MODUL II-1 ALAT UKUR KUMPARAN PUTAR (AUKP) SEBAGAI VOLT METER DC

I.

TUJUAN PERCOBAAN 1. Mengubah Ampere meter kumparan putar menjadi sebuah Voltmeter DC. 2. Mencari sebab-sebab terjadinya penyimpangan dari Voltmeter.

II.

ALAT YANG DIGUNAKAN 1. Power supply 0- 30 Volt 2. Voltmeter digital 3. Tahanan Shunt (Rsh) 4. Ampere meter kumparan putar 5. Jumper

III.

TEORI DASAR 1. Arti Pengukuran Teknik pengukuran listrik merupakan pengetahuan tentang alatalat listrik dan metoda pengukuran untuk menentukan nilai suatu besaran listrik atau non-listrik. Mengukur bermaksud untuk membandingkan suatu besaran yang besarnya tak diketahui dengan suatu besaran yang diketahui nilainya, untuk itu diperlukan suatu alat ukur. Disamping alat ukur tersebut diperlukan juga metoda yang sesuai agar nilai besaran yang diukur dapat ditentukan dengan tepat. Dalam percobaan ini kita akan menentukan besarnya arus dan tegangan DC, dengan menggunakan alat ukur kumparan putar (AUKP).

1

2. Pengertian Alat Ukur Kumparan Putar Yang dimaksud alat ukur kumparan putar (AUKP) adalah alat ukur yang bekerja atas dasar prinsip dari adanya kumparan listrik ditempatkan pada beban magnet yang berasal dari suatu magnet permanent. Di dalam alat ukur kumparan putar terdapat magnet permanent, yang mempunyai kutub-kutub diantaranya ditempatkan di suatu silinder inti besi yang menyebabkan di celah udaranya terbentuk medan magnet yang rata, masuk ke kutub-kutub tersebut ke dalam silinder secara radial sesuai dengan arah panah pada gambar. Di celah udara ditempatkan kumparan putar yang berputar melalui sumbu tiang poros. Bila arus tidak diketahui besarnya mengalir melalui kumparan tersebut, suatu gaya elektromagnetis f yang mempunyai arah tertentu akan dikenakan pada kumparan putar sebagai hasil interaksi antara arus dan medan magnet. Arah gaya f ditentukan menurut hukum tangan kiri Fleming, momen gerak ini diimbangi dengan momen lawan dari pegas dan posisi seimbang statis ditunjukkan oleh jarum pada skala ukurnya.

Prinsip kerja alat ukur kumparan putar

2

Keterangan gambar : 1. Magnit tetap 2. Kutub sepatu 3. Inti besi lunak 4. Kumparan putar 5. Pegas spiral 6. Jarum penunjuk 7. Rangka kumparan 8. Tiang poros TD = B.n.a.b.I Dimana : TD = Momen putar B = Besar medan magnet dalam celah udara a = Panjang kumparan b = Lebar kumparan n = Banyaknya lilitan I = Arus Pada setiap ujung sumbu tiang ditempatkan pegas yang salah satu ujungnya melekat pada tiang poros tersebut, sedangkan ujung lainnya melekat pada dasar yang tetap. Pegas pada tiang sumbu memberikan momen Tc yang berlawanan dengan arah TD. Tc = σ x θ Dimana : σ = Konstanta besaran pegas/konstanta alat ukur. Besaran-besaran seperti (B n a b / σ) disebut sebagai konstanta dari alat ukur. Untuk membuat Voltmeter DC dari sebuah alat ukur Ampere meter kumparan putar, dapat dilakukan dengan memasang tahanan seri pada kumparan putar tersebut. 3

Pegas-pegas alat ukur kumparan putar mempunyai arah putar yang berlawanan dan jika yang satu menegang maka yang lain akan mengendur. Jika arus terbalik maka arah penunjukan akan terbalik juga tetapi dilindungi oleh K. 3. makin kuat daya tolak yang mengenai kumparan. 4 . Apabila medan magnet A punya rapat fluksi B konstan maka kumparan tersebut akan ditolak yang menimbulkan momen putar. Pada keseimbangan pada kedudukan jarum. Prinsip Kerja Alat Ukur Kumparan Putar Dari rumus momen putar di atas maka arus (I) yang masuk pada kumparan dan berjarak (r) dari poros / sumbu putar dengan jumlah lilitan (n) dan panjang kawat (l). hal ini akan mengakibatkan : 1. Gerak putar kumparan menjadi teratur (arus diukur dilewatkan pada pegas-pegas tersebut). dengan skala maksimum Voltmeter dari hasil kali (Rd + R1) x 1. Makin kuat arus dalam putaran. yang membuat jarum kembali ke titik nol setiap kali arus kumparan lenyap 2.V = (Rd + R1) I adalah harga maksimum dari Ampere meter. Harga skala maksimum Voltmeter ini tergantung dari nilai tahanan R1 yang dipasang. maka jarum penunjuk makin menyimpang jauh.

Kepekaan ini dapat distel dengan menggeser carik besi lunak. Masalah yang paling diutamakan pada alat ukur adalah keakuratannya. Redaman ini terjadi bila kumparan bergerak berputar didalam keping kerangka arus pusar. Perbadaan harga benar dan harga pengukuran dinyatakan sebagai kesalahan. Untuk itu pada kumparan dideratkan pelawan kecil yang mempunyai koefisien suhu rendah. Harga yang paling penting adalah perbandingan nilai kesalahan terhadap nilai sebenarnya. Dalam praktek kepekaan antara 20 uA s/d 1 mA tergantung pada konstruksi kuat medan magnet. Kesalahan Dalam Percobaan Keakuratan dan kepresisian suatu alat ukur sangat tergantung pada desain. makin tinggi nilai keakuratannya makin baik alat tersebut dan makin mahal harganya. 5 . Kumparan putar sangat peka terhadap pembebanan lebih. material dari kumparan pabrik yang membuat alat ukur tersebut. tanpa bergoyang-goyang yang menandakan redaman system berjalan baik. yang dapat mengakibatkan jarum penunjuk tonggak (K) hingga bengkok dan kumparan akan rusak terbakar. lebar celah udara kutub sepatu dan banyaknya lilitan kumparan. 4. kalau celah diantara kedua kutub sepatu terlampau lebar maka jarum tidak akan mampu menunjuk skala penuh.Jarum harus berhenti seketika pada keadaan ukur. Sebenarnya kesalahan ini tidak sangat berarti dalam suatu pengukuran. Arus listik mengalir terkadang menyebabkan panas dan kadang mempengaruhi kesalahan penunjukan harga. misalnya manganin. karena belum menyatakan tingkat keberhasilan suatu pengukuran. Untuk melindungi hal ini maka arus dilindungi silicon anti jangkar.

Kesalahan lingkungan Temperatur / suhu Kelembaban Vibrasi . Kesalahan Pengukuran Suatu desain pengukuran yang baik dapat mengurangi kesalahan.Konstruksi . Kesalahan alat Konfigurasi mekanik Kalibrasi Pengaturan nol (zero point) .Pengoperasian alat 2. ini tetapi juga perlu ditunjang keakuratan kerja dan bekerja dibawah batasbatas yang diperbolehkan. Untuk mengatasi hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pengukuran yang berulang kali.Medan listrik 5.Tekanan . sehingga dapat dilakukan pendekatan statistik untuk mendapatkan hasil pengukuran yang baik. Kesalahan dapat dinyatakan dengan rumus : ∑=M–T Dimana : T = Harga sebenarnya dari besaran yang diukur M = Harga yang didapat dari pengukuran 6 .Harga relatif = nilai sebenarnya nilai terukur Kesalahan dari alat ukur dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1.

15V. Atur tegangan DC perlahan-lahan dari 5V.1 7 . 5.1. 20 V. Periksakan rangkaian percobaan yang telah anda buat ke asisten. PROSEDUR PERCOBAAN IV. 3.∑ = Kesalahan dari alat ukur Kesalahan relatif = ∑ / T x 100 % IV. 6. 4. 2. Catat hasil pengamatan saudara pada tabel dibawah. 440 KΩ. 330 KΩ. Nilai Rsh : 220 KΩ. MEMBANDINGKAN PENGUKURAN VOLTMETER DC YANG DIBUAT DENGAN VOLTMETER DIGITAL 1. 10V. tegangan supply hanya boleh dipasang pada rangkaian bila telah disetujui oleh asisten. Ukur nilai tegangan digital dan arus untuk masing-masing selektor. Gambar. Buat rangkaian seperti gambar 1 pada meja kerja saudara.

Perksakan rangkaian percobaan yang telah anda buat ke asisten. tentukan : Kesalahan alat ukur yang dibuat Kesalahan relatif IV.2. 2.Range VKP yang digunakan (Volt) 5 10 15 20 V.2 pada meja kerja saudara. PEMAKAIAN DAYA SENDIRI PADA VOLTMETER 1. Bandingkan hasil pengukuran tegangan pada percobaan di atas dengan tegangan Volt meter kumparan putar digital. Nilai R1 = 680 KΩ dan R2 = 820KΩ. Dari hasil pengamatan di atas. Buat rangkaian seperti gambar. tegangan supply hanya boleh dipasang pada rangkaian bila telah disetujui oleh aisten 3. 8 . Terangkan penyebab keadaan tersebut ! 2.Digital (Volt) V.AUKP (Volt) PERTANYAAN : 1.

5. Ukur dan catat masing-masing tegangan pada R1 dan R2 dengan menggunakan voltmeter yang saudara buat untuk range 5V.4.2 Range VM (Volt) 5 10 15 20 V. Catat hasil pengamatan saudara pada tabel di bawah! Gambar. 10V. 20V. 15V.Digital (Volt) R1(KΩ) R2 (KΩ) VR1 (Volt) VR2 (Volt) I (uA) 9 .

Sebutkan arti dari pengukuran! 3. Bandingkan hasil pengukuran analog dan digital. jika terdapat perbedaan terangkan dengan jelas! 2. Berapa sensitivitas alat ukur dan kesalahan relatif dari hasil data percobaan ? V. Sebutkan sebab-sebab dari penyimpangan Voltmeter! 10 . TUGAS AKHIR 1.PERTANYAAN : 1. Untuk pengukuran VR1 dan VR2 pada percobaan di atas selalu terjadi perbedaan dengan hasil perhitungan. terangkan mengapa terjadi demikian! 2.

PENDAHULUAN Alat Ukur Besi Putar ini sederhana dan kuat dalam kontruksi. 11 .MODUL II-2 ALAT UKUR BESI PUTAR SEBAGAI VOLTMETER DC DAN AC I. Untuk pengukuran tegangan DC. Gaya elektromagnetis dapat dibangkitkan dengan berbagai cara yaitu cara tolak menolak dan cara kombinasi atraksi dan tolak menolak. induktansi dari kumparan tetap tidak berpengaruh. Pengaruh frekuensi pada Voltmeter II. Memperbesar skala maksimum Voltmeter AC dan DC 3. Menentukan tahanan dalam dari AUKP 2. V Rangkaian Impedansi dalam AUBP Untuk memperbesar skala maksimum dari Voltmeter disini dapat dilakukan dengan menambah tahanan yang dipasang seri dengan impedansi dari Voltmeter. TUJUAN 1. juga dapat pula dipakai alat ukur yang mempunyai sudut yang sangat besar.

Voltmeter digital………………………………………. III.. 1 buah 1 buah 1 buah 12 . Power Supply……………………………………. Sedangkan untuk pengukuran tegangan AC akan sama halnya pengukuran tegangan DC bila kita menambah kapasitor yang dipasang secara paralel dengan Rs untuk menghilangkan pengaruh frekuensi. Harga C kita dapatkan persamaan C = 0.14 L Rs 2 dari Dimana : Rs = Tahanan yang dipasang seri dengan impedansi dalam Voltemeter L C = Induktansi dari Voltmeter = Kapasitor yang dipasang paralel dengan Rs untuk menghilangkan frekuensi dari jala-jala Gambar rangkaian menghilangkan frekuensi Pengukuran tegangan AC juga dapat diukur langsung bila kita mengetahui nilai frekuensi dari sumber tegangan jala-jala AC yang diberikan pada rangkaian yang akan diukur.……. 3. Variac………………………………………………….Jika batas ukur sekarang menjadi (n + 1) kali batas ukur semula.. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN 1. 2.

Hitung harga tahanan dalam (Rv) Voltmeter. 7. 9V. Tulis hasil pengamatan pada tabel 1. 10V dan 11V. Hitung arus yang melewati R1. IV.. Dioda…………………………………………………… 6. 9. MENENTUKAN TAHANAN DALAM VMBP DAN KALIBRASINYA 1.4. Alat Ukur Besi Putar AC/DC 0 – 30 Volt……………… 5. Tegangan supply hanya boleh dipasang pada rangkaian percobaan apabila sudah disetujui oleh asisten. 11.. Buatlah rangkaian gambar 1 pada papan kerja yang disediakan. Gambar 1 13 . PROSEDUR PERCOBAAN 1 buah 4 buah secukupnya secukupnya A. Resistor-resistor………………………………………. Atur perlahan-lahan VR hingga VM menunjukan 5 Volt. 7. 2. 10. Kawat penghubung……………………………………. 5.. 8. Ukur dan catat tegangan pada VM (Vvm). 3. Ulangi prosedur diatas untuk harga pengamatan 7V. 4. Atur tegangan DC sebesar 16 Volt (Vdc). Tentukan harga Rv rata-rata. Ukur dan catat tegangan pada R1. 6.

90V. Hubungkan pengawatan seperti pada gambar 2 pada papan kerja yang disediakan untuk alat ukur yang mempunyai range 60V. 4. Ulangi prosedur b. 14 . 200V.c.Gambar 2 Gambar 3 B.12 KΩ untuk Vdc = 90 Volt dan range 90 Volt.d dengan mengganti R1 = 1 KΩ. Ukur dan catat tegangan di R1 dan R2 dengan menggunakan VM yang dibuat pada prosedur a) dengan menggunakan range 150 Volt. Hubungkan pengawatan gambar 3 untuk R1 = 240 Ω. 2. Tegangan supply hanya boleh dipasang pada rangkaian percobaan apabila sudah disetujui oleh asisten. 5. 150V. 6. R2 = 4. 120V. UNTUK SUMBER TEGANGAN DC 1. R2 = 1 KΩ. Atur Vdc dari variac hingga menunjukan harga 60 Volt dengan Voltmeter digital. 3.

Gambar 4 V. Ulangi prosedur b.c.7.d dengan mengganti R1 = 1. Hitunglah kesalahan alat ukur dan kesalahan relatifnya dari no.2 KΩ untuk Vdc = 200 Volt dan range 200 Volt. 9. Lihat gambar 4. Berapa sensitivitas Voltmeter yang saudara buat! 4.1 diatas! 3. 10.d dengan mengganti R1 = 1. Modul praktikum III-A. 8. Ulangi prosedur b.d dengan mengganti R1 = 1.5 KΩ.2 KΩ untuk Vdc = 150 Volt dan range 150 Volt. R2 = 28. R2 = 28. Semua prosedur percobaan seperti pada percobaan B hanya saja sumber tegangan AC untuk nilai tegangan sama.2 KΩ untuk Vdc = 120 Volt dan range 120 Volt. TUGAS AKHIR 1. Laboratorium Teknik Energi Elektrik. UNTUK SUMBER TEGANGAN AC TANPA KAPASITOR 1.5 KΩ. Berapa harga tahanan total Rv Voltmeter tiap range! VI.c. DAFTAR PUSTAKA 1. Ulangi prosedur b. ITENAS.5 KΩ.c. Tuliskan hasil pengamatan pada tabel 2. Jurusan Teknik Elektro. Tentukan tegangan di R1 dan R2 secara perhitungan pada percobaan diatas itu bandingkan dengan hasil pengukuran yang saudara dapatkan! 2. C. 2002. 15 . R2 = 28.

Kedua magnet fluks tersebut memotong piringan.MODUL II – 3 ALAT UKUR INDUKSI (AUI) I. Arus energi mempunyai dua fluks magnet yang dihasilkan dari suatu arus mengalir pada kumparan. Arus pusar ini melalui titik P2. Piringna dipotong oleh 2 fluks magnet Φ1 dan Φ2 pada titik P1 dan P2. Alat lazim untuk mengukur energi (KWh meter) walaupun ada juga untuk arus maupun tegangan. 16 . Fluks ke-1 Φ1 menyebabkan arus pusar 1 (I1). Tujuan Percobaan Mengetahui prinsip kerja alat ukur Mengetahui tpe-tipe alat ukur induksi Mengetahui prinsip kerja Wattmeter dan KWh meter Membandingkan hasil pengukuran dari tipe alat ukur induksi Mengenal pengukuran daya dengan menggunakan alat ukur induksi Mengenal metode pengukuran daya dan membandingkan II. Teori Pendahuluan Alat ukur induksi merupakan alat ukur ynag momen geraknya ditimbulkan oleh suatu fluks magnit dan arus bolak-blik. Interaksi yang terjadi antara I1 dan Φ1 menyebabkan momen gerak I (Mg1). Demikian juga Φ2 menyebabkan momen arus pusar 2 (I2) yang melalui P1 dan interaksi arus pusar 2 (I2) dan fluks 2 (Φ2) menyebabkan momen gerak 2 (Mg2). Gambar 1.

(3) Resultan kedua momen tersebut menyebabkan berputarnya piringan : (2) Ada 2 macam tipe AUI.β + α..Prinsip AUI : Tegangan efektif yang terjadi : E1 = w . Φ2 Cos (90° + β + α) ……………………… Mg = Mg1 – Mg2 Mg = K............. Cos α = 1 : maka ada beda sudut fasa antara I dan E......... 2... Demikian juga di Φ2 dimana tegangan E2 tertinggal 90° terhadap Φ2 dan I2 tertinggal α terhadap E2 sudut fasanya antara I1 dan Φ2 adalah 90° .....β + α) ………………………. Φ2 Cos (90° .. (1) Arus pusar ini berbeda sudut fasanya terhadap tegangan induksi sebesar α... Mg1 = K...... Φ Bila impedansi lintasan arus pusar sebesar Z maka harga efektif arus pusar : l1 = el / z = w / z . (4) Untuk mendapatkan momen gerak yang besar diusahakan : Sin β = 1 : maka beda fasa sudut antara Φ1 dan Φ2 adalah 90°..... yaitu : 1......... Tipe Feraris 17 . Φ1........ Beda sudut fasa antara I2 dan Φ2 adalah 90° +β + α. Φ1... Sin β Cos α …………………………….... Mg2 = K.. Φ1. Φ2 1... ǿ1 ..

Kedua pasang kumparan tersebut dihubungkan dengan tegangan yang sama.. Arus yang mengalir pada kumparan pertama (IR) mempunyai beda sudut fasa sebesar β terhadap arus kumparan kedua (IL). Sin β Cos α ………………………….. Fluksi yang timbul akan merupakan medan putar.θ 18 (6) ……………………. IL Sin β Cos α V. Dan interaksi medan putar dengan arus pusar akan mengakibatkan. I2. IR. Tetapi bila rotor tersebut mendapat momen lawan berupa pegas maka rotor tersebut akan berhenti pada saat terjadi keseimbangan. momen gerak yang memutar rotor-rotor tersebut akan berputar searah putaran medan putar seperti KWh meter. Φ2 Sin β Cos α Mg = K. Untuk Amperemeter : Mg = K. medan putar ini akan menyebabkan arus pusar pada motor. harga β hampir mendekati 90°.Seperti dalam gambar terpasang 2 pasang kumparan. Momen lawan Me = S. Pasangan kumparan pertama dihubungkan seri dengan induktor besar . Dimana : V : Tegangan sumber I : Arus yang melalui I seri dengan R IL : Arus yang melalui kumparan 2 seri dihasilkan L ΦR : Fluksi magnetik yang menghasilkan IR ΦL : Fluksi magnetik yang menghasilkan IL ER : Tegangan induksi karena ΦR EL : Tegangan induksi karena ΦL IER : Arus pusar karena ER IEL : Arus pusar karena EL Momen gerak yang ditimbulkan adalah : Mg = K.Φ1. (5) Harga IR dan IL sebanding dengan arus I dan juga sebanding dengan tegangan .

. (10) Φt dan Φs sebanding dengan I untuk Amperemeter dan juga sebanding dengan V untuk Voltmeter. Keadaan ini disebut Shaded Pole.1) 19 . shaped P Momen gerak yang ditimbulkan : Mg = K Φt Φs Sin β Cos α …………………….. Untuk Amperemeter Mg = K..... Agar sistem ini terdapat 2 fluks yang mempunyai beda fasa tertentu. (a) Gambar 4.θ= Mg = θ= I2 Sin β Cos α KV2 …………………………. maka fluks utama tersebut dibagi dua dengan membagi pada intinya. V2 Sin β Cos α 2. (7) (8) (9) Untuk Voltmeter : Sin β Cos α …………………….. Untuk membuat beda fasanya. …………………………. Sin β Cos α ……………………………(1. di salah satu dari bagian inti yang terbagi dua tersebut ditambah cincin/ring tembaga.. Tipe Shaded Pole Pada tipe ini memakai piringan dan satu kumparan yang menimbulkan fluks magnet.... I2..

perbedaannya adalah letak ada tidaknya momen lawan.θ = I2 Sin β Cos α Untuk Voltmeter Mg = KV2 Sin β Cos α θ = V2 Sin β Cos α ………………………….3) ……………………………. Kumparan tegangan mempunyai jumlah lilitan yang banyak sehingga arus (Iv) yang dihasilkan akan mempunyai beda sudut hampir 90° terhadap tegangan.2) ……………………………. KWh meter tidak menggunakan pegas sebagai momen lawan sehingga piringan akan terus berputar. (1. N = K V I Cos α …………………………………. Energi Dengan : Kons tan ta( K ) = totalperputaran energi 20 . Untuk lebih jelas lagi lihat gambar konstruksi dasar KWh meter 1 fasa induksi.. Sistem penggerak terdiri dari dua kumparan.5) Total Putaran = K. (1. Untuk KWh meter momen pengereman yang besarnya sebanding dengan kecepatan putarnya.. Kumparan pertama dihubungkan dengan tegangan yang disebut dengn kumparan tegangan dan kumparan yang kedua dihubungkan dengan arus disebut kumparan arus.(1.4) Prinsip Wattmeter dan KWh meter induksi adalah sama. (1. Jumlah putaran tersebut akan menunjukkan energi yang diukur.

Φ (lihat diagram vector) Mg = K Φv Φ1 δ Sin (δ-Φ). Cos α Karena Φv sebanding dengan V dan Φ1 dan sebanding dengan I serta f. Φ2 dan β = δ . Diagram vektor Kumparan Tegangan Shaded Piringan Kumparan arus Magnit seri Gambar 6.Gambar 5. z dan α. Maka : 21 . KWh meter 1 fasa Dari persamaan (11) Wattmeter Φ1 = Φv .

Mg = K V I Cos ϕ ……………………………… (1. 22 . Φ1. Dari persamaan 4 : …………………………………. impedansi Z juga akan naik. Kesalahan a. Φ2 f Sin β Cos α z Faktor terpengaruh oleh frekuensi sebagai berikut : *Z = R2 + X 2 X = 2πf.6) Momen lawan karena pegas Me = S θ θ = V I Cos ϕ θ = K V I Cos ϕ Daya beban : Dimana : V: tegangan beban I : arus beban ϕ : sudut fasa beban δ : sudutnya fasa antara Iv dengan V F : frekuensi Z : impedansi arus pusar Φv : fluksi akibat arus Iv Φi : fluksi akibat arus Ii Ev : tegangan induksi akibat Φv : tegangan induksi akibat Φi Ei Ipv : arus pusar akibat Φv : arus pusar akibat Φi Ipi β : sudut fasa antara Φv dan Φ III. (1.7) (1..L Dengan naiknya frekuensi. P = V I Cos ϕ ………………………. mengingat alat ukur ini hanya untuk arus/tegangan bolak-balik saja. Pengaruh Frekuensi Alat ukur induksi sangat dipengaruhi oleh frekuensi.8) Mg = K.

* Cos α =

R , Z

dengan naiknya f, Z naik dan Cos α turun.

Ditinjau dari factor tersebut terlihat bahwa dengan naiknya frekuensi harga momen akan mengecil. b. Faktor Temperatur Dengan naiknya temperatur, baik karena temperature luar maupun arus pusar akan membesar impedansi Z seperti pada (a) dimana Z ini sangat berpengaruh pada momen gerak dari alat ukur ini. Sebenarnya yang mempengaruhi kenaikkan harga Z tersebut adalah tahanan R-nya. Kompensasi dapat dilakukan dengan tahanan shunt yang mempunyai koefisien tahanan yang positif dan benar. B. Pengukuran Daya Dalam pengukuran daya dengan menggunakan alat ukur induksi sumber arus/tegangan harus bolak-balik. P = V I Cos ϕ Ada beberapa cara pengukuran daya dengan menggunakan alat ukur induksinya diantaranya : 1. Pengukuran Daya Satu Fasa Dengan menggunakan Wattmeter Suatu Wattmeter satu fasa dapat langsung mengukur daya yang diserap beban, karena semua besaran arus dan Cos ϕ sydah tercakup di dalamnya. Rangkaian pengkuran dengan Wattmeter satu fasa dapat dilihat pada gambar dengan daya yang diukur adalah : P = E I Cos ϕ

23

Gambar 7. Rangkaian pengukuran daya bolak-balik satu fasa dengan watt meter. Kesalahan pada Wattmeter satu fasa antara lain adalah disebabkan oleh sifat induktif kumparan tegangan. Hal ini menyebabkan arus yang mengalir pada kumparan tegangan tidak sefasa dengan tegangan yang diukur. Metoda 3 Voltmeter dan 3 Amperemeter Pengukuran satu fasa dapat dilakukan memakai 3 Voltmeter (lihat gambar 8) dari diagram vector didapat : V1 = V2 + V3 + 2V2 + V3 Cos ϕ Karena itu daya pada beban dapat dihitung dengan rumus :

PL =

V32 − V22 − V12 2R

Gambar 8. Pengukuran daya 1 fasa dengan 3 voltmeter dan diagram vektor metoda 3 amperemeter. 24

Pengukuran daya satu fasa dapat juga dilakukan dengan menggunakan 3 Amperemeter.

Gambar 9. Pengukuran daya 1 fasa dengan 3 amperemeter dan diagram vektor. Dari diagram vector didapat : I1 = I2 +I3 + 2 I2 + I3 Cos ϕ Dan daya yang dapat dihitung dengan rumus :

PL = 2. Pengukuran Daya Tiga Fasa

R 2 2 ( I 3− I 2 − I 12 ) 2

Metoda ini lazim disebut metoda Aron, dimana tegangan diambil kedua Wattmeter adalah tegangan-tegangan fasa-fasa dengan menggunakan 2 Wattmeter dapat diukur daya tiga fasa pengukuran dari beban balik hubungan delta (Δ) maupun hubungan bintang (Y). Pengukuran daya tiga fasa tersebut dengan menjumlahkan dua buah pengukuran yang ditunjukkan oleh Wattmeter P1 dan P2, maka

25

Alat Ukur Induksi 1.Gambar 10. KWh meter Percobaan 1 1. IV. 3. dan daya yang terukur oleh alat ukur tersebut! 26 . Prosedur Percobaan A. pengukuran metoda aron hubung bintang Gambar 11. Tegangan supply hanya boleh dipasang bila sudah disetujui oleh asisten. Catat tegangan. Hubungkan rangkaian dengan tegangan supply sebesar 220 V! 4. Rangkaikan alat ukur tersebut sesuai gambar! 2. pengukuran metoda aron hubung delta. arus.

Wattmeter 27 . Catat hasil pengamatan pada table 1! Untuk rangkaian paralel Beban (Watt) V (Volt) I (A) Cos φ t (sekon) B. Ulangi langkah 4 dan 5 untuk setiap beban yang berbeda! • • Tabel 1 Untuk rangkaian seri Beban (Watt) V (Volt) I (A) Cos φ t (sekon) Beban dirangkai seri Beban dirankai paralel 7. Hitunglah waktu yang ditempuh untuk setiap perputaran piringan pada KWh meter dengan jumlah putaran yang telah ditentukan oleh asisten! 6.5.

. jumper …………………………. Voltmeter 6. Hubungkan rangkaian dengan tegangan supply sebesar 220 V! 4.. Stopwatch ………………………………… ………………………………. ……………………………….. ………………………………. secukupnya 28 . 3. Ulangi langkah 4 untuk setiap beban yang berbeda! 6. 1 buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 4. Tegangan supply hanya boleh dipasang bila sudah disetujui oleh asisten. dan daya yang terukur oleh alat ukur tersebut! 5.. 1 Buah 7. Wattmeter 5. KWh meter 3.Percobaan 2 1. Catat hasil pengamatan pada table 2! Tabel 2 Untuk rangkaian seri Beban (Watt) V (Volt) I (A) Cos φ t (sekon) untuktuk rangkaian paralel Beban (Watt) V (Volt) I (A) Cos φ t (sekon) Alat-Alat yang Digunakan 1. Rangkaikan alat ukur tersebut sesuai gambar! 2.. Amperemeter ………………………………..kit praktkum AUI……………………………… 2. arus. Catat tegangan.

Sebutkan perbedaan KWhmeter dan Wattmeter (minimal 3 buah)? 4. Gambarkan rangkaian pengukuran 1 fasa pada hubungan bintang dan Hubungan delta ?serta buktikan Ptotal = P1 + P2 + P3 VII. DAFTAR PUSTAKA Sapiie. a. Tugas Akhir dan Pertanyaan 1. Modul Praktikum Dasar teknik Elektro II.berapa sudut defleksi untuk = 5 ampere? 5.2009 29 .Beda fasa antara fluks shaded dan tidak Shaded = 50º.1976.Pengukuran dan alat-alat ukur listrik. berapa sudut defleksi untuk I = 5 ampere b. Jakarta : Pradnya Pramita. Suatu ampermeter induksi tipe shaded pole mempunyai defleksi penuh 400º pada arus I = 10 ampere.soedjana & Osamu nishiho. Jelaskan prinsip kerja KWhmeter secara jelas dan singkat? 2. bila antara sudut defleksi shaded dan tidak shaded = 40º.VII.

Memahami dan mengerti prinsip pengukuran tahanan dengan menggunakan metoda Voltmeter Amperemeter. Dasar Teori Elektronika merupakan ilmu yang global dalam dunia ini. kita akan menyimulasikan tahanan tersebut pada metoda pengukuran voltmeter-amperemeter 30 . dimana didalamnya mencakup bidang-bidang yang satu sama lain saling berkesinambungan. Tujuan • • • Mengetahui besarnya tahanan dalam amperemeter dan voltmeter.4 PENGUKURAN TAHANAN I. II. Alat-Alat • • • • • • • • • • Power Supply 0-15 V Variac 0 .MODUL II . Mengetahui besarnya tahanan dalam lampu. Pada percobaan yang akan dilakukan.250 V Multimeter digital Voltmeter DC Amperemeter DC Voltmeter AC Amperemeter AC Tahanan Lampu Jumper III. Tahanan merupakan suatu besaran yang menghambat besarnya arus atau pada suatu tegangan pada suatu alat. perlu sekali kita mengukur tahanan yang dimiliki suatu benda.

Untuk metoda voltmeter amperemeter dapat dilihat pada rangkaian berikut : Gambar 1 Rp = V …(1) I R≈ R p × RV RV − R p …(2) Metoda pengukuran tahanan sedang diantaranya dapat dilakukan dengan metoda voltmeter amperemeter. Gambar 2 31 . diantaranya metoda voltmeter amperemeter dan metoda jembatan Thomson.Menurut nilai resistansinya. tahanan dapat diklasisfikasikan sebagai berikut : tahanan kecil tahanan sedang tahanan besar :R<1Ω : 1 Ω < R < 100 kΩ : R > 100 kΩ Pengukuran tahanan kecil dapat dilakukan dengan beberapa cara.

Tentukan resistansi total tanpa toleransi. 2. Untuk pengukuran tahanan besar. resistansi dalam voltmeter 10 kΩ.⎛ Ra ⎞ Untuk tipe 1 : R = Rp⎜1 − ⎜ Rp ⎟ …(3) ⎟ ⎝ ⎠ ⎛ ⎞ Rp Untuk tipe 2 : R = ⎜ ⎜ 1 − Rp / Rv ⎟ ⎟ ⎝ ⎠ …(4) Selain itu. R3 = 365 Ω ± 4 %. Prosedur Percobaan A. Suatu pengukuran resistansi sedang dengan metoda voltmeter-amperemeter. Hubungkan dengan power supply dengan persetujuan asisten. Buktikan persamaan (3) dan (4) ! 3. Menentukan Besarnya Resistansi dengan Tegangan DC 1. Buatlah rangkaian tipe 1 seperti pada gambar 2. b. 32 . Atur besarnya Vdc dari 5 v sampai 9 v. Voltmeter membaca 200 volt. Voltmeter dipasang pada resistansi yang diukur. Tentukan kesalahan relativ resistansi total (er). Voltmeter dipasang pada sumber tegangan. Catat nilai yang terukur pada voltmeter dan amperemeter. R2 = 500 Ω ± 4 %. metoda pelepasan muatan. Tentukan resistansi sebenarnya untuk : a). Tentukan kesalahan resistansi total sebenarnya (ΔR). metodanya antara lain metoda defleksi. metoda jembatan Mega Ohm. Masing-masing memiliki nilai R1 = 243 Ω ± 3 %. amperemeter membaca 2 ampere. c. Tugas Pendahuluan 1. 2. b). 4. V. IV. tahanan sedang dapat diukur dengan menggunakan metoda substitusi dan metoda jembatan Wheatstone. Tiga buah resistor dipasang secara pararel. a. 3. dan resistansi dalam amperemeter 50 Ω.

Pengukuran Tahanan Lampu dengan Tegangan AC 1. 3. VAC VM AM Rx 33 . 7. VDC VM AM Rx B. Catat nilai yang terukur pada voltmeter dan amperemeter dengan beberapa nilai tegangan yang berbeda. Atur besarnya tegangan output dari variac 4. Ulangi prosedur 1 – 6 untuk tipe 2. Nyalakan variac dengan persetujuan asisten. Catat nilai tegangan pada amperemeter untuk percobaan tipe 1. Ulangi prosedur 1 – 5 dengan tahanan yang berbeda. 6. Hitung nilai tahanan yang diukur. dan catat nilai arus pada voltmeter untuk percobaan tipe 2. 5. 2.5. Buatlah rangkaian seperti pada gambar di atas.

Tentukan nilai resistansi total sebenarnya. Soedjana dan Osamu Nishiho. Stockl. Sankaran dan A. Jelaskan mengenai hasil dari percobaan tadi. K. R3 = 54 Ω ± 5 %. a. Pengukuran dan Alat-alat ukur listrik. 1976. Catatan kuliah Pengukuran Besaran Elektrik. 34 . c. R2 = 70 Ω ± 5 %. TUGAS AKHIR 1. b. Tiga buah resistor dipasang secara seri. M. (P. Jelaskan mengenai bahwa semakin besar tahanan dalam voltmeter dan semakin kecil tahanan dalam amperemeter maka hasil pengukuran akan mendekati nilai yang sebenarnya. Tentukan kesalahan resistansi total (ΔR). Chandrasekaran) 1978.H. Masing-masing memiliki nilai. Electro Technical Measurement. DAFTAR PUSTAKA Sapiie. VII. 3. 2. Winterling. Tentukan kesalahan relativ resistansi total (er).VI. New York : Springer-Verlag Berlin. Jakarta : Pradnya Paramita. R1 = 43 Ω ± 5 %.

3. faktor regulasi dan nilai kapasitansi filter kapasitor.. TUJUAN 1. yaitu : 1. Mengamati cara pengaruh beberapa komponen elektronika pada sistem penyearah. Rangkaian penyearah ( rectifier ) setengah gelombang Tegangan DC pada beban dinyatakan dengan persamaan (1) : VDC = Vm π ……………………………………………………………. Menghitung faktor ripple.. ALAT – ALAT YANG DIGUNAKAN 1. (1) 2. 2. ( Power II. Mengamati cara kerja rangkaian penyearah. DASAR TEORI Power Supply adalah suatu rangkaian elektronika dengan seperangkat penyearah ( rectifier ) berupa rangkaian dioda yang berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik PLN ( AC ) serta mengubahnya menjadi tegangan DC dengan menggunakan transformator daya. Mengenal beberapa metode penyearah pada rangkaian dasar catu daya Supply ). oscilloscope 3. Rangkaian penyearah ( rectifier ) gelombang penuh 35 . Rangkaian penyearah dapat digolongkan menjadi 2 jenis.. Multimeter 4. Mendapatkan tegangan output berupa sinyal negatif.MODULII-5 POWER SUPPLY I. Kabel Penghubung III. 4. 5. Kit praktikum Power Supply 2..

Faktor Ripple Keefektifan suatu penyearah ditentukan oleh faktor ripple yang sesuai dengan persamaan (3) : Faktor ripple = r = ripple − voltage − peak − to − peak − (rms ) Vripple ……..… (4) 36 . dapat disimpulkan bahwa penyearah gelombang penuh memiliki ripple yang lebih kecil daripada penyearah ½ gelombang. (2) III. Faktor regulasi dinyatakan dalam persamaan (4) : Faktor Regulasi = RF = [V noload − V fullload V fullload ]×100% ………………………. (3) = DC − Voltage VDC Dengan menggunakan persamaan (3) diatas. tegangan Vripple peak to peak Vdc Waktu III.. 1. yaitu : - Penyearah Bridge ( jembatan ) Penyearah Center Tap Tegangan DC pada beban dinyatakan dengan persamaan (2) : VDC = 2Vm π …………………………………………………………….Penyearah gelombang penuh dibedakan menjadi 2 jenis. Faktor Regulasi Faktor regulasi adalah besarnya yang menyatakan perubahan tegangan output suatu power supply karena perubahan harga beban. 2..

Harga kapasitansi kapasitor dietntukan dengan persamaan : 2.. Filter Kapasitor Filter pada power supply berfungsi untuk memperkecil ripple tegangan dengan memanfaatkan proses pengisian dan pengosongan ( Charge dan discharge ) muatan pada kapasitor. 3.. Amati tegangan output pada beban dengan 37 . Penyearah ½ Gelombang 1. Buat rangkaian seperti pada gambar diatas pada kit praktikum 2.4 ⋅ I DC ………………………………….1. PROSEDUR PERCOBAAN V. Pasang tegangan sekunder transfoemator pada 15 volt peak to peak dan beban pada 5 KΩ. (5) = Vripple Rload ⋅ Vripple Kapasitansi = C = IV.III.4 ⋅ VDC 2. Penyearah ½ Gelombang Gambar 1.

Jelaskan pengaruh perubahan nilai kapasitansi dan nilai resistansi beban pada percobaan V.00 3. Penyearah ½ gelombang dengan C yang berubah – ubah Kapasitor C No 1 2 ( µF ) 1. Gambar dan catat besarnya kemudian hitung besar tegangan DC . diatas ! 2. Pasangkan kapasitor C paralel dengan beban. Amati tegangan output pada beban 5 KΩ. Amati tegangan output yang dihasilkan ! Gambar bentuk gelombang serta catat besar tegangan ripple peak to peak ( Vr peak to peak ) yang terjadi.1. : 1.00 Gambar gelombang output pada beban Vr peak to peak ( Volt ) VDC Gambar gelombang output pada beban Vr peak to peak ( Volt ) VDC (Volt) (Volt) Pertanyaan V. Pasangkan kapasitor C 10 µF. Lakukan untuk harga C yang berubah – ubah sesuai dengan tabel 1. 4. Gambarkan grafik perubahan nilai kapasitansi dan beban terhadap perubahan nilai VDC ! 38 . Ubah – ubah nilai resistansi sesuai dengan tabel 2. Penyearah ½ gelombang dengan beban yang berubah – ubah Resistor R No 1 2 (Ω) 1. Kemudian hitung besar tegangan DC-nya ( VDC ). Gambar bentuk gelombang dan catat besar tegangan ripple peak to peak ( Vr peak to peak ) yang terjadi.1. kemudian hitung besar tegangan DC-nya ( VDC ) ! Tabel 1.0 Tabel 2.nya ( VDC ) ! 3.menggunakan oscilloscope.00 10.

Pasangkan kapasitor C dengan kapasitansi 2. Ubah – ubah nilai resistansi sesuai dengan tabel 4. Pasangkan kapasitor C paralel dengan beban 5. Amati tegangan output pada beban ( VDC ) ! Gambar bentuk gelombang yang terjadi untuk setiap perubahan nilai 39 .00 KΩ. Lakukan untuk harga C yang berubah – ubah sesuai dengan tabel 3 ! 4. Penyearah Bridge Gambar 3. Atur sedemikian rupa sehingga didapat resistansi beban sebesar 5. Penyearah Center Tap 1. Amati tegangan output untuk beban ( Vcd ) dengan menggunakan oscilloscope ! Gambar bentuk gelombang dan catat besar tegangan ripple peak to peak ( Vr peak to peak ) yang dihasilkan ! Kemudian hitung besar tegangan DC-nya ( VDC ). catat besarnya. Penyearah Gelombang Penuh +15 a 0 Beban b Gambar 2.40 µF. kemudian hitung tegangan DC – nya ( VDC ) ! 3.2. Buatlah rangkaian seperti gambar 2 pada kit praktikum ! 2.00 KΩ ! Amati tegangan output untuk beban ( Vab ) dengan menggunakan oscilloscope ! Gambar bentuk gelombang yang terjadi.V.

00 3. serta catat besar tegangan ripple peak to peak yang dihasilkan ! 5.40 1. Amati.resistansi beban. Lakukan langkah 1 – 6 untuk penyearah Center Tap. Ukur tegangan output ( Vba) terhadap ground dengan menggunakan oscilloscope. catat hasilnya. pasang beban dengan resistansi 5 KΩ. kemudian gambar bentuk gelombang yang dihasilakan ! Apa yang dapat anda simpulakan ? 8.00 Pertanyaan V. : Gambar grafik perubahan nilai kapasitansi C dan beban terhadap perubahan VDC ! 40 VDC VDC Center Tap Vr peak to peak (Volt) VDC (Volt) (Volt) Center Tap Vr peak to peak (Volt) VDC (Volt) (Volt) . Penyearah Gelombang Penuh dengan beban tetap Beban (KΩ) Kapasitor C (µF) Bridge Vr peak to peak (Volt) 5.00 Tabel 4. Atur beban pada posisi maksimum dan pasangkan kapasitor denga kapasitansi 2. kemudian gambar bentuk gelombangnya ! 6.2. Tabel 3.00 1. Lepaskan beban ! Ukur tegangan outputnya ( Vno load ) dengan oscilloscope ! Gambar bentuk gelombang serta hitung faktor regulasinya ! 7.00 3. Penyearah Gelombang Penuh dengan Kapasitansi tetap Kapasitor C (µF) Beban (KΩ) Bridge Vr peak to peak (Volt) 2.40 µF ! Ukur tegangan output pada beban ( Vfull load ) dengan oscilloscope. Pindahkan hubungan ground ke titik a ! balik polaritas kapasitor.

Analisa rangkaian diatas menurut jalan arusnya ! b. Kesimpulan apa yang didapat dari seluruh rangkaian percobaan diatas 41 . Analisalah rangkaian penyearah gelombang penuh metode bridge. Analisa rangkaian penyearah setengah gelombang. Apa yang menyebabkan ripple tegangan ? Jelaskan ! 2. Bila dioda adalah dioda silikon dan besar hambatan beban R1 = 2. Jelaskan keuntungan dan kerugian dari regulator analog.4 KΩ. a. Rancanglah sebuah power supply yang menghasilkan tegangan output 15 Volt serta mempunyai faktor ripple 10 % bila diberi beban dengan impedansi 20 KΩ ! 7. Hitung besar tegangan output ( Vout ) yang dihasilkan ! c. Perhatikan rangkaian power supply dengan metode bridge : a. Terangkan urutan jalannya arus ! Gambar bentuk gelombangnya sehingga didapat gelombang searah pada output ! 4. Apakah fungsi dari regulator ? b.V. Gambarkan bentuk gelombang Vab dan Vcd ! 6. PERTANYAAN DAN TUGAS AKHIR 1. Terangkan sehingga didapat bentuk output setengah siklus ! 3. regulator IC dan regulator zener ? 5.

maka dioda forward bias atau apabila dianggap sebagai saklar otomatis. Generator Nada 5. Simbol dioda : Bila terminal negatif sumber DC dihubungkan dengan tipe-n pada dioda dan terminal positif sumber DC dihubungkan dengan tipe-p pada dioda. Dioda Zener. dioda berlaku sebagai konduktor sempurna ( tegangan berharga nol ) jika dibias reverse. Mempelajari karakteristik dioda beserta sifat – sifatnya 2. Step Recovery dan Dioda Stottcky. ALAT – ALAT YANG DIGUNAKAN 1. Secara ideal. DASAR TEORI Dioda adalah komponen semikonduktor yang hanya dapat menghantar arus dan tegangan listrik pada satu arah saja. Kabel Penghubung III. oscilloscope 3. TUJUAN 1. Berikut adalah beberapa aplikasi dari dioda : 42 . Bila terminal negatif sumber DC dihubungkan dengan tipe-p pada dioda dan terminal positif pada sumber DC dihubungkan dengan tipe-n pada dioda. Multimeter 4. Kit praktikum Power Supply 2. maka saklar dalam keadaan tertutup. maka dioda reverse bias atau saklar dalam keadaan terbuka. Mempelejari dioda dalam beberapa aplikasi II. Jenis – jenis dioda ada beberapa macam yaitu : LED. Dioda Varaktor.DIODA I.

Clipper positif : Clipper negatif : Clipper kombinasi : Clamper positif : 43 .

2. dan 8 volt lalu hubungkan ke rangkaian. Aturlah tegangan dari 0.Clamper negatif : Rangkaian detektor puncak ke puncak : IV. 3. Pelajari rangkaian dioda. dioda zener dan dioda varaktor ! 5. Ukurlah tegangan pada dioda ( VD ). dioda zener dan dioda varaktor dibawah ini. Lakukan langkah – langkah diatas untuk pengukuran karakteristik pada rangkaian dioda. Tuliskan hasil pengamatan ada tabel dibawah ini : Vin VD VR I 44 . dioda dibalik. 4. tegangan pada resistor ( VR ). 6. PROSEDUR PERCOBAAN Pengukuran Karakteristik 1. kemudian rangkailah pada kit praktikum yang telah disediakan ! 2. dan ukur arus yang mengalir pada rangkaian ! 4.

0 2 4 6 8 6. Buatlah grafik karakteristik ( I terhadap VD ) untuk tiap percobaan ! khusus untuk percobaan karakteristik Dioda Zener buatlah karakteristik Vin terhadap VD Rangkaian pengukuran Dioda : 1N4002 VD Vin VR 470 Ohm Rangkaian pengukuran Dioda Zener : 470 Ohm Vin VD Rangkaian pengukuran Dioda Varaktor : 45 .

Coba bandingkan apakah clipper kombinasi merupakan penggabungan antara clipper positif dan clipper negatif ? Jelaskan! VI. Khusus untuk pengukuran karakteristik dioda adan dioda zener buatlah analisis garis bebannya dan tentukan titik kerjadari dioda tersebut tersebut! 5. DAFTAR PUSTAKA SOEGIJARDJO S DAN WIDOWATI S : Praktek Elektronika 1 1978 DECY N : Diktat Dasar Elektronika 2007. TUGAS AKHIR 1. Dari hasil pengukuran dapat diketahui berapakah besarnya tegangan dioda zener yang digunakan ? 4. Apakah ada perbedaan antara karakteristik dioda dengan karakteristik dioda zener ? Jelaskan ! 3. Coba bandingkan apa yang terjadi pada posisi sebelum dibalik dan setelah dibalik untuk tiap percobaan pada pengukuran karakteristik ! 2. 46 . Buatlah output dari setiap aplikasi dioda diatas dengan menggunakan software Electronic WorkBench ( EWB ) ! 7. Apa perbedaan dasar antara clipper dengan clamper pada gelombang output yang dihasilkannya ? 6.V.

Pada prinsipnya transistor sama dengan dua buah dioda yang disusun saling bertolak belakang. TUJUAN 1. TEORI DASAR Konstruksi Dari susunan bahan semikonduktor yang digunakan. Membuat garis beban DC II. ALAT-ALAT 1. Mempelajari cara kerja Transistor Bipolar 2. Kit praktikum Dasar Tansistor 2. Menentukan titik kerja Transistor 3.MODUL II-6 DASAR TRANSISTOR I. transistor dapat dibedakan menjadi dua buah tipe yaitu transistor tipe PNP dan transistor tipe NPN. Power Supply 3. seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini : Struktur PNP Struktur NPN 47 . Multimeter III.

VBB = VCC. = β x IB Arus kolektor (IC) Penggunaan utama prategangan basis adalah dalam rangkaian-rangkaian digital yang transistornya digunakan sebagai sakelar. Bias Emitter 48 . Hukum Ohm memberikan arus bias : VBB − VBE RB IB = … (1) Dimana : VBE = 0. Cara pemberian prategangan pada transistor merupakan cara yang paling buruk dalam operasi linier ini. Sebuah sumber tegangan VBB membias dioda forward emitter melalui resistor yang membatasi arus pada RB.Rangkaian Bias Transistor Bias Basis Gambar diatas merupakan rangkaian bias basis. VBE = 0.7 Volt untuk transistor silicon. karena titik Q akan menjadi tidak stabil. Hukum tegangan Kirchoff menyatakan tegangan pada RB adalah VBB-VBE. Biasanya catu daya basis sama dengan catu daya kolektor .3 Volt untuk transistor germanium.

maka VCE = maksimum . sehingga : IC saturasi = VCC RC + RE … (5) Pada saat cut-off. Rangkaian ini banyak digunakan dalam rangkaian-rangkaian 49 . sehingga : VCE = VCC Prategangan Pembagi Tegangan (Voltage Divider) Rangkaian diatas adalah rangkaian pembagi tegangan. VCC IC = VRC+VRE = VCC − VCE RC + RE … (3) … (4) Pada saat saturasi maka VCE = 0. IC = 0. disebut juga prategangan semesta (universal).Untuk mengatasi perubahan β dc maka digunakan rangkaian “Prategangan Umpan Balik Emitter”. Rangkaiannya sebagai berikut : RE berfungsi untuk mengimbangi perubahan β dc.

misalkan kita membuka sambungan basis pada gambar diatas. Prategangan pembagi tegangan bekerja sebagai berikut. Tegangan yang melintasi R2 memberi tegangan maju pada dioda emitter. Disebut pembagi tegangan karena berasal dari pembagi tegangan pada R1 dan R2. dengan demikian kita akan melihat pembagi tegangan tanpa beban yang mempunyai tegangan thevenin sebesar : VTH = R2 Vcc R2 + R1 R1 .linier.R2 R1 + R2 … (6) Dan hambatan thevenin sebesar : RTH = R1 // R2 = … (7) Garis Beban Persamaan garis beban untuk rangkaian prategangan pembagi tegangan adalah : IC = VCC − VCE RC + RE … (8) Untuk IC saturasi VCE = 0 IC saturasi = VCC RC + RE … (9) Untuk VCE cut-off adalah IC = 0 VCE cut-off = VCC …(10) Rangkaian transistor sebagai switch adalah sebagai berikut : 50 .

IC. VCC. 51 . Untuk setiap perubahan RB. IB. dan terminal C dan E akan terbuka sehingga tidak ada arus yang mengalir melalui transistor dan transistor menjadi OFF. VBB ukur nilai dari VCE. VBE. RC. PROSEDUR PERCOBAAN Prategangan Basis (Base Bias) : 1. Dari rangkaian diatas diketahui : VCC = ICRC + VLED + VCE VBB = IBRB + VBE …(11) …(12) Pada saat transistor dalam keadaan saturasi VCE = 0 VCC = ICRC + VLED + 0 IC = …(13) …(14) VCC − VLED RC Pada saat transistor dalam keadaan cut-off IC = 0 VCE = VCC – VLED … (15) IV. 3. IC saturasi.Jika transistor dalam keadaan saturasi maka VCE = 0 artinya pada terminal C dan E akan terhubung sehingga arus mengalir dan transistor menjadi ON. Jika transistor dalam keadaan cut-off maka IC = 0. Buat rangkaian seperti gambar dibawah ini : 2. Catat hasil pengamatan kedalam tabel 1.

kemudian tentukan titik Q (Queiscent). Gambar garis beban dc untuk setiap pengamatan.4. Tabel 1 : No VCC = 9 V 1 VBB = 5 V RC = 330 Ω RB = 820 Ω VCC = 10 V 2 VBB = 5 V RC = 510 Ω RB = 2K2 Ω VCC = 10 V 3 VBB = 5 V RC = 820 Ω RB = 3K3 Ω VCC = 15 V 4 VBB = 7 V RC = 2K2 Ω RB = 4K7 Ω VCC = 15 V 5 VBB = 0 V RC = 4K7 Ω RB = 12K Ω Prategangan Umpan Balik Emitter : VCE VBE IB (uA) IC (mA) IC sat = VCC/RC 52 .

VCC. Tabel 2 : No VCC = 10 V VBB = 5 V 1 RC = 330 Ω RE = 220 Ω RB = 2K2 Ω VCC = 10 V VBB = 5 V 2 RC = 510 Ω RE = 330 Ω RB = 3K3 Ω VCC = 10 V VBB = 5 V 3 RC = 820 Ω RE = 330 Ω RB = 4K7 Ω 53 VCE VBE IB (uA) IC (mA) IC sat = VCC/RC . Gambar garis beban dc dan titik Q untuk setiap pengamatan. ukur VCE. IC. Buat rangkaian seperti gambar dibawah ini : 2. Untuk setiap perubahan VBB.1. Catat hasil pengamatan kedalam tabel 2. sesuai tabel 2. 3. RE. VBE. 4. RC. IB. IC saturasi. RB.

RC. IB. VCE.VCC = 15 V VBB = 6 V 4 RC = 1K Ω RE = 510 Ω RB = 4K7 Ω VCC = 15 V VBB = 0 V 5 RC = 820 Ω RE = 330 Ω RB = 12 K Ω Prategangan Pembagi Tegangan (Voltage Divider) : 1. 4. Tabel 3 : No VCC = 15 V 1 R1 = 2K2 Ω R2 = 510 Ω RC = 330 Ω 54 VCE VBE IE (mA) IC (mA) IC sat = VCC/RC . Untuk setiap perubahan VCC. R2. R1. 3. RE ukur harga : VTH. Gambar garis beban dc untuk setiap pengamatan kemudian tentukan titik Q. Buat rangkaian seperti gambar dibawah ini : 2. VBE. Catat hasil pengamatan kedalam tabel 3. IC saturasi. IC.

Buat rangkaian seperti gambar dibawah ini : 55 .RE = 220 Ω VCC = 10 V R1 = 2K2 Ω 2 R2 = 510 Ω RC = 820 Ω RE = 220 Ω VCC = 15 V R1 = 1M Ω 3 R2 = 2K2 Ω RC = 3K3 Ω RE = 220 Ω VCC = 7 V R1 = 1K Ω 4 R2 = 220 Ω RC = 510 Ω RE = 330 Ω VCC = 0 V R1 = 2K2 Ω 5 R2 = 510 Ω RC = 820 Ω RE = 220 Ω Switch Transistor : 1.

VLED. RB. 3. VCC. IB.2. Tabel 4 : No VCC = 10 V 1 VBB = 5 V RC = 820 Ω RE = 3K3 Ω VCC = 15 V 2 VBB = 0 V RC = 820 Ω RE = 3K3 Ω VCC = 6 V 3 VBB = 3 V RC = 4K7 Ω RE = 0 Ω VCC = 10 V 4 VBB = 15 V RC = 4K7 Ω RE = 2K2 Ω VCC = 9 V 5 VBB = 0 V RC = 2K2 Ω RE = 220 K Ω VCE VBE IB (uA) IC (mA) IC sat = VCC/RC 56 . IC. Untuk setiap perubahan VBB. Gambar garis beban dc untuk setiap pengamatan. RC sesuai tabel ukur : VBE. IC saturasi. 4. Catat hasil pengamatan kedalam tabel 4. VCE.

Terangkan cara kerja rangkaian transistor menurut gambar 1. 2.Diktat Kuliah ‘ Elektronika Analog ‘. VI. 3.Diktat Kuliah ‘ Dasar Elektronika ‘. DAFTAR PUSTAKA . Kesimpulan apa yang saudara dapatkan dari percobaan. . ‘ Electronic Devices and Circuit Theory ‘. dan Prategangan Pembagi Tegangan. Robert. . Sebutkan keuntungan dan kerugian serta kegunaan dari rangkaian Bias Basis. Bias Emitter. 3. 4. 4. TUGAS AKHIR 1. 5. kemudian bandingkan dengan hasil pengamatan. 2.Boylestad. Mengapa pada Bias Basis titik Q-nya tidak stabil? dan bagaimana cara mengatasinya. Gambarkan garis beban dc dan tentukan titik kerja Q menurut perhitungan untuk setiap percobaan.V. 57 . Prentice Hall.

yaitu : - Low Pass Filter (LPF). induktor. Rangkaian Filter adalah rangkaian elektronika yang dapat melewatkan suatu sinyal dengan frekuensi tertentu dan akan menahan sinyal dengan frekuensi lainnya. Jumper dan Probe. Band Pass Filter (BPF). 2. BPF. BRF). 58 . rangkaian filter dapat dikelompokan menjadi dua jenis. High Pass Filter (HPF). Oscilloscope. Project Board. kapasitor). Berdasarkan spektrum frekuensinya. Komponen pasif (resistor. TEORI DASAR. 2. HPF. TUJUAN 1. Membandingkan respon frekuensi yang diperoleh dari perhitungan dengan pengukuran. Berdasarkan komponen yang digunakannya. ALAT-ALAT 1. filter dapat dikelompokan menjadi empat kategori. Function Generator.MODUL II-7 FILTER PASIF VII. Filter aktif disusun dari komponen aktif dan komponen pasif serta memiliki penguatan pada terminal outputnya. 5. 3. IX. yaitu filter aktif dan filter pasif. Respon frekuensi adalah suatu tanggapan filter terhadap fungsi frekuensi. Mempelajari karakteristik respon frekuensi dari berbagai macam filter (LPF. VIII. Sedangkan filter pasif hanya terdiri dari komponen pasif saja sehingga tidak dapat dijadikan rangkaian penguat. 4.

LPF. a. rangkaian ini memiliki suatu nilai batas frekuensi sebesar : 1 ( Hz ) … (1) 2πRC f co = Nilai ini dipengharuhi oleh besar resistor dan kapasitor yang digunakan.- Band Reject Filter (BRF). Filter RC yang digunakan sebagai Low Pass Filter memiliki respon frekuensi sebesar : 1 jωRC + 1 H ( jω ) = … (2) 59 . Filter RC (LPF). Berikut ini adalah beberapa macam rangkaian sederhana yang dapat dijadikan filter pasif : FILTER RC Rangkaian yang tersusun atas komponen R dan C dapat digunakn sebagai filter HPF. Pada penggunaannya sebagai filter HPF dan LPF. dan BPF.

b. rangkaian ini memiliki suatu nilai batas frekuensi sebesar : f co = R ( Hz ) … (4) 2πL Nilai ini dipengaruhi oleh besar resistor dan inductor yang digunakan. a. LPF dan BPF. Filter RL (LPF). Pada penggunaannya sebagai filter HPF dan LPF. 60 . Filter RC (HPF). Filter RC yang digunakan sebagai High Pass Filter memiliki respon frekuensi sebesar : H ( jω ) = jωRC jωRC + 1 … (3) FILTER RL Rangkaian yang tersusun atas komponen R dan L dapat digunakan sebagai filter HPF.

yaitu : 1 1 ⎞ ⎛ R + j ⎜ ωL − ⎟ ωC ⎠ ⎝ H ( jω ) = … (7) Sedangkan untuk rangkaian RLC parallel. memiliki respon frekuensi sebesar: H ( jω ) = 1 1 + R 1 ⎞ ⎛ j ⎜ ωC − ⎟ ωL ⎠ ⎝ … (8) 61 . Filter RL (HPF). Filter RL yang digunakan sebagai High Pass Filter memiliki respon frekuensi sebesar : H ( j) = jωL jωL + R …(6) FILTER RLC (BPF) Filter RLC seri dibwah akan menghasilkan suatu respon frekuensi.Filter RL yang digunakan sebagai Low Pass Filter memiliki respon frekuensi sebesar : H ( jω ) = R …(5) jωL + R b.

sebesar : BW = f co 2 − f co1 ( Hz ) … (10) Qs = ω0 L R = 1 ω0 L R ω0 L … (11) … (12) Q p = ω 0 RC = Hubungan antara lebar pita dengan factor kualitas rangkaian adalah : Q= ω0 BW … (13) Rangkaian RLC seri dan parallel yang menghasilkan respon BPF ini memiliki du buah frekuensi cut-off.. frekuensi resonansinya adalah : f co = 1 2η LC ( Hz ) … (9) Pada kondisi ini dapat diperoleh nilai bandwidth dan factor kualitas untuk rangkaian seri (s) serta factor kualitas untuk rangkaian parallel (p).Khusus untuk rangkaian RLC seri dan RLC parallel.. (15) 62 . yaitu : ω co1 = − ω co 2 = ω0 2Q + ω0 ⎛ 1 ⎞ 1+ ⎜ ⎜ 2Q ⎟ ⎟ ⎝ ⎠ ⎛ 1 ⎞ 1+ ⎜ ⎜ 2Q ⎟ ⎟ ⎝ ⎠ 2 2 [rad/s] … (14) ω0 2Q + ω0 [rad/s] .

Catatan : Kutub negtif harus di-ground dengan baik. Rangkaian Filter RLC parallel : X. Rangkaian Filter RLC seri : b. Pastikan oscilloscope sudah dalam keadaan terkalibrasi. 1 F (KHz) Vopp (Volt) 63 . PROSEDUR PERCOBAAN. Jumper dan probe harus terhubung dengan baik agar tidak menghasilkan noise pada pengukuran. Tabel.a.

Filter RC (LPF) 1. 4. Atur frekuensi Function Generator pada frekuensi yang ditentukan asisten. 4. Filter RC (HPF) 1. Atur tegangan Input Function Generator sebesar 6 Vpp dengan menggunakan Oscilloscope. 2. Hubungkan output dari Function Generator ke input rangkaian. 3. hitung besar tegangan output-nya dan tulis hasilnya pada table 1 untuk setiap perubahan frekuensi. Atur frekuensi Function Generator pada frekuensi yang . Hitung nilai masing-masing komponennya. 64 . 2. Susun rangkaian diatas pada Project Board dengan menggunakan komponen yang telah disediakan asisten. 5. Hubungkan output dari Function Generator ke input rangkaian. 3. Atur tegangan Input Function Generator sebesar 6 Vpp dengan menggunakan Oscilloscope. Hitung nilai masing-masing komponennya. 5. hitung besar tegangan output-nya dan tulis hasilnya pada table 1 untuk setiap perubahan frekuensi. Hubungkan ouput rangkaian dengan Oscilloscope. Susun rangkaian diatas pada Project Board dengan menggunakan komponen yang telah disediakan asisten. Hubungkan ouput rangkaian dengan Oscilloscope.

hitung besar tegangan output-nya dan tulis hasilnya pada table 1 untuk setiap perubahan frekuensi. 4. Atur frekuensi Function Generator pada frekuensi yang ditentukan asisten. Filter RL (HPF) 1. 3. Atur frekuensi Function Generator pada frekuensi yang ditentukan asisten. Hubungkan ouput rangkaian dengan Oscilloscope. Susun rangkaian diatas pada Project Board dengan menggunakan komponen yang telah disediakan asisten. Hitung nilai masing-masing komponennya. Hubungkan ouput rangkaian dengan Oscilloscope. 65 .Filter RL (LPF) 1. 3. Hubungkan output dari Function Generator ke input rangkaian. 2. Susun rangkaian diatas pada Project Board dengan menggunakan komponen yang telah disediakan asisten. hitung besar tegangan output-nya dan tulis hasilnya pada table 1 untuk setiap perubahan frekuensi. Hitung nilai masing-masing komponennya. Hubungkan output dari Function Generator ke input rangkaian. 4. 2.

Atur frekuensi Function Generator pada frekuensi yang ditentukan asisten. Susun rangkaian diatas pada Project Board dengan menggunakan komponen yang telah disediakan asisten. Atur frekuensi Function Generator pada frekeunsi yang ditentukan asisten. Hitung nilai masing-masing komponennya. 4. 2. Hitung nilai masing-masing komponennya. hitung besar tegangan output-nya dan tulis hasilnya pada table 1 untuk setiap perubahan frekuensi. Susun rangkaian diatas pada Project Board dengan menggunakan komponen yang telah disediakan asisten. Filter RLC (BRF) 1.Filter RLC (BPF) 1. Hubungkan ouput rangkaian dengan Oscilloscope. Hubungkan output dari Function Generator ke input rangkaian. 4. hitung besar tegangan output-nya dan tulis hasilnya pada table 1 untuk setiap perubahan frekuensi. 3. 3. Hubungkan ouput rangkaian dengan Oscilloscope. 66 . 2. Hubungkan output dari Function Generator ke input rangkaian.

67 . jelaskan fungsi rangkaiannya!. Gambarkan grafik Vo terhadap fungsi frekuensi pada kertas grafik!. Berapa frekuensi cut-off untuk masing-masing percobaan ? Bandingkan dari hasil pengukuran dan perhitungan !.XI. Berapa Bandwidth untuk percobaan filter BPF dan BRF? Bandingkan dari hasil pengukuran dan perhitungan !. Dari gambar tersebut. 2. TUGAS AKHIR 1. 3.

MODUL II – 8 DIFERENSIATOR – INTEGRATOR I.i = R.C . III. maka Vi ≈ Vi = C ∫ idt atau I ≈ C dt sehingga didapatkan C dVi …………(1) dt 68 hubungan antara input dan output sebagai berikut : Vo = R. RC Diferensiator C + Vi 1 idt + R.i C∫ R + Vo Menurut Hukum Kirchoff Vi = 1. ALAT – ALAT YANG DIGUNAKAN • • • • Kit Praktikum Integrator dan Diferensiator. TUJUAN • • Mempelajari sifat-sifat rangkaian Integrator dan Diferensiator. II. Jumper. Untuk Vi = dVi 1 1 ∫ idt 〉〉 R. TEORI RANGKAIAN DIFERENSIATOR a. Audio Generator. Mempelajari kegunaan Integrator dan Diferensiator sebagai filter. Oscilloscope.i .

Untuk gelombang sinusoida Bila Vi = 1 1 ∫ i. Transfer Function Vo = Vi R R+ 1 JωRC = 1+ 1 1 jωRC = 1 1− j ω0 ω dimana ω 0 = 1 1 untuk atau fo = RC 2πRC ω 〉〉ω 0 atau ω 〉〉 Filter (HPF). RC Diferensiator + Vi L + Vo - Hubungan antara input dan output adalah sebagai berikut : Vo = L dVi …………………………………………………. maka rangakaian tersebut berfungsi sebagai Diferensiator.i dalam bentuk phasornya jωC . RC Integrator 69 . Dari uraian di atas dapat di simpulkan bahwa jika dipengaruhi ωC syarat. 1 Vo .i akan menghasilkan : C 1 〉〉 R atau ωRC 〈〈1 .I 〉〉 R. maka ≈ 1 sehingga rangkaian diatas merupakan High Pass RC Vi b. 3.2.dt 〉〉 R. (2) R dt RANGKAIAN INTEGRATOR a.

RC Integrator sebagai filter + Vi R C + Vo - 70 . RL Integrator L + R Vi Hubungan output dan inputnya : Vo + Vo = R Vidt ………………………………………………………(4) L∫ PROSEDUR PERCOBAAN a. (3) RC ∫ Vo = b. diperoleh hubungan antara input dan output sebagai berikut : 1 Vidt ……………………………………………………….+ Vi - R C + Vo - Dengan cara yang sama seperti pada Diferensiator.

6 2 4 10 100 b. • Atur tegangan output Audio Generator sebesar 4 Vpp berbentuk sinusoida. Tegangan input harus tetap setiap perubahan frekuensi. setelah itu hubungkan dengan input rangkaian.• Pelajari gambar rangkaian diatas. • Lakukan prosedur di atas untuk harga – harga R dan C seperti data Tabel 1 Frekuensi Input (KHz) 0. - • Atur tegangan output Audio Generator sebesar 4 Vpp berbentuk sinusoida. • Hubungkan output rangkaian dengan oscilloscope • Atur frekuensi generator sesuai tabel di bawah ini. setelah itu hubungkan dengan input rangkaian. • Hubungkan output rangkaian dengan oscilloscope 71 .3 0. RC Diferensiator sebagai filter + C + C = 22pF R = 100 Ω C = 10nF C=100nF Tegangan Output (Volt) R = 2K2 Ω C = 22pF C = 10nF C=100nF Vi R Vo • Pelajari gambar rangkaian diatas.

6 2 4 10 100 C = 22pF Tegangan Output (Volt) R = 680 Ω C = 10nF R = 2K2 Ω C = 22pF C = 10nF IV.3 0. Secara teori gambarkan bentuk gelombang yang dihasilkan oleh rangkaian integrator dan diferensiator bila inputnya adalah gelombang pulsa ! 2. Engineering Circuit Analysis. Frekuensi Input (KHz) 0. Gambarkan bentuk gelombang yang dihasilkan rangkaian integrator & diferensiator sesuai dengan hasil percobaan saudara ! 3. apakah sesuai dengan yang diharapkan ? V. 3rd Edition 72 . PUSTAKA Hayt. PERTANYAAN 1. William.• Atur frekuensi generator sesuai tabel II. Bandingkan gambar pada no 1 dan no 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful