BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Semangkin meningkatnya kebutuhan terhdap bahan bakar yang alami, atau dengan kata lain tidak membahayakan, baik secara Global maupun secara Individu. Dengan melihat hal tersebut makabanyak pihak atau lembaga yang terus mencari bahan bakar Alternatif lain yang alami dalam hal ini Ethanol masih sangat mudah untuk di proses dalam sekala Industri maupun dalam sekala Rumahan. Ketergantungan terhadap bahan Bakar ini sangat lah berdampak terhadap kelangsungan hidup umat manusia. Manusia dalam memnuhi kebutuhan sehari-hari selalu mengunakan bahan bakar yang berasal dari Fosil atau Gas Ala mini berdampak sangat buruk bagi lingkungan, pencemaran selalu menjadi masalah yang tidak akan pernah berhenti mengahantui. Semakin banyak mengunakan semkain banyak pencemaran terjadi. Maka dengan makalah ini penulis inging sedikit mengurangi pengunaan bahan bakar yang berasal dari pertambangan. B. Sejarah destilasi Distilasi pertama kali ditemukan oleh kimiawan Yunani sekitar abad pertama masehi yang akhirnya perkembangannya dipicu terutama oleh tingginya permintaan akan spritus. Hypathia dari Alexandria dipercaya telah menemukan rangkaian alat untuk distilasi dan Zosimus dari Alexandria-lah yang telah berhasil menggambarkan secara akurat tentang proses distilasi pada sekitar abad ke-4 Bentuk modern distilasi pertama kali ditemukan oleh ahli-ahli kimiaIs lam pada masa kekhalifahan Abbasiah, terutama olehA l-Razi pada pemisahanalkohol menjadi senyawa yang relatif murni melalui alatalembik, bahkan desain ini menjadi semacam inspirasi yang memungkinkan rancangan distilasi skala mikro, The Hickman Stillhead dapat terwujud.

1

Prinsipnya berdasarkan pada Hukum Roult yaitu tekanan uap pada larutan ideal pada suhu tertentu sebanding dengan tekanan uap murni dikali dengan fraksi murni. Tujuan untuk mengetahui konsentrasi maksimun destilat yang dapat diperoleh. hala ini akan mempermudah Mahasiswa karena terus belajar dan berlatih dalam pembuatanpembuatan makalah. dengan membuat makalah ini itu juga berarti Mahasiswa berlatih dalam pembuatan Skripsi. menentukan HETP (height equivalent to a theoretical plate) pada refluks total. sebagai bahan tambahan yang bersifat jangka panjang. 2 . Sebagai ilmu pengetahuan dalam Destilasi Methanol dalam air.C. serta menentukan jumlah tahap minimum (Nmin) pada refluks total. HETP adalah panjang isian (panjang kolom) dibagi dengan jumlah kepingan teoritis. ditentukan untuk mengetahui efesiensi kolom destilasi. Dan Hukum Dalton yaitu tekanan ideal dalam suatu campuran gas sama dengan tekanan parsial masing-masing komponennya.

tapi biasanya pada suhu 80-81oC. Selanjutnya etanol yang sudah mencair ditampung di bak-bak penampungan. Jarum termometer akan bergerak naik. Kurang lebih 79oC. Di tabung ini suhu uap etanol diturunkan sampai di bawah titik didihnya. Dalam proses ini pengaturan suhu adalah bagian paling penting. Pada suhu ini air yg berada pada bentuk/fase cair akan berubah menjadi uap/fase gas. Etanol akan menguap dan uap etanol ditampung/disalurkan melalui tabung. sekitar 80oC. ini menunjukkan kalau kadar etanolnya mulai berkurang. Ada perbedaan suhu cukup besar dan ini dijadikan dasar untuk memisahkan etanol dari air. Pengertian Secara sederhana distilasi adalah proses pemisahan bahan cairan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Seperti halnya air. Jarum termometer akan tetap pada suhu ini sampai kadar etanolnya berkurang. Air akan terus berubah jadi uap dan lama kelamaan habis. etanol berubah dari cair menjadi uap. Jadi prinsip kerja distilasi etanol kurang lebih seperti ini. Kalau kita bisa mempertahankan suhu pada titik didih etanol. 3 . Etanol akan berubah lagi dari fase gas ke fase cair. kadar etanol yang diperoleh akan semakin tinggi. Etanol mendidih pada suhu 79oC. termometer akan bergerak ke suhu kesetimbangan air-etanol. Kalau kita perhatikan. Distilasi Etanol Dalam Air A. Pertama cairan fermentasi dipanaskan sampai suhu titik didih etanol. Distilasi etanol berarti memisahkan etanol dengan air. Air mendidih pada suhu 100oC.BAB II 1. Meskipun kita panaskan terus suhu tidak akan naik (asal tekanan sama).

Volatile Adalah cairan yang mudah menguap apa bila campuran air dengan Methanol dipanaskan akan lebih dulu menguap karena titik didihnya lebih rendah dari pada air. Hal memudahkan Proses destilasi karena perbedaan suhu yang sangat signifikan.Meskipun kita sudah mempertahankan suhu sebaik mungkin. Mendesain distilator merupakan tantangan tersendiri. Apalagi dalam skala yang besar. Cairan ini disebut juga destilat. Kalau operatornya belum berpengalaman bisa lebih rendah dari itu. Sisa air yang 5% bisa dihilangkan dengan proses dehidrasi. 1. 4 . pada prakteknya tidaklah mudah. Selain itu lebih efisien dalam penggunaan energi. Ini yang menyebabkan distilasi tidak bisa menghilangkan semua air. . Uap air akan delalu terbawa. Cairan-cairan yang tertinggal di dalam tabung mengandung konsentrasi air air yang lebih tinggi dan titik didih yang lebih rendah. Kadar maksimal yang bisa diperoleh sekitar 95%. Distilator yang baik adalah distilator yang bisa menghasilkan etanol dengan tingkat kemurnian tinggi. Saat ini banyak desain distilator di pasaran. Cairan ini disebut produk dasar. Sieve Tray Di dalam kolom destilasi di pasang beberapa baqi.Plat Baqi di lengkapi dengan sejumlah tabung uap. Sieve Tray adalah sebuah Plat Baqi yang dibor guna mengemboran ini adalah untuk membuat lubang-lubang dengan diameter 4-30 mm. Bagian-bagian caran yang lebih dulu menguap biasanya mengandung konsentrasi methanol yang lebih tinggi disebabkan suatu campuran yang mengandung methanol lebih tinggi dapat di peroleh dengan cara mendinginkan dan mengembunkan uap tersebut. Ini dikerjakan oleh tenaga yang sudah trampil. Meskipun tampaknya prinsip distilasi etanol tampak sederhana. ada sedikit air yang ikut menguap. 2.

Pada Sieve tray uap naik ke atas melalui lubang-lubang pada plate dan terdispersi dalam cairan sepanjang plate. Cairan mengalir turun ke plate di bawahnya melalui down comer dan weir. Lebar balok penyangga dan cincin sekitar 50 mm. Sieve tray merupakan jenis tray yang paling sederhana dibandingkan jenis tray yang lain dan lebih murah daripada jenis bubble cap. namun sieve tray mempunyai satu kekurangan yang cukup serius pada kecepatan uap yang relatif lebih rendah dibandingkan pada kondisi operasi normal. dengan jarak antar satu balok dengan yang lainnya sekitar 0. Cairan yang telah tumpah dari Wier ini akan menuju ke baqi di bawah. aliran uap berfungsi mencegah cairan mengalir bebas ke bawah melalui lubang-lubang. Balok penyangga dipasang horizontal sebagai penyangga plate. Pada salah satu sisi Plat Baqi ini di pasang Weir (Empang) yang di gunanya sebagai menampung cairan dengan jumlah yang cukup. 3.6 m. namun menurun jika kapasitasnya berkurang di bawah 60% dari desain. Sectional construction Seksi plate dipasang pada cincin yang dilas di sekeliling dinding kolom bagian dalam dan pada balok-balok penyangga.Efisiensi sieve tray sama besarnya dengan bubble cap pada kondisi desain yang sama. tiap plate di desain mempunyai kecepatan uap minimum yang mencegah terjadinya peristiwa dumps atau shower yaitu suatu peristiwa dimana cairan mengalir bebas mengalir ke bawah melalui lubang-lubang pada plate. Pada sieve tray. Meskipun sive tray mempunyai kapasitas yang lebih besar pada kondisi operasi yang sama dibandingkan dengan bubble cap.Alat ini sangat sering di gunakan karena dalam Aplikasinya sangat mudah dengan struktur yang sangat sederhana ini membuat Efisiensinya sangat maksimal sehingga produk yang dihasilkan akan sangat Maksimal. biasanya di bentuk dari lembaran yang dilipat atau dibentuk. Satu bagian dari plate di desain bisa di pindahkan yang 5 . Kecepatan uap minimum ini yang harus amat sangat diperhatikan dalam mendesain sieve tray dan menjadi kesulitan tersendiri dalam kondisi operasi sesungguhnya.

namun bisa juga agak miring untuk meningkatkan area plate untuk perforation.berfungsi sebagai manway. Weep point bisa diartikan sebagai kecepatan minimum uap yang dapat memberikan kestabilan kondisi operasi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah manway yang dapat mengurangi biaya konstruksi. Downcomer di desain untuk menyediakan kapasitas penanganan cairan yang cukup untuk kolom distilasi dan pada waktu yang sama untuk memenuhi luas minimum dari area cross-sectional. Flooding Flooding terjadi jika busa pada plate berakumulasi melebihi penyangga downcomer. Downcomers Downcomer terdapat pada semua equilibrium-stage trays. Weep Point. Apron biasanya vertikal. bertujuan sebagai media cairan untuk mengalir dari tray atas ke tray di bawahnya. Channel downcomer dibentuk dari plat rata yang kemudian disebut apron yang dipasang dengan posisi ke bawah dari outlet weir. sehingga area aktif dari pada tray akan maksimum. Biasanya sekitar 6 inci lebih pendek dari bubble cap tray. Jenis-jenis downcomer dapat dilihat pada gambar di bawah ini. kapasitasnya berkurang. 4. Downcomer kemudian mengandung campuran yang mempunyai densitas yang lebih rendah dari cairan murni.Merupakan jenis yang paling sederhana dan murah dalam konstruksi dan paling memuaskan untuk berbagai macam tujuan. level cairan meningkat pada downcomer sampai akhirnya mencapai tray di atasnya dan selanjutnya akan mencapai keadaan dimana cairan memenuhi kolom 6. 6 . Sieve tray beroperasi pada spacing sekitar 9 inci sampai 3 inci. 5. Tray spacing Tray spacing merupakan jarak antara satu tray dengan tray yang lainnya. 7. Yang biasa digunakan adalah sekitar 12-16 inci.

Diameter inci bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan termasuk yang melibatkan fouling dan cairan yang mengandung solid tanpa kehilangan efisiensi. Heavy Key Component adalah 7 .8. 10.Jika jarak antar lubang dua kali diameter maka cenderung akan mengalami unstable operation. Height of Liquid Over Outlet Weir. Perforated Area Perforated area atau hole area ialah area pada plate dimana masih terdapat lubanglubang tempat kontaknya cairan dan uap.8 do. yaitu Light Key Component (LK) dan Heavy Key Component (HK) komponen. Hole Size.5 do sampai 5 do. Diameter lubang direkomendasikan untuk self cleaning yaitu 3/16 inci. Yang biasa dipakai untuk kegiatan komersil yaitu diameter dan 1 inci. Calming Zone Ialah area pada plate yang tidak terdapat lubang-lubang. 12. Active Hole Area Ialah luasan total pada plate termasuk di dalamnya ialah perforated area dan calming zone. Diameter 1/8 inci sering digunakan untuk kondisi vakum Pengaturan posisi lubang atau arrangement bisa berupa triangular pitch (segitiga) atau square pitch (segiempat). how Batas minimum tinggi weir adalah 0. 11. lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini. arrangement and Spacing Diameter lubang dan pengaturannya bervariasi tergantung kebutuhan dan keinginan dari yang mendesain.5 inci. Jarak lubang yang direkomendasikan adalah 2. Light Key Component adalah komponen fraksi ringan pada produk bawah dalam jumlah kecil tapi tidak dapat diabaikan. Untuk menentukan jumlah tahap yang dibutuhkan pada distilasi multi komponene diperlukan dua kunci. Untuk lebih jelasnya biasa dilihat pada gambar di bawah ini. dengan 1-3 inci yang paling irekomendasikan. dan yang paling direkomendasikan 3. 9.

Untuk mendapatkan beberapa sistem nilai rasio optimum antara 1. digunakan pendekatan titik efisiensi akibat perpindahan massa tray Untuk menghitung efisiensi dari pemisahan umpan menjadi produk atas dan produk bawah digunakan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. namun karena kondisi dari beberapa lokasi pada tray berbeda antara tray sartu dengan yang lain. Menentukan a. R= Dengan menaikkan reflux akan menurunkan jumlah tahap yang dibutuhkan dan menurunkan capital cost tetapi hal ini akan menaikkan kebutuhan steam serta operating cost. 3.2 sampai 1. 13. Menentukan jumlah plate minimum dengan metode Fenske.komponen fraksi berat pada produk atas dalam jumlah kecil yang tidak dapat diabaikan. Untuk itu dibutuhkan pengukuran terhadap kesetimbangan seluruh uap dan cairan yang berasal dari tray. LK dan HK diperlukan untuk mengetahui distribusi komponen lain. Jumlah tahap yang diperlukan untuk pemisahan juga tergantung pada rasio refluks (perbandingan refluks) yang digunakan. Efisiensi Tray Efisiensi tray adalah pendekatan fraksional terhadap kondisi kesetimbangan yang dihasilkan oleh tray aktual. Menetukan jumlah refluk minimum dengan metode Underwood. Sehingga diperlukan nilai rasio optimum yang memberikan biaya operasi yang rendah. Bubble Cap Tray Alat ini biasanya terdapat dalam Sieve Tray 8 .5 kali refluks minimum. Grafik Gilliland a. jumlah plate teoritis dengan metode: 2.

Reboiler. Kolom Destilasi Adalah sebuah menara tinggi di mana di pasang sejumlah baqi dengan jarak 30-70 cm. Untuk campuran terner (3 komponen) ada 2 kemungkinan rangkaian. o menggunakan komponen2 kunci yang kemudahan menguapnya berdampingan. didalam kolom tersebut terjadi pemisahan antara detilasi dengan produk dasar karena perbedaan titik didih di antara komponen-komponen cairan tersebut. p Reboiler p Overhead Condenser p Reflak Drum Campuran umpan akan mengalir dan masuk ke dalam Baqi Umpan dan seterusnya mengalir ke bagian dasar menara. 2. 2. 1. Suatu unit destilasi pada dasarnya terdiri dari kolom (menara) yaitu : p Destilasi. Unit Destilasi. Pemanasan tersebut menghasilkan sejumlah uap yang cukup untuk memisahkan cairan karena adanya perbaedaan titik didih. Kolom sederhana : o memisahkan 1 umpan menjadi 2 produk. Untuk campuran biner hanya ada 1 kemungkinan rangkaian. 3. Reboiler ini juga di gunakan sebagai memanaskan cairan yang keluar dari dasar kolom dan menguapkannya. Merangkaikan distilasi yang menggunakan kolom-kolom sederhana.BAB III A. Suatu penukar panas vertikal jenis 9 . 1. o memiliki 1 pendidih-ulang dan 1 kondensor.

Semakin besar setpoint FC. Pada jenis kontrol ini. Pada konfigurasi ini. media pemanas juga digunakan untuk menghasilkan steam pada steam generator. Jumlah produk bawah yang dikeluarkan/dihasilkan dikontrol dengan menggunakan level control (LC). reboiler juga bisa dikontrol dengan menggunakan heat input control. Pada konfigurasi yang sudah dibahas diatas. jumlah vapor yang dihasilkan dikontrol dengan cara mengatur aliran panas ke reboiler. Selain menggunakan pemanas steam seperti beberapa konfigurasi diatas. dalam hal ini aliran steam/uap. Konfigurasi lainnya yang mirip dengan ini seperti pada gambar berikut. sehingga steam generator lebih stabil dibandingkan dengan konfigurasi sebelumnya (letak flow control sesudah tie). Pada konfigurasi terakhir ini. reboiler juga terkadang menggunakan pemanas yang berasal dari produk kolom distilasi (kolom utama seperti CDU atau FCCU). flow control ditempatkan sebelum tie. Konfigurasi kontrol reboiler yang menggunakan pemanas jenis ini diperlihatkan pada gambar berikut. Flow control (FC) yang terletak sesudah tie. Konfigurasi diatas digunakan pada kettle type reboiler. digunakan untuk menstabilkan steam yang dihasilkan pada steam generator. semakin banyak vapor yang dihasilkan. Sedangkan untuk reboiler tipe thermo-syphon atau forced-circulation. konfigurasi berikut bisa digunakan. Konfigurasi lainnya adalah aliran uap (steam flow) diatur oleh reboiler level control (LC). reboiler dikontrol dengan menggunakan flow control maupun temperature control. yang 10 .Dalam konfigurasi ini. selain digunakan untuk reboiler. Jumlah produk bawah (bottom product) yang diuapkan menjadi vapor ditentukan dari besarnya setpoint steam flow control (FC). sedangkan aliran produk dikontrol oleh flow controller (FC) seperti gambar berikut. Selain itu.

maka sistem kontrol yang digunakan adalah temperature control dengan konfigurasi seperti dijelaskan pada pembahasan mengenai sistem kontrol fire heater. Revlux Drum Sebagai pencampur dari reflux drum di kembalikan ke kolom destilasi (disebut reflux) . Jumlah panas tersebut dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut: Q = DeltaT x Cp x roh x F Q adalah panas yang diberikan. Konfigurasi heat input control pada reboiler dapat dilihat pada gambar berikut. Selain pemanas jenis heat exchanger (HE) seperti diatas. Cp adalah specific heat medium pemanas dan roh adalah density medium pemanas. Apabila menggunakan heater. biaanya air pendingin sering digunakan Fraksi over head mengembun didalam overhead conedensor untuk selanjutnya di tamping alam reflux drum. Sebagian dari produk overhead yang terkumpul di reflux drum di alirkan ketangki pruduk atau 11 . 4. Over Head Condenser Overhead condenser adalah alat penukar panas untuk mendinginkan dan mengembunkan uap yangkeluaar dari puncak kolom dan lebih banyak mengandung komponen bertitik didih rendah. harus ada cairan yang cukup dalam reflux drum itu. dan sisanya di kirim ke tangki produk. tidak jarang furnace/fire heater juga digunakan sebagai reboiler. Pompa yang digunakan untuk pengeembaliandisebut reflux pum (pompa efflux) Untuk menjamin kemantapan oprasi pompa .dikontrol adalah jumlah panas/heat yang diberikan ke sistem reboiler. 3. Untuk overhead condenser sering digunakan penukaran panas jenis rogga dan tabung (shell and tube) untuk medium pendingin dapat digunakan refrigerant atau air karena biaya lebuh murah . DeltaT adalah perbedaan temperature fluida pemanas yang masuk dan keluar reboiler.

Reflux akan mengakibatkan bertambahnya aliran cairan yang dibutuhkan intuk pemisahan di baki-baki. dan konsentrasi komponen bertitik didih tinggi akan berkurang. reflux ratio ini merupakan index index penting dalam perencanaan dan pengoprasian suatu kolom distilasi . ratio dari jumlah refluks dari jumlah distilat disebut reflux ratio. Reflux akan mengakibatkan bertambahnya aliran cairan yang dibutuhkan intuk pemisahan di baki-baki. reflux ratio ini merupakan index index penting dalam perencanaan dan pengoprasian suatu kolom distilasi . efisiensi pemisahan akakn meningkat. Kosentrasi komponen bertitik dididh rendah dalam 12 .keperoses selanjutnya sebagai distilat. b.jumlah reflux merupakan variabel oprai yang penting dalam kolom destilasi . dengan menambahkan reflux raio . dengan menambahkan reflux raio . ratio dari jumlah refluks dari jumlah distilat disebut reflux ratio. Reflux dan reflux ratio Bagan dari produk puncak yang di kemaliakan ke kolom dstilat disbut refluks. Reflux akan meningkatkan kemurnian produk puncak. Reflux akan meningkatkan kemurnian produk puncak. Reflux dan reflux ratio Bagan dari produk puncak yang di kemaliakan ke kolom dstilat disbut refluks. a. Pada waktu bersamaan komponen bertitik didih rendah di dalam produk dasar akan turun dankonsentrasi komponen bertitik didih tinggi dalam produk dasar akan naik jadi dengan menambahkan reflux ratio dpat diperoleh produk daar den distilat dengan kemurnian lebih tinggi. Kosentrasi komponen bertitik dididh rendah dalam distilah akan bertambah. sedangkan sebagiab lagi dikembalikan kepuncak menara.jumlah reflux merupakan variabel oprai yang penting dalam kolom destilasi . efisiensi pemisahan akakn meningkat.

Masukan dari MD biasanya berupa cair jenuh (cairan yang dengan berkurang tekanan sedikit saja sudah akan terbentuk uap) dan memiliki dua arus keluaran. MD ini terdiri dari banyak plate yang memungkinkan kesetimbangan terbagi-bagi dalam setiap platenya. Menara Distilasi tipe Stagewise. dan konsentrasi komponen bertitik didih tinggi akan berkurang. Distilasi Skala Industri Umumnya proses distilasi dalam skala industri dilakukan dalam menara. yang terdiri dari packing dan kesetimbangan cair-gasnya terjadi di sepanjang kolom menara 13 . MD terbagi dalam 2 jenis kategori besar: 1. arus yang diatas adalah arus yang lebih volatil (lebih ringan/mudah menguap) dan arus bawah yang terdiri dari komponen berat. Pada waktu bersamaan komponen bertitik didih rendah di dalam produk dasar akan turun dankonsentrasi komponen bertitik didih tinggi dalam produk dasar akan naik jadi dengan menambahkan reflux ratio dpat diperoleh produk daar den distilat dengan kemurnian lebih tinggi. B. MD biasanya berukuran 2-5 meter dalam diameter dan tinggi berkisar antara 6-15 meter. dan 2. oleh karena itu unit proses dari distilasi ini sering disebut sebagai menara distilasi (MD).distilah akan bertambah. Menara Distilasi tipe Continous.

5 kg/jam = 52. Methanol dari puncakT-1 ada didalam keadaan uap. sebagiannya dikembalikan sebagai reflux ke nozzle samping di puncak T-1 dan yang selebihnya dialirkan ke TK-1 sebagai produk puncak dengan pompa D-2.3 kg/jam Output = 5.5 kg/jam = 94. T-1.3 kg/jam Untuk air. Karena itu methanol yang masuk TK-1 dan air yang masuk TK-2 dikirim kembali dengan P-4 dan P-5 untuk digunakan lagi sebagai bahan baku. Air yang keluar di dasar T-2 dipompakan oleh P-1 ke E-4. Input = arus (1) + arus (3) Output = arus (2) + arus (5) Untuk methanol. Input = 5.BAB IV GARIS-GARIS BESAR PROSES Proses ini adalah memasukkan campuran methanol dan air kedalam menara distilasi (T-1) dan memisahkannya kembali menjadi methanol dan air. misalnya.0 kg/jam + 44.3 kg/jam = 94.5 kg/jam Output = 5. dimana air itu didinginkan dan kemudian dialirkan ke TK-2 sebagai produk dasar . Penjelasan diatas dapat diringkaskan dalam lembar lembar aliran proses berikut. melainkan untuk latihan yang memungkinkan para peserta atau siswa belajar teknik mengoperasikan unit distilasi. Pada menara distilasi. Pabrik ini tidak ditunjukan untuk membuat methanol murni sebagai produk.0 kg/jam + 2.5 kg/jam 14 .5 kg/jam = 52. bahan ini dipompakan P-3 dan sesudah dipanaskan di E-3. Dari puncak T-1 dikeluarkan methanol dan air dari dasar T-1 dikeluarkan air. embunan methanol ditampung di D-1.0 kg/jam + 0. Bahan baku ada didalam D-2. Input = 50. didinginkan dan mengembun di E-2. dialirkan masuk kedalam T-1 didalam T-1 bahan baku yang terdiri dari campuran methanol dan air dipisahkan menjadi methanol dan air.0 kg/jam + 47.

2 3 1 T-1 5 15 .

tetapi juga terhadap rangkaian lain. Konsentrasi methanol dalam produk dasar = 0. disini ² arus (1). 16 .5) = 1% Flooding Suatu kondisi up normal yang disebut flooting dapat terjadi apabila jumlah cairan yang turun dan uap yang naik terlalu besar. . Contohnya. Yaitu. seperti bagian atau keseluruhan pabrik. Dari lembar neraca bahan dapat juga diperoleh konsentrasi masing-masing arus. Penyebab utamanya ialah naiknya uap yang berlebihan. Hal ini pemisahan jadi mustahil karena cairan pada baki lebih rendah akan bercampur dengan cairan baki disebelah atas. Weeping Yaitu sebaliknya.5+47.5/(0. konsentrasi methanol dalam umpan ke T-1.8 = 95%. bila uap yang naik terlalu sedikit akan terjadi weeping. Hal ini tidak saja berlaku bagi peralatan. Flooding dapat diketahui dengan mudah sebab perbedaan temperatur antara bagian puncak dan bagian dasar kolom distilasi akan naik secara up normal. Dalam hal ini kemampuan pemisahan dari baki yang akan menurun secara tajam untuk mencegah terjadinya weeping. suatu kondisi dimana cairan disuatu baki melalui lubang dibaki dan menetes di baki dibawahnya. sehingga: Konsentrasi methanol =  X 100 % = 50 berat konsentrasi methanol dalam produk puncak = 93.Hubungan input = output berlaku untuk laju arus setiap komponen maupun seluruh komponen.8/98. Untuk mencegah terjadinya flooding kecepatan naiknya uap dalam kolom distilasi dimana gelembung cairan pada baki lebih rendah kontak dengan baki diatasnya.laju arus methanol = 50 kg/jam dan laju arus air = 50 kg/jam. Untuk mencegah terjadinya weeping perlu dijaga agar pembentukan uap yang akan melewati bagi-bagi tersebut cukup uapnya.

Dasar pemisahan suatu campuran dengan destilasi adalah adanya perbedaan titik didih dua cairan atau lebih yang jika campuran tersebut dipanaskan. Destilasi terfraksi dugunakan untuk larutan yang mempunyai perbedaan titik didih yang tidak terlalu jauh yaitu sekitar 30oC atau lebih. * * Melakukan Studi Tour ke pabrik pengolahan Methanol Dalam Air Melakukan kerja Kelompok dalam membuat makalah. kita dapat menguapkan dan kemudian mengembunkan komponen-komponen secara bertahap. Kesimpulan Destilasi merupakan suatu teknik pemisahan larutan yang berdasarkan pada perbedaan titik didihnya. Saran.BAB IV PENUTUP A. * Hendaklah Mahasiswa melakukan Praktek agar lebih mudah mengerti tentang proses destilasi ini. Dengan mengatur suhu secara cermat. maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu. 17 . B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.