2002
http. www.kalbe.co.id/cdk

135. NAPZA

International Standard Serial Number: 0125 – 913X

Daftar isi :
2. Editorial 4. English Summary Artikel 5. Manajemen Laboratoris Penyalahgunaan Obat dan Komplikasinya - Suwarso 14. Pengaruh Narkotika terhadap Susunan Saraf Pusat – Budi Riyanto Wreksoatmodjo 17. Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) – Ketut Kusminarno 21. Pengobatan/Perawatan Pasien Ketergantungan NAPZA Pasca Detoksifikasi – Hartati Kurniadi 24. Gambaran Klinik dan Psikofarmaka pada Gangguan Kecemasan – Yusuf Alam Romadhon 27. Penatalaksanaan Baku dan Menyeluruh pada HIV/AIDS – Candra Wibowo

Karya Sriwidodo WS

32. Efek Toksik dan Cara Menentukan Toksisitas Bahan Kimia – Satmoko Wisaksono 37. Marine Toxin : Saxitoxin – Winarti Andayani, Betty Marita Subrata, Esther Budiman 43. Bumbu Alami sebagai Penyedap, Pengawet dan Penghambat Cemaran Aflatoksin pada Sambal Kacang – Nunik Siti A., Supraptini, Enny W.L., Inswiasri, Suyitno, Sukijo 47. Gambaran Kadar Mangan (Mn) pada Sumber Air Rumah Tangga di Jabotabek : studi kasus pemeriksaan air di Puslitbang Farmasi – Ni’mah Bawahab, Kelik MA, Ani Isnawati 50. 51. 53. 54. 55. 56. Kapsul Kegiatan Ilmiah Produk Baru Internet Abstrak RPPIK

CDK dapat diperoleh cuma-cuma melalui MedRep Grup PT. Kalbe Farma, ATAU dengan mengganti ongkos Rp. 10.000,-/eks

Di zaman modern ini dunia kesehatan sedang mengalami suatu epidemi; kali ini bukan akibat penyakit infeksi, tetapi akibat suatu perubahan gaya hidup – suatu epidemi yang jauh lebih sulit dibasmi dibandingkan dengan epidemi ‘klasik’ penyakit infeksi yang mudah diatasi dengan perbaikan lingkungan dan antibiotik. Epidemi yang sedang mengancam kita semua tak lain dari meluasnya penyalahgunaan narkotika dan zat-zat lainnya, yang meskipun tidak infeksius, penyebarannya jauh lebih cepat dan luas dibandingkan penyakit infeksi apapun. Masalah ini kami bahas dalam edisi Cermin Dunia Kedokteran kali ini; beberapa artikel akan mengupasnya dari berbagai segi – masalah deteksi, efeknya terhadap tubuh, masalah pengobatan dan rehabilitasinya – mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan dan dengan demikian lebih siap dalam menghadapi tantangan yang akan makin mengemuka di masa mendatang. Selamat membaca, dan jangan segan-segan untuk menyampaikan komentar dan pendapat Sejawat ke alamat redaksi; kami selalu mengharapkan umpan balik Sejawat untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan dan informasi untuk para Sejawat sekalian. Salam dari Redaksi

Redaksi

2

Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002

2003

International Standard Serial Number: 0125 – 913X

KETUA PENGARAH
Prof. Dr Oen L.H. MSc

REDAKSI KEHORMATAN
– Prof. DR. Sumarmo Poorwo Soedarmo
Staf Ahli Menteri Kesehatan, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

PEMIMPIN UMUM
Dr. Erik Tapan

Prof. Dr. R. Budhi Darmojo
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.

KETUA PENYUNTING
Dr. Budi Riyanto W. –

PELAKSANA
Sriwidodo WS.

Prof. Drg. Siti Wuryan A. Prayitno SKM, MScD, PhD.
Bagian Periodontologi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Jakarta

Prof. DR. Hendro Kusnoto Drg.,Sp.Ort
Laboratorium Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta

TATA USAHA
Dodi Sumarna

ALAMAT REDAKSI
Majalah Cermin Dunia Kedokteran, Gedung Enseval, Jl. Letjen Suprapto Kav. 4, Cempaka Putih, Jakarta 10510, P.O. Box 3117 Jkt. Telp. (021)4208171 E-mail : cdk@kalbe.co.id Website : http://www.kalbe.co.id/cdk

DR. Arini Setiawati
Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta

NOMOR IJIN
151/SK/DITJEN PPG/STT/1976 Tanggal 3 Juli 1976 – Dr. Boenjamin Setiawan Ph.D

DEWAN REDAKSI

PENERBIT
Grup PT Kalbe Farma

Prof. Dr. Zahir MSc.

Sjahbanar

Soebianto

PENCETAK
PT Temprint

http://www.kalbe.co.id/cdk PETUNJUK UNTUK PENULIS

Cermin Dunia Kedokteran menerima naskah yang membahas berbagai aspek kesehatan, kedokteran dan farmasi, juga hasil penelitian di bidangbidang tersebut. Naskah yang dikirimkan kepada Redaksi adalah naskah yang khusus untuk diterbitkan oleh Cermin Dunia Kedokteran; bila pernah dibahas atau dibacakan dalam suatu pertemuan ilmiah, hendaknya diberi keterangan mengenai nama, tempat dan saat berlangsungnya pertemuan tersebut. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris; bila menggunakan bahasa Indonesia, hendaknya mengikuti kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Istilah media sedapat mungkin menggunakan istilah bahasa Indonesia yang baku, atau diberi padanannya dalam bahasa Indonesia. Redaksi berhak mengubah susunan bahasa tanpa mengubah isinya. Setiap naskah harus disertai dengan abstrak dalam bahasa Indonesia. Untuk memudahkan para pembaca yang tidak berbahasa Indonesia lebih baik bila disertai juga dengan abstrak dalam bahasa Inggris. Bila tidak ada, Redaksi berhak membuat sendiri abstrak berbahasa Inggris untuk karangan tersebut. Naskah diketik dengan spasi ganda di atas kertas putih berukuran kuarto/ folio, satu muka, dengan menyisakan cukup ruangan di kanan-kirinya, lebih disukai bila panjangnya kira-kira 6 - 10 halaman kuarto disertai/atau dalam bentuk disket program MS Word. Nama (para) pe-ngarang ditulis lengkap, disertai keterangan lembaga/fakultas/institut tempat bekerjanya. Tabel/ skema/grafik/ilustrasi yang melengkapi naskah dibuat sejelas-jelasnya dengan tinta hitam agar dapat langsung direproduksi, diberi nomor sesuai dengan

urutan pemunculannya dalam naskah dan disertai keterangan yang jelas. Bila terpisah dalam lembar lain, hendaknya ditandai untuk menghindari kemungkinan tertukar. Kepustakaan diberi nomor urut sesuai dengan pemunculannya dalam naskah; disusun menurut ketentuan dalam Cummulated Index Medicus dan/atau Uniform Requirements for Manuscripts Submitted to Biomedical Journals (Ann Intern Med 1979; 90 : 95-9). Contoh: 1. Basmajian JV, Kirby RL. Medical Rehabilitation. 1st ed. Baltimore. London: William and Wilkins, 1984; Hal 174-9. 2. Weinstein L, Swartz MN. Pathogenetic properties of invading microorganisms. Dalam: Sodeman WA Jr. Sodeman WA, eds. Pathologic physiology: Mechanisms of diseases. Philadelphia: WB Saunders, 1974;457-72. 3. Sri Oemijati. Masalah dalam pemberantasan filariasis di Indonesia. Cermin Dunia Kedokt. l990; 64: 7-10. Bila pengarang enam orang atau kurang, sebutkan semua; bila tujuh atau lebih, sebutkan hanya tiga yang pertama dan tambahkan dkk. Naskah dikirimkan ke alamat : Redaksi Cermin Dunia Kedokteran, Gedung Enseval, JI. Letjen Suprapto Kav. 4, Cempaka Putih, Jakarta 10510 P.O. Box 3117 Jakarta. Tlp. (021) 4208171. E-mail : redaksiCDK@yahoo.com Pengarang yang naskahnya telah disetujui untuk diterbitkan, akan diberitahu secara tertulis. Naskah yang tidak dapat diterbitkan hanya dikembalikan bila disertai dengan amplop beralamat (pengarang) lengkap dengan perangko yang cukup.

Tulisan dalam majalah ini merupakan pandangan/pendapat masing-masing penulis dan tidak selalu merupakan pandangan atau kebijakan instansi/lembaga/bagian Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002 tempat kerja si penulis.

3

English Summary
LABORATORY MANAGEMENT OF DRUG ADDICTION AND ITS COMPLICATIONS Suwarso
Department of Clinical Pathology, Faculty of Medicine, Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia

EFFECTS OF NARCOTICS ON THE CENTRAL NERVOUS SYSTEM Budi Riyanto Wreksoatmodjo
Marzuki Mahdi Indonesia Hospital, Bogor,

CLINICAL PICTURE AND PSYCHOPHARMACOLOGY OF ANXIETY Yusuf Alam Romadhon
Kartasura Community Health Centre, Central Java, Indonesia

Problems of drug addiction were very complex, particularly in developing countries. It is not only concerning the direct medical problems, but also the complications, particularly among chronic users, such as hepatitis, HIV infection and bacterial endocarditis. The laboratory management should consist of screening, diagnostic and monitoring of drug use and also its complications.
Cermin Dunia Kedokt. 2002; 135: 5-13 so

Narcotics have been used since antiquity; formerly as a medication for variety of symptoms, including pain killer and cough remedy; but scientific investigations that began in 19th century revealed their potential for abuse and other side effects. Narcotics exerts their effects on human body through their influence on several receptors in the brain, and depending on the properties of receptors, the clinical effects may varies. Recent experiments also found opioid receptors in peripheral nervous system.
Cermin Dunia Kedokt. 2002; 135: 14-6 brw

Anxiety can be found in individuals with normal stress, in chronic physical ailments, in persons with psychiatric disorders or as an independent symptom. There are five categories of anxiety; namely : panic disorder, generalized anxiety disorder, phobic disorder, obssesivecompulsive disorder and posttraumatic stress disorder. Anxiolytic drugs should be used in combination with psychotherapy; recently there are many kinds of anxiolytic drugs: benzodiazepines, tricyclic,monoamine inhibitor, serotonin reuptake inhibitor and specific serotonin reuptake inhibitor. Clinicians should be familiar with their actions, side effects and closely monitor their patients pattern of use
Cermin Dunia Kedokt.2002;135:24-6 brw

Misfortunes come on wings and depart on feet

4

Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002

tetapi juga pada per-masalahan medis yang merupakan dampak komplikasi dari efek pemakaian obat yang terus menerus. Human immunodeficiency virus (HIV). sakit karena putaw) yang akan membuat individu secara kompulsif (kecanduan) menggunakan obat/bahan. Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/ Rumah Sakit Umum Pusat Dr. akan dibahas manajemen laboratoris dalam skrining. baik langsung maupun tidak langsung. behaviour. yang selanjutnya menimbulkan masalah baik di keluarga. monitoring penyalahgunaan obat dan komplikasinya. Hepatitis. sementara toleransi tubuh akibat pengulangan tersebut diatasi selain dengan cara menaikkan frekuensi dan dosis. 2002 5 . tanpa mempedulikan lagi untung-rugi. Drug-addict. Recurrenting yang ekstrim akan membuat kondisi withdrawal berat ("Sakaw". Manajemen laboratoris yang ditulis di sini meliputi pemeriksaan skrining yang akan menetapkan ada-tidaknya obat. dan endokarditis bakteri-alis merupakan komplikasi medis dari penyalahgunaan obat. infeksi HIV. yang penyebarannya sangat cepat meluas di antara sesama pemakai. juga dengan cara mengkombinasi beberapa macam obat/bahan dan memvariasi rute pemakaian (ingesti. yakni kondisi ketersiksaan fisik dan psikis non-fatal yang muncul jika 6-12 jam obat/bahan tidak dikonsumsi1. Kata Kunci: Rapid test. Yogyakarta ABSTRAK Di negara yang sedang berkembang kasus dan masalah penyalahgunaan obat sangat kompleks. Sardjito. juga masalah medis yang variatif dan cepat penyebarannya. legalilegalnya cara yang diperoleh. Hepatitis virus dan/atau non-virus. kronis 26-30 minggu). dan menetapkan ada-tidaknya komplikasi akibat pemakaiannya. Permasalahan tidak hanya pada psikososialekonomi. ilmiah maupun tidak. Efektifitas atau mujarabnya obat/bahan yang dipilih akan membuat individu mengulang penggunaannya (recurrent). Kondisi semacam ini membuat individu tergantung (dependent) sehingga sangat sulit untuk tidak menggunakan ulang obat/bahan tersebut. Endokarditis bakterialis. akhirnya akan diperoleh oleh individu. Jumlah kematian pertahun karena penyalahgunaan obat (overdose) opiat mencapai 40-50% dari semua kematian karena obat16. snorting). 135. bahan atau metabolitnya dalam sampel subyek yang diperiksa. sehingga dari hasilnya bisa diambil langkah-langkah lanjutan yang akurat dan efektif. lingkungan kerja maupun sosial. sehingga selain mengakibatkan masalah psikososialekonomi yang luas. Narkoba. ada-tidak manfaat medis. LATAR BELAKANG Pengetahuan tentang obat/bahan yang diyakini mampu memecahkan masalah fisik dan psikis (thinking. diagnosis. Salah satu bentuk preventif yang umum dilakukan oleh ber- Cermin Dunia Kedokteran No. Pengulangan/recurrenting yang sering akan menimbulkan kondisi withdrawal (akut lamanya 5-10 hari. PENDAHULUAN Manajemen laboratoris penyalahgunaan obat dan metabolitnya dirancang dengan mempertimbangkan latarbelakang permasalahan penyalahgunaan obat yang umumnya demikian kompleks di negara yang sedang berkembang. Untuk membantu penanganan penyalahgunaan obat agar lebih akurat.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Manajemen Laboratoris Penyalahgunaan Obat dan Komplikasinya Suwarso Bagian Patologi Klinik. inhalan. feeling). injeksi.

Kuman penyebab meliputi stafilokokus koagulasi (50%). Dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dibuat dalam bentuk imunokromatografi kompetitif kualitatif yang praktis. sekarang SAMHSA). Hepatitis Hepatitis dicirikan dari meningkatnya SGPT minimum 1. streptokokus viridan. GermanyR.5-1%. HCV RNA positif)5. Kontribusi terbesar berasal dari IVDA di negara yang sedang berkembang yang mencapai 30-60%.6. Endokarditis IVDA merupakan penyebab pada 5-15% dari keseluruhan insiden endokarditis bakterialis yang di USA. infeksi HIV dan endokarditis.non-C yang sering ditemukan di Yogyakarta (tidak dipublikasi). Analog dengan ini maka pemakaian jarum suntik yang tercemar di antara IVDA yang klinis sehat memiliki potensi tinggi untuk menularkan hepatitis virus-B.6 menit dan intensitas ion (m/z) = 184 oleh GC/MS. streptokokus faekalis (8%). KONFIRMASI NARKOBA & METABOLITNYA Metode atau teknologi laboratorium yang digunakan untuk skrining harus memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi. dan test konfirmasi menurut the Substance Abuse and Mental Health Services Administration (SAMHSA)7. 2002 . dan ini bertanggung jawab pada 60-100% kasus-kasus HIV pada heteroseksual dan neonatus di negara maju.5 kali batas atas normal dengan atau tanpa kenaikan SGOT. 25%. Kadar NKs didapat dengan rumus: Tinggi Puncak NKs Kadar NKs = Tinggi Puncak NKst Jenis narkoba yang sampai saat ini secara komersial dapat dites meliputi semua narkoba yang tertera pada Tabel 4 (Seratec. membuat kedua metode ini menjadi umum digunakan untuk skrining narkoba. mitral dan pulmonal terdeteksi masing-masing pada 45%. Sementara di Yogyakarta sekitar 4. Hasil skrining yang "ragu" atau positif yang bertalian dengan hukum selanjutnya dikonfirmasi dengan metode GC/MS. mencapai 20/100. Pertimbangan tekniknya yang sederhana. X Kadar NKst 6 Cermin Dunia Kedokteran No. sementara untuk hasil ragu-ragu dan hasil positif yang berurusan dengan hukum. Dengan sampel urin teknik ini memiliki sensitivitas sesuai dengan standard National Institute on Drug Abuse (NIDA. limfadenopatia.USAR). cara umum pemakaian dan efek klinis narkoba. Paduan optimal ini selain mampu mendeteksi narkoba secara spesifik juga mampu mendeteksi dosis abuse/toksik paling minim (Tabel 1). dan terbukti bahwa cara ini mampu membedakan jutaan obat tanpa satupun diketahui memiliki m/z. jamur (masing-masing 5%). MANAJEMEN LABORATORIS Manajemen laboratoris meliputi skrining dan diagnosis adanya narkoba serta komplikasinya.bagai instansi perusahaan di negara maju antara lain dengan cara skrining acak narkoba atas sampel urin dari karyawan atau calon karyawannya. Tabel 4 memuat jenis dan nama lain narkoba yang secara komersial dapat ditest skrining dalam sampel urin. Mortalitas sangat tergantung pada lokasi. hambatan waktu (HW) dan bentuk kromatografi (K)].8% dan 3. HW dan K yang sama). -C dan -tifosa. Sementara hepatitis lain (hepatitis tifosa) merupakan hepatitis non-B. Deteksi infeksi HIV secara klinis sangat sukar. 15%. Peluang hepatitis pada resipien yang mendapat 1 unit darah transfusi dengan SGOT SGPT meningkat adalah 6 kali lebih besar. Tabel 2 memuat tipe narkotik (penurun kesadaran atau rasa sakit) dan psikotropik (khasiat spesifik pada mental dan perilaku) menurut potensi disalahgunakan (abuse) dan manfaat medisnya. kuman penyebab dan daya tahan tubuh yang di USA mencapai 5-40%. pendekatan laboratoris karenanya merupakan salah satu cara yang sampai saat ini masih dianggap lebih efektif. Secara global kontribusi IVDA dalam kasus infeksi HIV adalah 5-10%. Tabel 5 memuat obat/bahan yang diketahui tidak menimbulkan reaksi silang pada test skrining amfetamin urin 100ug/ml. Lesi berupa vegetasi di katup triskupid.dan poliklonal yang spesifik terhadap narkoba dan metabolitnya. 80 dan 100% di antaranya terbukti infeksius (HBeAg positip. diare. tidak memerlukan tenaga trampil dan cepat (hasil dapat diperoleh dalam 3-10 menit).1% individu yang secara klinis sehat dan berpotensi menjadi donor darah diketahui masing-masing mengandung virus hepatitis-B dan -C. metode ini merupakan paduan optimal antara alat ukur mass spectrometry yang memiliki sensitivitas sangat tinggi (mengukur intensitas ion obat) dengan gas chromatography yang memiliki spesifisitas tinggi [mendiferensiasi obat menurut intensitas ion (m/z). EIA (enzyme immunoassay) dan imunokromatografi merupakan dua metode yang memenuhi kriteria ini. Mortalitas di kalangan IVDA relatif lebih tinggi karena umumnya memiliki daya tahan tubuh yang rendah. berat badan menurun dapat merupakan gejala prodromal infeksi HIV. bentuk fisik. Gambar 1 memuat deteksi dan konfirmasi narkoba sampel (NKs) yang diduga memiliki narkoba standar (NKst) dengan HW = 21. kuman Gram negatif. KOMPLIKASI PENYALAHGUNAAN OBAT Komplikasi penyalahgunaan obat yang akan dibahas di sini meliputi hepatitis. dan kultur negatif 5%2. dan 2% penderita. Home-test Drug Abuse Insta Test. demam. -bovis. A) SKRINING. aorta. difteroid. dan spesifisitas 99. Tabel 1 memuat kadar batas pengambilan keputusan (cutoff) hasil test skrining. Sindrom klinis seperti flulike syndromes. Darah semacam ini terbukti infeksius. Tabel 3 memuat jenis. 135. menggunakan antibodi mono. dan ini bertanggung jawab pada 20-30% dari keseluruhan prevalensi anti-HIV di negara tersebut. Infeksi HIV Efisiensi infeksi HIV melalui satu kali pajanan dengan jarum suntik yang tercemar adalah 0. keputusan diambil dari hasil test konfirmasi atas sampel urin yang sama.7%. Hasil positif (obat mencapai atau melebihi batas dosis toksik/tes sensitivitas) atau negatif (obat tidak mencapai dosis toksik/tes sensitivitas) digunakan untuk mengambil keputusan.000 penduduk.

maka IgG anti-narkobasubstrat tidak akan berikatan dengan narkoba-enzimnya. warna SERBUK KOKAIN: Serbuk kristal putih pahit. Jika dijenuhi oleh narkoba sampel (sampel positif narkoba). NARKOBA AMFETAMIN/ METAMFETAMIN Bentuk Fisik Serbuk kasar Kristal Potongan (chunks) Kapsul/tablet berba gai ukuran. agitasi. paranoia dan delusi KOKAIN Dihisap Dirokok Injeksi Penggunaan bersama alkohol akan memperlama efek toksik. Aritmi Tonus CNS ↑ Simpatik ↑ Denyut jantung ↑ Tekanan darah ↑ Mood ↑ Vasokonstriksi Melambung Paranoid Midriasis Depresi Sedasi Seizures Efek Klinis Dizziness Insomnia Eufori Depresi Sedasi Takipneu Heart failure Kenaikan penampilan karena overestimation Eufori diikuti disfori. Palpitasi.Intraokuler ↓ Bronkodilatasi Tekanan darah ↑ Nistagmus vertikal-horizontal Berkeringat CNS ↓ Sensasi nyeri ↓ Emosi nyeri ↓ Respirasi ↓ CNS Sensasi nyeri Emosi nyeri Respirasi ↓ ↓ ↓ ↓ Nafsu makan↑ Koordinasi ↓ Fotofobia Apati Halusinasi Relaxation inhibiion Intoksikasi Subjective slowing of time PHENCYCLIDINE Tablet/Kapsul Serbuk Dihisap Dirokok Injeksi Oral Dihisap Injeksi Oral Analgesia Euforia Mual/muntah Kejang umum tonik-klonik Ekstrim agresif Intoksikasi Skizofrenia Konstipasi Pucat Eufori Analgesi Konstipasi Retensi urin Libido Rasa lemah Drowsiness Pusing OPIAT Bubuk putih. ansietas. sehingga tidak terjadi reaksi enzim-subtrat yang berwarna. Sebaliknya jika tidak dijenuhi (sampel negatif narkoba) atau hanya sebagian dijenuhi (sampel mengandung narkoba dalam jumlah di bawah Cermin Dunia Kedokteran No. Liquid injeksi Tablet/kapsul Serbuk kristal putih Tablet/kapsul Liquid injeksi Sedasi Rasa lemah Miosis Mual/muntah Sedasi Rasa lemah Miosis Fotofobia Eufori Anestesi Hipnotik Hipotensi Mual/muntah Konstipasi Ansietas ↓ Fatigue METHADONE Oral Injeksi Pusing Pening ↓ BARBITURAT Bubuk putih Tablet/Kapsul Liquid injeksi Oral Injeksi CNS ↓ Ansietas ↓ Akuiti mental ↓ Denyut jantung ↓ Depresi Drowsiness Pening Pusing Kardiovaskuler ↓ Respirasi ↓ Fungsi miokard ↓ Kontraksi miokard ↓ Letargi Mulut kering Inkoordinasi motorik Slowed speech BENZODIAZEPINES Bubuk kristal berbagai warna Oral 1) Dasar Dan Validitas Test Test didasarkan pada kompetisi penjenuhan IgG anti-narkoba yang mengandung substrat enzim (ada dalam keadaan bebas di zone S) oleh narkoba sampel atau narkoba yang telah dikonjugasi enzim (ada dan terfiksir di zone T). bentuk fisik. CANNABINOIDS Bubuk daun kering Rokok lintingan Potongan hashish Hashish oil Dirokok Makanan kering/ dimasak Cardiac output ↑ Nadi ↑ Tekanan. 2002 7 .3: Jenis.Tabel 1: Kadar batas pengambilan keputusan (cutoff) narkotik dan bahan adiktif (narkoba) dalam sampel serum/urin menurut Samhsa. MG) Tabel. cara umum pemakaian dan efek klinis NARKOBA. delusi obat Toxic psychosis. Tinggi/Pilihan Morfin Amfetamin Metakualon akhir Petidin Fensiklidin Metilfenidat Sekobarbital (Ritalin) III. 135. hitam coklat. NARKOBA/Metabolitnya Metabolit Marijuana Metabolit Kokain Metabolit Opiat: Morfin Kodein Metabolit Amfetamin: Amfetamin Metamfetamin Phencyclidine Kadar awal/Skrining (ng/ml) 50 300 300 1000 25 Kadar Konfirmasi (ng/ml) 15 150 300 300 500 500 25 Tabel 2: Jenis Narkotik dan Psikotropik menurut Potensi Abuse dan Manfaat Potensi Abuse/ Tipe Narkotik Psikotropik Manfaat Medis I. MinimKodein Fenobarbital Menengah/Umum Flunitrazepam IV. Tinggi/Nihil Heroin MDMA STP Kokain Ekstasi Ganja LSD II. tidak berbau CRACK COCAINE: Potongan crack kecil putih kecoklatan Cara Pemakaian Ditelan Dihisap Dirokok Injeksi Melambung Temperatur ↑ Energi & Tekanan darah ↑ Kesigapan ↑ Denyut jantung ↑ Gelisah Nafsu makan ↓ Takikardi. Minim/Umum Klordiazepoksid Diazepam Bromazepam Klonazepam Klobazam Nitrazepam(BK. DUM.

Amphetamine Benzoylecgonine THC-Asam karboksilat senyawa glukonoid 500 ng/ml 300 ng/ml 50 ng/ml Phecyclidine Phencyclidine Phencyclidine Seratec-PCP Instant view Seratec-MOR Instant view Home test Huma drug Acon First sign Acon Seratec –MDT Instant view Home test Huma drug Seratec -BAR Instant view Home test Huma drug Acon First sign Genix Seratec -BZO Instant view Home test Huma drug Acon First sign Genix 25 ng/ml AnalgesikNarkotik Oplate -Heroin -Morphine -Percodan -Codeine -Paracodin -Oxycodone -Lorphan -Dilaudid -Vicodin -Dolophine -Methadone -L-Polamidon -Physeptone -Amytal -Tuinal -Butisol -Fiorinal -Nembutal -Neoderm -Luminal -Immenocial -Seconal -Stadodorm -Phenobarbital -Ativan -Rohypnol -Halcion -Tranxene -Librium -Valium -Novopoxide -Vivol -Remestan -Xanax -Restoril Opiate 300 ng/ml Methadone . tidak terjadi reaksi enzim-substrat dan karenanya tidak muncul reaksi warna.Perokok moderat (4 kali/mg): s/d 5 hari . c. Jenis dan nama lain narkoba yang secara komersial dapat diskrin Kelompok Stimulan Nama Narkoba Amphetamine Nama lain -Ecstasy(MDMA) . Sedatif. b. 8 Cermin Dunia Kedokteran No. sehingga terjadi reaksi enzim-substrat yang berwarna penuh (gelap) atau lamat-lamat (ragu-ragu).2 hari Metamphetamine.3 hari Methadone 300 ng/ml Depresan. Penjenuhan berikutnya akan dipenuhi oleh Narkoba-ensim di zone T. semuanya tidak akan menjenuhi dan hanya akan mendifusikan IgG goat-substrat dari zone S ke zone C untuk menemui dan mengikat IgG anti-IgG goat yang dikonjugasi enzim (KAGE) sehingga terjadi reaksi enzim-substrat yang berwarna di zone C. sehingga terjadi reaksi ensim-substrat yang tidak penuh. maka jika urin ini diteteskan di zone S. sementara di zone C IgG goat akan berikatan dengan IgG anti-IgG goat-enzim (KAGE). m a. 135. yang akan memberikan warna lamat-lamat (ragu-ragu) di zone T. Sebaliknya di zone C tetap terjadi reaksi warna (pita pink) sebab narkoba urin tidak spesifik untuk dapat berikatan dengan IgG goat.Pengguna kronis(lebih dari 5 joint sehari) : 14 s/d 18 hari -14 hari -s/d 30 hari pada pengguna kronis .Dirokok : 1-5 hari . urin hanya mendifusikan IgG antinarkoba-substrat dan IgG goat-substrat dari zone S ke zone T dan zone C. sehingga baik di zone T maupun zone C terjadi reaksi enzim-substrat berupa pita warna pink. Bila Sampel Urin Positif Di zone S narkoba urin positif akan langsung berikatan dan Nama Farmakologi -Dexedrine -Benzodrine -Desoxyne -Methedrine Sama dengan Amphetamine Cocaine -Marinol Kapan terdeteksi pada Urine 1-2 hari Tersekresi pada Urine sebagai Amphetamine Nama Seratec-AMP Instant view Hone test Huma drug Acon Seratec-M-AMP Instant view Seratec-COC Instant view Seratec . maka baik pada sampel urin yang ada. Bila Sampel Urin Ragu-Ragu Di zone S narkoba urin yang berkadar tepat di batas ambang pemeriksaan akan menjenuhi IgG anti-narkoba-substrat tidak secara penuh.ambang batas pemeriksaan).1-2 joint : 2-3 hari . 2002 . Karena IgG goat bukan antibodi spesifiknya narkoba. sehingga waktu didifusikan ke zone T tidak bisa mengikat (bercelah) narkoba-enzimnya (KNE). maka IgG anti-narkoba-substrat akan berikatan dengan narkoba-enzimnya secara penuh atau sebagian.Crank -Clarity . Valid tidaknya test dikontrol dengan mengikutsertakan pada zone S suatu kontrol validitas yang berupa IgG goat-substrat.Ice -Shabu-shabu .Speed -Evo (MDMA) . ada dalam jumlah di bawah ambang batas pemeriksaan atau tidak ada sama sekali narkobanya. Tabel 4. Hipnotik Barbiturate -Barbs -Downers -Tranqs -Short acting : 1 hari -Long acting : 2-3 minggu Barbiturate 300 ng/ml Benzodiazepine -Bennies -Rophies (Rohypnol) Pil Koplo -Dosis terapi : 3 hari -Overdosis atau pengguna kronis (1 th atau lebih : 4-6 minggu Benzodiazepines 300 ng/ml menjenuhi IgG anti-narkoba-substrat.Crystal -Adam .THC Instant view Home test Huma drug Acon First sign genix Sensitivitas 1000 ng/ml Methamphetamin Cocaine Halusinogen Cannabinoid 1-2 hari 1-3 hari .Essence Sama dengan Amphetamine -Dexies -Uppers -Coke -Crack -Snow -Rock Cocaine -Flake -Colombian -Marijuana -Sinsemilla -Dope -Ganja -Weed -Barang -Hemp -Gele -Hash -Grass -Cimeng -THC -Pot -Maryjane -Angel Dust -PCP-HOG -Crystal cyclone -Killer Weed -Smack -Tar -Tiger -Horse -White lady -White stuff -Amidone -Fizzles -Opium -Junk -Putauw -Scaq -Morpho. Bila Sampel Urin Negatif Pada sampel urin yang tidak mengandung narkoba.Perokok berat: s/d 10 hari . Di zone T IgG anti-Narkoba akan berikatan dengan narkoba-enzimnya (KNE).

Skema reaksi imunokromatografi kompetitif dalam mendeteksi narkoba dan metabolitnya dalam urin. Reaksi hanya membutuhkan H2O urin. KAGE = Konjugat IgG anti-IgG "goat"-ensim. Obat/Bahan lain Hambatan Waktu (Menit) Gambar 1.S=Sample. Zone. 135.L-Propanolol Propiomazine D-Propoxyphene D-Pseudoephedrine Quinidine Quinine Ranitidine Salicylic acid Secobarbital Serotonin Sulfamethazine Sulindac Temazepam Tetracycline Tetrahydrocortisone Tetrahydrozoline t9-THC 11norty-carboxy-THC Thebaine Thiamine Thioridazine Verapamil Zomepirac Intensitas Ion (m/z) Narkoba Standar (1. 2) Sampel Test dan Penyimpanannya Urin merupakan sampel yang representatif untuk pendeteksian narkoba dan metabolitnya. Keterangan: Zone. 2002 9 . KNE = Konjugat narkoba-ensim. Jika warna ini muncul berarti test dikatakan valid dan dengan demikian hasil test dapat dipercaya dan siap diberikan ke yang berkepentingan.Tabel 5: Obat/bahan yang diketahui tidak menimbulkan reaksi silang pada test skrining 1000 ug/ml Aphetamine.4-Methylenedioxy methamphetamine Methylphenidate Methyprilon Morphine-3βDglucuronide Nalidixic acid Nalorphine Naloxone Trimipramine DL-Tryptophan Naltrexone Naproxen Niacinamide Nifedipine Norcodein Norethindrone Noroxymorphone D-Norpropoxyphene (-)Norpseudoephedrine Noscapine Nylidrin D. Sebaliknya jika warna tidak muncul ini berarti test tidak valid.4 ug/ml) Hasil kromatografi selama pengamatan 45 menit dan harus diulang dengan test-kit yang baru. SAMPEL URIN POSITIF. SAMPEL URIN NEGATIP. A. urin me- Cermin Dunia Kedokteran No. Deteksi. Acetaminophen Acetylsalicylate Aminopyrine Amitryptyline Amobarbital Amoxapine Amoxicillin L-Amphetamine Apomorphine Ascorbic acid Aspartame Atropin Benzocaine Benzoylecgonine Benzphetamine Butabarbital Cannabidiol Chloralhydrate Chloramphenicol Chlordiazepoxide Chlorothiazide Chlorpromazine Chloroquine Cholesterol Clomipramine Clonidine Cocaine Cortisone (-) Cortinine DL-Thyroxine Tolbutamide Tranylcypromine Creatinine Deoxycorticosterone Dextromethorphan Diazepam Diethylpropion Diflunisal Digoxine Diphenhydramine Doxylamine Ecgonine Ecgonine methyleste (+) Ephedrine (±) Ephedrine (-) Ephedrine (-) w Ephedrine Erythromycin β-Estradiol Estrone-3-sulfate Ethyl-p-aminobenzoat Fenoprofen Furoxamide Glucuronide Glutethimide Guaifenesin Hipuric acid Hydralazine Hydrochlorothiazide Hydrocodone Hydrocortisone Triamterene Trifluoperazine Trimethoprim Hydromorphone O-Hydroxyhippuric acid Ibuprofen Imipramine Iproniazid (-) Isoproteranol Isoxsuprine Ketamine Ketoprofen Labetalol Levorphanol Lidocaine Loperamide Loxapine succinate Maprotiline Meperidine Mephentermine Meprobamate Methadone Methaqualone Methoxyphenamine (±)3. Gambar 2.T=Test. konfirmasi narkoba sampel urin dengan cara gas chromatography dan mass spectrometry (GC/MS): Diduga NKs memiliki NKst dengan HW = 21. hasil reaksi pada zone C ini akan selalu muncul warna. Sub=Substrat Nar(-)/(+) = Narkoba negatif/positif <> = Narkoba. karenanya tidak tergantung pada ada tidaknya narkoba. d. atau dengan kit dari pabrik lain (Gambar 2). Bila Test Valid atau Tidak Valid Zone C adalah zone kontrol validitas yakni zone untuk menilai apakah test valid atau tidak. B.5 ug/ml) Narkoba Sampel (Dengan rumus didapat = 3. Zone. cara ini tidak menyakiti.6 menit & m/z = 184 Berikatan (Tidak bercelah) Muncul reaksi ensim (Warna) Tidak berikatan (bercelah) Tidak muncul reaksi warna.L-Octopamine Oxalic acid Gentisic acid Oxazepam Oxolinic acid Oxycodone Oxymetazoline Oxymorphone pHydroxymethamphetamine Pavaperine Penicillin-G Pentazocine Pentobarbital Perphenazine Phencyclidine Phenelzine Phendimetrazine Phenobarbital DL-Tyrosine Uric acid Phenytoin L-Phenylethylamine L-Phenylpropanilamine Prednisolone Prednisone Procaine Promazine Promethazine D.C=Control.

Deteksi 3-6 Narkoba dan Metabolitnya (Gambar 4). jika muncul 2 garis pink.Teteskan 5 tetes (200ul) urin pada zone sampel (sample well). Jangan membuka kemasan reagen dan sampel sebelum siap dikerjakan. hasil dibaca pada 3-5 menit pertama. dan dikatakan karier HBsAg infeksius jika HBeAg atau DNA HBV positif dan antiHBeAgnya negatif.Hasil dikatakan negatif. tanpa pengawet. Dikatakan akut jika peningkatan SGPT ini <6-9 bulan. Untuk ini test diulang dengan card yang baru. B. hepatitis ditentukan dengan meningkatnya SGPT ≥ 1. hasilnya akan terbaca dalam waktu paling lambat 5-10 menit. Subyek dikatakan non-imun dan perlu vaksinasi hepatitis virus-B.Ambil urin sampel secukupnya atau seukuran cawan obat (pot plastik obat). . Sebaliknya hanya kolangitis atau kolestasis jika hanya hanya GGT atau AP dan 5'NT saja yang meningkat tanpa disertai peningkatan SGPT dan SGOT. jika pada SGPT yang meningkat ini ditemukan HBsAg.2. . dikatakan dengan kolangitis intra dan posthepatik jika GGT dan AP serta 5'NT sebagai konfirmasinya juga meningkat. satu di zone C dan lainnya di zone T.non-C. . dikatakan rendah dan perlu booster jika kadarnya ≤100mIU/ml. celupkan stick kedalam urin sampel dan tidak melebihi tanda batas bantalan (pad) spreading layer. CARD Test Area Sample well POSITIF NEGATIF . yakni infeksi HBV.Biarkan sampel dan reagennya mencapai temperatur ruang. 2002 . Praktisnya pemeriksaan status hepatitis (SGOT. Pada cara stick.1. HEPATITIS VIRUS-B & -DELTA (HDV). . Pembacaan hasil sesuai dengan cara deteksi tunggal narkoba tersebut di atas. dikatakan hepatitis dengan hepatolisis jika disertai kenaikan SGOT dan HBDH sebagai konfirmasinya. Deteksi 3-6 Narkoba dan metabolitnya dengan cara card atau stick. Gambar 4. seperti 10 Cermin Dunia Kedokteran No. 200C stabil >48 jam. tidak menggunakan reagen yang telah melebihi tanggal kadaluarsa. hepatitis tifosa dan endokarditis bakterialis. status HBsAg dan status imun HBV (anti-HBsAg) dilakukan dalam satu kesatuan pemeriksaan skrining infeksi HBV. jika kadar anti-HbsAg 0-≤10 mIU/ml. . Deteksi Tunggal Narkoba dan Metabolitnya (Gambar 3). Non-B. SGPT). jika tidak muncul garis pink di "C" dengan atau tanpa di "T". STICK SUPPORT LAYER ZONE DIPEGANG ZONE BACA HASIL C/T ZONE PENA PIS REAKSI ZONE REAGEN DETECTOR/REGIS TRATION LAYER SEMIPERMEABLE MEMBRANE REAGENT LAYER SPREADING LAYER ZONE KONTAK URIN KONTAK Gambar 3: Deteksi narkoba tunggal dan metabolitnya dengan cara card atau stick. KARIER HBsAg & SUBYEK NON-IMUN Tanpa mempedulikan ada tidaknya manifestasi klinis.miliki kadar narkoba dan metabolitnya tinggi sebaliknya hanya dalam waktu singkat dalam darah. . kemudian 3-5 menit kedua: . . HIV. Keputusan medis dari pemeriksaan ini selanjutnya digunakan untuk pemeriksaan berikutnya. dengan card pabrik lain atau konsul ke dokter spesialis patologi klinik. . STICK. 1. HCV.Hasil dikatakan positif. Pada 2-80C stabil 48 jam. SGOT normal. dikonfirmasi dengan test konfirmasi seperti telah dibahas di atas. Urin harus jernih (sentrifus jika keruh). dan kronis jika >6-9 bulan8-12 Dikatakan hepatitis virus-B. DAN MONITORING KOMPLIKASI Meliputi penyakit-penyakit kronis infeksius yang secara epidemiologi terbukti merupakan komplikasi yang sering ditemukan pada IVDA. Penyimpanan dalam cawan.Buka penutup bagian bawah dari alat test lalu celupkan ke enam bagian kertas (strip) ke dalam urin sampel jangan melebihi batas (kotak plastik) selama 10-20 detik. Dikatakan karier HBsAg jika kepositifan HBsAg ini ditemukan pada subyek dengan SGPT. jika muncul hanya 1 garis pink di zone C. 135. sebaliknya untuk karier HBsAg noninfeksius5. 3. dan hepatitis non-B jika HBsAg negatif.Hasil ragu-ragu (warna lamat-lamat atau tidak cocok dengan klinis). DIAGNOSIS. 3) Cara Kerja & Interpretasi Hasil 3. A.Kemudian angkat dan tunggu.Hasil dikatakan invalid (rusak). B) SKRINING. tabung plastik/gelas yang kering dan bersih.5 batas atas normal.Biarkan dalam temperatur kamar.

Kepositifan anti-HCV harus dinilai infeksius. Detail protokol seperti pada skema (Gambar 6). HEPATITIS VIRUS-C DAN KARIER HCV Seperti pada virus hepatitis-B. sehingga akan menggunakan HBsAg untuk masuk ke dalam sel hati. Prevalensi sebesar 12. Skema skrining. SGOT meningkat) tersebut ditemukan anti-HCV positif. dikonfirmasi dengan Western-blot (WB) anti-HCV.9%) untuk antiH ≥1/1604. dan bertanggung jawab pada kasus-kasus sirosis hati yang terjadi pada usia muda (dekade 3-4)15.5-27.14. Titer setinggi ini telah dikonfirmasi pada 7/7 (100%) IgM spesifik DT/PT untuk anti-O ≥1/160. HEPATITIS TIFOSA Memenuhi kriteria hepatitis non-B.3% terdapat di kalangan individu dengan hepatitis B kronis aktif13. 2002 11 . sementara viral load digunakan untuk memantau dan menetapkan kapan terapi antiviral diberikan (antiviral sebaiknya dimulai pada CD4 300400/ml. jika pada subyek dengan hepatitis (SGPT. HEPATITIS NON-B. Infeksi HIV1/2 terkonfirmasi jika pada WB minimun ada satu anti core (anti-p24. maka hasil positif anti-HCV (jika tidak ditunjang data lain. Skema skrining. dan pada 8/9 (88. klinis misalnya) harus Cermin Dunia Kedokteran No. Untuk daerah endemis seperti Indonesia titer Widal yang signifikan demam tifoid (DT) dan paratifoid (PT) salah satu atau kedua titer anti-O/-H ≥ 1/1603. anti-p17) positif dan satu antienvelope (anti-gp120. SGPT tanpa disertai kepositifan HBsAg dan anti-HCV. anti-gp160). sehingga selain tidak memenuhi kriteria test konfirmasi juga akan memberikan hasil yang sama. Dan dikatakan karier antiHCV. Gambar 5. 135. Mengingat >90% antiHCV mendeteksi protein non-struktural virus. Memonitor anti HDV tiap tahun dilakukan hanya pada subyek-subyek yang HBsAg positif. Konfirmasi dengan 4-5 macam EIA anti-HIV1/2 standar dari pabrik lain tidak perlu lagi (kecuali jika fasilitas WB dan tenaga medis yang berwenang meng-interpretasi hasil WB tidak ada). CD8 dan penyakit-penyakit oportunistik tiap tahun pada subyek WB positif digunakan untuk menetapkan status kekebalan dan AIDS.yang diorganisir pada skema (Gambar 5). dengan bukti serologi Widal/kultur positif. dikatakan hepatitis virus C.non-C. NON-C Ditegakkan jika meningkatnya SGOT. jika petanda laboratoris SGOT. 5. 4. dan diper-tahankan jangan turun sampai <300/ml)17. kronis aktif. non-akut) terbentuk setelah infeksi HCV. juga >90% anti-HCV positif terbukti secara klinis dan epidemiologis ditemukan pada kasus-kasus hepatitis C akut. sebab >90% anti-HCV mendeteksi antibodi-antibodi non-struktural (NS1-NS5) yang merupakan petanda replikasi aktif HCV. SGPT normal. INFEKSI HIV1/2 DAN AIDS Adanya infeksi HIV1/2 ditegakkan dengan anti-HIV1/2 seropositif baik dengan cara Dot EIA anti-core (p24) atau Dot EIA anti-HIV1/2. Kepositifan dot harus dikonfirmasi dengan EIA anti-HIV1/2 standar (reaksi EIA basah). Pendeteksian IgM antiHCV dan aviditas IgG anti-HCV (masa mendatang ?) dapat membedakan anti-HCV yang baru (akut) atau telah lama (pernah. 70-90% koinfeksi ini akan berjalan kronis. diagnosis dan monitoring infeksi hepatitis virus-C (HCV) 3. Pemantauan CD4.karena kebanyakan menggunakan sistim dan antigen yang sama. Gambar 6. diagnosis dan monitoring infeksi hepatitis virus-B (HBV) dan –D (HDV) 2. surface-Ag). ant-gp41. Hal ini disebabkan karena HDV merupakan virus hepatotropisme yang telanjang (tidak memiliki sAg. dan hasil-hasil positif EIA anti-HIV1/2 standar harus dikonfirmasi dengan Western-blot (WB) anti-HIV1/2.

Papaioannou C. Liss Inc. Philadelphia: WB Saunders Co. deteksi obat atau metabolitnya dalam sampel (urin) subyek. In: Could it be HIV? 2nd ed. 17.1986:1670-744. Brunetto MR. e. Skema skrining. antiHIV1/2. diagnosis dan monitoring infeksi human immunodeficiency virus. in Clinical Chemistry: Principles. HDV infection in chronic hepatitis B. konsisten menemukan mikroorganisme spesifik endokarditis: Streptokok viridan.. Engelkirk D. Nucleotide sequence of core and envelope genes of the hepatitis C virus genome derived directly from human healthy carriers. 4. Suwarso. Seroprevalence of antibody to hepatitis-C virus in hemodialized patient: Anti HBcore as surrogate marker. Hasil yang diperoleh pada tingkat skrining digunakan untuk mengambil langkah-langkah lanjutan yang akurat dan efektif. Stafilokok aureus. Hoofnagle JH et al. 1980. Transmission of non-A. Strome JH. massa di katup lama/buatan tanpa bukti patologis lain. Meland A. Purcell RH: The hepatitis delta virus and its infection. Kultur darah positif tetapi tidak memenuhi kriteria mayor di atas. In Rizzetto M. Med. Suwarso. Vassiliadis E. Takeuchi K. Tabor E. Chronic HDV infection: An important cause of HbsAg positive cirrhosis of young adults.. 207-8. Storvold G. Disertasi. HACEK. Masalah Medis dan Penatalaksanaannya. 6. Gerin JL. Prog. Surabaya.Pat. SGPT. Proc. d. 2000: 7-26. atau 1 kriteria mayor + 3 kriteria minor. Lancet 1978. Seminar on Hepatitis and Diarrhea in The Tropic 2000. Respon Imun Seluler Pada Individu Widal Positip Demam Tifoid/Paratifoid: Frekuensi.. 11. Purcell RH. Boonmar S et al. Stewart GJ. PPDS-I. • Kriteria Mayor: a) Bukti Mikroorganisme Spesifik Endokarditis: .Berikut ini merupakan skema protokol manajemen laboratoris untuk infeksi HIV1/2 dan AIDS (Gambar 7). Nanang S. IVDA (Intravenous drug addict). FK-UGM. The chronology of HIV induced disease. Gambar 7. Seroprevalence of HBV infection among randomized ”healthy" peoples living in Yogyakarta. Taipei. Fenomena vaskuler: emboli arteria besar.1-3. 2000: 52-5. Seroepidemiologische Unterschungen zur Antikoerper Praevalenz des Hepatitis C-Virus in der Bevoelkerung Indonesiens. Akahane Y. Fattovich G. 8. Skripsi Sarjana I FK-UGM Yogyakarta. Tesis. KEPUSTAKAAN 1. b) Bukti Organik Endokarditis: . Drucker JA.. ENDOKARDITIS BAKTERIALIS2 Ditegakkan jika memenuhi 2 kriteria mayor.79:512-20. Setiadji VS. Pornaro E. In Rizzetto M. 1999. lesi Janeway.. Liss Inc. 1994.3 dari 4 kultur darah selang 1 jam. The 3rd Asian Conference of Clinical Pathology. Stenico D. Prevalence of anti-HCV in Norwegian blood donors with anti-HBc or increased ALT level. 14. Konsensus FKUI tentang Opiat. Realdi G. Tropical Disease Center (TDC) Airlangga University. Hubungan DOT-EIA terhadap Biakan Empedu dan Uji Widal pada Penderita Tersangka Demam Tifoid. Baldi M. Akhkfustral.Ekokardiogram menemukan regurgitasi. Jakarta. Bonino F et al. Alan R. 2001. Boscaro S. 9. monitor infeksi HBV. Viruslike particles in plasmafraction (fibrinogen) and in the circulation of apparently healthy blood donors capable of inducing non-A. KESIMPULAN Manajemen laboratoris penyalahgunaan obat pada tingkat skrining meliputi 1). 1987. Indonesia: Correlation beetween seromarkers and HBV infection state. Arti klinis anti-O dan anti-H.Transfusion 1990. Fenomena imunologi: glomerulonefritis. atau memenuhi semua 5 kriteria minor. Masalah Medis dan Penatalaksanaannya. . February 15th 2000: 27-8. Endemic HDV infection in a Greek community. Gerin JL. 5. 10. GGT dan AP. Doris R. Nanang S. infark paru septik. Liss Inc. 2. Patogenitas strain. konsisten menemukan mikroorganisme spesifik endokarditis. 1987. -bovis. 7. Suwarso.th 1993 Hetlaand G. 3. HCV dan HIV1/2: HBsAg. perdarahan intrakranial atau konjunktiva. In Tietz NW: Textbook of Clinical Chemistry. Bishop ML. nodus Osler.Bising regugitasi • Kriteria Minor: a. abses. The hepatitis delta virus and its infection. Alan R. Klin. Adanya faktor predisposisi: ada penyakit jantung yang mendasarinya. Asikin N. Gerin JL. FKUI Jakarta. faktor rheumatoid.18: 4626-36. 16. Nucleic Acid Res 1990. Roth spot.1992. 3th. Gastroenterol. dua kali kultur darah selang waktu 12 jam. 2. Yoshizaw H. Procedures. June 23-25. In Rizzetto M. 2002 . Analysis of toxic substance. Anastassakos C. Skaug K. Asikin N. 3. . In: Toxicology. 1987:181-202. Alberti A. 30: 776-9. 12 Cermin Dunia Kedokteran No. Philadelphia. Co. FKUI. Kubo Y. b. 1: 463-6. Sitimuchayat P.non-B hepatitis from man to chimpanzee. Alan R. Itoh Y et al. Suwarso. Hatzakis A. Konsensus FKUI tentang Opiat.JL. Larsen J. Correlations. 8. Sukarmo. Setiadji VS.ed. Publ. Suwarso. DeckerWJ. Wiwiek. Yogyakarta. Hadziyannis SJ. dan enterokokus. 12. 15.. Fody EP. aneurisma mikotik. Drugs of abuse testing.Tanpa bukti adanya fokus primer.: 1996: 573-9. monitor komplikasi pada organ hati meliputi pemeriksaan SGOT. Febris c. NewYork Lippincott. 135.219-220. Purcell RH: The hepatitis delta virus and its infection.non-B hepatitis in human and chimpanzees. Blanke RV. anti-HCV. anti-HBsAg. 13.

net. : 021-315 5551. : 021-3190 0275 E-mail : geriatri. 135. Jakarta Telp. Facs.id Hotel Acacia Jakarta E-mail : globalmedica@link. : 314 9424 E-mail : neurona@centrin.No Waktu APRIL 5-7 KALENDER KEGIATAN ILMIAH PERIODE APRIL . Facs.net.14 30 .centrin.KPPIK 50 Tahun FKUI ( Temu Ilmiah Akbar & Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran 2002 ) Kursus Pembelaan Hukum Tersangka Malpraktek Kursus Pemberdayaan Komite Medik 3rd Jakarta Antimicrobial Update (JADE 2002 ) Dokter Tempat dan Sekretariat Hotel Horison. : 021-310 6968 Facs.net.net. Denpasar E-mail : perdoski@bdg.26 JUNI 07 .id Hotel Sahid Jaya.id Assembly Hall JICC Jakarta Jakarta International Covention Center ( JICC ) E-mail : globalmedica@link.05 Simposium Awam : Gagal Ginjal.net.id yagina@commerce. Jakarta Telp. : 021-3106976.Salemba E-mail: yagina@commerce.net.centrin.fkui@mailcity.com Telp/facs.id agus_purwadianto@hotmail. : 021-3102927 Perpustakaan Nasional .net. Jakarta Telp.com Hotel Borobudur. Jakarta PERGEMI JAYA Telp.id Ruang Senat FKUI Telp./facs.net.com Hotel Sahid Jaya.: 3154626 e-mail : sampurna@cbn. 021-392 9106 E-mail : tropik@indosat.net.id Hotel Borobudur. 021-391 7349.net. 2002 13 . 021-390 8157.JUNI 2002 Kegiatan Ilmiah Pertemuan Neurogeriatri Perhimpunan Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) One Day Post Graduate Course FKUI TIA . : 021-314 9208.id Sheraton Nusa Dua Bali 11 12-14 15 16 20-21 23 -24 Continuing Ophthalmology Education 2002 1st Int’l Scientific Meeting On Immuno and Tropical Dermatology 25 . 021-314 1203 Facs. 021-334878.id sudigdo@bdg. 3929106 Hotel Grand Bali Beach. 021-315 2278 E-mail : inasn@link.09 Liver Update 2002 8 12 .27 MEI 17 – 18 The 2nd Jakarta Nephrology and Hypertension Course (JNHC II) Symposium on Management of Hypertension in Special Condition Temu Ilmiah Geriatri Perhimpunan Geriatri Medik Indonesia 19 25 . Jakarta Telp.id Hotel Borobudur Jakarta E-mail: matacoe@yahoo. Dialisis dan Transplantasi Course on Travel Medicine Simposium Kedokteran Wisata III KONIKA XII Cermin Dunia Kedokteran No.

inhibition of gastric secretion Nausea and vomiting Euphoria Limbic. nucleus accumbens Subfornical organ Interstitial nucleus of stria terminalis Pain perception in head Vagal reflexes. Bogor. orthostatic hypotension.heroin − Jenis sintetik . benih tanaman poppy (Papaver somniferum) yang getahnva merupakan bahan dasar opium telah ditemukan di antara peninggalan zaman batu. Penelitian awal menunjukkan bahwa opiat terikat pada reseptor spesifik di otak.3000 sebelum Masehi. Efek ketergantungan mulai muncul/menjadi perhatian sejak tahun 1700-an. Di masa modern. dan individu pemakainya. Localization and Possible Function of Opiate Receptors Location Spinal cord Laminae I and II Brainstem Substantia gelatinosa of spinal tract of caudal trigeminal Nucleus of solitary tract. Galen juga menyebutnya sebagai obat untuk mengatasi nyeri. internal and external thalamic laminae. cough suppression. Budi Riyanto Wreksoatmodjo. selanjutnya melalui penelitian menggunakan teknik radioimmunoassay. kecuali serebelum (otak kecil). Data penggunaannya tercatat dalam papyrus Ebers (1600 1500 sebelum Masehi) sebagai hipnotik. dan untuk efek konstipasi. tetapi baru menjadi masalah di Eropa sekitar tahun 1890. lateral. periventricular nucleus of thalamus Telencephalon Amygdala Caudate. euphoria Miosis Miosis Miosis Endocrine effects through light modulation Unknown Euphoria in a link to locus coeruleus ADH secretion Pain perception Emotional effects Motor rigidity Hormonal effects Emotional effects Sampai saat ini diketahui ada 5 (lima) jenis reseptor opiat (tabel 2): 14 Cermin Dunia Kedokteran No. awal abad 19. kepadatannya paling tinggi di daerah: − Traktus spinotalamikus ventralis − Periaquaduktal Dibacakan pada PIT/Muker Perdossi. disusul dengan formulasi kodein oleh Robiquet pada tahun 1817. Serturner di Jerman telah berhasil memisahkan morfin dari opium (bahan dasar tanaman poppy). cara pemberian. Indonesia PENDAHULUAN Sejarah penggunaan narkotika oleh manusia telah tercatat sejak zaman purbakala. Sejak itu penggunaannya mulai popular di kalangan masyarakat saat itu. 2002 . nucleus ambiguus Functions influenced by opiates Pain perception in body Area postrema Locus coeruleus Habenula-interpeduncular-nucleusfasciculus retroflexus Pretectal area (media and lateral optic nuclei) Superior colliculus Ventral nucleus of lateral geniculate Dorsal. analgesik. tergantung dari dosis. respiratory depression. Table 1. Saat ini narkotika dapat dibagi atas: − Jenis yang terdapat/berasal dari alam . 135. putamen. problemnya makin luas menjadi masalah medis dan sosial sampai saat ini. globus pellidus. terutama amigdala Juga ditemukan di substansia gelatinosa medulla spinalis.meperidin EFEK TERHADAP SUSUNAN SARAF PUSAT Mekanisme kerja opiat (dan derivatnya) di susunan saraf pusat terus diselidiki. bahkan akhir-akhir ini juga ditemukan di sekitar terminal serabut saraf presinap (tabel 1). kodein − Jenis semi sintetik . Opium pernah popular dan bahkan diiklankan sebagai obat pereda nyeri dan obat batuk. Padang. nucleus commissuralis. morfin. secara klinis dapat bersifat depresan maupun stimulan. receptor opiat diketahui terdapat di hampir semua area otak. Jawa Barat. Rumah Sakit Marzuki Mahdi.S. sejak itu dibuat peraturan untuk membatasi penggunaannya. intralaminar (centromedian) nuclei. medial terminal nuclei of accessory optic pathway Dorsal cochlear nucleus Parabrachial nucleus Diencephalon Infundibulum Lateral part of medial thalamic nucleus. 7-10 November 2001 − Nuklei interlaminaris thalami − Sistem ekstrapiramidal. bahkan di Mesopotamia tanaman tersebut telah ditanam oleh bangsa Sumeria sejak 4000 . emotional effects.opium.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Pengaruh Narkotika terhadap Susunan Saraf Pusat Dr. meskipun demikian. Sp.

.+ Inhibits Inhibits Inhibits .: antagonist effect . fear.+ Efek terhadap Sistim Limbik Sistim limbik mengandung reseptor opiat dalam jumlah besar.+ : agonist effect antagonist effect . EFEK TERHADAP MOOD (SUASANA HATI) Penggunaan morfin pada individu sehat sering menyebabkan disforia. sistim ini antara lain berperan dalam timbulnya rasa nyeri menetap dan kronik (dull and chronic pain) yang efektif diatasi dengan opiat. Efek Analgesia Pada manusia.menyebab- . Beberapa mekanisme diduga berperan dalam efek analgesia ini (tabel 5) : Table 5.++ . efek analgesia dari morfin tidak disertai dengan penurunan kesadaran dan tidak mempengaruhi fungsi pancaindera ataupun fungsi motorik. Actions of Narcotic Agonists and Antagonists on Opiate Receptors Mu (µ) Effects Analgesia Euphoria Respiratory depression Sedation Dysphoria Hallucinations Stimulation Drugs Morphine Pentazocine Nalbuphine Butorphanol Buprenorphine . PERUBAHAN EEG Pemberian morfin menyebabkan gambaran frekuensi lambat dan voltase tinggi.++ Masing-masing reseptor diduga memberikan efek yang berbeda. and Their Functions Mu (µ ) Delta (∆) Sigma (δ) Kappa (Κ) Epsilon (ε) Morphine and BKetocyclozine Enkephalins Benzomorphan related opiates Endorphins Effects Analgesia Pupils Heart Rate Affect Opiate Activity Agonists Antagonists Mixed Agonists Antagonists . juga rasa takut. somnolence Respiratory depresion Manifestation Increase in ability to tolerate pain Anxiety.+ . Table 3.+ . and tension.:partial agonist effect Secara klinis efek tersebut ditandai dengan timbulnya berbagai gejala (tabel 4). nausea. dan kesulitan konsentrasi. positive feeling of pleasure Change in mentation. Enkephalin ini berfungsi serupa dengan opiat. irregular breathing. heroin dihubungkan dengan gambaran EEG bifasik yang agaknya berkaitan dengan kedaan euphoria. bicara pelo dan gangguan koordinasi motorik jarang dijumpai.+/- .+/.+ Dilatation Rapid Delirium . Hyperglycemia.++ Inhibits . respiratory arrest Nausea and vomiting Stimulation of chemoreceptor trigger zone in medulla Interference with hypothalamic function Induction antidiuretic hormone release. Possible Mechanisms of Opiate Analgesia Activation of limbic system Stimutation of descending serotonergic pathways Increase in doparnine turnover Suppression of dorsal horn nociceptive neurons .+ . Terdapat pengurangan fase REM don non REM deep sleep.+ . Receptors. Opiates. kesadaran berkabut. mual. Pada dosis terapeutik menyebabkan letargi.. sedangkan inhibisi produksi 5HT dikaitkan dengan pengurangan efek analgesia dan berkurangnya kemungkinan dependensi dan toleransi. dan berbagai obat/jenis opiat mempunyai afinitas yang juga berbeda terhadap masing-masing reseptor tadi (tabel 3). minute volume tidal exchange. dan peningkatan irama theta.+ Delta (∆) . lethargy.+ (spinal) Constriction --------------Sedation . karena serotonin diketahui berperan dalam modulasi persepsi nyeri. Zat tersebut ditemukan pada tahun 1975 berupa pentapeptida yang diberi nama met-enkephalin dan leu-enkephalin. sedangkan fase non REM light sleep dan keadaan jaga bertambah panjang. efek tersebut berangsur-angsur menghilang. Hilangnya rasa nyeri disertai dengan rasa tenang.++ .Table 2. Inhibition of ACTH and gonadotropin release.- . apathy. Pada binatang. beta. Effects of Morphine on the Central Nervous System Effect Analgesia Dysphoria Euphoria Mental clouding. oleh karena itu diduga efek analgesik morfin lebih banyak pada komponen afektif dibandingkan dengan pengaruhnya terhadap ambang nyeri. drowsiness. 2002 15 . 135. Disordered temperature regulation Adanya reseptor yang spesifik terhadap opiat di dalam Cermin Dunia Kedokteran No. EFEK TERHADAP SISTIM SEROTONIN Efek terhadap sistim serotonin ini merupakan hipotesis terhadap efek analgesik dari morfin. Lesi nucleus raphe magnus -daerah padat 5HT. sleep Decrease in respiratory rate.+/.++ .+ . pemberian 5HT intraventrikel (otak) mempotensiasi efek analgesik morfin. tetapi relevansi klinisnya belum jelas. Jenis opiat lain dapat memberikan efek berbeda. Pada penggunaan khronik. vomiting Relief from pain. gelisah.+/. yang mirip dengan gambaran EEG saat tidur atau pada pemberian barbiturat dosis rendah.+ Kappa (Κ) .+ . Penggunaan metadon jangka panjang dikaitkan dengan penurunan irama alfa.+ susunan saraf pusat menyebabkan para peneliti menduga adanya zat serupa opiat endogen yang memang diproduksi dan terdapat di dalam tubuh.+ .+ Constriction Slow Indifference .+/Epsilon (ε) Sigma (δ) . dan muntah. Table 4.+ .+ . anxiety. inability to concentrate.

2. dan juga mulai dibuat secara sintetik. EFEK TERHADAP RESPIRASI Depresi pernafasan pada dosis terapeutik disebabkan oleh efek langsung terhadap pusat respirasi di batang otak. Morfin menekan sekresi TSH. Kurniadi H.. The Encyclopedia of Psychoactive Drugs. RINGKASAN 1. http:/165. Yayasan Jendela Peduli NAPZA. bahkan penggunaan kronis kadang-kadang justru menekan aktivitas pusat muntah. ditambah dengan usaha nafas secara sadar yang juga menurun. dan dapat dicegah dengan antagonis narkotik dan derivat fenotiazin.kan hilangnya efek analgetik dari morfin yang dapat dipulihkan melalui injeksi 5 HT. pecandu heroin dan pengguna metadon umumnya eutiroid meskipun dijumpai peningkatan kadar T3 dan T4. Narkotika telah dikenal dan digunakan oleh manusia sejak jaman purbakala. dalam 30 menit setelah pemberian intramuskular dan dalam 90 menit setelah pemberian subkutan. siklus diurnal dari kortikosteroid juga terganggu. motilitas saluran cerna menurun sehingga menyebabkan konstipasi. NIDA Teaching Package. menyebabkan peningkatan turn over dopamin. juga menghambat sekresi asam lambung. namun baru pada abad 19 khasiatnya diteliti secara ilmiah. KEPUSTAKAAN 1. factor (CRF) yang menyebabkan menurunnya aktivitas kortikoadrenal. EFEK TERHADAP SARAF PERIFER Sampai saat ini efek analgesia dari narkotik dianggap melalui aktivitasnya terhadap reseptor opioid di susunan saraf pusat. Morfin juga mengurangi sensitivitas kemoreseptor terhadap peningkatan kadar C02. 3. 4. Pain and Its Relief without Addiction 2nd ed. London: Burke Publ. Jakarta. Efeknya terhadap denyut jantung bervariasi. 1988. EFEK TERHADAP AKSIS HIPOTALAMUS-HIPOFISIS Percobaan binatang menunjukkan pengaruh morfin terhadap aksis hipotalamus-hipofisis. Injeksi morfin berulangulang menyebabkan penurunan sekresi ACTH yang berhubungan dengan berkurangnya sekresi corticotropin releasing.112. Press. 16 Cermin Dunia Kedokteran No. EFEK TERHADAP KARDIOVASKULER Narkotik pada dosis terapeutik jarang mempengaruhi tekanan darah dan irama jantung pada keadaan berbaring. 5. Stimmel B. Penghentian penggunaan morfin menyebabkan efek rebound berupa peningkatan sekresi hormon secara mendadak. 135. efek analgesik ini juga dapat dihilangkan dengan nalokson. The Neurobiology of Drug Addiction. Efek ini maksimal dalam 7 menit setelah pemberian intravena. tetapi mengurangi responnya terhadap perubahan posisi sehingga sering menyebabkan hipotensi ortostatik. EFEK TERHADAP SISTIM DOPAMIN Metabolisme dopamin di otak distimulasi oleh narkotika. selain itu juga menstimulasi sekresi ADH sehingga dapat menyebabkan berkurangnya diuresis. Snyder SH. 1986.3 jam.78. Penggunaan kronik menurunkan fungsi korteks adrenal. tetapi lama kelamaan timbul toleransi. mungkin akibat peningkatan thyroxin binding globulin. EFEK GASTROINTESTINAL Morfin dan narkotik lainnya menghambat peristalsis usus halus. 2002 .61 /Teaching 2/ teaching. Napza dan Tubuh Kita. baik dalam hal frekuensi maupun intensitasnya. Drugs and The Brain. 1997. empedu. Percobaan penyuntikan morfin dosis kecil yang tidak efektif secara sistemik ke dalam sendi ternyata juga menghasilkan analgesia yang sebanding dengan pemberian anestetik lokal. Efeknya terhadap tubuh manusia diperantarai oleh beberapa reseptor di dalam SSP yang masing-masing mempunyai sifat yang karakteristik sehingga memberikan efek klinis yang berbeda. hal ini penting diperhatikan dalam penanganan kasus-kasus overdosis yang pernafasannya sematamata tergantung dari derajat hipoksia. Haworth Medical. Efek mual dan muntah ini lebih sering ditemui pada pasien yang aktif dibandingkan dengan jika berbaring. dan kembali normal setelah 2 . zat ini merangsang pusat chemoreceptor (chemoreceptor trigger zone) sehingga sering menyebabkan mual dan muntah. 2000. efek ini dihambat oleh nalokson. tetapi penelitian akhir-akhir ini menemukan adanya reseptor opioid di susunan saraf tepi. Efek ini sangat bervariasi dari orang per orang.. 2.html. Heroin The Street Narcotic. Selain itu zat antagonis dopamin ternyata memperkuat efek analgesik dari morfin. Zackon F. EFEK TERHADAP SISTIM NORADRENERGIK Efek analgesik opiat juga diduga melalui pengaruhnya terhadap sistim noradrenergik karena aktivasi sistim noradrenergik (A2) menghambat sensasi nyeri dan memberikan efek sinergi terhadap analgesik oleh opioid (mu reseptor). Sekresi GH juga meningkat pada pengguna khronik. yang dapat berhubungan dengan gejala abstinensi. tetapi cardiac output tidak terpengaruh. Co. getah panikreas. Scientific American Library. yang aktivitasnya meningkat pada keadaan inflamasi. Mual dan Muntah Berlawanan dengan efek depresi morfin terhadap sebagian besar area di otak. Wreksoatmodjo BR.

Thailand.Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika. karena itu penggunaan heroin telah dilarang oleh WHO sejak tahun 1954. pengobatan yang mahal. overdosis (OD). Memasuki abad ke XVII masalah candu ini bagi Cina telah menjadi masalah nasional. penyalahgunaan Napza meningkat secara bermakna. Kokain ini pernah digunakan untuk penyembuhan asma dan TBC. KEADAAN DAN MASALAH Dalam lima tahun terakhir. Jakarta PENDAHULUAN Penyalahgunaan Napza merupakan suatu pola penggunaan yang bersifat patologik. sehingga disebut sebagai "penyakit tentara". ketakutan. Namun tahun 1898 pabrik obat Bayer memproduksinya sebagai obat dengan nama Heroin. terinfeksi berbagai penyakit (HIV/AIDS. mengantuk dan muntah-muntah. yaitu obat yang biasanya digunakan untuk gangguan kesehatan jiwa namun termasuk yang sering disalahgunakan dan dapat menimbulkan adiksi. Kemudian menuju Afrika dan Amerika. Tahun 1874 seorang ahli kimia bernama Alder Wright dari London. Selain morfin dan heroin masih ada lagi jenis lain yaitu kokain. bahkan di abad XIX terjadi perang Candu yang berakhir dengan penaklukan Cina oleh Inggris dan harus merelakan Hong Kong. dan Afganistan. Napza dapat dikelompokkan dalam golongan Opiat dan Non Opiat. dengan produksi 700 ribu ton setiap tahun. C). Cina dan wilayah-wilayah Asia lainnya. Istilah Napza (Narkotika. 135. campuran ini ketika diuji coba pada anjing menyebabkan anjing tersebut tiarap. dan Laos. sebagai obat resmi penghilang sakit (pain killer). Ada banyak alasan mengapa orang menggunakan Napza. Cina kemudian menjadi tempat yang sangat subur dalam penyebaran candu ini (dimungkinkan karena iklim dan keadaan negeri). Tahun 1960-70-an pusat penyebaran candu dunia berada pada daerah Golden Triangle yaitu Myanmar. reaksi putus obat (sakaw). dan Zat Adiktif lainnya) lebih tepat dibandingkan dengan istilah Narkoba karena di dalarn singkatan tersebut tercantum juga psikotropika. Namun pada perkembangannya obat-obatan itu disalahgunakan (abuse) sehingga menimbulkan ketergantungan (adiksi). Iran. Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) Drs. Juga pada daerah Golden Crescent yaitu Pakistan. dan lainlain. menemukan modifikasi candu yang dicampur amoniak yang kemudian dikenal sebagai Morfin (diambil dari nama dewa mimpi Yunani yang bernama Morpheus). berasal dari tumbuhan coca (Erythroxylon coca) yang tumbuh di Peru dan Bolivia. merebus cairan morfin dengan asam anhidrat (asam yang ada pada sejenis jamur). 2002 17 . Hepatitis B. Napza pada awalnya adalah sejenis obat-obatan tertentu yang digunakan oleh kalangan kedokteran untuk terapi misalnya untuk menghilangkan rasa nyeri. Bukan saja jumlah penyalahguna bertambah banyak tetapi penyebarannyapun menjadi sangat Cermin Dunia Kedokteran No. Tahun 1806 seorang dokter dari Westphalia bernama Friedrich WiIhelm Serturner. SEJARAH AWAL Kurang lebih tahun 2000 SM di Samaria dikenal sari bunga Papaver somniferum yang kemudian dikenal sebagai opium (candu). Efek adiksi/ketergantungan heroin jauh melebihi efek analgesiknya. Selain itu seorang pengguna NAPZA akan banyak mengalami kesulitan di masa depan serta dalam kehidupan sosialnya. Ketut Kusminarno Apt Staf Direktorat Pengawasan Narkotika. Psikotropika. Tahun 1856 waktu pecah perang saudara di Amerika. pada awalnya ada yang hanya mencoba-coba atau sekedar ingin tahu. Psikotropika dan Zat Adiktif Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan menimbulkan gangguan fungsi sosial dan okupasional. lama-kelamaan mengalami ketergantungan. menyebabkan sebagian tahanan perang tersebut ketagihan (adiksi).sehingga akan muncul berbagai masalah dan persoalan. morfin ini sangat populer sebagai penghilang rasa sakit akibat luka-luka perang. Persoalan yang dapat muncul antara lain : Kepribadian adiksi. Bunga ini tumbuh subur di daerah dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut Penyebaran selanjutnya adalah ke arah India.

depresi 3. Penyebaran HIV/AIDS melalui penyalahgunaan Napza suntikpun cenderung meningkat dengan cepat akhir-akhir ini. Kecenderungan yang menyedihkan adalah bahwa para penyalahguna muda usia makin banyak dan berasal dari keluarga miskin. Jumlah sesungguhnya dari penyalahguna NAPZA di Indonesia belum diketahui dengan tepat. 5. muka pucat.nafsu makan meningkat . dan bibir kehitam-hitaman .meluas dan menghinggapi semua lapisan sosial-ekonomi masyarakat baik strata sosial ekonomi atas sampai ke paling bawah.berat badan turun drastis . dia malah menunjukkan sikap membangkang . Tidak hanya anak-anak dari keluarga broken home. 135. sehingga ada seorang produsen Ecstacy yang hanya dijatuhi hukuman 3 bulan penjara.sering menguap/ngantuk . 2002 . Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan . Tindakan hukum terhadap para pengedar. BAHAYA PENYALAHGUNAAN NAPZA Gejala-Gejala Pemakaian Napza Yang Berlebihan 1. Ganja . mogadon) bicara cadel jalan sempoyongan wajah kemerahan banyak bicara mudah marah gangguan pemusatan perhatian Tanda-Tanda Kemungkinan Penyalahgunaan Napza a. ganja) perasaan senang dan bahagia acuh tak acuh (apati) malas bergerak mengantuk rasa mual bicara cadel pupil mata mengecil (melebar jika overdosis) gangguan perhatian/daya ingat 2. mengingat sebagian besar korbannya adalah generasi muda yang merupakan generasi penerus kita.buang air besar dan kecil kurang lancar . bahkan pesantren.santai dan lemah .kewaspadaan meningkat .sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas b. seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan. karena sanksinya hanya pidana penjara maksimal 10 tahun. meningkat sebanyak lebih dari 4 kali dalam tiga tahun. Fisik . Tindak kriminal dan kekerasan akibat penyalahgunaan Napza juga cenderung meningkat. morfin. ekstasi) .mulut kering .rasa senang dan bahagia .kurang konsentrasi .bila ditegur atau dimarahi. Jenis Napza yang digunakannyapun menjadi sangat beragam.mata terlihat cekung dan merah.bergairah 4. Amfetamin (shabu. - rasa senang. Data dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) dan Rumah Sakit Polri menunjukkan bahwa jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap meningkat dari ± 1779 pada tahun 1996 menjadi ± 8170 pada tahun 1999.emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya . dan dari kampus-kampus perguruan tinggi sampai kesekolah-sekolah dasar. Kondisi penyalahgunaan NAPZA saat ini dirasakan sudah sangat serius dan mengkhawatirkan serta mengancam keselamatan negara. WHO (World Health Organization) memperkirakan jumlah penyalahguna yang tidak dirawat adalah sekitar sepuluh kali lebih besar daripada yang sempat dirawat. Emosi .acuh tak acuh . BK. tetapi juga anak-anak dari keluarga harmonis. bahagia pupil mata melebar denyut nadi dan tekanan darah meningkat sukar tidur/insomnia hilang nafsu makan Kokain denyut jantung cepat agitasi psikomotor/gelisah euforia/rasa gembira berlebihan rasa harga diri meningkat banyak bicara kewaspadaan meningkat kejang pupil (manik mata) melebar tekanan darah meningkat berkeringat/rasa dingin mual/muntah mudah berkelahi psikosis perdarahan darah otak penyumbatan pembuluh darah nystagmus horisonta/mata bergerak tak terkendali distonia (kekakuan otot leher) Alkohol bicara cadel jalan sempoyongan wajah kemerahan banyak bicara mudah marah gangguan pemusatan perhatian nafas bau alkohol Benzodiazepin (pil nipam. produsen gelap serta mereka yang terlibat dalam penyalahgunaan Napza dirasakan masih sangat ringan.tangan penuh dengan bintik-bintik merah.sangat sensitif dan cepat bosan .mata merah . Opiat (heroin.nafsu makan tidak menentu 18 Cermin Dunia Kedokteran No. 6.pengendalian diri kurang .

Gejala-gejala sakaw mencapai puncak dalam 3-5 hari dan Cermin Dunia Kedokteran No.selalu kehabisan uang . 5) Program Latihan Ketrampilan Psikososial Latihan ini diterapkan atas dasar teori bahwa gangguan penggunaan zat merupakan perilaku yang dipelajari seseorang dalam lingkup pergaulan sosialnya dan mempunyai maksud dan makna tertentu bagi yang bersangkutan. 135. mengatasi tekanan mental secara efektif.sering mengalami mimpi buruk . Perilaku .sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal.menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga . serta kebutuhan diri diterima dalam kelompok.c. seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat . kebutuhan terbentuknya identitas diri. Teknik menakut-nakuti hanya efektif dalam keadaan terbatas. 2) Program Pendidikan Efektif Bertujuan untuk pengembangan kepribadian. .Periksalah agar tidak ada yang menghambat pernapasannya . pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam . biarkan terbaring di sisi kiri badannya dan pastikan berada di posisi aman. biasanya terjadi pada saat gejala "putus zat" . meningkatkan kepercayaan diri. Suatu pesan yang sama sifatnya misalnya : mass media akan diterima oleh pelbagai kelompok dalam masyarakat yang berbeda-beda sehingga bisa diartikan secara berbeda pula sehingga timbul dampak yang tidak diinginkan. Ketrampilan itu akan menumbuhkan kemampuan mereka untuk menolak suatu ajakan (Just Say "No") serta mengembangkan keberanian dan ketrampilan untuk mengekspresikan pendapat sehingga ia terbebas dari bujukan atau tekanan kelompoknya.sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan. b) Personal and Social Skill Training Kepada remaja dikembangkan suatu ketrampilan untuk menghadapi problema hidup umum termasuk merokok dan menyalahgunakan zat.jantung berdebar-debar . yang perlu dilakukan adalah : memperkuat keimanan memilih lingkungan pergaulan yang sehat komunikasi keluarga yang baik hindari pintu masuk Napza yaitu rokok Sedangkan langkah-langkah yang dapat dipersiapkan dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA antara lain sebagai berikut : 1) Program Informasi Hati-hati dalam mengemukakan sesuatu secara sensasional.nyeri kepala . atau tempat-tempat sepi lainnya . 3) Program Penyediaan Pilihan yang Bermakna Konsep ini bertujuan untuk mengalihkan penggunaan zat adiktif kepada pilihan lain yang diharapkan dapat memberikan kepuasan.mengeluarkan keringat berlebihan . kamar mandi.suka mencuri uang di rumah. Yang tergolong dalam pelatihan ini antara lain : a) Psychological Inoculation Dalam pelatihan ini diputar film yang memperlihatkan bagaimana remaja mendapat tekanan dari pergaulannya agar ia merokok. baringkan dia di sisi kiri badannya . Di sini sangat penting peran guru BP dan orang tua.sering menguap . kebutuhan akan penghargaan. pendewasaan pribadi.takut air.karena itu mereka jadi malas mandi .Kalau penderita masih bernapas.nyeri/ngilu sendi-sendi LANGKAH-LANGKAH PENCEGAHAN PENYALAH GUNAAN NAPZA Dalam pencegahan penyalahgunaan Napza. karena justru akan menarik bagi mereka untuk menguji keberaniannya. kloset.Overdosis . Segera memberikan dukungan moril jika anak mengalami/menghadapi masa krisis dalam hidupnya.sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan . banyak yang hilang .mengeluarkan air mata berlebihan .malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya . Bila tidak teratasi segera dirujuk ke tenaga ahli. kebutuhan akan bebas berfikir dan berbuat. termasuk mereka yang telah berada dalam taraf eksperimental. Materi dan cara memberikan informasi hendaklah sesuai dengan penerima informasi. NAPZA dan PENGOBATANNYA Pengobatan NAPZA: 1) Pengobatan adiksi (detoksifikasi) 2) Pengobatan infeksi 3) Rehabilitasi 4) Pelatihan mandiri Pertolongan Pertama . 4) Pengenalan Dini dan Intervensi Dini Mengenal dengan baik ciri-ciri anak yang mempunyai risiko tinggi akan menggunakan zat. termasuk jalan napasnya. Dalam hal ini dikemukakan persepsi yang salah mengenai rokok dan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh rokok baik bagi perokok sesaat maupun kronis. meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan yang bijak. Lalu dikembangkan sikap menentang dorongan dan tekanan untuk merokok itu. baik fisik maupun psikologik. kebutuhan mengalami hal-hal baru dalam hidupnya.sikapnya cenderung manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya. 2002 19 . menghilangkan gambaran negatif mengenai diri sendiri dan meningkatkan komunikasi interpersonal. Kebutuhan yang dimaksud antara lain kebutuhan "ingin tahu". Jika terkena akan terasa sakit . ruang yang gelap. Begitupun dengan barang-barang berharga miliknya.waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur. sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan barang-barang berharga di rumah. Kemudian cari pertolongan dokter.Apabila penderita telah pingsan. gudang.

hilang setelah 10 hari. mempunyai ketrampilan yang tinggi. 1st ed. Oleh karena itu upaya penanggulangannya harus secara sungguh-sungguh. Harm Reduction HIV menyebar di antara kelompok IDU terutama karena penggunaan ulang atau bersama jarum suntik dan semprit yang telah tercemar dengan darah yang mengandung HIV. 5. . 3. meliputi upaya promosi. PENUTUP Dengan makin meningkatnya kasus penyalahgunaan Napza di Indonesia. tetapi sangat penting untuk diketahui dalam upaya penghentian penyebaran ini. 7. terhadap para pengguna yang telah telanjur menyalahgunakannya ditempuh strategi untuk meminimalkan/meniadakan pengaruh buruk Napza tersebut.28. 135. tubuh secara fisik memang tidak "ketagihan" lagi. DAFTAR PUSTAKA 1. 1988. Twelfth Ed. Appleton & Lange. Pudji Hastuti. Maj. Detoksifikasi bisa dilakukan dengan berobat jalan atau dirawat di rumah sakit. sehingga rentan dan sangat besar kemungkinan kembali mencandu dan terjerumus lagi. Strategi penanggulangan Napza adalah melakukan upaya agar masyarakat terutama kelompok rawan secara sadar meniadakan keinginannya untuk mencoba/menggunakan Napza. Empat cara alternatif menurunkan risiko atau harm reduction. 6. 1998. sampai hasil tes urin menjadi negatif dari zat adiktif. 1) Menggunakan jarum suntik sekali pakai 2) Mensuci hamakan (sterilisasi) jarum suntik 3) Mengganti kebiasaan menyuntik dengan menghirup atau oral dengan tablet 4) Menghentikan sama sekali penggunaan Napza. Indonesia Australia Specialised Training Project Phase II. Deppen Rl. Chadha PV. 2002 . Hand Book of Forensic Medicine & Toxicology (Medical Jurisprudence). Mengapa Heroin/Putaw Sangat Berbahaya. dan mampu mencakup wilayah atau masyarakat yang luas terutama di daerah-daerah dan kelompok-kelompok yang rawan akan masalah penyalahgunaan Napza. Ketut Kusminarno. Alasan penggunaan jarum suntik bersama sangat berbeda-beda. Ditjen Penerangan Umum. We live by trusting one another 20 Cermin Dunia Kedokteran No. maka keadaan ini sangat memprihatinkan dan dapat menjadi masalah atau bencana nasional. Untuk itu harus dilaksanakan program penanggulangan yang komprehensif. Detoksifikasi Detoksifikasi adalah proses menghilangkan racun (narkotika dan/atau zat adiktif lain) dari tubuh dengan cara menghentikan total pemakaian semua zat adiktif atau dengan penurunan dosis obat pengganti. Rehabilitasi Setelah menjalani detoksifikasi hingga tuntas (tes urin sudah negatif). 23-27 April 2001. profesional. dan mempunyai afeksi yang kuat untuk melaksanakan tugasnya di bidang penanggulangan penyalahgunaan Napza. Handbook of Poisoning. maka harus tersedia SDM yang handal yaitu memiliki pengetahuan yang cukup. Kesehatan Depkes RI 1998.pp. 150. Untuk itu setelah detoksifikasi perlu dilakukan proteksi lingkungan dan pergaulan yang bebas dari lingkungan pecandu. 2. Biasanya proses detoksifikasi dilakukan terus menerus selama satu sampai tiga minggu. Dreisbach RH. Dampak Penyalahgunaan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainya Rumah Sakit Ketergantungan Obat. 2000. pengobatan yang adekuat dan rehabilitasi mediko-psikososial/ spiritual. 324 . 4. Drug Information Short Course. konseling. Bahan Penerangan tentang Obat/Zat Psikoaktif dan Adiktif. namun secara psikis ada rasa rindu dan kangen terhadap zat tersebut masih terus membuntuti alam pikiran dan perasaan sang pecandu. Jakarta. 1975. misalnya dengan memasukkan mantan pecandu ke pusat rehabilitasi. Sekretariat Penerangan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika. Agar pelaksanaan program itu berlangsung secara berhasilguna dan berdaya guna. Jaypee Brothers Med Publ (P) Ltd. Peranan Badan Kesejahteraan Sosial Nasional dalam Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Korban Narkoba. Sudirman.. 1987.

− Terapi Tingkah Laku : teknik terapi yang dikembangkan berdasarkan teori belajar. dapat meningkatkan kadar endorfin. sangat personal. Atau dapat juga mereka terjatuh kembali menggunakan napza secara tidak terkontrol setelah berhenti menggunakan napza selama kurun waktu tertentu yang dikenal dengan istilah relaps. Pada tahap ini tidak jarang farmakoterapi masih diperlukan untuk mengobati gangguan jiwa yang mendasari ketergantungan napzanya. dapat bekerjasama dengan terapisnya tanpa pengaruh napza lagi. perlu dilakukan langkah solanjutnya agar pasien dapat tetap terbebas dari penggunaan napza. MHA Psikiater. terapis dan pendamping yang mendukung proses penyembuhan pasien sangat diharapkan. Yayasan Jendela.. jadi setelah langkah awal ini. Banten PENDAHULUAN Banyak orang. lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Oleh sebab itu pada tahap ini perlu dilakukan berbagai bentuk terapi atau kegiatan yang sesuai dengan individu/ keadaan pasien tersebut. Hal ini tentu saja akan menimbulkan kekecewaan baik bagi orangtua maupun anak/pasien tersebut. Sikap ini akan mempercepat tahap habilitasi. Jadi tidak semua bentuk terapi dan kegiatan harus diberikan kepada setiap pasien. peran lingkungan. Pasien yang baik. Selain itu. Hukuman diberikan apabila pasien berperilaku yang tidak diinginkan (menggunakan napza) dan hadiah diberikan bila pasien berperilaku yang diinginkan (tidak Cermin Dunia Kedokteran No. anti-depresi atau anti-psikotik. walaupun memang perlu waktu untuk dapat bersikap seperti itu. Motivasi pasien untuk sembuh memang merupakan kunci keberhasilan pada tahap ini. terutama yang awam tentang pengobatan ketergantunqan napza. Detoksifikasi adalah langkah awal dari suatu proses penyembuhan pasien dengan ketergantungan napza. Hartati Kurniadi SpKJ. sebab usaha rehabilitasi dan resosialisasi banyak tergantung dari berhasil atau tidaknya tahap ini. Serpong Tangerang. Habilitasi dapat berupa berbagai bentuk terapi atau kegiatan yang dapat diberikan kepada pasien sesuai dengan indikasi yang ada. Jadi penanganan pada setiap pasien tidak bisa disamaratakan. Keadaan ini merupakan langkah yang sangat panting. Pada tahap ini kadang masih ditemukan juga keadaan yang kita sebut slip yang artinya episode penggunaan kembali napza setelah berhenti menggunakan selama kurun waktu tertentu. efek pemakaian napza di otak juga tidak dapat pulih dengan cepat karena berdasarkan penelitian. Untuk fase awel ini masih dapat dilakukan pemaksaan pada pasien. keluarga. − Terapi Relaksasi : karena banyak pasien yang susah untuk relaks. HABILITASI Perawatan ini ditujukan terutama untuk stabilisasi keadaan mental dan emosi pasien sehingga gangguan jiwa yang sering mendasari ketergantungan napza dapat dihilangkan atau diatasi. − Akupunktur : dapat meningkatkan kadar andorfin sehingga mengurangi keadaan depresi. Bentuk terapi/kegiatan tersebut antara lain : − Latihan Jasmani : misalnya lari-lari pagi. karena menurut penelitian.Pengobatan/Perawatan Pasien Ketergantungan NAPZA Pasca Detoksifikasi dr. 135. Untuk mernpercepat habilitasi ini. misalnya dengan diborgol dan pengawasan ketat atau dilakukan dengan ultra rapid detoxification. Selanjutnya akan dibicarakan mengenai perawatan pasien setelah terapi detoksifikasi yaitu habilitasi dan rehabilitasi. Dalam hal ini yang biasa dipakai adalah golongan anti-anxietas. beranggapan bahwa setelah detoksifikasi maka seharusnya anak/pasien itu sudah sembuh/baik kembali seperti sebelum mereka tergantung pada napza atau bahkan ada yang berharap bahwa anaknya dapat baik seperti apa yang mereka harapkan. 2002 21 . Tetapi untuk langkah selanjutnya perlu adanya kerjasama yang baik dari pasien tersebut. zat yang dipakai tersebut berkaitan dengan neurotransmitter dalam otak.

menggunakan napza). − Terapi Keluarga : sangat diperlukan karena pada umumnya keluarga mempunyai andil dalam terjadinya ketergantung napza pada pasien. arti agama bagi manusia. Kontra indikasi pemberian disulfiram ialah penyakit jantung. karena bila pasien tidak serius ingin berhenti memakai opioida. membangkitkan optimisme berdasarkan sifat-sifat Tuhan yang Mahabijaksana. − Methadone Maintenance Program : biasanya yang menjalani program ini adalah mereka yang telah berkali-kali gagal mengikuti program terapi. 2. Itulah sebabnya banyak lembaga rehabilitasi yang didirikan berdasarkan kepercayaan/agama. lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitarnya. Pasien yang kadang-kadang masih menggunakan opioida. 4. Terapi ini juga mempersiapkan keluarga beradaptasi dengan pasien setelah yang bersangkutan tidak menggunakan napza lagi. Pasien dengan hepatitis akut atau fungsi hepar buruk. bisa bekerja lagi sesuai dengan bakat dan minatnya. dan juga menggunakan opioida. konfrontasi. menyadarkan kelemahan yang dimiliki manusia. membimbing. maka akan timbul suatu perasaan yang tidak enak misalnya mual. nyeri kepala. − Psikodrama : suatu drama yang dirancang berkisar pada suatu krisis kehidupan atau masalah khusus. Rehabilitasi Vokasional : bertujuan menentukan kemampuan kerja pasien serta cara mengatasi penghalang atau rintangan untuk penempatan dalam pekerjaan yang sesuai. maka dapat terjadi overdosis opioida. rasa napas pendek. − Rehabilitasi Edukasional : bertujuan untuk memelihara dan maningkatkan pengetahuan dan mengusahakan agar pasien dapat mengikuti pendidikan lagi. biasanya diminum dengan segelas jus jeruk. Kontra indikasinya : 1. biasanya dosis maintenance sebesar 40-80 mg perhari. vertigo. − Psikoterapi individual : untuk mengatasi konflik intra- psikik dan gangguan mental yang terdapat pada pasien. 22 Cermin Dunia Kedokteran No. 3. selain menimbulkan gangguan fisik dan kesehatan jiwa. Mahatahu. Sebelum mengikuti program ini pasien harus diperiksa secara medis dahulu termasuk pemeriksaan darah rutin. Disulfiram menghambat metabalisme alkohol dalam darah sehingga kadar asetaldehida dalam plasma meningkat. Naltrexon diberikan sebanyak 50 mg perhari atau disesuaikan dengan dosis pemakaian opioida. jika mungkin memberi bimbingan dalam memilih sekolah yang sesuai dengan kemampuan intelegensia dan bakatnya. kerjanya menghambat efek euforia dari opioida sehingga pasien akan merasa percuma menggunakan opioida karena tidak mengalami euforia. konseling individual atau mengikuti pertemuan alkohol anonimus. Di sini perlu sekali pengertian dari pasien. muntah. ketergantungan napza juga memberi dampak sosial bagi pasien. pasien dapat menghayati agamanya secara baik. − Rehabilitasi Kehidupan Beragama : bertujuan membangkitkan kesadaran pasien akan kedudukan manusia di tengah-tengah mahluk hidup ciptaan Tuhan. test fungsi hati. − Terapi antagonis opioida : misalnya neltrexon. lalu kemudian meminum juga alknhol. Setiap hari pasien harus datang ke pusat terapi dan minum jatah methadon di hadapan petugas. Untuk menjalankan program ini diperlukan administrasi yang baik. dan kebingungan. 135. muka merah. Dosis 250 mg setiap hari atau 509 mg tiga kali seminggu selama satu tahun. bisa melanjutkan pendidikan sesuai kemampuannya. Pasien yang test urin untuk opioidanya masih positif. Bagi mereka yang sekolah atau bekerja dan konditenya baik dapat datang ke pusat terapi dua kali seminggu dan membawa methadon pulang ke rumahnya (diberikan methadon yang berjangka waktu kerja lama yaitu LAAM . berdebar-debar. penglihatan kabur. Pasien lebih dapat menerima kritik. − Terapi Disulfiram (Antabuse) : merupakan terapi aversif pada ketergantungan alkohol. Perlu pengawasan dari anggata kaluarga agar terjamin bahwa disulfiram tetap dimakan secara teratur. Jadi harus ada satu pusat catatan Medik terpadu. dan yang terpemting bisa hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitarnya. dan saran yang diberikan pasien lain daripada terapis. − Konseling : dapat membantu pasien untuk rnengerti dan memecahkan masalah penyesuaian dirinya dengan lingkungan. − Psikoterapi Kelompok : banyak dilakukan dalam program habilitasi karena dirasakan banyak manfaatnya. sebaiknya diberikan selama minimal 6-12 bulan. Dosis methadon setiap hari dimulai dari 30-40 mg. untuk menghindari kemungkinan adanya pasien yang mendapat jatah obat lebih. Alasannya. jadi merupakan suatu bentuk terapi tingkah laku. Disulfiram sebaiknya diberikan bersama-lama dengan terapi lain seperti psikoterapi individual atau kelompok. dan Maha pengampun. Jarang melebihi 120 mg perhari. rasa penuh di kepala dan leher. dan meningkatkan rasa kesadaran dan tanggung jawab sosial bagi keluarga dan masyarakat. Satu hal lagi yang banyak diharapkan setelah mengikuti rehabilitasi. habilitasi dan rehabilitasi lain. Jadi bila minum Disulfiram.L Alfa Aceto-Methadol). Juga memberikan keterampilan yang belum dimiliki pasien agar dapat bermanfaat bagi pasien untuk mencari nafkah. wajah berkeringat. terapi ini barmanfaat terutama bagi orang yang sulit menyatakan suatu peristiwa atau perasaan secara verbal. REHABILITASI Dalam pengobatan ketergantungan napza perlu dilakukan hingga tingkat rehabilitasi. Drama ini dapat membantu pemainnya (pasien) mengenali masalah bagaimana ia mengambil inisiatif untuk menyelesaikan masalah tersebut. 2002 . rontgen paru-paru dan EKG. Maha pengasih. Terapi rehabilitasl ini meliputi beberapa hal : − Rehabilitasi Sosial : meliputi segala usaha yang bertujuan memupuk. Pasien yang mendapat pengobatan dengan analgesik opioida. maka bila dia menggunakan naltrexon. Rehabilitasi pada hakikatnya bertujuan agar penderita bisa melakukan perbuatan secara normal. rasa tak enak di dada. Sewaktu-waktu urin harus diperiksa untuk memastikan bahwa methadon yang diperoleh dan dibawa pulang dipakai sendiri dan bukan dijual. termasuk gangguan kepribadian.

perlu pemahaman diri (insight) pasien. Therapists.role of naltrexone in medical practice. 1989. Cermin Dunia Kedokteran No. Fisher GL. Needham Heights. Bahkan untuk mengetahui dengan pasti bahwa pasien tersebut betul-betul pulih. Great Britain. KEPUSTAKAAN 1. 1997. 135. Medical Aspect of Naltrexone. Social Workers. baru bisa dipastikan setelah yang bersangkutan meninggal. Singapore. Billing & Sons Ltd. Alkohol. Information for School Counselors. 4. Narkotika. Leow KF. 11. terapis. Harrison TC. 2. 1996. Treating Drug Abusers. Bennett G. Jakarta: Gramedia. Joewana S. dapat disyukuri dan merupakan dorongan untuk mencapai kemajuan yang lebih banyak. Symposium : Advances in the management of drug addiction . 3. melainkan langkah awal dari suatu proses terapi ketergantungan napza. A Simon & Schuster Company. dan Zat Adiktif Lain. 2002 23 . dibantu dengan kerja sama yang baik dengan terapis serta dukungan yang kuat dari lingkungan terdekat. Gangguan Penggunaan Zat. Oleh sebab itu agar pengobatan/perawatan ketergantungan napza berjalan dengan baik. Untuk itu diperlukan usaha yang terus menerus dan perasaan yang selalu optimis baik dari pasien. Massachusetts. and Counselors. Substance Abuse. Feb. maupun lingkungannya agar setiap kemajuan yang sekecil apapun. 1989.PENUTUP Satu hal yang harus disadari dan dipahami oleh semua pihak adalah bahwa detoksifikasi bukanlah terapi tunggal dari ketergantungan napza. Selain itu harus dimaklumi juga bahwa pengobatan ketergantungan napza membutuhkan waktu yang cukup panjang.

135.3.(3) Perasaan cemas atau sedih yang berlangsung sesaat adalah normal dan hampir semua orang pernah mengalaminya. Ia berperan untuk meyiapkan orang untuk menghadapi ancaman (baik fisik maupun psikologik). Untuk penyembuhan dengan baik dan mencegah ketergantungan obat anxiolitik diberikan terapi kombinasi yaitu psikoterapi dan psikofarmaka. hipnotik.(9) Bila cemas menjadi begitu besar atau sering seperti yang disebabkan oleh tekanan ekonomi yang berkepanjangan. pada orang dengan gangguan psikiatri berat (skizofrenia.(1.gambaran klinik . Jawa Teqgah ABSTRAK Dari aspek klinik kecemasan dapat dijumpai pada orang dengan stres normal. Secara mendasar lebih merupakan respons fisiologis ketimbang respons patologis terhadap ancaman. kecemasan yang berkepanjangan sering menjadi patologis. 2002 . dan ini merupakan penyakit. dan pada segolongan penyakit yang berdiri sendiri yang dinamakan gangguan kecemasan. monoamin inhibitor (MAOI). serotonin reuptake inhibitor (SRI) dan specific serotonine reuptake inhibitor (SSRI). penyakit kronik dan serius atau permasalahan keluarga maka akan berlangsung lama. antidepresan trisiklik. 3) gangguan fobik. 2) gangguan cemas umum.9) Dari aspek klinik kecemasan dapat dijumpai pada orang yang menderita stress normal. Kata kunci: gangguan kecemasan . Pendekatan psikofarmaka adalah dengan obat-obatan anxiolitik yang meliputi tranquilizer minor baik golongan benzodiazepin maupun non benzodiazepin. yaitu 1) gangguan panik.(1. Sehingga orang cemas tidaklah harus abnormal dalam perilaku mereka. Respons kecemasan yang berkepanjangan ini sering diberi istilah gangguan kecemasan. 2) gangguan cemas umum. pada orang yang menderita sakit fisik berat. Ia menghasilkan serombongan gejala-gejala hiperaktivitas otonom yang mengenai sistem muskuloskeletal.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Gambaran Klinik dan Psikofarmaka pada Penderita Gangguan Kecemasan Yusuf Alam Romadhon Dokter PTT Puskesmas Kartasura II Kabupaten Sukoharjo. dengan ciri munculnya mendadak tanpa faktor pencetus. Dikenal 5 jenis gangguan kecemasan. Cemas pada umumnya terjadi sebagai reaksi sementara terhadap stress kehidupan sehari-hari. gangguan bipoler dan depresi). 4) gangguan obsesif kompulsif dan 5) gangguan stress pasca trauma. pada orang dengan sakit fisik berat. yaitu kecemasan 24 Cermin Dunia Kedokteran No. pada penderita gangguan psikiatri berat atau merupakan gangguan yang berdiri sendiri. bahkan kecemasan merupakan respons yang sangat diperlukan.psikofarmaka PENDAHULUAN Istilah kecemasan dalam psikiatri muncul untuk merujuk suatu respons mental dan fisik terhadap situasi yang menakutkan dan mengancam.10) Yang dibahas di sini adalah kelompok terakhir yang terdiri dari 5 macam yaitu: 1) gangguan panik. lama dan kronis. gastrointestinal dan bahkan genitourinarius (Tabel 1). lama dan kronik. kardiovaskuler.

73% untuk dewasa dan 34. Keluhan Fisik • Neurologik dan Vaskuler − Sakit kepala. gagap − Palpitasi − Hiperventilasi − Berkeringat banyak atau telapak tangan dan kaki lembab Keluhan Kognitif dan Psikologis − Perasaan cemas. Cermin Dunia Kedokteran No. 2002 25 . nama dagang serta dosis terapetiknya dapat dilihat pada Tabel 2. berada di ketinggian dsb. was-was − Ragu-ragu untuk bertindak atau memutuskan sesuatu. kemudian dilakukan psikoterapi yang dimulai pada awal minggu kedua di samping obat anxiolitik masih tetap diberikan tetapi secara bertahap diturunkan dosisnya (tapering off sampai minggu ke empat pengobatan).(1) Ada juga yang membedakan kasus baru dan lama.(5) DIAGNOSIS GANGGUAN KECEMASAN Dalam makalah ini yang akan dibicarakan adalah diagnosis praktis.(1) Di Indonesia penelitian yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan Tambora Jakarta Barat tahun 1984 menunjukkan bahwa di puskesmas jumlah gangguan kesehatan jiwa yang sering muncul sebagai gangguan fisik adalah 28. pusing. 5) gangguan stress pasca trauma yaitu kecemasan yang timbul setelah penderita mengalami peristiwa yang sangat menegangkan.) − Tidak enak. gelisah − Takut mati. takut salah. 3) gangguan fobik yaitu kecemasan atau ketakutan terhadap situasi atau obyek tertentu (spesifik). obyek atau keadaan tertentu (sendirian. Keluhan dan Tanda Obyektif dari Gangguan Kecemasan(1. Sebaliknya anxiolitik mempunyai keunggulan efek terapetik cepat dalam menurunkan tanda dan gejala kecemasan tetapi mempunyai kerugian resiko adiksi.3) − − • − − − • − − − − − • − − − − • − − • − − Palpitasi (berdebar-debar/deg degan : Jawa) Nyeri dada. Pendekatan ini dianjurkan untuk dipakai oleh para dokter umum yang mempunyai banyak pasien dalam praktek medis sehari-hari. gelisah. non-benzodiazepin. 135.(1. yaitu kecemasan yang mendorong penderita secara menetap untuk mengulangi pikiran atau perilaku tertentu dan.(5) Psikoterapi yang sering digunakan untuk gangguan kecemasan adalah psikoterapi berorientasi insight. terapi perilaku. terapi kognitif atau psikoterapi provokasi kecemasan jangka pendek. Kasus baru diberikan sampai 2 bulan bebas gejala kemudian dilakukan tapering off untuk penghentian pengobatan. monoamin inhibitor [MAOI]. antidepresan: trisiklik. takut menjadi gila atau pikiran-pikiran yang cenderung negatif baik terhadap diri-sendiri ataupun lingkungan − Merasa tegang − Insomnia. gelap. kamar tertutup. 4) gangguan obsesif kompulsif. terlalu waspada − Mudah marah (iritable) − Perasaan cemas tersebut mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan penderita sehingga fungsi pertimbangan akal sehat. seperti mau pingsan − Vertigo (pusing berputar) − Tangan gemetaran − Pandangan kabur − Baal dan kesemutan • Kardiovaskuler PSIKOFARMAKOLOGI Untuk penyembuhan dengan baik pasien dengan gangguan kecemasan adalah kombinasi farmakoterapi (psikofarmaka) dengan psikoterapi. Dalam terapi kombinasi diberikan obat anxiolitik terlebih dahulu sampai 2 minggu. kepala terasa enteng − Nggliyer (dizziness). Mengenai penggolongan (klasifikasi) obat-obat anxiolitik. tidak dapat duduk santai − Suara bergetar. khawatir.3) Keluhan-keluhan dan tanda-tanda obyektif yang sering didapatkan dalam praktek medis sehari-hari yang merujuk pada gangguan kecemasan adalah sebagai berikut (Tabel 1).(l) Obat-obatan yang sering digunakan untuk anxiolitik (mengurangi atau menghilangkan gejala gangguan kecemasan) adalah golongan benzodiazepin. perasaan dan perilakunya terpengaruhi.(1) PREVALENSI GANGGUAN KECEMASAN Survai terkini di Amerika (1996) melaporkan bahwa 15 33% pasien yang datang berobat ke dokter non psikiater merupakan pasien dengan gangguan mental. kasus lama diberikan sampai 6 bulan bebas gejala kemudian dilakukan tapering off untuk penghentian pengobatan.yang diderita bersifat mengambang bebas dan berlangsung menahun (kronik). dada terasa panas Respirasi Nafas pendek Dispnoe (sesak nafas) Hiperventilasi (frekuensi nafas sering) Gastrointestinal Mulut kering Tenggorokan seperti tercekik.(1-3) Tabel 1. serotonin reuptake inhibitor [SRI]. − Perasaan takut dalam situasi. specific serotonin reuptake inhibitor [SSRI]. Mengapa kombinasi? Pertimbangannya adalah bahwa psikoterapi mempunyai keunggulan tidak adiktif tetapi kerugiannya lambat dalam efek terapetiknya.(1) Dari jumlah tersebut minimal sepertiganya menderita gangguan kecemasan. tenggorokan kering Perasaan tidak enak di lambung Nausea dan vomitus (mual dan muntah) Diare Genitourinarius Sering berkemih Nyeri saat berkemih Ejakulasi prematur Impotensia Sistim Muskuloskeletal Nyeri otot kepala terutama otot leher Sakit dan nyeri otot Kulit Keringat berlebihan Telapak tangan dan kaki basah dan terasa dingin Tanda Obyektif − Penderita tampak gugup. sulit untuk memulai (jatuh) tidur/early insomnia − Mudah terkejut.(1) Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien dapat ditegakkan diagnosis kerja (secara cepat) untuk gangguan kecemasan apabila didapatkan keluhan baik somatik (fisik) maupun psikologik dan kognitif serta tanda-tanda obyektif kecemasan.39% untuk anak.

Psychopharmacology. Simposium Nasional Awareness Anxiety Programe.5. 17-8. Monoamine Inhibitor (MAOI) Moclobemide d. 5. Medical Progress.30 4 . Depkes RI.10 2 . 2-3. Simposium Nasional Awareness Anxiety Program. 135. American Psychiatric Press.75 .300 20 . Farmakoterapi untuk masing-masing jenis gangguan kecemasan(2.225 20 . Golongan benzodiazepin Chlordiazepoxide Diazepam Lorazepam Bromazepam Chlorazepate Clobazam Alprazolam Clonazepam Untuk gangguan obsesif kompulsif obat yang dikenal efektif adalah clonazepam. Menkes DB.18 15 20 . Golongan non-benzodiazepin Opipramol Buspiron Hipnotika/antiinsomnia a.60 50 . July. 4.80 1. Serotonine Reuptake Inhibitor A New Class of Antidepressants.6. Simposium Nasional Awareness Anxiety Program.9) Anxiolitik (tranquilizer minor) a. Pada penderita seperti ini maka prognosisnya buruk atau minimal dubia.80 2 . 16-20. Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa di Fasilitas Umum. Aspek Biologik dari Anxietas. 557. Namun dalam praktek sehari-hari sering pasien diberikan anxiolitik saja dan tanpa kontrol yang ketat. pp. 1991. Joyce PR. In Wiener JM. baik tunggal maupun kombinasi tergantung pada kondisi pasien. 65-6.300 200 . 10. Khasiat Menengah Estazolam Nitrazepam c.4 0. 2001 pp. Specific Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) Fluoxetine Fluvoxamine Paroxetine Sertraline Aurorix 30 .125 0. hal.10 Laroxyl Tofranil Asendin Ludiomil Tolvon 75 -300 75 . SSRI yang meliputi fluoxetine. editor. Aris Sudiyanto.80 50 . Siklik atipik Amoxapine Maprotiline Mianserine Insidon Buspar 50 . Tabel 3.300 10 . Gangguan Cemas pada Penyakit Jantung. Dirjen Yanmed.4 2.150 Prozac Luvox Seroxat Zoloft 20 .5 . 18-21.8 b. 8.(1) KEPUSTAKAAN c. 1. Trisulo Wasyanto. paroxetine. 1992. 11 –4.75 . Antidepressant Drugs. Medical Progress January.30 0. Park T.25 2 . Klasifikasi Obat Anxiolitik. 1998. The word that is heard perishes. 7. hal.600 Anafranil 50 . 5 Agustus 2000. 6. Dirjen Yanmed.8) Jenis Gaugguan Kecemasan Farmakoterapi Gangguan Panik Benzodiazepin Antidepresan trisiklik MAOI Buspiron SRI SSRI Farmakoterapi kombinasi untuk pasien membandel atau adanya komorbiditas dengan gangguan lainnya Sama Sama Sama Clonazepam Fluoxetine Paroxetine Sertraline Fluvoxamine Librium Valium Ativan Lexotan Tranxene Frisium Xanax Rivotril 15 -100 4 . 2. 9. Trisiklik Amitriptiline Imipramine b.60 Gangguan Fobik Gangguan Cemas Umum Gangguan Stress Pasca Trauma Gangguan Obsesif Kompulsif Dalmadorm Valium Esilgan Mogadon. 5 Agustus 2000. 5 Agustus 2000. anxietas sekarang ini dapat disembuhkan dengan baik. Serotonin Reuptake Inhibitor (SRI) Clomipramine e.200 Secara umum obat-obatan di atas efektif untuk terapi gangguan kecemasan. Khasiat Pendek Triazolam Lorazepam Antidepresan a. Yul Iskandar. (June) 1993. Dumolid Halcion Ativan 15 . 2002 . 1995. the letter that is written remains 26 Cermin Dunia Kedokteran No. Khasiat Panjang Flurazepam Diazepam b.60 PROGNOSIS Dengan kombinasi farmakoterapi dan psikoterapi. dan pengalaman dokter terhadap jenis atau golongan obat-obat tersebut. Pedoman penatalaksanaan Kedaruratan Psikiatri untuk RSU kelas C dan D.5 0.300 10 . 3. Obsessive Compulsive Disorder Treatment Option Medical Progress (November) 1997. Deva MP.6. 29. Presentation and Management of Anxiety Disorder in Family Practice. pp. Aspek Klinik Gangguan Kecemasan. Biederman J. 37-42. Depkes RI. 552. nama dagang di pasaran dan dosis terapetiknya(2. fluvoxamine dan sertraline(8)(Tabel 3). pp.Tabel 2. Medical Progress. Textbook of Child and Adolescent Psychiatry 1st ed.4. 550. et al.

pengendalian kepadatan virus dengan ARV. memerlukan satu tim kerja terdiri dari berbagai bidang ilmu yang solid dan profesional untuk menurunkan angka insidensi dan prevalensi HIV/AIDS. pencegahan dan pengobatan IO serta komplikasi lainnya akan berhasil jika konseling dan edukasi berhasil dilakukan dengan baik. peningkatan CD4. Banyak penelitian dilakukan bertujuan untuk mendapatkan penatalaksanaan yang baku dan menyeluruh. Kompleksnya masalah yang dihadapi dalam penatalaksanaan HIV/AIDS. konseling dan edukasi merupakan pilar pertama dan utama dalam penatalaksanaan HIV/AIDS.956 kasus yang ditemukan pada saat uji darah donor. menekan replikasi HIV secara efektif sehingga kejadian penularan/IO/komplikasi lainnya dapat dihindari. 2002 27 . karena dapat mengurangi resistensi. karena keberhasilan pencegahan penularan horizontal maupun vertikal. serta pada PPE HIV1. Manado PENDAHULUAN Sejak 20 tahun yang lalu. PENATALAKSANAAN PADA ORANG DEWASA Konseling dan Edukasi Konseling dan edukasi perlu diberikan segera sesudah diagnosis HIV/AIDS ditegakkan dan dilakukan secara berkesinambungan. Bahkan. yang terdiri dari analog nukleosida dan non-analog nukleosida. pencegahan serta pengobatan HIV/AIDS dan IO.(1-3) Di Indonesia. namun penatalaksanaannya belum memberikan hasil yang memuaskan dalam hal penurunan angka kesakitan dan kematian HIV/AIDS. Candra Wibowo Residen Bagian Ilmu Penyakit Dalam. pencegahan dan pengobatan infeksi oportunistik (IO) dan pencegahan post exposure (PPE) HIV sampai pemberian imunisasi yang masih dalam penelitian. ODHA yang menunjukkan gejala klinis atau ODHA tanpa gejala klinis yang memiliki CD4 < 500/mm3 dan atau RNA HIV > 20. bahkan jumlah terbanyak di Irian(3. tetapi diperkirakan jauh lebih banyak dari angka tersebut di atas(4). Ketiga jenis ini dipakai secara kombinasi dan tidak dianjurkan pada pemakaian tunggal. Pada konseling dan edukasi perlu diberikan dukungan psikososial supaya ODHA mampu memahami. dengan harapan dapat diterapkan seoptimal mungkin sesuai dengan sumber dana dan sumber daya manusianya.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Penatalaksanaan Baku dan Menyeluruh pada HIV/AIDS Dr. dan meningkatkan kualitas serta harapan hidup ODHA. 135.000/ml. terutama di negara sedang berkembang. Antiretrovirus (ARV) Indikasi pemberian ARV yaitu pada infeksi HIV akut. semuanya ini akan memberi keuntungan bagi ODHA dan lingkungannya1. human immunodeficiency virus (HIV) sudah diketahui sebagai penyebab penyakit acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). pemakaian kombinasi antiretrovirus (ARV) bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA).2.5-8. Pada akhir Mei 2001 tercatat 1. padahal ODHA tersebar di seluruh daerah Indonesia. jumlah ODHA dari tahun ke tahun cenderung meningkat. dari pencegahan penularan horizontal maupun vertikal. serta penghambat protease (PP) HIV. Dua golongan ARV yang diakui Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO) adalah penghambat reverse transcriptase (PRT). Saat ini baru Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo Jakarta yang mampu memberikan layanan hesehatan ODHA secara menyeluruh. Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Penggunaan kombinasi ARV merupakan farmakoterapi yang Cermin Dunia Kedokteran No.4). Dalam tinjauan kepustakaan ini diuraikan penatalaksanaan HIV/AIDS yang baku dan menyeluruh. percaya diri dan tidak takut tentang status dan perjalanan alami HIV/AIDS. cara penularan. Jumlah sebenamya pengidap HIV/AIDS di Indonesia belum diketahui. Kombinasi ARV merupakan dasar penatalaksanaan pemberian antivirus terhadap ODHA. tes gratis HIV dan ODHA yang dirawat/ memerlukan bantuan tenaga medis.6. uji saring pecandu narkotika.

12. Sedangkan kombinasi antara PRT nukleosida. Infeksi oportunistik yang sering dijumpai di Amerika dan Eropa adalah Pneumocystis Carinii Pneumonia (PCP). indinavir dan lopinavir jika dikombinasikan. Penghambat protease bekerja dengan cara menghambat sintesis protein inti HIV(1-3. Imunisasi pasif dan aktif dilakukan untuk mencegah infeksi oportunistik. MMWR 2001. atau 2 preparat PRT analog nukleosida dikombinasikan dengan analog non-nukleosida. Kombinasi antiretroviral Kriteria Kombinasi Sangat dianjurkan Penghambat Reverse Transcriptase Didanosin+Lamivudin Didanosin+Stavudin Didanosin+Zidovudin Didanosin+Efirenz+ Lamivudin/ Stavudin/ Zidovudin Lamivudin+Zidovudin Lamivudin + Stavudin Zidovudin+Zalsitabin Penghambat Protease Indinavir Indinavir+Ritonavir Lopinavir+Ritovanir Nelfinavir Ritonavir+Saquinavir Altematif Amprenavir Nelfinavir+Saquinavir Ritonavir Saquinavir Tidak dianjurkan Stavudin+Zidovudin Zalsitabin+Didanosin Zalsitabin + Lamivudin Zalsitabin + Stavudin Sumber: US. delavirdin (analog non-nukleosida). sebab masing-masing preparat bekerja pada tempat yang berlainan atau memberikan efek sinergis terhadap yang lain. Asia Tengah dan Asia Tenggara) termasuk Indonesia adalah tuberkulosis paru1-4. 3. Perlu diperhatikan kombinasi saquinavir dengan ritonavir akan meningkatkan kadar saquinavir dalam plasma.75 log10 dalam 4 minggu atau < 1 log10 dalam 8 minggu setelah pengobatan pertama diberikan.15. USHS maupun WHO menganjurkan kombinasi ARV untuk menekan replikasi virus secara cepat sampai batas yang Tabel 1. 135. sedangkan ketokonazol menurunkan kadar plasma nevirapin sehingga pemberian bersama obat-obat tersebut harus dihindari2. non-nukleosida dengan PP dipertimbangkan sebagai kombinasi pada pengobatan kasus lanjut(1-3). Beberapa penelitian menyimpulkan tak perlu penyesuaian dosis dan menunggu kadar tertentu CD4 untuk melakukan imunisasi12. Deportment of Health and Human Services. 50: 1-1152. tentang perjalanan alami HIV.9. United States Public Health Service (USPHS) dan WHO menganjurkan kombinasi ARV yang dipakai sebagai pengobatan pertama kali adalah 2 preparat PRT analog nukleosida dengan PP. berkembang mengalami peningkatan walaupun ARV masih terus diberikan. Dalam konseling dan edukasi. Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Oportunistik (IO) Penyebab utama kematian ODHA adalah infeksi opportunistik. pemberian imunisasi aktif sebaiknya bukan imunisasi yang meagandung mikroba hidup/yang dilemahkan. amprenavir dan lopinavir (penghambat protease). Penurunan RNA HIV plasma < 0. Edukasi dan Uji Saring Antepartum The American College of Obstetricians and Gynaecologists (AGOG) dan USPHS menganjurkan konseling. Pada pencegahan penularan HIV perinatal (PHP). Guidelines for the use of antiretroviral agents in hiv-infected adults and adolescents.rasional. sama seperti pemberian ARV pada ODHA karena telah dipertimbangkan farmakokinetiknya dan tidak terbukti memberikan efek teratogenik pada janin/bayi jika diberikan setelah umur kehamilan 14 minggu16-19. Nevirapin akan menurunkan berturut-turut kadar dalam plasma saquinavir. perlu dukungan psikososial ibu supaya tidak takut dan percaya diri mengenai status HIV dan kehamilannya. Sedangkan zidovudin (ZDV) dengan stavudin dan efavirenz dengan saquinavir merupakan kombinasi antagonis satu dengan yang lain. karena ritonavir menghambat kerja enzim sitokrom P450. sedangkan PRT analog non-nukleosida secara selektif menghambat proses reverse transkripsi HIV-1. Terdapatnya efek:samping ARV.10). Deteksi ulang RNA HIV plasma setelah kepadatan virus 28 Cermin Dunia Kedokteran No. 6. tak terdeteksi. Keadaan klinis yang memburuk.12-14. 5. Preparat golongan PRT analog nukleosida menghambat beberapa proses polimerisasi deoxyribo nucleic adid (DNA) sel termasuk sintesis DNA yang tergantung pada ribonucleic acid (RNA) pada saat terjadi reverse transkripsi. sedangkan di negara berkembang (Afrika. edukasi dan Uji saring HIV sebagai bagian perawatan antepartum yang dilakukan secara rutin dan sukarela oleh ibu hamil dengan risiko tinggi infeksi HIV dan ibu hamil dengan HIV/AIDS (IHDHA). 2. nelfinavir. dalam 4-6 bulan setelah pengobatan pertarna diberikan.6. 2002 . Kegagalan penekanan RNA HIV sampai batas tak terdeteksi. indinavir.12-14. Rifampisin menurunkan berturut-turut kadar plasma nevirapin. Kombinasi ARV pada pengobatan pertama perlu diubah jika ditemukan hal-hal sebagai berikut(1. PENATALAKSANAAN PADA IBU HAMIL/MELAHIRKAN Konseling. Jumlah CD4 tetap mengalami penurunan. cara penularan dan pencegahan perinatal serta keuntungan pemberian ARV bagi ibu dan janin/bayi.5-0. baik ACOG. Hasil negatif uji saring pada ibu risiko tinggi infeksi HIV perlu diulang 4 minggu kemudian mengingat kemungkinan window period pada saat pemeriksaan dilakukan16-19.6) : 1. sehingga kombinasi ARV ini jangan dilakukan1. Antiretrovirus (ARV) Pemberian kombinasi ARV merupakan penatalaksanaan baku IHDHA tanpa memandang status kehamilan. saquinavir. 4.5.2. ritonavir. Center of Disease Control (CDC)menganjurkan pemberian regimen pencegahan bagi semua pasien dengan status imun yang buruk tanpa kecuali.11.2.

percobaan15. ZDV oral baru diberikan pada umur kehamilan 36 minggu dengan dosis 300 mg 2 kali sehari sampai masa persalinan (kala I). kemudian 300 mg 3 jam sekali dari kala I sampai kala IV dan diteruskan dengan 300 mg 2 kali sehari selama 7 hari postpartum. melainkan juga strategi pencegahan PHP dan pengobatan serta komplikasi-komplikasinya. Sekarang sedang dilakukan penelitian penggunaan ZDV oral jangka pendek untuk mencegah PHP. Penelitian di Rwanda mendapatkan kematian IHDHA post operasi cesarea yang' bermakna dibandingkan dengan yang tidak terinfeksi HIV. lekosit dan trombosit juga dilakukan setiap 4 minggu untuk menilai efek penekanan ARV terhadap sumsum tulang16. Perancis. Namun. tidak menunjukkan efikasinya dalam penurunan PHP dibandingkan dengan pemberian ZDV. glycosaminoglycan). Tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada efek samping dan toksisitas ZDV dibandingkan plasebo.17. Perawatan Antepartum Perawatan antepartum IHDHA ditujukan bukan hanya perawatan rutin saja. karena pemeriksaan diagnostik invasif meningkatkan risiko PHP. walaupun hal ini tidak ditemukan di Eropa(16.tidak dapat dideteksi. Pada penelitian di Afrika oleh Wiktor dkk22 dan Dabis 23 dkk serta di Thailand oleh Shafter dkk24. ZDV diberikan secara intravena 2 mg/kg BB dalam 1 jam.17. diharapkan akan menurunkan kejadian PHP lebih banyak lagi.19.26-28. antibodi pada manusia tanpa efek teratogenik pada binatang . Namun.000/ml dengan dosis 100 mg 5 kali sehari yang dimulai setelah trimester I sampai masa persalinan15. pencegahan dan pengobatan IO pada IHDHA sama dengan pencegahan dan pengobatan IO pada ODHA12-14. ZDV terbukti menurunkan PHP dari 22. Jumlah CD4 dan kepadatan virus dipantau selama perawatan antepartum setiap trimester atau setiap 4 minggu jika ARV diberikan guna mengikuti perkembangan penyakit. Cara Persalinan Pada saat persalinan harus dihindari semua manipulasi yang dapat meningkatka risiko PHP melalui kontak darah atau sekret genital ibu. London dan daratan Eropa lainnya menunjukkan penurunan kejadian PHP 50-87% pada IHDHA yang menjalani operasi cesarea eletif.17. ketubah pecah dini serta partus lama.10. Oleh sebab itu. lmunoterapi dan Imunisasi Uji tahap I hyperimmune anti HIV Immunoglobulin (HIVIG) yang diberikan ke IHDHA meningkatkan titer antibodi p24 yang tinggi pada bayi baru lahir.19-21. mengurangi kejadian resistensi dan memberi kesempatan perbaikan imunitas ibu16.17. hasil penelitian di Amerika dan Vietnam tidak didapatkan perbedaan bermakna dalam penurunan PHP antara kelompok yang dilakukan operasi cesarea elekif dengan kelompok yang diberikan profilaksis ZDV. epidermal growth factor (EGF) dan transforming growth factor (TGF) β. serperti persalinan vagina dengan solusio plasenta. Sedangkan penelitian mengenai imunisasi pasif dan aktif untuk mencegah PHP sedang dilakukan. pemeriksaan hemoglobin.22-24. Semua ARV diberikan setelah trimester I (14 minggu umur kehamilan) untuk menghindari beberapa efek teratogenik. complement.16-17.000/ml dengan atau tanpa gejala klinis. sedangkan bayi diberikan ZDV oral setelah berumur 12 jam dengan dosis 2 mg/ kg BB/6 jam selama 6 minggu19. ternyata juga mengandung HIV dan DNA provirus dalam jumlah yang cukup banyak untuk menambah risiko PHP sampai 14%16-18. Pada beberapa penelitian berskala besar. pemberian ZDV jangka pendek memperlihatkan penurunan PHP 38-50% walaupun air susu ibu masih tetap diberikan.17). Cermin Dunia Kedokteran No.000 .17. sebagian besar subyek penelitian juga menggunakan ZDV selama kehamilannya(16. Sebaliknya. operasi cesarea bukan untuk menurunkan kejadian PHP dan dilakukan atas indikasi obstetri(16. mernpercepat kala II atau operasi cesarea perlu dilakukan16. sedangkan pemberian ZDV tunggal dapat dilakukan jika CD4 > 500/mm3 dan kepadatan virus 4. kemudian diikuti dengan pemberian ZDV oral pada bayi setelah berumur 12 jam dengan dosis 2 mg/kg BB/6 jam selama 6 minggu. Pada saat mulai persalinan (kala I). kecuali anemia pada bayi yang hilang setelah ZDV dihentikan. kecuali atas indikasi yang kuat16.6% jika diberikan selama antepartum. pengobatan tersebut dilanjutkan sebab penghentian. dan diteruskan 1 mg/kg BB/jam sampai pengikatan tali pusat bayi. Pemberian kombinasi ARV mulai diberikan pada IHDHA yang memiliki CD4 < 500/mm3 atau kepadatan virus > 10. penelitian Lambert dkk(25) Air Susu Ibu (ASI) Air susu ibu selain mengandung faktor imun non spesifik (secretary leucocyte protease inhibitor. Namun. Oleh karena itu. Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Oportunistik (IO) Sesuai CDC dan WHO.6% menjadi 7.30. Jika berhasil dan dapat dijadikan protokol. keberhasilan ataupun resistensi ARV serta menentukan langkah lebih lanjut. ARVakan mengakibatkan rebound phenomenon jumlah virus16. Penelitian di Swiss.26). Setiap kunjungan antepartum diperhatikan masalah psikososial ibu. lactoferrin. 2002 29 . 135.19-21. kepatuhan lebih tinggi dan jangkauan lebih luas dibandingkan dengan penggunaan ZDV jangka panjang22-24.19. mengingat biaya lebih murah. memerlukan 12-16 operasi cesarea elektif. sedangkan kelainan kongenital tidak lebih tinggi dari populasi umum. Pemantauan kesejahteraan janin sebaiknya dilakukan secara non invasif.19. gejala dan tanda infeksi HIV serta IO.29. intrapartum dan postpartum. tidak terjadi. perdarahan jalan lahir. Pemberian minimal 3 dosis vaksin recombinant envelope setiap bulan berturut-turut menunjukkan peningkatan. sehingga diharapkan PHP. ADV sebaiknya ada pada setiap regimen kombinasi karena terbukti menurunkan PHP16. Lihat tabel 2. jika ibu sedang menjalani pengobatan ARV dan kemudian hamil.17. bahkan untuk menyelamatkan seorang bayi dari PHP.16. sehingga mampu menekan terjadinya PHP. Pada kasus tersebut.28). Di samping itu. Di sini. plasenta previa.

setiap tahun menjelang musim influenza Semua ODHA Vaksin pneumokokus 23 valen polisakarida 0.amphoterisin 1 g/minggu IV Pilihan : . 12 minggu sampai 6 bulan kemudian.dapson 50 mg/hari + pirimetamin 50 mg/ minggu + leukovorin 25 mg/minggu .atovaquon 1500 mg sekali sehari .kotrimoksasol forte sekali sehari .600 mg 4 kali sehari + primakuin 15 mg/hari selama 21 hari . maka pemberian ASI eksklusif masih dapat dilakukan dibandingkan dengan pemberian mixed breast feeding7.azitromisin 1200 mg/minggu Altematif : .klindamisin 300-600 mg 4 kali sehari+ primakuin 15 mg/hari selama 21 hari . pneumoniae .Daerah endemis Pilihan : .sulfadiazin 1-2mg+pirimetamin Ibu hamil : . aktif Rifampisin 600 mg/hari + pirazinamid 15-20 mg/kg BB/hari.25 ml. paramedis dan pekerja di bidang kesehatan lainnya merupakan salah satu kelompok risiko tinggi terinfeksi HIV akibat paparan produk ODHA.Kontak erat dengan selama 12 bulan penderita tb.itrakonazo1200 mg/hari Klaritromisin 500 mg 2 kali sehari atau azitromisin 1200 mg/hari + rifampisin 300 mg sekali sehari + etambutol 15 mg/kg BB/hari Seperti pasien tuberkulosis paru pada umumnya (sesuai dengan kriteria WHO) Toxoplasma gondii H.CD4< 50/mm3 Pilihan : .17.Antibodi CMV + Altematif : sidofovir 5 mg/kg BB setiap minggu (IV) Kontak dengan Ig varicella zoster (VIZIG) 6. Pencegahan post exposure (PPE) HIV dengan ARV sebaiknya dimulai secepat mungkin tanpa kecuali (hamil atau 30 Cermin Dunia Kedokteran No. capsulatum Candida vagina/ oropharygeal M.klaritromisin 500 mg 2 kali sehari .CD4< 200/mm3 . Di negara maju.itrakonazol 200 mg/hari Altematif : .panas > 2 minggu Altematif : . diberikan penderita < 96 jam setelah kontak Kontak dengan Pilihan : asiklovir 200 mg 3 kali sehari atau penderita 400 mg 2 kali sehari Altematif : famsiklovir 500 mg 2 kali sehari Terdapat bakteri Siprofloksasin 500 mg 2 kali sehari salmonela Anti HAV Vaksin hepatitis A : 2 dosis Anti HBs – dan Vaksin hepatitis b : 3 dosis HBs Semua ODHA Vaksin influenza inaktivasi. narnun di negara berkembang dimana kesehatan sanitasi lingkungan tak mendukung dan tak cukup tersedianya susu formula serta masalah ekonomi.atovaquon 1500 mg sekali sehari Amphoterisin 1 g/kg BB/hari secara IV selama 7 hari dilanjutkan dengan itrakonazol 200 mg/hari Pilihan : .Tes Mantoux > 5 mm Isoniazid 300 mg/hari + piridoksin 50 mg/hari .dapson 50 mg 2 kali/hari atau 100 mg sekali sehari .atovaquon 1500 mg sekali sehari selama 21 hari Pilihan Pilihan : . terutama berhubungan dengan psikososial dan perilaku untuk mencegah penularan sekunder (seperti tidak melakukan hubungan seksual. Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Oportunistik Patogen Pneumocytis carinii Indikasi Pencegahan Pencegahan Pilihan : . Pada penelitian Mofenson dkk31.dapson 50 mg/hari + pirimetamin 50 mg/minggu+leukovorin 25 mg/minggu . Edukasi dan uji Darah Post Exposure Tenaga medis. Virus hepatitis A Virus hepatitis B Virus influenza S. jika resisten terhadap isoniazid Pilihan : gansiklovir 1 g 3 x sehari . 6 minggu.flukonazol 400 mg/hari . MMWR 2001.29-31.CD4< 100mm3 .32.klindamisin 300.itrakonazol 200 mg/hari .16.spiramisin 1 g 3 kali/hari selama 1-2 minggu Altematif : .32. PENATALAKSANAAN POST EXPOSURE Konseling. Guidelines for the preventiopn of opportunistic infections in person infected with human immunodeficiency syndome. avium complex M.atovaquon 1500 mg sekali sehari .flukonazol 100-200 mg/hari Altematif : . karena kandungan EGF dan TGF (3 dalam ASI akan mematangkan perkembangan epitel mukosa yang merupakan barrier penting di samping faktor imun non spesifik yang mampu bekerja sebagai antivirus.16.kotrimoksasol forte 2 tablet 3 kali sehari selama 21 hari Altematif : . jika hasil uji darah negatif baru disimpulkan tidakterinfeksi HIV1. pemberian ASI sudah tidak dianjurkan lagi. mencegah kehamilan.CD4 <50/mm3 .5 ml IM Pengobatan : .flukonazol 100-200 mg/hari . Uji darah post exposure untuk menilai antibodi HIV atau RNA HIV dilakukan segera setelah terpapar untuk mengetahui status infeksi HIV yang bersangkutan. 50 : 322-4812. 2002 .Sering kambuh Altematif : . menghindari pemberian ASI) sampai terbukti sumber infeksi tidak mengandung HIV11. 135. tuberculosis Cytomegalovirus (CMV) Varicella zoster Herpes simplex Pilihan : gansiklovir 1 g 3 x sehari Altematif : foscarnet 90-120 mg/kg BB/hari (IV) Asiklovir 800 mg 5 kali sehari selama 2 minggu Asiklovir 200 mg 3 kali sehari atau 400 mg 2 kali sehari Salmonella sp.kotrimoksasol forte sekali sehari .kotrimoksasol forte 3 kali/minggu .dapson 10o mg/had + trimetoprim 20 mg/kg BB/hari selama 21 hari .dapson50 mg/hari+pirimetamin toksoplasma ↑ 50 mg/minggu + leukovoin 25 mg/minggu .CD4 < 500/mm3 . pemakaian kondom. Konseling dan edukasi post exposure penting.Tabel 2.Siprofloksasin 500 mg 2 kali sehari - Sumber : US Public Health Services.rifampisin 300 mg sekali sehari .pentamidin aerosol 300 mg/hari .IgG Altematif : .CD4< 100/mm3 Pilihan : . Antiretroviral (ARV). pemberian ASI 3 bulan pertama menunjukkan penurunan kejadian PHP.

Lancet1999. Cote d’Ivoire : a randomised trial. Gcubert TA. tolerance. et al. PENUTUP Penurunan angka kesakitan dan kematian HIV/AIDS memerlukan penatalaksanaan baku dan menyeluruh pada ODHA dan IHDHA. Complications of Pregnancy 5th ed. 3. Lancet 1999. In : Braunwald E. Steiehm ER. dkk (Eds). hal 10 (Col. et al.Am J Respir Crit Care Med 2000 . Viral Infections in Obstetrics and Gynaecology 1st ed. Guidelines for the management of occupational exposure to HBV. Influence of infant-feeding pattern on early mother-to-child transmission of HIV-1 in Durban. Coico R. Obstacles and progress forward development of a preventive HIV vaccine. MacQueen KM. 15th ed. In : Jeffries DJ. et al. Kasoer DL. 31. 23. Swindells S. 20. 322 : 385-93. KEPUSTAKAAN 1. Gilbert DN. 2001. 2001. Mock PA. 17. 677-91. Msellati P. Newel ML. Analysis of prevalence of HIV-1 drug resistance in primary infection. 135-48. Fauci AS. 5. et al (Eds). 12. Sunshine G. Sande MA. Grant AD.with zidovudine for prevention of mother-to-child transmission of HIV. 19. Philadelphia: Lippicott Williams and Wilkins . Newell ML. 24. 26. and acceptability of a short regimen of oral zidovudin to reduce vertical transmission of HIV in breastfed children in Cote d’Ivoire and Burkina Faso : a double-blind placebo-controlled multi-centre trial. CDC. 1-8. Moellering RC.353:781-5. New York : Wiley-Liss. 28. pp. Penatalaksanaan AIDS. Konseling dan edukasi adalah pilar pertama dan utama untuk mencapai keberhasilan penatalaksanaan HIV/AIDS. 6-month efficacy. narnun pada manusia belum ada penelitian mengenai hal ini16. Vertica transmission of HIV in Europe. 353:1477-82. Intern Assoc Phys AIDS Care. p. 18.32. Jeffrey DJ (Eds). 2001. Kao JH. Uganda : hivnet 012 randomised trial. et al. 2. Chippindale S. 322 :1087-8. Kastner Ralph. 27. 50 (RR 11). didapatkan bahwa pemberian ARV setelah 36 jam paparan tidak efektif mencegah infeksi HIV. Br Med J 2001. Fox HE. Shaffer N. Alwi I. 2001 USPHS/IDSA. Br Med J 2001. Benyamini E. French L. Kuhn S. 322:1533-5. 15-month efficacy of maternal oral zidovudine to decrease vertical transmission of HIV-1 in breastfed African children. Jakarta : Pusat Informasi dan Penerbitan FKUI. US Departemen of Health and Human Services. Peckham C. 2000. MMWR 2001. Pada percobaan binatang. Aquired immunodeficiency syndrome. Guidelines for the use of antiretroviral agents in HIV-infected adults and adolescents. 25. Intrapartum and neonatal single-dose nevirapine compared. et A1. Upaya turunkan laju infeksi HIV. efavirenz 600 mg sekali sehari atau abakavir 300 mg 2 kali sehari32. Guay LA. 16. 21. HCV and HIV recommendations for postexposure prophylaxis. Reindell D. Br Med J 2001. 9. 353:786-92. CDC. Hudson CN (Eds). Ann Intern Med 2000. 354 : 2050-7. Elective caesarean section versus vaginal delivery in preventiop of vertical HIV-1 transmission : a randomised clinical trial. 322:1290-3. Jul. Pillay D. Lancet 1998. 4. Lancet 1999. Mantyre JA. 22. Updated guidelines for the use of rifabutin or rifampin„ for the treatment and prevention of tuberculosis among HIV-infected patients taking protease inhibitor or non nucleoside reverse transcriptase inhibitors. 1999. Sudoyo AW. Spooner E. Musoka P. The Stanford Guide to Antimicrobial Therapy 31th ed.1852-908.133 : 21-30. Wiktor SZ. 322 :1475-8.tidak). karena PHP pada mixed feeding ternyata lebih tinggi. 10. Fleeting T. Mofenson LM. Djoerban Z.Targeted tuberculosis testing and treating off latent tuberculosis infection. Fletcher CV.I in Kampala. Sedangkan kombinasi lanjut ARV yang diindikasikan untuk kasus HIV positif kelas 1 dengan cidera kulit dalam dan HIV Positif kelas 2 terdiri dari regimen kombinasi dasar ditambah salah satu dari ARV yang disebutkan berturut-turut dengan dosisnya sebagai berikut: infinavir 800 mg 3 kali sehari. Paterson DL. 322 : 511-3. 7. Lancet 1999. 2000. Wise J. Lin HH. Adherence to protease inhibitors therapy and outcomes inpatients with HIV infection. Tenant M. Advanced and research directions in the prevention of mother-to-child HIV-1 transmission. p.1-68. N Engl J Med 1999. lamivudin 150 mg 2 kali sehari atau lamivudin 150 mg 2 kali sehari dengan stavudin 40 mg 2 kali sehari atau stavudin 40 mg 2 kali sehari dengan didanosin 400 mg sekali sehari. Public Health Services task for recommendations for use of andretroviral drugs in pregnant women infected with HIV-1 for maternal health and for reducing perinatal HIV-1 transmission in the us. Risk factors for perinatal transmission of human immnunodeficiency virus type 1. Pillay K. Pemberian ASI di negara sedang berkembang masih dianjurkan. New York : Antimicrobial Inc. Chuachoowong R. Ditrame ANRS 049 Study Group. Kombinasi dasar ARV oral selama 4 minggu yang diberikan terdiri dari ZDV 300 mg 2 kali sehari. Karon JM. London: Arnold . Human immnunodeficiency virus infection. 8. al. for perinatal HIV-1 transmission in Bangkok. Lancet 1994. In: Benyamini E. 2001. pp. 50 (RR. 361-8. Nes. 14. Dalam : Setiati S. Dabis F. Br Med J 2001. Mofenson LM. Br Med J 2001. Safety and pharmacokinetics of hyperimmune anti HIV immunoglobulin administered to HIV-infected pregnant women of and their newborns. 353 : 1464-7. In : Cohen WR (Ed). Mindel A. Coutsoudis A. et. 217 : 41-7. hal. 16. 1-115. Fauci AS. 30. Guidelines for the prevention of opportunistic infections in person infected with human immunodeficiency syndrome. Cara persalinan dengan operasi caesarea dilakukan sesusi indikasi obstetri dan bukan untuk menurunkan kejadian PHP. et al. Lancet 2000 . HIV Infection and AIDS in the developing world.32. Pemberian ARV dianjurkan dalam bentuk kombinasi untuk mengurangi resistensi dan mernpercepat penurunan kepadatan HIV sampai batas yang tidak terdeteksi. 354 : 471-6. 354: 795-802. Lancet 1999. 355 : 2237-44. 2001. Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Penyakit Dalam 2000. Jaffe HW. Human immunodeficiency syndrome (HIV): AIDS and related disorder. 11. Centre of Desease Control. Mohr J. Ekpini E. South Africa : a prospective cohort study Lancet 1999. Short-course oral zidovudine for prevention of mother-to-child transmission of HIV-1 in Abidjan. Anderson JR. Lambert JS. MMWR 2000. et al. Saat ini. Breast feeding safer than mixed feeding for babies of HIV mothers. Thailand : a randomised controlled trial. 13.11). 353 : 1035-39. nelfinavir 750 mg 3 kali sehari. 135. Heyward WL. 6. August 2001. Lambert JS. Delock KM. 29. HIV counselling and the psychosocial management of patients with HIV or AIDS. Hueppchen NA. Mofenson LM. Caesarean section and risk of vertical transmission of HIV-1 infection. Complications after caesarean section in HIV-1 infected women not taking antiretroviral treatment. 2002 31 . Cermin Dunia Kedokteran No. 49 (RR 10). Natural history and management of early HIV Infection. Immunology A Short Course 4th ed. Kompas 2001 Nov. et al. Lancet 1998. p. 353 : 773-80. New York: McGrawHill. The European Mode of Delivery Collaboration. American Thoracic Society. CDC dan USPHS menganjurkan pemberian kombinasi ARV untuk PPE. l). Meda N. walaupun ZDV sendiri mampu menurunkan serokonversi sampai 79% pada penelitian retrospektif16. Short-course zidovudine. 32. pp. MMWR 2001 . Pencegahan post exposure sebaiknya dilakukan secepat mungkin dengan kombinasi ARV sesuai dengan keadaan waktu terpapar. 353 :1612-4. Harrison's Principles of Internal Medicine. 15. Lancet 1999. Lane HC.

dan bahkan dapat mencapai 80% untuk jenis kanker tertentu. Sebagai contoh. status gizi. umur. Sebagai contoh. dermatitis kontak. Potensi bahan kimia untuk dapat menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan tergantung terutama pada toksisitas bahan kimia tersebut. Efek jangka panjang akibat polusi bahan kimia terhadap makanan dan lingkungan sudah mulai disadari dan mendapat perhatian. perlu diperhitungkan juga kerentanan orang yang terpapar. Sebagai contoh. Ditjen POM. Diperkirakan paparan bahan kimia di tempat kerja mengakibatkan 4% kematian karena kanker. luka bakar pada kulit. Sebagian besar pekerja dapat menderita berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh bahan kimia. Efek lokal Efek berbahaya yang ditimbulkan oleh bahan kimia di bagian permukaan tubuh atau dapat masuk ke dalam tubuh. pengangkutan. 135. dan besarnya paparan. Namun pemaparan akut selain dapat menimbulkan efek akut. Toksisitas merupakan sifat dari bahan kimia itu sendiri. juga dapat mengakibatkan penyakit kronik. Departemen Kesehatan RI Jakarta PENDAHULUAN Perkembangan produk kimia yang cepat selama satu abad ini telah berhasil meningkatkan mutu kehidupan. Tetapi dalam menilai bahaya. Efek dapat balik (reversible) Ef'ek yang hilang bila pemaparan berhenti/mereda. Namun di sisi lain keadaan tersebut menimbulkan kerugian bagi masyarakat terutama mereka yang secara langsung berhubungan dengan bahan kimia. Efek kronik Istilah kronik dapat diartikan sebagai pemaparan berulang dengan masa tunda yang lama antara paparan pertama hingga timbulnya efek yang merugikan kesehatan. nyeri kepala dan mual karena terpapar pelarut. sedangkan paparan tergantung dari bagaimana bahan itu digunakan. misalnya. apakah bahan dipanaskan. tetapi pemaparan berulang tiap hari selama bertahun-tahun dengan konsentrasi yang jauh lebih rendah yang jika dialami sebagai pemaparan tunggal tidak menimbulkan efek merugikan (efek kronik) dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem saraf pusat dan tepi. dan pembuangan bahan kimia untuk menyadari bahaya dari bahan-bahan kimia terhadap kesehatan. yang dipengaruhi oleh antara lain jenis kelamin. penyakit kanker yang disebabkan oleh pemaparan bahan kimia. disemprotkan atau dilepaskan ke lingkungan kerja. EFEK TOKSIK BAHAN KIMIA Efek toksik atau toksisitas suatu bahan kimia dapat didefinisikan sebagai potensi bahan kimia untuk meracuni tubuh orang yang terpapar. sebagai berikut: Efek akut Istilah efek akut dapat diartikan sebagai paparan singkat dengan efek seketika. penyimpanan. Beberapa konsep telah dikembangkan untuk membantu menggolongkan efek beracun bahan kimia. juga jantung.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Efek Toksik dan Cara Menentukan Toksisitas Bahan Kimia Satmoko Wisaksono Direktorat Pengawasan Nazaba. 32 Cermin Dunia Kedokteran No. Sebagai contoh pemaparan tunggal karbon disulfida dengan konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan hilangnya kesadaran (efek akut). Hal ini penting bagi setiap orang yang terlibat dalam pembuatan. Efek tidak dapat balik (irreversible) Efek yang tidak akan hilang atau permanen meskipun bahan kimia penyebabnya telah mereda atau hilang. 2002 . penggunaan. Efek akut dan kronik Suatu bahan dapat mempunyai efek akut dan kronik sekaligus. sebagai contoh kerusakan otak yang permanen dapat disebabkan oleh paparan akut senyawa timah putih trialkil atau karena keracunan karbon monoksida berat.

2002 33 . Ginial dan saluran kencing Bahan kimia yang dapat merusak ginjal disebut nefrotoksin. Sebagai contoh. dan nafas pendek. Iritan Menimbulkan iritasi setempat atau peradangan pada kulit. cacad lahir. Kebanyakan bahan kimia menggalami metabolisme dalarn hati dan oleh karenanya maka banyak bahan kimia yang berpotensi merusak sel-sel hati. Efek sinergis Efek gabungan dari lebih dari satu bahan kimia. dan penyakit keturunan. Hati Bahan kimia yang dapat mempengaruhi hati disebut hipotoksik. larutan asam pekat seperti sulfat atau basa seperti soda api dapat menimbulkan luka bakar. setiap pemaparan berikutnya apakah melalui kontak kulit atau inhalasi akan menimbulkan risiko kesehatan. hidung. Darah dan sumsum tulang Sejumlah bahan kimia seperti arsin. raksa dan sebagainya dapat menyebabkan anemia. bahan kimia dalam paru-paru yang dapat menyebabkan udema pulmoner (paru-paru berisi air). Efek bahan kimia jangka pendek terhadap hati dapat menyebabkan inflamasi sel-sel (hepatitis kimia). Teratogen Suatu bahan kimia yang apabila berada dalam aliran darah wanita harnil dan menembus plasenta. Sedangkan efek jangka panjang berupa sirosis hati dari kanker hati.Efek sistemik Efek suatu bahan kimia pada organ tubuh atau cairan tubuh setelah penyerapan atau penetrasi ke dalam organ atau cairan tubuh. benzen. masuknya bahan-bahan kimia seperti timbal. Gejala-gejala yang diperoleh adalah mengantuk dari hilangnya kewaspadaan yang akhirnya diikuti oleh hilangnya kesadaran karena bahan kimia tersebut menekan sistem syaraf pusat. Sebagai contoh. dan dapat berakibat fatal. Sebagai contoh. Bahan kimia yang dapat meracuni sistem enzim yang mennuju ke syaraf adalah pestisida. sedang bagi individu yang tidak peka. mempengaruhi perkembangan janin dan menimbulkan kelainan struktur dan fungsional bawaan atau kanker pada anak. Fetotoksikan Suatu bahan kimia yang berpengaruh buruk terhadap per- kembangan janin sehingga bayi lahir dengan bobot yang rendah. Kondisi jangka panjang (kronis) akan terjadi penimbunan debu bahan kimia pada jaringan paru-paru sehingga akan terjadi fibrosis atau pneumokoniosis. Seseorang yang peka terhadap bahan kimia akan mengalami reaksi alergi yang berat. aborsi spontan. benzen dapat rnerusah Cermin Dunia Kedokteran No. antara Iain karbon monoksida dan sianida. kadmium. gangguan saraf. Efek bahan kimia terhadap ginjal meliputi gagal ginjal sekonyong-konyong (gagal ginjal akut). yang pada tahun 1960an telah banyak menyebabkan kasus fokomelia (pengecilan lengan dan tungkai sedemikian rupa hingga tungkai dan lengan menempel langsung ke tubuh) pada bayi para wanita yang memakan obat tersebut selama tahap awal kehamilannya. nekrosis (kematian sel). Efek gabungan ini dapat lebih parah dari efek yang diiniliki oleh masing-masing bahan kimia. dosis yang sama tidak akan membahayakan. Berdasarkan sifat bahayanya. Mutagen Dapat menimbulkan kerusakan DNA sel . EFEK BAHAN KIMIA PADA SISTEM TUBUH Bahan kimia dapat meracuni sel-sel tubuh atau mempengaruhi organ tertentu yang mungkin berkaitan dengan sifat bahan kimia atau berhubungan dengan tempat bahan kimia memasuki tubuh atau disebut juga organ sasaran. Kerusakan DNA dalam sel telur atau sperma manusia dapat menurunkan kesuburan. dan sebagainya. DNA adalah molekul pembawa informasi genetik yang mengendalikan pertumbuhan dan fungsi sel. Sensitizer Menimbulkan reaksi alergi. Sebagian bahan kimia dapat mensensitisasi atau menimbulkan reaksi alergik dalam saluran nafas yang selanjutnya dapat menimbulkan bunyi sewaktu menarik nafas. toksisitas dapat digolongkan sebagai berikut: Korosif Merusak (membakar) jaringan hidup apabila kontak. Sistem syaraf Bahan kimia yang dapat menyerang syaraf disebut neurotoksin. Bagi individu yang peka. atau jaringan paru. Asfiksian Mengganggu pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh. Di samping itu ada bahan kirnia lain yang dapat secara perlahan meracuni syaraf yang menuju tangan dan kaki serta mengakibatkan mati rasa dan kelelahan. Akibat dari efek toksik pestisida ini dapat menimbulkan kejang otot dan paralisis (lurnpuh). 135. Efek racun bahan kimia atas organ-organ tertentu dan sistem tubuh : Paru-paru dan sistem pernafasan Efek jangka panjang terutama disebabkan iritasi (menyebabkan bronkhitis atau pneumonitis) Dalam luka bakar. Pemaparan terhadap bahan kimia tertentu dapat memperlambat fungsi otak. Contoh yang telah diketahui secara luas sebagai teratogen adalah talidomid. Karsinogen Penyebab kanker. gagal ginjal kronik dan kanker ginjal atau kanker kandung kemih. dan penyakit kuning.

Dosis didasarkan alas apa yang tidak diketahui mengenai sifat fisika dan kimia bahan yang sedang dinilai. hilangnya pigmen (vitiligo). Kulit Banyak bahan kimia bersifat iritan yang dapat menyebabkan dermatitis atau dapat menyebabkan sensitisasi kulit dan alergi.Pemaparan bahan kimia terhadap manusia. tulang. Klasifikasi toksisitas akut pada binatang. otot dan kelenjar tertentu seperti kelenjar tiroid. Bahan kimia lain seperti karbon disulfida dapat menyebabkan peningkatan penyakit pembuluh darah yang dapat menimbulkan serangan jantung. Suatu bahan kimia atau kemungkinan-kemungkinan efek jangka panjang atau kronik.Pemaparan bahan kimia terhadap organisme tingkat rendah seperti bakteri dan kultur sel-sel dari mamalia di laboratorium. misalnya tatacara dosis tetap yang menggunakan lebih sedikit binatang percobaan. Cara menentukan toksisitas bahan kimia Dalam pengertian umum. Dosis mematikan untuk inhalasi bahan kimia dalam bentuk gas atau aerosol juga dapat diuji. Jumlah bahan kimia yang menyebabkan kematian 50% binatang percobaan dikenal sebagai dosis mematikan bagi 50% binatang percobaan atau LD50. Dasar pemikirannya adalah menguji bagaimana suatu set dosis bahan kimia mempengaruhi sekelompok binatang. Dalam penentuan dosis tetap. 135. toksisitas suatu bahan dapat didefinisikan sebagai kapasitas bahan untuk mencederai suatu organisme hidup. Karena LD50 dan LC50 suatu bahan kimia tidak menyajikan informasi tentang mekanisme atau type toksisitas. Jantung dan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) Sejumlah pelarut seperti trikloroetilena dan gas yang dapat menyebabkan gangguan fatal terhadap ritme jantung.30 ml 7 tetes . Tatacara dosis tetap hanya dengan menggunakan jumlah binatang percobaan yang lebih sedikit dan dalam analisis penilaian toksisitas bahan kimia tanpa harus membiarkan binatang mati pada akhir percobaan. Pengetahuan mengenai toksisitas suatu bahan kimia dikumpulkan dengan mempelajari efek-efek dari: . Kriteria di bawah ini sering dipakai untuk maksud klasifikasi efek toksik akut pada binatang. Dosis mungkin mematikan bagi rata-rata orang dewasa > 1 liter 0. . LD50 oral Mencit (mg/kg) Berbahaya (harmful) Beracun Sangat beracun 200 – 2000 25 – 200 > 25 LD50 dermal mencit atau kelinci (mg/kg) 400 – 2000 50 – 400 < 50 LC50 inhalasi mencit (mg/m3/4 jam) 2000 – 20000 500 – 2000 < 500 Selain itu dengan skala Hodge dan Sterner dapat mengklasifikasikan toksisitas akut bahan kimia terhadap manusia. Disamping itu ada beberapa bahan kimia yang secara langsung dapat mempengaruhi ovarium dan testis yang mengakibatkan gangguan menstruasi dan fungsi seksual. Tabel 1. Sistem reproduksi Banyak bahan kimia bersifat teratogenik dan mutagenik terhadap sel kuman dalam percobaan. Bahan kimia yang sedang diuji ditaruh di atas kulit binatang percobaan dan kemudian diperiksa selama beberapa hari untuk 34 Cermin Dunia Kedokteran No. LD50 dan LC50 digunakan secara luas sebagai indeks toksisitas.500 mg/kg 5 .3 ml Dengan indoor (< 7 tetes) No Peringkat toksisitas Dosis 1 2 3 4 5 6 Praktis tidak beracun Agak beracun Toksisitas sedang Sangat beracun Luar biasa beracun (extremely toxic) Super toksik > 15 g/kg 5 -15 g/kg 0.5 . .sel-sel darah merah yang menyebabkan anemia hemolitik. Klasifikasi toksisitas akut pada manusia.50 ml 3 . Bahan kimia lain dapat merusak surnsum tulang dan organ lain tempat pembuatan sel-sel darah atau dapat menimbulkan kanker darah. 2002 . Sistem yang lain Bahan kimia dapat pula menyerang sistem kekebalan.5 g/kg 50 . Cara lain adalah dengan menaruh bahan kimia pada kulit binatang hingga suatu reaksi dapat teramati. Studi terhadap binatang • Uji toksisitas akut (LD50 dan LC50) Uji standar untuk tosisitas akut (jangka pendek) adalah memberi binatang bahan kimia dengan jumlah yang semakin meningkat dalam kurun waktu 14 hari hingga binatang percobaan tersebut mati. Bahan kimia lain dapat menimbulkan jerawat. Jadi LD50 dan LC50 hanya merupakan indeks kasar toksisitas.Pemaparan bahan kimia terhadap binatang percobaan. Dalarn percobaan dengan LD50 ini dapat dilakukan secara oral atau dermal tergantung pada metoda pemaparannya. • Uji iritasi dan korosi Uji iritasi dan korosi memberikan sejumlah informasi khas. berbagai lembaga internasional saat ini sedang memodifikasi atau mengganti uji LD50 dan LC50 dengan metode yang lebih sederhana. Tabel 2. Dalarn hal ini konsentrasi gas atau tiap yang membunuh separuh dari binatang dimasukkan konsentrasi mematikan untuk 50% binatang percobaan atau disebut LC50.1 liter 30 . mengakibatkan kepekaan terhadap sinar matahari atau kanker kulit.5 .50 mg/kg < 5 mg/kg Dalam menilai risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh suatu bahan kimia tidak mungkin hanya berdasarkan atas LD50 dan LC50.

tetapi untuk pengujian yang lebih mendalam perlu pengambilan irisan suatu jaringan dan diperiksa di bawah mikroskop untuk mengetahui terjadi abnormalitas sel-sel dalam organ. Uji ini membutuhkan bakteri Studi epidemiologis Studi epidemiologis menyelidiki kesehatan sekelompok orang atau menetapkan apakah mereka terpengaruh oleh paparan bahan kimia di tempat kerja atau dalam lingkungan umum. Terdapat sejumlah uji mutagenik jangka pendek yang lain atau pengujian mutagenitas (mutagenity assay). Dua metode penyelidikan yang paling umum dalam epidemiologi adalah studi kontrol kasus dan studi kohor. Binatang percobaan ini dibandingkan dengan binatang sebagai kontrol dalam jumlah yang sama dengan jumlah binatang percobaan dalam waktu yang sama. Suatu percobaan yang baik yaitu dengan memberikan perlakuan pemaparan untuk kedua jenis kelamin terhadap bahan kimia dengan dosis yang berbeda. • Uji tingkah laku Efek bahan kimia terhadap percobaan tingkah laku binatang percobaan. Uji yang paling baik dan paling banyak digunakan adalah uji rnutagenitas Salmonella (umumnya dikenal sebagai uji Ames). Pada umumnya dalam pengujian perlu pengarnbilan cuplikan darah atau urin secara teratur dari binatang percobaan untuk pemeriksaan dan analisis. yang tidak dipengaruhi oleh penyakit tersebut atau akibatnya dalarn suatu usaha untuk mengidentifikasi penyebab. Pengujian dapat dilakukan pada mata binatang (dikenal dengan Draize) • Uji toksisitas sub kronik Secara normal uji toksisitas subkronik memerlukan studi inhalasi atau penelanan selama 90 hari untuk mengetahui efek-efek spesifik dan nyata dari bahan kimia pada organ dan biokimia dari binatang. Kadang-kadang perlakuan paparannya diberikan pada seekor binatang yang sedang hamil. 50 ekor rnencit atau tikus dari tiap jenis kelamin diberi perlakuan paparan bahan kimia yang sedang diuji dengan dosis tinggi tetapi tidak mematikan. Jadi uji ini dibedakan dengan uji in vivo yang menggunakan jaringan hidup seperti binatang dan manusia. Dalam suatu uji khusus. Pengujian secara kasar hanya berdasarkan pengamatan abnormalitas secara pengamatan kasar dengan mata telanjang. 135. 2002 35 . Binatang kontrol ini serupa dalam segala hal dengan binata. Uji ini seringkali dirujuk sebagai uji in vitro. Pada dasarnya metode ini membandingkan orang yang jatuh sakit atau akibat lainnya dengan suatu kelompok kontrol yang sesuai. Dalam suatu percobaan efek bahan kimia dapat menggunakan binatang percobaan hingga 500 ekor. • yang tumbuh secara khusus di laboratorium dan memaparkannya terhadap bahan kimia yang diuji. Studi kohor juga disebut sebagai studi lanjutan atau studi insiden dengan melekat pada sekelompok penduduk (suatu kohor) yang digolongkan dalam sub kelompok berdasarkan Cermin Dunia Kedokteran No. Dalam studi ini perlu perbandingan penyakit yang timbul akibat bahan kimia pada sekelompok orang yang terpapar dengan orang-orang yang tidak terpapar dalam kurun waktu tertentu. Percobaan ini dilakukan dengan memberikan dosis tertentu bahan kimia terhadap hewan percobaan melalui penelanan atau inhalasi terhadap bahan kimia yang sedang diuji selama masa hidupnya. Pengujian-pengujian ini merupakan dasar bagi dosis yang digunakan dalam uji hayati kronik. untuk menentukan apakah bahan kimia dapat menimbulkan setiap efek kesehatan yang mungkin memerlukan waktu yang lama untuk menimbulkan suatu efek seperti kanker. • Uji yang herhubungan dengan reproduksi Uji binatang percobaan untuk memeriksa efek yang merugikan dari suatu bahan kimia pada reproduksi memerlukan perlakuan pemaparan terhadap seekor atau kedua induk terhadap bahan kimia yang sedang diuji sebelum kawin. Studi kontrol kasus relatif lebih sederhana pelaksanaannya dan penggunaannya sedikit meningkat untuk menyelidiki penyebab penyakit terutama bagi penyakit yang jarang terjadi. Uji rnultigenerasi kadang-kadang diperlukan untuk mendeteksi efek yang dapat diwariskan bagi generasi berikutnya. Efek reproduksi dapat diklasifikasikan dengan hasil-hasil temuan seperti apakah keturunannya lebih sedikit jumlahnya. Namun kerapkali percobaan ini menunjukkan efek tidak nyata.melihat tanda-tanda seperti ruam kulit atau reaksi panas.ng percobaan. • Uji hayati kronik (seumur hidup) Maksud dari uji hayati kronik (seumur hidup). Pengujian toksisitas sebaiknya dilakukan secara berulang-ulang dan diarahkan terutama untuk mendeteksi efek toksik yang secara jelas bukan akibat dari pemaparan kulit. kemudian diamati efek-efeknya pada setiap keturunannya. Banyak bahan kimia dapat menyebabkan kanker pada binatang dan mungkin menimbulkan kanker pada manusia bersifat mutagenik. • Uji Mutagenitas jangka pendek Bakteri dan sel binatang yang tumbuh dalam tabung uji dari koloni serangga buah-buahan atau serangga lain cocok untuk penyelidikan yang cepat dan rnurah dalarn usaha mengetahui bahan kirnia yang potensial mempunyai efek karsinogenik dan mutagenik. Misalnya pemberian paparan bahan kimia terhadap hewan percobaan kemudian hewan percobaan dimasukkan dalam kotak maze (kotak dengan jalan ruwet) kemudian diamati tingkah laku hewan percobaan tersebut apakah terjadi perubahan tingkah laku dengan adanya efek bahan kimia terhadap otak dan saraf. Untuk mencit dapat memakan waktu hingga 2 tahun sedangkan untuk tikus sedikit lebih singkat. atau paparan jangka panjang terhadap bahan kimia menimbulkan efek kesehatan pada organ seperti ginjal. Uji tersebut untuk mendeteksi mutasi dalam bakteri yaitu untuk uji efek mutagenik. bobot tubuh yang lebih ringan atau dalam beberapa hal mengalami kerusakan. perbedaannya bahwa binatang kontrol tersebut tidak diberi perlakuan pemaparan bahan kimia.

IPCS. WHO. Training Course on Risk Assessment. studi epidemiologis mungkin tidak dapat mendeteksi kasus-kasus mengenai peranan dari kasus satu bahan kimia tertentu ketika para pekerja terpapar terhadap campuran bahan kimia. dapat pulih atau tidak dapat pulih. WHO. (1996).pemaparan terhadap suatu penyebab penyakit yang potensial atau akibat dari perbedaan dalam paparan (misalnya terhadap bahan kimia) kemudian diperiksa dan diukur kemudian penduduk keseluruhan ditindak lanjuti untuk melihat bagaimana perkembangan penyakit atau akibat selanjutnya antara kelompok yang terpapar dan tidak terpapar. Kanwil Kesehatan Departemen Kesehatan. Di samping itu. 36 Cermin Dunia Kedokteran No. Franizal Nur. Training Course on Risk Assessment. akut. Oleh karena informasi yang diberikan dalam studi epidemiologis sangat terbatas. Training Course on Risk Assessment. KEPUSTAKAAN 1. Teori dengan menggunakan uji binatang adalah bahwa manusia dan binatang seperti mencit. (1998) Dempsey JL. Meskipun penyelidikan epidemiologis memberi bukti yang paling dapat dipercaya bahwa suatu bahan kimia tertentu rnempunyai efek merugikan kesehatan pada suatu populasi. 135. Budiawan. Exposure Assessment and Risk Characterization. 7. Toksikologi Bahan Berbahaya. sistemik. maka tindakan pencegahan hendaknya dianjurkan berdasarkan atas studi binatang. 2002 . WHO. Hal ini dikarenakan selain biaya yang rnahal. Prepared by The Edinburgh Control for Toxicology. (1998). IPCS. Uji binatang memungkinkan untuk menguji toksisitas suatu bahan kimia sebelum manusia terpapar. narnun penyelidikan semacarn ini memiliki beberapa kelemahan. 5. (1998). Dalam penentuan toksisitas suatu bahan kimia yang terbaik adalah dengan melakukan studi dengan menggunakan binatang percobaan karena uji binatang memungkinkan untuk menguji toksisitas suatu bahan kimia sebelum manusia terpapat. (1997). 2. (1998). Dempsey JL. 6. tikus atau anjing memiliki biokimia dasar dan proses-proses hayati yang sama. Criteria for Prioritization of Risk Assessment. Guidelines to The Risk Assessment of Public Health Aspects of Human Risk From Exposure to Chemicals. Training Course on Risk Assessment. Published by WHO the International Programme on Chemical Safety. WHO. User's Manual For the IPCS Health and Safety Guides. (1997). Risk Assessment Training Module. Dempsey JL. KESIMPULAN Setiap bahan kimia mempunyai efek dan target sasaran organ tubuh yang akan rusak baik secara lokal. 4. 3. Hazard Assessment and Dose Response. Atmawidjaja Sudana. Workshop Sentra Informasi Keracunan Propinsi Jawa Barat. juga membutuhkan jumlah pekerja yang terpapar dalam jumlah besar untuk rnemjamin kesahihan perhitungan-perhitungan statistik.

yaitu dinoflagelata. Toksin ini sangat berbahaya dan tidak dapat rusak oleh panas dan pemrosesan. Biosintesis metabolit sekunder umum terjadi dalam bakteri seperti dalam mikroba eukariotik dan tanaman. tetapi dapat berakibat kegagalan pernapasan yang fatal bagi manusia. Badan Tenaga Atom Nasional. amnesic dan diarrhetic shellfish poisoning (PSP. disamping itu mungkin juga dapat memacu pertumbuhan tumor. Dinoflagelata mem- Cermin Dunia Kedokteran No. neurotoxic. Hampir semua seafood bisa terkontaminasi oleh toksin dan dapat menimbulkan sindrom yang berbeda-beda (Gambar 1). 135. asam lemak omega-3 dan mineral. mereka akan mendapatkan keuntungan protein yang tinggi. NSP. Jakarta ** Staf Pengajar Kimia. Mereka berasal dari alam dan akibat kegiatan manusia seperti limbah industri dan kebakaran hutan. Betty Marita Subrata**. serta kematian ikan. dan DSP). dan Esther Budiman*** *Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi. Jakarta PENDAHULUAN Pada umumnya orang berpikir dengan memakan seafood. Dari banyak metabolit sekunder algae yang telah diidentifikasi. diatoms dan cyanobacteria. dan terdapat dalam kelompok taksonomi yang terbatas. Toksin ini dapat menyebabkan paralytic. ketidaknormalan dan kematian hewan mamalia dan burung. Toksin yang terutama berarti bagi kesehatan manusia berasal dari 3 kelas algae bersel satu. yang disertai dengan kandungan lemak dan kalori yang rendah. Institut Pertanian Bogor. 2002 37 . Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Hal ini karena kerang mempunyai sifat penyaring makanan (filter feeding shellfish). ASP. beberapa di antaranya merupakan toksin kuat yang bertanggung jawab terhadap sejumlah penyakit pada manusia. Bogor *** Mahasiswa Program Pasca Sarjana Kimia. Toksin yang berasal dari plankton ditemukan juga dalam kerang-kerangan. Tercemarnya seafood dapat terjadi secara alami (mikroorganisme dan toksin) maupun oleh kontaminasi bahan kirnia beracun. Paralytic Shellfish Poisoning disebabkan oleh saxitoxin yang tidak berpengaruh pada tubuh kerang karena sudah kebal terhadap kondisi demikian setelah lama berhubungan dengan toksin tersebut. Marine toksin (toksin yang terdapat di laut) sudah lama diidentifikasi di berbagai tempat antara lain Jepang.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Marine Toxin Saxitoxin Winarti Andayani*. Filipina. Namun mereka mengetahui bahwa seafood juga bisa mengakibatkan keracunan disebabkan oleh lingkungan yang tercemar. dan Indonesia. Banyak mikroalgae yang juga memproduksi komponen-komponen baru yang menunjukkan aktivitas biologis yang kuat. Beberapa Sindrom Akibat Keracunan Seafood(1) SAXITOXIN Mikroalgae adalah produsen utama yang menyusun dasar jaringan makanan laut dan air tawar. Toxins Marine dinoflagelates (Also bacteria) Toxins Food chain Fish Ciguatera Palytoxin Puffer fish poisoning Shellfish Paralytic shellfish poisoning Neurotoxic shellfish poisoning Diarrhetic shellfish poisoning Amnesic shellfish poisoning (Diatoms) Gambar 1. Jumlah toksin akan berlipat ganda sesuai dengan jumlah fitoplankton toksik yang dimakannya. Komponen-komponen ini dianggap sebagai metabolik sekunder. namun yang terpenting dari fitoplankton. yaitu komponen yang tidak esensial sebagai dasar metabolisme dan pertumbuhan pada organisme. Universitas Indonesia.

tamarense GTXs. Red tide yang berdampak merugikan disebut Harmful Algal Bloom (HAB). Aphanizomenon flan-aquae unknown unknown GTXs unknow GTXs.0 (g/mL) Saxitoxin bersifat racun dan menyebabkan iritasi apabila kontak dengan kulit. dekarbamoil dan deoksikarbamoil. Fenomena red tide dapat dikaitkan dengan beberapa fenomena alam seperti El Nino. Japan. GTXs Zn-bound PXs STXs doSTX H Deoxydecarbamoyl doGTX2 H doGTX H H H H H OSO3. Alaska. phoneus A. Saxitoxin berupa cairan tidak berwarna dengan bau menyengat (seperi asam cuka). Alexandrium tamarense. Saxitoxin dihasilkan oleh beberapa spesies dinoflagelata(2). Neurotoksisitas dari toksin algae diperantarai oleh bermacammacam interaksi yang sangat spesifik dengan saluran-saluran ion yang terlibat dalam neurotransmisi. British Columbia. STXs PXs. mensintesis semacam toksin polieter yang terbagi atas dua grup struktural linier dan gabungan (seperti tangga). Pada Gambar 2 terlihat bahwa struktur dari congener saxitoxin bervariasi. 2002 . bahkan umumnya red tide terjadi sebagai tanda Tabel 1. mata. sulfo-karbamoil. W.punyai jaringan yang luas. Namun tidak semua gejala red tide menyebabkan dampak negatif. pseudo-nitschia.H OSO3. dari beberapa ribu spesies dinoflagelata yang diketahui. Plankton penghasil PSP(2) Spesies Alexandrium catenella Areas Pacific coasts-California. Misalnya dinoflagelata. dan mempunyai berat jenis 1. Papua New Guinea Palau Island Tasman Sea. bahamense var. masih belum dapat dipastikan toksisitasnya sehingga keberadaannya perlu diwaspadai. antara lain Alexandrium catenella. Japan British Columbia North Sea Gulf of Thai Brunei. 135.H H H OSO3OH OSO3. Perubahan warna air laut ini umumnya dikenal sebagai fenomena red tide. Toksin algae yang mempunyai pengaruh kuat terhadap kesehatan manusia mungkin dikategorikan sebagai neurotoksin atau hepatotoksin. yaitu toksin karbamat. Germany. namun demikian hanya beberapa lusin spesies. yang ikut menjadi penyebab red tide blooms di wilayah Indonesia. Ledakan populasi (blooming) dari spesies-spesies tersebut di atas menyebabkan perubahan warna air laut dari biru-biru menjadi merah kecoklatan.H H OSO3. compressum (Tabel 1).H H H OSO3OH H OSO3H H H OH H H H OSO3. Diperkirakan awal musim hujan merupakan masa-masa terjadinya blooms dari spesies-spesies berbahaya yang bertujuan untuk mengambil makanan dari daratan. sebaliknya pada cyanobacteria hanya beberapa yang teridentifikasi menghasilkan toksin. yang dibedakan oleh kombinasi substitusi OH dan sulfat pada 4 sisi dalam molekul (Rl-4). Adanya perbedaan substituen pada R4 Carbamate STX Neo STX GTX1 GTX2 GTX3 GTX4 GTX5 (B1) GTX6 (B2) C1 C2 C3 C4 dcSTX dcNeoSTX dcGTX1 dcGTX2 dcGTX3 dcGTX4 H H H OH H H OH OSO3. sedikit larut dalam etil alkohol dan asam asetat tetapi tidak larut dalam pelarut organik (non polar). Canada. menghasilkan toksin yang memiliki pengaruh kuat terhadap kesehatan manusia. Senyawa ini mempunyai nilai LD50 sebesar 263 g/kg bobot badan (oral mencit). kelihatan bersifat toksigenik. tamayavanichi.H H - Gambar 2. dan Pyrodinium bahamense var. Racun PSP tidak dapat dihilangkan dari kerang-kerangan baik melalui proses pemanasan maupun hidrolisis. Denmark. Senyawa ini mudah terhidrolisis dalam larutan basa dan toksinnya tidak aktif setelah dididihkan selama 3 sampai dengan 4 jam pada pH 3. Japan Japan New England (lakes) PSP Components GTXs. Beberapa spesies dari genus Alexandrium. Norway. cohorticula dan A. pernafasan dan mulut. genus tunggal. Venezuela.H H OSO3. cohorticula Pyrodinium bahamense P. saxitoxin dapat dibagi atas 4 kelompok. acatenella A. Pada diatoms.H H H OSO3OH H OSO3- OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OH OH OH OH OH OH 2483 2295 2468 892 1584 1803 160 15 239 33 143 1274 1617 1872 - A. compressa Gymnodinium calenatum Cochlodinium sp. Struktur Saxitoxin dan Tosisitas Relatif dari PSP (van Dolah. STXs meningkatnya kesuburan suatu perairan. Gymnodium catenatum. in press) 38 Cermin Dunia Kedokteran No. Berdasarkan substitusi pada R4. Struktur kristal dari komponen induk saxitoxin mula-mula dilukiskan oleh Schantz dkk yang dapat dilihat pada Gambar 2. STXs Sulfocarbamoyl A.H OH H OSO3H H H OH H H OH OSO3. Chile North Atlantic coasts-New England. antara lain A. Toksin algae terdiri dari bermacam-macam berdasarkan struktur dna fungsinya dan banyak yang merupakan turunan dari jalur biosintesis yang unik. Alexandrium minutum. Saxitoxin mempunyai sifat fisik larut dalam air dan metil alkohol. Holland.

Gambar 3. baik alami maupun karena kegiatan manusia. 4-aminoantipirin. berkembang dengan baik. Selama 20 tahun (1972 sampai dengan 1992). Terdapat paling sedikit 15 orang meninggal akibat mengkonsumsi kepiting selama 1909-1988. Di Indonesia spesies ini sudah diidentifikasi dari beberapa perairan. 1992. teramati di Barat Daya kepulauan Jepang. Halmahera. Gejala PSP yang muncul di Jepang. Sabah. Sebagai tambahan. suatu pulau yang berbatasan dengan Sabah. 135. tetapi jantung masih tetap berdenyut. dan Selat Bangka. dengan jumlah korban yang meninggal sebanyak 271 orang. Maluku. Di Jepang Alexandrium catenella pertama kali didapatkan sebagai penghasil PSP di Owase Bay. karena korban jatuh setelah memakan ikan dan bukan kerang. diduga antibodi mungkin berpotensi menyediakan reagen yang berguna untuk perlindungan terhadap toksisitas secara in vivo. Pada suatu penelitian sampel klinis dari terjangkitnya PSP di Alaska tahun 1994. kesukaran bernafas dan akhirnya berhenti bernafas. PARALYTIC SHELLFISH POISONING (PSP) Seafood yang telah terkontaminasi oleh saxitoxin apabila dikonsumsi oleh manusia akan menyebabkan sindrom yang disebut Paralytic Shellfish Poisoning. 1985. Dengan perantaraan arus inilah umumnya mikroalgae menyebar. Bila tidak ditolong maka penderita akan meninggal dalam waktu 24 jam. ternyata spesies Puffer takifugu rupripes telah terkontaminasi oleh saxitoxin. dimana 1 MU sama dengan jumlah toksin yang dibutuhkan untuk membunuh seekor mencit seberat 20 g dalam 15 menit. Pertolongan hanya dapat dilakukan dengan cara menguras isi perut dan memberikan pernafasan buatan. Tempat penyebaran plankton penghasil PSP(4).157 orang. Merethrix merethrix Cermin Dunia Kedokteran No. Halmahera. seperti di Papua Nugini. Gejala utama dari keracunan saxitoxin adalah kelumpuhan (paralysis) pada otot. mungkin hal ini berguna sebagai penangkal bagi PSP. Nilai toksisitas ditentukan dalam satuan Mouse Unit (MU). Teluk Jakarta.mengakibatkan perubahan yang besar pada sifat toksisitasnya. Dengan demikian mikroalgae tersebut dapat terbawa oleh arus ke arah tertentu dan apabila kondisinya sesuai. PENYEBARAN PLANKTON PENGHASIL PSP Penyebaran dari mikroalgae dapat terjadi mengikuti beberapa pola. pembuangan saxitoxin dari darah manusia berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam. baru-baru ini menunjukkan pembalikan efek secara signifikan pada serangan saxitoxin dalarn mencit. penghalang saluran K. Teluk Peru. Semua musibah terjadi pada awal musim penghujan. Pembuangan ini sebagian besar melalui urin. Di Indonesia PSP umumnya terjadi di perairan Teluk Kao. seperti Teluk Kao. Toksin dekarbamoil mempunyai potensi di tengah-tengah yaitu 1274-1872 MU/µmol dan toksin sulfo karbamoil merupakan toksin yang paling lemah (15-239 MU/µnol). perairan sekitar Biak. lebih dari 90% makanan yang terkontaminasi oleh saxitoxin berakibat fatal. Lokasi lain di Indonesia yang mengalami kejadian PSP tercatat di Kalimantan Timur. Survey lain menunjukkan bahwa spesies plankton ini secara luas terdistribusi di sebagian besar bagian utara sampai bagian selatan Jepang(2). Jumlah korban mencapai 11. Kejadian di Flores Timor ini agak menyimpang dari kebiasaan. Penderita mula-mula akan merasakan kesemutan dan mati rasa pada bibir yang menjalar ke seluruh mulut dan leher. mual. Kejadian ini berulang pada tahun 1983. juga pada pasien yang mengalami kelumpuhan pernafasan dan dibantu dengan bantuan pernafasan. Toksin karbamat adalah yang paling kuat sifat toksisitasnya (892-2483 mouse unit (MU) /µmol). Brunei Darussalam. Pyrodinium bahamense var. tepatnya di perairan Nunukan dan Pulau Sebatik sebelah selatan. dan terakhir tahun 1997. compressum merupakan spesies utama penyebab PSP di perairan Indo-Pasifik. sekitar bulan November-Desember. Namun sampai seat ini masalah PSP hanya dijumpai di perairan Teluk Kao dan Nunukan. 2002 39 . Kesimpulan terjadinya keracunan PSP hanya didasarkan pada gejala klinis penderita. Kejadiannya berlangsung pada tahun 1988 setelah orang mengkonsumsi sejenis kerang. Mereka melakukan penelitian di perairan Ilan County di Taipeh dari bulan November 1996 sampai dengan Oktober 1997. muntah dan kejang pada otot perut. Filipina. Saat ini masih belum tersedia penangkal untuk PSP Antibodi monoklonal anti saxitoxin yang diuji secara in vitro dan in vivo menunjukkan perlindungan terhadap terikatnya saxitoxin dan pengurangan gerakan di sekeliling saraf akibat saxitoxin pada saraf mencit. Gejala PSP lainnya muncul di Taiwan bagian utara(5). pusing. Sarawak dan Semenanjung Malaysia. Tempat penyebaran plankton penghasil PSP dapat dilihat pada Gambar 3. Di perairan sekitar Larantuka-Flores Timor. Selain itu sampai sekarang belum dapat ditentukan spesies mikroalgae yang menghasilkan toksin PSP. gejala keracunan PSP telah tercatat semenjak tahun 1959 dengan korban tiga orang meninggal dan lima orang mengalami kelumpuhan setelah memakan ikan laut. Gejala selanjutnya terasa pada ujung jari tangan dan kaki yang nyeri seperti ditusuk-tusuk. Musibah terparah terjadi pada tahun 1983 dengan korban empat orang meninggal dunia dan 236 orang mengalami kelumpuhan. Teluk Ambon. selain otot jantung (3).

Polaritas molekul saxitoxin sebagian besar menghambatnya untuk melintasi penghalang darah otak.4 mg saxitoxin ekuivalen.000 MU toksin (0. Larutan standar induk PSP 100 µg/mL (dalam alkohol yang telah ditambah 20% asam). Gejala klinis PSP terjadi bila kurang lebih 2000 MU (0. In Seafood Toxicity. dan pada kasus dengan dosis tinggi. 7. sebanyak 68 orang jatuh sakit dengan gejala PSP dan akhirnya 2 orang meniggal dunia. Dosis letal untuk manusia adalah 1 . and DD. 135. karena itu sisi utama tempat aksi saxitoxin pada manusia adalah kemungkinan besar pada persimpangan otot saraf.6 mg). Gambar 4. Marine Toxins and Other Bioactive Marine Metabolites. LAMPIRAN 1. Dua jam setelah memakan kerang. berbicara tidak jelas. ANALISIS PSP DENGAN METODE BIOASSAY(7) Bahan 1. Natural Toxins 1995. SJ. 8. Botana (ed). MEKANISME SAXITOXIN DI DALAM TUBUH Berdasarkan aktivitas tiap molar senyawa. and The Molecular Biology of The Sodium Channel. 2. International Atomic Energy Agency. yang menunjukkan bahwa ikatan ionik dari dari 7. Proceeding Fourth LIPI-JSPS Joint Seminar on marine Sciences. Jakarta 1994. ternyata saxitoxin paling aktif dalam menghambat (blocking) saluransaluran. 2. kehilangan kontrol motorik. Saxitoxin. 3. AOAC Official Methods of Analysis Supplement. Proccesing. B) menyebabkan dehidrasi gemdiol pada posisi C-12. perasaan mengantuk. dibuat dengan cara melarutkan 1 mL larutan standar induk dalam 100 mL aquades. 6.9-3. Japan Scientific Societies Press. Larutan standar kerja PSP 1 µg/mL.000-20. 5. Hal ini sesuai dengan cepatnya serangan (kurang dari satu jam) dari gejala yang klasik untuk PSP termasuk perasaan geli dan mati rasa pada daerah-daerah perioral dan kaki tangan. Chapter 49 : 46 B-48. Tucker BW. Recent Studies on Marine Toxins.(kerang tahu). Hal 183-193. 3. Marcel Dekker. A Technomic Publishing Co. dari susunan saraf den membran-membran sel jika dibandingkan dengan senyawa-senyawa derivatnya yang lain.72 mg) termakan. larutan stabil dalam beberapa minggu pada 3-4°C. NY 1997 Takashi M. In : Seafood safety. NY (in press) Lin. larutan ini stabil dalam tempat dingin (3-4°C). Skema tahapan pengikatan saxitoxin terhadap saluran natrium afinitas tinggi dapat dilihat pada Gambar 4. Regional Training Workshop on Receptor Binding Assay Techniques for Harmful Algal Bloom Toxins Quantification. Jones Y. 2002 . Jika ukuran mencit < 19 g atau > 21 g maka digunakan faktor koreksi untuk memperoleh waktu kematian yang benar. Tterodotoxin. KEPUSTAKAAN 1. dan kasus serius melibatkan konsumsi 5. Jong SS.J. Van Dolah FM. T. Shahidi F. 64 (5) : 766-770. NY 1999. Kitts (eds). Philippines 1999. Mencit sehat berukuran 19-21 g. Saxitoxin terikat dengan afinitas yang kuat pada reseptor asetilkolin di saluran Natrium sehingga menghambat pembukaan saluran. L. and Deng Fwu Hwang. Fisheries Science 1998. and Biotechnology. Kao YC and SR Levinson (eds). The New York Academy of Sciences. terjadi kelumpuhan pernafasan (sulit bernapas). Overview of Current Seafood Nutritional Issues : Formation of Potentially Toxic Products. Tahapan Pengikatan Saxitoxin terhadap Saluran Natrium(6) 40 Cermin Dunia Kedokteran No. Toxicity of the Puffer Takifugu Rubripes Cultured in Northern Taiwan. menghasilkan suatu keton (Cl) yang terdapat dalam keadaan kesetimbangan yang cepat dengan karbokation (C2). Chai. Hashimoto Y.9-guanidium terhadap gugus anionik dari reseptor (A. Diversity of marine and Freshwater Algal Toxins. Ikatan kedua berupa ikatan kovalen yang terbentuk di antara reseptor den C-12 (D). Tokyo 1977. 4.8.

06 5. Perhitungan nilai faktor koreksi (FK).9 10. Waktu suntikan dicatat dan mencit diamati dengan hati-hati untuk mengetahui death time nya yang ditunjukkan oleh hembusan nafas terakhir. kemudian dibuka dengan alat khusus pemotong kerang.00 1.5 21 21.5 13 13. masing-masing dibuat 3 ulangan dan disuntikkan 1 mL larutan secara intraperitoneal ke masing-masing 10 ekor mencit dan dicatat death time-nya.04 6. Sebanyak 3 mencit disuntik dengan larutan yang sudah diencerkan sampai memberikan death time 5 .59 0. 25.07 - Keterangan : WM : berat mencit (gram) MU : mouse unit Cermin Dunia Kedokteran No.08 2.96 0.25 2.00 MU 1.00 25.00 18.55 2. Ekstraksi Sampel Sampel sebanyak 100 gram ditambah 100 mL 0.88 DT 3.10 2.20 1.4 9. 2.05 3.1995) DT 1.70 3.00 3.81 0.06 3.985 1.00 8.5 MU 0.3e 3.76 0. maka hasil ini digunakan untuk perhitungan lebih lanjut termasuk ulangan yang mungkin memberikan median death time lebih kecil dari 5 menit atau lebih besar 7 menit.35 1.5 16 16.15 7.45 8.5 13.15 5. 3.5 22 22.19 3. selanjutnya bagian dalam dibersihkan dengan air bersih untuk menghilangkan pasir atau zat-zat asing lainnya.62 0. Jika beret mencit yang diuji < 19 g atau > 21 g.30 10.55 MU 100 66.30 7.05 1.30 12.00 14.7 16. dan dari Tabel Sommer ditentukan bilangan MU.00 13.70 0.30 6.25 1.05 4. Standarisasi Bioassay 1.03 1.44 2.40 4.64 1.1 N NaOH setetes demi setetes sambil tetap diaduk.06 1.675 0.28 1.00 9. [3H] STX diasetat 2.31 1.15 6.00 23.40 2.86 1.32 5.00 7. dan 30 mL aquades dan pH dikontrol antara 2-4. Tabel Sommer (AOAC.2 38. Sampel ditepatkan di dalam gelas piala sampai homogen atau jika diperlukan sampel disentrifugasi selama 5 menit pada 3000 rpm kemudian disaring melalui kertas saring.00 1.45 1. Tabel Sommer (AOAC.43 3.43 1.45 5.21 2.05 1.33 8.40 1. Satu mencit boleh digunakan untuk penentuan awal.12 .00 17.88 2.10 5.5 20 20.934 0.942 0.57 3.35 2.30 2.4.22 1.25 4.35 4. 4.89 1. Jika death time dari beberapa mencit < 5 menit.18 DT 9.972 0.00 15. maka pH sampel harus ditepatkan lagi antara 2 . Nilai rata-rata FK yang diperoleh digunakan sebagai FK dalam analisis sampel.15 4.67 7.35 3 40 315 3.96 DT 5.26 4.10 4.965 0. diaduk dengan cepat dan diperiksa pH nya.03 1.Pada analisis PSP mencit yang digunakan tidak boleh berukuran > 23 g.55 MU 3.00 11.00 21.15 8. Campuran dipanaskan dan dididihkan selama 5 menit.50 1.30 1.5 19 19.52 6.5 12.5 14 14.7 menit.93 0.4 20.09 1. termasuk yang selamat.00 10.00 2.50 2.73 0. Campuran yang sudah dingin ditepatkan pH nya pada pH 2 .30 5.00 5.00 4.88 0.39 1. maka dibuat FK untuk setiap mencit dengan mengalikan MU terhadap death time mencit.25 3.04 2.74 1.54 1.50 2.917 0. Pipet multi channel berukuran 5 – 200 µL.80 1. Sebaliknya.000 0. Filtrat diambil untuk pengujian pada mencit.50 4.785 0.20 5.00 6.71 2.075 1. Persiapan Sampel Bagian luar kerang-kerangan dicuci dengan air segar.31 3. tetapi pengujian menggunakan 2 atau 3 mencit lebih baik. Bagian daging (100 -150 g) diambil dan dikumpulkan (hindari penggunaan pemanasan atau anestetik sebelum membuka kulit dan dilarang memotong atau merusak badan pada tahapan ini).32 2. Mikropipet berukuran 1 – 1000 µL 2. nilai MU/ml ditentukan dari median death time konsentrasi terpilih dengan menggunakan Tabel Sommer yaitu hubungan antara death time terhadap MU untuk PSP (Lampiran 1).20 1.66 5.86 WM 17 17. kemudian didinginkan pada suhu kamar.15 2.48 4.5 15 15. STX dihidroksi HCl (Lihat halaman berikutnya) LAMPIRAN 2.45 7.00 24.05 5.40 5.98 2. apabila salah satu atau lebih dari sebuah larutan dengan konsentrasi yang memberikan median death time antara 5 .16 2.63 2. dan tidak boleh digunakan berulang.98 0.937 0.26 2.45 4.08 2. Masing-masing 1 mL larutan disuntikkan secara intraperitoneal ke beberapa ekor mencit dan kemudian dipilih larutan dengan konsentrasi yang memberikan waktu kematian (death time) antara 5-7 menit.97 0.00 22.45 MU 1. 135.48 1. Jika pengenceran besar diperlukan.954 0.65 0.875 Keterangan : DT : death time dalam mencit MU : mouse unit LAMPIRAN 3.00 4.50 0.04 1.50 3.20 2. 2002 41 .905 0.67 1. 4.83 1.10 1. FK dihitung dengan cara membagi konsentrasi terpilih (µg/mL) dengan nilai MU/ml.898 0.50 6.20 3.000 1.4 dengan penambahan 5 N HCl atau 0.948 0.25 1.15 1.5 18 18. Pengujian Mencit Setiap mencit disuntik secara intraperitoneal dengan 1 mL ekstrak. 1995) WM 10 10.56 0.3 26. maka hasil dari konsentrasi ini diabaikan. Penghitungan Toksisitas Waktu death time ditentukan. 2.53 0.10 3.00 19. 15.15 3.45 2.00 20.00 30. 5.38 2. ANALISIS PSP DENGAN METODE SAXITOXIN BERTANDA(8) Peralatan 1.05 2.5 23 MU 0. Nilai MU diubah ke µg racun/mL dengan mengalikan FK.56 2.13 1. maka perlu dibuat pengenceran sampel untuk memperoleh death time 5 .35 1. Plate mikrotiter dengan 96 lubang Tabung sentrifugasi 15 dan 30 mL Vortex Bahan Kimia 1. jika perlu pH ditepatkan < 4.20 4.7 menit.5 11 11.30 4. 12. Sepuluh (10) mL larutan standar 1 µg/mL diencerkan dengan musingmasing 10. 3.00 40. Jika death time dari 1 atau 2 mencit yang disuntik dengan sampel yang tidak diencerkan > 7 menit.00 16. maka paling sedikit 3 mencit harus disuntik untuk memastikan toksisitas dari sampel.69 1. µg racun/100 g daging = (µg/mL) x faktor pengenceran x 200 Nilai > 80 g/100 g merupakan indikasi bahwa sampel yang diuji sangat racun dan tidak aman untuk dikonsumsi.11 1.015 1.9 11.73 4.16 1.79 2.1 N HCl.92 1.7 menit. Apabila ketiga ulangan dari sebuah larutan dengan konsentrasi yang memberikan median death time lebih kecil dari 5 menit atau lebih besar 7 menit. 20.42 7.00 11.06 1.30 8.99 0.60 1.95 0.55 4.00 60.84 0.015 1. Dari larutan dengan konsentrasi yang terpilih.

135. Pengenceran rat brain synaptosome murni dalam STX binding bufer. 2. 2002 . Persiapan kurva standar STX menggunakan STX dihidroksi HCl dalam tabung dengan berbagai konsentrasi. ditambah dengan 35 µL. menggunakan rumus sebagai berikut : nM equiv STX dalam ekstrak = nM equiv STX x pengenceran sampel x (V total/ 35 µL) µg STX equivalen/mL = nM equiv STX dalam ekstrak x (1 L/1000 mL) x (372 ng/mmol) x 1 µg / 1000 ng) µg STX equivalent/100 g shellfish = µg STX eqaivalen/mL x (mL ekstrak / g shellfish) x 100 42 Cermin Dunia Kedokteran No.8 mL STX binding buffer. Masing-masing sebanyak 35 µL sampel dan standar STX dimasukkan ke dalam plate mikrotiter. 6 x 10-10 M. 5. 35 µL [3H] STX yang telah diencerkan dimasukkan dalam vial dengan scintilant dan di-counting dengan alat scintilation counter untuk memperoleh total count (cpm). STX binding buffer =75 mM HEPES + 140 mM NaCI buffer pH 7. Toksin yang tidak terikat oleh jaringan dihilangkan dengan cara pencucian menggunakan buffer yang dilanjutkan dengan aseton. Dengan mengetahui nilai total count sampel. Ekstrak sampel kerang yang diduga terkontaminasi STX diencerkan dengan binding buffer. Cara Perhitungan Total count dari larutan standar STX dibuat kurva kalibrasi.dengan alat scintillator counter untuk memperoleh total count (cpm).0 mg/mL. [3H] STX dan 140 µL rat brain sinaptosome yang telah diencerkan. kemudian disaring. 6 x 10-7. sampai didapatkan konsentrasi akhir 0. Masing-masing residu dimasukkan ke dalam vial yang telah berisi 1 mL larutan scintilator dan di-count. Campuran ditutup dan diinkubasi pada 4°C selama 1 jam. log STX terhadap total count (cpm). 4. Rat brain synaptosome Cara Kerja 1.5 – 1. Pengenceran larutan baku [3H] STX dalam tabung 15 mL. 6 x 10-9. 3. Konsentrasi sampel dihitung dalam µg STX equivalen/100 shellfish.(Lanjutan Lampiran 1) 3. 6. Jaringan dalam larutan 2 mL diencerkan dengan perbandingan 2 : 10 (2 mL jaringan + 18 mL buffer) dalam tabung sentrifugasi 50 mL.5 4. 6 x 10-8. yaitu 6 x 106-6. maka konsentrasi STX dalarn sampel dapat dihitung. 3µL [3H] STX 3.

bawang putih. Untuk sambal kacang retak perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B pada bulan pertama dan ke dua belum ditumbuhi kedua jamur tersebut tetapi pada bulan ke tiga bumbu A ditumbuhi Penicillium sp dan A. Adanya infeksi virus hepatitis B diduga merupakan prasyarat terjadinya perDibacakan pada seminar Lustrum IX Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan Kongres I KABIOGAMA ubahan sifat sel yang mengarah ke adanya keganasan oleh aflatoksin. Pengamatan jenis-jenis jamur yang tumbuh pada sambal kacang dilakukan setiap bulan. 135. jeruk purut dan asam. 2002 43 . Pe- Cermin Dunia Kedokteran No. Penelitian pendahuluan ini menggunakan dua macam bumbu yaitu bumbu A terdiri dari cabe.HASIL PENELITIAN Bumbu Alami sebagai Penyedap. Jakarta ABSTRAK Cemaran jamur pada bahan makanan dapat menyebabkan timbulnya aflatoksin. terasi. dengan hasil sebagai berikut: sambal kacang utuh sampai bulan ke tiga tidak dijumpai jenis A. flavus sedangkan pada perlakuan bumbu B belum ditemukan kedua jenis jamur tersebut. diambil 100 g per kelompok untuk bahan baku sambal kacang. Sedangkan pada bulan ketiga perlakuan pada bumbu A sudah dijumpai A. Suyitno. terutama kacang tanah kualitas rendah yaitu kacang retak dan pecah yang banyak dikonsumsi karena harganya lebih murah. flavus dan Penicillium sp tetapi pada perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B belum dijumpai kedua jamur tersebut. Kata kunci : kacang tanah. Aflatoksin merupakan toksin yang dihasilkan jamur Aspergillus terutama A.. flavus dan Penicillium sp. Setelah diolah menjadi sambal kacang disimpan selama tiga bulan.L. aflatoksin PENDAHULUAN Cemaran jamur pada bahan makanan dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia dan hewan. flavus dan Penicillium sp tetapi pada bumbu B hanya ditumbuhi Penicillium sp. Enny W. Inswiasri. Aflatoksin merupakan toksin yang dihasilkan jamur Aspergillus terutama A flavus sedangkan Penicillium sp. Sukijo Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Departemen Kesehatan RI. gula merah. bumbu alami. Supraptini. Pengawet dan Penghambat Cemaran Aflatoksin pada Sambal Kacang Nunik Siti Aminah. Masing-masing kelompok sebanyak 10 kg. gula merah dan garam dan bumbu B terdiri dari cabe. yang banyak mencemari bahan makanan. garam. terasi. merupakan jamur yang banyak mencemari bahan makanan. kencur. flavus dan Penicillium sp. Sampel kacang tanah dibagi menjadi tiga kelompok yaitu utuh. Untuk sambal kacang pecah pada bulan pertama walaupun pada kontrol sudah ditumbuhi A. retak dan pecah. Pada bulan kedua. pada bumbu A dan Bumbu B sudah dijumpai Penicillium sp.

− Ambil koloni yang tumbuh pada Saboraud agar tadi dengan menggunakan ose kawat yang cukup besar. kencur. garam. Bumbu B : Cabe. masukkan pada petri dish. daun jeruk purut.parasiticus Penicillium sp Fusarium sp A. dan 3. garam + bawang putih. flavus penghasil aflatoksin.niger Scopulariopsis sp Rhizopus sp Keterangan: Bumbu A : Cabe. METODOLOGI Kacang tanah diperoleh dari pasar Kranji Bekasi Barat sebanyak 10 kg yang dibeli dari 5 toko masing-masing 2 kg. 2. flavus dan Penicillium sp. pertumbuhan dan koloni kedua jamur tersebut sulit dibedakan secara makroskopis karena warna yang hampir sama yaitu kuning kehijauan(2).(Bumbu A) 2) Cabe. bawang putih. b) Diambil 1 ml spesimen (bahan pengencer 10-1 pada labu erlenmeyer) dengan pipet steril. petri dish jangan diletakkan terbalik. Perbedaannya terletak pada permukaan koloni yaitu jamur A. d) Petri dish digoyang-goyangkan secara perlahan-lahan. diambil 100g untuk setiap kelompok. Hal ini dilakukan untuk megurangi variasi nilai cemaran individual butiran contoh sempel. dkk. flavus. dan pecah (tanpa kulit ari). parasiticus permukaan koloninya tidak rata (agak kasar). apakah dapat menghambat timbulnya jamur penyebab aflatoksin yang tumbuh pada sambal kacang bila disimpan terlalu lama. kencur.terasi.glaucus Penicillium sp Fusarium sp Mucor sp A. c) Saboraud agar yang telah dicairkan dalam waterbath 450C. kedua jamur tesebut bersifat patogen pada hewan maupun manusia dapat menyebabkan aspergillosis. Setiap kelompok diolah menjadi sambal kacang dengan bumbu sebagai berikut : 1) Cabe. dan asam. Kacang tanah kualitas rendah yang pada umumnya terdiri dari kacang retak dan pecah banyak dikonsumsi karena harganya lebih murah daripada kacang kualitas baik yang umumnya dalam keadaan utuh. g) Dari koloni yang tumbuh dibuat sediaan dengan cara sebagai berikut (Departemen Kesehatan RI. (Bumbu B) Masing-masing sempel ditumbuk halus sampai homogen. HASIL DAN PEMBAHASAN Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama tiga bulan dapat diketahui dari Tabel 1. Cemaran aflatoksin terbesar pada kacang pecah kemudian berurutan retak dan utuh(1) . − Tempatkan koloni tersebut pada tetesan KOH pada objek gelas tadi dan tekan sampai merata.glaucus Rhizopus sp A. Adonan setelah dibumbui dan menjadi olahan berupa sambal kacang. Dari tabel 1. terasi. Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama 1 bulan pada suhu kamar Contoh fisik kacang tanah Kacang utuh Jenis-jenis jamur yang tumbuh Kontrol Bumbu A Bumbu B A. dan garam.niger Geotrichum sp Scopulariopsis sp A. terasi. Tabel 1. dan garam.niger Syncephalastrum sp Syncephalastrum sp Khamir A.niger A. sedangkan A. Sampel kacang tanah dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan fisiknya yaitu kacang tanah utuh.1966) 44 Cermin Dunia Kedokteran No. disimpan selama tiga bulan dan dilakukan pengamatan jenis-jenis jamur yang dapat tumbuh dan mencemari setiap kelompok sambal kacang. − Periksa di bawah mikroskop. Untuk analisis jenis jamur yang dapat tumbuh pada sambal kacang. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi lima jenis bumbu penyedap alami yang diperkirakan mempunyai sifat pengawet dan penghambat pertumbuhan jamur penyebab keracunan. gula merah. jeruk purut asam.niger Rhizopus sp Kacang retak Kacang pecah A. 1991): − Sediakan objek gelas yang bersih dan bebas lemak dengan tetesan 1 tetes KOH. Selama ini kurang disadari bahwa kondisi kacang tanah yang mutunya rendah jika disimpan terlalu lama dalam bentuk olahan seperti sambal kacang sering ditumbuhi oleh jamur A.nelitian pendahuluan telah menemukan bahwa keadaan kacang tanah yaitu utuh. f) Inkubasi pada suhu 300C – 370C selama 5-7 hari. gula merah. Bumbu-bumbu penyedap alami seperti cabe (Capsicum sp) bawang putih (Allium sativum). retak. diduga dapat digunakan sebagai bahan pengawet alami dan menghambat tumbuhnya jamur-jamur seperti A. jamur dapat masuk ke dalam paru-paru karena mudah terhirup (Pons WA. gula merah.) dan buah asam (Tamarindus sp). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bumbu alami dapat sebagai penyedap.niger A. atau dengan menggunakan pisau yang steril dan tajam ujungnya (bila perlu dicungkil bersama agarnya).niger Monascus sp Syncephalastrum sp Fusarium sp A. e) Tunggu hingga media tersebut menjadi padat/beku. Pemeriksan Jamur Cara pemeriksaan : a) Disiapkan petri dish yang steril. 2002 . retak dan pecah mengandung cemaran aflatoksin yang berbeda. terasi. kencur (Kaempferia galanga). gula merah. dituang ke dalam petri dish tadi sebanyak 15-20 ml. ternyata dapat menghambat pertumbuhan jamur-jamur patogen seperti Aspegillus flavus dan A parasiticus. dapat diketahui bahwa penambahan bumbu alami yang semula digunakan sebagai penyedap dan pengawet sambal kacang. pengawet dan penghambat cemaran aflatoksin pada sambal kacang sehingga makanan aman untuk dikonsumsi. daun jeruk purut (Citrus sp. permukaaan koloninya halus. flavus A.niger Geotrichum sp Scopulariopsis sp Fusarium sp Rhizopus sp A.niger A. 135.

Penicillium sp yang termasuk jenis jamur gudang makin meningkat bila dibanding dengan bulan ke-1. jeruk purut.flavus Penicillium Fusarium sp A. glaucus Fusarium sp A. Rhizopus sp.niger A.niger A.glaucus Geotrichum sp Mucor sp Rhizopus sp Fusarium sp Penicillium sp A. flavus dan Penicillium sp. Sampai bulan ke tiga jenis jamur penghasil aflatoksin seperti A.4). Dari data di atas dapat diambil kesimpulan sementara bahwa bumbu-bumbu alami yang mengandung minyak atsiri sangat baik untuk digunakan sebagai bumbu masak.glaucus A. merupakan kontaminan yang dapat menimbulkan penyakit jamur pada alat pencernaan dan paru-paru anjing. Penicillium sp mulai tumbuh pada perlakuan A. Fusarium sp mulai tumbuh pada sambal kacang perlakuan kontrol dan kacang retak sejak bulan pertama. flavus belum ditemukan pada perlakuan bumbu B yaitu penggunaan bumbu-bumbu alami. glaucus Kacang retak A.niger Penicillium sp Rhizopus sp Fusarium sp KESIMPULAN Sambal kacang utuh sampai bulan ke tiga tidak mengandung jenis A.flavus Penicillium sp Rhizopus sp Mucor sp A.niger Rhizopus sp Khamir Kacang pecah A. tetapi pada sambal bumbu B belum.niger A. niger Rhizopus sp kontrol. sambal kacang dari kacang yang retak maupun pecah mulai dari bulan pertama baik dengan perlakuan bumbu A maupun bumbu B. Hal tersebut diduga karena bumbu alami ternyata dapat membunuh atau menekan pertumbuhan jamur A. niger.flavus Penicillium sp Moniliella sp Fusarium sp Rhizopus sp A. Hal ini mungkin karena sambal kacang bumbu B mengandung bumbu alami seperti bawang putih. flavus dan Penicillium sp tetapi pada perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B belum. Tabel 3.flavus Moniliela sp A. flavus. Pada pengamatan bulan ke dua pada perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B sudah dijumpai Penicillium sp.niger A. diduga Penicillium sp. Cermin Dunia Kedokteran No.flavus Fusarium sp A.Kasus aspergillosis belum banyak dilaporkan. Mucor sp. Sambal kacang yang terbuat dari kacang tanah pecah dengan bumbu A sudah ditumbuhi jamur A. flavus dan Penicilium sp sudah mulai tumbuh subur pada perlakuan kontrol dan perlakuan bumbu A sedangkan jenis A. jamur ini berasal dari tanah dan udara. Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama 2 bulan pada suhu kamar Bentuk fisik Kacang Kacang utuh Jenis jamur yang ditemukan Kontrol Syncephalastrum sp A. demikian pula halnya dengan laporan tingkat pencemaran oleh jamur Aspergillus sp pada sebagian bahan makanan khususnya sambal kacang yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. glaucus Rhizopus sp Khamir A. diduga jamur Fusarium sp berasal dari tanah tempat kacang tersebut ditumbuhkan(2).niger Scopulariopsis sp Geotichum sp A. Tabel 2.niger A. niger Rhizopus sp A. sedangkan pada bumbu B belum. niger A.flavus Penicillium sp Fusarium sp Rhizopus sp Bumbu A A. Sambal kacang pecah perlakuan kontrol pada bulan pertama sudah ditumbuhi A.niger Mucor sp Geotrichum sp A. kencur.niger Rhizopus sp Mucor sp Penicillium sp Khamir A. glaucus Penicillium sp Geotrichum sp Rhizopus sp Mucor sp A. niger A. Bumbu alami tersebut mengandung minyak atsiri yang dapat menghambat pertumbuhan jamur sehingga sambal kacang lebih tahan dari cemaran aflatoksin.niger A. flavus. burung dan manusia. glaucus Rhizopus sp Geotrichum sp Bumbu B A. glaucus Khamir Geotrichum sp A. 135. tersebut berasal dari gudang penyimpanan karena Penicillium sp tergolong sebagai jamur gudang(3. Sambal kacang retak pada pengamatan bulan pertama dan kedua belum ditumbuhi kedua jamur tersebut tetapi pada pengamatan bulan ke tiga bumbu A ditumbuhi Penicillium sp dan A. asam.parasiticus Moniliela Bumbu A A.niger Penicillium sp Rhizopus sp Moniliella sp Kacang retak Hasil pengamatan pada bulan ke-2 (Tabel 2) menunjukkan bahwa pertumbuhan jamur jenis A. begitu juga jenis Geotrichum candidum. Sampai bulan ke tiga jenis jamur Rhizopus sp ditemukan pada semua perlakuan yang menggunakan bumbu A maupun B karena bumbu-bumbu alami tersebut mengandung minyak atsiri atau minyak terbang yang dapat menghambat timbulnya jenis jamur tertentu kecuali Rhizopus sp yang tahan terhadap minyak atsiri. glaucus Rhizopus sp Khamir Bumbu B A.niger Rhizopus sp Mucor sp Geotrichum sp A. Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama 3 bulan pada suhu kamar Bentuk fisik Kacang Kacang utuh Jenis jamur yang ditemukan Kontrol Syncephalastrum sp A.flavus A. flavus yang sangat toksik. 2002 45 .glaucus Khamir Mucor sp Rhizopus sp Fusarium sp Penicillium sp A.niger Rhizopus sp Fusarium sp Kacang pecah A.

Majalah Kesehatan Masyarakat Indon 1998. 1. 4.. pada bumbu A ditemukan A. Bumbu alami yang digunakan dalam penelitian ini sebagian besar mengandung minyak atsiri yang dapat menghambat pertumbuhan jamur penghasil aflatoksin. 135. 46 Cermin Dunia Kedokteran No. Grain storage. Minn 1969. Van Oorschot CAN. Maj Kes Mas Indon 1998. Samson RA. the role of fungi in quality loss. Marjan Soekirno.flavus dan Penicillium sp. Kauffman HH. Jamur perusak pada koleksi serangga dan mamalia di laboratorium. Nunik St Aminah. Institute of the Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences.KEPUSTAKAAN Pada pengamatan bulan ke tiga. Minnessota Press. XXVI (2): 74-6. Centraalbureau voor schimmelcultures. 1984. tetapi pada bumbu B hanya ditumbuhi Penicillium sp. 2002 . 2. Nunik St Aminah. Introduction to foodbome fungi. Univ. Isolasi kapang khusus penghasil toksin. Hoekstra ES. XXV (12): 841-3. Joko Waluyo. Christensen CM. 3.

Mangan terlarut dalam air tanah dan air permukaan yang miskin oksigen. Sampai saat ini tidak terdapat bukti yarig meyakinkan tentang toksisitas pada manusia yang berkaitan dengan konsumsi mangan dalam air Cermin Dunia Kedokteran No. mandi dan mencuci. 416/Men. sehingga kadar mangan dalam air dapat mencapai Dibacakan pada seminar Lustrum IX Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan Kongres I KABIOGAMA miligram/liter. sehingga menimbulkan masalah berupa penampilan fisik air yang mengganggu. 135. dan 50 sampel (21.43 ppm dengan kadar rata-rata 0. Kelik MA. PENDAHULUAN Air merupakan salah satu materi alam yang penting dalam kehidupan manusia karena dapat dipergunakan untuk keperluan rumah tangga. dengan perkiraan kebutuhan mangan untuk nutrisi harian antara 30-50 ug/kg bobot badan. peternakan. Dalam air minum diperlukan sejumlah mineral sebagai trace element untuk proses metabolisme tubuh. Dari 237 sampel air yang diperiksa. Penggunaan air rumah tangga khususnya sebagai air minum. Kadar mangan rata-rata 0. perikanan dan industri.9%) tidak memenuhi syarat air minum.HASIL PENELITIAN Gambaran Kadar Mangan (Mn) pada Sumber Air Rumah Tangga di Jabotabek studi kasus pemeriksaan air di Puslitbang Farmasi Ni'mah Bawahab. sumur artesis. kolam. 2002 47 . Sumber air yang dipergunakan di rumah tangga biasanya berasal dari PDAM.34 ppm. Jakarta ABSTRAK Gambaran kadar mangan (Mn) pada sumber air rumah tangga di Jabotabek bertujuan untuk mengetahui jumlah sampel dengan kandungan mangan (Mn) yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih. kesehatan. Kes/IX/1990. sumur pompa. Bukti neurotoksik mangan terlihat pada para penambang yang terpajan debu Mn dalam jangka panjang. sumur terbuka. Dalam jumlah tertentu dengan pemajanan oksigen.1 %) di antaranya disebabkan karena tidak memenuhi persyaratan kadar mangan. masak. mata air dan lain-lain. Ani Isnawati Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi.91 ppm. Kecepatan absorbsi dapat bervariasi menurut bentuk kimiawinya dan keberadaan logam-logam lain seperti besi dan tembaga pada makanan.67 ppm. mangan bisa membentuk oksida yang tidak larut dan menghasilkan endapan. Badan Penelitian dan Pergembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Pemeriksaan kadar mangan dalam air dilakukan dengan metode kolorimetri terhadap sampel dari contoh air yang diajukan penduduk di wilayah Jabotabek. sedangkan yang tidak memenuhi syarat air bersih antara 0. Mangan merupakan salah satu logam yang banyak dijumpai di kulit bumi dan sering terdapat bersama besi.1. dari wilayah Bekasi 13 sampel (26%) dan 46 sampel (92%) tidak memenuhi persyaratan air minum berasal dari sumber air jenis sumur pompa. Di antara yang tidak memenuhi syarat air minum berasal dari wilayah Jakarta Timur 14 sampel (28%). pertanian. 89 sampel (35. Persyaratan air minum dan air bersih ditetapkan berdasarkan Permenkes RI No.

1. BAHAN DAN CARA Bahan Kalium permanganat (KMNO4) Standar 0.9 11. maka dilakukan pengamatan pemeriksaan mangan pada sampel dari contoh air yang diperiksakam di Laboratorium Kimia Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi.4%). 416 tahun 1990. Hasil pemeriksaan kadar mangan dapat diketahui pada tabel 3. sampai tanda dan digojok. tambah 5 ml H2SO4 4 N dan 4 ml N HNO3 dan 4 ml AgNO3 2% dan 1 gram K2S2O8 panaskan. g Na2C2O4 Normalitas KMnO4 = (A-B) x 0. berdasarkan wilayah dan sumber air. Tabel 1.6 11.9%) kemudian diikuti oleh wilayah Jakarta Timur (17. KeS/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat dalam pengawasan kualitas air : syarat kadar maksimum mangan (Mn) yang diperbolehkan untuk diminum 0. Masukkan secara kuantitatif dalam tabung Nessler. Persyaratan air bersih: apabila kadar maksimum mangan (Mn) yang diperbolehkan 0. 5.5 ppm. 2002 . 135. 410/Men. maka ditetapkan persyaratan Mn pada air minum dan air bersih berdasarkan ADI (acceptable daily intake) orang dewasa menurut peraturan Menteri Kesehatan RI No.5 ppm.3 17. Jumlah dan frekuensi sampel berdasarkan wilayah asal sampel air pada tahun 1999. Contoh air diperoleh dari berbagai sumber yaitu PDAM. berwarna ungu Mn (positif). Tetapi bukti percobaan pada binatang menunjukkan Mn dalam air minum bersifat neurotoksik. Jumlah sampel terbanyak berasal dari sumur pompa 138 sampel (58.7%). larutan tidak berwarna Mn (negatif). sumur artesis. Jakarta. biasanya berasal dari berbagai sumber air. Kemudian ditambah 100 ml akuades dan dipanaskan sampai 90°C-95°C. 9. kolam. Sejumlah 237 sampel diperiksa kadar mangan dalam air dengan metoda kolorimetri dan ditentukan persyaratan air minum dan air bersih menurut kriteria Permenkes No. Bila perlu isi Erlen Meyer dipanaskan selama titrasi berlangsung. 3. Peralatan Pipet ukur Tabung Nessler dan alat gelas yang lain. kemudian didihkan selama 5 menit. No. 2. 4.01 N Asam Sulfat (H2SO4) 4 N Larutan Asam Nitrat (HN03) 8 N Perak Nitrat (Ag N03) 2% Kalium Peroxodisulfat (K2 S2O8) Natrium Oksalat (Na2 C2O4) Sampel Contoh air yang diajukan penduduk wilayah Jabotabek untuk diperiksakan di Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi tahun 1999. HASIL Jumlah asal sampel yang diajukan penduduk untuk diperiksakan di Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi pada tahun 1999 dapat diketahui pada tabel 1. Suhu dijaga jangan sampai turun di bawah 85° C. 6. 410/Men Kes/Per/IX/1990. TUJUAN PENELITIAN 1) Menetapkan jumlah sampel yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih mengenai kadar mangan menurut Permenkes No. 8. Dititrasi cepat-cepat dengan larutan permanganat yang akan distandarisasi sampai titik akhir.4 100 Wilayah sampel air terbanyak dari Jakarta Utara (21. Wilayah Jakarta Pusat Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Barat Jakarta Utara Bekasi Depok Tangerang Bogor Jumlah Jumlah 22 42 35 10 52 34 26 8 8 237 % 9. 7. Cara Kerja Standarisasi larutan standar KMnO4 0.4 3. Perhitungan : Kadar Mn = 1000 X a ml 0. mandi dan cuci.1 ppm.6 3.7 14. Blanko dilakukan dengan aquades dan H2S2O2. 48 Cermin Dunia Kedokteran No. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes. Persyaratan air minum: apabila kadar maksimum mangan (Mn) yang diperbolehkan 0. Konsentrasi diperoleh dengan membandingkan warna dengan standar. 416 tahun 1990.2%) dan dari PDAM 72 sampel (30. Adapun sumber-sumber air tersebut dapat dilihat pada tabel 2.06701 A = ml titrasi sampel B = ml titrasi blanko Pemeriksaan Kadar Mangan (Mn) dalam air 100 ml bahan sampel.minum. sumur pompa. Untuk mengetahui berapa banyak sampel air dengan kadar mangan yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum dan air bersih berdasarkan peraturan di atas. 416 tahun 1990. masingmasing dimasukkan ke dalarn Erlen Meyer 250 ml. yaitu merah muda. sumur terbuka. mata air dan sumber-sumber lain.2 21. 2) Menetapkan jumlah rata-rata kadar mangan (Mn) yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih menurut Permenkes No.01 N KMn X 11 X f KMn 04 100 100 Penetapan Persyaratan air minum dan air bersih Air minum dan air bersih ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. yang tetap tampak selama 1 menit. sedangkan untuk air bersih 0.8 4.1 ppm.1N Ditimbang dengan tepat Natrium oksalat anhidrat (Na2 C2O4) diantara 200-400 mg (dibuat beberapa sampel). Penggunaan air di rumah tangga khususnya diperuntukkan sebagai air minum.

4 4. Jumlah sampel berdasarkan wilayah dan kriteria Per.18 0. 5.Tabel 2.Kes/Per/IX/1990. 8.26 Nilai minimum 0. 5.. karena dari hasil pemeriksaan secara keseluruhan belum menggambarkan bahwa daerah-daerah tertentu merupakan daerah yang banyak mengandung mangan. Jumlah Sampel No. PDAM meskipun jumlah sampel kedua terbanyak. 1. Men. karena cara mendapatkan sampel dan jumlah sampel tidak sama atau memadai antara beberapa wilayah.8 0. Sedangkan jumlah sampel wilayah Bekasi yang tidak memenuhi syarat air bersih 6 sampel (35.67 Nilai maksimum 0. Kes mengenai kadar Mn berdasarkan sumber air.43 No. Wilayah Jakarta Pusat Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Barat Jakarta Utara Bekasi Depok Tangerang Bogor Jumlah Keterangan : MS = memenuhi syarat TMS = tidal menenuhi syarat MS air minum 19 28 27 7 50 21 24 5 6 187 MS air bersih 2 9 6 3 2 7 1 3 33 TMS air bersih l 5 2 6 1 2 17 Total 22 42 35 l0 52 34 26 8 8 237 Jenis sumur pompa merupakan jumlah terbanyak yang tidak memenuhi syarat air minum yaitu 46 sampel (92%) dan 16 sampel (32%) tidak memenuhi syarat air bersih. 3. Kadar rata-rata mangan (Mu) untuk yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum dan air bersih. Tetapi selain kedua wilayah tersebut bukan berarti wilayah lain tidak mengandung mangan.4%. Cermin Dunia Kedokteran No.29%) dan wilayah Jakarta Timur 5 sampel (29.9%) dan tidak memenuhi syarat air bersih 17 (7.2% dan PDAM 30. 4. Kriteria Per.2 100 Tidak memenuhi syarat air minum mengenai kadar mangan 33 (13. 4. tetapi yang tidak memenuhi syarat air minum hanya 1 sampel (2%). 7. Sumber air paling banyak sebagai sampel adalah sumur pompa 58. No.1%) tidak memenuhi syarat kadar mangan untuk air minum dan 17 sampel (7. Penentuan lebih lanjut adalah menetapkan jumlah sampel yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih berdasarkan wilayah sampel berasal.2%) dari sejumlah 237 sampel. 9. Tabel 5. 6. Kadar rata-rata mangan dalam sampel air yang tidak memenuhi syarat air minum maupun air bersih adalah sebagai berikut: (tabel 6). 3.12 0. 2. No. 1.50 1. Tabel 6.34 0. Sejumlah 50 sampel (21. 3.91 Std. 2. diikuti oleh wilayah Jakarta Timur 17. Kes 416/Men. 3. 7. sehingga kadar mangan dalam berbagai sumber air tergantung dari daerah/jenis tanah tersebut. 6. 410/1990 Air minum Air bersih Kadar ratarata (Mn) 0.9 13. Sumber Air PDAM Sumur terbuka Sumur pompa Sumur artesis Kolam Mata air Lain-lain Jumlah Jumlah 72 11 138 11 2 2 1 237 Persentase % 30. Sumber Air PDAM Sumur terbuka Sumur pompa Sumur artesis Kolam Mata air Lain-lain Jumlah MS air minum 71 8 92 11 2 2 1 187 MS air bersih 1 2 30 33 TMS air bersih 1 16 17 Total 172 11 138 11 2 2 1 237 Tabel 3. 1.4 100 Perhitungan selanjutnya adalah menetapkan jumlah sampel air yang memenuhi syarat maupun yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih. Tabel 4. 3. Adapun data jumlah yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat baik air minum maupun air bersih diketahui pada tabel 4. Kriteria Permenkes No. 2. 2. Dari hasil pemeriksaan kadar mangan berdasarkan wilayah asal sampel yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih terbanyak adalah wilayah Jakarta Timur dan Bekasi. 7.7%.6 0.8 0. 4. Jakarta Utara dengan jumlah 21. Tidak memenuhi syarat air minum berarti mencakup jumlah memenuhi syarat air bersih ditambah dengan yang tidak memenuhi syarat air bersih. Hasil pemeriksaan kadar mangan Memenuhi syarat air minum Memenuhi syarat air bersih Tidak memenuhi syarat air bersih Jumlah Jumlah sampel 187 33 17 237 Persentase (%) 78. 6. Dari tabel diketahui bahwa wilayah Jakarta Timur mempunyai jumlah sampel terbanyak tidak memenuhi syarat air minum 14 sampel (28%) dan Bekasi 13 sampel (26%). Jumlah Sampel No.9% merupakan wilayah asal sampel terbanyak. Deviasi 0. Jumlah dan frekuensi sampel berdasarkan sumber air. 2.6 58. 2. 1. PEMBAHASAN Mangan merupakan mineral yang terdapat di kulit bumi dan dapat terlarut pada air tanah. 2002 49 . 416 tahun 1990.9 7.17%) tidak memenuhi syarat air bersih.2 4. Men. Hasil pemeriksaan kadar mangan (Mn) menurut Permenkes No. 1.41%). KESIMPULAN 1. 5. 135.

4. 5. Terangna N. Makalah Seminar Sehari Pengkajian Parameter Kualitas Air dalam Permenkes No. Kemampuan laboratorium pada pemeriksaan parameter kimia organik air minum dan air bersih. 1994. 416 tahun 1990. 4. Makalah Seminar Sehari Pengkajian Parameter Kualitas Air dalam Permenkes No. April 1987. Environmental Health Criteria 17. International Labour Organisation and The World Health Organization. 3. 1994. Jakarta. Berita Negara RI 1990. air. Harsanto BJE. Wilayah Jakarta Timur merupakan asal sampel terbanyak yang tidak memenuhi syarat air minum 14 sampel (28%) dan Bekasi 13 sampel (26%). Departemen Kesehatan RI. Pengkajian kualitas sumber air sebagai sumber baku air minum di Indonesia. 5. KEPUSTAKAAN 1. Jakarta. Sumber air untuk jenis sumur pompa 46 sampel (92%) tidak memenuhi syarat air minum dan tidak memenuhi syarat air bersih 16 sampel (32%). Geneva: 1981. United Nation Environment Programe. WHO Manganese. 50 Cermin Dunia Kedokteran No. 416 tahun 1990. 2. 2002 . 135. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Perusahaan Air Minum DKI Jakarta. Pengolahan dan produksi air minum. 416/Menkes/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum.

pikirkan kemungkinan infeksi susunan saraf pusat atau penyakit kolagen. Pemeriksaan yang dapat berguna antara lain pemeriksaan darah dan/atau pencitraan otak/susunan saraf pusat. mungkin diperlukan pemeriksaan/ screening darah dan/atau pencitraan otak/susunan saraf pusat. 3. jika tidak ditemukan kelainan/penyebab sistemik/ infeksi yang dapat menyebabkannya. Nyeri kepala pada pasien AIDS atau kanker dapat merupakan gejala meningitis atau abses otak. tetapi bisa juga sampai berhari-hari. mual dan muntah. stroke atau penyakit kolagen. Nyeri kepala mendadak dan berat tanpa gejala awal – pikirkan kemungkinan perdarahan subarakhnoid. 2002 51 . 6. 5. dugaan ini harus dibuktikan dengan pemeriksaan punksi lumbal dan/atau pencitraan otak/ susunan saraf pusat. 135. Pemeriksaan yang perlu segera dilakukan ialah pencitraan otak/susunan saraf pusat dan/atau punksi lumbal. gangguan kesadaran atau fungsi luhur. pemeriksaan penunjang yang berguna ialah laju endap darah dan pencitraan otak/susunan saraf pusat. dalam hal ini pikirkan kemungkinan lesi desak ruang/tumor otak. Nyeri kepala yang disertai dengan gejala neurologik fokal seperti papiledema. bahkan disertai gejala lain seperti mual dan/atau muntah. dengan ataupun tanpa obat meskipun bisa kambuh lagi di lain waktu.Kapsul NYERI KEPALA – BERBAHAYAKAH ? Semua orang pasti pernah merasakan nyeri kepala. tetapi sebagian lagi dapat merupakan gejala awal dari suatu kelainan otak/susunan saraf yang lebih serius. pecahnya malformasi arteriovena atau massa intrakranial terutama di fossa posterior. Brw Cermin Dunia Kedokteran No. 4. Nyeri kepala yang berangsur memberat dalam beberapa hari/minggu. 2. yang jika tidak segera terdeteksi dapat menjadi makin parah dan lebih sulit diobati. atau metastasis. Sebagian besar nyeri kepala akan hilang/sembuh. Nyeri kepala yang disertai demam. Bagaimana membedakan nyeri kepala yang ‘biasa’ dengan nyeri kepala yang ‘berbahaya’? 1. keluhan semacam ini dapat disebabkan oleh massa intrakranial atau penggunaan zat/obat tertentu. Jika nyeri kepala mulai diderita setelah usia 50 tahun – waspada terhadap kemungkinan arteritis temporalis atau lesi desak ruang/tumor otak. malformasi arteriovena. kadang-kadang ringan dan hilang dengan sendirinya. atau kaku kuduk.

C. 52 Cermin Dunia Kedokteran No. Oleh karena itu tidak perlu penyesuaian dosis pada penderita gangguan hati. Sp. Karena itu. Arizona. Mengenai sediaannya. paruh waktu yang panjang (bisa diminum sekali atau dua kali sehari). aureus. diselenggarakan simposium dengan topik Sequential Therapy as A New Paradigm in Lower Respiratory Tract Infection Management.RTIs/SSTIs : 50 – 80 ml/min No dosage adjustment No dosage adjustment 20 – 49 ml/min 500 mg 250 mg q 24 h 10 – 19 ml/min 500 mg 250 mg q 48 h (1/4 do) Hemodialysis 500 mg 250 mg q 48 h (1/4 do) CAPD 500 mg 250 mg q 48 h (1/4 do) . pneumoniae. pneumoniae. Dari sisi obat Bisa dilakukan pengubahan sediaan jika obat oral tersebut mempunyai aktifitas luas spektrum yang sama dengan obat intravenous. Dan karena profil farmakokinetiknya serupa maka bisa dilakukan terapi sequential. Ph D menampilkan makalah dengan judul Levofloxacin : Pharmacology and Switch therapy. pneumoniae. kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat tersebut harus diperhatikan. Universitas Indonesia. Proteus mirabilis. influenzae. Metabolisme dan Ekskresi Hampir seluruh ekskresi dilakukan melalui ginjal.Kegiatan Ilmiah SEQUENTIAL THERAPY AS A NEW PARADIGM IN LOWER RESPIRATORY TRACT INFECTIONS MANAGEMENT Bertempat di Hotel Kempinski Jakarta tanggal 2 Maret 2002. M.Tjandra Yoga Aditama. Tabel 1.Infeksi saluran urinarius termasuk pyelonefritis yang disebabkan oleh E. (2) penurunan jumlah sel darah putih dan (3) tidak ada demam dalam 2 kesempatan yang berbeda selama 8 jam (meskipun yang terakhir ini tidak mutlak atau indikasi relatif). H. Berbeda dengan step-down therapy. H. Legionella pneumophila. dari Departemen Farmakologi. Dra. namun tidak terjadi penurunan kadar zak aktif dalam darah. karena bisa menghemat biaya dan mengurangi risiko komplikasi di tempat suntikan. Arini menjelaskan bahwa saat ini. . Priyanti ZD. levofloxacin yang termasuk golongan flouroquinolone mempunyai aktifitas antibakterial 2 hingga 4 kali dari obat lain yang segolongan yaitu ofloxacin. pneumoniae. pyogenes. dalam terapi sequential. Klebsiella pneumoniae. dan mempunyai interaksi obat yang minimal. Hadiarto Mangunegoro.Complicated UTI/ Pyelonephritis : > 20 ml/min No dosage adjustment No dosage adjustment 10 – 19 ml/min 250 mg 250 mg q 48 h Switch Therapy Switch therapy berarti mengubah sediaan obat dari intravenous ke sediaan oral. Perlu juga memperhatikan bioavailabilitas yang konsisten agar kadar obat tetap dalam darah. Artinya meskipun dilakukan perpindahan (switch) metode pemberian obat dari intravenous (iv) ke oral. . yaitu bila sistem pencernaannya sudah berfungsi baik dan tidak ada rasa mual atau muntah lagi. 2002 .Community Acquired Pneumonia (CAP) oleh: Strept. M.Acute Exacerbations of Chronic Bronchitis (AECB) yang penyebabnya adalah : Strep. H. dengan syarat kuman spesifiknya belum diketahui. Arini Setiawati. aureus.6 % tidak berubah dan 5% adalah hasil metabolismenya (metabolit). SpP(K) dari RS Persahabatan dan pembicara tamu. Selain itu. Staph. K. coli. 79. B. Menurut Dosen Farmakologi UI tersebut. Dr. Namun jika kuman patogennya telah diketahui maka obat penggantinya haruslah mempunyai spektrum dan sensitifitas yang paling sempit. dosis disesuaikan berdasarkan klirens kreatinin (Tabel 1). Prof. Ph D. pneumoniae. Simposium yang berakreditasi IDI yang dihadiri lebih dari 200 peserta. levofloxacin diposisikan sebagai a new respiratory (antipneumococcal) flouroquinolone.Infeksi kulit dan jaringan lunak karena Staph. Menurut Arini. menampilkan pembicara Dra. Tucson. Kondisi pasien Switch bisa dilakukan kalau secara klinik. University of Arizona College of Medicine. parainfluenza. Aktifitas antibakterial Indikasi levofloxacin adalah untuk mengobati penyakit-penyakit seperti: . M. Dosis Levofloxacin berdasarkan klirens kreatinin Klirens Kreatinin Initial Dose Maintenance Dose . 135. . Levofloxacin : Pharmacology and Switch therapy Pembicara pertama. Untuk usia tua. Ada beberapa kriteria pelaksaanaannya. influenza. influenza. Clinical Director of Medicine and Subspecialities VAMC. P dengan sekretaris Dr. Strept. Dalam 24 jam ekskresi via ginjal ini. Michael P Habib MD. Staph. berdasarkan kondisi pasien dan sediaan obat oral tersebut. aureus. pneumoniae. A. Ps. Arini Setiawati. telah disetujui untuk mengobati Community Acquired Pneumonia (CAP) yang disebabkan oleh Drug Resistant Streptococcus Pneumoniae (DRSP). Enterobacter cloacae. Pasien akan lebih patuh jika obat tersebut mempunyai efek samping yang minimal. aeruginosa. H. Berikut disampaikan ringkasan dari simposium yang dimoderatori Dr. M. levofloxacin oleh American Thoracic Society tahun 2001. baik oral maupun intravenous sudah tersedia. pasien sudah stabil yang bisa diketahui dari (1) kondisi pasien menunjukkan peningkatan perbaikan klinik. catarrhalis . catarrhalis. Makin cepat terjadi perpindahan kemasan obat (switch) makin baik. Enterococcus faecalis. Dr. tidak terjadi penurunan dosis. misalnya pada CAP : (1) berkurangnya batuk dan sesak.Sinusitis akut yang disebabkan oleh : Strep. Sp P. catarrhalis. Indikasi yang lain adalah pasien sudah mempunyai kemampuan untuk mengkonsumsi obat secara oral.

Obat ini hadir karena banyak kuman telah resisten terhadap penisilin misalnya Streptococcus pneumoniae.administrasinya sehari sekali . Sedangkan Trovafloxacin penggunaannya sangat terbatas.Insomnia 1. International Symposium on Dyspepsia.0 – 1. Menurut Michael P Habib.com. lebih baik menggunakan ciprofloxacin. Sedangkan isu-isu lain sehubungan dengan pneumoni adalah: 1. wanita mengandung dan menyusui.9 % . diperoleh efek samping seperti: . pneumoniae yang resisten penicillin. Bali 15 . Pertemuan Ilmiah Paru Milenium 2002. saluran kemih. grepafloxacin. MRSA. hanta virus. Antimikroba ini juga mempunyai efek sangat baik terhadap bakteri atipikal seperti Legionella pneumophila.900 pasien yang menderita infeksi saluran napas.J.Levofloxacin oral Levofloxacin oral merupakan obat oral yang ideal untuk terapi penukar (switch therapy) levofloxacin infus karena memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: . polip nasal. Acara ini diikuti oleh sekitar 650 peserta terdaftar dari seluruh penjuru tanah air. Efek samping pada susunan saraf pusat yaitu seizures terjadi pada kurang dari 0. D dan Dr. 5. karena biaya rawat inap yang mahal. Keputusan merawatinapkan atau merawatjalankan pasien merupakan suatu keputusan klinik yang penting. Prof. Ofloxacin iv yang diikuti dengan terapi oral menunjukkan hasil yang baik pada pasien rawat inap dengan diagnosa macam-macam pneumonia. 2. serta seorang pakar dari Cina yaitu Prof. Tidak diindikasikan untuk Pneumonia karena Pseudomonas Levofloxacin tidak diindikasikan untuk pneumonia karena kuman pseudomonas karena levofloxacin tidak efektif.Pasien dengan 250 mg od efek samping terjadi 4 – 4.1% dan halusinasi pada kurang dari 0.17 Februari 2002 Pertemuan Ilmiah Paru Milenium 2002 (PIP-Milenium 2002) yang diselenggarakan bersama oleh PDPI Cabang Jatim dan Cabang Malang berlangsung dari tanggal 16 hingga 17 Pebruari 2002.5 hingga 2.3 % .Thrombocytosis 7. Kesimpulannya. Dr. kulit dan jaringan lunak yang diberikan terapi levofloxacin selama 5 .L pneumophila).3 –26. penderita kanker.1 % . tehnik-tehnik operasi. Kuman patogen yang resisten dan baru. levofloxacin mempunyai kemampuan penetrasi ke jaringan paru yang sangat baik dan dengan dosis tunggal sehari baik oral maupun parenteral. tidak ditemukan efek yang berat pada hati ataupun pada sistem pelistrikan jantung seperti QT prolongation. Hubungan Levofloxacin dan Ofloxacin Levofloxacin diketahui dua kali lebih poten dibandingkan ofloxacin. Phototoxicity terjadi pada 0.4 hari plus minus 2.1 % . Parameter yang paling penting dalam melakukan rawat inap adalah mencari faktor-faktor risiko yang bisa menyebabkan kematian. P. Keunggulan yang lain adalah aktifitas antibakterialnya lebih meningkat pada: gram positif (S. Dari 2. Arizona. . Clinical Director.1 – 2. Sebaliknya ciprofloxacin tidak efektif terhadap kuman gram positif. 3. jika memungkinkan penderita pneumonia cukup rawat jalan saja. Cermin Dunia Kedokteran No.7 % Sebanyak 1.0 % . Meskipun tidak ditemukan arthropathy pada anak-anak namun sebaiknya preparat ini tidak diberikan pada anak-anak dan remaja. Slide presentation acara ini bisa diperoleh di http: //pdpi. HIV. Bandung. menjadi pembicara kedua. bakteri utama penyebab infeksi saluran napas bawah. Ditinjau dari sisi ekonomi kesehatan (perawatan yang cost-effective) diupayakan adanya pelayanan kesehatan berkualitas dengan biaya yang rendah. Levofloxacin is the fluoroquionolone with the longest track record and best safety profile. Sumatera. SIMPOSIUM LAIN Simposium lain yang selengkapnya bisa diakses di http: //www. 4. Kalimantan. Efek samping flouroquinolon Meskipun demikian bukan berarti obat ini tidak mempunyai efek samping. Bali 19-21 Februari 2002 Simposium internasional mengenai dispepsia ini didahului dengan sesi meet the expert sebelum dibuka secara resmi. Medicine and Subspecialities SAVAHCS Tucson. Kontraindikasi Pemberian levofloxacin sebaiknya tidak dilakukan pada mereka yang hipersensitif terhadap quionolon. 20 kali lebih besar dari biaya rawat jalan.01 %). ada beberapa yang sudah ditarik dari peredaran karena ditemukan efek samping seperti temofloxacin. imunoterapi. ternyata kuman gram negatif sebagai penyebab pneumonia lebih banyak (64%) dibandingkan dengan kuman gram positif (34%).Abdom.5 % tidak meneruskan terapi. alergi. Acinobacter. baksil gram negatif: Pseudomonas aeruginosa.5 %) dan Pefloxacin (8%) ternyata efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit yaitu hanya 3. Dari jenis-jenis flouroquinolone.3%).1%). Dalam hal ini saran Guru Besar Penyakit Paru. 135. Selain itu pula. Hadiarto M. yang merupakan penyebab yang penting dari CAP.id > Doctor > Seminar : 7th Asian Research Symposium in Rhinology.3%. M.Nausea 1. mempunyai riwayat gangguan tendon akibat fluoroquinolone. Kuta Bali. Reaksi hemolitik bisa terjadi pada pasien-pasien defisiensi G6PD.Flatulence 1.Diare 1. Biaya rawat inap penyakit ini. Pengobatan berdasarkan empirik Penelitian Pneumonia di RS Persahabatan Jakarta Dalam presentasi tersebut. tutup Guru Besar dari Universitas Arizona ini. Chlamydia pneumoniae dan Mycoplasma pneumoniae. Efek samping yang serius Ditemukan beberapa efek samping yang serius seperti tendinitis (< 0. pneumoniae) dan kuman atipikal (M.1 % . Bisa memperkirakan hasil klinik pada pneumonia mempunyai pengaruh yang besar dalam penanganannya.co.Pasien dengan 500 mg od 5. membahas topik-topik yang sangat luas di bidang rinologi. epilepsi. C pneumoniae. [SIM]. Clinical Efficacy and Safety of Fluoroquinolones Pembicara terakhir adalah Michael P Habib MD. Dadang. Hadiarto Mangunegoro. fluoroquinolon adalah antibiotik yang mempunyai aktifitas bakteriosid yang baik untuk kuman yang bertanggung jawab pada infeksi-infeksi saluran napas bagian bawah.6 % . Berbeda dengan Trovafloxacin dan Sparfloxacin.Pasien dengan 500 mg bd 22 –28. penanganan keganasan.16 Februari 2002 Kegiatan ilmiah ini berlangsung di Hotel Kartika Plaza. mulai dari rinosinusitis. dan lain-lain. sparfloxacin. Denpasar. Arthropathy pada anak dan dewasa tidak ditemukan.Hu. MataramNTB.8 % Adapun jenis keluhan yang ditemui adalah .5 % pasien. Semarang. Begitu juga dengan peningkatan enzim-enzim hati terjadi pada 1.9%).1 – 3.14 hari.8 % . Menurut Guru Besar Spesialis Paru ini.01%.. Dalam penelitian yang diberikan pada 25 pasien rawat inap ini rata-rata pemberian ofloxacin iv adalah 4.2 % .Liver Dysfurction 4.bioavailabilitas (consistent drug level) oralnya hampir 100%. Berbeda dengan angka kejadian yang sering diceritakan dalam buku ajar luar negeri. dan kolitis pseudomembran (< 0. Dharmika.kalbe. pneumoniae.efek samping dan interaksinya minimal Tolerabilitas dari jenis-jenis flouroquinolone Dibandingkan dengan flouroquinolone yang lain seperti Ofloxacin (4. Surabaya. Sulawesi. Sp P(K) dari RS Persahabatan Jakarta.1 hari. Saat ini bermunculan S. 3.Somnolence 2. clinafloxacin. mengurai mengenai penelitian efikasi Ofloxacin injeksi pada pengobatan LRTI di RS Persahabatan pada tahun 1997. Obatobat infus bukanlah obat yang tergolong murah. Surabaya 16 . Data menarik juga terungkap dalam penelitian tersebut. Adapun beberapa isu saat ini yang penting untuk diketahui dalam menangani pneumonia seperti: 1. Ciprofloxacin (5. DM dan penyalahgunaan obat.8 % hingga 6. 2. Rekaman peserta menunjukkan berasal dari Jakarta. Salah satu sesi yang menarik adalah mengenai The role of Cisapride in the management of gastroparesis yang dibahas oleh dua pakar dari Indonesia yaitu : Dr. Penderita pneumonia meningkat jumlahnya pada lanjut usia dan mereka yang tergolong imunokomprimais.03% (bandingkan dengan Sparfloxacin yang mencapai 7. Yogyakarta dan Jawa Timur diluar Surabaya. dan Ebola 4. 2002 53 . Perubahan demografis.malang. Pain 1. Clinical Studies on Levofloxacin in the Treatment of LRTI in Persahabatan Hospital with Special Emphasis on Switch Therapy Dengan makalah yang berjudul : Clinical Studies on Levofloxacin in the Treatment of LRTI in Persahabatan Hospital with Special Emphasis on Switch Therapy.

2002 . Acute Exacerbation of Chronic Bronchitis (AECB).v. PERINGATAN dan PERHATIAN: Perlu penyesuaian dosis pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat. DOSIS & CARA PEMBERIAN: Bioavailabilitas yang sama antara Cravit® tablet dengan i. botol @ 100 ml.v. diare. selama beberapa hari. LTD 14-10 Nihonbashi 3 – Chome Chou-Ku TOKYO 103-8234 – JAPAN Let him who gives say nothing. Dosis pada pasien dengan fungsi ginjal normal adalah 500 mg sehari. Cravit® tidak diindikasikan untuk pasien di bawah usia 18 tahun. PENYIMPANAN: Simpan pada suhu 15°-30° C. gangguan tidur. KALBE FARMA. LEVOFLOXACIN INFUSION KOMPOSISI: Tiap botol 100 ml cairan infus Cravit® mengandung 500 mg levofloxacin (5 mg/ml). tergantung pada keparahan penyakit.kalbe. and him who receives speak 54 Cermin Dunia Kedokteran No. Setelah pemakaian Cravit® i. EFEK SAMPING: Reaksi alergi pada kulit (gatal ruam kulit). FARMAKOLOGI: Cravit® adalah isomer optik S(-) ofloxacin yang memiliki spektrum anti bakteri luas. dalam tempat tertutup Informasi lebih lanjut. pengobatan dapat digantikan dengan Cravit® oral. hubungi: PT. Hati-hati pada pasien dengan gangguan sistem saraf pusat. memungkinkan pemberian dengan dosis yang sama secara bergantian. infeksi saluran kemih yang sulit penatalaksanaannya (termasuk pielonefritis). Umumnya lama pengobatan dengan Cravit® adalah 7-14 hari. Tbk Gedung Enseval Jl. Cravit® i. 135. Jakarta 10510 PO Box 3105 JAK. Gram negatif (termasuk anaerob) dan atipikal. Jakarta-Indonesia Telp. dan harus diberikan secara lambat ke dalam vena. Letejen Suprapto.. INDIKASI: Cravit® diindikasikan untuk infeksi seperti Community-acquired Pneumonia (CAP).co.Produk Baru Cravit® i. Mekanisme kerjanya adalah dengan menghambat DNA gyrase sehingga bersifat bakterisidal.v.v. pusing. nausea.id Atas lisensi: DAIICHI PHARMACEUTICAL Co.: (021) 428 73888. infeksi kulit dan jaringan lunak yang disebabkan oleh mikroorganisme yang peka terhadap levofloxacin. adalah larutan infus siap pakai. Cravit® efektif untuk bakteri Gram positif. Fax (021) 428 73680 Home Page: http://www. KEMASAN: Boks.

informasi yang dimuat pada majalah CDK pun bisa diakses dari sana. perangkat lunak maupun operatornya. Banyak journal kedokteran yang telah di-online-kan termasuk majalah CDK yang sedang Anda baca ini. 135. Seperti diketahui informasi yang diakses itu sebenarnya tersebar pada berjuta-juta komputer di seluruh dunia. Majalah Kedokteran Online Berikut disampaikan beberapa majalah / journal kedokteran yang sudah online: A. Modem adalah suatu alat yang membuat komputer kita bisa terhubung dengan komputer di tempat lain. http://jama. yaitu suatu perusahaan yang menyediakan jasanya sebagai pintu gerbang kita memasuki internet. Dari sisi kepraktisan. seakan memasuki suatu lingkungan yang menyediakan segala hal.ama-assn.mendial nomor telepon tertentu. http://www.com .Medika. 2002 55 .co. bisa diperoleh informasi terkini dalam bidang kedokteran. Semua itu bisa dilakukan tanpa beranjak dari komputer atau meja kerja. para dokter bisa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman-teman sejawat yang seminat. misalnya menyediakan suatu server komputer di Cikarang.PubMed.nlm.id/ . Tentunya dalam hal ini saluran komunikasi seperti line telpon mutlak diperlukan. Begitu memasuki dunia internet. Modem Ada dua jenis modem. Dengan internetpun. Misalnya. [Erik Tapan] Cermin Dunia Kedokteran No.ncbi.com . dan lain sebagainya.com/ .The New England Journal of Medicine. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di seri kedua. mulai dari mencari informasi kedokteran. Internet sama dengan alam/dunia maya Dunia internet sering disebut alam maya. mencoba memberi informasi dari awal mengenai internet baik dari sisi perangkat kerat.The Lancet .The Electronic Journal of The Indonesian Medical Association. PT Kalbe Farma.co. Kemudian dengan menggunakan perangkat lunak (software) yg disebut browser menuju ke http://www.kalbe.Farmasia. carilah kecepatan modem yang paling tinggi (saat ini dengan koneksi dial up biasa) bisa diperoleh misalnya 56 KB. berkomunikasi dengan para teman sejawat. http://www. http://www. Kabel dari telepon langsung dicolok ke komputer kita. Anda tak perlu repot-repot menelpon ke PT Kalbe Farma. Pada website Kalbefarma tersebut. Selain itu pula.id . diperlukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).Free Medical Journals.yahoo. Namun untuk mengakses informasi tersebut.nejm. Tips yang lain dalam memilih modem.nih.org .kalbe. dan yang terpisah dari komputer (modem eksternal). http://bmj. http://www. Apa saja bisa dilakukan.majalah-farmacia. Kalau untuk membeli buku kedokteran.com/ .Health Internet Work. http://www. Perangkat keras Sebenarnya perangkat keras yang diperlukan untuk berinternet hampir sama dengan perangkat keras pada komputer yang dipergunakan untuk menulis Refarat atau Laporan Kasus misalnya. secara konvensional perlu ke toko buku. tentu komputer –secara otomatis. diperlukan modem agar bisa berinternet. Untuk memulai berinternet. Informasi Situs Majalah Kedokteran non Indonesia . http://www.co.id . Jawa Barat.org/ C.fcgi . jadwal simposium berikut resumenya. hanyalah pada suatu perangkat yang disebut “modem”. termasuk para dokter.gov/entrez/query.id/medika .com/group/CDK-L Demikian informasi yang diberikan.alergi.healthinternetwork. Karena modem menggunakan line telepon.pdat. Malah kemungkinan artikel atau informasi yang dicari tersebut bisa diperoleh tanpa perlu membeli buku. Internet Service Provider Seperti yang dijelaskan di atas.British Medical Journal.Alergika Online.net . Perbedaannya. Masing-masing perusahaan bisa menyediakan informasi di komputer yang dikhususkan untuk itu. membeli buku kedokteran. tidak demikian halnya jika itu dilakukan di internet. http://www.Cermin Dunia Kedokteran. Tulisan yang akan disampaikan berseri ini. Nomor telepon yang dituju adalah nomor telepon Internet Service Provider (ISP). Lain-lain : . yaitu yang ‘diimplant’ di komputer (modem internal). Informasi Situs Majalah Kedokteran Indonesia : . http://www.com B. melainkan cukup menelpon ke ISP Anda (semuanya sudah diinstal otomatis di komputer Anda).INTERNET UNTUK DOKTER INTERNET UNTUK DOKTER (Seri pertama) Kegunaan internet sudah dirasakan banyak pihak. Modem ini tidak mempergunakan kabel power supply. memang lebih praktis (dan umumnya lebih murah) menggunakan modem internal.co.Komunitas pembaca Cermin Dunia Kedokteran.thelancet. http://groups. agar semua informasi yang disediakan oleh PT Kalbe Farma bisa diakses oleh para dokter dan netter (pengguna internet) dari mana saja. dengan berinternet bisa diperoleh informasi kedokteran terbaru. Tetapi menurut informasi yang diterima.freemedicaljournals. http://www. dari sisi koneksitas modem eksternal lebih baik.e-jima.The Journal of the American Medical Association (JAMA). http://content.

95%CI: 0.49. serta DIET KALSIUM DAN BATU SALURAN KEMIH Selama ini orang masih bertanyatanya mengenai hubungan antara asupan kalsium dari diet makanan dengan risiko batu kalsium di saluran kemih. apolipo protein B sebesar 5. apolipoprotein B – 22.24-0.7%. N.001) dan insulin serum sebesar 13. insulin serum turun sebesar 14. 12 dari 60 pria dengan diet kalsium normal dan 23 dari 60 pria yang mendapat diet rendah kalsium (10 mmol Ca/hari). DN&P 2001.11-1. Selain itu beberapa sediaan kombinasi juga sedang diselidiki manfaatnya terhadap berbagai penyakit hepar. Scrip 2001. menderita batu rekuren (RR=0.001).0% (p=0. Para peneliti menyimpulkan bahwa di kalangan pria hiperkalsiuria dan batu oksalat rekuren pembatasan protein hewani dan garam dengan asupan normal lehih bermanfaat daripada diet rendah kalsium. Para dokter selama ini hanya mengenal sediaan naloperidol dekanoat sebagai antipsikotik jangka panjang. 2678: 19 Brw PROGNOSIS PAYAH JANTUNG Studi retrospektif atas 2568 pasien payah jantung yang diikuti selama 32 ± 15 bulan menunjukkan bahwa peningkatan tekanan vena jugularis meningkatkan risiko dirawat akibat payah jantung (RR 1.8% (p<0.01). 14(6): 353-63 Brw RISPERIDON INJEKSI Risperdal® (risperidone) – suatu antipsikotik – dalam waktu dekat akan tersedia dalam bentuk sediaan suntikan depot. Kadar glukosa tidak berubah di semua kelompok.2 mmol per hari) tetapi elskresi oksalat urine meningkat di kelompok rendah kalsium (rata-rata 5. Penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa beberapa tanaman obat memang mengandung zat aktif yang mempunyai aktivitas hepatoprotektif. Selama follow up kadar kalsium urine turun di kedua kelompok secara nyata (170 mg.53.62. Sediaan antipsikotik jangka panjang lebih ideal dan disukai karena kepatuhan berobat di kalangan pasien skizofrenia sangat rendah.005) dan risiko kematian akibat gagal pompa jantung (RR 1. ditambah dengan sifat penyakitnya yang kronis. p=0.2%.08-1. sedangkan 30 pria lainnya mendapat diet rendah kalsium (10 mmol/ hari). Sejumlah masingmasing 60 orang diberi diet biasa dan diet mengandung lemak jenuh dan trans-unsaturated fat kurang dari 10%. Setelah 5 tahun.003). Para peneliti di Italia meneliti masalah ini atas 120 pria penderita hiperkalsiuria dan batu oksalat rekuren selama 5 tahun. beta karoten –19./4. p<0. alfa tokoferol –16. tetapi rendah protein hewani (52 g/hari) dan rendah garam (50 mmol NaCl/ hari). Ternyata perlakuan diet dapat menurunkan kadar kolesterol total sebesar 7.001). 135. Andrographis paniculata – mengandung zat aktif andrographolide. Sedangkan simvastatin menurunkan kadar kolesterol total sebesar 20. 95%CI: 1.2 mg/80 umol perhari).8%.2% (p=0.4%.98.4 mg/60 umol perhari) sebaliknya turun di kelompok diet kalsium normal. Lycium chinense dengan zat aktifnya zeaxanthin.287: 598-605 Brw Selain itu adanya bunyi jantung ketiga juga meningkatkan risiko-risiko tersebut. Tanaman tersebut di antaranya : Silybum marianum – mengandung zat aktif silymarin yang telah dipasarkan dengan merk Lagalon®. bahkan beberapa di antaranya telah dibuat dan dipasarkan dalam bentuk preparat oral. 2002 . p<0.37. TANAMAN OBAT UNTUK HATI Tanaman obat sejak dahulu telah digunakan untuk berbagai penyakit. diet dan kombinasi keduanya atas kadar lipid plasma.01).32.04). LDL kolesterol sebesar 10.0% (semuanya p<0. Picrorhiza kurroa – mengandung zat aktif picroliv. 345: 574-81 Brw Cochlospermum tinotorium yang mengandung arjunolic acid. J.9% (p=0. meningkatkan kadar HDL sebesar 7.07-1. 95%CI: 1. Phyllantus amarus – mengandung zat aktif phyllantin dan hypophyllantin. Sohisandra chinensis – mengandung zat aktif schisandrin.05). Engl. di antaranya untuk gangguan fungsi hati.7% (p=0. Med.001).04). rendah protein hewani dan rendah garam (rata-rata 7. 2002. 346: 77-84 Brw 56 Cermin Dunia Kedokteran No.6%. selama masa tersebut 60 pria mendapat diet biasa dengan kandungan kalsium 30 mmol/hari. dalam sediaan ini. HDL kolesterol sebesar 4. Med.37. selanjutnya dari masing kelompok tersebut 30 orang mendapat simvastatin 20 mg/hari atau plasebo selama 12 minggu.5% (p=0. risiko kematian atau dirawat (RR 1. Glycyrrhizae radix-mengandung zat aktif glycytinic acid dan glycyrrhizin. trigliserid –13.02) dan alfa tokoferol sebesar 3. p<0. N.0% (p<0. LDL kolesterol sel sebesar 29. 2001.6% (p<0. Eng1. JAMA 2002. J. bahan aktif risperidone terbungkus dalam mikrosfer yang kemudian akan pecah secara berangsur-angsur.53.5% dan ubiquinol 10 sebesar 22.01).ABSTRAK SIMVASTATIN UNTUK HIPERKHOLESTEROL Satu penelitian atas 120 pria hiperkholesterolemik di Finlandia bertujuan untuk menilai pengaruh simvastatin. 95%CI: 1.

B E On the pinnacle of fortune man does not stand long firm (Goethe) Cermin Dunia Kedokteran No.Ruang Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Dapatkah saudara menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini? 1. JAWABAN RPPIK : 1. Yang bukan cara penggunaan napza : a) Ditelan (per oral) b) Suntikan intramuskular c) Sutikan intravena d) Dihirup uapnya e) Ditempel dikulit Deteksi zat narkoba dalam tubuh dilakukan melalui pemeriksaan : a) Darah b) Urine c) Cairan lambung d) Cairan otak e) Radiologik Yang dikenal sebagai pil koplo termasuk golongan : a) Opiat b) Amfetamin c) Kokain d) Benzodiazepin e) Ganja Ecstasy termasuk golongan : a) Opiat b) Amfetamin c) Kokain d) Benzodiazepin e) Ganja 5. 7. 5. 8. B A 2. 3. 2002 57 . 134. 7. 4. 6. B D 3. Putaw termasuk golongan : a) Opiat b) Amfetamin c) Kokain d) Benzodiazepin e) Ganja Efek euforia akibat penggunaan narkotika adalah melalui pengaruhnya terhadap : a) Korteks serebri b) Talamus c) Serebelum d) Sistim limbik e) Batang otak Golongan anti depresan yang mutakhir : a) Benzodiazepin b) Trisiklik c) MAO inhibitor d) Tetrasiklik e) SSRI Preparat yang termasuk golongan tersebut ialah : a) Klobazam b) Amitriptilin c) Moklobemid d) Maprotilin a) Fluoksetin 2. 8. 6. D E 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful