BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Telah kita ketahui bahwa untuk dapat memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan, mencegah, dan mengobati penyakit serta memulihkan kesehatan masyarakat perlu disediakan dan diselenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat (public health services) yang sebaik-baiknya.Untuk dapat menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan tersebut, banyak yang harus diperhatikan. Yang paling penting adalah pelayanan masyarakat yang dimaksud harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun sekalipun terdapat kesesuaian yang seperti ini telah menjadi kesepakatan semua pihak, namun dalam praktek sehari-hari tidaklah mudah dalam menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang dimaksud. Epidemiologi merupakan ilmu yang di kenal dari zaman dahulu dan berkembang bersamaan dengan perrkembangan ilmu kedokteran. Seperti mengenai faal kedokteran, biokimia, patologi dan lainlain. Ilmu epidemiologi lebih menekankan pada kelompok individu, karena pentingnya soal penyakit ini, maka perlulah dipahami dengan sebaik-baiknya hal-hal yang berkaitan dengan penyakit tersebut. Kepentingan dalam epidemiologi paling tidak untuk mengenal ada atau tidaknya suatu penyakit di masyarakat sedemikian rupa sehingga ketika dilakukan pengukuran tidak ada yang sampai luput atau tercampur dengan penyakit lainnya yang berbeda. B. RUMUSAN MASALAH 1. 2. 3. 4. 5. Pengertian epidemiologi Dasar-dasar epidemiologi Masalah-masalah yang terkait dengan epidemiologi Ruang lingkup epidemiologi Epidemiologi dalam ilmu keperawatan

C. TUJUAN Melalui makalah ini mahasiswa dapat mengerti dan memahami epidemiologi secara umum Baik penertian, dasar-dasar epidemiologi, masalah-masalah yang terkait dengan epidemiologi, ruanng lingkup dan epidemiologi dalam ilmu keperawatan. sehingga dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan mengenai epidemiologi khususnya dalam ilmu keperawatan.

1

studi epidemiologi dapat dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut : 1. Jadi epidemiologi aadalah ilmu yang memppelajari tentang individu. B. PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI 1) Pengertian epidemiologi menurut para ahli y Menurut Robert H. penyebaran dari jenis jenis penyakit pada manusia pada saat tertentu di berbagai tempat di bumi dan mengkaitkan dengan kondisi eksternal. Epidemiologi analitik terdiri dari : 2 . Epidemiologi deskriptif. sosialekonomi. Hirsch ( 1883 ) Epidemiologi adalah suatu gambaran kejadian. 2. yaitu Cross Sectional Study/studi potong lintang/studi prevalensi atau survei. DASAR-DASAR EPIDEMIOLOGI Secara sederhana. logos : ilmu. demos : rakyat/ penduduk/ individu. Fletcher ( 1991 ) Epidemiologi adalah disiplin riset yang membahas tentang distribusi dan determinan penyakit dalam populasi. Anders Ahlbom & Staffan Norel ( 1989 ) y y Epidemiologi adalah Ilmu Pengetahuan mengenai terjadinya penyakit pada populasi manusia. 2) Penertian epidemiologi berdasarkan ilmu pengetahuan (akademik)  Epidemiologi secara akademik di defenisikan sebagai. analisa data kesehatan. dan trend yang terjadi untuk mengindentifikasi dan menginterpretasi perubahan-perubahan kesehatan yang terjadi atau akan terjadi pada masyarakat umum atau kelompok penduduk tertentu.BAB II PEMBAHASAN A. 3) Pengertian epidemiologi berdasarkan asal usul kata Epi : pada atau tentang.

Tujuannya mencari faktor penyebab penyakit. Studi eksperimen dibagi menjadi 2 (dua) yaitu : a) Clinical Trial. Non eksperimental :  Studi kohort / follow up / incidence / longitudinal / prospektif studi. b) Community Trial.  Studi ekologik. ii.  Studi kasus kontrol/case control study/studi retrospektif. polusi udara akibat sisa pembakaran BBM yang terjadi di kota-kota besar. Contoh : y y Pemberian obat hipertensi pada orang dengan tekanan darah tinggi untuk mencegah terjadinya stroke. terhadap penyakit maupun untuk menjawab pertanyaan masalah ilmiah lainnya. Eksperimental  Dimana penelitian dapat melakukan manipulasi/mengontrol faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian dan dinyatakan sebagai tes yang paling baik untuk menentukan cause and effect relationship serta tes yang berhubungan dengan etiologi.i. segera terlihat bahwa dalam pengertian epidemiologi terdapat tiga hal yang bersifat pokok yakni: a) Frekuensi masalah kesehatan Frekuensi masalah kesehatan dini dimaksudkan untuk menunjuk kepada besarnya masalah kesehatan yang terdapat pada sekelompok manusia. Studi ini memakai sumber ekologi sebagai bahan untuk penyelidikan secara empiris fakto resiko atau karakteristik yang berada dalam keadaan konstan di masyarakat. Keadaan tertentu yang dimaksudkan banyak 3 . Misalnya. kontrol. Dari batasan yang seperti ini. Untuk dapat mengetahui frekuensi suatu masalah kesehatan dengan tepat ada dua hal pokok yang harus dilakukan yakni menemukan masalah kesehatan yang dimaksud untuk kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengukuran atas masalah kesehatan yang ditemukan tersebut. Kohort diartikan sebagai sekelompok orang. b) Penyebaran masalah kesehatan Yang dimaksud dengan penyebaran masalah kesehatan disini ialah menunujuk kepada pengelompokkan masalah kesehatan menurut suatu keadaan tertentu. Tujuan studi mencari akibat (penyakitnya). BATASAN EPIDEMIOLOGI Pada saat ini epidemiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang frekwensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok menusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Contoh : Studi Pemberian zat flourida pada air minum. Pemberian Tetanus Toxoid pada ibu hamil untuk menurunkan frekuensi Tetanus Neonatorum.

apakah itu menyangkut masalah penyakit. subjek dan objek epidemiologi berkaitan dengan masalah kesehatan secara keseluruhan. C. tetapi juga mencakup masalah kesehatan yang sangat luas ditemukan di masyarakat. dapatlah disusun langkahlangkah penanggulangan selanjutnya dari masalah kesehatan tersebut. c. Masalah kesehatan sebagai subjek dan objek epidemiologi Epidemiologi tidak hanya sekedar mempelajari masalah-masalah penyakit-penyakit saja. akan memanfaatkan data dari hasil pengkajian terhadap sekelompok manusia. penyebaran dan ataupun yang menerangkan penyebab munculnya masalah kesehatan itu sendiri. pengadaan sarana kesehatan dan sebagainya. Dengan memanfaatkan perbedaan yang kemudian dilakukan uji statistik. yang dalam epidemiologi dibedakan atas tiga macam yakni menurut ciri-ciri manusia (man). masalah kesehatan lingkungan. keluarga berencana atau kesehatan lingkungan. Dengan demikian. Untuk itu ada tiga langkah pokok yang lazim dilakukan yakni merumuskan hipotesa tentang penyebab yang dimaksud. Pekerjaan epidemiologi akan dapat mengetahui banyak hal tentang masalah kesehatan dan penyebab dari masalah tersebut dengan cara menganalisis data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan yang terjadi pada sekelompok manusia atau masyarakat. Setelah dianalisis dan diketahui penyebabnya dilakukan upaya-upaya penanggulangan sebagai tindak lanjutnya. Diantaranya masalah keluarga berencana. Dengan diketahuinya penyebab suatu masalah kesehatan. menurut tempat (place). pengadaan tenaga kesehatan. maka dapat dirumuskan penyebab timbulnya masalah kesehatan 4 . melakukan pengujian terhadap rumusan hipotesa yang telah disusun dan setelah itu menarik kesimpulan terhadapnya. Pemanfaatan data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan dalam merumuskan penyebab timbulnya suatu masalah kesehatan. baik yang menerangkan frekuensi. Masalah kesehatan pada sekelompok manusia Pekerjaan epidemiologi dalam mempelajari masalah kesehatan. b.macamnya. dan menurut waktu (time) c) Faktor-faktor yang memepengaruhi Yang dimaksud dengan faktor-faktor yang mempengaruhi disini ialah menunujuk kepada faktor penyebab dari suatu masalah kesehatan. RUANG LINGKUP EPIDEMIOLOGI a.

Konsep Dasar Terjadinya Penyakit 5 . serta meminimalkan kecacatan. Riset/studi epidemiologi memunculkan badan pengetahuan (body of knowledge) termasuk riwayat asal penyakit. e. penambahan resistensi host dan mengubah kejadian hubungan host. Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit atau masalah kesehatan dalam masyarakat. b. disajikan sebagai alat untuk memperkirakan kebutuhan masyarakat. dan peningkatan kesehatan. Kedua. Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan. dan faktor-faktor resiko tinggi terjadinya penyakit. Program utama pencegahan difokuskan pada menjaga jarak perantara penyakit dari host/tuan rumah yang rentan. dan lingkungan. program mengurangi resiko dan screening. ketiga : strategi mencegah pada pribadi perawat dengan body of knowlwdge yang berasal dari riset epidemiologi. d. Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan. pengurangan kelangsungan hidup agent. Metode epidemiologi sebagai standard kesehatan. mendeteksi segera dan pengobatan penyakit. Mengembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya untuk mengatasi atau menanggulanginya. sebagai informasi awal untuk CHN. D. pola terjadinya penyakit. Monitoring perubahan status kesehatan masyarakat dan evaluasi pengaruh program pencegahan penyakit. 1. PERANAN EPIDEMIOLOGI Dari kemampuan epidemiologi untuk mengetahui distribusi dan faktor-faktor penyebab masalah kesehatan dan mengarahkan intervensi yang diperlukan maka epidemiologi diharapkan mempunyai peranan dalam bidang kesehatan masyarakat berupa : a. Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan mengambil keputusan. agent. dimana ilmu pengetahuan epidemiologi digunakan CHN sebagai alat meneliti dan mengobservasi pada pekerjaan dan sebagai dasar untuk intervensi dan evaluasi literatur riset epidemiologi. Pengetahuan ini memberi kerangka acuan untuk perencanaan dan evaluasi program intervensi masyarakat. EPIDEMIOLOGI DALAM ILMU KEPERAWATAN Dalam ilmu keperawatan dikenal istilah community health nursing (CHN) atau keperawatan kesehatan masyarakat. c. sebagai dasar untuk pengkajian individu dan kebutuhan kesehatan keluarga dan intervensi perencanaan perawatan.

yang berakibat bertamba atau berkurangnya penyakit yang bersangkutan. Bentuk ini tergambar didalam istilah yang dikenal luas dewasa ini. baik secara langsung maupun melalui perantara). Yaitu penyebab majemuk (multiple causation of disease) sebagai lawan dari penyebab tunggal (single causation). model roda memerlukan identifikasi dari berbagai faktor yang berperan dalam timbulnya penyakit dengan tidak begitu menekankan pentingnya agen. 6 . Penyakit menular ini ditandai dengan adanya (hadirnya) agen atau penyebab penyakit yang hidup dan dapat berpindah.3 Roda Seperti halnya dengan model jaring-jaring sebab akibat. Besarnya peranan dari masing-masing lingkungan bergantung pada penyakit yang bersangkutan.1 Segitiga Epidemiologi (lihat gambar) 1. 1. Oleh karena banyaknya interaksi-interaksi ekologis maka seringkali kita dapat mengubah penyebaran penyakit dengan mengubah aspek-aspek tertentu dari interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya tanpa intervensi langsung pada penyebab penyakit. Tiga model yang dikenal dewasa ini ialah 1) segitiga epidemiologi (the epidemiologic triangle) 2) jaringjaring sebab akibat (the web of causation) dan 3) roda (the wheel). peranan lingkungan biologis lebih besar dari lainnya pada penyakit yang penularannya melalui vektor (vektor borne disease) dan peranan inti genetik lebih besar dari lainnya pada penyakit keturunan. (lihat gambar) Menurut model ini. 2. induk semang atau lingkungan. Didalam usaha para ahli untuk mengumpulkan pengetahuan mengenai timbulnya penyakit. mereka telah membuat model-model timbulnya penyakit dan atas dasar model-model tersebut dilakukan eksperimen terkendali untuk menguji sampai dimana kebenaran dari model-model tersebut. Sebagai contoh peranan lingkungan sosial lebih besar dari yang lainnya pada stress mental. peranan lingkungan fisik lebih besar dari lainnya pada sunburn.2 Jaring-Jaring Sebab Akibat Menurut model ini perubahan dari salah satu faktor akan mengubah keseimbangan antara mereka. Penyakit Menular Yang dimaksud penyakit menular adalah penyakit yang dapat ditularkan (berpindah dari orang yang satu ke orang yang lain. Dengan model-model tersebut diatas hendaknya ditunjukkan bahwa pengetahuan yang lengkap mengenai mekanisme-mekanisme terjadinya penyakit tidaklah diperuntukkan bagi usaha-usaha pemberantasan yang efektif. suatu penyakit tidak bergantung pada satu sebab yang berdiri sendiri melainkan sebagai akibat dari serangkaian proses sebab dan akibat. Dengan demikian maka timbulnya penyakit dapat dicegah atau dihentikan dengan memotong mata rantai pada berbagai titik. 1. Disini dipentingkan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya.Suatu penyakit timbul akibat dari beroperasinya berbagai faktor baik dari agen.

yakni : a. Mencapai induk semang baru d. Golongan protozoa. 7 . Bergerak atau berpindah dari induk semang c. Golongan cacing. misalnya typhus. Golongan bakteri. cacing tambang dan sebagainya. cacar dan sebagainya. Golongan riketsia. trachoma. f. Kemampuan agen penyakit ini untuk tetap hidup pada lingkungan manusia adalah suatu faktor penting didalam epidemiologi infeksi. Agar supaya agen atau penyebab penyakit menular ini tetap hidup (survive) maka perlu persyaratanpersyaratan sebagai berikut : a. schistosoma dan sebagainya. Host (induk semang) c. cacing pita. yakni bermacam-macam panu. Route of transmission (jalannya penularan) Apabila diumpamakan berkembangnya suatu tanaman. kurap dan sebagainya. Golongan jamur. misalnya malaria. misalnya disentri. c. b. misalnya influenza.1 Agen-Agen Infeksi (Penyebab Infeksi) Makhluk hidup sebagai pemegang peranan penting didalam epidemiologi yang merupakan penyebab penyakit dapat dikelompokkan menjadi : a. Golongan virus. filaria. Setiap bibit penyakit (penyebab penyakit) mempunyai habitat sendirisendiri sehingga ia dapat tetap hidup. Agen (penyebab penyakit) b.Suatu penyakit dapat menular dari orang yang satu kepada yang lain ditentukan oleh 3 faktor tersebut diatas. 2. dapat diumpamakan sebagai biji (agen). Menginfeksi induk semang baru tersebut. Berkembang biak b. e. cacing kremi. yakni bermacam-macam cacing perut seperti ascaris (cacing gelang). d. tanah (host) dan iklim (route of transmission).

binatang atau benda-benda mati. miningitis. typhoid. Melalui gigitan binatang sebagai vektornya. Zoonosis adalah penyakit pada binatang vertebrata yang dapat menular pada manusia. Penularan penyakit-penyakit pada binatang ini melalui berbagai cara. yakni : a.Dari sini timbul istilah reservoar yang diartikan sebagai berikut 1) habitat dimana bibit penyakit tersebut hidup dan berkembang 2) survival dimana bibit penyakit tersebut sangat tergantung pada habitat sehingga ia dapat tetap hidup. misalnya cacing pita. meningococal meningitis dan amoebiasis. typhus (typhoid). misalnya pes melalui pinjal tikus. gonoirhoea dan syphilis.  Reservoar pada Binatang Penyakit-penyakit yang mempunyai reservoar pada binatang pada umumnya adalah penyakit zoonosis. Binatang penderita penyakit langsung menggigit orang misalnya rabies. c. malaria. cacar air (small pox). Carriers adalah sangat penting dalam epidemiologi penyakit-penyakit polio. Convalescant carriers adalah orang yang masih mengandung bibit penyakit setelah sembuh dari suatu penyakit. filariasis.  Reservoar didalam Manusia Penyakit-penyakit yang mempunyai reservoar didalam tubuh manusia antara lain campak (measles). Carriers tidak menurunkan kesehatannya karena masih dapat melakukan pekerjaan sehari-hari. b. Carriers maupun orang yang ditulari sama sekali tidak tahu bahwa mereka menderita / kena penyakit. Jumlah (banyaknya carriers jauh lebih banyak daripada orang yang sakitnya sendiri). Reservoar tersebut dapat berupa manusia. Manusia sebagai reservoar dapat menjadi kasus yang aktif dan carrier. Hal ini disebabkan karena : a. Carriers mungkin sebagai sumber infeksi untuk jangka waktu yang relatif lama. 8 .  Carrier Carrier adalah orang yang mempunyai bibit penyakit didalam tubuhnya tanpa menunjukkan adanya gejala penyakit tetapi orang tersebut dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain. demam berdarah melalui gigitan nyamuk. d. Orang makan daging binatang yang menderita penyakit. b. c.

misalnya syphilis dan toxoplasmosis.2. Penularan ini melalui berbagai cara antara lain : 2. 2. Penyakit yang ditularkan melalui udara ini sering disebut air borne infection (penyakit yang ditularkan melalui udara). 9 . C. 2. 2.1 Kontak (Contact) Kontak disini dapat terjadi kontak langsung maupun kontak tidak langsung melalui benda-benda yang terkontaminasi. Benda-Benda Mati sebagai Reservoar Penyakit-penyakit yang mempunyai reservoar pada benda-benda mati pada dasarnya adalah saprofit hidup dalam tanah. 2.2. Penetrasi pada kulit misalnya cacing tambang. Penyakit-penyakit yang ditularkan melalui kontak langsung ini pada umumnya terjadi pada masyarakat yang hidup berjubel. Oleh karena itu ventilasi rumah yang kurang. Oleh karena itu bila terjadi perubahan temperatur atau kelembaban dari kondisi dimana ia dapat hidup maka ia berkembang biak dan siap infektif. makanan dan minuman.5 Infeksi Melalui Plasenta Yakni infeksi yang diperoleh melalui plasenta dari ibu penderita penyakit pada waktu mengandung. Sumber penyakit ini mencakup juga reservoar seperti telah dijelaskan sebelumnya.3 Infeksi Penularan melalui tangan.2 Sumber Infeksi dan Penyebaran Penyakit Yang dimaksud sumber infeksi adalah semua benda termasuk orang atau binatang yang dapat melewatkan / menyebabkan penyakit pada orang. o Macam-Macam Penularan (Mode of Transmission) Mode penularan adalah suatu mekanisme dimana agen / penyebab penyakit tersebut ditularkan dari orang ke orang lain atau dari reservoar kepada induk semang baru. Pada umumnya bibit penyakit ini berkembang biak pada lingkungan yang cocok untuknya. berjejalan (over crowding) dan tempat-tempat umum adalah faktor yang sangat penting didalam epidemiologi penyakit ini.2. Contoh clostridium tetani penyebab tetanus. melalui gigitan vektor misalnya malaria atau melalui luka. botulinum penyebab keracunan makanan dan sebagainya. 2.2.2 Inhalasi (Inhalation) Yaitu penularan melalui udara / pernapasan. Oleh karena itu lebih cenderung terjadi di kota daripada di desa yang penduduknya masih jarang. misalnya tetanus.2.4 Penetrasi pada Kulit Hal ini dapat langsung oleh organisme itu sendiri.

Pada anak usia muda. meningitis dan disentri baksilus. 2. meningkatkan gizi anak adalah juga merupakan usaha pencegahan penyakit infeksi pada anak. Kelompok usia yang rentan ini perlu lindungan khusus (specific protection) dengan imunisasi baik imunisasi aktif maupun pasif. 10 .3 Faktor Induk Semang (Host) Terjadinya suatu penyakit (infeksi) pada seseorang ditentukan pula oleh faktor-faktor yang ada pada induk semang itu sendiri.4. gizi yang kurang akan menyebabkan kerentanan pada anak tersebut.1 Eliminasi Reservoir (Sumber Penyakit) Eliminasi reservoir manusia sebagai sumber penyebaran penyakit dapat dilakukan dengan : a.3 Melindungi Orang-Orang (Kelompok) yang Rentan Bayi dan anak balita adalah merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penyakit menular.4. Karantina adalah membatasi ruang gerak penderita dan menempatkannya bersama-sama penderita lain yang sejenis pada tempat yang khusus didesain untuk itu.2 Memutus Mata Rantai Penularan Meningkatkan sanitasi lingkungan dan higiene perorangan adalah merupakan usaha yang penting untuk memutus hubungan atau mata rantai penularan penyakit menular.4. 2. b. 2. Dengan perkataan lain penyakit-penyakit dapat terjadi pada seseorang tergantung / ditentukan oleh kekebalan / resistensi orang yang bersangkutan.4 Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Untuk pencegahan dan penanggulangan ini ada 3 pendekatan atau cara yang dapat dilakukan : 2. yaitu menempatkan pasien di tempat yang khusus untuk mengurangi kontak dengan orang lain. Mengisolasi penderita (pasien). Biasanya dalam waktu yang lama.2. misalnya karantina untuk penderita kusta. Obat-obat profilaksis tertentu juga dapat mencegah penyakit malaria. Oleh sebab itu.

Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan mengambil keputusan. 2. 11 . b. Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan. Epidemiologi deskriptif. B. Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan. e. Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit atau masalah kesehatan dalam masyarakat. Epidemiologi analitik terdiri dari : y y Non eksperimental Eksperimental. SARAN Penulis menyadadri bahwa ada banyak kekurangan dan kelemahan dalam penulisan makalah ini. yaitu Cross Sectional Study/studi potong lintang/studi prevalensi atau survei. Peranan Epidemiologi a. oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan dan penyempurnaan makalah ini. studi epidemiologi dapat dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut : 1.BAB III PENUTUP A. Mengembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya untuk mengatasi atau menanggulanginya. d. KESIMPULAN Epidemiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Secara sederhana. c.

Pengantar Epidemiologi. Oleh Wahit Iqbal Mubarak.com/2010/01/makalah-konsep-dasarepidemiologi. http://dauzzsimololkumpulanmakalahfkm. Eko. 5. Jakarta: PT. Azwar.dr.2003. Chandra.1988. EGC. Pengantar Epidemiologi. 1996. asrul.ph. Pengantar Prinsip dan Metode Epidemiologi. Jakarta . Sumber : Pengantar Keperawatan Komunitas . Budiarto.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC 2. Jakarta. Rineka Cipta 3.SKM.htmlra 12 . Bustan MN ( 2002 ). Pengantar Epidemiologi. penerbit Sagung Seto 4.DAFTAR PUSTAKA 1.blogspot.m. Budiman. Binarupa Aksara 6.

13 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful