P. 1
Rumusan Pancasila

Rumusan Pancasila

|Views: 432|Likes:
Published by Ayang Mardiana

More info:

Published by: Ayang Mardiana on May 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/22/2011

pdf

text

original

Sejarah Perumusan

Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan·usulan
pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan !ndonesia
yaitu :
O ima Dasar oleh Nuhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 23 Nei 134S. Yamin
merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri
Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima
sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup
ketatanegaraan yang telah lama berkembang di !ndonesia. Nohammad Hatta dalam
memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.
|1]

O Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 ]uni 134S. Sukarno
mengemukakan dasar·dasar sebagai berikut: Kebangsaan, !nternasionalisme, Nufakat,
dasar perwakilan, dasar permusyawaratan, Kesejahteraan, Ketuhanan. Nama Pancasila
itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 ]uni itu, katanya:
Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan,
dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan
ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa · namanya ialah Pancasila. Sila
artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara
!ndonesia, kekal dan abadi.
Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen
penetapannya ialah :
O Rumusan Pertama : Piagam ]akarta (]akarta Charter) · tanggal 22 ]uni 134S
O Rumusan Kedua : Pembukaan Undang·undang Dasar · tanggal 18 Agustus 134S
O Rumusan Ketiga : Nukaddimah Konstitusi Republik !ndonesia Serikat · tanggal 27
Desember 1343
O Rumusan Keempat : Nukaddimah Undang·undang Dasar Sementara · tanggal 1S
Agustus 13S0
O Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit
Presiden S ]uli 13S3.

%umusan !: Nuh. Yamin
Pada sesi pertama persidangan BPUPK! yang dilaksanakan pada 23 Nei - 1 ]uni 134S beberapa
anggota BPUPK! diminta untuk menyampaikan usulan mengenai bahan·bahan konstitusi dan
rancangan ¨blue print" Negara Republik !ndonesia yang akan didirikan. Pada tanggal 23 Nei
134S Nr. Nuh. Yamin menyampaikan usul dasar negara dihadapan sidang pleno BPUPK! baik
dalam pidato maupun secara tertulis yang disampaikan kepada BPUPK!.
Rumusan Pidato
Baik dalam kerangka uraian pidato maupun dalam presentasi lisan Nuh Yamin mengemukakan
lima calon dasar negara yaitu:
1.Peri Kebangsaan
2.Peri Kemanusiaan
3.Peri ke·Tuhanan
4.Peri Kerakyatan
S.Kesejahteraan Rakyat

Selain usulan lisan Nuh Yamin tercatat menyampaikan usulan tertulis mengenai rancangan
dasar negara. Usulan tertulis yang disampaikan kepada BPUPK! oleh Nuh Yamin berbeda
dengan rumusan kata·kata dan sistematikanya dengan yang dipresentasikan secara lisan, yaitu:

1.Ketuhanan Yang Naha Esa
2.Kebangsaan Persatuan !ndonesia
3.Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
S.keadilan sosial bagi seluruh rakyat !ndonesia

%umusan !!: !r. Soekarno
Selain Nuh Yamin, beberapa anggota BPUPK! juga menyampaikan usul dasar negara,
diantaranya adalah !r Sukarno|1]. Usul ini disampaikan pada 1 ]uni 134S yang kemudian
dikenal sebagai hari lahir Pancasila.
Usul Sukarno sebenarnya tidak hanya satu melainkan tiga buah usulan calon dasar negara yaitu
lima prinsip, tiga prinsip, dan satu prinsip. Sukarno pula· lah yang mengemukakan dan
menggunakan istilah ¨Pancasila" (secara harfiah berarti lima dasar) pada rumusannya ini atas
saran seorang ahli bahasa (Nuh Yamin) yang duduk di sebelah Sukarno. Oleh karena itu
rumusan Sukarno di atas disebut dengan Pancasila, Trisila, dan Ekasila.
Rumusan Pancasila
1.Kebangsaan !ndonesia
2.!nternasionalisme,·atau peri·kemanusiaan
3.Nufakat,·atau demokrasi
4.Kesejahteraan social
S.ke·Tuhanan yang berkebudayaan

Rumusan Trisila
1.Socio·nationalisme
2.Socio·demokratie
3.ke·Tuhanan
Rumusan Ekasila
1.Cotong·Royong

%umusan !!!: Piagam ]akarta
Usulan·usulan blue print Negara !ndonesia telah dikemukakan anggota·anggota BPUPK! pada
sesi pertama yang berakhir tanggal 1 ]uni 134S. Selama reses antara 2 ]uni - 3 ]uli 134S,
delapan orang anggota BPUPK! ditunjuk sebagai panitia kecil yang bertugas untuk menampung
dan menyelaraskan usul·usul anggota BPUPK! yang telah masuk.

Pada 22 ]uni 134S panitia kecil tersebut mengadakan pertemuan dengan 38 anggota BPUPK!
dalam rapat informal. Rapat tersebut memutuskan membentuk suatu panitia kecil berbeda
(kemudian dikenal dengan sebutan ¨Panitia Sembilan") yang bertugas untuk menyelaraskan
mengenai hubungan Negara dan Agama.
Dalam menentukan hubungan negara dan agama anggota BPUPK! terbelah antara golongan
!slam yang menghendaki bentuk teokrasi !slam dengan golongan Kebangsaan yang
menghendaki bentuk negara sekuler dimana negara sama sekali tidak diperbolehkan bergerak
di bidang agama. Persetujuan di antara dua golongan yang dilakukan oleh Panitia Sembilan
tercantum dalam sebuah dokumen ¨Rancangan Pembukaan Hukum Dasar".

Dokumen ini pula yang disebut Piagam ]akarta (]akarta Charter) oleh Nr. Nuh Yamin. Adapun
rumusan rancangan dasar negara terdapat di akhir paragraf keempat dari dokumen
¨Rancangan Pembukaan Hukum Dasar" (paragraf 1·3 berisi rancangan pernyataan
kemerdekaan/proklamasi/ declaration of independence).

Rumusan ini merupakan rumusan pertama sebagai hasil kesepakatan para ¨Pendiri Bangsa".
Rumusan kalimat
¨. dengan berdasar kepada: ke·Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari'at !slam bagi
pemeluk·pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan
!ndonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat !ndonesia."

Alternatif pembacaan
Alternatif pembacaan rumusan kalimat rancangan dasar negara pada Piagam ]akarta
dimaksudkan untuk memperjelas persetujuan kedua golongan dalam BPUPK! sebagaimana
terekam dalam dokumen itu dengan menjadikan anak kalimat terakhir dalam paragraf keempat
tersebut menjadi sub·sub anak kalimat.
¨. dengan berdasar kepada: ke·Tuhanan
|A] dengan kewajiban menjalankan syari'at !slam bagi pemeluk·pemeluknya, menurut dasar,
|A.1] kemanusiaan yang adil dan beradab,
|A.2] persatuan !ndonesia, dan
|A.3] kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan|,] serta
|B] dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat !ndonesia."
%umusan dengan penomoran (utuh)
1.Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat !slam bagi pemeluk·pemeluknya
2.Nenurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
3.Persatuan !ndonesia
4.Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
S.Serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat !ndonesia

%umusan popular
versi populer rumusan rancangan Pancasila menurut Piagam ]akarta yang beredar di
masyarakat adalah:
1.Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat !slam bagi pemeluk·pemeluknya
2.Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.Persatuan !ndonesia
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
S.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat !ndonesia

%umusan !v: BPUPK!
Pada sesi kedua persidangan BPUPK! yang berlangsung pada 10·17 ]uli 134S, dokumen
¨Rancangan Pembukaan Hukum Dasar" (baca Piagam ]akarta) dibahas kembali secara resmi
dalam rapat pleno tanggal 10 dan 14 ]uli 134S.

Dokumen ¨Rancangan Pembukaan Hukum Dasar" tersebut dipecah dan diperluas menjadi dua
buah dokumen berbeda yaitu Declaration of !ndependence (berasal dari paragraf 1·3 yang
diperluas menjadi 12 paragraf) dan Pembukaan (berasal dari paragraf 4 tanpa perluasan
sedikitpun).

Rumusan yang diterima oleh rapat pleno BPUPK! tanggal 14 ]uli 134S hanya sedikit berbeda
dengan rumusan Piagam ]akarta yaitu dengan menghilangkan kata ¨serta" dalam sub anak
kalimat terakhir. Rumusan rancangan dasar negara hasil sidang BPUPK!, yang merupakan
rumusan resmi pertama, jarang dikenal oleh masyarakat luas.

%umusan kalimat
¨. dengan berdasar kepada: ke·Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari'at !slam bagi
pemeluk·pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan
!ndonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat·kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan, dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat !ndonesia."

%umusan dengan penomoran (utuh)
1.Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat !slam bagi pemeluk·pemeluknya
2.Nenurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
3.Persatuan !ndonesia
4.Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat·kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan
S.Dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat !ndonesia

%umusan v: PPK!
Nenyerahnya Kekaisaran ]epang yang mendadak dan diikuti dengan Proklamasi Kemerdekaan
!ndonesia yang diumumkan sendiri oleh Bangsa !ndonesia (lebih awal dari kesepakatan semula
dengan Tentara Angkatan Darat Xv! ]epang) menimbulkan situasi darurat yang harus segera
diselesaikan. Sore hari tanggal 17 Agustus 134S, wakil·wakil dari !ndonesia daerah Kaigun
(Papua, Naluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Kalimantan), diantaranya A. A. Naramis, Nr.,
menemui Sukarno menyatakan keberatan dengan rumusan ¨dengan kewajiban menjalankan
syariat !slam bagi pemeluk·pemeluknya" untuk ikut disahkan menjadi bagian dasar negara.

Untuk menjaga integrasi bangsa yang baru diproklamasikan, Sukarno segera menghubungi
Hatta dan berdua menemui wakil·wakil golongan !slam. Semula, wakil golongan !slam,
diantaranya Teuku Noh Hasan, Nr. Kasman Singodimedjo, dan Ki Bagus Hadikusumo,
keberatan dengan usul penghapusan itu. Setelah diadakan konsultasi mendalam akhirnya
mereka menyetujui penggantian rumusan ¨Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat
!slam bagi pemeluk·pemeluknya" dengan rumusan ¨Ketuhanan Yang Naha Esa" sebagai sebuah
¨emergency exit" yang hanya bersifat sementara dan demi keutuhan !ndonesia.

Pagi harinya tanggal 18 Agustus 134S usul penghilangan rumusan ¨dengan kewajiban
menjalankan syariat !slam bagi pemeluk·pemeluknya" dikemukakan dalam rapat pleno PPK!.
Selain itu dalam rapat pleno terdapat usulan untuk menghilangkan frasa ¨menurut dasar" dari
Ki Bagus Hadikusumo.
Rumusan dasar negara yang terdapat dalam paragraf keempat Pembukaan Undang·Undang
Dasar ini merupakan rumusan resmi kedua dan nantinya akan dipakai oleh bangsa !ndonesia
hingga kini. UUD inilah yang nantinya dikenal dengan UUD 134S.

%umusan kalimat
¨. dengan berdasar kepada: ke·Tuhanan Yang Naha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab,
persatuan !ndonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh
rakyat !ndonesia."

%umusan dengan penomoran (utuh)
1.ke·Tuhanan Yang Naha Esa
2.Kemanusiaan yang adil dan beradab,
3.Persatuan !ndonesia
4.Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
S.Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat !ndonesia.

%umusan v!: Konstitusi %!S
Pendudukan wilayah !ndonesia oleh N!CA menjadikan wilayah Republik !ndonesia semakin kecil
dan terdesak. Akhirnya pada akhir 1343 Republik !ndonesia yang berpusat di Yogyakarta (R!
Yogyakarta) terpaksa menerima bentuk negara federal yang disodorkan pemerintah kolonial
Belanda dengan nama Republik !ndonesia Serikat (R!S) dan hanya menjadi sebuah negara
bagian saja.
Walaupun UUD yang disahkan oleh PPK! pada 18 Agustus 134S tetap berlaku bagi R!
Yogyakarta, namun R!S sendiri mempunyai sebuah Konstitusi Federal (Konstitusi R!S) sebagai
hasil permufakatan seluruh negara bagian dari R!S. Dalam Konstitusi R!S rumusan dasar negara
terdapat dalam Nukaddimah (pembukaan) paragraf ketiga. Konstitusi R!S disetujui pada 14
Desember 1343 oleh enam belas negara bagian dan satuan kenegaraan yang tergabung dalam
R!S.

%umusan kalimat
¨., berdasar pengakuan ke·Tuhanan Yang Naha Esa, perikemanusiaan, kebangsaan,
kerakyatan dan keadilan sosial."

%umusan dengan penomoran (utuh)
1.ke·Tuhanan Yang Naha Esa,
2.perikemanusiaan,
3.kebangsaan,
4.kerakyatan
S.dan keadilan social

%umusan v!!: UUD Sementara
Segera setelah R!S berdiri, negara itu mulai menempuh jalan kehancuran. Hanya dalam
hitungan bulan negara bagian R!S membubarkan diri dan bergabung dengan negara bagian R!
Yogyakarta.
Pada Nei 13S0 hanya ada tiga negara bagian yang tetap eksis yaitu R! Yogyakarta, N!T, dan
NST. Setelah melalui beberapa pertemuan yang intensif R! Yogyakarta dan R!S, sebagai kuasa
dari N!T dan NST, menyetujui pembentukan negara kesatuan dan mengadakan perubahan
Konstitusi R!S menjadi UUD Sementara.
Perubahan tersebut dilakukan dengan menerbitkan UU R!S No 7 Tahun 13S0 tentang
Perubahan Konstitusi Sementara Republik !ndonesia Serikat menjadi Undang·Undang Dasar
Sementara (N R!S Tahun 13S0 No S6, TN R!S No 37) yang disahkan tanggal 1S Agustus
13S0. Rumusan dasar negara kesatuan ini terdapat dalam paragraf keempat dari Nukaddimah
(pembukaan) UUD Sementara Tahun 13S0.\
%umusan kalimat
¨., berdasar pengakuan ke·Tuhanan Yang Naha Esa, perikemanusiaan, kebangsaan,
kerakyatan dan keadilan sosial, ."
%umusan dengan penomoran (utuh)
1.ke·Tuhanan Yang Naha Esa,
2.perikemanusiaan,
3.kebangsaan,
4.kerakyatan
S.dan keadilan social

%umusan v!!!: UUD 134S
Kegagalan Konstituante untuk menyusun sebuah UUD yang akan menggantikan UUD
Sementara yang disahkan 1S Agustus 13S0 menimbulkan bahaya bagi keutuhan negara. Untuk
itulah pada S ]uli 13S3 Presiden !ndonesia saat itu, Sukarno, mengambil langkah mengeluarkan
Dekrit Kepala Negara yang salah satu isinya menetapkan berlakunya kembali UUD yang
disahkan oleh PPK! pada 18 Agustus 134S menjadi UUD Negara !ndonesia menggantikan UUD
Sementara.

Dengan pemberlakuan kembali UUD 134S maka rumusan Pancasila yang terdapat dalam
Pembukaan UUD kembali menjadi rumusan resmi yang digunakan. Rumusan ini pula yang
diterima oleh NPR, yang pernah menjadi lembaga tertinggi negara sebagai penjelmaan
kedaulatan rakyat antara tahun 1360·2004, dalam berbagai produk ketetapannya, diantaranya:

1.Tap NPR No Xv!!!/NPR/1338 tentang Pencabutan Ketetapan Najelis Permusyawaratan
Rakyat Republik !ndonesia No. !!/NPR/1378 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan
Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar
Negara, dan
2.Tap NPR No !!!/NPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang·
undangan.
%umusan kalimat
¨. dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Naha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab,
Persatuan !ndonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh
rakyat !ndonesia."
%umusan dengan penomoran (utuh)
1.Ketuhanan Yang Naha Esa,
2.Kemanusiaan yang adil dan beradab,
3.Persatuan !ndonesia
4.Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
S.Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat !ndonesia.

%umusan !X: versi Berbeda
Selain mengutip secara utuh rumusan dalam UUD 134S, NPR pernah membuat rumusan yang
agak sedikit berbeda. Rumusan ini terdapat dalam lampiran Ketetapan NPRS No.
XX/NPRS/1366 tentang Nemorandum DPR·CR mengenai Sumber Tertib Hukum Republik
!ndonesia dan Tata Urutan Peraturan Perundangan Republik !ndonesia.

%umusan
1.Ketuhanan Yang Naha Esa,
2.Kemanusiaan yang adil dan beradab,
3.Persatuan !ndonesia
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
S.Keadilan sosial.

%umusan X: versi Populer
Rumusan terakhir yang akan dikemukakan adalah rumusan yang beredar dan diterima secara
luas oleh masyarakat. Rumusan Pancasila versi populer inilah yang dikenal secara umum dan
diajarkan secara luas di dunia pendidikan sebagai rumusan dasar negara. Rumusan ini pada
dasarnya sama dengan rumusan dalam UUD 134S, hanya saja menghilangkan kata ¨dan" serta
frasa ¨serta dengan mewujudkan suatu" pada sub anak kalimat terakhir.
Rumusan ini pula yang terdapat dalam lampiran Tap NPR No !!/NPR/1378 tentang Pedoman
Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa)
%umusan
1.Ketuhanan Yang Naha Esa,
2.Kemanusiaan yang adil dan beradab,
3.Persatuan !ndonesia
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
S.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat !ndonesia.

5:.45.5:.5 #99..45 494:2.5 34. .:.. /924/..5 . .2. (* O #.3  5   &2.1.2.45.5.5..6. &3.1 . 1. /92.5  .9. O 4.956 .5 194:2.95..7..9 7. #9:. .1.1...5 1 5165:.956 4542. 63 &62. :3.5 1242.45  . :./.5.5  #9 4.2.5 5165:.44.5 .49.5 1.2.3     .5 /971.5:.2..5 7..5.4 .1 .5 #5312 :..6 7. ..5 .  1.5 17 2... .1.9:/.3.5 1242.5 4912.9....9 :/. #9 /.  6.1.2. 3.5  #9 .50.:.9..5 1..1 .571..4 446.3. .3.44.5/.2.5%..  79..:.234..9 63 .4.. /9.4...2. 1.:3.5 79/..9.5 1.

:.5:.55.50.65.5. /./2.:..5.2.95.. /92.95.5 2.:..9 794:..9561.4.5  !.:.9 :/....5  5.5 :. &2... .  2:.25.:65.2.72.7. !.5 7../3.5 5.5.:65.5.5.3:4 ...5 .471.5 5 15.  1.... #..5 .5  1.4.5  1.563&62.1.52.94. 795:7 2/.9 79.5.4..5:.5#..9.10.. 2.3:4  4.5.5.35.5 /...52 :69..9.3.5 34.9.50.4.7:.1.23.9.2. .:3. ...3 /. ..

. 1. #. %4:..9..4. .3.3.7.9.9.: .9.:. 5.94. 1.2.5 5. O O O %4:. 45192..5..5 #..4.5#9. 1.5 1. :0.3.9.. 16245 75.2.1  &.: 234.:. 5165:..9 .9 5.5.5.9  1. 2..50. 9:4 //9.. 1.9..9.:. 22.#..:3.7.4.31. ...3. ./.:3. .  &3.55.50. :/.9 .

#4/2.35 %4:..51.5.5...551.

:.51.5.9.

. ... :4/9 2.: %4:.: %7/32 5165:. 65:.5.3:.114...5 . &92.

: 2.3  O %4:.114. .5 47..5.5.. :. 51.

:.9 &45.51. .9..5 .

5  . ..63%4:.%4:.. #9:153   %4:.4.3  O %4:..5#9.5.51.45 .534.51. 49229.

##145.5.1.5.::79.2.2:.56.1.. 5//9.5.57..4.5##./.245.5455..#.513.47.7.79:1.2.5:3.5. ..

3..##  %4:.5 .0.471.571.5:1..5#1..5.9.3   9   .9.1..%7/325165:.7.5.51:.95.9.3651.1.2.64.:3:..5  #92.9.:.6 .5265:.5/3795.1.5:..:..51192.2.3:...4545.3.5 9...  #9/.21.64.5  #94.75:0.57356##/.454542.5 34.9.527.5:.52..3.2.2./..!.5 #..95.479:5.5.429.2 1.:1.1.47.751.5:31.50..9.47.

527.50.5 .9.9.5%.594:.47.9.5  #99.2.2..3:455. :3.2.5  :.9.2..45.'.47.5.5:3.1.3:.5.45..52.51:.45/9/1.9.  &3.95.##63 ...5.90.5:3.. 15.5..5 1.53:..:.

5 241.95.9.  5  .3:/.55165:.2.2... 795:7  ..59 &62.:.5179:5....  /.956 73.5 125..45  //9.   .2.5:.:..5 .93.3/.5.1.3..3651.5.956:/5.5 :3 1.9.2.4.:.51..5#9:.5  2.  1.47.13..956 &3.:3.2.9#..2. 795:7  1. 34.9.. 45.579..5 ..5.956(*  :3 5 1:.5::.1.:.5  .23.3:.5165:.50...1.5.5131.5 7.50./  9.5.47.1..9 5.52.:.5 :.. 9 &2.5.. 795:7  &2.5.3.  :3&2.4794:..:2.5:6:..5.1.5174756324./. ## .:3.59.4..9.5.:399.2:.2/.9.56.  %4:....15.. .2..5.95. ..7.5.5:0.5:.43.  %..

9..5 455.9.:3. . 1. 5 .1.: .5:.. 3.55.5 4542.9  7.2. 94:.5 1.:. #.9.3.2.50. 34. :0. ./9.

9561. &2.5 .5&2.5 :69..:3.5:. 1.9.5 112 1 :/3.:.3:4 .50. '9:3.  %4:.:65.:.50.:3.956  "3 2.. .55165:..3 /.:1:/.  5.95.15.5#..:3.52.95.45  .  . 94:.  /.5#.

79....

5  . .5:...24.2.

14629.9.:  :...3  2....5:60.

5/92/1.5  %4:..5'9:3.5.5.'.  &606..

3:4  &606.5.65..

  2..14629.

'.52.  6.:3.5 %4:.5.65.

4.%665  %4:.5#..2..9.5. :3.

 5165:.9.56. 1242. .:3.5 /3 795.5 .2. !.3.

.56. ## 7.4.5.7...475 1. 9:: .4.569...7.  5   3   13.29 .9.3  5   &3.5453..5:3.5.5.:5.5.52:/. :: 79.56.5/9.203.:2. .##1.245....5 /9.1.9.

5 :3.1.4.5 .4. 1.5 13.1. :.5 :/....5 6365.  #9:..5 .9.9  . ## 1.5  ..5#4/2..5 4551..  .7.. 44. 6365.: 5.3 .9/3. 203 .9.9:/.5 .9.:2.2 /5.4.4.9.1.5. &4/3.3.5 1 . 6365.56.4 15. &4/3.22. ## .:239 14. 45.: :3.4.5!..5 /9.629.16245%.5.56.:3.3./5.5.2 453.56.3  %.9.25. .7.:..5 125.5.5 79.4:/..5  .9:/.2 :. 1..90.:2.5 4551.4..5. .2 179/632.5..  5  7..5. 7.4 455.5:.5 15.5 5.:2   #.5.9.5 44/5.3.2.5 /5.3 15.5 #.5 /99.4 .5 63 #.5 /.9.2.2 .5.4 9. :2. ..2 /5.5 ..5.. 5694.##.3.41. 203 /9/1. 241.50.5 455.524.5.2 1 /1.1..5 .5.

51:/. 1..5 24 .91. .:.9 7.9.5 1...9 63 9  .9.50.5 #4/2.50.9 5.2.5..9..5 9. .9.:.9 16245 %. 1 .9.75 94:. 247.2.4.. 6245573.#.9. ..45 1.7.29 7.5.9.9..

4.9 27.  %4:.5:.5 94:..579623..5 795.5 79.1.5.34.9.2.9.5 7. /9: 9. :/.5 /91..5 24912.6565175150   %4:..:103.5 2..4.. .. 2..5 5 497.2..:.:3 2:7..50. #519 .  15.

'.52../.9.3. :3.5.4 /.5 45.5 2.5  15. 7432.5 :.

9 24.  1.5 5165:.2.95.:.5 .1:/. 2/. .5 5.5 :.5 :6:.92. .9.5 1....5 1.  459.3.2 44793.41..4 ## :/.45. 15..34.13...13 1.0.4 794:...247..3.9.5.4.5 21.5 79.9:/.   3.2. 6365.5 .5 3.5 29.1.5.74325.9.2:. 2.4 .3.22. 74/.:.23..47. 14...5 :9..95.9.2.. 9.9.34.545.15.0.5:.50./  79:..: 79:..3.5 17475 63 24.5 /9. 1. 74/...5.5 2.2:12. 5165:...3 /.5 412..12.291. #.1..5 ..9 5. :39 9..5.5 1.5.5 94:. 7.9.416245.

:/.2.22.5.1..5/91.927.34.:.  15.

/.4/.7432.5.'.9.5:.:3.52.52..5 (*15.545.3.

5:.7432.:.55165:.5..5..2.5756469.2:.5 .   . 1.5 79. (*15.9..5:.3/./..2..5/9.:3..515.2.515..1.52.3..5165:.23.1...4 794:.5. 459.  %4:.4/..545.5 17475 63 24.5(*:9.5 ( * 29.13.9  ( *24.5 .5:./  ( *79:.5:6:..131.74325.5 1.5412.9.:399. 2/..52...5.3.

5/9.2.  ..51...13.131.5./  #9:.5.579..924.:.5174756324.15.9..52..5  &9..3/..5.  59.2.5412.5165:.55165:.1.. .:399...5.2/.4794:..23.2:.529.1.5:.5:6:.3.74325.

545.3.:3.5.:.50.515.9 1 4..5:..5 9.5 #.5 /91. %4:.57673.9..7432.:3.2.50.  .4/.52.52.9.2. #. .5.9 9: 76739 94:..3..4 .1. 459.9./..

5:. :: 21.2:..3/.579.1.:399..74325.5 /93.2.55165:...1.4794:..  %4:.13.5165:.  9../  #9:.5  .1.5... ..3.  4.51.5.5174756324.131.2.5/9.5:5 7.5:6:..5 ## .23.5.5.9.5## #. 79:1.2/.5..

 9:4 1.7. ..7356.9.5 1793. /.5.:.4 . 03..5 #4/2..:.5 24 . .65 6 5175150 /9..3 1.5 #4/2. 3   16245 %.9 /. #..9 .5..49. 16245 /9/1.50.9 7. 170.3 :0.9.1 1.9.9.  1/. 1.: 24/.2.:.50..3...:45.31.0.5.53   6245 %.9:/.5 24 .9.

3  3  .3634.34.9..5 497.59:479.9. 15.:..3.5.2..9. . 2.9..9. 15. .2.5 :12.4.5.2 2.  1.3..5. :9.2.9.52.9.4 :/ ..7.5 /91.5125.5 94:.:3 :1.  15.. . :12.5 ##  .1  7.52. . . 7356 ## . /9/1.9.:.75   %4:..5 1.4 .3 1.94.5 2..: 45.5 1.9 27.5 1793. 63 9.5 .34. 1.9 7.9.1.5.:. 793.5 453.:   %4:.50..9 5.5 /9.  .:..:.5 #4/2.5 #..5 9.5 94:.57...29  %4:.

. 7432.5  15.9.5 45.5 :.'.4 /.3. :3.52.5 2.5./.

/  79:.2.5 ...5 17475 63 24.5 29..5:.74325.1. 1.5 .5 .5 /9.9 24.5 5165:..  1..13 1.:.  459.

.5 :6:. :39 9.2:..5 1.23. 5165:.5 :.5 79.5. 2.2/.  ..5 412.3.13....9.5756469.5  15.2.   %4:.3 /.5 .4 794:.515.

52.5..3. ./.52.5:..9.:3.4/.515.545.7432.

5/9..1.55165:..5:.2.5 17475 63 24.5.  .1./  #9:..5.  59.924.5 .:.74325.131...5 29.

.  7.5.1.: 1.92:7.2/.5## 59.5165:.9..5  5.:399.:   .5  &69 .5 5165:.5 '5.5:.2.9: :9.5 12.5.13. 2.5 .5 451.5 .5165:....4 794:.5 .5:43.99.5 7..52. 15..31.3. 15..5 79.. 1:3:.3/.51442.:.9.4. ..5412..: 4912..5..9.3  :.5 #9623. 52.2.9. 3/.5:51963.2:..2 1..5  454/32.23.5 :..5 1..2.9 .23.  %4:.5:6:.

3.32  !:..9.4 /.2.5../. 1.7.9.5 94:.5 15.5 15...  ..4:  9  454 &2.5 2.5  1.9 5165:.9.:  1.5 45.5.     . .52.34.9.5..5 2/9.9.23 1.5 :. :3.956 45. '5... 7432.5 .  &3.5 #.

.   5.:.9.:2.4.... 45/5 .1 /.5:.2 2. 5.2 45.9.5  &2.5 45.5 /91. 5.5 /. 454 . 1:.9 5. 1.74325..23.9 179623. .2.956 :9.: /.5 1.

9.5...3. :3.5  15.23 6365.: .5 45..5 :3 75..5 :3.5  .5. 1.5.5 &561416  1.  . '2 6 .5 .9.4 .:.4/.52.5 15.5 2. 492.5 :3..1.  &.23 6365.5 :.7:.4  &43.5 94:.2.5. 75..5 .4  1.5 265:3./.12:46  2/9.: 451... 45.3.3.7432.295.:4.5  9  .

.:/..   #..4 /.5 .52. /9:.5. .5.5 5165:. :45.594:.:  :3 753.95.5 :.9.5 2..5. ...:/.5 45. 7432.5..5 ./..5 94:.:. :3.9. .3.74325. 1.3  :.15.5 15.5. 4950 .5 14 2.5.

7.7.7.2453.1.5.91. #4/2.7.2.3.91.3.5 51.9..4 9.. 1242.5.:.459. .5 1. 7356 ##  &3.5 .55.:3.:..:.9.49.9 .:. 1..52.7356.59.5 1.3..74325.9 5.9.1.12:46  %4:. 247.4 7.91..

5 5.5    . 63 /.5 17. 5165:.2. 125.:.2.5 9:4 21.2.5:. .5.5 . 1.5 94:.51.5 5. . 5.3 15.9 5 497.5. 25   53.5.5.

5/91.2.927.. 15.:.52.34.1. %4:.

5.3..   %4:.:. :39 9.9.5 29..5 .5 :6:.131.5:. 15.5.2. 2.5 :9.5 .2...   2.'...13. 2/.5165:.5 5165:.5.1./  79:.. 1..5 :.5/9..5.5 412.2:.5 1.5 17475 63 24.5756469.515.23.5.3 /. 24.5 .5 79.....4 794:..

13..2:.2:.3 /.: %& 1:.9..3. 7.:%&94:.  :...5.9. 4594..114...91:. ..  .1.52.5174756324.   %4:.2.565:.5 5.5 :.5 2.5 63 ## 7.2.2/.3.1. 26365.5.: %& :/. . 74/2.5.  4.5 .9.3.:3794.3 3..7 /93.  ./51..9.5.2.5./..9%& ..'.:  ./   #9:. 15.529.1.5. 15.:.5:. 45..131.  .9. .9.45%&:519 4475.5 /97:.53. %&  1..  :4/9635.5 :..9.55165:.63!45.2 5.:5.9...579.   /91.2  295..:/.:4. :39 9..9.3 ..:.51.4 %&   %4:.%7/325165:.9.5/9. 5.2. 5165:.5 7495. 1.51. /.5165:.2..4/3.9.7...51. % 6.: 19.9.:..2 /..2.525.95. .25203 1.4.. 2.5 1:61692.51..2.5 :6:.5 412.. /5.4 2.12. 7. 2..5 . 19..2..1.9 75.3.5.3 65:.:%& #5112.5  &9..9.1 :/.91..465:.5.. %7/32 5165:../.5:395. 1 6.3..5 1:..5.97.51.5 . &92. 65:.75  ..5:. 5.5  7..4794:.53.  65:.23.29  %7/32 5165:...34... % 6.

5:.5  2..5.5 .5:.'.515.2..5 29.13.5  2/..  7924...  1.3  .5 .5 .5756469.5  %4:. :.5 :6:.

 2.

/...5/3./515. &9.5.22.9.55. 1.5 45...5 .:.5. % 6.9. 1.'.5 !&' &.5 .9:/.5 2.. &92.5/9.2.4.9.   7924.55.5.5 79/..3//9.5&45.13.. 2:. 74/5.5:60.5191.2. /.5  .9 !' 1.5.  #.2.9.2.5 #9/.1. 13.1.52.5 15..  #9/..1 51.5% 6.5.7.: %& 45.79.509.5:%6.4 . %7/32 5165:.1  &45.2...3.5 5.1.2..9.. ..5.9. 4547 .9.5  .3... . :..2.   . . 43. %& /919  5.5   2/.5 !&'  45.5:.3..:.9.5 ..5 .  !'  1.43..5 1.9.3./.5   29.92.5  1.1.55.9.9.5.5..5  %& !6  '.5 65:....5%&44//.: &45..5%& :/..5:.3  %4:.2.. 45. 5.5 65:.7 2:: ..5 459/.

5..2:.9.1.5   /91.9.55.91. ! %& '.:.5 1:.2.5 .:  %4:..114.51.9.5  %4:..9 2.95.9 75.3  :..5  !6   '! %& !6   .9.3.5 .:.51.1.5 2..2. 74/2..9 &45..:.7.47.247.

9....5 2.5 .5   %4:.3   &45.  7924.34.5... '.515.2.5 . ..5 :6:.5 1.'.5  ) 2.5756469.   2..5:.5  2/.13.5 29.5:. :.

3.5   2/. 5.2 .5.5:.5....2.2 45:5 :/..9.5:60.2.  .:454/32.5:.5 .5   29.   7924...5/.5.5./.5:.2..5 45.3  %4:.5 65:.'.2...55.5  1.52..2. 5.5 .5  &45..:.51:..9..5 .13.

.7.4 #4/2. 63 #%  ... 7534.72..5 9:4 . .   5.453. !. :5..5 /93..3  .50.5 &45.3#9:155165:.59.5 1. 24/..5 24/.5 :.1!.1.2..5 #.5 15..9.5 5 73. 94:.25.92.:. 45. :/.9.4/33.52.9.5.2.5 21.91.5.1.3 45.7. .1 34/.5 795.:....3.1 94:..5 .2.5.5 1:.94. &2.5 29.2.45. :.5 74/93.3. .2.5  %4:.956 45. 7. 1.:3.9.3. 45...9.:45.3..5 5.563##7...3   4.. .5165:.5  24/.3.2.9.

.:...5#..79..5  '.9.50...9..4. 1. 9..5..5..5..9 !.7.5 .. 1.. 1..5 #5.   '.5 #951.:.:..3.:/.9:.7 #% !6  #% .50..5.5 1.:3.5.5 #50.5.7..9.2...5 %.5 #9.5. 2.5#5..7. !6   #% ...9./.55.796122.5.5 #164..50.2.3: #94:.5 .5 #5.4/9/. %7/32 5165:..5 &4/9 24 1.:3.5 '. 1.5#5.3.7 #% !6  #% ..#.5 #.

5 .94:.479...9.91.5..3.5  &9.5...9....9. &3.579.5 412...5  %4:.1..23.51.34.5 .5756469.5 :6:.2. 2/.5..5/9.4  #%795.5 17475 63 24.7.   .515. 2... :39 9.5.44/.1.5 17475 63 24./   #9:.5 :9..5/91.5 29.:. 2.59:9/1.5.  %4:.:..4 3...927.23.  1. 15.5 412.5/9. 51.5.5 . /9/1.3 /.5./  #9:.55165:...131. 15. 5165:.5:.  .5 1...5 .5.3 /.131..5 :. 4.3..5.4 794:.   %4:.5165:.5 .545..5 .5 5165:.5 5 .5 :..7:0.5.2 :12..3.5 #%& !6  ... :39 9...5 29..94:.579.5... 2/.2.5.2. 15.13.5 ..  %4:.1.52.2:.3.7. 1.4 794:..5 1.:.5 :6:.13.   4.5:.2:...2.

5 469..514 #%. #%& .5.

.5 .5 17475 63 24.7.:399...5 . 3.79.131.5 1.2 2.: 63 4.1.3.4 ..   4.. 1.5 #164.3 :0..5 1.5.94.5 .9 5...5 #5.55165:..4.5 #5.5 '.9.  9...:3. 2/.5.5 .4 794:.9..5.13. :/ .579.:.2. :9..3/.5..3   %4:.5 .3.5:.5.2:.5.   %4:.9:..29  %4:. 44 1..5 #.2.50.   4.  9.2.1.7 #% !6  #% .23.5  ..5 :0..:. &4/9 '9.52.95. 15.5.55165:.% 455.5 412..9.9.50.1.3.5.5165:.1.9 1.9.59:#6739 %4:.3.5/9.3.5#951..5:9.2.5 . 94:.9.4 3.4 794:.5 .2:.:.5.29 .5.5 %4:.34. 75112..:..2.5 5 7.  %4:.5 17475 63 24.51.5%7/325165:.9.:.5 5 73. ..  %4:.23..5 1242./ 24 %7/32 5165:..5 1..3.5  .:3. 1.5 #.5 /91.1..5.9.5 125.5 :.  .4..92.15..5'../   #9:.5:6:. #.5. 9: 76739 53... 2..2..131.2.5#9..52./   #9:.13.. 94:. 2/.: 1 15. .5/9. 3.5 :/.9.5:.:0..453.5  .    1.5 79.:.5 ..5 1.9.5  .5 ...5.91.5. 9.5:6:.1.1. 7.. ..479.:.:.5 1.9..50.:.594:..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->