PERANCANGAN & IMPLEMENTASI BASIS DATA RELASIONAL DENGAN TEKNIK NORMALISASI

DISUSUN OLEH : ANDRI ADITYA R 09080301007 MANAJEMEN INFORMATIKA

FAKULTAS ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2009-2010

1

DAFTAR ISI DAFTAR ISI................................................................................................. 2 Pendahuluan ................................................................................ 3 Pengertian Basis data ………………………………………….. 4 Perancangan Basisdata ………………………………………… 6 Implementasi Basis Data …………………………………….... 8 Teknik Normalisasi ….…………………... …………………… 9 Penerapan Logical Data Model Dalam Contoh Kasus ………... 13 Daftar Pustaka ………………………………………………… 21

2

• maintain data secara akurat dan konsisten. proses update yang lambat dan banyak hal lain. Dari contoh kasus yang diberikan. termasuk desain data. Salah satu langkah dalam membangun suatu sistem informasi adalah melakukan perancangan database. Selain dari requirement tersebut. • memastikan data yang dibutuhkan baik sekarang maupun yang akan datang dapat tersedia. Pengaruh desain terhadap database sangatlah besar. • database dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan pertumbuhan user dan • database dapat memenuhi kebutuhan pembacaan data tanpa memperdulikan bagaimana data secara fisik tersimpan. Untuk menghindari hal tersebut. dapat dilihat bahwa desain mempengaruhi database yang akan dibentuk. 3 . Database merupakan suatu koleksi data. Dari pengamatan yang dilakukan penulis. Efektifitas dari database harus dapat memenuhi kebutuhan : • memastikan data agar dapat diakses oleh banyak user pada banyak aplikasi. Pembuatan desain yang tidak dibangun dengan cermat dapat menyebabkan hilangnya data yang dibutuhkan. Database merupakan jantung dari system informasi. data juga harus akurat dan konsisten. tujuan dari desain database adalah efisiensi penyimpanan data dan efisiensi pembacaan maupun update data. dibuatlah beberapa contoh kasus yang dapat menunjukkan betapa pentingnya desain sebelum pembuatan database yaitu pembuatan logical data model. Data harus tersedia ketika user ingin menggunakan. data yang tidak konsisten. Database yang tidak efektif dan implementasi program yang tidak terstruktur dapat mempengaruhi performansi sistem informasi tersebut. masih ada beberapa orang yang memiliki tidak mempertimbangkan efektifitas dalam mendesain database. redundansi data. tipe data maupun relasinya. dibuatlah beberapa contoh kasus dalam desain logical data model. Untuk menjelaskan lebih lanjut pentingnya efektifitas database. landasan yang utama adalah database dan implementasi prgoram.Pendahuluan Dalam suatu sistem informasi.

Tabel terdiri dari kolom-kolom yang saling terkait. Sedangkan menurut Fathansyah (1999. tabel atau objek. definisi dari basis data adalah kumpulan terintegrasi dari file yang merupakan representasi data dari suatu model enterprise.p5). basis data adalah :    Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah. yaitu file. Objek terdiri dari data dan instruksi program yang memfungsikan data. tabel terdiri dari baris dan kolom. seperti file yang terdiri dari record yang saling terkait. File didalam basis data dapat terhubung kepada beberapa tabel. Basis data bukan menjadi milik dari suatu departemen tetapi sebagai sumber daya perusahaan yang dapat digunakan bersama. File terdiri dari record dan field. Kumpulan file/ tabel/ arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis. Dalam sebuah tabel. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu. pada basis data data tersimpan secara terintegrasi. untuk memenuhi berbagai kebutuhan. dan gambaran dari data yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi. 4 . definisi basis data adalah kumpulan data yang dihubungkan secara bersama-sama.Pengertian Basis data Basis data dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang. data pada tiap kolom terdiri dari ukuran dan tipe yang sejenis (char/ numeric).p14). seperti menurut Connolly (2002. Berbeda dengan sistem file yang menyimpan data secara terpisah.p2). Menurut Date (1990. Data dalam basis data disimpan dalam tiga struktur.

jadi memerlukan tenaga ahli dalam disain.Keuntungan dari basis data: • • • • • • • • Mengurangi duplikasi data Meningkatkan integritas data Memelihara independensi data Meningkatkan keamanan data Memelihara konsistensi data Manipulasi data lebih canggih Mudah untuk digunakan Mudah untuk di akses Kekurangan: • • • • • • Sistem lebih rumit. program dan implementasi Lebih mahal Bila ada akses yang tidak benar. kerusakan software dan hardware dapat terjadi Proses pemeliharaan dapat memakan waktu karena ukurannya yang besar Proses back up data memakan waktu 5 . kerusakan dapat terjadi Karena semua data di tempat terpusat.

misalnya dengan mewawancarai pengguna informasi dalam organisasi tersebut. o bila many-to-many : ciptakan sebuah file-relasi dengan field data utama adalah primary-key masing-masing entity yang berelasi. Data Matakuliah 3. Pilih DBMS untuk melakukan implementasi. Teliti informasi apa yang dibutuhkan oleh organisasi ini. oleh sebab itu pada umumnya perancangan data base dimulai dari pengamatan kebutuhan informasi. dimana setiap entity diciptakan sebagai sebagai sebuah table pada model relasional. 2. Pikirkan field-data yang mendukung setiap entity 4. 6. Contoh: Sistem Akademik pada umumnya membutuhkan informasi dasar sebagai berikut: • • • Daftar Peserta Mata Kuliah (DPMK) : daftar per-mata kuliah yang memuat semua nama mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut pada rencana studi-nya di awal semester. Pisahkan/kelompokkan hasil temuan informasi menjadi beberapa entity. 3. Tentukan field-data yang mungkin menjadi indeks (primary key) setiap entity 5. Data Mahasiswa 2. tambahkan field data yang baru apabila field data ini bergantung pada kedua primary key.Perancangan Basis Data Suatu data base dibangun berdasarkan kebutuhan informasi dalam suatu organisasi. disertai IPS (indeks prestasi semester) Apabila ketiga informasi ini diteliti maka diperoleh domain data (entity) sebagai berikut: 1. Daftar Nilai Akhir (DNA) : daftar per-mata kuliah yang memuat nama semua mahasiswa yang mengambil matakuliah tersebut disertai kode nilai yang akan dilingkari oleh dosen pengasuh di-akhir semester. Pikirkan kemungkinan relasi antar entity o bila one-to-one : berarti sebenarnya kedua entity ini bisa digabung o bila one-to-many atau many-to-one : tambahkan primary-key dari entity sisi-one sebagai field-data baru pada entity sisi many. Kartu Hasil Studi (KHS) atau Rapor: print-out untuk setiap mahasiswa dimana termuat hasil studi mahasiswa tersebut untuk setiap matakuliah yang di-ikutinya. Data Dosen Data Mahasiswa didukung oleh field-field data sebagai berikut: • • • Nomer Mahasiswa Nama Mahasiswa Alamat 6 . Berikut ini adalah langkah-langkah yang sering dilakukan dalam perancangan basisdata: 1.

dan sebaliknya satu matakuliah dapat diprogramkan oleh banyak mahasiswa. dengan fieldfield data sbb: • • • • Kode matakuliah Nomer mahasiswa Nilai kode semester Dosen <–> Matakuliah : relasi ini ditandai dengan penugasan dosen. dimana satu mahasiswa dapat mem-program banyak matakuliah. Kode-Matakuliah untuk entity Matakuliah. tetapi field dari file matakuliah akan bertambah. File data dosen nanti tidak ada perubahan.• • • • Jenis Kelamin Agama Tgl Lahir dsb Data Matakuliah didukung oleh field-field data sebagai berikut: • • • • Kode Matakuliah Nama Matakuliah SKS dsb Data Dosen didukung oleh field-field data sebagai berikut: • • • • • Kode Dosen Nama Dosen Alamat Keahlian dsb Ketiga entity tersebut diatas memiliki primary-key masing-masing. dan satu matakuliah hanya diajar oleh seorang dosen. Karena itu diperlukan file-relasi. pada umumnya seorang dosen boleh mengajar lebih dari satu matakuliah. dengan demikian relasi-nya one-to-many (1-to-M). menjadi: • • • • Kode Matakuliah Nama Matakuliah SKS Kode-Dosen 7 . dan Kode-Dosen untuk entity Dosen. Langkah berikutnya adalah menentukan relasi antar entity tersebut: Mahasiswa <–> MataKuliah : relasi ditandai dengan rencana studi. misalnya di program S1. yaitu: NomerMahasiswa untuk entity Mahasiswa. dengan kata lain relasi-nya many-tomany (M-to-N). Karena itu primary key dari dosen (kode-dosen) ditambahkan ke entity matakuliah. yaitu file semester.

8 . dimana seorang dosen boleh menjadi PA lebih dari satu mahasiswa sementara setiap mahasiswa memerlukan satu PA. Jika transaksi siap dan data disimpan ke basis data. rutin konversi diperlukan untuk format kembali data untuk menyimpan ke basis data baru. Tabel Matakuliah. kita dapat mengimplementasikan sistem basis data. sehingga relasi yang cocok adalah one-to-many (1-to-M). Pernyataan dalam DDL (data definition language) termasuk SDL (storage definition language) dari DBMS terpilih dikompilasi dan digunakan untuk membuat skema basis data dan file basis data (kosong). sehingga susunan field-data mahasiswa menjadi sebagai berikut: • • • • • • • • Nomer Mahasiswa Nama Mahasiswa Alamat Jenis Kelamin Agama Tgl Lahir Kode-Dosen dsb Pada akhirnya basisdata akademik ini paling tidak harus terdiri atas empat tabel/file yaitu: Tabel Mahasiswa. tahap rancangan dan implementasi selesai dan tahap operasi dari sistem basis data dimulai. Karena itu primary key dari dosen ditambahkan ke entity mahasiswa. Basis data dapat kemudian dipopulasikan dengan data.• Dsb Kode-dosen pada file matakuliah disebut kunci-tamu atau foreign-key. Dosen <–> Mahasiswa : relasi ini ditandai dengan fungsi dosen sebagai penasehat akademik (PA). Implementasi Basis Data Setelah rancangan logika dan fisik selesai. Jika data diubah dari sistem komputerisasi sebelumnya. Hal ini merupakan tanggung jawab DBA bersama desainer basis data. Tabel Dosen. dan Tabel Semester. Transaksi basis data harus diimplementasikan dengan aplikasi yang dibuat programming berdasarkan spesifikasi konseptual dari transaksi dan kemudian menulis dan melakukan uji coba kode porgram dengan perintah DML.

Depedensi Fungsional Suatu atribut Y mempunyai depe-densi fungsional terhadap atribut X jika dan hanya jika setiap nilai nilai X berhubungan dengan sebuah nilai Y.TEKNIK NORMALISASI 1. Jenis depedensi antara lain: 1. Ada 3 macam anomali pada suatu database: 1. Anomali adalah proses pada basis data yang memberikan efek samping yang tidak diharap. Depedensi merupakan konsep yang menda-sari normalisasi.Pengertian Normalisasi Normalisasi merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi tabletabel yang menunjukkan entitas dan relasinya. Anomali pengubahan data (update) 3. Depedensi menjelaskan nilai suatu atribut yang menentukan nilai atribut lainnya. X→Y 2. Anomali penyisipan data (insert) 2. Depedensi Transitif Atribut Z mempunyai depedensi transitif terhadap X bila: • • Y memiliki depedensi fungsional terhadap X Z memiliki depedensi fungsional terhadap Y 2. Depedensi (Ketergantungan).kan (misalnya ketidakkonsistenan data karena adanya redudansi). Anomali penghapusan data (delete) Bila ada anomali maka relasi mungkin perlu dipecah menjadi beberapa tabel lagi agar diperoleh database yang optimal.Bentuk tidak normal (unnormalized Form) 9 .Tujuan dari Normalisasi  Untuk menghilangkan kerangkapan data  Untuk mengurangi kompleksitas  Untuk mempermudah pemodifikasian data 3.

no_pegawai P27 nama_pegawai Amir Udinsah no_klien K01 K02 K04 P28 P29 P30 Kartika Amelia Barkah Mahendra K03 K07 K05 K06 K08 4.Bentuk ini merupakan kumpulan data yang direkam. bisa tidak lengkap atau terduplikasi. contoh : Seorang pegawai memiliki : nomor_pegawai. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan kedatangannya. alamat_klien. nama_klien. tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu. nomor_klien. nama_pegawai.Bentuk – bentuk normalisasi antara lain : 1. Bentuk normal pertama (1NF) • • • Setiap data disajikan dalam bentuk flat file (tabular/tabel) Seluruh atribut kunci terdefinisikan Tidak ada pengulangan group pada tabel•Semua atribut bergantung pada kunci primer (PK) Contoh : no_pegawai P27 P27 P27 P28 P28 nama_pegawai Amir Udinsah Amir Udinsah Amir Udinsah Kartika Amelia Kartika Amelia no_klien K01 K02 K04 K03 K07 nama_klien Rini Suwandi Edi Damhudi Fatwa Sari Robert Irwandi Veronica Suci nama_klien Rini Suwandi Edi Damhudi Fatwa Sari Robert Irwandi Veronica Suci Gabriela Febrianti Siti Amiarti Sandi Sunardi 10 . keperluan_klien Satu orang pegawai mungkin akan melayani lebih dari 1 orang klien.

Bentuk normal kedua (2NF) Sebuah tabel/relasi berada dalam bentuk normal kedua jika: • • Sudah berada dalam bentuk pertama dan Semua atribut bukan kunci memiliki depedensi sepenuhnya terhadap kunci primer (PK) (Namun masih memungkinkan tabel dalam 2NF menunjukkan adanya depedensi transitif. Bentuk normal ketiga (3NF) Sebuah tabel/relasi berada dalam bentuk normal ketiga jika: • Sudah berada dalam bentuk kedua dan 11 .P29 P30 P30 Barkah Mahendra Mahendra K05 K06 K08 Gabriela Febrianti Siti Amiarti Sandi Sunardi 2. artinya ada satu atau beberapa atribut yang masih bergantung pada atribut bukan kunci) Contoh : no_pegawai P27 P28 P29 P30 no_klien K01 K02 K03 K04 K05 K06 K07 K08 nama_pegawai Amir Udinsah Kartika Amelia Barkah Mahendra nama_klien Rini Suwandi Edi Damhudi Robert Irwandi Fatwa Sari Gabriela Febrianti Siti Amiarti Veronica Suci Sandi Sunardi 3.

• Contoh : no_pegawai P27 P27 P27 P28 P28 P29 P30 P30 Tidak mengandung depedensi transitif no_klien K01 K02 K04 K03 K07 K05 K06 K08 4. Sebuah tabel/relasi berada dalam bentuk BCNF jika: • • Setiap penentu (determinan) pada tabel adalah sebuah kunci kandidat (candidate key) Jika tabel hanya mengandung satu kunci kandidat maka bentuk 3NF sama dengan BCNF. 12 . Bentuk BCNF (Boyce-Codd Normal Form) BCNF adalah kasus khusus 3NF.

data kepala departemen yang lama sudah tidak dapat lagi diketahui. Gambar 2. relasi tersebut adalah benar karena tidak mungkin pada satu waktu. Relasi entiti Pegawai dan entitiDepartemen Namun ternyata ketika terjadi pergantian kepala departemen. sehingga dari entiti history jabatan dapat diketahui departemen yang saat itu menaunginya. Dilihat dari kenyataan yang terjadi. Oleh karena itu. Gambar 1. desain gambar 1 ditambahkan suatu entiti yang mencatat tanggal seorang pegawai menjabat suatu departemen. Dengan kata lain. maka gambar 2 harus diubah lagi dengan memasukkan informasi pilihan jabatan yang mungkin dijabat seorang pegawai selain kepala departemen. sehingga dapat ditelusuri siapa saja yang pernah menjabat menjadi kepala departemen suatu departemen (gambar 2). 13 . Penambahan entiti History Kepala Departemen Apabila ruang lingkup ditambah dengan pencatatan setiap jabatan yang dipegang selama seorang pegawai. ada lebih dari satu pegawai yang mengepalai suatu departemen dan begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu. relasi antara entiti Pegawai dengan entiti Departemen dapat dihilangkan. Sebagai seorang pegawai pasti mempunyai sebuah jabatan.PENERAPAN LOGICAL DATA MODEL DALAM CONTOH KASUS Contoh kasus 1 Gambar 1 menunjukkan relasi kepala departemen antara entiti Pegawai dengan Departemen adalah 1 : 1 yang berarti satu orang pegawai hanya dapat mengepalai satu departemen dan satu departemen hanya boleh dikepalai oleh satu orang pegawai. database tidak menyediakan penyimpanan data masa lampau.

Seperti yang dilihat pada gambar 4. namun setiap pegawai (kecuali bagian penggajian) hanya boleh melihat data gaji miliknya sendiri. 14 . maka perlu disediakan entiti Hak Akses dan entiti Menu (gambar 5). Pengaksesan history jabatan Untuk memastikan data agar dapat diakses oleh banyak user pada banyak aplikasi maka perlu diperhatikan pemilihan database yang digunakan. Contoh kasus 2 Pada suatu database yang diakses oleh banyak user. Kemudian yang kedua adalah apakah database dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan pertumbuhan user sebagaimana yang digambarkan pada gambar 3 yaitu bahwa jenis jabatan dapat semakin beragam. data mana yang tidak boleh diakses oleh seorang pegawai.Gambar 3. perlu diperhatikan data mana saja yang boleh diakses seorang pegawai. Perubahan entiti History Jabatan Moss poin (d) dan Elmasri poin (a) menyatakan bahwa pembuatan model harus disesuaikan dengan fakta. Apabila ternyata database yang digunakan tidak mendukung management user. oleh karena itu dibuat sebuah entiti tersendiri. setiap pegawai berhak melihat history jabatannya masingmasing maupun milik pegawai lain. Gambar 4. Contoh kasus 1 memperlihatkan bahwa dalam melakukan desain perlu memastikan data apa saja yang dibutuhkan baik sekarang maupun yang akan datang dapat tersedia. Pada gambar 1 terdapat permasalahan yaitu tidak menyediakan penyimpanan data masa lampau.

namun sebenarnya lebih tepat apabila entiti Prestasi direlasikan dengan entiti Pegawai. antara lain adalah management user atau pemilihan tipe data. sehingga pada gambar 6 digambarkan bahwa entity Prestasi direlasikan dengan entiti History Jabatan. Gambar 6. Untuk mengetahui prestasi seorang pegawai didapat pada saat pegawai tersebut menjabat menjadi apa. Contoh kasus 3 Seorang pegawai berprestasi akan dikaitkan dengan jabatan apa yang dimiliki pada saat itu. dimana tiap database menyediakan tipe data yang berbeda.Gambar 5. Contoh kasus 3 memperlihatkan bahwa ketika mengadopsi aturan bisnis dengan obyek 15 . Entiti Prestasi berleasi dengan entity Jabatan Ternyata prestasi tidak sepenuhnya melekat pada prestasi. Penambahan hak akses menu Contoh kasus 2 memperlihatkan bahwa pemilihan database juga mempengaruhi desain database. dapat dilakukan proses query.

Entiti Prestasi berelasi dengan entity Pegawai Contoh kasus 4 Normalisasi penting dilakukan untuk memastikan bahwa sebuah atribut hanya dimiliki oleh satu entiti saja sehingga maintain data dapat dilakukan secara akurat dan konsisten. sehingga relasi yang dibuat menjadi tepat (Moss poin (d) dan Elmasri poin (a) dan memastikan bahwa tiap definisi/semantik menempel pada data yang sesuai (Moss (a) dan Elmasri (d)). Jumlah penilai tergantung pada jabatan yang dimiliki oleh pegawai yang berprestasi tersebut. Dilihat dari gambar 8. dimana terjadi perulangan data atribut No Urut. ternyata terjadi redundansi data. Setiap prestasi seorang pegawai dinilai oleh beberapa penilai. Nama Prestasi dan Tanggal Prestasi tiap ada nilai dari seorang penilai. Gambar 7. Data yang tidak ternormalisasi juga menyebabkan lambatnya proses update. 16 .pada dunia nyata harus dilakukan dengan cermat.

proses update hanya perlu dilakukan pada satu record saja. Redundansi data pada entiti Prestasi Gambar 8 dapat diubah menjadi gambar 9 untuk menghilangkan redundansi data. Gambar 9 menghasilkan tabel Prestasi dengan primary key NIP pegawai dan No Urut. Gambar 9. Contoh kasus 5 Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemilihan atribut sebagai primary key (Moss poin (b)).Gambar 8. Contoh data tabel Prestasi Apabila terjadi kesalahan dalam pemasukan data atribut Nama Prestasi dari ’Technology Award 2003’ menjadi ’Technology Award 2004’. Antara gambar 9 dengan gambar 10 terdapat perbedaan primary key untuk entiti Prestasi. Apabila dicermati. Contoh data pada tabel Prestasi dari gambar 8 dapat dilihat pada tabel 1. 17 . Berbeda dengan data yang tersimpan dengan desain pada gambar 9. maka update harus dilakukan pada tiga record) dalam table Prestasi. Pemisahan redundansi data pada entiti Penilaian Prestasi Contoh kasus 4 memperlihatkan bahwa dalam melakukan desain perlu memperhatikan aturan normalisasi (Moss poin (c) dan Elmasri poin (b)). Sedangkan gambar 10 menghasilkan tabel prestasi dengan primary key Kode Prestasi. Proses update data akan menjadi lebih sulit apabila dilakukan pada desain database seperti gambar 8. Kode Prestasi pada tabel prestasi dapat dihilangkan karena dengan NIP Pegawai dan No Urut tidak menyebabkan kesulitan proses update data pada tabel Prestasi. Pemilihan desain tergantung daripada desainer database. Tabel 1. sehingga konsistensi data dapat terjamin.

Entiti Range Nilai tidak perlu direlasikan dengan entiti Prestasi karena yang disimpan pada entiti Range Nilai merupakan informasi range nilai dan arti nilai. Pada gambar 11 terdapat entiti Range Nilai yang menyimpan informasi ’arti’ tiap nilai akhir pada tiap prestasi. Gambar 11. Sehingga entiti Range Nilai cukup berdiri sendiri. Primay Key Tabel Prestasi adalah Kode Prestasi Contoh kasus 6 Pendapat yang mengatakan bahwa semua table dalam suatu sistem informasi harus memiliki relasi adalah tidak sepenuhnya benar. padahal dari relasi dinilai (antara entiti Prestasi dengan entiti Penilaian Prestasi) dapat dicari pula NIP Pegawai yang dinilai prestasinya dengan 18 . bukan menyimpan tiap nilai dan arti nilai.Gambar 10. Entiti Range Nilai tidak harus berelasi dengan entiti lain Hasil dari penilaian prestasi dari tiap penilai akan dikalkulasi sehingga menghasilkan nilai akhir (disimpan pada atribut Nilai Akhir pada entity Prestasi). Contoh kasus 7 Pembuatan relasi yang berlebihan juga menyebabkan redundasi data (Elmasri poin (b)). Ada beberapa table yang memang harus berdiri sendiri karena table tersebut hanya sebagai tabel bantu. Gambar 12 memperlihatkan bahwa ada redundasi relasi dimana pada tabel Penilaian Prestasi disimpan atribut NIP Pegawai.

Oleh karena itu. untuk jumlah karakter data yang sama. Redundasi relasi pada relasi pegawai berprestasi Contoh kasus 9 Pemilihan tipe data juga merupakan hal yang penting dalam melakukan desain. Salah satu contohnya adalah tipe data antara character dengan variable character. Pada gambar 13 terlihat bahwa Pegawai dibedakan menjadi dua jenis yaitu pegawai tidak tetap dan pegawai tetap. Sehingga relasi pegawai berprestasi harus dihilangkan untuk menghilangkan redundansi data. Redundasi relasi pada relasi pegawai berprestasi Contoh kasus 8 Pemilihan bentuk desain dapat juga mempengaruhi penyimpanan nilai null pada data (Elmasri poin (c)).menggunakan proses query. relasi menjabat seharusnya tidak direlasikan antara entiti Pegawai dengan entiti History Jabatan melainkan direlasikan antara entiti Pegawai Tetap dengan entiti History Jabatan. 19 . pegawai tidak tetap tidak akan memiliki history jabatan seperti pegawai tetap. digunakan tipe data character. Sedangkan untuk atribut Nama Pegawai digunakan tipe data variable character. Oleh karena itu. Gambar 13. Variable character(n) berarti menyimpan data sejumlah karakter yang dimasukkan. seperti atribut NIP Pegawai. Character(n) berarti menyimpan data sejumlah n karakter. Gambar 12.

Gambar 14. 2. tidak mempersiapkan desain yang dapat digunakan pada perkembangan system di masa yang akan datang. e. 20 . d. pembuatan relasi yang redundansi. proses bisnis pada sistem dan mempersiapkan desain yang dapat digunakan pada perkembangan sistem di masa yang akan datang. b. c. pemilihan primary key untuk suatu tabel dan f. Tipe data atribut tersebut harus diubah dari Variable Character(50) menjadi Character(50). maka dapat diambil kesimpulan yaitu : 1. adanya redundansi data. Dalam mendesain logical data model harus memperhatikan database yang akan digunakan. pemilihan tipe data. Kesalahan yang sering terjadi dalam melakukan desain adalah a. Pemilihan tipe data Penggunaan tipe data pada gambar 14 untuk atribut Nama Prestasi pada entiti Prestasi menyebabkan penggunaan space yang tidak perlu setiap kali terjadi penambahan data dari tabel Prestasi. KESIMPULAN Berdasarkan dari pembahasan sebelumnya. pembuatan relasi yang salah.

com/category/ilmu-komputer/analisadan-perancangan-basis-data/ 21 .com/2008/09/20/studi-kasus-dan-modeldatabase/ http://teknik-informatika.com/perancangan-basis-data/ http://expresiaku.wordpress.DAFTAR PUSTAKA http://teguhnet.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful