P. 1
Analisis Perilaku Konsumen Migor

Analisis Perilaku Konsumen Migor

|Views: 762|Likes:
Published by Shanti Eka

More info:

Published by: Shanti Eka on May 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2011

pdf

text

original

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DENGAN PENDEKATAN REVEALED PREFERENCE DAN ATTRIBUTE

Studi Kasus Perilaku Konsumen Minyak Goreng di Kota Malang Disusun oleh : Aang Fajar Passa Putra I. Pendahuluan Manusia yang disebut homoeconomicus selalu berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri. Dalam upaya memenuhi kebutuhannya, manusia melakukan tindakan pilihan dari berbagai alternatif yang mungkin dengan pertimbangan untuk memperoleh keuntungan atau manfaat yang sebesarbesarnya bagi dirinya. Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas, sementara alat pemuas kebutuhan manusia relatif terbatas. Dari kesenjangan itulah muncul masalah ekonomi. Selanjutnya manusia berusaha untuk memecahkan permasalahan ekonomi yang didasari oleh motif ekonomi, yakni untuk memperoleh keuntungan. Motif ekonomi biasanya didasari oleh suatu prinsip yang disebut prinsip ekonomi, yaitu suatu prinsip yang membandingkan antara biaya yang dikeluarkan dengan keuntungan yang diharapkan akan diperoleh. “Dengan biaya yang sekecil-kecilnya diharapkan akan diperoleh keuntungan yang tertentu” atau “dengan biaya tertentu diharapkan mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya”. Seorang ibu berlama-lama belanja di pasar, berjalan dari pojok ke pojok pasar hanya karena ingin mendapatkan barang yang dicari dengan harga yang lebih murah. Dalam analisis teori ekonomi mikro tidak bisa lepas dari penggunaan model. Model dapat didefinisikan sebagai suatu hubungan antar-variabel, sedangkan variabel itu sendiri dapat didefinisikan sebagai suatu besaran yang dapat diukur dan mempunyai variasi nilai. Maksud dan tujuan penggunaan model pada analisis teori ekonomi mikro lebih bersifat penyederhanaan untuk dapat membahas persoalan ekonomi yang kompleks. Dari penyederhanaan ini kemudian akan dapat diciptakan analisis-analisis sehingga dapat memberikan gambaran yang mendekati kondisi nyata atau sebenarnya dari fenomena yang terjadi. Model yang dikembangkan di dalam teori ekonomi mikro biasanya 1

Timbulnya perilaku konsumen karena konsumen mempunyai keinginan memperoleh kepuasan maksimal dengan berusaha mengkonsumsi barang dan jasa sebanyak-banyaknya. Peranan ilmu ekonomi mikro antara lain dapat dipergunakan sebagai dasar untuk membuat ramalan (basic for prediction) secara bersyarat dan dapat diterapkan untuk menganalisis bagaimana dampak suatu kebijaksanaan terhadap perekonomian. konsumen mengambil tindakan pemilihan terhadap berbagai alternatif yang mungkin untuk dilakukan. dua topik utama dalam pembahasan ekonomi mikro adalah menyangkut perilaku konsumen (consumer’s behaviour) dan perilaku untuk produsen (producer’s behaviour). Teori Preferensi Nyata (Revealed Preference) Teori yang diperkenalkan oleh Samuelson ini merupakan penyempurnaan dari teori kardinal yang menyatakan bahwa daya guna dapat diukur dan kelemahan pendekatan ordinal.didasarkan pada suatu prinsip dasar dalam teori ekonomi. tetapi mempunyai keterbatasan pendapatan. pada tingkat pendapatan dan harga tertentu. Dalam makalah ini. Untuk merealisasikan keinginannya. Oleh karena itu. pendekatan yang digunakan dalam menganalisis penentuan pilihan konsumen ini ada 4 yaitu pendekatan kardinal. yaitu prinsip ceteris paribus yang berarti perubahan pada variabel ekonomi lainnya dianggap tetap. preferensi nyata dan atribut. Studi kasus dalam makalah ini didasarkan pada 2 pendekatan teoritis. Teori konsumen digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan produk-produk yang akan dipilih oleh konsumen (individu. yakni pendekatan preferensi nyata (revealed preference) dan atribut produk (product attribute). Ramalan dan analisis dampak kebijaksanaan dalam konteks mikro ekonomi lebih sering dikaitkan kepada dua pelaku utama di dunia perekonomian. seperti harus diterimanya asumsi 2 . yakni konsumen dan produsen. Teori ini juga digunakan untuk mendapatkan kurva permintaan. II. perilaku dan penawaran produsen tidak dibahas. rumah tangga). ordinal. Secara teoritis. Teori ekonomi mikro membahas faktor-faktor apa saja yang menjadi dasar dan merupakan kekuatan terjadinya permintaan konsumen dan penawaran produsen.

Data dapat diamati dan diukur. Data tersebut menyangkut pendapatan. Konsumen berpikir dan bertindak secara rasional. Jumlah ini merupakan anggaran yang dapat dipergunakannya. Kombinasi yang dibeli ini akan memberikan dayaguna yang tertinggi baginya.convexity dari Indifference curve atau MRS yang negatif. Bila konsumen menyatakan A lebih disukai daripada B dan B lebih disukai daripada C. Rasionalitas. 4. 3. Konsumen akan menyisihkan sejumlah uang tertentu untuk pengeluarannya. Konsisten. maka otomatis dia akan lebih menyukai A daripada C. Asumsi yang menjadi dasar berlakunya teori ini antara lain adalah : 1. Dengan revealed preference ini. revealed preference axioma. Asas transitif. harga dan kuantitas pembelian. III. 2. 3. Konsumen tidak berubah-ubah. Dapat menentukan daerah superior dan indeferensi dari kombinasi barang yang dikonsumsi. jumlah barang yang banyak lebih disukai daripada barang yang sedikit. Kelemahan teori ini adalah masih mengacu pada perubahan jumlah yang diminta sebagai akibat dari perubahan harga dan pendapatan. semua kelemahan tersebut dapat dinetralisir karena melalui revealed preference akan dapat diperoleh kurva permintaan secara langsung serta dapat dibuat indifference curve-nya. Kombinasi barang X dan Y yang sesungguhnya dibeli di pasar merupakan preferensi atas kombinasi daripada kombinasi X dan Y yang lain. Pendekatan Atribut Pendekatan atribut yang diperkenalkan oleh Kelvin Lancaster ini memandang bahwa konsumen dalam membeli produk tidak hanya karena daya 3 . Keunggulan teori preferensi nyata : 1. apabila menentukan A lebih disukai dari B maka dia tidak akan berubah lagi B lebih disukai dari A. 2. dengan menghubungkan titiktitik yang dipilih oleh konsumen maka dapat disusun indiference curvenya. Fungsi permintaan dapat dibuat langsung.

keamanan. 4. Yang dimaksud dengan atribut suatu produk adalah semua jasa yang dihasilkan dari penggunaan dan atau pemilikan barang tersebut. bukan pada jumlah dan fisiknya saja. prestise. perumahan. Namun demikian. Misalnya untuk pangan. Dalam pendekatan atribut. Jadi.guna dari produk tersebut. Pendekatan ini memfokuskan pada atribut apa saja yang melekat pada produk. diasumsikan bahwa rumah tangga telah membagi-bagi anggaran untuk tiap kelompok kebutuhan. Dimungkinkan untuk memperhitungkan produk baru dalam analisis dan dapat menjelasakan pemilihan di antara produk-produk yang berbeda berdasarkan efisiensinya dalam menawarkan atribut yang dikehendaki. Pendekatan ini menggunakan analisis utilitas yang digabungkan dengan analisis kurva indiferens. sandang. pendidikan. Persoalan selanjutnya ialah bagaimana jumlah anggaran untuk makan didistribusikan di antara berbagai pilihan makanan. tetapi karena karakteristik atau atribut-atribut yang terkandung atau menempel pada produk tersebut. Konsumen mendapatkan kepuasan dari pengkonsumsian atribut. konsumen harus membeli produk untuk memperoleh atribut tersebut. kenyamanan. Setiap barang memberikan satu atribut atau lebih dalam perbandingan tertentu. 2. sehingga akan dapat lebih mendeskripsikan tentang pilihan konsumen terhadap produk. Atribut sebuah mobil antara lain meliputi jasa pengangkutan. berapa alokasi angsuran kredit rumah atau perawatan rumah. bagaimana alokasi anggaran untuk uang sekolah atau kuliah dan sebagainya. Pendekatan atribut melepaskan diri dari polemik metode dan teknik pengukuran daya guna yang menjadi asumsi dasar pendekatan kardinal dan ordinal. Dapat digunakan untuk banyak produk sehingga bersifat praktis dan lebih mendekati kenyataan serta operasionalisasinya lebih mudah. Keunggulan pendekatan atribut antara lain: 1. produk itu merupakan alat untuk menyampaikan atribut dalam proses konsumsi. bagaimana jumlah anggaran untuk sandang dialokasikan. 4 . kesehatan dan sebagainya. 3. dan sebagainya. privacy.

Grup JAWA POS. gula. Kamis. Masih diperlukan adanya Indifference Curve yang sulit dibentuk oleh konsumen. berikut dikutip berita yang diliput oleh Koran Lokal RADAR Gambar 1. kedele. Tinjauan Kasus: Perilaku Konsumen Minyak Goreng Minyak goreng (migor) adalah salah satu dari Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang akhir-akhir ini menjadi bahan pembicaraan dan keluh kesah terutama oleh para ibu yang menjadi konsumen migor (karena pada umumnya yang melakukan pembelian atau belanja keperluan sembako adalah para ibu). tepung. IV. 2. Setelah episode Sembako Gate diawali oleh beras. Tidak dapat dihindari unsur subyektivitas dan adanya kesulitan dalam melakukan pembobotan atau skoring pada atribut produk yang dianalisis. Headline RADAR MALANG. Dalam makalah ini. analisis dan pembahasan kasus. 6 Maret 2008 5 . kasus yang diangkat adalah kasus yang terjadi di wilayah Kota Malang.Sedangkan beberapa kelemahan dari pendekatan atribut ini antara lain: 1. Sebagai bahan rujukan dan entry point MALANG. maka migor selanjutnya menjadi topik hangat di pasar setelah harganya mulai merangkak naik bahkan meroket.

Sudirman. PB. baik dalam kemasan botol maupun refill. Menurut para distributor dan pedagang migor. 10. Sedangkan migor refill menembus Rp. Frais Well dan Hemart.400 per kilogram. 9. Harga migor baru terjaga alias stabil pada Desember 2007 hingga Januari 2008. 6 Maret 2008 V.600 per kilogram. Berikut contoh beberapa merk migor yang beredar di pasar dalam kemasan 1 liter. Migor dalam kemasan terbagi lagi dalam beberapa jenis. 7. 11. per Maret. sudah terpaut lumayan jauh. warga Jl. Migor refill (isi ulang dalam kemasan) harga dari Rp. Pantauan Disperindagkop Kota Malang. terlihat resah. 6 . 12. Saat itu. Dalam studi kasus ini yang akan dibahas adalah migor dalam kemasan. Tren kenaikan harga migor tersebut berarti mengulang kondisi kenaikan jilid I yang terjadi awal Agustus 2007 lalu. Ada juga beberapa merek migor yang diproduksi oleh satu perusahaan. Klojen. terbitan hari Kamis.000 per kilogram naik jadi Rp. Sementara hasil pantauan Disperindagkop di lima pasar tradisional hingga kemarin.Liputan : Migor Meroket.000. Akibat naiknya harga migor itu. refill atau jerigen). sementara rata-rata migor curah berada di angka Rp. Analisis dan Pembahasan Minyak goreng (migor) yang beredar di pasar pada dasarnya terbagi 2 kategori besar.000 per kilogram. seperti Tropical. 13. harga yang naik karena kulakannya juga naik. yakni migor curah dan migor dalam kemasan (botol. 2 liter dan 5 liter. “Apa ndak salah harganya kok naiknya tinggi sekali”. terkejut saat membeli migor di pasar Klojen. Beberapa merek migor yang beredar di pasar di antaranya merek-merek yang sudah terkenal seperti Filma dan Bimoli. terutama para ibu. rata-rata harga migor curah telah menembus Rp. antara lain kemasan 1 liter. bervariasinya merek migor di pasar dapat memberikan banyak pilihan kepada konsumen untuk memiliki alternatif keputusan pembelian migor. para pembeli. harga migor curah terus meroket dari semula Rp. Sutini.000 naik menjadi Rp.210. Sumber: disarikan dari headline Radar Malang. Terlepas dari strategi pemasaran dan diversifikasi merek family product yang dilakukan oleh masing-masing perusahaan. tren kenaikan harga migor sulit dibendung. Harga kemasan 1 liter Agustus lalu Rp.000. 11. Dibandingkan dengan tahap pertama kenaikan migor Agustus 2007 lalu. Tembus Rp 13 Ribu per Kilogram Masyarakat harus bersiap menghadapi lonjakan harga minyak goreng (migor) jilid kedua. 6.

INTI BOGA SEJAHTERA. Surabaya PT. 7 . 9. Bina Karya Prima. Bina Karya Prima. Tulisan itu dapat berupa pernyataan promotif. Yang dimaksud informasi label utama dalam kolom tabel adalah tulisan pada label bagian muka kemasan yang menjadi ciri khas setiap merek.Gambar 2. Jakarta PT.000 14..000 12. provokatif bahkan mungkin manipulatif. merek-merek yang menjadi sampel dalam studi kasus ini dapat dijelaskan dalam tabel 1 dan 2 berikut: Tabel 1. nama produsen.000 13.500 13. Data Beberapa Merk Migor Di Pasar No. Bekasi PT. Vitamin E  Non Kolesterol  Mengandung Omega 9  Minyak Goreng Tanpa Bahan Pengawet  Pesan Yayasan Kanker Indonesia 6. 1. Medan Harga 1 liter (Rp. Sania 12.650 Informasi Label Utama  Hemat & Higienis  Minyak Goreng Kelapa Nabati  Pure – Crispy  Vegetable Cooking Oil  Minyak Goreng 2x Penyaringan  Tidak Mengandung Kolesterol  3 Nutrisi Omega 6. Multimas Nabati Asahan. 5. 4.700 Sumber: Hasil survai lapangan. SMART Tbk. harga kemasan 1 liter dan informasi label utama. Bekasi PT. 2. informatif. 3. Nama Merek Hemart FRAIS WELL Tropical Filma Bimoli Nama Produsen PT.) 10. Maret. Beberapa Merk Migor di Pasar Dari berbagai merek migor yang beredar di pasar. karena label sebagai salah satu atribut produk memang dapat dimanfaatkan oleh produsen untuk menyampaikan apa yang diinginkan di benak konsumen. 2008 Tabel 1 mendeskripsikan nama merek migor. Bekasi PT. Bina Karya Prima.

3gr A =2% E=300% Omega 9=2325 gr 6=670 gr 3= 29 gr E>50% Omega 9=4. Hemart FRAIS WELL 90 45 kkal 4 gr 2 gr 3. Hasil wawancara terbatas dengan responden ibu-ibu di lingkungan RT 05 RW 08 Kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang. energi.40% 1. Selanjutnya melalui pendekatan atribut akan dapat dianalisis dan dibahas tentang atributatribut produk yang mempengaruhi perilaku konsumen migor. Beberapa Merk Migor dan Label Informasi Nilai Gizi Informasi Nilai Gizi No. harga dan informasi label utama (tabel 1) serta kolom informasi nilai gizi (tabel 2) merupakan semua atribut yang melekat pada produk migor. menghasilkan temuan berikut : 1. praktis dan ekonomis. bukan migor curah. 2. Sebagian besar responden membeli migor dalam kemasan. Mereka menilai bahwa migor dalam kemasan lebih higienis. 2008 Total 4.8 gr 6=1. Maret. Kolom-kolom nama merek (tabel 1 dan 2).Tabel 2. Masing-masing kolom informasi nilai gizi dapat memberikan beberapa alternatif pilihan konsumen dalam mempertimbangkan pengambilan keputusan pembelian produknya. nama produsen.54% E=28. hingga vitamin. Sania 5 gr 200 45 kkal Sumber: Hasil survai lapangan. 5. terbagi atas informasi takaran saji.75 gr 6.3 gr A=0. Tropical 5 gr 180 45 kkal 45 kkal 2 gr 3 gr 4. Filma Bimoli 11 gr 4 gr 164 225 100 kkal 35 kkal 100 kkal 35 kkal 45 kkal 5 gr 4 gr 6 gr 1. 8 . Nama Merk Takaran Saji 10 gr 5 gr Jumlah Sajian per Kemasan 90 180 Energi Energi dari lemak 90 45 kkal Lemak Jenuh Lemak Tak Jenuh 6 gr 3 gr Vitamin A<2% E=25% Omega 9=4% E=8% Omega 9=2.65% E=6. lemak.98 gr Sedangkan Tabel 2 menunjukkan informasi nilai gizi yang dikandung oleh setiap merek produk.

Perlu diteliti lebih lanjut. karena konsumen kadang-kadang berubah dalam menentukan pilihan terhadap merek produk akibat terjadinya selisih harga masing-masing produk. 5. karena adanya efek psikologis “aksi borong” karena langkanya produk di pasar. Asumsi revealed preference axioma terpenuhi karena untuk sembako seperti migor konsumen pada umumnya akan menyisihkan sejumlah uang tertentu untuk alokasi 9 . para responden melihat nama produsennya untuk merekmerek migor dalam kemasan yang ada. maka faktor harga menjadi penentu keputusan pembelian produk. Para responden senantiasa membandingkan harga merk-merk migor yang beredar di pasar. Hal-hal yang menyangkut informasi nilai gizi yang selalu tercantum dalam kemasan migor sama sekali tidak pernah menjadi bahan acuan keputusan pembelian karena menurut para responden kandungan yang ada atau komposisinya dianggap sama saja. sebagian besar responden tidak terlalu fanatik kepada merek. 4. jika belanja pasar tradisional. Asumsi rasionalitas terpenuhi. maka dapat dianalisis beberapa hal berikut: 1. sekali lagi karena pengaruh faktor harga. Kadang-kadang. Asumsi konsisten tidak terpenuhi. Saat belanja keperluan sembako. 3. Asas transitif tidak terpenuhi karena konsumen tidak secara otomatis mengikuti hukum transitivitas ini. Berdasarkan hasil pengumpulan data dan temuan di lapangan yang telah diuraikan.2. asalkan tetap migor dalam kemasan. di toko swalayan atau toko pengecer. seberapa rentang rupiah yang menjadi selisih harga migor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian migor dalam kemasan. Responden lebih melihat dan mempertimbangkan harga sebagai hal utama dalam keputusan pembelian. Asumsi yang menjadi dasar berlakunya teori revealed preference tidak semua dapat terpenuhi dalam kasus migor ini. meskipun berdasarkan data dan faktanya tidaklah sama. Jika untuk dua merek migor diproduksi oleh produsen yang sama. khususnya migor. atau pada saat dilakukannya operasi pasar untuk menstabilkan harga.

2. Sebelumnya harus diketahui lebih dahulu kurva indiferens konsumen. Maksimisasi kepuasan dengan pendekatan atribut dapat diketahui dan ditemukan melalui titik keseimbangan konsumen. Gambar ilustrasi berikut dapat mendeskripsikan pendekatan atribut dalam upaya pengambilan keputusan pembelian konsumen terhadap produk: Atribut 1 Atribut 2 Gambar 3. maka selanjutnya dapat ditentukan merek migor apa yang akan dipilih oleh 10 .C. meskipun tetap ada batasan anggaran (budget) yang harus diperhatikan oleh setiap konsumen. Konsumen juga memiliki peta indiferens untuk atribut dari berbagai merek produk. Kurva indiferens di sini dimaksudkan sebagai kurva yang menghubungkan berbagai kombinasi atribut yang memberikan kepuasan yang sama bagi konsumen.pembelian migor di pasar.E dan F = merek migor Garis yang menghubungkan A-B-C-D-E-F = garis batas efisiensi (efficiency frontier) Garis lengkung I. Maksimisasi Kepuasan Konsumen Migor dengan Pendekatan Atribut Keterangan: O adalah titik origin atau titik asal Garis dan titik-titik A.D. I* dan I’ adalah kurva indiferens Setelah diketahui peta indiferens dan batas efisiensi yang dimiliki konsumen. B.

Preferensi yang terungkap menyatakan bahwa keputusan pembelian migor sangat dipengaruhi oleh elastisitas harga produk. Berdasarkan asumsi rasionalitas. Dalam konteks ini. Sedangkan atribut produk yang melekat pada migor sebagian besar tidak terlalu dipentingkan kecuali hal yang berhubungan dengan harga produk. maka konsumen akan mengambil keputusan memilih merek migor yang ditunjukkan oleh titik singgung antara kurva batas efisiensi dengan salah satu kurva indiferensnya.konsumen. 11 . VI. Kesimpulan Perilaku konsumen migor di Kota Malang menunjukkan sensitivitasnya terhadap faktor harga. maka untuk memaksimumkan kepuasan. Apabila titik singgung itu tidak terletak di salah satu sudut garis batas efisiensi yang membentuk suatu garis lurus seperti pada titik M pada Gambar 3. konsumen dapat memilih kombinasi atribut yang menghubungkan garis kombinasi kepuasan atribut yang membentuk bagian batas efisiensi yang disinggung oleh kurva indiferens konsumen tersebut. perubahan harga produk dan pendapatan konsumen diasumsikan tetap.

Ekonomi Manajerial. M. 2003. Lincolin. Harian JAWA POS. McEACHERN. LP3ES: Jakarta. 1999.DAFTAR BACAAN Adiningsih. Ekonomi Mikro. Pengantar Ekonomi Mikro. Joesron. 2003. 2001. BPFE: Yogyakarta. Salemba Empat: Jakarta. Kamis. Perilaku Konsumen. Ekonomi Mikro. 2008. Tatti Suhartati dan Fathorrozi. Salemba Empat:Jakarta. 2008. Sri. 12 . Pascasarjana UNMER Malang. 6 Maret 2008. Arsyad. Sudarsono. Edi. BPFE: Yogyakarta. William A. Subiyantoro. Makalah tidak dipublikasikan. Teori Ekonomi Mikro.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->