Alat Pemroses Material

Bab I Pendahuluan

Alat berat merupakan suatu alat mekanis yang digunakan untuk memudahkan suatu proses pengerjaan konstruksi. Dalam suatu artian sempit, alat berat hanya digunakan dalam pengerjaan pemindahan volume tanah saja. Akan tetapi, dewasa ini alat berat bukan hanya digunakan sebagai pemindah tanah saja namun sudah merangkum pada setiap lingkup pengerjaan konstruksi yang mustahil dilakukan secara manual oleh manusia. Dalam merealisasikan suatu pengerjaan konstruksi fisik secara efektif dan efisien, tentunya harus memenuhi tiga hal wajib yakni : berkualitas, tepat waktu dan ekonomis. Dan dewasa ini, guna mewujudkan suatu proyek yang berdaya saing dalam tiga hal tadi, maka dikedepankanlah berbagai sumber daya yang ada. Dan perkembangan teknologi mekanis telah membawa para konstruktor masa kini ke arah pengembangan alat-alat mekanis (alat berat) yang secara makro membawa peningkatan kualitas, ketepatan waktu dan tingkat ke-ekonomis-an yang cukup besar. Alat berat memiliki dua klasifikasi utama, yakni secara fungsional dan secara operasional, yang mana secara operasional, alat berat dibagi atas alat berat statis dan alat berat dengan penggerak serta secara fungsional antara lain terbagi atas alat berat pengolah lahan, alat berat penggali, alat berat pengangkut dan pemindah material, alat berat pemadat, alat berat pemroses material dan alat berat penempatan akhir material. Dan untuk saat ini kita akan melihat lebih jauh menyangkut alat-alat berat yang digunakan dalam pemrosesan material, yang mana disaat ini akan dikaji lebih dalam mengenai tiga jenis alat pemroses material yakni, Concrete Batching Plant, Asphalt Mixing Plant, dan Crusher Plant.

1

Alat Pemroses Material

BAB 2 Alat Pemroses Material
Alat pemroses material merupakan salah satu jenis dari alat berat yang secara fungsional dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi, semen, beton, dan aspal. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. Alat pemroses material berhubungan erat dengan alat penempatan akhir material, dikarenakan hasil proses material di alat pemroses akhir material akan digunakan oleh alat penempatan akhir material seperti asphalt paver untuk AMP dan concrete spreader untuk CBP. 1.

Concrete Batching Plant (CBP)
Batching Plant atau nama lengkapnya Concrete Batching Plant adalah

suatu unit mesin atau peralatan yang digunakan untuk memproduksi material campuran antara semen dengan material agregat batu dan pasir yang disebut beton. Proyek-proyek pembangunan jalan tol, khususnya untuk proyek yang menggunakan beton mutu (kekuatan) tinggi, mensyaratkan kontraktor menggunakan batching plant untuk produksi beton yang digunakan pada bangunan struktur dan perkerasan beton semen.

2

Sedangkan peralatan yang biasa dipakai dalam proses pembuatan beton sampai beton tersebut ditempatkan antara lain peralatan pencampur beton (concrete batching and mixing). Pekerjaan dalam pembuatan beton meliputi pengukuran berat setiap komponen beton. Campuran semen dan air disebut pasta.7 berdasarkan berat. peralatan pemindahan campuran beton. Agregat yang digunakan secara umum untuk membuat beton adalah agregat halus dan agregat kasar. Proses yang dilakukan dalam batching plant dapat secara manual. pencampuran bahan beton. Agar batching plant dapat berproduksi sesuai kapasitasnya. butir halus dan pasir. penempatan. Ukuran kapasitas alat adalah satuan kecepatan produksi dalam meter kubik perjam. namun mutu dan keseragaman campuran tetap terjamin (homogen). agregat dipisahkan menjadi empat bagian yaitu butir kasar (split). Baik pada storage bin maupun pada staple material. semi 3 . dan pengeringan. pemindahan campuran beton. agregat dan air. butir menengah. Tabung ini tertutup rapat sehingga semen dalam keadaan tetap kering. harus didukung dengan kecepatan pasokan material dan jumlah truk pengangkut (Mixer Truck atau Agitator Truck) secara berimbang. Prosedur pemrosesan beton mutu tinggi Beton merupakan campuran dari semen.Alat Pemroses Material Penggunaan batching plant dimaksudkan untuk memproduksi material beton dengan jumlah yang besar dan kecepatan produksi tinggi. dan peralatan pengecoran. Campuran beton yang normal mengandung ¾ bagian agregat dan ¼ bagian pasta berdasarkan volume dengan rasio air-semen berkisar antara 0. konsolidasi.4 – 0. Pencampuran Beton Agregat pada batching plant diletakan pada staple material atau storage bin. Sedangkan semen diletakan pada suatu tabung disebut cement silo. 1.

Tranveerse concrete finisher. Produktivitas Mixer 4 . Kapasitas dari batching plant biasanya tiga kali lebih besar dari kapasitas mixing plant. vertical dan miring. 3. pompa dan crane yang dilengkapi dengan bucket. Pengecoran Beton Setelah menggunakan beton plastis dituangkan kedalam pipa. Cetakan harus bersih. conveyor. truck agitator. Untuk memudahkan pengecoran salah satunya dengan menggunakan pompa. Alat yang digunakan dalam pelaksanaan pengecoran beton untuk perkerasan antara lain Paving mixer. Perkerasan Beton Perkerasan jalan yang menggunakan beton disebut perkerasan kaku (rigid pavement). disangga dengan baik dan kuat dan cetakan dilapisi semacam minyak untuk mencegah beton cepat mongering. 5. Concrete spreader. 4. beton cetakan baik tersebut dengan bucket maupun kemudian dikonsolidasikan dan diratakan. dan Slipform paver.Alat Pemroses Material otomatis atau otomatis. beton tersebut dicor kedalam cetakan. Beton disalurkan kedalam cetakan dengan menggunakan pipa. Automatic curing machine. Pemindahan Beton Yang termasuk alat pengangkut beton adalah truck mixer. Pipa ini dapat diletakan secara horizontal. Pada saat beton tiba diproyek. 2.

Proyek-proyek pembangunan jalan tol perkerasan lentur maupun pelapisan ulang (overlay). Asphalt Mixing Plant (AMP) Asphalt Mixing Plant adalah suatu unit mesin atau peralatan yang digunakan untuk memproduksi material campuran antara aspal dengan material agregat batu.wikipedia. Concrete Batching Plant. Material batu pecah dan aspal akan dipanaskan secara terpisah sebelum dicampurkan. umumnya mensyaratkan kontraktor untuk menggunakan asphalt mixing plant untuk produksi material lapis perkerasan seperti asphalt concrete. http://en. 5 . http://en. Hasil dari penghitungan tersebut disebut dengan mix design. Penggunaan Asphalt Mixing Plant dimaksudkan untuk memproduksi material campuran perekerasan lentur dengan jumlah yang besar dengan mutu dan keseragaman campuran tetap terjamin (homogen).org/wiki/concreteplant(machine) Concrete Mixer.org/wiki/concrete-plant(mono) 2. Suhu pencampuran pada alat ini umumnya berkisar 160 derajat celcius.Alat Pemroses Material Untuk mendapatkan kekuatan beton yang didiinginkan maka yang pertama dilakukan adalah menghitung volume masing-masing campuran bahan beton.wikipedia.

dengan beberapa jenis cara produksinya. Agregat panas. AMP tipe batch (timbangan). AMP tipe drum-mix Pada AMP tipe drum maka agregat yang dikeringkan dan dipanaskan dalam drum juga dicampur dengan aspal dengan mengatur kecepatan pompa aspal. AMP tipe menerus Pada AMP tipe menerus maka gradasi campuran didapat dengan pengaturan keluaran agregat bin panas yang dicampur dengan kadar aspal yang diatur melalui pengaturan kecepatan pompa aspal. 2. pada umumnya Asphalt Mixing Plant (AMP) dibagi menjadi dua tipe yaitu : 1. filler serta aspal yang telah ditimbang tersebut di masukkan dan diaduk di dalam pugmill. 2. 3. AMP yang permanen.Alat Pemroses Material Jenis-jenis Asphalt Mixing Plant (AMP) Dilihat dari mobilitasnya. AMP tipe continous (menerus) 3. AMP tipe timbangan Pada AMP tipe timbangan mempunyai timbangan untuk agregat. timbangan untuk aspal. AMP yang portable (mudah dipindah-pindah) dan dapat dipasang di dekat lokasi proyek untuk menghasilkan campuran aspal Dilihat dari jenis produksinya maka secara umum AMP terbagi menjadi tiga tipe yaitu : 1. AMP tipe drum-mix. timbangan untuk bahan pengisi (filler). 1. 6 . 2.

untuk dipanaskan dan dikeringkan pada temperatur dan kelembaban yang diminta. dan material dingin pada ban pengangkut tersebut akan diteruskan oleh sistem pengangkut (dryerelevator) menuju pengering. Bukaan pada sistem pemasok harus dapat diatur sehingga didapat agregat dengan kuantitas dan ukuran yang tepat agar sesuai dengan job-mix formula yang diminta. bukaan yang dapat diatur.219 cm.Pengering (Dryer) Dari pemasok dingin maka campuran agregat diangkat ke dalam pengering adalah : a. bukaan atau pintu yang dapat disetel. dan sistem ban berjalan. Pada jenis lain dipasang bin yang terpisah. reciprocating feeder dan atau menggunakan ban pengangkut (conyeyer belt) feeder.Alat Pemroses Material Bagian Utama AMP Tipe Batch Dan AMP Tipe Continous Bagian-bagian komponen dan pengoperasian dan AMP tipe batch dan tipe continous secara garis besar hampir sama yaitu terdiri dari : . Silinder berputar (pengering) yang umumnya berdiameter 91 sampai dengan 305 cm dan mempunyai panjang dari 610 sampai dengan 1.Sistem Pemasok Agregat Dingin (Cold Aggregate Feeder) Sistem pemasok agregat dingin umumnya digunakan pada unit produksi yang mudah dipindah-pindah dan dipasang pada empat atau lebih bin (penampung material). b. Ketel pengering (burner) yang berisi gas atau minyak bakar untuk penyalaan. Komponen yang terdapat pada sistem pengering 7 . .

Lifting Flights : Cold Bin : s/d 6 buah bin. Kipas (fan) sebagai bagian dari sistem pengumpul debu. Tempat penampung material dingin biasanya berjumlah 4 : Alat pengering yang menggunakan burner 8 . Ring bergigi untuk memutarkan drum pengering. dan disain dari flight mempengaruhi atau mengontrol lamanya waktu yang diperlukan pada proses pengeringan di dalam sistem pengering. Selanjutnya agregat dari pengering menuju elevator panas (hot elevator) melalui lubang atau pintu pengeluaran dekat pembakar di akhir alat pengering. kecepatan putaran. Jumlah. Potongan metal di dalam drum pengering yang tersusun. jumlah. Potongan-potongan ini dikenal sebagai "lifting flights atau flight cup" dan bentuk lainnya dengan fungsi yang relatif serupa. panjang. diameter. Flight yang dipakai untuk mengangkat dan menjatuhkan agregat melalui gas panas pembakaran umumnya berbentuk "L". bentuk dan susunan flights penting untuk efisiensi pengeringan.Alat Pemroses Material c. Bentuk pengering. Dryer (pembakar). tapi fungsi utamanya adalah untuk memberikan udara atau oksigen untuk pembakaran dalam drum. Pada pengering dipasang serangkaian baris irisan atau potongan metal yang melengkung atau dilas dalam bentuk bervariasi dan melekat pada permukaan di bagian sebelah dalam silinder tersebut. Sistem pemasok dart bin dingin ke drum pengering. Sebuah alat sensor dari instrumen thermometrik ditempatkan pada lubang pengeluaran yang akan mencatat atau memberikan data temperatur agregat yang keluar dari sistem pengering. Thermostad Feeder Ring Gear Damper : : : : Alat pengukur temperatur yang menggunakan tahanan (bukan air raksa).

Fleksibel 9 . Stabil 2). Perkerasan aspal merupakan campuran dari aspal dan agregat (mix asphalt).Alat Pemroses Material Alat pengatur udara yang berfungsi untuk merubah jumlah udara pembakaran. Mudah dikerjakan Asphalt Mixing Plant . aspal yang masih padat disebut aspal cement. Tidak mengalami kelelahan bahan 5). Tidal menyebabkan selip 3). Fungsi dari aspal pada campuran aspal adalah sebagai pengikat antar agregat. : Alat untuk menyemprotkan bahan bakar untuk membakar Parameter Pekerjaan Aspal dan Alat Berat Yang Berhubungan Dengan Pekerjaan Aspal Aspal sebagian besar digunakan sebagai bahan perkerasan jalan. Nurantoro. Campuran aspal agar kuat dan sesuai dengan yang diinginkan maka harus dihitung berdasarkan mix design. yaitu antara lain : 1). Nozzle habis. Tahan lama 4). Serba-serbi Jalan tol 7). Jenis perkerasan yang mengunakan aspal disebut perkerasan lentur. Kedap air 6).

Drum dryer (drum pengering) 4). yaitu sebagai berikut : 1). d. Tempat Penyimpanan Aspal Aspal yang digunakan untuk berkisar 1500 C. Silo membuat campuran temperaturnya 10 . Asphalt Plant Merupakan tempat tempat campuran aspal diaduk. Hot bin (penampungan) 5). Hot elevator (elevator) 6). Batch Plant Ada beberapa komponen dari batch plant. Pugmil mixer b. dipanaskan dan dicampur. a. Drum Mix Plant Setiap jenis agregat diukur beratnya pada cold feed system maka agregat tersebut dialirkan kedrum mixer yang berotasi secara vertical c. Ada dua macam asphalt plant yang sering digunakan yaitu drum mix plant dan batch plant. Cold feed system atau cold bin 2). Screen (saringan) 3).Alat Pemroses Material Alat-alat berat yang berhubungan dengan pekerjaan pengaspalan adalah sebagai berikut : 1.

oratoretinsinyur.jpg 11 . Asphalt paver atau asphalt finisher c). alat yang dibutuhkan berbeda dengan pembuatan perkerasan beton. Compactor (pemadat) Asphalt Paver.blogspot.Alat Pemroses Material Silo adalah silinder vertical yang digunakan sebagai tempat penyimpanan camuran aspal hasil dari mixer 2. Asphalt distributor (distributor aspal) b). Alat Untuk Perkerasan Pada saat membuat perkerasan dengan aspal. Selain truck alat yang digunakan untuk perkerasan aspal adalah : a).

diangkut dari daerah gunung ke lokasi proyek dengan truck dan kemudian diolah di alat pemecah batuan /Crusher Plant. Crusher terdiri dari beberapa bagian yaitu crusher primer. crusher tersier. 12 . Batuan yang berasal dari alam. ataupun proyek reklamasi pantai. Selain memisahkan batuan hasil pemecahan dengan menggunakan saringan atau screen.Alat Pemroses Material 3. Penggunaan crusher plant dimaksudkan untuk memproduksi material batuan dengan jumlah yang besar dengan mutu dan keseragaman gradasi berdasarkan standarisai gradasi batuan. Crusher Plant Crusher Plant adalah suatu unit mesin atau peralatan yang digunakan untuk memproduksi material batuan dalam keadaan gradasi yang sesuai dengan suatu standar. umumnya mensyaratkan kontraktor untuk menggunakan crusher plant untuk produksi material batuan yang sesuai dengan spesifikasi gradasi yang dibutuhkan. Proyek-proyek pembangunan jalan tol perkerasan lentur maupun pelapisan ulang (overlay). crusher sekunder. Crusher dan Conveyor Belt CRUSHER Crusher berfungsi untuk memecahkan batuan alam menjadi ukuran yang lebih kecil sesuai spesifikasi yang dibutuhkan.

batuan dimasukan kedalam crusher primer. ukuran crusher primer. Bila hasil crusher sekunder belum memenuhi spesifikasi yang ditetapkan maka batuan diolah kembali di crusher tersier dan seterusnya. Kapasitas roll crusher tergantung pada jenis batuan. CONVEYOR BELT 13 . sementara jepit yang lain diam. Kapasitas jaw crusher ditentukan oleh ukuran crusher. Tenaga yang dihasilkan oleh bagian yang bergerak mampu menghasilakn tenaga untuk menghancurkan batuan yang keras. Hasil dari crusher primer dimasukan kedalam sekunder untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Roll crusher terdiri dari single roll dan double roll. Tabel Jenis crusher beserta rasio reduksi Sumber: Masopikblog 1. Roll Crusher Roll crusher digunakan sebagai sekunder atau terseier setelah batuan melewati crusher tipe lain yang berfungsi sebagai crusher primer. Jaw Crusher Cara kerja alat ini adalah dengan menggerakan salah satu jepit. lebar roda dan kecepatan roda berputar. Single roll digunakan untuk memecahkan batuan yang lembap dan tidak menguntungkan jika digunakan untuk memecahkan batuan yang abrasive. ukuran batuan yang diinginkan. 2.Alat Pemroses Material Setelah batuan diledakan.

unit pengendali. 36. http://blogger. Kapasitas pemindahan material oleh belt conveyor cukup tinggi karena material dipindahkan secara terus menerus dalam kecepatan yang relative tinggi. pasir. 42 oz dst. Belt Belt terdiri dari beberapa lembar (ply) bahan disatukan dengan semacam perekat. 8 dan seterusnya.Alat Pemroses Material Conveyor Belt merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan tanah. pulley. dan struktur penahan. 2. Bagian permukaan belt ditutupi oleh karet yang berfungsi untuk menghindari terjadinya abrasi akibat gesekan material. idler. Jika material yang akan dipindahkan memiliki jarak perpindahan yang relative pendek maka portable conveyor dapat digunakan. Sedangkan berat setiap lapisan adalah 28. kerikil batuan pecah beton. 6. 7. 1. 32.com/alatpemrosesagregardan-pengangkutannya/masopikblog 14 . Jumlah lapisan dapat 4. Bagian dari belt conveyor adalah belt atau ban berjalan. Kapasitas Belt Berat material yang dipindahkan oleh belt conveyor ditentukan dengan menggunakan rumus berikut ini : T = 60ASW/2000 dengan : T = berat material yang dihitung dalam ton/ jam A = potongan luas area material (sq ft) S = kecepatan ban (ft/menit) W = berat jenis material (lb/cft) Conveyor Belt.

4. Tenaga tersebut tergantung dari tipe dan ukuran idler. rotary vane. Untuk menentukan daya angkut belt conveyor maka tenaga yang diperlukan oleh idler untuk bergerak perlu ditetapkan. Tenaga itu diperlukan untuk menggerakan belt dalam keadaan kosong. berat bagian yang berputar. reciproting. dan rotary plow. Idler bagian atas yang menahan beban berbentuk trapesiun dimana sepertiga lebar dibagian tengah rata dengan kedua bagian sisi yang mirring. Pemecahan Batuan Prosedur sederhana pemecahan batuan. meliputi : 1. dan berat material. Tenaga Untuk Menggerakan Belt Sejumlah tenaga luar yang dibutuhkan untuk menggerakan sebuah conveyor belt. 15 . Idler Idler merupakan alat yang menahan ban. berat ban. Ada beberapa macam feder yang umum digunakan antara lain apron. 5. Ketiga tenaga tersebut kemudian dijumlahkan untuk mengetahui tenaga total yang dibutuhkan. Batuan alam (granit) yang berukuran sangat besar diangkut oleh alat pengangkut ke lokasi Crusher Plant.Alat Pemroses Material 3. memindahkan beban secara horizontal serta mengangkat atau menurunkan beban secara vertical. Feeder Feeder yang diletakkan di bagian awal sebauh system conveyor berfungsi untuk mengatur agar material yang diletakkan di atas belt seragam dalam jumlah. sedangkan idler bagian bawah berbentuk rata.

Batuan diangkat serta dimasukkan ke dalam Crusher Plant oleh alat pengangkat. suatu pengertian yang baik dan benar terhadap suatu alat berat akan menghasilkan suatu pemanfaatan alat berat tersebut secara maksimal. Bab III Penutup Dalam dunia konstruksi masa kini. yakni : Butir kasar (split). 3. dan diambil lagi oleh alat pengangkut untuk digunakan sesuai kegunaan per gradasi batuan. Secara umum. Hasil olahan dari Crusher Plant yang berbeda ukuran ditempatkan di beberapa tempat. Butir menengah. Dan maka dari itu pemanfaatan sumber daya secara maksimal tentunya akan sangat menguntungkan. Dan akhir kata.Alat Pemroses Material 2. ketepatan waktu. Batuan diolah didalam Crusher Plant serta dibagi menjadi ukuran / gradasi yang lebih kecil. kualitas dan ekonomis menjadi harga mati yang harus dibayar oleh setiap konstruktor. Hal ini dapat kita lihat dari pemanfaat sumber daya teknologi mekanis pada alat-alat berat yang digunakan dalam pemrosesan material konstruksi. dibagi atas empat ukuran praktis. 16 . Butir halus dan Pasir 4.

kian berkembang. 17 .Alat Pemroses Material Maka dari itu. terlebih pada perkembangan teknologi alat-alat berat yang kian hari. marilah kita selalu memperbaharui pengetahuan kita mengenai perkembangan teknologi.

09:31 AM) http://en.Alat Pemroses Material Reference: http://blogger.com/senyawa/jenis-dan-fungsi-alat-berat (diakses pada Minggu. 14 November 2010.org/wiki/concrete-plant(machine) (diakses pada Minggu. 14 November 2010.wikipedia. 02:26 PM) http://forumbebas. 01:46 PM) http://blogger. 13 November 2010. 09:27 AM) 18 . 20 November 2010.com/jenis-dan-fungsi-alat-berat (diakses pada Sabtu. 20 November 2010. 13 November 2010.com/serbaserbijalantol/Nurantoro-Desiono (diakses pada Sabtu.com/alatpemrosesagregar-dan-pengangkutannya/masopikblog (diakses pada Sabtu. 04:18 AM) http://blogger. 04:27PM) http://kaskus.com/(Share)Asphalt-Mixing-Plant-(AMP) (diakses pada Sabtu.

maka untuk saat ini kita hanya akan membahas mengenai alat berat pemroses material. dan oleh karena lingkup studi alat berat yang terbilang besar. Dan salah satu sumber daya penunjang terciptanya konstruksi bangunan fisik yang baik yaitu: ketersediaan alat-alat penunjang yang modern. Menyadari keterbatasan penyusunan pengetikan.. termasuk kemudahan dalam pengerjaan konstruksi bangunan fisik. guna terciptanya suatu pengertian yang lebih baik lagi diwaktu yang akan datang. Apa yang dimaksud dengan alat pemroses material ? Bagaimana membuat beton mutu tinggi dengan CBP? Apa saja bagian-bagian dari AMP ? Pertanyaan-pertanyaan diatas pastilah akan muncul bilamana kita baru pertama kali mendengar tentang alat pemroses material. maka dari itu bilamana ditemukan kekeliruan dalam penulisan dan lain sebagainya. maka diperlukan sumber daya yang dapat menunjang terlaksananya seluruh proses konstruksi. Perkembangan teknologi telah membawa kita kedalam segala macam kepraktisan yang mempermudah segala sesuatu.Alat Pemroses Material Kata Pengantar Demi menunjang terlaksananya suatu pekerjaan konstruksi secara baik dan sesuai perencanaan awal. 19 . November 2010 Penyusun. maka penyusun dengan sangat meminta ktitikan yang sekiranya dapat saling membangun antara pembaca dan penyusun. Hal ini dapat kita lihat pada ketersediaan alat-alat penunjang berupa alat-alat berat.. Alat berat memiliki beragam jenis dan fungsi. dan biarlah kiranya materi pembahasan akan berikut dapat membawa baik dalam kita kepada jawaban maupun pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Alat Pemroses Material i 20 .

Alat Pemroses Material DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN BAB II CONCRETE BATCHING PLANT ASPHALT MIXING PLANT CRUSHER PLANT BAB III PENUTUP REFERENSI i ii 1 2 5 11 15 16 21 i .

dan Crusher Plant Norman Supit 080211098 JURUSAN SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO 2010 22 . Asphalt Mixing Plant.Alat Pemroses Material Pemindahan Tanah Mekanis / Alat-alat Berat TUGAS Alat Pemroses Material Concrete Batching Plant.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful