Pasal 1352 Kuhper c. BUKU III : Bersifat terbuka. yaitu semua perjanjian yang dibuat berlaku sebagai undang-undang bagi pihak yang membuatnya. Benda  Absolut : Berlaku untuk semua orang  Relatif Merupakan Hukum Perseorangan : perjanjian : terhadap orang-orang tertentu III. UNDANG-UNDANG a. Orang II. karena tidak boleh menyimpang dari KUH Perdata. SISTEMATIKA BUKU III KUHPER PERIKATAN 1. PERJANJIAN . IV.HUKUM PERDATA MENURUT ILMU HUKUM :  Hukum Pribadi  Hukum Keluarga  Hukum Kekayaan  Hukum Waris SISTEMATIKA BW (KODIFIKASI) : I. Perikatan Pembuktian dan daluarsa BUKU I DAN II : Bersifat tertutup. UU atas perbuatan manusia : 1) Halal 2) Pasal 1353 KUHPer : Perbuatan Melawan Hukum 2. karena menganut ASAS KEBEBASAN BERKONTRAK. Undang-Undang saja b. PASAL 1233 KUHPER 3.

maka pihak lawannya dibebaskan dari kewajiban untuk membuktikan pengakuan tersebut. SUBEKTI Beliau tidak konsisten dengan istilah Perjanjian dan Persetujuan. B. 2. 3. b. terdiri dari persangkaan Undang-undang dan persangkaan hakim. 3. 4. SUMPAH: Terdiri dari : a. Bersifat Litis Decisoir. Karena jika suatu pihak mengakui suatu hal. atau akta yang tidak dibuat dengan perantaraan pegawai atau pejabat umum. Pengakuan terdiri dari : a) Pengakuan di depan hakim: Murni Disertai keterangan tambahan.ALAT-ALAT BUKTI 1. terdiri dari : 1) AKTA OTENTIK : Adalah suatu akta yang bentuknya ditentukan oleh undang-undang. TULISAN LAIN (BUKAN AKTA) 2. Perjanjian menurut Prof Subekti adalah Hubungan Hukum . SUMPAH PEMUTUS : Ciri-cirinya : 1. 2) AKTA DIBAWAH TANGAN : Adalah suatu akta yang dibuat oleh para pihak. TULISAN A. PENGAKUAN Sebenarnya bukan merupakan suatu alat bukti. dibuat oleh atau dihadapan pegawai / pejabat umum. beliau mempergunakan istilah Aneka Perjanjian. Jadi. SUMPAH TAMBAHAN : Berguna untuk memperkuat bukti yang sudah ada. Dimaksudkan untuk mengakhiri suatu persengketaan. Dapat dikembalikan. KESAKSIAN Adalah suatu peristiwa yang dilihat dengan mata kepala sendiri atau yang dialami sendiri oleh saksi. 4. AKTA : Adalah tulisan yang sengaja dibuat dan ditandatangani. Dalam Perjanjian Khusus. PERSANGKAAN Adalah suatu kesimpulan yang diambil dari suatu peristiwa yang terang dan nyata. MENGENAI ISTILAH-ISTILAH PROF. b) Pengakuan di luar sidang 5. Yang memerintahkan oleh salah satu pihak yang berperkara.

dan terdiri dari : 1. misalnya :  Sewa-beli  Leasing  Anjak Piutang  Franchise Hal diatas sesuai dengan Pasal 1338 KUHPer yang mengatur tentang Azas Kebebasan Berkontrak. Syarat Batal Yaitu perikatan yang sudah lahir. KHUSUS : Bab 5-18 : mengenai Aneka Perjanjian. berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. terbagi atas dua bagian: a. dimana biasanya digantungkan pada peristiwa yang akan datang atau belum tentu. IN NOMINAT Adalah suatu perjanjian yang TIDAK DIATUR DALAM KUHPER. Contoh : A berjanji untuk menyewakan rumahnya jika A dipindahkan ke luarn negeri. WIRYONO PRODJODIKORO Persetujuan. Syarat Tangguh : Yaitu perikatan yang lahir hanya apabila peristiwa yang dimaksud itu terjadi. dan terdiri atas : a. PROF. UMUM : Bab 1 4 b. letak perikatan berada pada HUBUNGAN HUKUMNYA. dan lain-lain. justru berakhir atau dibatalkan apabila peristiwa yang dimaksudkan terjadi. NOMINAT : Adalah suatu perjanjian yang diberi nama dan diatur dalam KUHPer. misalnya :  Sewa-menyewa  Jual-beli. dimana pihak yang satu berhak untuk menuntut sesuatu sedangkan pihak lain wajib melaksanakan tuntutan tersebut. MACAM-MACAM PERIKATAN 1. 2. asal tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan. Jadi. sama dengan perikatan. Perjanjian. . PERIKATAN BERSYARAT : Adalah perikatan yang memiliki syarat. PASAL 1338 KUHPER : Semua perjanjian yang dibuat secara sah. b. PERJANJIAN : Adalah suatu peristiwa di mana dua orang saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal. IBU SUDEWI Hukum perikatan adalah hukum perutangan (karena lahir dari undang-undang dan perjanjian). Dan perikatan lahir pada detik terjadinya peristiwa itu.antara dua pihak. dan dibutuhkan dalam praktek. BUKU III bersifat TERBUKA (OPTIONAL LAW) : Memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada pembentuk Undang-Undang.

KEDUA UNSUR DI ATAS MERUPAKAN SYARAT-SYARAT SUBYEKTIF (PASAL 1454 KUHPER) : Yaitu jika syarat diatas tidak dipenuhi. tapi juga dapat disimpulkan dari maksudnya perikatan itu. yang akan dibayarkan bulan depan. Perjanjian tersebut sah. maka perjanjian bukan batal demi hukum.Contoh : A akan menyewakan rumahnya pada B. . 2. selaku debitur dapat mengkompromikan cara pembayarannya dengan B selaku kreditur. PERIKATAN MANASUKA Adalah suatu perikatan dimana Debitur diberikan keleluasaan untuk memilih prestasi yang akan dilaksanakan. Contoh : yang dapat dibagi menurut sifatnya. SEPAKAT MEREKA YANG MENGIKATKAN DIRI Dengan sepakat atau perizinan. misalnya sejumlah uang atau hasil bumi. Ancaman hukuman dibuat pada saat perjanjian dibuat. A mengadakan perjanjian dengan B yang masih di bawah umur. 4. 2. Contohnya : A menyewakan rumahnya pada B sampai tanggal 1-1-1996. PERIKATAN TANGGUNG MENANGGUNG Adalah suatu perikatan dimana dapat terjadi seorang kreditur menghadapi beberapa Debitur. yang pada asasnya adalah tiap orang yang sudah dewasa atau akil baliq dan sehat pikirannya. Misalnya. Apabila debitur sudah melaksanakan kewajibannya. putra A. Sedangkan yang tidak dapat dibagi misalnya seekor kuda. orang yang membuat suatu perjanjian harus cakap menurut hukum. dengan ketentuan persewaan berakhir apabila C. maka yang lain tidak berhak untuk melaksanakan kewajibannya. A. PERIKATAN DENGAN KETETAPAN WAKTU Adalah suatu perikatan yang DIGANTUNGKAN pada peristiwa yang akan terjadi. 5. dimaksudkan bahwa kedua subyek yang mengadakan perjanjian itu harus bersepakat mengenai hal-hal yang pokok dari perjanjian yang diadakan itu. dan dalam perikatan tersebut YANG DITANGGUHKAN ADALAH PELAKSANAANNYA. tapi B dapat mengajukan pembatalannya apabila dia sudah dewasa atau walinya yang mengajukan pembatalan. SYARAT SAHNYA SUATU PERJANJIAN PASAL 1320 KUHPER 1. terbawa oleh sifat barang yang tersangkut di dalamnya. melainkan salah satu pihak mempunyai hak untuk meminta supaya perjanjian itu dibatalkan. CAKAP UNTUK MEMBUAT SUATU PERJANJIAN Artinya. Contoh : A mempunyai hutang pada B sebesar satu juta rupiah. PERIKATAN YANG DAPAT DAN TIDAK DAPAT DIBAGI Soal dapat atau tidaknya dibagi prestasi itu. PERIKATAN DENGAN ANCAMAN HUKUMAN Adalah perikatan dimana pada debitur diberi suatu ancaman untuk mendorong terwujudnya suatu prestasi. 3. 6. datang dari luar negeri.

karena ada dasar penjualan untuk pembelian. A menawarkan sebuah mobil BMW kepada B yang dikatakan masih baru. KEKHILAFAN Adalah apabila salah satu pihak khilaf tentang hal-hal yang pokok dari apa yang diperjanjikan. BEBERAPA TEORI MENGENAI KATA SEPAKAT 1. misalnya pembayaran uang sewa untuk sebuah rumah.3. TEORI PENGIRIMAN Openheim mengirimkan berita pada Weilen yang berisikan ingin membeli 1000 saham Austria. PENIPUAN Adalah apabil salah satu pihak dengan sengaja memberikan keterangan palsu disertai dengan tipu muslihat untuk membujuk pihak lawannya memberikan perizinannya. Misalnya. Mereka yang ditaruh dibawah pengampuan 3. 4. karena jika tidak dipenuhi maka perjanjian tersebut BATAL DEMI HUKUM. Misalnya mengenai barang : A membeli sebuah lukisan yang diperkirakan hasil karya seorang pelukis terkenal. Orang perempuan atau hal-hal yang ditetapkan oleh UU ( dihapus dengan SEMA No. maka rahasia penyelewengannya akan dibongkar. DISEBABKAN OLEH (PASAL 1321 KUHPER) : 1. PASAL 1330 KUHPER MENGATUR TENTANG ORANG-ORANG YANG TIDAK CAKAP MEMBUAT PERJANJIAN : 1. KEDUA SYARAT DIATAS DINAMAKAN SYARAT-SYARAT OBYEKTIF . obyek dari perjanjian tersebut harus jelas. dalma arti apa yang diperjanjikan hak-hak dan kewajiban-kewajiban kedua belah pihak jika timbul suatu perselisihan. sedangkan Openheim ingin menjual saham-saham tersebut. KATA SEPAKAT BISA MENJADI CACAT. 3. Tentang sifat-sifat yang penting. tapi ternyata nomor mobilnya dipalsukan atau mesinnya diganti. seseorang dipaksa untuk menandatangani suatu perjanjian. Timbul pertanyaan. Ada ya mengatakan bahwa di antara mereka sudah ada perjanjian. MENGENAI SUATU HAL TERTENTU Artinya. SUATU SEBAB YANG HALAL Yang dimaksud dengan sebab disini adalah isi dari perjanjian. dari barang yang menjadi obyek perjanjian. .Jika tidak. Contohnya. dapat dilakukan secara tegas maupun diam-diam. b. 2. Orang yang belum dewasa 2. apakah diantara mereka sudah ada suatu perjanjian atau belum? a. Ada yang mengatakan bahwa di antara mereka belum ada perjanjian karena tidak ada kehendak. tapi nyatanya hanya reproduksinya saja. 3/1963. Perjanjian. dimana syarat mutlak. Artinya dari semula tidak pernah dilahirkan suatu perjanjian dan tidak pernah ada suatu perikatan. KUHPer pasal 10). ADANYA PAKSAAN Paksaan : paksaan rohani / jiwa.

kemudian menyerahkan kewajiban serta memberikan haknya.2. yaitu kebebasan para pihak untuk menentukan bentuk perjanjiannya. 2. Dari teori pernyataan inilah timbul TEORI KEPERCAYAAN. misalnya sewa beli rumah negeri 4. maka akan batal demi hukum. misalnya perjanjian notaris 3. maka tidak ada perjanjian. Misalnya : A dari Bandung menawarkan barang pada B di Bali. UNSUR ESENSIALIA Adalah unsur yang harus ada dalam perjanjian. perjanjian kredit. Misalnya. PASAL 1338 (1) KUHPER Undang-undang memberikan kesempatan pada masyarakat untuk menentukan sendiri hak dan kewajiban mereka. Di kalangan pemerintah. Timbal balik Adalah perjanjian yang dibuat oleh kedua belah pihak. sewa beli kendaraan bermotor. surat diterima : Teori Penerimaan Tanggal 15 Mei. harus dibuat secara standar. A menulis surat : Teori Pernyataan Tanggal 5 Mei. Adhesi Adalah perjanjian yang dibuat oleh kedua belah pihak. Misalnya. Misalnya. TEORI PERNYATAAN Mengatakan bahwa jika ada perbedaan antara yang dikehendaki dan kenyataan. di mana salah satu pihak dalam perjanjian tersebut lazimnya adalah pihak yang ekonominya kuat. Di kalangan profesi tertentu. TEORI KEHENDAK Mengatakan bahwa jika ada perbedaan antara yang dikehendaki dan dinyatakan. Jika tidak. 3. Tanggal 3 Mei. PASAL 1320 KUHPER Mengandung asas Kebebasan Berkontrak. Perjanjian. . NATURALIA Adalah berbagai ketentuan dalam undang-undang yang diatur dalam Buku III yang bersifat mengatur dan merupakan hukum pelengkap bagi hal-hal yang tidak diatur dalam perjanjian. MACAM PERJANJIAN STANDAR : 1. AKSIDENTALIA Adalah hal-hal yang berlaku mengikat para pihak apabila secara tegas diperjanjikan dalam perjanjian. maka dapat dikatakan SUDAH ADA PERJANJIAN. KONSENSUALITAS OBLIGATOIR Adalah kesepakatan dalam perjanjian. dengan membebankan kewajiban-kewajiban pada pihak debitur yaitu pihak ekonomi lemah. yaitu suatu klausula yang mengandung unsur-unsur pembebasan bagi pihak kreditur yang lazimnya adalah pihak ekonomi kuat. yaitu dalam bentuk formulir yang lazimnya dibuat secara kolektif.mengenakan denda pada sewa beli kendaraan bermotor. Dalam perjanjian adhesi ini sering mengandung Klausula Eksonerasi. misalnya perjanjian perburuhan. A baru mengetahui bahwa B menerima suratnya : Teori Pengetahuan KAPAN MENGIKATNYA : Menurut Prof Sardjono adalah pada saat Penerimaan. surat dikirim : Teori Pengiriman Tanggal 10 Mei. PERJANJIAN FORMIL Adalah perjanjian yang memerlukan suatu formalitas tertentu yang dikehendali oleh undangundang dan harus dibuat secara tertulis.

( ASAS KEPRIBADIAN).PERJANJIAN RIIL/ KONKRIT Adalah perjanjian yang belum mengikat pada saat tercapainya kata sepakat. kecuali jika dengan tegas ditetapkan atau dapat disimpulkan dari sifat perjanjian bahwa tidak demikian maksudnya. PASAL 1316 KUHPER : Merupakan suatu pengecualian atas asas kepribadian. Misalnya. 2. Dalam hubungan ini. Misalnya. . pengiriman barang. ILMU HUKUM Menganggap bahwa perjanjian garansi bukan merupakan pengecualian Asas Kepribadian. PASAL 1315 KUHPER : Tidak ada seorang pun dapat mengikatkan diri atau meminta ditetapkan suatu janji. A meminjam uang pada B. seseorang membuat suatu perjanjian yang mana ia memperjanjikan hak-hak bagi orang lain. kecuali ditentukan lain oleh undangundang. memuat suatu janji yang seperti itu. PASAL 1329 KUHPER : Tentang Kecakapan Semua orang pada dasarnya cakap untuk membuat perjanjian. Perjanjian Garansi adalah perjanjian yang berdiri sendiri. A mengadakan perjanjian jual-beli mobil dengan B. PERSONALIA PERJANJIAN Perjanjian yang dibuat itu mengikat siapa saja : Pasal 1315 dan 1340 KUHPer. A disebut STIPULATOR. di mana dalam perjanjian itu dia minta diperjanjikan hak-hal oleh C tanpa adanya kuasa dari C. Misalnya. Yang dimaksud dengan Asas Kepribadian adalah : Asas dalam hukum perjanjian. apabila suatu penetapan janji yang dibuat oleh seorang untuk dirinya sendiri atau suatu pemberian yang dilakukannya kepada seorang lain. PASAL 1318 KUHPER : Jika seseorang minta diperjanjikan suatu hal. Pasal 1317 KUHPER : JANJI UNTUK PIHAK KETIGA Lagipun diperbolehkan untuk minta ditetapkannya suatu janji guna kepentingan seorang pihak ketiga. Terhadap Azas Pengecualian ini ada dua pendapat : 1. B disebut dengan PROMISSOR. Dalam hal ini A mengadakan perjanjian dengan B. di mana seseorang dalam perjanjian itu pada hakekatnya hanya bisa memperoleh hak dan kewajiban untuk dilaksanakan untuk dirinya sendiri. tapi ada C sebagai penjamin si A (perjanjian borgtocht). maka dianggap itu adalah untuk ahli warisnya dan orangorang yang memperoleh hak daripadanya. selain untuk dirinya sendiri. dengan perjanjian bahwa selama satu bulan mobil itu boleh dipakai dulu oleh C. tapi diperlukan suatu perbuatan tertentu untuk mengikat perjanjian itu. Dalam janji untuk pihak ketiga. UNDANG-UNDANG Menganggap bahwa perjanjian garansi merupakan pengecualian Asas Kepribadian. yaitu suatu perjanjian yang oleh undang-undang dikenal dengan nama Perjanjian Garansi.

penghibahan : memberikan suatu barang secara Cuma-Cuma kepada orang lain dan tidak dapat ditarik kembali... tapi kadang-kadang ada obyek yang diprestasikan. Terdapat tiga macam prestasi dalam hal ini : 1.Pasal ini memperluas ASAS KEPRIBADIAN. dihubungkan dengan macam-macam prestasi. tapi juga para ahli warisnya. dimana perjanjian yang dibuat oleh para pihak tidak hanya mengikat para pihak. Misalnya perjanjian membuat suatu garansi. 2. MEMBERIKAN SESUATU Lazimnya ada obyek yang diberikan. BERBUAT SESUATU Tidak ada obyek yang diprestasikan. bisa saja dieksekusi riil. Misalnya Antara A dan B membuat perjanjian untuk mendirikan tembok. perjanjian untuk tidak mendirikan perusahaan yang sejenis. TIDAK BERBUAT SESUATU Menurut Pasal 1240 BW : bahwa si berpiutang (kreditur) berhak menuntut penghapusan segala sesuatu yang telah dibuat berlawanan dengan perjanjian dan dia boleh minta supaya dikuasakan oleh hakim untuk menyuruh menghapuskan segala sesuatu yang telah dibuat tadi atas biaya si berutang (debitur). . Mungkin atau tidak ketiga prestasi tersebut di atas dieksekusi riil ? Untuk point 1. misalnya : Jual-beli. tukar-menukar. Misalnya : perjanjian tidak mendirikan tembok pemisah. Sehingga B harus membayar A lalu A yang mengerjakan sisanya. sewa-menyewa. Pelaksanaan suatu perjanjian. 3. pinjam pakai. tapi kemudian B tidak mau mengerjakannya. dengan tidak mengurangi haknya untuk menuntut ganti rugi jika ada alasan untuk itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful