BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Telah kita ketahui bahwa untuk dapat memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan, mencegah, dan mengobati penyakit serta memulihkan kesehatan masyarakat perlu disediakan dan diselenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat (public health services) yang sebaik-baiknya.Untuk dapat menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan tersebut, banyak yang harus diperhatikan. Yang paling penting adalah pelayanan masyarakat yang dimaksud harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun sekalipun terdapat kesesuaian yang seperti ini telah menjadi kesepakatan semua pihak, namun dalam praktek sehari-hari tidaklah mudah dalam menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang dimaksud. Epidemiologi merupakan ilmu yang di kenal dari zaman dahulu dan berkembang bersamaan dengan perrkembangan ilmu kedokteran. Seperti mengenai faal kedokteran, biokimia, patologi dan lainlain. Ilmu epidemiologi lebih menekankan pada kelompok individu, karena pentingnya soal penyakit ini, maka perlulah dipahami dengan sebaik-baiknya hal-hal yang berkaitan dengan penyakit tersebut. Kepentingan dalam epidemiologi paling tidak untuk mengenal ada atau tidaknya suatu penyakit di masyarakat sedemikian rupa sehingga ketika dilakukan pengukuran tidak ada yang sampai luput atau tercampur dengan penyakit lainnya yang berbeda. B. RUMUSAN MASALAH 1. 2. 3. 4. 5. Pengertian epidemiologi Dasar-dasar epidemiologi Masalah-masalah yang terkait dengan epidemiologi Ruang lingkup epidemiologi Epidemiologi dalam ilmu keperawatan

C. TUJUAN Melalui makalah ini mahasiswa dapat mengerti dan memahami epidemiologi secara umum Baik penertian, dasar-dasar epidemiologi, masalah-masalah yang terkait dengan epidemiologi, ruanng lingkup dan epidemiologi dalam ilmu keperawatan. sehingga dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan mengenai epidemiologi khususnya dalam ilmu keperawatan.

1

logos : ilmu. DASAR-DASAR EPIDEMIOLOGI Secara sederhana. yaitu Cross Sectional Study/studi potong lintang/studi prevalensi atau survei. Anders Ahlbom & Staffan Norel ( 1989 ) y y Epidemiologi adalah Ilmu Pengetahuan mengenai terjadinya penyakit pada populasi manusia. Epidemiologi analitik terdiri dari : 2 . studi epidemiologi dapat dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut : 1. PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI 1) Pengertian epidemiologi menurut para ahli y Menurut Robert H. penyebaran dari jenis jenis penyakit pada manusia pada saat tertentu di berbagai tempat di bumi dan mengkaitkan dengan kondisi eksternal.BAB II PEMBAHASAN A. analisa data kesehatan. Jadi epidemiologi aadalah ilmu yang memppelajari tentang individu. sosialekonomi. B. demos : rakyat/ penduduk/ individu. Fletcher ( 1991 ) Epidemiologi adalah disiplin riset yang membahas tentang distribusi dan determinan penyakit dalam populasi. 3) Pengertian epidemiologi berdasarkan asal usul kata Epi : pada atau tentang. 2. 2) Penertian epidemiologi berdasarkan ilmu pengetahuan (akademik)  Epidemiologi secara akademik di defenisikan sebagai. dan trend yang terjadi untuk mengindentifikasi dan menginterpretasi perubahan-perubahan kesehatan yang terjadi atau akan terjadi pada masyarakat umum atau kelompok penduduk tertentu. Hirsch ( 1883 ) Epidemiologi adalah suatu gambaran kejadian. Epidemiologi deskriptif.

Tujuannya mencari faktor penyebab penyakit. b) Community Trial. Keadaan tertentu yang dimaksudkan banyak 3 . Pemberian Tetanus Toxoid pada ibu hamil untuk menurunkan frekuensi Tetanus Neonatorum. ii. Untuk dapat mengetahui frekuensi suatu masalah kesehatan dengan tepat ada dua hal pokok yang harus dilakukan yakni menemukan masalah kesehatan yang dimaksud untuk kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengukuran atas masalah kesehatan yang ditemukan tersebut. Eksperimental  Dimana penelitian dapat melakukan manipulasi/mengontrol faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian dan dinyatakan sebagai tes yang paling baik untuk menentukan cause and effect relationship serta tes yang berhubungan dengan etiologi. segera terlihat bahwa dalam pengertian epidemiologi terdapat tiga hal yang bersifat pokok yakni: a) Frekuensi masalah kesehatan Frekuensi masalah kesehatan dini dimaksudkan untuk menunjuk kepada besarnya masalah kesehatan yang terdapat pada sekelompok manusia. Contoh : Studi Pemberian zat flourida pada air minum. polusi udara akibat sisa pembakaran BBM yang terjadi di kota-kota besar. Non eksperimental :  Studi kohort / follow up / incidence / longitudinal / prospektif studi. Studi eksperimen dibagi menjadi 2 (dua) yaitu : a) Clinical Trial. Kohort diartikan sebagai sekelompok orang. kontrol. terhadap penyakit maupun untuk menjawab pertanyaan masalah ilmiah lainnya. Contoh : y y Pemberian obat hipertensi pada orang dengan tekanan darah tinggi untuk mencegah terjadinya stroke. b) Penyebaran masalah kesehatan Yang dimaksud dengan penyebaran masalah kesehatan disini ialah menunujuk kepada pengelompokkan masalah kesehatan menurut suatu keadaan tertentu.  Studi ekologik.i. Dari batasan yang seperti ini. Studi ini memakai sumber ekologi sebagai bahan untuk penyelidikan secara empiris fakto resiko atau karakteristik yang berada dalam keadaan konstan di masyarakat.  Studi kasus kontrol/case control study/studi retrospektif. Misalnya. BATASAN EPIDEMIOLOGI Pada saat ini epidemiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang frekwensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok menusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Tujuan studi mencari akibat (penyakitnya).

pengadaan tenaga kesehatan. RUANG LINGKUP EPIDEMIOLOGI a. Dengan diketahuinya penyebab suatu masalah kesehatan. akan memanfaatkan data dari hasil pengkajian terhadap sekelompok manusia.macamnya. b. Masalah kesehatan pada sekelompok manusia Pekerjaan epidemiologi dalam mempelajari masalah kesehatan. keluarga berencana atau kesehatan lingkungan. Diantaranya masalah keluarga berencana. subjek dan objek epidemiologi berkaitan dengan masalah kesehatan secara keseluruhan. Setelah dianalisis dan diketahui penyebabnya dilakukan upaya-upaya penanggulangan sebagai tindak lanjutnya. tetapi juga mencakup masalah kesehatan yang sangat luas ditemukan di masyarakat. menurut tempat (place). Untuk itu ada tiga langkah pokok yang lazim dilakukan yakni merumuskan hipotesa tentang penyebab yang dimaksud. penyebaran dan ataupun yang menerangkan penyebab munculnya masalah kesehatan itu sendiri. baik yang menerangkan frekuensi. pengadaan sarana kesehatan dan sebagainya. Dengan demikian. yang dalam epidemiologi dibedakan atas tiga macam yakni menurut ciri-ciri manusia (man). masalah kesehatan lingkungan. apakah itu menyangkut masalah penyakit. Masalah kesehatan sebagai subjek dan objek epidemiologi Epidemiologi tidak hanya sekedar mempelajari masalah-masalah penyakit-penyakit saja. C. Pekerjaan epidemiologi akan dapat mengetahui banyak hal tentang masalah kesehatan dan penyebab dari masalah tersebut dengan cara menganalisis data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan yang terjadi pada sekelompok manusia atau masyarakat. dapatlah disusun langkahlangkah penanggulangan selanjutnya dari masalah kesehatan tersebut. Pemanfaatan data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan dalam merumuskan penyebab timbulnya suatu masalah kesehatan. dan menurut waktu (time) c) Faktor-faktor yang memepengaruhi Yang dimaksud dengan faktor-faktor yang mempengaruhi disini ialah menunujuk kepada faktor penyebab dari suatu masalah kesehatan. maka dapat dirumuskan penyebab timbulnya masalah kesehatan 4 . c. melakukan pengujian terhadap rumusan hipotesa yang telah disusun dan setelah itu menarik kesimpulan terhadapnya. Dengan memanfaatkan perbedaan yang kemudian dilakukan uji statistik.

 PERANAN EPIDEMIOLOGI Dari kemampuan epidemiologi untuk mengetahui distribusi dan faktor-faktor penyebab masalah kesehatan dan mengarahkan intervensi yang diperlukan maka epidemiologi diharapkan mempunyai peranan dalam bidang kesehatan masyarakat berupa : a. 1. Mengembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya untuk mengatasi atau menanggulanginya. b. dan peningkatan kesehatan. c. dimana ilmu pengetahuan epidemiologi digunakan CHN sebagai alat meneliti dan mengobservasi pada pekerjaan dan sebagai dasar untuk intervensi dan evaluasi literatur riset epidemiologi. ketiga : strategi mencegah pada pribadi perawat dengan body of knowlwdge yang berasal dari riset epidemiologi. e. disajikan sebagai alat untuk memperkirakan kebutuhan masyarakat. sebagai dasar untuk pengkajian individu dan kebutuhan kesehatan keluarga dan intervensi perencanaan perawatan. pola terjadinya penyakit. Kedua. Metode epidemiologi sebagai standard kesehatan. agent. penambahan resistensi host dan mengubah kejadian hubungan host. Riset/studi epidemiologi memunculkan badan pengetahuan (body of knowledge) termasuk riwayat asal penyakit. serta meminimalkan kecacatan. program mengurangi resiko dan screening. Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan mengambil keputusan. Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit atau masalah kesehatan dalam masyarakat. pengurangan kelangsungan hidup agent. Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan. Program utama pencegahan difokuskan pada menjaga jarak perantara penyakit dari host/tuan rumah yang rentan. d. Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan. Monitoring perubahan status kesehatan masyarakat dan evaluasi pengaruh program pencegahan penyakit. mendeteksi segera dan pengobatan penyakit. dan lingkungan. dan faktor-faktor resiko tinggi terjadinya penyakit. EPIDEMIOLOGI DALAM ILMU KEPERAWATAN Dalam ilmu keperawatan dikenal istilah community health nursing (CHN) atau keperawatan kesehatan masyarakat. D. Konsep Dasar Terjadinya Penyakit 5 . Pengetahuan ini memberi kerangka acuan untuk perencanaan dan evaluasi program intervensi masyarakat. sebagai informasi awal untuk CHN.

suatu penyakit tidak bergantung pada satu sebab yang berdiri sendiri melainkan sebagai akibat dari serangkaian proses sebab dan akibat. peranan lingkungan biologis lebih besar dari lainnya pada penyakit yang penularannya melalui vektor (vektor borne disease) dan peranan inti genetik lebih besar dari lainnya pada penyakit keturunan. Penyakit menular ini ditandai dengan adanya (hadirnya) agen atau penyebab penyakit yang hidup dan dapat berpindah. Besarnya peranan dari masing-masing lingkungan bergantung pada penyakit yang bersangkutan. 2. Penyakit Menular Yang dimaksud penyakit menular adalah penyakit yang dapat ditularkan (berpindah dari orang yang satu ke orang yang lain. model roda memerlukan identifikasi dari berbagai faktor yang berperan dalam timbulnya penyakit dengan tidak begitu menekankan pentingnya agen. yang berakibat bertamba atau berkurangnya penyakit yang bersangkutan. 1. Didalam usaha para ahli untuk mengumpulkan pengetahuan mengenai timbulnya penyakit.3 Roda Seperti halnya dengan model jaring-jaring sebab akibat. 1.1 Segitiga Epidemiologi (lihat gambar) 1. baik secara langsung maupun melalui perantara). mereka telah membuat model-model timbulnya penyakit dan atas dasar model-model tersebut dilakukan eksperimen terkendali untuk menguji sampai dimana kebenaran dari model-model tersebut. (lihat gambar) Menurut model ini. Dengan model-model tersebut diatas hendaknya ditunjukkan bahwa pengetahuan yang lengkap mengenai mekanisme-mekanisme terjadinya penyakit tidaklah diperuntukkan bagi usaha-usaha pemberantasan yang efektif. peranan lingkungan fisik lebih besar dari lainnya pada sunburn. induk semang atau lingkungan. Oleh karena banyaknya interaksi-interaksi ekologis maka seringkali kita dapat mengubah penyebaran penyakit dengan mengubah aspek-aspek tertentu dari interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya tanpa intervensi langsung pada penyebab penyakit. Disini dipentingkan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Tiga model yang dikenal dewasa ini ialah 1) segitiga epidemiologi (the epidemiologic triangle) 2) jaringjaring sebab akibat (the web of causation) dan 3) roda (the wheel). Dengan demikian maka timbulnya penyakit dapat dicegah atau dihentikan dengan memotong mata rantai pada berbagai titik. Yaitu penyebab majemuk (multiple causation of disease) sebagai lawan dari penyebab tunggal (single causation).Suatu penyakit timbul akibat dari beroperasinya berbagai faktor baik dari agen.2 Jaring-Jaring Sebab Akibat Menurut model ini perubahan dari salah satu faktor akan mengubah keseimbangan antara mereka. Bentuk ini tergambar didalam istilah yang dikenal luas dewasa ini. 6 . Sebagai contoh peranan lingkungan sosial lebih besar dari yang lainnya pada stress mental.

misalnya malaria. misalnya influenza. schistosoma dan sebagainya. Menginfeksi induk semang baru tersebut. filaria. 7 . yakni : a. Host (induk semang) c. misalnya typhus. Golongan bakteri. Golongan riketsia. trachoma. cacing pita. kurap dan sebagainya. 2. Route of transmission (jalannya penularan) Apabila diumpamakan berkembangnya suatu tanaman. e.Suatu penyakit dapat menular dari orang yang satu kepada yang lain ditentukan oleh 3 faktor tersebut diatas. Golongan cacing. Setiap bibit penyakit (penyebab penyakit) mempunyai habitat sendirisendiri sehingga ia dapat tetap hidup. Bergerak atau berpindah dari induk semang c. yakni bermacam-macam panu. c. misalnya disentri. cacing tambang dan sebagainya. Golongan jamur. Berkembang biak b.1 Agen-Agen Infeksi (Penyebab Infeksi) Makhluk hidup sebagai pemegang peranan penting didalam epidemiologi yang merupakan penyebab penyakit dapat dikelompokkan menjadi : a. cacar dan sebagainya. b. Kemampuan agen penyakit ini untuk tetap hidup pada lingkungan manusia adalah suatu faktor penting didalam epidemiologi infeksi. f. Mencapai induk semang baru d. tanah (host) dan iklim (route of transmission). d. Golongan virus. yakni bermacam-macam cacing perut seperti ascaris (cacing gelang). Golongan protozoa. Agar supaya agen atau penyebab penyakit menular ini tetap hidup (survive) maka perlu persyaratanpersyaratan sebagai berikut : a. cacing kremi. Agen (penyebab penyakit) b. dapat diumpamakan sebagai biji (agen).

Melalui gigitan binatang sebagai vektornya. miningitis. demam berdarah melalui gigitan nyamuk.Dari sini timbul istilah reservoar yang diartikan sebagai berikut 1) habitat dimana bibit penyakit tersebut hidup dan berkembang 2) survival dimana bibit penyakit tersebut sangat tergantung pada habitat sehingga ia dapat tetap hidup. Carriers adalah sangat penting dalam epidemiologi penyakit-penyakit polio. Reservoar tersebut dapat berupa manusia. Manusia sebagai reservoar dapat menjadi kasus yang aktif dan carrier. misalnya cacing pita. Zoonosis adalah penyakit pada binatang vertebrata yang dapat menular pada manusia. b. meningococal meningitis dan amoebiasis. malaria.  Reservoar didalam Manusia Penyakit-penyakit yang mempunyai reservoar didalam tubuh manusia antara lain campak (measles).  Reservoar pada Binatang Penyakit-penyakit yang mempunyai reservoar pada binatang pada umumnya adalah penyakit zoonosis. c. typhoid. Penularan penyakit-penyakit pada binatang ini melalui berbagai cara. Jumlah (banyaknya carriers jauh lebih banyak daripada orang yang sakitnya sendiri). Convalescant carriers adalah orang yang masih mengandung bibit penyakit setelah sembuh dari suatu penyakit. gonoirhoea dan syphilis. Carriers mungkin sebagai sumber infeksi untuk jangka waktu yang relatif lama. d. c. misalnya pes melalui pinjal tikus. filariasis.  Carrier Carrier adalah orang yang mempunyai bibit penyakit didalam tubuhnya tanpa menunjukkan adanya gejala penyakit tetapi orang tersebut dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain. Carriers maupun orang yang ditulari sama sekali tidak tahu bahwa mereka menderita / kena penyakit. binatang atau benda-benda mati. b. Binatang penderita penyakit langsung menggigit orang misalnya rabies. Hal ini disebabkan karena : a. Carriers tidak menurunkan kesehatannya karena masih dapat melakukan pekerjaan sehari-hari. yakni : a. Orang makan daging binatang yang menderita penyakit. 8 . cacar air (small pox). typhus (typhoid).

Oleh karena itu bila terjadi perubahan temperatur atau kelembaban dari kondisi dimana ia dapat hidup maka ia berkembang biak dan siap infektif. melalui gigitan vektor misalnya malaria atau melalui luka. Pada umumnya bibit penyakit ini berkembang biak pada lingkungan yang cocok untuknya.2. 2. 2.2. 2.5 Infeksi Melalui Plasenta Yakni infeksi yang diperoleh melalui plasenta dari ibu penderita penyakit pada waktu mengandung. botulinum penyebab keracunan makanan dan sebagainya.1 Kontak (Contact) Kontak disini dapat terjadi kontak langsung maupun kontak tidak langsung melalui benda-benda yang terkontaminasi. Penyakit yang ditularkan melalui udara ini sering disebut air borne infection (penyakit yang ditularkan melalui udara). Sumber penyakit ini mencakup juga reservoar seperti telah dijelaskan sebelumnya. C. o Macam-Macam Penularan (Mode of Transmission) Mode penularan adalah suatu mekanisme dimana agen / penyebab penyakit tersebut ditularkan dari orang ke orang lain atau dari reservoar kepada induk semang baru.2.2. Penetrasi pada kulit misalnya cacing tambang. Oleh karena itu ventilasi rumah yang kurang.2 Inhalasi (Inhalation) Yaitu penularan melalui udara / pernapasan.2 Sumber Infeksi dan Penyebaran Penyakit Yang dimaksud sumber infeksi adalah semua benda termasuk orang atau binatang yang dapat melewatkan / menyebabkan penyakit pada orang. 9 . Benda-Benda Mati sebagai Reservoar Penyakit-penyakit yang mempunyai reservoar pada benda-benda mati pada dasarnya adalah saprofit hidup dalam tanah. makanan dan minuman. 2. Penularan ini melalui berbagai cara antara lain : 2. berjejalan (over crowding) dan tempat-tempat umum adalah faktor yang sangat penting didalam epidemiologi penyakit ini.3 Infeksi Penularan melalui tangan.4 Penetrasi pada Kulit Hal ini dapat langsung oleh organisme itu sendiri. Oleh karena itu lebih cenderung terjadi di kota daripada di desa yang penduduknya masih jarang.2. misalnya tetanus. Penyakit-penyakit yang ditularkan melalui kontak langsung ini pada umumnya terjadi pada masyarakat yang hidup berjubel. 2. Contoh clostridium tetani penyebab tetanus. misalnya syphilis dan toxoplasmosis.

Kelompok usia yang rentan ini perlu lindungan khusus (specific protection) dengan imunisasi baik imunisasi aktif maupun pasif.3 Faktor Induk Semang (Host) Terjadinya suatu penyakit (infeksi) pada seseorang ditentukan pula oleh faktor-faktor yang ada pada induk semang itu sendiri.3 Melindungi Orang-Orang (Kelompok) yang Rentan Bayi dan anak balita adalah merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penyakit menular. misalnya karantina untuk penderita kusta. 10 . Dengan perkataan lain penyakit-penyakit dapat terjadi pada seseorang tergantung / ditentukan oleh kekebalan / resistensi orang yang bersangkutan. 2. meningitis dan disentri baksilus. meningkatkan gizi anak adalah juga merupakan usaha pencegahan penyakit infeksi pada anak.4.4 Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Untuk pencegahan dan penanggulangan ini ada 3 pendekatan atau cara yang dapat dilakukan : 2. Pada anak usia muda. Karantina adalah membatasi ruang gerak penderita dan menempatkannya bersama-sama penderita lain yang sejenis pada tempat yang khusus didesain untuk itu. gizi yang kurang akan menyebabkan kerentanan pada anak tersebut. Oleh sebab itu.2 Memutus Mata Rantai Penularan Meningkatkan sanitasi lingkungan dan higiene perorangan adalah merupakan usaha yang penting untuk memutus hubungan atau mata rantai penularan penyakit menular.4. Biasanya dalam waktu yang lama. Mengisolasi penderita (pasien).2.4. 2. Obat-obat profilaksis tertentu juga dapat mencegah penyakit malaria.1 Eliminasi Reservoir (Sumber Penyakit) Eliminasi reservoir manusia sebagai sumber penyebaran penyakit dapat dilakukan dengan : a. 2. b. yaitu menempatkan pasien di tempat yang khusus untuk mengurangi kontak dengan orang lain.

BAB III PENUTUP A. d. Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan. b. B. studi epidemiologi dapat dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut : 1. Peranan Epidemiologi a. Mengembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya untuk mengatasi atau menanggulanginya. yaitu Cross Sectional Study/studi potong lintang/studi prevalensi atau survei. SARAN Penulis menyadadri bahwa ada banyak kekurangan dan kelemahan dalam penulisan makalah ini. Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit atau masalah kesehatan dalam masyarakat. Epidemiologi deskriptif. Epidemiologi analitik terdiri dari : y y Non eksperimental Eksperimental. e. oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan dan penyempurnaan makalah ini. 2. c. Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan mengambil keputusan. Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan. Secara sederhana. 11 . KESIMPULAN Epidemiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Budiman.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC 2. Jakarta: PT.ph. Pengantar Epidemiologi. EGC.dr.m. Jakarta. Bustan MN ( 2002 ). asrul.1988.2003. Chandra. Rineka Cipta 3. Jakarta .com/2010/01/makalah-konsep-dasarepidemiologi. Pengantar Epidemiologi. Eko. 1996. Pengantar Prinsip dan Metode Epidemiologi. Azwar. Sumber : Pengantar Keperawatan Komunitas .SKM. http://dauzzsimololkumpulanmakalahfkm.blogspot. Oleh Wahit Iqbal Mubarak. Pengantar Epidemiologi. Binarupa Aksara 6.DAFTAR PUSTAKA 1.htmlra 12 . penerbit Sagung Seto 4. 5. Budiarto.

13 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful