P. 1
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN

3.5

|Views: 3,121|Likes:

More info:

Published by: Sabat Perhentian Ginting on May 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS BELAJAR BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

A. Efektivitas 1. Pengertian efektivitas Proses belajar mengajar yang ada baik di sekolah dasar maupun di sekolah menengah, sudah barang tentu mempunyai target bahan ajar yang harus dicapai oleh setiap guru, yang didasarkan pada kurikulum yang berlaku pada saat itu. Kurikulum yang sekarang ada sudah jelas berbeda dengan kurikulum zaman dulu, ini ditenggarai oleh sistem pendidikan dan kebutuhan akan pengetahuan mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan zaman. Bahan ajar yang banyak terangkum dalam kurikulum tentunya harus disesuaikan dengan waktu yang tersedia pada hari efektif yang ada pada tahun ajaran tersebut. Namun terkadang materi yang ada dikurikum lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Ini sangat ironis sekali dikarenakan semua mata pelajaran dituntut untuk bisa mencapai target tersebut. Untuk itu perlu adanya strategi efektivitas pembelajaran. Efektivitas berasal dari bahasa inggris yaitu Effective yang berarti berhasil, tepat atau manjur. Efektivitas menunjukan taraf tercapainya suatu tujuan, suatu usaha dikatakan efektif jika usaha itu mencapai tujuannya. Secara ideal efektivitas dapat 15 dinyatakan dengan ukuran-ukuran yang agak pasti, misalnya usaha X adalah 60% efektif dalam mencapai tujuan Y. Di dalam kamus bahasa Indonesia Efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti mempunyai efektif, pengaruh atau akibat, atau efektif juga dapat diartikan dengan memberikan hasil yang memuaskan. Dari uraian diatas dapat dijelaskan kembali bahwa efektivitas merupakan keterkaitan antara tujuan dan hasil yang dinyatakan, dan menunjukan derajat kesesuaian antara tujuan yang dinyatakan dengan hasil yang di capai.

1

presensi guru. a. Daya Serap Didalam kamus besar bahasa Indonesia. Kriteria Efektivitas Pembelajaran Didalam proses belajar mengajar banyak faktor yang mempengaruhi terhadap berhasilnya sebuah pembelajaran.2. Sebelum abad ke 20 setelah kurikulum belum banyak digunakan dalam kontek pendidikan. especially a chariot race cource” dan dalam bahasa perancis “courier” yang berarti “to run” (berlari). Dari uraian diatas telah jelas bahwa kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus dicapai/diselesaikan oleh peserta didik untuk mendapatkan ijazah (STTB). kurikulum sebagai pengalaman belajar dan kurikulum sebagai rencana belajar. Kurikulum Kurikulum berasal dari bahasa latin yaitu “cuciculum”semula berarti “a running course. presensi siswa dan prestasi belajar. daya serap. Kemudian istilah itu dipergunakan untuk sejumlah “cource” atau mata pelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai suatu gelar atau ijazah. antara lain kurikulum. Daya serap yang di maksud disini adalah kemampuan siswa untuk menyerap atau menguasai materi/bahan ajar yang di pelajarinya sesuai dengan bahan ajar tersebut yang meliputi: 2 . daya serap diartikan sebagai kemampuan seseorang atau suatu menyerap. Para ahli mencatat bahwa konsep-konsep tentang kurikulum mulai berkembang sejak dipublikannya sebuah buku yang berjudul “The Curriculum” yang ditulis oleh Franklin Bobblilt pada tahun 1918. or race cource. Smith memandang bahwa kurikulum sebagai “a sequence of potencial experience of disciplining children and youth in group ways of thinking acting” yaitu penekanannya pada aspek sosial. yakni mendidik anak menjadi anggota masyarakat. b. Yang pada garis besarnya berisi tentang kurikulum sebagai rencana pelajaran atau bahan ajaran.

karena memang pembelajaran biasa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Dari uaraian diatas maka dapat ditarik benang merahnya yaitu pembelajaran merupakan kegiatan perubahan tingkah laku secara kognitif. 2. Pembelajaran 1. yaitu Alinea keempat yang berbunyi “Mencerdaskan kehidupan bangsa” b. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. C. walaupun banyak orang beranggapan bahwa pembelajaran hanya dilakukan disekolah atau lembaga tertentu. Berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pengertian pembelajaran Pembelajaran berasal dari kata belajar. yang memiliki arti yaitu aktivitas perubahan tingkah laku.B. afektif dan psikomotorik. kreatif. Pada kenyataannya pembelajaran adalah merupakan proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dimana saja tanpa ada ruang dan waktu. Dasar-dasar Tujuan Pembelajaran Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara adekuat dalam kehidupan masyarakat. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dari yang tidak mengerti menjadi mengerti.c akap. Perubahan tingkah laku yang dimaksud itu nyata memiliki arti yang sangat luas yaitu perubahan tingkah laku dari tidak tahu menjadi tahu. berilmu. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS BELAJAR Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran. sehat. antara lain : 3 . berakhlak mulia. Adapun dasar-dasar tujuan pembelajaran ialah: a.

Belajar pada keadaan udara yang segar. Seseorang yang sedang belajar memecahkan soal yang 4 . yang didalamnya antara lain terdiri dari : 1) kurikulum 2) program/ bahan pengajaran 3) sarana dan fasilitas 4) guru (tenaga pengajar): Faktor pertama disebut sebagai “faktor dari dalam“. Faktor dari luar (Eksternal) 1) Faktor Environmental Input (Lingkungan) Kondisi lingkungan sangat mempengaruhi proses dan hasil belajar. Faktor raw input (yakni faktor murid itu sendiri). Faktor instrumental input. dimana tiap anak memiliki kondisi yang berbeda-beda dalam : 1) kondisi fisiologis 2) kondisi psikologis b. dsb. baik itu lingkungan alami maupun lingkungan sosial. c.a. kepengapan udara. Adapun uraian mengenai faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut : a. kelembaban. Faktor environmental input (yakni faktor lingkungan). sedangkan faktor kedua dan ketiga sebagai “faktor dari luar“. Lingkungan sosial. akan lebih baik hasilnya daripada belajar dalam keadaan udara yang panas dan pengap. baik yang berwujud manusia maupun hal-hal lainnya juga dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar. Lingkungan ini dapat berupa lingkungan fisik/ alam dan lingkungan sosial. Lingkungan fisik/ alami termasuk didalamnya adalah seperti keadaaan suhu.

Faktor dari dalam (Internal) Diantara faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar adalah faktor individu siswa. dsb. pedoman belajar.rumit dan membutuhkan konsentrasi tinggi. Karena itulah. tidak dalam keadaan cacat jasmani.dsb. seperti kurikulum. lalu-lintas dan pasar. kondisi fisiologis ini seperti kesehatan yang prima. Guru yang baik. tentu akan memperhatikan bagaimana keadaan pancaindera. perpustakaan. bahan/ program yang harus dipelajari. dsb akan sangat membantu dalam proses dan hasil belajar. Faktor-faktor instrumental dapat berwujud faktor-faktor keras (hardware). baik kondisi fisiologis maupun psikologis anak. Karena pentingnya penglihatan dan pendengaran inilah. terutama indera penglihatan dan pendengaran. hiruk-pikuk lalu lintas. b. yang tidak kalah pentingnya dalam mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa adalah kondisi pancaindera. Lingkungan sosial yang lain. dsb juga berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. ramainya pasar. maka dalam lingkungan pendidikan formal. 2) Faktor-faktor Instrumental Faktor-faktor instrumental adalah faktor yang keberadaan dan penggunaannya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. seperti suara mesin pabrik. orang melakukan berbagai penelitian untuk menemukan bentuk dan cara menggunakan alat peraga yang dapat dilihat sekaligus didengar (audio-visual aids). Disamping kondisi yang umum tersebut. 5 . akan terganggu jika ada orang lain keluar-masuk. tidak dalam keadaan capai. disarankan agar lingkungan sekolah berada di tempat yang jauh dari keramaian pabrik. Faktor-faktor ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana untuk tercapainya tujuan belajar yang telah dicanangkan. khususnya penglihatan dan pendengaran anak didiknya. 1) Kondisi Fisiologis Anak Secara umum. seperti gedung perlengkapan belajar. alat-alat praktikum. bercakap-cakap didekatnya dengan suara keras. dsb dan juga faktor-faktor lunak (software).

dengan menggunakan berbagai cara dan usaha mereka. c) Bakat Disamping Intellegensi. bahwa kecerdasan memegang peran besar dalam menentukan berhasil-tidaknya seseorang mempelajari sesuatu atau mengikuti suatu program pendidikan. d) Motivasi Motivasi merupakan dorongan yang ada didalam individu. yang dianggap utama dalam mempengaruhi proses dan hasil belajar : a) Minat Minat sangat mempengaruhi dalam proses dan hasil belajar. maka hasil yang diharapkan akan lebih baik. Kecerdasan seseorang biasanya dapat diukur dengan menggunakan alat tertentu. untuk merealisasikan sumbangannya terhadap masyarakat maupun terhadap dirinya. anak berbakat adalah anak yang mampu mencapai prestasi yang tinggi. jika seseorang mempelajari sesuatu dengan minat. biasanya dinyatakan dengan angka yang menunjukkan perbandingan kecerdasan yang terkenal dengan sebutan Intelligence Quetient (IQ). Hasil dari pengukuran kecerdasan.2) Kondisi Psikologis Anak Dibawah ini akan diuraikan beberapa faktor psikologis. ia tidak dapat diharapkan akan berhasil dengan baik dalam mempelajari hal tersebut. dapat dibedakan menjadi dua motif. karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang tinggi. yaitu : 6 . pada umumnya akan lebih mampu belajar daripada orang yang kurang cerdas. Anak tersebut adalah anak yang membutuhkan program pendidikan berdiferensiasi dan pelayanan diluar jangkauan program sekolah biasa. tugas guru adalah untuk dapat menarik minat belajar siswa. b) Kecerdasan Telah menjadi pengertian relatif umum. dapat ditimbulkan oleh rangsangan dari luar. Oleh karena itu. Kalau seseorang tidak berminat untuk mempelajari sesuatu. bakat merupakan faktor yang besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar siswa. Orang yang lebih cerdas. Maka. tetapi munculnya motivasi yang kuat atau lemah. Secara definitif. Begitu pula sebaliknya.

kemampuan kognitif akan tetap merupakan faktor penting dalam belajar siswa / peserta didik. dan aspek psikomotorik. mereka kurang memahami. maka hal penting yang harus dilakukan bagi para pendidik. guru. bahkan 7 . aspek afektif. kurang berkaitan langsung dengan sumber masalahnya. motif intrinsik lebih efektif dalam mendorong seseorang untuk lebih giat belajar daripada motif ekstrinsik. Sedangkan aspek afektif dan aspek psikomotorik lebih bersifat pelengkap dalam menentukan derajat keberhasilan belajar anak disekolah. mengingat. bahwa sampai sekarang pengukuran kognitif masih diutamakan untuk menentukan keberhasilan belajar seseorang. Pada umumnya. Kemampuan kognitif yang paling utama adalah kemampuan seseorang dalam melakukan persepsi. kurang melakukan identifikasi masalah yang ada dan dirasakan sehari-hari oleh para pendidik di depan kelas. Para pendidik sangat berharap ada masukan dari hasil penelitian yang mampu membantu mengatasi masalah pembelajaran di kelas. yaitu aspek kognitif. Oleh karena itu. Hal ini terutama disebabkan karena penelitian pendidik yang dilakukan oleh lembaga penelitian permasalahan yang diangkat kurang mengangkat kondisi nyata yang terjadi di sekolah. dsb adalah mengatur faktor-faktor tersebut agar dapat berjalan seoptimal mungkin PTK (PENELITIAN TINDAKAN KELAS) Penelitian tindakan sudah sering dilakukan oleh para peneliti. Setelah diketahui berbagai faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar seperti diuraikan diatas. Namun tidak dapat diingkari. dan berpikir. namun hasilnya kurang dirasakan dampaknya dalam usaha meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.1) Motif Intrinsik 2) Motif Ekstrinsik Motif Intrinsik adalah motif yang ditimbulkan dari dalam diri orang yang bersangkutan. orangtua. Namun belum terwujud. Sedangkan motif ekstrinsik adalah motif yang timbul akibat rangsangan dari luar. tanpa rangsangan atau bantuan orang lain. Disamping itu penyebarluasan hasil penelitian kepada guru (praktisi) sangat jarang dan memakan waktu yang sangat lama. e) Kemampuan-kemampuan Kognitif Walaupun diakui bahwa tujuan pendidikan yang berarti juga tujuan belajar itu meliputi tiga aspek.

saranaJprasarana. Rendahnya kemampuan para pelaksana pendidikan di lapangan sangat berpengaruh positif terhadap upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. penyelesaian masalah pembelajaran melalui sebuah investasi akan dapat meningkatkan kualitas isi. untuk menyelesaikan masalahmasalah pembelajaran akan memberi dampak positif dan ganda. Amerika. PENGERTIAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Saat ini PTK sedang berkembang dengan pesatnya di negara-negara maju seperti Inggris.pendidik sendiri kemampuan meneliti masih rendah. akan dapat memperbaiki praktek-praktek pembelajaran sehingga menjadi lebih efektif. Salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan memberikan kesempatan kepada para pendidik atau tenaga kependidikan untuk menyelesaikan masalahmasalah pembelajaran dan lainnya secara profesional dan kolaboratif lewat penelitian tindakan. Canada. pengembangan sekolah. masukan. Haruslah pendidik mengobankan proses pembelajaran demi melakukan PTK? Jawabnya tentu tidak. pengembangan keahlian mengajar dan sebagainya. dan hasil belajar. Bahkan McNiff (1992 : 1) dalam bukunya yang berjudul Action Research Principles and Practice memandang PTK sebagai bentuk penelitian yang reflektif yang dilakukan oleh pendidik sendiri kurikulum. Australia. dengan melakukan penelitian tindakan. Pertama. kedua. Justru dengan melakukan PTK akan dapat meningkatkan kualitas proses dan produk 8 . Dalam PTK guru secara refektif dapat menganalisis mensintesis terhadap apa yang telah dilakukan di kelas. Upaya peningkatan kompetensi\'pendidik tenaga kependidikan. peningkatan kedua kemampuan tersebut akan bernuansa pada peningkatan kualitas lulusan. Para ahli penelitian pendidikan akhir-akhir ini manaruh perhatian yang cukup besar terhadap PTK. mengapa demikian ? Karena jenis penelitian ini mampu menawarkan cara dan prosedur baru untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme pendidik dalam proses belajar mengajar di kelas dengan melihat pada siswa. Dalam PTK pendidik dapat melihat sendiri terhadap praktek pembelajaran atau bersamaan guru lain yang ia dapat melakukan penelitian terhadap siswa dilihat dari segi aspek interaksinya dalam proses pembelajaran. proses. meningkatkan prestasi belajar. ketiga. kemampuan dalam mengatasi dan penyelesaikan masalah pembelajaran akan semakin meningkat. Pendek kata.

kesehariannya. dilihat. dirasakan dan dihayati kemudian muncul pertanyaan apakah praktek-praktek pembelajaran yang selama ini dilakukan memiliki efektivitas yang tinggi. umpan balik yang bersifat verbal terhadap kegiatan di kelas efektif. Jika dengan penghayatannya itu dapat disimpulkan bahwa praktek-praktek pembelajaran tertentu seperti : pemberian pekerjaan rumah kepada siswa yang terlalu banyak. Selanjutnya PTK. seperti mencoba cerita-cerita lokal. di kelas sendiri. jika pendidik ini sangat menghambat rendahnya minat baca siswa. jika pendidik menghadapi persoalan rendahnya minat baca siswa. Penelitian tindakan kelas tidak harus membebani pekerjaan pendidikan dalam. optimal. Dengan demikian diperoleh umpan balik yang sistematik mengenai apa yang selama ini dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar. dan di evaluasi. dilaksanakan. guru juga dapat melakukan PTK untuk 9 . sehingga konsisi ini sangat menghambat pencapaian tujuan kurikuler. Disamping itu dapat dibuktikan suatu teori belajar mengajar untuk diterapkan dengan baik di kelas yang ia tekuni. Sebaliknya jika sebenarnya siswa telah memiliki minat baca yang tinggi. akan tetapi tidak dapat memanf\'aatkan bahan bacaan secara tepat. Dengan penelitian tindakan kelas dapat dicoba berbagai tindakan yang berupa program pembelajaran tertentu. Dari program pembelajaran yang dirancang sebagai bentuk PTK akhirnya guru dapat memperbaiki persoalan rendahnya minat baca siswanya. cara bertanya pendidik kepada siswa di kelas tidak mampu merangsang siswa untuk berfikir dan sebaliknya maka dapat dirumuskan secara tentatif tindakan tertentu untuk memperbaiki keadaan tersebut dengan melalui prosedur PTK. fungsional. Penelitian tindakan kelas juga dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktek pendidikan. dan sebagainya.pembelajarannya. Sebagai contoh. menggunakan buku yang memiliki cerita lucu. PTK terkait dengan persoalan praktek pembelajaran sehari-hari yang dihadapi oleh para guru. dengan melibatkan siswanya sendiri melalui sebuah tindakan-tindakan yang direncakan. Oleh sebab itu pendidik tidak perlu takut terganggu dalam mencapai target kurikulumnya jika akan melaksanakan PTK. Jika dilakukan secara kolaboratif yang bertujuan memperbaiki proses pembelajaran tidak akan mempengaruhi materi pelajaran. melalui PTK pendidik dapat mengadaptasikan teori lain untuk kepentingan proses dan atau produk belajar yang lebih efektif. Jika sekiranya ada teori yang tidak cocok dengan kondisi di kelasnya. Hal ini terjadi karena kegiatan tersebut dilaksanakan sendiri.

Tujuan utama kedua. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan melakukan refleksi untuk mendiagnosis kondisi. melakukan pengembangan keteranpilan Guru yang bertolak dari kebutuhan untuk menanggulangi berbagai persoalan aktual yang dihadapinya terkait dengan pembelajaran. Tujuan_tujuan tersebut adalah sebagai berikut. kemudian mencoba secara sistematis berbagai model pembelajaran alternatif yang diyakini secara teoretis dan praktis dapat memecahkan masalah pembelajaran. melakukan evaluasi. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat digolongkan atas dua jenis. Tujuan sertaan. 1. melainkan dipengaruhi oleh gagasan-gagasan yang saling terkait mengenai hakikat pendidikan. Dari uraian di atas dapat diartikan bahwa penelitian tindakan sebagai suatu bentuk investigasi yang bersifat reflektif partisipasif. Adapun manfaat_manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat memberikan manfaat sebagai inovasi pendidikan yang tumbuh dari bawah. kompetensi. Manfaat lainnya. bahwa hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat dijadikan sumber masukan dalam rangka melakukan pengembangan kurikulum. tidak dalam situasi artifisial. karena keilmiahan segi pelaksanaan akan didukung oleh lingkungan. 3. melaksanakan tindakan. (3) produknyas adalah sebuah nilai. guru melakukan perencanaan. Dengan kata lain. yang memiliki tujuan untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap sistem. bukan karena ditugaskan oleh kepala sekolah. tujuan utama dan tujuan sertaan. 10 . proses. Dengan secara kontinu melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan ini dilandasi oleh tiga hal penting. melainkan selalu memiliki komitmen untuk meraih hari esok lebih baik dari hari sekarang.mencari dan memilih secara tepat terhadap kesalahan siswa dalam memanfaatkan bahan bacaan yang kurang fungsional. kolaboratif dan spiral. Dengan PTK Guru menjadi lebih mandiri yang ditopang oleh rasa percaya diri. dan situasi. sehingga secara keilmuan menjadi lebih berani mengambil prakarsa yang patut diduganya dapat memberikan manfaat perbaikan. cara kerja. melakukan perbaikan dan peningkatan layanan profesional Guru dalam menangani proses pembelajaran. (1) kebutuhan pelaksanaan tumbuh dari Guru sendiri. Tujuan utama pertama. menumbuh kembangkan budaya meneliti di kalangan Guru. Rasa percaya diri tersebut tumbuh sebagai akibat Guru semakin banyak mengembangkan sendiri pengetahuannya berdasarkan pengalaman praktis. 2. (2) proses latihan terjadi secara hand-on dan mind-on. dan refleksi. isi. karena Guru adalah ujung tombak pelaksana lapangan. Dorongan ini muncul dari rasa kepedulian untuk memecahkan masalah_masalah praktis dalam kesehariannya. Proses pengembangan kurikulum tidak bersifat netral. Guru sebagai pekerja profesional tidak akan cepat berpuas diri lalu diam di zone nyaman.

KESIMPULAN Faktor yang mempengaruhi efeksitas belajar siswa secara garis besar dibagi dua yakni faktor luar (lingkungan) faktor dari dalam yaitu dari anak itu sendiri. 11 . Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat membantu guru untuk lebih memahami hakikat pendidikan secara empirik.pengetahuan. dan pembelajaran yang dihayati oleh Guru di lapangan. Dengan menggunakan PTK kita dapat melihat faktor luar dan dalam dapat ditemukan dengan demikian kita dapat merangsang dengan menggunakan metode PTK sehingga efektifitas Belajar dapat maksimal.

S. New Jersey: Pearson Educational International. T.files. Ensiklopedi Administrasi.com/2009/02/oa1xxx682. Pikiran Rakyat (24 Oktober 2007) Marwansyah.wordpress.com/isjoni3. Stephen P. (2003. (2002). (2001). SMK dan Permasalahanya. Jakarta: PT. Telaah Implementasi Pendekatan Competency Based Training Berdasarkan Standar Kompetensi Nasional pada Kegiatan Pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan Program Keahlian Pariwisata. Kartadinata. (2007). Air Agung Putra.jpg 12 . Oxford University. 4 November). Sukmadinata. (2001). (2004). Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pendidikan dan Pelatihan Produktif Bidang Keahlian Seni Tari SMK Negeri 10 Bandung. [8 Desember 2007] Jubaedah. Yogyakarta : BPFE UGM. Orgazinational Behaviour. The Liang. Prinsip. Concise Oxford Dictionary. Tersedia: http://re-searchengines. Tenth Edition. Yogyakarta: Safira Insania Press. (2001). Edisi 2. Yoyoh (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia. [CD-ROM]. Tesis Magister pada PPS UPI Bandung: tidak diterbitkan. Pengendalian Mutu Sekolah Menengah: Konsep. halaman 1. Third Edition. Oxford University. Pendidikan Partisipatif. Hani. Sumber gambar: http://mipsos. Oxford Learner’s Pocket Dictionary. Isjoni. Tesis Magister pada PPS UPI Bandung: tidak diterbitkan. dan Instrumen. (2005). Oxford: Oxford University Press. & Mukaram. Bandung: Remaja Rosda Karya. (2003). Bandung: Pusat Penerbit Admistrasi Niaga Politeknik Negeri Bandung. Handoko. (1989). Manajemen. Iman. (2000).REFERENSI : Ekasari. Oxford: Oxford University Press. Robbin. Nana. Artikel Pendidikan Network [online]. Tingkatkan Kualitas SDM melalui Pendidikan Kejuruan. Muis Saad. Sunaryo. Gie.html.

13 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->