Pengukuran dan Besaran

Pengukuran dan Besaran oleh Yoskin Erlangga Anwarsyam

Materi Awal

Besaran, Satuan, Dimensi dan Angka Penting.
Standar Kompetensi : Menerapkan konsep Besaran Fisika dan pengukurannya Kompetensi Dasar : 1. Mengukur besaran Fisika ( massa, panjang dan waktu) 2. Melakukan penjumlahan vektor Definisi Pengukuran Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat seseorang melakukan pengukuran (kegiatan mengukur) seperti mengukur tinggi badan, mengukur panjang celana., menimbang benda, mengukur lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak suatu tempat dan lain-lain. Dalam Fisika, pengukuran merupakan kegiatan yang membandingkan kuantitas fisik dari sebuah benda atau peristiwa . Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur berdasarkan besaran yang akan diukur. Contoh alat pengukur panjang adalah mistar, pengukur waktu seperti jam atau stopwatch dan penimbang massa seperti neraca timbangan dan neraca pegas.

Beberapa alat pengukur panjang :
1. Penggaris 2. Jangka sorong 3. Mikrometer sekrup 4. Altimeter 5. Pengukur system navigasi satelit

1. Penggaris :
Penggaris adalah sebuah alat pengukur panjang untuk menggambar garis lurus. Contoh : penggaris lurus, pengaris yang dapat dilipat dan penggaris pita (lihat gambar) Berbagai macam penggaris :

Adapun bagian ujung digunakan untuk mengukur kedalaman tabung. Hasil pengukuran dengan jangka sorong akan memuat angka pasti dari skala utama dan angka taksiran dari skala nonius yang segaris (berhimpit) dengan skala utama. Jangka sorong Jangka sorong adalah alat ukur panjang yang memiliki ketelitian 0.1 mm. Pada Jangka sorong.9) = 0. yaitu angka 0 skala utama dalam sentimeter berhimpit dengan angka 0 skala nonius. Rahang geser jangka sorong dapat digeser secara bebas disesuaikan dengan ukuran benda. Hasil pengukuran itu dapat dituliskan dengan persamaan sebagai berikut : X =( Xo + ∆X.1 mm dengan ketelitian yang lebih baik dari mistar. Perhatikan gambar : Gambar 2.1 ) mm atau X = hasil skala utama + hasil skala nonius . Jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter luar suatu tabung. saat diamati ternyata panjang 10 skala nonius = 9 mm. kawat.9 mm. Jangka sorong juga dapat digunakan untuk mengukur diameter bagian dalam tabung atau botol dan juga kedalamannya.1. Penjumlahan dari keduanya merupakan angka penting. rahang geser yang memiliki skala nonius (vernier) . rahang atas dan pengukur kedalaman. atau tebal sebuah buku. Pada rahang geser terdapat skala nonius. ini berarti panjang 1 skala nonius = 0.2. rahang bawah. Sehingga selisih antara skala utama pada rahang tetap dengan skala nonius adalah (1 – 0. yaitu skala yang menentukan ketelitian pengukuran pada jangka sorong. 0. rahang bawah digunakan untuk mengukur diameter luar tabung dan rahang atas digunakan untuk mengukur diamater bagian daiam tabung. jangka sorong Jangka sorong terdiri atas rahang tetap yang memiliki skala tetap . Pada saat keadaan kedua rahang tertutup.

bahkan pada Mikrometer elektronik digital. Berikut disajikan bagian-bagian dari Mikrometer. contoh besar diameter lubang pipa. diameter kawat/ kabel listrik. Alat ini dapat digunakan untuk mengukur benda-benda yang tergolong kecil dan tipis. Mikrometer Sekrup Mikrometer sekrup atau disebut juga Mikrometer adalah alat ukur yang lebih cermat dari jangka sorong. 3.01 mm (Mikrometer analog). tebal sehelai kertas hingga diameter rambut. botol atau tabung untuk mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara “menancapkan/menusukkan” bagian pengukur pengukur kedalaman (lihat gbr 2. contoh : mengukur tebal buku untuk mengukur bagian dalam atau diameter lubar suatu benda. misalnya diameter pensil. . Mikrometer memiliki ketelitian ukur 0.1). tebal karton. dapat mencapai ketlitian hingga 0.Kegunaan jangka sorong adalah: • • • untuk mengukur suatu benda bagian luar dengan cara diapit.002 mm (2µm).

1 Mikrometer Bagian utama Mikrometer adalah poros ukur yang dapat bergerak.5 mm. dipasang pada Silinder pemutar ( Bidal).Gbr. dapat dituliskan dengan persamaan sebagai berikut : X =( Xo + ∆X.002 mm ( 2 mikrometer) . Pada Bidal terdapat skala Nonius yang memiliki 50 bagian skala. jika Bidal diputar satu skala.01 ) mm Yaitu X0 = hasil ΔX = hasil skala nonius ( Skala bidal yang X = hasil pengukuran Mikrometer terhadap sebuah benda skala berimpit dengan : utama utama) skala Berikut ini adalah Mikrometer elektronik digital yang ketelitian ukurnya dapat mencapaii 0. maka bidal akan bergerak maju 0.01 mm . 3.5 mm dibagi 50 = 0.1 (Bidal bergerak maju kearah kiri) Berarti. yang dapat diamati pada skala Utama (pada gambar 3. Hasil pengukuran Mikrometer terhadap sebuah benda. maka akan bergeser sejauh 0. 0. Jika skala Nonius diputar satu kali putaran (50 skala).

htm Bagaimana menghitung panjang sebuah yang diukur dengan Mikrometer? Berikut ini saya sajikan File animasi pengukuran melalui Mikrometer.Sumber gambar: http://www.org/wiki/File:Micrometer_applet.concept-websites.uk/Digital-electronic-micrometer.co. Mudah-mudahan dapat lebih memperjelas pemahaman anda.wikimedia. maka nilai yang ditunjukkan adalah : .gif> Contoh soal : Gambat berikut menampilkan hasil pengukuran mikrometer terhadap sebuah diameter bola logam kecil . <Sumber File animasi : http://commons.

A.52 mm D.50 mm C.50 + 0. 8. 8.12 mm .01 = ( 8. .50 + 12 X 0. 9. 8. Jawab : Hasil Pengukuran : • • (X) = X0 + ∆X. 8.01 ) mm = 8. .12 = 8. . 0.12 mm B.62 mm E.62 mm Selanjutnya anda dapat melanjutkan dengan soal-soal latihan! Selamat Berlatih… .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful