2002
http. www.kalbe.co.id/cdk

135. NAPZA

International Standard Serial Number: 0125 – 913X

Daftar isi :
2. Editorial 4. English Summary Artikel 5. Manajemen Laboratoris Penyalahgunaan Obat dan Komplikasinya - Suwarso 14. Pengaruh Narkotika terhadap Susunan Saraf Pusat – Budi Riyanto Wreksoatmodjo 17. Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) – Ketut Kusminarno 21. Pengobatan/Perawatan Pasien Ketergantungan NAPZA Pasca Detoksifikasi – Hartati Kurniadi 24. Gambaran Klinik dan Psikofarmaka pada Gangguan Kecemasan – Yusuf Alam Romadhon 27. Penatalaksanaan Baku dan Menyeluruh pada HIV/AIDS – Candra Wibowo

Karya Sriwidodo WS

32. Efek Toksik dan Cara Menentukan Toksisitas Bahan Kimia – Satmoko Wisaksono 37. Marine Toxin : Saxitoxin – Winarti Andayani, Betty Marita Subrata, Esther Budiman 43. Bumbu Alami sebagai Penyedap, Pengawet dan Penghambat Cemaran Aflatoksin pada Sambal Kacang – Nunik Siti A., Supraptini, Enny W.L., Inswiasri, Suyitno, Sukijo 47. Gambaran Kadar Mangan (Mn) pada Sumber Air Rumah Tangga di Jabotabek : studi kasus pemeriksaan air di Puslitbang Farmasi – Ni’mah Bawahab, Kelik MA, Ani Isnawati 50. 51. 53. 54. 55. 56. Kapsul Kegiatan Ilmiah Produk Baru Internet Abstrak RPPIK

CDK dapat diperoleh cuma-cuma melalui MedRep Grup PT. Kalbe Farma, ATAU dengan mengganti ongkos Rp. 10.000,-/eks

Di zaman modern ini dunia kesehatan sedang mengalami suatu epidemi; kali ini bukan akibat penyakit infeksi, tetapi akibat suatu perubahan gaya hidup – suatu epidemi yang jauh lebih sulit dibasmi dibandingkan dengan epidemi ‘klasik’ penyakit infeksi yang mudah diatasi dengan perbaikan lingkungan dan antibiotik. Epidemi yang sedang mengancam kita semua tak lain dari meluasnya penyalahgunaan narkotika dan zat-zat lainnya, yang meskipun tidak infeksius, penyebarannya jauh lebih cepat dan luas dibandingkan penyakit infeksi apapun. Masalah ini kami bahas dalam edisi Cermin Dunia Kedokteran kali ini; beberapa artikel akan mengupasnya dari berbagai segi – masalah deteksi, efeknya terhadap tubuh, masalah pengobatan dan rehabilitasinya – mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan dan dengan demikian lebih siap dalam menghadapi tantangan yang akan makin mengemuka di masa mendatang. Selamat membaca, dan jangan segan-segan untuk menyampaikan komentar dan pendapat Sejawat ke alamat redaksi; kami selalu mengharapkan umpan balik Sejawat untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan dan informasi untuk para Sejawat sekalian. Salam dari Redaksi

Redaksi

2

Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002

2003

International Standard Serial Number: 0125 – 913X

KETUA PENGARAH
Prof. Dr Oen L.H. MSc

REDAKSI KEHORMATAN
– Prof. DR. Sumarmo Poorwo Soedarmo
Staf Ahli Menteri Kesehatan, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

PEMIMPIN UMUM
Dr. Erik Tapan

Prof. Dr. R. Budhi Darmojo
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.

KETUA PENYUNTING
Dr. Budi Riyanto W. –

PELAKSANA
Sriwidodo WS.

Prof. Drg. Siti Wuryan A. Prayitno SKM, MScD, PhD.
Bagian Periodontologi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Jakarta

Prof. DR. Hendro Kusnoto Drg.,Sp.Ort
Laboratorium Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta

TATA USAHA
Dodi Sumarna

ALAMAT REDAKSI
Majalah Cermin Dunia Kedokteran, Gedung Enseval, Jl. Letjen Suprapto Kav. 4, Cempaka Putih, Jakarta 10510, P.O. Box 3117 Jkt. Telp. (021)4208171 E-mail : cdk@kalbe.co.id Website : http://www.kalbe.co.id/cdk

DR. Arini Setiawati
Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta

NOMOR IJIN
151/SK/DITJEN PPG/STT/1976 Tanggal 3 Juli 1976 – Dr. Boenjamin Setiawan Ph.D

DEWAN REDAKSI

PENERBIT
Grup PT Kalbe Farma

Prof. Dr. Zahir MSc.

Sjahbanar

Soebianto

PENCETAK
PT Temprint

http://www.kalbe.co.id/cdk PETUNJUK UNTUK PENULIS

Cermin Dunia Kedokteran menerima naskah yang membahas berbagai aspek kesehatan, kedokteran dan farmasi, juga hasil penelitian di bidangbidang tersebut. Naskah yang dikirimkan kepada Redaksi adalah naskah yang khusus untuk diterbitkan oleh Cermin Dunia Kedokteran; bila pernah dibahas atau dibacakan dalam suatu pertemuan ilmiah, hendaknya diberi keterangan mengenai nama, tempat dan saat berlangsungnya pertemuan tersebut. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris; bila menggunakan bahasa Indonesia, hendaknya mengikuti kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Istilah media sedapat mungkin menggunakan istilah bahasa Indonesia yang baku, atau diberi padanannya dalam bahasa Indonesia. Redaksi berhak mengubah susunan bahasa tanpa mengubah isinya. Setiap naskah harus disertai dengan abstrak dalam bahasa Indonesia. Untuk memudahkan para pembaca yang tidak berbahasa Indonesia lebih baik bila disertai juga dengan abstrak dalam bahasa Inggris. Bila tidak ada, Redaksi berhak membuat sendiri abstrak berbahasa Inggris untuk karangan tersebut. Naskah diketik dengan spasi ganda di atas kertas putih berukuran kuarto/ folio, satu muka, dengan menyisakan cukup ruangan di kanan-kirinya, lebih disukai bila panjangnya kira-kira 6 - 10 halaman kuarto disertai/atau dalam bentuk disket program MS Word. Nama (para) pe-ngarang ditulis lengkap, disertai keterangan lembaga/fakultas/institut tempat bekerjanya. Tabel/ skema/grafik/ilustrasi yang melengkapi naskah dibuat sejelas-jelasnya dengan tinta hitam agar dapat langsung direproduksi, diberi nomor sesuai dengan

urutan pemunculannya dalam naskah dan disertai keterangan yang jelas. Bila terpisah dalam lembar lain, hendaknya ditandai untuk menghindari kemungkinan tertukar. Kepustakaan diberi nomor urut sesuai dengan pemunculannya dalam naskah; disusun menurut ketentuan dalam Cummulated Index Medicus dan/atau Uniform Requirements for Manuscripts Submitted to Biomedical Journals (Ann Intern Med 1979; 90 : 95-9). Contoh: 1. Basmajian JV, Kirby RL. Medical Rehabilitation. 1st ed. Baltimore. London: William and Wilkins, 1984; Hal 174-9. 2. Weinstein L, Swartz MN. Pathogenetic properties of invading microorganisms. Dalam: Sodeman WA Jr. Sodeman WA, eds. Pathologic physiology: Mechanisms of diseases. Philadelphia: WB Saunders, 1974;457-72. 3. Sri Oemijati. Masalah dalam pemberantasan filariasis di Indonesia. Cermin Dunia Kedokt. l990; 64: 7-10. Bila pengarang enam orang atau kurang, sebutkan semua; bila tujuh atau lebih, sebutkan hanya tiga yang pertama dan tambahkan dkk. Naskah dikirimkan ke alamat : Redaksi Cermin Dunia Kedokteran, Gedung Enseval, JI. Letjen Suprapto Kav. 4, Cempaka Putih, Jakarta 10510 P.O. Box 3117 Jakarta. Tlp. (021) 4208171. E-mail : redaksiCDK@yahoo.com Pengarang yang naskahnya telah disetujui untuk diterbitkan, akan diberitahu secara tertulis. Naskah yang tidak dapat diterbitkan hanya dikembalikan bila disertai dengan amplop beralamat (pengarang) lengkap dengan perangko yang cukup.

Tulisan dalam majalah ini merupakan pandangan/pendapat masing-masing penulis dan tidak selalu merupakan pandangan atau kebijakan instansi/lembaga/bagian Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002 tempat kerja si penulis.

3

English Summary
LABORATORY MANAGEMENT OF DRUG ADDICTION AND ITS COMPLICATIONS Suwarso
Department of Clinical Pathology, Faculty of Medicine, Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia

EFFECTS OF NARCOTICS ON THE CENTRAL NERVOUS SYSTEM Budi Riyanto Wreksoatmodjo
Marzuki Mahdi Indonesia Hospital, Bogor,

CLINICAL PICTURE AND PSYCHOPHARMACOLOGY OF ANXIETY Yusuf Alam Romadhon
Kartasura Community Health Centre, Central Java, Indonesia

Problems of drug addiction were very complex, particularly in developing countries. It is not only concerning the direct medical problems, but also the complications, particularly among chronic users, such as hepatitis, HIV infection and bacterial endocarditis. The laboratory management should consist of screening, diagnostic and monitoring of drug use and also its complications.
Cermin Dunia Kedokt. 2002; 135: 5-13 so

Narcotics have been used since antiquity; formerly as a medication for variety of symptoms, including pain killer and cough remedy; but scientific investigations that began in 19th century revealed their potential for abuse and other side effects. Narcotics exerts their effects on human body through their influence on several receptors in the brain, and depending on the properties of receptors, the clinical effects may varies. Recent experiments also found opioid receptors in peripheral nervous system.
Cermin Dunia Kedokt. 2002; 135: 14-6 brw

Anxiety can be found in individuals with normal stress, in chronic physical ailments, in persons with psychiatric disorders or as an independent symptom. There are five categories of anxiety; namely : panic disorder, generalized anxiety disorder, phobic disorder, obssesivecompulsive disorder and posttraumatic stress disorder. Anxiolytic drugs should be used in combination with psychotherapy; recently there are many kinds of anxiolytic drugs: benzodiazepines, tricyclic,monoamine inhibitor, serotonin reuptake inhibitor and specific serotonin reuptake inhibitor. Clinicians should be familiar with their actions, side effects and closely monitor their patients pattern of use
Cermin Dunia Kedokt.2002;135:24-6 brw

Misfortunes come on wings and depart on feet

4

Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002

ada-tidak manfaat medis. Hepatitis virus dan/atau non-virus. juga dengan cara mengkombinasi beberapa macam obat/bahan dan memvariasi rute pemakaian (ingesti. Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/ Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Salah satu bentuk preventif yang umum dilakukan oleh ber- Cermin Dunia Kedokteran No. tanpa mempedulikan lagi untung-rugi. Jumlah kematian pertahun karena penyalahgunaan obat (overdose) opiat mencapai 40-50% dari semua kematian karena obat16. Endokarditis bakterialis. juga masalah medis yang variatif dan cepat penyebarannya. diagnosis. bahan atau metabolitnya dalam sampel subyek yang diperiksa. legalilegalnya cara yang diperoleh. infeksi HIV. kronis 26-30 minggu). yang penyebarannya sangat cepat meluas di antara sesama pemakai. Manajemen laboratoris yang ditulis di sini meliputi pemeriksaan skrining yang akan menetapkan ada-tidaknya obat. lingkungan kerja maupun sosial. LATAR BELAKANG Pengetahuan tentang obat/bahan yang diyakini mampu memecahkan masalah fisik dan psikis (thinking. ilmiah maupun tidak. Untuk membantu penanganan penyalahgunaan obat agar lebih akurat. Hepatitis. sehingga dari hasilnya bisa diambil langkah-langkah lanjutan yang akurat dan efektif. monitoring penyalahgunaan obat dan komplikasinya. snorting). Kondisi semacam ini membuat individu tergantung (dependent) sehingga sangat sulit untuk tidak menggunakan ulang obat/bahan tersebut. 2002 5 . inhalan. dan menetapkan ada-tidaknya komplikasi akibat pemakaiannya. injeksi. Narkoba. akhirnya akan diperoleh oleh individu. akan dibahas manajemen laboratoris dalam skrining. sementara toleransi tubuh akibat pengulangan tersebut diatasi selain dengan cara menaikkan frekuensi dan dosis.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Manajemen Laboratoris Penyalahgunaan Obat dan Komplikasinya Suwarso Bagian Patologi Klinik. PENDAHULUAN Manajemen laboratoris penyalahgunaan obat dan metabolitnya dirancang dengan mempertimbangkan latarbelakang permasalahan penyalahgunaan obat yang umumnya demikian kompleks di negara yang sedang berkembang. Pengulangan/recurrenting yang sering akan menimbulkan kondisi withdrawal (akut lamanya 5-10 hari. Kata Kunci: Rapid test. Permasalahan tidak hanya pada psikososialekonomi. Efektifitas atau mujarabnya obat/bahan yang dipilih akan membuat individu mengulang penggunaannya (recurrent). Recurrenting yang ekstrim akan membuat kondisi withdrawal berat ("Sakaw". sakit karena putaw) yang akan membuat individu secara kompulsif (kecanduan) menggunakan obat/bahan. feeling). 135. Drug-addict. Sardjito. Yogyakarta ABSTRAK Di negara yang sedang berkembang kasus dan masalah penyalahgunaan obat sangat kompleks. sehingga selain mengakibatkan masalah psikososialekonomi yang luas. yang selanjutnya menimbulkan masalah baik di keluarga. baik langsung maupun tidak langsung. yakni kondisi ketersiksaan fisik dan psikis non-fatal yang muncul jika 6-12 jam obat/bahan tidak dikonsumsi1. dan endokarditis bakteri-alis merupakan komplikasi medis dari penyalahgunaan obat. tetapi juga pada per-masalahan medis yang merupakan dampak komplikasi dari efek pemakaian obat yang terus menerus. behaviour. Human immunodeficiency virus (HIV).

8% dan 3. kuman penyebab dan daya tahan tubuh yang di USA mencapai 5-40%. Tabel 1 memuat kadar batas pengambilan keputusan (cutoff) hasil test skrining. Hasil skrining yang "ragu" atau positif yang bertalian dengan hukum selanjutnya dikonfirmasi dengan metode GC/MS. diare. MANAJEMEN LABORATORIS Manajemen laboratoris meliputi skrining dan diagnosis adanya narkoba serta komplikasinya. Sementara di Yogyakarta sekitar 4. Kadar NKs didapat dengan rumus: Tinggi Puncak NKs Kadar NKs = Tinggi Puncak NKst Jenis narkoba yang sampai saat ini secara komersial dapat dites meliputi semua narkoba yang tertera pada Tabel 4 (Seratec.5-1%. streptokokus faekalis (8%). aorta. Secara global kontribusi IVDA dalam kasus infeksi HIV adalah 5-10%. X Kadar NKst 6 Cermin Dunia Kedokteran No. KONFIRMASI NARKOBA & METABOLITNYA Metode atau teknologi laboratorium yang digunakan untuk skrining harus memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi. demam. Tabel 3 memuat jenis. Endokarditis IVDA merupakan penyebab pada 5-15% dari keseluruhan insiden endokarditis bakterialis yang di USA. difteroid. dan terbukti bahwa cara ini mampu membedakan jutaan obat tanpa satupun diketahui memiliki m/z. mitral dan pulmonal terdeteksi masing-masing pada 45%. metode ini merupakan paduan optimal antara alat ukur mass spectrometry yang memiliki sensitivitas sangat tinggi (mengukur intensitas ion obat) dengan gas chromatography yang memiliki spesifisitas tinggi [mendiferensiasi obat menurut intensitas ion (m/z). Home-test Drug Abuse Insta Test. streptokokus viridan. jamur (masing-masing 5%). Tabel 4 memuat jenis dan nama lain narkoba yang secara komersial dapat ditest skrining dalam sampel urin. dan test konfirmasi menurut the Substance Abuse and Mental Health Services Administration (SAMHSA)7. Mortalitas di kalangan IVDA relatif lebih tinggi karena umumnya memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Hasil positif (obat mencapai atau melebihi batas dosis toksik/tes sensitivitas) atau negatif (obat tidak mencapai dosis toksik/tes sensitivitas) digunakan untuk mengambil keputusan. 15%. Darah semacam ini terbukti infeksius. tidak memerlukan tenaga trampil dan cepat (hasil dapat diperoleh dalam 3-10 menit). Kontribusi terbesar berasal dari IVDA di negara yang sedang berkembang yang mencapai 30-60%. Infeksi HIV Efisiensi infeksi HIV melalui satu kali pajanan dengan jarum suntik yang tercemar adalah 0. dan 2% penderita. Tabel 2 memuat tipe narkotik (penurun kesadaran atau rasa sakit) dan psikotropik (khasiat spesifik pada mental dan perilaku) menurut potensi disalahgunakan (abuse) dan manfaat medisnya. 80 dan 100% di antaranya terbukti infeksius (HBeAg positip. kuman Gram negatif.1% individu yang secara klinis sehat dan berpotensi menjadi donor darah diketahui masing-masing mengandung virus hepatitis-B dan -C. Paduan optimal ini selain mampu mendeteksi narkoba secara spesifik juga mampu mendeteksi dosis abuse/toksik paling minim (Tabel 1). dan ini bertanggung jawab pada 60-100% kasus-kasus HIV pada heteroseksual dan neonatus di negara maju.7%.5 kali batas atas normal dengan atau tanpa kenaikan SGOT.000 penduduk. Analog dengan ini maka pemakaian jarum suntik yang tercemar di antara IVDA yang klinis sehat memiliki potensi tinggi untuk menularkan hepatitis virus-B. HCV RNA positif)5. dan spesifisitas 99. GermanyR. Hepatitis Hepatitis dicirikan dari meningkatnya SGPT minimum 1. HW dan K yang sama). Mortalitas sangat tergantung pada lokasi. bentuk fisik. 2002 . pendekatan laboratoris karenanya merupakan salah satu cara yang sampai saat ini masih dianggap lebih efektif. Deteksi infeksi HIV secara klinis sangat sukar. menggunakan antibodi mono.non-C yang sering ditemukan di Yogyakarta (tidak dipublikasi). keputusan diambil dari hasil test konfirmasi atas sampel urin yang sama. Pertimbangan tekniknya yang sederhana. dan kultur negatif 5%2. -C dan -tifosa. berat badan menurun dapat merupakan gejala prodromal infeksi HIV. Sindrom klinis seperti flulike syndromes. A) SKRINING. hambatan waktu (HW) dan bentuk kromatografi (K)]. dan ini bertanggung jawab pada 20-30% dari keseluruhan prevalensi anti-HIV di negara tersebut. Peluang hepatitis pada resipien yang mendapat 1 unit darah transfusi dengan SGOT SGPT meningkat adalah 6 kali lebih besar.dan poliklonal yang spesifik terhadap narkoba dan metabolitnya. Sementara hepatitis lain (hepatitis tifosa) merupakan hepatitis non-B. membuat kedua metode ini menjadi umum digunakan untuk skrining narkoba. 25%. sementara untuk hasil ragu-ragu dan hasil positif yang berurusan dengan hukum. mencapai 20/100. Kuman penyebab meliputi stafilokokus koagulasi (50%).bagai instansi perusahaan di negara maju antara lain dengan cara skrining acak narkoba atas sampel urin dari karyawan atau calon karyawannya. Tabel 5 memuat obat/bahan yang diketahui tidak menimbulkan reaksi silang pada test skrining amfetamin urin 100ug/ml. EIA (enzyme immunoassay) dan imunokromatografi merupakan dua metode yang memenuhi kriteria ini.6. 135. limfadenopatia. cara umum pemakaian dan efek klinis narkoba. sekarang SAMHSA). -bovis. infeksi HIV dan endokarditis. Gambar 1 memuat deteksi dan konfirmasi narkoba sampel (NKs) yang diduga memiliki narkoba standar (NKst) dengan HW = 21. KOMPLIKASI PENYALAHGUNAAN OBAT Komplikasi penyalahgunaan obat yang akan dibahas di sini meliputi hepatitis. Lesi berupa vegetasi di katup triskupid. Dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dibuat dalam bentuk imunokromatografi kompetitif kualitatif yang praktis. Dengan sampel urin teknik ini memiliki sensitivitas sesuai dengan standard National Institute on Drug Abuse (NIDA.USAR).6 menit dan intensitas ion (m/z) = 184 oleh GC/MS.

135. Tinggi/Nihil Heroin MDMA STP Kokain Ekstasi Ganja LSD II.3: Jenis. 2002 7 . Sebaliknya jika tidak dijenuhi (sampel negatif narkoba) atau hanya sebagian dijenuhi (sampel mengandung narkoba dalam jumlah di bawah Cermin Dunia Kedokteran No. MinimKodein Fenobarbital Menengah/Umum Flunitrazepam IV. Jika dijenuhi oleh narkoba sampel (sampel positif narkoba). NARKOBA/Metabolitnya Metabolit Marijuana Metabolit Kokain Metabolit Opiat: Morfin Kodein Metabolit Amfetamin: Amfetamin Metamfetamin Phencyclidine Kadar awal/Skrining (ng/ml) 50 300 300 1000 25 Kadar Konfirmasi (ng/ml) 15 150 300 300 500 500 25 Tabel 2: Jenis Narkotik dan Psikotropik menurut Potensi Abuse dan Manfaat Potensi Abuse/ Tipe Narkotik Psikotropik Manfaat Medis I. NARKOBA AMFETAMIN/ METAMFETAMIN Bentuk Fisik Serbuk kasar Kristal Potongan (chunks) Kapsul/tablet berba gai ukuran.Intraokuler ↓ Bronkodilatasi Tekanan darah ↑ Nistagmus vertikal-horizontal Berkeringat CNS ↓ Sensasi nyeri ↓ Emosi nyeri ↓ Respirasi ↓ CNS Sensasi nyeri Emosi nyeri Respirasi ↓ ↓ ↓ ↓ Nafsu makan↑ Koordinasi ↓ Fotofobia Apati Halusinasi Relaxation inhibiion Intoksikasi Subjective slowing of time PHENCYCLIDINE Tablet/Kapsul Serbuk Dihisap Dirokok Injeksi Oral Dihisap Injeksi Oral Analgesia Euforia Mual/muntah Kejang umum tonik-klonik Ekstrim agresif Intoksikasi Skizofrenia Konstipasi Pucat Eufori Analgesi Konstipasi Retensi urin Libido Rasa lemah Drowsiness Pusing OPIAT Bubuk putih. cara umum pemakaian dan efek klinis NARKOBA. delusi obat Toxic psychosis. paranoia dan delusi KOKAIN Dihisap Dirokok Injeksi Penggunaan bersama alkohol akan memperlama efek toksik. Tinggi/Pilihan Morfin Amfetamin Metakualon akhir Petidin Fensiklidin Metilfenidat Sekobarbital (Ritalin) III. ansietas. DUM. maka IgG anti-narkobasubstrat tidak akan berikatan dengan narkoba-enzimnya. Palpitasi. CANNABINOIDS Bubuk daun kering Rokok lintingan Potongan hashish Hashish oil Dirokok Makanan kering/ dimasak Cardiac output ↑ Nadi ↑ Tekanan. sehingga tidak terjadi reaksi enzim-subtrat yang berwarna. bentuk fisik. MG) Tabel. Aritmi Tonus CNS ↑ Simpatik ↑ Denyut jantung ↑ Tekanan darah ↑ Mood ↑ Vasokonstriksi Melambung Paranoid Midriasis Depresi Sedasi Seizures Efek Klinis Dizziness Insomnia Eufori Depresi Sedasi Takipneu Heart failure Kenaikan penampilan karena overestimation Eufori diikuti disfori. warna SERBUK KOKAIN: Serbuk kristal putih pahit.Tabel 1: Kadar batas pengambilan keputusan (cutoff) narkotik dan bahan adiktif (narkoba) dalam sampel serum/urin menurut Samhsa. agitasi. tidak berbau CRACK COCAINE: Potongan crack kecil putih kecoklatan Cara Pemakaian Ditelan Dihisap Dirokok Injeksi Melambung Temperatur ↑ Energi & Tekanan darah ↑ Kesigapan ↑ Denyut jantung ↑ Gelisah Nafsu makan ↓ Takikardi. Minim/Umum Klordiazepoksid Diazepam Bromazepam Klonazepam Klobazam Nitrazepam(BK. hitam coklat. Liquid injeksi Tablet/kapsul Serbuk kristal putih Tablet/kapsul Liquid injeksi Sedasi Rasa lemah Miosis Mual/muntah Sedasi Rasa lemah Miosis Fotofobia Eufori Anestesi Hipnotik Hipotensi Mual/muntah Konstipasi Ansietas ↓ Fatigue METHADONE Oral Injeksi Pusing Pening ↓ BARBITURAT Bubuk putih Tablet/Kapsul Liquid injeksi Oral Injeksi CNS ↓ Ansietas ↓ Akuiti mental ↓ Denyut jantung ↓ Depresi Drowsiness Pening Pusing Kardiovaskuler ↓ Respirasi ↓ Fungsi miokard ↓ Kontraksi miokard ↓ Letargi Mulut kering Inkoordinasi motorik Slowed speech BENZODIAZEPINES Bubuk kristal berbagai warna Oral 1) Dasar Dan Validitas Test Test didasarkan pada kompetisi penjenuhan IgG anti-narkoba yang mengandung substrat enzim (ada dalam keadaan bebas di zone S) oleh narkoba sampel atau narkoba yang telah dikonjugasi enzim (ada dan terfiksir di zone T).

Perokok berat: s/d 10 hari . sementara di zone C IgG goat akan berikatan dengan IgG anti-IgG goat-enzim (KAGE).Dirokok : 1-5 hari . Penjenuhan berikutnya akan dipenuhi oleh Narkoba-ensim di zone T. Bila Sampel Urin Ragu-Ragu Di zone S narkoba urin yang berkadar tepat di batas ambang pemeriksaan akan menjenuhi IgG anti-narkoba-substrat tidak secara penuh.1-2 joint : 2-3 hari .Crank -Clarity . Amphetamine Benzoylecgonine THC-Asam karboksilat senyawa glukonoid 500 ng/ml 300 ng/ml 50 ng/ml Phecyclidine Phencyclidine Phencyclidine Seratec-PCP Instant view Seratec-MOR Instant view Home test Huma drug Acon First sign Acon Seratec –MDT Instant view Home test Huma drug Seratec -BAR Instant view Home test Huma drug Acon First sign Genix Seratec -BZO Instant view Home test Huma drug Acon First sign Genix 25 ng/ml AnalgesikNarkotik Oplate -Heroin -Morphine -Percodan -Codeine -Paracodin -Oxycodone -Lorphan -Dilaudid -Vicodin -Dolophine -Methadone -L-Polamidon -Physeptone -Amytal -Tuinal -Butisol -Fiorinal -Nembutal -Neoderm -Luminal -Immenocial -Seconal -Stadodorm -Phenobarbital -Ativan -Rohypnol -Halcion -Tranxene -Librium -Valium -Novopoxide -Vivol -Remestan -Xanax -Restoril Opiate 300 ng/ml Methadone . sehingga baik di zone T maupun zone C terjadi reaksi enzim-substrat berupa pita warna pink. Valid tidaknya test dikontrol dengan mengikutsertakan pada zone S suatu kontrol validitas yang berupa IgG goat-substrat. 2002 . 135. yang akan memberikan warna lamat-lamat (ragu-ragu) di zone T. maka IgG anti-narkoba-substrat akan berikatan dengan narkoba-enzimnya secara penuh atau sebagian. Bila Sampel Urin Positif Di zone S narkoba urin positif akan langsung berikatan dan Nama Farmakologi -Dexedrine -Benzodrine -Desoxyne -Methedrine Sama dengan Amphetamine Cocaine -Marinol Kapan terdeteksi pada Urine 1-2 hari Tersekresi pada Urine sebagai Amphetamine Nama Seratec-AMP Instant view Hone test Huma drug Acon Seratec-M-AMP Instant view Seratec-COC Instant view Seratec . sehingga waktu didifusikan ke zone T tidak bisa mengikat (bercelah) narkoba-enzimnya (KNE).THC Instant view Home test Huma drug Acon First sign genix Sensitivitas 1000 ng/ml Methamphetamin Cocaine Halusinogen Cannabinoid 1-2 hari 1-3 hari . maka baik pada sampel urin yang ada.Ice -Shabu-shabu . Bila Sampel Urin Negatif Pada sampel urin yang tidak mengandung narkoba. Jenis dan nama lain narkoba yang secara komersial dapat diskrin Kelompok Stimulan Nama Narkoba Amphetamine Nama lain -Ecstasy(MDMA) .Essence Sama dengan Amphetamine -Dexies -Uppers -Coke -Crack -Snow -Rock Cocaine -Flake -Colombian -Marijuana -Sinsemilla -Dope -Ganja -Weed -Barang -Hemp -Gele -Hash -Grass -Cimeng -THC -Pot -Maryjane -Angel Dust -PCP-HOG -Crystal cyclone -Killer Weed -Smack -Tar -Tiger -Horse -White lady -White stuff -Amidone -Fizzles -Opium -Junk -Putauw -Scaq -Morpho. urin hanya mendifusikan IgG antinarkoba-substrat dan IgG goat-substrat dari zone S ke zone T dan zone C. Di zone T IgG anti-Narkoba akan berikatan dengan narkoba-enzimnya (KNE).Speed -Evo (MDMA) . Hipnotik Barbiturate -Barbs -Downers -Tranqs -Short acting : 1 hari -Long acting : 2-3 minggu Barbiturate 300 ng/ml Benzodiazepine -Bennies -Rophies (Rohypnol) Pil Koplo -Dosis terapi : 3 hari -Overdosis atau pengguna kronis (1 th atau lebih : 4-6 minggu Benzodiazepines 300 ng/ml menjenuhi IgG anti-narkoba-substrat. Tabel 4. m a. Sebaliknya di zone C tetap terjadi reaksi warna (pita pink) sebab narkoba urin tidak spesifik untuk dapat berikatan dengan IgG goat. 8 Cermin Dunia Kedokteran No.ambang batas pemeriksaan).3 hari Methadone 300 ng/ml Depresan. tidak terjadi reaksi enzim-substrat dan karenanya tidak muncul reaksi warna.2 hari Metamphetamine. Sedatif.Perokok moderat (4 kali/mg): s/d 5 hari . c. Karena IgG goat bukan antibodi spesifiknya narkoba. sehingga terjadi reaksi enzim-substrat yang berwarna penuh (gelap) atau lamat-lamat (ragu-ragu). ada dalam jumlah di bawah ambang batas pemeriksaan atau tidak ada sama sekali narkobanya. b. sehingga terjadi reaksi ensim-substrat yang tidak penuh. maka jika urin ini diteteskan di zone S.Pengguna kronis(lebih dari 5 joint sehari) : 14 s/d 18 hari -14 hari -s/d 30 hari pada pengguna kronis . semuanya tidak akan menjenuhi dan hanya akan mendifusikan IgG goat-substrat dari zone S ke zone C untuk menemui dan mengikat IgG anti-IgG goat yang dikonjugasi enzim (KAGE) sehingga terjadi reaksi enzim-substrat yang berwarna di zone C.Crystal -Adam .

Jika warna ini muncul berarti test dikatakan valid dan dengan demikian hasil test dapat dipercaya dan siap diberikan ke yang berkepentingan. atau dengan kit dari pabrik lain (Gambar 2). karenanya tidak tergantung pada ada tidaknya narkoba. Zone. 135. Sebaliknya jika warna tidak muncul ini berarti test tidak valid.4-Methylenedioxy methamphetamine Methylphenidate Methyprilon Morphine-3βDglucuronide Nalidixic acid Nalorphine Naloxone Trimipramine DL-Tryptophan Naltrexone Naproxen Niacinamide Nifedipine Norcodein Norethindrone Noroxymorphone D-Norpropoxyphene (-)Norpseudoephedrine Noscapine Nylidrin D.C=Control.Tabel 5: Obat/bahan yang diketahui tidak menimbulkan reaksi silang pada test skrining 1000 ug/ml Aphetamine. Bila Test Valid atau Tidak Valid Zone C adalah zone kontrol validitas yakni zone untuk menilai apakah test valid atau tidak. Sub=Substrat Nar(-)/(+) = Narkoba negatif/positif <> = Narkoba. Keterangan: Zone. Gambar 2. A. SAMPEL URIN POSITIF.6 menit & m/z = 184 Berikatan (Tidak bercelah) Muncul reaksi ensim (Warna) Tidak berikatan (bercelah) Tidak muncul reaksi warna.5 ug/ml) Narkoba Sampel (Dengan rumus didapat = 3. hasil reaksi pada zone C ini akan selalu muncul warna. d. Deteksi. Acetaminophen Acetylsalicylate Aminopyrine Amitryptyline Amobarbital Amoxapine Amoxicillin L-Amphetamine Apomorphine Ascorbic acid Aspartame Atropin Benzocaine Benzoylecgonine Benzphetamine Butabarbital Cannabidiol Chloralhydrate Chloramphenicol Chlordiazepoxide Chlorothiazide Chlorpromazine Chloroquine Cholesterol Clomipramine Clonidine Cocaine Cortisone (-) Cortinine DL-Thyroxine Tolbutamide Tranylcypromine Creatinine Deoxycorticosterone Dextromethorphan Diazepam Diethylpropion Diflunisal Digoxine Diphenhydramine Doxylamine Ecgonine Ecgonine methyleste (+) Ephedrine (±) Ephedrine (-) Ephedrine (-) w Ephedrine Erythromycin β-Estradiol Estrone-3-sulfate Ethyl-p-aminobenzoat Fenoprofen Furoxamide Glucuronide Glutethimide Guaifenesin Hipuric acid Hydralazine Hydrochlorothiazide Hydrocodone Hydrocortisone Triamterene Trifluoperazine Trimethoprim Hydromorphone O-Hydroxyhippuric acid Ibuprofen Imipramine Iproniazid (-) Isoproteranol Isoxsuprine Ketamine Ketoprofen Labetalol Levorphanol Lidocaine Loperamide Loxapine succinate Maprotiline Meperidine Mephentermine Meprobamate Methadone Methaqualone Methoxyphenamine (±)3. Obat/Bahan lain Hambatan Waktu (Menit) Gambar 1. cara ini tidak menyakiti.S=Sample.L-Propanolol Propiomazine D-Propoxyphene D-Pseudoephedrine Quinidine Quinine Ranitidine Salicylic acid Secobarbital Serotonin Sulfamethazine Sulindac Temazepam Tetracycline Tetrahydrocortisone Tetrahydrozoline t9-THC 11norty-carboxy-THC Thebaine Thiamine Thioridazine Verapamil Zomepirac Intensitas Ion (m/z) Narkoba Standar (1. konfirmasi narkoba sampel urin dengan cara gas chromatography dan mass spectrometry (GC/MS): Diduga NKs memiliki NKst dengan HW = 21. Zone. Skema reaksi imunokromatografi kompetitif dalam mendeteksi narkoba dan metabolitnya dalam urin. urin me- Cermin Dunia Kedokteran No. 2002 9 .T=Test. 2) Sampel Test dan Penyimpanannya Urin merupakan sampel yang representatif untuk pendeteksian narkoba dan metabolitnya.L-Octopamine Oxalic acid Gentisic acid Oxazepam Oxolinic acid Oxycodone Oxymetazoline Oxymorphone pHydroxymethamphetamine Pavaperine Penicillin-G Pentazocine Pentobarbital Perphenazine Phencyclidine Phenelzine Phendimetrazine Phenobarbital DL-Tyrosine Uric acid Phenytoin L-Phenylethylamine L-Phenylpropanilamine Prednisolone Prednisone Procaine Promazine Promethazine D. Reaksi hanya membutuhkan H2O urin. SAMPEL URIN NEGATIP. KAGE = Konjugat IgG anti-IgG "goat"-ensim. B.4 ug/ml) Hasil kromatografi selama pengamatan 45 menit dan harus diulang dengan test-kit yang baru. KNE = Konjugat narkoba-ensim.

dengan card pabrik lain atau konsul ke dokter spesialis patologi klinik.Buka penutup bagian bawah dari alat test lalu celupkan ke enam bagian kertas (strip) ke dalam urin sampel jangan melebihi batas (kotak plastik) selama 10-20 detik.Teteskan 5 tetes (200ul) urin pada zone sampel (sample well). dikatakan dengan kolangitis intra dan posthepatik jika GGT dan AP serta 5'NT sebagai konfirmasinya juga meningkat. HCV.Hasil dikatakan negatif.Biarkan sampel dan reagennya mencapai temperatur ruang. jika muncul 2 garis pink.Biarkan dalam temperatur kamar. tidak menggunakan reagen yang telah melebihi tanggal kadaluarsa. Pada 2-80C stabil 48 jam. hasil dibaca pada 3-5 menit pertama. HIV. KARIER HBsAg & SUBYEK NON-IMUN Tanpa mempedulikan ada tidaknya manifestasi klinis.Kemudian angkat dan tunggu.Hasil ragu-ragu (warna lamat-lamat atau tidak cocok dengan klinis). kemudian 3-5 menit kedua: . hepatitis ditentukan dengan meningkatnya SGPT ≥ 1. 2002 .Hasil dikatakan positif. jika kadar anti-HbsAg 0-≤10 mIU/ml. dikonfirmasi dengan test konfirmasi seperti telah dibahas di atas. . dikatakan hepatitis dengan hepatolisis jika disertai kenaikan SGOT dan HBDH sebagai konfirmasinya. jika pada SGPT yang meningkat ini ditemukan HBsAg. dan hepatitis non-B jika HBsAg negatif. Deteksi 3-6 Narkoba dan Metabolitnya (Gambar 4). tabung plastik/gelas yang kering dan bersih. B. SGOT normal. 200C stabil >48 jam.Ambil urin sampel secukupnya atau seukuran cawan obat (pot plastik obat). . SGPT). Sebaliknya hanya kolangitis atau kolestasis jika hanya hanya GGT atau AP dan 5'NT saja yang meningkat tanpa disertai peningkatan SGPT dan SGOT. . 3. 135. Keputusan medis dari pemeriksaan ini selanjutnya digunakan untuk pemeriksaan berikutnya. jika muncul hanya 1 garis pink di zone C. DIAGNOSIS. STICK.2.non-C. Jangan membuka kemasan reagen dan sampel sebelum siap dikerjakan. Praktisnya pemeriksaan status hepatitis (SGOT. DAN MONITORING KOMPLIKASI Meliputi penyakit-penyakit kronis infeksius yang secara epidemiologi terbukti merupakan komplikasi yang sering ditemukan pada IVDA.5 batas atas normal. HEPATITIS VIRUS-B & -DELTA (HDV). Pembacaan hasil sesuai dengan cara deteksi tunggal narkoba tersebut di atas. Subyek dikatakan non-imun dan perlu vaksinasi hepatitis virus-B. . hasilnya akan terbaca dalam waktu paling lambat 5-10 menit. celupkan stick kedalam urin sampel dan tidak melebihi tanda batas bantalan (pad) spreading layer.Hasil dikatakan invalid (rusak). dikatakan rendah dan perlu booster jika kadarnya ≤100mIU/ml. . CARD Test Area Sample well POSITIF NEGATIF . satu di zone C dan lainnya di zone T. Non-B. sebaliknya untuk karier HBsAg noninfeksius5. 3) Cara Kerja & Interpretasi Hasil 3. Dikatakan karier HBsAg jika kepositifan HBsAg ini ditemukan pada subyek dengan SGPT. yakni infeksi HBV.miliki kadar narkoba dan metabolitnya tinggi sebaliknya hanya dalam waktu singkat dalam darah. 1. dan dikatakan karier HBsAg infeksius jika HBeAg atau DNA HBV positif dan antiHBeAgnya negatif. dan kronis jika >6-9 bulan8-12 Dikatakan hepatitis virus-B. tanpa pengawet. Dikatakan akut jika peningkatan SGPT ini <6-9 bulan. hepatitis tifosa dan endokarditis bakterialis. jika tidak muncul garis pink di "C" dengan atau tanpa di "T". Pada cara stick. STICK SUPPORT LAYER ZONE DIPEGANG ZONE BACA HASIL C/T ZONE PENA PIS REAKSI ZONE REAGEN DETECTOR/REGIS TRATION LAYER SEMIPERMEABLE MEMBRANE REAGENT LAYER SPREADING LAYER ZONE KONTAK URIN KONTAK Gambar 3: Deteksi narkoba tunggal dan metabolitnya dengan cara card atau stick. status HBsAg dan status imun HBV (anti-HBsAg) dilakukan dalam satu kesatuan pemeriksaan skrining infeksi HBV.1. Untuk ini test diulang dengan card yang baru. Deteksi Tunggal Narkoba dan Metabolitnya (Gambar 3). Penyimpanan dalam cawan. . Deteksi 3-6 Narkoba dan metabolitnya dengan cara card atau stick. . seperti 10 Cermin Dunia Kedokteran No. Urin harus jernih (sentrifus jika keruh). . B) SKRINING. Gambar 4. A.

surface-Ag). Kepositifan anti-HCV harus dinilai infeksius. maka hasil positif anti-HCV (jika tidak ditunjang data lain. Titer setinggi ini telah dikonfirmasi pada 7/7 (100%) IgM spesifik DT/PT untuk anti-O ≥1/160. Prevalensi sebesar 12. sehingga selain tidak memenuhi kriteria test konfirmasi juga akan memberikan hasil yang sama. dikonfirmasi dengan Western-blot (WB) anti-HCV. 70-90% koinfeksi ini akan berjalan kronis.9%) untuk antiH ≥1/1604. Infeksi HIV1/2 terkonfirmasi jika pada WB minimun ada satu anti core (anti-p24. 4. SGPT tanpa disertai kepositifan HBsAg dan anti-HCV. INFEKSI HIV1/2 DAN AIDS Adanya infeksi HIV1/2 ditegakkan dengan anti-HIV1/2 seropositif baik dengan cara Dot EIA anti-core (p24) atau Dot EIA anti-HIV1/2.5-27. anti-p17) positif dan satu antienvelope (anti-gp120. Untuk daerah endemis seperti Indonesia titer Widal yang signifikan demam tifoid (DT) dan paratifoid (PT) salah satu atau kedua titer anti-O/-H ≥ 1/1603. jika petanda laboratoris SGOT. Skema skrining. juga >90% anti-HCV positif terbukti secara klinis dan epidemiologis ditemukan pada kasus-kasus hepatitis C akut. Pendeteksian IgM antiHCV dan aviditas IgG anti-HCV (masa mendatang ?) dapat membedakan anti-HCV yang baru (akut) atau telah lama (pernah. dengan bukti serologi Widal/kultur positif. sehingga akan menggunakan HBsAg untuk masuk ke dalam sel hati. HEPATITIS TIFOSA Memenuhi kriteria hepatitis non-B. SGPT normal. non-akut) terbentuk setelah infeksi HCV. jika pada subyek dengan hepatitis (SGPT. sementara viral load digunakan untuk memantau dan menetapkan kapan terapi antiviral diberikan (antiviral sebaiknya dimulai pada CD4 300400/ml. dan pada 8/9 (88. Dan dikatakan karier antiHCV. HEPATITIS VIRUS-C DAN KARIER HCV Seperti pada virus hepatitis-B. Gambar 6. NON-C Ditegakkan jika meningkatnya SGOT. dikatakan hepatitis virus C.non-C. SGOT meningkat) tersebut ditemukan anti-HCV positif. ant-gp41. HEPATITIS NON-B. diagnosis dan monitoring infeksi hepatitis virus-C (HCV) 3.yang diorganisir pada skema (Gambar 5). Hal ini disebabkan karena HDV merupakan virus hepatotropisme yang telanjang (tidak memiliki sAg. dan diper-tahankan jangan turun sampai <300/ml)17. 2002 11 . CD8 dan penyakit-penyakit oportunistik tiap tahun pada subyek WB positif digunakan untuk menetapkan status kekebalan dan AIDS. sebab >90% anti-HCV mendeteksi antibodi-antibodi non-struktural (NS1-NS5) yang merupakan petanda replikasi aktif HCV. dan bertanggung jawab pada kasus-kasus sirosis hati yang terjadi pada usia muda (dekade 3-4)15. anti-gp160). Kepositifan dot harus dikonfirmasi dengan EIA anti-HIV1/2 standar (reaksi EIA basah).karena kebanyakan menggunakan sistim dan antigen yang sama. diagnosis dan monitoring infeksi hepatitis virus-B (HBV) dan –D (HDV) 2. 135. klinis misalnya) harus Cermin Dunia Kedokteran No. Skema skrining. Mengingat >90% antiHCV mendeteksi protein non-struktural virus. Pemantauan CD4. Gambar 5. kronis aktif. Konfirmasi dengan 4-5 macam EIA anti-HIV1/2 standar dari pabrik lain tidak perlu lagi (kecuali jika fasilitas WB dan tenaga medis yang berwenang meng-interpretasi hasil WB tidak ada). Detail protokol seperti pada skema (Gambar 6). 5.3% terdapat di kalangan individu dengan hepatitis B kronis aktif13. Memonitor anti HDV tiap tahun dilakukan hanya pada subyek-subyek yang HBsAg positif. dan hasil-hasil positif EIA anti-HIV1/2 standar harus dikonfirmasi dengan Western-blot (WB) anti-HIV1/2.14.

monitor infeksi HBV. 207-8. Takeuchi K. anti-HCV.Tanpa bukti adanya fokus primer. SGPT. Gerin JL. Arti klinis anti-O dan anti-H. Hoofnagle JH et al. Chronic HDV infection: An important cause of HbsAg positive cirrhosis of young adults. In Rizzetto M. FK-UGM. Nanang S. Fenomena imunologi: glomerulonefritis. 30: 776-9. Fenomena vaskuler: emboli arteria besar. FKUI Jakarta. Hatzakis A. Sukarmo. Papaioannou C.. 7. Klin. Akahane Y. diagnosis dan monitoring infeksi human immunodeficiency virus. Indonesia: Correlation beetween seromarkers and HBV infection state. 2000: 7-26. lesi Janeway. 1987:181-202. Roth spot. • Kriteria Mayor: a) Bukti Mikroorganisme Spesifik Endokarditis: . e. Asikin N. Tropical Disease Center (TDC) Airlangga University. Boscaro S. Meland A. Gerin JL. konsisten menemukan mikroorganisme spesifik endokarditis: Streptokok viridan. 2. Stafilokok aureus. February 15th 2000: 27-8. Suwarso. In Rizzetto M. Liss Inc..Berikut ini merupakan skema protokol manajemen laboratoris untuk infeksi HIV1/2 dan AIDS (Gambar 7). . 1994. infark paru septik. Nanang S. b) Bukti Organik Endokarditis: . 4. monitor komplikasi pada organ hati meliputi pemeriksaan SGOT. atau memenuhi semua 5 kriteria minor. Procedures. Fattovich G.Bising regugitasi • Kriteria Minor: a. Setiadji VS. Seroprevalence of HBV infection among randomized ”healthy" peoples living in Yogyakarta. Gastroenterol. konsisten menemukan mikroorganisme spesifik endokarditis. Wiwiek. Purcell RH. antiHIV1/2. HACEK.1986:1670-744. Nucleic Acid Res 1990. Suwarso. Anastassakos C. 2. 8. dan enterokokus. Surabaya. Yoshizaw H. massa di katup lama/buatan tanpa bukti patologis lain. d. 2002 . Gerin JL. Setiadji VS.. Brunetto MR. dua kali kultur darah selang waktu 12 jam. Purcell RH: The hepatitis delta virus and its infection. 12. The hepatitis delta virus and its infection. Engelkirk D. Bishop ML.: 1996: 573-9. GGT dan AP. Prevalence of anti-HCV in Norwegian blood donors with anti-HBc or increased ALT level. Gambar 7. Drugs of abuse testing. Stenico D. Prog. 2001. b. Philadelphia. Alan R. Suwarso.JL.. ENDOKARDITIS BAKTERIALIS2 Ditegakkan jika memenuhi 2 kriteria mayor. The 3rd Asian Conference of Clinical Pathology. 1987. Hubungan DOT-EIA terhadap Biakan Empedu dan Uji Widal pada Penderita Tersangka Demam Tifoid. Liss Inc. Fody EP. 9. Seroepidemiologische Unterschungen zur Antikoerper Praevalenz des Hepatitis C-Virus in der Bevoelkerung Indonesiens. Larsen J.th 1993 Hetlaand G.219-220. Baldi M. Lancet 1978.1-3. Co. Konsensus FKUI tentang Opiat. in Clinical Chemistry: Principles. Pornaro E. 1: 463-6. 2000: 52-5. Blanke RV. atau 1 kriteria mayor + 3 kriteria minor. 1987. Storvold G. aneurisma mikotik. 135. Disertasi. HDV infection in chronic hepatitis B. 10.18: 4626-36. Skripsi Sarjana I FK-UGM Yogyakarta. 1999. HCV dan HIV1/2: HBsAg.Transfusion 1990. faktor rheumatoid. In Rizzetto M. PPDS-I. deteksi obat atau metabolitnya dalam sampel (urin) subyek.3 dari 4 kultur darah selang 1 jam. 3th. 5. Febris c. Hasil yang diperoleh pada tingkat skrining digunakan untuk mengambil langkah-langkah lanjutan yang akurat dan efektif. Stewart GJ.non-B hepatitis in human and chimpanzees. 3. Drucker JA. DeckerWJ. Skaug K. Itoh Y et al. Kultur darah positif tetapi tidak memenuhi kriteria mayor di atas. Asikin N. Viruslike particles in plasmafraction (fibrinogen) and in the circulation of apparently healthy blood donors capable of inducing non-A. nodus Osler. Med.non-B hepatitis from man to chimpanzee.ed. Philadelphia: WB Saunders Co. Nucleotide sequence of core and envelope genes of the hepatitis C virus genome derived directly from human healthy carriers. Taipei. Respon Imun Seluler Pada Individu Widal Positip Demam Tifoid/Paratifoid: Frekuensi. KESIMPULAN Manajemen laboratoris penyalahgunaan obat pada tingkat skrining meliputi 1). 17. 15. abses. Transmission of non-A. perdarahan intrakranial atau konjunktiva. Sitimuchayat P. Strome JH. Kubo Y. 11. Seminar on Hepatitis and Diarrhea in The Tropic 2000. Realdi G.1992. 16. 12 Cermin Dunia Kedokteran No. NewYork Lippincott. Patogenitas strain. Publ. The chronology of HIV induced disease. Doris R. Purcell RH: The hepatitis delta virus and its infection..Ekokardiogram menemukan regurgitasi. Suwarso. 1980. KEPUSTAKAAN 1. Jakarta. Liss Inc.. Tabor E. Alan R. Yogyakarta. Masalah Medis dan Penatalaksanaannya. Vassiliadis E. Suwarso. -bovis. Proc. In: Could it be HIV? 2nd ed. 8. 13. FKUI. anti-HBsAg.Pat. Endemic HDV infection in a Greek community. June 23-25. IVDA (Intravenous drug addict). In: Toxicology. Skema skrining. Boonmar S et al. Akhkfustral.79:512-20. Alan R. 14. Correlations. In Tietz NW: Textbook of Clinical Chemistry. Konsensus FKUI tentang Opiat. Analysis of toxic substance. 6. Tesis. Bonino F et al. Alberti A. Hadziyannis SJ. Seroprevalence of antibody to hepatitis-C virus in hemodialized patient: Anti HBcore as surrogate marker. Adanya faktor predisposisi: ada penyakit jantung yang mendasarinya. Masalah Medis dan Penatalaksanaannya. 3. .

021-391 7349. : 021-3102927 Perpustakaan Nasional .09 Liver Update 2002 8 12 .net.net.centrin.id Hotel Acacia Jakarta E-mail : globalmedica@link. Facs. : 021-3190 0275 E-mail : geriatri.centrin.id Ruang Senat FKUI Telp. Jakarta Telp.id Sheraton Nusa Dua Bali 11 12-14 15 16 20-21 23 -24 Continuing Ophthalmology Education 2002 1st Int’l Scientific Meeting On Immuno and Tropical Dermatology 25 .net. Jakarta Telp.id Assembly Hall JICC Jakarta Jakarta International Covention Center ( JICC ) E-mail : globalmedica@link.14 30 . : 021-3106976. : 021-310 6968 Facs.net.: 3154626 e-mail : sampurna@cbn.net.id Hotel Sahid Jaya.26 JUNI 07 .com Hotel Borobudur. 021-334878.Salemba E-mail: yagina@commerce. Jakarta Telp. : 021-314 9208.fkui@mailcity. : 021-315 5551. 021-390 8157.net.net. 135. Facs.05 Simposium Awam : Gagal Ginjal.com Hotel Sahid Jaya.net.id sudigdo@bdg.id yagina@commerce.id Hotel Borobudur Jakarta E-mail: matacoe@yahoo.com Telp/facs. 021-315 2278 E-mail : inasn@link. 021-392 9106 E-mail : tropik@indosat.27 MEI 17 – 18 The 2nd Jakarta Nephrology and Hypertension Course (JNHC II) Symposium on Management of Hypertension in Special Condition Temu Ilmiah Geriatri Perhimpunan Geriatri Medik Indonesia 19 25 .id Hotel Borobudur. : 314 9424 E-mail : neurona@centrin. 021-314 1203 Facs. Dialisis dan Transplantasi Course on Travel Medicine Simposium Kedokteran Wisata III KONIKA XII Cermin Dunia Kedokteran No.JUNI 2002 Kegiatan Ilmiah Pertemuan Neurogeriatri Perhimpunan Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) One Day Post Graduate Course FKUI TIA . Jakarta Telp.No Waktu APRIL 5-7 KALENDER KEGIATAN ILMIAH PERIODE APRIL .net. Denpasar E-mail : perdoski@bdg. 3929106 Hotel Grand Bali Beach.KPPIK 50 Tahun FKUI ( Temu Ilmiah Akbar & Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran 2002 ) Kursus Pembelaan Hukum Tersangka Malpraktek Kursus Pemberdayaan Komite Medik 3rd Jakarta Antimicrobial Update (JADE 2002 ) Dokter Tempat dan Sekretariat Hotel Horison.net. 2002 13 . Jakarta PERGEMI JAYA Telp./facs.id agus_purwadianto@hotmail.

7-10 November 2001 − Nuklei interlaminaris thalami − Sistem ekstrapiramidal. benih tanaman poppy (Papaver somniferum) yang getahnva merupakan bahan dasar opium telah ditemukan di antara peninggalan zaman batu. disusul dengan formulasi kodein oleh Robiquet pada tahun 1817. kepadatannya paling tinggi di daerah: − Traktus spinotalamikus ventralis − Periaquaduktal Dibacakan pada PIT/Muker Perdossi. sejak itu dibuat peraturan untuk membatasi penggunaannya. emotional effects. Budi Riyanto Wreksoatmodjo. tergantung dari dosis. nucleus accumbens Subfornical organ Interstitial nucleus of stria terminalis Pain perception in head Vagal reflexes. 135. awal abad 19. Galen juga menyebutnya sebagai obat untuk mengatasi nyeri. orthostatic hypotension.opium. nucleus commissuralis. Saat ini narkotika dapat dibagi atas: − Jenis yang terdapat/berasal dari alam . kecuali serebelum (otak kecil). receptor opiat diketahui terdapat di hampir semua area otak. dan untuk efek konstipasi. problemnya makin luas menjadi masalah medis dan sosial sampai saat ini. secara klinis dapat bersifat depresan maupun stimulan.S. intralaminar (centromedian) nuclei. Indonesia PENDAHULUAN Sejarah penggunaan narkotika oleh manusia telah tercatat sejak zaman purbakala.3000 sebelum Masehi.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Pengaruh Narkotika terhadap Susunan Saraf Pusat Dr. euphoria Miosis Miosis Miosis Endocrine effects through light modulation Unknown Euphoria in a link to locus coeruleus ADH secretion Pain perception Emotional effects Motor rigidity Hormonal effects Emotional effects Sampai saat ini diketahui ada 5 (lima) jenis reseptor opiat (tabel 2): 14 Cermin Dunia Kedokteran No. Data penggunaannya tercatat dalam papyrus Ebers (1600 1500 sebelum Masehi) sebagai hipnotik. cara pemberian. terutama amigdala Juga ditemukan di substansia gelatinosa medulla spinalis. Padang. selanjutnya melalui penelitian menggunakan teknik radioimmunoassay. bahkan di Mesopotamia tanaman tersebut telah ditanam oleh bangsa Sumeria sejak 4000 . putamen. Sp. Table 1. morfin. globus pellidus. Di masa modern. analgesik. Penelitian awal menunjukkan bahwa opiat terikat pada reseptor spesifik di otak. Opium pernah popular dan bahkan diiklankan sebagai obat pereda nyeri dan obat batuk. cough suppression. dan individu pemakainya. inhibition of gastric secretion Nausea and vomiting Euphoria Limbic. periventricular nucleus of thalamus Telencephalon Amygdala Caudate. medial terminal nuclei of accessory optic pathway Dorsal cochlear nucleus Parabrachial nucleus Diencephalon Infundibulum Lateral part of medial thalamic nucleus. meskipun demikian. kodein − Jenis semi sintetik .heroin − Jenis sintetik . Efek ketergantungan mulai muncul/menjadi perhatian sejak tahun 1700-an. tetapi baru menjadi masalah di Eropa sekitar tahun 1890.meperidin EFEK TERHADAP SUSUNAN SARAF PUSAT Mekanisme kerja opiat (dan derivatnya) di susunan saraf pusat terus diselidiki. Serturner di Jerman telah berhasil memisahkan morfin dari opium (bahan dasar tanaman poppy). lateral. internal and external thalamic laminae. respiratory depression. Jawa Barat. 2002 . nucleus ambiguus Functions influenced by opiates Pain perception in body Area postrema Locus coeruleus Habenula-interpeduncular-nucleusfasciculus retroflexus Pretectal area (media and lateral optic nuclei) Superior colliculus Ventral nucleus of lateral geniculate Dorsal. Localization and Possible Function of Opiate Receptors Location Spinal cord Laminae I and II Brainstem Substantia gelatinosa of spinal tract of caudal trigeminal Nucleus of solitary tract. Rumah Sakit Marzuki Mahdi. Sejak itu penggunaannya mulai popular di kalangan masyarakat saat itu. Bogor. bahkan akhir-akhir ini juga ditemukan di sekitar terminal serabut saraf presinap (tabel 1).

Disordered temperature regulation Adanya reseptor yang spesifik terhadap opiat di dalam Cermin Dunia Kedokteran No. Jenis opiat lain dapat memberikan efek berbeda.+/- .++ . Receptors. and tension. Actions of Narcotic Agonists and Antagonists on Opiate Receptors Mu (µ) Effects Analgesia Euphoria Respiratory depression Sedation Dysphoria Hallucinations Stimulation Drugs Morphine Pentazocine Nalbuphine Butorphanol Buprenorphine .+ . EFEK TERHADAP MOOD (SUASANA HATI) Penggunaan morfin pada individu sehat sering menyebabkan disforia.menyebab- . heroin dihubungkan dengan gambaran EEG bifasik yang agaknya berkaitan dengan kedaan euphoria. dan berbagai obat/jenis opiat mempunyai afinitas yang juga berbeda terhadap masing-masing reseptor tadi (tabel 3). somnolence Respiratory depresion Manifestation Increase in ability to tolerate pain Anxiety.+ Kappa (Κ) .+ . Terdapat pengurangan fase REM don non REM deep sleep.+/. sleep Decrease in respiratory rate.+/Epsilon (ε) Sigma (δ) .+ Dilatation Rapid Delirium . nausea.+ (spinal) Constriction --------------Sedation . vomiting Relief from pain. Beberapa mekanisme diduga berperan dalam efek analgesia ini (tabel 5) : Table 5. Inhibition of ACTH and gonadotropin release.++ Inhibits .+ .++ . kesadaran berkabut. Penggunaan metadon jangka panjang dikaitkan dengan penurunan irama alfa. positive feeling of pleasure Change in mentation.+ . Zat tersebut ditemukan pada tahun 1975 berupa pentapeptida yang diberi nama met-enkephalin dan leu-enkephalin. Pada dosis terapeutik menyebabkan letargi. minute volume tidal exchange.+ Constriction Slow Indifference . juga rasa takut. apathy. Opiates. pemberian 5HT intraventrikel (otak) mempotensiasi efek analgesik morfin.+/.+ Efek terhadap Sistim Limbik Sistim limbik mengandung reseptor opiat dalam jumlah besar.+ susunan saraf pusat menyebabkan para peneliti menduga adanya zat serupa opiat endogen yang memang diproduksi dan terdapat di dalam tubuh.+ .+ : agonist effect antagonist effect . Effects of Morphine on the Central Nervous System Effect Analgesia Dysphoria Euphoria Mental clouding.- . karena serotonin diketahui berperan dalam modulasi persepsi nyeri. Pada penggunaan khronik. 135.+/. Table 4. drowsiness. anxiety.++ Masing-masing reseptor diduga memberikan efek yang berbeda. lethargy. Enkephalin ini berfungsi serupa dengan opiat.+ Inhibits Inhibits Inhibits . inability to concentrate. irregular breathing. dan peningkatan irama theta. Table 3.+ . mual. fear. Pada binatang. oleh karena itu diduga efek analgesik morfin lebih banyak pada komponen afektif dibandingkan dengan pengaruhnya terhadap ambang nyeri. efek tersebut berangsur-angsur menghilang.. sedangkan fase non REM light sleep dan keadaan jaga bertambah panjang. EFEK TERHADAP SISTIM SEROTONIN Efek terhadap sistim serotonin ini merupakan hipotesis terhadap efek analgesik dari morfin.+ .+ Delta (∆) . Efek Analgesia Pada manusia. bicara pelo dan gangguan koordinasi motorik jarang dijumpai. sedangkan inhibisi produksi 5HT dikaitkan dengan pengurangan efek analgesia dan berkurangnya kemungkinan dependensi dan toleransi. yang mirip dengan gambaran EEG saat tidur atau pada pemberian barbiturat dosis rendah.:partial agonist effect Secara klinis efek tersebut ditandai dengan timbulnya berbagai gejala (tabel 4). PERUBAHAN EEG Pemberian morfin menyebabkan gambaran frekuensi lambat dan voltase tinggi. Hyperglycemia. dan muntah.+ . Possible Mechanisms of Opiate Analgesia Activation of limbic system Stimutation of descending serotonergic pathways Increase in doparnine turnover Suppression of dorsal horn nociceptive neurons . and Their Functions Mu (µ ) Delta (∆) Sigma (δ) Kappa (Κ) Epsilon (ε) Morphine and BKetocyclozine Enkephalins Benzomorphan related opiates Endorphins Effects Analgesia Pupils Heart Rate Affect Opiate Activity Agonists Antagonists Mixed Agonists Antagonists . tetapi relevansi klinisnya belum jelas.: antagonist effect . beta. 2002 15 .+ . gelisah.++ . respiratory arrest Nausea and vomiting Stimulation of chemoreceptor trigger zone in medulla Interference with hypothalamic function Induction antidiuretic hormone release. Lesi nucleus raphe magnus -daerah padat 5HT. dan kesulitan konsentrasi.. sistim ini antara lain berperan dalam timbulnya rasa nyeri menetap dan kronik (dull and chronic pain) yang efektif diatasi dengan opiat. efek analgesia dari morfin tidak disertai dengan penurunan kesadaran dan tidak mempengaruhi fungsi pancaindera ataupun fungsi motorik.Table 2. Hilangnya rasa nyeri disertai dengan rasa tenang.

Penggunaan kronik menurunkan fungsi korteks adrenal. 135. Snyder SH. Drugs and The Brain. efek ini dihambat oleh nalokson. factor (CRF) yang menyebabkan menurunnya aktivitas kortikoadrenal. 3. Kurniadi H.78.3 jam. siklus diurnal dari kortikosteroid juga terganggu. 5. empedu. NIDA Teaching Package. 1986. Zackon F. 4. juga menghambat sekresi asam lambung. Yayasan Jendela Peduli NAPZA. Efek ini sangat bervariasi dari orang per orang. baik dalam hal frekuensi maupun intensitasnya. tetapi cardiac output tidak terpengaruh. Sekresi GH juga meningkat pada pengguna khronik. Jakarta.112. zat ini merangsang pusat chemoreceptor (chemoreceptor trigger zone) sehingga sering menyebabkan mual dan muntah. EFEK TERHADAP SISTIM NORADRENERGIK Efek analgesik opiat juga diduga melalui pengaruhnya terhadap sistim noradrenergik karena aktivasi sistim noradrenergik (A2) menghambat sensasi nyeri dan memberikan efek sinergi terhadap analgesik oleh opioid (mu reseptor). http:/165. 2002 . yang aktivitasnya meningkat pada keadaan inflamasi. Pain and Its Relief without Addiction 2nd ed. Injeksi morfin berulangulang menyebabkan penurunan sekresi ACTH yang berhubungan dengan berkurangnya sekresi corticotropin releasing. 1997. efek analgesik ini juga dapat dihilangkan dengan nalokson. Stimmel B. RINGKASAN 1. yang dapat berhubungan dengan gejala abstinensi. Heroin The Street Narcotic. Efek mual dan muntah ini lebih sering ditemui pada pasien yang aktif dibandingkan dengan jika berbaring. dan juga mulai dibuat secara sintetik. 2. pecandu heroin dan pengguna metadon umumnya eutiroid meskipun dijumpai peningkatan kadar T3 dan T4. EFEK TERHADAP AKSIS HIPOTALAMUS-HIPOFISIS Percobaan binatang menunjukkan pengaruh morfin terhadap aksis hipotalamus-hipofisis.. mungkin akibat peningkatan thyroxin binding globulin. Scientific American Library. EFEK GASTROINTESTINAL Morfin dan narkotik lainnya menghambat peristalsis usus halus. EFEK TERHADAP SARAF PERIFER Sampai saat ini efek analgesia dari narkotik dianggap melalui aktivitasnya terhadap reseptor opioid di susunan saraf pusat. motilitas saluran cerna menurun sehingga menyebabkan konstipasi. dan dapat dicegah dengan antagonis narkotik dan derivat fenotiazin. dan kembali normal setelah 2 . ditambah dengan usaha nafas secara sadar yang juga menurun. EFEK TERHADAP KARDIOVASKULER Narkotik pada dosis terapeutik jarang mempengaruhi tekanan darah dan irama jantung pada keadaan berbaring. namun baru pada abad 19 khasiatnya diteliti secara ilmiah. EFEK TERHADAP SISTIM DOPAMIN Metabolisme dopamin di otak distimulasi oleh narkotika.61 /Teaching 2/ teaching. Narkotika telah dikenal dan digunakan oleh manusia sejak jaman purbakala.kan hilangnya efek analgetik dari morfin yang dapat dipulihkan melalui injeksi 5 HT. 2. Wreksoatmodjo BR. hal ini penting diperhatikan dalam penanganan kasus-kasus overdosis yang pernafasannya sematamata tergantung dari derajat hipoksia. Efek ini maksimal dalam 7 menit setelah pemberian intravena. The Neurobiology of Drug Addiction. Selain itu zat antagonis dopamin ternyata memperkuat efek analgesik dari morfin.. Mual dan Muntah Berlawanan dengan efek depresi morfin terhadap sebagian besar area di otak. Co. Haworth Medical. Efeknya terhadap tubuh manusia diperantarai oleh beberapa reseptor di dalam SSP yang masing-masing mempunyai sifat yang karakteristik sehingga memberikan efek klinis yang berbeda. tetapi penelitian akhir-akhir ini menemukan adanya reseptor opioid di susunan saraf tepi. Napza dan Tubuh Kita. 2000. tetapi lama kelamaan timbul toleransi. tetapi mengurangi responnya terhadap perubahan posisi sehingga sering menyebabkan hipotensi ortostatik. KEPUSTAKAAN 1. London: Burke Publ.html. dalam 30 menit setelah pemberian intramuskular dan dalam 90 menit setelah pemberian subkutan. Efeknya terhadap denyut jantung bervariasi. menyebabkan peningkatan turn over dopamin. Morfin menekan sekresi TSH. EFEK TERHADAP RESPIRASI Depresi pernafasan pada dosis terapeutik disebabkan oleh efek langsung terhadap pusat respirasi di batang otak. 1988. bahkan penggunaan kronis kadang-kadang justru menekan aktivitas pusat muntah. The Encyclopedia of Psychoactive Drugs. getah panikreas. Percobaan penyuntikan morfin dosis kecil yang tidak efektif secara sistemik ke dalam sendi ternyata juga menghasilkan analgesia yang sebanding dengan pemberian anestetik lokal. 16 Cermin Dunia Kedokteran No. selain itu juga menstimulasi sekresi ADH sehingga dapat menyebabkan berkurangnya diuresis. Press. Morfin juga mengurangi sensitivitas kemoreseptor terhadap peningkatan kadar C02. Penghentian penggunaan morfin menyebabkan efek rebound berupa peningkatan sekresi hormon secara mendadak.

2002 17 . Namun tahun 1898 pabrik obat Bayer memproduksinya sebagai obat dengan nama Heroin. mengantuk dan muntah-muntah. berasal dari tumbuhan coca (Erythroxylon coca) yang tumbuh di Peru dan Bolivia. pengobatan yang mahal. Ada banyak alasan mengapa orang menggunakan Napza. Psikotropika. Kokain ini pernah digunakan untuk penyembuhan asma dan TBC. lama-kelamaan mengalami ketergantungan. Bunga ini tumbuh subur di daerah dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut Penyebaran selanjutnya adalah ke arah India. morfin ini sangat populer sebagai penghilang rasa sakit akibat luka-luka perang. menemukan modifikasi candu yang dicampur amoniak yang kemudian dikenal sebagai Morfin (diambil dari nama dewa mimpi Yunani yang bernama Morpheus). Bukan saja jumlah penyalahguna bertambah banyak tetapi penyebarannyapun menjadi sangat Cermin Dunia Kedokteran No. Napza pada awalnya adalah sejenis obat-obatan tertentu yang digunakan oleh kalangan kedokteran untuk terapi misalnya untuk menghilangkan rasa nyeri. karena itu penggunaan heroin telah dilarang oleh WHO sejak tahun 1954. Cina dan wilayah-wilayah Asia lainnya. Cina kemudian menjadi tempat yang sangat subur dalam penyebaran candu ini (dimungkinkan karena iklim dan keadaan negeri). Psikotropika dan Zat Adiktif Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Tahun 1806 seorang dokter dari Westphalia bernama Friedrich WiIhelm Serturner. Persoalan yang dapat muncul antara lain : Kepribadian adiksi. Namun pada perkembangannya obat-obatan itu disalahgunakan (abuse) sehingga menimbulkan ketergantungan (adiksi). pada awalnya ada yang hanya mencoba-coba atau sekedar ingin tahu. terinfeksi berbagai penyakit (HIV/AIDS. ketakutan. KEADAAN DAN MASALAH Dalam lima tahun terakhir. Hepatitis B. 135. Tahun 1874 seorang ahli kimia bernama Alder Wright dari London. Efek adiksi/ketergantungan heroin jauh melebihi efek analgesiknya. Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) Drs. dan Zat Adiktif lainnya) lebih tepat dibandingkan dengan istilah Narkoba karena di dalarn singkatan tersebut tercantum juga psikotropika. dan Laos. Napza dapat dikelompokkan dalam golongan Opiat dan Non Opiat. Memasuki abad ke XVII masalah candu ini bagi Cina telah menjadi masalah nasional. reaksi putus obat (sakaw). Tahun 1960-70-an pusat penyebaran candu dunia berada pada daerah Golden Triangle yaitu Myanmar. C). sebagai obat resmi penghilang sakit (pain killer). merebus cairan morfin dengan asam anhidrat (asam yang ada pada sejenis jamur). Iran. SEJARAH AWAL Kurang lebih tahun 2000 SM di Samaria dikenal sari bunga Papaver somniferum yang kemudian dikenal sebagai opium (candu). dan lainlain. Selain itu seorang pengguna NAPZA akan banyak mengalami kesulitan di masa depan serta dalam kehidupan sosialnya.sehingga akan muncul berbagai masalah dan persoalan. berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan menimbulkan gangguan fungsi sosial dan okupasional. campuran ini ketika diuji coba pada anjing menyebabkan anjing tersebut tiarap. Jakarta PENDAHULUAN Penyalahgunaan Napza merupakan suatu pola penggunaan yang bersifat patologik.Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika. yaitu obat yang biasanya digunakan untuk gangguan kesehatan jiwa namun termasuk yang sering disalahgunakan dan dapat menimbulkan adiksi. bahkan di abad XIX terjadi perang Candu yang berakhir dengan penaklukan Cina oleh Inggris dan harus merelakan Hong Kong. overdosis (OD). Ketut Kusminarno Apt Staf Direktorat Pengawasan Narkotika. Kemudian menuju Afrika dan Amerika. dan Afganistan. Tahun 1856 waktu pecah perang saudara di Amerika. Istilah Napza (Narkotika. dengan produksi 700 ribu ton setiap tahun. penyalahgunaan Napza meningkat secara bermakna. Thailand. Juga pada daerah Golden Crescent yaitu Pakistan. sehingga disebut sebagai "penyakit tentara". Selain morfin dan heroin masih ada lagi jenis lain yaitu kokain. menyebabkan sebagian tahanan perang tersebut ketagihan (adiksi).

Opiat (heroin. Amfetamin (shabu.buang air besar dan kecil kurang lancar . mogadon) bicara cadel jalan sempoyongan wajah kemerahan banyak bicara mudah marah gangguan pemusatan perhatian Tanda-Tanda Kemungkinan Penyalahgunaan Napza a. mengingat sebagian besar korbannya adalah generasi muda yang merupakan generasi penerus kita. BAHAYA PENYALAHGUNAAN NAPZA Gejala-Gejala Pemakaian Napza Yang Berlebihan 1. 135. BK.emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya . sehingga ada seorang produsen Ecstacy yang hanya dijatuhi hukuman 3 bulan penjara. 2002 . Penyebaran HIV/AIDS melalui penyalahgunaan Napza suntikpun cenderung meningkat dengan cepat akhir-akhir ini. 6. Ganja . Tindak kriminal dan kekerasan akibat penyalahgunaan Napza juga cenderung meningkat. dan bibir kehitam-hitaman . ganja) perasaan senang dan bahagia acuh tak acuh (apati) malas bergerak mengantuk rasa mual bicara cadel pupil mata mengecil (melebar jika overdosis) gangguan perhatian/daya ingat 2.nafsu makan tidak menentu 18 Cermin Dunia Kedokteran No.rasa senang dan bahagia . ekstasi) . Kecenderungan yang menyedihkan adalah bahwa para penyalahguna muda usia makin banyak dan berasal dari keluarga miskin. WHO (World Health Organization) memperkirakan jumlah penyalahguna yang tidak dirawat adalah sekitar sepuluh kali lebih besar daripada yang sempat dirawat. 5. dan dari kampus-kampus perguruan tinggi sampai kesekolah-sekolah dasar.acuh tak acuh .pengendalian diri kurang .bergairah 4. seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan. Jumlah sesungguhnya dari penyalahguna NAPZA di Indonesia belum diketahui dengan tepat.sangat sensitif dan cepat bosan .meluas dan menghinggapi semua lapisan sosial-ekonomi masyarakat baik strata sosial ekonomi atas sampai ke paling bawah.kewaspadaan meningkat . bahagia pupil mata melebar denyut nadi dan tekanan darah meningkat sukar tidur/insomnia hilang nafsu makan Kokain denyut jantung cepat agitasi psikomotor/gelisah euforia/rasa gembira berlebihan rasa harga diri meningkat banyak bicara kewaspadaan meningkat kejang pupil (manik mata) melebar tekanan darah meningkat berkeringat/rasa dingin mual/muntah mudah berkelahi psikosis perdarahan darah otak penyumbatan pembuluh darah nystagmus horisonta/mata bergerak tak terkendali distonia (kekakuan otot leher) Alkohol bicara cadel jalan sempoyongan wajah kemerahan banyak bicara mudah marah gangguan pemusatan perhatian nafas bau alkohol Benzodiazepin (pil nipam.mulut kering . Tindakan hukum terhadap para pengedar.sering menguap/ngantuk . tetapi juga anak-anak dari keluarga harmonis.nafsu makan meningkat .mata terlihat cekung dan merah.bila ditegur atau dimarahi. karena sanksinya hanya pidana penjara maksimal 10 tahun. Fisik .mata merah . Emosi . produsen gelap serta mereka yang terlibat dalam penyalahgunaan Napza dirasakan masih sangat ringan. Jenis Napza yang digunakannyapun menjadi sangat beragam.santai dan lemah .kurang konsentrasi .berat badan turun drastis .tangan penuh dengan bintik-bintik merah.depresi 3. morfin. Data dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) dan Rumah Sakit Polri menunjukkan bahwa jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap meningkat dari ± 1779 pada tahun 1996 menjadi ± 8170 pada tahun 1999. bahkan pesantren. - rasa senang.sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas b. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan . meningkat sebanyak lebih dari 4 kali dalam tiga tahun. muka pucat. Tidak hanya anak-anak dari keluarga broken home. dia malah menunjukkan sikap membangkang . Kondisi penyalahgunaan NAPZA saat ini dirasakan sudah sangat serius dan mengkhawatirkan serta mengancam keselamatan negara.

baik fisik maupun psikologik. Perilaku . Ketrampilan itu akan menumbuhkan kemampuan mereka untuk menolak suatu ajakan (Just Say "No") serta mengembangkan keberanian dan ketrampilan untuk mengekspresikan pendapat sehingga ia terbebas dari bujukan atau tekanan kelompoknya.Overdosis .Periksalah agar tidak ada yang menghambat pernapasannya . kebutuhan mengalami hal-hal baru dalam hidupnya.nyeri kepala . Kebutuhan yang dimaksud antara lain kebutuhan "ingin tahu". Segera memberikan dukungan moril jika anak mengalami/menghadapi masa krisis dalam hidupnya. 5) Program Latihan Ketrampilan Psikososial Latihan ini diterapkan atas dasar teori bahwa gangguan penggunaan zat merupakan perilaku yang dipelajari seseorang dalam lingkup pergaulan sosialnya dan mempunyai maksud dan makna tertentu bagi yang bersangkutan.karena itu mereka jadi malas mandi . gudang. Di sini sangat penting peran guru BP dan orang tua. Dalam hal ini dikemukakan persepsi yang salah mengenai rokok dan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh rokok baik bagi perokok sesaat maupun kronis. menghilangkan gambaran negatif mengenai diri sendiri dan meningkatkan komunikasi interpersonal. Yang tergolong dalam pelatihan ini antara lain : a) Psychological Inoculation Dalam pelatihan ini diputar film yang memperlihatkan bagaimana remaja mendapat tekanan dari pergaulannya agar ia merokok.Kalau penderita masih bernapas. 2) Program Pendidikan Efektif Bertujuan untuk pengembangan kepribadian.Apabila penderita telah pingsan. kebutuhan akan bebas berfikir dan berbuat. 2002 19 . b) Personal and Social Skill Training Kepada remaja dikembangkan suatu ketrampilan untuk menghadapi problema hidup umum termasuk merokok dan menyalahgunakan zat.mengeluarkan keringat berlebihan .sikapnya cenderung manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya.menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga . biarkan terbaring di sisi kiri badannya dan pastikan berada di posisi aman. banyak yang hilang . sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan barang-barang berharga di rumah.malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya . termasuk mereka yang telah berada dalam taraf eksperimental. Begitupun dengan barang-barang berharga miliknya. pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam . karena justru akan menarik bagi mereka untuk menguji keberaniannya. 3) Program Penyediaan Pilihan yang Bermakna Konsep ini bertujuan untuk mengalihkan penggunaan zat adiktif kepada pilihan lain yang diharapkan dapat memberikan kepuasan.mengeluarkan air mata berlebihan .sering menguap . meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan yang bijak.sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan.sering mengalami mimpi buruk .takut air. serta kebutuhan diri diterima dalam kelompok.sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan .Gejala-gejala sakaw mencapai puncak dalam 3-5 hari dan Cermin Dunia Kedokteran No. Teknik menakut-nakuti hanya efektif dalam keadaan terbatas. Suatu pesan yang sama sifatnya misalnya : mass media akan diterima oleh pelbagai kelompok dalam masyarakat yang berbeda-beda sehingga bisa diartikan secara berbeda pula sehingga timbul dampak yang tidak diinginkan. 135.sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal.waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur. Jika terkena akan terasa sakit .suka mencuri uang di rumah. kebutuhan terbentuknya identitas diri.selalu kehabisan uang . mengatasi tekanan mental secara efektif. kebutuhan akan penghargaan. biasanya terjadi pada saat gejala "putus zat" . yang perlu dilakukan adalah : memperkuat keimanan memilih lingkungan pergaulan yang sehat komunikasi keluarga yang baik hindari pintu masuk Napza yaitu rokok Sedangkan langkah-langkah yang dapat dipersiapkan dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA antara lain sebagai berikut : 1) Program Informasi Hati-hati dalam mengemukakan sesuatu secara sensasional. Materi dan cara memberikan informasi hendaklah sesuai dengan penerima informasi. ruang yang gelap.nyeri/ngilu sendi-sendi LANGKAH-LANGKAH PENCEGAHAN PENYALAH GUNAAN NAPZA Dalam pencegahan penyalahgunaan Napza. atau tempat-tempat sepi lainnya . termasuk jalan napasnya.jantung berdebar-debar . Kemudian cari pertolongan dokter. seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat . . Lalu dikembangkan sikap menentang dorongan dan tekanan untuk merokok itu. baringkan dia di sisi kiri badannya . kamar mandi. meningkatkan kepercayaan diri. pendewasaan pribadi. NAPZA dan PENGOBATANNYA Pengobatan NAPZA: 1) Pengobatan adiksi (detoksifikasi) 2) Pengobatan infeksi 3) Rehabilitasi 4) Pelatihan mandiri Pertolongan Pertama . 4) Pengenalan Dini dan Intervensi Dini Mengenal dengan baik ciri-ciri anak yang mempunyai risiko tinggi akan menggunakan zat.c. Bila tidak teratasi segera dirujuk ke tenaga ahli. kloset.

6. Indonesia Australia Specialised Training Project Phase II. Dreisbach RH. PENUTUP Dengan makin meningkatnya kasus penyalahgunaan Napza di Indonesia. tubuh secara fisik memang tidak "ketagihan" lagi. Untuk itu setelah detoksifikasi perlu dilakukan proteksi lingkungan dan pergaulan yang bebas dari lingkungan pecandu. Agar pelaksanaan program itu berlangsung secara berhasilguna dan berdaya guna. 2002 . . dan mempunyai afeksi yang kuat untuk melaksanakan tugasnya di bidang penanggulangan penyalahgunaan Napza. 4. Sudirman. Chadha PV. Mengapa Heroin/Putaw Sangat Berbahaya. Twelfth Ed. 3. mempunyai ketrampilan yang tinggi. 5. Jaypee Brothers Med Publ (P) Ltd. Maj. 1987. Drug Information Short Course. profesional. 1975. sehingga rentan dan sangat besar kemungkinan kembali mencandu dan terjerumus lagi. Jakarta. We live by trusting one another 20 Cermin Dunia Kedokteran No. Alasan penggunaan jarum suntik bersama sangat berbeda-beda. Strategi penanggulangan Napza adalah melakukan upaya agar masyarakat terutama kelompok rawan secara sadar meniadakan keinginannya untuk mencoba/menggunakan Napza. 2. Pudji Hastuti.pp. Bahan Penerangan tentang Obat/Zat Psikoaktif dan Adiktif. Ketut Kusminarno.hilang setelah 10 hari. sampai hasil tes urin menjadi negatif dari zat adiktif. Untuk itu harus dilaksanakan program penanggulangan yang komprehensif. Ditjen Penerangan Umum.. Rehabilitasi Setelah menjalani detoksifikasi hingga tuntas (tes urin sudah negatif). DAFTAR PUSTAKA 1. namun secara psikis ada rasa rindu dan kangen terhadap zat tersebut masih terus membuntuti alam pikiran dan perasaan sang pecandu. misalnya dengan memasukkan mantan pecandu ke pusat rehabilitasi. maka harus tersedia SDM yang handal yaitu memiliki pengetahuan yang cukup. 7. Peranan Badan Kesejahteraan Sosial Nasional dalam Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Korban Narkoba. Biasanya proses detoksifikasi dilakukan terus menerus selama satu sampai tiga minggu. pengobatan yang adekuat dan rehabilitasi mediko-psikososial/ spiritual. tetapi sangat penting untuk diketahui dalam upaya penghentian penyebaran ini. 1998. Detoksifikasi Detoksifikasi adalah proses menghilangkan racun (narkotika dan/atau zat adiktif lain) dari tubuh dengan cara menghentikan total pemakaian semua zat adiktif atau dengan penurunan dosis obat pengganti. 1) Menggunakan jarum suntik sekali pakai 2) Mensuci hamakan (sterilisasi) jarum suntik 3) Mengganti kebiasaan menyuntik dengan menghirup atau oral dengan tablet 4) Menghentikan sama sekali penggunaan Napza. Deppen Rl. 1st ed. Harm Reduction HIV menyebar di antara kelompok IDU terutama karena penggunaan ulang atau bersama jarum suntik dan semprit yang telah tercemar dengan darah yang mengandung HIV. 135. Hand Book of Forensic Medicine & Toxicology (Medical Jurisprudence). terhadap para pengguna yang telah telanjur menyalahgunakannya ditempuh strategi untuk meminimalkan/meniadakan pengaruh buruk Napza tersebut.28. Dampak Penyalahgunaan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainya Rumah Sakit Ketergantungan Obat. Oleh karena itu upaya penanggulangannya harus secara sungguh-sungguh. meliputi upaya promosi. Kesehatan Depkes RI 1998. 150. Appleton & Lange. Handbook of Poisoning. 2000. 23-27 April 2001. dan mampu mencakup wilayah atau masyarakat yang luas terutama di daerah-daerah dan kelompok-kelompok yang rawan akan masalah penyalahgunaan Napza. maka keadaan ini sangat memprihatinkan dan dapat menjadi masalah atau bencana nasional. Empat cara alternatif menurunkan risiko atau harm reduction. 324 . konseling. Sekretariat Penerangan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika. 1988. Detoksifikasi bisa dilakukan dengan berobat jalan atau dirawat di rumah sakit.

jadi setelah langkah awal ini. Jadi penanganan pada setiap pasien tidak bisa disamaratakan. peran lingkungan. keluarga. Untuk mernpercepat habilitasi ini. MHA Psikiater. karena menurut penelitian. − Terapi Tingkah Laku : teknik terapi yang dikembangkan berdasarkan teori belajar. 135. Untuk fase awel ini masih dapat dilakukan pemaksaan pada pasien. terutama yang awam tentang pengobatan ketergantunqan napza. zat yang dipakai tersebut berkaitan dengan neurotransmitter dalam otak. − Akupunktur : dapat meningkatkan kadar andorfin sehingga mengurangi keadaan depresi. Hartati Kurniadi SpKJ. Tetapi untuk langkah selanjutnya perlu adanya kerjasama yang baik dari pasien tersebut. Yayasan Jendela. Sikap ini akan mempercepat tahap habilitasi. Atau dapat juga mereka terjatuh kembali menggunakan napza secara tidak terkontrol setelah berhenti menggunakan napza selama kurun waktu tertentu yang dikenal dengan istilah relaps. Motivasi pasien untuk sembuh memang merupakan kunci keberhasilan pada tahap ini. dapat bekerjasama dengan terapisnya tanpa pengaruh napza lagi. walaupun memang perlu waktu untuk dapat bersikap seperti itu.Pengobatan/Perawatan Pasien Ketergantungan NAPZA Pasca Detoksifikasi dr. efek pemakaian napza di otak juga tidak dapat pulih dengan cepat karena berdasarkan penelitian. 2002 21 . Oleh sebab itu pada tahap ini perlu dilakukan berbagai bentuk terapi atau kegiatan yang sesuai dengan individu/ keadaan pasien tersebut. Hukuman diberikan apabila pasien berperilaku yang tidak diinginkan (menggunakan napza) dan hadiah diberikan bila pasien berperilaku yang diinginkan (tidak Cermin Dunia Kedokteran No. Hal ini tentu saja akan menimbulkan kekecewaan baik bagi orangtua maupun anak/pasien tersebut. terapis dan pendamping yang mendukung proses penyembuhan pasien sangat diharapkan. Pasien yang baik. Serpong Tangerang. sangat personal. Selanjutnya akan dibicarakan mengenai perawatan pasien setelah terapi detoksifikasi yaitu habilitasi dan rehabilitasi. HABILITASI Perawatan ini ditujukan terutama untuk stabilisasi keadaan mental dan emosi pasien sehingga gangguan jiwa yang sering mendasari ketergantungan napza dapat dihilangkan atau diatasi. sebab usaha rehabilitasi dan resosialisasi banyak tergantung dari berhasil atau tidaknya tahap ini. Pada tahap ini kadang masih ditemukan juga keadaan yang kita sebut slip yang artinya episode penggunaan kembali napza setelah berhenti menggunakan selama kurun waktu tertentu.. misalnya dengan diborgol dan pengawasan ketat atau dilakukan dengan ultra rapid detoxification. Dalam hal ini yang biasa dipakai adalah golongan anti-anxietas. lingkungan dan masyarakat sekitarnya. anti-depresi atau anti-psikotik. Keadaan ini merupakan langkah yang sangat panting. Jadi tidak semua bentuk terapi dan kegiatan harus diberikan kepada setiap pasien. Banten PENDAHULUAN Banyak orang. Pada tahap ini tidak jarang farmakoterapi masih diperlukan untuk mengobati gangguan jiwa yang mendasari ketergantungan napzanya. − Terapi Relaksasi : karena banyak pasien yang susah untuk relaks. Selain itu. Habilitasi dapat berupa berbagai bentuk terapi atau kegiatan yang dapat diberikan kepada pasien sesuai dengan indikasi yang ada. dapat meningkatkan kadar endorfin. perlu dilakukan langkah solanjutnya agar pasien dapat tetap terbebas dari penggunaan napza. beranggapan bahwa setelah detoksifikasi maka seharusnya anak/pasien itu sudah sembuh/baik kembali seperti sebelum mereka tergantung pada napza atau bahkan ada yang berharap bahwa anaknya dapat baik seperti apa yang mereka harapkan. Bentuk terapi/kegiatan tersebut antara lain : − Latihan Jasmani : misalnya lari-lari pagi. Detoksifikasi adalah langkah awal dari suatu proses penyembuhan pasien dengan ketergantungan napza.

Itulah sebabnya banyak lembaga rehabilitasi yang didirikan berdasarkan kepercayaan/agama. − Terapi Keluarga : sangat diperlukan karena pada umumnya keluarga mempunyai andil dalam terjadinya ketergantung napza pada pasien. jadi merupakan suatu bentuk terapi tingkah laku. penglihatan kabur. Perlu pengawasan dari anggata kaluarga agar terjamin bahwa disulfiram tetap dimakan secara teratur. REHABILITASI Dalam pengobatan ketergantungan napza perlu dilakukan hingga tingkat rehabilitasi. sebaiknya diberikan selama minimal 6-12 bulan. maka bila dia menggunakan naltrexon. vertigo. biasanya dosis maintenance sebesar 40-80 mg perhari. Satu hal lagi yang banyak diharapkan setelah mengikuti rehabilitasi. muka merah. Untuk menjalankan program ini diperlukan administrasi yang baik. test fungsi hati. − Methadone Maintenance Program : biasanya yang menjalani program ini adalah mereka yang telah berkali-kali gagal mengikuti program terapi. Rehabilitasi pada hakikatnya bertujuan agar penderita bisa melakukan perbuatan secara normal. wajah berkeringat. Jadi bila minum Disulfiram. membimbing. Pasien dengan hepatitis akut atau fungsi hepar buruk. Sebelum mengikuti program ini pasien harus diperiksa secara medis dahulu termasuk pemeriksaan darah rutin. konfrontasi. arti agama bagi manusia. bisa bekerja lagi sesuai dengan bakat dan minatnya. dan juga menggunakan opioida. pasien dapat menghayati agamanya secara baik. habilitasi dan rehabilitasi lain. 135. dan meningkatkan rasa kesadaran dan tanggung jawab sosial bagi keluarga dan masyarakat. Jarang melebihi 120 mg perhari. − Psikodrama : suatu drama yang dirancang berkisar pada suatu krisis kehidupan atau masalah khusus. konseling individual atau mengikuti pertemuan alkohol anonimus. maka akan timbul suatu perasaan yang tidak enak misalnya mual. ketergantungan napza juga memberi dampak sosial bagi pasien. dan kebingungan. Kontra indikasinya : 1. bisa melanjutkan pendidikan sesuai kemampuannya. karena bila pasien tidak serius ingin berhenti memakai opioida. menyadarkan kelemahan yang dimiliki manusia. Terapi rehabilitasl ini meliputi beberapa hal : − Rehabilitasi Sosial : meliputi segala usaha yang bertujuan memupuk. dan Maha pengampun. − Rehabilitasi Kehidupan Beragama : bertujuan membangkitkan kesadaran pasien akan kedudukan manusia di tengah-tengah mahluk hidup ciptaan Tuhan. Dosis methadon setiap hari dimulai dari 30-40 mg. rasa napas pendek.menggunakan napza). lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitarnya. Rehabilitasi Vokasional : bertujuan menentukan kemampuan kerja pasien serta cara mengatasi penghalang atau rintangan untuk penempatan dalam pekerjaan yang sesuai. Naltrexon diberikan sebanyak 50 mg perhari atau disesuaikan dengan dosis pemakaian opioida. 4. Kontra indikasi pemberian disulfiram ialah penyakit jantung. − Psikoterapi Kelompok : banyak dilakukan dalam program habilitasi karena dirasakan banyak manfaatnya. − Psikoterapi individual : untuk mengatasi konflik intra- psikik dan gangguan mental yang terdapat pada pasien. Bagi mereka yang sekolah atau bekerja dan konditenya baik dapat datang ke pusat terapi dua kali seminggu dan membawa methadon pulang ke rumahnya (diberikan methadon yang berjangka waktu kerja lama yaitu LAAM . rontgen paru-paru dan EKG. − Terapi antagonis opioida : misalnya neltrexon. termasuk gangguan kepribadian. Disulfiram sebaiknya diberikan bersama-lama dengan terapi lain seperti psikoterapi individual atau kelompok. − Konseling : dapat membantu pasien untuk rnengerti dan memecahkan masalah penyesuaian dirinya dengan lingkungan. Jadi harus ada satu pusat catatan Medik terpadu. rasa penuh di kepala dan leher. kerjanya menghambat efek euforia dari opioida sehingga pasien akan merasa percuma menggunakan opioida karena tidak mengalami euforia. berdebar-debar. Sewaktu-waktu urin harus diperiksa untuk memastikan bahwa methadon yang diperoleh dan dibawa pulang dipakai sendiri dan bukan dijual. 22 Cermin Dunia Kedokteran No. Disulfiram menghambat metabalisme alkohol dalam darah sehingga kadar asetaldehida dalam plasma meningkat. dan saran yang diberikan pasien lain daripada terapis. Alasannya. 2002 . Juga memberikan keterampilan yang belum dimiliki pasien agar dapat bermanfaat bagi pasien untuk mencari nafkah. − Terapi Disulfiram (Antabuse) : merupakan terapi aversif pada ketergantungan alkohol. Pasien yang kadang-kadang masih menggunakan opioida. dan yang terpemting bisa hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitarnya. Drama ini dapat membantu pemainnya (pasien) mengenali masalah bagaimana ia mengambil inisiatif untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pasien yang mendapat pengobatan dengan analgesik opioida. untuk menghindari kemungkinan adanya pasien yang mendapat jatah obat lebih. − Rehabilitasi Edukasional : bertujuan untuk memelihara dan maningkatkan pengetahuan dan mengusahakan agar pasien dapat mengikuti pendidikan lagi. 3.L Alfa Aceto-Methadol). lalu kemudian meminum juga alknhol. 2. maka dapat terjadi overdosis opioida. selain menimbulkan gangguan fisik dan kesehatan jiwa. Di sini perlu sekali pengertian dari pasien. biasanya diminum dengan segelas jus jeruk. Pasien lebih dapat menerima kritik. Setiap hari pasien harus datang ke pusat terapi dan minum jatah methadon di hadapan petugas. Terapi ini juga mempersiapkan keluarga beradaptasi dengan pasien setelah yang bersangkutan tidak menggunakan napza lagi. Pasien yang test urin untuk opioidanya masih positif. nyeri kepala. terapi ini barmanfaat terutama bagi orang yang sulit menyatakan suatu peristiwa atau perasaan secara verbal. rasa tak enak di dada. Mahatahu. jika mungkin memberi bimbingan dalam memilih sekolah yang sesuai dengan kemampuan intelegensia dan bakatnya. muntah. Maha pengasih. Dosis 250 mg setiap hari atau 509 mg tiga kali seminggu selama satu tahun. membangkitkan optimisme berdasarkan sifat-sifat Tuhan yang Mahabijaksana.

Selain itu harus dimaklumi juga bahwa pengobatan ketergantungan napza membutuhkan waktu yang cukup panjang. Information for School Counselors. and Counselors. maupun lingkungannya agar setiap kemajuan yang sekecil apapun.role of naltrexone in medical practice. 1989. Billing & Sons Ltd. 1989. perlu pemahaman diri (insight) pasien. Therapists. Leow KF. Cermin Dunia Kedokteran No. 2002 23 . Untuk itu diperlukan usaha yang terus menerus dan perasaan yang selalu optimis baik dari pasien. dapat disyukuri dan merupakan dorongan untuk mencapai kemajuan yang lebih banyak. Feb. terapis. Joewana S. melainkan langkah awal dari suatu proses terapi ketergantungan napza. A Simon & Schuster Company. Social Workers. Bennett G. Substance Abuse. Bahkan untuk mengetahui dengan pasti bahwa pasien tersebut betul-betul pulih. baru bisa dipastikan setelah yang bersangkutan meninggal. KEPUSTAKAAN 1. dan Zat Adiktif Lain. Singapore. Narkotika. Symposium : Advances in the management of drug addiction . 1997. Treating Drug Abusers. Needham Heights. Great Britain. 1996. 11. 4. Fisher GL. Massachusetts. 135. Oleh sebab itu agar pengobatan/perawatan ketergantungan napza berjalan dengan baik. Alkohol. 2. 3. Medical Aspect of Naltrexone. Jakarta: Gramedia. Harrison TC.PENUTUP Satu hal yang harus disadari dan dipahami oleh semua pihak adalah bahwa detoksifikasi bukanlah terapi tunggal dari ketergantungan napza. Gangguan Penggunaan Zat. dibantu dengan kerja sama yang baik dengan terapis serta dukungan yang kuat dari lingkungan terdekat.

pada orang yang menderita sakit fisik berat. yaitu kecemasan 24 Cermin Dunia Kedokteran No. serotonin reuptake inhibitor (SRI) dan specific serotonine reuptake inhibitor (SSRI).(1. Cemas pada umumnya terjadi sebagai reaksi sementara terhadap stress kehidupan sehari-hari. lama dan kronik. pada penderita gangguan psikiatri berat atau merupakan gangguan yang berdiri sendiri. pada orang dengan gangguan psikiatri berat (skizofrenia. dan pada segolongan penyakit yang berdiri sendiri yang dinamakan gangguan kecemasan. Kata kunci: gangguan kecemasan .(1. antidepresan trisiklik. dengan ciri munculnya mendadak tanpa faktor pencetus. Ia berperan untuk meyiapkan orang untuk menghadapi ancaman (baik fisik maupun psikologik).10) Yang dibahas di sini adalah kelompok terakhir yang terdiri dari 5 macam yaitu: 1) gangguan panik. Jawa Teqgah ABSTRAK Dari aspek klinik kecemasan dapat dijumpai pada orang dengan stres normal. monoamin inhibitor (MAOI).TINJAUAN KEPUSTAKAAN Gambaran Klinik dan Psikofarmaka pada Penderita Gangguan Kecemasan Yusuf Alam Romadhon Dokter PTT Puskesmas Kartasura II Kabupaten Sukoharjo. kardiovaskuler.9) Dari aspek klinik kecemasan dapat dijumpai pada orang yang menderita stress normal.gambaran klinik . hipnotik.3. gangguan bipoler dan depresi). Respons kecemasan yang berkepanjangan ini sering diberi istilah gangguan kecemasan. bahkan kecemasan merupakan respons yang sangat diperlukan. Pendekatan psikofarmaka adalah dengan obat-obatan anxiolitik yang meliputi tranquilizer minor baik golongan benzodiazepin maupun non benzodiazepin. dan ini merupakan penyakit. 135.(3) Perasaan cemas atau sedih yang berlangsung sesaat adalah normal dan hampir semua orang pernah mengalaminya. Secara mendasar lebih merupakan respons fisiologis ketimbang respons patologis terhadap ancaman. lama dan kronis. penyakit kronik dan serius atau permasalahan keluarga maka akan berlangsung lama. gastrointestinal dan bahkan genitourinarius (Tabel 1). Ia menghasilkan serombongan gejala-gejala hiperaktivitas otonom yang mengenai sistem muskuloskeletal. Untuk penyembuhan dengan baik dan mencegah ketergantungan obat anxiolitik diberikan terapi kombinasi yaitu psikoterapi dan psikofarmaka. 3) gangguan fobik. 4) gangguan obsesif kompulsif dan 5) gangguan stress pasca trauma. kecemasan yang berkepanjangan sering menjadi patologis.(9) Bila cemas menjadi begitu besar atau sering seperti yang disebabkan oleh tekanan ekonomi yang berkepanjangan. yaitu 1) gangguan panik. 2) gangguan cemas umum. 2) gangguan cemas umum. Dikenal 5 jenis gangguan kecemasan. Sehingga orang cemas tidaklah harus abnormal dalam perilaku mereka. 2002 .psikofarmaka PENDAHULUAN Istilah kecemasan dalam psikiatri muncul untuk merujuk suatu respons mental dan fisik terhadap situasi yang menakutkan dan mengancam. pada orang dengan sakit fisik berat.

kepala terasa enteng − Nggliyer (dizziness). 2002 25 . terapi kognitif atau psikoterapi provokasi kecemasan jangka pendek.(1) Di Indonesia penelitian yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan Tambora Jakarta Barat tahun 1984 menunjukkan bahwa di puskesmas jumlah gangguan kesehatan jiwa yang sering muncul sebagai gangguan fisik adalah 28. berada di ketinggian dsb.(l) Obat-obatan yang sering digunakan untuk anxiolitik (mengurangi atau menghilangkan gejala gangguan kecemasan) adalah golongan benzodiazepin. monoamin inhibitor [MAOI]. Keluhan Fisik • Neurologik dan Vaskuler − Sakit kepala. Cermin Dunia Kedokteran No.3) Keluhan-keluhan dan tanda-tanda obyektif yang sering didapatkan dalam praktek medis sehari-hari yang merujuk pada gangguan kecemasan adalah sebagai berikut (Tabel 1). kasus lama diberikan sampai 6 bulan bebas gejala kemudian dilakukan tapering off untuk penghentian pengobatan. 135. gelisah − Takut mati. Pendekatan ini dianjurkan untuk dipakai oleh para dokter umum yang mempunyai banyak pasien dalam praktek medis sehari-hari. 3) gangguan fobik yaitu kecemasan atau ketakutan terhadap situasi atau obyek tertentu (spesifik). khawatir. takut menjadi gila atau pikiran-pikiran yang cenderung negatif baik terhadap diri-sendiri ataupun lingkungan − Merasa tegang − Insomnia. gelap. gagap − Palpitasi − Hiperventilasi − Berkeringat banyak atau telapak tangan dan kaki lembab Keluhan Kognitif dan Psikologis − Perasaan cemas. gelisah.3) − − • − − − • − − − − − • − − − − • − − • − − Palpitasi (berdebar-debar/deg degan : Jawa) Nyeri dada.(1) Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien dapat ditegakkan diagnosis kerja (secara cepat) untuk gangguan kecemasan apabila didapatkan keluhan baik somatik (fisik) maupun psikologik dan kognitif serta tanda-tanda obyektif kecemasan.(5) DIAGNOSIS GANGGUAN KECEMASAN Dalam makalah ini yang akan dibicarakan adalah diagnosis praktis. pusing.(1) PREVALENSI GANGGUAN KECEMASAN Survai terkini di Amerika (1996) melaporkan bahwa 15 33% pasien yang datang berobat ke dokter non psikiater merupakan pasien dengan gangguan mental. obyek atau keadaan tertentu (sendirian.yang diderita bersifat mengambang bebas dan berlangsung menahun (kronik). was-was − Ragu-ragu untuk bertindak atau memutuskan sesuatu. Keluhan dan Tanda Obyektif dari Gangguan Kecemasan(1. seperti mau pingsan − Vertigo (pusing berputar) − Tangan gemetaran − Pandangan kabur − Baal dan kesemutan • Kardiovaskuler PSIKOFARMAKOLOGI Untuk penyembuhan dengan baik pasien dengan gangguan kecemasan adalah kombinasi farmakoterapi (psikofarmaka) dengan psikoterapi. terlalu waspada − Mudah marah (iritable) − Perasaan cemas tersebut mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan penderita sehingga fungsi pertimbangan akal sehat. 5) gangguan stress pasca trauma yaitu kecemasan yang timbul setelah penderita mengalami peristiwa yang sangat menegangkan. kemudian dilakukan psikoterapi yang dimulai pada awal minggu kedua di samping obat anxiolitik masih tetap diberikan tetapi secara bertahap diturunkan dosisnya (tapering off sampai minggu ke empat pengobatan).(1) Ada juga yang membedakan kasus baru dan lama. takut salah. tenggorokan kering Perasaan tidak enak di lambung Nausea dan vomitus (mual dan muntah) Diare Genitourinarius Sering berkemih Nyeri saat berkemih Ejakulasi prematur Impotensia Sistim Muskuloskeletal Nyeri otot kepala terutama otot leher Sakit dan nyeri otot Kulit Keringat berlebihan Telapak tangan dan kaki basah dan terasa dingin Tanda Obyektif − Penderita tampak gugup. Dalam terapi kombinasi diberikan obat anxiolitik terlebih dahulu sampai 2 minggu. specific serotonin reuptake inhibitor [SSRI]. yaitu kecemasan yang mendorong penderita secara menetap untuk mengulangi pikiran atau perilaku tertentu dan. Mengapa kombinasi? Pertimbangannya adalah bahwa psikoterapi mempunyai keunggulan tidak adiktif tetapi kerugiannya lambat dalam efek terapetiknya. 4) gangguan obsesif kompulsif. sulit untuk memulai (jatuh) tidur/early insomnia − Mudah terkejut. − Perasaan takut dalam situasi. terapi perilaku. Sebaliknya anxiolitik mempunyai keunggulan efek terapetik cepat dalam menurunkan tanda dan gejala kecemasan tetapi mempunyai kerugian resiko adiksi. serotonin reuptake inhibitor [SRI]. dada terasa panas Respirasi Nafas pendek Dispnoe (sesak nafas) Hiperventilasi (frekuensi nafas sering) Gastrointestinal Mulut kering Tenggorokan seperti tercekik. Kasus baru diberikan sampai 2 bulan bebas gejala kemudian dilakukan tapering off untuk penghentian pengobatan. tidak dapat duduk santai − Suara bergetar.(1. antidepresan: trisiklik.(1-3) Tabel 1.73% untuk dewasa dan 34. Mengenai penggolongan (klasifikasi) obat-obat anxiolitik. kamar tertutup. non-benzodiazepin. nama dagang serta dosis terapetiknya dapat dilihat pada Tabel 2. perasaan dan perilakunya terpengaruhi.) − Tidak enak.39% untuk anak.(1) Dari jumlah tersebut minimal sepertiganya menderita gangguan kecemasan.(5) Psikoterapi yang sering digunakan untuk gangguan kecemasan adalah psikoterapi berorientasi insight.

552. Gangguan Cemas pada Penyakit Jantung. Menkes DB.125 0. baik tunggal maupun kombinasi tergantung pada kondisi pasien. 5 Agustus 2000. 29. 3.5 . Dumolid Halcion Ativan 15 . et al. hal.4 0. 9. Medical Progress. Deva MP. Serotonin Reuptake Inhibitor (SRI) Clomipramine e. Psychopharmacology. hal. The word that is heard perishes.8) Jenis Gaugguan Kecemasan Farmakoterapi Gangguan Panik Benzodiazepin Antidepresan trisiklik MAOI Buspiron SRI SSRI Farmakoterapi kombinasi untuk pasien membandel atau adanya komorbiditas dengan gangguan lainnya Sama Sama Sama Clonazepam Fluoxetine Paroxetine Sertraline Fluvoxamine Librium Valium Ativan Lexotan Tranxene Frisium Xanax Rivotril 15 -100 4 . Siklik atipik Amoxapine Maprotiline Mianserine Insidon Buspar 50 . 5 Agustus 2000. Tabel 3.18 15 20 . Specific Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) Fluoxetine Fluvoxamine Paroxetine Sertraline Aurorix 30 .10 2 .8 b. Pedoman penatalaksanaan Kedaruratan Psikiatri untuk RSU kelas C dan D. Joyce PR.25 2 .300 10 . Dirjen Yanmed. 7. Medical Progress January. 2.300 20 . 10. editor.4. 2-3. American Psychiatric Press.75 .80 1. dan pengalaman dokter terhadap jenis atau golongan obat-obat tersebut. Golongan benzodiazepin Chlordiazepoxide Diazepam Lorazepam Bromazepam Chlorazepate Clobazam Alprazolam Clonazepam Untuk gangguan obsesif kompulsif obat yang dikenal efektif adalah clonazepam. Biederman J. anxietas sekarang ini dapat disembuhkan dengan baik.300 10 . Simposium Nasional Awareness Anxiety Program. Antidepressant Drugs.60 Gangguan Fobik Gangguan Cemas Umum Gangguan Stress Pasca Trauma Gangguan Obsesif Kompulsif Dalmadorm Valium Esilgan Mogadon. Presentation and Management of Anxiety Disorder in Family Practice. Park T. Golongan non-benzodiazepin Opipramol Buspiron Hipnotika/antiinsomnia a. 6. Depkes RI.80 2 . Depkes RI. 1998.(1) KEPUSTAKAAN c.200 Secara umum obat-obatan di atas efektif untuk terapi gangguan kecemasan.300 200 . pp.4 2. Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa di Fasilitas Umum. paroxetine. 1. Serotonine Reuptake Inhibitor A New Class of Antidepressants. 2002 . 550. Aris Sudiyanto. Yul Iskandar.30 0.150 Prozac Luvox Seroxat Zoloft 20 . 5. 8.Tabel 2.5 0.10 Laroxyl Tofranil Asendin Ludiomil Tolvon 75 -300 75 .60 PROGNOSIS Dengan kombinasi farmakoterapi dan psikoterapi.75 . Trisiklik Amitriptiline Imipramine b. Pada penderita seperti ini maka prognosisnya buruk atau minimal dubia.80 50 . In Wiener JM. Medical Progress. Textbook of Child and Adolescent Psychiatry 1st ed.6.30 4 . pp. 1995. 135. 4. Dirjen Yanmed.5. Khasiat Panjang Flurazepam Diazepam b. July. 16-20. Khasiat Pendek Triazolam Lorazepam Antidepresan a. 11 –4. Monoamine Inhibitor (MAOI) Moclobemide d. (June) 1993. the letter that is written remains 26 Cermin Dunia Kedokteran No. 5 Agustus 2000. Simposium Nasional Awareness Anxiety Program. 1992.225 20 . Khasiat Menengah Estazolam Nitrazepam c.600 Anafranil 50 . SSRI yang meliputi fluoxetine.60 50 . fluvoxamine dan sertraline(8)(Tabel 3). 37-42. pp. Aspek Klinik Gangguan Kecemasan. Simposium Nasional Awareness Anxiety Programe. 65-6. 2001 pp. nama dagang di pasaran dan dosis terapetiknya(2.9) Anxiolitik (tranquilizer minor) a. 557. Farmakoterapi untuk masing-masing jenis gangguan kecemasan(2. 1991. Obsessive Compulsive Disorder Treatment Option Medical Progress (November) 1997. Aspek Biologik dari Anxietas. 18-21. 17-8.6. Namun dalam praktek sehari-hari sering pasien diberikan anxiolitik saja dan tanpa kontrol yang ketat. Trisulo Wasyanto. Klasifikasi Obat Anxiolitik.

Kombinasi ARV merupakan dasar penatalaksanaan pemberian antivirus terhadap ODHA. Pada konseling dan edukasi perlu diberikan dukungan psikososial supaya ODHA mampu memahami. bahkan jumlah terbanyak di Irian(3.6. Bahkan.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Penatalaksanaan Baku dan Menyeluruh pada HIV/AIDS Dr. terutama di negara sedang berkembang. semuanya ini akan memberi keuntungan bagi ODHA dan lingkungannya1. Dalam tinjauan kepustakaan ini diuraikan penatalaksanaan HIV/AIDS yang baku dan menyeluruh. pemakaian kombinasi antiretrovirus (ARV) bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA). dari pencegahan penularan horizontal maupun vertikal. Ketiga jenis ini dipakai secara kombinasi dan tidak dianjurkan pada pemakaian tunggal. PENATALAKSANAAN PADA ORANG DEWASA Konseling dan Edukasi Konseling dan edukasi perlu diberikan segera sesudah diagnosis HIV/AIDS ditegakkan dan dilakukan secara berkesinambungan. dengan harapan dapat diterapkan seoptimal mungkin sesuai dengan sumber dana dan sumber daya manusianya. jumlah ODHA dari tahun ke tahun cenderung meningkat. menekan replikasi HIV secara efektif sehingga kejadian penularan/IO/komplikasi lainnya dapat dihindari. Candra Wibowo Residen Bagian Ilmu Penyakit Dalam. 135.5-8. yang terdiri dari analog nukleosida dan non-analog nukleosida. Banyak penelitian dilakukan bertujuan untuk mendapatkan penatalaksanaan yang baku dan menyeluruh. Jumlah sebenamya pengidap HIV/AIDS di Indonesia belum diketahui. Saat ini baru Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo Jakarta yang mampu memberikan layanan hesehatan ODHA secara menyeluruh. ODHA yang menunjukkan gejala klinis atau ODHA tanpa gejala klinis yang memiliki CD4 < 500/mm3 dan atau RNA HIV > 20. karena dapat mengurangi resistensi. tetapi diperkirakan jauh lebih banyak dari angka tersebut di atas(4). pengendalian kepadatan virus dengan ARV. Kompleksnya masalah yang dihadapi dalam penatalaksanaan HIV/AIDS. konseling dan edukasi merupakan pilar pertama dan utama dalam penatalaksanaan HIV/AIDS. tes gratis HIV dan ODHA yang dirawat/ memerlukan bantuan tenaga medis. percaya diri dan tidak takut tentang status dan perjalanan alami HIV/AIDS. serta penghambat protease (PP) HIV. Penggunaan kombinasi ARV merupakan farmakoterapi yang Cermin Dunia Kedokteran No.000/ml. pencegahan dan pengobatan infeksi oportunistik (IO) dan pencegahan post exposure (PPE) HIV sampai pemberian imunisasi yang masih dalam penelitian. 2002 27 . serta pada PPE HIV1.4). namun penatalaksanaannya belum memberikan hasil yang memuaskan dalam hal penurunan angka kesakitan dan kematian HIV/AIDS. peningkatan CD4. pencegahan dan pengobatan IO serta komplikasi lainnya akan berhasil jika konseling dan edukasi berhasil dilakukan dengan baik. Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Manado PENDAHULUAN Sejak 20 tahun yang lalu. uji saring pecandu narkotika. Antiretrovirus (ARV) Indikasi pemberian ARV yaitu pada infeksi HIV akut.(1-3) Di Indonesia. karena keberhasilan pencegahan penularan horizontal maupun vertikal. memerlukan satu tim kerja terdiri dari berbagai bidang ilmu yang solid dan profesional untuk menurunkan angka insidensi dan prevalensi HIV/AIDS. padahal ODHA tersebar di seluruh daerah Indonesia.2. cara penularan.956 kasus yang ditemukan pada saat uji darah donor. dan meningkatkan kualitas serta harapan hidup ODHA. pencegahan serta pengobatan HIV/AIDS dan IO. Dua golongan ARV yang diakui Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO) adalah penghambat reverse transcriptase (PRT). Pada akhir Mei 2001 tercatat 1. human immunodeficiency virus (HIV) sudah diketahui sebagai penyebab penyakit acquired immunodeficiency syndrome (AIDS).

sama seperti pemberian ARV pada ODHA karena telah dipertimbangkan farmakokinetiknya dan tidak terbukti memberikan efek teratogenik pada janin/bayi jika diberikan setelah umur kehamilan 14 minggu16-19. 5. sehingga kombinasi ARV ini jangan dilakukan1. perlu dukungan psikososial ibu supaya tidak takut dan percaya diri mengenai status HIV dan kehamilannya. Kombinasi ARV pada pengobatan pertama perlu diubah jika ditemukan hal-hal sebagai berikut(1.rasional. Deteksi ulang RNA HIV plasma setelah kepadatan virus 28 Cermin Dunia Kedokteran No. Dalam konseling dan edukasi.5. Center of Disease Control (CDC)menganjurkan pemberian regimen pencegahan bagi semua pasien dengan status imun yang buruk tanpa kecuali. saquinavir.15. tak terdeteksi. 6. Kombinasi antiretroviral Kriteria Kombinasi Sangat dianjurkan Penghambat Reverse Transcriptase Didanosin+Lamivudin Didanosin+Stavudin Didanosin+Zidovudin Didanosin+Efirenz+ Lamivudin/ Stavudin/ Zidovudin Lamivudin+Zidovudin Lamivudin + Stavudin Zidovudin+Zalsitabin Penghambat Protease Indinavir Indinavir+Ritonavir Lopinavir+Ritovanir Nelfinavir Ritonavir+Saquinavir Altematif Amprenavir Nelfinavir+Saquinavir Ritonavir Saquinavir Tidak dianjurkan Stavudin+Zidovudin Zalsitabin+Didanosin Zalsitabin + Lamivudin Zalsitabin + Stavudin Sumber: US. berkembang mengalami peningkatan walaupun ARV masih terus diberikan. Sedangkan zidovudin (ZDV) dengan stavudin dan efavirenz dengan saquinavir merupakan kombinasi antagonis satu dengan yang lain. sedangkan PRT analog non-nukleosida secara selektif menghambat proses reverse transkripsi HIV-1.10). atau 2 preparat PRT analog nukleosida dikombinasikan dengan analog non-nukleosida. Nevirapin akan menurunkan berturut-turut kadar dalam plasma saquinavir. Penghambat protease bekerja dengan cara menghambat sintesis protein inti HIV(1-3. Jumlah CD4 tetap mengalami penurunan. Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Oportunistik (IO) Penyebab utama kematian ODHA adalah infeksi opportunistik. cara penularan dan pencegahan perinatal serta keuntungan pemberian ARV bagi ibu dan janin/bayi. Beberapa penelitian menyimpulkan tak perlu penyesuaian dosis dan menunggu kadar tertentu CD4 untuk melakukan imunisasi12. non-nukleosida dengan PP dipertimbangkan sebagai kombinasi pada pengobatan kasus lanjut(1-3). indinavir. indinavir dan lopinavir jika dikombinasikan.2.5-0. Asia Tengah dan Asia Tenggara) termasuk Indonesia adalah tuberkulosis paru1-4. Perlu diperhatikan kombinasi saquinavir dengan ritonavir akan meningkatkan kadar saquinavir dalam plasma. baik ACOG. USHS maupun WHO menganjurkan kombinasi ARV untuk menekan replikasi virus secara cepat sampai batas yang Tabel 1. amprenavir dan lopinavir (penghambat protease). United States Public Health Service (USPHS) dan WHO menganjurkan kombinasi ARV yang dipakai sebagai pengobatan pertama kali adalah 2 preparat PRT analog nukleosida dengan PP. delavirdin (analog non-nukleosida). karena ritonavir menghambat kerja enzim sitokrom P450. 2.75 log10 dalam 4 minggu atau < 1 log10 dalam 8 minggu setelah pengobatan pertama diberikan. sedangkan ketokonazol menurunkan kadar plasma nevirapin sehingga pemberian bersama obat-obat tersebut harus dihindari2.9.6) : 1. Infeksi oportunistik yang sering dijumpai di Amerika dan Eropa adalah Pneumocystis Carinii Pneumonia (PCP).6. Keadaan klinis yang memburuk. Antiretrovirus (ARV) Pemberian kombinasi ARV merupakan penatalaksanaan baku IHDHA tanpa memandang status kehamilan. edukasi dan Uji saring HIV sebagai bagian perawatan antepartum yang dilakukan secara rutin dan sukarela oleh ibu hamil dengan risiko tinggi infeksi HIV dan ibu hamil dengan HIV/AIDS (IHDHA). Sedangkan kombinasi antara PRT nukleosida. 2002 .12. MMWR 2001. pemberian imunisasi aktif sebaiknya bukan imunisasi yang meagandung mikroba hidup/yang dilemahkan. tentang perjalanan alami HIV. ritonavir.12-14. Guidelines for the use of antiretroviral agents in hiv-infected adults and adolescents. Imunisasi pasif dan aktif dilakukan untuk mencegah infeksi oportunistik. Terdapatnya efek:samping ARV. Kegagalan penekanan RNA HIV sampai batas tak terdeteksi. 3. 4. 135. Deportment of Health and Human Services. PENATALAKSANAAN PADA IBU HAMIL/MELAHIRKAN Konseling. sebab masing-masing preparat bekerja pada tempat yang berlainan atau memberikan efek sinergis terhadap yang lain. Hasil negatif uji saring pada ibu risiko tinggi infeksi HIV perlu diulang 4 minggu kemudian mengingat kemungkinan window period pada saat pemeriksaan dilakukan16-19. Preparat golongan PRT analog nukleosida menghambat beberapa proses polimerisasi deoxyribo nucleic adid (DNA) sel termasuk sintesis DNA yang tergantung pada ribonucleic acid (RNA) pada saat terjadi reverse transkripsi.12-14. nelfinavir.11. Pada pencegahan penularan HIV perinatal (PHP). Penurunan RNA HIV plasma < 0. 50: 1-1152. Edukasi dan Uji Saring Antepartum The American College of Obstetricians and Gynaecologists (AGOG) dan USPHS menganjurkan konseling. Rifampisin menurunkan berturut-turut kadar plasma nevirapin. sedangkan di negara berkembang (Afrika. dalam 4-6 bulan setelah pengobatan pertarna diberikan.2.

bahkan untuk menyelamatkan seorang bayi dari PHP. pemeriksaan hemoglobin. Namun. kecuali atas indikasi yang kuat16. ZDV terbukti menurunkan PHP dari 22. sedangkan kelainan kongenital tidak lebih tinggi dari populasi umum. sedangkan pemberian ZDV tunggal dapat dilakukan jika CD4 > 500/mm3 dan kepadatan virus 4. pengobatan tersebut dilanjutkan sebab penghentian. karena pemeriksaan diagnostik invasif meningkatkan risiko PHP.10. perdarahan jalan lahir. pencegahan dan pengobatan IO pada IHDHA sama dengan pencegahan dan pengobatan IO pada ODHA12-14. glycosaminoglycan). ZDV oral baru diberikan pada umur kehamilan 36 minggu dengan dosis 300 mg 2 kali sehari sampai masa persalinan (kala I).17. lactoferrin. sehingga diharapkan PHP. walaupun hal ini tidak ditemukan di Eropa(16. ARVakan mengakibatkan rebound phenomenon jumlah virus16. pemberian ZDV jangka pendek memperlihatkan penurunan PHP 38-50% walaupun air susu ibu masih tetap diberikan. kepatuhan lebih tinggi dan jangkauan lebih luas dibandingkan dengan penggunaan ZDV jangka panjang22-24. Pada beberapa penelitian berskala besar.6% jika diberikan selama antepartum.000/ml dengan dosis 100 mg 5 kali sehari yang dimulai setelah trimester I sampai masa persalinan15. lmunoterapi dan Imunisasi Uji tahap I hyperimmune anti HIV Immunoglobulin (HIVIG) yang diberikan ke IHDHA meningkatkan titer antibodi p24 yang tinggi pada bayi baru lahir. London dan daratan Eropa lainnya menunjukkan penurunan kejadian PHP 50-87% pada IHDHA yang menjalani operasi cesarea eletif. Pemberian minimal 3 dosis vaksin recombinant envelope setiap bulan berturut-turut menunjukkan peningkatan. 135. penelitian Lambert dkk(25) Air Susu Ibu (ASI) Air susu ibu selain mengandung faktor imun non spesifik (secretary leucocyte protease inhibitor. Cara Persalinan Pada saat persalinan harus dihindari semua manipulasi yang dapat meningkatka risiko PHP melalui kontak darah atau sekret genital ibu. mengurangi kejadian resistensi dan memberi kesempatan perbaikan imunitas ibu16. lekosit dan trombosit juga dilakukan setiap 4 minggu untuk menilai efek penekanan ARV terhadap sumsum tulang16.26). Pada penelitian di Afrika oleh Wiktor dkk22 dan Dabis 23 dkk serta di Thailand oleh Shafter dkk24.16-17. Sedangkan penelitian mengenai imunisasi pasif dan aktif untuk mencegah PHP sedang dilakukan. sedangkan bayi diberikan ZDV oral setelah berumur 12 jam dengan dosis 2 mg/ kg BB/6 jam selama 6 minggu19.19-21. Oleh sebab itu.tidak dapat dideteksi.22-24. Perancis.28).17. Di sini.17.17).19. Penelitian di Rwanda mendapatkan kematian IHDHA post operasi cesarea yang' bermakna dibandingkan dengan yang tidak terinfeksi HIV. complement. Pada saat mulai persalinan (kala I). sehingga mampu menekan terjadinya PHP. gejala dan tanda infeksi HIV serta IO. Semua ARV diberikan setelah trimester I (14 minggu umur kehamilan) untuk menghindari beberapa efek teratogenik. ADV sebaiknya ada pada setiap regimen kombinasi karena terbukti menurunkan PHP16.19-21. Namun. sebagian besar subyek penelitian juga menggunakan ZDV selama kehamilannya(16. Namun.26-28. Setiap kunjungan antepartum diperhatikan masalah psikososial ibu. antibodi pada manusia tanpa efek teratogenik pada binatang . keberhasilan ataupun resistensi ARV serta menentukan langkah lebih lanjut. kemudian diikuti dengan pemberian ZDV oral pada bayi setelah berumur 12 jam dengan dosis 2 mg/kg BB/6 jam selama 6 minggu.17. kecuali anemia pada bayi yang hilang setelah ZDV dihentikan. mengingat biaya lebih murah. Lihat tabel 2.19.16. Oleh karena itu.17. Di samping itu. Tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada efek samping dan toksisitas ZDV dibandingkan plasebo. operasi cesarea bukan untuk menurunkan kejadian PHP dan dilakukan atas indikasi obstetri(16.19. Sekarang sedang dilakukan penelitian penggunaan ZDV oral jangka pendek untuk mencegah PHP. Cermin Dunia Kedokteran No. memerlukan 12-16 operasi cesarea elektif. epidermal growth factor (EGF) dan transforming growth factor (TGF) β. plasenta previa.6% menjadi 7. ZDV diberikan secara intravena 2 mg/kg BB dalam 1 jam. Pada kasus tersebut. Sebaliknya. percobaan15. tidak terjadi. mernpercepat kala II atau operasi cesarea perlu dilakukan16. hasil penelitian di Amerika dan Vietnam tidak didapatkan perbedaan bermakna dalam penurunan PHP antara kelompok yang dilakukan operasi cesarea elekif dengan kelompok yang diberikan profilaksis ZDV. 2002 29 . serperti persalinan vagina dengan solusio plasenta. diharapkan akan menurunkan kejadian PHP lebih banyak lagi. dan diteruskan 1 mg/kg BB/jam sampai pengikatan tali pusat bayi. Pemberian kombinasi ARV mulai diberikan pada IHDHA yang memiliki CD4 < 500/mm3 atau kepadatan virus > 10. kemudian 300 mg 3 jam sekali dari kala I sampai kala IV dan diteruskan dengan 300 mg 2 kali sehari selama 7 hari postpartum. Penelitian di Swiss. Jika berhasil dan dapat dijadikan protokol. Pemantauan kesejahteraan janin sebaiknya dilakukan secara non invasif. melainkan juga strategi pencegahan PHP dan pengobatan serta komplikasi-komplikasinya.17. jika ibu sedang menjalani pengobatan ARV dan kemudian hamil. intrapartum dan postpartum. Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Oportunistik (IO) Sesuai CDC dan WHO.29. Perawatan Antepartum Perawatan antepartum IHDHA ditujukan bukan hanya perawatan rutin saja.000 . tidak menunjukkan efikasinya dalam penurunan PHP dibandingkan dengan pemberian ZDV. ketubah pecah dini serta partus lama.30.000/ml dengan atau tanpa gejala klinis. ternyata juga mengandung HIV dan DNA provirus dalam jumlah yang cukup banyak untuk menambah risiko PHP sampai 14%16-18. Jumlah CD4 dan kepadatan virus dipantau selama perawatan antepartum setiap trimester atau setiap 4 minggu jika ARV diberikan guna mengikuti perkembangan penyakit.

paramedis dan pekerja di bidang kesehatan lainnya merupakan salah satu kelompok risiko tinggi terinfeksi HIV akibat paparan produk ODHA.kotrimoksasol forte 3 kali/minggu . 6 minggu. avium complex M. aktif Rifampisin 600 mg/hari + pirazinamid 15-20 mg/kg BB/hari.pentamidin aerosol 300 mg/hari .itrakonazo1200 mg/hari Klaritromisin 500 mg 2 kali sehari atau azitromisin 1200 mg/hari + rifampisin 300 mg sekali sehari + etambutol 15 mg/kg BB/hari Seperti pasien tuberkulosis paru pada umumnya (sesuai dengan kriteria WHO) Toxoplasma gondii H.Daerah endemis Pilihan : . Virus hepatitis A Virus hepatitis B Virus influenza S. pneumoniae .itrakonazol 200 mg/hari .rifampisin 300 mg sekali sehari .Antibodi CMV + Altematif : sidofovir 5 mg/kg BB setiap minggu (IV) Kontak dengan Ig varicella zoster (VIZIG) 6.dapson 10o mg/had + trimetoprim 20 mg/kg BB/hari selama 21 hari . diberikan penderita < 96 jam setelah kontak Kontak dengan Pilihan : asiklovir 200 mg 3 kali sehari atau penderita 400 mg 2 kali sehari Altematif : famsiklovir 500 mg 2 kali sehari Terdapat bakteri Siprofloksasin 500 mg 2 kali sehari salmonela Anti HAV Vaksin hepatitis A : 2 dosis Anti HBs – dan Vaksin hepatitis b : 3 dosis HBs Semua ODHA Vaksin influenza inaktivasi.16.CD4 < 500/mm3 .flukonazol 400 mg/hari . pemakaian kondom.dapson 50 mg/hari + pirimetamin 50 mg/minggu+leukovorin 25 mg/minggu . maka pemberian ASI eksklusif masih dapat dilakukan dibandingkan dengan pemberian mixed breast feeding7.CD4 <50/mm3 .IgG Altematif : .kotrimoksasol forte 2 tablet 3 kali sehari selama 21 hari Altematif : .dapson50 mg/hari+pirimetamin toksoplasma ↑ 50 mg/minggu + leukovoin 25 mg/minggu .25 ml.azitromisin 1200 mg/minggu Altematif : . Pada penelitian Mofenson dkk31.atovaquon 1500 mg sekali sehari .kotrimoksasol forte sekali sehari . Pencegahan post exposure (PPE) HIV dengan ARV sebaiknya dimulai secepat mungkin tanpa kecuali (hamil atau 30 Cermin Dunia Kedokteran No. jika hasil uji darah negatif baru disimpulkan tidakterinfeksi HIV1.CD4< 200/mm3 . karena kandungan EGF dan TGF (3 dalam ASI akan mematangkan perkembangan epitel mukosa yang merupakan barrier penting di samping faktor imun non spesifik yang mampu bekerja sebagai antivirus. Konseling dan edukasi post exposure penting. tuberculosis Cytomegalovirus (CMV) Varicella zoster Herpes simplex Pilihan : gansiklovir 1 g 3 x sehari Altematif : foscarnet 90-120 mg/kg BB/hari (IV) Asiklovir 800 mg 5 kali sehari selama 2 minggu Asiklovir 200 mg 3 kali sehari atau 400 mg 2 kali sehari Salmonella sp. 50 : 322-4812. 135.Kontak erat dengan selama 12 bulan penderita tb. capsulatum Candida vagina/ oropharygeal M. jika resisten terhadap isoniazid Pilihan : gansiklovir 1 g 3 x sehari .flukonazol 100-200 mg/hari .Sering kambuh Altematif : .klaritromisin 500 mg 2 kali sehari . pemberian ASI sudah tidak dianjurkan lagi.amphoterisin 1 g/minggu IV Pilihan : .CD4< 100/mm3 Pilihan : . Antiretroviral (ARV).kotrimoksasol forte sekali sehari .dapson 50 mg 2 kali/hari atau 100 mg sekali sehari . 2002 .klindamisin 300.16.atovaquon 1500 mg sekali sehari .32.dapson 50 mg/hari + pirimetamin 50 mg/ minggu + leukovorin 25 mg/minggu . terutama berhubungan dengan psikososial dan perilaku untuk mencegah penularan sekunder (seperti tidak melakukan hubungan seksual.29-31.17.Tabel 2.sulfadiazin 1-2mg+pirimetamin Ibu hamil : .atovaquon 1500 mg sekali sehari selama 21 hari Pilihan Pilihan : . pemberian ASI 3 bulan pertama menunjukkan penurunan kejadian PHP. mencegah kehamilan. Uji darah post exposure untuk menilai antibodi HIV atau RNA HIV dilakukan segera setelah terpapar untuk mengetahui status infeksi HIV yang bersangkutan.panas > 2 minggu Altematif : . 12 minggu sampai 6 bulan kemudian. Guidelines for the preventiopn of opportunistic infections in person infected with human immunodeficiency syndome.Siprofloksasin 500 mg 2 kali sehari - Sumber : US Public Health Services.CD4< 50/mm3 Pilihan : .klindamisin 300-600 mg 4 kali sehari+ primakuin 15 mg/hari selama 21 hari . narnun di negara berkembang dimana kesehatan sanitasi lingkungan tak mendukung dan tak cukup tersedianya susu formula serta masalah ekonomi. Di negara maju.atovaquon 1500 mg sekali sehari Amphoterisin 1 g/kg BB/hari secara IV selama 7 hari dilanjutkan dengan itrakonazol 200 mg/hari Pilihan : .Tes Mantoux > 5 mm Isoniazid 300 mg/hari + piridoksin 50 mg/hari . MMWR 2001. Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Oportunistik Patogen Pneumocytis carinii Indikasi Pencegahan Pencegahan Pilihan : .spiramisin 1 g 3 kali/hari selama 1-2 minggu Altematif : . Edukasi dan uji Darah Post Exposure Tenaga medis. PENATALAKSANAAN POST EXPOSURE Konseling. setiap tahun menjelang musim influenza Semua ODHA Vaksin pneumokokus 23 valen polisakarida 0.itrakonazol 200 mg/hari Altematif : .600 mg 4 kali sehari + primakuin 15 mg/hari selama 21 hari .5 ml IM Pengobatan : .flukonazol 100-200 mg/hari Altematif : .32. menghindari pemberian ASI) sampai terbukti sumber infeksi tidak mengandung HIV11.CD4< 100mm3 .

22. Paterson DL. Human immunodeficiency syndrome (HIV): AIDS and related disorder. 135-48. Lambert JS. Swindells S. Sande MA. 2. et al. Philadelphia: Lippicott Williams and Wilkins . pp. lamivudin 150 mg 2 kali sehari atau lamivudin 150 mg 2 kali sehari dengan stavudin 40 mg 2 kali sehari atau stavudin 40 mg 2 kali sehari dengan didanosin 400 mg sekali sehari.11). Msellati P. 15-month efficacy of maternal oral zidovudine to decrease vertical transmission of HIV-1 in breastfed African children. 353 : 773-80. Kuhn S. hal. 50 (RR. Guidelines for the management of occupational exposure to HBV. Adherence to protease inhibitors therapy and outcomes inpatients with HIV infection. et. 15. efavirenz 600 mg sekali sehari atau abakavir 300 mg 2 kali sehari32. 2001. Wiktor SZ. New York : Wiley-Liss. Tenant M. Ditrame ANRS 049 Study Group. MMWR 2001. KEPUSTAKAAN 1. karena PHP pada mixed feeding ternyata lebih tinggi. Coico R. South Africa : a prospective cohort study Lancet 1999. narnun pada manusia belum ada penelitian mengenai hal ini16. Jeffrey DJ (Eds). N Engl J Med 1999. French L. Guidelines for the use of antiretroviral agents in HIV-infected adults and adolescents. et al. Ekpini E. Lancet 1999. Ann Intern Med 2000. Natural history and management of early HIV Infection. Lancet1999. Delock KM. p. HIV counselling and the psychosocial management of patients with HIV or AIDS. Obstacles and progress forward development of a preventive HIV vaccine. Jakarta : Pusat Informasi dan Penerbitan FKUI. 9. 354 : 471-6. 8. 2002 31 . 355 : 2237-44. 1-8. 322 :1475-8. Public Health Services task for recommendations for use of andretroviral drugs in pregnant women infected with HIV-1 for maternal health and for reducing perinatal HIV-1 transmission in the us. hal 10 (Col. 2001. Fletcher CV. et A1. 18. 24. In : Jeffries DJ. 2001. Br Med J 2001. 354: 795-802. Reindell D. Immunology A Short Course 4th ed.tidak). Complications of Pregnancy 5th ed. Lancet 1998.with zidovudine for prevention of mother-to-child transmission of HIV. Grant AD. p. Harrison's Principles of Internal Medicine. and acceptability of a short regimen of oral zidovudin to reduce vertical transmission of HIV in breastfed children in Cote d’Ivoire and Burkina Faso : a double-blind placebo-controlled multi-centre trial. Pencegahan post exposure sebaiknya dilakukan secepat mungkin dengan kombinasi ARV sesuai dengan keadaan waktu terpapar. Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Penyakit Dalam 2000. Sunshine G. 6-month efficacy. et al. Uganda : hivnet 012 randomised trial. nelfinavir 750 mg 3 kali sehari. Lane HC. MMWR 2000. p. 20. tolerance. Lin HH. l). Spooner E. Analysis of prevalence of HIV-1 drug resistance in primary infection. The European Mode of Delivery Collaboration. Mantyre JA. 26. Mofenson LM. 17. Kao JH. 2000.32. pp. 354 : 2050-7. Cara persalinan dengan operasi caesarea dilakukan sesusi indikasi obstetri dan bukan untuk menurunkan kejadian PHP.1852-908. Lancet 1998. Pemberian ASI di negara sedang berkembang masih dianjurkan. 5. Saat ini. 15th ed. Upaya turunkan laju infeksi HIV. 21. HIV Infection and AIDS in the developing world. 32. Pillay D. Complications after caesarean section in HIV-1 infected women not taking antiretroviral treatment. 13. 353:786-92. Djoerban Z. Dabis F. 322 :1087-8. et al.133 : 21-30. Hueppchen NA.I in Kampala. 353 : 1464-7. Kasoer DL. Guidelines for the prevention of opportunistic infections in person infected with human immunodeficiency syndrome. 29. Updated guidelines for the use of rifabutin or rifampin„ for the treatment and prevention of tuberculosis among HIV-infected patients taking protease inhibitor or non nucleoside reverse transcriptase inhibitors. Cermin Dunia Kedokteran No. 322 : 385-93.353:781-5. Risk factors for perinatal transmission of human immnunodeficiency virus type 1. In : Braunwald E. 3. US Departemen of Health and Human Services. Moellering RC. 1-115. 322:1533-5. 49 (RR 10). American Thoracic Society. Kastner Ralph. 322:1290-3. Breast feeding safer than mixed feeding for babies of HIV mothers. 31. 50 (RR 11). Mofenson LM. 217 : 41-7. Newell ML. Lambert JS. Peckham C. Steiehm ER. 677-91. In: Benyamini E. Alwi I. 25. Br Med J 2001. 23. Fox HE. Pada percobaan binatang. al. Lancet 1999.Targeted tuberculosis testing and treating off latent tuberculosis infection. 135. Pillay K. Short-course oral zidovudine for prevention of mother-to-child transmission of HIV-1 in Abidjan. Jaffe HW. Lancet 1994. for perinatal HIV-1 transmission in Bangkok. MMWR 2001 . Lancet 1999. Br Med J 2001. Kompas 2001 Nov. Aquired immunodeficiency syndrome. 28. 353 : 1035-39. Elective caesarean section versus vaginal delivery in preventiop of vertical HIV-1 transmission : a randomised clinical trial. 16. Chuachoowong R. 353 :1612-4. Thailand : a randomised controlled trial. Hudson CN (Eds). Caesarean section and risk of vertical transmission of HIV-1 infection. HCV and HIV recommendations for postexposure prophylaxis. New York: McGrawHill. The Stanford Guide to Antimicrobial Therapy 31th ed. Viral Infections in Obstetrics and Gynaecology 1st ed. Nes. Chippindale S. 322 : 511-3. Fauci AS. Mock PA. 2001. et al (Eds). Benyamini E. 16. Meda N. pp. 2001. Short-course zidovudine. Intrapartum and neonatal single-dose nevirapine compared. Mohr J. Lancet 1999.Am J Respir Crit Care Med 2000 . 12. CDC. 30. Mofenson LM. Gcubert TA. 353:1477-82. Sudoyo AW. Br Med J 2001. August 2001. Influence of infant-feeding pattern on early mother-to-child transmission of HIV-1 in Durban. New York : Antimicrobial Inc. 14. Coutsoudis A. Pemberian ARV dianjurkan dalam bentuk kombinasi untuk mengurangi resistensi dan mernpercepat penurunan kepadatan HIV sampai batas yang tidak terdeteksi. didapatkan bahwa pemberian ARV setelah 36 jam paparan tidak efektif mencegah infeksi HIV. 2001 USPHS/IDSA. 19. Heyward WL. Fleeting T. Lancet 2000 . Human immnunodeficiency virus infection. MacQueen KM. Penatalaksanaan AIDS. Vertica transmission of HIV in Europe. Dalam : Setiati S. 10. et al. 11. Cote d’Ivoire : a randomised trial.32. Mindel A. Jul. walaupun ZDV sendiri mampu menurunkan serokonversi sampai 79% pada penelitian retrospektif16. 2000. CDC dan USPHS menganjurkan pemberian kombinasi ARV untuk PPE. Musoka P. Anderson JR. Safety and pharmacokinetics of hyperimmune anti HIV immunoglobulin administered to HIV-infected pregnant women of and their newborns. 27. Fauci AS. Sedangkan kombinasi lanjut ARV yang diindikasikan untuk kasus HIV positif kelas 1 dengan cidera kulit dalam dan HIV Positif kelas 2 terdiri dari regimen kombinasi dasar ditambah salah satu dari ARV yang disebutkan berturut-turut dengan dosisnya sebagai berikut: infinavir 800 mg 3 kali sehari. PENUTUP Penurunan angka kesakitan dan kematian HIV/AIDS memerlukan penatalaksanaan baku dan menyeluruh pada ODHA dan IHDHA. et al. Gilbert DN. et al. 7. Newel ML. Intern Assoc Phys AIDS Care. Guay LA. Advanced and research directions in the prevention of mother-to-child HIV-1 transmission. 1999. Lancet 1999. In : Cohen WR (Ed). Wise J. Shaffer N. 361-8. Kombinasi dasar ARV oral selama 4 minggu yang diberikan terdiri dari ZDV 300 mg 2 kali sehari. Br Med J 2001. CDC. 6. Karon JM.1-68. Konseling dan edukasi adalah pilar pertama dan utama untuk mencapai keberhasilan penatalaksanaan HIV/AIDS. Centre of Desease Control. London: Arnold . 4. dkk (Eds).

pengangkutan. juga dapat mengakibatkan penyakit kronik. dan pembuangan bahan kimia untuk menyadari bahaya dari bahan-bahan kimia terhadap kesehatan. perlu diperhitungkan juga kerentanan orang yang terpapar. Sebagian besar pekerja dapat menderita berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh bahan kimia. penyakit kanker yang disebabkan oleh pemaparan bahan kimia. Efek akut dan kronik Suatu bahan dapat mempunyai efek akut dan kronik sekaligus. 135. dermatitis kontak. Hal ini penting bagi setiap orang yang terlibat dalam pembuatan.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Efek Toksik dan Cara Menentukan Toksisitas Bahan Kimia Satmoko Wisaksono Direktorat Pengawasan Nazaba. dan besarnya paparan. Toksisitas merupakan sifat dari bahan kimia itu sendiri. tetapi pemaparan berulang tiap hari selama bertahun-tahun dengan konsentrasi yang jauh lebih rendah yang jika dialami sebagai pemaparan tunggal tidak menimbulkan efek merugikan (efek kronik) dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem saraf pusat dan tepi. umur. Sebagai contoh. Namun di sisi lain keadaan tersebut menimbulkan kerugian bagi masyarakat terutama mereka yang secara langsung berhubungan dengan bahan kimia. Beberapa konsep telah dikembangkan untuk membantu menggolongkan efek beracun bahan kimia. dan bahkan dapat mencapai 80% untuk jenis kanker tertentu. penyimpanan. misalnya. Ditjen POM. yang dipengaruhi oleh antara lain jenis kelamin. Tetapi dalam menilai bahaya. Sebagai contoh pemaparan tunggal karbon disulfida dengan konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan hilangnya kesadaran (efek akut). disemprotkan atau dilepaskan ke lingkungan kerja. Efek dapat balik (reversible) Ef'ek yang hilang bila pemaparan berhenti/mereda. apakah bahan dipanaskan. nyeri kepala dan mual karena terpapar pelarut. Namun pemaparan akut selain dapat menimbulkan efek akut. Efek kronik Istilah kronik dapat diartikan sebagai pemaparan berulang dengan masa tunda yang lama antara paparan pertama hingga timbulnya efek yang merugikan kesehatan. 2002 . Potensi bahan kimia untuk dapat menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan tergantung terutama pada toksisitas bahan kimia tersebut. juga jantung. luka bakar pada kulit. Sebagai contoh. Sebagai contoh. sebagai berikut: Efek akut Istilah efek akut dapat diartikan sebagai paparan singkat dengan efek seketika. sebagai contoh kerusakan otak yang permanen dapat disebabkan oleh paparan akut senyawa timah putih trialkil atau karena keracunan karbon monoksida berat. status gizi. Diperkirakan paparan bahan kimia di tempat kerja mengakibatkan 4% kematian karena kanker. Efek tidak dapat balik (irreversible) Efek yang tidak akan hilang atau permanen meskipun bahan kimia penyebabnya telah mereda atau hilang. EFEK TOKSIK BAHAN KIMIA Efek toksik atau toksisitas suatu bahan kimia dapat didefinisikan sebagai potensi bahan kimia untuk meracuni tubuh orang yang terpapar. sedangkan paparan tergantung dari bagaimana bahan itu digunakan. penggunaan. Efek jangka panjang akibat polusi bahan kimia terhadap makanan dan lingkungan sudah mulai disadari dan mendapat perhatian. Efek lokal Efek berbahaya yang ditimbulkan oleh bahan kimia di bagian permukaan tubuh atau dapat masuk ke dalam tubuh. 32 Cermin Dunia Kedokteran No. Departemen Kesehatan RI Jakarta PENDAHULUAN Perkembangan produk kimia yang cepat selama satu abad ini telah berhasil meningkatkan mutu kehidupan.

Efek sinergis Efek gabungan dari lebih dari satu bahan kimia. Seseorang yang peka terhadap bahan kimia akan mengalami reaksi alergi yang berat. Ginial dan saluran kencing Bahan kimia yang dapat merusak ginjal disebut nefrotoksin. cacad lahir. Bahan kimia yang dapat meracuni sistem enzim yang mennuju ke syaraf adalah pestisida. kadmium. Contoh yang telah diketahui secara luas sebagai teratogen adalah talidomid. Sensitizer Menimbulkan reaksi alergi. Hati Bahan kimia yang dapat mempengaruhi hati disebut hipotoksik. Kebanyakan bahan kimia menggalami metabolisme dalarn hati dan oleh karenanya maka banyak bahan kimia yang berpotensi merusak sel-sel hati. Di samping itu ada bahan kirnia lain yang dapat secara perlahan meracuni syaraf yang menuju tangan dan kaki serta mengakibatkan mati rasa dan kelelahan. EFEK BAHAN KIMIA PADA SISTEM TUBUH Bahan kimia dapat meracuni sel-sel tubuh atau mempengaruhi organ tertentu yang mungkin berkaitan dengan sifat bahan kimia atau berhubungan dengan tempat bahan kimia memasuki tubuh atau disebut juga organ sasaran. Karsinogen Penyebab kanker.Efek sistemik Efek suatu bahan kimia pada organ tubuh atau cairan tubuh setelah penyerapan atau penetrasi ke dalam organ atau cairan tubuh. Pemaparan terhadap bahan kimia tertentu dapat memperlambat fungsi otak. gangguan saraf. 2002 33 . yang pada tahun 1960an telah banyak menyebabkan kasus fokomelia (pengecilan lengan dan tungkai sedemikian rupa hingga tungkai dan lengan menempel langsung ke tubuh) pada bayi para wanita yang memakan obat tersebut selama tahap awal kehamilannya. masuknya bahan-bahan kimia seperti timbal. sedang bagi individu yang tidak peka. aborsi spontan. setiap pemaparan berikutnya apakah melalui kontak kulit atau inhalasi akan menimbulkan risiko kesehatan. larutan asam pekat seperti sulfat atau basa seperti soda api dapat menimbulkan luka bakar. bahan kimia dalam paru-paru yang dapat menyebabkan udema pulmoner (paru-paru berisi air). Kondisi jangka panjang (kronis) akan terjadi penimbunan debu bahan kimia pada jaringan paru-paru sehingga akan terjadi fibrosis atau pneumokoniosis. dan nafas pendek. atau jaringan paru. 135. benzen. dan penyakit kuning. gagal ginjal kronik dan kanker ginjal atau kanker kandung kemih. Sebagian bahan kimia dapat mensensitisasi atau menimbulkan reaksi alergik dalam saluran nafas yang selanjutnya dapat menimbulkan bunyi sewaktu menarik nafas. mempengaruhi perkembangan janin dan menimbulkan kelainan struktur dan fungsional bawaan atau kanker pada anak. Berdasarkan sifat bahayanya. Sebagai contoh. Efek racun bahan kimia atas organ-organ tertentu dan sistem tubuh : Paru-paru dan sistem pernafasan Efek jangka panjang terutama disebabkan iritasi (menyebabkan bronkhitis atau pneumonitis) Dalam luka bakar. Efek bahan kimia jangka pendek terhadap hati dapat menyebabkan inflamasi sel-sel (hepatitis kimia). toksisitas dapat digolongkan sebagai berikut: Korosif Merusak (membakar) jaringan hidup apabila kontak. Sistem syaraf Bahan kimia yang dapat menyerang syaraf disebut neurotoksin. antara Iain karbon monoksida dan sianida. Sedangkan efek jangka panjang berupa sirosis hati dari kanker hati. Sebagai contoh. dosis yang sama tidak akan membahayakan. Kerusakan DNA dalam sel telur atau sperma manusia dapat menurunkan kesuburan. Efek bahan kimia terhadap ginjal meliputi gagal ginjal sekonyong-konyong (gagal ginjal akut). raksa dan sebagainya dapat menyebabkan anemia. Teratogen Suatu bahan kimia yang apabila berada dalam aliran darah wanita harnil dan menembus plasenta. Mutagen Dapat menimbulkan kerusakan DNA sel . dan dapat berakibat fatal. Akibat dari efek toksik pestisida ini dapat menimbulkan kejang otot dan paralisis (lurnpuh). DNA adalah molekul pembawa informasi genetik yang mengendalikan pertumbuhan dan fungsi sel. Efek gabungan ini dapat lebih parah dari efek yang diiniliki oleh masing-masing bahan kimia. nekrosis (kematian sel). Asfiksian Mengganggu pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh. Bagi individu yang peka. benzen dapat rnerusah Cermin Dunia Kedokteran No. Sebagai contoh. dan penyakit keturunan. Gejala-gejala yang diperoleh adalah mengantuk dari hilangnya kewaspadaan yang akhirnya diikuti oleh hilangnya kesadaran karena bahan kimia tersebut menekan sistem syaraf pusat. Fetotoksikan Suatu bahan kimia yang berpengaruh buruk terhadap per- kembangan janin sehingga bayi lahir dengan bobot yang rendah. hidung. Iritan Menimbulkan iritasi setempat atau peradangan pada kulit. Darah dan sumsum tulang Sejumlah bahan kimia seperti arsin. dan sebagainya.

Suatu bahan kimia atau kemungkinan-kemungkinan efek jangka panjang atau kronik. Jadi LD50 dan LC50 hanya merupakan indeks kasar toksisitas. toksisitas suatu bahan dapat didefinisikan sebagai kapasitas bahan untuk mencederai suatu organisme hidup. tulang. Dalarn percobaan dengan LD50 ini dapat dilakukan secara oral atau dermal tergantung pada metoda pemaparannya. Tatacara dosis tetap hanya dengan menggunakan jumlah binatang percobaan yang lebih sedikit dan dalam analisis penilaian toksisitas bahan kimia tanpa harus membiarkan binatang mati pada akhir percobaan. Sistem yang lain Bahan kimia dapat pula menyerang sistem kekebalan. Jantung dan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) Sejumlah pelarut seperti trikloroetilena dan gas yang dapat menyebabkan gangguan fatal terhadap ritme jantung. misalnya tatacara dosis tetap yang menggunakan lebih sedikit binatang percobaan. . Tabel 1. Kriteria di bawah ini sering dipakai untuk maksud klasifikasi efek toksik akut pada binatang.5 . Dosis mematikan untuk inhalasi bahan kimia dalam bentuk gas atau aerosol juga dapat diuji. Karena LD50 dan LC50 suatu bahan kimia tidak menyajikan informasi tentang mekanisme atau type toksisitas.Pemaparan bahan kimia terhadap manusia. Dalarn hal ini konsentrasi gas atau tiap yang membunuh separuh dari binatang dimasukkan konsentrasi mematikan untuk 50% binatang percobaan atau disebut LC50.30 ml 7 tetes . Bahan kimia lain dapat menimbulkan jerawat. hilangnya pigmen (vitiligo). Cara lain adalah dengan menaruh bahan kimia pada kulit binatang hingga suatu reaksi dapat teramati. Cara menentukan toksisitas bahan kimia Dalam pengertian umum.50 ml 3 . LD50 dan LC50 digunakan secara luas sebagai indeks toksisitas. Klasifikasi toksisitas akut pada binatang.1 liter 30 . Disamping itu ada beberapa bahan kimia yang secara langsung dapat mempengaruhi ovarium dan testis yang mengakibatkan gangguan menstruasi dan fungsi seksual.5 . Pengetahuan mengenai toksisitas suatu bahan kimia dikumpulkan dengan mempelajari efek-efek dari: . LD50 oral Mencit (mg/kg) Berbahaya (harmful) Beracun Sangat beracun 200 – 2000 25 – 200 > 25 LD50 dermal mencit atau kelinci (mg/kg) 400 – 2000 50 – 400 < 50 LC50 inhalasi mencit (mg/m3/4 jam) 2000 – 20000 500 – 2000 < 500 Selain itu dengan skala Hodge dan Sterner dapat mengklasifikasikan toksisitas akut bahan kimia terhadap manusia.50 mg/kg < 5 mg/kg Dalam menilai risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh suatu bahan kimia tidak mungkin hanya berdasarkan atas LD50 dan LC50. . Dasar pemikirannya adalah menguji bagaimana suatu set dosis bahan kimia mempengaruhi sekelompok binatang. • Uji iritasi dan korosi Uji iritasi dan korosi memberikan sejumlah informasi khas. Dosis mungkin mematikan bagi rata-rata orang dewasa > 1 liter 0. otot dan kelenjar tertentu seperti kelenjar tiroid. Studi terhadap binatang • Uji toksisitas akut (LD50 dan LC50) Uji standar untuk tosisitas akut (jangka pendek) adalah memberi binatang bahan kimia dengan jumlah yang semakin meningkat dalam kurun waktu 14 hari hingga binatang percobaan tersebut mati.sel-sel darah merah yang menyebabkan anemia hemolitik.Pemaparan bahan kimia terhadap binatang percobaan. Sistem reproduksi Banyak bahan kimia bersifat teratogenik dan mutagenik terhadap sel kuman dalam percobaan. berbagai lembaga internasional saat ini sedang memodifikasi atau mengganti uji LD50 dan LC50 dengan metode yang lebih sederhana. Bahan kimia lain dapat merusak surnsum tulang dan organ lain tempat pembuatan sel-sel darah atau dapat menimbulkan kanker darah. Dalam penentuan dosis tetap.3 ml Dengan indoor (< 7 tetes) No Peringkat toksisitas Dosis 1 2 3 4 5 6 Praktis tidak beracun Agak beracun Toksisitas sedang Sangat beracun Luar biasa beracun (extremely toxic) Super toksik > 15 g/kg 5 -15 g/kg 0.Pemaparan bahan kimia terhadap organisme tingkat rendah seperti bakteri dan kultur sel-sel dari mamalia di laboratorium. mengakibatkan kepekaan terhadap sinar matahari atau kanker kulit. Klasifikasi toksisitas akut pada manusia. Bahan kimia yang sedang diuji ditaruh di atas kulit binatang percobaan dan kemudian diperiksa selama beberapa hari untuk 34 Cermin Dunia Kedokteran No. 2002 .5 g/kg 50 . Kulit Banyak bahan kimia bersifat iritan yang dapat menyebabkan dermatitis atau dapat menyebabkan sensitisasi kulit dan alergi. Bahan kimia lain seperti karbon disulfida dapat menyebabkan peningkatan penyakit pembuluh darah yang dapat menimbulkan serangan jantung. Tabel 2. 135.500 mg/kg 5 . Dosis didasarkan alas apa yang tidak diketahui mengenai sifat fisika dan kimia bahan yang sedang dinilai. Jumlah bahan kimia yang menyebabkan kematian 50% binatang percobaan dikenal sebagai dosis mematikan bagi 50% binatang percobaan atau LD50.

Untuk mencit dapat memakan waktu hingga 2 tahun sedangkan untuk tikus sedikit lebih singkat. Percobaan ini dilakukan dengan memberikan dosis tertentu bahan kimia terhadap hewan percobaan melalui penelanan atau inhalasi terhadap bahan kimia yang sedang diuji selama masa hidupnya. • Uji hayati kronik (seumur hidup) Maksud dari uji hayati kronik (seumur hidup). Pengujian secara kasar hanya berdasarkan pengamatan abnormalitas secara pengamatan kasar dengan mata telanjang. Uji yang paling baik dan paling banyak digunakan adalah uji rnutagenitas Salmonella (umumnya dikenal sebagai uji Ames). Dalam studi ini perlu perbandingan penyakit yang timbul akibat bahan kimia pada sekelompok orang yang terpapar dengan orang-orang yang tidak terpapar dalam kurun waktu tertentu. Binatang percobaan ini dibandingkan dengan binatang sebagai kontrol dalam jumlah yang sama dengan jumlah binatang percobaan dalam waktu yang sama. perbedaannya bahwa binatang kontrol tersebut tidak diberi perlakuan pemaparan bahan kimia. Suatu percobaan yang baik yaitu dengan memberikan perlakuan pemaparan untuk kedua jenis kelamin terhadap bahan kimia dengan dosis yang berbeda. atau paparan jangka panjang terhadap bahan kimia menimbulkan efek kesehatan pada organ seperti ginjal. Pada umumnya dalam pengujian perlu pengarnbilan cuplikan darah atau urin secara teratur dari binatang percobaan untuk pemeriksaan dan analisis. Uji rnultigenerasi kadang-kadang diperlukan untuk mendeteksi efek yang dapat diwariskan bagi generasi berikutnya. Uji tersebut untuk mendeteksi mutasi dalam bakteri yaitu untuk uji efek mutagenik. Dalam suatu uji khusus.melihat tanda-tanda seperti ruam kulit atau reaksi panas. Kadang-kadang perlakuan paparannya diberikan pada seekor binatang yang sedang hamil. • Uji yang herhubungan dengan reproduksi Uji binatang percobaan untuk memeriksa efek yang merugikan dari suatu bahan kimia pada reproduksi memerlukan perlakuan pemaparan terhadap seekor atau kedua induk terhadap bahan kimia yang sedang diuji sebelum kawin. Pengujian-pengujian ini merupakan dasar bagi dosis yang digunakan dalam uji hayati kronik. Pengujian dapat dilakukan pada mata binatang (dikenal dengan Draize) • Uji toksisitas sub kronik Secara normal uji toksisitas subkronik memerlukan studi inhalasi atau penelanan selama 90 hari untuk mengetahui efek-efek spesifik dan nyata dari bahan kimia pada organ dan biokimia dari binatang. yang tidak dipengaruhi oleh penyakit tersebut atau akibatnya dalarn suatu usaha untuk mengidentifikasi penyebab. • Uji Mutagenitas jangka pendek Bakteri dan sel binatang yang tumbuh dalam tabung uji dari koloni serangga buah-buahan atau serangga lain cocok untuk penyelidikan yang cepat dan rnurah dalarn usaha mengetahui bahan kirnia yang potensial mempunyai efek karsinogenik dan mutagenik. Terdapat sejumlah uji mutagenik jangka pendek yang lain atau pengujian mutagenitas (mutagenity assay). Uji ini membutuhkan bakteri Studi epidemiologis Studi epidemiologis menyelidiki kesehatan sekelompok orang atau menetapkan apakah mereka terpengaruh oleh paparan bahan kimia di tempat kerja atau dalam lingkungan umum. 50 ekor rnencit atau tikus dari tiap jenis kelamin diberi perlakuan paparan bahan kimia yang sedang diuji dengan dosis tinggi tetapi tidak mematikan. Dua metode penyelidikan yang paling umum dalam epidemiologi adalah studi kontrol kasus dan studi kohor. 135. Uji ini seringkali dirujuk sebagai uji in vitro. kemudian diamati efek-efeknya pada setiap keturunannya. Namun kerapkali percobaan ini menunjukkan efek tidak nyata. Binatang kontrol ini serupa dalam segala hal dengan binata.ng percobaan. Banyak bahan kimia dapat menyebabkan kanker pada binatang dan mungkin menimbulkan kanker pada manusia bersifat mutagenik. 2002 35 . Pengujian toksisitas sebaiknya dilakukan secara berulang-ulang dan diarahkan terutama untuk mendeteksi efek toksik yang secara jelas bukan akibat dari pemaparan kulit. Misalnya pemberian paparan bahan kimia terhadap hewan percobaan kemudian hewan percobaan dimasukkan dalam kotak maze (kotak dengan jalan ruwet) kemudian diamati tingkah laku hewan percobaan tersebut apakah terjadi perubahan tingkah laku dengan adanya efek bahan kimia terhadap otak dan saraf. Jadi uji ini dibedakan dengan uji in vivo yang menggunakan jaringan hidup seperti binatang dan manusia. Dalam suatu percobaan efek bahan kimia dapat menggunakan binatang percobaan hingga 500 ekor. Pada dasarnya metode ini membandingkan orang yang jatuh sakit atau akibat lainnya dengan suatu kelompok kontrol yang sesuai. Studi kohor juga disebut sebagai studi lanjutan atau studi insiden dengan melekat pada sekelompok penduduk (suatu kohor) yang digolongkan dalam sub kelompok berdasarkan Cermin Dunia Kedokteran No. • yang tumbuh secara khusus di laboratorium dan memaparkannya terhadap bahan kimia yang diuji. Studi kontrol kasus relatif lebih sederhana pelaksanaannya dan penggunaannya sedikit meningkat untuk menyelidiki penyebab penyakit terutama bagi penyakit yang jarang terjadi. untuk menentukan apakah bahan kimia dapat menimbulkan setiap efek kesehatan yang mungkin memerlukan waktu yang lama untuk menimbulkan suatu efek seperti kanker. Efek reproduksi dapat diklasifikasikan dengan hasil-hasil temuan seperti apakah keturunannya lebih sedikit jumlahnya. • Uji tingkah laku Efek bahan kimia terhadap percobaan tingkah laku binatang percobaan. tetapi untuk pengujian yang lebih mendalam perlu pengambilan irisan suatu jaringan dan diperiksa di bawah mikroskop untuk mengetahui terjadi abnormalitas sel-sel dalam organ. bobot tubuh yang lebih ringan atau dalam beberapa hal mengalami kerusakan.

Atmawidjaja Sudana. Budiawan. WHO. Franizal Nur. Meskipun penyelidikan epidemiologis memberi bukti yang paling dapat dipercaya bahwa suatu bahan kimia tertentu rnempunyai efek merugikan kesehatan pada suatu populasi. Kanwil Kesehatan Departemen Kesehatan. 4. 135. 7. Uji binatang memungkinkan untuk menguji toksisitas suatu bahan kimia sebelum manusia terpapar. sistemik. Hazard Assessment and Dose Response. narnun penyelidikan semacarn ini memiliki beberapa kelemahan. (1998). Dalam penentuan toksisitas suatu bahan kimia yang terbaik adalah dengan melakukan studi dengan menggunakan binatang percobaan karena uji binatang memungkinkan untuk menguji toksisitas suatu bahan kimia sebelum manusia terpapat. 2. Toksikologi Bahan Berbahaya. Prepared by The Edinburgh Control for Toxicology.pemaparan terhadap suatu penyebab penyakit yang potensial atau akibat dari perbedaan dalam paparan (misalnya terhadap bahan kimia) kemudian diperiksa dan diukur kemudian penduduk keseluruhan ditindak lanjuti untuk melihat bagaimana perkembangan penyakit atau akibat selanjutnya antara kelompok yang terpapar dan tidak terpapar. tikus atau anjing memiliki biokimia dasar dan proses-proses hayati yang sama. Teori dengan menggunakan uji binatang adalah bahwa manusia dan binatang seperti mencit. Oleh karena informasi yang diberikan dalam studi epidemiologis sangat terbatas. 6. (1997). Dempsey JL. IPCS. (1998). Workshop Sentra Informasi Keracunan Propinsi Jawa Barat. Exposure Assessment and Risk Characterization. (1997). WHO. Guidelines to The Risk Assessment of Public Health Aspects of Human Risk From Exposure to Chemicals. 3. Dempsey JL. Training Course on Risk Assessment. akut. WHO. dapat pulih atau tidak dapat pulih. juga membutuhkan jumlah pekerja yang terpapar dalam jumlah besar untuk rnemjamin kesahihan perhitungan-perhitungan statistik. WHO. User's Manual For the IPCS Health and Safety Guides. Training Course on Risk Assessment. (1996). IPCS. Di samping itu. Published by WHO the International Programme on Chemical Safety. Criteria for Prioritization of Risk Assessment. Training Course on Risk Assessment. Risk Assessment Training Module. 36 Cermin Dunia Kedokteran No. studi epidemiologis mungkin tidak dapat mendeteksi kasus-kasus mengenai peranan dari kasus satu bahan kimia tertentu ketika para pekerja terpapar terhadap campuran bahan kimia. 2002 . 5. Training Course on Risk Assessment. (1998). KESIMPULAN Setiap bahan kimia mempunyai efek dan target sasaran organ tubuh yang akan rusak baik secara lokal. Hal ini dikarenakan selain biaya yang rnahal. (1998) Dempsey JL. KEPUSTAKAAN 1. maka tindakan pencegahan hendaknya dianjurkan berdasarkan atas studi binatang.

yang disertai dengan kandungan lemak dan kalori yang rendah. Tercemarnya seafood dapat terjadi secara alami (mikroorganisme dan toksin) maupun oleh kontaminasi bahan kirnia beracun. Paralytic Shellfish Poisoning disebabkan oleh saxitoxin yang tidak berpengaruh pada tubuh kerang karena sudah kebal terhadap kondisi demikian setelah lama berhubungan dengan toksin tersebut. tetapi dapat berakibat kegagalan pernapasan yang fatal bagi manusia. Banyak mikroalgae yang juga memproduksi komponen-komponen baru yang menunjukkan aktivitas biologis yang kuat. namun yang terpenting dari fitoplankton. amnesic dan diarrhetic shellfish poisoning (PSP. dan Esther Budiman*** *Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi. Institut Pertanian Bogor. neurotoxic. beberapa di antaranya merupakan toksin kuat yang bertanggung jawab terhadap sejumlah penyakit pada manusia. Toksin yang berasal dari plankton ditemukan juga dalam kerang-kerangan. diatoms dan cyanobacteria. Komponen-komponen ini dianggap sebagai metabolik sekunder. Marine toksin (toksin yang terdapat di laut) sudah lama diidentifikasi di berbagai tempat antara lain Jepang. NSP. disamping itu mungkin juga dapat memacu pertumbuhan tumor. Betty Marita Subrata**. dan DSP).TINJAUAN KEPUSTAKAAN Marine Toxin Saxitoxin Winarti Andayani*. Jakarta PENDAHULUAN Pada umumnya orang berpikir dengan memakan seafood. ASP. Bogor *** Mahasiswa Program Pasca Sarjana Kimia. Jakarta ** Staf Pengajar Kimia. Toksin yang terutama berarti bagi kesehatan manusia berasal dari 3 kelas algae bersel satu. 2002 37 . Badan Tenaga Atom Nasional. Toxins Marine dinoflagelates (Also bacteria) Toxins Food chain Fish Ciguatera Palytoxin Puffer fish poisoning Shellfish Paralytic shellfish poisoning Neurotoxic shellfish poisoning Diarrhetic shellfish poisoning Amnesic shellfish poisoning (Diatoms) Gambar 1. Hal ini karena kerang mempunyai sifat penyaring makanan (filter feeding shellfish). dan terdapat dalam kelompok taksonomi yang terbatas. Jumlah toksin akan berlipat ganda sesuai dengan jumlah fitoplankton toksik yang dimakannya. 135. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. serta kematian ikan. Dinoflagelata mem- Cermin Dunia Kedokteran No. Toksin ini dapat menyebabkan paralytic. asam lemak omega-3 dan mineral. Mereka berasal dari alam dan akibat kegiatan manusia seperti limbah industri dan kebakaran hutan. yaitu komponen yang tidak esensial sebagai dasar metabolisme dan pertumbuhan pada organisme. Biosintesis metabolit sekunder umum terjadi dalam bakteri seperti dalam mikroba eukariotik dan tanaman. yaitu dinoflagelata. Filipina. Toksin ini sangat berbahaya dan tidak dapat rusak oleh panas dan pemrosesan. Hampir semua seafood bisa terkontaminasi oleh toksin dan dapat menimbulkan sindrom yang berbeda-beda (Gambar 1). Universitas Indonesia. Namun mereka mengetahui bahwa seafood juga bisa mengakibatkan keracunan disebabkan oleh lingkungan yang tercemar. Dari banyak metabolit sekunder algae yang telah diidentifikasi. mereka akan mendapatkan keuntungan protein yang tinggi. Beberapa Sindrom Akibat Keracunan Seafood(1) SAXITOXIN Mikroalgae adalah produsen utama yang menyusun dasar jaringan makanan laut dan air tawar. dan Indonesia. ketidaknormalan dan kematian hewan mamalia dan burung.

Alexandrium tamarense. Papua New Guinea Palau Island Tasman Sea. STXs meningkatnya kesuburan suatu perairan. Adanya perbedaan substituen pada R4 Carbamate STX Neo STX GTX1 GTX2 GTX3 GTX4 GTX5 (B1) GTX6 (B2) C1 C2 C3 C4 dcSTX dcNeoSTX dcGTX1 dcGTX2 dcGTX3 dcGTX4 H H H OH H H OH OSO3. masih belum dapat dipastikan toksisitasnya sehingga keberadaannya perlu diwaspadai. Pada diatoms. compressa Gymnodinium calenatum Cochlodinium sp. Denmark. sedikit larut dalam etil alkohol dan asam asetat tetapi tidak larut dalam pelarut organik (non polar). Toksin algae terdiri dari bermacam-macam berdasarkan struktur dna fungsinya dan banyak yang merupakan turunan dari jalur biosintesis yang unik.H OH H OSO3H H H OH H H OH OSO3. Norway. yang ikut menjadi penyebab red tide blooms di wilayah Indonesia. Senyawa ini mempunyai nilai LD50 sebesar 263 g/kg bobot badan (oral mencit). W. Pada Gambar 2 terlihat bahwa struktur dari congener saxitoxin bervariasi. yaitu toksin karbamat. STXs PXs. Namun tidak semua gejala red tide menyebabkan dampak negatif. Neurotoksisitas dari toksin algae diperantarai oleh bermacammacam interaksi yang sangat spesifik dengan saluran-saluran ion yang terlibat dalam neurotransmisi. dekarbamoil dan deoksikarbamoil.H H OSO3. Aphanizomenon flan-aquae unknown unknown GTXs unknow GTXs. Struktur Saxitoxin dan Tosisitas Relatif dari PSP (van Dolah. pernafasan dan mulut. Germany. Venezuela. Red tide yang berdampak merugikan disebut Harmful Algal Bloom (HAB). mensintesis semacam toksin polieter yang terbagi atas dua grup struktural linier dan gabungan (seperti tangga).H H - Gambar 2. Chile North Atlantic coasts-New England. Gymnodium catenatum. Japan British Columbia North Sea Gulf of Thai Brunei. menghasilkan toksin yang memiliki pengaruh kuat terhadap kesehatan manusia. Saxitoxin berupa cairan tidak berwarna dengan bau menyengat (seperi asam cuka). Perubahan warna air laut ini umumnya dikenal sebagai fenomena red tide.punyai jaringan yang luas.H H H OSO3OH OSO3. bahamense var. saxitoxin dapat dibagi atas 4 kelompok. Diperkirakan awal musim hujan merupakan masa-masa terjadinya blooms dari spesies-spesies berbahaya yang bertujuan untuk mengambil makanan dari daratan. sulfo-karbamoil. mata. cohorticula Pyrodinium bahamense P. dan Pyrodinium bahamense var. Plankton penghasil PSP(2) Spesies Alexandrium catenella Areas Pacific coasts-California. Alaska. Fenomena red tide dapat dikaitkan dengan beberapa fenomena alam seperti El Nino.H H H OSO3OH H OSO3H H H OH H H H OSO3. Alexandrium minutum. Misalnya dinoflagelata. 2002 . British Columbia. Japan. tamarense GTXs. Beberapa spesies dari genus Alexandrium. bahkan umumnya red tide terjadi sebagai tanda Tabel 1. tamayavanichi. acatenella A. Senyawa ini mudah terhidrolisis dalam larutan basa dan toksinnya tidak aktif setelah dididihkan selama 3 sampai dengan 4 jam pada pH 3. Toksin algae yang mempunyai pengaruh kuat terhadap kesehatan manusia mungkin dikategorikan sebagai neurotoksin atau hepatotoksin. in press) 38 Cermin Dunia Kedokteran No. antara lain Alexandrium catenella. Saxitoxin mempunyai sifat fisik larut dalam air dan metil alkohol. Japan Japan New England (lakes) PSP Components GTXs. GTXs Zn-bound PXs STXs doSTX H Deoxydecarbamoyl doGTX2 H doGTX H H H H H OSO3. antara lain A. Struktur kristal dari komponen induk saxitoxin mula-mula dilukiskan oleh Schantz dkk yang dapat dilihat pada Gambar 2.0 (g/mL) Saxitoxin bersifat racun dan menyebabkan iritasi apabila kontak dengan kulit. phoneus A. dan mempunyai berat jenis 1. Racun PSP tidak dapat dihilangkan dari kerang-kerangan baik melalui proses pemanasan maupun hidrolisis.H H OSO3. dari beberapa ribu spesies dinoflagelata yang diketahui. STXs Sulfocarbamoyl A. namun demikian hanya beberapa lusin spesies. sebaliknya pada cyanobacteria hanya beberapa yang teridentifikasi menghasilkan toksin. Saxitoxin dihasilkan oleh beberapa spesies dinoflagelata(2). genus tunggal. Canada.H H H OSO3OH H OSO3- OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OH OH OH OH OH OH 2483 2295 2468 892 1584 1803 160 15 239 33 143 1274 1617 1872 - A. pseudo-nitschia. yang dibedakan oleh kombinasi substitusi OH dan sulfat pada 4 sisi dalam molekul (Rl-4). 135. Holland. Ledakan populasi (blooming) dari spesies-spesies tersebut di atas menyebabkan perubahan warna air laut dari biru-biru menjadi merah kecoklatan. Berdasarkan substitusi pada R4. cohorticula dan A. kelihatan bersifat toksigenik.H OSO3. compressum (Tabel 1).

Toksin karbamat adalah yang paling kuat sifat toksisitasnya (892-2483 mouse unit (MU) /µmol). Penderita mula-mula akan merasakan kesemutan dan mati rasa pada bibir yang menjalar ke seluruh mulut dan leher. Di Jepang Alexandrium catenella pertama kali didapatkan sebagai penghasil PSP di Owase Bay. muntah dan kejang pada otot perut. Kejadiannya berlangsung pada tahun 1988 setelah orang mengkonsumsi sejenis kerang. Brunei Darussalam. PARALYTIC SHELLFISH POISONING (PSP) Seafood yang telah terkontaminasi oleh saxitoxin apabila dikonsumsi oleh manusia akan menyebabkan sindrom yang disebut Paralytic Shellfish Poisoning. Kesimpulan terjadinya keracunan PSP hanya didasarkan pada gejala klinis penderita. Selama 20 tahun (1972 sampai dengan 1992). Di Indonesia spesies ini sudah diidentifikasi dari beberapa perairan. kesukaran bernafas dan akhirnya berhenti bernafas. gejala keracunan PSP telah tercatat semenjak tahun 1959 dengan korban tiga orang meninggal dan lima orang mengalami kelumpuhan setelah memakan ikan laut. 2002 39 . lebih dari 90% makanan yang terkontaminasi oleh saxitoxin berakibat fatal. Teluk Ambon. Pyrodinium bahamense var. Di perairan sekitar Larantuka-Flores Timor. ternyata spesies Puffer takifugu rupripes telah terkontaminasi oleh saxitoxin. Tempat penyebaran plankton penghasil PSP dapat dilihat pada Gambar 3. Sebagai tambahan. 1985. 135. baik alami maupun karena kegiatan manusia. Namun sampai seat ini masalah PSP hanya dijumpai di perairan Teluk Kao dan Nunukan. dan Selat Bangka. Pembuangan ini sebagian besar melalui urin. Kejadian di Flores Timor ini agak menyimpang dari kebiasaan. dan terakhir tahun 1997. seperti di Papua Nugini. seperti Teluk Kao. Halmahera. juga pada pasien yang mengalami kelumpuhan pernafasan dan dibantu dengan bantuan pernafasan. dengan jumlah korban yang meninggal sebanyak 271 orang. suatu pulau yang berbatasan dengan Sabah. Bila tidak ditolong maka penderita akan meninggal dalam waktu 24 jam. baru-baru ini menunjukkan pembalikan efek secara signifikan pada serangan saxitoxin dalarn mencit. Selain itu sampai sekarang belum dapat ditentukan spesies mikroalgae yang menghasilkan toksin PSP. diduga antibodi mungkin berpotensi menyediakan reagen yang berguna untuk perlindungan terhadap toksisitas secara in vivo. tetapi jantung masih tetap berdenyut. Sabah. compressum merupakan spesies utama penyebab PSP di perairan Indo-Pasifik. PENYEBARAN PLANKTON PENGHASIL PSP Penyebaran dari mikroalgae dapat terjadi mengikuti beberapa pola. Filipina. Gejala PSP yang muncul di Jepang. Merethrix merethrix Cermin Dunia Kedokteran No. Gejala utama dari keracunan saxitoxin adalah kelumpuhan (paralysis) pada otot. Tempat penyebaran plankton penghasil PSP(4). Lokasi lain di Indonesia yang mengalami kejadian PSP tercatat di Kalimantan Timur. Dengan demikian mikroalgae tersebut dapat terbawa oleh arus ke arah tertentu dan apabila kondisinya sesuai. pusing. Gejala selanjutnya terasa pada ujung jari tangan dan kaki yang nyeri seperti ditusuk-tusuk. Jumlah korban mencapai 11.mengakibatkan perubahan yang besar pada sifat toksisitasnya. tepatnya di perairan Nunukan dan Pulau Sebatik sebelah selatan. Semua musibah terjadi pada awal musim penghujan. Mereka melakukan penelitian di perairan Ilan County di Taipeh dari bulan November 1996 sampai dengan Oktober 1997. pembuangan saxitoxin dari darah manusia berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam. Kejadian ini berulang pada tahun 1983. Toksin dekarbamoil mempunyai potensi di tengah-tengah yaitu 1274-1872 MU/µmol dan toksin sulfo karbamoil merupakan toksin yang paling lemah (15-239 MU/µnol). Pada suatu penelitian sampel klinis dari terjangkitnya PSP di Alaska tahun 1994. Dengan perantaraan arus inilah umumnya mikroalgae menyebar. Teluk Peru. Pertolongan hanya dapat dilakukan dengan cara menguras isi perut dan memberikan pernafasan buatan. berkembang dengan baik. Gambar 3. mungkin hal ini berguna sebagai penangkal bagi PSP. mual. Di Indonesia PSP umumnya terjadi di perairan Teluk Kao. Teluk Jakarta. Saat ini masih belum tersedia penangkal untuk PSP Antibodi monoklonal anti saxitoxin yang diuji secara in vitro dan in vivo menunjukkan perlindungan terhadap terikatnya saxitoxin dan pengurangan gerakan di sekeliling saraf akibat saxitoxin pada saraf mencit.157 orang. teramati di Barat Daya kepulauan Jepang. perairan sekitar Biak. Nilai toksisitas ditentukan dalam satuan Mouse Unit (MU). penghalang saluran K. sekitar bulan November-Desember. Terdapat paling sedikit 15 orang meninggal akibat mengkonsumsi kepiting selama 1909-1988. Sarawak dan Semenanjung Malaysia. karena korban jatuh setelah memakan ikan dan bukan kerang. Gejala PSP lainnya muncul di Taiwan bagian utara(5). selain otot jantung (3). Halmahera. Survey lain menunjukkan bahwa spesies plankton ini secara luas terdistribusi di sebagian besar bagian utara sampai bagian selatan Jepang(2). 1992. Musibah terparah terjadi pada tahun 1983 dengan korban empat orang meninggal dunia dan 236 orang mengalami kelumpuhan. Maluku. dimana 1 MU sama dengan jumlah toksin yang dibutuhkan untuk membunuh seekor mencit seberat 20 g dalam 15 menit. 4-aminoantipirin.

T. Jones Y.9-3. Kitts (eds). 64 (5) : 766-770. Tucker BW. Kao YC and SR Levinson (eds). A Technomic Publishing Co. Ikatan kedua berupa ikatan kovalen yang terbentuk di antara reseptor den C-12 (D). terjadi kelumpuhan pernafasan (sulit bernapas). Philippines 1999. Hashimoto Y. 2002 . Polaritas molekul saxitoxin sebagian besar menghambatnya untuk melintasi penghalang darah otak. Dua jam setelah memakan kerang. Van Dolah FM. Diversity of marine and Freshwater Algal Toxins.6 mg). Proceeding Fourth LIPI-JSPS Joint Seminar on marine Sciences. Recent Studies on Marine Toxins. NY (in press) Lin. The New York Academy of Sciences. Natural Toxins 1995. Larutan standar induk PSP 100 µg/mL (dalam alkohol yang telah ditambah 20% asam). dibuat dengan cara melarutkan 1 mL larutan standar induk dalam 100 mL aquades. 2. Fisheries Science 1998. Regional Training Workshop on Receptor Binding Assay Techniques for Harmful Algal Bloom Toxins Quantification.J. karena itu sisi utama tempat aksi saxitoxin pada manusia adalah kemungkinan besar pada persimpangan otot saraf.4 mg saxitoxin ekuivalen.72 mg) termakan. dan pada kasus dengan dosis tinggi.(kerang tahu). International Atomic Energy Agency. Saxitoxin terikat dengan afinitas yang kuat pada reseptor asetilkolin di saluran Natrium sehingga menghambat pembukaan saluran.000 MU toksin (0. dari susunan saraf den membran-membran sel jika dibandingkan dengan senyawa-senyawa derivatnya yang lain. Hal 183-193. 7. Tokyo 1977. ternyata saxitoxin paling aktif dalam menghambat (blocking) saluransaluran. 2. NY 1997 Takashi M. Chai. Marine Toxins and Other Bioactive Marine Metabolites. perasaan mengantuk. Jika ukuran mencit < 19 g atau > 21 g maka digunakan faktor koreksi untuk memperoleh waktu kematian yang benar. Shahidi F. Saxitoxin. Hal ini sesuai dengan cepatnya serangan (kurang dari satu jam) dari gejala yang klasik untuk PSP termasuk perasaan geli dan mati rasa pada daerah-daerah perioral dan kaki tangan. SJ. Gejala klinis PSP terjadi bila kurang lebih 2000 MU (0. 3. ANALISIS PSP DENGAN METODE BIOASSAY(7) Bahan 1. and Deng Fwu Hwang. Jakarta 1994. Dosis letal untuk manusia adalah 1 . and DD. Overview of Current Seafood Nutritional Issues : Formation of Potentially Toxic Products. 135. L. berbicara tidak jelas. sebanyak 68 orang jatuh sakit dengan gejala PSP dan akhirnya 2 orang meniggal dunia. Tahapan Pengikatan Saxitoxin terhadap Saluran Natrium(6) 40 Cermin Dunia Kedokteran No. Jong SS. Gambar 4. yang menunjukkan bahwa ikatan ionik dari dari 7. Mencit sehat berukuran 19-21 g. 8. 6. dan kasus serius melibatkan konsumsi 5.8. 4. Proccesing. larutan stabil dalam beberapa minggu pada 3-4°C. and The Molecular Biology of The Sodium Channel. KEPUSTAKAAN 1. MEKANISME SAXITOXIN DI DALAM TUBUH Berdasarkan aktivitas tiap molar senyawa. In Seafood Toxicity. Japan Scientific Societies Press. 5. AOAC Official Methods of Analysis Supplement. larutan ini stabil dalam tempat dingin (3-4°C). and Biotechnology. kehilangan kontrol motorik.9-guanidium terhadap gugus anionik dari reseptor (A. LAMPIRAN 1. NY 1999. Skema tahapan pengikatan saxitoxin terhadap saluran natrium afinitas tinggi dapat dilihat pada Gambar 4. 3. In : Seafood safety. Toxicity of the Puffer Takifugu Rubripes Cultured in Northern Taiwan. Tterodotoxin. B) menyebabkan dehidrasi gemdiol pada posisi C-12.000-20. menghasilkan suatu keton (Cl) yang terdapat dalam keadaan kesetimbangan yang cepat dengan karbokation (C2). Larutan standar kerja PSP 1 µg/mL. Marcel Dekker. Botana (ed). Chapter 49 : 46 B-48.

32 5.50 4.15 4.20 1.18 DT 9. 15.03 1.00 20. 20. FK dihitung dengan cara membagi konsentrasi terpilih (µg/mL) dengan nilai MU/ml.954 0. µg racun/100 g daging = (µg/mL) x faktor pengenceran x 200 Nilai > 80 g/100 g merupakan indikasi bahwa sampel yang diuji sangat racun dan tidak aman untuk dikonsumsi.55 4.00 5.19 3.88 DT 3.00 40. Jika death time dari 1 atau 2 mencit yang disuntik dengan sampel yang tidak diencerkan > 7 menit.985 1. 25.50 3.942 0.00 10.05 1.05 4.50 0.97 0.30 4. termasuk yang selamat.39 1. Waktu suntikan dicatat dan mencit diamati dengan hati-hati untuk mengetahui death time nya yang ditunjukkan oleh hembusan nafas terakhir.875 Keterangan : DT : death time dalam mencit MU : mouse unit LAMPIRAN 3.06 1.785 0. nilai MU/ml ditentukan dari median death time konsentrasi terpilih dengan menggunakan Tabel Sommer yaitu hubungan antara death time terhadap MU untuk PSP (Lampiran 1).00 25.00 21.5 MU 0. Masing-masing 1 mL larutan disuntikkan secara intraperitoneal ke beberapa ekor mencit dan kemudian dipilih larutan dengan konsentrasi yang memberikan waktu kematian (death time) antara 5-7 menit.1 N HCl. ANALISIS PSP DENGAN METODE SAXITOXIN BERTANDA(8) Peralatan 1. Persiapan Sampel Bagian luar kerang-kerangan dicuci dengan air segar.35 2.9 11.00 19.48 1. Filtrat diambil untuk pengujian pada mencit.20 1. 5.00 9.45 1.79 2.21 2.25 3. Mikropipet berukuran 1 – 1000 µL 2.64 1.65 0.55 MU 100 66.93 0.71 2. kemudian dibuka dengan alat khusus pemotong kerang.00 11.10 1.4 20.55 MU 3. Perhitungan nilai faktor koreksi (FK).88 2.16 2.5 11 11. 2. Standarisasi Bioassay 1. Sebaliknya.45 4.934 0.20 4.40 5.13 1.07 - Keterangan : WM : berat mencit (gram) MU : mouse unit Cermin Dunia Kedokteran No.Pada analisis PSP mencit yang digunakan tidak boleh berukuran > 23 g. 3.05 3.50 2.000 1. maka perlu dibuat pengenceran sampel untuk memperoleh death time 5 .69 1.00 3.98 0.15 5.67 7.59 0.00 30.26 4.92 1. Apabila ketiga ulangan dari sebuah larutan dengan konsentrasi yang memberikan median death time lebih kecil dari 5 menit atau lebih besar 7 menit. maka pH sampel harus ditepatkan lagi antara 2 .45 2.015 1.5 23 MU 0.32 2. Pipet multi channel berukuran 5 – 200 µL.06 1.31 1.50 1.35 3 40 315 3.06 3.66 5. dan dari Tabel Sommer ditentukan bilangan MU.73 0. 12.08 2.63 2.10 3.05 5.25 1. Tabel Sommer (AOAC. Plate mikrotiter dengan 96 lubang Tabung sentrifugasi 15 dan 30 mL Vortex Bahan Kimia 1.40 4. Sepuluh (10) mL larutan standar 1 µg/mL diencerkan dengan musingmasing 10.000 0.86 1.00 6.5 22 22.917 0.7 menit.56 2. diaduk dengan cepat dan diperiksa pH nya.00 8.15 7.25 4.54 1.00 4.00 17.7 menit.81 0. Campuran yang sudah dingin ditepatkan pH nya pada pH 2 .35 4.1995) DT 1.2 38.075 1.35 1.5 13 13. Tabel Sommer (AOAC. maka paling sedikit 3 mencit harus disuntik untuk memastikan toksisitas dari sampel.00 15.57 3.33 8.50 6.25 1.05 2.40 2.22 1.972 0.00 2. Satu mencit boleh digunakan untuk penentuan awal. dan tidak boleh digunakan berulang. maka hasil ini digunakan untuk perhitungan lebih lanjut termasuk ulangan yang mungkin memberikan median death time lebih kecil dari 5 menit atau lebih besar 7 menit.73 4.48 4.5 15 15.28 1.00 16.99 0. tetapi pengujian menggunakan 2 atau 3 mencit lebih baik. maka hasil dari konsentrasi ini diabaikan.00 1.00 22. Penghitungan Toksisitas Waktu death time ditentukan.15 1. apabila salah satu atau lebih dari sebuah larutan dengan konsentrasi yang memberikan median death time antara 5 .08 2.10 5.04 2.00 7.98 2.30 7.9 10.16 1. Nilai rata-rata FK yang diperoleh digunakan sebagai FK dalam analisis sampel.15 3.905 0.10 2.30 8.30 5.00 MU 1. masing-masing dibuat 3 ulangan dan disuntikkan 1 mL larutan secara intraperitoneal ke masing-masing 10 ekor mencit dan dicatat death time-nya.15 6.67 1.56 0. STX dihidroksi HCl (Lihat halaman berikutnya) LAMPIRAN 2. [3H] STX diasetat 2.937 0. kemudian didinginkan pada suhu kamar.40 1.15 8.55 2.96 DT 5. Pengujian Mencit Setiap mencit disuntik secara intraperitoneal dengan 1 mL ekstrak.5 13.675 0.00 60.30 12.04 1.1 N NaOH setetes demi setetes sambil tetap diaduk.80 1.50 2.31 3.52 6.30 10.70 3.05 1. Sampel ditepatkan di dalam gelas piala sampai homogen atau jika diperlukan sampel disentrifugasi selama 5 menit pada 3000 rpm kemudian disaring melalui kertas saring.4.30 2. Nilai MU diubah ke µg racun/mL dengan mengalikan FK. Jika death time dari beberapa mencit < 5 menit.35 1.5 18 18.95 0.84 0.5 14 14. maka dibuat FK untuk setiap mencit dengan mengalikan MU terhadap death time mencit. Campuran dipanaskan dan dididihkan selama 5 menit.3 26. 135.948 0.20 2. 1995) WM 10 10. 2.70 0.26 2.015 1.86 WM 17 17.45 5. Jika pengenceran besar diperlukan.00 24. Bagian daging (100 -150 g) diambil dan dikumpulkan (hindari penggunaan pemanasan atau anestetik sebelum membuka kulit dan dilarang memotong atau merusak badan pada tahapan ini).83 1. 4.43 3.4 9. jika perlu pH ditepatkan < 4.42 7.62 0. Jika beret mencit yang diuji < 19 g atau > 21 g.00 1.965 0.45 7.20 3. Dari larutan dengan konsentrasi yang terpilih.7 menit.5 19 19. selanjutnya bagian dalam dibersihkan dengan air bersih untuk menghilangkan pasir atau zat-zat asing lainnya.00 18.15 2. Sebanyak 3 mencit disuntik dengan larutan yang sudah diencerkan sampai memberikan death time 5 .5 20 20. 3.45 8.7 16.11 1. Ekstraksi Sampel Sampel sebanyak 100 gram ditambah 100 mL 0.88 0.12 .20 5.03 1.43 1.25 2.60 1.4 dengan penambahan 5 N HCl atau 0.5 21 21. 2002 41 .00 13.09 1. 4.30 1.00 11.44 2.96 0.00 4.10 4.45 MU 1.3e 3.38 2.5 16 16.00 14.53 0.06 5.04 6.5 12.898 0.00 23.89 1.76 0.30 6. dan 30 mL aquades dan pH dikontrol antara 2-4.74 1.

Rat brain synaptosome Cara Kerja 1. 6 x 10-7. 6 x 10-9. 5. Masing-masing sebanyak 35 µL sampel dan standar STX dimasukkan ke dalam plate mikrotiter.5 – 1. 2002 . Dengan mengetahui nilai total count sampel. 6 x 10-10 M.0 mg/mL. 4. Pengenceran larutan baku [3H] STX dalam tabung 15 mL. 3µL [3H] STX 3. sampai didapatkan konsentrasi akhir 0. 135. Ekstrak sampel kerang yang diduga terkontaminasi STX diencerkan dengan binding buffer. 3. STX binding buffer =75 mM HEPES + 140 mM NaCI buffer pH 7. [3H] STX dan 140 µL rat brain sinaptosome yang telah diencerkan.(Lanjutan Lampiran 1) 3. Masing-masing residu dimasukkan ke dalam vial yang telah berisi 1 mL larutan scintilator dan di-count. ditambah dengan 35 µL. Cara Perhitungan Total count dari larutan standar STX dibuat kurva kalibrasi. 2. menggunakan rumus sebagai berikut : nM equiv STX dalam ekstrak = nM equiv STX x pengenceran sampel x (V total/ 35 µL) µg STX equivalen/mL = nM equiv STX dalam ekstrak x (1 L/1000 mL) x (372 ng/mmol) x 1 µg / 1000 ng) µg STX equivalent/100 g shellfish = µg STX eqaivalen/mL x (mL ekstrak / g shellfish) x 100 42 Cermin Dunia Kedokteran No. Toksin yang tidak terikat oleh jaringan dihilangkan dengan cara pencucian menggunakan buffer yang dilanjutkan dengan aseton. Konsentrasi sampel dihitung dalam µg STX equivalen/100 shellfish. 6. Jaringan dalam larutan 2 mL diencerkan dengan perbandingan 2 : 10 (2 mL jaringan + 18 mL buffer) dalam tabung sentrifugasi 50 mL. Pengenceran rat brain synaptosome murni dalam STX binding bufer. 35 µL [3H] STX yang telah diencerkan dimasukkan dalam vial dengan scintilant dan di-counting dengan alat scintilation counter untuk memperoleh total count (cpm).dengan alat scintillator counter untuk memperoleh total count (cpm). log STX terhadap total count (cpm). kemudian disaring.8 mL STX binding buffer. yaitu 6 x 106-6.5 4. Persiapan kurva standar STX menggunakan STX dihidroksi HCl dalam tabung dengan berbagai konsentrasi. Campuran ditutup dan diinkubasi pada 4°C selama 1 jam. maka konsentrasi STX dalarn sampel dapat dihitung. 6 x 10-8.

Penelitian pendahuluan ini menggunakan dua macam bumbu yaitu bumbu A terdiri dari cabe. jeruk purut dan asam. terutama kacang tanah kualitas rendah yaitu kacang retak dan pecah yang banyak dikonsumsi karena harganya lebih murah. garam. Untuk sambal kacang pecah pada bulan pertama walaupun pada kontrol sudah ditumbuhi A. flavus dan Penicillium sp tetapi pada perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B belum dijumpai kedua jamur tersebut.. flavus dan Penicillium sp tetapi pada bumbu B hanya ditumbuhi Penicillium sp. Inswiasri. dengan hasil sebagai berikut: sambal kacang utuh sampai bulan ke tiga tidak dijumpai jenis A. bawang putih. Untuk sambal kacang retak perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B pada bulan pertama dan ke dua belum ditumbuhi kedua jamur tersebut tetapi pada bulan ke tiga bumbu A ditumbuhi Penicillium sp dan A. Enny W. gula merah. kencur. Sedangkan pada bulan ketiga perlakuan pada bumbu A sudah dijumpai A. flavus sedangkan pada perlakuan bumbu B belum ditemukan kedua jenis jamur tersebut. Pe- Cermin Dunia Kedokteran No. bumbu alami. Jakarta ABSTRAK Cemaran jamur pada bahan makanan dapat menyebabkan timbulnya aflatoksin. terasi. yang banyak mencemari bahan makanan. Sampel kacang tanah dibagi menjadi tiga kelompok yaitu utuh. Pengawet dan Penghambat Cemaran Aflatoksin pada Sambal Kacang Nunik Siti Aminah. 2002 43 . Supraptini. 135. retak dan pecah. flavus dan Penicillium sp. Pengamatan jenis-jenis jamur yang tumbuh pada sambal kacang dilakukan setiap bulan. Kata kunci : kacang tanah. Departemen Kesehatan RI. Pada bulan kedua. diambil 100 g per kelompok untuk bahan baku sambal kacang. flavus dan Penicillium sp. gula merah dan garam dan bumbu B terdiri dari cabe. aflatoksin PENDAHULUAN Cemaran jamur pada bahan makanan dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia dan hewan. terasi. pada bumbu A dan Bumbu B sudah dijumpai Penicillium sp.L. Masing-masing kelompok sebanyak 10 kg. Aflatoksin merupakan toksin yang dihasilkan jamur Aspergillus terutama A flavus sedangkan Penicillium sp. Setelah diolah menjadi sambal kacang disimpan selama tiga bulan.HASIL PENELITIAN Bumbu Alami sebagai Penyedap. merupakan jamur yang banyak mencemari bahan makanan. Sukijo Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Adanya infeksi virus hepatitis B diduga merupakan prasyarat terjadinya perDibacakan pada seminar Lustrum IX Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan Kongres I KABIOGAMA ubahan sifat sel yang mengarah ke adanya keganasan oleh aflatoksin. Aflatoksin merupakan toksin yang dihasilkan jamur Aspergillus terutama A. Suyitno.

daun jeruk purut. flavus. c) Saboraud agar yang telah dicairkan dalam waterbath 450C. terasi. − Periksa di bawah mikroskop.niger Scopulariopsis sp Rhizopus sp Keterangan: Bumbu A : Cabe. 1991): − Sediakan objek gelas yang bersih dan bebas lemak dengan tetesan 1 tetes KOH. dkk. dapat diketahui bahwa penambahan bumbu alami yang semula digunakan sebagai penyedap dan pengawet sambal kacang.) dan buah asam (Tamarindus sp).niger Geotrichum sp Scopulariopsis sp A.1966) 44 Cermin Dunia Kedokteran No. kencur (Kaempferia galanga). kencur. diduga dapat digunakan sebagai bahan pengawet alami dan menghambat tumbuhnya jamur-jamur seperti A. 2002 .glaucus Penicillium sp Fusarium sp Mucor sp A. bawang putih. pengawet dan penghambat cemaran aflatoksin pada sambal kacang sehingga makanan aman untuk dikonsumsi. petri dish jangan diletakkan terbalik. 135. disimpan selama tiga bulan dan dilakukan pengamatan jenis-jenis jamur yang dapat tumbuh dan mencemari setiap kelompok sambal kacang. kedua jamur tesebut bersifat patogen pada hewan maupun manusia dapat menyebabkan aspergillosis. jamur dapat masuk ke dalam paru-paru karena mudah terhirup (Pons WA. dan pecah (tanpa kulit ari). permukaaan koloninya halus. ternyata dapat menghambat pertumbuhan jamur-jamur patogen seperti Aspegillus flavus dan A parasiticus. Hal ini dilakukan untuk megurangi variasi nilai cemaran individual butiran contoh sempel. 2. b) Diambil 1 ml spesimen (bahan pengencer 10-1 pada labu erlenmeyer) dengan pipet steril. terasi. dan 3. Bumbu B : Cabe.niger Geotrichum sp Scopulariopsis sp Fusarium sp Rhizopus sp A.niger Rhizopus sp Kacang retak Kacang pecah A. e) Tunggu hingga media tersebut menjadi padat/beku. Perbedaannya terletak pada permukaan koloni yaitu jamur A.nelitian pendahuluan telah menemukan bahwa keadaan kacang tanah yaitu utuh.niger Syncephalastrum sp Syncephalastrum sp Khamir A. dan asam. gula merah. dan garam. f) Inkubasi pada suhu 300C – 370C selama 5-7 hari. (Bumbu B) Masing-masing sempel ditumbuk halus sampai homogen. gula merah. METODOLOGI Kacang tanah diperoleh dari pasar Kranji Bekasi Barat sebanyak 10 kg yang dibeli dari 5 toko masing-masing 2 kg. Kacang tanah kualitas rendah yang pada umumnya terdiri dari kacang retak dan pecah banyak dikonsumsi karena harganya lebih murah daripada kacang kualitas baik yang umumnya dalam keadaan utuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bumbu alami dapat sebagai penyedap. d) Petri dish digoyang-goyangkan secara perlahan-lahan. dan garam.niger Monascus sp Syncephalastrum sp Fusarium sp A. Setiap kelompok diolah menjadi sambal kacang dengan bumbu sebagai berikut : 1) Cabe. dituang ke dalam petri dish tadi sebanyak 15-20 ml. parasiticus permukaan koloninya tidak rata (agak kasar). diambil 100g untuk setiap kelompok.niger A. Adonan setelah dibumbui dan menjadi olahan berupa sambal kacang. Selama ini kurang disadari bahwa kondisi kacang tanah yang mutunya rendah jika disimpan terlalu lama dalam bentuk olahan seperti sambal kacang sering ditumbuhi oleh jamur A.parasiticus Penicillium sp Fusarium sp A. jeruk purut asam. masukkan pada petri dish. gula merah. apakah dapat menghambat timbulnya jamur penyebab aflatoksin yang tumbuh pada sambal kacang bila disimpan terlalu lama. terasi. pertumbuhan dan koloni kedua jamur tersebut sulit dibedakan secara makroskopis karena warna yang hampir sama yaitu kuning kehijauan(2). flavus dan Penicillium sp. HASIL DAN PEMBAHASAN Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama tiga bulan dapat diketahui dari Tabel 1. Untuk analisis jenis jamur yang dapat tumbuh pada sambal kacang.glaucus Rhizopus sp A. g) Dari koloni yang tumbuh dibuat sediaan dengan cara sebagai berikut (Departemen Kesehatan RI. − Tempatkan koloni tersebut pada tetesan KOH pada objek gelas tadi dan tekan sampai merata. − Ambil koloni yang tumbuh pada Saboraud agar tadi dengan menggunakan ose kawat yang cukup besar. Sampel kacang tanah dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan fisiknya yaitu kacang tanah utuh. daun jeruk purut (Citrus sp. Tabel 1. Bumbu-bumbu penyedap alami seperti cabe (Capsicum sp) bawang putih (Allium sativum). garam + bawang putih. atau dengan menggunakan pisau yang steril dan tajam ujungnya (bila perlu dicungkil bersama agarnya). kencur. Pemeriksan Jamur Cara pemeriksaan : a) Disiapkan petri dish yang steril. sedangkan A.niger A. flavus A. gula merah. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi lima jenis bumbu penyedap alami yang diperkirakan mempunyai sifat pengawet dan penghambat pertumbuhan jamur penyebab keracunan.niger A. Dari tabel 1. retak. Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama 1 bulan pada suhu kamar Contoh fisik kacang tanah Kacang utuh Jenis-jenis jamur yang tumbuh Kontrol Bumbu A Bumbu B A.(Bumbu A) 2) Cabe. retak dan pecah mengandung cemaran aflatoksin yang berbeda. flavus penghasil aflatoksin.terasi. garam. Cemaran aflatoksin terbesar pada kacang pecah kemudian berurutan retak dan utuh(1) .

glaucus Kacang retak A. sambal kacang dari kacang yang retak maupun pecah mulai dari bulan pertama baik dengan perlakuan bumbu A maupun bumbu B. glaucus Rhizopus sp Khamir A.niger Rhizopus sp Khamir Kacang pecah A.flavus A. begitu juga jenis Geotrichum candidum. demikian pula halnya dengan laporan tingkat pencemaran oleh jamur Aspergillus sp pada sebagian bahan makanan khususnya sambal kacang yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. flavus dan Penicillium sp tetapi pada perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B belum. flavus. flavus dan Penicilium sp sudah mulai tumbuh subur pada perlakuan kontrol dan perlakuan bumbu A sedangkan jenis A. niger A. glaucus Rhizopus sp Geotrichum sp Bumbu B A. Hal tersebut diduga karena bumbu alami ternyata dapat membunuh atau menekan pertumbuhan jamur A.flavus Penicillium sp Moniliella sp Fusarium sp Rhizopus sp A.flavus Penicillium Fusarium sp A. glaucus Fusarium sp A. tetapi pada sambal bumbu B belum. 2002 45 . jamur ini berasal dari tanah dan udara.4). Dari data di atas dapat diambil kesimpulan sementara bahwa bumbu-bumbu alami yang mengandung minyak atsiri sangat baik untuk digunakan sebagai bumbu masak.niger Rhizopus sp Mucor sp Geotrichum sp A.niger A. niger Rhizopus sp kontrol. Sambal kacang retak pada pengamatan bulan pertama dan kedua belum ditumbuhi kedua jamur tersebut tetapi pada pengamatan bulan ke tiga bumbu A ditumbuhi Penicillium sp dan A. Hal ini mungkin karena sambal kacang bumbu B mengandung bumbu alami seperti bawang putih. diduga Penicillium sp. Cermin Dunia Kedokteran No. Sambal kacang pecah perlakuan kontrol pada bulan pertama sudah ditumbuhi A.niger Penicillium sp Rhizopus sp Moniliella sp Kacang retak Hasil pengamatan pada bulan ke-2 (Tabel 2) menunjukkan bahwa pertumbuhan jamur jenis A. sedangkan pada bumbu B belum. Sampai bulan ke tiga jenis jamur Rhizopus sp ditemukan pada semua perlakuan yang menggunakan bumbu A maupun B karena bumbu-bumbu alami tersebut mengandung minyak atsiri atau minyak terbang yang dapat menghambat timbulnya jenis jamur tertentu kecuali Rhizopus sp yang tahan terhadap minyak atsiri. Bumbu alami tersebut mengandung minyak atsiri yang dapat menghambat pertumbuhan jamur sehingga sambal kacang lebih tahan dari cemaran aflatoksin.niger A.flavus Penicillium sp Rhizopus sp Mucor sp A. Sampai bulan ke tiga jenis jamur penghasil aflatoksin seperti A.niger Penicillium sp Rhizopus sp Fusarium sp KESIMPULAN Sambal kacang utuh sampai bulan ke tiga tidak mengandung jenis A. Penicillium sp mulai tumbuh pada perlakuan A. Pada pengamatan bulan ke dua pada perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B sudah dijumpai Penicillium sp. jeruk purut. Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama 3 bulan pada suhu kamar Bentuk fisik Kacang Kacang utuh Jenis jamur yang ditemukan Kontrol Syncephalastrum sp A.Kasus aspergillosis belum banyak dilaporkan. glaucus Khamir Geotrichum sp A.niger Scopulariopsis sp Geotichum sp A. glaucus Penicillium sp Geotrichum sp Rhizopus sp Mucor sp A. niger.niger Rhizopus sp Mucor sp Penicillium sp Khamir A. glaucus Rhizopus sp Khamir Bumbu B A. Mucor sp. Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama 2 bulan pada suhu kamar Bentuk fisik Kacang Kacang utuh Jenis jamur yang ditemukan Kontrol Syncephalastrum sp A. flavus dan Penicillium sp.glaucus A.flavus Penicillium sp Fusarium sp Rhizopus sp Bumbu A A. kencur.glaucus Geotrichum sp Mucor sp Rhizopus sp Fusarium sp Penicillium sp A. merupakan kontaminan yang dapat menimbulkan penyakit jamur pada alat pencernaan dan paru-paru anjing.niger A.niger A.niger Mucor sp Geotrichum sp A.glaucus Khamir Mucor sp Rhizopus sp Fusarium sp Penicillium sp A. Tabel 3. Tabel 2.flavus Fusarium sp A. Sambal kacang yang terbuat dari kacang tanah pecah dengan bumbu A sudah ditumbuhi jamur A. 135.parasiticus Moniliela Bumbu A A. Fusarium sp mulai tumbuh pada sambal kacang perlakuan kontrol dan kacang retak sejak bulan pertama. flavus yang sangat toksik. Rhizopus sp. flavus.flavus Moniliela sp A.niger A. flavus belum ditemukan pada perlakuan bumbu B yaitu penggunaan bumbu-bumbu alami.niger A. Penicillium sp yang termasuk jenis jamur gudang makin meningkat bila dibanding dengan bulan ke-1. asam. niger A. tersebut berasal dari gudang penyimpanan karena Penicillium sp tergolong sebagai jamur gudang(3.niger Rhizopus sp Fusarium sp Kacang pecah A. burung dan manusia. niger Rhizopus sp A. diduga jamur Fusarium sp berasal dari tanah tempat kacang tersebut ditumbuhkan(2).

Nunik St Aminah. Nunik St Aminah. Bumbu alami yang digunakan dalam penelitian ini sebagian besar mengandung minyak atsiri yang dapat menghambat pertumbuhan jamur penghasil aflatoksin. 1. XXV (12): 841-3. Majalah Kesehatan Masyarakat Indon 1998.KEPUSTAKAAN Pada pengamatan bulan ke tiga. Joko Waluyo. Introduction to foodbome fungi. Isolasi kapang khusus penghasil toksin.. 3. 1984. Kauffman HH. Samson RA. pada bumbu A ditemukan A. 135. Maj Kes Mas Indon 1998.flavus dan Penicillium sp. the role of fungi in quality loss. Univ. Grain storage. 46 Cermin Dunia Kedokteran No. Hoekstra ES. Minn 1969. Jamur perusak pada koleksi serangga dan mamalia di laboratorium. XXVI (2): 74-6. 4. 2. Centraalbureau voor schimmelcultures. tetapi pada bumbu B hanya ditumbuhi Penicillium sp. Minnessota Press. Institute of the Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences. Van Oorschot CAN. 2002 . Marjan Soekirno. Christensen CM.

perikanan dan industri. masak.9%) tidak memenuhi syarat air minum. Mangan terlarut dalam air tanah dan air permukaan yang miskin oksigen. sumur artesis. sedangkan yang tidak memenuhi syarat air bersih antara 0. kesehatan. sehingga kadar mangan dalam air dapat mencapai Dibacakan pada seminar Lustrum IX Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan Kongres I KABIOGAMA miligram/liter. PENDAHULUAN Air merupakan salah satu materi alam yang penting dalam kehidupan manusia karena dapat dipergunakan untuk keperluan rumah tangga. Mangan merupakan salah satu logam yang banyak dijumpai di kulit bumi dan sering terdapat bersama besi. peternakan. Kes/IX/1990. 89 sampel (35. sehingga menimbulkan masalah berupa penampilan fisik air yang mengganggu. Dari 237 sampel air yang diperiksa. Kadar mangan rata-rata 0.43 ppm dengan kadar rata-rata 0.1 %) di antaranya disebabkan karena tidak memenuhi persyaratan kadar mangan. 135. Ani Isnawati Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi. sumur pompa. dari wilayah Bekasi 13 sampel (26%) dan 46 sampel (92%) tidak memenuhi persyaratan air minum berasal dari sumber air jenis sumur pompa. Dalam air minum diperlukan sejumlah mineral sebagai trace element untuk proses metabolisme tubuh. Pemeriksaan kadar mangan dalam air dilakukan dengan metode kolorimetri terhadap sampel dari contoh air yang diajukan penduduk di wilayah Jabotabek.34 ppm. Jakarta ABSTRAK Gambaran kadar mangan (Mn) pada sumber air rumah tangga di Jabotabek bertujuan untuk mengetahui jumlah sampel dengan kandungan mangan (Mn) yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih. Badan Penelitian dan Pergembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.1. 2002 47 . Sampai saat ini tidak terdapat bukti yarig meyakinkan tentang toksisitas pada manusia yang berkaitan dengan konsumsi mangan dalam air Cermin Dunia Kedokteran No. Bukti neurotoksik mangan terlihat pada para penambang yang terpajan debu Mn dalam jangka panjang.HASIL PENELITIAN Gambaran Kadar Mangan (Mn) pada Sumber Air Rumah Tangga di Jabotabek studi kasus pemeriksaan air di Puslitbang Farmasi Ni'mah Bawahab. Kecepatan absorbsi dapat bervariasi menurut bentuk kimiawinya dan keberadaan logam-logam lain seperti besi dan tembaga pada makanan. dan 50 sampel (21. Dalam jumlah tertentu dengan pemajanan oksigen. mandi dan mencuci.91 ppm. Kelik MA. pertanian. mangan bisa membentuk oksida yang tidak larut dan menghasilkan endapan. 416/Men. dengan perkiraan kebutuhan mangan untuk nutrisi harian antara 30-50 ug/kg bobot badan. Penggunaan air rumah tangga khususnya sebagai air minum. sumur terbuka. Persyaratan air minum dan air bersih ditetapkan berdasarkan Permenkes RI No. Di antara yang tidak memenuhi syarat air minum berasal dari wilayah Jakarta Timur 14 sampel (28%). mata air dan lain-lain. Sumber air yang dipergunakan di rumah tangga biasanya berasal dari PDAM. kolam.67 ppm.

1. kolam. KeS/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat dalam pengawasan kualitas air : syarat kadar maksimum mangan (Mn) yang diperbolehkan untuk diminum 0. maka ditetapkan persyaratan Mn pada air minum dan air bersih berdasarkan ADI (acceptable daily intake) orang dewasa menurut peraturan Menteri Kesehatan RI No. 416 tahun 1990. 2) Menetapkan jumlah rata-rata kadar mangan (Mn) yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih menurut Permenkes No. sampai tanda dan digojok. Suhu dijaga jangan sampai turun di bawah 85° C.01 N Asam Sulfat (H2SO4) 4 N Larutan Asam Nitrat (HN03) 8 N Perak Nitrat (Ag N03) 2% Kalium Peroxodisulfat (K2 S2O8) Natrium Oksalat (Na2 C2O4) Sampel Contoh air yang diajukan penduduk wilayah Jabotabek untuk diperiksakan di Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi tahun 1999. Cara Kerja Standarisasi larutan standar KMnO4 0. yaitu merah muda. 416 tahun 1990. kemudian didihkan selama 5 menit. 8.1N Ditimbang dengan tepat Natrium oksalat anhidrat (Na2 C2O4) diantara 200-400 mg (dibuat beberapa sampel).8 4.9%) kemudian diikuti oleh wilayah Jakarta Timur (17.06701 A = ml titrasi sampel B = ml titrasi blanko Pemeriksaan Kadar Mangan (Mn) dalam air 100 ml bahan sampel. masingmasing dimasukkan ke dalarn Erlen Meyer 250 ml. Tetapi bukti percobaan pada binatang menunjukkan Mn dalam air minum bersifat neurotoksik. Peralatan Pipet ukur Tabung Nessler dan alat gelas yang lain.5 ppm.3 17. 7.2%) dan dari PDAM 72 sampel (30.minum.1 ppm. g Na2C2O4 Normalitas KMnO4 = (A-B) x 0. HASIL Jumlah asal sampel yang diajukan penduduk untuk diperiksakan di Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi pada tahun 1999 dapat diketahui pada tabel 1. Penggunaan air di rumah tangga khususnya diperuntukkan sebagai air minum.4%).5 ppm. 48 Cermin Dunia Kedokteran No. berwarna ungu Mn (positif). Contoh air diperoleh dari berbagai sumber yaitu PDAM. 2002 .7%). berdasarkan wilayah dan sumber air.1 ppm. 2. Wilayah Jakarta Pusat Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Barat Jakarta Utara Bekasi Depok Tangerang Bogor Jumlah Jumlah 22 42 35 10 52 34 26 8 8 237 % 9.4 3. 416 tahun 1990. Adapun sumber-sumber air tersebut dapat dilihat pada tabel 2. maka dilakukan pengamatan pemeriksaan mangan pada sampel dari contoh air yang diperiksakam di Laboratorium Kimia Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi. mata air dan sumber-sumber lain.9 11. 9. Hasil pemeriksaan kadar mangan dapat diketahui pada tabel 3. 135. Persyaratan air bersih: apabila kadar maksimum mangan (Mn) yang diperbolehkan 0. 4.7 14.2 21. Persyaratan air minum: apabila kadar maksimum mangan (Mn) yang diperbolehkan 0. Untuk mengetahui berapa banyak sampel air dengan kadar mangan yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum dan air bersih berdasarkan peraturan di atas. Blanko dilakukan dengan aquades dan H2S2O2. sumur artesis. 6. biasanya berasal dari berbagai sumber air.6 3. Jumlah sampel terbanyak berasal dari sumur pompa 138 sampel (58. tambah 5 ml H2SO4 4 N dan 4 ml N HNO3 dan 4 ml AgNO3 2% dan 1 gram K2S2O8 panaskan. No.6 11. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes. Kemudian ditambah 100 ml akuades dan dipanaskan sampai 90°C-95°C. Jakarta. Jumlah dan frekuensi sampel berdasarkan wilayah asal sampel air pada tahun 1999. larutan tidak berwarna Mn (negatif). TUJUAN PENELITIAN 1) Menetapkan jumlah sampel yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih mengenai kadar mangan menurut Permenkes No. sedangkan untuk air bersih 0.01 N KMn X 11 X f KMn 04 100 100 Penetapan Persyaratan air minum dan air bersih Air minum dan air bersih ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. sumur pompa. Tabel 1. Masukkan secara kuantitatif dalam tabung Nessler. BAHAN DAN CARA Bahan Kalium permanganat (KMNO4) Standar 0.4 100 Wilayah sampel air terbanyak dari Jakarta Utara (21. Dititrasi cepat-cepat dengan larutan permanganat yang akan distandarisasi sampai titik akhir. 3. 5. 410/Men. 410/Men Kes/Per/IX/1990. mandi dan cuci. Bila perlu isi Erlen Meyer dipanaskan selama titrasi berlangsung. Konsentrasi diperoleh dengan membandingkan warna dengan standar. sumur terbuka. yang tetap tampak selama 1 menit. Sejumlah 237 sampel diperiksa kadar mangan dalam air dengan metoda kolorimetri dan ditentukan persyaratan air minum dan air bersih menurut kriteria Permenkes No. Perhitungan : Kadar Mn = 1000 X a ml 0.

5.67 Nilai maksimum 0. KESIMPULAN 1. 4. Hasil pemeriksaan kadar mangan Memenuhi syarat air minum Memenuhi syarat air bersih Tidak memenuhi syarat air bersih Jumlah Jumlah sampel 187 33 17 237 Persentase (%) 78. Jakarta Utara dengan jumlah 21. 9. 135. 6. Hasil pemeriksaan kadar mangan (Mn) menurut Permenkes No. No.9% merupakan wilayah asal sampel terbanyak.8 0..6 0. Jumlah Sampel No.18 0. 6. 7. Sumber Air PDAM Sumur terbuka Sumur pompa Sumur artesis Kolam Mata air Lain-lain Jumlah Jumlah 72 11 138 11 2 2 1 237 Persentase % 30. Tabel 5.26 Nilai minimum 0. Tidak memenuhi syarat air minum berarti mencakup jumlah memenuhi syarat air bersih ditambah dengan yang tidak memenuhi syarat air bersih.29%) dan wilayah Jakarta Timur 5 sampel (29. Tabel 6. PDAM meskipun jumlah sampel kedua terbanyak. Kes 416/Men. 2. 1. 2. Dari hasil pemeriksaan kadar mangan berdasarkan wilayah asal sampel yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih terbanyak adalah wilayah Jakarta Timur dan Bekasi. Tetapi selain kedua wilayah tersebut bukan berarti wilayah lain tidak mengandung mangan.9 7.Kes/Per/IX/1990. 1. Penentuan lebih lanjut adalah menetapkan jumlah sampel yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih berdasarkan wilayah sampel berasal. 410/1990 Air minum Air bersih Kadar ratarata (Mn) 0. 8. 1. 1. 3.4 4. 5. Sumber Air PDAM Sumur terbuka Sumur pompa Sumur artesis Kolam Mata air Lain-lain Jumlah MS air minum 71 8 92 11 2 2 1 187 MS air bersih 1 2 30 33 TMS air bersih 1 16 17 Total 172 11 138 11 2 2 1 237 Tabel 3. 1.2 100 Tidak memenuhi syarat air minum mengenai kadar mangan 33 (13. Men. Adapun data jumlah yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat baik air minum maupun air bersih diketahui pada tabel 4.Tabel 2.12 0. Sumber air paling banyak sebagai sampel adalah sumur pompa 58. 3. karena cara mendapatkan sampel dan jumlah sampel tidak sama atau memadai antara beberapa wilayah.2% dan PDAM 30. Sedangkan jumlah sampel wilayah Bekasi yang tidak memenuhi syarat air bersih 6 sampel (35.6 58. Cermin Dunia Kedokteran No. 3. Deviasi 0. 2. 7. Kadar rata-rata mangan dalam sampel air yang tidak memenuhi syarat air minum maupun air bersih adalah sebagai berikut: (tabel 6). Dari tabel diketahui bahwa wilayah Jakarta Timur mempunyai jumlah sampel terbanyak tidak memenuhi syarat air minum 14 sampel (28%) dan Bekasi 13 sampel (26%). 7. 2002 49 . 4. sehingga kadar mangan dalam berbagai sumber air tergantung dari daerah/jenis tanah tersebut. Jumlah dan frekuensi sampel berdasarkan sumber air. Kes mengenai kadar Mn berdasarkan sumber air.4%.17%) tidak memenuhi syarat air bersih.1%) tidak memenuhi syarat kadar mangan untuk air minum dan 17 sampel (7. Men. Kriteria Per. Kadar rata-rata mangan (Mu) untuk yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum dan air bersih. diikuti oleh wilayah Jakarta Timur 17. karena dari hasil pemeriksaan secara keseluruhan belum menggambarkan bahwa daerah-daerah tertentu merupakan daerah yang banyak mengandung mangan. PEMBAHASAN Mangan merupakan mineral yang terdapat di kulit bumi dan dapat terlarut pada air tanah. 5. 416 tahun 1990.2 4.9 13. 6.4 100 Perhitungan selanjutnya adalah menetapkan jumlah sampel air yang memenuhi syarat maupun yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih. Wilayah Jakarta Pusat Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Barat Jakarta Utara Bekasi Depok Tangerang Bogor Jumlah Keterangan : MS = memenuhi syarat TMS = tidal menenuhi syarat MS air minum 19 28 27 7 50 21 24 5 6 187 MS air bersih 2 9 6 3 2 7 1 3 33 TMS air bersih l 5 2 6 1 2 17 Total 22 42 35 l0 52 34 26 8 8 237 Jenis sumur pompa merupakan jumlah terbanyak yang tidak memenuhi syarat air minum yaitu 46 sampel (92%) dan 16 sampel (32%) tidak memenuhi syarat air bersih. Tabel 4. Jumlah sampel berdasarkan wilayah dan kriteria Per. 4.50 1. 2. 2. 2. Kriteria Permenkes No.91 Std. 3. tetapi yang tidak memenuhi syarat air minum hanya 1 sampel (2%).9%) dan tidak memenuhi syarat air bersih 17 (7.41%).7%.8 0. No.34 0.43 No. Jumlah Sampel No.2%) dari sejumlah 237 sampel. Sejumlah 50 sampel (21. 3.

Jakarta. Geneva: 1981. 416 tahun 1990. Kemampuan laboratorium pada pemeriksaan parameter kimia organik air minum dan air bersih. WHO Manganese. Makalah Seminar Sehari Pengkajian Parameter Kualitas Air dalam Permenkes No. 2002 . Makalah Seminar Sehari Pengkajian Parameter Kualitas Air dalam Permenkes No. 4. 3. KEPUSTAKAAN 1. United Nation Environment Programe. Harsanto BJE. 2. 1994. 1994. Jakarta. Perusahaan Air Minum DKI Jakarta. 5. International Labour Organisation and The World Health Organization.4. 416 tahun 1990. Sumber air untuk jenis sumur pompa 46 sampel (92%) tidak memenuhi syarat air minum dan tidak memenuhi syarat air bersih 16 sampel (32%). Berita Negara RI 1990. Terangna N. 50 Cermin Dunia Kedokteran No. Wilayah Jakarta Timur merupakan asal sampel terbanyak yang tidak memenuhi syarat air minum 14 sampel (28%) dan Bekasi 13 sampel (26%). 5. Departemen Kesehatan RI. Pengolahan dan produksi air minum. air. 135. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 416/Menkes/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum. Environmental Health Criteria 17. Pengkajian kualitas sumber air sebagai sumber baku air minum di Indonesia. April 1987.

jika tidak ditemukan kelainan/penyebab sistemik/ infeksi yang dapat menyebabkannya. keluhan semacam ini dapat disebabkan oleh massa intrakranial atau penggunaan zat/obat tertentu. Brw Cermin Dunia Kedokteran No. Sebagian besar nyeri kepala akan hilang/sembuh. kadang-kadang ringan dan hilang dengan sendirinya. Pemeriksaan yang dapat berguna antara lain pemeriksaan darah dan/atau pencitraan otak/susunan saraf pusat. mual dan muntah. atau metastasis. Nyeri kepala yang disertai demam. gangguan kesadaran atau fungsi luhur. bahkan disertai gejala lain seperti mual dan/atau muntah. Pemeriksaan yang perlu segera dilakukan ialah pencitraan otak/susunan saraf pusat dan/atau punksi lumbal. 6. dugaan ini harus dibuktikan dengan pemeriksaan punksi lumbal dan/atau pencitraan otak/ susunan saraf pusat. atau kaku kuduk. tetapi sebagian lagi dapat merupakan gejala awal dari suatu kelainan otak/susunan saraf yang lebih serius. 135. stroke atau penyakit kolagen. 5. Nyeri kepala yang disertai dengan gejala neurologik fokal seperti papiledema. dengan ataupun tanpa obat meskipun bisa kambuh lagi di lain waktu. Jika nyeri kepala mulai diderita setelah usia 50 tahun – waspada terhadap kemungkinan arteritis temporalis atau lesi desak ruang/tumor otak. mungkin diperlukan pemeriksaan/ screening darah dan/atau pencitraan otak/susunan saraf pusat. malformasi arteriovena. pemeriksaan penunjang yang berguna ialah laju endap darah dan pencitraan otak/susunan saraf pusat. 4. 2. pecahnya malformasi arteriovena atau massa intrakranial terutama di fossa posterior. 3.Kapsul NYERI KEPALA – BERBAHAYAKAH ? Semua orang pasti pernah merasakan nyeri kepala. Nyeri kepala mendadak dan berat tanpa gejala awal – pikirkan kemungkinan perdarahan subarakhnoid. pikirkan kemungkinan infeksi susunan saraf pusat atau penyakit kolagen. 2002 51 . Nyeri kepala pada pasien AIDS atau kanker dapat merupakan gejala meningitis atau abses otak. Nyeri kepala yang berangsur memberat dalam beberapa hari/minggu. yang jika tidak segera terdeteksi dapat menjadi makin parah dan lebih sulit diobati. dalam hal ini pikirkan kemungkinan lesi desak ruang/tumor otak. Bagaimana membedakan nyeri kepala yang ‘biasa’ dengan nyeri kepala yang ‘berbahaya’? 1. tetapi bisa juga sampai berhari-hari.

Sp P. Prof. levofloxacin diposisikan sebagai a new respiratory (antipneumococcal) flouroquinolone. 79. Berbeda dengan step-down therapy. Namun jika kuman patogennya telah diketahui maka obat penggantinya haruslah mempunyai spektrum dan sensitifitas yang paling sempit. Dra.Infeksi saluran urinarius termasuk pyelonefritis yang disebabkan oleh E. M. Simposium yang berakreditasi IDI yang dihadiri lebih dari 200 peserta. Proteus mirabilis. Artinya meskipun dilakukan perpindahan (switch) metode pemberian obat dari intravenous (iv) ke oral. tidak terjadi penurunan dosis. Dr. H. Enterococcus faecalis. Mengenai sediaannya. Universitas Indonesia. Indikasi yang lain adalah pasien sudah mempunyai kemampuan untuk mengkonsumsi obat secara oral. Menurut Dosen Farmakologi UI tersebut. Dalam 24 jam ekskresi via ginjal ini.Complicated UTI/ Pyelonephritis : > 20 ml/min No dosage adjustment No dosage adjustment 10 – 19 ml/min 250 mg 250 mg q 48 h Switch Therapy Switch therapy berarti mengubah sediaan obat dari intravenous ke sediaan oral. dalam terapi sequential. pneumoniae. . namun tidak terjadi penurunan kadar zak aktif dalam darah. aureus. Hadiarto Mangunegoro. Dosis Levofloxacin berdasarkan klirens kreatinin Klirens Kreatinin Initial Dose Maintenance Dose . Makin cepat terjadi perpindahan kemasan obat (switch) makin baik. catarrhalis. A. K. Levofloxacin : Pharmacology and Switch therapy Pembicara pertama. Ph D. dan mempunyai interaksi obat yang minimal. influenzae. paruh waktu yang panjang (bisa diminum sekali atau dua kali sehari). Staph. B. Berikut disampaikan ringkasan dari simposium yang dimoderatori Dr. H. Dr. Dari sisi obat Bisa dilakukan pengubahan sediaan jika obat oral tersebut mempunyai aktifitas luas spektrum yang sama dengan obat intravenous. Arini Setiawati. levofloxacin oleh American Thoracic Society tahun 2001. Menurut Arini. Strept. Tucson. dosis disesuaikan berdasarkan klirens kreatinin (Tabel 1). Ada beberapa kriteria pelaksaanaannya. Oleh karena itu tidak perlu penyesuaian dosis pada penderita gangguan hati. University of Arizona College of Medicine. Klebsiella pneumoniae. Metabolisme dan Ekskresi Hampir seluruh ekskresi dilakukan melalui ginjal. pyogenes. . aureus. Michael P Habib MD. M. Aktifitas antibakterial Indikasi levofloxacin adalah untuk mengobati penyakit-penyakit seperti: . catarrhalis . pasien sudah stabil yang bisa diketahui dari (1) kondisi pasien menunjukkan peningkatan perbaikan klinik. aeruginosa. SpP(K) dari RS Persahabatan dan pembicara tamu. baik oral maupun intravenous sudah tersedia. Arizona. catarrhalis. Untuk usia tua. menampilkan pembicara Dra. parainfluenza. (2) penurunan jumlah sel darah putih dan (3) tidak ada demam dalam 2 kesempatan yang berbeda selama 8 jam (meskipun yang terakhir ini tidak mutlak atau indikasi relatif). Sp. Pasien akan lebih patuh jika obat tersebut mempunyai efek samping yang minimal. Legionella pneumophila. 135. Clinical Director of Medicine and Subspecialities VAMC. Staph. Priyanti ZD. P dengan sekretaris Dr. kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat tersebut harus diperhatikan. levofloxacin yang termasuk golongan flouroquinolone mempunyai aktifitas antibakterial 2 hingga 4 kali dari obat lain yang segolongan yaitu ofloxacin. influenza. Ps. pneumoniae. H. 52 Cermin Dunia Kedokteran No. dengan syarat kuman spesifiknya belum diketahui. pneumoniae. Ph D menampilkan makalah dengan judul Levofloxacin : Pharmacology and Switch therapy. diselenggarakan simposium dengan topik Sequential Therapy as A New Paradigm in Lower Respiratory Tract Infection Management.Tjandra Yoga Aditama. Dan karena profil farmakokinetiknya serupa maka bisa dilakukan terapi sequential. aureus. misalnya pada CAP : (1) berkurangnya batuk dan sesak. Karena itu. C. Enterobacter cloacae. berdasarkan kondisi pasien dan sediaan obat oral tersebut. telah disetujui untuk mengobati Community Acquired Pneumonia (CAP) yang disebabkan oleh Drug Resistant Streptococcus Pneumoniae (DRSP). yaitu bila sistem pencernaannya sudah berfungsi baik dan tidak ada rasa mual atau muntah lagi. pneumoniae.Acute Exacerbations of Chronic Bronchitis (AECB) yang penyebabnya adalah : Strep.RTIs/SSTIs : 50 – 80 ml/min No dosage adjustment No dosage adjustment 20 – 49 ml/min 500 mg 250 mg q 24 h 10 – 19 ml/min 500 mg 250 mg q 48 h (1/4 do) Hemodialysis 500 mg 250 mg q 48 h (1/4 do) CAPD 500 mg 250 mg q 48 h (1/4 do) . Perlu juga memperhatikan bioavailabilitas yang konsisten agar kadar obat tetap dalam darah. coli. karena bisa menghemat biaya dan mengurangi risiko komplikasi di tempat suntikan. Kondisi pasien Switch bisa dilakukan kalau secara klinik. Selain itu. influenza. 2002 .Community Acquired Pneumonia (CAP) oleh: Strept. Tabel 1.6 % tidak berubah dan 5% adalah hasil metabolismenya (metabolit).Kegiatan Ilmiah SEQUENTIAL THERAPY AS A NEW PARADIGM IN LOWER RESPIRATORY TRACT INFECTIONS MANAGEMENT Bertempat di Hotel Kempinski Jakarta tanggal 2 Maret 2002.Infeksi kulit dan jaringan lunak karena Staph. Arini Setiawati. pneumoniae. M. . pneumoniae. H. dari Departemen Farmakologi. M. Arini menjelaskan bahwa saat ini.Sinusitis akut yang disebabkan oleh : Strep.

Keputusan merawatinapkan atau merawatjalankan pasien merupakan suatu keputusan klinik yang penting. Meskipun tidak ditemukan arthropathy pada anak-anak namun sebaiknya preparat ini tidak diberikan pada anak-anak dan remaja. penderita kanker.3 % .com. Bali 15 .1 – 3. Efek samping flouroquinolon Meskipun demikian bukan berarti obat ini tidak mempunyai efek samping. serta seorang pakar dari Cina yaitu Prof. C pneumoniae. pneumoniae yang resisten penicillin. penanganan keganasan. Acinobacter.5 % pasien. Dadang.Hu. SIMPOSIUM LAIN Simposium lain yang selengkapnya bisa diakses di http: //www. jika memungkinkan penderita pneumonia cukup rawat jalan saja. clinafloxacin. Dari jenis-jenis flouroquinolone. Menurut Guru Besar Spesialis Paru ini.3 –26.2 % .1 – 2. Dalam penelitian yang diberikan pada 25 pasien rawat inap ini rata-rata pemberian ofloxacin iv adalah 4. pneumoniae. Ciprofloxacin (5. membahas topik-topik yang sangat luas di bidang rinologi. [SIM]. 135. International Symposium on Dyspepsia. bakteri utama penyebab infeksi saluran napas bawah. Clinical Director.Pasien dengan 250 mg od efek samping terjadi 4 – 4. baksil gram negatif: Pseudomonas aeruginosa. Pertemuan Ilmiah Paru Milenium 2002. yang merupakan penyebab yang penting dari CAP. Sp P(K) dari RS Persahabatan Jakarta.bioavailabilitas (consistent drug level) oralnya hampir 100%. Levofloxacin is the fluoroquionolone with the longest track record and best safety profile. Ditinjau dari sisi ekonomi kesehatan (perawatan yang cost-effective) diupayakan adanya pelayanan kesehatan berkualitas dengan biaya yang rendah. HIV. levofloxacin mempunyai kemampuan penetrasi ke jaringan paru yang sangat baik dan dengan dosis tunggal sehari baik oral maupun parenteral.8 % Adapun jenis keluhan yang ditemui adalah .9%). Salah satu sesi yang menarik adalah mengenai The role of Cisapride in the management of gastroparesis yang dibahas oleh dua pakar dari Indonesia yaitu : Dr. Denpasar. Acara ini diikuti oleh sekitar 650 peserta terdaftar dari seluruh penjuru tanah air. Biaya rawat inap penyakit ini. Sedangkan isu-isu lain sehubungan dengan pneumoni adalah: 1. Berbeda dengan angka kejadian yang sering diceritakan dalam buku ajar luar negeri.8 % .1 % . Hadiarto M. Kuman patogen yang resisten dan baru.co. Bisa memperkirakan hasil klinik pada pneumonia mempunyai pengaruh yang besar dalam penanganannya. Selain itu pula. Begitu juga dengan peningkatan enzim-enzim hati terjadi pada 1. tutup Guru Besar dari Universitas Arizona ini.16 Februari 2002 Kegiatan ilmiah ini berlangsung di Hotel Kartika Plaza. Medicine and Subspecialities SAVAHCS Tucson. MataramNTB. Surabaya. Prof.0 – 1. 3. DM dan penyalahgunaan obat. 2002 53 . Tidak diindikasikan untuk Pneumonia karena Pseudomonas Levofloxacin tidak diindikasikan untuk pneumonia karena kuman pseudomonas karena levofloxacin tidak efektif. Dari 2.Abdom. karena biaya rawat inap yang mahal. tehnik-tehnik operasi. tidak ditemukan efek yang berat pada hati ataupun pada sistem pelistrikan jantung seperti QT prolongation. Dr. 20 kali lebih besar dari biaya rawat jalan. Perubahan demografis. Bali 19-21 Februari 2002 Simposium internasional mengenai dispepsia ini didahului dengan sesi meet the expert sebelum dibuka secara resmi. saluran kemih. Keunggulan yang lain adalah aktifitas antibakterialnya lebih meningkat pada: gram positif (S. Clinical Efficacy and Safety of Fluoroquinolones Pembicara terakhir adalah Michael P Habib MD.Levofloxacin oral Levofloxacin oral merupakan obat oral yang ideal untuk terapi penukar (switch therapy) levofloxacin infus karena memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: . kulit dan jaringan lunak yang diberikan terapi levofloxacin selama 5 .3%. Surabaya 16 . Reaksi hemolitik bisa terjadi pada pasien-pasien defisiensi G6PD. Phototoxicity terjadi pada 0. grepafloxacin. ternyata kuman gram negatif sebagai penyebab pneumonia lebih banyak (64%) dibandingkan dengan kuman gram positif (34%).3%).Thrombocytosis 7. Menurut Michael P Habib.5 % tidak meneruskan terapi.1 hari. Sumatera.Insomnia 1.Nausea 1. Arthropathy pada anak dan dewasa tidak ditemukan. mulai dari rinosinusitis. Yogyakarta dan Jawa Timur diluar Surabaya. Dharmika. Efek samping yang serius Ditemukan beberapa efek samping yang serius seperti tendinitis (< 0. 5.1%). menjadi pembicara kedua.7 % Sebanyak 1. Ofloxacin iv yang diikuti dengan terapi oral menunjukkan hasil yang baik pada pasien rawat inap dengan diagnosa macam-macam pneumonia. mengurai mengenai penelitian efikasi Ofloxacin injeksi pada pengobatan LRTI di RS Persahabatan pada tahun 1997. Efek samping pada susunan saraf pusat yaitu seizures terjadi pada kurang dari 0. ada beberapa yang sudah ditarik dari peredaran karena ditemukan efek samping seperti temofloxacin.Pasien dengan 500 mg od 5.6 % . mempunyai riwayat gangguan tendon akibat fluoroquinolone.03% (bandingkan dengan Sparfloxacin yang mencapai 7. diperoleh efek samping seperti: .01%.kalbe. hanta virus. Bandung. D dan Dr.Liver Dysfurction 4. Dalam hal ini saran Guru Besar Penyakit Paru.0 % .9 % . Clinical Studies on Levofloxacin in the Treatment of LRTI in Persahabatan Hospital with Special Emphasis on Switch Therapy Dengan makalah yang berjudul : Clinical Studies on Levofloxacin in the Treatment of LRTI in Persahabatan Hospital with Special Emphasis on Switch Therapy. Adapun beberapa isu saat ini yang penting untuk diketahui dalam menangani pneumonia seperti: 1. 4.01 %). fluoroquinolon adalah antibiotik yang mempunyai aktifitas bakteriosid yang baik untuk kuman yang bertanggung jawab pada infeksi-infeksi saluran napas bagian bawah. Arizona. lebih baik menggunakan ciprofloxacin. Slide presentation acara ini bisa diperoleh di http: //pdpi. Semarang. Parameter yang paling penting dalam melakukan rawat inap adalah mencari faktor-faktor risiko yang bisa menyebabkan kematian. . dan kolitis pseudomembran (< 0. wanita mengandung dan menyusui. 2..8 % hingga 6. Sedangkan Trovafloxacin penggunaannya sangat terbatas. Kontraindikasi Pemberian levofloxacin sebaiknya tidak dilakukan pada mereka yang hipersensitif terhadap quionolon. Penderita pneumonia meningkat jumlahnya pada lanjut usia dan mereka yang tergolong imunokomprimais.Flatulence 1. Kesimpulannya. Obat ini hadir karena banyak kuman telah resisten terhadap penisilin misalnya Streptococcus pneumoniae. Pain 1. P. sparfloxacin. Sulawesi. Hadiarto Mangunegoro.J. Berbeda dengan Trovafloxacin dan Sparfloxacin.14 hari.900 pasien yang menderita infeksi saluran napas.1% dan halusinasi pada kurang dari 0. dan lain-lain.efek samping dan interaksinya minimal Tolerabilitas dari jenis-jenis flouroquinolone Dibandingkan dengan flouroquinolone yang lain seperti Ofloxacin (4.17 Februari 2002 Pertemuan Ilmiah Paru Milenium 2002 (PIP-Milenium 2002) yang diselenggarakan bersama oleh PDPI Cabang Jatim dan Cabang Malang berlangsung dari tanggal 16 hingga 17 Pebruari 2002.L pneumophila). Rekaman peserta menunjukkan berasal dari Jakarta. M. Data menarik juga terungkap dalam penelitian tersebut.Diare 1. Saat ini bermunculan S. Kalimantan.Pasien dengan 500 mg bd 22 –28. Obatobat infus bukanlah obat yang tergolong murah. Chlamydia pneumoniae dan Mycoplasma pneumoniae.administrasinya sehari sekali .malang. Pengobatan berdasarkan empirik Penelitian Pneumonia di RS Persahabatan Jakarta Dalam presentasi tersebut.4 hari plus minus 2.5 %) dan Pefloxacin (8%) ternyata efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit yaitu hanya 3.id > Doctor > Seminar : 7th Asian Research Symposium in Rhinology. Hubungan Levofloxacin dan Ofloxacin Levofloxacin diketahui dua kali lebih poten dibandingkan ofloxacin. 3. Sebaliknya ciprofloxacin tidak efektif terhadap kuman gram positif. polip nasal. Cermin Dunia Kedokteran No. MRSA. Antimikroba ini juga mempunyai efek sangat baik terhadap bakteri atipikal seperti Legionella pneumophila. 2.Somnolence 2. Kuta Bali. epilepsi.1 % . alergi.1 % . dan Ebola 4.5 hingga 2. imunoterapi. pneumoniae) dan kuman atipikal (M.

EFEK SAMPING: Reaksi alergi pada kulit (gatal ruam kulit). Acute Exacerbation of Chronic Bronchitis (AECB). DOSIS & CARA PEMBERIAN: Bioavailabilitas yang sama antara Cravit® tablet dengan i. 135.Produk Baru Cravit® i. Jakarta 10510 PO Box 3105 JAK. Cravit® tidak diindikasikan untuk pasien di bawah usia 18 tahun. 2002 .v. gangguan tidur. dan harus diberikan secara lambat ke dalam vena. PERINGATAN dan PERHATIAN: Perlu penyesuaian dosis pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat.kalbe.: (021) 428 73888. memungkinkan pemberian dengan dosis yang sama secara bergantian. diare. Cravit® i. Dosis pada pasien dengan fungsi ginjal normal adalah 500 mg sehari. FARMAKOLOGI: Cravit® adalah isomer optik S(-) ofloxacin yang memiliki spektrum anti bakteri luas. Cravit® efektif untuk bakteri Gram positif.v. infeksi saluran kemih yang sulit penatalaksanaannya (termasuk pielonefritis).id Atas lisensi: DAIICHI PHARMACEUTICAL Co.v.v. dalam tempat tertutup Informasi lebih lanjut. adalah larutan infus siap pakai. Letejen Suprapto. Jakarta-Indonesia Telp. KEMASAN: Boks. botol @ 100 ml. Hati-hati pada pasien dengan gangguan sistem saraf pusat. Tbk Gedung Enseval Jl. pusing. nausea. selama beberapa hari. Gram negatif (termasuk anaerob) dan atipikal. Mekanisme kerjanya adalah dengan menghambat DNA gyrase sehingga bersifat bakterisidal. infeksi kulit dan jaringan lunak yang disebabkan oleh mikroorganisme yang peka terhadap levofloxacin.co. Setelah pemakaian Cravit® i.. pengobatan dapat digantikan dengan Cravit® oral. KALBE FARMA. hubungi: PT. LTD 14-10 Nihonbashi 3 – Chome Chou-Ku TOKYO 103-8234 – JAPAN Let him who gives say nothing. Fax (021) 428 73680 Home Page: http://www. and him who receives speak 54 Cermin Dunia Kedokteran No. INDIKASI: Cravit® diindikasikan untuk infeksi seperti Community-acquired Pneumonia (CAP). PENYIMPANAN: Simpan pada suhu 15°-30° C. tergantung pada keparahan penyakit. Umumnya lama pengobatan dengan Cravit® adalah 7-14 hari. LEVOFLOXACIN INFUSION KOMPOSISI: Tiap botol 100 ml cairan infus Cravit® mengandung 500 mg levofloxacin (5 mg/ml).

berkomunikasi dengan para teman sejawat.majalah-farmacia. yaitu suatu perusahaan yang menyediakan jasanya sebagai pintu gerbang kita memasuki internet. Karena modem menggunakan line telepon. hanyalah pada suatu perangkat yang disebut “modem”. Tips yang lain dalam memilih modem. Dari sisi kepraktisan. agar semua informasi yang disediakan oleh PT Kalbe Farma bisa diakses oleh para dokter dan netter (pengguna internet) dari mana saja. Internet sama dengan alam/dunia maya Dunia internet sering disebut alam maya.Alergika Online.fcgi .yahoo. Modem Ada dua jenis modem. tidak demikian halnya jika itu dilakukan di internet. Perangkat keras Sebenarnya perangkat keras yang diperlukan untuk berinternet hampir sama dengan perangkat keras pada komputer yang dipergunakan untuk menulis Refarat atau Laporan Kasus misalnya.pdat. Jawa Barat. http://groups.Cermin Dunia Kedokteran. dari sisi koneksitas modem eksternal lebih baik.com . melainkan cukup menelpon ke ISP Anda (semuanya sudah diinstal otomatis di komputer Anda). http://jama.nih.thelancet. Informasi Situs Majalah Kedokteran non Indonesia . tentu komputer –secara otomatis.gov/entrez/query.e-jima. Tulisan yang akan disampaikan berseri ini. Misalnya. Begitu memasuki dunia internet. http://www.healthinternetwork. bisa diperoleh informasi terkini dalam bidang kedokteran.id .British Medical Journal. http://www. mulai dari mencari informasi kedokteran. membeli buku kedokteran. PT Kalbe Farma. dan lain sebagainya.org/ C. Perbedaannya. Dengan internetpun.co. http://www. http://content.PubMed.com/ .Komunitas pembaca Cermin Dunia Kedokteran.Free Medical Journals. perangkat lunak maupun operatornya. misalnya menyediakan suatu server komputer di Cikarang.com .com B. Pada website Kalbefarma tersebut. http://www.com/ . yaitu yang ‘diimplant’ di komputer (modem internal).id/medika . Masing-masing perusahaan bisa menyediakan informasi di komputer yang dikhususkan untuk itu.nejm.kalbe. [Erik Tapan] Cermin Dunia Kedokteran No. secara konvensional perlu ke toko buku. Apa saja bisa dilakukan.Medika.The Journal of the American Medical Association (JAMA).ncbi. 135.com/group/CDK-L Demikian informasi yang diberikan. diperlukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Kabel dari telepon langsung dicolok ke komputer kita. carilah kecepatan modem yang paling tinggi (saat ini dengan koneksi dial up biasa) bisa diperoleh misalnya 56 KB. Semua itu bisa dilakukan tanpa beranjak dari komputer atau meja kerja. memang lebih praktis (dan umumnya lebih murah) menggunakan modem internal. Modem adalah suatu alat yang membuat komputer kita bisa terhubung dengan komputer di tempat lain. Informasi Situs Majalah Kedokteran Indonesia : . Anda tak perlu repot-repot menelpon ke PT Kalbe Farma.mendial nomor telepon tertentu. dan yang terpisah dari komputer (modem eksternal).id/ . Tetapi menurut informasi yang diterima. Namun untuk mengakses informasi tersebut. http://bmj. diperlukan modem agar bisa berinternet.freemedicaljournals.id .The Lancet . seakan memasuki suatu lingkungan yang menyediakan segala hal. Internet Service Provider Seperti yang dijelaskan di atas. mencoba memberi informasi dari awal mengenai internet baik dari sisi perangkat kerat. termasuk para dokter. Lain-lain : .nlm. Tentunya dalam hal ini saluran komunikasi seperti line telpon mutlak diperlukan.Farmasia.ama-assn. Modem ini tidak mempergunakan kabel power supply. http://www. Untuk memulai berinternet. para dokter bisa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman-teman sejawat yang seminat. http://www. Selain itu pula.co.co. Seperti diketahui informasi yang diakses itu sebenarnya tersebar pada berjuta-juta komputer di seluruh dunia. Banyak journal kedokteran yang telah di-online-kan termasuk majalah CDK yang sedang Anda baca ini.alergi. Majalah Kedokteran Online Berikut disampaikan beberapa majalah / journal kedokteran yang sudah online: A. Kemudian dengan menggunakan perangkat lunak (software) yg disebut browser menuju ke http://www. http://www.INTERNET UNTUK DOKTER INTERNET UNTUK DOKTER (Seri pertama) Kegunaan internet sudah dirasakan banyak pihak. informasi yang dimuat pada majalah CDK pun bisa diakses dari sana. jadwal simposium berikut resumenya.org . Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di seri kedua. 2002 55 . Kalau untuk membeli buku kedokteran.The New England Journal of Medicine.co. http://www. Nomor telepon yang dituju adalah nomor telepon Internet Service Provider (ISP). Malah kemungkinan artikel atau informasi yang dicari tersebut bisa diperoleh tanpa perlu membeli buku.net . dengan berinternet bisa diperoleh informasi kedokteran terbaru.kalbe. http://www.Health Internet Work.The Electronic Journal of The Indonesian Medical Association.

11-1. J.8% (p<0. Para peneliti menyimpulkan bahwa di kalangan pria hiperkalsiuria dan batu oksalat rekuren pembatasan protein hewani dan garam dengan asupan normal lehih bermanfaat daripada diet rendah kalsium. beta karoten –19.01). risiko kematian atau dirawat (RR 1.0% (p=0. Lycium chinense dengan zat aktifnya zeaxanthin.5% dan ubiquinol 10 sebesar 22.287: 598-605 Brw Selain itu adanya bunyi jantung ketiga juga meningkatkan risiko-risiko tersebut. JAMA 2002.5% (p=0. Phyllantus amarus – mengandung zat aktif phyllantin dan hypophyllantin. Selama follow up kadar kalsium urine turun di kedua kelompok secara nyata (170 mg. p=0. 12 dari 60 pria dengan diet kalsium normal dan 23 dari 60 pria yang mendapat diet rendah kalsium (10 mmol Ca/hari).9% (p=0. Selain itu beberapa sediaan kombinasi juga sedang diselidiki manfaatnya terhadap berbagai penyakit hepar. apolipoprotein B – 22.2%.32. Sohisandra chinensis – mengandung zat aktif schisandrin.0% (p<0. Eng1. Glycyrrhizae radix-mengandung zat aktif glycytinic acid dan glycyrrhizin.37. Engl.001). insulin serum turun sebesar 14. Ternyata perlakuan diet dapat menurunkan kadar kolesterol total sebesar 7. meningkatkan kadar HDL sebesar 7. 95%CI: 0.7%. LDL kolesterol sebesar 10. TANAMAN OBAT UNTUK HATI Tanaman obat sejak dahulu telah digunakan untuk berbagai penyakit.05). di antaranya untuk gangguan fungsi hati. dalam sediaan ini.8%. rendah protein hewani dan rendah garam (rata-rata 7. N. serta DIET KALSIUM DAN BATU SALURAN KEMIH Selama ini orang masih bertanyatanya mengenai hubungan antara asupan kalsium dari diet makanan dengan risiko batu kalsium di saluran kemih. apolipo protein B sebesar 5. LDL kolesterol sel sebesar 29. 346: 77-84 Brw 56 Cermin Dunia Kedokteran No. p<0. Med. 95%CI: 1. 95%CI: 1.37. selanjutnya dari masing kelompok tersebut 30 orang mendapat simvastatin 20 mg/hari atau plasebo selama 12 minggu.001) dan insulin serum sebesar 13.98.04). bahkan beberapa di antaranya telah dibuat dan dipasarkan dalam bentuk preparat oral. Sediaan antipsikotik jangka panjang lebih ideal dan disukai karena kepatuhan berobat di kalangan pasien skizofrenia sangat rendah.003). tetapi rendah protein hewani (52 g/hari) dan rendah garam (50 mmol NaCl/ hari). Penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa beberapa tanaman obat memang mengandung zat aktif yang mempunyai aktivitas hepatoprotektif. 2002 . Para peneliti di Italia meneliti masalah ini atas 120 pria penderita hiperkalsiuria dan batu oksalat rekuren selama 5 tahun.04).6%. diet dan kombinasi keduanya atas kadar lipid plasma.53. trigliserid –13. J. N.24-0.001).01).0% (semuanya p<0. Sejumlah masingmasing 60 orang diberi diet biasa dan diet mengandung lemak jenuh dan trans-unsaturated fat kurang dari 10%. Setelah 5 tahun.62. ditambah dengan sifat penyakitnya yang kronis.005) dan risiko kematian akibat gagal pompa jantung (RR 1. Scrip 2001.6% (p<0.01). bahan aktif risperidone terbungkus dalam mikrosfer yang kemudian akan pecah secara berangsur-angsur. 14(6): 353-63 Brw RISPERIDON INJEKSI Risperdal® (risperidone) – suatu antipsikotik – dalam waktu dekat akan tersedia dalam bentuk sediaan suntikan depot. HDL kolesterol sebesar 4. 2002.7% (p=0.001). DN&P 2001. Andrographis paniculata – mengandung zat aktif andrographolide. p<0. 95%CI: 1.02) dan alfa tokoferol sebesar 3. sedangkan 30 pria lainnya mendapat diet rendah kalsium (10 mmol/ hari).4 mg/60 umol perhari) sebaliknya turun di kelompok diet kalsium normal. Kadar glukosa tidak berubah di semua kelompok. Picrorhiza kurroa – mengandung zat aktif picroliv.49. 2678: 19 Brw PROGNOSIS PAYAH JANTUNG Studi retrospektif atas 2568 pasien payah jantung yang diikuti selama 32 ± 15 bulan menunjukkan bahwa peningkatan tekanan vena jugularis meningkatkan risiko dirawat akibat payah jantung (RR 1. Tanaman tersebut di antaranya : Silybum marianum – mengandung zat aktif silymarin yang telah dipasarkan dengan merk Lagalon®. menderita batu rekuren (RR=0. selama masa tersebut 60 pria mendapat diet biasa dengan kandungan kalsium 30 mmol/hari.07-1. p<0.2% (p=0. Med. Sedangkan simvastatin menurunkan kadar kolesterol total sebesar 20./4.4%. 135.2 mmol per hari) tetapi elskresi oksalat urine meningkat di kelompok rendah kalsium (rata-rata 5.2 mg/80 umol perhari). 345: 574-81 Brw Cochlospermum tinotorium yang mengandung arjunolic acid. Para dokter selama ini hanya mengenal sediaan naloperidol dekanoat sebagai antipsikotik jangka panjang.ABSTRAK SIMVASTATIN UNTUK HIPERKHOLESTEROL Satu penelitian atas 120 pria hiperkholesterolemik di Finlandia bertujuan untuk menilai pengaruh simvastatin. 2001. alfa tokoferol –16.53.08-1.

2002 57 . 134. Yang bukan cara penggunaan napza : a) Ditelan (per oral) b) Suntikan intramuskular c) Sutikan intravena d) Dihirup uapnya e) Ditempel dikulit Deteksi zat narkoba dalam tubuh dilakukan melalui pemeriksaan : a) Darah b) Urine c) Cairan lambung d) Cairan otak e) Radiologik Yang dikenal sebagai pil koplo termasuk golongan : a) Opiat b) Amfetamin c) Kokain d) Benzodiazepin e) Ganja Ecstasy termasuk golongan : a) Opiat b) Amfetamin c) Kokain d) Benzodiazepin e) Ganja 5. B E On the pinnacle of fortune man does not stand long firm (Goethe) Cermin Dunia Kedokteran No. 8. 7. 8. 6. 6. 5. B A 2. 7. 4. Putaw termasuk golongan : a) Opiat b) Amfetamin c) Kokain d) Benzodiazepin e) Ganja Efek euforia akibat penggunaan narkotika adalah melalui pengaruhnya terhadap : a) Korteks serebri b) Talamus c) Serebelum d) Sistim limbik e) Batang otak Golongan anti depresan yang mutakhir : a) Benzodiazepin b) Trisiklik c) MAO inhibitor d) Tetrasiklik e) SSRI Preparat yang termasuk golongan tersebut ialah : a) Klobazam b) Amitriptilin c) Moklobemid d) Maprotilin a) Fluoksetin 2.Ruang Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Dapatkah saudara menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini? 1. B D 3. D E 4. JAWABAN RPPIK : 1. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful