KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunianya sehingga dapat terselesaikan Asuhan Kebidanan ini dengan judul ³Asuhan Kebidanan Pada Ny. ³U´ GI P0000 Abooo Inpartu 39 ± 40 Mgg Tunggal, Hidup, Intrauterin Kala I Fase Laten Dengan Pre Eklamsi Berat di Puskesmas Singosari Malang sebagai salah satu persyaratan praktek klinik kebidanan dalam rangka praktek klinik kebidanan di Puskesmas Singosari. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat. 1. Yulianik S.Km selaku direktur Akademi Kebidanan Widyagama Husada Malang. 2. Drg. T. Tikio Gunawan, MM selaku kepala Puskemas Singosari Malang 3. Sri Rahayu, Amd. Keb. selaku bidan pembimbing praktek di puskesmas Singosari Malang. 4. Novita Mayasari, S.Sit selaku pembimbing praktek institusi. 5. Petugas kesehatan dan bidan yang ada di puskesmas singosari 6. Ayah dan bunda yang telah memberikan materi dan moril serta doa yang tak henti-henti. 7. Rekan-rekan yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah banyak memberikan masukan dan dukungan. Semoga asuhan kebidanan ini berguna baik bagi penulis maupun pihak yang memanfaatkan. Sebagai penutup kata pengantar ini penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan asuhan kebidanan ini.

Malang, Penulis

2006

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Preeklamsi merupakan penyulit dalam proses persalinan yang kejadiannya senantiasa tetap tinggi. Tingginya angka kejadian preeklamsi merupakan faktor utama penyebab timbulnya eklamsi yang mengancam ibu bersalin, tingginya angka kematian ibu bersalin sebagai akibat perkembangan dari preeklamsi yang tidak terkontrol memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap tingginya angka kematian. Dengan besarnya pengaruh preeklamsi terhadap tingginya tingkat kematian ibu bersalin, maka sudah selayaknya dilakukan upaya untuk mencegah dan menangani kasus-kasus preeklamsi perawatan pada ibu bersalin dengan preeklamsi merupakan usaha nyata yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya komunikasi -komunikasi sebagai akibat lanjut dari preeklamsi tersebut. Oleh sebab itu penulis tertarik mengambil kasus ini, dengan harapan dapat memberikan asuhan dan perwatan sebagai salah satu usaha untuk mengatasi masalah keadaan yang dialami oleh ibu dalam hal ini menghindari ibu dari resiko yang mungkin terjadi sehingga presalinan berjalan dengan lancar.

1.2. Tujuan 1.2.1. Tujuan Umum Mahasiswa dapat melaksanakan manajemen kebidanan apda ibu bersalin dengan preeklamsi berat secara keomprehensif 1.2.2. Tujuan Khusus Setelah menyusun asuhan kebidanan ini diharapkan mahasiswa dapat : a. Mengkaji data ibu b. Mengidentifikasi diagnosa dan masalah berdasarkan data

Latar Belakang 1. Mengidentifikasi kebutuhan segera e.3.Konsep Dasar Penulisan 2.3.3. Melakukan implementasi sesuai dengan intervensi g. Mengevaluasi asuhan yang diberikan 1.1.7.Identifikasi diagnosa dan masalah 3.Pengkajian 3.2.Kesimpulan 5.c.4.5. Mengidentifikasi diagnosa dan masalah potensial d.2. Sistematika Penulisan BAB II Tinjauan Pustaka 2.Identifikasi kebutuhan segera 3.Intervensi 3.6.1.Evaluasi BAB IV Pembahasan BAB V Penutup 5.Identifikasi diagnosa dan masalah potensial 3.Konsep Dasar PEB BAB III Tinjauan Kasus 3. Sistematika Penulisan BAB I Pendahuluan 1. Tujuan 1.1.2. Melakukan pengembangan rencana f.Implementasi 3.2.1.Saran Daftar Pustaka .

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Fase aktif Frekuensi danlamanya kontraksi uterus umumnya meningkat (3xdalam waktu 10 menit dan berlangsung selama 40 detik atau lebih) pembukaan 4 cm ± 10 cm terjadi penurunan bagian terbawah janin. 118) Proses mendorong janin dan plasenta ke luar dari uterus oleh kontraksikontraksi miometrium yang terkoordinasi.2. (Rustam Mochtar.1.99) 2. Kala-kala persalinan Kala I Merpakan stadium dilaktasi serviks mulai dari permulaan persalinan dan pembukaan lengkap. Pengertian persalinan Persalinan adalah proses untuk mendorong keluar hasil pembuahan (janin. 1999. (Helen Faren. 2001 . 63) Suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang dapat hidup ke dunia luar. Kala II . 2. (Derek dlewellyn ± Jones.1. plasenta dan ketuban) dari dalam uterus lewat vagina ke dunia luar. Pembukaan servik kurang dari 4 cm dan biasanya berlangsung di bawah hingga 8 jam.1.1. Dibagi menjadi 2 fase : 1. dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain. Fase laten Dimulai dari awal kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan servik secara bertahap. 1995. Konsep Dasar Persalinan 2.

dimulai dari dilaktasi lengkap serviks hingga kelahiran bayi. sehingga villi konugalis mengalami perubahan yang mengakibatkan kadar progesterone menurun yang menyebabkan relaksasi otot menghilang. berlangsung dari saat setelah kelahiran bayi sampai plasenta dan selaput ketuban lehir seluruhnya. Perubahan kadar hormone Perubahan kadar hormone disebabkan oleh plasenta yang mengalami penuaan.Merupakan stadium ekspansi. tetapi ada beberapa faktor yang turut berperan dan saling terkait antara lain : 1. Distensi uterus Serabut otot yang teregang sampai batas kemampuannya akan bereaksi dengan mengadakan kontraksi. Kala IV Dimulai setelah Lahirnya plasenta sampai 2 jam post partum. 2. Tekanan janin Kalau janin sudah mencapai batas pertumbuhan di dalam uterus yang akan menyebabkan : Penurunan ketegangan pada dinding uterus . Teori Penyebab mulainya persalinan Penyebab sebenarnya yang membuat persalinan di mulai masih belum diketahui. 2. 3. dan terjadinya perubahan nutrisi pada janin-janin di keluarkan.3. Produksi dan pelepasan prostaglandin miometrium Keadaan uterus yang semakin membesar menyebabkan iskemik otot uterus sirkulasi uterus plasenta terganggu Perubahan hormonal.1. Kala III Merupakan stadium pelepasan plasenta. Terjadi 1-2 mgg sebelum persalinan dimulai kadar esterogen dan prostaglandin meninggi.

- Stimulasi dinding uterus yang tegang tersebut hingga timbul kontraksi .

Passager Bagian janin yang paling penting pada proses kelahiran janin adalah kepala 2.1.1. Passage Keadaan jalan lahir seperti rongga pelvis. soft passage 6.5. Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan 1.4.4. Retraksi Pemendekan otot rahim yang menetap setelah terjadinya kontraksi 4. Tenaga sekunder atau mengedan Tenaga ini biasanya digunakan pada saat kala II untuk ekspansi janin 5. Teori instansi mekanik Di belakang serviks terdapat ganglion serviks (fleksus Franken houser). Tanda-tanda mulainya persalinan Tanda-tanda dini akan dimulainya persalinan adalah Lightening Terbenam kepala di dalam rongga panggul karena berkurangnya tempat dalam rongga uterus / pada primi mulai kehamilan 36 mgg dan pada nanti terjadi pada kandung kemih . Faktor-faktor lain antara lain : Penurunan tekanan secara mendadak ketika selaput amnion pecah Gangguan emosional yang kuat (lewat korteks hipotalamus hipofise) dapat menyebabkan pelepasan oksitosin. Kontraksi (his) Adalah gerakan memendek dan menebal otot rahim yang terjadi untuk sementara waktu 3. 5. Bila ganglion ini geser dan ditekan penurunan kepala janin maka dapat menimbulkan kontraksi uterus. 2. Power Power utama pada persalinan adalah tenaga atau kekuatan yang disebabkan oleh kontraksi dan retraksi otot rahim 2.

2. dan hipertensi. Konsep dasar PEB (Pre Eklamsi Berat) 2. (Rustam Mochtar. proteinurin 5gr/lebih. 2001 ± 403) 1. Teori genetik Riwayat preeklamsi atau eklamsi dalam keluarga atau Riwayat penyakit vaskuler sebelumnya. Teori iskemia regio uterus plasentes Terjadinya invasi sel trovoblas. hanya sebagian pada arteri spinalis di daerah gangguan fungsi plasenta karena sebagian besar arteri spinalis .2. Kontraksi uterus yang mengakibatkan perubahan apda serviks minimal 2 kali dalam 10 menit 3. bersalin dan masa nifas yang terdiri dari trias : oedema. proteinurin. keluarnya darah dan lender 2. Penipisan dan pembukaan serviks 2.2. 1998. Dimana tekanan darah 160 / 110 mmHg/lebih. oliguria (urin < 500 cc/24 jam) terdapat oedema paru dan sianosis. Adaptasi dapat terjadi dengan aman.1. 2. Pengertian preeklamsi Berat Preeklamsi berat adalah kumpulan gejala yang timbul paa ibu hamil. Penolakan total rahim karena bersifat benda asing terjadi abortus 3.- Sering buang air kecil karena tekanan kepala pada kandung kemih Kontraksi braxston hicks Tanda dan gejala impartu 1. Etiologi Penyebab belum diketahui secara pasti. Teori imunologik Janin benda asing yang relatif karena unsur benda asing yang berasal dari suami.2.199) 2. Ada beberapa teori yang menyebutkan tentang gambaran klinik dan PEB adalah : (IBG Manuaba.

2.4. 4. Klasifikasi pre eklamsi berdasarkan gejala klinik 1. tetapi dalam keadaan kontraksi sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dan untuk nutrisi dan oksigen. Pre eklamsi berat Tanda dan gejala : Tekanan diastolic 90 ± 110 mmHg (2 kali pengukuran berjarak 4 jam) pada kehamilan > 20 mmg Proteinuria sampai ++ Oedema pada wajah. Teori radikal bebas dan kerusakan endotel 5.3. 2. kerusakan trombosit meningkatkan kerusakan tromboksan. Teori trombosit Iskemik radio uteri plasenta menurunkan pembukuan pembuluh darah prostaglandin. oedema pada wajah tangan serta seluruh tubuh. terjadi vaso kontriksi pembuluh darah dan vaso vasonim yang menimbulkan tekanan darah meningkat dan makin terjadi kerusakan pembuh darah. pandangan kabur.di daerah endometrium. Bila kekurangan kalsium ibu hamil dikuras untuk memenuhi kebutuhannya sehingga terjadi pengeluaran klasium otot. Teori kerusakan endotel 6. tangan. Skrening Pre eklamsi  Riwayat : sakit kepala. oligouria (< 400 ml / 24 jam). nyeri epigastrium dan terjadi oedema paru.2. penglihatan kabur. bintik-bintik paa mata. 2. Teori diet ibu hamil Kebutuhan ibu hamil cukup tinggi untuk kalsium. pusing. pemberian kalsium 2 ± 215gr/hr dapat menurunkan terjadinya preeklamsi. 7. tungkai (penambahan BB yang mendadak) Disertai dengan gejala subyektif antara lain hipertensi. nyeri kepala yang tidak hilang dengan analgesic. .

Eklampsia 2. kematian janin 4. 2.2. 2. Solusio plasenta 3.6.5. tangan. berikan penerangan tentang manfaat istirahat dan tidur. menjaga kenaikan berat badan yang berlebih. Penatalaksanaan  Pencegahan 1. Berikan diet rendah garam dan tinggi protein. Komplikasi Pada pre eklamsi terjadi vaso kontraksi arteri yang menaikkan tekanan darah dan menurunkan pasokan darah yang efektif pada banyak organ serta jaringan tubuh termasuk plasenta. Px antenatal yang bermula dan teratur serta teliti. ketenangan dan pentingya mengatur diet rentdah garam dan lemak serta karbohidrat. wajah atau odemen.7. perbital. Px fisik : tekanan darah dibandingkan sebelum hamil. mengenai tandatanda sendini mungkin yang selanjutnya diberikan pengobatan 2. hipertensi menetap 2. . Penanganan PEB dalam Persalinan Observasi KU dan tanda evaluasi tiap jam Memperbaiki KU penderita dengan pemberian rehidrasi (infuse) yaitu D5 % dan RL Materisasi urin Penderita rawat inap istirahat mutlak.2. terutama setelah usia gestasi 24 mmg peningkatan BB dibandingkan sebelum hamil oedema pergelangan kaki. harus selalu waspada terhadapkemungkinan terjadinya pre eklam psi kalau ada faktor predisposisi 3. pekerjaan sehari-hari dikurangi.2. sehingga dapat menyebabkan komplikasi baik pada ibu dan janin antara lain : 1. reflek.

4 gr bokong kanan dan bokong 4 gr bokong kiri - Suntikan dapat diulang dengan dosis 4 gr setiap jam .- Berikan suntikan SM 8 gram.

30 wib. perutnya kenceng-kenceng sejak jam 02-00 Wib. kaki bengkak dan air ketuban sudah merembas sejak tanggal 21/11/06 jam 05.BAB III TINJAUAN KASUS 3.00 wib. ³U´ : 39 th : Islam : SD : IRT : Losari : Tn. ³H´ : 32 th : Islam : SD : Swasta : Losari : 21 ± 11 2006 : 10:00 Wib : PKM Singosari .1. Biodata Nama Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Nama Suami Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat 2. Data Subyektif 1. Riwayat kesehatan sekarang Ibu mengatakan hamil anak pertama umur kehamilan 9 bulan. Pengkajian Data Tanggal pengkajian Jam Tempat A. Keluhan Utama Ibu mengatakan perutnya kenceng-kenceng sejak jam 02. 3. kaki bengkak sejak : Ny.

Riwayat kesehatan keluarga Di dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular. Riwayat KB Ibu mengatakan sejak menikah sampai mau melahirkan ini tidak KB 9. TBC serta tidak mempunyai keturunan kembar.umur kehamilan 7 bulan. hipertensi. Riwayat perkawinan Umur pertama kali nikah Nikah Lama 8. Riwayat haid Menarche Siklus haid Lama haid Banyaknya : 14 tahun : 28 hari : 7 hari : 2-3 softek / hari Dysmenorrheal : tidak ada Fluor albus HPHT TP : tidak ada : 17 : 24 02 11 06 06 7. penyakit jantung dan ibu tidak pernah menjalani operasi. 6. penyakit jantung. 4. 5. menurun dan menahun seperti DM. Riwayat kehamilan. persalinan dan nifas yang lalu No Kehamilan UK Persalinan Nifas KB Penyulit jenis penolg sex BB H/M umur Penyulit : 35 tahun :1x : 4 tahun 1 Ha mil ini .wib. dan air ketuban merembes sejak tanggal 21/11/06 jam 05. Riwayat kesehatan yang lalu Ibu tidak pernah menderita penyakit menular menurun dan menahun seperti DM. hipertensi.

Ibu tidak mengkonsumsi jamu-jamuan Trimester II : .BAK 6-7/hari.Ibu merasa gerakan janin pada UK 16 mgg . lauk pauk dan minum teh  Eliminasi Di rumah : .Ibu mendapatkan vitamin .10. porsi cukup terdiri dari nasi. ibu mengalami mual saja sampai UK 12 mgg . warna kuning jernih . lancar. ibu mendapatkan vitamin . sayur.Ibu ANC 2x di puskesmas . Pola kebiasaan sehari-hari  Di rumah : .ibu mendapatkan TT Trimester III : .Ibu tidak pernah ANC.Ibu makan 3x sehari dan pada 4 mgg terakhir dari pemeriksaan ibu makan 5x sehari.Ibu makan 2x sehari porsi cukup terdiri dari nasi. Riwayat kehamilan sekarang Ibu mengatakan ini adalah kehamilan pertama ibu.Ibu ANC 3x di puskesmas. memeriksakan kakinya bengkak . Trimester I : .Ibu mengalami pertambahan BB 7 kg dari ANC terakhir sampai pemeriksaan ini ( 4 mgg) 11. tidak pernah mengalami keguguran.Nafsu makan ibu baik .BAB 1x/hari. warna kuning kecoklatan .Ibu mengalami hipertensi tanpa keluhan yang menyertai .Nafsu makan ibu baik. lauk pauk dan kadang buah .Minum air putih 6-8 gelas/hari. sayur. konsistensi lunak. ibu tidak minum susu dan jamu-jamuan Di PKM : .

12.ibu hanya tidur-tiduran saja karena kesakitan  Personal hygiene Di rumah : . Data psikososial.ibu melakukan pekerjaan rumah tangga seperti biasa Di PKM : .Di PKM : . B.Ibu mandi 2x/hari. 6-7 jam /hari Di PKM : . alcohol dan minum jamu-jamuan. Pemeriksaan umum KU Kesadaran : Cukup : Composmentis . budaya dan spiritual  Psikologis : Ibu mengatakan bahagia karena anaknya akna segera lahir  Sosial  Budaya  Spiritual : hubungan ibu dengan suami. ganti celana dalam tiap mandi/ terasa lembab Di PKM : .BAK 4-5x/hari.ibu kadang-kadang bangun. Data Obyektif 1. keluarga dan lingkungan sekitarnya baik : adanya slametan 3 bulanan dan 7 bulanan : Ibu menganut agama islam dan ibu mengatakan rutin menjalankan ibadah sholat 5 waktu.siang malam ½ . kadang tertidur karena perut terasa sakit  Aktivitas Di rumah : . tidak BAB sampai tujuk ke RSSA  Istirahat Di rumah : .1 jam / hari.ibu tidak amndi dan hanya cebok setelah BAK  Kebiasaan lain Ibu tidak mempunyai kebiasaan lain seperti merokok. lancar warna kuning jernih.

rambut hitam lurus Wajah : tidak oedema. tidak ada gangguan pendengaran : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan getah bening. tidak ada strie dan bekas luka operasi Genetalia : terdapat lender dan darah air ketuban merembes Ekstremitas : oedema +/+ pada kaki  Auskultasi DJJ (+) : 12-11-12 / menit . tampak cloasma gravidarum Mata : sclera tiak icterus. tiak ada perdarahan Mulut Hidung : ada gigi berlubang. tidak ada stomatitis : tidak ada secret. Pemeriksaan khusus  Inspeksi Kepala : kulit kepala bersih. tidak ada ketombe.TTV : TD Nadi RR : 160/100 mmHG : 84x/mnt : 20x/menit Suhu : TB BB 1 bl lalu BB skr : 151 cm : 52 kg : 59 kg 2. hyperpigmentasipada areola mamae. tidak pucat. putting susu menonjol Perut : membesar sesuai dengan Uk. tampak linie gravidarum. tidak ada pernafasan cuping hidung Telinga Leher : tidak ada secret. konjungtiva tidak pucat. tidak ada bendungan vena jugularis Dada Payudara : tidak ada retraksi dinding dada : tidak ada benjolan.

00 WIB kai bergerak dan kembuh sudah merembes sejak tanggal 21/11-06 jam 05.2. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan lab urine padatanggal 21/11/06 : albumin + 1 4. V GI Poooo Abooo UK 39-40 minggu tunggal. Identifikasi Diagnosa dan Masalah Dx : Ny. hidup. Perkusi Reflek patella 3.30 WIB Do : KU : cukup Kesadaran TTV : composmentis : TD 160/100 mmHg Nadi 84 x/menit RR 20 x / menit Suhu : Abdomen : Leopold I Leopold II : TFU 3 jari bawah pusat (29 cm) : Puka +/+ Leopold III : Bagian terendah kepala Leopold IV : Kepala masuk PAP Kontrasepsi : his 2 x 35´.10 . Pemeriksaan dalam VT : pembukaan 1-2 cm Efisimen 25 % Ketuban (-) Bagian terdahulu kepala Presentasi VUK kiri depan Hodge I 3. intrauterine inpartu kala I fase laten dengan PEB Ds : Ibu mengatakan hamil anak pertama usia kehamilan 9 bulan merasakan kenceng-kenceng sejak jam 02.

Auskultasi Abdomen : Djj (+) (12 11 12) : 140 x/ menit Ektremitas : pada kedua kaki oedema Pemeriksaan penunjang 1. Antisipasi Masalah Potensial Eklamsia Retat diskes IUFD 3. Pemeriksaan laboratorium urin tanggal 21 ± 11 ± 06 albumen +1 2. ³V´ GI Pooo Abooo UK 39-40 minggu tunggal hidup. Pemeriksaan dalam VT : pembukaan 1-2 cm Efisimen 25 % Ketuban (-) Bagian terdahulu kepala Presentasi VUK kiri depan Hodge I 3. Identifikasi Kebutuhan Segera Kolaborasi dengan dokter untuk rujukan 3.3.5. ibu dan bayi selamat Kriteria hasil Djj normal Tidak terjadi eklamsi Tidak terjadi komplikasi .4. Itervensi Dx : Ny. intrauterine inpartu kala I fase laten dengan PEB Tujuan : tidak terjadi eklamsi Persalinan berjalan lancar.

hidup. Implementasi Tanggal : 21-11-06 jam : 10. Anjurkan ibu tidur dalam posisi miring kiri R/ Mengurangi sindrom venakava sehingga peredasan darah dari ibu kejanin lancar sehingga oksigen pada janin oksigen pada janin terpenuhi 7.Intervensi 1. intrauterine impartu kala I fase laten dengan PEB Jam 10. Lakukan observasi Djj secara ketat tiap 15 menit R/ mendeteksi secara dini kesejahteraan janin 5. Lakukan pemasangan infuse R/ sebagai penyeimbangan cairan dan elektrolit 8.35 memberikan pada pasien dan keluarga tentang keadaannya saat ini mengalami PEB dan akan dilakukan observasi keadaan ibu secara intensif konsen dokter cdan akan dirujuk .6. Beritahu ibu dan keluarga setiap tindakan yang akan dilakukan R/ pasien dan keluarga kooperatif dalam tindakan 3.30 menginformasikan pada pasien dan keluarga tentang keadaannya saat ini yang mengalami PEB yaitu bahwa TD : 160/100 mmHg pemeriksaan lab urinenya albumin +1 dan juga kaki ibu bengkak Jam 10. ³V´ GI Poooo Abooo UK 39-40 minggu tunggal. Observasi tanda-tanda vital dan keadaan umum tiap 15 menit R/ sebagai parameter deteksi dini adanya kelalaian 4. Lakukan observasi HIS tiap 15 menit R/ dapat menilai kemajuan persalinan 6. Kolaborasi dengan dokter untuk merujuk pasien R/ fungsi dependent 3.30 Dx : Ny. Informasikan keadaan ibu saat ini yang mengalami PEB R/ Ibu lebih mengerti tentang keadaannya 2.

Menganjurkan pada ibu untuk tidak miring kekiri karena dapat mengurangi sindrom vena kava sehingga peredaran darah dari ibu ke janin lancar sehingga oksigen pada janin terpenuhi 7.12 6.30 melakukan pemasangan infuse dengan cairan D5 % sebanyak 20 tetes 8. 11.12 12.10 Djj 11.7. 11.10 TTV TD 160/100 150/110 160/100 N 88 84 84 RR 20 24 24 Suhu - His 2x35.Jam 10.40 WIB S : ibadah keluarga mengadakan bersedia atau setuju untuk dirujuk O : TTV : TD 160/100 mmHg N 84 x / menit RR 24 x / menit .40 10.10 2x40.12.11.12.55 11.40 Kolaborasi dengan dokter untuk merujuk pasien di RSSA dengan konsul dokter mempersiapkan pasien untuk dirujuk yaitu mempersiapkan sebagai berikut : y Mempersiapkan bidan yang mendampingi sata di bawa ke fasilitas rujukan y Membawa perlengkapan dan bahan-bahan yang dibutuhkan saat ketempat rujukan y Memberitahu keluarga mengenai kondisi ibu saat ini dan mengapa perlu dirujuk y y y y Berikan surat rujukan ketempat fasilitas rujukan Membawa obat-obatan yang dibutuhkan saat ketempat rujukan Mempersiapkan kendaraan Ingatkan pada ibu agar membawa uang 3. Evaluasi Tanggal : 21 ± 11 ± 06 jam 11.10 2x40.11 12.

³V´ GI Poooo Abooo UK 39-40 minggu tunggal.Djj (+) 12-12-12 x/ menit His 2 x / 40 dalam 10 menit A : Ny.mendegasikan perawatan pasien pada petugas kesehatan di RSSA .merujuk pasien ke RSSA . hidup intrauterine inpartu kala I fase laten dengan PEB P : .

2. Dalam teori disebutkan bahwa salah satu faktor predisposisi terjadinya pre eklamsi adalah obesitas. .BAB IV PEMBAHASAN Pembahasan merupakan analisa dari penulis mengenai kesenjangan kesenjangan yang terjadi antara teori dan kasus. Penulis dapat menemukan antara lain : 1. intrauterine kala I fase laten dengan PEB. ³U´ GI P0000 Aboooo Inpartu Uk 40-41 mgg tunggal. Dalam teori disebutkan bahwa frekuensi preelamsi banyak terjadi pada primi gravida dan pada usia lebih dari 30 tahun. Dalam kasus iniklien mengalami kenaikan BB dari Px 1 bulan yang lalu 52 kg dan Bb sekarang 59kg. Dalam kasus ini kenyataanyayaitu klien primi gravida menderita pre eklamsi dan suai ibu 39 tahu. Dimaan setelah melakukan asuhan kebidanan pada Ny. hidup.

aktivitas yang tidak belebihan. Bagi ibu-ibu hamil hendaknya memeriksakan kehamilannya secara rutin dan mentaati nasehat-nasehat petugas kesehatan 3. . lemak. hidup. Kesimpulan Setelah penulis melakukan asuhan kebidanan pada Ny. intrauterine kala I fase laten dengan PEB. Bagi petugas kesehatan dalam menghadapi kasus preeklamsi berat hendaknya memberikan penanganan yang cepat dan tepat sehingga tidak menimbulkan komplikasi kemungkinan terjadi. 2.2. 5.BAB V PENUTUP 5. Dalam hal ini penanganan tim medistelah melaksanakan sama dengan teori yang ada dan sesuai dengan keadaan klien sehingga masalah -masalah potensial tidak terjadi. karbohidrat dan tinggi protein. Saran 1. ³U´ G P0000 I Aboooo Inpartu Uk 40-41 mgg tunggal. keterangan serta pentingnya mengatur diet rendah garam. Mengikat dampak yang terjadi dari preeklamsi disini peran tim medis terutama bidan sangat berarti yaitu : motivasi ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya dengan teraturuntuk mendeteksi dini adanya preeklamsi memberikan penerangan pada ibu hamil tentang manfaat istirahat dan tidur.1. maka kesimpulan yang penulis peroleh yaitu ada banyak kebenaran teori dengan kasus yang ada misalnya frekuensi preeklamsi banyak terjadi pada primi gravida dan obesitas. juga menjaga kenaikan BB.

MM ) . T Tiko Gunawan. Amd. Pembimbing Pendidikan Pembimbing Ruangan ( Novita Maya Sari.LEMBAR PENGESAHAN Laporan studi kasus di Puskesmas Singosari Malang yang dilaksanakan tanggal 20 November sampai dengan 30 Desember 2006 telah disyahkan dan disetujui oleh : Mengetahui. S. Keb ) Kepala Puskesmas Singosari ( Drg.SiT ) ( Sri Rahayu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful