P. 1
Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

|Views: 626|Likes:
Published by Astri Nurshiam

More info:

Published by: Astri Nurshiam on May 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2013

pdf

text

original

Interaksi sosial adalah: Hubungan sosial yang dinamis antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok lain yang ada dalam masyarakat Gillin & Gillin mengatakan bahwa: Proses-proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang-perorangan dan kelompokkelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut, atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada

Dua syarat interaksi sosial (Gillin dan Gillin) : 1. Adanya kontak sosial (social contact) Bentuknya: Individu dengan individu Individu dengan kelompok Kelompok dengan kelompok lainnya 2. komunikasi

        

Ciri dari interaksi sosial: 1. Pelakunya lebih dari satu orang 2. Antar pelaku terjadi komunikasi melalui kontak sosial 3. Memiliki tujuan Sosialisasi sebagai proses pembentukan kepribadian Sosialisasi dalam keluarga Sosialisasi dalam masyarakat Nilai-nilai sosial di masyarakat Nilai material : segala sesuatu yang berwujud kebendaan Nilai vital : Segala sesuatu yang diperlukan manusia agar dapat hidup dan melakukan kegiatan atau aktivitas Nilai spiritual: segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia

Nilai Spiritual ada 4: Nilai moral/nilai kebaikan Nilai kebenaran Nilai keindahan Nilai agama

Fungsi nilai sosial      Sebagai pedoman atau petunjuk yang mengarahkan orang berpikir dan bertindak Sebagai pemersatu Sebagai benteng perlindungan hidup Sebagai pendorong kehidupan bermasyarakat Norma-norma sosial di masyarakat Norma merupakan petunjuk hidup yang berisi perintah dan larangan yang ditetapkan bersama berdasarkan budaya setempat yang mengatur perilaku manusia di masyarakat. Contoh: Norma hukum. norma kebiasaan Fungsi norma sosial           Mengatur orang bertindak dan berpikir Mewajibkan setiap orang agar menyesuaikan diri dengan norma Mengikat atau mengendalikan individu Agen sosialisasi (pihak-pihak yang bertugas sebagai pelaksana proses sosialisasi Keluarga Teman bermain Sekolah Media massa 2 Macam proses sosialisasi Proses sosialisasi primer : Keluarga Proses sosialisasi sekunder : diluar lingkungan keluarga dan berlangsung seumur hidup Tahapan Pembentukan kepribadian: Tahapan persiapan Tahap meniru . norma adat. norma agama. norma kesopanan. norma kesusilaan.

Kimbal Young (1948) membedakan interaksi sosial sebagai berikut: Oposisi. yang mencakup akomodasi.   Tahap siap bertindak Tahap penerimaan norma Bentuk-bentuk interaksi sosial Dalam kehidupan manusia atau individu selalu terjadi hubungan timbal balik. Gillin. Proses penggabungan dapat diuraikan menjadi dua . asimilasi. mengembangkan pendapat Gilin dengan menyajikan jenis – jenis proses sosial yang meliputi proses asosiatif dan proses diasosiatif. atau pertikaian yang berupa kontravensi dan konflik. Dalam bermasyarakat senatiasa menjadi interaksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu. Beberapa jenis proses sosial dalam kehidupan bermasyarakat merupakan identifikasi dari interaksi yang bersifat kontinue   1. Pada tahun 1986 Tamotsu Shibutani megutarakan pendapatnya tentang interaksi sosial. tahun 2003. dan Soekanto. Sementara Gillin (1951) menggolongkan proses sosial menjadi dua macam: Proses Asosiatif. 2. yang mencakup persaingan. dan akulturasi Proses Disosiatif. Beberapa tokoh di dunia mempunyai pendapat yang berbeda – beda mengenai interaksi sosial.  1. Kerja sama. menyebabkan adanya perbedaan kerja antara orang – orang atau kelompok dalam masyarakat  1. pertentangan. 2. 4. mencakup persingan dan pertentangan. Proses-proses assosiatif Proses asosiatif adalah proses yang merupakan penggabungan antara dua objek atau tanggapan indriawi. menghasilkan akomodasi Diferensi. 2. 3. Beberapa tokoh tersebut adalah Kimbal Young. Ia lebih mengedepankan hal – hal berikut: Akomodasi Ekspresi Interaksi Strategis Pengembangan Perilaku Manusia  Soekanto. Tamotsu Shibutani.

Akulturasi (acculturation). Kerja sama dapat muncul karena adanya orientasi perorangan terhadap kelompoknya sendiri atau kelompok orang lain. koalisi. kooptasi. juga terdapat konflik yang bersifat positif.   Agar kehidupan manusia dapat terasa lebih ringan dalam permasalahan atau pekerjaan maka diperlukan suatu kerja sama. 4. 2. joint – venture. 3. konflik yang bersifat negatif segera harus segera diatasi meskipun sifatnya sementara. tawar – menawar. Kerja sama(cooperarion)    Penegertian dari kerja sama adalah kemampuan seseorang untuk bekerja bersama – sama dengan orang lain atau secara kelompok dalam rangka menyelesaikan suatu tugas atau kegiatan yang ditentukan sehingga mencapai daya guna yang sebesar – besarnya. Akomodasi (acomodation)  Adalah Proses sosial dimana orang-orang atau kelompok yang mula-mula . Kerja sama (cooperation). Akomodasi (acomodation).bentuk yakni: 1. Maka dari itu. Munculnya konflik yang bersifat negatif dalam masyarakat dapat membuat solidaritas sosial dalam kelompok itu menjadi rusak karena terjadi perpecahan. Konflik yang bersifat positif sangat bertolak belakang dengan konflik yang bersifat negatif. Asimilasi (assimilation). Proses sosial terbentuknya kerja sama secara tidak sengaja akan menimbulkan konflik sosial yang bersifatpositif maupun negatif. Konflik yang bersifat positif dapat membuat solidaritas sosial menjadi lebih tinggi apabila mengalami konflik dengan kelompok luar. Kerja sama yang dilakukan warga untuk membersihkan masjid setelah dilanda banjir. 2. Contoh – contoh dari kerja sama yang bersifat positif antara lain kerukunan. Selain terdapat konflik yang bersifat negatif.

perubahan – perubahan dalam kependudukan. Koersi Kompromi Arbitrasi Mediasi Konsiliasi Toleransi Stalemate Ajudikasi Manfaat dari akomodasi dapat digunakan untuk beberapa hal yaitu: Meredakan pertentangan orang perorangan atu kelompok akibat perbedaan pendapat atau kesalah pahaman Mencegah meledaknya pertentangan atau ungkapan emosional untuk sementara waktu Menentukan pilihan adanya kerja sama antar kelompok sosial sebagai akibat faktor – faktor sosial ekonomi psikologis dan kebudayaan atau faktor terisolasinya kehidupan oleh kondisi alam. Mengupayakan penggabungan antara kelompok – kelompok yang terpisah atau terpisah. masing-masing pihak melakukan pendekatan dan penyesuaian diri untuk mengakhiri pertentangan tersebut. Mengurangi konflik di antara individu atau kelompok masyarakat yang bertentangan 3. penekanan oposisi. akomodasi juga mempunyai hasil. arbitrsi (arbitration).saling beratentangan. 2. . kompromi (compromise).  Tujuan akomodasi: 1.kelompok sosial yang berbeda Bentuk-bentuk akomodasi          1. koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda. perubahan lembaga – lembaga permasyarakatan. saling tidak bereaksi (stalemate). konsiliasi (conciliation). dan penyelesaian pengadilan (adjudication) Selain mempunyai manfaat. 4.   Akomodasi sebagai proses sosial memiliki beberapa bentuk antara lain paksaan (coercion). Hasil dari akomodasi adalah kebersamaan. 3. mediasi (mediation). Menciptakan terwujudnya kerjasama di antara kelompok . toleransi (tolerance). Mencegah timbulnya suatu konflik terbuka 2. dan pembukaan jalan ke arah asimilasi.

Asimilasi Asimilasi merupakan bentuk proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan diantara orang-orang atau kelompok manusia.   kelompok lain Faktor pendorong terjadinya asimilasi antara lain: Tingkat toleransi seseorang atau kelompok terhadap  kelompok Kesempatan berimbangnya ekonomi antar individu atau  kebudayaannya Sikap menghargai kehadiran orang asing beserta . Susilo Bambang Yudhoyono ketika membuka COP – 13 di Bali Lambang dari COP – 13. Gambar di atas adalah saat berlangsungnya Perjanjian Renville Sebuah pertemuan yang diadakan oleh PBB di Bali merupakan kompromi dari negara maju dan negara berkemmbang.   Misalanya: seorang pendatang baru yang pindah ke lingkungan masyarakat yang berbeda budaya dan suku dengan masyarakat tempat tinggalnya semula. 3. Orang tersebut akan berasimiloasi dengan budaya masyarakat baru tempat ia tinggal dengan cara mengikuti kebiasaan – kebiasaaan dan adat istiadat masyarakat di tempat tersebut.Usaha yang dilakukan pihak ketiga (berperan sebagai media penyelesai masalah) untuk menghentikan tindakan Belanda yang selalu menindas Indonesia. Gambar di atas adalah suasana ketika berlangsungnya sidang MPR Presiden RI. Pertemuan ini mempunyai satu tujuan yaitu…… Musyawarah merupakan salah satu bentuk dari akomodasi sosial.

Tarian ini cukup unik karena merupakan gabungan dari dua negara yaitu Indonesia (Pontianak) dan Malaysia (Sibu). Akulturasi   Akulturasi adalah fenomena yang timbul sebagai akibat pertemuan (kontak budaya) secara langsung dan terus – menerus antar kelompok manusia yang memiliki kebudayaan berbeda namun tidak menghilangkan ciri atau sifat asli dari masing – masing kebudayaan. Thailand dan Kamboja. Meskipun demikian suasana yang digambarkan pada relief tersebut masih menggambarkan suasana alam Indonesia yang indah nan asri. sehinnga masih mencerminkan ciri khas dari Indonesia Gambar di bawah ini adalah sebuah tarian yang bernama Tari Geska. bangunannya berbentuk punden berundak dan relief – reliefnya mengangkat kisah Ramayana. masyarakat Sikap terbuka yang dimiliki oleh golongan berkuasa dalam  unsur kebudayaan Memiliki persamaan historis dan perkembangan unsur –   Perkawinan campuarn antar kelompok yang berbeda Kedatangan musuh dari luar yang dipandang mengganggu kelangsungan hidup bersama 4. Pada Candi Prambanan. . Milik negara manakah tarian ini??? Proses Dissosiatif  Pada proses disosiatif ditekankan pada bentuk persaingan atau perlawanan. Tapi saya mempunyai satu pertanyaan. Jadi dapat disimpulakn bahwa Indonesia mendpat pengaruh dari negara lain yaitu India. Bangunan candi di Indonesia contohnya.

dan perasaan tidak suka yang disembunyikan. Kontravensi: bentuk proses sosial yang ditandai oleh gejala-gejala adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang atau suatu rencana. Pertentangan( pertikaian atau konflik) dimana suatu proses sosial dimana seseorang atau kelompok menentang pihak lain yang disertai dengan ancaman atau kekerasan untuk mencapai tujuan atau keinginannya Kesimpulan Dari penjelasan di atas. yaitu suatu cara berjuang melawan seseorang atau kelompok untuk suatu tujuan tertentu. Proses disosiatif mempunyai 3 bentuk: Persaingan (kompetisi): Suatu proses sosial yang terjadi di masyarakat dimana individu-individu atau kelompok saling bersaing untuk berlomba atau berkompetisi mencari keuntungan melalui bidang-bidang tertentu dengan mempergunakan cara-cara yang terbuka dan adil. terhadap kepribadian seseorang. maka Proses Asosiatif adalah proses yang bersifat peggabunagn antara dua objek atau tanggapan indriawi da merupakan rangkaian antara kepribadian dan kebudayaan. .     Disebut juga proses yang bersifat oposisi. kebencian atau keraguan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->