P. 1
BAB II2

BAB II2

|Views: 294|Likes:
Published by Hen Ndra

More info:

Published by: Hen Ndra on May 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi dan Pengertian Bandar Udara Berdasarkan Peraturan Pemerintah N. 70 Tahun 2001 : Bandar Udara adalah lapangan terbang yang digunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara, naik turun penumpang dan/atau bongkar muat kargo dan/atau pos, serta dilengkapi dengan fasilitas keselamatan penerbangan dan sebagai tempat perpindahan moda transportasi. Di dalam Bandar Udara terdapat sistem yang sudah diatur sedemikian rupa sehingga Bandar Udara dapat berfungsi sedemikian rupa. Dalam sistem tersebut tercakup keseluruhan dari segala sesuatu yan terdapat dalam Bandar Udara itu sendiri seperti : terminal, runway, taxiway, apron, dan lain sebagainya. Sistem Bandar Udara dibagi menjadi dua bagian yaitu sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) dimana antara sisi udara dan sisi darat dipisahkan oleh bangunan terminal . Sisi udara (air side) meliputi : • • • Landasan pacu (Runway) Landasan hubung (Taxiway) Landasan tunggu (Holding pad)

2. Prediksi Jumlah Penumpang dan Pergerakan Pesawat Prediksi (forecasting) jumlah pesawat dan jumlah pergerakan pesawat diperlukan untuk mengetahui seberapa besar jumlah penumpang. Di runway ini terjadi proses pendaratan (landing) dan lepas landas (take off). Landasan Pacu (Runway) Landasan pacu adalah landasan tempat peralihan gerakan pesawat dari darat ke udara atau sebaliknya. Landasan pacu merupakan lapangan berbentuk segi empat panjang yang diberi perkerasan terletak pada sisi udara pada sistem Bandar Udara yang disediakan untuk keberangkatan (take off) dan pendaratan (landing) pesawat terbang.2. jumlah muatan maupun pergerakan muatan maupun pergerakan pesawat untuk perencanaan Bandar .6 • Landasan parkir (Apron) Sisi darat (land side) • • • • Jalan masuk dan parkir kendaraan Bangunan terminal penumpang dan gedung pengelola bandara Gedung operasional penerbangan Hanggar dan depot bahan bakar pesawat 2.3.

..(2...2) Jika R=1 maka sifat hubunganya adalah sempurna dan positif...1) Dimana : Y = jumlah pengguna jasa transportasi X = tahun pengamatan a = koefisien b (ΣYi )( ΣX i2 ) − (ΣX i )( ΣX iYi ) = . jika nilai R=-1 maka sifat hubungannya adalah sempurna dan negatif. Kuata tidaknya hubungan tersebut diukur dengan persamaan koefisien korelasi ( R ) berikut : R= (2. ..... n= jumlah tahun pengamatan nΣX i2 − (ΣX i ) 2 = koefisien = n(ΣX iYi ) − (ΣX i )( ΣYi ) nΣX i2 − (ΣX i ) 2 Prediksi dapat dilakukan bila data-data pada masa lalu menunjukkan adanya hubungan.7 Udara untuk periode masa yang akan datang. Jika R mendekati 1 maka ada hal lain yang mempengaruhi hubungan tersebut. {nΣX n(ΣX iYi ) − (ΣX i )(ΣYi ) 2 i − (ΣX i2 ) . R=0 maka tidak ada hubungan... nΣYi 2 − (ΣYi ) 2 }{ } …………………………………. Persamaan umum untuk analisa regresi adalah : Y=a+b....X …………………………………………………………. Dalam Tugas Akhir digunakan metode regresi linier...

Operating Weight Empty b. Maximum Rramp Weight e. Dengan demikian penentuan pesawat rencana akan mempengaruhi karakteristik fasilitas Bandar Udara seperti salah satunya runway.8 2. Macam-macam Istilah Berat Pesawat Berat pesawat dan komponen-komponen berat adalah yang paling menentukan dalam menghitung panjang landasan pacu dan kekuatan perkerasan. Maximum Structural Take Off Weight a. Ada 6 (enam) macam pengertian berat pesawat yaitu : a. 2. Operating Weight Empty .4. Zero Fuel Weight d. Pay Load c. Operating Weight Empty Operating Weight Empty adalah berat dasar pesawat.5. Karakteristik Pesawat Rencana Tujuan dari penggunaan pesawat rencana adalah untuk menentukan panjang landas pacu dan perhitungan tebal perkerasan serta panjang landas hubung yang dibutuhkan. dan peralatan pesawat yang disebut “No Go Item“ tetapi tidak termasuk bahan bakar dan penumpang/barang yang membayar. termasuk di dalamnya crew. Maximum Structural Landing Weight f.

spesifik pada tiap jenis pesawat.9 tidak tetap untuk pesawat-pesawat komersil. Termasuk di dalamnya penumpang. barang. tercantum dalam izin yang dikeluarkan. di atas batasan berat itu tambahan berat harus dapat berupa bahan bakar. Maximum payload yang dibawa biasanya lebih kecil dari maximum structural payload. excess bagasi. surat-surat. Maximum Structural Pay Load adalah muatan maximum yang diizinkan untuk tipe pesawat itu oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Pay Load Pay Load adalah produksi muatan (barang/penumpang) yang membayar. b. c. d. paket-paket. diperhitungkan menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Zero Fuel Weight Zero Fuel Weight adalah batasan berat. Maximum Ramp Weight Maximum Ramp Weight adalah berat maksimum pesawat diijinkan untuk taxi. sertifikat muatan maksimum bisa untuk penumpang/barang bisa campuran keduanya. Pada waktu pesawat taxiing dari apron menuju ujung landasan pacu. pesawat akan . mengingat batasan-batasan ruangan. besarnya tergantung konfigurasi tempat duduk. sehingga ketika pesawat sedang terbang tidak terjadi momen lentur yang berlebihan pada sambungan.

Selama penerbangan pesawat akan kehilangan berat dengan dibakarnya bahan bakar lebih-lebih untuk pesawat yang baru menerbangi rute-rute jauh. Maximum Structural Take Off Weight Maximum Structural Take Off Weight adalah berat maksimum pesawat termasuk crew. Maximum Stuctural Landing Weight Maximum Structural Landing Weight adalah kemampuan struktural pesawat pada waktu mendarat. Bisa dimengerti bila main gear direncanakan untuk menahan berat yang lebih kecil dari maximum structural take off weight terutama untuk pesawat-pesawat transport. Tidak ekonomis merencanakan main gear pesawat untuk menahan maximum structural take off weight. membakar bahan bakar sehingga kehilangan berat. Main Gear (roda pendaratan) utama dan strukturnya direncanakan untuk menyerap gaya yang lebih besar tentu dengan gear yang lebih kuat. berat pesawat kosong. . f.10 berjalan dengan kekuatannya sendiri. waktu mendarat jarang terjadi pesawat mendarat dengan berat maximum structural take off weight. sehingga momen tekuk yang terjadi pada pesawat rata-rata masih dalam batas kemampuan material pembentuk pesawat. e. bahan bakar. pay load yang diijinkan oleh pabrik.

yaitu berdasarkan kelompok pesawat dan berdasarkan pesawat rencana. Perencanaan Geometrik Landasan Pacu Dengan metode FAA. Untuk landasan pacu berdasarkan pesawat rencana. Jarak tempuh yang terpanjang berdasarkan pada penerbangan regular e. digunakan cara grafis berdasarkan kurva kemampuan pesawat pesawat. Perbedaan elevasi maksimum centerline Bandar Udara (lepas landas) dan tabel kemampuan . Suhu harian rata-rata Bandar Udara (oF) pada bulan puncak dalam 1 (satu) tahun c. Elevasi Bandar Udara d. ada dua cara untuk menentukan panjang landasan pacu. Suhu harian rata-rata Bandar Udara (oF) pada bulan puncak dalam satu tahun.11 2. Jarak tempuh yang terpanjang berdasarkan pada penerbangan regular e. Elevasi Bandar Udara d.6. Perbedaan elevasi maksimum centerline Bandar udara Sedangkan informasi yang diperlukan untuk tabel kemampuan pesawat antara lain sebagai berikut : a. Pesawat rencana b. c. Pesawat rencana b. Informasi yang diperlukan pesawat antara lain : a.

45 7.6 67.6 78.62 5.2 7000 93.04 4.1 7000 87.7 90.5 REFERENCE FACTOR "R" AIRPORT ELEVATION (FEET) 2000 3000 4000 5000 58.4 90.1 58.54 8.09 5.2 85.7 83.7 94.4 106.5 115.2 96.5 115.1 103.1 98.7 57.1 63.46 8.50 11.7 74.2 97.3 100.9 67.0 114.1 66.6 59.4 90.8 85.5 115.2 84.8 110.5 115.30 9.2 102.5 115.6 100.9 68.4 106.4 89.16 10.7 93.69 7.60 15.7 99.2 95.4 110.1 57.1 61.9 82.7 64.1 111.83 15.48 8.Advisory Circular (AC) No.4 63.1 92.4 74.77 11.6 61.43 5.5 115.48 5.3 107.51 9.34 7.0 69.4 75.18 5.8 110.1 71.1 98.6 72.49 10.4 93.2 94.83 15.5 115.53 5.9 57.6 97.16 9.9 107.8 110.24 15.4 55.88 6.6 88.6 81.6 102.9 98.9 83.4 91.0 89.2 82.5 78.1" FLAPS.2 101.9 103.2 52.2 102.8 66.9 62.4 106.3 79.3 68.3 84.2 91.26 11.5 94.5 TEMP o F 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 105 110 0 52.56 7.73 6.8 86.1 96.2 94. 150/5300-13 : Airport Design.2 92.5 115.96 13.00 4.07 13.1 98.4 90.26 4.2 67.2 103.25 8.1 87. TAKEOFF (B 737-200) JT8D-9 ENGINE.7 101.35 9.80 12.1 64.4 105.4 92. 5% SPEED INCREASE MAXIMUM ALLOWABLE TAKEOFF WEIGHT (1000 LBS) AIRPORT ELEVATION (FEET) 1000 2000 3000 4000 5000.3 73.4 61.1 1000 54.0 6000 115.59 10.3 105.5 115.8 72. AIRCRAFT PERFORMANCE.5 115.66 7.7 98.67 7.7 63.0 88.5 79.1 64.2 33.0 112.9 80.2.0 85.50 13.00 4.0 106.3 91.5 115.53 9.Appendx 3)) .5 103.6 WEIGHT 1000 LBS 75 80 85 90 95 100 105 110 115 120 50 4.9 77.39 13.93 9.2 71.6 53.2 94.6 80.3 94.06 (Sumber :FAA.92 15.6 63.6 59.0 99.76 6.2 102.4 112.75 5.6 107.1 97.2 109.98 12.4 86.74 10.55 110 6.2 103.37 120 7.7 87.3 99.5 83.12 TABEL.5 115.7 54.35 60 4.5 98.8 66.5 115.2 91.1 84.1 79.9 77.5 115.31 5.4 106.2 102.9 90.3 70.6 58.7 91.69 14.0 105.3 77.1 59.8 69.5 115.8 111.1 98.4 94.58 6.8 TEMP o F 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 105 110 0 115.0 109.5 60.4 90.8 110.0 73.95 6.74 10.7 105.77 12.0 87.16 10.59 8.61 9.7 71.4 106.5 88.0 73.5 54.34 13.47 RUNWAY LENGTH (1000 FEET) REFERENCE FACTOR "R" 70 80 90 100 4.6 95.2 94.21 5.90 6.1 54.0 102.0 89.9 75.5 68.25 13.3 95.57 6.94 7.3 66.7 101.1.9 55.9 106.4 90.1 68.2 95.6 81.7 99.0 91.5 114.26 8.8 6000 80.9 92.5 62.6 74.2 93.0 62.8 110.0 107.98 12.

40 17.7 353.0 335.32 5.9 403.0 430.0 6000 7000 430.5 401.03 5.15 17.4 92.9 96.5 103.1 420.0 77.71 11.24 RUNWAY LENGTH (1000 FEET) REFERENCE FACTOR "R" 70 80 90 100 5.27 12.2 99.27 9.79 14.5 1000 61.3 95.7 8.5 415.6 63.5 REFERENCE FACTOR "R" AIRPORT ELEVATION (FEET) 3000 4000 5000 67.31 5.0 76.6 412.7 TEMP o F 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 105 110 0 58.0 430.8 104.5 429.1 362.3 413.4 393.3 130.74 9.74 7.0 530.0 430.0 421.2 429.03 11.7 65.90 8.7 369.5 379.0 530.76 9.3 71.0 430.35 110 8.8 79.5 64.5 67.89 10.0 418.3 393.0 430.4 76.3 411.3 65.90 6.69 11.6 430.23 4.6 399.0 530.72 13.00 17.4 8000 90.86 7.92 14.4 70.2.1 91.09 14.0 430.53 6.4 96.0 430.0 430.0 411.1 66.0 430.6 362.2 63.5 74.5 62.0 61.01 12.67 130 10.40 14.86 9.6 85.5 401.0 430.5 81.6 71.58 7.1 406.4 379.06 12.54 7.3 388.9 366.0 430.7 59.5 429.78 16.8 89.89 8.9 344.46 14.1 59.78 6.02 9.7 357.5 69.0 377.74 10.0 355.1 86.0 430.9 66.55 12.2 WEIGHT 1000 LBS 280 290 300 310 320 330 340 350 360 370 380 390 400 410 420 430 50 4.3 87.5 68.0 430.1 113.51 8.Advisory Circular (AC) No.2 81.1 118.5 77.06 17.62 10.0 424.3 107.0 430.55 9.1 389.0 69.23 10.42 12.94 6.17 6.0 89.0 530.37 8.21 12.0 427.36 9.1 91.0 430.9 396.76 14.7 99.5 86.8 74.06 9.70 10.0 430.52 15.Appendx 3) .3 420.5 401. AIRCRAFT PERFORMANCE.0 430.8 2000 64.7 6000 79.1 108.1 65.7 69.7 380.28 17.7 335.8 372.1 371.0 418.0 430.3 77.13 TABEL.37 0.43 7.0 430.8 75.4 69.5 96.96 16.1 64.00 8.3 340.5 408.2 75.0 430.8 85.0 407.9 87.1 429.42 11.3 TEMP o F 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 105 110 0 430.0 79.36 6.38 7.7 401.62 10.4 429.96 13.60 15.9 72.9 61.5 390.61 13.3 100.99 13.3 325.6 404.9 83.3 420.81 9.5 123.80 12.6 352.2 73.1 365.7 82.3 104.5 112.3 347.3 76.33 8.0 430.95 9.35 6.8 92.7 338.5 393.9 390.57 6.74 16.1 62.32 16.6 82.21 6.73 11.53 7.35 15.1 95.00 6.9 391.9 391.4 103.8 92.5 384.8 7000 84.9 360.2 411.0 530.6 108.6 409.60 5.06 12.0 430.3 92.21 7. TAKEOFF (DC-10-10) CF6-6D ENGINE.0 430.56 12.5 73.5 401.42 11.74 13.9 93.95 13. 150/5300-13 : Airport Design.9 386.3 420.2 71.0 328.7 64.87 13.0 67.5 8000 391.5 88.5 375.30 11.14 12.94 8.7 342.8 99.03 10.0 382.9 83.3 420.20 10.76 5.16 60 5.17 12.65 6.6 72.0 430.24 (Sumber :FAA.8 74.1 350.03 7.3 429.8 83.0 60.9 375.4 89.38 10.9 411.57 7.6 367.3 89.17 8.24 10.12 7.87 8.43 10.0 430.99 7.19 12.8 80.0 430.8 72.52 9.3 117.00 5.1 58.5 85.31 120 9.6 60.7 77.3 62.60 10.0 70.1 77.8 71.0 85.29 16.6 67.48 16.0" FLAPS MAXIMUM ALLOWABLE TAKEOFF WEIGHT (1000 LBS) AIRPORT ELEVATION (FEET) 1000 2000 3000 4000 5000.9 79.76 15.80 11.42 12.98 11.4 60.81 15.2.48 4.

Bahu landas. serta melayani peralatan perawatan landasan. termasuk di dalamnya perkerasan struktural. direncanakan sebagai penahan erosi akibat air dan semburan jet. hal 26) Elemen-elemen dasar dari landasan pacu adalah : • • Perkerasan Struktural yang berlaku sebagai tumpuan pesawat. bahu landasan dan area bebas halangan. STANDART UKURAN LANDASAN PACU UNTUK KATEGORI PESAWAT KATEGORI C DAN D (Sumber :FAA.14 TABEL 2.Advisory Circular (AC) No. • Area keamanan landasan (runway safety area). Area ini harus mampu dilalui peralatan-peralatan pemadam kebakaran. 150/5300-13 : Airport Design.3. mobil-mobil .

hal 269). Permukaan yang rata menghasilkan jalan pesawat yang comfort (nyaman).15 ambulans. truk-truk penyapu landasan (sweeper).7. dari fungsinya maka harus dijamin bahwa dari tiap-tiap lapisan dari atas ke bawah cukup kekerasan dan ketebalannya sehingga tidak mengalami “distress” (perubahan karena tidak mampu menahan beban) (Heru Basuki. Perkerasan berfungsi sebagai tumpuan rata-rata pesawat. . • Perluasan area keamanan (safety area). dibuat apabila dianggap perlu. Komponen Landasan Pacu 2. suatu area yang direncanakan untuk mencegah erosi pada permukaan yang berbatasan dengan ujung landasan. 1986. Perancangan Struktur Perkerasan Bandara Perkerasan adalah struktur yang terdiri dari beberapa lapisan kekerasan dan daya dukung yan berlainan.1. Safety Area Structural Pavement Blast pad shoulder Gambar 2. • Blast Pad. dalam keadaan dibutuhkan mampu dibebani pesawat yang ke luar dari perkerasan struktural.

16 Metode yang digunakan dalam menentukan lapis lentur permukaan landasan adalah metode Federal Aviation Administration (FAA) : Parameter-parameter yang dibutuhkan antuk perencanaan perkerasan denga metode ini adalah : • • • • Berat Lepas Landas Maksimum (MTOW) pesawat rencana Konfigurasi dan ukuran roda pendaratan Bidang kontak dan tekanan ban Volume lalu lintas Langkah-langkah perhitungan dengan metode Federal Aviation Administration (FAA) adalah sebagai berikut : • • • • Tentukan nilai CBR tanah dasar Tentukan pesawat rencana Hitung Equivalent Annual Departure Tentukan tebal total lapisan perkerasan Di dalam perancangan lalu lintas pesawat perkerasan harus melayani beragam macam pesawat yang mempunyai tipe roda pendaratan berbeda-beda dan berlainan beratnya. Rumus konversinya : . Pengaruh dari semua jenis model lalu lintas harus dikonversikan ke dalam “Pesawat Rencana” dengan Equivalent Annual Departure dari berbagai macam pesawat tadi.

5.6 1. dengan faktor konversi sebagai berikut : TABEL 2.70 1.3) W1 Dimana : R1 R2 W1 W2 = Equivaent Annual Departure pesawat rencana = Annual departure pesawat-pesawat dinyatakan dalam roda pendaratan pesawat rencana = Beban roda pesawat rencana = Beban roda pesawat yang ditanyakan Bagi pesawat berbadan lebar dianggap mempunyai berat 300. Tipe roda pendaratan juga berlainan bagi tiap-tiap jenis pesawat. maka perlu dikonversikan. berat pesawat rencana. Dari tabel 2. setelah sebelumnya mendapatkan nilai CBR. FAKTOR KONVERSI TIPE RODA PENDARATAN Konversi dari Single Wheel Single Wheel Dual Wheel Double Dual Tandem Dual Tandem Dual Tandem Dual Wheel Double Dual Wheel ke Dual Wheel Dual Tandem Dual Tandem Dual Tandem Single Wheel Dual Wheel Single Wheel Dual Wheel Faktor pengali 0.17 LogR 1 = ( LogR 2 )( W2 1 / 2 ) …………………………………………….000 lbs dengan roda pendaratan dual tandem.1.. nilai Equivalent Annual Departure untuk diplotkan pada grafik tersebut.70 Untuk mendapatkan tebal perkerasan total dan tebal subbase course digunakan grafik pada Grafik 2.5 0.30 1.00 2.(2.00 1. menerangkan ketebalan minimum base coarse untuk berbagai .8 0.4.

1.6.18 desain pembebanan.5. TEBAL BASE COURSE MINIMUM Design Design Load Range Minimum Base . Untuk Annual Departures lebih dari 25000 total dari tebal perkerasan harus dikurangi nilai yang terdapat pada tabel 2. Grafik 2. (Sumber : FAA. Perhitungan tebal perkerasan (dual wheel gear). Advisory Circular (AC) No. 150/5320-6A) TABEL 2.

000 272.000 100.000 13.19 Aircraft (lbs) Single Wheel Dual Wheel Dual Tandem 757 767 DC-10 L1011 B-747 C-130 400.000 75.700 113.000 113.000 272.700 22.000 125.000 45.000 200.000 400. 150/5320-6A) TABEL 2. The greater thickness calculated or minimum should be specified in the desain section.000 in 4 6 6 8 6 8 6 Course Thickness (mm) (100) (150) (150) (200) (150) (200) (150) (200) (150) (200) (100) (150) Note : The calculated based course thickness should be compared with the minimum base course thickness listed above. (Sumber : FAA.000 600.700 56. Advisory Circular (AC) No.000 100.400 8 4 6 400.000 250.400 181. Advisory Circular (AC) No.700 34.400 90.000 181.000 600.000 108 150. TEBAL PERKERASAN UNTUK TINGKAT KEBERANGKATAN TINGGI Annual Percent 25.000 104 100.000 45.000 34.000 181.700 45.000 175.000 90.000 75.000 100.000 125.000 600. 150/5320-6A) .000 50.000 400.000 385.000 50.000 110 200.000 56.000 Departure Level Departure Thickness 50.000 181.700 79.600 22.700 272.700 (kg) 22.000 50.000 250.000 850.000 200.6.000 6 30.000 112 (Sumber : FAA.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->