ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS BELAJAR BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

A. Efektivitas 1. Pengertian efektivitas Proses belajar mengajar yang ada baik di sekolah dasar maupun di sekolah menengah, sudah barang tentu mempunyai target bahan ajar yang harus dicapai oleh setiap guru, yang didasarkan pada kurikulum yang berlaku pada saat itu. Kurikulum yang sekarang ada sudah jelas berbeda dengan kurikulum zaman dulu, ini ditenggarai oleh sistem pendidikan dan kebutuhan akan pengetahuan mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan zaman. Bahan ajar yang banyak terangkum dalam kurikulum tentunya harus disesuaikan dengan waktu yang tersedia pada hari efektif yang ada pada tahun ajaran tersebut. Namun terkadang materi yang ada dikurikum lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Ini sangat ironis sekali dikarenakan semua mata pelajaran dituntut untuk bisa mencapai target tersebut. Untuk itu perlu adanya strategi efektivitas pembelajaran. Efektivitas berasal dari bahasa inggris yaitu Effective yang berarti berhasil, tepat atau manjur. Efektivitas menunjukan taraf tercapainya suatu tujuan, suatu usaha dikatakan efektif jika usaha itu mencapai tujuannya. Secara ideal efektivitas dapat 15 dinyatakan dengan ukuran-ukuran yang agak pasti, misalnya usaha X adalah 60% efektif dalam mencapai tujuan Y. Di dalam kamus bahasa Indonesia Efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti mempunyai efektif, pengaruh atau akibat, atau efektif juga dapat diartikan dengan memberikan hasil yang memuaskan. Dari uraian diatas dapat dijelaskan kembali bahwa efektivitas merupakan keterkaitan antara tujuan dan hasil yang dinyatakan, dan menunjukan derajat kesesuaian antara tujuan yang dinyatakan dengan hasil yang di capai.

1

presensi guru. Daya Serap Didalam kamus besar bahasa Indonesia. Kemudian istilah itu dipergunakan untuk sejumlah “cource” atau mata pelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai suatu gelar atau ijazah. antara lain kurikulum. b. presensi siswa dan prestasi belajar. daya serap. a. Yang pada garis besarnya berisi tentang kurikulum sebagai rencana pelajaran atau bahan ajaran. Daya serap yang di maksud disini adalah kemampuan siswa untuk menyerap atau menguasai materi/bahan ajar yang di pelajarinya sesuai dengan bahan ajar tersebut yang meliputi: 2 . kurikulum sebagai pengalaman belajar dan kurikulum sebagai rencana belajar. Sebelum abad ke 20 setelah kurikulum belum banyak digunakan dalam kontek pendidikan. Para ahli mencatat bahwa konsep-konsep tentang kurikulum mulai berkembang sejak dipublikannya sebuah buku yang berjudul “The Curriculum” yang ditulis oleh Franklin Bobblilt pada tahun 1918.2. daya serap diartikan sebagai kemampuan seseorang atau suatu menyerap. Kurikulum Kurikulum berasal dari bahasa latin yaitu “cuciculum”semula berarti “a running course. or race cource. Dari uraian diatas telah jelas bahwa kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus dicapai/diselesaikan oleh peserta didik untuk mendapatkan ijazah (STTB). Kriteria Efektivitas Pembelajaran Didalam proses belajar mengajar banyak faktor yang mempengaruhi terhadap berhasilnya sebuah pembelajaran. yakni mendidik anak menjadi anggota masyarakat. Smith memandang bahwa kurikulum sebagai “a sequence of potencial experience of disciplining children and youth in group ways of thinking acting” yaitu penekanannya pada aspek sosial. especially a chariot race cource” dan dalam bahasa perancis “courier” yang berarti “to run” (berlari).

Pembelajaran 1. kreatif. Dari uaraian diatas maka dapat ditarik benang merahnya yaitu pembelajaran merupakan kegiatan perubahan tingkah laku secara kognitif. Pada kenyataannya pembelajaran adalah merupakan proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dimana saja tanpa ada ruang dan waktu. berilmu. 2. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. afektif dan psikomotorik. Adapun dasar-dasar tujuan pembelajaran ialah: a. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pengertian pembelajaran Pembelajaran berasal dari kata belajar.c akap. karena memang pembelajaran biasa dilakukan kapan saja dan dimana saja. C. Berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. berakhlak mulia. yaitu Alinea keempat yang berbunyi “Mencerdaskan kehidupan bangsa” b.B. yang memiliki arti yaitu aktivitas perubahan tingkah laku. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS BELAJAR Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran. sehat. antara lain : 3 . dari yang tidak mengerti menjadi mengerti. Perubahan tingkah laku yang dimaksud itu nyata memiliki arti yang sangat luas yaitu perubahan tingkah laku dari tidak tahu menjadi tahu. Dasar-dasar Tujuan Pembelajaran Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara adekuat dalam kehidupan masyarakat. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. walaupun banyak orang beranggapan bahwa pembelajaran hanya dilakukan disekolah atau lembaga tertentu.

Faktor instrumental input. kepengapan udara. baik itu lingkungan alami maupun lingkungan sosial. baik yang berwujud manusia maupun hal-hal lainnya juga dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar. Lingkungan fisik/ alami termasuk didalamnya adalah seperti keadaaan suhu. sedangkan faktor kedua dan ketiga sebagai “faktor dari luar“. Belajar pada keadaan udara yang segar. akan lebih baik hasilnya daripada belajar dalam keadaan udara yang panas dan pengap. Seseorang yang sedang belajar memecahkan soal yang 4 .a. yang didalamnya antara lain terdiri dari : 1) kurikulum 2) program/ bahan pengajaran 3) sarana dan fasilitas 4) guru (tenaga pengajar): Faktor pertama disebut sebagai “faktor dari dalam“. Faktor dari luar (Eksternal) 1) Faktor Environmental Input (Lingkungan) Kondisi lingkungan sangat mempengaruhi proses dan hasil belajar. Adapun uraian mengenai faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut : a. Faktor environmental input (yakni faktor lingkungan). dimana tiap anak memiliki kondisi yang berbeda-beda dalam : 1) kondisi fisiologis 2) kondisi psikologis b. c. Lingkungan ini dapat berupa lingkungan fisik/ alam dan lingkungan sosial. Faktor raw input (yakni faktor murid itu sendiri). dsb. kelembaban. Lingkungan sosial.

seperti kurikulum. tidak dalam keadaan cacat jasmani. Karena pentingnya penglihatan dan pendengaran inilah. alat-alat praktikum. dsb akan sangat membantu dalam proses dan hasil belajar. bercakap-cakap didekatnya dengan suara keras. tidak dalam keadaan capai. Faktor-faktor instrumental dapat berwujud faktor-faktor keras (hardware). yang tidak kalah pentingnya dalam mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa adalah kondisi pancaindera. dsb. perpustakaan. baik kondisi fisiologis maupun psikologis anak. hiruk-pikuk lalu lintas.dsb. pedoman belajar. dsb juga berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. tentu akan memperhatikan bagaimana keadaan pancaindera. Disamping kondisi yang umum tersebut. Faktor dari dalam (Internal) Diantara faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar adalah faktor individu siswa. khususnya penglihatan dan pendengaran anak didiknya. maka dalam lingkungan pendidikan formal. b. Guru yang baik. 5 .rumit dan membutuhkan konsentrasi tinggi. Lingkungan sosial yang lain. kondisi fisiologis ini seperti kesehatan yang prima. 2) Faktor-faktor Instrumental Faktor-faktor instrumental adalah faktor yang keberadaan dan penggunaannya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. 1) Kondisi Fisiologis Anak Secara umum. Faktor-faktor ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana untuk tercapainya tujuan belajar yang telah dicanangkan. seperti suara mesin pabrik. dsb dan juga faktor-faktor lunak (software). disarankan agar lingkungan sekolah berada di tempat yang jauh dari keramaian pabrik. Karena itulah. orang melakukan berbagai penelitian untuk menemukan bentuk dan cara menggunakan alat peraga yang dapat dilihat sekaligus didengar (audio-visual aids). akan terganggu jika ada orang lain keluar-masuk. seperti gedung perlengkapan belajar. bahan/ program yang harus dipelajari. lalu-lintas dan pasar. terutama indera penglihatan dan pendengaran. ramainya pasar.

c) Bakat Disamping Intellegensi. Kecerdasan seseorang biasanya dapat diukur dengan menggunakan alat tertentu. tugas guru adalah untuk dapat menarik minat belajar siswa. yang dianggap utama dalam mempengaruhi proses dan hasil belajar : a) Minat Minat sangat mempengaruhi dalam proses dan hasil belajar. dapat ditimbulkan oleh rangsangan dari luar. yaitu : 6 . Secara definitif. bahwa kecerdasan memegang peran besar dalam menentukan berhasil-tidaknya seseorang mempelajari sesuatu atau mengikuti suatu program pendidikan.2) Kondisi Psikologis Anak Dibawah ini akan diuraikan beberapa faktor psikologis. pada umumnya akan lebih mampu belajar daripada orang yang kurang cerdas. untuk merealisasikan sumbangannya terhadap masyarakat maupun terhadap dirinya. karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang tinggi. tetapi munculnya motivasi yang kuat atau lemah. Kalau seseorang tidak berminat untuk mempelajari sesuatu. Oleh karena itu. anak berbakat adalah anak yang mampu mencapai prestasi yang tinggi. Maka. b) Kecerdasan Telah menjadi pengertian relatif umum. bakat merupakan faktor yang besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar siswa. d) Motivasi Motivasi merupakan dorongan yang ada didalam individu. dapat dibedakan menjadi dua motif. dengan menggunakan berbagai cara dan usaha mereka. ia tidak dapat diharapkan akan berhasil dengan baik dalam mempelajari hal tersebut. jika seseorang mempelajari sesuatu dengan minat. Begitu pula sebaliknya. Orang yang lebih cerdas. maka hasil yang diharapkan akan lebih baik. Anak tersebut adalah anak yang membutuhkan program pendidikan berdiferensiasi dan pelayanan diluar jangkauan program sekolah biasa. Hasil dari pengukuran kecerdasan. biasanya dinyatakan dengan angka yang menunjukkan perbandingan kecerdasan yang terkenal dengan sebutan Intelligence Quetient (IQ).

kurang berkaitan langsung dengan sumber masalahnya. dsb adalah mengatur faktor-faktor tersebut agar dapat berjalan seoptimal mungkin PTK (PENELITIAN TINDAKAN KELAS) Penelitian tindakan sudah sering dilakukan oleh para peneliti. Kemampuan kognitif yang paling utama adalah kemampuan seseorang dalam melakukan persepsi. dan aspek psikomotorik. namun hasilnya kurang dirasakan dampaknya dalam usaha meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Namun tidak dapat diingkari. kurang melakukan identifikasi masalah yang ada dan dirasakan sehari-hari oleh para pendidik di depan kelas. yaitu aspek kognitif. Oleh karena itu. Sedangkan aspek afektif dan aspek psikomotorik lebih bersifat pelengkap dalam menentukan derajat keberhasilan belajar anak disekolah. tanpa rangsangan atau bantuan orang lain. mengingat. orangtua. Disamping itu penyebarluasan hasil penelitian kepada guru (praktisi) sangat jarang dan memakan waktu yang sangat lama.1) Motif Intrinsik 2) Motif Ekstrinsik Motif Intrinsik adalah motif yang ditimbulkan dari dalam diri orang yang bersangkutan. aspek afektif. bahkan 7 . mereka kurang memahami. Para pendidik sangat berharap ada masukan dari hasil penelitian yang mampu membantu mengatasi masalah pembelajaran di kelas. motif intrinsik lebih efektif dalam mendorong seseorang untuk lebih giat belajar daripada motif ekstrinsik. e) Kemampuan-kemampuan Kognitif Walaupun diakui bahwa tujuan pendidikan yang berarti juga tujuan belajar itu meliputi tiga aspek. dan berpikir. bahwa sampai sekarang pengukuran kognitif masih diutamakan untuk menentukan keberhasilan belajar seseorang. kemampuan kognitif akan tetap merupakan faktor penting dalam belajar siswa / peserta didik. guru. Setelah diketahui berbagai faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar seperti diuraikan diatas. Hal ini terutama disebabkan karena penelitian pendidik yang dilakukan oleh lembaga penelitian permasalahan yang diangkat kurang mengangkat kondisi nyata yang terjadi di sekolah. Pada umumnya. Sedangkan motif ekstrinsik adalah motif yang timbul akibat rangsangan dari luar. maka hal penting yang harus dilakukan bagi para pendidik. Namun belum terwujud.

Bahkan McNiff (1992 : 1) dalam bukunya yang berjudul Action Research Principles and Practice memandang PTK sebagai bentuk penelitian yang reflektif yang dilakukan oleh pendidik sendiri kurikulum. akan dapat memperbaiki praktek-praktek pembelajaran sehingga menjadi lebih efektif. Pendek kata. Haruslah pendidik mengobankan proses pembelajaran demi melakukan PTK? Jawabnya tentu tidak. Dalam PTK guru secara refektif dapat menganalisis mensintesis terhadap apa yang telah dilakukan di kelas. peningkatan kedua kemampuan tersebut akan bernuansa pada peningkatan kualitas lulusan. Justru dengan melakukan PTK akan dapat meningkatkan kualitas proses dan produk 8 . PENGERTIAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Saat ini PTK sedang berkembang dengan pesatnya di negara-negara maju seperti Inggris. Amerika. Upaya peningkatan kompetensi\'pendidik tenaga kependidikan. Salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan memberikan kesempatan kepada para pendidik atau tenaga kependidikan untuk menyelesaikan masalahmasalah pembelajaran dan lainnya secara profesional dan kolaboratif lewat penelitian tindakan. dengan melakukan penelitian tindakan. ketiga. kemampuan dalam mengatasi dan penyelesaikan masalah pembelajaran akan semakin meningkat. proses. untuk menyelesaikan masalahmasalah pembelajaran akan memberi dampak positif dan ganda.pendidik sendiri kemampuan meneliti masih rendah. Pertama. mengapa demikian ? Karena jenis penelitian ini mampu menawarkan cara dan prosedur baru untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme pendidik dalam proses belajar mengajar di kelas dengan melihat pada siswa. masukan. meningkatkan prestasi belajar. pengembangan keahlian mengajar dan sebagainya. Para ahli penelitian pendidikan akhir-akhir ini manaruh perhatian yang cukup besar terhadap PTK. Dalam PTK pendidik dapat melihat sendiri terhadap praktek pembelajaran atau bersamaan guru lain yang ia dapat melakukan penelitian terhadap siswa dilihat dari segi aspek interaksinya dalam proses pembelajaran. penyelesaian masalah pembelajaran melalui sebuah investasi akan dapat meningkatkan kualitas isi. kedua. pengembangan sekolah. saranaJprasarana. Canada. Rendahnya kemampuan para pelaksana pendidikan di lapangan sangat berpengaruh positif terhadap upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. dan hasil belajar. Australia.

di kelas sendiri. dengan melibatkan siswanya sendiri melalui sebuah tindakan-tindakan yang direncakan. kesehariannya. Hal ini terjadi karena kegiatan tersebut dilaksanakan sendiri. seperti mencoba cerita-cerita lokal. dilihat. Dari program pembelajaran yang dirancang sebagai bentuk PTK akhirnya guru dapat memperbaiki persoalan rendahnya minat baca siswanya. Sebagai contoh. dirasakan dan dihayati kemudian muncul pertanyaan apakah praktek-praktek pembelajaran yang selama ini dilakukan memiliki efektivitas yang tinggi. Dengan demikian diperoleh umpan balik yang sistematik mengenai apa yang selama ini dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar. Sebaliknya jika sebenarnya siswa telah memiliki minat baca yang tinggi. fungsional. sehingga konsisi ini sangat menghambat pencapaian tujuan kurikuler. Oleh sebab itu pendidik tidak perlu takut terganggu dalam mencapai target kurikulumnya jika akan melaksanakan PTK.pembelajarannya. Jika dilakukan secara kolaboratif yang bertujuan memperbaiki proses pembelajaran tidak akan mempengaruhi materi pelajaran. Penelitian tindakan kelas tidak harus membebani pekerjaan pendidikan dalam. akan tetapi tidak dapat memanf\'aatkan bahan bacaan secara tepat. Dengan penelitian tindakan kelas dapat dicoba berbagai tindakan yang berupa program pembelajaran tertentu. PTK terkait dengan persoalan praktek pembelajaran sehari-hari yang dihadapi oleh para guru. guru juga dapat melakukan PTK untuk 9 . dilaksanakan. melalui PTK pendidik dapat mengadaptasikan teori lain untuk kepentingan proses dan atau produk belajar yang lebih efektif. dan di evaluasi. menggunakan buku yang memiliki cerita lucu. Jika dengan penghayatannya itu dapat disimpulkan bahwa praktek-praktek pembelajaran tertentu seperti : pemberian pekerjaan rumah kepada siswa yang terlalu banyak. cara bertanya pendidik kepada siswa di kelas tidak mampu merangsang siswa untuk berfikir dan sebaliknya maka dapat dirumuskan secara tentatif tindakan tertentu untuk memperbaiki keadaan tersebut dengan melalui prosedur PTK. dan sebagainya. Jika sekiranya ada teori yang tidak cocok dengan kondisi di kelasnya. jika pendidik menghadapi persoalan rendahnya minat baca siswa. jika pendidik ini sangat menghambat rendahnya minat baca siswa. Disamping itu dapat dibuktikan suatu teori belajar mengajar untuk diterapkan dengan baik di kelas yang ia tekuni. umpan balik yang bersifat verbal terhadap kegiatan di kelas efektif. Selanjutnya PTK. optimal. Penelitian tindakan kelas juga dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktek pendidikan.

isi. menumbuh kembangkan budaya meneliti di kalangan Guru. Dengan kata lain. dan refleksi. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan melakukan refleksi untuk mendiagnosis kondisi. tujuan utama dan tujuan sertaan. Tujuan utama pertama. bahwa hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat dijadikan sumber masukan dalam rangka melakukan pengembangan kurikulum. melaksanakan tindakan. kompetensi. dan situasi. melakukan perbaikan dan peningkatan layanan profesional Guru dalam menangani proses pembelajaran. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat digolongkan atas dua jenis. cara kerja. yang memiliki tujuan untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap sistem. Tujuan_tujuan tersebut adalah sebagai berikut. Tujuan sertaan. kolaboratif dan spiral. Guru sebagai pekerja profesional tidak akan cepat berpuas diri lalu diam di zone nyaman. Rasa percaya diri tersebut tumbuh sebagai akibat Guru semakin banyak mengembangkan sendiri pengetahuannya berdasarkan pengalaman praktis. 3. melakukan pengembangan keteranpilan Guru yang bertolak dari kebutuhan untuk menanggulangi berbagai persoalan aktual yang dihadapinya terkait dengan pembelajaran. sehingga secara keilmuan menjadi lebih berani mengambil prakarsa yang patut diduganya dapat memberikan manfaat perbaikan. melakukan evaluasi. melainkan selalu memiliki komitmen untuk meraih hari esok lebih baik dari hari sekarang. proses.mencari dan memilih secara tepat terhadap kesalahan siswa dalam memanfaatkan bahan bacaan yang kurang fungsional. Adapun manfaat_manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat memberikan manfaat sebagai inovasi pendidikan yang tumbuh dari bawah. Dengan PTK Guru menjadi lebih mandiri yang ditopang oleh rasa percaya diri. 1. Proses pengembangan kurikulum tidak bersifat netral. guru melakukan perencanaan. kemudian mencoba secara sistematis berbagai model pembelajaran alternatif yang diyakini secara teoretis dan praktis dapat memecahkan masalah pembelajaran. bukan karena ditugaskan oleh kepala sekolah. karena Guru adalah ujung tombak pelaksana lapangan. melainkan dipengaruhi oleh gagasan-gagasan yang saling terkait mengenai hakikat pendidikan. Dorongan ini muncul dari rasa kepedulian untuk memecahkan masalah_masalah praktis dalam kesehariannya. Tujuan ini dilandasi oleh tiga hal penting. Dari uraian di atas dapat diartikan bahwa penelitian tindakan sebagai suatu bentuk investigasi yang bersifat reflektif partisipasif. (2) proses latihan terjadi secara hand-on dan mind-on. Manfaat lainnya. Dengan secara kontinu melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). karena keilmiahan segi pelaksanaan akan didukung oleh lingkungan. (3) produknyas adalah sebuah nilai. (1) kebutuhan pelaksanaan tumbuh dari Guru sendiri. 2. tidak dalam situasi artifisial. Tujuan utama kedua. 10 .

pengetahuan. dan pembelajaran yang dihayati oleh Guru di lapangan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat membantu guru untuk lebih memahami hakikat pendidikan secara empirik. 11 . KESIMPULAN Faktor yang mempengaruhi efeksitas belajar siswa secara garis besar dibagi dua yakni faktor luar (lingkungan) faktor dari dalam yaitu dari anak itu sendiri. Dengan menggunakan PTK kita dapat melihat faktor luar dan dalam dapat ditemukan dengan demikian kita dapat merangsang dengan menggunakan metode PTK sehingga efektifitas Belajar dapat maksimal.

Pengendalian Mutu Sekolah Menengah: Konsep. Concise Oxford Dictionary. Oxford: Oxford University Press. Manajemen. Tesis Magister pada PPS UPI Bandung: tidak diterbitkan. Isjoni. Tesis Magister pada PPS UPI Bandung: tidak diterbitkan. T. (2005). Oxford: Oxford University Press. Stephen P. Oxford University.com/isjoni3. & Mukaram. Muis Saad. Nana. Orgazinational Behaviour.jpg 12 . [CD-ROM]. Sukmadinata. New Jersey: Pearson Educational International. Tersedia: http://re-searchengines. Telaah Implementasi Pendekatan Competency Based Training Berdasarkan Standar Kompetensi Nasional pada Kegiatan Pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan Program Keahlian Pariwisata. (2003. Robbin. Pendidikan Partisipatif. Pikiran Rakyat (24 Oktober 2007) Marwansyah.REFERENSI : Ekasari. Bandung: Remaja Rosda Karya.com/2009/02/oa1xxx682. SMK dan Permasalahanya. Jakarta: PT. Yogyakarta : BPFE UGM. Gie. Handoko. Third Edition.files. Manajemen Sumber Daya Manusia. Oxford Learner’s Pocket Dictionary. Artikel Pendidikan Network [online]. Yogyakarta: Safira Insania Press. [8 Desember 2007] Jubaedah. (2004). Sumber gambar: http://mipsos. dan Instrumen. (2000). Iman. (1989). (2001). Prinsip. (2001). Tingkatkan Kualitas SDM melalui Pendidikan Kejuruan. (2001). Ensiklopedi Administrasi.wordpress. 4 November). Sunaryo. halaman 1. (2007). Hani. (2003). Edisi 2. Yoyoh (2005). (2002).html. S. Tenth Edition. Oxford University. Air Agung Putra. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pendidikan dan Pelatihan Produktif Bidang Keahlian Seni Tari SMK Negeri 10 Bandung. The Liang. Bandung: Pusat Penerbit Admistrasi Niaga Politeknik Negeri Bandung. Kartadinata.

13 .