BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Telah kita ketahui bahwa untuk dapat memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan, mencegah, dan mengobati penyakit serta memulihkan kesehatan masyarakat perlu disediakan dan diselenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat (public health services) yang sebaik-baiknya.Untuk dapat menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan tersebut, banyak yang harus diperhatikan. Yang paling penting adalah pelayanan masyarakat yang dimaksud harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun sekalipun terdapat kesesuaian yang seperti ini telah menjadi kesepakatan semua pihak, namun dalam praktek sehari-hari tidaklah mudah dalam menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang dimaksud. Epidemiologi merupakan ilmu yang di kenal dari zaman dahulu dan berkembang bersamaan dengan perrkembangan ilmu kedokteran. Seperti mengenai faal kedokteran, biokimia, patologi dan lainlain. Ilmu epidemiologi lebih menekankan pada kelompok individu, karena pentingnya soal penyakit ini, maka perlulah dipahami dengan sebaik-baiknya hal-hal yang berkaitan dengan penyakit tersebut. Kepentingan dalam epidemiologi paling tidak untuk mengenal ada atau tidaknya suatu penyakit di masyarakat sedemikian rupa sehingga ketika dilakukan pengukuran tidak ada yang sampai luput atau tercampur dengan penyakit lainnya yang berbeda. B. RUMUSAN MASALAH 1. 2. 3. 4. 5. Pengertian epidemiologi Dasar-dasar epidemiologi Masalah-masalah yang terkait dengan epidemiologi Ruang lingkup epidemiologi Epidemiologi dalam ilmu keperawatan

C. TUJUAN Melalui makalah ini mahasiswa dapat mengerti dan memahami epidemiologi secara umum Baik penertian, dasar-dasar epidemiologi, masalah-masalah yang terkait dengan epidemiologi, ruanng lingkup dan epidemiologi dalam ilmu keperawatan. sehingga dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan mengenai epidemiologi khususnya dalam ilmu keperawatan.

1

analisa data kesehatan. Epidemiologi analitik terdiri dari : 2 . 2) Penertian epidemiologi berdasarkan ilmu pengetahuan (akademik)  Epidemiologi secara akademik di defenisikan sebagai. Hirsch ( 1883 ) Epidemiologi adalah suatu gambaran kejadian. 3) Pengertian epidemiologi berdasarkan asal usul kata Epi : pada atau tentang. Jadi epidemiologi aadalah ilmu yang memppelajari tentang individu. dan trend yang terjadi untuk mengindentifikasi dan menginterpretasi perubahan-perubahan kesehatan yang terjadi atau akan terjadi pada masyarakat umum atau kelompok penduduk tertentu. studi epidemiologi dapat dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut : 1.BAB II PEMBAHASAN A. DASAR-DASAR EPIDEMIOLOGI Secara sederhana. demos : rakyat/ penduduk/ individu. yaitu Cross Sectional Study/studi potong lintang/studi prevalensi atau survei. sosialekonomi. Epidemiologi deskriptif. 2. B. Anders Ahlbom & Staffan Norel ( 1989 ) y y Epidemiologi adalah Ilmu Pengetahuan mengenai terjadinya penyakit pada populasi manusia. logos : ilmu. Fletcher ( 1991 ) Epidemiologi adalah disiplin riset yang membahas tentang distribusi dan determinan penyakit dalam populasi. PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI 1) Pengertian epidemiologi menurut para ahli y Menurut Robert H. penyebaran dari jenis jenis penyakit pada manusia pada saat tertentu di berbagai tempat di bumi dan mengkaitkan dengan kondisi eksternal.

 Studi ekologik. Contoh : y y Pemberian obat hipertensi pada orang dengan tekanan darah tinggi untuk mencegah terjadinya stroke. b) Penyebaran masalah kesehatan Yang dimaksud dengan penyebaran masalah kesehatan disini ialah menunujuk kepada pengelompokkan masalah kesehatan menurut suatu keadaan tertentu. Pemberian Tetanus Toxoid pada ibu hamil untuk menurunkan frekuensi Tetanus Neonatorum. Eksperimental  Dimana penelitian dapat melakukan manipulasi/mengontrol faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian dan dinyatakan sebagai tes yang paling baik untuk menentukan cause and effect relationship serta tes yang berhubungan dengan etiologi.i. b) Community Trial. BATASAN EPIDEMIOLOGI Pada saat ini epidemiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang frekwensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok menusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Non eksperimental :  Studi kohort / follow up / incidence / longitudinal / prospektif studi. Studi eksperimen dibagi menjadi 2 (dua) yaitu : a) Clinical Trial. Misalnya.  Studi kasus kontrol/case control study/studi retrospektif. polusi udara akibat sisa pembakaran BBM yang terjadi di kota-kota besar. segera terlihat bahwa dalam pengertian epidemiologi terdapat tiga hal yang bersifat pokok yakni: a) Frekuensi masalah kesehatan Frekuensi masalah kesehatan dini dimaksudkan untuk menunjuk kepada besarnya masalah kesehatan yang terdapat pada sekelompok manusia. ii. Untuk dapat mengetahui frekuensi suatu masalah kesehatan dengan tepat ada dua hal pokok yang harus dilakukan yakni menemukan masalah kesehatan yang dimaksud untuk kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengukuran atas masalah kesehatan yang ditemukan tersebut. Contoh : Studi Pemberian zat flourida pada air minum. terhadap penyakit maupun untuk menjawab pertanyaan masalah ilmiah lainnya. kontrol. Kohort diartikan sebagai sekelompok orang. Tujuan studi mencari akibat (penyakitnya). Studi ini memakai sumber ekologi sebagai bahan untuk penyelidikan secara empiris fakto resiko atau karakteristik yang berada dalam keadaan konstan di masyarakat. Tujuannya mencari faktor penyebab penyakit. Dari batasan yang seperti ini. Keadaan tertentu yang dimaksudkan banyak 3 .

melakukan pengujian terhadap rumusan hipotesa yang telah disusun dan setelah itu menarik kesimpulan terhadapnya. apakah itu menyangkut masalah penyakit. Dengan demikian. b. baik yang menerangkan frekuensi. dapatlah disusun langkahlangkah penanggulangan selanjutnya dari masalah kesehatan tersebut. maka dapat dirumuskan penyebab timbulnya masalah kesehatan 4 . Untuk itu ada tiga langkah pokok yang lazim dilakukan yakni merumuskan hipotesa tentang penyebab yang dimaksud. RUANG LINGKUP EPIDEMIOLOGI a. masalah kesehatan lingkungan. Masalah kesehatan pada sekelompok manusia Pekerjaan epidemiologi dalam mempelajari masalah kesehatan. tetapi juga mencakup masalah kesehatan yang sangat luas ditemukan di masyarakat. C. dan menurut waktu (time) c) Faktor-faktor yang memepengaruhi Yang dimaksud dengan faktor-faktor yang mempengaruhi disini ialah menunujuk kepada faktor penyebab dari suatu masalah kesehatan. c. Masalah kesehatan sebagai subjek dan objek epidemiologi Epidemiologi tidak hanya sekedar mempelajari masalah-masalah penyakit-penyakit saja. Pekerjaan epidemiologi akan dapat mengetahui banyak hal tentang masalah kesehatan dan penyebab dari masalah tersebut dengan cara menganalisis data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan yang terjadi pada sekelompok manusia atau masyarakat. keluarga berencana atau kesehatan lingkungan. penyebaran dan ataupun yang menerangkan penyebab munculnya masalah kesehatan itu sendiri. menurut tempat (place). pengadaan sarana kesehatan dan sebagainya. yang dalam epidemiologi dibedakan atas tiga macam yakni menurut ciri-ciri manusia (man). akan memanfaatkan data dari hasil pengkajian terhadap sekelompok manusia. pengadaan tenaga kesehatan. Pemanfaatan data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan dalam merumuskan penyebab timbulnya suatu masalah kesehatan. Dengan memanfaatkan perbedaan yang kemudian dilakukan uji statistik. subjek dan objek epidemiologi berkaitan dengan masalah kesehatan secara keseluruhan. Diantaranya masalah keluarga berencana. Setelah dianalisis dan diketahui penyebabnya dilakukan upaya-upaya penanggulangan sebagai tindak lanjutnya.macamnya. Dengan diketahuinya penyebab suatu masalah kesehatan.

dan lingkungan. agent. Konsep Dasar Terjadinya Penyakit 5 . D. serta meminimalkan kecacatan. d. pengurangan kelangsungan hidup agent. Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit atau masalah kesehatan dalam masyarakat. penambahan resistensi host dan mengubah kejadian hubungan host. Monitoring perubahan status kesehatan masyarakat dan evaluasi pengaruh program pencegahan penyakit. sebagai dasar untuk pengkajian individu dan kebutuhan kesehatan keluarga dan intervensi perencanaan perawatan. Program utama pencegahan difokuskan pada menjaga jarak perantara penyakit dari host/tuan rumah yang rentan. EPIDEMIOLOGI DALAM ILMU KEPERAWATAN Dalam ilmu keperawatan dikenal istilah community health nursing (CHN) atau keperawatan kesehatan masyarakat. c. Mengembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya untuk mengatasi atau menanggulanginya. disajikan sebagai alat untuk memperkirakan kebutuhan masyarakat. mendeteksi segera dan pengobatan penyakit. 1. dimana ilmu pengetahuan epidemiologi digunakan CHN sebagai alat meneliti dan mengobservasi pada pekerjaan dan sebagai dasar untuk intervensi dan evaluasi literatur riset epidemiologi. dan faktor-faktor resiko tinggi terjadinya penyakit. Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan. Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan mengambil keputusan. program mengurangi resiko dan screening. PERANAN EPIDEMIOLOGI Dari kemampuan epidemiologi untuk mengetahui distribusi dan faktor-faktor penyebab masalah kesehatan dan mengarahkan intervensi yang diperlukan maka epidemiologi diharapkan mempunyai peranan dalam bidang kesehatan masyarakat berupa : a. pola terjadinya penyakit. Riset/studi epidemiologi memunculkan badan pengetahuan (body of knowledge) termasuk riwayat asal penyakit. e. Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan. b. Kedua. ketiga : strategi mencegah pada pribadi perawat dengan body of knowlwdge yang berasal dari riset epidemiologi. dan peningkatan kesehatan. sebagai informasi awal untuk CHN. Metode epidemiologi sebagai standard kesehatan. Pengetahuan ini memberi kerangka acuan untuk perencanaan dan evaluasi program intervensi masyarakat.

Oleh karena banyaknya interaksi-interaksi ekologis maka seringkali kita dapat mengubah penyebaran penyakit dengan mengubah aspek-aspek tertentu dari interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya tanpa intervensi langsung pada penyebab penyakit. peranan lingkungan biologis lebih besar dari lainnya pada penyakit yang penularannya melalui vektor (vektor borne disease) dan peranan inti genetik lebih besar dari lainnya pada penyakit keturunan.Suatu penyakit timbul akibat dari beroperasinya berbagai faktor baik dari agen. (lihat gambar) Menurut model ini. Sebagai contoh peranan lingkungan sosial lebih besar dari yang lainnya pada stress mental. Tiga model yang dikenal dewasa ini ialah 1) segitiga epidemiologi (the epidemiologic triangle) 2) jaringjaring sebab akibat (the web of causation) dan 3) roda (the wheel). induk semang atau lingkungan. baik secara langsung maupun melalui perantara).2 Jaring-Jaring Sebab Akibat Menurut model ini perubahan dari salah satu faktor akan mengubah keseimbangan antara mereka.3 Roda Seperti halnya dengan model jaring-jaring sebab akibat. Bentuk ini tergambar didalam istilah yang dikenal luas dewasa ini. 2.1 Segitiga Epidemiologi (lihat gambar) 1. peranan lingkungan fisik lebih besar dari lainnya pada sunburn. mereka telah membuat model-model timbulnya penyakit dan atas dasar model-model tersebut dilakukan eksperimen terkendali untuk menguji sampai dimana kebenaran dari model-model tersebut. Disini dipentingkan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Penyakit menular ini ditandai dengan adanya (hadirnya) agen atau penyebab penyakit yang hidup dan dapat berpindah. 1. Dengan demikian maka timbulnya penyakit dapat dicegah atau dihentikan dengan memotong mata rantai pada berbagai titik. Dengan model-model tersebut diatas hendaknya ditunjukkan bahwa pengetahuan yang lengkap mengenai mekanisme-mekanisme terjadinya penyakit tidaklah diperuntukkan bagi usaha-usaha pemberantasan yang efektif. 6 . model roda memerlukan identifikasi dari berbagai faktor yang berperan dalam timbulnya penyakit dengan tidak begitu menekankan pentingnya agen. suatu penyakit tidak bergantung pada satu sebab yang berdiri sendiri melainkan sebagai akibat dari serangkaian proses sebab dan akibat. yang berakibat bertamba atau berkurangnya penyakit yang bersangkutan. Didalam usaha para ahli untuk mengumpulkan pengetahuan mengenai timbulnya penyakit. Penyakit Menular Yang dimaksud penyakit menular adalah penyakit yang dapat ditularkan (berpindah dari orang yang satu ke orang yang lain. Yaitu penyebab majemuk (multiple causation of disease) sebagai lawan dari penyebab tunggal (single causation). 1. Besarnya peranan dari masing-masing lingkungan bergantung pada penyakit yang bersangkutan.

Bergerak atau berpindah dari induk semang c. Golongan bakteri. misalnya influenza. misalnya malaria. misalnya typhus. yakni bermacam-macam cacing perut seperti ascaris (cacing gelang). Agar supaya agen atau penyebab penyakit menular ini tetap hidup (survive) maka perlu persyaratanpersyaratan sebagai berikut : a. Golongan riketsia. 2. filaria. yakni : a. kurap dan sebagainya. Kemampuan agen penyakit ini untuk tetap hidup pada lingkungan manusia adalah suatu faktor penting didalam epidemiologi infeksi. cacing tambang dan sebagainya. cacing kremi. Golongan jamur. Menginfeksi induk semang baru tersebut. cacar dan sebagainya. Golongan protozoa. b. misalnya disentri. trachoma. c. Berkembang biak b. Golongan cacing.Suatu penyakit dapat menular dari orang yang satu kepada yang lain ditentukan oleh 3 faktor tersebut diatas. f. Golongan virus. cacing pita. yakni bermacam-macam panu.1 Agen-Agen Infeksi (Penyebab Infeksi) Makhluk hidup sebagai pemegang peranan penting didalam epidemiologi yang merupakan penyebab penyakit dapat dikelompokkan menjadi : a. Agen (penyebab penyakit) b. dapat diumpamakan sebagai biji (agen). Setiap bibit penyakit (penyebab penyakit) mempunyai habitat sendirisendiri sehingga ia dapat tetap hidup. Mencapai induk semang baru d. e. d. 7 . tanah (host) dan iklim (route of transmission). Route of transmission (jalannya penularan) Apabila diumpamakan berkembangnya suatu tanaman. schistosoma dan sebagainya. Host (induk semang) c.

miningitis. malaria. d. Carriers maupun orang yang ditulari sama sekali tidak tahu bahwa mereka menderita / kena penyakit. typhoid. Zoonosis adalah penyakit pada binatang vertebrata yang dapat menular pada manusia. Carriers mungkin sebagai sumber infeksi untuk jangka waktu yang relatif lama. c. yakni : a. Melalui gigitan binatang sebagai vektornya. Orang makan daging binatang yang menderita penyakit.  Carrier Carrier adalah orang yang mempunyai bibit penyakit didalam tubuhnya tanpa menunjukkan adanya gejala penyakit tetapi orang tersebut dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain.  Reservoar pada Binatang Penyakit-penyakit yang mempunyai reservoar pada binatang pada umumnya adalah penyakit zoonosis. Carriers adalah sangat penting dalam epidemiologi penyakit-penyakit polio. misalnya pes melalui pinjal tikus. c. Manusia sebagai reservoar dapat menjadi kasus yang aktif dan carrier. meningococal meningitis dan amoebiasis. b. misalnya cacing pita. Reservoar tersebut dapat berupa manusia. Carriers tidak menurunkan kesehatannya karena masih dapat melakukan pekerjaan sehari-hari.  Reservoar didalam Manusia Penyakit-penyakit yang mempunyai reservoar didalam tubuh manusia antara lain campak (measles). Hal ini disebabkan karena : a. Penularan penyakit-penyakit pada binatang ini melalui berbagai cara. Jumlah (banyaknya carriers jauh lebih banyak daripada orang yang sakitnya sendiri). filariasis.Dari sini timbul istilah reservoar yang diartikan sebagai berikut 1) habitat dimana bibit penyakit tersebut hidup dan berkembang 2) survival dimana bibit penyakit tersebut sangat tergantung pada habitat sehingga ia dapat tetap hidup. demam berdarah melalui gigitan nyamuk. b. 8 . binatang atau benda-benda mati. Convalescant carriers adalah orang yang masih mengandung bibit penyakit setelah sembuh dari suatu penyakit. typhus (typhoid). cacar air (small pox). Binatang penderita penyakit langsung menggigit orang misalnya rabies. gonoirhoea dan syphilis.

berjejalan (over crowding) dan tempat-tempat umum adalah faktor yang sangat penting didalam epidemiologi penyakit ini. misalnya syphilis dan toxoplasmosis. 9 .2 Inhalasi (Inhalation) Yaitu penularan melalui udara / pernapasan. makanan dan minuman. 2. Oleh karena itu bila terjadi perubahan temperatur atau kelembaban dari kondisi dimana ia dapat hidup maka ia berkembang biak dan siap infektif. C. 2. Oleh karena itu ventilasi rumah yang kurang. botulinum penyebab keracunan makanan dan sebagainya. 2. misalnya tetanus. Benda-Benda Mati sebagai Reservoar Penyakit-penyakit yang mempunyai reservoar pada benda-benda mati pada dasarnya adalah saprofit hidup dalam tanah. Penularan ini melalui berbagai cara antara lain : 2. 2. Pada umumnya bibit penyakit ini berkembang biak pada lingkungan yang cocok untuknya. Sumber penyakit ini mencakup juga reservoar seperti telah dijelaskan sebelumnya. melalui gigitan vektor misalnya malaria atau melalui luka.3 Infeksi Penularan melalui tangan.2. Oleh karena itu lebih cenderung terjadi di kota daripada di desa yang penduduknya masih jarang. o Macam-Macam Penularan (Mode of Transmission) Mode penularan adalah suatu mekanisme dimana agen / penyebab penyakit tersebut ditularkan dari orang ke orang lain atau dari reservoar kepada induk semang baru. 2.2.2.4 Penetrasi pada Kulit Hal ini dapat langsung oleh organisme itu sendiri.2.1 Kontak (Contact) Kontak disini dapat terjadi kontak langsung maupun kontak tidak langsung melalui benda-benda yang terkontaminasi.5 Infeksi Melalui Plasenta Yakni infeksi yang diperoleh melalui plasenta dari ibu penderita penyakit pada waktu mengandung. Contoh clostridium tetani penyebab tetanus.2 Sumber Infeksi dan Penyebaran Penyakit Yang dimaksud sumber infeksi adalah semua benda termasuk orang atau binatang yang dapat melewatkan / menyebabkan penyakit pada orang.2. Penyakit yang ditularkan melalui udara ini sering disebut air borne infection (penyakit yang ditularkan melalui udara). Penetrasi pada kulit misalnya cacing tambang. Penyakit-penyakit yang ditularkan melalui kontak langsung ini pada umumnya terjadi pada masyarakat yang hidup berjubel.

Obat-obat profilaksis tertentu juga dapat mencegah penyakit malaria. Mengisolasi penderita (pasien). gizi yang kurang akan menyebabkan kerentanan pada anak tersebut. Oleh sebab itu.4. Pada anak usia muda.3 Melindungi Orang-Orang (Kelompok) yang Rentan Bayi dan anak balita adalah merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penyakit menular.4.2 Memutus Mata Rantai Penularan Meningkatkan sanitasi lingkungan dan higiene perorangan adalah merupakan usaha yang penting untuk memutus hubungan atau mata rantai penularan penyakit menular. Biasanya dalam waktu yang lama. yaitu menempatkan pasien di tempat yang khusus untuk mengurangi kontak dengan orang lain. misalnya karantina untuk penderita kusta.3 Faktor Induk Semang (Host) Terjadinya suatu penyakit (infeksi) pada seseorang ditentukan pula oleh faktor-faktor yang ada pada induk semang itu sendiri. 2.1 Eliminasi Reservoir (Sumber Penyakit) Eliminasi reservoir manusia sebagai sumber penyebaran penyakit dapat dilakukan dengan : a. Dengan perkataan lain penyakit-penyakit dapat terjadi pada seseorang tergantung / ditentukan oleh kekebalan / resistensi orang yang bersangkutan.4. meningitis dan disentri baksilus.2. b. Kelompok usia yang rentan ini perlu lindungan khusus (specific protection) dengan imunisasi baik imunisasi aktif maupun pasif. Karantina adalah membatasi ruang gerak penderita dan menempatkannya bersama-sama penderita lain yang sejenis pada tempat yang khusus didesain untuk itu. 10 . meningkatkan gizi anak adalah juga merupakan usaha pencegahan penyakit infeksi pada anak. 2.4 Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Untuk pencegahan dan penanggulangan ini ada 3 pendekatan atau cara yang dapat dilakukan : 2. 2.

Peranan Epidemiologi a. B. Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan mengambil keputusan. e. Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit atau masalah kesehatan dalam masyarakat. Secara sederhana. 2. b.BAB III PENUTUP A. Epidemiologi deskriptif. d. yaitu Cross Sectional Study/studi potong lintang/studi prevalensi atau survei. SARAN Penulis menyadadri bahwa ada banyak kekurangan dan kelemahan dalam penulisan makalah ini. KESIMPULAN Epidemiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. 11 . Mengembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya untuk mengatasi atau menanggulanginya. Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan. Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan. Epidemiologi analitik terdiri dari : y y Non eksperimental Eksperimental. oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan dan penyempurnaan makalah ini. studi epidemiologi dapat dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut : 1. c.

penerbit Sagung Seto 4.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC 2.com/2010/01/makalah-konsep-dasarepidemiologi. Pengantar Prinsip dan Metode Epidemiologi. Jakarta . Chandra. Azwar.blogspot. Pengantar Epidemiologi. 1996. Budiarto. Sumber : Pengantar Keperawatan Komunitas . Jakarta: PT.ph.m.htmlra 12 . 5. Bustan MN ( 2002 ).1988. Binarupa Aksara 6.SKM. Oleh Wahit Iqbal Mubarak. Rineka Cipta 3.DAFTAR PUSTAKA 1. Pengantar Epidemiologi. EGC. asrul. Budiman. Eko. Jakarta. Pengantar Epidemiologi. http://dauzzsimololkumpulanmakalahfkm.2003.dr.

13 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful