2002
http. www.kalbe.co.id/cdk

135. NAPZA

International Standard Serial Number: 0125 – 913X

Daftar isi :
2. Editorial 4. English Summary Artikel 5. Manajemen Laboratoris Penyalahgunaan Obat dan Komplikasinya - Suwarso 14. Pengaruh Narkotika terhadap Susunan Saraf Pusat – Budi Riyanto Wreksoatmodjo 17. Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) – Ketut Kusminarno 21. Pengobatan/Perawatan Pasien Ketergantungan NAPZA Pasca Detoksifikasi – Hartati Kurniadi 24. Gambaran Klinik dan Psikofarmaka pada Gangguan Kecemasan – Yusuf Alam Romadhon 27. Penatalaksanaan Baku dan Menyeluruh pada HIV/AIDS – Candra Wibowo

Karya Sriwidodo WS

32. Efek Toksik dan Cara Menentukan Toksisitas Bahan Kimia – Satmoko Wisaksono 37. Marine Toxin : Saxitoxin – Winarti Andayani, Betty Marita Subrata, Esther Budiman 43. Bumbu Alami sebagai Penyedap, Pengawet dan Penghambat Cemaran Aflatoksin pada Sambal Kacang – Nunik Siti A., Supraptini, Enny W.L., Inswiasri, Suyitno, Sukijo 47. Gambaran Kadar Mangan (Mn) pada Sumber Air Rumah Tangga di Jabotabek : studi kasus pemeriksaan air di Puslitbang Farmasi – Ni’mah Bawahab, Kelik MA, Ani Isnawati 50. 51. 53. 54. 55. 56. Kapsul Kegiatan Ilmiah Produk Baru Internet Abstrak RPPIK

CDK dapat diperoleh cuma-cuma melalui MedRep Grup PT. Kalbe Farma, ATAU dengan mengganti ongkos Rp. 10.000,-/eks

Di zaman modern ini dunia kesehatan sedang mengalami suatu epidemi; kali ini bukan akibat penyakit infeksi, tetapi akibat suatu perubahan gaya hidup – suatu epidemi yang jauh lebih sulit dibasmi dibandingkan dengan epidemi ‘klasik’ penyakit infeksi yang mudah diatasi dengan perbaikan lingkungan dan antibiotik. Epidemi yang sedang mengancam kita semua tak lain dari meluasnya penyalahgunaan narkotika dan zat-zat lainnya, yang meskipun tidak infeksius, penyebarannya jauh lebih cepat dan luas dibandingkan penyakit infeksi apapun. Masalah ini kami bahas dalam edisi Cermin Dunia Kedokteran kali ini; beberapa artikel akan mengupasnya dari berbagai segi – masalah deteksi, efeknya terhadap tubuh, masalah pengobatan dan rehabilitasinya – mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan dan dengan demikian lebih siap dalam menghadapi tantangan yang akan makin mengemuka di masa mendatang. Selamat membaca, dan jangan segan-segan untuk menyampaikan komentar dan pendapat Sejawat ke alamat redaksi; kami selalu mengharapkan umpan balik Sejawat untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan dan informasi untuk para Sejawat sekalian. Salam dari Redaksi

Redaksi

2

Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002

2003

International Standard Serial Number: 0125 – 913X

KETUA PENGARAH
Prof. Dr Oen L.H. MSc

REDAKSI KEHORMATAN
– Prof. DR. Sumarmo Poorwo Soedarmo
Staf Ahli Menteri Kesehatan, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

PEMIMPIN UMUM
Dr. Erik Tapan

Prof. Dr. R. Budhi Darmojo
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.

KETUA PENYUNTING
Dr. Budi Riyanto W. –

PELAKSANA
Sriwidodo WS.

Prof. Drg. Siti Wuryan A. Prayitno SKM, MScD, PhD.
Bagian Periodontologi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Jakarta

Prof. DR. Hendro Kusnoto Drg.,Sp.Ort
Laboratorium Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta

TATA USAHA
Dodi Sumarna

ALAMAT REDAKSI
Majalah Cermin Dunia Kedokteran, Gedung Enseval, Jl. Letjen Suprapto Kav. 4, Cempaka Putih, Jakarta 10510, P.O. Box 3117 Jkt. Telp. (021)4208171 E-mail : cdk@kalbe.co.id Website : http://www.kalbe.co.id/cdk

DR. Arini Setiawati
Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta

NOMOR IJIN
151/SK/DITJEN PPG/STT/1976 Tanggal 3 Juli 1976 – Dr. Boenjamin Setiawan Ph.D

DEWAN REDAKSI

PENERBIT
Grup PT Kalbe Farma

Prof. Dr. Zahir MSc.

Sjahbanar

Soebianto

PENCETAK
PT Temprint

http://www.kalbe.co.id/cdk PETUNJUK UNTUK PENULIS

Cermin Dunia Kedokteran menerima naskah yang membahas berbagai aspek kesehatan, kedokteran dan farmasi, juga hasil penelitian di bidangbidang tersebut. Naskah yang dikirimkan kepada Redaksi adalah naskah yang khusus untuk diterbitkan oleh Cermin Dunia Kedokteran; bila pernah dibahas atau dibacakan dalam suatu pertemuan ilmiah, hendaknya diberi keterangan mengenai nama, tempat dan saat berlangsungnya pertemuan tersebut. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris; bila menggunakan bahasa Indonesia, hendaknya mengikuti kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Istilah media sedapat mungkin menggunakan istilah bahasa Indonesia yang baku, atau diberi padanannya dalam bahasa Indonesia. Redaksi berhak mengubah susunan bahasa tanpa mengubah isinya. Setiap naskah harus disertai dengan abstrak dalam bahasa Indonesia. Untuk memudahkan para pembaca yang tidak berbahasa Indonesia lebih baik bila disertai juga dengan abstrak dalam bahasa Inggris. Bila tidak ada, Redaksi berhak membuat sendiri abstrak berbahasa Inggris untuk karangan tersebut. Naskah diketik dengan spasi ganda di atas kertas putih berukuran kuarto/ folio, satu muka, dengan menyisakan cukup ruangan di kanan-kirinya, lebih disukai bila panjangnya kira-kira 6 - 10 halaman kuarto disertai/atau dalam bentuk disket program MS Word. Nama (para) pe-ngarang ditulis lengkap, disertai keterangan lembaga/fakultas/institut tempat bekerjanya. Tabel/ skema/grafik/ilustrasi yang melengkapi naskah dibuat sejelas-jelasnya dengan tinta hitam agar dapat langsung direproduksi, diberi nomor sesuai dengan

urutan pemunculannya dalam naskah dan disertai keterangan yang jelas. Bila terpisah dalam lembar lain, hendaknya ditandai untuk menghindari kemungkinan tertukar. Kepustakaan diberi nomor urut sesuai dengan pemunculannya dalam naskah; disusun menurut ketentuan dalam Cummulated Index Medicus dan/atau Uniform Requirements for Manuscripts Submitted to Biomedical Journals (Ann Intern Med 1979; 90 : 95-9). Contoh: 1. Basmajian JV, Kirby RL. Medical Rehabilitation. 1st ed. Baltimore. London: William and Wilkins, 1984; Hal 174-9. 2. Weinstein L, Swartz MN. Pathogenetic properties of invading microorganisms. Dalam: Sodeman WA Jr. Sodeman WA, eds. Pathologic physiology: Mechanisms of diseases. Philadelphia: WB Saunders, 1974;457-72. 3. Sri Oemijati. Masalah dalam pemberantasan filariasis di Indonesia. Cermin Dunia Kedokt. l990; 64: 7-10. Bila pengarang enam orang atau kurang, sebutkan semua; bila tujuh atau lebih, sebutkan hanya tiga yang pertama dan tambahkan dkk. Naskah dikirimkan ke alamat : Redaksi Cermin Dunia Kedokteran, Gedung Enseval, JI. Letjen Suprapto Kav. 4, Cempaka Putih, Jakarta 10510 P.O. Box 3117 Jakarta. Tlp. (021) 4208171. E-mail : redaksiCDK@yahoo.com Pengarang yang naskahnya telah disetujui untuk diterbitkan, akan diberitahu secara tertulis. Naskah yang tidak dapat diterbitkan hanya dikembalikan bila disertai dengan amplop beralamat (pengarang) lengkap dengan perangko yang cukup.

Tulisan dalam majalah ini merupakan pandangan/pendapat masing-masing penulis dan tidak selalu merupakan pandangan atau kebijakan instansi/lembaga/bagian Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002 tempat kerja si penulis.

3

English Summary
LABORATORY MANAGEMENT OF DRUG ADDICTION AND ITS COMPLICATIONS Suwarso
Department of Clinical Pathology, Faculty of Medicine, Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia

EFFECTS OF NARCOTICS ON THE CENTRAL NERVOUS SYSTEM Budi Riyanto Wreksoatmodjo
Marzuki Mahdi Indonesia Hospital, Bogor,

CLINICAL PICTURE AND PSYCHOPHARMACOLOGY OF ANXIETY Yusuf Alam Romadhon
Kartasura Community Health Centre, Central Java, Indonesia

Problems of drug addiction were very complex, particularly in developing countries. It is not only concerning the direct medical problems, but also the complications, particularly among chronic users, such as hepatitis, HIV infection and bacterial endocarditis. The laboratory management should consist of screening, diagnostic and monitoring of drug use and also its complications.
Cermin Dunia Kedokt. 2002; 135: 5-13 so

Narcotics have been used since antiquity; formerly as a medication for variety of symptoms, including pain killer and cough remedy; but scientific investigations that began in 19th century revealed their potential for abuse and other side effects. Narcotics exerts their effects on human body through their influence on several receptors in the brain, and depending on the properties of receptors, the clinical effects may varies. Recent experiments also found opioid receptors in peripheral nervous system.
Cermin Dunia Kedokt. 2002; 135: 14-6 brw

Anxiety can be found in individuals with normal stress, in chronic physical ailments, in persons with psychiatric disorders or as an independent symptom. There are five categories of anxiety; namely : panic disorder, generalized anxiety disorder, phobic disorder, obssesivecompulsive disorder and posttraumatic stress disorder. Anxiolytic drugs should be used in combination with psychotherapy; recently there are many kinds of anxiolytic drugs: benzodiazepines, tricyclic,monoamine inhibitor, serotonin reuptake inhibitor and specific serotonin reuptake inhibitor. Clinicians should be familiar with their actions, side effects and closely monitor their patients pattern of use
Cermin Dunia Kedokt.2002;135:24-6 brw

Misfortunes come on wings and depart on feet

4

Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002

baik langsung maupun tidak langsung. tanpa mempedulikan lagi untung-rugi. Drug-addict. lingkungan kerja maupun sosial. diagnosis. Sardjito. dan menetapkan ada-tidaknya komplikasi akibat pemakaiannya. ilmiah maupun tidak. sementara toleransi tubuh akibat pengulangan tersebut diatasi selain dengan cara menaikkan frekuensi dan dosis. Human immunodeficiency virus (HIV). monitoring penyalahgunaan obat dan komplikasinya. behaviour. Hepatitis. akan dibahas manajemen laboratoris dalam skrining. Hepatitis virus dan/atau non-virus. sehingga dari hasilnya bisa diambil langkah-langkah lanjutan yang akurat dan efektif. juga masalah medis yang variatif dan cepat penyebarannya. feeling). yang selanjutnya menimbulkan masalah baik di keluarga. Pengulangan/recurrenting yang sering akan menimbulkan kondisi withdrawal (akut lamanya 5-10 hari. Kata Kunci: Rapid test. infeksi HIV. legalilegalnya cara yang diperoleh. tetapi juga pada per-masalahan medis yang merupakan dampak komplikasi dari efek pemakaian obat yang terus menerus. snorting). Recurrenting yang ekstrim akan membuat kondisi withdrawal berat ("Sakaw". Salah satu bentuk preventif yang umum dilakukan oleh ber- Cermin Dunia Kedokteran No. Endokarditis bakterialis. sehingga selain mengakibatkan masalah psikososialekonomi yang luas. yang penyebarannya sangat cepat meluas di antara sesama pemakai. inhalan. injeksi. dan endokarditis bakteri-alis merupakan komplikasi medis dari penyalahgunaan obat. juga dengan cara mengkombinasi beberapa macam obat/bahan dan memvariasi rute pemakaian (ingesti. Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/ Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kondisi semacam ini membuat individu tergantung (dependent) sehingga sangat sulit untuk tidak menggunakan ulang obat/bahan tersebut. yakni kondisi ketersiksaan fisik dan psikis non-fatal yang muncul jika 6-12 jam obat/bahan tidak dikonsumsi1.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Manajemen Laboratoris Penyalahgunaan Obat dan Komplikasinya Suwarso Bagian Patologi Klinik. kronis 26-30 minggu). bahan atau metabolitnya dalam sampel subyek yang diperiksa. sakit karena putaw) yang akan membuat individu secara kompulsif (kecanduan) menggunakan obat/bahan. 2002 5 . Yogyakarta ABSTRAK Di negara yang sedang berkembang kasus dan masalah penyalahgunaan obat sangat kompleks. PENDAHULUAN Manajemen laboratoris penyalahgunaan obat dan metabolitnya dirancang dengan mempertimbangkan latarbelakang permasalahan penyalahgunaan obat yang umumnya demikian kompleks di negara yang sedang berkembang. Permasalahan tidak hanya pada psikososialekonomi. LATAR BELAKANG Pengetahuan tentang obat/bahan yang diyakini mampu memecahkan masalah fisik dan psikis (thinking. 135. Efektifitas atau mujarabnya obat/bahan yang dipilih akan membuat individu mengulang penggunaannya (recurrent). Manajemen laboratoris yang ditulis di sini meliputi pemeriksaan skrining yang akan menetapkan ada-tidaknya obat. Narkoba. ada-tidak manfaat medis. Untuk membantu penanganan penyalahgunaan obat agar lebih akurat. akhirnya akan diperoleh oleh individu. Jumlah kematian pertahun karena penyalahgunaan obat (overdose) opiat mencapai 40-50% dari semua kematian karena obat16.

sekarang SAMHSA). GermanyR. kuman penyebab dan daya tahan tubuh yang di USA mencapai 5-40%. Sindrom klinis seperti flulike syndromes. Tabel 4 memuat jenis dan nama lain narkoba yang secara komersial dapat ditest skrining dalam sampel urin. KOMPLIKASI PENYALAHGUNAAN OBAT Komplikasi penyalahgunaan obat yang akan dibahas di sini meliputi hepatitis. menggunakan antibodi mono. Dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dibuat dalam bentuk imunokromatografi kompetitif kualitatif yang praktis. Dengan sampel urin teknik ini memiliki sensitivitas sesuai dengan standard National Institute on Drug Abuse (NIDA.000 penduduk. dan 2% penderita. tidak memerlukan tenaga trampil dan cepat (hasil dapat diperoleh dalam 3-10 menit). dan terbukti bahwa cara ini mampu membedakan jutaan obat tanpa satupun diketahui memiliki m/z. dan spesifisitas 99. Tabel 1 memuat kadar batas pengambilan keputusan (cutoff) hasil test skrining. 135.non-C yang sering ditemukan di Yogyakarta (tidak dipublikasi). diare. Darah semacam ini terbukti infeksius. Hepatitis Hepatitis dicirikan dari meningkatnya SGPT minimum 1. Sementara di Yogyakarta sekitar 4. Deteksi infeksi HIV secara klinis sangat sukar.5 kali batas atas normal dengan atau tanpa kenaikan SGOT. Kuman penyebab meliputi stafilokokus koagulasi (50%). Mortalitas di kalangan IVDA relatif lebih tinggi karena umumnya memiliki daya tahan tubuh yang rendah. streptokokus viridan.dan poliklonal yang spesifik terhadap narkoba dan metabolitnya. Tabel 5 memuat obat/bahan yang diketahui tidak menimbulkan reaksi silang pada test skrining amfetamin urin 100ug/ml. Infeksi HIV Efisiensi infeksi HIV melalui satu kali pajanan dengan jarum suntik yang tercemar adalah 0. MANAJEMEN LABORATORIS Manajemen laboratoris meliputi skrining dan diagnosis adanya narkoba serta komplikasinya. KONFIRMASI NARKOBA & METABOLITNYA Metode atau teknologi laboratorium yang digunakan untuk skrining harus memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi. Hasil positif (obat mencapai atau melebihi batas dosis toksik/tes sensitivitas) atau negatif (obat tidak mencapai dosis toksik/tes sensitivitas) digunakan untuk mengambil keputusan. dan kultur negatif 5%2. dan test konfirmasi menurut the Substance Abuse and Mental Health Services Administration (SAMHSA)7. Tabel 2 memuat tipe narkotik (penurun kesadaran atau rasa sakit) dan psikotropik (khasiat spesifik pada mental dan perilaku) menurut potensi disalahgunakan (abuse) dan manfaat medisnya. X Kadar NKst 6 Cermin Dunia Kedokteran No. pendekatan laboratoris karenanya merupakan salah satu cara yang sampai saat ini masih dianggap lebih efektif. mitral dan pulmonal terdeteksi masing-masing pada 45%. infeksi HIV dan endokarditis.6. limfadenopatia. Secara global kontribusi IVDA dalam kasus infeksi HIV adalah 5-10%. hambatan waktu (HW) dan bentuk kromatografi (K)]. dan ini bertanggung jawab pada 20-30% dari keseluruhan prevalensi anti-HIV di negara tersebut. Peluang hepatitis pada resipien yang mendapat 1 unit darah transfusi dengan SGOT SGPT meningkat adalah 6 kali lebih besar. membuat kedua metode ini menjadi umum digunakan untuk skrining narkoba. keputusan diambil dari hasil test konfirmasi atas sampel urin yang sama. aorta. Pertimbangan tekniknya yang sederhana. 2002 . cara umum pemakaian dan efek klinis narkoba. Kadar NKs didapat dengan rumus: Tinggi Puncak NKs Kadar NKs = Tinggi Puncak NKst Jenis narkoba yang sampai saat ini secara komersial dapat dites meliputi semua narkoba yang tertera pada Tabel 4 (Seratec.7%. kuman Gram negatif. Paduan optimal ini selain mampu mendeteksi narkoba secara spesifik juga mampu mendeteksi dosis abuse/toksik paling minim (Tabel 1).bagai instansi perusahaan di negara maju antara lain dengan cara skrining acak narkoba atas sampel urin dari karyawan atau calon karyawannya. A) SKRINING. berat badan menurun dapat merupakan gejala prodromal infeksi HIV.6 menit dan intensitas ion (m/z) = 184 oleh GC/MS. Lesi berupa vegetasi di katup triskupid. difteroid. Tabel 3 memuat jenis. -bovis. Home-test Drug Abuse Insta Test. 80 dan 100% di antaranya terbukti infeksius (HBeAg positip. Sementara hepatitis lain (hepatitis tifosa) merupakan hepatitis non-B. Analog dengan ini maka pemakaian jarum suntik yang tercemar di antara IVDA yang klinis sehat memiliki potensi tinggi untuk menularkan hepatitis virus-B. HCV RNA positif)5. Endokarditis IVDA merupakan penyebab pada 5-15% dari keseluruhan insiden endokarditis bakterialis yang di USA. metode ini merupakan paduan optimal antara alat ukur mass spectrometry yang memiliki sensitivitas sangat tinggi (mengukur intensitas ion obat) dengan gas chromatography yang memiliki spesifisitas tinggi [mendiferensiasi obat menurut intensitas ion (m/z). jamur (masing-masing 5%). Hasil skrining yang "ragu" atau positif yang bertalian dengan hukum selanjutnya dikonfirmasi dengan metode GC/MS.8% dan 3. 25%.5-1%. dan ini bertanggung jawab pada 60-100% kasus-kasus HIV pada heteroseksual dan neonatus di negara maju.USAR). EIA (enzyme immunoassay) dan imunokromatografi merupakan dua metode yang memenuhi kriteria ini. bentuk fisik. mencapai 20/100.1% individu yang secara klinis sehat dan berpotensi menjadi donor darah diketahui masing-masing mengandung virus hepatitis-B dan -C. sementara untuk hasil ragu-ragu dan hasil positif yang berurusan dengan hukum. HW dan K yang sama). -C dan -tifosa. streptokokus faekalis (8%). Kontribusi terbesar berasal dari IVDA di negara yang sedang berkembang yang mencapai 30-60%. 15%. demam. Gambar 1 memuat deteksi dan konfirmasi narkoba sampel (NKs) yang diduga memiliki narkoba standar (NKst) dengan HW = 21. Mortalitas sangat tergantung pada lokasi.

hitam coklat. Tinggi/Nihil Heroin MDMA STP Kokain Ekstasi Ganja LSD II. DUM.Intraokuler ↓ Bronkodilatasi Tekanan darah ↑ Nistagmus vertikal-horizontal Berkeringat CNS ↓ Sensasi nyeri ↓ Emosi nyeri ↓ Respirasi ↓ CNS Sensasi nyeri Emosi nyeri Respirasi ↓ ↓ ↓ ↓ Nafsu makan↑ Koordinasi ↓ Fotofobia Apati Halusinasi Relaxation inhibiion Intoksikasi Subjective slowing of time PHENCYCLIDINE Tablet/Kapsul Serbuk Dihisap Dirokok Injeksi Oral Dihisap Injeksi Oral Analgesia Euforia Mual/muntah Kejang umum tonik-klonik Ekstrim agresif Intoksikasi Skizofrenia Konstipasi Pucat Eufori Analgesi Konstipasi Retensi urin Libido Rasa lemah Drowsiness Pusing OPIAT Bubuk putih. 135.Tabel 1: Kadar batas pengambilan keputusan (cutoff) narkotik dan bahan adiktif (narkoba) dalam sampel serum/urin menurut Samhsa. agitasi. Minim/Umum Klordiazepoksid Diazepam Bromazepam Klonazepam Klobazam Nitrazepam(BK. Jika dijenuhi oleh narkoba sampel (sampel positif narkoba). MG) Tabel. MinimKodein Fenobarbital Menengah/Umum Flunitrazepam IV. Palpitasi. bentuk fisik. NARKOBA AMFETAMIN/ METAMFETAMIN Bentuk Fisik Serbuk kasar Kristal Potongan (chunks) Kapsul/tablet berba gai ukuran. Aritmi Tonus CNS ↑ Simpatik ↑ Denyut jantung ↑ Tekanan darah ↑ Mood ↑ Vasokonstriksi Melambung Paranoid Midriasis Depresi Sedasi Seizures Efek Klinis Dizziness Insomnia Eufori Depresi Sedasi Takipneu Heart failure Kenaikan penampilan karena overestimation Eufori diikuti disfori. 2002 7 . sehingga tidak terjadi reaksi enzim-subtrat yang berwarna. ansietas. maka IgG anti-narkobasubstrat tidak akan berikatan dengan narkoba-enzimnya. cara umum pemakaian dan efek klinis NARKOBA. CANNABINOIDS Bubuk daun kering Rokok lintingan Potongan hashish Hashish oil Dirokok Makanan kering/ dimasak Cardiac output ↑ Nadi ↑ Tekanan. Liquid injeksi Tablet/kapsul Serbuk kristal putih Tablet/kapsul Liquid injeksi Sedasi Rasa lemah Miosis Mual/muntah Sedasi Rasa lemah Miosis Fotofobia Eufori Anestesi Hipnotik Hipotensi Mual/muntah Konstipasi Ansietas ↓ Fatigue METHADONE Oral Injeksi Pusing Pening ↓ BARBITURAT Bubuk putih Tablet/Kapsul Liquid injeksi Oral Injeksi CNS ↓ Ansietas ↓ Akuiti mental ↓ Denyut jantung ↓ Depresi Drowsiness Pening Pusing Kardiovaskuler ↓ Respirasi ↓ Fungsi miokard ↓ Kontraksi miokard ↓ Letargi Mulut kering Inkoordinasi motorik Slowed speech BENZODIAZEPINES Bubuk kristal berbagai warna Oral 1) Dasar Dan Validitas Test Test didasarkan pada kompetisi penjenuhan IgG anti-narkoba yang mengandung substrat enzim (ada dalam keadaan bebas di zone S) oleh narkoba sampel atau narkoba yang telah dikonjugasi enzim (ada dan terfiksir di zone T). paranoia dan delusi KOKAIN Dihisap Dirokok Injeksi Penggunaan bersama alkohol akan memperlama efek toksik. delusi obat Toxic psychosis. warna SERBUK KOKAIN: Serbuk kristal putih pahit. tidak berbau CRACK COCAINE: Potongan crack kecil putih kecoklatan Cara Pemakaian Ditelan Dihisap Dirokok Injeksi Melambung Temperatur ↑ Energi & Tekanan darah ↑ Kesigapan ↑ Denyut jantung ↑ Gelisah Nafsu makan ↓ Takikardi.3: Jenis. Sebaliknya jika tidak dijenuhi (sampel negatif narkoba) atau hanya sebagian dijenuhi (sampel mengandung narkoba dalam jumlah di bawah Cermin Dunia Kedokteran No. Tinggi/Pilihan Morfin Amfetamin Metakualon akhir Petidin Fensiklidin Metilfenidat Sekobarbital (Ritalin) III. NARKOBA/Metabolitnya Metabolit Marijuana Metabolit Kokain Metabolit Opiat: Morfin Kodein Metabolit Amfetamin: Amfetamin Metamfetamin Phencyclidine Kadar awal/Skrining (ng/ml) 50 300 300 1000 25 Kadar Konfirmasi (ng/ml) 15 150 300 300 500 500 25 Tabel 2: Jenis Narkotik dan Psikotropik menurut Potensi Abuse dan Manfaat Potensi Abuse/ Tipe Narkotik Psikotropik Manfaat Medis I.

Bila Sampel Urin Ragu-Ragu Di zone S narkoba urin yang berkadar tepat di batas ambang pemeriksaan akan menjenuhi IgG anti-narkoba-substrat tidak secara penuh. Jenis dan nama lain narkoba yang secara komersial dapat diskrin Kelompok Stimulan Nama Narkoba Amphetamine Nama lain -Ecstasy(MDMA) . m a. Di zone T IgG anti-Narkoba akan berikatan dengan narkoba-enzimnya (KNE).1-2 joint : 2-3 hari . Amphetamine Benzoylecgonine THC-Asam karboksilat senyawa glukonoid 500 ng/ml 300 ng/ml 50 ng/ml Phecyclidine Phencyclidine Phencyclidine Seratec-PCP Instant view Seratec-MOR Instant view Home test Huma drug Acon First sign Acon Seratec –MDT Instant view Home test Huma drug Seratec -BAR Instant view Home test Huma drug Acon First sign Genix Seratec -BZO Instant view Home test Huma drug Acon First sign Genix 25 ng/ml AnalgesikNarkotik Oplate -Heroin -Morphine -Percodan -Codeine -Paracodin -Oxycodone -Lorphan -Dilaudid -Vicodin -Dolophine -Methadone -L-Polamidon -Physeptone -Amytal -Tuinal -Butisol -Fiorinal -Nembutal -Neoderm -Luminal -Immenocial -Seconal -Stadodorm -Phenobarbital -Ativan -Rohypnol -Halcion -Tranxene -Librium -Valium -Novopoxide -Vivol -Remestan -Xanax -Restoril Opiate 300 ng/ml Methadone .Essence Sama dengan Amphetamine -Dexies -Uppers -Coke -Crack -Snow -Rock Cocaine -Flake -Colombian -Marijuana -Sinsemilla -Dope -Ganja -Weed -Barang -Hemp -Gele -Hash -Grass -Cimeng -THC -Pot -Maryjane -Angel Dust -PCP-HOG -Crystal cyclone -Killer Weed -Smack -Tar -Tiger -Horse -White lady -White stuff -Amidone -Fizzles -Opium -Junk -Putauw -Scaq -Morpho.Crystal -Adam . sehingga baik di zone T maupun zone C terjadi reaksi enzim-substrat berupa pita warna pink. Tabel 4. Sedatif. sementara di zone C IgG goat akan berikatan dengan IgG anti-IgG goat-enzim (KAGE). semuanya tidak akan menjenuhi dan hanya akan mendifusikan IgG goat-substrat dari zone S ke zone C untuk menemui dan mengikat IgG anti-IgG goat yang dikonjugasi enzim (KAGE) sehingga terjadi reaksi enzim-substrat yang berwarna di zone C. Bila Sampel Urin Negatif Pada sampel urin yang tidak mengandung narkoba.ambang batas pemeriksaan).Dirokok : 1-5 hari . c. sehingga terjadi reaksi enzim-substrat yang berwarna penuh (gelap) atau lamat-lamat (ragu-ragu). tidak terjadi reaksi enzim-substrat dan karenanya tidak muncul reaksi warna.Ice -Shabu-shabu . maka baik pada sampel urin yang ada. Sebaliknya di zone C tetap terjadi reaksi warna (pita pink) sebab narkoba urin tidak spesifik untuk dapat berikatan dengan IgG goat. Bila Sampel Urin Positif Di zone S narkoba urin positif akan langsung berikatan dan Nama Farmakologi -Dexedrine -Benzodrine -Desoxyne -Methedrine Sama dengan Amphetamine Cocaine -Marinol Kapan terdeteksi pada Urine 1-2 hari Tersekresi pada Urine sebagai Amphetamine Nama Seratec-AMP Instant view Hone test Huma drug Acon Seratec-M-AMP Instant view Seratec-COC Instant view Seratec . b. Penjenuhan berikutnya akan dipenuhi oleh Narkoba-ensim di zone T. maka jika urin ini diteteskan di zone S. yang akan memberikan warna lamat-lamat (ragu-ragu) di zone T.3 hari Methadone 300 ng/ml Depresan.Pengguna kronis(lebih dari 5 joint sehari) : 14 s/d 18 hari -14 hari -s/d 30 hari pada pengguna kronis .2 hari Metamphetamine.THC Instant view Home test Huma drug Acon First sign genix Sensitivitas 1000 ng/ml Methamphetamin Cocaine Halusinogen Cannabinoid 1-2 hari 1-3 hari . sehingga waktu didifusikan ke zone T tidak bisa mengikat (bercelah) narkoba-enzimnya (KNE).Perokok berat: s/d 10 hari . urin hanya mendifusikan IgG antinarkoba-substrat dan IgG goat-substrat dari zone S ke zone T dan zone C. maka IgG anti-narkoba-substrat akan berikatan dengan narkoba-enzimnya secara penuh atau sebagian. sehingga terjadi reaksi ensim-substrat yang tidak penuh. Valid tidaknya test dikontrol dengan mengikutsertakan pada zone S suatu kontrol validitas yang berupa IgG goat-substrat.Speed -Evo (MDMA) .Perokok moderat (4 kali/mg): s/d 5 hari . Karena IgG goat bukan antibodi spesifiknya narkoba. 135. ada dalam jumlah di bawah ambang batas pemeriksaan atau tidak ada sama sekali narkobanya.Crank -Clarity . 8 Cermin Dunia Kedokteran No. Hipnotik Barbiturate -Barbs -Downers -Tranqs -Short acting : 1 hari -Long acting : 2-3 minggu Barbiturate 300 ng/ml Benzodiazepine -Bennies -Rophies (Rohypnol) Pil Koplo -Dosis terapi : 3 hari -Overdosis atau pengguna kronis (1 th atau lebih : 4-6 minggu Benzodiazepines 300 ng/ml menjenuhi IgG anti-narkoba-substrat. 2002 .

A.Tabel 5: Obat/bahan yang diketahui tidak menimbulkan reaksi silang pada test skrining 1000 ug/ml Aphetamine.5 ug/ml) Narkoba Sampel (Dengan rumus didapat = 3. Acetaminophen Acetylsalicylate Aminopyrine Amitryptyline Amobarbital Amoxapine Amoxicillin L-Amphetamine Apomorphine Ascorbic acid Aspartame Atropin Benzocaine Benzoylecgonine Benzphetamine Butabarbital Cannabidiol Chloralhydrate Chloramphenicol Chlordiazepoxide Chlorothiazide Chlorpromazine Chloroquine Cholesterol Clomipramine Clonidine Cocaine Cortisone (-) Cortinine DL-Thyroxine Tolbutamide Tranylcypromine Creatinine Deoxycorticosterone Dextromethorphan Diazepam Diethylpropion Diflunisal Digoxine Diphenhydramine Doxylamine Ecgonine Ecgonine methyleste (+) Ephedrine (±) Ephedrine (-) Ephedrine (-) w Ephedrine Erythromycin β-Estradiol Estrone-3-sulfate Ethyl-p-aminobenzoat Fenoprofen Furoxamide Glucuronide Glutethimide Guaifenesin Hipuric acid Hydralazine Hydrochlorothiazide Hydrocodone Hydrocortisone Triamterene Trifluoperazine Trimethoprim Hydromorphone O-Hydroxyhippuric acid Ibuprofen Imipramine Iproniazid (-) Isoproteranol Isoxsuprine Ketamine Ketoprofen Labetalol Levorphanol Lidocaine Loperamide Loxapine succinate Maprotiline Meperidine Mephentermine Meprobamate Methadone Methaqualone Methoxyphenamine (±)3. Obat/Bahan lain Hambatan Waktu (Menit) Gambar 1.C=Control.4 ug/ml) Hasil kromatografi selama pengamatan 45 menit dan harus diulang dengan test-kit yang baru. Reaksi hanya membutuhkan H2O urin. atau dengan kit dari pabrik lain (Gambar 2). B. karenanya tidak tergantung pada ada tidaknya narkoba. Deteksi. SAMPEL URIN POSITIF. Sub=Substrat Nar(-)/(+) = Narkoba negatif/positif <> = Narkoba. Jika warna ini muncul berarti test dikatakan valid dan dengan demikian hasil test dapat dipercaya dan siap diberikan ke yang berkepentingan.S=Sample. Keterangan: Zone. SAMPEL URIN NEGATIP.T=Test. Skema reaksi imunokromatografi kompetitif dalam mendeteksi narkoba dan metabolitnya dalam urin. Sebaliknya jika warna tidak muncul ini berarti test tidak valid. Zone. 135. konfirmasi narkoba sampel urin dengan cara gas chromatography dan mass spectrometry (GC/MS): Diduga NKs memiliki NKst dengan HW = 21.4-Methylenedioxy methamphetamine Methylphenidate Methyprilon Morphine-3βDglucuronide Nalidixic acid Nalorphine Naloxone Trimipramine DL-Tryptophan Naltrexone Naproxen Niacinamide Nifedipine Norcodein Norethindrone Noroxymorphone D-Norpropoxyphene (-)Norpseudoephedrine Noscapine Nylidrin D. Gambar 2. KNE = Konjugat narkoba-ensim. hasil reaksi pada zone C ini akan selalu muncul warna. KAGE = Konjugat IgG anti-IgG "goat"-ensim.L-Octopamine Oxalic acid Gentisic acid Oxazepam Oxolinic acid Oxycodone Oxymetazoline Oxymorphone pHydroxymethamphetamine Pavaperine Penicillin-G Pentazocine Pentobarbital Perphenazine Phencyclidine Phenelzine Phendimetrazine Phenobarbital DL-Tyrosine Uric acid Phenytoin L-Phenylethylamine L-Phenylpropanilamine Prednisolone Prednisone Procaine Promazine Promethazine D. urin me- Cermin Dunia Kedokteran No.L-Propanolol Propiomazine D-Propoxyphene D-Pseudoephedrine Quinidine Quinine Ranitidine Salicylic acid Secobarbital Serotonin Sulfamethazine Sulindac Temazepam Tetracycline Tetrahydrocortisone Tetrahydrozoline t9-THC 11norty-carboxy-THC Thebaine Thiamine Thioridazine Verapamil Zomepirac Intensitas Ion (m/z) Narkoba Standar (1. cara ini tidak menyakiti. 2) Sampel Test dan Penyimpanannya Urin merupakan sampel yang representatif untuk pendeteksian narkoba dan metabolitnya. 2002 9 .6 menit & m/z = 184 Berikatan (Tidak bercelah) Muncul reaksi ensim (Warna) Tidak berikatan (bercelah) Tidak muncul reaksi warna. Bila Test Valid atau Tidak Valid Zone C adalah zone kontrol validitas yakni zone untuk menilai apakah test valid atau tidak. d. Zone.

3) Cara Kerja & Interpretasi Hasil 3. B. Non-B. STICK. jika tidak muncul garis pink di "C" dengan atau tanpa di "T". 200C stabil >48 jam. . 1. tanpa pengawet. DIAGNOSIS. jika kadar anti-HbsAg 0-≤10 mIU/ml.Biarkan dalam temperatur kamar. Deteksi 3-6 Narkoba dan Metabolitnya (Gambar 4). 3. Gambar 4. dikatakan rendah dan perlu booster jika kadarnya ≤100mIU/ml. celupkan stick kedalam urin sampel dan tidak melebihi tanda batas bantalan (pad) spreading layer.non-C.miliki kadar narkoba dan metabolitnya tinggi sebaliknya hanya dalam waktu singkat dalam darah. Pada cara stick. dan kronis jika >6-9 bulan8-12 Dikatakan hepatitis virus-B. tabung plastik/gelas yang kering dan bersih. Subyek dikatakan non-imun dan perlu vaksinasi hepatitis virus-B. Dikatakan karier HBsAg jika kepositifan HBsAg ini ditemukan pada subyek dengan SGPT. Sebaliknya hanya kolangitis atau kolestasis jika hanya hanya GGT atau AP dan 5'NT saja yang meningkat tanpa disertai peningkatan SGPT dan SGOT.Biarkan sampel dan reagennya mencapai temperatur ruang. Urin harus jernih (sentrifus jika keruh). HIV. sebaliknya untuk karier HBsAg noninfeksius5. dengan card pabrik lain atau konsul ke dokter spesialis patologi klinik. . 2002 . DAN MONITORING KOMPLIKASI Meliputi penyakit-penyakit kronis infeksius yang secara epidemiologi terbukti merupakan komplikasi yang sering ditemukan pada IVDA. KARIER HBsAg & SUBYEK NON-IMUN Tanpa mempedulikan ada tidaknya manifestasi klinis. hasilnya akan terbaca dalam waktu paling lambat 5-10 menit. CARD Test Area Sample well POSITIF NEGATIF . yakni infeksi HBV. status HBsAg dan status imun HBV (anti-HBsAg) dilakukan dalam satu kesatuan pemeriksaan skrining infeksi HBV. A.Buka penutup bagian bawah dari alat test lalu celupkan ke enam bagian kertas (strip) ke dalam urin sampel jangan melebihi batas (kotak plastik) selama 10-20 detik. . Deteksi 3-6 Narkoba dan metabolitnya dengan cara card atau stick. dan dikatakan karier HBsAg infeksius jika HBeAg atau DNA HBV positif dan antiHBeAgnya negatif. hasil dibaca pada 3-5 menit pertama. Untuk ini test diulang dengan card yang baru. Keputusan medis dari pemeriksaan ini selanjutnya digunakan untuk pemeriksaan berikutnya. satu di zone C dan lainnya di zone T. tidak menggunakan reagen yang telah melebihi tanggal kadaluarsa. Deteksi Tunggal Narkoba dan Metabolitnya (Gambar 3). kemudian 3-5 menit kedua: . SGPT).Hasil ragu-ragu (warna lamat-lamat atau tidak cocok dengan klinis).2. .5 batas atas normal. jika pada SGPT yang meningkat ini ditemukan HBsAg. seperti 10 Cermin Dunia Kedokteran No.Kemudian angkat dan tunggu. Dikatakan akut jika peningkatan SGPT ini <6-9 bulan.Hasil dikatakan invalid (rusak). Penyimpanan dalam cawan. HEPATITIS VIRUS-B & -DELTA (HDV). Praktisnya pemeriksaan status hepatitis (SGOT. dan hepatitis non-B jika HBsAg negatif. dikatakan dengan kolangitis intra dan posthepatik jika GGT dan AP serta 5'NT sebagai konfirmasinya juga meningkat. 135.Teteskan 5 tetes (200ul) urin pada zone sampel (sample well).1. . jika muncul hanya 1 garis pink di zone C. Pembacaan hasil sesuai dengan cara deteksi tunggal narkoba tersebut di atas. dikonfirmasi dengan test konfirmasi seperti telah dibahas di atas. dikatakan hepatitis dengan hepatolisis jika disertai kenaikan SGOT dan HBDH sebagai konfirmasinya. jika muncul 2 garis pink. hepatitis ditentukan dengan meningkatnya SGPT ≥ 1. HCV. . SGOT normal.Hasil dikatakan positif. STICK SUPPORT LAYER ZONE DIPEGANG ZONE BACA HASIL C/T ZONE PENA PIS REAKSI ZONE REAGEN DETECTOR/REGIS TRATION LAYER SEMIPERMEABLE MEMBRANE REAGENT LAYER SPREADING LAYER ZONE KONTAK URIN KONTAK Gambar 3: Deteksi narkoba tunggal dan metabolitnya dengan cara card atau stick. B) SKRINING. .Hasil dikatakan negatif. hepatitis tifosa dan endokarditis bakterialis.Ambil urin sampel secukupnya atau seukuran cawan obat (pot plastik obat). Pada 2-80C stabil 48 jam. Jangan membuka kemasan reagen dan sampel sebelum siap dikerjakan. .

Mengingat >90% antiHCV mendeteksi protein non-struktural virus. Dan dikatakan karier antiHCV. ant-gp41. sehingga selain tidak memenuhi kriteria test konfirmasi juga akan memberikan hasil yang sama.3% terdapat di kalangan individu dengan hepatitis B kronis aktif13. anti-gp160). sementara viral load digunakan untuk memantau dan menetapkan kapan terapi antiviral diberikan (antiviral sebaiknya dimulai pada CD4 300400/ml.non-C. sehingga akan menggunakan HBsAg untuk masuk ke dalam sel hati. dan bertanggung jawab pada kasus-kasus sirosis hati yang terjadi pada usia muda (dekade 3-4)15. diagnosis dan monitoring infeksi hepatitis virus-B (HBV) dan –D (HDV) 2. dengan bukti serologi Widal/kultur positif.karena kebanyakan menggunakan sistim dan antigen yang sama.14. Kepositifan anti-HCV harus dinilai infeksius. maka hasil positif anti-HCV (jika tidak ditunjang data lain. Kepositifan dot harus dikonfirmasi dengan EIA anti-HIV1/2 standar (reaksi EIA basah). HEPATITIS TIFOSA Memenuhi kriteria hepatitis non-B.9%) untuk antiH ≥1/1604. HEPATITIS VIRUS-C DAN KARIER HCV Seperti pada virus hepatitis-B. jika pada subyek dengan hepatitis (SGPT. Pemantauan CD4. sebab >90% anti-HCV mendeteksi antibodi-antibodi non-struktural (NS1-NS5) yang merupakan petanda replikasi aktif HCV. Skema skrining. Pendeteksian IgM antiHCV dan aviditas IgG anti-HCV (masa mendatang ?) dapat membedakan anti-HCV yang baru (akut) atau telah lama (pernah. juga >90% anti-HCV positif terbukti secara klinis dan epidemiologis ditemukan pada kasus-kasus hepatitis C akut. SGPT tanpa disertai kepositifan HBsAg dan anti-HCV. Skema skrining. jika petanda laboratoris SGOT. Hal ini disebabkan karena HDV merupakan virus hepatotropisme yang telanjang (tidak memiliki sAg. 135. dan diper-tahankan jangan turun sampai <300/ml)17. dan pada 8/9 (88. klinis misalnya) harus Cermin Dunia Kedokteran No. CD8 dan penyakit-penyakit oportunistik tiap tahun pada subyek WB positif digunakan untuk menetapkan status kekebalan dan AIDS. dikatakan hepatitis virus C. Gambar 5. 4. Untuk daerah endemis seperti Indonesia titer Widal yang signifikan demam tifoid (DT) dan paratifoid (PT) salah satu atau kedua titer anti-O/-H ≥ 1/1603. 70-90% koinfeksi ini akan berjalan kronis. diagnosis dan monitoring infeksi hepatitis virus-C (HCV) 3. dan hasil-hasil positif EIA anti-HIV1/2 standar harus dikonfirmasi dengan Western-blot (WB) anti-HIV1/2. Konfirmasi dengan 4-5 macam EIA anti-HIV1/2 standar dari pabrik lain tidak perlu lagi (kecuali jika fasilitas WB dan tenaga medis yang berwenang meng-interpretasi hasil WB tidak ada). surface-Ag). non-akut) terbentuk setelah infeksi HCV.5-27. Memonitor anti HDV tiap tahun dilakukan hanya pada subyek-subyek yang HBsAg positif. kronis aktif. Titer setinggi ini telah dikonfirmasi pada 7/7 (100%) IgM spesifik DT/PT untuk anti-O ≥1/160. Prevalensi sebesar 12. 5. 2002 11 . anti-p17) positif dan satu antienvelope (anti-gp120. SGPT normal.yang diorganisir pada skema (Gambar 5). INFEKSI HIV1/2 DAN AIDS Adanya infeksi HIV1/2 ditegakkan dengan anti-HIV1/2 seropositif baik dengan cara Dot EIA anti-core (p24) atau Dot EIA anti-HIV1/2. dikonfirmasi dengan Western-blot (WB) anti-HCV. Detail protokol seperti pada skema (Gambar 6). NON-C Ditegakkan jika meningkatnya SGOT. Gambar 6. SGOT meningkat) tersebut ditemukan anti-HCV positif. Infeksi HIV1/2 terkonfirmasi jika pada WB minimun ada satu anti core (anti-p24. HEPATITIS NON-B.

. Viruslike particles in plasmafraction (fibrinogen) and in the circulation of apparently healthy blood donors capable of inducing non-A. Philadelphia: WB Saunders Co. 8. June 23-25. 2000: 52-5. 1994. Fody EP. Akahane Y. In: Could it be HIV? 2nd ed. Gastroenterol. Endemic HDV infection in a Greek community. Asikin N. Asikin N. Sukarmo. The chronology of HIV induced disease. konsisten menemukan mikroorganisme spesifik endokarditis: Streptokok viridan. February 15th 2000: 27-8. Procedures. HACEK. 4. Purcell RH: The hepatitis delta virus and its infection. perdarahan intrakranial atau konjunktiva. In Tietz NW: Textbook of Clinical Chemistry. Meland A.ed. Co. FK-UGM. ENDOKARDITIS BAKTERIALIS2 Ditegakkan jika memenuhi 2 kriteria mayor.Tanpa bukti adanya fokus primer. Itoh Y et al. Febris c. Prevalence of anti-HCV in Norwegian blood donors with anti-HBc or increased ALT level. d. diagnosis dan monitoring infeksi human immunodeficiency virus.Pat. 12 Cermin Dunia Kedokteran No. Hoofnagle JH et al.th 1993 Hetlaand G. Strome JH.Ekokardiogram menemukan regurgitasi. Nucleotide sequence of core and envelope genes of the hepatitis C virus genome derived directly from human healthy carriers. Correlations. . Seroprevalence of antibody to hepatitis-C virus in hemodialized patient: Anti HBcore as surrogate marker. Konsensus FKUI tentang Opiat. deteksi obat atau metabolitnya dalam sampel (urin) subyek. e. 3. Boonmar S et al. 5. Realdi G. 2000: 7-26. b. Yoshizaw H. Alan R. Alberti A. Philadelphia.: 1996: 573-9. 207-8. PPDS-I. 1987. Publ. FKUI. Sitimuchayat P. Roth spot. Tropical Disease Center (TDC) Airlangga University. 1987. Suwarso. Alan R. Klin. lesi Janeway. Gerin JL. infark paru septik. 11.Berikut ini merupakan skema protokol manajemen laboratoris untuk infeksi HIV1/2 dan AIDS (Gambar 7). 3. nodus Osler. GGT dan AP. HCV dan HIV1/2: HBsAg. 13. Stenico D. 2. 1999. Patogenitas strain. Drucker JA. 1: 463-6. Tabor E. 6. faktor rheumatoid. FKUI Jakarta. KESIMPULAN Manajemen laboratoris penyalahgunaan obat pada tingkat skrining meliputi 1).1-3. Adanya faktor predisposisi: ada penyakit jantung yang mendasarinya. Prog. Fattovich G.3 dari 4 kultur darah selang 1 jam. Nanang S. Masalah Medis dan Penatalaksanaannya. Med. Brunetto MR. Kultur darah positif tetapi tidak memenuhi kriteria mayor di atas. Seroepidemiologische Unterschungen zur Antikoerper Praevalenz des Hepatitis C-Virus in der Bevoelkerung Indonesiens. NewYork Lippincott. The hepatitis delta virus and its infection. 10. Proc. Lancet 1978. anti-HBsAg. 7. In Rizzetto M. Akhkfustral. Gerin JL. dan enterokokus.79:512-20. Stewart GJ. Seminar on Hepatitis and Diarrhea in The Tropic 2000. Wiwiek. DeckerWJ. Vassiliadis E. In: Toxicology. The 3rd Asian Conference of Clinical Pathology. Storvold G. Fenomena vaskuler: emboli arteria besar. Skema skrining. Gerin JL.Transfusion 1990. SGPT. Stafilokok aureus. 9. Setiadji VS. monitor komplikasi pada organ hati meliputi pemeriksaan SGOT. Doris R. Purcell RH.Bising regugitasi • Kriteria Minor: a. Suwarso. Takeuchi K. Boscaro S. Suwarso. Bishop ML. Liss Inc. massa di katup lama/buatan tanpa bukti patologis lain.. Engelkirk D. Taipei. 12. Jakarta. Chronic HDV infection: An important cause of HbsAg positive cirrhosis of young adults. In Rizzetto M. Respon Imun Seluler Pada Individu Widal Positip Demam Tifoid/Paratifoid: Frekuensi. Nanang S.. 3th. Disertasi.219-220. 16. IVDA (Intravenous drug addict). Skaug K. 1980. Setiadji VS.18: 4626-36.non-B hepatitis in human and chimpanzees. Tesis. Fenomena imunologi: glomerulonefritis.non-B hepatitis from man to chimpanzee. Transmission of non-A. monitor infeksi HBV. Kubo Y. dua kali kultur darah selang waktu 12 jam. Alan R. Hasil yang diperoleh pada tingkat skrining digunakan untuk mengambil langkah-langkah lanjutan yang akurat dan efektif. Analysis of toxic substance. Suwarso. 17. 8. 15. antiHIV1/2. 1987:181-202. konsisten menemukan mikroorganisme spesifik endokarditis... Masalah Medis dan Penatalaksanaannya..1992. 2001. 2002 . Liss Inc. Hadziyannis SJ. Nucleic Acid Res 1990. • Kriteria Mayor: a) Bukti Mikroorganisme Spesifik Endokarditis: . Hatzakis A. Liss Inc. Pornaro E. 2. Anastassakos C. abses. Skripsi Sarjana I FK-UGM Yogyakarta. 14.1986:1670-744. Bonino F et al. Indonesia: Correlation beetween seromarkers and HBV infection state. 30: 776-9. HDV infection in chronic hepatitis B. Drugs of abuse testing. In Rizzetto M. . Baldi M. Suwarso. atau memenuhi semua 5 kriteria minor. Larsen J. Papaioannou C. 135. atau 1 kriteria mayor + 3 kriteria minor. Purcell RH: The hepatitis delta virus and its infection. aneurisma mikotik. anti-HCV. Seroprevalence of HBV infection among randomized ”healthy" peoples living in Yogyakarta. b) Bukti Organik Endokarditis: . -bovis. in Clinical Chemistry: Principles. Arti klinis anti-O dan anti-H. Konsensus FKUI tentang Opiat.JL. KEPUSTAKAAN 1. Gambar 7. Surabaya. Yogyakarta. Hubungan DOT-EIA terhadap Biakan Empedu dan Uji Widal pada Penderita Tersangka Demam Tifoid. Blanke RV.

27 MEI 17 – 18 The 2nd Jakarta Nephrology and Hypertension Course (JNHC II) Symposium on Management of Hypertension in Special Condition Temu Ilmiah Geriatri Perhimpunan Geriatri Medik Indonesia 19 25 .05 Simposium Awam : Gagal Ginjal. Jakarta Telp. 021-314 1203 Facs. : 021-314 9208.net. Jakarta Telp. : 021-3106976.id Hotel Borobudur. Facs.net.com Hotel Borobudur.centrin.No Waktu APRIL 5-7 KALENDER KEGIATAN ILMIAH PERIODE APRIL . Denpasar E-mail : perdoski@bdg.id yagina@commerce.centrin. Facs. 021-391 7349. 3929106 Hotel Grand Bali Beach.net.id Hotel Borobudur Jakarta E-mail: matacoe@yahoo.id Assembly Hall JICC Jakarta Jakarta International Covention Center ( JICC ) E-mail : globalmedica@link.net.net.Salemba E-mail: yagina@commerce. : 021-3190 0275 E-mail : geriatri. 021-390 8157. 2002 13 .com Hotel Sahid Jaya. 135.: 3154626 e-mail : sampurna@cbn. 021-392 9106 E-mail : tropik@indosat.id Hotel Acacia Jakarta E-mail : globalmedica@link. Dialisis dan Transplantasi Course on Travel Medicine Simposium Kedokteran Wisata III KONIKA XII Cermin Dunia Kedokteran No.26 JUNI 07 . : 021-3102927 Perpustakaan Nasional . Jakarta Telp.KPPIK 50 Tahun FKUI ( Temu Ilmiah Akbar & Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran 2002 ) Kursus Pembelaan Hukum Tersangka Malpraktek Kursus Pemberdayaan Komite Medik 3rd Jakarta Antimicrobial Update (JADE 2002 ) Dokter Tempat dan Sekretariat Hotel Horison.fkui@mailcity.id Hotel Sahid Jaya. : 314 9424 E-mail : neurona@centrin. : 021-310 6968 Facs.id agus_purwadianto@hotmail. 021-334878. Jakarta Telp.net. Jakarta PERGEMI JAYA Telp.id Sheraton Nusa Dua Bali 11 12-14 15 16 20-21 23 -24 Continuing Ophthalmology Education 2002 1st Int’l Scientific Meeting On Immuno and Tropical Dermatology 25 .09 Liver Update 2002 8 12 .id sudigdo@bdg. : 021-315 5551./facs.14 30 .net.com Telp/facs.net.net. 021-315 2278 E-mail : inasn@link.net.id Ruang Senat FKUI Telp.JUNI 2002 Kegiatan Ilmiah Pertemuan Neurogeriatri Perhimpunan Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) One Day Post Graduate Course FKUI TIA .

Opium pernah popular dan bahkan diiklankan sebagai obat pereda nyeri dan obat batuk. morfin. putamen. receptor opiat diketahui terdapat di hampir semua area otak. terutama amigdala Juga ditemukan di substansia gelatinosa medulla spinalis. lateral. Padang. Localization and Possible Function of Opiate Receptors Location Spinal cord Laminae I and II Brainstem Substantia gelatinosa of spinal tract of caudal trigeminal Nucleus of solitary tract. periventricular nucleus of thalamus Telencephalon Amygdala Caudate. cough suppression. Sp. benih tanaman poppy (Papaver somniferum) yang getahnva merupakan bahan dasar opium telah ditemukan di antara peninggalan zaman batu. Efek ketergantungan mulai muncul/menjadi perhatian sejak tahun 1700-an. dan individu pemakainya. orthostatic hypotension. problemnya makin luas menjadi masalah medis dan sosial sampai saat ini. medial terminal nuclei of accessory optic pathway Dorsal cochlear nucleus Parabrachial nucleus Diencephalon Infundibulum Lateral part of medial thalamic nucleus. nucleus commissuralis.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Pengaruh Narkotika terhadap Susunan Saraf Pusat Dr. bahkan akhir-akhir ini juga ditemukan di sekitar terminal serabut saraf presinap (tabel 1). meskipun demikian. inhibition of gastric secretion Nausea and vomiting Euphoria Limbic. internal and external thalamic laminae. bahkan di Mesopotamia tanaman tersebut telah ditanam oleh bangsa Sumeria sejak 4000 . kodein − Jenis semi sintetik . intralaminar (centromedian) nuclei. emotional effects. selanjutnya melalui penelitian menggunakan teknik radioimmunoassay. tetapi baru menjadi masalah di Eropa sekitar tahun 1890. 7-10 November 2001 − Nuklei interlaminaris thalami − Sistem ekstrapiramidal. 135. analgesik. sejak itu dibuat peraturan untuk membatasi penggunaannya. awal abad 19. Budi Riyanto Wreksoatmodjo. tergantung dari dosis.3000 sebelum Masehi. Indonesia PENDAHULUAN Sejarah penggunaan narkotika oleh manusia telah tercatat sejak zaman purbakala. Sejak itu penggunaannya mulai popular di kalangan masyarakat saat itu.heroin − Jenis sintetik .opium. cara pemberian. nucleus ambiguus Functions influenced by opiates Pain perception in body Area postrema Locus coeruleus Habenula-interpeduncular-nucleusfasciculus retroflexus Pretectal area (media and lateral optic nuclei) Superior colliculus Ventral nucleus of lateral geniculate Dorsal. disusul dengan formulasi kodein oleh Robiquet pada tahun 1817. Bogor. Saat ini narkotika dapat dibagi atas: − Jenis yang terdapat/berasal dari alam . globus pellidus. nucleus accumbens Subfornical organ Interstitial nucleus of stria terminalis Pain perception in head Vagal reflexes. Table 1. Data penggunaannya tercatat dalam papyrus Ebers (1600 1500 sebelum Masehi) sebagai hipnotik.S.meperidin EFEK TERHADAP SUSUNAN SARAF PUSAT Mekanisme kerja opiat (dan derivatnya) di susunan saraf pusat terus diselidiki. Jawa Barat. Penelitian awal menunjukkan bahwa opiat terikat pada reseptor spesifik di otak. Rumah Sakit Marzuki Mahdi. Galen juga menyebutnya sebagai obat untuk mengatasi nyeri. Di masa modern. secara klinis dapat bersifat depresan maupun stimulan. euphoria Miosis Miosis Miosis Endocrine effects through light modulation Unknown Euphoria in a link to locus coeruleus ADH secretion Pain perception Emotional effects Motor rigidity Hormonal effects Emotional effects Sampai saat ini diketahui ada 5 (lima) jenis reseptor opiat (tabel 2): 14 Cermin Dunia Kedokteran No. dan untuk efek konstipasi. Serturner di Jerman telah berhasil memisahkan morfin dari opium (bahan dasar tanaman poppy). kepadatannya paling tinggi di daerah: − Traktus spinotalamikus ventralis − Periaquaduktal Dibacakan pada PIT/Muker Perdossi. kecuali serebelum (otak kecil). 2002 . respiratory depression.

apathy. Zat tersebut ditemukan pada tahun 1975 berupa pentapeptida yang diberi nama met-enkephalin dan leu-enkephalin. Opiates. dan kesulitan konsentrasi. PERUBAHAN EEG Pemberian morfin menyebabkan gambaran frekuensi lambat dan voltase tinggi.. Table 3. Effects of Morphine on the Central Nervous System Effect Analgesia Dysphoria Euphoria Mental clouding. Hyperglycemia. and tension. sistim ini antara lain berperan dalam timbulnya rasa nyeri menetap dan kronik (dull and chronic pain) yang efektif diatasi dengan opiat. bicara pelo dan gangguan koordinasi motorik jarang dijumpai. vomiting Relief from pain. tetapi relevansi klinisnya belum jelas. Table 4. Pada binatang.+ (spinal) Constriction --------------Sedation . Pada dosis terapeutik menyebabkan letargi. positive feeling of pleasure Change in mentation. somnolence Respiratory depresion Manifestation Increase in ability to tolerate pain Anxiety. Terdapat pengurangan fase REM don non REM deep sleep.++ Inhibits . Hilangnya rasa nyeri disertai dengan rasa tenang. anxiety. Beberapa mekanisme diduga berperan dalam efek analgesia ini (tabel 5) : Table 5.+ Kappa (Κ) . Penggunaan metadon jangka panjang dikaitkan dengan penurunan irama alfa. Enkephalin ini berfungsi serupa dengan opiat. 2002 15 .+ Delta (∆) . inability to concentrate. sedangkan inhibisi produksi 5HT dikaitkan dengan pengurangan efek analgesia dan berkurangnya kemungkinan dependensi dan toleransi. nausea. dan peningkatan irama theta. 135.+ Constriction Slow Indifference . Actions of Narcotic Agonists and Antagonists on Opiate Receptors Mu (µ) Effects Analgesia Euphoria Respiratory depression Sedation Dysphoria Hallucinations Stimulation Drugs Morphine Pentazocine Nalbuphine Butorphanol Buprenorphine . Efek Analgesia Pada manusia.+ Dilatation Rapid Delirium .+ .+ . efek tersebut berangsur-angsur menghilang.++ . pemberian 5HT intraventrikel (otak) mempotensiasi efek analgesik morfin. irregular breathing.++ . karena serotonin diketahui berperan dalam modulasi persepsi nyeri.- . Lesi nucleus raphe magnus -daerah padat 5HT.+ Inhibits Inhibits Inhibits . sleep Decrease in respiratory rate.menyebab- . EFEK TERHADAP SISTIM SEROTONIN Efek terhadap sistim serotonin ini merupakan hipotesis terhadap efek analgesik dari morfin.+ .++ .. beta.Table 2.+ . Receptors. Pada penggunaan khronik.+/Epsilon (ε) Sigma (δ) . respiratory arrest Nausea and vomiting Stimulation of chemoreceptor trigger zone in medulla Interference with hypothalamic function Induction antidiuretic hormone release.+/. oleh karena itu diduga efek analgesik morfin lebih banyak pada komponen afektif dibandingkan dengan pengaruhnya terhadap ambang nyeri.+/- . dan muntah.+ .+ susunan saraf pusat menyebabkan para peneliti menduga adanya zat serupa opiat endogen yang memang diproduksi dan terdapat di dalam tubuh. kesadaran berkabut. juga rasa takut.:partial agonist effect Secara klinis efek tersebut ditandai dengan timbulnya berbagai gejala (tabel 4). lethargy. mual.+ .++ Masing-masing reseptor diduga memberikan efek yang berbeda. and Their Functions Mu (µ ) Delta (∆) Sigma (δ) Kappa (Κ) Epsilon (ε) Morphine and BKetocyclozine Enkephalins Benzomorphan related opiates Endorphins Effects Analgesia Pupils Heart Rate Affect Opiate Activity Agonists Antagonists Mixed Agonists Antagonists . Disordered temperature regulation Adanya reseptor yang spesifik terhadap opiat di dalam Cermin Dunia Kedokteran No. Possible Mechanisms of Opiate Analgesia Activation of limbic system Stimutation of descending serotonergic pathways Increase in doparnine turnover Suppression of dorsal horn nociceptive neurons .+ .+ Efek terhadap Sistim Limbik Sistim limbik mengandung reseptor opiat dalam jumlah besar. Jenis opiat lain dapat memberikan efek berbeda. dan berbagai obat/jenis opiat mempunyai afinitas yang juga berbeda terhadap masing-masing reseptor tadi (tabel 3).+/. heroin dihubungkan dengan gambaran EEG bifasik yang agaknya berkaitan dengan kedaan euphoria.+ : agonist effect antagonist effect . Inhibition of ACTH and gonadotropin release. fear. gelisah. yang mirip dengan gambaran EEG saat tidur atau pada pemberian barbiturat dosis rendah. sedangkan fase non REM light sleep dan keadaan jaga bertambah panjang.: antagonist effect . EFEK TERHADAP MOOD (SUASANA HATI) Penggunaan morfin pada individu sehat sering menyebabkan disforia.+/.+ . drowsiness. efek analgesia dari morfin tidak disertai dengan penurunan kesadaran dan tidak mempengaruhi fungsi pancaindera ataupun fungsi motorik. minute volume tidal exchange.+ .

hal ini penting diperhatikan dalam penanganan kasus-kasus overdosis yang pernafasannya sematamata tergantung dari derajat hipoksia. Narkotika telah dikenal dan digunakan oleh manusia sejak jaman purbakala. yang dapat berhubungan dengan gejala abstinensi. juga menghambat sekresi asam lambung. baik dalam hal frekuensi maupun intensitasnya. efek analgesik ini juga dapat dihilangkan dengan nalokson. empedu. http:/165. bahkan penggunaan kronis kadang-kadang justru menekan aktivitas pusat muntah. pecandu heroin dan pengguna metadon umumnya eutiroid meskipun dijumpai peningkatan kadar T3 dan T4. siklus diurnal dari kortikosteroid juga terganggu. Stimmel B. Morfin menekan sekresi TSH. London: Burke Publ. 1986.kan hilangnya efek analgetik dari morfin yang dapat dipulihkan melalui injeksi 5 HT. Jakarta. Efeknya terhadap tubuh manusia diperantarai oleh beberapa reseptor di dalam SSP yang masing-masing mempunyai sifat yang karakteristik sehingga memberikan efek klinis yang berbeda. EFEK TERHADAP RESPIRASI Depresi pernafasan pada dosis terapeutik disebabkan oleh efek langsung terhadap pusat respirasi di batang otak. EFEK TERHADAP SISTIM DOPAMIN Metabolisme dopamin di otak distimulasi oleh narkotika. Efek mual dan muntah ini lebih sering ditemui pada pasien yang aktif dibandingkan dengan jika berbaring. getah panikreas. dan kembali normal setelah 2 . Scientific American Library. Pain and Its Relief without Addiction 2nd ed. Injeksi morfin berulangulang menyebabkan penurunan sekresi ACTH yang berhubungan dengan berkurangnya sekresi corticotropin releasing. selain itu juga menstimulasi sekresi ADH sehingga dapat menyebabkan berkurangnya diuresis. 1997. zat ini merangsang pusat chemoreceptor (chemoreceptor trigger zone) sehingga sering menyebabkan mual dan muntah. 2. Efek ini sangat bervariasi dari orang per orang. Mual dan Muntah Berlawanan dengan efek depresi morfin terhadap sebagian besar area di otak. 1988. The Neurobiology of Drug Addiction. Yayasan Jendela Peduli NAPZA. Napza dan Tubuh Kita. Snyder SH. The Encyclopedia of Psychoactive Drugs.. Press. EFEK TERHADAP AKSIS HIPOTALAMUS-HIPOFISIS Percobaan binatang menunjukkan pengaruh morfin terhadap aksis hipotalamus-hipofisis.html.112. menyebabkan peningkatan turn over dopamin. Percobaan penyuntikan morfin dosis kecil yang tidak efektif secara sistemik ke dalam sendi ternyata juga menghasilkan analgesia yang sebanding dengan pemberian anestetik lokal. Penghentian penggunaan morfin menyebabkan efek rebound berupa peningkatan sekresi hormon secara mendadak. tetapi mengurangi responnya terhadap perubahan posisi sehingga sering menyebabkan hipotensi ortostatik. mungkin akibat peningkatan thyroxin binding globulin. tetapi lama kelamaan timbul toleransi. Efek ini maksimal dalam 7 menit setelah pemberian intravena. 16 Cermin Dunia Kedokteran No. Co. Wreksoatmodjo BR. Sekresi GH juga meningkat pada pengguna khronik.61 /Teaching 2/ teaching.78. EFEK TERHADAP SISTIM NORADRENERGIK Efek analgesik opiat juga diduga melalui pengaruhnya terhadap sistim noradrenergik karena aktivasi sistim noradrenergik (A2) menghambat sensasi nyeri dan memberikan efek sinergi terhadap analgesik oleh opioid (mu reseptor). Haworth Medical. EFEK GASTROINTESTINAL Morfin dan narkotik lainnya menghambat peristalsis usus halus. 2. 5. Drugs and The Brain. KEPUSTAKAAN 1. Morfin juga mengurangi sensitivitas kemoreseptor terhadap peningkatan kadar C02. ditambah dengan usaha nafas secara sadar yang juga menurun. EFEK TERHADAP SARAF PERIFER Sampai saat ini efek analgesia dari narkotik dianggap melalui aktivitasnya terhadap reseptor opioid di susunan saraf pusat. 3. Efeknya terhadap denyut jantung bervariasi. Selain itu zat antagonis dopamin ternyata memperkuat efek analgesik dari morfin. namun baru pada abad 19 khasiatnya diteliti secara ilmiah. RINGKASAN 1.3 jam. motilitas saluran cerna menurun sehingga menyebabkan konstipasi. NIDA Teaching Package. efek ini dihambat oleh nalokson. tetapi penelitian akhir-akhir ini menemukan adanya reseptor opioid di susunan saraf tepi. Penggunaan kronik menurunkan fungsi korteks adrenal. dalam 30 menit setelah pemberian intramuskular dan dalam 90 menit setelah pemberian subkutan. tetapi cardiac output tidak terpengaruh. Kurniadi H. 135. dan dapat dicegah dengan antagonis narkotik dan derivat fenotiazin. Heroin The Street Narcotic. 2002 . 4. yang aktivitasnya meningkat pada keadaan inflamasi. Zackon F. EFEK TERHADAP KARDIOVASKULER Narkotik pada dosis terapeutik jarang mempengaruhi tekanan darah dan irama jantung pada keadaan berbaring. dan juga mulai dibuat secara sintetik. 2000.. factor (CRF) yang menyebabkan menurunnya aktivitas kortikoadrenal.

Persoalan yang dapat muncul antara lain : Kepribadian adiksi. sehingga disebut sebagai "penyakit tentara". Namun tahun 1898 pabrik obat Bayer memproduksinya sebagai obat dengan nama Heroin. Namun pada perkembangannya obat-obatan itu disalahgunakan (abuse) sehingga menimbulkan ketergantungan (adiksi). Iran. dan Laos. Hepatitis B. Selain morfin dan heroin masih ada lagi jenis lain yaitu kokain. Thailand. KEADAAN DAN MASALAH Dalam lima tahun terakhir. menyebabkan sebagian tahanan perang tersebut ketagihan (adiksi). Ketut Kusminarno Apt Staf Direktorat Pengawasan Narkotika. Cina dan wilayah-wilayah Asia lainnya. Bukan saja jumlah penyalahguna bertambah banyak tetapi penyebarannyapun menjadi sangat Cermin Dunia Kedokteran No. menemukan modifikasi candu yang dicampur amoniak yang kemudian dikenal sebagai Morfin (diambil dari nama dewa mimpi Yunani yang bernama Morpheus). berasal dari tumbuhan coca (Erythroxylon coca) yang tumbuh di Peru dan Bolivia. Memasuki abad ke XVII masalah candu ini bagi Cina telah menjadi masalah nasional. Tahun 1960-70-an pusat penyebaran candu dunia berada pada daerah Golden Triangle yaitu Myanmar.Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika. morfin ini sangat populer sebagai penghilang rasa sakit akibat luka-luka perang. mengantuk dan muntah-muntah. Ada banyak alasan mengapa orang menggunakan Napza. dan lainlain. berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan menimbulkan gangguan fungsi sosial dan okupasional. karena itu penggunaan heroin telah dilarang oleh WHO sejak tahun 1954. dan Zat Adiktif lainnya) lebih tepat dibandingkan dengan istilah Narkoba karena di dalarn singkatan tersebut tercantum juga psikotropika. Kokain ini pernah digunakan untuk penyembuhan asma dan TBC. Tahun 1856 waktu pecah perang saudara di Amerika. Selain itu seorang pengguna NAPZA akan banyak mengalami kesulitan di masa depan serta dalam kehidupan sosialnya. Tahun 1806 seorang dokter dari Westphalia bernama Friedrich WiIhelm Serturner. Juga pada daerah Golden Crescent yaitu Pakistan. Kemudian menuju Afrika dan Amerika. Efek adiksi/ketergantungan heroin jauh melebihi efek analgesiknya. pengobatan yang mahal.sehingga akan muncul berbagai masalah dan persoalan. penyalahgunaan Napza meningkat secara bermakna. 2002 17 . C). pada awalnya ada yang hanya mencoba-coba atau sekedar ingin tahu. sebagai obat resmi penghilang sakit (pain killer). Napza dapat dikelompokkan dalam golongan Opiat dan Non Opiat. Bunga ini tumbuh subur di daerah dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut Penyebaran selanjutnya adalah ke arah India. dengan produksi 700 ribu ton setiap tahun. Istilah Napza (Narkotika. Jakarta PENDAHULUAN Penyalahgunaan Napza merupakan suatu pola penggunaan yang bersifat patologik. Psikotropika. lama-kelamaan mengalami ketergantungan. Tahun 1874 seorang ahli kimia bernama Alder Wright dari London. Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) Drs. 135. Cina kemudian menjadi tempat yang sangat subur dalam penyebaran candu ini (dimungkinkan karena iklim dan keadaan negeri). dan Afganistan. campuran ini ketika diuji coba pada anjing menyebabkan anjing tersebut tiarap. reaksi putus obat (sakaw). yaitu obat yang biasanya digunakan untuk gangguan kesehatan jiwa namun termasuk yang sering disalahgunakan dan dapat menimbulkan adiksi. Psikotropika dan Zat Adiktif Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Napza pada awalnya adalah sejenis obat-obatan tertentu yang digunakan oleh kalangan kedokteran untuk terapi misalnya untuk menghilangkan rasa nyeri. SEJARAH AWAL Kurang lebih tahun 2000 SM di Samaria dikenal sari bunga Papaver somniferum yang kemudian dikenal sebagai opium (candu). ketakutan. merebus cairan morfin dengan asam anhidrat (asam yang ada pada sejenis jamur). overdosis (OD). bahkan di abad XIX terjadi perang Candu yang berakhir dengan penaklukan Cina oleh Inggris dan harus merelakan Hong Kong. terinfeksi berbagai penyakit (HIV/AIDS.

- rasa senang.kewaspadaan meningkat .mulut kering . BAHAYA PENYALAHGUNAAN NAPZA Gejala-Gejala Pemakaian Napza Yang Berlebihan 1.rasa senang dan bahagia . dan dari kampus-kampus perguruan tinggi sampai kesekolah-sekolah dasar. bahagia pupil mata melebar denyut nadi dan tekanan darah meningkat sukar tidur/insomnia hilang nafsu makan Kokain denyut jantung cepat agitasi psikomotor/gelisah euforia/rasa gembira berlebihan rasa harga diri meningkat banyak bicara kewaspadaan meningkat kejang pupil (manik mata) melebar tekanan darah meningkat berkeringat/rasa dingin mual/muntah mudah berkelahi psikosis perdarahan darah otak penyumbatan pembuluh darah nystagmus horisonta/mata bergerak tak terkendali distonia (kekakuan otot leher) Alkohol bicara cadel jalan sempoyongan wajah kemerahan banyak bicara mudah marah gangguan pemusatan perhatian nafas bau alkohol Benzodiazepin (pil nipam.meluas dan menghinggapi semua lapisan sosial-ekonomi masyarakat baik strata sosial ekonomi atas sampai ke paling bawah. morfin.mata terlihat cekung dan merah. Penyebaran HIV/AIDS melalui penyalahgunaan Napza suntikpun cenderung meningkat dengan cepat akhir-akhir ini. Fisik . 2002 .emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya . Kondisi penyalahgunaan NAPZA saat ini dirasakan sudah sangat serius dan mengkhawatirkan serta mengancam keselamatan negara. seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan. Data dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) dan Rumah Sakit Polri menunjukkan bahwa jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap meningkat dari ± 1779 pada tahun 1996 menjadi ± 8170 pada tahun 1999. tetapi juga anak-anak dari keluarga harmonis.nafsu makan meningkat . 135. karena sanksinya hanya pidana penjara maksimal 10 tahun.bila ditegur atau dimarahi. Tindak kriminal dan kekerasan akibat penyalahgunaan Napza juga cenderung meningkat. sehingga ada seorang produsen Ecstacy yang hanya dijatuhi hukuman 3 bulan penjara. ekstasi) .bergairah 4.sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas b. dia malah menunjukkan sikap membangkang .kurang konsentrasi . Jumlah sesungguhnya dari penyalahguna NAPZA di Indonesia belum diketahui dengan tepat. Emosi . Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan .depresi 3. WHO (World Health Organization) memperkirakan jumlah penyalahguna yang tidak dirawat adalah sekitar sepuluh kali lebih besar daripada yang sempat dirawat. dan bibir kehitam-hitaman . Kecenderungan yang menyedihkan adalah bahwa para penyalahguna muda usia makin banyak dan berasal dari keluarga miskin.santai dan lemah . Ganja . Opiat (heroin.sering menguap/ngantuk . ganja) perasaan senang dan bahagia acuh tak acuh (apati) malas bergerak mengantuk rasa mual bicara cadel pupil mata mengecil (melebar jika overdosis) gangguan perhatian/daya ingat 2.tangan penuh dengan bintik-bintik merah. 5.sangat sensitif dan cepat bosan . Jenis Napza yang digunakannyapun menjadi sangat beragam.berat badan turun drastis .nafsu makan tidak menentu 18 Cermin Dunia Kedokteran No. bahkan pesantren.buang air besar dan kecil kurang lancar . mogadon) bicara cadel jalan sempoyongan wajah kemerahan banyak bicara mudah marah gangguan pemusatan perhatian Tanda-Tanda Kemungkinan Penyalahgunaan Napza a. 6. Tindakan hukum terhadap para pengedar.mata merah . meningkat sebanyak lebih dari 4 kali dalam tiga tahun. Tidak hanya anak-anak dari keluarga broken home. produsen gelap serta mereka yang terlibat dalam penyalahgunaan Napza dirasakan masih sangat ringan. muka pucat.acuh tak acuh .pengendalian diri kurang . Amfetamin (shabu. BK. mengingat sebagian besar korbannya adalah generasi muda yang merupakan generasi penerus kita.

termasuk mereka yang telah berada dalam taraf eksperimental. atau tempat-tempat sepi lainnya . NAPZA dan PENGOBATANNYA Pengobatan NAPZA: 1) Pengobatan adiksi (detoksifikasi) 2) Pengobatan infeksi 3) Rehabilitasi 4) Pelatihan mandiri Pertolongan Pertama .waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur. meningkatkan kepercayaan diri.sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan. Kebutuhan yang dimaksud antara lain kebutuhan "ingin tahu". kebutuhan terbentuknya identitas diri. Kemudian cari pertolongan dokter.sikapnya cenderung manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya. b) Personal and Social Skill Training Kepada remaja dikembangkan suatu ketrampilan untuk menghadapi problema hidup umum termasuk merokok dan menyalahgunakan zat. serta kebutuhan diri diterima dalam kelompok. Yang tergolong dalam pelatihan ini antara lain : a) Psychological Inoculation Dalam pelatihan ini diputar film yang memperlihatkan bagaimana remaja mendapat tekanan dari pergaulannya agar ia merokok.suka mencuri uang di rumah. termasuk jalan napasnya. Lalu dikembangkan sikap menentang dorongan dan tekanan untuk merokok itu. biarkan terbaring di sisi kiri badannya dan pastikan berada di posisi aman. 5) Program Latihan Ketrampilan Psikososial Latihan ini diterapkan atas dasar teori bahwa gangguan penggunaan zat merupakan perilaku yang dipelajari seseorang dalam lingkup pergaulan sosialnya dan mempunyai maksud dan makna tertentu bagi yang bersangkutan. yang perlu dilakukan adalah : memperkuat keimanan memilih lingkungan pergaulan yang sehat komunikasi keluarga yang baik hindari pintu masuk Napza yaitu rokok Sedangkan langkah-langkah yang dapat dipersiapkan dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA antara lain sebagai berikut : 1) Program Informasi Hati-hati dalam mengemukakan sesuatu secara sensasional.Periksalah agar tidak ada yang menghambat pernapasannya . pendewasaan pribadi. kebutuhan akan bebas berfikir dan berbuat. gudang.Kalau penderita masih bernapas. kebutuhan mengalami hal-hal baru dalam hidupnya.Overdosis . Teknik menakut-nakuti hanya efektif dalam keadaan terbatas. Di sini sangat penting peran guru BP dan orang tua. Begitupun dengan barang-barang berharga miliknya.takut air. Suatu pesan yang sama sifatnya misalnya : mass media akan diterima oleh pelbagai kelompok dalam masyarakat yang berbeda-beda sehingga bisa diartikan secara berbeda pula sehingga timbul dampak yang tidak diinginkan.menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga . baik fisik maupun psikologik. banyak yang hilang .jantung berdebar-debar .c. 2002 19 .Gejala-gejala sakaw mencapai puncak dalam 3-5 hari dan Cermin Dunia Kedokteran No.mengeluarkan keringat berlebihan .sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan . karena justru akan menarik bagi mereka untuk menguji keberaniannya.nyeri/ngilu sendi-sendi LANGKAH-LANGKAH PENCEGAHAN PENYALAH GUNAAN NAPZA Dalam pencegahan penyalahgunaan Napza.karena itu mereka jadi malas mandi . mengatasi tekanan mental secara efektif. baringkan dia di sisi kiri badannya . Segera memberikan dukungan moril jika anak mengalami/menghadapi masa krisis dalam hidupnya. meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan yang bijak. . Jika terkena akan terasa sakit . 4) Pengenalan Dini dan Intervensi Dini Mengenal dengan baik ciri-ciri anak yang mempunyai risiko tinggi akan menggunakan zat. Ketrampilan itu akan menumbuhkan kemampuan mereka untuk menolak suatu ajakan (Just Say "No") serta mengembangkan keberanian dan ketrampilan untuk mengekspresikan pendapat sehingga ia terbebas dari bujukan atau tekanan kelompoknya. kamar mandi. ruang yang gelap. kebutuhan akan penghargaan.nyeri kepala .Apabila penderita telah pingsan. kloset.sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal.selalu kehabisan uang . Perilaku . 2) Program Pendidikan Efektif Bertujuan untuk pengembangan kepribadian.mengeluarkan air mata berlebihan . menghilangkan gambaran negatif mengenai diri sendiri dan meningkatkan komunikasi interpersonal. 3) Program Penyediaan Pilihan yang Bermakna Konsep ini bertujuan untuk mengalihkan penggunaan zat adiktif kepada pilihan lain yang diharapkan dapat memberikan kepuasan.sering menguap .malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya . Materi dan cara memberikan informasi hendaklah sesuai dengan penerima informasi. 135. biasanya terjadi pada saat gejala "putus zat" .sering mengalami mimpi buruk . seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat . pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam . sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan barang-barang berharga di rumah. Dalam hal ini dikemukakan persepsi yang salah mengenai rokok dan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh rokok baik bagi perokok sesaat maupun kronis. Bila tidak teratasi segera dirujuk ke tenaga ahli.

PENUTUP Dengan makin meningkatnya kasus penyalahgunaan Napza di Indonesia. Kesehatan Depkes RI 1998.. Strategi penanggulangan Napza adalah melakukan upaya agar masyarakat terutama kelompok rawan secara sadar meniadakan keinginannya untuk mencoba/menggunakan Napza. terhadap para pengguna yang telah telanjur menyalahgunakannya ditempuh strategi untuk meminimalkan/meniadakan pengaruh buruk Napza tersebut. konseling. We live by trusting one another 20 Cermin Dunia Kedokteran No. Maj. Peranan Badan Kesejahteraan Sosial Nasional dalam Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Korban Narkoba. 324 . Drug Information Short Course. Harm Reduction HIV menyebar di antara kelompok IDU terutama karena penggunaan ulang atau bersama jarum suntik dan semprit yang telah tercemar dengan darah yang mengandung HIV. Empat cara alternatif menurunkan risiko atau harm reduction. 1st ed. meliputi upaya promosi. 1975. maka harus tersedia SDM yang handal yaitu memiliki pengetahuan yang cukup. 1988. 5. dan mempunyai afeksi yang kuat untuk melaksanakan tugasnya di bidang penanggulangan penyalahgunaan Napza. mempunyai ketrampilan yang tinggi. 6. Ketut Kusminarno. 3. Biasanya proses detoksifikasi dilakukan terus menerus selama satu sampai tiga minggu. Hand Book of Forensic Medicine & Toxicology (Medical Jurisprudence). maka keadaan ini sangat memprihatinkan dan dapat menjadi masalah atau bencana nasional. tubuh secara fisik memang tidak "ketagihan" lagi. Oleh karena itu upaya penanggulangannya harus secara sungguh-sungguh. Ditjen Penerangan Umum. sampai hasil tes urin menjadi negatif dari zat adiktif. 2. Rehabilitasi Setelah menjalani detoksifikasi hingga tuntas (tes urin sudah negatif). Deppen Rl. namun secara psikis ada rasa rindu dan kangen terhadap zat tersebut masih terus membuntuti alam pikiran dan perasaan sang pecandu. Jakarta. sehingga rentan dan sangat besar kemungkinan kembali mencandu dan terjerumus lagi. Agar pelaksanaan program itu berlangsung secara berhasilguna dan berdaya guna. Sekretariat Penerangan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika. Handbook of Poisoning. Jaypee Brothers Med Publ (P) Ltd. Dreisbach RH. 23-27 April 2001. Mengapa Heroin/Putaw Sangat Berbahaya. Appleton & Lange. 2002 . Sudirman. 4. Indonesia Australia Specialised Training Project Phase II. dan mampu mencakup wilayah atau masyarakat yang luas terutama di daerah-daerah dan kelompok-kelompok yang rawan akan masalah penyalahgunaan Napza. Untuk itu setelah detoksifikasi perlu dilakukan proteksi lingkungan dan pergaulan yang bebas dari lingkungan pecandu. Alasan penggunaan jarum suntik bersama sangat berbeda-beda.28. 150. 1998. Detoksifikasi Detoksifikasi adalah proses menghilangkan racun (narkotika dan/atau zat adiktif lain) dari tubuh dengan cara menghentikan total pemakaian semua zat adiktif atau dengan penurunan dosis obat pengganti. pengobatan yang adekuat dan rehabilitasi mediko-psikososial/ spiritual. tetapi sangat penting untuk diketahui dalam upaya penghentian penyebaran ini. Dampak Penyalahgunaan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainya Rumah Sakit Ketergantungan Obat. Detoksifikasi bisa dilakukan dengan berobat jalan atau dirawat di rumah sakit. Chadha PV. 7. 1987. Untuk itu harus dilaksanakan program penanggulangan yang komprehensif. .pp. Pudji Hastuti. profesional. Twelfth Ed. Bahan Penerangan tentang Obat/Zat Psikoaktif dan Adiktif. misalnya dengan memasukkan mantan pecandu ke pusat rehabilitasi. 135. 1) Menggunakan jarum suntik sekali pakai 2) Mensuci hamakan (sterilisasi) jarum suntik 3) Mengganti kebiasaan menyuntik dengan menghirup atau oral dengan tablet 4) Menghentikan sama sekali penggunaan Napza.hilang setelah 10 hari. 2000. DAFTAR PUSTAKA 1.

HABILITASI Perawatan ini ditujukan terutama untuk stabilisasi keadaan mental dan emosi pasien sehingga gangguan jiwa yang sering mendasari ketergantungan napza dapat dihilangkan atau diatasi. misalnya dengan diborgol dan pengawasan ketat atau dilakukan dengan ultra rapid detoxification. Selanjutnya akan dibicarakan mengenai perawatan pasien setelah terapi detoksifikasi yaitu habilitasi dan rehabilitasi. sangat personal. karena menurut penelitian. Atau dapat juga mereka terjatuh kembali menggunakan napza secara tidak terkontrol setelah berhenti menggunakan napza selama kurun waktu tertentu yang dikenal dengan istilah relaps. Keadaan ini merupakan langkah yang sangat panting. Hukuman diberikan apabila pasien berperilaku yang tidak diinginkan (menggunakan napza) dan hadiah diberikan bila pasien berperilaku yang diinginkan (tidak Cermin Dunia Kedokteran No. Pasien yang baik. 2002 21 .Pengobatan/Perawatan Pasien Ketergantungan NAPZA Pasca Detoksifikasi dr. keluarga. MHA Psikiater. lingkungan dan masyarakat sekitarnya. jadi setelah langkah awal ini. Oleh sebab itu pada tahap ini perlu dilakukan berbagai bentuk terapi atau kegiatan yang sesuai dengan individu/ keadaan pasien tersebut. − Terapi Relaksasi : karena banyak pasien yang susah untuk relaks. − Akupunktur : dapat meningkatkan kadar andorfin sehingga mengurangi keadaan depresi. Yayasan Jendela. Jadi tidak semua bentuk terapi dan kegiatan harus diberikan kepada setiap pasien. sebab usaha rehabilitasi dan resosialisasi banyak tergantung dari berhasil atau tidaknya tahap ini. Pada tahap ini kadang masih ditemukan juga keadaan yang kita sebut slip yang artinya episode penggunaan kembali napza setelah berhenti menggunakan selama kurun waktu tertentu.. Banten PENDAHULUAN Banyak orang. Detoksifikasi adalah langkah awal dari suatu proses penyembuhan pasien dengan ketergantungan napza. Pada tahap ini tidak jarang farmakoterapi masih diperlukan untuk mengobati gangguan jiwa yang mendasari ketergantungan napzanya. anti-depresi atau anti-psikotik. Hal ini tentu saja akan menimbulkan kekecewaan baik bagi orangtua maupun anak/pasien tersebut. Bentuk terapi/kegiatan tersebut antara lain : − Latihan Jasmani : misalnya lari-lari pagi. Habilitasi dapat berupa berbagai bentuk terapi atau kegiatan yang dapat diberikan kepada pasien sesuai dengan indikasi yang ada. zat yang dipakai tersebut berkaitan dengan neurotransmitter dalam otak. Untuk mernpercepat habilitasi ini. walaupun memang perlu waktu untuk dapat bersikap seperti itu. Untuk fase awel ini masih dapat dilakukan pemaksaan pada pasien. Selain itu. Tetapi untuk langkah selanjutnya perlu adanya kerjasama yang baik dari pasien tersebut. peran lingkungan. terutama yang awam tentang pengobatan ketergantunqan napza. − Terapi Tingkah Laku : teknik terapi yang dikembangkan berdasarkan teori belajar. Hartati Kurniadi SpKJ. 135. dapat bekerjasama dengan terapisnya tanpa pengaruh napza lagi. beranggapan bahwa setelah detoksifikasi maka seharusnya anak/pasien itu sudah sembuh/baik kembali seperti sebelum mereka tergantung pada napza atau bahkan ada yang berharap bahwa anaknya dapat baik seperti apa yang mereka harapkan. perlu dilakukan langkah solanjutnya agar pasien dapat tetap terbebas dari penggunaan napza. Serpong Tangerang. dapat meningkatkan kadar endorfin. terapis dan pendamping yang mendukung proses penyembuhan pasien sangat diharapkan. Jadi penanganan pada setiap pasien tidak bisa disamaratakan. efek pemakaian napza di otak juga tidak dapat pulih dengan cepat karena berdasarkan penelitian. Sikap ini akan mempercepat tahap habilitasi. Dalam hal ini yang biasa dipakai adalah golongan anti-anxietas. Motivasi pasien untuk sembuh memang merupakan kunci keberhasilan pada tahap ini.

Juga memberikan keterampilan yang belum dimiliki pasien agar dapat bermanfaat bagi pasien untuk mencari nafkah. dan kebingungan. Itulah sebabnya banyak lembaga rehabilitasi yang didirikan berdasarkan kepercayaan/agama. Kontra indikasinya : 1. Jadi harus ada satu pusat catatan Medik terpadu.L Alfa Aceto-Methadol). maka dapat terjadi overdosis opioida. biasanya diminum dengan segelas jus jeruk. Pasien dengan hepatitis akut atau fungsi hepar buruk. Mahatahu. 22 Cermin Dunia Kedokteran No. Untuk menjalankan program ini diperlukan administrasi yang baik. 3. sebaiknya diberikan selama minimal 6-12 bulan. − Psikodrama : suatu drama yang dirancang berkisar pada suatu krisis kehidupan atau masalah khusus. Pasien lebih dapat menerima kritik. menyadarkan kelemahan yang dimiliki manusia. Dosis methadon setiap hari dimulai dari 30-40 mg. konseling individual atau mengikuti pertemuan alkohol anonimus. REHABILITASI Dalam pengobatan ketergantungan napza perlu dilakukan hingga tingkat rehabilitasi. dan saran yang diberikan pasien lain daripada terapis. 135. Setiap hari pasien harus datang ke pusat terapi dan minum jatah methadon di hadapan petugas. ketergantungan napza juga memberi dampak sosial bagi pasien. 2002 . Disulfiram sebaiknya diberikan bersama-lama dengan terapi lain seperti psikoterapi individual atau kelompok. − Psikoterapi Kelompok : banyak dilakukan dalam program habilitasi karena dirasakan banyak manfaatnya. Bagi mereka yang sekolah atau bekerja dan konditenya baik dapat datang ke pusat terapi dua kali seminggu dan membawa methadon pulang ke rumahnya (diberikan methadon yang berjangka waktu kerja lama yaitu LAAM . habilitasi dan rehabilitasi lain. pasien dapat menghayati agamanya secara baik. maka bila dia menggunakan naltrexon. Maha pengasih. − Rehabilitasi Kehidupan Beragama : bertujuan membangkitkan kesadaran pasien akan kedudukan manusia di tengah-tengah mahluk hidup ciptaan Tuhan. rasa napas pendek. Disulfiram menghambat metabalisme alkohol dalam darah sehingga kadar asetaldehida dalam plasma meningkat. Pasien yang mendapat pengobatan dengan analgesik opioida. biasanya dosis maintenance sebesar 40-80 mg perhari. Rehabilitasi Vokasional : bertujuan menentukan kemampuan kerja pasien serta cara mengatasi penghalang atau rintangan untuk penempatan dalam pekerjaan yang sesuai. wajah berkeringat. kerjanya menghambat efek euforia dari opioida sehingga pasien akan merasa percuma menggunakan opioida karena tidak mengalami euforia. rasa tak enak di dada. − Konseling : dapat membantu pasien untuk rnengerti dan memecahkan masalah penyesuaian dirinya dengan lingkungan. − Terapi Disulfiram (Antabuse) : merupakan terapi aversif pada ketergantungan alkohol. dan yang terpemting bisa hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitarnya. membangkitkan optimisme berdasarkan sifat-sifat Tuhan yang Mahabijaksana. rasa penuh di kepala dan leher. Perlu pengawasan dari anggata kaluarga agar terjamin bahwa disulfiram tetap dimakan secara teratur. Alasannya. 4. Terapi rehabilitasl ini meliputi beberapa hal : − Rehabilitasi Sosial : meliputi segala usaha yang bertujuan memupuk. Naltrexon diberikan sebanyak 50 mg perhari atau disesuaikan dengan dosis pemakaian opioida. − Terapi Keluarga : sangat diperlukan karena pada umumnya keluarga mempunyai andil dalam terjadinya ketergantung napza pada pasien. Rehabilitasi pada hakikatnya bertujuan agar penderita bisa melakukan perbuatan secara normal. Pasien yang kadang-kadang masih menggunakan opioida. muka merah. − Methadone Maintenance Program : biasanya yang menjalani program ini adalah mereka yang telah berkali-kali gagal mengikuti program terapi. Jarang melebihi 120 mg perhari. lalu kemudian meminum juga alknhol. dan meningkatkan rasa kesadaran dan tanggung jawab sosial bagi keluarga dan masyarakat. test fungsi hati. nyeri kepala. arti agama bagi manusia. Sewaktu-waktu urin harus diperiksa untuk memastikan bahwa methadon yang diperoleh dan dibawa pulang dipakai sendiri dan bukan dijual. Di sini perlu sekali pengertian dari pasien. 2. membimbing. − Psikoterapi individual : untuk mengatasi konflik intra- psikik dan gangguan mental yang terdapat pada pasien. maka akan timbul suatu perasaan yang tidak enak misalnya mual. bisa melanjutkan pendidikan sesuai kemampuannya. berdebar-debar. untuk menghindari kemungkinan adanya pasien yang mendapat jatah obat lebih. jadi merupakan suatu bentuk terapi tingkah laku. termasuk gangguan kepribadian. dan Maha pengampun. − Terapi antagonis opioida : misalnya neltrexon. rontgen paru-paru dan EKG.menggunakan napza). dan juga menggunakan opioida. Drama ini dapat membantu pemainnya (pasien) mengenali masalah bagaimana ia mengambil inisiatif untuk menyelesaikan masalah tersebut. selain menimbulkan gangguan fisik dan kesehatan jiwa. Terapi ini juga mempersiapkan keluarga beradaptasi dengan pasien setelah yang bersangkutan tidak menggunakan napza lagi. Dosis 250 mg setiap hari atau 509 mg tiga kali seminggu selama satu tahun. Jadi bila minum Disulfiram. terapi ini barmanfaat terutama bagi orang yang sulit menyatakan suatu peristiwa atau perasaan secara verbal. vertigo. konfrontasi. − Rehabilitasi Edukasional : bertujuan untuk memelihara dan maningkatkan pengetahuan dan mengusahakan agar pasien dapat mengikuti pendidikan lagi. penglihatan kabur. lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitarnya. karena bila pasien tidak serius ingin berhenti memakai opioida. bisa bekerja lagi sesuai dengan bakat dan minatnya. jika mungkin memberi bimbingan dalam memilih sekolah yang sesuai dengan kemampuan intelegensia dan bakatnya. Satu hal lagi yang banyak diharapkan setelah mengikuti rehabilitasi. Pasien yang test urin untuk opioidanya masih positif. Sebelum mengikuti program ini pasien harus diperiksa secara medis dahulu termasuk pemeriksaan darah rutin. Kontra indikasi pemberian disulfiram ialah penyakit jantung. muntah.

KEPUSTAKAAN 1. dapat disyukuri dan merupakan dorongan untuk mencapai kemajuan yang lebih banyak. 135. Joewana S. Singapore. Substance Abuse. Narkotika. Information for School Counselors. dibantu dengan kerja sama yang baik dengan terapis serta dukungan yang kuat dari lingkungan terdekat. maupun lingkungannya agar setiap kemajuan yang sekecil apapun. 4. Harrison TC. Therapists. melainkan langkah awal dari suatu proses terapi ketergantungan napza. Massachusetts. Cermin Dunia Kedokteran No. Feb. Symposium : Advances in the management of drug addiction . 11. Selain itu harus dimaklumi juga bahwa pengobatan ketergantungan napza membutuhkan waktu yang cukup panjang. 3. 1989.role of naltrexone in medical practice. Bahkan untuk mengetahui dengan pasti bahwa pasien tersebut betul-betul pulih. baru bisa dipastikan setelah yang bersangkutan meninggal. Bennett G. Social Workers. Gangguan Penggunaan Zat. Treating Drug Abusers. Oleh sebab itu agar pengobatan/perawatan ketergantungan napza berjalan dengan baik. Leow KF. terapis. Jakarta: Gramedia. perlu pemahaman diri (insight) pasien. Untuk itu diperlukan usaha yang terus menerus dan perasaan yang selalu optimis baik dari pasien. Medical Aspect of Naltrexone. Needham Heights. 1989. dan Zat Adiktif Lain. A Simon & Schuster Company. and Counselors. 2. 1996. 2002 23 . Fisher GL. Great Britain. 1997. Billing & Sons Ltd. Alkohol.PENUTUP Satu hal yang harus disadari dan dipahami oleh semua pihak adalah bahwa detoksifikasi bukanlah terapi tunggal dari ketergantungan napza.

psikofarmaka PENDAHULUAN Istilah kecemasan dalam psikiatri muncul untuk merujuk suatu respons mental dan fisik terhadap situasi yang menakutkan dan mengancam. 2) gangguan cemas umum. 135. Ia berperan untuk meyiapkan orang untuk menghadapi ancaman (baik fisik maupun psikologik). dan ini merupakan penyakit.(3) Perasaan cemas atau sedih yang berlangsung sesaat adalah normal dan hampir semua orang pernah mengalaminya. hipnotik. bahkan kecemasan merupakan respons yang sangat diperlukan. Respons kecemasan yang berkepanjangan ini sering diberi istilah gangguan kecemasan. serotonin reuptake inhibitor (SRI) dan specific serotonine reuptake inhibitor (SSRI). yaitu kecemasan 24 Cermin Dunia Kedokteran No. Untuk penyembuhan dengan baik dan mencegah ketergantungan obat anxiolitik diberikan terapi kombinasi yaitu psikoterapi dan psikofarmaka. monoamin inhibitor (MAOI). penyakit kronik dan serius atau permasalahan keluarga maka akan berlangsung lama. Secara mendasar lebih merupakan respons fisiologis ketimbang respons patologis terhadap ancaman. 3) gangguan fobik. pada orang dengan gangguan psikiatri berat (skizofrenia. lama dan kronis. yaitu 1) gangguan panik. Cemas pada umumnya terjadi sebagai reaksi sementara terhadap stress kehidupan sehari-hari.(1. gastrointestinal dan bahkan genitourinarius (Tabel 1). 2002 .TINJAUAN KEPUSTAKAAN Gambaran Klinik dan Psikofarmaka pada Penderita Gangguan Kecemasan Yusuf Alam Romadhon Dokter PTT Puskesmas Kartasura II Kabupaten Sukoharjo. Sehingga orang cemas tidaklah harus abnormal dalam perilaku mereka. Dikenal 5 jenis gangguan kecemasan. 2) gangguan cemas umum. pada penderita gangguan psikiatri berat atau merupakan gangguan yang berdiri sendiri. kardiovaskuler.3. dengan ciri munculnya mendadak tanpa faktor pencetus. dan pada segolongan penyakit yang berdiri sendiri yang dinamakan gangguan kecemasan. pada orang dengan sakit fisik berat. Ia menghasilkan serombongan gejala-gejala hiperaktivitas otonom yang mengenai sistem muskuloskeletal.(1.gambaran klinik . gangguan bipoler dan depresi).(9) Bila cemas menjadi begitu besar atau sering seperti yang disebabkan oleh tekanan ekonomi yang berkepanjangan.10) Yang dibahas di sini adalah kelompok terakhir yang terdiri dari 5 macam yaitu: 1) gangguan panik. pada orang yang menderita sakit fisik berat. Kata kunci: gangguan kecemasan .9) Dari aspek klinik kecemasan dapat dijumpai pada orang yang menderita stress normal. antidepresan trisiklik. kecemasan yang berkepanjangan sering menjadi patologis. 4) gangguan obsesif kompulsif dan 5) gangguan stress pasca trauma. Jawa Teqgah ABSTRAK Dari aspek klinik kecemasan dapat dijumpai pada orang dengan stres normal. Pendekatan psikofarmaka adalah dengan obat-obatan anxiolitik yang meliputi tranquilizer minor baik golongan benzodiazepin maupun non benzodiazepin. lama dan kronik.

Keluhan Fisik • Neurologik dan Vaskuler − Sakit kepala. gagap − Palpitasi − Hiperventilasi − Berkeringat banyak atau telapak tangan dan kaki lembab Keluhan Kognitif dan Psikologis − Perasaan cemas.(1) Di Indonesia penelitian yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan Tambora Jakarta Barat tahun 1984 menunjukkan bahwa di puskesmas jumlah gangguan kesehatan jiwa yang sering muncul sebagai gangguan fisik adalah 28. gelap. takut menjadi gila atau pikiran-pikiran yang cenderung negatif baik terhadap diri-sendiri ataupun lingkungan − Merasa tegang − Insomnia. tenggorokan kering Perasaan tidak enak di lambung Nausea dan vomitus (mual dan muntah) Diare Genitourinarius Sering berkemih Nyeri saat berkemih Ejakulasi prematur Impotensia Sistim Muskuloskeletal Nyeri otot kepala terutama otot leher Sakit dan nyeri otot Kulit Keringat berlebihan Telapak tangan dan kaki basah dan terasa dingin Tanda Obyektif − Penderita tampak gugup. specific serotonin reuptake inhibitor [SSRI]. terlalu waspada − Mudah marah (iritable) − Perasaan cemas tersebut mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan penderita sehingga fungsi pertimbangan akal sehat. nama dagang serta dosis terapetiknya dapat dilihat pada Tabel 2. monoamin inhibitor [MAOI].73% untuk dewasa dan 34. Pendekatan ini dianjurkan untuk dipakai oleh para dokter umum yang mempunyai banyak pasien dalam praktek medis sehari-hari.) − Tidak enak. perasaan dan perilakunya terpengaruhi. seperti mau pingsan − Vertigo (pusing berputar) − Tangan gemetaran − Pandangan kabur − Baal dan kesemutan • Kardiovaskuler PSIKOFARMAKOLOGI Untuk penyembuhan dengan baik pasien dengan gangguan kecemasan adalah kombinasi farmakoterapi (psikofarmaka) dengan psikoterapi.3) Keluhan-keluhan dan tanda-tanda obyektif yang sering didapatkan dalam praktek medis sehari-hari yang merujuk pada gangguan kecemasan adalah sebagai berikut (Tabel 1). takut salah.(1) Ada juga yang membedakan kasus baru dan lama.(1. kamar tertutup. obyek atau keadaan tertentu (sendirian.(1) PREVALENSI GANGGUAN KECEMASAN Survai terkini di Amerika (1996) melaporkan bahwa 15 33% pasien yang datang berobat ke dokter non psikiater merupakan pasien dengan gangguan mental. Cermin Dunia Kedokteran No. kepala terasa enteng − Nggliyer (dizziness). − Perasaan takut dalam situasi. tidak dapat duduk santai − Suara bergetar. dada terasa panas Respirasi Nafas pendek Dispnoe (sesak nafas) Hiperventilasi (frekuensi nafas sering) Gastrointestinal Mulut kering Tenggorokan seperti tercekik.(5) Psikoterapi yang sering digunakan untuk gangguan kecemasan adalah psikoterapi berorientasi insight. kemudian dilakukan psikoterapi yang dimulai pada awal minggu kedua di samping obat anxiolitik masih tetap diberikan tetapi secara bertahap diturunkan dosisnya (tapering off sampai minggu ke empat pengobatan). Kasus baru diberikan sampai 2 bulan bebas gejala kemudian dilakukan tapering off untuk penghentian pengobatan. gelisah. sulit untuk memulai (jatuh) tidur/early insomnia − Mudah terkejut. Dalam terapi kombinasi diberikan obat anxiolitik terlebih dahulu sampai 2 minggu.(1-3) Tabel 1. serotonin reuptake inhibitor [SRI]. non-benzodiazepin. antidepresan: trisiklik. Sebaliknya anxiolitik mempunyai keunggulan efek terapetik cepat dalam menurunkan tanda dan gejala kecemasan tetapi mempunyai kerugian resiko adiksi.yang diderita bersifat mengambang bebas dan berlangsung menahun (kronik).(1) Dari jumlah tersebut minimal sepertiganya menderita gangguan kecemasan.(l) Obat-obatan yang sering digunakan untuk anxiolitik (mengurangi atau menghilangkan gejala gangguan kecemasan) adalah golongan benzodiazepin. 5) gangguan stress pasca trauma yaitu kecemasan yang timbul setelah penderita mengalami peristiwa yang sangat menegangkan.39% untuk anak. Mengapa kombinasi? Pertimbangannya adalah bahwa psikoterapi mempunyai keunggulan tidak adiktif tetapi kerugiannya lambat dalam efek terapetiknya. was-was − Ragu-ragu untuk bertindak atau memutuskan sesuatu. gelisah − Takut mati. kasus lama diberikan sampai 6 bulan bebas gejala kemudian dilakukan tapering off untuk penghentian pengobatan. khawatir. 3) gangguan fobik yaitu kecemasan atau ketakutan terhadap situasi atau obyek tertentu (spesifik). yaitu kecemasan yang mendorong penderita secara menetap untuk mengulangi pikiran atau perilaku tertentu dan. berada di ketinggian dsb. Mengenai penggolongan (klasifikasi) obat-obat anxiolitik. Keluhan dan Tanda Obyektif dari Gangguan Kecemasan(1. pusing. terapi kognitif atau psikoterapi provokasi kecemasan jangka pendek.(5) DIAGNOSIS GANGGUAN KECEMASAN Dalam makalah ini yang akan dibicarakan adalah diagnosis praktis. terapi perilaku.(1) Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien dapat ditegakkan diagnosis kerja (secara cepat) untuk gangguan kecemasan apabila didapatkan keluhan baik somatik (fisik) maupun psikologik dan kognitif serta tanda-tanda obyektif kecemasan.3) − − • − − − • − − − − − • − − − − • − − • − − Palpitasi (berdebar-debar/deg degan : Jawa) Nyeri dada. 135. 2002 25 . 4) gangguan obsesif kompulsif.

Gangguan Cemas pada Penyakit Jantung. 5 Agustus 2000. 4. The word that is heard perishes. Dirjen Yanmed. Khasiat Menengah Estazolam Nitrazepam c. SSRI yang meliputi fluoxetine. the letter that is written remains 26 Cermin Dunia Kedokteran No.30 0. et al.8 b.60 Gangguan Fobik Gangguan Cemas Umum Gangguan Stress Pasca Trauma Gangguan Obsesif Kompulsif Dalmadorm Valium Esilgan Mogadon.200 Secara umum obat-obatan di atas efektif untuk terapi gangguan kecemasan. Biederman J.300 20 .300 200 . Aris Sudiyanto. 2-3. 2. Dumolid Halcion Ativan 15 . 2001 pp. In Wiener JM.4. Klasifikasi Obat Anxiolitik.6. Dirjen Yanmed. hal. Medical Progress.225 20 . pp.5 0. 135. Medical Progress. 7.30 4 .80 50 . 1998. American Psychiatric Press. Aspek Biologik dari Anxietas. 10.18 15 20 . 552. 11 –4. Simposium Nasional Awareness Anxiety Program.4 2. Deva MP.Tabel 2.75 . Golongan benzodiazepin Chlordiazepoxide Diazepam Lorazepam Bromazepam Chlorazepate Clobazam Alprazolam Clonazepam Untuk gangguan obsesif kompulsif obat yang dikenal efektif adalah clonazepam.8) Jenis Gaugguan Kecemasan Farmakoterapi Gangguan Panik Benzodiazepin Antidepresan trisiklik MAOI Buspiron SRI SSRI Farmakoterapi kombinasi untuk pasien membandel atau adanya komorbiditas dengan gangguan lainnya Sama Sama Sama Clonazepam Fluoxetine Paroxetine Sertraline Fluvoxamine Librium Valium Ativan Lexotan Tranxene Frisium Xanax Rivotril 15 -100 4 . Park T. Trisiklik Amitriptiline Imipramine b. 5 Agustus 2000.5 . Farmakoterapi untuk masing-masing jenis gangguan kecemasan(2.(1) KEPUSTAKAAN c. Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa di Fasilitas Umum.600 Anafranil 50 .300 10 .4 0. baik tunggal maupun kombinasi tergantung pada kondisi pasien. Trisulo Wasyanto. Joyce PR. pp. 9. 8. Khasiat Panjang Flurazepam Diazepam b.80 2 . 6. Serotonine Reuptake Inhibitor A New Class of Antidepressants. Medical Progress January.6. Antidepressant Drugs. Khasiat Pendek Triazolam Lorazepam Antidepresan a. dan pengalaman dokter terhadap jenis atau golongan obat-obat tersebut. 3. (June) 1993. 1995. editor. nama dagang di pasaran dan dosis terapetiknya(2. 557. Simposium Nasional Awareness Anxiety Program.150 Prozac Luvox Seroxat Zoloft 20 . Psychopharmacology. Pedoman penatalaksanaan Kedaruratan Psikiatri untuk RSU kelas C dan D.80 1. Siklik atipik Amoxapine Maprotiline Mianserine Insidon Buspar 50 . July. Depkes RI. Simposium Nasional Awareness Anxiety Programe. 550. hal. 17-8. Monoamine Inhibitor (MAOI) Moclobemide d. Specific Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) Fluoxetine Fluvoxamine Paroxetine Sertraline Aurorix 30 .10 2 . Presentation and Management of Anxiety Disorder in Family Practice.60 50 .300 10 . 1992. 1.60 PROGNOSIS Dengan kombinasi farmakoterapi dan psikoterapi. Serotonin Reuptake Inhibitor (SRI) Clomipramine e.25 2 . Depkes RI. Yul Iskandar.75 . 37-42. Namun dalam praktek sehari-hari sering pasien diberikan anxiolitik saja dan tanpa kontrol yang ketat. Obsessive Compulsive Disorder Treatment Option Medical Progress (November) 1997. anxietas sekarang ini dapat disembuhkan dengan baik. 16-20. paroxetine. 2002 . 18-21.125 0. Tabel 3. 65-6. Aspek Klinik Gangguan Kecemasan. 29. 1991. pp. 5 Agustus 2000. Pada penderita seperti ini maka prognosisnya buruk atau minimal dubia.9) Anxiolitik (tranquilizer minor) a.5.10 Laroxyl Tofranil Asendin Ludiomil Tolvon 75 -300 75 . Textbook of Child and Adolescent Psychiatry 1st ed. Menkes DB. 5. fluvoxamine dan sertraline(8)(Tabel 3). Golongan non-benzodiazepin Opipramol Buspiron Hipnotika/antiinsomnia a.

(1-3) Di Indonesia. Ketiga jenis ini dipakai secara kombinasi dan tidak dianjurkan pada pemakaian tunggal. ODHA yang menunjukkan gejala klinis atau ODHA tanpa gejala klinis yang memiliki CD4 < 500/mm3 dan atau RNA HIV > 20.4). cara penularan. Dalam tinjauan kepustakaan ini diuraikan penatalaksanaan HIV/AIDS yang baku dan menyeluruh. Jumlah sebenamya pengidap HIV/AIDS di Indonesia belum diketahui. Saat ini baru Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo Jakarta yang mampu memberikan layanan hesehatan ODHA secara menyeluruh. PENATALAKSANAAN PADA ORANG DEWASA Konseling dan Edukasi Konseling dan edukasi perlu diberikan segera sesudah diagnosis HIV/AIDS ditegakkan dan dilakukan secara berkesinambungan. Dua golongan ARV yang diakui Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO) adalah penghambat reverse transcriptase (PRT). semuanya ini akan memberi keuntungan bagi ODHA dan lingkungannya1. konseling dan edukasi merupakan pilar pertama dan utama dalam penatalaksanaan HIV/AIDS.6. Manado PENDAHULUAN Sejak 20 tahun yang lalu. percaya diri dan tidak takut tentang status dan perjalanan alami HIV/AIDS. serta penghambat protease (PP) HIV. tes gratis HIV dan ODHA yang dirawat/ memerlukan bantuan tenaga medis. serta pada PPE HIV1. pencegahan serta pengobatan HIV/AIDS dan IO. tetapi diperkirakan jauh lebih banyak dari angka tersebut di atas(4). human immunodeficiency virus (HIV) sudah diketahui sebagai penyebab penyakit acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). padahal ODHA tersebar di seluruh daerah Indonesia. Pada konseling dan edukasi perlu diberikan dukungan psikososial supaya ODHA mampu memahami. memerlukan satu tim kerja terdiri dari berbagai bidang ilmu yang solid dan profesional untuk menurunkan angka insidensi dan prevalensi HIV/AIDS. pemakaian kombinasi antiretrovirus (ARV) bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA). pengendalian kepadatan virus dengan ARV. Bahkan. pencegahan dan pengobatan IO serta komplikasi lainnya akan berhasil jika konseling dan edukasi berhasil dilakukan dengan baik. Kompleksnya masalah yang dihadapi dalam penatalaksanaan HIV/AIDS.5-8. Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. yang terdiri dari analog nukleosida dan non-analog nukleosida.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Penatalaksanaan Baku dan Menyeluruh pada HIV/AIDS Dr. uji saring pecandu narkotika. terutama di negara sedang berkembang. 135.2. jumlah ODHA dari tahun ke tahun cenderung meningkat. namun penatalaksanaannya belum memberikan hasil yang memuaskan dalam hal penurunan angka kesakitan dan kematian HIV/AIDS. bahkan jumlah terbanyak di Irian(3. Antiretrovirus (ARV) Indikasi pemberian ARV yaitu pada infeksi HIV akut.956 kasus yang ditemukan pada saat uji darah donor. pencegahan dan pengobatan infeksi oportunistik (IO) dan pencegahan post exposure (PPE) HIV sampai pemberian imunisasi yang masih dalam penelitian. Banyak penelitian dilakukan bertujuan untuk mendapatkan penatalaksanaan yang baku dan menyeluruh. Pada akhir Mei 2001 tercatat 1. karena dapat mengurangi resistensi. dengan harapan dapat diterapkan seoptimal mungkin sesuai dengan sumber dana dan sumber daya manusianya. Penggunaan kombinasi ARV merupakan farmakoterapi yang Cermin Dunia Kedokteran No. menekan replikasi HIV secara efektif sehingga kejadian penularan/IO/komplikasi lainnya dapat dihindari. peningkatan CD4. 2002 27 . Candra Wibowo Residen Bagian Ilmu Penyakit Dalam. dari pencegahan penularan horizontal maupun vertikal. karena keberhasilan pencegahan penularan horizontal maupun vertikal.000/ml. Kombinasi ARV merupakan dasar penatalaksanaan pemberian antivirus terhadap ODHA. dan meningkatkan kualitas serta harapan hidup ODHA.

United States Public Health Service (USPHS) dan WHO menganjurkan kombinasi ARV yang dipakai sebagai pengobatan pertama kali adalah 2 preparat PRT analog nukleosida dengan PP. sedangkan PRT analog non-nukleosida secara selektif menghambat proses reverse transkripsi HIV-1. Deteksi ulang RNA HIV plasma setelah kepadatan virus 28 Cermin Dunia Kedokteran No. Penurunan RNA HIV plasma < 0.6) : 1. USHS maupun WHO menganjurkan kombinasi ARV untuk menekan replikasi virus secara cepat sampai batas yang Tabel 1. sedangkan di negara berkembang (Afrika. Perlu diperhatikan kombinasi saquinavir dengan ritonavir akan meningkatkan kadar saquinavir dalam plasma. 4.15. 2002 . Edukasi dan Uji Saring Antepartum The American College of Obstetricians and Gynaecologists (AGOG) dan USPHS menganjurkan konseling. Kegagalan penekanan RNA HIV sampai batas tak terdeteksi. Keadaan klinis yang memburuk. delavirdin (analog non-nukleosida). PENATALAKSANAAN PADA IBU HAMIL/MELAHIRKAN Konseling. sama seperti pemberian ARV pada ODHA karena telah dipertimbangkan farmakokinetiknya dan tidak terbukti memberikan efek teratogenik pada janin/bayi jika diberikan setelah umur kehamilan 14 minggu16-19.2.5-0. tak terdeteksi. perlu dukungan psikososial ibu supaya tidak takut dan percaya diri mengenai status HIV dan kehamilannya. 6.rasional. saquinavir. Kombinasi antiretroviral Kriteria Kombinasi Sangat dianjurkan Penghambat Reverse Transcriptase Didanosin+Lamivudin Didanosin+Stavudin Didanosin+Zidovudin Didanosin+Efirenz+ Lamivudin/ Stavudin/ Zidovudin Lamivudin+Zidovudin Lamivudin + Stavudin Zidovudin+Zalsitabin Penghambat Protease Indinavir Indinavir+Ritonavir Lopinavir+Ritovanir Nelfinavir Ritonavir+Saquinavir Altematif Amprenavir Nelfinavir+Saquinavir Ritonavir Saquinavir Tidak dianjurkan Stavudin+Zidovudin Zalsitabin+Didanosin Zalsitabin + Lamivudin Zalsitabin + Stavudin Sumber: US.10). Asia Tengah dan Asia Tenggara) termasuk Indonesia adalah tuberkulosis paru1-4. 3. dalam 4-6 bulan setelah pengobatan pertarna diberikan.9. Preparat golongan PRT analog nukleosida menghambat beberapa proses polimerisasi deoxyribo nucleic adid (DNA) sel termasuk sintesis DNA yang tergantung pada ribonucleic acid (RNA) pada saat terjadi reverse transkripsi. ritonavir. pemberian imunisasi aktif sebaiknya bukan imunisasi yang meagandung mikroba hidup/yang dilemahkan. Pada pencegahan penularan HIV perinatal (PHP).12. Infeksi oportunistik yang sering dijumpai di Amerika dan Eropa adalah Pneumocystis Carinii Pneumonia (PCP). cara penularan dan pencegahan perinatal serta keuntungan pemberian ARV bagi ibu dan janin/bayi.12-14. 5. baik ACOG. Center of Disease Control (CDC)menganjurkan pemberian regimen pencegahan bagi semua pasien dengan status imun yang buruk tanpa kecuali. MMWR 2001. Sedangkan zidovudin (ZDV) dengan stavudin dan efavirenz dengan saquinavir merupakan kombinasi antagonis satu dengan yang lain. non-nukleosida dengan PP dipertimbangkan sebagai kombinasi pada pengobatan kasus lanjut(1-3). Beberapa penelitian menyimpulkan tak perlu penyesuaian dosis dan menunggu kadar tertentu CD4 untuk melakukan imunisasi12. tentang perjalanan alami HIV. edukasi dan Uji saring HIV sebagai bagian perawatan antepartum yang dilakukan secara rutin dan sukarela oleh ibu hamil dengan risiko tinggi infeksi HIV dan ibu hamil dengan HIV/AIDS (IHDHA). Hasil negatif uji saring pada ibu risiko tinggi infeksi HIV perlu diulang 4 minggu kemudian mengingat kemungkinan window period pada saat pemeriksaan dilakukan16-19. Guidelines for the use of antiretroviral agents in hiv-infected adults and adolescents. Deportment of Health and Human Services.12-14. amprenavir dan lopinavir (penghambat protease). Terdapatnya efek:samping ARV.5. berkembang mengalami peningkatan walaupun ARV masih terus diberikan. Antiretrovirus (ARV) Pemberian kombinasi ARV merupakan penatalaksanaan baku IHDHA tanpa memandang status kehamilan. atau 2 preparat PRT analog nukleosida dikombinasikan dengan analog non-nukleosida. Sedangkan kombinasi antara PRT nukleosida. Kombinasi ARV pada pengobatan pertama perlu diubah jika ditemukan hal-hal sebagai berikut(1. Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Oportunistik (IO) Penyebab utama kematian ODHA adalah infeksi opportunistik.11. Jumlah CD4 tetap mengalami penurunan. indinavir dan lopinavir jika dikombinasikan. sehingga kombinasi ARV ini jangan dilakukan1.6. Imunisasi pasif dan aktif dilakukan untuk mencegah infeksi oportunistik. karena ritonavir menghambat kerja enzim sitokrom P450. sedangkan ketokonazol menurunkan kadar plasma nevirapin sehingga pemberian bersama obat-obat tersebut harus dihindari2. Rifampisin menurunkan berturut-turut kadar plasma nevirapin. nelfinavir. 135. sebab masing-masing preparat bekerja pada tempat yang berlainan atau memberikan efek sinergis terhadap yang lain. Nevirapin akan menurunkan berturut-turut kadar dalam plasma saquinavir. Dalam konseling dan edukasi. 2. indinavir.75 log10 dalam 4 minggu atau < 1 log10 dalam 8 minggu setelah pengobatan pertama diberikan. Penghambat protease bekerja dengan cara menghambat sintesis protein inti HIV(1-3. 50: 1-1152.2.

mengurangi kejadian resistensi dan memberi kesempatan perbaikan imunitas ibu16.19. pemberian ZDV jangka pendek memperlihatkan penurunan PHP 38-50% walaupun air susu ibu masih tetap diberikan. jika ibu sedang menjalani pengobatan ARV dan kemudian hamil. ZDV oral baru diberikan pada umur kehamilan 36 minggu dengan dosis 300 mg 2 kali sehari sampai masa persalinan (kala I). pengobatan tersebut dilanjutkan sebab penghentian.26-28. Pemantauan kesejahteraan janin sebaiknya dilakukan secara non invasif.16-17. London dan daratan Eropa lainnya menunjukkan penurunan kejadian PHP 50-87% pada IHDHA yang menjalani operasi cesarea eletif. kecuali atas indikasi yang kuat16.17.tidak dapat dideteksi. Pada saat mulai persalinan (kala I). memerlukan 12-16 operasi cesarea elektif. kemudian diikuti dengan pemberian ZDV oral pada bayi setelah berumur 12 jam dengan dosis 2 mg/kg BB/6 jam selama 6 minggu. Di sini. Pemberian minimal 3 dosis vaksin recombinant envelope setiap bulan berturut-turut menunjukkan peningkatan. diharapkan akan menurunkan kejadian PHP lebih banyak lagi. Oleh sebab itu. Jika berhasil dan dapat dijadikan protokol.29. lactoferrin. Tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada efek samping dan toksisitas ZDV dibandingkan plasebo. sedangkan kelainan kongenital tidak lebih tinggi dari populasi umum. 135. penelitian Lambert dkk(25) Air Susu Ibu (ASI) Air susu ibu selain mengandung faktor imun non spesifik (secretary leucocyte protease inhibitor.22-24.17).17. tidak terjadi.19. Jumlah CD4 dan kepadatan virus dipantau selama perawatan antepartum setiap trimester atau setiap 4 minggu jika ARV diberikan guna mengikuti perkembangan penyakit.17. bahkan untuk menyelamatkan seorang bayi dari PHP. mernpercepat kala II atau operasi cesarea perlu dilakukan16. karena pemeriksaan diagnostik invasif meningkatkan risiko PHP.19. Sekarang sedang dilakukan penelitian penggunaan ZDV oral jangka pendek untuk mencegah PHP. sehingga diharapkan PHP. percobaan15. mengingat biaya lebih murah. Setiap kunjungan antepartum diperhatikan masalah psikososial ibu.17. Namun. kecuali anemia pada bayi yang hilang setelah ZDV dihentikan. hasil penelitian di Amerika dan Vietnam tidak didapatkan perbedaan bermakna dalam penurunan PHP antara kelompok yang dilakukan operasi cesarea elekif dengan kelompok yang diberikan profilaksis ZDV. Penelitian di Swiss.19-21. pemeriksaan hemoglobin. sebagian besar subyek penelitian juga menggunakan ZDV selama kehamilannya(16.6% menjadi 7. Sebaliknya. Cara Persalinan Pada saat persalinan harus dihindari semua manipulasi yang dapat meningkatka risiko PHP melalui kontak darah atau sekret genital ibu.10. lmunoterapi dan Imunisasi Uji tahap I hyperimmune anti HIV Immunoglobulin (HIVIG) yang diberikan ke IHDHA meningkatkan titer antibodi p24 yang tinggi pada bayi baru lahir. ketubah pecah dini serta partus lama. Semua ARV diberikan setelah trimester I (14 minggu umur kehamilan) untuk menghindari beberapa efek teratogenik. Namun. Pemberian kombinasi ARV mulai diberikan pada IHDHA yang memiliki CD4 < 500/mm3 atau kepadatan virus > 10. Oleh karena itu. ternyata juga mengandung HIV dan DNA provirus dalam jumlah yang cukup banyak untuk menambah risiko PHP sampai 14%16-18. intrapartum dan postpartum. ARVakan mengakibatkan rebound phenomenon jumlah virus16. keberhasilan ataupun resistensi ARV serta menentukan langkah lebih lanjut. ZDV terbukti menurunkan PHP dari 22. Cermin Dunia Kedokteran No.000/ml dengan atau tanpa gejala klinis.16. Di samping itu. Lihat tabel 2. epidermal growth factor (EGF) dan transforming growth factor (TGF) β. ADV sebaiknya ada pada setiap regimen kombinasi karena terbukti menurunkan PHP16. Pada penelitian di Afrika oleh Wiktor dkk22 dan Dabis 23 dkk serta di Thailand oleh Shafter dkk24. Penelitian di Rwanda mendapatkan kematian IHDHA post operasi cesarea yang' bermakna dibandingkan dengan yang tidak terinfeksi HIV. sedangkan pemberian ZDV tunggal dapat dilakukan jika CD4 > 500/mm3 dan kepadatan virus 4. kemudian 300 mg 3 jam sekali dari kala I sampai kala IV dan diteruskan dengan 300 mg 2 kali sehari selama 7 hari postpartum. pencegahan dan pengobatan IO pada IHDHA sama dengan pencegahan dan pengobatan IO pada ODHA12-14. perdarahan jalan lahir.30.28).000/ml dengan dosis 100 mg 5 kali sehari yang dimulai setelah trimester I sampai masa persalinan15. serperti persalinan vagina dengan solusio plasenta. Perancis. glycosaminoglycan). tidak menunjukkan efikasinya dalam penurunan PHP dibandingkan dengan pemberian ZDV.26). plasenta previa. operasi cesarea bukan untuk menurunkan kejadian PHP dan dilakukan atas indikasi obstetri(16. melainkan juga strategi pencegahan PHP dan pengobatan serta komplikasi-komplikasinya. Sedangkan penelitian mengenai imunisasi pasif dan aktif untuk mencegah PHP sedang dilakukan. complement. ZDV diberikan secara intravena 2 mg/kg BB dalam 1 jam. kepatuhan lebih tinggi dan jangkauan lebih luas dibandingkan dengan penggunaan ZDV jangka panjang22-24.000 . Namun.6% jika diberikan selama antepartum. Pada kasus tersebut. dan diteruskan 1 mg/kg BB/jam sampai pengikatan tali pusat bayi. sehingga mampu menekan terjadinya PHP. Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Oportunistik (IO) Sesuai CDC dan WHO. 2002 29 .17.17. lekosit dan trombosit juga dilakukan setiap 4 minggu untuk menilai efek penekanan ARV terhadap sumsum tulang16. Pada beberapa penelitian berskala besar. antibodi pada manusia tanpa efek teratogenik pada binatang . Perawatan Antepartum Perawatan antepartum IHDHA ditujukan bukan hanya perawatan rutin saja. sedangkan bayi diberikan ZDV oral setelah berumur 12 jam dengan dosis 2 mg/ kg BB/6 jam selama 6 minggu19.19-21. gejala dan tanda infeksi HIV serta IO. walaupun hal ini tidak ditemukan di Eropa(16.

sulfadiazin 1-2mg+pirimetamin Ibu hamil : .16.CD4 < 500/mm3 . 2002 .amphoterisin 1 g/minggu IV Pilihan : . 12 minggu sampai 6 bulan kemudian. MMWR 2001.klindamisin 300.CD4< 100mm3 .spiramisin 1 g 3 kali/hari selama 1-2 minggu Altematif : .klaritromisin 500 mg 2 kali sehari .Daerah endemis Pilihan : . Pada penelitian Mofenson dkk31.atovaquon 1500 mg sekali sehari .panas > 2 minggu Altematif : . Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Oportunistik Patogen Pneumocytis carinii Indikasi Pencegahan Pencegahan Pilihan : .kotrimoksasol forte 2 tablet 3 kali sehari selama 21 hari Altematif : . aktif Rifampisin 600 mg/hari + pirazinamid 15-20 mg/kg BB/hari.pentamidin aerosol 300 mg/hari .atovaquon 1500 mg sekali sehari Amphoterisin 1 g/kg BB/hari secara IV selama 7 hari dilanjutkan dengan itrakonazol 200 mg/hari Pilihan : . menghindari pemberian ASI) sampai terbukti sumber infeksi tidak mengandung HIV11. Konseling dan edukasi post exposure penting. mencegah kehamilan. diberikan penderita < 96 jam setelah kontak Kontak dengan Pilihan : asiklovir 200 mg 3 kali sehari atau penderita 400 mg 2 kali sehari Altematif : famsiklovir 500 mg 2 kali sehari Terdapat bakteri Siprofloksasin 500 mg 2 kali sehari salmonela Anti HAV Vaksin hepatitis A : 2 dosis Anti HBs – dan Vaksin hepatitis b : 3 dosis HBs Semua ODHA Vaksin influenza inaktivasi.kotrimoksasol forte sekali sehari .dapson 50 mg/hari + pirimetamin 50 mg/minggu+leukovorin 25 mg/minggu .25 ml.itrakonazol 200 mg/hari Altematif : . maka pemberian ASI eksklusif masih dapat dilakukan dibandingkan dengan pemberian mixed breast feeding7. Pencegahan post exposure (PPE) HIV dengan ARV sebaiknya dimulai secepat mungkin tanpa kecuali (hamil atau 30 Cermin Dunia Kedokteran No. pemakaian kondom.dapson 50 mg 2 kali/hari atau 100 mg sekali sehari . PENATALAKSANAAN POST EXPOSURE Konseling.CD4< 50/mm3 Pilihan : . paramedis dan pekerja di bidang kesehatan lainnya merupakan salah satu kelompok risiko tinggi terinfeksi HIV akibat paparan produk ODHA.flukonazol 400 mg/hari .itrakonazol 200 mg/hari . Di negara maju. capsulatum Candida vagina/ oropharygeal M. Edukasi dan uji Darah Post Exposure Tenaga medis.flukonazol 100-200 mg/hari . pemberian ASI sudah tidak dianjurkan lagi.600 mg 4 kali sehari + primakuin 15 mg/hari selama 21 hari .flukonazol 100-200 mg/hari Altematif : . narnun di negara berkembang dimana kesehatan sanitasi lingkungan tak mendukung dan tak cukup tersedianya susu formula serta masalah ekonomi.CD4< 200/mm3 .32. pemberian ASI 3 bulan pertama menunjukkan penurunan kejadian PHP. terutama berhubungan dengan psikososial dan perilaku untuk mencegah penularan sekunder (seperti tidak melakukan hubungan seksual. Guidelines for the preventiopn of opportunistic infections in person infected with human immunodeficiency syndome. Uji darah post exposure untuk menilai antibodi HIV atau RNA HIV dilakukan segera setelah terpapar untuk mengetahui status infeksi HIV yang bersangkutan.kotrimoksasol forte sekali sehari . jika hasil uji darah negatif baru disimpulkan tidakterinfeksi HIV1.29-31.5 ml IM Pengobatan : .kotrimoksasol forte 3 kali/minggu .rifampisin 300 mg sekali sehari . pneumoniae . jika resisten terhadap isoniazid Pilihan : gansiklovir 1 g 3 x sehari . karena kandungan EGF dan TGF (3 dalam ASI akan mematangkan perkembangan epitel mukosa yang merupakan barrier penting di samping faktor imun non spesifik yang mampu bekerja sebagai antivirus.Sering kambuh Altematif : .CD4< 100/mm3 Pilihan : .azitromisin 1200 mg/minggu Altematif : . 6 minggu. setiap tahun menjelang musim influenza Semua ODHA Vaksin pneumokokus 23 valen polisakarida 0. 50 : 322-4812.CD4 <50/mm3 .atovaquon 1500 mg sekali sehari . 135. Virus hepatitis A Virus hepatitis B Virus influenza S.Kontak erat dengan selama 12 bulan penderita tb.17.Tes Mantoux > 5 mm Isoniazid 300 mg/hari + piridoksin 50 mg/hari .dapson 50 mg/hari + pirimetamin 50 mg/ minggu + leukovorin 25 mg/minggu .Siprofloksasin 500 mg 2 kali sehari - Sumber : US Public Health Services. avium complex M.Tabel 2.dapson 10o mg/had + trimetoprim 20 mg/kg BB/hari selama 21 hari . Antiretroviral (ARV).klindamisin 300-600 mg 4 kali sehari+ primakuin 15 mg/hari selama 21 hari .IgG Altematif : . tuberculosis Cytomegalovirus (CMV) Varicella zoster Herpes simplex Pilihan : gansiklovir 1 g 3 x sehari Altematif : foscarnet 90-120 mg/kg BB/hari (IV) Asiklovir 800 mg 5 kali sehari selama 2 minggu Asiklovir 200 mg 3 kali sehari atau 400 mg 2 kali sehari Salmonella sp.itrakonazo1200 mg/hari Klaritromisin 500 mg 2 kali sehari atau azitromisin 1200 mg/hari + rifampisin 300 mg sekali sehari + etambutol 15 mg/kg BB/hari Seperti pasien tuberkulosis paru pada umumnya (sesuai dengan kriteria WHO) Toxoplasma gondii H.dapson50 mg/hari+pirimetamin toksoplasma ↑ 50 mg/minggu + leukovoin 25 mg/minggu .Antibodi CMV + Altematif : sidofovir 5 mg/kg BB setiap minggu (IV) Kontak dengan Ig varicella zoster (VIZIG) 6.atovaquon 1500 mg sekali sehari selama 21 hari Pilihan Pilihan : .16.32.

30. Shaffer N. Karon JM. US Departemen of Health and Human Services. et al. 8. 6. London: Arnold . 2001. pp. Kombinasi dasar ARV oral selama 4 minggu yang diberikan terdiri dari ZDV 300 mg 2 kali sehari. 1-8. Pillay K. Cermin Dunia Kedokteran No. et al. Complications of Pregnancy 5th ed. hal 10 (Col. tolerance. Peckham C. 322 : 385-93. Delock KM. 12. In : Jeffries DJ. Lambert JS. walaupun ZDV sendiri mampu menurunkan serokonversi sampai 79% pada penelitian retrospektif16. Mantyre JA. Sudoyo AW. Pillay D. 2. et al. 23. 26. HIV counselling and the psychosocial management of patients with HIV or AIDS. Lancet 1999. 353 : 773-80. Pencegahan post exposure sebaiknya dilakukan secepat mungkin dengan kombinasi ARV sesuai dengan keadaan waktu terpapar. 2000.32. 353:786-92. Natural history and management of early HIV Infection. Gilbert DN. Advanced and research directions in the prevention of mother-to-child HIV-1 transmission. HIV Infection and AIDS in the developing world. al. Harrison's Principles of Internal Medicine. Fletcher CV. Ditrame ANRS 049 Study Group. l). 217 : 41-7. 354: 795-802. Konseling dan edukasi adalah pilar pertama dan utama untuk mencapai keberhasilan penatalaksanaan HIV/AIDS. 2001. Immunology A Short Course 4th ed. Thailand : a randomised controlled trial. et al.Targeted tuberculosis testing and treating off latent tuberculosis infection. 11. 21. 15-month efficacy of maternal oral zidovudine to decrease vertical transmission of HIV-1 in breastfed African children. Fauci AS. New York : Wiley-Liss. CDC. Br Med J 2001. 354 : 2050-7. Gcubert TA. 2001. 2002 31 .11). p. Wise J. Jaffe HW. 322 :1087-8. Lancet 1998. MMWR 2001 . 353 :1612-4. et al (Eds). Guidelines for the prevention of opportunistic infections in person infected with human immunodeficiency syndrome. 25. 19. Guidelines for the use of antiretroviral agents in HIV-infected adults and adolescents. Msellati P. Obstacles and progress forward development of a preventive HIV vaccine. Hudson CN (Eds). Guidelines for the management of occupational exposure to HBV. Lambert JS. 353 : 1464-7. Dalam : Setiati S. 353:1477-82. Br Med J 2001. Vertica transmission of HIV in Europe.Am J Respir Crit Care Med 2000 . Coico R. Human immnunodeficiency virus infection.tidak). 2000. Short-course oral zidovudine for prevention of mother-to-child transmission of HIV-1 in Abidjan. Sande MA. Uganda : hivnet 012 randomised trial. didapatkan bahwa pemberian ARV setelah 36 jam paparan tidak efektif mencegah infeksi HIV. Lancet 1999. Hueppchen NA. 17. 18. Aquired immunodeficiency syndrome. nelfinavir 750 mg 3 kali sehari. Alwi I. Lancet 1999. Intrapartum and neonatal single-dose nevirapine compared. CDC dan USPHS menganjurkan pemberian kombinasi ARV untuk PPE. Fleeting T. Public Health Services task for recommendations for use of andretroviral drugs in pregnant women infected with HIV-1 for maternal health and for reducing perinatal HIV-1 transmission in the us. pp. Br Med J 2001. 2001 USPHS/IDSA. Lancet 1999. New York: McGrawHill. 322 : 511-3. Lancet 1999. Mofenson LM. 677-91. Sedangkan kombinasi lanjut ARV yang diindikasikan untuk kasus HIV positif kelas 1 dengan cidera kulit dalam dan HIV Positif kelas 2 terdiri dari regimen kombinasi dasar ditambah salah satu dari ARV yang disebutkan berturut-turut dengan dosisnya sebagai berikut: infinavir 800 mg 3 kali sehari. Swindells S. Lancet1999. Mohr J. Ann Intern Med 2000. Wiktor SZ. 355 : 2237-44. MMWR 2001. The Stanford Guide to Antimicrobial Therapy 31th ed. lamivudin 150 mg 2 kali sehari atau lamivudin 150 mg 2 kali sehari dengan stavudin 40 mg 2 kali sehari atau stavudin 40 mg 2 kali sehari dengan didanosin 400 mg sekali sehari. Breast feeding safer than mixed feeding for babies of HIV mothers.I in Kampala. Benyamini E. In: Benyamini E. et. American Thoracic Society. for perinatal HIV-1 transmission in Bangkok. Cote d’Ivoire : a randomised trial. 50 (RR 11). 13. KEPUSTAKAAN 1. 1999. 2001. Paterson DL.32. Lancet 2000 . Lin HH. 15th ed. Pada percobaan binatang. Complications after caesarean section in HIV-1 infected women not taking antiretroviral treatment. Br Med J 2001. Jul. Chippindale S. MMWR 2000. Pemberian ARV dianjurkan dalam bentuk kombinasi untuk mengurangi resistensi dan mernpercepat penurunan kepadatan HIV sampai batas yang tidak terdeteksi. Anderson JR. Mock PA. 22.353:781-5. Moellering RC. South Africa : a prospective cohort study Lancet 1999. 15. Centre of Desease Control. 4. pp.1852-908. 361-8. p. et al. Chuachoowong R. Jeffrey DJ (Eds). Lancet 1994. 322 :1475-8. Sunshine G. Philadelphia: Lippicott Williams and Wilkins . 354 : 471-6. Guay LA. Musoka P. Adherence to protease inhibitors therapy and outcomes inpatients with HIV infection. Newel ML. 322:1533-5. Cara persalinan dengan operasi caesarea dilakukan sesusi indikasi obstetri dan bukan untuk menurunkan kejadian PHP. Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Penyakit Dalam 2000. French L. 50 (RR. Kao JH. 353 : 1035-39. August 2001. Reindell D. Nes. Newell ML. 2001. 49 (RR 10). Steiehm ER. Ekpini E. efavirenz 600 mg sekali sehari atau abakavir 300 mg 2 kali sehari32. Meda N. Intern Assoc Phys AIDS Care. Fauci AS. 1-115. Lancet 1998. 20. In : Cohen WR (Ed). Fox HE. Viral Infections in Obstetrics and Gynaecology 1st ed. Mofenson LM. Tenant M. 5. Spooner E. 7. Kastner Ralph. narnun pada manusia belum ada penelitian mengenai hal ini16. CDC. MacQueen KM. et al. 6-month efficacy. Jakarta : Pusat Informasi dan Penerbitan FKUI. HCV and HIV recommendations for postexposure prophylaxis. Risk factors for perinatal transmission of human immnunodeficiency virus type 1. Penatalaksanaan AIDS. 32. Influence of infant-feeding pattern on early mother-to-child transmission of HIV-1 in Durban. 31.with zidovudine for prevention of mother-to-child transmission of HIV. Djoerban Z. Short-course zidovudine. Human immunodeficiency syndrome (HIV): AIDS and related disorder. Mofenson LM. Dabis F. Updated guidelines for the use of rifabutin or rifampin„ for the treatment and prevention of tuberculosis among HIV-infected patients taking protease inhibitor or non nucleoside reverse transcriptase inhibitors.1-68. Coutsoudis A. Kuhn S. et al. Pemberian ASI di negara sedang berkembang masih dianjurkan. karena PHP pada mixed feeding ternyata lebih tinggi. Kompas 2001 Nov. 16. In : Braunwald E. Upaya turunkan laju infeksi HIV. Safety and pharmacokinetics of hyperimmune anti HIV immunoglobulin administered to HIV-infected pregnant women of and their newborns. p. Analysis of prevalence of HIV-1 drug resistance in primary infection. Br Med J 2001. 27.133 : 21-30. 24. 3. 28. Heyward WL. 10. 322:1290-3. Caesarean section and risk of vertical transmission of HIV-1 infection. hal. The European Mode of Delivery Collaboration. Kasoer DL. PENUTUP Penurunan angka kesakitan dan kematian HIV/AIDS memerlukan penatalaksanaan baku dan menyeluruh pada ODHA dan IHDHA. 29. and acceptability of a short regimen of oral zidovudin to reduce vertical transmission of HIV in breastfed children in Cote d’Ivoire and Burkina Faso : a double-blind placebo-controlled multi-centre trial. Lane HC. Grant AD. 135-48. New York : Antimicrobial Inc. et A1. 9. Mindel A. 14. dkk (Eds). Elective caesarean section versus vaginal delivery in preventiop of vertical HIV-1 transmission : a randomised clinical trial. N Engl J Med 1999. 16. 135. Saat ini.

umur. Departemen Kesehatan RI Jakarta PENDAHULUAN Perkembangan produk kimia yang cepat selama satu abad ini telah berhasil meningkatkan mutu kehidupan. sebagai contoh kerusakan otak yang permanen dapat disebabkan oleh paparan akut senyawa timah putih trialkil atau karena keracunan karbon monoksida berat. Sebagai contoh. Efek lokal Efek berbahaya yang ditimbulkan oleh bahan kimia di bagian permukaan tubuh atau dapat masuk ke dalam tubuh. apakah bahan dipanaskan. Efek akut dan kronik Suatu bahan dapat mempunyai efek akut dan kronik sekaligus. Sebagai contoh. Beberapa konsep telah dikembangkan untuk membantu menggolongkan efek beracun bahan kimia. pengangkutan. juga dapat mengakibatkan penyakit kronik. sebagai berikut: Efek akut Istilah efek akut dapat diartikan sebagai paparan singkat dengan efek seketika. 135. Sebagai contoh pemaparan tunggal karbon disulfida dengan konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan hilangnya kesadaran (efek akut). disemprotkan atau dilepaskan ke lingkungan kerja. penggunaan. Sebagai contoh. tetapi pemaparan berulang tiap hari selama bertahun-tahun dengan konsentrasi yang jauh lebih rendah yang jika dialami sebagai pemaparan tunggal tidak menimbulkan efek merugikan (efek kronik) dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem saraf pusat dan tepi. Sebagian besar pekerja dapat menderita berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh bahan kimia. Diperkirakan paparan bahan kimia di tempat kerja mengakibatkan 4% kematian karena kanker. Potensi bahan kimia untuk dapat menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan tergantung terutama pada toksisitas bahan kimia tersebut. Ditjen POM. penyakit kanker yang disebabkan oleh pemaparan bahan kimia. perlu diperhitungkan juga kerentanan orang yang terpapar. Efek dapat balik (reversible) Ef'ek yang hilang bila pemaparan berhenti/mereda. Toksisitas merupakan sifat dari bahan kimia itu sendiri. yang dipengaruhi oleh antara lain jenis kelamin. dan pembuangan bahan kimia untuk menyadari bahaya dari bahan-bahan kimia terhadap kesehatan. juga jantung. Efek kronik Istilah kronik dapat diartikan sebagai pemaparan berulang dengan masa tunda yang lama antara paparan pertama hingga timbulnya efek yang merugikan kesehatan. sedangkan paparan tergantung dari bagaimana bahan itu digunakan. dan besarnya paparan. Hal ini penting bagi setiap orang yang terlibat dalam pembuatan. dan bahkan dapat mencapai 80% untuk jenis kanker tertentu. luka bakar pada kulit. dermatitis kontak. Efek tidak dapat balik (irreversible) Efek yang tidak akan hilang atau permanen meskipun bahan kimia penyebabnya telah mereda atau hilang. Namun pemaparan akut selain dapat menimbulkan efek akut. nyeri kepala dan mual karena terpapar pelarut. penyimpanan. EFEK TOKSIK BAHAN KIMIA Efek toksik atau toksisitas suatu bahan kimia dapat didefinisikan sebagai potensi bahan kimia untuk meracuni tubuh orang yang terpapar. misalnya. Efek jangka panjang akibat polusi bahan kimia terhadap makanan dan lingkungan sudah mulai disadari dan mendapat perhatian. status gizi. Tetapi dalam menilai bahaya. 32 Cermin Dunia Kedokteran No.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Efek Toksik dan Cara Menentukan Toksisitas Bahan Kimia Satmoko Wisaksono Direktorat Pengawasan Nazaba. Namun di sisi lain keadaan tersebut menimbulkan kerugian bagi masyarakat terutama mereka yang secara langsung berhubungan dengan bahan kimia. 2002 .

Hati Bahan kimia yang dapat mempengaruhi hati disebut hipotoksik. hidung. sedang bagi individu yang tidak peka. Sebagai contoh. Akibat dari efek toksik pestisida ini dapat menimbulkan kejang otot dan paralisis (lurnpuh). dan penyakit keturunan. Ginial dan saluran kencing Bahan kimia yang dapat merusak ginjal disebut nefrotoksin. nekrosis (kematian sel). Karsinogen Penyebab kanker. DNA adalah molekul pembawa informasi genetik yang mengendalikan pertumbuhan dan fungsi sel. Kerusakan DNA dalam sel telur atau sperma manusia dapat menurunkan kesuburan. Contoh yang telah diketahui secara luas sebagai teratogen adalah talidomid. 135. benzen.Efek sistemik Efek suatu bahan kimia pada organ tubuh atau cairan tubuh setelah penyerapan atau penetrasi ke dalam organ atau cairan tubuh. Bagi individu yang peka. masuknya bahan-bahan kimia seperti timbal. gagal ginjal kronik dan kanker ginjal atau kanker kandung kemih. Fetotoksikan Suatu bahan kimia yang berpengaruh buruk terhadap per- kembangan janin sehingga bayi lahir dengan bobot yang rendah. 2002 33 . Di samping itu ada bahan kirnia lain yang dapat secara perlahan meracuni syaraf yang menuju tangan dan kaki serta mengakibatkan mati rasa dan kelelahan. Sistem syaraf Bahan kimia yang dapat menyerang syaraf disebut neurotoksin. Seseorang yang peka terhadap bahan kimia akan mengalami reaksi alergi yang berat. Pemaparan terhadap bahan kimia tertentu dapat memperlambat fungsi otak. dosis yang sama tidak akan membahayakan. dan sebagainya. Darah dan sumsum tulang Sejumlah bahan kimia seperti arsin. Berdasarkan sifat bahayanya. kadmium. Sebagai contoh. yang pada tahun 1960an telah banyak menyebabkan kasus fokomelia (pengecilan lengan dan tungkai sedemikian rupa hingga tungkai dan lengan menempel langsung ke tubuh) pada bayi para wanita yang memakan obat tersebut selama tahap awal kehamilannya. dan penyakit kuning. cacad lahir. atau jaringan paru. antara Iain karbon monoksida dan sianida. Efek sinergis Efek gabungan dari lebih dari satu bahan kimia. bahan kimia dalam paru-paru yang dapat menyebabkan udema pulmoner (paru-paru berisi air). Sedangkan efek jangka panjang berupa sirosis hati dari kanker hati. Efek bahan kimia jangka pendek terhadap hati dapat menyebabkan inflamasi sel-sel (hepatitis kimia). Sebagai contoh. Mutagen Dapat menimbulkan kerusakan DNA sel . Kondisi jangka panjang (kronis) akan terjadi penimbunan debu bahan kimia pada jaringan paru-paru sehingga akan terjadi fibrosis atau pneumokoniosis. Sebagian bahan kimia dapat mensensitisasi atau menimbulkan reaksi alergik dalam saluran nafas yang selanjutnya dapat menimbulkan bunyi sewaktu menarik nafas. Teratogen Suatu bahan kimia yang apabila berada dalam aliran darah wanita harnil dan menembus plasenta. Bahan kimia yang dapat meracuni sistem enzim yang mennuju ke syaraf adalah pestisida. Sensitizer Menimbulkan reaksi alergi. mempengaruhi perkembangan janin dan menimbulkan kelainan struktur dan fungsional bawaan atau kanker pada anak. Iritan Menimbulkan iritasi setempat atau peradangan pada kulit. raksa dan sebagainya dapat menyebabkan anemia. larutan asam pekat seperti sulfat atau basa seperti soda api dapat menimbulkan luka bakar. Gejala-gejala yang diperoleh adalah mengantuk dari hilangnya kewaspadaan yang akhirnya diikuti oleh hilangnya kesadaran karena bahan kimia tersebut menekan sistem syaraf pusat. toksisitas dapat digolongkan sebagai berikut: Korosif Merusak (membakar) jaringan hidup apabila kontak. Asfiksian Mengganggu pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh. EFEK BAHAN KIMIA PADA SISTEM TUBUH Bahan kimia dapat meracuni sel-sel tubuh atau mempengaruhi organ tertentu yang mungkin berkaitan dengan sifat bahan kimia atau berhubungan dengan tempat bahan kimia memasuki tubuh atau disebut juga organ sasaran. Kebanyakan bahan kimia menggalami metabolisme dalarn hati dan oleh karenanya maka banyak bahan kimia yang berpotensi merusak sel-sel hati. benzen dapat rnerusah Cermin Dunia Kedokteran No. dan dapat berakibat fatal. gangguan saraf. dan nafas pendek. aborsi spontan. Efek racun bahan kimia atas organ-organ tertentu dan sistem tubuh : Paru-paru dan sistem pernafasan Efek jangka panjang terutama disebabkan iritasi (menyebabkan bronkhitis atau pneumonitis) Dalam luka bakar. setiap pemaparan berikutnya apakah melalui kontak kulit atau inhalasi akan menimbulkan risiko kesehatan. Efek bahan kimia terhadap ginjal meliputi gagal ginjal sekonyong-konyong (gagal ginjal akut). Efek gabungan ini dapat lebih parah dari efek yang diiniliki oleh masing-masing bahan kimia.

135.Pemaparan bahan kimia terhadap organisme tingkat rendah seperti bakteri dan kultur sel-sel dari mamalia di laboratorium.Pemaparan bahan kimia terhadap manusia. Bahan kimia lain dapat merusak surnsum tulang dan organ lain tempat pembuatan sel-sel darah atau dapat menimbulkan kanker darah. 2002 . Dalarn percobaan dengan LD50 ini dapat dilakukan secara oral atau dermal tergantung pada metoda pemaparannya. Jadi LD50 dan LC50 hanya merupakan indeks kasar toksisitas. Dosis mungkin mematikan bagi rata-rata orang dewasa > 1 liter 0. Cara menentukan toksisitas bahan kimia Dalam pengertian umum. . Sistem yang lain Bahan kimia dapat pula menyerang sistem kekebalan.50 ml 3 . Studi terhadap binatang • Uji toksisitas akut (LD50 dan LC50) Uji standar untuk tosisitas akut (jangka pendek) adalah memberi binatang bahan kimia dengan jumlah yang semakin meningkat dalam kurun waktu 14 hari hingga binatang percobaan tersebut mati. Klasifikasi toksisitas akut pada binatang. Karena LD50 dan LC50 suatu bahan kimia tidak menyajikan informasi tentang mekanisme atau type toksisitas. mengakibatkan kepekaan terhadap sinar matahari atau kanker kulit. LD50 dan LC50 digunakan secara luas sebagai indeks toksisitas. Dasar pemikirannya adalah menguji bagaimana suatu set dosis bahan kimia mempengaruhi sekelompok binatang.5 . Tabel 2. Dalam penentuan dosis tetap. Dosis mematikan untuk inhalasi bahan kimia dalam bentuk gas atau aerosol juga dapat diuji. Jantung dan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) Sejumlah pelarut seperti trikloroetilena dan gas yang dapat menyebabkan gangguan fatal terhadap ritme jantung. .500 mg/kg 5 . toksisitas suatu bahan dapat didefinisikan sebagai kapasitas bahan untuk mencederai suatu organisme hidup. Sistem reproduksi Banyak bahan kimia bersifat teratogenik dan mutagenik terhadap sel kuman dalam percobaan. Tatacara dosis tetap hanya dengan menggunakan jumlah binatang percobaan yang lebih sedikit dan dalam analisis penilaian toksisitas bahan kimia tanpa harus membiarkan binatang mati pada akhir percobaan. Jumlah bahan kimia yang menyebabkan kematian 50% binatang percobaan dikenal sebagai dosis mematikan bagi 50% binatang percobaan atau LD50. Suatu bahan kimia atau kemungkinan-kemungkinan efek jangka panjang atau kronik.1 liter 30 . Dalarn hal ini konsentrasi gas atau tiap yang membunuh separuh dari binatang dimasukkan konsentrasi mematikan untuk 50% binatang percobaan atau disebut LC50.Pemaparan bahan kimia terhadap binatang percobaan. Tabel 1.30 ml 7 tetes . Kriteria di bawah ini sering dipakai untuk maksud klasifikasi efek toksik akut pada binatang. Bahan kimia lain seperti karbon disulfida dapat menyebabkan peningkatan penyakit pembuluh darah yang dapat menimbulkan serangan jantung. tulang.5 g/kg 50 .50 mg/kg < 5 mg/kg Dalam menilai risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh suatu bahan kimia tidak mungkin hanya berdasarkan atas LD50 dan LC50.3 ml Dengan indoor (< 7 tetes) No Peringkat toksisitas Dosis 1 2 3 4 5 6 Praktis tidak beracun Agak beracun Toksisitas sedang Sangat beracun Luar biasa beracun (extremely toxic) Super toksik > 15 g/kg 5 -15 g/kg 0. hilangnya pigmen (vitiligo). Dosis didasarkan alas apa yang tidak diketahui mengenai sifat fisika dan kimia bahan yang sedang dinilai. Kulit Banyak bahan kimia bersifat iritan yang dapat menyebabkan dermatitis atau dapat menyebabkan sensitisasi kulit dan alergi. Bahan kimia yang sedang diuji ditaruh di atas kulit binatang percobaan dan kemudian diperiksa selama beberapa hari untuk 34 Cermin Dunia Kedokteran No. Pengetahuan mengenai toksisitas suatu bahan kimia dikumpulkan dengan mempelajari efek-efek dari: . LD50 oral Mencit (mg/kg) Berbahaya (harmful) Beracun Sangat beracun 200 – 2000 25 – 200 > 25 LD50 dermal mencit atau kelinci (mg/kg) 400 – 2000 50 – 400 < 50 LC50 inhalasi mencit (mg/m3/4 jam) 2000 – 20000 500 – 2000 < 500 Selain itu dengan skala Hodge dan Sterner dapat mengklasifikasikan toksisitas akut bahan kimia terhadap manusia. Bahan kimia lain dapat menimbulkan jerawat.5 . otot dan kelenjar tertentu seperti kelenjar tiroid. Cara lain adalah dengan menaruh bahan kimia pada kulit binatang hingga suatu reaksi dapat teramati. • Uji iritasi dan korosi Uji iritasi dan korosi memberikan sejumlah informasi khas.sel-sel darah merah yang menyebabkan anemia hemolitik. Klasifikasi toksisitas akut pada manusia. misalnya tatacara dosis tetap yang menggunakan lebih sedikit binatang percobaan. berbagai lembaga internasional saat ini sedang memodifikasi atau mengganti uji LD50 dan LC50 dengan metode yang lebih sederhana. Disamping itu ada beberapa bahan kimia yang secara langsung dapat mempengaruhi ovarium dan testis yang mengakibatkan gangguan menstruasi dan fungsi seksual.

Pada dasarnya metode ini membandingkan orang yang jatuh sakit atau akibat lainnya dengan suatu kelompok kontrol yang sesuai. 2002 35 . Uji ini membutuhkan bakteri Studi epidemiologis Studi epidemiologis menyelidiki kesehatan sekelompok orang atau menetapkan apakah mereka terpengaruh oleh paparan bahan kimia di tempat kerja atau dalam lingkungan umum. Dalam studi ini perlu perbandingan penyakit yang timbul akibat bahan kimia pada sekelompok orang yang terpapar dengan orang-orang yang tidak terpapar dalam kurun waktu tertentu. Studi kontrol kasus relatif lebih sederhana pelaksanaannya dan penggunaannya sedikit meningkat untuk menyelidiki penyebab penyakit terutama bagi penyakit yang jarang terjadi. Pengujian toksisitas sebaiknya dilakukan secara berulang-ulang dan diarahkan terutama untuk mendeteksi efek toksik yang secara jelas bukan akibat dari pemaparan kulit. Suatu percobaan yang baik yaitu dengan memberikan perlakuan pemaparan untuk kedua jenis kelamin terhadap bahan kimia dengan dosis yang berbeda.ng percobaan. tetapi untuk pengujian yang lebih mendalam perlu pengambilan irisan suatu jaringan dan diperiksa di bawah mikroskop untuk mengetahui terjadi abnormalitas sel-sel dalam organ. Pengujian dapat dilakukan pada mata binatang (dikenal dengan Draize) • Uji toksisitas sub kronik Secara normal uji toksisitas subkronik memerlukan studi inhalasi atau penelanan selama 90 hari untuk mengetahui efek-efek spesifik dan nyata dari bahan kimia pada organ dan biokimia dari binatang. Dalam suatu percobaan efek bahan kimia dapat menggunakan binatang percobaan hingga 500 ekor. untuk menentukan apakah bahan kimia dapat menimbulkan setiap efek kesehatan yang mungkin memerlukan waktu yang lama untuk menimbulkan suatu efek seperti kanker. bobot tubuh yang lebih ringan atau dalam beberapa hal mengalami kerusakan. Dua metode penyelidikan yang paling umum dalam epidemiologi adalah studi kontrol kasus dan studi kohor. 50 ekor rnencit atau tikus dari tiap jenis kelamin diberi perlakuan paparan bahan kimia yang sedang diuji dengan dosis tinggi tetapi tidak mematikan.melihat tanda-tanda seperti ruam kulit atau reaksi panas. Terdapat sejumlah uji mutagenik jangka pendek yang lain atau pengujian mutagenitas (mutagenity assay). Pada umumnya dalam pengujian perlu pengarnbilan cuplikan darah atau urin secara teratur dari binatang percobaan untuk pemeriksaan dan analisis. Banyak bahan kimia dapat menyebabkan kanker pada binatang dan mungkin menimbulkan kanker pada manusia bersifat mutagenik. Binatang percobaan ini dibandingkan dengan binatang sebagai kontrol dalam jumlah yang sama dengan jumlah binatang percobaan dalam waktu yang sama. Pengujian-pengujian ini merupakan dasar bagi dosis yang digunakan dalam uji hayati kronik. Untuk mencit dapat memakan waktu hingga 2 tahun sedangkan untuk tikus sedikit lebih singkat. 135. yang tidak dipengaruhi oleh penyakit tersebut atau akibatnya dalarn suatu usaha untuk mengidentifikasi penyebab. Dalam suatu uji khusus. Pengujian secara kasar hanya berdasarkan pengamatan abnormalitas secara pengamatan kasar dengan mata telanjang. • yang tumbuh secara khusus di laboratorium dan memaparkannya terhadap bahan kimia yang diuji. Uji rnultigenerasi kadang-kadang diperlukan untuk mendeteksi efek yang dapat diwariskan bagi generasi berikutnya. • Uji hayati kronik (seumur hidup) Maksud dari uji hayati kronik (seumur hidup). • Uji tingkah laku Efek bahan kimia terhadap percobaan tingkah laku binatang percobaan. atau paparan jangka panjang terhadap bahan kimia menimbulkan efek kesehatan pada organ seperti ginjal. Uji tersebut untuk mendeteksi mutasi dalam bakteri yaitu untuk uji efek mutagenik. kemudian diamati efek-efeknya pada setiap keturunannya. Jadi uji ini dibedakan dengan uji in vivo yang menggunakan jaringan hidup seperti binatang dan manusia. Studi kohor juga disebut sebagai studi lanjutan atau studi insiden dengan melekat pada sekelompok penduduk (suatu kohor) yang digolongkan dalam sub kelompok berdasarkan Cermin Dunia Kedokteran No. Kadang-kadang perlakuan paparannya diberikan pada seekor binatang yang sedang hamil. • Uji yang herhubungan dengan reproduksi Uji binatang percobaan untuk memeriksa efek yang merugikan dari suatu bahan kimia pada reproduksi memerlukan perlakuan pemaparan terhadap seekor atau kedua induk terhadap bahan kimia yang sedang diuji sebelum kawin. perbedaannya bahwa binatang kontrol tersebut tidak diberi perlakuan pemaparan bahan kimia. Uji ini seringkali dirujuk sebagai uji in vitro. Binatang kontrol ini serupa dalam segala hal dengan binata. Namun kerapkali percobaan ini menunjukkan efek tidak nyata. • Uji Mutagenitas jangka pendek Bakteri dan sel binatang yang tumbuh dalam tabung uji dari koloni serangga buah-buahan atau serangga lain cocok untuk penyelidikan yang cepat dan rnurah dalarn usaha mengetahui bahan kirnia yang potensial mempunyai efek karsinogenik dan mutagenik. Misalnya pemberian paparan bahan kimia terhadap hewan percobaan kemudian hewan percobaan dimasukkan dalam kotak maze (kotak dengan jalan ruwet) kemudian diamati tingkah laku hewan percobaan tersebut apakah terjadi perubahan tingkah laku dengan adanya efek bahan kimia terhadap otak dan saraf. Uji yang paling baik dan paling banyak digunakan adalah uji rnutagenitas Salmonella (umumnya dikenal sebagai uji Ames). Efek reproduksi dapat diklasifikasikan dengan hasil-hasil temuan seperti apakah keturunannya lebih sedikit jumlahnya. Percobaan ini dilakukan dengan memberikan dosis tertentu bahan kimia terhadap hewan percobaan melalui penelanan atau inhalasi terhadap bahan kimia yang sedang diuji selama masa hidupnya.

Risk Assessment Training Module. dapat pulih atau tidak dapat pulih. WHO. Hazard Assessment and Dose Response. (1997). User's Manual For the IPCS Health and Safety Guides. Budiawan. akut. sistemik. Dalam penentuan toksisitas suatu bahan kimia yang terbaik adalah dengan melakukan studi dengan menggunakan binatang percobaan karena uji binatang memungkinkan untuk menguji toksisitas suatu bahan kimia sebelum manusia terpapat. 2. Training Course on Risk Assessment. 4. Atmawidjaja Sudana. Di samping itu. (1998). Teori dengan menggunakan uji binatang adalah bahwa manusia dan binatang seperti mencit.pemaparan terhadap suatu penyebab penyakit yang potensial atau akibat dari perbedaan dalam paparan (misalnya terhadap bahan kimia) kemudian diperiksa dan diukur kemudian penduduk keseluruhan ditindak lanjuti untuk melihat bagaimana perkembangan penyakit atau akibat selanjutnya antara kelompok yang terpapar dan tidak terpapar. Guidelines to The Risk Assessment of Public Health Aspects of Human Risk From Exposure to Chemicals. (1998). (1997). juga membutuhkan jumlah pekerja yang terpapar dalam jumlah besar untuk rnemjamin kesahihan perhitungan-perhitungan statistik. KEPUSTAKAAN 1. Uji binatang memungkinkan untuk menguji toksisitas suatu bahan kimia sebelum manusia terpapar. Hal ini dikarenakan selain biaya yang rnahal. narnun penyelidikan semacarn ini memiliki beberapa kelemahan. Exposure Assessment and Risk Characterization. maka tindakan pencegahan hendaknya dianjurkan berdasarkan atas studi binatang. Meskipun penyelidikan epidemiologis memberi bukti yang paling dapat dipercaya bahwa suatu bahan kimia tertentu rnempunyai efek merugikan kesehatan pada suatu populasi. WHO. IPCS. 135. Training Course on Risk Assessment. 36 Cermin Dunia Kedokteran No. WHO. Published by WHO the International Programme on Chemical Safety. 2002 . (1996). Criteria for Prioritization of Risk Assessment. studi epidemiologis mungkin tidak dapat mendeteksi kasus-kasus mengenai peranan dari kasus satu bahan kimia tertentu ketika para pekerja terpapar terhadap campuran bahan kimia. Oleh karena informasi yang diberikan dalam studi epidemiologis sangat terbatas. Toksikologi Bahan Berbahaya. WHO. Kanwil Kesehatan Departemen Kesehatan. 5. tikus atau anjing memiliki biokimia dasar dan proses-proses hayati yang sama. 3. Training Course on Risk Assessment. IPCS. 7. 6. (1998). Dempsey JL. Training Course on Risk Assessment. Dempsey JL. Franizal Nur. (1998) Dempsey JL. Workshop Sentra Informasi Keracunan Propinsi Jawa Barat. KESIMPULAN Setiap bahan kimia mempunyai efek dan target sasaran organ tubuh yang akan rusak baik secara lokal. Prepared by The Edinburgh Control for Toxicology.

TINJAUAN KEPUSTAKAAN Marine Toxin Saxitoxin Winarti Andayani*. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Paralytic Shellfish Poisoning disebabkan oleh saxitoxin yang tidak berpengaruh pada tubuh kerang karena sudah kebal terhadap kondisi demikian setelah lama berhubungan dengan toksin tersebut. dan Esther Budiman*** *Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi. Tercemarnya seafood dapat terjadi secara alami (mikroorganisme dan toksin) maupun oleh kontaminasi bahan kirnia beracun. Filipina. Jumlah toksin akan berlipat ganda sesuai dengan jumlah fitoplankton toksik yang dimakannya. namun yang terpenting dari fitoplankton. Namun mereka mengetahui bahwa seafood juga bisa mengakibatkan keracunan disebabkan oleh lingkungan yang tercemar. dan DSP). Marine toksin (toksin yang terdapat di laut) sudah lama diidentifikasi di berbagai tempat antara lain Jepang. asam lemak omega-3 dan mineral. Hal ini karena kerang mempunyai sifat penyaring makanan (filter feeding shellfish). Toksin ini sangat berbahaya dan tidak dapat rusak oleh panas dan pemrosesan. Dinoflagelata mem- Cermin Dunia Kedokteran No. Biosintesis metabolit sekunder umum terjadi dalam bakteri seperti dalam mikroba eukariotik dan tanaman. disamping itu mungkin juga dapat memacu pertumbuhan tumor. Institut Pertanian Bogor. dan terdapat dalam kelompok taksonomi yang terbatas. Universitas Indonesia. tetapi dapat berakibat kegagalan pernapasan yang fatal bagi manusia. Beberapa Sindrom Akibat Keracunan Seafood(1) SAXITOXIN Mikroalgae adalah produsen utama yang menyusun dasar jaringan makanan laut dan air tawar. Toksin ini dapat menyebabkan paralytic. Jakarta ** Staf Pengajar Kimia. Mereka berasal dari alam dan akibat kegiatan manusia seperti limbah industri dan kebakaran hutan. Toxins Marine dinoflagelates (Also bacteria) Toxins Food chain Fish Ciguatera Palytoxin Puffer fish poisoning Shellfish Paralytic shellfish poisoning Neurotoxic shellfish poisoning Diarrhetic shellfish poisoning Amnesic shellfish poisoning (Diatoms) Gambar 1. 2002 37 . Badan Tenaga Atom Nasional. dan Indonesia. Bogor *** Mahasiswa Program Pasca Sarjana Kimia. Betty Marita Subrata**. yaitu komponen yang tidak esensial sebagai dasar metabolisme dan pertumbuhan pada organisme. Banyak mikroalgae yang juga memproduksi komponen-komponen baru yang menunjukkan aktivitas biologis yang kuat. ASP. beberapa di antaranya merupakan toksin kuat yang bertanggung jawab terhadap sejumlah penyakit pada manusia. Hampir semua seafood bisa terkontaminasi oleh toksin dan dapat menimbulkan sindrom yang berbeda-beda (Gambar 1). ketidaknormalan dan kematian hewan mamalia dan burung. yaitu dinoflagelata. 135. serta kematian ikan. NSP. amnesic dan diarrhetic shellfish poisoning (PSP. Jakarta PENDAHULUAN Pada umumnya orang berpikir dengan memakan seafood. diatoms dan cyanobacteria. neurotoxic. yang disertai dengan kandungan lemak dan kalori yang rendah. Toksin yang terutama berarti bagi kesehatan manusia berasal dari 3 kelas algae bersel satu. Komponen-komponen ini dianggap sebagai metabolik sekunder. Toksin yang berasal dari plankton ditemukan juga dalam kerang-kerangan. mereka akan mendapatkan keuntungan protein yang tinggi. Dari banyak metabolit sekunder algae yang telah diidentifikasi.

H H H OSO3OH H OSO3- OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OH OH OH OH OH OH 2483 2295 2468 892 1584 1803 160 15 239 33 143 1274 1617 1872 - A. antara lain Alexandrium catenella. dan mempunyai berat jenis 1. compressum (Tabel 1). pernafasan dan mulut. Struktur Saxitoxin dan Tosisitas Relatif dari PSP (van Dolah. pseudo-nitschia. Saxitoxin dihasilkan oleh beberapa spesies dinoflagelata(2). menghasilkan toksin yang memiliki pengaruh kuat terhadap kesehatan manusia. Japan. 135. Denmark. antara lain A. Senyawa ini mudah terhidrolisis dalam larutan basa dan toksinnya tidak aktif setelah dididihkan selama 3 sampai dengan 4 jam pada pH 3.punyai jaringan yang luas. Racun PSP tidak dapat dihilangkan dari kerang-kerangan baik melalui proses pemanasan maupun hidrolisis.H OH H OSO3H H H OH H H OH OSO3. sebaliknya pada cyanobacteria hanya beberapa yang teridentifikasi menghasilkan toksin. STXs Sulfocarbamoyl A. Misalnya dinoflagelata. 2002 .0 (g/mL) Saxitoxin bersifat racun dan menyebabkan iritasi apabila kontak dengan kulit. Japan British Columbia North Sea Gulf of Thai Brunei. yaitu toksin karbamat. Senyawa ini mempunyai nilai LD50 sebesar 263 g/kg bobot badan (oral mencit). Alexandrium tamarense. Adanya perbedaan substituen pada R4 Carbamate STX Neo STX GTX1 GTX2 GTX3 GTX4 GTX5 (B1) GTX6 (B2) C1 C2 C3 C4 dcSTX dcNeoSTX dcGTX1 dcGTX2 dcGTX3 dcGTX4 H H H OH H H OH OSO3. acatenella A. genus tunggal. Red tide yang berdampak merugikan disebut Harmful Algal Bloom (HAB). in press) 38 Cermin Dunia Kedokteran No. Fenomena red tide dapat dikaitkan dengan beberapa fenomena alam seperti El Nino. bahamense var.H H - Gambar 2. Toksin algae terdiri dari bermacam-macam berdasarkan struktur dna fungsinya dan banyak yang merupakan turunan dari jalur biosintesis yang unik. Norway. tamarense GTXs. Toksin algae yang mempunyai pengaruh kuat terhadap kesehatan manusia mungkin dikategorikan sebagai neurotoksin atau hepatotoksin. Saxitoxin mempunyai sifat fisik larut dalam air dan metil alkohol. Pada diatoms. yang dibedakan oleh kombinasi substitusi OH dan sulfat pada 4 sisi dalam molekul (Rl-4). Venezuela. STXs PXs. W. sedikit larut dalam etil alkohol dan asam asetat tetapi tidak larut dalam pelarut organik (non polar). Alaska. mensintesis semacam toksin polieter yang terbagi atas dua grup struktural linier dan gabungan (seperti tangga). British Columbia. kelihatan bersifat toksigenik. Aphanizomenon flan-aquae unknown unknown GTXs unknow GTXs. bahkan umumnya red tide terjadi sebagai tanda Tabel 1. Neurotoksisitas dari toksin algae diperantarai oleh bermacammacam interaksi yang sangat spesifik dengan saluran-saluran ion yang terlibat dalam neurotransmisi. dekarbamoil dan deoksikarbamoil. Namun tidak semua gejala red tide menyebabkan dampak negatif. Berdasarkan substitusi pada R4. Japan Japan New England (lakes) PSP Components GTXs. namun demikian hanya beberapa lusin spesies. Alexandrium minutum. Chile North Atlantic coasts-New England. Holland. Plankton penghasil PSP(2) Spesies Alexandrium catenella Areas Pacific coasts-California. dan Pyrodinium bahamense var. compressa Gymnodinium calenatum Cochlodinium sp. mata.H H OSO3.H H H OSO3OH H OSO3H H H OH H H H OSO3. dari beberapa ribu spesies dinoflagelata yang diketahui. Papua New Guinea Palau Island Tasman Sea. Beberapa spesies dari genus Alexandrium. Diperkirakan awal musim hujan merupakan masa-masa terjadinya blooms dari spesies-spesies berbahaya yang bertujuan untuk mengambil makanan dari daratan. Saxitoxin berupa cairan tidak berwarna dengan bau menyengat (seperi asam cuka). Perubahan warna air laut ini umumnya dikenal sebagai fenomena red tide.H OSO3. phoneus A.H H H OSO3OH OSO3. STXs meningkatnya kesuburan suatu perairan. cohorticula Pyrodinium bahamense P. cohorticula dan A. Struktur kristal dari komponen induk saxitoxin mula-mula dilukiskan oleh Schantz dkk yang dapat dilihat pada Gambar 2. yang ikut menjadi penyebab red tide blooms di wilayah Indonesia. Germany.H H OSO3. Pada Gambar 2 terlihat bahwa struktur dari congener saxitoxin bervariasi. tamayavanichi. Gymnodium catenatum. saxitoxin dapat dibagi atas 4 kelompok. masih belum dapat dipastikan toksisitasnya sehingga keberadaannya perlu diwaspadai. Canada. Ledakan populasi (blooming) dari spesies-spesies tersebut di atas menyebabkan perubahan warna air laut dari biru-biru menjadi merah kecoklatan. GTXs Zn-bound PXs STXs doSTX H Deoxydecarbamoyl doGTX2 H doGTX H H H H H OSO3. sulfo-karbamoil.

Teluk Jakarta. Di perairan sekitar Larantuka-Flores Timor. Di Indonesia spesies ini sudah diidentifikasi dari beberapa perairan.157 orang. Maluku. Sarawak dan Semenanjung Malaysia.mengakibatkan perubahan yang besar pada sifat toksisitasnya. 135. seperti di Papua Nugini. Gejala PSP yang muncul di Jepang. Gejala selanjutnya terasa pada ujung jari tangan dan kaki yang nyeri seperti ditusuk-tusuk. Semua musibah terjadi pada awal musim penghujan. Penderita mula-mula akan merasakan kesemutan dan mati rasa pada bibir yang menjalar ke seluruh mulut dan leher. sekitar bulan November-Desember. Jumlah korban mencapai 11. lebih dari 90% makanan yang terkontaminasi oleh saxitoxin berakibat fatal. Filipina. Gambar 3. Pyrodinium bahamense var. suatu pulau yang berbatasan dengan Sabah. tepatnya di perairan Nunukan dan Pulau Sebatik sebelah selatan. selain otot jantung (3). dan Selat Bangka. Terdapat paling sedikit 15 orang meninggal akibat mengkonsumsi kepiting selama 1909-1988. mungkin hal ini berguna sebagai penangkal bagi PSP. pembuangan saxitoxin dari darah manusia berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam. Pada suatu penelitian sampel klinis dari terjangkitnya PSP di Alaska tahun 1994. Tempat penyebaran plankton penghasil PSP dapat dilihat pada Gambar 3. Di Jepang Alexandrium catenella pertama kali didapatkan sebagai penghasil PSP di Owase Bay. Halmahera. Gejala PSP lainnya muncul di Taiwan bagian utara(5). pusing. 1992. Namun sampai seat ini masalah PSP hanya dijumpai di perairan Teluk Kao dan Nunukan. Survey lain menunjukkan bahwa spesies plankton ini secara luas terdistribusi di sebagian besar bagian utara sampai bagian selatan Jepang(2). Kejadian di Flores Timor ini agak menyimpang dari kebiasaan. dan terakhir tahun 1997. berkembang dengan baik. Lokasi lain di Indonesia yang mengalami kejadian PSP tercatat di Kalimantan Timur. Pertolongan hanya dapat dilakukan dengan cara menguras isi perut dan memberikan pernafasan buatan. Saat ini masih belum tersedia penangkal untuk PSP Antibodi monoklonal anti saxitoxin yang diuji secara in vitro dan in vivo menunjukkan perlindungan terhadap terikatnya saxitoxin dan pengurangan gerakan di sekeliling saraf akibat saxitoxin pada saraf mencit. gejala keracunan PSP telah tercatat semenjak tahun 1959 dengan korban tiga orang meninggal dan lima orang mengalami kelumpuhan setelah memakan ikan laut. kesukaran bernafas dan akhirnya berhenti bernafas. Musibah terparah terjadi pada tahun 1983 dengan korban empat orang meninggal dunia dan 236 orang mengalami kelumpuhan. karena korban jatuh setelah memakan ikan dan bukan kerang. muntah dan kejang pada otot perut. diduga antibodi mungkin berpotensi menyediakan reagen yang berguna untuk perlindungan terhadap toksisitas secara in vivo. Di Indonesia PSP umumnya terjadi di perairan Teluk Kao. PARALYTIC SHELLFISH POISONING (PSP) Seafood yang telah terkontaminasi oleh saxitoxin apabila dikonsumsi oleh manusia akan menyebabkan sindrom yang disebut Paralytic Shellfish Poisoning. ternyata spesies Puffer takifugu rupripes telah terkontaminasi oleh saxitoxin. baru-baru ini menunjukkan pembalikan efek secara signifikan pada serangan saxitoxin dalarn mencit. penghalang saluran K. Halmahera. dengan jumlah korban yang meninggal sebanyak 271 orang. Kesimpulan terjadinya keracunan PSP hanya didasarkan pada gejala klinis penderita. dimana 1 MU sama dengan jumlah toksin yang dibutuhkan untuk membunuh seekor mencit seberat 20 g dalam 15 menit. tetapi jantung masih tetap berdenyut. Nilai toksisitas ditentukan dalam satuan Mouse Unit (MU). Bila tidak ditolong maka penderita akan meninggal dalam waktu 24 jam. Mereka melakukan penelitian di perairan Ilan County di Taipeh dari bulan November 1996 sampai dengan Oktober 1997. Gejala utama dari keracunan saxitoxin adalah kelumpuhan (paralysis) pada otot. Dengan demikian mikroalgae tersebut dapat terbawa oleh arus ke arah tertentu dan apabila kondisinya sesuai. mual. 4-aminoantipirin. PENYEBARAN PLANKTON PENGHASIL PSP Penyebaran dari mikroalgae dapat terjadi mengikuti beberapa pola. compressum merupakan spesies utama penyebab PSP di perairan Indo-Pasifik. Teluk Peru. Merethrix merethrix Cermin Dunia Kedokteran No. Toksin karbamat adalah yang paling kuat sifat toksisitasnya (892-2483 mouse unit (MU) /µmol). Selain itu sampai sekarang belum dapat ditentukan spesies mikroalgae yang menghasilkan toksin PSP. Teluk Ambon. 2002 39 . perairan sekitar Biak. Brunei Darussalam. Kejadiannya berlangsung pada tahun 1988 setelah orang mengkonsumsi sejenis kerang. Pembuangan ini sebagian besar melalui urin. Kejadian ini berulang pada tahun 1983. seperti Teluk Kao. teramati di Barat Daya kepulauan Jepang. Sabah. Dengan perantaraan arus inilah umumnya mikroalgae menyebar. Toksin dekarbamoil mempunyai potensi di tengah-tengah yaitu 1274-1872 MU/µmol dan toksin sulfo karbamoil merupakan toksin yang paling lemah (15-239 MU/µnol). 1985. Tempat penyebaran plankton penghasil PSP(4). juga pada pasien yang mengalami kelumpuhan pernafasan dan dibantu dengan bantuan pernafasan. baik alami maupun karena kegiatan manusia. Selama 20 tahun (1972 sampai dengan 1992). Sebagai tambahan.

4 mg saxitoxin ekuivalen. and DD. Jones Y. T. Mencit sehat berukuran 19-21 g. 2002 . Tokyo 1977. MEKANISME SAXITOXIN DI DALAM TUBUH Berdasarkan aktivitas tiap molar senyawa. berbicara tidak jelas. Fisheries Science 1998. Tahapan Pengikatan Saxitoxin terhadap Saluran Natrium(6) 40 Cermin Dunia Kedokteran No. Skema tahapan pengikatan saxitoxin terhadap saluran natrium afinitas tinggi dapat dilihat pada Gambar 4. sebanyak 68 orang jatuh sakit dengan gejala PSP dan akhirnya 2 orang meniggal dunia. Dosis letal untuk manusia adalah 1 . Tucker BW.000-20. NY (in press) Lin. larutan ini stabil dalam tempat dingin (3-4°C). Tterodotoxin. Saxitoxin. Proccesing.6 mg). Marcel Dekker. 2. Regional Training Workshop on Receptor Binding Assay Techniques for Harmful Algal Bloom Toxins Quantification. Marine Toxins and Other Bioactive Marine Metabolites. Polaritas molekul saxitoxin sebagian besar menghambatnya untuk melintasi penghalang darah otak. 5. KEPUSTAKAAN 1. In Seafood Toxicity. Hal 183-193. dibuat dengan cara melarutkan 1 mL larutan standar induk dalam 100 mL aquades. 8. Toxicity of the Puffer Takifugu Rubripes Cultured in Northern Taiwan. menghasilkan suatu keton (Cl) yang terdapat dalam keadaan kesetimbangan yang cepat dengan karbokation (C2).9-3. Overview of Current Seafood Nutritional Issues : Formation of Potentially Toxic Products. B) menyebabkan dehidrasi gemdiol pada posisi C-12. Chapter 49 : 46 B-48. and Biotechnology. The New York Academy of Sciences. Philippines 1999. Kao YC and SR Levinson (eds). dari susunan saraf den membran-membran sel jika dibandingkan dengan senyawa-senyawa derivatnya yang lain. and The Molecular Biology of The Sodium Channel. Botana (ed). Shahidi F. larutan stabil dalam beberapa minggu pada 3-4°C. In : Seafood safety. Natural Toxins 1995. and Deng Fwu Hwang. Larutan standar kerja PSP 1 µg/mL. Proceeding Fourth LIPI-JSPS Joint Seminar on marine Sciences. SJ. Hashimoto Y. 135. yang menunjukkan bahwa ikatan ionik dari dari 7. terjadi kelumpuhan pernafasan (sulit bernapas). perasaan mengantuk. Larutan standar induk PSP 100 µg/mL (dalam alkohol yang telah ditambah 20% asam). Recent Studies on Marine Toxins. 3.(kerang tahu). dan kasus serius melibatkan konsumsi 5. Jakarta 1994. Gejala klinis PSP terjadi bila kurang lebih 2000 MU (0.72 mg) termakan. dan pada kasus dengan dosis tinggi. Van Dolah FM. Jika ukuran mencit < 19 g atau > 21 g maka digunakan faktor koreksi untuk memperoleh waktu kematian yang benar. Diversity of marine and Freshwater Algal Toxins. 3. NY 1999.8. Dua jam setelah memakan kerang. karena itu sisi utama tempat aksi saxitoxin pada manusia adalah kemungkinan besar pada persimpangan otot saraf. LAMPIRAN 1. Hal ini sesuai dengan cepatnya serangan (kurang dari satu jam) dari gejala yang klasik untuk PSP termasuk perasaan geli dan mati rasa pada daerah-daerah perioral dan kaki tangan. Saxitoxin terikat dengan afinitas yang kuat pada reseptor asetilkolin di saluran Natrium sehingga menghambat pembukaan saluran. 2. Ikatan kedua berupa ikatan kovalen yang terbentuk di antara reseptor den C-12 (D).000 MU toksin (0.9-guanidium terhadap gugus anionik dari reseptor (A. 64 (5) : 766-770. AOAC Official Methods of Analysis Supplement. Jong SS.J. ANALISIS PSP DENGAN METODE BIOASSAY(7) Bahan 1. NY 1997 Takashi M. Gambar 4. L. International Atomic Energy Agency. Japan Scientific Societies Press. 7. 4. Kitts (eds). A Technomic Publishing Co. ternyata saxitoxin paling aktif dalam menghambat (blocking) saluransaluran. kehilangan kontrol motorik. Chai. 6.

00 17.04 1.70 3.30 7. Pengujian Mencit Setiap mencit disuntik secara intraperitoneal dengan 1 mL ekstrak.20 1.5 13 13.05 4.35 2.35 1.954 0. Nilai rata-rata FK yang diperoleh digunakan sebagai FK dalam analisis sampel.25 1. Sepuluh (10) mL larutan standar 1 µg/mL diencerkan dengan musingmasing 10.00 24.00 20.00 18.4 dengan penambahan 5 N HCl atau 0.3e 3. dan 30 mL aquades dan pH dikontrol antara 2-4.000 0. dan dari Tabel Sommer ditentukan bilangan MU.15 7.12 .07 - Keterangan : WM : berat mencit (gram) MU : mouse unit Cermin Dunia Kedokteran No.00 14.00 11. apabila salah satu atau lebih dari sebuah larutan dengan konsentrasi yang memberikan median death time antara 5 . Persiapan Sampel Bagian luar kerang-kerangan dicuci dengan air segar.71 2.00 25.05 1.20 1.5 23 MU 0.7 menit.5 20 20.04 6.76 0. Jika beret mencit yang diuji < 19 g atau > 21 g.05 3.13 1.86 1.99 0.10 1. 1995) WM 10 10.30 4.000 1.96 0.50 0. maka hasil dari konsentrasi ini diabaikan.44 2. Ekstraksi Sampel Sampel sebanyak 100 gram ditambah 100 mL 0.05 2. ANALISIS PSP DENGAN METODE SAXITOXIN BERTANDA(8) Peralatan 1.31 3. 2002 41 . nilai MU/ml ditentukan dari median death time konsentrasi terpilih dengan menggunakan Tabel Sommer yaitu hubungan antara death time terhadap MU untuk PSP (Lampiran 1).7 menit.38 2. Plate mikrotiter dengan 96 lubang Tabung sentrifugasi 15 dan 30 mL Vortex Bahan Kimia 1.30 8.15 3. 135. 5.15 2.00 2.06 1.11 1. Tabel Sommer (AOAC.00 16.30 1.4.45 MU 1. 12. µg racun/100 g daging = (µg/mL) x faktor pengenceran x 200 Nilai > 80 g/100 g merupakan indikasi bahwa sampel yang diuji sangat racun dan tidak aman untuk dikonsumsi.54 1. 3.32 5. Jika pengenceran besar diperlukan.972 0.45 1. Campuran dipanaskan dan dididihkan selama 5 menit.98 2.25 2.30 2. Filtrat diambil untuk pengujian pada mencit. Dari larutan dengan konsentrasi yang terpilih. 25.26 2.5 19 19.53 0.948 0. Campuran yang sudah dingin ditepatkan pH nya pada pH 2 .63 2.5 14 14.5 22 22.30 5.95 0. kemudian dibuka dengan alat khusus pemotong kerang.35 4.55 4.7 16.00 4.9 10.74 1.15 8.00 60.40 1.00 8.66 5.934 0.00 22. kemudian didinginkan pada suhu kamar.48 1.965 0.4 9.70 0. Tabel Sommer (AOAC. jika perlu pH ditepatkan < 4. Penghitungan Toksisitas Waktu death time ditentukan.89 1.96 DT 5.00 7.7 menit.5 21 21.06 5.05 5. Sebanyak 3 mencit disuntik dengan larutan yang sudah diencerkan sampai memberikan death time 5 .20 3.31 1.06 1.73 0.5 18 18.48 4.4 20.09 1.40 5.55 MU 100 66.5 15 15.64 1. maka hasil ini digunakan untuk perhitungan lebih lanjut termasuk ulangan yang mungkin memberikan median death time lebih kecil dari 5 menit atau lebih besar 7 menit.00 30. Satu mencit boleh digunakan untuk penentuan awal. STX dihidroksi HCl (Lihat halaman berikutnya) LAMPIRAN 2.86 WM 17 17.50 1. Jika death time dari 1 atau 2 mencit yang disuntik dengan sampel yang tidak diencerkan > 7 menit.08 2.15 5.67 1. [3H] STX diasetat 2. Pipet multi channel berukuran 5 – 200 µL.00 3.21 2.00 1.88 0. maka perlu dibuat pengenceran sampel untuk memperoleh death time 5 .67 7.1995) DT 1.10 5.075 1.985 1.1 N HCl.015 1.942 0. selanjutnya bagian dalam dibersihkan dengan air bersih untuk menghilangkan pasir atau zat-zat asing lainnya. 3.5 16 16. diaduk dengan cepat dan diperiksa pH nya.905 0.00 9.25 1.56 0.92 1.98 0.9 11. 15.62 0.00 11.40 4.785 0.33 8. 20. Sebaliknya.50 2.88 2.10 2.56 2.06 3.20 5.45 8.25 3.00 19.50 3.81 0. Sampel ditepatkan di dalam gelas piala sampai homogen atau jika diperlukan sampel disentrifugasi selama 5 menit pada 3000 rpm kemudian disaring melalui kertas saring.675 0.00 10.43 1. dan tidak boleh digunakan berulang.03 1.875 Keterangan : DT : death time dalam mencit MU : mouse unit LAMPIRAN 3.69 1.52 6.15 6. FK dihitung dengan cara membagi konsentrasi terpilih (µg/mL) dengan nilai MU/ml.10 4.55 2. Nilai MU diubah ke µg racun/mL dengan mengalikan FK.45 7.00 4.00 40.26 4.50 2. Waktu suntikan dicatat dan mencit diamati dengan hati-hati untuk mengetahui death time nya yang ditunjukkan oleh hembusan nafas terakhir.03 1.45 2.937 0.3 26.18 DT 9.015 1.65 0. Mikropipet berukuran 1 – 1000 µL 2. Jika death time dari beberapa mencit < 5 menit.20 4.10 3. termasuk yang selamat. 2.60 1.16 1. Perhitungan nilai faktor koreksi (FK).917 0.19 3. Masing-masing 1 mL larutan disuntikkan secara intraperitoneal ke beberapa ekor mencit dan kemudian dipilih larutan dengan konsentrasi yang memberikan waktu kematian (death time) antara 5-7 menit.16 2.35 1.05 1.59 0.00 13.28 1.20 2.04 2.25 4.00 6.00 23.00 15. masing-masing dibuat 3 ulangan dan disuntikkan 1 mL larutan secara intraperitoneal ke masing-masing 10 ekor mencit dan dicatat death time-nya. 2.84 0.Pada analisis PSP mencit yang digunakan tidak boleh berukuran > 23 g.88 DT 3. maka dibuat FK untuk setiap mencit dengan mengalikan MU terhadap death time mencit.73 4.2 38.50 6. 4.15 1.43 3. Standarisasi Bioassay 1.93 0. tetapi pengujian menggunakan 2 atau 3 mencit lebih baik. maka paling sedikit 3 mencit harus disuntik untuk memastikan toksisitas dari sampel.5 MU 0.80 1.35 3 40 315 3. 4.57 3.40 2.42 7.30 12.45 5.22 1.30 6.39 1.5 11 11.5 13.50 4.97 0.32 2.00 21.1 N NaOH setetes demi setetes sambil tetap diaduk.45 4.79 2.00 1.00 MU 1.30 10. Apabila ketiga ulangan dari sebuah larutan dengan konsentrasi yang memberikan median death time lebih kecil dari 5 menit atau lebih besar 7 menit.08 2.00 5.15 4.83 1.5 12. maka pH sampel harus ditepatkan lagi antara 2 . Bagian daging (100 -150 g) diambil dan dikumpulkan (hindari penggunaan pemanasan atau anestetik sebelum membuka kulit dan dilarang memotong atau merusak badan pada tahapan ini).898 0.55 MU 3.

Ekstrak sampel kerang yang diduga terkontaminasi STX diencerkan dengan binding buffer. log STX terhadap total count (cpm). Masing-masing sebanyak 35 µL sampel dan standar STX dimasukkan ke dalam plate mikrotiter. 2.0 mg/mL.5 4. 2002 . 6 x 10-8. yaitu 6 x 106-6. Campuran ditutup dan diinkubasi pada 4°C selama 1 jam. Pengenceran larutan baku [3H] STX dalam tabung 15 mL. 3µL [3H] STX 3. Cara Perhitungan Total count dari larutan standar STX dibuat kurva kalibrasi. Rat brain synaptosome Cara Kerja 1. Persiapan kurva standar STX menggunakan STX dihidroksi HCl dalam tabung dengan berbagai konsentrasi. [3H] STX dan 140 µL rat brain sinaptosome yang telah diencerkan. kemudian disaring. 135. menggunakan rumus sebagai berikut : nM equiv STX dalam ekstrak = nM equiv STX x pengenceran sampel x (V total/ 35 µL) µg STX equivalen/mL = nM equiv STX dalam ekstrak x (1 L/1000 mL) x (372 ng/mmol) x 1 µg / 1000 ng) µg STX equivalent/100 g shellfish = µg STX eqaivalen/mL x (mL ekstrak / g shellfish) x 100 42 Cermin Dunia Kedokteran No. Masing-masing residu dimasukkan ke dalam vial yang telah berisi 1 mL larutan scintilator dan di-count. 4. ditambah dengan 35 µL. Jaringan dalam larutan 2 mL diencerkan dengan perbandingan 2 : 10 (2 mL jaringan + 18 mL buffer) dalam tabung sentrifugasi 50 mL. sampai didapatkan konsentrasi akhir 0. 5. 6 x 10-10 M.dengan alat scintillator counter untuk memperoleh total count (cpm).(Lanjutan Lampiran 1) 3. Dengan mengetahui nilai total count sampel. STX binding buffer =75 mM HEPES + 140 mM NaCI buffer pH 7. 6. maka konsentrasi STX dalarn sampel dapat dihitung. Pengenceran rat brain synaptosome murni dalam STX binding bufer. 6 x 10-9. Konsentrasi sampel dihitung dalam µg STX equivalen/100 shellfish. 6 x 10-7. 3.5 – 1.8 mL STX binding buffer. Toksin yang tidak terikat oleh jaringan dihilangkan dengan cara pencucian menggunakan buffer yang dilanjutkan dengan aseton. 35 µL [3H] STX yang telah diencerkan dimasukkan dalam vial dengan scintilant dan di-counting dengan alat scintilation counter untuk memperoleh total count (cpm).

Aflatoksin merupakan toksin yang dihasilkan jamur Aspergillus terutama A. merupakan jamur yang banyak mencemari bahan makanan. Aflatoksin merupakan toksin yang dihasilkan jamur Aspergillus terutama A flavus sedangkan Penicillium sp. Pengamatan jenis-jenis jamur yang tumbuh pada sambal kacang dilakukan setiap bulan.HASIL PENELITIAN Bumbu Alami sebagai Penyedap. Adanya infeksi virus hepatitis B diduga merupakan prasyarat terjadinya perDibacakan pada seminar Lustrum IX Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan Kongres I KABIOGAMA ubahan sifat sel yang mengarah ke adanya keganasan oleh aflatoksin. kencur. diambil 100 g per kelompok untuk bahan baku sambal kacang. Suyitno. flavus sedangkan pada perlakuan bumbu B belum ditemukan kedua jenis jamur tersebut. flavus dan Penicillium sp. Masing-masing kelompok sebanyak 10 kg. gula merah. garam. gula merah dan garam dan bumbu B terdiri dari cabe. terasi. Sedangkan pada bulan ketiga perlakuan pada bumbu A sudah dijumpai A. bawang putih. jeruk purut dan asam. Untuk sambal kacang pecah pada bulan pertama walaupun pada kontrol sudah ditumbuhi A. Pengawet dan Penghambat Cemaran Aflatoksin pada Sambal Kacang Nunik Siti Aminah. Supraptini. flavus dan Penicillium sp. yang banyak mencemari bahan makanan. Pe- Cermin Dunia Kedokteran No. bumbu alami. 135. Jakarta ABSTRAK Cemaran jamur pada bahan makanan dapat menyebabkan timbulnya aflatoksin. flavus dan Penicillium sp tetapi pada bumbu B hanya ditumbuhi Penicillium sp. Setelah diolah menjadi sambal kacang disimpan selama tiga bulan. 2002 43 . flavus dan Penicillium sp tetapi pada perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B belum dijumpai kedua jamur tersebut.L. retak dan pecah. Sukijo Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Inswiasri. Penelitian pendahuluan ini menggunakan dua macam bumbu yaitu bumbu A terdiri dari cabe. Pada bulan kedua. Kata kunci : kacang tanah. terutama kacang tanah kualitas rendah yaitu kacang retak dan pecah yang banyak dikonsumsi karena harganya lebih murah. Enny W.. Departemen Kesehatan RI. aflatoksin PENDAHULUAN Cemaran jamur pada bahan makanan dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia dan hewan. pada bumbu A dan Bumbu B sudah dijumpai Penicillium sp. Sampel kacang tanah dibagi menjadi tiga kelompok yaitu utuh. Untuk sambal kacang retak perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B pada bulan pertama dan ke dua belum ditumbuhi kedua jamur tersebut tetapi pada bulan ke tiga bumbu A ditumbuhi Penicillium sp dan A. dengan hasil sebagai berikut: sambal kacang utuh sampai bulan ke tiga tidak dijumpai jenis A. terasi.

terasi.niger Monascus sp Syncephalastrum sp Fusarium sp A. 2. pengawet dan penghambat cemaran aflatoksin pada sambal kacang sehingga makanan aman untuk dikonsumsi. daun jeruk purut (Citrus sp. dan garam.1966) 44 Cermin Dunia Kedokteran No.terasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama tiga bulan dapat diketahui dari Tabel 1. Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama 1 bulan pada suhu kamar Contoh fisik kacang tanah Kacang utuh Jenis-jenis jamur yang tumbuh Kontrol Bumbu A Bumbu B A. jamur dapat masuk ke dalam paru-paru karena mudah terhirup (Pons WA. g) Dari koloni yang tumbuh dibuat sediaan dengan cara sebagai berikut (Departemen Kesehatan RI. dkk. Bumbu B : Cabe. flavus. − Tempatkan koloni tersebut pada tetesan KOH pada objek gelas tadi dan tekan sampai merata. gula merah. sedangkan A. Kacang tanah kualitas rendah yang pada umumnya terdiri dari kacang retak dan pecah banyak dikonsumsi karena harganya lebih murah daripada kacang kualitas baik yang umumnya dalam keadaan utuh. 1991): − Sediakan objek gelas yang bersih dan bebas lemak dengan tetesan 1 tetes KOH. flavus A. d) Petri dish digoyang-goyangkan secara perlahan-lahan. permukaaan koloninya halus. retak. gula merah. Selama ini kurang disadari bahwa kondisi kacang tanah yang mutunya rendah jika disimpan terlalu lama dalam bentuk olahan seperti sambal kacang sering ditumbuhi oleh jamur A. daun jeruk purut. parasiticus permukaan koloninya tidak rata (agak kasar).nelitian pendahuluan telah menemukan bahwa keadaan kacang tanah yaitu utuh.niger Geotrichum sp Scopulariopsis sp A.niger Scopulariopsis sp Rhizopus sp Keterangan: Bumbu A : Cabe. Setiap kelompok diolah menjadi sambal kacang dengan bumbu sebagai berikut : 1) Cabe. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bumbu alami dapat sebagai penyedap. bawang putih. dan asam. petri dish jangan diletakkan terbalik.niger A. diduga dapat digunakan sebagai bahan pengawet alami dan menghambat tumbuhnya jamur-jamur seperti A. dan garam. Hal ini dilakukan untuk megurangi variasi nilai cemaran individual butiran contoh sempel.) dan buah asam (Tamarindus sp). atau dengan menggunakan pisau yang steril dan tajam ujungnya (bila perlu dicungkil bersama agarnya).glaucus Penicillium sp Fusarium sp Mucor sp A. dan pecah (tanpa kulit ari). garam + bawang putih. masukkan pada petri dish. Sampel kacang tanah dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan fisiknya yaitu kacang tanah utuh.(Bumbu A) 2) Cabe. Tabel 1. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi lima jenis bumbu penyedap alami yang diperkirakan mempunyai sifat pengawet dan penghambat pertumbuhan jamur penyebab keracunan. kedua jamur tesebut bersifat patogen pada hewan maupun manusia dapat menyebabkan aspergillosis. kencur.niger Geotrichum sp Scopulariopsis sp Fusarium sp Rhizopus sp A. f) Inkubasi pada suhu 300C – 370C selama 5-7 hari. Untuk analisis jenis jamur yang dapat tumbuh pada sambal kacang. flavus penghasil aflatoksin. c) Saboraud agar yang telah dicairkan dalam waterbath 450C. gula merah.niger A. kencur. Perbedaannya terletak pada permukaan koloni yaitu jamur A. e) Tunggu hingga media tersebut menjadi padat/beku. 135. dan 3. dituang ke dalam petri dish tadi sebanyak 15-20 ml. gula merah. flavus dan Penicillium sp.glaucus Rhizopus sp A. terasi. Adonan setelah dibumbui dan menjadi olahan berupa sambal kacang. METODOLOGI Kacang tanah diperoleh dari pasar Kranji Bekasi Barat sebanyak 10 kg yang dibeli dari 5 toko masing-masing 2 kg.niger Syncephalastrum sp Syncephalastrum sp Khamir A. − Ambil koloni yang tumbuh pada Saboraud agar tadi dengan menggunakan ose kawat yang cukup besar.niger A. − Periksa di bawah mikroskop. jeruk purut asam. ternyata dapat menghambat pertumbuhan jamur-jamur patogen seperti Aspegillus flavus dan A parasiticus.parasiticus Penicillium sp Fusarium sp A. Pemeriksan Jamur Cara pemeriksaan : a) Disiapkan petri dish yang steril. Dari tabel 1. kencur (Kaempferia galanga). diambil 100g untuk setiap kelompok. dapat diketahui bahwa penambahan bumbu alami yang semula digunakan sebagai penyedap dan pengawet sambal kacang. terasi. b) Diambil 1 ml spesimen (bahan pengencer 10-1 pada labu erlenmeyer) dengan pipet steril. (Bumbu B) Masing-masing sempel ditumbuk halus sampai homogen. Bumbu-bumbu penyedap alami seperti cabe (Capsicum sp) bawang putih (Allium sativum). disimpan selama tiga bulan dan dilakukan pengamatan jenis-jenis jamur yang dapat tumbuh dan mencemari setiap kelompok sambal kacang. garam. pertumbuhan dan koloni kedua jamur tersebut sulit dibedakan secara makroskopis karena warna yang hampir sama yaitu kuning kehijauan(2). Cemaran aflatoksin terbesar pada kacang pecah kemudian berurutan retak dan utuh(1) .niger Rhizopus sp Kacang retak Kacang pecah A. 2002 . apakah dapat menghambat timbulnya jamur penyebab aflatoksin yang tumbuh pada sambal kacang bila disimpan terlalu lama. retak dan pecah mengandung cemaran aflatoksin yang berbeda.

flavus. Sambal kacang retak pada pengamatan bulan pertama dan kedua belum ditumbuhi kedua jamur tersebut tetapi pada pengamatan bulan ke tiga bumbu A ditumbuhi Penicillium sp dan A. Penicillium sp yang termasuk jenis jamur gudang makin meningkat bila dibanding dengan bulan ke-1. flavus. demikian pula halnya dengan laporan tingkat pencemaran oleh jamur Aspergillus sp pada sebagian bahan makanan khususnya sambal kacang yang sering dikonsumsi oleh masyarakat.Kasus aspergillosis belum banyak dilaporkan. glaucus Rhizopus sp Geotrichum sp Bumbu B A. glaucus Rhizopus sp Khamir Bumbu B A. Sampai bulan ke tiga jenis jamur penghasil aflatoksin seperti A. Hal tersebut diduga karena bumbu alami ternyata dapat membunuh atau menekan pertumbuhan jamur A.glaucus Geotrichum sp Mucor sp Rhizopus sp Fusarium sp Penicillium sp A. glaucus Kacang retak A.niger A. asam. 2002 45 . kencur.niger A. sambal kacang dari kacang yang retak maupun pecah mulai dari bulan pertama baik dengan perlakuan bumbu A maupun bumbu B. glaucus Rhizopus sp Khamir A. niger A. niger Rhizopus sp kontrol. glaucus Fusarium sp A.niger A. Bumbu alami tersebut mengandung minyak atsiri yang dapat menghambat pertumbuhan jamur sehingga sambal kacang lebih tahan dari cemaran aflatoksin.niger Rhizopus sp Mucor sp Geotrichum sp A. begitu juga jenis Geotrichum candidum.flavus Moniliela sp A.niger A. diduga jamur Fusarium sp berasal dari tanah tempat kacang tersebut ditumbuhkan(2). Penicillium sp mulai tumbuh pada perlakuan A. tetapi pada sambal bumbu B belum. Sampai bulan ke tiga jenis jamur Rhizopus sp ditemukan pada semua perlakuan yang menggunakan bumbu A maupun B karena bumbu-bumbu alami tersebut mengandung minyak atsiri atau minyak terbang yang dapat menghambat timbulnya jenis jamur tertentu kecuali Rhizopus sp yang tahan terhadap minyak atsiri. Fusarium sp mulai tumbuh pada sambal kacang perlakuan kontrol dan kacang retak sejak bulan pertama. Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama 3 bulan pada suhu kamar Bentuk fisik Kacang Kacang utuh Jenis jamur yang ditemukan Kontrol Syncephalastrum sp A. diduga Penicillium sp. Tabel 3. flavus belum ditemukan pada perlakuan bumbu B yaitu penggunaan bumbu-bumbu alami.niger Penicillium sp Rhizopus sp Moniliella sp Kacang retak Hasil pengamatan pada bulan ke-2 (Tabel 2) menunjukkan bahwa pertumbuhan jamur jenis A.niger Mucor sp Geotrichum sp A. glaucus Khamir Geotrichum sp A. Sambal kacang pecah perlakuan kontrol pada bulan pertama sudah ditumbuhi A. glaucus Penicillium sp Geotrichum sp Rhizopus sp Mucor sp A.flavus Fusarium sp A. jamur ini berasal dari tanah dan udara.niger Rhizopus sp Khamir Kacang pecah A. flavus dan Penicillium sp tetapi pada perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B belum.niger A. niger.niger Rhizopus sp Mucor sp Penicillium sp Khamir A. Pada pengamatan bulan ke dua pada perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B sudah dijumpai Penicillium sp. niger Rhizopus sp A. niger A. merupakan kontaminan yang dapat menimbulkan penyakit jamur pada alat pencernaan dan paru-paru anjing. jeruk purut. Hal ini mungkin karena sambal kacang bumbu B mengandung bumbu alami seperti bawang putih.niger A. Cermin Dunia Kedokteran No. Sambal kacang yang terbuat dari kacang tanah pecah dengan bumbu A sudah ditumbuhi jamur A.glaucus Khamir Mucor sp Rhizopus sp Fusarium sp Penicillium sp A.flavus Penicillium sp Rhizopus sp Mucor sp A.parasiticus Moniliela Bumbu A A. tersebut berasal dari gudang penyimpanan karena Penicillium sp tergolong sebagai jamur gudang(3. Rhizopus sp.flavus Penicillium sp Moniliella sp Fusarium sp Rhizopus sp A. flavus dan Penicilium sp sudah mulai tumbuh subur pada perlakuan kontrol dan perlakuan bumbu A sedangkan jenis A. Dari data di atas dapat diambil kesimpulan sementara bahwa bumbu-bumbu alami yang mengandung minyak atsiri sangat baik untuk digunakan sebagai bumbu masak.flavus Penicillium sp Fusarium sp Rhizopus sp Bumbu A A.glaucus A.flavus A.niger Scopulariopsis sp Geotichum sp A.niger Rhizopus sp Fusarium sp Kacang pecah A. sedangkan pada bumbu B belum. Tabel 2.4). burung dan manusia. Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama 2 bulan pada suhu kamar Bentuk fisik Kacang Kacang utuh Jenis jamur yang ditemukan Kontrol Syncephalastrum sp A. Mucor sp.flavus Penicillium Fusarium sp A. 135.niger Penicillium sp Rhizopus sp Fusarium sp KESIMPULAN Sambal kacang utuh sampai bulan ke tiga tidak mengandung jenis A. flavus yang sangat toksik. flavus dan Penicillium sp.

Bumbu alami yang digunakan dalam penelitian ini sebagian besar mengandung minyak atsiri yang dapat menghambat pertumbuhan jamur penghasil aflatoksin. Kauffman HH. Isolasi kapang khusus penghasil toksin. Minn 1969. Nunik St Aminah. Van Oorschot CAN.KEPUSTAKAAN Pada pengamatan bulan ke tiga. Maj Kes Mas Indon 1998. 2. 2002 . Nunik St Aminah. 135. XXV (12): 841-3. Univ. tetapi pada bumbu B hanya ditumbuhi Penicillium sp. Minnessota Press. 1. 4. Marjan Soekirno.. Centraalbureau voor schimmelcultures. Grain storage. Christensen CM. the role of fungi in quality loss.flavus dan Penicillium sp. 1984. pada bumbu A ditemukan A. Introduction to foodbome fungi. 46 Cermin Dunia Kedokteran No. Majalah Kesehatan Masyarakat Indon 1998. Jamur perusak pada koleksi serangga dan mamalia di laboratorium. Joko Waluyo. XXVI (2): 74-6. Hoekstra ES. 3. Samson RA. Institute of the Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences.

Kelik MA. sumur terbuka. kolam. dan 50 sampel (21. Kes/IX/1990. sumur artesis. sehingga menimbulkan masalah berupa penampilan fisik air yang mengganggu. pertanian. Kadar mangan rata-rata 0. kesehatan. 89 sampel (35. Ani Isnawati Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi. PENDAHULUAN Air merupakan salah satu materi alam yang penting dalam kehidupan manusia karena dapat dipergunakan untuk keperluan rumah tangga. sedangkan yang tidak memenuhi syarat air bersih antara 0. peternakan. mangan bisa membentuk oksida yang tidak larut dan menghasilkan endapan. 2002 47 .43 ppm dengan kadar rata-rata 0.HASIL PENELITIAN Gambaran Kadar Mangan (Mn) pada Sumber Air Rumah Tangga di Jabotabek studi kasus pemeriksaan air di Puslitbang Farmasi Ni'mah Bawahab.67 ppm. Pemeriksaan kadar mangan dalam air dilakukan dengan metode kolorimetri terhadap sampel dari contoh air yang diajukan penduduk di wilayah Jabotabek. Mangan merupakan salah satu logam yang banyak dijumpai di kulit bumi dan sering terdapat bersama besi. Dalam jumlah tertentu dengan pemajanan oksigen. Sampai saat ini tidak terdapat bukti yarig meyakinkan tentang toksisitas pada manusia yang berkaitan dengan konsumsi mangan dalam air Cermin Dunia Kedokteran No.9%) tidak memenuhi syarat air minum. sehingga kadar mangan dalam air dapat mencapai Dibacakan pada seminar Lustrum IX Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan Kongres I KABIOGAMA miligram/liter. Penggunaan air rumah tangga khususnya sebagai air minum. Sumber air yang dipergunakan di rumah tangga biasanya berasal dari PDAM. Bukti neurotoksik mangan terlihat pada para penambang yang terpajan debu Mn dalam jangka panjang. Di antara yang tidak memenuhi syarat air minum berasal dari wilayah Jakarta Timur 14 sampel (28%). Kecepatan absorbsi dapat bervariasi menurut bentuk kimiawinya dan keberadaan logam-logam lain seperti besi dan tembaga pada makanan. Badan Penelitian dan Pergembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. mandi dan mencuci. mata air dan lain-lain. perikanan dan industri.34 ppm.1 %) di antaranya disebabkan karena tidak memenuhi persyaratan kadar mangan. Jakarta ABSTRAK Gambaran kadar mangan (Mn) pada sumber air rumah tangga di Jabotabek bertujuan untuk mengetahui jumlah sampel dengan kandungan mangan (Mn) yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih. dari wilayah Bekasi 13 sampel (26%) dan 46 sampel (92%) tidak memenuhi persyaratan air minum berasal dari sumber air jenis sumur pompa.91 ppm. Dalam air minum diperlukan sejumlah mineral sebagai trace element untuk proses metabolisme tubuh. sumur pompa. masak. Dari 237 sampel air yang diperiksa. dengan perkiraan kebutuhan mangan untuk nutrisi harian antara 30-50 ug/kg bobot badan.1. Mangan terlarut dalam air tanah dan air permukaan yang miskin oksigen. Persyaratan air minum dan air bersih ditetapkan berdasarkan Permenkes RI No. 416/Men. 135.

Dititrasi cepat-cepat dengan larutan permanganat yang akan distandarisasi sampai titik akhir. BAHAN DAN CARA Bahan Kalium permanganat (KMNO4) Standar 0.7%). larutan tidak berwarna Mn (negatif). 9. mata air dan sumber-sumber lain.2 21. g Na2C2O4 Normalitas KMnO4 = (A-B) x 0.06701 A = ml titrasi sampel B = ml titrasi blanko Pemeriksaan Kadar Mangan (Mn) dalam air 100 ml bahan sampel. sedangkan untuk air bersih 0.4%). 48 Cermin Dunia Kedokteran No. 2) Menetapkan jumlah rata-rata kadar mangan (Mn) yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih menurut Permenkes No.8 4.01 N Asam Sulfat (H2SO4) 4 N Larutan Asam Nitrat (HN03) 8 N Perak Nitrat (Ag N03) 2% Kalium Peroxodisulfat (K2 S2O8) Natrium Oksalat (Na2 C2O4) Sampel Contoh air yang diajukan penduduk wilayah Jabotabek untuk diperiksakan di Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi tahun 1999. Bila perlu isi Erlen Meyer dipanaskan selama titrasi berlangsung.9 11. Tetapi bukti percobaan pada binatang menunjukkan Mn dalam air minum bersifat neurotoksik. Persyaratan air bersih: apabila kadar maksimum mangan (Mn) yang diperbolehkan 0. Kemudian ditambah 100 ml akuades dan dipanaskan sampai 90°C-95°C. Contoh air diperoleh dari berbagai sumber yaitu PDAM. Perhitungan : Kadar Mn = 1000 X a ml 0. Blanko dilakukan dengan aquades dan H2S2O2. mandi dan cuci. 2002 . yang tetap tampak selama 1 menit. Untuk mengetahui berapa banyak sampel air dengan kadar mangan yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum dan air bersih berdasarkan peraturan di atas. Tabel 1. 3. HASIL Jumlah asal sampel yang diajukan penduduk untuk diperiksakan di Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi pada tahun 1999 dapat diketahui pada tabel 1. biasanya berasal dari berbagai sumber air. 135. Wilayah Jakarta Pusat Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Barat Jakarta Utara Bekasi Depok Tangerang Bogor Jumlah Jumlah 22 42 35 10 52 34 26 8 8 237 % 9. Masukkan secara kuantitatif dalam tabung Nessler. 7. Adapun sumber-sumber air tersebut dapat dilihat pada tabel 2. sampai tanda dan digojok. Hasil pemeriksaan kadar mangan dapat diketahui pada tabel 3. Sejumlah 237 sampel diperiksa kadar mangan dalam air dengan metoda kolorimetri dan ditentukan persyaratan air minum dan air bersih menurut kriteria Permenkes No.4 100 Wilayah sampel air terbanyak dari Jakarta Utara (21. berwarna ungu Mn (positif). 1. Konsentrasi diperoleh dengan membandingkan warna dengan standar. tambah 5 ml H2SO4 4 N dan 4 ml N HNO3 dan 4 ml AgNO3 2% dan 1 gram K2S2O8 panaskan. 410/Men.2%) dan dari PDAM 72 sampel (30. 8. 416 tahun 1990. Jakarta. sumur artesis.1 ppm. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes. Suhu dijaga jangan sampai turun di bawah 85° C. 6. No. maka dilakukan pengamatan pemeriksaan mangan pada sampel dari contoh air yang diperiksakam di Laboratorium Kimia Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi. berdasarkan wilayah dan sumber air.5 ppm. Peralatan Pipet ukur Tabung Nessler dan alat gelas yang lain.1N Ditimbang dengan tepat Natrium oksalat anhidrat (Na2 C2O4) diantara 200-400 mg (dibuat beberapa sampel). 410/Men Kes/Per/IX/1990. Penggunaan air di rumah tangga khususnya diperuntukkan sebagai air minum.5 ppm. maka ditetapkan persyaratan Mn pada air minum dan air bersih berdasarkan ADI (acceptable daily intake) orang dewasa menurut peraturan Menteri Kesehatan RI No. masingmasing dimasukkan ke dalarn Erlen Meyer 250 ml. 416 tahun 1990.6 11. TUJUAN PENELITIAN 1) Menetapkan jumlah sampel yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih mengenai kadar mangan menurut Permenkes No.01 N KMn X 11 X f KMn 04 100 100 Penetapan Persyaratan air minum dan air bersih Air minum dan air bersih ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Persyaratan air minum: apabila kadar maksimum mangan (Mn) yang diperbolehkan 0. KeS/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat dalam pengawasan kualitas air : syarat kadar maksimum mangan (Mn) yang diperbolehkan untuk diminum 0. 5. kolam.9%) kemudian diikuti oleh wilayah Jakarta Timur (17.1 ppm.3 17.7 14. sumur pompa. 2. sumur terbuka.4 3.minum.6 3. Jumlah dan frekuensi sampel berdasarkan wilayah asal sampel air pada tahun 1999. Cara Kerja Standarisasi larutan standar KMnO4 0. 416 tahun 1990. yaitu merah muda. kemudian didihkan selama 5 menit. 4. Jumlah sampel terbanyak berasal dari sumur pompa 138 sampel (58.

9 7.1%) tidak memenuhi syarat kadar mangan untuk air minum dan 17 sampel (7. tetapi yang tidak memenuhi syarat air minum hanya 1 sampel (2%). PDAM meskipun jumlah sampel kedua terbanyak.17%) tidak memenuhi syarat air bersih.8 0. 6.2%) dari sejumlah 237 sampel.2% dan PDAM 30.Kes/Per/IX/1990.2 4. 5. 3. 9. 416 tahun 1990. 7.12 0. Men. Kadar rata-rata mangan (Mu) untuk yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum dan air bersih. 5. karena cara mendapatkan sampel dan jumlah sampel tidak sama atau memadai antara beberapa wilayah. Sedangkan jumlah sampel wilayah Bekasi yang tidak memenuhi syarat air bersih 6 sampel (35. Sejumlah 50 sampel (21.50 1.26 Nilai minimum 0.91 Std. Tabel 6. Sumber air paling banyak sebagai sampel adalah sumur pompa 58..67 Nilai maksimum 0. 2. 8.4 100 Perhitungan selanjutnya adalah menetapkan jumlah sampel air yang memenuhi syarat maupun yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih. 3.43 No. Jumlah Sampel No.4%.34 0. 3. Jumlah sampel berdasarkan wilayah dan kriteria Per.Tabel 2. diikuti oleh wilayah Jakarta Timur 17. Jumlah dan frekuensi sampel berdasarkan sumber air. 3.18 0. 7.29%) dan wilayah Jakarta Timur 5 sampel (29. sehingga kadar mangan dalam berbagai sumber air tergantung dari daerah/jenis tanah tersebut. Kes 416/Men. 4. No. 7. 4. 6. 3. Deviasi 0. Hasil pemeriksaan kadar mangan Memenuhi syarat air minum Memenuhi syarat air bersih Tidak memenuhi syarat air bersih Jumlah Jumlah sampel 187 33 17 237 Persentase (%) 78. Tabel 4. Kriteria Permenkes No. 1. 2.6 58. 6. Jumlah Sampel No. 1.9%) dan tidak memenuhi syarat air bersih 17 (7. Sumber Air PDAM Sumur terbuka Sumur pompa Sumur artesis Kolam Mata air Lain-lain Jumlah Jumlah 72 11 138 11 2 2 1 237 Persentase % 30. Adapun data jumlah yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat baik air minum maupun air bersih diketahui pada tabel 4. Tabel 5. 1. 1. Dari hasil pemeriksaan kadar mangan berdasarkan wilayah asal sampel yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih terbanyak adalah wilayah Jakarta Timur dan Bekasi. Jakarta Utara dengan jumlah 21.6 0. Cermin Dunia Kedokteran No. karena dari hasil pemeriksaan secara keseluruhan belum menggambarkan bahwa daerah-daerah tertentu merupakan daerah yang banyak mengandung mangan.9 13.8 0. 2.4 4. Men. PEMBAHASAN Mangan merupakan mineral yang terdapat di kulit bumi dan dapat terlarut pada air tanah. 5. Wilayah Jakarta Pusat Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Barat Jakarta Utara Bekasi Depok Tangerang Bogor Jumlah Keterangan : MS = memenuhi syarat TMS = tidal menenuhi syarat MS air minum 19 28 27 7 50 21 24 5 6 187 MS air bersih 2 9 6 3 2 7 1 3 33 TMS air bersih l 5 2 6 1 2 17 Total 22 42 35 l0 52 34 26 8 8 237 Jenis sumur pompa merupakan jumlah terbanyak yang tidak memenuhi syarat air minum yaitu 46 sampel (92%) dan 16 sampel (32%) tidak memenuhi syarat air bersih. 2. KESIMPULAN 1. 2.41%). No. Tetapi selain kedua wilayah tersebut bukan berarti wilayah lain tidak mengandung mangan. Kadar rata-rata mangan dalam sampel air yang tidak memenuhi syarat air minum maupun air bersih adalah sebagai berikut: (tabel 6). 2002 49 . Sumber Air PDAM Sumur terbuka Sumur pompa Sumur artesis Kolam Mata air Lain-lain Jumlah MS air minum 71 8 92 11 2 2 1 187 MS air bersih 1 2 30 33 TMS air bersih 1 16 17 Total 172 11 138 11 2 2 1 237 Tabel 3. 135. Tidak memenuhi syarat air minum berarti mencakup jumlah memenuhi syarat air bersih ditambah dengan yang tidak memenuhi syarat air bersih. Kes mengenai kadar Mn berdasarkan sumber air. 4. Penentuan lebih lanjut adalah menetapkan jumlah sampel yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih berdasarkan wilayah sampel berasal.2 100 Tidak memenuhi syarat air minum mengenai kadar mangan 33 (13. 410/1990 Air minum Air bersih Kadar ratarata (Mn) 0.9% merupakan wilayah asal sampel terbanyak. 2. 1. Hasil pemeriksaan kadar mangan (Mn) menurut Permenkes No. Kriteria Per.7%. Dari tabel diketahui bahwa wilayah Jakarta Timur mempunyai jumlah sampel terbanyak tidak memenuhi syarat air minum 14 sampel (28%) dan Bekasi 13 sampel (26%).

1994. Environmental Health Criteria 17. 3. Departemen Kesehatan RI. Makalah Seminar Sehari Pengkajian Parameter Kualitas Air dalam Permenkes No. Makalah Seminar Sehari Pengkajian Parameter Kualitas Air dalam Permenkes No. 2002 . 5. KEPUSTAKAAN 1. Berita Negara RI 1990. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 5. Pengolahan dan produksi air minum. Sumber air untuk jenis sumur pompa 46 sampel (92%) tidak memenuhi syarat air minum dan tidak memenuhi syarat air bersih 16 sampel (32%).4. Pengkajian kualitas sumber air sebagai sumber baku air minum di Indonesia. Perusahaan Air Minum DKI Jakarta. Harsanto BJE. April 1987. Terangna N. WHO Manganese. United Nation Environment Programe. 1994. 416 tahun 1990. 50 Cermin Dunia Kedokteran No. 416/Menkes/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum. 135. Jakarta. 4. 416 tahun 1990. air. International Labour Organisation and The World Health Organization. Kemampuan laboratorium pada pemeriksaan parameter kimia organik air minum dan air bersih. 2. Jakarta. Wilayah Jakarta Timur merupakan asal sampel terbanyak yang tidak memenuhi syarat air minum 14 sampel (28%) dan Bekasi 13 sampel (26%). Geneva: 1981.

Nyeri kepala yang disertai demam. gangguan kesadaran atau fungsi luhur. mual dan muntah. 3. jika tidak ditemukan kelainan/penyebab sistemik/ infeksi yang dapat menyebabkannya. 2002 51 . Nyeri kepala yang berangsur memberat dalam beberapa hari/minggu. keluhan semacam ini dapat disebabkan oleh massa intrakranial atau penggunaan zat/obat tertentu. mungkin diperlukan pemeriksaan/ screening darah dan/atau pencitraan otak/susunan saraf pusat. 5. dengan ataupun tanpa obat meskipun bisa kambuh lagi di lain waktu. dalam hal ini pikirkan kemungkinan lesi desak ruang/tumor otak. atau metastasis. yang jika tidak segera terdeteksi dapat menjadi makin parah dan lebih sulit diobati. kadang-kadang ringan dan hilang dengan sendirinya. tetapi sebagian lagi dapat merupakan gejala awal dari suatu kelainan otak/susunan saraf yang lebih serius. tetapi bisa juga sampai berhari-hari. 135. pikirkan kemungkinan infeksi susunan saraf pusat atau penyakit kolagen. 2. stroke atau penyakit kolagen. Bagaimana membedakan nyeri kepala yang ‘biasa’ dengan nyeri kepala yang ‘berbahaya’? 1. atau kaku kuduk. Brw Cermin Dunia Kedokteran No. Pemeriksaan yang dapat berguna antara lain pemeriksaan darah dan/atau pencitraan otak/susunan saraf pusat. pemeriksaan penunjang yang berguna ialah laju endap darah dan pencitraan otak/susunan saraf pusat. Sebagian besar nyeri kepala akan hilang/sembuh. Nyeri kepala mendadak dan berat tanpa gejala awal – pikirkan kemungkinan perdarahan subarakhnoid. dugaan ini harus dibuktikan dengan pemeriksaan punksi lumbal dan/atau pencitraan otak/ susunan saraf pusat. Nyeri kepala pada pasien AIDS atau kanker dapat merupakan gejala meningitis atau abses otak. 6. 4. Jika nyeri kepala mulai diderita setelah usia 50 tahun – waspada terhadap kemungkinan arteritis temporalis atau lesi desak ruang/tumor otak. Pemeriksaan yang perlu segera dilakukan ialah pencitraan otak/susunan saraf pusat dan/atau punksi lumbal.Kapsul NYERI KEPALA – BERBAHAYAKAH ? Semua orang pasti pernah merasakan nyeri kepala. malformasi arteriovena. Nyeri kepala yang disertai dengan gejala neurologik fokal seperti papiledema. bahkan disertai gejala lain seperti mual dan/atau muntah. pecahnya malformasi arteriovena atau massa intrakranial terutama di fossa posterior.

Sp. P dengan sekretaris Dr. levofloxacin yang termasuk golongan flouroquinolone mempunyai aktifitas antibakterial 2 hingga 4 kali dari obat lain yang segolongan yaitu ofloxacin. diselenggarakan simposium dengan topik Sequential Therapy as A New Paradigm in Lower Respiratory Tract Infection Management. Arini menjelaskan bahwa saat ini. Prof. influenzae. yaitu bila sistem pencernaannya sudah berfungsi baik dan tidak ada rasa mual atau muntah lagi.6 % tidak berubah dan 5% adalah hasil metabolismenya (metabolit). (2) penurunan jumlah sel darah putih dan (3) tidak ada demam dalam 2 kesempatan yang berbeda selama 8 jam (meskipun yang terakhir ini tidak mutlak atau indikasi relatif). H.Infeksi saluran urinarius termasuk pyelonefritis yang disebabkan oleh E. telah disetujui untuk mengobati Community Acquired Pneumonia (CAP) yang disebabkan oleh Drug Resistant Streptococcus Pneumoniae (DRSP). B. pneumoniae. pneumoniae. Sp P. Artinya meskipun dilakukan perpindahan (switch) metode pemberian obat dari intravenous (iv) ke oral. Dari sisi obat Bisa dilakukan pengubahan sediaan jika obat oral tersebut mempunyai aktifitas luas spektrum yang sama dengan obat intravenous. Ada beberapa kriteria pelaksaanaannya. Makin cepat terjadi perpindahan kemasan obat (switch) makin baik. Oleh karena itu tidak perlu penyesuaian dosis pada penderita gangguan hati. K. H. pneumoniae. University of Arizona College of Medicine. . H. Proteus mirabilis. Hadiarto Mangunegoro. 135. Mengenai sediaannya. 2002 . Ps. Staph. Kondisi pasien Switch bisa dilakukan kalau secara klinik. Namun jika kuman patogennya telah diketahui maka obat penggantinya haruslah mempunyai spektrum dan sensitifitas yang paling sempit. M. C. Perlu juga memperhatikan bioavailabilitas yang konsisten agar kadar obat tetap dalam darah. baik oral maupun intravenous sudah tersedia. M.RTIs/SSTIs : 50 – 80 ml/min No dosage adjustment No dosage adjustment 20 – 49 ml/min 500 mg 250 mg q 24 h 10 – 19 ml/min 500 mg 250 mg q 48 h (1/4 do) Hemodialysis 500 mg 250 mg q 48 h (1/4 do) CAPD 500 mg 250 mg q 48 h (1/4 do) .Tjandra Yoga Aditama. Tucson.Community Acquired Pneumonia (CAP) oleh: Strept. Untuk usia tua. Dr.Kegiatan Ilmiah SEQUENTIAL THERAPY AS A NEW PARADIGM IN LOWER RESPIRATORY TRACT INFECTIONS MANAGEMENT Bertempat di Hotel Kempinski Jakarta tanggal 2 Maret 2002. H. dosis disesuaikan berdasarkan klirens kreatinin (Tabel 1). Pasien akan lebih patuh jika obat tersebut mempunyai efek samping yang minimal. Indikasi yang lain adalah pasien sudah mempunyai kemampuan untuk mengkonsumsi obat secara oral. Berbeda dengan step-down therapy. 52 Cermin Dunia Kedokteran No. 79. dengan syarat kuman spesifiknya belum diketahui. M. misalnya pada CAP : (1) berkurangnya batuk dan sesak. Clinical Director of Medicine and Subspecialities VAMC. Simposium yang berakreditasi IDI yang dihadiri lebih dari 200 peserta.Infeksi kulit dan jaringan lunak karena Staph. namun tidak terjadi penurunan kadar zak aktif dalam darah. influenza. Priyanti ZD. catarrhalis . Arizona. pyogenes. aureus. Enterococcus faecalis. Menurut Arini. berdasarkan kondisi pasien dan sediaan obat oral tersebut. Metabolisme dan Ekskresi Hampir seluruh ekskresi dilakukan melalui ginjal. Dalam 24 jam ekskresi via ginjal ini. Arini Setiawati. Michael P Habib MD.Complicated UTI/ Pyelonephritis : > 20 ml/min No dosage adjustment No dosage adjustment 10 – 19 ml/min 250 mg 250 mg q 48 h Switch Therapy Switch therapy berarti mengubah sediaan obat dari intravenous ke sediaan oral. Selain itu. M. . Dosis Levofloxacin berdasarkan klirens kreatinin Klirens Kreatinin Initial Dose Maintenance Dose . Karena itu. menampilkan pembicara Dra. levofloxacin diposisikan sebagai a new respiratory (antipneumococcal) flouroquinolone. dalam terapi sequential. Dr. paruh waktu yang panjang (bisa diminum sekali atau dua kali sehari). dan mempunyai interaksi obat yang minimal. levofloxacin oleh American Thoracic Society tahun 2001. parainfluenza. aeruginosa. Levofloxacin : Pharmacology and Switch therapy Pembicara pertama. Legionella pneumophila. coli. Aktifitas antibakterial Indikasi levofloxacin adalah untuk mengobati penyakit-penyakit seperti: . Dra. Menurut Dosen Farmakologi UI tersebut.Sinusitis akut yang disebabkan oleh : Strep. . Staph. Enterobacter cloacae. catarrhalis. Arini Setiawati. dari Departemen Farmakologi. aureus. Ph D menampilkan makalah dengan judul Levofloxacin : Pharmacology and Switch therapy. tidak terjadi penurunan dosis. Tabel 1. Dan karena profil farmakokinetiknya serupa maka bisa dilakukan terapi sequential. SpP(K) dari RS Persahabatan dan pembicara tamu.Acute Exacerbations of Chronic Bronchitis (AECB) yang penyebabnya adalah : Strep. kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat tersebut harus diperhatikan. A. Berikut disampaikan ringkasan dari simposium yang dimoderatori Dr. Strept. Ph D. karena bisa menghemat biaya dan mengurangi risiko komplikasi di tempat suntikan. pneumoniae. aureus. pneumoniae. Universitas Indonesia. pasien sudah stabil yang bisa diketahui dari (1) kondisi pasien menunjukkan peningkatan perbaikan klinik. pneumoniae. Klebsiella pneumoniae. catarrhalis. influenza.

Biaya rawat inap penyakit ini. menjadi pembicara kedua.kalbe. tidak ditemukan efek yang berat pada hati ataupun pada sistem pelistrikan jantung seperti QT prolongation.900 pasien yang menderita infeksi saluran napas. Pengobatan berdasarkan empirik Penelitian Pneumonia di RS Persahabatan Jakarta Dalam presentasi tersebut. Acara ini diikuti oleh sekitar 650 peserta terdaftar dari seluruh penjuru tanah air. MataramNTB.Hu. Berbeda dengan angka kejadian yang sering diceritakan dalam buku ajar luar negeri. yang merupakan penyebab yang penting dari CAP. Kesimpulannya.01%. bakteri utama penyebab infeksi saluran napas bawah. lebih baik menggunakan ciprofloxacin. Berbeda dengan Trovafloxacin dan Sparfloxacin. Adapun beberapa isu saat ini yang penting untuk diketahui dalam menangani pneumonia seperti: 1.5 %) dan Pefloxacin (8%) ternyata efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit yaitu hanya 3. Keputusan merawatinapkan atau merawatjalankan pasien merupakan suatu keputusan klinik yang penting.1 – 2.3 % . Perubahan demografis.id > Doctor > Seminar : 7th Asian Research Symposium in Rhinology. Acinobacter.. Selain itu pula. fluoroquinolon adalah antibiotik yang mempunyai aktifitas bakteriosid yang baik untuk kuman yang bertanggung jawab pada infeksi-infeksi saluran napas bagian bawah. Semarang. Dari jenis-jenis flouroquinolone. Yogyakarta dan Jawa Timur diluar Surabaya. dan kolitis pseudomembran (< 0.1 % . DM dan penyalahgunaan obat.5 hingga 2. mengurai mengenai penelitian efikasi Ofloxacin injeksi pada pengobatan LRTI di RS Persahabatan pada tahun 1997. Penderita pneumonia meningkat jumlahnya pada lanjut usia dan mereka yang tergolong imunokomprimais. Obatobat infus bukanlah obat yang tergolong murah. mulai dari rinosinusitis.3 –26.1 % . Pain 1.Flatulence 1. Dadang.9%).4 hari plus minus 2. tutup Guru Besar dari Universitas Arizona ini. D dan Dr. Dalam penelitian yang diberikan pada 25 pasien rawat inap ini rata-rata pemberian ofloxacin iv adalah 4.0 – 1. Pertemuan Ilmiah Paru Milenium 2002.Somnolence 2. Efek samping pada susunan saraf pusat yaitu seizures terjadi pada kurang dari 0.Liver Dysfurction 4. serta seorang pakar dari Cina yaitu Prof. hanta virus. Clinical Efficacy and Safety of Fluoroquinolones Pembicara terakhir adalah Michael P Habib MD. dan lain-lain. Reaksi hemolitik bisa terjadi pada pasien-pasien defisiensi G6PD. P. Sedangkan Trovafloxacin penggunaannya sangat terbatas. Hubungan Levofloxacin dan Ofloxacin Levofloxacin diketahui dua kali lebih poten dibandingkan ofloxacin.9 % . 2. 5.Pasien dengan 500 mg od 5. alergi. Ciprofloxacin (5.5 % pasien.3%. ternyata kuman gram negatif sebagai penyebab pneumonia lebih banyak (64%) dibandingkan dengan kuman gram positif (34%). Dalam hal ini saran Guru Besar Penyakit Paru. Cermin Dunia Kedokteran No.2 % .efek samping dan interaksinya minimal Tolerabilitas dari jenis-jenis flouroquinolone Dibandingkan dengan flouroquinolone yang lain seperti Ofloxacin (4. 3.7 % Sebanyak 1.bioavailabilitas (consistent drug level) oralnya hampir 100%. Kontraindikasi Pemberian levofloxacin sebaiknya tidak dilakukan pada mereka yang hipersensitif terhadap quionolon. 4. Bali 19-21 Februari 2002 Simposium internasional mengenai dispepsia ini didahului dengan sesi meet the expert sebelum dibuka secara resmi. Rekaman peserta menunjukkan berasal dari Jakarta. penderita kanker. ada beberapa yang sudah ditarik dari peredaran karena ditemukan efek samping seperti temofloxacin. Levofloxacin is the fluoroquionolone with the longest track record and best safety profile. Menurut Guru Besar Spesialis Paru ini. HIV.1 – 3. Sedangkan isu-isu lain sehubungan dengan pneumoni adalah: 1.Abdom. Obat ini hadir karena banyak kuman telah resisten terhadap penisilin misalnya Streptococcus pneumoniae. Bali 15 . Kuta Bali. saluran kemih.5 % tidak meneruskan terapi. 20 kali lebih besar dari biaya rawat jalan. sparfloxacin. Antimikroba ini juga mempunyai efek sangat baik terhadap bakteri atipikal seperti Legionella pneumophila.L pneumophila). Sp P(K) dari RS Persahabatan Jakarta.J. membahas topik-topik yang sangat luas di bidang rinologi. Data menarik juga terungkap dalam penelitian tersebut. mempunyai riwayat gangguan tendon akibat fluoroquinolone. baksil gram negatif: Pseudomonas aeruginosa. Begitu juga dengan peningkatan enzim-enzim hati terjadi pada 1. grepafloxacin.6 % . pneumoniae yang resisten penicillin. tehnik-tehnik operasi. Hadiarto M.Thrombocytosis 7. Dharmika. Ditinjau dari sisi ekonomi kesehatan (perawatan yang cost-effective) diupayakan adanya pelayanan kesehatan berkualitas dengan biaya yang rendah.1 hari. Kuman patogen yang resisten dan baru.Insomnia 1. Dr.Nausea 1.1%).com. Denpasar. Saat ini bermunculan S. Surabaya. polip nasal. Menurut Michael P Habib. jika memungkinkan penderita pneumonia cukup rawat jalan saja. Kalimantan.malang. Slide presentation acara ini bisa diperoleh di http: //pdpi. Bisa memperkirakan hasil klinik pada pneumonia mempunyai pengaruh yang besar dalam penanganannya.17 Februari 2002 Pertemuan Ilmiah Paru Milenium 2002 (PIP-Milenium 2002) yang diselenggarakan bersama oleh PDPI Cabang Jatim dan Cabang Malang berlangsung dari tanggal 16 hingga 17 Pebruari 2002. Dari 2. Salah satu sesi yang menarik adalah mengenai The role of Cisapride in the management of gastroparesis yang dibahas oleh dua pakar dari Indonesia yaitu : Dr. [SIM]. Sulawesi. C pneumoniae.3%). Arthropathy pada anak dan dewasa tidak ditemukan.administrasinya sehari sekali .Levofloxacin oral Levofloxacin oral merupakan obat oral yang ideal untuk terapi penukar (switch therapy) levofloxacin infus karena memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: . Efek samping yang serius Ditemukan beberapa efek samping yang serius seperti tendinitis (< 0. Clinical Studies on Levofloxacin in the Treatment of LRTI in Persahabatan Hospital with Special Emphasis on Switch Therapy Dengan makalah yang berjudul : Clinical Studies on Levofloxacin in the Treatment of LRTI in Persahabatan Hospital with Special Emphasis on Switch Therapy. Sebaliknya ciprofloxacin tidak efektif terhadap kuman gram positif. Chlamydia pneumoniae dan Mycoplasma pneumoniae. wanita mengandung dan menyusui. Meskipun tidak ditemukan arthropathy pada anak-anak namun sebaiknya preparat ini tidak diberikan pada anak-anak dan remaja. 135. Prof. 3. pneumoniae. dan Ebola 4.Pasien dengan 250 mg od efek samping terjadi 4 – 4. Phototoxicity terjadi pada 0. kulit dan jaringan lunak yang diberikan terapi levofloxacin selama 5 .14 hari. Hadiarto Mangunegoro. karena biaya rawat inap yang mahal. Surabaya 16 . diperoleh efek samping seperti: .0 % . . penanganan keganasan. Medicine and Subspecialities SAVAHCS Tucson. epilepsi. levofloxacin mempunyai kemampuan penetrasi ke jaringan paru yang sangat baik dan dengan dosis tunggal sehari baik oral maupun parenteral.1 % . SIMPOSIUM LAIN Simposium lain yang selengkapnya bisa diakses di http: //www.Diare 1. MRSA.8 % hingga 6. Tidak diindikasikan untuk Pneumonia karena Pseudomonas Levofloxacin tidak diindikasikan untuk pneumonia karena kuman pseudomonas karena levofloxacin tidak efektif. Bandung. 2. Parameter yang paling penting dalam melakukan rawat inap adalah mencari faktor-faktor risiko yang bisa menyebabkan kematian.Pasien dengan 500 mg bd 22 –28.1% dan halusinasi pada kurang dari 0. Efek samping flouroquinolon Meskipun demikian bukan berarti obat ini tidak mempunyai efek samping. Arizona. M.16 Februari 2002 Kegiatan ilmiah ini berlangsung di Hotel Kartika Plaza. Ofloxacin iv yang diikuti dengan terapi oral menunjukkan hasil yang baik pada pasien rawat inap dengan diagnosa macam-macam pneumonia. pneumoniae) dan kuman atipikal (M.03% (bandingkan dengan Sparfloxacin yang mencapai 7. clinafloxacin. International Symposium on Dyspepsia.co.8 % Adapun jenis keluhan yang ditemui adalah . Sumatera. Keunggulan yang lain adalah aktifitas antibakterialnya lebih meningkat pada: gram positif (S. imunoterapi.01 %). Clinical Director. 2002 53 .8 % .

.co. PENYIMPANAN: Simpan pada suhu 15°-30° C. Tbk Gedung Enseval Jl. Cravit® efektif untuk bakteri Gram positif. Dosis pada pasien dengan fungsi ginjal normal adalah 500 mg sehari. Hati-hati pada pasien dengan gangguan sistem saraf pusat. KALBE FARMA. selama beberapa hari.v. LTD 14-10 Nihonbashi 3 – Chome Chou-Ku TOKYO 103-8234 – JAPAN Let him who gives say nothing. PERINGATAN dan PERHATIAN: Perlu penyesuaian dosis pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat. LEVOFLOXACIN INFUSION KOMPOSISI: Tiap botol 100 ml cairan infus Cravit® mengandung 500 mg levofloxacin (5 mg/ml). Cravit® i. EFEK SAMPING: Reaksi alergi pada kulit (gatal ruam kulit). pusing.v. diare. Acute Exacerbation of Chronic Bronchitis (AECB). KEMASAN: Boks. infeksi saluran kemih yang sulit penatalaksanaannya (termasuk pielonefritis). hubungi: PT.id Atas lisensi: DAIICHI PHARMACEUTICAL Co.Produk Baru Cravit® i. 135. FARMAKOLOGI: Cravit® adalah isomer optik S(-) ofloxacin yang memiliki spektrum anti bakteri luas. Fax (021) 428 73680 Home Page: http://www. 2002 . pengobatan dapat digantikan dengan Cravit® oral.v. and him who receives speak 54 Cermin Dunia Kedokteran No. DOSIS & CARA PEMBERIAN: Bioavailabilitas yang sama antara Cravit® tablet dengan i. adalah larutan infus siap pakai. Letejen Suprapto. memungkinkan pemberian dengan dosis yang sama secara bergantian. Jakarta 10510 PO Box 3105 JAK. Gram negatif (termasuk anaerob) dan atipikal. Umumnya lama pengobatan dengan Cravit® adalah 7-14 hari.: (021) 428 73888. nausea. botol @ 100 ml. INDIKASI: Cravit® diindikasikan untuk infeksi seperti Community-acquired Pneumonia (CAP). tergantung pada keparahan penyakit. Setelah pemakaian Cravit® i.v. infeksi kulit dan jaringan lunak yang disebabkan oleh mikroorganisme yang peka terhadap levofloxacin. Jakarta-Indonesia Telp. Cravit® tidak diindikasikan untuk pasien di bawah usia 18 tahun. Mekanisme kerjanya adalah dengan menghambat DNA gyrase sehingga bersifat bakterisidal.kalbe. dalam tempat tertutup Informasi lebih lanjut. gangguan tidur. dan harus diberikan secara lambat ke dalam vena.

Medika. Dengan internetpun. diperlukan modem agar bisa berinternet.majalah-farmacia. http://www.com .The Journal of the American Medical Association (JAMA). http://www.id/ .e-jima.co. yaitu yang ‘diimplant’ di komputer (modem internal).freemedicaljournals. informasi yang dimuat pada majalah CDK pun bisa diakses dari sana. Modem ini tidak mempergunakan kabel power supply. Semua itu bisa dilakukan tanpa beranjak dari komputer atau meja kerja. misalnya menyediakan suatu server komputer di Cikarang. seakan memasuki suatu lingkungan yang menyediakan segala hal.id .kalbe. bisa diperoleh informasi terkini dalam bidang kedokteran.org . Kemudian dengan menggunakan perangkat lunak (software) yg disebut browser menuju ke http://www. Seperti diketahui informasi yang diakses itu sebenarnya tersebar pada berjuta-juta komputer di seluruh dunia. http://bmj. PT Kalbe Farma. perangkat lunak maupun operatornya. http://www. Tentunya dalam hal ini saluran komunikasi seperti line telpon mutlak diperlukan.INTERNET UNTUK DOKTER INTERNET UNTUK DOKTER (Seri pertama) Kegunaan internet sudah dirasakan banyak pihak.alergi.id . Majalah Kedokteran Online Berikut disampaikan beberapa majalah / journal kedokteran yang sudah online: A.kalbe.fcgi . Malah kemungkinan artikel atau informasi yang dicari tersebut bisa diperoleh tanpa perlu membeli buku. http://groups. Misalnya. 135.nih. tidak demikian halnya jika itu dilakukan di internet. Masing-masing perusahaan bisa menyediakan informasi di komputer yang dikhususkan untuk itu.nlm. http://www.The Electronic Journal of The Indonesian Medical Association.British Medical Journal. jadwal simposium berikut resumenya. memang lebih praktis (dan umumnya lebih murah) menggunakan modem internal. Anda tak perlu repot-repot menelpon ke PT Kalbe Farma.com B.Alergika Online.pdat.Farmasia. Perangkat keras Sebenarnya perangkat keras yang diperlukan untuk berinternet hampir sama dengan perangkat keras pada komputer yang dipergunakan untuk menulis Refarat atau Laporan Kasus misalnya. para dokter bisa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman-teman sejawat yang seminat. carilah kecepatan modem yang paling tinggi (saat ini dengan koneksi dial up biasa) bisa diperoleh misalnya 56 KB. membeli buku kedokteran. yaitu suatu perusahaan yang menyediakan jasanya sebagai pintu gerbang kita memasuki internet. http://www. mencoba memberi informasi dari awal mengenai internet baik dari sisi perangkat kerat. dan yang terpisah dari komputer (modem eksternal). tentu komputer –secara otomatis. termasuk para dokter. Banyak journal kedokteran yang telah di-online-kan termasuk majalah CDK yang sedang Anda baca ini. Internet Service Provider Seperti yang dijelaskan di atas. Internet sama dengan alam/dunia maya Dunia internet sering disebut alam maya.co. dan lain sebagainya. Kabel dari telepon langsung dicolok ke komputer kita.PubMed. http://www. Tulisan yang akan disampaikan berseri ini. Perbedaannya. agar semua informasi yang disediakan oleh PT Kalbe Farma bisa diakses oleh para dokter dan netter (pengguna internet) dari mana saja.ncbi. Karena modem menggunakan line telepon. dari sisi koneksitas modem eksternal lebih baik. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di seri kedua. http://www.mendial nomor telepon tertentu. berkomunikasi dengan para teman sejawat. Modem Ada dua jenis modem. http://content. 2002 55 .The Lancet . Namun untuk mengakses informasi tersebut. Kalau untuk membeli buku kedokteran.healthinternetwork.Health Internet Work.Free Medical Journals. Modem adalah suatu alat yang membuat komputer kita bisa terhubung dengan komputer di tempat lain.co.yahoo.co.ama-assn.net . [Erik Tapan] Cermin Dunia Kedokteran No. Selain itu pula. diperlukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). hanyalah pada suatu perangkat yang disebut “modem”. mulai dari mencari informasi kedokteran. Informasi Situs Majalah Kedokteran non Indonesia .com/group/CDK-L Demikian informasi yang diberikan.Cermin Dunia Kedokteran. Apa saja bisa dilakukan. Begitu memasuki dunia internet. http://www. Dari sisi kepraktisan.com . Tetapi menurut informasi yang diterima.com/ . secara konvensional perlu ke toko buku.id/medika . Jawa Barat.gov/entrez/query. Informasi Situs Majalah Kedokteran Indonesia : . Nomor telepon yang dituju adalah nomor telepon Internet Service Provider (ISP). Tips yang lain dalam memilih modem.Komunitas pembaca Cermin Dunia Kedokteran. dengan berinternet bisa diperoleh informasi kedokteran terbaru. Untuk memulai berinternet.thelancet. melainkan cukup menelpon ke ISP Anda (semuanya sudah diinstal otomatis di komputer Anda).org/ C. http://jama.nejm. Lain-lain : .com/ . Pada website Kalbefarma tersebut.The New England Journal of Medicine. http://www.

Phyllantus amarus – mengandung zat aktif phyllantin dan hypophyllantin. J.37.49.6% (p<0. 95%CI: 0. 2002 . p<0.8% (p<0. DN&P 2001. HDL kolesterol sebesar 4.53.53. Lycium chinense dengan zat aktifnya zeaxanthin.003).07-1.04).98. diet dan kombinasi keduanya atas kadar lipid plasma. 95%CI: 1. Tanaman tersebut di antaranya : Silybum marianum – mengandung zat aktif silymarin yang telah dipasarkan dengan merk Lagalon®.62.005) dan risiko kematian akibat gagal pompa jantung (RR 1.001). Engl. N.2 mmol per hari) tetapi elskresi oksalat urine meningkat di kelompok rendah kalsium (rata-rata 5. di antaranya untuk gangguan fungsi hati. Sediaan antipsikotik jangka panjang lebih ideal dan disukai karena kepatuhan berobat di kalangan pasien skizofrenia sangat rendah. serta DIET KALSIUM DAN BATU SALURAN KEMIH Selama ini orang masih bertanyatanya mengenai hubungan antara asupan kalsium dari diet makanan dengan risiko batu kalsium di saluran kemih. 12 dari 60 pria dengan diet kalsium normal dan 23 dari 60 pria yang mendapat diet rendah kalsium (10 mmol Ca/hari).05).04). Para peneliti menyimpulkan bahwa di kalangan pria hiperkalsiuria dan batu oksalat rekuren pembatasan protein hewani dan garam dengan asupan normal lehih bermanfaat daripada diet rendah kalsium. selama masa tersebut 60 pria mendapat diet biasa dengan kandungan kalsium 30 mmol/hari. Penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa beberapa tanaman obat memang mengandung zat aktif yang mempunyai aktivitas hepatoprotektif. 135.7% (p=0.01). TANAMAN OBAT UNTUK HATI Tanaman obat sejak dahulu telah digunakan untuk berbagai penyakit. Selain itu beberapa sediaan kombinasi juga sedang diselidiki manfaatnya terhadap berbagai penyakit hepar. insulin serum turun sebesar 14. p<0.2 mg/80 umol perhari). p=0. Para dokter selama ini hanya mengenal sediaan naloperidol dekanoat sebagai antipsikotik jangka panjang.2%.7%. N. ditambah dengan sifat penyakitnya yang kronis. selanjutnya dari masing kelompok tersebut 30 orang mendapat simvastatin 20 mg/hari atau plasebo selama 12 minggu.001).8%.37. Selama follow up kadar kalsium urine turun di kedua kelompok secara nyata (170 mg. LDL kolesterol sebesar 10. dalam sediaan ini.2% (p=0. J. LDL kolesterol sel sebesar 29. beta karoten –19.4%. Eng1. Kadar glukosa tidak berubah di semua kelompok. Sedangkan simvastatin menurunkan kadar kolesterol total sebesar 20. 95%CI: 1.0% (semuanya p<0. Med. 2678: 19 Brw PROGNOSIS PAYAH JANTUNG Studi retrospektif atas 2568 pasien payah jantung yang diikuti selama 32 ± 15 bulan menunjukkan bahwa peningkatan tekanan vena jugularis meningkatkan risiko dirawat akibat payah jantung (RR 1.0% (p<0. Para peneliti di Italia meneliti masalah ini atas 120 pria penderita hiperkalsiuria dan batu oksalat rekuren selama 5 tahun.01).5% dan ubiquinol 10 sebesar 22. Picrorhiza kurroa – mengandung zat aktif picroliv.4 mg/60 umol perhari) sebaliknya turun di kelompok diet kalsium normal.32.ABSTRAK SIMVASTATIN UNTUK HIPERKHOLESTEROL Satu penelitian atas 120 pria hiperkholesterolemik di Finlandia bertujuan untuk menilai pengaruh simvastatin. p<0. meningkatkan kadar HDL sebesar 7. sedangkan 30 pria lainnya mendapat diet rendah kalsium (10 mmol/ hari).001) dan insulin serum sebesar 13. Sohisandra chinensis – mengandung zat aktif schisandrin. apolipo protein B sebesar 5.24-0. 14(6): 353-63 Brw RISPERIDON INJEKSI Risperdal® (risperidone) – suatu antipsikotik – dalam waktu dekat akan tersedia dalam bentuk sediaan suntikan depot.9% (p=0. menderita batu rekuren (RR=0. 2001. 346: 77-84 Brw 56 Cermin Dunia Kedokteran No. Scrip 2001. 95%CI: 1.08-1. Ternyata perlakuan diet dapat menurunkan kadar kolesterol total sebesar 7. Andrographis paniculata – mengandung zat aktif andrographolide.02) dan alfa tokoferol sebesar 3. apolipoprotein B – 22.11-1. Sejumlah masingmasing 60 orang diberi diet biasa dan diet mengandung lemak jenuh dan trans-unsaturated fat kurang dari 10%. risiko kematian atau dirawat (RR 1. 2002./4. Med.0% (p=0. Glycyrrhizae radix-mengandung zat aktif glycytinic acid dan glycyrrhizin. alfa tokoferol –16. trigliserid –13. tetapi rendah protein hewani (52 g/hari) dan rendah garam (50 mmol NaCl/ hari). bahan aktif risperidone terbungkus dalam mikrosfer yang kemudian akan pecah secara berangsur-angsur. bahkan beberapa di antaranya telah dibuat dan dipasarkan dalam bentuk preparat oral.287: 598-605 Brw Selain itu adanya bunyi jantung ketiga juga meningkatkan risiko-risiko tersebut.5% (p=0.6%. Setelah 5 tahun. JAMA 2002.001). rendah protein hewani dan rendah garam (rata-rata 7. 345: 574-81 Brw Cochlospermum tinotorium yang mengandung arjunolic acid.01).

JAWABAN RPPIK : 1. Yang bukan cara penggunaan napza : a) Ditelan (per oral) b) Suntikan intramuskular c) Sutikan intravena d) Dihirup uapnya e) Ditempel dikulit Deteksi zat narkoba dalam tubuh dilakukan melalui pemeriksaan : a) Darah b) Urine c) Cairan lambung d) Cairan otak e) Radiologik Yang dikenal sebagai pil koplo termasuk golongan : a) Opiat b) Amfetamin c) Kokain d) Benzodiazepin e) Ganja Ecstasy termasuk golongan : a) Opiat b) Amfetamin c) Kokain d) Benzodiazepin e) Ganja 5. 4. 7. 8.Ruang Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Dapatkah saudara menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini? 1. Putaw termasuk golongan : a) Opiat b) Amfetamin c) Kokain d) Benzodiazepin e) Ganja Efek euforia akibat penggunaan narkotika adalah melalui pengaruhnya terhadap : a) Korteks serebri b) Talamus c) Serebelum d) Sistim limbik e) Batang otak Golongan anti depresan yang mutakhir : a) Benzodiazepin b) Trisiklik c) MAO inhibitor d) Tetrasiklik e) SSRI Preparat yang termasuk golongan tersebut ialah : a) Klobazam b) Amitriptilin c) Moklobemid d) Maprotilin a) Fluoksetin 2. 134. 5. B A 2. 7. 8. 2002 57 . 6. D E 4. 3. B D 3. 6. B E On the pinnacle of fortune man does not stand long firm (Goethe) Cermin Dunia Kedokteran No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful