Hak Milik

Pasal 20 1. Hak milik adalah hak turun - temurun , terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah, dengan mengikat ketentuan. 2. Hak milik dapat beralih dan dialihkan kepada pihak lain. Pasal 21 3. Hanya warga Negara Indonesia yang mempunyai hak milik 4. Oleh pemerintah ditetakan badan – badan hukum yang dapat mempunyai hak milik dan syarat – syarat nya. 5. Orang asing yang sesudah berlakunya Undang-undang ini memperoleh hak milik karena pewarisan –tanpa wasiat atau percampuran harta karena perkawinan, demikian pula dengan warga Negara Indonesia yang mempunyai hak milik dan setelah berlakunya undang-undang ini kehilangan kewarganegaraan nya wajib melepaskan hak itu dalam jangka waktu satu tahun sejak diperoleh hak tersebut atau hilangnya kewarganegaraan itu. Jika sesudah jangka waktu tersebut lampau hak milik itu tidak dapat dilepaskan, maka hak tersebut hapus karena hukum dan tanahnya jatuh kepada Negara, dengan ketentuan bahwa hak-hak pihak lain yang membebaninya tetap berlangsung. 6. Selama seseorang di samping kewargaan Indonesia mempunyai kewarganegaraan asing maka ia tidak dapat mempunyai tanah dengan hak milik dan baginya berlaku ketentuan dalam pasal 21 ayat 3. Pasal 22 7. Terjadinya hak milik menurut hukum adat diatur dalam peraturan Pemerintah. 8. Selain menurut cara sebagai yang dimaksud dalam ayat 1 pasal ini hak milik terjadi karena : a. Penetapan pemerintah, menurut cara dan syarat- syaratnya yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. b. Ketentuan Undang-undang

Hak milik dapat dijadikan jaminan utang dengan dibebani hak tanggungan. Karena penyerahan dengan sukarela oleh pemiliknya . Jual beli. Pendaftaran termaksud dalam ayat 1 merupakan alat pembuktian yang kuat mengenai hapusnya hak milik serta sah nya peralihan dan pembebanan hak tersebut Pasal 24 11. Pasal 26 13. UUPA adalah batal karena hukum dan tanah nya jatuh kepada Negara. Karena pencabutan hak berdasarkan pasal 18 2. demikian pula setiap peralihan. 9. hapusya dan pembebanannya dengan hak-hak lain harus didaftarkan menurut ketentuan-ketentuan yang dimaksud dalam pasal 19 UUPA 10. penukaran. bahwa hak-hak pihak lain yang membebaninya tetap berlangsung serta semua pembayaran yang telah diterima oleh pemilik tidak dapat dituntut kembali. penghibahan. Pasal 27 15. pemberian menurut adat dan perbuatan-perbuatan lain yang dimaksudkan untuk memindahkan hak milik serta pengawasan nya diatur dengan Peraturan Pemerintah 14.Pasal 23. penukaran. Hak milik hapus bila : a. kecuali ditetapkan oleh pemerintah termaksud dalam pasal 21 ayat 2. pemberian dengan wasiat. kepada seorang warganegara yang disamping kewarganegaraan indoesia mempunyai kewarganegaran asing atau kepada suatu badan hukum. Jual beli. Tanahnya jatuh kepada Negara : 1. pemberian dengan wasiat. penghibahan. Penggunaan tanah – milik oleh bukan pemilik nya dibatasi dan diatur dengan peraturan perundangan Pasal 25 12. dengan ketentuan. Hak milik. pemberian menurut adat dan perbuatan-perbuatan lain yang dimaksud untuk langsung atau tidak langsung memindahkan hak milik kepada orang asing.

perikanan atau peternakan 2. Tanah nya musnah. Karena diterlantarkan 4. Badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia . Untuk perusahaan yang memerlukan waktu yang lebih lama dapat diberikan hak guna usaha untuk waktu paling lama 35 tahun 6. dengan ketentuan jika luasnya 25 hektar atau lebih harus memakai investasi modal yang layak dak teknik perusahaan yang baik. Hak guna usaha adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh Negara. sesuai dengan perkembang zaman. dalam jangka waktu sebagaimana tersebut dalam pasal 29 UUPA.3. 3. Pasal 29 4. Hak guna-usaha Pasal 28 1. Warga Negara Indonesia b. Yang dapat mempunyai hak guna usaha ialah : a. Pasal 30 7. Hak guna-usaha dapat beralih dan di alihkan pada pihak lain. Karena ketentuan pasal 21 ayat 3 dan 26 ayat 2 UUPA b. Hak guna-usaha diberikan atas tanah yang luas nya paling sedikit 5 hektar. Hak guna-usaha diberikan untuk waktu paling lama 25 tahun 5. guna perusahaan pertanian. Atas permintaan pemegang hak dan mengingat keadaan perusahaannya yang dimaksud dalam ayat 1 dan 2 pasal ini dapat diperpanjang dalam waktu paling lama 25 tahun.

dengan ketentuan bahwa hak-hak pihak lain akan diindahkan . Dilepaskan oleh pemegang haknya sebelum jangka waktu berakhir d. 11. Dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir karena sesuatu syarat yang tidak terpenuhi c. dalam jangka waktu 1 tahun wajib melepaskan atau mengalihkan hak itu kepada pihak lain yang memenuhi syarat. kecuali dalam hal hak itu hapus karena jangka waktu berakhir. Pasal 34 13. jika ia tidak memenuhi syarat tersebut. Ketentuan pasal 30 ayat 2 UUPA Hak guna-bangunan Pasal 35 . Pasal 31 9. Hak guna usaha dapat dijadikan jaminan utang dengan dibebani hak tanggungan. termasuk syarat-syarat dan pembiayaannya. Ketentuan ini berlaku pada pihak yang memperoleh hak guna-usaha. Jika hak guna-usaha yang bersangkutan tidak dilepaskan atau dialihkan dalam jangka waktu tersebut maka hak itu hapus karena hukum. harus didaftarkan menurut ketentuan-ketentuan yang dimaksud dalam pasal 19 UUPA. Hak guna-usaha terjadi karena penetapan pemerintah. Hak guna-usaha.8. Pasal 32* 10. demikian juga setiap peralihan dan penghapusan hak tersebut . Orang atau badan hukum yang mempunyai hak guna-usaha dan tidak lagi memenuhi syaratsyarat sebagai tersebut dalam ayat 1 pasal 30 UUPA. menurut ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. Jangka waktu nya berakhir b. Dicabut untuk kepentingan umum e. Diterlantarkan f. Pasal 33** 12. Hak guna-usaha hapus karena : a. Tanahnya musnah g.Pendaftaran termaksud dalam ayat 1 pasal 32 UUPA merupakan alat pembuktian yang kuat mengenai peralihan serta hapusnya hak guna-usaha.

Hak guna-bangunan adalah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan – bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri. Pasal 37 6. Hak guna bangunan terjadi : a. 2. 3. menurut ketentuan – ketentuan yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah. Pasal 36 4. Yang dapat mempunyai hak guna-bangnan ialah : a.1. yang bermaksud menimbulkan hak tersebut. Warga Negara Indonesia b. Hak guna bangunan dapat beralih dan dialihkan pada pihak lain. Orang atau badan hukum yang mempunyai hak guna-bangunan dan tidak lagi memenuhu syarat – syarat yang tersebut dalam ayat 1 pasal 36 UUPA. mengenai tanah yang langsung dikuasai oleh Negara : karena penetapan pemerintah b. Ketentuan ini berlaku juga terhadap pihak yang memperoleh hak guna-bangunan . Atas permintaan pemegang hak dan dengan mengingat keperluan serta keadaan bangunanbangunannya. Pasal 38* . mengenai tanah millik : karena perjanjian yang berbentuk otentik antara pemilk tanah yang bersangkutan dengan pihak yang akan memperoleh hak guna-bangunan itu. jika ia tidak memenuhi syarat-syarat tersebut . dengan jangka watu paling lama 30 tahun. dalam jangka waktu 1 tahun wajib melepaskan atau mengalihkan hak itu kepada pihak lain yang memenuhi syarat. maka hak itu hapus karena hukum. jangka waktu tersebut dalam pasal 35 ayat 1 UUPA dapat diperpanjang dalam jangka waktu paling lama 20 tahun. Badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan bekedudukan di Indonesia 5. dengan ketentuan. bahwa hak-hak pihak lain akan diindahkan.

Hak pakai adalah hk untuk menggunakan dan atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh Negara atau tanah milik orang lain. Jangka waktu nya berakhir b. Hak guna-bangunan hapus karena : a. Hak guna bangunan. Hak guna-bangunan dapat dijadikan jaminan utang dengan dibebani hak tanggungan. demikian juga setiap peralihan dan hapus nya hak tersebut harus didaftar kan menurut ketentuan –ketentuan yang dimaksud dalam UUPA. 8. Dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir karena sesuatu syarat yang tidak terpenuhi c. Pasal 39** 9. termasuk dalam syrat-syarat pemberiannya .7. merupak alat pembuktian yang kuat mengenai hapusnya hak guna-bangunan serta sahnya peralihan hak tersbut. Ketentuan pasal 30 ayat 2 UUPA Hak pakai*** Pasal 41 1. Tanahnya musnah g. yang bukan perjanjian sewa-menyewa atau perjanjian . Pendaftaran termaksud dalam ayat 1 pasal 38 UUPA. Dilepaskan oleh pemegang haknya sebelum jangka waktu berakhir d. Dicabut untuk kepentingan umum e. Pasal 40 10. Diterlantarkan f. yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberian nya oleh pejabat yang berwenang memberikan nya atau dalam perjanjian dengan pemilik tanahnya. kecuali dalam hal hak itu hapus Karena jangka waktunya berakhir.

Warga Negara Indonesia b. Hak sewa bangunan Pasal 44 1. 6. jika hal iyu dimungkinkan dalam perjanjian yang bersangkutan. 2. segala sesuatu asal tidak bertentangan dengan jiwa dan ketentuan – ketentuan undang-undang. maka hak pakai hanya dapat di ahlikan kepada pihak lain dengan izin pejabat yang berwenang. Badan hukum asing yang berkedudukan di indonesia. apabila ia berhak mempergunakan tanah-milik orang lain untuk keperluan bangunan dengan membayar kepada pemilik nya sejumlah uang sewa. Badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia d. Pembayaran uang sewa dapat dapat dilakukan : . Yang dapat mempunyai hak pakai ialah : a. dengan pembayaran atau pemberian jasa berupa apapun 3. Seseorang atau badan hukum mempunyai hak sewa atas tanah. Dengan Cuma-Cuma.pengolahan tanah. disertai syarat-syarat yang mengandung unsur-unsur Pasal 43 5. Hak paai dapat diberikan : a. hak atas tanah milik hanya dapa diahlikan kepada pihak lain. Pasal 42 4. Pemberian hak pakai tidak boleh pemesaran. Sepanjang mengenai tanah yang dikuasai oleh Negara. Orang asing yang bekedudukan di Indonesia c. Selama jangka waktu yang tertentu atau selama tanah nya dipergunakan untuk keperluan tertentu. b. 2.

Pasal 45 4. Perjanjian yang dimaksud tidak boleh mengandung unsure-unsur pemerasan. 2. Badan hukum yang didirikan di Indonesia dan berkedudukan di Indonesia d. Warganegara Indonesia b. Yang dapat menjadi pemegang hak sewa ialah : a. . Sebelum dan sesudah tanah nya dipergunakan 3.a. Satu kali atau pada tiap-tiap waktu tertentu b. Orang asing yang berkedudukan di Indonesia c. Hak membuka-tanah dan memungut hasil hutan Pasal 46* 1. Badan hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia. Dengan mempergunakan hak memungut hasil hutan secara sah tidak dengan sendirinya diperoleh hak milik atas tanah itu. Hak membuka tanah dan memungut hasil hutan hanya dapat di punyai oleh warganegara Indonesia dan diatur dalam Peraturan Pemerintah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful