TEKNIK BUDIDAYA CABAI HIBRIDA SISTEM MULSA PLASTIK Dewasa ini bertani cabai hibrida sistem mulsa plastik

hitam perak (MPHP) banyak dipraktekkan pada cabai Hot Beauty, Hero, Long Chili, Ever-Flavor dan cabai Paprika. Dimungkinkan pula pada usahatani cabai keriting hibrida maupun cabai kecil (rawit, cengek) hibrida. Alasan utama sistem MPHP digunakan pada cabai-cabai hibrida adalah untuk mengimbangi biaya pengadaan MPHP dari peningkatan hasil cabai yang lebih tinggi daripada cabai biasa, sehingga secara ekonomis menguntungkan. Budidaya cabai hibrida dengan sistem MPHP merupakan perbaikan kultur teknik ke arah yang intensif. Pada umumnya sistem budidaya cabai di sentra-sentra produksi cabai masih menggunakan benih lokal dan populasi tanaman per hektarnya tinggi. Populasi yang sangat rapat ini dapat mengakibatkan penangkapan sinar matahari setiap tanaman berkurang dan kelembaban udara di sekitar kebun menjadi tinggi. Kelembaban yang tinggi seringkali dapat meningkatkan serangan hama dan penyakit. Perbaikan kultur teknik budidaya cabai secara intensif untuk meningkatkan produksi maupun kualitas hasil, diantaranya adalah penggunaan benih unggul dari varietas hibrida yang bermutu tinggi, penerapan MPHP, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, serta cara-cara lain yang khas seperti pemasangan turus dan perempelan tunas ataupun daun. Kegiatan pokok teknik budidaya cabai hibrida sistem MPHP meliputi : Penyiapan Lahan Dalam budidaya cabai hibrida sistem MPHP, penyiapan lahan harus didahulukan, kemudian disusul dengan penyiapan benih atau pembibitan. Maksudnya agar tanah sebagai media tanam benar-benar telah matang dan layak ditanami. Sebaliknya, bila pembibitan didahulukan, maka penyiapan lahan akan terburu-buru, sehingga tanahnya belum matang benar dan bibit sudat terlanjur tua. Bibit cabai hibrida umumnya siap dipindahtanamkan dari persemaian ke lapangan (kebun) pada umur 17 - 23 hari (berdaun 2 - 4 helai). Bila bibit terlambat dipindahtanamkan (terlanjur tua), pertumbuhan kurang optimal dan produksinya menurun (rendah).

Persyaratan lahan untuk kebun cabai hibrida sistem MPHP adalah : * Tempatnya terbuka agar mendapat sinar matahari secara penuh. * Lahan bukan bekas pertanaman yang sefamili, seperti kentang, tomat, terung taupun tembakau ; guna menghindari risiko serangan penyakit. * Lahan yang paling baik adalah berupa tanah sawah bekas tanaman padi, agar tidak perlu membajak cukup berat. * Lahan tegalan (tanah kering) dapat digunakan, asal cukup tersedia air. Syarat Iklim Pada umumnya cabai dapat ditanam di dataran rendah sampai pegunungan (dataran tinggi) + 2.000 meter dpl yang membutuhkan iklim tidak terlalu dingin dan tidak terlalu lembab. Temperatur yang baik untuk tanaman cabai adalah 240 - 270 C, dan untuk pembentukan buah pada kisaran 160 - 230 C. Setiap varietas cabai hibrida mempunyai daya penyesuaian tersendiri terhadap lingkungan tumbuh. Cabai hibrida Hot Beauty dan Hero dapat berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi + 1200 m dpl. Sedangkan cabai hibrida Long Chili lebih cocok ditanam pada ketinggian antara

1500 m dpl.5) # Netral (6. * Pupuk kandang dan kapur pertanian dicampur dengan tanah bedengan secara merata sambil dibalikkan.70 cm.5 (asam) dapat diperbaiki keadaan kimianya dengan cara pengapuran. sapi ataupun kompos) yang telah matang sebanyak 1. kambing. Cabai yang ditanam pada tanah asam pada umumnya keracunan unsur Alumunium (Al). Khusus pada tanah yang banyak mengandung air (mudah becek). Pada tanah-tanah yang becek seringkali menyebabkan gugur daun dan juga tanaman cabai mudah terserang penyakit layu. gugur bunga dan buah muda. domba.5. sehingga dapat menghalangi pertumbuhan tanaman secara optimum.5) # Agak basa (7. Borium. serta ukuran buah sangat kecil. Sebaliknya pada pH basa. tinggi 40 . Beberapa angka pH tanah (reaksi tanah). Cabai paprika tidak tahan terhadap intensitas cahaya matahari yang tinggi karena dapat menyebabkan buah seperti terbakar (sunburn) dan juga hasil akhir bobot buah akan sangat rendah. sedangkan untuk pembentuk-an buah memerlukan temperatur 18. Pada pH tanah basa akan menyebabkan unsur-unsur Nitrogen.8. bebas cacing (nematoda) dan penyakit tular tanah.30. Mangan. Khusus untuk tanah yang pH-nya di bawah 5. kemudian dibiarkan diangin - .14 hari.50 cm. Belerang.0 . Untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas hasil yang tinggi. Kisaran pH tanah yang ideal adalah antara 5. Meskipun cabai paprika umumnya cocok ditanam di dataran tinggi. tidak mudah becek (menggenang). tetapi dapat pula dikembangkan di dataran menengah mulai ketinggian 600 m dpl. karena pada pH di bawah 5. Kalium.9.5 atau di atas 6.8.5 . * Di sekeliling lahan kebun cabai dibuat parit keliling selebar dan sedalam 70 centimeter. ketersediaan unsur-unsur Fosfor. sebaiknya parit dibuat sedalam 60 . sedangkan panjang bedengan sebaiknya lebih dari 12 meter.6. cocok pula bagi tanaman cabai.1. Kalsium. Besi. Tembaga dan Seng ketersediaannya relatif menjadi sedikit.6. yakni dengan cara memanipulasi lingkungan. gembur.4.70 cm.120 cm.5 . cabai menghendaki tanah yang subur.5) # Agak asam (5.5 . Pada pH tanah asam.5) # Basa (8.7. * Pada tanah yang pH-nya masam.5) # Asam (4.5 .8 hanya akan menghasilkan produksi yang sedikit (rendah).5 . Pada kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Khusus untuk cabai Paprika umumnya hanya cocok ditanam di dataran tinggi. * Pada saat 70% bedengan kasar terbentuk. Besi (Fe) dan Mangan (Mn). Kisaran temperatur optimum untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman paprika antara 210 250 C.0) # Sangat asam (4. Magnesium dan Molibdinum menurun dengan cepat. Tahapan pengolahan tanah dilakukan dengan tata cara sebagai berikut : * Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman atau perakaran dari pertanaman sebelumnya.0). Syarat Tanah Hampir semua jenis tanah yang cocok untuk budidaya tanaman pertanian. lebar parit 60 . kemudian dikeringkan selama 7 .0 .5 . * Tanah dibajak atau dicangkul sedalam 30 . bedengan dipupuk dengan pupuk kandang (kotoran ayam.5 kg/tanaman.125 gram/tanaman.0) # Sangat basa (9. tanaman paprika akan mengalami gugur tunas. bersamaan dengan pemberian pupuk kandang dilakukan pengapuran sebanyak 100 . * Tanah yang sudah agak kering segera dibentuk bedengan-bedengan selebar 110 .40 cm.800 . jumlah unsur bikarbonat cukup banyak untuk merintangi penyerapan ion lain. kaya akan organik. terdiri atas : # Paling masam (< 4. sehingga pH-nya naik mendekati pH normal. Alih teknologi budidaya paprika di dataran menengah antara lain menggunakan sungkup beratapkan plastik bening (transparan).

lalu ditutup dengan tanah tipis.000 . serta penyemprotan pestisida pada konsentrasi setengah dari yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit. Jadi. namun dapat pula diatur rapi di atas bedengan-bedengan selebar 110 . Tata cara penyemaian benih ke dalam polybag prinsipnya sama seperti cara di atas hanya perlu alat bantu pinset agar kecambah benih cabai tidak rusak. maka sebelumnya polybag harus diisi dengan media campuran tanah halus. Caranya adalah : tariklah kedua ujung MPHP ke masing-masing ujung bedengan arah memanjang. Sebagai pedoman untuk campuran adalah : tanah halus 2 bagian (2 ember volume 10 liter) + 1 bagian pupuk kandang matang halus (1 ember volume 10 liter) + 80 gr pupuk NPK dihaluskan (digerus) + 75 gr Furadan.5 cm. Cara ini untuk meyakinkan daya kecambah benih yang siap disemai dalam polybag. Catatan : Jika populasi cabai hibrida per hektar antara 18. yakni pada saat terik matahari antara pukul 14. Misalnya panjang bedengan 12 meter.2. Penyiapan Benih dan Pembibitan Bersamaan dengan terbentuknya bedengan kasar. ditambah pupuk NPK dihaluskan serta Furadan atau Curater.000 tanaman pada jarak tanam 60 x 70 cm. Setelah benih keluar bakal akar sepanjang 2-3 mm.00 . Pemasangan MPHP sebaiknya memperhatikan cuaca.30 menit untuk mempercepat proses perkecambah-an dan mencucihamakan benih tersebut. Pemasangan MPHP Sebelum MPHP dipasang untuk menutupi permukaan bedengan. jarak tanam 60 x 70 cm akan berisi 40 tanaman.8 . Jenis dan dosis pupuk yang biasa digunakan untuk cabai hibrida adalah sebagai berikut : Untuk praktisnya dapat menghitung pupuk per bedengan.600 selama 15 . Untuk lahan (kebun) seluas 1 hektar diperlukan benih + 180 gr atau 18 bungkus kemasan masing-masing berisi 10 gram. Setelah semaian cabai tersebut diatur rapi.5 gr/liter air saat tanaman muda berumur 10 . Bila benih cabai akan disemai langsung dalam polybag. dan kapur pertanian 1. dapat segera disemaikan ke dalam polybag.15 hari. pupuk yang diperlukan sejumlah + 4 kg. Bahan media semai tersebut dicampur merata.anginkan selama kurang lebih 2 minggu. Sebelum dikecambahkan. Berikutnya semua polybag yang telah diisi benih cabai disimpan di bedengan secara teratur dan segera ditutup dengan karung goni basah selama + 3 hari agar cepat berkecambah. Kemudian dikuatkan dengan pasak bilah bambu berbentuk "U" yang ditancapkan di setiap sisi bedengan. dan penyemprotan pupuk daun pada dosis rendah 0.1. benih cabai sebaiknya direndam dulu dalam air dingin ataupun air hangat 550 . Kemudian bedengan diratakan kembali sambil dirapihkan. Pemasangan MPHP minimal dilakukan oleh 2 orang.20.0 .5 Kcl.00 agar plastik tersebut memanjang (memuai) dan menutup tanah serapat mungkin. dengan catatan tiap 100 kg pupuk campuran tadi ditambahkan 1 kg Borate dan 1. dilakukan penyiapan benih dan pembibitan di pesemaian. lalu dimasukkan ke dalam polybag hingga 90% penuh.0 ton. maka harus segera dilindungi dengan sungkup dari bilah bambu beratapkan plastik bening (transparan) ataupun jaring net kassa. disemaikan satu per satu sedalam 1.16. maka sehabis direndam harus segera dimasukkan ke dalam lipatan kain basah (lembab) selama + 3 hari. Penyimpanan polybag berisi semaian cabai dapat ditata dalam rak-rak kayu atau bambu.5 kg Furadan. yang terdiri atas perbandingan 3 ZA : 1 Urea : 2 TSP : 1.120 cm. dan setelah itu disiram air secukupnya agar pupuk dapat larut ke lapisan tanah. pupuk kandang matang halus. tetapi dapat pula dikecambahkan terlebih dahulu. Bila benih dikecambahkan terlebih dahulu. terlebih dahulu dilakukan pemupukan pupuk buatan secara total sekaligus. Benih cabai hibrida yang telah direndam. Selama bibit di pesemaian.30 ton. kegiatan rutin pemeliharaan adalah penyiraman 1-2 kali/hari atau tergantung cuaca. Campuran pupuk buatan ini disebar merata sambil diaduk dan dibalikkan dengan tanah bedengan. maka diperlukan pupuk kandang 18 . Benih dapat disemai langsung satu dalam bumbung (koker) yang terbuat dari daun pisang ataupun polybag kecil ukuran 8 x 10 cm. Berikutnya tarik pula lembar MPHP .

kemudian putarlah sambil ditekan alakadarnya. Kegiatan pemeliharaan tanaman untuk semua jenis atau varietas cabai hibrida umumnya meliputi : Pemasangan ajir (turus) Cabai hibirida umumnya berbuah lebat. Jarak tanam untuk cabai merah hibrida adalah 60 x 70 cm atau 70 x 70 cm. maka bibit cabai akan keluar bersama akar dan medianya. segera disiram sampai tanahnya cukup basah. # Hubungkan antara kerangka sungkup yang satu dengan yang lainnya dengan bilah bambu yang dipasang memanjang.ke bagian sisi kiri kanan (lebar) bedengan hingga nampak rata menutup permukaan bedengan. # Pasang bilah bambu yang bentuknya dilengkungkan setengah lingkaran setinggi 160 . sehingga untuk menopang pertumbuhan tanaman agar kuat . Khusus untuk cabai paprika yang sifatnya peka terhadap sinar matahari yang terik diperlukan naungan beratap plastik bening (transparan).1. dan bibit cabai telah berumur 17 .0 gram/liter air selama 15 .50 cm. Sehari sebelum tanam. Bibit cabai hibrida siap langsung ditanam pada lubang tanam yang tersedia. Kemudian bersama dengan polybagnya direndam dalam larutan fungisida sistemik atau bakterisida pada dosis 0. Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman meliputi : pemasangan ajir (turus). dan kuatkan dengan tali pengikat agar tidak mudah lepas oleh terpaan angin.23 hari atau berdaun 2 . Pemasangan kerangka naungan ini bisa tunggal per bedengan. arahnya memanjang pada jarak tiap 3-4 meter. Caranya : ambil polybag berisi bibit sambil dibalikkan dan pangkal batang bibit cabai dijepit oleh jari telunjuk dan jari tengah. hingga akhirnya sungkup (kerangka) naungan siap dipasang atap plastik bening. maka akan langsung terbentuk lubang kecil. begitu dipindahtanamkan langsung tumbuh (segar) tanpa mengalami kelayuan (stagnasi). Bedengan yang telah ditutup MPHP dibiarkan dulu selama + 5 hari agar pupuk buatan larut dalam tanah dan tidak membahayakan (toksis) bibit cabai yang ditanam. Kuatkan dengan pasak bilah bambu pada setiap jarak 40 . Cara penggunaan kaleng bekas susu ini adalah : tutupkan pada calon lubang tanam yang telah ditetapkan. pada prinsipnya adalah sebagai berikut : * Pasang tiang-tiang dari bambu gelondongan setinggi 50 80 cm di bagian pinggir bedengan.200 cm dari permukaan tanah. kemudian ikat dengan tali kawat. perempelan daun bawah di bawah cabang. Selesai tanam.4 helai. Dengan cara demikian MPHP akan berlubang berupa bulatan-bulatan kecil berdiameter + 6 . Tata cara pemasangan sungkup (naungan) untuk cabai paprika (atau cabai hibrida di musim hujan). bedengan yang telah ditutup MPHP harus dibuatkan lubang tanam dulu. Cara penanaman bibit cabai adalah : mula-mula sebagian tanah pada lubang tanam diangkat kira-kira seukuran media polybag. Setelah media semainya cukup kering. Bibit cabai hibrida yang disemai dalam polybag ini. Penggunaan alat ini dengan cara menempelkan ujung bawahnya pada MPHP sesuai dengan jarak tanam yang telah ditetapkan. Cara lain adalah menggunakan pisau silet atau pisau cutter dengan cara dikeratkan langsung pada MPHP berbentuk bulatan kecil. tergantung dari kepraktisan maupun ketersediaan bahan. atau 2 bedengan bahkan tiap 4 bedengan.8 cm. Bibit cabai hibrida yang siap dipindahtanamkan segera disiram dengan air bersih secukupnya.5 . bibit cabai hibrida dikeluarkan dari polybag secara hati-hati. pemupukan tambahan (susulan). dapat juga menggunakan alat bantu bekas kaleng susu yang salah satu permukaannya telah dipotong. Pembuatan lubang tanam dapat menggunakan alat bantu khusus yang terbuat dari potongan pipa besi diisi arang. Penanaman Waktu tanam yang paling baik adalah pagi atau sore hari. kemudian bibit dimasukkan sambil diurug tanah hingga dekat pangkal batangnya cukup padat. penyiraman (pengairan). sedangkan cabai paprika 50 x 70 cm atau 60 x 70 cm. pengendalian hama dan penyakit. Selain itu. Caranya adalah dengan memasukkan ujung bilah bambu ke dalam lubang bambu gelondongan yang letaknya berpasangan. perempelan tunas dan bunga pertama. Bagian dasar polybag ditepuk-tepuk secara pelan dan hati-hati.30 menit untuk mencegah penularan hama dan penyakit. # Pasang atap plastik bening.

Interval penyemprotan pupuk daun antara 10 .80 hari biasanya sudah membentuk percabangan yang optimal.14 hari sekali. Di lahan tertentu yang tidak mungkin melakukan pengairan dengan cara dileb. Pemupukan Tambahan (susulan) Sekalipun tanaman cabai hibrida sudah dipupuk total pada saat akan memasang MPHP. Perempelan daun-daun tua ini jangan terlalu awal. namun untuk menyuburkan pertumbuhan yang prima dapat diberi pupuk tambahan (susulan). terutama daun yang terserang hama dan penyakit. Semua tunas samping dibuang agar tanaman tumbuh kuat dan kokoh. masih perlu pemberian pupuk daun yang mengandung unsur Phospor dan Kaliumnya tinggi. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerusakan akar tanaman cabai sewaktu memasang (menancapkan) ajir. Daun-daun tua yang ada di bawah cabang dapat dirempel. Kcl. Sedangkan tanaman yang sudah produktif (berbuah) tidak mutlak memerlukan air banyak. Ketika tanaman cabai mengeluarkan bunga pertama dari sela-sela percabangan pertama. terutama di musim kemarau.dan kokoh serta tidak rebah perlu dipasang ajir (turus) dari bilah bambu setinggi 125 cm. Biasanya perempelan tunas ini dilakukan 2 . Daun tua tersebut sudah tidak produktif lagi. bahkan seringkali menjadi sumber penularan hama dan penyakit. memerlukan pengairan yang intensif dan rutin. Pengairan (Penyiraman) Pada fase awal pertumbuhan atau saat tanaman cabai masih menyesuaikan diri terhadap lingkungan kebun (adaptasi). pengairan berikutnya dilakukan dengan cara dileb setiap 3 . Oleh karena itu. Tanpa perempelan tunas samping. Pemasangan ajir harus sedini mungkin. Ajir dipasang (ditancapkan) tegak tiap 3 tanaman cabai 1 ajir secara berjajar mengikuti arah panjang bedengan. Tujuan perempelan bunga perdana ini adalah untuk merangsang pertumbuhan tunas-tunas dan percabangan di atasnya yang lebih banyak dan produktif menghasilkan buah yang lebat. misalnya Multimicro dan Complesal cair. Khusus untuk cabai paprika.4 hari sekali. Setelah tanaman tumbuh kuat dan perakarannya dalam. Kesalahan perempelan daun tua. yakni pada saat tanaman belum berumur 1 bulan setelah pindah tanam. Ujung selang dimasukkan ke dalam lubang MPHP di tengah-tengah bedengan. Pengeleban ini airnya cukup sampai batas antara tanah bagian bawah dengan ujung MPHP.3 kali. sebab pertumbuhan cabang daun belum optimal. justru berakibat fatal.20 hari. Pada fase pertumbuhan bunga dan buah (generatif). airnya segera dibuang kembali melalui saluran pembuangan. perlu dilakukan perempelan (pembuangan) tunas samping. Untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah. Kemira merah ataupun Growmore Kalsium. pemasangan ajir setiap tanaman 1 ajir. (1 : 1 : 1 : 1) sebanyak + 4 sendok . Saat terbentuk cabang. dapat menggunakan teknik kocoran melalui selang yang dialirkan di antara 4 tanaman. Tetapi yang terpenting adalah menjaga agar tanah tidak kekeringan. TSP. yakni menyebabkan tanaman cabai tumbuh merana dan produksinya menurun. Perempelan Cabai hibrida umumnya bertunas banyak yang tumbuh dari ketiakketiak daun. Kelak tanaman cabai hibrida yang sudah berumur 75 . Urea. Tunas ini tidak produktif dan akan mengganggu pertumbuhan secara optimal. lebar + 4 cm dan tebalnya + 2 cm. Perempelan tunas samping dilakukan pada tanaman cabai hibrida yang berumur antara 7 . pertumbuhan tanaman cabai akan lambat. Tanah yang becek atau menggenang akan memudahkan tanaman terserang penyakit layu. Tanaman cabai hibrida di bawah 40 hari. maka perempelan tunas dihentikan. tanaman cabai yang berumur 50 hari dapat dipupuk susulan berupa NPK atau campuran ZA. misalnya Complesal merah. maka penyiraman perlu dilakukan secara rutin tiap hari. dengan dosis atau konsentrasi yang tertera pada labelnya (kemasan) pupuk daun tersebut. Jenis pupuk yang digunakan pada fase pertumbuhan vegetatif aktif (daun dan tunas) adalah pupuk daun yang kandungan Nitrogennya tinggi. maka bunga ini pun harus dirempel. Antara ajir dengan ajir lainnya dihubungkan dengan bilah bambu memanjang (gelagar) tepat pada ketinggian 80 cm dari permukaan tanah. Setelah tanah bedengan basah.

karena fungsi MPHP mempercepat proses pembentukan gas zat fumigan tanpa harus membeli plastik khusus.makan. warna perak sebagai permukaan atas tempat menanam suatu tanaman budidaya. # Buah cabai yang berada di atas permukaan tanah terhindar dari percikan air tanah sehingga dapat mengurangi resiko berjangkitnya penyakit busuk buah. suhu dan kelembaban tanah relatif tetap (stabil).1. yaitu muka pertama berwarna hitam dan muka kedua berwarna perak. # Kesuburan tanah karena pemupukan dapat merata. Keuntungan bertani sistem MPHP antara lain : 1.30%. Cara pengocoran dapat dilakukandengan alat bantu corong atau selang sepanjang 0. tomat. serta secara tidak langsung menekan serangan penyakit virus. Pengocoran pupuk larutan ini dapat dilakukan setiap dua minggu sekali. Kehilangan hasil produksi cabai karena serangan penyakit busuk buah (Colletotrichum spp). terutama bila kondisi pertumbuhan tanaman cabai kurang memuaskan atau karena terserang hama dan penyakit.0 m dimasukkan ke dalam lubang MPHP dekat pangkal batang tanaman cabai. Salah satu faktor penghambat peningkat-an produksi cabai adalah adanya serangan hama dan penyakit yang fatal. Pupuk ZA selain mengandung unsur Nitrogen. # Mencegah tercucinya pupuk oleh air hujan. Kemudian pupuk dimasukkan melalui lubang tersebut sambil diaduk-aduk dengan tanah dan langsung disiram air bersih agar cepat larut dan meresap ke dalam tanah. Pemberian pupuk dapat dilakukan sekaligus total sebelum tanam. yaitu ZA san Urea. # Secara ekonomis penggunaan MPHP dapat mengurangi pekerjaan penyiangan dan penggemburan tanah. Pemupukan Nitrogen pada cabai hibrida dianjurkan 2 macam sumber N. terutama pada hibrida Hot Beauty dan Hero. bercak daun (Cercospora sp) dan cendawan tepung (Oidium sp.500 cc atau tergantung kebutuhan. trips dan tungau. sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya relatif seragam (homogen). sehingga biaya pengadaan MPHP dapat dialokasikan dari biaya pemeliharaan tanaman tersebut. Strategi pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabai diajurkan penerapan pengendalian secara terpadu. # Warna hitam dari mulsa menimbul-kan kesan gelap sehingga dapat menekan rumput-rumput liar atau gulma. Warna hitam untuk menutup permukaan tanah. # Pada musim kering (kemarau). # Praktis untuk melakukan sterilisasi tanah dengan menggunakan gas fumigan seperti Basamid-G. KCl. sehingga dapat mengurangi hama aphis. (1 : 1 : 1 : 1) sebanyak 2 sendok per tanaman yang diberikan di antara 2 tanaman cabai bagian kiri dan kanan. Adaptasi atau pengembangan teknologi sistem Mulsa Plastik dirintis oleh Jepang dan Taiwan yang memperkenalkan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP). Pada kondisi pertumbuhan tanaman cabai cukup bagus. sehingga dapat dipanen beberapa kali (12 .5 . Urea. Varietas cabai hibrida umumnya bisa berbuah cukup lama. Pemupukan susulan berikutnya masih diperlukan. # Menjaga tanah tetap gembur. Komponen Pengendalian . Pemberiannya adalah dengan cara dikocorkan pada setiap tanaman sebanyak 300 . # Warna perak dari mulsa dapat memantulkan sinar matahari . Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah NPK sebanyak 4-5 kg yang dilarutkan dalam 200 liter air (1 drum). TSP. dan penguapan unsur hara oleh sinar matahari.14 kali). Jenis dan dosis pupuknya adalah berupa NPK atau campuran ZA. pemberian pupuk susulan ini cukup sebulan sekali. Cara pemberiannya adalah dengan melubangi MPHP diantara 4 tanaman. MPHP dapat menekan penguapan air dari dalam tanah. strawberri dan kubis bunga. juga kaya akan unsur Belerang (S) yang diperlukan untuk pertumbuhan cabai hibrida secara optimal. Mulsa Plastik Hitam (MPH) sudah membudaya pada tanaman mentimun. Mulsa plastik yang dianggap baik di daerah subtropis adalah yang berwarna hitam dengan ketebalan 50 mikron. MPHP ini memiliki dua muka dan dua warna.) berkisar antara 5% . sehingga tidak terlalu sering untuk melakukan penyiraman (pengairan). Setiap kali selesai panen perlu dipupuk susulan untuk mempertahankan produktivitas buah.

serta melakukan rotasi tanaman. dan tiap malam bekerja efektif sebagai perangkap ngengat jantan. tidak hanya menjadi . tidak berdampak negatif terhadap lingkungan. yaitu mengumpulkan telur dan ulat-ulatnya dan langsung dibunuh. # Kimiawi. dapat menekan penggunaan insektisida. Hama ulat grayak merusak di musim kemarau dengan cara memakan daun mulai dari bagian tepi hingga bagian atas maupun bawah daun cabai. Mekanis. pucuk. Ulat ini memangsa segala jenis tanaman (polifag). # Hayati (biologis) kimiawi. Stadium yang membahayakan dari hama Spodoptera litura adalah larva (ulat). Daur hidup hama ini berkisar antara 7 . Hama ini menyerang tanaman cabai dengan cara mengisap cairan daun.10 hari. Serangan berat menyebabkan daun-daun melengkung. # Kultur teknis. yaitu disemprot insektisida seperti Hostathion 40 EC 2 cc/lt atau Orthene 75 SP 1 gr/lt. yaitu menjaga kebersihan kebun dari gulma dan sisa-sisa tanaman yang menjadi tempat persembunyian hama. Cara pemasangan Ugratas merah ini adalah dimasukkan ke dalan botol bekas aqua volume 500 cc yang diberi lubang kecil untuk tempat masuknya kupu-kupu jantan. Serangan ulat grayak terjadi di malam hari. dan cara kimiawi. fisik dan mekanik. Menyerang bersamasama dalam jumlah yang sangat besar. belang-belang kekuningan (klorosis) dan akhirnya rontok sehingga produksi cabai menurun. hayati (biologi). Kehadiran kutu daun di kebun cabai. keriting. Telur akan menetas menjadi ulat (larva). Kutu daun berkembang biak dengan 2 cara. yaitu disemprot dengan insektisida berbahan aktif Bacilus thuringiensis seperti Dipel. termasuk menyerang tanaman cabai. Florbac. Kutu Daun (Myzus persicae Sulz. HAMA CABAI Ulat Grayak (Spodoptera litura) Serangga dewasa dari hama ini adalah kupu-kupu.) Kutu daun atau sering disebut Aphid tersebar di seluruh dunia. Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan dengan cara : 1. Daur hidup dari telur menjadi kupu-kupu berkisar antara 30 . yaitu perangkap ngengat (kupu-kupu) jantan. berwarna agak gelap dengan garis agak putih pada sayap depan. tidak menimbulkan kekebalan hama. Sex pheromone dari Taiwan yang di Indonesia diberi nama "Ugratas" atau Ulat Grayak Berantas Tuntas berwarna "merah" sangat efektif untuk dijadikan perangkap kupu-kupu dewasa dari ulat grayak (S. sehingga menghambat proses fotosintesis dan akibatnya produksi buah cabai menurun. mula-mula hidup ber-kelompok dan kemudian menyebar.61 hari. litura). Sex pheromone merupakan aroma yang dikeluarkan serangga betina dewasa yang dapat menimbulkan rangsangan sexual (birahi) pada serangga jantan dewasa untuk menghampiri dan melakukan perkawinan sehingga membuahkan keturunan. yaitu dengan perkawinan biasa dan tanpa perkawinan atau telur-telurnya dapat berkembang menjadi anak tanpa pembuahan (partenogenesis). Jumlah telur tiap betina antara 25-500 butir. Larva akan menjadi pupa (kepompong) yang dibentuk di bawah permukaan tanah. varietas yang tahan (resisten).Hama dan Penyakit secara Terpadu (PHPT) ini mencakup pengen-dalian kultur teknik. Untuk 1 hektar kebun cabai cukup dipasang 5-10 buah Ugratas merah. peraturan-peraturan. Serangan hama ini menyebabkan daun-daun berlubang secara tidak beraturan. Bactospeine. # Sex pheromone. tangkai bunga ataupun bagian tanaman lainnya. Pada siang hari bersembunyi di tempat yang teduh atau di permukaan daun bagian bawah. dan dapat memperlambat perkem-bangan hama tersebut. Keuntungan penggunaan Ugratas ini antara lain : aman bagi manusia dan ternak. termasuk tanaman cabai. dengan cara digantungkan sedikit lebih tinggi di atas tanaman cabai. Daya tahan (efektivitas) Ugratas ini + 3 minggu. dan Thuricide. Meletakkan telur secara berkelompok di atas daun atau tanaman dan ditutp dengan bulu-bulu. Hama ini memakan segala jenis tanaman (polifag). lebih dari 100 jenis tanaman inang. karena kupu-kupu maupun larvanya aktif di malam hari. Ciri khas dari larva (ulat) grayak ini adalah terdapat bintik-bintik segitiga berwarna hitam dan bergaris-garis kekuningan pada sisinya.

Daur hidup hama ini lamanya sekitar 4 minggu. Thrips (Thrips sp. Buah-buah yang diserang akan menjadi bercak-bercak bulat. 1.1-0. kentang. Smith) Bakteri layu mempunyai banyak tanaman inang. nematoda dan alat-alat pertanian. yaitu dengan pergiliran tanaman atau tidak menanam cabai secara bertahap dengan selisih waktu cukup lama karena tanaman muda akan terserang parah.04%). Akibatnya semua bagian buah cabai rusak.0 cc/lt. dan meletakkan telurnya di dalam buah cabai.04%. bentuk mirip laba-laba. Serangan yang berat. Serangga Thrips sangat kecil. berwarna coklat-tua. tabaci yang hidupnya bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag). 1. Kultur teknis.5 cm. Kimiawi. Pengendalian tungau dapat dilakukan dengan cara disemprot insektisida akarisasi seperti Omite EC (0. Hostathion 20 EC (0.1%. yaitu dengan disemprot insektisida Deltamethrin 25 EC 0. Triazophos 40 EC 0. Kultur teknik.hama tetapi juga berfungsi sebagai penular (penyebar) berbagai penyakit virus. Kultur teknik. yaitu dengan pergiliran tanaman yang bukan tanaman inang lalat buah.2%). Tungau menyerang tanaman cabai dengan cara mengisap cairan sel daun atau pucuk tanaman. kutu daun mengeluarkan cairan manis (madu) yang dapat menutupi permukaan daun. Kimiawi.0 cc/lt. 1. diantaranya adalah tomat.5 EC 0. Serangan yang berat dapat mengakibatkan matinya daun (kering). Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan dengan cara : 1.5 EC (0.1% atau Orthene 75 SP 0. kemudian merusak buah cabai. dan berguguran (rontok). residu tanaman. Decis 2. panjang + 1 mm. Kimiawi. Cairan manis ini akan ditumbuhi cendawan jelaga berwarna hitam sehingga menghambat proses fotosintesis.) Spesies Thrips yang sering ditemukan adalah T.5-2. Lannate ataupun Tamaron. Hama Thrips menyerang hebat pada musim kemarau dengan memperlihatkan gejala serangan strip-strip pada daun dan berwarna keperakan. Thrips ini kadang-kadang berperan sebagai penular (vektor) penyakit virus. busuk.2 cc/liter.0. yaitu menanam tanaman perangkap (trap crop) di sekeliling kebun cabai.1 . dan aktif di siang hari. PENYAKIT CABAI Layu Bakteri (Pseudomonas solana-cearum E. Lalat Buah (Dacus ferrugineus) Serangga dewasa panjangnya + 0.1-0. tetapi bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag). 1. Telur tersebut akan menetas. akan menyebabkan cabai tumbuh tidak normal dan daun-daunnya keriting. bahan tanaman yang sakit. Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan dengan cara : 1. yaitu dengan pemasangan perangkap beracun "metil eugenol" atau protein hydrolisat yang efektif terhadap serangga jantan maupun betina. Akibat serangannya dapat menimbulkan bintikbintik kuning atau keputihan. kacang tanah dan cabai. Endosulfan 25 EC 0. Bakteri layu biasanya menghebat pada tanaman .2%). terutama di musim kemarau. Siklus hidup tungau berkisar selama 14-15 hari.2%) atau Mitac 200 EC (0. Tungau (Tarsonemus translucens) Tungau berukuran sangat kecil. berkembang biak tanpa pembuahan sel telur (partenogenesis) dan siklus hidupnya berlangsung selama 7 . yaitu dengan mengumpul-kan buah cabai yang terserang. kemudian dimusnahkan. dan pembentukan stadium pupa terjadi di atas permukaan tanah. Di samping itu. Mekanis. kemudian membusuk dan berlubang kecil. irigasi (air).12 hari.F. misalnya jagung. serangga. Hostathion 40EC 0.5-2.2%) maupun Mesurol 50 WP (0. Serangan kutu daun menghebat pada musim kemarau. bibit. atau juga Decis 2. Penyebaran penyakit layu bakteri dapat melalui benih. yaitu dengan semprotan insektisida yang efektif dan selektif seperti Deltamethrin 25 EC pada konsentrasi 0. Dapat pula disemprot langsung dengan insektisida seperti Buldok. Buah cabai yang terserang akan dihuni larva yang pandai meloncat-loncat. Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan dengan cara : 1.7 cc/lt. Serangga dewasa panjangnya + 1 mm.

maka setelah beberapa menit digoyang-goyangkan akan keluar cairan berwarna coklat susu atau berkas pembuluh batangnya berwarna coklat berlendir (slime bakteri). Gejala yang dapat diamati secara visual pada tanaman cabai adalah kelayuan tanaman mulai dari bagian pucuk. capsici lebih sering menyebabkan buah cabai membusuk. serta tepi bintik berwarna kuning.5-1. 1. Gejala serangan yang dapat diamati adalah terjadinya pemucatan warna tulang-tulang daun di sebelah atas. Perbaikan drainase tanah di sekitar kebun agar tidak becek atau menggenang. dengan cara pembuatan bedengan yang tinggi. kemudian direndam dalam gelas berisi air bening. 1. yaitu : 1. Gejala serangan penyakit ini ditandai dengan terbentuknya bintik-bintik kecil kehitaman dan berlekuk. sehingga akibat lebih lanjut seluruh tanaman layu dan mati. Untuk membuktikan penyebab layu tersebut dapat dilakukan dengan cara memotong pangkal batang tanaman yang sakit. 1. 1. Previcur N dan Topsin di sekitar batang tanaman cabai yang diduga sumber atau terkena cendawan. Pengaturan pembuangan air (drainase). Bakteri layu menyerang sistem perakaran tanaman cabai. Pengapuran tanah sebelum tanam dengan Dolomit atau Captan (Calcit) sesuai dengan angka pH tanah agar mendekati netral. Penyakit ini menjadi masalah utama di musim hujan. Perlakuan benih atau bibit sebelum tanam dengan cara direndam dalam bakterisida Agrimycin atau Agrept 0. Biasanya penyakit ini muncul pada tanah-tanah yang ber pH rendah (masam). Bisby). Pengelolaan (manajemen) lahan. Perlakuan benih atau bibit dengan cara direndam dalam larutan fungisida sistemik. Cendawan G. et. Pengendalian penyakit layu Fusarium dapat dilakukan dengan berbagai cara. 1. Serangan yang berat . misalnya Benlate ataupun Derosal 0. Bila dari pangkal batang keluar cairan putih dan terlihat suatu cincin berwarna coklat dari berkas pembuluhnya. dan akhirnya menyebabkan kematian tanaman dalam beberapa hari kemudian. Bercak Daun dan Buah (Collectro-tichum capsici (Syd). Bila pangkal batang cabai yang diserang. Pengendalian penyakit bakteri layu harus dilakukan secara terpadu. Bercak daun dan buah cabai sering disebut penyakit Antraknose atau "patek". Penyakit bakteri layu dapat menyerang tanaman cabai pada semua tingkatan umur. Pencabutan tanaman yang sakit agar tidak menjadi sumber infeksi bagi tanaman yang sehat. Pada bagian tengah bercak terdapat titik-titik hitam yang merupakan kumpulan dari konidium cendawan. yaitu : 1. piperatum umumnya menyerang buah muda dan menyebabkan mati ujung. tetapi paling peka adalah tanaman muda atau menjelang fase berbunga maupun berbuah. Gejala kelayuan tanaman seringkali sulit dibedakan dengan serangan bakteri layu (P.) Layu Fusarium disebabkan oleh organisme cendawan bersifat tular tanah. terutama pada musim hujan. Ev dan Colletotrichum capsici.cabai di dataran rendah.5 gr/lt selama 5-15 menit. Penyiraman larutan fungisida sistemik seperti Derosal. Disebabkan oleh cendawan Gloesporium piperatum Ell. hal itu menandakan adanya serangan Fusarium. 1. kemudian direndam dalam gelas berisi air bening (jernih). et. solanacearum). misalnya dengan pengapuran tanah ataupun pergiliran tanaman yang bukan famili Solanaceae Layu Fusarium (Fusarium oxysporum Sulz. Di bagian lekukan akan terus membesar dan memanjang yang bagian tengahnya berwarna gelap. Penggunaan bakterisida Agrimycin atau Agrept dengan cara disemprotkan atau dikocor di sekitar batang tanaman cabai tersebut yang diperkirakan terserang bakteri P. Anvil. kemudian diikuti dengan merunduknya tangkai-tangkai daun. Butl. kemudian meluas menjadi busuk-lunak. Daun menguning dan akhirnya mengering serta rontok. solanacearum. 1. Gejala kelayuan tanaman cabai terjadi mendadak. Cendawan C. dipotong atau dibelah. Biarkan rendaman batang tadi sekitar 5-15 menit. Pencabutan tanaman yang sakit agar tidak menular ke tanaman yang sehat. Gejala awal serangan ditandai dengan terbentuknya bercak coklat-kehitaman pada buah. kemudian menjalar ke seluruh bagian tanaman. kemudian digoyang-goyangkan secara hati-hati. 1.0 gr/lt air selama 10-15 menit.

5 cm. Tobacco Rattle Virus (TRV). Dithane M-45.menyebabkan buah cabai mengkerut dan mengering menyerupai "mummi" dengan warna buah seperti jerami. kemudian meluas ke arah sumbu panjang. baik sistem segi empat atau segi tiga zig-zag. Busuk Daun dan Buah (Phytophthora spp) Penyakit busuk daun dapat pula menyebabkan busuk buah cabai.5/lt. Gejala serangan nampak pada daun yaitu bercak-bercak kecil di bagian tepinya. Serangan yang berat (parah) dapat menyebabkan daun menguning dan gugur. Difolatan 4 cc/lt. dan akhirnya buah akan terlepas dari kelopaknya karena membusuk. Bercak Alternaria (Alternaria solani Ell & Marf) Penyebab penyakit bercak Alternaria adalah cendawan. Pemberantasan serangga vektor (penular) seperti Aphids dan Thrips dengan . Pembersihan (sanitasi) lingkungan yaitu dengan cara menyiang gulma atau sisa-sisa tanaman yang ada di sekitar kebun agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. ataupun langsung berguguran tanpa didahului menguningnya daun. dan mosaik yang diduga oleh TMV. secara berselang-seling. tetapi tidak menghasilkan buah. Pengendalian penyakit bercak Alternaria antara lain dengan cara menjaga kebersihan kebun. keriting. Pada musim kemarau dapat menggunakan jarak tanam 50 x 70 cm. Batang tanaman cabai juga dapat diserang oleh penyakit ini. misalnya Benlate pada dosis 0. Tobacco Mosaic Virus (TMV). terung. 1. Berikutnya bercak akan meluas dengan garis tengah + 0. Tanaman cabai yang terserang virus seringkali mampu bertahan hidup. Topsin. Bercak Daun (Cercospora capsici Heald et Wolf) Penyebab penyakit bercak daun adalah cendawan Cercospora capsici. Buah cabai yang sudah terserang penyakit dikumpulkan. dan disemprot fungisida seperti Sandovan MZ. Pengaturan jarak tanam yang sesuai sehingga kondisi kebum tidak terlalu lembab. 1. 1. Gejala penyakit virus yang umum ditemukan adalah daun mengecil. Velimek. Antracol dan Delsen. Dithane M-45 dan Score. Perlakuan benih. Pengen-dalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan kebun. yakni pergiliran tanaman yang bukan famili Solanaceae (tomat. sedangkan di musim hujan 60 x 70 cm ataupun 65 x 70 cm. yaitu di musim hujan idealnya 70 x 70 cm. 1. Pengandalian dapat dilakukan dengan cara : 1. mengumpulkan buah cabai yang busuk untuk dimusnahkan. dan juga Tomato Ringspot Virus (TRSV). kentang. Bercakbercak ini akan membesar dan bergabung menjadi satu. Di pusat bercak nampak berwarna pucat sampai putih dengan tepinya berwarna lebih tua. yaitu direndam dalam larutan fungisida berbahan aktif Benomyl atau Thiram. 1. CMV dan TEV. Fungisida-fungisida tersebut efektif menekan Antraknosa. Phycozan. dan disemprot fungisida seperti Topsin. Virus Penyakit virus pada tanaman cabai di pulau Jawa dan Lampung ditemukan adanya Cucumber Mosaic Virus (CMV). Buah-buah cabai yang terserang menunjukkan gejala awal bercak-bercak kebasahan. Potato Virus Y (PVY). Tujuan rotasi tanaman ini adalah untuk memotong siklus hidup cendawan penyebab penyakit Antraknosa. Gejala serangan penyakit ditandai dengan bercak-bercak bulat kecil kebasah-basahan. Kocide atau Polyram secara berselang-seling. kemudian dimusnahkan (dibakar). Penyebaran virus biasanya dibantu oleh serangga penular (vektor) seperti kutu daun dan Thrips. Tobacco Etch Virus (TEV). dan disemprot fungisida seperti Cupravit. ataupun berbahan aktif Captan (Orthocide) dengan dosis 1 gr/lt. Daconil. ditandai dengan gejala perubahan warna menjadi kehitaman. Penyemprotan dengan fungisida seperti Kasumin 2 cc/lt. Pengendalian penyakit virus ini dapat dilakukan dengan cara : 1. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara pengaturan jarak tanam yang baik. Serangan penyakit bercak Alternaria dimulai dari daun yang paling bawah. tambakau). Gejala serangan penyakit ini adalah ditandai dengan timbulnya bercak-bercak coklat-tua sampai kehitaman dengan lingkaran-lingkaran konsentris. kemudian menyerang seluruh batang. dan Benlate secara berselang-seling. Lamanya perendaman benih antara 4-8 jam. dan kadang-kadang juga menyerang pada bagian batang. Rotasi tanaman.

pengaruh naungan plastik bening dapat meningkatkan hasil (bobot) buah total. buahbuah cabai dipilih berdasarkan warna merah. maka dapat disemprot dengan pupuk daun yang banyak mengandung unsur Ca. Pengendalian terhadap sengatan sinar matahari adalah melindungi tanaman dengan sungkup beratapkan plastik transparan (bening). panen cabai dipilih pada tingkat kemasakan 85% . Pada pertanaman yang baik. kemudian dikumpulkan di tempat penampungan. diikuti pemupukan berimbang. umumnya cabai mulai dipanen pada umur 75-80 hari setelah tanam. dan juga dipisahkan antara buah sehat dengan buah sakit atau rusak (busuk). Sedangkan di dataran tinggi (pegunungan). Biasanya kekurangan Ca pada stadium buah rusak akan diikuti tumbuhnya cendawan. Gejala yang nampak di bagian luar adalah warna kulit buah berubah menjadi keputih-putihan hingga kecoklatan dan mengkerut. Beberapa contoh penyakit fisiologis pada tanaman cabai yang paling sering ditemukan adalah kekurangan unsur hara Kalsium (Ca). Cara panen cabai hibrida adalah memetik buah bersama tangkainya secara hati-hati di saat cuaca terang. tetapi warna buah menjadi jelek dan kualitasnya menurun (rendah). dan lingkungan tempat tanam. Tanaman cabai yang kekurangan unsur Ca akan menunjukkan gejala pada buahnya terdapat bercak hijau-gelap. Buah cabai paprika yang dipanen terlalu muda bobotnya akan menurun secara drastis dan kurang tahan angkut (cepat rusak).90% saat warna buah merah-kehitaman.semprotan insektisida yang efektif. Hasil panen dimasukkan ke dalam wadah. Bentuk buah cabai menjadi pipih dan berubah warna lebih awal (sebelum waktunya). sedangkan di dataran tinggi antara 4-6 hari sekali. Panen berikutnya dilakukan selang 2-3 hari sekali. juga dapat mengurangi tingginya temperatur tanah dan defisit air. fungsi naungan plastik bening selain dapat mengurangi (mereduksi) intensitas cahaya matahari. terutama pada cabai Paprika. buah cabai paprika yang dipanen terlalu matang atau warnanya sudah merah. Kecuali beberapa varietas cabai paprika memang khusus untuk dipanen buah merah ataupun buah kuning. Sebaliknya. Meskipun tidak menjadi busuk basah. sehingga dapat meningkatkan kelembaban relatif tanah di sekitar pertanaman paprika. Jaringan di tempat bercak menjadi rusak sampai ke bagian dalam buah. Di dataran rendah. kemudian menjadi lekukan bacah coklat kehitam-hitaman. Cabai paprika tidak tahan terhadap sinar matahari. Usaha pencegahan kekurangan Ca dapat dilakukan dengan cara pengapuran sewaktu mengolah tanah. Selanjutnya pemetikan buah dilakukan selang 6-10 hari sekali. sehingga bila mengenai permukaan buah akan menyebabkan terbakarnya kulit dan bagian dalam buah. PASCA PANEN CABAI HIBRIDA Cabai Segar * Pemilihan buah (seleksi dan sortasi) * Di tempat penampungan. Tanaman cabai yang menunjukkan gejala sakit dan mencurigakan terserang virus dicabut dan dimusnahkan. maka kualitasnya kurang disukai pasar (konsumen). tetapi penyebabnya bukan oleh mikroorganisme. harga jualnya lebih mahal dibanding dengan jenis-jenis cabai lainnya. dan pengairan kebun secara merata. panen cabai untuk tujuan ekspor dapat diatur 2 hari sekali . Khusus untuk sasaran ekspor. dan terbakarnya buah cabai akibat sengatan sinar matahari. Pada cabai paprika. Melakukan pergiliran (rotasi) tanaman dengan tanaman yang bukan famili Solanaceae. Khusus cabai paprika minimal dapat menghasilkan 5-10 ton/hektar. 1. Di dataran rendah. dapat menghasilkan produksi antara 20-40 ton/ha. PANEN CABAI HIBRIDA Panen cabai hibrida sangat dipengaruhi oleh faktor jenis atau varietasnya. 1. Di samping itu. * Pengkelasan (klasifikasi) * Khusus untuk diekspor . masih kehitaman. Menurut penelitian. Penyakit Fisiologis Merupakan keadaan suatu tanaman menderita sakit atau kelainan. persyaratan layak panen adalah bila buahnya telah mencapai ukuran maksimal. panen perdana dapat dimulai pada umur 90-100 hari setelah tanam. seperti Growmore Kalsium. Bila tanaman cabai atau paprika sedang produktif berbuah tetapi baru diketahui kekurangan Ca. hampir matang tetapi warnanya masih hijau.

kemudian disusul pencelupan ke dalam air dingin. yaitu dipilih buah-buah cabai yang panjangnya minimal 11 cm. bentuk buah lurus. ataupun dengan alat mekanis yang bersuhu 600 C sehingga dapat kering selama 12-20 jam. dan berventilasi atau dibuatkan lubang-lubang kecil. * Penyimpanan * Penyimpanan sementara sebelum dipasarkan. * Pembersihan * Buah-buah cabai dipilih yang sudah matang (berwarna merah). * Bila fasilitas penyimpanan memungkinkan. dan kadar air dapat seminim mungkin + 10%. pewadahan cabai dapat dilakukan dalam karung plastik yang tembus udara ataupun keranjang bambu. dapat dilakukan dalam ruang dingin (cold storage) yang suhunya rendah antara 2-15 derajat Celcius dan kelembabannya tinggi sekitar 90%-95% agar tetap segar selama + 20 hari. Pengeringan dengan alat mekanis memiliki beberapa keuntungan. kemudian dicuci bersih dan tangkainya dibuang. * Pengeringan * Pengeringan cabai dapat dilakukan secara alami (sinar matahari) selama 7-10 hari. buah-buah cabai ditata rapi dalam kardus-kardus ukuran 30 x 40 x 50 cm berisi + 20 kg.dilakukan pengkelasan. Tempat penyimpanannya yang baik adalah ruangan kering dengan kelembaban 70%. diantaranya memudahkan pengangkutan. produk-nya dapat dikemas secara ringkas dan tahan lama. segera dibelah dan dibuang biji-bijinya. * Pembelahan * Setelah buah cabai ditiriskan. * Perendaman sesaat dalam air hangat (blanching) * Buah-buah cabai segar segera dicelupkan ke dalam air mendidih yang telah dicampur Kalium Metabisulfit 0. dan tidak terlalu matang. bersih. Tujuan blanching adalah untuk menambah ketahanan warna buah sehingga tidak cepat berubah terjadi coklat (browning). antara lain waktunya relatif singkat. serta sirkulasi udara baik. * Pewadahan (pengemasan) * Untuk sasaran pasar lokal. * Penyimpanan Cabai kering dapat dikemas dalam kantong ataupun karung plastik tertutup rapat. * Untuk sasaran pasar ekspor. sebaiknya di tempat (ruang) yang teduh dan cukup lembab. sumber:kebunwhy . Lama perendaman + 6 menit.2%. Cabai Kering Pemasaran cabai kering memiliki beberapa keuntungan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful