LAPORAN PRAKTIKUM MIKROKONTROLER

Disusun oleh :

DENAR REGATA AKBI 05560164

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2008

PERCOBAAN 3 DISPLAY 7 SEGMEN
I. TUJUAN: 1. Mahasiswa memahami rangkaian interface mikrokontroller dengan 7 segmen 2. Mahasiswa dapat memahami program assembly untuk menampilkan data ke 7 segment 3. Mahasiswa memahami beberapa instruksi assembly dasar, MOV, Setb, Clr, dan waktu tunda.

(a)

(b) Tabel 3.1. Tabel kebenaran 74LS138
INPUT SELECTOR C 0 0 B 0 0 A 0 1 ENABLE G1 /G2A 1 1 0 0 /G2B 0 0 OUTPUT Y1 Y2 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Y7

0 0 1 1 1 1

1 1 0 0 1 1

0 1 0 1 0 1

1 1 1 1 1 1

0 0 0 0 0 0

0 0 0 0 0 0

1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1

0 1 1 1 1 1

1 0 1 1 1 1

1 1 0 1 1 1

1 1 1 0 1 1

1 1 1 1 0 1

1 1 1 1 1 0

Pada tabel kebenaran tersebut tampak bahwa seven segmen yang hidup tergantung pada output dari dekoder 74LS138, yang sedang mengeluarkan logika low ”0”, sehingga dari 8 buah display tersebut, selalu hanya satu display yang akan dihidupkan. Agar display tampak nyala secara bersamaan maka ketiga display tersebut harus dihidupkan secara bergantian dengan waktu tunda tertentu. Pada gambar tersebut seven segment commont anoda dikendalikan dengan menggunakan transistor PNP melalui decoder 74LS138, apabila ada logika low pada basis transistor, maka 7 segment akan nyala dan sebaliknya akan padam.

Gambar 3.2 Modul 7 Segment tunggal

Tabel 3.2. Data Display 7 Segmen

P0.6 G 1 1 0 0 : 0 0

P0.5 F 0 1 1 1 : 0 0

P0.4 e 0 1 0 1 : 0 0

P0.3 D 0 1 0 0 : 1 0

P0.2 c 0 0 1 0 : 0 0

P0.1 B 0 0 0 0 : 0 1

P0.0 A 0 1 0 0 : 0 1

Display

0 1 2 3 : A B

Pada tabel tersebut tampak bahwa untuk menghidupkan sebuah segmen, harus dikirimkan data logika low ”0” dan sebaliknya untuk mematikan segmen, harus dikirimkan data logika high ”1”.

II. HASIL PRAKTIKUM III

Percobaan 3.1. Tulis Sebuah Karakter pada 7 Segmen ( Display 1 ) o Percobaan 3.1 org 0h start : clr P3.5 clr P3.6 clr P3.7 mov P2,#11110111b sjmp start end

;P3.5= '0' ;P3.6= '0' ;P3.7= '0' ;Cetak karakter'A' ; Lompat ke start

Print Screen :

o Percobaan 3.1.1 org 0h start: setb P3.5 clr P3.6 clr P3.7 mov P2,#10111001b sjmp start end

;P3.5=A='1' ;P3.6=B='0' ;P3.7=C='0' ; CetakKarakter'C' ; Lompat ke start

Print Screen: o Percobaan 3. Lompat ke start Print Screen: .P3.#11111001b sjmp start end . CetakKarakter'E' .5=A='0' .6=B='0' .P3.7 mov P2.1.2 org 0h start: clr P3.6 setb P3.7=C='1' .P3.5 clr P3.

Panggil waktu tunda .P3.5=A='1' setb P3.6 .2. CetakKarakter'3' sjmp start .P3.1.P3.6 .7=C='1' mov P2.5='1' clr P3.6='0' clr P3.7 .3 org 0h start: setb P3.#10111001b.7='0' mov P2.6=B='1' setb P3.5='0' setb P3.5 .5= '0' clr P3.Panggil waktu tunda clr P3.6 . Tulis Tiga Karakter pada 7 Segmen o Percobaan 3.panggil waktu tunda setb P3.5 .P3.2 org 0h start : clr P3.P3.7 .o Percobaan 3.Cetak karakter'A' call delay .7= '0' mov P2.P3.5 .cetak karakter'B' call delay .6= '0' clr P3.7='0' mov P2.#11001111b .#11111100b.P3.#11110111b.P3.7 .7 .Cetak karakter'C' call delay .P3.6 .P3. Lompat ke start end Print Screen: Percobaan 3.P3.P3.5 .6='1' clr P3.

del2 djnz R1.lompat ke start .============================================= .subroutime dekay created to rise delay time .============================================== delay:mov R1.del1 ret end Print Screen: .#255 del2:djnz R2.sjmp start .#255 del1:mov R2.

#11111001b .2.7='0' mov P2.5 = '0' .cetak karakter 'E' call delay .5 .6='0' clr P3.1 Org 0h start :clr P3. P3.6 clr P3.o Percobaan 3. cetak karakter 'F' call delay .P3.5 clr P3.7 . panggil waktu tunda .P3. P3.7 .5='1' clr P3.6 = '0' .7 = '0' mov P2.#11110001b . P3.P3.6 .panggil waktu tunda setb P3.

cetak karakter 'G' call delay . panggil waktu tunda sjmp start .5 = '0' setb P3.#255 del2: djnz R2.6 . del1 ret end Print Screen: . P3.5 .7 = '0' mov P2.7 . P3. P3.sub routine delay created to rise delay time delay: mov R1.#255 del1: mov R2. lompat ke start .6 = '1' clr P3. del2 djnz R1.====================================== .clr P3.#11111101b .

5 . cetak karakter 'j' call delay .#11110110b .cetak karakter 'h' call delay .P3.P3.5 .7 = '0' mov P2.2.panggil waktu tunda clr P3.7 . P3. P3.5='0' clr P3.6 .o Percobaan 3.7='1' mov P2.7 .6 .#10011110b . panggil waktu tunda .2 Org 0h start :setb P3.P3. P3.6='0' setb P3.5 = '1' setb P3.6 = '1' clr P3.

5 = '1' clr P3.sub routine delay created to rise delay time delay: mov R1.setb P3.===================================== .7 . del2 djnz R1. P3.#255 del1: mov R2. panggil waktu tunda sjmp start .#10111000b . P3. P3.6 .7 = '1' mov P2. lompat ke start . cetak karakter 'L' call delay . del1 ret end Print Screen: .5 .6 = '0' setb P3.#255 del2: djnz R2.

5 .P3. P3.#11110111b .cetak karakter '1' call delay .7='1' mov P2.7 .P3.P3.6 .7 .7 = '1' mov P2.6 = '0' setb P3.#10000110b .6='1' setb P3. P3.2. P3. panggil waktu tunda .5 = '1' clr P3.6 .panggil waktu tunda clr P3. cetak karakter 'a' call delay .5='0' setb P3.5 .3 Org 0h start :setb P3.o Percobaan 3.

#255 del2: djnz R2. P3. del1 ret end Print Screen: .#11001111b .#255 del1: mov R2. cetak karakter '3' call delay .7 = '1' mov P2.===================================== . lompat ke start .6 = '1' setb P3.setb P3.sub routine delay created to rise delay time delay: mov R1. P3. P3.6 .5 . panggil waktu tunda sjmp start .7 .5 = '1' setb P3. del2 djnz R1.

6 clr P3.6 clr P3.5 clr P3.3 org 0h start: clr P3.#00000110b call delay setb P3.#11011011b . Tulis 8 Karakte r pada 7 Segmen o Percobaan 3.7 mov P2.5 clr P3.Percobaan 3.3.7 mov P2.

#255 del2: djnz R2.7 mov P2.#11101101b call delay setb P3.6 setb P3.7 mov P2.6 clr P3.5 setb P3.7 mov P2.6 setb P3.5 setb P3.7 mov P2.7 mov P2.#10000111b call delay setb P3.#11001111b call delay setb P3.5 setb P3.del2 djnz R1.6 clr P3.call delay clr P3.del1 ret end .#11111111b call delay sjmp start delay: mov R1.#255 del1: mov R2.5 clr P3.5 setb P3.6 setb P3.#11111101b call delay clr P3.6 setb P3.#11100110b call delay clr P3.7 mov P2.5 clr P3.

Print Screen: .

.

.

#11111000b call delay clr P3.7 mov P2.1 org 0h start: clr P3.7 mov P2.6 setb P3.#10111000b call delay setb P3.5 clr P3.7 mov P2.5 setb P3.5 setb P3.5 clr P3.5 setb P3.6 clr P3.7 mov P2.6 clr P3.6 setb P3.5 setb P3.3.7 mov P2.5 clr P3.o Percobaan 3.#11111100b call delay setb P3.6 setb P3.#11011100b call delay sjmp start .5 clr P3.#10000110b call delay setb P3.7 mov P2.7 mov P2.#11010000b call delay setb P3.6 clr P3.7 mov P2.#11001111b call delay clr P3.6 setb P3.#11110111b call delay clr P3.6 clr P3.

del2 djnz R1.#255 del1: mov R2.delay: mov R1.#255 del2: djnz R2.del1 ret end Print Screen: .

.

.

7 mov P2.6 clr P3.6 clr P3.#10110000b call delay clr P3.7 mov P2.7 mov P2.5 clr P3.5 setb P3.6 clr P3.#11110111b call delay clr P3.5 clr P3.6 clr P3.7 mov P2.#10110000b call delay setb P3.5 clr P3.#11110110b call delay setb P3.5 setb P3.7 mov P2.6 setb P3.2 org 0h start:clr P3.3.#11011100b call delay .o Percobaan 3.

6 setb P3.del2 djnz R1.#10011100b call delay setb P3.7 mov P2.5 setb P3.6 setb P3.5 setb P3.7 mov P2.6 setb P3.5 clr P3.del1 ret end Print Screen: .setb P3.#11111011b call delay clr P3.#11101110b call delay sjmp start delay: mov R1.7 mov P2.#255 del2: djnz R2.#255 del1: mov R2.

.

.

3 org 0h start:clr P3.3.5 setb P3.6 clr P3.#11011100b call delay clr P3.7 mov P2.6 clr P3.#11101110b call delay setb P3.5 clr P3.5 clr P3.o Percobaan 3.7 mov P2.6 .

5 setb P3.6 setb P3.clr P3.#11010100b call delay setb P3.#11111011b call delay sjmp start delay: mov R1.5 setb P3.del1 ret end .#11110111b call delay clr P3.#255 del1: mov R2.5 clr P3.7 mov P2.5 clr P3.6 setb P3.7 mov P2.del2 djnz R1.7 mov P2.6 setb P3.#11010000b call delay clr P3.6 clr P3.#10011100b call delay setb P3.#11001111b call delay setb P3.7 mov P2.5 setb P3.#255 del2: djnz R2.7 mov P2.6 setb P3.7 mov P2.

Print Screen: .

.

.

5 sintax ’clr’ pada P3. P3.1.1 program dimulai pada ORG(Origin) 0h yang mana program ini akan menampilkan karakter’A’ pada posisi awal atau index pertama pada display. P3.1 program dimulai pada ORG(Origin) 0h yang mana program ini akan menampilkan karakter’C’ pada posisi atau index kedua pada display.G. P3. sebagai contoh: . Sebagai contoh: A F G E D C H B Dimisalkan pada gambar diatas.F. sintax’clr’ ini dimaksudkan untuk mengeset/memberikan logika 0.E.1 Pada percobaan 3. sintax ’setb’ ini dimaksudkan untuk mengeset/memberikan logika’1’. sebagai contoh: Sedangkan untuk Membentuk karakter’A’ kita harus menuliskan sintax ’MOV P2. jadi dengan memberikan nilai / bit 1 pada A.Berhubung dalam praktikum ini kita menggunakan’Display Commond Catoda’ jadi untuk menyalakan display Commond Catoda kita memberikan nilai atau bit’1’.1.H sedangkan D diberikan nilai / bit 0.#11110111b’ .6. Tulis Sebuah Karakter pada 7 Segmen ( Display 1 ) o Percobaan 3.7. Untuk menentukan Posisi karakter‘A’ pada display kita harus menuliskan sintax’clr’ pada P3.1 Pada percobaan 3.C. maka akan terbentuk karakter’A’ o Percobaan 3. sedangkan sintax ’clr’ ini dimaksudkan untuk mengeset/memberikan logika’0’.5.7.III. ANALISA Percobaan 3.B.6.1. Untuk menentukan Posisi karakter‘C’ pada display kita harus menuliskan sintax ’setb’ pada P3.

jadi dengan memberikan nilai / bit 1 pada A.F. sebagai contoh: .#10111001b’ .1.5. sedangkan sintax ’clr’ ini dimaksudkan untuk mengeset/memberikan logika’0’.E.2 program dimulai pada ORG(Origin) 0h yang mana program ini akan menampilkan karakter’E’ pada posisi atau index kelima pada display. Sebagai contoh: A F G E D C H B Dimisalkan pada gambar diatas.Sedangkan untuk Membentuk karakter’C’ kita harus menuliskan sintax ‘MOV P2. P3.1. sintax ’setb’ ini dimaksudkan untuk mengeset/memberikan logika’1’.D.C. Untuk menentukan Posisi karakter‘E’ pada display kita harus menuliskan sintax ’setb’ pada P3.H sedangkan B.Berhubung dalam praktikum ini kita menggunakan’Display Commond Catoda’ jadi untuk menyalakan display Commond Catoda kita memberikan nilai atau bit’1’.2 Pada percobaan 3.G diberikan nilai / bit 0.6. maka akan terbentuk karakter’C’ o Percobaan 3.7 sintax ’clr’ pada P3.

jadi dengan memberikan nilai / bit 1 pada A. P3.Berhubung dalam praktikum ini kita menggunakan’Display Commond Catoda’ jadi untuk menyalakan display Commond Catoda kita memberikan nilai atau bit’1’. P3. Sebagai contoh: A F G E D C H B .7 sintax ’setb’ ini dimaksudkan untuk mengeset/memberikan logika’1’.#11001111b’ . Untuk menentukan Posisi karakter‘3’ pada display kita harus menuliskan sintax ’setb’ pada P3.1. sebagai contoh: Sedangkan untuk Membentuk karakter’3’ kita harus menuliskan sintax ’MOV P2.Berhubung dalam praktikum ini kita menggunakan’Display Commond Catoda’ jadi untuk menyalakan display Commond Catoda kita memberikan nilai atau bit’1’.3 Pada percobaan 3.D.G. maka akan terbentuk karakter’E’ o Percobaan 3.E.H sedangkan B.6.#11111001b’ .F.5.3 program dimulai pada ORG(Origin) 0h yang mana program ini akan menampilkan karakter’3’ pada posisi atau index ke delapan pada display.C diberikan nilai / bit 0.Sedangkan untuk Membentuk karakter’E’ kita harus menuliskan sintax ’MOV P2. Sebagai contoh: A F G E D C H B Dimisalkan pada gambar diatas.1.

maka akan terbentuk karakter’3’ Percobaan 3.1 program dimulai pada ORG(Origin) 0h yang mana program ini akan menampilkan karakter’E.C. Tulis Tiga Karakter pada 7 Segmen o Percobaan 3.5.F diberikan nilai / bit 0. P3. sehingga didapat nyala karakter A. .H sedangkan E. jadi dengan memberikan nilai / bit 1 pada A.#10111001B’ untuk membentuk karakter C.#11111100B’ untuk membentuk karakter b.2. sebaliknya untuk memberikan logika 0 pada P3.#255 o Percobaan 3.5.C’ secara bergantian pada display dan posisi index pada masing – masing karakter berbeda.1 Pada percobaan 3.G.7 kita harus menuliskan / memberikan sintax SETB. contoh : ‘MOV P2. P3.7 0 0 0 Posisi/index ke 1 2 3 NB : untuk memberikan logika 1 pada P3.2.2 Pada percobaan 3.Dimisalkan pada gambar diatas. ‘MOV P2.2.2 program dimulai pada ORG(Origin) 0h yang mana program ini akan menampilkan karakter’A.C kita harus menuliskan sintax ‘MOV’ sebanyak tiga kali.G’ secara bergantian pada display dan posisi index pada masing – masing karakter berbeda.G secara bergantian dengan mengeset DELAY.B.6. Untuk mengatur nyala antara karakter satu dengan yang lain sehingga terlihat nyalanya bergantian kita harus mengeset delay. atau P3.B.F.7 kita harus menuliskan / memberikan sintax CLR.D. sehingga didapat nyala karakter E. contoh : delay: mov R1.#11110111B’ untuk membentuk karakter A.5 0 1 0 P3. Untuk menentukan masing – masing karakter sehingga menempati posisi atau index yang berbeda kita harus mengeset atau menuliskan sintax SETB dan CLR sebagai contoh : Karakter A b C P3.B.F. atau P3.6 0 0 1 P3. ‘MOV P2.C secara bergantian dengan mengeset DELAY.B.6. Untuk membentuk karakter A.

2 program dimulai pada ORG(Origin) 0h yang mana program ini akan menampilkan karakter’H.#11110001B’ untuk membentuk karakter F.6.F.7 kita harus menuliskan / memberikan sintax CLR.G kita harus menuliskan sintax ‘MOV’ sebanyak tiga kali.J.#255 o Percobaan 3.Untuk membentuk karakter E. ‘MOV P2. sebaliknya untuk memberikan logika 0 pada P3. Untuk mengatur nyala antara karakter satu dengan yang lain sehingga terlihat nyalanya bergantian kita harus mengeset delay.#10111000B’ untuk membentuk karakter L Untuk menentukan masing – masing karakter sehingga menempati posisi atau index yang berbeda kita harus mengeset atau menuliskan sintax SETB dan CLR sebagai contoh : .5.7 0 0 0 Posisi/index ke 1 2 3 NB : untuk memberikan logika 1 pada P3. Untuk membentuk karakter H.L secara bergantian dengan mengeset DELAY.6. Untuk menentukan masing – masing karakter sehingga menempati posisi atau index yang berbeda kita harus mengeset atau menuliskan sintax SETB dan CLR sebagai contoh : Karakter A b C P3.L kita harus menuliskan sintax ‘MOV’ sebanyak tiga kali.6 0 0 1 P3. P3. atau P3.5. atau P3.J.2 Pada percobaan 3. contoh : ‘MOV P2.L’ secara bergantian pada display dan posisi index pada masing – masing karakter berbeda. contoh : ‘MOV P2.7 kita harus menuliskan / memberikan sintax SETB.5 0 1 0 P3.2.#11111001B’ untuk membentuk karakter E. ‘MOV P2. ‘MOV P2. contoh : delay: mov R1.#11111101B’ untuk membentuk karakter G.#10011110B’ untuk membentuk karakter J.J. ‘MOV P2. sehingga didapat nyala karakter H. P3.2.#11110110B’ untuk membentuk karakter H.

L kita harus menuliskan sintax ‘MOV’ sebanyak tiga kali. contoh : ‘MOV P2. atau P3. Untuk mengatur nyala antara karakter satu dengan yang lain sehingga terlihat nyalanya bergantian kita harus mengeset delay.3 program dimulai pada ORG(Origin) 0h yang mana program ini akan menampilkan karakter’1.6.6 0 1 1 P3. ‘MOV P2.7 kita harus menuliskan / memberikan sintax CLR.5 1 0 1 P3.6.#10000110B’ untuk membentuk karakter 1.Karakter H J L P3.6 1 0 0 P3. sebaliknya untuk memberikan logika 0 pada P3.3 secara bergantian dengan mengeset DELAY.2.3’ secara bergantian pada display dan posisi index pada masing – masing karakter berbeda. Untuk membentuk karakter H.a.#255 o Percobaan 3. P3. contoh : delay: mov R1.J. sehingga didapat nyala karakter 1. atau P3. P3.a.3 Pada percobaan 3.5.7 0 1 1 Posisi/index ke 4 5 6 NB : untuk memberikan logika 1 pada P3.5 1 0 1 P3.7 1 1 1 Posisi/index ke 6 7 8 .5.#11001111B’ untuk membentuk karakter 3 Untuk menentukan masing – masing karakter sehingga menempati posisi atau index yang berbeda kita harus mengeset atau menuliskan sintax SETB dan CLR sebagai contoh : Karakter 1 A 3 P3.2. ‘MOV P2.#11110111B’ untuk membentuk karakter A.7 kita harus menuliskan / memberikan sintax SETB.

5. sebaliknya untuk memberikan logika 0 pada P3.7 0 0 0 0 1 1 1 1 Posisi/index ke 1 2 3 4 5 6 7 8 NB : untuk memberikan logika 1 pada P3. P3.#255 Percobaan 3.7 kita harus menuliskan / memberikan sintax CLR.5.3. atau P3. P3. P3.6. atau P3. atau P3. atau P3.7 kita harus menuliskan / memberikan sintax CLR. . Untuk menentukan posisi display tiap karakter angka sehingga menempati posisi atau index yang diinginkan kita harus mengeset atau menuliskan sintax SETB dan CLR sebagai adalah sbb : Karakter 1 2 3 4 5 6 7 8 P3.3 Pada percobaan 3.6.7 kita harus menuliskan / memberikan sintax SETB. P3. sebaliknya untuk memberikan logika 0 pada P3.NB : untuk memberikan logika 1 pada P3.5 0 1 0 1 0 1 0 1 P3. Tulis 8 Karakte r pada 7 Segmen o Percobaan 3.3 program dimulai pada ORG(Origin) 0h yang mana program ini akan menampilkan karakter angka dimulai dari 1 sampai 8 secara bergantian. contoh : delay: mov R1.6 0 0 1 1 0 0 1 1 P3. Untuk mengatur nyala antara karakter satu dengan yang lain sehingga terlihat nyalanya bergantian kita harus mengeset delay. Karakter angka 1 menempati display pertama dan seterusnya sampai karakter angka 8 menempati display ke delapan.6.6.5.5.7 kita harus menuliskan / memberikan sintax SETB.

1 program dimulai pada ORG(Origin) 0h yang mana program ini akan menampilkan karakter ’Labmikro’ secara bergantian. sebaliknya untuk memberikan logika 0 pada P3.7 kita harus menuliskan / memberikan sintax SETB.5. Karakter ‘L’ akan menempati display pertama dan seterusnya sampai karakter ‘o’ menempati display ke delapan. Untuk menentukan posisi display tiap karakter sehingga menempati posisi atau index yang diinginkan kita harus mengeset atau menuliskan sintax SETB dan CLR sebagai adalah sbb : Karakter L A b m i k r o P3.Untuk mengatur nyala antara karakter satu dengan yang lain sehingga terlihat nyalanya bergantian kita harus mengeset delay.6.7 kita harus menuliskan / memberikan sintax CLR.5 0 1 0 1 0 1 0 1 P3.#255 o Percobaan 3.6 0 0 1 1 0 0 1 1 P3.3. P3. atau P3.7 0 0 0 0 1 1 1 1 Posisi/index ke 1 2 3 4 5 6 7 8 NB : untuk memberikan logika 1 pada P3. P3.1 Pada percobaan 3.3. atau P3.6.5. . contoh : delay: mov R1.

6.2 Pada percobaan 3. P3.#255 o Percobaan 3. .7 0 0 0 0 1 1 1 1 Posisi/index ke 1 2 3 4 5 6 7 8 NB : untuk memberikan logika 1 pada P3. P3. contoh : delay: mov R1.2 program dimulai pada ORG(Origin) 0h yang mana program ini akan menampilkan karakter ’HAlloguy’ secara bergantian.7 kita harus menuliskan / memberikan sintax SETB. Karakter ‘H’ akan menempati display pertama dan seterusnya sampai karakter ‘y’ menempati display ke delapan.6 0 0 1 1 0 0 1 1 P3.3.5.6. sebaliknya untuk memberikan logika 0 pada P3.7 kita harus menuliskan / memberikan sintax CLR. Untuk menentukan posisi display tiap karak ter sehingga menempati posisi atau index yang diinginkan kita harus mengeset atau menuliskan sintax SETB dan CLR sebagai adalah sbb : Karakter H A l l o g u y P3. atau P3.5.3.Untuk mengatur nyala antara karakter satu dengan yang lain sehingga terlihat nyalanya bergantian kita harus mengeset delay.5 0 1 0 1 0 1 0 1 P3. atau P3.

P3.#255 . sebaliknya untuk memberikan logika 0 pada P3.7 kita harus menuliskan / memberikan sintax CLR. Untuk menentukan posisi display tiap karakter sehingga menempati posisi atau index yang diinginkan kita harus mengeset atau menuliskan sintax SETB dan CLR sebagai adalah sbb : Karakter Y o u r n A m e P3.5.7 kita harus menuliskan / memberikan sintax SETB. atau P3. Karakter ‘Y’ akan menempati display pertama dan seterusnya sampai karakter ‘e’ menempati display ke delapan.6.5 0 1 0 1 0 1 0 1 P3.6 0 0 1 1 0 0 1 1 P3. Untuk mengatur nyala antara karakter satu dengan yang lain sehingga terliha t nyalanya bergantian kita harus mengeset delay.Untuk mengatur nyala antara karakter satu dengan yang lain sehingga terlihat nyalanya bergantian kita harus mengeset delay. atau P3. contoh : delay: mov R1. P3.5.7 0 0 0 0 1 1 1 1 Posisi/index ke 1 2 3 4 5 6 7 8 NB : untuk memberikan logika 1 pada P3.#255 o Percobaan 3.6. contoh : delay: mov R1.3 Pada percobaan 3.3 program dimulai pada ORG(Origin) 0h yang mana program ini akan menampilkan karakter ’YournAme’ secara bergantian.3.3.

Tulis Sebuah Karakter pada 7 Segmen ( Display 1 ) o Percobaan 3.1.1 START INISIALISASI AWAL ALAMAT 0h AKTIFKAN DIGIT 1 PADA 7 SEGMENT CETAK KARAKTER “A” o Percobaan 3.IV.1 START INISIALISASI AWAL ALAMAT 0h AKTIFKAN DIGIT 2 PADA 7 SEGMENT CETAK KARAKTER “C” o Percobaan 3.2 START INISIALISASI AWAL ALAMAT 0h AKTIFKAN DIGIT 5 PADA 7 SEGMENT CETAK KARAKTER “E” .1.1. FLOWCHART Percobaan 3.

1. Tulis Tiga Karakter pada 7 Segmen o Percobaan 3.2 DELAY R1 = 255 START INISIALISASI AWAL ALAMAT 0h R2 = 255 D E R2 = R2 .o Percobaan 3.1 DELAY DELAY DELAY YA R1 = 0 TIDAK D E RET .3 START INISIALISASI AWAL ALAMAT 0h AKTIFKAN DIGIT 8 PADA 7 SEGMENT CETAK ANGKA “3” Percobaan 3.1 AKTIFKAN DIGIT 1 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 2 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 3 PADA 7 SEGMENT R2 = 0 YA CETAK KARAKTER “A” CETAK KARAKTER “B” CETAK KARAKTER “C” TIDAK R1 = R1 .2.

1 AKTIFKAN DIGIT 4 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 5 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 6 PADA 7 SEGMENT R2 = 0 YA CETAK KARAKTER “H” CETAK KARAKTER “J” CETAK KARAKTER “L” TIDAK R1 = R1 .2 DELAY R1 = 255 START INISIALISASI AWAL ALAMAT 0h R2 = 255 D E R2 = R2 .2.1 DELAY DELAY DELAY YA R1 = 0 TIDAK D E RET .1 DELAY DELAY DELAY YA R1 = 0 TIDAK D E RET o Percobaan 3.1 DELAY R1 = 255 START INISIALISASI AWAL ALAMAT 0h R2 = 255 D E R2 = R2 .o Percobaan 3.1 AKTIFKAN DIGIT 1 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 2 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 3 PADA 7 SEGMENT R2 = 0 YA CETAK KARAKTER “E” CETAK KARAKTER “F” CETAK KARAKTER “G” TIDAK R1 = R1 .2.

3 DELAY R1 = 255 START INISIALISASI AWAL ALAMAT 0h R2 = 255 D E R2 = R2 . Tulis 8 Karakte r pada 7 Segmen o Percobaan 3.2.1 DELAY DELAY DELAY YA R1 = 0 TIDAK D E RET Percobaan 3.o Percobaan 3.2 .1 AKTIFKAN DIGIT 6 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 7 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 8 PADA 7 SEGMENT R2 = 0 YA CETAK KARAKTER “1” CETAK KARAKTER “A” CETAK KARAKTER “3” TIDAK R1 = R1 .3.

START INISIALISASI AWAL ALAMAT 0h D E N AKTIFKAN DIGIT 1 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 3 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 5 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 7 PADA 7 SEGMENT DELAY CETAK KARAKTER “1” CETAK KARAKTER “3” CETAK KARAKTER “5” CETAK KARAKTER “7” R1 = 255 DELAY DELAY DELAY DELAY R2 = 255 AKTIFKAN DIGIT 2 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 4 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 6 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 8 PADA 7 SEGMENT R2 = R2 .1 DELAY DELAY DELAY DELAY YA R1 = 0 TIDAK D E N RET .1 R2 = 0 YA CETAK KARAKTER “2” CETAK KARAKTER “4” CETAK KARAKTER “6” CETAK KARAKTER “8” TIDAK R1 = R1 .

o Percobaan 3.2.1 START INISIALISASI AWAL ALAMAT 0h D E N AKTIFKAN DIGIT 1 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 3 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 5 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 7 PADA 7 SEGMENT DELAY CETAK KARAKTER “L” CETAK KARAKTER “B” CETAK KARAKTER “I” CETAK KARAKTER “R” R1 = 255 R2 = 255 DELAY DELAY DELAY DELAY R2 = R2 .1 DELAY DELAY DELAY DELAY YA R1 = 0 TIDAK D E N RET .1 AKTIFKAN DIGIT 2 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 4 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 6 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 8 PADA 7 SEGMENT R2 = 0 YA CETAK KARAKTER “A” CETAK KARAKTER “M” CETAK KARAKTER “K” CETAK KARAKTER “O” TIDAK R1 = R1 .

1 AKTIFKAN DIGIT 2 PADA 7 SEGMENT CETAK KARAKTER “A” AKTIFKAN DIGIT 4 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 6 PADA 7 SEGMENT CETAK KARAKTER “G” AKTIFKAN DIGIT 8 PADA 7 SEGMENT CETAK KARAKTER “Y” R2 = 0 YA TIDAK R1 = R1 .o Percobaan 3.2 START INISIALISASI AWAL ALAMAT 0h AKTIFKAN DIGIT 1 PADA 7 SEGMENT CETAK KARAKTER “H” D E N AKTIFKAN DIGIT 3 PADA 7 SEGMENT AKTIFKAN DIGIT 5 PADA 7 SEGMENT CETAK KARAKTER “O” AKTIFKAN DIGIT 7 PADA 7 SEGMENT CETAK KARAKTER “U” DELAY R1 = 255 CETAK KARAKTER “L” R2 = 255 DELAY DELAY DELAY DELAY R2 = R2 .2.1 CETAK KARAKTER “L” DELAY DELAY DELAY DELAY YA R1 = 0 TIDAK D E N RET .

1 YA R1 = 0 TIDAK RET .2.1 R2 = 0 YA TIDAK R1 = R1 .3 START INISIALISASI AWAL ALAMAT 0h AKTIFKAN DIGIT 1 PADA 7 SEGMENT CETAK KARAKTER “Y” D E N AKTIFKAN DIGIT 3 PADA 7 SEGMENT CETAK KARAKTER “U” AKTIFKAN DIGIT 5 PADA 7 SEGMENT CETAK KARAKTER “N” AKTIFKAN DIGIT 7 PADA 7 SEGMENT CETAK KARAKTER “M” DELAY DELAY DELAY DELAY AKTIFKAN DIGIT 2 PADA 7 SEGMENT CETAK KARAKTER “O” AKTIFKAN DIGIT 4 PADA 7 SEGMENT CETAK KARAKTER “R” AKTIFKAN DIGIT 6 PADA 7 SEGMENT CETAK KARAKTER “A” AKTIFKAN DIGIT 8 PADA 7 SEGMENT CETAK KARAKTER “E” DELAY DELAY DELAY DELAY D DELAY E N R1 = 255 R2 = 255 R2 = R2 .o Percobaan 3.

2  a diisi oleh datanya yang ada dialamat 2 .  Logika Untuk Membuat Angka atau Karakter Dalam Display A F G E D Untuk Commond Katoda : A B C H D F G E C H B .#2  a diisi oleh angka 2 .  WAKTU TUNDA Waktu tunda digunakan untuk delay atau waktu jeda. jadi nya la LED atau display bisa diatur dengan mengeset waktu tunda atau delaynya. Bagian-bagian di program utama akan ‘memanggil’ (CALL) sub-rutin.Mov a.Mov a. b  data dari b dimasukkan di a .  MOV ( MOVE ) MOV merupakan singkatan dari MOVE artinya memindahkan data Sebagai contoh : .@b  b isinya alamatnya apa? Kemudian alamat tersebut ditunjuk dan data dari alamat b yang telah ditunjuk diisikan di a  SET-B & Clr Set b  membuat / memberikan logika 1 Clr  membuat / memberikan logika 0  SUB-RUTIN Sub-rutin merupakan suatu potong program yang karena berbagai pertimbangan dipisahkan dari program utama. selesai mengerjakan sub-rutin mikrokontroler kembali ke alur program utama. artinya mikrokontroler sementara meninggalkan alur program utama untuk mengerjakan instruksi-instruksi dalam sub-rutin.V.Mov a. Satu-satunya cara membentuk sub-rutin adalah memberi instruksi RET pada akhir potongan program sub-rutin. Sebagai contoh : org 0h … end (dalam hal ini meminta assembler berikutnya bekerja pada memori-program nomor 0h / atau program dimulai pada 0h). KESIMPULAN  ORG ( ORIGINAL ) ORG singkatan dari ORIGINAL adalah perintah pada assembler agar berikutnya assembler bekerja pada memori-program nomor yang disebut di belakang ORG.Mov a.

7 0 0 0 0 1 1 1 1 Posisi/index ke 1 2 3 4 5 6 7 8 .5 0 1 0 1 0 1 0 1 P3.Untuk menghidupkan display CC ( Commond Catoda ) kita harus memberikan nilai bit”1” Untuk Commond Anoda : Untuk menghidupkan display CA ( Command Anoda ) kita harus memberikan nilai bit”0”  Logika Untuk Menentukan Posisi Dalam Display P3.6 0 0 1 1 0 0 1 1 P3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful