TEKNIK BUDIDAYA CABAI HIBRIDA SISTEM MULSA PLASTIK Dewasa ini bertani cabai hibrida sistem mulsa plastik

hitam perak (MPHP) banyak dipraktekkan pada cabai Hot Beauty, Hero, Long Chili, Ever-Flavor dan cabai Paprika. Dimungkinkan pula pada usahatani cabai keriting hibrida maupun cabai kecil (rawit, cengek) hibrida. Alasan utama sistem MPHP digunakan pada cabai-cabai hibrida adalah untuk mengimbangi biaya pengadaan MPHP dari peningkatan hasil cabai yang lebih tinggi daripada cabai biasa, sehingga secara ekonomis menguntungkan. Budidaya cabai hibrida dengan sistem MPHP merupakan perbaikan kultur teknik ke arah yang intensif. Pada umumnya sistem budidaya cabai di sentra-sentra produksi cabai masih menggunakan benih lokal dan populasi tanaman per hektarnya tinggi. Populasi yang sangat rapat ini dapat mengakibatkan penangkapan sinar matahari setiap tanaman berkurang dan kelembaban udara di sekitar kebun menjadi tinggi. Kelembaban yang tinggi seringkali dapat meningkatkan serangan hama dan penyakit. Perbaikan kultur teknik budidaya cabai secara intensif untuk meningkatkan produksi maupun kualitas hasil, diantaranya adalah penggunaan benih unggul dari varietas hibrida yang bermutu tinggi, penerapan MPHP, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, serta cara-cara lain yang khas seperti pemasangan turus dan perempelan tunas ataupun daun. Kegiatan pokok teknik budidaya cabai hibrida sistem MPHP meliputi : Penyiapan Lahan Dalam budidaya cabai hibrida sistem MPHP, penyiapan lahan harus didahulukan, kemudian disusul dengan penyiapan benih atau pembibitan. Maksudnya agar tanah sebagai media tanam benar-benar telah matang dan layak ditanami. Sebaliknya, bila pembibitan didahulukan, maka penyiapan lahan akan terburu-buru, sehingga tanahnya belum matang benar dan bibit sudat terlanjur tua. Bibit cabai hibrida umumnya siap dipindahtanamkan dari persemaian ke lapangan (kebun) pada umur 17 - 23 hari (berdaun 2 - 4 helai). Bila bibit terlambat dipindahtanamkan (terlanjur tua), pertumbuhan kurang optimal dan produksinya menurun (rendah).

Persyaratan lahan untuk kebun cabai hibrida sistem MPHP adalah : * Tempatnya terbuka agar mendapat sinar matahari secara penuh. * Lahan bukan bekas pertanaman yang sefamili, seperti kentang, tomat, terung taupun tembakau ; guna menghindari risiko serangan penyakit. * Lahan yang paling baik adalah berupa tanah sawah bekas tanaman padi, agar tidak perlu membajak cukup berat. * Lahan tegalan (tanah kering) dapat digunakan, asal cukup tersedia air. Syarat Iklim Pada umumnya cabai dapat ditanam di dataran rendah sampai pegunungan (dataran tinggi) + 2.000 meter dpl yang membutuhkan iklim tidak terlalu dingin dan tidak terlalu lembab. Temperatur yang baik untuk tanaman cabai adalah 240 - 270 C, dan untuk pembentukan buah pada kisaran 160 - 230 C. Setiap varietas cabai hibrida mempunyai daya penyesuaian tersendiri terhadap lingkungan tumbuh. Cabai hibrida Hot Beauty dan Hero dapat berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi + 1200 m dpl. Sedangkan cabai hibrida Long Chili lebih cocok ditanam pada ketinggian antara

5 .70 cm.50 cm.5 kg/tanaman. kambing. Tahapan pengolahan tanah dilakukan dengan tata cara sebagai berikut : * Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman atau perakaran dari pertanaman sebelumnya.120 cm. bedengan dipupuk dengan pupuk kandang (kotoran ayam. serta ukuran buah sangat kecil.8.70 cm. Alih teknologi budidaya paprika di dataran menengah antara lain menggunakan sungkup beratapkan plastik bening (transparan).8 hanya akan menghasilkan produksi yang sedikit (rendah). Mangan.5 . Untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas hasil yang tinggi.0 . Pada pH tanah basa akan menyebabkan unsur-unsur Nitrogen. sedangkan untuk pembentuk-an buah memerlukan temperatur 18. sedangkan panjang bedengan sebaiknya lebih dari 12 meter. jumlah unsur bikarbonat cukup banyak untuk merintangi penyerapan ion lain.5) # Agak asam (5. * Pada saat 70% bedengan kasar terbentuk. ketersediaan unsur-unsur Fosfor.5 . Cabai yang ditanam pada tanah asam pada umumnya keracunan unsur Alumunium (Al). karena pada pH di bawah 5. Borium. Syarat Tanah Hampir semua jenis tanah yang cocok untuk budidaya tanaman pertanian. Khusus pada tanah yang banyak mengandung air (mudah becek).0). tidak mudah becek (menggenang). bebas cacing (nematoda) dan penyakit tular tanah. sebaiknya parit dibuat sedalam 60 .5) # Asam (4. * Tanah yang sudah agak kering segera dibentuk bedengan-bedengan selebar 110 . Beberapa angka pH tanah (reaksi tanah). sehingga dapat menghalangi pertumbuhan tanaman secara optimum. kemudian dibiarkan diangin - . tetapi dapat pula dikembangkan di dataran menengah mulai ketinggian 600 m dpl.6. bersamaan dengan pemberian pupuk kandang dilakukan pengapuran sebanyak 100 .5 . Kisaran pH tanah yang ideal adalah antara 5.5 .5. Khusus untuk cabai Paprika umumnya hanya cocok ditanam di dataran tinggi. Besi (Fe) dan Mangan (Mn).6. Pada tanah-tanah yang becek seringkali menyebabkan gugur daun dan juga tanaman cabai mudah terserang penyakit layu. Belerang.30.14 hari.1. sehingga pH-nya naik mendekati pH normal. yakni dengan cara memanipulasi lingkungan. kaya akan organik.5) # Agak basa (7.8. * Di sekeliling lahan kebun cabai dibuat parit keliling selebar dan sedalam 70 centimeter.5 atau di atas 6.5 . Meskipun cabai paprika umumnya cocok ditanam di dataran tinggi. gugur bunga dan buah muda. gembur.5 (asam) dapat diperbaiki keadaan kimianya dengan cara pengapuran. tanaman paprika akan mengalami gugur tunas. Khusus untuk tanah yang pH-nya di bawah 5. * Pupuk kandang dan kapur pertanian dicampur dengan tanah bedengan secara merata sambil dibalikkan. Kalsium.0 .800 . kemudian dikeringkan selama 7 .5) # Netral (6.5) # Basa (8. Pada kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Tembaga dan Seng ketersediaannya relatif menjadi sedikit. cabai menghendaki tanah yang subur.9.0) # Sangat asam (4. domba. cocok pula bagi tanaman cabai. * Tanah dibajak atau dicangkul sedalam 30 . sapi ataupun kompos) yang telah matang sebanyak 1.125 gram/tanaman.40 cm. Kalium. Kisaran temperatur optimum untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman paprika antara 210 250 C. tinggi 40 . Besi.0) # Sangat basa (9. Pada pH tanah asam. Magnesium dan Molibdinum menurun dengan cepat.4. * Pada tanah yang pH-nya masam. lebar parit 60 . terdiri atas : # Paling masam (< 4. Cabai paprika tidak tahan terhadap intensitas cahaya matahari yang tinggi karena dapat menyebabkan buah seperti terbakar (sunburn) dan juga hasil akhir bobot buah akan sangat rendah. Sebaliknya pada pH basa.1500 m dpl.7.

tetapi dapat pula dikecambahkan terlebih dahulu.20.5 gr/liter air saat tanaman muda berumur 10 .2. Pemasangan MPHP Sebelum MPHP dipasang untuk menutupi permukaan bedengan.30 menit untuk mempercepat proses perkecambah-an dan mencucihamakan benih tersebut.anginkan selama kurang lebih 2 minggu. Pemasangan MPHP minimal dilakukan oleh 2 orang. Berikutnya semua polybag yang telah diisi benih cabai disimpan di bedengan secara teratur dan segera ditutup dengan karung goni basah selama + 3 hari agar cepat berkecambah. lalu ditutup dengan tanah tipis. Jenis dan dosis pupuk yang biasa digunakan untuk cabai hibrida adalah sebagai berikut : Untuk praktisnya dapat menghitung pupuk per bedengan. Benih cabai hibrida yang telah direndam. lalu dimasukkan ke dalam polybag hingga 90% penuh. kegiatan rutin pemeliharaan adalah penyiraman 1-2 kali/hari atau tergantung cuaca. Bahan media semai tersebut dicampur merata. terlebih dahulu dilakukan pemupukan pupuk buatan secara total sekaligus. Campuran pupuk buatan ini disebar merata sambil diaduk dan dibalikkan dengan tanah bedengan. Sebelum dikecambahkan. dan setelah itu disiram air secukupnya agar pupuk dapat larut ke lapisan tanah.0 . Jadi. dan kapur pertanian 1. Bila benih cabai akan disemai langsung dalam polybag. Pemasangan MPHP sebaiknya memperhatikan cuaca. dengan catatan tiap 100 kg pupuk campuran tadi ditambahkan 1 kg Borate dan 1. Setelah benih keluar bakal akar sepanjang 2-3 mm. Bila benih dikecambahkan terlebih dahulu. Setelah semaian cabai tersebut diatur rapi. serta penyemprotan pestisida pada konsentrasi setengah dari yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit. maka sebelumnya polybag harus diisi dengan media campuran tanah halus. Sebagai pedoman untuk campuran adalah : tanah halus 2 bagian (2 ember volume 10 liter) + 1 bagian pupuk kandang matang halus (1 ember volume 10 liter) + 80 gr pupuk NPK dihaluskan (digerus) + 75 gr Furadan. Untuk lahan (kebun) seluas 1 hektar diperlukan benih + 180 gr atau 18 bungkus kemasan masing-masing berisi 10 gram.120 cm. Berikutnya tarik pula lembar MPHP . Penyiapan Benih dan Pembibitan Bersamaan dengan terbentuknya bedengan kasar. yakni pada saat terik matahari antara pukul 14.000 . maka sehabis direndam harus segera dimasukkan ke dalam lipatan kain basah (lembab) selama + 3 hari. Kemudian bedengan diratakan kembali sambil dirapihkan.0 ton. Selama bibit di pesemaian.16. namun dapat pula diatur rapi di atas bedengan-bedengan selebar 110 . pupuk kandang matang halus. Cara ini untuk meyakinkan daya kecambah benih yang siap disemai dalam polybag. maka diperlukan pupuk kandang 18 .5 Kcl. Caranya adalah : tariklah kedua ujung MPHP ke masing-masing ujung bedengan arah memanjang. dilakukan penyiapan benih dan pembibitan di pesemaian.5 kg Furadan. benih cabai sebaiknya direndam dulu dalam air dingin ataupun air hangat 550 . Benih dapat disemai langsung satu dalam bumbung (koker) yang terbuat dari daun pisang ataupun polybag kecil ukuran 8 x 10 cm.30 ton. dapat segera disemaikan ke dalam polybag.5 cm. jarak tanam 60 x 70 cm akan berisi 40 tanaman. maka harus segera dilindungi dengan sungkup dari bilah bambu beratapkan plastik bening (transparan) ataupun jaring net kassa.600 selama 15 . Misalnya panjang bedengan 12 meter. ditambah pupuk NPK dihaluskan serta Furadan atau Curater.15 hari. dan penyemprotan pupuk daun pada dosis rendah 0. yang terdiri atas perbandingan 3 ZA : 1 Urea : 2 TSP : 1. Penyimpanan polybag berisi semaian cabai dapat ditata dalam rak-rak kayu atau bambu. Catatan : Jika populasi cabai hibrida per hektar antara 18.00 . Kemudian dikuatkan dengan pasak bilah bambu berbentuk "U" yang ditancapkan di setiap sisi bedengan.00 agar plastik tersebut memanjang (memuai) dan menutup tanah serapat mungkin. pupuk yang diperlukan sejumlah + 4 kg. Tata cara penyemaian benih ke dalam polybag prinsipnya sama seperti cara di atas hanya perlu alat bantu pinset agar kecambah benih cabai tidak rusak. disemaikan satu per satu sedalam 1.000 tanaman pada jarak tanam 60 x 70 cm.8 .1.

Bedengan yang telah ditutup MPHP dibiarkan dulu selama + 5 hari agar pupuk buatan larut dalam tanah dan tidak membahayakan (toksis) bibit cabai yang ditanam. Pembuatan lubang tanam dapat menggunakan alat bantu khusus yang terbuat dari potongan pipa besi diisi arang. sehingga untuk menopang pertumbuhan tanaman agar kuat . Dengan cara demikian MPHP akan berlubang berupa bulatan-bulatan kecil berdiameter + 6 . Jarak tanam untuk cabai merah hibrida adalah 60 x 70 cm atau 70 x 70 cm. hingga akhirnya sungkup (kerangka) naungan siap dipasang atap plastik bening. # Pasang bilah bambu yang bentuknya dilengkungkan setengah lingkaran setinggi 160 .8 cm. tergantung dari kepraktisan maupun ketersediaan bahan. Khusus untuk cabai paprika yang sifatnya peka terhadap sinar matahari yang terik diperlukan naungan beratap plastik bening (transparan). # Hubungkan antara kerangka sungkup yang satu dengan yang lainnya dengan bilah bambu yang dipasang memanjang.ke bagian sisi kiri kanan (lebar) bedengan hingga nampak rata menutup permukaan bedengan. bibit cabai hibrida dikeluarkan dari polybag secara hati-hati. sedangkan cabai paprika 50 x 70 cm atau 60 x 70 cm.5 .30 menit untuk mencegah penularan hama dan penyakit. segera disiram sampai tanahnya cukup basah.4 helai. dan kuatkan dengan tali pengikat agar tidak mudah lepas oleh terpaan angin. pada prinsipnya adalah sebagai berikut : * Pasang tiang-tiang dari bambu gelondongan setinggi 50 80 cm di bagian pinggir bedengan. Kuatkan dengan pasak bilah bambu pada setiap jarak 40 . # Pasang atap plastik bening.23 hari atau berdaun 2 .1. Kegiatan pemeliharaan tanaman untuk semua jenis atau varietas cabai hibrida umumnya meliputi : Pemasangan ajir (turus) Cabai hibirida umumnya berbuah lebat. Selesai tanam. Bibit cabai hibrida yang disemai dalam polybag ini. Bibit cabai hibrida yang siap dipindahtanamkan segera disiram dengan air bersih secukupnya. begitu dipindahtanamkan langsung tumbuh (segar) tanpa mengalami kelayuan (stagnasi). Caranya : ambil polybag berisi bibit sambil dibalikkan dan pangkal batang bibit cabai dijepit oleh jari telunjuk dan jari tengah. Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman meliputi : pemasangan ajir (turus). Penggunaan alat ini dengan cara menempelkan ujung bawahnya pada MPHP sesuai dengan jarak tanam yang telah ditetapkan. Bagian dasar polybag ditepuk-tepuk secara pelan dan hati-hati. Cara penanaman bibit cabai adalah : mula-mula sebagian tanah pada lubang tanam diangkat kira-kira seukuran media polybag.200 cm dari permukaan tanah. arahnya memanjang pada jarak tiap 3-4 meter. maka akan langsung terbentuk lubang kecil. bedengan yang telah ditutup MPHP harus dibuatkan lubang tanam dulu. Pemasangan kerangka naungan ini bisa tunggal per bedengan. kemudian ikat dengan tali kawat. atau 2 bedengan bahkan tiap 4 bedengan. dan bibit cabai telah berumur 17 . Tata cara pemasangan sungkup (naungan) untuk cabai paprika (atau cabai hibrida di musim hujan). Penanaman Waktu tanam yang paling baik adalah pagi atau sore hari. perempelan tunas dan bunga pertama. penyiraman (pengairan). Setelah media semainya cukup kering. kemudian bibit dimasukkan sambil diurug tanah hingga dekat pangkal batangnya cukup padat.0 gram/liter air selama 15 . kemudian putarlah sambil ditekan alakadarnya. Kemudian bersama dengan polybagnya direndam dalam larutan fungisida sistemik atau bakterisida pada dosis 0. Bibit cabai hibrida siap langsung ditanam pada lubang tanam yang tersedia. pengendalian hama dan penyakit. perempelan daun bawah di bawah cabang. Sehari sebelum tanam. Caranya adalah dengan memasukkan ujung bilah bambu ke dalam lubang bambu gelondongan yang letaknya berpasangan. Selain itu.50 cm. dapat juga menggunakan alat bantu bekas kaleng susu yang salah satu permukaannya telah dipotong. pemupukan tambahan (susulan). Cara lain adalah menggunakan pisau silet atau pisau cutter dengan cara dikeratkan langsung pada MPHP berbentuk bulatan kecil. Cara penggunaan kaleng bekas susu ini adalah : tutupkan pada calon lubang tanam yang telah ditetapkan. maka bibit cabai akan keluar bersama akar dan medianya.

dengan dosis atau konsentrasi yang tertera pada labelnya (kemasan) pupuk daun tersebut. Pengeleban ini airnya cukup sampai batas antara tanah bagian bawah dengan ujung MPHP. pengairan berikutnya dilakukan dengan cara dileb setiap 3 . Oleh karena itu. dapat menggunakan teknik kocoran melalui selang yang dialirkan di antara 4 tanaman. Ujung selang dimasukkan ke dalam lubang MPHP di tengah-tengah bedengan. Di lahan tertentu yang tidak mungkin melakukan pengairan dengan cara dileb. Tanpa perempelan tunas samping. misalnya Complesal merah. (1 : 1 : 1 : 1) sebanyak + 4 sendok . Setelah tanah bedengan basah. tanaman cabai yang berumur 50 hari dapat dipupuk susulan berupa NPK atau campuran ZA. maka penyiraman perlu dilakukan secara rutin tiap hari. Perempelan daun-daun tua ini jangan terlalu awal.4 hari sekali. misalnya Multimicro dan Complesal cair. Daun-daun tua yang ada di bawah cabang dapat dirempel. Pemupukan Tambahan (susulan) Sekalipun tanaman cabai hibrida sudah dipupuk total pada saat akan memasang MPHP. TSP. Untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah. Pengairan (Penyiraman) Pada fase awal pertumbuhan atau saat tanaman cabai masih menyesuaikan diri terhadap lingkungan kebun (adaptasi). memerlukan pengairan yang intensif dan rutin. Pemasangan ajir harus sedini mungkin. Kelak tanaman cabai hibrida yang sudah berumur 75 . Sedangkan tanaman yang sudah produktif (berbuah) tidak mutlak memerlukan air banyak.3 kali. yakni pada saat tanaman belum berumur 1 bulan setelah pindah tanam. lebar + 4 cm dan tebalnya + 2 cm. masih perlu pemberian pupuk daun yang mengandung unsur Phospor dan Kaliumnya tinggi. Antara ajir dengan ajir lainnya dihubungkan dengan bilah bambu memanjang (gelagar) tepat pada ketinggian 80 cm dari permukaan tanah. justru berakibat fatal. Saat terbentuk cabang. terutama di musim kemarau.20 hari. pemasangan ajir setiap tanaman 1 ajir. Perempelan Cabai hibrida umumnya bertunas banyak yang tumbuh dari ketiakketiak daun. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerusakan akar tanaman cabai sewaktu memasang (menancapkan) ajir. terutama daun yang terserang hama dan penyakit. Ajir dipasang (ditancapkan) tegak tiap 3 tanaman cabai 1 ajir secara berjajar mengikuti arah panjang bedengan. perlu dilakukan perempelan (pembuangan) tunas samping. Pada fase pertumbuhan bunga dan buah (generatif). Kcl. Urea. Tujuan perempelan bunga perdana ini adalah untuk merangsang pertumbuhan tunas-tunas dan percabangan di atasnya yang lebih banyak dan produktif menghasilkan buah yang lebat. Ketika tanaman cabai mengeluarkan bunga pertama dari sela-sela percabangan pertama. Kesalahan perempelan daun tua.14 hari sekali. Tanaman cabai hibrida di bawah 40 hari. Daun tua tersebut sudah tidak produktif lagi. Setelah tanaman tumbuh kuat dan perakarannya dalam. Interval penyemprotan pupuk daun antara 10 . pertumbuhan tanaman cabai akan lambat. Jenis pupuk yang digunakan pada fase pertumbuhan vegetatif aktif (daun dan tunas) adalah pupuk daun yang kandungan Nitrogennya tinggi.dan kokoh serta tidak rebah perlu dipasang ajir (turus) dari bilah bambu setinggi 125 cm. Biasanya perempelan tunas ini dilakukan 2 .80 hari biasanya sudah membentuk percabangan yang optimal. sebab pertumbuhan cabang daun belum optimal. Perempelan tunas samping dilakukan pada tanaman cabai hibrida yang berumur antara 7 . airnya segera dibuang kembali melalui saluran pembuangan. bahkan seringkali menjadi sumber penularan hama dan penyakit. maka bunga ini pun harus dirempel. Tunas ini tidak produktif dan akan mengganggu pertumbuhan secara optimal. yakni menyebabkan tanaman cabai tumbuh merana dan produksinya menurun. maka perempelan tunas dihentikan. Tetapi yang terpenting adalah menjaga agar tanah tidak kekeringan. Tanah yang becek atau menggenang akan memudahkan tanaman terserang penyakit layu. namun untuk menyuburkan pertumbuhan yang prima dapat diberi pupuk tambahan (susulan). Semua tunas samping dibuang agar tanaman tumbuh kuat dan kokoh. Kemira merah ataupun Growmore Kalsium. Khusus untuk cabai paprika.

14 kali). # Mencegah tercucinya pupuk oleh air hujan. serta secara tidak langsung menekan serangan penyakit virus. Adaptasi atau pengembangan teknologi sistem Mulsa Plastik dirintis oleh Jepang dan Taiwan yang memperkenalkan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP). Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah NPK sebanyak 4-5 kg yang dilarutkan dalam 200 liter air (1 drum). # Warna hitam dari mulsa menimbul-kan kesan gelap sehingga dapat menekan rumput-rumput liar atau gulma. terutama pada hibrida Hot Beauty dan Hero. sehingga dapat dipanen beberapa kali (12 . Pemberian pupuk dapat dilakukan sekaligus total sebelum tanam. Pada kondisi pertumbuhan tanaman cabai cukup bagus. # Kesuburan tanah karena pemupukan dapat merata. sehingga dapat mengurangi hama aphis. Salah satu faktor penghambat peningkat-an produksi cabai adalah adanya serangan hama dan penyakit yang fatal. TSP. Komponen Pengendalian . Warna hitam untuk menutup permukaan tanah. Pengocoran pupuk larutan ini dapat dilakukan setiap dua minggu sekali. Mulsa Plastik Hitam (MPH) sudah membudaya pada tanaman mentimun. Pemupukan Nitrogen pada cabai hibrida dianjurkan 2 macam sumber N. suhu dan kelembaban tanah relatif tetap (stabil). Cara pengocoran dapat dilakukandengan alat bantu corong atau selang sepanjang 0. # Praktis untuk melakukan sterilisasi tanah dengan menggunakan gas fumigan seperti Basamid-G. Urea. Mulsa plastik yang dianggap baik di daerah subtropis adalah yang berwarna hitam dengan ketebalan 50 mikron. tomat.500 cc atau tergantung kebutuhan. Pupuk ZA selain mengandung unsur Nitrogen.) berkisar antara 5% . Strategi pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabai diajurkan penerapan pengendalian secara terpadu.0 m dimasukkan ke dalam lubang MPHP dekat pangkal batang tanaman cabai.5 . dan penguapan unsur hara oleh sinar matahari. Keuntungan bertani sistem MPHP antara lain : 1. Jenis dan dosis pupuknya adalah berupa NPK atau campuran ZA. Kehilangan hasil produksi cabai karena serangan penyakit busuk buah (Colletotrichum spp). # Pada musim kering (kemarau). karena fungsi MPHP mempercepat proses pembentukan gas zat fumigan tanpa harus membeli plastik khusus. yaitu ZA san Urea.30%. KCl. terutama bila kondisi pertumbuhan tanaman cabai kurang memuaskan atau karena terserang hama dan penyakit. # Menjaga tanah tetap gembur. juga kaya akan unsur Belerang (S) yang diperlukan untuk pertumbuhan cabai hibrida secara optimal. Setiap kali selesai panen perlu dipupuk susulan untuk mempertahankan produktivitas buah. # Secara ekonomis penggunaan MPHP dapat mengurangi pekerjaan penyiangan dan penggemburan tanah. pemberian pupuk susulan ini cukup sebulan sekali. Kemudian pupuk dimasukkan melalui lubang tersebut sambil diaduk-aduk dengan tanah dan langsung disiram air bersih agar cepat larut dan meresap ke dalam tanah. trips dan tungau. strawberri dan kubis bunga. Cara pemberiannya adalah dengan melubangi MPHP diantara 4 tanaman. Varietas cabai hibrida umumnya bisa berbuah cukup lama. (1 : 1 : 1 : 1) sebanyak 2 sendok per tanaman yang diberikan di antara 2 tanaman cabai bagian kiri dan kanan.1. MPHP dapat menekan penguapan air dari dalam tanah. Pemberiannya adalah dengan cara dikocorkan pada setiap tanaman sebanyak 300 . sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya relatif seragam (homogen). sehingga tidak terlalu sering untuk melakukan penyiraman (pengairan). warna perak sebagai permukaan atas tempat menanam suatu tanaman budidaya. Pemupukan susulan berikutnya masih diperlukan. # Warna perak dari mulsa dapat memantulkan sinar matahari . sehingga biaya pengadaan MPHP dapat dialokasikan dari biaya pemeliharaan tanaman tersebut. # Buah cabai yang berada di atas permukaan tanah terhindar dari percikan air tanah sehingga dapat mengurangi resiko berjangkitnya penyakit busuk buah. bercak daun (Cercospora sp) dan cendawan tepung (Oidium sp.makan. yaitu muka pertama berwarna hitam dan muka kedua berwarna perak. MPHP ini memiliki dua muka dan dua warna.

dengan cara digantungkan sedikit lebih tinggi di atas tanaman cabai. berwarna agak gelap dengan garis agak putih pada sayap depan. # Hayati (biologis) kimiawi. Hama ini memakan segala jenis tanaman (polifag). dan Thuricide. Serangan hama ini menyebabkan daun-daun berlubang secara tidak beraturan. Meletakkan telur secara berkelompok di atas daun atau tanaman dan ditutp dengan bulu-bulu. lebih dari 100 jenis tanaman inang. Daur hidup hama ini berkisar antara 7 . yaitu perangkap ngengat (kupu-kupu) jantan. Jumlah telur tiap betina antara 25-500 butir. Untuk 1 hektar kebun cabai cukup dipasang 5-10 buah Ugratas merah. yaitu menjaga kebersihan kebun dari gulma dan sisa-sisa tanaman yang menjadi tempat persembunyian hama. Cara pemasangan Ugratas merah ini adalah dimasukkan ke dalan botol bekas aqua volume 500 cc yang diberi lubang kecil untuk tempat masuknya kupu-kupu jantan. yaitu mengumpulkan telur dan ulat-ulatnya dan langsung dibunuh. fisik dan mekanik. keriting. dapat menekan penggunaan insektisida. dan dapat memperlambat perkem-bangan hama tersebut. sehingga menghambat proses fotosintesis dan akibatnya produksi buah cabai menurun. peraturan-peraturan.Hama dan Penyakit secara Terpadu (PHPT) ini mencakup pengen-dalian kultur teknik. dan tiap malam bekerja efektif sebagai perangkap ngengat jantan. Telur akan menetas menjadi ulat (larva). Larva akan menjadi pupa (kepompong) yang dibentuk di bawah permukaan tanah. yaitu dengan perkawinan biasa dan tanpa perkawinan atau telur-telurnya dapat berkembang menjadi anak tanpa pembuahan (partenogenesis). serta melakukan rotasi tanaman. tidak berdampak negatif terhadap lingkungan. Bactospeine. Pada siang hari bersembunyi di tempat yang teduh atau di permukaan daun bagian bawah. tidak hanya menjadi . Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan dengan cara : 1. # Kimiawi. yaitu disemprot dengan insektisida berbahan aktif Bacilus thuringiensis seperti Dipel. varietas yang tahan (resisten). Mekanis. Keuntungan penggunaan Ugratas ini antara lain : aman bagi manusia dan ternak. Menyerang bersamasama dalam jumlah yang sangat besar. litura). Hama ini menyerang tanaman cabai dengan cara mengisap cairan daun. Daya tahan (efektivitas) Ugratas ini + 3 minggu. Sex pheromone merupakan aroma yang dikeluarkan serangga betina dewasa yang dapat menimbulkan rangsangan sexual (birahi) pada serangga jantan dewasa untuk menghampiri dan melakukan perkawinan sehingga membuahkan keturunan. Kehadiran kutu daun di kebun cabai. Kutu daun berkembang biak dengan 2 cara. tidak menimbulkan kekebalan hama. pucuk. mula-mula hidup ber-kelompok dan kemudian menyebar. hayati (biologi). HAMA CABAI Ulat Grayak (Spodoptera litura) Serangga dewasa dari hama ini adalah kupu-kupu. yaitu disemprot insektisida seperti Hostathion 40 EC 2 cc/lt atau Orthene 75 SP 1 gr/lt.) Kutu daun atau sering disebut Aphid tersebar di seluruh dunia. belang-belang kekuningan (klorosis) dan akhirnya rontok sehingga produksi cabai menurun. Serangan berat menyebabkan daun-daun melengkung. termasuk menyerang tanaman cabai. Daur hidup dari telur menjadi kupu-kupu berkisar antara 30 . tangkai bunga ataupun bagian tanaman lainnya. # Sex pheromone. termasuk tanaman cabai. dan cara kimiawi. Serangan ulat grayak terjadi di malam hari. Kutu Daun (Myzus persicae Sulz. Ciri khas dari larva (ulat) grayak ini adalah terdapat bintik-bintik segitiga berwarna hitam dan bergaris-garis kekuningan pada sisinya. # Kultur teknis. Sex pheromone dari Taiwan yang di Indonesia diberi nama "Ugratas" atau Ulat Grayak Berantas Tuntas berwarna "merah" sangat efektif untuk dijadikan perangkap kupu-kupu dewasa dari ulat grayak (S.10 hari. Stadium yang membahayakan dari hama Spodoptera litura adalah larva (ulat). Hama ulat grayak merusak di musim kemarau dengan cara memakan daun mulai dari bagian tepi hingga bagian atas maupun bawah daun cabai. Ulat ini memangsa segala jenis tanaman (polifag). karena kupu-kupu maupun larvanya aktif di malam hari.61 hari. Florbac.

Hostathion 40EC 0. berkembang biak tanpa pembuahan sel telur (partenogenesis) dan siklus hidupnya berlangsung selama 7 . Kultur teknik. dan pembentukan stadium pupa terjadi di atas permukaan tanah. Mekanis. Kultur teknis. Pengendalian tungau dapat dilakukan dengan cara disemprot insektisida akarisasi seperti Omite EC (0. yaitu dengan pemasangan perangkap beracun "metil eugenol" atau protein hydrolisat yang efektif terhadap serangga jantan maupun betina. kemudian membusuk dan berlubang kecil. yaitu dengan disemprot insektisida Deltamethrin 25 EC 0.2 cc/liter.5-2. irigasi (air).2%).5 EC 0. Kimiawi. Buah-buah yang diserang akan menjadi bercak-bercak bulat.1-0.1% atau Orthene 75 SP 0. Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan dengan cara : 1. dan aktif di siang hari. tetapi bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag). dan berguguran (rontok). yaitu dengan mengumpul-kan buah cabai yang terserang. terutama di musim kemarau.) Spesies Thrips yang sering ditemukan adalah T. bahan tanaman yang sakit. Kimiawi. diantaranya adalah tomat. Lannate ataupun Tamaron. PENYAKIT CABAI Layu Bakteri (Pseudomonas solana-cearum E. berwarna coklat-tua.5 cm. 1. Penyebaran penyakit layu bakteri dapat melalui benih.2%) maupun Mesurol 50 WP (0. Tungau (Tarsonemus translucens) Tungau berukuran sangat kecil.2%) atau Mitac 200 EC (0.1 . atau juga Decis 2. Hostathion 20 EC (0. Endosulfan 25 EC 0. Tungau menyerang tanaman cabai dengan cara mengisap cairan sel daun atau pucuk tanaman.F. Daur hidup hama ini lamanya sekitar 4 minggu. kemudian dimusnahkan.7 cc/lt. kemudian merusak buah cabai. Buah cabai yang terserang akan dihuni larva yang pandai meloncat-loncat.1%. Thrips ini kadang-kadang berperan sebagai penular (vektor) penyakit virus. Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan dengan cara : 1.1-0. 1. Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan dengan cara : 1. Telur tersebut akan menetas. Akibatnya semua bagian buah cabai rusak.0 cc/lt.5 EC (0. busuk. Serangan yang berat dapat mengakibatkan matinya daun (kering). panjang + 1 mm. yaitu menanam tanaman perangkap (trap crop) di sekeliling kebun cabai. Hama Thrips menyerang hebat pada musim kemarau dengan memperlihatkan gejala serangan strip-strip pada daun dan berwarna keperakan. akan menyebabkan cabai tumbuh tidak normal dan daun-daunnya keriting.04%). bibit. 1. Serangan yang berat. misalnya jagung.12 hari. Akibat serangannya dapat menimbulkan bintikbintik kuning atau keputihan. yaitu dengan pergiliran tanaman atau tidak menanam cabai secara bertahap dengan selisih waktu cukup lama karena tanaman muda akan terserang parah. Kultur teknik. kentang.0 cc/lt. Cairan manis ini akan ditumbuhi cendawan jelaga berwarna hitam sehingga menghambat proses fotosintesis. dan meletakkan telurnya di dalam buah cabai. yaitu dengan semprotan insektisida yang efektif dan selektif seperti Deltamethrin 25 EC pada konsentrasi 0. Lalat Buah (Dacus ferrugineus) Serangga dewasa panjangnya + 0. Thrips (Thrips sp. 1. kacang tanah dan cabai. residu tanaman.0. tabaci yang hidupnya bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag). bentuk mirip laba-laba. Triazophos 40 EC 0.hama tetapi juga berfungsi sebagai penular (penyebar) berbagai penyakit virus.04%. Di samping itu. Serangga dewasa panjangnya + 1 mm. Kimiawi. Bakteri layu biasanya menghebat pada tanaman . Serangga Thrips sangat kecil. serangga. Dapat pula disemprot langsung dengan insektisida seperti Buldok.2%). Serangan kutu daun menghebat pada musim kemarau. yaitu dengan pergiliran tanaman yang bukan tanaman inang lalat buah. nematoda dan alat-alat pertanian. Smith) Bakteri layu mempunyai banyak tanaman inang.5-2. Decis 2. Siklus hidup tungau berkisar selama 14-15 hari. kutu daun mengeluarkan cairan manis (madu) yang dapat menutupi permukaan daun.

Cendawan G. Pencabutan tanaman yang sakit agar tidak menjadi sumber infeksi bagi tanaman yang sehat. Gejala serangan yang dapat diamati adalah terjadinya pemucatan warna tulang-tulang daun di sebelah atas. solanacearum). maka setelah beberapa menit digoyang-goyangkan akan keluar cairan berwarna coklat susu atau berkas pembuluh batangnya berwarna coklat berlendir (slime bakteri). serta tepi bintik berwarna kuning. kemudian direndam dalam gelas berisi air bening (jernih). Perlakuan benih atau bibit sebelum tanam dengan cara direndam dalam bakterisida Agrimycin atau Agrept 0. kemudian digoyang-goyangkan secara hati-hati. tetapi paling peka adalah tanaman muda atau menjelang fase berbunga maupun berbuah. Ev dan Colletotrichum capsici. Gejala kelayuan tanaman seringkali sulit dibedakan dengan serangan bakteri layu (P. Daun menguning dan akhirnya mengering serta rontok. 1. Bisby). Gejala yang dapat diamati secara visual pada tanaman cabai adalah kelayuan tanaman mulai dari bagian pucuk. dipotong atau dibelah. piperatum umumnya menyerang buah muda dan menyebabkan mati ujung. Penyakit bakteri layu dapat menyerang tanaman cabai pada semua tingkatan umur. kemudian direndam dalam gelas berisi air bening. 1. 1. Perlakuan benih atau bibit dengan cara direndam dalam larutan fungisida sistemik. Bercak daun dan buah cabai sering disebut penyakit Antraknose atau "patek". Pengaturan pembuangan air (drainase). Disebabkan oleh cendawan Gloesporium piperatum Ell. Biasanya penyakit ini muncul pada tanah-tanah yang ber pH rendah (masam). Pengapuran tanah sebelum tanam dengan Dolomit atau Captan (Calcit) sesuai dengan angka pH tanah agar mendekati netral. Gejala serangan penyakit ini ditandai dengan terbentuknya bintik-bintik kecil kehitaman dan berlekuk. Perbaikan drainase tanah di sekitar kebun agar tidak becek atau menggenang.) Layu Fusarium disebabkan oleh organisme cendawan bersifat tular tanah. et. terutama pada musim hujan. kemudian menjalar ke seluruh bagian tanaman. 1. yaitu : 1.cabai di dataran rendah. yaitu : 1. Biarkan rendaman batang tadi sekitar 5-15 menit. Gejala awal serangan ditandai dengan terbentuknya bercak coklat-kehitaman pada buah. Gejala kelayuan tanaman cabai terjadi mendadak. Penyiraman larutan fungisida sistemik seperti Derosal. 1. misalnya dengan pengapuran tanah ataupun pergiliran tanaman yang bukan famili Solanaceae Layu Fusarium (Fusarium oxysporum Sulz. Serangan yang berat . Bila pangkal batang cabai yang diserang. Pengendalian penyakit bakteri layu harus dilakukan secara terpadu. dan akhirnya menyebabkan kematian tanaman dalam beberapa hari kemudian. Untuk membuktikan penyebab layu tersebut dapat dilakukan dengan cara memotong pangkal batang tanaman yang sakit. solanacearum. 1. Pengendalian penyakit layu Fusarium dapat dilakukan dengan berbagai cara. dengan cara pembuatan bedengan yang tinggi. kemudian diikuti dengan merunduknya tangkai-tangkai daun. hal itu menandakan adanya serangan Fusarium. capsici lebih sering menyebabkan buah cabai membusuk.0 gr/lt air selama 10-15 menit. Previcur N dan Topsin di sekitar batang tanaman cabai yang diduga sumber atau terkena cendawan.5 gr/lt selama 5-15 menit. Cendawan C. kemudian meluas menjadi busuk-lunak. Pengelolaan (manajemen) lahan. Penggunaan bakterisida Agrimycin atau Agrept dengan cara disemprotkan atau dikocor di sekitar batang tanaman cabai tersebut yang diperkirakan terserang bakteri P. Anvil. et. 1. Di bagian lekukan akan terus membesar dan memanjang yang bagian tengahnya berwarna gelap. Bila dari pangkal batang keluar cairan putih dan terlihat suatu cincin berwarna coklat dari berkas pembuluhnya. 1. Bakteri layu menyerang sistem perakaran tanaman cabai. Pada bagian tengah bercak terdapat titik-titik hitam yang merupakan kumpulan dari konidium cendawan.5-1. Penyakit ini menjadi masalah utama di musim hujan. sehingga akibat lebih lanjut seluruh tanaman layu dan mati. Bercak Daun dan Buah (Collectro-tichum capsici (Syd). Pencabutan tanaman yang sakit agar tidak menular ke tanaman yang sehat. Butl. misalnya Benlate ataupun Derosal 0.

Daconil. tambakau). kemudian meluas ke arah sumbu panjang. ataupun langsung berguguran tanpa didahului menguningnya daun. Berikutnya bercak akan meluas dengan garis tengah + 0. Dithane M-45. Perlakuan benih. yakni pergiliran tanaman yang bukan famili Solanaceae (tomat. misalnya Benlate pada dosis 0. Gejala serangan penyakit ini adalah ditandai dengan timbulnya bercak-bercak coklat-tua sampai kehitaman dengan lingkaran-lingkaran konsentris. Pengen-dalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan kebun. Pengaturan jarak tanam yang sesuai sehingga kondisi kebum tidak terlalu lembab. Bercakbercak ini akan membesar dan bergabung menjadi satu. Busuk Daun dan Buah (Phytophthora spp) Penyakit busuk daun dapat pula menyebabkan busuk buah cabai. Gejala serangan penyakit ditandai dengan bercak-bercak bulat kecil kebasah-basahan. CMV dan TEV. Buah cabai yang sudah terserang penyakit dikumpulkan. dan disemprot fungisida seperti Topsin. kentang. Pengendalian penyakit bercak Alternaria antara lain dengan cara menjaga kebersihan kebun. terung. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara pengaturan jarak tanam yang baik. Batang tanaman cabai juga dapat diserang oleh penyakit ini. Potato Virus Y (PVY). dan mosaik yang diduga oleh TMV. dan juga Tomato Ringspot Virus (TRSV). Tobacco Rattle Virus (TRV). Gejala penyakit virus yang umum ditemukan adalah daun mengecil. ataupun berbahan aktif Captan (Orthocide) dengan dosis 1 gr/lt. Topsin. Lamanya perendaman benih antara 4-8 jam. tetapi tidak menghasilkan buah. Pada musim kemarau dapat menggunakan jarak tanam 50 x 70 cm. Tobacco Etch Virus (TEV). Penyebaran virus biasanya dibantu oleh serangga penular (vektor) seperti kutu daun dan Thrips. kemudian menyerang seluruh batang. Velimek. Gejala serangan nampak pada daun yaitu bercak-bercak kecil di bagian tepinya. 1. Kocide atau Polyram secara berselang-seling. dan disemprot fungisida seperti Sandovan MZ. ditandai dengan gejala perubahan warna menjadi kehitaman. 1. 1. Tujuan rotasi tanaman ini adalah untuk memotong siklus hidup cendawan penyebab penyakit Antraknosa. Pemberantasan serangga vektor (penular) seperti Aphids dan Thrips dengan . Antracol dan Delsen.5/lt.menyebabkan buah cabai mengkerut dan mengering menyerupai "mummi" dengan warna buah seperti jerami. dan disemprot fungisida seperti Cupravit. Penyemprotan dengan fungisida seperti Kasumin 2 cc/lt.5 cm. mengumpulkan buah cabai yang busuk untuk dimusnahkan. yaitu di musim hujan idealnya 70 x 70 cm. Tobacco Mosaic Virus (TMV). Phycozan. dan Benlate secara berselang-seling. yaitu direndam dalam larutan fungisida berbahan aktif Benomyl atau Thiram. keriting. 1. Pengendalian penyakit virus ini dapat dilakukan dengan cara : 1. Pembersihan (sanitasi) lingkungan yaitu dengan cara menyiang gulma atau sisa-sisa tanaman yang ada di sekitar kebun agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. kemudian dimusnahkan (dibakar). dan kadang-kadang juga menyerang pada bagian batang. Rotasi tanaman. dan akhirnya buah akan terlepas dari kelopaknya karena membusuk. Bercak Daun (Cercospora capsici Heald et Wolf) Penyebab penyakit bercak daun adalah cendawan Cercospora capsici. Serangan yang berat (parah) dapat menyebabkan daun menguning dan gugur. Virus Penyakit virus pada tanaman cabai di pulau Jawa dan Lampung ditemukan adanya Cucumber Mosaic Virus (CMV). Pengandalian dapat dilakukan dengan cara : 1. baik sistem segi empat atau segi tiga zig-zag. Di pusat bercak nampak berwarna pucat sampai putih dengan tepinya berwarna lebih tua. Buah-buah cabai yang terserang menunjukkan gejala awal bercak-bercak kebasahan. sedangkan di musim hujan 60 x 70 cm ataupun 65 x 70 cm. Fungisida-fungisida tersebut efektif menekan Antraknosa. Difolatan 4 cc/lt. Serangan penyakit bercak Alternaria dimulai dari daun yang paling bawah. secara berselang-seling. 1. Bercak Alternaria (Alternaria solani Ell & Marf) Penyebab penyakit bercak Alternaria adalah cendawan. Tanaman cabai yang terserang virus seringkali mampu bertahan hidup. Dithane M-45 dan Score.

Sedangkan di dataran tinggi (pegunungan). diikuti pemupukan berimbang. Sebaliknya. buah cabai paprika yang dipanen terlalu matang atau warnanya sudah merah. Hasil panen dimasukkan ke dalam wadah.semprotan insektisida yang efektif. PANEN CABAI HIBRIDA Panen cabai hibrida sangat dipengaruhi oleh faktor jenis atau varietasnya. dan juga dipisahkan antara buah sehat dengan buah sakit atau rusak (busuk). pengaruh naungan plastik bening dapat meningkatkan hasil (bobot) buah total. Khusus cabai paprika minimal dapat menghasilkan 5-10 ton/hektar. Meskipun tidak menjadi busuk basah. dapat menghasilkan produksi antara 20-40 ton/ha. sehingga bila mengenai permukaan buah akan menyebabkan terbakarnya kulit dan bagian dalam buah. masih kehitaman. Buah cabai paprika yang dipanen terlalu muda bobotnya akan menurun secara drastis dan kurang tahan angkut (cepat rusak). Penyakit Fisiologis Merupakan keadaan suatu tanaman menderita sakit atau kelainan. panen perdana dapat dimulai pada umur 90-100 hari setelah tanam. Selanjutnya pemetikan buah dilakukan selang 6-10 hari sekali. Di samping itu. Panen berikutnya dilakukan selang 2-3 hari sekali. * Pengkelasan (klasifikasi) * Khusus untuk diekspor . Khusus untuk sasaran ekspor. Tanaman cabai yang menunjukkan gejala sakit dan mencurigakan terserang virus dicabut dan dimusnahkan. buahbuah cabai dipilih berdasarkan warna merah. sedangkan di dataran tinggi antara 4-6 hari sekali. kemudian dikumpulkan di tempat penampungan. tetapi penyebabnya bukan oleh mikroorganisme. juga dapat mengurangi tingginya temperatur tanah dan defisit air. Melakukan pergiliran (rotasi) tanaman dengan tanaman yang bukan famili Solanaceae. Di dataran rendah. Biasanya kekurangan Ca pada stadium buah rusak akan diikuti tumbuhnya cendawan. kemudian menjadi lekukan bacah coklat kehitam-hitaman. dan pengairan kebun secara merata. fungsi naungan plastik bening selain dapat mengurangi (mereduksi) intensitas cahaya matahari. Bila tanaman cabai atau paprika sedang produktif berbuah tetapi baru diketahui kekurangan Ca. 1. Di dataran rendah. PASCA PANEN CABAI HIBRIDA Cabai Segar * Pemilihan buah (seleksi dan sortasi) * Di tempat penampungan. sehingga dapat meningkatkan kelembaban relatif tanah di sekitar pertanaman paprika. Menurut penelitian. Usaha pencegahan kekurangan Ca dapat dilakukan dengan cara pengapuran sewaktu mengolah tanah. Pada cabai paprika. Tanaman cabai yang kekurangan unsur Ca akan menunjukkan gejala pada buahnya terdapat bercak hijau-gelap. Gejala yang nampak di bagian luar adalah warna kulit buah berubah menjadi keputih-putihan hingga kecoklatan dan mengkerut. dan lingkungan tempat tanam. maka dapat disemprot dengan pupuk daun yang banyak mengandung unsur Ca. Beberapa contoh penyakit fisiologis pada tanaman cabai yang paling sering ditemukan adalah kekurangan unsur hara Kalsium (Ca). 1. umumnya cabai mulai dipanen pada umur 75-80 hari setelah tanam. persyaratan layak panen adalah bila buahnya telah mencapai ukuran maksimal. hampir matang tetapi warnanya masih hijau. Pengendalian terhadap sengatan sinar matahari adalah melindungi tanaman dengan sungkup beratapkan plastik transparan (bening).90% saat warna buah merah-kehitaman. tetapi warna buah menjadi jelek dan kualitasnya menurun (rendah). seperti Growmore Kalsium. Bentuk buah cabai menjadi pipih dan berubah warna lebih awal (sebelum waktunya). terutama pada cabai Paprika. panen cabai dipilih pada tingkat kemasakan 85% . Jaringan di tempat bercak menjadi rusak sampai ke bagian dalam buah. Kecuali beberapa varietas cabai paprika memang khusus untuk dipanen buah merah ataupun buah kuning. harga jualnya lebih mahal dibanding dengan jenis-jenis cabai lainnya. Pada pertanaman yang baik. Cara panen cabai hibrida adalah memetik buah bersama tangkainya secara hati-hati di saat cuaca terang. panen cabai untuk tujuan ekspor dapat diatur 2 hari sekali . Cabai paprika tidak tahan terhadap sinar matahari. dan terbakarnya buah cabai akibat sengatan sinar matahari. maka kualitasnya kurang disukai pasar (konsumen).

segera dibelah dan dibuang biji-bijinya. produk-nya dapat dikemas secara ringkas dan tahan lama. yaitu dipilih buah-buah cabai yang panjangnya minimal 11 cm. kemudian dicuci bersih dan tangkainya dibuang. * Bila fasilitas penyimpanan memungkinkan. Tujuan blanching adalah untuk menambah ketahanan warna buah sehingga tidak cepat berubah terjadi coklat (browning). Pengeringan dengan alat mekanis memiliki beberapa keuntungan. dan tidak terlalu matang. dan kadar air dapat seminim mungkin + 10%. bentuk buah lurus. sumber:kebunwhy . Lama perendaman + 6 menit.dilakukan pengkelasan. dan berventilasi atau dibuatkan lubang-lubang kecil. diantaranya memudahkan pengangkutan. Tempat penyimpanannya yang baik adalah ruangan kering dengan kelembaban 70%. buah-buah cabai ditata rapi dalam kardus-kardus ukuran 30 x 40 x 50 cm berisi + 20 kg. * Pembersihan * Buah-buah cabai dipilih yang sudah matang (berwarna merah). * Untuk sasaran pasar ekspor. * Penyimpanan * Penyimpanan sementara sebelum dipasarkan. bersih. ataupun dengan alat mekanis yang bersuhu 600 C sehingga dapat kering selama 12-20 jam. Cabai Kering Pemasaran cabai kering memiliki beberapa keuntungan. pewadahan cabai dapat dilakukan dalam karung plastik yang tembus udara ataupun keranjang bambu. kemudian disusul pencelupan ke dalam air dingin. * Pembelahan * Setelah buah cabai ditiriskan. sebaiknya di tempat (ruang) yang teduh dan cukup lembab. * Perendaman sesaat dalam air hangat (blanching) * Buah-buah cabai segar segera dicelupkan ke dalam air mendidih yang telah dicampur Kalium Metabisulfit 0. * Penyimpanan Cabai kering dapat dikemas dalam kantong ataupun karung plastik tertutup rapat.2%. * Pengeringan * Pengeringan cabai dapat dilakukan secara alami (sinar matahari) selama 7-10 hari. serta sirkulasi udara baik. antara lain waktunya relatif singkat. dapat dilakukan dalam ruang dingin (cold storage) yang suhunya rendah antara 2-15 derajat Celcius dan kelembabannya tinggi sekitar 90%-95% agar tetap segar selama + 20 hari. * Pewadahan (pengemasan) * Untuk sasaran pasar lokal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful