Permasalahan Pajak Ganda Murabahah

September 5, 2010 isa7695 Leave a comment Permasalahan pajak ganda yang dikenakan kepada bank-bank Syariah dengan skim murabahahnya sebenarnya issue yang sudah lama. Rumor ini muncul sejak tahun 1997, dan saat ini kembali ramai diperdebatkan lantaran pajak yang harus dibayarkan kepada Ditjen Pajak jauh lebih besar dari pendapatan yang diterima oleh bank-bank syariah dengan transaksi murabahahnya. Pada prinsipnya Murabahah itu jual beli, ketika ada permintaan dari nasabah, bank terlebih dahulu membeli pesanan sesuai permintaan nasabah, lalu bank menjualnya kembali kepada pemesan dengan harga aslinya lalu ditambah dengan margin keuntungan yang telah disepakati oleh pemesan. Karena transaksi jual beli itu terjadinya dua kali, maka terjadi dua kali peralihan kepemilikan sehingga PPN-nya dikenakan dua kali juga. Menurut UU No. 18 Tahun 2000 (tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, utamanya Pasal 1A ayat (1), huruf a dan b,) berarti juga terbebani dua kali pembayaran pajak. bagaimana pajak ganda itu diterapkan? Ilustrasi mudahnya begini; Misalkan saja, ada nasabah datang ke bank bermaksud ingin membeli motor seharga 15 juta di dealer A, lalu bank menuliskan transaksi akad tersebut dengan meminta margin (keuntungan) 5%. Jadi harganya 15.750.000. lalu bank membeli motor tersebut di dealer A dan menyerahkan kepada nasabah. Nah pada saat bank membeli motor dari dealer A seharga 15 juta, bank sebenarnya sudah dikenai pajak, dimana harga yang Rp. 15 juta itu sudah termasuk pajak PPN 10%. ± Ceritanya menjadi lain jika membelinya langsung dari pabriknya. kemudian pada saat menjual kembali kepada pemesan seharga Rp. 15.750.000, bank dikenai pajak lagi. Katakanlah pajak PPN yang dikenakan sebesar 10%. Sehingga bank harus membayar pajaknya sebesar: 15.750.000 X 10% /100 = 1.575.000, - (ini yang menjadi sumber kerugian bank) Dengan ilustrasi diatas, dapat dikatakan dalam setiap melakukan transaksi murabahahnya, bank syariah akan selalu mengalami kerugian karena harus membayar pajak yang lebih besar dari keuntungan yang diperolehnya. pengambilan margin yang hanya sebesar 5 persen dari transaksi murabahah ini sebelumnya sudah dipertimbangkan oleh bank-bank syariah, sebab jika bank- syariah mengambil keuntungan yang lebih besar dari setiap transaksi murabahahnya, katakanlah lebih besar dari PPN 10% dengan alasan supaya menutupi kerugian pembayaran pajaknya, tentunya bank syariah akan kalah bersaing dengan bank-bank lain seperti bank konvensional yang memberikan kredit pembiayaan lebih kecil karena bank konvensional tidak dikenai pajak ganda. Lantaran mengambil margin yang lebih besar dari bank konvensional, para nasabah pun pastinya akan memilih bank yang memberikan pembayaran cicilan lebih murah dari bank syariah. Jika merujuk kepada UU Nomor 42/2009 mengenai PPN, aturan PPN murabahah sejatinya sudah dihapuskan, aturan ini baru efektif April 2010 nanti. Hanya saja, penghapusan ini

hanya bersifat kasuistis. Artinya, bank syariah dengan transaksi murabahahnya, masih harus berkewajiban membayar tagihan pajak tahun-tahun sebelumnya. Itulah alasan mengapa sekarang ini bank-bank syariah menjadi bank yang memiliki tunggakan besar pajaknya. Sebagai contoh BNI, lantaran terkena pajak ganda, Bank dengan plat merah ini masuk dalam daftar penunggang pajak yang dirilis Ditjen Pajak. Pajak yang dimaksud adalah murni dari transaksi murabahah UUS BNI pada tahun 2007. Besarannya sekitar 128,2 milyar, dengan rincian PPn murabahah Rp. 108,2 milyar dan saksi administrasi Rp. 20 milyar. Padahal laba UUS BNI syariah pada tahun 2007 hanya 19,7 milyar. Jika dihitung dari sejak UUS BNI berdiri pada ahun 2000 hingga tahun 2009, maka total pajak murabahahnya adalah Rp 393 milyar.(Republika, 5 Februari 2010) Menurut Ahmad Baiquni (mengutip dari sini) mengapa pemerintah ngotot menarik pajak berganda ini karena melihat nilai pembiayaan murabahah yang lumayan. Tengok saja, dari total pembiayaan perbankan syariah sebesar Rp 60 triliun, sekitar 57% atau Rp 34,2 triliun merupakan pembiayaan akad murabahah. ³Jadi, ada potensi pajak Rp 3,42 triliun. Jika bank-bank syariah tetap harus membayar tunggakan pajaknya pada tahun-tahun sebelumnya, hal ini akan berakibat meruginya bank-bank syariah, selain itu juga akan berdampak menurunya nilai asset yang dimiliki. Sebab dari nilai transaksi yang dilakukan oleh bank-bank syariah, sekitar 80 persen diantaranya adalah transaksi murabahah. Menurunnya nilai asset, akan berdampak pada menurunya jumlah tranksaksi pembiayaan, menurunya jumlah transaksi pembiayaan akan menurunya keuntungan/profit yang diperoleh. Hal ini akan menghambat perkembangan bank syariah di Indonesia. Selain itu, penghapusan pajak yang belum sepenuhnya clear, membuat enggannya minat investor untuk masuk ke domain perbankan syariah. Seperti misalnya; Kuwait Finance House dan Qatar Islamic Bank yang mau menanamkan modalnya untuk Bank syariah setelah dihapuskannya pajak berganda itu di Indonesia. Oleh karena itu, agar tetap eksis dan berkembangnya bank-bank syariah di Indonesia, mari Qt dukung penghapusan pajak ganda murabahah dari tahun-tahun sebelumnya. Wallahu¶alam Sumber Referensi : Koran Republika 5 Februari 2010. Bank syariah tuntut netralisasi pajak ganda Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia (Asbisindo) mengajukan netralisasi untuk menuntaskan pajak ganda murabahah (jual beli) yang bisa menjadikan bank syariah merugi.Ketua Asbisindo A Riawan Amin menjelaskan pihaknya telah melayangkan surat ke Departemen Keuangan untuk membahas pemutihan pajak pertambahan nilai yang disampaikan sejak bulan lalu. Selama ini, katanya, transaksi di perbankan syariah 80% masih menggunakan akad murabahah sehingga kalau harus dikejar pajak ganda ke belakang, maka akan menghambat bisnis bank syariah.´Sekarang amendemen UU Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sudah dilakukan tetapi temyata belum mengubah paradigma seluruhnya di Dirjen Pajak. Untuk itu, Asbisindo melakukan netralisasi pajak karena akan membuat modal bank tergerus,´ jelasnya dalam Temu Pers Asbisindo, kemarin. Riawan menyatakan jika pajak ganda yang diperdebatkan sejak 1997 itu harus dibayarkan maka secara ti-

dak langsung juga akan membuat cacat program Bank Indonesia dalam mengembangkan perbankan syariah karena kinerja keuangan bank syariah ke belakang akan terkoreksi. ³Kalau memang amendemen UU PPN sebuah pengakuan bahwa murabahah termasuk produk keuangan yang bebas pajak, harus dibebaskan.´Riawan menambahkan komitmen pemerintah untuk mengembangkan perbankan syariah sebagai agenda nasional, harusnya dilakukan dengan tuntas setelah diterbitkan UU Perbankan Syariah dan amandemen UU PPN harusnya bisa sampai penghapusan pajak ganda seluruhnya. ³Kalau penghapusan pajak ganda murabahah temyata hanya untuk mengundang asing datang, sedangkan bank lokal masih dikenakan beban pajak itu sama saja menyulitkan.´Sementara itu, Direktur UKM dan Syariah BNI Achmad Baiquni menjelaskan selama ini unit usaha BNI Syariah masih terbebani dengan persoalan pajak ganda murabahah mencapai Rpl28,2 miliar terdiri dari tagihan pajak pertambahan nilai RplO8,2 miliar dan sanksi administrasi Rp20 miliar. ³BNI bersepakat dengan kalangan bank syariah lainnya khusus untuk murabahah tidak akan membayar pajak pertambahan nilai itu, agar bisa dihapuskan. Tapi temyata setelah amandemen UU PPN tetap saja ada penagihan pajak lama,´ kata dia. Keadilan Baiquni menyatakan pihaknya menuntut keadilan Direktorat Jenderal Pajak dalam menghitung objek pajak berganda transaksi murabahah perbankan syariah, karena semua bank dalam industri tersebut memakai sistem serupa.Namun, di sisi lain jika perhitungan itu diterapkan membuat industri perbankan gulung tikar karena akan membayar pajak pertambahan nilai yang mencapai Rp3 triliun dalam 1 tahun. Dia mengatakan semua perbankan syariah memakai transaksi murabahah dalam melakukan skema pembiayaan, sehingga jika dinilai ada pe-nunggakan pajak berganda semua industri terkena.Pekan lalu, Dirjen Pajak mengumumkan bahwa BNI bersama Bukopin masuk dalam 100 besar perusahaan penunggak pajak. Kasus kedua perusahaan itu disebabkan oleh transaksi murabahah yang dikenai pajak berganda. Sumber : Bisnis Indonesia FRIDAY, 29 FEBRUARY 2008 07:23 HAPUS PAJAK GANDA PERBANKAN SYARIAH Mimbar Jumat ± Artikel Jumat SALAH satu permasalahan pada industri perbankan syariah adalah persoalan pajak ganda (double taxation). Pajak ganda yang dimaksud adalah pengenaan pajak dua kali atas transaksi pada produk perbankan syariah terutama pada skim murabahah. WASPADA Online Oleh Mustafa Kamal Rokan SALAH satu permasalahan pada industri perbankan syariah adalah persoalan pajak ganda (double taxation). Pajak ganda yang dimaksud adalah pengenaan pajak dua kali atas transaksi pada produk perbankan syariah terutama pada skim murabahah. Pengenaan pajak ini tentunya tidak menguntungkan bagi perkembangan industri bisnis syariah terutama pada perbankan syariah. Sebab akan menyebabkan biaya mahal dalam industri syariah. Untuk itu, mendesak dihapuskannya pajak ganda tersebut. Saat ini, salah satu skim terlaris dari produk perbankan syariah adalah skim murabahah dan bai¶ bithaman ajal. Adapun mekanisme pada skim ini adalah bank membeli barang atau produk yang menjadi permintaan nasabah, kemudian bank

menjual kembali barang tersebut kepada nasabah dengan tambahan harga.Sesungguhnya pemberlakuan hanya satu kali pajak dalam pembiayaan syariah telah dilakukan oleh banyak negara lain. karenanya dikenakan pajak dua kali (pajak ganda). Demikian juga Inggris telah menghapus pajak ganda dengan diintroduksinya Finance Act 2003 oleh badan independen yang menentukan regulasi keuangan Inggris (FSA. Amerika Serikat melalui Office of the Comptroller of the Currency (OOC) yang mengeluarkan dua interpretative letters yang berisi tentang transaksi murabahah dan ijarah. Saat ini negara yang memiliki industri keuangan dan perbankan syariah telah menghapuskan pajak ganda dalam transaksi pembiayaan syariah diantaranya. Jika kita melihat data pada skim pembiayaan terjadi penurunan. Dari data terlihat transaksi perbankan syariah tidak kurang dari Rp21. yakni melakukan perubahan (amandemen) regulasi yang menyangkut pajak. motivasi para investor untuk masuk dan mengembangkan industri syariah di Indonesia pun menjadi surut. Kedua. Karenanya. Untuk menghapus pajak ganda di Indonesia. padahal saat ini sedang dilakukan pencapaian target aset perbankan syariah menjadi dua persen. Berdasarkan Undang-undang No.1 persen. Disebabkan dua kali transaksi jual beli berarti telah terjadi dua kali peralihan kepemilikan. Dengan adanya penghapusan pajak ganda akan memicu perkembangan industri syariah tidak hanya di perbankan syariah namun juga pada industri lainya seperti asuransi dan pasar modal syariah. 18 Tahun 2000 tentang perubahan kedua atas Undangundang No. lebih rendah dibanding pembiayaan tahun 2006 yang mencapai 34. Dampaknya. Padahal data menunjukkan skim murabahah adalah produk yang sangat diminati dan menjadi andalan perbankan syariah saat ini.2 persen. yakni pembelian barang oleh pihak bank. 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan pajak Penjualan Atas Barang Mewah. (harga asal ditambah profit margin) dan selanjutnya nasabah membayar dengan angsuran kepada pihak bank.340 triliun atau sebayak 60.86 persen (Republika. Data ini menunjukkan penurunan dari tahun sebelumnya. paling tidak ada dua upaya dapat dilakukan. Tentunya regulasi ini menjadikan perbankan syariah sangat terbebani. Financial Services Authority). 4/2). pajak ganda ini menjadi penghambat perkembangan perbankan syariah. tahun 2007 tercatat laju pertumbuhan bank syariah mencapai 30. atau dengan . Sedangkan Malaysia telah menghapus pajak gandanya hampir satu dekade yang lalu yakni saat perkembangan awal industri syariah di negara tersebut. dalam skim ini berarti terjadi dua (2) kali transaksi jual beli. Malaysia menghapus pajak ganda dengan Amandement Real Property Gains Tax Act 1976 dengan tambahan pengaturan baru pada schedule 2 paragrap 3 (g) yang menyebutkan gain yang diperoleh bank penjualan aset kepada nasabah atas prinsip syariah dikecualikan dari pajak. dan penjualan barang pihak bank kepada nasabah. penghapusan pajak ganda menjadi sangat penting terkait dengan kepentingan masuknya investasi asing di Indonesia. Urgensi penghapusan Paling tidak ada dua alasan mendesak pentingnya dihapus pajak ganda (double taxation) tersebut. Pertama. Singapura menghapus pajak ganda sejak Maret 2005 melalui Monetery Authority of Singapore.920 triliun dengan komposisi terbesarnya adalah murabahah yakni Rp13. Adanya pajak ganda akan menyebabkan industri perbankan dan keuangan syariah Indonesia menjadi kurang menarik dikembangkan.

´ lanjut dia. Di satu sisi terdapat bank syariah yang terkena pajak ganda pada kegiatan murabahah. karena perbankan syariah tidak bisa dikategorikan dalam perusahaan dagang yang melakukan proses jual beli. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Senior Vice President & Syariah Banking Group Head .´ kata dia kepada Bisnis. saat ini telah ada Peraturan Pemerintah No. Syariah IAIN SU & Graha Kirana. µPajak murabahah perlu dihapus¶ Ditulis oleh Bisnis Indonesia Monday.8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan pajak Penjualan Atas Barang Mewah. Sebab selama ini aturan yang mengatur perbankan syariah hanya berupa aturan tentang perbankan nasional (UU No. 22 January 2007 JAKARTA: Kalangan pelaku bisnis bank syariah Indonesia mengharapkan RUU Perbankan Syariah yang saat ini digarap DPR bisa menyelesaikan persoalan pajak untuk murabahah perbankan syariah. Penulis adalah Dosen Hukum Bisnis Fak. Adapun pasal yang menyangkut penghapusan pajak ganda pada RUU tersebut akan menjadi lex specialis (pengecualian hukum) terhadap UU Pajak Pertambahan Nilai (PPN). secara ideal. Pertama. Sebenarnya. Marketing. Hingga saat ini belum ada ketentuan yang pasti mengenai pajak murabahah (jual beli) pada perbankan syariah di Indonesia. untuk itulah diperlukan political will dari pengambil kebijakan dan upaya sinkronisasi perundang-undangam secara menyeluruh dalam rangka membangun ekonomi syariah dan sistem perekonomian Indonesia yang kuat. dan Sariah Bank Tabungan Negara (BTN) Iqbal Latanro menyatakan selesainya RUU yang saat ini sedang dibahas oleh DPR diharapkan bisa memberi kejelasan terkait dengan pajak murabahah perbankan syariah di Indonesia. sementara di sisi lain terdapat pula bank yang hanya dikenakan satu kali pajak. Semoga. Dia lebih lanjut menyatakan. belum ada regulasi yang mengatur perpajakan bagi perbankan syariah sehingga transaksi syariah terkena pajak ganda. Alasan satu kali pengenaan pajak untuk murabahah. kemarin. perlu memasukkan klausula yang menyangkut penghapusan pajak ganda pada kedua RUU tersebut. ³Hal yang prinsip adalah selesainya pembahasan RUU Perbankan Syariah yang saat ini dibahas oleh DPR bisa menjawab persoalan pajak perbankan syariah yang hingga saat ini belum ada kepastian. 144 tahun 2000 yang mengatur jasa perbankan mendapatkan dispensai untuk tidak terkena wajib pajak PPN. dengan memanfaatkan momentum yang ada. 18 Tahun 2000 tentang perubahan kedua atas Undangundang No. yakni saat ini RUU Perbankan Syariah dan RUU Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sedang dibahas. Sebab saat ini ada bank yang dikenakan pajak ganda untuk murabahah sedangkan yang lain ada yang dikenakan satu kali pajak. Kedua. jika kita cermat. Mempertahankan pajak berganda akan menghambat perkembangan industri syariah ke depan. ketidakjelasan mengenai pajak tersebut turut menyumbang terhadap minimnya perkembangan perbankan syariah yang saat ini di bawah 5%. penghapusan ini dengan melakukan amandemen regulasi yang menyangkut pajak yakni UU No. ³Ke depan diharapkan pajak untuk murabahah hanya satu kali saja dikenakan untuk perbankan syariah.10 Tahun 1998).melakukan penambahan klausula tentang penghapusan pajak ganda pada regulasi yang menyangkut industri bisnis syariah. Direktur Treasury.

Sementara perbankan syariah kan konsepnya kan intermediari. ³Sebab apa? Jika hal ini dipaksakan akan menganggu perkembangan bank syariah kedepan.Bank Niaga Ari Purwandono. pemerintah harus melihat dimana pun negara yang melaksanakan sistem keuangan syariah tak memasukkan pajak berganda tersebut dalam operasional perbankan syariah. lanjut Riawan melalui DPR Asbisindo meminta agar masalah pajak berganda yang dibebankan kepada bank-bank syariah dapat terselesaikan. (m04) Bisnis Indonesia. 22/1/2007 IAEI Dukung Sikap Penolakan Pajak Murabahah THURSDAY. Terlebih kata dia.pkesinteraktif. sehingga bank syariah tak merasa dirugikan. (04/02). ³Maka dari itu perlu dipahami oleh pemerintah dan jangan seenaknya sendiri dalam membuat peraturan. perbankan syariah perlu dikenakan pajak murabahah sekali saja.´kata Agustianto saat ditemui di kantor IAEI Setiabudi. Selasa (23/02/2010). (Agus Y www. Hal tersebut disampaikan Ketua Asbisindo Riawan Amin usai Panja RDP dengan Komisi XI di Gedung DPR-RI. Untuk menjembatani persoalan silang pendapat antara pelaku perbankan syariah dan pemerintah. Dia menyatakan. Untuk itu. 04 FEBRUARY 2010 08:29 BAHRUL Agustianto Jakarta.´ujar Agustianto. perlu sebuah kajian yang adil terhadap peraturan tersebut. mengatakan. ³Kasus pajak ini sangat menganggu karena setidak-tidaknya ada lima investor yang berminat menempatkan dananya. ³Sebab kami berkeyakinan bahwa perbankan syariah bukan jual beli seperti trading company. Jakarta. memang benar jika pajak berganda Murabahah tidak dihapus yang terjadi adalah banyak bank syariah yang menunggak pajak dan itu jumlahnya sangat besar sekali. mendapat dukungan dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI).30 WIB Oleh: Iin Caratri (Managementfile ± Tax) ± Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) mengharapkan kasus tunggakan pajak yang melilit bank-bank syariah dapat dihapuskan melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun karena adanya ketidakpastian hukum pajak ganda murabahah. . dan bukan jual beli. Jakarta Pusat Rabu (3/2). Kalau perusahaan dagang kan ada jual beli dan ada value added.´ kata dia pekan lalu. Agustianto. Sekjen IAEI bersedia untuk memediasi serta mengkaji mengenai regulasi Undang-Undang Pajak tersebut. 23 Februari 2010 20. Melalui Sekretaris Jenderal IAEI. Kekesalan para pelaku bisnis perbankan syariah terhadap pajak berganda pada transaksi Murabahah. Menurut Agustianto.´ ujar. Mereka enggan masuk karena takut dibebankan tunggakan pajak.com) 5 Investor Bank Syariah Mundur Gara-gara Kasus Pajak Ganda Selasa. Kasus pajak tersebut telah menganggu minat investor asing untuk menempatkan dananya di bank-bank yang terlilit utang pajak hingga Rp 400 miliar.

Melky menegaskan. maka potensi pajak PPN (pajak pertambahan nilai) dari transaksi perbankan syariah Bank BNI mencapai Rp397 miliar.³Ya. Menurut Baiquni. ³Jika termasuk untuk bayar pajak. ³Jadi ini bukan proyek untung. sedangkan untuk bayar PPN 10 persen. sehingga tidak menjadi beban . pihaknya tidak akan membayar pajak ganda ini karena masih akan diperjuangkan berbagai kalangan pelaku bank syariah (Asosiasi Bank Syariah Indonesia/ASBISINDO). saat acara ³media gathering´ di Jakarta. Ketua Umum ASBISINDO Riawan Amin mengatakan bahwa permasalahan pajak ganda pada transaksi ³murabahah´ pada sistem perbankan syariah ini merupakan faktor penghambat utama saat ini. Mudah-mudahan DPR bisa menindaklanjuti. Baiquni juga mengatakan bahwa BNI akan melakukan ³spin off´ unit usaha syariah (UUS) dengan setor modal Rp1 triliun.´ ungkap Melky panggilan akrab Melchias. Pasalnya Menteri Keuangan dapat menghapuskan pajak jika nilai tunggakannya dibawah Rp 10 miliar. ³Jika diatas Rp 10 miliar maka harus melalui DPR. (ic/IC/dtc) Tunggakan Pajak BNI Hasil Transaksi Syariah Murabahah sumber : Antara 2/Feb/2010 14:36 Jakarta (ANTARA) ± Direktur Bank BNI Ahmad Baiquni mengatakan hasil publikasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak bahwa BNI termasuk salah satu penunggak pajak terbesar adalah penerapan pajak ganda transaksi ³murabahah´ (perjanjian jual beli antara bank dengan nasabah) perbankan syariah.´ katanya. ³Tunggakan pajak senilai Rp128 miliar dan semunya dari transaksi `murabahah` pada 2007 senilai Rp108 miliar dan ditambah Rp20 miliar merupakan sanksi administrasi.´ pungkas Melky.´ kata Baiquni. ³Kalau dikenakan. kita inginnya dihapus saja. Melky mengatakan masih akan dibahas lebih lanjut.´ tegasnya. ³Memang amandemen pajak ganda memang disetujui dan berlaku per April 2010. konsep bank konvensional sangat berbeda dengan bank syariah dimana transaksi murabahah (jual beli) tidak seharusnya dikenakan pajak pertambahan nilai (PPn). Direktur UKM (Usaha Kecil Menengah) dan Perbankan Syariah Bank BNI ini menegaskan bahwa pihaknya dapat margin dari nasabah hanya 5 persen.´ jelasnya. ³Kita berencana membentuk Panja Khusus untuk masalah Asbisindo ini. Ditempat yang sama Ketua Panja Perpajakan Komisi XI Melchias Markus Mekeng mengatakan akan mencari celah untuk menyelesaikan kasus pajak bank -bank syariah.´ kata an Melky. tapi proyek rugi. Bagaimanapun akan kita dukung penghapusan pajak tersebut. buku mereka akan selalu buruk karena akan ada tunggak pajak.´ katanya. namun untuk warisan pajak sebelumnya yang masih dikejar terus masih menjadi masalah. ³Jika dibayar.´ tambahnya. Selasa. Amin berharap masalah warisan pajak ganda dihilangkan. Mengenai skema penghapusan pajak tersebut. maka setoran modal tersebut hampir setengahnya untuk bayar pajak. Kita akan membicarakan dengan Kementrian Keuangan lebih lanjutnya.

³Dengan demikian. artinya industri masih harus menyelesaikan kewajiban pajak sebelum UU tersebut diberlakukan. Inggris justru tidak ada pajak ganda. Aturan UndangUndang PPN dan PPn BM yang mengatur masalah tersebut. karena mereka dikenakan PPN atas transaksi murabahah tersebut.´ tegas Amin. Meski demikian. Aturan tersebut termuat pada Peraturan Bank Indonesia (PBI).´paparnya. ada indikasi positif dari penerapan kebijakan netralisasi PPN ini adalah banyaknya pendirian bank-bank umum syariah baik melalui akuisisi maupun spin off berbarengan dengan diberlakukannya netralisasi PPN atas transaksi murabahah di sektor perbankan syariah. tapi merupakan peluang yang sengaja dimanfaatkan kalangan investor dalam menyasar pasar perbankan syariah. Aturan kedua . Ia juga mengungkapkan bahwa masalah pajak ganda ini menjadi fokus utama calon investor yang ingin masuk ke Indonesia. ungkap President KBC. sedangkan di negara lain yang muslimnya minoritas seperti Singapura. Netralisasi PPN Transaksi Murabahah Diantara ³Madu dan Racun´ Bagikan 31 Maret 2010 jam 11:29 Implementasi netralisasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas transaksi murabahah diyakini memiliki dampak yang beragam. dimana dalam PBI ini. Diakui olehnya. hanya mencakup netralisasi pajak per 1 April 2010 dan seterusnya. Fenomena ini menjadikan ³madu dan racun´ bagi perbankan syariah.perkembangan perbankan syariah di Indonesia. Sebab. mereka pun melakukannya berdasarkan dasar dan ketentuan perundang-undangan yang jelas. Adiwarman A Karim dalam pandangannya mengatakan. netralisasi memungkinkan industri tak lagi mendapat µganjalan¶ atas penerapan kewajiban yang tak lebih bersifat sebagai pajak ganda (double tax). Pengamat ekonomi syariah. jumlah tunggakan PPN Syariah mencapai Rp400 miliar. Ini bukan suatu kebetulan. penerapan netralisasi PPN atas transaksi murabahah tak serta merta langsung menghilangkan ganjalan yang dirasakan industri. bahwa perkembangan regulasi tersebut positif bagi perkembangan industri perbankan syariah. PT BCA Syariah pada 7 April. Sebut misalnya PT Bank Victori Syariah yang siap beroperasi 1 April. tapi sebaliknya bagi perbankan syariah yang beroperasi sebelum peraturan tersebut keluar tetap akan ditagih pajak oleh Direktorat Perpajakan. Beberapa lagi segera beroperasi seperti PT BNI Syariah. mengutip data Direktorat Jenderal Pajak baru-baru ini. ada beberapa bank yang siap beroperasi berbarengan dengan penerapan kebijakan tersebut. Terlebih sebelum netralisasi diberlakukan. ³Di Indonesia yang mayoritas muslim justru menerapkan pajak ganda. Sebab. ³Kita ketahui. transaksi murabahah didefinisikan sebagai jual beli yang menjadi objek pajak. ada hal yang sulit untuk menyalahkan Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan terkait penerapan PPN murabahah ini.´ujar Adiwarman A Karim. bagi perbankan syariah baru yang beroperasi dibulan April akan merasa lega. Kemudian Adiwarman menjelaskan.

Uncategorized Tags: Permasalahan Pajak Ganda Murabahah COMMODITY MURABAHAH PRODUCT (CMP) DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI ISLAM September 5. Meski sebetulnya. Bank disini mewakili nasabahnya untuk membeli suatu komoditas. Baru setelah ada kedua aturan tersebut. bai¶ musawamah.1 Skema CMP untuk deposito Dari gambar tersebut jika seorang nasabah membuka rekening deposito yang menggunakan sistem CMP setidaknya melakukan tiga akad kombinasi sebagai berikut. Atau nasabah mewakilkan kepada bank untuk menjualkannya kembali kepada broker B dengan system murabahah. Commodity Murabahah Product Dalam Perpektif hokum ekonomi islam Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya. Komoditi yang di beli nasabah dari bursa dijual kepada bank dengan dengan sistem jual beli murabahah dimana yang akan dibayar secara tangguh (deffered) kepada nasabah sesuai kesepakatan. 1) Akad jual beli yang dilakukan oleh bank kepada broker. menagih kewajiban perpajakan PPN atas transaksi murabahah. dimana transaksi murabahah jadi bagian dari objek pajak. Sumber: pkesinteraktif. muncul perdebatan soal PPN atas transaksi murabahah. atau sebelum adanya kedua ketentuan ini. ³Karena demikian aturannya. yang diterbitkan sekitar Maret 2003. 4.1. Sebelum tahun 2003. hampir tidak ada perdebatan terkait kewajiban PPN atas transaksi murabahah. 2) Jual-beli murabahah Yaitu jual beli dengan dasar harga beli di tambah dengan ongkos dan laba yang di inginkan. maka mereka tentu saja mau tidak mau tetap harus masuk. Direktorat Jenderal Pajak juga memahami bahwa ini bukan merupakan objek pajak karena substansinya sama dengan transaksi pada perbankan konvensional. Bisa dikatakan bank juga mewakilkan kepada broker. dan bai¶ murabahah seperti gambar dibawah. Disini berarti kedudukan bank sebagai agent untuk kedua kalinya. maka dalam bab ini akan disajikan pembahasan dan hasil analisis terhadap CMP dan hal hal yang terkait dengannya. Islamic Economy. Karena hanya broker yang bisa melakukan transaksi di bursa. Dan bank hanya mendapatkan fee dari transaksi ini.1. 2010 isa7695 Leave a comment 4. Gambar 4. Pada dasarnya bank tersebut tidaklah membeli komoditas dari broker akan tetapi bank menyuruh kepada broker untuk membelikan suatu komoditas di bursa berjangka. karena jual beli yang dilakukan bank kepada broker sejatinya adalah jual beli futures sebagaimana yang akan dijelaskan nanti diakhir pembahasan.termuat pada Pedoman Akuntansi Syariah (PAS).´paparnya.com Categories: Islamic Business. Akad Yang Digunakan Dalam CMP Dalam CMP terdapat kombinasi beberapa akad yang digunakan antara lain akad wakalah. Sistem jual beli di bursa adalah tidak sesuai dengan syariah. Murabahah. Jual beli ini lebih cenderung pada jual beli tawar menawar atau musawamah kalau dilihat dari segi harga asalnya . Dalam islam jual beli .1.

merasa demi kepentingan kelancaran transaksi komersil pada saat ini. pertama ketika nasabah menabung dibank. Yaitu mewakilkan bank untuk membeli komoditi seharga uang yng ditabungkan kebank. Dalam Hukum Islam wakalah adalah akad yang sah. demikian kalau hanya salah satu pihak berjanji untuk membeli komoditi tersebut. Konsekuensi dari wakalah ini adalah bank melakukan jual beli harus disandarkan kepada nasabah baik menggunakan atas nama nasabah ataupun atas nama bank. Mekanisme Commodity Murabahah Porduct (CMP) Pembahasan pada bab kali ini difokuskan pertama pada pemahaman alur pada produk ini. Yaitu perjanjian sepihak (wa¶ad) untuk membeli komoditi dari nasabah. dan Inti dari transaksi yang diusung adalah murabahah untuk mengklaim margin tetapnya (fixed return). Dibawah ini adalah ketika bank pada posisi pertama Gambar 4. 2. Sebagian daripada para Ulama mengatakan kalau janji sepihak tidak dapat di paksa untuk di implementasikan. Pertanyaan muncul disini adalah bagaimana bisa menentukan deposito dengan harga 3%?. Dalam konsep dan prakteknya terdapat 2 skema yang sedikit berbeda. Pertama-tama adalah Nasabah datang ke bank untuk membuka rekening deposito jangka pendek sebesar Rp. Kemudian brokrer melaksanakan perintah bank tersebut. 3.000. maka janji sepihak haruslah mengikat 4. 4) Wa¶ad Disamping hal diatas ada klausul yang perlu diketahui bahwa dalam akad kombinasi ini ada janji sepihak.000. Imam Shafi¶i mengatakan kalau transaksi tersebut tidak sah Namun .3 Alur penentuan margin tetap (fixed return) Dari gambar diatas dapat dijelaskan sebagai berikut.1.1.dengan cara murabahah dibolehkan oleh syariah.2.1. Konsep pertama bank menjadi agent ketika membeli dan menjual dan konsep kedua bank hanya menjadi wakil untuk membeli saja. apakah janji tersebut dapat di paksa untuk di patuhi atau tidak. Dari gambar diatas pada proses 2 setelah kesepakatan antara bank dan nasabah terjadi maka bank memerintahkan broker untuk membeli sejumlah komoditas dengan dana Rp.2. Hubungan antara nasabah dan bank adalah pada transaksi pertama bank sebagai agent. kemudian bank sebagai pembeli komoditas. ketiga membahas mengenai motif dari transaksi ini. Jawabannya adalah karena produk ini berbasis murabahah. yang masih dalam perdebatan. hal ini tidak akan terlalu berpengaruh banyak. kedua analisa pemenuhan rukun dan syarat-syarat akad yang digunkan. Sehingga broker mendapatkan .000 dengan returnnya 3% dalam jangka waktu 3 bulan misalnya. Kalau kedua belah pihak membuat perjanjian bersama untuk transaksi jual beli yang akan dilakukan kemudian. Prosedur atau alur transaksi CMP untuk deposito jangka pendek Produk ini adalah deposito jangka pendek dengan margin tetap.000. penulis akan menjelaskan bagaimana alur transaksi ini sehingga dapat ditetapkan bahwa deposito dengan margin tetap ini sesuai dengan syariah. dan sesuai dengan tujuan awal penulisan karya ilmiah ini akan difokuskan pada tentang mafsadah yang ditimbulkan konsep ini secara umum 4. 1.tunai . Hal ini dapat dilihat pada gambar diatas. Sebelum menguraikan masalah yang terkandung dalam produk ini. dan terakhir pada konsep tawarruq baik dari yang pro dan kotra.. Kedua ketika nasabah menunjuk Bank sebagai wakilnya untuk menjual kembali komoditi tersebut. sementara itu para Ulama kontemporer -yang pro konsep ini. yang dapat di lakukan dengan upah atau komisi atau free of charge/gratis. 3) Adanya akad wakalah Akad ini bisa terjadi pada dua kondisi.

kemudian menjual komoditas tersebut pada harga Rp.000. perlu diingat bahwa keuntungan dapat ditetapkan ketika akad jual atau beli itu terjadi. Dari semua alur diatas ada beberapa hal yang menjadi kritikan atas praktek ini baik dari sisi subtansi dan motivasinya. Dimana pembeda dari kedua karateristik adalah dari segi hasilnya. Sedang dalam transaksi CMP ini return ditentukan oleh bank ±disini posisi bank bukan sebagai penjual melainkan sebagai agent. Dan darisini kita sering terjebab oleh karenanya. Salah satu dari kontrak NCC adalah jual beli murabahah dimana keuntungan di tentukan dimuka. Dalam transaksi komersial memang ada dua karateristik yaitu natural certain contracts (NCC) dan natural uncertain contracts (NUC) . Karena bagaimana mungkin bank atau nasabah dapat menentukan returnnya secara fixed dimuka sedang transaksi jual belinya belum terjadi.1.000.000.-. Kalau melihat dari alur diatas ini memang masuk akal dari mana hasil 3% itu diperoleh. Disini bank pada posisi sebagai agent lagi bukan principle. Lebih lagi. keuntungan yang mereka dapat tidak menentu tergantung kondisi pasar saat itu.000.artinya keuntungan itu didapat diwaktu yang yang akan datang setelah melakukan beberapa transaksi.2.000 dengan returnnya 3% dalam jangka waktu 3 bulan. Transaksi ini tidak ada bedanya dengan praktek riba yang ada sekarang dibank-bank konvensional.surat bukti transaksi (warrant) yang kemudian diberikan kepada bank. Dalam konsepnya bahwa terjadinya murabahah yaitu ketika . Jadi keuntungannya belum bisa ditentukan walaupun dia melakukan jual murabahah karena pada kesepakatan murabahah belum terjadi pembelian.1 Penentuan margin tetap. Dengan penentuan diawal dan adanya kepastian menjadikan ini nantinya masuk dalam kategori riba nasi¶ah . Hal ini sangat berbeda ketika murabahah sebagai produk pembiayaan 4. karena ini adalah jual beli dengan keuntungan (murabahah). Jadi.000 +3% Rp.2. Disinilah asal 3% diperoleh dan menjadi fixed return. Dengan demikian nasabah telah memiliki komoditas tersebut.1000. Misal. Kemudian bank menjual ke broker dengan harga asal yaitu Rp. Tetapnya keuntungan baru bisa dikatakan fixed ketika telah terjadi. Jadi masih ada potensi kegagalan dalan jual beli yang akan dilakukan. bisa untung dan juga bisa rugi. Dan sekilas tidak ada salahnya atau transaksi ini sesuai dengan syariah. Kemudian bank memberitahukan kepada nasabah kalau komoditasnya telah dibeli. dalam berdagang keuntungan tidak bisa ditentukan diawal hal ini bertentangan dengan kaidah al-khoroj bi dhoman (hasil usaha muncul bersama dengan biaya) dan al ghunmu bil ghurmi (keuntungan muncul bersama resiko). 4. Ingat orang berdagang adalah orang yang melakukan jual beli.000 (murabahah) dengan mewakilkan kepada bank untuk menjualnya kepada broker B.030.dengan persetujuan nasabah.1030. Masalah pihak ketiga dipertanyakan ketika bank disini sekali lagi sebagai wakil nasabah untuk menjual komoditasnya.2 Masalah pihak ketiga yang membeli. Margin ini ditentukan didepan ketika akad pembukaan rekening baru. 4.1. Sehingga nasabah dapat margin sebesar 3% dari dana yang didepositokannya.-= Rp1. 1000. Artinya transaksi jual beli disini belum terjadi namun masih akan terjadi nanti. Jika bank sebagai pembeli maka bank akan membelinya seharga diatas Rp. NCC keuntungan ditentukan dimuka sedang NUC keuntungan tidak bisa ditentukan. bedanya hanya Cuma memakai embel-embel syariah. Transaksi jual beli yang menghasilkan keuntungan dapat dilihat dalam gambar diatas adalah setelah proses yang ke 6 (enam) -jika bank tetap sebagai agent.1000. kalau kita lihat nasabah lebih mirip disebut sebagai pedagang karena akan melakukan beli suatu komoditas dan akan menjual suatu komoditas. Jual beli yang dilakukan oleh bank belum tentu. diatas seorang nasabah menabung sebesar Rp. Setelah itu komoditas yang dibeli menjadi milik nasabah.1. Setelah itu nasabah memerintahkan bank untukk menjual kembali dengan cost plus margin (murabahah).

yaitu jual beli yang dilakukan oleh bank kepada broker. Simpanan dalam berbagai bentuknya ini memiliki konsekuensi hukum tersendiri atas tasharruf (tindakan hukum) pada dana tersebut. Lalu apa bedanya dengan pola transaksi konvensional saat ini. Dalam Fatwa No. Dalam konsep murabahah diatas keuntungan yang didapat nasabah adalah pasti. Karena bank terpaksa membeli komoditas tersebut untuk memenuhi janji dia memberikan prosentase yang telah di sepakati.1. Dalam konsep CMP. maka penghimpunan dana yang didasarkan transaksi Murabahah tidak ada dasar fatwanya. Jadi produk ini bisa termasuk kategori produk derivatif yang dikeluarkan oleh bank.2. Dan transaksi yang terjadi adalah satu kali dalam jangka waktu yang telah ditentukan. ada yang tidak bisa dimanfaatkan (wadi¶ah amanah). tabungan dan deposito didasarkan pada transaksi Wadiah atau Mudharabah. jual beli yang terjadi hanya sekali dalam tempo waktu tertentu. 4. ba¶i dain bi dain atau offseting? Kalau lebih kita cermati lagi dan kita kaitkan dengan jual beli sebelumnya. Dengan adanya produk ini kemungkinan melakukan spekulasi akan bertambah besar bagi institusi keuangan syariah. Artinya bahwa produk ini bisa diperjualbelikan antar nasabah (bank/institusi). Dan mungkin inilah yang dicari oleh bank karena dengan demikian dia mendapatkan dana segar dan likuid sangat murah. akan tetapi itu hanya janji untuk melakukan jual beli yang tercatat . Meskipun beberapa waktu yang lalu DSN telah membolehkan transksi CMP untuk deposito. Keuntungan tetap ini sama halnya riba bank yang dilarang. Kalau dana tersebut dipakai lagi oleh bank untuk melakukan jual beli keuntungan sudah pasti dinikmati oleh bank. Berarti menjual sesuatu yang belum dimiliki dan belum berada ditangannya. belum ada fatwa yang membolehkan akad deposito memakai akad murabahah. Menurut ulama syafi¶iyah dan hanabilah jual beli ini tidak sah karena tidak ada keridhaan dalam akad . Sedang hanabilah dan syafi¶iyah jual beli ini tidak sah . Jual beli di bursa bukanlah jual beli. 2 dan 3/DSN-MUI/II/2000 disebutkan bahwa penghimpunan dana dalam bentuk giro. 1.1. Untuk tabungan wadi¶ah ada yang bisa dipakai oleh bank tanpa ada imbalan kepada nasabah tapi boleh mengasih bonus kepadanya (wadi¶ah yad dhomanah).4 Antara Murabahah. 4. dan untuk deposito dana yang terkumpul dapat dipakai dengan bagi untung dan rugi (mudharabah dan musyarkah) . Jika hal ini tidak seizin pemiliknya makan jual beli ini termasuk jual beli fudhuli. Praktek deposito jangka pendek atau commodity murabahah deposit ini mirip (similiar) dengan certificate of depsosit konvensional . Kebalikan dari pertanyaan sebelumnya adalah bagaimana jika jual beli itu terjadi dalam waktu beberapa hari saja berarti dana yang disimpan dibank dalam bentuk deposito itu menganggur. Jual belinya belum terjadi. Alasan lain kenapa keuntungan yang tetap ini bisa dilakukan karena transaksi yang dilakukan bank adalah dinamik sehingga penentuan margin bisa dilakukan. maka transaksi ini menjadi simpanan yang memberikan keuntungan tetap (fixed return) sebesar 3 % selama 3 bulan (atau 1% sebulan dan 12% setahun). ( ) . Disini apabila broker B itu tidak dapat dipastikan dan tidak dapat ditemukan sampai batas waktunya. Jikalau ternyata broker tidak diketemukan sampai batas waktunya maka bank yang akan membeli jual beli ini bisa masuk kategori jual beli terpaksa. Apabila berbentuk dana pihak ketiga.nasabah menjual komoditas yang dia beli itu dengan harga plus kepada broker B.3 Bentuk simpanan nasabah. Jadi jual beli murabahah ini sejatinya menjual janji untuk melakukan jual dan beli komoditas dimasa yang akan datang.2. Menurut ulama malikiyah dan hanfiyah jual beli ini ditangguhkan sampai ada izin dari pemiliknya. Jika alasannya seperti ini maka hal ini memperkuat bahwa ketidakpastian untuk mendapatkan keuntungan sangat tinggi.

yaitu transaksi jual beli yang dilakukan dengan tujuan bukan untuk pemanfaatan barang. Jual beli ini lebih cocok disebut dengan jual beli ad-dain bi ad-dain yang dijual dengan murabahah. Untuk lebih jelasnya masalah ini akan dijelaskan pada sub bab tersendiri. Abdullah saeed dalam bukunya menyoal bank syariah kritik atas kaum neo-revivalis telah membahas dengan panjang bagaimana bahaya riba jika tidak memperhatikan aspek moral dan etika. Akad utamanya adalah sebagaimana namanya commodity murabahah yaitu akad jual beli murabahah. 4.5 Tawarruq Transaksi seperti diatas dikenal dengan nama Tawarruq -sebagaimana yang diakui oleh para pelakunya-. Pertanyaannya disini adalah kemana nilai nilai moral yang didengung-dengungkan sebagai pembeda antara konsep konvensional dengan syariah di sematkan? Sedang tujuan syariah adalah menjadikan manusia menuju falah.2. Ulama kontemporer yang tergabung dalam islamic fiqh academy telah melarang transaksi ini yaitu pada konferensi tahunannya yang ke 17 2003.Abu Daud dari Hakim bin Hizam) Memang secara konsep murabahah dibolehkan oleh syariah. Untuk itu sebagaimana analasis alur dan prosedur diatas kita dapat menyajikan dalam tabel berikut yang saling berkaitan.R. Implementasi Rukun Dan Syarat Pada CMP Untuk Deposito Dari data-data yang diperoleh ternyata dalam konsep CMP ini terdiri dari beberapa akad baik akad utama dan akad bawaan. transaksi murabahah ini sama dengan ofsetting atau pembalikan akad yang tadi pada posisi long berubah pada posisi short dan sebaliknya tentang offsetting telah dijelaskan diawal pada bab 3 pembicaraan tentang futures-. ˜ Baligh /bisa membedakan suatu pilihan abik dan benar (mumayyiz) Deposito diperuntukan buat korporate dan institusi keuangan lainnya. ˜ Sesuatu yang diwakilkan (muwakkil fiih) Tidak termasuk hal hal yang mubah Pekerjaan yang diwakilkan kepada bank adalah jual beli dan bukan hal hal yang mubah ˜ . Karena yang menjadi karyawan adalah orang-orang yang berakal sehat ˜ Dewasa/baligh Sebagai badan i¶tibari maka di anggap dwasa dan baligh karena personil yang ada didalamnya sudah pasti dewasa dan baligh. Jadi secara umum nasabah sudah dewasa dan mumayyiz ˜ Yang mewakili (wakil) Berakal Yang menjadi wakil adalah bank. akad utama lainnya adalah jual beli musawamah dan terakhir akad bawaan yaitu wakalah. Padahal kalau dilihat dari alur proses transaksi dibursa berjangka objek transaksinya tidak ada. Karena transaksi ini bersumber dari bursa. Rukun Syarat Implementasi Kesesuaian antara syarat dan rukun dengan konsep CMP T TT Yang mewakilkan (muwakkil) Pemilik pekerjaan/barang yang akan diwakilkan Nasabah sebagai orang yan memiliki pekerjaan yaitu membeli komoditas dan bank dijadikan wakilnya untuk membeli.2. Jadi bank sebagai badan i¶tibari dianggap berakal.2. 4. Akad-akad ini tidak bisa dipisah-pisahkan dalam analisis. kesemuanya saling berhubungan.1. karena mementingkan hilah untuk mencapai tujuannya. Jadi tidak bisa dilihat secara parsial. Dari konsep ini terkesan memperturutkan hawa nafsu yaitu mendapatkan keuntungan dengan cara apapun (hilah) walaupun itu sebenarnya riba yang dilarang.³Janganlah kamu menjual sesuatu yang tidak ada padamu´ (H. Namun dalam praktek objeknya bukan harta yang dimaksudkan oleh syariah. tapi untuk menghasilkan uang tunai bagi pembeli (dalam hal ini bank). Dalam konsepnya objek transaksi dianggap given (dianggap telah memenuhi syarat dan rukunnya). DSN belum menetapkan fatwa tentang Tawarruq.

˜ Pekerjaan yang diwakilkan harus diketahui dari beberapa sisi. tenggang waktu penyerahan ditulis secara jelas dan dipublikasikan. sifat. ˜ Kedua belah pihak wakil dan muwakkil sama sama mendengar perkataan masing masing. Keduanya belah pihak mengetahui keinginan penjual atau pembeli karna terlisting dalam daftar dan terpublikasikan. Rukun Syarat Implementasi Kesesuaian antara syarat dan rukun dengan konsep CMP T TT Adanya Shighoh Ucapan atau fungsi yang dapat menggantinya seperti lewat utusan atau dengan tulisan. Artinya keduabelah pihak yang melakukan jual beli hadir dan membicarakan topik yang sama Transaksi antara pembeli dan penjual tidak bertemu dalam majelis. ˜ Pekerjaan yang dilakukan bukan berupa permohonan pinjaman utang dari orang lain Transaksi yang diwakilkan kepada bank adalah transaksi jual beli ˜ Pekerjaan itu menurut syara¶ bisa diganti oleh orang lain Transaksi jual beli termasuk transaksi yang diperbolehkan diganti oleh orang lain ˜ Shighoh Ucapan atau fungsi yang dapat menggantinya seperti lewat utusan atau dengan tulisan. Ijab qobul antara kedua dilakukan diatas surat persetujuan yang ditandatangani oleh keduanya. ˜ Antara ijab dan qabul tidak ada tenggang waktu yang mengesankan penolakan Kesepakatan antara penjual dan pembeli tidak ada tenggang waktu.Pekerjaan yang diwakilkan itu harus milik orang yang mewakilkan Pekerjaan beli ini milik nasabah.1 Akad wakalah (akad ketika nasabah menjadi nasabah bank) Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa rukun dan syarat yang harus dipenuhi telah dipenuhi semua artinya secara teknis akad ini sah. ˜ Ijab dan qabul terjadi dalam satu majelis. dan tidak pernah tahu siapa lawan jual/belinya dalam transaksi. langsung atau ditangguhkan Dalam bursa semua keterangan baik harga. barang yang di beli dan waktunya. untuk menghindari kecurangan dan spekulatif Dalam konsep ini pekerjaan yng diwakilkan dirinci secara detail harga. Bisa dilihat dari dana untuk membeli adlah milik nasabah.saerah terima yakni dengan mengambil dan memberi tanpa kata-kata Ketika nasabah datang kebank untuk menabung sighoh awal berupa ucapan kemudian diikat dengan tulisan/ surat perjanjian yang ditandatangani oleh keduanya ˜ ijab sesuai dengan qabul langsung atau ditangguhkan Ijab qabul dalam hal ini bank dan nasabah melalui surat perjanjian yang ditandatangani oleh keduanya ˜ Ijab dan qabul terjadi dalam satu majelis. jenis barang. Keduanya dapat mengetahuinya secara on-line ˜ ijab sesuai dengan qabul dalam hal ukuran. jenis uang. ˜ Kedua belah pihak penjual dan pembeli sama sama mendengar perkataan masing masing. ˜ Keterangan: T = Terpenuhi TT = Tidak terpenuhi Sumber diolah Tabel 4.saerah terima yakni dengan mengambil dan memberi tanpa kata-kata Dalam bursa selain ucapan juga diikat dengan tulisan untuk memperkuat perjanjian yang ada dan untuk mengantisipasi perselisihan. Dan tercatat secara elektronik. Ini menunjukan berada dalam satu majelis. ukuran. Ketika penutupan bursa tidak ada pembeli atau penjual akan terlikuidasi secara otomatis oleh lembaga kliring ˜ . Kesepakatan antara kedua belah pihak dapat diketahui melalui surat perjanjian yang ditandatangani.

dalam bursa tidak ada objek yang ada hanya underlying asset saja. Kalau ada hanya-2% saja. dan objek akadnya. Yang ada adalah underlying asset sebagai acuan penentuan harga dan spesifikasi lainnya. Artinya keduabelah pihak yang melakukan jual beli hadir dan membicarakan topik yang sama. Secara teknis dilapangan barang dan harga tidak dapat dimanfaatkan menurut syara¶ karena keduanya tersebut tidak pernah ada dan tidak pernah ada perpindahan kepemilikan untuk dimnafaatkan oleh keduanya. dan harga berdasarkan mata uang yang tidak pernah ada. Kemudian pada rukun muta¶aqidain tidak terdapat masalah pada syarat yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak yang berakad. ˜ Dapat dimanfaatkan secara syara¶ Barang dan harga tidak bisa dimanfaatkan secara syara¶ karena keduanya tidak pernah menagalami perpindahan kepemilikan dan tidak pernah ad ˜ a Barang yang dijual itu milik penjual ketika dijual Barang yang dijual milik penjual dan kadang penjual tidak memilikinya ˜ Dapat diserah terimakan Barang harga tidak pernah ada serah terima. Mereka hanya melihat list pada papan elektronik. ˜ Keterangan: T = Terpenuhi TT = Tidak terpenuhi Sumber diolah Tabel 4. ˜ Akadnya tidak dibatasi dengan waktu Dalam jual beli dibursa tidak ada batasan waktu yang ada batasan kapan akad akan dilaksanakan. Syarat kedua yang tidak terpenuhi adalah dapat dimanfaatkan secara syara¶. Syarat ketiga adalah barang yang dijual adalah milik penjual. Dalam bursa komoditas ada dalam suatu tempat dan tidak pernah pindah -terutama emas dilondon. Terakhir syarat yang tidak terpenuhi adalah dapat diserahterimakan baik barang atau harganya. Pada sighah syarat yang tidak terpenuhi adalah syarat ijab dan qabul terjadi dalam satu majelis. Kalau belum harus mendapatkan izin dari walinya ˜ Dilakukan atas dasar kemauan sendiri Antara penjual dan pembeli tidak ada paksaan untuk melakukan jual beli ˜ Adanya Ma¶qud alaih (barang dan harga) Objek dan harganya suci Objek transaksi dalam bursa tidak ada. Posisi jual atau beli bisa dilakukan oleh siapa saja walaupun tidak punya barangnya. Menurut survey hanya sekitar 2% terjadi serah terima barang. ˜ Barang dan harga harus diketahui dengan jelas untuk mencegah terjadinya perselisihan Dalam perjanjian tertulis jelas spesifikasi harga dan barang. pelaku akad.1 Implementasi akad jual beli musawamah (jual beli antara bank dan broker) Berdasarkan tabel diatas terdapat syarat-syarat yang tidak terpenuhi baik pada siga. Transaksi ini terjadi dibursa berjangka dimana pembeli dan penjual tidak pernah tahu siapa lawan transaksinya. Kalau belum harus mendapatkan izin dari walinya ˜ Dewasa Orang yang bisa melakukan transaksi dengan bursa adalah orang yang sudah dewasa.penjual lebih banyak tidak memiliki barang karena yang mengeluarkan barga jual adalah lembaga kliring bukan penjual.Adanya muta¶aqidain (pelaku akad) Mumayyiz Orang yang bisa melakukan transaksi dengan dalam bursa adalah orang yang sudah muamyiz. Kebanyakan adalah . Untuk ma¶qud µalaih terdapat 4 syarat yang tidak terpenuhi yaitu pertama objek dan harganya suci.

ditimbang.penyelesaian tunai layaknya judi (zero sum game). ˜ Modal hendaklah dari komoditi yang memiliki kesamaan dan jenis (bisa ditakar. ˜ Adanya muta¶aqidain (pelaku akad) Mumayyiz Syarat umum dari bank nasabah yang dapat transaksi dengan bank adalah sudah dewasa. ˜ Ijab dan qabul terjadi dalam satu majelis. Dan dalam bursa ketika akad jenis.saerah terima yakni dengan mengambil dan memberi tanpa kata-kata Dalam perjanjian dengan bank selain ucapan juga di ikat dengan tulisan untuk memperkuat perjanjian yang ada dan untuk mengantisipasi perselisihan. waktu. ukuran. Rukun Syarat Implementasi Kesesuaian antara syarat dan rukun dengan konsep CMP T BT Adanya Shighoh Ucapan atau fungsi yang dapat menggantinya seperti lewat utusan atau dengan tulisan. langsung atau ditangguhkan Secara teknis semua persyaratan ini terpenuhi karena dalam perbankan semuanya ditulis dengan detail. atau dihitung) Modal yang diapakai tidak memiliki jenis kesamaan karena transaksi ini antara barang dan uang ˜ . Dalam ini berarti keduabelah pihak saling setuju dan tidak ada unsur penolakan. jenis uang. ˜ ijab sesuai dengan qabul dalam hal ukuran.. ˜ Kedua belah pihak penjual dan pembeli sama sama mendengar perkataan masing masing. harga disebutkan dengan jelas. jadi secara umum tidak ada penyerahan barang dan harga. Dan jika bank sebagai agent maka kemungkinan besar pembeli tidak mengetahui. Artinya keduabelah pihak yang melakukan jual beli hadir dan membicarakan topik yang sama Nasabah mendatangi bank dan melakukan aqad dalam satu majelis. Shighoh dalam perbankan dalam bentuk tulisan /surat perjanjian dimana antara nasabah dan bank saking mengetahui dengan membacanya ˜ Antara ijab dan qabul tidak ada tenggang waktu yang mengesankan penolakan Pihak bank dan nasabah yang melakukan ijab dan qabul melalui penandatanganan surat perjanjian yang telah disetujui keduanya. Jika belum harus ada izin /perwakilan dari walinya ˜ Dilakukan atas dasar kemauan sendiri Nasabah yang datang kebank tidak ada paksaan harus menabung kebank ˜ Adanya Ma¶qud alaih (barang dan harga) Objek dan harganya suci Objeknya adalah komoditas yang telah dibeli di bursa sebelumnya ˜ Dapat dimanfaatkan secara syara¶ Tidak dapat dimanfatkan secara syara¶ karena barang belum diterima oleh naasbah ˜ Barang yang dijual itu milik penjual ketika dijual Barang yang dijual belum dimiliki ˜ Dapat diserahterimakan Barang tidak dapat diserahterimakan karena barangnya tidak dimiliki dan berada jauh dari jangkuannya ˜ Barang dan harga harus diketahui dengan jelas untuk mencegah terjadinya perselisihan Barang secara spesifikasi tertulis dapat di ketahui dan harga juga dapat di ketahui harga asal dan tambahan marginnya ˜ Akadnya tidak dibatasi dengan waktu Akad tidak dibatasi oleh waktu dalam kepemilikan barang yang dijual ˜ Syarat tambahan Mengetahui harga pertama pembelian barang Bank mengetahui harga awal barang ˜ Mengetahui keuntungan Jika bank yang membeli bank mengetahui keuntungan. Jika belum harus ada izin /perwakilan dari walinya ˜ Dewasa Syarat umum dari bank nasabah yang dapat transaksi dengan bank adalah sudah dewasa. Dan tujuan utama transaksi ini bukan penyerahan barang dan harga. sifat.

Melihat dari ketiga akad diatas. Khusus untuk deposito jangka pendek tujuan utamanya adalah bagaimana bank mendapat dana segar dan murah sedang nasabah mendapatkan hasil yang tetap dari dana yang dipinjamkan kepada bank. Aktiva Pasiva Kas Kewajiban: DPK Piutang Pembiayaan Modal . Dalam transaksi murabahah ini syarat yang tidak terpenuhi dari sisi ma¶qud alaihnya adalah sama dengan jual beli sebelumnya. Dan harga dinisbatkan pada barang˜ Transaksi pertama haruslah sah Transaksi pertama tidak sah karena termasuk jual beli kali bil kali atau bai¶ dain bi dain.2 Implementasi akad murabahah Jual beli murabahah ini adalah lanjutan dari jual beli pertama yang dilakukan bank dengan broker. dengan membayar sejumlah dana yang lebih di kemudian hari dengan hilah melalui akad. ˜ Keterangan: T = Terpenuhi TT = Tidak terpenuhi Sumber diolah Tabel 4. Kemudain berkembang tidak hanya untuk likuiditas saja tetapi juga untuk pembiyaan dan deposito jangka pendek. Karena terdapat syarat-syarat yang tidak terpenuhi pada akad-akad utamanya yaitu pada akad bai¶ musawamah dan bai¶ murabahah. yaitu pada objek dan harga tidak suci.Sistem murabahah dalam harta riba hendaknya tidak dinisbatkan riba tersebut terhadap harga pertama Secara sistem bebas dari riba karena harga+margin diketahui dan ditentukan diawal serta tidak mengalami perubahan selama transaksi.1. penunjukan wakil dan MoU yang seakan-akan transaksi ini diperbolehkan oleh syariah. Motif Atau Tujuan Adanya Transaksi CMP Telah dijelaskan diatas bahwa awal munculnya produk ini adalah kurangnya alat likuiditas bank syariah dan keuangan syariah. Syarat tersebut yaitu transaksi sebelumnya harus sah. Jadi pada intinya motif transaksi ini sama saja dengan konvensional. Tujuan utama dari semuanya ini adalah untuk mendapatkan dana segar yang likuid tetapi juga menguntungkan bagi orang yang berkepentingan. sedang dalam transaksi murabahah ini transaksi sebelumnya tidak sah karena transaksi pertama termasuk transaksi bai¶ dain bi dain atau bai¶ kali bi kali yang dilarang oleh syariat. 4. barang yang dijual tidak dimiliki oleh penjual. ma¶qud ¶alaih dan syarat tambahan khusus untuk murabahah. Jadi tujuan bank dari awal berniat untuk mendapatkan uang tunai. dapat disimpulkan bahwa konsep dan mekanisme transaksi ini secara keseluruhan tidak sah dan dilarang oleh syariat. tidak dapat dimanfaatkan secara syara¶. Melihat tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa kontrak ini tidak dapat dikatakan sah karena dalam beberapa syaratnya tidak terpenuhi dengan sempurna baik dari sisi shighoh. Konsep ini sebenarnya sama dengan bunga (fixed return) namun untuk menghindari agar tidak dikatakan riab memakai hilah yaitu dperantarai jual beli murabahah.2. tidak dapat diserahterimakan. Khusus untuk syarat tambahan tentang murabahah ada satu syarat yang tidak terpenuhi hal ini terjadi karena akibat dari transaksi sebelumnya.

niat. para ulama berpendapat sah-sah saja.dan barang siapa yang tidak memperhatikantujuan-tujuan yang terkandung bebragai akad dan memberlakukan (menjalankan) akad sesuai dengan bentuk formalnya akan berakibat kepada membiarkan (tidak melaknat) orang orang yang memeras anggur ((untuk dijadikan khamar) dan membiarkan setiap orang untuk melakukannya. sebagaimana halnya berlaku dalam persoalan yang brkaitan dengan amalanamalan taqarrub dan ibadah (kepada Allah). haram. Para ulama membuat sebuah kaidah . atau merusak manfaatnya. masalah yang terpenting adalah niat. Telah disebutkan diatas bahwa praktek commodity murabahah deposit saat ini similiar (mirip/ menyerupai) dengan certificate of deposit yang berarti dapat diperjualbelikan kembali. perbuatannya dapat di terima. sebagaimana juga tujuan dalam ibdaha menjadikannya wajib. taat. dasar dari pada prinsip prinsip syariah. dan setiap orang akan mendapat pahala berdasarkan niat dalam melakukan segala sesuatu. Dengan menghalalkan berbagai cara atau hilah agar tujuan mereka tercapai. Feature yang ditawarkan adalah margin tetap atau fixed return yang dijamin oleh bank. karena tidak likuid lagi. Bahwa tujuan tujuan dan keyakinankeyakinan bisa menjadi patokan dalam berbagai bentuk tindakan hukum dan ungkapanungkapan. sekalipun tujuannya jelas unutk membuat khamr«.. Karena produk ini dikatakan mirip dengan produk konvensional maka bisa dipastikan tujuan adanya produk ini juga dipakai untuk melakukan spekulasi.Gambar 4. Seandainya produk CMP ini objeknya diubah kepasar spot sudah tidak menarik lagi bagi para pelaku tranasksi ini. sahih atau fasid. perbuatannya dapat di katakan salah. dalam manajemen bank masuk dalam kategori manajemen dana bank syariah. Namun. fasid. Dimana spekulasi saat ini lebih banyak mengandung aspek gharar (ketidakjelasan). Berdasarkan gambar tersebut tujuan adanya produk ini adalah menjaring dana masyarakat untuk menabung kebank syariah lebih banyak. maksiat. sahih. Untuk transaksi menggunakan hilah. diharamkan. sepanjang tidak merusak fundamental. dan keyakinan membuat sesuatu menjadi halal. apa bila niatnya salah. ³Yang menjadi patokan dalam setiap transaksi adalah makna makna (yang dikandung) dan tujuan-tujuan(nya) bukan pada bentuk formal atau lafal-lafalnya´ Kaitannya dengan ini Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah sebagaimana yang dikutip oleh Haroen Nasrun menyatakan . Tujuan.2 Posisi produk CMP dilihat dari neraca bank Dari gambar tersebut dapat dilihat pembahasan CMP untuk deposito margin tetap masuk dalam kategori pasiva. Dalam masalah bursa berjangka ini tidak bisa hanya dilihat dari individu saja dalam meilhat apa motif dan tujuannya tetapi melihatnya harus secara makro. Telah disebutkan diatas bahwa kalau dilihat waktu penetapan margin tidak ada bedanya dengan riba. Ketika niat seseorang baik. Namun alasan ini berbeda dengan riba adalah karena adanya hilah yang memungkinkan bebas dari riba karena prosedurnya dibuat sedemikian rupa. Dari awal sudah jelas bahwa niat bank syariah melirik produk ini dengan yang tidak jauh berbedda dengan produk konvensional. ³siapa yang meneliti (memahami) secara mendalam sumber-sumber syara¶ akan jelas baginya bahwa asy-syari¶ membatalkan lafal-lafal yang dituju oleh pelaku (suatu akad) bukan hakikat makna sebenarnya««. Dengan adanya produk ini akan menambah konsentrasi uang pda sektor moneter. setiap perbuatan terjadi pada dasarnya karena adanya niat. Memang niat tidak dapat dilihat oleh mata tapi niat bisa diketahui jika hal tersebut sudah menjadi sebuah trend atau menjadi sebuah motif bersama sehingga kecenderungan bersama ini menunjukan niatnya. dianjurkan (sunat). ..

Sehingga prinsip objektifitas dari niat -tentang niat telah dijelaskan pada pembahasan motif. memandang bahwa Tawarruq yang dipraktikkan oleh Lembaga Keuangan Syariah selama ini hukumnya illegal atau dilarang . maka tidak ada alasan untuk tidak mengatakan bahwa semua prosedurnya adalah sah. pembeli tidak menjual kembali barang yang telah di belinya kepada penjual pertama dengan harga yang lebih rendah. telah mengeluarkan resolusi yang mendukung di perbolehkannya transaksi tawarruq. Sedang argumentasi dari para ulama yang kontra pada tawarruq Munazam yaitu : Jika si penjual. Bank Syariah hanya berperan sebagai perantara yang tidak sungguh sungguh tertarik dengan jual beli komoditi atau memasuki pasar komoditi international. Struktur tawarruq yang di adopsi oleh Lembaga Keuangan Syariah (LKS) saat ini strukturnya berbeda dengan tawarruq klasik atau tawarruq fighi. Islamic Fiqh Academy. langsung atau tidak langsung. dengan syarat. Struktur tawarruq yang sudah di modifikasi oleh bank-bank syariah memiliki variasi dan tujuan yang berbeda antara satu Bank syariah dengan bank-bank syariah yang lainnya. Perbendaan tawarruq fiqhi atau klasik dan tawwaruq munazam dapat diringkas sebagai berikut: Tawarruq Munazam Tawarruq Fighi Di lakukan oleh 4 Pihak Di lakukan oleh 3 pihak Ada perjanjian di muka untuk membeli komoditi Tidak ada perjanjian untuk membeli Tidak ada perjanjian untuk membeli dari Nasabah (Mutawarriq) Hanya ada 2 dasar jual beli Melibatkan perjanjian bersama/MoU yang harus sesuai dengan prosedur. hanya lebih well oranized (teratur) agar lebih lancar dan cepat prosesnya . sebagai akibat dari pembayaran yang tertunda/dengan cicilan. hanya sebatas penanda tanganan akad jual beli. Melalui beberapa process. menjual barangnya dengan harga yang lebih mahal dari harga pasar kepada mutawarriq. yang beranggotakan negara negara Islam yang tergabung dalam OKI pada konferensi tahunan nya sesi ke 15 di kota Mekkah.4 Perbendaan antara tawarruq fiqhi dan tawarruq munazam Para ulama yang mengizinkan implementasi dari tawarruq munazam ini berpendapat bahwa jika setiap langkah dari prosedur yang di lalui dalam processnya sesuai dengan prinsip syariah. yang indikasi ke arah untuk mendapatkan riba yang permanent sifatnya.4. Dengan begitu artinya tawarruq munazam adalah indikasi dari kerjasama antara Bank dan nasabahnya yang bertujuan untuk menyediakan dana segar terhadap kewajiban kredit nasbahahnya atau banknya. hal itu masuk dalam katagori transaksi yang mengandung riba. tidak berniat untuk memiliki komoditi tersebut atau . Akad Tawarruq Dalam Implementasi Kekinian Sampai saat ini para ulama masih berdebat mengenai transaksi tawarruq ini antara boleh dan tidak transaksi ini. Pemindahan komoditi secara fisik terjadi . Nasabah menjual sendiri komoditi nya. 4.3. Jika illat yang mengharamkannya telah dihilangkan dengan cara hilah maka transaksi itu boleh sedang yang kontra lebih pada niat dan maslahah mafsadahnya yang ditimbulkan dari transaksi itu . pada sesi ke 17 konferensi tahunan. Tidak terjadinya pemindahan fisik dari komoditi. Tidak ada MoU Adanya penunjukan Bank sebagai wakil dari nasabah untuk menjual komoditi kepada pihak lain nya. Namun secara umum Islamic Fiqh Academy Jeddah. Begitu juga nasabahnya. Kedua masalah hilah yang dipakai menurut ulama yang kontra melihat adanya persamaan hilah atau rekayasa untuk melakukan hal hal yang di larang. Tabel. setiap kali terjadi nya akad jual-beli. Para ulama yang mendukung tawarruq munazam berpendapat bahwa transaksinya sangat serupa dengan tawarruq fighi. yang kalau terjadi. Alasan utama yang membolehkan adalah terkait masalah illat.dalam konteks ini sangatlah relevan.2. yang di kenal dengan nama tawarruq munazam atau regulated tawarruq atau organized tawarruq .

pada kasus kasus tertentu tidak tahu manahu tentang adanya process jual beli komoditi. Kembali pada masalah tawarruq munazam. sebagian dari Ulama mengangap transaksi ini adalah transaksi Ribawi Dalam kaitannya dua pendapat diatas point utamanya adalah illat dan hilah. Kenapa Para Ulama Dahulu Tidak Berkata Tidak Pada Tawarruq? Pertanyaan ini juga sempat menghantui penulis. Itu sebabnya tawarruq munazam tidak dapat memenuhi qualifikasi sebagai pembiayaan alternatif dari pada pembiayaan konvensional yang berbasis interest (bunga/riba). tidak ada tempat bagi moral untuk berbicara . Satu hal yang juga banyak di kritik oleh para ulama yang tidak setuju dengan implementasi dari transaksi tawarruq munazam ini adalah: komoditi yang di beli di pasar international adalah sebuah refleksi dari transaksi ribawi. tawarruq munazam telah melanggar beberapa larangan yang di sebutkan dalam hadist . yaitu riba al fadl. 8. dan karena perubahan social. Dimana pada transaksi ini jual beli untuk mendapatkan keuntungan melalui pinjaman. Tidak ada bahkan walupun sedikit . Hal ini perlu karena kaitannya dengan hiyal yang digunakan untuk melegalkan sebuah transaksi muamalah. dari hasil penelitian para Ulama. 5. Mereka lebih melihat moralitas para pelakunya bukan pada formalitas transaksinya. ³Hukum hukum itu bisa berubah sesuai dengan perubahan zaman. Bisa berubahnya hukum ijtihadi itu adalah berdasarkan kaidah hukum islam yang telah disepakati oleh semua fuqaha (ahli fiqh) dan ushuliyin (ahli ushul fiqh) menyebutkan bahwa . Namun yang kontra tidak hanya berhenti pada hilah saja mereka lebih mengedepankan hikmah dibalik trasaksi terselubung tersebut. situasi. 4. Untuk menjawab pertanyaan tersebut yang perlu diingat adalah masalah ini termasuk masalah ijtihadi yang bisa berubah sesuai dengan perubahan tempat. Pertama fuqaha pada masa itu berbeda keadaannya dan alat analisis ekonomi makro yang dibutuhkan untuk menemukan mafsadah dari efek tawrruq tidak ada pada waktu itu. Sebagaimana manfaat pada kasus individu tertentu mudah untuk ditemukan. Beliau beralasan bahwa secara ekonomi utang pada saat itu tidak berperan sebesar pada saat ini. Dan terakhir Islamic Figh Academy Jeddah. Oleh karena itu. 6. Karena tujuan utamanya hanyalah untuk mendapatkan uang tunai segera dari bank (nasabah jika berbentuk deposito-pen). pada konferensi tahunannya yang ke 17.4. Uang pada waktu itu tidak berdasarkan pada utang. Jadi tujuan dari pada tawarruq munazam ini adalah pertukaran antara uang tunai dengan hutang yang lebih besar nilainya. Dimana untuk menghilangkan riba atau sebab-sebab yang mengharamkan transaksi yang mengandung riba ulama yang pro tawarruq menggunakan hilah. Kedua Pengaruh mafsadah dari tawarruq pada ekonomi secara keseluruhan pada saat sekarang ini tidak ditemui pada waktu itu. di karenakan praktek ini hanyalah sebatas di atas kertas untuk mendapatkan uang tunai. tempat dan keadaan´ ³Hukum berputar bersama illatnya (penyebab adanya hukum) baik ada dan tiadanya hukum´ M.2. yang dilarang. dengan berhutang yang akan di bayar dengan cicilan. karena komoditinya kembali kepada penjual asalnya . Jadi. Seharusnya hukum fiqh dapat menjalankan fungsinya sebagai pengontrol formal legal hukum dan juga pengontrol moral etika masyarakat. dalam masalah riba dalam hukum islam hanya sebatas legalitas semata yang terkait bentuk luarnya atau formalitasnya saja. waktu. Nejatulah Sidqi memberikan jawaban yang bagus sekali mengenai pertanyaan diatas. 7. Secara explicit sama dengan formasi dalam inah . Menurut penulis dalam menetapkan sebuah hukum illat saja tidak cukup namun juga perlu melihat hikmahnya. tidak memberi izin atas praktek tawarruq munazam yang berlaku di beberapa Bank Syariah pada saat ini.

dalam ketidakefesienan alokasi sumber daya. Moralitas ±ta¶awun. 4. Dalam debt-based economy. Dengan adanya CMP deposito jangka pendek yang terikat pada pasar derivatif akan semakin menjauhkan bank dari konsep awalnya. Esensi dari konsep CMP adalah menggunakan akad tawarruq dan tujuan utama dari konsep ini adalah bagaimana mendapatkan likuiditas baik dari segi nasabah bank atau dari segi bank itu sendiri.5. 6) Dengan pengkonsolidasian pembiayaan berbasis utang (debt financing) berkontribusi untuk meningkatkan tingkatan (level) kekhawatiran dan kerusakan (destruction) lingkungan. Sebagaimana penulis ungkapkan sebelumnya bahwa untuk melihat apakah produk ini sesuai dengan syariah atau tidak tidak hanya dilihat dari skema atau alur transaskinya akan tetapi juga harus dilihat dari aspek ekonominya juga. Para pedagang spekulasi saat itu fokus pada harga riil barang dan jasa daripada intrumrnt utang. 2) Hasil pertukaran (exchange) uang sekarang dengan uang dikemudian hari adalah tidak fair dari segi sudut pandang resiko dan termasuk ketidakpastian. Sebagaimana diawal dijelaskan produk ini lebih difokuskan kepada korporate dan institusi -contoh nyatanya adalah bank HSBC syariah ketika mengeluarkan produk ini yang menjadi nasabahnya adalah bank Danamon syariah-. pembiayaan utang bisnis sebagai pilihan kedua dll. Dan yang menikmati hanyalah segelintir orang saja.yang menyerupai pasar utang seperti saat ini. meningkatkan ketidak stabilan dalam ekonomy. Penulis sependapat dengan M. suplay uang dihubungkan kepada utang yang mana tendency kedepannya adalah peningkatan (expantion) lonjakan inflasi. Jika dilihat dari sudut pandang perbankan. Nejatullah Sidqi bahwa konsep tawarruq ini lebih besar mafasdahnya daripada maslahahanya jika dilhat dari segi kepentingan umum. 3) Hal ini menyebabkan perkembangbiakan utang secara terus menerus. Maslahah Atau Mafsadah? Diatas telah dijelaskan bahwa akad yang dipakai dalam konsep commodity murabahah adalah akad tawarruq. Dan hanya produk ini berkutat pada sektor keuangan saja 3. Awal mula munculnya bank islam (syariah) adalah untuk menghilangkan riba dengan jargonnya profit and loss sharing. 5) Ini menghasilkan ketidakadilan dalam distribusi pendapatan dan kesejahteraan.dalam ekonomi tidak terealisasi yang ada moralitas profit . 2. Sampai saat ini jargon tersebut belum terealisasi. Bungkus-bungkus syariah yang mengerucut kepada pengembangan konsep Tawarruq/Tawriq dalam bentuk commodity murabahah itu sebenarnya cuma menguntungkan segelintir pihak karena meniadakan fungsi yang paling digembar-gemborkan di perbankan syariah yaitu sebagai µthe true financial intermediary between financial sector and the real sector¶. Artinya hal ini dana bank syariah akan menambah konsentrasi dananya pada sektor keuangan seperti halnya konvensional. menuju arah perjudian seperti transaksi spekulasi 4) Hal ini menyebabkan keuangan berdasarkan utang (debt finance) yang terus menerus. gagal panen atau perubahan populasi besar besaran daripada di sektor keuangan. Pada akhirnya paradigma berpikirnya bank syariah sama saja dengan paradigma bank konvensional. mafsadah yang ditimbulkan adalah sebagai berikut: 1. Commodity Murabahah.2. Fluktuasi ekonomi orisil terjadi pada saat kekeringan. Karena komposisi pembiayaan yang besar dipakai adalah murabahah. Dibawah ini adalah mafsadah yang telah dirangkum oleh Sidqi : 1) Tawarruq menyebabkan pembentukan utang yang mana volumenya cenderung mengalami peningkatan. Dari penelusuran literatur yang penulis dapatkan bahwa secara umum konsep ini memberikan mafsadah yang lebih besar daripada maslahahnya. kelaparan. Dan menghasilkan keuangan berdasarkan utang yang terus menerus.

maka yang terjadi adalah cash outflow besar-besaran dari lokal ke luar negeri sedang dalam negeri ini butuh dana yang besar untuk membiayai pembangunan sektor riilnya. Dan menghilangkan fungsi bank syariah hadir di Indonesia sebagai penyambung sektor keuangan dengan sektor riil. Dimana ketimpangan sektor riil dan keuangan saat ini rasionya sudah mencapai 6:500 . 4. Hal ini akan menambah kesengsaraan rakyat Indonesia. Mengingat dalam salah satu sumber hukum yaitu saddu dzari¶ah (tidakan preventif) dimana kita harus melakukan tindakan pencegahan sebelum terjadi marabahaya dan kaidah fiqhiyah dibawah ini.1. Categories: Islamic Business. In CMP there are some combinations that are used akad akad wakalah among others. 6. Dari uraian diatas dapat penulis menyimpulkan bahwa mafsadah yang ditimbulkan lebih besar dari pada maslahah yang didapat.1. In the akad Used CMP . 5. Praktek yang diterapakan saat ini adalah deposito jenis certificate of deposit (CD) artinya deposito ini dapat diperjualbelikan kembali.Kom 4. praktek transaksi ini dilarang karena tidak sesuai dengan tujuan syariah islam (maqasid syariah) yaitu menjaga harta. Islamic Economy. and bai¶ murabahah . 2009 isa7695 Leave a comment By: H. Jika Bank-bank syariah lebih banyak yang melakukan transaksi commodity murabahah untuk menarik tabungan/deposito murabahah dari nasabah lokal dan kemudian pembelian komoditasnya keluar negeri ±kelondon. Commodity Murabahah Product In Perpektif legal economy islam Based on the description in previous chapters. so in this chapter will be presented and discussion of the results of the analysis on the CMP and the things associated with it. bai µmusawamah. ´Menghindari kerusakan/resiko itu lebih didahulukan atas menarik kemanfaatan ´ ´Marabahaya itu dihilangkan ´ Maka demi menghindari mafsadah yang lebih besar lagi. Ismul Azhari. Murabahah Tags: COMMODITY MURABAHAH PRODUCT (CMP) DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI ISLAM COMMODITY MURABAHAH PRODUCT (CMP) ECONOMIC LAW IN ISLAM PERSPEKTIF July 14. Jadi tidak ada bedanya dengan konvensional yang sudah ada. Harta disini tidak sebatas harta pribadi tetapi juga dalam arti harta sebuah negara.4. Artinya produk ini pada akhirnaya akan mengarah pada kegiatan spekulasi yang penuih dengan aspek gharar. S. Lc. Produk ini akan menambah gap (ketimpangan) antara sektor riil dan moneter (keuangan) lebih besar lagi.1. CD ini termasuk produk derifativ yang dipakai bentuk. Semakin besar ketimpangan ini menunjukan semakin tinggi tingkat kemiskinan dan pengangguran di dunia riil.

or free of charge / free. Sale and purchase is more likely to sell or buy a bargaining musawamah if viewed in terms of the original price. if the transaction is not valid. However. 1) Sale and purchase contract made by the bank to the broker. Some of the Ulama say that the promise can not be unilaterally forced to implement. If both parties make a joint agreement for the sale and purchase transaction will be done later. Because the only broker that can do transactions in the exchange. the unilateral promise to be binding 4. And the bank just to get out of this transaction fee. and the last on the concept of the tawarruq both pro and kotra. as will be explained later that the end of the discussion. 2) Sell-buy murabahah The sale and purchase with the purchase price on the basis of cost plus a profit and the like. when the first customers to dibank. Commodity Murabahah Porduct Mechanism (CMP) In the discussion chapter is focused on understanding the flow on this product. Basically the bank is not buying a commodity broker from the bank but will be told to the broker to buy a commodity exchange in the measure. because the sale and purchase the bank to broker the sale and purchase sejatinya futures. and in accordance with the initial goal of writing a scientific paper will be focused on mafsadah caused about this concept in general . When both the client appoints the Bank as representatives to sell the commodity in return. System in the stock sale and purchase is not in accordance with the sharia. if only one party promises to buy these commodities. Namely unilateral agreement (wa¶ad) to purchase the commodity from the customer. which can be done with the wages or commissions.If a customer opens a deposit account using the CMP system at least perform a combination of the three contract as follows. Bank customers represented here to purchase a commodity. Imam Shafi¶i said. 4) Wa¶ad Besides the above there is a clause in the note that this contract is a combination of unilateral promise. Islam in the sale and purchase in a way allowed by sharia murabahah. the third discusses the motif of this transaction. Here means that the position of the bank as agent for the second time. Deputize for the bank that is buying a commodity for money yng ditabungkan kebank.2. Wakalah in Islamic law is a legal contract. analysis of the second pillar and the terms of the contract digunkan. The bank also deputize to the broker. Buy a commodity in the customer¶s stock is sold to the bank with the sale and purchase system in which the murabahah akan paid downright (deffered) according to customer agreement. whether the promise can be forced to obey or not. this will not affect too much. 3) The akad akad wakalah This happen on two conditions. while the contemporary Ulama-the concept of this profeel for the sake of smooth transaction in the commercial at this time. Or customers to the bank to depute menjualkannya back to the broker B with murabahah system. which is still in debate.

000 (murabahah) to deputize the bank to the broker to sell B.000. 4.1. then sell the commodity at the price Rp. 3. Then sell the bank to broker the original price is Rp. there are 2 slightly different scheme.000 with returnnya 3% in a period of 3 months for example. Then the bank told customers that have purchased komoditasnya. . First Customer is to come to open a bank account of the short -term deposits Rp. The concept became the first bank agent when buying and selling the concept and only the second bank to be representative for the purchase only. If you see this from the flow above the reasonable results of which 3% was obtained. ± = Rp1. and the core of the transaction is carried murabahah to claim tetapnya margin (fixed return).1. After that commodities purchased become the property of the customers.000. Wakalah consequence of this is to buy a bank to sell to customers disandarkan must be using either the name or the name of the customer¶s bank. The answer is because this product is based murabahah.1.1 The fixed margin. So that the broker get the voucher transaction (Warrant). -.2. I will explain how this transaction flow can be set so that the margin deposit is fixed in accordance with sharia.3 Flow Chart of determining margin fixed (fixed return) From the image above can be explained as follows. Flow from all over have some things to be criticism over this practice from both sides subtansi and motivasinya.1. So that customers can margin of 3% of the funds didepositokannya.000. For example. In concept and practice.000 with returnnya 3% within 3 months. 4. 1000.000 +3% Rp. ± in cash. Margin is determined when the contract before the opening of new accounts.1000. Which of two karateristik is in terms of results. If the bank as the buyer will buy the bank for over Rp.000. And no one glance. Is the origin of 3% and the return to be fixed. because this is a sale and purchase with the profits (murabahah).4. After that the customer ordered the bank to sell To return to the cost plus margin (murabahah). and banks as commodities buyers.000. 1. In commercial transactions it is natural that the two karateristik certain contracts (NCC) and the uncertain natural contracts (NUC). 2. which was then given to the bank. From the picture above on the 2 after the agreement between the bank and the bank customer¶s going to ask the broker to buy a number of commodities with funds Rp. or this transaction in accordance with the sharia. Question here is how the show can determine the price of deposits with 3%?. over a hoard of customers Rp. Before untangle the issues contained in this product. Here on the bank¶s position as an agent again not principle.1000. Thus. Below is the first bank in the position of Figure 4. Procedure or transaction flow CMP for short-term deposit Product is the short-term deposits with a fixed margin. customers have had these commodities. This can be seen in the picture above.000.000. The relationship between customer and bank is the first transaction as the agent bank. Then brokrer implement the bank.2.1030.1.030.

The problem is when a third party bank here once again as a customer representative to sell komoditasnya. Sale and purchase transactions that result in a profit can be seen in the picture above is after the process to 6 (six). Although some time ago was to allow DSN for CMP transksi deposits. fortunately. Sale and purchase made by the bank may not. According to scholars syafi¶iyah buy and sell hanabilah is not valid because no keridhaan in the contract. Because the bank is forced to buy commodities to fulfill the promise to give him Percentage agreeing that you have.2. When forming a third-party funds. So there is still potential for failure in the sale and purchase will be done. 1. . then this transaction is a deposit that provide fixed benefits (fixed return) of 3% for 3 months (or 1% and 12% a year).2. but will still happen later. 4. Because of how the bank or the customer may be able to determine returnnya are fixed in the transaction are not selling belinya occur. Beginning with the determination and the determination to make this entry in the later category nasi¶ah lap. 2 and 3/DSN-MUI/II/2000 mentioned that the union funds in the form of a gyro. the difference is I use frill sharia.2 Problems of the third party purchase. If the broker was not found to limit the time that the bank will buy the sale and purchase enter this category can be forced to sell to buy. One of the contract is a sale and purchase NCC murabahah specify where the benefit in advance. need to remember that the benefits can be determined when the contract to sell or buy it happen. So. if we see more customers alike referred to as traders because it will make buying a commodity and will be selling a commodity. when the broker B that can not be and can not be found until the time limit. benefits that they can not depend on certain market conditions at that time. the union funds that are based transaction Murabahah no basis fatwanya. Remember the trade is a person who has to sell to buy. Here. Moreover. Tetapnya new benefits can be fixed when it has occurred. This means that sale and purchase transactions have not occurred here. CMP transaction is in this return is determined by the bankthe bank¶s position here not as a seller but as with the agent-client agreement. This transaction does not have anyone with the practice of usury dibank nowconventional bank. and can also be losers. In the concept that the occurrence of murabahah that is when the client sells the commodity he is buying with the price plus the broker B.NCC benefits are defined in the NUC benefits can not be determined. in trading profits can not be determined beginning this is incompatible with the principle of al-khoroj bi dhoman (business results appear along with the cost) and al ghunmu bil ghurmi (benefit risk appear together). So the benefits have not been determined although he can make sale murabahah because the agreement has not o ccurred murabahah purchase.3 The form of savings customers . and savings deposits is based on the transaction Wadiah or Mudharabah.1. Darisini and we often terjebab therefore. This is very different when murabahah as financing products 4.1. if the bank remains as the agent-profit means that the obtained diwaktu that will come after some of a transaction. there is no fatwa which allows the deposit of the akad akad murabahah. The advantage is still the same lap as the bank is prohibited. In Fatawa No.

Then what is the difference with the conventional pattern of transactions at this time. Reverse of the previous question is how to buy it if the sale occurs within a few days it means that the funds saved in the form of deposits dibank the unemployed. So this product may include product category derivatives issued by the bank. if viewed from the transaction flow process dibursa measure transaction object does not exist. and to deposit the funds collected can be used with the fate and loss (mudharabah and musyarkah). And perhaps this is sought by the bank because he was so fresh funds are very liquid and cheap. the concept murabahah allowed by sharia. ( ³Do not sell something that does not have you´ (from the Judge David HRAbu bin Hizam) Indeed. Hanabilah are buying and selling syafi¶iyah is not valid. However. in practice objeknya not the property is meant by sharia. With this product it is likely to increase speculation akan large financial institutions for sharia. the sale and purchase occur only once in the tempo of time. the future. In concept deemed given transaction object (deemed to have qualified and rukunnya). Means to sell something that has not owned and are not ditangannya. Savings in various forms has a distinctive legal consequences tasharruf up (legal action) on the funds. In fact. In a draft CMP. To wadi¶ah have savings that can be used by the bank without any compensation to the customer but may mengasih bonus to him (wadi¶ah yad dhomanah). but that will only promise to make a sale and purchase recorded.In concept murabahah profits over the customer is certainly obtainable. According to scholars malikiyah buy and sell hanfiyah suspended until there is permission from the owner. the sale and purchase made by the bank to the broker.1. Practice the short-term deposits or deposit Commodity murabahah is similar (similar) with a certificate of depsosit conventional. that there can not be used (wadi¶ah trust). This means that the product can diperjualbelikan between the client (the bank / institution). If this does not leave the owner to buy this food sale including sale and purchase fudhuli. Sale and purchase of stock is not a sale and purchase. And transactions that occur is once in a period that has been determined. So murabahah sale buy sell sejatinya this promise to do the selling and buying commodities. Sale and purchase is more suited to the sale and purchase referred to ad-ad-dain bi dain sold with murabahah.4 Between Murabahah. If these funds are used again by the bank to make a sale and purchase benefits already enjoyed by certain banks. Other reasons why the benefits of this can still be done because the bank transaction is dynamic so that the determination of margin can be made. If you like this then the reason for this is that the strengthening of uncertainty to gain advantage is very high.2. 4. ba¶i dain bi offseting or dain? If more and more we cermati we associate with the previous sale and purchase. ) . Sell belinya not yet occurred.

only about 2% occurred The receipt of goods. Implementation Rukun And Terms For Deposit At the CMP From the data that appeared in the draft CMP consists of several well akad akad akad primary and secondary. Main contract is named as the Commodity murabahah akad jual beli murabahah. but to generate cash for the buyer (in this case the bank). 4.5 Tawarruq Transaction as known by the name above Tawarruq.2. and the object akadnya. in stock items that have not only have underlying assets only. as important hilah to achieve the objective. if not moral and ethical aspects. On sighah requirements are not met the requirements and consent qabul occur in one chamber. The question here is where the moral values didengung-dengungkan as pembeda with the conventional concept of sharia in sematkan? The purpose of sharia is being made towards human Falah. Contemporary scholars who joined in islamic fiqh academy was this transaction that is prohibited in its annual conference to the 17 2003. Technically in the goods and the price can not be used according to syara µbecause they are never there and never have to shift ownership dimnafaatkan by both. From this concept seems memperturutkan carnality that benefit in any way (hilah) despite the fact that usury is prohibited. the contract. we can provide in the table following the inter-related. In commodity exchanges are in a place and never move dilondon-especially gold-sellers do not have many more items for sale barga the issue is not the seller clearing institutions. The last condition is not fulfilled can be either goods or diserahterimakan price.2. this transaction murabahah with the akad ofsetting or reversal of earlier positions on the change in the long and short positions of vice-offsetting has been described in chapter 3 beginning on futures-talk. Most of the cash settlement is the withdrawal gambling (zero sum game). Third requirement is that goods sold are owned by the seller. all interconnected.2. other major contract is musawamah sale and purchase contract and the last is the default wakalah. Position to buy or sell can be done by anyone who does not even have the goods. 4. This transaction occurred dibursa measure where the buyer and the seller did not know who the opponent transactions. This means keduabelah parties to sell and buy a present to discuss the same topic. For more details of this problem will be described in sub chapter apart. Abdullah saeed in his book menyoal bank syariah criticism over the neo-revivalis have been discussing how long the danger of usury. So can not see the partial. According to the survey. They only see the list on the electronic board. Then on the basis muta¶aqidain there is no problem with the requirements that must be fulfilled by both parties that berakad.Because this transaction comes from the exchange. To ma¶qud µalaih there are 4 conditions that are not fulfilled the first holy object and price. Based on the above table there are conditions that are not well met in Siga. and based on the price of the currency did not exist. Akad-akad this can not be separate-separate in the analysis. . DSN not set a fatwa on Tawarruq. as approved by the perpetrators-is sale and purchase transactions made with the goal not to use goods. For the analysis of flow and the procedure above. Second requirement is not fulfilled can be used in syara µ.1.

Kemudain to develop not only liquidity but also to pembiyaan and short term deposits. Has been mentioned above that seen when the determination of margin does not have anyone with usury. This concept is the same as the actual interest rate (fixed return) to avoid but that does not use hilah said riab namely dperantarai sale and purchase murabahah. Special deposits for short-term purpose is how to get bank funds are fresh and cheap customers still get the results from the funds loaned to the bank. so in general there is no consignment of goods and prices. 4. To use hilah transaction. The primary purpose of all this is to obtain the liquid fresh funds but also beneficial for the people concerned. can not be used in syara µ.1. Based on the picture of the purpose of this product is the selectivity of public funds to save more kebank sharia. Because there are conditions that are not fulfilled in the akad-akad akad primarily on the bai µmusawamah and bai¶ murabahah. So basically this transaction motive is the same with the conventional.2 Position of the product CMP views the bank¶s balance sheet From the image can be seen for the discussion of the CMP margin deposits remain in the entry category pasiva. goods that are sold not owned by the se ller. See the above table it can be concluded that this contract is not valid because it can be said in some condition is not fulfilled with perfect good of the shighoh. ma¶qud µalaih and additional requirements specific to murabahah. But the reason this is different from the lap due to a hilah that allows freedom from usury because the procedures are made in such a way. Terms of the transaction is legitimate before should. in the transaction are murabahah this transaction before the transaction is not valid because the first transaction includes bai µdain or dain bi bai¶ bi times the time prohibited by Syariat. Sell murabahah like this is a continuation of the first sale and purchase made with the bank broker. So the goal from the beginning of the bank intend to get the cash. Specific requirements for additional murabahah on one condition that is not fulfilled this happens because the result of previous transactions. in the management of bank entry in syariah bank fund management. Murabahah this transaction in terms that are not met from the ma¶qud alaihnya is the same as the previous sale and purchase of the item and the price is not pure.And the main transaction is not delivering the goods and prices. Featured margin offered is fixed or fixed return guaranteed by the bank.2. Figure 4. it can be concluded that the concept and mechanism of this transaction is entirely legal and not prohibited by Syariat. with a number of funds that pay more in the future with hilah through contract. Motif Or Transaction Goal The CMP It has been described above that the early appearance of this product is the lack of means of bank liquidity and financial sharia sharia. View from above the third contract. can not diserahterimakan. the appointment of representatives and the MoU as if this transaction is permitted by sharia. .

Because this product is similar to the product said it could be the conventional goal of this product is also used to make speculations. as was the goal in ibdaha make it mandatory. is recommended (circumcision). despite clear objective unutk khamr «. but must view the macro. obedient. . If illat the mengharamkannya has been removed hilah with the way the transaction is allowed are more on the counter and intention maslahah mafsadahnya incurred from the transaction. However. which means you can diperjualbelikan again. With this product will increase the concentration of money pda monetary sector. say it can be done wrong. The purpose. basic principles of the sharia principles. and everyone will get a reward based on the intention to do all things. as well as problems that occur in practice with brkaitan-taqarrub and practice of worship (Allah).2. Indeed intention can not be seen by eye but if the intention can be so has become a trend or a motif so that together with this trend indicate intention. who does not memperhatikantujuan-purpose bebragai the contract and the (running) in accordance with the contract will result in the form of formal to leave (not melaknat) people of the wine rack ((used for wine) and let each person to do so. and confidence to create something to be halal. 4.3.. because it is not liquid anymore. Has been mentioned above that the practice Commodity murabahah similar deposit at this time (similar to / like) with a certificate of deposit. When someone good intention. imperfect. can be done in the receipt. ³who examine the (understand) in depth resources syara µakan clear that for asy-syari¶ cancel spelling-pronunciation dituju by the perpetrator (a contract) is not the fact and meaning of actual goods ««. what if the intention is wrong. valid or imperfect. forbidden. The scholars make a rule. haram. ³The standard in each transaction is the meaning of meaning (which dikandung) and goals (it) is not in the form of formal or text-lafalnya´ Connection with this Qoyyim Ibn Al-Jauziyyah as cited by Haroen Nasrun states. Akad Tawarruq Implementation In Kekinian To this the scholars still argue about the transaction between tawarruq this can not and this transaction. In exchange measure this problem can not be seen only from individuals in the meilhat what motive and purpose. maksiat. menghalalkan With the many different ways or hilah so that their destination is reached. valid.. Where is speculation at this time contains many more aspects of gharar (vagueness). From the beginning that the intention is clear Sharia bank products glance This is not the remote berbedda with conventional products. the most important problem is the intention. make that goal a goal-confidence and confidence can be a benchmark in many different forms of legal action and the expression-expression.the legal scholars-holds valid only as long as does not damage the fundamental. intent. The main reason for allowing the problem is related illat. Had this product CMP objeknya changed kepasar spot is no longer interesting for the perpetrators of this tranasksi. or impair the benefits. any act occurred basically because of the intention.

it is entered in a transaction that contains usury. So. Tawarruq structure that has been modified by the banks and sharia have a variety of different purposes between the Bank syariah banks with sharia the other. The scholars who support tawarruq munazam that the transaction is very similar to the tawarruq fighi. Stock tawarruq fiqhi or classic and tawwaruq munazam can be summarized as follows: The scholars who allow the implementation of this tawarruq munazam holds that if each step of the procedure in lalui in processnya accordance with the principles of sharia. Where to usury or the causes which forbid usury transactions containing pro tawarruq scholars who use hilah. that is the case. with debt to be paid with the installment. So also its customers. With such means tawarruq munazam are indications of cooperation between the Bank and its customers that aims to provide fresh funds to the credit obligations nasbahahnya or banknya. has issued a resolution in support perbolehkannya transaction tawarruq. the buyer does not re-sell the goods that have been in belinya with the seller first a lower price. Through some process. Tawarruq structure in the adoption of Financial Institutions by Sharia (LKS) is now the structure is different from the classical tawarruq or tawarruq fighi.Islamic fiqh Academy. Because the main goal is just to get cash from the bank immediately (if the customer¶s penshaped deposits). This is necessary because the connection with the hiyal used to melegalkan a transaction muamalah. there is no place for the moral to speak. a look that Tawarruq practiced by Financial Institutions for Sharia law is illegal or prohibited. the counter not only stop at the hilah they put more trasaksi hidden wisdom behind it. Fiqh law should be able to run its function as a controller formal legal laws and moral ethics also checker community. They see morality more the perpetrators rather than the formality transactions. on the session to the 17 annual conferences. some of the Ulama regard to this transaction is a transaction Ribawi In relation to point two above is the main illat and hilah. the results of the research Ulama. then there is no reason not to say that all procedures are valid. directly or indirectly. Therefore. does not intend to have a commodity or in the case of a particular case does not know about the process manahu sale and purchase commodities. in the usury law in Islam is only a legal related forms only outside or formalitasnya course. the general Academy Jeddah Islamic fiqh. tawarruq munazam have violated some of the restrictions mentioned in the hadist . which is known by the name of tawarruq munazam or regulated tawarruq or organized tawarruq. Back on the tawarruq munazam. So that the principle of intention-objektifitas of intention has been described in the discussion of the motives-in this context is relevant. as a result of the pending payment / installment with. only the more well oranized (regular) to be more smooth and quick process. According to the author in setting a legal illat is not enough but also need to see hikmahnya. However. Bank Syariah only role as a mediator who does not really seriously interested in the sale and purchase commodities or commodities entering international markets. However. Hilah second problem that is used by scholars who see the existence of contra hilah or engineering to do the things in the Disallow. the indications to get to the usury which is permanent. the state of Islamic countries that joined in OKI its annual conference in the session to 15 in the city of Mecca. The arguments of the scholars on the contra tawarruq Munazam namely: If the seller sells the goods with the price is higher than the market price to mutawarriq. provided.

So the purpose of the tawarruq munazam this is the exchange of cash with debt greater than value. 6. Vendors speculation at that time focused on the real price of goods and services than intrumrnt debt. does not give consent on tawarruq munazam practices that apply in some Bank Syariah at this time. place and circumstances ³ ´ Law rotate with illatnya (the cause of law) whether there is a lack of law and ³ M.4. situation. which is prohibited. One thing that is also criticized by many of the scholars who do not agree with the implementation of the transaction tawarruq munazam this is: buy commodities in the international market is a reflection of the transaction ribawi. The second mafsadah¶s tawarruq the economy as a whole at this time does not exist at that time. 7. Why Not The Ulama Previously Said Not On Tawarruq? This question was also haunt the author. Money at the time was not based on debt. He reasoned that the economy of debt at that time was not a part of at the moment. As in the case of the benefits of a particular individual easily found. time. 4. No walupun even slightly resemble the debt market as at this time. That¶s why tawarruq munazam can not meet qualifikasi as a financing alternative to conventional financing on the interest-based (interest / usury). business debt financing as a second choice etc. Maslahah Or Mafsadah? . Ijtihadi be changing the law is Islamic law based on the principle that has been agreed by all fuqaha (fiqh experts) and ushuliyin (fiqh experts ushul) states that. Orisil economic fluctuations occur at the time of drought. crop failure or large scale changes in the population than in the financial sector. 4. karenakan in practice this is just a paper at the top to get the cash. And last Jeddah Islamic Figh Academy. To answer the question that needs to remember is this problem including problems ijtihadi that can change according to changes in place.2.. because komoditinya back to the original seller. in its annual conference to the 17. First fuqaha the situation is different and the macro-economic analysis tools needed to find mafsadah from tawrruq not have an effect at the time. Nejatulah Sidqi provide answers about the great questions above. ³Law is the law can be changed according to changes of time.2. 8. Where on the sale and purchase transaction for this benefit through the loan.5. and because of social changes. famine. Explicit with the same formation in inah. namely al fadl usury.5. Commodity Murabahah.

Authors concur with the M. Below is a mafsadah has Sidqi be by: 1) The establishment of debt Tawarruq which tend to increase in volume. 5) This is the injustice in income distribution and welfare. money suplay linked to the debt which is increasing tendency kedepannya (expantion) inflation hikes. Beginning of the first Islamic bank emerging (sharia) is to eliminate the usury jargonnya profit and loss sharing. Because the composition of a large murabahah is used. If viewed from the point of view of banking. Essence of the concept of CMP is to use tawarruq contract and the main goal of this concept is how to obtain liquidity both in terms of the customers in terms of the bank or the bank itself. 2) The exchange (exchange) with the money now money dikemudian days is not fair in terms of perspectives. Bale-bale the sharia mengerucut to the development of the concept Tawarruq / Tawriq in the form of Commodity murabahah was only profitable because of the few functions that negate most digembar-rant in the sharia banking as¶ the true financial intermediary between financial sector and the real sector µ. Nejatullah Sidqi that the concept of tawarruq this mafasdahnya greater than maslahahanya if dilhat in terms of public interest.It has been described above that the contract used in the concept of Commodity murabahah is tawarruq akad. In the end the paradigm berpikirnya bank syariah same paradigm with the conventional banks. 6) With pengkonsolidasian debt-based financing (debt financing) contribute to increase the levels (level) concerns and damage (destruction) environment. As described beginning on this product to the more focused and institution-korporate example of fact is HSBC bank sharia issue when this product is that customers become Danamon Sharia-bank. which continuously. This means the funds the bank syariah akan increase the concentration of funds in the financial sector as well as conventional. including the risks and uncertainties. And that is only a few people enjoy it. And only this product berkutat in the financial sector only 3. ketidakefesienan in the allocation of resources. Morality-ta µin the economic-awun not realized that there is profit morality . increase the stabilan in ekonomy. 2. 3) This is the Maintenance of debt on a continual basis. As the author ungkapkan before that to see if this product according to the sharia or not is not only seen from the scheme or akan transaskinya flow but should also be seen from the economic aspect as well. From the writers of literature in general get that this concept gives mafsadah greater than maslahahnya. To this jargon is not realized. In debt-based economy. mafsadah incurred is as follows: 1. Financial and debt based on ongoing. CMP with the short-term deposits that are bound on the derivatives market will steer the bank¶s initial concept. such as the direction of the gambling transaction speculation 4) This is based on the financial debt (debt finance).

³Avoiding damage / risk is more interesting precedence over expediency´ ³Marabahaya is eliminated´ So in order to avoid a larger mafsadah again. If sharia banks are doing more transactions Commodity murabahah to attract savings / deposits from customers murabahah local purchase and then komoditasnya out-ofkelondon happens is that the cash outflow from the large-scale local to foreign country is in need of funds to finance a major development sectors riilnya. So there is no difference with the existing conventional. From the description above can be concluded that the author mafsadah incurred greater than that obtained in the maslahah. Property here is not a private property but also in the sense of a country property. 5.4. This CD includes products used derifativ form. This means this product on akhirnaya activities will lead to speculation that penuih with gharar aspects. 6. this practice is prohibited because the transaction does not comply with the objectives of the Islamic sharia (syariah maqasid) maintain the property. . This will increase the suffering people of Indonesia. Given that in one of the sources of law saddu dzari¶ah (tidakan preventive) where we must take action before going marabahaya prevention and fiqhiyah under this rule. Where is the imbalance the real sector and financial rasionya at this time has been reached 6:500. And the function of sharia banks in Indonesia to attend the financial sector as a link with the real sector. Diterapakan practice that this is a type of deposit certificate of deposit (CD) means that this deposit can diperjualbelikan again. The greater this discrepancy shows the high level of poverty and unemployment in the real world. This product will add a gap (discrepancy) between the real sector and monetary (financial) greater.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful