P. 1
Standar Kompetensi Nasional Bidang Kimia Analisis

Standar Kompetensi Nasional Bidang Kimia Analisis

|Views: 752|Likes:
Published by tulus

More info:

Published by: tulus on May 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2013

pdf

text

original

BAB III.

STANDAR KOMPETENSI NASIONAL BIDANG KIMIA ANALISIS

3.1 Unit-Unit Kompetensi 1. KA.KOM.D.001.A 2. KA.KUA.D.002.A Melaksanakan Komunikasi Interpersonal Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium Dengan Benar (GLP) 3. KA.LAB.D.003.A Membersihkan dan Menyiapkan Laboratorium untuk Analisis Rutin 4. KA.LAB.D.004.A Menyimpan Pereaksi yang Masih Bisa Digunakan dan Membuang Pereaksi yang Kedaluarsa 5. KA.LAB.D.005.A Membersihkan dan Merawat Peralatan Gelas, Keramik dan Alat Penunjang Kerja lainnya 6. KA.LAB.D.006.A Melaksanakan Pengambilan dan Penanganan Sampel 7. KA.LAB.D.007.A 8. KA.LAB.D.008.A Membuat dan Menstandarisasi Larutan/Pereaksi Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 9. KA.ANA.P.009.A 10. KA.ANA.U.010.A 11. KA.ANA.U.011.A Melaksanakan Analisis Fisika Non Instrumental Melaksanakan Analisis Gravimetri Melaksanakan Analisis Spektrofotometri UV/Visible 12. KA.ANA.U.012.A 13. KA.ANA.U.013.A 14. KA.ANA.P.014.A 15. KA.ANA.U.015.A 16. KA.LAB.P.016.A Melaksanakan Analisis Kolorimetri Melaksanakan Analisis Volumetri Melaksanakan Analisis Mikrobiologi Melaksanakan Analisis Elektrokimia Menyimpan Bahan Kimia dan Membuang Bahan Kimia yang Kadaluarsa 17. KA.ANA.P.017.A 18. KA.ANA.U.018.A 19. KA.ANA.U.019.A Melaksanakan Analisis Organoleptik Melaksanakan Analisis Kromatografi Kolom Melaksanakan Analisis Kromatografi Lapisan Tipis dan Kertas 20. KA.ANA.U.020.A 21. KA.ANA.U.021.A Melaksanakan Analisis Jenis (Klasik) Melaksanakan Analisis Proksimat 15

22. KA.ANA.U.022.A

Melaksanakan Analisis Fotometri Nyala dan Emisi Atomik

23. KA.KOM.D.023.A 24. KA.TEK.P.024.A

Menggunakan Prosedur Analisis Membuat dan/atau Menyiapkan Peralatan Gelas Sederhana Penunjang Analisis Kimia

25. KA.ANA.U.025.A

Melaksanakan Analisis Kromatografi Cair Kinerja Tinggi

26. KA.ANA.U.026.A 27. KA.ANA.U.027.A

Melaksanakan Analisis Kromatografi Gas Melaksanakan Analisis Spektrofotometri Serapan Atom

28. KA.ANA.U.028.A

Melaksanakan Analisis Secara Spektrofotometri IR/FTIR

29. KA.ANA.U.029.A 30. KA.KOM.P.030.A 31. KA.KUA.D.031.A

Melaksanakan Analisis Elektrogravimetri Menyusun Dokumentasi Laboratorium Melaksanakan Verifikasi Alat Ukur Primer dan Alat Ukur Sekunder

32. KA.TEK.P.032.A

Merawat dan Memverifikasi Fotometer Nyala dan Spektrofotometer Emisi Atomik Nyala

33. KA.ANA.U.033.A

Melaksanakan Analisis Voltametri dan Analisis Amperometri

34. KA.ANA.P.034.A

Melaksanakan Analisis Kromatografi Lapis Tipis Kinerja Tinggi

35. KA.DAT.U.035.A 36. KA.DAT.P.036.A 37. KA.KUA.P.037.A

Menentukan Nilai Ketidakpastian Pengukuran Mengolah Data Hasil Pengukuran Secara Statistika Merencanakan, Melaksanakan, Memantau dan Mengevaluasi Kegiatan Jaminan Mutu Laboratorium

38. KA.PRO.U.038.A 39. KA.TEK.P.039.A

Melaksanakan Validasi Metode Uji Merawat dan Memverifikasi Spektrofotometer Inframerah

40. KA.TEK.P.040.A

Merawat dan Memverifikasi Spektrofotometer Sinar Tampak dan Ultraviolet

16

41. KA.ANA.P.041.A

Melaksanakan Analisis Kromatografi Menggunakan GC-MS

42. KA.TEK.P.042.A 43. KA.ANA.P.043.A

Melaksanakan Optimasi Peralatan Elektrogravimetri Melaksanakan Analisis Fisika Instrumental Penunjang Analisis Kimia

44. KA.DAT.P.044.A

Menentukan Tindak Kerja Berdasarkan Data Analisis Kimia

45. KA.KUA.U.045.A 46. KA.KUA.U.046.A

Melaksanakan Pengendalian Efek Matriks Menyiapkan Laboratorium untuk Analisis Ketelitian Tinggi

47. KA.TEK.P.047.A

Melaksanakan Optimasi Kromatograf Gas dan Kromatograf Cair Kinerja Tinggi

48. KA.TEK.P.048.A

Melaksanakan Optimasi Spektrofotometer Serapan Atom

49. KA.ANA.U.049.A

Melaksanakan Teknik Lanjut Metode Analisis Spektrofotometri UV/Vis

50. KA.ANA.P.050.A 51. KA.ANA.P.051.A 52. KA.ANA.U.052.A

Melaksanakan Teknik Lanjut Analisis SSA/SEA Melaksanakan Analisis Spektrometri Massa Melaksanakan Teknik Spektrometri Emisi Nonnyala

53. KA.ANA.P.053.A

Melaksanakan Analisis Spektrometri Difraksi Sinarx

54. KA.ANA.P.054.A 55. KA.KUA.U.055.A

Melaksanakan Analisis Spektrometri Pendar Sinar-x Menyiapkan Laboratorium untuk Analisis Ketelitian Sangat Tinggi

56. KA.PRO.U.056.A 57. KA.ANA.P.057.A 58. KA.ANA.P.058.A

Membuat dan Memvalidasi Prosedur Analisis Melaksanakan Analisis Spektrometri Serapan Sinar-x Melaksanakan Analisis Kimia Non-destruktif Secara Spektrometri Pendar Sinar-X

59. KA.ANA.P.059.A 60. KA.ANA.P.060.A

Melaksanakan Analisis Mikroskopi Larik Elektron Melaksanakan Analisis Spektrometri Resonansi Magnet Inti (RMI)

61. KA.ANA.P.061.A

Melaksanakan Analisis Resonansi Spin Elektron (RSE) 17

62. KA.DAT.P.062.A 63. KA.PRO.P.063.A

Melaksanakaan Pengolahan Sinyal Analitik Mengembangkan Metode Uji

18

Kode Unit: KA.KOM.D.001.A Judul Unit: Melaksanakan Komunikasi Interpersonal Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk menerima dan melanjutkan informasi, menyediakan informasi untuk orang lain, dan membuat laporan hasil kerja Sub Kompetensi 1. Menerima dan melanjutkan informasi 1.2 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Informasi/pesan diterima dan didengarkan dengan baik Klarifikasi dilakukan agar informasi dapat dimengerti sepenuhnya 1.3 1.4 Informasi direkam dengan tepat Informasi/pesan disampaikan kepada rekan sekerja dengan tepat 2. Menyediakan informasi untuk orang lain 2.2 2.1 Informasi yang dibutuhkan orang lain dikumpulkan Pertanyaan yang diterima dijawab dan dijelaskan dengan tepat 2.3 Saran diberikan dengan tepat terhadap suatu masalah 3. Membuat laporan hasil kerja 3.1 Data hasil kerja dikumpulkan dan diolah sebagai bahan laporan 3.2 Laporan hasil kerja dibuat sesuai prosedur 3.3 Laporan hasil kerja dikomunikasikan dengan tepat Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini menjelaskan tentang komunikasi interpersonal yang harus dikuasai oleh kandidat di tempat kerja. Dalam komunikasi interpersonal ini kandidat harus mampu: • menterjemahkan prosedur kerja dan instruksi-instruksi yang diberikan

19

menggunakan media komunikasi yang tersedia, seperti e-mail, faksimili, internet, dan sebagainya

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada kandidat di tempat kerja maupun di tempat lain dengan cara: • • • • • Pertanyaan lisan dan tertulis untuk mengetahui kedalaman pengetahuan Demonstrasi untuk mengikuti prosedur yang disediakan Demonstrasi dalam berdiskusi dengan rekan sekerja Demonstrasi dalam membuat laporan tertulis Masukan dari rekan sekerja dan atasan

2. Aspek-aspek kritis Penilai harus mencari bukti bahwa kandidat mampu: • • • • • Membaca prosedur dan memahaminya dengan tepat Menerima dan menyampaikan informasi/pesan kepada orang lain dengan tepat dan sopan Menjawab pertanyaan dengan tepat Berdiskusi untuk memecahkan masalah Membuat laporan tertulis dengan baik dan tepat sesuai prosedur

3. Pengetahuan dan Keterampilan yang diperlukan untuk mendukung tercapainya kompetensi ini antara lain bahwa kandidat harus mampu: • • • • • Berkomunikasi secara efektif baik secara lisan maupun tertulis Mendengarkan dan melaksanakan dengan baik instruksi yang diberikan secara verbal Menyediakan informasi dengan cepat dan tepat Membaca prosedur dengan baik dan menelaahnya dengan tepat Menjaga hal-hal yang bersifat rahasia

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

20

Kode Unit: KA.KUA.D.002.A Judul Unit: Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium Dengan Benar (GLP) Uraian Unit: Unit kompetensi ini menjelaskan tentang kemampuan untuk bekerja di laboratorium dengan benar, yang mencakup antara lain melaksanakan pemantauan kondisi lingkungan laboratorium, melaksanakan pengecekan bahan uji dan bahan pendukung, dan kegiatan lain yang berkaitan dengan kegiatan kontrol mutu laboratorium Sub Kompetensi 1. Melaksanakan pemantauan kondisi lingkungan laboratorium 1.2 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kondisi laboratorium telah dipantau, direkam sesuai prosedur dan siap digunakan setiap saat Sumber utilitas (listrik, air, dan gas) telah dicek dan siap digunakan setiap saat 1.3 ‘House keeping’ dilaksanakan dan dipelihara 2. Melaksanakan pengecekan sampel uji, alat yang akan dikalibrasi dan bahan pendukung 2.2 2.1 Sampel uji dan alat yang akan dikalibrasi ditangani sesuai prosedur Pereaksi dan bahan pendukung untuk melaksanakan pengujian dan kalibrasi tersedia dengan cukup dan siap digunakan 3. Melaksanakan pengecekan peralatan 3.2 3.1 Peralatan gelas dibersihkan sesuai prosedur dan siap digunakan Neraca dan peralatan lain dipelihara sesuai prosedur dan siap digunakan 3.3 Peralatan instrumen dipelihara sesuai prosedur 3.4 Peralatan ukur yang akan digunakan dipastikan telah terkalibrasi sesuai prosedur

21

4.

Melaksanakan pekerjaan di laboratorium

4.1 4.2

Tata tertib kerja di laboratorium diikuti Metoda analisis/kalibrasi yang tepat telah disiapkan

4.3

Analisis/kalibrasi dilakukan dan hasilnya direkam

4.4 5. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai persyaratan kerja 5.2 5.1

Hasil analisis/kalibrasi dilaporkan Hasil kerja dievaluasi untuk mengetahui keterbatasan dan kelebihan diri sendiri Kesempatan untuk peningkatan kemampuan diambil untuk meningkatkan kinerja

5.3

Kesempatan mengikuti uji banding/ profisiensi diikuti

6.

Melaporkan ketidaksesuaian kepada atasan

6.1

Ketidaksesuaian hasil kerja dilaporkan sesuai prosedur

6.2

Penyebab ketidaksesuaian diidentifikasi dan diusulkan tindak perbaikannya

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan penerapan GLP yang harus dikuasai oleh kandidat. Dalam pelaksanaannya unit kompetensi ini : • • • • berlaku pada semua laboratorium harus mengacu pada prosedur-prosedur perusahaan/laboratorium uji harus mengacu pada SNI 19-17025 harus mengacu pada aturan-aturan yang berlaku, seperti CPOB dan lainnya.

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada kandidat di tempat kerja maupun di tempat lain yang sesuai dengan cara : • • • • Pertanyaan lisan dan tertulis untuk mengetahui kedalaman pengetahuan Demonstrasi kegiatan pemantauan kondisi lingkungan laboratorium. Demonstrasi dalam menyusun kebutuhan dan kesiapan pereaksi dan bahan pendukung lainnya Demonstrasi untuk melakukan pengecekan kesiapan peralatan gelas dan peralatan lainnya.

22

• • •

Demonstrasi cara memantau status kalibrasi peralatan. Menjelaskan persyaratan kinerja laboratorium dan analis. Mendemonstrasikan cara membuat laporan ketidaksesuaian.

2. Aspek-aspek kritis Kompetensi ini harus ditunjukkan dengan kemampuan menjalankan GLP sesuai prosedur. Penilai harus mencari bukti bahwa kandidat mampu: • Melakukan pemantauan terhadap lingkungan laboratorium, yang mencakup ruang kerja, sumber utilitas yang digunakan, suhu dan kelembaban, dan lainnya. • • • • Menyusun kebutuhan pereaksi, bahan pendukung lainnya dan melakukan pengecekan terhadap bahan yang tersedia. Melakukan pengecekan kondisi dan status kalibrasi peralatan. Mendeteksi adanya ketidaksesuaian dan melaporkannya. Melakukan evaluasi diri sebagai analis.

3. Pengetahuan dan Keterampilan yang diperlukan untuk mendukung tercapainya kompetensi ini antara lain bahwa kandidat harus : • • • • • Mengetahui prosedur pengendalian kondisi lingkungan laboratorium. Mengetahui prosedur penanganan sampel uji, peralatan, bahan kimia/pereaksi. Mengetahui prosedur penanganan peralatan. Mengetahui prosedur evaluasi diri untuk peningkatan kinerja. Mengetahui prosedur kaji ulang hasil kerja, mengenali ketidaksesuaian, dan melaporkannya.

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

23

Kode Unit: KA.LAB.D.003.A Judul Unit: Membersihkan dan Menyiapkan Laboratorium Untuk Analisis Rutin Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk membersihkan wilayah kerja dan mengkondisikan lingkungan laboratorium untuk analisis rutin pada tingkat ketelitian sedang (nilai galat <5%). Sub Kompetensi 1. Membersihkan wilayah kerja 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Bahan pengotor diidentifikasi sifat dan kondisinya 1.2 Alat pelindung diri dikenakan mengikuti instruksi kerja atau K3 perusahaan 1.3 Wilayah kerja dibersihkan menggunakan bahan pencuci yang sesuai dengan sifat bahan pengotor atau mengikuti prosedur kerja yang direkomendasikan 1.4 Bahan yang tidak terpakai dibuang mengikuti prosedur kerja penangangan bahan kimia atau ketentuan perusahaan 2. Membersihkan laboratorium dari tumpahan pereaksi 2.1. Jika tumpahan pereaksi menimbulkan asap atau uap, ‘exhaust fan’ harus dihidupkan lebih dahulu 2.2. Alat keselamatan kerja harus dikenakan sesuai dengan perkiraan sifat tumpahan pereaksi 2.3 Sifat dan kondisi pereaksi yang tumpah diidentifikasikan fase, sifat reaktifitas, dan sifat kehirgroskopisannya 2.4 Pereaksi yang bersifat kuat, dinetralkan dengan pereaksi yang sesuai sebelum dibersihkan

24

2.5

Pereaksi yang bersifat hablur dan pengoksid kuat, dibasahkan sebelum dibersihkan

2.6

Pereaksi yang sudah dikondisikan dibersihkan dengan cara yang disesuaikan dengan sifat pereaksi atau mengikuti ketentuan perusahaan

3.

Membersihkan ruang timbang dan lingkungan instrumen analitik

3.1

Semua neraca diperiksa dan harus dalam kondisi ‘off’ serta dalam keadaan datar air

3.2

Bagian dalam neraca diperiksa dan jika perlu dibersihkan dari ceceran hablur dan/atau cairan mengikuti instruksi kerja pembersihan neraca

3.3

Ruang timbang dibersihkan dari debu dan kotoran lain mengikuti ketentuan instruksi kerja membersihkan ruang timbang

3.4.

Lingkungan kerja instrumen analitik dibersihkan mengikuti ketentuan instruksi kerja

4.

Mengkondisikan lingkungan tempat kerja

4.1

Parameter-parameter lingkungan kerja yang diperlukan diidentifikasi mengikuti SOP atau lembar instruksi kerja

4.2

Parameter kerja yang tidak sesuai, diatur dan disiapkan sesuai kebutuhan

4.3

Parameter kondisi lab yang tidak bisa dihadirkan, dilaporkan ke atasan langsung

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk laboratorium yang melaksanakan analisis rutin pada tingkat ketelitian sedang secara kimia maupun mikrobiologis 2. Prosedur kerja atau Instruksi Kerja yang digunakan diperoleh dari kumpulan

25

prosedur lab, ketentuan perusahaan atau instruksi kerja dari atasan. Buku catatan penggunaan bahan kimia, adalah yang berlaku di tempat kerja. 3. Buku pegangan antara lain adalah Teknik Perawatan Peralatan Laboratorium dan Disain Laboratorium Analitik atau buku panduan dari perusahaan, 4. Peralatan yang digunakan: • • • Peralatan umum: alat pelindung diri seperti kacamata, sarung tangan, sepatu boot, dan pakaian pelindung Peralatan pelaksanaan: ember, sikat, lap, pembersih vakum, exhaust fan, dan sapu Peralatan pendukung: termometer, humidimeter, barometer, draft meter, dan lux meter 5. Bahan: • • Bahan-bahan penetral seperti natrium karbonat, asam asetat, kapur, dan air bahan-bahan pencuci seperti teepol, sodium fosfat, dan sejenisnya

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara: • • • • Lisan atau tulis untuk menguji pengetahuan jenis-jenis bahan pengotor, bahanbahan pembersih, dan cara membersihkan laboratorium dan peralatan Demo untuk membersihkan beberapa jenis peralatan lab yang kotor Praktik langsung di laboratorium dengan menyiapkan laboratorium untuk keperluan analisis rutin Observasi buku log analis, buku catatan laboratorium, dan buku log peralatan yang berhubungan dengan aktivitas kerja peserta uji di tempat kerja 2. Aspek kritis yang harus dipenuhi: • • Kesalahan dalam menentukan bahan pencuci akan berakibat kegagalan proses pembersihan dan gangguan pada proses analisis kimia Bahan pencuci berbasis fosfat tidak boleh digunakan untuk mencuci peralatan gelas 3. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: • • • Mekanisme pencucian Teknik perawatan dan layanan peralatan laboratorium Klasifikasi dan penyimpanan bahan kimia

26

K3 terutama yang berhubungan dengan penyimpanan dan pembuangan bahan kimia

4. Keterampilan pendukung yang diperlukan: • • • Mengenal dan membedakan bahan-bahan pencuci Melarutkan dan menggunakan bahan pencuci Melaksanakan proses pencucian

5. Keberhasilan unit kompetensi ini sangat ditentukan oleh kemampuan memilih bahan pencuci dan keterampilan melaksanakan proses pencucian

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

27

Kode Unit: KA.LAB.D.004.A Judul Unit: Menyimpan Pereaksi yang Masih Bisa Digunakan dan Membuang Pereaksi yang Kadaluarsa Uraian Unit: Unit kompetensi ini digunakan oleh laboran (analis pelaksana muda) untuk menyimpan pereaksi yang masih bisa digunakan dan membuang pereaksi (termasuk sisa pereaksi) yang kadaluarsa Sub Kompetensi 1. Mengidentifikasi pereaksi 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Sifat pereaksi yang masih di dalam kemasan asli, diidentifikasi dari kode label pada wadah kemasan pereaksi 1.2 Pereaksi yang sudah dibuat menjadi larutan, diidentifikasi berdasarkan label yang tertera pada wadah penyimpan pereaksi 1.3 Pereaksi yang tidak memiliki label, dipisahkan atau dibuang sesuai ketentuan perusahaan 1.4 Pereaksi yang sudah kadaluarsa atau memerlukan standardisasi ulang

diidentifikasi dari tanggal pembuatan atau preparasi 2. Mengelompokkan pereaksi berdasarkan jenis dan sifatnya 2.1 Pereaksi dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifat reaktifitas 2.2 Pereaksi-pereaksi yang bersifat pengoksid kuat harus dijauhkan dari pereaksi-pereaksi yang mudah terbakar sesuai ketentuan K3 dan ketentuan perusahaan

28

2.3

Pereaksi-pereaksi yang memerlukan standardisasi ulang, diberi label dan dikelompokkan tersendiri

2.4.

Pereaksi-pereaksi yang kadaluarsa, dipisahkan dari pereaksi-pereaksi yang belum kedaluarsa

3.

Menyimpan pereaksi

3.1

Pereaksi-pereaksi yang masih dalam kemasan asli dipisahkan dari pereaksipereaksi yang sudah pernah dibuka dari kemasan aslinya

3.2

Pereaksi-pereaksi yang sudah disiapkan menjadi pereaksi untuk analisis kimia dipisahkan dari pereaksi yang masih dalam keadaan asli

3.3

Label pereaksi yang mengalami kerusakan atau kurang jelas, diganti dengan label baru sesuai ketentuan penggantian label pereaksi

3.4

Pereaksi-pereaksi disimpan dalam wadah dan kelompok mengikuti ketentuan lembar data sifat keamanan bahan (MSDS)

4.

Membuang pereaksi yang kedaluarsa

4.1.

Pereaksi-pereaksi yang sudah kedaluarsa, dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifat reaktifitasnya

4.2

Sebelum dibuang, dilaksanakan proses penetralan mengikuti ketentuan K3 atau instruksi kerja

4.3 Pereaksi yang sudah dinetralkan dibuang ke dalam wadah tertentu mengikuti ketentuan teknik penanganan limbah laboratorium atau ketentuan perusahaan

29

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk pereaksi-pereaksi yang bersifat umum dan diperlukan untuk menyimpan pereaksi yang masih bisa digunakan dan membuang pereaksi yang kedaluarsa sesuai ketentuan K3. Unit kompetensi ini tidak berlaku untuk menyimpan dan membuang pereaksi-pereaksi yang bersifat khusus (spesifik) seperti pereaksi-pereaksi untuk keperluan analisis instrumental. 2. SOP atau Instruksi Kerja yang digunakan terutama yang berhubungan dengan K3 3. Buku manual yang digunakan adalah katalog bahan kimia atau Lembar Data Keamanan Bahan (MSDS, Material Safety Data Sheets) 4. Peralatan yang digunakan: 1. Peralatan umum: botol-botol pereaksi (bening, amber, plastik, dll) 2. Peralatan pelaksanaan: rak pereaksi 3. Bahan: Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara: • Lisan atau tulis untuk menguji pengetahuan mengenai kode labelling pada kemasan bahan kimia, pengelompokan sifat bahan-bahan kimia, tanda-tanda pereaksi yang kedaluarsa, dan cara menentukan jika suatu larutan pereaksi memerlukan standardisasi ulang • • Demo untuk menunjukkan pereaksi yang bersifat mudah terbakar, pengoksid, korosif, racun, dan sebagainya berdasarkan kode labeling Praktik langsung di laboratorium dengan melaksanakan penyortiran pereaksi yang kedaluarsa, memerlukan standardisasi ulang, dan masih dalam kondisi baik • • Observasi buku log analis, dan buku catatan laboratorium, di tempat kerja

2. Aspek kritis yang harus dipenuhi: Kesalahan dalam menentukan sifat pereaksi dapat berakibat terjadinya kecelakaan (ledakan, kebakaran, atau pembentukan gas beracun). 3. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: • • • Tatacara penulisan label pereaksi Pengenalan bentuk kristal senyawaan berbentuk hablur Pengenalan bahan berdasarkan bau

30

4. Keterampilan pendukung yang diperlukan: • • Ketrampilan memilah dan memilih pereaksi yang sudah kedaluarsa

5. Keberhasilan unit kompetensi ini sangat ditentukan oleh: Pengetahuan dalam memahami kode sifat bahan kimia pada label kemasan

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 2

Level 1

31

Kode Unit: KA.LAB.D.005.A Judul Unit: Membersihkan dan Merawat Peralatan Gelas, Keramik dan Alat Penunjang Kerja Lainnya Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan menyiapkan peralatan dan bahan pembersih serta membersihkan dan merawat peralatan gelas, keramik dan alat penunjang lainnya Sub Kompetensi 1. Menyiapkan peralatan dan bahan pembersih 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Peralatan gelas yang retak, rompes, atau pecah dicatat, kemudian disingkirkan atau dibuang sesuai ketentuan perusahaan 1.2 Peralatan yang kotor dikelompokkan sesuai dengan sifat dan jenis kotorannya 1.3 Peralatan dan bahan pembersih yang diperlukan ditentukan berdasarkan sifat kotoran pada peralatan yang akan dibersihkan 1.3 Alat bantu proses pembersihan dan alat pelindung diri yang diperlukan diidentifikasi sesuai dengan jenis kotoran dan fungsi alat yang akan dibersihkan 1.4 Peralatan dan bahan pembersih yang sesuai disiapkan mengikuti ketentuan instruksi kerja 2. Membersihkan peralatan 2.1 Proses pembersihan (diseka, disiram, disikat, dipoles, direndam, dlsb) ditentukan berdasarkan sifat kotoran dan fungsi peralatan dan dilaksanakan mengikuti ketentuan instruksi kerja

32

2.2

Proses pembersihan peralatan dilaksanakan segera setelah peralatan selesai digunakan

2.3

Peralatan yang digunakan untuk keperluan analisis mikrobiologis, setelah dibersihkan disterilisasi menggunakan autoklaf

2.4.

Peralatan logam berkarat yang dibersihkan dengan cara abrasi, harus dilanjutkan dengan proses pasifasi dan pengecatan

2.5

Air buangan proses pembersihan ditampung dan diolah sesuai ketentuan K3.

3.

Merawat peralatan

3.1

Peralatan gelas bukan alat ukur yang telah dibersihkan, dikeringkan mengikuti ketentuan instruksi kerja

3.2

Alat ukur volume dari gelas dikeringkan dengan cara-cara yang diizinkan untuk alat ukur gelas

3.3

Jika perlu, bagian-bagian bergerak dilumasi kembali dengan pelumas yang sesuai atau mengikuti instruksi kerja

3.4

Semua peralatan yang sudah dibersihkan disimpan sesuai spesifikasi peralatan mengikuti ketentuan instruksi kerja

3.4

Semua peralatan gelas bertutup asah, disimpan dalam keadaan tutup terbuka

3.5.

Peralatan logam yang bisa berkarat, harus selalu dilapisi bahan pelindung

3.5 Peralatan diperlakukan dan digunakan sesuai spesifikasi alat

33

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini diperlukan untuk membersihkan dan merawat peralatan gelas, keramik dan peralatan penunjang lainya yang dilaksanakan oleh analis pelaksana muda (laboran) 2. Unit kompetensi ini memerlukan SOP atau Instruksi Kerja untuk membersihkan peralatan gelas, keramik, dan penunjang. 3. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum laboratorium, gelas kimia, lap, tapas cuci, tapas SS, Peralatan khusus : Pengering (oven), hot air dryer, tabung pralon (untuk merendam buret dan pipet) 4. Bahan: teepol, deterjen, kalium dikromat teknis, asam sulfat teknis, KOH teknis, natrium sulfat, natrium sulfit, asam/basa, pelarut organik, dan air bebas mineral. Untuk membersihkan perlatan logam diperlukan Rust Penetrant (WD-40), amplas, dan cat semprot kemasan Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan dengan cara: • Tulis dan lisan: untuk menguji pengetahuan mengenai proses pembersihan peralatan gelas, keramik, dan logam; jenis-jenis bahan pengotor dan cara membersihkannya. • Demo untuk mengetahui kemampuan peserta ujian dalam melaksanakan pembersihan buret, pipet, gelas kimia, cawan porselin, dan cawan platina 2. Aspek kritis yang harus dipenuhi: • Alat ukur gelas tidak boleh dipanaskan lebih dari 60oC. Jika alat ukur gelas sudah mengalami pemanasan di atas 60oC dalam waktu yang cukup lama, maka alat ukur perlu kalibrasi ulang. • • Pemilihan bahan pencuci harus sesuai dengan jenis kotoran yang akan dicuci Setelah melaksanakan unit kompetensi ini, tidak boleh ada air yang menempel pada bagian dalam peralatan gelas jika air yang ditampung dikeluarkan 3. Pengetahuan dan keterampilan pendukung yang diperlukan : • • • Pengenalan sifat dan jenis bahan pengotor dan bahan pencuci yang sesuai dengan bahan pengotor ybs Penentuan cara atau teknik proses pencucian Sifat kimia dan sifat fisika bahan-bahan pembersih yang digunakan

34

Keterampilan pendukung: Kemampuan memilih alat bantu pembersih peralatan gelas, keramik dan peralatan penunjang lainya

4. Keberhasilan unit kompetensi ini sangat ditentukan oleh penentuan sifat bahan pengotor, pemilahan bahan pencuci, dan penentuan teknik pembersihan kotoran

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

35

Kode Unit : KA.LAB.D.006.A Judul Unit : Melaksanakan Pengambilan dan Penanganan Sampel Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk mendapatkan sampel yang representative sebagai bagian dari aktivitas kontrol mutu Sub Kompetensi 1. Menyiapkan Pengambilan Sampel 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Peralatan pengambilan sampel disiapkan sesuai dengan instruksi kerja atau standar perusahaan 1.2 Alat pelindung diri dikenakan sesuai ketentuan instruksi kerja 1.3 Lokasi dan titik pengambilan sampel disesuaikan dengan alur proses industri atau mengikuti standar perusahaan 1.4 Jumlah sampel dan cara-cara penanganan sampel mengikuti ketentuan instruksi kerja 1.5 Tiap sampel yang sudah diambil diberi label bertuliskan tanggal, lokasi pengambilan sampel, dan pelaksana pengambilan sampel 2. Menangani Sampel di Laboratorium 2.1 Kondisi fisik kemasan sampel dan formulir permintaan analisis diperiksa dengan teliti 2.2 Jika dianggap perlu dilakukan validasi sampel terutama dengan menanyakan informasi jenis sampel, cara

pengambilan sampel, dan pelaksana pengambilan sampel

36

2.3

Sampel yang tidak memenuhi syarat (kemasan, jenis, jumlah, cara pengambilan, dll) yang telah ditetapkan dikembalikan disertai alasan pengembalian

2.3

Sampel yang memenuhi syarat, diberi nomor dan dicatat dalam buku log penerimaan sampel.

3.

Mengenal dan Memilih Metode Analisis

3.1

Sifat fisik dan kimia sampel dan formulir permintaan analit yang akan ditetapkan (parameter analisis), diperiksa dengan seksama

3.2

Sampel dicocokkan dengan formulir untuk melihat karakteristik sampel, parameter analisis dan tujuan analisis.

3.3

Metode analisis ditetapkan sesuai dengan karakteristik sampel dan tujuan analisis mengikuti instruksi kerja

4.

Melaksanakan kuartering

4.1

Sampel dihomogenkan dengan cara yang sesuai dengan jenis dan sifat sampel bersangkutan

4.2

Sampel yang telah homogen dibagi menjadi bagian yang lebih kecil mengikuti instruksi kerja untuk jenisjenis sampel yang sesuai

4.3

Proses kuartering diteruskan sampai diperoleh jumlah sampel yang mencukupi untuk analisis

5.

Menyiapkan Sampel untuk 5.1 analisis

Perlakuan awal terhadap sampel (dikeringkan, diawetkan, digerus, dilarutkan, dikeringkan, dll) disesuaikan dengan sifat fisik sampel mengikuti ketentuan SOP

37

5.2

Sampel yang telah menjalani perlakuan awal dimasukkan ke dalam kemasan baru dan diberi label dan nomor yang sama dengan kemasan asal

5.3

Sampel sisa dalam kemasan asal disimpan dalam sistem arsip untuk jangka waktu tertentu sesuai ketentuan perusahaan

5.4

Sampel yang siap dianalisis didistribusikan ke laboratorium sesuai SOP

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk pengambilan sampel untuk tujuan kontrol mutu atau jaminan mutu terutama pada unit In Line Laboratory 2. Unit kompetensi ini memerlukan SOP sebagai panduan melaksanakan tugas pengambilan dan penanganan sampel. Instruksi kerja dapat dibuat sebagai kelengkapan SOP 3. Kelengkapan kerja adalah buku catatan penerimaan sampel 4. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum: wadah sampel (disesuaikan dengan jenis dan kondisi sampel) Peralatan pelaksanaan: peralatan pengambil sampel (disesuaikan dengan jenis dan kondisi sampel) 5. Bahan: bahan pengawet untuk sampel-sampel tertentu Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara: • Lisan atau tulis untuk menguji penguasaan teoritis mengenai teknik-teknik pengambilan sampel, jenis-jenis sampel yang memerlukan pengawetan, persyaratan yang harus dimiliki oleh sampel yang diambil, dan unsur-unsur administratif yang harus dilaksanakan • Demo untuk menguji ketrampilan dalam mengidentifikasikan sampel dan kemasan sampel, melakukan proses homogenisasi, dan pelaksanaan kuartering untuk memperkecil jumlah massa sample.

38

• •

Praktik langsung di laboratorium dengan melaksanakan penyiapan sampel cairan dan sampel padatan Observasi buku log analis, buku catatan laboratorium, dan dokumen-dokumen penerimaan/pengambilan sampel

2. Aspek kritis yang harus dipenuhi: • Pelaksanaan unit kompetensi ini minimal harus mampu mengambil sampel dari ban berjalan (conveyor), dan cairan yang mengalir secara terus menerus 3. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: • • • • • Sifat-sifat bahan anorganik dan bahan organik Fasa benda (padat, cair, gas) Jenis-jenis larutan, emulsi dan koloidal

4. Keterampilan pendukung yang diperlukan: Keterampilan mengambil sampel padatan, cairan, gas, dan campuran Kemampuan menentukan posisi yang mewakili bahan curah yang diambil sampelnya 5. Keberhasilan unit kompetensi ini sangat ditentukan oleh: • • Kemampuan membedakan antara sampel yang memerlukan pengawetan dan yang tidak memerlukan pengawetan Kemampuan membedakan campuran heterogen dan campuran homogen

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 1

Level 2

Level 1

Level 1

Level 1

Level 2

Level 1

39

Kode Unit: KA.LAB.D.007.A Judul Unit: Membuat dan Menstandarisasi Larutan/Pereaksi Uraian Unit: Unit kompetensi ini digunakan untuk menyiapkan larutan pereaksi yang akan digunakan pada proses analisis kimia rutin pada tingkat ketelitian rendah, sedang, dan tinggi Sub Kompetensi 1. Memilih dan mengidentifikasi pereaksi 1.1. Kriteria Unjuk Kerja Alat pelindung diri dikenakan sesuai dengan sifat dan tingkat bahaya bahan kimia yang akan ditangani 1.2 Jenis dan kualitas pereaksi yang akan disiapkan ditentukan berdasarkan instruksi kerja 1.3. Pereaksi yang akan disiapkan diidentifikasi kondisi fisik dan kimianya mengikuti ketentuan SOP. 1.4. Pereaksi yang tidak memiliki ciri kondisi yang sesuai dengan ketentuan SOP, disingkirkan dan diberi label catatan ketidaksesuaian yang ada 1.5. Pereaksi yang memiliki ciri kondisi yang sesuai dengan SOP diproses lebih lanjut mengikuti ketentuan instruksi kerja 2. Menyiapkan larutan 2.1 Pelarut yang akan digunakan disesuaikan dengan instruksi kerja 2.2 Jumlah bahan yang diperlukan untuk membuat larutan, dihitung sesuai kebutuhan dan dicatat di dalam buku log laboratorium dan buku catatan analis

40

2.3

Peralatan yang akan digunakan untuk membuat larutan dipilih sesuai instruksi kerja dan tingkat ketelitian yang dibutuhkan

2.4

Kualitas air suling (atau air kondensat, atau air bebas mineral) yang digunakan, diperiksa menggunakan konduktometer dan pH-meter

2.5

Teknik pelarutan bahan atau pengenceran larutan induk dilaksanakan mengikuti ketentuan K3 dan instruksi kerja

3.

Menstandarisasi larutan

3.1

Bahan baku standar primer dipilih mengikuti jenis dan sifat larutan yang akan distandardisasi

3.2

Peralatan yang akan digunakan untuk menstandarisasi larutan disesuaikan dengan tingkat ketelitian analisis dan jumlah volume yang akan digunakan

3.3

Larutan bahan baku primer disiapkan pada tingkat ketelitian satu tingkat lebih tinggi dari hasil akhir yang diperlukan

3.4

Indikator yang digunakan pada proses standardisasi dipilih berdasarkan sifat standardisasi dan disiapkan mengikuti SOP

3.5

Proses standardisasi dilaksanakan mengikuti ketentuan GLP

3.6 Semua data dicatat pada buku catatan analis dengan cara yang benar

3.

Menghitung dan melaporkan hasil standardisasi

4.1

Hasil pengukuran dalam proses standardisasi dihitung dengan cara yang

41

benar untuk memperoleh hasil akhir yang diperlukan 4.2 Nilai ketidakpastian ditentukan berdasarkan tingkat ketelitian penyiapan proses standardisasi dan tingkat ketelitian skala alat ukur yang digunakan 4.3 Semua proses perhitungan dan hasil akhir dicatat dalam buku catatan analis 4.4 Hasil akhir, tanggal penyiapan larutan dan tanggal pelaksanaan standardisasi dicatat dalam buku log laboratorium 4.5 Pada kemasan larutan yang baru dibuat dan/atau baru distandardisasikan dibuatkan label sesuai ketentuan penulisan label (etiket) pada kemasan pereaksi Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk membuat larutan pereaksi, mengencerkan larutan, membuat larutan indikator, dan standardisasi/restandardisasi larutan-larutan pereaksi untuk analisis rutin dan tidak rutin 2. Prosedur analisis atau Instruksi Kerja yang digunakan disesuaikan dengan jenis dan tingkat ketelitian larutan yang akan dibuat 3. SOP yang digunakan digunakan terutama yang berhubungan dengan K3 dan penanganan bahan kimia beracun dan berbahaya 4. Peralatan yang digunakan: • Peralatan umum: peralatan gelas dan neraca analitik

5. Bahan: bahan standar primer sesuai dengan jenis larutan yang disiapkan atau distandardisasikan Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan secara langsung di tempat kerja maupun di tempat lain sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Metode yang dapat digunakan untuk penilaian dapat berupa : • Pertanyaan lisan dan tertulis untuk menguji penguasaan teoritis mengenai

42

bahan baku primer, jenis-jenis pelarut, jenis-jenis titrasi, dan jenis-jenis indikator. • • • Demo menyiapkan larutan, memilih indikator, dan menstandarisasi beberapa jenis larutan Observasi buku catatan analis dan dokumentasi laboratorium

2. Aspek kritis yang harus dipenuhi: Pelaksanaan unit kompetensi ini minimal harus mampu menyiapkan dan menstandardisasi larutan pada tingkat ketelitian tinggi (kesalahan maksimum 1%) • • Kesalahan teknik mengencerkan asam sulfat pekat dapat menimbulkan kecelakaan Analis harus mampu mengidentifikasi pereaksi yang sudah mengalami kerusakan permanen, kerusakan sementara yang masih bisa dipulihkan, dan pereaksi yang masih dalam keadaan bagus • Menentukan perlakuan awal atas pereaksi-pereaksi tertentu sebelum dilakukan penimbangan 3. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: • • • • • • • • • • • • Pengenalan kualitas bahan kimia Bahan-bahan kimia berbahaya dan cara menanganinya Jenis-jenis titrasi Jenis-jenis indikator, sifat kerja, dan penggunaannya Jenis-jenis bahan baku primer dan cara-cara penyiapan larutannya Batas kedaluarsa pereaksi-pereaksi Kemometri berdasarkan konsep mol

4. Keterampilan pendukung yang diperlukan: Menimbang padatan dan cairan minimal sampai resolusi 1 miligram Melarutkan bahan dengan cara yang tepat dan benar Melaksanakan titrasi Menggunakan MSDS Memperlakukan bahan acuan primer dan pereaksi-pereaksi

5. Keberhasilan unit kompetensi ini sangat ditentukan oleh pengenalan kualitas pereaksi dan cara-cara menyiapkannya

43

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 2

Level 2

Level 1

44

Kode Unit: KA.LAB.D.008.A Judul Unit: Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja termasuk meminimalkan terjadinya kecelakaan kerja. Sub Kompetensi 1. Membersihkan area kerja 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Area kerja telah dibersihkan sesuai prosedur 1.2 Tumpahan larutan, pereaksi atau bahan lain pada area kerja telah dibersihkan sesuai prosedur 1.3 Situasi yang tidak normal dikenali, dicatat dan dilaporkan 1.4 2. Mengikuti prosedur keselamatan kerja 2.1 2.2 Higienis area kerja dipelihara Tanda bahaya dikenali Alat-alat keselamatan kerja tersedia dan siap digunakan 2.3 Pereaksi dan bahan kimia berbahaya diberi label dan ditangani sesuai prosedur 2.4 Alat pelindung diri digunakan sesuai persyaratan 2.5 Kecelakaan / insiden yang terjadi segera ditangani dan dilaporkan sesuai prosedur 3. Melaksanakan penanganan limbah sesuai prosedur 3.2 3.1 Jenis dan bahan pencemar lingkungan dikenali Metode kerja yang meminimalkan limbah dipilih sesuai dengan kebutuhannya 3.3 Prosedur pembuangan limbah diikuti

45

3.4

Ketidak sesuaian buangan limbah dilaporkan

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini ini menjelaskan cara kerja yang aman sesuai dengan keselamatan dan kesehatan kerja yang harus dikuasai oleh kandidat. 2. Setiap personil diwajibkan untuk bertanggungjawab terhadap keselamatan dan kesehatan kerja dalam melaksanakan pekerjaan . 3. Unit kompetensi ini dilaksanakan mengikuti prosedur, yang mencakup • GLP • Standard operating procedures • Spesifikasi bahan • Spesifikasi limbah • Prosedur perusahaan • Peraturan keselamatan kerja • MSDS Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada kandidat di tempat kerja maupun di tempat lain sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, Metode yang dapat digunakan untuk penilaian kandidat dapat berupa : • Pengamatan terhadap kandidat dalam memilih bahan pembersih area kerja • Pengamatan terhadap kandidat dalam memilih dan menggunakan alat pelindung diri dan alat keselamatan kerja • Pengamatan terhadap kandidat dalam menangani tumpahan bahan berbahaya • Pengamatan terhadap kandidat dalam menanggulangi pencemaran dari limbah yang dihasilkan • Memeriksa buku catatan dan dokumentasi kandidat • Pertanyaan lisan dan tertulis • Umpan balik dari penyelia 2. Aspek kritis yang harus diuji pada kandidat adalah : Kompetensi ini harus ditunjukkan dengan kemampuan kandidat untuk melaksanakan pekerjaan sesuai prosedur keselamatan kerja. Penilai harus mencari bukti bahwa kandidat mampu : • Menggunakan bahan-bahan yang khusus untuk membersihkan area kerja

46

• Memilih dan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai standar • Memilih dan menggunakan metode yang meminimalkan limbah • Menangani limbah dan bahan tumpahan sesuai prosedur 3. Pengetahuan dan keterampilan pendukung yan harus dimiliki untuk tercapainya unit kompetensi ini, kandidat harus menguasai : • Material Safety Data Sheet (MSDS) • Sistem Managemen Lingkungan atau ISO 14001 • Jenis dan fungsi bahan pembersih • Jenis-jenis peralatan pelindung diri • Jenis-jenis dan sifat bahan kimia berbahaya • Jenis-jenis dan sifat limbah

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 1

Level 1

Level 1

Level 2

Level 1

Level 1

Level 1

47

Kode Unit: KA.ANA.P.009.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Fisika Non Instrumental Uraian Unit:
Unit kompetensi ini meliputi kemampuan untuk melakukan analisis fisika untuk menunjang analisis kimia tanpa menggunakan instrumen fisika analitik khusus seperti pengukuran kerapatan, kekentalan, titik nyala, titik tuang, titik bakar, dll.

Sub Kompetensi 1. Menyiapkan peralatan 1.1

Kriteria Unjuk Kerja Peralatan yang akan digunakan disiapkan sesuai tingkat ketelitian dan parameter yang akan diukur/ditetapkan 1.2 Alat pelindung diri dikenakan sesuai instruksi kerja pelaksanaan pengukuran atau pengukuran/penetapan parameter yang diperlukan 1.3 Kondisi penunjang analisis disiapkan sesuai ketentuan instruksi kerja 1.4 Kondisi penunjang yang tidak bisa dihadirkan dan menyimpang dari ketentuan harus dicatat dan dilaporkan ke atasan

2.

Menyiapkan sampel

2.1

Sampel yang akan dianalisis diperiksa dan dicocokkan dengan ketentuan perusahaan atau instruksi kerja

2.2

Sampel yang tidak memenuhi persyaratan dicatat dan dilaporkan ke atasan

2.3

Sampel disiapkan mengikuti ketentuan instruksi kerja

3.

Melakukan pengujian

3.1

Status kalibrasi alat ukur diperiksa dari buku catatan laboratorium, buku log peralatan, atau label pada alat ukur

48

3.2

Proses pengukuran parameter uji dilaksanakan mengikuti prosedur kerja untuk parameter uji bersangkutan

3.3

Hasil pengukuran dibaca dan dicatat dalam buku catatan analisis mengikuti ketentuan angka penting dan diulang tiga kali.

4.

Menghitung dan Melaporkan Hasil Uji

4.1

Hasil akhir dihitung dari hasil pengukuran ulangan

4.2

Nilai ketidakpastian dihitung dari penyimpangan kondisi penunjang atau dari deviasi pengukuran ulangan

4.3

Hasil akhir dicatat dalam buku log laboratorium dan formulir analisis dengan memperhatikan ketentuan angka penting

4.4 Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja

Hasil uji dilaporkan sesuai instruksi kerja

1. Unit ini berlaku untuk melaksanakan analisis fisika penunjang analisis kimia tanpa menggunakan instrumen fisika analitik, meliputi pengukuran kerapatan, kekentalan, temperatur, titik leleh, titik beku, titik nyala, titik bakar, dan kekerasan. 2. Prosedur analisis atau Instruksi Kerja yang digunakan (disesuaikan dengan parameter yang akan dianalisis) dapat diperoleh dari standar internasional, SNI, atau standar perusahaan 3. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum: neraca analitik dan peralatan gelas Peralatan pelaksanaan (disesuaikan dengan parameter yang dianalisis), a.l.: hidrometer/densitometer, termometer, viskosimeter, piknometer, dan jam henti (stop watch) 5. Bahan: bahan pembanding untuk parameter tertentu (disesuaikan dengan ketentuan prosedur kerja)

49

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara: • Lisan atau tulis untuk mengetahui penguasaan teoritis mengenai parameterparameter fisika dan cara mengukurnya, kesalahan sistematis, kesalahan tidak sistematis, rambat kesalahan, dan faktor-faktor penunjang pengukuran yang diperlukan • • Demo untuk melaksanakan pengukuran atau penetapan kerapatan benda berbentuk tidak teratur, butiran (seperti beras), serbuk (seperti semen), dan cair Praktik langsung di laboratorium dengan melaksanakan pengukuran atau penetapan viskositas, pengukuran temperatur, dan pengukuran titik nyala atau titik bakar • Observasi buku catatan analis dan buku catatan laboratorium, yang berhubungan dengan aktivitas kerja peserta uji di tempat kerja 2. Aspek kritis yang harus diperhatikan: • • • • • • • • • Unit kompetensi ini minimal harus mampu dilaksanakan pada tingkat kesalahan maksimal 1% Pengukuran yang tidak didukung oleh kondisi lingkungan kerja, akan memberikan bias yang melampaui 1% Pemilihan peralatan harus sesuai dengan sifat sampel yang dianalisis

3. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: Good Measuring Practice Satuan-satuan primer, satuan-satuan sekunder, dan satuan-satuan relatif Teori galat dan konsep angka penting

4. Keterampilan pendukung yang diperlukan: Keterampilan menggunakan peralatan fisika klasik Keterampilan bekerja dengan konsep angka penting Kemampuan menentukan nilai ketidakpastian pengukuran berdasarkan teori galat dan konsep angka penting 5. Keberhasilan unit kompetensi ini sangat ditentukan oleh: • • • Kondisi penunjang seperti temperatur, tekanan, kelembaban, dan getaran Status kalibrasi peralatan Cara menggunakan alat ukur fisika klasik

50

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 1

Level 1

Level 1

Level 2

Level 1

Level 1

51

Kode Unit: KA.ANA.U.010.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Gravimetri Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk mempersiapkan sampel, melakukan analisis gravimetri, dan melaporkan hasil analisis pada aktivitas analisis rutin. Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan analisis 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Instruksi kerja disimak untuk mendapatkan informasi parameter yang akan ditetapkan dan tingkat ketelitian yang diperlukan 1.2 Kondisi fisik sampel diperiksa dan diamati untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyimpangan dari ketentuan perusahaan 1.3 Sampel yang tidak memenuhi persyaratan perusahaan, dicatat dan dilaporkan ke atasan 1.4 Peralatan analisis, pelarut, pereaksi dan alat pelindung diri disiapkan mengikuti ketentuan SOP 1.5 Sampel ditimbang atau diukur dalam jumlah sesuai ketentuan instruksi kerja (IK) 2. Melaksanakan analisis gravimetri 2.2 2.1 Teknik analisis yang akan dilaksanakan dipilih berdasarkan instruksi kerja Penyiapan sampel disesuaikan dengan sifat sampel dan dilaksanakan mengikuti instruksi kerja 2.3 Pengaturan proses pengendapan atau penguapan dilaksanakan mengikuti

52

ketentuan instruksi kerja 2.4 Proses penyaringan dan pencucian endapan disesuaikan dengan sifat endapan dan dilaksanakan mengikuti instruksi kerja 2.5 Proses pemantapan endapan akhir (dikeringkan, diovenkan atau dipijarkan) dilaksanakan sesuai instruksi kerja 2.6 Penimbangan bobot akhir dilaksanakan mengikuti instruksi kerja atau ketentuan perusahaan 3. Mencatat dan melaporkan hasil analisis 3.1 Semua proses pengukuran dalam pelaksanaan analisis dicatat dalam buku catatan analis 3.2 Hasil penimbangan dihitung untuk mendapatkan hasil akhir yang diperlukan 3.3 Penimbangan sampel awal, penimbangan sisa endapan, dan hasil akhir dicatat dalam buku log laboratorium dengan cara yang benar 3.4 Hasil analisis gravimetri dituliskan ke dalam format hasil dan dilaporkan Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini digunakan untuk melaksanakan metode analisis gravimetri pada aktivitas analisis rutin. 2. Pelaksanakan prosedur analisis harus mengikuti ketentuan instruksi kerja. 3. Buku manual yang berlaku adalah buku manual peralatan yang digunakan untuk pelaksanaan analisis 4. Peralatan yang digunakan: • Peralatan umum : neraca analitik, kaca arloji atau botol timbang, peralatan gelas, pipet tetes, corong, kertas saring • Peralatan khusus : Bunsen, maker, oven, tanur, desikator, ruang asam 5. Bahan: bahan pelarut yang sesuai dengan sampel yang dianalisis, pereaksi

53

pengendap, dan bahan pencuci yang mengandung ion sekutu dengan endapan yang dicuci

Acuan Penilaian 1. Penilaian dilakukan dengan cara: • Lisan atau tulisan untuk mengetahui latar belakang teoritis mengenai teknikteknik analisis gravimetri, teknik-teknik pembentukan endapan, teknik-teknik pencucian endapan, dan teknik-teknik pemantapan sifat endapan • Demo atau peragaan di tempat kerja untuk memperlihatkan kemampuan (skill) dalam melaksanakan proses-proses pengendapan, penyaringan, pencucian endapan, pengovenan, pengabuan, menggunakan eksikator/desikator, dan menimbang sisa endapan. • Observasi buku catatan analis, dokumen laboratorium mengenai pelaksanaan analisis bersangkutan, atau laporan pihak ketiga 2. Instruksi Kerja dan buku manual yang berlaku untuk unit kompetensi ini disesuaikan dengan peralatan yang digunakan. 3. Aspek kritis yang harus diujikan pada kandidat adalah : • • • Dalam melaksanakan unit kompetensi ini kesalahan analisis untuk sampel simulasi tidak boleh melampaui 2% Teknik pencucian harus menggunakan pencuci yang mengandung ion sekutu Sisa endapan yang ditimbang minimal 100x skala terkecil neraca analitik yang digunakan 4. Pengetahuan pendukung yang harus dimiliki untuk tercapainya unit kompetensi ini: • • • • • • Teknik-teknik pelarutan sampel Teknik-teknik pengendalian proses pengendapan Aspek-aspek penyebab kesalahan analisis gravimetri (ikut mengendap, desolvasi, dll) Pengetahuan mengenai reaksi kimia: reaksi netralisasi (asam-basa), kompleks dan pengendapan Prinsip analisis gravimetri

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: Pemilihan kertas saring yang sesuai

54

• • •

Kemampuan melaksanakan penyaringan, mencuci endapan, mengeringkan endapan dan pengabuan Perhitungan konsentrasi analit sesuai reaksi stokiometri dan konsep mol Memelihara validitas pereaksi

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 1

Level 2

Level 1

Level 2

Level 1

Level 1

55

Kode Unit: KA.ANA.U.011.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Spektrofotometri UV/Visible Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan melakukan Analisis secara Spektrofotometer UV/Visible dari mulai persiapan sampel dan standar, melakukan prosedur analisis serta pelaporan hasil pengujian dalam format yang sesuai Sub Kompetensi 1. Persiapan sampel dan standar 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Bahan yang akan di uji didentifikasi sesuai instruksi kerja (IK) dan syarat keselamatan kerja 1.2 1.3 1.4 Uraian atau keterangan sampel dicatat Sampel disiapkan dan dibuat sesuai IK Pereaksi yang diperlukan dipilih sesuai IK 1.5 Larutan standar dibuat sesuai instruksi kerja 1.6 Instrumentasi dipasang dan dikondisikan siap untuk analisis sesuai IK 2. Melakukan prosedur Analitik 2.1 Spektrofotometer UV/visible dioperasikan sesuai IK 2.2 Deret standar diukur sesuai instruksi kerja 2.3 2.4 Sampel diukur sesuai instruksi kerja Data dicatat dan hasil pengukuran dihitung dalam satuan yang sesuai 2.5 Pereaksi disimpan dan peralatan uji dibersihkan sesuai instruksi kerja 3. Melaporkan hasil pengujian 3.1 3.2 Laporan ditulis dalam format yang sesuai Hasil pengujian dilaporkan kepada pihak yang berwenang

56

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan analisis sampel uji secara rutin yang dapat dilakukan oleh personil laboratorium menggunakan metode spektrofotometer UV/Visibel 2. Dalam melaksanakan prosedur analisis dan membuat kesimpulan hasil analisis harus sesuai dengan instruksi kerja, prosedur K3 dan GLP 3. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum lab. Kimia analitik seperti labu takar, pipet, neraca analitik dan peralatan gelas lainnya Peralatan khusus : Spektrofotometer UV/Visibel

4. Bahan yang digunakan adalah standar analit, pereaksi, dan pelarut yang sesuai dengan sampel yang dianalisis Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan melalui ujian tulis, lisan dan demo untuk mengetahui kemampuan peserta ujian dalam • • • Teori spektrofotometer Prosedur penyiapan sampel Mengoperasikan spektrofotometer dimulai dari menghidupkan sampai dengan mematikannya. 2. Aspek kritis yang harus dipenuhi , penilai harus mengamati bahwa kandidat dapat: • • • • • • • • Menyalakan, mengoperasikan dan mematikan peralatan Memeriksa status kalibrasi. Mempersiapkan dan menguji sampel menggunakan prosedur yang sesuai. Membuat kurva kalibrasi (larutan standar) dan menghitung hasil dalam satuan yang sesuai. Mencatat dan melaporkan hasil dalam format yang sesuai

3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain : KA.KUA.D.002.A Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium Dengan Benar (GLP) KA.LAB.A.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KA.KOM.D.023.A Menggunakan prosedur analisis.

57

4. Pengetahuan dan keterampilan pendukung yang diperlukan : • • • • Prinsip Spektrofotometer UV/Vis Hubungan struktur kimia dengan absorbsi radiasi elektromagnetik Teknik penyiapan sampel khsususnya untuk spektrofotometer Persamaan Lambert-Beer

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 1

Level 1

Level 2

Level 2

Level 1

Level 2

58

Kode Unit: KA.ANA.U.012.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Kolorimetri Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk melakukan analisis secara kolorimetri mulai dari persiapan sampel dan standar, melakukan prosedur analisis dan melaporkan hasil pengujian dalam satuan yang sesuai. Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan sampel dan standar 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Sampel yang akan di uji didentifikasi sesuai instruksi kerja (IK) dan syarat keselamatan kerja 1.2 1.3 1.4 Uraian atau keterangan sampel dicatat Sampel disiapkan dan dibuat sesuai IK Pereaksi yang diperlukan dipilih sesuai IK 1.5 1.6 Dilakukan pembuatan larutan standar Instrumentasi dipasang dan dikondisikan siap untuk analisis sesuai SOP 2. Melakukan prosedur Analitik 2.1 2.2 Instrumentasi dioperasikan sesuai SOP Dilakukan pengukuran standar dan blangko 2.3 Dilakukan pencatatan data dan perhitungan hasil dalam satuan yang sesuai 2.4 Pereaksi yang tidak digunakan disimpan sesuai IK 2.5 Alat uji dibersihkan dan disimpan sesuai IK 3. Melaporkan hasil pengujian 3.1 3.2 Laporan ditulis dalam format yang sesuai Hasil pengujian dilaporkan kepada pihak yang berwenang

59

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan analisis sampel uji secara rutin yang dapat dilakukan oleh personil laboratorium menggunakan metode kolorimetri. 2. Dalam melaksanakan prosedur analisis dan membuat kesimpulan hasil analisis harus sesuai dengan instruksi kerja, prosedur K3 dan GLP 3. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum lab. Kimia analitik seperti labu takar, pipet, neraca analitik dan peralatan gelas lainnya Peralatan khusus : kolorimeter

4. Bahan: standar analit, pereaksi, dan pelarut yang sesuai dengan sampel yang dianalisis Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan melalui ujian tulis, lisan dan demo untuk mengetahui kemampuan peserta ujian dalam : • • • Teori kolorimetri Jenis sampel yang dapat dianalisis dengan kolorimetri. Mengoperasikan kolorimeter dimulai dari menghidupkan sampai dengan mematikannya. 2. Aspek kritis yang harus dipenuhi, penilai harus mengamati bahwa kandidat dapat: • • • • Menyalakan, mengoperasikan dan mematikan peralatan. Mempersiapkan dan menguji sampel menggunakan prosedur yang sesuai. Menghitung hasil dalam satuan yang sesuai. Mencatat dan melaporkan hasil dalam format yang sesuai

3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan melalui ujian tulis, lisan dan demo untuk mengetahui kemampuan peserta ujian dalam • • • Teori spektrofotometer Prosedur penyiapan sampel Mengoperasikan spektrofotometer dimulai dari menghidupkan sampai dengan mematikannya. 2. Aspek kritis yang harus dipenuhi , penilai harus mengamati bahwa kandidat dapat: • Menyalakan, mengoperasikan dan mematikan peralatan

60

• • • • • • • • • • •

Memeriksa status kalibrasi. Mempersiapkan dan menguji sampel menggunakan prosedur yang sesuai. Membuat kurva kalibrasi (larutan standar) dan menghitung hasil dalam satuan yang sesuai. Mencatat dan melaporkan hasil dalam format yang sesuai

3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain : KA.KUA.D.002.A Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium Dengan Benar (GLP) KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KA.KOM.D.023.A Menggunakan prosedur analisis.

4. Pengetahuan dan ketrampilan pendukung yang diperlukan: Prinsip analisis secara absorpsi cahaya Prinsip elektromagnetik Waktu optimum pembentukan warna Teknik penyiapan sampel khsususnya untuk kolorimeter

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 2

Level 2

61

Kode Unit: KA.ANA.U.013.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Volumetri Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan mempersiapkan larutan analisis, melaksanakan analisis volumetri serta melaporkan hasil analisis dalam satuan yang sesuai. Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan larutan analisis 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Sampel yang akan diuji diidentifikasi dan disiapkan sesuai instruksi kerja (IK) dan syarat keselamatan kerja. 1.2 Peralatan gelas dipilih dan disiapkan sesuai IK 1.3 Larutan standar baku dan sampel dibuat sesuai IK 1.4 1.5 2. Melakukan prosedur analisis 2.1 2.2 Indikator dipilih sesuai IK Peralatan titrasi dirangkai sesuai IK Titrasi dilakukan sesuai IK Data dicatat dan konsentrasi sampel dihitung dalam satuan yang sesuai 2.3 Larutan dan peralatan yang telah digunakan dibersihkan,dirawat dan disimpan sesuai IK 3. Melaporkan hasil pengujian 3.1 3.2 Laporan ditulis dalam format yang sesuai Hasil pengujian dilaporkan kepada pihak yang berwenang Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan analisis secara volumetri dalam penentuan konsentrasi sampel uji rutin yang dapat dilakukan oleh personil laboratorium..

62

2. Dalam melaksanakan prosedur analisis dan membuat kesimpulan hasil analisis harus sesuai dengan instruksi kerja, prosedur K3 dan GLP 3. Buku manual yang berlaku untuk analisis volumetri 4. Peralatan yang digunakan: Peralatan gelas untuk volumetric, labu takar, buret, pipet, dan neraca analitik 5. Bahan: standar analit, pereaksi, dan pelarut yang sesuai dengan sampel yang dianalisis Acuan Penilaian 1. Penilaian terutama dilakukan dengan cara demo atau peragaan di tempat kerja. Instruksi Kerja dan buku manual yang digunakan untuk pengujian di sesuaikan dengan peralatan yang digunakan.Penilaian dilanjutkan dengan melalui ujian lisan atau tulisan mengenai aspek pengetahuan 2. Aspek kritis yang harus diujikan pada kandidat adalah : • • • • • • • • Menyiapkan sampel uji dan larutan standar Menggunakan neraca/timbangan dan alat-alat volumetri yang sesuai Memilih dan menggunakan indikator yang sesuai Menentukan titik akhir titrasi Menghitung konsentrasi/kadar analit dalam sampel

3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain : KA.KUA.D.002.A Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium Dengan Benar (GLP) KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KA.KOM.D.023.A Menggunakan prosedur analisis.

4. Pengetahuan dan keterampilan pendukung yang harus dimiliki untuk tercapainya unit kompetensi ini: • • • Pengetahuan mengenai reaksi kimia: reaksi netralisasi (asam-basa), redoks, kompleks dan pengendapan Trayek pH indikator Perhitungan konsentrasi analit sesuai reaksi stoikiometri dan konsep mol

63

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 1

Level 2

Level 1

Level 2

Level 1

Level 1

64

Kode Unit: KA.ANA.P.014.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Mikrobiologi Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan dalam mensterilisasi peralatan / ruang, membuat media , menyiapkan kultur murni Sub Kompetensi 1. Melakukan sterilisasi ruangan laboratorium uji mikrobiologi, 1.2 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Ruangan yang akan disterilisasi disiapkan. Disinfektan yang akan dipakai sebagai bahan untuk desinfektan disiapkan 1.3. Sterilisasi dilakukan. 2. Membuat media 2.1 Media Uji dipilih sesuai kegunaan dengan menggunakan peralatan yang tepat 2.2 2.3 2.4 Peralatan berisi media diberi label Sterilisasi dilakukan Media dikontrol untuk melihat integritasnya. 3. Menyiapkan kultur murni 3.1 3.2 Sumber sampel dijaga intgritasnya Peralatan dan bahan dipilih sesuai prosedur 3.3 Sterilisasi dilakukan untuk mencegah kontaminasi 3.4 3.5 Isolasi mikroba dilakukan Label diberikan pada tempat mikroba dimurnikan 4. Monitoring Kesterilan Ruangan dan peralatan 4.2 4.1 Uji Sweb dilakukan di ruangan dan pada peralatan secara berkala Temperatur dan kelembaban dimonitor secara berkala.

65

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini mencakup teknik aseptic yang digunakan dalam melakukan kerja mikrobiologis. Kontaminasi sumber sample, kontaminasi sample atau kontaminasi silang harus diminimalisasi. 2. Sampel dapat berupa produk minuman, makanan, tanah, air, jaringan tanaman, kultur bakteri , produk farmasi dlsb. 3. Isolasi kultur murni termasuk teknik mengisolasi mikroba dari berbagai jenis sample, menginokulasikan dan mengsubkulturkan sampai diperoleh mikroba yang murni. 4. Media yang dibuat dapat berupa media cair, semi padat atau padat, berlaku juga media untuk kultur jaringan. 5. Laboratorium yang akan dipergunakan untuk analisis mikrobiologis harus

meminimalkan cemaran mikro organisme, sanitasi dan sterilasasi dilakukan sesuai dengan SOP. 6. Peralatan yang digunakan termasuk : • • • • • • • • Laminar air flow Autoklaf Inkubator dan Oven Peralatan gelas Bunsen Refrigator

7. Informasi kerja dapat diperoleh dari : SOP MSDS

Acuan Penilaian 1. Kompetensi harus didemonstrasikan untuk melihat kemampuan dalam

melaksanakan teknik aseptic, membuat media dan mendapatkan kultur murni. Metode penilaian yang dapat digunakan untuk penilaian adalah : • • Pengamatan terhadap kandidat dalam teknik sterlisasi dan memindahkan mikroba Pertanyaan lisan/tertulis untuk menguji pengetahuan

66

2. Aspek kritis yang harus dilihat oleh penilai terhadap kandidat adalah : Mencegah kontaminasi silang dari sumber sample dan sample • • Menggunakan peralatan untuk mencegah kontaminasi Mensterilisasi peralatan

3. Pengetahuan pendukung yang harus dimiliki oleh kandidat untuk mencapai kompetensi ini adalah : • • • • • Prinsip dan jenis-jenis sterilisasi Pertumbuhan mikroba Efek pereaksi kimia dan kerja fisik terhadap pertumbuhan dan kematian mikroba Teknik aseptic dn pemindahan kultur Pengetahuan keselamatan kerja di laboratorium

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 1

Level 2

Level 2

Level 1

Level 1

Level 2

Level 1

67

Kode Unit: KA.ANA.U.015.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Elektrokimia Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan penggunaan teknik elektokimia dalam analisis suatu Sampel mulai dari persiapan sampel dan standar, melakukan prosedur analisis serta melaporkan hasil pengujian dalam format yang sesuai Sub Kompetensi 1. Persiapan sampel dan standar 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Sampel yang akan di uji didentifikasi sesuai Instruksi Kerja (IK) dan syarat keselamatan kerja 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 Uraian atau keterangan Sampel dicatat Sampel disiapkan dan dibuat sesuai IK Dipilih pereaksi yang diperlukan Larutan standar dibuat sesuai IK Instrumentasi dipasang dan dikondisikan siap untuk analisis 2. Melakukan prosedur Analitik 2.1 2.2 Instrumentasi dioperasikan sesuai IK Dilakukan kalibrasi alat dan pembuatan kurva standar sesuai IK 2.3 2.4 Larutan sampel diukur sesuai IK Data hasil pengujian dicatat dan dihitung dalam satuan yang sesuai 2.5 Pereaksi dan peralatan uji dibersihkan, dirawat dan disimpan sesuai IK 3. Melaporkan hasil pengujian 3.1 Laporan ditulis ke dalam format yang sesuai 3.2 Hasil pengujian dilaporkan kepada pihak yang berwenang

68

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan analisis sampel uji secara rutin yang dapat dilakukan oleh personil laboratorium menggunakan metode elektrokimia 2. Dalam melaksanakan prosedur analisis dan membuat kesimpulan hasil analisis harus sesuai dengan instruksi kerja, prosedur K3 dan GLP 3. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum lab. Kimia analitik seperti labu takar, pipet, neraca analitik dan peralatan gelas lainnya Peralatan khusus : Elektrokimia

4. Bahan: standar analit, pereaksi, dan pelarut yang sesuai dengan sampel yang dianalisis Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan melalui ujian tulis, lisan dan demo untuk mengetahui kemampuan peserta ujian dalam : • • • Teori elektrokimia Prosedur penyiapan sampel Mengoperasikan peralatan analisis elektrokimia dimulai dari menghidupkan sampai dengan mematikannya. 2. Aspek kritis yang harus dipenuhi , penilai harus mengamati bahwa kandidat dapat: • • • • Menyalakan, mengoperasikan dan mematikan peralatan Memeriksa status kalibrasi. Mempersiapkan dan menguji sampel menggunakan prosedur yang sesuai. Menghitung hasil dalam satuan yang sesuai.

3. Mencatat dan melaporkan hasil dalam format yang sesuai Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain : • • • KA.KUA.D.002.A Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium Dengan Benar (GLP) KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KA.KOM.D.023.A Menggunakan prosedur analisis.

69

4. Pengetahuan dan keterampilan pendukung yang diperlukan : • • • • Prinsip elektroanalisis (Elektrogravimetri, potensiometri dan kulometri) Hukum Ohm dan hukum Faraday Reaksi-reaksi pada elektroda Persamaan Nerst

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 2

Level 2

Level 2

70

Kode Unit: KA.LAB.P.016.A Judul Unit: Menyimpan Bahan Kimia dan Membuang Bahan Kimia yang Kadaluarsa Uraian Unit: Unit kompetensi ini diperlukan untuk memeriksa persediaan bahan kimia di laboratorium dan kontrol kualitas bahan kimia yang belum disiapkan menjadi larutan pereaksi. Sub Kompetensi 1. Memeriksa persediaan bahan kimia 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Alat pelindung diri (seperti masker, kacamata, jaslab, dan/atau alat pelindung diri lainnya) dipakai sesuai ketentuan K3 atau ketentuan perusahaan 1.2 Persediaan bahan kimia yang ada di laboratorium diperiksa dan dicatat jenis, kualitas, jumlah dan kondisi-fisiknya 1.3 Jenis, kualitas, dan jumlah bahan kimia yang tersedia dicocokkan dengan catatan penerimaan dan penggunaan bahan kimia 1.4 Bahan kimia yang mengalami penyimpangan kondisi fisik dari yang seharusnya, dicatat dan dikelompokkan sebagai bahan kimia dengan kualitas diragukan 2. Menyimpan bahan kimia yang belum kedaluarsa 2.1 Bahan kimia yang masih memenuhi persyaratan kualitas, dicatat, dan disesuaikan dengan catatan penerimaan dan penggunaan bahan kimia 2.2 Bahan kimia yang masih memenuhi persyaratan kualitas, dikelompokkan berdasarkan sifat fisik dan sifat kimianya 2.3 Bahan kimia disimpan dengan

71

memperhatikan sifat fisik dan sifat kimia mengikuti ketentuan penangangan bahan kimia 3. Mengolah bahan kimia yang masih bisa digunakan 3.1 Bahan kimia dengan kualitas diragukan, dicocokkan kembali dengan standar perusahaan 3.2 Bahan kimia yang masih mungkin digunakan, dicatatkan sebagai bahan kimia yang telah mengalami penurunan kualitas 3.3 Bahan kimia dengan penurunan kualitas diberi label yang menyatakan penurunan kualitas tersebut 3.4 Bahan kimia yang sudah mengalami penurunan kualitas disimpan terpisah dari bahan kimia yang masih prima sesuai ketentuan penanganan bahan kimia 4. Membuang bahan kimia yang kedaluarsa 4.1 Bahan kimia yang memperlihatkan tanda-tanda kadaluarsa, dikelompokkan berdasarkan sifat fisika dan sifat kimianya 4.2 Bahan kimia berbahaya dan beracun dibuang dengan mengikuti ketentuan penanganan bahan kimia B3 4.3 Bahan kimia yang kadaluarsa dibuang mengikuti ketentuan SOP pembuangan bahan kimia kedaluarsa Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk memeriksa dan menyortir bahan kimia yang tersedia di laboratorium atau di gudang persediaan bahan kimia. 2. Instruksi Kerja yang digunakan disesuaikan dengan sifat dan jenis bahan kimia yang diperiksa. Pemeriksaan dan penyortiran bahan kimia organik dilaksanakan

72

mengikuti instruksi kerja pemeriksaan dan penyortiran bahan kimia organik. Pemeriksaan dan penyortiran bahan kimia an-organik dilaksanakan mengikuti instruksi kerja pemeriksaan dan penyortiran bahan kimia an-organik. 3. SOP yang digunakan terutama yang berhubungan dengan penanganan bahan kimia yang bersifat beracun dan berbahaya. 4. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum: alat pelindung diri terutama masker, kacamata, dan jaslab Peralatan pelaksanaan: exhaust fan, pembersih vakum, lap, dan wadah pembuangan bahan kimia 5. Bahan: • Bahan kimia penetralisir seperti kapur, soda, asam asetat, dan NaOH

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara: • Lisan atau tulis untuk menguji pengetahuan mengenai tanda-tanda umum bahan kimia yang masih bagus, pengenalan label bahan kimia, dan cara-cara menangani bahan kimia beracun dan berbahaya • • • Demo untuk pengenalan label bahan kimia dan cara-cara membuat label pada kemasan bahan kimia dengan kualitas diragukan Praktik langsung di laboratorium dengan melaksanakan penyortiran bahan kimia yang masih bagus, kualitas diragukan, dan kedaluarsa Observasi buku log analis, buku catatan laboratorium, dan buku log instrumen yang berhubungan dengan aktivitas kerja peserta uji di tempat kerja 2. Aspek kritis yang harus dipenuhi: • • • Pelaksanaan unit kompetensi ini minimal harus mampu mendeteksi bahan kimia yang kedaluarsa berdasarkan sifat fisik dan sifat kimianya Mengenali dan menempatkan bahan kimia yang bersifat beracun dan berbahaya Tanggal kadaluarsa (expire date) yang tercantum di kemasan asli bahan kimia, akan gugur jika kemasan bahan kimia tersebut dibuka. Berikutnya, berlaku tanggal kedaluarsa berdasarkan sifat bahan kimia bersangkutan setelah kemasannya dibuka

73

3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain :

KA.LAB.D.008.A

Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: • Pengetahuan mengenai bahan kimia higroskopis, bahan kimia yang mudah mengurai, bahan kimia yang mudah menguap, dan bahan kimia yang mudah bereaksi dengan udara • • • • Jenis-jenis dan sifat kemasan bahan kimia

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: Keterampilan menggunakan peralatan pembersih seperti pembersih vakum dan exhaust fan. Keterampilan mengenali kerusakan kemasan berdasarkan tanda-tanda fisik

6. Keberhasilan unit kompetensi ini sangat ditentukan oleh: Ketelitian dan ketekunan kerja

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 1

Level 2

Level 1

Level 2

Level 1

74

Kode Unit: KA.ANA.P.017.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Organoleptik Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk menyiapkan panelis dan mengorganisasikan uji panel dan mengolah hasil ujinya. Sub Kompetensi 1. Menyiapkan panelis untuk analisis sensori 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kuisioner untuk seleksi awal panelis dibuat dan digunakan untuk memilih panelis 1.2 Kemampuan panelis untuk membedakan karakteristik sensori yang diinginkan ditetapkan 1.3 2. Menyiapkan ruang, peralatan dan sampel untuk analisis sensori 2.2 2.1 Prosedur uji dijelaskan terhadap panelis Ruangan untuk analisis sensori disiapkan dan diminimalkan dari bunyi, getaran, bau dan bahan iritatif Peralatan ditetapkan untuk memudahkan panelis membedakan sampel 2.3 Sampel reference disiapkan untuk digunakan dalam analisis sensori. 2.4 3. Mengumpulkan dan melaporkan hasil 3.1 3.2 Keamanan pangan harus dijaga Hasil analisis dari panelis dikumpulkan Pelaporan dibuat untuk disampaikan ke personil yang berwenang Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini berlaku untuk menentukan karakteristik sampel , yaitu : ukuran, bentuk, kejernihan, konsistensi tekstur, dan aroma. 2. Instruksi Kerja yang digunakan disesuaikan dengan sifat dan jenis bahan kimia yang diuji. 3. Pemilihan panelis berdasarkan yang terlatih, agak terlatih dan tidak terlatih.

75

Selain itu panelis diklasifikasikan pada umur, jenis kelamin, kualifikasi, latar belakang kultural, perokok atau tidak. 4. Peralatan yang digunakan: • • • Peralatan umum: meja, kursi, (jika perlu) kain penutup mata Peralatan pelaksanaan: panca indera, alat tulis, dan blanko isian

5. Bahan: Produk yang diuji

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diuji di tempat kerja atau lingkungan tempat kerja lain yang dikondisikan. Metode yang digunakan untuk penilaian : • • Pengamatan terhadap kandidat pada saat menyiapkan panel untuk analisis sensori Pertanyaan lisan/tertulis untuk menguji pengetahuan

2. Aspek Kritis Kompetensi Kompetensi harus didemonstrasikan dalam kemampuannya untuk menyeleksi panelis dan menyiapkan pengujian. Penilai harus melihat bahwa kandidat mampu untuk : • • • • • • Melaksanakan seleksi awal panelis dan menetapkan kecocokannya Memilih prosedur uji yang tepat

3. Pengetahuan pendukung : Prinsip uji deskriptif, afektif, diskriminatif Pengembangan dan penggunaan kuisioner Fungsi rasa dan bau

4. Keterampilan pendukung: Kemampuan mengatur kesegaran ruang uji

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 2

Level 2

Level 1

Level 1

Level 1

76

Kode Unit: KA.ANA.U.018.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Kromatografi Kolom Uraian Unit: Unit kompetensi ini meliputi kemampuan untuk melakukan analisis kromatografi kolom meliputi penyiapan sampel, menyiapkan alat, melaksanakan prosedur analisis, menghitung dan melaporkan hasil analisis sesuai dengan instruksi kerja yang tersedia. Sub Kompetensi 1. Menyiapkan sample dan standar 1.2 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Sampel yang akan diuji diidentifikasi sesuai ketentuan perusahaan Peralatan keselamatan dan protokol analisis atau prosedur analisis yang akan dilaksanakan disiapkan sesuai instruksi kerja 1.3 Sampel uji dan standar (bila ada) disiapkan sesuai prosedur/protokol analisis 1.4 Waktu tambat analit diidentifikasi dari prosedur/protokol kerja 2. Menyiapkan peralatan 2.1 Kolom kromatografi diperiksa dan dipastikan sesuai dengan prosedur/ protokol analisis 2.2 2.3 Fasa diam disiapkan sesuai kebutuhan Eluen disiapkan sesuai ketentuan prosedur/protokol analisis 2.3 Jika perlu, detektor dipastikan atau disesuaikan dengan prosedur/protokol analisis 3. Melaksanakan pemisahan kromatografik 3.1 Sistem elusi dioperasikan sesuai dengan kebutuhan analisis

77

3.2

Sampel diinjeksikan dalam jumlah dan cara sesuai dengan prosedur/protokol analisis

3.3

Analit dipisahkan pada waktu tambat yang telah diidentifikasi dari prosedur/ protokol analisis atau berdasarkan sinyal detektor

4.

Melaksanakan pengukuran analitik

4.1

Analit yang sudah dipisahkan disiapkan untuk pengukuran sesuai ketentuan prosedur/protokol kerja

4.2

Teknik pengukuran yang akan digunakan dioperasikan mengikuti SOP peralatan bersangkutan

4.3

Standar diukur, dan hasil ukur standar dicatat pada buku catatan personal analis

4.5

Sampel diukur, dan hasil pengukuran sampel dicatat dalam buku catatan personal analis

5.

Melaksanakan perhitungan dan pelaporan hasil analisis

5.1

Data sampel dibandingkan dengan data standar dengan cara yang disesuaikan dengan teknik pengukuran yang digunakan

5.2

Hasil perhitungan divalidasi berdasarkan ketentuan perusahaan

5.3

Hasil perhitungan yang sudah divalidasi dicatatkan ke borang instruksi kerja

5.4

Borang instruksi kerja dilaporkan ke atasan

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk kromatografi kolom klasik, dan berlaku untuk melaksanakan analisis mengikuti protokol analisis menggunakan peralatan kromatografi kolom modern. 2. Pelaksanaan pekerjaan mengikuti prosedur analisis untuk kromatografi kolom klasik atau protokol analisis untuk kromatografi kolom modern.

78

3. Prosedur analisis atau protokol analisis dapat diambil dari : • • • • • • Standar Internasional seperti ASTM, JIS, dan AOAC Standar Nasional Indonesia Standar Perusahaan Lembar data keselamatan bahan (MSDSs) Prosedur Kerja Standar (SOPs)

4. Peralatan yang digunakan adalah Peralatan umum laboratorium Kimia analitik seperti labu takar, pipet, neraca analitik dan peralatan gelas lainnya

Peralatan khusus : kolom kromatograf baik yang manual maupun yang terkomputerisasi dengan detektor umum seperti TCD dan FID.

Acuan Penilaian
1. Unit kompetensi dapat diujikan melalui ujian tulis, lisan dan demo untuk mengetahui kemampuan peserta ujian dalam: • • • • Teori kromatografi. Jenis sampel yang dapat dianalisis dengan kromatograf kolom. Menyiapkan peralatan kromatografi kolom klasik Mengoperasikan alat kromatografi kolom modern dimulai dari menghidupkan sampai dengan mematikannya. 2. Asplek kritis yang harus dipenuhi: • Luas pik hasil pengukuran analit umumnya tidak linier terhadap kepekatan Kondisi peralatan harus terkalibrasi

• • • •
• • • •

3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain :

KA.KUA.D.002.A

Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium Dengan Benar (GLP)

KA.LAB.D.008.A

Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

KA.KOM.D.023.A

Melaksanakan Komunikasi Interpersonal

4. Pengetahuan dan ketrampilan pendukung yang diperlukan : Prinsip pemisahan secara kromatografi. Persyaratan sampel yang bisa dianalisis menggunakan kromatografi kolom Teknik menguji kesesuaian eluen dan fasa diam Teknik penyiapan sampel untuk kromatografi kolom. Teknik mengoperasikan alat kromatografi kolom termasuk mengoperasikan komputer.

79

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 1

Level 2

Level 2

Level 1

Level 2

Level 2

Level 2

80

Kode Unit: KA.ANA.U.019.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Kromatografi Lapisan Tipis dan Kromatografi Kertas Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan melakukan Analisis secara Kromatografi Lapisan Tipis dan Kertas mulai dari persiapan bahan analisis, melakukan prosedur analisis serta pelaporan hasil pengujian dalam format yang sesuai. Sub Kompetensi 1. Menyiapkan sampel 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Sampel yang akan di uji diidentifikasi sesuai Instruksi kerja dan standar perusahaan 1.2 1.3 Uraian atau keterangan sampel dicatat Sampel disiapkan dan dibuat sesuai instruksi kerja 1.4 Eluen yang cocok untuk pengujian dibuat sesuai instruksi kerja 1.5 Peralatan disiapkan dan dirangkaikan sesuai instruksi kerja 2. Melakukan prosedur Analitik 2.1 Dilakukan penotolan sampel pada lapisan tipis atau kertas sesuai instruksi kerja 2.2 Dilakukan proses pemisahan kromatogram 2.3 Dilakukan pemeriksaan kromatogram kering 2.4 Data dicatat dan hasil pengukuran dihitung dalam satuan yang sesuai 2.5 Pereaksi disimpan dan peralatan uji dibersihkan sesuai instruksi kerja

81

3.

Melaporkan hasil pengujian

3.1 3.2

Laporan ditulis dalam format yang sesuai Hasil pengujian dilaporkan kepada pihak yang berwenang

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan analisis sampel uji secara rutin yang dapat dilakukan oleh personil laboratorium menggunakan metode kromatografi lapisan tipis dan kertas 2. Dalam melaksanakan prosedur analisis dan membuat kesimpulan hasil analisis harus sesuai dengan instruksi kerja, prosedur K3 dan GLP 3. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum laboratorium Kimia analitik seperti mikrosiring, pipet dan peralatan gelas lainnya Peralatan khusus : kromatograf lapisan tipis dan/atau kertas

4. Bahan: analit, pereaksi, eluen dan larutan pembangkit warna yang sesuai dengan sampel yang dianalisis Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan melalui ujian tulis, lisan dan demo untuk mengetahui kemampuan peserta ujian dalam : • • • Teori kromatografi lapisan tipis dan kertas Prosedur penyiapan sampel Mengoperasikan kromatografi lapisan tipis dan kertas dimulai dari penyiapan kromatogram, aplikasi sampel sampai pengembangan kromatogram 2. Aspek kritis yang harus dipenuhi , penilai harus mengamati bahwa kandidat dapat: • • • • • • • Memilih dan merangkaikan kromatogram Memilih dan menyiapkan eluen Menggunakan mikrosiring pada penotolan sampel Memilih larutan pembangkit warna Mencatat dan melaporkan hasil dalam format yang sesuai

3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain : KA.KUA.D.002.A Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium Dengan Benar (GLP) KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

82

• • • •

KA.KOM.D.023.A

Menggunakan prosedur analisis.

4. Pengetahuan dan keterampilan pendukung yang diperlukan : Teknik pemisahan Fase gerak dan fase diam Jenis eluen

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 1

Level 1

Level 1

Level 2

Level 2

83

Kode Unit: KA.ANA.U.020.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Jenis (Klasik) Uraian Unit: Unit kompetensi ini digunakan untuk memastikan keberadaan suatu spesi tertentu di dalam sampel uji. Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan analisis 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kondisi fisik sampel diamati dan dicatat untuk menentukan teknik analisis yang sesuai. 1.2 Kondisi kimiawi sampel diperkirakan dari sifat fisik sampel dan dari keterangan asal-usul sampel. 1.3 Spesi yang akan diuji keberadaannya, disimpulkan dari perkiraan sifat kimia atau dari instruksi kerja 1.4 Peralatan disiapkan sesuai dengan sifat fisika/kimia sampel dan spesi yang akan diuji keberadaannya. 1.5 Uji pemanasan dilaksanakan untuk memastikan kecocokan pemilihan peralatan dengan sampel 2. Melaksanakan uji pipa tiup 2.1 Blok arang untuk uji nyala dipilih dan disiapkan sesuai ketentuan instruksi kerja 2.2 Nyala bunsen diatur pada kondisi stoikiometrik. 2.3 Sampel diletakkan dalam ceruk yang dibuat pada arang. 2.4 Sampel dibakar menggunakan nyala bunsen yang ditiup menggunakan pipa tiup

84

2.5

Perubahan sifat sampel pada kondisi nyala pengoksid dan nyala pereduksi diamati dan dicatat

3.

Melaksanakan analisis mutiara

3.1

Uji mutiara yang akan dilaksanakan (mutiara boraks, mutiara fosfat atau mutiara karbonat) dipilih sesuai dengan sifat sampel dan spesi yang akan diuji

3.2

Mutiara yang sesuai dibentukkan pada dawai platina dengan menggunakan nyala terpanas

3.3

Sampel diuji dengan pemanasan pada nyala pereduksi dan nyala pengoksidasi

3.4

Perubahan warna mutiara karena pengaruh sampel pada nyala pereduksi dan nyala pengoksidasi, diamati dan dicatat

4.

Uji lempeng tetes

4.1

Lempeng tetes (hitam atau putih) dipilih sesuai dengan sifat warna (endapan atau larutan) yang akan terbentuk

4.2

Pereaksi disiapkan sesuai dengan spesi yang akan diuji, pada tingkat ketelitian sedang

4.3

Sampel diteteskan ke lempeng tetes menggunakan pipet tetes

4.4

Pereaksi diteteskan ke lempeng tetes menggunakan pipet tetes

4.5

Sifat perubahan warna, pembentukan endapan, dan pelepasan gas pada tiap reaksi, diamati dan dicatat

5.

Uji nyala atau fotometrik

5.1

Spektroskop atau burner disiapkan sesuai kebutuhan analisis yang akan digunakan

5.2 5.3

Nyala diatur pada posisi stoikiometrik Sampel disiapkan dalam bentuk larutan

85

5.4

Larutan sampel diinjeksikan ke nyala pada posisi nyala pereduksi, nyala pengoksidasi, atau netral

5.5

Perubahan warna nyala diamati dan dicatat

6.

Menyimpulkan hasil pengamatan

6.1

Semua informasi dihimpun dan digabungkan

6.2

Sifat uji terutama pada kondisi pereduksi dan pengoksidasi, disesuaikan dengan tabel sifat-sifat analit tertentu

6.3

Kesimpulan akhir dibuat dan dipastikan ditulis pada lembar pelaporan

6.4

Data pengamatan analisis harus tercatat dengan baik, bila perlu dilampirkan pada pelaporan

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini digunakan untuk menjawab atau memastikan keberadaan spesi-spesi tertentu di dalam sampel. Sampel terutama bahan anorganik dalam bentuk cairan atau padatan. 2. Dalam melaksanakan prosedur analisis dan membuat kesimpulan hasil analisis semua proses dan data harus dicatat dengan baik, lengkap, dan sistematis. 3. Sangat disarankan unit kompetensi ini dilengkapi dengan tabel data analit-analit tertentu terutama untuk uji nyala, uji mutiara, dan uji pipa tiup. 4. Peralatan yang digunakan, disesuaikan dengan teknik analisis yang digunakan, antara lain adalah: • • • • • • Pipa tiup, blok arang, spatula, dan pembakar bunsen Lempeng tetes, pipet tetes, dan gelas kimia Pelita spiritus atau pembakar bunsen, gelas kimia, dan pipa kapiler Dawai platina, pembakar bunsen, dan kaca arloji

5. Bahan, disesuaikan dengan teknik analisis yang digunakan, antara lain adalah: Na2B4O7.10H2O, Na(NH4)HPO4.4H2O, Na2CO3, pereaksi dan pelarut yang sesuai dengan sampel yang dianalisis.

86

Acuan Penilaian 1. Penilaian terutama dilakukan dengan cara • Lisan dan tulisan untuk mengetahui penguasaan teoritis mengenai persyaratan pemilihan metode uji, dasar-dasar pengaturan sifat nyala, sifat emisi atomatom di dalam nyala, anatomi nyala bunsen, dan cara-cara menyimpulkan data analisis • demo atau peragaan di tempat kerja mengenai teknik-teknik mengatur sifat nyala, menyiapkan blok arang, dan melaksanakan analisis 2. Prsedur analisis yang digunakan untuk pengujian di sesuaikan dengan peralatan yang digunakan. 3. Aspek kritis yang harus diperhatikan pada unit kompetensi ini adalah: • • • • • • Pengamatan sifat fisik/kimia sampel Penyimpulan penggunaan teknik analisis Teknik pengaturan sifat nyala stoikiometrik, pengoksid, atau pereduksi.

4. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain : KA.KUA.D.002.A Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium Dengan Benar (GLP) KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KA.KOM.D.023.A Menggunakan prosedur analisis.

5. Pengetahuan dan keterampilan pendukung yang harus dimiliki untuk tercapainya unit kompetensi ini: • • • Prinsip dasar tentang analisis jenis/klasik, emisi atomik, kristalografi, dan reaksi-reaksi kimia anorganik Warna-warna spesifik ion-ion tertentu dalam kondisi teroksidasi dan tereduksi Keterampilan mengatur nyala pembakar bunsen, menggunakan pipa tiup, dan membentuk mutiara menggunakan dawai platina

87

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 3

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 1

Level 2

88

Kode Unit: KA.ANA.U.021.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Proksimat Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk mempersiapkan sampel, melakukan analisis proksimat, melaporkan hasil analisis Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan analisis 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kondisi fisik sampel dicatat pada saat diterima. 1.2 1.3 Sampel disiapkan Peralatan, bahan dan pereaksi disiapkan sesuai instruksi kerja (IK) 2. Melakukan analisis gravimetri 2.1 2.2 2.3 3. Melaporkan hasil analisis 3.1 3.2 Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan analisis proksimat dalam penentuan konsentrasi sampel uji rutin yang dapat dilakukan oleh personil laboratorium 2. Dalam melaksanakan prosedur analisis dan membuat kesimpulan hasil analisis harus sesuai dengan instruksi kerja, prosedur K3 dan GLP 3. Buku manual yang berlaku untuk analisis proksimat 4. Peralatan yang digunakan: • Peralatan umum : neraca analitik, kaca arloji atau botol timbang, peralatan gelas, buret, pipet tetes, corong, kertas saring • Peralatan khusus : Bunsen, maker, furnace, oven, desikator, vakum penghisap 5. Bahan: analit, pereaksi, dan pelarut yang sesuai dengan sampel yang dianalisis Metode analisis proksimat ditetapkan Pengujian sampel sesuai metode Hasil pengamatan/uji dicatat Data hasil analisis/diolah Hasil uji analisis proksimat dilaporkan.

89

Acuan Penilaian 1. Penilaian terutama dilakukan dengan cara demo atau peragaan di tempat kerja. Instruksi Kerja dan buku manual yang digunakan untuk pengujian di sesuaikan dengan peralatan yang digunakan.Penilaian dilanjutkan dengan melalui ujian lisan atau tulisan mengenai aspek pengetahuan 2. Aspek kritis yang harus diujikan pada kandidat adalah : • • • • • • • • • • • Menyiapkan sampel uji,pereaksi dan larutan standar Menggunakan neraca/timbangan dan alat-alat volumetri yang sesuai Pemilihan pereaksi yang sesuai Pemilihan kertas saring yang sesuai Teknik analisis kuantitatif secara gravimetric, dan volumetri Menghitung konsentrasi/kadar analit dalam sampel Membuat laporan hasil analisis sesuai dengan format yang berlaku

3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain : KA.KUA.D.002.A Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium Dengan Benar (GLP) KA.LAB.D.007.A KA.LAB.D.008.A Membuat dan menstandardisasi larutan/pereaksi Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KA.KOM.D.023.A Menggunakan prosedur analisis.

4. Pengetahuan dan keterampilan pendukung yang harus dimiliki untuk tercapainya unit kompetensi ini: • • • • Pengetahuan mengenai reaksi kimia: reaksi netralisasi (asam-basa), dan pengendapan Prinsip analisis proksimat Perhitungan konsentrasi analit sesuai reaksi stokiometri dan konsep mol Memelihara validitas pereaksi

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 1

Level 1

Level 2

Level 2

Level 1

Level 1

Level 2

90

Kode Unit: KA.ANA.U.022.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Fotometri Nyala dan Emisi Atomik Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan melakukan analisis Fotometri nyala dan emisi atomik mulai dari mempersiapkan sampel dan standar, melakukan prosedur analitik serta pelaporan hasil pengujian dalam format yang sesuai. Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan sampel dan standar 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Sampel yang akan diuji didentifikasi sesuai Instruksi Kerja (IK) dan syarat keselamatan kerja 1.2 1.3 1.4 Uraian atau keterangan sampel dicatat Sampel disiapkan dan dibuat sesuai IK Pereaksi yang diperlukan dipilih sesuai IK 1.5 Dilakukan pembuatan deret standar dan blangko 1.6 Instrumentasi dipasang dan dikondisikan siap untuk analisis 2. Melakukan prosedur Analitik 2.1 Instrumentasi dioperasikan sesuai instruksi kerja 2.2 Dilakukan pengukuran dan pembuatan kurva standar 2.3 Sampel dan blangko diukur sesuai instruksi kerja 2.4 Data dicatat dan hasil pengukuran dihitung dalam satuan yang sesuai 2.5 Pereaksi disimpan dan peralatan uji dibersihkan sesuai instruksi kerja 3. Melaporkan hasil pengujian 3.1 Laporan ditulis ke dalam format yang sesuai

91

3.2

Hasil pengujian dilaporkan kepada pihak yang berwenang

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan analisis sampel uji secara rutin yang dapat dilakukan oleh personil laboratorium menggunakan metode fotometri nyala 2. Dalam melaksanakan prosedur analisis dan membuat kesimpulan hasil analisis harus sesuai dengan instruksi kerja, prosedur K3 dan GLP 3. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum lab. Kimia analitik seperti labu takar, pipet, neraca analitik dan peralatan gelas lainnya Peralatan khusus : Fotometer nyala

4. Bahan: standar analit, pereaksi, dan pelarut yang sesuai dengan sampel yang dianalisis Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan melalui ujian tulis, lisan dan demo untuk mengetahui kemampuan peserta ujian dalam: • • • Teori fotometri nyala Jenis sampel yang dapat dianalisis dengan fotometri nyala. Mengoperasikan fotometri nyala dimulai dari menghidupkan sampai dengan mematikannya. 2. Aspek kritis yang harus dipenuhi , penilai harus mengamati bahwa kandidat dapat: • • • • • • • • Menyalakan, mengoperasikan dan mematikan peralatan. Mempersiapkan dan menguji sampel menggunakan prosedur yang sesuai. Menghitung hasil dalam satuan yang sesuai. Mencatat dan melaporkan hasil dalam format yang sesuai

3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: KA.KUA.D.002.A Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium Dengan Benar (GLP) KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KA.KOM.D.023.A Menggunakan prosedur analisis.

4. Pengetahuan dan keterampilan pendukung yang diperlukan: Prinsip analisis secara absorpsi cahaya

92

• •

Teknik penyiapan sampel khsususnya untuk fotometri nyala Persamaan Boltzmann

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 1

Level 1

Level 1

Level 2

Level 2

Level 2

93

Kode Unit: KA.KOM.D.023.A Judul Unit: Menggunakan Prosedur Analisis Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk mengidentifikasi kata-kata kunci dalam prosedur analisis, membuat bagan alir dan mendemonstrasikan kemampuan mengikuti prosedur analisis Sub Kompetensi 1. Memilih prosedur analisis 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Sifat fisika dan kimia sampel diamati dan dicatat dalam buku catatan analis 1.2 Instruksi kerja dipahami dengan baik, terutama spesi analit, perkiraan kadar, batas waktu analisis, dan tingkat ketelitian yang diperlukan diekstrak dan dicatat dalam buku catatan analis 1.4 Prosedur analisis dipilih dari kumpulan prosedur sesuai dengan sifat sampel, jenis/jumlah analit, kecepatan/waktu analisis, dan tingkat ketelitian yang diperlukan 2. Menyiapkan analisis 2.1 Prosedur analisis diubah ke bentuk diagram kerja dan disalinkan ke buku catatan analis dilengkapi catatan kebutuhan alat pelindung diri, bahan/pereaksi, dan peralatan serta kondisi-kondisi yang bisa menimbulkan bahaya dengan memperhatikan hierarki prosedur analisis bersangkutan 2.2 Rumus matematika untuk perhitungan hasil pengukuran ke bentuk akhir dan rumus untuk menentukan nilai

94

ketidakpastian analisis, dicatat dalam diagram kerja dan dipastikan kebenarannya 2.3 Alat pelindung diri, bahan/pereaksi, dan peralatan disiapkan sesuai ketentuan prosedur analisis atau mengikuti ketentuan dasar GLP 2.4 Sampel disiapkan sesuai ketentuan prosedur analisis atau instruksi kerja penyiapan sampel di perusahaan bersangkutan 3. Menjalankan prosedur kerja 3.1 Langkah kerja analisis dilaksanakan sesuai dengan ketentuan tingkat ketelitian yang diperlukan 3.2 Pada pelaksanaan langkah-langkah kerja, faktor-faktor pendukung ketelitian analisis dipastikan sesuai dengan ketentuan 3.3 Faktor-faktor pendukung ketelitian kerja yang diragukan, dicatat di dalam buku catatan analis 3.4 Faktor-faktor pendukung ketelitian kerja yang tidak bisa dihadirkan, dilaporkan ke atasan 3.5 Setiap pembacaan hasil pengukuran dicatat di dalam buku catatan analis 4. Melaksanakan perhitungan hasil pengukuran 4.1 Data hasil pengukuran dalam pelaksanaan analisis, diperiksa kembali terhadap kemungkinan kesalahan pencatatan 4.2 Data analisis yang sudah divalidasi, dimasukkan ke dalam rumus perhitungan 4.3 Hasil perhitungan dicatat sebagai hasil

95

penetapan 4.4 Nilai ketidakpastian dihitung dan digabungkan dengan hasil penetapan 4.5 Hasil penetapan disesuaikan dengan limit deteksi prosedur analisis 4.6 Pelaporan hasil penetapan disesuaikan dengan kondisi limit deteksi prosedur Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini digunakan untuk melaksanakan analisis rutin pada tingkat ketelitian rendah, sedang, dan tinggi 2. Prosedur analisis yang digunakan dapat diambil dari kumpulan prosedur perusahaan, SNI, atau Standar Internasional, dengan memperhatikan hierarki prosedur dan kode etik adopsi 3. Jika prosedur analisis melibatkan instrumen analitik, maka buku manual instrumen analitik bersangkutan dijadikan acuan untuk pengoperasiannya 4. Peralatan yang digunakan, disesuaikan dengan metode dan teknik analisis di dalam prosedur yang dilaksanakan 5. Jenis dan kualitas bahan kimia yang digunakan tergantung pada prosedur yang dilaksanakan Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan dengan cara: • Lisan atau tulisan untuk mengetahui penguasaan teoritis mengenai hierarki prosedur analisis kimia, tingkat-tingkat ketelitian analisis, kualitas bahan kimia, tingkat ketelitian peralatan gelas, dan sumber-sumber prosedur analisis kimia • • Demo membuat diagram kerja dari prosedur analisis berbahasa Indonesia dan prosedur analisis sederhana berbabahasa Inggris Observasi buku catatan analis merupakan cara pengujian utama yang membuktikan kebiasaan, aktifitas, dan kemampuan dalam menggunakan prosedur analisis • Melaksanakan analisis kimia tertentu berdasarkan prosedur analisis yang disiapkan untuk pengujian 2. Aspek-aspek kritis

96

• • •

Pelaksana Madya Analisis Kimia, harus mampu melaksanakan prosedur analisis pada tingkat ketelitian sedang Pelaksana Utama Analisis Kimia sampai Teknisi Utama Analisis Kimia, harus mampu melaksanakan prosedur analisis pada tingkat ketelitian tinggi Ahli Analisis Kimia, harus mampu melaksanakan prosedur analisis pada tingkat ketelitian sangat tinggi

4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: • • • • • • • • Sumber-sumber prosedur analisis kimia dan hierarki prosedur analisis kimia Tingkat-tingkat ketelitian analisis, peruntukan, dan faktor-faktor pendukungnya Kelebihan dan kekurangan setiap metode analisis Bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan konsep angka penting

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: Membuat diagram kerja dari prosedur kerja Menentukan kondisi-kondisi kritis pelaksanaan prosedur analisis kimia Menggunakan peralatan gelas, alat ukur, dan instrumen analitik sesuai dengan tingkat keahlian analis bersangkutan Melaksanakan penetapan kimia dengan memperhatikan rambat galat pengukuran dalam perhitungan 6. Keberhasilan unit kompetensi ini sangat ditentukan oleh: • Ketepatan pembuatan diagram kerja

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 1

Level 2

Level 1

Level 1

Level 1

Level 2

Level 2

97

Kode Unit: KA.TEK.P.024.A Judul Unit: Membuat dan/atau Menyiapkan Peralatan Gelas Sederhana Penunjang Analisis Kimia Uraian Unit:
Unit kompetensi ini meliputi kemampuan untuk mengoperasikan peralatan meniup kaca dalam membuat dan memperbaiki peralatan gelas sederhana termasuk didalamnya menyiapkan pipa kaca , menyiapkan alat-alat penunjang dan melakukan prosedur meniup kaca sesuai dengan instruksi kerja yang tersedia

Sub Kompetensi 1. Menyiapkan peralatan dan bahan. 1.2 1.1

Kriteria Unjuk Kerja Peralatan , perkakas dan alat pelindung diri yang diperlukan sudah disiapkan Pipa kaca dan komponen-komponen yang dibutuhkan sudah diidentifikasi,dipilih dan disiapkan 1.3 Gambar/sketsa alat yang akan dibuat dan atau diperbaiki sudah disiapkan

2.

Membuat dan/atau memperbaiki peralatan

2.1.

Pengecekan kondisi alat pembakar/brender sudah dilakukan.

2.2.

Alat pembakar/brender dinyalakan sesuai dengan instruksi kerja alat.

2.3.

Pipa kaca yang sesuai dipotong secukupnya

2.4

Urutan kerja pembuatan /perbaikan

alat

gelas dilakukan sesuai dengan prosedur dengan memperhatikan Gambar/sketsa 2.5 Alat pembakar/brender dimatikan sesuai dengan instruksi kerja alat 2.6 Pembuangan serpihan pipa kaca dilakukan dengan aman

98

2.7

Peralatan dan perkakas dibersihkan dan disimpan ketempatnya kembali

3.

Melaporkan Hasil

3.1

Alat gelas yang sudah dibuat/diperbaiki diperlihatkan/ diserahkan kepada orang yang sesuai.

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini menggambarkan pekerjaan yang khas dilakukan oleh seorang peniup gelas pemula. Pengoperasiannya dilakukan sesuai dengan prosedur laboratorium dan/atau prosedur perusahaan, dan dengan persyaratan undangundang yang sesuai. 2. Prosedur dan persyaratan ini termasuk atau telah disusun dari : • • • • • • • • • • Undang-undang dan peraturan lingkungan Lembar data keamanan bahan Prosedur kerja standar Manual peralatan Spesifikasi bahan, produksi dan produk/hasil Persyaratan K-3

3. Peralatan dan perkakas yang digunakan seperti : pembakar meja, pembakar tangan, pembakar mikro, dan pembakar gas. gelas didinium dan polariskop alat penyabun gelas kerja,oven penguat gelas peralatan pengukur dan pencatat

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan melalui ujian tulis, lisan dan demo untuk mengetahui kemampuan peserta ujian dalam : • • • Teori pembakar meja, pembakar tangan, pembakar mikro, dan pembakar gas. Jenis gelas. Teknik penggunaan peralatan dan perkakas yang diperlukan.

99

2. Aspek kritis, penilai harus memperhatikan dengan teliti bahwa calon/peserta pelatihan dapat : • • • • • • menyalakan/menghidupkan, mengatur dan mematikan peralatan yang terkait dengan perintah kerja menjaga suhu dan parameter regangan memilih mutu/tingkat gelas yang sesuai dan mempersiapkan pemakaiannya mengoptimalkan parameter pengoperasian dan pemakaian peralatan melakukan operasi glass blowing dengan benar

3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya adalah : KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 4. Pengetahuan dan ketrampilan pendukung : • • Pengetahuan tentang jenis bahan gelas dan kegunaannya. Teknik mengoperasikan peralatan dan perkakas glass blowing

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 2

Level 1

Level 1

Level 1

Level 2

100

Kode Unit: KA.ANA.U.025.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. Uraian Unit: Unit kompetensi ini meliputi kemampuan untuk melakukan analisis kromatografi Cair Kinerja Tinggi termasuk didalamnya menyiapkan sampel, menyiapkan alat, melakukan prosedur analisis , menghitung dan melaporkan hasil analisis sesuai dengan instruksi kerja yang tersedia. Sub Kompetensi 1. Menyiapkan sample dan standar. 1.2 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Sampel yang akan diuji sudah diidentifikasi dan dicatat dalam log book Peralatan keselamatan dan metode standar yang diperlukan sudah disiapkan 1.3 Sampel uji dan standar (bila ada) sudah disiapkan sesuai dengan instruksi kerja 2. Melakukan persiapan alat/ instrument 2.2 2.1 Pengecekan status kalibrasi alat sudah dilakukan. Alat sudah dihidupkan dan di warming up sesuai dengan instruksi kerja alat 2.3 Seluruh parameter operasi alat sudah di set sesuai dengan instruksi kerja alat dan jenis sample yang akan diuji 3. Melakukan prosedur analisis 3.1 Pengukuran sampel dan standar sudah dilakukan sesuai dengan instruksi kerja 3.2 3.3 Data yang diperlukan sudah dicatat. Instrumen dimatikan sesuai dengan instruksi kerja alat 4. Menghitung dan Melaporkan Hasil Uji 4.2 4.1 Hasil analisis sudah dihitung sesuai dengan instruksi kerja Hasil uji sudah dilaporkan sesuai dengan instruksi kerja

101

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan yang dilakukan oleh pelaksana laboratorium yang menggunakan uji/prosedur dengan menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi untuk memeriksa bahan uji secara rutin 2. Seluruh pekerjaan harus mengikuti standar yang relevan, prosedur yang sesuai dan atau sesuai dengan syarat perusahaan. 3. Prosedur/instruksi kerja meliputi atau diambil dari : • • • • • • • Standar Internasional Tata-kerja (seperti GLP dan GMP) Lembar data keselamatan bahan (MSDS) Prosedur Kerja Standar (SOP) Manual peralatan

4. Peralatan yang digunakan adalah Peralatan umum laboratorium Kimia analitik seperti labu takar, pipet, neraca analitik dan peralatan gelas lainnya Peralatan khusus : kromatograf cair kinerja tinggi baik yang manual maupun yang terkomputerisasi dengan menggunakan detector yang umum digunakan (tidak termasuk spectrometer massa). Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan melalui ujian tulis, lisan dan demo untuk mengetahui kemampuan peserta ujian dalam: • • • Teori kromatografi cair kinerja tinggi Jenis sampel yang dapat dianalisis dengan kromatograf cair kinerja tinggi. Mengoperasikan alat gas kromatograf cair kinerja tinggi. dimulai dari menghidupkan sampai dengan mematikannya. 2. Aspek kritis yang harus dipenuhi , penilai harus mengamati bahwa kandidat dapat: • • • • • Menyalakan, mengoperasikan dan mematikan peralatan. Memeriksa status kalibrasi peralatan. Mempersiapkan dan menguji sampel menggunakan prosedur yang sesuai. Menghitung hasil dalam satuan yang sesuai. Menggunakan pengetahuan teoritis untuk mengkomunikasikan masalahmasalah ke supervisor lain atau pelayanan teknis

102

• • • • • • •

Mencatat dan mengkomunikasikan hasil sesuai dengan prosedur perusahaan

3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain : KA.KUA.D.002.A Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium Dengan Benar (GLP) KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KA.KOM.D.023.A Menggunakan prosedur analisis..

4. Pengetahuan dan ketrampilan pendukung yang diperlukan : Prinsip pemisahan secara kromatografi. Teknik penyiapan sampel khsususnya untuk kromatografi cair kinerja tinggi. Teknik mengoperasikan alat kromatografi cair kinerja tinggi. termasuk mengoprasikan computer.

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 1

Level 2

Level 1

Level 1

Level 2

103

Kode Unit: KA.ANA.U.026.A Judul Unit:
Melaksanakan Analisis Kromatografi Gas

Uraian Unit:
Unit kompetensi ini meliputi kemampuan untuk melakukan analisis kromatografi gas termasuk didalamnya menyiapkan sampel, menyiapkan alat, melakukan prosedur analisis , menghitung dan melaporkan hasil analisis sesuai dengan instruksi kerja yang tersedia

Sub Kompetensi 1.
Menyiapkan sample dan standar

Kriteria Unjuk Kerja 1.1
1.2 Sampel yang akan diuji sudah diidentifikasi dan dicatat dalam buku log instrumen Peralatan keselamatan dan metode uji yang diperlukan sudah disiapkan 1.3 Sampel uji dan standar (bila ada) sudah disiapkan sesuai dengan instruksi kerja

2.

Melakukan persiapan/instrumen

2.1

Pengecekan status kalibrasi alat/instrumen sudah dilakukan

2.2.

Alat/instrumen sudah dihidupkan dan di warming up sesuai dengan instruksi kerja alat

2.3.

Seluruh parameter operasi alat/instrumen sudah di set sesuai dengan instruksi kerja alat dan jenis sample yang akan diuji

3.

Melakukan prosedur analisis

3.1.

Pengukuran sampel dan standar sudah dilakukan sesuai dengan instruksi kerja

3.2. 3.3.

Data yang diperlukan sudah dicatat Instrumen dimatikan sesuai dengan instruksi kerja alat

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja
1. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan yang dilakukan oleh pelaksana laboratorium yang menggunakan uji/prosedur dengan menggunakan gas kromatograf untuk memeriksa bahan uji secara rutin 2. Seluruh pekerjaan harus mengikuti standar yang relevan, prosedur yang sesuai dan atau sesuai dengan syarat perusahaan

104

3. Prosedur/instruksi kerja meliputi atau diambil dari : • • • • • • Standar Internasional Tata-kerja (seperti GLP dan GMP) Lembar data keselamatan bahan (MSDSs) Prosedur Kerja Standar (SOPs) Manual peralatan

4. Peralatan yang digunakan adalah Peralatan umum laboratorium Kimia analitik seperti labu takar, pipet, neraca analitik dan peralatan gelas lainnya

Peralatan khusus : gas kromatograf baik yang manual maupun yang terkomputerisasi dengan detector antara lain TCD, FID dan ECD.

Acuan Penilaian
1. Unit kompetensi dapat diujikan melalui ujian tulis, lisan dan demo untuk mengetahui kemampuan peserta ujian dalam : • • • Teori kromatografi gas. Jenis sampel yang dapat dianalisis dengan gas kromatograf. Mengoperasikan alat gas kromatograf dimulai dari menghidupkan sampai dengan mematikannya. 2. Aspek kritis yang harus dipenuhi : Nilai kesalahan relative pengukuran sampel simulasi tidak melampaui 5 %. 3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain :

• • •
• • • •

KA.KUA.D.002.A

Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium Dengan Benar (GLP)

KA.LAB.D.008.A

Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

KA.KOM.D.023.A

Menggunakan prosedur analisis..

4. Pengetahuan pendukung yang diperlukan : Prinsip pemisahan secara kromatografi. Teknik penyiapan sampel khsususnya untuk kromatografi gas. Teknik mengoperasikan alat kromatografi gas termasuk mengoprasikan computer.

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan : Menggunakan peralatan umum laboratorium antara lain perlatan gelas, neraca analitik dan lain sebagainya

Mengoperasikan komputer dan gas kromatograf.

105

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 1

Level 2

Level 1

Level 1

Level 2

106

Kode Unit: KA.ANA.U.027.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Spektrofotometri Serapan Atom Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan melakukan Analisis secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)dari mulai persiapan sampel dan standar, melakukan prosedur analisis serta pelaporan hasil pengujian dalam format yang sesuai Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan sampel dan standar 1.2 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Sampel didentifikasi, metode SSA dipilih Alat Pelindung Diri (APD) dipilih sesuai kebutuhan 1.3 APD dan K3 digunakan sesuai instruksi kerja (IK) 1.3 Sampel dibandingkan dengan spesifikasinya dan dicatat jika ada penyimpangan 1.5 Sampel dan larutan standar disiapkan sesuai IK 2. Melakukan analisis 2.1 Peralatan dan instrument SSA dicek status kalibrasi sesuai IK 2.2 Peralatan dan instrument SSA diset dan siap digunakan 2.3 Pengujian standar dan sample dilakukan sesuai IK 2.4 2.5 Instrumentasi SSA dimatikan sesuai IK Peralatan dibersihkan dan pereaksi disimpan sesuai tempatnya

107

3.

Mengolah dan menyimpan data

3.1 3.2

Data hasil uji dicatat Kadar analit dalam sample dihitung berdasarkan kurva standar yang dibuat

3.3 3.4 3.5

Laporan hasil uji dibuat sesuai format Informasi data disimpan Hasil analisis SSA dikomunikasikan kepada yang berwenang

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan analisis sampel uji secara rutin yang dapat dilakukan oleh personil laboratorium menggunakan metode spektrofotometer serapan atom (SSA). 2. Dalam melaksanakan prosedur analisis dan membuat kesimpulan hasil analisis harus sesuai dengan instruksi kerja, prosedur K3 dan GLP 3. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum lab. Kimia analitik seperti labu takar, pipet, neraca analitik dan peralatan gelas lainnya Peralatan khusus : Spektrofotometer Serapan Atom (SSA)

4. Bahan: standar analit, pereaksi, dan pelarut yang sesuai dengan sampel yang dianalisis Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan melalui ujian tulis, lisan dan demo untuk mengetahui kemampuan peserta ujian dalam : • • • • Teori spektrofotometer Prosedur penyiapan sampel Mengoperasikan spektrofotometer serapan atom dimulai dari menghidupkan sampai dengan mematikannya. Memeriksa status kalibrasi peralatan dan melakukan kalibrasi bila diperlukan

108

2. Aspek kritis yang harus dipenuhi , penilai harus mengamati bahwa kandidat dapat: • • • • • • • • • • • • • • KA.KUA.D.002.A Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium Dengan Benar (GLP) KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KA.KOM.D.023.A Menggunakan prosedur analisis. Menyalakan, mengoperasikan dan mematikan peralatan Memeriksa status kalibrasi. Mempersiapkan dan menguji sampel menggunakan prosedur yang sesuai. Membuat kurva kalibrasi (larutan standar) dan menghitung hasil dalam satuan yang sesuai. Mencatat dan melaporkan hasil dalam format yang sesuai

Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain :

Pengetahuan dan keterampilan pendukung yang diperlukan : Prinsip Spektrofotometer Serapan Atom Hubungan struktur kimia dengan absorbsi radiasi elektromagnetik Teknik penyiapan sampel khsususnya untuk spektrofotometer serapan atom (SSA) Persamaan Lambert- Beer Fungsi masing-masing komponen peralatan Spektrofotometer Serapan Atom

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 1

Level 2

Level 1

Level 1

Level 2

109

Kode Unit: KA.ANA.U.028.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis secara Spektrofotometri IR/FTIR Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan pekerjaan yang menggunakan teknik Spektrofotometer IR/FTIR, dalam penyiapan sampel. melakukan analisis, mengolah, melaporkan dan memelihara data laboratorium Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan analisis 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Sampel dan standard diidentifikasi, metode spektrofotometer IR/FTIR dipilih dan APD dipilih 1.2 APD dan K3 digunakan sesuai instruksi kerja (IK) 1.3 Sampel dibandingkan dengan spesifikasinya dan dicatat jika ada penyimpangan 1.4 2. Melakukan analisis 2.1 Sampel dan standar disiapkan sesuai IK Peralatan dan instrument Spektrofotometer IR/FTIR dicek status kalibrasi sesuai IK 2.2 Peralatan dan instrument Spektrofotometri IR/FTIR diset dan siap digunakan 2.3 Pengujian standar dan sampel di-lakukan sesuai metode yang digunakan 2.4 Instrumentasi Spektrofotometer IR/FTIR dimatikan sesuai IK 2.5 Peralatan dibersihkan dan pereaksi, disimpan sesuai dengan tempatnya

110

3.

Mengolah dan memelihara data laboratorium

3.1 3.2

Data hasil uji dicatat Penyimpangan hasil analisis diidentifikasi dan dilaporkan

3.3 3.4

Laporan hasil uji dibuat sesuai IK Hasil analisis Spektrofotometer IR/FTIR direkam

3.5 3.6.

Informasi data laboratorium dipelihara Hasil analisis Spektrofotometer IR/FTIR dikomunikasikan kepada yang berwenang

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan analisis sampel uji secara rutin yang dapat dilakukan oleh personil laboratorium menggunakan metode analisis secara Spektrofotometer IR/FTIR 2. Dalam melaksanakan prosedur analisis dan membuat kesimpulan hasil analisis harus sesuai dengan instruksi kerja, prosedur K3 dan GLP 3. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum:, pipet, neraca analitik dan peralatan gelas lainnya Peralatan khusus : Spektrofotometer IR/FTIR

4. Bahan: standar analit, pereaksi, dan pelarut yang sesuai dengan sampel yang dianalisis Acuan Penilaian Unit kompetensi dapat diujikan melalui ujian tulis, lisan dan demo untuk mengetahui kemampuan peserta ujian dalam : • • • Teori spektrofotometer IR/FTIR Prosedur penyiapan sampel dan standar Mengoperasikan Spektrofotometer IR/FTIR dimulai dari menghidupkan sampai dengan mematikannya. Aspek kritis yang harus dipenuhi , penilai harus mengamati bahwa kandidat dapat: • • • Menyalakan, mengoperasikan dan mematikan peralatan Memeriksa status kalibrasi. dan melakukan kalibrasi bila diperlukan Mempersiapkan dan menguji sampel dan standar menggunakan prosedur yang sesuai.

111

• • • • • • • • • • • •

Menghitung hasil dalam satuan yang sesuai. Mencatat dan melaporkan hasil dalam format yang sesuai

Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain : KA.KUA.D.002.A Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium Dengan Benar (GLP) KA.LAB.D.005.A Membersihkan dan merawat peralatan gelas, keramik dan alat penunjang lainnya. KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KA.LAB.P.016.A Menyimpan bahan kimia dan membuang bahan kimia yang kadaluarsa. KA.KOM.D.023.A Menggunakan prosedur analisis.

Pengetahuan dan keterampilan pendukung yang diperlukan : Prinsip Spektrofotometer IR/FTIR Hubungan struktur kimia dengan absorbsi radiasi elektromagnetik Teknik penyiapan sampel khsususnya untuk spektrofotometer IR/FTIR Persamaan Lambert- Beer Fungsi masing-masing komponen peralatan Spektrofotometer IR/FTIR

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 1

Level 2

Level 1

Level 1

Level 2

112

Kode Unit: KA.ANA.U.029.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Elektrogravimetri Uraian Unit: Unit kompetensi ini digunakan untuk melaksanakan analisis dengan metode elektrogravimetri untuk analisis rutin dengan kesalahan maksimum 5% Sub Kompetensi 1. Mengidentifikasi sampel dan menentukan parameter kerja 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kandungan spesi sampel diperkirakan dari keadaan fisik dan kimia sampel, jika perlu dilakukan validasi sampel 1.2 Keberadaan kation-kation dengan tegangan oksidasi/reduksi <0,5 volt diinventarisir dan diperkirakan jumlahnya 1.3 Jika dijumpai matrik dengan perbedaan tegangan oksidasi/reduksi <0,5 volt, maka teknik analisis menggunakan elektrode ketiga 1.4 Parameter operasional peralatan ditentukan sesuai dengan kondisi analit, matriks, dan tingkat ketelitian kerja yang diperlukan 2. Menyiapkan sampel dan peralatan 2.1 Kondisi peralatan diperiksa secara fisik dan dari buku log instrumen bersangkutan 2.2 Sampel dilarutkan dengan pelarut yang sesuai dengan prosedur atau protokol kerja 2.3 Bentuk dan jenis elektrode yang akan digunakan disesuaikan dengan tujuan analisis, kondisi sampel, dan kondisi

113

analit 3. Melaksanakan analisis elektrogravimetri 3.1 Sumber daya listrik diatur pada tegangan, kuat arus, dan mode sesuai dengan kebutuhan analisis 3.2 Elektrode dipasang ke peralatan sesuai dengan posisi untuk katode dan anode 3.3 Elektrolisis dilaksanakan (atau peralatan dioperasikan) sesuai ketentuan SOP 3.4 Analisis dihentikan pada kondisi yang ditentukan dalam prosedur kerja analisis 4. Mencatat, mengolah, dan melaporkan hasil analisis 4.2 4.1 Penimbangan bobot mula-mula elektrode dicatat dalam buku catatan analis Penimbangan bobot elektrode yang telah dilapisi endapan dicatat dalam buku catatan analis 4.3 Cara menghitung dan rumus yang digunakan dicatat dalam buku catatan analis 4.4 Hasil akhir dilaporkan dengan cara mengisi formulir (borang) pengujian 4.5 Semua kondisi kerja yang dilakukan dicatat dalam buku catatan analis Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini terutama digunakan untuk melaksanakan analisis logam paduan. 2. Prosedur analisis atau Instruksi Kerja yang digunakan bisa berasal dari pemberi sampel 3. Disarankan untuk menggunakan Buku Manual peralatan elektrogravimetri dari jenis dan tipe yang lebih modern 4. Peralatan yang digunakan: • • • Peralatan umum: labu takar, erlenmeyer, gelas kimia, neraca analitik Peralatan pelaksanaan: elektrograf dan seperangkat elektrode

5. Bahan: Bahan pelarut yang sesuai untuk sampel bersangkutan seperti asam nitrat,

114

asam sulfat, dan asam klorida • • Bahan pengkondisi seperti: natrium bikarbonat Bahan standar: jika analisis dilaksanakan pada tingkat ketelitian tinggi

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara: • Lisan atau tulis untuk menguji penguasaan teori pengendapan kimia menggunakan arus listrik, prinsip-prinsip pengaturan endapan, hubungan antara proses pengendapan dengan tegangan yang digunakan, dan teknikteknik untuk menghasilkan endapan berkualitas baik • • • Demo untuk menunjukkan kemampuan mengatur tegangan, melaksanakan proses pengendapat, dan menentukan titik akhir Praktik langsung di laboratorium dengan melaksanakan pengujian sampel logam paduan yang sudah dianalisis oleh laboratorium lain yang terakreditasi Observasi buku log analis, buku catatan laboratorium, dan buku log instrumen yang berhubungan dengan aktivitas kerja peserta uji di tempat kerja 2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: • • Hasil analisis yang dilaksanakan mengandung kesalahan maksimal 5% Pengaturan tegangan elektrode akan menjadi rumit dan kompleks jika di dalam larutan terdapat matriks yang mengendap pada tegangan hampir sama dengan analit
3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain :

• • • • • • • •

KA.LAB.D. 008.A

Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

KA.ANA.U.010.A KA.KOM.D.023.A

Melaksanakan Analisis Gravimetri Menggunakan Prosedur Analisis.

4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: Katode, anode, dan elektrode ketiga Sifat kelistrikan elektrolit Dinamika tegangan sel elektrolisis (tegangan oksidasi/reduksi, tegangan lebih, tegangan polarisasi, tegangan ohmik) Hukum Faraday, hukum Nernst, dan hukum Ohm Sifat listrik ac dan listrik dc

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan:

115

• •

Keterampilan menggunakan peralatan listrik

6. Keberhasilan unit kompetensi ini sangat ditentukan oleh: Keterampilan mengatur tegangan aplikasi terutama pada teknik analisis menggunakan elektrode ketiga

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 2

Level 2

Level 2

Level 2

Level 2

116

Kode Unit: KA.KOM.P.030.A Judul Unit: Menyusun Dokumentasi Laboratorium Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk melakukan analisis terhadap kebutuhan dan kecukupan dokumen, menyusun/merevisi dokumen, mengendalikan dokumen, dan mensosialisasikan dokumen. Sub Kompetensi 1. Melakukan analisis terhadap kebutuhan dan kecukupan dokumen 1.2 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Tujuan penyusunan dokumen dan fungsi dokumen ditetapkan Jenis-jenis dokumen yang dibutuh-kan dianalisis dan ditetapkan 1.3 Kebutuhan dan fungsi dokumen dikomunikasikan kepada personil terkait 2. Menyusun/merevisi dokumen 2.1 Dokumen yang dimiliki laboratorium dievaluasi kecukupannya terhadap standard 2.2 2.3 Dokumen yang belum cukup direvisi Dokumen yang belum ada disusun dan diberi identifikasi berdasarkan standard yang digunakan 2.4 Konsep dokumen dikaji ulang oleh personil yang tepat 2.5 Konsep dokumen diperbaiki atas dasar hasil kaji ulang 2.6 Konsep dokumen disahkan dan diterbitkan 3. Mengendalikan dokumen 3.1 Prosedur pengendalian dokumen ditetapkan 3.2 Dokumen didistribusikan kepada personil yang tepat

117

3.3

Dokumen yang beredar dipastikan terbitan mutakhir

4.

Mensosialisasikan dokumen kepada para pengguna

4.1

Dokumen yang telah disusun/direvisi disosialisasikan kepada para penggu-na

4.2

Monitoring dan evaluasi terhadap implementasi dokumen dilakukan

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan penyusunan dokumen di laboratorium dan harus dikuasai oleh kandidat. Dokumen dalam hal ini termasuk: • • • pedoman mutu, prosedur kerja, instruksi kerja, format, dan dokumen eksternal lainnya (standard kerja, standard produk, metode uji, dan lainnya). penggunaan on line komputer juga termasuk dalam sistem dokumentasi. kandidat harus mengenal SNI 19-17025 dan SNI 19-9000:2000

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada kandidat di tempat kerja maupun di tempat lain dengan cara: • • • • • Pertanyaan lisan dan tertulis untuk mengetahui kedalaman pengetahuan Demonstrasi untuk menganalisis kebutuhan dokumen Demonstrasi menyusun dokumen Demonstrasi dalam melakukan kaji ulang dokumen Demonstrasi dalam mensosialisasikan dokumen

2. Aspek-aspek kritis Kompetensi ini harus ditunjukkan dengan kemampuan penyusunan dokumen, pengendalian dokumen dan sosialisasi dokumen. Penilai harus mencari bukti bahwa kandidat mampu: • • • • • • • Melakukan analisis kebutuhan dokumen. Menyusun minimal prosedur kerja, instruksi kerja, format. Memberikan identifikasi terhadap dokumen. Melakukan perekaman/pengarsipan dokumen. Melakukan kaji ulang dokumen. Melakukan sosialisasi dokumen. Melakukan monitoring dan evaluasi dokumen.

118

3. Pengetahuan dan Keterampilan yang diperlukan untuk mendukung tercapainya kompetensi ini antara lain bahwa kandidat harus: • • • Mampu menggunakan media elektronik (komputer/on line, software yang diperlukan). Menguasai teknik penulisan prosedur, instruksi kerja, metode uji, dan lainnya. Menguasai teknik komunikasi, khususnya melalui tulisan

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 2

Level 2

Level 2

Level 2

Level 2

119

Kode Unit: KA.KUA.D.031.A Judul Unit: Melaksanakan Verifikasi Alat Ukur Primer dan Alat Ukur Sekunder Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan melakukan verifikasi alat ukur primer dan alat ukur sekunder untuk menjamin alat ukur tersebut layak digunakan Sub Kompetensi 1. Melaksanakan pemantauan kondisi lingkungan laboratorium sesuai prosedur 1.2 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kondisi dan kebersihan laboratorium telah dipantau, dicatat dan siap digunakan Suhu, kelembaban, getaran yang terjadi di laboratorium telah dicatat sesuai prosedur 1.3 Sumber energi telah diperiksa dan siap digunakan setiap saat 1.4 Kondisi yang tidak sesuai dengan standar dicatat dan dilaporkan sesuai prosedur 2 Melakukan verifikasi alat ukur primer 2.2 2.1 Kebersihan dan kondisi alat ukur diperiksa dan siap digunakan Pengaturan titik nol alat telah dilakukan sesuai prosedur 2.3 Pengujian skala alat telah dilakukan menggunakan anak timbangan standar 2.4 Kesesuaian data telah dicatat dan dilaporkan sesuai prosedur 3. Melakukan verifikasi alat ukur 3.2 3.1 Kebersihan dan kondisi alat ukur telah diperiksa dan siap digunakan Suhu air yang digunakan dan ruang telah dicatat 3.3 Kebersihan dan kondisi neraca yang terkalibrasi telah diperiksa dan siap

120

digunakan 3.4 Pengaturan titik nol neraca telah dilakukan sesuai prosedur 3.5 Alat ukur volumetri yang akan diverifikasi telah ditimbang dan dicatat 3.6 Volume air alat ukur volumetrik yang akan diverifikasi telah ditimbang dan dicatat 3.7 Data hasil verifikasi telah dihitung sesuai prosedur Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini melakukan verifikasi alat ukur primer dan sekunder sesuai dengan • Standar operating procedures • GLP • Manual peralatan • Spesifikasi peralatan • Prosedur perusahaan 2. Alat ukur primer yang dimaksud dalam kompetensi ini adalah : neraca analitik, 3. Alat ukur sekunder yang dimaksud dalam kompetensi ini adalah alat-alat gelas volumetrik yang mencakup : • labu ukur • pipet ukur • pipet volumetrik • buret 4. Verifikasi dalam unit kompetensi dimaksudkan untuk mengetahui kelayakan alat ukur tersebut 5. Kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban, getaran harus diatur sebelum verifikasi dilakukan Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada kandidat di tempat kerja maupun di tempat lain sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Metode yang dapat digunakan untuk penilaian kandidat dapat berupa :

121

• • • •

Pengamatan terhadap kandidat dalam melaksanakan verifikasi alat Pertanyaan lisan dan tertulis Memeriksa buku catatan dan dokumentasi kandidat Umpan balik dari penyelia

2. Aspek kritis yang harus diuji pada kandidat adalah Kompetensi ini harus ditunjukkan dengan kemampuan melakukan verifikasi alat ukur primer dan sekunder sesuai dengan prosedur. Penilai harus mencari bukti bahwa kandidat mampu : • • • • • Menggunakan neraca/timbangan dan alat-alat gelas volumetrik yang sesuai. Memilih dan menggunakan anak timbangan standar yang sesuai Melakukan pengecekan kondisi peralatan dan lingkungan kerja sesuai prosedur Mencatat data sesuai dengan standar Menghitung data hasil verifikasi sesuai prosedur

3. Pengetahuan dan keterampilan pendukung yang harus dimiliki untuk tercapainya unit kompetensi ini, kandidat harus menguasai : • • • • Jenis dan fungsi neraca analitik Jenis dan fungsi peralatan gelas Grade peralatan gelas Penggunaan neraca analitik dan peralatan gelas

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 1

Level 2

Level 2

Level 2

Level 1

Level 2

122

Kode Unit: KA.TEK.P.032.A Judul Unit: Merawat dan Memverifikasi Fotometer Nyala dan Spektrofotometer Emisi Atomik Nyala Uraian Unit: Unit kompetensi ini digunakan untuk jaminan mutu hasil analisis fotometri nyala dan analisis emisi atomik melalui pengaturan peralatan Sub Kompetensi 1. Memeriksa kondisi keamanan peralatan 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Faktor-faktor keamanan lingkungan peralatan diperiksa mengikuti ketentuan buku manual 1.2 Faktor-faktor pendukung keamanan peralatan diperiksa dan disesuaikan mengikuti ketentuan buku manual 1.3 Label peringatan dipasang jika ada kondisi yang membahayakan mengikuti ketentuan instruksi kerja K3 2. Merawat fotometer nyala dan emisi atomik 2.1 Lingkungan peralatan fotometer nyala dibersihkan mengikuti cara kerja yang tercantum di dalam buku manual 2.2 Bagian luar dan bagian dalam peralatan dibersihkan mengikuti cara yang tercantum di dalam buku manual 2.3 Kondisi yang tidak normal dilaporkan ke atasan mengikuti ketentuan SOP 3. Memverifikasi fotometer nyala atau spektrofotometer emisi atomik 3.1 Monokromator atau filter sinar diverifikasi mengikuti cara yang tercantum di dalam instruksi kerja atau mengikuti buku manual. 3.2 Linieritas skala ukur diverifikasi menggunakan deret standar mengikuti

123

ketentuan instruksi kerja. 3.3 Proses dan hasil verifikasi dilaporkan dan diarsipkan sesuai instruksi kerja. 3.4 Label ‘out of order’ atau sejenisnya dipasang pada peralatan yang tidak sesuai dengan ketentuan verifikasi. Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk perawatan dan verifikasi fotometer nyala dan spektrofotometer emisi atomik dengan teknik nyala. 2. Unit kompetensi ini memerlukan Standar Operating Procedure (SOP) untuk Keamanan Keselamatan Kerja, dan SOP untuk komunikasi interpersonal (melaporkan kondisi yang tidak sesuai dengan ketentuan). 3. Buku manual yang berlaku untuk peralatan bersangkutan atau peralatan sejenis. 4. Peralatan yang digunakan: • • • Enam buah labu takar, buret, pipet, oven, pengaduk, dan corong. Instrumen analitik bersangkutan (fotometer nyala atau SEA nyala)

5. Bahan: NaCl pro analisa dan air suling. SRM 3101 s.d. SRM 3169Standar induk unsur tunggal (10 mg/mL) untuk SSA, Spektrofotometer Emisi dan teknik analisis unsur logam lainnya. Acuan Penilaian 1. Penilaian dilaksanakan dengan cara: • • • • • Penguasaan teoritis dapat diujikan dengan cara lisan atau tulis mengenai prinsip kerja fotometri nyala dan spektrofotometri emisi. Demo atau peragaan menggunakan peralatan. Demo atau peragaan melaksanakan optimasi Melaksnakan optimasi peralatan pada aktivitas analisis kimia Observasi buku log catatan analis di tempat kerja dan catatan perusahaan

2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: pembuatan kurva standar tidak boleh diregresilinierkan jika kelinieran data deret standar <0,99. 3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: • KA.LAB.D.008.A Bekerja berdasarkan keselamatan dan kesehatan kerja

124

4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: • • • • • • hubungan antara temperatur nyala dengan sifat emisi unsur-unsur, perbedaan spektrum atomik dengan spektrum molekuler, perbedaan spektrum emisi dengan spektrum serapan, bahan-bahan acuan yang digunakan untuk analisis secara emisi, dan teknik-teknik analisis emisi atomik.

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: keterampilan mengoperasikan fotometer nyala dan SEA nyala sampai pada tingkat optimasi paramater kerja.

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 3

Level 1

Level 2

Level 2

Level 3

125

Kode Unit: KA.ANA.U.033.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Voltametri dan Analisis Amperometri Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk mempersiapkan sampel dan peralatan, melakukan prosedur analisis, mengolah data dan melaporkan hasil, memelihara lingkungan kerja dan memelihara data laboratorium Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan sampel dan peralatan 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Sampel diidentifikasi, kemudian dibandingkan dengan spesifikasi standar dan dicatat serta dilaporkan penyimpangan sesuai dengan syarat uji. 1.2 Prosedur analisis voltametri dan amperometri ditetapkan 1.3 Peralatan dan instrumentasi untuk analisis voltametri dan amperometri ditetapkan 1.4 Larutan standar dan pereaksi dibuat sesuai IK 1.5 1.6 Sampel dan standar disiapkan sesuai IK Peralatan instrumentasi analisis voltametri dan amperometri dicek status kalibrasinya dan dikalibrasi sesuai IK 2. Melakukan prosedur analisis 2.1 Peralatan/ instrumen analisis voltametri dan amperometri diset dan dioperasikan sesuai IK 2.2 Pengujian standar dan sampel dilakukan sesuai IK 2.3 Instrumentasi voltametri dan amperometri dimatikan sesuai IK

126

2.4

Penyimpangan hasil dan faktor penyebabnya diprediksi dan ditangani sesuai dengan prosedur

3.

Mengolah data dan melaporkan hasil

3.1

Data hasil uji dicatat/ direkam selama pengamatan

3.2 3.3

Kadar analit dalam suatu sampel dihitung Hasil pengujian analisis diinterpretasikan sesuai dengan prosedur standar

3.4 4. Memelihara lingkungan kerja 4.1

Laporan hasil uji dibuat sesuai format Ketentuan keamanan dan keselamatan kerja dilaboratorium diikuti

4.2 4.3

Limbah laboratorium diolah sesuai IK Tempat pembuangan limbah laboratorium dicek kondisinya

4.4

Pereaksi dan alat uji dibersihkan, dipelihara dan disimpan sesuai dengan IK

5.

Menjaga data laboratorium

5.1

Hasil uji dengan analisis voltametri dan amperometri dicatat dalam system organisasi laboratorium yang sesuai

5.2 5.3

Informasi data laboratorium dipelihara Hasil analisis dikomunikasikan kepada yang berwenang

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan analisis sampel uji secara rutin yang dapat dilakukan oleh personil laboratorium menggunakan metode analisis Voltametri dan amperometri 2. Dalam melaksanakan prosedur analisis dan membuat kesimpulan hasil analisis harus sesuai dengan instruksi kerja, prosedur K3 dan GLP 3. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum lab. Kimia analitik seperti labu takar, pipet, neraca analitik dan peralatan gelas lainnya Peralatan khusus : Voltametri dan Amperometri

127

4. Bahan: standar analit, pereaksi, dan pelarut yang sesuai dengan sampel yang dianalisis Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan melalui ujian tulis, lisan dan demo untuk mengetahui kemampuan peserta ujian dalam : • • • • • • • • • • • • • • • • Teori voltametri dan amperometri Prosedur penyiapan sampel Mengoperasikan voltametri dan amperometri dimulai dari menghidupkan sampai dengan mematikannya. Memeriksa status kalibrasi peralatan dan melakukan kalibrasi bila diperlukan Penentuan titik akhir voltametri dan amperometri Pembacaan galvanometric pada analisis amperometri

2. Aspek kritis yang harus dipenuhi , penilai harus mengamati bahwa kandidat dapat: Menyalakan, mengoperasikan dan mematikan peralatan Memeriksa status kalibrasi. Mempersiapkan dan menguji sampel menggunakan prosedur yang sesuai. Menghitung hasil dalam satuan yang sesuai. Mencatat dan melaporkan hasil dalam format yang sesuai

3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain : KA.KUA.D.002.A Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium Dengan Benar (GLP) KA.LAB.D.005.A Membersihkan dan merawat peralatan gelas, keramik dan alat penunjang lainnya. KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KA.LAB.P.016.A Menyimpan bahan kimia dan membuang bahan kimia yang kadaluarsa. KA.KOM.D.023.A Menggunakan prosedur analisis.

128

4. Pengetahuan dan keterampilan pendukung yang diperlukan : • • • • • Prinsip polarografi (arus searah dan bolak-balik) Pemilihan elektroda indicator dan pembanding sesuai yang dibutuhkan pada analisis amperometri Persamaan Randles Servik pada analisis voltametri Hukum Ohm, dan Kircchof Fungsi masing-masing komponen peralatan Voltametri dan Amperometri

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 3

Level 1

Level 2

Level 2

Level 3

129

Mam-rev nov

Kode Unit: KA.ANA.P.034.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Kromatografi Lapis Tipis Kinerja Tinggi (KLT-KT) Uraian Unit: Pada dasarnya, unit kompetensi ini merupakan kemampuan bekerja menggunakan peralatan larik (scanner) kromatografi lapis tipis dan kemampuan bekerja dengan lempeng (plate) lapis tipis kinerja tinggi Sub Kompetensi 1. Memeriksa dan menyiapkan peralatan. 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Lempeng lapis tipis diperiksa terhadap kemungkinan adanya goresan atau permukaan yang terkelupas. 1.2 Kondisi peralatan scanner dan integrator diperiksa melalui buku log instrumen bersangkutan. 1.3 Paramater pendukung kerja (terutama temperatur, kelembapan, dan tegangan listrik) dipastikan memenuhi persyaratan. 1.4 Lempeng lapis tipis diovenkan selama 15 menit. 1.5 Kertas rekorder pada integrator dipastikan masih mencukupi kebutuhan analisis. 1.6 Alat pelindung diri disiapkan sesuai dengan sifat bahan kimia yang digunakan 2. Menyiapkan sampel dan wadah pengembang kromatografik 2.2 2.1 Sampel yang akan dianalisis dipastikan sudah memenuhi persyaratan analisis. Sampel dilarutkan dengan pelarut yang sesuai atau mengikuti ketentuan instruksi kerja 2.3 Eluen disiapkan sesuai dengan sifat sampel yang dianalisis atau mengikuti

130

prosedur kerja. 2.4 Bak pengembang dan kaca penghubung eluen ke lempeng lapis tipis, dipastikan dalam keadaan yang bersih 2.5 Sampel ditotolkan ke permukaan lempeng tipis menggunakan pipet mikro pada posisi mengikuti ketentuan instruksi kerja. 2.6 Lempeng lapis tipis dikeringkan menggunakan alat pengering udara panas (hot air dryer) 3. Melaksanakan pemisahan kromatografik 3.2 3.1 Bak pengembang kromatografik diatur pada posisi tepat datar air Bak eluen diisi dengan eluen sesuai kebutuhan. 3.3 Lempeng lapis tipis berisi sampel diletakkan pada bak pengembang sesuai ketentuan instruksi kerja instrumen bersangkutan 3.4 Elusi dimulai dengan merapatkan kaca penghubung eluen ke lempeng lapis tipis 4. Menggunakan Scanner TLC 4.1 Scanner dan integrator dihidupkan, proses pemeriksaan kondisi oleh peralatan diikuti dengan seksama, dan jika setiap catatan kegagalan dicatat dalam buku log instrumen 4.2 Mode penelusuran dan teknik pengolahan data dipilih sesuai kebutuhan 4.3 Program penelusuran dipilih sesuai kondisi sampel; jika perlu scanner diprogram mengikuti ketentuan buku manual peralatan. 4.4 Program pengolahan data dipilih sesuai

131

kebutuhan; jika perlu integrator diprogram mengikuti ketentuan buku manual peralatan bersangkutan 5. Pencatatan data dan pelaporan 5.1 Setiap kegagalan operasional (jika ada) dicatat dalam buku log instrumen bersangkutan. 5.2 Kromatogram standar dan kromatogram sampel digandakan (difotokopikan) dan dilampirkan dalam laporan. 5.3 Kepekatan akhir dan catatan mengenai kromatogram diisikan ke formulir analisis. 6. Membersihkan dan menyimpan peralatan 6.1 Scanner dan integrator dimatikan dan kabel daya listrik dibiarkan tetap pada posisinya 6.2 Semua komponen bak pengembang dipisahkan, dicuci dengan pelarut organik, dan dikeringkan dengan aliran udara panas. 6.3 Bagian dalam scanner dibersihkan dengan menggunakan pembersih vakum berukuran kecil.. 6.4 Lingkungan kerja dan peralatan gelas dicuci dengan bahan pencuci yang sesuai. Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini terutama digunakan untuk menganalisis bahan-bahan organik padatan yang mudah rusak karena panas dan bisa digunakan untuk melanjutkan analisis kromatografi kertas dan lapis tipis klasik. 2. Unit kompetensi ini memerlukan Standar Operating Procedure (SOP) untuk menggunakan scanner dan integrator, MSDS untuk mengetahui tingkat dan jenis bahaya yang bisa ditimbulkan oleh bahan-bahan organik yang digunakan, dan Keamanan Keselamatan Kerja.

132

3. Buku manual yang berlaku untuk peralatan bersangkutan atau peralatan sejenis. 4. Peralatan yang digunakan: • • • • • Wadah sampel, biasanya botol vial. Pipet mikro Bak pengembang kromatografik Instrumen analitik bersangkutan (scanner dan integrator) Lempeng lapis tipis kinerja tinggi

5. Bahan: Eluen yang sesuai dengan sampel yang dianalisis Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan di tempat kerja atau di laboratorium lain yang memiliki peralatan kromatografi lapis tipis kinerja tinggi dengan cara: • Lisan atau tulisan untuk menguji wawasan teoritis mengenai: perbedaan KLT klasik dengan KLT kinerja tinggi, jenis dan jumlah sampel yang bisa dianalisis dengan KLT-KT, prinsip-prinsip pengukuran pada scanner, teknik-teknik pengolahan data pada integrator, dan pengertian KLT-KT • • • • • • Demo untuk memperlihatkan kemampuan dalam menggunakan pipet mikro, mengatur posisi bak pengembang, dan melaksanakan proses pemisahan Catatan di tempat kerja yang membuktikan bahwa analis bersangkutan sudah sering dan mampu menggunakan KLT-KT Menganalisis sampel uji secara lengkap

2. Aspek kritis yang harus diperhatikan adalah: Pengaturan lebar slit sinar pengukur yang tidak tepat akan menyebabkan kesalahan sistematis yang besar Penempatan posisi totolan sampel yang tidak beraturan bisa menyebabkan kegagalan proses penelusuran Proses pengeringan lempeng lapis tipis yang tidak dilaksanakan dengan baik akan menyebabkan cacat pada proses pemisahan 3. Pengetahuan pendukung yang diperlukan untuk tercapainya unit kompetensi ini adalah: • Teori kromatografi, jenis-jenis fasa diam pada KLT, jenis-jenis fasa gerak pada KLT, pola-pola pengembangan KLT-KT, sifat kapiler, proses pelebaran zona, dan teknik-teknik pengukuran spektrofotometri 4. Keterampilan pendukung yang diperlukan untuk melaksanakan unit kompetensi

133

ini adalah: • • Keterampilan menentukan sifat sampel dan sifat eluen yang akan digunakan

5. Keberhasilan unit kompetensi ini sangat ditentukan oleh Ketepatan dan keakuratan menggunakan pipet mikro untuk menotolkan sampel ke lempeng tipis

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 2

Level 1

Level 2

Level 2

Level 3

134

Kode Unit: KA.DAT.U.035.A Judul Unit: Menentukan Nilai Ketidakpastian Pengukuran Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber ketidakpastian dari suatu pengukuran, menghitung nilai ketidakpastian pengukuran, serta mengevaluasi ketidakpastian pengukuran. Sub Kompetensi 1. Mengidentifikasi sumbersumber ketidakpastian dari suatu pengukuran 1.2 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Konsep dasar pengukuran kuantitatif diimplementasikan dengan tepat Konsep dasar ketidak-pastian pengukuran dipahami dengan benar 1.3 Sumber ketidakpastian pengukuran, macam-macam ketidakpastian pengukuran, dan pengaruhnya terhadap hasil pengukuran diidentifikasi 2. Menghitung nilai ketidakpastian pengukuran 2.1 2.2 Model matematis pengukuran ditentukan Ketidakpastian pengukuran diformulasikan 2.3 Ketidakpastian pengukuran dihitung atas dasar sumbernya 2.4 2.5 Nilai ketidakpastian gabungan dihitung Hasil perhitungan ketidakpastian pengukuran dilaporkan 3. Evaluasi ketidakpastian pengukuran 3.2 3.1 Kontribusi dari masing-masing ketidakpastian baku dievaluasi Hasil evaluasi dikomunikasikan kepada personil terkait

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja

135

1. Unit kompetensi ini menjelaskan tentang kemampuan untuk menspesifikasikan, mengidentifikan, mengkuantifikasikan dan menggabungkan ketidakpastian pengukuran. Dalam pelaksanaannya di laboratorium harus tersedia : • • Data hasil analisis untuk diukur nilai ketidakpastiannya Komputer, dan peralatan hitung lainnya

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada kandidat di tempat kerja maupun di tempat lain yang sesuai dengan cara • • • • • Pertanyaan lisan dan tertulis untuk mengetahui kedalaman pengetahuan Kandidat diminta untuk menjelaskan sumber ketidakpastian pengukuran dan persamaan matematisnya Kandidat diberikan suatu kasus dan diminta untuk mengidentifikasi sumbersumber ketidakpastian pengukuran Kandidat diminta untuk melakukan perhitungan ketidakpastian pengukuran pada suatu kasus tertentu Kandidat diminta untuk mengevaluasi hasil perhitungan, menginterpretasikan dan menyajikannya 2. Aspek-aspek kritis Kompetensi ini harus ditunjukkan dengan kemampuan menghitung nilai ketidakpastian pengukuran, baik ketidakpastian baku maupun gabungan. Penilai harus mencari bukti bahwa kandidat mampu : • • • • Melakukan formulasi ketidakpastian pengukuran Mengidentifikasi sumber ketidakpastian pengukuran Melakukan perhitungan ketidakpastian pengukuran Mengevaluasi ketidakpastian pengukuran dan menginterpretasikannya

3. Pengetahuan dan Keterampilan yang diperlukan untuk mendukung tercapainya kompetensi ini antara lain bahwa kandidat harus : • • • • Dapat menyeleksi sumber ketidakpastian pengukuran Mengidentifikasi sumber ketidakpastian pengukuran dan akar permasalahannya Menggunakan teori statistika yang tepat Menggunakan program komputer yang valid

136

• •

Menguasai unit kompetensi Dat.B2.02.03.u Menguasai perhitungan matematis yang relevan dengan ketidakpastian pengukuran sebelum mengambil unit kompetensi ini.

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 3

Level 2

Level 3

Level 2

Level 3

137

Kode Unit: KA.DAT.P.036.A Judul Unit: Mengolah data hasil pengukuran secara statistika Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk melakukan analisis diskriptif, melakukan uji beda nyata, menerapkan analisis korelasi dan regresi, dan analisis lain dengan menggunakan metode statistika Sub Kompetensi 1. Melakukan analisis diskriptif 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Data dalam bentuk tabel dan grafik yang komunikatif disajikan 1.2 Rata-rata dan simpangan baku dihitung dengan tepat 1.3 Selang kepercayaan untuk rata-rata dibuat dan dihitung 1.4 Bagan kendali mutu dibuat dan dapat digunakan 1.5 Galat acak dan galat sistematik dari suatu pengukuran dihitung 1.6 1.7 2. Melakukan uji beda nyata 2.1 2.2 2.3 Hasil analisis disajikan Index kapabilitas proses dihitung Uji pencilan dilakukan Uji normalitas dilakukan Rata-rata dengan nilai standard dibandingkan 2.4 2.5 3. Menerapkan analisis korelasi dan regresi 3.1 Rata-rata dari dua sampel dibanding-kan Uji khi kuadrat dilakukan Kurva regresi dibuat dan korelasi dihitung untuk standardisasi peralatan atau proses 3.2 Kisaran linier dari kurva regresi ditentukan

138

3.3

Konsentrasi analit dari suatu sampel uji atau parameter uji yang lain dihitung

3.4

Analisis regresi diaplikasikan untuk keperluan lain seperti metode adisi standar

3.5

Data hasil analisis regresi diinterpretasikan

4.

Melakukan analisis data dengan menggunakan statistika non parametric

4.1 4.2

Uji normalitas dilakukan Uji atas dasar rentang hasil pengamatan dilakukan

4.3

Uji non parametric untuk membandingkan rata-rata dari dua sampel digunakan

5.

Melakukan analisis dengan menggunakan rancangan percobaan

5.1

Beberapa rata-rata dibandingkan dengan menggunakan analisis sidik ragam (analysis of variance)

5.2

Analisis sidik ragam untuk dua faktor atau lebih dilakukan

5.3

Hasil analisis dengan menggunakan analisis sidik ragam diinterpretasikan

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini digunakan untuk mengolah data hasil analisis di laboratorium. 2. Peserta uji harus memahami dan dapat menggunakan program-program pengolahan data, seperti SPSS, minitab, dan lainnya. 3. Peralatan yang harus tersedia adalah kalkulator, komputer dan mesin hitung lainnya. Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada kandidat di tempat kerja maupun di tempat lain dengan cara : • • • Pertanyaan lisan dan tertulis untuk mengetahui kedalaman pengetahuan Demonstrasi dalam memilih teknik pengolahan data, mengolah dan menganalisis data hasil uji, serta menginterpretasikan hasilnya Demonstrasi menggunakan program-program statistika

139

Demonstrasi dalam membuat laporan hasil pengolahan data

2. Aspek-aspek kritis: Kompetensi ini harus ditunjukkan dengan kemampuan analisis dan melaporkan data. Penilai harus mencari bukti bahwa kandidat mampu : • • • • • Membuat distribusi frekuensi, membuat tabel yang informative dan membuat grafik dari data yang ada. Membuat bagan kendali mutu dari data yang ada, menggunakan dan menginterpretasikannya. Melakukan pengolahan data yang diperoleh dari suatu kegiatan di laboratorium dengan menggunakan teori statistika yang tepat. Membuat laporan hasil pengolahan data. Memelihara kerahasiaan data.

3. Pengetahuan dan Keterampilan yang diperlukan untuk mendukung tercapainya kompetensi ini antara lain bahwa peserta uji harus menguasai : • • • • • • Matematika Kelayakan data hasil pengukuran Karakteristik dari pengamatan yang valid dan mengetahui sumber ketidak pastian pengukuran Interpretasi hasil pengolahan data Validitas program pengolahan data, bila diperlukan Prosedur memelihara dan mengamankan data

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 2

Level 2

Level 2

Level 2

Level 2

140

Kode Unit: KA.KUA.P.037.A Judul Unit: Merencanakan, Melaksanakan, Memantau dan Mengevaluasi Kegiatan Jaminan Mutu Laboratorium Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk merencanakan kegiatan jaminan mutu, melaksanakan kegiatan jaminan mutu, memantau dan mengevaluasi kegiatan jaminan mutu laboratorium. Sub Kompetensi 1. Merencanakan kegiatan jaminan mutu laboratorium 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kebutuhan akan pengelolaan laboratorium berdasarkan SNI 19-17025 dianalisis 1.2 Sistem jaminan mutu laboratorium direncanakan dan dikembangkan 1.3 Semua persyaratan SNI 19-17025 (dokumen, personil, metode uji, dan lainnya) disiapkan 2. Melaksanakan kegiatan jaminan mutu laboratorium 2.1 Sistem jaminan mutu laboratorium dikomunikasikan dan disosialisa-sikan kepada seluruh personil laboratorium 2.2 Partisipasi dari seluruh personil laboratorium ditumbuhkan 2.3 Tanggung jawab pelaksanaan sistem jaminan mutu laboratorium dialoka-sikan secara proporsional 2.4 Bantuan, bimbingan dan pelatihan untuk pelaksanaan jaminan mutu disediakan 2.5 Sistem jaminan mutu dilaksanakan sesuai perencanaan

141

3.

Memantau dan mengevaluasi pelaksa-naan kegiatan jaminan mutu laborato-rium

3.1 3.2

Auditor internal disiapkan Rencana kegiatan audit internal dibuat dan dilaksanakan

3.3

Umpan balik dari pelanggan direkam dan ditindak lanjuti

3.4 3.5

Kaji ulang manajemen dilaksanakan Rencana perbaikan dan peningkatan sistem secara berkelanjutan dibuat dan dilaksanakan

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi kegiatan jaminan mutu laboratorium • • • Kandidat harus menguasai dengan baik SNI 19-17025 dan penerapannya. Kebijakan kegiatan jaminan mutu harus tersedia Dokumen mutu tersedia di laboratorium

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada kandidat di tempat kerja maupun di tempat lain yang sesuai dengan cara : • • • Pertanyaan lisan dan tertulis untuk mengetahui kedalaman pengetahuan Demonstrasi untuk menyusun kerangka sistem manajemen mutu berdasarkan SNI 19-17025 Demonstrasi untuk mengidentifikasi kebutuhan dan rencana dalam pemenuhan persyaratan manajemen dan teknis sesuai SNI 19-17025 2. Aspek-aspek kritis Kompetensi ini harus ditunjukkan dengan kemampuan merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi kegiatan jaminan mutu laboratorium. Penilai harus mencari bukti bahwa kandidat mampu : • • • Merencanakan dan mengembangkan sistem jaminan mutu laboratorium berdasarkan SNI 19-17025 Melaksanakan kegiatan jaminan mutu laboratorium Memantau, mengevaluasi dan membuat usulan perbaikan pelaksanaan kegiatan jaminan mutu laboratorium

142

3. Pengetahuan dan Keterampilan yang diperlukan untuk mendukung tercapainya kompetensi ini antara lain bahwa kandidat harus mampu : • • • • Memahami dan menguasai SNI 19-17025. Melakukan komunikasi dengan baik dan benar. Melakukan kerjasama dalam tim Menumbuhkan dan memelihara komitmen dalam tim

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 3

Level 2

Level 3

Level 2

Level 2

Level 3

Level 2

143

Kode Unit: KA.PRO.U.038.A Judul Unit: Melaksanakan Validasi Metode Uji Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk memvalidasi metode uji mengikuti protocol yang ditetapkan untuk mengkonfirmasi bahwa metode itu sesuai untuk penggunaan yang dimaksudkan Sub Kompetensi 1. Mengidentifikasi lingkup metode yang akan digunakan 1.2. 1.3. 1.4. 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Tipe senyawaan yang akan dianalisis diidentifikasi Matriks yang dianalisis diidentifikasi Informasi tipe analisis dapat ditentukan Kondisi dan lingkungan peralatan yang akan digunakan telah dikonfirmasi 2. Mengidentifikasi unjuk kerja yang dibutuhkan 2.2. 2.1. Teknik validasi yang digunakan ditentukan Karakteristik unjuk kerja ditetapkan relevan dengan kebutuhan 3. Melakukan validasi 3.1. Validasi metode uji dilakukan oleh personil yang tepat 3.2. Validasi metode uji dilakukan menurut protokol validasi 4. Mengevaluasi hasil dan mencatat hasil 4.2. 4.1. Hasil validasi dievaluasi untuk melihat kecocokan metode uji Tingkat ketidakpastian metode yang dapat diterima dikonfirmasi 4.3. Rekomendasi evaluasi validasi diperoleh dari personil yang tepat 4.3. Catatan validasi didokumentasikan

144

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini berlaku untuk metode uji secara fisik, kimia, mikrobiologi atau kombinasinya. 2. Metode uji yang memerlukan validasi termasuk metode uji standar, metode uji yang dimodifikasi atau metode uji baru. 3. Karakteristik unjuk kerja dari metode uji termasuk selektivitas, linearitas, range, sensitivitas, limit deteksi, limit kuantitasi, akurasi, presisi, recovery, ruggedness dan robustness. 4. Semua pelaksanaan validasi mengikuti prosedur laboratorium, yang mencakup : • • • • • GLP Standard operating procedures Manual peralatan Catatan perawatan dan kalibrasi peralatan Spesifikasi bahan baku, proses dan produk

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan secara langsung kepada kandidat di tempat kerja maupun di tempat lain sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. • • • • • • • • Pertanyaan lisan atau tertulis untuk menguji pengetahuan pengoperasian peralatan, metode dan prosedur, dan teknik memecahkan masalah Melalui contoh-contoh validasi di tempat kerja yang dilakukan kandidat Umpan balik dari penyelia

2. Aspek kritis yang harus diuji pada kandidat adalah Menyiapkan sample uji dan standar validasi Mengoperasikan peralatan Melakukan validasi sesuai protocol Menggunakan statistik dalam mengolah data, menginterpretasikan data dan menyimpulkannya Mencatat data dan merekomendasikan

3. Pengetahuan dan keterampilan pendukung yang harus dimiliki untuk tercapainya unit kompetensi ini : • • Prinsip dan konsep validasi metode Pengetahuan mengenai prinsip dan pengoperasian peralatan

145

• •

Variabel yang divalidasi dan criteria pemilihannya Statistika

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 3

Level 2

Level 2

Level 2

Level 2

146

Kode Unit: KA.TEK.P.039.A Judul Unit: Merawat dan Memverifikasi Spektrofotometer Inframerah Uraian Unit: Unit kompetensi ini digunakan untuk menjamin mutu hasil analisis secara spektrofotometri inframerah dengan teknik pelarikan (scanning). Sub Kompetensi 1. Memeriksa kondisi keamanan peralatan 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Faktor-faktor keamanan lingkungan peralatan diperiksa mengikuti ketentuan instruksi kerja peralatan 1.2 Faktor-faktor pendukung keamanan peralatan diperiksa dan disesuaikan mengikuti ketentuan instruksi kerja atau buku manual 1.3 Label peringatan dipasang jika ada kondisi yang membahayakan mengikuti ketentuan SOP pejaminan mutu laboratorium 2. Merawat spektrofotmeter inframerah 2.1 Lingkungan peralatan spektrofotometer inframerah dibersihkan mengikuti cara kerja yang tercantum di dalam instruksi kerja atau buku manual 2.2 Bagian luar dan bagian dalam peralatan dibersihkan mengikuti cara yang tercantum di dalam buku manual 2.3 Kondisi yang tidak normal dilaporkan ke atasan mengikuti ketentuan instruksi kerja 3. Melaksanakan verfikasi spektrometer inframerah 3.1 Verfikasi menggunakan lembar polistyrena disiapkan mengikuti ketentuan dari buku manual atau

147

instruksi kerja 3.2 Verikasi menggunakan lembar polistyrena dilaksanakan mengikuti instruksi kerja atau buku manual 3.3 Kromatogram polystirena diinterpretasi mengikuti buku manual, buku ajar dan buku teks 3.4 Kondisi operasional spektrofotometer inframerah disimpulkan dari buku manual, buku ajar dan buku teks 3.5 Jika ada kondisi menyimpang dari ketentuan, label dipasang pada peralatan dan dilaporkan ke atasan untuk tindak lanjut. Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk perawatan dan verifikasi spektrofotometer infra merah dengan teknik larikan, baik tanpa/atau dengan teknologi Transformasi Fourier. Verifikasi spektrofotometer harus dilaksanakan jika peralatan baru diperbaiki, dipindahkan, ada gejalah ketidaknormalan, dan maksimal setiap enam bulan. 2. Instruksi kerja untuk perawatan dan verifikasi berlaku untuk spektrofotometer inframerah bersangkutan 3. Buku manual untuk semua tipe spektrofotometer inframerah larikan dapat digunakan untuk unit kompetensi ini. 4. Peralatan yang digunakan: • • Spektrofotometer inframerah dan rekorder

5. Bahan: bahan acuan standar lembar polistyrena dan spektrum standar polistyrena

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan dengan cara: • Lisan dan tulis untuk menguji penguasaan teori spektrometri inframerah, sifat emisi inframerah, interpretasi kromatogram polistirena, dan dasar instrumentasi spektrofotometer inframerah. • Pelaksanaan verifikasi langsung kepada peserta uji di laboratorium maupun di

148

tempat lain sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. 2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: spektrofotometer infra merah, peka terhadap fluktuasi temperatur. 3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: • • • • • • • • • • • • • KA.ANA.U.27.A Melaksanakan Analisis secara Spektrometri IR/FTIR KA.LAB.D.008.A Bekerja berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: sifat-sifat gelombang elektromagnetik, perbedaan sinar dengan gelombang radio, sumber emisi inframerah, sistem deteksi inframerah, teknik transformasi Fourier, pemahaman mengenai daerah sidik jari inframerah dan serapan spesifik, SOP Jaminan Mutu Laboratorium, dan instrumentasi spektrofotometer inframerah.

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: penggunaan peralatan spektrofotometer inframerah untuk analisis rutin, teknik pengendalian temperatur laboratorium, mikromekanik, dan teknik interpretasi spektrogram.

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 3

Level 2

Level 2

Level 2

Level 3

149

Kode Unit: KA.TEK.P.040.A Judul Unit: Merawat dan Memverifikasi Spektrofotometer Sinar Tampak dan Ultraviolet Uraian Unit: Unit ini merupakan kompetensi untuk menjamin kebenaran hasil analisis spektrofotometri UV/Vis melalui perawatan dan pengujian unjuk kerja spektrofotometer yang digunakan. Sub Kompetensi 1. Memeriksa kondisi spektrofotometer UV/Vis 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Faktor-faktor keselamatan kerja dan alat pelindung diri yang diperlukan disiapkan sesuai dengan petunjuk buku manual spektrofotometer dan buku keselamatan kerja di laboratorium 1.2 Kondisi operasional spektrofotometer dipelajari dari buku manual instrumen bersangkutan 1.3 Kestabilan skala ukur spektrofotometer dipelajari dari teknik pengukuran analitik 1.4 Pelaporan dan sistem komunikasi peralatan dipelajari dari manajemen laboratorium 2. Merawat spektrofotometer UV/Vis 2.1 Lingkungan kerja spektrofotometer disiapkan mengikuti ketentuan buku manual peralatan bersangkutan 2.2 Kebersihan spektrofotometer diperiksa dan dijaga mengikuti ketentuan buku manual peralatan bersangkutan 2.3 Penggantian lampu emisi spektrofotometer dilaksanakan sesuai petunjuk dari buku manual spektrofotometer bersangkutan

150

2.4

Perawatan kuvet dilaksanakan sesuai instruksi kerja

3.

Memverifikasi spektrofotometer UV/Vis

3.1

Kondisi monokromator diverifikasi mengikuti ketentuan buku manual layanan instrumen bersangkutan atau instruksi kerja

3.2

Kecocokan skala absorbans dengan skala transmitans diverifikasi sesuai ketentuan teoritis A = -log.T

3.3

Skala absorbans dan kelinieran skala A versus kepekatan diverifikasi terhadap deret standar larutan dikromat

3.4

Limit linieritas pada kurva standar ditentukan berdasarkan tingkat ketelitian analisis tinggi, sedang, dan rendah.

3.5

Limit diteksi instrumental spektrofotometer ditetapkan mengikuti instruksi kerja

3.6

Jika spektrofotometer dalam kondisi yang tidak layak pakai atau memerlukan rekalibrasi dilaporkan ke pihak berwenang dan dipasangkan label

3.7

Menghidupkan dan mematikan spektrofotometer sesuai dengan ketentuan instruksi kerja

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk perawatan dan verifikasi spektrofotometer berkas tunggal, dam spektrofotometer berkas ganda, yang bekerja berdasarkan serapan molekuler pada daerah sinar tampak dan ultraviolet. 2. Instruksi kerja diperlukan untuk pelaksanaan verifikasi monokromator, perawatan kuvet, dan penentuan limit diteksi. 3. Buku manual untuk peralatan sejenis dari merk dan tipe berbeda bisa digunakan untuk unit kompetensi ini.

151

4. Peralatan yang digunakan: • • • • • • • Peralatan umum laboratorium, terdiri atas labu takar, erlenmeyer, neraca analitik, corong, dan pengaduk Spektrofotometer sinar tampak/ultraviolet bersangkutan SRM 931 (D), Liquid Filters UV-Visible untuk Nilai Serapan dan λ 302, 395, 512 dan 678 nm SRM 935 (A), Potassium Dikromat untuk Nilai Serapan dan λ 235, 257, 313, 345 dan 350 nm SRM 2009 (A), Didynium untuk λ antara 400 - 760 nm. SRM 2034, Holmium Oksida untuk λ antara 240 - 650 nm Bahan acuan Potassium dikromat pro analisa

5. Bahan: Bahan acuan standar (SRM), salah satu atau lebih:

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan secara: • Lisan dan tulis untuk pengetahuan mengenai sifat emisi sinar tampak dan ultraviolet, instrumentasi spektrofotometer sinar tampak/UV, dan teknik pengukuran pada daerah sinar tampak dan UV • • Pelaksanaan unit kompetensi di laboratorium maupun di tempat lain sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Observasi buku log catatan analis dan catatan perusahaan

2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: verifikasi harus memastikan batas simpangan pengukuran <1%, 1 s.d. 5%, atau 5 s.d. 20%. Kemampuan bekerja pada tingkat ketelitian tinggi, kerapkali menjadi penentu keberhasilan unit kompetensi ini. 3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: • KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: • • • • hukum Beer, hukum Lambert, prinsip kerja dan instrumentasi spektrofotometer sinar tampak/UV, pemahaman mengenai bahan acuan standar (SRM) dan bahan acuan bersertifikat (CRM) serta bahan acuan (RM).

152

• • • •

Batas kemampuan kerja dan peruntukan peralatan bersangkutan

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: pemahaman sirkit elektronik sederhana, penanganan bahan acuan standar dan bekerja pada tingkat ketelitian tinggi

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 3

Level 2

Level 2

Level 2

Level 3

153

Kode Unit: KA.ANA.P.041.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Kromatografi menggunakan GC-MS Uraian Unit: Unit kompetensi ini meliputi kemampuan untuk melakukan analisis kromatografi menggunakan GC-MS termasuk didalamnya menyiapkan sample, menyiapkan alat, melakukan prosedur analisis , menghitung dan melaporkan hasil analisis sesuai dengan instruksi kerja yang tersedia Sub Kompetensi 1. Menyiapkan sample dan standar 1.2 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Sampel yang akan diuji sudah diidentifikasi dan dicatat dalam log book Peralatan keselamatan dan metode standar yang diperlukan sudah disiapkan. 1.3 Sampel uji dan standar (bila ada) sudah disiapkan sesuai dengan instruksi kerja 2. Melakukan persiapan alat 2.1 Pengecekan status kalibrasi alat sudah dilakukan. 2.2 Alat sudah dihidupkan dan di warming up sesuai dengan instruksi kerja alat 2.3 Seluruh parameter operasi alat sudah di set sesuai dengan instruksi kerja alat dan jenis sample yang akan diuji 3. Melakukan prosedur analisis 3.1 Pengukuran sampel dan standar sudah dilakukan sesuai dengan instruksi kerja 3.2 3.3 Data yang diperlukan sudah dicatat Instrumen dimatikan sesuai dengan instruksi kerja alat 4. Menghitung dan Melaporkan Hasil Uji 4.2 4.1 Hasil sudah dihitung sesuai dengan instruksi kerja. Hasil uji sudah dilaporkan sesuai dengan instruksi kerja

154

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan yang dilakukan oleh pelaksana laboratorium yang menggunakan uji/prosedur dengan menggunakan GC-MS untuk memeriksa bahan uji secara rutin Seluruh pekerjaan harus mengikuti standar yang relevan, prosedur yang sesuai dan atau sesuai dengan syarat perusahaan Prosedur/instruksi kerja meliputi atau diambil dari : • • • • • • • Standar Internasional Tata-kerja (seperti GLP dan GMP) Lembar data keselamatan bahan (MSDSs) Prosedur Kerja Standar (SOPs) Manual peralatan

Peralatan yang digunakan adalah Peralatan umum lab. Kimia analitik seperti labu takar, pipet, neraca analitik dan peralatan gelas lainnya Peralatan khusus : GC-MS.

Acuan Penilaian Unit kompetensi dapat diujikan melalui ujian tulis, lisan dan demo untuk mengetahui kemampuan peserta ujian dalam : • • • Teori kromatografi GC-MS Jenis sampel yang dapat dianalisis dengan GC-MS Mengoperasikan alat GC-MS dimulai dari menghidupkan sampai dengan mematikannya. Aspek kritis yang harus dipenuhi , penilai harus mengamati bahwa kandidat dapat: • • • • • • Menyalakan, mengoperasikan dan mematikan peralatan. Memeriksa status kalibrasi peralatan. Mempersiapkan dan menguji sampel menggunakan prosedur yang sesuai. Menghitung hasil dalam satuan yang sesuai. Menggunakan pengetahuan teoritis untuk mengkomunikasikan masalahmasalah ke supervisor lain atau pelayanan teknis Mencatat dan mengkomunikasikan hasil sesuai dengan prosedur perusahaan

155

Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain : • • • • • • KA.KUA.D.002.A Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium Dengan Benar (GLP) KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KA.KOM.D.023.A Menggunakan Prosedur Analisis.

Pengetahuan dan ketrampilan pendukung yang diperlukan : Prinsip pemisahan secara kromatografi. Teknik penyiapan sampel khsususnya untuk GC-MS Teknik mengoperasikan alat GC-MS termasuk mengoprasikan computer.

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 3

Level 2

Level 2

Level 2

Level 3

156

Kode Unit: KA.TEK.P.042.A Judul Unit: Melaksanakan Optimasi Peralatan Elektrogravimetri Uraian Unit: Unit ini merupakan kompetensi untuk meningkatkan ketelitian analisis kuantitatif elektrogravimetri terutama jika larutan sampel mengandung kation-kation dengan tegangan reduksi berdekatan. Sub Kompetensi 1. Memeriksa peralatan dan persyaratan keselamatan kerja 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kondisi lingkungan peralatan diperiksa mengikuti persyaratan buku manual instrumen bersangkutan 1.2 Sumber listrik, kabel, dan kondisi steker diperiksa sesuai ketentuan K3 perusahaan 1.3 Kondisi operational instrumen diperiksa dari catatan buku log instrumen ybs 1.4 Sistem pengamanan dan alat pelindung diri yang diperlukan dihadirkan dengan mengacu ke buku manual peralatan 1.5 Jika ada kondisi yang tidak beres, dibuatkan laporan dan dipasang label pada bagian alat bersangkutan 2. Menyiapkan peralatan elektrogravimeter 2.1 Persyaratan kondisi peralatan elektrogravimetri disesuaikan dengan ketentuan di dalam buku manual 2.2 Elektrode kerja, elektrode acuan, dan elektrode ketiga, disiapkan sesuai petunjuk buku manual. 2.3 Sampel dilarutkan dan disiapkan mengikuti instruksi kerja 2.4 Kebutuhan pengaturan tegangan dan kuat

157

arus ditetapkan berdasarkan potensial elektrode standar 2.5 Elektrode kerja dipilih dan dipasang sebagai katode mengikuti ketentuan buku manual 2.6 Elektrode acuan dipasang sebagai anode, dan elektrode ketiga digunakan sebagai pengatur tegangan sel sesuai ketentuan instruksi kerja atau buku manual 3. Melaksanakan elektrodeposit dengan bantuan elektrode ketiga 3.2 3.1 Proses elektrogravimetri dilaksanakan mengikuti ketentuan buku manual Tegangan elektrode diatur melalui peran elektrode ketiga mengikuti ketentuan buku manual peralatan bersangkutan atau instruksi kerja 3.3 Kuat arus diatur dengan cara menurunnaikkan elektrode atau mengatur kepekatan larutan 3.4 Akhir proses elektrodeposit ditentukan mengikuti buku manual atau instruksi kerja 3.5 Hasil elektrodeposit ditangani mengikuti ketentuan instruksi kerja atau buku manual 3.6 Pencatatan dan penghitungan data dilaksanakan mengikuti ketentuan unit kompetensi menghitung dan mencatat data. Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk analisis kuantitatif secara elektrogravimetri dengan menggunakan elektrode ketiga. 2. Sangat disarankan unit kompetensi ini dilaksanakan tanpa bantuan SOP. Kalaupun terpaksa menggunakan SOP, dapat dibolehkan menggunakan SOP K3, dan SOP

158

untuk menyiapkan larutan yang akan dianalisis secara elektrogravimetri. 3. Unit kompetensi ini dapat menggunakan buku manual peralatan elektrogravimetri dengan elektrode ketiga merk dan tipe yang manapun. 4. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum laboratorium, meliputi peralatan gelas, dan neraca analitik Peralatan elektrogravimetri lengkap dengan elektrode ketiga, elektrode acuan dan elektrode kerja 5. Bahan yang digunakan: sampel kuningan berbentuk serbuk, asam nitrat/asam sulfat, air suling, ammonia, dan natrium bikarbonat. Acuan Penilaian 1. Penilaian penguasaan unit kompetensi harus didahului dengan pengujian atas penguasaan teoritis mengenai hubungan tegangan, kuat arus, dan proses pengendapan yang terjadi di elektrode serta prinsip-prinsip dasar pengendalian pengendapan. Unsur keterampilan dapat dinilai melalui pelaksanaan penetapan kadar Zn dalam sampel kuningan dan harus dianalisis dengan satu kali proses pengendapan. Unit kompetensi dapat diujikan secara langsung kepada peserta uji di laboratorium maupun di tempat lain sesuai dengan kondisi yang sebenarnya 2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: setelah optimasi, kesalahan analisis <2%. 3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: • • • • • • • • • • KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KA.ANA.U.029.A Melaksanakan Analisis Elektrogravimetri

4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: Perbedaan tegangan elektrode dan tegangan elektrode standar, Pengertian tegangan redoks dan tegangan oksidasi, Hubungan hukum Nernst dengan tegangan elektrode dan tegangan elektrode standar, Hubungan kuat arus dengan potensial lebih di elektrode, Teknik pengendalian pembentukan endapan di elektrode, Hubungan kuat arus dengan kecepatan reaksi di elektrode, dan Tegangan yang menyebabkan pengendapan kation lain.

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: keterampilan bekerja dengan peralatan kelistrikan,

159

• • •

mengatur tegangan listrik yang terjadi di dalam sebuah sel elektrolisis, membersihkan dan bongkar pasang elektrode, Teknik pengaturan tegangan elektrode dan teknik pengaturan kuat arus

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 3

Level 1

Level 2

Level 2

Level 3

160

Kode Unit: KA.ANA.P.043.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Fisika Instrumental Penunjang Analisis Kimia Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk melakukan teknik analisis fisika instrumental (analisis termal: TGA, DTA dan DSC), sebagai penunjang analisis kimia terhadap penetapan kadar analit dalam sampel Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan sampel dan standar 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Karakteristik sampel dan bahan pembanding/standar dicatat sesuai dengan syarat uji 1.2 Metode analisis fisika instrumental ditetapkan 1.3 Metode penyiapan sampel untuk analisis fisika instrumental ditetapkan 1.4 Peralatan dan instrumentasi untuk analisis fisika instrumental ditetapkan 1.5 Sampel dan standar disiapkan dan dibuat sesuai IK 2. Melakukan analisis 2.1 Status kalibrasi peralatan dicek dan dikalibras (bila perlu) sesuai IK 2.2 Peralatan/ instrumen diset dan siap digunakan 2.3 Pengujian sampel dan standar dilakukan sesuai IK 2.4 Penyimpangan hasil dan faktor penyebabnya diprediksi dan ditangani sesuai prosedur 3. Mengolah, melaporkan dan menyimpan data laboratorium 3.1 3.2 3.3 Data hasil analisis dicatat Kadar analit dalam suatu sampel dihitung Hasil analisis diinterpretasikan

161

3.4

Laporan hasil analisis dibuat dan dilaporkan sesuai format yang berlaku

3.5 Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja

Informasi data laboratorium disimpan

1. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan analisis sampel uji secara rutin yang dapat dilakukan oleh personil laboratorium menggunakan metode analisis fisika instrumental penunjang analisis kimia (TGA, DTA dan DSC) 2. Dalam melaksanakan prosedur analisis dan membuat kesimpulan hasil analisis harus sesuai dengan instruksi kerja, prosedur K3 dan GLP 3. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum:, pipet, neraca analitik dan peralatan gelas lainnya Peralatan khusus : Instrumentasi TGA, DTA dan DSC

4. Bahan: standar analit, pereaksi, dan yang sesuai dengan sampel yang dianalisis Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan melalui ujian tulis, lisan dan demo untuk mengetahui kemampuan peserta ujian dalam : • • • Teori termal gravimetri Prosedur penyiapan sampel dan standar Mengoperasikan instrumentasi TG, DTA dan DSC dimulai dari menghidupkan sampai dengan mematikannya. 2. Aspek kritis yang harus dipenuhi , penilai harus mengamati bahwa kandidat dapat: • • • • • • • • Menyalakan, mengoperasikan dan mematikan peralatan Memeriksa status kalibrasi. dan melakukan kalibrasi bila diperlukan Mempersiapkan dan menguji sampel dan standar menggunakan prosedur yang sesuai. Menghitung hasil dalam satuan yang sesuai. Mencatat dan melaporkan hasil dalam format yang sesuai

3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain KA.KUA.D.002.A Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium Dengan Benar (GLP) KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KA.KOM.D.023.A Menggunakan Prosedur Analisis.

162

Pengetahuan dan keterampilan pendukung yang diperlukan • • • • • Prinsip termal gravimetri Sampling dan penanganan sampel Teknik penyiapan sampel Kestabilan termal, penguraian, peleburan, perubahan fase dan penetapan kemurnian suatu zat. Fungsi masing-masing komponen TGA, DTA dan DSC

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 3

Level 2

Level 2

Level 2

Level 2

163

Kode Unit: KA.DAT.P.044.A Judul Unit: Menentukan Tindak Kerja Berdasarkan Data Analisis Kimia Uraian Unit: Unit kompetensi ini terutama digunakan pada sistem kontrol mutu dan diperlukan untuk menentukan langkah kerja berdasarkan hasil analisis kimia. Jika data analisis kimia menunjukkan adanya kelainan, maka hasus diambil suatu tindak kerja terhadap proses yang berhubungan dengan kelainan hasil analisis tersebut. Sub Kompetensi 1. Menghubungkan data analisis kimia dengan kondisi standar yang telah ditentukan 1.2 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Tingkat galat pada hasil analisis diperkirakan berdasarkan kondisi pelaksanaan analisis Standar yang digunakan untuk analisis kimia bersangkutan diperoleh dari instruksi kerja perusahaan 1.3 Hasil analisis dibandingkan dengan kondisi yang disyaratkan mengikuti kondisi proses perusahaan 2. Menghubungkan data analisis dengan kondisi proses 2.2 2.1 Diagram alur proses diperoleh dari perusahaan Hasil analisis dibandingkan dengan persyaratan kondisi normal berdasarkan alur proses perusahaan 2.3 Kelainan yang signifikan pada proses dideteksi berdasarkan indikator yang telah ditetapkan 2.4 Kelainan data analisis kimia dihubungkan dengan tahapan proses di perusahaan 3. Menentukan titik penyebab kelainan data analisis 3.1 Data analisis dianalisa untuk menentukan perkiraan posisi kelainan

164

3.2

Data analisis penunjang digunakan untuk menentukan titik kelainan proses

3.3

Data analisis diolah untuk menentukan ukuran kelainan proses

4.

Menentukan langkah kerja yang sesuai dengan hasil analisis kimia

4.1

Kelainan proses ditetapkan posisi dan ukurannya melalui analisa data

4.2

Tindak kerja yang diperlukan untuk mengatasi kelainan proses diperhitungkan berdasarkan hasil analisa data

4.3

Tindak kerja untuk mengatasi kelainan proses dilaksanakan sesuai dengan prosedur perusahaan

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini diperlukan oleh pimpinan lab analisis kimia untuk terutama untuk menentukan posisi kelainan proses yang sedang berlangsung berdasarkan data hasil analisis kimia. 2. Unit kompetensi ini memerlukan Standar Operating Procedure (SOP) yang digunakan pada alur proses produksi perusahaan 3. Data penunjang diperoleh dari buku log aktivitas laboratorium dan buku log sistem produksi 4. Peralatan yang digunakan: • • Komputer dengan perangkat lunak pengolah data Jaringan komunikasi dengan sistem produksi

5. Bahan: Data hasil analisis dan kompilasi data hasil analisis sebelumnya Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan dalam bentuk: • • • Lisan atau tulisan mengenai pemahaman alur proses industri kimia Pemecahan kasus yang pernah terjadi di perusahaan Observasi buku log catatan analis di tempat kerja dan catatan perusahaan

2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: Kesatuan (integtrasi) antara pengetahuan mengenai proses, penguasaan teknik analisis kimia, dan syarat mutu yang diberlakukan

165

3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja 4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: • • • • • • • • proses industri kimia, teknik pengambilan sampel (untuk kontrol mutu), teknik analisis kimia yang dilaksanakan, tingkat ketelitian kerja analis pelaksana, teknik pengolahan data.

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: kemampuan mendeteksi tingkat kesalahan analisis, kemampuan menghubungkan hasil analisis dengan alur proses industri, dan keterampilan teknis lapangan mengenai alur proses industri bersangkutan.

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 3

Level 3

Level 3

Level 2

Level 2

Level 3

Level 3

166

Kode Unit: KA.KUA.U.045.A Judul Unit: Melaksanakan Pengendalian Efek Matriks Uraian Unit: Unit kompetensi ini berlaku untuk pengendalian mutu analisis kimia dengan mengontrol tingkat kesalahan analisis pada analisis tidak rutin yang disebabkan oleh pengaruh spesi lain di dalam pengukuran analit agar kesalahan yang terjadi tidak melampaui toleransi yang diizinkan. Sub Kompetensi 1. Mendefinisikan efek matriks 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kesalahan pengukuran dalam analisis kimia dari tingkat ketelitian rendah sampai ke tingkat ketelitian sangat tinggi didefinisikan berdasarkan kebutuhan perusahaan 1.2 Batas kesalahan analisis yang diperbolehkan ditetapkan sesuai dengan tujuan pelaksanaan analisis 1.3 Ikut terukur dan efek matriks diidentifikasi secara teoritis berdasarkan kondisi sampel dan Instruksi Kerja analisis 1.4 Kesalahan yang terjadi karena ikut terukur diperlakukan dengan mengganti metode analisis 2. Menduga dan menghitung besar gangguan matriks dalam pengukuran analitik 2.1 Kemungkinan adanya gangguan matriks yang melampaui toleransi diperkirakan berdasarkan kondisi sampel dan hasil analisis sebelumnya. 2.2 Gangguan matriks pada pengukuran analitik yang diterapkan diukur dan dihitung dengan teknik addisi standar

167

(atau spike) 2.3 Besar gangguan matriks dalam metode analisis yang dilaksanakan ditetapkan dengan teknik Kurva Kalibrasi 3. Memilih dan melaksanakan teknik-teknik pengendalian matriks 3.2 3.1 Teknik pengendalian matriks dipilih sesuai dengan kondisi sampel dan tujuan analisis Teknik addisi standar secara jamak untuk mengendalikan efek matriks dilaksanakan sampai tingkat ketelitian tinggi 3.3 Kurva standar sekunder dilaksanakan sebagai teknik pengendalian matrik untuk analisis bahan tambang 3.4 Teknik pemisahan analitik secara kimia dilaksanakan pada kondisi matriks yang bersifat umum 3.5 Teknik pemisahan analitik secara fisika dilaksanakan pada kondisi matriks yang tidak memungkinkan pemisahan kimia Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk pengendalian efek matriks agar ketelitian analisis dapat ditingkatkan satu tingkat dan dilaksanakan untuk memperbaiki Instruksi Kerja untuk analisis analit tertentu dari sampel tertentu 2. Prosedur analisis atau Instruksi Kerja yang digunakan adalah IK yang akan diperbaiki. Prosedur analisis dirumuskan dari berbagai buku manual, buku ajar, dan buku teks 3. Buku manual yang digunakan disesuaikan dengan peralatan, metode analisis, dan teknik analisis yang dilaksanakan 4. Peralatan yang digunakan: 4. Peralatan umum: peralatan gelas kimia analitik, dan komputer (optional) 5. Peralatan pelaksanaan efek matrik: pipet volumetrik, buret, labu takar, dan instrumen analitik yang sesuai dengan prosedur analisis atau instruksi kerja

168

yang sedang diperbaiki, 6. Bahan: larutan standar yang sesuai dengan analit, pereaksi-pereaksi yang sesuai dengan prosedur/instruksi kerja yang diperbaiki. Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara: • • • • Lisan atau tulis untuk aspek penguasaan teoritis mengenai teknik pemisahan analitik Lisan atau tulis untuk teknik-teknik pengukuran analitik Lisan, tulis, atau demo untuk teknik-teknik interpretasi data analitik Praktik langsung di laboratorium dengan melaksanakan analisis sampel dengan matriks yang tinggi dan sampel yang sama yang sudah dibubuhi standar (spiked). • Observasi buku log analis, buku catatan laboratorium, dan buku log instrumen yang berhubungan dengan aktivitas kerja peserta uji di tempat kerja 2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: • • Jika ikut terukur diperlakukan sebagai efek matriks, akan terjadi kesalahan yang besar pada hasil analisis pelaksanaan pengendalian efek matriks ini minimal harus mampu meningkatkan ketelitian analisis ke ketelitian sedang (kesalahan maksimum 5%, dihitung dari jumlah spike yang dibubuhkan). 3. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: • • • • • • • • perbedaan antara ikut terukur dan efek matriks, teknik addisi standar atau spike, pengertian ion, atom, molekul, aggregat, dan partikulat, tingkatan kesalahan analisis, batas kesalahan analisis yang diperbolehkan.

4. Keterampilan pendukung yang diperlukan: Bekerja pada tingkat ketelitian tinggi dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan kerja Keterampilan melaksanakan analisis rutin. Melaksanakan teknik-teknik pemisahan analitik

169

5. Keberhasilan unit kompetensi ini sangat ditentukan oleh: • • Keterampilan membedakan ikut terukur dengan gangguan matriks Penguasaan teknik pemisahan analitik (secara kimia dan fisika)

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 3

Level 2

Level 3

Level 1

Level 2

Level 3

Level 3

170

Kode Unit: KA.KUA.U.046.A Judul Unit: Menyiapkan Laboratorium untuk Analisis Ketelitian Tinggi Uraian Unit: Unit kompetensi ini digunakan untuk menyiapkan laboratorium kimia analitik agar memungkinkan pelaksanaan analisis kimia pada tingkat ketelitian tinggi (nilai kesalahan maksimum 1%) Sub Kompetensi 1. Menginventarisasi fluktuasi kondisi yang diizinkan 1.2 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Pengaruh temperatur dihitung berdasarkan pemuaian air Pengaruh drift aliran udara dihitung berdasarkan efek perbedaan tekanan pada proses penimbangan 1.3 Semua hasil perhitungan ditetapkan batas-batas fluktuasi kondisi yang diizinkan pada tingkat 5-angka penting 2. Mengatur kondisi lab untuk analisis dengan tingkat ketelitian ekstra tinggi 2.1 Kondisi udara (temperatur, kelembapan, dan partikulat) diatur menggunakan AC sentral atau AC split yang dilengkapi filter HEPA 2.2 Sistem pengaliran udara AC dibuat mengikuti ketentuan laboratorium umum 2.3 Drift udara di ruang timbang diatur ke bawah 2 meter per detik 3. Memantau kehadiran kondisi penunjang untuk analisis dengan ketelitian ekstra tinggi 3.2 3.1 Temperatur diukur menggunakan termometer standar 3-digit minimal pada 5 titik di ruang lab Tekanan diukur menggunakan barometer 3-digit minimal pada 5 titik di ruang lab 3.3 Aliran udara diukur menggunakan jam henti digital 4-digit berdasarkan gerak

171

horizontal asap 3.4 Kelembapan diukur menggunakan hygrometer 3-digit 4. Mengatur kondisi ruang timbang 4.2 4.1 Ventilasi terbuka dihilangkan dan diganti dengan ventilasi tertutup Temperatur ruang timbang diatur pada kondisi standar dengan fluktuasi maksimum 2oC 4.3 4.4 Kelembapan diatur di antara 60 s.d 80% Gerak udara yang bisa dirasakan oleh permukaan kulit, ditiadakan dengan mengatur kekuatan ventilasi 4.5 Permukaan meja neraca diatur datar air dan bebas getaran yang bisa dirasakan oleh tangan Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk melaksanakan analisis kimia pada tingkat ketelitian tinggi, terutama pada proses penimbangan, penepatan volume larutan, dan kalibrasi alat ukur volume dan massa 2. Standar kondisi laboratorium yang digunakan dihitung berdasarkan pengaruh parameter fisika pada proses penimbangan dan pengukuran volume 3. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum: AC split dengan daya sesuai kebutuhan Peralatan pelaksanaan: termometer, barometer, higrometer standar, vibratometer, dan stop watch Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara: • Lisan atau tulis untuk menguji penguasaan teori mengenai pengaruh parameter fisika (terutama temperatur, tekanan, kelembapan, getaran, dan aliran udara) pada proses pengukuran dan pemisahan analitik • • Demo untuk mengukur tekanan, temperatur, dan kelembapan, serta demo untuk mendeteksi getaran, kedataran meja, dan aliran udara Praktik langsung di laboratorium dengan melaksanakan pengaturan kondisi lab

172

untuk analisis pada tingkat ketelitian tinggi • Observasi buku log analis, buku catatan laboratorium, dan buku log instrumen yang berhubungan dengan aktivitas kerja peserta uji di tempat kerja 2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: • • Pelaksanaan unit kompetensi ini harus mampu mendukung pengukuran volume dan bobot dengan tingkat kesalahan <0,01% Penggunaan AC yang tidak tepat (terlalu besar atau terlalu kecil) akan menyebabkan fluktuasi tekanan dan temperatur yang melampaui toleransi 3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: • KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: • • • • Prinsip kerja AC dan mekanisme pengaturan temperatur ruang Prinsip aliran fluida cair Pemuaian cairan Parameter lingkungan kerja untuk mendukung analisis pada tingkat ketelitian tinggi 5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: • • • • Keterampilan menggunakan alat ukur standar fisika Keterampilan mengatur sistem sirkulasi udara Keterampilan melaksanakan kalibrasi tekanan dan temperatur ruangan

6. Keberhasilan unit kompetensi ini sangat ditentukan oleh: Pemahaman fungsi kerja AC secara lengkap dan mekanisme pengaturan temperatur ruangan

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 3

Level 2

Level 3

Level 2

Level 3

Level 3

173

Kode Unit: KA.TEK.P.047.A Judul Unit: Melaksanakan Optimasi Kromatograf Gas dan Kromatograf Cair Kinerja Tinggi Uraian Unit: Unit ini merupakan kompetensi untuk meningkatkan kualitas analisis secara kromatografi gas dan kromatografi cair kinerja tinggi. Sub Kompetensi 1. Menduga proses pemisahan kromatografik yang terjadi pada sampel 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Faktor-faktor teknis yang mempengaruhi proses pemisahan kromatografik sampel diperkirakan berdasarkan sifat sampel dan analit yang terkandung di dalam sampel 1.2 Proses pelebaran zona diperkirakan dari interaksi komponen sampel dengan sifat kolom dan fasa geran 1.3 Penyebab terjadinya fronting dan tailing pada kromatogram ditekan berdasarkan perkiraan efek pelebaran zona 1.4 Persamaan Van Deemter disesuaikan dengan proses pemisahan kromatograf pada kromatograf cair kinerja tinggi. 1.5 Faktor-faktor keamanan dan alat pelindung diri disesuaikan dengan ketentuan buku manual atau instruksi kerja 1.6 Kromatografi dihidupkan dan dimatikan mengikuti instruksi kerja 2. Memperkirakan kondisi opera sional yang diperlukan untuk pelaksanaan analisis tertentu 2.1 Kecocokan fasa diam dan fasa gerak diuji menggunakan kromatografi lapis tipis mengikuti ketentuan instruksi kerja

174

2.2

Kurva kecepatan alir fasa gerak versus pemisahan zona dibuat sesuai data percobaan yang diperoleh dengan mengatur kecepatan alir fasa gerak dan memantau pemisahan zona

2.3

Kurva temperatur versus pemisahan zona dibuat sesuai data percobaan yang diperoleh dengan mengatur temperatur dan memantau pemisahan zona (khusus GC; tidak diperlukan untuk KCKT)

2.4

Kurva Van Deemter dibuat sesuai data percobaan

2.5

Kondisi optimal pemisahan kromatografik disimpulkan dari kurva Van Deemter

3.

Menyimpulkan kondisi operasional yang optimal

3.1

Efek pelebaran zona dianalisis sesuai penjelasan teoritis

3.2

Efek tailing dan fronting dianalisis sesuai ketentuan teoritis

3.3

Kondisi optimal yang diperlukan untuk proses pemisahan kromatografik disimpulkan efek pelebaran zona, tailing, dan fronting

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk meningkatkan ketelitian analisis secara kromatografi gas dan kromatografi cair kinerja tinggi terutama untuk menganalisis sampel yang baru pertama kalinya dianalisis. Proses optimasi juga diperlukan setelah penggantian kolom, atau sesudah dijumpai adanya gangguan pada hasil analisis. 2. Instruksi kerja yang diperlukan: Instruksi kerja untuk melaksanakan analisis kromatografi lapis tipis, dan instruksi kerja untuk mengoperasikan kromatograf. 3. Buku manual yang berlaku untuk instrumen analitik bersangkutan. Buku manual untuk instrumen berbeda tidak disarankan untuk digunakan.

175

4. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum laboratorium, meliputi peralatan gelas dan neraca Kromatograf gas atau kromatograf cair kinerja tinggi, dengan kelengkapannya (rekorder, komputer, tabung gas, dll sesuai dengan instrumen bersangkutan) 5. Bahan: • • sampel simulasi, pelarut, dan fasa gerak sesuai kebutuhan dan peralatan

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan secara: • Lisan atau tulisan untuk mengetahui aspek teoritis pada prinsip pemisahan kromatografik, jenis-jenis kolom, jenis-jenis fasa diam, jenis-jenis kromatografi, persyaratan sampel yang bisa dianalisis, sistem deteksi, dan teknik interpretasi data • Melaksanakan optimasi kromatigraf langsung di laboratorium kimia analitik dengan menentukan kondisi optimum untuk analisis suatu sampel simulasi tertentu. • Observasi buku catatan analis dan catatan perusahaan tempat kerja

2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: setelah optimasi, tailing dan fronting <5%, dan pemisahan komponen >90% 3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: • • • KA.LAB.D.008.A (K3) KA.LAB.U.026.A KA.LAB.U.025.A Melaksanakan Analisis Kromatografi Gas Melaksanakan Analisis Kromatografi Cair Kinerja Tinggi 4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: • • • • • proses pemisahan kromatografik, instrumentasi GC dan HPLC (KCKT), jenis-jenis detektor yang digunakan, jenis-jenis kolom, fasa diam, dan fasa gerak. Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

176

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: • • • mikromekanik, teknik pembuatan kurva, keterampilan mengatur parameter kerja kromatograf

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 3

Level 2

Level 2

Level 2

Level 2

Level 3

Level 3

177

Kode Unit: KA.TEK.P.048.A Judul Unit: Melaksanakan Optimasi Spektrofotometer Serapan Atom Uraian Unit: Unit ini merupakan kompetensi untuk meningkatkan mutu analisis secara SSA dengan cara mengatur kondisi operasional peralatan ke posisi maksimum sesuai dengan analisis yang sedang dilaksanakan Sub Kompetensi 1. Memeriksa kondisi fisik dan mengo-perasikan SSA 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kondisi fisik SSA diperiksa kesesuaiannya dengan ketentuan buku manual instrumen ybs pada buku log instrumen bersangkutan 1.2 Kebersihan, sistem kelistrikan, dan sistem pentanahan SSA diperiksa kesesuaiannya dengan ketentuan umum laboratorium 1.3 Keamanan operasional SSA dan alat pelindung diri yang diperlukan disiapkan dan dipastikan sesuai ketentuan buku manual peralatan bersangkutan 1.4 Jika ditemui kondisi yang tidak sesuai ketentuan, dicatat dalam buku log dan dilaporkan ke penanggungjawab lab 1.5 SSA dioperasikan (dihidupkan dan dimatikan) mengikuti ketentuan instruksi kerja atau buku manual peralatan 1.6 Posisi lampu katode cekung diatur untuk memberikan nilai emisi (atau transmisi) maksimum

178

2.

Mengoptimasi campuran nyala

2.1

Nyala untuk mendapatkan sifat stoikiometrik, pereduksi, atau pengoksidasi diatur sesuai ketentuan buku manual atau buku ajar proses pembakaran

2.2

Kesuaian sifat nyala dengan sifat analit diatur mengikuti sifat nyala dan sifat analit bersangkutan

2.3

Kesesuaian sifat nyala dengan kebutuhan analit dan sampel dioptimasikan sesuai ketentuan buku manual peralatan atau dengan mencari posisi campuran nyala yang memberikan absorbans tertinggi

3.

Mengoptimasi posisi burner

3.1

Sifat anatomi nyala disesuaikan dengan anatomi nyala bunsen.

3.2

Pemilihan daerah nyala untuk pengukuran disesuaikan dengan sifat analit mengikuti petunjuk buku manual

3.3

Posisi burner diatur agar berkas sinar dari lampu emisi melintasi daerah nyala yang sudah ditentukan.

3.4

Kesesuaian posisi burner dengan sifat analit dan sifat sampel diuji menggunakan larutan standar dengan cara mencari posisi burner yang memberikan absorbans tertinggi

4.

Mengoptimasi arus lampu emisi

4.1

Sifat emisi sinar dari lampu katode cekung dipelajari dari buku manual peralatan bersangkutan atau dari buku ajar

4.2

Kuat arus yang dialirkan ke lampu emisi disesuaikan dengan sifat emisi yang diperlukan

179

4.3

Kuat arus yang sesuai dengan kebutuhan analisis diatur mengikuti ketentuan buku manual

4.4

Kesesuaian kondisi optimasi arus lampu emisi dengan analit yang ditetapkan diuji melalui pengukuran larutan standar dengan cara mencari kuat arus yang memberikan absorbans tertinggi.

5.

Mengoptimasi sistem pengkabutan sampel

5.1

Parameter-parameter fisik yang mempengaruhi proses pengkabutan dipelajari dari mekanika fluida

5.2

Tahapan proses pengkabutan di dalam nebuliser dipelajari dari sistem karburasi.

5.3

Glass bead diposisikan untuk memperoleh efisiensi pengkabutan tertentu mengikuti ketentuan buku manual.

5.4

Sistem pengkabutan diatur dan disesuaikan dengan sifat analit dan sampel atau dengan mencari posisi glass bead yang memberikan absorbans tertinggi.

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk mengoptimasi SSA dengan teknik atomisasi nyala untuk meningkatkan ketelitian pengukuran. 2. Instruksi kerja yang diperlukan: Instruksi kerja untuk mengoperasikan SSA nyala, Instruksi kerja untuk melaksanakan ekstraksi pelarut (a.l. dengan MIBK), dan Instruksi kerja untuk membuat larutan standar. 3. Buku manual yang berlaku: sesuai dengan SSA bersangkutan. Buku manual untuk SSA dengan merk dan tipe berbeda disarankan jangan digunakan. 4. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum laboratorium analitik seperti labu takar, erlenmeyer, dll Spektrofotometer serapan atom dengan teknik atomisasi nyala

180

5. Bahan: • • • sampel simulasi kation tertentu, larutan MIBK, air suling, dan standar kation yang sesuai dengan sampel simulasi

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan secara: • Lisan dan tulisan mengenai emisi elektromagnetik, prinsip analisis serapan atomik, perbedaan spektrum serapan atomik dan molekuler, sistem atomisasi nyala, pengaruh-pengaruh sifat fisik larutan terhadap efisiensi pengkabutan, dan instrumentasi SSA • Pelaksanaan analisis dengan teknik optimasi di laboratorium instrumen analitik dengan mengukur sampel simulasi kalsium dengan teknik ekstraksi MIBK. • Aspek perilaku dapat dinilai dengan memeriksa buku log instrumen yang digunakan dan buku log catatan analis bersangkutan. 2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: setelah optimasi, kesalahan analisis tidak boleh lebih besar dari 5%. 3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: • • • • • • • • • • KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KA.ANA.U.027.A Melaksanakan Analisis Spektrofotometri Serapan Atom

4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: anatomi nyala dan proses pembakaran, mekanisme pembentukan emisi dari lampu katode cekung, bentuk dan sifat sinar emisi dari lampu katode cekung ke detektor, histerisis, batho/hypso/hyper/hypo-chromic, mekanisme atomisasi dan pengukuran pada SSA.

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: ekstraksi pelarut, mikro mekanik,

181

• •

pembuatan deret standar pada tingkat ketelitian tinggi, dan mengoperasikan SSA untuk analisis rutin.

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 3

Level 2

Level 2

Level 2

Level 3

182

Kode Unit: KA.ANA.U.049.A Judul Unit: Melaksanakan Teknik Lanjut Metode Analisis Spektrofotometri UV/Vis Uraian Unit: Unit kompetensi ini digunakan untuk melaksanakan analisis spektrofotometri UV/Vis di luar ketentuan hukum Beer. Teknik-teknik dimaksud antara lain adalah: analisis tanpa standar, teknik diapit standar, pengukuran simultan pada dua panjang gelombang (atau lebih), dan terapan hukum Lambert Sub Kompetensi 1. Memeriksa peralatan dan persyaratan keselamatan kerja 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kondisi lingkungan peralatan diperiksa mengikuti persyaratan buku manual instrumen bersangkutan 1.2 Sumber listrik, kabel, dan kondisi steker diperiksa sesuai ketentuan K3 perusahaan 1.3 Kondisi operational instrumen diperiksa dari catatan buku log instrumen ybs 1.4 Status kalibrasi peralatan dipastikan berlaku dengan memeriksa label kalibrasi dan buku log instrument 1.5 Sistem pengamanan dan alat pelindung diri yang diperlukan dihadirkan mengikuti ketentuan buku manual alat bersangkutan 1.6 Jika ada kondisi yang tidak beres, dibuatkan laporan dan dipasang label pada bagian alat bersangkutan 2. Melaksanakan teknik analisis tanpa standar 2.1 Batas-batas berlaku hukum Beer ditetapkan berdasarkan buku manual alat bersangkutan

183

2.2

Teknik penggunaan blanko yang sesuai dipilih berdasarkan kondisi sample

2.3

Faktor-faktor pendukung analisis tanpa standar diperiksa dan dihadirkan sesuai dengan teknik analisis yang akan dilaksanakan

2.4

Konstanta nilai serapan intrinksik molekuler, ε, untuk analit yang ditetapkan harus disiapkan.

2.5

Pengukuran tanpa standar pada tingkat ketelitian

3.

Melaksanakan teknik analisis diapit standar

3.1

Batas rentang pengukuran ditetapkan berdasarkan kondisi sampel

3.2

Tingkat ketelitian analisis disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan

3.3

Standar bawah dan standar atas disiapkan sesuai dengan batas rentang pengukuran

3.4

Pengukuran diapit standar dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan perusahaan

3.5

Pengolahan data hasil pengukuran dilaksanakan mengikuti instruksi kerja

4.

Melaksanakan teknik pengukuran simultan

4.1

Tumpang tindih kurva serapan diperkirakan dari sifat sampel atau kurva serapan sample

4.2

Panjang gelombang serapan maksimum untuk dua atau lebih senyawaan yang memiliki kurva tumpang tindih ditentukan sesuai ketentuan buku teks atau buku manual

4.3

Jenis larutan blanko (blanko pelarut, blanko pereaksi, blanko sample, atau blanko matriks) dipilih dan disiapkan berdasarkan sifat sample

184

4.4

Larutan standar dua atau lebih senyawaan dibuat dan diukur mengikuti SOP

4.5

Pengukuran pada dua panjang gelombang atau lebih dilaksanakan mengikuti SOP

4.6

Data hasil pengukuran simultan pada beberapa panjang gelombang diolah dengan cara yang dikembangkan dari buku manual atau buku ajar

5.

Menggunakan hukum Lambert dalam pengenceran instrumental

5.1

Penjabaran terapan hukum Lambert dalam spektrofotometer dimodifikasi dari penjelasan buku teks dan buku ajar

5.2

Perbedaan terapan hukum Lambert dalam kolorimetri dan spektrofotometri disimpulkan dari buku teks, buku ajar, dan buku manual peralatan

5.3

Kesesuaian kondisi untuk teknik pengenceran instrumental ditetapkan dengan cara mengikuti buku manual peralatan

5.4

Teknik pengenceran instrumental dilaksanakan dengan menerapkan hukum Lambert mengikuti buku manual peralatan

5.5

Data hasil pengukuran dengan teknik pengenceran instrumental diolah dengan cara yang dikembangkan dari buku manual dan buku ajar

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk: • Melaksanakan analisis spektrofotometri UV/Visibel tanpa menggunakan hukum Beer, terutama dalam konteks keterbatasan pereaksi, tidak adanya bahan standar, sampel yang mengandung matriks ikut terukur, dan sampel

185

dengan kadar analit dalam rentang tertentu. • • Sub-kompetensi diapit standar juga bisa diterapkan pada metode analisis secara fotometri nyala dan spektrofotometri serapan atom Peralatan harus dihidupkan dan dimatikan mengikuti ketentuan instruksi kerja peralatan bersangkutan 2. Instruksi Kerja untuk Melaksanakan Teknik lanjut metode analisis spektrofotometri UV/Vis ini berlaku untuk spektrofotometer, fotometer, atau spektrofotometer serapan atom yang terkalibrasi, dan pada tingkat kesalahan antara 1 s.d. 10%. 3. Buku manual yang berlaku adalah yang sesuai dengan peralatan yang digunakan. Buku teks yang digunakan adalah: Skoog, Holler, Nieman. Principles of Instrumental Analysis, atau buku teks sejenis lainnya 4. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum: peralatan gelas, neraca, dan alat ukur volume Peralatan spektrofotometri: spektrofotometer serapan UV/Visible

5. Bahan: bahan standar yang sesuai dengan analit, pelarut yang sesuai dengan sampel, dan pereaksi yang sesuai dengan spesi yang diukur (berdasarkan instruksi kerja untuk analit yang ditetapkan) Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan dengan cara: • Lisan atau tulis untuk penguasaan teori-teori spektrofotometri, teknik blanko, teknik pengukuran tanpa standar, teknik diapit standar, teknik pengukuran simultan, dan teknik pengenceran instrumental untuk spektrofotometri UV/Visible molekuler. • Demo atau analisis langsung untuk aspek keterampilan dengan cara melaksanakan analisis sampel dan sampel yang dibubuhi standar dengan rentang kepekatan tertentu di laboratorium. • Pemeriksaan buku catatan analis bersangkutan, dan catatan perusahaan tempat kerja. 2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: kesalahan analisis yang terjadi tidak boleh lebih besar dari 10% yang dapat diketahui dengan menggunakan teknik pembubuhan standar (spiked)

186

3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: • • • • • • • • • • KA.KUA.D.002.A Melaksanakan Kegiatan di Laboratorium dengan Benar (GLP) KA.ANA.D.011.A Melaksanakan Analisis Spektrofotometri UV/Visible

4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan Kemometri, instrumentasi spektrofotometer, hukum Beer, hukum Lambert, dan hukum Lambert-Beer spektrum molekuler

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan Terbiasa menggunakan spektrofotometer, fotometer, dan SSA Terampil menggunakan peralatan gelas Terbiasa bekerja dengan hukum Beer dan hukum Lambert Mampu menggunakan persamaan pangkat dua, tiga, dan empat

6. Keberhasilan pelaksanaan unit kompetensi ini terutama ditentukan oleh kondisi peralatan

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 3

Level 2

Level 3

Level 2

Level 3

Level 3

Level 3

187

Kode Unit: KA.ANA.P.050.A Judul Unit: Melaksanakan Teknik lanjut analisis SSA/SEA Uraian Unit: Unit kompetensi ini diperlukan untuk melaksanakan analisis Spektrofotometri Serapan (dan/atau Emisi) Atom dengan teknik pembuatan spektrogram, dan teknikteknik atomisasi pada temperatur sampai 3500K. Sub Kompetensi 1. Memeriksa peralatan dan persyaratan keselamatan kerja 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kondisi lingkungan peralatan diperiksa mengikuti persyaratan buku manual instrumen bersangkutan 1.2 Sumber listrik, kabel, dan kondisi steker diperiksa sesuai ketentuan K3 perusahaan 1.3 Kondisi operational instrumen diperiksa dari catatan buku log instrumen ybs 1.4 Sistem pengamanan dan alat pelindung diri untuk bekerja dengan nyala dilaksanakan mengikuti ketentuan buku manual, atau K3 perusahaan 1.5 Jika ada kondisi yang tidak beres, dibuatkan laporan dan dipasang label pada bagian alat bersangkutan 2. Menyiapkan sampel 2.1 Teknik analisis yang akan dilaksanakan ditentukan sesuai dengan kondisi sampel, kondisi analit, dan tujuan analisis 2.2 Sampel diidentifikasi dan disesuaikan dengan teknik analisis yang akan dilaksanakan mengikuti buku manual peralatan atau ketentuan perusahaan 2.3 Sampel disiapkan, dilarutkan, dan

188

dikondisikan sesuai dengan ketentuan metode analisis yang akan dilaksanakan atau buku manual peralatan 2.4 Larutan standar disiapkan sesuai dengan analit yang akan ditetapkan 2.5 Larutan sampel dan larutan standar ditempatkan pada alat sampler otomatis sesuai nomor sampel 3. Menyiapkan rekorder 3.1 Saluran masukan rekorder dipastikan terhubung ke sinyal keluaran SSA 3.2 Kertas rekorder diperiksa dan dipastikan masih menccukupi kebutuhan analisis 3.3 Tinta ploter diperiksa dan dipastikan dalam keadaan siap kerja 3.4 Rekorder dioperasikan mengikuti ketentuan SOP rekorder bersangkutan 4. Mengoperasikan instrumen SSA pada mode serapan atomik dan teknik spektrogram 4.2 4.1 Lampu emisi dipilih dan dipasang sesuai dengan analit dan teknik analisis yang akan ditetapkan Alat sampler otomatis dipasangkan ke SSA 4.3 SSA dan rekorder dihidupkan sesuai urutan instruksi kerja instrumen bersangkutan 4.4 Arus lampu, panjang gelombang dan mode pengukuran diatur sesuai dengan analit seperti tercantum pada Tabelposter SSA 4.5 Posisi burner dan panjang gelombang dioptimasi dengan mencari posisi dengan serapan maksimum mengikuti instruksi kerja optimasi SSA 4.6 Pengukuran dilaksanakan dengan mode

189

serapan secara langsung 4.7 Spektrometer dimatikan mengikuti ketentuan instruksi kerja 5. Mengoperasikan instrumen SSA pada mode emisi atomik dan teknik spektrogram 5.2 5.1 Alat sampler otomatis dipasangkan ke SSA SSA dan rekorder dihidupkan sesuai urutan instruksi kerja instrumen bersangkutan 5.3 Kondisi nyala, panjang gelombang dan mode pengukuran emisi diatur sesuai dengan analit seperti tercantum pada buku manual SSA bersangkutan 5.4 Posisi burner dan panjang gelombang dioptimasi dengan mencari posisi dengan emisi maksimum 5.5 Pengukuran dilaksanakan dengan mode emisi secara langsung 6. Menginterpretasi data spektrogram 6.2 6.1 Tinggi pik deret standar diplot menjadi kurva standar Tinggi pik sampel diinterpolasikan ke kurva standar 6.3 Nilai konsentrasi sampel dibaca dari kurva standar Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk pengukuran sampel berjumlah banyak secara otomatis (dalam analisis rutin) menggunakan metode spektrofotometri serapan atom dan spektrometri emisi atom 2. Instruksi kerja untuk K3, Instruksi kerja untuk pengoperasian instrumen bersangkutan, dan Instruksi kerja untuk membuat larutan standar 3. Buku manual yang berlaku untuk SSA/SEA yang digunakan 4. Peralatan yang digunakan: 7. Peralatan umum lab kimia analitik seperti labu takar, buret, pipet, dan neraca analitik

190

8. Peralatan khusus: SSA/SEA nyala dan rekorder 5. Bahan: standar analit, pereaksi, dan pelarut yang sesuai dengan sampel yang dianalisis Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan secara: • • • • Lisan atau tulis mengenai perbedaan/pengertian spektrum atomik dan spektrum molekuler, teori spektrofotometri serapan dan emisi atomik Demo atau wawancara mengenai teknik-teknik optimasi arus lampu, panjang gelombang, dan posisi burner spektrofotometer serapan atom Demo melaksanakan penyiapan sampel untuk analisis SSA/SEA Melaksanakan pengukuran sekitar 20 buah sampel simulasi analit tertentu secara SSA/SEA dengan teknik spektrogram 2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: nilai kesalahan relatif pengukuran 20 sampel simulasi tidak melampaui 5%. 3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: • • • • • • • • • • KA.ANA.U.027.A Melaksanakan Analisis Spektrofotometri Serapan Atom KA.TEK.U.048.A Melaksanakan Optimasi Spektrofotometer Serapan Atom KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: Anatomi dan sifat nyala Efek matrik dan teknik-teknik memperkirakannya Teknik-teknik pengukuran SSA/SEA seperti: integrasi, nilai maksimum, pengukuran berkesinambungan, dan pengukuran langsung Instrumentasi spektrofotometer serapan atom

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: penggunaan peralatan gelas penggunaan rekorder penggunaan spektrofotometer serapan/emisi atom

191

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 3

Level 2

Level 3

Level 2

Level 3

Level 3

Level 3

192

Kode Unit: KA.ANA.P.051.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Spektrometri Massa Uraian Unit: Unit kompetensi ini digunakan untuk melaksanakan analisis spektrometri massa sebagai sumber informasi utama untuk keperluan analisis penentuan struktur senyawaan organik, untuk analisis kelimpahan isotop dan untuk penetapan bobot molekul Sub Kompetensi 1. Menyiapkan sampel 1.1. Kriteria Unjuk Kerja Kemurnian sampel diperiksa berdasarkan informasi di lembar pengantar sampel dan/atau melalui pengamatan fisik 1.2 Jika kemurnian sampel diragukan, dilaksanakan pengujian menggunakan kromatografi lapis tipis 1.3 Jika sampel tidak murni, dilaksanakan proses pemisahan analitik yang sesuai dengan kondisi analit 1.4 Sampel yang telah murni, disiapkan sesuai dengan bentuk fisik dan sifat kimia sampel 2. Menyiapkan peralatan spektrometer massa 2.2 2.1. Kondisi kerja peralatan diperiksa melalui catatan buku log instrumen bersangkutan Kondisi pendukung peralatan diperiksa mengikuti ketentuan yang diekstraksi dari buku manual peralatan bersangkutan 2.3. Lingkungan peralatan dipastikan memenuhi persyaratan operasional sesuai petunjuk buku manual peralatan 2.4 Injektor dipilih dan disiapkan sesuai dengan kondisi fisik dan sifat kimia

193

sampel 2.5 Buku log instrumen disiapkan untuk mencatat aktivitas penggunaan peralatan dan kelainan-kelainan kondisi (jika ada) 3. Mengoperasikan peralatan dan 3.1 mengendalikan proses fragmentasi 3.2. Spektrometer massa dihidupkan mengikuti SOP atau sesuai ketentuan buku manual peralatan bersangkutan Jika sistem vakum sudah siap atau peralatan sudah menunjukkan tanda ‘ready’, sampel dimasukkan ke dalam injector menggunakan injektor sampel yang sesuai 3.3 Tingkat fragmentasi diatur melalui pengaturan fungsi tegangan pemercepat dengan cara mengikuti buku manual peralatan 3.4 Intensitas ionisasi diatur melalui pengaturan kuat arus dengan cara mengikuti buku manual peralatan 3.5 Untuk memperbaiki kualitas spektrum yang dihasilkan, tegangan pemercepat, kuat arus, dan parameter operasional alat pencatat diatur berdasarkan spektrum massa yang diperoleh dan tujuan analisis 3.6 Alat spektrometer massa dimatikan sesuai prosedur operasi standar alat bersangkutan 4. Memproses data hasil pengukuran 4.2. 4.1. Massa molekul disimpulkan berdasarkan posisi pik ion molekuler Rumus molekul disimpulkan dari analisa spektrum massa menggunakan perangkat lunak peralatan bersangkutan 4.3. Rumus struktur disimpulkan dari analisa

194

komposisi fragmentasi dengan menggunakan data base rumus kimia tiap fragmentasi dan perbandingan kelimpahan isotop 4.4 Hasil analisis dicatat dalam buku catatan analis, buku log instrumen, dan lembar pelaporan 4.5 Lembar pelaporan hasil analisis disertakan salinan spektrum massa yang dihasilkan 5. Membersihkan peralatan 5.1. Setelah analisis selesai dilaksanakan, peralatan dimatikan mengikuti ketentuan SOP peralatan bersangkutan 5.2 Probe inlet dan peralatan penunjang dibersihkan segera setelah analisis 5.3 Semua peralatan penunjang, disimpan sesuai ketentuan GLP Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk mengoperasikan Spektrometer Massa resolusi rendah dan resolusi tinggi untuk analisis tidak rutin, terutama untuk analisis bahan organik dalam penetapan rumus molekul, bobot molekul, dan struktur molekul. 2. Prosedur analisis atau SOP yang digunakan dapat diturunkan dari buku manual peralatan bersangkutan 3. Buku manual yang digunakan pada dasarnya boleh menggunakan buku manual peralatan sejenis dengan resolusi yang sama dari merk dan tipe berbeda, tetapi buku manual untuk perangkat lunak harus menggunakan yang sesuai dengan perangkat lunak yang digunakan 4. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum: botol vial Peralatan pelaksanaan: injektor sampel dan perangkat spektrometer massa (biasanya dilengkapi komputer dan/atau komputer) 5. Bahan: sampel dan bahan pengencer sampel Acuan Penilaian

195

1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara: • Lisan atau tulis untuk menguji kemampuan penyiapan sampel, teknik-teknik ionisasi yang digunakan dalam spektrometri massa, prinsip kerja spektrometer massa, proses fragmentasi, proses pemisahan fragmen, dan prinsip interpretasi spektrum massa • Demo untuk menguji kemampuan memasukkan sampel ke dalam sistem peralatan, menginterpretasi data spektrum massa senyawaan dengan massa <250 Dalton, dan menentukan pik ion molekuler. Untuk demo ini diperlukan sebuah injektor sampel, sistem septum, dan spektrogram massa • • Praktik langsung di laboratorium dengan melaksanakan analisis spektrometri massa Observasi buku log analis, buku catatan laboratorium, dan buku log instrumen yang berhubungan dengan aktivitas kerja peserta uji di tempat kerja 2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: • Pelaksanaan unit kompetensi ini minimal harus mampu melaksanakan penetapan struktur molekul dengan massa s.d. 250 Dalton tanpa menggunakan komputer
3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain :

• • • • • • • • •

KA.LAB.D.008.A

Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

KA.KOM.D.023.A

Menggunakan prosedur analisis.

4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: Kimia organik terutama mengenai ikatan-ikatan phi, ikatan sigma, elektron sunyi, gugus fungsi, dan proses pemutusan ikatan Proses ionisasi, radikal, ion molekuler, ion induk, dan fragmentasi senyawaan Kelimpahan isotop Instrumentasi spektrometer massa

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: Menggunakan alat injektor sampel (siringe atau probe) Mengatur parameter analisis untuk mengendalikan proses fragmentasi Bekerja dengan tingkat ketelitian tinggi

6. Keberhasilan unit kompetensi ini sangat ditentukan oleh:

196

Ketepatan pengaturan kekuatan dan intensitas proses ionisasi

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 2

Level 2

Level 3

Level 2

Level 3

Level 3

Level 3

197

Kode Unit: KA.ANA.U.052.A Judul Unit: Melaksanakan Teknik Spektrometri Emisi Non-nyala Uraian Unit: Unit kompetensi ini diperlukan untuk melaksanakan analisis Spektrofotometri Emisi Atomik dengan teknik atomisasi pada temperatur di atas 3500K menggunakan spektrometer dengan atomisasi plasma teknik ICP atau bunga api listrik dc. Sub Kompetensi 1. Memeriksa peralatan dan persyaratan keselamatan kerja 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kondisi lingkungan peralatan diperiksa mengikuti persyaratan buku manual instrumen bersangkutan 1.2 Sumber listrik, kabel, dan kondisi steker diperiksa sesuai ketentuan K3 perusahaan 1.3 Kondisi operational instrumen diperiksa dari catatan buku log instrumen ybs 1.4 Sistem pengamanan dan alat pelindung diri untuk bekerja dengan nyala dilaksanakan mengikuti ketentuan instruksi kerja K3, buku manual, atau ketentuan K3 perusahaan 1.5 Jika ada kondisi yang tidak beres, dibuatkan laporan dan dipasang label pada bagian alat bersangkutan 2. Menyiapkan sampel 2.1 Sampel diidentifikasi dan disesuaikan dengan teknik analisis yang akan dilaksanakan mengikuti buku manual peralatan atau ketentuan perusahaan 2.2 Sampel disiapkan, dilarutkan, dan dikondisikan sesuai dengan ketentuan metode analisis yang akan dilaksanakan

198

atau buku manual peralatan 2.3 Larutan standar atau deret disiapkan sesuai dengan analit yang akan ditetapkan 3. Mengoperasikan spektrometer plasma ICP/dc 3.1 Faktor-faktor keamanan kerja diperiksa dan dipastikan berfungsi berdasarkan instruksi kerja instrumen bersangkutan 3.2 Spektrometer dihidupkan sesuai urutan SOP instrumen bersangkutan 3.3 Panjang gelombang diatur sesuai dengan analit seperti tercantum pada Tabelposter instrumen 3.4 Analisis sampel dilaksanakan sesuai ketentuan instruksi kerja instrumen 3.5 Spektrometer dimatikan mengikuti ketentuan instruksi kerja 4. Menginterpretasi data spektrogram 4.2 4.1 Tinggi pik deret standar diplot menjadi kurva standar Tinggi pik sampel diinterpolasikan ke kurva standar 4.3 Nilai konsentrasi sampel dibaca dari kurva standar 4.4 Nilai ketidakpastian pengukuran dihitung dari hasil ukur ulangan Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk spektrofotometri emisi bunga api listrik dan spektrofotometri emisi plasma gandeng induktif dalam penetapan unsur-unsur transisi dan unsur-unsur tanah jarang 2. Instruksi kerja untuk K3, instruksi kerja untuk pengoperasian instrumen bersangkutan, dan instruksi kerja untuk membuat kurva kalibrasi dan kurva standar 3. Buku manual yang berlaku untuk SEA yang digunakan

199

4. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum lab kimia analitik seperti labu takar, buret, pipet, dan neraca analitik Peralatan khusus: Spektrometer ICP atau Spektrometer Arc-P

5. Bahan: standar analit, pereaksi, dan pelarut yang sesuai dengan sampel yang dianalisis Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan secara: • Lisan atau tulis mengenai perbedaan/pengertian spektrum atomik dan spektrum molekuler, teori spektrofotometri emisi atomik, hubungan antara temperatur eksitasi dengan sifat eksitasi atomik • • Demo melaksanakan penyiapan sampel untuk analisis spektrometri arc atau ICP Demo melaksanakan urutan tindak kerja menghidupkan dan mematikan spektrometer ICP atau spektrometer Arc-P dalam keadaan aliran listrik tidak terpasang • Demo melaksanakan pengukuran beberapa buah sampel simulasi analit tertentu secara SEA dengan teknik atomisasi >3500K (spektrofotometri emisi bunga api listrik dan spektrofotometri emisi plasma gandeng induktif) • • • • • Observasi buku catatan peserta uji dan catatan perusahaan tempat kerja

2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: Nilai kesalahan relatif pengukuran sampel simulasi tidak melampaui 5%. Unsur-unsur bertitik didih rendah memerlukan teknik penekan ionisasi

3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: KA.TEK.P.048.A. KA.LAB.D.008.A Melaksanakan Optimasi Spektrofotometer Serapan Atom Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan:
• • •

Anatomi dan sifat bunga api listrik atau nyala plasma Mekanisme pengukuran secara spektrometri ICP atau Arc Teknik-teknik pengukuran SEA seperti: integrasi, nilai maksimum, pengukuran berkesinambungan, dan pengukuran langsung

200

Instrumentasi spektrometer ICP atau Arc

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: • • penggunaan peralatan gelas penggunaan spektrometer Arc-P atau ICP keterampilan menggunakan spektrofotometer emisi atom (pada temperatur <3500K)

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 3

Level 2

Level 3

Level 2

Level 3

Level 3

Level 3

201

Kode Unit: KA.ANA.P.053.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Spektrometri Difraksi Sinar-x Uraian Unit: Unit kompetensi ini digunakan untuk analisis unsur tanpa memperhatikan bentuk senyawaan unsure bersangkutan, dengan teknik difraksi sinar-x. Sub Kompetensi 1. Memeriksa peralatan dan persyaratan keselamatan kerja 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kondisi lingkungan peralatan diperiksa mengikuti persyaratan buku manual instrumen bersangkutan 1.2 Sumber listrik, kabel, dan kondisi steker diperiksa sesuai ketentuan K3 perusahaan 1.3 Kondisi operational instrumen diperiksa dari catatan buku log instrumen ybs 1.4 Sistem pengamanan dan alat pelindung diri dilaksanakan mengikuti ketentuan instruksi kerja K3, buku manual, atau ketentuan K3 perusahaan 1.5 Jika detektor memerlukan pendinginan, maka kondisi peralatan pendukung proses pendinginan harus diperiksa 1.6 Jika ada kondisi yang tidak beres, dibuatkan laporan dan dipasang label pada bagian alat bersangkutan 2. Menyiapkan sampel 2.1 Sampel diidentifikasi dan disesuaikan dengan ketentuan perusahaan atau instruksi kerja 2.2 Sampel disiapkan (digerus, dicampur dengan bahan lain) dan dikondisikan (dibuat menjadi pasta, cetakan/pelet,

202

larutan) sesuai dengan instruksi kerja atau buku manual peralatan 2.3 Sampel standar disiapkan dengan cara yang sama dengan penyiapan sampel 3. Melaksanakan analisis spektrometri difraksi sinar x 3.1 Sampel ditempatkan di posisi yang sesuai mengikuti ketentuan instruksi kerja 3.2 Analisis difraksi Sinar-x dilaksanakan mengikuti instruksi kerja atau petunjuk buku manual 3.3 Interpretasi data dilaksanakan menggunakan perangkat lunak mengikuti ketentuan instruksi kerja Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk penetapan struktur kristalografi bahan 2. Instruksi kerja disesuaikan dengan tipe spektrometer sinar-x yang digunakan. Instruksi kerja terdiri atas instruksi kerja untuk menyiapkan sampel dan instruksi kerja untuk mengoperasikan spektrometer. Spektrometer yang dilengkapi dengan perangkat lunak komputer, juga memerlukan instruksi kerja untuk mengoperasikan perangkat lunak 3. Buku manual yang digunakan harus sesuai dengan merk dan tipe spektrometer sinar-x yang digunakan 4. Peralatan yang digunakan: • • • • Bahan: • Disesuaikan dengan teknologi spektrometri difraksi sinar-x yang digunakan Peralatan umum laboratorium, meliputi peralatan gelas dan neraca analitik Peralatan untuk preparasi sampel Spektrometer difraksi sinar-x. Komputer

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan dengan cara: • Lisan dan tulis untuk penguasaan teori mengenai sinar-x, difraksi sinar-x,

203

teknik kalibrasi detektor, prinsip spektrometri difraksi sinar-x, dan persyaratan sampel yang bisa dianalisis. • • Demo cara menyiapkan sampel Demo cara mengoperasikan spektrometer diffraksi sinar-x melalui sistem simulasi atau menggunakan spektrometer sinar-x yang tidak terhubung ke sumber listrik • • • • Menganalisis suatu sampel yang telah diketahui struktur kristalografinya. Observasi buku log catatan analis di tempat kerja dan catatan perusahaan

2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: Kesalahan analisis tidak boleh ada yang melampaui 5% Jika bekerja dengan sumber sinar-x dari tabung Coolidge, sistem pengamanan harus dilengkapi sertifikasi dari BATAN 3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: • • • • • • KA.LAB.D.008.A. Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Analis harus memiliki sertifikat radiologi dari BATAN

4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: Interferensi gelombang, hukum Bragg, sifat interaksi sinar-x dengan materi (terutama hamburan Compton), pola difraksi sinar

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: keterampilan menginterpretasikan pola interferensi sinar/gelombang

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 3

Level 3

Level 3

Level 2

Level 3

Level 3

Level 3

204

Kode Unit: KA.ANA.P.054.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Spektrometri Pendar Sinar-x Uraian Unit: Unit kompetensi ini digunakan untuk analisis unsur dengan teknik pendar sinar-x, terutama untuk sistem analisis kontrol mutu in-line (hasil analisis langsung digunakan untuk mengendalikan unit proses). Sub Kompetensi 1. Memeriksa peralatan dan persyaratan keselamatan kerja 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kondisi lingkungan peralatan diperiksa mengikuti persyaratan buku manual instrumen bersangkutan 1.2 Sumber listrik, kabel, dan kondisi steker diperiksa sesuai ketentuan K3 perusahaan 1.3 Kondisi operational instrumen diperiksa dari catatan buku log instrumen ybs 1.4 Sistem pengamanan dan alat pelindung diri untuk bekerja dengan sampel berdebu dilaksanakan mengikuti ketentuan SOP K3, buku manual, atau ketentuan K3 perusahaan 1.5 Jika bekerja dengan sumber sinar-x dari tabung Coolidge, sistem pengamanan harus dilengkapi sertifikasi dari BATAN 1.6 Jika detektor memerlukan pendinginan, maka kondisi peralatan pendukung proses pendinginan harus diperiksa 2. Menyiapkan sampel 2.1 Sampel diidentifikasi dan disesuaikan dengan karateristik sampel standar (sampel yang sudah dianalisis dengan cara basah pada tingkat ketelitian tinggi)

205

sesuai dengan ketentuan perusahaan 2.2 Sampel disiapkan (digerus, dilarutkan, dicampur dengan bahan lain) dan dikondisikan (dibuat menjadi pasta, cetakan/pelet, larutan) sesuai dengan instruksi kerja atau buku manual peralatan 2.3 Sampel standar disiapkan dengan cara yang sama dengan penyiapan sample 3. Melaksanakan analisis spektrometri pendar sinar x 3.1 Kalibrasi detektor dilaksanakan menggunakan sampel standar mengikuti instruksi kerja atau buku manual 3.2 Analisis Pendar Sinar-x dilaksanakan mengikuti instruksi kerja atau petunjuk buku manual 3.3 Interpretasi data dilaksanakan menggunakan perangkat lunak mengikuti ketentuan instruksi kerja Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk penetapan unsur-unsur (terutama unsur dengan nomor atom di atas 23) dalam sampel yang bersifat hampir sama (dalam suatu sistem produksi) 2. Instruksi kerja disesuaikan dengan tipe spektrometer sinar-x yang digunakan. Instruksi kerja terdiri atas instruksi kerja untuk menyiapkan sampel, instruksi kerja untuk mengkalibrasi detektor, dan instruksi kerja untuk mengoperasikan spektrometer. Spektrometer yang dilengkapi dengan perangkat lunak komputer, juga memerlukan instruksi kerja untuk mengoperasikan perangkat lunak 3. Buku manual yang digunakan harus sesuai dengan merk dan tipe spektrometer sinar-x yang digunakan 4. Peralatan yang digunakan: • • • • Peralatan umum laboratorium, meliputi peralatan gelas dan neraca analitik Peralatan untuk preparasi sampel Spektrometer pendar sinar-x. Peralatan pendingin detektor (disesuaikan dengan peralatan)

206

5. Bahan: • • Sampel standar yaitu sampel yang telah dianalisis dengan cara basah pada tingkat ketelitian tinggi oleh laboratorium terakreditasi Nitrogen cair

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan dengan cara: • Lisan dan tulis untuk penguasaan teori mengenai sinar-x, pendar sinar-x, Multi Channels Analyzer, teknik kalibrasi detektor, prinsip spektrometri pendar sinar-x, dan persyaratan sampel yang bisa dianalisis. • • • • Demo cara menyiapkan sampel Demo cara mengoperasikan spektrometer sinar-x melalui sistem simulasi atau menggunakan spektrometer sinar-x yang tidak terhubung ke sumber listrik Menganalisis suatu sampel yang telah diketahui komposisinya. Observasi buku log kerja analis peserta uji dan catatan perusahaan tempat kerja. 2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: kesalahan analisis tidak boleh ada yang melampaui 10% 3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: • • • • • • • • • KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Analis harus memiliki sertifikat radiologi dari BATAN

4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: hukum Bragg, prinsip kerja detektor sinar-x, sifat interaksi sinar-x dengan materi (terutama hamburan Compton), mekanisme pendinginan nitrogen cair efek matrik dan pengendalian efek matrik pada spektrometri sinar-x.

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: keterampilan menggunakan ayakan dan alat press keterampilan melaksanakan analisis kimia secara basah pada tingkat ketelitian tinggi

207

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 3

Level 2

Level 3

Level 3

Level 3

Level 3

Level 3

208

Kode Unit: KA.KUA.U.055.A Judul Unit: Menyiapkan Laboratorium untuk Analisis Ketelitian Sangat Tinggi Uraian Unit: Unit kompetensi ini digunakan untuk menyiapkan laboratorium kimia analitik agar memungkinkan pelaksanaan analisis kimia pada tingkat ketelitian sangat tinggi (nilai kesalahan maksimum 0,1%) Sub Kompetensi 1. Menginventarisasi fluktuasi kondisi yang diizinkan 1.2 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Pengaruh temperatur dihitung berdasarkan pemuaian air Pengaruh tekanan dihitung berdasarkan gaya apung benda-benda yang ditimbang 1.3 Pengaruh drift aliran udara dihitung berdasarkan efek perbedaan tekanan pada proses penimbangan 1.4 Pengaruh getaran dihitung atau dipantau berdasarkan pengaruh pada proses penimbangan dalam 0,00001 mg 1.5 Semua hasil perhitungan ditetapkan batas-batas fluktuasi kondisi yang diizinkan pada tingkat 5-angka penting 2. Mengatur kondisi lab untuk analisis dengan tingkat ketelitian ekstra tinggi 2.1 Kondisi udara (temperatur, kelembapan, partikulat, dan komposisi gas) diatur menggunakan AC sentral yang dilengkapi dehumifier, filter HEPA, filter arang aktif, deionizer, dan udara dingin 8oC 2.2 Sistem pengaliran udara AC dibuat mengikuti ketentuan laboratorium analitik secara khusus 2.3 Tekanan diatur menggunakan kipas

209

udara masuk dan katup pengatur tekanan yang bekerja pada tekanan sesuai hasil perhitungan untuk ketelitian ekstra tinggi 3. Memantau kehadiran kondisi penunjang untuk analisis dengan ketelitian ekstra tinggi 3.2 3.1 Temperatur diukur menggunakan termometer standar Pt-Ir 5-digit minimal pada 5 titik di ruang lab Tekanan diukur menggunakan barometer 4-digit minimal pada 5 titik di ruang lab 3.3 Aliran udara diukur menggunakan jam henti digital 4-digit berdasarkan gerak horizontal asap 3.4 Getaran diukur menggunakan vibrator meter atau dengan memantau pergerakan skala 0,00001 mg pada neraca analitik 5 atau 6 desimal 3.5 Kelembapan diukur menggunakan hygrometer 4-digit 4. Mengatur kondisi ruang timbang 4.1 Penggunaan AC split dan ventilasi terbuka dihilangkan, diganti dengan AC sentral 4.2 Temperatur ruang timbang diatur pada kondisi standar dengan fluktuasi maksimum 0,5oC dengan cara mengatur (secara otomatis) aliran udara dingin ke dalam ruang timbang 4.3 Kelembapan diatur di antara 60 s.d 80% menggunakan dehumifier otomatis 4.4 Gerak udara yang bisa dirasakan oleh permukaan kulit, ditiadakan dengan mengatur ukuran saluran udara masuk dan udara keluar dari/ke AC 4.5 Permukaan meja neraca diatur datar air dan bebas getaran yang bisa diukur

210

menggunakan vibratometer 4.6 Pintu ruang timbang dibuat dengan konstruksi geser dan dua tahap Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk melaksanakan analisis kimia pada tingkat ketelitian ekstra tinggi, terutama pada proses penimbangan, penepatan volume larutan, dan kalibrasi alat ukur volume dan massa 2. Standar kondisi laboratorium yang digunakan dihitung berdasarkan pengaruh parameter fisika pada proses penimbangan dan pengukuran volume 3. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum: AC sentral dengan fungsi lengkap Peralatan pelaksanaan: termometer standar, barometer standar, higrometer standar, vibratometer, dan stop watch Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara: • Lisan atau tulis untuk menguji penguasaan teori mengenai pengaruh parameter fisika (terutama temperatur, tekanan, kelembapan, getaran, kebisingan, dan aliran udara) pada proses pengukuran dan pemisahan analitik • • • Demo untuk melaksanakan pengukuran tekanan, temperatur, kelembapan, getaran, kebisingan, dan aliran udara pada tingkat ekstra tinggi Praktik langsung di laboratorium dengan melaksanakan pengaturan kondisi lab untuk analisis pada tingkat ketelitian ekstra tinggi Observasi buku log analis, buku catatan laboratorium, dan buku log instrumen yang berhubungan dengan aktivitas kerja peserta uji di tempat kerja 2. Aspek kritis yang harus dipenuhi: • Pelaksanaan unit kompetensi ini harus mampu mendukung pengukuran volume dan bobot dengan tingkat kesalahan <0,001%
3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain:

• •

KA.KUA.U.046.A

Menyiapkan Laboratorium untuk Analisis Ketelitian Tinggi

KA.LAB.D.008.A

Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan:

211

• • • •

Prinsip kerja AC dan mekanisme pengaturan temperatur ruang Hukum Archimides Pemuaian cairan Parameter lingkungan kerja untuk mendukung analisis pada tingkat ketelitian ekstra tinggi

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: • • • • Keterampilan menggunakan alat ukur standar fisika Keterampilan mengatur sistem sirkulasi udara Keterampilan melaksanakan kalibrasi tekanan dan temperatur ruangan

6. Keberhasilan unit kompetensi ini sangat ditentukan oleh: Pemahaman fungsi kerja AC secara lengkap dan mekanisme pengaturan temperatur ruangan

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 3

Level 3

Level 3

Level 2

Level 3

Level 3

Level 3

212

Kode Unit: KA.PRO.U.056.A Judul Unit: Membuat dan Memvalidasi Prosedur Analisis Uraian Unit: Unit kompetensi ini digunakan untuk menyediakan prosedur analisis dan protokol analisis untuk analisis rutin dan membuat prosedur analisis suatu analit dalam analisis tidak rutin yang belum pernah dipublikasikan atau dilakukan baik untuk keperluan analisis jenis maupun analisis jumlah dengan memperhatikan/melaksanakan faktor– faktor kesehatan dan keselamatan kerja Sub Kompetensi 1. Mengkarakteristikkan analit dan matriks sampel 1.1. Kriteria Unjuk Kerja Analit diidentifikasi berdasarkan instruksi kerja atau kebutuhan analisis dan dikarakteristikkan sifat-sifat fisika dan sifat-sifat kimianya 1.2. Spesi selain analit (konkomitan) diidentifikasi melalui serangkaian analisis jenis dan pemisahan analitik 1.3 Tiap spesi (matriks) di dalam sampel dikarateristikkan untuk menduga sifat interferensi matriks dalam pengukuran analitik 2. Membuat protokol analisis 2.1 Prosedur analisis secara lengkap untuk penetapan analit yang diinginkan dibahas tahap demi tahap 2.2 Tindak kerja di dalam prosedur analisis yang digunakan untuk memisahkan spesi yang tidak dijumpai di dalam sampel, dihilangkan 2.3 Prosedur analisis yang sudah diringkas, digunakan untuk menganalisis sampel dan sampel yang telah ditambahkan

213

standar (spike) 2.4 Nilai kesalahan penetapan standar yang ditambahkan dihitung dengan membandingkan kedua pengukuran 2.5 Jika tingkat kesalahan masih melampaui toleransi yang diperbolehkan, proses perbaikan langkah kerja protokol kerja diulangi sampai diperoleh tingkat kesalahan yang memenuhi persyaratan 2. Merancang prosedur analisis 2.1. Prosedur kerja penetapan senyawaan yang mirip dengan analit yang akan ditetapkan dibahas untuk mendapatkan prinsip umum langkah-langkah kerja analisis 2.2. Proses pemisahan spesi-spesi yang mengganggu pengukuran dibahas untuk mendapatkan prinsip umum langkahlangkah pemisahan analitik 2.3 Proses pengukuran analitik dibahas untuk mendapatkan teknik pengukuran yang sesuai dengan analit 2.4 Prosedur analisis disusun dan dilaksanakan untuk menganalisis sampel dan sampel yang telah ditambahkan standar (spike) 2.5 Nilai kesalahan pengukuran spike harus di bawah tingkat kesalahan yang diperbolehkan 3. Melakukan uji validasi 3.1. Protokol analisis atau prosedur analisis yang sudah disusun, digunakan untuk menganalisis sedikitnya 6-buah sampel yang telah dianalisis oleh laboratorium terakreditasi (atau menggunakan bahan

214

acuan standar), masing-masing minimal dengan 2 ulangan 3.2. Kecermatan pelaksanaan analisis dihitung berdasarkan kesesuaian data ulangan ke-1 dengan ulangan ke-2 3.3. Ketepatan prosedur dihitung berdasarkan kesesuaian data hasil analisis dengan hasil analisis laboratorium terakreditasi (atau kepekatan sebenarnya dari bahan acuan standar) 3.4. Linieritas, rentang, limit deteksi dan limit kuantisasi ditetapkan melalui pengukuran deret standar addisi 3.5. Robustness dan ruggedness prosedur dihitung berdasarkan hasil analisis yang dilaksanakan oleh analis yang berbeda 3.6. Perolehan kembali prosedur dihitung berdasarkan hasil pengukuran tambahan standar ke dalam larutan sampel 4. Mendokumentasikan protokol analisis dan prosedur analisis 4.1. Semua proses penyusunan protokol analisis dan prosedur analisis dicatat di dalam buku catatan personal 4.2 Semua data pengujian (termasuk data percobaan dan validasi) protokol/prosedur analisis dicatat di dalam buku catatan personal 4.3 Protokol analisis atau prosedur analisis yang sudah divalidasi didokumentasikan Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk menyediakan protokol kerja sebagai panduan pelaksanaan analisis bagi analis pelaksana dan membuat prosedur analisis untuk analisis sampel atau penetapan analit yang belum pernah dipublikasikan 2. Prosedur analisis atau protokol analisis yang digunakan sebagai bahan

215

pertimbangan adalah prosedur kerja dan protokol analisis yang berhubungan dengan sampel dan analit yang memiliki kemiripan dengan analit yang akan ditetapkan dan sampel yang akan dianalisis 3. Buku manual yang digunakan adalah buku manual peralatan yang digunakan dalam prosedur/protokol analisis yang sedang disusun 4. Peralatan yang digunakan: • • Peralatan umum: peralatan gelas, neraca analitik, dan alat ukur volume Peralatan pelaksanaan: peralatan yang berhubungan dengan metode analisis yang disusun 5. Bahan: • • • • Bahan acuan, bahan acuan standar, sampel yang telah dianalisis oleh lab terakreditasi standar analit

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara: • Lisan atau tulis untuk menguji penguasa teoritis mengenai fungsi langkahlangkah kerja dalam prosedur analisis, teknik-teknik pemisahan analitik, teknik-teknik pengukuran analitik, metode-metode analisis kimia, sifat-sifat analit, dan cara-cara mengatasi gangguan matriks • • Demo untuk memperlihatkan kemampuan penyusunan protokol analisis dan prosedur analisis Observasi buku log analis, buku catatan laboratorium, dan buku log instrumen yang berhubungan dengan aktivitas kerja peserta uji di tempat kerja 2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: • • Pelaksanaan unit kompetensi ini minimal harus mampu mencapai tingkat kesalahan di bawah 5% (tingkat ketelitian sedang) Kegagalan terapan teknik pemisahan analitik akan menyebabkan kasus ikut terukur pada pelaksanaan pengukuran analitik
3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain :

• •

KA.LAB.D.008.A

Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

KA.KOM.D.023.A

Menggunakan Prosedur Analisis.

216

4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: • • • • • • • Sifat-sifat sampel organik dan sampel anorganik Aplikasi metode analisis dan fungsi langkah-langkah kerja pada analisis kimia Instrumentasi laboratorium kimia analitik

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: Teknik validasi metode Kalibrasi atau verfikasi alat ukur kimia analitik

6. Keberhasilan unit kompetensi ini sangat ditentukan oleh: Keberhasilan pelaksanaan teknik pemisahan analitik Kemampuan dalam kemometri

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 3

Level 2

Level 3

Level 3

Level 3

Level 3

Level 3

217

Kode Unit: KA.ANA.P.057.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Spektrometri Serapan Sinar-x Uraian Unit: Unit kompetensi ini digunakan untuk analisis unsur tanpa memperhatikan bentuk senyawaan unsure bersangkutan, dengan teknik serapan dengan pengendalian matriks Sub Kompetensi 1. Memeriksa peralatan dan persyaratan keselamatan kerja 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kondisi lingkungan peralatan diperiksa mengikuti persyaratan buku manual instrumen bersangkutan 1.2 Sumber listrik, kabel, dan kondisi steker diperiksa sesuai ketentuan K3 perusahaan 1.3 Kondisi operational instrumen diperiksa dari catatan buku log instrumen ybs 1.4 Sistem pengamanan dan alat pelindung diri dilaksanakan mengikuti ketentuan instruksi kerja K3, buku manual, atau ketentuan K3 perusahaan 1.5 Jika bekerja dengan sumber sinar-x dari tabung Coolidge, sistem pengamanan harus dilengkapi sertifikasi dari BATAN 1.6 Jika detektor memerlukan pendinginan, maka kondisi peralatan pendukung proses pendinginan harus diperiksa 1.7 Jika ada kondisi yang tidak beres, dibuatkan laporan dan dipasang label pada bagian alat bersangkutan 2. Menyiapkan sampel 2.1 Sampel diidentifikasi dan disesuaikan dengan ketentuan perusahaan atau instruksi kerja

218

2.2

Sampel disiapkan (digerus, dicampur dengan bahan lain) dan dikondisikan (dibuat menjadi pasta, cetakan/pelet, larutan) sesuai dengan instruksi kerja atau buku manual peralatan

2.3

Sampel standar disiapkan dengan cara yang sama dengan penyiapan sampel

3.

Melaksanakan analisis spektrometri serapan sinar x

3.1

Kalibrasi detektor dilaksanakan menggunakan bahan acuan standar dengan cara mengikuti instruksi kerja atau buku manual

3.2

Efek matriks dikendalikan dengan teknik adisi standar dan teknik-teknik lain sesuai dengan petunjuk buku manual peralatan

3.3

Analisis serapan Sinar-x dilaksanakan mengikuti instruksi kerja atau petunjuk buku manual

3.4

Interpretasi data dilaksanakan menggunakan perangkat lunak mengikuti ketentuan instruksi kerja

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini digunakan dalam analisis tidak rutin untuk penetapan unsur-unsur dengan teknik serapan sinar-x 2. Instruksi kerja disesuaikan dengan tipe spektrometer sinar-x yang digunakan. Instruksi kerja terdiri atas: • • • • • instruksi kerja untuk menyiapkan sampel, instruksi kerja untuk pengendalian efek matriks, dan instruksi kerja untuk mengoperasikan spektrometer. Spektrometer yang dilengkapi dengan perangkat lunak komputer, juga memerlukan instruksi kerja untuk mengoperasikan perangkat lunak. Jika instruksi kerja tidak tersedia, petunjuk operasional pada butir 2. mengikuti buku manual spektrometer sinar-x bersangkutan

219

3. Peralatan yang digunakan: • • • • • • • Peralatan umum laboratorium, meliputi peralatan gelas dan neraca analitik Peralatan untuk preparasi sampel: penggerus, pencampur, penekan, dan cetakan Spektrometer difraksi sinar-x. Unit pendingin detektor Komputer

4. Bahan: Sampel pembanding yang telah dianalisis dengan cara basah pada tingkat ketelitian tinggi Nitrogen cair untuk pendinginan detektor (jika masih diperlukan)

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan dengan cara: • Lisan dan tulis untuk penguasaan teori mengenai sinar-x, serapan sinar-x, Multi Channels Analyzer, teknik kalibrasi detektor, prinsip spektrometri serapan sinar-x, dan persyaratan sampel yang bisa dianalisis. • • • • Demo cara menyiapkan sampel Demo cara mengoperasikan spektrometer sinar-x melalui sistem simulasi atau menggunakan spektrometer sinar-x yang tidak terhubung ke sumber listrik Menganalisis suatu sampel yang telah diketahui komposisinya. Observasi buku log catatan analis di tempat kerja dan catatan perusahaan

2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: efek matrik teknik ini sangat besar. Terapan teknik penekanan matriks harus memberikan kesalahan analisis tidak boleh ada yang melampaui 10% 3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: • • • • • KA.LAB.D.008.A Bekerja berdasarkan keselamatan dan kesehatan kerja

4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: hukum Bragg, sifat interaksi sinar-x dengan materi (terutama hamburan Compton), teknik pengendalian efek matriks teknik addisi standar.

220

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: • • keterampilan menggunakan peralatan mekanik seperti alat penggerus, alat penekan, dan alat pencetak keterampilan melaksanakan analisis basah pada tingkat ketelitian tinggi

6. Keberhasilan unit kompetensi ini sangat ditentukan oleh keterampilan dalam menentukan kedekatan kondisi sampel pembanding dengan sampel yang dianalisis.

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 3

Level 2

Level 3

Level 3

Level 3

Level 3

Level 3

221

Kode Unit: KA.ANA.P.058.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Kimia Non-destruktif secara Spektrometri Sinar-X Uraian Unit: Unit kompetensi ini diperlukan untuk menganalisis sampel-sampel berharga, berjumlah sangat terbatas, dan/atau tidak boleh mengalami perubahan fisika dan kimia. Teknik yang digunakan adalah spektrometri sinar-x teknik pendar. Sub Kompetensi 1. Memeriksa peralatan dan persyaratan keselamatan kerja 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kondisi lingkungan peralatan diperiksa mengikuti persyaratan buku manual instrumen bersangkutan 1.2 Sumber listrik, kabel, dan kondisi steker diperiksa sesuai ketentuan K3 perusahaan 1.3 Kondisi operational instrumen diperiksa dari catatan buku log instrumen ybs 1.4 Sistem pengamanan dan alat pelindung diri untuk bekerja dengan sinar-x dilaksanakan mengikuti ketentuan instruksi kerja K3, buku manual, atau ketentuan K3 perusahaan 1.5 Jika detektor memerlukan pendinginan, maka kondisi peralatan pendukung proses pendinginan harus diperiksa 1.6 Jika ada kondisi yang tidak beres, dibuatkan laporan dan dipasang label pada bagian alat bersangkutan 2. Mengkalibrasi sistem detektor sinar-x 2.1 Bahan acuan standar untuk mengkalibrasi kepekaan detektor diperiksa tanggal sertifikasinya 2.2 Kekuatan emisi bahan acuan standar

222

dihitung kembali berdasarkan tanggal sertifikasi dan waktu peluruhan bahan aktifnya 2.3 Sistem detektor dihidupkan mengikuti instruksi kerja detektor peralatan 2.4 Intensitas emisi bahan acuan standar diukur pada rentang waktu tertentu mengikuti instruksi kerja atau buku manual instrumen bersangkutan 2.5 Kepekaan detektor dan kesesuaian nomor saluran dengan energi sinar-x diperoleh dari analisa hasil pencacahan sinar-x yang diemisikan oleh bahan acuan standar bersangkutan 3. Melaksanakan analisis spektrometri pendar sinar-X 3.1 Detektor disiapkan mengikuti kondisi kerja yang disyaratkan oleh buku manual atau SOP instrumen bersangkutan 3.2 Pengaturan parameter kerja spektrometer sinar-x disesuaikan dengan keperluan analisis mengikuti ketentuan buku manual peralatan 3.3 Sampel ditempatkan di dalam sistem deteksi atau detektor didekatkan ke sampel mengikuti petunjuk buku manual peralatan 3.4 Pencacahan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan instruksi kerja. 3.5 Data hasil analisis diolah dengan cara yang diturunkan dari penjelasan buku manual 3.6 Spektrometer dimatikan mengikuti ketentuan instruksi kerja instrumen bersangkutan

223

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk penetapan unsur-unsur dalam sampel yang tidak boleh dirusak (secara fisik dan kimia), dengan menggunakan teknik pendar sinar-x 2. Instruksi kerja disesuaikan dengan tipe spektrometer sinar-x yang digunakan. Instruksi kerja terdiri atas instruksi kerja untuk mengoperasikan detektor, instruksi kerja untuk mengkalibrasi detektor dan instruksi kerja untuk mengoperasikan spektrometer. Spektrometer yang dilengkapi dengan perangkat lunak komputer, juga memerlukan instruksi kerja untuk mengoperasikan perangkat lunak 3. Buku manual yang digunakan harus sesuai dengan merk dan tipe spektrometer sinar-x yang digunakan 4. Peralatan yang digunakan: • • • • Peralatan umum laboratorium, meliputi peralatan gelas dan neraca analitik Spektrometer sinar-x dan peralatan pelengkapnya.

5. Bahan: Bahan acuan standar untuk kalibrasi detektor sinar-x Bahan pendingin detektor sepert nitrogen cair

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan dengan cara: • Lisan dan tulis untuk penguasaan teori mengenai sinar-x, pendar sinar-x, Multi Channels Analyzer, sistem detektor sinar-x, prinsip spektrometri pendar sinar-x, dan cara-cara interpretasi data spektrogram sinar-x. • • • Demo cara mengoperasikan spektrometer sinar-x melalui sistem simulasi atau menggunakan spektrometer sinar-x yang tidak terhubung ke sumber listrik Demo menganalisis suatu sampel yang telah diketahui komposisinya. Observasi catatan analis peserta uji, di tempat kerja dan catatan perusahaan tempat kerja. 2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: kesalahan analisis tidak boleh ada yang melampaui 10% 3. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: • • • KA.LAB.D.008.A Bekerja Berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KA.ANA.P.054.A KA.ANA.P.057.A Melaksanakan analisis spektrometri difraksi sinar-x Melaksanakan analisis spektrometri serapan sinar-x

224

• • • • • •

Analis peserta uji harus memiliki sertifikat radiologi dari BATAN

4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: hukum Bragg, prinsip kerja detektor sinar-x, sifat interaksi sinar-x dengan materi (terutama efek Compton), mekanisme pendinginan nitrogen cair.

5. Keterampilan pendukung yang diperlukan: keterampilan mikromekanik dan ketelitian kerja

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 3

Level 2

Level 3

Level 2

Level 3

Level 3

Level 3

225

Kode Unit: KA.ANA.P.059.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Mikroskopi Larik Elektron Uraian Unit: Unit kompetensi ini diperlukan untuk analisis bahan-bahan semikonduktor, bahan mineral, bahan alam, lapis permukaan, dan permukaan katalitik. Unit ini adalah analisis fisika yang terkait erat dengan analisis kimia Sub Kompetensi 1. Memeriksa peralatan dan persyaratan keselamatan kerja 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kondisi lingkungan peralatan diperiksa mengikuti persyaratan buku manual instrumen bersangkutan 1.2 Sumber listrik, kabel, dan kondisi steker diperiksa sesuai ketentuan K3 perusahaan 1.3 Kondisi operational instrumen diperiksa dari catatan buku log instrumen ybs 1.4 Sistem pengamanan dan alat pelindung diri untuk bekerja dengan nyala dilaksanakan mengikuti ketentuan instruksi kerja K3, buku manual, atau ketentuan K3 perusahaan 1.5 Jika ada kondisi yang tidak beres, dibuatkan laporan dan dipasang label pada bagian alat bersangkutan 2. Menyiapkan kondisi kerja mikroskop elektron 1.2 1.1 Peralatan dan lingkungan kerja disiapkan mengikuti ketentuan buku manual Kondisi penunjang diatur sesuai ketentuan buku manual peralatan bersangkutan 1.3 Sampel disiapkan dengan cara yang disimpulkan dari buku teks, buku ajar,

226

dan buku manual peralatan bersangkutan 1.4 Faktor-faktor pengamanan peralatan diperiksa mengikuti ketentuan buku manual 3. Melaksanakan analisis mikroskopi elektron 3.1 Permukaan sampel dibersihkan dan disiapkan mengikuti ketentuan buku manual peralatan 3.2 Mikroskop elektron dioperasikan mengikuti ketentuan buku manual atau instruksi kerja 3.3 Sistem penampil data dioperasikan mengikuti ketentuan buku manual atau instruksi kerja 3.4 Citra hasil pelarikan dianalisis mengikuti ketentuan buku manual atau instruksi kerja Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk analisis struktur permukaan melalui pengamatan citra mikroskopi electron 2. Instruksi kerja berlaku untuk tipe dan jenis mikroskop larik elektron tertentu 3. Buku manual berlaku untuk mikroskop bersangkutan 4. Peralatan yang digunakan: • • • Peralatan umum laboratorium, meliputi peralatan gelas, neraca dan alat penunjang kerja Mikroskop larik elektron dan kelengkapannya

5. Bahan: disesuaikan dengan kondisi sampel, biasanya bahan pencuci permukaan

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan dengan cara: • • Lisan atau tulis untuk mengungkapkan penguasaan teori mikroskopi elektron, lensa magnetik, dan teknik-teknik interpretasi citra mikroskopi elektron Demo dengan melaksanakan urutan-urutan pengoperasian peralatan dalam keadaan alat tidak tersambung ke listrik

227

• • •

Penyiapan sampel untuk dianalisis Melaksanakan analisis permukaan menggunakan mikroskop elektron Observasi buku log catatan analis di tempat kerja dan catatan perusahaan

2. Aspek kritikal yang harus dipenuhi: citra yang dihasilkan harus tajam dan jelas 3. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan: • • • • • • lensa optik dan lensa magnetik, gelombang elektromagnetik elektron, instrumentasi mikroskop elektron, prinsip kerja mikroskop optik

4. Keterampilan pendukung yang diperlukan: Teknik mekanik untuk penyiapan sampel Pengaturan sistem lensa magnetik multi polar

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 1

Level 3

Level 3

Level 2

Level 3

Level 3

Level 3

228

Kode Unit: KA.ANA.P.060.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Spektrometri Resonansi Magnet Inti (RMI) Uraian Unit: Melaksanakan analisis spektrometri resonansi magnet inti larutan fasa cair senyawa organik untuk keperluan analisis penentuan struktur maupun analisis jumlah dengan memperhatikan/melaksanakan faktor–faktor kesehatan dan keselamatan kerja Sub Kompetensi 1. Menyiapkan sampel 1.1. Kriteria Unjuk Kerja Sampel dicocokkan dengan karakteristik/ spesifikasi yang ada pada lembar informasi 1.2. Sampel dilarutkan dengan pelarut yang sesuai 1.3. Larutan sampel disaring ke dalam tabung RMI 1.4. 1.5. Standar pembanding TMS ditambahkan Larutan dalam tabung RMI dihomogenkan 2. Menyiapkan peralatan spektrometer Resonansi Magnet Inti 2.2. 2.1. Kondisi/kesiap–operasian peralatan dipersiapkan Spektrometer RMI dihidupkan sesuai prosedur operasi standar 3. Melakukan pengukuran sample 3.1. 3.2. Tabung RMI dimasukkan kedalam alat Berbagai kontrol diatur sehingga didapat spektum RMI yang dinginkan 3.3. Alat spektrometer RMI dimatikan sesuai prosedur operasi standar 4. Memproses data hasil pengukuran 4.1. Jumlah kelompok isyarat, geseran kimia, pola pembelahan, tinggi kurva itegrasi dan tetapan penjodohan ditentukan 4.2. Data untuk keperluan analisis struktur

229

atau analisis jumlah dianalisis 4.3. Semua kegiatan sesuai prosedur operasi standar dilaporkan 5. Membersihkan dan menyimpan peralatan dan bahan kimia 5.2. 5.1. Semua peralatan yang digunakan dalam analisis dibersihkan Semua peralatan yang digunakan dalam analisis disimpan ke tempat semula 5.3. Semua bahan kimia yang digunakan dalam analisis disimpanke tempat semula Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Sampel yang akan dianalisis harus bebas partikulat dan kontaminan magnetik lainnya 2. Untuk analisis penentuan struktur sampel harus murni 3. Untuk analisis kuantitatif sampel dapat berupa campuran dengan syarat satu puncak geseran kimia dari masing masing komponen tidak tumpang tindih Acuan Penilaian 1. Prosedur penilaian yang dilakukan meliputi evaluasi terhadap: • • • • • • • Peragaan ketrampilan praktek Jawaban atas pertanyaan lisan maupun tertulis Buku catatan laboratorium dan laporan akhir kegiatan Laporan pihak ketiga

2. Sebelum menguasai unit kompetensi ini disyaratkan menguasai Karakteristik senyawa organik Cara menangani senyawa organik Cara analisis mikro/semimikro organik

3. Pengetahuan yang diperlukan untuk mendukung tercapainya kompetensi ini adalah: • • • • • Spektroskopi resonansi magnet inti baik proton (1H) maupun karbon (13C) Bagian peralatan dan fungsi masing masing bagian dalam pengukuran

4. Aspek kritis yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi ini adalah: Menyiapkan sampel Menyiapkan/menyetel, mengoperasikan dan mematikan alat Mengoptimasi parameter alata untuk pengukuran sampel

230

• •

Menggunakan pengetahuan teoritis untuk interpretasi data dan menarik kesimpulan yang sesuai Mencatat dan mengkomunikasikan hasil seperti prosedur tempat kerja

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 3

Level 3

Level 3

Level 2

Level 3

Level 3

Level 3

231

Kode Unit: KA.ANA.P.061.A Judul Unit: Melaksanakan Analisis Resonansi Spin Elektron (RSE) Uraian Unit: Melaksanakan analisis spektrometrik berdasarkan metode resonansi spin elektron untuk penetapan spesi elekton tak berpasangan (ion logam paramagnetik, radikal organik dan anorganik, semikonduktor, dan logam, dan molekul tereksitasi triplet), dengan memperhatikan/melaksanakan faktor–faktor kesehatan dan keselamatan kerja Sub Kompetensi 1. Menyiapkan sampel 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Karakteristik/ spesifikasi yang ada pada lembar informasi dicocokkan 1.2. Sampel dilarutkan dengan pelarut yang sesuai 1.3. Larutan sampel disaring kedalam tabung RSE 1.4. 1.5. Standar pembanding DPPH ditambahkan Larutan dalam tabung RSE dihomogenkan 2. Menyiapkan peralatan spektrometer Resonansi Spin Elektron 2.2. 2.1. Kondisi/kesiap–operasian peralatan diperiksa Spektrometer RSE dihidupkan sesuai prosedur operasi 3. Melakukan pengukuran sampel 3.1. 3.2. Tabung RSE dimasukkan ke dalam alat Berbagai control dihidupkan sehingga didapat spektum RSE yang dinginkan 3.3. Alat spektrometer RSE dimatikan sesuai prosedur operasi standar 4. Memproses data hasil pengukuran 4.1. Jumlah kelompok isyarat, geseran kimia, pola pembelahan, luas/tinggi puncak dan tetapan penjodohan ditentukan 4.2. Data untuk keperluan analisis struktur

232

atau analisis jumlah dianalisis 4.3. Semua kegiatan dilaporkan sesuai prosedur operasi standar 5. Membersihkan dan menyimpan peralatan dan bahan kimia 5.2. 5.1. Semua peralatan yang digunakan dalam analisis dibersihkan Semua peralatan yang digunakan disimpan dalam analisis ke tempat semula 5.3. Semua bahan kimia yang digunakan dalam analisis disimpan ke tempat semula Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Sampel yang akan dianalisis harus bebas partikulat 2. Untuk analisis penentuan struktur sampel harus murni 3. Untuk analisis kuantitatif sampel diperlukan kurva standar dari senyawa yang sama Acuan Penilaian 1. Prosedur penilaian yang dilakukan meliputi evaluasi terhadap: • Peragaan ketrampilan praktek • Jawaban atas pertanyaan lisan maupun tertulis • Buku catatan laboratorium dan laporan akhir kegiatan • Laporan pihak ketiga 2. Sebelum menguasai unit kompetensi ini disyaratkan menguasai • Karakteristik senyawa yang mempunyai elektron tidak berpasangan • Cara menangani senyawa yang mempunyai elektron tidak berpasangan • Cara analisis mikro/semimikro 3. Pengetahuan yang diperlukan untuk mendukung tercapainya kompetensi ini adalah: • Spektroskopi resonansi spin elektron • Bagian peralatan dan fungsi masing masing bagian dalam pengukuran 4. Aspek kritis yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi ini adalah: • Menyiapkan sampel • Menyiapkan/menyetel, mengoperasikan dan mematikan alat

233

• Mengoptimasi parameter alata untuk pengukuran sampel • Menggunakan pengetahuan teoritis untuk interpretasi data dan menarik kesimpulan yang sesuai • Mencatat dan mengkomunikasikan hasil seperti prosedur tempat kerja

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 3

Level 3

Level 3

Level 2

Level 3

Level 3

Level 3

234

Kode Unit: KA.DAT.P.062.A Judul Unit: Melaksanakan Pengolahan Sinyal Analitik Uraian Unit: Melaksanakaan pengolahan sinyal dan data analitik sehingga diperoleh informasi kualitatif maupun kuantitatif analit yang ada di dalam matriks ukur Sub Kompetensi 1. Mengkarakteristik sumber sinyal 1.2. 1.1. Kriteria Unjuk Kerja Jenis peralatan analitik yang digunakan diidentifikasi Karakteristik pembangkit sinyal diidentifikasi 2. Mengkarakteristik sinyal analitik 2.2. 3. Mengkarakteristik sinyal transduser dan pengkonversinya 4. Mengkarakteristik keluaran 4.1. 3.1. 3.2. 2.1. Sifat sinyal analitik yang dipancarkan diidentifikasi Transduser masukan dikarakterisasi Sinyal transduser dikarakterisasi Prosesor sinyal yang diperlukan dikarakterisasi Keluaran dibaca

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Bila satu analit dapat menghasilkan berbagai macam sinyal analitik, maka sinyal lain yang dihasilkan oleh analit tersebut tersebut tidak boleh mengganggu transduser sistem pengukuran yang bersangkutan 2. Matriks tidak boleh mengganggu transduser sistem pengukuran Acuan Penilaian 1. Prosedur penilaian yang dilakukan meliputi evaluasi terhadap: • • • • • Peragaan ketrampilan praktek Jawaban atas pertanyaan lisan maupun tertulis Buku catatan laboratorium dan laporan akhir kegiatan Laporan pihak ketiga

2. Sebelum menguasai unit kompetensi ini disyaratkan menguasai Elektronika dasar

235

3. Pengetahuan yang diperlukan untuk mendukung tercapainya kompetensi ini adalah: • • • • Prinsip analisis dengan alat yang bersangkutan Bagan instrumen yang bersangkutan

4. Aspek kritis yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi ini adalah: Menggunakan pengetahuan teoritis untuk interpretasi data dan menarik kesimpulan yang sesuai Mencatat dan mengkomunikasikan hasil seperti prosedur tempat kerja

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 3

Level 2

Level 3

Level 2

Level 3

Level 3

Level 3

236

Kode Unit: KA.PRO.U.063.A Judul Unit: Mengembangkan Metode Uji Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk mengembangkan metode uji untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, menganalisis bahan baku dan produk yang baru atau untuk memperbaiki efisiensi laboratorium Sub Kompetensi 1. Memodifikasi prosedur 1.1 Kriteria Unjuk Kerja Kondisi perlunya pengembangan metode diidentifikasi 1.2. Persyaratan untuk modifikasi metode diidentifikasi 1.3. Telusur pustaka dan komunikasi ilmiah dilakukan 2. Mengevaluasi , dan menganalisis prosedur yang dikembangkan 2.2. 2.1. Rancangan pengembangan metode dibuat sesuai kebutuhan Kebutuhan untuk pengembangan metode dikajiulang 2.3. Metode uji yang dikembangkan dicocokan terhadap peraturan keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku 2.4. Berbagai metode uji alternatif dievaluasi dan metode yang tepat dipilih 2.5. Metode uji yang tepat dipilih dan dicobakan 2.6. 3. Mendokumentasikan dan melaporkan prosedur/metode uji baru 3.1. 3.2. Validasi metode dilakukan Metode uji baru dicatat Metode uji baru dilaporkan dan persetujuan akhir untuk metode ini diperoleh

237

3.3. Metode uji baru dikomunikasikan Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini berlaku untuk mengembangkan metode uji baru atau mengadaptasikan metode yang ada untuk memenuhi kebutuhan 2. Metode uji yang akan dikembangkan memerlukan • • • • • • • • • • • • GLP Material safety data sheets Jurnal ilmiah Standard operating procedures Manual peralatan Catatan perawatan dan kalibrasi peralatan Spesifikasi bahan baku, proses dan produk

3. Pengembangan metode uji dibutuhkan untuk Menganalisis bahan baku Mengevaluasi stabilitas produk Penggunaan teknologi baru Memenuhi kebutuhan pelanggan Memperbaiki produktivitas

Acuan Penilaian 1. Unit kompetensi dapat diujikan secara langsung kepada kandidat di tempat kerja maupun di tempat lain sesuai dengan kondisi yang sebenarnya • • • • • • • • Pertanyaan lisan atau tertulis untuk menguji pengetahuan pengoperasian peralatan, metode dan prosedur, dan teknik memecahkan masalah Melalui sampel validasi di tempat kerja yang dilakukan xxx Umpan balik dari penyelia Penjelasan pengembangan metode oleh kandidat

2. Aspek kritis yang harus diuji pada kandidat adalah Menetapkan kebutuhan pengujian Prinsip pengembangan metode Mengevaluasi prosedur yang ada Menggunakan cara yang tepat untuk mencari metode alternatif

238

3. Pengetahuan dan keterampilan pendukung yang harus dimiliki untuk tercapainya unit kompetensi ini: • • • • • Prinsip dan konsep validasi metode Kebutuhan metode validasi Karakteristik peralatan Pengetahuan secara teoritis dan praktis mengenai Kimia/Fisika Analisis Kerugian dan keuntungan berbagai metode analisis

Level Kompetensi Kunci
Mengumpulkan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah/persoalan Mengguna kan teknologi

Level 3

Level 3

Level 3

Level 3

Level 3

Level 3

Level 3

239

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->