TEKNIK BUDIDAYA CABAI HIBRIDA SISTEM MULSA PLASTIK Dewasa ini bertani cabai hibrida sistem mulsa plastik

hitam perak (MPHP) banyak dipraktekkan pada cabai Hot Beauty, Hero, Long Chili, Ever-Flavor dan cabai Paprika. Dimungkinkan pula pada usahatani cabai keriting hibrida maupun cabai kecil (rawit, cengek) hibrida. Alasan utama sistem MPHP digunakan pada cabai-cabai hibrida adalah untuk mengimbangi biaya pengadaan MPHP dari peningkatan hasil cabai yang lebih tinggi daripada cabai biasa, sehingga secara ekonomis menguntungkan. Budidaya cabai hibrida dengan sistem MPHP merupakan perbaikan kultur teknik ke arah yang intensif. Pada umumnya sistem budidaya cabai di sentra-sentra produksi cabai masih menggunakan benih lokal dan populasi tanaman per hektarnya tinggi. Populasi yang sangat rapat ini dapat mengakibatkan penangkapan sinar matahari setiap tanaman berkurang dan kelembaban udara di sekitar kebun menjadi tinggi. Kelembaban yang tinggi seringkali dapat meningkatkan serangan hama dan penyakit. Perbaikan kultur teknik budidaya cabai secara intensif untuk meningkatkan produksi maupun kualitas hasil, diantaranya adalah penggunaan benih unggul dari varietas hibrida yang bermutu tinggi, penerapan MPHP, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, serta cara-cara lain yang khas seperti pemasangan turus dan perempelan tunas ataupun daun. Kegiatan pokok teknik budidaya cabai hibrida sistem MPHP meliputi : Penyiapan Lahan Dalam budidaya cabai hibrida sistem MPHP, penyiapan lahan harus didahulukan, kemudian disusul dengan penyiapan benih atau pembibitan. Maksudnya agar tanah sebagai media tanam benar-benar telah matang dan layak ditanami. Sebaliknya, bila pembibitan didahulukan, maka penyiapan lahan akan terburu-buru, sehingga tanahnya belum matang benar dan bibit sudat terlanjur tua. Bibit cabai hibrida umumnya siap dipindahtanamkan dari persemaian ke lapangan (kebun) pada umur 17 - 23 hari (berdaun 2 - 4 helai). Bila bibit terlambat dipindahtanamkan (terlanjur tua), pertumbuhan kurang optimal dan produksinya menurun (rendah).

Persyaratan lahan untuk kebun cabai hibrida sistem MPHP adalah : * Tempatnya terbuka agar mendapat sinar matahari secara penuh. * Lahan bukan bekas pertanaman yang sefamili, seperti kentang, tomat, terung taupun tembakau ; guna menghindari risiko serangan penyakit. * Lahan yang paling baik adalah berupa tanah sawah bekas tanaman padi, agar tidak perlu membajak cukup berat. * Lahan tegalan (tanah kering) dapat digunakan, asal cukup tersedia air. Syarat Iklim Pada umumnya cabai dapat ditanam di dataran rendah sampai pegunungan (dataran tinggi) + 2.000 meter dpl yang membutuhkan iklim tidak terlalu dingin dan tidak terlalu lembab. Temperatur yang baik untuk tanaman cabai adalah 240 - 270 C, dan untuk pembentukan buah pada kisaran 160 - 230 C. Setiap varietas cabai hibrida mempunyai daya penyesuaian tersendiri terhadap lingkungan tumbuh. Cabai hibrida Hot Beauty dan Hero dapat berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi + 1200 m dpl. Sedangkan cabai hibrida Long Chili lebih cocok ditanam pada ketinggian antara

* Pada tanah yang pH-nya masam.5) # Netral (6. * Tanah yang sudah agak kering segera dibentuk bedengan-bedengan selebar 110 .0) # Sangat asam (4. Khusus pada tanah yang banyak mengandung air (mudah becek).1. Besi. * Pada saat 70% bedengan kasar terbentuk. Cabai yang ditanam pada tanah asam pada umumnya keracunan unsur Alumunium (Al). kemudian dibiarkan diangin - . sedangkan panjang bedengan sebaiknya lebih dari 12 meter. Borium.1500 m dpl. kambing. karena pada pH di bawah 5.5 . Mangan.40 cm. Pada pH tanah asam. lebar parit 60 . Pada pH tanah basa akan menyebabkan unsur-unsur Nitrogen. Khusus untuk tanah yang pH-nya di bawah 5. kemudian dikeringkan selama 7 .5) # Agak asam (5. tidak mudah becek (menggenang). * Tanah dibajak atau dicangkul sedalam 30 . gugur bunga dan buah muda. Meskipun cabai paprika umumnya cocok ditanam di dataran tinggi.8.5 kg/tanaman. sedangkan untuk pembentuk-an buah memerlukan temperatur 18. tinggi 40 .0). jumlah unsur bikarbonat cukup banyak untuk merintangi penyerapan ion lain.800 . Besi (Fe) dan Mangan (Mn).6.5 .120 cm. bersamaan dengan pemberian pupuk kandang dilakukan pengapuran sebanyak 100 . sehingga pH-nya naik mendekati pH normal. terdiri atas : # Paling masam (< 4. bedengan dipupuk dengan pupuk kandang (kotoran ayam. serta ukuran buah sangat kecil.5 (asam) dapat diperbaiki keadaan kimianya dengan cara pengapuran. tanaman paprika akan mengalami gugur tunas. ketersediaan unsur-unsur Fosfor. sapi ataupun kompos) yang telah matang sebanyak 1. Kalium.70 cm.8. cabai menghendaki tanah yang subur. * Pupuk kandang dan kapur pertanian dicampur dengan tanah bedengan secara merata sambil dibalikkan.8 hanya akan menghasilkan produksi yang sedikit (rendah). Untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas hasil yang tinggi. domba.14 hari. Sebaliknya pada pH basa.70 cm.5 . Tembaga dan Seng ketersediaannya relatif menjadi sedikit. Tahapan pengolahan tanah dilakukan dengan tata cara sebagai berikut : * Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman atau perakaran dari pertanaman sebelumnya.0 . Pada tanah-tanah yang becek seringkali menyebabkan gugur daun dan juga tanaman cabai mudah terserang penyakit layu. bebas cacing (nematoda) dan penyakit tular tanah. gembur. sebaiknya parit dibuat sedalam 60 . cocok pula bagi tanaman cabai.5) # Asam (4.0) # Sangat basa (9.125 gram/tanaman. tetapi dapat pula dikembangkan di dataran menengah mulai ketinggian 600 m dpl. sehingga dapat menghalangi pertumbuhan tanaman secara optimum.0 . Pada kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. yakni dengan cara memanipulasi lingkungan. Alih teknologi budidaya paprika di dataran menengah antara lain menggunakan sungkup beratapkan plastik bening (transparan). Kisaran pH tanah yang ideal adalah antara 5.5 atau di atas 6.5 . Syarat Tanah Hampir semua jenis tanah yang cocok untuk budidaya tanaman pertanian. Kisaran temperatur optimum untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman paprika antara 210 250 C. Belerang.6. Khusus untuk cabai Paprika umumnya hanya cocok ditanam di dataran tinggi. kaya akan organik.50 cm.30.5) # Basa (8.5 .7.5. Kalsium.5) # Agak basa (7. Magnesium dan Molibdinum menurun dengan cepat. Beberapa angka pH tanah (reaksi tanah).4.5 . Cabai paprika tidak tahan terhadap intensitas cahaya matahari yang tinggi karena dapat menyebabkan buah seperti terbakar (sunburn) dan juga hasil akhir bobot buah akan sangat rendah.9. * Di sekeliling lahan kebun cabai dibuat parit keliling selebar dan sedalam 70 centimeter.

yakni pada saat terik matahari antara pukul 14. benih cabai sebaiknya direndam dulu dalam air dingin ataupun air hangat 550 . yang terdiri atas perbandingan 3 ZA : 1 Urea : 2 TSP : 1.8 .5 cm. Jadi. lalu ditutup dengan tanah tipis. Pemasangan MPHP sebaiknya memperhatikan cuaca.16. Jenis dan dosis pupuk yang biasa digunakan untuk cabai hibrida adalah sebagai berikut : Untuk praktisnya dapat menghitung pupuk per bedengan. Bila benih cabai akan disemai langsung dalam polybag. Selama bibit di pesemaian.anginkan selama kurang lebih 2 minggu.000 tanaman pada jarak tanam 60 x 70 cm.20. serta penyemprotan pestisida pada konsentrasi setengah dari yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit. ditambah pupuk NPK dihaluskan serta Furadan atau Curater. Sebagai pedoman untuk campuran adalah : tanah halus 2 bagian (2 ember volume 10 liter) + 1 bagian pupuk kandang matang halus (1 ember volume 10 liter) + 80 gr pupuk NPK dihaluskan (digerus) + 75 gr Furadan.120 cm.0 . Penyiapan Benih dan Pembibitan Bersamaan dengan terbentuknya bedengan kasar. dilakukan penyiapan benih dan pembibitan di pesemaian. Kemudian dikuatkan dengan pasak bilah bambu berbentuk "U" yang ditancapkan di setiap sisi bedengan. Kemudian bedengan diratakan kembali sambil dirapihkan. maka harus segera dilindungi dengan sungkup dari bilah bambu beratapkan plastik bening (transparan) ataupun jaring net kassa. Berikutnya semua polybag yang telah diisi benih cabai disimpan di bedengan secara teratur dan segera ditutup dengan karung goni basah selama + 3 hari agar cepat berkecambah.2. Benih dapat disemai langsung satu dalam bumbung (koker) yang terbuat dari daun pisang ataupun polybag kecil ukuran 8 x 10 cm. Bahan media semai tersebut dicampur merata. dan penyemprotan pupuk daun pada dosis rendah 0. pupuk yang diperlukan sejumlah + 4 kg. Bila benih dikecambahkan terlebih dahulu. maka sebelumnya polybag harus diisi dengan media campuran tanah halus.600 selama 15 . Benih cabai hibrida yang telah direndam. dan kapur pertanian 1. dengan catatan tiap 100 kg pupuk campuran tadi ditambahkan 1 kg Borate dan 1. maka diperlukan pupuk kandang 18 . Untuk lahan (kebun) seluas 1 hektar diperlukan benih + 180 gr atau 18 bungkus kemasan masing-masing berisi 10 gram. terlebih dahulu dilakukan pemupukan pupuk buatan secara total sekaligus. Sebelum dikecambahkan. Setelah benih keluar bakal akar sepanjang 2-3 mm.5 Kcl. lalu dimasukkan ke dalam polybag hingga 90% penuh. Pemasangan MPHP Sebelum MPHP dipasang untuk menutupi permukaan bedengan. pupuk kandang matang halus.5 kg Furadan.30 menit untuk mempercepat proses perkecambah-an dan mencucihamakan benih tersebut. Pemasangan MPHP minimal dilakukan oleh 2 orang. Berikutnya tarik pula lembar MPHP .15 hari.1. Misalnya panjang bedengan 12 meter. Catatan : Jika populasi cabai hibrida per hektar antara 18. namun dapat pula diatur rapi di atas bedengan-bedengan selebar 110 . maka sehabis direndam harus segera dimasukkan ke dalam lipatan kain basah (lembab) selama + 3 hari. tetapi dapat pula dikecambahkan terlebih dahulu. Caranya adalah : tariklah kedua ujung MPHP ke masing-masing ujung bedengan arah memanjang. Setelah semaian cabai tersebut diatur rapi.5 gr/liter air saat tanaman muda berumur 10 . jarak tanam 60 x 70 cm akan berisi 40 tanaman. kegiatan rutin pemeliharaan adalah penyiraman 1-2 kali/hari atau tergantung cuaca.30 ton. Campuran pupuk buatan ini disebar merata sambil diaduk dan dibalikkan dengan tanah bedengan.00 agar plastik tersebut memanjang (memuai) dan menutup tanah serapat mungkin. Penyimpanan polybag berisi semaian cabai dapat ditata dalam rak-rak kayu atau bambu. dapat segera disemaikan ke dalam polybag. Tata cara penyemaian benih ke dalam polybag prinsipnya sama seperti cara di atas hanya perlu alat bantu pinset agar kecambah benih cabai tidak rusak.0 ton. disemaikan satu per satu sedalam 1. dan setelah itu disiram air secukupnya agar pupuk dapat larut ke lapisan tanah.000 . Cara ini untuk meyakinkan daya kecambah benih yang siap disemai dalam polybag.00 .

Jarak tanam untuk cabai merah hibrida adalah 60 x 70 cm atau 70 x 70 cm. dan bibit cabai telah berumur 17 . Selain itu. Kegiatan pemeliharaan tanaman untuk semua jenis atau varietas cabai hibrida umumnya meliputi : Pemasangan ajir (turus) Cabai hibirida umumnya berbuah lebat. Pemasangan kerangka naungan ini bisa tunggal per bedengan. segera disiram sampai tanahnya cukup basah. # Pasang atap plastik bening. Caranya adalah dengan memasukkan ujung bilah bambu ke dalam lubang bambu gelondongan yang letaknya berpasangan. kemudian ikat dengan tali kawat. arahnya memanjang pada jarak tiap 3-4 meter. maka akan langsung terbentuk lubang kecil. Bibit cabai hibrida yang disemai dalam polybag ini. Bagian dasar polybag ditepuk-tepuk secara pelan dan hati-hati. Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman meliputi : pemasangan ajir (turus). Sehari sebelum tanam. Pembuatan lubang tanam dapat menggunakan alat bantu khusus yang terbuat dari potongan pipa besi diisi arang. Khusus untuk cabai paprika yang sifatnya peka terhadap sinar matahari yang terik diperlukan naungan beratap plastik bening (transparan). Tata cara pemasangan sungkup (naungan) untuk cabai paprika (atau cabai hibrida di musim hujan).ke bagian sisi kiri kanan (lebar) bedengan hingga nampak rata menutup permukaan bedengan.1. sehingga untuk menopang pertumbuhan tanaman agar kuat . atau 2 bedengan bahkan tiap 4 bedengan.5 . kemudian bibit dimasukkan sambil diurug tanah hingga dekat pangkal batangnya cukup padat.0 gram/liter air selama 15 . Setelah media semainya cukup kering. perempelan tunas dan bunga pertama. Selesai tanam. # Hubungkan antara kerangka sungkup yang satu dengan yang lainnya dengan bilah bambu yang dipasang memanjang. Cara penanaman bibit cabai adalah : mula-mula sebagian tanah pada lubang tanam diangkat kira-kira seukuran media polybag. dan kuatkan dengan tali pengikat agar tidak mudah lepas oleh terpaan angin. hingga akhirnya sungkup (kerangka) naungan siap dipasang atap plastik bening. Penggunaan alat ini dengan cara menempelkan ujung bawahnya pada MPHP sesuai dengan jarak tanam yang telah ditetapkan.50 cm.30 menit untuk mencegah penularan hama dan penyakit. Caranya : ambil polybag berisi bibit sambil dibalikkan dan pangkal batang bibit cabai dijepit oleh jari telunjuk dan jari tengah. dapat juga menggunakan alat bantu bekas kaleng susu yang salah satu permukaannya telah dipotong. Bibit cabai hibrida siap langsung ditanam pada lubang tanam yang tersedia. Bibit cabai hibrida yang siap dipindahtanamkan segera disiram dengan air bersih secukupnya. Bedengan yang telah ditutup MPHP dibiarkan dulu selama + 5 hari agar pupuk buatan larut dalam tanah dan tidak membahayakan (toksis) bibit cabai yang ditanam. pemupukan tambahan (susulan). pengendalian hama dan penyakit. Penanaman Waktu tanam yang paling baik adalah pagi atau sore hari.8 cm. Kemudian bersama dengan polybagnya direndam dalam larutan fungisida sistemik atau bakterisida pada dosis 0. kemudian putarlah sambil ditekan alakadarnya. begitu dipindahtanamkan langsung tumbuh (segar) tanpa mengalami kelayuan (stagnasi). maka bibit cabai akan keluar bersama akar dan medianya. penyiraman (pengairan). Dengan cara demikian MPHP akan berlubang berupa bulatan-bulatan kecil berdiameter + 6 . Cara lain adalah menggunakan pisau silet atau pisau cutter dengan cara dikeratkan langsung pada MPHP berbentuk bulatan kecil.200 cm dari permukaan tanah. # Pasang bilah bambu yang bentuknya dilengkungkan setengah lingkaran setinggi 160 .23 hari atau berdaun 2 . Kuatkan dengan pasak bilah bambu pada setiap jarak 40 . Cara penggunaan kaleng bekas susu ini adalah : tutupkan pada calon lubang tanam yang telah ditetapkan. tergantung dari kepraktisan maupun ketersediaan bahan.4 helai. bedengan yang telah ditutup MPHP harus dibuatkan lubang tanam dulu. sedangkan cabai paprika 50 x 70 cm atau 60 x 70 cm. perempelan daun bawah di bawah cabang. pada prinsipnya adalah sebagai berikut : * Pasang tiang-tiang dari bambu gelondongan setinggi 50 80 cm di bagian pinggir bedengan. bibit cabai hibrida dikeluarkan dari polybag secara hati-hati.

yakni pada saat tanaman belum berumur 1 bulan setelah pindah tanam. Perempelan Cabai hibrida umumnya bertunas banyak yang tumbuh dari ketiakketiak daun. Ujung selang dimasukkan ke dalam lubang MPHP di tengah-tengah bedengan. Jenis pupuk yang digunakan pada fase pertumbuhan vegetatif aktif (daun dan tunas) adalah pupuk daun yang kandungan Nitrogennya tinggi. Daun-daun tua yang ada di bawah cabang dapat dirempel. dengan dosis atau konsentrasi yang tertera pada labelnya (kemasan) pupuk daun tersebut. Kemira merah ataupun Growmore Kalsium. Ajir dipasang (ditancapkan) tegak tiap 3 tanaman cabai 1 ajir secara berjajar mengikuti arah panjang bedengan.dan kokoh serta tidak rebah perlu dipasang ajir (turus) dari bilah bambu setinggi 125 cm. Kelak tanaman cabai hibrida yang sudah berumur 75 . Sedangkan tanaman yang sudah produktif (berbuah) tidak mutlak memerlukan air banyak. terutama di musim kemarau. Semua tunas samping dibuang agar tanaman tumbuh kuat dan kokoh. maka penyiraman perlu dilakukan secara rutin tiap hari. maka bunga ini pun harus dirempel. lebar + 4 cm dan tebalnya + 2 cm. Biasanya perempelan tunas ini dilakukan 2 . Khusus untuk cabai paprika. Pada fase pertumbuhan bunga dan buah (generatif). Setelah tanaman tumbuh kuat dan perakarannya dalam. sebab pertumbuhan cabang daun belum optimal. Pemasangan ajir harus sedini mungkin. TSP. Kesalahan perempelan daun tua. Urea. misalnya Multimicro dan Complesal cair. pemasangan ajir setiap tanaman 1 ajir. Kcl. yakni menyebabkan tanaman cabai tumbuh merana dan produksinya menurun. Pengairan (Penyiraman) Pada fase awal pertumbuhan atau saat tanaman cabai masih menyesuaikan diri terhadap lingkungan kebun (adaptasi). Untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah. memerlukan pengairan yang intensif dan rutin. Ketika tanaman cabai mengeluarkan bunga pertama dari sela-sela percabangan pertama. perlu dilakukan perempelan (pembuangan) tunas samping. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerusakan akar tanaman cabai sewaktu memasang (menancapkan) ajir.14 hari sekali. Setelah tanah bedengan basah.4 hari sekali. Perempelan daun-daun tua ini jangan terlalu awal. Tujuan perempelan bunga perdana ini adalah untuk merangsang pertumbuhan tunas-tunas dan percabangan di atasnya yang lebih banyak dan produktif menghasilkan buah yang lebat. Saat terbentuk cabang. namun untuk menyuburkan pertumbuhan yang prima dapat diberi pupuk tambahan (susulan). pertumbuhan tanaman cabai akan lambat. masih perlu pemberian pupuk daun yang mengandung unsur Phospor dan Kaliumnya tinggi. Di lahan tertentu yang tidak mungkin melakukan pengairan dengan cara dileb. Pengeleban ini airnya cukup sampai batas antara tanah bagian bawah dengan ujung MPHP. Tanpa perempelan tunas samping. justru berakibat fatal. (1 : 1 : 1 : 1) sebanyak + 4 sendok . dapat menggunakan teknik kocoran melalui selang yang dialirkan di antara 4 tanaman.20 hari. bahkan seringkali menjadi sumber penularan hama dan penyakit. Interval penyemprotan pupuk daun antara 10 . terutama daun yang terserang hama dan penyakit. Tetapi yang terpenting adalah menjaga agar tanah tidak kekeringan. Tanah yang becek atau menggenang akan memudahkan tanaman terserang penyakit layu. Daun tua tersebut sudah tidak produktif lagi.3 kali. Oleh karena itu. pengairan berikutnya dilakukan dengan cara dileb setiap 3 . Tanaman cabai hibrida di bawah 40 hari. Tunas ini tidak produktif dan akan mengganggu pertumbuhan secara optimal. Pemupukan Tambahan (susulan) Sekalipun tanaman cabai hibrida sudah dipupuk total pada saat akan memasang MPHP. misalnya Complesal merah. tanaman cabai yang berumur 50 hari dapat dipupuk susulan berupa NPK atau campuran ZA. Antara ajir dengan ajir lainnya dihubungkan dengan bilah bambu memanjang (gelagar) tepat pada ketinggian 80 cm dari permukaan tanah. Perempelan tunas samping dilakukan pada tanaman cabai hibrida yang berumur antara 7 . airnya segera dibuang kembali melalui saluran pembuangan.80 hari biasanya sudah membentuk percabangan yang optimal. maka perempelan tunas dihentikan.

Keuntungan bertani sistem MPHP antara lain : 1. yaitu muka pertama berwarna hitam dan muka kedua berwarna perak.14 kali). Kemudian pupuk dimasukkan melalui lubang tersebut sambil diaduk-aduk dengan tanah dan langsung disiram air bersih agar cepat larut dan meresap ke dalam tanah. dan penguapan unsur hara oleh sinar matahari. sehingga tidak terlalu sering untuk melakukan penyiraman (pengairan). Pemupukan susulan berikutnya masih diperlukan.0 m dimasukkan ke dalam lubang MPHP dekat pangkal batang tanaman cabai. Mulsa Plastik Hitam (MPH) sudah membudaya pada tanaman mentimun. KCl. terutama bila kondisi pertumbuhan tanaman cabai kurang memuaskan atau karena terserang hama dan penyakit. tomat. trips dan tungau. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah NPK sebanyak 4-5 kg yang dilarutkan dalam 200 liter air (1 drum). Komponen Pengendalian . warna perak sebagai permukaan atas tempat menanam suatu tanaman budidaya. pemberian pupuk susulan ini cukup sebulan sekali. strawberri dan kubis bunga. Varietas cabai hibrida umumnya bisa berbuah cukup lama.) berkisar antara 5% . Pupuk ZA selain mengandung unsur Nitrogen. # Kesuburan tanah karena pemupukan dapat merata. # Warna perak dari mulsa dapat memantulkan sinar matahari . # Menjaga tanah tetap gembur. sehingga biaya pengadaan MPHP dapat dialokasikan dari biaya pemeliharaan tanaman tersebut.5 . Setiap kali selesai panen perlu dipupuk susulan untuk mempertahankan produktivitas buah. Pengocoran pupuk larutan ini dapat dilakukan setiap dua minggu sekali. MPHP ini memiliki dua muka dan dua warna. Pemberian pupuk dapat dilakukan sekaligus total sebelum tanam. # Praktis untuk melakukan sterilisasi tanah dengan menggunakan gas fumigan seperti Basamid-G. Cara pengocoran dapat dilakukandengan alat bantu corong atau selang sepanjang 0. suhu dan kelembaban tanah relatif tetap (stabil). Pemberiannya adalah dengan cara dikocorkan pada setiap tanaman sebanyak 300 . Pemupukan Nitrogen pada cabai hibrida dianjurkan 2 macam sumber N. Jenis dan dosis pupuknya adalah berupa NPK atau campuran ZA. serta secara tidak langsung menekan serangan penyakit virus. Adaptasi atau pengembangan teknologi sistem Mulsa Plastik dirintis oleh Jepang dan Taiwan yang memperkenalkan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP). Urea. # Warna hitam dari mulsa menimbul-kan kesan gelap sehingga dapat menekan rumput-rumput liar atau gulma. sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya relatif seragam (homogen). Warna hitam untuk menutup permukaan tanah. sehingga dapat dipanen beberapa kali (12 . Mulsa plastik yang dianggap baik di daerah subtropis adalah yang berwarna hitam dengan ketebalan 50 mikron. # Buah cabai yang berada di atas permukaan tanah terhindar dari percikan air tanah sehingga dapat mengurangi resiko berjangkitnya penyakit busuk buah. Salah satu faktor penghambat peningkat-an produksi cabai adalah adanya serangan hama dan penyakit yang fatal. Kehilangan hasil produksi cabai karena serangan penyakit busuk buah (Colletotrichum spp).1. sehingga dapat mengurangi hama aphis.500 cc atau tergantung kebutuhan.30%. MPHP dapat menekan penguapan air dari dalam tanah. # Pada musim kering (kemarau). (1 : 1 : 1 : 1) sebanyak 2 sendok per tanaman yang diberikan di antara 2 tanaman cabai bagian kiri dan kanan. TSP. Pada kondisi pertumbuhan tanaman cabai cukup bagus. terutama pada hibrida Hot Beauty dan Hero. bercak daun (Cercospora sp) dan cendawan tepung (Oidium sp. karena fungsi MPHP mempercepat proses pembentukan gas zat fumigan tanpa harus membeli plastik khusus. Cara pemberiannya adalah dengan melubangi MPHP diantara 4 tanaman. yaitu ZA san Urea.makan. # Mencegah tercucinya pupuk oleh air hujan. juga kaya akan unsur Belerang (S) yang diperlukan untuk pertumbuhan cabai hibrida secara optimal. # Secara ekonomis penggunaan MPHP dapat mengurangi pekerjaan penyiangan dan penggemburan tanah. Strategi pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabai diajurkan penerapan pengendalian secara terpadu.

tangkai bunga ataupun bagian tanaman lainnya. Untuk 1 hektar kebun cabai cukup dipasang 5-10 buah Ugratas merah. yaitu disemprot dengan insektisida berbahan aktif Bacilus thuringiensis seperti Dipel. Hama ini memakan segala jenis tanaman (polifag). # Kimiawi. termasuk menyerang tanaman cabai.Hama dan Penyakit secara Terpadu (PHPT) ini mencakup pengen-dalian kultur teknik. Ciri khas dari larva (ulat) grayak ini adalah terdapat bintik-bintik segitiga berwarna hitam dan bergaris-garis kekuningan pada sisinya. # Kultur teknis. dengan cara digantungkan sedikit lebih tinggi di atas tanaman cabai. keriting. Meletakkan telur secara berkelompok di atas daun atau tanaman dan ditutp dengan bulu-bulu. Kutu Daun (Myzus persicae Sulz. Keuntungan penggunaan Ugratas ini antara lain : aman bagi manusia dan ternak. Menyerang bersamasama dalam jumlah yang sangat besar. Ulat ini memangsa segala jenis tanaman (polifag). yaitu menjaga kebersihan kebun dari gulma dan sisa-sisa tanaman yang menjadi tempat persembunyian hama. Daya tahan (efektivitas) Ugratas ini + 3 minggu. pucuk. Cara pemasangan Ugratas merah ini adalah dimasukkan ke dalan botol bekas aqua volume 500 cc yang diberi lubang kecil untuk tempat masuknya kupu-kupu jantan. # Hayati (biologis) kimiawi. berwarna agak gelap dengan garis agak putih pada sayap depan. mula-mula hidup ber-kelompok dan kemudian menyebar.10 hari. Sex pheromone dari Taiwan yang di Indonesia diberi nama "Ugratas" atau Ulat Grayak Berantas Tuntas berwarna "merah" sangat efektif untuk dijadikan perangkap kupu-kupu dewasa dari ulat grayak (S. dan tiap malam bekerja efektif sebagai perangkap ngengat jantan. Telur akan menetas menjadi ulat (larva). Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan dengan cara : 1. tidak menimbulkan kekebalan hama. yaitu perangkap ngengat (kupu-kupu) jantan. dan cara kimiawi. Bactospeine. Sex pheromone merupakan aroma yang dikeluarkan serangga betina dewasa yang dapat menimbulkan rangsangan sexual (birahi) pada serangga jantan dewasa untuk menghampiri dan melakukan perkawinan sehingga membuahkan keturunan.) Kutu daun atau sering disebut Aphid tersebar di seluruh dunia. Kutu daun berkembang biak dengan 2 cara. Hama ulat grayak merusak di musim kemarau dengan cara memakan daun mulai dari bagian tepi hingga bagian atas maupun bawah daun cabai. Florbac. karena kupu-kupu maupun larvanya aktif di malam hari. Daur hidup hama ini berkisar antara 7 . belang-belang kekuningan (klorosis) dan akhirnya rontok sehingga produksi cabai menurun. lebih dari 100 jenis tanaman inang. yaitu mengumpulkan telur dan ulat-ulatnya dan langsung dibunuh. Stadium yang membahayakan dari hama Spodoptera litura adalah larva (ulat). Pada siang hari bersembunyi di tempat yang teduh atau di permukaan daun bagian bawah.61 hari. dan Thuricide. Serangan berat menyebabkan daun-daun melengkung. termasuk tanaman cabai. peraturan-peraturan. litura). Hama ini menyerang tanaman cabai dengan cara mengisap cairan daun. tidak berdampak negatif terhadap lingkungan. serta melakukan rotasi tanaman. Serangan ulat grayak terjadi di malam hari. fisik dan mekanik. Kehadiran kutu daun di kebun cabai. hayati (biologi). # Sex pheromone. Larva akan menjadi pupa (kepompong) yang dibentuk di bawah permukaan tanah. varietas yang tahan (resisten). Serangan hama ini menyebabkan daun-daun berlubang secara tidak beraturan. yaitu dengan perkawinan biasa dan tanpa perkawinan atau telur-telurnya dapat berkembang menjadi anak tanpa pembuahan (partenogenesis). sehingga menghambat proses fotosintesis dan akibatnya produksi buah cabai menurun. dapat menekan penggunaan insektisida. yaitu disemprot insektisida seperti Hostathion 40 EC 2 cc/lt atau Orthene 75 SP 1 gr/lt. HAMA CABAI Ulat Grayak (Spodoptera litura) Serangga dewasa dari hama ini adalah kupu-kupu. Mekanis. Daur hidup dari telur menjadi kupu-kupu berkisar antara 30 . Jumlah telur tiap betina antara 25-500 butir. dan dapat memperlambat perkem-bangan hama tersebut. tidak hanya menjadi .

Cairan manis ini akan ditumbuhi cendawan jelaga berwarna hitam sehingga menghambat proses fotosintesis. Thrips ini kadang-kadang berperan sebagai penular (vektor) penyakit virus. terutama di musim kemarau. Kultur teknik.1%. Serangga dewasa panjangnya + 1 mm. Kimiawi.12 hari.1% atau Orthene 75 SP 0. Kultur teknis.5-2.0 cc/lt. kentang. Lalat Buah (Dacus ferrugineus) Serangga dewasa panjangnya + 0. Bakteri layu biasanya menghebat pada tanaman . Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan dengan cara : 1. kacang tanah dan cabai. berkembang biak tanpa pembuahan sel telur (partenogenesis) dan siklus hidupnya berlangsung selama 7 . Pengendalian tungau dapat dilakukan dengan cara disemprot insektisida akarisasi seperti Omite EC (0. Kultur teknik.2%). Hostathion 40EC 0. Mekanis. Di samping itu.F. Smith) Bakteri layu mempunyai banyak tanaman inang. dan meletakkan telurnya di dalam buah cabai. serangga. misalnya jagung. dan berguguran (rontok). yaitu dengan disemprot insektisida Deltamethrin 25 EC 0. yaitu menanam tanaman perangkap (trap crop) di sekeliling kebun cabai. bibit. Telur tersebut akan menetas. dan aktif di siang hari. diantaranya adalah tomat. residu tanaman. Buah-buah yang diserang akan menjadi bercak-bercak bulat. bentuk mirip laba-laba. Kimiawi. Tungau (Tarsonemus translucens) Tungau berukuran sangat kecil. panjang + 1 mm. Hama Thrips menyerang hebat pada musim kemarau dengan memperlihatkan gejala serangan strip-strip pada daun dan berwarna keperakan. Thrips (Thrips sp. berwarna coklat-tua.5 EC (0. 1. Triazophos 40 EC 0. PENYAKIT CABAI Layu Bakteri (Pseudomonas solana-cearum E.04%). yaitu dengan mengumpul-kan buah cabai yang terserang.2%) atau Mitac 200 EC (0.) Spesies Thrips yang sering ditemukan adalah T. akan menyebabkan cabai tumbuh tidak normal dan daun-daunnya keriting.7 cc/lt. Akibatnya semua bagian buah cabai rusak. nematoda dan alat-alat pertanian. yaitu dengan pergiliran tanaman atau tidak menanam cabai secara bertahap dengan selisih waktu cukup lama karena tanaman muda akan terserang parah. busuk. irigasi (air).5 cm. Akibat serangannya dapat menimbulkan bintikbintik kuning atau keputihan. yaitu dengan semprotan insektisida yang efektif dan selektif seperti Deltamethrin 25 EC pada konsentrasi 0. kemudian membusuk dan berlubang kecil.0 cc/lt. dan pembentukan stadium pupa terjadi di atas permukaan tanah. bahan tanaman yang sakit.hama tetapi juga berfungsi sebagai penular (penyebar) berbagai penyakit virus. Tungau menyerang tanaman cabai dengan cara mengisap cairan sel daun atau pucuk tanaman.1-0. tabaci yang hidupnya bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag). atau juga Decis 2.1 . kemudian dimusnahkan.5 EC 0. 1. Serangga Thrips sangat kecil. Serangan kutu daun menghebat pada musim kemarau. Buah cabai yang terserang akan dihuni larva yang pandai meloncat-loncat. Lannate ataupun Tamaron. Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan dengan cara : 1. Serangan yang berat dapat mengakibatkan matinya daun (kering).2%) maupun Mesurol 50 WP (0. 1. Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan dengan cara : 1.5-2. Endosulfan 25 EC 0. yaitu dengan pemasangan perangkap beracun "metil eugenol" atau protein hydrolisat yang efektif terhadap serangga jantan maupun betina. tetapi bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag).1-0.04%. yaitu dengan pergiliran tanaman yang bukan tanaman inang lalat buah.2 cc/liter. kutu daun mengeluarkan cairan manis (madu) yang dapat menutupi permukaan daun. kemudian merusak buah cabai. 1.2%). Dapat pula disemprot langsung dengan insektisida seperti Buldok. Hostathion 20 EC (0. Siklus hidup tungau berkisar selama 14-15 hari. Decis 2. Serangan yang berat. Kimiawi. Penyebaran penyakit layu bakteri dapat melalui benih.0. Daur hidup hama ini lamanya sekitar 4 minggu.

Pada bagian tengah bercak terdapat titik-titik hitam yang merupakan kumpulan dari konidium cendawan. 1. Penggunaan bakterisida Agrimycin atau Agrept dengan cara disemprotkan atau dikocor di sekitar batang tanaman cabai tersebut yang diperkirakan terserang bakteri P. Bakteri layu menyerang sistem perakaran tanaman cabai. Gejala awal serangan ditandai dengan terbentuknya bercak coklat-kehitaman pada buah. solanacearum). hal itu menandakan adanya serangan Fusarium. 1. Pengendalian penyakit bakteri layu harus dilakukan secara terpadu. misalnya dengan pengapuran tanah ataupun pergiliran tanaman yang bukan famili Solanaceae Layu Fusarium (Fusarium oxysporum Sulz. Daun menguning dan akhirnya mengering serta rontok.5-1. et. dan akhirnya menyebabkan kematian tanaman dalam beberapa hari kemudian. Serangan yang berat . Penyiraman larutan fungisida sistemik seperti Derosal. Pengaturan pembuangan air (drainase). et.0 gr/lt air selama 10-15 menit. dengan cara pembuatan bedengan yang tinggi. 1. kemudian direndam dalam gelas berisi air bening (jernih). Bisby). sehingga akibat lebih lanjut seluruh tanaman layu dan mati. Di bagian lekukan akan terus membesar dan memanjang yang bagian tengahnya berwarna gelap. Gejala serangan yang dapat diamati adalah terjadinya pemucatan warna tulang-tulang daun di sebelah atas. kemudian digoyang-goyangkan secara hati-hati. Biarkan rendaman batang tadi sekitar 5-15 menit. Pengendalian penyakit layu Fusarium dapat dilakukan dengan berbagai cara. capsici lebih sering menyebabkan buah cabai membusuk. 1. Untuk membuktikan penyebab layu tersebut dapat dilakukan dengan cara memotong pangkal batang tanaman yang sakit. Bercak daun dan buah cabai sering disebut penyakit Antraknose atau "patek".) Layu Fusarium disebabkan oleh organisme cendawan bersifat tular tanah. Disebabkan oleh cendawan Gloesporium piperatum Ell. Previcur N dan Topsin di sekitar batang tanaman cabai yang diduga sumber atau terkena cendawan. Pencabutan tanaman yang sakit agar tidak menular ke tanaman yang sehat. Gejala serangan penyakit ini ditandai dengan terbentuknya bintik-bintik kecil kehitaman dan berlekuk. 1. Cendawan G. Bila dari pangkal batang keluar cairan putih dan terlihat suatu cincin berwarna coklat dari berkas pembuluhnya. Butl. kemudian meluas menjadi busuk-lunak. Penyakit ini menjadi masalah utama di musim hujan.5 gr/lt selama 5-15 menit. 1. maka setelah beberapa menit digoyang-goyangkan akan keluar cairan berwarna coklat susu atau berkas pembuluh batangnya berwarna coklat berlendir (slime bakteri). tetapi paling peka adalah tanaman muda atau menjelang fase berbunga maupun berbuah. Pengapuran tanah sebelum tanam dengan Dolomit atau Captan (Calcit) sesuai dengan angka pH tanah agar mendekati netral. yaitu : 1. yaitu : 1. Perlakuan benih atau bibit sebelum tanam dengan cara direndam dalam bakterisida Agrimycin atau Agrept 0. Anvil. Perlakuan benih atau bibit dengan cara direndam dalam larutan fungisida sistemik. Gejala kelayuan tanaman cabai terjadi mendadak. terutama pada musim hujan. 1. Gejala yang dapat diamati secara visual pada tanaman cabai adalah kelayuan tanaman mulai dari bagian pucuk. serta tepi bintik berwarna kuning. kemudian direndam dalam gelas berisi air bening. Pengelolaan (manajemen) lahan. Penyakit bakteri layu dapat menyerang tanaman cabai pada semua tingkatan umur. misalnya Benlate ataupun Derosal 0. Pencabutan tanaman yang sakit agar tidak menjadi sumber infeksi bagi tanaman yang sehat. Bila pangkal batang cabai yang diserang. Biasanya penyakit ini muncul pada tanah-tanah yang ber pH rendah (masam). Ev dan Colletotrichum capsici. piperatum umumnya menyerang buah muda dan menyebabkan mati ujung. solanacearum. Bercak Daun dan Buah (Collectro-tichum capsici (Syd). Cendawan C. 1. kemudian diikuti dengan merunduknya tangkai-tangkai daun.cabai di dataran rendah. kemudian menjalar ke seluruh bagian tanaman. dipotong atau dibelah. Perbaikan drainase tanah di sekitar kebun agar tidak becek atau menggenang. Gejala kelayuan tanaman seringkali sulit dibedakan dengan serangan bakteri layu (P.

Dithane M-45. ataupun berbahan aktif Captan (Orthocide) dengan dosis 1 gr/lt. Penyemprotan dengan fungisida seperti Kasumin 2 cc/lt. Gejala serangan nampak pada daun yaitu bercak-bercak kecil di bagian tepinya. 1. Tobacco Rattle Virus (TRV). Fungisida-fungisida tersebut efektif menekan Antraknosa. Gejala penyakit virus yang umum ditemukan adalah daun mengecil. dan kadang-kadang juga menyerang pada bagian batang. Tobacco Etch Virus (TEV). yaitu direndam dalam larutan fungisida berbahan aktif Benomyl atau Thiram. tetapi tidak menghasilkan buah. Dithane M-45 dan Score. Bercak Daun (Cercospora capsici Heald et Wolf) Penyebab penyakit bercak daun adalah cendawan Cercospora capsici. dan juga Tomato Ringspot Virus (TRSV). mengumpulkan buah cabai yang busuk untuk dimusnahkan. Virus Penyakit virus pada tanaman cabai di pulau Jawa dan Lampung ditemukan adanya Cucumber Mosaic Virus (CMV). kemudian menyerang seluruh batang. Pada musim kemarau dapat menggunakan jarak tanam 50 x 70 cm. Bercak Alternaria (Alternaria solani Ell & Marf) Penyebab penyakit bercak Alternaria adalah cendawan. Di pusat bercak nampak berwarna pucat sampai putih dengan tepinya berwarna lebih tua. kentang. dan akhirnya buah akan terlepas dari kelopaknya karena membusuk. Serangan yang berat (parah) dapat menyebabkan daun menguning dan gugur. Velimek. Difolatan 4 cc/lt. Tujuan rotasi tanaman ini adalah untuk memotong siklus hidup cendawan penyebab penyakit Antraknosa. Bercakbercak ini akan membesar dan bergabung menjadi satu. Berikutnya bercak akan meluas dengan garis tengah + 0. Pengandalian dapat dilakukan dengan cara : 1. Rotasi tanaman. yakni pergiliran tanaman yang bukan famili Solanaceae (tomat. 1. kemudian dimusnahkan (dibakar). Kocide atau Polyram secara berselang-seling. 1. Lamanya perendaman benih antara 4-8 jam. secara berselang-seling. Buah-buah cabai yang terserang menunjukkan gejala awal bercak-bercak kebasahan. ditandai dengan gejala perubahan warna menjadi kehitaman. 1. Perlakuan benih. Pembersihan (sanitasi) lingkungan yaitu dengan cara menyiang gulma atau sisa-sisa tanaman yang ada di sekitar kebun agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. yaitu di musim hujan idealnya 70 x 70 cm. Daconil. dan disemprot fungisida seperti Topsin. CMV dan TEV. tambakau). ataupun langsung berguguran tanpa didahului menguningnya daun. dan disemprot fungisida seperti Sandovan MZ. Pengendalian penyakit virus ini dapat dilakukan dengan cara : 1. terung. keriting. Tobacco Mosaic Virus (TMV). Tanaman cabai yang terserang virus seringkali mampu bertahan hidup. Pemberantasan serangga vektor (penular) seperti Aphids dan Thrips dengan . Buah cabai yang sudah terserang penyakit dikumpulkan. baik sistem segi empat atau segi tiga zig-zag. dan disemprot fungisida seperti Cupravit. Gejala serangan penyakit ini adalah ditandai dengan timbulnya bercak-bercak coklat-tua sampai kehitaman dengan lingkaran-lingkaran konsentris.menyebabkan buah cabai mengkerut dan mengering menyerupai "mummi" dengan warna buah seperti jerami. Busuk Daun dan Buah (Phytophthora spp) Penyakit busuk daun dapat pula menyebabkan busuk buah cabai. Penyebaran virus biasanya dibantu oleh serangga penular (vektor) seperti kutu daun dan Thrips. dan Benlate secara berselang-seling. Serangan penyakit bercak Alternaria dimulai dari daun yang paling bawah. Topsin. Phycozan. Pengen-dalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan kebun. kemudian meluas ke arah sumbu panjang. Batang tanaman cabai juga dapat diserang oleh penyakit ini. Pengendalian penyakit bercak Alternaria antara lain dengan cara menjaga kebersihan kebun. Gejala serangan penyakit ditandai dengan bercak-bercak bulat kecil kebasah-basahan. sedangkan di musim hujan 60 x 70 cm ataupun 65 x 70 cm. Potato Virus Y (PVY).5 cm. dan mosaik yang diduga oleh TMV. 1. Antracol dan Delsen.5/lt. Pengaturan jarak tanam yang sesuai sehingga kondisi kebum tidak terlalu lembab. misalnya Benlate pada dosis 0. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara pengaturan jarak tanam yang baik.

PANEN CABAI HIBRIDA Panen cabai hibrida sangat dipengaruhi oleh faktor jenis atau varietasnya. Di samping itu. maka dapat disemprot dengan pupuk daun yang banyak mengandung unsur Ca. kemudian dikumpulkan di tempat penampungan. sehingga dapat meningkatkan kelembaban relatif tanah di sekitar pertanaman paprika. Gejala yang nampak di bagian luar adalah warna kulit buah berubah menjadi keputih-putihan hingga kecoklatan dan mengkerut. sehingga bila mengenai permukaan buah akan menyebabkan terbakarnya kulit dan bagian dalam buah. Khusus cabai paprika minimal dapat menghasilkan 5-10 ton/hektar. dan terbakarnya buah cabai akibat sengatan sinar matahari. Meskipun tidak menjadi busuk basah. Selanjutnya pemetikan buah dilakukan selang 6-10 hari sekali. Kecuali beberapa varietas cabai paprika memang khusus untuk dipanen buah merah ataupun buah kuning.semprotan insektisida yang efektif. dan juga dipisahkan antara buah sehat dengan buah sakit atau rusak (busuk). Cara panen cabai hibrida adalah memetik buah bersama tangkainya secara hati-hati di saat cuaca terang. 1. buah cabai paprika yang dipanen terlalu matang atau warnanya sudah merah. Panen berikutnya dilakukan selang 2-3 hari sekali. Khusus untuk sasaran ekspor. Bentuk buah cabai menjadi pipih dan berubah warna lebih awal (sebelum waktunya). Usaha pencegahan kekurangan Ca dapat dilakukan dengan cara pengapuran sewaktu mengolah tanah. diikuti pemupukan berimbang. pengaruh naungan plastik bening dapat meningkatkan hasil (bobot) buah total. Tanaman cabai yang menunjukkan gejala sakit dan mencurigakan terserang virus dicabut dan dimusnahkan. Pada cabai paprika. Melakukan pergiliran (rotasi) tanaman dengan tanaman yang bukan famili Solanaceae.90% saat warna buah merah-kehitaman. Menurut penelitian. Di dataran rendah. Hasil panen dimasukkan ke dalam wadah. Sedangkan di dataran tinggi (pegunungan). dan pengairan kebun secara merata. sedangkan di dataran tinggi antara 4-6 hari sekali. panen cabai dipilih pada tingkat kemasakan 85% . Pengendalian terhadap sengatan sinar matahari adalah melindungi tanaman dengan sungkup beratapkan plastik transparan (bening). masih kehitaman. seperti Growmore Kalsium. Tanaman cabai yang kekurangan unsur Ca akan menunjukkan gejala pada buahnya terdapat bercak hijau-gelap. Jaringan di tempat bercak menjadi rusak sampai ke bagian dalam buah. maka kualitasnya kurang disukai pasar (konsumen). 1. harga jualnya lebih mahal dibanding dengan jenis-jenis cabai lainnya. Beberapa contoh penyakit fisiologis pada tanaman cabai yang paling sering ditemukan adalah kekurangan unsur hara Kalsium (Ca). kemudian menjadi lekukan bacah coklat kehitam-hitaman. * Pengkelasan (klasifikasi) * Khusus untuk diekspor . umumnya cabai mulai dipanen pada umur 75-80 hari setelah tanam. Buah cabai paprika yang dipanen terlalu muda bobotnya akan menurun secara drastis dan kurang tahan angkut (cepat rusak). Sebaliknya. Bila tanaman cabai atau paprika sedang produktif berbuah tetapi baru diketahui kekurangan Ca. Penyakit Fisiologis Merupakan keadaan suatu tanaman menderita sakit atau kelainan. fungsi naungan plastik bening selain dapat mengurangi (mereduksi) intensitas cahaya matahari. tetapi penyebabnya bukan oleh mikroorganisme. dapat menghasilkan produksi antara 20-40 ton/ha. Cabai paprika tidak tahan terhadap sinar matahari. panen perdana dapat dimulai pada umur 90-100 hari setelah tanam. tetapi warna buah menjadi jelek dan kualitasnya menurun (rendah). dan lingkungan tempat tanam. Di dataran rendah. juga dapat mengurangi tingginya temperatur tanah dan defisit air. Biasanya kekurangan Ca pada stadium buah rusak akan diikuti tumbuhnya cendawan. buahbuah cabai dipilih berdasarkan warna merah. hampir matang tetapi warnanya masih hijau. terutama pada cabai Paprika. PASCA PANEN CABAI HIBRIDA Cabai Segar * Pemilihan buah (seleksi dan sortasi) * Di tempat penampungan. panen cabai untuk tujuan ekspor dapat diatur 2 hari sekali . Pada pertanaman yang baik. persyaratan layak panen adalah bila buahnya telah mencapai ukuran maksimal.

kemudian disusul pencelupan ke dalam air dingin. bentuk buah lurus. dan kadar air dapat seminim mungkin + 10%. * Pembelahan * Setelah buah cabai ditiriskan. Lama perendaman + 6 menit. * Penyimpanan Cabai kering dapat dikemas dalam kantong ataupun karung plastik tertutup rapat. buah-buah cabai ditata rapi dalam kardus-kardus ukuran 30 x 40 x 50 cm berisi + 20 kg. dan tidak terlalu matang. Cabai Kering Pemasaran cabai kering memiliki beberapa keuntungan. Tujuan blanching adalah untuk menambah ketahanan warna buah sehingga tidak cepat berubah terjadi coklat (browning). serta sirkulasi udara baik.2%. dan berventilasi atau dibuatkan lubang-lubang kecil.dilakukan pengkelasan. kemudian dicuci bersih dan tangkainya dibuang. sebaiknya di tempat (ruang) yang teduh dan cukup lembab. pewadahan cabai dapat dilakukan dalam karung plastik yang tembus udara ataupun keranjang bambu. Pengeringan dengan alat mekanis memiliki beberapa keuntungan. bersih. yaitu dipilih buah-buah cabai yang panjangnya minimal 11 cm. dapat dilakukan dalam ruang dingin (cold storage) yang suhunya rendah antara 2-15 derajat Celcius dan kelembabannya tinggi sekitar 90%-95% agar tetap segar selama + 20 hari. antara lain waktunya relatif singkat. * Penyimpanan * Penyimpanan sementara sebelum dipasarkan. sumber:kebunwhy . ataupun dengan alat mekanis yang bersuhu 600 C sehingga dapat kering selama 12-20 jam. * Pewadahan (pengemasan) * Untuk sasaran pasar lokal. * Pembersihan * Buah-buah cabai dipilih yang sudah matang (berwarna merah). * Bila fasilitas penyimpanan memungkinkan. produk-nya dapat dikemas secara ringkas dan tahan lama. * Perendaman sesaat dalam air hangat (blanching) * Buah-buah cabai segar segera dicelupkan ke dalam air mendidih yang telah dicampur Kalium Metabisulfit 0. * Untuk sasaran pasar ekspor. * Pengeringan * Pengeringan cabai dapat dilakukan secara alami (sinar matahari) selama 7-10 hari. diantaranya memudahkan pengangkutan. Tempat penyimpanannya yang baik adalah ruangan kering dengan kelembaban 70%. segera dibelah dan dibuang biji-bijinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful