P. 1
EKLAMSI

EKLAMSI

|Views: 509|Likes:
Published by Nurkhaula

More info:

Published by: Nurkhaula on May 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2013

pdf

text

original

ETIOLOGI Tidak diketahui dengan pasti. Pre-eclampsia, the disease of theories (Zweifel, 1916).

Faktorpredisposisi: 1)Primigravida atau nullipara, terutama pada umur reproduksi ekstrem, yaitu remaja dan umur 35 tahun ke atas. 2)Multigravida dengan kondisi klinis : a)Kehamilan ganda dan hidrops fetalis. b)Penyakit vaskuler termasuk hipertensi esensial kronik dan diabetes mellitus. c)Penyakit-penyakit ginjal. 3)Hiperplasentosis : --Molahidatidosa,kehamilan ganda, hi drops fetalis, bay i besar,diabetes mellitus. 4)Riwayat keluarga pernah pre-eklamsia atau eklamsia. 5)Obesitas dan hidramnion. 6)Gizi yang kurang dan anemi. 7)Kasus-kasus dengan kadar asam urat yang tinggi, defisiensikalsium, defisiensi asam lemak tidak jenuh, kurang antioksidans. PATOGENESISBelum diketahui dengan pasti. Proses iskemik uteroplasenter menyebabkan vasospasmusarteriole/kapiler secara umumsehingga menimbulkan kelainan patologis pada organ-organvital. PRE-EKLAMSIA RINGAN Kriteria 1) Tekanan darah > 140/90 mmHg atau tekanan darah sistoliknaik > 30 mmHg atau kenaikan tekanan darah diastolik > 15mmHg tetapi < 160/110 mmHg. 2)Edema dan/atau3) Proteinuria, setelah kehamilan 20 minggu. Pencegahan Karena etiologi belum pasti, faktor predisposisi harusdihindari/diperkecil. Pemeriksaan antenatal harus teratur, clancukup istirahat dan diet yang sesuai.

asam urat.Sedativa : phenobarbital 3 x 30 mg per hari/oral atau diaze-pam 3 x 2 mg per hari/oral (7 hari).Rawat jalan : -Banyak istirahat (baring/tidur miring). Persalinan : penderita PE ringan yang mencapai normotensif selamaperawatan. -Makanan cukup protein. urine lengkap (m. -Periksa ulang 1 x 1 minggu. fungsi ginjal. Catatan : 1)Pre-eklamsia ringan bukan berarti risiko kurang terhadapibu dan janin. . rendah lemakdan garam. trombosit. atau kalau dijumpaisalah satu atau lebih gejala PE berat. -.Pengobatan A. B. 2)Kenaikan berat badan ibu ? 1 kg per minggu selama 2 kaliberturut-turut. -Roboransia (vitamin dan mineral). terminasi keha-milan dilakukan pada kehamilan 37 minggu. hematokrit. 3)Sebaiknya pre-eklamsia ringan dirawat di rumah sakit jikafasilitas memungkinkan. rendah karbohidrat. -.Pemeriksaan Laboratorium : Hb.sedangkan wanita lain dengan tekanan darah 180/120 belumtentu menderita kejang. 3)Kalau setelah 1 minggu dirawat tidak jelas terjadi perbaikan.Penderita PE ringan yang tekanan darahnya turun selamaperawatan tetapi belum mencapai normotensif.penderita dimasukkan ke golongan PE berat. persalinannya ditunggu sampai 40 minggu. sebab pre-eklamsia ringan pun mungkin menjadipre-eklamsia berat atau eklamsia pada waktu yang singkat. TIDAK BOLEH DIBERIKAN DIURETIKUM ATAU ANTIHIPERTENSI.u). 2)Tekanan darah saja tidak dapat dipakai sebagai parameteruntuk menentukan ringanberatnyapenyakit. LewatTP dilakukan induksi partus. -. fungsi hati.s.Penderita baru dirawat : 1)Setelah 2 minggu pengobatan rawat jalan tidak menunjuk-kan adanya perbaikan gejalagejala pre-eklamsi. sebab tekanan darah135/85 pun pada seorang wanita dapat menyebabkan kejang.

1985. Preekaamsia dan eklamsia. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. 2008 by kuliahbidan . Simanjuntak P dkk. 1983. 1985. 3. Pedoman pengelolaan hipertensi dalam kehamilan di Indonesia. the hypertensive diseases of pregnancy. Simanjuntak P. 1992 PRE EKLAMPSIA RINGAN Posted on Juli 17. Angsar MD dkk. Ed I. Pimgadi Medan. 7. 1976. 6. Pritchard JA et at. Kongres Nasional IBI ke-IX. Penanganan preeklamsi dan eklamsi. William Obstetrics. Satgas Gestosis POGI. Pedoman penanganan hipertensi dalam kehamilan. 1988. Edisi Khusus No. Soetomo Surabaya. Dr. Obgin FK-USU/RSU. 4. 1979. Preeclampsia. Hypertensive disorders in pregnancy. WB Saunders Co [ad. Simanjuntak P. 2. 17th Ed. 5. Mac Gillivray J. 80. Medan. Medical Committee Bag. Handaya S. Pedoman diagnosis dan terapi RSUD Dr. 198 Cermin Dunia Kedokteran. Prawirohardjo S.Angsar MD.

Proteinuria 300 mg/24 jam atau lebih jumlah urin atau dipstick +1 atau lebih. d. Pemeriksaan laboratorium a. 6. Indikasi pre eklampsia ringan yang dirawat inap (hospitalisasi) a. Pengelolaan secara rawat inap (hospitalisasi) : 1. Tidak perlu pemberian diuretik. Pengamatan gerakan janin setiap hari b. Proteinuria yang menetap selama lebih 2 minggu. Pengelolaan obstetrik . Pengukuran produksi urin setiap 3 jam (tidak perlu dengan kateter tetap).Nyeri epigastrium 3. Pemeriksaan kesejahteraan janin a. tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik pre eklampsia tetapi perlu observasi yang cermat. 5. bila NST non reaktif. Proteinuria dipstick pada waktu masuk dan minimal diikuti 2 hari setelahnya. 2. Bila terdapat perbaikan gejala dan tanda-tanda pre eklampsia dan umur kehamilan 37 minggu atau lebih. Hipertensi yang menetap selama lebih 2 minggu. Rawat inap (hospitalisasi) Pengelolaan secara rawat jalan (ambulatoir) : 1. e. 4. Tes fungsi ginjal dengan pengukuran kreatinin serum. 3. Edema : lokal pada tungkai tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik kecuali anasarka. Evaluasi pertumbuhan janin dengan USG setiap 3-4 minggu. Pengamatan dengan cermat gejala pre eklampsia dengan impending eklampsia : .Pre eklampsia ringan adalah sindrom spesifik kehamilan dengan penurunan perfusi pada organ-organ akibat vasospasme dan aktivasi endothel. Pada dasarnya sama dengan terapi ambulatoar. 2. NST 2 kali seminggu c. Di Indonesia tirah baring masih diperlukan. 2. dianjurkan ambulasi sesuai keinginannya. kenaikan darah sistolik 30 mmHg atau lebih dan kenaikan darah diastolik 15 mmHg atau lebih. Pengukuran desakan darah setiap 4 jam kecuali ibu tidur. d. .Gangguan visus . b. Rawat jalan (ambulatoir) 2. Tes fungsi hepar 2 kali seminggu. Desakan darah 140/90 – 160/110 mmHg. Hematokrit dan trombosit 2 kali seminggu. c. Terapi medikamentosa : 1. Diet reguler : tidak perlu diet khusus. Profil biofisik janin. Vitamin pre natal. arteri uterina. 2. 3. Pemeriksaan dan monitoring pada ibu a. Ultrasound Doppler arteri umbilikalis. Tidak perlu restriksi konsumsi garam. Adanya gejala atau tanda 1 atau lebih pre eklampsia berat. antihipertensi dan sedativum.Nyeri kuadran kanan atas perut . Pengelolaan pre eklampsia ringan dapat secara : 1. d. ibu masih perlu diobservasi selama 2-3 hari lalu boleh dipulangkan. Penimbangan berat badan pada saat ibu masuk rumah sakit dan penimbangan dilakukan tiap hari. Hasil tes laboratorium yang abnormal. c. Kunjungan ke rumah sakit setiap minggu. Pengamatan yang cermat adanya edema pada muka dan abdomen. c. e. b. 4.Nyeri kepala frontal atau occipital. asam urat dan BUN. d. Tidak mutlak harus tirah baring. b. Kriteria diagnostik pre eklampsia ringan : 1.

Bila penderita tidak inpartu . ke-2.Tergantung umur kehamilan : a. 2005.com/2008/07/17/pre-eklampsia-ringan/ . kehamilan dapat dipertahankan sampai aterm. Bagian penyakit jantung 3. Bila penderita sudah inpartu Perjalanan persalinan dapat diikuti dengan grafik Friedman atau partograf WHO. Bagian penyakit mata 2. b. Selama dirawat di rumah sakit dilakukan konsultasi pada : 1. Ed.wordpress. Update : 23 Februari 2006 Sumber : Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Kedokteran Feto Maternal POGI.Umur kehamilan kurang 37 minggu Bila tanda dan gejala tidak memburuk. Bila serviks matang pada taksiran tanggal persalinan dapat dipertimbangkan dilakukan induksi persalinan. . Kehamilan dipertahankan sampai timbul onset partus. Bagian lain atas indikasi.Umur kehamilan 37 minggu atau lebih 1. http://kuliahbidan. 2.

Perubahan tersebut mungkin sekali disebabkan oleh vasospasmus arteriola. Oleh karena itu. Fak. hipertensi dan proteinuria. Fak.(Kapita Selekta Kedokteran. merupakan kesatuan penyakit. UI Jakarta. dan muka. infark. edema umum. 1998). : protein urin positif 1. yakni yang langsung disebabkan oleh kehamilan. Tekanan darah > 140/90 mmHg atau tekanan sistolik meningkat >30 mmHg atau tekanan diastolik >15 mmHg yang diukur setelah pasien beristirahat selama 30 menit. UI Jakarta. Media Aesculapius. hiperlefleksia. nerkosis ditemukan dalam berbagai alat tubuh. Mansjoer Arif. terdapat edema dan sianosis. pembengkakan kaki. Perlu dikemukakan disini bahwa tidak ada perubahan histopatologik khas pada pre-eklamsi dan eklamsi. Teori yang sekarang dipakai adalah teori Iskhemik plasenta. oliguria (urine. edema. 1998). Perubahan-perubahan pada organ : . banyak teori yang coba dikemukakan para ahli untuk menerangkan penyebab. Penambahan berat badan yang berlebihan bila terjadi kenaikan 1 Kg seminggu berapa kali. : kenaikan tekanan darah sistolik 30 mmHg atau > atau mencapai 140 mmHg. nyeri epigastrik. kaki. gangguan kesadaran. (Ilmu Kebidanan Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharjo. Kenaikan BB > 1Kg/mgg. Pada penyelidikan akhir-akhir ini dengan biopsi hati dan ginjal ternyata bahwa perubahan anatomi-patologik pada alat-alat itu pada pre-eklamsi tidak banyak berbeda dari pada ditemukakan pada eklamsi. Namun teori ini juga belum mampu menerangkan semua hal yang berhubungan dengan penyakit ini. Edema terlihat sebagai peningkatan berat badan. Etiologi Penyebab pre-eklamsi belum diketahui secara pasti. gangguan penglihatan. yaitu penambahan berat badan yang berlebihan. 2000). Pre eklamasi diikuti dengan timbulnya hipertensi disertai protein urin dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan (Ilmu Kebidanan Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharjo. Pre-eklampsia berat : tekanan diastolik >110 mmhg : protein urin positif 3. namun belum ada jawaban yang memuaskan. sebagian besar pemeriksaaan anatomik patologik berasal dari penderita eklampsi yang meninggal. Jakarta. Klasifikasi Pre-eklamsi Pre-eklamsia digolongkan menjadi 2 golongan : Pre-eklamsia ringan : kenaikan tekanan darah diastolik 15 mmHg atau >90 mmHg dengan 2 kali pengukuran berjarak 1jam atau tekanan diastolik sampai 110mmHg. nyeri kepala. Diagnosis pre-eklamsia ditegakkan berdasarkan adanya dua dari tiga gejala. jari tangan. Patologi Pre-eklamsi ringan jarang sekali menyebabkan kematian ibu. walaupun belum jelas bagaimana hal itu terjadi.TINJAUAN PUSTAKA Definisi Pre-eklamsi dan eklamsi. Perdarahan. Penimbunan fibrin dalam pembuluh darah merupakan faktor penting juga dalam patogenesis kelainan-kelainan tersebut. 5gr/L). jari tangan dan muka.

perdarahan dan nekrosis Menimbulkan nyeri kepala yang berat Paru-paru Berbagai tingkat edema Bronkopnemonia sampai abses Menimbulkan sesak nafas sampai sianosis Jantung Perubahan degenerasi lemak dan edema Perdarahan sub-endokardial Menimbulkan dekompensasio kordis sampai terhentinya fungsi jantung Aliran darah keplasenta Spasme arteriol yang mendadak menyebabkan asfiksia berat sampai kemaian janin . edema sekitar diskus optikus Ablasio retina (lepasnya retina) Menyebabkan penglihatan kabur Otak Spasme pembuluh darah arteriol otak menyebabkan anemia jaringan otak.Perubahan hati Perdarahan yang tidak teratur Terjadi nekrosis. trombosis pada lobus hati Rasa nyeri di epigastrium karena perdarahan subkapsuler Retina Spasme areriol.

paru dan organ lain Perubahan pembuluh darah Permeabilitasnya terhadap protein makin tinggi sehingga terjadi vasasi protein ke jaringan Protein ekstravaskuler menarik air dan garam menimbulkan edema Hemokonsentrasi darah yang menyebabkan gangguan fungsi metabolisme tubuh dan trombosis.Spasme yang berlangsung lama. Jakarta : EGC. Ida Bagus Gede Manuaba. dan terakhir terjadi proteinuria. Pada pre-eklamsi ringan gejala subjektif belum dijumpai. kenaikan tekanan darah. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Pada kaki dan tangan. 1998). tetapi pada pre-eklamsia berat diikuti keluhan sebagai berikut : Sakit kepala terutama daerah frontal Rasa nyeri daerah epigastrium Gangguan penglihatan Terdapat mual samapi muntah Gangguan pernafasan sampai sianosis Gangguan kesadaran . (Ilmu Kebidanan. Gambaran Klinik Pre-Eklampsi Dimulai dengan kenaikan berat badan diikuti edema. mengganggu pertumbuhan janin Perubahan ginjal Spasme arteriol menyebabkan aliran darah ke ginjal menurun sehingga fitrasi glomerolus berkurang Penyerapan air dan garam tubulus tetap terjadi retensi air dan garam Edema pada tungkai dan tangan.

Selain itu. Penanganan obstetrik ditujukan untuk melahirkan bayi pada saat yang optoimal yaitu sebvelum janin mati dalam kandungan akan tetapi sudah cukup matur untuk hidup di luar uterus. (Ilmu Kebidanan Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharjo. Tekanan pada ekstermitas bawah turun dan resobsi aliran darah tersebut bertambah. protein +1 atau lebih. Untuk diagnosis penyakit ginjal saat timbulnya proteinuria banyak menolong. walaupun penderita istirahat dengan pengobatan medik. Tekanan darah meningkat. Pada umunya pemberian diuretik dan anti hipertensi pada pre-eklamsia ringan tidak dianjurkan karena obat-obat tersebut tidak menghentikan proses penyakit dan juga tidak memperbaiki prognosis janin. magnesium dan lain-lain). UI Jakarta. Dalam hal ini pengakhiran kehamilan dilakukan walaupun janin masih prematur. dll) dapat mengurangi timbulnya pre-eklamsia. Atau medikamentosa (teofilin. Pada umumnya indikasi untuk merawat penderita pre-eklamsi di rumah sakit ialah tekanan darah siscol 140 mmHg atau lebih dan atau tekanan darah diastol 90 mmHg.pada keadaan muda atau bulan postpartum akan sangat berguna untuk membuat diagnosis. Pada hipertensi menahun adanya tekanan darah yang meninggi sebelum hamil. UI Jakarta. sedangkan pada penyakit ginjal timbul lebih dulu. Proteinuria pada pre-eklamsia jarang timbul sebelum TM ke 3. (Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : 2000) Penanganan Tujuan utama penanganan ialah : Pencegahan terjadi pre-eklamsia berat dan eklamsia Melahirkan janin hidup Melahirkan janin dengan trauma sekecil kecilnya. diuretic. http://www. Kenaikan berat badan 1.com/doc/15417765/Pre-Eklamsia-Ringan-PKK-II Preeklamsia – Hipertensi karena kehamilan Pengertian . pemakaian obat-obatan tersebut dapat menutupi tanda dan gejala pre-eklamsia berat.5 Kg atau lebih dalam seminggu berulang Penambahan edema berlebihan tiba-tiba Penanganan pre-eklamsia ringan Istirahat di tempat tidur masih merupakan terapi untuk penanganan pre-eklamsia. 1997). Pencegahan Pre-Eklamsia Belum ada kesepakatan dalam strategi pencegahan pre-eklamsia. suplemen kalsium. dengan istirahat biasanya tekanan darah turun dan adema berkurang. Fak. (Ilmu Kebidanan Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharjo. Pemberian fenobarbital 3 x 30mg sehari akan meningkatkan penderita dan dapat juga menurunkan tekanan darah. Beberapa kasus pre-eklamsia ringan tidak membaik dengan penanganan konservatif. penderita tetap tinggal dirumah sakit. Beberapa penelitian menunjukkan pendekatan nutrisi (diet rendah garam. Karena biasanya hamil sudah tua. tunggu dengan melakukan induksi persalinan. Selain itu juga mengurangi kebutuhan volume darah yang beredar. Fak. penderita dibolehkan pulang. 1998). Mansjoer Arif … Media Aesculapius. akan tetapi harus dipaksa lebih sering. Pada dasarnya penanganan terdiri dari penanganan medik dan obstetrik.scribd. persalinan tidak lama lagi. diit tinggi protein. sampai persalinan cukup bulan atau > 37 minggu.Diagnosis Pada umumnya diagnosis diferensial antara pre-eklamsia dengan hipertensi manahun atau penyakit ginjal tidak jarang menimbulkan kesukaran. Setelah keadaan normal. Bila hipertensi menetap. asapirin. Istirahat dengan berbaring pada posisi tubuh menyebabkan pengaliran darah ke plasenta meningkat. Oleh sebab itu. Bila keadaan janin mengizinkan. aliran darah ke ginjal juga elbih banyak. retensi cairan dan proteinuria bertambah. antihipertensi.

Kelelahan. Edema : pada wajah. Sedikit buang air kecil (BAK). dan ibu hamil berusia lebih dari 40 tahun · Ibu hamil yang sebelum kehamilannya memiliki penyakit darah tinggi atau penyakit ginjal Gejala-gejala preeklamsia Preeklamsia digolongkan preeklampsia ringan dan preeklamsia berat dan gejala serta tanda sebagai berikut: Preeklamsia ringan 1. Pre-eklamsia jika tidak ditangani dengan baik dapat membawa efek yang buruk untuk ibu dan janin yang sedang dikandung. Tidak dapat melihat cahaya yang terang. 4. ibu hamil usia remaja. Tekanan darah diastole 90 atau kenaikan 15 mm Hg dengan interval periksaan jam. Segera hubungi dokter bila mengalami pandangan kabur. 5. bersama dengan meningkatnya kadar protein di urin dan berbagai gejala umum lainnya seperti kaki bengkak. Keluhan ini muncul saat tekanan darah menjadi tidak normal. tinggi. 7. Sakit di perut bagian kanan atas. selama kehamilan. 6. 3. Tekanan darah sistolik 140 atau kenaikan 30 mm Hg dengan interval pemeriksaan 6 Jam 2. mual/muntah. tangan (menggunakan cincin yang terlalu ketat) Preeklamsia berat: 1.Preeklamsia adalah suatu kondisi dimana tekanan darah meningkat selama masa kehamilan. proteinuria merupakan tanda bahwa peristiwa preeklamsia tersebut serius. 5. dan jarang sekali BAK. proteinuria (protein dalam urin) 0. Penyebab pasti terjadinya kasus preeklamsia tidak diketahui.  Pemeriksaan darah. Hal seperti ini juga disebut sebagai toxemia atau pregnancy induced hypertension (PIH). 4. Preeklamsia paling sering ditemukan sesudah usia kehamilan 28 minggu. sakit kepala yang parah. Sakit kepala 2. Napas pendek dan cenderung mudah cedera. sakit di bagian perut.  Pemeriksaan retina: untuk mendeteksi perubahan pada pembuluh darah retina.3 gr setelah kehamilan 20 minggu : partikel protein yang padat ditemukan dalam urin sesudah urin dididihkan . . Pemeriksaan penunjang Pada pemerikasaan penunjang dilakukan sebelum kelahiran untuk menegakkan diagnosis dapat mencangkup:  Pemeriksaan spesimen urin mid-steam untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi urin. khususnya untuk mengetahui kada ureum darah (untuk menilai kerusakan pada ginjal) dan kadar hemoglobin. Ibu Hamil yang berisiko menderita Preeklamsia Berikut ini daftar ibu hamil yang memiliki resiko tinggi mengalami preeklamsia: · Baru pertama kali hamil · Ibu hamil yang ibunya atau saudara perempuannya pernah mengalami preeklamsia · Ibu hamil dengan kehamilan kembar. sebagai akibat dari kerusakan yang sebenarnya pada ginjal. Kenaikan berat badan 1 kg atau lebih dalam satu minggu. Pandangan kabur 3.

Tujuan kunjungan adalah deteksi dini sehingga tidak perlu dirawat dan kondisi ibu-anak baik pada akhirnya. Pengobatan untuk preeklamsia Pengobatan yang dilakukan tergantung pada seberapa dekat tanggal perkiraan kelahiran. Daftar Pustaka : goggle. Ikuti instruksi dokter mengenai diet dan olahraga diantaranya: · Gunakan sedikit garam atau sama sekali tanpa garam pada makanan anda · Minum 6-8 gelas air sehari · Jangan banyak makan makanan yang digoreng dan junkfood · Olahraga yang cukup · Angkat kaki beberapa kali dalam sehari · Hindari minum alkohol · Hindari minuman yang mengandung kafein · Dokter mungkin akan menyarankan untuk minum obat dan makan suplemen tambahan. sodium fenitoin (100 mg setiap 8 jam) dan diazepam( 10 mg setiap 6 hingga 8 jam) dapat dilakukan dengan pemberian tunggal atau kombinasi. Hal ini akan meningkatkan aliran darah dan mengurangi beban pembuluh darah besar Bila mengidap preeklamsia berat. perdarahan hingga meninggal. tidak ada cara pasti untuk mencegah preeklamsia. perdarahan otak. pemeriksaan dengan USG untuk melihat pertumbuhan janin. · Mengurangi makan garam · Minum 8 gelas air per hari Dokter juga akan menyarankan untuk berbaring pada sisi kiri saat beristirahat. dokter mungkin akan mengobatinya dengan memberikan obat-obat untuk menekan tekanan darah sampai perkembangan bayi cukup untuk dapat dilahirkan dengan selamat. Preeklamsia dapat mempengaruhi bayi Preeklamsia dapat membuat plasenta tidak mendapatkan darah dalam jumlah yang cukup. Kebanyakan ibu hamil yang menderita preeklamsia dapat melahirkan bayi yang sehat bila preeklamsia dapat dideteksi secara dini dan ditangani dengan perawatan teratur sebelum kelahiran. Contoh obat yang diberikan yaitu dengan penyuntikan sodium fenobarbital (200 mg setiap 8 jam). ada juga yang tidak. gagal hati dan ginjal. Bila sudah dekat dengan tanggal perkiraan kelahiran. termasuk diantaranya: pemeriksaan ginjal. dokter mungkin akan merekomendasikan agar melakukan hal-hal berikut ini: · Istirahat total ( bed-rest ) · Sering melakukan pemeriksaan sebelum kelahiran. maka dokter mungkin akan menyarankan untuk mengeluarkan bayi sesegera mungkin. Ada faktor-faktor yang dapat penyebab terjadinya tekanan darah tinggi yang dapat dikontrol. fungsi pembekuan darah. Pemeriksaan kadar human laktogen plasental (HPL) dan estriol di dalam plasma serta urin untuk menilai faal unit fetoplasental. Bila seseorang mengidap preeklamsia sedang dan bayi belum berkembang secara penuh.com . Cara mencegah preeklamsia: Sampai saat ini. Bahaya bagi ibu adalah gagal jantung. maka bayi tidak akan mendapatkan cukup oksigen dan makanan. kerusakan mata. dan bayi sudah dianggap sudah cukup berkembang. Dokter juga dapat melakukan beberapa tes. dan penilaian dengan alat Doppler untuk mengukur efisiensi aliran darah ke plasenta. Ini dapat mengakibatkan kelahiran dengan berat badan rendah. Bila plasenta tidak mendapatkan cukup darah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->