AYAM BURAS UNTUK MENGATASI KERAWANAN PANGAN

Ketersediaan pangan secara makro tidak menjamin tersedianya pangan di tingkat mikro. Produksi yang hanya terjadi di wilayah-wilayah tertentu pada waktu-waktu tertentu menyebabkan terjadinya konsentrasi ketersediaan di daerah-daerah produksi dan pada masa-masa panen. Pola konsumsi yang relatif sama pada antar-individu, antar-waktu dan antar-daerah mengakibatkan adanya masa-masa defisit dan lokasi-lokasi defisit pangan. Sehingga, mekanisme mekanisme pasar dan distribusi pangan antar lokasi dan antar waktu dengan mengandalkan stok akan berpengaruh pada kesetimbangan antara ketersediaan dan konsumsi serta pada harga yang terjadi di pasar. Faktor harga sangat terkait dengan daya beli rumah tangga terhadap pangan. Sehingga, meskipun komoditas pangan tersedia di pasar namun jika harganya tinggi sementara daya beli rumah tangga rendah akan menyebabkan rumah tangga tidak bisa mengaksesnya. Kondisi ini memicu timbulnya kerawanan pangan. Penduduk rawan pangan adalah mereka yang tingkat konsumsi energinya ratarata 71-89 % dari kecukupan energi normal. Sementara penduduk dikatakan sangat rawan pangan jika hanya mengkonsumsi energi kurang dari 70% dari kecukupan energi normal. Banyaknya penduduk rawan pangan masih terjadi di semua propnsi dengan besaran yang berbeda. Berdasarkan data SUSENAS yang tertuang dalam Nutrition Map of Indonesia 2006, proporsi penduduk rawan pangan di banyak propinsi masih di atas 10%. Jumlah anak balita dengan status gizi buruk dan gizi kurang di daerah rawan pangan juga masih tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan di tingkat nasional atau wilayah tidak selalu berarti bahwa tingkat ketahanan pangan di rumah tangga dan individu juga terpenuhi. Masalah-masalah distribusi dan mekanisme pasar yang berpengaruh pada harga, daya beli rumahtangga yang berkaitan dengan kemiskinan dan pendapatan rumah tangga, dan tingkat pengetahuan tentang pangan dan gizi sangat berpengaruh pada konsumsi dan kecukupan pangan dan gizi rumah tangga.

MODEL USAHA AYAM BURAS WONOMERTO-PROBOLINGGO Ayam buras merupakan ternak unggas yang paling banyak dipelihara di pedesaan. Keberadaan ayam buras memiliki fungsi strategis dalam pemenuhan pangan dan gizi masyarakat. Memelihara ayam buras sebenarnya tidak terlalu sulit , sebab tidak memerlukan teknologi rumit. Untuk mengembangbiakan ayam buras hanya membutuhkan ketekunan dan kesungguhan dalam memelihara. Ayam buras memiliki peluang tinggi dan sangat mudah dipasarkan dengan harga yang cukup tinggi. Hal tersebut yang menjadi latar belakang berdirinya usaha bersama Kelompok Ternak Ayam Buras “Sumber Makmur” pada 10 Agustus 1999 silam di Desa Sumber Kare Kecamatan Wonomerto. “Kegiatan usaha budidaya Ayam Buras yang dikembangkan oleh kelompok ini merupakan langkah untuk menjawab berbagai tantangan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Koordinator PPL Kecamatan Wonomerto Basuki. Ketahanan Pangan wilayah tidak hanya terletak kepada ketersediaan pangan, akan tetapi juga adanya kemampuan masyarakat dalam membeli bahan pangan. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan produktif yang memberikan income bagi masyarakat. ”Solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan adalah dengan cara mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui usaha produktif. Salah satu terobosan usaha produktif yang dapat diciptakan oleh masyarakat adalah usaha ternak ayam buras. Usaha ternak yang dijalankan kelompok ternak terdiri dari aktivitas pemuliaan (breeding farm), pembibitan, dan penetasan (hatchery). Pemilihan induk dilakukan melalui seleksi yang sangat ketat Sehingga mendapatkan bibit yang benar-benar berkualitas. Setiap produksi DOC (ayam umur sehari) kapasitasnya mencapai 5.000 ekor/bulan. Dengan teknologi mesin tetas semi otomatis rak putar yang menghasilkan produksi daya tetas sebanyak 80 hingga 95 prosen. “Sebanyak lima unit mesin penetas dengan kapasitas 1.500 butir telur/unit. Ayam tersebut akan menetas setelah berumur 21 hari. Sedangkan untuk bagian pembibitan, pengelolaannya dibagi meliputi starter umur 1-60 hari, ayam Grower umur 60 hingga 135 hari dan ayam petelur (layer)”. Dari total produksi DOC 5.000 ekor/bulan tersebut, bibit betina yang dihasilkan , sebanyak 40 % dijual secara umum dan 60 % digulirkan kepada mitra. Sebab saat ini kelompok ternak ini sudah semakin meluaskan usahanya dengan melibatkan beberapa ternak lainnya. Saat ini total ayam buras indukan disini berjumlah 1.000 ekor. Dari jumlah tersebut, ayam yang bertelur mencapai 500 ekor dan sisanya merupakan cadangan. Inti utama usaha yang dilakukan adalah penghasil bibit ayam buras. Meskipun dapat juga dilakukan penjualan telur dan dagingnya.

Menurut Mugi, daging pejantan umur 2 bulan dengan berat 7 ons dapat dijual seharga Rp. 8.500/ekor. Sedangkan ayam indukan yang sudah afkir berumur 2 tahun dengan berat 1,5 Kg dapat dijual seharga Rp. 17 ribu/ekor. ”Untuk mendapatkan hasil yang bagus dan berkualitas, kita harus memperhatikan kebersihan kandang dan pakan yang berkualitas. Selain itu, kita harus rajin melakukan vaksinasi supaya terhindar dari segala penyakit,” lanjut Mugi. Dalam memberikan vaksinasi, ada beberapa tahapan yang harus diperhatikan. Hari ke-1 ayam diberi vaksin jenis Marek, hari ke-4 vaksin Hitcher B1, hari ke-8 vaksin Gumboro A, hari ke-13 vaksin ND 1B, hari ke-18 vaksin Gumboro B, hari ke-22 vaksin AI, hari ke-26 vaksin Cacar, hari ke-34 vaksin ND Clone, hari ke-48 vaksin Gumboro B, hari ke-53 vaksin ND dan hari ke-70 vaksin A I. Untuk vaksin selanjutnya AI dilakukan setiap 91 hari dan ND setiap 60 hari. Menurut pengalaman Pak Mugi, usaha pembibitan (starter) DOC 1.000 ekor umur 0 hingga 2,5 bulan, dibutuhkan total biaya sebesar Rp. 9,3 juta. Namun setelah dijual akan diperoleh hasil sebesar Rp. 12,5 juta. Sehingga total hasil usaha yang didapatkan selama 2,5 bulan sebesar Rp. 3,1 juta. Untuk usaha pembesaran (grower) 1.000 ekor umur 2 hingga 4,5 bulan, dibutuhkan total biaya sebesar Rp. 29,9 juta. Namun setelah dijual akan diperoleh hasil sebesar Rp. 37,5 juta. Sehingga total hasil usaha yang didapatkan selama 4,5 bulan sebesar Rp. 7,5 juta. Sedangkan untuk usaha ayam petelur 1.000 ekor umur 4,5 hingga 16 bulan, dibutuhkan total biaya sebesar Rp. 180,1 juta. Namun setelah dijual akan diperoleh hasil sebesar Rp. 246 juta. Sehingga total hasil usaha yang didapatkan selama 16 bulan sebesar Rp. 65,9 juta. Usaha ternak ayam ini betul-betul membantu masyarakat dalam meningkatkan pendapatan. Selain itu, juga dapat menyerap tenaga kerja, yang diharapkan dapat ikut mengurangi pengangguran.

MANFAAT MEMELIHARA AYAM KAMPUNG

Sumber: tumbuh.wordpress.com/2008/04/14/...kampung/

Bagi masyarakat Indonesia, ayam kampung sudah bukan hal asing. Sejak kecil kita setiap hari bisa melihatnya. Walau saat ini ayam kampung di kota-kota besar sudah jarang terlihat berkeliaran bebas, bukan berarti keberadaannya punah. Di pinggiran kota masih banyak orang memelihara ayam kampung. Baik dibudidayakan secara sungguhsungguh maupun hanya sekedar peliharaan untuk memanfaatkan sisasisa makanan yang eman-eman kalau dibuang begitu saja. Ayam kampung mempunyai nilai gizi yang baik. Selain itu juga mempunyai rasa yang lebih khas dan nikmat dibanding dengan jenis ayam pedaging maupun petelur. Serat yang liat dan kenyal menjadi ciri utamaya. Bahkan setiap lebaran ayam kampung identik dengan makanan yang harus diada-adakan. Ayam kampung mempunyai keistimewaan dibanding yang lain, diantaranya : Ayam kampung lebih tahan terhadap penyakit. Tahan dan mudah menyesuaikan dengan cuaca di Indonesia. Makanannya mudah, bahkan bila di pelihara ala kadarnya cukup diberi makanan sisa-sisa. Ternak ayam dapat dilepas secara bebas. Tujuan utama orang memelihara ayam kampung adalah untuk diambil telur, daging, dan untuk dikembang biakkan. Ayam kampung juga siap membesarkan anak-anaknya sendiri bila dilepas bebas. Ada dua cara memelihara ayam kampung, yaitu dipelihara dengan dilepas bebas atau istilahnya diliarkan dan yang kedua dibudidayakan. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Ayam kampung yang dilepas bebas biasanya mempunyai tingkat kekebalan yang tinggi. Kita bisa menghemat biaya makanan. Karena ayam cukup diberi makan pagi hari saat akan dilepas berupa sisa-sisa makanan dan tambahan bekatul secukupnya. Selebihnya ayam akan mencari makan sendiri disekitar rumah. Namun cara ini juga ada kelemahannya. Ayam lambat untuk berkembang lebih banyak, karena tingkat kematian pada anak ayam relatif lebih tinggi. Waktu mengasuh terlalu lama yang berarti mengurangi produktifitas. Kita kurang bisa

mengontrol keberadaan ayam. Sehingga kemungkinan dimangsa predator maupun hilang lebih tinggi. Sedang bila kita membudidayakan dengan cara dikandangkan tentu lebih banyak keunggulanya. Walau tentu masih juga ada kekurangannya. Ayam yang dikandangkan lebih mudah dikontrol keberadaannya. Kita bisa mempercepat populasinya dengan cara setiap ayam yang bertelur kita ambil dan kumpulkan untuk ditetaskan secara bersama dalam satu indukan atau mesin penetas. Anak ayam tidak harus ikt induknya. Namun dapat dipisah dan ditempatkan dengan pemberian panas cahaya listrik (untuk penghangat) dan makanan yang sesuai.

pertumbuhan maupun produksinya. Bagaimana caranya ? Paling tidak ada empat tindakan yang harus dilaksanakan bila ingin mendapatkan ayam kampung yang berproduksi tinggi. ternak ini memiliki potensi yang cukup besar dalam mendukung ekonomi dan konsumsi protein hewani masyarakat.Tips Meningkatkan Produktivitas Ayam Kampung Sumber: bapeluh. cepat besar dan mampu berproduksi secara optimal. Untuk menjadikan ayam kampung ini sebagai ternak komersial. maka perlu diberikan makanan tambahan juga pelaksanaan program vaksinasi yang tepat. Ayam ini memang dapat mencari makan sendiri. Penanganan khusus pada anak dan induk . maka produksinya perlu ditingkatkan.com/2009/03/tip.html Agar ayam kampung yang kita pelihara sehat.. Beri makanan tambahan 3.yam. Walaupun demikian. Membuatkan kandang 4. Apalagi? Ayam kampung dipelihara oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia terutama di pedesaan. sehingga biasanya pemeliharaannya dengan dilepas begitu saja tanpa diperhatikan kesehatannya.blogspot. yaitu : 1. Vaksinasi ND secara teratur 2..

Tiga tahap pemeliharaan inilah yang dilakukan sepenuhnya atau sebagian dengan teknologi dan pakan broiller.5 kg. makan telur dan daging ayam bagi masayarakat menengah bawah.AGROINDUSTRI AYAM YANG TETAP KAMPUNG Pada awal tahun 1970an.000. Tingginya harga telur dan ayam kampung hidup. sd. Lauk utama di warung tegal (warteg). umur 2 bulan. dengan menerapkan teknologi peternakan ayam ras. Pada produksi ayam pedaging.maka harga telur ayam kampung mencapai Rp 1.. Kalau harga telur ayam ras di tingkat konsumen Rp 6. Cara untuk memacu produktivitas ayam kampung adalah. Rp 15. Ketiga. induk betina ayam kampung dipelihara dalam kandang batery (1 .com/agroindustr.000.di tingkat konsumen. masih merupakan hal yang sangat mewah. lebih mahal daripada harga daging dan telur ayam kampung..100.. baik broiller maupun petelur.maka harga ayam kampung dengan bobot sama sudah sekitar Rp 25. pembesaran ayam konsumsi dan calon induk. ada pula yang hanya sebagian. isi 18 butir (bobot @ 55 gram) atau per butir Rp 333. Sebab populasi ayam ras pedaging maupun petelur masih sangat kecil.. Misalnya ikan kembung atau ikan bandeng. Kedua. Sumber: foragri. jauh lebih mahal dibanding dengan harga telur dan daging ayam ras.per kg. Pemeliharaan anak ayam pasca indukan.. Kalau harga ayam ras per ekor @ 1. merupakan sesuatu yang sangat prestisius. saat itu hanyalah tahu dan tempe. harga telur dan daging ayam kampung (ayam bukan ras = ayam buras). Ada yang menerapkan teknologi ini secara penuh.kampung/ Sekarang. Sebab untuk kondisi sosial ekonomi saat itu. Pada produksi telur konsumsi.blogsome. peternakan dibagi menjadi tiga.per butir... harga daging dan telur ayam ras (ayam negeri). Waktu itu menggoreng telur atau memasak daging ayam ras. maka bisa dipastikan ikan laut atau tambak air payau. Pertama pemeliharaan induk (produksi telur) dalam kandang ren dan penetasan (dengan mesin tetas) serta pemeliharaan DOC dengan indukan (pemanas). telah mengilhami para petarnak untuk mengambil jalan pintas. Kalau saja ada ikan.000.

Dengan produksi telur 30 butir dan layak tetas 80%. Lebih-lebih diberi egg stimulant. akan dihasilkan minimal 125 ekor DOC per minggu atau 500 ekor per bulan. pasti segera tahu apakah ayam kampung tersebut dipelihara secara alami denganpakan alami atau dengan pakan poer. Namun anak ayam yang dihasilkan akan benyak yang cacat atau daya tetasnya rendah. Untuk itu diperlukan kandang indukan berpemanas dengan dengan kapasitas 500 ekor DOC. Satu petak kandang berisi maksimal 9 induk betina dan 1 jago. produksi telur minimal 30 % per hari dari total populasi induk betina. Dengan jumlah induk 100 ekor. Dengan penerapan sebagian teknologi ayam ras. Dari 30 butir telur tadi. lebih-lebih dengan egg stimulant. Dengan pakan bernutrisi cukup. atau tepung ikan. diperlukan generator untuk cadangan apabila listrik PLN padam. dan diberi pakan layer (pakan khusus petelur). Kalau mesin tetas berenergi listrik PLN. dengan bagian yang beratap 2 m. Kapasitas mesin tetas berenergi listrik atau minyak tanah. Konstruksi kandang dari kayu dan bambu. harga ayam potong dan telurnya hanya sedikit diatas harga daging dan telur ayam ras. ampas tahu. maka diperlukan 4 mesin tetas kapasitas 160 butir. namun induk betina tetap tidak boleh diberi pakan layer. gabah. Dengan penerapan teknologi ayam ras 100%. belalang dll. akan menurunkan nilai daging ayam tersebut. paling lama 1 minggu. Induk-induk penghasil telur tetas ini dipelihara dalam kandang ren (sebagian beratap sebagian terbuka) dengan luas total minimal 3 X 6 m. Hingga pakan untuk induk jantan maupun betinanya hanyalah dedak. tiap hari harus ada 30 butir telur. memang akan memacu produktivitas telur. Indukan bisa berupa lampu minyak atau kompor batubara yang biasa digunakan dalam pemeliharaan broiller. jagung. Bagian yang beratap diberi tempat nangkring dan kotak untuk bertelur. Sebab kandang indukan akan diperlukan untuk jangka waktu 1 bulan. Sebab pembenihan dengan mengandalkan cara alami. Umur telur untuk masuk ke mesin tetas. yang memenuhi syarat untuk ditetaskan hanya sekitar 80 %. atau 8 mesin tetas berkapasitas 80 butir. Para pedagang ayam. Pemberian pakan layer. Dari 160 butir telur per minggu atau 640 per bulan. Hasilnya. maka harga produknya bisa lebih tinggilagi.ekor induk 1 kandang seukuran tubuhnya). tetapi produktivitasnya sangat tinggi. tidak akan pernah mencapai populasi yang diinginkan oleh pasar. Ayam buras yang disebut sebagai dipelihara secara kampung 100%. bekicot. disesuaikan dengan jumlah telur yang akan ditetaskan. Meskipun pada pembenihan bisa menggunakan teknologi broiller. Sampai . hijauan dan untuk protein hewaninya bisa cacing. Namun pola pemeliharaan ayam ras yang diterapkan pada ayam kampung ini. telah menurunkan harga ayam hidupmaupun telurnya. Sementara pembenihannya tetap bisa menggunakan teknologi broiller. namun tetap di bawah harga produk ayam kampung yang dipelihara secara kampung 100%. sebenarnya hanya menyangkut pakan dan pembesaran dengan cara diumbar dalam kandang ren yang cukup luas. berupa telur ayam kampung. Sementara pembesaran dengan menggunakan poer dan dengan cara dikandangkan.

Hingga idealnya. Karena biasanya kekosongan jagung dan gabah akan terjadisekitar 3 bulan. sebenarnya banyak hal dapat dihemat dan diefisienkan.000.Untuk menjaga agar ketersediaan pakan terjamin. menir dan bahan pakan alami lainnya. baru akan terjadi setelah 1 tahun semenjak kegiatan awal dimulai. bangunan.000.per tahun atau 34% dari total modal. Biaya pakan.000.000.500...atau Rp 24.. Angka ini masih cukup baik kalau kita perhitungkan suku bunga pinjaman komersial sebesar 20% per tahun.5 ton gabah atau jagung pipilan.. penyusutan kandang dll. Prosentase terbesar dari pakan alami ini adalah gabah dan jagung. lahan umbaran harus bersih dari karet gelang. albisia atau kebun buah. Dengan mortalitas 5 %.Hingga pendapatan bersih (keuntungan) per bulan Rp 2.Persiapan yang diperlukan untuk "proyek" demikian akan memakan waktu paling cepat 3 bulan.. albisia dll. pemeliharaan ayam kampung murni umbaran dengan pakan alami.per kg.atau Rp 27.. kotoran ayam juga akan menjadi pupuk pada tanaman keras pada lahan tersebut. mencari bibit ayam dll.000..000. anak ayam harus mulai ditaruh dalam lahan umbaran..000.000 ekor ayam mencapai 13. maka stok pakan yang diperlukan untuk 2. Hingga praktis. maka hasil ayam umur 6 bulan yang bisa dijual sekitar 475 ekor per bulan setelah satu tahun sejak start awal.000. Setelah umur 2 bulan.500. Hal-hal yang perlu diperhitungkan dalam peternakan ayam kampung demikian adalah.550. Sekitar 2 bulan kemudian.dan dana cadangan lukuiditas Rp 13. Hingga penetasan baru akan berlangsung pada bulan VI. minimal 1 hektar.Pendapatan kotor ini belum memperhitungkan pendapatan dari penjualan telur afkir yang tidak layak tetas. Berarti dengan produksi 500 ekor per bulan dan dengan umur panen 6 bulan. sekitar Rp 18. Luas lahan umbaran yang diperlukan.maka total modal yang diperlukan untuk pemeliharaan ayam kampung skala induk 100 ekor adalah Rp 70.000. Dengan menggabung peternakan ayam kampung umbaran ini pada lahan agroforestry tanaman jati. Hingga operasi pemeliharaan baru akan berjalan paling cepat pada bulan IV.dengan umur 1 minggu. plastik . penjualan panen perdana ayam kampung umur 6 bulan. Dengan harga sekitar Rp 1. Namun secara bertahap mereka harus diberi dedak.. listrik dan air. tenaga kerja. produksi telur baru akan normal. listrik.000. Misalnya tenaga kerja.untuk jangka waktu 6 bulan. Selain itu.000.000.000. maka populasi total ayam umbaran adalah 2.000. Harga ayam kampung demikian. Pakan untuk ayam umbaran ini harus 100 % alami.per ekor hingga pendapatan kotor per bulan dari penjualan panen ayam Rp 8. membangun kandang.000 ekor. Luas lahan umbaran minimal 500 m2 untuk 100 ekor ayam. sewa lahan.000.000. mengebor sumur. per bulan sekitar Rp 6. maka harus ada gudang dan cadangan dana untuk stok pakan.. maka dana cadangan pakan yang diperlukan untuk jangka waktu 3 bulan mencapai Rp 13. digabung dengan penanaman jati.000. anak ayam bisa diberi pakan starter buatan pabrik.dana cadangan pakan Rp 27. Dengan investasi dan modal kerja sekitar Rp 30.000. Yakni mencari lahan.000.

Namun peternak ayam kampung di Indonesia tampaknya kurang merespon hal-hal demikian ini. Pemeliharaan ayam kampung dengan teknologi broiler 100%. . Produk ini banyak diserap oleh restoran padang untuk bahan ayam pop. para importir dari Jepang juga menjajaki kemungkinan mendatangkan ayam kampung dari Indonesia. Sementara produk-produk ayam goreng biasanya mensyaratkan ayam kampung dengan sistem umbaran dan dengan pakan alami. tetapi untuk memasok di Jakarta saja sampai dengan saat ini masih kekurangan. Untuk itu mereka akan mengirim supervisor. Mereka akan segera tahu apakah ayam itu diumbar atau tidak dan diberi pakan poer atau gabah dan jagung. gelas dll) yang akan membahayakan keselamatan ayam.dan pecahan beling (botol. Persyaratan kualitas yang diminta lebih ketat. Benih mereka tentukan dan umbaran harus 100 %. Berkali-kali para importir di Singapura dan Hongkong meminta pasokan ayam kampung dari Indonesia. Bahkan akhir-akhir ini. 7 ons pada umur 70 hari. bisa menghasilkan ayam konsumsi bobot 6 sd.

telur bisa diperoleh di kampung-kampung. Sehingga telur yang dihasilkan merupakan telur yang bertunas atau yang bisa di tetaskan. Kalau mau menyewa bisa dicari sekitar Rawa Belong. Bisa juga melalui penjual jamu gendong. bahan baku pakan. dipasar-pasar lokal juga mudah ditemukan. Ini bukan omong kosong. Menurut data Ditjen Peternakan. usaha ayam ras(ayam pedaging) langsung terkapar ketika krisis berlangsung. Begitu juga dengan ayam ras pedaging (broiler).MERAUP UNTUNG DARI AYAM KAMPUNG Agrobisnis seperti sumur yang tak pernah kering. Tubuhnya cepat bongsor. Benarkah ? bagi yang komponen lokalnya dominan. berarti kalau ditetaskan untungnya lebih dari 100 % ? memang besar. Mencari telur Pada dasarnya tidak sulit asal mau telaten. Maklum ayam jenis ini banyak menelan dollar. Jika punya uang bisa membeli mesin tetas sendiri. juga bisa disewakan. Hanya saja harga daging dan telur ayam kampung lebih tinggi. Di bidang peternakan.ketika industri lain ambruk diterjang badai krisis moneter. Produksi telur ayam ras (leghorn) petelur misalnya bisa mencapai 300 butir setahun. Keuntungannya jelas Bila serius keuntungan usaha penetasan ayam kampung ternyata cukup menggiurkan. misalnya. Untuk alat yang satu ini. dalam 30 hari bisa mencapai 1 kg. jawabannya : benar. Sementara harga seekor anak ayam yang baru menetas atau biasa disebut DOC (Day Old Chick). Mesin penetas Mesin tetas bisa didapat dengan dua cara. Sebab. obat-obatan hinggaperalatan. Saat ini harga sebutir ayam kampung Rp 800. sekitar Rp 2000 perekor. mulai dari bibit. sektor ini terbukti tetap tegar. tergantung daya tampungnya. Selain dipakai sendiri. itu kelebihannya. banyak yang dijual di pasar kota. jauh berbeda dengan ayam ras yang anjlok sampai 70 %. umumnya setiap induk melakukan perkawinan dengan ayam pejantan. Pemasaran . Jakarta Barat. Lain cerita kalau yang diternakan ayam kampung atau ayam buras(bukan ras) yang 100 % asli Indonesia. Harganya antara Rp 700 ribu hingga Rp 5 juta. Sementara ayam kampung membutuhkan 3 bulan untuk mencapai bobot hidup yang sama . Akan lebih untung kalau memiliki mesin penetas sendiri dengan kapasitas yang besar. tahun 1998 populasi ayam kampung mengalami peningkatan sekitar 1 % dibanding tahun sebelumnya. Sementara ayam kampung yang dipelihara secara khusus paling banter hanya 100 butir telur. Pada pemeliharaan trdisional.

Atau bisa langsung bekerja sama dengan peternak ayam buras. Artinya. 1. 2. juga beternak ayam pedaging (broiler) dan telur. 7. Vaksin dan jamu 1000 ekor x Rp.000 x 3 = Rp. Kematian Ternak 10% Rp. B. 300. Starter2 1500 kg @ Rp.580. karena sebagian besar bahan bakunya mengandalkan impor. Pakan Di buat sendiri Siapa yang tak ingin usahanya berkembang.000. Penyusutan Kandang (usia 4 tahun) Rp. Jakarta Selatan. ayam afkiran dan kotoran ayam yang belakangan ini jadi rebutan petani karena harga pupuk kimia sangat mahal. 1.250. Pola usaha ini sudah dijalani oleh para peternak ayam kampung yang bermukim di Jagarkarsa. Total Biaya Rp. Untuk itu. baik ayam pedaging maupun petelur.036.486.800. Dari 1000 ekor ternaknya.830. 300. 1. bisnis ini bisa dikembangkan sebagai bisnis terpadu. 1. Jadi belum termasuk telur. Biaya Lancar DOC 1. Antara lain melalui Koperasi Peternak ayam buras Jakarta. tidak sedikit pengusaha peternakan. Kalau belum puas dengan hasil anak ayam.824.4 juta. Itu baru dari hasil penjualan ayam kampung pedaging. minimal setiap bulan mengantungi keuntungan Rp.800 Rp. 100. Listrik Rp.000. Penyebabnya ya. 7.000 ekor @ Rp. b.000.5/kg Rp. Banyak jalannya. 7. Pakan a.000.000 Rp.5/kg Rp.824. . Investasi Kandang dgn biaya perekor @ Rp. Dengan menggunakan pakan lokal ia mampu memetik penghasilan lumayan besar. Analisis Keuntungan Usaha Ayam Kampung Pedaging Per 1. 150 x 2 Rp. 1. Sejak krisis berlanjut. Sementara pakan dari bahan baku lokal yang sebenarnya dari sisi kualitas tidak kalah. Starter1 1000 kg @ Rp.000 ekor per 3 bulan A. ada baiknya seorang peternak juga menguasai pembuatan pakan. selain anak ayam.000.Tak usah bingung memasarkan anak ayam. yang gulung tikar. 180. Dari pada buang duit untuk membeli bahan pakan ternak ada baiknya mempelajari kiat membuat pakan sendiri seperti yang disajikan berikut ini. 145.000. masih jarang dilirik peternak.500.657. 1.

• Gerakannya gesit yaitu mudah berontak bila dipegang. 800.000 Sewa mesin tetas 500 butir x Rp 100 = Rp 50.000 Keuntungan : Rp 800. Analisis Keuntungan TELUR TETAS Biaya Lancar : 1. • Jarak ujung tulang dada dengan cloaca(dubur) berjarak minimal 3 jari tangan.paruh pendek.9 kg/ekor. • Ukuran badannya sedang.000 Biaya lain-lain = Rp 50. 4. Selain itu. tidak kurus dan tidak gemuk. Misalnya kaki utuh dan leher lurus.000 . 14.000/kg x 900 ekor (mati 10%) Rp. Analisis Keuntungan Keuntungan bersih = Pendapatan . Otot kempal dan kuat terutama dibagian paha dan dada. 4.himpit dan tampak mengkilat.340.303. Pendapatan : 500 butir x 80 % x 2000 = Rp.420 Catatan : Pakan untuk starter 1 digunakan dari umur 0 hari sampai 4 minggu.Biaya Lancar = Rp. Membeli telur tetas 500 butir x Rp 800 = Rp 400.000 – Rp 500.000. Kondisi bulu yang baik tersebut mencerminkan keadaan kulit yang baik pula.000 = Rp. Tulangnya juga kuat • Susunan bulu teratur.tajam dan kuat. Selanjutnya gunakan starter 2 hingga panen sekitar umur 3 bulan. • Mata cerah dan pandangannya tampak tajam. 300.saling meng. Ciri umum bibit unggul • Bagian tubuh tak ada yang rusak atau cacat. D. Pendapatan Ayam ukuran 0. kepala tampak kokoh. 2.000 Total Biaya Lancar= Rp 500.000. • Induk jantan mempunya jengger yang berwarna merah cerah. Pada saat tersebut bobot hidup sekitar 0. keturunannya bukan berasal berasal dari anak induk betina.C. 3.9 kg @ Rp. 11.

.

5 kg. Ayam jantan Badan kuat dan panjang.2 ~ 1. Tulang supit rapat. Ayam betina (petelur) yang baik Kepala halus. Sayap kuat dan bulu-bulunya teratur rapih. Terdapat taji. PENDAHULUAN Perkembangan ayam buras (bukan ras) atau lebih dikenal dengan sebutan ayam kampung di Indonesia berkembang pesat dan telah banyak dipelihara oleh peternak-peternak maupun masyarakat umum sebagai usaha untuk pemanfaatan pekarangan. Mata jernih. Jarak antara tulang dada dan tulang belakang ± 4 jari. BIBIT Ciri-ciri bibit yang baik : a. Mukanya sedang (tidak terlalu lebar). Jengger dan pial halus. Matanya terang/jernih. 3. 2. pemenuhan gizi keluarga serta meningkatkan pendapatan. perkandangan. dapat mencegah wabah penyakit dan memudahkan tata laksana. Badannya cukup besar dan perutnya luas. maka perlu diintensifkan. Berat badan pejantan tak lebih dari 1. produksi telur ayam buras sangat rendah. b. Paruh bersih. Pemeliharaan yang intensif pada ayam buras. Kaki dan kuku bersih. Dikarenakan dengan pemeliharaan sistem tradisional.9 kg dan betina ± 1. pakan dan pencegahan penyakit. PEMELIHARAAN Ada 3 (tiga) sistem pemeliharaan : . Jarak antara tulang pubis ± 3 jari. pemeliharaan. Sistem pemeliharaan ayam buras meliputi : bibit. ± 60 butir/tahun/ekor. sisik-sisik teratur. Paruh pendek dan kuat. dapat meningkatkan produksi telur dan daging.INTENSIFIKASI TERNAK AYAM BURAS 1.

b. dapat diolah menjadi bahan bahan perekat/lem. Intensif (ayam dikandangkan dan diberi pakan). digunakan sebagai bahan kerajinan seperti: sisir. c. sedangkan untuk menghasilkan telur konsumsi. tepung tulang dan barang kerajinan 3) Tanduk. ikat pinggang. Untuk memperoleh telur tetas yang baik. a. hiasan dinding dan masih banyak manfaat sapi bagi kepentingan manusia. Ekstensif (pemeliharaan secara tradisional = ayam dilepas dan mencari pakan sendiri). sebagai bahan industri tas. Semi intensif (ayam kadang-kadang diberi pakan tambahan). Apabila dibedakan dari umurnya. pejantan tidak diperlukan. topi. Pemeliharaan anak ayam (starter) : 0 . dimana anak ayam sepenuhnya diserahkan kepada induk atau induk buatan. yaitu : a. jaket.20 minggu. Pemeliharaan ayam dara (grower) : 6 . 2) Tulang.6 minggu.1) Kulit. . c. diperlukan 1 (satu) ekor pejantan melayani 9 (sembilan) ekor betina. Pemeliharaan masa bertelur (layer) : 21 minggu sampai afkir (± 2 tahun). ada beberapa macam pemeliharaan. b. sepatu.

telur. Letakkan telur dalam rak telur (egg tray)dengan posisi telur bagian tumpul diletakkan diatas. tiap 1 liter air dapat mencuci 12 butir telur · Untuk melindungi tangan. Telur merupakan bahari pangan hasil ternak unggas yang mempunyai nilai tinggi. gunakan sarung tangan. Tetapi sayangnya telur ini mempunyai sifat mudah rusak. Oleh karena itu perlu dilakukan penanganan yang memadai mulai dari pengambilan telur dari kandang. Kemudian pada page hari berikutnya sebelum pemberian pakan. Dengan penampilan yang baik akan dapat memberikan nilai tambah dengan harga jual yang tinggi. Itu sebabnya telur ayam buras tetap diminati oleh konsumen. membersihkan kulitnya. bahkan kebutuhan/ permintaannya terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebagai campuran ramuan jamu tradisional tidak dapat digantikan dengan telur unggas lainnya.35% artinya 35 ml NaOH + 1 liter air · NaOH dapat dibeli diapotik. Hal ini disebabkan karena telur mudah retak dan pecah. karena telur mengandung protein yang cukup tinggi dengan susunan asam-asam amino yang komplit dan seimbang. Mengumpulkan Telur Ayam buras kebanyakan bertelur setelah ada cahaya matahari. · Masukkan telur yang akan dicuci · Telur yang sudah dicuci segera dikeringkan dan letakkan dalam egg tray · Air pencuci diganti secara berkala untuk mencegah pencemaran. Pada sore hari. sisa telur yang belum diambil dikumpulkan. Membersihkan dengan cara kering Cara ini. telur-telur tersebut dikumpulkan. Memilih Telur Telur yang balk dilihat dari bentuk luarnya adalah : . telur cukup dilap satu persatu dengan kain atau amplas. telur tersebut segera dibersihkan. tetapi membutuhkan waktu dan tenaga 2. Pembersihan cara ini lebih disukai dan mudah. semua vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh serta daya cernanya cukup tinggi. hasil utama yang dapat diperoleh selain daging adalah telurnya. sebagai campuran masakan tradisional atau dikonsumsi setengah matang. Selain itu mengandung lemak tak jenuh. Membersihkan dengan Cara Basah: · Telur dicuci dengan air suam-suam kuku · Untuk mencegah pencemaran bakteri dapat digunakan NaOH 0. Membersihkan Telur Setelah diambil dari kandang. Sebelum pemberian pakan pada sore hari. Penggunaannya beragam. Ada dua cara membersihkan : 1. memilih telur yang baik sampai pengepakannya sehingga siap untuk dipasarkan.telur tersebut sudah terkumpul.PASCA PANEN DAN PEMASARAN TELUR AYAM BURAS Dalam usaha ternak ayam buras.

kuning telur di tengah. . Posisi telur sama dengan yang ditaruh pada egg tray.kuning telur terletak di tengah putih telur .putih telur kental 4.- Bentuk telur harus normal.kulit telur mulus.Masukkan telur-telur yang besarnya seragam ke dalam kotak plastik.Lubangi kotak-kotak tersebut di beberapa tempat untuk sirkulasi udara.telur yang baik akan tenggelam 3. Caranya adalah telur dipecahkan di atas cawan piring. . tidak bebas bergerak 2.telur yang busuk akan mengambang .Setiap kotak plastik yang kecil dapat berisi 8-10 butir .Menyimpan telur dalam lemari es. . Meneropong Telur Dapat menggunakan sinar matahari atau lampu pijar. Telur bagian tumpul letakkan di atas. Telur yang masih segar/ baru akan terlihat : .Menyimpan telur dalam suhu kamar sebaiknya tidak lebih dari 7 hari (sejak ditelurkan).telur yang melayang dalam air kualitasnya kurang balk . Dalam skala rumah tangga telur yang sudah dibeli kadang-kadang tidak langsung dikonsumsi.Telur ayam slap untuk dipasarkan.Telur yang sudah dipilih kemudian dikemas dalam plastik tipis berbentuk kotak (banyak dijual di toko plastik) . yaitu bulat telur Telur dalam keadaan bersih Kulit Telur rata Telur tidak cacat atau retak Apabila ingin melihat kualitas (mutu) telur lebih jauh dapat dilakukan dengan cara 1. 5.rongga udara (ada di Ujung telur) kecil . Untuk itu perlu diketahui beberapa hal : . Cara ini cocok dilakukan dalam rumah tangga sebelum telur digunakan. Memecahkan Telur Untuk mengetahui keadaan isi telur.permukaan kuning telur tinggi dan bentuknya bulat. kemudian tutup . Merendam Telur dalam Air Cara lain untuk mengetahui kualitas telur dapat dilakukan dengan merendamnya dalam air bersih : . Mengepak Telur .tidak ada nods di dalam isi telur . . dapat dilakukan pemecahan. Menyimpan Telur.Beri label dengan nama peternak atau nama kelompok. Telur ditaruh pada egg tray dengan meletakkan telur bagian tumpul di atas. Telur yang baik akan terlihat . tetapi disimpan. pori-pori kerabang kecil . . dapat bertahan sampai 7 minggu.

pustaka-deptan. Kerusakan lain adalah akibat udara dalam isi telur keluar sehingga derajat keasaman naik. tepung telur. berarti mutu protein akan menurun. Adapun putih telur yang jumlahnya sekitar 60 % dari seluruh bulatan telur mengandung 5 jenis protein dan sedikit karbohidrat. dan mineral. Kerusakkan tersebut meliputi kerusakan yang nampak dari luar dan kerusakan yang baru dapat diketahui setelah telur pecah. Macam-macam telur adalah : telur ayam (kampung dan ras). Nilai tertinggi telur terdapat pada bagian kuningnya. Kerusakan telur terutama disebabkan oleh kotoran yang menempel pada kulit telur. karena protein telur mengalami denaturasi/rusak. Umumnya telur akan mengalami kerusakan setelah disimpan lebih dari 2 minggu di ruang terbuka. baik kerusakan alami. telur bebek. Sebagian protein (50%) dan semua lemak terdapat pada kuning telur. sedikit kalsium. Telur akan lebih bermanfaat bila direbus setengah matang dari pada direbus matang atau dimakan mentah. dan lain sebagainya. Cara mengatasi dengan pencucian telur sebenarnya hanya akan mempercepat kerusakan. Kuning telur mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan serta mineral seperti : besi. Kualitas telur ditentukan oleh : 1) kualitas bagian dalam (kekentalan putih dan kuning telur. dan kebersihan kulit telur). Telur dapat dimanfaatkan sebagai lauk. yang terjadi ketika telur masih berada dalam tubuh induknya. Kelemahan telur yaitu memiliki sifat mudah rusak. fosfor. Penurunan mutu telur sangat dipengaruhi oleh suhu penyimpanan dan kelembaban ruang penyimpanan. Jadi pada umumnya telur yang kotor akan lebih awet daripada yang telah dicuci. bahan pencampur berbagai makanan. serta vitamin. obat.id/agritek/dkij0103. lemak 12 %. dan bergizi tinggi. dan vitamin B kompleks. permukaan telur. mudah dicerna. posisi kuning telur. puyuh dan lain-lain. keutuhan. Prinsip pengawetan telur adalah untuk : 1) Mencegah masuknya bakteri pembusuk ke dalam telur. Kerusakan telur dapat pula disebabkan oleh masuknya mikroba ke dalam telur. Telur yang digoreng kering juga kurang baik.pdf TELUR PINDANG Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memilik rasa yang lezat. Beberapa proses pengawetan telur utuh yang diawetkan bersama kulitnya antara lain : . kimiawi maupun kerusakan akibat serangan mikroorganisme melalui pori-pori telur. dan ada tidaknya noda atau bintik darah pada putih atau kuning telur) dan 2) kualitas bagian luar (bentuk dan warna kulit. Oleh sebab itu usaha pengawetan sangat penting untuk mempertahankan kualitas telur.go.Sumber: http://www. retak). Sebab lain adalah karena keluarnya uap air dari dalam telur yang membuat berat telur turun serta putih telur encer sehingga kesegaran telur merosot. Kerusakan pertama berupa kerusakan alami (pecah. Telur terdiri dari protein 13 %. 2) Mencegah keluarnya air dari dalam telur. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah.

Pemasakan tersebut dilakukan sampai warna permukaan kulit telur menjadi coklat kehitaman lalu dinginkan.proses pendinginan. Diolah dengan cara perebusan telur dalam larutan ekstrak daun jambu biji. proses pencelupan dalam berbagai cairan. . Apabila telur sudah setengah matang (kira-kira 10 menit perebusan). agar nilai gizi telur tetap baik serta tidak berubah rasa. perkembangan produksi telur-telur bermerek sangat jarang mencuat dalam kancah perbincangan publik agribisnis perunggasan. ALAT 1) Panci 2) Kompor atau alat pemanas lain. Rata-rata hanya 5-10% dari total populasi yang dimiliki. jambu batu. telur elit untuk mereka yang banyak duit jumlahnya pasti cuma sedikit! Sejak kemunculannya pada tahun 1990-an. Maklum. kemudian masukkan daun salam dan daun jambu biji atau serabut kelapa sebanyak yang telah ditentukan.id/pangan_kesehatan/pangan/piwp/telur_pindang. BAHAN 1) 2) 3) 4) 5) Telur ayam negeri/bebek 30 butir Daun jambu biji/serabut kelapa 100 gram/secukupnya Garam 200 gram Air 1 liter Daun salam secukupnya 1) 2) 3) 4) 2. proses pelapisan dengan minyak.go. Untuk menjaga kesegaran dan mutu isi telur. CARA PEMBUATAN 1) Cuci telur segar atau mentah sebanyak 3 0 butir. 4) Teruskan perebusan sampai 20 menit.ristek. Sumber: http://www. 3. lakukan peretakan kulit telur (dengan cara memukul-mukulnya) sehingga kulit telur menjadi retak. warna. di atas tahun 2000 produsen telur-telur bermerek bermunculan. diperlukan teknik penanganan yang tepat. 3) Rebus telur dalam larutan garam. dan isinya.pdf TELUR BERKUALITAS Sejumlah peternak tetap optimis mengalokasikan sebagian kecil populasi ayamnya untuk diberi perlakuan tertentu agar menghasilkan telur-telur bermerek (branded). 1. 2) Buat larutan garam 6%~10% (60 sampai 100 gram dalam 1 liter air). atau sabut kelapa dan garam.warintek. bau. Padahal awalnya dianggap sebagai sebuah inovasi pemasaran untuk lepas dari perangkap komoditas yang melekat pada telur – telur reguler atau lazim disebut juga telur merah. Tetapi bisnis memang punya langgamnya tersendiri. proses pembungkusan kering. dengan pertumbuhan yang sangat lamban — tergantung perkembangan clean market.

mereka ramai-ramai mencoba. Lagipula. begitu telur – telur ber-merk muncul. Dari pengalaman ternyata sangat sulit memproduksi dan memasarkan telur-telur ber-merk. adalah salah satu mitos yang keliru. bagi para peternak yang penting adalah tetap konsisten memproduksi telur yang bermanfaat bagi kesehatan dengan kualitas yang baik. Sehubungan dengan itu. Produksi telur-telur berkualitas (ber-merk). Sumber Inti Harapan. Semeru Perkasa Permai. Informasi tentang Kualitas telur Sebenarnya telur ayam mempunyai mekanisme alamiah pencegah bakteri salmonella tidak berkembang biak. Namun enzym pencegah ini hanya bertahan pada 10 hari pertama. para ahli Gizi Masyarakat mewanti-wanti kepada peternak produsen agar menjaga etika penjualan. salah satu alasannya ya karena terlalu banyak pemain. bagi konsumen ‘kan lebih baik beli kapsul omega 3 – sudah pasti khasiatnya”.Ltd. Sehingga disamping butuh strategi marketing yang benar.Setelah dimulai oleh PT. Perhatikan tanggal ayam bertelur yang tertera pada cangkang telur. “Saya berhenti memproduksi telur-telur bermerek. PT. Anggapan seputar telur. menyusul PT. pada setiap telur yang dipasarkan di Eropa tertera kode-kode yang terdiri dari angka dan huruf misalnya: 3-DE-1271059 . Apakah benar. Oleh karena itu selalu simpan telur dalam kulkas. Bila tertera tanggal kadaluarsa. telur yang dipasarkan dalam kemasan yang bagus dan dipromosikan sebagai mengandung omega 3 itu benar-benar mengandung omega 3. Ada sekitar 12 peternak produsen telur-telur bermerek secara nasional. maka semakin cepat pula enzym pencegah ini kehilangan fungsinya. Sering juga tertera tanggal kadaluarsa telur. Margin-nya cukup besar. Bila anda perhatikan. boleh dikatakan tidak ada. Dengan meningkatnya suhu tempat penyimpanan dan rendahnya kelembaban. Sementara quality control dari pemerintah (Badan POM) atau lembaga konsumen. Konsumen telur di Indonesia umumnya masih suka mencoba hal-hal baru. misalnya mengonsumsi telur mentah lebih sehat. Peternak dapat memproduksi telur dengan merek ‘Superior’. tetapi setelah dirasa ‘tidak ada bedanya dengan telur ’biasa’ mereka tidak mengonsumsi lagi. Menurut peraturan di Eropa (EUGesetz) usia telur yang dipasarkan tidak boleh lebih dari 21 hari. Bahkan seharusnya telur yang berusia lebih dari 18 hari sudah harus disimpan dalam kulkas. nah itulah tanggal ayam bertelur. ternyata pangsa pasarnya sangat kecil. juga perlu strategi produksi yang tepat.. MENGOLAH TELUR DAN MENCEGAH SALMONELA Pengolahan atau penyimpanan telur yang salah dapat menyebabkan infeksi salmonella. ‘Special Plus’ dan ‘Special Grade’ . Indah Abadi Farm. tetapi konsumennya tidak banyak. Beberapa tips di bawah ini membantu Anda menghindari bahaya tak terlihat: bakteri salmonella dalam telur. dan kalau dicermati mereknya sudah mencapai puluhan. Dhagold Indonesia dan masih banyak lagi. Rehobat Co. jangan membohongi konsumen. hitung mundur 28 hari. kemudian Legok Babat Farm. Oleh sebab itu. Sebab dalam kulkas salmonella akan berkembang lambat (bukan mati).

2 = Bodenhaltung. Hanya saja sangat terbatas. Sebab. Cara ini mulai tahun 2007 nanti akan dihapus. Cara yang ketiga seringkali dikritik kelompok pecinta binatang. ayam petelur mempunyai lahan untuk berkeliaran di peternakan. tersedia juga unsur-unsur alami seperti jerami. sedangkan kotorannya akan jatuh dalam wadah di bawah kandang.Apa artinya? angka pertama menunjukan cara peternakan ayam: 0 = Ökologische Erzeugung (peternakan alamiah dan ramah lingkungan) Untuk peternakan cara ini dilarang menggunakan teknologi gen. Bagi ayam petelur disediakan lahan untuk berkeliaran bebas selama 6 sampai 8 jam per hari. Setiap ayam mempunyai kirakira jatah 4 m2. ayam petelur hanya hidup dalam kandang. ruang geraknya sangat terbatas. usia telur tidak lebih dari tujuh hari. sebagaimana habitat ayam. disebut menyiksa binatang. Kode berikutnya menunjukkan asal negara telur. sebetulnya cara ini yang paling menguntungkan peternak. Layaknya. Sedangkan deretan angka berikutnya mengacu pada nomor peternakan. Namun demikian. Sebab sangat tidak sesuai dengan habitat asli ayam. tapi usianya bisa lebih dari tujuh hari. sebagaimana habitat ayam aslinya. Namun bila dilihat dari segi higienis. Dengan cara ini lebih mudah menjaga kesehatan ayam petelur. Sedangkan Afrisch. Ayam petelur hanya hidup dalam kandang. Beternak dengan cara ini. hanya cukup tempat berdiri dan makan pakan. Selain tanggal kadaluarsa yang tertera pada packing. Semakin tua usia telur semakin datar kuning telur dan menyatu dengan putihnya . masih tersisa ruang bagi ayam petelur untuk makan pakan ayam. Permukaan kuning telurnya terlihat jelas cembung ke atas dan terpisah jelas dari putihnya. Hanya menunjukkan darimana telur berasal! Di Jerman telur yang dipasarkan hanya boleh telur kualitas G? sse A artinya telur segar. kotoran dan ayam petelur tidak menyatu. tidak perlu biaya pencegahan penyakit yang tinggi. Mirip dengan cara pertama. 3 = Käfighaltung. Dengan begitu 3-DE-1271059 berarti: telur berasal dari ayam petelur yang diternak secara Käfighaltung di Jerman dengan nomor peternakan 1271059. Kode di atas sama sekali tidak menunjukkan apakah telur segar atau tidak. Ayam petelur hidup dalam kandang yang bawahnya hanya beralaskan jeruji besi. 1 = Freilandhaltung. darimana konsumen dapat mengetahui segar tidaknya telur? Ada beberapa cara: * * * Telur segar tidak berbunyi bila dikocok Test dalam air: Telur segar akan mengendap di dasar air. sedangkan yang tidak segar akan mengapung Kuning telur segar jelas terlihat terpisah dari putih telur. misalnya DE = Jerman.

Bila usia telur lebih dari 10 hari. yaitu produsen menjual kepada toko dan mereka membayarnya ketika barang sudah laku. Bila tanggal kadaluarsa belum terlalu lama lewat. Keterbatasan ada pada modal. tetapi tidak laku jual. Dengan kata lain. anda boleh mengonsumsinya. karena minimal anda harus menyiapkan modal 5 kalinya atau lebih (perkiraan 5 hari barang dagangan baru dapat laku-jual) untuk perputaran barang dagangan. Mereka yang akan . Dengan sistem konsinyasi. gaji pegawai toko dan berbagai biaya lainnya. Bisa saja barang dagangan laku tetapi mereka tidak mau bayar dengan alasan tidak ada uang. tenaga dan tentu saja barang tersebut akan kadaluarsa dan tidak bisa dijual lagi. seringkalinya warung atau toko tersebut menolak dengan alasan barang kurang laku. karena secara tidak langsung mereka mendapatkan modal tambahan dari produsen barang dagangan. atau anda menyukai telur mentah sebaiknya telur segar yang usianya kurang dari 10 hari. Sistem penjualan ini sangat disukai oleh toko atau warung pengecer. Produsen barang rugi waktu. Percuma saja barang dagangan dititipkan. tidak punya uang atau berbagai alasan lainnya. Telur yang berusia lebih dari 10 hari hanya boleh dikonsumsi dengan cara memasaknya. Disini anda berperan macam pegawai bank yang akan memberikan kredit kepada nasabah. Telur yang sudah lewat dari masa kadaluarsa (28 hari setelah ayam bertelur) bukan berarti sama sekali harus dibuang. Jangan simpan makanan yang mengandung telur mentah terlalu lama. dengan syarat betul-betul memasaknya hingga matang. Akan tetapi lain halnya bila barang tersebut dijual dengan sistem konsinyasi. Produsen dapat merambah ke berbagai tempat dan mencoba memasarkan berbagai produk konsinyasi. Misalnya untuk membuat eis cream. bila kita ingin membuat makanan dengan telur yang tidak dimasak. Produsen tidak perlu pusing memikirkan lokasi usaha apakah strategis atau tidak. sewa toko. penetrasi pasar barang dagangan akan cepat menyebar. pudding. Sistem penjualan konsinyasi dapat digunakan untuk memasuki pasar modern seperti supermarket atau pasar tradisional yang terdiri dari warung makan. USAHA PENJUALAN SISTEM KONSINYASI Ketika seorang produsen akan menjual barang-dagangannya ke sebuah warung atau toko. pelanggan mengkonsumsi barang kita tapi tidak bayar dan berbagai alasan lainnya. Ingat enzym alami pencegah salmonella hanya bertahan selama 10 hari. warung/toko jajanan. Tentunya dalam melaksanakan sistem ini anda harus mempertimbangkan karaktek pemilik toko dan tingkat penjualan dari toko/warung sasaran pemasaran. Kita harus juga mempertimbangkan tingkat keramaian dari toko/warung tersebut. toko. Produsen hanya menitipkan barang dagangan ke pemilik toko/warung. jangan dikonsumsi secara mentah. barang tidak laku/sudah kadaluarsa dan sudah dibuang. mayones atau stmj (susu telur madu jahe).

BILA TELUR TENGGELAM. CARA MEMILIH DAN MENYIMPAN TELUR Kalau KITA MEMBELI TELUR DI PEDAGANG YANG RAMAI JARANG SEKALI MENDAPATKAN TELUR LAMA ATAUPUN RUSAK. MENANDAKAN MASIH SEGAR . JUGA MULAI TIMBUL BINTIK-BINTIK HITAM YANG DISEBABKAN OLEH PERTUMBUHAN JAMUR. Tindakan PERSIAPAN PENYIMPANAN TELUR DAPAT BERPEDOMAN: . Semakin LAMA LARUTAN DIDALAMNYA semakin ENCER SEHINGGA KUNING TELUR bergeser KE TEPI. BERBEDA BILA KITA MEMBELI DARI PEDAGANG YANG RELATIF SEPI. DIAMETERNYA SEKITAR 1. BEBERAPA CARA MEMILIH DAN MENYIMPAN TELUR lazim dijadikan pedoman. . TELUR DIRENDAM DALAM AIR TAWAR ATAU LARUTAN GARAM 10% ( 1 SENDOK TEH GARAM DALAM 2 GELAS AIR). KANTUNG UDARA DI BAGIAN UJUNG MEMBULAT TELUR RELATIF KECIL DARIPADA TELUR SEGAR. . TELUR DILETAKKAN DI DEPAN CAHAYA DAN DITEROPONG ISINYA SAMBIL DIPUTAR-PUTAR.5 cm. BERARTI TELUR SUDAH RUSAK 3.Bila KUNING TELUR SUDAH PECAH dan BERCAMPUR berarti telur SUDAH RUSAK. 2. SELAIN ITU. . KITA HARUS HATI-HATI MEMILIH TELUR.melakukan dan membayar semua itu untuk anda. Pengamatan kulit luar: - TELUR YANG MASIH SEGAR BERWARNA KULIT CERAH TELUR YANG SUDAH LAMA BIASANYA MEMPUNYAI WARNA KULIT KUSAM/KERUH. SAAT MEMILIH TELUR SEGAR KITA dapat MENGGUNAKAN CARA: 1. dengan satu gudang. telur sudah kurang segar. BERDASARKAN SIFAT ITU. Bisa dikatakan. kita memiliki berbagai toko/warung yang tersebar di berbagai lokasi.BILA TELUR MELAYANG DALAM LARUTAN. KARENA STOKNYA CEPAT HABIS dan DIGANTI YANG BARU. Dengan penjualan sistem konsinyasi.Bila KUNING TELUR BERGESER. Produsen dapat menjual/menitipkan produknya pada lokasi yang di yakini pasti banyak pembelinya. TELUR SEGAR MEMPUNYAI KEKENTALAN YANG BAIK.BILA SEDIKIT TERAPUNG. SEHINGGA KUNING TELUR TERLETAK DI TENGAH. KANTONG UDARA ITU semakin LAMA JUGA AKAN MEMBESAR. produsen tidak perlu lagi menunggu konsumen. BERARTI KANTONG UDARA DI UJUNG TELUR MEMBESAR DAN MENANDAKAN TELUR SUDAH LAMA . KITA SERING MEMBELI TELUR DALAM JUMLAH BANYAK dan disimpan SIMPAN UNTUK PERSIAPAN BILA SEWAKTU-WAKTU DIBUTUHKAN.

LEBIH BAIK LAGI PADA SUHU 0 DERAJAT CELSIUS AGAR TELUR BISA TETAP SEGAR DALAM WAKTU LAMA. SELANJUTNYA. TELUR PERLU DICUCI LEBIH DULU UNTUK MENGHILANGKAN KOTORAN-KOTORAN YANG BIASANYA berasal DARI KANDANG. SEBAIKNYA TELUR DIRENDAM DULU. LAPISAN ITU JUGA BERFUNGSI MENUTUP PORI-PORI KULIT TELUR. SELAIN ITU. TELUR SIAP DISIMPAN DALAM LEMARI PENDINGIN. SEBAIKNYA TELUR DICELUPKAN KE DALAM MINYAK PARAFIN CAIR (60 DERAJAD CELCIUS). SETELAH DICUCI. CARA INI MEMBENTUK LAPISAN TIPIS SEKELILING KULIT TELUR BAGIAN DALAM AKIBAT SATU LAPISAN TIPIS PUTIH TELUR TERKOAGULASI. SEBELUM DISIMPAN. SEHINGGA BAKTERI MUDAK MASUK DAN MERUSAK TELUR. PENCUCIAN / PENGGOSOKAN YANG BERLEBIHAN MENGAKIBATKAN KULIT TELUR MENIPIS DAN MUDAH PECAH. 3. 2. 4. JUGA MENYEBABKAN PELEBARAN PORI-PORI TELUR. TELUR DICELUPKAN KE DALAM AIR MENDIDIH SEBENTAR SAJA (SEKITAR 5 DETIK). SUPAYA KOTORAN MUDAH LEPAS. KEMUDIAN DIANGIN-ANGINKAN SEHINGGA TERBENTUK LAPISAN TIPIS YANG BISA MENUTUPI PORI-PORI kulit TELUR DAN terhindar DARI SERANGAN BAKTERI. .1.

tergantung dari kemampuan peternak dan ditentukan oleh skala usahanya. Hal ini didasari oleh jumlah permintaan produk hewani asal unggas baik telur maupun daging tiap tahun makin meningkat. Dari sisi ketersediaan bibit. mesin tetas elektrik dengan menggunakan listrik yang dihubungkan dengan lampu pijar sebagai sumber panas. Kondisi suhu tersebut dapat direkayasa dengan penggunaan sumber panas listrik maupun lampu minyak dan untuk kelembaban optimal digunakan air yang ditempatkan dalam mesin tetas. Dalam upaya memacu usaha peternakan unggas perlu adanya sentuhan teknologi tepat dan mudah diterapkan oleh peternak. jenis mesin tetas ini sangat efektif pada daerah yang sering mengalami pemadaman lampu. Model mesin tetas telur ini dapat diperoleh di toko poultry shop atau membuat sendiri dengan bahan yang mudah dan tersedia di tempat. Keunggulan lain usaha agribisnis unggas adalah tidak memerlukan biaya yang besar. Dilihat dari data permintaan tersebut prospek usaha agribisnis unggas yang salah satunya adalah ayam buras cukup potensial. Ke dua.MESIN TETAS TELUR AYAM Usaha peternakan unggas (ayam dan itik) merupakan jenis usaha yang cukup menjanjikan. Mesin tetas TELUR dapat dibedakan atas dasar sumber panas yang digunakan. Pertama. Suhu optimal adalah 38. mesin tetas yang menggunakan sumber panas lampu minyak yang dihubungkan dengan silinder yang terbuat dari seng plat sebagai sumber panas. mesin tetas kombinasi yaitu gabungan dari sumber panas yang berbeda (listrik dan lampu minyak). Prinsip kerja dari mesin tetas ini adalah menciptakan situasi dan kondisi yang sama pada saat telur dierami oleh induk. Pada tempat yang belum ada listrik bisa dibuat mesin tetas dengan menggunakan lampu minyak sedangkan daerah yang tersedia listrik bisa dibuat mesin tetas telur elektrik atau mesin tetas kombinasi. teknologi penetasan telur buatan dengan penggunaan mesin tetas telur sangat cocok diterapkan. Keunggulan teknologi ini adalah menghilangkan periode mengeram pada induk sehingga induk mampu menghasilkan telur lebih banyak selama hidupnya. Bahan – Bahan yang Digunakan Pembuatan mesin tetas disesuaikan dengan kondisi sumber panas yang tersedia. Besarnya mesin tetas telur yang digunakan disesuaikan dengan kapasitas telur yang akan ditetaskan seperti .8o C atau 101oF. Ke tiga. Kondisi yang perlu diperhatikan adalah suhu dan kelembaban. sehingga pada saat lampu padam maka digunakan lampu minyak sebagai sumber panas. selain itu anak ayam dapat di produksi dalam jumlah yang besar pada waktu yang bersamaan. 400 butir dan 600 butir. Bahan-bahan yang digunakan antara lain : . Selain itu jenis ternak ini telah lama dikenal masyarakat sehingga teknik budidayanya tidak terlalu rumit. 200 butir.

Nampan air diisi air secukupnya (tidak sampai penuh). 2. Pemeriksaan telur sebaiknya dilakukan 2 kali. .8oC. Telur dibersihkan dengan menggunakan lap basah hangat dan tiriskan. Telur akan memenetas pada hari ke 20 atau 21. diusahakan 38. huruf A dan B di kedua belah sisi. Tutuplah mesin tetas setelah semua telur dimasukan. sampai bulu anak ayam kering dan kondisi anak ayam normal. Pemutaran telur dilakukan sampai hari ke 18. yaitu pada hari ke 7 dan hari ke 18. 6. penggunaan air ini untuk menjaga kelembaban mesin tetas. ukurannya kira-kira sebesar biji kacang hijau dan tampak bergerak. untuk itu selama penetasan harus diperhatikan stabilitas volume air. Pemanas dihidupkan 24 jam sebelum telur dimasukan ke dalam mesin tetas. mesin tetas harus dibersihkan dahulu dari mikroorganisma pengganggu dengan jalan penyemprotan bahan pembunuh kuman / desinfektan. Anak ayam yang keluar dari telur dibiarkan dahulu dalam mesin selama kurang lebih 24 jam. Kayu kaso 4 x 5 cm sebagai rangka mesin Tripleks melamin. B. 4. kaca dan engsel Kawat ram (tempat peletakan telur) Paku dan seng plat Nampan air dan thermometer Alat pengatur suhu (thermoregulator) Lampu pijar dan lampu minyak. 5. Pemberian tanda ini berguna untuk memudahkan dalam pemutaran telur agar lebih merata. Telur yang sudah ditandai dimasukan secara perlahan ke dalam mesin tetas dengan posisi tanda seragam. 3. maka telur yang mati tersebut harus dibuang agar telur tidak membusuk dalam mesin. telur diberi tanda pada kedua belah sisi dengan spidol atau alat tulis lain. 7. Telur yang bertunas (tanda telur hidup) tampak terang dan tidak terdapat bintik-bintik merah. Apabila titik merah tersebut tidak bergerak pertanda embrio dalam telur mati. misal . Setelah kering dan normal. Cara Pengoperasian Mesin Tetas Telur A. anak ayam bisa dikeluarkan dari mesin tetas. Telur yang bertunas ditandai dengan adanya titik merah di bagian petengahan. Suhu mesin tetas harus konstan. Setelah telur bersih dan kering. Operasional Penetasan Setelah 48 jam telur dalam mesin tetas.1. mulai dilakukan pemutaran telur setiap pagi dan sore. Persiapan Sebelum digunakan.

go.Sumber : http://sultra.id .deptan.litbang.

cacat tubuh. Kecukupan gizi yang baik akan menjamin pembentukan antibodi alami berlangsung dengan sempurna. ayam ciparage. ayam pelung.7.. sedangkan untuk ayam kampung. misalnya rumput sebagai sumber protein dan serat. pertumbuhan ayam akan sangat pesat pada usia 0-4 bulan.1 Bulan Pada usia ini yang paling berpengaruh adalah faktor suhu lingkungan dan makanan. dan akan terus bertumbuh meski agak lambat hingga usia 7. Pada masa ini. ayam akan tumbuh sesuai harapan. namun memiliki imbangan energi-protein yang sangat ideal. pertumbuhan yang kurang optimal. karena selain mengandung imbangan gizi yang seimbang. Asalkan ayam hidup pada suhu lingkungan yang nyaman. dll. Banyak peternak yang kesulitan dalam memelihara ayam pada masa pertumbuhan. kerikil dan tanah sebagai sumber mineral. dan diberi makanan yang bergizi baik. jika peternak berniat memelihara dalam jangka panjang (usia panen di atas 12 bulan). dan banyak lagi. Namun yang harus diperhatikan. ayam kedu.PEMELIHARAAN AYAM BURAS USIA PERTUMBUHAN (SISTEM UMBARAN) Saya menggunakan istilah ayam ras untuk ayam-ayam import broiler (pedaging) dan layer (petelur). Dengan demikian. ayam yang dipelihara secara umbaran dapat mencari sendiri kekurangan nutrisi dari lingkungan sekitarnya.) yang biasa dinamakan BR-1 atau BR-2 (voer).5 bulan. tidak jadi masalah. Sedikit banyak alam telah menyediakan nutrisi bagi ternak. Berikut akan saya uraikan sedikit pengalaman saya : Ayam Usia 0 -. pada ransum ini juga terdapat antibiotik yang dapat melindungi ayam dari penyakit-penyakit pada masa awal. Secara matematis. sehingga jika ayam mengkonsumsi dengan normal. formula 280 ini rendah energi dan protein. Confeed. ayam bangkok (baik import maupun lokal). apakah disapih atau tetap dicampurkan dengan induk. Untuk ayam umbaran usia pertumbuhan di atas 1 bulan. Kesulitan tersebut mulai dari tingkat kematian yang tinggi. dll. saya istilahkan sebagai ayam bukan ras (buras). saya merekomendasikan pemberian pakan /ransum komersil (produksi Charoen Phokp. Mengenai cara pemeliharaan. Ayam Usia 1 .5 Bulan Kembali saya mengingatkan. dll. Secara umum. kebutuhan protein . bahwa pada tulisan ini saya hanya membahas pemeliharaan dengan sistem umbaran (ekstensif atau semi intensif). Sirad. saya merekomendasikan pemberian pakan dengan formula 20% konsentrat petelur + 80% dedak (saya namakan formula 280). sekam padi sebagai sumber vitamin yang baik untuk pertumbuhan bulu. sebaiknya ayam usia pertumbuhan diberi ruang gerak yang lebih leluasa.

Demikian. kecuali keharusan memelihara dengan sistem umbaran. saya sangat terkejut dengan hasil pertumbuhan yang menyamai jika ayam diberikan voer.minimum akan tercukupi (Jika melihat imbangannya.kapur bubuk/kapur tembok yang telah non aktif (sebagai sumber kalsium) . justru formula 280 termasuk pakan dengan prosentase protein yang tinggi. Bahan Makanan Tambahan Peternak dapat menambahkan bahan makanan lain ke dalam formula 280 namun dengan prosentase maksimum 5%. Kelemahan Formula 280 Kelemahan sejauh ini belum saya temui. mengungguli BR-1 dan BR-2). Pertumbuhan tulang juga sangat baik.Voer BR-1 atau BR-2 (sebagai suplemen). Bahan makanan tersebut misalnya : . yakni rendah lemak dengan perototan yang besar dan kuat. Menggunakan formula 280. karena pakan formula 280 menggunakan konsentrat ayam petelur yang kaya akan kalsium. serba sekilas tentang pemeliharaan ayam buras usia pertumbuhan secara umbaran. ayam-ayam yang saya beri formula 280 memiliki tekstur daging/otot yang baik. Selain itu. besar dan kuat. pakan formula 280 sangat ekonomis. . Kelebihan Formula 280 Berdasar pengalaman.

penentuan maksud beternak juga penting. Jenis ayam ini memiliki potensi mampu memberikan kontribusi bagi pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Bila beternak hanya untuk mengisi waktu luang. Setidaknya ada 3 tujuan beternak ayam kampung. maka kepuasan yang dicapai adalah kepuasan mengisi waktu dengan kesibukan sehari-hari mengurus ternak. dan biasanya tergantung bagaimana tujuan peternak memelihara ayam kampung. tepat dan intensif maka produktivitasnya dapat ditingkatkan. Selain menentukan tujuan komoditas yang akan diproduksi. Karena tidak memiliki ciri yang khusus dan tidak adanya ketentuan tujuan dan arah usaha peternakannya. bila ayam kampung dipelihara secara benar. diantaranya adalah penetapan tujuan beternak. Kepuasan peternak akan ditentukan dengan seberapa banyak nilai ekonomi yang dihasilkan dari peternakan yang dijalankan. Bila tujuan ini sudah ditetapkan maka usaha peternakan ayam kampung yang dijalankan akan menerapkan kaidah-kaidah usaha. . Namun demikian. yaitu beternak hanya sekedar mengisi waktu luang dan beternak sebagai sumber penghasilahan keluarga. untuk membedakan dengan ayam yang sudah jelas tujuan dan arah usahanya. Apa lagi ayam betina dan ayam-ayam yang sudah tua maka berat badannya jauh lebih rendah lagi. Ayam kampung yang ada di Indonesia morfologinya (bentuk-bentuk fisik) sangat beragam. khususnya bila diarahkan untuk petelur. Keuntungan berupa ekonomi merupakan target utama yang harus dihasilkan. yaitu sebagai penghasil daging dan penghasil telur. termasuk dalam pemilihan induk untuk bibitnya. Tujuan yang ke dua adalah beternak sebagai usaha penghasil pendapatan. ayam kampung dinamakan juga sebagai ayam buras (bukan ras). Kebanyakan ayam kampung bersifat dwifungsi. Penentuan tujuan ini penting karena akan menentukan cara memelihara dan manajemennya. misalnya khusus petelur atau pedaging) yang disebut dengan ayam ras. setidaknya sebagai penghasil daging dan telur.BETERNAK AYAM KAMPUNG PETELUR Ayam kampung adalah ayam asli Indonesia yang sudah dipelihara oleh masyarakat sejak dahulu. terutama bagi yang sudah pension. Selain kepuasan tersebut. Produktivitas ayam kampung yang dipelihara secara ala kadarnya memang masih rendah. Produksi telur per tahunnya sekitar 60 butir dan berat badan ayam jantan dewasa tidak melebihi dari 2 kg. sulit sekali dibedakan dan dikelompokkan ke dalam klasifikasi tertentu. Tujuan beternak ayam Beternak ayam kampung perlu dipersiapkan beberapa hal. Kepuasan tersebut memberikan nilai tersendiri. beternak juga menambah hasil berupa telur atau anak ayam atau daging walaupun ini bukanlah target utama dari beternak. apakah sebagai penghasil daging atau penghasil telur.

Keramaian akan mengganggu ternak dan sebaliknya. mudah terjangkit penyakit dan sebagainya. besar kecilnya seukuran dan umurnya tidak terpaut jauh. 2. Gangguan dapat berupa suara ayam. terlebih dahulu dilakukan pemilihan/seleksi bibit/induk dengan seksama. tidak taku didekati orang.Penentuan Lokasi Beternak ayam kampung petelur juga harus memenuhi syarat teknis lokasi yang sesuai. Jika keduanya tidak dapat diperoleh secara bersamaan maka yang diutamakan adalah dekat dengan pasar faktor produksi. Bila jauh dengan pemasaran. Hal ini perlu karena kawasan akan terus berkembang sesuai dengan peruntukannya. Selain itu. Lokasi jauh dari keramaian. . pertumbuhan badannya baik dan hasil telurnya banyak. tetapi ada jalur transportasi dan komunikasi. gerakannya kuat dan tangkas. Pemilihan Bibit Sekalipun ayam kampung tidak memiliki ciri khas dalam hal bentuk badan dan warna bulunya. Kalau ayam dipelihara dalam jumlah yang besar maka akan dapat menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitarnya. tidak di bawah lembah atau di atas bukit. 3. Sedangkan jalur transportasi adalah untuk memudahkan pemasaran hasil dan penyediaan factor produksi. Sebaiknya calon induk telah berumur paling tidak 7 bulan. kotoran ayam. Lokasi tidak jauh dari pasar hasil dan pasar faktor produksi. ayam kampung akan memberikan hasil yang cukup baik. Lokasi seharusnya memenuhi aturan tataguna lahan dari pemerintah daerah setempat. Di antaranya adalah tingkah lakunya yang gembira. keluar kandang pagi-pagi dan baru masuk kandang setelah matahari terbenam. suaranya agak ramai apabila didekati dan diberi makan. Syarat-syarat lokasi yang dipillih dalam beternak ayam kampung petelur adalah: 1. Pemilihan bibit dapat dilakukan dengan memilih calon indukan yang sejenis. Calon bibit yang baik memiliki beberapa sifat yang khas. ada kemungkinan pembeli mengambil sendiri ke lokasi peternakan. ternak yang dipelihara juga harus memenuhi criteria kenyamanan lingkungan sehingga tidak mudah mengalami stress. nafsu makannya baik dan aktf mencari makan sepanjang hari. Sebaiknya dalam beternak dan mengembangbiakkan ayam kampung petelur ini. yaitu bentuk badan seragam. bila dipelihara secara teratur dan terarah. Lokasi hendaknya mempunyai sumber-sumber air bersih yang cukup. 4. berasal dari kelompok atau kawanan ayam yang terpilih. Calon bibit tersebut sebaiknya secara turun temurun memiliki sifat-sifat pembawaan yang baik dan sehat. tidak terdapat bagian tubuh yang cacat. Jangan sapai peternak memilih lokasi yang peruntukkannya ke depan sebagai pusat perkantoran atau pemukima. pakan dan lalulintas pengangkutan produksi dan sarana produksi.

Berat badan. tapi tidak terlalu keras. Mata bewrbentuk bulat. menghimpit rapat seolah-olah tidak ada ruang kosong diantara bulu-bulu tersebut. Cara ini juga dapat diginakan untuk menafsirkan keadaan umum tubuh. Bulu ayam yang haslus letaknya teratur pada tubuh. 8. regang. Leher dan dada harus merupakan satu kesatuan yang kokoh. Kepala berbentuk bulat panjang. Gelang kuping dan daun telinga bentuknya bulat panjang atau jorong. tidak suram. Badan dan tubuh bagian belakang. . lebar dan dalam. Pertulangan.Ayam yang baik untuk bibit juga berbulu mengkilap dan cerah. kecuali jenis tertentu seperti pelung. agak basah. agak mengkilap. kesehatan dan gaya hidup ayam bersangkutan. berisi dan tidka berlemak. 5. Tubuh bagian belakang harus penuh dan dalam. Selaput lender mata jernih. Bentuk dan besar bulu harus sesuai dengan jenis puspa ragam dari jenis ayam bersangkutan. Hal ini menandakan bahwa alat-alat tubuhnya berada pada posisi yang tepat dan seharusnya. Dada. mengkilap. Suhu badan. tidak tipis dan tidak terlalu besar. Berat badan harus sesuai dengan jenis ayam bersangkutan. Bagian tubuh. Pemandangan cerah ceria. lebar dan kuat. Leher. 9. lentur dan berjaringan halus. membuka luas kurang lebih di tengah pipi (samping kepala). Jengger kokoh dan kuat. lebar. Punggung panjang. Bulu. 7. bebas dari jarigan tubuh yang mengganggu penglihatan. Warnanya merah menyala. Selaput bening mata jernih dan selalu basah. Suhu badan normal. dan tidak ada bagian yang rusak atau cacat. 12. Warnanya segar agak mengkilap. tidak melengkung. tidak terlalu gepeng dan berbangun kasar. Badan agak panjang. 11. 2. Jangan terlalu panjang dan terlalu pendek. Bangun tubuhnya tidak ada kelainan. Bentuk bulu mencerminkan keadaan kulit. 4. 6. Semkain mengkilap maka semakin kuat dan sehat ayam bersangkutan. Punggung datar. agak melotot sedikit. Tulang harus kuat dan normal. padat. dan gemar melakukan sesuatu. 3. warnanya tegas. eksehatan dan gaya hidup ayam yang bersangkutan. berwarna kuning kemerah-merahan dan tidak lemah. Kepala. Bila dipegang terasa hangat. dan selalu basah. Ini dapat diperkirakan dengan meraba tulang dada dan paha. Mata. penuh perhatian. Keadaan kulit bila diraba terasa lembut. sekitar 41-42 oC. Tubuh belakang ayam yang terbesar terletak terletak di belakang garis melintang antara kedua kaki ayam. Bentuk dada agak montok ke depan. Otot gempal. dan lurus. Ayam yang sehat dan normal dapat ditilik dengan melihat tanda-tanda fisiknya sebagai berikut: 1. Tembolok terisi penuh. Ghelang mata segar. Kulit. 10. Perototan. selaras dan sesuai dengan jenis ayamnya.

dengan jarak anatara kedua kaki cukup lebar. Perkandangan Kandang ayam kampung petelur dibuat sesuai dengan kepadatan ayam yang diperlukan. Dubur. tetapi keputih-putihan dan tidak kotor oleh tahi ayam yang mongering. maka kandang ayam kampung dapat dibagi menjadi 2 macam. per meter persegi cukup untuk 14 – 16 ekor. beberapa batasan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: 1. bisa dikurangi sesuai dengan peningkatan umur dan ukuran tubuh. Tidak boleh tergantung atau terkulai lemah. dengan bentuk kuku tidak terlalu panjang atau bengkok. Bulu pangkal sampai ujungnya tidak cacat. disebut juga dengan sistem batery. Sedangkan sistem lantai cage adalah dengan adanya jarak antara tanah/lantai dengan dasar kandang.13. Kulit di sekitar dubur tidak berkerut atau berwarna kuning tua. Model ini cocok untuk petelur. bulat dan basah. yaitu kandang sistem lantai liter dan kandang dengan lantai cage. Berdasarkan sistem lanatainya. Sistem ini sebenarnya cocok untuk ayam kampung bibit. Perut penelur ini kalau diraba tarasa halus dan lunak seperti beludru. Ekor terbangun sesuai dengan jenis ayamnya. Pada sistem kedua ini. Warna sesuai dengan jenis ayam bersangkutan. tersusun teratur. Untuk anak ayam dalam indukan setiap meter persegi cukup 30 ekor. Tidak terlalu besar atau kecil. bentuknya bulat cembung. Ekor. cage dibuat miring ke depan sehingga bila ayam bertelur maka telurnya segera menggelinding kea rah depat yang telah disiapkan tempat penampung telur sehingga petugas dapat dengan mudah mengumpulkan telurnya. Sisik kaki menghimpit rata. Kandang lantai liter adalah kadang yang lantainya dilapisi denga liter berupa serbuk gergaji atau sekam padi setebal sekitar 6 cm. Kaki harus kuat dan kokoh. Sayap. 15. Bulu di sekitar dubur kering dan bersih. Kaki. 3. Jarak antara ujung utlang dada dan tulang kelangkang sekitar 3 – 4 jari orang dewasa. dan keadaannya licin mengkilap. Untuk ayam remaja sebelum memasuki masa bertelur. 2. Dubur ayam yang sehat bentuknya lebar. 17. harus menghimpit tepat pada badan. 14. Pakan dan Nutrisi . Sehubungan dengan hal itu. Untuk ayam yang siap dan telah memasuki masa bertelur adalah 6 ekor per meter persegi. Jarijarinya menghampar. Taji tidak panjang tetapi kuat. Perut penelur terletak dia natara di belakang garis melintang antara kedua kaki. 16. Sayap harus normal dan kuat. Perut penelur.

5% lemak. Karena rata-rata ransum ayam yang diberikan mengandung tidak lebih dari 10% air maka penyediaan air minum yang bersih mutlak diberikan secara ad libitum. . Magnesium (Mg) dan lain-lain. Pada umumya bahan pakan seperti dedak mengandung 2. Fosfor (P). Biji-bijian sereal dan turunannya merupakan sumber karbohidrat yang baik.Pemberian pakan merupakan bagian penting dalam usaha peternakan ayam kampung petelur. Selain itu lemak juga menyumbangkan energy bagi ternak. yaitu pakan yang diberikan untuk DOC hingga berumur 8 minggu dan dalam bentuk remahan (mash). Pakan starter. Biasanya ayam mengkonsumsi air sebanyak 2 – 2. 2. 6. Mineral-mineral tersebut penting karena terkait dengan pembentukan telur. Natrium (Na). Protein merupakan nutrisi utama yang dibutuhkan bagi ayam kampung petelur. Vitamin pada umumnya berperan sebagai ko-enzim dan regulator metabolism. Jenis pakan dapat dikelompokkan menjadi 3 tipe berdasarkan periode umur ayam.5 gram air untuk setiap pakan yang dikonsumsi selama masa awal dan pertumbuhan. Air. Selain secara kuantitatif. Lemak. Pakan grower. Rata-rata kebutuhan protein untuk petelur adalah berkisar antara 16 – 17%. Pakan yang defisiensi vitamin akan menurunkan produktivitas telur. Karbohidrat. 3. Keenam kelompok nutrisi tersebut adalah sebagai berikut. yaitu yang tidak dapat disintesis di dalam tubuh ayam. 2. 4. yaitru diberikan kepada ayam berumur 8 – 20 minggu atau hingga mulai bertelur. Paling tidak ada 6 kelompok nutrisi yang harus terpenuhi di dalam pakan ayam. 3.5 – 2 gram air untuk setiap gram pakan yang dikonsumsi. Mineral. 5. Pakan yang diberikan harus memenuhi kebutuhan untuk produksi telur. Untuk itu secara nutrisi harus memenuhi semua yang dibutuhkan. Pakan layer. ayam meminum sebanyak 1. terutama asam amino esensial. Vitamin. Ayam petelur memerlukan asam lemak esensial seperti asam linoleat. yaitu diberikan untuk ayam periode bertelur. Mineral penting bagi ayam petelur terutama adalah kalsium (Ca). 1. yaitu: 1. Fungsi utama karbohidrat dalam pakan ayam adalah sebagai sumber energy. Pada masa bertelur (petelur). protein pakan juga harus mengandung asam amino yang lengkap. Protein.

Hal ini untuk menjamin mutu telur yang dihasilkan. pemanenan tidak juga harus terlalu sering karena dapat menyebabkan ayam stress. Namun demikian. Manajemen pakan dan minum harus memperhatikan pula kebutuhan nutrisi ayam petelur. Kecukupan akan pakan menghidarkan ayam dari stress dan terjaganya produksi telurnya. .Manajemen Pemeliharaan Dalam usaha peternakan ayam kampung untuk menghasilkan telur. Pemanenan telur yang dihasilkan harus segera untuk menghindari telur kotor akibat tercampur feses atau sisa-sisa pakan pada kandang. yang penting diperhatikan adalah perihal manajemen. Kebersihan dan kesehatan kandang akan membawa ayam pada kondisi nyaman sehingga menhindari stress. Air dan pakan yang diberikan secara ad libitum agar terjamin kebutuhan nutrisinya. Manajemen ini meliputi pemberian pakan dan minum. Kandang dan lingkungannya yang bersih juga menghidari adanya kontaminasi mikroba. kebersihan dan kesehatan kandang. serangan hama dan penyakit ternak. pemanenan dan pemasaran.

5) memiliki variasi keunggulan tertentu sesuai dengan daerah asalnya. 4) dapat dilaksanakan dengan modal kecil-kecilan dan penggunaan lahan terbatas serta dapat diusahakan secara bertahap. Sebagai seorang petani. Ayam buras merupakan potensi di daerah yang selalu ada dan hampir dimiliki oleh setiap rumah tangga serta mempunyai beberapa keunggulan dibanding dengan jenis unggas lain antara lain: 1) mudah dipelihara dan sudah sering dilakukan oleh masyarakat di pedesaan. terutama petani di pedesaan yang serba terbatas.PEDOMAN PRAKTIS BETERNAK AYAM BURAS Ayam buras (bukan ras) merupakan salah satu ternak unggas penghasil telur dan daging. BEBERAPA CARA BUDIDAYA Siklus reproduksi ayam buras yang dipelihara tradisional biasanya berlangsung selama 125 hari yaitu sebagai berikut 1) masa bertelur 20 hari. sehingga peluang pasar masih terbuka lebar dan harganya tetap stabil. modal maupun lahan. . 2) masa mengeram 21 hari. maka pilihan satu-satunya akan jatuh pada ayam buras yang dikenal masyarakat pada umumnya dengan nama ayam kampung. berarti akan dirasakan setiap petani akan pendapatan yang diperoleh dengan harapan bahwa ayam burasnya dikelola dengan baik sesuai anjuran teknis maupun ekonomisnya. 3) daging dan telur ayam buras lebih disukai masyarakat. Dengan perubahan ini yaitu dengan adopsi teknologi yang mudah dan murah biayanya akan memberikan keuntungan yang memadai. baik ilmu. Ayam buras dapat menjadi sumber ekonomi rakyat petani bilamana ada perubahan peranan dari sekedar sebagai sampingan yang dipelihara secara tradisional kemudian dirubah menjadi usaha komersil dan dikelola secara intensif atau semi intensif. 3) masa mengasuh anak 65 hari. 2) cepat beradaptasi dengan lingkungan dan umumnya tahan terhadap penyakit tertentu. Kuncinya dalam pengembangan ayam buras yaitu merubah sistem lama (tradisional) dengan mengadopsi teknologi yang mudah dilaksanakan dan diharapkan dalam waktu yang relatif singkat pengembangan ayam buras sudah dapat ditingkatkan. Namun apabila dibudidayakan maka siklus di atas dapat dikurangi dengan jalan : ▪ Induk diberi kesempatan mengerami telurnya dan setelah menetas anak ayam dipisah dari induk selanjutnya anak ayam dipelihara tersendiri dan induk ayam istirahat. 4) masa istirahat 20 hari.

Apabila muncul sifat mengeram maka induk dimandikan 2 kali setiap minggu selama 2 minggu berturut-turut. Budidaya Ketiga Yaitu mengeramkan telur dengan menggunakan mesin tetas. Dalam hal ini telur tetas harus berasal dari induk yang sudah bertelur satu periode atau setelah ayam bertelur 2 bulan dengan umur induk sekitar 8 bulan dengan jantan umur 10 bulan.Umur 4 minggu dilakukan lagi vaksinasi ND (tetes mata). . . Patokan 10 ekor/ 10 watt. Budidaya Ke dua Induk tidak mengasuh anak dan tidak diberi kesempatan mengerami telurnya. Jadi masa bertelur lebih panjang waktunya yaitu 20 hari dan masa istirahat akan lebih pendek yaitu 14-21 hari.Air minum tambah gula sedikit (asal sudah terasa manis). 3.Lantai box tutup kertas. induknya dapat bertelur kembali asalkan tetap didampingi pejantan.Nyalakan lampu. selama 1 minggu. 2. PEMELIHARAAN AYAM BURAS Ayam buras terdiri atas 3 kelompok umur : 1.▪ ▪ Telurnya dipungut terus. . 1.Pemberian pakan tetap harus tersedia sepanjang hari. .Umur 4 hari. .Umur 3 minggu.Box dipasang dalam kandang yang sudah tersedia. 1 gram vaksin (ampul) + 3 cc larutan aquades. Tetes mata kiri atau kanan. Namun harus diikuti/ dibarengi dengan keterampilan dalam penetasan telur.Siapkan makanan dan air minum.Pemeliharaan intensif dengan menggunakan induk pemanas boleh menggunakan box. agar anak ayam tidak dingin. . Periode Starter . . .Umur 2 hari air minum ditambah antikoksi sebanyak 1 cc per liter air selama 3-5 hari berturut-turut. . keluarkan ayam dari box dan lepas dalam kandang yang sudah siap pakai. . setelah 1 minggu bohlamnya diganti menjadi 5 watt dan hanya malam menyala (apabila sudah umur lebih dari 1 minggu) jika daerahnya terang. kemudian ditetaskan di mesin tetas.Masukkan anak ayam yang baru menetas . . boleh juga dalam kandang kecil. vaksinasi ND (tetes mata). Budidaya Pertama Induk tidak mengasuh anak (sesudah menetas anak dipisahkan dari induknya) maka 1-2 bulan.

Pemberian pakan kontinyu setiap hari dan tingkatkan jumlahnya mulai 40-70 gram.5 cc per liter air. . Pilih jantan dan betina yang memang memenuhi syarat. vaksinasi dengan vaksin ND-Lasota melalui suntikan pada bagian dada.Berikan hijauan setiap hari sesuai kebutuhan. Ukuran kandangnya 20 x 30 x 40 cm/ ekor.Berikan obat cacing pada umur 3 bulan. Berarti ayamnya sudah dikategorikan dewasa.Hanya membutuhkan telur saja (telur konsumsi) maka biasanya dipelihara pada kandang ” battery”.Sesudah umur 5.5 bulan ayam mulai berkotek-kotek berarti sudah/ hampir bertelur. Periode Grower . Sebagai patokan 1 jantan mengawini 7-10 ekor betina. .5 x 4 m. .5 x 2 m) ditambahkan umbaran di luar 1. Apabila tidak ada berak putih/ hijau tidak perlu diberikan. . . Periode Layer Pada periode ini biasanya peternak memelihara ayamnya sesuai keinginan peternak. . 2. Misalnya rumput lapangan. limbah sayur-sayuran yang tidak dimanfaatkan. . pilih yang bagus untuk bibit dan yang kerdil dipelihara tersendiri. Misalnya ayamnya ada 20 ekor maka kandang yang disediakan 2-3 m2 (1. Yang terbaik 1 jantan : 7-10 ekor betina. ubi dan lainlain. Gunakan pejantan paling banyak 2 ekor yang memang sejak kecil sama-sama dalam satu kandang.Hijauan sebelum diberikan dipotong halus baru dihambur pada umbaran.Setelah ayam berumur 4 bulan. 3. Pakan diganti dari pakan grower (14 % protein) menjadi pakan ayam layer (ayam dewasa dengan protein 15.- Bila kelihatan ada berak warna putih (terjadi pada umur 5-6 minggu) maka berikan Neo Meditril melalui air minum sebanyak 0.Anak ayam setelah umur 2 bulan sudah memerlukan kandang yang lebih luas yaitu 8-10 ekor per meter (tergantung besarnya ayam). .Lakukan seleksi. .Bilamana yang dibutuhkan telur bibit maka berarti harus ada pejantannya.Siapkan air minum (jangan kosong tempat air minum) .5-16 %). usahakan pemeliharaannya semi intensif agar supaya anak ayamnya dapat berjemur dan makan hijauan dan untuk itu diperlukan adanya umbaran. gemukkan dan jual. Setelah anak ayam berumur 8 minggu (2 bulan) berarti anak ayam sudah masuk phase dara (periode grower). .

. Usahakan ayam tidak pindah-pindah kandang (kecuali apabila isinya terlalu banyak di dalam atau dengan sistem battery).- Lakukan vaksinasi ND-Lasota setiap 4 bulan (terhitung mulai dari vaksinasi ND ke 3). anak dipisah agar induknya cepat bertelur. Dalam kandang disiapkan sarang bertelur. efisien penggunaan pakan. Gunakan pemeliharaan semi intensif. Boleh dierami induk dan setelah telur menetas. Boleh juga setiap hari telur dipungut dan ditetaskan melalui mesin tetas. karena produksi telurnya tinggi.

yakni 100-110 hari. dan sewaktu-waktu dapat dijual untuk keperluan mendesak. dan kutu. Produktivitas ayam buras sangat beragam. Produktivitas ayam buras umumnya rendah karena pemeliharaan masih sederhana dan belum memperhatikan tata laksana yang baik. cacingan. Selain dapat diusahakan secara sambilan. tepi saluran air dan jalan. Pengembangan ayam buras secara semiintensif dan intensif dengan pemberian pakan yang berkualitas serta pencegahan dan pengendalian penyakit. . terutama tetelo (ND). Peningkatan produktivitas ayam buras dapat dilakukan melalui perbaikan pakan dan peningkatan mutu genetik serta pengendalian penyakit secara periodik. dan mencari makan pada timbunan sampah. Penurunan produktivitas ayam buras berkaitan erat dengan kinerja reproduksi. Perbaikan tata laksana pemeliharaan dari tradisional ke intensif dapat meningkatkan daya tetas sampai 80%. dan diusahakan secara perorangan dengan pemeliharaan tradisional. yang meliputi pemilihan bibit. Produktivitas ayam buras yang dipelihara secara tradisional masin rendah. bergantung pada sistem pemeliharaan dan keragaman individu. telur konsumsi. karena merupakan bahan pangan bergizi tinggi serta permintaannya cukup tinggi. produktivitas. Hal ini dapat mendorong peternak kecil dan menengah untuk mengusahakan ayam buras sebagai penghasil daging dan telur. dan efisiensi usaha tani ayam buras. biaya pakan tinggi. pertumbuhan lambat. dan daging. yang menurun secara nyata akibat perkawinan in breeding secara terus-menerus. mortalitas tinggi penyakit ND. berkisar antara 30−40 butir/tahun. selokan. mudah dipelihara dengan teknologi sederhana. KERAGAAN DAN POTENSI AYAM BURAS Produktivitas dan Reproduktivitas Ayam buras memiliki kebiasaan berkelaran sepanjang hari di pekarangan. pertumbuhan lambat. Pangsa pasar nasional untuk daging dan telur ayam buras masing-masing mencapai 40% dan 30%. pencegahan penyakit. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan melaksanakan "Sapta Usaha” ayam buras. pemeliharaannya perlu ditingkatkan dari tradisional ke arah agribisnis. produksi. karena adanya aktivitas mengeram dan mengasuh anak yang lama. Upaya meningkatkan produktivitas ayam buras dapat dilakukan melalui introduksi teknologi pemeliharaan dari ekstensif-tradisional menjadi semiintensif atau intensif. produksi telur rendah. perkandangan. frekuensi bertelur menjadi 7 kali/tahun. Permasalahan dalam pengembangan ayam buras di pedesaan antara lain adalah skala usaha kecil (pemilikan induk betina kurang dari 10 ekor). dan menurunkan kematian hingga sekitar 20%. unggas ini mempunyai prospek yang menjanjikan. dan biaya pakan tinggi. terutama ND. cukup menguntungkan.USAHA TANI AYAM BURAS DI INDONESIA: PERMASALAHAN DAN TANTANGAN Ayam buras merupakan salah satu unggas lokal yang umumnya dipelihara petani di pedesaan sebagai penghasil telur tetas. produksi telur rendah. Produksi telur ayam buras yang dipelihara secara tradisional berkisar antara 40−45 butir/ekor/tahun. dan kutu. pemberian pakan tidak seimbang baik kualitas maupun kuantitasnya. baik secara ekonomi maupun sosial. antara lain karena tingkat mortalitas tinggi. cacingan. kebun maupun di jalanan. Untuk meningkatkan populasi. dan pencegahan penyakit belum optimal.

48 .86 80.93%.04 76. Perkembangan populasi ayam buras di Indonesia relatif lamban.47 75.18%. 3. Bobot potong dan persentase karkas ayam buras jantan umur 6−7 bulan sebesar 1. Umur induk ternyata sangat mempengaruhi produktivitas ayam buras. dan lama mengeram sekitar 21 hari. betina 916 g. bahkan setelah mengalami seleksi yang ketat.51 4.600 g/ekor. Karakteristik umum ayam buras adalah bobot badannya ringan.21 41.60 g. sistem reproduksi.88 g dan 65. Ayam buras yang dipelihara secara ekstensif umumnya mencapai dewasa kelamin pada umur 6−7 bulan. bobot telur 41.35 30.21 68. persentase karkas 75%.99 86. dan manajemen usaha. produksi telur 40−45 butir/ekor/tahun.222 g.12 598.25 26.22 Umur ayam Sedang (12 bulan) 2. pemasaran. tetapi bobot telur dan bobot tetas telur yang dihasilkan induk berumur 18 bulan lebih tinggi. hidup soliter. pascapanen.89%.34 7. Induk berumur 6−12 bulan menghasilkan telur dengan fertilitas dan daya tetas yang lebih tinggi dibanding induk berumur 18 bulan. Pertambahan bobot badan dan persentase karkas ayam buras pada umur 12 minggu masing-masing sebesar 704 g dan 62.34 84.78 42.12 75.34 77. bertelur pertama pada umur 6.48 90. mortalitas anak (DOC) sekitar 30%. Parameter Muda (6 bulan) Produksi telur (butir/ekor/minggu) Bobot telur (g/butir) Indeks telur (%) Konsumsi pakan (g/ekor/minggu) Konversi pakan Fertilitas telur (%) Daya tetas/telur fertil (%) Daya tetas/telur masuk (%) Bobot tetas (g/ekor) Sumber: Septiwan (2007).04 575.pemberian pakan dengan gizi seimbang. dan sikapnya cepat stres.02 93.21 533. lebih rendah dibanding silangannya yang mencapai masing-masing 844 g dan 64.59 88. produksi telur meningkat menjadi 170−230 butir/tahun (Syamsari 1997). Produktivitas ayam buras berdasarkan umur induk.264.37 bulan.99 28.24 37. Ciri-ciri kuantitatif ayam buras antara lain bobot badan rata-rata jantan umur 5 bulan 1. daya tetas 85%. Tabel 2.60% (Septiwan 2007).28 Tua (18 bulan) 1. Produksi telur ayam buras yang dipelihara secara intensif dapat mencapai 150 butir/tahun. bobot badan dewasa 1.24 6. Peningkatan produksi dan reproduksi ayam buras antara lain dipengaruhi oleh pakan yang diberikan. dan daya tetas telur 84.20 93.400−1. terutama kandungan asam lemak esensial yang berhubungan dengan integritas struktur membran mitokondria dalam organ-organ reproduksi dan fosfolipid sebagai prekusor pembentukan kolesterol. bobot telur 40 g.

Di dataran rendah. dengan produksi telur tiap periode bertelur 10−15 butir. sehingga dapat membuka lapangan kerja dan dikembangkan dengan modal kecil. yaitu produksi telur rata-rata 455. inseminasi buatan. daya tetas 76.70 g. Ketinggian tempat mempengaruhi produktivitas ayam buras. Penampilan ayam buras yang dipelihara secara tradisional. yang ditunjukkan oleh bobot badan jantan dan betina umur 5 bulan. Produksi telur tertinggi dicapai pada suhu lingkungan yang optimal.40% (Nataamidjaja et al. artinya petani hanya bertujuan untuk memperoleh hasil tanpa ada tindakan meningkatkan nilai ternak. produksi telur.29 g. produksi telur dan konsumsi pakan menurun. Ayam buras merupakan bagian dari usaha tani di pedesaan. frekuensi . bobot telur 42. perlakuan fisik. dan bobot karkas 60. Motivasi utama petani memelihara ayam buras adalah sebagai tabungan tidak terurus. Sistem Pemeliharaan Ayam buras mempunyai potensi besar untuk dikembangkan. karena energi yang dikeluarkan untuk pengaturan panas menjadi minimal. Pada dataran rendah (190 m dpl. karena lebih banyak dipengaruhi oleh manajemen pemeliharaan. bobot badan sampai umur 6 minggu 177. serta sumber tambahan penghasilan dan sebagai tabungan hidup yang sewaktu-waktu dapat dijual. Ayam buras dapat berkembang dengan baik ada lahan gambut dan pasang surut. dan intensif disajikan pada Tabel 3. mampu menghasilkan telur 20−30 butir/periode bertelur. Produksi telur rata-rata berkisar antara 6−14 butir/periode bertelur (clutch) dan daya tetas 20−100%.20%.Peran Ayam Buras Ayam buras memiliki peran cukup penting bagi masyarakat pedesaan. semiintensif. dan penetasan mampu meningkatkan keuntungan 2− 3 kali lebih tinggi dibanding model pemeliharaan yang hanya memproduksi telur konsumsi.80%.70%.1990).) ayam buras mampu menghasilkan telur 10-15 butir/periode bertelur. Produksi telur ayam buras di dataran tinggi rata-rata mencapai 607.80 g. daya tetas 79. produktivitasnya lebih rendah. Ayam buras dapat berkembang pada berbagai tipologi lahan. bobot telur 38. yaitu sebagai penghasil telur. terutama di pedesaan. dan dengan tata laksana pemberian pakan yang baik.50 butir/tahun. karena pada lahan tersebut tersedia pakan berupa serangga dan cacing sebagai sumber protein. bobot badan 197. Periode istirahat bertelur sekitar 3−4 kali/tahun. Rendahnya produksi disebabkan oleh lamanya periode mengasuh anak dan istirahat bertelur. dengan menerapkan teknologi perbaikan pakan. serta sebagai pengendali serangga. walaupun dilakukan secara tradisional. daging.60 butir/ tahun. anak.90 g. Produktivitas ayam buras tidak berbeda pada berbagai tipologi lahan. produksi telur sekitar 10 butir/ periode bertelur. dan bulu. karena mampu memanfaatkan limbah pertanian dan limbah dapur. Pemeliharaan ayam buras secara intensif pada kandang baterai.). Di dataran tinggi (680 m dpl. kotoran. Jumlah telur yang ditetaskan mencapai 50% dari seluruh telur yang dihasilkan. Pada dataran rendah dengan suhu lingkungan tinggi. Pemeliharaan ayam buras dalam kandang baterai dan diumbar secara terbatas. Usaha beternak ayam buras di daerah pedesaan dapat memberikan tambahan pendapatan rumah tangga petani. skala pemeliharaan 50−100 ekor. Pemeliharaan secara intensif memberikan hasil lebih baik. dan persentase karkas 53.

000 1.50 Bobot telur (g/butir) 39−48 39−48 39−43 Daya tetas (%) 78. Perbandingan keuntungan beternak ayam buras dengan pemeliharaan semiintensif dan intensif. (2007). Sistem pemeliharaan Intensif 2.20 Mortalitas mulai produktif hingga afkir (%) >15 15 < 27 Konversi pakan >10 8−10 4.30 Produksi telur (%) 13 29 44 Frekuensi bertelur (kali/tahun) 2.000 780. lebih menguntungkan dibanding cara tradisional.intensif.375 50.530.90−6.000 − − 30. 2Diwyanto et al.000 657.000 1.20 78.000 25.50 Tabel 4.000 931. Pemeliharaan ayam buras secara intensif oleh para peternak dengan skala pemeliharaan 100-125 ekor. dan daya tetas yang lebih tinggi. dan peternak semi-intensif dengan jumlah 150 ekor.375 400. semi.50 7.20 59.000 202.912 1. Penampilan ayam buras yang dipelihara secara tradisional. Tabel 3.088 400.000 (Rp) Penjualan telur (Rp) Pengeluaran (Rp) Biaya bibit (Rp) Biaya pakan (Rp) Biaya obat-obatan (Rp) Biaya listrik (Rp) Biaya tenaga kerja (Rp) Lain-lain (Rp) Keuntungan bersih (Rp) B/C ratio Sumber: Rasyid (2002). keuntungan yang diperoleh cukup besar.000 150.70 Mortalitas hingga umur 6 minggu (%) 50.000 750.50 6 7. dan intensif.625 1.10 83.40 Konsumsi pakan (g/ekor/hari) < 60 60−80 80−100 Sumber: 1Sinurat dalam Lestari (2000). Sistem pemeliharaan Tradisional Semiintensif 20.10 80. Pemeliharaan ayam buras sistem eram asuh dan eram pisah selama 6 bulan.000 276.000 1.000. sementara konversi pakan dan mortalitas lebih rendah dibanding cara tradisional dan semiintensif. Parameter Intensif Jumlah ayam yang dipelihara 104 (ekor/peternak) Bobot badan umur 5 bulan Jantan (kg) − 636 734 Betina (kg)1 − 583 680 Umur pertama bertelur (bulan) − 8.75 Teknologi Pakan .60 27.050.000 872. daya tunas.088 25.20 33.118. Komponen Penerimaan (Rp) Penjualan 25 ekor ayam @ Rp40.30 42.bertelur. dalam Sulandari et al.73 Semiintensif 1.50 Produksi telur (butir/induk/tahun) 30.000 30.050.

serta Rp14.43. terutama ND.000 (Gunawan dan Sundari 2003). Pemberian ampas sagu dan eceng gondok yang difermentasi dengan Trichoderma harzianum ke dalam pakan ayam buras betina umur 14 minggu. Penyakit tetelo pada ayam buras dapat mencapai tingkat morbiditas dan mortalitas 80−100%. pulorum.64%. menghasilkan konsumsi pakan 64.089 butir/50 ekor/10 minggu. menghasilkan pertambahan bobot badan. konversi pakan. dan petani jarang melakukan vaksinasi penyakit ND secara teratur.900 kkal/kg. avian influenza.196 (Lumentha 1997). Pemberian campuran pollard 5% dan duckweed 15% dalam pakan ayam buras umur 6−12 minggu dapat meningkatkan bobot badan akhir. Upaya optimalisasi produksi ayam buras salah satunya dapat dilakukan dengan perbaikan pakan dan membuat pakan murah dengan tetap memperhatikan kandungan zat-zat nutrien di dalamnya. Penyusunan pakan ayam buras pada prinsipnya sama dengan pakan ayam ras. dan persentase karkas.. dan koksidiosis. pertambahan bobot badan. yaitu membuat pakan dengan kandungan gizi sesuai dengan kebutuhan ayam agar pertumbuhan daging dan produksi telur sesuai dengan yang diharapkan. Penggunaan ampas tahu kering 5−10% dapat memperbaiki bobot badan akhir. pertambahan bobot badan 92. Ayam buras tergolong efisien dalam menggunakan imbangan energi metabolis dan protein kasar. Tabel 5. Pengaruh pengulangan inseminasi buatan terhadap kualitas dan keragaan telur tetas ayam merawang. konversi pakan 6. dan persentase karkas. menambah bobot hidup. Sementara suplementasi 4% minyak ikan dan 2% minyak jagung dengan 200 ppm ZnCO3 dalam pakan memberikan efek terbaik terhadap produksi dan imbangan asam omega 3 dan 6 dalam telur (Rusmana et al. dan kutu. dan umur 1−2 bulan 25%.094 (Hartati 1997). Parameter Ulangan inseminasi buatan (hari) .10−7. Tingginya mortalitas salah satunya disebabkan oleh tata laksana pemeliharaan DOC yang kurang baik. Pemberian pakan dengan tingkat protein kasar 17% dan energi metabolis 2. mortalitasnya dapat mencapai 50-60%. konsumsi ransum 286 kg 150ekor/10 minggu. snot. fowl fox. dan hen day production 30. CRD. 2002).25 g/ekor. umur 0−1 bulan 30%. bobot telur 40. Tingkat mortalitas pada anak ayam umur 0−2 bulan mencapai 50%.068.629 g/ekor/90 hari. Teknologi Pengendalian Penyakit Penyakit yang sering menyerang ayam buras adalah tetelo. dengan Income Over Feed Cost (IOFC) Rp18.30. konversi pakan 6. Paket teknologi integrasi ayam buras dan jagung dalam rangka meningkatkan ketersediaan pakan lebih menguntungkan dibanding paket teknologi nonintegrasi .02 g. dan mortalitas. cacingan. memperbaiki konversi pakan.770−Rp25.Faktor utama penyebab kegagalan model pengembangan ternak ayam buras adalah rendahnya kandungan protein pakan dan kurangnya kesadaran peternak dalam melaksanakan pengendalian penyakit. konsumsi pakan. Pada pemeliharaan secara tradisional. gumboro. dan pendapatan atas biaya pakan Rp153. bobot karkas. Penggunaan probiotik dalam pakan menghasilkan tingkat produksi telur 1.

60 70. masuk kolam.400 14 1 0. Mortalitas ayam buras dapat disebabkan oleh penyakit.07 62.54 90.77 30.93 Sumber: Iman-Rahayu et al. sakit mata.87 12−22 2.09 Kebersihan telur tetas (%) 70. Vaksinasi ND secara teratur 3 bulan sekali serta pengendalian penyakit cacingan dan desinfeksi kandang dapat menurunkan mortalitas hingga 50%/tahun.37 58.45 > 22 (dewasa) 2.71 Bobot tetas (g/ekor) 30.90 0. Tingkat mortalitas ayam buras pada umur 6 minggu dapat mencapai 70% akibat serangan penyakit menular.34 Daya tetas I (%) 67.38 29. Ada dua cara mengatasi penyakit pada ayam buras.63 Tabel 6.37 0.45 0.72 68.22−0.54 60. dan 3) melakukan diagnosis dini secara cepat dan tepat. dan pada sistem pemeliharaan ekstensif sebesar 25-30%.27 Viabilitas DOC (%) 83. dan tidak diketahui penyebabnya.600 15−17 0.02 Fertilitas II (%) 79. Pemeliharaan ayam buras secara intensif mampu menekan mortalitas anak ayam umur 6 minggu hingga 50%.58 Fertilitas I (%) 85.29 77.21 0. Mortalitas ayam buras umur 4 minggu yang dipelihara secara ekstensif umumnya disebabkan oleh serangan kucing dan musang.37 10 44. Program pengendalian meliputi: 1) menjauhkan ternak dari kemungkinan tertular penyakit yang berbahaya. Zat nutrien Energi metabolis (kkal/kg) Protein kasar (%) Kalsium (%) Fosforus tersedia (%) Metionin (%) Lisin (%) Sumber: Sinurat (1999).69 57.82 67.40 0. dipatuk induknya.02 69.4 Bobot telur (g/butir) 44. dan manajemen. 2) meningkatkan daya tahan tubuh ternak dengan vaksinasi. pengelolaan dan pengawasan yang baik. 7 45. Kandungan zat nutrien dalam pakan ayam buras. dan serangan predator. kecelakaan.26 90. Sementara vaksinasi ND secara teratur mampu menurunkan mortalitas ayam dewasa dari sekitatr 25% menjadi kurang dari 10%. yaitu dengan program pengendalian dan pembasmian. . Umur (minggu) 0−12 2.17 Indeks telur tetas (%) 78.600 14 3.09 67.16 77.40 0.96 68.68 Mortalitas ayam buras selama 24 minggu pada kandang baterai berkisar antara 8% −10%. pemberian pakan dengan jumlah dan kualitas rendah.30 0. kelemahan fisik. (2005). kecelakaan.70 Daya tetas III (%) 79. sedangkan pada kandang umbaran 5−10%.34 0.35 67.400−2.44 Daya tetas II (%) 75.99 62.

PROSPEK PENGEMBANGAN AYAM BURAS Model pengembangan usaha ayam buras merupakan suatu perangkat pengembangan yang dapat diintroduksikan dan dikembangkan oleh petani-peternak di pedesaan. bila diketahui ada penyakit dilakukan pengobatan. Pemeliharaan ayam buras secara intensif sebanyak 40-50 ekor/KK selama 24 minggu mampu meningkatkan pendapatan petani-peternak sebesar 40-50%. mudah dipelihara. memberikan kontribusi terhadap pendapatan keluarga hingga 100%. 3) cara pemeliharaannya mudah dan tidak membutuhkan modal besar. luaran. skala pemeliharaan ayam buras yang menguntungkan adalah lebih dari 50 ekor/KK. modal petani-peternak terbatas. dan peralatan harus dimusnahkan. sementara skala pemeliharaan 10−100 ekor/KK kontribusinya kurang dari 10%. akses untuk meminjam modal dalam pengembangan skala usaha terbatas. Berdasarkan pengalaman. Tabel 7. usaha peternakan ayam buras memberikan kontribusi terhadap total pendapatan rumah tangga peternak. Pengembangan ayam buras terutama diprioritaskan untuk peternakan rakyat. yaitu apabila ternak dicurigai positif menderita penyakit pulorum. belum adanya standardisasi pakan. dan mortalitas akibat penyakit tinggi. Program Pertanian Rakyat Terpadu (PRT). karena teknologinya sederhana. Uraian Paket teknologi Sistem integrasi No-nintegrasi . dampak. pemeliharaan ayam buras berkembang dengan pesat karena berbagai faktor. dan Usaha Khusus (UPSUS). Namun. maka ayam. daya adaptasinya tinggi. Perangkat tersebut terdiri atas masukan. CRD atau lainnya harus dimusnahkan. 2) test and treatment. antara lain skala kepemilikan relatif kecil (5−10 ekor/KK). dan 4) pemeliharaan merupakan usaha sampingan atau tabungan (Sehabuddin dan Agustian 2001). yaitu bila terjadi kasus penyakit menular dan menyerang seluruh ayam di peternakan. sebesar 10 . 2) petani-peternak menyenangi memelihara ayam buras.000 ekor/ KK. antara lain: 1) kesesuaian lokasi geografis. Di Jawa Barat dan Jawa Timur. dan faktor-pendukung. hasil. pengembangan ayam buras skala pedesaan menghadapi beberapa kendala. serta lebih tahan terhadap penyakit dibanding ayam ras. Pengembangan ayam buras dengan pola pemeliharaan intensif melalui program pemerintah. walaupun produksi telur lebih rendah dibanding pemeliharaan yang dilakukan oleh peternak tanpa bantuan pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa ayam buras memiliki potensi dan prospek yang besar untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan pendapatan petani-peternak di pedesaan. Di berbagai daerah di Jawa Timur.Program pembasmian penyakit dapat dilakukan melalui: 1) test and slaughter. dan 3) stamping out. cocok untuk skala usaha keluarga di pedesaan. Keragaan ayam buras secara integrasi dan nonintegrasi dengan tanaman jagung. kandang.15%. dapat dilaksanakan secara sambilan. menunjukkan hasil yang baik. Pemeliharaan ayam buras secara intensif pada kandang baterai dengan skala pemilikan 200−2. seperti Sentra Pengembangan Agribisnis Komoditas Unggulan (SPAKU).

88 − Petani-peternak banyak yang memelihara ayam buras karena mampu memberikan kontribusi yang cukup besar dalam menopang perekonomian keluarga. Produktivitas ayam buras beragam. maka perlu adanya dorongan dari berbagai instansi terkait dalam rangka mewujudkan salah satu program pemerintah yaitu ketahanan pangan dan kecukupan daging pada tahun 2010 mendatang.23 6. bergantung pada sistem pemeliharaan dan keragaman individu baik produksi telur. Pemeliharaan ayam buras secara semiintensif dan intensif. sehingga sangat mendukung untuk dikembangkan dalam menunjang peningkatan pendapatan keluarga petani-peternak di pedesaan. dengan skala kepemilikan lebih dari 50 ekor/KK lebih sangat menguntungkan.Bobot badan awal (g/ekor) Bobot badan akhir (g/ekor) Pertambahan bobot badan harian (g/ekor) Konsumsi pakan (g/ekor) Konversi pakan Mortalitas (%) Pupuk kandang (g/ekor) Sumber: Uhi dan Usman (2007). serta cocok untuk usaha sampingan selain bercocok tanam. .490 970 410 4. pertambahan bobot badan. 520 1. dan tingkat mortalitas yang tinggi terutama pada DOC dan ayam muda.67 39.86 550 720 170 − − 48. dengan skala pemeliharaan 5−10 ekor/KK dan pemberian pakan seadanya. Mengingat persepsi masyarakat yang positif terhadap ayam buras dan produknya. Telur dan daging ayam buras mampu bersaing dengan ayam ras dan harganya relatif stabil serta konsumennya luas. Ayam buras tersebar luas dan sebagian besar masyarakat di pedesaan memiliki dan memeliharanya. Pola pemeliharaan ayam buras pada umumnya masih dilakukan secara ekstensif-tradisional.

.

.

Gunawan. Zainuddin. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Skripsi. dan S. Khalil. Agric. Yanis. Evaluasi Model Pengembangan Usaha Ternak Ayam Buras dan Upaya Perbaikannya. Andayani. Penampilan Ayam Kampung Umur 20−22 Bulan dengan Frekuensi Pemberian Pakan yang Berbeda. 1−10. Zuprizal. dan S. hlm. Bogor. 7(2): 59−66. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Biyatmoko. lndon. Tri-Yuwanta. Bogor. daya tetas dan bobot tetas telur ayam kampung. 2003. Suherlan. Jakarta. 1999. Prod. Prod. 1998. 1996. hlm. 1997. Sumatera Selatan. Gunawan dan M.. Banjarbaru. R. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner “Iptek untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani melalui Agribisnis Peternakan yang Berdaya Saing”. Keman. Zuprizal.M. Bogor. Iskandar. J. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. hlm. 2007. 2005. 2000. Skripsi. Wartazoa 13(3): 92−98. S.. 9(1): 36−39. Keman. 2001. Direktorat Jenderal Peternakan. 700−705. 2002. Penggunaan vitamin E dalam pakan terhadap fertilitas.. Perspektif pengembangan ayam buras di Indonesia (Tinjauan dari aspek konsumsi daging ayam). I. dan T. Anim.DAFTAR PUSTAKA Ariani. Hastono. Banjarbaru. Kualitas telur tetas ayam merawang dengan waktu pengulangan inseminasi buatan yang berbeda. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner 3(1): 8−14. Bogor.S. 1999. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Pengaruh penambahan jamu ke dalam air minum terhadap preferensi konsumen dan mutu karkas ayam buras. Tri-Yuwanta. 8−9 Desember 2003. Performans ayam buras yang dipelihara secara ekstensif pada dua daerah dengan agroekosistem yang berbeda di . panjang usus dan sekum ayam kampung. Trop. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Selatan. 2003. D. Iriyanti. 29−30 September 2003. S. Peluang pengembangan ayam buras di lahan pasang surut Karang Agung Ulu. P. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Hartati. J. organ dalam. Bakrie. 30(3): 142−150. Pengaruh penggunaan probiotik dalam ransum terhadap produktivitas ayam.A. H.. Anim. hlm. Statistik Peternakan. D. B. N. Zainuddin. 691−699. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. T. Pengaruh penggunaan minyak ikan lemuru dan minyak kelapa sawit dalam pakan terhadap profil metabolisme lemak pada darah ayam kampung jantan.. Bogor. 1−2 Desember 1998. Evaluasi ransum yang menggunakan kombinasi pollard dan duckweed terhadap persentase berat karkas. N. J. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. 2005. Sartika. Permodelan usaha pengembangan ayam buras dan upaya perbaikannya di pedesaan. Anim. A. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Iriyanti. Sastrodihardjo. D. dan I. Makalah disampaikan pada Temu Aplikasi Paket Teknologi Pertanian Subsektor Peternakan. 490−495. dan S.D. lemak abdomminal. Departemen Pertanian. D. Fuadi. Arief. Disertasi. Skripsi. 1−2 Desember 1998. Jalaluddin. Bogor. Supriyatna.. Setiadi. Afrianis. Respons pertumbuhan ayam kampung dan ayam persilangan pelung terhadap ransum berbeda kandungan protein. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Sundari. bulu. dan D. 2003. 2006. Analisis Permintaan Ayam Kampung oleh Restoran di Kotamadya Pontianak.S. Iman-Rahayu. M. Susanti.

98−114.G. dan H. 2003. Sriyanto. M. Semarang.M. Bogor. Bogor. Balai Penelitian Ternak. Muryanto. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Dirdjopranoto. hlm.. dan D. Jurnal Ilmiah Penelitian Ternak Klepu 1(2): 9−14. Skripsi. hlm. Nuraini. Lumentha. Antawijaya. J.. D. D. T.R. Juwono. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Jurnal Ilmiah Penelitian Ternak Klepu (3): 1−7. Nasution. D. Muryanto. Rasyid.. Tingkat adopsi teknologi oleh peternak dan potensi produksi ayam buras di daerah transmigrasi Kabupaten Luwu. Usaha ternak skala kecil sebagai basis industri peternakan di daerah padat penduduk. Prosiding Pengolahan dan Komunikasi Hasil-Hasil Penelitian Unggas dan Aneka Ternak. T. Media Peternakan. Sub Balai Penelitian Ternak Klepu. Skripsi. Kusnadi.M. T. L. Prahmadiyan. A. Produktivitas ayam buras di dataran tinggi dan dataran rendah. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. 1994c. 1999. Studi manajemen pe meliharaan ayam buras untuk memproduksi anak ayam umur sehari (DOC). Bogor.M. Sabrani. Sulawesi Selatan. Bulletin Nutrisi dan Makanan Ternak 3(1): 15−22. Herman. Semarang. Evaluasi karkas hasil persilangan antara ayam kampung jantan dengan ayam ras petelur betina. Buku II. Skripsi. Anim. dan D. Rizal. Juwono. Analisis perbandingan keuntungan peternak ayam buras dengan sistem pemeliharaan yang berbeda. 548−554. Lestari. 8−9 Februari 1994. Roesali. 1991.Kabupaten Tanah Datar. S. Rakitan hasil-hasil penelitian ayam buras di Sub Balai Penelitian Ternak Klepu. Setijanto. G. D. Produktivitas Ayam Kampung di Dua Desa yang Berbeda Topografinya di Kabupaten Bogor. Tikupandang. hlm. dan U. Jurnal Ilmu dan Peternakan 4(3): 283−286. Nataamidjaja. Optimalisasi produksi telur ayam buras melalui perbaikan pakan dan tata laksana pemeliharaan. Subiharta. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Hardjosworo. I. W. Juwono. Subiharta. 1994a. 1992. dan D. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Martinelly. Muryanto. H. 20−22 Februari 1992. H. 2002. W. Evaluasi Nilai Energi Metabolis Ransum yang Mengandung Kulit Buah Kopi pada Ayam Kampung. Dirdjopranoto. Skripsi. 4(2): 71−76. Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Peternakan 24 (2): 34−37. 1995. Subiharta. Rahayuning. Prod. Resnawati. R. Bogor. Abbas. Kabupaten Pemalang Jawa Tengah. dan W. Mardiningsih. Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Usaha Ternak Ayam Kampung di Kecamatan Cijeruk. Barehilla. 116−120. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2004. Zainuddin. Prabowo. 2000. 2004. dan W. M. 1997.J. Dirdjopranoto.S. 1990.M. P. Kabupaten Bogor. dan E. Sabrina. Prosiding Pertemuan Nasional Pengolahan dan Komunikasi Hasil-Hasil Penelitian. Lulusno. W. Skripsi. Muryanto. Tingkat produktivitas dan faktor-faktor yang mempengaruhi tenaga kerja wanita pada peternakan ayam lokal intensif di Kecamatan Ampal Gading. 4−5 Agustus 2004. 2002. Respons ayam buras periode pertumbuhan terhadap ransum yang mengandung campuran ampas . Analisis Pemasaran Ayam Buras di Kabupaten Ciamis (Studi kasus di kelompok peternak “Wangi Saluyu” Desa Wangunjaya Kecamatan Cisaga). 2000. Pengaruh Periode Bertelur terhadap Pertambahan Bobot Badan dan Mortalitas Anak Ayam Kampung pada Pemeliharaan Ekstensif.

. Padang. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Peranan perbaikan teknologi terhadap peningkatan produktivitas ayam buras sebagai usaha sambilan di Jawa Barat. minyak jagung dan ZnCO3 dalam ransum terhadap produksi telur dan kandungan asam omega 3 dan 6 PUFA telur ayam kampung. Subhan. S.. D. 196−203. dan A. dan G. hlm. Profil usaha peternakan ayam lokal di Kalimantan Selatan (Studi kasus di Desa Murung Panti Kecamatan Babirik. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Peternakan di Sumatera dalam Menyongsong Era Tinggal Landas. Soepeno. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2004. Darana. M. Review hasil-hasil penelitian dan dukungan teknologi dalam pengembangan ayam lokal.S. Suryana. 13−15 Juli 1993. Skripsi. Bandung. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. B. Priyanti. Evaluasi Program Intensifikasi Penangkaran Bibit Ternak Ayam Buras di Kabupaten Pandeglang. Disertasi. Respons Produktivitas dan Reproduktivitas Ayam Kampung dengan Umur Induk yang Berbeda.R. Prosiding Lokakarya Nasional Inovasi Teknologi Pengembangan Ayam Lokal. Setiadi. T. Setiawan. 2001..S. 2001. 2005. A. dan S. Jurnal Iimu Ternak 2(1): 1−7. R. S. Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia. Widjastuti. Latifudin. M. Fakultas Peternakan Universitas Andalas. A. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. hlm. A. M. Rohaeni. 45− 104. D. Kabupaten Tapin). B. Sitorus.. Ismadi. Wartazoa 2(1−2): 1−4. A. Pengaruh suplementasi minyak ikan. 2007. T. dan A. E. Sidabutar.P. Semali. Sumber daya genetik ayam lokal Indonesia. Pusat Penelitian Biologi. Zein. Wartazoa 9(1): 12−20. Sujana. Padang. 1986. Setiadi. 1992. 2006. Soeparno. E. Bogor. Media Peternakan. U. A. dan D. 2007. Penyusunan ransum ayam buras. dan S. Buku II. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Darmawan. Sinuraya. Astuti. Skripsi. hlm. Komposisi tubuh dan evaluasi daging dada sebagai pedoman penilaian kualitas produk ayam kampung jantan. Rusmana. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Ternak Ayam Buras melalui Wadah Koperasi Menyongsong PJPT II.10−19. hlm. Agustian. A. Karakteristik dan kontribusi usaha tani ternak ayam buras terhadap pendapatan rumah tangga peternak serta alternatif pola pengembangannya.H. Sulandari. Semali. 1993.sagu. Sinurat. dan P. D. Bandung. Septiwan. 25 September 2005. Sapuri. Sinurat. Dalam Keanekaragaman Sumber Daya Hayati Ayam Lokal lndonesia: Manfaat dan Potensi. Setioko. Togatorop. 14−15 September 1986. Sartika. Peningkatan Mutu Bibit Ayam Kampung melalui Seleksi dan Pengkajian Penggunaan Penanda Genetik Promotor Prolaktin dalam MAS/Marker Assiated Selection untuk Mempercepat Proses Seleksi. S. 191−201.O. 1999. Sartika. Bogor. Peranan usaha ternak dalam menunjang sistem usaha tani terpadu lahan pasang surut dan rawa di Sumatera Selatan. A. Skripsi. Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Peternakan 24(1): 111−118. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Produktivitas Ayam Kampung di Desa Karacak Kecamatan Leuwiliang. Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.A. 2004. T. Garnida. 1991. Bogor. Semarang. Jurnal Ilmiah IImu-lImu Peternakan VIII(3): 201−211. Bogor. Bulletin Peternakan 16: 7−14. 555−562. Budiman. 2002. hlm. 4−5 Agustus 2004.. Penggunaan bahan pakan lokal dalam pembuatan ransum ayam buras. Sehabuddin.S. Kabupaten Bogor. Iskandar.P. 2005. I. eceng gondok yang difermentasi dengan Tricoderma harzianum. Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Desa Rumintin Kecamatan Tambarangan. A.

dan M. T. BPTP Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 65−70. 2007. Bulletin Nutrisi dan Makanan Ternak 5(1): 1−11. Percepatan Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Mendukung Kemandirian Masyarakat Kampung di Papua. Balai Informasi Pertanian Ungaran bekerja sama dengan Sub Balai Penelitian Ternak Klepu dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah. dan Usman.R. Bulletin Peternakan 21(2): 88−95. hlm. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Kabupaten Tapin. Tagama. S. Usman. 5−6 Juni 2007. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua bekerja sama dengan Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Bogor dan Pemerintah Provinsi Papua. Hubungan nilai gravitasi spesifik terhadap kualitas dan daya tetas telur ayam kampung. ESEAP-CIP.jenis lahan berpotensi untuk pengembangan pertanian di lahan rawa. Tranggono. Jayapura. Zakaria. Performans ayam buras fase dara yang dipelihara secara intensif dan semi. Temu Tugas Subsektor Peternakan.intensif dengan tingkat kepadatan kandang yang berbeda. Pidato Pengukuhan Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Kalimantan Selatan).D. Ayam Pelung. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Ternak Ayam Buras melalui Wadah Koperasi Menyongsong PJPT II. Pusat Penelitian Biologi. Prosiding Seminar Nasional dan Ekspose. . 1997. hlm. 166−178. Cibinong. Zainuddin.T. Zakaria. 13−15 Juli 1993. 5−6 Juni 2007. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua bekerjasama dengan Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Bogor dan Pemerintah Provinsi Papua. 2007. Biosekuriti dan manajemen penanganan penyakit ayam lokal. dan I.H. Pengaruh luas kandang terhadap produksi dan kualitas telur ayam buras yang dipelihara dengan sistem litter. Sumber daya genetik ayam lokal Indonesia.H. Syamsari. Performans organ reproduksi primer ayam lokal (Gallus domesticus) jantan dengan introduksi hormon gonadotropin. 2004b.W. Uhi. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 26(3): 115−122. 1986. 2001. ACIAR. hlm. 2003. Potensi ampas tahu sebagai pakan ternak pada usaha pembesaran ayam buras berorientasi agribisnis. Sutriadi. 159−182. A. T. Prod. Togatorop. Wibawan. D. 2007. 1993. S. Tri-Yuwanta. Dalam Keanekaragaman Sumber Ddaya Hayati Ayam Lokal Indonesia: Manfaat dan Potensi. 253−261. Prosiding Seminar Nasional dan Ekspose. J. Bogor. Wihandoyo dan H. M. 262−268. dan Ayam Kedu di Desa Karacak. Lembaga Iimu Pengetahuan Indonesia. Percepatan Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Mendukung Kemandirian Masyarakat Kampung di Papua. Bandung. 1997. Bandung. Anim. dan E. Integrasi ternak ayam buras-jagung: Suatu alternatif untuk meningkatkan ketersediaan pakan. Jenis. Juarini. Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. ACIAR. Ayam buras pada kondisi pedesaan (tradisional) dan pemeliharaan yang memadai. Rohaeni. Suryana dan E. 2007. Jayapura. ESEAP-CIP. hlm. Produksi dan Mortalitas Ayam Kampung.S. Mulyadi. Lipid dalam perspektif ilmu dan teknologi pangan. Respons petani-peternak ayam buras terhadap inovasi teknologi di daerah pasang surut Kabupaten Pontianak Kalimantan Barat. 5(3): 87−92. Prosiding Seminar Nasional Lahan Kering. Skripsi. 2004a. 2006. Yogyakarta. hlm.T. Upaya perbaikan sistem usaha tani ayam buras dengan teknologi inseminasi buatan di lahan kering (Desa Rumintin. Bulletin Nutrisi dan Makanan Ternak 5(1): 41−45.Suriadikarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful