2002
http. www.kalbe.co.id/cdk

135. NAPZA

International Standard Serial Number: 0125 – 913X

Daftar isi :
2. Editorial 4. English Summary Artikel 5. Manajemen Laboratoris Penyalahgunaan Obat dan Komplikasinya - Suwarso 14. Pengaruh Narkotika terhadap Susunan Saraf Pusat – Budi Riyanto Wreksoatmodjo 17. Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) – Ketut Kusminarno 21. Pengobatan/Perawatan Pasien Ketergantungan NAPZA Pasca Detoksifikasi – Hartati Kurniadi 24. Gambaran Klinik dan Psikofarmaka pada Gangguan Kecemasan – Yusuf Alam Romadhon 27. Penatalaksanaan Baku dan Menyeluruh pada HIV/AIDS – Candra Wibowo

Karya Sriwidodo WS

32. Efek Toksik dan Cara Menentukan Toksisitas Bahan Kimia – Satmoko Wisaksono 37. Marine Toxin : Saxitoxin – Winarti Andayani, Betty Marita Subrata, Esther Budiman 43. Bumbu Alami sebagai Penyedap, Pengawet dan Penghambat Cemaran Aflatoksin pada Sambal Kacang – Nunik Siti A., Supraptini, Enny W.L., Inswiasri, Suyitno, Sukijo 47. Gambaran Kadar Mangan (Mn) pada Sumber Air Rumah Tangga di Jabotabek : studi kasus pemeriksaan air di Puslitbang Farmasi – Ni’mah Bawahab, Kelik MA, Ani Isnawati 50. 51. 53. 54. 55. 56. Kapsul Kegiatan Ilmiah Produk Baru Internet Abstrak RPPIK

CDK dapat diperoleh cuma-cuma melalui MedRep Grup PT. Kalbe Farma, ATAU dengan mengganti ongkos Rp. 10.000,-/eks

Di zaman modern ini dunia kesehatan sedang mengalami suatu epidemi; kali ini bukan akibat penyakit infeksi, tetapi akibat suatu perubahan gaya hidup – suatu epidemi yang jauh lebih sulit dibasmi dibandingkan dengan epidemi ‘klasik’ penyakit infeksi yang mudah diatasi dengan perbaikan lingkungan dan antibiotik. Epidemi yang sedang mengancam kita semua tak lain dari meluasnya penyalahgunaan narkotika dan zat-zat lainnya, yang meskipun tidak infeksius, penyebarannya jauh lebih cepat dan luas dibandingkan penyakit infeksi apapun. Masalah ini kami bahas dalam edisi Cermin Dunia Kedokteran kali ini; beberapa artikel akan mengupasnya dari berbagai segi – masalah deteksi, efeknya terhadap tubuh, masalah pengobatan dan rehabilitasinya – mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan dan dengan demikian lebih siap dalam menghadapi tantangan yang akan makin mengemuka di masa mendatang. Selamat membaca, dan jangan segan-segan untuk menyampaikan komentar dan pendapat Sejawat ke alamat redaksi; kami selalu mengharapkan umpan balik Sejawat untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan dan informasi untuk para Sejawat sekalian. Salam dari Redaksi

Redaksi

2

Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002

2003

International Standard Serial Number: 0125 – 913X

KETUA PENGARAH
Prof. Dr Oen L.H. MSc

REDAKSI KEHORMATAN
– Prof. DR. Sumarmo Poorwo Soedarmo
Staf Ahli Menteri Kesehatan, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

PEMIMPIN UMUM
Dr. Erik Tapan

Prof. Dr. R. Budhi Darmojo
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.

KETUA PENYUNTING
Dr. Budi Riyanto W. –

PELAKSANA
Sriwidodo WS.

Prof. Drg. Siti Wuryan A. Prayitno SKM, MScD, PhD.
Bagian Periodontologi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Jakarta

Prof. DR. Hendro Kusnoto Drg.,Sp.Ort
Laboratorium Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta

TATA USAHA
Dodi Sumarna

ALAMAT REDAKSI
Majalah Cermin Dunia Kedokteran, Gedung Enseval, Jl. Letjen Suprapto Kav. 4, Cempaka Putih, Jakarta 10510, P.O. Box 3117 Jkt. Telp. (021)4208171 E-mail : cdk@kalbe.co.id Website : http://www.kalbe.co.id/cdk

DR. Arini Setiawati
Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta

NOMOR IJIN
151/SK/DITJEN PPG/STT/1976 Tanggal 3 Juli 1976 – Dr. Boenjamin Setiawan Ph.D

DEWAN REDAKSI

PENERBIT
Grup PT Kalbe Farma

Prof. Dr. Zahir MSc.

Sjahbanar

Soebianto

PENCETAK
PT Temprint

http://www.kalbe.co.id/cdk PETUNJUK UNTUK PENULIS

Cermin Dunia Kedokteran menerima naskah yang membahas berbagai aspek kesehatan, kedokteran dan farmasi, juga hasil penelitian di bidangbidang tersebut. Naskah yang dikirimkan kepada Redaksi adalah naskah yang khusus untuk diterbitkan oleh Cermin Dunia Kedokteran; bila pernah dibahas atau dibacakan dalam suatu pertemuan ilmiah, hendaknya diberi keterangan mengenai nama, tempat dan saat berlangsungnya pertemuan tersebut. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris; bila menggunakan bahasa Indonesia, hendaknya mengikuti kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Istilah media sedapat mungkin menggunakan istilah bahasa Indonesia yang baku, atau diberi padanannya dalam bahasa Indonesia. Redaksi berhak mengubah susunan bahasa tanpa mengubah isinya. Setiap naskah harus disertai dengan abstrak dalam bahasa Indonesia. Untuk memudahkan para pembaca yang tidak berbahasa Indonesia lebih baik bila disertai juga dengan abstrak dalam bahasa Inggris. Bila tidak ada, Redaksi berhak membuat sendiri abstrak berbahasa Inggris untuk karangan tersebut. Naskah diketik dengan spasi ganda di atas kertas putih berukuran kuarto/ folio, satu muka, dengan menyisakan cukup ruangan di kanan-kirinya, lebih disukai bila panjangnya kira-kira 6 - 10 halaman kuarto disertai/atau dalam bentuk disket program MS Word. Nama (para) pe-ngarang ditulis lengkap, disertai keterangan lembaga/fakultas/institut tempat bekerjanya. Tabel/ skema/grafik/ilustrasi yang melengkapi naskah dibuat sejelas-jelasnya dengan tinta hitam agar dapat langsung direproduksi, diberi nomor sesuai dengan

urutan pemunculannya dalam naskah dan disertai keterangan yang jelas. Bila terpisah dalam lembar lain, hendaknya ditandai untuk menghindari kemungkinan tertukar. Kepustakaan diberi nomor urut sesuai dengan pemunculannya dalam naskah; disusun menurut ketentuan dalam Cummulated Index Medicus dan/atau Uniform Requirements for Manuscripts Submitted to Biomedical Journals (Ann Intern Med 1979; 90 : 95-9). Contoh: 1. Basmajian JV, Kirby RL. Medical Rehabilitation. 1st ed. Baltimore. London: William and Wilkins, 1984; Hal 174-9. 2. Weinstein L, Swartz MN. Pathogenetic properties of invading microorganisms. Dalam: Sodeman WA Jr. Sodeman WA, eds. Pathologic physiology: Mechanisms of diseases. Philadelphia: WB Saunders, 1974;457-72. 3. Sri Oemijati. Masalah dalam pemberantasan filariasis di Indonesia. Cermin Dunia Kedokt. l990; 64: 7-10. Bila pengarang enam orang atau kurang, sebutkan semua; bila tujuh atau lebih, sebutkan hanya tiga yang pertama dan tambahkan dkk. Naskah dikirimkan ke alamat : Redaksi Cermin Dunia Kedokteran, Gedung Enseval, JI. Letjen Suprapto Kav. 4, Cempaka Putih, Jakarta 10510 P.O. Box 3117 Jakarta. Tlp. (021) 4208171. E-mail : redaksiCDK@yahoo.com Pengarang yang naskahnya telah disetujui untuk diterbitkan, akan diberitahu secara tertulis. Naskah yang tidak dapat diterbitkan hanya dikembalikan bila disertai dengan amplop beralamat (pengarang) lengkap dengan perangko yang cukup.

Tulisan dalam majalah ini merupakan pandangan/pendapat masing-masing penulis dan tidak selalu merupakan pandangan atau kebijakan instansi/lembaga/bagian Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002 tempat kerja si penulis.

3

English Summary
LABORATORY MANAGEMENT OF DRUG ADDICTION AND ITS COMPLICATIONS Suwarso
Department of Clinical Pathology, Faculty of Medicine, Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia

EFFECTS OF NARCOTICS ON THE CENTRAL NERVOUS SYSTEM Budi Riyanto Wreksoatmodjo
Marzuki Mahdi Indonesia Hospital, Bogor,

CLINICAL PICTURE AND PSYCHOPHARMACOLOGY OF ANXIETY Yusuf Alam Romadhon
Kartasura Community Health Centre, Central Java, Indonesia

Problems of drug addiction were very complex, particularly in developing countries. It is not only concerning the direct medical problems, but also the complications, particularly among chronic users, such as hepatitis, HIV infection and bacterial endocarditis. The laboratory management should consist of screening, diagnostic and monitoring of drug use and also its complications.
Cermin Dunia Kedokt. 2002; 135: 5-13 so

Narcotics have been used since antiquity; formerly as a medication for variety of symptoms, including pain killer and cough remedy; but scientific investigations that began in 19th century revealed their potential for abuse and other side effects. Narcotics exerts their effects on human body through their influence on several receptors in the brain, and depending on the properties of receptors, the clinical effects may varies. Recent experiments also found opioid receptors in peripheral nervous system.
Cermin Dunia Kedokt. 2002; 135: 14-6 brw

Anxiety can be found in individuals with normal stress, in chronic physical ailments, in persons with psychiatric disorders or as an independent symptom. There are five categories of anxiety; namely : panic disorder, generalized anxiety disorder, phobic disorder, obssesivecompulsive disorder and posttraumatic stress disorder. Anxiolytic drugs should be used in combination with psychotherapy; recently there are many kinds of anxiolytic drugs: benzodiazepines, tricyclic,monoamine inhibitor, serotonin reuptake inhibitor and specific serotonin reuptake inhibitor. Clinicians should be familiar with their actions, side effects and closely monitor their patients pattern of use
Cermin Dunia Kedokt.2002;135:24-6 brw

Misfortunes come on wings and depart on feet

4

Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002

Efektifitas atau mujarabnya obat/bahan yang dipilih akan membuat individu mengulang penggunaannya (recurrent). bahan atau metabolitnya dalam sampel subyek yang diperiksa. sakit karena putaw) yang akan membuat individu secara kompulsif (kecanduan) menggunakan obat/bahan. Sardjito. Human immunodeficiency virus (HIV). Manajemen laboratoris yang ditulis di sini meliputi pemeriksaan skrining yang akan menetapkan ada-tidaknya obat. Hepatitis. inhalan. 135. Hepatitis virus dan/atau non-virus. yakni kondisi ketersiksaan fisik dan psikis non-fatal yang muncul jika 6-12 jam obat/bahan tidak dikonsumsi1. juga dengan cara mengkombinasi beberapa macam obat/bahan dan memvariasi rute pemakaian (ingesti. Pengulangan/recurrenting yang sering akan menimbulkan kondisi withdrawal (akut lamanya 5-10 hari. baik langsung maupun tidak langsung. Jumlah kematian pertahun karena penyalahgunaan obat (overdose) opiat mencapai 40-50% dari semua kematian karena obat16. Yogyakarta ABSTRAK Di negara yang sedang berkembang kasus dan masalah penyalahgunaan obat sangat kompleks. injeksi. ada-tidak manfaat medis. infeksi HIV. Endokarditis bakterialis. lingkungan kerja maupun sosial. dan endokarditis bakteri-alis merupakan komplikasi medis dari penyalahgunaan obat. Kata Kunci: Rapid test. diagnosis. Narkoba. PENDAHULUAN Manajemen laboratoris penyalahgunaan obat dan metabolitnya dirancang dengan mempertimbangkan latarbelakang permasalahan penyalahgunaan obat yang umumnya demikian kompleks di negara yang sedang berkembang. ilmiah maupun tidak. Recurrenting yang ekstrim akan membuat kondisi withdrawal berat ("Sakaw". yang selanjutnya menimbulkan masalah baik di keluarga. yang penyebarannya sangat cepat meluas di antara sesama pemakai. akhirnya akan diperoleh oleh individu. Untuk membantu penanganan penyalahgunaan obat agar lebih akurat. Permasalahan tidak hanya pada psikososialekonomi. tetapi juga pada per-masalahan medis yang merupakan dampak komplikasi dari efek pemakaian obat yang terus menerus. monitoring penyalahgunaan obat dan komplikasinya. legalilegalnya cara yang diperoleh. Kondisi semacam ini membuat individu tergantung (dependent) sehingga sangat sulit untuk tidak menggunakan ulang obat/bahan tersebut. Drug-addict. juga masalah medis yang variatif dan cepat penyebarannya. snorting). akan dibahas manajemen laboratoris dalam skrining. behaviour. dan menetapkan ada-tidaknya komplikasi akibat pemakaiannya. Salah satu bentuk preventif yang umum dilakukan oleh ber- Cermin Dunia Kedokteran No. LATAR BELAKANG Pengetahuan tentang obat/bahan yang diyakini mampu memecahkan masalah fisik dan psikis (thinking.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Manajemen Laboratoris Penyalahgunaan Obat dan Komplikasinya Suwarso Bagian Patologi Klinik. sementara toleransi tubuh akibat pengulangan tersebut diatasi selain dengan cara menaikkan frekuensi dan dosis. tanpa mempedulikan lagi untung-rugi. 2002 5 . kronis 26-30 minggu). sehingga selain mengakibatkan masalah psikososialekonomi yang luas. sehingga dari hasilnya bisa diambil langkah-langkah lanjutan yang akurat dan efektif. Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/ Rumah Sakit Umum Pusat Dr. feeling).

jamur (masing-masing 5%). Sementara di Yogyakarta sekitar 4. Kadar NKs didapat dengan rumus: Tinggi Puncak NKs Kadar NKs = Tinggi Puncak NKst Jenis narkoba yang sampai saat ini secara komersial dapat dites meliputi semua narkoba yang tertera pada Tabel 4 (Seratec. EIA (enzyme immunoassay) dan imunokromatografi merupakan dua metode yang memenuhi kriteria ini. membuat kedua metode ini menjadi umum digunakan untuk skrining narkoba. Sindrom klinis seperti flulike syndromes. Analog dengan ini maka pemakaian jarum suntik yang tercemar di antara IVDA yang klinis sehat memiliki potensi tinggi untuk menularkan hepatitis virus-B.1% individu yang secara klinis sehat dan berpotensi menjadi donor darah diketahui masing-masing mengandung virus hepatitis-B dan -C. Tabel 5 memuat obat/bahan yang diketahui tidak menimbulkan reaksi silang pada test skrining amfetamin urin 100ug/ml. dan ini bertanggung jawab pada 60-100% kasus-kasus HIV pada heteroseksual dan neonatus di negara maju. menggunakan antibodi mono. 15%. hambatan waktu (HW) dan bentuk kromatografi (K)]. -bovis. 25%. cara umum pemakaian dan efek klinis narkoba. HCV RNA positif)5. streptokokus viridan. A) SKRINING. sementara untuk hasil ragu-ragu dan hasil positif yang berurusan dengan hukum. berat badan menurun dapat merupakan gejala prodromal infeksi HIV. bentuk fisik. difteroid.5-1%. dan kultur negatif 5%2.non-C yang sering ditemukan di Yogyakarta (tidak dipublikasi). Peluang hepatitis pada resipien yang mendapat 1 unit darah transfusi dengan SGOT SGPT meningkat adalah 6 kali lebih besar. streptokokus faekalis (8%). Pertimbangan tekniknya yang sederhana.6 menit dan intensitas ion (m/z) = 184 oleh GC/MS. Sementara hepatitis lain (hepatitis tifosa) merupakan hepatitis non-B. Kuman penyebab meliputi stafilokokus koagulasi (50%).dan poliklonal yang spesifik terhadap narkoba dan metabolitnya. Darah semacam ini terbukti infeksius. X Kadar NKst 6 Cermin Dunia Kedokteran No. Gambar 1 memuat deteksi dan konfirmasi narkoba sampel (NKs) yang diduga memiliki narkoba standar (NKst) dengan HW = 21. Dengan sampel urin teknik ini memiliki sensitivitas sesuai dengan standard National Institute on Drug Abuse (NIDA. Hasil skrining yang "ragu" atau positif yang bertalian dengan hukum selanjutnya dikonfirmasi dengan metode GC/MS. Tabel 4 memuat jenis dan nama lain narkoba yang secara komersial dapat ditest skrining dalam sampel urin. KOMPLIKASI PENYALAHGUNAAN OBAT Komplikasi penyalahgunaan obat yang akan dibahas di sini meliputi hepatitis. keputusan diambil dari hasil test konfirmasi atas sampel urin yang sama. dan 2% penderita. kuman Gram negatif. Deteksi infeksi HIV secara klinis sangat sukar. Home-test Drug Abuse Insta Test. limfadenopatia. Tabel 3 memuat jenis. 135. mencapai 20/100.000 penduduk. tidak memerlukan tenaga trampil dan cepat (hasil dapat diperoleh dalam 3-10 menit). MANAJEMEN LABORATORIS Manajemen laboratoris meliputi skrining dan diagnosis adanya narkoba serta komplikasinya. aorta. kuman penyebab dan daya tahan tubuh yang di USA mencapai 5-40%.bagai instansi perusahaan di negara maju antara lain dengan cara skrining acak narkoba atas sampel urin dari karyawan atau calon karyawannya. -C dan -tifosa. Tabel 1 memuat kadar batas pengambilan keputusan (cutoff) hasil test skrining. metode ini merupakan paduan optimal antara alat ukur mass spectrometry yang memiliki sensitivitas sangat tinggi (mengukur intensitas ion obat) dengan gas chromatography yang memiliki spesifisitas tinggi [mendiferensiasi obat menurut intensitas ion (m/z). Mortalitas sangat tergantung pada lokasi. pendekatan laboratoris karenanya merupakan salah satu cara yang sampai saat ini masih dianggap lebih efektif. demam. Tabel 2 memuat tipe narkotik (penurun kesadaran atau rasa sakit) dan psikotropik (khasiat spesifik pada mental dan perilaku) menurut potensi disalahgunakan (abuse) dan manfaat medisnya.6.8% dan 3. GermanyR. mitral dan pulmonal terdeteksi masing-masing pada 45%. HW dan K yang sama).5 kali batas atas normal dengan atau tanpa kenaikan SGOT. dan terbukti bahwa cara ini mampu membedakan jutaan obat tanpa satupun diketahui memiliki m/z. dan ini bertanggung jawab pada 20-30% dari keseluruhan prevalensi anti-HIV di negara tersebut. dan test konfirmasi menurut the Substance Abuse and Mental Health Services Administration (SAMHSA)7. sekarang SAMHSA). Lesi berupa vegetasi di katup triskupid.7%. Secara global kontribusi IVDA dalam kasus infeksi HIV adalah 5-10%. Kontribusi terbesar berasal dari IVDA di negara yang sedang berkembang yang mencapai 30-60%. Paduan optimal ini selain mampu mendeteksi narkoba secara spesifik juga mampu mendeteksi dosis abuse/toksik paling minim (Tabel 1). KONFIRMASI NARKOBA & METABOLITNYA Metode atau teknologi laboratorium yang digunakan untuk skrining harus memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi. Mortalitas di kalangan IVDA relatif lebih tinggi karena umumnya memiliki daya tahan tubuh yang rendah. infeksi HIV dan endokarditis. diare. Hasil positif (obat mencapai atau melebihi batas dosis toksik/tes sensitivitas) atau negatif (obat tidak mencapai dosis toksik/tes sensitivitas) digunakan untuk mengambil keputusan.USAR). Infeksi HIV Efisiensi infeksi HIV melalui satu kali pajanan dengan jarum suntik yang tercemar adalah 0. 80 dan 100% di antaranya terbukti infeksius (HBeAg positip. Endokarditis IVDA merupakan penyebab pada 5-15% dari keseluruhan insiden endokarditis bakterialis yang di USA. Hepatitis Hepatitis dicirikan dari meningkatnya SGPT minimum 1. 2002 . Dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dibuat dalam bentuk imunokromatografi kompetitif kualitatif yang praktis. dan spesifisitas 99.

Palpitasi. ansietas. Tinggi/Pilihan Morfin Amfetamin Metakualon akhir Petidin Fensiklidin Metilfenidat Sekobarbital (Ritalin) III. maka IgG anti-narkobasubstrat tidak akan berikatan dengan narkoba-enzimnya. NARKOBA AMFETAMIN/ METAMFETAMIN Bentuk Fisik Serbuk kasar Kristal Potongan (chunks) Kapsul/tablet berba gai ukuran. MG) Tabel. bentuk fisik. Jika dijenuhi oleh narkoba sampel (sampel positif narkoba). Tinggi/Nihil Heroin MDMA STP Kokain Ekstasi Ganja LSD II. warna SERBUK KOKAIN: Serbuk kristal putih pahit. sehingga tidak terjadi reaksi enzim-subtrat yang berwarna. tidak berbau CRACK COCAINE: Potongan crack kecil putih kecoklatan Cara Pemakaian Ditelan Dihisap Dirokok Injeksi Melambung Temperatur ↑ Energi & Tekanan darah ↑ Kesigapan ↑ Denyut jantung ↑ Gelisah Nafsu makan ↓ Takikardi. paranoia dan delusi KOKAIN Dihisap Dirokok Injeksi Penggunaan bersama alkohol akan memperlama efek toksik.Tabel 1: Kadar batas pengambilan keputusan (cutoff) narkotik dan bahan adiktif (narkoba) dalam sampel serum/urin menurut Samhsa. Liquid injeksi Tablet/kapsul Serbuk kristal putih Tablet/kapsul Liquid injeksi Sedasi Rasa lemah Miosis Mual/muntah Sedasi Rasa lemah Miosis Fotofobia Eufori Anestesi Hipnotik Hipotensi Mual/muntah Konstipasi Ansietas ↓ Fatigue METHADONE Oral Injeksi Pusing Pening ↓ BARBITURAT Bubuk putih Tablet/Kapsul Liquid injeksi Oral Injeksi CNS ↓ Ansietas ↓ Akuiti mental ↓ Denyut jantung ↓ Depresi Drowsiness Pening Pusing Kardiovaskuler ↓ Respirasi ↓ Fungsi miokard ↓ Kontraksi miokard ↓ Letargi Mulut kering Inkoordinasi motorik Slowed speech BENZODIAZEPINES Bubuk kristal berbagai warna Oral 1) Dasar Dan Validitas Test Test didasarkan pada kompetisi penjenuhan IgG anti-narkoba yang mengandung substrat enzim (ada dalam keadaan bebas di zone S) oleh narkoba sampel atau narkoba yang telah dikonjugasi enzim (ada dan terfiksir di zone T).Intraokuler ↓ Bronkodilatasi Tekanan darah ↑ Nistagmus vertikal-horizontal Berkeringat CNS ↓ Sensasi nyeri ↓ Emosi nyeri ↓ Respirasi ↓ CNS Sensasi nyeri Emosi nyeri Respirasi ↓ ↓ ↓ ↓ Nafsu makan↑ Koordinasi ↓ Fotofobia Apati Halusinasi Relaxation inhibiion Intoksikasi Subjective slowing of time PHENCYCLIDINE Tablet/Kapsul Serbuk Dihisap Dirokok Injeksi Oral Dihisap Injeksi Oral Analgesia Euforia Mual/muntah Kejang umum tonik-klonik Ekstrim agresif Intoksikasi Skizofrenia Konstipasi Pucat Eufori Analgesi Konstipasi Retensi urin Libido Rasa lemah Drowsiness Pusing OPIAT Bubuk putih. Sebaliknya jika tidak dijenuhi (sampel negatif narkoba) atau hanya sebagian dijenuhi (sampel mengandung narkoba dalam jumlah di bawah Cermin Dunia Kedokteran No. Aritmi Tonus CNS ↑ Simpatik ↑ Denyut jantung ↑ Tekanan darah ↑ Mood ↑ Vasokonstriksi Melambung Paranoid Midriasis Depresi Sedasi Seizures Efek Klinis Dizziness Insomnia Eufori Depresi Sedasi Takipneu Heart failure Kenaikan penampilan karena overestimation Eufori diikuti disfori. Minim/Umum Klordiazepoksid Diazepam Bromazepam Klonazepam Klobazam Nitrazepam(BK. agitasi. 2002 7 . 135. delusi obat Toxic psychosis.3: Jenis. DUM. NARKOBA/Metabolitnya Metabolit Marijuana Metabolit Kokain Metabolit Opiat: Morfin Kodein Metabolit Amfetamin: Amfetamin Metamfetamin Phencyclidine Kadar awal/Skrining (ng/ml) 50 300 300 1000 25 Kadar Konfirmasi (ng/ml) 15 150 300 300 500 500 25 Tabel 2: Jenis Narkotik dan Psikotropik menurut Potensi Abuse dan Manfaat Potensi Abuse/ Tipe Narkotik Psikotropik Manfaat Medis I. MinimKodein Fenobarbital Menengah/Umum Flunitrazepam IV. CANNABINOIDS Bubuk daun kering Rokok lintingan Potongan hashish Hashish oil Dirokok Makanan kering/ dimasak Cardiac output ↑ Nadi ↑ Tekanan. cara umum pemakaian dan efek klinis NARKOBA. hitam coklat.

Hipnotik Barbiturate -Barbs -Downers -Tranqs -Short acting : 1 hari -Long acting : 2-3 minggu Barbiturate 300 ng/ml Benzodiazepine -Bennies -Rophies (Rohypnol) Pil Koplo -Dosis terapi : 3 hari -Overdosis atau pengguna kronis (1 th atau lebih : 4-6 minggu Benzodiazepines 300 ng/ml menjenuhi IgG anti-narkoba-substrat.Perokok moderat (4 kali/mg): s/d 5 hari . maka IgG anti-narkoba-substrat akan berikatan dengan narkoba-enzimnya secara penuh atau sebagian. sehingga terjadi reaksi enzim-substrat yang berwarna penuh (gelap) atau lamat-lamat (ragu-ragu). yang akan memberikan warna lamat-lamat (ragu-ragu) di zone T.Pengguna kronis(lebih dari 5 joint sehari) : 14 s/d 18 hari -14 hari -s/d 30 hari pada pengguna kronis . 2002 .Dirokok : 1-5 hari . Tabel 4.ambang batas pemeriksaan).1-2 joint : 2-3 hari . sehingga baik di zone T maupun zone C terjadi reaksi enzim-substrat berupa pita warna pink. Jenis dan nama lain narkoba yang secara komersial dapat diskrin Kelompok Stimulan Nama Narkoba Amphetamine Nama lain -Ecstasy(MDMA) . urin hanya mendifusikan IgG antinarkoba-substrat dan IgG goat-substrat dari zone S ke zone T dan zone C. Karena IgG goat bukan antibodi spesifiknya narkoba. ada dalam jumlah di bawah ambang batas pemeriksaan atau tidak ada sama sekali narkobanya. c. maka jika urin ini diteteskan di zone S. 8 Cermin Dunia Kedokteran No. Sebaliknya di zone C tetap terjadi reaksi warna (pita pink) sebab narkoba urin tidak spesifik untuk dapat berikatan dengan IgG goat. semuanya tidak akan menjenuhi dan hanya akan mendifusikan IgG goat-substrat dari zone S ke zone C untuk menemui dan mengikat IgG anti-IgG goat yang dikonjugasi enzim (KAGE) sehingga terjadi reaksi enzim-substrat yang berwarna di zone C.Essence Sama dengan Amphetamine -Dexies -Uppers -Coke -Crack -Snow -Rock Cocaine -Flake -Colombian -Marijuana -Sinsemilla -Dope -Ganja -Weed -Barang -Hemp -Gele -Hash -Grass -Cimeng -THC -Pot -Maryjane -Angel Dust -PCP-HOG -Crystal cyclone -Killer Weed -Smack -Tar -Tiger -Horse -White lady -White stuff -Amidone -Fizzles -Opium -Junk -Putauw -Scaq -Morpho. m a.THC Instant view Home test Huma drug Acon First sign genix Sensitivitas 1000 ng/ml Methamphetamin Cocaine Halusinogen Cannabinoid 1-2 hari 1-3 hari .Crystal -Adam . Bila Sampel Urin Negatif Pada sampel urin yang tidak mengandung narkoba. Penjenuhan berikutnya akan dipenuhi oleh Narkoba-ensim di zone T. Bila Sampel Urin Positif Di zone S narkoba urin positif akan langsung berikatan dan Nama Farmakologi -Dexedrine -Benzodrine -Desoxyne -Methedrine Sama dengan Amphetamine Cocaine -Marinol Kapan terdeteksi pada Urine 1-2 hari Tersekresi pada Urine sebagai Amphetamine Nama Seratec-AMP Instant view Hone test Huma drug Acon Seratec-M-AMP Instant view Seratec-COC Instant view Seratec .Perokok berat: s/d 10 hari .Crank -Clarity . Di zone T IgG anti-Narkoba akan berikatan dengan narkoba-enzimnya (KNE).Ice -Shabu-shabu . b. Bila Sampel Urin Ragu-Ragu Di zone S narkoba urin yang berkadar tepat di batas ambang pemeriksaan akan menjenuhi IgG anti-narkoba-substrat tidak secara penuh.2 hari Metamphetamine. Amphetamine Benzoylecgonine THC-Asam karboksilat senyawa glukonoid 500 ng/ml 300 ng/ml 50 ng/ml Phecyclidine Phencyclidine Phencyclidine Seratec-PCP Instant view Seratec-MOR Instant view Home test Huma drug Acon First sign Acon Seratec –MDT Instant view Home test Huma drug Seratec -BAR Instant view Home test Huma drug Acon First sign Genix Seratec -BZO Instant view Home test Huma drug Acon First sign Genix 25 ng/ml AnalgesikNarkotik Oplate -Heroin -Morphine -Percodan -Codeine -Paracodin -Oxycodone -Lorphan -Dilaudid -Vicodin -Dolophine -Methadone -L-Polamidon -Physeptone -Amytal -Tuinal -Butisol -Fiorinal -Nembutal -Neoderm -Luminal -Immenocial -Seconal -Stadodorm -Phenobarbital -Ativan -Rohypnol -Halcion -Tranxene -Librium -Valium -Novopoxide -Vivol -Remestan -Xanax -Restoril Opiate 300 ng/ml Methadone . Valid tidaknya test dikontrol dengan mengikutsertakan pada zone S suatu kontrol validitas yang berupa IgG goat-substrat. sehingga terjadi reaksi ensim-substrat yang tidak penuh. maka baik pada sampel urin yang ada. sementara di zone C IgG goat akan berikatan dengan IgG anti-IgG goat-enzim (KAGE).Speed -Evo (MDMA) . sehingga waktu didifusikan ke zone T tidak bisa mengikat (bercelah) narkoba-enzimnya (KNE). 135. Sedatif. tidak terjadi reaksi enzim-substrat dan karenanya tidak muncul reaksi warna.3 hari Methadone 300 ng/ml Depresan.

KAGE = Konjugat IgG anti-IgG "goat"-ensim. 2002 9 . Bila Test Valid atau Tidak Valid Zone C adalah zone kontrol validitas yakni zone untuk menilai apakah test valid atau tidak. Sebaliknya jika warna tidak muncul ini berarti test tidak valid.T=Test.5 ug/ml) Narkoba Sampel (Dengan rumus didapat = 3. Jika warna ini muncul berarti test dikatakan valid dan dengan demikian hasil test dapat dipercaya dan siap diberikan ke yang berkepentingan. karenanya tidak tergantung pada ada tidaknya narkoba.Tabel 5: Obat/bahan yang diketahui tidak menimbulkan reaksi silang pada test skrining 1000 ug/ml Aphetamine. A.4-Methylenedioxy methamphetamine Methylphenidate Methyprilon Morphine-3βDglucuronide Nalidixic acid Nalorphine Naloxone Trimipramine DL-Tryptophan Naltrexone Naproxen Niacinamide Nifedipine Norcodein Norethindrone Noroxymorphone D-Norpropoxyphene (-)Norpseudoephedrine Noscapine Nylidrin D. cara ini tidak menyakiti. KNE = Konjugat narkoba-ensim. Sub=Substrat Nar(-)/(+) = Narkoba negatif/positif <> = Narkoba. atau dengan kit dari pabrik lain (Gambar 2). B. Zone. Skema reaksi imunokromatografi kompetitif dalam mendeteksi narkoba dan metabolitnya dalam urin. SAMPEL URIN NEGATIP. 2) Sampel Test dan Penyimpanannya Urin merupakan sampel yang representatif untuk pendeteksian narkoba dan metabolitnya.S=Sample. Reaksi hanya membutuhkan H2O urin. SAMPEL URIN POSITIF. Deteksi.L-Propanolol Propiomazine D-Propoxyphene D-Pseudoephedrine Quinidine Quinine Ranitidine Salicylic acid Secobarbital Serotonin Sulfamethazine Sulindac Temazepam Tetracycline Tetrahydrocortisone Tetrahydrozoline t9-THC 11norty-carboxy-THC Thebaine Thiamine Thioridazine Verapamil Zomepirac Intensitas Ion (m/z) Narkoba Standar (1. urin me- Cermin Dunia Kedokteran No. Keterangan: Zone. Acetaminophen Acetylsalicylate Aminopyrine Amitryptyline Amobarbital Amoxapine Amoxicillin L-Amphetamine Apomorphine Ascorbic acid Aspartame Atropin Benzocaine Benzoylecgonine Benzphetamine Butabarbital Cannabidiol Chloralhydrate Chloramphenicol Chlordiazepoxide Chlorothiazide Chlorpromazine Chloroquine Cholesterol Clomipramine Clonidine Cocaine Cortisone (-) Cortinine DL-Thyroxine Tolbutamide Tranylcypromine Creatinine Deoxycorticosterone Dextromethorphan Diazepam Diethylpropion Diflunisal Digoxine Diphenhydramine Doxylamine Ecgonine Ecgonine methyleste (+) Ephedrine (±) Ephedrine (-) Ephedrine (-) w Ephedrine Erythromycin β-Estradiol Estrone-3-sulfate Ethyl-p-aminobenzoat Fenoprofen Furoxamide Glucuronide Glutethimide Guaifenesin Hipuric acid Hydralazine Hydrochlorothiazide Hydrocodone Hydrocortisone Triamterene Trifluoperazine Trimethoprim Hydromorphone O-Hydroxyhippuric acid Ibuprofen Imipramine Iproniazid (-) Isoproteranol Isoxsuprine Ketamine Ketoprofen Labetalol Levorphanol Lidocaine Loperamide Loxapine succinate Maprotiline Meperidine Mephentermine Meprobamate Methadone Methaqualone Methoxyphenamine (±)3.L-Octopamine Oxalic acid Gentisic acid Oxazepam Oxolinic acid Oxycodone Oxymetazoline Oxymorphone pHydroxymethamphetamine Pavaperine Penicillin-G Pentazocine Pentobarbital Perphenazine Phencyclidine Phenelzine Phendimetrazine Phenobarbital DL-Tyrosine Uric acid Phenytoin L-Phenylethylamine L-Phenylpropanilamine Prednisolone Prednisone Procaine Promazine Promethazine D. d.C=Control. konfirmasi narkoba sampel urin dengan cara gas chromatography dan mass spectrometry (GC/MS): Diduga NKs memiliki NKst dengan HW = 21. Zone.6 menit & m/z = 184 Berikatan (Tidak bercelah) Muncul reaksi ensim (Warna) Tidak berikatan (bercelah) Tidak muncul reaksi warna. hasil reaksi pada zone C ini akan selalu muncul warna.4 ug/ml) Hasil kromatografi selama pengamatan 45 menit dan harus diulang dengan test-kit yang baru. Obat/Bahan lain Hambatan Waktu (Menit) Gambar 1. Gambar 2. 135.

HEPATITIS VIRUS-B & -DELTA (HDV).1.Kemudian angkat dan tunggu.5 batas atas normal. kemudian 3-5 menit kedua: .Hasil dikatakan negatif. Pada cara stick. Dikatakan karier HBsAg jika kepositifan HBsAg ini ditemukan pada subyek dengan SGPT. dikonfirmasi dengan test konfirmasi seperti telah dibahas di atas. jika muncul hanya 1 garis pink di zone C. seperti 10 Cermin Dunia Kedokteran No. B. tanpa pengawet. Penyimpanan dalam cawan. HIV. STICK SUPPORT LAYER ZONE DIPEGANG ZONE BACA HASIL C/T ZONE PENA PIS REAKSI ZONE REAGEN DETECTOR/REGIS TRATION LAYER SEMIPERMEABLE MEMBRANE REAGENT LAYER SPREADING LAYER ZONE KONTAK URIN KONTAK Gambar 3: Deteksi narkoba tunggal dan metabolitnya dengan cara card atau stick. tidak menggunakan reagen yang telah melebihi tanggal kadaluarsa. . Dikatakan akut jika peningkatan SGPT ini <6-9 bulan. dan hepatitis non-B jika HBsAg negatif. Keputusan medis dari pemeriksaan ini selanjutnya digunakan untuk pemeriksaan berikutnya. 3) Cara Kerja & Interpretasi Hasil 3. dengan card pabrik lain atau konsul ke dokter spesialis patologi klinik. 2002 . jika kadar anti-HbsAg 0-≤10 mIU/ml. A.non-C. Jangan membuka kemasan reagen dan sampel sebelum siap dikerjakan.Hasil dikatakan positif. Pembacaan hasil sesuai dengan cara deteksi tunggal narkoba tersebut di atas. .Biarkan sampel dan reagennya mencapai temperatur ruang.Biarkan dalam temperatur kamar. yakni infeksi HBV. celupkan stick kedalam urin sampel dan tidak melebihi tanda batas bantalan (pad) spreading layer. . 3. hasil dibaca pada 3-5 menit pertama.Ambil urin sampel secukupnya atau seukuran cawan obat (pot plastik obat).Hasil dikatakan invalid (rusak).Buka penutup bagian bawah dari alat test lalu celupkan ke enam bagian kertas (strip) ke dalam urin sampel jangan melebihi batas (kotak plastik) selama 10-20 detik.2. Subyek dikatakan non-imun dan perlu vaksinasi hepatitis virus-B. 1. Deteksi 3-6 Narkoba dan Metabolitnya (Gambar 4). 200C stabil >48 jam. . . Deteksi Tunggal Narkoba dan Metabolitnya (Gambar 3). Pada 2-80C stabil 48 jam. Sebaliknya hanya kolangitis atau kolestasis jika hanya hanya GGT atau AP dan 5'NT saja yang meningkat tanpa disertai peningkatan SGPT dan SGOT. hasilnya akan terbaca dalam waktu paling lambat 5-10 menit. hepatitis ditentukan dengan meningkatnya SGPT ≥ 1. Deteksi 3-6 Narkoba dan metabolitnya dengan cara card atau stick. jika pada SGPT yang meningkat ini ditemukan HBsAg. status HBsAg dan status imun HBV (anti-HBsAg) dilakukan dalam satu kesatuan pemeriksaan skrining infeksi HBV. SGOT normal. CARD Test Area Sample well POSITIF NEGATIF . SGPT). DIAGNOSIS. dikatakan hepatitis dengan hepatolisis jika disertai kenaikan SGOT dan HBDH sebagai konfirmasinya. sebaliknya untuk karier HBsAg noninfeksius5. Gambar 4.Hasil ragu-ragu (warna lamat-lamat atau tidak cocok dengan klinis). 135. B) SKRINING. dikatakan rendah dan perlu booster jika kadarnya ≤100mIU/ml. Praktisnya pemeriksaan status hepatitis (SGOT. dikatakan dengan kolangitis intra dan posthepatik jika GGT dan AP serta 5'NT sebagai konfirmasinya juga meningkat. .Teteskan 5 tetes (200ul) urin pada zone sampel (sample well). jika tidak muncul garis pink di "C" dengan atau tanpa di "T". tabung plastik/gelas yang kering dan bersih. STICK. DAN MONITORING KOMPLIKASI Meliputi penyakit-penyakit kronis infeksius yang secara epidemiologi terbukti merupakan komplikasi yang sering ditemukan pada IVDA. jika muncul 2 garis pink. dan kronis jika >6-9 bulan8-12 Dikatakan hepatitis virus-B. dan dikatakan karier HBsAg infeksius jika HBeAg atau DNA HBV positif dan antiHBeAgnya negatif. hepatitis tifosa dan endokarditis bakterialis. Untuk ini test diulang dengan card yang baru. KARIER HBsAg & SUBYEK NON-IMUN Tanpa mempedulikan ada tidaknya manifestasi klinis. . Urin harus jernih (sentrifus jika keruh). Non-B. satu di zone C dan lainnya di zone T.miliki kadar narkoba dan metabolitnya tinggi sebaliknya hanya dalam waktu singkat dalam darah. . HCV.

HEPATITIS VIRUS-C DAN KARIER HCV Seperti pada virus hepatitis-B. dan pada 8/9 (88. HEPATITIS NON-B. Infeksi HIV1/2 terkonfirmasi jika pada WB minimun ada satu anti core (anti-p24. sementara viral load digunakan untuk memantau dan menetapkan kapan terapi antiviral diberikan (antiviral sebaiknya dimulai pada CD4 300400/ml. 4. Konfirmasi dengan 4-5 macam EIA anti-HIV1/2 standar dari pabrik lain tidak perlu lagi (kecuali jika fasilitas WB dan tenaga medis yang berwenang meng-interpretasi hasil WB tidak ada). Memonitor anti HDV tiap tahun dilakukan hanya pada subyek-subyek yang HBsAg positif. jika petanda laboratoris SGOT. 5. NON-C Ditegakkan jika meningkatnya SGOT.yang diorganisir pada skema (Gambar 5). INFEKSI HIV1/2 DAN AIDS Adanya infeksi HIV1/2 ditegakkan dengan anti-HIV1/2 seropositif baik dengan cara Dot EIA anti-core (p24) atau Dot EIA anti-HIV1/2. CD8 dan penyakit-penyakit oportunistik tiap tahun pada subyek WB positif digunakan untuk menetapkan status kekebalan dan AIDS. dengan bukti serologi Widal/kultur positif. Untuk daerah endemis seperti Indonesia titer Widal yang signifikan demam tifoid (DT) dan paratifoid (PT) salah satu atau kedua titer anti-O/-H ≥ 1/1603. sehingga selain tidak memenuhi kriteria test konfirmasi juga akan memberikan hasil yang sama. Pemantauan CD4.karena kebanyakan menggunakan sistim dan antigen yang sama. dan hasil-hasil positif EIA anti-HIV1/2 standar harus dikonfirmasi dengan Western-blot (WB) anti-HIV1/2. anti-p17) positif dan satu antienvelope (anti-gp120. juga >90% anti-HCV positif terbukti secara klinis dan epidemiologis ditemukan pada kasus-kasus hepatitis C akut. SGOT meningkat) tersebut ditemukan anti-HCV positif. sebab >90% anti-HCV mendeteksi antibodi-antibodi non-struktural (NS1-NS5) yang merupakan petanda replikasi aktif HCV. Gambar 5. sehingga akan menggunakan HBsAg untuk masuk ke dalam sel hati. SGPT normal.9%) untuk antiH ≥1/1604. dikatakan hepatitis virus C. anti-gp160). Skema skrining. dan bertanggung jawab pada kasus-kasus sirosis hati yang terjadi pada usia muda (dekade 3-4)15. Detail protokol seperti pada skema (Gambar 6). 70-90% koinfeksi ini akan berjalan kronis. 2002 11 . ant-gp41. SGPT tanpa disertai kepositifan HBsAg dan anti-HCV. surface-Ag). HEPATITIS TIFOSA Memenuhi kriteria hepatitis non-B. klinis misalnya) harus Cermin Dunia Kedokteran No. Gambar 6. Kepositifan anti-HCV harus dinilai infeksius. Mengingat >90% antiHCV mendeteksi protein non-struktural virus. Titer setinggi ini telah dikonfirmasi pada 7/7 (100%) IgM spesifik DT/PT untuk anti-O ≥1/160. Kepositifan dot harus dikonfirmasi dengan EIA anti-HIV1/2 standar (reaksi EIA basah). Pendeteksian IgM antiHCV dan aviditas IgG anti-HCV (masa mendatang ?) dapat membedakan anti-HCV yang baru (akut) atau telah lama (pernah. jika pada subyek dengan hepatitis (SGPT. Prevalensi sebesar 12.3% terdapat di kalangan individu dengan hepatitis B kronis aktif13. Dan dikatakan karier antiHCV.14. Skema skrining. non-akut) terbentuk setelah infeksi HCV. diagnosis dan monitoring infeksi hepatitis virus-C (HCV) 3. dan diper-tahankan jangan turun sampai <300/ml)17. Hal ini disebabkan karena HDV merupakan virus hepatotropisme yang telanjang (tidak memiliki sAg.5-27. kronis aktif. 135.non-C. maka hasil positif anti-HCV (jika tidak ditunjang data lain. diagnosis dan monitoring infeksi hepatitis virus-B (HBV) dan –D (HDV) 2. dikonfirmasi dengan Western-blot (WB) anti-HCV.

b. Taipei. Boonmar S et al. Publ. The hepatitis delta virus and its infection. Alberti A. nodus Osler. lesi Janeway. In: Toxicology. Bishop ML. Transmission of non-A. Analysis of toxic substance. monitor infeksi HBV. 8. 1987:181-202. Med. Adanya faktor predisposisi: ada penyakit jantung yang mendasarinya. 2002 . Prog. DeckerWJ. Tesis. Philadelphia. 1980. 30: 776-9. Respon Imun Seluler Pada Individu Widal Positip Demam Tifoid/Paratifoid: Frekuensi. atau 1 kriteria mayor + 3 kriteria minor. 4.1-3. Storvold G. Suwarso. Baldi M.Ekokardiogram menemukan regurgitasi. Jakarta.th 1993 Hetlaand G. antiHIV1/2.1992. Co. monitor komplikasi pada organ hati meliputi pemeriksaan SGOT. Pornaro E. Skripsi Sarjana I FK-UGM Yogyakarta. 2000: 7-26. Suwarso. Gerin JL. massa di katup lama/buatan tanpa bukti patologis lain. Liss Inc. Kubo Y. Tabor E. Gastroenterol. Proc. Wiwiek. d. Seminar on Hepatitis and Diarrhea in The Tropic 2000. Hubungan DOT-EIA terhadap Biakan Empedu dan Uji Widal pada Penderita Tersangka Demam Tifoid. dua kali kultur darah selang waktu 12 jam. Blanke RV. 10. 2000: 52-5. Nucleic Acid Res 1990. Correlations. 3th. Yoshizaw H. Akahane Y. Suwarso. atau memenuhi semua 5 kriteria minor. Larsen J. IVDA (Intravenous drug addict). Hoofnagle JH et al. Setiadji VS. In Rizzetto M. 2.non-B hepatitis in human and chimpanzees. 3..219-220. Purcell RH: The hepatitis delta virus and its infection. Klin.Bising regugitasi • Kriteria Minor: a. Nucleotide sequence of core and envelope genes of the hepatitis C virus genome derived directly from human healthy carriers. FKUI Jakarta. 1994. 6. Hasil yang diperoleh pada tingkat skrining digunakan untuk mengambil langkah-langkah lanjutan yang akurat dan efektif. Seroepidemiologische Unterschungen zur Antikoerper Praevalenz des Hepatitis C-Virus in der Bevoelkerung Indonesiens. • Kriteria Mayor: a) Bukti Mikroorganisme Spesifik Endokarditis: . Asikin N. Fattovich G. Bonino F et al. Liss Inc. 1: 463-6. Gerin JL. 17. Kultur darah positif tetapi tidak memenuhi kriteria mayor di atas. anti-HBsAg. Suwarso. PPDS-I. HACEK. Seroprevalence of antibody to hepatitis-C virus in hemodialized patient: Anti HBcore as surrogate marker. Doris R. . Philadelphia: WB Saunders Co. Gerin JL. Viruslike particles in plasmafraction (fibrinogen) and in the circulation of apparently healthy blood donors capable of inducing non-A.ed.Tanpa bukti adanya fokus primer.non-B hepatitis from man to chimpanzee.79:512-20. 14. konsisten menemukan mikroorganisme spesifik endokarditis. Engelkirk D. Fenomena imunologi: glomerulonefritis. Drucker JA. 2. Purcell RH: The hepatitis delta virus and its infection.1986:1670-744. in Clinical Chemistry: Principles.Transfusion 1990. Anastassakos C. Sukarmo. Disertasi. Stewart GJ. 3. SGPT. . Suwarso. Vassiliadis E. 12.. 135. konsisten menemukan mikroorganisme spesifik endokarditis: Streptokok viridan. Brunetto MR. dan enterokokus.18: 4626-36. infark paru septik. Setiadji VS. Akhkfustral. Fody EP. deteksi obat atau metabolitnya dalam sampel (urin) subyek.. -bovis. Drugs of abuse testing. Konsensus FKUI tentang Opiat. Gambar 7. The 3rd Asian Conference of Clinical Pathology. 15. 1987. faktor rheumatoid. Masalah Medis dan Penatalaksanaannya. e. In: Could it be HIV? 2nd ed. 8. 9. Takeuchi K.Berikut ini merupakan skema protokol manajemen laboratoris untuk infeksi HIV1/2 dan AIDS (Gambar 7). FK-UGM. Roth spot. diagnosis dan monitoring infeksi human immunodeficiency virus. Seroprevalence of HBV infection among randomized ”healthy" peoples living in Yogyakarta. Skema skrining. Konsensus FKUI tentang Opiat. NewYork Lippincott. In Rizzetto M. 1999. Lancet 1978. Alan R. Prevalence of anti-HCV in Norwegian blood donors with anti-HBc or increased ALT level. Surabaya. Sitimuchayat P. HDV infection in chronic hepatitis B. anti-HCV. 16. 207-8. b) Bukti Organik Endokarditis: . KEPUSTAKAAN 1. FKUI. Asikin N. Stafilokok aureus. KESIMPULAN Manajemen laboratoris penyalahgunaan obat pada tingkat skrining meliputi 1). 11. Nanang S.: 1996: 573-9. 7. Indonesia: Correlation beetween seromarkers and HBV infection state.JL. Alan R. aneurisma mikotik. Boscaro S. Alan R. Hatzakis A. ENDOKARDITIS BAKTERIALIS2 Ditegakkan jika memenuhi 2 kriteria mayor. Skaug K. GGT dan AP. Nanang S. abses. Febris c. 1987.Pat. 5. In Rizzetto M. Yogyakarta. 2001. The chronology of HIV induced disease.. Papaioannou C. Arti klinis anti-O dan anti-H. Purcell RH. Procedures. In Tietz NW: Textbook of Clinical Chemistry. HCV dan HIV1/2: HBsAg. Chronic HDV infection: An important cause of HbsAg positive cirrhosis of young adults. 12 Cermin Dunia Kedokteran No. Masalah Medis dan Penatalaksanaannya. Endemic HDV infection in a Greek community... Liss Inc. Realdi G. June 23-25. Patogenitas strain. Fenomena vaskuler: emboli arteria besar. Stenico D. Tropical Disease Center (TDC) Airlangga University. Strome JH. Itoh Y et al. 13. February 15th 2000: 27-8. Meland A. Hadziyannis SJ.3 dari 4 kultur darah selang 1 jam. perdarahan intrakranial atau konjunktiva.

No Waktu APRIL 5-7 KALENDER KEGIATAN ILMIAH PERIODE APRIL .: 3154626 e-mail : sampurna@cbn. Jakarta Telp.net.27 MEI 17 – 18 The 2nd Jakarta Nephrology and Hypertension Course (JNHC II) Symposium on Management of Hypertension in Special Condition Temu Ilmiah Geriatri Perhimpunan Geriatri Medik Indonesia 19 25 . 021-315 2278 E-mail : inasn@link. 021-391 7349.net. Facs. : 021-310 6968 Facs. : 021-3102927 Perpustakaan Nasional . Jakarta Telp.14 30 .id Hotel Borobudur.id agus_purwadianto@hotmail. : 021-3190 0275 E-mail : geriatri.id Hotel Acacia Jakarta E-mail : globalmedica@link.KPPIK 50 Tahun FKUI ( Temu Ilmiah Akbar & Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran 2002 ) Kursus Pembelaan Hukum Tersangka Malpraktek Kursus Pemberdayaan Komite Medik 3rd Jakarta Antimicrobial Update (JADE 2002 ) Dokter Tempat dan Sekretariat Hotel Horison.09 Liver Update 2002 8 12 .id Hotel Borobudur Jakarta E-mail: matacoe@yahoo.id Ruang Senat FKUI Telp.26 JUNI 07 . 021-392 9106 E-mail : tropik@indosat. 021-314 1203 Facs.id sudigdo@bdg. Facs./facs.net.net.JUNI 2002 Kegiatan Ilmiah Pertemuan Neurogeriatri Perhimpunan Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) One Day Post Graduate Course FKUI TIA .net. 2002 13 .net.net. 021-390 8157.com Telp/facs.com Hotel Sahid Jaya.net.fkui@mailcity. 135.id Hotel Sahid Jaya.centrin. 3929106 Hotel Grand Bali Beach. Jakarta Telp. : 021-314 9208.net.id yagina@commerce.net.id Assembly Hall JICC Jakarta Jakarta International Covention Center ( JICC ) E-mail : globalmedica@link. : 314 9424 E-mail : neurona@centrin. Denpasar E-mail : perdoski@bdg. Jakarta Telp.id Sheraton Nusa Dua Bali 11 12-14 15 16 20-21 23 -24 Continuing Ophthalmology Education 2002 1st Int’l Scientific Meeting On Immuno and Tropical Dermatology 25 . : 021-3106976.centrin. Jakarta PERGEMI JAYA Telp. 021-334878.Salemba E-mail: yagina@commerce. : 021-315 5551.05 Simposium Awam : Gagal Ginjal. Dialisis dan Transplantasi Course on Travel Medicine Simposium Kedokteran Wisata III KONIKA XII Cermin Dunia Kedokteran No.com Hotel Borobudur.

meperidin EFEK TERHADAP SUSUNAN SARAF PUSAT Mekanisme kerja opiat (dan derivatnya) di susunan saraf pusat terus diselidiki. dan individu pemakainya. analgesik. 2002 . tergantung dari dosis. selanjutnya melalui penelitian menggunakan teknik radioimmunoassay. kepadatannya paling tinggi di daerah: − Traktus spinotalamikus ventralis − Periaquaduktal Dibacakan pada PIT/Muker Perdossi. kecuali serebelum (otak kecil). Sejak itu penggunaannya mulai popular di kalangan masyarakat saat itu. Sp. Padang. respiratory depression. Table 1. bahkan di Mesopotamia tanaman tersebut telah ditanam oleh bangsa Sumeria sejak 4000 . Galen juga menyebutnya sebagai obat untuk mengatasi nyeri. terutama amigdala Juga ditemukan di substansia gelatinosa medulla spinalis.S. Indonesia PENDAHULUAN Sejarah penggunaan narkotika oleh manusia telah tercatat sejak zaman purbakala. Opium pernah popular dan bahkan diiklankan sebagai obat pereda nyeri dan obat batuk. periventricular nucleus of thalamus Telencephalon Amygdala Caudate. medial terminal nuclei of accessory optic pathway Dorsal cochlear nucleus Parabrachial nucleus Diencephalon Infundibulum Lateral part of medial thalamic nucleus. nucleus accumbens Subfornical organ Interstitial nucleus of stria terminalis Pain perception in head Vagal reflexes. putamen.opium. awal abad 19.3000 sebelum Masehi. cough suppression. inhibition of gastric secretion Nausea and vomiting Euphoria Limbic. morfin. Efek ketergantungan mulai muncul/menjadi perhatian sejak tahun 1700-an. orthostatic hypotension. dan untuk efek konstipasi. intralaminar (centromedian) nuclei. Penelitian awal menunjukkan bahwa opiat terikat pada reseptor spesifik di otak. problemnya makin luas menjadi masalah medis dan sosial sampai saat ini. internal and external thalamic laminae. Di masa modern. cara pemberian. bahkan akhir-akhir ini juga ditemukan di sekitar terminal serabut saraf presinap (tabel 1).heroin − Jenis sintetik . Jawa Barat. emotional effects. meskipun demikian. Saat ini narkotika dapat dibagi atas: − Jenis yang terdapat/berasal dari alam . kodein − Jenis semi sintetik . Rumah Sakit Marzuki Mahdi. 135. receptor opiat diketahui terdapat di hampir semua area otak. tetapi baru menjadi masalah di Eropa sekitar tahun 1890. nucleus commissuralis. benih tanaman poppy (Papaver somniferum) yang getahnva merupakan bahan dasar opium telah ditemukan di antara peninggalan zaman batu. 7-10 November 2001 − Nuklei interlaminaris thalami − Sistem ekstrapiramidal. Serturner di Jerman telah berhasil memisahkan morfin dari opium (bahan dasar tanaman poppy). nucleus ambiguus Functions influenced by opiates Pain perception in body Area postrema Locus coeruleus Habenula-interpeduncular-nucleusfasciculus retroflexus Pretectal area (media and lateral optic nuclei) Superior colliculus Ventral nucleus of lateral geniculate Dorsal. secara klinis dapat bersifat depresan maupun stimulan. sejak itu dibuat peraturan untuk membatasi penggunaannya. disusul dengan formulasi kodein oleh Robiquet pada tahun 1817.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Pengaruh Narkotika terhadap Susunan Saraf Pusat Dr. euphoria Miosis Miosis Miosis Endocrine effects through light modulation Unknown Euphoria in a link to locus coeruleus ADH secretion Pain perception Emotional effects Motor rigidity Hormonal effects Emotional effects Sampai saat ini diketahui ada 5 (lima) jenis reseptor opiat (tabel 2): 14 Cermin Dunia Kedokteran No. Budi Riyanto Wreksoatmodjo. lateral. Data penggunaannya tercatat dalam papyrus Ebers (1600 1500 sebelum Masehi) sebagai hipnotik. Localization and Possible Function of Opiate Receptors Location Spinal cord Laminae I and II Brainstem Substantia gelatinosa of spinal tract of caudal trigeminal Nucleus of solitary tract. globus pellidus. Bogor.

++ .+ . sedangkan fase non REM light sleep dan keadaan jaga bertambah panjang. Penggunaan metadon jangka panjang dikaitkan dengan penurunan irama alfa. heroin dihubungkan dengan gambaran EEG bifasik yang agaknya berkaitan dengan kedaan euphoria. 135. fear.+ . bicara pelo dan gangguan koordinasi motorik jarang dijumpai. Zat tersebut ditemukan pada tahun 1975 berupa pentapeptida yang diberi nama met-enkephalin dan leu-enkephalin.+/Epsilon (ε) Sigma (δ) . inability to concentrate. Receptors. dan berbagai obat/jenis opiat mempunyai afinitas yang juga berbeda terhadap masing-masing reseptor tadi (tabel 3). pemberian 5HT intraventrikel (otak) mempotensiasi efek analgesik morfin. yang mirip dengan gambaran EEG saat tidur atau pada pemberian barbiturat dosis rendah. kesadaran berkabut. Opiates.. Pada binatang. Jenis opiat lain dapat memberikan efek berbeda.+ . Hilangnya rasa nyeri disertai dengan rasa tenang. Table 3.+/.+ susunan saraf pusat menyebabkan para peneliti menduga adanya zat serupa opiat endogen yang memang diproduksi dan terdapat di dalam tubuh.++ Inhibits . 2002 15 . juga rasa takut. Table 4. karena serotonin diketahui berperan dalam modulasi persepsi nyeri. Disordered temperature regulation Adanya reseptor yang spesifik terhadap opiat di dalam Cermin Dunia Kedokteran No. apathy. Pada penggunaan khronik. EFEK TERHADAP SISTIM SEROTONIN Efek terhadap sistim serotonin ini merupakan hipotesis terhadap efek analgesik dari morfin.+ . respiratory arrest Nausea and vomiting Stimulation of chemoreceptor trigger zone in medulla Interference with hypothalamic function Induction antidiuretic hormone release.+ .+/. drowsiness. oleh karena itu diduga efek analgesik morfin lebih banyak pada komponen afektif dibandingkan dengan pengaruhnya terhadap ambang nyeri.: antagonist effect . nausea. lethargy. Enkephalin ini berfungsi serupa dengan opiat. minute volume tidal exchange. Inhibition of ACTH and gonadotropin release.+ (spinal) Constriction --------------Sedation . positive feeling of pleasure Change in mentation.+ Kappa (Κ) . sleep Decrease in respiratory rate. efek analgesia dari morfin tidak disertai dengan penurunan kesadaran dan tidak mempengaruhi fungsi pancaindera ataupun fungsi motorik. beta.+ . and tension. Actions of Narcotic Agonists and Antagonists on Opiate Receptors Mu (µ) Effects Analgesia Euphoria Respiratory depression Sedation Dysphoria Hallucinations Stimulation Drugs Morphine Pentazocine Nalbuphine Butorphanol Buprenorphine .+ Delta (∆) .+ . mual. and Their Functions Mu (µ ) Delta (∆) Sigma (δ) Kappa (Κ) Epsilon (ε) Morphine and BKetocyclozine Enkephalins Benzomorphan related opiates Endorphins Effects Analgesia Pupils Heart Rate Affect Opiate Activity Agonists Antagonists Mixed Agonists Antagonists . dan kesulitan konsentrasi.+/- . Lesi nucleus raphe magnus -daerah padat 5HT.+ Inhibits Inhibits Inhibits .:partial agonist effect Secara klinis efek tersebut ditandai dengan timbulnya berbagai gejala (tabel 4).+ Constriction Slow Indifference . EFEK TERHADAP MOOD (SUASANA HATI) Penggunaan morfin pada individu sehat sering menyebabkan disforia. somnolence Respiratory depresion Manifestation Increase in ability to tolerate pain Anxiety. Effects of Morphine on the Central Nervous System Effect Analgesia Dysphoria Euphoria Mental clouding. Efek Analgesia Pada manusia.++ . Possible Mechanisms of Opiate Analgesia Activation of limbic system Stimutation of descending serotonergic pathways Increase in doparnine turnover Suppression of dorsal horn nociceptive neurons .Table 2..+ .+/.+ Dilatation Rapid Delirium .menyebab- . sedangkan inhibisi produksi 5HT dikaitkan dengan pengurangan efek analgesia dan berkurangnya kemungkinan dependensi dan toleransi.++ . dan peningkatan irama theta. irregular breathing. Beberapa mekanisme diduga berperan dalam efek analgesia ini (tabel 5) : Table 5.+ .- . PERUBAHAN EEG Pemberian morfin menyebabkan gambaran frekuensi lambat dan voltase tinggi.+ Efek terhadap Sistim Limbik Sistim limbik mengandung reseptor opiat dalam jumlah besar. efek tersebut berangsur-angsur menghilang. Terdapat pengurangan fase REM don non REM deep sleep. gelisah. anxiety. vomiting Relief from pain. tetapi relevansi klinisnya belum jelas. Pada dosis terapeutik menyebabkan letargi. sistim ini antara lain berperan dalam timbulnya rasa nyeri menetap dan kronik (dull and chronic pain) yang efektif diatasi dengan opiat.+ : agonist effect antagonist effect .++ Masing-masing reseptor diduga memberikan efek yang berbeda. dan muntah. Hyperglycemia.

2.kan hilangnya efek analgetik dari morfin yang dapat dipulihkan melalui injeksi 5 HT. Efek ini maksimal dalam 7 menit setelah pemberian intravena. baik dalam hal frekuensi maupun intensitasnya. 4. Efeknya terhadap denyut jantung bervariasi. dan juga mulai dibuat secara sintetik. motilitas saluran cerna menurun sehingga menyebabkan konstipasi. Pain and Its Relief without Addiction 2nd ed. London: Burke Publ. Snyder SH. 2. Press. Percobaan penyuntikan morfin dosis kecil yang tidak efektif secara sistemik ke dalam sendi ternyata juga menghasilkan analgesia yang sebanding dengan pemberian anestetik lokal. Morfin juga mengurangi sensitivitas kemoreseptor terhadap peningkatan kadar C02. bahkan penggunaan kronis kadang-kadang justru menekan aktivitas pusat muntah. Wreksoatmodjo BR. mungkin akibat peningkatan thyroxin binding globulin. 1997. Stimmel B. Yayasan Jendela Peduli NAPZA.. Co.78. juga menghambat sekresi asam lambung. NIDA Teaching Package. Penghentian penggunaan morfin menyebabkan efek rebound berupa peningkatan sekresi hormon secara mendadak. tetapi penelitian akhir-akhir ini menemukan adanya reseptor opioid di susunan saraf tepi. yang dapat berhubungan dengan gejala abstinensi. EFEK TERHADAP KARDIOVASKULER Narkotik pada dosis terapeutik jarang mempengaruhi tekanan darah dan irama jantung pada keadaan berbaring. RINGKASAN 1. 16 Cermin Dunia Kedokteran No. Scientific American Library. The Encyclopedia of Psychoactive Drugs. EFEK TERHADAP RESPIRASI Depresi pernafasan pada dosis terapeutik disebabkan oleh efek langsung terhadap pusat respirasi di batang otak. 135. 2002 . Efek mual dan muntah ini lebih sering ditemui pada pasien yang aktif dibandingkan dengan jika berbaring. selain itu juga menstimulasi sekresi ADH sehingga dapat menyebabkan berkurangnya diuresis. Haworth Medical.. dalam 30 menit setelah pemberian intramuskular dan dalam 90 menit setelah pemberian subkutan. EFEK TERHADAP SARAF PERIFER Sampai saat ini efek analgesia dari narkotik dianggap melalui aktivitasnya terhadap reseptor opioid di susunan saraf pusat. siklus diurnal dari kortikosteroid juga terganggu. yang aktivitasnya meningkat pada keadaan inflamasi. Sekresi GH juga meningkat pada pengguna khronik. Efek ini sangat bervariasi dari orang per orang. Zackon F. 1986. 3. Kurniadi H.html. tetapi lama kelamaan timbul toleransi. EFEK TERHADAP SISTIM NORADRENERGIK Efek analgesik opiat juga diduga melalui pengaruhnya terhadap sistim noradrenergik karena aktivasi sistim noradrenergik (A2) menghambat sensasi nyeri dan memberikan efek sinergi terhadap analgesik oleh opioid (mu reseptor). pecandu heroin dan pengguna metadon umumnya eutiroid meskipun dijumpai peningkatan kadar T3 dan T4. KEPUSTAKAAN 1. Napza dan Tubuh Kita. EFEK GASTROINTESTINAL Morfin dan narkotik lainnya menghambat peristalsis usus halus. Injeksi morfin berulangulang menyebabkan penurunan sekresi ACTH yang berhubungan dengan berkurangnya sekresi corticotropin releasing. hal ini penting diperhatikan dalam penanganan kasus-kasus overdosis yang pernafasannya sematamata tergantung dari derajat hipoksia. namun baru pada abad 19 khasiatnya diteliti secara ilmiah. ditambah dengan usaha nafas secara sadar yang juga menurun. tetapi cardiac output tidak terpengaruh. 2000. Morfin menekan sekresi TSH. menyebabkan peningkatan turn over dopamin. Mual dan Muntah Berlawanan dengan efek depresi morfin terhadap sebagian besar area di otak. zat ini merangsang pusat chemoreceptor (chemoreceptor trigger zone) sehingga sering menyebabkan mual dan muntah. Heroin The Street Narcotic. efek ini dihambat oleh nalokson. tetapi mengurangi responnya terhadap perubahan posisi sehingga sering menyebabkan hipotensi ortostatik. factor (CRF) yang menyebabkan menurunnya aktivitas kortikoadrenal. http:/165. EFEK TERHADAP AKSIS HIPOTALAMUS-HIPOFISIS Percobaan binatang menunjukkan pengaruh morfin terhadap aksis hipotalamus-hipofisis. Jakarta. 5. Penggunaan kronik menurunkan fungsi korteks adrenal. empedu. dan kembali normal setelah 2 . Drugs and The Brain.3 jam. Selain itu zat antagonis dopamin ternyata memperkuat efek analgesik dari morfin.112. efek analgesik ini juga dapat dihilangkan dengan nalokson. EFEK TERHADAP SISTIM DOPAMIN Metabolisme dopamin di otak distimulasi oleh narkotika.61 /Teaching 2/ teaching. 1988. Narkotika telah dikenal dan digunakan oleh manusia sejak jaman purbakala. The Neurobiology of Drug Addiction. getah panikreas. dan dapat dicegah dengan antagonis narkotik dan derivat fenotiazin. Efeknya terhadap tubuh manusia diperantarai oleh beberapa reseptor di dalam SSP yang masing-masing mempunyai sifat yang karakteristik sehingga memberikan efek klinis yang berbeda.

Hepatitis B. sehingga disebut sebagai "penyakit tentara". pengobatan yang mahal. dan Laos. Bukan saja jumlah penyalahguna bertambah banyak tetapi penyebarannyapun menjadi sangat Cermin Dunia Kedokteran No. 2002 17 . yaitu obat yang biasanya digunakan untuk gangguan kesehatan jiwa namun termasuk yang sering disalahgunakan dan dapat menimbulkan adiksi. Selain morfin dan heroin masih ada lagi jenis lain yaitu kokain. dan Zat Adiktif lainnya) lebih tepat dibandingkan dengan istilah Narkoba karena di dalarn singkatan tersebut tercantum juga psikotropika. Bunga ini tumbuh subur di daerah dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut Penyebaran selanjutnya adalah ke arah India. KEADAAN DAN MASALAH Dalam lima tahun terakhir. berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan menimbulkan gangguan fungsi sosial dan okupasional. Tahun 1874 seorang ahli kimia bernama Alder Wright dari London. Persoalan yang dapat muncul antara lain : Kepribadian adiksi. SEJARAH AWAL Kurang lebih tahun 2000 SM di Samaria dikenal sari bunga Papaver somniferum yang kemudian dikenal sebagai opium (candu). karena itu penggunaan heroin telah dilarang oleh WHO sejak tahun 1954. menemukan modifikasi candu yang dicampur amoniak yang kemudian dikenal sebagai Morfin (diambil dari nama dewa mimpi Yunani yang bernama Morpheus). sebagai obat resmi penghilang sakit (pain killer). Memasuki abad ke XVII masalah candu ini bagi Cina telah menjadi masalah nasional. Ketut Kusminarno Apt Staf Direktorat Pengawasan Narkotika. Napza dapat dikelompokkan dalam golongan Opiat dan Non Opiat. Napza pada awalnya adalah sejenis obat-obatan tertentu yang digunakan oleh kalangan kedokteran untuk terapi misalnya untuk menghilangkan rasa nyeri. lama-kelamaan mengalami ketergantungan. Namun tahun 1898 pabrik obat Bayer memproduksinya sebagai obat dengan nama Heroin. Tahun 1806 seorang dokter dari Westphalia bernama Friedrich WiIhelm Serturner. Efek adiksi/ketergantungan heroin jauh melebihi efek analgesiknya. penyalahgunaan Napza meningkat secara bermakna.sehingga akan muncul berbagai masalah dan persoalan. Psikotropika dan Zat Adiktif Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Selain itu seorang pengguna NAPZA akan banyak mengalami kesulitan di masa depan serta dalam kehidupan sosialnya. overdosis (OD). Thailand. Kemudian menuju Afrika dan Amerika. Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) Drs. Tahun 1960-70-an pusat penyebaran candu dunia berada pada daerah Golden Triangle yaitu Myanmar. Iran. 135. ketakutan. terinfeksi berbagai penyakit (HIV/AIDS. berasal dari tumbuhan coca (Erythroxylon coca) yang tumbuh di Peru dan Bolivia. Tahun 1856 waktu pecah perang saudara di Amerika.Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika. campuran ini ketika diuji coba pada anjing menyebabkan anjing tersebut tiarap. Namun pada perkembangannya obat-obatan itu disalahgunakan (abuse) sehingga menimbulkan ketergantungan (adiksi). Psikotropika. mengantuk dan muntah-muntah. merebus cairan morfin dengan asam anhidrat (asam yang ada pada sejenis jamur). dan lainlain. bahkan di abad XIX terjadi perang Candu yang berakhir dengan penaklukan Cina oleh Inggris dan harus merelakan Hong Kong. menyebabkan sebagian tahanan perang tersebut ketagihan (adiksi). Jakarta PENDAHULUAN Penyalahgunaan Napza merupakan suatu pola penggunaan yang bersifat patologik. Cina dan wilayah-wilayah Asia lainnya. pada awalnya ada yang hanya mencoba-coba atau sekedar ingin tahu. C). Ada banyak alasan mengapa orang menggunakan Napza. reaksi putus obat (sakaw). Cina kemudian menjadi tempat yang sangat subur dalam penyebaran candu ini (dimungkinkan karena iklim dan keadaan negeri). Juga pada daerah Golden Crescent yaitu Pakistan. morfin ini sangat populer sebagai penghilang rasa sakit akibat luka-luka perang. dan Afganistan. Istilah Napza (Narkotika. dengan produksi 700 ribu ton setiap tahun. Kokain ini pernah digunakan untuk penyembuhan asma dan TBC.

emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya .depresi 3. - rasa senang. produsen gelap serta mereka yang terlibat dalam penyalahgunaan Napza dirasakan masih sangat ringan. sehingga ada seorang produsen Ecstacy yang hanya dijatuhi hukuman 3 bulan penjara. BK.pengendalian diri kurang .acuh tak acuh . mengingat sebagian besar korbannya adalah generasi muda yang merupakan generasi penerus kita.rasa senang dan bahagia .bila ditegur atau dimarahi. karena sanksinya hanya pidana penjara maksimal 10 tahun. Amfetamin (shabu. ekstasi) . Penyebaran HIV/AIDS melalui penyalahgunaan Napza suntikpun cenderung meningkat dengan cepat akhir-akhir ini. 135. bahkan pesantren. Opiat (heroin. WHO (World Health Organization) memperkirakan jumlah penyalahguna yang tidak dirawat adalah sekitar sepuluh kali lebih besar daripada yang sempat dirawat. dia malah menunjukkan sikap membangkang . muka pucat. Fisik .tangan penuh dengan bintik-bintik merah. meningkat sebanyak lebih dari 4 kali dalam tiga tahun. Emosi .sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas b. mogadon) bicara cadel jalan sempoyongan wajah kemerahan banyak bicara mudah marah gangguan pemusatan perhatian Tanda-Tanda Kemungkinan Penyalahgunaan Napza a.buang air besar dan kecil kurang lancar . morfin.mata merah . Kondisi penyalahgunaan NAPZA saat ini dirasakan sudah sangat serius dan mengkhawatirkan serta mengancam keselamatan negara.kewaspadaan meningkat . dan dari kampus-kampus perguruan tinggi sampai kesekolah-sekolah dasar. Jenis Napza yang digunakannyapun menjadi sangat beragam. seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan.sangat sensitif dan cepat bosan .mata terlihat cekung dan merah. BAHAYA PENYALAHGUNAAN NAPZA Gejala-Gejala Pemakaian Napza Yang Berlebihan 1.berat badan turun drastis . 5. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan . tetapi juga anak-anak dari keluarga harmonis. Tindak kriminal dan kekerasan akibat penyalahgunaan Napza juga cenderung meningkat. Kecenderungan yang menyedihkan adalah bahwa para penyalahguna muda usia makin banyak dan berasal dari keluarga miskin.bergairah 4.meluas dan menghinggapi semua lapisan sosial-ekonomi masyarakat baik strata sosial ekonomi atas sampai ke paling bawah.nafsu makan tidak menentu 18 Cermin Dunia Kedokteran No. bahagia pupil mata melebar denyut nadi dan tekanan darah meningkat sukar tidur/insomnia hilang nafsu makan Kokain denyut jantung cepat agitasi psikomotor/gelisah euforia/rasa gembira berlebihan rasa harga diri meningkat banyak bicara kewaspadaan meningkat kejang pupil (manik mata) melebar tekanan darah meningkat berkeringat/rasa dingin mual/muntah mudah berkelahi psikosis perdarahan darah otak penyumbatan pembuluh darah nystagmus horisonta/mata bergerak tak terkendali distonia (kekakuan otot leher) Alkohol bicara cadel jalan sempoyongan wajah kemerahan banyak bicara mudah marah gangguan pemusatan perhatian nafas bau alkohol Benzodiazepin (pil nipam. Ganja . Data dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) dan Rumah Sakit Polri menunjukkan bahwa jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap meningkat dari ± 1779 pada tahun 1996 menjadi ± 8170 pada tahun 1999. 2002 .kurang konsentrasi .mulut kering . Tindakan hukum terhadap para pengedar.santai dan lemah . 6. Tidak hanya anak-anak dari keluarga broken home. dan bibir kehitam-hitaman .sering menguap/ngantuk .nafsu makan meningkat . ganja) perasaan senang dan bahagia acuh tak acuh (apati) malas bergerak mengantuk rasa mual bicara cadel pupil mata mengecil (melebar jika overdosis) gangguan perhatian/daya ingat 2. Jumlah sesungguhnya dari penyalahguna NAPZA di Indonesia belum diketahui dengan tepat.

b) Personal and Social Skill Training Kepada remaja dikembangkan suatu ketrampilan untuk menghadapi problema hidup umum termasuk merokok dan menyalahgunakan zat. serta kebutuhan diri diterima dalam kelompok.menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga .Kalau penderita masih bernapas.c. Perilaku . Di sini sangat penting peran guru BP dan orang tua.karena itu mereka jadi malas mandi . meningkatkan kepercayaan diri.jantung berdebar-debar . Ketrampilan itu akan menumbuhkan kemampuan mereka untuk menolak suatu ajakan (Just Say "No") serta mengembangkan keberanian dan ketrampilan untuk mengekspresikan pendapat sehingga ia terbebas dari bujukan atau tekanan kelompoknya. Lalu dikembangkan sikap menentang dorongan dan tekanan untuk merokok itu. Jika terkena akan terasa sakit .Overdosis . meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan yang bijak. baik fisik maupun psikologik. pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam . 135. yang perlu dilakukan adalah : memperkuat keimanan memilih lingkungan pergaulan yang sehat komunikasi keluarga yang baik hindari pintu masuk Napza yaitu rokok Sedangkan langkah-langkah yang dapat dipersiapkan dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA antara lain sebagai berikut : 1) Program Informasi Hati-hati dalam mengemukakan sesuatu secara sensasional. Kebutuhan yang dimaksud antara lain kebutuhan "ingin tahu". 2002 19 .Gejala-gejala sakaw mencapai puncak dalam 3-5 hari dan Cermin Dunia Kedokteran No. kebutuhan akan bebas berfikir dan berbuat. Begitupun dengan barang-barang berharga miliknya. seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat . Dalam hal ini dikemukakan persepsi yang salah mengenai rokok dan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh rokok baik bagi perokok sesaat maupun kronis. . Materi dan cara memberikan informasi hendaklah sesuai dengan penerima informasi. Yang tergolong dalam pelatihan ini antara lain : a) Psychological Inoculation Dalam pelatihan ini diputar film yang memperlihatkan bagaimana remaja mendapat tekanan dari pergaulannya agar ia merokok. banyak yang hilang . gudang. 4) Pengenalan Dini dan Intervensi Dini Mengenal dengan baik ciri-ciri anak yang mempunyai risiko tinggi akan menggunakan zat.sering menguap . kebutuhan akan penghargaan. ruang yang gelap.nyeri kepala .sering mengalami mimpi buruk . menghilangkan gambaran negatif mengenai diri sendiri dan meningkatkan komunikasi interpersonal. kebutuhan mengalami hal-hal baru dalam hidupnya.malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya . mengatasi tekanan mental secara efektif. Kemudian cari pertolongan dokter.sikapnya cenderung manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya. termasuk jalan napasnya. 3) Program Penyediaan Pilihan yang Bermakna Konsep ini bertujuan untuk mengalihkan penggunaan zat adiktif kepada pilihan lain yang diharapkan dapat memberikan kepuasan. Suatu pesan yang sama sifatnya misalnya : mass media akan diterima oleh pelbagai kelompok dalam masyarakat yang berbeda-beda sehingga bisa diartikan secara berbeda pula sehingga timbul dampak yang tidak diinginkan. kloset.nyeri/ngilu sendi-sendi LANGKAH-LANGKAH PENCEGAHAN PENYALAH GUNAAN NAPZA Dalam pencegahan penyalahgunaan Napza. sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan barang-barang berharga di rumah.sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan. Bila tidak teratasi segera dirujuk ke tenaga ahli.selalu kehabisan uang . biarkan terbaring di sisi kiri badannya dan pastikan berada di posisi aman.waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur.mengeluarkan air mata berlebihan . pendewasaan pribadi. kamar mandi.takut air. baringkan dia di sisi kiri badannya . termasuk mereka yang telah berada dalam taraf eksperimental.suka mencuri uang di rumah.Periksalah agar tidak ada yang menghambat pernapasannya . Teknik menakut-nakuti hanya efektif dalam keadaan terbatas. atau tempat-tempat sepi lainnya . NAPZA dan PENGOBATANNYA Pengobatan NAPZA: 1) Pengobatan adiksi (detoksifikasi) 2) Pengobatan infeksi 3) Rehabilitasi 4) Pelatihan mandiri Pertolongan Pertama . karena justru akan menarik bagi mereka untuk menguji keberaniannya.mengeluarkan keringat berlebihan . biasanya terjadi pada saat gejala "putus zat" . kebutuhan terbentuknya identitas diri.sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan .Apabila penderita telah pingsan.sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal. Segera memberikan dukungan moril jika anak mengalami/menghadapi masa krisis dalam hidupnya. 2) Program Pendidikan Efektif Bertujuan untuk pengembangan kepribadian. 5) Program Latihan Ketrampilan Psikososial Latihan ini diterapkan atas dasar teori bahwa gangguan penggunaan zat merupakan perilaku yang dipelajari seseorang dalam lingkup pergaulan sosialnya dan mempunyai maksud dan makna tertentu bagi yang bersangkutan.

Maj. pengobatan yang adekuat dan rehabilitasi mediko-psikososial/ spiritual. maka harus tersedia SDM yang handal yaitu memiliki pengetahuan yang cukup. namun secara psikis ada rasa rindu dan kangen terhadap zat tersebut masih terus membuntuti alam pikiran dan perasaan sang pecandu. Dreisbach RH. We live by trusting one another 20 Cermin Dunia Kedokteran No. dan mampu mencakup wilayah atau masyarakat yang luas terutama di daerah-daerah dan kelompok-kelompok yang rawan akan masalah penyalahgunaan Napza. 23-27 April 2001. Ketut Kusminarno. profesional. Jaypee Brothers Med Publ (P) Ltd. 2002 .28. 5. 1988. Pudji Hastuti. 2. 7. Dampak Penyalahgunaan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainya Rumah Sakit Ketergantungan Obat. Kesehatan Depkes RI 1998. 1st ed. Peranan Badan Kesejahteraan Sosial Nasional dalam Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Korban Narkoba. maka keadaan ini sangat memprihatinkan dan dapat menjadi masalah atau bencana nasional. Deppen Rl. sehingga rentan dan sangat besar kemungkinan kembali mencandu dan terjerumus lagi. 1) Menggunakan jarum suntik sekali pakai 2) Mensuci hamakan (sterilisasi) jarum suntik 3) Mengganti kebiasaan menyuntik dengan menghirup atau oral dengan tablet 4) Menghentikan sama sekali penggunaan Napza. Untuk itu harus dilaksanakan program penanggulangan yang komprehensif. Twelfth Ed. Ditjen Penerangan Umum. 3. 1975. Detoksifikasi bisa dilakukan dengan berobat jalan atau dirawat di rumah sakit. Harm Reduction HIV menyebar di antara kelompok IDU terutama karena penggunaan ulang atau bersama jarum suntik dan semprit yang telah tercemar dengan darah yang mengandung HIV. . Untuk itu setelah detoksifikasi perlu dilakukan proteksi lingkungan dan pergaulan yang bebas dari lingkungan pecandu. 1998. dan mempunyai afeksi yang kuat untuk melaksanakan tugasnya di bidang penanggulangan penyalahgunaan Napza. Hand Book of Forensic Medicine & Toxicology (Medical Jurisprudence). sampai hasil tes urin menjadi negatif dari zat adiktif. Chadha PV. Strategi penanggulangan Napza adalah melakukan upaya agar masyarakat terutama kelompok rawan secara sadar meniadakan keinginannya untuk mencoba/menggunakan Napza.hilang setelah 10 hari. Sudirman. 6. Biasanya proses detoksifikasi dilakukan terus menerus selama satu sampai tiga minggu. 135. Indonesia Australia Specialised Training Project Phase II. PENUTUP Dengan makin meningkatnya kasus penyalahgunaan Napza di Indonesia. Handbook of Poisoning. Empat cara alternatif menurunkan risiko atau harm reduction.pp. 150. 1987. 2000. Oleh karena itu upaya penanggulangannya harus secara sungguh-sungguh. 324 .. Alasan penggunaan jarum suntik bersama sangat berbeda-beda. Appleton & Lange. Detoksifikasi Detoksifikasi adalah proses menghilangkan racun (narkotika dan/atau zat adiktif lain) dari tubuh dengan cara menghentikan total pemakaian semua zat adiktif atau dengan penurunan dosis obat pengganti. DAFTAR PUSTAKA 1. 4. Rehabilitasi Setelah menjalani detoksifikasi hingga tuntas (tes urin sudah negatif). mempunyai ketrampilan yang tinggi. Jakarta. Mengapa Heroin/Putaw Sangat Berbahaya. Agar pelaksanaan program itu berlangsung secara berhasilguna dan berdaya guna. meliputi upaya promosi. tubuh secara fisik memang tidak "ketagihan" lagi. Sekretariat Penerangan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika. tetapi sangat penting untuk diketahui dalam upaya penghentian penyebaran ini. Drug Information Short Course. konseling. misalnya dengan memasukkan mantan pecandu ke pusat rehabilitasi. Bahan Penerangan tentang Obat/Zat Psikoaktif dan Adiktif. terhadap para pengguna yang telah telanjur menyalahgunakannya ditempuh strategi untuk meminimalkan/meniadakan pengaruh buruk Napza tersebut.

Pada tahap ini tidak jarang farmakoterapi masih diperlukan untuk mengobati gangguan jiwa yang mendasari ketergantungan napzanya. Hukuman diberikan apabila pasien berperilaku yang tidak diinginkan (menggunakan napza) dan hadiah diberikan bila pasien berperilaku yang diinginkan (tidak Cermin Dunia Kedokteran No. 135. Bentuk terapi/kegiatan tersebut antara lain : − Latihan Jasmani : misalnya lari-lari pagi. Tetapi untuk langkah selanjutnya perlu adanya kerjasama yang baik dari pasien tersebut.. efek pemakaian napza di otak juga tidak dapat pulih dengan cepat karena berdasarkan penelitian. anti-depresi atau anti-psikotik. HABILITASI Perawatan ini ditujukan terutama untuk stabilisasi keadaan mental dan emosi pasien sehingga gangguan jiwa yang sering mendasari ketergantungan napza dapat dihilangkan atau diatasi. − Terapi Tingkah Laku : teknik terapi yang dikembangkan berdasarkan teori belajar. Selain itu. sangat personal. walaupun memang perlu waktu untuk dapat bersikap seperti itu.Pengobatan/Perawatan Pasien Ketergantungan NAPZA Pasca Detoksifikasi dr. Motivasi pasien untuk sembuh memang merupakan kunci keberhasilan pada tahap ini. Dalam hal ini yang biasa dipakai adalah golongan anti-anxietas. Serpong Tangerang. Hal ini tentu saja akan menimbulkan kekecewaan baik bagi orangtua maupun anak/pasien tersebut. dapat meningkatkan kadar endorfin. keluarga. terapis dan pendamping yang mendukung proses penyembuhan pasien sangat diharapkan. Keadaan ini merupakan langkah yang sangat panting. Detoksifikasi adalah langkah awal dari suatu proses penyembuhan pasien dengan ketergantungan napza. Atau dapat juga mereka terjatuh kembali menggunakan napza secara tidak terkontrol setelah berhenti menggunakan napza selama kurun waktu tertentu yang dikenal dengan istilah relaps. − Terapi Relaksasi : karena banyak pasien yang susah untuk relaks. Habilitasi dapat berupa berbagai bentuk terapi atau kegiatan yang dapat diberikan kepada pasien sesuai dengan indikasi yang ada. Untuk fase awel ini masih dapat dilakukan pemaksaan pada pasien. Untuk mernpercepat habilitasi ini. Yayasan Jendela. lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Pasien yang baik. Hartati Kurniadi SpKJ. perlu dilakukan langkah solanjutnya agar pasien dapat tetap terbebas dari penggunaan napza. Sikap ini akan mempercepat tahap habilitasi. − Akupunktur : dapat meningkatkan kadar andorfin sehingga mengurangi keadaan depresi. Jadi tidak semua bentuk terapi dan kegiatan harus diberikan kepada setiap pasien. Jadi penanganan pada setiap pasien tidak bisa disamaratakan. zat yang dipakai tersebut berkaitan dengan neurotransmitter dalam otak. terutama yang awam tentang pengobatan ketergantunqan napza. Banten PENDAHULUAN Banyak orang. beranggapan bahwa setelah detoksifikasi maka seharusnya anak/pasien itu sudah sembuh/baik kembali seperti sebelum mereka tergantung pada napza atau bahkan ada yang berharap bahwa anaknya dapat baik seperti apa yang mereka harapkan. MHA Psikiater. sebab usaha rehabilitasi dan resosialisasi banyak tergantung dari berhasil atau tidaknya tahap ini. Selanjutnya akan dibicarakan mengenai perawatan pasien setelah terapi detoksifikasi yaitu habilitasi dan rehabilitasi. dapat bekerjasama dengan terapisnya tanpa pengaruh napza lagi. 2002 21 . misalnya dengan diborgol dan pengawasan ketat atau dilakukan dengan ultra rapid detoxification. karena menurut penelitian. Oleh sebab itu pada tahap ini perlu dilakukan berbagai bentuk terapi atau kegiatan yang sesuai dengan individu/ keadaan pasien tersebut. Pada tahap ini kadang masih ditemukan juga keadaan yang kita sebut slip yang artinya episode penggunaan kembali napza setelah berhenti menggunakan selama kurun waktu tertentu. peran lingkungan. jadi setelah langkah awal ini.

3. dan saran yang diberikan pasien lain daripada terapis.L Alfa Aceto-Methadol). muka merah. − Methadone Maintenance Program : biasanya yang menjalani program ini adalah mereka yang telah berkali-kali gagal mengikuti program terapi. Untuk menjalankan program ini diperlukan administrasi yang baik. karena bila pasien tidak serius ingin berhenti memakai opioida. Jadi harus ada satu pusat catatan Medik terpadu. dan juga menggunakan opioida. Maha pengasih. lalu kemudian meminum juga alknhol. Disulfiram menghambat metabalisme alkohol dalam darah sehingga kadar asetaldehida dalam plasma meningkat. Terapi ini juga mempersiapkan keluarga beradaptasi dengan pasien setelah yang bersangkutan tidak menggunakan napza lagi. − Psikoterapi Kelompok : banyak dilakukan dalam program habilitasi karena dirasakan banyak manfaatnya. dan Maha pengampun. Setiap hari pasien harus datang ke pusat terapi dan minum jatah methadon di hadapan petugas. berdebar-debar. Rehabilitasi Vokasional : bertujuan menentukan kemampuan kerja pasien serta cara mengatasi penghalang atau rintangan untuk penempatan dalam pekerjaan yang sesuai. jadi merupakan suatu bentuk terapi tingkah laku. rasa tak enak di dada. Alasannya. Itulah sebabnya banyak lembaga rehabilitasi yang didirikan berdasarkan kepercayaan/agama. lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitarnya. ketergantungan napza juga memberi dampak sosial bagi pasien. kerjanya menghambat efek euforia dari opioida sehingga pasien akan merasa percuma menggunakan opioida karena tidak mengalami euforia. dan meningkatkan rasa kesadaran dan tanggung jawab sosial bagi keluarga dan masyarakat. Terapi rehabilitasl ini meliputi beberapa hal : − Rehabilitasi Sosial : meliputi segala usaha yang bertujuan memupuk. Pasien yang kadang-kadang masih menggunakan opioida. konfrontasi. 2002 . 4. Sewaktu-waktu urin harus diperiksa untuk memastikan bahwa methadon yang diperoleh dan dibawa pulang dipakai sendiri dan bukan dijual. Drama ini dapat membantu pemainnya (pasien) mengenali masalah bagaimana ia mengambil inisiatif untuk menyelesaikan masalah tersebut. test fungsi hati. 135. Kontra indikasi pemberian disulfiram ialah penyakit jantung. − Psikoterapi individual : untuk mengatasi konflik intra- psikik dan gangguan mental yang terdapat pada pasien. bisa melanjutkan pendidikan sesuai kemampuannya. Di sini perlu sekali pengertian dari pasien.menggunakan napza). maka dapat terjadi overdosis opioida. − Rehabilitasi Kehidupan Beragama : bertujuan membangkitkan kesadaran pasien akan kedudukan manusia di tengah-tengah mahluk hidup ciptaan Tuhan. Rehabilitasi pada hakikatnya bertujuan agar penderita bisa melakukan perbuatan secara normal. rasa napas pendek. arti agama bagi manusia. konseling individual atau mengikuti pertemuan alkohol anonimus. wajah berkeringat. pasien dapat menghayati agamanya secara baik. Naltrexon diberikan sebanyak 50 mg perhari atau disesuaikan dengan dosis pemakaian opioida. rasa penuh di kepala dan leher. Pasien lebih dapat menerima kritik. REHABILITASI Dalam pengobatan ketergantungan napza perlu dilakukan hingga tingkat rehabilitasi. maka akan timbul suatu perasaan yang tidak enak misalnya mual. − Terapi antagonis opioida : misalnya neltrexon. Jarang melebihi 120 mg perhari. menyadarkan kelemahan yang dimiliki manusia. − Rehabilitasi Edukasional : bertujuan untuk memelihara dan maningkatkan pengetahuan dan mengusahakan agar pasien dapat mengikuti pendidikan lagi. vertigo. biasanya dosis maintenance sebesar 40-80 mg perhari. − Psikodrama : suatu drama yang dirancang berkisar pada suatu krisis kehidupan atau masalah khusus. Jadi bila minum Disulfiram. biasanya diminum dengan segelas jus jeruk. termasuk gangguan kepribadian. muntah. Dosis methadon setiap hari dimulai dari 30-40 mg. Bagi mereka yang sekolah atau bekerja dan konditenya baik dapat datang ke pusat terapi dua kali seminggu dan membawa methadon pulang ke rumahnya (diberikan methadon yang berjangka waktu kerja lama yaitu LAAM . Pasien dengan hepatitis akut atau fungsi hepar buruk. Disulfiram sebaiknya diberikan bersama-lama dengan terapi lain seperti psikoterapi individual atau kelompok. selain menimbulkan gangguan fisik dan kesehatan jiwa. terapi ini barmanfaat terutama bagi orang yang sulit menyatakan suatu peristiwa atau perasaan secara verbal. − Terapi Disulfiram (Antabuse) : merupakan terapi aversif pada ketergantungan alkohol. membimbing. membangkitkan optimisme berdasarkan sifat-sifat Tuhan yang Mahabijaksana. maka bila dia menggunakan naltrexon. penglihatan kabur. 22 Cermin Dunia Kedokteran No. Kontra indikasinya : 1. Mahatahu. − Konseling : dapat membantu pasien untuk rnengerti dan memecahkan masalah penyesuaian dirinya dengan lingkungan. 2. bisa bekerja lagi sesuai dengan bakat dan minatnya. Perlu pengawasan dari anggata kaluarga agar terjamin bahwa disulfiram tetap dimakan secara teratur. nyeri kepala. − Terapi Keluarga : sangat diperlukan karena pada umumnya keluarga mempunyai andil dalam terjadinya ketergantung napza pada pasien. jika mungkin memberi bimbingan dalam memilih sekolah yang sesuai dengan kemampuan intelegensia dan bakatnya. Pasien yang mendapat pengobatan dengan analgesik opioida. sebaiknya diberikan selama minimal 6-12 bulan. Pasien yang test urin untuk opioidanya masih positif. Juga memberikan keterampilan yang belum dimiliki pasien agar dapat bermanfaat bagi pasien untuk mencari nafkah. dan kebingungan. Sebelum mengikuti program ini pasien harus diperiksa secara medis dahulu termasuk pemeriksaan darah rutin. rontgen paru-paru dan EKG. dan yang terpemting bisa hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitarnya. Satu hal lagi yang banyak diharapkan setelah mengikuti rehabilitasi. habilitasi dan rehabilitasi lain. untuk menghindari kemungkinan adanya pasien yang mendapat jatah obat lebih. Dosis 250 mg setiap hari atau 509 mg tiga kali seminggu selama satu tahun.

Bennett G. 1996. Selain itu harus dimaklumi juga bahwa pengobatan ketergantungan napza membutuhkan waktu yang cukup panjang. Medical Aspect of Naltrexone. Billing & Sons Ltd. 3. 4. 1989. Oleh sebab itu agar pengobatan/perawatan ketergantungan napza berjalan dengan baik. Great Britain. Symposium : Advances in the management of drug addiction . 1997. Harrison TC. Feb. dan Zat Adiktif Lain. Massachusetts. Singapore. Untuk itu diperlukan usaha yang terus menerus dan perasaan yang selalu optimis baik dari pasien. dibantu dengan kerja sama yang baik dengan terapis serta dukungan yang kuat dari lingkungan terdekat. maupun lingkungannya agar setiap kemajuan yang sekecil apapun. Gangguan Penggunaan Zat. dapat disyukuri dan merupakan dorongan untuk mencapai kemajuan yang lebih banyak. Jakarta: Gramedia. 2. Bahkan untuk mengetahui dengan pasti bahwa pasien tersebut betul-betul pulih. Alkohol. melainkan langkah awal dari suatu proses terapi ketergantungan napza. 11. A Simon & Schuster Company.PENUTUP Satu hal yang harus disadari dan dipahami oleh semua pihak adalah bahwa detoksifikasi bukanlah terapi tunggal dari ketergantungan napza. 1989. Joewana S. 135. Social Workers.role of naltrexone in medical practice. Information for School Counselors. KEPUSTAKAAN 1. and Counselors. Treating Drug Abusers. terapis. Leow KF. 2002 23 . Cermin Dunia Kedokteran No. baru bisa dipastikan setelah yang bersangkutan meninggal. Fisher GL. Substance Abuse. Needham Heights. perlu pemahaman diri (insight) pasien. Therapists. Narkotika.

(9) Bila cemas menjadi begitu besar atau sering seperti yang disebabkan oleh tekanan ekonomi yang berkepanjangan.gambaran klinik . gangguan bipoler dan depresi). penyakit kronik dan serius atau permasalahan keluarga maka akan berlangsung lama. dan ini merupakan penyakit.(1. Pendekatan psikofarmaka adalah dengan obat-obatan anxiolitik yang meliputi tranquilizer minor baik golongan benzodiazepin maupun non benzodiazepin. bahkan kecemasan merupakan respons yang sangat diperlukan. hipnotik. gastrointestinal dan bahkan genitourinarius (Tabel 1).(3) Perasaan cemas atau sedih yang berlangsung sesaat adalah normal dan hampir semua orang pernah mengalaminya. Cemas pada umumnya terjadi sebagai reaksi sementara terhadap stress kehidupan sehari-hari.10) Yang dibahas di sini adalah kelompok terakhir yang terdiri dari 5 macam yaitu: 1) gangguan panik.(1. monoamin inhibitor (MAOI). Respons kecemasan yang berkepanjangan ini sering diberi istilah gangguan kecemasan. 3) gangguan fobik.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Gambaran Klinik dan Psikofarmaka pada Penderita Gangguan Kecemasan Yusuf Alam Romadhon Dokter PTT Puskesmas Kartasura II Kabupaten Sukoharjo. 2002 . 135. yaitu 1) gangguan panik. serotonin reuptake inhibitor (SRI) dan specific serotonine reuptake inhibitor (SSRI). lama dan kronis.3. dengan ciri munculnya mendadak tanpa faktor pencetus. Untuk penyembuhan dengan baik dan mencegah ketergantungan obat anxiolitik diberikan terapi kombinasi yaitu psikoterapi dan psikofarmaka. Ia berperan untuk meyiapkan orang untuk menghadapi ancaman (baik fisik maupun psikologik). Kata kunci: gangguan kecemasan .psikofarmaka PENDAHULUAN Istilah kecemasan dalam psikiatri muncul untuk merujuk suatu respons mental dan fisik terhadap situasi yang menakutkan dan mengancam. pada orang dengan gangguan psikiatri berat (skizofrenia. Secara mendasar lebih merupakan respons fisiologis ketimbang respons patologis terhadap ancaman. kecemasan yang berkepanjangan sering menjadi patologis. Ia menghasilkan serombongan gejala-gejala hiperaktivitas otonom yang mengenai sistem muskuloskeletal. 4) gangguan obsesif kompulsif dan 5) gangguan stress pasca trauma. dan pada segolongan penyakit yang berdiri sendiri yang dinamakan gangguan kecemasan. Sehingga orang cemas tidaklah harus abnormal dalam perilaku mereka. Jawa Teqgah ABSTRAK Dari aspek klinik kecemasan dapat dijumpai pada orang dengan stres normal. pada orang yang menderita sakit fisik berat.9) Dari aspek klinik kecemasan dapat dijumpai pada orang yang menderita stress normal. pada orang dengan sakit fisik berat. lama dan kronik. antidepresan trisiklik. kardiovaskuler. 2) gangguan cemas umum. yaitu kecemasan 24 Cermin Dunia Kedokteran No. 2) gangguan cemas umum. pada penderita gangguan psikiatri berat atau merupakan gangguan yang berdiri sendiri. Dikenal 5 jenis gangguan kecemasan.

was-was − Ragu-ragu untuk bertindak atau memutuskan sesuatu. berada di ketinggian dsb.(1) Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien dapat ditegakkan diagnosis kerja (secara cepat) untuk gangguan kecemasan apabila didapatkan keluhan baik somatik (fisik) maupun psikologik dan kognitif serta tanda-tanda obyektif kecemasan. kemudian dilakukan psikoterapi yang dimulai pada awal minggu kedua di samping obat anxiolitik masih tetap diberikan tetapi secara bertahap diturunkan dosisnya (tapering off sampai minggu ke empat pengobatan). 2002 25 . nama dagang serta dosis terapetiknya dapat dilihat pada Tabel 2.(1) PREVALENSI GANGGUAN KECEMASAN Survai terkini di Amerika (1996) melaporkan bahwa 15 33% pasien yang datang berobat ke dokter non psikiater merupakan pasien dengan gangguan mental. Cermin Dunia Kedokteran No.(1. gelisah. monoamin inhibitor [MAOI]. dada terasa panas Respirasi Nafas pendek Dispnoe (sesak nafas) Hiperventilasi (frekuensi nafas sering) Gastrointestinal Mulut kering Tenggorokan seperti tercekik. antidepresan: trisiklik. non-benzodiazepin. kepala terasa enteng − Nggliyer (dizziness). serotonin reuptake inhibitor [SRI].39% untuk anak. Dalam terapi kombinasi diberikan obat anxiolitik terlebih dahulu sampai 2 minggu. kasus lama diberikan sampai 6 bulan bebas gejala kemudian dilakukan tapering off untuk penghentian pengobatan. yaitu kecemasan yang mendorong penderita secara menetap untuk mengulangi pikiran atau perilaku tertentu dan. Keluhan dan Tanda Obyektif dari Gangguan Kecemasan(1. tidak dapat duduk santai − Suara bergetar. obyek atau keadaan tertentu (sendirian. 4) gangguan obsesif kompulsif. perasaan dan perilakunya terpengaruhi.) − Tidak enak. khawatir.3) − − • − − − • − − − − − • − − − − • − − • − − Palpitasi (berdebar-debar/deg degan : Jawa) Nyeri dada.(1) Ada juga yang membedakan kasus baru dan lama. specific serotonin reuptake inhibitor [SSRI]. 5) gangguan stress pasca trauma yaitu kecemasan yang timbul setelah penderita mengalami peristiwa yang sangat menegangkan. Kasus baru diberikan sampai 2 bulan bebas gejala kemudian dilakukan tapering off untuk penghentian pengobatan. gagap − Palpitasi − Hiperventilasi − Berkeringat banyak atau telapak tangan dan kaki lembab Keluhan Kognitif dan Psikologis − Perasaan cemas. tenggorokan kering Perasaan tidak enak di lambung Nausea dan vomitus (mual dan muntah) Diare Genitourinarius Sering berkemih Nyeri saat berkemih Ejakulasi prematur Impotensia Sistim Muskuloskeletal Nyeri otot kepala terutama otot leher Sakit dan nyeri otot Kulit Keringat berlebihan Telapak tangan dan kaki basah dan terasa dingin Tanda Obyektif − Penderita tampak gugup. takut salah. terapi perilaku. pusing. Mengapa kombinasi? Pertimbangannya adalah bahwa psikoterapi mempunyai keunggulan tidak adiktif tetapi kerugiannya lambat dalam efek terapetiknya. gelap. − Perasaan takut dalam situasi. takut menjadi gila atau pikiran-pikiran yang cenderung negatif baik terhadap diri-sendiri ataupun lingkungan − Merasa tegang − Insomnia. 135. gelisah − Takut mati. terapi kognitif atau psikoterapi provokasi kecemasan jangka pendek. terlalu waspada − Mudah marah (iritable) − Perasaan cemas tersebut mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan penderita sehingga fungsi pertimbangan akal sehat. Mengenai penggolongan (klasifikasi) obat-obat anxiolitik.(5) Psikoterapi yang sering digunakan untuk gangguan kecemasan adalah psikoterapi berorientasi insight.yang diderita bersifat mengambang bebas dan berlangsung menahun (kronik).73% untuk dewasa dan 34. seperti mau pingsan − Vertigo (pusing berputar) − Tangan gemetaran − Pandangan kabur − Baal dan kesemutan • Kardiovaskuler PSIKOFARMAKOLOGI Untuk penyembuhan dengan baik pasien dengan gangguan kecemasan adalah kombinasi farmakoterapi (psikofarmaka) dengan psikoterapi. 3) gangguan fobik yaitu kecemasan atau ketakutan terhadap situasi atau obyek tertentu (spesifik).(1) Di Indonesia penelitian yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan Tambora Jakarta Barat tahun 1984 menunjukkan bahwa di puskesmas jumlah gangguan kesehatan jiwa yang sering muncul sebagai gangguan fisik adalah 28. Keluhan Fisik • Neurologik dan Vaskuler − Sakit kepala. kamar tertutup. Pendekatan ini dianjurkan untuk dipakai oleh para dokter umum yang mempunyai banyak pasien dalam praktek medis sehari-hari.(1) Dari jumlah tersebut minimal sepertiganya menderita gangguan kecemasan.3) Keluhan-keluhan dan tanda-tanda obyektif yang sering didapatkan dalam praktek medis sehari-hari yang merujuk pada gangguan kecemasan adalah sebagai berikut (Tabel 1). Sebaliknya anxiolitik mempunyai keunggulan efek terapetik cepat dalam menurunkan tanda dan gejala kecemasan tetapi mempunyai kerugian resiko adiksi. sulit untuk memulai (jatuh) tidur/early insomnia − Mudah terkejut.(1-3) Tabel 1.(5) DIAGNOSIS GANGGUAN KECEMASAN Dalam makalah ini yang akan dibicarakan adalah diagnosis praktis.(l) Obat-obatan yang sering digunakan untuk anxiolitik (mengurangi atau menghilangkan gejala gangguan kecemasan) adalah golongan benzodiazepin.

2002 . 10.60 50 . 4.300 20 .8 b.200 Secara umum obat-obatan di atas efektif untuk terapi gangguan kecemasan.300 200 . 1991. 5 Agustus 2000. Golongan benzodiazepin Chlordiazepoxide Diazepam Lorazepam Bromazepam Chlorazepate Clobazam Alprazolam Clonazepam Untuk gangguan obsesif kompulsif obat yang dikenal efektif adalah clonazepam. Khasiat Menengah Estazolam Nitrazepam c. Klasifikasi Obat Anxiolitik. Park T. pp. 3. Khasiat Panjang Flurazepam Diazepam b. paroxetine.(1) KEPUSTAKAAN c. Khasiat Pendek Triazolam Lorazepam Antidepresan a. Depkes RI. Biederman J. anxietas sekarang ini dapat disembuhkan dengan baik.30 0. 6. 552. 1992. hal. et al. Trisulo Wasyanto.5. pp. editor. dan pengalaman dokter terhadap jenis atau golongan obat-obat tersebut. The word that is heard perishes. Antidepressant Drugs.600 Anafranil 50 .125 0. pp. Medical Progress. Dirjen Yanmed.18 15 20 . baik tunggal maupun kombinasi tergantung pada kondisi pasien. Psychopharmacology. July. Trisiklik Amitriptiline Imipramine b. 5 Agustus 2000. Menkes DB.4 2. Yul Iskandar. 17-8. Serotonine Reuptake Inhibitor A New Class of Antidepressants.80 50 .5 .6.225 20 . Siklik atipik Amoxapine Maprotiline Mianserine Insidon Buspar 50 . 5 Agustus 2000. Deva MP. Serotonin Reuptake Inhibitor (SRI) Clomipramine e. hal. Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa di Fasilitas Umum.10 Laroxyl Tofranil Asendin Ludiomil Tolvon 75 -300 75 .6. Depkes RI. 1998. Medical Progress. 11 –4. 18-21. Pedoman penatalaksanaan Kedaruratan Psikiatri untuk RSU kelas C dan D. 1995. Namun dalam praktek sehari-hari sering pasien diberikan anxiolitik saja dan tanpa kontrol yang ketat. 37-42. Dirjen Yanmed. 9.75 . Aspek Biologik dari Anxietas. Specific Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) Fluoxetine Fluvoxamine Paroxetine Sertraline Aurorix 30 . Textbook of Child and Adolescent Psychiatry 1st ed.60 PROGNOSIS Dengan kombinasi farmakoterapi dan psikoterapi.75 . Tabel 3. (June) 1993.300 10 . 65-6. 7. Gangguan Cemas pada Penyakit Jantung. Golongan non-benzodiazepin Opipramol Buspiron Hipnotika/antiinsomnia a. Simposium Nasional Awareness Anxiety Program. Dumolid Halcion Ativan 15 . Simposium Nasional Awareness Anxiety Program. nama dagang di pasaran dan dosis terapetiknya(2.80 1. 1. 16-20.4 0. 2. the letter that is written remains 26 Cermin Dunia Kedokteran No. 2001 pp. 550. 135. 29.8) Jenis Gaugguan Kecemasan Farmakoterapi Gangguan Panik Benzodiazepin Antidepresan trisiklik MAOI Buspiron SRI SSRI Farmakoterapi kombinasi untuk pasien membandel atau adanya komorbiditas dengan gangguan lainnya Sama Sama Sama Clonazepam Fluoxetine Paroxetine Sertraline Fluvoxamine Librium Valium Ativan Lexotan Tranxene Frisium Xanax Rivotril 15 -100 4 . 8.300 10 . Aris Sudiyanto. 2-3.60 Gangguan Fobik Gangguan Cemas Umum Gangguan Stress Pasca Trauma Gangguan Obsesif Kompulsif Dalmadorm Valium Esilgan Mogadon. Aspek Klinik Gangguan Kecemasan. 557. fluvoxamine dan sertraline(8)(Tabel 3).4. Pada penderita seperti ini maka prognosisnya buruk atau minimal dubia.10 2 .Tabel 2.9) Anxiolitik (tranquilizer minor) a. Presentation and Management of Anxiety Disorder in Family Practice. Farmakoterapi untuk masing-masing jenis gangguan kecemasan(2.80 2 . Simposium Nasional Awareness Anxiety Programe. Obsessive Compulsive Disorder Treatment Option Medical Progress (November) 1997. In Wiener JM. Monoamine Inhibitor (MAOI) Moclobemide d.5 0. American Psychiatric Press.150 Prozac Luvox Seroxat Zoloft 20 . SSRI yang meliputi fluoxetine.25 2 . 5.30 4 . Joyce PR. Medical Progress January.

pencegahan dan pengobatan infeksi oportunistik (IO) dan pencegahan post exposure (PPE) HIV sampai pemberian imunisasi yang masih dalam penelitian. Pada konseling dan edukasi perlu diberikan dukungan psikososial supaya ODHA mampu memahami.5-8. uji saring pecandu narkotika. menekan replikasi HIV secara efektif sehingga kejadian penularan/IO/komplikasi lainnya dapat dihindari. Jumlah sebenamya pengidap HIV/AIDS di Indonesia belum diketahui. Dua golongan ARV yang diakui Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO) adalah penghambat reverse transcriptase (PRT). pencegahan dan pengobatan IO serta komplikasi lainnya akan berhasil jika konseling dan edukasi berhasil dilakukan dengan baik. Kombinasi ARV merupakan dasar penatalaksanaan pemberian antivirus terhadap ODHA. PENATALAKSANAAN PADA ORANG DEWASA Konseling dan Edukasi Konseling dan edukasi perlu diberikan segera sesudah diagnosis HIV/AIDS ditegakkan dan dilakukan secara berkesinambungan. terutama di negara sedang berkembang. Pada akhir Mei 2001 tercatat 1. pemakaian kombinasi antiretrovirus (ARV) bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA).(1-3) Di Indonesia. yang terdiri dari analog nukleosida dan non-analog nukleosida. pengendalian kepadatan virus dengan ARV. serta penghambat protease (PP) HIV. Penggunaan kombinasi ARV merupakan farmakoterapi yang Cermin Dunia Kedokteran No. bahkan jumlah terbanyak di Irian(3. cara penularan.956 kasus yang ditemukan pada saat uji darah donor. Kompleksnya masalah yang dihadapi dalam penatalaksanaan HIV/AIDS. Bahkan. Saat ini baru Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo Jakarta yang mampu memberikan layanan hesehatan ODHA secara menyeluruh. karena dapat mengurangi resistensi. Manado PENDAHULUAN Sejak 20 tahun yang lalu. pencegahan serta pengobatan HIV/AIDS dan IO. serta pada PPE HIV1. memerlukan satu tim kerja terdiri dari berbagai bidang ilmu yang solid dan profesional untuk menurunkan angka insidensi dan prevalensi HIV/AIDS. percaya diri dan tidak takut tentang status dan perjalanan alami HIV/AIDS.4). 2002 27 . karena keberhasilan pencegahan penularan horizontal maupun vertikal. human immunodeficiency virus (HIV) sudah diketahui sebagai penyebab penyakit acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). namun penatalaksanaannya belum memberikan hasil yang memuaskan dalam hal penurunan angka kesakitan dan kematian HIV/AIDS.000/ml. ODHA yang menunjukkan gejala klinis atau ODHA tanpa gejala klinis yang memiliki CD4 < 500/mm3 dan atau RNA HIV > 20. peningkatan CD4. Ketiga jenis ini dipakai secara kombinasi dan tidak dianjurkan pada pemakaian tunggal. tetapi diperkirakan jauh lebih banyak dari angka tersebut di atas(4). Banyak penelitian dilakukan bertujuan untuk mendapatkan penatalaksanaan yang baku dan menyeluruh. padahal ODHA tersebar di seluruh daerah Indonesia.6. dari pencegahan penularan horizontal maupun vertikal.2. Candra Wibowo Residen Bagian Ilmu Penyakit Dalam. Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Dalam tinjauan kepustakaan ini diuraikan penatalaksanaan HIV/AIDS yang baku dan menyeluruh.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Penatalaksanaan Baku dan Menyeluruh pada HIV/AIDS Dr. Antiretrovirus (ARV) Indikasi pemberian ARV yaitu pada infeksi HIV akut. 135. dan meningkatkan kualitas serta harapan hidup ODHA. semuanya ini akan memberi keuntungan bagi ODHA dan lingkungannya1. dengan harapan dapat diterapkan seoptimal mungkin sesuai dengan sumber dana dan sumber daya manusianya. konseling dan edukasi merupakan pilar pertama dan utama dalam penatalaksanaan HIV/AIDS. jumlah ODHA dari tahun ke tahun cenderung meningkat. tes gratis HIV dan ODHA yang dirawat/ memerlukan bantuan tenaga medis.

2. 2002 . sehingga kombinasi ARV ini jangan dilakukan1.15. Pada pencegahan penularan HIV perinatal (PHP). Jumlah CD4 tetap mengalami penurunan.6. Penghambat protease bekerja dengan cara menghambat sintesis protein inti HIV(1-3. Kombinasi ARV pada pengobatan pertama perlu diubah jika ditemukan hal-hal sebagai berikut(1. Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Oportunistik (IO) Penyebab utama kematian ODHA adalah infeksi opportunistik.11.5. sama seperti pemberian ARV pada ODHA karena telah dipertimbangkan farmakokinetiknya dan tidak terbukti memberikan efek teratogenik pada janin/bayi jika diberikan setelah umur kehamilan 14 minggu16-19. tak terdeteksi.5-0. Sedangkan zidovudin (ZDV) dengan stavudin dan efavirenz dengan saquinavir merupakan kombinasi antagonis satu dengan yang lain. sedangkan ketokonazol menurunkan kadar plasma nevirapin sehingga pemberian bersama obat-obat tersebut harus dihindari2. atau 2 preparat PRT analog nukleosida dikombinasikan dengan analog non-nukleosida. berkembang mengalami peningkatan walaupun ARV masih terus diberikan. indinavir. Asia Tengah dan Asia Tenggara) termasuk Indonesia adalah tuberkulosis paru1-4. Hasil negatif uji saring pada ibu risiko tinggi infeksi HIV perlu diulang 4 minggu kemudian mengingat kemungkinan window period pada saat pemeriksaan dilakukan16-19. Perlu diperhatikan kombinasi saquinavir dengan ritonavir akan meningkatkan kadar saquinavir dalam plasma. Guidelines for the use of antiretroviral agents in hiv-infected adults and adolescents. Deteksi ulang RNA HIV plasma setelah kepadatan virus 28 Cermin Dunia Kedokteran No. delavirdin (analog non-nukleosida). Preparat golongan PRT analog nukleosida menghambat beberapa proses polimerisasi deoxyribo nucleic adid (DNA) sel termasuk sintesis DNA yang tergantung pada ribonucleic acid (RNA) pada saat terjadi reverse transkripsi. 5. amprenavir dan lopinavir (penghambat protease). tentang perjalanan alami HIV. pemberian imunisasi aktif sebaiknya bukan imunisasi yang meagandung mikroba hidup/yang dilemahkan.12. Kombinasi antiretroviral Kriteria Kombinasi Sangat dianjurkan Penghambat Reverse Transcriptase Didanosin+Lamivudin Didanosin+Stavudin Didanosin+Zidovudin Didanosin+Efirenz+ Lamivudin/ Stavudin/ Zidovudin Lamivudin+Zidovudin Lamivudin + Stavudin Zidovudin+Zalsitabin Penghambat Protease Indinavir Indinavir+Ritonavir Lopinavir+Ritovanir Nelfinavir Ritonavir+Saquinavir Altematif Amprenavir Nelfinavir+Saquinavir Ritonavir Saquinavir Tidak dianjurkan Stavudin+Zidovudin Zalsitabin+Didanosin Zalsitabin + Lamivudin Zalsitabin + Stavudin Sumber: US. perlu dukungan psikososial ibu supaya tidak takut dan percaya diri mengenai status HIV dan kehamilannya. sebab masing-masing preparat bekerja pada tempat yang berlainan atau memberikan efek sinergis terhadap yang lain. saquinavir. Infeksi oportunistik yang sering dijumpai di Amerika dan Eropa adalah Pneumocystis Carinii Pneumonia (PCP). Imunisasi pasif dan aktif dilakukan untuk mencegah infeksi oportunistik. Nevirapin akan menurunkan berturut-turut kadar dalam plasma saquinavir. Penurunan RNA HIV plasma < 0. sedangkan di negara berkembang (Afrika.12-14. non-nukleosida dengan PP dipertimbangkan sebagai kombinasi pada pengobatan kasus lanjut(1-3). nelfinavir. 135.2.6) : 1. 3. MMWR 2001. sedangkan PRT analog non-nukleosida secara selektif menghambat proses reverse transkripsi HIV-1. Deportment of Health and Human Services. Sedangkan kombinasi antara PRT nukleosida. dalam 4-6 bulan setelah pengobatan pertarna diberikan.9. Antiretrovirus (ARV) Pemberian kombinasi ARV merupakan penatalaksanaan baku IHDHA tanpa memandang status kehamilan.12-14. karena ritonavir menghambat kerja enzim sitokrom P450. 2. Beberapa penelitian menyimpulkan tak perlu penyesuaian dosis dan menunggu kadar tertentu CD4 untuk melakukan imunisasi12. Kegagalan penekanan RNA HIV sampai batas tak terdeteksi. 6. 4. edukasi dan Uji saring HIV sebagai bagian perawatan antepartum yang dilakukan secara rutin dan sukarela oleh ibu hamil dengan risiko tinggi infeksi HIV dan ibu hamil dengan HIV/AIDS (IHDHA). Center of Disease Control (CDC)menganjurkan pemberian regimen pencegahan bagi semua pasien dengan status imun yang buruk tanpa kecuali. USHS maupun WHO menganjurkan kombinasi ARV untuk menekan replikasi virus secara cepat sampai batas yang Tabel 1. United States Public Health Service (USPHS) dan WHO menganjurkan kombinasi ARV yang dipakai sebagai pengobatan pertama kali adalah 2 preparat PRT analog nukleosida dengan PP. Edukasi dan Uji Saring Antepartum The American College of Obstetricians and Gynaecologists (AGOG) dan USPHS menganjurkan konseling. baik ACOG. ritonavir.rasional. Terdapatnya efek:samping ARV. Rifampisin menurunkan berturut-turut kadar plasma nevirapin.10). indinavir dan lopinavir jika dikombinasikan. cara penularan dan pencegahan perinatal serta keuntungan pemberian ARV bagi ibu dan janin/bayi. 50: 1-1152. Keadaan klinis yang memburuk. Dalam konseling dan edukasi. PENATALAKSANAAN PADA IBU HAMIL/MELAHIRKAN Konseling.75 log10 dalam 4 minggu atau < 1 log10 dalam 8 minggu setelah pengobatan pertama diberikan.

29. dan diteruskan 1 mg/kg BB/jam sampai pengikatan tali pusat bayi. Jumlah CD4 dan kepadatan virus dipantau selama perawatan antepartum setiap trimester atau setiap 4 minggu jika ARV diberikan guna mengikuti perkembangan penyakit.16-17.19. bahkan untuk menyelamatkan seorang bayi dari PHP. serperti persalinan vagina dengan solusio plasenta. plasenta previa.17. Namun.30. operasi cesarea bukan untuk menurunkan kejadian PHP dan dilakukan atas indikasi obstetri(16. kecuali atas indikasi yang kuat16. ZDV oral baru diberikan pada umur kehamilan 36 minggu dengan dosis 300 mg 2 kali sehari sampai masa persalinan (kala I).16. Namun.22-24. Penelitian di Swiss. walaupun hal ini tidak ditemukan di Eropa(16. intrapartum dan postpartum. memerlukan 12-16 operasi cesarea elektif. glycosaminoglycan).000/ml dengan atau tanpa gejala klinis. penelitian Lambert dkk(25) Air Susu Ibu (ASI) Air susu ibu selain mengandung faktor imun non spesifik (secretary leucocyte protease inhibitor. Cermin Dunia Kedokteran No.28). lmunoterapi dan Imunisasi Uji tahap I hyperimmune anti HIV Immunoglobulin (HIVIG) yang diberikan ke IHDHA meningkatkan titer antibodi p24 yang tinggi pada bayi baru lahir. Pemberian minimal 3 dosis vaksin recombinant envelope setiap bulan berturut-turut menunjukkan peningkatan. melainkan juga strategi pencegahan PHP dan pengobatan serta komplikasi-komplikasinya. kecuali anemia pada bayi yang hilang setelah ZDV dihentikan. London dan daratan Eropa lainnya menunjukkan penurunan kejadian PHP 50-87% pada IHDHA yang menjalani operasi cesarea eletif.26).17). epidermal growth factor (EGF) dan transforming growth factor (TGF) β. percobaan15. kemudian 300 mg 3 jam sekali dari kala I sampai kala IV dan diteruskan dengan 300 mg 2 kali sehari selama 7 hari postpartum. Oleh sebab itu. diharapkan akan menurunkan kejadian PHP lebih banyak lagi. Sebaliknya. sedangkan bayi diberikan ZDV oral setelah berumur 12 jam dengan dosis 2 mg/ kg BB/6 jam selama 6 minggu19. Penelitian di Rwanda mendapatkan kematian IHDHA post operasi cesarea yang' bermakna dibandingkan dengan yang tidak terinfeksi HIV. pemberian ZDV jangka pendek memperlihatkan penurunan PHP 38-50% walaupun air susu ibu masih tetap diberikan. Pada penelitian di Afrika oleh Wiktor dkk22 dan Dabis 23 dkk serta di Thailand oleh Shafter dkk24. sedangkan kelainan kongenital tidak lebih tinggi dari populasi umum. keberhasilan ataupun resistensi ARV serta menentukan langkah lebih lanjut. Sekarang sedang dilakukan penelitian penggunaan ZDV oral jangka pendek untuk mencegah PHP. 2002 29 . Oleh karena itu. ZDV terbukti menurunkan PHP dari 22.6% menjadi 7. lactoferrin. Cara Persalinan Pada saat persalinan harus dihindari semua manipulasi yang dapat meningkatka risiko PHP melalui kontak darah atau sekret genital ibu. Lihat tabel 2. Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Oportunistik (IO) Sesuai CDC dan WHO. Pemberian kombinasi ARV mulai diberikan pada IHDHA yang memiliki CD4 < 500/mm3 atau kepadatan virus > 10. tidak menunjukkan efikasinya dalam penurunan PHP dibandingkan dengan pemberian ZDV. ZDV diberikan secara intravena 2 mg/kg BB dalam 1 jam. Tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada efek samping dan toksisitas ZDV dibandingkan plasebo. Sedangkan penelitian mengenai imunisasi pasif dan aktif untuk mencegah PHP sedang dilakukan. Perancis. mernpercepat kala II atau operasi cesarea perlu dilakukan16.10. sedangkan pemberian ZDV tunggal dapat dilakukan jika CD4 > 500/mm3 dan kepadatan virus 4. Di sini. pengobatan tersebut dilanjutkan sebab penghentian. kemudian diikuti dengan pemberian ZDV oral pada bayi setelah berumur 12 jam dengan dosis 2 mg/kg BB/6 jam selama 6 minggu.6% jika diberikan selama antepartum. ternyata juga mengandung HIV dan DNA provirus dalam jumlah yang cukup banyak untuk menambah risiko PHP sampai 14%16-18. sehingga mampu menekan terjadinya PHP. mengurangi kejadian resistensi dan memberi kesempatan perbaikan imunitas ibu16. sehingga diharapkan PHP. mengingat biaya lebih murah.17.000/ml dengan dosis 100 mg 5 kali sehari yang dimulai setelah trimester I sampai masa persalinan15. jika ibu sedang menjalani pengobatan ARV dan kemudian hamil.19-21. pencegahan dan pengobatan IO pada IHDHA sama dengan pencegahan dan pengobatan IO pada ODHA12-14. Pada kasus tersebut. pemeriksaan hemoglobin.17. complement. Namun. Perawatan Antepartum Perawatan antepartum IHDHA ditujukan bukan hanya perawatan rutin saja. Setiap kunjungan antepartum diperhatikan masalah psikososial ibu. Semua ARV diberikan setelah trimester I (14 minggu umur kehamilan) untuk menghindari beberapa efek teratogenik.19. ketubah pecah dini serta partus lama. hasil penelitian di Amerika dan Vietnam tidak didapatkan perbedaan bermakna dalam penurunan PHP antara kelompok yang dilakukan operasi cesarea elekif dengan kelompok yang diberikan profilaksis ZDV. gejala dan tanda infeksi HIV serta IO. 135.17. Di samping itu. tidak terjadi.19-21. ARVakan mengakibatkan rebound phenomenon jumlah virus16.17.17. sebagian besar subyek penelitian juga menggunakan ZDV selama kehamilannya(16. Pada beberapa penelitian berskala besar. perdarahan jalan lahir. Jika berhasil dan dapat dijadikan protokol. antibodi pada manusia tanpa efek teratogenik pada binatang . kepatuhan lebih tinggi dan jangkauan lebih luas dibandingkan dengan penggunaan ZDV jangka panjang22-24.26-28. lekosit dan trombosit juga dilakukan setiap 4 minggu untuk menilai efek penekanan ARV terhadap sumsum tulang16. Pada saat mulai persalinan (kala I). karena pemeriksaan diagnostik invasif meningkatkan risiko PHP.19. Pemantauan kesejahteraan janin sebaiknya dilakukan secara non invasif. ADV sebaiknya ada pada setiap regimen kombinasi karena terbukti menurunkan PHP16.tidak dapat dideteksi.000 .

narnun di negara berkembang dimana kesehatan sanitasi lingkungan tak mendukung dan tak cukup tersedianya susu formula serta masalah ekonomi.flukonazol 100-200 mg/hari .dapson 50 mg 2 kali/hari atau 100 mg sekali sehari .klindamisin 300-600 mg 4 kali sehari+ primakuin 15 mg/hari selama 21 hari . Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Oportunistik Patogen Pneumocytis carinii Indikasi Pencegahan Pencegahan Pilihan : . jika hasil uji darah negatif baru disimpulkan tidakterinfeksi HIV1. pneumoniae .itrakonazol 200 mg/hari .CD4 < 500/mm3 . pemakaian kondom. paramedis dan pekerja di bidang kesehatan lainnya merupakan salah satu kelompok risiko tinggi terinfeksi HIV akibat paparan produk ODHA. tuberculosis Cytomegalovirus (CMV) Varicella zoster Herpes simplex Pilihan : gansiklovir 1 g 3 x sehari Altematif : foscarnet 90-120 mg/kg BB/hari (IV) Asiklovir 800 mg 5 kali sehari selama 2 minggu Asiklovir 200 mg 3 kali sehari atau 400 mg 2 kali sehari Salmonella sp. 6 minggu. Uji darah post exposure untuk menilai antibodi HIV atau RNA HIV dilakukan segera setelah terpapar untuk mengetahui status infeksi HIV yang bersangkutan. Pencegahan post exposure (PPE) HIV dengan ARV sebaiknya dimulai secepat mungkin tanpa kecuali (hamil atau 30 Cermin Dunia Kedokteran No.CD4< 200/mm3 .kotrimoksasol forte 2 tablet 3 kali sehari selama 21 hari Altematif : .panas > 2 minggu Altematif : . terutama berhubungan dengan psikososial dan perilaku untuk mencegah penularan sekunder (seperti tidak melakukan hubungan seksual.rifampisin 300 mg sekali sehari .kotrimoksasol forte sekali sehari . mencegah kehamilan.CD4< 100/mm3 Pilihan : .Siprofloksasin 500 mg 2 kali sehari - Sumber : US Public Health Services.dapson 50 mg/hari + pirimetamin 50 mg/minggu+leukovorin 25 mg/minggu .600 mg 4 kali sehari + primakuin 15 mg/hari selama 21 hari .dapson50 mg/hari+pirimetamin toksoplasma ↑ 50 mg/minggu + leukovoin 25 mg/minggu .Kontak erat dengan selama 12 bulan penderita tb. Antiretroviral (ARV).16.IgG Altematif : . setiap tahun menjelang musim influenza Semua ODHA Vaksin pneumokokus 23 valen polisakarida 0. Di negara maju.Daerah endemis Pilihan : .klindamisin 300.flukonazol 100-200 mg/hari Altematif : .Tes Mantoux > 5 mm Isoniazid 300 mg/hari + piridoksin 50 mg/hari .sulfadiazin 1-2mg+pirimetamin Ibu hamil : .klaritromisin 500 mg 2 kali sehari . Konseling dan edukasi post exposure penting.itrakonazo1200 mg/hari Klaritromisin 500 mg 2 kali sehari atau azitromisin 1200 mg/hari + rifampisin 300 mg sekali sehari + etambutol 15 mg/kg BB/hari Seperti pasien tuberkulosis paru pada umumnya (sesuai dengan kriteria WHO) Toxoplasma gondii H.Antibodi CMV + Altematif : sidofovir 5 mg/kg BB setiap minggu (IV) Kontak dengan Ig varicella zoster (VIZIG) 6. maka pemberian ASI eksklusif masih dapat dilakukan dibandingkan dengan pemberian mixed breast feeding7.flukonazol 400 mg/hari .5 ml IM Pengobatan : .spiramisin 1 g 3 kali/hari selama 1-2 minggu Altematif : . jika resisten terhadap isoniazid Pilihan : gansiklovir 1 g 3 x sehari .atovaquon 1500 mg sekali sehari selama 21 hari Pilihan Pilihan : .dapson 10o mg/had + trimetoprim 20 mg/kg BB/hari selama 21 hari .17.pentamidin aerosol 300 mg/hari .atovaquon 1500 mg sekali sehari .atovaquon 1500 mg sekali sehari . 135.CD4< 50/mm3 Pilihan : .Sering kambuh Altematif : . pemberian ASI 3 bulan pertama menunjukkan penurunan kejadian PHP. karena kandungan EGF dan TGF (3 dalam ASI akan mematangkan perkembangan epitel mukosa yang merupakan barrier penting di samping faktor imun non spesifik yang mampu bekerja sebagai antivirus. diberikan penderita < 96 jam setelah kontak Kontak dengan Pilihan : asiklovir 200 mg 3 kali sehari atau penderita 400 mg 2 kali sehari Altematif : famsiklovir 500 mg 2 kali sehari Terdapat bakteri Siprofloksasin 500 mg 2 kali sehari salmonela Anti HAV Vaksin hepatitis A : 2 dosis Anti HBs – dan Vaksin hepatitis b : 3 dosis HBs Semua ODHA Vaksin influenza inaktivasi.29-31. 2002 . capsulatum Candida vagina/ oropharygeal M.amphoterisin 1 g/minggu IV Pilihan : .atovaquon 1500 mg sekali sehari Amphoterisin 1 g/kg BB/hari secara IV selama 7 hari dilanjutkan dengan itrakonazol 200 mg/hari Pilihan : . 50 : 322-4812.kotrimoksasol forte 3 kali/minggu . Guidelines for the preventiopn of opportunistic infections in person infected with human immunodeficiency syndome. Virus hepatitis A Virus hepatitis B Virus influenza S. pemberian ASI sudah tidak dianjurkan lagi. Pada penelitian Mofenson dkk31. MMWR 2001.kotrimoksasol forte sekali sehari . avium complex M. Edukasi dan uji Darah Post Exposure Tenaga medis.azitromisin 1200 mg/minggu Altematif : . 12 minggu sampai 6 bulan kemudian.25 ml.16. aktif Rifampisin 600 mg/hari + pirazinamid 15-20 mg/kg BB/hari. menghindari pemberian ASI) sampai terbukti sumber infeksi tidak mengandung HIV11.Tabel 2.32.CD4< 100mm3 .CD4 <50/mm3 .32.dapson 50 mg/hari + pirimetamin 50 mg/ minggu + leukovorin 25 mg/minggu .itrakonazol 200 mg/hari Altematif : . PENATALAKSANAAN POST EXPOSURE Konseling.

Lancet 1998. 26. 6. p. MMWR 2001 . Pada percobaan binatang. 3. Kombinasi dasar ARV oral selama 4 minggu yang diberikan terdiri dari ZDV 300 mg 2 kali sehari. Pillay D. Mofenson LM. Coico R. South Africa : a prospective cohort study Lancet 1999. Kastner Ralph. 23. Lancet 1994. Br Med J 2001. Benyamini E. Karon JM. Lancet 1999. Fauci AS. 27. Elective caesarean section versus vaginal delivery in preventiop of vertical HIV-1 transmission : a randomised clinical trial. p. Fletcher CV. l). Lancet 1998. 15. Jeffrey DJ (Eds). KEPUSTAKAAN 1. MacQueen KM. 2001. Tenant M. 677-91. 6-month efficacy. HIV counselling and the psychosocial management of patients with HIV or AIDS. Konseling dan edukasi adalah pilar pertama dan utama untuk mencapai keberhasilan penatalaksanaan HIV/AIDS. CDC dan USPHS menganjurkan pemberian kombinasi ARV untuk PPE.32. Kompas 2001 Nov. Lin HH. Heyward WL.tidak). Steiehm ER.I in Kampala. Lancet 1999. Penatalaksanaan AIDS. Musoka P. Guidelines for the management of occupational exposure to HBV. Hudson CN (Eds). Cote d’Ivoire : a randomised trial. 2000. Vertica transmission of HIV in Europe. walaupun ZDV sendiri mampu menurunkan serokonversi sampai 79% pada penelitian retrospektif16. 8. Mindel A. HIV Infection and AIDS in the developing world. Guidelines for the prevention of opportunistic infections in person infected with human immunodeficiency syndrome. Nes. Coutsoudis A. The Stanford Guide to Antimicrobial Therapy 31th ed. CDC. 2001. Mofenson LM. Hueppchen NA. 322 :1475-8. Immunology A Short Course 4th ed. Breast feeding safer than mixed feeding for babies of HIV mothers. Intrapartum and neonatal single-dose nevirapine compared.with zidovudine for prevention of mother-to-child transmission of HIV. French L. Br Med J 2001. Spooner E. et al. Fox HE. Lancet1999. Cara persalinan dengan operasi caesarea dilakukan sesusi indikasi obstetri dan bukan untuk menurunkan kejadian PHP. 322:1533-5. Msellati P.11). Meda N. Mohr J. CDC. 1-115. 50 (RR 11). Lambert JS. New York : Wiley-Liss.Targeted tuberculosis testing and treating off latent tuberculosis infection. dkk (Eds). Obstacles and progress forward development of a preventive HIV vaccine. 32. 21. 10. 2. efavirenz 600 mg sekali sehari atau abakavir 300 mg 2 kali sehari32. 15th ed. Updated guidelines for the use of rifabutin or rifampin„ for the treatment and prevention of tuberculosis among HIV-infected patients taking protease inhibitor or non nucleoside reverse transcriptase inhibitors. Lambert JS. 1999. Short-course zidovudine. 355 : 2237-44. Ann Intern Med 2000. et al. Br Med J 2001. Aquired immunodeficiency syndrome. 353 :1612-4. In: Benyamini E. London: Arnold . Philadelphia: Lippicott Williams and Wilkins . Paterson DL. Intern Assoc Phys AIDS Care. Pencegahan post exposure sebaiknya dilakukan secepat mungkin dengan kombinasi ARV sesuai dengan keadaan waktu terpapar. Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Penyakit Dalam 2000. In : Braunwald E. et A1. Br Med J 2001. Delock KM. 20. Lancet 1999. et al. 28. Moellering RC. 29. Influence of infant-feeding pattern on early mother-to-child transmission of HIV-1 in Durban. et al (Eds). 31. Saat ini. 14. 135. pp. 17. 354: 795-802. Adherence to protease inhibitors therapy and outcomes inpatients with HIV infection. 25. Human immunodeficiency syndrome (HIV): AIDS and related disorder. Wise J.1-68. Shaffer N. lamivudin 150 mg 2 kali sehari atau lamivudin 150 mg 2 kali sehari dengan stavudin 40 mg 2 kali sehari atau stavudin 40 mg 2 kali sehari dengan didanosin 400 mg sekali sehari.Am J Respir Crit Care Med 2000 .353:781-5. Harrison's Principles of Internal Medicine. Jul. HCV and HIV recommendations for postexposure prophylaxis. Viral Infections in Obstetrics and Gynaecology 1st ed. MMWR 2001. et al. Br Med J 2001. 16. Pillay K. Reindell D. hal 10 (Col. 2002 31 . and acceptability of a short regimen of oral zidovudin to reduce vertical transmission of HIV in breastfed children in Cote d’Ivoire and Burkina Faso : a double-blind placebo-controlled multi-centre trial.133 : 21-30. 4. nelfinavir 750 mg 3 kali sehari. 322 : 385-93. Lane HC. Natural history and management of early HIV Infection. 18. Analysis of prevalence of HIV-1 drug resistance in primary infection. pp. p. 353 : 773-80. 30. Jaffe HW. Complications after caesarean section in HIV-1 infected women not taking antiretroviral treatment. 49 (RR 10). Risk factors for perinatal transmission of human immnunodeficiency virus type 1. Ekpini E. 9. Lancet 2000 . Thailand : a randomised controlled trial. Kuhn S. Wiktor SZ. 322 :1087-8. Sudoyo AW. 353 : 1464-7. Lancet 1999. et. 354 : 471-6. Jakarta : Pusat Informasi dan Penerbitan FKUI. 361-8. Djoerban Z. Grant AD. Lancet 1999. hal. et al. et al. Centre of Desease Control. Pemberian ASI di negara sedang berkembang masih dianjurkan. PENUTUP Penurunan angka kesakitan dan kematian HIV/AIDS memerlukan penatalaksanaan baku dan menyeluruh pada ODHA dan IHDHA. In : Cohen WR (Ed). 24. 322:1290-3. 135-48. 1-8.32. karena PHP pada mixed feeding ternyata lebih tinggi. 217 : 41-7. Newel ML. August 2001. Guay LA. tolerance. 354 : 2050-7. Kao JH. 5. didapatkan bahwa pemberian ARV setelah 36 jam paparan tidak efektif mencegah infeksi HIV. Kasoer DL. Guidelines for the use of antiretroviral agents in HIV-infected adults and adolescents. Peckham C. Sande MA. Uganda : hivnet 012 randomised trial. 50 (RR. Swindells S. N Engl J Med 1999. 7. Mock PA. Dabis F. In : Jeffries DJ. Fauci AS. Complications of Pregnancy 5th ed. al. New York: McGrawHill. Caesarean section and risk of vertical transmission of HIV-1 infection. 16. 2000. 2001. Dalam : Setiati S. et al. Ditrame ANRS 049 Study Group. 19. Safety and pharmacokinetics of hyperimmune anti HIV immunoglobulin administered to HIV-infected pregnant women of and their newborns. Cermin Dunia Kedokteran No. 22. Newell ML. Chuachoowong R. Chippindale S. Anderson JR. narnun pada manusia belum ada penelitian mengenai hal ini16. Mantyre JA. Sedangkan kombinasi lanjut ARV yang diindikasikan untuk kasus HIV positif kelas 1 dengan cidera kulit dalam dan HIV Positif kelas 2 terdiri dari regimen kombinasi dasar ditambah salah satu dari ARV yang disebutkan berturut-turut dengan dosisnya sebagai berikut: infinavir 800 mg 3 kali sehari. Human immnunodeficiency virus infection. Advanced and research directions in the prevention of mother-to-child HIV-1 transmission. 353 : 1035-39. Gilbert DN. 2001 USPHS/IDSA. 2001. Upaya turunkan laju infeksi HIV. Gcubert TA. pp. 322 : 511-3. The European Mode of Delivery Collaboration. Public Health Services task for recommendations for use of andretroviral drugs in pregnant women infected with HIV-1 for maternal health and for reducing perinatal HIV-1 transmission in the us. 11. for perinatal HIV-1 transmission in Bangkok. Mofenson LM. Sunshine G. US Departemen of Health and Human Services. 15-month efficacy of maternal oral zidovudine to decrease vertical transmission of HIV-1 in breastfed African children. Pemberian ARV dianjurkan dalam bentuk kombinasi untuk mengurangi resistensi dan mernpercepat penurunan kepadatan HIV sampai batas yang tidak terdeteksi. American Thoracic Society. Fleeting T. 353:786-92. 2001. 13. Alwi I. New York : Antimicrobial Inc. MMWR 2000. Short-course oral zidovudine for prevention of mother-to-child transmission of HIV-1 in Abidjan. 353:1477-82. 12.1852-908.

dan besarnya paparan. misalnya. 2002 . Tetapi dalam menilai bahaya. sebagai contoh kerusakan otak yang permanen dapat disebabkan oleh paparan akut senyawa timah putih trialkil atau karena keracunan karbon monoksida berat. Efek dapat balik (reversible) Ef'ek yang hilang bila pemaparan berhenti/mereda. umur. dan bahkan dapat mencapai 80% untuk jenis kanker tertentu. nyeri kepala dan mual karena terpapar pelarut. perlu diperhitungkan juga kerentanan orang yang terpapar. apakah bahan dipanaskan. Efek akut dan kronik Suatu bahan dapat mempunyai efek akut dan kronik sekaligus. EFEK TOKSIK BAHAN KIMIA Efek toksik atau toksisitas suatu bahan kimia dapat didefinisikan sebagai potensi bahan kimia untuk meracuni tubuh orang yang terpapar. Sebagai contoh. pengangkutan. sebagai berikut: Efek akut Istilah efek akut dapat diartikan sebagai paparan singkat dengan efek seketika. penggunaan. Efek kronik Istilah kronik dapat diartikan sebagai pemaparan berulang dengan masa tunda yang lama antara paparan pertama hingga timbulnya efek yang merugikan kesehatan. Potensi bahan kimia untuk dapat menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan tergantung terutama pada toksisitas bahan kimia tersebut. Namun pemaparan akut selain dapat menimbulkan efek akut. penyimpanan. Departemen Kesehatan RI Jakarta PENDAHULUAN Perkembangan produk kimia yang cepat selama satu abad ini telah berhasil meningkatkan mutu kehidupan. tetapi pemaparan berulang tiap hari selama bertahun-tahun dengan konsentrasi yang jauh lebih rendah yang jika dialami sebagai pemaparan tunggal tidak menimbulkan efek merugikan (efek kronik) dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem saraf pusat dan tepi. Namun di sisi lain keadaan tersebut menimbulkan kerugian bagi masyarakat terutama mereka yang secara langsung berhubungan dengan bahan kimia. luka bakar pada kulit. 32 Cermin Dunia Kedokteran No. Sebagian besar pekerja dapat menderita berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh bahan kimia. status gizi. Ditjen POM. Toksisitas merupakan sifat dari bahan kimia itu sendiri. juga jantung. Sebagai contoh. dermatitis kontak. Beberapa konsep telah dikembangkan untuk membantu menggolongkan efek beracun bahan kimia. dan pembuangan bahan kimia untuk menyadari bahaya dari bahan-bahan kimia terhadap kesehatan. 135. Sebagai contoh. disemprotkan atau dilepaskan ke lingkungan kerja. Hal ini penting bagi setiap orang yang terlibat dalam pembuatan. Efek jangka panjang akibat polusi bahan kimia terhadap makanan dan lingkungan sudah mulai disadari dan mendapat perhatian. juga dapat mengakibatkan penyakit kronik. penyakit kanker yang disebabkan oleh pemaparan bahan kimia. sedangkan paparan tergantung dari bagaimana bahan itu digunakan. Efek lokal Efek berbahaya yang ditimbulkan oleh bahan kimia di bagian permukaan tubuh atau dapat masuk ke dalam tubuh. Efek tidak dapat balik (irreversible) Efek yang tidak akan hilang atau permanen meskipun bahan kimia penyebabnya telah mereda atau hilang.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Efek Toksik dan Cara Menentukan Toksisitas Bahan Kimia Satmoko Wisaksono Direktorat Pengawasan Nazaba. Sebagai contoh pemaparan tunggal karbon disulfida dengan konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan hilangnya kesadaran (efek akut). yang dipengaruhi oleh antara lain jenis kelamin. Diperkirakan paparan bahan kimia di tempat kerja mengakibatkan 4% kematian karena kanker.

Bahan kimia yang dapat meracuni sistem enzim yang mennuju ke syaraf adalah pestisida. Sebagai contoh. Mutagen Dapat menimbulkan kerusakan DNA sel . dan sebagainya. Sebagian bahan kimia dapat mensensitisasi atau menimbulkan reaksi alergik dalam saluran nafas yang selanjutnya dapat menimbulkan bunyi sewaktu menarik nafas. DNA adalah molekul pembawa informasi genetik yang mengendalikan pertumbuhan dan fungsi sel.Efek sistemik Efek suatu bahan kimia pada organ tubuh atau cairan tubuh setelah penyerapan atau penetrasi ke dalam organ atau cairan tubuh. Efek gabungan ini dapat lebih parah dari efek yang diiniliki oleh masing-masing bahan kimia. Efek bahan kimia jangka pendek terhadap hati dapat menyebabkan inflamasi sel-sel (hepatitis kimia). Sebagai contoh. antara Iain karbon monoksida dan sianida. dan penyakit kuning. Ginial dan saluran kencing Bahan kimia yang dapat merusak ginjal disebut nefrotoksin. Gejala-gejala yang diperoleh adalah mengantuk dari hilangnya kewaspadaan yang akhirnya diikuti oleh hilangnya kesadaran karena bahan kimia tersebut menekan sistem syaraf pusat. Seseorang yang peka terhadap bahan kimia akan mengalami reaksi alergi yang berat. dan penyakit keturunan. Sensitizer Menimbulkan reaksi alergi. benzen dapat rnerusah Cermin Dunia Kedokteran No. Pemaparan terhadap bahan kimia tertentu dapat memperlambat fungsi otak. 135. Bagi individu yang peka. EFEK BAHAN KIMIA PADA SISTEM TUBUH Bahan kimia dapat meracuni sel-sel tubuh atau mempengaruhi organ tertentu yang mungkin berkaitan dengan sifat bahan kimia atau berhubungan dengan tempat bahan kimia memasuki tubuh atau disebut juga organ sasaran. Kebanyakan bahan kimia menggalami metabolisme dalarn hati dan oleh karenanya maka banyak bahan kimia yang berpotensi merusak sel-sel hati. Contoh yang telah diketahui secara luas sebagai teratogen adalah talidomid. Sebagai contoh. sedang bagi individu yang tidak peka. nekrosis (kematian sel). dosis yang sama tidak akan membahayakan. 2002 33 . Iritan Menimbulkan iritasi setempat atau peradangan pada kulit. atau jaringan paru. Berdasarkan sifat bahayanya. Kerusakan DNA dalam sel telur atau sperma manusia dapat menurunkan kesuburan. cacad lahir. dan nafas pendek. Asfiksian Mengganggu pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh. benzen. Karsinogen Penyebab kanker. raksa dan sebagainya dapat menyebabkan anemia. setiap pemaparan berikutnya apakah melalui kontak kulit atau inhalasi akan menimbulkan risiko kesehatan. Sistem syaraf Bahan kimia yang dapat menyerang syaraf disebut neurotoksin. hidung. Hati Bahan kimia yang dapat mempengaruhi hati disebut hipotoksik. Efek sinergis Efek gabungan dari lebih dari satu bahan kimia. gangguan saraf. mempengaruhi perkembangan janin dan menimbulkan kelainan struktur dan fungsional bawaan atau kanker pada anak. dan dapat berakibat fatal. yang pada tahun 1960an telah banyak menyebabkan kasus fokomelia (pengecilan lengan dan tungkai sedemikian rupa hingga tungkai dan lengan menempel langsung ke tubuh) pada bayi para wanita yang memakan obat tersebut selama tahap awal kehamilannya. kadmium. gagal ginjal kronik dan kanker ginjal atau kanker kandung kemih. aborsi spontan. Fetotoksikan Suatu bahan kimia yang berpengaruh buruk terhadap per- kembangan janin sehingga bayi lahir dengan bobot yang rendah. toksisitas dapat digolongkan sebagai berikut: Korosif Merusak (membakar) jaringan hidup apabila kontak. Kondisi jangka panjang (kronis) akan terjadi penimbunan debu bahan kimia pada jaringan paru-paru sehingga akan terjadi fibrosis atau pneumokoniosis. Akibat dari efek toksik pestisida ini dapat menimbulkan kejang otot dan paralisis (lurnpuh). masuknya bahan-bahan kimia seperti timbal. bahan kimia dalam paru-paru yang dapat menyebabkan udema pulmoner (paru-paru berisi air). Sedangkan efek jangka panjang berupa sirosis hati dari kanker hati. Di samping itu ada bahan kirnia lain yang dapat secara perlahan meracuni syaraf yang menuju tangan dan kaki serta mengakibatkan mati rasa dan kelelahan. Teratogen Suatu bahan kimia yang apabila berada dalam aliran darah wanita harnil dan menembus plasenta. Darah dan sumsum tulang Sejumlah bahan kimia seperti arsin. Efek bahan kimia terhadap ginjal meliputi gagal ginjal sekonyong-konyong (gagal ginjal akut). larutan asam pekat seperti sulfat atau basa seperti soda api dapat menimbulkan luka bakar. Efek racun bahan kimia atas organ-organ tertentu dan sistem tubuh : Paru-paru dan sistem pernafasan Efek jangka panjang terutama disebabkan iritasi (menyebabkan bronkhitis atau pneumonitis) Dalam luka bakar.

otot dan kelenjar tertentu seperti kelenjar tiroid. Dosis mematikan untuk inhalasi bahan kimia dalam bentuk gas atau aerosol juga dapat diuji. 2002 . Dasar pemikirannya adalah menguji bagaimana suatu set dosis bahan kimia mempengaruhi sekelompok binatang.sel-sel darah merah yang menyebabkan anemia hemolitik. Klasifikasi toksisitas akut pada manusia. Dosis didasarkan alas apa yang tidak diketahui mengenai sifat fisika dan kimia bahan yang sedang dinilai. Dalarn percobaan dengan LD50 ini dapat dilakukan secara oral atau dermal tergantung pada metoda pemaparannya.30 ml 7 tetes . Bahan kimia lain dapat merusak surnsum tulang dan organ lain tempat pembuatan sel-sel darah atau dapat menimbulkan kanker darah. misalnya tatacara dosis tetap yang menggunakan lebih sedikit binatang percobaan. . Sistem yang lain Bahan kimia dapat pula menyerang sistem kekebalan. Klasifikasi toksisitas akut pada binatang.Pemaparan bahan kimia terhadap manusia. Kriteria di bawah ini sering dipakai untuk maksud klasifikasi efek toksik akut pada binatang. mengakibatkan kepekaan terhadap sinar matahari atau kanker kulit. Tatacara dosis tetap hanya dengan menggunakan jumlah binatang percobaan yang lebih sedikit dan dalam analisis penilaian toksisitas bahan kimia tanpa harus membiarkan binatang mati pada akhir percobaan. Dalam penentuan dosis tetap.1 liter 30 . Cara lain adalah dengan menaruh bahan kimia pada kulit binatang hingga suatu reaksi dapat teramati.Pemaparan bahan kimia terhadap binatang percobaan. Tabel 2. Jantung dan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) Sejumlah pelarut seperti trikloroetilena dan gas yang dapat menyebabkan gangguan fatal terhadap ritme jantung.50 mg/kg < 5 mg/kg Dalam menilai risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh suatu bahan kimia tidak mungkin hanya berdasarkan atas LD50 dan LC50. Jadi LD50 dan LC50 hanya merupakan indeks kasar toksisitas. Dosis mungkin mematikan bagi rata-rata orang dewasa > 1 liter 0. Karena LD50 dan LC50 suatu bahan kimia tidak menyajikan informasi tentang mekanisme atau type toksisitas.5 . Kulit Banyak bahan kimia bersifat iritan yang dapat menyebabkan dermatitis atau dapat menyebabkan sensitisasi kulit dan alergi.50 ml 3 . 135.5 g/kg 50 . Cara menentukan toksisitas bahan kimia Dalam pengertian umum. Dalarn hal ini konsentrasi gas atau tiap yang membunuh separuh dari binatang dimasukkan konsentrasi mematikan untuk 50% binatang percobaan atau disebut LC50. tulang.500 mg/kg 5 .5 . Sistem reproduksi Banyak bahan kimia bersifat teratogenik dan mutagenik terhadap sel kuman dalam percobaan.Pemaparan bahan kimia terhadap organisme tingkat rendah seperti bakteri dan kultur sel-sel dari mamalia di laboratorium. Disamping itu ada beberapa bahan kimia yang secara langsung dapat mempengaruhi ovarium dan testis yang mengakibatkan gangguan menstruasi dan fungsi seksual. Bahan kimia lain seperti karbon disulfida dapat menyebabkan peningkatan penyakit pembuluh darah yang dapat menimbulkan serangan jantung. Bahan kimia lain dapat menimbulkan jerawat. LD50 oral Mencit (mg/kg) Berbahaya (harmful) Beracun Sangat beracun 200 – 2000 25 – 200 > 25 LD50 dermal mencit atau kelinci (mg/kg) 400 – 2000 50 – 400 < 50 LC50 inhalasi mencit (mg/m3/4 jam) 2000 – 20000 500 – 2000 < 500 Selain itu dengan skala Hodge dan Sterner dapat mengklasifikasikan toksisitas akut bahan kimia terhadap manusia. Bahan kimia yang sedang diuji ditaruh di atas kulit binatang percobaan dan kemudian diperiksa selama beberapa hari untuk 34 Cermin Dunia Kedokteran No. . hilangnya pigmen (vitiligo).3 ml Dengan indoor (< 7 tetes) No Peringkat toksisitas Dosis 1 2 3 4 5 6 Praktis tidak beracun Agak beracun Toksisitas sedang Sangat beracun Luar biasa beracun (extremely toxic) Super toksik > 15 g/kg 5 -15 g/kg 0. Tabel 1. Studi terhadap binatang • Uji toksisitas akut (LD50 dan LC50) Uji standar untuk tosisitas akut (jangka pendek) adalah memberi binatang bahan kimia dengan jumlah yang semakin meningkat dalam kurun waktu 14 hari hingga binatang percobaan tersebut mati. LD50 dan LC50 digunakan secara luas sebagai indeks toksisitas. Pengetahuan mengenai toksisitas suatu bahan kimia dikumpulkan dengan mempelajari efek-efek dari: . toksisitas suatu bahan dapat didefinisikan sebagai kapasitas bahan untuk mencederai suatu organisme hidup. Jumlah bahan kimia yang menyebabkan kematian 50% binatang percobaan dikenal sebagai dosis mematikan bagi 50% binatang percobaan atau LD50. Suatu bahan kimia atau kemungkinan-kemungkinan efek jangka panjang atau kronik. • Uji iritasi dan korosi Uji iritasi dan korosi memberikan sejumlah informasi khas. berbagai lembaga internasional saat ini sedang memodifikasi atau mengganti uji LD50 dan LC50 dengan metode yang lebih sederhana.

bobot tubuh yang lebih ringan atau dalam beberapa hal mengalami kerusakan. Binatang percobaan ini dibandingkan dengan binatang sebagai kontrol dalam jumlah yang sama dengan jumlah binatang percobaan dalam waktu yang sama. Efek reproduksi dapat diklasifikasikan dengan hasil-hasil temuan seperti apakah keturunannya lebih sedikit jumlahnya. yang tidak dipengaruhi oleh penyakit tersebut atau akibatnya dalarn suatu usaha untuk mengidentifikasi penyebab. perbedaannya bahwa binatang kontrol tersebut tidak diberi perlakuan pemaparan bahan kimia. Misalnya pemberian paparan bahan kimia terhadap hewan percobaan kemudian hewan percobaan dimasukkan dalam kotak maze (kotak dengan jalan ruwet) kemudian diamati tingkah laku hewan percobaan tersebut apakah terjadi perubahan tingkah laku dengan adanya efek bahan kimia terhadap otak dan saraf. Percobaan ini dilakukan dengan memberikan dosis tertentu bahan kimia terhadap hewan percobaan melalui penelanan atau inhalasi terhadap bahan kimia yang sedang diuji selama masa hidupnya. Uji rnultigenerasi kadang-kadang diperlukan untuk mendeteksi efek yang dapat diwariskan bagi generasi berikutnya. Suatu percobaan yang baik yaitu dengan memberikan perlakuan pemaparan untuk kedua jenis kelamin terhadap bahan kimia dengan dosis yang berbeda. Jadi uji ini dibedakan dengan uji in vivo yang menggunakan jaringan hidup seperti binatang dan manusia. Untuk mencit dapat memakan waktu hingga 2 tahun sedangkan untuk tikus sedikit lebih singkat. Dalam suatu uji khusus. • Uji Mutagenitas jangka pendek Bakteri dan sel binatang yang tumbuh dalam tabung uji dari koloni serangga buah-buahan atau serangga lain cocok untuk penyelidikan yang cepat dan rnurah dalarn usaha mengetahui bahan kirnia yang potensial mempunyai efek karsinogenik dan mutagenik. Pada umumnya dalam pengujian perlu pengarnbilan cuplikan darah atau urin secara teratur dari binatang percobaan untuk pemeriksaan dan analisis. Pengujian toksisitas sebaiknya dilakukan secara berulang-ulang dan diarahkan terutama untuk mendeteksi efek toksik yang secara jelas bukan akibat dari pemaparan kulit.melihat tanda-tanda seperti ruam kulit atau reaksi panas. Binatang kontrol ini serupa dalam segala hal dengan binata. 2002 35 . • Uji yang herhubungan dengan reproduksi Uji binatang percobaan untuk memeriksa efek yang merugikan dari suatu bahan kimia pada reproduksi memerlukan perlakuan pemaparan terhadap seekor atau kedua induk terhadap bahan kimia yang sedang diuji sebelum kawin. Pengujian secara kasar hanya berdasarkan pengamatan abnormalitas secara pengamatan kasar dengan mata telanjang. tetapi untuk pengujian yang lebih mendalam perlu pengambilan irisan suatu jaringan dan diperiksa di bawah mikroskop untuk mengetahui terjadi abnormalitas sel-sel dalam organ. Terdapat sejumlah uji mutagenik jangka pendek yang lain atau pengujian mutagenitas (mutagenity assay). Studi kontrol kasus relatif lebih sederhana pelaksanaannya dan penggunaannya sedikit meningkat untuk menyelidiki penyebab penyakit terutama bagi penyakit yang jarang terjadi. atau paparan jangka panjang terhadap bahan kimia menimbulkan efek kesehatan pada organ seperti ginjal. Kadang-kadang perlakuan paparannya diberikan pada seekor binatang yang sedang hamil. Uji ini seringkali dirujuk sebagai uji in vitro. Uji tersebut untuk mendeteksi mutasi dalam bakteri yaitu untuk uji efek mutagenik. Pengujian-pengujian ini merupakan dasar bagi dosis yang digunakan dalam uji hayati kronik. 50 ekor rnencit atau tikus dari tiap jenis kelamin diberi perlakuan paparan bahan kimia yang sedang diuji dengan dosis tinggi tetapi tidak mematikan. kemudian diamati efek-efeknya pada setiap keturunannya. Pada dasarnya metode ini membandingkan orang yang jatuh sakit atau akibat lainnya dengan suatu kelompok kontrol yang sesuai. Dalam suatu percobaan efek bahan kimia dapat menggunakan binatang percobaan hingga 500 ekor. Uji yang paling baik dan paling banyak digunakan adalah uji rnutagenitas Salmonella (umumnya dikenal sebagai uji Ames). • Uji hayati kronik (seumur hidup) Maksud dari uji hayati kronik (seumur hidup). 135. Pengujian dapat dilakukan pada mata binatang (dikenal dengan Draize) • Uji toksisitas sub kronik Secara normal uji toksisitas subkronik memerlukan studi inhalasi atau penelanan selama 90 hari untuk mengetahui efek-efek spesifik dan nyata dari bahan kimia pada organ dan biokimia dari binatang. untuk menentukan apakah bahan kimia dapat menimbulkan setiap efek kesehatan yang mungkin memerlukan waktu yang lama untuk menimbulkan suatu efek seperti kanker. Studi kohor juga disebut sebagai studi lanjutan atau studi insiden dengan melekat pada sekelompok penduduk (suatu kohor) yang digolongkan dalam sub kelompok berdasarkan Cermin Dunia Kedokteran No. Dua metode penyelidikan yang paling umum dalam epidemiologi adalah studi kontrol kasus dan studi kohor.ng percobaan. Banyak bahan kimia dapat menyebabkan kanker pada binatang dan mungkin menimbulkan kanker pada manusia bersifat mutagenik. Namun kerapkali percobaan ini menunjukkan efek tidak nyata. Uji ini membutuhkan bakteri Studi epidemiologis Studi epidemiologis menyelidiki kesehatan sekelompok orang atau menetapkan apakah mereka terpengaruh oleh paparan bahan kimia di tempat kerja atau dalam lingkungan umum. Dalam studi ini perlu perbandingan penyakit yang timbul akibat bahan kimia pada sekelompok orang yang terpapar dengan orang-orang yang tidak terpapar dalam kurun waktu tertentu. • yang tumbuh secara khusus di laboratorium dan memaparkannya terhadap bahan kimia yang diuji. • Uji tingkah laku Efek bahan kimia terhadap percobaan tingkah laku binatang percobaan.

Prepared by The Edinburgh Control for Toxicology. 3. Published by WHO the International Programme on Chemical Safety. Hal ini dikarenakan selain biaya yang rnahal. Oleh karena informasi yang diberikan dalam studi epidemiologis sangat terbatas. Toksikologi Bahan Berbahaya. KESIMPULAN Setiap bahan kimia mempunyai efek dan target sasaran organ tubuh yang akan rusak baik secara lokal. 36 Cermin Dunia Kedokteran No. juga membutuhkan jumlah pekerja yang terpapar dalam jumlah besar untuk rnemjamin kesahihan perhitungan-perhitungan statistik. Training Course on Risk Assessment. WHO. Training Course on Risk Assessment. (1997). Risk Assessment Training Module. 135. Workshop Sentra Informasi Keracunan Propinsi Jawa Barat. Exposure Assessment and Risk Characterization. 4. Meskipun penyelidikan epidemiologis memberi bukti yang paling dapat dipercaya bahwa suatu bahan kimia tertentu rnempunyai efek merugikan kesehatan pada suatu populasi.pemaparan terhadap suatu penyebab penyakit yang potensial atau akibat dari perbedaan dalam paparan (misalnya terhadap bahan kimia) kemudian diperiksa dan diukur kemudian penduduk keseluruhan ditindak lanjuti untuk melihat bagaimana perkembangan penyakit atau akibat selanjutnya antara kelompok yang terpapar dan tidak terpapar. Criteria for Prioritization of Risk Assessment. WHO. (1998) Dempsey JL. Atmawidjaja Sudana. studi epidemiologis mungkin tidak dapat mendeteksi kasus-kasus mengenai peranan dari kasus satu bahan kimia tertentu ketika para pekerja terpapar terhadap campuran bahan kimia. Hazard Assessment and Dose Response. 2002 . tikus atau anjing memiliki biokimia dasar dan proses-proses hayati yang sama. 7. dapat pulih atau tidak dapat pulih. Training Course on Risk Assessment. Training Course on Risk Assessment. (1997). Franizal Nur. maka tindakan pencegahan hendaknya dianjurkan berdasarkan atas studi binatang. Teori dengan menggunakan uji binatang adalah bahwa manusia dan binatang seperti mencit. IPCS. KEPUSTAKAAN 1. akut. Dempsey JL. WHO. Dalam penentuan toksisitas suatu bahan kimia yang terbaik adalah dengan melakukan studi dengan menggunakan binatang percobaan karena uji binatang memungkinkan untuk menguji toksisitas suatu bahan kimia sebelum manusia terpapat. WHO. Kanwil Kesehatan Departemen Kesehatan. (1996). IPCS. User's Manual For the IPCS Health and Safety Guides. 2. Di samping itu. (1998). narnun penyelidikan semacarn ini memiliki beberapa kelemahan. Guidelines to The Risk Assessment of Public Health Aspects of Human Risk From Exposure to Chemicals. Uji binatang memungkinkan untuk menguji toksisitas suatu bahan kimia sebelum manusia terpapar. Budiawan. (1998). (1998). 6. 5. sistemik. Dempsey JL.

Mereka berasal dari alam dan akibat kegiatan manusia seperti limbah industri dan kebakaran hutan. Jakarta ** Staf Pengajar Kimia. Dari banyak metabolit sekunder algae yang telah diidentifikasi. 2002 37 . diatoms dan cyanobacteria. Tercemarnya seafood dapat terjadi secara alami (mikroorganisme dan toksin) maupun oleh kontaminasi bahan kirnia beracun. serta kematian ikan. Paralytic Shellfish Poisoning disebabkan oleh saxitoxin yang tidak berpengaruh pada tubuh kerang karena sudah kebal terhadap kondisi demikian setelah lama berhubungan dengan toksin tersebut. namun yang terpenting dari fitoplankton. yang disertai dengan kandungan lemak dan kalori yang rendah. Hampir semua seafood bisa terkontaminasi oleh toksin dan dapat menimbulkan sindrom yang berbeda-beda (Gambar 1). yaitu komponen yang tidak esensial sebagai dasar metabolisme dan pertumbuhan pada organisme. Toksin ini sangat berbahaya dan tidak dapat rusak oleh panas dan pemrosesan. tetapi dapat berakibat kegagalan pernapasan yang fatal bagi manusia. beberapa di antaranya merupakan toksin kuat yang bertanggung jawab terhadap sejumlah penyakit pada manusia. Bogor *** Mahasiswa Program Pasca Sarjana Kimia. dan Indonesia. neurotoxic. ASP. Hal ini karena kerang mempunyai sifat penyaring makanan (filter feeding shellfish). Betty Marita Subrata**. Komponen-komponen ini dianggap sebagai metabolik sekunder. mereka akan mendapatkan keuntungan protein yang tinggi. Biosintesis metabolit sekunder umum terjadi dalam bakteri seperti dalam mikroba eukariotik dan tanaman. Jumlah toksin akan berlipat ganda sesuai dengan jumlah fitoplankton toksik yang dimakannya. Universitas Indonesia. Toksin yang terutama berarti bagi kesehatan manusia berasal dari 3 kelas algae bersel satu. ketidaknormalan dan kematian hewan mamalia dan burung. asam lemak omega-3 dan mineral. dan terdapat dalam kelompok taksonomi yang terbatas. Namun mereka mengetahui bahwa seafood juga bisa mengakibatkan keracunan disebabkan oleh lingkungan yang tercemar. amnesic dan diarrhetic shellfish poisoning (PSP. Dinoflagelata mem- Cermin Dunia Kedokteran No. Institut Pertanian Bogor. dan DSP). Badan Tenaga Atom Nasional. Banyak mikroalgae yang juga memproduksi komponen-komponen baru yang menunjukkan aktivitas biologis yang kuat. Toksin yang berasal dari plankton ditemukan juga dalam kerang-kerangan. Toxins Marine dinoflagelates (Also bacteria) Toxins Food chain Fish Ciguatera Palytoxin Puffer fish poisoning Shellfish Paralytic shellfish poisoning Neurotoxic shellfish poisoning Diarrhetic shellfish poisoning Amnesic shellfish poisoning (Diatoms) Gambar 1. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta PENDAHULUAN Pada umumnya orang berpikir dengan memakan seafood.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Marine Toxin Saxitoxin Winarti Andayani*. 135. NSP. Beberapa Sindrom Akibat Keracunan Seafood(1) SAXITOXIN Mikroalgae adalah produsen utama yang menyusun dasar jaringan makanan laut dan air tawar. yaitu dinoflagelata. dan Esther Budiman*** *Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi. Filipina. disamping itu mungkin juga dapat memacu pertumbuhan tumor. Toksin ini dapat menyebabkan paralytic. Marine toksin (toksin yang terdapat di laut) sudah lama diidentifikasi di berbagai tempat antara lain Jepang.

H H H OSO3OH H OSO3H H H OH H H H OSO3. Chile North Atlantic coasts-New England. Papua New Guinea Palau Island Tasman Sea. 135. Beberapa spesies dari genus Alexandrium. STXs Sulfocarbamoyl A.H H - Gambar 2. acatenella A. sebaliknya pada cyanobacteria hanya beberapa yang teridentifikasi menghasilkan toksin. Ledakan populasi (blooming) dari spesies-spesies tersebut di atas menyebabkan perubahan warna air laut dari biru-biru menjadi merah kecoklatan. Red tide yang berdampak merugikan disebut Harmful Algal Bloom (HAB). Senyawa ini mempunyai nilai LD50 sebesar 263 g/kg bobot badan (oral mencit). Japan British Columbia North Sea Gulf of Thai Brunei. tamarense GTXs. in press) 38 Cermin Dunia Kedokteran No. Denmark. dan mempunyai berat jenis 1. bahkan umumnya red tide terjadi sebagai tanda Tabel 1. Saxitoxin mempunyai sifat fisik larut dalam air dan metil alkohol. dan Pyrodinium bahamense var. Holland. cohorticula Pyrodinium bahamense P. Saxitoxin dihasilkan oleh beberapa spesies dinoflagelata(2). Namun tidak semua gejala red tide menyebabkan dampak negatif.H H H OSO3OH OSO3. Pada diatoms. Aphanizomenon flan-aquae unknown unknown GTXs unknow GTXs. STXs meningkatnya kesuburan suatu perairan. Plankton penghasil PSP(2) Spesies Alexandrium catenella Areas Pacific coasts-California. mata. Misalnya dinoflagelata. Alexandrium minutum. tamayavanichi. dekarbamoil dan deoksikarbamoil. Fenomena red tide dapat dikaitkan dengan beberapa fenomena alam seperti El Nino. yang dibedakan oleh kombinasi substitusi OH dan sulfat pada 4 sisi dalam molekul (Rl-4). Adanya perbedaan substituen pada R4 Carbamate STX Neo STX GTX1 GTX2 GTX3 GTX4 GTX5 (B1) GTX6 (B2) C1 C2 C3 C4 dcSTX dcNeoSTX dcGTX1 dcGTX2 dcGTX3 dcGTX4 H H H OH H H OH OSO3.H OH H OSO3H H H OH H H OH OSO3. masih belum dapat dipastikan toksisitasnya sehingga keberadaannya perlu diwaspadai. Norway. Japan Japan New England (lakes) PSP Components GTXs. bahamense var. cohorticula dan A. Pada Gambar 2 terlihat bahwa struktur dari congener saxitoxin bervariasi. Diperkirakan awal musim hujan merupakan masa-masa terjadinya blooms dari spesies-spesies berbahaya yang bertujuan untuk mengambil makanan dari daratan. Struktur kristal dari komponen induk saxitoxin mula-mula dilukiskan oleh Schantz dkk yang dapat dilihat pada Gambar 2. Saxitoxin berupa cairan tidak berwarna dengan bau menyengat (seperi asam cuka). mensintesis semacam toksin polieter yang terbagi atas dua grup struktural linier dan gabungan (seperti tangga). Racun PSP tidak dapat dihilangkan dari kerang-kerangan baik melalui proses pemanasan maupun hidrolisis. Alaska.H H H OSO3OH H OSO3- OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OH OH OH OH OH OH 2483 2295 2468 892 1584 1803 160 15 239 33 143 1274 1617 1872 - A. yaitu toksin karbamat. sedikit larut dalam etil alkohol dan asam asetat tetapi tidak larut dalam pelarut organik (non polar).H H OSO3. pseudo-nitschia. W. menghasilkan toksin yang memiliki pengaruh kuat terhadap kesehatan manusia. Senyawa ini mudah terhidrolisis dalam larutan basa dan toksinnya tidak aktif setelah dididihkan selama 3 sampai dengan 4 jam pada pH 3. kelihatan bersifat toksigenik. Berdasarkan substitusi pada R4. Toksin algae terdiri dari bermacam-macam berdasarkan struktur dna fungsinya dan banyak yang merupakan turunan dari jalur biosintesis yang unik. sulfo-karbamoil. saxitoxin dapat dibagi atas 4 kelompok. genus tunggal. Alexandrium tamarense. Perubahan warna air laut ini umumnya dikenal sebagai fenomena red tide. antara lain Alexandrium catenella.punyai jaringan yang luas. phoneus A. GTXs Zn-bound PXs STXs doSTX H Deoxydecarbamoyl doGTX2 H doGTX H H H H H OSO3. namun demikian hanya beberapa lusin spesies. Germany. Neurotoksisitas dari toksin algae diperantarai oleh bermacammacam interaksi yang sangat spesifik dengan saluran-saluran ion yang terlibat dalam neurotransmisi. Toksin algae yang mempunyai pengaruh kuat terhadap kesehatan manusia mungkin dikategorikan sebagai neurotoksin atau hepatotoksin. Struktur Saxitoxin dan Tosisitas Relatif dari PSP (van Dolah. STXs PXs. dari beberapa ribu spesies dinoflagelata yang diketahui. 2002 . compressum (Tabel 1). compressa Gymnodinium calenatum Cochlodinium sp.H H OSO3. yang ikut menjadi penyebab red tide blooms di wilayah Indonesia. antara lain A. Japan.0 (g/mL) Saxitoxin bersifat racun dan menyebabkan iritasi apabila kontak dengan kulit. Canada.H OSO3. pernafasan dan mulut. British Columbia. Venezuela. Gymnodium catenatum.

Halmahera. Penderita mula-mula akan merasakan kesemutan dan mati rasa pada bibir yang menjalar ke seluruh mulut dan leher. gejala keracunan PSP telah tercatat semenjak tahun 1959 dengan korban tiga orang meninggal dan lima orang mengalami kelumpuhan setelah memakan ikan laut. tepatnya di perairan Nunukan dan Pulau Sebatik sebelah selatan. Sabah. Pertolongan hanya dapat dilakukan dengan cara menguras isi perut dan memberikan pernafasan buatan. Saat ini masih belum tersedia penangkal untuk PSP Antibodi monoklonal anti saxitoxin yang diuji secara in vitro dan in vivo menunjukkan perlindungan terhadap terikatnya saxitoxin dan pengurangan gerakan di sekeliling saraf akibat saxitoxin pada saraf mencit. suatu pulau yang berbatasan dengan Sabah. berkembang dengan baik. Di Indonesia spesies ini sudah diidentifikasi dari beberapa perairan. mungkin hal ini berguna sebagai penangkal bagi PSP. Di Indonesia PSP umumnya terjadi di perairan Teluk Kao. tetapi jantung masih tetap berdenyut. Dengan perantaraan arus inilah umumnya mikroalgae menyebar. diduga antibodi mungkin berpotensi menyediakan reagen yang berguna untuk perlindungan terhadap toksisitas secara in vivo. baru-baru ini menunjukkan pembalikan efek secara signifikan pada serangan saxitoxin dalarn mencit. Sarawak dan Semenanjung Malaysia. Gambar 3. Tempat penyebaran plankton penghasil PSP(4). Lokasi lain di Indonesia yang mengalami kejadian PSP tercatat di Kalimantan Timur. kesukaran bernafas dan akhirnya berhenti bernafas. juga pada pasien yang mengalami kelumpuhan pernafasan dan dibantu dengan bantuan pernafasan. Pembuangan ini sebagian besar melalui urin. compressum merupakan spesies utama penyebab PSP di perairan Indo-Pasifik. Pyrodinium bahamense var. Halmahera. Jumlah korban mencapai 11. Musibah terparah terjadi pada tahun 1983 dengan korban empat orang meninggal dunia dan 236 orang mengalami kelumpuhan. 4-aminoantipirin. 1992. penghalang saluran K.mengakibatkan perubahan yang besar pada sifat toksisitasnya. Kejadian ini berulang pada tahun 1983. sekitar bulan November-Desember. Kejadian di Flores Timor ini agak menyimpang dari kebiasaan. Mereka melakukan penelitian di perairan Ilan County di Taipeh dari bulan November 1996 sampai dengan Oktober 1997. seperti Teluk Kao. Namun sampai seat ini masalah PSP hanya dijumpai di perairan Teluk Kao dan Nunukan. Selama 20 tahun (1972 sampai dengan 1992). Survey lain menunjukkan bahwa spesies plankton ini secara luas terdistribusi di sebagian besar bagian utara sampai bagian selatan Jepang(2). Gejala PSP yang muncul di Jepang. 1985. muntah dan kejang pada otot perut. Toksin dekarbamoil mempunyai potensi di tengah-tengah yaitu 1274-1872 MU/µmol dan toksin sulfo karbamoil merupakan toksin yang paling lemah (15-239 MU/µnol). lebih dari 90% makanan yang terkontaminasi oleh saxitoxin berakibat fatal. Gejala selanjutnya terasa pada ujung jari tangan dan kaki yang nyeri seperti ditusuk-tusuk. Teluk Peru. ternyata spesies Puffer takifugu rupripes telah terkontaminasi oleh saxitoxin. karena korban jatuh setelah memakan ikan dan bukan kerang. dimana 1 MU sama dengan jumlah toksin yang dibutuhkan untuk membunuh seekor mencit seberat 20 g dalam 15 menit. pembuangan saxitoxin dari darah manusia berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam. 2002 39 . dengan jumlah korban yang meninggal sebanyak 271 orang. mual. Terdapat paling sedikit 15 orang meninggal akibat mengkonsumsi kepiting selama 1909-1988. Teluk Ambon. PARALYTIC SHELLFISH POISONING (PSP) Seafood yang telah terkontaminasi oleh saxitoxin apabila dikonsumsi oleh manusia akan menyebabkan sindrom yang disebut Paralytic Shellfish Poisoning. Gejala utama dari keracunan saxitoxin adalah kelumpuhan (paralysis) pada otot. Toksin karbamat adalah yang paling kuat sifat toksisitasnya (892-2483 mouse unit (MU) /µmol). seperti di Papua Nugini. Sebagai tambahan. pusing. Brunei Darussalam. Nilai toksisitas ditentukan dalam satuan Mouse Unit (MU). Di perairan sekitar Larantuka-Flores Timor. Teluk Jakarta. Kejadiannya berlangsung pada tahun 1988 setelah orang mengkonsumsi sejenis kerang. teramati di Barat Daya kepulauan Jepang. Gejala PSP lainnya muncul di Taiwan bagian utara(5). dan Selat Bangka. Pada suatu penelitian sampel klinis dari terjangkitnya PSP di Alaska tahun 1994. Tempat penyebaran plankton penghasil PSP dapat dilihat pada Gambar 3. Merethrix merethrix Cermin Dunia Kedokteran No. 135. Bila tidak ditolong maka penderita akan meninggal dalam waktu 24 jam. Dengan demikian mikroalgae tersebut dapat terbawa oleh arus ke arah tertentu dan apabila kondisinya sesuai.157 orang. Filipina. Kesimpulan terjadinya keracunan PSP hanya didasarkan pada gejala klinis penderita. Selain itu sampai sekarang belum dapat ditentukan spesies mikroalgae yang menghasilkan toksin PSP. dan terakhir tahun 1997. Di Jepang Alexandrium catenella pertama kali didapatkan sebagai penghasil PSP di Owase Bay. Semua musibah terjadi pada awal musim penghujan. selain otot jantung (3). baik alami maupun karena kegiatan manusia. Maluku. PENYEBARAN PLANKTON PENGHASIL PSP Penyebaran dari mikroalgae dapat terjadi mengikuti beberapa pola. perairan sekitar Biak.

NY (in press) Lin. karena itu sisi utama tempat aksi saxitoxin pada manusia adalah kemungkinan besar pada persimpangan otot saraf. Dosis letal untuk manusia adalah 1 . AOAC Official Methods of Analysis Supplement. Van Dolah FM. and The Molecular Biology of The Sodium Channel. In : Seafood safety. Hashimoto Y. Shahidi F. ANALISIS PSP DENGAN METODE BIOASSAY(7) Bahan 1. In Seafood Toxicity.6 mg). Hal 183-193. dan pada kasus dengan dosis tinggi. LAMPIRAN 1. Marine Toxins and Other Bioactive Marine Metabolites. dan kasus serius melibatkan konsumsi 5. MEKANISME SAXITOXIN DI DALAM TUBUH Berdasarkan aktivitas tiap molar senyawa. Proccesing. Gambar 4. 3. Proceeding Fourth LIPI-JSPS Joint Seminar on marine Sciences. Saxitoxin. berbicara tidak jelas. L. yang menunjukkan bahwa ikatan ionik dari dari 7. Tahapan Pengikatan Saxitoxin terhadap Saluran Natrium(6) 40 Cermin Dunia Kedokteran No. 2002 . Hal ini sesuai dengan cepatnya serangan (kurang dari satu jam) dari gejala yang klasik untuk PSP termasuk perasaan geli dan mati rasa pada daerah-daerah perioral dan kaki tangan. Tterodotoxin.J. menghasilkan suatu keton (Cl) yang terdapat dalam keadaan kesetimbangan yang cepat dengan karbokation (C2). A Technomic Publishing Co. larutan stabil dalam beberapa minggu pada 3-4°C. Mencit sehat berukuran 19-21 g. Fisheries Science 1998. Recent Studies on Marine Toxins. Regional Training Workshop on Receptor Binding Assay Techniques for Harmful Algal Bloom Toxins Quantification. and DD. Chai. ternyata saxitoxin paling aktif dalam menghambat (blocking) saluransaluran. terjadi kelumpuhan pernafasan (sulit bernapas). kehilangan kontrol motorik. larutan ini stabil dalam tempat dingin (3-4°C). perasaan mengantuk. B) menyebabkan dehidrasi gemdiol pada posisi C-12. Ikatan kedua berupa ikatan kovalen yang terbentuk di antara reseptor den C-12 (D). and Biotechnology. 8.9-guanidium terhadap gugus anionik dari reseptor (A. Jones Y. Marcel Dekker. Toxicity of the Puffer Takifugu Rubripes Cultured in Northern Taiwan. NY 1999. Jakarta 1994.000-20. SJ. 3. 4.72 mg) termakan. 6. T. NY 1997 Takashi M. KEPUSTAKAAN 1. 5. Gejala klinis PSP terjadi bila kurang lebih 2000 MU (0. Philippines 1999. Jika ukuran mencit < 19 g atau > 21 g maka digunakan faktor koreksi untuk memperoleh waktu kematian yang benar. Natural Toxins 1995. Tucker BW. Dua jam setelah memakan kerang. sebanyak 68 orang jatuh sakit dengan gejala PSP dan akhirnya 2 orang meniggal dunia. 2. Skema tahapan pengikatan saxitoxin terhadap saluran natrium afinitas tinggi dapat dilihat pada Gambar 4. dibuat dengan cara melarutkan 1 mL larutan standar induk dalam 100 mL aquades.4 mg saxitoxin ekuivalen. and Deng Fwu Hwang.9-3. Larutan standar kerja PSP 1 µg/mL. Tokyo 1977. dari susunan saraf den membran-membran sel jika dibandingkan dengan senyawa-senyawa derivatnya yang lain. Kao YC and SR Levinson (eds). Diversity of marine and Freshwater Algal Toxins.8. 135. 2. International Atomic Energy Agency.(kerang tahu). Polaritas molekul saxitoxin sebagian besar menghambatnya untuk melintasi penghalang darah otak. Chapter 49 : 46 B-48. 7. Jong SS.000 MU toksin (0. The New York Academy of Sciences. 64 (5) : 766-770. Botana (ed). Kitts (eds). Larutan standar induk PSP 100 µg/mL (dalam alkohol yang telah ditambah 20% asam). Saxitoxin terikat dengan afinitas yang kuat pada reseptor asetilkolin di saluran Natrium sehingga menghambat pembukaan saluran. Japan Scientific Societies Press. Overview of Current Seafood Nutritional Issues : Formation of Potentially Toxic Products.

30 12.70 3.25 3.015 1.62 0. selanjutnya bagian dalam dibersihkan dengan air bersih untuk menghilangkan pasir atau zat-zat asing lainnya.73 4.15 2.5 22 22.66 5.30 5.00 20.30 4.32 2.03 1.31 1. 2.00 1.Pada analisis PSP mencit yang digunakan tidak boleh berukuran > 23 g. maka paling sedikit 3 mencit harus disuntik untuk memastikan toksisitas dari sampel.21 2.7 16.95 0.45 7.25 1.00 16.06 1.965 0.81 0.08 2.45 1.44 2.5 15 15.7 menit. Campuran dipanaskan dan dididihkan selama 5 menit.30 1.000 0.15 8.00 19. FK dihitung dengan cara membagi konsentrasi terpilih (µg/mL) dengan nilai MU/ml. Sebanyak 3 mencit disuntik dengan larutan yang sudah diencerkan sampai memberikan death time 5 .00 14.3 26.075 1.3e 3. Sebaliknya.00 MU 1.5 13. Tabel Sommer (AOAC.69 1. STX dihidroksi HCl (Lihat halaman berikutnya) LAMPIRAN 2. Perhitungan nilai faktor koreksi (FK).10 1.7 menit.9 11.20 2.00 2. Jika beret mencit yang diuji < 19 g atau > 21 g.09 1.76 0.05 4.905 0. 5.30 2.25 2. Sampel ditepatkan di dalam gelas piala sampai homogen atau jika diperlukan sampel disentrifugasi selama 5 menit pada 3000 rpm kemudian disaring melalui kertas saring.15 6. [3H] STX diasetat 2.9 10. 1995) WM 10 10.00 7.20 1.10 5. kemudian dibuka dengan alat khusus pemotong kerang.50 6.35 4. Jika death time dari beberapa mencit < 5 menit.56 2.32 5.00 22. 135.934 0.00 17. Apabila ketiga ulangan dari sebuah larutan dengan konsentrasi yang memberikan median death time lebih kecil dari 5 menit atau lebih besar 7 menit. Persiapan Sampel Bagian luar kerang-kerangan dicuci dengan air segar.25 1.40 4. 3.86 1. maka dibuat FK untuk setiap mencit dengan mengalikan MU terhadap death time mencit.16 2.00 6.20 3.55 2. Nilai rata-rata FK yang diperoleh digunakan sebagai FK dalam analisis sampel.785 0. maka hasil ini digunakan untuk perhitungan lebih lanjut termasuk ulangan yang mungkin memberikan median death time lebih kecil dari 5 menit atau lebih besar 7 menit.59 0. Masing-masing 1 mL larutan disuntikkan secara intraperitoneal ke beberapa ekor mencit dan kemudian dipilih larutan dengan konsentrasi yang memberikan waktu kematian (death time) antara 5-7 menit.53 0. tetapi pengujian menggunakan 2 atau 3 mencit lebih baik.5 23 MU 0.60 1.70 0.45 8.35 3 40 315 3. Ekstraksi Sampel Sampel sebanyak 100 gram ditambah 100 mL 0. 4.45 4.20 5.10 2. diaduk dengan cepat dan diperiksa pH nya.00 15. dan dari Tabel Sommer ditentukan bilangan MU.50 4.26 4. 15.71 2. 3.4. kemudian didinginkan pada suhu kamar.1995) DT 1.00 8. ANALISIS PSP DENGAN METODE SAXITOXIN BERTANDA(8) Peralatan 1.15 4.30 7.57 3.50 3. Jika pengenceran besar diperlukan.12 .675 0. Plate mikrotiter dengan 96 lubang Tabung sentrifugasi 15 dan 30 mL Vortex Bahan Kimia 1.26 2.1 N HCl.86 WM 17 17.4 dengan penambahan 5 N HCl atau 0.875 Keterangan : DT : death time dalam mencit MU : mouse unit LAMPIRAN 3.00 5.93 0.917 0.35 1. jika perlu pH ditepatkan < 4. Pengujian Mencit Setiap mencit disuntik secara intraperitoneal dengan 1 mL ekstrak.00 9.898 0.15 5.45 5.5 14 14. Satu mencit boleh digunakan untuk penentuan awal. masing-masing dibuat 3 ulangan dan disuntikkan 1 mL larutan secara intraperitoneal ke masing-masing 10 ekor mencit dan dicatat death time-nya. Filtrat diambil untuk pengujian pada mencit.7 menit.20 1.74 1.948 0.5 20 20.03 1.73 0.83 1. Pipet multi channel berukuran 5 – 200 µL.63 2.50 1.38 2.18 DT 9.52 6. Dari larutan dengan konsentrasi yang terpilih.05 3.4 20.00 10. Mikropipet berukuran 1 – 1000 µL 2.80 1.00 11.954 0.96 DT 5.937 0.88 DT 3.00 21.40 2.35 1.06 3.98 0. dan tidak boleh digunakan berulang.985 1.942 0. Bagian daging (100 -150 g) diambil dan dikumpulkan (hindari penggunaan pemanasan atau anestetik sebelum membuka kulit dan dilarang memotong atau merusak badan pada tahapan ini).56 0.22 1. Nilai MU diubah ke µg racun/mL dengan mengalikan FK.08 2.50 2.00 30.67 7.88 0.2 38.5 21 21.20 4.40 1.30 6. Campuran yang sudah dingin ditepatkan pH nya pada pH 2 .5 11 11.05 1.05 2.97 0. Waktu suntikan dicatat dan mencit diamati dengan hati-hati untuk mengetahui death time nya yang ditunjukkan oleh hembusan nafas terakhir.4 9.11 1.00 23.48 1.39 1.45 2.05 5.55 MU 100 66.30 10.25 4.00 60.40 5.04 1.5 19 19.15 1.54 1.99 0.33 8.5 12.00 24. nilai MU/ml ditentukan dari median death time konsentrasi terpilih dengan menggunakan Tabel Sommer yaitu hubungan antara death time terhadap MU untuk PSP (Lampiran 1).07 - Keterangan : WM : berat mencit (gram) MU : mouse unit Cermin Dunia Kedokteran No. maka perlu dibuat pengenceran sampel untuk memperoleh death time 5 .5 16 16.42 7.16 1.35 2.00 40.15 3. 2.10 3.015 1.06 5.00 13.48 4.31 3. dan 30 mL aquades dan pH dikontrol antara 2-4. 25. µg racun/100 g daging = (µg/mL) x faktor pengenceran x 200 Nilai > 80 g/100 g merupakan indikasi bahwa sampel yang diuji sangat racun dan tidak aman untuk dikonsumsi.50 2. 4. 12.28 1.96 0.50 0.10 4.92 1. termasuk yang selamat. apabila salah satu atau lebih dari sebuah larutan dengan konsentrasi yang memberikan median death time antara 5 .79 2.67 1.55 MU 3.972 0.06 1. 2002 41 . maka hasil dari konsentrasi ini diabaikan.00 4.89 1.1 N NaOH setetes demi setetes sambil tetap diaduk.04 2. 20.30 8.15 7.98 2.00 18.00 3.64 1.5 18 18.04 6.43 3.84 0.55 4.88 2.43 1. Sepuluh (10) mL larutan standar 1 µg/mL diencerkan dengan musingmasing 10.65 0.00 4. Tabel Sommer (AOAC. Jika death time dari 1 atau 2 mencit yang disuntik dengan sampel yang tidak diencerkan > 7 menit.19 3.000 1.00 1.5 13 13.45 MU 1.00 11.05 1.5 MU 0. Penghitungan Toksisitas Waktu death time ditentukan.00 25. Standarisasi Bioassay 1. maka pH sampel harus ditepatkan lagi antara 2 .13 1.

(Lanjutan Lampiran 1) 3. 2002 . Masing-masing residu dimasukkan ke dalam vial yang telah berisi 1 mL larutan scintilator dan di-count. yaitu 6 x 106-6. Cara Perhitungan Total count dari larutan standar STX dibuat kurva kalibrasi.0 mg/mL. Ekstrak sampel kerang yang diduga terkontaminasi STX diencerkan dengan binding buffer. Pengenceran larutan baku [3H] STX dalam tabung 15 mL. 3. Campuran ditutup dan diinkubasi pada 4°C selama 1 jam.dengan alat scintillator counter untuk memperoleh total count (cpm). maka konsentrasi STX dalarn sampel dapat dihitung. Masing-masing sebanyak 35 µL sampel dan standar STX dimasukkan ke dalam plate mikrotiter. 6. Rat brain synaptosome Cara Kerja 1. menggunakan rumus sebagai berikut : nM equiv STX dalam ekstrak = nM equiv STX x pengenceran sampel x (V total/ 35 µL) µg STX equivalen/mL = nM equiv STX dalam ekstrak x (1 L/1000 mL) x (372 ng/mmol) x 1 µg / 1000 ng) µg STX equivalent/100 g shellfish = µg STX eqaivalen/mL x (mL ekstrak / g shellfish) x 100 42 Cermin Dunia Kedokteran No. log STX terhadap total count (cpm). STX binding buffer =75 mM HEPES + 140 mM NaCI buffer pH 7. 6 x 10-8. Toksin yang tidak terikat oleh jaringan dihilangkan dengan cara pencucian menggunakan buffer yang dilanjutkan dengan aseton. kemudian disaring. [3H] STX dan 140 µL rat brain sinaptosome yang telah diencerkan. 6 x 10-9. 35 µL [3H] STX yang telah diencerkan dimasukkan dalam vial dengan scintilant dan di-counting dengan alat scintilation counter untuk memperoleh total count (cpm). sampai didapatkan konsentrasi akhir 0.5 – 1. ditambah dengan 35 µL. 6 x 10-10 M. Jaringan dalam larutan 2 mL diencerkan dengan perbandingan 2 : 10 (2 mL jaringan + 18 mL buffer) dalam tabung sentrifugasi 50 mL. 135. 3µL [3H] STX 3. 2. Konsentrasi sampel dihitung dalam µg STX equivalen/100 shellfish. Persiapan kurva standar STX menggunakan STX dihidroksi HCl dalam tabung dengan berbagai konsentrasi.8 mL STX binding buffer.5 4. 6 x 10-7. 4. 5. Pengenceran rat brain synaptosome murni dalam STX binding bufer. Dengan mengetahui nilai total count sampel.

2002 43 . 135. Sedangkan pada bulan ketiga perlakuan pada bumbu A sudah dijumpai A. Supraptini. jeruk purut dan asam. merupakan jamur yang banyak mencemari bahan makanan. Setelah diolah menjadi sambal kacang disimpan selama tiga bulan. flavus dan Penicillium sp. Enny W. bumbu alami. Untuk sambal kacang retak perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B pada bulan pertama dan ke dua belum ditumbuhi kedua jamur tersebut tetapi pada bulan ke tiga bumbu A ditumbuhi Penicillium sp dan A. Pada bulan kedua. Suyitno.HASIL PENELITIAN Bumbu Alami sebagai Penyedap. Pe- Cermin Dunia Kedokteran No. flavus dan Penicillium sp tetapi pada bumbu B hanya ditumbuhi Penicillium sp. yang banyak mencemari bahan makanan. Untuk sambal kacang pecah pada bulan pertama walaupun pada kontrol sudah ditumbuhi A. flavus dan Penicillium sp tetapi pada perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B belum dijumpai kedua jamur tersebut. terutama kacang tanah kualitas rendah yaitu kacang retak dan pecah yang banyak dikonsumsi karena harganya lebih murah. dengan hasil sebagai berikut: sambal kacang utuh sampai bulan ke tiga tidak dijumpai jenis A. Aflatoksin merupakan toksin yang dihasilkan jamur Aspergillus terutama A. gula merah dan garam dan bumbu B terdiri dari cabe. Adanya infeksi virus hepatitis B diduga merupakan prasyarat terjadinya perDibacakan pada seminar Lustrum IX Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan Kongres I KABIOGAMA ubahan sifat sel yang mengarah ke adanya keganasan oleh aflatoksin. Jakarta ABSTRAK Cemaran jamur pada bahan makanan dapat menyebabkan timbulnya aflatoksin. pada bumbu A dan Bumbu B sudah dijumpai Penicillium sp. gula merah. Kata kunci : kacang tanah. Aflatoksin merupakan toksin yang dihasilkan jamur Aspergillus terutama A flavus sedangkan Penicillium sp. Pengawet dan Penghambat Cemaran Aflatoksin pada Sambal Kacang Nunik Siti Aminah. Sampel kacang tanah dibagi menjadi tiga kelompok yaitu utuh. flavus dan Penicillium sp. diambil 100 g per kelompok untuk bahan baku sambal kacang. garam. terasi. retak dan pecah.L. Masing-masing kelompok sebanyak 10 kg. bawang putih. Inswiasri.. aflatoksin PENDAHULUAN Cemaran jamur pada bahan makanan dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia dan hewan. kencur. Penelitian pendahuluan ini menggunakan dua macam bumbu yaitu bumbu A terdiri dari cabe. flavus sedangkan pada perlakuan bumbu B belum ditemukan kedua jenis jamur tersebut. Pengamatan jenis-jenis jamur yang tumbuh pada sambal kacang dilakukan setiap bulan. terasi. Departemen Kesehatan RI. Sukijo Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

niger A. daun jeruk purut (Citrus sp. flavus.nelitian pendahuluan telah menemukan bahwa keadaan kacang tanah yaitu utuh. HASIL DAN PEMBAHASAN Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama tiga bulan dapat diketahui dari Tabel 1. diambil 100g untuk setiap kelompok.(Bumbu A) 2) Cabe. dan pecah (tanpa kulit ari). apakah dapat menghambat timbulnya jamur penyebab aflatoksin yang tumbuh pada sambal kacang bila disimpan terlalu lama. d) Petri dish digoyang-goyangkan secara perlahan-lahan.niger Scopulariopsis sp Rhizopus sp Keterangan: Bumbu A : Cabe.niger A.niger Geotrichum sp Scopulariopsis sp A. Untuk analisis jenis jamur yang dapat tumbuh pada sambal kacang.terasi. dkk. pengawet dan penghambat cemaran aflatoksin pada sambal kacang sehingga makanan aman untuk dikonsumsi. Kacang tanah kualitas rendah yang pada umumnya terdiri dari kacang retak dan pecah banyak dikonsumsi karena harganya lebih murah daripada kacang kualitas baik yang umumnya dalam keadaan utuh. diduga dapat digunakan sebagai bahan pengawet alami dan menghambat tumbuhnya jamur-jamur seperti A. parasiticus permukaan koloninya tidak rata (agak kasar). − Tempatkan koloni tersebut pada tetesan KOH pada objek gelas tadi dan tekan sampai merata. Sampel kacang tanah dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan fisiknya yaitu kacang tanah utuh. 2. Adonan setelah dibumbui dan menjadi olahan berupa sambal kacang. 2002 . e) Tunggu hingga media tersebut menjadi padat/beku. flavus A. Perbedaannya terletak pada permukaan koloni yaitu jamur A.1966) 44 Cermin Dunia Kedokteran No.) dan buah asam (Tamarindus sp). dapat diketahui bahwa penambahan bumbu alami yang semula digunakan sebagai penyedap dan pengawet sambal kacang. Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama 1 bulan pada suhu kamar Contoh fisik kacang tanah Kacang utuh Jenis-jenis jamur yang tumbuh Kontrol Bumbu A Bumbu B A. petri dish jangan diletakkan terbalik. jeruk purut asam. terasi. f) Inkubasi pada suhu 300C – 370C selama 5-7 hari. kedua jamur tesebut bersifat patogen pada hewan maupun manusia dapat menyebabkan aspergillosis. dan 3. Tabel 1. b) Diambil 1 ml spesimen (bahan pengencer 10-1 pada labu erlenmeyer) dengan pipet steril. c) Saboraud agar yang telah dicairkan dalam waterbath 450C. masukkan pada petri dish. gula merah. terasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bumbu alami dapat sebagai penyedap.glaucus Penicillium sp Fusarium sp Mucor sp A. 1991): − Sediakan objek gelas yang bersih dan bebas lemak dengan tetesan 1 tetes KOH. daun jeruk purut. kencur (Kaempferia galanga). atau dengan menggunakan pisau yang steril dan tajam ujungnya (bila perlu dicungkil bersama agarnya). Pemeriksan Jamur Cara pemeriksaan : a) Disiapkan petri dish yang steril.parasiticus Penicillium sp Fusarium sp A. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi lima jenis bumbu penyedap alami yang diperkirakan mempunyai sifat pengawet dan penghambat pertumbuhan jamur penyebab keracunan. permukaaan koloninya halus. − Periksa di bawah mikroskop. sedangkan A. disimpan selama tiga bulan dan dilakukan pengamatan jenis-jenis jamur yang dapat tumbuh dan mencemari setiap kelompok sambal kacang. gula merah. bawang putih. dan garam. Hal ini dilakukan untuk megurangi variasi nilai cemaran individual butiran contoh sempel. Bumbu-bumbu penyedap alami seperti cabe (Capsicum sp) bawang putih (Allium sativum). g) Dari koloni yang tumbuh dibuat sediaan dengan cara sebagai berikut (Departemen Kesehatan RI. Setiap kelompok diolah menjadi sambal kacang dengan bumbu sebagai berikut : 1) Cabe. ternyata dapat menghambat pertumbuhan jamur-jamur patogen seperti Aspegillus flavus dan A parasiticus. Cemaran aflatoksin terbesar pada kacang pecah kemudian berurutan retak dan utuh(1) . Dari tabel 1. − Ambil koloni yang tumbuh pada Saboraud agar tadi dengan menggunakan ose kawat yang cukup besar.niger Geotrichum sp Scopulariopsis sp Fusarium sp Rhizopus sp A. flavus dan Penicillium sp. flavus penghasil aflatoksin. dituang ke dalam petri dish tadi sebanyak 15-20 ml.glaucus Rhizopus sp A. retak. garam. kencur. Bumbu B : Cabe.niger Monascus sp Syncephalastrum sp Fusarium sp A.niger Syncephalastrum sp Syncephalastrum sp Khamir A. 135.niger A. kencur. (Bumbu B) Masing-masing sempel ditumbuk halus sampai homogen. dan asam. jamur dapat masuk ke dalam paru-paru karena mudah terhirup (Pons WA. gula merah. Selama ini kurang disadari bahwa kondisi kacang tanah yang mutunya rendah jika disimpan terlalu lama dalam bentuk olahan seperti sambal kacang sering ditumbuhi oleh jamur A. gula merah. garam + bawang putih. METODOLOGI Kacang tanah diperoleh dari pasar Kranji Bekasi Barat sebanyak 10 kg yang dibeli dari 5 toko masing-masing 2 kg.niger Rhizopus sp Kacang retak Kacang pecah A. pertumbuhan dan koloni kedua jamur tersebut sulit dibedakan secara makroskopis karena warna yang hampir sama yaitu kuning kehijauan(2). dan garam. terasi. retak dan pecah mengandung cemaran aflatoksin yang berbeda.

niger A. diduga jamur Fusarium sp berasal dari tanah tempat kacang tersebut ditumbuhkan(2). glaucus Rhizopus sp Khamir Bumbu B A. Fusarium sp mulai tumbuh pada sambal kacang perlakuan kontrol dan kacang retak sejak bulan pertama. Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama 2 bulan pada suhu kamar Bentuk fisik Kacang Kacang utuh Jenis jamur yang ditemukan Kontrol Syncephalastrum sp A.flavus A. glaucus Fusarium sp A.niger Rhizopus sp Mucor sp Penicillium sp Khamir A. begitu juga jenis Geotrichum candidum. flavus dan Penicillium sp. Penicillium sp yang termasuk jenis jamur gudang makin meningkat bila dibanding dengan bulan ke-1. flavus. glaucus Rhizopus sp Khamir A. Penicillium sp mulai tumbuh pada perlakuan A.niger Rhizopus sp Khamir Kacang pecah A.niger Penicillium sp Rhizopus sp Moniliella sp Kacang retak Hasil pengamatan pada bulan ke-2 (Tabel 2) menunjukkan bahwa pertumbuhan jamur jenis A.niger A. jeruk purut. glaucus Khamir Geotrichum sp A. Mucor sp.flavus Moniliela sp A. asam. burung dan manusia.flavus Penicillium sp Rhizopus sp Mucor sp A. Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama 3 bulan pada suhu kamar Bentuk fisik Kacang Kacang utuh Jenis jamur yang ditemukan Kontrol Syncephalastrum sp A. Pada pengamatan bulan ke dua pada perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B sudah dijumpai Penicillium sp. diduga Penicillium sp.glaucus Khamir Mucor sp Rhizopus sp Fusarium sp Penicillium sp A. flavus. Sambal kacang yang terbuat dari kacang tanah pecah dengan bumbu A sudah ditumbuhi jamur A. flavus belum ditemukan pada perlakuan bumbu B yaitu penggunaan bumbu-bumbu alami. flavus yang sangat toksik.niger A. merupakan kontaminan yang dapat menimbulkan penyakit jamur pada alat pencernaan dan paru-paru anjing.4). Hal tersebut diduga karena bumbu alami ternyata dapat membunuh atau menekan pertumbuhan jamur A. sambal kacang dari kacang yang retak maupun pecah mulai dari bulan pertama baik dengan perlakuan bumbu A maupun bumbu B. niger A. glaucus Rhizopus sp Geotrichum sp Bumbu B A. niger A. demikian pula halnya dengan laporan tingkat pencemaran oleh jamur Aspergillus sp pada sebagian bahan makanan khususnya sambal kacang yang sering dikonsumsi oleh masyarakat.flavus Penicillium sp Moniliella sp Fusarium sp Rhizopus sp A.niger A. Sambal kacang retak pada pengamatan bulan pertama dan kedua belum ditumbuhi kedua jamur tersebut tetapi pada pengamatan bulan ke tiga bumbu A ditumbuhi Penicillium sp dan A. Sambal kacang pecah perlakuan kontrol pada bulan pertama sudah ditumbuhi A. jamur ini berasal dari tanah dan udara.Kasus aspergillosis belum banyak dilaporkan. flavus dan Penicilium sp sudah mulai tumbuh subur pada perlakuan kontrol dan perlakuan bumbu A sedangkan jenis A.niger A. niger Rhizopus sp kontrol.glaucus Geotrichum sp Mucor sp Rhizopus sp Fusarium sp Penicillium sp A.flavus Fusarium sp A. kencur.glaucus A.niger Rhizopus sp Mucor sp Geotrichum sp A. glaucus Kacang retak A. Tabel 3. Tabel 2. Rhizopus sp. Cermin Dunia Kedokteran No. 135. Hal ini mungkin karena sambal kacang bumbu B mengandung bumbu alami seperti bawang putih.niger Mucor sp Geotrichum sp A. Sampai bulan ke tiga jenis jamur Rhizopus sp ditemukan pada semua perlakuan yang menggunakan bumbu A maupun B karena bumbu-bumbu alami tersebut mengandung minyak atsiri atau minyak terbang yang dapat menghambat timbulnya jenis jamur tertentu kecuali Rhizopus sp yang tahan terhadap minyak atsiri. flavus dan Penicillium sp tetapi pada perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B belum.flavus Penicillium Fusarium sp A. 2002 45 .niger Penicillium sp Rhizopus sp Fusarium sp KESIMPULAN Sambal kacang utuh sampai bulan ke tiga tidak mengandung jenis A.niger Scopulariopsis sp Geotichum sp A.niger A. niger Rhizopus sp A. niger. Sampai bulan ke tiga jenis jamur penghasil aflatoksin seperti A. Bumbu alami tersebut mengandung minyak atsiri yang dapat menghambat pertumbuhan jamur sehingga sambal kacang lebih tahan dari cemaran aflatoksin. Dari data di atas dapat diambil kesimpulan sementara bahwa bumbu-bumbu alami yang mengandung minyak atsiri sangat baik untuk digunakan sebagai bumbu masak.flavus Penicillium sp Fusarium sp Rhizopus sp Bumbu A A.parasiticus Moniliela Bumbu A A. tetapi pada sambal bumbu B belum. glaucus Penicillium sp Geotrichum sp Rhizopus sp Mucor sp A. tersebut berasal dari gudang penyimpanan karena Penicillium sp tergolong sebagai jamur gudang(3.niger Rhizopus sp Fusarium sp Kacang pecah A. sedangkan pada bumbu B belum.

46 Cermin Dunia Kedokteran No.. Univ. Nunik St Aminah. pada bumbu A ditemukan A. Marjan Soekirno. Samson RA. 135. XXVI (2): 74-6. XXV (12): 841-3. Minnessota Press. 2002 . Introduction to foodbome fungi. Majalah Kesehatan Masyarakat Indon 1998. Grain storage. Nunik St Aminah. tetapi pada bumbu B hanya ditumbuhi Penicillium sp. Minn 1969. the role of fungi in quality loss.flavus dan Penicillium sp. 1984. Kauffman HH. 4. Institute of the Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences. Bumbu alami yang digunakan dalam penelitian ini sebagian besar mengandung minyak atsiri yang dapat menghambat pertumbuhan jamur penghasil aflatoksin. Christensen CM. Centraalbureau voor schimmelcultures.KEPUSTAKAAN Pada pengamatan bulan ke tiga. 3. Jamur perusak pada koleksi serangga dan mamalia di laboratorium. Isolasi kapang khusus penghasil toksin. Maj Kes Mas Indon 1998. 2. Hoekstra ES. Van Oorschot CAN. 1. Joko Waluyo.

Pemeriksaan kadar mangan dalam air dilakukan dengan metode kolorimetri terhadap sampel dari contoh air yang diajukan penduduk di wilayah Jabotabek. kesehatan. PENDAHULUAN Air merupakan salah satu materi alam yang penting dalam kehidupan manusia karena dapat dipergunakan untuk keperluan rumah tangga. Dalam jumlah tertentu dengan pemajanan oksigen. Kes/IX/1990. 89 sampel (35. sehingga kadar mangan dalam air dapat mencapai Dibacakan pada seminar Lustrum IX Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan Kongres I KABIOGAMA miligram/liter. Persyaratan air minum dan air bersih ditetapkan berdasarkan Permenkes RI No.9%) tidak memenuhi syarat air minum. Sumber air yang dipergunakan di rumah tangga biasanya berasal dari PDAM. Bukti neurotoksik mangan terlihat pada para penambang yang terpajan debu Mn dalam jangka panjang. mangan bisa membentuk oksida yang tidak larut dan menghasilkan endapan. Penggunaan air rumah tangga khususnya sebagai air minum. mata air dan lain-lain.91 ppm. dari wilayah Bekasi 13 sampel (26%) dan 46 sampel (92%) tidak memenuhi persyaratan air minum berasal dari sumber air jenis sumur pompa. peternakan. masak. Dalam air minum diperlukan sejumlah mineral sebagai trace element untuk proses metabolisme tubuh. Badan Penelitian dan Pergembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. sumur artesis. Mangan merupakan salah satu logam yang banyak dijumpai di kulit bumi dan sering terdapat bersama besi.67 ppm. Kecepatan absorbsi dapat bervariasi menurut bentuk kimiawinya dan keberadaan logam-logam lain seperti besi dan tembaga pada makanan. Ani Isnawati Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi. 135.43 ppm dengan kadar rata-rata 0. Di antara yang tidak memenuhi syarat air minum berasal dari wilayah Jakarta Timur 14 sampel (28%).1. sedangkan yang tidak memenuhi syarat air bersih antara 0. Kadar mangan rata-rata 0. kolam. perikanan dan industri. dan 50 sampel (21. Mangan terlarut dalam air tanah dan air permukaan yang miskin oksigen. pertanian. sehingga menimbulkan masalah berupa penampilan fisik air yang mengganggu. Dari 237 sampel air yang diperiksa. Sampai saat ini tidak terdapat bukti yarig meyakinkan tentang toksisitas pada manusia yang berkaitan dengan konsumsi mangan dalam air Cermin Dunia Kedokteran No. 2002 47 . sumur pompa.HASIL PENELITIAN Gambaran Kadar Mangan (Mn) pada Sumber Air Rumah Tangga di Jabotabek studi kasus pemeriksaan air di Puslitbang Farmasi Ni'mah Bawahab.34 ppm. 416/Men. Kelik MA.1 %) di antaranya disebabkan karena tidak memenuhi persyaratan kadar mangan. Jakarta ABSTRAK Gambaran kadar mangan (Mn) pada sumber air rumah tangga di Jabotabek bertujuan untuk mengetahui jumlah sampel dengan kandungan mangan (Mn) yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih. dengan perkiraan kebutuhan mangan untuk nutrisi harian antara 30-50 ug/kg bobot badan. sumur terbuka. mandi dan mencuci.

2002 . Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes.5 ppm.4 100 Wilayah sampel air terbanyak dari Jakarta Utara (21. Adapun sumber-sumber air tersebut dapat dilihat pada tabel 2.4 3. TUJUAN PENELITIAN 1) Menetapkan jumlah sampel yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih mengenai kadar mangan menurut Permenkes No. 135. Peralatan Pipet ukur Tabung Nessler dan alat gelas yang lain. Jakarta. HASIL Jumlah asal sampel yang diajukan penduduk untuk diperiksakan di Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi pada tahun 1999 dapat diketahui pada tabel 1.6 11. BAHAN DAN CARA Bahan Kalium permanganat (KMNO4) Standar 0. 5.7 14. 1. 2. mandi dan cuci. Untuk mengetahui berapa banyak sampel air dengan kadar mangan yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum dan air bersih berdasarkan peraturan di atas. Persyaratan air bersih: apabila kadar maksimum mangan (Mn) yang diperbolehkan 0. biasanya berasal dari berbagai sumber air. maka ditetapkan persyaratan Mn pada air minum dan air bersih berdasarkan ADI (acceptable daily intake) orang dewasa menurut peraturan Menteri Kesehatan RI No. sampai tanda dan digojok. Hasil pemeriksaan kadar mangan dapat diketahui pada tabel 3.2%) dan dari PDAM 72 sampel (30. sumur pompa. Persyaratan air minum: apabila kadar maksimum mangan (Mn) yang diperbolehkan 0. larutan tidak berwarna Mn (negatif). sumur terbuka. Suhu dijaga jangan sampai turun di bawah 85° C.01 N KMn X 11 X f KMn 04 100 100 Penetapan Persyaratan air minum dan air bersih Air minum dan air bersih ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Dititrasi cepat-cepat dengan larutan permanganat yang akan distandarisasi sampai titik akhir. Sejumlah 237 sampel diperiksa kadar mangan dalam air dengan metoda kolorimetri dan ditentukan persyaratan air minum dan air bersih menurut kriteria Permenkes No. 48 Cermin Dunia Kedokteran No. 9.1 ppm.5 ppm. 7.6 3. kolam. Perhitungan : Kadar Mn = 1000 X a ml 0.7%).8 4.9%) kemudian diikuti oleh wilayah Jakarta Timur (17.3 17. berdasarkan wilayah dan sumber air. kemudian didihkan selama 5 menit. KeS/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat dalam pengawasan kualitas air : syarat kadar maksimum mangan (Mn) yang diperbolehkan untuk diminum 0. 410/Men Kes/Per/IX/1990. Penggunaan air di rumah tangga khususnya diperuntukkan sebagai air minum. sumur artesis.06701 A = ml titrasi sampel B = ml titrasi blanko Pemeriksaan Kadar Mangan (Mn) dalam air 100 ml bahan sampel. 6. Masukkan secara kuantitatif dalam tabung Nessler. g Na2C2O4 Normalitas KMnO4 = (A-B) x 0. 3. 8.1N Ditimbang dengan tepat Natrium oksalat anhidrat (Na2 C2O4) diantara 200-400 mg (dibuat beberapa sampel). Blanko dilakukan dengan aquades dan H2S2O2. No. 4.01 N Asam Sulfat (H2SO4) 4 N Larutan Asam Nitrat (HN03) 8 N Perak Nitrat (Ag N03) 2% Kalium Peroxodisulfat (K2 S2O8) Natrium Oksalat (Na2 C2O4) Sampel Contoh air yang diajukan penduduk wilayah Jabotabek untuk diperiksakan di Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi tahun 1999.minum. Contoh air diperoleh dari berbagai sumber yaitu PDAM. Konsentrasi diperoleh dengan membandingkan warna dengan standar. mata air dan sumber-sumber lain.4%). yaitu merah muda.9 11. sedangkan untuk air bersih 0. 416 tahun 1990. yang tetap tampak selama 1 menit. Jumlah sampel terbanyak berasal dari sumur pompa 138 sampel (58. Wilayah Jakarta Pusat Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Barat Jakarta Utara Bekasi Depok Tangerang Bogor Jumlah Jumlah 22 42 35 10 52 34 26 8 8 237 % 9. 410/Men.1 ppm. Tabel 1. Cara Kerja Standarisasi larutan standar KMnO4 0. 416 tahun 1990. Kemudian ditambah 100 ml akuades dan dipanaskan sampai 90°C-95°C. 416 tahun 1990. Bila perlu isi Erlen Meyer dipanaskan selama titrasi berlangsung. Jumlah dan frekuensi sampel berdasarkan wilayah asal sampel air pada tahun 1999. 2) Menetapkan jumlah rata-rata kadar mangan (Mn) yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih menurut Permenkes No. berwarna ungu Mn (positif). maka dilakukan pengamatan pemeriksaan mangan pada sampel dari contoh air yang diperiksakam di Laboratorium Kimia Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi.2 21. tambah 5 ml H2SO4 4 N dan 4 ml N HNO3 dan 4 ml AgNO3 2% dan 1 gram K2S2O8 panaskan. Tetapi bukti percobaan pada binatang menunjukkan Mn dalam air minum bersifat neurotoksik. masingmasing dimasukkan ke dalarn Erlen Meyer 250 ml.

Wilayah Jakarta Pusat Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Barat Jakarta Utara Bekasi Depok Tangerang Bogor Jumlah Keterangan : MS = memenuhi syarat TMS = tidal menenuhi syarat MS air minum 19 28 27 7 50 21 24 5 6 187 MS air bersih 2 9 6 3 2 7 1 3 33 TMS air bersih l 5 2 6 1 2 17 Total 22 42 35 l0 52 34 26 8 8 237 Jenis sumur pompa merupakan jumlah terbanyak yang tidak memenuhi syarat air minum yaitu 46 sampel (92%) dan 16 sampel (32%) tidak memenuhi syarat air bersih. 410/1990 Air minum Air bersih Kadar ratarata (Mn) 0.2% dan PDAM 30.8 0.7%. sehingga kadar mangan dalam berbagai sumber air tergantung dari daerah/jenis tanah tersebut. 4. Sumber Air PDAM Sumur terbuka Sumur pompa Sumur artesis Kolam Mata air Lain-lain Jumlah Jumlah 72 11 138 11 2 2 1 237 Persentase % 30.12 0. Hasil pemeriksaan kadar mangan Memenuhi syarat air minum Memenuhi syarat air bersih Tidak memenuhi syarat air bersih Jumlah Jumlah sampel 187 33 17 237 Persentase (%) 78. Tabel 4.41%). Tabel 5. PEMBAHASAN Mangan merupakan mineral yang terdapat di kulit bumi dan dapat terlarut pada air tanah. Penentuan lebih lanjut adalah menetapkan jumlah sampel yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih berdasarkan wilayah sampel berasal. 9. 4. Sejumlah 50 sampel (21. Jumlah Sampel No. PDAM meskipun jumlah sampel kedua terbanyak. Sumber Air PDAM Sumur terbuka Sumur pompa Sumur artesis Kolam Mata air Lain-lain Jumlah MS air minum 71 8 92 11 2 2 1 187 MS air bersih 1 2 30 33 TMS air bersih 1 16 17 Total 172 11 138 11 2 2 1 237 Tabel 3. 3.Kes/Per/IX/1990. 1.1%) tidak memenuhi syarat kadar mangan untuk air minum dan 17 sampel (7. 1.50 1.26 Nilai minimum 0.91 Std. 3. Sedangkan jumlah sampel wilayah Bekasi yang tidak memenuhi syarat air bersih 6 sampel (35. 6. 2. 2. 5. 416 tahun 1990.9 13.17%) tidak memenuhi syarat air bersih.. tetapi yang tidak memenuhi syarat air minum hanya 1 sampel (2%).6 0. Dari tabel diketahui bahwa wilayah Jakarta Timur mempunyai jumlah sampel terbanyak tidak memenuhi syarat air minum 14 sampel (28%) dan Bekasi 13 sampel (26%). Kriteria Permenkes No. 1. Kes 416/Men. Sumber air paling banyak sebagai sampel adalah sumur pompa 58. Kadar rata-rata mangan dalam sampel air yang tidak memenuhi syarat air minum maupun air bersih adalah sebagai berikut: (tabel 6). 3. 3.2 100 Tidak memenuhi syarat air minum mengenai kadar mangan 33 (13.43 No. 2002 49 .9%) dan tidak memenuhi syarat air bersih 17 (7. 2.34 0.8 0. 1.2%) dari sejumlah 237 sampel. 5. Jumlah dan frekuensi sampel berdasarkan sumber air. Dari hasil pemeriksaan kadar mangan berdasarkan wilayah asal sampel yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih terbanyak adalah wilayah Jakarta Timur dan Bekasi. 2. 8. Men. 4. 6. 3. 135. No.6 58. No. 7.Tabel 2. Jakarta Utara dengan jumlah 21.67 Nilai maksimum 0.4%. Adapun data jumlah yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat baik air minum maupun air bersih diketahui pada tabel 4. 1.18 0.9% merupakan wilayah asal sampel terbanyak. Tidak memenuhi syarat air minum berarti mencakup jumlah memenuhi syarat air bersih ditambah dengan yang tidak memenuhi syarat air bersih. karena cara mendapatkan sampel dan jumlah sampel tidak sama atau memadai antara beberapa wilayah.4 100 Perhitungan selanjutnya adalah menetapkan jumlah sampel air yang memenuhi syarat maupun yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih. karena dari hasil pemeriksaan secara keseluruhan belum menggambarkan bahwa daerah-daerah tertentu merupakan daerah yang banyak mengandung mangan. 5. Cermin Dunia Kedokteran No. Men. KESIMPULAN 1. Kriteria Per. Jumlah sampel berdasarkan wilayah dan kriteria Per.9 7. Hasil pemeriksaan kadar mangan (Mn) menurut Permenkes No. Deviasi 0. Tetapi selain kedua wilayah tersebut bukan berarti wilayah lain tidak mengandung mangan. Kadar rata-rata mangan (Mu) untuk yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum dan air bersih.29%) dan wilayah Jakarta Timur 5 sampel (29. 2. 7.4 4. 6. diikuti oleh wilayah Jakarta Timur 17. Tabel 6. 2.2 4. Kes mengenai kadar Mn berdasarkan sumber air. 7. Jumlah Sampel No.

Departemen Kesehatan RI. 1994. 3. 4. Pengkajian kualitas sumber air sebagai sumber baku air minum di Indonesia. 1994. Wilayah Jakarta Timur merupakan asal sampel terbanyak yang tidak memenuhi syarat air minum 14 sampel (28%) dan Bekasi 13 sampel (26%). 416 tahun 1990.4. 2. Jakarta. WHO Manganese. United Nation Environment Programe. Terangna N. 416 tahun 1990. air. 2002 . Makalah Seminar Sehari Pengkajian Parameter Kualitas Air dalam Permenkes No. Perusahaan Air Minum DKI Jakarta. Harsanto BJE. 5. Kemampuan laboratorium pada pemeriksaan parameter kimia organik air minum dan air bersih. 5. Makalah Seminar Sehari Pengkajian Parameter Kualitas Air dalam Permenkes No. Jakarta. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. International Labour Organisation and The World Health Organization. Berita Negara RI 1990. Sumber air untuk jenis sumur pompa 46 sampel (92%) tidak memenuhi syarat air minum dan tidak memenuhi syarat air bersih 16 sampel (32%). April 1987. 416/Menkes/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum. KEPUSTAKAAN 1. 135. Pengolahan dan produksi air minum. 50 Cermin Dunia Kedokteran No. Geneva: 1981. Environmental Health Criteria 17.

kadang-kadang ringan dan hilang dengan sendirinya. stroke atau penyakit kolagen. 2002 51 . Bagaimana membedakan nyeri kepala yang ‘biasa’ dengan nyeri kepala yang ‘berbahaya’? 1. Pemeriksaan yang dapat berguna antara lain pemeriksaan darah dan/atau pencitraan otak/susunan saraf pusat. tetapi sebagian lagi dapat merupakan gejala awal dari suatu kelainan otak/susunan saraf yang lebih serius. pikirkan kemungkinan infeksi susunan saraf pusat atau penyakit kolagen. mungkin diperlukan pemeriksaan/ screening darah dan/atau pencitraan otak/susunan saraf pusat. atau kaku kuduk. 4. Brw Cermin Dunia Kedokteran No. 5. Pemeriksaan yang perlu segera dilakukan ialah pencitraan otak/susunan saraf pusat dan/atau punksi lumbal. Nyeri kepala yang berangsur memberat dalam beberapa hari/minggu.Kapsul NYERI KEPALA – BERBAHAYAKAH ? Semua orang pasti pernah merasakan nyeri kepala. Nyeri kepala mendadak dan berat tanpa gejala awal – pikirkan kemungkinan perdarahan subarakhnoid. Nyeri kepala pada pasien AIDS atau kanker dapat merupakan gejala meningitis atau abses otak. Nyeri kepala yang disertai demam. 2. 135. pemeriksaan penunjang yang berguna ialah laju endap darah dan pencitraan otak/susunan saraf pusat. yang jika tidak segera terdeteksi dapat menjadi makin parah dan lebih sulit diobati. Jika nyeri kepala mulai diderita setelah usia 50 tahun – waspada terhadap kemungkinan arteritis temporalis atau lesi desak ruang/tumor otak. bahkan disertai gejala lain seperti mual dan/atau muntah. mual dan muntah. 3. Sebagian besar nyeri kepala akan hilang/sembuh. 6. Nyeri kepala yang disertai dengan gejala neurologik fokal seperti papiledema. tetapi bisa juga sampai berhari-hari. dengan ataupun tanpa obat meskipun bisa kambuh lagi di lain waktu. dugaan ini harus dibuktikan dengan pemeriksaan punksi lumbal dan/atau pencitraan otak/ susunan saraf pusat. dalam hal ini pikirkan kemungkinan lesi desak ruang/tumor otak. pecahnya malformasi arteriovena atau massa intrakranial terutama di fossa posterior. gangguan kesadaran atau fungsi luhur. atau metastasis. malformasi arteriovena. keluhan semacam ini dapat disebabkan oleh massa intrakranial atau penggunaan zat/obat tertentu. jika tidak ditemukan kelainan/penyebab sistemik/ infeksi yang dapat menyebabkannya.

Staph. M. Untuk usia tua. 79. Kondisi pasien Switch bisa dilakukan kalau secara klinik. . kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat tersebut harus diperhatikan. Legionella pneumophila. Arizona. Ph D.RTIs/SSTIs : 50 – 80 ml/min No dosage adjustment No dosage adjustment 20 – 49 ml/min 500 mg 250 mg q 24 h 10 – 19 ml/min 500 mg 250 mg q 48 h (1/4 do) Hemodialysis 500 mg 250 mg q 48 h (1/4 do) CAPD 500 mg 250 mg q 48 h (1/4 do) .Tjandra Yoga Aditama.Kegiatan Ilmiah SEQUENTIAL THERAPY AS A NEW PARADIGM IN LOWER RESPIRATORY TRACT INFECTIONS MANAGEMENT Bertempat di Hotel Kempinski Jakarta tanggal 2 Maret 2002. misalnya pada CAP : (1) berkurangnya batuk dan sesak. SpP(K) dari RS Persahabatan dan pembicara tamu. Simposium yang berakreditasi IDI yang dihadiri lebih dari 200 peserta. Ada beberapa kriteria pelaksaanaannya. dosis disesuaikan berdasarkan klirens kreatinin (Tabel 1). Indikasi yang lain adalah pasien sudah mempunyai kemampuan untuk mengkonsumsi obat secara oral. Dra. Priyanti ZD. Klebsiella pneumoniae. Menurut Dosen Farmakologi UI tersebut. pyogenes. telah disetujui untuk mengobati Community Acquired Pneumonia (CAP) yang disebabkan oleh Drug Resistant Streptococcus Pneumoniae (DRSP). menampilkan pembicara Dra. Enterobacter cloacae. parainfluenza. Universitas Indonesia. Prof. tidak terjadi penurunan dosis. Menurut Arini. K. Aktifitas antibakterial Indikasi levofloxacin adalah untuk mengobati penyakit-penyakit seperti: .Infeksi kulit dan jaringan lunak karena Staph. coli. B. catarrhalis . dan mempunyai interaksi obat yang minimal. Arini menjelaskan bahwa saat ini. Dan karena profil farmakokinetiknya serupa maka bisa dilakukan terapi sequential. H. Metabolisme dan Ekskresi Hampir seluruh ekskresi dilakukan melalui ginjal. Levofloxacin : Pharmacology and Switch therapy Pembicara pertama. diselenggarakan simposium dengan topik Sequential Therapy as A New Paradigm in Lower Respiratory Tract Infection Management. pneumoniae. Staph.6 % tidak berubah dan 5% adalah hasil metabolismenya (metabolit). influenza. Oleh karena itu tidak perlu penyesuaian dosis pada penderita gangguan hati. A. aureus. levofloxacin diposisikan sebagai a new respiratory (antipneumococcal) flouroquinolone.Sinusitis akut yang disebabkan oleh : Strep. levofloxacin oleh American Thoracic Society tahun 2001. dalam terapi sequential. pneumoniae. influenza. Strept. levofloxacin yang termasuk golongan flouroquinolone mempunyai aktifitas antibakterial 2 hingga 4 kali dari obat lain yang segolongan yaitu ofloxacin. aeruginosa. Makin cepat terjadi perpindahan kemasan obat (switch) makin baik. Hadiarto Mangunegoro. pneumoniae. Berbeda dengan step-down therapy. baik oral maupun intravenous sudah tersedia. Pasien akan lebih patuh jika obat tersebut mempunyai efek samping yang minimal. P dengan sekretaris Dr. Michael P Habib MD. Dalam 24 jam ekskresi via ginjal ini. 2002 . Karena itu. Dr. . pneumoniae.Acute Exacerbations of Chronic Bronchitis (AECB) yang penyebabnya adalah : Strep. Dari sisi obat Bisa dilakukan pengubahan sediaan jika obat oral tersebut mempunyai aktifitas luas spektrum yang sama dengan obat intravenous. dari Departemen Farmakologi.Complicated UTI/ Pyelonephritis : > 20 ml/min No dosage adjustment No dosage adjustment 10 – 19 ml/min 250 mg 250 mg q 48 h Switch Therapy Switch therapy berarti mengubah sediaan obat dari intravenous ke sediaan oral.Infeksi saluran urinarius termasuk pyelonefritis yang disebabkan oleh E. Perlu juga memperhatikan bioavailabilitas yang konsisten agar kadar obat tetap dalam darah. H. Ps. M. H. C.Community Acquired Pneumonia (CAP) oleh: Strept. Proteus mirabilis. Namun jika kuman patogennya telah diketahui maka obat penggantinya haruslah mempunyai spektrum dan sensitifitas yang paling sempit. H. Ph D menampilkan makalah dengan judul Levofloxacin : Pharmacology and Switch therapy. Arini Setiawati. Mengenai sediaannya. berdasarkan kondisi pasien dan sediaan obat oral tersebut. karena bisa menghemat biaya dan mengurangi risiko komplikasi di tempat suntikan. (2) penurunan jumlah sel darah putih dan (3) tidak ada demam dalam 2 kesempatan yang berbeda selama 8 jam (meskipun yang terakhir ini tidak mutlak atau indikasi relatif). pasien sudah stabil yang bisa diketahui dari (1) kondisi pasien menunjukkan peningkatan perbaikan klinik. aureus. 52 Cermin Dunia Kedokteran No. Sp P. yaitu bila sistem pencernaannya sudah berfungsi baik dan tidak ada rasa mual atau muntah lagi. pneumoniae. Dosis Levofloxacin berdasarkan klirens kreatinin Klirens Kreatinin Initial Dose Maintenance Dose . dengan syarat kuman spesifiknya belum diketahui. pneumoniae. influenzae. Selain itu. Enterococcus faecalis. Artinya meskipun dilakukan perpindahan (switch) metode pemberian obat dari intravenous (iv) ke oral. M. 135. Tucson. Dr. namun tidak terjadi penurunan kadar zak aktif dalam darah. Clinical Director of Medicine and Subspecialities VAMC. . Sp. Berikut disampaikan ringkasan dari simposium yang dimoderatori Dr. aureus. catarrhalis. paruh waktu yang panjang (bisa diminum sekali atau dua kali sehari). M. Tabel 1. Arini Setiawati. catarrhalis. University of Arizona College of Medicine.

8 % hingga 6. tutup Guru Besar dari Universitas Arizona ini. Menurut Michael P Habib. tidak ditemukan efek yang berat pada hati ataupun pada sistem pelistrikan jantung seperti QT prolongation. pneumoniae yang resisten penicillin.Flatulence 1.3 % . Hadiarto M. jika memungkinkan penderita pneumonia cukup rawat jalan saja.1 – 3. dan Ebola 4. lebih baik menggunakan ciprofloxacin. mempunyai riwayat gangguan tendon akibat fluoroquinolone. Surabaya 16 . diperoleh efek samping seperti: .03% (bandingkan dengan Sparfloxacin yang mencapai 7. Hubungan Levofloxacin dan Ofloxacin Levofloxacin diketahui dua kali lebih poten dibandingkan ofloxacin. baksil gram negatif: Pseudomonas aeruginosa. HIV. serta seorang pakar dari Cina yaitu Prof. Pertemuan Ilmiah Paru Milenium 2002. Phototoxicity terjadi pada 0. 5. alergi. ada beberapa yang sudah ditarik dari peredaran karena ditemukan efek samping seperti temofloxacin. Bandung.Pasien dengan 500 mg bd 22 –28.1 – 2. mulai dari rinosinusitis.5 % pasien. fluoroquinolon adalah antibiotik yang mempunyai aktifitas bakteriosid yang baik untuk kuman yang bertanggung jawab pada infeksi-infeksi saluran napas bagian bawah. Sedangkan Trovafloxacin penggunaannya sangat terbatas.Levofloxacin oral Levofloxacin oral merupakan obat oral yang ideal untuk terapi penukar (switch therapy) levofloxacin infus karena memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: . Dr. Berbeda dengan angka kejadian yang sering diceritakan dalam buku ajar luar negeri. Clinical Efficacy and Safety of Fluoroquinolones Pembicara terakhir adalah Michael P Habib MD.900 pasien yang menderita infeksi saluran napas. Clinical Studies on Levofloxacin in the Treatment of LRTI in Persahabatan Hospital with Special Emphasis on Switch Therapy Dengan makalah yang berjudul : Clinical Studies on Levofloxacin in the Treatment of LRTI in Persahabatan Hospital with Special Emphasis on Switch Therapy. 2.L pneumophila). saluran kemih. Kesimpulannya. 4. Sebaliknya ciprofloxacin tidak efektif terhadap kuman gram positif.bioavailabilitas (consistent drug level) oralnya hampir 100%. Dalam hal ini saran Guru Besar Penyakit Paru. Penderita pneumonia meningkat jumlahnya pada lanjut usia dan mereka yang tergolong imunokomprimais. bakteri utama penyebab infeksi saluran napas bawah. Pain 1.efek samping dan interaksinya minimal Tolerabilitas dari jenis-jenis flouroquinolone Dibandingkan dengan flouroquinolone yang lain seperti Ofloxacin (4.Abdom. Ofloxacin iv yang diikuti dengan terapi oral menunjukkan hasil yang baik pada pasien rawat inap dengan diagnosa macam-macam pneumonia.17 Februari 2002 Pertemuan Ilmiah Paru Milenium 2002 (PIP-Milenium 2002) yang diselenggarakan bersama oleh PDPI Cabang Jatim dan Cabang Malang berlangsung dari tanggal 16 hingga 17 Pebruari 2002. hanta virus. P. 135. Slide presentation acara ini bisa diperoleh di http: //pdpi. Keunggulan yang lain adalah aktifitas antibakterialnya lebih meningkat pada: gram positif (S. grepafloxacin. wanita mengandung dan menyusui. imunoterapi.1 % . Arizona. Obatobat infus bukanlah obat yang tergolong murah. Sedangkan isu-isu lain sehubungan dengan pneumoni adalah: 1. dan kolitis pseudomembran (< 0.9%).Hu. pneumoniae. sparfloxacin.Pasien dengan 500 mg od 5.. polip nasal. Clinical Director.5 % tidak meneruskan terapi. ternyata kuman gram negatif sebagai penyebab pneumonia lebih banyak (64%) dibandingkan dengan kuman gram positif (34%). MRSA. Sumatera. Dharmika. levofloxacin mempunyai kemampuan penetrasi ke jaringan paru yang sangat baik dan dengan dosis tunggal sehari baik oral maupun parenteral.Somnolence 2. karena biaya rawat inap yang mahal. Acara ini diikuti oleh sekitar 650 peserta terdaftar dari seluruh penjuru tanah air. C pneumoniae. Adapun beberapa isu saat ini yang penting untuk diketahui dalam menangani pneumonia seperti: 1. Efek samping yang serius Ditemukan beberapa efek samping yang serius seperti tendinitis (< 0.kalbe.9 % . penanganan keganasan.1% dan halusinasi pada kurang dari 0. yang merupakan penyebab yang penting dari CAP.0 – 1. Dalam penelitian yang diberikan pada 25 pasien rawat inap ini rata-rata pemberian ofloxacin iv adalah 4. Sp P(K) dari RS Persahabatan Jakarta. Bali 19-21 Februari 2002 Simposium internasional mengenai dispepsia ini didahului dengan sesi meet the expert sebelum dibuka secara resmi. Meskipun tidak ditemukan arthropathy pada anak-anak namun sebaiknya preparat ini tidak diberikan pada anak-anak dan remaja. MataramNTB. Parameter yang paling penting dalam melakukan rawat inap adalah mencari faktor-faktor risiko yang bisa menyebabkan kematian. Data menarik juga terungkap dalam penelitian tersebut.Liver Dysfurction 4. mengurai mengenai penelitian efikasi Ofloxacin injeksi pada pengobatan LRTI di RS Persahabatan pada tahun 1997. DM dan penyalahgunaan obat.5 %) dan Pefloxacin (8%) ternyata efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit yaitu hanya 3.1 % . .Insomnia 1. 20 kali lebih besar dari biaya rawat jalan. Cermin Dunia Kedokteran No. Bisa memperkirakan hasil klinik pada pneumonia mempunyai pengaruh yang besar dalam penanganannya.01 %).3 –26.J. Berbeda dengan Trovafloxacin dan Sparfloxacin.3%. Chlamydia pneumoniae dan Mycoplasma pneumoniae. Selain itu pula. Antimikroba ini juga mempunyai efek sangat baik terhadap bakteri atipikal seperti Legionella pneumophila. pneumoniae) dan kuman atipikal (M. SIMPOSIUM LAIN Simposium lain yang selengkapnya bisa diakses di http: //www. Ditinjau dari sisi ekonomi kesehatan (perawatan yang cost-effective) diupayakan adanya pelayanan kesehatan berkualitas dengan biaya yang rendah.Nausea 1.1%).01%. Bali 15 . Tidak diindikasikan untuk Pneumonia karena Pseudomonas Levofloxacin tidak diindikasikan untuk pneumonia karena kuman pseudomonas karena levofloxacin tidak efektif. Efek samping flouroquinolon Meskipun demikian bukan berarti obat ini tidak mempunyai efek samping. Rekaman peserta menunjukkan berasal dari Jakarta. M. epilepsi.8 % . 2.1 hari. Arthropathy pada anak dan dewasa tidak ditemukan.Pasien dengan 250 mg od efek samping terjadi 4 – 4. Surabaya.co.2 % . Kontraindikasi Pemberian levofloxacin sebaiknya tidak dilakukan pada mereka yang hipersensitif terhadap quionolon. penderita kanker.0 % . Acinobacter. Dari jenis-jenis flouroquinolone. International Symposium on Dyspepsia. menjadi pembicara kedua.7 % Sebanyak 1.1 % .5 hingga 2. Pengobatan berdasarkan empirik Penelitian Pneumonia di RS Persahabatan Jakarta Dalam presentasi tersebut.3%). Reaksi hemolitik bisa terjadi pada pasien-pasien defisiensi G6PD. Kuman patogen yang resisten dan baru. Menurut Guru Besar Spesialis Paru ini. 2002 53 . Levofloxacin is the fluoroquionolone with the longest track record and best safety profile. Keputusan merawatinapkan atau merawatjalankan pasien merupakan suatu keputusan klinik yang penting. Dadang.Thrombocytosis 7. Kalimantan. Begitu juga dengan peningkatan enzim-enzim hati terjadi pada 1.malang.8 % Adapun jenis keluhan yang ditemui adalah .6 % . D dan Dr. Semarang. tehnik-tehnik operasi. Saat ini bermunculan S. Dari 2.administrasinya sehari sekali .14 hari. clinafloxacin. Ciprofloxacin (5. Denpasar. Hadiarto Mangunegoro. Prof. membahas topik-topik yang sangat luas di bidang rinologi.id > Doctor > Seminar : 7th Asian Research Symposium in Rhinology. Obat ini hadir karena banyak kuman telah resisten terhadap penisilin misalnya Streptococcus pneumoniae. Medicine and Subspecialities SAVAHCS Tucson. dan lain-lain.16 Februari 2002 Kegiatan ilmiah ini berlangsung di Hotel Kartika Plaza. Kuta Bali. kulit dan jaringan lunak yang diberikan terapi levofloxacin selama 5 . 3.com. Salah satu sesi yang menarik adalah mengenai The role of Cisapride in the management of gastroparesis yang dibahas oleh dua pakar dari Indonesia yaitu : Dr.Diare 1. Efek samping pada susunan saraf pusat yaitu seizures terjadi pada kurang dari 0. Sulawesi. 3. Perubahan demografis.4 hari plus minus 2. Yogyakarta dan Jawa Timur diluar Surabaya. [SIM]. Biaya rawat inap penyakit ini.

co.kalbe.id Atas lisensi: DAIICHI PHARMACEUTICAL Co. dalam tempat tertutup Informasi lebih lanjut. PERINGATAN dan PERHATIAN: Perlu penyesuaian dosis pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat. nausea. 135. PENYIMPANAN: Simpan pada suhu 15°-30° C. pusing.Produk Baru Cravit® i. EFEK SAMPING: Reaksi alergi pada kulit (gatal ruam kulit). gangguan tidur. botol @ 100 ml.v.. adalah larutan infus siap pakai. DOSIS & CARA PEMBERIAN: Bioavailabilitas yang sama antara Cravit® tablet dengan i. Cravit® tidak diindikasikan untuk pasien di bawah usia 18 tahun. Fax (021) 428 73680 Home Page: http://www. FARMAKOLOGI: Cravit® adalah isomer optik S(-) ofloxacin yang memiliki spektrum anti bakteri luas. LTD 14-10 Nihonbashi 3 – Chome Chou-Ku TOKYO 103-8234 – JAPAN Let him who gives say nothing. Setelah pemakaian Cravit® i. Gram negatif (termasuk anaerob) dan atipikal. Mekanisme kerjanya adalah dengan menghambat DNA gyrase sehingga bersifat bakterisidal. 2002 .: (021) 428 73888. infeksi kulit dan jaringan lunak yang disebabkan oleh mikroorganisme yang peka terhadap levofloxacin. dan harus diberikan secara lambat ke dalam vena. Acute Exacerbation of Chronic Bronchitis (AECB). selama beberapa hari. infeksi saluran kemih yang sulit penatalaksanaannya (termasuk pielonefritis). Tbk Gedung Enseval Jl. Jakarta-Indonesia Telp. INDIKASI: Cravit® diindikasikan untuk infeksi seperti Community-acquired Pneumonia (CAP). Hati-hati pada pasien dengan gangguan sistem saraf pusat. memungkinkan pemberian dengan dosis yang sama secara bergantian. Jakarta 10510 PO Box 3105 JAK. tergantung pada keparahan penyakit. LEVOFLOXACIN INFUSION KOMPOSISI: Tiap botol 100 ml cairan infus Cravit® mengandung 500 mg levofloxacin (5 mg/ml). hubungi: PT.v. KALBE FARMA. and him who receives speak 54 Cermin Dunia Kedokteran No. diare. Dosis pada pasien dengan fungsi ginjal normal adalah 500 mg sehari. KEMASAN: Boks. pengobatan dapat digantikan dengan Cravit® oral. Umumnya lama pengobatan dengan Cravit® adalah 7-14 hari.v. Letejen Suprapto.v. Cravit® efektif untuk bakteri Gram positif. Cravit® i.

berkomunikasi dengan para teman sejawat. Dari sisi kepraktisan. Pada website Kalbefarma tersebut.Komunitas pembaca Cermin Dunia Kedokteran. diperlukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Masing-masing perusahaan bisa menyediakan informasi di komputer yang dikhususkan untuk itu. Perbedaannya. Internet Service Provider Seperti yang dijelaskan di atas.Cermin Dunia Kedokteran. Informasi Situs Majalah Kedokteran non Indonesia . termasuk para dokter. dan lain sebagainya. Modem adalah suatu alat yang membuat komputer kita bisa terhubung dengan komputer di tempat lain. yaitu yang ‘diimplant’ di komputer (modem internal). perangkat lunak maupun operatornya. Misalnya. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di seri kedua. seakan memasuki suatu lingkungan yang menyediakan segala hal.co. carilah kecepatan modem yang paling tinggi (saat ini dengan koneksi dial up biasa) bisa diperoleh misalnya 56 KB. jadwal simposium berikut resumenya. http://content.id/ .gov/entrez/query. Tetapi menurut informasi yang diterima.nlm. http://bmj. Kalau untuk membeli buku kedokteran.mendial nomor telepon tertentu. Majalah Kedokteran Online Berikut disampaikan beberapa majalah / journal kedokteran yang sudah online: A. secara konvensional perlu ke toko buku.Alergika Online. Begitu memasuki dunia internet.fcgi . tentu komputer –secara otomatis.pdat.kalbe. Banyak journal kedokteran yang telah di-online-kan termasuk majalah CDK yang sedang Anda baca ini.net .co. tidak demikian halnya jika itu dilakukan di internet. Tulisan yang akan disampaikan berseri ini. http://www. Modem Ada dua jenis modem. http://jama. Perangkat keras Sebenarnya perangkat keras yang diperlukan untuk berinternet hampir sama dengan perangkat keras pada komputer yang dipergunakan untuk menulis Refarat atau Laporan Kasus misalnya. Tentunya dalam hal ini saluran komunikasi seperti line telpon mutlak diperlukan. Nomor telepon yang dituju adalah nomor telepon Internet Service Provider (ISP).British Medical Journal.com/ . dengan berinternet bisa diperoleh informasi kedokteran terbaru.The Lancet .yahoo. Malah kemungkinan artikel atau informasi yang dicari tersebut bisa diperoleh tanpa perlu membeli buku. http://www. http://www.ncbi. Seperti diketahui informasi yang diakses itu sebenarnya tersebar pada berjuta-juta komputer di seluruh dunia. Namun untuk mengakses informasi tersebut.com/group/CDK-L Demikian informasi yang diberikan. Karena modem menggunakan line telepon.The Journal of the American Medical Association (JAMA).majalah-farmacia. http://www. Untuk memulai berinternet. Lain-lain : . http://www. Dengan internetpun. membeli buku kedokteran. Internet sama dengan alam/dunia maya Dunia internet sering disebut alam maya. hanyalah pada suatu perangkat yang disebut “modem”.id .Health Internet Work. Kabel dari telepon langsung dicolok ke komputer kita. Apa saja bisa dilakukan. http://www. Kemudian dengan menggunakan perangkat lunak (software) yg disebut browser menuju ke http://www.Medika. memang lebih praktis (dan umumnya lebih murah) menggunakan modem internal. 2002 55 . yaitu suatu perusahaan yang menyediakan jasanya sebagai pintu gerbang kita memasuki internet. mencoba memberi informasi dari awal mengenai internet baik dari sisi perangkat kerat. http://www.kalbe. melainkan cukup menelpon ke ISP Anda (semuanya sudah diinstal otomatis di komputer Anda). diperlukan modem agar bisa berinternet.com/ .alergi.freemedicaljournals. Selain itu pula.com B. Informasi Situs Majalah Kedokteran Indonesia : .The Electronic Journal of The Indonesian Medical Association.e-jima. http://www. Jawa Barat. PT Kalbe Farma. Tips yang lain dalam memilih modem. agar semua informasi yang disediakan oleh PT Kalbe Farma bisa diakses oleh para dokter dan netter (pengguna internet) dari mana saja. dari sisi koneksitas modem eksternal lebih baik.nejm.id/medika . Semua itu bisa dilakukan tanpa beranjak dari komputer atau meja kerja.PubMed. dan yang terpisah dari komputer (modem eksternal). 135. [Erik Tapan] Cermin Dunia Kedokteran No.co.com . http://groups. bisa diperoleh informasi terkini dalam bidang kedokteran. http://www. misalnya menyediakan suatu server komputer di Cikarang.Farmasia.com . Modem ini tidak mempergunakan kabel power supply.thelancet. para dokter bisa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman-teman sejawat yang seminat.org . mulai dari mencari informasi kedokteran.nih.healthinternetwork. informasi yang dimuat pada majalah CDK pun bisa diakses dari sana. Anda tak perlu repot-repot menelpon ke PT Kalbe Farma.The New England Journal of Medicine.co.Free Medical Journals.org/ C.INTERNET UNTUK DOKTER INTERNET UNTUK DOKTER (Seri pertama) Kegunaan internet sudah dirasakan banyak pihak.id .ama-assn.

37. N.37.2 mmol per hari) tetapi elskresi oksalat urine meningkat di kelompok rendah kalsium (rata-rata 5.01). LDL kolesterol sel sebesar 29.02) dan alfa tokoferol sebesar 3. Kadar glukosa tidak berubah di semua kelompok.0% (p=0.287: 598-605 Brw Selain itu adanya bunyi jantung ketiga juga meningkatkan risiko-risiko tersebut.2%. Selama follow up kadar kalsium urine turun di kedua kelompok secara nyata (170 mg.53. trigliserid –13. sedangkan 30 pria lainnya mendapat diet rendah kalsium (10 mmol/ hari)./4. 2002 . Eng1.53. TANAMAN OBAT UNTUK HATI Tanaman obat sejak dahulu telah digunakan untuk berbagai penyakit. Picrorhiza kurroa – mengandung zat aktif picroliv.07-1. Para peneliti di Italia meneliti masalah ini atas 120 pria penderita hiperkalsiuria dan batu oksalat rekuren selama 5 tahun.32. HDL kolesterol sebesar 4. bahkan beberapa di antaranya telah dibuat dan dipasarkan dalam bentuk preparat oral. Para peneliti menyimpulkan bahwa di kalangan pria hiperkalsiuria dan batu oksalat rekuren pembatasan protein hewani dan garam dengan asupan normal lehih bermanfaat daripada diet rendah kalsium.2% (p=0.ABSTRAK SIMVASTATIN UNTUK HIPERKHOLESTEROL Satu penelitian atas 120 pria hiperkholesterolemik di Finlandia bertujuan untuk menilai pengaruh simvastatin.7% (p=0. Scrip 2001. selanjutnya dari masing kelompok tersebut 30 orang mendapat simvastatin 20 mg/hari atau plasebo selama 12 minggu. 14(6): 353-63 Brw RISPERIDON INJEKSI Risperdal® (risperidone) – suatu antipsikotik – dalam waktu dekat akan tersedia dalam bentuk sediaan suntikan depot. Tanaman tersebut di antaranya : Silybum marianum – mengandung zat aktif silymarin yang telah dipasarkan dengan merk Lagalon®.05). p<0. 346: 77-84 Brw 56 Cermin Dunia Kedokteran No. 95%CI: 0. Lycium chinense dengan zat aktifnya zeaxanthin.24-0.01).6% (p<0.04). 2001. Para dokter selama ini hanya mengenal sediaan naloperidol dekanoat sebagai antipsikotik jangka panjang. di antaranya untuk gangguan fungsi hati. meningkatkan kadar HDL sebesar 7.4 mg/60 umol perhari) sebaliknya turun di kelompok diet kalsium normal. Selain itu beberapa sediaan kombinasi juga sedang diselidiki manfaatnya terhadap berbagai penyakit hepar. apolipoprotein B – 22. Sohisandra chinensis – mengandung zat aktif schisandrin. Sediaan antipsikotik jangka panjang lebih ideal dan disukai karena kepatuhan berobat di kalangan pasien skizofrenia sangat rendah. tetapi rendah protein hewani (52 g/hari) dan rendah garam (50 mmol NaCl/ hari).5% dan ubiquinol 10 sebesar 22.003). 345: 574-81 Brw Cochlospermum tinotorium yang mengandung arjunolic acid. p<0. alfa tokoferol –16.005) dan risiko kematian akibat gagal pompa jantung (RR 1. N.01). Penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa beberapa tanaman obat memang mengandung zat aktif yang mempunyai aktivitas hepatoprotektif.8% (p<0. Sedangkan simvastatin menurunkan kadar kolesterol total sebesar 20. bahan aktif risperidone terbungkus dalam mikrosfer yang kemudian akan pecah secara berangsur-angsur.6%. beta karoten –19. 135. Sejumlah masingmasing 60 orang diberi diet biasa dan diet mengandung lemak jenuh dan trans-unsaturated fat kurang dari 10%.2 mg/80 umol perhari). J.001).4%. dalam sediaan ini.49. diet dan kombinasi keduanya atas kadar lipid plasma. Ternyata perlakuan diet dapat menurunkan kadar kolesterol total sebesar 7. Med. 95%CI: 1.11-1.001) dan insulin serum sebesar 13.62. insulin serum turun sebesar 14. LDL kolesterol sebesar 10. 12 dari 60 pria dengan diet kalsium normal dan 23 dari 60 pria yang mendapat diet rendah kalsium (10 mmol Ca/hari). ditambah dengan sifat penyakitnya yang kronis.08-1. 95%CI: 1. menderita batu rekuren (RR=0. risiko kematian atau dirawat (RR 1.04).001). Glycyrrhizae radix-mengandung zat aktif glycytinic acid dan glycyrrhizin. 2678: 19 Brw PROGNOSIS PAYAH JANTUNG Studi retrospektif atas 2568 pasien payah jantung yang diikuti selama 32 ± 15 bulan menunjukkan bahwa peningkatan tekanan vena jugularis meningkatkan risiko dirawat akibat payah jantung (RR 1. JAMA 2002. apolipo protein B sebesar 5.5% (p=0. Med.001).7%. 2002.0% (p<0. p<0. serta DIET KALSIUM DAN BATU SALURAN KEMIH Selama ini orang masih bertanyatanya mengenai hubungan antara asupan kalsium dari diet makanan dengan risiko batu kalsium di saluran kemih. Setelah 5 tahun.98. DN&P 2001.9% (p=0. Andrographis paniculata – mengandung zat aktif andrographolide. Engl. p=0. rendah protein hewani dan rendah garam (rata-rata 7. J. 95%CI: 1.8%. selama masa tersebut 60 pria mendapat diet biasa dengan kandungan kalsium 30 mmol/hari. Phyllantus amarus – mengandung zat aktif phyllantin dan hypophyllantin.0% (semuanya p<0.

Putaw termasuk golongan : a) Opiat b) Amfetamin c) Kokain d) Benzodiazepin e) Ganja Efek euforia akibat penggunaan narkotika adalah melalui pengaruhnya terhadap : a) Korteks serebri b) Talamus c) Serebelum d) Sistim limbik e) Batang otak Golongan anti depresan yang mutakhir : a) Benzodiazepin b) Trisiklik c) MAO inhibitor d) Tetrasiklik e) SSRI Preparat yang termasuk golongan tersebut ialah : a) Klobazam b) Amitriptilin c) Moklobemid d) Maprotilin a) Fluoksetin 2. 8. 6. 6. B D 3. 4. B E On the pinnacle of fortune man does not stand long firm (Goethe) Cermin Dunia Kedokteran No. 134. 5. 7. 3. 8. D E 4. B A 2. 2002 57 . JAWABAN RPPIK : 1. Yang bukan cara penggunaan napza : a) Ditelan (per oral) b) Suntikan intramuskular c) Sutikan intravena d) Dihirup uapnya e) Ditempel dikulit Deteksi zat narkoba dalam tubuh dilakukan melalui pemeriksaan : a) Darah b) Urine c) Cairan lambung d) Cairan otak e) Radiologik Yang dikenal sebagai pil koplo termasuk golongan : a) Opiat b) Amfetamin c) Kokain d) Benzodiazepin e) Ganja Ecstasy termasuk golongan : a) Opiat b) Amfetamin c) Kokain d) Benzodiazepin e) Ganja 5. 7.Ruang Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Dapatkah saudara menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini? 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful