P. 1
DESTILASI METHANOL DALAM AIR

DESTILASI METHANOL DALAM AIR

|Views: 1,360|Likes:
Published by arie_chan_1
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Semangkin meningkatnya kebutuhan terhdap bahan bakar yang alami, atau dengan kata lain tidak membahayakan, baik secara Global maupun secara Individu. Dengan melihat hal tersebut makabanyak pihak atau lembaga yang terus mencari bahan bakar Alternatif lain yang alami dalam hal ini Ethanol masih sangat mudah untuk di proses dalam sekala Industri maupun dalam sekala Rumahan. Ketergantungan terhadap bahan Bakar ini sangat lah berdampak terhadap kelangsungan hidup u
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Semangkin meningkatnya kebutuhan terhdap bahan bakar yang alami, atau dengan kata lain tidak membahayakan, baik secara Global maupun secara Individu. Dengan melihat hal tersebut makabanyak pihak atau lembaga yang terus mencari bahan bakar Alternatif lain yang alami dalam hal ini Ethanol masih sangat mudah untuk di proses dalam sekala Industri maupun dalam sekala Rumahan. Ketergantungan terhadap bahan Bakar ini sangat lah berdampak terhadap kelangsungan hidup u

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: arie_chan_1 on May 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Semangkin meningkatnya kebutuhan terhdap bahan bakar yang alami, atau dengan kata lain tidak membahayakan, baik secara Global maupun secara Individu. Dengan melihat hal tersebut makabanyak pihak atau lembaga yang terus mencari bahan bakar Alternatif lain yang alami dalam hal ini Ethanol masih sangat mudah untuk di proses dalam sekala Industri maupun dalam sekala Rumahan. Ketergantungan terhadap bahan Bakar ini sangat lah berdampak terhadap kelangsungan hidup umat manusia. Manusia dalam memnuhi kebutuhan sehari-hari selalu mengunakan bahan bakar yang berasal dari Fosil atau Gas Ala mini berdampak sangat buruk bagi lingkungan, pencemaran selalu menjadi masalah yang tidak akan pernah berhenti mengahantui. Semakin banyak mengunakan semkain banyak pencemaran terjadi. Maka dengan makalah ini penulis inging sedikit mengurangi pengunaan bahan bakar yang berasal dari pertambangan. B. Sejarah destilasi Distilasi pertama kali ditemukan oleh kimiawan Yunani sekitar abad pertama masehi yang akhirnya perkembangannya dipicu terutama oleh tingginya permintaan akan spritus. Hypathia dari Alexandria dipercaya telah menemukan rangkaian alat untuk distilasi dan Zosimus dari Alexandria-lah yang telah berhasil menggambarkan secara akurat tentang proses distilasi pada sekitar abad ke-4 Bentuk modern distilasi pertama kali ditemukan oleh ahli-ahli kimiaIs lam pada masa kekhalifahan Abbasiah, terutama olehA l-Razi pada pemisahanalkohol menjadi senyawa yang relatif murni melalui alatalembik, bahkan desain ini menjadi semacam inspirasi yang memungkinkan rancangan distilasi skala mikro, The Hickman Stillhead dapat terwujud.

1

Sebagai ilmu pengetahuan dalam Destilasi Methanol dalam air.C. Dan Hukum Dalton yaitu tekanan ideal dalam suatu campuran gas sama dengan tekanan parsial masing-masing komponennya. hala ini akan mempermudah Mahasiswa karena terus belajar dan berlatih dalam pembuatanpembuatan makalah. menentukan HETP (height equivalent to a theoretical plate) pada refluks total. serta menentukan jumlah tahap minimum (Nmin) pada refluks total. 2 . Tujuan untuk mengetahui konsentrasi maksimun destilat yang dapat diperoleh. Prinsipnya berdasarkan pada Hukum Roult yaitu tekanan uap pada larutan ideal pada suhu tertentu sebanding dengan tekanan uap murni dikali dengan fraksi murni. HETP adalah panjang isian (panjang kolom) dibagi dengan jumlah kepingan teoritis. ditentukan untuk mengetahui efesiensi kolom destilasi. dengan membuat makalah ini itu juga berarti Mahasiswa berlatih dalam pembuatan Skripsi. sebagai bahan tambahan yang bersifat jangka panjang.

Kalau kita bisa mempertahankan suhu pada titik didih etanol. etanol berubah dari cair menjadi uap. Pertama cairan fermentasi dipanaskan sampai suhu titik didih etanol. termometer akan bergerak ke suhu kesetimbangan air-etanol. kadar etanol yang diperoleh akan semakin tinggi. ini menunjukkan kalau kadar etanolnya mulai berkurang. Dalam proses ini pengaturan suhu adalah bagian paling penting. tapi biasanya pada suhu 80-81oC. Kalau kita perhatikan. Kurang lebih 79oC. Seperti halnya air. Meskipun kita panaskan terus suhu tidak akan naik (asal tekanan sama). Air mendidih pada suhu 100oC. Pada suhu ini air yg berada pada bentuk/fase cair akan berubah menjadi uap/fase gas. Ada perbedaan suhu cukup besar dan ini dijadikan dasar untuk memisahkan etanol dari air. Jadi prinsip kerja distilasi etanol kurang lebih seperti ini. Pengertian Secara sederhana distilasi adalah proses pemisahan bahan cairan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Etanol akan menguap dan uap etanol ditampung/disalurkan melalui tabung. Etanol mendidih pada suhu 79oC. Air akan terus berubah jadi uap dan lama kelamaan habis. Etanol akan berubah lagi dari fase gas ke fase cair. Jarum termometer akan bergerak naik. 3 . sekitar 80oC. Distilasi Etanol Dalam Air A. Selanjutnya etanol yang sudah mencair ditampung di bak-bak penampungan. Di tabung ini suhu uap etanol diturunkan sampai di bawah titik didihnya. Distilasi etanol berarti memisahkan etanol dengan air.BAB II 1. Jarum termometer akan tetap pada suhu ini sampai kadar etanolnya berkurang.

Cairan ini disebut produk dasar. Cairan-cairan yang tertinggal di dalam tabung mengandung konsentrasi air air yang lebih tinggi dan titik didih yang lebih rendah. Selain itu lebih efisien dalam penggunaan energi. Volatile Adalah cairan yang mudah menguap apa bila campuran air dengan Methanol dipanaskan akan lebih dulu menguap karena titik didihnya lebih rendah dari pada air. Sieve Tray adalah sebuah Plat Baqi yang dibor guna mengemboran ini adalah untuk membuat lubang-lubang dengan diameter 4-30 mm. Sisa air yang 5% bisa dihilangkan dengan proses dehidrasi. Ini dikerjakan oleh tenaga yang sudah trampil.Plat Baqi di lengkapi dengan sejumlah tabung uap. Bagian-bagian caran yang lebih dulu menguap biasanya mengandung konsentrasi methanol yang lebih tinggi disebabkan suatu campuran yang mengandung methanol lebih tinggi dapat di peroleh dengan cara mendinginkan dan mengembunkan uap tersebut. 4 . Hal memudahkan Proses destilasi karena perbedaan suhu yang sangat signifikan. 1. Cairan ini disebut juga destilat. Saat ini banyak desain distilator di pasaran. . pada prakteknya tidaklah mudah. Sieve Tray Di dalam kolom destilasi di pasang beberapa baqi. Uap air akan delalu terbawa. Ini yang menyebabkan distilasi tidak bisa menghilangkan semua air. Mendesain distilator merupakan tantangan tersendiri. Apalagi dalam skala yang besar. Kadar maksimal yang bisa diperoleh sekitar 95%. Distilator yang baik adalah distilator yang bisa menghasilkan etanol dengan tingkat kemurnian tinggi. ada sedikit air yang ikut menguap. Meskipun tampaknya prinsip distilasi etanol tampak sederhana. Kalau operatornya belum berpengalaman bisa lebih rendah dari itu. 2.Meskipun kita sudah mempertahankan suhu sebaik mungkin.

dengan jarak antar satu balok dengan yang lainnya sekitar 0. Lebar balok penyangga dan cincin sekitar 50 mm. Sieve tray merupakan jenis tray yang paling sederhana dibandingkan jenis tray yang lain dan lebih murah daripada jenis bubble cap. Satu bagian dari plate di desain bisa di pindahkan yang 5 . Sectional construction Seksi plate dipasang pada cincin yang dilas di sekeliling dinding kolom bagian dalam dan pada balok-balok penyangga.Alat ini sangat sering di gunakan karena dalam Aplikasinya sangat mudah dengan struktur yang sangat sederhana ini membuat Efisiensinya sangat maksimal sehingga produk yang dihasilkan akan sangat Maksimal. 3. namun sieve tray mempunyai satu kekurangan yang cukup serius pada kecepatan uap yang relatif lebih rendah dibandingkan pada kondisi operasi normal. Pada Sieve tray uap naik ke atas melalui lubang-lubang pada plate dan terdispersi dalam cairan sepanjang plate. Balok penyangga dipasang horizontal sebagai penyangga plate. Kecepatan uap minimum ini yang harus amat sangat diperhatikan dalam mendesain sieve tray dan menjadi kesulitan tersendiri dalam kondisi operasi sesungguhnya. tiap plate di desain mempunyai kecepatan uap minimum yang mencegah terjadinya peristiwa dumps atau shower yaitu suatu peristiwa dimana cairan mengalir bebas mengalir ke bawah melalui lubang-lubang pada plate. Meskipun sive tray mempunyai kapasitas yang lebih besar pada kondisi operasi yang sama dibandingkan dengan bubble cap. Cairan mengalir turun ke plate di bawahnya melalui down comer dan weir. biasanya di bentuk dari lembaran yang dilipat atau dibentuk.Efisiensi sieve tray sama besarnya dengan bubble cap pada kondisi desain yang sama. Cairan yang telah tumpah dari Wier ini akan menuju ke baqi di bawah. Pada sieve tray. aliran uap berfungsi mencegah cairan mengalir bebas ke bawah melalui lubang-lubang. Pada salah satu sisi Plat Baqi ini di pasang Weir (Empang) yang di gunanya sebagai menampung cairan dengan jumlah yang cukup. namun menurun jika kapasitasnya berkurang di bawah 60% dari desain.6 m.

Apron biasanya vertikal. Sieve tray beroperasi pada spacing sekitar 9 inci sampai 3 inci. Channel downcomer dibentuk dari plat rata yang kemudian disebut apron yang dipasang dengan posisi ke bawah dari outlet weir. Yang biasa digunakan adalah sekitar 12-16 inci. Downcomer kemudian mengandung campuran yang mempunyai densitas yang lebih rendah dari cairan murni. level cairan meningkat pada downcomer sampai akhirnya mencapai tray di atasnya dan selanjutnya akan mencapai keadaan dimana cairan memenuhi kolom 6. kapasitasnya berkurang.Merupakan jenis yang paling sederhana dan murah dalam konstruksi dan paling memuaskan untuk berbagai macam tujuan. Jenis-jenis downcomer dapat dilihat pada gambar di bawah ini.berfungsi sebagai manway. Biasanya sekitar 6 inci lebih pendek dari bubble cap tray. Weep Point. Weep point bisa diartikan sebagai kecepatan minimum uap yang dapat memberikan kestabilan kondisi operasi. sehingga area aktif dari pada tray akan maksimum. namun bisa juga agak miring untuk meningkatkan area plate untuk perforation. Hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah manway yang dapat mengurangi biaya konstruksi. bertujuan sebagai media cairan untuk mengalir dari tray atas ke tray di bawahnya. Downcomers Downcomer terdapat pada semua equilibrium-stage trays. 6 . Flooding Flooding terjadi jika busa pada plate berakumulasi melebihi penyangga downcomer. 4. 5. Downcomer di desain untuk menyediakan kapasitas penanganan cairan yang cukup untuk kolom distilasi dan pada waktu yang sama untuk memenuhi luas minimum dari area cross-sectional. Tray spacing Tray spacing merupakan jarak antara satu tray dengan tray yang lainnya. 7.

Light Key Component adalah komponen fraksi ringan pada produk bawah dalam jumlah kecil tapi tidak dapat diabaikan. Diameter lubang direkomendasikan untuk self cleaning yaitu 3/16 inci. Untuk lebih jelasnya biasa dilihat pada gambar di bawah ini. dengan 1-3 inci yang paling irekomendasikan. arrangement and Spacing Diameter lubang dan pengaturannya bervariasi tergantung kebutuhan dan keinginan dari yang mendesain.8 do.5 do sampai 5 do. Perforated Area Perforated area atau hole area ialah area pada plate dimana masih terdapat lubanglubang tempat kontaknya cairan dan uap. Diameter 1/8 inci sering digunakan untuk kondisi vakum Pengaturan posisi lubang atau arrangement bisa berupa triangular pitch (segitiga) atau square pitch (segiempat). 11. Untuk menentukan jumlah tahap yang dibutuhkan pada distilasi multi komponene diperlukan dua kunci. Active Hole Area Ialah luasan total pada plate termasuk di dalamnya ialah perforated area dan calming zone. Hole Size. how Batas minimum tinggi weir adalah 0. yaitu Light Key Component (LK) dan Heavy Key Component (HK) komponen. Diameter inci bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan termasuk yang melibatkan fouling dan cairan yang mengandung solid tanpa kehilangan efisiensi. lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini. 10. Height of Liquid Over Outlet Weir. Calming Zone Ialah area pada plate yang tidak terdapat lubang-lubang. 9. Jarak lubang yang direkomendasikan adalah 2. Heavy Key Component adalah 7 .Jika jarak antar lubang dua kali diameter maka cenderung akan mengalami unstable operation.8.5 inci. Yang biasa dipakai untuk kegiatan komersil yaitu diameter dan 1 inci. 12. dan yang paling direkomendasikan 3.

13. Untuk mendapatkan beberapa sistem nilai rasio optimum antara 1. R= Dengan menaikkan reflux akan menurunkan jumlah tahap yang dibutuhkan dan menurunkan capital cost tetapi hal ini akan menaikkan kebutuhan steam serta operating cost. Untuk itu dibutuhkan pengukuran terhadap kesetimbangan seluruh uap dan cairan yang berasal dari tray. Efisiensi Tray Efisiensi tray adalah pendekatan fraksional terhadap kondisi kesetimbangan yang dihasilkan oleh tray aktual. 3.2 sampai 1.5 kali refluks minimum.komponen fraksi berat pada produk atas dalam jumlah kecil yang tidak dapat diabaikan. Menentukan jumlah plate minimum dengan metode Fenske. jumlah plate teoritis dengan metode: 2. Menetukan jumlah refluk minimum dengan metode Underwood. Bubble Cap Tray Alat ini biasanya terdapat dalam Sieve Tray 8 . Jumlah tahap yang diperlukan untuk pemisahan juga tergantung pada rasio refluks (perbandingan refluks) yang digunakan. LK dan HK diperlukan untuk mengetahui distribusi komponen lain. Grafik Gilliland a. Sehingga diperlukan nilai rasio optimum yang memberikan biaya operasi yang rendah. namun karena kondisi dari beberapa lokasi pada tray berbeda antara tray sartu dengan yang lain. digunakan pendekatan titik efisiensi akibat perpindahan massa tray Untuk menghitung efisiensi dari pemisahan umpan menjadi produk atas dan produk bawah digunakan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Menentukan a.

o memiliki 1 pendidih-ulang dan 1 kondensor. Merangkaikan distilasi yang menggunakan kolom-kolom sederhana. Kolom Destilasi Adalah sebuah menara tinggi di mana di pasang sejumlah baqi dengan jarak 30-70 cm. 2. 3.BAB III A. Kolom sederhana : o memisahkan 1 umpan menjadi 2 produk. Pemanasan tersebut menghasilkan sejumlah uap yang cukup untuk memisahkan cairan karena adanya perbaedaan titik didih. didalam kolom tersebut terjadi pemisahan antara detilasi dengan produk dasar karena perbedaan titik didih di antara komponen-komponen cairan tersebut. Reboiler. Reboiler ini juga di gunakan sebagai memanaskan cairan yang keluar dari dasar kolom dan menguapkannya. Unit Destilasi. p Reboiler p Overhead Condenser p Reflak Drum Campuran umpan akan mengalir dan masuk ke dalam Baqi Umpan dan seterusnya mengalir ke bagian dasar menara. 2. 1. Untuk campuran biner hanya ada 1 kemungkinan rangkaian. Suatu unit destilasi pada dasarnya terdiri dari kolom (menara) yaitu : p Destilasi. Suatu penukar panas vertikal jenis 9 . Untuk campuran terner (3 komponen) ada 2 kemungkinan rangkaian. o menggunakan komponen2 kunci yang kemudahan menguapnya berdampingan. 1.

semakin banyak vapor yang dihasilkan. flow control ditempatkan sebelum tie. reboiler juga terkadang menggunakan pemanas yang berasal dari produk kolom distilasi (kolom utama seperti CDU atau FCCU). jumlah vapor yang dihasilkan dikontrol dengan cara mengatur aliran panas ke reboiler. Selain itu. sedangkan aliran produk dikontrol oleh flow controller (FC) seperti gambar berikut. Konfigurasi lainnya yang mirip dengan ini seperti pada gambar berikut. selain digunakan untuk reboiler. Pada jenis kontrol ini. Sedangkan untuk reboiler tipe thermo-syphon atau forced-circulation. Konfigurasi kontrol reboiler yang menggunakan pemanas jenis ini diperlihatkan pada gambar berikut. reboiler juga bisa dikontrol dengan menggunakan heat input control. sehingga steam generator lebih stabil dibandingkan dengan konfigurasi sebelumnya (letak flow control sesudah tie). konfigurasi berikut bisa digunakan. Jumlah produk bawah yang dikeluarkan/dihasilkan dikontrol dengan menggunakan level control (LC). Semakin besar setpoint FC. reboiler dikontrol dengan menggunakan flow control maupun temperature control. Konfigurasi diatas digunakan pada kettle type reboiler. digunakan untuk menstabilkan steam yang dihasilkan pada steam generator. Pada konfigurasi yang sudah dibahas diatas. yang 10 . Konfigurasi lainnya adalah aliran uap (steam flow) diatur oleh reboiler level control (LC).Dalam konfigurasi ini. Jumlah produk bawah (bottom product) yang diuapkan menjadi vapor ditentukan dari besarnya setpoint steam flow control (FC). Pada konfigurasi ini. media pemanas juga digunakan untuk menghasilkan steam pada steam generator. Flow control (FC) yang terletak sesudah tie. dalam hal ini aliran steam/uap. Selain menggunakan pemanas steam seperti beberapa konfigurasi diatas. Pada konfigurasi terakhir ini.

Apabila menggunakan heater.dikontrol adalah jumlah panas/heat yang diberikan ke sistem reboiler. 4. dan sisanya di kirim ke tangki produk. tidak jarang furnace/fire heater juga digunakan sebagai reboiler. Revlux Drum Sebagai pencampur dari reflux drum di kembalikan ke kolom destilasi (disebut reflux) . Over Head Condenser Overhead condenser adalah alat penukar panas untuk mendinginkan dan mengembunkan uap yangkeluaar dari puncak kolom dan lebih banyak mengandung komponen bertitik didih rendah. harus ada cairan yang cukup dalam reflux drum itu. Jumlah panas tersebut dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut: Q = DeltaT x Cp x roh x F Q adalah panas yang diberikan. Konfigurasi heat input control pada reboiler dapat dilihat pada gambar berikut. biaanya air pendingin sering digunakan Fraksi over head mengembun didalam overhead conedensor untuk selanjutnya di tamping alam reflux drum. Cp adalah specific heat medium pemanas dan roh adalah density medium pemanas. maka sistem kontrol yang digunakan adalah temperature control dengan konfigurasi seperti dijelaskan pada pembahasan mengenai sistem kontrol fire heater. Untuk overhead condenser sering digunakan penukaran panas jenis rogga dan tabung (shell and tube) untuk medium pendingin dapat digunakan refrigerant atau air karena biaya lebuh murah . DeltaT adalah perbedaan temperature fluida pemanas yang masuk dan keluar reboiler. Sebagian dari produk overhead yang terkumpul di reflux drum di alirkan ketangki pruduk atau 11 . Selain pemanas jenis heat exchanger (HE) seperti diatas. Pompa yang digunakan untuk pengeembaliandisebut reflux pum (pompa efflux) Untuk menjamin kemantapan oprasi pompa . 3.

dengan menambahkan reflux raio . Reflux akan meningkatkan kemurnian produk puncak. Reflux dan reflux ratio Bagan dari produk puncak yang di kemaliakan ke kolom dstilat disbut refluks. b.jumlah reflux merupakan variabel oprai yang penting dalam kolom destilasi . ratio dari jumlah refluks dari jumlah distilat disebut reflux ratio.keperoses selanjutnya sebagai distilat. Kosentrasi komponen bertitik dididh rendah dalam distilah akan bertambah. Reflux dan reflux ratio Bagan dari produk puncak yang di kemaliakan ke kolom dstilat disbut refluks. Pada waktu bersamaan komponen bertitik didih rendah di dalam produk dasar akan turun dankonsentrasi komponen bertitik didih tinggi dalam produk dasar akan naik jadi dengan menambahkan reflux ratio dpat diperoleh produk daar den distilat dengan kemurnian lebih tinggi. a. Reflux akan mengakibatkan bertambahnya aliran cairan yang dibutuhkan intuk pemisahan di baki-baki. ratio dari jumlah refluks dari jumlah distilat disebut reflux ratio. dengan menambahkan reflux raio . Reflux akan mengakibatkan bertambahnya aliran cairan yang dibutuhkan intuk pemisahan di baki-baki. dan konsentrasi komponen bertitik didih tinggi akan berkurang. efisiensi pemisahan akakn meningkat. Kosentrasi komponen bertitik dididh rendah dalam 12 .jumlah reflux merupakan variabel oprai yang penting dalam kolom destilasi . sedangkan sebagiab lagi dikembalikan kepuncak menara. efisiensi pemisahan akakn meningkat. reflux ratio ini merupakan index index penting dalam perencanaan dan pengoprasian suatu kolom distilasi . Reflux akan meningkatkan kemurnian produk puncak. reflux ratio ini merupakan index index penting dalam perencanaan dan pengoprasian suatu kolom distilasi .

oleh karena itu unit proses dari distilasi ini sering disebut sebagai menara distilasi (MD). Masukan dari MD biasanya berupa cair jenuh (cairan yang dengan berkurang tekanan sedikit saja sudah akan terbentuk uap) dan memiliki dua arus keluaran. Menara Distilasi tipe Continous. Distilasi Skala Industri Umumnya proses distilasi dalam skala industri dilakukan dalam menara. Menara Distilasi tipe Stagewise. dan 2. dan konsentrasi komponen bertitik didih tinggi akan berkurang. yang terdiri dari packing dan kesetimbangan cair-gasnya terjadi di sepanjang kolom menara 13 . MD terbagi dalam 2 jenis kategori besar: 1. MD ini terdiri dari banyak plate yang memungkinkan kesetimbangan terbagi-bagi dalam setiap platenya. MD biasanya berukuran 2-5 meter dalam diameter dan tinggi berkisar antara 6-15 meter.distilah akan bertambah. B. Pada waktu bersamaan komponen bertitik didih rendah di dalam produk dasar akan turun dankonsentrasi komponen bertitik didih tinggi dalam produk dasar akan naik jadi dengan menambahkan reflux ratio dpat diperoleh produk daar den distilat dengan kemurnian lebih tinggi. arus yang diatas adalah arus yang lebih volatil (lebih ringan/mudah menguap) dan arus bawah yang terdiri dari komponen berat.

5 kg/jam = 52. dialirkan masuk kedalam T-1 didalam T-1 bahan baku yang terdiri dari campuran methanol dan air dipisahkan menjadi methanol dan air.3 kg/jam Output = 5.5 kg/jam Output = 5. didinginkan dan mengembun di E-2.5 kg/jam = 52. Dari puncak T-1 dikeluarkan methanol dan air dari dasar T-1 dikeluarkan air. Air yang keluar di dasar T-2 dipompakan oleh P-1 ke E-4. Pada menara distilasi. Bahan baku ada didalam D-2.BAB IV GARIS-GARIS BESAR PROSES Proses ini adalah memasukkan campuran methanol dan air kedalam menara distilasi (T-1) dan memisahkannya kembali menjadi methanol dan air.5 kg/jam 14 .0 kg/jam + 2. Penjelasan diatas dapat diringkaskan dalam lembar lembar aliran proses berikut.0 kg/jam + 44. sebagiannya dikembalikan sebagai reflux ke nozzle samping di puncak T-1 dan yang selebihnya dialirkan ke TK-1 sebagai produk puncak dengan pompa D-2. T-1.0 kg/jam + 47. misalnya. melainkan untuk latihan yang memungkinkan para peserta atau siswa belajar teknik mengoperasikan unit distilasi.3 kg/jam = 94. Input = 50. Input = arus (1) + arus (3) Output = arus (2) + arus (5) Untuk methanol. dimana air itu didinginkan dan kemudian dialirkan ke TK-2 sebagai produk dasar . Karena itu methanol yang masuk TK-1 dan air yang masuk TK-2 dikirim kembali dengan P-4 dan P-5 untuk digunakan lagi sebagai bahan baku. Input = 5.0 kg/jam + 0.3 kg/jam Untuk air. embunan methanol ditampung di D-1.5 kg/jam = 94. Pabrik ini tidak ditunjukan untuk membuat methanol murni sebagai produk. Methanol dari puncakT-1 ada didalam keadaan uap. bahan ini dipompakan P-3 dan sesudah dipanaskan di E-3.

2 3 1 T-1 5 15 .

Dalam hal ini kemampuan pemisahan dari baki yang akan menurun secara tajam untuk mencegah terjadinya weeping. Penyebab utamanya ialah naiknya uap yang berlebihan. Untuk mencegah terjadinya weeping perlu dijaga agar pembentukan uap yang akan melewati bagi-bagi tersebut cukup uapnya. Hal ini pemisahan jadi mustahil karena cairan pada baki lebih rendah akan bercampur dengan cairan baki disebelah atas. sehingga: Konsentrasi methanol =  X 100 % = 50 berat konsentrasi methanol dalam produk puncak = 93. suatu kondisi dimana cairan disuatu baki melalui lubang dibaki dan menetes di baki dibawahnya. . disini ² arus (1). konsentrasi methanol dalam umpan ke T-1. Contohnya. Dari lembar neraca bahan dapat juga diperoleh konsentrasi masing-masing arus. Flooding dapat diketahui dengan mudah sebab perbedaan temperatur antara bagian puncak dan bagian dasar kolom distilasi akan naik secara up normal.5) = 1% Flooding Suatu kondisi up normal yang disebut flooting dapat terjadi apabila jumlah cairan yang turun dan uap yang naik terlalu besar.5/(0. Untuk mencegah terjadinya flooding kecepatan naiknya uap dalam kolom distilasi dimana gelembung cairan pada baki lebih rendah kontak dengan baki diatasnya. Hal ini tidak saja berlaku bagi peralatan.laju arus methanol = 50 kg/jam dan laju arus air = 50 kg/jam.Hubungan input = output berlaku untuk laju arus setiap komponen maupun seluruh komponen. 16 . bila uap yang naik terlalu sedikit akan terjadi weeping.8/98. seperti bagian atau keseluruhan pabrik.5+47. Weeping Yaitu sebaliknya.8 = 95%. tetapi juga terhadap rangkaian lain. Yaitu. Konsentrasi methanol dalam produk dasar = 0.

kita dapat menguapkan dan kemudian mengembunkan komponen-komponen secara bertahap. maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu. B. * * Melakukan Studi Tour ke pabrik pengolahan Methanol Dalam Air Melakukan kerja Kelompok dalam membuat makalah. Dengan mengatur suhu secara cermat. 17 . Saran. Destilasi terfraksi dugunakan untuk larutan yang mempunyai perbedaan titik didih yang tidak terlalu jauh yaitu sekitar 30oC atau lebih. Dasar pemisahan suatu campuran dengan destilasi adalah adanya perbedaan titik didih dua cairan atau lebih yang jika campuran tersebut dipanaskan. * Hendaklah Mahasiswa melakukan Praktek agar lebih mudah mengerti tentang proses destilasi ini.BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Destilasi merupakan suatu teknik pemisahan larutan yang berdasarkan pada perbedaan titik didihnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->