto. dan menurut pengelolaan termasuk industri kecil karena industri ini dikembangkan dan dikelola oleh masyarakat secara perorangan. pengerjaan bordir ini meningkat dengan memakai alat bantu berupa mesin jahit (mesin bordir). 2.17 4. Dengan menggunakan jari jemari tangan.5 orang. 1999 : 1-3 ) Dalam penelitian ini yang menjadi obyek penelitian adalah industri bordir di desa Pacul kecamatan Talang kabupaten Tegal. kedua alat ini ditusuk-tusukkan pada kain. Bahkan kini sudah banyak diproduksi mesin jahit bordir pengembangan dari komputer (bordir komputer). pengusaha bertanggung jawab tidak terbatas dan harta pribadi terlibat untuk melunasi hutang jika pengusaha mengalami kerugian besar. orang Indonesia mulai menggunakan istilah yang populer dengan istilah border (bordir). ( Suhersono. Secara yuridis.3 Bordir Istilah bordir identik dengan menyulam karena kata ”bordir” diambil dari istilah Inggris embroidery (im-broide) yang artinya sulaman. 2005 : 6) Istilah bordir lebih populer di Indonesia daripada sulam. sehingga orang mendefinisikan bordir sebagai salah satu kerajinan ragam hias (untuk aksesoris . lalu muncullah berbagai istilah jenis tusuk. Dengan berkembangnya teknologi. yang pada akhirnya disebut dengan istilah sulam.

tetapi untuk perlengkapan seperti taplak meja. tunik. gamis. baju kurung. penyekat ruangan. Industri bordir yaitu suatu proses membordir yang kegunannya untuk mempercantik berbagai busana seperti kebaya.1 Proses Produksi Bordir Seperti keterampilan lainnya. baju koko. tutup alat saji. dan maraknya dunia mode. sarung bantal. kapan saja. Misalnya untuk tirai. keterampilan dan kerajinan seni bordir ini dapat dipelajari oleh siapa saja. diperlukan praktek dan latihan terus-menerus. seprai. tutup lemari. Bahkan hiasan bordir pun sudah banyak diterapkan pada hiasan eksterior dan interior rumah. serta didukung oleh sarana dan prasarana yang lebih baik dengan daya kreativitas yang relatif tinggi. 2. dan alas seperangkat alat minum. blus. Dengan perkembangan. dengan alat bantu seperangkat mesin jahit (mesin jahit bordir). terutama bagi yang memiliki bakat seni. baju santai.18 berbagai busana) yang menitik beratkan pada keindahan dan komposisi warna benang pada medium berbagai kain. aplikasi bordir sekarang bukan saja untuk berbagai busana. sapu tangan. yang terpenting memiliki niat minat dan minat dan berusaha keras untuk bisa membordir. gaun pesta. Sentuhan bordir ini mempunyai nilai tambah serta daya tarik tersendiri supaya pakaian itu sedap dipandang mata dan bisa menaikkan gengsi orang yang memakainya. baju pengantin. dan hiasan dinding. tutup TV. blazer. pria dan wanita.3. dan dimana saja. Karena keterampilan ragam hias seni bordir ini merupakan salah satu keterampilan yang erat kaitannya dengan seni rupa. dan kelengkapan kebutuhan yang lainnya. bantalan kursi. . kemajuan.

membuat krancang dengan alat solder. apabila krancangnya tidak dibuat langsung dengan mesin bordir. Menyediakan dan menyiapkan alat-alat (bahan-bahan) yang diperlukan untuk membordir. Memeriksa dan menggerakkan mesin bordir yang hendak kita pakai untuk membordir 7.1 Tahap Pembuatan Keterampilan Ragam Hias Seni Bordir Tahap pekerjaannya secara garis besar dibagi menjadi delapan bagian. 6.merendam.3. Menyelesaikan pekerjaan akhir: . dari mulai penyediaan bahan. Memilih. menentukan. memasang benang bordir pada mesin bordir. Tahap-tahap tersebut adalah: 1.1.membersihkan sisa-sisa benang bordir yang melekat di balik permukaan kain yang sudah dibordir. . 5. menjemur. Memindahkan atau menjiplak desain motif pada medium (kain) yang hendak dibordir 4. Menyiapkan dan membuat desain motif untuk diaplikasi bordir.19 2. Memasang kain yang sudah diberi motif pada ring (pembidangan). 2. dan menyetrika hasil bordiran. . 8. alat-alat sampai menjadi karya bordir. . 3. Membuat bordiran dengan berbagai teknik (jenis bordir) disesuaikan dengan medium (kain) yang dibordir.

Pengerjaan secara manual lebih menonjolkan nilai artistik dan kualitasnya lebih bagus dibanding dengan pengerjaan memakai komputer bordir. Hasil bordir yang memakai alat bantu mesin jahit (mesin bordir) dan komputer bordir itu masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. kalau kita memilih kuantitas. Peralatan Alat yang digunakan untuk membordir adalah mesin jahit dan mesin jahit komputer. Peralatan yang baik akan menghasilkan karya seni bordir yang cantik dan berkualitas. dan selalu disesuaikan dengan kemajuan dunia mode (agar tidak monoton dan membosankan) sudah tentu diperlukan disainer bordir (motif) dan pembordir (tukang bordir) yang . Penempatan teknik perpaduan benang ke kain atau ke medium yang hendak kita bordir masih didominasi oleh kemahiran dan keterampilan tangan. dan memadai (tidak harus selalu yang bermerk). kecepatan. Tetapi. Jenis pekerjaan ini masih digolongkan manual. 2. dan produk skala besar. maka komputer bordillah sarannya. kerapihan. inovatif. Sedangkan pada komputer bordir tangan hanya digunakan sebagai pengendali (operator) saja.2 Kualitas dan Keindahan Bordir ditentukan oleh : 1.20 2. orisinil. Mesin jahit (mesin bordir) harus dalam keadaan baik.1. artinya dapat digunakan dengan layak. walau menggunakan alat bantu mesin jahit (mesin bordir) dan bukan komputer bordir.3. ekonomis. Alat ini merupakan salah satu pendukung untuk menghasilkan karya seni bordir yang baik. Sumber Daya Manusia Yang Profesional Seni bordir harus aktual.

4. Sekarang ini masih banyak pengusaha bordir yang memaksakan tukang bordirnya (pembordir) bekerja rangkap sebagai disainer bordir. kreativitas. bahkan ada juga yang sebaliknya. Hasil yang diperoleh sesuai dalam penempatan dan penuangan teknik-teknik bordir (teknik uter. Lebih-lebih lagi. dan lainnya) keatas kain (medium) yang hendak dibordir. Waktu yang dihasilkan relatif cepat dan tepat. (Suhersono. rapi. Susunan benangnya kencang. dan inovatif. seret.21 profesional. Desain secara keseluruhan serasi. orisinil. kreatif. (nilai seni) dan kuantitas. Begitupun disainer bordir yang merangkap sebagai tukang bordir akan terganggu imajinasi dan waktunya bila melakukan pekerjaan lain. dan artistik dalam paduan warna benang. jika yang dikerjakanb adalah produk massal yang membutuhkan kualitas.3 Teknik Pengerjaan Yang Profesional Peralatan yang baik dan tenaga yang profesional akan menghasilkan proses kerja yang baik dan hasil yang akan memenuhi standar mutu: 1. semprot. dan sesuai pola desain motif. 3.3. 2005: 10) . 2. secara mendalam. kreatif dan inovatif. dinamis. Desain motif bordirnya aktual. Perpaduan kerja keduanya (pembordir dan disainer bordir/motif) akan membuahkan karya bordir yang berkualitas tinggi. Dengan cara ini pun dapat dihasilkan karya seni bordir. tutup. 2.1. krancang. Tentu saja besar atau kecil gangguan ini akan berpengaruh negatif bagi karya yang dihasilkan.

tenaga kerja (Man Power) adalah:Penduduk yang sedang bekerja. Karena di desa-desa walaupun sudah tua kalau masih mampu bekerja juga tetap bekerja. atau bagian dari penduduk yang termasuk golongan tingkat usia 10-64 tahun (Ananta. Tenaga kerja merupakan suatu faktor produksi sehingga dalam kegiatan industri di perlukan sejumlah tenaga kerja yang mempunyai perusahaan.22 2. penyerapan tenaga kerja dan pendapatan. dan yang melaksanakan kegiatan lain seperti bersekolah dan rumah tangga (Simanjuntak 1990:30) Tenaga yang bekerja dalam industri rumah tangga bordir di Desa Pacul Kecamatan Talang Kabupaten tegal ini menggunakan tenaga kerja minimal usia 12 tahun dan tidak ada batas maksimum. Tenaga kerja adalah sebagian dari keseluruhan penduduk yang secara potensial dapat menghasilkan barang dan jasa.4 Tenaga Kerja Tenaga kerja yang terampil. Dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup. Dalam tenaga kerja disini akan dibahas mengenai angkatan kerja. lahan. dan kewirausahaan. manusia meliputi: tenaga kerja (dari manusia itu sendiri) modal. yang sedang mencari pekerjaan. . Payama Simanjuntak dalam bukunya Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Tenaga kerja pada industri bordir ini merupakan tenaga kerja dengan tingkat pendidikan rendah sehingga mudah di dapatkan di pedesaan. 1986:286) sedangkan menurut DR. merupakan potensi sumber daya manusia yang sangat di butuhkan dalam proses pembangunan menyongsong era globalisasi.

(Priyono. golongan yang mengurus rumah tangga dan golongan lain.lain. 14 Tahun 1999 pasal I tentang ketentuan. Dalam UU tersebut juga dijelaskan tentang pengertian buruh. golongan pengangguran. Jadi dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja adalah penduduk yang dapat menghasilkan barang atau jasa. Untuk bangsa Indonesia batas usia kerja adalah 10 tahun atau lebih. Angkatan kerja. Golongan angkatan tenaga kerja adalah mereka yang aktif ikut serta menyumbangkan tenaganya dalam kegiatan produksi ( Sagir.1996 : 18 ) Menurut UU No. Bukan angkatan kerja. 2.S. Penduduk diatas 10 tahun ada yang aktif mencari kerja dan tidak aktif mencari kerja.1991: 172 ).4. Golongan mencari kerja dibagi lagi menjadi dua yaitu golongan yang pernah bekerja dan golongan yang belum pernah bekerja.23 2. Golongan aktif bekerja dibagi menjadi dua golongan yaitu golongan bekerja dan golongan mencari kerja. . terdiri dari golongan bersekolah.ketentuan pokok mengenai tenaga kerja. terdiri dari golongan yang bekerja. dan golongan pencari kerja.1 Angkatan Kerja Angkatan kerja yaitu bagian dari tenaga kerja yang sesungguhnya terlibat dalam kegiatan produktif yaitu memproduksi barang dan jasa. yaitu pekerja pada perusahaan serta harus tunduk pada pemerintah dan peraturan yang diadakan oleh perusahaan atau majikan. penggolongan angkatan kerja dapat dibedakan sebagai berikut : 1.

M 1982 : 32-39 ). seringkali tidak dapat diketahui batas umur terakhir seseorang tidak mampu lagi untuk bekerja karena pekerja pada sektor informal tidak mengelan batasan umur seseorang bekerja. 1986 : 14 ) mengemukakan bnahwa tenaga kerja meliputi semua penduduk yang berusia 14 tahun keatas kecuali : 1. mempunyai batas umur 1554 tahun. Mereka yang karena sesuatu hal tidak diperkenankan melaksanakan pekerjaan. Anak. Tenaga kerja kadang disebut juga buruh.54 tahun ( Amien. Daerah perkotaan sebagian besar penduduknya bekerja di sektor formal. Mereka yang berusia diatas 14 tahun.anak yang berusia dibawah 14 tahun 2. 14 / 1996 adalah para pekerja yang bekerja pada perusahaan serta harus tunduk pada pemerintah dan peraturan kerja yamg diadakan oleh pengusaha dimana tenaga kerja tersebut akan memperoleh upah dan jaminan hidup lainnya yang wajar.1986 . produktifitas kerja dan pendekatan dengan hasil yang diperolehnya ( Ananta. Pendekatan tenaga kerja yang membedakan antara orang bekerja dan menganggur menggunakan pendekatan yang menitik beratkan pada seseorang apakah dia cukup dimanfaatkan dalam bekerja dilihat dari segi jam kerja. Pengertian buruh menurut UU RI No. dan tahanan politik. Sebaliknya didaerah pedesaan sebagian besar penduduknya bekerja pada sektor informal. tetapi masih sekolah untuk waktu penuh 3.24 Kelompok umur yang termasuk sebagai angkatan kerja yaitu mereka yang berumur antara 15. Mereka yang usia lanjut 4. seperti narapidana. ( Ananta .

undang RI tentang serikat kerja ( 1996 : 21 ) penyerapan tenaga kerja dapat diklasifikasikan berdasar umur. 2.25 : 12 ). pendidikan. tingkat pendidikan terahir.4. Umur tenaga kerja produktif adalah umur tenaga kerja yang mampu memproduksi baik barang maupun jasa semaksimal mungkin yaitu 14 – 50 tahun ( Ananta. dan jenis kelamin. 1986 : 20) . 2. Cara formal Cara ini ditempuh melalui bantuan Depnaker yang ada atau melalui bursa tenaga kerja. dan jenis kelamin.1 Umur Umur adalah lama waktu hidup atau ada (sejak dilahirkan atau ditiadakan) ( Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ). Undang. Menurut UU RI tentang serikat kerja ( 1996 : 21 ) mengemukakan bahwa penyerapan tenaga kerja dapat diklasifikasikan berdasarkan umur. Standar waktu kerja di Jawa Tengah dan yang berlaku di Indonesia adalah sebanyak 7 jam kerja dalam satu hari kerja atau 40 jam per minggu.1. Non formal Cara ini ditempuh melalui perantara pegawai yang sudah ada dan rekanrekan kerja.4.2 Penyerapan Tenaga Kerja Menurut Wibowo ( 1994 : 43 ) ada dua penyerapan tenaga kerja yaitu : 1. Pada industri bordir di desa Pacul tenaga kerja yang dikerahkan adalah tenaga kerja untuk menghasilkan barang berupa bordiran. 2.

2 Pendidikan Menurut Holling Shead dalam bukunya Svalostoga ( 1989 : 27 ) tingkat pendidikan diklasifikasikan menjadi tiga sebagai berikut : 1. tingkat kerumitan. Tingkat pendidikan ada dalam pendidikan formal dan ada dalam pendidikan non formal yang memakai jenjang atau tingkatan. Tingkat pendidikan sedang : tamat SD – tamat SMU 3.23 tahun. dan cara penyajian bahan pengajaran. 2. Karena tingkat usia seseorang juga mempenaruhi daya ingat orang tersebut. Tingkat pendidikan rendah : buta huruf – tamat SD 2. misalnya usia diatas 50 tahun hasil produk lebih rendah baik kualitas maupun kuantitasnya dibanding dengan usia dibawah 50 tahun. bahkan sekarang lulusan SLTA mempunyai jabatan pekerjaan sama seperti lulusan dibawahnya. Usia tenaga kerja juga berpengaruh pada hasil produk. bahan pengarahan. misalnya semakin tua seseorang semakin bertambah sifat lupa. Sebagai contoh cleaning service disebuah instansi atau perusahaan kebanyakan meraka lulusan SLTA.26 Pada industri bordir di desa Pacul usia tenaga kerja produktif yaitu 17. . 1986: 31) Dalam hal ini misalnya tenaga kerja lulusan SLTP kebawah biasanya bekerja sebagai tenaga kerja kasar.4. Pendidikan akhir tenaga kerja juga menentukan tingkat status dan jabatan seseorang dalam pekerjaan yang dikerjakan ( Ananta.1. Tingkat pendidikan tinggi : tamat Akademi / peguruan tinggi Tingkat pendidikan atau juga disebut jenjang pendidikan adalah tahap pendidikan berkelanjutan yang ditentukan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik.

komunikasi dan kesempatan kerja penduduk sekitar 2. Pembangunan suatu usaha industri yaitu industri bordir di desa Pacul yang akan menyebabkan terbukanya lapangan kerja baik pada industri bordir itu sendiri maupan sektor lain di sekitar lokasi industri.1986 : 18 ) Sedangkan kenyataan yang ada pada industri bordir di desa Pacul baik laki – laki maupun perempuan sama – sama bekerja di sektor informal atau kerja lapangan. sarana trasportasi. Faktor ekonomi.27 Kenyataan yang terjadi pada industri bordir di desa Pacul sebagian besar tenaga kerja berpendidikan lulusan SD. Faktor sosial yaitu mengenai karakteristik dan demografinya serta hubungan antara tenaga kerja . Dengan terbukanya lapangan kerja otomatis akan membawa dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja. ini disebabkan perempuan lebih telaten dan sabar dalam mengerjakan bordir. Karena pada industri bordir lebih banyak tenaga perempuan.1.3 Jenis Kelamin Jenis kelamin adalah sifat atau keadaan ( laki – laki / perempuan ) ( Tim Penyusun Kamus Pusat dan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ). sedangkan tenaga kerja perempuan sebagian besar bekerja di sektor formal.4. 2. Perubahan – perubahan yang terjadi akibat adanya industri disuatu daerah meliputi : 1. Tenaga kerja laki – laki sebagian besar bekerja pada sektor informal atau lapangan. Jadi bisa disimpulkan bahwa pendidikan akhir seseorang menentukan tinggi rendahnya status pekerjaan seorang tersebut. ( Soebroto. yaitu meliputi mata pencaharian.

1 Pengertian Pendapatan Besar kecilnya pendapatan dipengaruhi oleh mata pencaharian/ pekerjaan yang dilakukan. 1987 : 52 ) Sedang penyerapan tenaga kerja disini dibagi menjadi dua yaitu : 1). umur tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja secara langsung ( Daya tampung tenaga kerja yang terserap pada industri bordir di desa Pacul itu sendiri terhadap kelompok usia. penjual peralatan membordir. jasa/ aktivitas-aktivitas usaha . Pendapatan seorang individu dapat diartikan sebagai semua jenis pendapatan termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa memberikan sesuatu kegiatan apapun yang diterima oleh penduduk suatu negara (Sukirno.5.28 3. 1997 : 49) Pendapatan adalah perolehan aktiva/ sumber ekonomi dari pihak lain sebagai imbalan atas penyerahan barang dagangan. misalnya penjual benang bordir. Faktor keamanan yaitu tentang keamanan lingkungan Kartomojoyo. 2. Penyerapan tenaga kerja tidak langsung Daya tampung tenaga kerja yang terserap diluar industri bordir atau tenaga kerja yang terserap disektor lain yang berhubungan dengan keberadaan industri bordir di desa Pacul. 2). Penyerapan tenaga kerja pada industri bordir di desa Pacul meliputi beberapa karakteristik antara lain : Tingkat pendidikan.5 Pendapatan Keluarga 2. dan jenis kelamin. penjual mesin bordir.

istri dan anak (bila ada) baik yang berasal dari pendapatan pokok atau pendapatan sampingan. Sedangkan menurut Saedah pendapatan adalah besarnya pendapatan/ penghasilan yang diterima oleh suami. pendapatan bersih dari usaha sendiri dan pekerjaan bebas. BPS dalam Suratmi (1999) membedakan pendapatan menjadi dua yaitu : 2. pembelian barang dengan harga subsidi atau reduksi dari majikan merupakan pendapatan berupa barang. Demikian juga pemerimaan barang secara Cuma-Cuma.1 Pendapatan berupa barang Pendapatan berupa barang merupakan segala penghasilan yang diterima dalam bentuk barang dan jasa. uang pensiunan.2.2 Pendapatan berupa uang Pendapatan berupa uang merupakan penghasilan yang diterima biasanya sebagai balas jasa. Pendapatan sebagai jumlah balas jasa berupa upah atau gaji keuntungan yang diterima berbagai faktor produksi (BPS.5. .5. 2. jaminan sosial serta keuntungan sosial. tanah.2 Penggolongan Pendapatan Berdasarkan jenisnya. pendapatan dari penjualan barang-barang yang dipelihara dari halaman rumah. biasanya diukur dalam jumlah rupiah yang diterima setiap bulan (Saedah. hasil investasi seperti modal.5. misalnya dari majikan.2.29 perusahaan lainnya (Wahyudin. 2000 : 27). 1990 : 10) 2. 2000 : 3). Barang dan jasa yang diterima dinilai dengan harga pasar sekalipun tidak diimbangi ataupun disertai transaksi uang yang menikmati barang dan jasa tersebut.

Pendapatan yang rendah dapat menyebabkan masyarakat sendiri. 2001: 266) Batasan rendahnya pendapatan berkaitan erat dengan fenomena kemiskinan yang banyak menarik perhatian akhir-akhir ini. . 1992 : 12) Kemakmuran masyarakat sangat ditentukan oleh besarnya tingkat pendapatan dan konsumsi dari masyarakat sendiri. Pendapatan adalah total penerimaan (uang dan bukan uang) seseorang atau suatu rumah tangga selama periode tertentu (Prathama Raharjo dan Mandala Manurung. kemakmuran dapat ditentukan dari pendapatan keluarga.30 2. indeks mutu hidup fisik (Bank Dunia dalam Yoto. Menurut Bank Dunia batasan kemiskinan yang dipakai di Indonesia cukup beragam yaitu: tingkat pendapatan. 1998: 34-35). Dalam keluarga. pendapatan dari profesi yang dilakukan sendiri atau usaha perorangan dan pendapatan dari kekayaan serta dari faktor sub sistem (Mulyanto Sumardi.3 Peningkatan Pendapatan Keluarga Pendapatan adalah uang yang diterima dan diberikan kepada subyek ekonomi berdasarkan prestasi-prestasi yang disarankan yaitu pendapatan dari pekerjaan. 1985 : 10). Dalam penelitian ini yang akan diteliti adalah pendapatan keluarga. yaitu: 1) gaji dan upah 2) usaha sendiri 3) pendapatan lainnya (Susanto.5. Pendapatan yang rendah dapat menyebabkan masyarakat dibawah garis kemiskinan. Pendapatan keluarga pada dasarnya terbagi menjadi tiga sumber. Pendapatan lainnya berasal dari pekerjaan sampingannya. batas minimal kalori yang dikonsumsi per orang.

kadang 2. Pada penelitian ini digunakan tiga jenis pendapatan berdasarkan jenis pekerjaannya yaitu: 1. Pendapatan pokok pengrajin yaitu pendapatan yang diperoleh dari usaha bordir dan pendapatan pokok istri. Pendapatan lainnya meliputi : Hasil investasi yaitu pendapatan yang diperoleh dari hak milik tanah Keuntungan sosial yaitu pendapatan yang diperoleh dari kerja sosial.31 Pendapatan berupa uang dikategorikan sebagai berikut : 1. . Usaha sendiri meliputi : Hasil bersih dari usaha sendiri Komisi Penjualan 3. Pekerjaan sampingan pengrajin yaitu pendapatan di luar usaha bordir dan pekerjaan sampingan istri. Dari beberapa definisi pendapatan di atas dapat disimpulkan bahwa pendapatan keluarga yang dimaksud dalam penelitian ini adalah jumlah semua pendapatan kepala keluarga maupun anggota keluarga lainnya yang dihitung dari usaha lain diwujudkan dalam bentuk uang atau barang yang dihitung dengan rupiah. 2. Gaji dan upah yang diperoleh dari : Kerja pokok Kerja sampingan Kerja lembur Kerja kadang .

kursus ketrampilan membordir atau bakat pembinaan yang diberikan oleh lingkungan sekitar. . Dari segi permintaan pasar produksi rumah tangga bordir semakin meningkat terutama bahan baku untuk bordir yang mudah didapatkan sehingga tidak mengalami kendala dalam proses produksinya. Pendapatan keluarga yaitu pendapatan pengrajin dari usaha bordir dan usaha sampingan serta pendapatan istri dari usaha pokok dan usaha sampingannya. rapi. sehingga diharapkan akan meningkatkan taraf hidup keluarga menjadi lebih sejahtera. Karena letak geografis yang dekat dengan pusat ekonomi.6 Kerangka berpikir Jumlah industri khususnya di bidang industri bordir banyak tuntutan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan kehidupan rumah tangga dengan baik. Tenaga kerja bordir mudah didapat melalui pusat latihan kerja. Dengan banyaknya industri bordir di desa Pacul maka secara otomatis akan menyerap tenaga kerja di sekitar desa tersebut. dan indah. Maka secara otomatis akan meningkatkan jumlah tenaga kerja untuk mengurangi pengangguran. Kabupaten Tegal merupakan pusat pengembangan industri bordir terbesar di kawasan pantura. Hal ini bisa mengurangi pengangguran dan akan meningkatkan pendapatan keluarga. kursus . 2. Jumlah industri rumah tangga bordir di desa Pacul pada tahun 2002 sejumlah 20 usaha bordir dan pada tahun 2007 usaha ini mengalami peningkatan menajadi 50 usaha bordir. khususnya tenaga kerja wanita. Penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan khususnya bidang bordir dengan cara memberikan kesempatan pelatihan atau dorongan secara spiritual pada individu masing-masing sehingga dapat dicapai ketrampilan membordir yang halus.32 3.

1 Populasi Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Jadi sampel adalah wakil dari populasi yang dijadikan obyek penelitian. ( Suharsimi.1.BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3. 2006 : 130 ) Populasi dan penelitian ini adalah semua pengrajin industri rumah tangga bordir Didesa Pacul Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Tetapi jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25 %. Jawaban terhadap pertanyaan ini tidaklah sederhana. yang berjumlah 241 orang tersebar pada 7 RW.1. Dalam penelitian ini menggunakan proporsional random sampling. Di dalam pengambilan sampel biasanya peneliti sudah menentukan terlebih dahulu besarnya jumlah sampel yang paling baik.1 Populasi dan Sampel 3. 2006:134). 3. sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti. maka apabila subjeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.2 Sampel Dan Teknik Sampling Menurut Suharsimi Arikunto ( 2006 : 131 ). maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. 33 . (Suharsimi.Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian. setiap subjek yang terdaftar sebagai populasi mulai dari satu sampai dengan banyaknya subjek.

atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian ( Suharsimi. karena jumlah pengrajin bordir tiap RW tidak sama. .2 Variabel Penelitian Variabel adalah objek penelitian.34 Sampel yang diteliti dalam penelitian ini sebanyak 50 pengrajin bordir. Penentuan jumlah sampel tiap RW adalah sebagai berikut : Jumlah Tenaga Kerja RW I 20 x 10 100 20 x 15 100 20 x 20 100 20 x 90 100 20 x 80 100 20 x 20 100 20 x 15 100 Sampel yang diambil 2 RW II 3 RW III 4 RW IV 18 RW V 16 RW VI 4 RW VII Total 3 50 3. 2002 : 96). Jadi variabel penelitian dapat juga diartikan sebagai segala sesuatu yang akan dijadikan objek penelitian. penentuan banyaknya sampel tidak sama antara RW yang satu dengan RW yang lain.

Umur .14 SUB Peranan industri bordir dalam penyerapan tenaga kerja INDIKATOR DESKRIPTOR NO.Ketrampilan membordir .Penyerapan tenaga kerja 1 .Pendapatan pokok suami .Pekerjaan pokok istri .Pengeluaran keluarga 1 .Perkembangan bordir . ITEM Industri bordir .Gaji .Berapa lama bekerja dibidang bordir .15 1 – 12 PENELITIAN VARIABEL .Alokasi waktu .Faktor di desa Pacul Kondisi pengrajin industri bordir di desa Pacul pendukung .Pendidikan .35 Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : NO 1 VARIABEL Peranan Industri rumah tangga Bordir dalam Menyerap Tenaga Kerja dan Meningkatkan pendapatan keluarga pengrajin Peranan secara keseluruhan Peranan penyerapan tenaga kerja Peranan industri bordir dalam peningkatan pendapatan Peningkatan pendapatan pengrajin bordir .Pekerjaan sampingan suami .Pendapatan pokok istri .

3 Uji Coba Instrumen Mendapatkan data yang relevan dan akurat maka diperlukan alat pengumpul data yang valid dan relibel. Hal ini penting karena tingkat validitas dan reliabilitas dapat menunjukkan mutu dari proses pengumpulan data sebuah penelitian. Untuk mengetahui kelemahannya serta hal – hal yang memungkinkan menyulitkan responden dalam menjawab batir – batir soal tes. apakah instruman itu baik sehingga dapat digunakan dan dapat diandalkan. 2. Untuk menjaga validitas dan reliabilitas tes yang disusun terlebih dahulu sebelum alat ukur digunakan. Usaha yang diperlukan yaitu dengan cara mengadakan uji coba instrumen ( Try Out ). 3.36 Peranan industri rumah tangga bordir dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan keluarga pengrajin bordir. 3.4 Validitas dan Reliabilitas Dalam kegiatan penelitian yang berhubungan dengan angka – angka statistik tidak akan terlepas dengan masalah pengukuran. adapun maksud dan tujuan diadakan uji coba dalam statu penelitian adalah : 1. masih dalam populasi sehingga mempunyai ciri – ciri dan karakteristik yang sama dengan sampel. namun yang menjadi . Instrumen yang telah dibuat kemudian di uji cobakan kepada 20 responden yang memiliki ciri yang sama dengan sampel. karena tes yang disusun adalah tes buatan sendiri sehingga belum stándar.

karena rxy lebih besar dari r tabel maka angka tersebut valid. ( Arikunto. 2002 : 144 ) Untuk mengukur validitas digunakan rumus korelasi produk moment berikut : rxy = rxy N ∑X ∑Y ∑X2 ∑Y2 NΣXY − (ΣX )(Y ) {NΣX − (ΣX ) 2 }{ NΣY − (ΣY ) 2 } 2 : Koefisien korelasi tiap item : Banyaknya subyek uji coba : Jumlah skor item : Jumlah skor total : Jumlah kuadrat skor item : Jumlah kuadrat skor total ∑XY : Jumlah perkalian skor item dan skor total Hasil uji instrumen diperoleh rtabel = 0. .660. Untuk menghindari kesesatan hasil penelitian hasil penelitian disini perlu dilakukan uji coba instrumen agar dicapai validitas dan reliabilitas yang tinggi.37 pertanyaan disini apakah hasil pengukuran tersebut akan tetap konsisten atau ajeg bila digunakan lain waktu. 1.444 dan rxy = 0. Validitas Instrumen Validitas adalah suatu alat ukur yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument. Suatu instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang ingin diukur yaitu mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat.

5 Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data-data yang lengkap dalam penelitian ini digunakan empat macam metode pengumpulan data yaitu sebagai berikut : a. Reliabilitas Reliabiltas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa instrument tersebut sudah cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik (Arikunto. 2002 : 154 ) Reliabilitas menunjukkan pada intrumen data yang dipercaya untuk digunakan sebagi alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik.38 2. Pengujian reliabilitas instrumen pada metode angket dalam penelitian ini menggunakan rumus Alpha yaitu : 2 ⎛ k ⎞⎛ Σσ b ⎜1 − 2 r11 = ⎜ ⎟ σt ⎝ k − 1 ⎠⎜ ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ r k = reliabilitas tes = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal Σσ2b = jumlah varians butir σt2 = jumlah varians total (Arikunto. 2006: 196) Hasil uji instrumen diperoleh rtabel = 0.801.444 dan rxy = 0. 3. Metode Dokumentasi . karena rxy lebih besar dari r tabel maka angka tersebut reliabel.

surat kabar. dan sebagainya. Metode ini dipakai untuk melengkapi metode angket. Metode ini diartikan sebagai metode untuk mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. Metode dokumentasi ini digunakan untuk mengumpulkan data sekunder seperti data monografi desa dan monografi kecamatan. majalah. buku. 1996 : 152 ). transkrip. notulen rapat. . Sehubungan dengan penelitian ini angket yang digunakan adalah angket langsung terbuka. atau hal – hal yang ia ketahui ( Suharsimi.39 Metode yang digunakan untuk memperoleh data yang berupa dokumen atau catatan dan data-data lain yang sesuai dengan kepentingan penelitian. prasasti. Dengan metode angket ini diharapkan data yang terkumpul adalah data yang sebenarnya yang diberikan kepada responden secara jujur. Metode Wawancara Metode ini merupakan usaha mengumpulkan informasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan oleh responden. Metode Angket Metode angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam laporan tentang pribadinya. b. Metode ini juga digunakan untuk mengetahui peranan keberadaan industri bordir di desa Pacul dalam penyerapan tenaga kerja. agenda. c.

sosial ekonomi. dari pengrajin yang bekerja pada industri bordir tersebut.40 3. Teknik analisis deskriptif prosentase dengan rumus : %= n x100% N Keterangan : n N % : jumlah skor observasi/skor yang diperoleh : skor ideal (skor maksimal butir soal x banyak butir soal) : tingkat persentase yang dicapai. Setelah data terkumpul. Data yang diperoleh dari hasil pembagian angket kemudian dianalisis secara deskripsi untuk mengetahui gambaran dari kondisi variabel yang diteliti. selanjutnya menganalisis data dengan analisis Deskriptif Prosentase yang berguna untuk mencari gambaran nyata tentang peranan keberadaan industri bordir dalam penyerapan tenaga kerja di desa Pacul dengan Deskriptif Prosentase. maka teknik analisis yang digunakan dalam hal ini adalah dengan membuat persentase dari data yang ada selanjutnya dideskripsikan.6 Metode Analisis Data Sesuai dengan tujuan penelitian ini. 1996 : 194) Nilai persentase yang diperoleh selanjutnya dibandingkan dengan kriteria persentase untuk ditarik kesimpulan. . Adapun langkah-langkah pembuatan kriteria persentase indikator jenis pangan adalah sebagai berikut. Teknik analisis ini digunakan untuk membahas tentang kondisi demografi desa. (Muhammad Ali.

25% .00% . Menghitung rentang persentase Rentang = Persentase maksimal – Persentase minimal = 100 % .00% Baik Sangat baik Berperan Sangat berperan Kriteria penyerapan TK Kurang menyerap Cukup menyerap Menyerap Sangat menyerap Kriteria Peningkatan Pendapatan Kurang meningkatkan Cukup meningkatkan Meningkatkan Sangat meningkatkan . Mencari persentase minimal = 1 Skor min imal x100% = x100% = 25.49% Cukup Cukup berperan 62.24% 81.74% Kriteria Kurang peranan Ind.00% Skor maksimal 4 c.00% = 75.50% .75% Banyak kriteria 4 f. Membuat tabel kriteria persentase sebagai berikut.62.25. = Kriteria interval persentase 25. e. baik dan sangat baik. bordir Kurang berperan 43. Menentukan banyaknya kriteria Kriteria dibagi menjadi 4 yaitu kurang. cukup. Mencari persentase maksimal = 4 Skor maksimal x 100 % = x100% = 100 % Skor maksimal 4 b.41 a.43. Menghitung banyaknya kriteria Re n tan g 75.75% .81.00 % d.00% = = 18.100.

42 .50 62. Hasil Penelitian Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 50 pengrajin industri rumah tangga bordir di Desa Pacul Kecamatan Talang Kabupaten Tegal didapatkan data hasil penelitian yang kemudian dianalisis untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini. Analisis data hasil penelitian ini menggunakan analisis deskripsi persentase. indikator. keterampilan membordir 998 d.38 55.1. dan c) keterampilan membordir dapat dijabarkan sebagaimana pada tabel berikut ini. b) perkembangan bordir di Desa Pacul.1. yang dijabarkan dari masing-masing.1 Peranan Industri Bordir Hasil penelitian tentang peranan industri bordir yang diukur dengan indikator: a) faktor pendukung bekerja sebagai pembordir.BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 dilihat dalam bentuk diagram batang maka akan tampak seperti pada diagram berikut ini.1 Deskriptif Persentase Peranan Industri Bordir Indikator n faktor pendukung bekerja sebagai 297 pembordir b.25 73. keseluruhan indikator 1589 (Sumber : hasil penelitian yang diolah tahun 2008) No a. Tabel 4. N 400 400 1600 2400 % 74. perkembangan bordir di Desa Pacul 294 c.21 Kategori Baik Baik Cukup Baik Bila tabel 4. 4. Deskripsi data hasil penelitian dimaksudkan untuk mengetahui gambaran tentang variabel yang diteliti.

00% 20. faktor pendukung bekerja sebagai pembordir b. tampak bahwa secara umum peranan industri bordir termasuk dalam kategori baik atau dengan persentase 66.00% 30.00% 74. Indikator faktor pendukung bekerja sebagai pembordir termasuk dalam kategori baik atau dengan persentase sebesar 74.00% 0.38% a b c Diagram 4.48%.00% 60. Dan indikator keterampilan membordir termasuk dalam kategori cukup atau dengan persentase sebesar 62.50% 62.1 Peranan Industri Bordir Keterangan: a.00% 40. perkembangan bordir di Desa Pacul c. .43 100.00% 70.00% 50. Adapun secara umum penilaian responden terhadap peranan industri bordir di Desa Pacul dapat dijabarkan sebagai berikut.00% 90.25%.00% 10.21%. keterampilan membordir Berdasarkan tabel di atas.25% 73.50%. Indikator perkembangan bordir di Desa Pacul termasuk dalam kategori baik atau dengan persentase sebesar 73.00% 80.

4.2 Tanggapan Responden tentang Peranan Industri Bordir Dari tabel 4. 74. 4. 3.44 Tabel 4.00% berperan.00% responden yang kurang berperan dalam industri bordir di desanya.00% No 1. 4.2 dapat diketahui bahwa responden menyatakan bahwa mereka berperan dalam industri bordir di desanya.00 Berperan 37 74.00 (Sumber : hasil penelitian yang diolah tahun 2008) Bila dilihat dalam bentuk diagram lingkaran maka akan tampak seperti pada diagram berikut ini. Namun demikian.2 Penyerapan Tenaga Kerja Bordir Hasil penelitian tentang penyerapan tenaga kerja bordir yang diukur dengan indikator: a) penyerapan tenaga kerja bordir.00 Sangat berperan 3 6. ternyata ada 4.00% cukup berperan. kurang berperan.1. hal ini ditunjukkan dengan persentase sebesar 74. 6.2 Tanggapan Responden tentang Peranan Industri Bordir Kategori frekuensi % Kurang berperan 2 4. 2. 16.00%.00 Jumlah 50 100.00 Cukup berperan 8 16. b) sistem pengupahan pada industri .00% Diagram 4. sangat berperan.

80% dan indikator sistem pengupahan pada industri bordir termasuk dalam kategori baik atau dengan persentase sebesar 68.30% a b c Diagram 4.00% 50.3 dalam bentuk diagram batang maka tampak seperti pada diagram berikut ini.45 bordir. penyerapan tenaga kerja bordir 688 b.00% 30.17 70.17%. alokasi waktu kerja pada industri bordir 703 d.17% 70.00% 10. Visualisasi tabel 4. Tabel 4.00% 60.3 Deskriptif Persentase Penyerapan Tenaga Kerja Bordir No Indikator n a. 100. dan c) alokasi waktu kerja pada industri bordir dapat dijabarkan sebagaimana pada tabel berikut ini.00% 20. tampak bahwa secara umum penyerapan tenaga kerja termasuk dalam kategori baik atau dengan persentase 69.30 69. sistem pengupahan pada industri bordir 409 c.30%.00% 90.3 Penyerapan Tenaga Kerja Bordir . Sedangkan indikator alokasi waktu kerja pada industri bordir termasuk dalam kategori baik atau dengan persentase sebesar 70.80 68.80% 68.00% 40.23 Kategori Baik Baik Baik Baik Berdasarkan tabel 4.00% 0. keseluruhan indikator 1800 (Sumber : hasil penelitian yang diolah tahun 2008) N 1000 600 1000 2800 % 68.00% 80.3.00% 70.00% 68. Di mana indikator penyerapan tenaga kerja bordir termasuk dalam kategori baik atau dengan persentase sebesar 68.23%.

alokasi waktu kerja pada industri bordir Adapun secara umum penilaian responden terhadap penyerapan tenaga kerja bordir di Desa Pacul dapat dijabarkan sebagai berikut.4 Tanggapan Responden tentang Penyerapan Tenaga Kerja Bordir Kategori frekuensi % Cukup menyerap 11 22.4 menjelaskan bahwa responden menyatakan bahwa keberadaan industri bordir di Desa Pacul ternyata menyerap tenaga kerja yang ada. 8. Tabel 4.4 Tanggapan Responden tentang Penyerapan Tenaga Kerja Bordir . penyerapan tenaga kerja bordir b. No 1.00% responden berani menyatakan bahwa industri bordir sangat menyerap tenaga kerja yang berasal dari sekitar lokasi industri.00 Jumlah 50 100. terutama di lingkungan sekitar industri bordir. 2. sistem pengupahan pada industri bordir c.00 Menyerap 35 70.00% menyerap.4 divisualisasikan dalam bentuk diagram lingkaran maka akan tampak seperti pada diagram berikut ini.00 Sangat menyerap 4 8. 70. 8.00% Diagram 4.00% cukup menyerap. sangat menyerap. ini ditunjukkan dengan persentase sebesar 70.00 (Sumber : hasil penelitian yang diolah tahun 2008) Tabel 4. Bila tabel 4. 3.00%. 22. Bahkan.46 Keterangan: a.

1.00% 10.38 Baik Diagram 4.19 Baik 60. 100. Hal tersebut dapat dijabarkan sebagaimana berikut.00% 66.5 Peningkatan Pendapatan Pengrajin Bordir Keterangan: a.5 di atas.00% 60. tampak bahwa secara umum peningkatan pendapatan pengrajin bordir termasuk dalam kategori baik atau dengan persentase 64. keseluruhan indikator 1549 (Sumber : hasil penelitian yang diolah tahun 2008) No a. Tabel 4.00% 80.00% 30.3 Peningkatan Pendapatan Pengrajin Bordir Hasil penelitian tentang peningkatan pendapatan industri bordir diukur dengan indikator pendapatan pokok istri dari membordir dan pendapatan tambahan istri dari membordir. Indikator pendapatan pokok istri dari membordir termasuk dalam kategori .5 berikut ini merupakan visualisasi dari tabel 4.75 Cukup 64.00% 50.47 4. pendapatan pokok istri dari membordir b. pendapatan tambahan istri dari membordir Berdasarkan tabel 4.75% a b Diagram 4.00% 0. N 1600 800 2400 % Kategori 66. b.00% 70.00% 90.38%.00% 20.5 dalam bentuk diagram batang.19% 60.00% 40.5 Deskriptif Persentase Peningkatan Pendapatan Pengrajin Bordir Indikator n pendapatan pokok istri dari membordir 1058 pendapatan tambahan istri dari 486 membordir c.

00% No 1.00% Diagram 4. 46.6 dalam diagram lingkaran. 14. Tabel 4.00 Cukup meningkatkan 18 36.6 berikut ini merupakan bentuk visual dari tabel 4. 4. Adapun secara umum penilaian responden terhadap peningkatan pendapatan pengrajin bordir di Desa Pacul dapat dijabarkan sebagai berikut. 4.6 Tanggapan Responden tentang Peningkatan Pendapatan Dari tabel 4.48 baik atau dengan persentase sebesar 66. hal ini ditunjukkan dengan persentase sebesar 46.00 Meningkatkan 23 46.00% meningkatkan .6 dapat diketahui bahwa responden menyatakan bahwa ada peningkatan pendapatan setelah mereka bekerja sebagai pengrajin bordir di desanya.19% dan indikator pendapatan tambahan istri dari membordir termasuk dalam kategori cukup atau dengan persentase sebesar 60.75%.00 Sangat meningkatkan 7 14. 3. sangat meningkatkan . kurang meningkatkan . 36.00 (Sumber : hasil penelitian yang diolah tahun 2008) Diagram 4. 2.6 Tanggapan Responden tentang Peningkatan Pendapatan Kategori frekuensi % Kurang meningkatkan 2 4. 50 100.00 Jumlah. Namun demikian.00% cukup meningkatkan . ternyata ada .00%.

insentif.2%. Tentu saja pengaruh tersebut adalah adanya peningkatan pendapatan keluarga yang disumbangkan oleh para tenaga kerja bordir tersebut untuk keluarganya.6%. Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan bekerja sebagai tenaga bordir. Lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram lingkaran sebagai berikut.49 4. maupun bonus yang sesuai sehingga secara tidak langsung hal itu akan mempengaruhi pendapatan para pekerja bordir. Berdasarkan ketiga aspek dapat digambarkan bahwa peranan industri mencapai 34.00 . Peranan industri rumah tangga bordir dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan keluarga pengrajin bordir di desa Pacul Kecamatan Talang Kabupaten Tegal Atas kinerja dan kerja keras para pekerja bordir. para pekerja dapat meningkatkan pendapatannya bagi keluarga.1% dan peningkatan pendapatan 32. penyerapan tenaga kerja mencapai 33.2% 33. maka mereka berhak mendapatkan gaji. 32. Pendapatan pokok dari hasil bekerja sebagai pembordir dalam setiap bulannya sekitar Rp 300.7.000.6% Peranan industri Penyerapan tenaga kerja Peningkatan pendapatan Diagram 4.1% 34.00% responden yang kurang mengalami peningkatan pendapatan meskipun telah bekerja sebagai pengrajin bordir di desanya.

00 Rp 100.00 – Rp 200.00 64.00 Sampingan < Rp 100.00 12.000.7 Pendapatan dan Pengeluaran Keluarga Pengrajin Bordir Per Bulan Uraian Pokok suami Nominal Kriteria Rendah Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi n 20 27 3 33 17 0 4 36 10 28 17 5 12 32 6 % 40.00 > Rp 200.000.00 Pengeluaran Rp 400.000. Jika ditinjau dalam rupiah pendapatan dan pengeluaran keluarga pengrajin bordir di Desa Pacul Kecamatan Talang Kabupaten Tegal dapat dipaparkan sebagaimana tabel berikut ini.000.000. namun demikian ada beberapa pemilik usaha bordir yang memberikan tunjangan hari raya berdasarkan prestasi dan masa kerja para pekerja.00 34.00 10.000. kebanyakan pemilik usaha bordir tidak memberikan tunjangan hari raya.00 suami Rp 100.000.00 Sampingan < Rp 100.pangan .00 < Rp 400.00 istri > Rp 200.000. penerangan.000.00 Rp 300.00 56.00 8.000.00 54.000.non pangan > Rp 1.00 0.00 34. Pendapatan tambahan juga diperoleh pekerja.000.00 66.00 72.00 – Rp 500.000. lainlain) Pendapatan (Sumber: data hasil penelitian yang diolah tahun 2008) . sosial.000.00 > Rp 500.00 – Rp 200.00 (pendidikan.000.000.000.000.00 6.000.00 yang dibayarkan tepat waktu sehinga pendapatan mereka dapat mencukupi kebutuhan hidupnya.000.000.00 Pokok istri < Rp 300.00 20.000.00 sampai Rp 150.00 > Rp 500.50 sampai Rp 500.000. pendapatan tersebut diperoleh dari bonus yang diberikan bagi mereka yang menyelesaikan pekerjaan lebih awal dari waktunya untuk memuaskan pekerja yang rajin.00 Rp 300.00 24.00 – Rp 500.00 berdasarkan kinerja masing-masing.000. mereka juga mendapatkan uang lembur antara Rp 100.00 – Rp 1. Tabel 4.00 .000.00 < Rp 300.

00.51 Tabel 4.000.000. 4.000.000.2.00. Bila dilihat berdasarkan pendapatan dan pengeluaran per bulannya tampak bahwa pendapatan pekerja bordir memang sangat membantu pendapatan keluarganya.00 – Rp 1. Di Desa Pacul Kecamatan Talang Kabupaten Tegal telah tumbuh dan berkembang usaha kecil di bidang bordir dengan tenaga kerja yang berasal dari warga desa sendiri. Dengan demikian tercipta lapangan pekerjaan baru bagi warga Desa Pacul khususnya maupun bagi warga desa lainnya yang letaknya dekat dengan Desa Pacul sehingga dapat mengurangi laju urbanisasi warga desa. Pembahasan Industri kecil merupakan bentuk dari usaha mandiri seseorang untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru.00.000.00. Jadi dapat dikatakan bahwa dengan bekerja sebagai pengrajin bordir ibu-ibu di Desa Pacul dan sekitarnya dapat membantu pendapatan keluarganya. secara teoritis hal ini menunjukkan adanya penyerapan tenaga kerja yang makin lama makin banyak dan dampak logisnya adalah adanya peningkatan pendapatan bagi warga desa karena mereka telah bekerja sebagai pengrajin bordir di desanya.000. .00 – Rp 500.000.000. Dari tahun ke tahun tampak bahwa ada peningkatan jumlah pengrajin bordir yang ada di Desa Pacul.00 – Rp 500. dan pendapatan sampingannya rendah atau kurang dari Rp 100. pendapatan pokok pekerja bordir (istri) termasuk dalam kategori sedang yaitu antara Rp 300.00. Sedangkan pengeluaran per bulan secara umum termasuk dalam kategori sedang yaitu antara Rp 400. pendapatan sampingan suami termasuk dalam kategori rendah yaitu di bawah Rp 100.7 menunjukkan bahwa secara umum pendapatan pokok suami termasuk dalam kategori sedang yaitu antara Rp 300.000.

52 Industri bordir yang ada di Desa Pacul berkembang pesat karena dekat dengan pasar. Hal ini disebabkan . karena mereka mahir membordir dengan mesin khusus maupun mesin biasa dengan menggunakan ram dan jarum mesin nomor 9. 3) keterampilan membordir yang dimiliki pekerja cukup baik.2%. di mana keterampilan bordir diperoleh dari kursus membordir sehingga para pekerja sudah terdidik dan terampil. dan kondisi topografi daerah yang juga menunjang.6%. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa peranan industri bordir memiliki prosentase paling besar yaitu 34. 2) perkembangan bordir di Desa Pacul juga baik.1%. bahan yang digunakan adalah bahan bormotif dan bergaris untuk memudahkan membordir dengan warna benang yang kontras dengan warna bahan. dan peningkatan pendapatan pengrajin bordir memiliki prosentase paling rendah yaitu 32. tersedia fasilitas transportasi. adanya Perda yang mendukung. Ini berarti bahwa ada peranan penting yang diakibatkan oleh keberadaan pengrajin bordir bagi warga Desa Pacul secara khusus dan warga sekitarnya secara umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran warga desa ikut berperan aktif dalam bidang usaha pengrajin bordir. Seiring dengan berkembangnya pengrajin bordir di Desa Pacul maka tenaga kerja wanita yang terserap ke industri kecil tersebut juga terus mengalami peningkatan kuantitasnya dari tahun ke tahun. sedangkan penyerapan tenaga kerja bordir memiliki prosentase sedang yaitu 33. di mana: 1) faktor pendukung bekerja sebagai pembordir adalah pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan yang sudah turun temurun sekitar 20 tahun. di mana usia mereka antara 20 sampai dengan 50 tahun.

disamping mengurus keluarga dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri kecil bordir memang menyerap tenaga kerja yang ada di desa Pacul dan sekitarnya.53 karena pekerjaan membordir hanya dijadikan sebagai pekerjaan sampingan. dan sangat menyerap) dan dalam meningkatkan pendapatan pengrajin bordir yaitu sekitar 46. Terutama untuk kaum ibu-ibu dan remaja putri. meningkatkan dan sangat meningkatkan. . menyerap. jadi pendapatan mereka hanya digunakan untuk membantu meringankan beban suami mereka.00% (total dari kategori cukup menyerap.00% (total dari kategori cukup meningkatkan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa industri rumah tangga bordir yang berada di desa Pacul kecamatan Talang kabupaten Tegal turut berperan dalam menyerap tenaga kerja dengan persentase 70. Meskipun ketrampilan hanya diperoleh dari kursus tapi secara tidak langsung mereka sudah memiliki pekerjaan tetap dan memiliki pendapatan tetap.

Industri rumah tangga bordir yang berada di desa Pacul kecamatan Talang kabupaten Tegal turut berperan dalam menyerap tenaga kerja dengan persentase 70.00% (total dari kategori cukup meningkatkan.2 Saran Saran yang dapat diberikan antara lain: 1. 2.00% (total dari kategori cukup menyerap. meningkatkan dan sangat meningkatkan). 2. menyerap.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:. Industri rumah tangga bordir yang berada di desa Pacul kecamatan Talang turut berperan dalam meningkatkan pendapatan pengrajin bordir yaitu sekitar 46. 54 . 5. 1.BAB 5 PENUTUP 5. Perlu adanya upaya riil dari pemerintah bekerja sama dengan sekolah yang ada di desa Pacul pada khususnya maupun di kecamatan Talang dan kabupaten Tegal pada umumnya untuk memberikan pelajaran muatan lokal membordir secara khusus untuk meningkatkan kemampuan membordir. dan sangat menyerap). Perlu adanya upaya pemerintah atau DISNAKERTRANS untuk memberikan pelatihan kepada para pengrajin bordir agar kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki lebih meningkat dan motif atau disain bordir yang dimiliki lebih inovatif.

Yogyakarta: FE UGM. Jakarta: Dekdikbud Soebroto. 1982. Statistik Industri sedang dan Besar. 1998. Mantra. 2002. Pengantar Demografi.Jakarta: Penyebar Swadaya. Yogyakarta : Andi Offet Karsyono. 1996. M. 1979.1984. Rebublik Indonesia Geografi Regional. Bandung : Angksa BPS. Pedoman Susenas. Demografi Umum. Jakarta : BPS BPS. Sutrisno. Pengantar Demografi. Jakarta : UI Press Arikunto. Pengantar Teori Mikro Ekonomi. DR Payaman. Mantra.R. Semarang: Fakultas Keguruan Ilmu Sosial. 1991.DAFTAR PUSTAKA Amien. Yogyakarta : UP Spring Hadi. Jakarta: Rineka Cipta Baratha. Ekonomi Industri. 1990. Industri Pedesaan. Masalah dan Prospek Ekonomi Indonesia. 2000. Jakarta 55 . Arsyad Anwar. Sadono. Suharsimi. I Made. Prospek Pembangunan Ekonomi Pedesaan Indonesia. Usaha Pemasaran. IKIP Press Ananta. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.1996/1997 Dalam (Ed) Moh. Jakarta: Yayasan Obor Indosia Raharjo. Faisal 1986. 14 Tahun 1996. 1994. Jakarta: Rajawali Simanjuntak. 1985. 1982. Jakarta:Raja Grafindo Persada. 2003. Ekonomi Sumber Daya Sukirno. Analisis Regresi. Industrialisasi dan kesempata kerja. UU RI No. Transformasi Pertanian. Jakarta : BPS Bintarto. 2003.Dawan. M.1997. 1997. Ida Bagus. Buku Pedoman Geografi Desa. Jawa Tengah Dalam Angka Semarang : BPS BPS. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jakarta : UI Sandy. 1994. Ida Bagus. Aris. Pengantar Manusia. Tentang Serikat Kerja Wibowo.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->