PEKSOS INDUSTRI TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

NAMA

:

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Masyarakat berkembang semakin kompleks. Sasaran, bidang garapan dan intervensi pekerjaan social juga semakin luas. Globalisasi dan industrialisasi telah membuka kesempatan bagi pekerja social untuk terlibat dalam bidang yang relative baru, yakni dunia industry. Dunia industry kini sedang menggali manfaat- manfaat positif dari adanya pekerja social industry, baik terhadap aspek financial ataupun relasi social dengan para pekerja dan masyarakat. Ide mengenai Tanggunjawab Sosial Perusahaan ( TSP ) atau yang dikenal dengan Corporate Social Responbility (CSR) kini semakin diterima secara luas. Kelompok yang mendukung wacana TSP berpendapat bahwa perusahaan tidak dapat dipisahkan dari para individu yang terlibat didalamnya, yakni pemilik dan karyawannya. Namun mereka tidak boleh hanya memikirkan keuntungan finansialnya saja, melainkan pula harus memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap publik. Secara lebih teoritis dan sistematis, konsep Piramida Tanggung Jawab Sosial Perusahaan yang dikembangakan oleh Archie B Carrol memberi justify logis mengapa sebuah perusahaan perlu menerapkan TSP bagi masyarakat di sekitarnya. Sebuah perusahaan tidak hanya memiliki tangungjawab ekonomis, melainkan pula tanggungjawab legal, etis dan filantropis. RUMUSAN MASALAH a. Definisi tanggungjawab sosial perusahaan 1. Konsep tanggung jawab dalam makna responsibility 2. Konsep tanggung jawab dalam makna liability b. Perkembangan dan Motif Tanggungjawab Sosial c. Model Tanggungjawab Sosial Perusahaan d. Comdev dan Pemberdayaan Masyarakat e. Peraturan Perundangan CSR f. Beragam CSR oleh Perusahaan

Konsep Tanggung Jawab dalam Makna Responsibility Burhanuddin Salam. Peran Pekerja Sosial dalam CSR BAB II PEMBAHASAN A. mengetahui. maka setidaknya akan menyinggung 2 makna. capable deterred by consideration of sanction or consequences. menimbulkan rasa kepatuhan. mampu menentukan tindakan seseorang. TSP adalah pendekatan dimana perusahaan mengintegarasikan kepedulian sosial dalam operasi bisnis dan interaksi mereka dengan para pemangku kepentingan ( stakeholders ) berdasarkan prinsip kesukarelaan dan kemitraan. kedermawanan Perusahaan ( Corporate Philantropy ). capable of determining one’s acts. mengenal. pemberian perusahaan ( Corporate Giving). memberikan pengertian bahwa responsibility is having the character of a free moral agent. beberapa nama lain yang memiliki kemiripan atau bahkan identik dengan TSP antara lain. 2005 ). (Tanggung jawab itu memiliki karakter agen yang bebas moral. Berarti suka. kata tanggung jawab sendiri memiliki 3 unsur : 1)Kesadaran (awareness). dan tanggung jawab dalam makna liability atau tanggung jawab yuridis atau hukum. dapat kita ambil 2 kesimpulan : a)harus ada kesanggupan untuk menetapkan suatu perbuatan. Investasi Sosial Perusahaan( corporate social Investment/investing). dalam bukunya “Etika Sosial”.g. Secara teoretis. Kemudian. Dengan kata lain. berbicara mengenai tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh perusahaan. kerelaan . mampu ditentukan oleh sanki/hukuman atau konsekuensi). Meskipun sesungguhnya memiliki pendekatan yang relative berbeda. 1. bila yang bersangkutan sadar tentang apa yang dilakukannya. seseorang(baca : perusahaan) baru dapat dimintai pertanggungjawaban. 2)Kecintaan atau kesukaan (affiction). ( Nuryana. dan b)harus ada kesanggupan untuk memikul resiko atas suatu perbuatan. DEFINISI TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Schermerhorn (1993) memberi definisi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan sebagai suatu kepedulian organisasi bisnis untuk bertindak dengan cara-cara mereka sendiri dalam melayanai kepentingan organisasi dan kepentingan public eksternal. Berarti tahu. yakni tanggung jawab dalam makna responsibility atau tanggung jawab moral atau etis. Secara konseptual. Setidaknya dari pengertian tersebut.

Aquariumisasi. 2005) . 3)Prinsip tanggung jawab mutlak (absolute liability or strict liability). 3)Concert of action. Rasa cinta timbul atas dasar kesadaran. prinsip-prinsip tanggung jawab dapat dibedakan sebagai berikut : 1)Prinsip tanggung jawab berdasarkan adanya unsure kesalahan (liability based on fault). apabila tidak ada kesadaran berarti rasa kecintaan tersebut tidak akan muncul. maka termasuk dalam makna liability Munculnya Konsep TSP didorong oleh terjadinya Kecenderungan pada masyarakat industri yang dapat disingkat dengan fenomena DEAF (yang dalam bahasa inggris berarti Tuli). Berdasarkan uraian tersebut. dapat disimpulkan perbedaan antara tanggung jawab dalam makna responsibility dengan tanggung jawab dalam makna liability pada hakekatnya hanya terletak pada sumber pengaturannya. jika tanggung jawab itu telah diatur di dalam norma hukum. dan Feminisasi ( Suharto. Konsep Tanggung Jawab dalam Makna Liability Berbicara tanggung jawab dalam makna liability. tidak ragu-ragu dan tidak takut dengan segala rintangan. yakni : 1)Market share liability. Dengan kata lain responsibility merupakan tanggung jawab dalam arti sempit yaitu tanggung yang hanya disertai sanksi moral. dan sebaliknya. 5)Enterprise liability. Selain ketiga hal tersebut. 2)Prinsip tanggung jawab berdasarkan praduga(presumption of liability). 2. maka termasuk dalam makna responsibility. Jadi cinta timbul atas dasar kesadaran. berarti berbicara tanggung jawab dalam ranah hukum. 4)Alternative liability. 2)Risk contribution. Sehingga tidak salah apabila pemahaman sebagian pelaku dan atau perusahaan terhadap CSR hanya sebatas tanggung jawab moral yang mereka wujudkan dalam bentuk philanthropy maupun charity. atas kesadaran inilah lahirnya rasa tanggung jawab. Dalam hukum keperdataan. Berarti suatu rasa yang didorong oleh rasa keikhlasan. sebuah akronim dari Dehumanisasi. masih ada lagi khusus dalam gugatan keperdataan yang berkaitan dengan hukum lingkungan ada beberapa teori tanggung jawab lainnya yang dapat dijadikan acuan. Jika tanggung jawab itu belum ada pengaturannya secara eksplisit dalam suatu norma hukum. Equalisasi. dan biasanya diwujudkan dalam bentuk tanggung jawab keperdataan. 3)Keberanian (bravery).dan kesediaan berkorban. Jadi pada prinsipnya tanggung jawab dalam arti responsibility lebih menekankan pada suatu perbuatan yang harus atau wajib dilakukan secara sadar dan siap untuk menanggung segala resiko dan atau konsekuensi apapun dari perbuatan yang didasarkan atas moral tersebut.

3. atau pusat-pusat kegiatan olah raga dan rekreasi bagi remaja bisa merupakan sebuah “kompensasi” sosial terhadap isu ini. Semakin banyaknya wanita yang bekerja semakin menuntut dunia perusahaan. ekspansi dan eksploitasi dunia industri telah melahirkan polusi dan kerusakan lingkungan yang hebat. 4. Pelayanan sosial seperti perawatan anak (child care). Pendapat yang menyatakan bahwa tujuan ekonomi dan sosial adalah terpisah dan bertentangan adalah pandangan yang keliru.1. maupun bagi masyarakat di sekitar perusahaan. 3P : . Feminisasi dunia kerja. Equalisasi hak-hak publik. seperti penelantaran anak. etis. prinsip. bukan saja terhadap lingkungan internal organisasi. Bahkan yang hanya memburu rente ekonomi dan agar cenderung mengabaikan hokum. kenakalan remaja akibat berkurangnya kehadiran ibu-ibu dirumah dan tentunya dilingkungan masyarakat. Oleh karena itu Piramida Tanggungjawab Sosial Perusahaan yang dikemukakan oleh Archie B. seperti pemberian cuti hamil dan melahirkan. Efisien dan mekanisasi yang semakin menguat di dunia industri telah menciptakan persoalan-persoalan kemanusiaan baik bagi kalangan buruh di perusahaan tersebut. masyarakat menuntut perusahaan seperti ini di tutup. Masyarakat kini semakin sadar akan haknya untuk meminta pertanggungjawaban perusahaaan atas berbagai masalah sosial yang sering kali ditimbulkan oleh beroperasinya perusahaan. Kesadaran ini semakin menuntut akuntabilitas (accountability) perusahaan bukan saja dalam proses produksi. pendirian fasilitas pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak. “Merger mania” dan perampingan perusahaan telah menimbulkan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja dan pengangguran. Karenanya secara konseptual. B. kesehatan dan keselamatan kerja.Perusahaan dukungan publik.dan. melainkan pula dalam kaitannya dengan kepedulian perusahaan terhadap berbagai dampak sosial yang ditimbulkannya. Carrol harus dipahami sebagai satu kesatuan. melainkan pula terhadap timbulnya biaya-biaya sosial. 2. Aquariumisasi dunia industri. TSP merupakan Keedulian perusahaan yang didasari 3 prinsip dasar yang dikenal dengan istilah Triple Bottom Lines yaiu. Perusahaan tidak berfungsi secara terpisah dari masyarakat sekitarnya. Dehumanisas industry. Dunia kerja ini semakin transparan dan terbuka laksana sebuah akuarium . PERKEMBANGAN DAN MOTIF TANGGUNGJAWAB SOSIAL Sebagaimana dinyatakan Porter dan Kramer (2002) diatas. filantropis tidak akan mendapat dalam banyak kasus.

Profit. dan kedua adanya keterbatasan sumber daya dan teknologi serta kemampuan organisasi sosial dalam memanfaatkan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan . Pada intinya pembangunan berkelanjutan memiliki dua unsur pokok yaitu kebutuhan yang wajib dipenuhi terutama bagi kaum miskin. People.1. Beberapa program TSP yan berpijak pada prinsip ini biasanay berupa penghijaunan lingkungan hidup. perusahaan tetap harus berorientasi untuk mencari keuntungan ekonomi yang memungkinkan untuk terus beroperasi dan berkembang. Tanggungjawab Sosial Perusahaan tiada lain dan harus merupakan usaha mencari laba itu sendiri ( Saidi dan Abidan (2004:60) Pembangunan Berkelanjutan (Sustainability development) dapat juga berarti menjaga pertumbuhan jumlah penduduk yang tetap sepadan dengan kapasitas produksi sesuai dengan daya dukung lingkungan. Beberapa perusahaan mengembangkan program CSR seperti pemberian beasiswa bagi pelajar sekitar perusahaan. Dengan demikian pembangunan berkelanjutan merupakan integrasi dari cita ideal untuk memenuhi kebutuhan generasi kini secara merata (intra-generational equity). Pada umumnya mereka berpendapat mencari laba adalah hal yang harus diutamakan dalam perusahaan. 2. Secara Tradisional. pendirian sarana pendidikan dan kesehatan. penyediaan sarana air bersih. Karena seperti yang dinyatakan Milton Friedman. Perusahaan harus memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan manusia. dan bahkan ada perusahaan yang merancang berbagai skema perlindungan sosial bagi warga setempat 3. Diluar mencari laba hanya akan menggangu efisiensi dan efektifitas perusahaan. Perusahaan peduli terhadap lingkunga hidup dan berkelanjutan keragaman hayati. hal ini menentukan tujuan pembangunan. perbaikan permukiman. Pembangunan berkelanjutan sebagai sarana untuk menjaga keseimbangan antara jumlah penduduk dan kemampuan produksi sesuai daya dukung lingkungan mengindikasikan adanya keterbatasan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan persyaratan keseimbangan dalam pelaksanaan pembangunan untuk mencapai kondisi kesinambungan yang akan berubah sesuai situasi dan kondisi serta waktu. dan memenuhi kebutuhan generasi kini dan generasi mendatang secara adil (inter-generational equity) menentukan tujuan kesinambungan. Plannet. penguatan kapasitas ekonomi lokal. pengembangan pariwisata (ekoturisme ) dll. para teoritisi maupun pelaku bisnis memiliki interprestasi yang keliru mengenai keuntungan ekonomi perusahaan.

3. diantaranya : 1. perkembangan TSP di Indonesia cukup menggembirakan. Meskipun dana ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan dana TSP di Amerika Serikat. salah satunya adalah kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pelaksanaan pembangunan. dilihat dari kontribusi finansial. Penelitian PIRAC pada tahun 2001 menunjukkan bahwa Dana TSP di Indonesia mencapai lebih dari 115 miliar rupiah atau sekitar 11. Jika dipetakan. Penerapan TSP di Indonesia semakin meningkat.51 miliar dollar dan tahun 2000 mencapai 203 miliar dollar atau sekitar 2. Pengalaman negara maju dan negara berkembang menunjukkan bahwa pembangunan selain mendorong kemajuan juga menyebabkan kemunduran karena dapat mengakibatkan kondisi lingkungan rusak sehingga tidak lagi dapat mendukung pembangunan. 2. 2004:64). tampaklah bahwa spectrum paradigm ini terentang dari “sekedar menjalankan kewajiban” hingga “ demi kepentingan bersama “ atau dari “ .yakni dorongan kemanusiaan yang biasanya bersumber dari norma dan etika universal untuk menolong sesama dan memperjuangkan kemerataan sosial. Corporate Citizenship. baik dalam kuantitas maupun kualitas. Angka rata-rata perusahaan yang menyumbangkan dana bagi kegiatan TSP adalah sekitar 640 juta rupiah atau sekitar 413 juta per kegiatan. Selain keragaman kegiatan dan pengelolaannya semakin bervariasi.masa mendatang. ekonomi maupun lingkungan. di AS porsi sumbangan dana TSP pada atahun 1998 mencapai 21. Corporate Philanthropy. Apa yang memotivasi perusahaan melakukan TSP ? Saidi dan Abidin ( 2004:69) membuat matriks yang menggambarkan tiga tahap atau paradigma yang berbeda. Pembangunan berkelanjutan perlu dilakukan karena dorongan berbagai hal.030 triliun rupiah ( Saidi dan Abidin. yakni motivasi kewargaan demi mewujudkan keadilan social berdasarkan prinsip keterlibatan social. Sebagai perbandingan. yakni dorongan amal berdasarakan motivasi keagamaan. Untuk itu Komisi Brandtland memberikan usulan penting dalam pembangunan berkelanjutan yaitu adanya keterpaduan konsep politik untuk melakukan perubahan yang mencakup berbagai masalah baik sosial. Corporate Charity. dilihat dari angka kumulaitif tersebut. Pelaksanaan pembangunan akan berhasil baik apabila didukung oleh lingkungan (sumber daya alam) secara memadai. jumlahnaya semakin besar.5 juta dolar AS dari 180 Perusahaan yang dibelanjakan untuk 279 kegiatan sosial yang terekam oleh media masa.

Perusahaan menjalankan program TSP secara langsung dan keterlibatan social Kepntingan bersama dengan menyelengarakan sendiri kegaiatn social atau menyerahkan sumbangan ke masyarakat tanpa perantara. .membantu dan beramal kepada sesama” menjadi “memberdayakan manusia”. Tradisi. MODEL TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Menurut Saidi dan Abidin ( 2004:64-65) ada empat model pola TSP di Indonesia : 1. Adat Misi hukum Kewargaan dan Pencerahan diri dan ketertiban sosial Mencari dan mengatai masalah memberikan kotribusi Pengelolaan kepada masyarakat Jangka Pendek dan Terencana. Keterlibatan langsung. Terinternalisasi Parsial Pengorganisasian Kepanitiaan dan terprogram Yayasan/ dana abadi dalam kebijakan : ahli perusahaan Professional tenaga Penerima Manfaat Kontibusi Orang Miskin Hibah sosial Masyarakat Luas Hibah pembangunan akar : universal: rekonsiliasi dengan redistribusi kekayaan Mengatasi masalah Menolong sesama sesaat/saat itu keterlibatan tenagadidalamnya Masyarakat luas dan perusahaan Hibah sosial maupun pembangunan Inspirasi Kewajiban Kemanusiaan Sumber : Dikembangkan dari Saidi dan Abidin (2004:69) C. pada umumnya perusahaan melakukan TSP didorong oleh motivasi Karitatif kemudian kemanusiaan dan akhirnya kewargaan.terorganisasi. etika. Motivasi Semangat/Prinsip Tahapan/Paradigma Karitatif Filantropis Agama. Norma. Meskipun tidak selalu berlaku otomatis.

2.4 % ) 10 kegiatan(3. konsep TSP seringkali diidentikkan dengan metoda Pengembangan Masyarakat ( Community Develompment ) yang akhir-akhir ini banyak diterapkan oleh Perusahaan dengan istilah Comdev.6 % ) 7 kegiatan(2. Dilihat dari motivasi dan paradigm TSP diatas.8 % ) 0 279 Kegiatan Jumlah Dana (rupiah) 38 miliar (33. Perusahaan mendirikan yayasan sendiri dibawah perusahaan atau grupnya.1 % ) 71 kegiatan(25.0 % ) 0 115. olahraga dan pariwisata Pembangunan prasarana.4 % ) 46 kegiatan(16.9 miliar (2. Hibah pembangunan merujuk pada bantuan selektif pada satu lembaga nirlaba yang menjalankan satu kegiatan yang sejalan dengan pemberi bantuan yang dalam hal ini adalah perusahaan. meskipun pada beberapa aspek lain masih diwarnai oleh motivasi filantropis. 4.sebagai ilustrasi. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Jenis/Sektor Kegiatan Pelayanan Sosial Pendidikan dan Penelitian Kesehatan Kedaruratan (emergency) Lingkungan Ekonomi Produktif Seni.3 miliar (1. Perusahaan menyelenggarakan TSP melalui kerjasama dengan lembaga sosial atau organisasinn pemerintah (Ornop). Model ini merupaka adopsi dari model yang lazm diterapkan di perusahaan-perusahaan di negara maju.3 % ) 640 juta ( 0. 8% ) 2.perumahan Hokum. baik dalam mengelola dana maupun dalam melaksanakan kegiatan sosialnya. Comdev berangkat dari pendayagunaan hibah pembangunan yang dicirikan oleh adanya langkah proaktif beberapa pihak dan kemampuan mereka dalam mengelola program dalam merespon kebutuhan masyarakat disuatu tempat.6 % ) 1 miliar ( 0. COMDEV DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Sebagaimana dijelaskan dimuka. Melalui yayasan atau organisasi sosial perusahaan.3 miliar D. menjadi anggota atau mendukung suatu lembaga social yang didirikan untuk tujuan social tertentu Jenis kegiatan TSP berdasarkan jumlah kegiatan dan dana No. maka sesungguhnya Pendekatan Comdev merupaka salah satu bentuk TSP yang lebih banyak didorong oleh motivasi kewargaan.0 % ) 66.9 % ) 4.9 % ) 1. Bermitra dengan pihak lain. Instansi Pemerintah.5 % ) 395 juta (0. advokasi.5 % ) 5 kegiatan(1. Sedangkan kegiatan-kegiatan amal atau karitatif yang bergaya . perusahaan turut mendirikan.4 % ) 30 kegiatan(10. 3. Universitas atau media masa.8 % ) 15 kegiatan(5. Mendukung atau bergabung dalam suatu Konsorsium. politik JUMLAH Jumlah Kegiatan 95 kegiatan(34.4 miliar (3.8 miliar (57.

atau penguatan kemampuan para penerima pelayanan. Melainkan berusaha agar si penerima memiliki kemamuan atau kapasitas untuk mampu menolong dirinya sendiri. Meskipun pemberdayaan masyarakat dpat dilakukan terhadap semua kelompok atau kelas masyarakat. 2. pemberian modal usaha. 3. Finansial : Orang yang tidak memiliki Pekerjaan. modal. Keberdayaan disini bukan saja dalam arti fisik atau ekonomi. terutama gagasan. dan peningkatan kemandirian.orientasi sosial. seperti : 1. Hibah Sosial adalah bantuan kepada suatu lembaga sosial guna menjalankan kegiatankegiatan sosial. kelompok melakukan lemah atau kurang hidup.sinterklas. melalui program-program pelatihan. Saidi dan Abidin ( 2004:61). melainkan pula dalam arti psikologis dan sosial. Fisik : Orang dengan kecatatan dan kemampuan khusus. semangat utama Comdev adalah Pemberdayaan Masyarakat. peningktan kekuasaan. orang. serta berpartisipasi dalam kegiatan social. Selanjutnya. dan pilihan politiknya. lebih banyak didorong oleh motivasi karitatif dan pendayagunaan hibah sosial. Dengan kata lain. Psikologis : Orang yang mengalami masalah personal dan penyesuaian diri. perluasan akses terhadap pelayanan sosial. Memiliki sumber pendapatan yang dapat menopang kebutuhan diri dan keluarganya. sedekah. Pemberdayaan masyarakat ini pada dasarnya merupakan kegiatan terencana dan kolektif dalam memperbaiki kehidupan masyarakat yang dilakukan melalui program peningkatan kebutuhan kapasitas dasarnya. atau kegiatan untuk kemaslahatan umat dnegan hak pengelolaaan hibah sepenuhnya pada penerima. proses pemberdayaan diarahkan agar kelompok lemah tersebut mimiliki kemampuan atau keberdayaan. maka tujuan utama pendekatan Comdev adalah bukan sekedar membantu atau memberi barang kepada si penerima. 4. Oleh karena itu kegiatan Comdev biasanya diarahkan pada proses pemerkuasaan. pendidikan. pendapatan. Kalau ditelaah secara seksama. . dan asset yang mampu menopang kehidupannya. etnis. Struktural : Orang yang mengalami diskriminasi dikarenakan status sosialnya. namun pada umumnya pemerdayaan dilakukan terhadap kelompok masyarakat yang dianggap lemah atau kurang berdaya yang memiliki karakteristik lemah atau rentan dalam aspek : 1. beruntung(disadvantaged groups ) agar mereka memiliki kemampuan dalam memenuhi mengemukakan pilihan-pilihan melaksanakan kegiatan ekonomi. menjangaku dan memobilisai sumber. gender.

pemberdayaan jangan hanya berpusat pada komunitas lokal. Mampu membuat keputusan dan menentukan pilihan-pilihan hidupnya. Bekerja bersama berperan setara. emansipatoris yang berpijak pada beberapa prinsip sebagai berikut : 1. Mengidentifikasi masalah dan kebutuhan kelompok sasaran 3. Kegiatan-kegiatan pemberdayaan biasanya dilakukan secara berkelompok dan terorganisir dengan melibatkan beberapa strategi seperti pendidikan dan pelatihan keterampilan hidup ( life skills ). Mampu mengemukakan gagasan didalam keluarga mauoun didepan umum.kampanye. Proses Pemberdayaan Masyarakat dapat dilakukan melalui beberapa tahapan : 1. perawatan social. sosialisasi. 4.2. memonitor dan mengevaluasi kegiatan. humanis. PERATURAN PERUNDANGAN CSR . Pemberdayaan bukan kegiatan satu malam. 5. ekonomi produktif. Dan. Memiliki mobilitas yang cukup luas : pergi keluar rumah atau wilayah tempat tinggalnya. demonstasi. Agar berkelanjutan. kontes. melainkan pula pada sistem sosial yang lebih luas termasuk kegiatan sosial. Menentukan populasi atau kelompok sasaran 2. 2. aksi sosial. 3. Membantu rakyat agar mereka bisa membantu dirinya sendiri dan orang lain. Menentukan dan mengajak pihak-pihak yang akan dilibatkan 6. pendampingan dan pembelaan hak-hak klien. 3. maka pemberdayaan masyarakat dalam program Comdev didasari oleh pendekatan yang partisipatoris. penyadaran dan pengubahan sikap dan perilaku. Melaksakan kegiatan atau mengimplementasiakan program 7. Berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Merancang program kegiatan dan cara-cara pelaksanaannya 4. Kegiatan diarahkan bukan saja untuk mendapat satu hasil. 4. Menentukan sumber pendanaan 5. Berbeda dengan kegiatan Bantuan Sosial karitatif yang dicirikan oleh adanya hubungan “ patron-klien “ yang tidak seimbang.kolaborasi. E. advokasi. atau pengubahan kebijakan publik agar lebih responsive terhadap kebutuhan kelompok sasaran. melainkan juga agar menguasai prosesnya.

Hak asasi manusia 7. Organizational Governance (governance organisasi) ISO 26000 menerjemahkan tanggung jawab sosial sebagai tanggung jawab suatu organisasi atas dampak dari keputusan dan aktivitasnya terhadap masyarakat dan lingkungan. Lingkungan 5. 2) menyediakan pedoman tentang penterjemahan prinsip-prinsip menjadi kegiatan-kegiatan yang efektif. dan 3) memilah praktek-praktek terbaik yang sudah berkembang dan disebarluaskan untuk kebaikan komunitas atau masyarakat internasional.Pada bulan September 2004. ISO (International Organization for Standardization) sebagai induk organisasi standarisasi internasional. yang: Konsisten dengan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat. melalui perilaku yang transparan dan etis. berinisiatif mengundang berbagai pihak untuk membentuk tim (working group) yang membidani lahirnya panduan dan standarisasi untuk tanggung jawab sosial yang diberi nama ISO 26000: Guidance Standard on Social Responsibility. Apabila hendak menganut pemahaman yang digunakan oleh para ahli yang menggodok ISO 26000 Guidance Standard on Social responsibility yang secara konsisten mengembangkan tanggung jawab sosial maka masalah SR akan mencakup 7 isu pokok yaitu: 1. ISO 26000 menyediakan standar pedoman yang bersifat sukarela mengenai tanggung tanggung jawab sosial suatu institusi yang mencakup semua sektor badan publik ataupun badan privat baik di negara berkembang maupun negara maju. Dengan Iso 26000 ini akan memberikan tambahan nilai terhadap aktivitas tanggung jawab sosial yang berkembang saat ini dengan cara: 1)mengembangkan suatu konsensus terhadap pengertian tanggung jawab sosial dan isunya. Konsumen 3. Sesuai hukum yang berlaku dan . Memperhatikan kepentingan dari para stakeholder. Ketenagakerjaan 6. Praktek Kegiatan Institusi yang Sehat 4. Pengembangan Masyarakat 2.

Bentuknya pun sangat beragam dan manfaatnya bisa diterapkan di semua kalangan. a. produk maupun jasa. Pengembangan kebudayaan : Memberikan bantuan sumbangan untuk pembangunan masjid. Pendidikan : Menyediakan beasiswa bagi anak SD. PT Jababeka Infrastruktur Program CSR yang dijalankan oleh pihak Jababeka adalah mencakup : Program pemberdayaan ekonomi. dan Kepedulian terhadap lingkungan. Pemberdayaan ekonomi : Memberikan pelatihan keterampilan seperti usaha jahit dan ternak sapi. Kesehatan : Memberikan pelayanan pemeriksaan gratis dan pembagian obatobatan secara Cuma-Cuma. Berdasarkan konsep ISO 26000. d. Pada tulisan ini kami akan menampilkan berbagai macam perusahaan yang melaksanakan program CSR sebagai bentuk Social Investment serta bentuk-bentuk nyata disertai contohnya. c. misalnya suatu perusahaan sangat peduli terhadap isu lingkungan. Dengan demikian jika suatu perusahaan hanya memperhatikan isu tertentu saja. namun perusahaan tersebut masih mengiklankan penerimaan pegawai dengan menyebutkan secara khusus kebutuhan pegawai sesuai dengan gender tertentu. dalam pengertian ini meliputi baik kegiatan. SMP. perbaikan jalan. Terintegrasi di seluruh aktivitas organisasi. Pengembangan kebudayaan. BERAGAM CSR OLEH PERUSAHAAN Di Indonesia sekarang ini. Jababeka juga menyediakan edukasi kesehatan bagi siswa Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. maka sesuai dengan konsep ISO 26000 perusahaan tersebut sesungguhnya belum melaksanakan tanggung jawab sosialnya secara utuh. dan SMA. Kemudian memberikan bantuan peralatan kepada pihak sekolah. b.konsisten dengan norma-norma internasional. Kesehatan. Kemudian memberikan dana bantuan juga sebagai modal awal bagi masyarakat di sekitar. Serta mengadakan perlombaan yang sifatnya edukatif. 1. sudah banyak perusahaan-perusahaan besar yang melaksanakan program CSR. Pendidikan. penerapan sosial responsibility hendaknya terintegrasi di seluruh aktivitas organisasi yang mencakup 7 isu pokok diatas. serta mengadakan event-event pagelaran budaya bagi masyarakat. F. .

Memberikan beasiswa kepada siswa berpretasi pada tingkat SD. . SMP. c. PT Indominco Mandiri a. Pemberdayaan petani kedelai hitam. Tbk a. Memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk PAUD. Memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan kepada masyarakat. Bidang Lingkungan : Menyediakan pusat air bersih dan menjualnya kepada masyarakat dengan harga terjangkau. Integrasi program PAUD dengan Posyandu. dan juga Memberikan pelayanan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. serta membangun kader-kader yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. b. memberikan bantuan pendidikan bagi siswa SD. membangun kolam renang yang asri. PT Unilever Indonesia. Menyelenggarakan kegiatan budaya untuk mempererat tali silaturahmi di antara warga. Pengaturannya dijalankan oleh warga masyarakat tersebut sendiri. dan anak-anak usia produktif. PT Bakrie Sumatera Plantations Program-program CSR yang dijalankannya adalah: Membangun koperasi desa. Bidang Sosial : Memberdayakan perempuan agar dapat menjadi sosok mandiri. menanam pohon sebagai penghijauan. 5. Lingkungan : Mengelola limbah B3 dengan baik. Bidang ekonomi : Menciptakan program kemitraan untuk membuat usaha kecil menengah yang berkelanjutan b. Program kesehatan dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis. perempuan. PT Adaro Indonesia. periksa gigi gratis. dan SMA. Bidang Ekonomi : Mengambangkan usaha kecil rumput laut serta pendampingan kepada masyarakat. 4. mengadakan perkumpulan ibuibu pengajian. Bidang Pendidikan : Menciptakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 3. dan Membangun Jababeka Botanical Garden yang luasnya mencapai 100 Ha. Tbk Unilever melaksanakan program CSR yang beragam pula. Memberikan pelatihan kepada para guru dalam bidang IT. diantaranya : Green and Clean dengan memanfaatkan bekas kantong produk Unilever menjadi bentuk baru yang bermanfaat. 2.e.

Bidang Pendidikan : Memberikan support dan rangsangan lomba-lomba untuk mengasah kecerdasan dan kreatifitas siswa.6. dan Pembuatan plang nama PKK Kampung Sampali. Bidang Sosial : Pemberdayaan pendidikan anak kurang mampu. d. Tbk Berbagai macam kegiatan CSR nya antara lain : Membentuk Tim Sampoerna Resque untuk melaksanakan tanggap darurat terhadap bencana. 8. Bidang Lingkungan : Pembuatan kolam pengendap lumpur. PT Bank Mandiri. pelatihan berbagai macam program komputer perkembangan. Menciptakan air bersih untuk masyarakat. Tbk a. Cerdas cermat. dan juga Membuat koperasi simpan pinjam. Bidang IT : Mendirkan kampung digital sehingga di sana(Sampali. Bidang Sumber Daya Manusia : Memberikan pelatihan kewirausahaan dan mengadakan berbagai macam event wirausaha muda dengan memberikan dana bantuan bagi pengusung format wirausaha yang fresh dan achievable. Pasar murah penjualan sembako. Penanaman pohon pelindung. Memberikan pelatihan kepada siswa SMP dan SMA. utamanya computer dan internet. Pengerasan dan pengaspalan jalan. dan juga Peringatan HUT RI dengan mengadakan berbagai macam lomba. Bidang Lingkungan : Perbaikan dan pengembangan drainase. Sumut) banyak orang yang melek teknologi. Tbk a. PT Tambang Batubara Bukit Asam a. Kelompok usaha pembuatan pupuk organik. Memberikan beasiswa bagi SMA dan Sarjana. Memberikan dana beasiswa bagi yang ebrprestasi dan kurang mampu. Membangun usaha mikro dan kecil. 7. Bidang Ekonomi : Program kemitraan untuk usaha kecil menengah. Membangun Taman Hutan Raya . Pemanfaatan tanaman minyak kayu putih. Pembuatan gapura Kampung Digital Sampali. Pembinaan remaja olahraga. c. Melakukan penanaman pohon untuk reboisasi. b. PT Telekomunikasi Indonesia. PT HM Sampoerna. Gebyar festival seni Islami. 9. b.

Memberikan bantan kesehatan dan sosial lainnya. PT Bakrieland Development. Membangun insfrastruktur. Pemanfaatan tanaman kehutanan e. Pembangunan lapangan golf BAB III PENUTUP KESIMPULAN Secara konseptual. PT Arutmin Indonesia Programnya antara lain : Kerjasama dengan KUD setempat. Bidang Sosial : Penataan Pasar Tanjung Enim 10. Penggunaan solar energy system dalam setiap project Bakrieland. Pemanfaatan lahan perkebunan d. 12. Pemanfaatan lahan sebagai area peternakan sapi c. 11. Tbk Program CSR di Bakrieland antara lain : Membangun Rasuna Epicentrum. PT Berau Coal Program yang telah dilaksanakan antara lain : a. Program AHPB(Aku Himung Petani Banua) yang mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya. TSP adalah pendekatan dimana perusahaan mengintegarasikan kepedulian sosial dalam operasi bisnis dan interaksi mereka dengan . Goes Green di Bali Nirwana Resort.b. Bidang Ekonomi : Membangun kelompok usaha pupuk Bokashi Organik c. Mempekerjakan 2 orang anggota keluarga yang tanahnya dibeli Bakrieland. Pemanfaatan lahan mejadi area tanaman buah-buahan b. yakni sebuah kawasan resapan air. Percobaan penanaman karet f.

para pemangku kepentingan ( stakeholders ) berdasarkan prinsip kesukarelaan dan kemitraan. yakni tanggung jawab dalam makna responsibility atau tanggung jawab moral atau etis. . Burhanuddin Salam. capable deterred by consideration of sanction or consequences. Meskipun sesungguhnya memiliki pendekatan yang relative berbeda. beberapa nama lain yang memiliki kemiripan atau bahkan identik dengan TSP antara lain. ( Nuryana. kedermawanan Perusahaan ( Corporate Philantropy ). memberikan pengertian bahwa responsibility is having the character of a free moral agent. Secara teoretis. (Tanggung jawab itu memiliki karakter agen yang bebas moral. pemberian perusahaan ( Corporate Giving). capable of determining one’s acts. mampu ditentukan oleh sanki/hukuman atau konsekuensi). Investasi Sosial Perusahaan( corporate social Investment/investing). dalam bukunya “Etika Sosial”. maka setidaknya akan menyinggung 2 makna. dan tanggung jawab dalam makna liability atau tanggung jawab yuridis atau hukum. mampu menentukan tindakan seseorang. berbicara mengenai tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh perusahaan. 2005 ).

Corporate Citizenship. Mungkin saja masyarakat kita masih kurang pengetahuan mengenai dampak buruk yang bisa disebabkan oleh produk suatu perusahaan. Pertanyaan itu antara lain : Bagaimana perlakuan pemerintah kepada Perusahaan yang di satu sisi melaksanakan CSR namun di sisi lain produknya juga merugikan masyarakat? Sebenarnya perusahaan sudah melakukan kesalahan yang besar dengan menghasilkan produk yang merugikan bagi masyarakat. 3. ia adalah sebagai regulator dari segala kebijakan yang ada. Semakin perusahaan dikenal “baik” oleh masyarakat.HASIL DISKUSI DI KELAS Setelah makalah kami presentasikan di depan kelas. kembali lagi dengan permintaan dari masyarakat itu sendiri. Corporate Charity. 2. Adapun alasan perusahaan melakukan CSR ada 3 hal seperti yang telah dijelaskan sebelumnya : 1. 8/1999) dan peraturan itu secara implisit sudah menekankan suatu perusahaan menerapkan CSR. terjadi diskusi yang menghasilkan beberapa pertanyaan yang harus kami jawab. Sebenarnya apakah tujuan suatu perusahaan melaksanakan program CSR di perusahaannya? Tujuannya jelas!!! Yakni untuk membuat citra yang positif bagi perusahaan oleh masyarakat. selama itu pulalah perusahaan itu masih akan tetap berdiri. yakni dorongan amal berdasarakan motivasi keagamaan. maka di sinilah peran pemerintah. dan itu akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan tentunya meningkatkan hasil penjualan juga. Namun. Mengenai peran pemerintah sendiri sudah jelas. Apa langkah kongkrit pemerintah dalam hal menjadi Regulator atas kebijakan perusahaan? Sebenarnya Indonesia sudah memiliki seperangkat aturan tentang perlindungan lingkungan hidup (UU No. yakni motivasi kewargaan demi mewujudkan keadilan sosial berdasarkan prinsip keterlibatan sosial. Keterkaitan dengan . Ketiga hal di atas pulalah yang menjadi dasar suatu perusahaan melaksanakan program CSR bagi masyarakat di sekitarnya. secara tidak langsung produk yang dihasilkannya pun akan mendapatkan predikat “baik” pula. 23/1997) dan perlindungan konsumen (UU No. Corporate Philanthropy. yakni memberikan pengetahuan yang baik bagi masyarakatnya. selama produknya masih dibeli oleh masyarakat. yakni dorongan kemanusiaan yang biasanya bersumber dari norma dan etika universal untuk menolong sesama dan memperjuangkan kemerataan sosial.

Padahal sebenarnya kita yang bisa menghandle dan mengerti kebutuhan khusus dari masyarakat melalui asesmen yang detil. Nah. Pekerja Sosial juga yang melakukan asesmen terhadap kebutuhan pelayanan masyarakat. Baiklah akan coba kami jawab. artinya Pekerja Sosial lah yang merancang programprogram pelayanan CSR bagi masyarakat. bagaimana penerapan Pekerja Sosial Klinis dalam perusahaan? Sungguh pertanyaan yang kritis. Alhasil ya malah orang lain yang menyerobot posisi strategis itu. Jadi nantinya program CSR yang dijalankan oleh perusahaan akan tepat guna dan bermanfaat. pemerintah telah membuat aturan Pasal 74 UU PT No. 40/2007 meskipun menuai kontroversi. kita dalam perusahaan bisa memberikan pelayanan kepada Bos dan Karyawan dalam rangka ikut menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dialami dan juga memberikan pelayanan konseling guna meningkatkan kualitas dan semangat kerja. Namun. jadi sekarang ini merupakan PR bagi kita semua untuk menunjukkan kualitas kita sebagai Pekerja Sosial Profesional dan juga dukungan dari semua pihak untuk ikut mempromosikan profesi ini. Hanya saja memang dari kitanya sendiri yang masih “malu-malu” menunjukkan kualitas kita. Yang jelas Pekerja Sosial di sana dapat menjadi seorang manajer program. Kita saat ini sedang menjalani Jurusan Rehabilitasi Sosial. ya itulah langkah kongrit pemerintah dalam peranannya sebagai regulator. .CSR Perusahaan secara langsung. Apa peranan seorang Pekerja Sosial di dalam pelaksanaan CSR suatu perusahaan? Menarik sekali pertanyaannya karena ini sudah memasuki wilayah pekerja sosial dalam kaitannya dengan pelaksanaan CSR perusahaan. Bagaimana peluang kerja bagi Pekerja Sosial Industri di suatu perusahaan?(Kaitannya dengan kenyataan saat ini) Ini juga sebuah pertanyaan yang menarik dan kami rasa patut menjadi pertanyaan kita semua. Sebagai Pekerja Sosial Klinis. Sejatinya peluang Pekerja Sosial Industri ini amatlah luas.

. Juli 2008.DAFTAR PUSTAKA Wahyudi. Pengaturan dan Implementasi. La. Jakarta : LatofiSukma DivaEvente http://www.unilever.id/ourvalues/ Suharto. Ph.D. Corporate Social Responsibility : Prinsip. Isa & Busyra Azheri. 2008. Edi. Malang : Inspire. Majalah Bisnis dan CSR. Pekerjaan Sosial di Dunia Industri: Memperkuat Tanggungjawab Sosial Perusahaan.com/site/ http://www. 2007.jababeka.co. Tofi. Bandung : Refika Aditama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful