P. 1
Ex Post Facto

Ex Post Facto

|Views: 79|Likes:
Published by Firman Firman Jhe

More info:

Published by: Firman Firman Jhe on May 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/15/2013

pdf

text

original

Ex Post Facto-Research “Experimental research, where the researcher manipulates the independent variable , whilst the dependable

variable are controlled with the aim of establishing the effect of the independent variable on the dependable variable, is also applicable. The term ex post facto according to Landman (1988: 62) is used to refer to an experiment in which the researcher, rather than creating the treatment, examines the effect of a naturally occurring treatment after it has occurred. In other words it is a study that attempts to discover the pre-existing causal conditions between groups. It should, however, be pointed out that the most serious danger of ex post factoresearch is the conclusion that because two factors go together, one is the cause and the other is the effect. Jacobs et al. (1992: 81) refers to the following procedures when conducting ex post facto-research: The. first step should be to state the problem. Following this is the determination of the group to be investigated. Two groups of the population that differ with regard to the variable, should be selected in a proportional manner for the test sample. Groups, according to variables, are set equal by means of paring off and statistical techniques of identified independent and dependent variables. Data is collected. Techniques like questionnaires, interviews, literature search etc:. are used to determine the differences. Next follows the interpretation of the research results. The hypothesis is either confirmed or rejected. Lastly it should be mentioned that this type of research has shortcomings, and that only partial control is possible.

Tipe-Tipe Desain Penelitian Secara garis besar ada dua macam tipe desain, yaitu: Desain Ex Post Facto dan Desain Eskperimental. Faktor-faktor yang membedakan kedua desain ini ialah pada desain pertama tidak terjadi manipulasi variabel bebas sedang pada desain yang kedua terdapat adanya manipulasi variabel bebas. Tujuan utama penggunaan desain yang pertama ialah bersifat eksplorasi dan deskriptif; sedang desain kedua bersifat eksplanatori (sebab akibat). Jika dilihat dari sisi tingkat pemahaman permasalahan yang diteliti, maka desain ex post facto menghasilkan tingkat pemahaman persoalan yang dikaji pada tataran permukaan sedang desain eksperimental dapat menghasilkan tingkat pemahaman yang lebih mendalam. Kedua desain utama tersebut mempunyai sub-sub desain yang lebih khusus. Yang termasuk dalam kategori pertama ialah studi lapangan dan survei. Sedang yang termasuk dalam kategori kedua ialah percobaan di lapangan (field experiment) dan percobaan di laboratorium (laboratory experiment)

Studi Lapangan Studi lapangan merupakan desain penelitian yang mengombinasikan antara pencarian literature (Literature Study). yaitu validitas internal dan validitas eksternal. Validitas Internal Validitas internal adalah tingkatan dimana hasil-hasil penelitian dapat dipercaya kebenarannya. Survei Desain survei tergantung pada penggunaan jenis kuesioner. Ada dua validitas. Keunggulan survei yang lain ialah mudah melaksanakan dan dapat dilakukan secara cepat. Sekalipun demikian. a. Validitas Validitas berkaitan dengan persoalan untuk membatasi atau menekan kesalahan-kesalahan dalam penelitian sehingga hasil yang diperoleh akurat dan berguna untuk dilaksanakan. survei berdasarkan pengalaman dan / atau studi kasus dimana peneliti berusaha mengidentifikasi variabel-variabel penting dan hubungan antar variabel tersebut dalam suatu situasi permasalahan tertentu. Survei memerlukan populasi yang besar jika peneliti menginginkan hasilnya mencerminkan kondisi nyata. Validitas internal merupakan hal yang esensial yang harus dipenuhi jika peneliti menginginkan hasil studinya bermakna. Sehubungan dengan hal tersebut. meski hanya sebatas di permukaan. Studi lapangan umumnya digunakan sebagai sarana penelitian lebih lanjut dan mendalam. ada beberapa hal yang menjadi kendala untuk memperoleh validitas internal Sejarah (History): Faktor ini terjadi ketika kejadian-kejadian eksternal dalam penyelidikan yang dilakukan mempengaruhi hasil-hasil penelitian. Maturasi (Maturation): Adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada diri responden dalam .Sub Desain Ex post Facto a. Metode survei sangat populer karena banyak digunakan dalam penelitian bisnis. survei bermanfaat jika peneliti menginginkan informasi yang banyak dan beraneka ragam. Dengan survei seorang peneliti dapat mengungkap masalah yang banyak. survei semakin memberikan hasil yang lebih akurat. b. Semakin sampelnya besar.

latar dan hal-hal lainnya dalam kondisi yang mirip. sistem notasi yang digunakan perlu diketahui terlebih dahulu. Testing: Efek-efek yang dihasilkan oleh proses yang sedang diteliti yang dapat mengubah sikap ataupun tindakan responden.kurun waktu tertentu. Desain Spesifik Ex Post Facto Sebelum membicarakan desain spesifik Ex Post facto. R: Menunjukkan bahwa individu atau kelompok telah dipilih dan ditentukan secara random . Validitas Eksternal Validitas eksternal ialah tingkatan dimana hasil-hasil penelitian dapat digeneralisasi pada populasi. Interaksi Seleksi: Efek dimana tipe-tipe responden yang mempengaruhi hasil-hasil studi dapat membatasi generalitasnya. Hal-hal yang menjadi sumbersumber validitas eksternal ialah: Interaksi Testing: Efek-efek tiruan yang dibuat dengan menguji responden akan mengurangi generalisasi pada situasi dimana tidak ada pengujian pada responden. O: Menunjukkan adanya suatu pengukuran atau observasi terhadap variabel tergantung yang sedang diteliti pada individu. kelompok atau obyek tertentu. Instrumentasi: Efek yang terjadi disebabkan oleh perubahan-perubahan alat dilakukan penelitian Seleksi: Efek tiruan dimana prosedur seleksi mempengaruhi hasil-hasil studi Mortalitas: Efek adanya hilangnya atau perginya responden yang diteliti. Interaksi Setting: Efek tiruan yang dibuat dengan menggunakan latar tertentu dalam penelitian tidak dapat direplikasi dalam situasi-situasi lainnya. b. seperti tambahnya usia ataupun adanya faktor kelelahan dan kejenuhan. Sistem notasi tersebut adalah sebagai berikut: X: Digunakan untuk mewakili pemaparan (exposure) suatu kelompok yang diuji terhadap suatu perlakuan eksperimental pada variabel bebas yang kemudian efek pada variabel tergantungnya akan diukur.

Apabila sampel yang sama kita teliti secara berulang-ulang. Contoh 2: Secara random kita meneliti 200 perusahaan dari populasi 1000 perusahaan mengenai sistem penggajiannya. maka notasinya: O1 O2 Dimana: O1 merupakan kegiatan observasi yang dilakukan di perusahaan A dan O2 merupakan kegiatan observasi yang dilakukan di perusahaan B.untuk tujuan-tujuan studi. maka notasinya adalah: . maka konfigurasi desainnya akan seperti di bawah ini: (R) O1 Dimana: O1 mewakili survei di 200 perusahaan dengan memberikan kuesioner kepada 200 manajer yang dipilih secara random (R ). yaitu Perusahaan A dan Perusahaan B. Contoh 1: Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua populasi. Ex Post Facto Sebagaimana disebut sebelumnya bahwa dalam desain Ex Post Facto tidak ada manipulasi perlakukan terhadap variabel bebasnya maka sistem notasinya baik studi lapangan atau survei hanya ditulis dengan O atau O lebih dari satu. misalnya selama tiga kali dalam tiga bulan berturut-turut. Survei dilakukan dengan cara mengirim kuesioner pada 200 manajer.

com/Theory/Ex-Post-Facto-Research. O3 http://www. are set equal by means of paring off and statistical techniques of identified independent and dependent variables. Lastly it should be mentioned that this type of research has shortcomings. and that only partial control is possible. according to variables.infoskripsi. The hypothesis is either confirmed or rejected. Techniques like questionnaires. first step should be to state the problem. should be selected in a proportional manner for the test sample. Following this is the determination of the group to be investigated.(R) dimana: O1 merupakan observasi yang pertama. are used to determine the differences. O2 merupakan observasi yang kedua dan O3 merupakan observasi yang ketiga. It should. (1992: 81) refers to the following procedures when conducting ex post facto-research: The. Tipe-Tipe Desain Penelitian . Jacobs et al. be pointed out that the most serious danger of ex post factoresearch is the conclusion that because two factors go together. Data is collected. In other words it is a study that attempts to discover the pre-existing causal conditions between groups. examines the effect of a naturally occurring treatment after it has occurred. literature search etc:. is also applicable. one is the cause and the other is the effect. whilst the dependable variable are controlled with the aim of establishing the effect of the independent variable on the dependable variable. however. Groups.html Ex Post Facto-Research “Experimental research. The term ex post facto according to Landman (1988: 62) is used to refer to an experiment in which the researcher. where the researcher manipulates the independent variable . Next follows the interpretation of the research results. rather than creating the treatment. Two groups of the population that differ with regard to the variable. interviews.

Tujuan utama penggunaan desain yang pertama ialah bersifat eksplorasi dan deskriptif. Sekalipun demikian. Validitas internal merupakan hal yang esensial yang harus dipenuhi jika peneliti menginginkan hasil studinya bermakna. Dengan survei seorang peneliti dapat mengungkap masalah yang banyak. Semakin sampelnya besar.Secara garis besar ada dua macam tipe desain. sedang desain kedua bersifat eksplanatori (sebab akibat). Studi lapangan umumnya digunakan sebagai sarana penelitian lebih lanjut dan mendalam. ada beberapa hal yang menjadi kendala untuk memperoleh validitas internal . Sedang yang termasuk dalam kategori kedua ialah percobaan di lapangan (field experiment) dan percobaan di laboratorium (laboratory experiment) Sub Desain Ex post Facto a. b. Jika dilihat dari sisi tingkat pemahaman permasalahan yang diteliti. maka desain ex post facto menghasilkan tingkat pemahaman persoalan yang dikaji pada tataran permukaan sedang desain eksperimental dapat menghasilkan tingkat pemahaman yang lebih mendalam. Survei Desain survei tergantung pada penggunaan jenis kuesioner. Studi Lapangan Studi lapangan merupakan desain penelitian yang mengombinasikan antara pencarian literature (Literature Study). a. Kedua desain utama tersebut mempunyai sub-sub desain yang lebih khusus. Validitas Internal Validitas internal adalah tingkatan dimana hasil-hasil penelitian dapat dipercaya kebenarannya. Sehubungan dengan hal tersebut. yaitu: Desain Ex Post Facto dan Desain Eskperimental. Metode survei sangat populer karena banyak digunakan dalam penelitian bisnis. Validitas Validitas berkaitan dengan persoalan untuk membatasi atau menekan kesalahankesalahan dalam penelitian sehingga hasil yang diperoleh akurat dan berguna untuk dilaksanakan. Ada dua validitas. survei bermanfaat jika peneliti menginginkan informasi yang banyak dan beraneka ragam. Survei memerlukan populasi yang besar jika peneliti menginginkan hasilnya mencerminkan kondisi nyata. meski hanya sebatas di permukaan. survei semakin memberikan hasil yang lebih akurat. survei berdasarkan pengalaman dan / atau studi kasus dimana peneliti berusaha mengidentifikasi variabel-variabel penting dan hubungan antar variabel tersebut dalam suatu situasi permasalahan tertentu. Faktor-faktor yang membedakan kedua desain ini ialah pada desain pertama tidak terjadi manipulasi variabel bebas sedang pada desain yang kedua terdapat adanya manipulasi variabel bebas. Yang termasuk dalam kategori pertama ialah studi lapangan dan survei. Keunggulan survei yang lain ialah mudah melaksanakan dan dapat dilakukan secara cepat. yaitu validitas internal dan validitas eksternal.

6. Testing: Efek-efek yang dihasilkan oleh proses yang sedang diteliti yang dapat mengubah sikap ataupun tindakan responden. 4. dalam kurun waktu tertentu. Desain Spesifik Ex Post Facto Sebelum membicarakan desain spesifik Ex Post facto.1. Sistem notasi tersebut adalah sebagai berikut: X: Digunakan untuk mewakili pemaparan (exposure) suatu kelompok yang diuji terhadap suatu perlakuan eksperimental pada variabel bebas yang kemudian efek pada variabel tergantungnya akan diukur. sistem notasi yang digunakan perlu diketahui terlebih dahulu. . latar dan hal-hal lainnya dalam kondisi yang mirip. seperti tambahnya usia ataupun adanya faktor kelelahan dan kejenuhan.Sejarah (History): Faktor ini terjadi ketika kejadian-kejadian eksternal dalam penyelidikan yang dilakukan mempengaruhi hasil-hasil penelitian. 2. 3. Interaksi Seleksi: Efek dimana tipe-tipe responden yang mempengaruhi hasil-hasil studi dapat membatasi generalitasnya. O: Menunjukkan adanya suatu pengukuran atau observasi terhadap variabel tergantung yang sedang diteliti pada individu. Hal-hal yang menjadi sumbersumber validitas eksternal ialah: 1. Validitas Eksternal Validitas eksternal ialah tingkatan dimana hasil-hasil penelitian dapat digeneralisasi pada populasi. b. Maturasi (Maturation): Adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada diri responden 3. Interaksi Setting: Efek tiruan yang dibuat dengan menggunakan latar tertentu dalam penelitian tidak dapat direplikasi dalam situasi-situasi lainnya. 5. kelompok atau obyek tertentu. 2. R: Menunjukkan bahwa individu atau kelompok telah dipilih dan ditentukan secara random untuk tujuan-tujuan studi. Ex Post Facto Sebagaimana disebut sebelumnya bahwa dalam desain Ex Post Facto tidak ada manipulasi perlakukan terhadap variabel bebasnya maka sistem notasinya baik studi lapangan atau survei hanya ditulis dengan O atau O lebih dari satu. Interaksi Testing: Efek-efek tiruan yang dibuat dengan menguji responden akan mengurangi generalisasi pada situasi dimana tidak ada pengujian pada responden. . Instrumentasi: Efek yang terjadi disebabkan oleh perubahan-perubahan alat dilakukan penelitian Seleksi: Efek tiruan dimana prosedur seleksi mempengaruhi hasil-hasil studi Mortalitas: Efek adanya hilangnya atau perginya responden yang diteliti.

blogspot. Survei dilakukan dengan cara mengirim kuesioner pada 200 manajer. misalnya selama tiga kali dalam tiga bulan berturut-turut. maka notasinya: O1 O2 Dimana: O1 merupakan kegiatan observasi yang dilakukan di perusahaan A dan O2 merupakan kegiatan observasi yang dilakukan di perusahaan B. maka notasinya adalah: (R) O3 dimana: O1 merupakan observasi yang pertama. You might also like: • Metode : Rancangan Ex Post Facto • Sample Proposal (English) • Modul 3 # Landasan teori dan Hipotesa penelitian • Contoh judul bahasa Inggeris http://skripsimahasiswa.html .com/2008/09/ex-post-facto-research. Apabila sampel yang sama kita teliti secara berulang-ulang. Contoh 2: Secara random kita meneliti 200 perusahaan dari populasi 1000 perusahaan mengenai sistem penggajiannya. maka konfigurasi desainnya akan seperti di bawah ini: (R) O1 Dimana: O1 mewakili survei di 200 perusahaan dengan memberikan kuesioner kepada 200 manajer yang dipilih secara random (R ).Contoh 1: Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua populasi. yaitu Perusahaan A dan Perusahaan B. O2 merupakan observasi yang kedua dan O3 merupakan observasi yang ketiga.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->