PROPOSAL KUALITATIF JUDUL

:

Analisis Framing Pada berita tentang” Ibu Tega Bunuh Anak Kandung “ dalam surat kabar Harian Media Indonesia Edisi Juni 2009

1

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Belakangan, media masssa ibu kota dihiasi berbagai kasus pembunuhan yang terkadang disertai perampokan, dan tak jarang diselingkan dengan pemerkosaan. Dalam bulan Maret ini saja setidaknya sudah ada 8 kasus pembunuhan terjadi di Jakarta. Berbagai factor jadi pemicunya, ada yang dibunuh oleh pembunuh bayaran, ada yang dirampok oleh mantan pembantunya, ada pula karena cinta ditolak pisau bertindak. Tapi muaranya satu, bahwa pembunuhan sangat gampang dilakukan dan banyak orang merasa pembunuhan adalah jalan paling aman menuntaskan sakit hati. Ada berbagai macam kejahatan yang terjadi di bumi ini, mulai dari yang berskala besar seperti pembunuhan massal (genocide) hingga yang berskala kecil seperti pencurian, penipuan, penggelapan, perampokan, pemerkosaan dan lain sebagainya. Sejumlah kejahatan dapat terjadi seketika seperti pembunuhan tidak berencana dan semacamnya. Sementara itu, terdapat banyak bentuk kejahatan yang sudah direncanakan sebelumnya, bahkan disiapkan secara cukup matang. Dalam Pembunuhan anak terdapat unsur-unsur didalamnya , yaitu Unsur khusus dimana seorang anak yang baru dilahirkan atau tidak berapa lama setelah dilahirkan dan Unsur umum merupakan perbuatan itu merupakan perbuatan pembunuhan yang harus dilakukan dengan sengaja. Selain itu , Perbuatan itu harus dilakukan oleh seorang ibu. Dan Perbuatan itu harus dilakukan oleh seorang ibu terhadap anaknya yang sedang atau tidak berapa lama setelah dilahirkan sendiri. Lalu Perbuatan pembunuhan itu harus dilakukan berdasarkan suatu motif yaitu si ibu didorong oleh perasaan takut akan diketahui bahwa ia melahirkan anak. Sepertinya kalimat diatas tidak berlaku bagi beberapa keluarga di Indonesia. Maraknya pemberitaan media yang mengangkat kasus anak dibunuh oleh orangtua (ibu) kandung menyimpulkan bahwa hadirnya anak ditengah keluarga tidak selamanya menjadi kebahagian bagi orangtua.

2

Kesekian kalinya media memberitakan pembunuhan anak yang dilakukan oleh seorang ibu. Masih lekat dalam ingatan kita kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Anik Komariah (31 thn) di Bandung Jawa Barat. Anik membunuh ketiga buah hatinya yang masih belia, Nazhif (6 tahun), Faras (3 tahun) dan si bungsu Umar (9 bulan). Disusul oleh Junania Mercy di Malang, Jawa Timur. Ia memberi racun potasium yang dicampurkan ke dalam susu anaknya. Kontan saja nyawa ke empat anaknya melayang. Berita terakhir yang teranyar dari kasus pembunuhan yang dilakukan oleh ibu terhadap anak kandung terjadi di Bekasi, Jawa Barat. Ismayati, Ibu 2 (dua) anak yang tega membunuh anak-anaknya dengan menenggelamkan dalam bak mandi. Gangguan kejiwaan yang dialami si ibu diduga menjadi faktor pemicu felicide. Felicide adalah pembunuhan anak oleh orang tua sendiri. dr. Teddy Hidayat, Sp.K.J Kepala Bagian Kedokteran Jiwa RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, menyatakan bahwa felicide sebagai penyebab kematian anak tertinggi di dunia.Para pelaku felicide umumnya menderita skizofrenia tipe paranoid. Mereka mengaku mendengar bisikan berupa komando yang memerintahkan untuk membunuh anak kandungnya sendiri. Keadaan ekonomi yang dijadikan alasan untuk membunuh buah hati, menjadi pencetus terjadinya gangguan jiwa skizofrenia tipe paranoid. Ketakutan berlebihan karena tidak dapat menghidupi si buah hati, dan hanya dengan mengakhiri nyawa si buah hati si ibu merasa dapat mengakhiri penderitaan si anak. Hal ini dapat kita telusuri dari cerita para ibu yang melakukan felicide seperti yang dilakukan oleh Anik Komariah, Junania Mercy dan yang lainnya. Tetapi lain halnya , dengan made wijayanti , seorang pembantu rumah tangga tega membunuh bayi laki – lakinya yang baru ia lahirkan. Dia malu dengan bayi yang dia lahirkan dari hasil hubungan gelap , karena motif itulah dia tega membunuh anak laki – lakinya tersebut. Atas dasar alasan itulah maka peneliti ingin meneliti tentang kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ibu terhadap anaknya , dengan menggunakan media massa sebagai bahan acuan analisis.sehingga dapat dilakukan pembingkaian pada suatu berita tersebut. Dan akhirnya peneliti menggunakan Surat kabar harian Media Indonesia edisi Juni 2009 sebagai bahan acuan penelitian.

3

1.2.Rumusan Masalah
Bagaimana analisis Framing Pada berita tentang” Ibu Tega Bunuh Anak Kandung “ dalam surat kabar Harian Media Indonesia Edisi Juni 2009 ?

1.3. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana media cetak melakukan pemberitaan maupun membingkai suatu peristiwa dalam berita ibu Tega Bunuh Anak Kandung . Sehingga pada akhirnya dapat memunculkan cara pandang dan perspektif pada suatu peristiwa dan akhirnya bisa menemukan fakta apa yang di ambil dari berita ini.

1.4. Manfaat Penelitian
• Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan kepada mahasiswa dalam membingkai suatu peristiwa dimedia cetak. Sehingga cara pandang dan perspektif berita itu pada akhirnya dapat menentukan fakta yang akan di ambil , sehingga kita bisa mengetahui dan mengerti bagian mana yang ditonjolkan dan dihilangkan serta hendak dibawa kemana berita tersebut. • • Dapat sebagai bahan pertimbangan dalam mengkonstruksi dan mengembangkan suatu peristiwa sebelum menjadi berita dan dikonsumsi khalayak. Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan bagi para pembuat berita agar dalam merancang pesan yang hendak di evaluasi pakah sudah sesuai dengan tujuan dan etika yang ditetapkan dalam melakukan pemberitaan kepada khalayak.

4

5 .BAB II KERANGKA TEORI 2. kemudian menyajikannya dengan penonjolan pada titik-titik tertentu. Framing merupakan versi terbaru dari pendekatan analisis wacana. menuliskan fakta. wartawan tidak mungkin melihat peristiwa tanpa perspektif. Menurut Pan dan Kosicki. konsepsi psikologis lebih menekankan pada bagaimana seseorang memproses informasi dalam dirinya. bisa jadi berbeda antara satu media dengan media lain. Dalam memilih fakta. pemahaman dan konstruksi atas suatu peristiwa. Proses memillih fakta ini didasarkan pada asumsi. Analisis Framing menurut Pan Zhong Dan Pan Kosicki Analisis framing atau disebut analisis bingkai adalah pembingkaian yang dilakukan oleh surat kabar terhadap suatu peristiwa yang nantinya akan disajikan kepada khalyak. selalu terkandung dua kemungkinan : apa yang dipilih (included) dan apa yang dibuang (excluded). Dengan teori ini. 1997 :376 ). 2002 : 69) pertama. yaitu konsepsi psikologis dan konsepsi sosiologis. framing dilihat sebagai penempatan informasi dalam suatu konteks khusus dan menempatkan elemen tertentu dari suatu isu dengan penempatan lebih menonjol dalam kognisi seseorang. Akibatnya. bisa dilihat bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan oleh media atau wartawan ketika menyeleksi isu-isu dan menulis berita. Dalam konsepsi psikologis. Gagasan mengenai framing pertama kali dilontarkan oleh Beterson tahun 1995 ( Sobur. Framing mempunyai dua aspek (Eriyanto.1. khususnya untuk menganalisis teks media. Jadi. Peristiwa dilihat dari isu tertentu. Elemen-elemen yang diseleksi itu menjadi lebih penting dalam mempengaruhi pertimbangan seseorang saat membuat keputusan tentang realitas. Framing merupakan perpanjangan dari teori agenda setting yang dikemukakan oleh Mc Comb dan Shaw ”mass media have the ability to transfer the saliance of items on their new agendas to public agendas” ( Griffin. Kedua. 2002 : 161 ). memilih fakta atau realitas. ada dua konsepsi framing yang saling berkaitan.

sintaksis menunjuk pada pengertian susunan dari bagian berita dalam satu kesatuan teks berita secara keseluruhan. struktur skrip (bagaimana wartawan menceritakan peristiwa ke dalam bentuk berita ). mengorganisasikan. Judul digunakan untuk menunjukkan bagaimana wartawan mengkonstruksi suatu isu. profesi jurnalistik. episode. dan konsepsi sosiologis melihat frame dari sisi lingkungan sosial yang dikonstruksi seseorang. kalimat.yang pertama adalah proses konstruksi atas peristiwa atau realita melibatkan nilai-nilai sosial yang melekat dalam diri seorang wartawan. sintaksis adalah susunan kata atau frase dalam kalimat. wartawan pasti mempertimbangkan kondisi khalayak yang akan membaca beritanya. Selain judul. perangkat framing yang digunakan dibagi dalam empat struktur besar. dan standar profesional dari wartawan. Pada berita. Yang ketiga. Yang kedua. Kedua konsepsi tersebut diaplikasikan pada proses mencari tahu bagaimana sebuah peristiwa dikonstruksi oleh wartawan dan bagaimana berita atas peristiwa tersebut diproduksi. struktur tematik (bagaimana wartawan mengungkapkan pandangannya atas peristiwa ke dalam preposisi. lead.Sedangkan dalam konsepsi sosiologis framing dipahami sebagai prosesbagaimana seseorang mengklasifikasikan. Dalam model ini. Dalam model anaalisis Framing Pan dan Kosicki. Adapun penjabaran dari keempat struktur tersebut adalah sebagai berikut: • Sintaksis Dalam pengertian umum. kedua konsepsi tersebut diintegrasikan. yaitu struktur sintaksis (penyusunan peristiwa dalam bentuk susunan umum berita ). ketika menulis dan mengkonstruksi yang . Bentuk sintaksis yang paling banyak digunakan adalah piramida terbalik Yang dimulai dengan judul. lead adalah perangkat 6 . dan menafsirkan pengalaman sosialnya untuk mengerti dirinya dan realitas di luar dirinya. Ada tiga hal dalam proses produksi berita yang dapat dikaitkan dengan konsepsi psikologis dan sosiologis. dan struktur retoris (bagaimana wartawan menekankan arti tertentu ke dalam berita ). seringkali dengan menekankan makna tertentu lewat pemakaian tanda baca khusus. Konsepsi psikologis melihat frame sebagai persoalan internal pikiran seseorang. proses konstruksi sebuah peristiwa juga ditentukan oleh standar kerja. dan penutup. atau hubungan antarkalimat yang membentuk teks secara keseluruhan). latar.

why. hingga akhir. Cara menceritakan suatu peristiwa dapat menjadi penanda framing yang ingin ditampilkan. Kedua. when. klimaks. menghubungkan poin tertentu dari pandangannya kepada pejabat yang berwenang. what. Bagian ini sering dimaksudkan untuk menampakkan objektivitas. Unsur kelengkapan berita ini dapat menjadi penanda framing yang penting. who. Bentuk umum dari struktur skrip ini adalah pola 5W+1H. bagaimana suatu peristiwa dipahami melalui cara tertentu dengan menyusun bagian-bagian dengan urutan tertentu.sintaksis lain yang sering digunakan. Yang pertama. mengecilkan pendapat atau pandangan tertentu yang dihubungkan dengan kutipan atau pandangan mayoritas sehingga pandangan tersebut terlihat menyimpang. where. untuk mengklaim validitas atau kebenaran dari pernyataan yang dibuat dengan mendasarkan diri pada klaim otoritas akademik. dan how. Hal ini disebabkan oleh dua hal. banyak laporan berita yang berusaha menunjukkan hubungan peristiwa yang ditulis dengan peristiwa sebelumnya. Kedua. Skrip adalah salah satu strategi wartawan dalam mengkonstruksi berita . Skrip memberikan tekanan mana yang didahulukan dan bagian mana yang dipakai untuk menyembunyikan informasi penting. 7 . peristiwa biasanya sengaja diramu sedemikian rupa dengan melibatkan unsur emosi dan menampilkan peristiwa tampak sebagai sebuah kisah dari awal adegan. Pengutipan sumber ini menjadi perangkat framing atas tiga hal. berita umumnya mempunyai orientasi menghubungkan teks yang ditulis dengan lingkungan komunal pembaca. • Skrip Laporan berita sering disusun sebagai suatu cerita. Bagian berita lain yang penting diperhatikan adalah pengutipan sumber Berita .yang pertama. Karenanya. Lead yang baik biasanya memberikan sudut pandang dari berita dan menunjuk perspektif tertentu dari realita yang diberitakan. Ketiga.

Dengan demikian. tetapi juga menunjukkan bagaimana pemaknaan seseorang terhadap fakta atau realitas. Peristiwa yang sama dapat digambarkan dengan pilihan yang berbeda-beda. Struktur tematik berhubungan dengan bagaimana fakta itu ditulis. seorang wartawan mempunyai tema tertentu atas suatu peristiwa. Elemen grafis muncul dalam bentuk foto. Ada beberapa elemen struktur retoris yang dipakai oleh wartawan. dan menunjukkan apakah suatu informasi itu dianggap penting dan menarik sehingga harus menjadi fokus 8 . proposisi. atau kalimat.• Tematik Struktur tematik dapat diamati dari bagaimana peristiwa itu diungkapkan atau dibuat oleh wartawan. • Retoris Struktur retoris dari wacana berita menggambarkan pilihan gaya atau kata yang dipilih oleh wartawan untuk menekankan arti yang ingin ditonjolkan oleh wartawan. Elemen grafik memberikan efek kognitif. Dia antaranya adalah koherensi pertalian antar kata. mengontrol perhatian secara intensif. kalimat yang dipakai. Selain lewat kata. pilihan kata yang dipakai tidak semata-mata hanya karena kebetulan. penempatan dan penelitian sumber ke dalam teks berita secara keseluruhan. gambar. penekanan pesan dalam berita juga dapat dilakukan dengan menggunakan unsur grafis. dan tabel untuk mendukung gagasan atau untuk bagian lain yang tidak ingin ditonjolkan. Dalam menulis berita .Yang paling penting adalah leksikon dan pemilihan kata untuk menandai atau menggambarkan peristiwa. Ada beberapa elemen yang dapat diamati dari strukturini.

Obyek Penelitian objek penelitian dilakukan pada surat kabar harian Media Indonesia .3 Metode Analisis Metode analisis pada penelitian ini adalah metode analisis framing dengan mengunakan analisa data model Zhongdang Pan dan Gerald . Kosicki.M. Dimana penelitian ini berusaha memaparkan berita tentang “ Ibu Tega Bunuh Anak Kandung “ pada harian media Indonesia edisi juni 2009. Sumber Data Data yang diambil untuk dijadikan suatu sumber dalam penelitian ini adalah • Primer Data primer bersumber dari pemberitaan pada surat kabar harian Media Indonesia 9 . 3.BAB III METODELOGI PENELITIAN 3. Objek yang dimaksud adalah semua pemberitaan mengenai pemberitaan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh ibu terhadap anak kandungnya sendiri dalam berita Ibu Tega Bunuh Anak Kandung pada harian media Indonesia edisi juni 2009.4.2.1. adalah Kualitatif deskriptif . Jenis Penelitian Jenis Penelitian Pada penelitian ini . 3. 3.

Data sekunder bisa berupa dokumen. dengan menggorok leher bayi itu.Tekhnik Analisa Data Penelitian ini menggunakan tekhnik analisa data Framing dengan model analisis dari Zhongdang Pan dan Gerald . berikut analisa datanya : SINTAKSIS • • Headline Lead : Ibu Tega Bunuh Anak Kandung : Menceritakan tentang seorang pembantu Rumah tangga bernama made wijayanti ( 29 ) tega membunuh bayi laki – laki yang baru dilahirkannya . maupun laporan-laporan tertentu yang didapat oleh peneliti dari berbagai sumber. 3. Kosicki.• Sekunder Data sekunder adalah data-data pendukung lainnya yang diperoleh tidak secara langsung. • • Sumber Penutup : Harian Media Indonesia Edisi Juni 2009 : berita ini ditutup dengan pernytaan psikiater Ukrida yang bernama Andri . dimana dia mengajukan bahwa banyak cara yang dilakukanb untuk menimalisasi kasus ini.dan membuat dokumentasi berita ini pada pemotongan berita di Koran Media Indonesia edisi juni 2009. dan bayi laki – lakinya dibunuh dengan cara yang sangat sadis . 3.6.5.M. arsip. disuga aksi nekat wanita aal denpasar bali ini dilakukan di tempat kerja majikannya . Tekhnik Pengumpulan Data Penulis melakukan pengumpulan data dengan cara mengamati berita tentang kasus ini . 10 .

Hal ini jelas terlihat dari kata – kata kutipan sumber.dan berita penutup. yang terdiri dari paragraf pembuka dan 11 . : saat ini wijayanti masih dalam tahap pemeriksaan petugas polsek penjaringan dan meminta keterangan sejumlah saksi termasuk majikan tersangka untuk mengetahui dugaan adanya motif lain dibalik pembunuhan sadis itu dan petugas polsek penjaringan juga meminta seluruh barang bukti terkait kasus ini. Cara wartawan menulis berita dengan menggunakan kalimat tidak baku.30 WIB : Peristiwa ini terjadi di tempat kerja Majikannya bernama Daniel dilantai 3 ruko permata kota Blok J . Jalan Tubagus Angke RW 01 . karena berita ini memaparkan kejadian atas peristiwa pembunuhan seorang ibu • Bentuk Kalimat : terhadap anaknya. ini terdiri dari 9 paragraf . seorang pembantu Rumah Tangga : Pembunuhan Terhadap anak kandungnya ( ibu tega Bunuh Anak Kandung ) : Peristiwa ini Terjadi Rabu ( 17 /6) pukul 23. Penjaringan . Jakarta Utara. TEMATIK • Kata ganti : Kata ganti yang dipakai wartawan / penulis berita adalah kata ganti orang ketiga sebagai orang yang menulis berita .SKRIP • • • • Who What When Where : Made Wijayanti ( 29 ) . • • Why How :Wijayanti nekat membunuh bayi laki –lakinya itu karena malu hasil hubungan gelap.

• Maksud : Cara wartawan menulis berita tentang kasus ini secara jelas . RETORIS • Penekanan pesan : dalam kata “ Faktor malu dan dikucilkan masyarakat dan keluarga menjadi faktor salah satu penyebab seorang ibu nekat membunuh bayinya “ • Grafis : tidak ada unsur grafis didalam berita ini karena penulis berita tidak mencantumkan foto maupun unsur grafis lainnya. dimana pemberitaan tentang berita ibu tega bunuh anak kandung mendapat perhatian besar dari khalayak dan wartawan / penulis ingin memaparkan kejadiaan yang sebenar – benarnya. 12 .

Dan hasil penelitian menjelaskan bahwa headline didalam berita ini tentang “ ibu Tega Bunuh Anak kandungnya “ memiliki sebagian besar perangkat framing diantaranya Sintaksis yang salah satunya penulis berita berusaja memaparkan Lead kedalam bentuk reka kejadian persitiwa . lalu Skrip dimana penulis berita memaparkan fakta kejadian peristiwa ini .selain itu tematik dimana penulis berita tidak menggunakan kalimat baku dalam penulisan pemberitaan ini. Dan retoris walaupun berita ini tidak secara grafis tidak menonjolkan peristiwa sehingga tidak memberikan efek kognitif. 13 .Kesimpulan Kesimpulan dari penelitian ini adalah surat kabar harian Media Indonesia dalam berita ini menonjolkan fakta bahwa kasus pembunuhan anak yang dilakukan oleh seorang ibu memang banyak terjadi . dan mengontrol perhatian secara intensif.

hal tersebutlah yang mendasari banyak musisi muda berdatangan ke kancah musik indonesia untuk bersaing dalam membuat karya sebuah lagu yang mereka ciptakan. Latar Belakang Masalah Dewasa ini . belajar maupun dalam saat santai. manusia tidak bisa hidup tanpa mendengarkan lagu.karena dengan lagu mereka bisa memotivasi hobi sekaligus cita – cita mereka untuk menjadi musisi yang sukses.PROPOSAL KUALITATIF JUDUL : “ ANALISIS SEMIOTIKA LIRIK LAGU KUPU – KUPU LIARKU KARYA SLANK “ BAB I PENDAHULUAN 1. Lagu juga dapat meningkatkan motivasi untuk melakukan kegiatan dalam bekerja .1. Lagu merupakan irama kuat yang dapat membawa situasi hati seseorang dalam kehidupan sehari – harinya. 14 .

misalnya lagu pop yang bisa didaur ulang menjadi musik melayu atau musik melayu yang kini banyak didaur ulang menjadi musik Pop maupun banyak musisi – musisi junior yang mengambil lagu yang akan mereka nyanyikan dari para musisi – musisi senior. penelitian ini dilakukan semata – mata untuk mengetahui makna apa yang terkandung pada lagu “ kupu – kupu liarku “ karya slank dan bagaimana semiotika yang muncul pada lagu ini mengapa mengandung makna negatif didalam masyarakat. tetapi tidak menutup kemungkinan bagi para musisi senior yang telah jatuh bangun berkarya untuk musik indonesia masih dapat membuat lagu yang briliant . Atas dasar inilah . Fenomena musik atau lagu sendiri banyak bermunculan dari mulai jenis musik melayu sampai rock sesuai kesukaan para penikmat musik itu sendiri. Selama ini slank selalu menyuguhkan lagu . dimana mereka tidak hanya menyuguhkan lirik atau syair lagu – lagu yang memikat hati tetapi kini para musisi lebih sering mengobral gaya khas mereka di atas panggung.Sekarang banyak musik atau lagu yang menjadi fenomena. Slank juga selalu mampu memberikan karya – karya musik yang bisa dinikmati oleh siapa saja . Walaupun banyak fenomena lagu seperti di atas . Banyak lagu maupun jenis musik dulu yang didaur ulang menjadi lagu yang syairnya sama tetapi memakai jenis musik yang berbeda . atas dasar ituah sampai kini.lagu yang mempunyai makna dibalik setiap syairnya . Slank bisa mampu masuk dalam jajaran musisi papan atas. Lagu ini menjelaskan bahwa ada seorang pria yang mencintai seorang wanita yang mempunyai pekerjaan sebagai pekerja seks komersil.karya – karyanya sudah banyak dikenal diluar negeri contohnya di malaysia bahkan sudah terkenal di america serikat. Dimana kata ini mengandung makna negatif untuk masyarakat. yaitu kata “ kupu – kupu liarku “. contohnya Slank . Karena kemunculan judul maupun musisinya sendiri yang bisa menarik hati para penikmat musik. 15 . salah satu contohnya adalah Lagu yang Berjudul “ Kupu – Kupu Liarku “ lagu ini mempunyai makna dibalik judulnya karena judul lagu ini memakai kata kiasan yang khas . slank merupakan Grup band yang bisa dibilang senior di dunia musik indonesia.

dan Representasi (2007)) karya Roland Barthes.2.4.MANFAAT PENELITIAN • • • • Memberi sumbangsih ilmiah dalam studi semiotika mengenai lagu Kupu – kupu liarku karya slank Memberikan kemudahan serta bantuan berupa suatu acuan penelitian bagi peneliti yang nantinya bisa untuk dijadikan pedoman dalam melakukan sebuah penelitian.1. TINJAUAN PUSTAKA Kajian tentang semiotika banyak berhutang pada karya perintis yang menjadi contoh di bidang ini yaitu Mythologies (terj: Membedah Mitos-Mitos Budaya Massa: Semiotika atau Sosiologi Tanda.3. TUJUAN PENELITIAN • • untuk mengkaji makna social dibalik kumpulan makna – makna pada Lagu kupu – kupu liarku karya slank untuk mengkaji bagaimana analisa semiotika secara terperinci pada lagu kupu – kupu liarku karya Slank 1. Analisis semiotika diterapkankannya terhadap hal-hal tersebut menjadi satu rujukan awal yang penting bagi kajian semiotika selanjutnya 16 . Dapat sebagai bahan pertimbangan dalam mengkonstruksi dan mengembangkan suatu musik atau lagu yang akan disajikan untuk masyarakat 1.5. Karya tersebut membahas pernak-pernik budaya massa yang ada pada masa kontemporer ini mulai dari sabun cuci hingga gulat bebas beserta makna yang dapat terbaca darinya. Mahasiswa dapat mempraktekkan ilmu yang sudah ia dapat dalam kehidupan nyata untuk melakukan penelitian. RUMUSAN MASALAH “ Bagaimana analisis Semiotik pada Lirik Lagu “ kupu – kupu liarku “ karya Slank ? 1. Simbol.

BAB II KERANGKA TEORI 2. baik lisan maupun tulisan. Demikian pula dengan penyanyi sebagai komunikator untuk menyampaikan pesannya yang berbentuk Lagu dengan media 17 .1 Musik Dan Komunikasi Massa Komunikasi massa merupakan penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dalam jumlah yang besar melalui media massa. Demikian halnya media massa yang mempunyai beberapa bentuk seperti cetak dan elektronik. Dengan demikian komunikan dapat leluasa memilih bentuk pesan dan melalui media apa pesan tersebut akan dasampaikan. Pesan dapat memiliki berbagai macam bentuk.

Soemirat & Komala. Sedangkan dari karakteristiknya.3). komunikan anonym dan heterogen. 18 .seperti kaset. Permainan bahasa ini dapat berupa permainan vokal. disini penyanyi sebagai komunikator yang memberikan pesan secara searah pada pendengrarnya. mengutamakan isi. karakteristik dan fungsi yang sama dengan komunikasi massa. gaya bahasa maupun penyimpangan makna kata dan diperkuat dengan penggunaan melodi dan notasi musik yang disesuaikan dengan lirik lagunya sehingga pendengar semakin terbawa dengan apa yang dipikirkan pengarangnya (Awe. maksudnya adalah dimana komunikator atau penyanyi tidak mengenal komunikannya yang terdiri dari lapisan masyarakat yang berbeda. 1. dalam hal ini lirik Lagu pada dasarnya adalah pesan yang nantinya akan disampaikan pada khalayak melalui media tertentu. 2.2 Lirik Lagu Lirik Lagu merupakan ekspresi seseorang tentang suatu hal yang sudah dilihat. Musik merupakan salah satu bentuk komunikasi massa. CD (compact disk) maupun VCD (video compact disk). Musik. 1.51). p. didengar maupun dialaminya. linier dan berifat sekilas (Karlinah. p.3). Dalam mengekspresikan pengalamannya. Dilihat dari definisinya yaitu komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (Karlinah. Soemirat &Komala. 1999. seperti yang dijelaskan oleh Wright (1985) ada 8 karakter komunikasi massa. 2003. Lalu komunikatornya terlembaga yaitu adalah pesan yang sampai ke komunikan melalui proses yang memerlukan banyak pihak. penyair atau pencipta Lagu melakukan permainan kata-kata dan bahasa untuk menciptakan daya tarik dan kekhasan terhadap lirik atau syairnya. yaitu : komunikatornya terlembaga. karakter keduanya ada kesamaan yaitu pesannya bersifat linier dimana hubungan komunikasinya searah dari komunikator pada komunikannya. Musik dapat dimasukkan dalam suatu bentuk komunikasi massa karena memiliki beberapa unsur. 1999. menimbulkan keserempakan. p. pesan bersifat umum. Kemudian komunikan anonim dan haterogen.

14-15). Hal serupa juga dikatakan oleh Jan van Luxemburg (1989) yaitu definisi mengenai teks-teks puisi tidak hanya mencakup jenis-jenis sastra melainkan juga ungkapan yang bersifat pepatah. Pesan dapat memiliki berbagai macam bentuk. Sedangkan menurut Herman J. baik lisan maupun tulisan. pesan iklan. Maksudnya bahasa yang digunakan harus dibedakan dengan bahasa sehari-hari atau bahkan bahasa ilmiah. 1989. Dalam fungsinya sebagai media komunikasi. sebuah karya sastra merupakan karya imajinatif yang menggunakan bahasa sastra. lagu juga sering digunakan sebagai sarana untuk mengajak bersimpati tentang realitas yang sedang terjadi maupun atas cerita-cerita imajinatif.Definisi lirik atau syair Lagu dapat dianggap sebagai puisi begitu pula sebaliknya. p. maka harus diketahui apa yang dimaksud dengan puisi. Lirik lagu memiliki bentuk pesan berupa tulisan kata-kata dan kalimat yang dapat digunakan untukmenciptakan suasana dan gambaran imajinasi tertentu kepada pendengarnya sehingga dapat pula menciptakan makna-makna yang beragam. 2003. Pada kondisi ini. Dengan demikian lagu juga dapat digunakan untuk bebagai 19 . 49). membujuk dan pada akhirnya mengubah sikap pembaca (Wellek & Warren. lagu sekaligus merupakan media penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dalam jumlah yang besar melalui media massa. Bahasa sastra merupakan bahasa yang penuh ambiguitas dan memiliki segi ekspresif yang justru dihindari oleh ragam bahasa ilmiah dan bahasa sehari-hari (Awe. semboyan-semboyan politik. syair-syair lagu pop dan doa-doa. Waluyo (1987) mengatakan puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengkonsentrasikan semua kekuatan bahasa pada struktur fisik dan struktur batinnya. Karena sifat yang ambigu dan penuh ekspresi ini menyebabkan bahasa sastra cenderung untuk mempengaruhi. Lagu yang terbentuk dari hubungan antara unsur musik dengan unsur syair atau lirik lagu merupakan salah satu bentuk komunikasi massa. Dari definisi diatas. Jika definisi lirik lagu dianggap sama dengan puisi. Puisi menurut Rachmat Djoko Pradopo (1990) merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting dan digubah dalam wujud yang berkesan. p.

14-15). bahkan lagu dapat digunakan untuk memprovokasi atau sarana propaganda untuk mendapatkan dukungan serta mempermainkan emosi dan perasaan seseorang dengan tujuan menanamkan sikap atau nilai yang kemudian dapat dirasakan orang sebagai hal yang wajar. 2001. Sedangkan yang disebut tanda dapatberupa gambar atau tulisan (Kurniawan. Tanda. Maka untuk menemukan makna dari pesan yang ada pada lirik lagu . 2. dipengaruhi oleh persepsi dan budaya. Tanda atau sign menurut Littlejohn adalah basis dari seluruh komunikasi (1996. 1989. digunakanlah metode semiotika yang notabene merupakan bidang ilmu yang mempelajari tentang sistim tanda. Semiotika.3. Contohnya Jika pesan dalam lirik lagu oleh propagandis diketengahkan tentang ketidakadilan dan ketimpangan-ketimpangan sosial dan secara tidak langsung menempatkan pemerintah sebagai pihak yang harusnya bertanggung jawab pada keadaan itu.tujuan. serta bagaimana tanda membantu manusia memaknai keadaan sekitarnya.53). menuntut bahkan melawan pemerintah sebagai pihak yang bertanggungjawab dengan berbagai bentuk. Propaganda melalui maupun tidak melalui lirik lagu tetap memiliki efek yang kompleks. Oleh karena bahasa dalam hal ini kata-kata. Semiotika dalam definisi Ferdinand de Saussure adalah ilmu yang mempelajari peranan tanda dalam kedudukannya sebagai bagian dari suatu kehidupan 20 . dan Kode Untuk dapat memahami apa yang dimaksud dengan konsumsi tanda pada masyarakat atau konsumen maka terlebih dahulu perlu dipahami pengertian tentang tanda dan pertandaan. Mulai dari bagaimana tanda itu diartikan. pengobar semangat seperti pada masa perjuangan. khususnya yang digunakan dalam lirik lagu tidak seperti bahasa sehari-hari dan memiliki sifat yang ambigu dan penuh ekspresi ini menyebabkan bahasa cenderung untuk mempengaruhi. membujuk dan pada akhirnya mengubah sikap pembaca (Wellek & Warren. Pemikiran terkait dengan tanda dikaji dalam disiplin yang disebut semiotika.p. p. misalnya menyatukan perbedaan. 64). khalayak menjadi marah. bukan tidak mungkin hanya melalui lagu . benar dan tepat.

Disinilah perbedaan utama gagasan Peirce apabila dibandingkan dengan teori tanda yang digagas oleh Saussure. Dengan demikian semiotika dapat dipahami juga sebagai teori kebenaran. atau barangkali suatu tanda yang lebih berkembang. Umberto Eco. Suatu hal yang tidak dapat dijadikan alat dusta tidak akan dapat pula dijadikan alat kebenaran. Tanda adalah sesuatu yang dikaitkan pada seseorang untuk sesuatu dalam beberapa hal atau kapasitas. Istilah pertama inilah yang saat sekarang digunakan secara lebih luas guna menyebut kajian tentang tanda. Yang pertama lebih senang menyebut kajiannya tentang tanda dengan sebutan semiotika sedangkan yang kedua menyebutnya dengan semiologi. Tanda dapat dimasukkan dalam tiga kategori yaitu ikon.sosial (Piliang. Tanda yang diciptakannya saya namakan interpretant dari tanda pertama. dan simbol. Indeks adalah sebuah tanda yang memiliki hubungan langsung dengan 21 . Dua rintisan gagasan utama terkait dengan tanda berasal dari C S Peirce dan Ferdinand de Saussure. yakni. 2003: 256). Ikon adalah sebuah tanda yang menyerupai objeknya seperti sebuah foto misalnya. Gambar 1. Peranan keduanya dianggap sama pentingnya dalam rintisan kajian tentang tanda. Tanda itu menunjukkan sesuatu. suatu tanda yang setara bahkan lebih berkembang dalam benak seseorang yang merujuk pada objek tertentu. Tanda menunjuk pada seseorang. Tampak dalam pemikiran Peirce adanya relasi tak terpisahkan antara tanda dan interpretant dengan objek yang dirujuknya. Suatu tanda adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk membuat dusta meskipun juga dapat dijadikan pembuat kebenaran. Suatu tanda akan dapat dipahami dalam relasinya dengan interpretant. Gagasan lain dari Peirce yang penting dalam perkembangan pengertian tentang tanda adalah kategorisasinya terhadap tanda. yakni objeknya. interpretant. dan objek. (Peirce dalam Zeman sebagaimana dikutip oleh Fiske (2004: 63)) Apabila disusun dalam model sebagai berikut (Fiske. sebagaimana dikutip dalam Piliang (2003: 44) menambahkan definisi yang menarik bahwa semiotika pada dasarnya adalah teoridusta. Gagasan Pierce tentang tanda dapat dilihat dalam kutipan sebagai berikut. menciptakan di benak orang tersebut suatu tanda yang setara. Skema gagasan Peirce tentang tanda Skema tersebut menunjukkan satu relasi segi tiga antara tanda. 2004: 63). indeks. Yang pertama salah satu tokoh filsafat aliran pragmatisme Amerika sedangkan yang kedua ialah ahli bahasa berkebangsaan Swiss.

48 WIB). sebagimana dijelaskan oleh Adian (2006: 41). tanda dalam gagasan Saussure dapat dikatakan terlepas dari rujukan objeknya sehingga bahasa adalah suatu yang otonom dari realitas (Adian. perbedaan ini meliputi dua dimensi yaitu sintagmatik terkait posisi suatu tanda dan paradigmatikTanda . 22 . Simbol adalah tanda yang tidak memiliki keterkaitan atau kemiripan dengan objeknya. Penanda . Tanda Interpretant Objek Tanda dalam gagasan Saussure. 2003: 259-260). jadi sebuah simbol dapat dipahami berdasarkan kesepakatan belaka (Fiske. dapat dipahami sebagai paduan tak terpisahkan antara penanda misalkan dalam bahasa adalah suatu citraan bunyi (misalkan huruf k/u/r/s/i) dengan petanda yaitu konsep mental tentang objek yang dirujuk (misalkan suatu tempat duduk). Makna suatu tanda berasal dari perbedaan antar berbagai penanda. Pertandaan Realitas eksternal atau makna yaitu terkait dengan penggantian satu tanda dengan tanda lainnya yang absen. Saussure menyebut istilah paradigmatik sebagai asosiatif namun saat ini istilah paradigmatik yang digagas oleh Roman Jacobson lebih sering digunakan (Chandler. 2004: 68-69). 2006: 41). Dimensi kedua adalah dimensi sintagma yaitu kombinasi tanda dengan tanda lain dari perbendaharaan yang ada dalam sebuah aturan sehingga menghasilkan satu makna tertentu (Piliang. Dimensi ini dapat dipahami dengan permisalan adalah perbendaharaan sekian ribu kata dalam sebuah kamus. sebagaimana dikutip oleh Piliang (2003: 259). usir. Penanda dalam pemikiran Saussure dekat dengan konsep tanda dalam pemikiran Peirce sedangkan petanda dekat dengan konsep interpretant Peirce (Fiske. 2003. Berbeda dengan Peirce. dan sebagainya. Petanda . kasir. adalah semata-mata perbedaan. diakses 8 Juni 2008 jam 8.objek seperti asap adalah indeks dari api. Dimensi paradigma yaitu perbendaharaan tanda yang melaluinya dipilih salah satutanda. yang menghasilkan satu hubungan adalah perbedaan antara kata kursi dengan kata kusir. 2004: 65). Tidak ada satu hubungan Langsung antara (k/u/r/s/i) dengan tempat untuk duduk. Aturan utama dalam bahasa menurut Saussure. Karenanya dalam pandangan strukturalisme bahasanya Saussure pada relasi antar tanda lebih utama dibandingkan dengan hakikat tanda.

menurut Chandler (2003. ANALISA SEMIOTIK ROLAND BARTHES Roland barthes adalah penerus pemikiran soussure. diakses 8 Juni 2008 jam 8. • Konotasi Makna – makna cultural yang melekat pada sebuah terminology • Metafora 23 . mengaitkan mereka semua dalam kerangka nterpretatif. Kode menunjukkan aspek sosial dari tanda karena sifat konvensional atau berdasar kesepakatan dari pengguna tanda (Fiske. tetapi kurang tertarik pada kenyataan bahwa kalimat yang sama bisa saja menyampaikan makna yang berbeda pada orang yang berbeda situasinya. tidak semata-mata dipahami sebagai sebuah konvensi atau kesepakatan dalam komunikasi namun lebih merupakan satu sistem prosedural yang mengorganisasi tanda menjadi sistem yang bermakna dengan mengaitkan penanda dengan petanda. Kode akan mentransendensikan teks. Roland Barthes meneruskan pemikiran tersebut dengan menekankan interaksi antara teks dengan pengalaman personal dan cultural pengunanya .48 WIB).Tanda dalam kehidupan sosial akan tunduk kepada apa yang disebut sebagai kode. Gagasan barthes ini dikenal dengan “ order of significations “ Tataran pertandaannya .4. interaksi antara konvensi dalam teks dengan konvensi yang di alami dan diharapkan oleh penggunanya. suatu kesepakatan berisi aturan-aturan bagaimana tanda akan diorganisasikan oleh masyarakat pengguna kode tersebut. Saussure tertarik pada cara kompleks pembentukan kalimat dan cara bentuk – bentuk kalimat menentukan makna . 2. Kode. terdiri dari : • Denotasi Makna kamus dari sebuah kata atau terminology atau objek. Ini adalah deskripsi dasar. 2004: 91-92).

Mengkomunikasikan dengan analogi. sadar ataupun tidak sadar BAB III METODELOGI PENELITIAN 3. Contoh mtafora yang didasarkan pada identitas . Jenis Penelitian 24 . artinya sebuah bagian digunakan untuk mengasosiakan keseluruhan bagian tersebut • Intertextual Hubungan antartext ( tanda ) dan dipakai untuk memperlihatkan bagaimana teks saling bertukar satu dengan yang lain .1. artinya mawar merah digunakan untuk menganologikan cinta. “ cintaku adalah mawar merah “ . • Simile Subkategori metaphor dengan menggunakan kata – kata seperti metafora berdasarkan identitas. Sedangkan simile berdasakan kesamaan • Synecdoche Dubkategori metomini yang memberikan makna “ keseluruhan “ atau “ sebaliknya “ .

5 Teknik Pengumpulan Data • Observasi 25 . 3. 3. Metode Analisis Metode analisis pada penelitian ini adalah metode analisis semiotika dengan memakai model semiotika roland barthes. adalah Kualitatif deskriptif . 3.3. Setelah itu di observasi sehingga menemukan hasil data primer. 3. Obyek Penelitian Obyek Penelitian Pada penelitian ini adalah Lirik lagu dengan judul lagu kupu – kupu liarku karya Slank.2. Sumber Data • Data Primer Sumber Data ini diperoleh dengan menganalisis lirik lagu slank yang berjudul kupu – kupu malam di internet dan mendengarkan cuplikan lagu ini di media elektronik.4. • Data Sekunder Data sekunder dari penelitian ini adalah artikel – artikel lagu slank yang berada di sampul Album slank sendiri. Dimana penelitian ini berusaha menganalisis makna – makna yang terkandung didalam lirik lagu “ kupu – kupu liarku “ karya Slank.Jenis Penelitian Pada penelitian ini .

-.Dimana penelitian ini menggunakan tekhnik pengumpulan data observasi melalui cuplikan lagu slank di media elektronik.6. Kata “ Buah Bibir “ yang mempunyai makna konotasi sebagai bibir yg selalu menjadi bahan sebutan (pembicaraan) orang. organ bibir atau mulut manusia yang berbuah. • Konotasi Didalam lirik lagu “ kupu – kupu liarku “ juga mengandung makna konotasi . 3. Kata “ bunga Ranjang “ yang mempunyai arti Bunga yang berada di Ranjang ( Tempat Tidur ) . Teknik Analisa Data MODEL ANALISIS SEMIOTIK LIRIK LAGU KUPU – KUPU LIARKU KARYA SLANK DENGAN ANALISIS SEMIOTIK ROLAND BARTHES • Denotasi Denotasi pada lirik lagu ini adalah kata “ kupu – kupu liar “ yang mengandung arti sebuah serangga yang hidup liar di alam bebas. kata “ Bunga Ranjang “ yang mempunyai makna konotasi sebagai wanita yang paling disegani sebagai wanita pekerja seks 26 . Kata “ Buah Bibir “ yang mengandung denotasi arti . diantaranya kata “ kupu – kupu liar “ yang berarti wanita yang mempunyai pekerjaan sebagai pekerja seks komersil. • Dokumentasi Dimana penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi . dengan cara mendapatkan dokumentasi lirik lagu di situs internet maupun sampul lirik album slank.cakap buah tutur katanya .

• Intertektual Intertektual dari lirik lagu ini adalah Kupu – kupu liarku Terbanglah kau padaku Hinggaplah dihatiku Hisap sari cintaku 27 . • Simile Kata “ Buah Bibirkan kamu Sebagai Bunga Ranjang “ yang mempunyai makna kesamaan bahwa buah bibir seperti bunga ranjang. Kata “ andai memang kamu cukup liar “ mengandung metafor yang berarti memandang wanita dalam lagu ini mempunyai sifat yang liar dan kata ini digunakan untuk menganologikan sifat yang bebas dan tidak mengenal aturan.komersial diantara wanita pekerja seks lainnya yang melakukan pekerjaannya di atas ranjang ( tempat tidur ). • Metonimi Kata kupu – kupu di asosiasikan dengan “ keindahan “ karena kita ketahui kupu – kupu sangat indah dari bentunya yang beragam . • Metafora Kata “ hisap sari Cintaku “ mengandung metafor yang berarti mengambil / mendapatkan rasa dan makna cinta dan kata ini digunakan untuk menganologikan cinta dimana maksud dari kata ini bagaimana seseorang bisa merasakan cinta untuk orang yang disayangi. Kata “ Hisap Sari Cinta “ mengandung arti konotasi sebagai mengambil makna dari sebuah cinta. dan bisa diasosiakan sebagai “ wanita yang memiliki keindahan fisik “ didalam lagu ini.

Kata – kata di atas merupakan itertektual dimana penyair memperlihatkan bagaimana teks saling bertukar satu dengan lainnya. Lirik Lagu Slank “ Kupu – Kupu Liarku “ Walau ku tahu tentang kisahmu Waktu yang lewat atau engkau kini Jangan hindari aku dan jangan kau malu Karena cintaku ini dari hati yang suci Aku tak peduli apa kata mereka Ceritakan segala caci maki Buah bibirkan kamu sebagai bunga ranjang Andai memang kamu cukup liar Koepoe-koepoe liarkoe Terbanglah kau padaku Hisap sari cintaku hinggaplah dihatiku Biar indah tubuhmu Dijamah orang-orang Tapi cinta tulusmu Harus jadi milikku “ ANALISIS SEMIOTIKA IKLAN ROKOK GUDANG GARAM VERSI INDONESIA BARU “ ABSTRAK 28 .dimana kata – kata tersebut mengambarkan perilaku kupu – kupu yang meniru tindakan seorang wanita.

yaitu Untuk mengetahui makna nasionalisme Indonesia terhadap pencerminan makna – makna yang terkandung dalam iklan Rokok gudang garam Versi Indonesia Baru. bahwa terdapat makna – makna yang terkandung dari iklan Gudang Garam versi Indonesia Baru .Penelitian ini berjudul analisis semiotika iklan Gudang Garam Versi Indonesia Baru . tragedi kemanusiaan. dll. Adapun hasil dari penelitian ini .adapun tujuan dari penelitian ini . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan mengambil model analisis semiotik Ferdinand de Saussure Dan sumber data di peroleh dengan menganalisis dan mengamati cuplikan iklan di media televisi setelah itu dokumentasi iklan yang dilihat dari You Tube. bencana alam. dan untuk menginterpretasikan teks ( tanda ) berdasarkan urutan kejadian peristiwa yang memberikan makna untuk iklan Rokok Gudang Garam Versi Indonesia Baru . bom. gejolak sosial. Saatnya kita kembali bangkit dan bersatu untuk wujudkan Indonesia Baru BAB I 29 . Dengan kondisi tersebut kita tidak hanya tinggal diam. dimana makna tersebut mengandung makna nasionalisme yaitu bagaimana kita harus menjaga persatuan dan kesatuan. iklan ini pun menceritakan tentang Ilustrasi kondisi Indonesia yang penuh ujian dan cobaan.dimana latar belakang pada penelitian ini menjelaskan bagaimana fenomena iklan di televisi sekaligus fenomena iklan Gudang Garam yang mengangkat makna Nasionalime.

sampai kita pulang lagi ke rumah dan tidur. Yang sebelumnya tidak tertarik dengan sebuah produk.keluar rumah.model iklan yang disajikan oleh televisi juga sangat bervariasi. Mulai dari bangun tidur. berapa banyak iklan yang kita saksikan . Latar Belakang Masalah Iklan begitu akrab dengan kehidupan kita.PENDAHULUAN 1. stop action maupun animasi dan still. credit title. namun karena iklan yang ditayangkan begitu gencarnya sehingga lama-kelamaan tertarik dan ingin mencobanya. program sponsor. beraktifitas di rumah. merupakan salah satu media yang efektif untuk beriklan. Model iklan yang sekarang ada antara lain adalah superimposed. promo ad. Hal ini dikarenakan iklan televisi mempunyai karakteristik khusus yaitu kombinasigambar. suara dan gerak. Ketika baru muncul televisi swasta. iklan hanya dalam bentuk klip—baik live action. 30 . Oleh karena itu pesan yang disampaikan sangat menarik perhatian penonton. Namun dalam perkembangannya iklan televise mengalami banyak sekali perkembangan. Iklan adalah senjata paling ampuh untuk mempengaruhi konsumen. ad lib. caption. ditempat kerja. property endorsment. backdrop. Lalu berapa banyak iklan yang dapat mempengaruhi kita sehingga kita tertarik untuk membeli produk/ jasa yang ditawarkan. Televisi sebagai media hiburan yang paling digemari oleh masyarakat Indonesia dan bahkan dunia. running text.1.

Misalnya rokok Gudang Garam yang memiliki berbagai varian yaitu Gudang Garam Merah. Gudang Garap Surya Pro.Gudang Garam Tbk merupakan Produsen rokok yang dikenal berani mengeluarkan dana yang besar untuk beriklan. 1996:91). Perusahaan ini mengatakan bahwa iklan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial perusahaannya bagi masyarakat Indonesia 31 . Bagaimana tidak. PT. seperti bentuk kemasan.Penambahan atas produk inilah awal munculnya persaingan. Pengiklan memberikan jasa dan manfaat tambahan pada produk. Kiranya sejalan dengan apa yang ditulis oleh Levit dalam Philip Kotler sebagai berikut: “Jenis persaingan baru berlangsung buannya antar produk yang diproduksioleh perusahaan-perusahaan di pabrik. persyaratan kredit. ada iklan yang bisa membuat kita melebarkan senyum seperti iklan rokok Gudang Garam dan masih banyak lagi iklan-ilan lain yang menghibur. Nama dasar yang digunakan sama dengan penambahan frase untuk membuat citra akan rokok tersebut. jasa pengantaran. pergudangan dan apa saja yang dihargai oleh konsumen” (Levit. Namun tidak dipungkiri banyak juga iklan. Gudang Garam Filter. sehingga menjadi produk yang disempurnakan. melainkan antar segala macam yang mereka tambahkan pada hasil pabrik tersebut. dalam Kotler. namun rokok menjadi gaya hidup yang bisa meningkatkan gengsi melalui pencitraan yang dibuat oleh iklan.iklan yang menyebalkan. periklanan. Selain itu . Dimana ketika orang merokok tidak hanya sekedar menghisap asapnya dan mengeluarkannya lagi. jasa pelayanan. dan beberapa varian lain.Perkembangan iklan yang makin kreatif tersebut menjadikan makin bervariasinya tayangan iklan dan bisa menjadi hiburan tersendiri.

tragedi kemanusiaan. Demikian Untuk melakukan analisis representasi. bencana alam. Dengan kondisi tersebut kita tidak hanya tinggal diam.Gudang Garam Tbk. bom.Gudang Garam Tbk . iklan ini merupakan sebuah kampanye terintegrasi yang berkelanjutan . dll. Maka. makna sesungguhnya tersembunyi di balik tampilan fisik yang dapat dilihat penonton. dalam iklan ini terkandung makna yang implisit di balik simbol-simbol yang ditampilkan. dapat diketahui signifikansi medium dan makna apa yang sesungguhnya ingin dibangun PT. Terkait dengan pemaknaan. penelitian ini akan menggunakan kajian 32 . perusahaan ini banyak menghadirkan iklan – iklan yang memiliki nilai jual tinggi salah satunya iklan gudang garam versi Indonesia baru. peneliti sangat jarang menemukan iklan bertema nasionalisme dalam televisi Indonesia. untuk memperingati hari Kebangkitan Nasional Indonesia. Untuk itu . Sehingga ada beberapa hal yang peneliti ingin meneliti iklan gudang garam versi “ Indonesia Baru “Yang pertama. Saatnya kita kembali bangkit dan bersatu untuk wujudkan Indonesia Baru. Dalam iklan korporatnya.Dalam merealisasikan iklan televisi tersebut.dimana dalam iklan ini. yang ketiga Bila kebanyakan iklan menyampaikan pesannya secara eksplisit. Iklan gudang garam versi Indonesia baru merupakan iklan yang dibuat oleh PT. studi yang biasa digunakan adalah studi semiotika yang memusatkan perhatian pada tanda. sistem penandaan (kode) dan kebudayaan tempat kode itu bekerja.iklan ini Iklan Layanan Masyarakat (ILM) bertema "KEBANGKITAN NASIONAL" dalam rangka menumbuhkan kembali nilai-nilai Kebangsaan & Nasionalisme Indonesia dan berjudul “ INDONESIA BARU “. gejolak sosial.iklan ini pun menceritakan tentang Ilustrasi kondisi Indonesia yang penuh ujian dan cobaan. Yang kedua.

• Untuk mengetahui makna nasionalisme Indonesia terhadap pencerminan makna – makna yang terkandung dalam iklan Rokok gudang garam Versi Indonesia Baru. Tujuan Penelitian • Untuk mengkaji makna social dibalik kumpulan makna – makna pada iklan Rokok Gudang Garam Versi “ Indonesia Baru “.4. • untuk menginterpretasikan teks ( tanda ) berdasarkan urutan kejadian peristiwa yang memberikan makna untuk iklan Rokok Gudang Garam Versi Indonesia Baru .3.Gudang Garam Tbk versi Indonesia Baru.semiotika untuk menganalisis makna – makna dalam iklan korporat PT.2. serta sebagai bahan kepustakaan jurusan Ilmu Komunikasi di bidang semiotika. 33 . Manfaat Penelitian • Memberikan kemudahan berupa suatu acuan penelitian bagi peneliti yang nantinya bisa dijadikan pedoman dalam melakukan sebuah penelitian semiotik pada iklan layanan suatu produk. Rumusan Masalah Bagaimana Analisa semiotika Iklan Rokok Gudang Garam Versi “ Indonesia Baru “ ? 1. 1. 1. • Penelitian ini juga dapat menjadi bahan referensi mengenai iklan korporat sebagai salah satu jenis iklan di samping iklan produk dan iklan layanan masyarakat.

Konsep – Konsep dari Bunyi dan Gambar disebut “ Signified “ 34 . hubungan dengan tanda – tanda lain .1.1. Analisis Semiotika ( kriyantono . 2. 2. penerimaannya oleh mereka yang menggunakannya.1. Bunyi – Bunyi dan Gambar yang disebut “ Signifier “ 2. ilmu ini mengangap bahwa fnomena sosial atau masyarakat dan kebudayaan itu merupakan tanda – tanda.1. tanda terbuat atau terdiri dari : 1. Pemikiran penggunaan tanda merupakan hasil pengaruh dari berbagai konstruksi sosial dimana pengguna tanda tersebut berada. iklan . aturan – aturan . Menurut Preminger ( 2001) . Tujuan Analisis Semiotik Analisis semiotik berupaya menemukan makna tanda termasuk hal – hal yang tersembunyi dibalik sebuah tanda ( teks . BAB II KERANGKA TEORI 2. Model Semiotika Ferdinand De Sousure ( kriyantono . studi tentang tanda dan segala yang berhubungan dengannya . Semiotik mempelajari sistem – sistem . konvensi – konvensi yang memungkinkan tanda – tanda tersebut mempunyai arti. berita ). Pengertian Semiotika Semiotik adalah ilmu tentang tanda – tanda .• Penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan kajian studi ilmu sosial / komunikasi yaitu penggunan media massa sebagai media periklanan. 2008 : 263 .1.264 ) 2. cara berfungsinya . pengirimannya . 2008 : 267 ) Menurut saussure .3.2.

misalnya foto atau peta.Saussure menyebut signifier sebagai bunyi atau coretan bermakna. yang berarti ada struktur yang pasti atau kode yang membantu menafsirkan makna. maka makna signifier harus dipelajari.44). Pada dasarnya apa yang disebut signifier dan signified tersebut adalah produk kultural. Hubungan diantara keduanya bersifat abriter (manasuka) dan hanya berdasarkan konvensi. • Simbol adalah sebuah tanda di mana hubungan antara signifier dan signified semata-mata adalah masalah konvensi.1996. 1996. sedangkan signified adalah gambaran mental atau konsep sesuatu dari signifier. Hubungan antara signifier dan signified ini dibagi tiga yaitu (van Zoest. p. signification adalah upaya dalam memberi makna terhadap dunia (Fiske. p. 1990.23) 35 . misalnya asap adalah indeks dari api. kesepakatan atau peraturan dari kultur pemakai bahasa tersebut. Dengan kata lain. baik pilihan bunyi-bunyinya maupun pilihan untuk mengaitkan rangkaian bunyi tersebut dengan benda atau konsep yang dimaksud. p. Hubungan antara keberadaan fisik tanda dan konsep mental tersebut dinamakan signification. • Indeks adalah tanda yang kehadirannya menunjukkan adanya hubungan dengan yang ditandai.23) : • Ikon adalah tanda yang memunculkan kembali benda atau realitas yang ditandainya. kesepakatan atau peraturan (van Zoest. Hubungan antara signifier dan signified tidak bisa dijelaskan dengan nalar apapun. Karena hubungan yang terjadi antara signifier dan signified bersifat arbitrer.

maka semuanya dapat juga dipandang sebagai tanda-tanda.kaitan dan kesan yang ditimbulkan dan diungkapkan melalui penggunaan dan kombinasi tanda. Berdasarkan pandangan semiotik . tersembunyi. Semiotik berusaha menggali hakikat sistem tanda yang beranjak ke luar kaidah tata bahasa dan sintaksis dan yang mengatur arti teks rumit. p. bahasa dijadikan model dalam berbagai wacana sosial. Secara sendiri-sendiri.Dalam pandangan Saussure. Pelaksaan hal itu dilakukan dengan mengakui adanya mitos. yang telah ada dan sekumpulan gagasan yang bernilai yang berasal dari kebudayaan dan disampaikan melalui komunikasi. dan bergantung pada kebudayaan. dimungkinkan karena ada kecenderungan untuk memandang berbagai wacana sosial sebagai fenomena bahasa. BAB III 36 . Hal ini kemudian menimbulkan perhatian pada makna tambahan (connoative) dan arti penunjukan (denotative). Pada daasarnya. bila seluruh praktik sosial dapat dianggap sebagai fenomena bahasa. Sementara itu Umar Junus menyatakan bahwa makna dianggap sebagai kombinasi beberapa unsur dengan setiap unsur itu. unsur tersebut tidak mempunyai makna sepenuhnya. Dengan kata lain. penjelajahan semiotik sebagai metode kajian ke dalam berbagai cabang keilmuan ini. Hal ini dimungkinkan karena luasnya pengertian tanda itu sendiri.262). seperti dikatakan Piliang (1999. makna sebuah tanda sangat dipengaruhi oleh tanda lain.

3. Dimana penelitian ini berusaha menganalisis makna – makna yang terkandung didalam iklan Rokok Gudang Garam Versi “ Indonesia Baru “. Metode Analisis Metode analisis pada penelitian ini adalah metode analisis semiotika dengan memakai model semiotika Ferdinand De Soussure yang mengangap bahwa tanda terbuat dari Signifier dan Signified ( kriyantono .3. 3. adalah Kualitatif deskriptif .1. Obyek Penelitian Obyek Penelitian Pada penelitian ini adalah cuplikan iklan rokok Gudang Garam Versi Indonesia Baru yang merupakan iklan yang berdurasi sekitar ± 120 detik dengan memanfaatkan media Televisi sebagai media periklanan / Promosi . 2008 : 267 ). Jenis Penelitian Jenis Penelitian Pada penelitian ini .4. Sumber Data • Data Primer Sumber Data ini diperoleh dengan menganalisis dan mengamati cuplikan iklan di media televisi 37 .METODOLOGI PENELITIAN 3. 3.2.

Rumah dan Air Laut Gambar . Pesawat Jatuh SIGNIFIED Negara Kesatuan Republik Indonesia Mewakili keadaan Indonesia yang retak Bencana Gunung Meletus Bencana Tsunami Hitam Bencana Banjir melanda perkotaan Ekploitasi Sumber daya Alam Besar – besaran Terjadinya unjuk rasa dimana – mana Terjadinya peristiwa pengemboman Seringkali Terjadi Kecelakaan pesawat 38 . dengan cara mendapatkan dokumentasi cuplikan iklan via Internet. • Dokumentasi Dimana penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi . Tanda Orang demo Gambar . 3. Teknik Analisa Data Penelitian ini menggunakan Teknik analisa data model Ferdinand de Saussure .• Data Sekunder Data sekunder dari penelitian ini adalah dokumentasi iklan yang dilihat dari You Tube.6. 3. Gunung Retak Gambar . Peta Indonesia Gambar . gedung Dan awan Menghampiri Gambar .Pengeboran Tambang Gambar .5 Teknik Pengumpulan Data • Observasi Dimana penelitian ini menggunakan tekhnik pengumpulan data observasi melalui pengamatan dimedia televisi. berikut analisanya : SIGNIFIER Gambar . Pulau Jawa Retak Gambar . Letusan Bom Gambar .

yaitu : • Slide 1 Gambar peta Indonesia . Tanda Api Kebakaran Gambar . kapal .Gambar . laut dan Matahari Penelitian Secara Paradigmatik . yaitu : Paradigmatiknya yaitu kumpulan Gambar rumah . Perahu Tenggelam Seringkali Terjadi Kecelakaan kapal Tenggelam Gambar . wayang dan semar merupakan paradigmatik dari penelitian ini karena gambar – gambar ini merupakan gambar yang dapat bekerja dan memberikan makna dari iklan ini. • Slide 4 39 . Tangan Marilah Bersatu Gambar . gunung . pesawat . Tiang Bendera disertai rumah . • Slide 2 Cuplikan gambar pulau jawa yang retak mempunyai makna bahwa pada masa sekarang ini indonesia sudah tidak menjaga persatuan dan kesatuan . semenjak timbulnya berbagai peristiwa buruk yang terjadi di indonesia • Slide 3 Gambar Gunung disertai retakan yang mempunyai makna di indonesia selalu terjadi peristiwa bencana alam salah satunya gunung meletus. patung Semar Pemerintah / Presiden Gambar . Menjadikan Indonesia Baru gedung . yang mempunyai makna negara kesatuan republik Indonesia. laut . Penelitian secara Sintagmatik . tambang . wayang Masyarakat Gambar . gedung .

yang berarti bahwa kebakaran selalu terjadi di indonesia • Slide 11 40 .Cuplikan gambar iklan rumah – rumah yang terserang air laut yang mempunyai makan indonesia telah mengalami peristiwa tsunami. orang – orang dan letusan Bom mempunyai makna di indonesia seringkali terjadi peristiwa letusan Bom sehingga banyak korban yang berjatuhan. • Slide 9 Terdapat gambar pesawat jatuh dalam iklan yang mempunyai makna bahwa d indonesia banyak terjadi kecelakan pesawat terbang • Slide 10 Tanda Api pada iklan . • Slide 8 Gambar . • Slide 5 Gedung bertingkat dan dihampiri awn hitam lalu hujan menandakan bahwa peristiwa banjir menerpa kota – kota besar di indonesia • Slide 6 Gambar pengeboran tambang mempunyai makna bahwa di indonesia terjadi eksploitasi sumber daya alam secara besar – besaran yang mengakibatkan adanya bencana lumpur lapindo di indonesia. Ada orang – orang berdemo maknanya di indonesia seringkali terjadi unjuk rasa atas penolakan sistem di indonesia. • Slide 7 Gambar .

tambang . gunung . kapal . laut . • Slide 14 Gambar pemandangan disertai . • Slide 13 Gambar wayang dan semar lalu disusul gambar tangan berpegangan mempunyai makna bahwa masyarakat dan pemerintah harus bersatu untuk membuat indonesia baru . pesawat . gedung . Jadi paradigmatik dari penelitian ini adalah kumpulan Gambar rumah . wayang dan semar merupakan paradigmatik dari penelitian ini . • Slide 15 Cuplikan kata “ satukan hati . gedung .Cuplikan gambr perahu tenggelam di laut maknanya seringkali terjadi peristiwa kapal tenggelam. Sehingga syntagmatik dari penelitian ini adalah gambar 41 . rumah . • Slide 12 bahwa diindonesia Gambar wayang yang deisertai gambar semar maknanya bahwa pemerintah / presiden dan masyarakat harus bersama – sama membantu dalam masalah yang terjadi diindonesia. bersatu padu wujudkan Indonesia baru “ Makna yang terkandung bahwa kita harus sehati dalam mewujudkan impian untuk menciptakan indonesia yang damai dan maju. lalu tiang bendera mempunyai makna kalau kita semua bersatu kita akan hidup di indonesia yang baru.

Jakarta: kencana prenada media group. Teknik Praktis Riset Komunikasi . tetapi juga harus memiliki nilai moral dan ideologi yang tinggi untuk masyarakat tentang bagaimana menjaga keutuhan bangsa dan negara seperti iklan Gudang Garam Versi Indonesia Baru demi terciptanya kebangkitan nasional. Rachmat. gejolak sosial. Dan hal ini pula yang harus di contoh oleh perusahaan lain . bencana alam. Dengan kondisi tersebut kita tidak hanya tinggal diam. 2008. KESIMPULAN Kesimpulan yang dicapai dalam penelitian ini bahwa terdapat makna – makna yang terkandung dari iklan Gudang Garam versi Indonesia Baru .peta Indonesia . Letusan bom. iklan ini pun menceritakan tentang Ilustrasi kondisi Indonesia yang penuh ujian dan cobaan . Saatnya kita kembali bangkit dan bersatu untuk wujudkan Indonesia Baru. dll. 42 . yang merupakan perwakilan gambar dari iklan ini berupa paduan bentuk pilihan dan gambar pilihan. dimana makna tersebut mengandung makna nasionalisme yaitu bagaimana kita harus menjaga persatuan dan kesatuan. dalam menampilkan iklan produknya tidak harus bersifat komersil dan hanya mengandalkan keuntungan semata . \\ DAFTAR PUSTAKA Kriyantono. tragedi kemanusiaan.

com www.com 43 . Internet : www. Metode Penelitian Komunikasi.com www.wikipedia. 2001. Jalaludin. 2001 Rahmat.Eriyanto. Analisa Wacana dengan Analisis Teks Media. Bandung: Remaja Rosda Karya. Yogyakarta: LKIS.kompas.Google.

44 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful