2002
http. www.kalbe.co.id/cdk

135. NAPZA

International Standard Serial Number: 0125 – 913X

Daftar isi :
2. Editorial 4. English Summary Artikel 5. Manajemen Laboratoris Penyalahgunaan Obat dan Komplikasinya - Suwarso 14. Pengaruh Narkotika terhadap Susunan Saraf Pusat – Budi Riyanto Wreksoatmodjo 17. Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) – Ketut Kusminarno 21. Pengobatan/Perawatan Pasien Ketergantungan NAPZA Pasca Detoksifikasi – Hartati Kurniadi 24. Gambaran Klinik dan Psikofarmaka pada Gangguan Kecemasan – Yusuf Alam Romadhon 27. Penatalaksanaan Baku dan Menyeluruh pada HIV/AIDS – Candra Wibowo

Karya Sriwidodo WS

32. Efek Toksik dan Cara Menentukan Toksisitas Bahan Kimia – Satmoko Wisaksono 37. Marine Toxin : Saxitoxin – Winarti Andayani, Betty Marita Subrata, Esther Budiman 43. Bumbu Alami sebagai Penyedap, Pengawet dan Penghambat Cemaran Aflatoksin pada Sambal Kacang – Nunik Siti A., Supraptini, Enny W.L., Inswiasri, Suyitno, Sukijo 47. Gambaran Kadar Mangan (Mn) pada Sumber Air Rumah Tangga di Jabotabek : studi kasus pemeriksaan air di Puslitbang Farmasi – Ni’mah Bawahab, Kelik MA, Ani Isnawati 50. 51. 53. 54. 55. 56. Kapsul Kegiatan Ilmiah Produk Baru Internet Abstrak RPPIK

CDK dapat diperoleh cuma-cuma melalui MedRep Grup PT. Kalbe Farma, ATAU dengan mengganti ongkos Rp. 10.000,-/eks

Di zaman modern ini dunia kesehatan sedang mengalami suatu epidemi; kali ini bukan akibat penyakit infeksi, tetapi akibat suatu perubahan gaya hidup – suatu epidemi yang jauh lebih sulit dibasmi dibandingkan dengan epidemi ‘klasik’ penyakit infeksi yang mudah diatasi dengan perbaikan lingkungan dan antibiotik. Epidemi yang sedang mengancam kita semua tak lain dari meluasnya penyalahgunaan narkotika dan zat-zat lainnya, yang meskipun tidak infeksius, penyebarannya jauh lebih cepat dan luas dibandingkan penyakit infeksi apapun. Masalah ini kami bahas dalam edisi Cermin Dunia Kedokteran kali ini; beberapa artikel akan mengupasnya dari berbagai segi – masalah deteksi, efeknya terhadap tubuh, masalah pengobatan dan rehabilitasinya – mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan dan dengan demikian lebih siap dalam menghadapi tantangan yang akan makin mengemuka di masa mendatang. Selamat membaca, dan jangan segan-segan untuk menyampaikan komentar dan pendapat Sejawat ke alamat redaksi; kami selalu mengharapkan umpan balik Sejawat untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan dan informasi untuk para Sejawat sekalian. Salam dari Redaksi

Redaksi

2

Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002

2003

International Standard Serial Number: 0125 – 913X

KETUA PENGARAH
Prof. Dr Oen L.H. MSc

REDAKSI KEHORMATAN
– Prof. DR. Sumarmo Poorwo Soedarmo
Staf Ahli Menteri Kesehatan, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

PEMIMPIN UMUM
Dr. Erik Tapan

Prof. Dr. R. Budhi Darmojo
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.

KETUA PENYUNTING
Dr. Budi Riyanto W. –

PELAKSANA
Sriwidodo WS.

Prof. Drg. Siti Wuryan A. Prayitno SKM, MScD, PhD.
Bagian Periodontologi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Jakarta

Prof. DR. Hendro Kusnoto Drg.,Sp.Ort
Laboratorium Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta

TATA USAHA
Dodi Sumarna

ALAMAT REDAKSI
Majalah Cermin Dunia Kedokteran, Gedung Enseval, Jl. Letjen Suprapto Kav. 4, Cempaka Putih, Jakarta 10510, P.O. Box 3117 Jkt. Telp. (021)4208171 E-mail : cdk@kalbe.co.id Website : http://www.kalbe.co.id/cdk

DR. Arini Setiawati
Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta

NOMOR IJIN
151/SK/DITJEN PPG/STT/1976 Tanggal 3 Juli 1976 – Dr. Boenjamin Setiawan Ph.D

DEWAN REDAKSI

PENERBIT
Grup PT Kalbe Farma

Prof. Dr. Zahir MSc.

Sjahbanar

Soebianto

PENCETAK
PT Temprint

http://www.kalbe.co.id/cdk PETUNJUK UNTUK PENULIS

Cermin Dunia Kedokteran menerima naskah yang membahas berbagai aspek kesehatan, kedokteran dan farmasi, juga hasil penelitian di bidangbidang tersebut. Naskah yang dikirimkan kepada Redaksi adalah naskah yang khusus untuk diterbitkan oleh Cermin Dunia Kedokteran; bila pernah dibahas atau dibacakan dalam suatu pertemuan ilmiah, hendaknya diberi keterangan mengenai nama, tempat dan saat berlangsungnya pertemuan tersebut. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris; bila menggunakan bahasa Indonesia, hendaknya mengikuti kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Istilah media sedapat mungkin menggunakan istilah bahasa Indonesia yang baku, atau diberi padanannya dalam bahasa Indonesia. Redaksi berhak mengubah susunan bahasa tanpa mengubah isinya. Setiap naskah harus disertai dengan abstrak dalam bahasa Indonesia. Untuk memudahkan para pembaca yang tidak berbahasa Indonesia lebih baik bila disertai juga dengan abstrak dalam bahasa Inggris. Bila tidak ada, Redaksi berhak membuat sendiri abstrak berbahasa Inggris untuk karangan tersebut. Naskah diketik dengan spasi ganda di atas kertas putih berukuran kuarto/ folio, satu muka, dengan menyisakan cukup ruangan di kanan-kirinya, lebih disukai bila panjangnya kira-kira 6 - 10 halaman kuarto disertai/atau dalam bentuk disket program MS Word. Nama (para) pe-ngarang ditulis lengkap, disertai keterangan lembaga/fakultas/institut tempat bekerjanya. Tabel/ skema/grafik/ilustrasi yang melengkapi naskah dibuat sejelas-jelasnya dengan tinta hitam agar dapat langsung direproduksi, diberi nomor sesuai dengan

urutan pemunculannya dalam naskah dan disertai keterangan yang jelas. Bila terpisah dalam lembar lain, hendaknya ditandai untuk menghindari kemungkinan tertukar. Kepustakaan diberi nomor urut sesuai dengan pemunculannya dalam naskah; disusun menurut ketentuan dalam Cummulated Index Medicus dan/atau Uniform Requirements for Manuscripts Submitted to Biomedical Journals (Ann Intern Med 1979; 90 : 95-9). Contoh: 1. Basmajian JV, Kirby RL. Medical Rehabilitation. 1st ed. Baltimore. London: William and Wilkins, 1984; Hal 174-9. 2. Weinstein L, Swartz MN. Pathogenetic properties of invading microorganisms. Dalam: Sodeman WA Jr. Sodeman WA, eds. Pathologic physiology: Mechanisms of diseases. Philadelphia: WB Saunders, 1974;457-72. 3. Sri Oemijati. Masalah dalam pemberantasan filariasis di Indonesia. Cermin Dunia Kedokt. l990; 64: 7-10. Bila pengarang enam orang atau kurang, sebutkan semua; bila tujuh atau lebih, sebutkan hanya tiga yang pertama dan tambahkan dkk. Naskah dikirimkan ke alamat : Redaksi Cermin Dunia Kedokteran, Gedung Enseval, JI. Letjen Suprapto Kav. 4, Cempaka Putih, Jakarta 10510 P.O. Box 3117 Jakarta. Tlp. (021) 4208171. E-mail : redaksiCDK@yahoo.com Pengarang yang naskahnya telah disetujui untuk diterbitkan, akan diberitahu secara tertulis. Naskah yang tidak dapat diterbitkan hanya dikembalikan bila disertai dengan amplop beralamat (pengarang) lengkap dengan perangko yang cukup.

Tulisan dalam majalah ini merupakan pandangan/pendapat masing-masing penulis dan tidak selalu merupakan pandangan atau kebijakan instansi/lembaga/bagian Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002 tempat kerja si penulis.

3

English Summary
LABORATORY MANAGEMENT OF DRUG ADDICTION AND ITS COMPLICATIONS Suwarso
Department of Clinical Pathology, Faculty of Medicine, Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia

EFFECTS OF NARCOTICS ON THE CENTRAL NERVOUS SYSTEM Budi Riyanto Wreksoatmodjo
Marzuki Mahdi Indonesia Hospital, Bogor,

CLINICAL PICTURE AND PSYCHOPHARMACOLOGY OF ANXIETY Yusuf Alam Romadhon
Kartasura Community Health Centre, Central Java, Indonesia

Problems of drug addiction were very complex, particularly in developing countries. It is not only concerning the direct medical problems, but also the complications, particularly among chronic users, such as hepatitis, HIV infection and bacterial endocarditis. The laboratory management should consist of screening, diagnostic and monitoring of drug use and also its complications.
Cermin Dunia Kedokt. 2002; 135: 5-13 so

Narcotics have been used since antiquity; formerly as a medication for variety of symptoms, including pain killer and cough remedy; but scientific investigations that began in 19th century revealed their potential for abuse and other side effects. Narcotics exerts their effects on human body through their influence on several receptors in the brain, and depending on the properties of receptors, the clinical effects may varies. Recent experiments also found opioid receptors in peripheral nervous system.
Cermin Dunia Kedokt. 2002; 135: 14-6 brw

Anxiety can be found in individuals with normal stress, in chronic physical ailments, in persons with psychiatric disorders or as an independent symptom. There are five categories of anxiety; namely : panic disorder, generalized anxiety disorder, phobic disorder, obssesivecompulsive disorder and posttraumatic stress disorder. Anxiolytic drugs should be used in combination with psychotherapy; recently there are many kinds of anxiolytic drugs: benzodiazepines, tricyclic,monoamine inhibitor, serotonin reuptake inhibitor and specific serotonin reuptake inhibitor. Clinicians should be familiar with their actions, side effects and closely monitor their patients pattern of use
Cermin Dunia Kedokt.2002;135:24-6 brw

Misfortunes come on wings and depart on feet

4

Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002

tanpa mempedulikan lagi untung-rugi. yakni kondisi ketersiksaan fisik dan psikis non-fatal yang muncul jika 6-12 jam obat/bahan tidak dikonsumsi1. diagnosis. behaviour. kronis 26-30 minggu). sehingga dari hasilnya bisa diambil langkah-langkah lanjutan yang akurat dan efektif. juga masalah medis yang variatif dan cepat penyebarannya. Sardjito. inhalan. Hepatitis virus dan/atau non-virus. LATAR BELAKANG Pengetahuan tentang obat/bahan yang diyakini mampu memecahkan masalah fisik dan psikis (thinking. Jumlah kematian pertahun karena penyalahgunaan obat (overdose) opiat mencapai 40-50% dari semua kematian karena obat16. snorting). lingkungan kerja maupun sosial. sehingga selain mengakibatkan masalah psikososialekonomi yang luas. Kata Kunci: Rapid test. monitoring penyalahgunaan obat dan komplikasinya. sementara toleransi tubuh akibat pengulangan tersebut diatasi selain dengan cara menaikkan frekuensi dan dosis. juga dengan cara mengkombinasi beberapa macam obat/bahan dan memvariasi rute pemakaian (ingesti. PENDAHULUAN Manajemen laboratoris penyalahgunaan obat dan metabolitnya dirancang dengan mempertimbangkan latarbelakang permasalahan penyalahgunaan obat yang umumnya demikian kompleks di negara yang sedang berkembang. Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/ Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Yogyakarta ABSTRAK Di negara yang sedang berkembang kasus dan masalah penyalahgunaan obat sangat kompleks. infeksi HIV. Kondisi semacam ini membuat individu tergantung (dependent) sehingga sangat sulit untuk tidak menggunakan ulang obat/bahan tersebut. 2002 5 . Efektifitas atau mujarabnya obat/bahan yang dipilih akan membuat individu mengulang penggunaannya (recurrent). ilmiah maupun tidak. dan menetapkan ada-tidaknya komplikasi akibat pemakaiannya. baik langsung maupun tidak langsung.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Manajemen Laboratoris Penyalahgunaan Obat dan Komplikasinya Suwarso Bagian Patologi Klinik. Hepatitis. legalilegalnya cara yang diperoleh. yang selanjutnya menimbulkan masalah baik di keluarga. ada-tidak manfaat medis. sakit karena putaw) yang akan membuat individu secara kompulsif (kecanduan) menggunakan obat/bahan. yang penyebarannya sangat cepat meluas di antara sesama pemakai. bahan atau metabolitnya dalam sampel subyek yang diperiksa. tetapi juga pada per-masalahan medis yang merupakan dampak komplikasi dari efek pemakaian obat yang terus menerus. Drug-addict. Pengulangan/recurrenting yang sering akan menimbulkan kondisi withdrawal (akut lamanya 5-10 hari. akhirnya akan diperoleh oleh individu. Endokarditis bakterialis. feeling). Manajemen laboratoris yang ditulis di sini meliputi pemeriksaan skrining yang akan menetapkan ada-tidaknya obat. Recurrenting yang ekstrim akan membuat kondisi withdrawal berat ("Sakaw". Human immunodeficiency virus (HIV). injeksi. dan endokarditis bakteri-alis merupakan komplikasi medis dari penyalahgunaan obat. akan dibahas manajemen laboratoris dalam skrining. Permasalahan tidak hanya pada psikososialekonomi. 135. Salah satu bentuk preventif yang umum dilakukan oleh ber- Cermin Dunia Kedokteran No. Untuk membantu penanganan penyalahgunaan obat agar lebih akurat. Narkoba.

Deteksi infeksi HIV secara klinis sangat sukar.USAR).bagai instansi perusahaan di negara maju antara lain dengan cara skrining acak narkoba atas sampel urin dari karyawan atau calon karyawannya. mencapai 20/100. Mortalitas sangat tergantung pada lokasi. demam. Tabel 2 memuat tipe narkotik (penurun kesadaran atau rasa sakit) dan psikotropik (khasiat spesifik pada mental dan perilaku) menurut potensi disalahgunakan (abuse) dan manfaat medisnya. Gambar 1 memuat deteksi dan konfirmasi narkoba sampel (NKs) yang diduga memiliki narkoba standar (NKst) dengan HW = 21. Lesi berupa vegetasi di katup triskupid. Sementara di Yogyakarta sekitar 4. EIA (enzyme immunoassay) dan imunokromatografi merupakan dua metode yang memenuhi kriteria ini. MANAJEMEN LABORATORIS Manajemen laboratoris meliputi skrining dan diagnosis adanya narkoba serta komplikasinya. tidak memerlukan tenaga trampil dan cepat (hasil dapat diperoleh dalam 3-10 menit). menggunakan antibodi mono. dan spesifisitas 99. Pertimbangan tekniknya yang sederhana.000 penduduk. Infeksi HIV Efisiensi infeksi HIV melalui satu kali pajanan dengan jarum suntik yang tercemar adalah 0. mitral dan pulmonal terdeteksi masing-masing pada 45%. Peluang hepatitis pada resipien yang mendapat 1 unit darah transfusi dengan SGOT SGPT meningkat adalah 6 kali lebih besar. HW dan K yang sama). Tabel 5 memuat obat/bahan yang diketahui tidak menimbulkan reaksi silang pada test skrining amfetamin urin 100ug/ml.5-1%. infeksi HIV dan endokarditis.5 kali batas atas normal dengan atau tanpa kenaikan SGOT. 25%. kuman Gram negatif. 80 dan 100% di antaranya terbukti infeksius (HBeAg positip. metode ini merupakan paduan optimal antara alat ukur mass spectrometry yang memiliki sensitivitas sangat tinggi (mengukur intensitas ion obat) dengan gas chromatography yang memiliki spesifisitas tinggi [mendiferensiasi obat menurut intensitas ion (m/z). jamur (masing-masing 5%). KOMPLIKASI PENYALAHGUNAAN OBAT Komplikasi penyalahgunaan obat yang akan dibahas di sini meliputi hepatitis. Hasil positif (obat mencapai atau melebihi batas dosis toksik/tes sensitivitas) atau negatif (obat tidak mencapai dosis toksik/tes sensitivitas) digunakan untuk mengambil keputusan. KONFIRMASI NARKOBA & METABOLITNYA Metode atau teknologi laboratorium yang digunakan untuk skrining harus memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi. diare. Sindrom klinis seperti flulike syndromes. Dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dibuat dalam bentuk imunokromatografi kompetitif kualitatif yang praktis. Secara global kontribusi IVDA dalam kasus infeksi HIV adalah 5-10%. dan ini bertanggung jawab pada 20-30% dari keseluruhan prevalensi anti-HIV di negara tersebut. HCV RNA positif)5. Kontribusi terbesar berasal dari IVDA di negara yang sedang berkembang yang mencapai 30-60%. dan test konfirmasi menurut the Substance Abuse and Mental Health Services Administration (SAMHSA)7. sekarang SAMHSA). dan kultur negatif 5%2. bentuk fisik. -bovis. 15%.6. keputusan diambil dari hasil test konfirmasi atas sampel urin yang sama.8% dan 3. Dengan sampel urin teknik ini memiliki sensitivitas sesuai dengan standard National Institute on Drug Abuse (NIDA. Analog dengan ini maka pemakaian jarum suntik yang tercemar di antara IVDA yang klinis sehat memiliki potensi tinggi untuk menularkan hepatitis virus-B. aorta. Darah semacam ini terbukti infeksius. streptokokus faekalis (8%).7%. A) SKRINING. Tabel 3 memuat jenis. Mortalitas di kalangan IVDA relatif lebih tinggi karena umumnya memiliki daya tahan tubuh yang rendah.dan poliklonal yang spesifik terhadap narkoba dan metabolitnya. streptokokus viridan. GermanyR. Endokarditis IVDA merupakan penyebab pada 5-15% dari keseluruhan insiden endokarditis bakterialis yang di USA. Tabel 4 memuat jenis dan nama lain narkoba yang secara komersial dapat ditest skrining dalam sampel urin. -C dan -tifosa. Home-test Drug Abuse Insta Test. Tabel 1 memuat kadar batas pengambilan keputusan (cutoff) hasil test skrining. cara umum pemakaian dan efek klinis narkoba.non-C yang sering ditemukan di Yogyakarta (tidak dipublikasi). 135. dan terbukti bahwa cara ini mampu membedakan jutaan obat tanpa satupun diketahui memiliki m/z. 2002 . Kuman penyebab meliputi stafilokokus koagulasi (50%). pendekatan laboratoris karenanya merupakan salah satu cara yang sampai saat ini masih dianggap lebih efektif. difteroid. Hasil skrining yang "ragu" atau positif yang bertalian dengan hukum selanjutnya dikonfirmasi dengan metode GC/MS. dan ini bertanggung jawab pada 60-100% kasus-kasus HIV pada heteroseksual dan neonatus di negara maju. sementara untuk hasil ragu-ragu dan hasil positif yang berurusan dengan hukum. hambatan waktu (HW) dan bentuk kromatografi (K)]. Hepatitis Hepatitis dicirikan dari meningkatnya SGPT minimum 1.1% individu yang secara klinis sehat dan berpotensi menjadi donor darah diketahui masing-masing mengandung virus hepatitis-B dan -C. Paduan optimal ini selain mampu mendeteksi narkoba secara spesifik juga mampu mendeteksi dosis abuse/toksik paling minim (Tabel 1). X Kadar NKst 6 Cermin Dunia Kedokteran No. Sementara hepatitis lain (hepatitis tifosa) merupakan hepatitis non-B. membuat kedua metode ini menjadi umum digunakan untuk skrining narkoba. kuman penyebab dan daya tahan tubuh yang di USA mencapai 5-40%.6 menit dan intensitas ion (m/z) = 184 oleh GC/MS. berat badan menurun dapat merupakan gejala prodromal infeksi HIV. dan 2% penderita. Kadar NKs didapat dengan rumus: Tinggi Puncak NKs Kadar NKs = Tinggi Puncak NKst Jenis narkoba yang sampai saat ini secara komersial dapat dites meliputi semua narkoba yang tertera pada Tabel 4 (Seratec. limfadenopatia.

agitasi. MG) Tabel. ansietas. CANNABINOIDS Bubuk daun kering Rokok lintingan Potongan hashish Hashish oil Dirokok Makanan kering/ dimasak Cardiac output ↑ Nadi ↑ Tekanan. NARKOBA AMFETAMIN/ METAMFETAMIN Bentuk Fisik Serbuk kasar Kristal Potongan (chunks) Kapsul/tablet berba gai ukuran. tidak berbau CRACK COCAINE: Potongan crack kecil putih kecoklatan Cara Pemakaian Ditelan Dihisap Dirokok Injeksi Melambung Temperatur ↑ Energi & Tekanan darah ↑ Kesigapan ↑ Denyut jantung ↑ Gelisah Nafsu makan ↓ Takikardi. hitam coklat. Liquid injeksi Tablet/kapsul Serbuk kristal putih Tablet/kapsul Liquid injeksi Sedasi Rasa lemah Miosis Mual/muntah Sedasi Rasa lemah Miosis Fotofobia Eufori Anestesi Hipnotik Hipotensi Mual/muntah Konstipasi Ansietas ↓ Fatigue METHADONE Oral Injeksi Pusing Pening ↓ BARBITURAT Bubuk putih Tablet/Kapsul Liquid injeksi Oral Injeksi CNS ↓ Ansietas ↓ Akuiti mental ↓ Denyut jantung ↓ Depresi Drowsiness Pening Pusing Kardiovaskuler ↓ Respirasi ↓ Fungsi miokard ↓ Kontraksi miokard ↓ Letargi Mulut kering Inkoordinasi motorik Slowed speech BENZODIAZEPINES Bubuk kristal berbagai warna Oral 1) Dasar Dan Validitas Test Test didasarkan pada kompetisi penjenuhan IgG anti-narkoba yang mengandung substrat enzim (ada dalam keadaan bebas di zone S) oleh narkoba sampel atau narkoba yang telah dikonjugasi enzim (ada dan terfiksir di zone T).3: Jenis. 2002 7 . Aritmi Tonus CNS ↑ Simpatik ↑ Denyut jantung ↑ Tekanan darah ↑ Mood ↑ Vasokonstriksi Melambung Paranoid Midriasis Depresi Sedasi Seizures Efek Klinis Dizziness Insomnia Eufori Depresi Sedasi Takipneu Heart failure Kenaikan penampilan karena overestimation Eufori diikuti disfori. sehingga tidak terjadi reaksi enzim-subtrat yang berwarna. DUM. MinimKodein Fenobarbital Menengah/Umum Flunitrazepam IV. maka IgG anti-narkobasubstrat tidak akan berikatan dengan narkoba-enzimnya. Sebaliknya jika tidak dijenuhi (sampel negatif narkoba) atau hanya sebagian dijenuhi (sampel mengandung narkoba dalam jumlah di bawah Cermin Dunia Kedokteran No. Tinggi/Pilihan Morfin Amfetamin Metakualon akhir Petidin Fensiklidin Metilfenidat Sekobarbital (Ritalin) III. warna SERBUK KOKAIN: Serbuk kristal putih pahit. Palpitasi.Tabel 1: Kadar batas pengambilan keputusan (cutoff) narkotik dan bahan adiktif (narkoba) dalam sampel serum/urin menurut Samhsa. cara umum pemakaian dan efek klinis NARKOBA. NARKOBA/Metabolitnya Metabolit Marijuana Metabolit Kokain Metabolit Opiat: Morfin Kodein Metabolit Amfetamin: Amfetamin Metamfetamin Phencyclidine Kadar awal/Skrining (ng/ml) 50 300 300 1000 25 Kadar Konfirmasi (ng/ml) 15 150 300 300 500 500 25 Tabel 2: Jenis Narkotik dan Psikotropik menurut Potensi Abuse dan Manfaat Potensi Abuse/ Tipe Narkotik Psikotropik Manfaat Medis I. 135. bentuk fisik. paranoia dan delusi KOKAIN Dihisap Dirokok Injeksi Penggunaan bersama alkohol akan memperlama efek toksik. Minim/Umum Klordiazepoksid Diazepam Bromazepam Klonazepam Klobazam Nitrazepam(BK. Tinggi/Nihil Heroin MDMA STP Kokain Ekstasi Ganja LSD II. delusi obat Toxic psychosis. Jika dijenuhi oleh narkoba sampel (sampel positif narkoba).Intraokuler ↓ Bronkodilatasi Tekanan darah ↑ Nistagmus vertikal-horizontal Berkeringat CNS ↓ Sensasi nyeri ↓ Emosi nyeri ↓ Respirasi ↓ CNS Sensasi nyeri Emosi nyeri Respirasi ↓ ↓ ↓ ↓ Nafsu makan↑ Koordinasi ↓ Fotofobia Apati Halusinasi Relaxation inhibiion Intoksikasi Subjective slowing of time PHENCYCLIDINE Tablet/Kapsul Serbuk Dihisap Dirokok Injeksi Oral Dihisap Injeksi Oral Analgesia Euforia Mual/muntah Kejang umum tonik-klonik Ekstrim agresif Intoksikasi Skizofrenia Konstipasi Pucat Eufori Analgesi Konstipasi Retensi urin Libido Rasa lemah Drowsiness Pusing OPIAT Bubuk putih.

Dirokok : 1-5 hari . Di zone T IgG anti-Narkoba akan berikatan dengan narkoba-enzimnya (KNE).Speed -Evo (MDMA) .3 hari Methadone 300 ng/ml Depresan.1-2 joint : 2-3 hari . 8 Cermin Dunia Kedokteran No. yang akan memberikan warna lamat-lamat (ragu-ragu) di zone T.ambang batas pemeriksaan). ada dalam jumlah di bawah ambang batas pemeriksaan atau tidak ada sama sekali narkobanya. sehingga waktu didifusikan ke zone T tidak bisa mengikat (bercelah) narkoba-enzimnya (KNE). Tabel 4. maka IgG anti-narkoba-substrat akan berikatan dengan narkoba-enzimnya secara penuh atau sebagian. Sedatif. sehingga terjadi reaksi enzim-substrat yang berwarna penuh (gelap) atau lamat-lamat (ragu-ragu). Bila Sampel Urin Positif Di zone S narkoba urin positif akan langsung berikatan dan Nama Farmakologi -Dexedrine -Benzodrine -Desoxyne -Methedrine Sama dengan Amphetamine Cocaine -Marinol Kapan terdeteksi pada Urine 1-2 hari Tersekresi pada Urine sebagai Amphetamine Nama Seratec-AMP Instant view Hone test Huma drug Acon Seratec-M-AMP Instant view Seratec-COC Instant view Seratec . c. Bila Sampel Urin Negatif Pada sampel urin yang tidak mengandung narkoba.Perokok moderat (4 kali/mg): s/d 5 hari . m a. semuanya tidak akan menjenuhi dan hanya akan mendifusikan IgG goat-substrat dari zone S ke zone C untuk menemui dan mengikat IgG anti-IgG goat yang dikonjugasi enzim (KAGE) sehingga terjadi reaksi enzim-substrat yang berwarna di zone C. tidak terjadi reaksi enzim-substrat dan karenanya tidak muncul reaksi warna.THC Instant view Home test Huma drug Acon First sign genix Sensitivitas 1000 ng/ml Methamphetamin Cocaine Halusinogen Cannabinoid 1-2 hari 1-3 hari . Bila Sampel Urin Ragu-Ragu Di zone S narkoba urin yang berkadar tepat di batas ambang pemeriksaan akan menjenuhi IgG anti-narkoba-substrat tidak secara penuh. Valid tidaknya test dikontrol dengan mengikutsertakan pada zone S suatu kontrol validitas yang berupa IgG goat-substrat. Amphetamine Benzoylecgonine THC-Asam karboksilat senyawa glukonoid 500 ng/ml 300 ng/ml 50 ng/ml Phecyclidine Phencyclidine Phencyclidine Seratec-PCP Instant view Seratec-MOR Instant view Home test Huma drug Acon First sign Acon Seratec –MDT Instant view Home test Huma drug Seratec -BAR Instant view Home test Huma drug Acon First sign Genix Seratec -BZO Instant view Home test Huma drug Acon First sign Genix 25 ng/ml AnalgesikNarkotik Oplate -Heroin -Morphine -Percodan -Codeine -Paracodin -Oxycodone -Lorphan -Dilaudid -Vicodin -Dolophine -Methadone -L-Polamidon -Physeptone -Amytal -Tuinal -Butisol -Fiorinal -Nembutal -Neoderm -Luminal -Immenocial -Seconal -Stadodorm -Phenobarbital -Ativan -Rohypnol -Halcion -Tranxene -Librium -Valium -Novopoxide -Vivol -Remestan -Xanax -Restoril Opiate 300 ng/ml Methadone . sehingga baik di zone T maupun zone C terjadi reaksi enzim-substrat berupa pita warna pink. Hipnotik Barbiturate -Barbs -Downers -Tranqs -Short acting : 1 hari -Long acting : 2-3 minggu Barbiturate 300 ng/ml Benzodiazepine -Bennies -Rophies (Rohypnol) Pil Koplo -Dosis terapi : 3 hari -Overdosis atau pengguna kronis (1 th atau lebih : 4-6 minggu Benzodiazepines 300 ng/ml menjenuhi IgG anti-narkoba-substrat. Sebaliknya di zone C tetap terjadi reaksi warna (pita pink) sebab narkoba urin tidak spesifik untuk dapat berikatan dengan IgG goat. maka baik pada sampel urin yang ada.Perokok berat: s/d 10 hari . Penjenuhan berikutnya akan dipenuhi oleh Narkoba-ensim di zone T. maka jika urin ini diteteskan di zone S. 2002 . 135. Karena IgG goat bukan antibodi spesifiknya narkoba.Essence Sama dengan Amphetamine -Dexies -Uppers -Coke -Crack -Snow -Rock Cocaine -Flake -Colombian -Marijuana -Sinsemilla -Dope -Ganja -Weed -Barang -Hemp -Gele -Hash -Grass -Cimeng -THC -Pot -Maryjane -Angel Dust -PCP-HOG -Crystal cyclone -Killer Weed -Smack -Tar -Tiger -Horse -White lady -White stuff -Amidone -Fizzles -Opium -Junk -Putauw -Scaq -Morpho.Crank -Clarity . Jenis dan nama lain narkoba yang secara komersial dapat diskrin Kelompok Stimulan Nama Narkoba Amphetamine Nama lain -Ecstasy(MDMA) .Ice -Shabu-shabu . sehingga terjadi reaksi ensim-substrat yang tidak penuh. b.2 hari Metamphetamine.Pengguna kronis(lebih dari 5 joint sehari) : 14 s/d 18 hari -14 hari -s/d 30 hari pada pengguna kronis . sementara di zone C IgG goat akan berikatan dengan IgG anti-IgG goat-enzim (KAGE). urin hanya mendifusikan IgG antinarkoba-substrat dan IgG goat-substrat dari zone S ke zone T dan zone C.Crystal -Adam .

Jika warna ini muncul berarti test dikatakan valid dan dengan demikian hasil test dapat dipercaya dan siap diberikan ke yang berkepentingan. KAGE = Konjugat IgG anti-IgG "goat"-ensim.5 ug/ml) Narkoba Sampel (Dengan rumus didapat = 3. karenanya tidak tergantung pada ada tidaknya narkoba.4 ug/ml) Hasil kromatografi selama pengamatan 45 menit dan harus diulang dengan test-kit yang baru. d. konfirmasi narkoba sampel urin dengan cara gas chromatography dan mass spectrometry (GC/MS): Diduga NKs memiliki NKst dengan HW = 21. Bila Test Valid atau Tidak Valid Zone C adalah zone kontrol validitas yakni zone untuk menilai apakah test valid atau tidak.C=Control. Skema reaksi imunokromatografi kompetitif dalam mendeteksi narkoba dan metabolitnya dalam urin. Sebaliknya jika warna tidak muncul ini berarti test tidak valid. 2) Sampel Test dan Penyimpanannya Urin merupakan sampel yang representatif untuk pendeteksian narkoba dan metabolitnya.L-Octopamine Oxalic acid Gentisic acid Oxazepam Oxolinic acid Oxycodone Oxymetazoline Oxymorphone pHydroxymethamphetamine Pavaperine Penicillin-G Pentazocine Pentobarbital Perphenazine Phencyclidine Phenelzine Phendimetrazine Phenobarbital DL-Tyrosine Uric acid Phenytoin L-Phenylethylamine L-Phenylpropanilamine Prednisolone Prednisone Procaine Promazine Promethazine D. Sub=Substrat Nar(-)/(+) = Narkoba negatif/positif <> = Narkoba. B. Obat/Bahan lain Hambatan Waktu (Menit) Gambar 1.L-Propanolol Propiomazine D-Propoxyphene D-Pseudoephedrine Quinidine Quinine Ranitidine Salicylic acid Secobarbital Serotonin Sulfamethazine Sulindac Temazepam Tetracycline Tetrahydrocortisone Tetrahydrozoline t9-THC 11norty-carboxy-THC Thebaine Thiamine Thioridazine Verapamil Zomepirac Intensitas Ion (m/z) Narkoba Standar (1. atau dengan kit dari pabrik lain (Gambar 2). Deteksi.Tabel 5: Obat/bahan yang diketahui tidak menimbulkan reaksi silang pada test skrining 1000 ug/ml Aphetamine. cara ini tidak menyakiti. hasil reaksi pada zone C ini akan selalu muncul warna. Zone. Reaksi hanya membutuhkan H2O urin. SAMPEL URIN NEGATIP. 135. KNE = Konjugat narkoba-ensim. 2002 9 . A. SAMPEL URIN POSITIF. Zone. Gambar 2. urin me- Cermin Dunia Kedokteran No.S=Sample. Keterangan: Zone.6 menit & m/z = 184 Berikatan (Tidak bercelah) Muncul reaksi ensim (Warna) Tidak berikatan (bercelah) Tidak muncul reaksi warna.4-Methylenedioxy methamphetamine Methylphenidate Methyprilon Morphine-3βDglucuronide Nalidixic acid Nalorphine Naloxone Trimipramine DL-Tryptophan Naltrexone Naproxen Niacinamide Nifedipine Norcodein Norethindrone Noroxymorphone D-Norpropoxyphene (-)Norpseudoephedrine Noscapine Nylidrin D. Acetaminophen Acetylsalicylate Aminopyrine Amitryptyline Amobarbital Amoxapine Amoxicillin L-Amphetamine Apomorphine Ascorbic acid Aspartame Atropin Benzocaine Benzoylecgonine Benzphetamine Butabarbital Cannabidiol Chloralhydrate Chloramphenicol Chlordiazepoxide Chlorothiazide Chlorpromazine Chloroquine Cholesterol Clomipramine Clonidine Cocaine Cortisone (-) Cortinine DL-Thyroxine Tolbutamide Tranylcypromine Creatinine Deoxycorticosterone Dextromethorphan Diazepam Diethylpropion Diflunisal Digoxine Diphenhydramine Doxylamine Ecgonine Ecgonine methyleste (+) Ephedrine (±) Ephedrine (-) Ephedrine (-) w Ephedrine Erythromycin β-Estradiol Estrone-3-sulfate Ethyl-p-aminobenzoat Fenoprofen Furoxamide Glucuronide Glutethimide Guaifenesin Hipuric acid Hydralazine Hydrochlorothiazide Hydrocodone Hydrocortisone Triamterene Trifluoperazine Trimethoprim Hydromorphone O-Hydroxyhippuric acid Ibuprofen Imipramine Iproniazid (-) Isoproteranol Isoxsuprine Ketamine Ketoprofen Labetalol Levorphanol Lidocaine Loperamide Loxapine succinate Maprotiline Meperidine Mephentermine Meprobamate Methadone Methaqualone Methoxyphenamine (±)3.T=Test.

CARD Test Area Sample well POSITIF NEGATIF . Untuk ini test diulang dengan card yang baru. Deteksi Tunggal Narkoba dan Metabolitnya (Gambar 3). jika muncul hanya 1 garis pink di zone C. Pembacaan hasil sesuai dengan cara deteksi tunggal narkoba tersebut di atas. tabung plastik/gelas yang kering dan bersih.Biarkan sampel dan reagennya mencapai temperatur ruang. STICK SUPPORT LAYER ZONE DIPEGANG ZONE BACA HASIL C/T ZONE PENA PIS REAKSI ZONE REAGEN DETECTOR/REGIS TRATION LAYER SEMIPERMEABLE MEMBRANE REAGENT LAYER SPREADING LAYER ZONE KONTAK URIN KONTAK Gambar 3: Deteksi narkoba tunggal dan metabolitnya dengan cara card atau stick.2. dan hepatitis non-B jika HBsAg negatif. Praktisnya pemeriksaan status hepatitis (SGOT. dan kronis jika >6-9 bulan8-12 Dikatakan hepatitis virus-B. status HBsAg dan status imun HBV (anti-HBsAg) dilakukan dalam satu kesatuan pemeriksaan skrining infeksi HBV. Deteksi 3-6 Narkoba dan metabolitnya dengan cara card atau stick. tanpa pengawet. HEPATITIS VIRUS-B & -DELTA (HDV).Teteskan 5 tetes (200ul) urin pada zone sampel (sample well). seperti 10 Cermin Dunia Kedokteran No. . Subyek dikatakan non-imun dan perlu vaksinasi hepatitis virus-B. . B) SKRINING. celupkan stick kedalam urin sampel dan tidak melebihi tanda batas bantalan (pad) spreading layer. Keputusan medis dari pemeriksaan ini selanjutnya digunakan untuk pemeriksaan berikutnya. Penyimpanan dalam cawan. Pada 2-80C stabil 48 jam. HCV.Kemudian angkat dan tunggu. jika pada SGPT yang meningkat ini ditemukan HBsAg. 1. DAN MONITORING KOMPLIKASI Meliputi penyakit-penyakit kronis infeksius yang secara epidemiologi terbukti merupakan komplikasi yang sering ditemukan pada IVDA. hasil dibaca pada 3-5 menit pertama. dikatakan rendah dan perlu booster jika kadarnya ≤100mIU/ml. DIAGNOSIS. jika tidak muncul garis pink di "C" dengan atau tanpa di "T".Hasil dikatakan positif. dan dikatakan karier HBsAg infeksius jika HBeAg atau DNA HBV positif dan antiHBeAgnya negatif. . 135. Non-B. hepatitis ditentukan dengan meningkatnya SGPT ≥ 1. Gambar 4. satu di zone C dan lainnya di zone T. .Hasil dikatakan invalid (rusak). KARIER HBsAg & SUBYEK NON-IMUN Tanpa mempedulikan ada tidaknya manifestasi klinis.Biarkan dalam temperatur kamar. . 3) Cara Kerja & Interpretasi Hasil 3. yakni infeksi HBV.1. . jika muncul 2 garis pink.miliki kadar narkoba dan metabolitnya tinggi sebaliknya hanya dalam waktu singkat dalam darah. Sebaliknya hanya kolangitis atau kolestasis jika hanya hanya GGT atau AP dan 5'NT saja yang meningkat tanpa disertai peningkatan SGPT dan SGOT. sebaliknya untuk karier HBsAg noninfeksius5. dikatakan dengan kolangitis intra dan posthepatik jika GGT dan AP serta 5'NT sebagai konfirmasinya juga meningkat. 200C stabil >48 jam. Dikatakan akut jika peningkatan SGPT ini <6-9 bulan.5 batas atas normal. hasilnya akan terbaca dalam waktu paling lambat 5-10 menit. SGPT). Dikatakan karier HBsAg jika kepositifan HBsAg ini ditemukan pada subyek dengan SGPT. Urin harus jernih (sentrifus jika keruh). kemudian 3-5 menit kedua: . . HIV. 2002 .Buka penutup bagian bawah dari alat test lalu celupkan ke enam bagian kertas (strip) ke dalam urin sampel jangan melebihi batas (kotak plastik) selama 10-20 detik. 3.non-C. STICK. dikonfirmasi dengan test konfirmasi seperti telah dibahas di atas. B. SGOT normal. tidak menggunakan reagen yang telah melebihi tanggal kadaluarsa.Hasil ragu-ragu (warna lamat-lamat atau tidak cocok dengan klinis). hepatitis tifosa dan endokarditis bakterialis. Jangan membuka kemasan reagen dan sampel sebelum siap dikerjakan. . Deteksi 3-6 Narkoba dan Metabolitnya (Gambar 4).Ambil urin sampel secukupnya atau seukuran cawan obat (pot plastik obat). A. jika kadar anti-HbsAg 0-≤10 mIU/ml. dengan card pabrik lain atau konsul ke dokter spesialis patologi klinik. dikatakan hepatitis dengan hepatolisis jika disertai kenaikan SGOT dan HBDH sebagai konfirmasinya.Hasil dikatakan negatif. Pada cara stick.

Prevalensi sebesar 12. Memonitor anti HDV tiap tahun dilakukan hanya pada subyek-subyek yang HBsAg positif. SGPT tanpa disertai kepositifan HBsAg dan anti-HCV. Kepositifan dot harus dikonfirmasi dengan EIA anti-HIV1/2 standar (reaksi EIA basah). 70-90% koinfeksi ini akan berjalan kronis. Dan dikatakan karier antiHCV. anti-gp160).karena kebanyakan menggunakan sistim dan antigen yang sama. diagnosis dan monitoring infeksi hepatitis virus-B (HBV) dan –D (HDV) 2.non-C. Titer setinggi ini telah dikonfirmasi pada 7/7 (100%) IgM spesifik DT/PT untuk anti-O ≥1/160. Detail protokol seperti pada skema (Gambar 6). jika pada subyek dengan hepatitis (SGPT. 2002 11 . SGPT normal. INFEKSI HIV1/2 DAN AIDS Adanya infeksi HIV1/2 ditegakkan dengan anti-HIV1/2 seropositif baik dengan cara Dot EIA anti-core (p24) atau Dot EIA anti-HIV1/2. dengan bukti serologi Widal/kultur positif. dikonfirmasi dengan Western-blot (WB) anti-HCV. kronis aktif. Pendeteksian IgM antiHCV dan aviditas IgG anti-HCV (masa mendatang ?) dapat membedakan anti-HCV yang baru (akut) atau telah lama (pernah. Hal ini disebabkan karena HDV merupakan virus hepatotropisme yang telanjang (tidak memiliki sAg. HEPATITIS TIFOSA Memenuhi kriteria hepatitis non-B. sebab >90% anti-HCV mendeteksi antibodi-antibodi non-struktural (NS1-NS5) yang merupakan petanda replikasi aktif HCV. non-akut) terbentuk setelah infeksi HCV. Kepositifan anti-HCV harus dinilai infeksius. dan pada 8/9 (88. sehingga akan menggunakan HBsAg untuk masuk ke dalam sel hati. dan bertanggung jawab pada kasus-kasus sirosis hati yang terjadi pada usia muda (dekade 3-4)15. 5. dikatakan hepatitis virus C.3% terdapat di kalangan individu dengan hepatitis B kronis aktif13. diagnosis dan monitoring infeksi hepatitis virus-C (HCV) 3. Skema skrining. dan diper-tahankan jangan turun sampai <300/ml)17. Mengingat >90% antiHCV mendeteksi protein non-struktural virus. juga >90% anti-HCV positif terbukti secara klinis dan epidemiologis ditemukan pada kasus-kasus hepatitis C akut. NON-C Ditegakkan jika meningkatnya SGOT. HEPATITIS NON-B. ant-gp41. Infeksi HIV1/2 terkonfirmasi jika pada WB minimun ada satu anti core (anti-p24. Gambar 5. 135.5-27. CD8 dan penyakit-penyakit oportunistik tiap tahun pada subyek WB positif digunakan untuk menetapkan status kekebalan dan AIDS. HEPATITIS VIRUS-C DAN KARIER HCV Seperti pada virus hepatitis-B. Gambar 6. sementara viral load digunakan untuk memantau dan menetapkan kapan terapi antiviral diberikan (antiviral sebaiknya dimulai pada CD4 300400/ml. dan hasil-hasil positif EIA anti-HIV1/2 standar harus dikonfirmasi dengan Western-blot (WB) anti-HIV1/2.14. 4. surface-Ag). SGOT meningkat) tersebut ditemukan anti-HCV positif. anti-p17) positif dan satu antienvelope (anti-gp120. Untuk daerah endemis seperti Indonesia titer Widal yang signifikan demam tifoid (DT) dan paratifoid (PT) salah satu atau kedua titer anti-O/-H ≥ 1/1603.yang diorganisir pada skema (Gambar 5). klinis misalnya) harus Cermin Dunia Kedokteran No.9%) untuk antiH ≥1/1604. jika petanda laboratoris SGOT. Konfirmasi dengan 4-5 macam EIA anti-HIV1/2 standar dari pabrik lain tidak perlu lagi (kecuali jika fasilitas WB dan tenaga medis yang berwenang meng-interpretasi hasil WB tidak ada). Skema skrining. maka hasil positif anti-HCV (jika tidak ditunjang data lain. Pemantauan CD4. sehingga selain tidak memenuhi kriteria test konfirmasi juga akan memberikan hasil yang sama.

atau memenuhi semua 5 kriteria minor. 1994. 2002 . In: Could it be HIV? 2nd ed. Prevalence of anti-HCV in Norwegian blood donors with anti-HBc or increased ALT level. FKUI Jakarta. 8. Brunetto MR. Asikin N. 2000: 52-5. deteksi obat atau metabolitnya dalam sampel (urin) subyek. Fenomena vaskuler: emboli arteria besar. The chronology of HIV induced disease. GGT dan AP. Stewart GJ.1986:1670-744. Vassiliadis E. 1999. Nanang S. Stenico D.Berikut ini merupakan skema protokol manajemen laboratoris untuk infeksi HIV1/2 dan AIDS (Gambar 7). -bovis. Hasil yang diperoleh pada tingkat skrining digunakan untuk mengambil langkah-langkah lanjutan yang akurat dan efektif. Liss Inc. Endemic HDV infection in a Greek community. ENDOKARDITIS BAKTERIALIS2 Ditegakkan jika memenuhi 2 kriteria mayor. 1987. Blanke RV.Ekokardiogram menemukan regurgitasi. massa di katup lama/buatan tanpa bukti patologis lain. Disertasi. . Wiwiek. 2. Realdi G. Alan R. Engelkirk D. Fody EP. Doris R. Masalah Medis dan Penatalaksanaannya. 9. Gerin JL. atau 1 kriteria mayor + 3 kriteria minor. Boonmar S et al. Gerin JL. konsisten menemukan mikroorganisme spesifik endokarditis: Streptokok viridan. SGPT. Med. 5. b.18: 4626-36. Suwarso. aneurisma mikotik. Publ. Sukarmo. Adanya faktor predisposisi: ada penyakit jantung yang mendasarinya.219-220. 17. monitor komplikasi pada organ hati meliputi pemeriksaan SGOT. The 3rd Asian Conference of Clinical Pathology. Prog. Setiadji VS. Procedures. dan enterokokus. Konsensus FKUI tentang Opiat. 12.Transfusion 1990.3 dari 4 kultur darah selang 1 jam. Kubo Y. Stafilokok aureus. Pornaro E. HCV dan HIV1/2: HBsAg. infark paru septik. Gambar 7. anti-HBsAg. . In Rizzetto M. monitor infeksi HBV. Suwarso. Itoh Y et al. 2001.: 1996: 573-9. Gerin JL. 16. Purcell RH. Bishop ML.Tanpa bukti adanya fokus primer. antiHIV1/2. Purcell RH: The hepatitis delta virus and its infection. Fattovich G. Asikin N.th 1993 Hetlaand G. In Rizzetto M. lesi Janeway. Liss Inc.. Febris c. Yogyakarta. Liss Inc. Yoshizaw H. dua kali kultur darah selang waktu 12 jam. June 23-25. Seroprevalence of HBV infection among randomized ”healthy" peoples living in Yogyakarta. HACEK. IVDA (Intravenous drug addict). 135. Storvold G. Patogenitas strain. February 15th 2000: 27-8. Alan R.ed. Tesis.Pat. nodus Osler. 207-8. Bonino F et al. Arti klinis anti-O dan anti-H.. Seminar on Hepatitis and Diarrhea in The Tropic 2000. HDV infection in chronic hepatitis B. 1987:181-202. Nucleotide sequence of core and envelope genes of the hepatitis C virus genome derived directly from human healthy carriers. Suwarso. Akhkfustral.Bising regugitasi • Kriteria Minor: a. 8. Nucleic Acid Res 1990. in Clinical Chemistry: Principles. Takeuchi K. 15. Alberti A. Nanang S. Klin. diagnosis dan monitoring infeksi human immunodeficiency virus. 1987. FKUI. Taipei. Kultur darah positif tetapi tidak memenuhi kriteria mayor di atas. 7. Boscaro S. 1980. Akahane Y. Skaug K. 12 Cermin Dunia Kedokteran No. Surabaya. abses.non-B hepatitis from man to chimpanzee. FK-UGM. Gastroenterol. perdarahan intrakranial atau konjunktiva. 2. KEPUSTAKAAN 1. anti-HCV. Respon Imun Seluler Pada Individu Widal Positip Demam Tifoid/Paratifoid: Frekuensi. Papaioannou C.non-B hepatitis in human and chimpanzees. DeckerWJ. Philadelphia. The hepatitis delta virus and its infection. In Rizzetto M. Setiadji VS. • Kriteria Mayor: a) Bukti Mikroorganisme Spesifik Endokarditis: . Tropical Disease Center (TDC) Airlangga University. In: Toxicology.. Anastassakos C. Masalah Medis dan Penatalaksanaannya. Drucker JA. b) Bukti Organik Endokarditis: . Suwarso. 3th. Hatzakis A.JL. Drugs of abuse testing. Konsensus FKUI tentang Opiat. 11. PPDS-I. Roth spot. Co.. Meland A.. Proc. Indonesia: Correlation beetween seromarkers and HBV infection state. Baldi M. Skripsi Sarjana I FK-UGM Yogyakarta. Analysis of toxic substance. Lancet 1978. konsisten menemukan mikroorganisme spesifik endokarditis. Alan R. Hadziyannis SJ. Seroepidemiologische Unterschungen zur Antikoerper Praevalenz des Hepatitis C-Virus in der Bevoelkerung Indonesiens. faktor rheumatoid. 6. 14. Viruslike particles in plasmafraction (fibrinogen) and in the circulation of apparently healthy blood donors capable of inducing non-A. Transmission of non-A. Suwarso. Hoofnagle JH et al. e. Philadelphia: WB Saunders Co.1992. Correlations.79:512-20. 3. In Tietz NW: Textbook of Clinical Chemistry. Purcell RH: The hepatitis delta virus and its infection.. Jakarta. 1: 463-6. 10. KESIMPULAN Manajemen laboratoris penyalahgunaan obat pada tingkat skrining meliputi 1). Seroprevalence of antibody to hepatitis-C virus in hemodialized patient: Anti HBcore as surrogate marker. 13. 4. 3. Chronic HDV infection: An important cause of HbsAg positive cirrhosis of young adults. 2000: 7-26. Hubungan DOT-EIA terhadap Biakan Empedu dan Uji Widal pada Penderita Tersangka Demam Tifoid. NewYork Lippincott. Fenomena imunologi: glomerulonefritis. d. 30: 776-9. Skema skrining. Tabor E.1-3. Sitimuchayat P. Strome JH. Larsen J.

com Hotel Borobudur. Jakarta Telp. 135.id Hotel Acacia Jakarta E-mail : globalmedica@link.Salemba E-mail: yagina@commerce. Jakarta Telp.com Hotel Sahid Jaya. : 021-3106976.14 30 .net. Denpasar E-mail : perdoski@bdg. : 021-3190 0275 E-mail : geriatri. 021-390 8157.id Assembly Hall JICC Jakarta Jakarta International Covention Center ( JICC ) E-mail : globalmedica@link.: 3154626 e-mail : sampurna@cbn.centrin. 3929106 Hotel Grand Bali Beach. 021-314 1203 Facs./facs.centrin.id Hotel Sahid Jaya. 021-334878. : 021-310 6968 Facs.net.com Telp/facs.id agus_purwadianto@hotmail.No Waktu APRIL 5-7 KALENDER KEGIATAN ILMIAH PERIODE APRIL . : 021-315 5551.net.net. : 314 9424 E-mail : neurona@centrin. 2002 13 .net.id Hotel Borobudur.05 Simposium Awam : Gagal Ginjal. Facs.net.net.26 JUNI 07 . : 021-3102927 Perpustakaan Nasional . 021-391 7349.net. : 021-314 9208.id yagina@commerce. Dialisis dan Transplantasi Course on Travel Medicine Simposium Kedokteran Wisata III KONIKA XII Cermin Dunia Kedokteran No.id sudigdo@bdg.id Sheraton Nusa Dua Bali 11 12-14 15 16 20-21 23 -24 Continuing Ophthalmology Education 2002 1st Int’l Scientific Meeting On Immuno and Tropical Dermatology 25 . 021-315 2278 E-mail : inasn@link. 021-392 9106 E-mail : tropik@indosat.net. Jakarta PERGEMI JAYA Telp.id Hotel Borobudur Jakarta E-mail: matacoe@yahoo. Facs.id Ruang Senat FKUI Telp. Jakarta Telp.fkui@mailcity.KPPIK 50 Tahun FKUI ( Temu Ilmiah Akbar & Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran 2002 ) Kursus Pembelaan Hukum Tersangka Malpraktek Kursus Pemberdayaan Komite Medik 3rd Jakarta Antimicrobial Update (JADE 2002 ) Dokter Tempat dan Sekretariat Hotel Horison.27 MEI 17 – 18 The 2nd Jakarta Nephrology and Hypertension Course (JNHC II) Symposium on Management of Hypertension in Special Condition Temu Ilmiah Geriatri Perhimpunan Geriatri Medik Indonesia 19 25 .JUNI 2002 Kegiatan Ilmiah Pertemuan Neurogeriatri Perhimpunan Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) One Day Post Graduate Course FKUI TIA . Jakarta Telp.09 Liver Update 2002 8 12 .net.

euphoria Miosis Miosis Miosis Endocrine effects through light modulation Unknown Euphoria in a link to locus coeruleus ADH secretion Pain perception Emotional effects Motor rigidity Hormonal effects Emotional effects Sampai saat ini diketahui ada 5 (lima) jenis reseptor opiat (tabel 2): 14 Cermin Dunia Kedokteran No. nucleus ambiguus Functions influenced by opiates Pain perception in body Area postrema Locus coeruleus Habenula-interpeduncular-nucleusfasciculus retroflexus Pretectal area (media and lateral optic nuclei) Superior colliculus Ventral nucleus of lateral geniculate Dorsal. Indonesia PENDAHULUAN Sejarah penggunaan narkotika oleh manusia telah tercatat sejak zaman purbakala. Table 1. putamen.S. Efek ketergantungan mulai muncul/menjadi perhatian sejak tahun 1700-an. 2002 . analgesik.heroin − Jenis sintetik . kepadatannya paling tinggi di daerah: − Traktus spinotalamikus ventralis − Periaquaduktal Dibacakan pada PIT/Muker Perdossi. internal and external thalamic laminae. morfin. kodein − Jenis semi sintetik . benih tanaman poppy (Papaver somniferum) yang getahnva merupakan bahan dasar opium telah ditemukan di antara peninggalan zaman batu. emotional effects. 135. Sp.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Pengaruh Narkotika terhadap Susunan Saraf Pusat Dr. disusul dengan formulasi kodein oleh Robiquet pada tahun 1817. Opium pernah popular dan bahkan diiklankan sebagai obat pereda nyeri dan obat batuk. cough suppression. Rumah Sakit Marzuki Mahdi. tergantung dari dosis.3000 sebelum Masehi. cara pemberian.opium. Padang. intralaminar (centromedian) nuclei. tetapi baru menjadi masalah di Eropa sekitar tahun 1890. sejak itu dibuat peraturan untuk membatasi penggunaannya.meperidin EFEK TERHADAP SUSUNAN SARAF PUSAT Mekanisme kerja opiat (dan derivatnya) di susunan saraf pusat terus diselidiki. Penelitian awal menunjukkan bahwa opiat terikat pada reseptor spesifik di otak. selanjutnya melalui penelitian menggunakan teknik radioimmunoassay. terutama amigdala Juga ditemukan di substansia gelatinosa medulla spinalis. Budi Riyanto Wreksoatmodjo. globus pellidus. awal abad 19. Data penggunaannya tercatat dalam papyrus Ebers (1600 1500 sebelum Masehi) sebagai hipnotik. kecuali serebelum (otak kecil). Sejak itu penggunaannya mulai popular di kalangan masyarakat saat itu. dan untuk efek konstipasi. Jawa Barat. Saat ini narkotika dapat dibagi atas: − Jenis yang terdapat/berasal dari alam . bahkan di Mesopotamia tanaman tersebut telah ditanam oleh bangsa Sumeria sejak 4000 . periventricular nucleus of thalamus Telencephalon Amygdala Caudate. dan individu pemakainya. secara klinis dapat bersifat depresan maupun stimulan. respiratory depression. receptor opiat diketahui terdapat di hampir semua area otak. orthostatic hypotension. inhibition of gastric secretion Nausea and vomiting Euphoria Limbic. Di masa modern. 7-10 November 2001 − Nuklei interlaminaris thalami − Sistem ekstrapiramidal. bahkan akhir-akhir ini juga ditemukan di sekitar terminal serabut saraf presinap (tabel 1). lateral. medial terminal nuclei of accessory optic pathway Dorsal cochlear nucleus Parabrachial nucleus Diencephalon Infundibulum Lateral part of medial thalamic nucleus. nucleus accumbens Subfornical organ Interstitial nucleus of stria terminalis Pain perception in head Vagal reflexes. Localization and Possible Function of Opiate Receptors Location Spinal cord Laminae I and II Brainstem Substantia gelatinosa of spinal tract of caudal trigeminal Nucleus of solitary tract. Serturner di Jerman telah berhasil memisahkan morfin dari opium (bahan dasar tanaman poppy). Galen juga menyebutnya sebagai obat untuk mengatasi nyeri. Bogor. meskipun demikian. nucleus commissuralis. problemnya makin luas menjadi masalah medis dan sosial sampai saat ini.

+ . lethargy. dan kesulitan konsentrasi. Table 3. sedangkan inhibisi produksi 5HT dikaitkan dengan pengurangan efek analgesia dan berkurangnya kemungkinan dependensi dan toleransi. kesadaran berkabut. respiratory arrest Nausea and vomiting Stimulation of chemoreceptor trigger zone in medulla Interference with hypothalamic function Induction antidiuretic hormone release. Inhibition of ACTH and gonadotropin release.+ . Opiates.:partial agonist effect Secara klinis efek tersebut ditandai dengan timbulnya berbagai gejala (tabel 4). nausea. Hilangnya rasa nyeri disertai dengan rasa tenang. Penggunaan metadon jangka panjang dikaitkan dengan penurunan irama alfa. bicara pelo dan gangguan koordinasi motorik jarang dijumpai.+ Kappa (Κ) .menyebab- . Table 4. Jenis opiat lain dapat memberikan efek berbeda.++ Inhibits . EFEK TERHADAP SISTIM SEROTONIN Efek terhadap sistim serotonin ini merupakan hipotesis terhadap efek analgesik dari morfin. Pada dosis terapeutik menyebabkan letargi. somnolence Respiratory depresion Manifestation Increase in ability to tolerate pain Anxiety. Actions of Narcotic Agonists and Antagonists on Opiate Receptors Mu (µ) Effects Analgesia Euphoria Respiratory depression Sedation Dysphoria Hallucinations Stimulation Drugs Morphine Pentazocine Nalbuphine Butorphanol Buprenorphine .+ . tetapi relevansi klinisnya belum jelas. fear. apathy. dan muntah. Efek Analgesia Pada manusia.+ .++ .+ .+ Inhibits Inhibits Inhibits .+ (spinal) Constriction --------------Sedation . heroin dihubungkan dengan gambaran EEG bifasik yang agaknya berkaitan dengan kedaan euphoria. Receptors.++ . juga rasa takut. sedangkan fase non REM light sleep dan keadaan jaga bertambah panjang. Effects of Morphine on the Central Nervous System Effect Analgesia Dysphoria Euphoria Mental clouding.+ .+ . efek tersebut berangsur-angsur menghilang. sleep Decrease in respiratory rate.+ Efek terhadap Sistim Limbik Sistim limbik mengandung reseptor opiat dalam jumlah besar. PERUBAHAN EEG Pemberian morfin menyebabkan gambaran frekuensi lambat dan voltase tinggi. karena serotonin diketahui berperan dalam modulasi persepsi nyeri. mual.+ : agonist effect antagonist effect . sistim ini antara lain berperan dalam timbulnya rasa nyeri menetap dan kronik (dull and chronic pain) yang efektif diatasi dengan opiat.+ Constriction Slow Indifference .- . positive feeling of pleasure Change in mentation. anxiety.+/.Table 2. Beberapa mekanisme diduga berperan dalam efek analgesia ini (tabel 5) : Table 5.+ . 2002 15 . EFEK TERHADAP MOOD (SUASANA HATI) Penggunaan morfin pada individu sehat sering menyebabkan disforia. vomiting Relief from pain. yang mirip dengan gambaran EEG saat tidur atau pada pemberian barbiturat dosis rendah.+/..+/- . 135. efek analgesia dari morfin tidak disertai dengan penurunan kesadaran dan tidak mempengaruhi fungsi pancaindera ataupun fungsi motorik.++ Masing-masing reseptor diduga memberikan efek yang berbeda. drowsiness. irregular breathing. dan peningkatan irama theta. pemberian 5HT intraventrikel (otak) mempotensiasi efek analgesik morfin. gelisah.+ Delta (∆) .+ susunan saraf pusat menyebabkan para peneliti menduga adanya zat serupa opiat endogen yang memang diproduksi dan terdapat di dalam tubuh. Zat tersebut ditemukan pada tahun 1975 berupa pentapeptida yang diberi nama met-enkephalin dan leu-enkephalin. oleh karena itu diduga efek analgesik morfin lebih banyak pada komponen afektif dibandingkan dengan pengaruhnya terhadap ambang nyeri.. inability to concentrate. dan berbagai obat/jenis opiat mempunyai afinitas yang juga berbeda terhadap masing-masing reseptor tadi (tabel 3). Lesi nucleus raphe magnus -daerah padat 5HT.+ . Terdapat pengurangan fase REM don non REM deep sleep.+/. and Their Functions Mu (µ ) Delta (∆) Sigma (δ) Kappa (Κ) Epsilon (ε) Morphine and BKetocyclozine Enkephalins Benzomorphan related opiates Endorphins Effects Analgesia Pupils Heart Rate Affect Opiate Activity Agonists Antagonists Mixed Agonists Antagonists . Enkephalin ini berfungsi serupa dengan opiat. Disordered temperature regulation Adanya reseptor yang spesifik terhadap opiat di dalam Cermin Dunia Kedokteran No. minute volume tidal exchange. beta. and tension. Pada penggunaan khronik.: antagonist effect . Hyperglycemia. Pada binatang.+ Dilatation Rapid Delirium . Possible Mechanisms of Opiate Analgesia Activation of limbic system Stimutation of descending serotonergic pathways Increase in doparnine turnover Suppression of dorsal horn nociceptive neurons .+/Epsilon (ε) Sigma (δ) .++ .

Sekresi GH juga meningkat pada pengguna khronik. Efeknya terhadap tubuh manusia diperantarai oleh beberapa reseptor di dalam SSP yang masing-masing mempunyai sifat yang karakteristik sehingga memberikan efek klinis yang berbeda. efek analgesik ini juga dapat dihilangkan dengan nalokson. dan juga mulai dibuat secara sintetik. EFEK TERHADAP SISTIM DOPAMIN Metabolisme dopamin di otak distimulasi oleh narkotika. 1986. empedu. Pain and Its Relief without Addiction 2nd ed. tetapi cardiac output tidak terpengaruh. Mual dan Muntah Berlawanan dengan efek depresi morfin terhadap sebagian besar area di otak. namun baru pada abad 19 khasiatnya diteliti secara ilmiah. 2.. Scientific American Library. EFEK TERHADAP RESPIRASI Depresi pernafasan pada dosis terapeutik disebabkan oleh efek langsung terhadap pusat respirasi di batang otak. Morfin juga mengurangi sensitivitas kemoreseptor terhadap peningkatan kadar C02. baik dalam hal frekuensi maupun intensitasnya. Jakarta. The Encyclopedia of Psychoactive Drugs. EFEK GASTROINTESTINAL Morfin dan narkotik lainnya menghambat peristalsis usus halus. KEPUSTAKAAN 1. The Neurobiology of Drug Addiction.112.3 jam. RINGKASAN 1. EFEK TERHADAP SISTIM NORADRENERGIK Efek analgesik opiat juga diduga melalui pengaruhnya terhadap sistim noradrenergik karena aktivasi sistim noradrenergik (A2) menghambat sensasi nyeri dan memberikan efek sinergi terhadap analgesik oleh opioid (mu reseptor). Efek ini maksimal dalam 7 menit setelah pemberian intravena. mungkin akibat peningkatan thyroxin binding globulin. 3. Efek mual dan muntah ini lebih sering ditemui pada pasien yang aktif dibandingkan dengan jika berbaring. dan dapat dicegah dengan antagonis narkotik dan derivat fenotiazin. Wreksoatmodjo BR. Yayasan Jendela Peduli NAPZA.61 /Teaching 2/ teaching. pecandu heroin dan pengguna metadon umumnya eutiroid meskipun dijumpai peningkatan kadar T3 dan T4. Napza dan Tubuh Kita. siklus diurnal dari kortikosteroid juga terganggu. yang aktivitasnya meningkat pada keadaan inflamasi. dan kembali normal setelah 2 . 5. Drugs and The Brain. 4. Press. Zackon F. efek ini dihambat oleh nalokson. Morfin menekan sekresi TSH. Stimmel B.. factor (CRF) yang menyebabkan menurunnya aktivitas kortikoadrenal. Haworth Medical. Injeksi morfin berulangulang menyebabkan penurunan sekresi ACTH yang berhubungan dengan berkurangnya sekresi corticotropin releasing. zat ini merangsang pusat chemoreceptor (chemoreceptor trigger zone) sehingga sering menyebabkan mual dan muntah. 2. menyebabkan peningkatan turn over dopamin. NIDA Teaching Package. 16 Cermin Dunia Kedokteran No. tetapi penelitian akhir-akhir ini menemukan adanya reseptor opioid di susunan saraf tepi. tetapi lama kelamaan timbul toleransi. Penghentian penggunaan morfin menyebabkan efek rebound berupa peningkatan sekresi hormon secara mendadak. Penggunaan kronik menurunkan fungsi korteks adrenal.html. yang dapat berhubungan dengan gejala abstinensi. 1988. motilitas saluran cerna menurun sehingga menyebabkan konstipasi. ditambah dengan usaha nafas secara sadar yang juga menurun. juga menghambat sekresi asam lambung. Kurniadi H. Selain itu zat antagonis dopamin ternyata memperkuat efek analgesik dari morfin. EFEK TERHADAP SARAF PERIFER Sampai saat ini efek analgesia dari narkotik dianggap melalui aktivitasnya terhadap reseptor opioid di susunan saraf pusat. Co. Narkotika telah dikenal dan digunakan oleh manusia sejak jaman purbakala.kan hilangnya efek analgetik dari morfin yang dapat dipulihkan melalui injeksi 5 HT. Efeknya terhadap denyut jantung bervariasi. Heroin The Street Narcotic. EFEK TERHADAP KARDIOVASKULER Narkotik pada dosis terapeutik jarang mempengaruhi tekanan darah dan irama jantung pada keadaan berbaring. 135. bahkan penggunaan kronis kadang-kadang justru menekan aktivitas pusat muntah. getah panikreas. 1997. Efek ini sangat bervariasi dari orang per orang.78. hal ini penting diperhatikan dalam penanganan kasus-kasus overdosis yang pernafasannya sematamata tergantung dari derajat hipoksia. http:/165. Percobaan penyuntikan morfin dosis kecil yang tidak efektif secara sistemik ke dalam sendi ternyata juga menghasilkan analgesia yang sebanding dengan pemberian anestetik lokal. Snyder SH. selain itu juga menstimulasi sekresi ADH sehingga dapat menyebabkan berkurangnya diuresis. dalam 30 menit setelah pemberian intramuskular dan dalam 90 menit setelah pemberian subkutan. London: Burke Publ. EFEK TERHADAP AKSIS HIPOTALAMUS-HIPOFISIS Percobaan binatang menunjukkan pengaruh morfin terhadap aksis hipotalamus-hipofisis. tetapi mengurangi responnya terhadap perubahan posisi sehingga sering menyebabkan hipotensi ortostatik. 2002 . 2000.

dan Laos. Bunga ini tumbuh subur di daerah dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut Penyebaran selanjutnya adalah ke arah India. morfin ini sangat populer sebagai penghilang rasa sakit akibat luka-luka perang. Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) Drs. Istilah Napza (Narkotika. dan Zat Adiktif lainnya) lebih tepat dibandingkan dengan istilah Narkoba karena di dalarn singkatan tersebut tercantum juga psikotropika. Kemudian menuju Afrika dan Amerika. Thailand. Selain morfin dan heroin masih ada lagi jenis lain yaitu kokain. dengan produksi 700 ribu ton setiap tahun. sebagai obat resmi penghilang sakit (pain killer). C). Ada banyak alasan mengapa orang menggunakan Napza. berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan menimbulkan gangguan fungsi sosial dan okupasional. Tahun 1856 waktu pecah perang saudara di Amerika. pengobatan yang mahal. Namun tahun 1898 pabrik obat Bayer memproduksinya sebagai obat dengan nama Heroin. Efek adiksi/ketergantungan heroin jauh melebihi efek analgesiknya. Namun pada perkembangannya obat-obatan itu disalahgunakan (abuse) sehingga menimbulkan ketergantungan (adiksi). ketakutan. menyebabkan sebagian tahanan perang tersebut ketagihan (adiksi). bahkan di abad XIX terjadi perang Candu yang berakhir dengan penaklukan Cina oleh Inggris dan harus merelakan Hong Kong. 2002 17 . Kokain ini pernah digunakan untuk penyembuhan asma dan TBC. Juga pada daerah Golden Crescent yaitu Pakistan. Psikotropika dan Zat Adiktif Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. penyalahgunaan Napza meningkat secara bermakna. Napza dapat dikelompokkan dalam golongan Opiat dan Non Opiat. mengantuk dan muntah-muntah. Persoalan yang dapat muncul antara lain : Kepribadian adiksi. Tahun 1874 seorang ahli kimia bernama Alder Wright dari London. karena itu penggunaan heroin telah dilarang oleh WHO sejak tahun 1954.Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika. Memasuki abad ke XVII masalah candu ini bagi Cina telah menjadi masalah nasional. Cina kemudian menjadi tempat yang sangat subur dalam penyebaran candu ini (dimungkinkan karena iklim dan keadaan negeri). Napza pada awalnya adalah sejenis obat-obatan tertentu yang digunakan oleh kalangan kedokteran untuk terapi misalnya untuk menghilangkan rasa nyeri. SEJARAH AWAL Kurang lebih tahun 2000 SM di Samaria dikenal sari bunga Papaver somniferum yang kemudian dikenal sebagai opium (candu). merebus cairan morfin dengan asam anhidrat (asam yang ada pada sejenis jamur). Selain itu seorang pengguna NAPZA akan banyak mengalami kesulitan di masa depan serta dalam kehidupan sosialnya. dan lainlain. overdosis (OD). dan Afganistan. Cina dan wilayah-wilayah Asia lainnya. Psikotropika. berasal dari tumbuhan coca (Erythroxylon coca) yang tumbuh di Peru dan Bolivia. terinfeksi berbagai penyakit (HIV/AIDS. 135.sehingga akan muncul berbagai masalah dan persoalan. pada awalnya ada yang hanya mencoba-coba atau sekedar ingin tahu. Tahun 1960-70-an pusat penyebaran candu dunia berada pada daerah Golden Triangle yaitu Myanmar. Ketut Kusminarno Apt Staf Direktorat Pengawasan Narkotika. Bukan saja jumlah penyalahguna bertambah banyak tetapi penyebarannyapun menjadi sangat Cermin Dunia Kedokteran No. Hepatitis B. Tahun 1806 seorang dokter dari Westphalia bernama Friedrich WiIhelm Serturner. reaksi putus obat (sakaw). sehingga disebut sebagai "penyakit tentara". KEADAAN DAN MASALAH Dalam lima tahun terakhir. Iran. campuran ini ketika diuji coba pada anjing menyebabkan anjing tersebut tiarap. Jakarta PENDAHULUAN Penyalahgunaan Napza merupakan suatu pola penggunaan yang bersifat patologik. lama-kelamaan mengalami ketergantungan. menemukan modifikasi candu yang dicampur amoniak yang kemudian dikenal sebagai Morfin (diambil dari nama dewa mimpi Yunani yang bernama Morpheus). yaitu obat yang biasanya digunakan untuk gangguan kesehatan jiwa namun termasuk yang sering disalahgunakan dan dapat menimbulkan adiksi.

Emosi . BK.sering menguap/ngantuk .emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya .mata merah .mulut kering . morfin. produsen gelap serta mereka yang terlibat dalam penyalahgunaan Napza dirasakan masih sangat ringan. sehingga ada seorang produsen Ecstacy yang hanya dijatuhi hukuman 3 bulan penjara. dan bibir kehitam-hitaman . 5. Ganja .bila ditegur atau dimarahi. dan dari kampus-kampus perguruan tinggi sampai kesekolah-sekolah dasar. mengingat sebagian besar korbannya adalah generasi muda yang merupakan generasi penerus kita. 135. ganja) perasaan senang dan bahagia acuh tak acuh (apati) malas bergerak mengantuk rasa mual bicara cadel pupil mata mengecil (melebar jika overdosis) gangguan perhatian/daya ingat 2.tangan penuh dengan bintik-bintik merah. 2002 .bergairah 4. meningkat sebanyak lebih dari 4 kali dalam tiga tahun.berat badan turun drastis . Data dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) dan Rumah Sakit Polri menunjukkan bahwa jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap meningkat dari ± 1779 pada tahun 1996 menjadi ± 8170 pada tahun 1999. Tidak hanya anak-anak dari keluarga broken home. Tindak kriminal dan kekerasan akibat penyalahgunaan Napza juga cenderung meningkat. bahkan pesantren. Jumlah sesungguhnya dari penyalahguna NAPZA di Indonesia belum diketahui dengan tepat. Penyebaran HIV/AIDS melalui penyalahgunaan Napza suntikpun cenderung meningkat dengan cepat akhir-akhir ini. ekstasi) . seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan .kurang konsentrasi .mata terlihat cekung dan merah.sangat sensitif dan cepat bosan .rasa senang dan bahagia . muka pucat. dia malah menunjukkan sikap membangkang . Tindakan hukum terhadap para pengedar. tetapi juga anak-anak dari keluarga harmonis. Amfetamin (shabu.sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas b.kewaspadaan meningkat . Kondisi penyalahgunaan NAPZA saat ini dirasakan sudah sangat serius dan mengkhawatirkan serta mengancam keselamatan negara. Opiat (heroin. - rasa senang. Fisik .meluas dan menghinggapi semua lapisan sosial-ekonomi masyarakat baik strata sosial ekonomi atas sampai ke paling bawah.pengendalian diri kurang . mogadon) bicara cadel jalan sempoyongan wajah kemerahan banyak bicara mudah marah gangguan pemusatan perhatian Tanda-Tanda Kemungkinan Penyalahgunaan Napza a. BAHAYA PENYALAHGUNAAN NAPZA Gejala-Gejala Pemakaian Napza Yang Berlebihan 1. karena sanksinya hanya pidana penjara maksimal 10 tahun. Jenis Napza yang digunakannyapun menjadi sangat beragam. 6.nafsu makan meningkat .acuh tak acuh . bahagia pupil mata melebar denyut nadi dan tekanan darah meningkat sukar tidur/insomnia hilang nafsu makan Kokain denyut jantung cepat agitasi psikomotor/gelisah euforia/rasa gembira berlebihan rasa harga diri meningkat banyak bicara kewaspadaan meningkat kejang pupil (manik mata) melebar tekanan darah meningkat berkeringat/rasa dingin mual/muntah mudah berkelahi psikosis perdarahan darah otak penyumbatan pembuluh darah nystagmus horisonta/mata bergerak tak terkendali distonia (kekakuan otot leher) Alkohol bicara cadel jalan sempoyongan wajah kemerahan banyak bicara mudah marah gangguan pemusatan perhatian nafas bau alkohol Benzodiazepin (pil nipam.nafsu makan tidak menentu 18 Cermin Dunia Kedokteran No.santai dan lemah . Kecenderungan yang menyedihkan adalah bahwa para penyalahguna muda usia makin banyak dan berasal dari keluarga miskin.depresi 3. WHO (World Health Organization) memperkirakan jumlah penyalahguna yang tidak dirawat adalah sekitar sepuluh kali lebih besar daripada yang sempat dirawat.buang air besar dan kecil kurang lancar .

waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur.sering menguap . yang perlu dilakukan adalah : memperkuat keimanan memilih lingkungan pergaulan yang sehat komunikasi keluarga yang baik hindari pintu masuk Napza yaitu rokok Sedangkan langkah-langkah yang dapat dipersiapkan dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA antara lain sebagai berikut : 1) Program Informasi Hati-hati dalam mengemukakan sesuatu secara sensasional. 3) Program Penyediaan Pilihan yang Bermakna Konsep ini bertujuan untuk mengalihkan penggunaan zat adiktif kepada pilihan lain yang diharapkan dapat memberikan kepuasan. biarkan terbaring di sisi kiri badannya dan pastikan berada di posisi aman. Lalu dikembangkan sikap menentang dorongan dan tekanan untuk merokok itu.karena itu mereka jadi malas mandi .takut air. Kebutuhan yang dimaksud antara lain kebutuhan "ingin tahu".sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal. seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat . kamar mandi. mengatasi tekanan mental secara efektif. Suatu pesan yang sama sifatnya misalnya : mass media akan diterima oleh pelbagai kelompok dalam masyarakat yang berbeda-beda sehingga bisa diartikan secara berbeda pula sehingga timbul dampak yang tidak diinginkan. Ketrampilan itu akan menumbuhkan kemampuan mereka untuk menolak suatu ajakan (Just Say "No") serta mengembangkan keberanian dan ketrampilan untuk mengekspresikan pendapat sehingga ia terbebas dari bujukan atau tekanan kelompoknya. Jika terkena akan terasa sakit .mengeluarkan keringat berlebihan .Overdosis . banyak yang hilang . karena justru akan menarik bagi mereka untuk menguji keberaniannya.sering mengalami mimpi buruk .nyeri kepala . meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan yang bijak. Begitupun dengan barang-barang berharga miliknya. 5) Program Latihan Ketrampilan Psikososial Latihan ini diterapkan atas dasar teori bahwa gangguan penggunaan zat merupakan perilaku yang dipelajari seseorang dalam lingkup pergaulan sosialnya dan mempunyai maksud dan makna tertentu bagi yang bersangkutan. kebutuhan mengalami hal-hal baru dalam hidupnya. termasuk mereka yang telah berada dalam taraf eksperimental. gudang.c. baringkan dia di sisi kiri badannya . 2002 19 .malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya . kebutuhan terbentuknya identitas diri. 135. Kemudian cari pertolongan dokter. pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam . Materi dan cara memberikan informasi hendaklah sesuai dengan penerima informasi.jantung berdebar-debar .menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga .Apabila penderita telah pingsan. kebutuhan akan bebas berfikir dan berbuat. kloset.mengeluarkan air mata berlebihan . pendewasaan pribadi.sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan.Gejala-gejala sakaw mencapai puncak dalam 3-5 hari dan Cermin Dunia Kedokteran No. biasanya terjadi pada saat gejala "putus zat" . atau tempat-tempat sepi lainnya .sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan . sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan barang-barang berharga di rumah. serta kebutuhan diri diterima dalam kelompok. menghilangkan gambaran negatif mengenai diri sendiri dan meningkatkan komunikasi interpersonal.suka mencuri uang di rumah. baik fisik maupun psikologik. Segera memberikan dukungan moril jika anak mengalami/menghadapi masa krisis dalam hidupnya.Kalau penderita masih bernapas. Perilaku . 4) Pengenalan Dini dan Intervensi Dini Mengenal dengan baik ciri-ciri anak yang mempunyai risiko tinggi akan menggunakan zat.nyeri/ngilu sendi-sendi LANGKAH-LANGKAH PENCEGAHAN PENYALAH GUNAAN NAPZA Dalam pencegahan penyalahgunaan Napza. Teknik menakut-nakuti hanya efektif dalam keadaan terbatas. termasuk jalan napasnya. NAPZA dan PENGOBATANNYA Pengobatan NAPZA: 1) Pengobatan adiksi (detoksifikasi) 2) Pengobatan infeksi 3) Rehabilitasi 4) Pelatihan mandiri Pertolongan Pertama .sikapnya cenderung manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya. meningkatkan kepercayaan diri. Bila tidak teratasi segera dirujuk ke tenaga ahli. Di sini sangat penting peran guru BP dan orang tua.Periksalah agar tidak ada yang menghambat pernapasannya . . Yang tergolong dalam pelatihan ini antara lain : a) Psychological Inoculation Dalam pelatihan ini diputar film yang memperlihatkan bagaimana remaja mendapat tekanan dari pergaulannya agar ia merokok. b) Personal and Social Skill Training Kepada remaja dikembangkan suatu ketrampilan untuk menghadapi problema hidup umum termasuk merokok dan menyalahgunakan zat. kebutuhan akan penghargaan. 2) Program Pendidikan Efektif Bertujuan untuk pengembangan kepribadian.selalu kehabisan uang . ruang yang gelap. Dalam hal ini dikemukakan persepsi yang salah mengenai rokok dan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh rokok baik bagi perokok sesaat maupun kronis.

Jaypee Brothers Med Publ (P) Ltd. 1988. 1987. Peranan Badan Kesejahteraan Sosial Nasional dalam Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Korban Narkoba. Jakarta. 2. Handbook of Poisoning. mempunyai ketrampilan yang tinggi. 135. Oleh karena itu upaya penanggulangannya harus secara sungguh-sungguh. profesional. 7. Ketut Kusminarno. 3. DAFTAR PUSTAKA 1. 1st ed.hilang setelah 10 hari. Rehabilitasi Setelah menjalani detoksifikasi hingga tuntas (tes urin sudah negatif). Chadha PV. Untuk itu setelah detoksifikasi perlu dilakukan proteksi lingkungan dan pergaulan yang bebas dari lingkungan pecandu. pengobatan yang adekuat dan rehabilitasi mediko-psikososial/ spiritual. sehingga rentan dan sangat besar kemungkinan kembali mencandu dan terjerumus lagi. We live by trusting one another 20 Cermin Dunia Kedokteran No. Kesehatan Depkes RI 1998. Biasanya proses detoksifikasi dilakukan terus menerus selama satu sampai tiga minggu. . 6.pp. Pudji Hastuti. Mengapa Heroin/Putaw Sangat Berbahaya. 150. dan mampu mencakup wilayah atau masyarakat yang luas terutama di daerah-daerah dan kelompok-kelompok yang rawan akan masalah penyalahgunaan Napza. 1998. 2000. Detoksifikasi Detoksifikasi adalah proses menghilangkan racun (narkotika dan/atau zat adiktif lain) dari tubuh dengan cara menghentikan total pemakaian semua zat adiktif atau dengan penurunan dosis obat pengganti. sampai hasil tes urin menjadi negatif dari zat adiktif. Indonesia Australia Specialised Training Project Phase II. Dreisbach RH. Untuk itu harus dilaksanakan program penanggulangan yang komprehensif. Hand Book of Forensic Medicine & Toxicology (Medical Jurisprudence). 324 . Bahan Penerangan tentang Obat/Zat Psikoaktif dan Adiktif. dan mempunyai afeksi yang kuat untuk melaksanakan tugasnya di bidang penanggulangan penyalahgunaan Napza. misalnya dengan memasukkan mantan pecandu ke pusat rehabilitasi. tetapi sangat penting untuk diketahui dalam upaya penghentian penyebaran ini. 2002 . 4. Strategi penanggulangan Napza adalah melakukan upaya agar masyarakat terutama kelompok rawan secara sadar meniadakan keinginannya untuk mencoba/menggunakan Napza. namun secara psikis ada rasa rindu dan kangen terhadap zat tersebut masih terus membuntuti alam pikiran dan perasaan sang pecandu. konseling. PENUTUP Dengan makin meningkatnya kasus penyalahgunaan Napza di Indonesia. Maj. Appleton & Lange. Deppen Rl. Harm Reduction HIV menyebar di antara kelompok IDU terutama karena penggunaan ulang atau bersama jarum suntik dan semprit yang telah tercemar dengan darah yang mengandung HIV. terhadap para pengguna yang telah telanjur menyalahgunakannya ditempuh strategi untuk meminimalkan/meniadakan pengaruh buruk Napza tersebut. 1) Menggunakan jarum suntik sekali pakai 2) Mensuci hamakan (sterilisasi) jarum suntik 3) Mengganti kebiasaan menyuntik dengan menghirup atau oral dengan tablet 4) Menghentikan sama sekali penggunaan Napza. Sudirman. Ditjen Penerangan Umum. tubuh secara fisik memang tidak "ketagihan" lagi. Agar pelaksanaan program itu berlangsung secara berhasilguna dan berdaya guna. meliputi upaya promosi. Alasan penggunaan jarum suntik bersama sangat berbeda-beda.. Empat cara alternatif menurunkan risiko atau harm reduction.28. Sekretariat Penerangan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika. Detoksifikasi bisa dilakukan dengan berobat jalan atau dirawat di rumah sakit. maka keadaan ini sangat memprihatinkan dan dapat menjadi masalah atau bencana nasional. 1975. Drug Information Short Course. 23-27 April 2001. maka harus tersedia SDM yang handal yaitu memiliki pengetahuan yang cukup. Dampak Penyalahgunaan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainya Rumah Sakit Ketergantungan Obat. 5. Twelfth Ed.

2002 21 . HABILITASI Perawatan ini ditujukan terutama untuk stabilisasi keadaan mental dan emosi pasien sehingga gangguan jiwa yang sering mendasari ketergantungan napza dapat dihilangkan atau diatasi. karena menurut penelitian. walaupun memang perlu waktu untuk dapat bersikap seperti itu. − Terapi Relaksasi : karena banyak pasien yang susah untuk relaks. − Akupunktur : dapat meningkatkan kadar andorfin sehingga mengurangi keadaan depresi. Untuk fase awel ini masih dapat dilakukan pemaksaan pada pasien. Pasien yang baik. jadi setelah langkah awal ini. Dalam hal ini yang biasa dipakai adalah golongan anti-anxietas. Atau dapat juga mereka terjatuh kembali menggunakan napza secara tidak terkontrol setelah berhenti menggunakan napza selama kurun waktu tertentu yang dikenal dengan istilah relaps. Jadi penanganan pada setiap pasien tidak bisa disamaratakan. lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Jadi tidak semua bentuk terapi dan kegiatan harus diberikan kepada setiap pasien. Untuk mernpercepat habilitasi ini. MHA Psikiater.. Hal ini tentu saja akan menimbulkan kekecewaan baik bagi orangtua maupun anak/pasien tersebut. peran lingkungan. Serpong Tangerang. beranggapan bahwa setelah detoksifikasi maka seharusnya anak/pasien itu sudah sembuh/baik kembali seperti sebelum mereka tergantung pada napza atau bahkan ada yang berharap bahwa anaknya dapat baik seperti apa yang mereka harapkan. anti-depresi atau anti-psikotik. Pada tahap ini kadang masih ditemukan juga keadaan yang kita sebut slip yang artinya episode penggunaan kembali napza setelah berhenti menggunakan selama kurun waktu tertentu. misalnya dengan diborgol dan pengawasan ketat atau dilakukan dengan ultra rapid detoxification. Hartati Kurniadi SpKJ. sebab usaha rehabilitasi dan resosialisasi banyak tergantung dari berhasil atau tidaknya tahap ini. Detoksifikasi adalah langkah awal dari suatu proses penyembuhan pasien dengan ketergantungan napza. perlu dilakukan langkah solanjutnya agar pasien dapat tetap terbebas dari penggunaan napza. Banten PENDAHULUAN Banyak orang.Pengobatan/Perawatan Pasien Ketergantungan NAPZA Pasca Detoksifikasi dr. Pada tahap ini tidak jarang farmakoterapi masih diperlukan untuk mengobati gangguan jiwa yang mendasari ketergantungan napzanya. Motivasi pasien untuk sembuh memang merupakan kunci keberhasilan pada tahap ini. Oleh sebab itu pada tahap ini perlu dilakukan berbagai bentuk terapi atau kegiatan yang sesuai dengan individu/ keadaan pasien tersebut. Sikap ini akan mempercepat tahap habilitasi. Keadaan ini merupakan langkah yang sangat panting. Bentuk terapi/kegiatan tersebut antara lain : − Latihan Jasmani : misalnya lari-lari pagi. zat yang dipakai tersebut berkaitan dengan neurotransmitter dalam otak. 135. dapat bekerjasama dengan terapisnya tanpa pengaruh napza lagi. terutama yang awam tentang pengobatan ketergantunqan napza. Selanjutnya akan dibicarakan mengenai perawatan pasien setelah terapi detoksifikasi yaitu habilitasi dan rehabilitasi. Hukuman diberikan apabila pasien berperilaku yang tidak diinginkan (menggunakan napza) dan hadiah diberikan bila pasien berperilaku yang diinginkan (tidak Cermin Dunia Kedokteran No. − Terapi Tingkah Laku : teknik terapi yang dikembangkan berdasarkan teori belajar. sangat personal. Habilitasi dapat berupa berbagai bentuk terapi atau kegiatan yang dapat diberikan kepada pasien sesuai dengan indikasi yang ada. Selain itu. Yayasan Jendela. Tetapi untuk langkah selanjutnya perlu adanya kerjasama yang baik dari pasien tersebut. dapat meningkatkan kadar endorfin. keluarga. efek pemakaian napza di otak juga tidak dapat pulih dengan cepat karena berdasarkan penelitian. terapis dan pendamping yang mendukung proses penyembuhan pasien sangat diharapkan.

nyeri kepala. termasuk gangguan kepribadian. Perlu pengawasan dari anggata kaluarga agar terjamin bahwa disulfiram tetap dimakan secara teratur. muka merah. Alasannya.L Alfa Aceto-Methadol). Naltrexon diberikan sebanyak 50 mg perhari atau disesuaikan dengan dosis pemakaian opioida. bisa bekerja lagi sesuai dengan bakat dan minatnya. membangkitkan optimisme berdasarkan sifat-sifat Tuhan yang Mahabijaksana. Kontra indikasi pemberian disulfiram ialah penyakit jantung. 22 Cermin Dunia Kedokteran No. ketergantungan napza juga memberi dampak sosial bagi pasien. selain menimbulkan gangguan fisik dan kesehatan jiwa. Satu hal lagi yang banyak diharapkan setelah mengikuti rehabilitasi. Pasien dengan hepatitis akut atau fungsi hepar buruk. biasanya diminum dengan segelas jus jeruk. Jadi bila minum Disulfiram. bisa melanjutkan pendidikan sesuai kemampuannya. 4. test fungsi hati.menggunakan napza). wajah berkeringat. lalu kemudian meminum juga alknhol. − Terapi Keluarga : sangat diperlukan karena pada umumnya keluarga mempunyai andil dalam terjadinya ketergantung napza pada pasien. Pasien yang kadang-kadang masih menggunakan opioida. − Psikodrama : suatu drama yang dirancang berkisar pada suatu krisis kehidupan atau masalah khusus. maka dapat terjadi overdosis opioida. Dosis methadon setiap hari dimulai dari 30-40 mg. membimbing. dan Maha pengampun. Rehabilitasi pada hakikatnya bertujuan agar penderita bisa melakukan perbuatan secara normal. Jadi harus ada satu pusat catatan Medik terpadu. pasien dapat menghayati agamanya secara baik. 2002 . Sewaktu-waktu urin harus diperiksa untuk memastikan bahwa methadon yang diperoleh dan dibawa pulang dipakai sendiri dan bukan dijual. − Methadone Maintenance Program : biasanya yang menjalani program ini adalah mereka yang telah berkali-kali gagal mengikuti program terapi. rontgen paru-paru dan EKG. sebaiknya diberikan selama minimal 6-12 bulan. penglihatan kabur. rasa penuh di kepala dan leher. − Terapi antagonis opioida : misalnya neltrexon. Kontra indikasinya : 1. Disulfiram menghambat metabalisme alkohol dalam darah sehingga kadar asetaldehida dalam plasma meningkat. Rehabilitasi Vokasional : bertujuan menentukan kemampuan kerja pasien serta cara mengatasi penghalang atau rintangan untuk penempatan dalam pekerjaan yang sesuai. habilitasi dan rehabilitasi lain. rasa tak enak di dada. jika mungkin memberi bimbingan dalam memilih sekolah yang sesuai dengan kemampuan intelegensia dan bakatnya. Di sini perlu sekali pengertian dari pasien. kerjanya menghambat efek euforia dari opioida sehingga pasien akan merasa percuma menggunakan opioida karena tidak mengalami euforia. 3. muntah. REHABILITASI Dalam pengobatan ketergantungan napza perlu dilakukan hingga tingkat rehabilitasi. − Rehabilitasi Kehidupan Beragama : bertujuan membangkitkan kesadaran pasien akan kedudukan manusia di tengah-tengah mahluk hidup ciptaan Tuhan. konseling individual atau mengikuti pertemuan alkohol anonimus. karena bila pasien tidak serius ingin berhenti memakai opioida. biasanya dosis maintenance sebesar 40-80 mg perhari. − Psikoterapi Kelompok : banyak dilakukan dalam program habilitasi karena dirasakan banyak manfaatnya. Untuk menjalankan program ini diperlukan administrasi yang baik. − Rehabilitasi Edukasional : bertujuan untuk memelihara dan maningkatkan pengetahuan dan mengusahakan agar pasien dapat mengikuti pendidikan lagi. Pasien yang test urin untuk opioidanya masih positif. Terapi rehabilitasl ini meliputi beberapa hal : − Rehabilitasi Sosial : meliputi segala usaha yang bertujuan memupuk. Juga memberikan keterampilan yang belum dimiliki pasien agar dapat bermanfaat bagi pasien untuk mencari nafkah. Disulfiram sebaiknya diberikan bersama-lama dengan terapi lain seperti psikoterapi individual atau kelompok. lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitarnya. Drama ini dapat membantu pemainnya (pasien) mengenali masalah bagaimana ia mengambil inisiatif untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jarang melebihi 120 mg perhari. 135. dan kebingungan. Sebelum mengikuti program ini pasien harus diperiksa secara medis dahulu termasuk pemeriksaan darah rutin. menyadarkan kelemahan yang dimiliki manusia. Maha pengasih. arti agama bagi manusia. Itulah sebabnya banyak lembaga rehabilitasi yang didirikan berdasarkan kepercayaan/agama. dan meningkatkan rasa kesadaran dan tanggung jawab sosial bagi keluarga dan masyarakat. dan juga menggunakan opioida. Pasien lebih dapat menerima kritik. Pasien yang mendapat pengobatan dengan analgesik opioida. Terapi ini juga mempersiapkan keluarga beradaptasi dengan pasien setelah yang bersangkutan tidak menggunakan napza lagi. rasa napas pendek. Dosis 250 mg setiap hari atau 509 mg tiga kali seminggu selama satu tahun. Bagi mereka yang sekolah atau bekerja dan konditenya baik dapat datang ke pusat terapi dua kali seminggu dan membawa methadon pulang ke rumahnya (diberikan methadon yang berjangka waktu kerja lama yaitu LAAM . dan saran yang diberikan pasien lain daripada terapis. untuk menghindari kemungkinan adanya pasien yang mendapat jatah obat lebih. − Konseling : dapat membantu pasien untuk rnengerti dan memecahkan masalah penyesuaian dirinya dengan lingkungan. maka bila dia menggunakan naltrexon. Mahatahu. terapi ini barmanfaat terutama bagi orang yang sulit menyatakan suatu peristiwa atau perasaan secara verbal. − Terapi Disulfiram (Antabuse) : merupakan terapi aversif pada ketergantungan alkohol. Setiap hari pasien harus datang ke pusat terapi dan minum jatah methadon di hadapan petugas. dan yang terpemting bisa hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitarnya. berdebar-debar. jadi merupakan suatu bentuk terapi tingkah laku. − Psikoterapi individual : untuk mengatasi konflik intra- psikik dan gangguan mental yang terdapat pada pasien. konfrontasi. vertigo. 2. maka akan timbul suatu perasaan yang tidak enak misalnya mual.

dan Zat Adiktif Lain. Great Britain. Oleh sebab itu agar pengobatan/perawatan ketergantungan napza berjalan dengan baik. Singapore. 2002 23 . Treating Drug Abusers. Social Workers. melainkan langkah awal dari suatu proses terapi ketergantungan napza. Joewana S. dapat disyukuri dan merupakan dorongan untuk mencapai kemajuan yang lebih banyak. Massachusetts. A Simon & Schuster Company. Jakarta: Gramedia. Leow KF. Harrison TC. Bennett G.role of naltrexone in medical practice. Needham Heights. 1989. maupun lingkungannya agar setiap kemajuan yang sekecil apapun. Therapists. Symposium : Advances in the management of drug addiction . 11. 4. Alkohol. Gangguan Penggunaan Zat. Fisher GL.PENUTUP Satu hal yang harus disadari dan dipahami oleh semua pihak adalah bahwa detoksifikasi bukanlah terapi tunggal dari ketergantungan napza. 3. Selain itu harus dimaklumi juga bahwa pengobatan ketergantungan napza membutuhkan waktu yang cukup panjang. 1997. Information for School Counselors. Medical Aspect of Naltrexone. and Counselors. baru bisa dipastikan setelah yang bersangkutan meninggal. Substance Abuse. 1996. perlu pemahaman diri (insight) pasien. dibantu dengan kerja sama yang baik dengan terapis serta dukungan yang kuat dari lingkungan terdekat. Billing & Sons Ltd. Narkotika. terapis. 1989. Feb. 2. Bahkan untuk mengetahui dengan pasti bahwa pasien tersebut betul-betul pulih. 135. Cermin Dunia Kedokteran No. Untuk itu diperlukan usaha yang terus menerus dan perasaan yang selalu optimis baik dari pasien. KEPUSTAKAAN 1.

monoamin inhibitor (MAOI). 3) gangguan fobik. antidepresan trisiklik.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Gambaran Klinik dan Psikofarmaka pada Penderita Gangguan Kecemasan Yusuf Alam Romadhon Dokter PTT Puskesmas Kartasura II Kabupaten Sukoharjo. Cemas pada umumnya terjadi sebagai reaksi sementara terhadap stress kehidupan sehari-hari. dan ini merupakan penyakit. yaitu 1) gangguan panik. kecemasan yang berkepanjangan sering menjadi patologis. 135. kardiovaskuler. lama dan kronik. Secara mendasar lebih merupakan respons fisiologis ketimbang respons patologis terhadap ancaman. hipnotik. Kata kunci: gangguan kecemasan . lama dan kronis. 2002 .10) Yang dibahas di sini adalah kelompok terakhir yang terdiri dari 5 macam yaitu: 1) gangguan panik. 2) gangguan cemas umum. Respons kecemasan yang berkepanjangan ini sering diberi istilah gangguan kecemasan. Pendekatan psikofarmaka adalah dengan obat-obatan anxiolitik yang meliputi tranquilizer minor baik golongan benzodiazepin maupun non benzodiazepin.(9) Bila cemas menjadi begitu besar atau sering seperti yang disebabkan oleh tekanan ekonomi yang berkepanjangan. pada orang dengan gangguan psikiatri berat (skizofrenia.psikofarmaka PENDAHULUAN Istilah kecemasan dalam psikiatri muncul untuk merujuk suatu respons mental dan fisik terhadap situasi yang menakutkan dan mengancam. gangguan bipoler dan depresi). dan pada segolongan penyakit yang berdiri sendiri yang dinamakan gangguan kecemasan.(1.gambaran klinik . yaitu kecemasan 24 Cermin Dunia Kedokteran No. Jawa Teqgah ABSTRAK Dari aspek klinik kecemasan dapat dijumpai pada orang dengan stres normal. pada orang yang menderita sakit fisik berat.9) Dari aspek klinik kecemasan dapat dijumpai pada orang yang menderita stress normal.(3) Perasaan cemas atau sedih yang berlangsung sesaat adalah normal dan hampir semua orang pernah mengalaminya. Untuk penyembuhan dengan baik dan mencegah ketergantungan obat anxiolitik diberikan terapi kombinasi yaitu psikoterapi dan psikofarmaka. Ia menghasilkan serombongan gejala-gejala hiperaktivitas otonom yang mengenai sistem muskuloskeletal. bahkan kecemasan merupakan respons yang sangat diperlukan.3. pada penderita gangguan psikiatri berat atau merupakan gangguan yang berdiri sendiri. Ia berperan untuk meyiapkan orang untuk menghadapi ancaman (baik fisik maupun psikologik). penyakit kronik dan serius atau permasalahan keluarga maka akan berlangsung lama. pada orang dengan sakit fisik berat. 4) gangguan obsesif kompulsif dan 5) gangguan stress pasca trauma. serotonin reuptake inhibitor (SRI) dan specific serotonine reuptake inhibitor (SSRI). 2) gangguan cemas umum.(1. Dikenal 5 jenis gangguan kecemasan. Sehingga orang cemas tidaklah harus abnormal dalam perilaku mereka. gastrointestinal dan bahkan genitourinarius (Tabel 1). dengan ciri munculnya mendadak tanpa faktor pencetus.

gelisah − Takut mati. gelap. antidepresan: trisiklik. gagap − Palpitasi − Hiperventilasi − Berkeringat banyak atau telapak tangan dan kaki lembab Keluhan Kognitif dan Psikologis − Perasaan cemas.(1) Ada juga yang membedakan kasus baru dan lama.(1) Dari jumlah tersebut minimal sepertiganya menderita gangguan kecemasan. was-was − Ragu-ragu untuk bertindak atau memutuskan sesuatu.(1. takut salah. Pendekatan ini dianjurkan untuk dipakai oleh para dokter umum yang mempunyai banyak pasien dalam praktek medis sehari-hari. Mengenai penggolongan (klasifikasi) obat-obat anxiolitik. dada terasa panas Respirasi Nafas pendek Dispnoe (sesak nafas) Hiperventilasi (frekuensi nafas sering) Gastrointestinal Mulut kering Tenggorokan seperti tercekik. 4) gangguan obsesif kompulsif. Keluhan Fisik • Neurologik dan Vaskuler − Sakit kepala. Keluhan dan Tanda Obyektif dari Gangguan Kecemasan(1. non-benzodiazepin. yaitu kecemasan yang mendorong penderita secara menetap untuk mengulangi pikiran atau perilaku tertentu dan. pusing. Kasus baru diberikan sampai 2 bulan bebas gejala kemudian dilakukan tapering off untuk penghentian pengobatan.(5) Psikoterapi yang sering digunakan untuk gangguan kecemasan adalah psikoterapi berorientasi insight. perasaan dan perilakunya terpengaruhi.(1) Di Indonesia penelitian yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan Tambora Jakarta Barat tahun 1984 menunjukkan bahwa di puskesmas jumlah gangguan kesehatan jiwa yang sering muncul sebagai gangguan fisik adalah 28.3) − − • − − − • − − − − − • − − − − • − − • − − Palpitasi (berdebar-debar/deg degan : Jawa) Nyeri dada.39% untuk anak.) − Tidak enak. − Perasaan takut dalam situasi.73% untuk dewasa dan 34.(1) PREVALENSI GANGGUAN KECEMASAN Survai terkini di Amerika (1996) melaporkan bahwa 15 33% pasien yang datang berobat ke dokter non psikiater merupakan pasien dengan gangguan mental.(1-3) Tabel 1. Mengapa kombinasi? Pertimbangannya adalah bahwa psikoterapi mempunyai keunggulan tidak adiktif tetapi kerugiannya lambat dalam efek terapetiknya. nama dagang serta dosis terapetiknya dapat dilihat pada Tabel 2. serotonin reuptake inhibitor [SRI].(1) Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien dapat ditegakkan diagnosis kerja (secara cepat) untuk gangguan kecemasan apabila didapatkan keluhan baik somatik (fisik) maupun psikologik dan kognitif serta tanda-tanda obyektif kecemasan. berada di ketinggian dsb.3) Keluhan-keluhan dan tanda-tanda obyektif yang sering didapatkan dalam praktek medis sehari-hari yang merujuk pada gangguan kecemasan adalah sebagai berikut (Tabel 1). takut menjadi gila atau pikiran-pikiran yang cenderung negatif baik terhadap diri-sendiri ataupun lingkungan − Merasa tegang − Insomnia. kasus lama diberikan sampai 6 bulan bebas gejala kemudian dilakukan tapering off untuk penghentian pengobatan. terapi perilaku. 5) gangguan stress pasca trauma yaitu kecemasan yang timbul setelah penderita mengalami peristiwa yang sangat menegangkan. tenggorokan kering Perasaan tidak enak di lambung Nausea dan vomitus (mual dan muntah) Diare Genitourinarius Sering berkemih Nyeri saat berkemih Ejakulasi prematur Impotensia Sistim Muskuloskeletal Nyeri otot kepala terutama otot leher Sakit dan nyeri otot Kulit Keringat berlebihan Telapak tangan dan kaki basah dan terasa dingin Tanda Obyektif − Penderita tampak gugup. gelisah. kamar tertutup.(l) Obat-obatan yang sering digunakan untuk anxiolitik (mengurangi atau menghilangkan gejala gangguan kecemasan) adalah golongan benzodiazepin. tidak dapat duduk santai − Suara bergetar. kemudian dilakukan psikoterapi yang dimulai pada awal minggu kedua di samping obat anxiolitik masih tetap diberikan tetapi secara bertahap diturunkan dosisnya (tapering off sampai minggu ke empat pengobatan). seperti mau pingsan − Vertigo (pusing berputar) − Tangan gemetaran − Pandangan kabur − Baal dan kesemutan • Kardiovaskuler PSIKOFARMAKOLOGI Untuk penyembuhan dengan baik pasien dengan gangguan kecemasan adalah kombinasi farmakoterapi (psikofarmaka) dengan psikoterapi. terlalu waspada − Mudah marah (iritable) − Perasaan cemas tersebut mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan penderita sehingga fungsi pertimbangan akal sehat. specific serotonin reuptake inhibitor [SSRI]. terapi kognitif atau psikoterapi provokasi kecemasan jangka pendek. Sebaliknya anxiolitik mempunyai keunggulan efek terapetik cepat dalam menurunkan tanda dan gejala kecemasan tetapi mempunyai kerugian resiko adiksi. khawatir. 2002 25 . kepala terasa enteng − Nggliyer (dizziness). Dalam terapi kombinasi diberikan obat anxiolitik terlebih dahulu sampai 2 minggu.(5) DIAGNOSIS GANGGUAN KECEMASAN Dalam makalah ini yang akan dibicarakan adalah diagnosis praktis. 135. obyek atau keadaan tertentu (sendirian. monoamin inhibitor [MAOI]. sulit untuk memulai (jatuh) tidur/early insomnia − Mudah terkejut.yang diderita bersifat mengambang bebas dan berlangsung menahun (kronik). Cermin Dunia Kedokteran No. 3) gangguan fobik yaitu kecemasan atau ketakutan terhadap situasi atau obyek tertentu (spesifik).

80 1. 2.25 2 .200 Secara umum obat-obatan di atas efektif untuk terapi gangguan kecemasan. Farmakoterapi untuk masing-masing jenis gangguan kecemasan(2. Serotonin Reuptake Inhibitor (SRI) Clomipramine e.18 15 20 .150 Prozac Luvox Seroxat Zoloft 20 . Obsessive Compulsive Disorder Treatment Option Medical Progress (November) 1997.9) Anxiolitik (tranquilizer minor) a. hal. Park T. Aris Sudiyanto. 1998.6. paroxetine. anxietas sekarang ini dapat disembuhkan dengan baik. In Wiener JM. 550. 5 Agustus 2000. 2-3. Medical Progress. Aspek Biologik dari Anxietas. pp. Textbook of Child and Adolescent Psychiatry 1st ed.4 0. Namun dalam praktek sehari-hari sering pasien diberikan anxiolitik saja dan tanpa kontrol yang ketat. Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa di Fasilitas Umum. 37-42. Psychopharmacology.(1) KEPUSTAKAAN c. 557. 3. Khasiat Pendek Triazolam Lorazepam Antidepresan a. 11 –4. Pedoman penatalaksanaan Kedaruratan Psikiatri untuk RSU kelas C dan D. 2001 pp.10 Laroxyl Tofranil Asendin Ludiomil Tolvon 75 -300 75 . pp. baik tunggal maupun kombinasi tergantung pada kondisi pasien.8) Jenis Gaugguan Kecemasan Farmakoterapi Gangguan Panik Benzodiazepin Antidepresan trisiklik MAOI Buspiron SRI SSRI Farmakoterapi kombinasi untuk pasien membandel atau adanya komorbiditas dengan gangguan lainnya Sama Sama Sama Clonazepam Fluoxetine Paroxetine Sertraline Fluvoxamine Librium Valium Ativan Lexotan Tranxene Frisium Xanax Rivotril 15 -100 4 .60 Gangguan Fobik Gangguan Cemas Umum Gangguan Stress Pasca Trauma Gangguan Obsesif Kompulsif Dalmadorm Valium Esilgan Mogadon. Yul Iskandar. Tabel 3.60 50 . American Psychiatric Press. 552. Biederman J. dan pengalaman dokter terhadap jenis atau golongan obat-obat tersebut. Trisiklik Amitriptiline Imipramine b.5. 5. Menkes DB. Dumolid Halcion Ativan 15 . 6. 1995. SSRI yang meliputi fluoxetine. pp.8 b. Golongan non-benzodiazepin Opipramol Buspiron Hipnotika/antiinsomnia a. Medical Progress January.75 . Medical Progress. Depkes RI. nama dagang di pasaran dan dosis terapetiknya(2. 10. The word that is heard perishes. Presentation and Management of Anxiety Disorder in Family Practice. Dirjen Yanmed.75 . Pada penderita seperti ini maka prognosisnya buruk atau minimal dubia.6. the letter that is written remains 26 Cermin Dunia Kedokteran No. 1.600 Anafranil 50 . Depkes RI. 9.125 0.60 PROGNOSIS Dengan kombinasi farmakoterapi dan psikoterapi.30 4 . 29. Siklik atipik Amoxapine Maprotiline Mianserine Insidon Buspar 50 .300 10 . Dirjen Yanmed. Trisulo Wasyanto. 135.30 0. Serotonine Reuptake Inhibitor A New Class of Antidepressants.5 . July. Simposium Nasional Awareness Anxiety Program. 7. 18-21. 17-8. 5 Agustus 2000. Aspek Klinik Gangguan Kecemasan. Monoamine Inhibitor (MAOI) Moclobemide d. 65-6. Antidepressant Drugs.80 50 . Khasiat Panjang Flurazepam Diazepam b.300 200 . 4. hal. editor. fluvoxamine dan sertraline(8)(Tabel 3).10 2 .5 0. 1991. Deva MP. Golongan benzodiazepin Chlordiazepoxide Diazepam Lorazepam Bromazepam Chlorazepate Clobazam Alprazolam Clonazepam Untuk gangguan obsesif kompulsif obat yang dikenal efektif adalah clonazepam. Simposium Nasional Awareness Anxiety Programe. 5 Agustus 2000. 8.4. Gangguan Cemas pada Penyakit Jantung. et al. 16-20. 2002 .4 2. (June) 1993. 1992. Simposium Nasional Awareness Anxiety Program. Joyce PR.225 20 . Klasifikasi Obat Anxiolitik. Khasiat Menengah Estazolam Nitrazepam c.80 2 .300 20 .Tabel 2.300 10 . Specific Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) Fluoxetine Fluvoxamine Paroxetine Sertraline Aurorix 30 .

135. tetapi diperkirakan jauh lebih banyak dari angka tersebut di atas(4). Pada akhir Mei 2001 tercatat 1. karena keberhasilan pencegahan penularan horizontal maupun vertikal. namun penatalaksanaannya belum memberikan hasil yang memuaskan dalam hal penurunan angka kesakitan dan kematian HIV/AIDS. peningkatan CD4. Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. dengan harapan dapat diterapkan seoptimal mungkin sesuai dengan sumber dana dan sumber daya manusianya. Banyak penelitian dilakukan bertujuan untuk mendapatkan penatalaksanaan yang baku dan menyeluruh. percaya diri dan tidak takut tentang status dan perjalanan alami HIV/AIDS. Pada konseling dan edukasi perlu diberikan dukungan psikososial supaya ODHA mampu memahami. Penggunaan kombinasi ARV merupakan farmakoterapi yang Cermin Dunia Kedokteran No. Kompleksnya masalah yang dihadapi dalam penatalaksanaan HIV/AIDS. padahal ODHA tersebar di seluruh daerah Indonesia. pencegahan serta pengobatan HIV/AIDS dan IO. Candra Wibowo Residen Bagian Ilmu Penyakit Dalam. Kombinasi ARV merupakan dasar penatalaksanaan pemberian antivirus terhadap ODHA. menekan replikasi HIV secara efektif sehingga kejadian penularan/IO/komplikasi lainnya dapat dihindari.000/ml. pencegahan dan pengobatan infeksi oportunistik (IO) dan pencegahan post exposure (PPE) HIV sampai pemberian imunisasi yang masih dalam penelitian. human immunodeficiency virus (HIV) sudah diketahui sebagai penyebab penyakit acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). dan meningkatkan kualitas serta harapan hidup ODHA.956 kasus yang ditemukan pada saat uji darah donor. serta penghambat protease (PP) HIV. Dua golongan ARV yang diakui Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO) adalah penghambat reverse transcriptase (PRT). memerlukan satu tim kerja terdiri dari berbagai bidang ilmu yang solid dan profesional untuk menurunkan angka insidensi dan prevalensi HIV/AIDS. dari pencegahan penularan horizontal maupun vertikal. ODHA yang menunjukkan gejala klinis atau ODHA tanpa gejala klinis yang memiliki CD4 < 500/mm3 dan atau RNA HIV > 20. Antiretrovirus (ARV) Indikasi pemberian ARV yaitu pada infeksi HIV akut. serta pada PPE HIV1. tes gratis HIV dan ODHA yang dirawat/ memerlukan bantuan tenaga medis. yang terdiri dari analog nukleosida dan non-analog nukleosida. bahkan jumlah terbanyak di Irian(3. konseling dan edukasi merupakan pilar pertama dan utama dalam penatalaksanaan HIV/AIDS. pencegahan dan pengobatan IO serta komplikasi lainnya akan berhasil jika konseling dan edukasi berhasil dilakukan dengan baik. Dalam tinjauan kepustakaan ini diuraikan penatalaksanaan HIV/AIDS yang baku dan menyeluruh. pengendalian kepadatan virus dengan ARV.(1-3) Di Indonesia. PENATALAKSANAAN PADA ORANG DEWASA Konseling dan Edukasi Konseling dan edukasi perlu diberikan segera sesudah diagnosis HIV/AIDS ditegakkan dan dilakukan secara berkesinambungan. Manado PENDAHULUAN Sejak 20 tahun yang lalu.4). Saat ini baru Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo Jakarta yang mampu memberikan layanan hesehatan ODHA secara menyeluruh. Bahkan. 2002 27 .2. pemakaian kombinasi antiretrovirus (ARV) bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA).6.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Penatalaksanaan Baku dan Menyeluruh pada HIV/AIDS Dr. semuanya ini akan memberi keuntungan bagi ODHA dan lingkungannya1. Jumlah sebenamya pengidap HIV/AIDS di Indonesia belum diketahui. Ketiga jenis ini dipakai secara kombinasi dan tidak dianjurkan pada pemakaian tunggal. karena dapat mengurangi resistensi. terutama di negara sedang berkembang. uji saring pecandu narkotika. cara penularan.5-8. jumlah ODHA dari tahun ke tahun cenderung meningkat.

rasional. Guidelines for the use of antiretroviral agents in hiv-infected adults and adolescents. Infeksi oportunistik yang sering dijumpai di Amerika dan Eropa adalah Pneumocystis Carinii Pneumonia (PCP). 2. Terdapatnya efek:samping ARV. 5. United States Public Health Service (USPHS) dan WHO menganjurkan kombinasi ARV yang dipakai sebagai pengobatan pertama kali adalah 2 preparat PRT analog nukleosida dengan PP. delavirdin (analog non-nukleosida). indinavir dan lopinavir jika dikombinasikan. Keadaan klinis yang memburuk. saquinavir.11. Center of Disease Control (CDC)menganjurkan pemberian regimen pencegahan bagi semua pasien dengan status imun yang buruk tanpa kecuali. nelfinavir. Beberapa penelitian menyimpulkan tak perlu penyesuaian dosis dan menunggu kadar tertentu CD4 untuk melakukan imunisasi12. Rifampisin menurunkan berturut-turut kadar plasma nevirapin. Deportment of Health and Human Services. Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Oportunistik (IO) Penyebab utama kematian ODHA adalah infeksi opportunistik.6. Hasil negatif uji saring pada ibu risiko tinggi infeksi HIV perlu diulang 4 minggu kemudian mengingat kemungkinan window period pada saat pemeriksaan dilakukan16-19.2. Imunisasi pasif dan aktif dilakukan untuk mencegah infeksi oportunistik. Nevirapin akan menurunkan berturut-turut kadar dalam plasma saquinavir. Kegagalan penekanan RNA HIV sampai batas tak terdeteksi. berkembang mengalami peningkatan walaupun ARV masih terus diberikan.5. perlu dukungan psikososial ibu supaya tidak takut dan percaya diri mengenai status HIV dan kehamilannya. 135.12-14. Sedangkan kombinasi antara PRT nukleosida. cara penularan dan pencegahan perinatal serta keuntungan pemberian ARV bagi ibu dan janin/bayi. dalam 4-6 bulan setelah pengobatan pertarna diberikan. PENATALAKSANAAN PADA IBU HAMIL/MELAHIRKAN Konseling.12.2.10). 50: 1-1152. Sedangkan zidovudin (ZDV) dengan stavudin dan efavirenz dengan saquinavir merupakan kombinasi antagonis satu dengan yang lain. Penurunan RNA HIV plasma < 0. ritonavir. sedangkan ketokonazol menurunkan kadar plasma nevirapin sehingga pemberian bersama obat-obat tersebut harus dihindari2.5-0.15. sedangkan PRT analog non-nukleosida secara selektif menghambat proses reverse transkripsi HIV-1. Penghambat protease bekerja dengan cara menghambat sintesis protein inti HIV(1-3. sama seperti pemberian ARV pada ODHA karena telah dipertimbangkan farmakokinetiknya dan tidak terbukti memberikan efek teratogenik pada janin/bayi jika diberikan setelah umur kehamilan 14 minggu16-19. Edukasi dan Uji Saring Antepartum The American College of Obstetricians and Gynaecologists (AGOG) dan USPHS menganjurkan konseling. Antiretrovirus (ARV) Pemberian kombinasi ARV merupakan penatalaksanaan baku IHDHA tanpa memandang status kehamilan. Deteksi ulang RNA HIV plasma setelah kepadatan virus 28 Cermin Dunia Kedokteran No. sehingga kombinasi ARV ini jangan dilakukan1. baik ACOG. USHS maupun WHO menganjurkan kombinasi ARV untuk menekan replikasi virus secara cepat sampai batas yang Tabel 1. sedangkan di negara berkembang (Afrika. 4. tak terdeteksi.6) : 1. non-nukleosida dengan PP dipertimbangkan sebagai kombinasi pada pengobatan kasus lanjut(1-3). sebab masing-masing preparat bekerja pada tempat yang berlainan atau memberikan efek sinergis terhadap yang lain. edukasi dan Uji saring HIV sebagai bagian perawatan antepartum yang dilakukan secara rutin dan sukarela oleh ibu hamil dengan risiko tinggi infeksi HIV dan ibu hamil dengan HIV/AIDS (IHDHA).9. Asia Tengah dan Asia Tenggara) termasuk Indonesia adalah tuberkulosis paru1-4. Kombinasi antiretroviral Kriteria Kombinasi Sangat dianjurkan Penghambat Reverse Transcriptase Didanosin+Lamivudin Didanosin+Stavudin Didanosin+Zidovudin Didanosin+Efirenz+ Lamivudin/ Stavudin/ Zidovudin Lamivudin+Zidovudin Lamivudin + Stavudin Zidovudin+Zalsitabin Penghambat Protease Indinavir Indinavir+Ritonavir Lopinavir+Ritovanir Nelfinavir Ritonavir+Saquinavir Altematif Amprenavir Nelfinavir+Saquinavir Ritonavir Saquinavir Tidak dianjurkan Stavudin+Zidovudin Zalsitabin+Didanosin Zalsitabin + Lamivudin Zalsitabin + Stavudin Sumber: US. Perlu diperhatikan kombinasi saquinavir dengan ritonavir akan meningkatkan kadar saquinavir dalam plasma. 2002 . 6.12-14. atau 2 preparat PRT analog nukleosida dikombinasikan dengan analog non-nukleosida.75 log10 dalam 4 minggu atau < 1 log10 dalam 8 minggu setelah pengobatan pertama diberikan. amprenavir dan lopinavir (penghambat protease). indinavir. tentang perjalanan alami HIV. Preparat golongan PRT analog nukleosida menghambat beberapa proses polimerisasi deoxyribo nucleic adid (DNA) sel termasuk sintesis DNA yang tergantung pada ribonucleic acid (RNA) pada saat terjadi reverse transkripsi. pemberian imunisasi aktif sebaiknya bukan imunisasi yang meagandung mikroba hidup/yang dilemahkan. Dalam konseling dan edukasi. Jumlah CD4 tetap mengalami penurunan. 3. MMWR 2001. karena ritonavir menghambat kerja enzim sitokrom P450. Pada pencegahan penularan HIV perinatal (PHP). Kombinasi ARV pada pengobatan pertama perlu diubah jika ditemukan hal-hal sebagai berikut(1.

intrapartum dan postpartum. Oleh karena itu. Namun. operasi cesarea bukan untuk menurunkan kejadian PHP dan dilakukan atas indikasi obstetri(16. lmunoterapi dan Imunisasi Uji tahap I hyperimmune anti HIV Immunoglobulin (HIVIG) yang diberikan ke IHDHA meningkatkan titer antibodi p24 yang tinggi pada bayi baru lahir. gejala dan tanda infeksi HIV serta IO.000 . pengobatan tersebut dilanjutkan sebab penghentian. mernpercepat kala II atau operasi cesarea perlu dilakukan16. Cermin Dunia Kedokteran No. Cara Persalinan Pada saat persalinan harus dihindari semua manipulasi yang dapat meningkatka risiko PHP melalui kontak darah atau sekret genital ibu. Namun.19-21. Pada kasus tersebut.tidak dapat dideteksi. 2002 29 . epidermal growth factor (EGF) dan transforming growth factor (TGF) β. Setiap kunjungan antepartum diperhatikan masalah psikososial ibu.17. bahkan untuk menyelamatkan seorang bayi dari PHP. Lihat tabel 2. sebagian besar subyek penelitian juga menggunakan ZDV selama kehamilannya(16. pemberian ZDV jangka pendek memperlihatkan penurunan PHP 38-50% walaupun air susu ibu masih tetap diberikan.16.17. Di sini. ZDV diberikan secara intravena 2 mg/kg BB dalam 1 jam.10. Pemantauan kesejahteraan janin sebaiknya dilakukan secara non invasif. Pada penelitian di Afrika oleh Wiktor dkk22 dan Dabis 23 dkk serta di Thailand oleh Shafter dkk24. Pada saat mulai persalinan (kala I). Pada beberapa penelitian berskala besar. ADV sebaiknya ada pada setiap regimen kombinasi karena terbukti menurunkan PHP16. lekosit dan trombosit juga dilakukan setiap 4 minggu untuk menilai efek penekanan ARV terhadap sumsum tulang16. Sebaliknya.6% menjadi 7. percobaan15. keberhasilan ataupun resistensi ARV serta menentukan langkah lebih lanjut. memerlukan 12-16 operasi cesarea elektif.17. Penelitian di Swiss. complement. sehingga diharapkan PHP. Jumlah CD4 dan kepadatan virus dipantau selama perawatan antepartum setiap trimester atau setiap 4 minggu jika ARV diberikan guna mengikuti perkembangan penyakit. Di samping itu. serperti persalinan vagina dengan solusio plasenta. dan diteruskan 1 mg/kg BB/jam sampai pengikatan tali pusat bayi.26-28. Tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada efek samping dan toksisitas ZDV dibandingkan plasebo. kecuali anemia pada bayi yang hilang setelah ZDV dihentikan. Oleh sebab itu. melainkan juga strategi pencegahan PHP dan pengobatan serta komplikasi-komplikasinya. sedangkan pemberian ZDV tunggal dapat dilakukan jika CD4 > 500/mm3 dan kepadatan virus 4. Jika berhasil dan dapat dijadikan protokol.19-21.000/ml dengan atau tanpa gejala klinis. Namun. ZDV oral baru diberikan pada umur kehamilan 36 minggu dengan dosis 300 mg 2 kali sehari sampai masa persalinan (kala I). plasenta previa. Pemberian minimal 3 dosis vaksin recombinant envelope setiap bulan berturut-turut menunjukkan peningkatan. sedangkan kelainan kongenital tidak lebih tinggi dari populasi umum.22-24.17.26). mengurangi kejadian resistensi dan memberi kesempatan perbaikan imunitas ibu16.17. mengingat biaya lebih murah.17). pencegahan dan pengobatan IO pada IHDHA sama dengan pencegahan dan pengobatan IO pada ODHA12-14.28). sehingga mampu menekan terjadinya PHP.19. ARVakan mengakibatkan rebound phenomenon jumlah virus16.19. karena pemeriksaan diagnostik invasif meningkatkan risiko PHP. penelitian Lambert dkk(25) Air Susu Ibu (ASI) Air susu ibu selain mengandung faktor imun non spesifik (secretary leucocyte protease inhibitor.17. Perawatan Antepartum Perawatan antepartum IHDHA ditujukan bukan hanya perawatan rutin saja. Perancis. jika ibu sedang menjalani pengobatan ARV dan kemudian hamil. walaupun hal ini tidak ditemukan di Eropa(16. Semua ARV diberikan setelah trimester I (14 minggu umur kehamilan) untuk menghindari beberapa efek teratogenik. ternyata juga mengandung HIV dan DNA provirus dalam jumlah yang cukup banyak untuk menambah risiko PHP sampai 14%16-18. Pemberian kombinasi ARV mulai diberikan pada IHDHA yang memiliki CD4 < 500/mm3 atau kepadatan virus > 10. diharapkan akan menurunkan kejadian PHP lebih banyak lagi.30. 135. perdarahan jalan lahir. hasil penelitian di Amerika dan Vietnam tidak didapatkan perbedaan bermakna dalam penurunan PHP antara kelompok yang dilakukan operasi cesarea elekif dengan kelompok yang diberikan profilaksis ZDV.6% jika diberikan selama antepartum. antibodi pada manusia tanpa efek teratogenik pada binatang . kepatuhan lebih tinggi dan jangkauan lebih luas dibandingkan dengan penggunaan ZDV jangka panjang22-24. kecuali atas indikasi yang kuat16. London dan daratan Eropa lainnya menunjukkan penurunan kejadian PHP 50-87% pada IHDHA yang menjalani operasi cesarea eletif. ZDV terbukti menurunkan PHP dari 22.29. ketubah pecah dini serta partus lama. pemeriksaan hemoglobin. kemudian diikuti dengan pemberian ZDV oral pada bayi setelah berumur 12 jam dengan dosis 2 mg/kg BB/6 jam selama 6 minggu. glycosaminoglycan).16-17. lactoferrin.000/ml dengan dosis 100 mg 5 kali sehari yang dimulai setelah trimester I sampai masa persalinan15. tidak terjadi. Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Oportunistik (IO) Sesuai CDC dan WHO. tidak menunjukkan efikasinya dalam penurunan PHP dibandingkan dengan pemberian ZDV. Sekarang sedang dilakukan penelitian penggunaan ZDV oral jangka pendek untuk mencegah PHP.19. kemudian 300 mg 3 jam sekali dari kala I sampai kala IV dan diteruskan dengan 300 mg 2 kali sehari selama 7 hari postpartum. Penelitian di Rwanda mendapatkan kematian IHDHA post operasi cesarea yang' bermakna dibandingkan dengan yang tidak terinfeksi HIV. sedangkan bayi diberikan ZDV oral setelah berumur 12 jam dengan dosis 2 mg/ kg BB/6 jam selama 6 minggu19. Sedangkan penelitian mengenai imunisasi pasif dan aktif untuk mencegah PHP sedang dilakukan.

50 : 322-4812.flukonazol 100-200 mg/hari .panas > 2 minggu Altematif : .5 ml IM Pengobatan : .CD4< 100mm3 .klaritromisin 500 mg 2 kali sehari .dapson50 mg/hari+pirimetamin toksoplasma ↑ 50 mg/minggu + leukovoin 25 mg/minggu . Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Oportunistik Patogen Pneumocytis carinii Indikasi Pencegahan Pencegahan Pilihan : .atovaquon 1500 mg sekali sehari selama 21 hari Pilihan Pilihan : . avium complex M.flukonazol 400 mg/hari .CD4< 50/mm3 Pilihan : .CD4 < 500/mm3 .flukonazol 100-200 mg/hari Altematif : .pentamidin aerosol 300 mg/hari .CD4 <50/mm3 .itrakonazol 200 mg/hari Altematif : .600 mg 4 kali sehari + primakuin 15 mg/hari selama 21 hari . Di negara maju.Antibodi CMV + Altematif : sidofovir 5 mg/kg BB setiap minggu (IV) Kontak dengan Ig varicella zoster (VIZIG) 6.16. Guidelines for the preventiopn of opportunistic infections in person infected with human immunodeficiency syndome. MMWR 2001.Kontak erat dengan selama 12 bulan penderita tb.itrakonazo1200 mg/hari Klaritromisin 500 mg 2 kali sehari atau azitromisin 1200 mg/hari + rifampisin 300 mg sekali sehari + etambutol 15 mg/kg BB/hari Seperti pasien tuberkulosis paru pada umumnya (sesuai dengan kriteria WHO) Toxoplasma gondii H.kotrimoksasol forte sekali sehari . karena kandungan EGF dan TGF (3 dalam ASI akan mematangkan perkembangan epitel mukosa yang merupakan barrier penting di samping faktor imun non spesifik yang mampu bekerja sebagai antivirus.Tabel 2.CD4< 200/mm3 .dapson 50 mg 2 kali/hari atau 100 mg sekali sehari . tuberculosis Cytomegalovirus (CMV) Varicella zoster Herpes simplex Pilihan : gansiklovir 1 g 3 x sehari Altematif : foscarnet 90-120 mg/kg BB/hari (IV) Asiklovir 800 mg 5 kali sehari selama 2 minggu Asiklovir 200 mg 3 kali sehari atau 400 mg 2 kali sehari Salmonella sp. capsulatum Candida vagina/ oropharygeal M. setiap tahun menjelang musim influenza Semua ODHA Vaksin pneumokokus 23 valen polisakarida 0. pneumoniae . PENATALAKSANAAN POST EXPOSURE Konseling.Sering kambuh Altematif : .32.kotrimoksasol forte 3 kali/minggu .32. pemberian ASI 3 bulan pertama menunjukkan penurunan kejadian PHP. mencegah kehamilan. Konseling dan edukasi post exposure penting. Virus hepatitis A Virus hepatitis B Virus influenza S.Siprofloksasin 500 mg 2 kali sehari - Sumber : US Public Health Services. Antiretroviral (ARV). 2002 .kotrimoksasol forte 2 tablet 3 kali sehari selama 21 hari Altematif : .spiramisin 1 g 3 kali/hari selama 1-2 minggu Altematif : . maka pemberian ASI eksklusif masih dapat dilakukan dibandingkan dengan pemberian mixed breast feeding7. pemakaian kondom.azitromisin 1200 mg/minggu Altematif : . Pencegahan post exposure (PPE) HIV dengan ARV sebaiknya dimulai secepat mungkin tanpa kecuali (hamil atau 30 Cermin Dunia Kedokteran No. 6 minggu. terutama berhubungan dengan psikososial dan perilaku untuk mencegah penularan sekunder (seperti tidak melakukan hubungan seksual.klindamisin 300-600 mg 4 kali sehari+ primakuin 15 mg/hari selama 21 hari .CD4< 100/mm3 Pilihan : .17.sulfadiazin 1-2mg+pirimetamin Ibu hamil : .25 ml.IgG Altematif : . 12 minggu sampai 6 bulan kemudian. narnun di negara berkembang dimana kesehatan sanitasi lingkungan tak mendukung dan tak cukup tersedianya susu formula serta masalah ekonomi.Daerah endemis Pilihan : .atovaquon 1500 mg sekali sehari Amphoterisin 1 g/kg BB/hari secara IV selama 7 hari dilanjutkan dengan itrakonazol 200 mg/hari Pilihan : . Pada penelitian Mofenson dkk31. aktif Rifampisin 600 mg/hari + pirazinamid 15-20 mg/kg BB/hari. diberikan penderita < 96 jam setelah kontak Kontak dengan Pilihan : asiklovir 200 mg 3 kali sehari atau penderita 400 mg 2 kali sehari Altematif : famsiklovir 500 mg 2 kali sehari Terdapat bakteri Siprofloksasin 500 mg 2 kali sehari salmonela Anti HAV Vaksin hepatitis A : 2 dosis Anti HBs – dan Vaksin hepatitis b : 3 dosis HBs Semua ODHA Vaksin influenza inaktivasi.atovaquon 1500 mg sekali sehari . menghindari pemberian ASI) sampai terbukti sumber infeksi tidak mengandung HIV11. jika resisten terhadap isoniazid Pilihan : gansiklovir 1 g 3 x sehari .Tes Mantoux > 5 mm Isoniazid 300 mg/hari + piridoksin 50 mg/hari . pemberian ASI sudah tidak dianjurkan lagi.amphoterisin 1 g/minggu IV Pilihan : .atovaquon 1500 mg sekali sehari .dapson 50 mg/hari + pirimetamin 50 mg/ minggu + leukovorin 25 mg/minggu . jika hasil uji darah negatif baru disimpulkan tidakterinfeksi HIV1.16. 135. Uji darah post exposure untuk menilai antibodi HIV atau RNA HIV dilakukan segera setelah terpapar untuk mengetahui status infeksi HIV yang bersangkutan.rifampisin 300 mg sekali sehari .itrakonazol 200 mg/hari .29-31. paramedis dan pekerja di bidang kesehatan lainnya merupakan salah satu kelompok risiko tinggi terinfeksi HIV akibat paparan produk ODHA.klindamisin 300.dapson 10o mg/had + trimetoprim 20 mg/kg BB/hari selama 21 hari . Edukasi dan uji Darah Post Exposure Tenaga medis.kotrimoksasol forte sekali sehari .dapson 50 mg/hari + pirimetamin 50 mg/minggu+leukovorin 25 mg/minggu .

2000.with zidovudine for prevention of mother-to-child transmission of HIV. 322 : 385-93. 19. 12. New York : Antimicrobial Inc. Br Med J 2001. Obstacles and progress forward development of a preventive HIV vaccine. et al. Djoerban Z.133 : 21-30. karena PHP pada mixed feeding ternyata lebih tinggi. CDC. Lambert JS. Mindel A. 8. Mofenson LM. Updated guidelines for the use of rifabutin or rifampin„ for the treatment and prevention of tuberculosis among HIV-infected patients taking protease inhibitor or non nucleoside reverse transcriptase inhibitors. MMWR 2001. Tenant M. Jaffe HW. tolerance. Analysis of prevalence of HIV-1 drug resistance in primary infection. Chuachoowong R. 353 : 1035-39. Sedangkan kombinasi lanjut ARV yang diindikasikan untuk kasus HIV positif kelas 1 dengan cidera kulit dalam dan HIV Positif kelas 2 terdiri dari regimen kombinasi dasar ditambah salah satu dari ARV yang disebutkan berturut-turut dengan dosisnya sebagai berikut: infinavir 800 mg 3 kali sehari. 5. Kombinasi dasar ARV oral selama 4 minggu yang diberikan terdiri dari ZDV 300 mg 2 kali sehari. CDC. et al. Fox HE. Saat ini. 10. Human immunodeficiency syndrome (HIV): AIDS and related disorder. 677-91. Hudson CN (Eds). 31. Br Med J 2001. 322 :1087-8. 322:1533-5. Influence of infant-feeding pattern on early mother-to-child transmission of HIV-1 in Durban. Gilbert DN. 2001 USPHS/IDSA. pp. Pillay D. et al. Immunology A Short Course 4th ed. Benyamini E. Pada percobaan binatang. Pillay K. Konseling dan edukasi adalah pilar pertama dan utama untuk mencapai keberhasilan penatalaksanaan HIV/AIDS. 2001. 353 :1612-4. The European Mode of Delivery Collaboration. Mantyre JA. 25. Pencegahan post exposure sebaiknya dilakukan secepat mungkin dengan kombinasi ARV sesuai dengan keadaan waktu terpapar. Philadelphia: Lippicott Williams and Wilkins . Fletcher CV. Newell ML. 353 : 1464-7. Ditrame ANRS 049 Study Group. 135-48. The Stanford Guide to Antimicrobial Therapy 31th ed. 322 : 511-3. et A1. HCV and HIV recommendations for postexposure prophylaxis. Jul. 50 (RR. HIV Infection and AIDS in the developing world. Cote d’Ivoire : a randomised trial.1-68. p. Complications after caesarean section in HIV-1 infected women not taking antiretroviral treatment. 15-month efficacy of maternal oral zidovudine to decrease vertical transmission of HIV-1 in breastfed African children. Mofenson LM. In : Jeffries DJ. Vertica transmission of HIV in Europe. Caesarean section and risk of vertical transmission of HIV-1 infection. Advanced and research directions in the prevention of mother-to-child HIV-1 transmission. Lancet 1998. August 2001. et. Meda N. Short-course zidovudine. Aquired immunodeficiency syndrome. Grant AD. Br Med J 2001. 354 : 471-6. US Departemen of Health and Human Services. London: Arnold . Musoka P. Lancet 1999. Guay LA. Thailand : a randomised controlled trial. 22. CDC dan USPHS menganjurkan pemberian kombinasi ARV untuk PPE. Intern Assoc Phys AIDS Care. In : Cohen WR (Ed). Mofenson LM. New York: McGrawHill. 322:1290-3. 7. American Thoracic Society. 217 : 41-7. Centre of Desease Control.32. walaupun ZDV sendiri mampu menurunkan serokonversi sampai 79% pada penelitian retrospektif16. et al. MMWR 2000. Adherence to protease inhibitors therapy and outcomes inpatients with HIV infection. Kastner Ralph. Elective caesarean section versus vaginal delivery in preventiop of vertical HIV-1 transmission : a randomised clinical trial. Lancet1999. Sande MA. Delock KM. 353:1477-82.353:781-5. Dalam : Setiati S. lamivudin 150 mg 2 kali sehari atau lamivudin 150 mg 2 kali sehari dengan stavudin 40 mg 2 kali sehari atau stavudin 40 mg 2 kali sehari dengan didanosin 400 mg sekali sehari. Lancet 1999. Risk factors for perinatal transmission of human immnunodeficiency virus type 1. Jeffrey DJ (Eds). New York : Wiley-Liss. Coutsoudis A. Public Health Services task for recommendations for use of andretroviral drugs in pregnant women infected with HIV-1 for maternal health and for reducing perinatal HIV-1 transmission in the us. Steiehm ER. Lancet 1998. Anderson JR. 4. Ekpini E. 15th ed. Kasoer DL. et al. Complications of Pregnancy 5th ed. 2002 31 . Kao JH. 2001. 2. 49 (RR 10). 26. Lambert JS. Gcubert TA. 29.32. 353:786-92. hal. Lin HH. MMWR 2001 . pp. 30. 24. Sudoyo AW. 6. Reindell D. 32. Harrison's Principles of Internal Medicine. Lancet 1999. 14. 1-115. Guidelines for the use of antiretroviral agents in HIV-infected adults and adolescents. 23. 2001. 2001. Human immnunodeficiency virus infection. Dabis F. Jakarta : Pusat Informasi dan Penerbitan FKUI.I in Kampala. N Engl J Med 1999. pp. 322 :1475-8. Newel ML. PENUTUP Penurunan angka kesakitan dan kematian HIV/AIDS memerlukan penatalaksanaan baku dan menyeluruh pada ODHA dan IHDHA. French L. Nes. Hueppchen NA. Cermin Dunia Kedokteran No. Breast feeding safer than mixed feeding for babies of HIV mothers. Short-course oral zidovudine for prevention of mother-to-child transmission of HIV-1 in Abidjan. Br Med J 2001. Fauci AS. 6-month efficacy. Spooner E. Lancet 1999. and acceptability of a short regimen of oral zidovudin to reduce vertical transmission of HIV in breastfed children in Cote d’Ivoire and Burkina Faso : a double-blind placebo-controlled multi-centre trial. 16. Fauci AS. 3. 28. p. 2001. 21. Lane HC. Alwi I. efavirenz 600 mg sekali sehari atau abakavir 300 mg 2 kali sehari32. Wiktor SZ. 13. Intrapartum and neonatal single-dose nevirapine compared. 135. Safety and pharmacokinetics of hyperimmune anti HIV immunoglobulin administered to HIV-infected pregnant women of and their newborns. Kuhn S. 27. In : Braunwald E. Lancet 2000 . 9. 1999. KEPUSTAKAAN 1. Karon JM. p. Peckham C. Natural history and management of early HIV Infection. 11. 354 : 2050-7. hal 10 (Col. HIV counselling and the psychosocial management of patients with HIV or AIDS. Kompas 2001 Nov. nelfinavir 750 mg 3 kali sehari. Viral Infections in Obstetrics and Gynaecology 1st ed. Swindells S. al. Mohr J. Penatalaksanaan AIDS. Shaffer N. et al (Eds). South Africa : a prospective cohort study Lancet 1999.1852-908. 354: 795-802. et al. narnun pada manusia belum ada penelitian mengenai hal ini16. for perinatal HIV-1 transmission in Bangkok.Am J Respir Crit Care Med 2000 .11). Uganda : hivnet 012 randomised trial. Lancet 1994. Heyward WL. Pemberian ASI di negara sedang berkembang masih dianjurkan. In: Benyamini E. Coico R. 16. 18. 1-8. dkk (Eds).Targeted tuberculosis testing and treating off latent tuberculosis infection. 361-8. 353 : 773-80. 20. MacQueen KM. Chippindale S. Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Penyakit Dalam 2000. Guidelines for the management of occupational exposure to HBV. Upaya turunkan laju infeksi HIV. Fleeting T. Cara persalinan dengan operasi caesarea dilakukan sesusi indikasi obstetri dan bukan untuk menurunkan kejadian PHP. et al. Br Med J 2001. 2000. Paterson DL. 50 (RR 11). Sunshine G. Mock PA. Moellering RC. Msellati P. Guidelines for the prevention of opportunistic infections in person infected with human immunodeficiency syndrome. 355 : 2237-44. didapatkan bahwa pemberian ARV setelah 36 jam paparan tidak efektif mencegah infeksi HIV. l). Pemberian ARV dianjurkan dalam bentuk kombinasi untuk mengurangi resistensi dan mernpercepat penurunan kepadatan HIV sampai batas yang tidak terdeteksi. Ann Intern Med 2000. Wise J.tidak). 17. 15. Lancet 1999.

Potensi bahan kimia untuk dapat menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan tergantung terutama pada toksisitas bahan kimia tersebut. Sebagai contoh. Sebagai contoh. penggunaan. juga jantung. dan besarnya paparan. Hal ini penting bagi setiap orang yang terlibat dalam pembuatan. Sebagai contoh pemaparan tunggal karbon disulfida dengan konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan hilangnya kesadaran (efek akut). nyeri kepala dan mual karena terpapar pelarut. Efek akut dan kronik Suatu bahan dapat mempunyai efek akut dan kronik sekaligus. Beberapa konsep telah dikembangkan untuk membantu menggolongkan efek beracun bahan kimia. dan pembuangan bahan kimia untuk menyadari bahaya dari bahan-bahan kimia terhadap kesehatan. Departemen Kesehatan RI Jakarta PENDAHULUAN Perkembangan produk kimia yang cepat selama satu abad ini telah berhasil meningkatkan mutu kehidupan. sedangkan paparan tergantung dari bagaimana bahan itu digunakan. dan bahkan dapat mencapai 80% untuk jenis kanker tertentu.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Efek Toksik dan Cara Menentukan Toksisitas Bahan Kimia Satmoko Wisaksono Direktorat Pengawasan Nazaba. yang dipengaruhi oleh antara lain jenis kelamin. 2002 . Tetapi dalam menilai bahaya. 135. Namun pemaparan akut selain dapat menimbulkan efek akut. tetapi pemaparan berulang tiap hari selama bertahun-tahun dengan konsentrasi yang jauh lebih rendah yang jika dialami sebagai pemaparan tunggal tidak menimbulkan efek merugikan (efek kronik) dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem saraf pusat dan tepi. Namun di sisi lain keadaan tersebut menimbulkan kerugian bagi masyarakat terutama mereka yang secara langsung berhubungan dengan bahan kimia. Sebagai contoh. Ditjen POM. apakah bahan dipanaskan. Efek dapat balik (reversible) Ef'ek yang hilang bila pemaparan berhenti/mereda. Sebagian besar pekerja dapat menderita berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh bahan kimia. 32 Cermin Dunia Kedokteran No. Toksisitas merupakan sifat dari bahan kimia itu sendiri. Efek jangka panjang akibat polusi bahan kimia terhadap makanan dan lingkungan sudah mulai disadari dan mendapat perhatian. Efek tidak dapat balik (irreversible) Efek yang tidak akan hilang atau permanen meskipun bahan kimia penyebabnya telah mereda atau hilang. Diperkirakan paparan bahan kimia di tempat kerja mengakibatkan 4% kematian karena kanker. pengangkutan. status gizi. sebagai berikut: Efek akut Istilah efek akut dapat diartikan sebagai paparan singkat dengan efek seketika. penyimpanan. EFEK TOKSIK BAHAN KIMIA Efek toksik atau toksisitas suatu bahan kimia dapat didefinisikan sebagai potensi bahan kimia untuk meracuni tubuh orang yang terpapar. sebagai contoh kerusakan otak yang permanen dapat disebabkan oleh paparan akut senyawa timah putih trialkil atau karena keracunan karbon monoksida berat. disemprotkan atau dilepaskan ke lingkungan kerja. perlu diperhitungkan juga kerentanan orang yang terpapar. misalnya. penyakit kanker yang disebabkan oleh pemaparan bahan kimia. dermatitis kontak. juga dapat mengakibatkan penyakit kronik. Efek kronik Istilah kronik dapat diartikan sebagai pemaparan berulang dengan masa tunda yang lama antara paparan pertama hingga timbulnya efek yang merugikan kesehatan. umur. Efek lokal Efek berbahaya yang ditimbulkan oleh bahan kimia di bagian permukaan tubuh atau dapat masuk ke dalam tubuh. luka bakar pada kulit.

dan nafas pendek. Sedangkan efek jangka panjang berupa sirosis hati dari kanker hati. Darah dan sumsum tulang Sejumlah bahan kimia seperti arsin. setiap pemaparan berikutnya apakah melalui kontak kulit atau inhalasi akan menimbulkan risiko kesehatan. Akibat dari efek toksik pestisida ini dapat menimbulkan kejang otot dan paralisis (lurnpuh). larutan asam pekat seperti sulfat atau basa seperti soda api dapat menimbulkan luka bakar. Sebagai contoh. Teratogen Suatu bahan kimia yang apabila berada dalam aliran darah wanita harnil dan menembus plasenta. 135. Efek racun bahan kimia atas organ-organ tertentu dan sistem tubuh : Paru-paru dan sistem pernafasan Efek jangka panjang terutama disebabkan iritasi (menyebabkan bronkhitis atau pneumonitis) Dalam luka bakar. Efek sinergis Efek gabungan dari lebih dari satu bahan kimia. Contoh yang telah diketahui secara luas sebagai teratogen adalah talidomid. gangguan saraf. Gejala-gejala yang diperoleh adalah mengantuk dari hilangnya kewaspadaan yang akhirnya diikuti oleh hilangnya kesadaran karena bahan kimia tersebut menekan sistem syaraf pusat. cacad lahir. Kerusakan DNA dalam sel telur atau sperma manusia dapat menurunkan kesuburan. hidung. DNA adalah molekul pembawa informasi genetik yang mengendalikan pertumbuhan dan fungsi sel. aborsi spontan. Efek bahan kimia terhadap ginjal meliputi gagal ginjal sekonyong-konyong (gagal ginjal akut). EFEK BAHAN KIMIA PADA SISTEM TUBUH Bahan kimia dapat meracuni sel-sel tubuh atau mempengaruhi organ tertentu yang mungkin berkaitan dengan sifat bahan kimia atau berhubungan dengan tempat bahan kimia memasuki tubuh atau disebut juga organ sasaran. Pemaparan terhadap bahan kimia tertentu dapat memperlambat fungsi otak. dan sebagainya. Efek gabungan ini dapat lebih parah dari efek yang diiniliki oleh masing-masing bahan kimia. benzen dapat rnerusah Cermin Dunia Kedokteran No. toksisitas dapat digolongkan sebagai berikut: Korosif Merusak (membakar) jaringan hidup apabila kontak. Efek bahan kimia jangka pendek terhadap hati dapat menyebabkan inflamasi sel-sel (hepatitis kimia). bahan kimia dalam paru-paru yang dapat menyebabkan udema pulmoner (paru-paru berisi air). Mutagen Dapat menimbulkan kerusakan DNA sel .Efek sistemik Efek suatu bahan kimia pada organ tubuh atau cairan tubuh setelah penyerapan atau penetrasi ke dalam organ atau cairan tubuh. Sebagai contoh. kadmium. Asfiksian Mengganggu pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh. dosis yang sama tidak akan membahayakan. Bahan kimia yang dapat meracuni sistem enzim yang mennuju ke syaraf adalah pestisida. dan penyakit keturunan. Seseorang yang peka terhadap bahan kimia akan mengalami reaksi alergi yang berat. Iritan Menimbulkan iritasi setempat atau peradangan pada kulit. 2002 33 . masuknya bahan-bahan kimia seperti timbal. benzen. Bagi individu yang peka. Sebagian bahan kimia dapat mensensitisasi atau menimbulkan reaksi alergik dalam saluran nafas yang selanjutnya dapat menimbulkan bunyi sewaktu menarik nafas. gagal ginjal kronik dan kanker ginjal atau kanker kandung kemih. Ginial dan saluran kencing Bahan kimia yang dapat merusak ginjal disebut nefrotoksin. Berdasarkan sifat bahayanya. dan penyakit kuning. Kondisi jangka panjang (kronis) akan terjadi penimbunan debu bahan kimia pada jaringan paru-paru sehingga akan terjadi fibrosis atau pneumokoniosis. sedang bagi individu yang tidak peka. Sistem syaraf Bahan kimia yang dapat menyerang syaraf disebut neurotoksin. Sensitizer Menimbulkan reaksi alergi. Fetotoksikan Suatu bahan kimia yang berpengaruh buruk terhadap per- kembangan janin sehingga bayi lahir dengan bobot yang rendah. Hati Bahan kimia yang dapat mempengaruhi hati disebut hipotoksik. Kebanyakan bahan kimia menggalami metabolisme dalarn hati dan oleh karenanya maka banyak bahan kimia yang berpotensi merusak sel-sel hati. raksa dan sebagainya dapat menyebabkan anemia. Karsinogen Penyebab kanker. atau jaringan paru. Di samping itu ada bahan kirnia lain yang dapat secara perlahan meracuni syaraf yang menuju tangan dan kaki serta mengakibatkan mati rasa dan kelelahan. yang pada tahun 1960an telah banyak menyebabkan kasus fokomelia (pengecilan lengan dan tungkai sedemikian rupa hingga tungkai dan lengan menempel langsung ke tubuh) pada bayi para wanita yang memakan obat tersebut selama tahap awal kehamilannya. dan dapat berakibat fatal. Sebagai contoh. antara Iain karbon monoksida dan sianida. nekrosis (kematian sel). mempengaruhi perkembangan janin dan menimbulkan kelainan struktur dan fungsional bawaan atau kanker pada anak.

Klasifikasi toksisitas akut pada binatang.Pemaparan bahan kimia terhadap binatang percobaan. Sistem reproduksi Banyak bahan kimia bersifat teratogenik dan mutagenik terhadap sel kuman dalam percobaan. Jantung dan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) Sejumlah pelarut seperti trikloroetilena dan gas yang dapat menyebabkan gangguan fatal terhadap ritme jantung. Kriteria di bawah ini sering dipakai untuk maksud klasifikasi efek toksik akut pada binatang. Karena LD50 dan LC50 suatu bahan kimia tidak menyajikan informasi tentang mekanisme atau type toksisitas. Kulit Banyak bahan kimia bersifat iritan yang dapat menyebabkan dermatitis atau dapat menyebabkan sensitisasi kulit dan alergi. Dosis mematikan untuk inhalasi bahan kimia dalam bentuk gas atau aerosol juga dapat diuji. Dalarn percobaan dengan LD50 ini dapat dilakukan secara oral atau dermal tergantung pada metoda pemaparannya.50 ml 3 . Dasar pemikirannya adalah menguji bagaimana suatu set dosis bahan kimia mempengaruhi sekelompok binatang. Studi terhadap binatang • Uji toksisitas akut (LD50 dan LC50) Uji standar untuk tosisitas akut (jangka pendek) adalah memberi binatang bahan kimia dengan jumlah yang semakin meningkat dalam kurun waktu 14 hari hingga binatang percobaan tersebut mati.5 g/kg 50 . • Uji iritasi dan korosi Uji iritasi dan korosi memberikan sejumlah informasi khas. Jadi LD50 dan LC50 hanya merupakan indeks kasar toksisitas. toksisitas suatu bahan dapat didefinisikan sebagai kapasitas bahan untuk mencederai suatu organisme hidup. Bahan kimia lain dapat merusak surnsum tulang dan organ lain tempat pembuatan sel-sel darah atau dapat menimbulkan kanker darah. 2002 .1 liter 30 . hilangnya pigmen (vitiligo). Cara menentukan toksisitas bahan kimia Dalam pengertian umum. LD50 dan LC50 digunakan secara luas sebagai indeks toksisitas.sel-sel darah merah yang menyebabkan anemia hemolitik. Jumlah bahan kimia yang menyebabkan kematian 50% binatang percobaan dikenal sebagai dosis mematikan bagi 50% binatang percobaan atau LD50. Tatacara dosis tetap hanya dengan menggunakan jumlah binatang percobaan yang lebih sedikit dan dalam analisis penilaian toksisitas bahan kimia tanpa harus membiarkan binatang mati pada akhir percobaan.500 mg/kg 5 . otot dan kelenjar tertentu seperti kelenjar tiroid. Disamping itu ada beberapa bahan kimia yang secara langsung dapat mempengaruhi ovarium dan testis yang mengakibatkan gangguan menstruasi dan fungsi seksual. Klasifikasi toksisitas akut pada manusia.30 ml 7 tetes . Bahan kimia lain seperti karbon disulfida dapat menyebabkan peningkatan penyakit pembuluh darah yang dapat menimbulkan serangan jantung. tulang. Dalarn hal ini konsentrasi gas atau tiap yang membunuh separuh dari binatang dimasukkan konsentrasi mematikan untuk 50% binatang percobaan atau disebut LC50. Sistem yang lain Bahan kimia dapat pula menyerang sistem kekebalan. Bahan kimia lain dapat menimbulkan jerawat. 135. Suatu bahan kimia atau kemungkinan-kemungkinan efek jangka panjang atau kronik.3 ml Dengan indoor (< 7 tetes) No Peringkat toksisitas Dosis 1 2 3 4 5 6 Praktis tidak beracun Agak beracun Toksisitas sedang Sangat beracun Luar biasa beracun (extremely toxic) Super toksik > 15 g/kg 5 -15 g/kg 0. . .5 . Dosis didasarkan alas apa yang tidak diketahui mengenai sifat fisika dan kimia bahan yang sedang dinilai.50 mg/kg < 5 mg/kg Dalam menilai risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh suatu bahan kimia tidak mungkin hanya berdasarkan atas LD50 dan LC50. berbagai lembaga internasional saat ini sedang memodifikasi atau mengganti uji LD50 dan LC50 dengan metode yang lebih sederhana. Tabel 2. Pengetahuan mengenai toksisitas suatu bahan kimia dikumpulkan dengan mempelajari efek-efek dari: . mengakibatkan kepekaan terhadap sinar matahari atau kanker kulit. Bahan kimia yang sedang diuji ditaruh di atas kulit binatang percobaan dan kemudian diperiksa selama beberapa hari untuk 34 Cermin Dunia Kedokteran No.5 . LD50 oral Mencit (mg/kg) Berbahaya (harmful) Beracun Sangat beracun 200 – 2000 25 – 200 > 25 LD50 dermal mencit atau kelinci (mg/kg) 400 – 2000 50 – 400 < 50 LC50 inhalasi mencit (mg/m3/4 jam) 2000 – 20000 500 – 2000 < 500 Selain itu dengan skala Hodge dan Sterner dapat mengklasifikasikan toksisitas akut bahan kimia terhadap manusia.Pemaparan bahan kimia terhadap manusia. Dalam penentuan dosis tetap. Tabel 1. Dosis mungkin mematikan bagi rata-rata orang dewasa > 1 liter 0. misalnya tatacara dosis tetap yang menggunakan lebih sedikit binatang percobaan.Pemaparan bahan kimia terhadap organisme tingkat rendah seperti bakteri dan kultur sel-sel dari mamalia di laboratorium. Cara lain adalah dengan menaruh bahan kimia pada kulit binatang hingga suatu reaksi dapat teramati.

perbedaannya bahwa binatang kontrol tersebut tidak diberi perlakuan pemaparan bahan kimia. Uji rnultigenerasi kadang-kadang diperlukan untuk mendeteksi efek yang dapat diwariskan bagi generasi berikutnya. untuk menentukan apakah bahan kimia dapat menimbulkan setiap efek kesehatan yang mungkin memerlukan waktu yang lama untuk menimbulkan suatu efek seperti kanker. Namun kerapkali percobaan ini menunjukkan efek tidak nyata. Terdapat sejumlah uji mutagenik jangka pendek yang lain atau pengujian mutagenitas (mutagenity assay). • yang tumbuh secara khusus di laboratorium dan memaparkannya terhadap bahan kimia yang diuji. atau paparan jangka panjang terhadap bahan kimia menimbulkan efek kesehatan pada organ seperti ginjal. Misalnya pemberian paparan bahan kimia terhadap hewan percobaan kemudian hewan percobaan dimasukkan dalam kotak maze (kotak dengan jalan ruwet) kemudian diamati tingkah laku hewan percobaan tersebut apakah terjadi perubahan tingkah laku dengan adanya efek bahan kimia terhadap otak dan saraf. Efek reproduksi dapat diklasifikasikan dengan hasil-hasil temuan seperti apakah keturunannya lebih sedikit jumlahnya. • Uji yang herhubungan dengan reproduksi Uji binatang percobaan untuk memeriksa efek yang merugikan dari suatu bahan kimia pada reproduksi memerlukan perlakuan pemaparan terhadap seekor atau kedua induk terhadap bahan kimia yang sedang diuji sebelum kawin. Suatu percobaan yang baik yaitu dengan memberikan perlakuan pemaparan untuk kedua jenis kelamin terhadap bahan kimia dengan dosis yang berbeda. Uji yang paling baik dan paling banyak digunakan adalah uji rnutagenitas Salmonella (umumnya dikenal sebagai uji Ames). Banyak bahan kimia dapat menyebabkan kanker pada binatang dan mungkin menimbulkan kanker pada manusia bersifat mutagenik. Dalam suatu percobaan efek bahan kimia dapat menggunakan binatang percobaan hingga 500 ekor.melihat tanda-tanda seperti ruam kulit atau reaksi panas. Kadang-kadang perlakuan paparannya diberikan pada seekor binatang yang sedang hamil. 2002 35 . yang tidak dipengaruhi oleh penyakit tersebut atau akibatnya dalarn suatu usaha untuk mengidentifikasi penyebab. Uji ini seringkali dirujuk sebagai uji in vitro. Binatang kontrol ini serupa dalam segala hal dengan binata. • Uji tingkah laku Efek bahan kimia terhadap percobaan tingkah laku binatang percobaan. 135. bobot tubuh yang lebih ringan atau dalam beberapa hal mengalami kerusakan. Studi kohor juga disebut sebagai studi lanjutan atau studi insiden dengan melekat pada sekelompok penduduk (suatu kohor) yang digolongkan dalam sub kelompok berdasarkan Cermin Dunia Kedokteran No. Untuk mencit dapat memakan waktu hingga 2 tahun sedangkan untuk tikus sedikit lebih singkat. Dua metode penyelidikan yang paling umum dalam epidemiologi adalah studi kontrol kasus dan studi kohor. Binatang percobaan ini dibandingkan dengan binatang sebagai kontrol dalam jumlah yang sama dengan jumlah binatang percobaan dalam waktu yang sama. Percobaan ini dilakukan dengan memberikan dosis tertentu bahan kimia terhadap hewan percobaan melalui penelanan atau inhalasi terhadap bahan kimia yang sedang diuji selama masa hidupnya.ng percobaan. Pada umumnya dalam pengujian perlu pengarnbilan cuplikan darah atau urin secara teratur dari binatang percobaan untuk pemeriksaan dan analisis. Pengujian dapat dilakukan pada mata binatang (dikenal dengan Draize) • Uji toksisitas sub kronik Secara normal uji toksisitas subkronik memerlukan studi inhalasi atau penelanan selama 90 hari untuk mengetahui efek-efek spesifik dan nyata dari bahan kimia pada organ dan biokimia dari binatang. • Uji hayati kronik (seumur hidup) Maksud dari uji hayati kronik (seumur hidup). Dalam studi ini perlu perbandingan penyakit yang timbul akibat bahan kimia pada sekelompok orang yang terpapar dengan orang-orang yang tidak terpapar dalam kurun waktu tertentu. tetapi untuk pengujian yang lebih mendalam perlu pengambilan irisan suatu jaringan dan diperiksa di bawah mikroskop untuk mengetahui terjadi abnormalitas sel-sel dalam organ. Dalam suatu uji khusus. Uji ini membutuhkan bakteri Studi epidemiologis Studi epidemiologis menyelidiki kesehatan sekelompok orang atau menetapkan apakah mereka terpengaruh oleh paparan bahan kimia di tempat kerja atau dalam lingkungan umum. Uji tersebut untuk mendeteksi mutasi dalam bakteri yaitu untuk uji efek mutagenik. Jadi uji ini dibedakan dengan uji in vivo yang menggunakan jaringan hidup seperti binatang dan manusia. Pada dasarnya metode ini membandingkan orang yang jatuh sakit atau akibat lainnya dengan suatu kelompok kontrol yang sesuai. • Uji Mutagenitas jangka pendek Bakteri dan sel binatang yang tumbuh dalam tabung uji dari koloni serangga buah-buahan atau serangga lain cocok untuk penyelidikan yang cepat dan rnurah dalarn usaha mengetahui bahan kirnia yang potensial mempunyai efek karsinogenik dan mutagenik. kemudian diamati efek-efeknya pada setiap keturunannya. Pengujian-pengujian ini merupakan dasar bagi dosis yang digunakan dalam uji hayati kronik. Pengujian secara kasar hanya berdasarkan pengamatan abnormalitas secara pengamatan kasar dengan mata telanjang. Studi kontrol kasus relatif lebih sederhana pelaksanaannya dan penggunaannya sedikit meningkat untuk menyelidiki penyebab penyakit terutama bagi penyakit yang jarang terjadi. 50 ekor rnencit atau tikus dari tiap jenis kelamin diberi perlakuan paparan bahan kimia yang sedang diuji dengan dosis tinggi tetapi tidak mematikan. Pengujian toksisitas sebaiknya dilakukan secara berulang-ulang dan diarahkan terutama untuk mendeteksi efek toksik yang secara jelas bukan akibat dari pemaparan kulit.

Workshop Sentra Informasi Keracunan Propinsi Jawa Barat. KEPUSTAKAAN 1. 135. sistemik. (1998). Oleh karena informasi yang diberikan dalam studi epidemiologis sangat terbatas. (1996). Di samping itu. Dempsey JL. Atmawidjaja Sudana. Training Course on Risk Assessment. Published by WHO the International Programme on Chemical Safety. Dempsey JL. 4. Kanwil Kesehatan Departemen Kesehatan. 2. 5. juga membutuhkan jumlah pekerja yang terpapar dalam jumlah besar untuk rnemjamin kesahihan perhitungan-perhitungan statistik. IPCS. Criteria for Prioritization of Risk Assessment. Training Course on Risk Assessment. WHO. maka tindakan pencegahan hendaknya dianjurkan berdasarkan atas studi binatang. (1997). 2002 . studi epidemiologis mungkin tidak dapat mendeteksi kasus-kasus mengenai peranan dari kasus satu bahan kimia tertentu ketika para pekerja terpapar terhadap campuran bahan kimia. Uji binatang memungkinkan untuk menguji toksisitas suatu bahan kimia sebelum manusia terpapar. Exposure Assessment and Risk Characterization. (1998). Risk Assessment Training Module. 6. Dalam penentuan toksisitas suatu bahan kimia yang terbaik adalah dengan melakukan studi dengan menggunakan binatang percobaan karena uji binatang memungkinkan untuk menguji toksisitas suatu bahan kimia sebelum manusia terpapat. Toksikologi Bahan Berbahaya. Hal ini dikarenakan selain biaya yang rnahal. Guidelines to The Risk Assessment of Public Health Aspects of Human Risk From Exposure to Chemicals. WHO. 3. 7. Training Course on Risk Assessment. (1997). Meskipun penyelidikan epidemiologis memberi bukti yang paling dapat dipercaya bahwa suatu bahan kimia tertentu rnempunyai efek merugikan kesehatan pada suatu populasi. Training Course on Risk Assessment. Teori dengan menggunakan uji binatang adalah bahwa manusia dan binatang seperti mencit. Prepared by The Edinburgh Control for Toxicology. KESIMPULAN Setiap bahan kimia mempunyai efek dan target sasaran organ tubuh yang akan rusak baik secara lokal. WHO. akut. Franizal Nur. IPCS. (1998) Dempsey JL.pemaparan terhadap suatu penyebab penyakit yang potensial atau akibat dari perbedaan dalam paparan (misalnya terhadap bahan kimia) kemudian diperiksa dan diukur kemudian penduduk keseluruhan ditindak lanjuti untuk melihat bagaimana perkembangan penyakit atau akibat selanjutnya antara kelompok yang terpapar dan tidak terpapar. dapat pulih atau tidak dapat pulih. Budiawan. User's Manual For the IPCS Health and Safety Guides. 36 Cermin Dunia Kedokteran No. Hazard Assessment and Dose Response. tikus atau anjing memiliki biokimia dasar dan proses-proses hayati yang sama. narnun penyelidikan semacarn ini memiliki beberapa kelemahan. WHO. (1998).

mereka akan mendapatkan keuntungan protein yang tinggi. Jakarta PENDAHULUAN Pada umumnya orang berpikir dengan memakan seafood. Toksin yang berasal dari plankton ditemukan juga dalam kerang-kerangan. yaitu komponen yang tidak esensial sebagai dasar metabolisme dan pertumbuhan pada organisme. Bogor *** Mahasiswa Program Pasca Sarjana Kimia. 2002 37 . Betty Marita Subrata**. amnesic dan diarrhetic shellfish poisoning (PSP. Biosintesis metabolit sekunder umum terjadi dalam bakteri seperti dalam mikroba eukariotik dan tanaman. Komponen-komponen ini dianggap sebagai metabolik sekunder. dan Indonesia. Paralytic Shellfish Poisoning disebabkan oleh saxitoxin yang tidak berpengaruh pada tubuh kerang karena sudah kebal terhadap kondisi demikian setelah lama berhubungan dengan toksin tersebut. yang disertai dengan kandungan lemak dan kalori yang rendah. serta kematian ikan. Namun mereka mengetahui bahwa seafood juga bisa mengakibatkan keracunan disebabkan oleh lingkungan yang tercemar. Banyak mikroalgae yang juga memproduksi komponen-komponen baru yang menunjukkan aktivitas biologis yang kuat. Universitas Indonesia. ketidaknormalan dan kematian hewan mamalia dan burung. 135. NSP. Jumlah toksin akan berlipat ganda sesuai dengan jumlah fitoplankton toksik yang dimakannya. asam lemak omega-3 dan mineral. Tercemarnya seafood dapat terjadi secara alami (mikroorganisme dan toksin) maupun oleh kontaminasi bahan kirnia beracun. Institut Pertanian Bogor. Hampir semua seafood bisa terkontaminasi oleh toksin dan dapat menimbulkan sindrom yang berbeda-beda (Gambar 1). Dari banyak metabolit sekunder algae yang telah diidentifikasi. beberapa di antaranya merupakan toksin kuat yang bertanggung jawab terhadap sejumlah penyakit pada manusia. Toksin yang terutama berarti bagi kesehatan manusia berasal dari 3 kelas algae bersel satu. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Marine Toxin Saxitoxin Winarti Andayani*. Filipina. yaitu dinoflagelata. neurotoxic. Mereka berasal dari alam dan akibat kegiatan manusia seperti limbah industri dan kebakaran hutan. dan terdapat dalam kelompok taksonomi yang terbatas. dan Esther Budiman*** *Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi. Beberapa Sindrom Akibat Keracunan Seafood(1) SAXITOXIN Mikroalgae adalah produsen utama yang menyusun dasar jaringan makanan laut dan air tawar. Toxins Marine dinoflagelates (Also bacteria) Toxins Food chain Fish Ciguatera Palytoxin Puffer fish poisoning Shellfish Paralytic shellfish poisoning Neurotoxic shellfish poisoning Diarrhetic shellfish poisoning Amnesic shellfish poisoning (Diatoms) Gambar 1. tetapi dapat berakibat kegagalan pernapasan yang fatal bagi manusia. Badan Tenaga Atom Nasional. Hal ini karena kerang mempunyai sifat penyaring makanan (filter feeding shellfish). ASP. namun yang terpenting dari fitoplankton. disamping itu mungkin juga dapat memacu pertumbuhan tumor. Dinoflagelata mem- Cermin Dunia Kedokteran No. Marine toksin (toksin yang terdapat di laut) sudah lama diidentifikasi di berbagai tempat antara lain Jepang. Toksin ini dapat menyebabkan paralytic. dan DSP). Toksin ini sangat berbahaya dan tidak dapat rusak oleh panas dan pemrosesan. diatoms dan cyanobacteria. Jakarta ** Staf Pengajar Kimia.

Chile North Atlantic coasts-New England. Struktur kristal dari komponen induk saxitoxin mula-mula dilukiskan oleh Schantz dkk yang dapat dilihat pada Gambar 2. Beberapa spesies dari genus Alexandrium. Toksin algae terdiri dari bermacam-macam berdasarkan struktur dna fungsinya dan banyak yang merupakan turunan dari jalur biosintesis yang unik. STXs Sulfocarbamoyl A. Namun tidak semua gejala red tide menyebabkan dampak negatif. dari beberapa ribu spesies dinoflagelata yang diketahui. Racun PSP tidak dapat dihilangkan dari kerang-kerangan baik melalui proses pemanasan maupun hidrolisis. antara lain Alexandrium catenella. Alaska. Senyawa ini mempunyai nilai LD50 sebesar 263 g/kg bobot badan (oral mencit). mensintesis semacam toksin polieter yang terbagi atas dua grup struktural linier dan gabungan (seperti tangga). compressum (Tabel 1). sebaliknya pada cyanobacteria hanya beberapa yang teridentifikasi menghasilkan toksin. in press) 38 Cermin Dunia Kedokteran No. dan mempunyai berat jenis 1. genus tunggal. pernafasan dan mulut. 135. Saxitoxin dihasilkan oleh beberapa spesies dinoflagelata(2). Denmark. yaitu toksin karbamat.H H H OSO3OH H OSO3- OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OH OH OH OH OH OH 2483 2295 2468 892 1584 1803 160 15 239 33 143 1274 1617 1872 - A. British Columbia. Saxitoxin berupa cairan tidak berwarna dengan bau menyengat (seperi asam cuka). antara lain A. Papua New Guinea Palau Island Tasman Sea. kelihatan bersifat toksigenik. 2002 . cohorticula Pyrodinium bahamense P. Germany. bahkan umumnya red tide terjadi sebagai tanda Tabel 1. Red tide yang berdampak merugikan disebut Harmful Algal Bloom (HAB).H H OSO3. Holland. sedikit larut dalam etil alkohol dan asam asetat tetapi tidak larut dalam pelarut organik (non polar). masih belum dapat dipastikan toksisitasnya sehingga keberadaannya perlu diwaspadai. Fenomena red tide dapat dikaitkan dengan beberapa fenomena alam seperti El Nino. namun demikian hanya beberapa lusin spesies. Venezuela. pseudo-nitschia. acatenella A. mata. Alexandrium minutum. Adanya perbedaan substituen pada R4 Carbamate STX Neo STX GTX1 GTX2 GTX3 GTX4 GTX5 (B1) GTX6 (B2) C1 C2 C3 C4 dcSTX dcNeoSTX dcGTX1 dcGTX2 dcGTX3 dcGTX4 H H H OH H H OH OSO3. Aphanizomenon flan-aquae unknown unknown GTXs unknow GTXs. Pada diatoms. Berdasarkan substitusi pada R4. Senyawa ini mudah terhidrolisis dalam larutan basa dan toksinnya tidak aktif setelah dididihkan selama 3 sampai dengan 4 jam pada pH 3. Ledakan populasi (blooming) dari spesies-spesies tersebut di atas menyebabkan perubahan warna air laut dari biru-biru menjadi merah kecoklatan. yang dibedakan oleh kombinasi substitusi OH dan sulfat pada 4 sisi dalam molekul (Rl-4). Japan. cohorticula dan A. dekarbamoil dan deoksikarbamoil. Gymnodium catenatum. Pada Gambar 2 terlihat bahwa struktur dari congener saxitoxin bervariasi.H H H OSO3OH H OSO3H H H OH H H H OSO3. Canada. Struktur Saxitoxin dan Tosisitas Relatif dari PSP (van Dolah.H OSO3.H H H OSO3OH OSO3. menghasilkan toksin yang memiliki pengaruh kuat terhadap kesehatan manusia.0 (g/mL) Saxitoxin bersifat racun dan menyebabkan iritasi apabila kontak dengan kulit. Alexandrium tamarense. Norway. dan Pyrodinium bahamense var. GTXs Zn-bound PXs STXs doSTX H Deoxydecarbamoyl doGTX2 H doGTX H H H H H OSO3. W. compressa Gymnodinium calenatum Cochlodinium sp. tamarense GTXs. saxitoxin dapat dibagi atas 4 kelompok. phoneus A. bahamense var. Diperkirakan awal musim hujan merupakan masa-masa terjadinya blooms dari spesies-spesies berbahaya yang bertujuan untuk mengambil makanan dari daratan. Saxitoxin mempunyai sifat fisik larut dalam air dan metil alkohol. Toksin algae yang mempunyai pengaruh kuat terhadap kesehatan manusia mungkin dikategorikan sebagai neurotoksin atau hepatotoksin. tamayavanichi.H OH H OSO3H H H OH H H OH OSO3. Perubahan warna air laut ini umumnya dikenal sebagai fenomena red tide. Neurotoksisitas dari toksin algae diperantarai oleh bermacammacam interaksi yang sangat spesifik dengan saluran-saluran ion yang terlibat dalam neurotransmisi. STXs PXs. Japan Japan New England (lakes) PSP Components GTXs. Misalnya dinoflagelata.H H OSO3.H H - Gambar 2.punyai jaringan yang luas. Plankton penghasil PSP(2) Spesies Alexandrium catenella Areas Pacific coasts-California. Japan British Columbia North Sea Gulf of Thai Brunei. sulfo-karbamoil. STXs meningkatnya kesuburan suatu perairan. yang ikut menjadi penyebab red tide blooms di wilayah Indonesia.

Kejadiannya berlangsung pada tahun 1988 setelah orang mengkonsumsi sejenis kerang. Pertolongan hanya dapat dilakukan dengan cara menguras isi perut dan memberikan pernafasan buatan. 1985. Survey lain menunjukkan bahwa spesies plankton ini secara luas terdistribusi di sebagian besar bagian utara sampai bagian selatan Jepang(2). Nilai toksisitas ditentukan dalam satuan Mouse Unit (MU). Semua musibah terjadi pada awal musim penghujan. Teluk Peru. Selama 20 tahun (1972 sampai dengan 1992). selain otot jantung (3). Bila tidak ditolong maka penderita akan meninggal dalam waktu 24 jam. Di Jepang Alexandrium catenella pertama kali didapatkan sebagai penghasil PSP di Owase Bay. Kesimpulan terjadinya keracunan PSP hanya didasarkan pada gejala klinis penderita. dimana 1 MU sama dengan jumlah toksin yang dibutuhkan untuk membunuh seekor mencit seberat 20 g dalam 15 menit. mual. Pembuangan ini sebagian besar melalui urin. Halmahera. Pyrodinium bahamense var. Maluku. PENYEBARAN PLANKTON PENGHASIL PSP Penyebaran dari mikroalgae dapat terjadi mengikuti beberapa pola. tepatnya di perairan Nunukan dan Pulau Sebatik sebelah selatan. Teluk Jakarta. Tempat penyebaran plankton penghasil PSP(4). Penderita mula-mula akan merasakan kesemutan dan mati rasa pada bibir yang menjalar ke seluruh mulut dan leher. Halmahera. Dengan demikian mikroalgae tersebut dapat terbawa oleh arus ke arah tertentu dan apabila kondisinya sesuai. Dengan perantaraan arus inilah umumnya mikroalgae menyebar. Brunei Darussalam. baik alami maupun karena kegiatan manusia. baru-baru ini menunjukkan pembalikan efek secara signifikan pada serangan saxitoxin dalarn mencit. PARALYTIC SHELLFISH POISONING (PSP) Seafood yang telah terkontaminasi oleh saxitoxin apabila dikonsumsi oleh manusia akan menyebabkan sindrom yang disebut Paralytic Shellfish Poisoning. Gejala utama dari keracunan saxitoxin adalah kelumpuhan (paralysis) pada otot. penghalang saluran K. Di Indonesia spesies ini sudah diidentifikasi dari beberapa perairan. Lokasi lain di Indonesia yang mengalami kejadian PSP tercatat di Kalimantan Timur. tetapi jantung masih tetap berdenyut. lebih dari 90% makanan yang terkontaminasi oleh saxitoxin berakibat fatal. Gejala PSP lainnya muncul di Taiwan bagian utara(5). 4-aminoantipirin. Tempat penyebaran plankton penghasil PSP dapat dilihat pada Gambar 3. Kejadian di Flores Timor ini agak menyimpang dari kebiasaan. Teluk Ambon. pembuangan saxitoxin dari darah manusia berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam. karena korban jatuh setelah memakan ikan dan bukan kerang. teramati di Barat Daya kepulauan Jepang. Sarawak dan Semenanjung Malaysia. Jumlah korban mencapai 11. 2002 39 . Di perairan sekitar Larantuka-Flores Timor. Pada suatu penelitian sampel klinis dari terjangkitnya PSP di Alaska tahun 1994. Musibah terparah terjadi pada tahun 1983 dengan korban empat orang meninggal dunia dan 236 orang mengalami kelumpuhan. muntah dan kejang pada otot perut. mungkin hal ini berguna sebagai penangkal bagi PSP. dengan jumlah korban yang meninggal sebanyak 271 orang. gejala keracunan PSP telah tercatat semenjak tahun 1959 dengan korban tiga orang meninggal dan lima orang mengalami kelumpuhan setelah memakan ikan laut. 135. pusing. Mereka melakukan penelitian di perairan Ilan County di Taipeh dari bulan November 1996 sampai dengan Oktober 1997. juga pada pasien yang mengalami kelumpuhan pernafasan dan dibantu dengan bantuan pernafasan. Kejadian ini berulang pada tahun 1983. Filipina. Toksin dekarbamoil mempunyai potensi di tengah-tengah yaitu 1274-1872 MU/µmol dan toksin sulfo karbamoil merupakan toksin yang paling lemah (15-239 MU/µnol). Di Indonesia PSP umumnya terjadi di perairan Teluk Kao. Toksin karbamat adalah yang paling kuat sifat toksisitasnya (892-2483 mouse unit (MU) /µmol). compressum merupakan spesies utama penyebab PSP di perairan Indo-Pasifik. ternyata spesies Puffer takifugu rupripes telah terkontaminasi oleh saxitoxin. Terdapat paling sedikit 15 orang meninggal akibat mengkonsumsi kepiting selama 1909-1988. Sabah. Merethrix merethrix Cermin Dunia Kedokteran No. seperti di Papua Nugini. berkembang dengan baik. 1992. diduga antibodi mungkin berpotensi menyediakan reagen yang berguna untuk perlindungan terhadap toksisitas secara in vivo. Saat ini masih belum tersedia penangkal untuk PSP Antibodi monoklonal anti saxitoxin yang diuji secara in vitro dan in vivo menunjukkan perlindungan terhadap terikatnya saxitoxin dan pengurangan gerakan di sekeliling saraf akibat saxitoxin pada saraf mencit. Namun sampai seat ini masalah PSP hanya dijumpai di perairan Teluk Kao dan Nunukan. Sebagai tambahan. dan terakhir tahun 1997. suatu pulau yang berbatasan dengan Sabah. Gejala PSP yang muncul di Jepang. Gambar 3. seperti Teluk Kao. Selain itu sampai sekarang belum dapat ditentukan spesies mikroalgae yang menghasilkan toksin PSP. kesukaran bernafas dan akhirnya berhenti bernafas. perairan sekitar Biak. dan Selat Bangka.157 orang.mengakibatkan perubahan yang besar pada sifat toksisitasnya. Gejala selanjutnya terasa pada ujung jari tangan dan kaki yang nyeri seperti ditusuk-tusuk. sekitar bulan November-Desember.

9-guanidium terhadap gugus anionik dari reseptor (A. Jones Y. Dua jam setelah memakan kerang. yang menunjukkan bahwa ikatan ionik dari dari 7. A Technomic Publishing Co.9-3. 7. Chai. Jong SS. perasaan mengantuk. Recent Studies on Marine Toxins. Tucker BW. Marcel Dekker. berbicara tidak jelas. 6. dan kasus serius melibatkan konsumsi 5. In : Seafood safety. Larutan standar induk PSP 100 µg/mL (dalam alkohol yang telah ditambah 20% asam).4 mg saxitoxin ekuivalen. Hal ini sesuai dengan cepatnya serangan (kurang dari satu jam) dari gejala yang klasik untuk PSP termasuk perasaan geli dan mati rasa pada daerah-daerah perioral dan kaki tangan. larutan ini stabil dalam tempat dingin (3-4°C). Shahidi F. larutan stabil dalam beberapa minggu pada 3-4°C. SJ. International Atomic Energy Agency. LAMPIRAN 1. and DD. Natural Toxins 1995. 2. 8. Fisheries Science 1998. KEPUSTAKAAN 1. Gejala klinis PSP terjadi bila kurang lebih 2000 MU (0. 3.(kerang tahu). Regional Training Workshop on Receptor Binding Assay Techniques for Harmful Algal Bloom Toxins Quantification.8.6 mg). The New York Academy of Sciences. Van Dolah FM. Hashimoto Y.72 mg) termakan. Tterodotoxin. Overview of Current Seafood Nutritional Issues : Formation of Potentially Toxic Products. Dosis letal untuk manusia adalah 1 . L. Polaritas molekul saxitoxin sebagian besar menghambatnya untuk melintasi penghalang darah otak. Marine Toxins and Other Bioactive Marine Metabolites. NY 1997 Takashi M. ANALISIS PSP DENGAN METODE BIOASSAY(7) Bahan 1. Proccesing. Skema tahapan pengikatan saxitoxin terhadap saluran natrium afinitas tinggi dapat dilihat pada Gambar 4. NY (in press) Lin. In Seafood Toxicity. 2. B) menyebabkan dehidrasi gemdiol pada posisi C-12. Saxitoxin terikat dengan afinitas yang kuat pada reseptor asetilkolin di saluran Natrium sehingga menghambat pembukaan saluran. Mencit sehat berukuran 19-21 g.000 MU toksin (0. Toxicity of the Puffer Takifugu Rubripes Cultured in Northern Taiwan. Tokyo 1977. dari susunan saraf den membran-membran sel jika dibandingkan dengan senyawa-senyawa derivatnya yang lain.000-20. Chapter 49 : 46 B-48. Proceeding Fourth LIPI-JSPS Joint Seminar on marine Sciences. Japan Scientific Societies Press.J. Kao YC and SR Levinson (eds). Kitts (eds). 135. dibuat dengan cara melarutkan 1 mL larutan standar induk dalam 100 mL aquades. ternyata saxitoxin paling aktif dalam menghambat (blocking) saluransaluran. MEKANISME SAXITOXIN DI DALAM TUBUH Berdasarkan aktivitas tiap molar senyawa. Tahapan Pengikatan Saxitoxin terhadap Saluran Natrium(6) 40 Cermin Dunia Kedokteran No. Saxitoxin. menghasilkan suatu keton (Cl) yang terdapat dalam keadaan kesetimbangan yang cepat dengan karbokation (C2). Gambar 4. Ikatan kedua berupa ikatan kovalen yang terbentuk di antara reseptor den C-12 (D). sebanyak 68 orang jatuh sakit dengan gejala PSP dan akhirnya 2 orang meniggal dunia. Hal 183-193. Jakarta 1994. Diversity of marine and Freshwater Algal Toxins. Jika ukuran mencit < 19 g atau > 21 g maka digunakan faktor koreksi untuk memperoleh waktu kematian yang benar. T. Philippines 1999. 4. 5. terjadi kelumpuhan pernafasan (sulit bernapas). and The Molecular Biology of The Sodium Channel. Botana (ed). 64 (5) : 766-770. AOAC Official Methods of Analysis Supplement. NY 1999. karena itu sisi utama tempat aksi saxitoxin pada manusia adalah kemungkinan besar pada persimpangan otot saraf. and Deng Fwu Hwang. 2002 . kehilangan kontrol motorik. and Biotechnology. 3. dan pada kasus dengan dosis tinggi. Larutan standar kerja PSP 1 µg/mL.

16 1.22 1.937 0.00 4. Campuran dipanaskan dan dididihkan selama 5 menit.70 0.00 16. selanjutnya bagian dalam dibersihkan dengan air bersih untuk menghilangkan pasir atau zat-zat asing lainnya.015 1.9 11.10 4. 20.00 18.5 13.76 0. 4. Masing-masing 1 mL larutan disuntikkan secara intraperitoneal ke beberapa ekor mencit dan kemudian dipilih larutan dengan konsentrasi yang memberikan waktu kematian (death time) antara 5-7 menit.19 3.00 1. 2002 41 .80 1.35 2. dan 30 mL aquades dan pH dikontrol antara 2-4.93 0.09 1.00 2. 15.06 1.30 8.30 12.45 8.86 WM 17 17.15 1. maka perlu dibuat pengenceran sampel untuk memperoleh death time 5 .50 6.99 0.25 1.98 0.53 0. Dari larutan dengan konsentrasi yang terpilih.44 2. 3.00 1.00 9.00 19. maka pH sampel harus ditepatkan lagi antara 2 .00 7.30 4.785 0.00 17. dan tidak boleh digunakan berulang.31 3.20 3.74 1.88 DT 3.1 N NaOH setetes demi setetes sambil tetap diaduk.30 2.06 5. dan dari Tabel Sommer ditentukan bilangan MU.71 2.32 5.66 5.07 - Keterangan : WM : berat mencit (gram) MU : mouse unit Cermin Dunia Kedokteran No.00 20.81 0. 4.00 13.40 5.00 60.000 1. Bagian daging (100 -150 g) diambil dan dikumpulkan (hindari penggunaan pemanasan atau anestetik sebelum membuka kulit dan dilarang memotong atau merusak badan pada tahapan ini). Apabila ketiga ulangan dari sebuah larutan dengan konsentrasi yang memberikan median death time lebih kecil dari 5 menit atau lebih besar 7 menit.45 5. 3.3 26.33 8.96 DT 5. kemudian dibuka dengan alat khusus pemotong kerang.35 4.05 3.86 1.5 13 13. Campuran yang sudah dingin ditepatkan pH nya pada pH 2 . 5.60 1.000 0.15 2.00 MU 1.45 MU 1.52 6.075 1.06 1.942 0. Plate mikrotiter dengan 96 lubang Tabung sentrifugasi 15 dan 30 mL Vortex Bahan Kimia 1.917 0.63 2. Jika death time dari beberapa mencit < 5 menit.10 1. jika perlu pH ditepatkan < 4.4 20.73 0.5 16 16.45 4.00 24.56 0.30 6.5 14 14.00 3. maka dibuat FK untuk setiap mencit dengan mengalikan MU terhadap death time mencit. Persiapan Sampel Bagian luar kerang-kerangan dicuci dengan air segar. kemudian didinginkan pada suhu kamar.4 dengan penambahan 5 N HCl atau 0.00 10.20 4.5 20 20. tetapi pengujian menggunakan 2 atau 3 mencit lebih baik.4.18 DT 9. Tabel Sommer (AOAC.69 1.97 0.84 0. Filtrat diambil untuk pengujian pada mencit.79 2.20 2.11 1.875 Keterangan : DT : death time dalam mencit MU : mouse unit LAMPIRAN 3. Nilai MU diubah ke µg racun/mL dengan mengalikan FK.10 3.25 1.26 2.00 22. Mikropipet berukuran 1 – 1000 µL 2.16 2.Pada analisis PSP mencit yang digunakan tidak boleh berukuran > 23 g.9 10.05 2.08 2.5 12.25 2.67 7.10 2.55 MU 3.73 4.1995) DT 1.31 1.934 0. Satu mencit boleh digunakan untuk penentuan awal.95 0.00 11.15 6.4 9.00 30.35 1.948 0.62 0. Sebaliknya.7 menit.2 38.04 1.39 1.25 3.00 11. Penghitungan Toksisitas Waktu death time ditentukan. nilai MU/ml ditentukan dari median death time konsentrasi terpilih dengan menggunakan Tabel Sommer yaitu hubungan antara death time terhadap MU untuk PSP (Lampiran 1).98 2. Sebanyak 3 mencit disuntik dengan larutan yang sudah diencerkan sampai memberikan death time 5 .42 7.12 .898 0.48 4.43 1.50 2.40 4.13 1.1 N HCl.30 7. ANALISIS PSP DENGAN METODE SAXITOXIN BERTANDA(8) Peralatan 1.905 0.50 4. [3H] STX diasetat 2.43 3.88 2.38 2.96 0. Pipet multi channel berukuran 5 – 200 µL.65 0.50 0.15 7. 25.15 4.675 0.25 4.21 2.7 menit. Waktu suntikan dicatat dan mencit diamati dengan hati-hati untuk mengetahui death time nya yang ditunjukkan oleh hembusan nafas terakhir. Tabel Sommer (AOAC.35 1. FK dihitung dengan cara membagi konsentrasi terpilih (µg/mL) dengan nilai MU/ml.20 1.05 5. masing-masing dibuat 3 ulangan dan disuntikkan 1 mL larutan secara intraperitoneal ke masing-masing 10 ekor mencit dan dicatat death time-nya.05 1.55 MU 100 66.03 1.92 1. Nilai rata-rata FK yang diperoleh digunakan sebagai FK dalam analisis sampel.06 3.972 0.54 1. 12.89 1.03 1.45 7.28 1. maka paling sedikit 3 mencit harus disuntik untuk memastikan toksisitas dari sampel. maka hasil ini digunakan untuk perhitungan lebih lanjut termasuk ulangan yang mungkin memberikan median death time lebih kecil dari 5 menit atau lebih besar 7 menit.00 5.00 4. Perhitungan nilai faktor koreksi (FK).00 6. 135.5 11 11.05 1.5 23 MU 0.00 25.00 21.88 0.56 2. diaduk dengan cepat dan diperiksa pH nya. STX dihidroksi HCl (Lihat halaman berikutnya) LAMPIRAN 2.10 5.00 15. maka hasil dari konsentrasi ini diabaikan.40 2.48 1. Standarisasi Bioassay 1.40 1.954 0.50 1.32 2. termasuk yang selamat.04 2.00 40.7 menit. 2.64 1. Jika beret mencit yang diuji < 19 g atau > 21 g.45 2.05 4. 2.00 8.7 16. apabila salah satu atau lebih dari sebuah larutan dengan konsentrasi yang memberikan median death time antara 5 .15 5.30 1. 1995) WM 10 10.83 1.50 2.00 23.20 5.15 8. Jika pengenceran besar diperlukan.3e 3.04 6.5 19 19.30 5.5 MU 0.59 0.5 15 15.20 1.00 14.08 2.70 3.55 4.50 3.30 10.26 4. Sepuluh (10) mL larutan standar 1 µg/mL diencerkan dengan musingmasing 10.57 3.5 22 22.985 1.5 21 21.35 3 40 315 3.45 1.15 3. Jika death time dari 1 atau 2 mencit yang disuntik dengan sampel yang tidak diencerkan > 7 menit.5 18 18.965 0.55 2.015 1. Ekstraksi Sampel Sampel sebanyak 100 gram ditambah 100 mL 0. Pengujian Mencit Setiap mencit disuntik secara intraperitoneal dengan 1 mL ekstrak.67 1. Sampel ditepatkan di dalam gelas piala sampai homogen atau jika diperlukan sampel disentrifugasi selama 5 menit pada 3000 rpm kemudian disaring melalui kertas saring. µg racun/100 g daging = (µg/mL) x faktor pengenceran x 200 Nilai > 80 g/100 g merupakan indikasi bahwa sampel yang diuji sangat racun dan tidak aman untuk dikonsumsi.

6 x 10-8. 6 x 10-10 M. 2. Masing-masing sebanyak 35 µL sampel dan standar STX dimasukkan ke dalam plate mikrotiter.5 4.dengan alat scintillator counter untuk memperoleh total count (cpm).8 mL STX binding buffer. maka konsentrasi STX dalarn sampel dapat dihitung. yaitu 6 x 106-6. STX binding buffer =75 mM HEPES + 140 mM NaCI buffer pH 7. Persiapan kurva standar STX menggunakan STX dihidroksi HCl dalam tabung dengan berbagai konsentrasi. Dengan mengetahui nilai total count sampel.0 mg/mL. [3H] STX dan 140 µL rat brain sinaptosome yang telah diencerkan. log STX terhadap total count (cpm). 5. 35 µL [3H] STX yang telah diencerkan dimasukkan dalam vial dengan scintilant dan di-counting dengan alat scintilation counter untuk memperoleh total count (cpm).(Lanjutan Lampiran 1) 3. sampai didapatkan konsentrasi akhir 0. ditambah dengan 35 µL. 3. kemudian disaring. Masing-masing residu dimasukkan ke dalam vial yang telah berisi 1 mL larutan scintilator dan di-count. Toksin yang tidak terikat oleh jaringan dihilangkan dengan cara pencucian menggunakan buffer yang dilanjutkan dengan aseton. 4. 2002 .5 – 1. 6. Jaringan dalam larutan 2 mL diencerkan dengan perbandingan 2 : 10 (2 mL jaringan + 18 mL buffer) dalam tabung sentrifugasi 50 mL. Ekstrak sampel kerang yang diduga terkontaminasi STX diencerkan dengan binding buffer. 3µL [3H] STX 3. Pengenceran rat brain synaptosome murni dalam STX binding bufer. 6 x 10-9. 6 x 10-7. Pengenceran larutan baku [3H] STX dalam tabung 15 mL. Konsentrasi sampel dihitung dalam µg STX equivalen/100 shellfish. 135. Campuran ditutup dan diinkubasi pada 4°C selama 1 jam. menggunakan rumus sebagai berikut : nM equiv STX dalam ekstrak = nM equiv STX x pengenceran sampel x (V total/ 35 µL) µg STX equivalen/mL = nM equiv STX dalam ekstrak x (1 L/1000 mL) x (372 ng/mmol) x 1 µg / 1000 ng) µg STX equivalent/100 g shellfish = µg STX eqaivalen/mL x (mL ekstrak / g shellfish) x 100 42 Cermin Dunia Kedokteran No. Rat brain synaptosome Cara Kerja 1. Cara Perhitungan Total count dari larutan standar STX dibuat kurva kalibrasi.

Pengawet dan Penghambat Cemaran Aflatoksin pada Sambal Kacang Nunik Siti Aminah. Pengamatan jenis-jenis jamur yang tumbuh pada sambal kacang dilakukan setiap bulan. Aflatoksin merupakan toksin yang dihasilkan jamur Aspergillus terutama A. flavus sedangkan pada perlakuan bumbu B belum ditemukan kedua jenis jamur tersebut. terasi. Setelah diolah menjadi sambal kacang disimpan selama tiga bulan. Departemen Kesehatan RI. flavus dan Penicillium sp tetapi pada bumbu B hanya ditumbuhi Penicillium sp. bawang putih. dengan hasil sebagai berikut: sambal kacang utuh sampai bulan ke tiga tidak dijumpai jenis A. flavus dan Penicillium sp tetapi pada perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B belum dijumpai kedua jamur tersebut. Adanya infeksi virus hepatitis B diduga merupakan prasyarat terjadinya perDibacakan pada seminar Lustrum IX Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan Kongres I KABIOGAMA ubahan sifat sel yang mengarah ke adanya keganasan oleh aflatoksin. yang banyak mencemari bahan makanan. flavus dan Penicillium sp. garam. terutama kacang tanah kualitas rendah yaitu kacang retak dan pecah yang banyak dikonsumsi karena harganya lebih murah. jeruk purut dan asam. Untuk sambal kacang retak perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B pada bulan pertama dan ke dua belum ditumbuhi kedua jamur tersebut tetapi pada bulan ke tiga bumbu A ditumbuhi Penicillium sp dan A. aflatoksin PENDAHULUAN Cemaran jamur pada bahan makanan dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia dan hewan.HASIL PENELITIAN Bumbu Alami sebagai Penyedap. Inswiasri. Sukijo Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. pada bumbu A dan Bumbu B sudah dijumpai Penicillium sp. merupakan jamur yang banyak mencemari bahan makanan. gula merah dan garam dan bumbu B terdiri dari cabe. retak dan pecah. Untuk sambal kacang pecah pada bulan pertama walaupun pada kontrol sudah ditumbuhi A. diambil 100 g per kelompok untuk bahan baku sambal kacang. 135. gula merah. Aflatoksin merupakan toksin yang dihasilkan jamur Aspergillus terutama A flavus sedangkan Penicillium sp. 2002 43 . Pada bulan kedua. Sampel kacang tanah dibagi menjadi tiga kelompok yaitu utuh.L.. Masing-masing kelompok sebanyak 10 kg. bumbu alami. Jakarta ABSTRAK Cemaran jamur pada bahan makanan dapat menyebabkan timbulnya aflatoksin. Pe- Cermin Dunia Kedokteran No. Supraptini. Sedangkan pada bulan ketiga perlakuan pada bumbu A sudah dijumpai A. kencur. Suyitno. Penelitian pendahuluan ini menggunakan dua macam bumbu yaitu bumbu A terdiri dari cabe. terasi. Kata kunci : kacang tanah. flavus dan Penicillium sp. Enny W.

(Bumbu A) 2) Cabe. Sampel kacang tanah dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan fisiknya yaitu kacang tanah utuh. − Tempatkan koloni tersebut pada tetesan KOH pada objek gelas tadi dan tekan sampai merata. dkk. flavus dan Penicillium sp.parasiticus Penicillium sp Fusarium sp A. Hal ini dilakukan untuk megurangi variasi nilai cemaran individual butiran contoh sempel. Setiap kelompok diolah menjadi sambal kacang dengan bumbu sebagai berikut : 1) Cabe. permukaaan koloninya halus.niger A. 2. dituang ke dalam petri dish tadi sebanyak 15-20 ml. pertumbuhan dan koloni kedua jamur tersebut sulit dibedakan secara makroskopis karena warna yang hampir sama yaitu kuning kehijauan(2). retak. HASIL DAN PEMBAHASAN Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama tiga bulan dapat diketahui dari Tabel 1. Adonan setelah dibumbui dan menjadi olahan berupa sambal kacang. diambil 100g untuk setiap kelompok. gula merah. e) Tunggu hingga media tersebut menjadi padat/beku.niger Syncephalastrum sp Syncephalastrum sp Khamir A. g) Dari koloni yang tumbuh dibuat sediaan dengan cara sebagai berikut (Departemen Kesehatan RI. gula merah. kencur. Kacang tanah kualitas rendah yang pada umumnya terdiri dari kacang retak dan pecah banyak dikonsumsi karena harganya lebih murah daripada kacang kualitas baik yang umumnya dalam keadaan utuh. jamur dapat masuk ke dalam paru-paru karena mudah terhirup (Pons WA. jeruk purut asam. ternyata dapat menghambat pertumbuhan jamur-jamur patogen seperti Aspegillus flavus dan A parasiticus. garam + bawang putih. dan asam. Pemeriksan Jamur Cara pemeriksaan : a) Disiapkan petri dish yang steril. terasi. b) Diambil 1 ml spesimen (bahan pengencer 10-1 pada labu erlenmeyer) dengan pipet steril. flavus A. Untuk analisis jenis jamur yang dapat tumbuh pada sambal kacang. pengawet dan penghambat cemaran aflatoksin pada sambal kacang sehingga makanan aman untuk dikonsumsi. 135. Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama 1 bulan pada suhu kamar Contoh fisik kacang tanah Kacang utuh Jenis-jenis jamur yang tumbuh Kontrol Bumbu A Bumbu B A. Bumbu B : Cabe.niger Rhizopus sp Kacang retak Kacang pecah A. parasiticus permukaan koloninya tidak rata (agak kasar). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bumbu alami dapat sebagai penyedap. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi lima jenis bumbu penyedap alami yang diperkirakan mempunyai sifat pengawet dan penghambat pertumbuhan jamur penyebab keracunan. 2002 .niger A. dan garam. dan pecah (tanpa kulit ari).glaucus Rhizopus sp A.terasi. kencur (Kaempferia galanga).nelitian pendahuluan telah menemukan bahwa keadaan kacang tanah yaitu utuh. gula merah.niger Geotrichum sp Scopulariopsis sp A. − Periksa di bawah mikroskop. 1991): − Sediakan objek gelas yang bersih dan bebas lemak dengan tetesan 1 tetes KOH. d) Petri dish digoyang-goyangkan secara perlahan-lahan. atau dengan menggunakan pisau yang steril dan tajam ujungnya (bila perlu dicungkil bersama agarnya). gula merah. (Bumbu B) Masing-masing sempel ditumbuk halus sampai homogen.niger A. disimpan selama tiga bulan dan dilakukan pengamatan jenis-jenis jamur yang dapat tumbuh dan mencemari setiap kelompok sambal kacang. retak dan pecah mengandung cemaran aflatoksin yang berbeda. masukkan pada petri dish.) dan buah asam (Tamarindus sp). daun jeruk purut (Citrus sp. garam. Dari tabel 1.1966) 44 Cermin Dunia Kedokteran No. − Ambil koloni yang tumbuh pada Saboraud agar tadi dengan menggunakan ose kawat yang cukup besar.niger Monascus sp Syncephalastrum sp Fusarium sp A. Bumbu-bumbu penyedap alami seperti cabe (Capsicum sp) bawang putih (Allium sativum). terasi. dan 3. sedangkan A. METODOLOGI Kacang tanah diperoleh dari pasar Kranji Bekasi Barat sebanyak 10 kg yang dibeli dari 5 toko masing-masing 2 kg. Cemaran aflatoksin terbesar pada kacang pecah kemudian berurutan retak dan utuh(1) . dapat diketahui bahwa penambahan bumbu alami yang semula digunakan sebagai penyedap dan pengawet sambal kacang. kedua jamur tesebut bersifat patogen pada hewan maupun manusia dapat menyebabkan aspergillosis. daun jeruk purut. dan garam.glaucus Penicillium sp Fusarium sp Mucor sp A. bawang putih. flavus penghasil aflatoksin. f) Inkubasi pada suhu 300C – 370C selama 5-7 hari. apakah dapat menghambat timbulnya jamur penyebab aflatoksin yang tumbuh pada sambal kacang bila disimpan terlalu lama. Tabel 1.niger Geotrichum sp Scopulariopsis sp Fusarium sp Rhizopus sp A. Selama ini kurang disadari bahwa kondisi kacang tanah yang mutunya rendah jika disimpan terlalu lama dalam bentuk olahan seperti sambal kacang sering ditumbuhi oleh jamur A. kencur. flavus.niger Scopulariopsis sp Rhizopus sp Keterangan: Bumbu A : Cabe. diduga dapat digunakan sebagai bahan pengawet alami dan menghambat tumbuhnya jamur-jamur seperti A. terasi. c) Saboraud agar yang telah dicairkan dalam waterbath 450C. petri dish jangan diletakkan terbalik. Perbedaannya terletak pada permukaan koloni yaitu jamur A.

2002 45 . glaucus Fusarium sp A.niger A. flavus yang sangat toksik. Rhizopus sp.niger Mucor sp Geotrichum sp A. sambal kacang dari kacang yang retak maupun pecah mulai dari bulan pertama baik dengan perlakuan bumbu A maupun bumbu B. Tabel 3. tersebut berasal dari gudang penyimpanan karena Penicillium sp tergolong sebagai jamur gudang(3. niger Rhizopus sp A. Hal tersebut diduga karena bumbu alami ternyata dapat membunuh atau menekan pertumbuhan jamur A.niger Penicillium sp Rhizopus sp Fusarium sp KESIMPULAN Sambal kacang utuh sampai bulan ke tiga tidak mengandung jenis A. Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama 2 bulan pada suhu kamar Bentuk fisik Kacang Kacang utuh Jenis jamur yang ditemukan Kontrol Syncephalastrum sp A. demikian pula halnya dengan laporan tingkat pencemaran oleh jamur Aspergillus sp pada sebagian bahan makanan khususnya sambal kacang yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. niger A. jeruk purut. Sambal kacang yang terbuat dari kacang tanah pecah dengan bumbu A sudah ditumbuhi jamur A. glaucus Rhizopus sp Khamir Bumbu B A. Sambal kacang retak pada pengamatan bulan pertama dan kedua belum ditumbuhi kedua jamur tersebut tetapi pada pengamatan bulan ke tiga bumbu A ditumbuhi Penicillium sp dan A.niger Rhizopus sp Fusarium sp Kacang pecah A. glaucus Kacang retak A.niger A.glaucus Geotrichum sp Mucor sp Rhizopus sp Fusarium sp Penicillium sp A.flavus Penicillium sp Moniliella sp Fusarium sp Rhizopus sp A. kencur. Dari data di atas dapat diambil kesimpulan sementara bahwa bumbu-bumbu alami yang mengandung minyak atsiri sangat baik untuk digunakan sebagai bumbu masak.niger A.niger A.flavus Penicillium sp Fusarium sp Rhizopus sp Bumbu A A.niger A. Sambal kacang pecah perlakuan kontrol pada bulan pertama sudah ditumbuhi A.Kasus aspergillosis belum banyak dilaporkan. Tabel 2. Pada pengamatan bulan ke dua pada perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B sudah dijumpai Penicillium sp.4). flavus. Fusarium sp mulai tumbuh pada sambal kacang perlakuan kontrol dan kacang retak sejak bulan pertama. flavus dan Penicillium sp tetapi pada perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B belum. Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama 3 bulan pada suhu kamar Bentuk fisik Kacang Kacang utuh Jenis jamur yang ditemukan Kontrol Syncephalastrum sp A. glaucus Rhizopus sp Geotrichum sp Bumbu B A. glaucus Rhizopus sp Khamir A. Mucor sp.glaucus A. 135. flavus belum ditemukan pada perlakuan bumbu B yaitu penggunaan bumbu-bumbu alami. Bumbu alami tersebut mengandung minyak atsiri yang dapat menghambat pertumbuhan jamur sehingga sambal kacang lebih tahan dari cemaran aflatoksin.flavus Fusarium sp A. Penicillium sp yang termasuk jenis jamur gudang makin meningkat bila dibanding dengan bulan ke-1. flavus.niger A. diduga Penicillium sp.niger Scopulariopsis sp Geotichum sp A. sedangkan pada bumbu B belum.parasiticus Moniliela Bumbu A A.niger Rhizopus sp Mucor sp Penicillium sp Khamir A. niger A. Cermin Dunia Kedokteran No. niger.flavus Penicillium sp Rhizopus sp Mucor sp A. diduga jamur Fusarium sp berasal dari tanah tempat kacang tersebut ditumbuhkan(2). merupakan kontaminan yang dapat menimbulkan penyakit jamur pada alat pencernaan dan paru-paru anjing. asam.flavus A.niger Penicillium sp Rhizopus sp Moniliella sp Kacang retak Hasil pengamatan pada bulan ke-2 (Tabel 2) menunjukkan bahwa pertumbuhan jamur jenis A. tetapi pada sambal bumbu B belum. jamur ini berasal dari tanah dan udara. Hal ini mungkin karena sambal kacang bumbu B mengandung bumbu alami seperti bawang putih.flavus Moniliela sp A. flavus dan Penicilium sp sudah mulai tumbuh subur pada perlakuan kontrol dan perlakuan bumbu A sedangkan jenis A.niger Rhizopus sp Mucor sp Geotrichum sp A. glaucus Khamir Geotrichum sp A. Penicillium sp mulai tumbuh pada perlakuan A. burung dan manusia.glaucus Khamir Mucor sp Rhizopus sp Fusarium sp Penicillium sp A. flavus dan Penicillium sp. begitu juga jenis Geotrichum candidum. Sampai bulan ke tiga jenis jamur Rhizopus sp ditemukan pada semua perlakuan yang menggunakan bumbu A maupun B karena bumbu-bumbu alami tersebut mengandung minyak atsiri atau minyak terbang yang dapat menghambat timbulnya jenis jamur tertentu kecuali Rhizopus sp yang tahan terhadap minyak atsiri.niger Rhizopus sp Khamir Kacang pecah A. glaucus Penicillium sp Geotrichum sp Rhizopus sp Mucor sp A. Sampai bulan ke tiga jenis jamur penghasil aflatoksin seperti A. niger Rhizopus sp kontrol.flavus Penicillium Fusarium sp A.

Christensen CM. Marjan Soekirno. Isolasi kapang khusus penghasil toksin. Univ. Centraalbureau voor schimmelcultures. Jamur perusak pada koleksi serangga dan mamalia di laboratorium. XXVI (2): 74-6. Grain storage.. 135. tetapi pada bumbu B hanya ditumbuhi Penicillium sp. pada bumbu A ditemukan A. 46 Cermin Dunia Kedokteran No. Majalah Kesehatan Masyarakat Indon 1998. 1. Minnessota Press. Van Oorschot CAN. Hoekstra ES. Nunik St Aminah.KEPUSTAKAAN Pada pengamatan bulan ke tiga. the role of fungi in quality loss. Maj Kes Mas Indon 1998. 1984. 3. Minn 1969. Kauffman HH. Institute of the Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences. Bumbu alami yang digunakan dalam penelitian ini sebagian besar mengandung minyak atsiri yang dapat menghambat pertumbuhan jamur penghasil aflatoksin. Samson RA. Joko Waluyo. XXV (12): 841-3.flavus dan Penicillium sp. Nunik St Aminah. Introduction to foodbome fungi. 2002 . 4. 2.

Bukti neurotoksik mangan terlihat pada para penambang yang terpajan debu Mn dalam jangka panjang. Pemeriksaan kadar mangan dalam air dilakukan dengan metode kolorimetri terhadap sampel dari contoh air yang diajukan penduduk di wilayah Jabotabek. pertanian. Kadar mangan rata-rata 0.34 ppm. mandi dan mencuci. dan 50 sampel (21.9%) tidak memenuhi syarat air minum. perikanan dan industri.91 ppm.HASIL PENELITIAN Gambaran Kadar Mangan (Mn) pada Sumber Air Rumah Tangga di Jabotabek studi kasus pemeriksaan air di Puslitbang Farmasi Ni'mah Bawahab. 89 sampel (35. Dalam air minum diperlukan sejumlah mineral sebagai trace element untuk proses metabolisme tubuh. Jakarta ABSTRAK Gambaran kadar mangan (Mn) pada sumber air rumah tangga di Jabotabek bertujuan untuk mengetahui jumlah sampel dengan kandungan mangan (Mn) yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih. Badan Penelitian dan Pergembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Kecepatan absorbsi dapat bervariasi menurut bentuk kimiawinya dan keberadaan logam-logam lain seperti besi dan tembaga pada makanan. mata air dan lain-lain. 2002 47 .67 ppm. Kes/IX/1990. sumur artesis. dari wilayah Bekasi 13 sampel (26%) dan 46 sampel (92%) tidak memenuhi persyaratan air minum berasal dari sumber air jenis sumur pompa. Persyaratan air minum dan air bersih ditetapkan berdasarkan Permenkes RI No. peternakan. sumur terbuka. masak. Ani Isnawati Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi. 135. Kelik MA. 416/Men. sedangkan yang tidak memenuhi syarat air bersih antara 0. Penggunaan air rumah tangga khususnya sebagai air minum. Sampai saat ini tidak terdapat bukti yarig meyakinkan tentang toksisitas pada manusia yang berkaitan dengan konsumsi mangan dalam air Cermin Dunia Kedokteran No. Mangan terlarut dalam air tanah dan air permukaan yang miskin oksigen. dengan perkiraan kebutuhan mangan untuk nutrisi harian antara 30-50 ug/kg bobot badan. kesehatan. sumur pompa. sehingga menimbulkan masalah berupa penampilan fisik air yang mengganggu. PENDAHULUAN Air merupakan salah satu materi alam yang penting dalam kehidupan manusia karena dapat dipergunakan untuk keperluan rumah tangga.1.1 %) di antaranya disebabkan karena tidak memenuhi persyaratan kadar mangan. kolam. Mangan merupakan salah satu logam yang banyak dijumpai di kulit bumi dan sering terdapat bersama besi. mangan bisa membentuk oksida yang tidak larut dan menghasilkan endapan. Dalam jumlah tertentu dengan pemajanan oksigen. Di antara yang tidak memenuhi syarat air minum berasal dari wilayah Jakarta Timur 14 sampel (28%). Dari 237 sampel air yang diperiksa. sehingga kadar mangan dalam air dapat mencapai Dibacakan pada seminar Lustrum IX Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan Kongres I KABIOGAMA miligram/liter.43 ppm dengan kadar rata-rata 0. Sumber air yang dipergunakan di rumah tangga biasanya berasal dari PDAM.

6 3. Penggunaan air di rumah tangga khususnya diperuntukkan sebagai air minum. Perhitungan : Kadar Mn = 1000 X a ml 0.minum. berwarna ungu Mn (positif). 416 tahun 1990. 4. sumur artesis.4 3. mandi dan cuci.2%) dan dari PDAM 72 sampel (30. Tabel 1.9 11. TUJUAN PENELITIAN 1) Menetapkan jumlah sampel yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih mengenai kadar mangan menurut Permenkes No.5 ppm.01 N KMn X 11 X f KMn 04 100 100 Penetapan Persyaratan air minum dan air bersih Air minum dan air bersih ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No.01 N Asam Sulfat (H2SO4) 4 N Larutan Asam Nitrat (HN03) 8 N Perak Nitrat (Ag N03) 2% Kalium Peroxodisulfat (K2 S2O8) Natrium Oksalat (Na2 C2O4) Sampel Contoh air yang diajukan penduduk wilayah Jabotabek untuk diperiksakan di Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi tahun 1999.1N Ditimbang dengan tepat Natrium oksalat anhidrat (Na2 C2O4) diantara 200-400 mg (dibuat beberapa sampel). 416 tahun 1990.5 ppm. sumur terbuka. Masukkan secara kuantitatif dalam tabung Nessler. Cara Kerja Standarisasi larutan standar KMnO4 0. 410/Men Kes/Per/IX/1990. 6. Adapun sumber-sumber air tersebut dapat dilihat pada tabel 2.4%). sedangkan untuk air bersih 0. Peralatan Pipet ukur Tabung Nessler dan alat gelas yang lain. Jakarta.7%).06701 A = ml titrasi sampel B = ml titrasi blanko Pemeriksaan Kadar Mangan (Mn) dalam air 100 ml bahan sampel. KeS/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat dalam pengawasan kualitas air : syarat kadar maksimum mangan (Mn) yang diperbolehkan untuk diminum 0. Untuk mengetahui berapa banyak sampel air dengan kadar mangan yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum dan air bersih berdasarkan peraturan di atas. 7. mata air dan sumber-sumber lain. 135. Sejumlah 237 sampel diperiksa kadar mangan dalam air dengan metoda kolorimetri dan ditentukan persyaratan air minum dan air bersih menurut kriteria Permenkes No. sampai tanda dan digojok. Contoh air diperoleh dari berbagai sumber yaitu PDAM. tambah 5 ml H2SO4 4 N dan 4 ml N HNO3 dan 4 ml AgNO3 2% dan 1 gram K2S2O8 panaskan.2 21. Jumlah sampel terbanyak berasal dari sumur pompa 138 sampel (58.4 100 Wilayah sampel air terbanyak dari Jakarta Utara (21. 8.3 17. 48 Cermin Dunia Kedokteran No. Blanko dilakukan dengan aquades dan H2S2O2. Bila perlu isi Erlen Meyer dipanaskan selama titrasi berlangsung. masingmasing dimasukkan ke dalarn Erlen Meyer 250 ml. Persyaratan air minum: apabila kadar maksimum mangan (Mn) yang diperbolehkan 0. berdasarkan wilayah dan sumber air. 2002 . 9. yang tetap tampak selama 1 menit. kolam.7 14. Persyaratan air bersih: apabila kadar maksimum mangan (Mn) yang diperbolehkan 0. maka ditetapkan persyaratan Mn pada air minum dan air bersih berdasarkan ADI (acceptable daily intake) orang dewasa menurut peraturan Menteri Kesehatan RI No. yaitu merah muda. kemudian didihkan selama 5 menit. 2) Menetapkan jumlah rata-rata kadar mangan (Mn) yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih menurut Permenkes No. 1.9%) kemudian diikuti oleh wilayah Jakarta Timur (17.8 4. larutan tidak berwarna Mn (negatif). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes.1 ppm. sumur pompa. Wilayah Jakarta Pusat Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Barat Jakarta Utara Bekasi Depok Tangerang Bogor Jumlah Jumlah 22 42 35 10 52 34 26 8 8 237 % 9. g Na2C2O4 Normalitas KMnO4 = (A-B) x 0. Dititrasi cepat-cepat dengan larutan permanganat yang akan distandarisasi sampai titik akhir. Hasil pemeriksaan kadar mangan dapat diketahui pada tabel 3. Tetapi bukti percobaan pada binatang menunjukkan Mn dalam air minum bersifat neurotoksik. Suhu dijaga jangan sampai turun di bawah 85° C. 416 tahun 1990. Kemudian ditambah 100 ml akuades dan dipanaskan sampai 90°C-95°C.1 ppm.6 11. maka dilakukan pengamatan pemeriksaan mangan pada sampel dari contoh air yang diperiksakam di Laboratorium Kimia Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi. No. BAHAN DAN CARA Bahan Kalium permanganat (KMNO4) Standar 0. 410/Men. Konsentrasi diperoleh dengan membandingkan warna dengan standar. 2. HASIL Jumlah asal sampel yang diajukan penduduk untuk diperiksakan di Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi pada tahun 1999 dapat diketahui pada tabel 1. Jumlah dan frekuensi sampel berdasarkan wilayah asal sampel air pada tahun 1999. 3. 5. biasanya berasal dari berbagai sumber air.

4 100 Perhitungan selanjutnya adalah menetapkan jumlah sampel air yang memenuhi syarat maupun yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih. karena cara mendapatkan sampel dan jumlah sampel tidak sama atau memadai antara beberapa wilayah.2% dan PDAM 30.7%.91 Std. Jumlah sampel berdasarkan wilayah dan kriteria Per. 1. 4. Kriteria Permenkes No. 6. 2. 135.43 No. Kes 416/Men.9% merupakan wilayah asal sampel terbanyak. 3. Men.29%) dan wilayah Jakarta Timur 5 sampel (29. Adapun data jumlah yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat baik air minum maupun air bersih diketahui pada tabel 4. Cermin Dunia Kedokteran No.4 4. Tidak memenuhi syarat air minum berarti mencakup jumlah memenuhi syarat air bersih ditambah dengan yang tidak memenuhi syarat air bersih. 4. Jakarta Utara dengan jumlah 21. PDAM meskipun jumlah sampel kedua terbanyak.18 0. Kriteria Per. Tabel 4.2%) dari sejumlah 237 sampel.67 Nilai maksimum 0.Tabel 2. 2.8 0. 1. 8.9 7. Tetapi selain kedua wilayah tersebut bukan berarti wilayah lain tidak mengandung mangan. KESIMPULAN 1.6 58. 7.17%) tidak memenuhi syarat air bersih. 2. 2002 49 .9%) dan tidak memenuhi syarat air bersih 17 (7. Tabel 6. Sedangkan jumlah sampel wilayah Bekasi yang tidak memenuhi syarat air bersih 6 sampel (35.12 0. 5. No. Kadar rata-rata mangan dalam sampel air yang tidak memenuhi syarat air minum maupun air bersih adalah sebagai berikut: (tabel 6). Sumber Air PDAM Sumur terbuka Sumur pompa Sumur artesis Kolam Mata air Lain-lain Jumlah Jumlah 72 11 138 11 2 2 1 237 Persentase % 30.4%. Men.50 1. Sumber air paling banyak sebagai sampel adalah sumur pompa 58. 9. Sejumlah 50 sampel (21.6 0. 1. Wilayah Jakarta Pusat Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Barat Jakarta Utara Bekasi Depok Tangerang Bogor Jumlah Keterangan : MS = memenuhi syarat TMS = tidal menenuhi syarat MS air minum 19 28 27 7 50 21 24 5 6 187 MS air bersih 2 9 6 3 2 7 1 3 33 TMS air bersih l 5 2 6 1 2 17 Total 22 42 35 l0 52 34 26 8 8 237 Jenis sumur pompa merupakan jumlah terbanyak yang tidak memenuhi syarat air minum yaitu 46 sampel (92%) dan 16 sampel (32%) tidak memenuhi syarat air bersih. 7. Penentuan lebih lanjut adalah menetapkan jumlah sampel yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih berdasarkan wilayah sampel berasal.41%). 2.2 100 Tidak memenuhi syarat air minum mengenai kadar mangan 33 (13. Jumlah Sampel No. No. Kadar rata-rata mangan (Mu) untuk yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum dan air bersih.34 0. 6. 5. 2. 410/1990 Air minum Air bersih Kadar ratarata (Mn) 0. Hasil pemeriksaan kadar mangan (Mn) menurut Permenkes No. 5.. Dari tabel diketahui bahwa wilayah Jakarta Timur mempunyai jumlah sampel terbanyak tidak memenuhi syarat air minum 14 sampel (28%) dan Bekasi 13 sampel (26%).2 4. 1.8 0. 3. tetapi yang tidak memenuhi syarat air minum hanya 1 sampel (2%). PEMBAHASAN Mangan merupakan mineral yang terdapat di kulit bumi dan dapat terlarut pada air tanah.9 13. 7. Kes mengenai kadar Mn berdasarkan sumber air. 416 tahun 1990. diikuti oleh wilayah Jakarta Timur 17. 4.1%) tidak memenuhi syarat kadar mangan untuk air minum dan 17 sampel (7. Sumber Air PDAM Sumur terbuka Sumur pompa Sumur artesis Kolam Mata air Lain-lain Jumlah MS air minum 71 8 92 11 2 2 1 187 MS air bersih 1 2 30 33 TMS air bersih 1 16 17 Total 172 11 138 11 2 2 1 237 Tabel 3. 2. Tabel 5. Hasil pemeriksaan kadar mangan Memenuhi syarat air minum Memenuhi syarat air bersih Tidak memenuhi syarat air bersih Jumlah Jumlah sampel 187 33 17 237 Persentase (%) 78. sehingga kadar mangan dalam berbagai sumber air tergantung dari daerah/jenis tanah tersebut. karena dari hasil pemeriksaan secara keseluruhan belum menggambarkan bahwa daerah-daerah tertentu merupakan daerah yang banyak mengandung mangan. 6. 3.Kes/Per/IX/1990. Dari hasil pemeriksaan kadar mangan berdasarkan wilayah asal sampel yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih terbanyak adalah wilayah Jakarta Timur dan Bekasi. Jumlah dan frekuensi sampel berdasarkan sumber air. 3. Deviasi 0.26 Nilai minimum 0. 1. Jumlah Sampel No. 3.

1994. April 1987. Kemampuan laboratorium pada pemeriksaan parameter kimia organik air minum dan air bersih. 2. 3. 135. 5. Jakarta. Makalah Seminar Sehari Pengkajian Parameter Kualitas Air dalam Permenkes No. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Pengkajian kualitas sumber air sebagai sumber baku air minum di Indonesia. Harsanto BJE. Berita Negara RI 1990. KEPUSTAKAAN 1. Terangna N. 4. Pengolahan dan produksi air minum. 416 tahun 1990. air. 1994. WHO Manganese. Geneva: 1981. United Nation Environment Programe. 50 Cermin Dunia Kedokteran No. 416 tahun 1990. Environmental Health Criteria 17. 2002 .4. Departemen Kesehatan RI. International Labour Organisation and The World Health Organization. 416/Menkes/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum. Perusahaan Air Minum DKI Jakarta. Wilayah Jakarta Timur merupakan asal sampel terbanyak yang tidak memenuhi syarat air minum 14 sampel (28%) dan Bekasi 13 sampel (26%). Jakarta. Makalah Seminar Sehari Pengkajian Parameter Kualitas Air dalam Permenkes No. Sumber air untuk jenis sumur pompa 46 sampel (92%) tidak memenuhi syarat air minum dan tidak memenuhi syarat air bersih 16 sampel (32%). 5.

kadang-kadang ringan dan hilang dengan sendirinya. 2. dugaan ini harus dibuktikan dengan pemeriksaan punksi lumbal dan/atau pencitraan otak/ susunan saraf pusat. atau kaku kuduk. Pemeriksaan yang dapat berguna antara lain pemeriksaan darah dan/atau pencitraan otak/susunan saraf pusat.Kapsul NYERI KEPALA – BERBAHAYAKAH ? Semua orang pasti pernah merasakan nyeri kepala. pikirkan kemungkinan infeksi susunan saraf pusat atau penyakit kolagen. bahkan disertai gejala lain seperti mual dan/atau muntah. gangguan kesadaran atau fungsi luhur. Nyeri kepala yang berangsur memberat dalam beberapa hari/minggu. Nyeri kepala yang disertai demam. Jika nyeri kepala mulai diderita setelah usia 50 tahun – waspada terhadap kemungkinan arteritis temporalis atau lesi desak ruang/tumor otak. 2002 51 . jika tidak ditemukan kelainan/penyebab sistemik/ infeksi yang dapat menyebabkannya. Nyeri kepala mendadak dan berat tanpa gejala awal – pikirkan kemungkinan perdarahan subarakhnoid. mungkin diperlukan pemeriksaan/ screening darah dan/atau pencitraan otak/susunan saraf pusat. yang jika tidak segera terdeteksi dapat menjadi makin parah dan lebih sulit diobati. keluhan semacam ini dapat disebabkan oleh massa intrakranial atau penggunaan zat/obat tertentu. Brw Cermin Dunia Kedokteran No. 6. 3. 135. malformasi arteriovena. 4. pemeriksaan penunjang yang berguna ialah laju endap darah dan pencitraan otak/susunan saraf pusat. Nyeri kepala yang disertai dengan gejala neurologik fokal seperti papiledema. Pemeriksaan yang perlu segera dilakukan ialah pencitraan otak/susunan saraf pusat dan/atau punksi lumbal. 5. dalam hal ini pikirkan kemungkinan lesi desak ruang/tumor otak. Bagaimana membedakan nyeri kepala yang ‘biasa’ dengan nyeri kepala yang ‘berbahaya’? 1. dengan ataupun tanpa obat meskipun bisa kambuh lagi di lain waktu. stroke atau penyakit kolagen. mual dan muntah. Sebagian besar nyeri kepala akan hilang/sembuh. atau metastasis. tetapi bisa juga sampai berhari-hari. tetapi sebagian lagi dapat merupakan gejala awal dari suatu kelainan otak/susunan saraf yang lebih serius. Nyeri kepala pada pasien AIDS atau kanker dapat merupakan gejala meningitis atau abses otak. pecahnya malformasi arteriovena atau massa intrakranial terutama di fossa posterior.

Makin cepat terjadi perpindahan kemasan obat (switch) makin baik. Arini menjelaskan bahwa saat ini. Metabolisme dan Ekskresi Hampir seluruh ekskresi dilakukan melalui ginjal. yaitu bila sistem pencernaannya sudah berfungsi baik dan tidak ada rasa mual atau muntah lagi. Berbeda dengan step-down therapy. misalnya pada CAP : (1) berkurangnya batuk dan sesak. influenza. M. berdasarkan kondisi pasien dan sediaan obat oral tersebut. Indikasi yang lain adalah pasien sudah mempunyai kemampuan untuk mengkonsumsi obat secara oral. K. pyogenes. catarrhalis. aureus. dan mempunyai interaksi obat yang minimal. Levofloxacin : Pharmacology and Switch therapy Pembicara pertama. dari Departemen Farmakologi. pneumoniae. kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat tersebut harus diperhatikan. levofloxacin diposisikan sebagai a new respiratory (antipneumococcal) flouroquinolone. H. Untuk usia tua. Berikut disampaikan ringkasan dari simposium yang dimoderatori Dr.Complicated UTI/ Pyelonephritis : > 20 ml/min No dosage adjustment No dosage adjustment 10 – 19 ml/min 250 mg 250 mg q 48 h Switch Therapy Switch therapy berarti mengubah sediaan obat dari intravenous ke sediaan oral. dengan syarat kuman spesifiknya belum diketahui. Strept. A. M. influenza. pneumoniae. tidak terjadi penurunan dosis. Selain itu. C. 2002 . Namun jika kuman patogennya telah diketahui maka obat penggantinya haruslah mempunyai spektrum dan sensitifitas yang paling sempit. H. Priyanti ZD. aeruginosa. coli. M. Proteus mirabilis. Dra. Perlu juga memperhatikan bioavailabilitas yang konsisten agar kadar obat tetap dalam darah. menampilkan pembicara Dra. levofloxacin yang termasuk golongan flouroquinolone mempunyai aktifitas antibakterial 2 hingga 4 kali dari obat lain yang segolongan yaitu ofloxacin.Acute Exacerbations of Chronic Bronchitis (AECB) yang penyebabnya adalah : Strep. paruh waktu yang panjang (bisa diminum sekali atau dua kali sehari).Kegiatan Ilmiah SEQUENTIAL THERAPY AS A NEW PARADIGM IN LOWER RESPIRATORY TRACT INFECTIONS MANAGEMENT Bertempat di Hotel Kempinski Jakarta tanggal 2 Maret 2002. karena bisa menghemat biaya dan mengurangi risiko komplikasi di tempat suntikan. Oleh karena itu tidak perlu penyesuaian dosis pada penderita gangguan hati. Staph. 79. pneumoniae. B. Aktifitas antibakterial Indikasi levofloxacin adalah untuk mengobati penyakit-penyakit seperti: . H. Dalam 24 jam ekskresi via ginjal ini.RTIs/SSTIs : 50 – 80 ml/min No dosage adjustment No dosage adjustment 20 – 49 ml/min 500 mg 250 mg q 24 h 10 – 19 ml/min 500 mg 250 mg q 48 h (1/4 do) Hemodialysis 500 mg 250 mg q 48 h (1/4 do) CAPD 500 mg 250 mg q 48 h (1/4 do) . pasien sudah stabil yang bisa diketahui dari (1) kondisi pasien menunjukkan peningkatan perbaikan klinik. Prof. influenzae.Community Acquired Pneumonia (CAP) oleh: Strept. 52 Cermin Dunia Kedokteran No. Simposium yang berakreditasi IDI yang dihadiri lebih dari 200 peserta. . diselenggarakan simposium dengan topik Sequential Therapy as A New Paradigm in Lower Respiratory Tract Infection Management. . Ps.6 % tidak berubah dan 5% adalah hasil metabolismenya (metabolit). Ph D menampilkan makalah dengan judul Levofloxacin : Pharmacology and Switch therapy. catarrhalis . Klebsiella pneumoniae. levofloxacin oleh American Thoracic Society tahun 2001. Menurut Dosen Farmakologi UI tersebut. Michael P Habib MD. Pasien akan lebih patuh jika obat tersebut mempunyai efek samping yang minimal. dalam terapi sequential. SpP(K) dari RS Persahabatan dan pembicara tamu. 135. Sp. Dr. M. pneumoniae. Staph. parainfluenza. Dr. Legionella pneumophila. Karena itu. Tabel 1.Sinusitis akut yang disebabkan oleh : Strep. catarrhalis. Arini Setiawati. Arizona. Enterobacter cloacae. H. P dengan sekretaris Dr. Menurut Arini. University of Arizona College of Medicine. Kondisi pasien Switch bisa dilakukan kalau secara klinik. Ph D. (2) penurunan jumlah sel darah putih dan (3) tidak ada demam dalam 2 kesempatan yang berbeda selama 8 jam (meskipun yang terakhir ini tidak mutlak atau indikasi relatif). Enterococcus faecalis. pneumoniae.Infeksi kulit dan jaringan lunak karena Staph. Hadiarto Mangunegoro. Dosis Levofloxacin berdasarkan klirens kreatinin Klirens Kreatinin Initial Dose Maintenance Dose . Sp P. Dan karena profil farmakokinetiknya serupa maka bisa dilakukan terapi sequential. Universitas Indonesia. baik oral maupun intravenous sudah tersedia. Arini Setiawati.Infeksi saluran urinarius termasuk pyelonefritis yang disebabkan oleh E. namun tidak terjadi penurunan kadar zak aktif dalam darah. Tucson. Ada beberapa kriteria pelaksaanaannya. telah disetujui untuk mengobati Community Acquired Pneumonia (CAP) yang disebabkan oleh Drug Resistant Streptococcus Pneumoniae (DRSP). pneumoniae. aureus. . Dari sisi obat Bisa dilakukan pengubahan sediaan jika obat oral tersebut mempunyai aktifitas luas spektrum yang sama dengan obat intravenous. Clinical Director of Medicine and Subspecialities VAMC.Tjandra Yoga Aditama. aureus. Mengenai sediaannya. dosis disesuaikan berdasarkan klirens kreatinin (Tabel 1). Artinya meskipun dilakukan perpindahan (switch) metode pemberian obat dari intravenous (iv) ke oral.

Acinobacter. mengurai mengenai penelitian efikasi Ofloxacin injeksi pada pengobatan LRTI di RS Persahabatan pada tahun 1997. penanganan keganasan.efek samping dan interaksinya minimal Tolerabilitas dari jenis-jenis flouroquinolone Dibandingkan dengan flouroquinolone yang lain seperti Ofloxacin (4. Phototoxicity terjadi pada 0. Clinical Efficacy and Safety of Fluoroquinolones Pembicara terakhir adalah Michael P Habib MD.8 % hingga 6. Pain 1. Acara ini diikuti oleh sekitar 650 peserta terdaftar dari seluruh penjuru tanah air. Hubungan Levofloxacin dan Ofloxacin Levofloxacin diketahui dua kali lebih poten dibandingkan ofloxacin.16 Februari 2002 Kegiatan ilmiah ini berlangsung di Hotel Kartika Plaza. Kesimpulannya. Meskipun tidak ditemukan arthropathy pada anak-anak namun sebaiknya preparat ini tidak diberikan pada anak-anak dan remaja. jika memungkinkan penderita pneumonia cukup rawat jalan saja. grepafloxacin. 20 kali lebih besar dari biaya rawat jalan.Somnolence 2. Begitu juga dengan peningkatan enzim-enzim hati terjadi pada 1.com. Sumatera. Antimikroba ini juga mempunyai efek sangat baik terhadap bakteri atipikal seperti Legionella pneumophila. Sedangkan Trovafloxacin penggunaannya sangat terbatas. Rekaman peserta menunjukkan berasal dari Jakarta. pneumoniae. menjadi pembicara kedua. levofloxacin mempunyai kemampuan penetrasi ke jaringan paru yang sangat baik dan dengan dosis tunggal sehari baik oral maupun parenteral. 3.. Data menarik juga terungkap dalam penelitian tersebut.0 – 1.2 % .administrasinya sehari sekali . saluran kemih. Sulawesi. Dalam hal ini saran Guru Besar Penyakit Paru. 4. yang merupakan penyebab yang penting dari CAP. Dalam penelitian yang diberikan pada 25 pasien rawat inap ini rata-rata pemberian ofloxacin iv adalah 4. Ofloxacin iv yang diikuti dengan terapi oral menunjukkan hasil yang baik pada pasien rawat inap dengan diagnosa macam-macam pneumonia. Obatobat infus bukanlah obat yang tergolong murah. Reaksi hemolitik bisa terjadi pada pasien-pasien defisiensi G6PD.Diare 1.1 % . . Bali 15 . tutup Guru Besar dari Universitas Arizona ini.900 pasien yang menderita infeksi saluran napas. Arizona.malang. Yogyakarta dan Jawa Timur diluar Surabaya. pneumoniae) dan kuman atipikal (M.14 hari. Hadiarto Mangunegoro. Kalimantan. epilepsi. Saat ini bermunculan S. dan lain-lain. Bisa memperkirakan hasil klinik pada pneumonia mempunyai pengaruh yang besar dalam penanganannya. Levofloxacin is the fluoroquionolone with the longest track record and best safety profile.Thrombocytosis 7. imunoterapi. karena biaya rawat inap yang mahal. D dan Dr. Keputusan merawatinapkan atau merawatjalankan pasien merupakan suatu keputusan klinik yang penting. membahas topik-topik yang sangat luas di bidang rinologi. Adapun beberapa isu saat ini yang penting untuk diketahui dalam menangani pneumonia seperti: 1.id > Doctor > Seminar : 7th Asian Research Symposium in Rhinology. Penderita pneumonia meningkat jumlahnya pada lanjut usia dan mereka yang tergolong imunokomprimais.5 % pasien.3%. Kuta Bali. MataramNTB. Kontraindikasi Pemberian levofloxacin sebaiknya tidak dilakukan pada mereka yang hipersensitif terhadap quionolon. ternyata kuman gram negatif sebagai penyebab pneumonia lebih banyak (64%) dibandingkan dengan kuman gram positif (34%). 2. penderita kanker. C pneumoniae. Menurut Michael P Habib. Keunggulan yang lain adalah aktifitas antibakterialnya lebih meningkat pada: gram positif (S.4 hari plus minus 2. Dari 2. 135.Abdom. [SIM]. Pertemuan Ilmiah Paru Milenium 2002. Dadang.J.L pneumophila). Surabaya 16 . Medicine and Subspecialities SAVAHCS Tucson.1% dan halusinasi pada kurang dari 0. wanita mengandung dan menyusui. fluoroquinolon adalah antibiotik yang mempunyai aktifitas bakteriosid yang baik untuk kuman yang bertanggung jawab pada infeksi-infeksi saluran napas bagian bawah. sparfloxacin.5 %) dan Pefloxacin (8%) ternyata efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit yaitu hanya 3. M. Perubahan demografis.Flatulence 1.5 hingga 2. Selain itu pula.Pasien dengan 500 mg od 5. HIV.kalbe.03% (bandingkan dengan Sparfloxacin yang mencapai 7. Efek samping flouroquinolon Meskipun demikian bukan berarti obat ini tidak mempunyai efek samping. Cermin Dunia Kedokteran No. Efek samping yang serius Ditemukan beberapa efek samping yang serius seperti tendinitis (< 0. Dari jenis-jenis flouroquinolone. Bandung. Bali 19-21 Februari 2002 Simposium internasional mengenai dispepsia ini didahului dengan sesi meet the expert sebelum dibuka secara resmi. Chlamydia pneumoniae dan Mycoplasma pneumoniae.Levofloxacin oral Levofloxacin oral merupakan obat oral yang ideal untuk terapi penukar (switch therapy) levofloxacin infus karena memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: .01%.1 % .Liver Dysfurction 4. Pengobatan berdasarkan empirik Penelitian Pneumonia di RS Persahabatan Jakarta Dalam presentasi tersebut. clinafloxacin. pneumoniae yang resisten penicillin.1 hari.3 –26. Obat ini hadir karena banyak kuman telah resisten terhadap penisilin misalnya Streptococcus pneumoniae. International Symposium on Dyspepsia. Ditinjau dari sisi ekonomi kesehatan (perawatan yang cost-effective) diupayakan adanya pelayanan kesehatan berkualitas dengan biaya yang rendah. 3.6 % . Slide presentation acara ini bisa diperoleh di http: //pdpi.3 % . dan Ebola 4.Pasien dengan 250 mg od efek samping terjadi 4 – 4. diperoleh efek samping seperti: . Dharmika. Berbeda dengan angka kejadian yang sering diceritakan dalam buku ajar luar negeri.bioavailabilitas (consistent drug level) oralnya hampir 100%.Nausea 1. Sedangkan isu-isu lain sehubungan dengan pneumoni adalah: 1. tidak ditemukan efek yang berat pada hati ataupun pada sistem pelistrikan jantung seperti QT prolongation. P. Tidak diindikasikan untuk Pneumonia karena Pseudomonas Levofloxacin tidak diindikasikan untuk pneumonia karena kuman pseudomonas karena levofloxacin tidak efektif. Semarang.9 % .1%). Denpasar.0 % . alergi. Surabaya.5 % tidak meneruskan terapi. Efek samping pada susunan saraf pusat yaitu seizures terjadi pada kurang dari 0.co. polip nasal.9%).17 Februari 2002 Pertemuan Ilmiah Paru Milenium 2002 (PIP-Milenium 2002) yang diselenggarakan bersama oleh PDPI Cabang Jatim dan Cabang Malang berlangsung dari tanggal 16 hingga 17 Pebruari 2002. DM dan penyalahgunaan obat. 2. bakteri utama penyebab infeksi saluran napas bawah. mempunyai riwayat gangguan tendon akibat fluoroquinolone. ada beberapa yang sudah ditarik dari peredaran karena ditemukan efek samping seperti temofloxacin. Parameter yang paling penting dalam melakukan rawat inap adalah mencari faktor-faktor risiko yang bisa menyebabkan kematian. Kuman patogen yang resisten dan baru. Berbeda dengan Trovafloxacin dan Sparfloxacin. Hadiarto M. MRSA.1 – 2. baksil gram negatif: Pseudomonas aeruginosa. Arthropathy pada anak dan dewasa tidak ditemukan.8 % Adapun jenis keluhan yang ditemui adalah .Hu. serta seorang pakar dari Cina yaitu Prof. Sp P(K) dari RS Persahabatan Jakarta.01 %).1 % . Sebaliknya ciprofloxacin tidak efektif terhadap kuman gram positif. Ciprofloxacin (5. Biaya rawat inap penyakit ini.3%). mulai dari rinosinusitis.Insomnia 1. SIMPOSIUM LAIN Simposium lain yang selengkapnya bisa diakses di http: //www. lebih baik menggunakan ciprofloxacin. Dr. 2002 53 .Pasien dengan 500 mg bd 22 –28. Prof. Menurut Guru Besar Spesialis Paru ini. hanta virus.1 – 3.7 % Sebanyak 1. Clinical Studies on Levofloxacin in the Treatment of LRTI in Persahabatan Hospital with Special Emphasis on Switch Therapy Dengan makalah yang berjudul : Clinical Studies on Levofloxacin in the Treatment of LRTI in Persahabatan Hospital with Special Emphasis on Switch Therapy. kulit dan jaringan lunak yang diberikan terapi levofloxacin selama 5 . Salah satu sesi yang menarik adalah mengenai The role of Cisapride in the management of gastroparesis yang dibahas oleh dua pakar dari Indonesia yaitu : Dr.8 % . Clinical Director. tehnik-tehnik operasi. dan kolitis pseudomembran (< 0. 5.

dalam tempat tertutup Informasi lebih lanjut. infeksi saluran kemih yang sulit penatalaksanaannya (termasuk pielonefritis). Jakarta 10510 PO Box 3105 JAK. Setelah pemakaian Cravit® i. Mekanisme kerjanya adalah dengan menghambat DNA gyrase sehingga bersifat bakterisidal.id Atas lisensi: DAIICHI PHARMACEUTICAL Co. dan harus diberikan secara lambat ke dalam vena. Cravit® i. tergantung pada keparahan penyakit. EFEK SAMPING: Reaksi alergi pada kulit (gatal ruam kulit). DOSIS & CARA PEMBERIAN: Bioavailabilitas yang sama antara Cravit® tablet dengan i. memungkinkan pemberian dengan dosis yang sama secara bergantian.v. and him who receives speak 54 Cermin Dunia Kedokteran No. 135. PENYIMPANAN: Simpan pada suhu 15°-30° C. Cravit® tidak diindikasikan untuk pasien di bawah usia 18 tahun. gangguan tidur. diare. infeksi kulit dan jaringan lunak yang disebabkan oleh mikroorganisme yang peka terhadap levofloxacin.v. Gram negatif (termasuk anaerob) dan atipikal..v.v. pusing. Umumnya lama pengobatan dengan Cravit® adalah 7-14 hari. adalah larutan infus siap pakai. Acute Exacerbation of Chronic Bronchitis (AECB). KEMASAN: Boks. Hati-hati pada pasien dengan gangguan sistem saraf pusat.Produk Baru Cravit® i. Dosis pada pasien dengan fungsi ginjal normal adalah 500 mg sehari. KALBE FARMA. LTD 14-10 Nihonbashi 3 – Chome Chou-Ku TOKYO 103-8234 – JAPAN Let him who gives say nothing. hubungi: PT. Letejen Suprapto.kalbe. nausea. PERINGATAN dan PERHATIAN: Perlu penyesuaian dosis pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat.co. LEVOFLOXACIN INFUSION KOMPOSISI: Tiap botol 100 ml cairan infus Cravit® mengandung 500 mg levofloxacin (5 mg/ml). INDIKASI: Cravit® diindikasikan untuk infeksi seperti Community-acquired Pneumonia (CAP). FARMAKOLOGI: Cravit® adalah isomer optik S(-) ofloxacin yang memiliki spektrum anti bakteri luas. 2002 . Tbk Gedung Enseval Jl. botol @ 100 ml. Cravit® efektif untuk bakteri Gram positif. selama beberapa hari. Fax (021) 428 73680 Home Page: http://www. pengobatan dapat digantikan dengan Cravit® oral.: (021) 428 73888. Jakarta-Indonesia Telp.

com/group/CDK-L Demikian informasi yang diberikan. http://www. http://www. Kalau untuk membeli buku kedokteran. para dokter bisa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman-teman sejawat yang seminat.org . Internet Service Provider Seperti yang dijelaskan di atas. Apa saja bisa dilakukan.alergi.yahoo.Free Medical Journals.Komunitas pembaca Cermin Dunia Kedokteran.com . http://www.ncbi.ama-assn. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di seri kedua. PT Kalbe Farma. Pada website Kalbefarma tersebut. [Erik Tapan] Cermin Dunia Kedokteran No. Tips yang lain dalam memilih modem.id/ . Namun untuk mengakses informasi tersebut.thelancet.com/ . Selain itu pula. Nomor telepon yang dituju adalah nomor telepon Internet Service Provider (ISP).co. Modem adalah suatu alat yang membuat komputer kita bisa terhubung dengan komputer di tempat lain. jadwal simposium berikut resumenya. carilah kecepatan modem yang paling tinggi (saat ini dengan koneksi dial up biasa) bisa diperoleh misalnya 56 KB. Jawa Barat. termasuk para dokter. yaitu yang ‘diimplant’ di komputer (modem internal). membeli buku kedokteran. Malah kemungkinan artikel atau informasi yang dicari tersebut bisa diperoleh tanpa perlu membeli buku.co.id . diperlukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). hanyalah pada suatu perangkat yang disebut “modem”.The Electronic Journal of The Indonesian Medical Association.net .kalbe. Tentunya dalam hal ini saluran komunikasi seperti line telpon mutlak diperlukan.Medika. http://groups.Health Internet Work.Cermin Dunia Kedokteran.The New England Journal of Medicine.fcgi . dan lain sebagainya. dengan berinternet bisa diperoleh informasi kedokteran terbaru. secara konvensional perlu ke toko buku.pdat. mulai dari mencari informasi kedokteran. diperlukan modem agar bisa berinternet. bisa diperoleh informasi terkini dalam bidang kedokteran.healthinternetwork. Tetapi menurut informasi yang diterima. yaitu suatu perusahaan yang menyediakan jasanya sebagai pintu gerbang kita memasuki internet. tentu komputer –secara otomatis. http://www.id/medika . Perbedaannya. perangkat lunak maupun operatornya. misalnya menyediakan suatu server komputer di Cikarang. Anda tak perlu repot-repot menelpon ke PT Kalbe Farma. mencoba memberi informasi dari awal mengenai internet baik dari sisi perangkat kerat. http://www. agar semua informasi yang disediakan oleh PT Kalbe Farma bisa diakses oleh para dokter dan netter (pengguna internet) dari mana saja. melainkan cukup menelpon ke ISP Anda (semuanya sudah diinstal otomatis di komputer Anda). http://content.co. Kemudian dengan menggunakan perangkat lunak (software) yg disebut browser menuju ke http://www.gov/entrez/query.com . Informasi Situs Majalah Kedokteran Indonesia : .nlm. Tulisan yang akan disampaikan berseri ini. http://www. Karena modem menggunakan line telepon.e-jima. Masing-masing perusahaan bisa menyediakan informasi di komputer yang dikhususkan untuk itu.The Journal of the American Medical Association (JAMA). Begitu memasuki dunia internet. Dari sisi kepraktisan. Misalnya. Dengan internetpun.co. Banyak journal kedokteran yang telah di-online-kan termasuk majalah CDK yang sedang Anda baca ini.mendial nomor telepon tertentu. Lain-lain : . Modem Ada dua jenis modem. seakan memasuki suatu lingkungan yang menyediakan segala hal. Internet sama dengan alam/dunia maya Dunia internet sering disebut alam maya. http://www.majalah-farmacia. tidak demikian halnya jika itu dilakukan di internet.British Medical Journal.INTERNET UNTUK DOKTER INTERNET UNTUK DOKTER (Seri pertama) Kegunaan internet sudah dirasakan banyak pihak.PubMed.com/ . dan yang terpisah dari komputer (modem eksternal). http://jama. dari sisi koneksitas modem eksternal lebih baik. Perangkat keras Sebenarnya perangkat keras yang diperlukan untuk berinternet hampir sama dengan perangkat keras pada komputer yang dipergunakan untuk menulis Refarat atau Laporan Kasus misalnya. 2002 55 .freemedicaljournals.org/ C. Untuk memulai berinternet.nih.Alergika Online. http://bmj. berkomunikasi dengan para teman sejawat.The Lancet . memang lebih praktis (dan umumnya lebih murah) menggunakan modem internal.com B. Seperti diketahui informasi yang diakses itu sebenarnya tersebar pada berjuta-juta komputer di seluruh dunia.Farmasia. informasi yang dimuat pada majalah CDK pun bisa diakses dari sana.id . http://www. Informasi Situs Majalah Kedokteran non Indonesia .nejm. Kabel dari telepon langsung dicolok ke komputer kita.kalbe. Majalah Kedokteran Online Berikut disampaikan beberapa majalah / journal kedokteran yang sudah online: A. Modem ini tidak mempergunakan kabel power supply. 135. Semua itu bisa dilakukan tanpa beranjak dari komputer atau meja kerja. http://www.

Setelah 5 tahun. Para peneliti menyimpulkan bahwa di kalangan pria hiperkalsiuria dan batu oksalat rekuren pembatasan protein hewani dan garam dengan asupan normal lehih bermanfaat daripada diet rendah kalsium. p=0. 2002 . Engl.0% (p=0. 2002.08-1. JAMA 2002.0% (semuanya p<0.001) dan insulin serum sebesar 13.01). DN&P 2001. selanjutnya dari masing kelompok tersebut 30 orang mendapat simvastatin 20 mg/hari atau plasebo selama 12 minggu. 12 dari 60 pria dengan diet kalsium normal dan 23 dari 60 pria yang mendapat diet rendah kalsium (10 mmol Ca/hari). N. apolipoprotein B – 22. sedangkan 30 pria lainnya mendapat diet rendah kalsium (10 mmol/ hari). N. tetapi rendah protein hewani (52 g/hari) dan rendah garam (50 mmol NaCl/ hari).5% dan ubiquinol 10 sebesar 22.005) dan risiko kematian akibat gagal pompa jantung (RR 1. p<0. 95%CI: 1. menderita batu rekuren (RR=0.37.24-0.9% (p=0.4%. J. Selain itu beberapa sediaan kombinasi juga sedang diselidiki manfaatnya terhadap berbagai penyakit hepar. 346: 77-84 Brw 56 Cermin Dunia Kedokteran No. beta karoten –19.04). Ternyata perlakuan diet dapat menurunkan kadar kolesterol total sebesar 7.2% (p=0. Sejumlah masingmasing 60 orang diberi diet biasa dan diet mengandung lemak jenuh dan trans-unsaturated fat kurang dari 10%. 135. TANAMAN OBAT UNTUK HATI Tanaman obat sejak dahulu telah digunakan untuk berbagai penyakit. Scrip 2001. Phyllantus amarus – mengandung zat aktif phyllantin dan hypophyllantin. LDL kolesterol sebesar 10. apolipo protein B sebesar 5. Sedangkan simvastatin menurunkan kadar kolesterol total sebesar 20.2 mmol per hari) tetapi elskresi oksalat urine meningkat di kelompok rendah kalsium (rata-rata 5. di antaranya untuk gangguan fungsi hati.8%. serta DIET KALSIUM DAN BATU SALURAN KEMIH Selama ini orang masih bertanyatanya mengenai hubungan antara asupan kalsium dari diet makanan dengan risiko batu kalsium di saluran kemih.32. Picrorhiza kurroa – mengandung zat aktif picroliv.01). diet dan kombinasi keduanya atas kadar lipid plasma. dalam sediaan ini.49.01). Selama follow up kadar kalsium urine turun di kedua kelompok secara nyata (170 mg. 95%CI: 1. p<0. Kadar glukosa tidak berubah di semua kelompok.0% (p<0.ABSTRAK SIMVASTATIN UNTUK HIPERKHOLESTEROL Satu penelitian atas 120 pria hiperkholesterolemik di Finlandia bertujuan untuk menilai pengaruh simvastatin.53. 345: 574-81 Brw Cochlospermum tinotorium yang mengandung arjunolic acid. rendah protein hewani dan rendah garam (rata-rata 7. selama masa tersebut 60 pria mendapat diet biasa dengan kandungan kalsium 30 mmol/hari.37. bahkan beberapa di antaranya telah dibuat dan dipasarkan dalam bentuk preparat oral.62.11-1. ditambah dengan sifat penyakitnya yang kronis. Med. Andrographis paniculata – mengandung zat aktif andrographolide.6% (p<0.001). Sohisandra chinensis – mengandung zat aktif schisandrin. 2001.001). p<0. alfa tokoferol –16. meningkatkan kadar HDL sebesar 7. trigliserid –13. Para dokter selama ini hanya mengenal sediaan naloperidol dekanoat sebagai antipsikotik jangka panjang. HDL kolesterol sebesar 4. Eng1.287: 598-605 Brw Selain itu adanya bunyi jantung ketiga juga meningkatkan risiko-risiko tersebut.003).98. J.2 mg/80 umol perhari). insulin serum turun sebesar 14. 95%CI: 0. Penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa beberapa tanaman obat memang mengandung zat aktif yang mempunyai aktivitas hepatoprotektif.05).04). Tanaman tersebut di antaranya : Silybum marianum – mengandung zat aktif silymarin yang telah dipasarkan dengan merk Lagalon®. LDL kolesterol sel sebesar 29. bahan aktif risperidone terbungkus dalam mikrosfer yang kemudian akan pecah secara berangsur-angsur. risiko kematian atau dirawat (RR 1. 95%CI: 1. Sediaan antipsikotik jangka panjang lebih ideal dan disukai karena kepatuhan berobat di kalangan pasien skizofrenia sangat rendah. Lycium chinense dengan zat aktifnya zeaxanthin.4 mg/60 umol perhari) sebaliknya turun di kelompok diet kalsium normal.2%.5% (p=0.02) dan alfa tokoferol sebesar 3. 2678: 19 Brw PROGNOSIS PAYAH JANTUNG Studi retrospektif atas 2568 pasien payah jantung yang diikuti selama 32 ± 15 bulan menunjukkan bahwa peningkatan tekanan vena jugularis meningkatkan risiko dirawat akibat payah jantung (RR 1./4. Glycyrrhizae radix-mengandung zat aktif glycytinic acid dan glycyrrhizin.6%.7%. Med.8% (p<0.07-1.53.7% (p=0. Para peneliti di Italia meneliti masalah ini atas 120 pria penderita hiperkalsiuria dan batu oksalat rekuren selama 5 tahun. 14(6): 353-63 Brw RISPERIDON INJEKSI Risperdal® (risperidone) – suatu antipsikotik – dalam waktu dekat akan tersedia dalam bentuk sediaan suntikan depot.001).

Ruang Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Dapatkah saudara menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini? 1. Yang bukan cara penggunaan napza : a) Ditelan (per oral) b) Suntikan intramuskular c) Sutikan intravena d) Dihirup uapnya e) Ditempel dikulit Deteksi zat narkoba dalam tubuh dilakukan melalui pemeriksaan : a) Darah b) Urine c) Cairan lambung d) Cairan otak e) Radiologik Yang dikenal sebagai pil koplo termasuk golongan : a) Opiat b) Amfetamin c) Kokain d) Benzodiazepin e) Ganja Ecstasy termasuk golongan : a) Opiat b) Amfetamin c) Kokain d) Benzodiazepin e) Ganja 5. Putaw termasuk golongan : a) Opiat b) Amfetamin c) Kokain d) Benzodiazepin e) Ganja Efek euforia akibat penggunaan narkotika adalah melalui pengaruhnya terhadap : a) Korteks serebri b) Talamus c) Serebelum d) Sistim limbik e) Batang otak Golongan anti depresan yang mutakhir : a) Benzodiazepin b) Trisiklik c) MAO inhibitor d) Tetrasiklik e) SSRI Preparat yang termasuk golongan tersebut ialah : a) Klobazam b) Amitriptilin c) Moklobemid d) Maprotilin a) Fluoksetin 2. 4. B A 2. 5. 134. 6. B D 3. 7. 8. D E 4. 2002 57 . 6. 3. JAWABAN RPPIK : 1. 7. B E On the pinnacle of fortune man does not stand long firm (Goethe) Cermin Dunia Kedokteran No. 8.