Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup.

Siklus hidup produk biasa dikenal dengan istilah Product Life Cycle (PLC), yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat suatu produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar. Daur hidup produk (PLC) merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Ada berbagai pendapat mengenai tahap-tahap yang ada dalam PLC suatu produk. Ada yang menggolongkannya menjadi introduction, growth, maturity, decline dan termination. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa keseluruhan tahap-tahap PLC terdiri dari introduction (pioneering), rapid growth (market acceptance), slow growth (turbulance), maturity (saturation), dan decline (obsolescence). Selain itu ada juga pendapat yang mengkategorikannya ke dalam tahap introduction, growth, maturity, saturation, dan decline. Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity, dan decline. Karakteristik Tahap-Tahap Dalam Siklus Hidup Produk Karakteristik dan tujuan pemasaran pada setiap tahap PLC dapat disajikan secara ringkas dalam gambar. Pada tiap tahap tersebut terdapat peluang dan masalah yang berbeda-beda dalam kaitannya dengan strategi pemasaran dan potensi laba. Dengan mengenali tahap di mana suatu produk sedang berada, atau yang akan dituju, pihak manajemen dapat merumuskan rencana dan strategi pemasaran yang tepat. Perlu untuk diperhatikan bahwa aplikasi konsep PLC tidaklah terbatas pada product form life cycle saja, tetapi juga meliputi product line life cycle, product category life cycle, industry product life cycle, individual product life cycle, bahkan brand life cycle. Meskipun demikian, ada pula pakar yang tidak sependapat, diantaranya McCarthy dan Perreault (1990) serta Dhalla dan Yuspeh (dalam Weitz dan Wensley, 1988) yang menyatakan bahwa produk dan merek individual tidak memiliki PLC. Argumen yang dikemukakannya adalah bahwa produk dan merek individual dapat diperkenalkan di tahap mana saja dalam PLC (kasus me-too product). Di samping itu, penjualan dari produk individual seringkali tidak mengikuti pola umum PLC. Melengkapi kritiknya tersebut, McCarthy dan Perreault menyarankan penggunaan istilah Market Life Cycle atau Product-market Life Cycle daripada Product Life Cycle. Dalam buku ini istilah yang akan

Sebelumnya nylon hanya dipergunakan untuk parasut pada waktu Perang Dunia II. Contohnya: produk-produk elektronik (walkman. Kenyataan membuktikan tidak semua produk memiliki PLC yang berbentuk S. sedangkan fad life cycle hanya berlangsung singkat. Beberapa produk bahkan ada yang tidak pernah melewati tahap perkenalan. Untuk contoh Indonesia. komputer dan aksesorinya. Contoh klasik yang dapat kita lihat adalah keberhasilan Du Pont dalam memperpanjang PLC produknya. Rinso Formula Plus. IC. dan masih banyak lagi. Banyak contoh perusahaan-perusahaan yang berhasil memperpanjang PLC produknya sehingga penjualannya tidak menurun tetapi malahan terus meningkat. perangkat lunak komputer (baik application programming maupun language programming). Rinso Ultra. serta Rinso Warna. dan lain-lain). komponen-komponen tertentu (transistor.digunakan adalah Product Life Cycle. karena istilah ini telah diterima secara umum dan dipakai secara luas. Tetapi kemudian perusahaan berhasil menunjukkan alternatif penggunaan nylon untuk industri pakaian. tape recorder. Jaket dan macam-macam variasi lainnya dari nylon berkembang di kalangan konsumen dan industri sampai sekarang. sedangkan merek memiliki PLC yang paling pendek. Pakaian wanita dengan bermacam-macam tekstur dan warna yang terbuat dari nylon dipromosikan. * Panjang suatu tahap PLC untuk tiap produk sangat bervariasi. Product category memiliki PLC yang paling lama. misalnya Rinso yang berhasil memperpanjang PLC-nya dengan memperkenalkan Rinso Baru. Demikian pula halnya dengan Pepsodent yang memperkenalkan Pepsodent yang khusus memelihara kesehatan gusi. dan lain-lain). Dasar Pemikiran Siklus Hidup Produk . seperti yang disajikan di kebanyakan buku teks. * PLC dapat diperpanjang dengan inovasi dan repositioning. style life cycle mempunyai daur hidup yang panjang. Umumnya produk yang gagal memasuki semua tahapan ini adalah produk-produk yang berkaitan dengan teknologi dan mode (fad). PLC juga memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut : Tidak setiap produk melalui semua tahapan. Sementara itu. yakni nylon. product form cenderung mengikuti pola PLC standar (bentuk S). Selain karakteristik di atas.

kemudian untuk memuaskan kebutuhan tersebut diciptakanlah kalkulator dan komputer. . yaitu konsumen mengetahui tentang adanya produk baru. dan pembagian saja. tetapi tidak mempunyai informasi mengenai produk tersebut. Proses ini biasanya memerlukan waktu. dan akhirnya komputer. yang melalui tahap-tahap Emergence. manusia mempunyai kebutuhan akan alat bantu hitung. Setiap teknologi baru biasanya akan dapat memenuhi kebutuhan dengan lebih baik. yaitu: 1. dan kemudian mereka menerimanya secara bertahap. Maturity. Masingmasing teknologi tersebut memperlihatkan Demand-technology Life Cycle (DtLC). Kesadaran (awareness). Suatu kebutuhan pada suatu saat akan dipenuhi oleh teknologi tertentu. Perubahan tingkat kebutuhan dapat dijelaskan dengan Demand Life-cycle Curve (DLcC). Bagaimana Siklus Hidup Produk Bisa Terjadi Penjelasan yang banyak diterima adalah penjelasan yang didasari oleh konsep perilaku konsumen yang disebut Consumer Adoption Process. di mana siklus ini juga memiliki tahap-tahap seperti DLcC.Konsep Induk Produk diciptakan sebagai salah satu dari sekian banyak alternatif pemecahan untuk memenuhi suatu kebutuhan. Accelerating growth. kalkulator. Kebutuhan akan alat bantu hitung pertama dipenuhi dengan alat sederhana seperti simpoa. Masyarakat umumnya mengetahui keberadaan suatu produk baru setelah produk tersebut ada di pasar selama beberapa waktu. Kemudian berkembang dengan ukuran yang lebih kecil dengan fungsi perhitungan matematika yang lebih banyak dan kompleks dan akhirnya berkembang dengan kalkulator semi komputer. Sebagai contoh. kemudian berkembang menjadi mesin penjumlah. Perubahanperubahan inilah yang menunjukkan adanya masa timbul dan tenggelamnya suatu produk dan yang kemudian menimbulkan konsep PLC. perkalian. Rogers membagi tahapan-tahapan proses adopsi menjadi lima tahap. Decelerating growth. Dalam suatu DtLC tertentu akan terlihat berbagai bentuk produk yang secara silih berganti memenuhi kebutuhan tertentu pada suatu saat. Kebutuhan ini berkembang sepanjang waktu sesuai dengan berkembangnya kegiatan perdagangan. mulanya berukuran agak besar dengan fungsi penjumlahan. Kalkulator misalnya. pengurangan. dan Decline.

perusahaan harus berusaha mempengaruhi konsumen agar berminat. 5. yaitu konsumen memutuskan untuk menggunakan produk baru tersebut secara teratur. sejumlah pembeli lainnya akan membeli juga (Early adopter). yaitu konsumen terdorong untuk mencari informasi mengenai produk baru tersebut. atau merek baru yang mulai menyita perhatian konsumen dari produk yang sedang beredar. dan akhirnya membeli. dan Laggard. untuk memperkirakan kegunaannya. Penjualan menjadi mantap disebabkan oleh stabilnya tingkat pembelian ulang. Kemudian laju pertumbuhan mulai menurun pada saat jumlah pembeli baru yang potensial menyusut. Perhatian (interest). Pencobaan (trial).2. Bila produk baru mulai diluncurkan. Tahap PLC suatu produk dapat ditentukan dengan mengidentifikasi statusnya pada 3 kurva. Namun akhirnya akan tiba waktunya penjualan menjadi menurun karena munculnya kelompok produk baru. yaitu penyebaran ide baru sejak pengenalannya sampai penerimaan secara umum. Teori Adopsi ini memberikan implikasi yang jelas pada konsep PLC. Bila ternyata produk tersebut memuaskan kebutuhan. Late Majority. Pengukuran Siklus Hidup Produk Bila PLC dianggap sebagai nilai strategik bagi suatu perusahaan. Dengan penjelasan ini kiranya jelas pengertian daur hidup produk bila dihubungkan dengan proses normal dari proses difusi dan adopsi produk baru. tertarik. Identifikasi tahapan PLC ini dapat ditentukan dengan kombinasi tiga faktor yang menunjukkan ciri status produk dan membandingkan hasilnya dengan pola yang umum. maka manajernya harus dapat menentukan di mana posisi PLC produknya pada saat ini. Masuknya pesaing semakin mempercepat proses adopsi Pada tahap berikutnya. bentuk produk baru. Adopsi. yaitu konsumen mencoba produk baru secara kecil-kecilan. . 4. yaitu konsumen mempertimbangk an dan menilai untung ruginya mencoba produk baru tersebut. Early Majority. Proses ini memerlukan waktu yang panjang. lebih banyak pembeli lagi masuk ke pasar (Early majority). 3. Early Adopter. Penilaian (evaluation). Pada tahap perkenalan biasanya hanya beberapa orang saja yang membeli. mencoba. Rogers mengklasifikasikan pengadopsi inovasi menjadi lima kategori yaitu Innovator. Teori adopsi kemudian memberikan pengertian yang lebih jauh tentang PLC dengan penjelasannya tentang proses difusi.

Namun para manajer pemasaran dapat menggunakan berbagai indikator guna memproyeksikan kapan suatu produk memasuki tahap maturity. Penentuan kapan suatu produk beralih dari suatu tahap ke tahap berikutnya sangat sulit. ditunjukkan dalam unit untuk menghindari distorsi akibat perubahan harga.10. Ciri-ciri umum tahap ini adalah penjualan yang masih rendah. Tahap Pengenalan – Introduction Tahap pertama dalam PLC adalah tahap perkenalan. overcapacity dalam industri. Kesuksesan dalam memanajemeni PLC suatu produk membutuhkan perencanaan dan pemahaman yang cermat dan mendalam mengenai karakteristik berbagai titik dalam kurva-kurva ini. tetapi sebagian besar model tersebut mengalami kesulitan dalam memproyeksikan tahap decline. tingkat kegagalan relatif tinggi. Strategi Pemasaran Dalam Tahapan Siklus Hidup Produk Secara Umum Dalam setiap tahap PLC diperlukan strategi-strategi tersendiri. . Karakteristik tersebut dapat diringkaskan dalam tabel 6. menggambarkan perbedaan antara pendapatan total dan biaya total pada setiap titik waktu. dan perubahan-perubahan model. kinerja replacement products. Indikator tersebut meliputi proporsi new triers suatu produk versus replacement sales. serta distribusi yang masih terbatas.* Market Volume. biaya produksi dan pemasaran sangat tinggi. * Profit/Loss. Banyak ahli yang telah mengembangkan model-model untuk memproyeksikan tahap growth dan maturity suatu produk baru dengan dasar data uji pasar. persaingan yang masih relatif kecil. tingkat konsumsi para pemakai saat ini. * Rate of Change of Market Volume. merupakan cara yang lebih kompleks untuk menunjukkan tingkat pertumbuhan karena sebagian orang dapat memahami tingkat pertumbuhan yang negatif. Untuk itu diperlukan kemampuan khusus dari seorang manajer untuk dapat menciptakan dan menerapkan bauran pemasaran yang tepat pada saat yang tepat. peningkatan elastisitas harga. volume pasar berkembang lambat (karena tingginya market resistance). masih banyak dilakukan modifikasi produk dalam pengujian dan pengembangannya (karena problem yang timbul tidak seperti yang diramalkan dan mungkin pula disebabkan pemahaman yang keliru tentang pasar). penurunan laba.

. secara efisien. Pada tahap ini promosi difokuskan pada usaha membangun permintaan awal (primary demand) yaitu permintaan pada kelas produk (product class). dengan menetapkan harga tinggi untuk dapat menutup biaya dengan cepat dan membuat barrier to entry bagi produsen lain. Oleh karena harga produk baru biasanya tinggi (karena belum diproduksi secara massal. maka konsumen seperti inilah yang dituju oleh produsen. dan publisitas merupakan cara-cara komunikasi yang banyak ditempuh pada tahap ini. sedangkan shopping dan specialty product lebih banyak memerlukan educational advertising dan personal selling kepada konsumen akhir. Di sini kualitas produk tersebut akan menentukan pembelian ulang. Untuk kepentingan ini produk biasanya didesain dengan model yang terbatas guna menghindari terjadinya kebingungan pada calon pembeli dan memudahkan mereka mengenal ciri produk dengan cepat. Kegiatan promosi terutama diarahkan untuk membangun kesadaran. Strategi yang umum pada tahap ini adalah mengkombinasi penetapan harga dan kegiatan promosi. Untuk penetapan harga ada dua strategi yang dapat diterapkan. dan untuk menutup biaya riset dan pengembangan serta biaya promosi). sementara penjualan masih rendah. karena seringkali wholesaler dan retailer tidak bersedia menanggung risiko untuk menjual produk baru. bukan pada merek produk. Laba masih sangat rendah (bahkan merugi) karena besarnya biaya pemasaran (terutama promosi) dan biaya lainnya. Strategi ini ada empat bentuk. Diskon harga biasanya dipakai untuk memperoleh outlet distribusi. yaitu konsumen yang mempunyai dana berlebih dan mencari produk yang benar-benar diinginkannya. Strategi pemasaran pada tahap ini ditujukan untuk membangun kesadaran akan produk secara meluas dan mendorong konsumen untuk mencoba. kupon dan voucher. Produk baru juga biasanya menimbulkan masalah distribusi.Permintaan dalam tahap ini datang dari core market. yaitu : 1. Kedua. juga untuk menarik minat distributor. Pertama. menetapkan harga yang rendah untuk memperoleh penerimaan pasar yang cepat. Personal selling yang ekstensif kepada distributor. di mana periklanan yang digunakan adalah jenis informing. biaya promosi menjadi sangat tinggi karena selain ditujukan untuk menginformasikan konsumen akhir tentang keberadaan produk. Atau dengan kata lain adalah menciptakan primary demand (permintaan untuk produk baru). Dengan demikian. Rapid Skimming Strategy Strategi ini dilaksanakan dengan jalan menetapkan harga yang tinggi untuk memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin. pemberian sampel dan kupon. Umumnya convenience product sangat membutuhkan sampel.

Cara ini biasanya dipakai untuk mempercepat laju penerobosan pasar. usaha-usaha edukasional yang dibutuhkan. kadar sifat/corak baru suatu produk (degree of newness). Slow Skimming Strategy Strategi dijalankan dengan menetapkan harga yang tinggi untuk memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin dan promosi yang rendah agar biaya pemasaran tidak terlalu tinggi. Rapid Penetration Strategy Strategi ini dilakukan dengan menetapkan harga yang rendah dan promosi yang agresif. Strategi ini akan berhasil jika pasar sangat luas. dan perusahaan menghadapi pesaing potensial serta ingin membangun preferensi pada mereknya. konsumen belum mengetahui keberadaan produk. Lamanya tahap pengenalan ini sangat ditentukan oleh karakteristik produk seperti differential advantage dibandingkan produk produk lain yang eksis di pasar. dan persaingan potensial sangat rendah. konsumen peka terhadap harga. 3.serta dengan melakukan promosi yang gencar untuk meyakinkan konsumen tentang kualitas produk walau harganya mahal. sebagian besar konsumen mengetahui keberadaan produk. konsumen mengetahui keberadaan produk. Demikian pula halnya dengan . konsumen bersedia membayar pada harga berapa pun. dan terdapat indikasi persaingan potensial yang besar. Strategi ini akan berhasil jika besarnya pasar terbatas. 2. sehingga pengaruh negatif terhadap penerimaan dan aliran kas dapat dikurangi. Tujuan dari strategi ini adalah untuk memperoleh penerimaan pasar yang cepat dan memperoleh pangsa pasar yang besar. dan komitmen sumber daya pihak manajemen terhadap item/aspek baru tersebut. konsumen mau membeli dengan harga tinggi. 4. dan pesaing potensial belum muncul. Strategi ini akan berhasil jika sebagian besar pasar belum mengetahui keberadaan produk. Keberhasilan strategi ini biasanya harus didukung dengan pasar yang sangat luas. Slow Penetration Strategy Strategi ini dijalankan dengan menetapkan harga yang rendah untuk memperoleh penerimaan yang besar dari konsumen dan promosi yang rendah agar biaya pemasaran tidak membengkak. konsumen sangat peka terhadap harga. Biasanya yang diharapkan adalah periode pengenalan yang singkat.

maka keadaan ini akan menarik pesaing untuk memasuki industri tersebut dengan produk tiruan. Oleh karena itu. Namun jika produk baru itu berhasil. Selain lini produk. . Tidak semua produk baru dapat mencapai tahap ini. Tahap ini sendiri dapat dibedakan menjadi dua kelompok. sehingga penambahan retailer akan menjadi kebutuhan perusahaan. Periklanan dititikberatkan pada media massa untuk memaksimumkan jangkauan penginformasian produk. mulai dari harga rendah sampai dengan harga premi. Di samping itu biaya promosi juga dibebankan pada volume yang lebih besar. Sedangkan untuk distribusi. penyesuaian produk seringkali dilakukan pertama kali di tahap ini Seiring dengan meningkatnya penjualan. lini harga juga digunakan untuk memuaskan selera berbagai segmen. Sementara itu promosi ditekankan untuk membangun preferensi merek (selective demand). laba juga meningkat karena biaya produk menjadi murah akibat efisiensi produksi dan kurva pengalaman (learning curve). Pada tahap ini outlet akan mudah didapat oleh perusahaan karena banyak retailer yang tertarik dengan keuntungan dari kesuksesan produk baru ini. bahkan tidak sedikit produk baru yang gagal di tahap awal. Pemasar juga harus terus mengumpulkan informasi tentang kegiatan persaingan dan mencari segmen pasar baru karena peluang di pasar yang ada sudah mulai berkurang dengan semakin banyaknya pesaing yang muncul. yaitu rapid growth dan slow growth. Rapid Growth Tahap rapid growth ini ditandai dengan melonjaknya tingkat penjualan perusahaan dengan cepat karena produk telah diterima dan diminta oleh pasar. sesuai dengan kebutuhan konsumen. akan semakin banyak outlet yang diperlukan. Namun situasi ini juga dipengaruhi oleh intensitas persaingan. Semakin kuat intensitasnya. Strategi pemasaran pada tahap ini ditujukan terutama untuk membangun pasar yang kuat dan mengkhususkan distribusi.ketidakpastian terhadap produk baru tersebut diharapkan dapat ditekan. Tahap Pertumbuhan Bila suatu produk telah melewati tahap perkenalan dengan baik. maka para retailer tidak akan mampu menangani setiap lini produk yang ditawarkan kepada mereka. maka selanjutnya akan memasuki tahap pertumbuhan. Mutu produk ditingkatkan dan lini produk diperluas untuk menarik segmen pasar baru.

Harga menjadi alat persaingan. selective demand stimulation. Jumlah produk di pasar juga berkurang.Bentuk-bentuk strategi yang dapat dilakukan pada tahap ini antara lain meliputi penyempurnaan produk (penambahan karakteristik atau sifat tertentu dan pembuatan model baru). Pada umumnya dilakukan usaha modifikasi produk dengan menyempurnakan model (style improvement) guna memantapkan posisi produknya di pasar. namun dengan pertumbuhan yang semakin menurun. Penyalur menjadi semakin penting karena produk yang selalu tersedia pada tingkat eceran akan dapat memberikan penghasilan secara teratur. Dengan semakin banyaknya pesaing yang keluar dari pasar maka intensitas persaingan menjadi berkurang. selain akibat semakin terdesaknya produk tiruan yang gagal. Hal ini disebabkan pada tahap ini pemenuhan inti . Dengan demikian promosi akan bergeser dari konsumen ke penyalur. Normalnya tahap ini merupakan tahap terlama dalam PLC. Slow Growth Pada tahap ini penjualan masih meningkat. Intelijen pemasaran mulai memfokuskan pada peningkatan produk. Di samping itu usaha untuk memberikan pelayanan purna beli (servis dan suku cadang) juga semakin meningkat. karena produk perusahaan telah digunakan oleh mayoritas konsumen. penambahan saluran distribusi baru. dan pengurangan harga untuk merebut konsumen baru. serta perbaikan dan penyegaran tema promosi. Laba akan semakin sulit diperoleh perusahaan dan penyalur karena persaingan harga akan cenderung menyebabkan penurunan harga. alasan harga kini menjadi alat untuk bersaing karena pasar sudah jenuh dan tidak tertarik lagi dengan promosi perusahaan. mencari peluang di pasar baru. Selain untuk rnempertahankan konsumen agar tetap membeli. Tahap Kedewasaan – Maturity Tahap ini ditandai dengan tercapainya titik tertinggi dalam penjualan perusahaan. Pesaing semakin banyak yang keluar dari pasar disebabkan oleh semakin berkurangnya keuntungan/daya tarik industri. Situasi ini akan menyebabkan perusahaan mulai memperbarui produknya agar dapat mempertahankan penjualannya. juga disebabkan oleh lini produk perusahaan yang menyusut karena produsen dan penyalur menghilangkan item yang prestasinya jelek. Strategi pemasaran pada tahap ini sebagian besar difokuskan untuk memperkuat dan mempertahankan posisi pasar serta membangun kesetiaan konsumen dan penyalui. Sebagian besar pasar telah dijangkau. pengembangan segmen pasar baru.

kebutuhan oleh produk yang bersangkutan tetap ada. Pada tahap ini tidak ada celah lagi yang bisa dimasuki pendatang baru. dan melakukan penjualan tukar tambah untuk produk yang lama. penjualan menjadi mendatar yang disebabkan oleh jenuhnya pasar. sehingga untuk masingmasing segmen diperlukan promosi yang berbeda dengan lainnya. Hal ini kemudian menyebabkan persaingan menjadi sangat ketat dan intensif. decaying maturity. yaitu pertumbuhan penjualan mulai berkurang yang disebabkan oleh dewasanya distribusi. stable maturity. Harga akan semakin turun. penjualan tukar tambah mulai mendominasi. Ada dua strategi utama yang dapat diterapkan pada tahap kedewasaan. penjualan mulai menurun dan konsumen mulai bergerak ke produk tain atau produk substitusi. Produk sangat banyak tersedia di pasar. dan berbagai upaya dilakukan untuk mengikat pembeli dan penyalur. memberikan diskon besar-besaran ataupun mengobral produknya. Pasar semakin tersegmentasi. Distribusi fisik menjadi semakin kompleks dan mahal. Dalam tingkat kedua. Penjualan dalam tahap ini sangat sensitif terhadap perubahan perekonomian. Menurunnya laju pertumbuhan penjualan mengakibatkan kelebihan kapasitas dalam industri. Pesaing yang lemah akan tersingkir dari pasar. Jumlah outlet yang menjual produk perusahaan juga bervariasi sehingga akan memakan waktu dan biaya untuk memastikan bahwa tiap outlet telah memiliki produk terbaru perusahaan. Dana riset dan pengembangan ditambah untuk menemukan produk baru. Sebagian konsumen potensial telah mencoba produk baru yang ditawarkan perusahaan. Strategi pemasaran kreatif yang digunakan untuk memperpanjang daur hidup suatu produk disebut innovative maturity. yang bertujuan untuk mempertahankan pangsa pasar dari pesaing dan menjaga kelompok produk (product category) dari serangan produk substitusi. dan secara berangsur-angsur industri hanya akan terdiri dari perusahaan yang mapan. Yang pertama adalah defensive strategy. Para pesaing akan lebih sering menurunkan harga. . Tingkat pertama disebut growth maturity. Umumnya tahap ini terdiri dari tiga tingkatan. Faktor ini mendorong usaha promosi diubah dari periklanan ke personal selling dan sales promotion yang ditujukan kepada distributor. Tidak ada lagi saluran distribusi baru yang bisa ditambah. Sebagian besar produk yang ada saat ini berada dalam tahap ini. karena itu sebagian besar strategi pemasaran ditujukan untuk produk-produk dalam tahap ini. mempunyai suku cadang yang cukup untuk reparasi produk sekarang. Semuanya ini akhirnya menyebabkan semakin menyusutnya laba. Pada tingkat ketiga.

bertujuan untuk menambahkan ciri-ciri baru pada produk seperti ukuran. dan sebagainya. Bentuk strategi ini dapat berupa modifikasi pasar. misalnya daya tahan. dengan cara menawarkan manfaat baru dari suatu produk kepada konsumen sekarang untuk mendorong pembelian yang lebih banyak dan pemakaian yang lebih sering (usaha seperti ini sering disebut dengan product relaunching). Walaupun usaha promosi ditujukan untuk mempertahankan kesetiaan produk pada konsumen dan distributor. yaitu mengubah karakteristik produk sedemikian rupa sehingga semakin menarik konsumen saat ini untuk membeli. karena setiap tindakan yang dilakukan perusahaan akan mendapat reaksi dari pesaing. Distributor memainkan peranan penting untuk strategi ini. yaitu dengan menggaet kelompok bukan pemakai (non-user). bahan pelengkap.Bentuk strategi ini adalah berupa modifikasi bauran pemasaran untuk memperoleh tambahan penjualan. konsumen peka terhadap mutu produk. Strategi bertahan ini lebih menitikberatkan pada penekanan/pengurangan biaya produksi dan menghilangkan kelemahan produk. dan konsumen percaya bahwa mutu yang lebih tinggi akan memberikan manfaat yang lebih tinggi. dan kinerja produk. peningkatan aktivitas pelayanan. Strategi yang kedua adalah offensive strategy. Meskipun merupakan alternatif strategi yang baik pada tahap kedewasaan. Alternatif yang digunakan ada beberapa cara. bahan pokok baru. penekanannya akan lebih cenderung lebih berat pada distributor. Kebaikan dari strategi ini adalah meningkatkan image perusahaan sebagai . mengintensifkan penawaran produk kepada non-user. Keuntungan yang diperoleh pun tidak banyak. sebab tingkat penjualan yang mereka peroleh dipengaruhi oleh usaha promosi perusahaan untuk mendorong distributor tetap setia pada perusahaan. dan distribusi massal. bertujuan untuk meningkatkan kemampuan produk. yang lebih menitikberatkan pada usaha perubahan untuk mencapai tingkat yang lebih baik. karena promosi berkurang keefektifannya. dan merebut konsumen pesaing. kecepatan. strategi ini mempunyai kelemahan pokok yaitu sangat mudah ditiru pesaing. Bentuk lain dari strategi ofensif adalah modifikasi produk. terutama jika yang dilakukan adalah potongan harga. Di samping itu. berat. maka penentuan harga menjadi bentuk lain dari promosi. Strategi ini efektif jika mutu produk memang masih bisa ditingkatkan. yaitu: * Strategi perbaikan mutu. * Strategi perbaikan ciri (feature improvement).

terlebih lagi apabila perubahan tersebut tidak memberikan manfaat yang permanen. kemasan. sehingga konsumen cenderung spesialis. dapat merebut kesetiaan segmen pasar tertentu. serta perubahan tersebut dapat dilakukan dengan fleksibel tanpa tambahan biaya. yaitu sulit mengetahui kelompok orang yang menyukai model baru dan biasanya model baru menghilangkan model lama yang sudah diterima (style loyalty) sehingga perusahaan dapat menghadapi risiko kehilangan konsumen yang terlanjur menyukai model lama. mendorong antusiasme pada wiraniaga dan distributor. karena dapat memanfaatkan sisa-sisa konsurnen yang sudah ditinggalkan pesaing. Perusahaan akan mengeksploitasi produknya sebelum memutuskan untuk menghapusnya dan jajaran lini produk yang ditawarkan. Keuntungan dari strategi ini adalah terciptanya identitas yang khas di pasar serta kesetiaan konsumen pada merek. kelebihan kapasitas. bertujuan untuk menambah daya tarik estetika produk seperti model. Penurunan penjualan ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti perubahan selera pasar. Pada tahap ini produk hanya akan memenuhi kebutuhan pasar inti. dan perubahan teknologi. Namun perlu diperhatikan bahwa pilihan alternatif haruslah didasarkan pada kekuatan dan kelemahan perusahaan serta daya tarik industri bagi perusahaan. * Strategi perbaikan model. . Sejumlah alternatif dapat dilakukan pada tahap akhir PLC ini. Tahap Penurunan – Decline Penjualan perusahaan yang semakin bergerak ke arah penurunan merupakan gejala tahap decline dalam PLC. Namun kelemahan terbesar dari strategi ini adalah mudah ditiru. Ada kemungkinan justru menguntungkan bagi perusahaan yang masih bertahan di pasar. dan lain-lain. produk substitusi diterima konsumen (baik dan dalam negeri maupun dan luar negeri). dan laba perusahaan menghilang. Alternatif-alternatif tersebut di antaranya adalah : * Menambah investasi agar dapat mendominasi atau menempati posisi persaingan yang baik. Namun strategi ini juga mempunyai masalah selain keuntungan di atas.pemimpin pasar yang progresif. Semuanya ini mengakibatkan menghebatnya persaingan harga. Namun produk yang memasuki tahap decline bukan berarti sudah tidak menguntungkan lagi. warna. memberikan publisitas cuma-cuma bagi perusahaan.

* Mengubah produk atau mencari penggunaan/manfaat baru pada produk. Selain berdasarkan daya tahannya. dan jaminan. * Harvesting strategy untuk mewujudkan pengembalian uang tunai dengan cepat. * Mencari pasar baru. orang atau pribadi. yaitu: barang yang terdiri dari barang tidak tahan lama dan barang tahan lama. tetapi menambah investasi untuk kelompok kecil konsumen yang masih setia dan menguntungkan. produk pelengkap (augmented product). merek. lini produk (product line). dan produk potensial. tempat. * Mengurangi investasi perusahaan secara selektif dengan cara meninggalkan konsumen yang kurang menguntungkan. dan unsought goods. dan jasa. * Tetap pada tingkat investasi perusahaan saat ini sampai ketidakpastian industri dapat diatasi. Berikut ini adalah kesimpulannya: Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan. dan item. tipe produk (product type). shopping goods. produk umumnya juga diklasifikasikan berdasarkan siapa konsumennya dan untuk apa produk tersebut dikonsumsi. dan barang industri (industrial’s goods) yang . jasa. atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. Produk memiliki 5 tingkatan/level yang terdiri dari produk utama/inti (core benefit). * Meninggalkan bisnis tersebut dan menjual aset perusahaan. Berdasarkan berwujud tidaknya. pelayanan. produk dapat dibedakan menjadi barang konsumen (consumer’s goods) yang meliputi convenience goods. organisasi. label. produk family. Secara lebih rinci. diminta. dibeli. produk bisa berupa manfaat tangible maupun intangible yang dapat memuaskan pelanggan. produk juga memiliki suatu hirarki yang meliputi need family. Selain tingkatan/level. kelas produk (product class). Klasifikasi produk bisa dilakukan atas berbagai macam sudut pandang. produk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama. digunakan. kemasan. produk generik. dan ide. merek (brand). konsep produk total meliputi barang. Produk yang ditawarkan tersebut meliputi barang fisik. harapan (expected product). specialty goods. dicari. Jadi. Berdasarkan kriteria ini.

alat promosi. Secara garis besar terdapat tiga macam label. berdasarkan tingkat customization dan judgment dalam penyampaian jasa. yaitu berdasarkan sifat tindakan jasa. variability. Struktur kategori barang memiliki 2 fungsi penting dalam struktur kategori barang. dan berdasarkan metode penyampaian jasa. Jasa dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria. dan pembayaran. inseparability. Jasa memiliki karakteristik tersendiri yang membedakan dengan barang. pertimbangan pendekatan kegunaan antar kategori atau sub-kategori dalam pengelompokan maupun dalam pemajangan dan pertimbangan kecenderungan intensitas konsumsi. dan sebagainya. order taking. Atribut produk meliputi merek. yaitu klasifikasi dan identifikasi. memberikan daya tarik (promotion). dan grade label. untuk membina citra. bermanfaat dalam pemakaian ulang (reusable). exceptions. yaitu intangibility. Atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. dan perishability. dan untuk mengendalikan pasar. pelayanan. capital items. Dalam setiap momen tertentu. berdasarkan hubungan dengan pelanggan. dan supplies and services. Struktur kategori barang merupakan susunan kerangka hirarkis pengelompokan kategori barang yang tersusun atas kelompok kategori terbesar sampai dengan kelompok terkecil. hospitality. kemasan. distribusi (shipping). Sebuah label bisa merupakan bagian dari kemasan. informasi (labelling). caretaking. untuk memberikan kemudahan dalam penggunaan (operating). yaitu: brand label. billing. penetapan sub-kategori. sebagai identitas (image) produk. descriptive label. atau bisa pula merupakan etiket (tanda pengenal) yang dicantelkan pada produk. Tujuan dari merek adalah sebagai identitas.meliputi materials and parts. berdasarkan sifat permintaan dan penawaran jasa. baik itu jasa sebagai produk inti (jasa murni) maupun jasa sebagai pelengkap. jaminan (garansi). Suatu produk apapun tidak terlepas dari unsur jasa atau layanan. Sedangkan dalam penggunaan kemasan mempunyai tujuan: sebagai pelindung isi (protection). Tahapan dalam menentukan batasan kategori barang meliputi penetapan kategori berdasarkan informasi dari manufaktur. Jasa merupakan setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. dan sebagai cermin inovasi produk. Layanan pelengkapan terdiri dari informasi. jasa berkapasitas tetap akan menghadapi salah satu dari . konsultasi.

maturity. dan mengelola produktivitas. melakukan pelatihan silang (cross-training) terhadap karyawan. penilaian (evaluation). dan adopsi. Late Majority. menjadwalkan aktivitas downtime selama periode permintaan rendah. dan kapasitas berlebihan. Ada dua pendekatan pokok untuk mengatasi masalah fluktuasi permintaan. menyewa atau berbagi fasilitas dan peralatan tambahan. . permintaan dan penawaran seimbang pada tingkat kapasitas optimum. Teori adopsi kemudian memberikan pengertian yang lebih jauh tentang PLC dengan penjelasannya tentang proses difusi. Rogers mengklasifikasikan pengadopsi inovasi menjadi lima kategori yaitu Innovator. Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan perusahaan jasa untuk menyesuaikan kapasitasnya dengan tingkat permintaan yang berfluktuasi adalah menggunakan karyawan paruh waktu. Early Majority. yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat suatu produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar. Terdapat empat tahap dalam PLC yaitu introduction. dan decline. permintaan melampaui kapasitas optimum. yaitu menyesuaikan tingkat kapasitas untuk memenuhi variasi permintaan dan mengelola tingkat permintaan. pencobaan (trial). perhatian (interest). Early Adopter. dan meningkatkan partisipasi para pelanggan. yaitu: kesadaran (awareness). Secara garis besar. Product Life Cycle (PLC). strategi pemasaran jasa berkaitan dengan tiga hal berikut melakukan diferensiasi kompetitif. growth. yaitu penyebaran ide baru sejak pengenalannya sampai penerimaan secara umum. Terdapat lima tahap dalam proses adopsi konsumen.empat kondisi yang terdiri dari permintaan berlebihan. dan Laggard. mengelola kualitas jasa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful