P. 1
ASPEK-buah

ASPEK-buah

|Views: 180|Likes:
Published by Arif Bachdim

More info:

Published by: Arif Bachdim on May 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/31/2015

pdf

text

original

ASPEK-ASPEK PENTING BUDIDAYA TANAMAN BUAH-BUAHAN

Oleh Sri Setyati Harjadi Winarso D. Widodo Ketty Suketi

I. Pendahuluan 1. Tanaman Buah-buahan Sesuai dengan namanya, golongan tanaman buah-buahan ditanam untuk dimanfaatkan buahnya dalam pengertian sehari-hari. Bagian buah ini dimanfaatkan untuk melengkapi kebutuhan akan tambahan variasi makanan pokok, jadi sebagai selingan dalam menu makanan. Pada masyarakat yang telah maju kebutuhan akan buah-buahan sudah merupakan kebutuhan pokok dalam menu makanan. Sehingga pada kalangan maju tersebut, buah-buahan memiliki nilai pasar yang tinggi. Karena nilai pasarnya yang tinggi, maka pembudidayaannya pun menjadi intensif agar dapat memberikan keuntungan yang tinggi pula. Untuk menggambarkan berapa besar tambahan pendapatan petani, dapat dilihat hasil satu pohonnya dalam Tabel 1. Bila angka-angka tersebut dihubungkan dengan nilai jual setempat maka akan kelihatan ekonomis tidaknya tanaman tersebut. Jadi hasil yang didapat oleh penanam pohon buah-buahan merupakan fungsi dari produktivitas pohin dan daerahnya.

Tabel 1. Hasil beberapa jenis pohon buah pada tingkat produksi sedang Macam pohon Durian Melinjo Rambutan Apokad Jeruk Besar Duku Petai Kelapa Jeruk Siem 100 buah 25 000 buah 200 ikat 200 buah 200 buah 1 000 buah 500 papan 45 buah 300 buah Hasil setahun

15 Niasin (mg) 0.0 Vit. Buah-buahan telah lama terkenal bermanfaat bagi kesehatan manusia.05 0. Selain kedua vitamin utama tersebut masih banyak zat gizi lain yang bermanfaat bagi kesehatan manusia yang terkandung di dalam buah.8 0. Padahal hakekatnya justru merekalah yang seharusnya banyak mengkonsumsi buah-buahan bila ditinjau dari nilai gizinya.6 0. Tabel 2.7 2. sehingga tidak pernah dipikirkan untuk menjadi kebutuhan hidup. namun dalam jangka panjang akibatnya dapat fatal yang menyangkut segi ketahanan dan kesehatan masyarakat. buah-buahan mungkin hanya merupakan pemuas rohani dalam menikmati menu makanan sehari-hari.Jeruk Nipis Jeruk Limau Nenas 100 rumpun Pepaya Pisang 400 buah 1 000 buah 144 buah 26 buah 1 tandan Pada masyarakat yang telah mampu secara ekonomis. Hal ini terutama sehubungan dengan buah-buahan sebagai sumber vitamni C dan vitamin A.06 0.10 Vit. Beberapa jenis buah seprti mangga dan pepaya merupakan juara dalam kandungan vitamin A. Walaupun kekurangan vitamin tidak langsung terasa akibatnya.0 0.08 0.20 0.02 0.20 0. A (SI) 100 – 200 2 500 250 1 000 200 Vit B1 (mg) 0. C (mg) 10 60 25 30 20 Pisang Pepaya Jeruk Mangga Apokad 103 38 43 59 210 .05 0. B2 (mg) 0.50 0.06 0. karena cara mengkonsumsi buah-buahan yang mentahan atau secara segar.02 0. buah-buahan boleh jadi dianggap sebagai kemewahan. seperti yang disajikan pada Tabel 2.10 0. Sebaliknya bagi masyarakat dengan ekonomi lemah.03 0. Vitamin C dan A yang terkandung di dalam buah-buahan relatif tidak rusak strukturnya. Kandungan zat gizi pada beberapa jenis buah setiap 100 g bobot segar Buah Kalori Protein (g) 1.10 Vit.

menurut pengertian botaninya mungkin buah sejati. Kita juga mengenal keragaman anggota suatu species yang dikenal dengan varietas. Buah yang dikonsumsi. Di banyak daerah terutama di pedesaan kadang-kadang PPH tersebut tidak pernah sampai dengungnya sekali pun.Selaim kandungan vitaminnya yang tinggi. tetapi sesungguhnya masih belum mencukupi. misalnya. Di daerah terpencil. dengan prasarana transportasi yang buruk dibarengi dengan musim buah yang serempak. Sebagai contoh. Masing-masing varietas tersebut memiliki ciri-ciri khas yang biasanya memiliki . Arum Manis. sehingga rasa-rasanya tidak kekurangan pangan. yang masih dapat dengan mudah dibedakan dengan kesatuan lainnya (species lain) di dalam kelompok tertentu yaitu genus (marga) pada suatu famili (suku). penanaman buah-buahan yang hasilnya dipanen dan dikonsumsi sendiri dapat menjadi tambahan (katakanlah nilai tambah lahan pekarangan)pendapatan petani walaupun secara tidak langsung. Jadi buah-buah yang demikian dapat memberikan subtitusi kebutuhan kalori dari beras dan palawija lainnya yang sampai dewasa ini masih dalam tahap diperjuangkan dengan istilah PPH (Pola Pangan Harapan sebesar 2400 Kalori/hari/orang). Apalagi pada daerah-daerah yang rawan paceklik. dan ”Kensington Apple”. kweni mudah dibedakan dengan mangga yang samasama satu genus Mangifera yang masing-masing memiliki persamaan ciri khas tertentu yang lebih banyak dibandingkan dengan jambu mete (genus lain. 2. Species pohon buah-buahan sebenarnya sangat banyak dan beragam keragaannya. Manalagi. Botani Tanaman Buah-buahan Telah diterangkan di muka bahwa tanaman buah-buahan adalah tanaman (tepatnya pohon) penghasil buah dalam pengertian sehari-hari. Anacardium) dalam satu suku Anacardiaceae. Beberapa yang penting dan dapat tumbuh di Indonesia (beberapa diantaranya merupakan buah-buahan utama) disajikan pada Tabel Lampiran 1. Gedong. karena biaya pengeluaran belanja “jajanan” dapat dikurangi. Species merupakan kesatuan botani terkecil. Untuk mangga kita kenal Golek. Dengan penerangan tentang kegunaan buah-buahan dalam menu makanan sehari-hari yang ditekankan pada kebutuhan vitamin C dan A. seringkali penanaman buah-buahan akan menimbulkan kekecewaan bila tidak dibarengi dengan penerangan tentang kegunaannya bagi penanamnya selain untuk dijual ke pasar yang justru lebih baik dan mulia misinya. misalnya. Oleh karena itu bila kita menganjurkan petani bertanam buah-buahan hanya sematamata berorientasi untuk dipasarakan saja mungkin akan ditemui berbagai kesulitan. beberapa jenis buah seperti apokad dan pisang memilki kandungan kalori yang cukup tinggi.

sitokinin dan GA) untuk aktif tumbuh menerobos tangkai putik. Pada umumnya varietas-varietas fertil (berbiji dan dapat tumbuh bijinya). hasilnya baru diketahui kemudian setelah 2-8 tahun kemudian. seperti umur berbuah. pembiakan secara vegetatif perlu diketahui dan diusahakan sebaik-baiknya. maka varietasvarietas tersebut istilahnya lebih dikenal sebagai kultivar (cultivars.arti bagi penanamnya atau konsumennya. bergantung speciesnya. terutama bila penanaman buah-buahan dilakukan dari biji. Embrio terbentuk karena bersatunya sel telur dalam kantung embrio dengan sel serbuk sari (sperma) dari kantung sari. Stigma yang reseptif (matang serbuk) akan mengeluarkan hormon tertentu dan senyawa-senyawa gula tertentu yang dapat menginduksi perkecambahan serbuk sari menjadi tabung sari. serbuk sari yang fertil dan pembentukan zat-zat pengatur tumbuh yang sinergis antara keduanya memungkinkan ujung tabung sari sampai ke kantung embrio dan melepaskan sel sperma. Serbuk sari sendiri begitu berkecambah juga mengeluarkan zat pengatur tumbuh tertentu (diduga kelompok auksin. Keadaan ini perlu diperhatikan. Bahkan pada manggis buah terbentuk tanpa penyerbukan. tentu bijinya bila ditanam tidak akan menjadi Golek yang tulen lagi. Berhubung orientasi maknanya erat kaitannya dengan penanaman dan konsumen sehingga tercakup dalam budidaya tanaman. Proses terjadinya embrio (adventiv) pada manggis disebut dengan Apogami dan bijinya berupa biji apomiktis yang sifatnya identik dengan induknya. Bila bibit yang ditanam (asal biji) tidak tulen. Pada proses penyerbukan. warna kulit buah. cultivated varieties) yaitu varietas pertanian. Putik yang reseptif. Untuk mengatasi hal-hal tersebut. Buah terjadi dari pembesaran bakal buah dan jaringan di sekitarnya dalam suatu sistem bunga (dapat tunggal. Pembesaran bakal buah tersebut terjadi setelah pembentukan embrio. sel serbuk sari yang mendarat pada kepala putik (stigma) akan tumbuh menembus dan menerobos tangkai putik (stilus) menjadi sel tabung sari. ukuran dan bentuk buah. juga ditentukan oleh reseptibilitas stigmanya. majemuk atau agregat). rasa dan lain-lain. karena manggis tidak memiliki benang sari. Proses ini selain dipengaruhi oleh fertilitas sel serbuk sarinya sendiri. Pada angiospermae biasanya ada dua sel sperma. . persilangan anataranya lebih mudah terjadi dibandingkan dengan persilangan antar species. bahkan mungkin puluhan tahun. Persilangan antara dua varietas tentu menghasilkan suatu bastar yang lain sifat-sifatnya dengan induk betinanya. Kadang-kadang buah dapat terbentuk hanya dengan terlewatinya proses penyerbukan ini tanpa penyatuan dua sel kelamin. misalnya pada pembentukan buah parthenokarpi. Proses jatuhnya serbuk sari ke kepala putik disebut penyerbukan. Misalnya mangga Golek yang prima penampilan buahnya diserbuki oleh mangga Sengir.

Seperti diketahui buah terbentuk apabila ada penyerbukan dengan atau tanpa pembuahan. Namun demikian ada cara untuk mengklasifikasikannya yang sesuai dengan ekosistem tropika. Bila di suatu area tanam terdapat banyak pohon sejenis mungkin tidak ada masalah karena kemungkinan tersedianya pohon jantan. Karena pohon buah-buahan biayanya tingg-tinggi. disebut penyerbukan sendiri. Hal ini akan diuraikan pada bab lain.yang satu (sebut saja sperma a) akan bersatu dengan sel telur membentuk embrio (2n) dan satu lagi sperma b bersatu dengan sel sinergid (biasanya dekat dengan kantung embrio) membentuk endosperm (3n). Proses perkawinan ganda ini disebut dengan pembuahan (fertilisasi) bukan pembentukan buah (fruit setting) setelah pembuahan terjadi. sehingga tidak dapat berbuah. Masih banyak masalah fisiologi yang perlu diketahui. Namun bila pertanamannya sangat seragam atau hanya satusatunya pohon fenomena kelamin pohon dapat menjadi kendala. Peristiwa penyerbukan dapat terjadi antara serbuk sari dan putik dari bunga atau tanaman yang sama. Dapat pula. yaitu pembelahan dan pembesaran sel-sel dan penarikan pelarutan makanan (fotosintat) sehingga buah dengan cepat membesar. pohon betina dan pohon hermaprodit masih besar. Klasifikasi Habitus dan Pembungaan Buah Telah disinggung di Pendahuluan. maka sulit menghindari terjadinya penyerbukan silang. Inilah sebabnya mengapa penanaman pohon buah-buahan dari bibit asal biji tidak dianjurkan. Di samping masalah keturunan dan pewarisan sifat. maka sel embrio dan endosperm akan mengeluarkan hormon-hormon yang mempengaruhi proses fisiologi pada bakal buah (pistil) sehingga mengaktifkan perkembangan struktur bunga menjadi buah. Walaupun mungkin pada waktu berbunga sangat lebat. Klasifikasi tersebut dikembangkan oleh Verheij (1986) dengan mengelompokkan pohon buah-buahan berdasarkan keragaan (habitus) dan . beberapa jenis tanaman hanya menghasilkan bunga dengan putik saja atau bunga dengan benang sari saja. terutama dalam biome hutan hujan tropika. serbuk sarinya berasal dari tanaman atau bunga lain. Kecuali pada manggis. mengapa pohon buah-buahan tidak berbunga atau berbunga tetapi tidak berubah. disebut penyerbukan silang. pohon buah adalah tanaman penghasil buah yang bersifat dan dikelola sebagai tanaman tahunan. Sebagai pohon (tanaman tahunan) pohon buah tropika sangat beraneka ragam. Dengan demikian. buah adalah semua bentuk hasil perkembangan daun buah (capel) dengan bagian-bagian pendukungnya. Menurut pengertian hortikultur. sering terjadi pula kesulitan pengusahaan buah-buahan yang menyangkut sifat-sifat kelamin pohon. 3. bahwa buah secara botani merupakan hasil perkembangan bakal buah (ovarium) setelah terjadi penyerbukan.

pepaya b. sawit 2. ujung ranting : belimbing. rambutan. bunga di batang. Perkembangan bunga terjadi bersamaan dengan pertumbuhan Tumbuh dan berbuah terus tak mengenal musim: markisa. Tempat tunas vegetatif dan reproduktif terdapat pada satu tempat. Tumbuh vegetatif diakhiri bunga. pada satu pohon terdapat pertumbuhan vegetatif. kiwi (keterangan: liana adalah vines yang berkayu. Tipe campuran. jambu air. pisang. talok (arben) 2. Perkembangan bunga terpisah dari pertumbuhan Ada perbedaan tempat bagian vegetatif dan reproduktif a. bunga di ketiak daun Pertumbuhan tunas dan perkembangan bunga terjadi bersamaan: pepaya. Non pohon: a. cabang. kakao. durian 2. kelapa. sedangkan vines adalah tanaman yang menjalar atau merambat) II. aren B. Pohon buah bercabang (branched species) 1. batang dan akar. Pohon buah tidak bercabang (single stemmed species) 1. nam-nam b. nenas. alpukat b. maka pohon buah-buahan tropika darpay dikelompokkan menjadi: A. Terna (herba tahunan): pisang.irama pertumbuhan dan pembungaannya. sel-sel tersebut terbagibagi tugasnya. Kelompok sel sejenis dengan bentuk dan fungsi yang sama disebut jaringan. SHOOT DIMORPHISM : kopi. Tidak serempak. rambutan. sirsak c. Dengan cara itu. jambu bol 3. Tempat tunas vegetatif dan reproduktif berbeda tempat. bunga muncul pada akhir pertumbuhan batang: nenas. apel. anggur c. Pohon: mangga. secara umum klasifikasi buah tropika dapat dkelompokkan berdasarkan habitusnya menjadi: 1. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN Tanaman memiliki bagian-bagian daun. anggur Selain Klasifikasi Verheij tersebut. calon tunas vegetatif dapat dibedakan dengan bakal tunas bunga. Pembungaan dipengaruhi musim sehingga dapat diatur pembungaannya melalui pemangkasan dan pengairan : apel. jeruk. pembungaan serentak dalam satu pohon (synchronous) : mangga. tidak bermusim. markisa. . Untuk mendukung proses hidup tanaman. Ada perbedaan irama pertumbuhan atau waktu pertumbuhan antara tunas vegetatif dan tunas reproduktif a. Waktu serempak. ketiak daun. kuncup bunga. Liana: anggur. nangka. bunga mekar (asynchronous) : sawo. Tumbuh dan berbuah terus setelah dewasa. Semua bagian tersebut tersusun atas sel-sel hidup. jeruk. lamtoro. CAULIFLOROUS : durian.

bermetabolisme. Pertambahan ukuran ini merupakan akibat bertambahnya bahan kering. Karbohidrat ada bermacam-macam bentuk di dalam tanaman antara lain. Bertambahnya protoplasma terjadi pada saat sel membelah dan sel membesar. Sebaliknya bila respirasi tertekan. Respirasi adalah proses oksidasi enzimatis dari karbohidrat. tanaman juga akan kehabisan tenaga. maka lama-lama tanaman kehabisan gula. Karbohidrat adalah senyawa organik dengan rumus molekul umum Cm(H2O)n atau hidrat arang. 2) translokasi atau pengangkutan larutan pangan ke seluruh tubuh tanaman. Apabila orang menanam tanaman. . Akibatnya untuk memperoleh energi pati. asam amino. umumnya ingin agar tanamannya cepat menjadi besar dan membuahkan hasil. Respirasi dapat diartikan proses kebalikan dari fotosintesis. Bertambahnya bahan kering umumnya merupakan bertambahnya protoplasma. Sebagai bahan pangan simpanan. Dengan berbagai proses reaksi enzimatis. tumbuh dan berkembang. bila respirasi berjalan lebih giat dibandingkan fotosintesis. Sebagai contoh. glukosa. Hasil akan diperoleh bila seluruh proses kehidupan berjalan lancar dan seimbang. vitamin hingga hormon. yang mungkin karena bagian-bagiannya bertambah banyak atau ukuran masing-masing bagiannya bertambah besar. karena kurang O2 misalnya. glukosa juga menjadi bahan awal (prekursor) dari lemak. Selain fotosintesis dan respirasi. Untuk memperkuat dinding sel diperlukan lignin dan selulosa yang juga dibentuk dari glukosa. 3) transpirasi atau penguapan air melalui jaringan hidupdan 4) sintesis atau proses pembentukan bahan-bahan hidup. glukosa diubah menjadi pati yang sukar larut. lemak dan bahkan protein akan ditransformasikan ke gula dan direspirasikan. Tanaman tumbuh menunjukkan ukuran yang bertambah. Garam nitrogen diperoleh dari absorpsi tanaman dari larutan tanah dan karbohidrat berasal dari hasil fotosintesis. Respirasi terjadi diseluruh sel hidup dan berlangsung terus-menerus. proses-proses penting dalam pertumbuhan tanaman adalah 1) absorbsi atau pengisapan air dan hara dari larutan tanah. Akibatnya tanaman tidak lagi mampu menyediakan bahan untuk ditransformasikan ke produk yang diinginkan penanam. Untuk menjaga kelangsungan hidup diperlukan energi yang diperoleh dari proses respirasi. Karbohidrat yang mula-mula terbentuk adalah glukosa. Jadi pertumbuhan adalah pertambahan bahan kering yang dapat balik. fruktosa dan saccharosa. Protoplasma merupakan bahan hidup yang terdiri atas protein yang bahan bakunya adalah karbohidrat dan garam nitrogen.Semua sel hidup tanaman yang hidup selalu menunjukkan kegiatan-kegiatan hidup seperti respirasi.

Pertumbuhan vegetatif yang lancar ditunjukkan oleh daun-daun yang lebar. Oleh karena itu untuk menghasilkan pertumbuhan vegetatif yang baik. Kelancaran fotosintesis bila tidak didukung dengan ketersediaan unsur N yang cukup. Pada saat pembungaan dan pembentukan buah. nitrogen dan air tidak begitu banyak diperlukan. buah. Pada kondisi ini kadang-kadang pohon cepat berbuah tetapi hasilnya sedikit dan kecil-kecil. Untuk pertanaman pohon buah-buahan. Menjelang fase reproduktif. bunga. Bila pertumbuhan vegetatif tertekan.buah. dibutuhkan pupuk K dan P yang tinggi. Pupuk . umumnya daun menjadi sempit-sempit. akan menghasilkan pertumbuhan yang tidak memuaskan. Pada fase vegetatif proses-proses yang dominan adalah pembelahan dan pembesaran sel dari tahap awal diferensiasi. pupuk nitrogen. Pada saat itu dibutuhkan karbohidrat dan N yang banyak untuk pembangunan tubuh tanaman berupa pembuatan protoplasma baru. daun dan akar yang intensif. air harus sedang tidak berlebih dan tidak kurang. Oleh karena itu. biji dan cadangan bahan makanan. kalium dan cahaya matahariyang cukup. Fase reproduktif adalah fase pembentukan kuncup-kuncup bunga. dan Mg sebagai salah satu unsur pembentuk klorofil. Dalam hal ini juga diperlukan karbohidrat yang tinggi untuk ditimbun bukan untuk pembetukan protoplasma.Bila cahaya matahari cukup dan air serta karbondioksida cukup maka fotosintesis akan berjalan lancar. seperti K sebagai katalisator biokimia. umbi dan batang dan terjadi pendewasaan selsel. sebaiknya pada awal masa hidupnya (1 – 4 tahun) diusahakan agar pertumbuhan vegetatif dominan sehingga akar cepat meluas dan kuat. batang kokoh dan percabangannya baik dengan daun yang rimbun. Pada periode itu sebaiknya bunga dan buah muncul (muncul terlalu awal berarti) dibuang. Fase Pertumbuhan dan Keseimbangannya Di depan telah diuraikan gambaran umum tentang proses-proses pertumbuhan tanaman. Begitu pula halnya dengan bila tidak tersedia unsur-unsur hara lainnya. Pertumbuhan tanaman selanjutnya dibagi dalam dua fase yaitu fase vegetatif dan fase reproduktif. tebal dan berwarna hijau tua dan batang yang kokoh. proses-proses yang dominan meliputi pembentukan hormon dan penimbunan makanan di dalam biji. pucat dan batangnya mengayu. Pada fase reproduktif. Fase vegetatif adalah fase pembentukan batang. demikian pula dengan air dan cahaya matahari. unsur P yang sangat diperlukan sebagai bahan senyawa-senyawa dalam inti sel dan membran sel. Bila kebanyakan N dan air justru akan menimbulkan terbentuknya sel-sel baru sehingga pematangan jaringan tertunda. Unsur N sangat diperlukan. harus diberikan pengairan.

kadanh-kadang diperlukan mulsa atau sungkup plastik. Untuk memperbaiki aerasi dan retensi air. Dapat pula naungan dibuat dari atao rumbia dengan konstruksi dari bambu atau bahan lain yang mudah didapat. Tanah persemaian harus gembur dan dan berpasir agar akar tumbuh baik. Daerah persemaian harus mudah diatur pengairannya. Untuk naungan berupa pohon. III. pembibitan perlu dinaungi misalnya untuk bibit manggis. . rambutan dan durian. yaitu mudah diairi (dekat dengan sumber air) dan mudah pula dibuang airnya bila kelebihan.30 cm dan jarak antar barisan 50 – 70 cm untuk biji-biji besar. misalnya dengan perendaman selama 24 jam atau dikupas sebelum ditanam. perlu diberi perlakuan khusus. Pada umumnya jarak antar biji dalam barisan adalah 20 . Dengan keseimbangan yang terjaga maka umur peroduktif pohon buah-buahan akan semakin panjang. Biji sekarang lebih banyak ditanam hanya untuk batang bawah. Untuk memproduksi batang bawah perlu dipersiapkan bedengan persemaian atau dapat pula langsung mendeder biji dalam media dalam kantung plasyik. perlu pengelolaan tajuk naungan agar berfungsi efektif sebagai naungan. mangga. Kedalaman tanam biji bergantung ukuran biji dan kondisi tanah. Semakin kecil biji sebaiknya ditanam semakin dangkal demikian pula bila semakin berat tanahnya. Untuk menghindari percikan air hujan dan mengurangi penguapan. Demikian selanjutnya harus diciptakan keseimbangan dominansi vegetatif-reproduktif sesuai dengan musim atau jadwalnya. caranya dengan mencampurkan biji melinjo dalam abu basah dan disimpan (bila di kampung dikuburkan) pada tempat gelap selama 2 – 3 bulan seblum ditanam. Baru setelah buah terbentuk dan setelah dipanen. yaitu pemangkasan. Persemaian dan Pembibitan Mungkin hanya sedikit buah-buahan yang diperbanyak dengan bijinya (pepaya dan markisa saja). Bahkan untuk biji melinjo perlu dilakukan stratiikasi hangat. Biji-biji berkulit keras seperti sawo. gliricidia dan dadap. Jarak tanam biji (bila pada bedengan) bervariasi bergantung pada besar kecilnya biji. tanah persemaian harus ditambah pupuk kandang. Persemaian harus basah tetapi tidak tergenang air. maka pemberian pupuk N harus banyak air cukup dan pajanan sinar matahari yang intensif agar fase vegetatif kembali meningkat hingga menjelang fase reproduktif berikutnya. jambu mete. turi. PEMBIAKAN TANAMAN BUAH-BUAHAN 1. Untuk beberapa jenis tanaman. Naungan dapat berupa tanaman hidup seperti lamtoro.N tidak perlu pada saat itu. Kelebihan air harus segera dibuang.

Tabel 3. Namun demikian. S. belimbing. Pepaya dan markisa diperbanyak dengan bijinya. Bibit sudah siap tanam. Salak diperbanyak dengan anakan atau mencangkok anakannya seperti perbanyakan salak pondoh. V. maka dapat dipindahkan ke pembibitan untuk diokulasi atau disambung. Yasaguna Jakarta. sebagian akar dan daunnya dibuang. Secara umum pohon buah-buahan dapat diperbanyak dengan jalan generatif (menggunakan biji) maupun secara vegetatif.Setelah bibit cukup umurnya. ketentuan saat okulasi sekarang ini mungkin telah berubah dengan diketemukannya sistem okulasi hijau atau sistem sambung mini. 1969.5 3–4 1–2 3–4 Okulaisi (bulan) 9 – 12 9 – 12 8 – 12 18 12 – 24 6–8 12 – 24 24 8 – 10 12 8 – 10 8 – 10 Sumber : Satiadireja. Bibit stump. kecuali untuk manggis. Pisang dan nenas dapat diperbanyak dengan mudah melalui anakan. dapat dibuat dalam bentuk stump atau bibit keranjang. markisa dan salak. Beberapa contoh waktu tumbuh dan saat pemindahan di pembibitan beberapa jenis pohon buah-buahan dapat dilihat pada Tabel 3. berikut. Pemindahan Bibit dan Saat Okulasi Nama pohon Mangga Jeruk Rambutan Jambu biji Sawo Sirsak Jambu bol Manggis Durian Kecapi Nangka Apokad 14 15 – 20 15 20 – 30 20 20 – 30 15 – 20 30 – 45 10 10 10 20 Tumbuh (hari) Pindah (bulan) 4–5 5–6 2–3 3–5 12 2–3 12 12 1 – 1. nenas. Hortikultura I. durian dan rambutan tidak dapat dibuat bibit stump. sedang bibit keranjangan utuh. Perbanyakan Tanaman Beberapa pohon buah-buahan berumur pendek dan tidak berkayu seperti pisang. 2. Perbanyakan tanaman secara generatif dilakukan untuk: . Perbanyakan secara generatif umumnya menghasilkan tanaman yang lebih lambat berproduksinya. Waktu Biji Tumbuh. C. pepaya.

lengkeng. Perbanyakan tanaman yang sulit diperbanyak secara vegetatif Tanamannya homozigot atau hampir serupa dengan induknya (duku. sirsak. Hal ini mungkin karena banyak bunga yang tidak terserbuki. 2. Tanaman bersifat poliembrionik yaitu dalam satu biji terdapat banyak tunas. Cara sambungan dan okulasi merupakan cara yang sekarang paling banyak digunakan. Cara perbanyakan vegetatif sebenarnya juga terjadi bila yang ditanam adalah biji apomiktik (terbentuk karena pembuahan) atau biji nuselar (jeruk. belimbing. 6. Cara perbanyakan vegetatif selain dengan biji apomiktik antara lain dengan okulasi. Beberapa contoh tanaman demikian adalah salak.1. BEBERAPA KEMUNGKINAN KENAPA POHON TIDAK BERBUAH Sering terjadi pohon buah-buahan tidak mau berbuah walaupun sudah tua umurnya. Apokad memang berbunga hermaprodit. misalnya jeruk dan mangga (yang diinginkan tumbuh adalah tunas vegetatif) Pada umumnya perbanyakan secara generatif ditujukan untuk tanaman yang sullit berbiji atau untuk mempercepat tercapainya umur produktif. Diinginkan tanaman yang kuat dan panjang umurnya atau untuk batang bawah Tanaman apogamous (bunga yang hanya terdiri atas kelopak dan bakal buah) misalnya manggis 5. Jadi bila kebetulan menanam tanaman jantan maka pohon tidak akan berbunga. melinjo. 2. apokad) 3. jambu bol. tetapi tidak berbuah banyak. misalnya serangga penyerbuk tidak banyak lagi. walaupun pohon berbunga lebat Permukaan air tanah terlalu dangkal atau tanah terlalu kering Pohon sambungan yang tidak baik batang bawahnya atau pohon terkena penyakit yang akut . IV. 5. Dengan demikian diperlukan penanaman dua jenis apokad bila kebetulan kultivar yang ditanam memiliki sifat demikian. Hal ini mungkin disebabkan oleh faktor-faktor berikut: 1. mangga). Pohon-pohon tersebut berumah dua. Ada yang kepala sari pecah sore hari ada yang pagi hari sedangkan stigma reseptif beberapa jam setelah kapala sari pecah. yaitu antara bunga jantan dan bunga betina terpisah pohon. 4. Banyak pohon berbunga lebat. tetapi saat pembukaan kepala sari dan masa reseptif kepala putik tidak berbarengan. Sifat penyerbukan yang khas seperti pada apokad. rukem. cangkok dan setek. pepaya. Tetapi ada pula apokad yang menyerbuk sendiri yang di Indoesia dilepas dengan nama kultivar Hijau Panjang. 3. Tanah kekurangan N sehingga banyak buah gugur. penyambungan. 4.

7. Pohon terlalu cepat laju pertumbuhan vegetatifnya. Karena tidak cocok dengan syarat ekologinya (Lihat Tabel Lampiran 1) . Dalam hal ini kadang-kadang dapat diatasi dengan jalan memotong sebagian akarnya atau mengikat erat betangnya dengan kawat atau melukai sebagian kulit batangnya (pada lengkeng dan nangka) 8.

Phylanthus acidus SKEELS. tahun m. Diospyros kaki L. Kemarau m. Ananas comosus MERR. tahun sep. hujan ? m.p. tahun sep. Mangifera foetida LOUR. kemarau sep. Carica papaya L. tahun Jan-Peb Jan-Peb Sep-Okt Mei-Jul Sep-Nop Jul-Nop Nop-Peb Des-Peb Agt-Nop Peb-Apr Nop-Des sep. Mangifera indica L. Antidesma bunius SPRENG. kemarau pm. hujan pm. Persea americana MILL. Mangifera odorata GRIFF. Cynometra cauliflora L. kemarau sep. 2 Annonaceae Spondlas cytherea SONN. kemarau m. hujan m.l. kemarau m. Annona muricata L. kemarau pm. tahun Jul-Sep Agt-Sep Okt-Peb sep. Annona reticulata L. kemarau am. kemarau sep. kemarau m. Flacourtia rukam ZOLIETMOR Garcinia dulcis KURZ. tahun sep.Tabel Lampiran 1. hujan m. tahun pm.5 2. Annona squamosa Durio zibethines MURR. kemarau m. hujan m. Garcinia mangostana L. tahun sep.6-1. Baccaurea motleyana M. kemarau m. tahun sep. Tanaman buah-buahan di Indonesia dengan Syarat Ekologisnya Nama Umum No 1 Famili Anacardiaceae Nama Latin Anacardium occidentale L.5 8 12 10 10 8 10-14 14 10-14 14 14-16 6 15 8-10 6 12 12 12-14 Elevasi (m d. tahun Mei-Jul Biasa Okt-Jan 3 4 5 6 7 Bombacaceae Bromeliaceae Caricaceae Ebenaceae Euphorbiaceae Mei-Jun Sep & Okt . Indonesia Jambu mete Gandaria Kemang Mangga Kweni Bacang/Pakel Kedondong Sirsak Buah nona Srikaya Durian Nenas Pepaya Kesemek Buni/Wuni Menteng Menteng negeri Ceremai Lobi lobi Rukam Mundu Manggis Apokat Nam-nam Asam Duku Kecapi Cempedak Nangka Sukun/Kluwih Inggris Chasew nut Gandaria Bauno Mango Kuwini Bachang Ita-apple Soursop Custard-apple Sugar-apple Durian Pine-apple Papaya Persimmon Bignay Rambai Rambai Bato koplum Rukam Mangosteen Avocado Tamarind Lanzone Champedak Jack-fruit Bread-fruit Spasi Tanam (m) 6-8 10-12 14 12-14 12-14 12-14 12-14 6 6 6 14 0. 8 9 10 11 Flacourtiaceae Guttiferae Lauraceae Leguminosae Flacourtia inemis ROXB. Tamarindus indica L. hujan pm.) 1-300 1-500 1-300 1-300 1-300 1-300 1-500 1-1000 1-500 1-800 1-500 1-500 1-700 8001300 1-1000 1-300 1-300 1-500 1-500 1-300 1-500 1-100 1-300 1-1000 1-300 1-300 1-600 1-700 1-700 Curah hujan dan tinggi air tanah B2-bcd-C-bc A-bcd-Bbc A-bcd-B1-bc B-abcd-C-abc-Dabc A-bcd-B1-bc A-bcd-B-bc A-bcd-B-bcd-Cbc A-abcd-B-abcd-C-abc B-abcd-C-abc B-bcd-C-bc A-bcd-B1-bcd A-abcd-B-abc-C-ab A-abcd-B-abc-C-ab-Dab A-bcd-B-bc A-abcd-B-abc A-bcd-B-bc A-bcd-B1-bc A-abcd-B-abcd-C-abcdD-abc A-bcd-B-bc-C-bc A-abcd-B-bc-C-bc A-abcd-B-abc A-abcd-B-abc-C-abc A-bcd-B-bc-C-bc A-bcd-B-bc A-abcd-B-bc-C-bc A-abcd-B-abc-C-abc A-bcd-B-bc-C-bc A-abcd-B1-abc A-bcd-B-bcd-C-bc A-abcd-B-abc-C-abc Musim berbunga am.ARC. tahun Waktu Berbuah Lebat Juli-Sep Des-Peb Sep-Peb Agt-Nop Agt-Des Sep-Nop Jan-Mar sep. Bupea macrophylla GRIFF. Mangifera caesia JACK. kemarau pm. kemarau m. 12 13 Mellaceae Moraceae Lansium domesticum CORR Sandoricum koetjape MERR Artocarpus champeden SPENG Artocarpus integra MERR Artocarpus communis L.ARC. tahun sep. Baccaurea racemosa NUEL. kemarau m.F. tahun sep.

tahun sep. kemarau m. Eugenia aquea BURM. Citrus reticulata BLANCO Murbei Pisang Jambu air Juwet Jambu semarang Jambu bol Jambu biji Belimbing wuluh Belimbing manis Salak Buah Negeri Markisa kuning Erbis Delima Jeruk manis Jeruk purut Jeruk bali Jeruk nipis Jeruk citrun Jeruk keprok Jeruk siem Banana. Rambutan Kapulasan Lengkeng Leci Sawo Sawo kecik Anggur 12-14 12-14 10 10 12 12 1-1500 200400 A-bcd-B-bcd A-bcd A-bcd-B-bc A-bcd-B1-bc A-abcd-B-abcd-C-abc A-abcd-B-abcd-C-ab 22 23 Sapotaceae Vitaceae 1-300 1-300 sep. kemarau sep. tahun Okt-Jun Jun-Jul Jun-Sep sep. Averhoa carambola L. DC. 17 18 Palmae Pasifloraceae Zalacca edulis REINW Passiflora edulis SIMS Passiflora edulis f. tahun sep. tahun sep. tahun pm. Maniikara kauki Vitis vinivera L. tahun sep. kemarau m. Kemarau sep. tahun am. Citrus hystrix A. kemarau m. Citrus maxima MERR Citrus aurantifolia SWINGLE Citrus medica L. Citrus sinensis OSB. tahun sep. tahun Jul-Agt Jan-Apr sep. Nephelium mutabile L. tahun m. tahun sep. F. tahun am. hujan sep. Psidium guajava L. hujan sep. tahun sep. tahun sep. Cavendish Watery rose Apple Javaplum Semarang rosa apple Malay rosa apple Pitanga Guava Bilimbing Star fruit/Carambola Salak Purple granadilla Yellow granadilla Granadilla Pome-granate Orange Porcupine-orange Pomelo Lime Citroen Mandarin Tangerine Kumquat Rambutan Pulasan Longan Lychee Sapodilla Sapodilla Grape 3-6 6-8 12 8-12 8-12 3-4 6-8 6 6 3-5 5 2-3 2-3 4-5 8 8 10-14 6 5-6 6-8 6-8 1000 1-800 1-500 1-500 1-1000 1-300 1-1000 1-800 1-300 1-300 1-400 8001500 1-500 1-500 1-1000 6001200 1-1000 1-400 1-1000 1-1000 5001200 1-1500 A-bcd-B-bc A-abcd-B-abc-C-ab A-abcd-B-ab-C-ab A-bcd-B-bc-C-bc A-abcd-B-ab-C-ab A-abcd-B-ab-C-ab B-abc-C-abc A-abcd-B-abcd-Cabc A-abcd-B-abcd-Cabc A-abcd-B-abcd-Cabc A-abcd-B-abcd-Cab A-abcd-B-bc A-bcd-B-bc A-bcd-B-bc A-abcd-B-abcd-Cabc A-bcd-B-bcd-C-bc-D-bc A-bcd-B-bc A-bcd-B-cd-C-bc A-abcd-B-abc-Cabc A-bcd-B-cd-C-bc B-bcd-C-bcd-D-bcd A-bcd-B-bc-C-bc A-bcd-B-bcd sep. kemarau am. tahun sep. Euphoria longan Litchi chinensis SONN Achras sapota L.Morus alba L. tahun sep. Punica granatum L. tahun sep. Eugenia cumini MERR Eugenia javanica LAM Eugenia malacensis L. kemarau m. kemarau am. flavicarpa 19 20 Punicaceae Rutaceae Passiflora quadrangularis L. tahun m. 16 Oxalidaceae Averhoa bilimbi L. tahun sep. kemarau sep. Eugenia uniflora L. tahun sep. tahun am. tahun Mei-Jun Jun-Agt sep. tahun Agt-Nop Sep-Nop Jul-Sep Agt-Sep Peb-Mar sep. tahun Des-Peb Okt-Des Des-Jan Mar Jan-Peb Jan Jan-Peb Mei-Des Sep-Okt Sep-Jun Okt-Jul ? Apr-Jan Fortunela margarita SWINGLE 21 Sapindaceae Nephelium lappaceum L. Kemarau am. kemarau sep. 14 15 Musaceae Myrtaceae Musa sp. tahun   . Plantain.

8 BB dan 4 d = kedalaman air tanah lebih dari 2 cm BK Sumber: Dihimpun oleh G. 2 BK sampai dengan 7 . diperbaharui oleh W. : permulan musim C = 7 BB dan 4 BK sampai dengan 5 .6 BB dan 6 BK am. Widodo (1995)   . 150 cm B1 = kurang dari 12 BB dan 1 BK sampai c = kedalaman air tanah antara 150 s.d. Wattimena. : akhir musim D = 5 BB dan 6 BK sampi dengan 2 . BB curah hujan > 100 mm/bulan dan BK curah hujan < 60 1934): mm/bulan A1 = 12 bulan basah (BB) dan 0 bulan kering a = kedalaman air tanah kurang dari 50 cm (BK) A2 = kurang dari 12 BB. D.d.Keterangan: pm. 0 BK b = kedalaman air tanah antara 50 s. A. 200 cm dengan 9-10 BB dan 2 BK B2 = 9 BB.4 BB dan 8 BK Kode Tipe Curah Hujan dan air tanah (MOHR.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->