P. 1
Asam lemak

Asam lemak

|Views: 373|Likes:

More info:

Published by: Kireiina D'vEeyavi Dienny on May 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2013

pdf

text

original

Asam lemak adalah asam lemah.

Apabila larut dalam air molekul asam lemak akan terionisasi sebagian dan melepaskan ion H+. Dalam hal ini pH larutan tergantung pada konstanta keasaman dan derajat ionisasi masingmasing asam lemak. Rumus pH untuk asam lemah pada umumnya telah dikemukakan oleh Henderson-Hasselbach. Asam lemak dapat bereaksi dengan basa, membentuk garam. R-COOH + NaOH -> R-COONa + H2O Garam natrium atau kalium yang dihasilkan oleh asam lemak dapat larut dalam air dan dikenal sebagai sabun. Sabun kalium disebut sabun lunak dan digunakan untuk sabun bayi. Asam lemak yang digunakan pada sabun pada umumnya adalah asam palmitat atau stearat. Minyak adalah ester asam lemak tidak jenuh dengan gliserol. Melalui proses hidrogenasi dengan bantuan katalis Pt atau Ni, asam lemak tidak jenuh diubah menjadi asam lemak jenuh, dan melalui proses penyabunan dengan basa NaOH atau KOH akan terbentuk sabun dan gliserol(Riawan, 1990). Sabun digunakan sebagai bahan pembersih kotoran , terutama kotoran yang bersifat seperti lemak atau minyak karena sabun dapat mengemulsikan lemak atau minyak. Jadi sabun dapat berfungsi sebagai emulgator. Pada proses pembentukan emulsi ini, bagian hidrofob sabun masuk ke dalam lemak, sedangkan ujung yang bermuatan negatif ada di bagian luar. Oleh karena adanya gaya tolak antara muatan listrik negate ini, maka kotoran akan terpecah menjadi partikel-partikel kecil dan membentuk emulsi. Dengan demikian kotoran mudah terlepas dari kain atau benda lain. Sabun mempunyai sifat dapat menurunkan tegangan permukaan air, Hal ini tampak dari timbulnya busa apabila sabun dilarutkan dalam air dan diaduk (Riawan, 1990). Lipid memiliki reaksi kimia yang khas, antara lain: a. Hidrolisis Hidrolisis lipid seperti triasilgliserol dapat dilakukan secara enzimatik dengan bantuan lipase, menghasilkan asamasam lemak dan gliserol. Sifat lipase pancreas dapat dimanfaatkan yang lebih suka memecahkan ikatan ester pada posisi 1 dan 3 daripada posisi 2 dari triasilgliserol(Harper, 1980) b. Penyabunan Hidrolisis lemak oleh alkali disebut penyabunan. yang dihasilkan adalah gliserol dan garam alkali asam lemak yang disebut sabun (Harper, 1980) c. Penguraian (kerusakan, ketengikan) lipid Ketengikan adalah perubahan kimia yang menimbulkan bau dan rasa tidak enak pada lemak(Harper, 1980). Penyebabnya antara lain auto oksidasi, hidrolisis dan

kegiatan bakteri (Riawan, 1990). Oksigen udara dianggap menyerang ikatan rangkap pada asm lemak untuk membentuk ikatan peroksida. Dengan demikian bilangan yodium turun, walaupun sedikit asam lemak bebas dan gliserol dilepaskan. Timbal atau tembaga mengkatalisis ketengikan. Mengasingkan oksigen atau menambah zat antioksidan menghambat proses ketengikan. Radikal-radikal bebas dihasilkan dihasilkan selama pembentukan peroksida, dan ini dapat merusak jaringan-jaringan jidup kecuali terdapat antioksidan, misalnya tokoferol (vitamin E) yang bereaksi radikal-radikal bebas B.PEMBAHASAN Lipid merupakan senyawa yang banyakterjadi di alam. Senyawa ini dapat diperoleh dengan jalan mengekstraksi bahan-bahan alam baik tumbuhan maupun hewan dengan pelarut tidak polar sperti petroleum eter, benzena, kloroform, dan lain-lain. Dilihat dari strukturnya senyawa lipida tersusun oleh rantai hidrokarbon yang panjang, sehingga lipida ini tidak larut dalam air. Senyawa lipida diberi nama berdasarkan sifat fisikanya (kelarutan) dari pada secara struktur kimianya. Secara umum lipid dibagi menjadi dua golongan besar yaitu lipid sederhana dan lipid kompleks. Lipid yang termasuk dalam golongan sederhana adalah senyawa-senyawa yang tidak mempunyai gugus ester dan tidak dapat dihidrolisis. Golongan ini merupakan steroid. Golongan lipida kompleks tersusun oleh senyawa-senyawa yang mempunyai gugus ester dan dapat dihidrolisis, yang melipti minyak lemak dan lilin. Yang dimaksud dengan lemak disini adalah suatu ester asam lemak dengan gliserol. Gliserol ialah suatu trihidroksi alkohol yang terdiri atas tiga atom karbon.Jadi tiap atom karbon mempunyai gugus –OH.Satu molekul gliserol dapat mengikat satu,dua atau tiga molekul asam lemak dalam bentuk ester,yang disebut monogliserida,digliserida atau trigliserida. Pada lemak,satu molekul gliserol mengikat tiga molekul asam lemak,oleh karena itu lemak adalah Suatu trigliserida, R1COOH, R2-COOH, dan R3-COOH ialah molekul asam lemak yang terikat pada gliserol. Ketiga molekul asam lemak itu boleh sama,boleh berbeda. Pada percobaan ini dilakukan 3 reaksi uji lipid, yaitu uji akrolein, uji penyabunan, dan uji peroksida. Selain itu dilakukan percobaan penentuan angka iod untuk sifat larutan kmia lipid. Uji Penyabunan Uji penyabunan untuk asam-asam lemak dilakukan dengan menambahkan 10 ml KOH alkoholis 10% kedalam minyak yang hendak diuji, kemudian dikocok. Pencampuran ini menghasilkan larutan berwarna kuning muda yang tidak

Binarupa Aksara: Jakarta http://yukiicettea. Adapun reaksi kimia yang terjadi adalah: Reaksi di atas dikenal dengan reaksi penyabunan (saponifikasi). . aseton dan alcohol panas. artinya asam asetat dapat mempercepat reaksi yang sedasng berlangsung sehingga reaksinya lebih cepat membentuk asam lemak. Biokimia Suatu Pendekatan Fungsional. Campuran minyak olive dan kloroform kemudian ditambahkan 1 ml asam asetat glasial.Untuk lemak dengan berat tertentu.blogspot. sehingga dihasilkan campuran sabun dan gliserol yang mudah larut dalam air dan alkohol. Makin kecil berat molekul lemak. Kimia Organik. Biokimia (Review of Physiological Chemistry).html Terima kasih telah mengikuti materi dari GudangMateri . Airlangga University Press: Surabaya Harper. Edisi 17. penyabunan dan lain-lain. penyusun membrane sel. dan K. hidrogenasi. Jadi besar atau kecilnya bilangan penyabunan ini tergantung pada panjang atau pendeknya rantai karbon asam lemak atau dapat dikatakan juga bahwa besarnya bilangan penyabunan tergantung pada berat molekul lemak tersebut. menyebabkan terbentuknya 2 lapisan. D.sebaliknya apabila rantai karbon itu panjang. yaitu pada lapisan atas minyak berwarna kuning dan pda bagian bawah berwarna putih. Kesimpulan Lemak memiliki sifat-sifat yang khas yaitu tidak larut atau sedikit larut dalam air dan dapat diekstrasi dengan pelarut non-polar seperti chloroform. Edisi 1. EGC: Jakarta Riawan. Langkah selanjutnya didiamkan selama 5 menit. Goldstein. minyak dihidrolisis dengan larutan alkali yaitu KOH (Kalium hidrosida). et al. S. antara lai berperan dalam transport aktif sel.makain besar bilangan penyabunannya. Buku Ajar Biokimia.maka jumlah mol asam lemak besar. ketengikan. EGC: Jakarta Gilvery. Edisi ketiga. kemudian dikocok.jumlah mol asam lemak tergantung pada panjang rantai karbon pada asam lemak tersebut. Dari proses ini kembali terbentuk 2 lapisan. Apabila rantai karbon itu pendek. Edisi 3.com/2009/10/biochemistrylaporan-biokimia-lipida. Jumlah mol basa yang digunakan dalam proses penyabunan ini tergantung pada jumlah mol asam lemak. Lapisan atas berwarna putih dan bawah berwarna kuning. Daftar Pustaka Armstrong. Pada percobaan ini 1 ml minyak olive ditambahkan dengan 1 ml kloroform. Frank B. Peranan asam asetat glasial dalam pemisahan asam lemak yaitu sebagai katalis. Lemak dapat mengalami reaksi hidrolisis. heksana. Setelah itu minyak dan KOH alkoholisis 10% dipanaskan diatas penangas air. benzene. Apabila minyak mengalami oksidasi maka senyawa peroksida yang dihasilkan akan meningkat. Lemak mempunyai banyak fungsi biologis yang sangat menunjang kehidupan organisme. Campuran tersebut kemudian ditambahkan dengan 1 tetes larutan KI 10% sehingga larutan berwarna kuning. sebagai pelarut vitamin A. 1995. Pada pengambilan asam lemak ini. E. Jumlah miligram KOH yang diperlukan untuk menyabunkan 1gram lemak disebut bilangan penyabunan. karena kloroform merupakan pelarut nonpolar. 1990. semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Uji Peroksida Minyak atau lemak yang mengandung asam-asam lemak tidak jenuh dapat teroksi dari oksigen yang menghasilkan suatu senyawa peroksida. eter. Proses hidrolisis yang menggunakan basa disebut proses penyabunan. Pada proses pemanasan ini minyak dapat larut dalam KOH alkoholisis dan larutan berwarna kuning muda. Minyak olive yang ditambahkan 1 ml kloroform dan 1 ml CH3COOH glasial kemudian dikocok. Pada proses penambahan ini minyak larut dalam kloroform. sebagai cadangan energi dan isolator panas.saling campur. 1996. 1980. Reaksi ini bertujuan untuk pengambilan asam-asam lemak dari minyak.jumlah mol asam lemak kecil.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->