Ekologi Kelas “Lingkungan Kelas” (Psikologi Pendidikan) April 23, 2010

Filed under: Uncategorized — punyabunga @ 12:37 am Pengertian Lingkungan kelas adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tempat proses pembelajaran dilaksanakan. Doyle (1979, 1986) mendeskripsikan kelas sebagai sesuatu yang bersifat multidimensional, serentak, segera, dan tidak dapat diprediksi. Ruang kelas adalah lingkungan yang kompleks dimana manusia berinteraksi, saling bergantung antar satu orang ke orang lain, dan dengan berbagai karakter unik dalam lingkungan sosial dan fisik yang spesifik Faktor penting yang menentukan hasil belajar adalah lingkungan kelas. Dalam lingkungan kelas yang menyenangkan, siswa akan senang belajar, dan secara langsung akan meningkatkan hasil belajar. Sebaliknya jika lingkungan kelas tidak nyaman maka tidak akan mendukung hasil belajar yang maksimal. Lingkungan kelas merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar siswa. Lingkungan kelas tersebut dapat bersifat fisik, misalnya ruang kelas, perabotan kelas, kebersihan kelas, meja-kursi, dan lain lain. Lingkungan kelas juga dapat bersifat non fisik, misalnyai nteraksi, ketenangan, dan kenyamanan. Prinsip Penataan Kelas Berikut adalah empat prinsip dasar yang bisa digunakan ketika menyusun kelas (Evertson, Emmer, & Worsham, 2006)

Mengurangi hambatan di arena macet.

Gangguan dan kekacauan sering kali muncul di area macet. Ini meliputi area kerja kelompok, meja siswa, meja guru, rautan, rak buku, ruang komputer, dan lokasi penyimpanan. Sebisa mungkin, pisahkanlah area ini satu sama lain dan pastikanlah area tersebut mudah didatangi.

Memastikan bahwa guru bisa dengan mudah melihat semua siswa.

Sebuah tugas manajemen yang penting adalah memantau siswa dengan seksama. Untuk melakukan ini, guru harus mampu untuk melihat semua siswa pada pada setiap waktu. Pastikanlah ada barisan meja yang kosong di antara meja guru, lokasi pembelajaran, meja siswa, dan semua area kerja siswa. Berdirilah di tempat-tempat yang berbeda di ruangan untuk mencari tempat yang terhalangi.

Membuat materi pengajaran yang sering digunakan dan persediaan siswa menjadi mudah untuk diakses.

Untuk aktivitas ini. Menurut Louisell. Ruangan kelas yang indah dan menyenangkan. Untuk mencari tahu seberapa baik siswa bisa melihat dari tempat mereka. 2. Susunan ini mencegah kontak siswa secara berhadap-hadapan dan guru bebas untuk bergerak ke manapun di dalam ruangan. Sering digunakan ketika guru memberikan kuliah atau seseorang mengaddakan presentasi untuk semua kelas.Hal ini meminimalisasi waktu persiapan dan pembersihan. ketika menata lingkungan fisik kelas. baik bagi siswa maupun bagi guru sendiri. berpengaruh positif terhadap sikap dan tingkah laku siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. artinya barang-barnag atau alat-alat yang biasa digunakan oleh siswa dalam proses pembelajaran mudah dijangkau. 3. semua siswa mengghadap guru. Keindahan. diharapkan siswa dapat memusatkan perhatiannya dalam proses pembelajaran dan akan bekerja secara efektif. Selain itu penataan kelas harus memungkinkan guru dapat memantau semua tingkah laku siswa sehingga dapat dicegah munculnya masalah disiplin. Visibility (keleluasan pandangan). berkenaan dengan usaha guru menata ruangan kelas yang menyenangkan dan kondusif bagi kegiatan pembelajaran. begitu pula dengan kemunduran dan istirahat dalam alur aktivitas. atau kegiatan yang sedang berlangsung. artinya barang-barang yang ada di dalam kelas hendaknya mudah untuk ditata dan dipindah-pindahkan sesuai dengan tuntutan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan oleh siswa dan guru. Gaya Penataan Kelas • Gaya auditorium (auditorium style). benda. duduklah di kursi mereka di bagian-bagian yang berbeda dari ruangan tersebut. dan barang-barang lainnya yang ada di dalam kelas. dalam kegiatan pembelajaran. 5. . 4. sehingga memungkinkan terjadinya interaksi aktif antara siswa dan guru serta antar siswa. artinya penempatan atau penataan barangbarang di dalam kelas tidak mengganggu pandangan siswa sehingga mereka secara leluasa dapat memandang guru. Tetapkanlah dimana guru dan siswa akan mengambil tempat ketika presentasi seluruh kelas terjadi. perabot. Tujuan Penataan Kelas Tujuan utama penataan lingkungan fisik kelas adalah mengarahkan kegiatan siswa dan mencegah munculnya tingkah laku siswa yang tidak yang tidak diharapkan melalui penataan tempat duduk. Kenyamanan. • Memastikan bahwa siswa bisa dengan mudah mengobservasi presentasi seluruh kelas. Melalui penataan kelas. siswa seharusnya tidak perlu memindahkan kursi atau menoleh. guru harus mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Fleksibilitas (keluwesan). Accebility (mudah dicapai).

Gaya kelompok (cluster style). Menyenangkan tetapi impersonal. dekat outlet listrik. 1997. Di sebelah kiri kertas kerja. Weinstein dan Mignano. Guru sains sekolah menengah mungkin harus mengakomodasi intruksi untuk seluruh kelompok. tempat untuk berbagi pandangan. anda perlu menciptakan setting untuk membaca dengan suara keras. 1. tidak memperlihatkan apapun tentang orang-orang yang menggunakan ruang tersebut. Langkah-Langkah Mendesain Kelas Langkah-langkah mendesain kelas (Weinstein. siswa dalam jumlah yang kecil (biasanya tiga sampai empat orang) duduk di meja. • • Personalisasi kelas Menurut ahli manajemen kelas. siswa dalam jumlah besar (empat sampai delapan) duduk dalam susunan sirkuler. proyek tertulis para siswa. Gaya seminar (seminar style). karya seni. Susunan ini sangat efektif untuk aktifitas belajar secara kolaboratif. • Gaya off-set (off-set style). buat daftar aktivitas murid yang akan dilakukan. Buat gambar rencana tata ruang . Carol Weinstein dan Andrew Mignano (2007). siswa duduk berhadap-hadapan satu sama lain. misal area seni dan sains perlu berada di dekat komputer. Gangguan dari siswa lain akan lebih tinggi dalam susunan ini daripada gaya auditorium. mengajar membaca secara berkelompok. Pertimbangkan apa aktivitas yang akan dilakukan murid Jika anda akan mengajar TK atau SD. 1. siswa dalam jumlah kecil (biasanya empat sampai delapan) bekerja dalam kelompok kecil yang saling berdekatan. Disebelahnya ditulis susunan khusus yang perlu dipertimbangkan. tetapi tidak duduk berseberangan secara langsungdari satu sama lain. 1997) 1. Ini efektif ketika guru menginginkan para siswa untuk berbicara satu sama lain atau berbincang dengan anda. pengajaran matematika dan tempat pelajaran untuk keterampilan dan seni. atau bentuk U. Untuk mengubah ruang kelas agar mencerminkan karakteristik siswa yang menggunakan ruang tersebut. aktivitas laboratorium dan presentasi media. 2.• Gaya berhadap-hadapan (face-to-face style). tempellah foto. ruang kelas sering kali menyerupai kamar motel. persegi empat. serta ungkapan positif lain dr identitas siswa. grafik yg menyebutkan hari ulang tahun (dari siswa-siswa sekolah dasar dan masa kanak-kanak awal).

gambar beberapa rancangan tata ruang dan kemudian pilih salah satu yang menurut anda paling baik. mereka kerap ribut sendiri (Krantz dan Risley. Untuk itu pastikan perabotan (meja. Waspadalah pada problem yang mungkin muncul akibat penataan itu. maka kegiatan belajar ataupun bermain yang memerlukan meja tidak akan efektif. Misalnya. dengan kaki menyentuh lantai. selain ruang kelas harus aman. Untuk mencapai tujuan itu. Murid sering melaporkan bahwa mereka ingin ruang yang memadai dan tempat sendiri dimana mereka bisa menyimpan barang-barang mereka. apakah sudah sesuai dengan ukuran anak-anak atau belum. Cari sudut pandang yang berbeda untuk menempatkan orang dan barang Materi harus disimpan di tempat yang sama sepanjang tahun ajaran Kelas harus terang dan menyegarkan dengan banyak materi dan kenangan sekolah yang bisa dibaca dan dilihat murid Yang Harus Diperhatikan dalam Penataan Kelas Ruang kelas yang baik adalah ruang kelas yang dapat mendukung usaha para guru dalam mengajar. Perabotan Furniture Lihatlah tempat duduk di Sekolah Anda. evaluasilah efektivitas ruang anda. Atur murid dalam posisi setengah lingkaran agar dapat mengurangi keributan. jangkauan kegiatan belajar dan bermain anak-anak akan sangat terbatas. . ruang kelas juga harus diciptakan sedemikian rupa sehingga nyaman untuk menjadi tempat belajar dan bermain. Tip-Tip Penataan Kelas • • • • • • Pastikan area ruang kelas didefinisikan dengan baik Tata jalan tempat lalu lalang dan tempat penyimpanan Perabot yang bersih dan aman adalah keharusan Menata ulang kelas adalah sesuatu yang menyegarkan. Cobalah rancangan dan bersikaplah fleksibel dalam mendesainnya Beberapa minggu setelah masuk sekolah. sebuah studi menemukan bahwa ketika murid TK berkerumun di dekat guru yang membacakan sebuah cerita. 1972). Jika mereka menyarankan perbaikan yang masuk akal. Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. Libatkan murid dalam perencanaan tata ruang kelas Anda dapat merancanakan tata ruang sebelum sekolah dimulai. 4. anak-anak akan gelisah dan segera mencoba menggerakkan badan dan memindahkan kakinya. Apabila tempat duduk terlalu tinggi maka setelah 10 menit duduk. Jika dalam kelas anak-anak menggunakan meja dengan ukuran tinggi/besar yang sebenarnya untuk orang dewasa. tanyakan kepada murid tentang bagaimana pendapat mereka tentang rencana anda itu. tetapi setelah sekolah dimulai.Sebelum anda memindah perabot. Demikian pula mejanya. 3. Tempat duduk yang tepat bagi anak-anak adalah apabila anak-anak dapat duduk dengan posisi nyaman. 1. karena dengan meja yang terlalu tinggi atau terlalu besar. 1. cobalah.

karena hal ini dapat menambah semarak dan semangat anak-anak dalam belajar maupun bermain. karpet juga dapat menyediakan lantai yang hangat untuk diduduki anak-anak dengan nyaman ketika melakukan kegiatan bermain di lantai. Sehingga kegiatan yang dilakukan oleh kelas yang satu tidak mengganggu kelas yang lain. Demikian pula kombinasikan warna-warna secara harmonis akan sangat membantu meriangkan suasana ketika anak-anak bermain. Bila hanya ada satu . 2. Anda dapat memilih warna pastel dan warna cerah untuk ruang kelas Anda. dinding. Dinding.) di ruang kelas Sekolah Minggu Anda sesuai dengan ukuran anak-anak. sehingga mempengaruhi semangat anak-anak dan guru dalam melakukan kegiatan belajar mengajar di Sekolah. Karena selain dapat meredamkan suara. Ukuran Ruang Kelas Sebaiknya ruang kelas cukup luas. peralatan permainan. 3. maka cara mengatasinya Anda dapat menggunakan tikar saat mengajar atau bermain sehingga anak-anak dapat duduk dan bermain di atas tikar dengan nyaman. Apabila jumlah anak terlalu banyak sehingga ruang kelas tidak cukup. Bisa juga Anda mengganti dengan gambar-gambar dan poster-poster yang lain atau kadangkala biarkan dinding ruangan kelas kosong untuk membuat suasana yang berbeda supaya anak-anak tidak jenuh dengan suasana yang itu-itu saja. rubahlah posisi gambar-gambar dan poster-poster yang menempel di dinding. sehingga anak-anak memiliki ruang gerak yang cukup untuk melakukan aktivitas bermain. dan langit-langit sebaiknya menggunakan bahan yang dapat meredamkan suara. rak buku. maka sebaiknya Anda membagi anak-anak dalam dua kelas. Warna Cat Bagaimana dengan warna cat di ruang kelas? Warna gelap dan warna yang kuat kurang cocok bagi ruang kelas. dll. Untuk memperbaharui suasana di sekolah Anda. Anak bisa melakukan aktivitas bermain di tempat duduk. perlu juga diperhatikan agar penataan tempat duduk tidak membuat penerangan dari luar menyilaukan penglihatan anak-anak. Lantai. Karena sinar yang terlalu kuat juga akan mengganggu penglihatan. kursi. 5. kurang lebih sebulan sekali. Gambar dan Poster Gambar-gambar dan poster-poster sebaiknya dipasang sesuai dengan arah pandang anakanak. beberapa hal berikut ini dapat Anda lakukan: 1.bangku. Juga agar dapat mendukung sistim akustik ruangan. Apabila Anda berasal dari sekolah yang kecil dimana kelasnya sempit. 4. 6. Apabila di tempat Anda hanya tersedia tempat duduk (kursi atau bangku) dan meja ukuran dewasa. Penerangan yang baik dapat diperoleh jika tersedia jendela dan ventilasi yang cukup. namun bisa juga di lantai dengan nyaman. Namun demikian. Penerangan Penerangan ruang kelas yang kurang terang akan dapat menyebabkan kelelahan pada mata dan menyebabkan sakit kepala. dan Langit-langit Ada baiknya jika lantai ruangan menggunakan karpet.

alat permainan seperti peralatan alat-alat musik dan peralatan lainnya sebaiknya disimpan dengan rapi menurut kelompok fungsinya. dan alat-alat yang tersedia. media. 2008 by sutrisno Pendahuluan Sesungguhnya term boarding school bukan sesuatu yang baru dalam konteks pendidikan di Indonesia. 5. Dengan imajinasi tersebut mereka masih dapat bermain dan melakukan aktivitas dengan materi. bangku cadangan. buku panduan. 3. Karena sudah sejak lama lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia . Buatlah rak-rak yang menempel di dinding. jangan kuatir karena anak-anak memiliki imajinasi yang tinggi. di tempat yang sudah disediakan (rak/lemari) agar dapat dicari dengan mudah pada saat akan digunakan dan hanya dikeluarkan bila akan digunakan. lemari dan sebagainya. Media dan Alat-alat Media. Karena ruang kelas seringkali menjadi seperti gudang. http://kedaibunga. sediakan ruang penyimpanan bagi guru di luar ruang kelas. alat peraga. Kegembiraan mereka tidak akan berkurang dan mereka masih bisa memperoleh pengalaman yang sangat berarti.2. Anda juga dapat menyingkirkan perabotan yang tidak digunakan. 4. 7. Namun apabila alat permainan dan media yang Anda miliki terbatas. Dengan demikian lantai menjadi lebih luas. seperti meja besar. sehingga ruang kelas hanya diperuntukkan bagi kegiatan anak-anak saja. Letakkan benda-benda yang tidak digunakan diluar jangkauan anak-anak. Hal ini akan menolong anak untuk dapat mengambil dan mengembalikan barang-barang mainan sendiri tanpa bantuan guru.wordpress. Tapi sediakan rak-rak rendah bagi alat-alat yang akan digunakan anak-anak pada saat belajar dan bermain. Jika perlu. maka pindahkan perabot-perabot yang bisa dipindahkan dan yang tidak digunakan.com/2010/04/23/ekologi-kelas-lingkungan-kelaspsikologi-pendidika/ « Previous Post DEKONSTRUKSI PENDIDIKAN SURAU DI MINANGKABAU » PROBLEM DAN SOLUSI PENDIDIKAN SEKOLAH BERASRAMA (BOARDING SCHOOL) September 8. dengan jarak 125 cm dari atas lantai untuk mengganti rak-rak penyimpanan yang ada di lantai. ruangan maka Anda dapat membagi menjadi kelas pagi dan sore (atau dengan jam yang berbeda).

tauran pelajar. SMA Al-Azhar di Lippo Cikarang. Di Indonesia terdapat ribuan pondok pesantren dari yang tradisional sampai yang memberikan nama pondok pesantren modern. Keunggulan Boarding School Buku Harry Potter yang telah laris terjual dalam jumlah sangat besar di seluruh dunia sangat membantu dalam mempopulerkan sekolah berasrama(boarding school). Dalam lembaga ini diajarkan secara intensif ilmu-ilmu keagamaan dengan tingkat tertentu sehingga produknya bisa menjadi “Kiyai atau Ustadz” yang nantinya akan bergerak dalam bidang dakwah keagamaan dalam masyarakat. dimana orang tua tidak hanya Suami yang bekerja tapi juga istri bekerja sehingga anak tidak lagi terkontrol dengan baik maka boarding school adalah tempat terbaik untuk menitipkan anak-anak mereka baik makannya. terdapat 3 corak yaitu bercorak agama. SMA Dwiwarna di Parung Bogor. Namun juga tidak dipungkiri kalau ada factor-faktor yang negative kenapa orang tua memilih boarding school yaitu keluarga yang tidak harmonis. dan yang ekstrim karena sudah tidak mau mendidik anaknya dirumah. Ketika dipertengahan tahun 1990 an masyarakat Indonesia mulai gelisah dengan kondisi kualitas generasi bangsa yang cenderung terdikotomi secara ekstrim—yang pesantren terlalu keagama dan yang sekolah umum terlalu keduniawian—ada upaya untuk mengawinkan pendidikan umum dan pesantren dengan melahirkan term baru yang disebut boarding school atau internat yang bertujuan untuk melaksanakan pendidikan yang lebih komprehensif-holistik. Untuk yang bercorak agama terbagi dalam banyak corak ada yang fundamentalis. dll ikut mendorong banyak orang tua untuk menyekolahkan anaknya di Boarding School. nasionalis-religius. dan ada yang nasionalis. kesehatannya. Selain itu. Yang bercorak militer karena ingin memindahkan pola pendidikan kedisiplinan di militer kedalam pendidikan disekolah boarding. pengaruh media. polusi social yang sekarang ini melanda lingkungan kehidupan masyarakat seperti pergaulan bebas. Hal ini lebih merupakan representasi dari corak keberagamaan di Indonesia yang umumnya mengambil tiga bentuk tersebut. SMP dan SMA Al-Kautsar di Sukabumi. moderat sampai yang agak liberal. narkoba. Dari banyak sekolah-sekolah boarding di Indonesia. sosialnya. Pondok Pesantren ini adalah cikal bakal boarding school di Indonesia. Sedangkan corak nasionalis-religius mengambil posisi pada pendidikan semi militer yang dipadu dengan nuansa agama dalam pembinaannya di sekolah. SMA IIBS di Lippo Cikarang. Maka sejak itu mulai munculah banyak sekolah boarding yang didirikan yaitu SMA Madania di Parung Bogor. SMA Insan Cendekia di Serpong. dan yang paling penting adalah pendidikanya yang sempurna. Seiring dengan pesatnya modernitas. suami menikah lagi. Kehadiran boarding school telah memberikan alternative pendidikan bagi para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya. Hal ini . SMA Salman Al-Farisi. ilmu dunia(umum) dapat capai dan ilmu agama juga dikuasai.menghadirkan konsep pendidikan boarding school yang diberi nama “Pondok Pesantren” . keamanannya.

perlengkapan makan dan pecah belah yang lengkap. area belajar pribadi. 24 siswa. perlengkapan masak memasak lengkap. Kecerdasan intellectual. Perpustakaan. Ada beberapa keunggulan Boarding School jika dibandingkan dengan sekolah regular yaitu: • Program Pendidikan Paripurna Umumnya sekolah-sekolah regular terkonsentrasi pada kegiatan-kegiatan akademis sehingga banyak aspek hidup anak yang tidak tersentuh. kebun dan taman hijau. Bahkan pembelajaran tidak hanya sampai pada tataran teoritis. Sementara di asrama fasilitasnya adalah kamar(telepon. Sebaliknya. • Guru yang Berkualitas Sekolah-sekolah berasrama umumnya menentukan persyaratan kualitas guru yang lebih jika dibandingkan dengan sekolah konvensional. lemari es. sarana olah raga semua cabang olah raga. detector kebakaran. dan kursi yang nyaman. tempat cuci tangan. laboratorium. pembuat roti sandwich. TV. karpet diseluruh ruangan. dua toaster listrik.disebabkan setting cerita itu diambil dari petualangan di sekolah berasrama. camera). spiritual. pintu darurat dengan pintu otomatis. Mandarin. mulai dari fasilitas sekolah yaitu kelas belajar yang baik(AC. Hal ini terjadi karena keterbatasan waktu yang ada dalam pengelolaan program pendidikan pada sekolah regular. Pengering Rambut. • Fasilitas Lengkap Sekolah berasrama mempunyai fasilitas yang lengkap. Banyak “petualangan” dalam sekolah berasrama karena waktu yang panjang berada dalam lembaga pendidikan memungkin siswa untuk dapat mengekspresikan apa yang diinginkannya di sekolah. Arab. Sampai saat ini dalam penilaian saya sekolah-sekolah berasrama(boarding school) belum mampu mengintegrasikan guru sekolah dengan guru asrama. . lemari es. life skill(soft skill dan hard skill) sampai membangun wawasan global. Ditambah lagi kemampuan bahsa asing: Inggris. jam dinding. rak-rak yang luas. clinic. ketel otomatis. social. mini library. tempat sampah. AC. tempat handuk. lampu meja. dan kemampuan paedagogis-metodologis serta adanya ruh mudarris pada setiap guru di sekolah berasrama. Pendidikan dilakukan oleh guru sekolah dan pengasuhan dilakukan oleh guru asrama. lemari kamar mandi. Masih terdapat dua kutub yang sangat ekstrim antara kegiatan pendidikan dengan kegiatan pengasuhan. tapi juga implementasi baik dalam konteks belajar ilmu ataupun belajar hidup. cermin besar. Sedangkan fasilitas dapur terdiri dari: meja dan kursi yang besar. gantungan pakaian dan lemari cuci. sekolah berasrama dapat merancang program pendidikan yang komprehensif-holistic dari program pendidikan keagamaan. smart board. dll. microwape. academic development.

mulai dari jaminan kesehatan(tidak terkena penyakit menular). maka semua elemen yang terlibat mengimplementasikan agama secara baik. banyak sekolah asrama yang mengadop pola pendidikan militer untuk menjaga keamanan siswa-siswinya. kempuan akademik yang sangat beragam. tidak NARKOBA. budaya. dan jaminan keamanan fisik(tauran dan perpeloncoan). • Siswa yang heterogen Sekolah berasrama mampu menampung siswa dari berbagai latar belakang yang tingkat heteroginitasnya tinggi. Begitu juga dalam membangun religius socity. Siswa tidak bisa lagi diajarkan bahasa-bahasa langit. tapi juga kehidupan kesehariannya. terhindar dari pergaulan bebas. Tata tertib dibuat sangat rigid lengkap dengan sangsi-sangsi bagi pelanggarnya. Jaminan keamanan diberikan sekolah berasarama. menengah sampai berat. Aktornya tidak hanya guru atau bisa dibalik gurunya bukan hanya guru mata pelajaran. tapi siswa melihat langsung praktek kehidupan dalam berbagai aspek. tapi semua orang dewasa yang ada di boarding school adalah guru. Makanya.• Lingkungan yang Kondusif Dalam sekolah berasrama semua elemen yang ada dalam komplek sekolah terlibat dalam proses pendidikan. dan lingkungan yang kondusif dan terkontrol. Guru tidak hanya dilihatnya di dalam kelas. guru yang berkualitas. Daftar “dosa” dilist sedemikan rupa dari dosa kecil. tingkat kecerdasan. fasilitas yang lengkap. Siswa berasal dari berbagai daerah yang mempunyai latar belakang social. serta jaminan pengaruh kejahatan dunia maya. • Jaminan Keamanan Sekolah berasrama berupaya secara total untuk menjaga keamanan siswasiswinya. • Jaminan Kualitas Sekolah berasrama dengan program yang komprehensif-holistik. Sehingga ketika kita mengajarkan tertib bahasa asing misalnya maka semuanya dari mulai tukang sapu sampai principal berbahasa asing. Kondisi ini sangat kondusif untuk membangun wawasan national dan siswa terbiasa berinteraksi dengan teman-temannya yang berbeda sehingga sangat baik bagi anak untuk melatih wisdom anak dan menghargai pluralitas. .

Kurikulum Pengasuhan yang Tidak Baku . lembaga kursus dan lain-lain. masing-masing sekolah mendidik guru asrmanya sendiri sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki oleh lembaga tersebut.dapat memberikan jaminan kualitas jika dibandingkan dengan sekolah konvensional. Terlalu banyak improvisasi yang bias dan keluar dari pakem atau frame ideology tersebut. Hampir dapat dipastikan tidak ada variable lain yang “mengintervensi” perkembangan dan progresivits pendidikan anak. dua kompetensi tersebut harus melekat dalam sekolah berasrama. Dalam sekolah berasrama. akibatnya terdapat kekerasan dalam sekolah berasrama. nasionalis. Padahal idealnya. 1. sementara guru pengasuhan adalah tersendiri hanya bicara soal pengasuhan. seperti pada sekolah konvensional yang masih dibantu oleh lembaga bimbingan belajar. baik dan tidak baiknya anak sangat tergantung pada sekolah karena 24 jam anak bersama sekolah. atau nasionalis-religius. apakah religius. Problem Sekolah Berasrama Sampai saat ini sekolah-sekolah berasrama dalam pengamatan saya masih banyak mempunyai persoalan yang belum dapat diatasi sehingga banyak sekolah berasrama layu sebelum berkembang dan itu terjadi pada sekolah-sekolah boarding perintis. Hal itu juga serupa dengan yang nasionalis. moderat sampai liberal. Dikotomi guru sekolah vs guru asrama (pengasuhan) Sampai saat ini sekolah berasrama kesulitan mencari guru yang cocok untuk sekolah berasrama. Sementara yang nasionalis-religius dalam praktik sekolah berasrama saya melihatnya masih belum jelas formatnya. Ini penting untuk tidak terjadinya saling menyalahkan dalam proses pendidikan antara guru sekolah dengan guru asrama. Guru sekolah (mata pelajaran) bertugas hanya untuk mengampu mata pelajarannya. 1. Pabrikan guru (IKIP dan Mantan IKIP) tidak “memproduksi” guru-guru sekolah berasrama. tidak mengadop pola-pola pendidikan kedisiplinan militer secara kaffah. Faktorfaktornya adalah sebagai berikut: 1. Ideologi Sekolah Boarding yang Tidak Jelas Term ideology saya gunakan untuk menjelaskan tipologi atau corak sekolah berasrama.Masalahnya dalam implementasi ideologinya tidak dilakukan secara kaffah. sehingga setiap siswa dapat melejikan bakat dan potensi individunya. pintar tidak pintarnya anak. Sekolah-sekolah berasrama dapat melakukan treatment individual. Akibatnya. Yang mengambil corak religius sangat beragam dari yang fundamentalis.

Tapi kalau bicara tentang pola pengasuhan sangat beragam. Kedekatan akan mengubah posisi guru di mata para murid. dan menyenangkan. membosankan (bukan boarding school tapi boring school). Faktor ini(salah satu factor) yang menyebabkan SMA Madania di parung Bogor sempat mengistirahatkan boarding schoolnya. Kondisi ini yang telah banyak berkontribusi dalam menciptakan kejenuhan anak berada di sekolah Asrama. Faktor ini juga yang menyebabkan IIEC Group mendirikan International Islamic High School Boarding Intermoda (IIHSBI). dan dapat membaca setiap fenomena yang ada disekitarnya. tetapi juga menyediakan guru yang menggantikan peran orangtua dalam pembentukan watak dan karakter. Dengan begitu. Akibatnya. Konsep sekolah berasrama perlu pendekatan menyeluruh. Dari sosok ditakuti atau . berinteraksi dengan sesama siswa di jalan. Sekolah dan Asrama Terletak Dalam Satu Lokasi Umumnya sekolah-sekolah berasrama berada dalam satu lokasi dan dalam jarak yang sangat dekat. dimana sekolah dan asrama serta fasilitas utama lainnya tidak berada dalam satu tempat sehingga siswa dituntut untuk mempunyai mobilitas tinggi. Hal ini disebabkan karena citra seklolah berasrama yang menakutkan. siswa harus mengalami semacam proses berangkat ke sekolah. serta melihat aktivitas masyarakat sepanjang jalan. Pendekatan Menyeluruh Sebagai Solusi Sejak tahun 1998 saya terjun mengelola sekolah berasrama (boarding school) saya dapatkan data bahwa hampir 75 % siswa yang sekolah boarding adalah kemauan dari orang tua siswa bukan dari siswa itu sendiri. 1. Kalau bicara kurikulum academicnya dapat dipastikan hampir sedikit perbedaannya. Oleh sebab itu perlu di-design sekolah berasrama yang menarik. nyaman. dubutuhkan waktu yang lama (rata-rata 4 bulan) untuk siswa menyesuaikan diri dan masuk kedalam konsep pendidikan boarding yang integrative.Salah satu yang membedakan sekolah-sekolah berasrama adalah kurikulum pengasuhannya. mereka mengenyam suasana meninggalkan tempat menginap. Karena menurut Komaruddin Hidayat(Direktur Executive Madania). Kedua-duanya mempunyai efek negative(Sartono Mukadis). Sekolah berasrama tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas akademik dan fasilitas menginap memadai bagi siswa. terutama dalam memahami peserta didik. dari yang sangat militer(disiplin habis) sampai ada yang terlalu lunak. Kedekatan antara siswa dan guru dalam sekolah berasrama yang tercipta oleh intensitas pertemuan yang memadai akan mempermudah proses transfer ilmu dari pendidik ke peserta didik. Semuanya mengacu kepada kurikulum KTSP-nya produk DEPDIKNAS dengan ditambah pengayaan atau suplemen kurikulum international dan muatan local. pola militer melahirkan siswa yang berwatak kemiliter-militeran dan terlalu lunak menimbulkan watak licik yang bisa mengantar sang siswa mempermainkan peraturan. kaku. kesehatan dan kebugaran yang baik.

Dalam pola pengasuhan perlu diterapkan pola pengasuhan yang dapat menyiasati dua kutub yang ekstrem(disiplin militer dan longgar habis) agar siswa bisa memiliki watak dan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan juga terhadap lingkungan masyarakat. Keteladanan. Dan akan tercipta tanpa si anak merasa asing dengan kemampuan yang mereka miliki dalam menyampaikan pesan atau ide-ide pemikirannya kepada orang lain. dan kesiapsiagaan guru mereka 1×24 jam akan memberdayakan dan mengilhami siswa untuk membebaskan potensi mereka sebagai pelajar. terus belajar. Hal itu akan mempercepat pertumbuhan kecerdasan emosionalnya. efektive. sangat ampuh serta efektif dalam pembentukan kepribadian mereka. di negeri untuk tamat sekolah SMA rata-rata membutuhkan waktu 3 tahun dengan belajar perhari 8 jam penuh. Dia tidak hanya pintar mengajar. tapi juga pintar berteman. dan terus berubah. Keteladanan secara personality dapat membangun kepercayaan diri untuk dapat berkomunikasi secara internal personality. visioner. boarding school model pengelolaannya harus lebih lentur. ketulusan. Sementara di boarding school 24 jam dikurangi waktu tidur 8 jam perhari berarti 16 jam perhari. pintar bercerita. harmonisasi keduanya akan memberikan pengalaman belajar yang dinamis bagi siswa Guru-guru sekolah berasrama harus banyak “diproduksi” oleh universitas-universitas yang selama ini melahirkan banyak guru-guru mata pelajaran. merupakan tindakan yang paling berpengaruh. Karena yang dia hadapi adalah siswa atau peserta didik yang terus berkembang. Namun untuk itu dibutuhkan seorang quantum teacher yang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Digabungkan dengan rancangan pengajaran yang efektif. Dr Georgi Lozanov (1897) menyatakan bahwa suatu tindak tanduk yang diperlihatkan oleh gurunya kepada para siswa dalam proses belajarnya. Pencapaian itu bisa dilakukan kalau senantiasa terjadi interaksi yang merangsang pertumbuhan sikap mental. Padahal sekolah negeri adalah sekolah yang sangat standard dan tidak layak dijadikan model oleh pengelola boarding school. Dalam konteks manajemen sekolah. Misalnya soal waktu belajar. Guru sekolah berasrama adalah guru yang mengemban amanah lebih jika dibandingkan dengan guru sekolah konvensional. Bagaimana kita melahirkan peserta didik yang hebat. tidak terus belajar. pintar memberi pengayoman. mempunyai energi psikis yang banyak. kalau gurunya adalah orang-orang yang tidak cinta ilmu. dan menerapkan manajemen berbasis sekolah secara konsisten. Apakah itu dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Kalau waktu- . Jika metode pembelajarannya diberdayakan secara maksimal. dan tidak terus berkembang. kongkruensi. responsive.disegani ke sosok yang ingin diteladani. seperti menentukan sikap dan tingkah laku keseharian mereka. Sekarang ini DEPDIKNAS sudah mengesahkan MBS dan KTSP tapi banyak pengelola sekolah yang mencari pembandingnya adalah sekolah negeri. selalu berkembang dan terus berkembang. maka kesuksesan para pelajar akan lebih mudah untuk direalisasikan.

setiap jam empat pagi anak-anak dibangunkan untuk salat tahajud. “Sistem pembelajarannya cukup bagus. menurut Pakar Pendidikan Drs H Arief Rachman. struktur organisasi dan personalianya mempunyai kriteria yang mapan mengikuti arus zaman yang paling baru. Seperti di pesantren. . kecuali kalau manajemennya jelek. Pertama. MPd. Kedua. Amiin http://sutris02. tapi memperhatikan tatakrama ketimuran dan agama. tapi di asrama juga ada pembinaan. ungkap Arief. Ketiga. peraturan di sekolah jelas dimengerti dan konsisten. Dasar ini bisa dijadikan argumentasi kepada regulator sekolah(DEPDIKNAS) payung hukumnya bisa menggunakan payung hukum akselerasi tapi substansinya adalah regular. hubungan antara struktur yang ada (kepala sekolah. SMUT Krida Nusantara di Bandung.wordpress.” Manajemen yang bagus dan berlaku untuk sekolah-sekolah lainnya. “kekurangannya hampir tidak ada. MPd Di Indonesia. dan orang tua) mempunyai hubungan yang egaliter dan demokratis.waktu ini dimaksimalkan mengapa harus 3 tahun. sekolah semacam boarding school telah banyak didirikan. Keenam. tata usaha. SMU Madaniah di Parung Bogor dan Al-Azhar di Lippo Cikarang. Oleh sebab itu dukungan fasilitas terbaik. dan pengasuh di seklolah-sekolah berasrama. cukup bagus dan memiliki hasil positif dalam membangun pendidikan berkualitas. Penutup Sekolah Berasrama adalah alternative terbaik buat para orang tua menyekolahkan anak mereka dalam kondisi apapun. Anak betulbetul dipersiapkan untuk masuk kedalam dunia nyata dengan modal yang cukup.” tukas Arief seraya menambahkan. memiliki enam kriteria. dan lingkungan yang kondusif harus didorong untuk dapat mencapai cita-cita tersebut. Semua itu. tenaga pengajar berkualitas. Mereka tidak hanya hidup untuk dirinya dan keluarganya tapi juga harus berbuat untuk bangsa dan Negara.com/2008/09/08/problem-dan-solusi-pendidikan-berasramaboarding-school/ Drs H Arief Rachman. Contohnya. guru. Kelima. kenapa tidak 2 tahun sehingga boarding school menjadi menarik. tapi skill-skill lainnya dipersiapkan sehingga mereka mempunyai senjata yang ampuh untuk memasuki dan manaklukan dunia ini. guru-murid. tidak hanya kompetensi akademis. tujuan visi dari pendidikan di sekolah itu jelas dan dimengerti. tidak hanya pendidikan dalam kelas. Selama 24 jam anak hidup dalam pemantauan dan control yang total dari pengelola. ada tolok ukur sistem evaluasi pendidikan yang sering disebut sukses pendidikan atau sukses pembelajaran. Di sekolah berasrama anak dituntut untuk dapat menjadi manusia yang berkontribusi besar bagi kemanusiaan. Keempat.

” jelas bapak tiga putri yang sering memandu acara Hikmah Fajar di salah satu televisi swasta saat ditemui Rahmawati dari Majalah GEMARI di ruang kerjanya. sedang yang modern digabungkan agama.manajemen yang baik adalah tidak isolatif. RW . Dengan adanya boarding school. keinginan orang tua mendapatkan sekolah berkualitas didukung tempat tinggal yang bagus bagi anak-anaknya dapat terpenuhi. yang populer sekarang ini orang mencoba mencari jalan tengah. “pesantren itu nyantri. Dan di beberapa sekolah boarding school dimanfaatkan untuk meningkatkan efektifitas dari visi sekolah itu sendiri. menciptakan hubungan yang baik antara guru dan murid. menyekolah anak di boarding school juga bisa meningkatkan persaudaraan yang kental di antara anak-anak. kualitas sekolah itu tetap jelek. tapi dia mempunyai interaksi dan networking (jaringan-jaringan) yang cukup ke mana-mana. “Kalau salah satu kriteria ini lemah. mau boarding ataupun non boarding. Tapi. Selain adanya pengawasan 24 jam.” ujarnya sambil menambahkan. “Visi ini yang membedakan boarding school dengan pesantren. Lab School IKIP Jakarta. umpama personalianya tidak jujur. Pesantren mau digabungkan dengan teknologi modern. Dari mulai ilmu pengetahuannya sampai sikapnya harus sikap santri.” paparnya. Ada pula boarding school yang punya visi seperti itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful