P. 1
STRATEGI PENETAPAN HARGA JUAL

STRATEGI PENETAPAN HARGA JUAL

|Views: 584|Likes:
Published by Manuel Aragonez

More info:

Published by: Manuel Aragonez on May 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2013

pdf

text

original

STRATEGI PENETAPAN HARGA JUAL Harga merupakan unsur dalam marketing mix strategi yang mempengaruhi keputusan konsumen

serta salah satu faktor yang mempengaruhi kegiatan-kegiatan dalam perusahaan yang berfungsi menciptakan keunggulan komparatif bagi perusahaan. Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang menghasilkan penerimaan penjualan, sedangkan unsur lainnya unsur lainnya hanya merupakan biaya saja. Mc.Charty & Parreault (1995:56) berpendapat bahwa harga adalah apa yang dikenakan untuk sesuatu, orang dapat memberi nama yang berbeda-beda, tetapi semua transaksi bisnis dalam perekonomian modern dapat dipandang sebagai alat pertukaran uang adalah harga untuk sesuatu. Sesuatu itu dapat berupa produk fisik dalam berbagai tingkat kesempurnaan, dengan atau tanpa pelayanan dukungan, dengan atau tanpa jaminan mutu dan sebagainya. Sedangkan Kotler (1999:107) mengemukakan bahwa Harga merupakan satu-satunya elemen bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan; elemen-elemen lainnya menimbulkan biaya . Ahli lain Swastha & Irawan (1993:24) mengemukakan bahwa Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa produk apabila mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dan produk dan pelayanannya . Dari penjelasan yang telah diungkapkan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa harga adalah jumlah uang yang ditetapkan oleh perusahaan yang digunakan untuk mendapatkan sejumlah produk fisik ataupun non fisik. Seperti yang telah diungkapkan dalam pengertian strategi harga, bahwa harga merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi kegiatan-kegiatan dalam perusahaan yang berfungsi menciptakan keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Namun seringkali terbentur pada kebijakan penetapan harga. Penetapan harga oleh perusahaan harus disesuaikan dengan situasi lingkungan dan perubahan yang terjadi terutama pada saat persaingan yang semakin ketat dan perkembangan permintaan yang terbatas. Penetapan harga yang dilakukan oleh perusahaan harus memperhatikan tujuan penetapan harga itu sendiri. Hal ini penting, karena tujuan merupakan dasar atau pedoman bagi perusahaan dalam menetapkan tingkat harga. Assauri (1999:106) mengungkapkan adanya tujuan penetapan harga yaitu, 1) memperoleh laba yang maksimum, 2) mendapatkan share pasar tertentu, 3) memperoleh laba dari segmen pasar (market skimming), 4) mencapai tingkat hasil penerimaan penjualan maksimum, 5) mencapai keuntungan yang ditargetkan, 6) mempromosikan produk. Sedangkan, Keegan (1997:102) mengungkapkan bahwa Tujuan penetapan harga oleh perusahaan adalah meraup laba pada segmen pasar (market skimming), penetrasi pasar, dan menambahkan laba pada biaya produksi (cost-plus). Sedangkan Kotler (1997:100) mengungkapkan yaitu Ada enam tujuan yang ingin dicapai perusahaan dalam menetapkan tingkat harga, yaitu 1) kelangsungan hidup (survival), 2) laba maksimum (maximum current profit), 3) pendapatan maksimum (maximum current revennue), 4) pertumbuhan penjualan maksimum (maximum sales growth), 5) skimming pasar maksimum (maximum market skimming), 6) kepemimpinan mutu produk (product-quality leadership).

Untuk mempercepat masuknya uang tunai Jika terdapat masalah di dalam arus keluar masuknya uang atau kekurangan uang tunai. Pada dasarnya strategi kesamaan harga yang ditetapkan oleh suatu perusahaan untuk suatu produk yang dihasilkan atau dipasarkan atas strategi harga yang sama atau seragam untuk seluruh daerah atau segmen pasar yang dilayani (single pricing) dan strategi harga yang tidak seragam untuk beberapa daerah atau segmen pasar (multi pricing). dan mempertahnkan pangsa pasar. Untuk mempertahankan atau memperbesar pangsa pasar Jika harga yang ditetapkan cukup menarik pembeli. produsen dapat menetapkan syarat pembayaran selunak mungkin tetapi tetap mempertimbangkan tujuan penetapan harga perusahaan serta disesuaikan dengan situasi dan kondisi pasar serta sifat dan perilaku konsumen. mutu barang yang tinggi cenderung diikuti oleh harga yang mahal. maka dengan penetapan harga yang tepat masalah tersebut dapat teratasi. dan sebaliknya bila menjual terlalu murah. Dengan demikian. maka kemungkinan besar pembeli tidak akan lari ke pedagang lain. Desakan waktu yang dialami oleh konsumen 4. Hal ini disebabkan karena penetapan harga mempunyai pengaruh langsung terhadap besarnya laba perusahaan. Strategi potongan harga (discount) digunakan perusahaan perusahaan untuk meningkatkan jumlah penjualan dan hasil penerimaan penjualan serta share pasar perusahaan. perwujudan fisik dari barang tersebut seperti wana dan bentuk. Sehingga kita dapat menetapkan harga sesuai dengan tingkat mutu barang. Harga barang menjadi sesuatu yang sangat penting. Harga yang ditetapkan perusahaan akan disesuaikan dengan strategi perusahaan secara keseluruhan dalam menghadapi situasi dan kondisi yang selalu berubah dan diarahkan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan untuk periode tersebut. dan share pasar perusahaan. Jika menetapkan harga barang yang murah. maka perbedaan harga dengan pesaing harga harus ditonjolkan. Dalam menetapkan harga yang tinggi atau mahal. dan mutu barang sesuai dengan harganya. . Ini merupakan salah satu cara untuk mempertahankan pembeli. Strategi syarat pembayaran yang lunak merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen.Dari ketiga pendapat maka dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan dari penetapan harga adalah market skimming. memperoleh laba yang maksimal. 2. nama merk. artinya bila harga barang terlalu mahal dapat mengakibatkan barang menjadi kurang laku. berarti ada hubungan antara suatu barang dengan kualitas barang tersebut. Oleh karena itu. Bahkan tidak tertutup kemungkinan harga jual tersebut dapat menarik pembeli baru. Perusahaan menetapkan harga yang tidak seram karena ada pertimbangan tujuan dan sasaran yang akan dicapai masing-masing segmen pasar serta situasi dan kondisi pasar tersebut. volume penjualan. Besarnya pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh konsumen Hubungan antar harga dan mutu barang Banyak konsumen beranggapan bahwa harga barang yang tinggi identik dengan mutu yang tinggi. Demikian pula sebaliknya. Mereka akan selalu kembali ke toko kita. Kepribadian dari individu konsumen 3. keuntungan yang didapat menjadi berkurang. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi harga suatu barang seperti : 1. Saran-saran Penetapan Harga 1. Maksudnya adalah bahwa harga suatu barang sesuai dengan mutunya. para pengecer biasanya menonjolkan reputasi produk. Tingkat penghasilan konsumen 2.

kita harus menyelesaikan penyesuaian dengan menurunkan biaya operasional. 3. 25 + Harga jual = Rp. Untuk menakut-nakuti para pesaing potensial untuk masuk. 1125 2.3. Toko telah memiliki reputasi yang lebih baik. Untuk menghabiskan sisa barang musiman (cuci gudang) 6. Untuk dapat bertahan dalam persaingan Ketepatan dalam strategi harga diharapkan dapat mempertahankan kelangsungan usaha 4. Strategi untuk memenangkan persaingan dalam kondisi seperti ini adalah bersaing dalam pelayanan. dan jaminan barang rusak bisa dikembalikan c. reparasi gratis. Harga jual = Harga pokok + biaya + laba 3. Pelayanan lebih baik seperti pengembalian barang secara gratis. sama dengan harga pesaing atau di bawah harga pesaing 3.3 Harga di bawah harga pesaing Dalam melakukan strategi dengan menetapkan harga di bawah harga pesaing. Barangbarang yang ditetapkan harganya dengan cara ini umumnya barangbarang sehari-hari yang biasanya sudah dihafal oleh konsumen. 4. Penetapan harga yang berorientasi pada permintaan Cara yang ditempuh adalah dengan diskriminasi harga. 1000 Laba 10% = Rp. Kelengkapan barang lebih baik. Untuk meningkatkan jumlah pengunjung pada bulan-bulan sepi.2 Harga sama dengan pesaing Cara yang paling umum dilakukan oleh para pengecer adalah menetapkan harga barang yang sesuai dengan harga pasar. 3. pembatasan jenis-jenis barang. Disamping itu dapat juga diberikan dalam kaitannya dengan : a.1 Harga di atas harga pesaing dimungkinkan bila : a. Hal ini harus dilakukan untuk mempertahankan laba yang ingin dicapati atau dipertahankan. 100 Biaya = Rp. barang-barang lebih eksklusif dan mode lebih maju (fashionable) b. Sasaran dari diskriminasi harga ini adalah para pelanggan khusus yang memerlukan perlakuan khusus. Untuk mempertahankan citra yang menguntungkan Melalui penetapan harga yang tepat. Penetapan harga yang berpedoman pada biaya Cara yang ditempuh yaitu dengan menambah prosentase laba dan biaya Misalnya : Harga Beli = Rp. citra usaha kita dapat dipertahankan dan bahkan meningkat dimata konsumen 5. Strategi Penetapan Harga 1. Penetapan harga yang berpedoman pada persaingan Terdapat beberapa alternatif dalam menghadapi pesaing yaitu dengan menetapkan harga : di atas harga pesaing. penyediaan sarana fisik yang lebih sederhana dan lebih sedikit pelayanan pelayanan pribadi. Memberikan kenyamanan yang lebih baik kepada konsumen d. Penetapan harga cost (cost plus pricing) Penetapan harga cost plus merupakan praktek dimana harga penjualan suatu produk ditetapkan dengan jalan menambahkan prosentase tertentu yang ditetapkan sebelumnya atas biaya produk tersebut. 7. Kualitas atau bentuk produk tertentu .

c.50% dari harga semula. 6000. Dengan sedikit kerugian bisa menjual barang lebih banyak c. misalnya Rp. Loss Leader Pricing (harga di bawah harga pokok) Strategi ini dilakukan dengan menjual barang di bawah harga pokok (modal). Bait pricing (harga umpan yang diturunkan dengan tajam) Dengan menggunakan strategi ini. Tujuannya adalah agar masyarakat mendapat keringanan dalam merayakan atau mengikuti harga besar atau peristiwa penting. Special Event Pricing (harga khusus pada waktu-waktu tertentu) Strategi harga khusus dalam rangka menghadapi hari-hari besar tertentu dan peristiwa-peristiwa yang penting. Taktik yang biasa digunakan adalah sebagai berikut : a. Diskon Psikologikal Diskon psikologikal adalah sebuah strategi penetapan harga promosi dimana penjual menaikkan harganya terlebih dahulu dan kemudian produk yang bersangkutan ditawarkan dengan harga jauh lebih murah.00 (harga sebenarnya).000. agar konsumen dapat membeli barang lain yang lebih banyak. Dengan menggunakan strategi harga yang tepat. dengan harapan agar memberikan kesan kepada konsumen bahwa barang yang dijual ditoko rata-rata harganya murah. Tujuan leader pricing adalah sebagai harga penuntun. Natal dan Tahun Baru. 10 yang relatif tidak begitu berarti b. Contoh : Harga sebelumnya Rp.00) Harga sekarang Rp. Lebaran dan sebagainya.b. d. 6. Hal ini dimaksudkan untuk meramaikan toko sekaligus cuci gudang. harga barang yang lebih tinggi disuatu tempat bisa menjual lebih banyak barang ditempat lain yang harganya lebih murah padahal barangnya sama. 4990 Angka 9 akan memberikan efek lebih murah dari angka sepuluh. Harga psikologikal Harga psikologikal yaitu harga yang diharapkan dapat memberikan efek psikologis pada konsumen. Membuat harga ganjil. barang dijual dengan harga yang dibanting secara tajam. Waktu tertentu c. 6. Rp. sehingga harga di bawah harga pasar.000. 9990. b. Leader Pricing (harga dijual di bawah harga pasar) Leader pricing adalah strategi penetapan harga dengan menjual harga dengan keuntungan yang sangat tipis. seperti : tahun ajaran baru. Volume penjualan tertentu 5. Kadang-kadang konsumen mengasumsikan barang mahal adalah barang bermutu. Harga Promosi a. Beberapa barang yang digabung jadi satu dan diberi harga yang lebih murah daripada bila dijual terpisah.00 (padahal Rp. . e. misalnya barang diturunkan sampai dengan 40%. angka 4 berkesan lebih murah dari angka 5 meskipun perbedaan harga sebenarnya Rp. 10.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->