BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Telah kita ketahui bahwa untuk dapat memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan, mencegah, dan mengobati penyakit serta memulihkan kesehatan masyarakat perlu disediakan dan diselenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat (public health services) yang sebaik-baiknya.Untuk dapat menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan tersebut, banyak yang harus diperhatikan. Yang paling penting adalah pelayanan masyarakat yang dimaksud harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun sekalipun terdapat kesesuaian yang seperti ini telah menjadi kesepakatan semua pihak, namun dalam praktek sehari-hari tidaklah mudah dalam menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang dimaksud. Epidemiologi merupakan ilmu yang di kenal dari zaman dahulu dan berkembang bersamaan dengan perrkembangan ilmu kedokteran. Seperti mengenai faal kedokteran, biokimia, patologi dan lainlain. Ilmu epidemiologi lebih menekankan pada kelompok individu, karena pentingnya soal penyakit ini, maka perlulah dipahami dengan sebaik-baiknya hal-hal yang berkaitan dengan penyakit tersebut. Kepentingan dalam epidemiologi paling tidak untuk mengenal ada atau tidaknya suatu penyakit di masyarakat sedemikian rupa sehingga ketika dilakukan pengukuran tidak ada yang sampai luput atau tercampur dengan penyakit lainnya yang berbeda. B. RUMUSAN MASALAH 1. 2. 3. 4. 5. Pengertian epidemiologi Dasar-dasar epidemiologi Masalah-masalah yang terkait dengan epidemiologi Ruang lingkup epidemiologi Epidemiologi dalam ilmu keperawatan

C. TUJUAN Melalui makalah ini mahasiswa dapat mengerti dan memahami epidemiologi secara umum Baik penertian, dasar-dasar epidemiologi, masalah-masalah yang terkait dengan epidemiologi, ruanng lingkup dan epidemiologi dalam ilmu keperawatan. sehingga dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan mengenai epidemiologi khususnya dalam ilmu keperawatan.

1

PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI 1) Pengertian epidemiologi menurut para ahli y Menurut Robert H. DASAR-DASAR EPIDEMIOLOGI Secara sederhana. B. Epidemiologi deskriptif. demos : rakyat/ penduduk/ individu. dan trend yang terjadi untuk mengindentifikasi dan menginterpretasi perubahan-perubahan kesehatan yang terjadi atau akan terjadi pada masyarakat umum atau kelompok penduduk tertentu. Anders Ahlbom & Staffan Norel ( 1989 ) y y Epidemiologi adalah Ilmu Pengetahuan mengenai terjadinya penyakit pada populasi manusia. studi epidemiologi dapat dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut : 1. 3) Pengertian epidemiologi berdasarkan asal usul kata Epi : pada atau tentang. penyebaran dari jenis jenis penyakit pada manusia pada saat tertentu di berbagai tempat di bumi dan mengkaitkan dengan kondisi eksternal. 2. Jadi epidemiologi aadalah ilmu yang memppelajari tentang individu. Hirsch ( 1883 ) Epidemiologi adalah suatu gambaran kejadian. analisa data kesehatan. sosialekonomi. Epidemiologi analitik terdiri dari : 2 .BAB II PEMBAHASAN A. logos : ilmu. Fletcher ( 1991 ) Epidemiologi adalah disiplin riset yang membahas tentang distribusi dan determinan penyakit dalam populasi. 2) Penertian epidemiologi berdasarkan ilmu pengetahuan (akademik)  Epidemiologi secara akademik di defenisikan sebagai. yaitu Cross Sectional Study/studi potong lintang/studi prevalensi atau survei.

kontrol. Tujuan studi mencari akibat (penyakitnya). Kohort diartikan sebagai sekelompok orang. Tujuannya mencari faktor penyebab penyakit. Pemberian Tetanus Toxoid pada ibu hamil untuk menurunkan frekuensi Tetanus Neonatorum. polusi udara akibat sisa pembakaran BBM yang terjadi di kota-kota besar.i. ii. Studi ini memakai sumber ekologi sebagai bahan untuk penyelidikan secara empiris fakto resiko atau karakteristik yang berada dalam keadaan konstan di masyarakat. Untuk dapat mengetahui frekuensi suatu masalah kesehatan dengan tepat ada dua hal pokok yang harus dilakukan yakni menemukan masalah kesehatan yang dimaksud untuk kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengukuran atas masalah kesehatan yang ditemukan tersebut. b) Penyebaran masalah kesehatan Yang dimaksud dengan penyebaran masalah kesehatan disini ialah menunujuk kepada pengelompokkan masalah kesehatan menurut suatu keadaan tertentu. terhadap penyakit maupun untuk menjawab pertanyaan masalah ilmiah lainnya. Misalnya. Studi eksperimen dibagi menjadi 2 (dua) yaitu : a) Clinical Trial. Eksperimental  Dimana penelitian dapat melakukan manipulasi/mengontrol faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian dan dinyatakan sebagai tes yang paling baik untuk menentukan cause and effect relationship serta tes yang berhubungan dengan etiologi.  Studi ekologik. Dari batasan yang seperti ini. BATASAN EPIDEMIOLOGI Pada saat ini epidemiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang frekwensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok menusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. b) Community Trial. Contoh : y y Pemberian obat hipertensi pada orang dengan tekanan darah tinggi untuk mencegah terjadinya stroke. Non eksperimental :  Studi kohort / follow up / incidence / longitudinal / prospektif studi.  Studi kasus kontrol/case control study/studi retrospektif. Contoh : Studi Pemberian zat flourida pada air minum. segera terlihat bahwa dalam pengertian epidemiologi terdapat tiga hal yang bersifat pokok yakni: a) Frekuensi masalah kesehatan Frekuensi masalah kesehatan dini dimaksudkan untuk menunjuk kepada besarnya masalah kesehatan yang terdapat pada sekelompok manusia. Keadaan tertentu yang dimaksudkan banyak 3 .

Masalah kesehatan sebagai subjek dan objek epidemiologi Epidemiologi tidak hanya sekedar mempelajari masalah-masalah penyakit-penyakit saja. apakah itu menyangkut masalah penyakit. pengadaan tenaga kesehatan. tetapi juga mencakup masalah kesehatan yang sangat luas ditemukan di masyarakat. Untuk itu ada tiga langkah pokok yang lazim dilakukan yakni merumuskan hipotesa tentang penyebab yang dimaksud. Dengan diketahuinya penyebab suatu masalah kesehatan. b. C. Dengan memanfaatkan perbedaan yang kemudian dilakukan uji statistik. baik yang menerangkan frekuensi. keluarga berencana atau kesehatan lingkungan. subjek dan objek epidemiologi berkaitan dengan masalah kesehatan secara keseluruhan. akan memanfaatkan data dari hasil pengkajian terhadap sekelompok manusia. c. Masalah kesehatan pada sekelompok manusia Pekerjaan epidemiologi dalam mempelajari masalah kesehatan. pengadaan sarana kesehatan dan sebagainya.macamnya. RUANG LINGKUP EPIDEMIOLOGI a. dan menurut waktu (time) c) Faktor-faktor yang memepengaruhi Yang dimaksud dengan faktor-faktor yang mempengaruhi disini ialah menunujuk kepada faktor penyebab dari suatu masalah kesehatan. yang dalam epidemiologi dibedakan atas tiga macam yakni menurut ciri-ciri manusia (man). Setelah dianalisis dan diketahui penyebabnya dilakukan upaya-upaya penanggulangan sebagai tindak lanjutnya. Dengan demikian. menurut tempat (place). Pemanfaatan data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan dalam merumuskan penyebab timbulnya suatu masalah kesehatan. masalah kesehatan lingkungan. Pekerjaan epidemiologi akan dapat mengetahui banyak hal tentang masalah kesehatan dan penyebab dari masalah tersebut dengan cara menganalisis data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan yang terjadi pada sekelompok manusia atau masyarakat. penyebaran dan ataupun yang menerangkan penyebab munculnya masalah kesehatan itu sendiri. maka dapat dirumuskan penyebab timbulnya masalah kesehatan 4 . dapatlah disusun langkahlangkah penanggulangan selanjutnya dari masalah kesehatan tersebut. Diantaranya masalah keluarga berencana. melakukan pengujian terhadap rumusan hipotesa yang telah disusun dan setelah itu menarik kesimpulan terhadapnya.

pola terjadinya penyakit. 1. ketiga : strategi mencegah pada pribadi perawat dengan body of knowlwdge yang berasal dari riset epidemiologi. mendeteksi segera dan pengobatan penyakit. Monitoring perubahan status kesehatan masyarakat dan evaluasi pengaruh program pencegahan penyakit. dimana ilmu pengetahuan epidemiologi digunakan CHN sebagai alat meneliti dan mengobservasi pada pekerjaan dan sebagai dasar untuk intervensi dan evaluasi literatur riset epidemiologi. dan peningkatan kesehatan. Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan mengambil keputusan. d. agent. b. penambahan resistensi host dan mengubah kejadian hubungan host. e. dan lingkungan. Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan. PERANAN EPIDEMIOLOGI Dari kemampuan epidemiologi untuk mengetahui distribusi dan faktor-faktor penyebab masalah kesehatan dan mengarahkan intervensi yang diperlukan maka epidemiologi diharapkan mempunyai peranan dalam bidang kesehatan masyarakat berupa : a. c. serta meminimalkan kecacatan. Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit atau masalah kesehatan dalam masyarakat. sebagai dasar untuk pengkajian individu dan kebutuhan kesehatan keluarga dan intervensi perencanaan perawatan. Pengetahuan ini memberi kerangka acuan untuk perencanaan dan evaluasi program intervensi masyarakat. Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan. disajikan sebagai alat untuk memperkirakan kebutuhan masyarakat. Riset/studi epidemiologi memunculkan badan pengetahuan (body of knowledge) termasuk riwayat asal penyakit. pengurangan kelangsungan hidup agent. EPIDEMIOLOGI DALAM ILMU KEPERAWATAN Dalam ilmu keperawatan dikenal istilah community health nursing (CHN) atau keperawatan kesehatan masyarakat. Kedua. program mengurangi resiko dan screening. D. Konsep Dasar Terjadinya Penyakit 5 . Metode epidemiologi sebagai standard kesehatan. dan faktor-faktor resiko tinggi terjadinya penyakit. Program utama pencegahan difokuskan pada menjaga jarak perantara penyakit dari host/tuan rumah yang rentan. Mengembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya untuk mengatasi atau menanggulanginya. sebagai informasi awal untuk CHN.

mereka telah membuat model-model timbulnya penyakit dan atas dasar model-model tersebut dilakukan eksperimen terkendali untuk menguji sampai dimana kebenaran dari model-model tersebut. Tiga model yang dikenal dewasa ini ialah 1) segitiga epidemiologi (the epidemiologic triangle) 2) jaringjaring sebab akibat (the web of causation) dan 3) roda (the wheel). 6 . Yaitu penyebab majemuk (multiple causation of disease) sebagai lawan dari penyebab tunggal (single causation). peranan lingkungan biologis lebih besar dari lainnya pada penyakit yang penularannya melalui vektor (vektor borne disease) dan peranan inti genetik lebih besar dari lainnya pada penyakit keturunan. Bentuk ini tergambar didalam istilah yang dikenal luas dewasa ini. Penyakit menular ini ditandai dengan adanya (hadirnya) agen atau penyebab penyakit yang hidup dan dapat berpindah. 1. Dengan demikian maka timbulnya penyakit dapat dicegah atau dihentikan dengan memotong mata rantai pada berbagai titik. Dengan model-model tersebut diatas hendaknya ditunjukkan bahwa pengetahuan yang lengkap mengenai mekanisme-mekanisme terjadinya penyakit tidaklah diperuntukkan bagi usaha-usaha pemberantasan yang efektif. Besarnya peranan dari masing-masing lingkungan bergantung pada penyakit yang bersangkutan. 2. model roda memerlukan identifikasi dari berbagai faktor yang berperan dalam timbulnya penyakit dengan tidak begitu menekankan pentingnya agen. Penyakit Menular Yang dimaksud penyakit menular adalah penyakit yang dapat ditularkan (berpindah dari orang yang satu ke orang yang lain. Sebagai contoh peranan lingkungan sosial lebih besar dari yang lainnya pada stress mental.Suatu penyakit timbul akibat dari beroperasinya berbagai faktor baik dari agen.1 Segitiga Epidemiologi (lihat gambar) 1. baik secara langsung maupun melalui perantara). Didalam usaha para ahli untuk mengumpulkan pengetahuan mengenai timbulnya penyakit. peranan lingkungan fisik lebih besar dari lainnya pada sunburn.3 Roda Seperti halnya dengan model jaring-jaring sebab akibat. (lihat gambar) Menurut model ini. suatu penyakit tidak bergantung pada satu sebab yang berdiri sendiri melainkan sebagai akibat dari serangkaian proses sebab dan akibat. yang berakibat bertamba atau berkurangnya penyakit yang bersangkutan. induk semang atau lingkungan.2 Jaring-Jaring Sebab Akibat Menurut model ini perubahan dari salah satu faktor akan mengubah keseimbangan antara mereka. 1. Oleh karena banyaknya interaksi-interaksi ekologis maka seringkali kita dapat mengubah penyebaran penyakit dengan mengubah aspek-aspek tertentu dari interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya tanpa intervensi langsung pada penyebab penyakit. Disini dipentingkan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya.

cacing kremi. b. Golongan protozoa. Setiap bibit penyakit (penyebab penyakit) mempunyai habitat sendirisendiri sehingga ia dapat tetap hidup. Route of transmission (jalannya penularan) Apabila diumpamakan berkembangnya suatu tanaman. f. Golongan jamur. misalnya typhus.Suatu penyakit dapat menular dari orang yang satu kepada yang lain ditentukan oleh 3 faktor tersebut diatas. misalnya malaria. Kemampuan agen penyakit ini untuk tetap hidup pada lingkungan manusia adalah suatu faktor penting didalam epidemiologi infeksi. cacing tambang dan sebagainya. filaria. d. Golongan cacing. e. Golongan virus. yakni bermacam-macam panu. cacar dan sebagainya. c. misalnya influenza. 2. Berkembang biak b. yakni : a. Golongan riketsia. cacing pita. schistosoma dan sebagainya. Agar supaya agen atau penyebab penyakit menular ini tetap hidup (survive) maka perlu persyaratanpersyaratan sebagai berikut : a. tanah (host) dan iklim (route of transmission). misalnya disentri. Host (induk semang) c. dapat diumpamakan sebagai biji (agen). Mencapai induk semang baru d. Bergerak atau berpindah dari induk semang c. 7 . trachoma.1 Agen-Agen Infeksi (Penyebab Infeksi) Makhluk hidup sebagai pemegang peranan penting didalam epidemiologi yang merupakan penyebab penyakit dapat dikelompokkan menjadi : a. Menginfeksi induk semang baru tersebut. Agen (penyebab penyakit) b. kurap dan sebagainya. yakni bermacam-macam cacing perut seperti ascaris (cacing gelang). Golongan bakteri.

misalnya cacing pita. binatang atau benda-benda mati. Convalescant carriers adalah orang yang masih mengandung bibit penyakit setelah sembuh dari suatu penyakit. c. Carriers maupun orang yang ditulari sama sekali tidak tahu bahwa mereka menderita / kena penyakit. Melalui gigitan binatang sebagai vektornya. Hal ini disebabkan karena : a.Dari sini timbul istilah reservoar yang diartikan sebagai berikut 1) habitat dimana bibit penyakit tersebut hidup dan berkembang 2) survival dimana bibit penyakit tersebut sangat tergantung pada habitat sehingga ia dapat tetap hidup. Reservoar tersebut dapat berupa manusia. d. b. Jumlah (banyaknya carriers jauh lebih banyak daripada orang yang sakitnya sendiri). 8 . misalnya pes melalui pinjal tikus. Zoonosis adalah penyakit pada binatang vertebrata yang dapat menular pada manusia. Penularan penyakit-penyakit pada binatang ini melalui berbagai cara. miningitis. yakni : a. Binatang penderita penyakit langsung menggigit orang misalnya rabies. typhus (typhoid). meningococal meningitis dan amoebiasis. b. typhoid. demam berdarah melalui gigitan nyamuk. c. Carriers adalah sangat penting dalam epidemiologi penyakit-penyakit polio. Manusia sebagai reservoar dapat menjadi kasus yang aktif dan carrier. malaria.  Carrier Carrier adalah orang yang mempunyai bibit penyakit didalam tubuhnya tanpa menunjukkan adanya gejala penyakit tetapi orang tersebut dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain. filariasis. Carriers tidak menurunkan kesehatannya karena masih dapat melakukan pekerjaan sehari-hari. cacar air (small pox). gonoirhoea dan syphilis.  Reservoar didalam Manusia Penyakit-penyakit yang mempunyai reservoar didalam tubuh manusia antara lain campak (measles). Carriers mungkin sebagai sumber infeksi untuk jangka waktu yang relatif lama.  Reservoar pada Binatang Penyakit-penyakit yang mempunyai reservoar pada binatang pada umumnya adalah penyakit zoonosis. Orang makan daging binatang yang menderita penyakit.

2.2. 9 . 2. Pada umumnya bibit penyakit ini berkembang biak pada lingkungan yang cocok untuknya.2 Sumber Infeksi dan Penyebaran Penyakit Yang dimaksud sumber infeksi adalah semua benda termasuk orang atau binatang yang dapat melewatkan / menyebabkan penyakit pada orang. Sumber penyakit ini mencakup juga reservoar seperti telah dijelaskan sebelumnya. misalnya syphilis dan toxoplasmosis. misalnya tetanus. makanan dan minuman.4 Penetrasi pada Kulit Hal ini dapat langsung oleh organisme itu sendiri. 2. Penyakit yang ditularkan melalui udara ini sering disebut air borne infection (penyakit yang ditularkan melalui udara). Penetrasi pada kulit misalnya cacing tambang. Contoh clostridium tetani penyebab tetanus.2.2. melalui gigitan vektor misalnya malaria atau melalui luka. Oleh karena itu lebih cenderung terjadi di kota daripada di desa yang penduduknya masih jarang.3 Infeksi Penularan melalui tangan. o Macam-Macam Penularan (Mode of Transmission) Mode penularan adalah suatu mekanisme dimana agen / penyebab penyakit tersebut ditularkan dari orang ke orang lain atau dari reservoar kepada induk semang baru.1 Kontak (Contact) Kontak disini dapat terjadi kontak langsung maupun kontak tidak langsung melalui benda-benda yang terkontaminasi. C. 2. Oleh karena itu bila terjadi perubahan temperatur atau kelembaban dari kondisi dimana ia dapat hidup maka ia berkembang biak dan siap infektif. 2. berjejalan (over crowding) dan tempat-tempat umum adalah faktor yang sangat penting didalam epidemiologi penyakit ini.2. Penyakit-penyakit yang ditularkan melalui kontak langsung ini pada umumnya terjadi pada masyarakat yang hidup berjubel. 2. Benda-Benda Mati sebagai Reservoar Penyakit-penyakit yang mempunyai reservoar pada benda-benda mati pada dasarnya adalah saprofit hidup dalam tanah. Oleh karena itu ventilasi rumah yang kurang.5 Infeksi Melalui Plasenta Yakni infeksi yang diperoleh melalui plasenta dari ibu penderita penyakit pada waktu mengandung. Penularan ini melalui berbagai cara antara lain : 2.2 Inhalasi (Inhalation) Yaitu penularan melalui udara / pernapasan. botulinum penyebab keracunan makanan dan sebagainya.

2. 2. meningkatkan gizi anak adalah juga merupakan usaha pencegahan penyakit infeksi pada anak. 10 . Pada anak usia muda.4.3 Faktor Induk Semang (Host) Terjadinya suatu penyakit (infeksi) pada seseorang ditentukan pula oleh faktor-faktor yang ada pada induk semang itu sendiri. Oleh sebab itu. Mengisolasi penderita (pasien). b.4. Kelompok usia yang rentan ini perlu lindungan khusus (specific protection) dengan imunisasi baik imunisasi aktif maupun pasif.4. Biasanya dalam waktu yang lama.2 Memutus Mata Rantai Penularan Meningkatkan sanitasi lingkungan dan higiene perorangan adalah merupakan usaha yang penting untuk memutus hubungan atau mata rantai penularan penyakit menular.2.3 Melindungi Orang-Orang (Kelompok) yang Rentan Bayi dan anak balita adalah merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penyakit menular. Dengan perkataan lain penyakit-penyakit dapat terjadi pada seseorang tergantung / ditentukan oleh kekebalan / resistensi orang yang bersangkutan. Obat-obat profilaksis tertentu juga dapat mencegah penyakit malaria. Karantina adalah membatasi ruang gerak penderita dan menempatkannya bersama-sama penderita lain yang sejenis pada tempat yang khusus didesain untuk itu.4 Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Untuk pencegahan dan penanggulangan ini ada 3 pendekatan atau cara yang dapat dilakukan : 2. 2. yaitu menempatkan pasien di tempat yang khusus untuk mengurangi kontak dengan orang lain. gizi yang kurang akan menyebabkan kerentanan pada anak tersebut. meningitis dan disentri baksilus.1 Eliminasi Reservoir (Sumber Penyakit) Eliminasi reservoir manusia sebagai sumber penyebaran penyakit dapat dilakukan dengan : a. misalnya karantina untuk penderita kusta.

Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan mengambil keputusan. 2. Epidemiologi deskriptif. d. B. b. SARAN Penulis menyadadri bahwa ada banyak kekurangan dan kelemahan dalam penulisan makalah ini. yaitu Cross Sectional Study/studi potong lintang/studi prevalensi atau survei. oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan dan penyempurnaan makalah ini.BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Epidemiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. 11 . Mengembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya untuk mengatasi atau menanggulanginya. Peranan Epidemiologi a. Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit atau masalah kesehatan dalam masyarakat. studi epidemiologi dapat dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut : 1. Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan. c. Secara sederhana. Epidemiologi analitik terdiri dari : y y Non eksperimental Eksperimental. Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan. e.

htmlra 12 . Rineka Cipta 3. asrul. Budiman.SKM. Oleh Wahit Iqbal Mubarak. Eko. Jakarta: PT.1988. Jakarta. Budiarto.blogspot.dr. Chandra. 1996. http://dauzzsimololkumpulanmakalahfkm.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC 2.2003.m. Jakarta . Sumber : Pengantar Keperawatan Komunitas .DAFTAR PUSTAKA 1. Pengantar Epidemiologi. EGC. Bustan MN ( 2002 ). Pengantar Epidemiologi.com/2010/01/makalah-konsep-dasarepidemiologi. Azwar. 5. penerbit Sagung Seto 4.ph. Pengantar Prinsip dan Metode Epidemiologi. Pengantar Epidemiologi. Binarupa Aksara 6.

13 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful