P. 1
Korosi Dan Pencegahannya

Korosi Dan Pencegahannya

|Views: 296|Likes:
Published by Ali El Vhorisy

More info:

Published by: Ali El Vhorisy on May 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2014

pdf

text

original

KOROSI DAN PENCEGAHANNYA Definisi korosi Korosi adalah kerusakan atau degradasi alogam akibat reaksi redoks dengan

suatu logam dengan berbagai zq di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendakinya. Korosi merupakan proses atau reaksi elektrokimia yang bersifat alamiah yang berlangsung dengan sendirinya, oleh karena itu korosi tidak dapt dikendalikan atau lajunya diperlambat sehingga memperlambat proses perusakannya. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi. Rumus kimia dari karat besi adalah Fe2O3.xH2 O. Kondisi alam Indonesia yang beriklim tropis, dengan tingkat humanitas dan dekat dengan laut adalah faktor yang dapat mempercepat proses korosi. Dalam kehidupan sehari-hari, korosi sering dijumpai pada bangunan atau peralatan yang menggunakan komponen logam seperti seng, tembaga, baja dan sebagainya. Dampak dari peristiwa korosi bersifat sangat merugikan. Contohnya adalah keroposnya jembatan, bodi mobil atau berbagai konstruksi dan peralatan dari besi. Pengendalian korosi secara teoritis dilakukan sejak pemilihan bahan, proses perancangan, sampai struktur jadi dan bahkan melalui perubahan/modifikasi lingkungannya. Akan tetapi masih terdapat hal-hal yang diluar jangkauan per-rekayasaan atau pakar korosi yang kompeten. Misalnya tidak ada orang yang dapat merubah PH air laut ataupun kondisi tanah tempat pipa dibenamkan bahaya korosif Beberapa jenis korosi : 1. Uniform corrosion Yaitu korosi yang terjadi pada permukaan logam yang berbentuk pengikisan permukaan logam secara merata sehingga ketebalan logam berkurang akibat permukaan terkonversi oleh produk karat yang biasanya terjadi pada peralatan terbuka. 1. Pitting corrosion Yaitu korosi yang berbentuk lubang-lubang pada permukaan logam karena hancurnya film proteksi logam yang disebabkan oleh laju kecepatan korosi yang berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lainnya pada permukaan logam tersebut. 1. Stress corrosion cracking Yaitu korosi berbentuk retak0retak yang tidak mudah dilihat, terbentuk dipermukaan logam dan berusahaan merembet ke dalam . ini banyak terjadi pada logam-logam yang banyak mendapat tekanan. Hal ini disebabkan kombinasi dari tegangan tarik dan lingkungan yang korosif sehingga struktur logam melemah.

Faktor-Faktor yang mempengaruhi Laju Korosi Umumnya problem korosi disebabkan oleh air. Apabila metal pada temperatur yang tidak uniform. Reaksi korosi secara umum pada besi karena adanya kelarutan oksigen adalah sebagai berikut : Reaksi anoda : Fe(s) -> Fe2+(aq) + 2e Reaksi katoda : 02 (g) + 2H2 O(aq) + 4e -> 4 OH CO2 + H2 O -> H2CO3 Fe + H2CO3 -> FeCO3 + H2 FeCO3 merupakan corrosion product yang dikenal sebagai sweet corrosion. Selective corrosion Yaitu korosi yang berhubungan dengan melepasnya satu elemen dari campuran logam. Galvanic corrosion Yaitu korosi yang terjadi karena terdapat hubungan antara dua metal yang disambung dan terdapat perbedaan potensial antara keduanya. . Kelarutan oksigen dalam ait merupakan fungsi dari tekanan. Crevice corrosion yaitu korosi yang terjadi di sela sela gasket sambung bertindih. temperatur dan kandungan klorida. kelarutan oksigen adalah 10 ppm dan kelarutannya akan berkurang dengan bertambahnya temperatur dan konsentari garam. 1.1. Untuk tekanan 1 atm dan temperatur kamar. 1. 1. Faktor Gas Terlarut Oksigen (O2) adanya oksigen yang terlarut akan menyebabkan korosi pada metal seperti laju korosi pada mild stell alloys akan bertambah dengan meningkatnya kandungan oksigen. tetapi ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi laju korosi diantaranya : 1. sekrup-sekrup atau kelingan yang terbentuk oleh kotoran-kotoran endapan atau timbul dari produk-produk karat. misalnya abrasi pasir. Faktor Temperatur Penambahan temperatur umumnya menambah laju korosi walaupun kenyataannya kelarutan oksigen berkurang dengan meningkatnya temperatur. maka akan besar kemungkinan terbentuk korosi. Erossion corrosion yaitu korosi yang terjadi karena dtercegah pembentukan film pelindung yang disebabkan oleh kecepatan alir fluida yang tinggi. 1.

dapat dilakukan usaha-usaha untuk pencegahanterbentuknya korosi. Faktor Padatan Terlarut Klorida (Cl). Jadi anoda dikorbankan untuk melindungi katoda. Dalam hal diatas elektron disuplai kepada logam yang diproteksi oleh anoda buatan sehingga elektron yang hilang dari daerah anoda tersebut selalu diganti. .1. PENCEGAHAN KOROSI Dengan dasar pengetahuan tentang elektrokimia proses korosi yang dapat menjelaskan mekanisme dari korosi. Tetapi untuk besi. Proteksi katiodik Untuk mencegah terjadinya proses korosi atau setidak-tidaknya untuk memperlambat proses korosi tersebut. Ion positifnya meninggalkan logam tersebut dan masuk ke dalam larutan yang ada sehingga logam tersebut berkarat. 1. Untuk perlindungan katoda pada sistem jaringan pipa bawah tanah lazim digunakan logam Mg. Padatan ini menyebabkan terjadinya pitting. coating. Faktori Bakteri pereduksi atau Sulfat Reducing Bacteria (SRB) Adanya bakteri pereduksi sulfat akan mereduksi ion sulfat menjadi gas H2S. dimana larutan garam yang lebih konduktif. sedangkan pH<7 bersifat asam dan korosif. laju korosinya juga akan lebih tinggi. sehingga logam tersebut berubah menjadi daerah katoda. klorida menyerang lapisan mild steel dan lapisan stainless steel. Proses korosi juga dapat disebabkan oleh kenaikan konduktifitas larutan garam. Inilah yang disebut cathodic protection. Laju korosi akan meningkat pada pH<7 dan pada PH>13. Terlihat disini karena perbedaan potensial maka arus elektron akan mengalir dari anoda yang dipasang dan akan menahan melawan arus elektron dari logam yang didekatnya. yang mana jika gas tersebut kontak dengan besi akan menyebabkan terjadinya korosi. crevice corrosion. dan peng chemical inhibitor. Faktor pH pH netral adalah 7. Pipa (besi) akan aman terlindungi selam pelindung masih ada. Anoda buatan tersebut ditanam dalam suatu elektrolit yang sama (dalam hal ini tanah lembab) dengan logam (dalam hal ini pipa) yang akan diproteksi dan antara pipa dihubungkan dengan kabel yang sesuai agar proses listrik diantara anoda dan pipa tersebut terus menerus. Daerah anoda adalah suatu bagian logam yang kehilangan elektron. laju korosi rendah pada Ph antara 7 sampai 13. dan juga menyebabkan pecahnya alloys. Banyak cara sudah ditemukan untuk pencegahan terjadinya korosi diantaranya adlah dengan cara proteksi katodik. sedangkan untuk pH>7 bersifat basa juga korosif. 1. 1. Klorida biasanya ditemukan pada campuran minyak-air dalam konsentrasi tinggi yang akan menyebabkan proses korosi. maka dipasanglah suatu anoda buatan di luar logam yang akan diproteksi. sehingga akan mengurangi proses korosi dari logam yang diproteksi.

amida. dan posfat. yaitu 1. Material dasar ini inorganik inhibitor antara lain kromat. diamine. Pemakaian bahan-bahan kimia (chemical Inhibitor) Untuk memperlambat reaksi korosi digunakan bahan kimia yang disebut inhibitor corrosion yang bekerja dengan cara membentuk lapisan pelinsung pada permukaan metal. turunan asam lemak alifatik. nitrit. Coating Cara ini sering dilakukan dengan melapisi logam (coating) dengan suatu bahan agar logam tersebut terhindar dari korosi. 1. Membuat alloy atau paduan logam yang bersifat tahan karat. Inorganik inhibitor Inhibitor yang diperoleh dari mineral-mineral yang tidak mengandung unsur karbon dalam senyawanya. 1. Material Corrosion inhibitor terbagi 2 (dua). Karena inhibitor tersebut merupakan masalah yang penting dalam menangani korosi maka perlu dilakukan pemilihan inhibitor yang sesuai dengan kondisinya. 1. Misalnya besi dicampur dengan logam Ni dan Cr menjadi baja tahan karat (stainless steel) . Organik inhibitor Inhibitor yang diperoleh dari hewan dan tumbuhan yang mengandung unsur karbon dalam senyawanya.1. yaitu monoamine. Lapisan molekul pertama yang terbentuk mempunyai ikatan yang sangat kuat yang disebut chemis option. asetat dan oleat. Material dasar organik inhibitor antara lain . silikat. Corrosion inhibitor umumnya berbentuk fluid atau cairan yang diinjeksikan pada production line.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->