P. 1
napza

napza

|Views: 902|Likes:
Published by dhany134

More info:

Published by: dhany134 on May 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/03/2013

pdf

text

original

2002
http. www.kalbe.co.id/cdk

135. NAPZA

International Standard Serial Number: 0125 – 913X

Daftar isi :
2. Editorial 4. English Summary Artikel 5. Manajemen Laboratoris Penyalahgunaan Obat dan Komplikasinya - Suwarso 14. Pengaruh Narkotika terhadap Susunan Saraf Pusat – Budi Riyanto Wreksoatmodjo 17. Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) – Ketut Kusminarno 21. Pengobatan/Perawatan Pasien Ketergantungan NAPZA Pasca Detoksifikasi – Hartati Kurniadi 24. Gambaran Klinik dan Psikofarmaka pada Gangguan Kecemasan – Yusuf Alam Romadhon 27. Penatalaksanaan Baku dan Menyeluruh pada HIV/AIDS – Candra Wibowo

Karya Sriwidodo WS

32. Efek Toksik dan Cara Menentukan Toksisitas Bahan Kimia – Satmoko Wisaksono 37. Marine Toxin : Saxitoxin – Winarti Andayani, Betty Marita Subrata, Esther Budiman 43. Bumbu Alami sebagai Penyedap, Pengawet dan Penghambat Cemaran Aflatoksin pada Sambal Kacang – Nunik Siti A., Supraptini, Enny W.L., Inswiasri, Suyitno, Sukijo 47. Gambaran Kadar Mangan (Mn) pada Sumber Air Rumah Tangga di Jabotabek : studi kasus pemeriksaan air di Puslitbang Farmasi – Ni’mah Bawahab, Kelik MA, Ani Isnawati 50. 51. 53. 54. 55. 56. Kapsul Kegiatan Ilmiah Produk Baru Internet Abstrak RPPIK

CDK dapat diperoleh cuma-cuma melalui MedRep Grup PT. Kalbe Farma, ATAU dengan mengganti ongkos Rp. 10.000,-/eks

Di zaman modern ini dunia kesehatan sedang mengalami suatu epidemi; kali ini bukan akibat penyakit infeksi, tetapi akibat suatu perubahan gaya hidup – suatu epidemi yang jauh lebih sulit dibasmi dibandingkan dengan epidemi ‘klasik’ penyakit infeksi yang mudah diatasi dengan perbaikan lingkungan dan antibiotik. Epidemi yang sedang mengancam kita semua tak lain dari meluasnya penyalahgunaan narkotika dan zat-zat lainnya, yang meskipun tidak infeksius, penyebarannya jauh lebih cepat dan luas dibandingkan penyakit infeksi apapun. Masalah ini kami bahas dalam edisi Cermin Dunia Kedokteran kali ini; beberapa artikel akan mengupasnya dari berbagai segi – masalah deteksi, efeknya terhadap tubuh, masalah pengobatan dan rehabilitasinya – mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan dan dengan demikian lebih siap dalam menghadapi tantangan yang akan makin mengemuka di masa mendatang. Selamat membaca, dan jangan segan-segan untuk menyampaikan komentar dan pendapat Sejawat ke alamat redaksi; kami selalu mengharapkan umpan balik Sejawat untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan dan informasi untuk para Sejawat sekalian. Salam dari Redaksi

Redaksi

2

Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002

2003

International Standard Serial Number: 0125 – 913X

KETUA PENGARAH
Prof. Dr Oen L.H. MSc

REDAKSI KEHORMATAN
– Prof. DR. Sumarmo Poorwo Soedarmo
Staf Ahli Menteri Kesehatan, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

PEMIMPIN UMUM
Dr. Erik Tapan

Prof. Dr. R. Budhi Darmojo
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.

KETUA PENYUNTING
Dr. Budi Riyanto W. –

PELAKSANA
Sriwidodo WS.

Prof. Drg. Siti Wuryan A. Prayitno SKM, MScD, PhD.
Bagian Periodontologi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Jakarta

Prof. DR. Hendro Kusnoto Drg.,Sp.Ort
Laboratorium Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta

TATA USAHA
Dodi Sumarna

ALAMAT REDAKSI
Majalah Cermin Dunia Kedokteran, Gedung Enseval, Jl. Letjen Suprapto Kav. 4, Cempaka Putih, Jakarta 10510, P.O. Box 3117 Jkt. Telp. (021)4208171 E-mail : cdk@kalbe.co.id Website : http://www.kalbe.co.id/cdk

DR. Arini Setiawati
Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta

NOMOR IJIN
151/SK/DITJEN PPG/STT/1976 Tanggal 3 Juli 1976 – Dr. Boenjamin Setiawan Ph.D

DEWAN REDAKSI

PENERBIT
Grup PT Kalbe Farma

Prof. Dr. Zahir MSc.

Sjahbanar

Soebianto

PENCETAK
PT Temprint

http://www.kalbe.co.id/cdk PETUNJUK UNTUK PENULIS

Cermin Dunia Kedokteran menerima naskah yang membahas berbagai aspek kesehatan, kedokteran dan farmasi, juga hasil penelitian di bidangbidang tersebut. Naskah yang dikirimkan kepada Redaksi adalah naskah yang khusus untuk diterbitkan oleh Cermin Dunia Kedokteran; bila pernah dibahas atau dibacakan dalam suatu pertemuan ilmiah, hendaknya diberi keterangan mengenai nama, tempat dan saat berlangsungnya pertemuan tersebut. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris; bila menggunakan bahasa Indonesia, hendaknya mengikuti kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Istilah media sedapat mungkin menggunakan istilah bahasa Indonesia yang baku, atau diberi padanannya dalam bahasa Indonesia. Redaksi berhak mengubah susunan bahasa tanpa mengubah isinya. Setiap naskah harus disertai dengan abstrak dalam bahasa Indonesia. Untuk memudahkan para pembaca yang tidak berbahasa Indonesia lebih baik bila disertai juga dengan abstrak dalam bahasa Inggris. Bila tidak ada, Redaksi berhak membuat sendiri abstrak berbahasa Inggris untuk karangan tersebut. Naskah diketik dengan spasi ganda di atas kertas putih berukuran kuarto/ folio, satu muka, dengan menyisakan cukup ruangan di kanan-kirinya, lebih disukai bila panjangnya kira-kira 6 - 10 halaman kuarto disertai/atau dalam bentuk disket program MS Word. Nama (para) pe-ngarang ditulis lengkap, disertai keterangan lembaga/fakultas/institut tempat bekerjanya. Tabel/ skema/grafik/ilustrasi yang melengkapi naskah dibuat sejelas-jelasnya dengan tinta hitam agar dapat langsung direproduksi, diberi nomor sesuai dengan

urutan pemunculannya dalam naskah dan disertai keterangan yang jelas. Bila terpisah dalam lembar lain, hendaknya ditandai untuk menghindari kemungkinan tertukar. Kepustakaan diberi nomor urut sesuai dengan pemunculannya dalam naskah; disusun menurut ketentuan dalam Cummulated Index Medicus dan/atau Uniform Requirements for Manuscripts Submitted to Biomedical Journals (Ann Intern Med 1979; 90 : 95-9). Contoh: 1. Basmajian JV, Kirby RL. Medical Rehabilitation. 1st ed. Baltimore. London: William and Wilkins, 1984; Hal 174-9. 2. Weinstein L, Swartz MN. Pathogenetic properties of invading microorganisms. Dalam: Sodeman WA Jr. Sodeman WA, eds. Pathologic physiology: Mechanisms of diseases. Philadelphia: WB Saunders, 1974;457-72. 3. Sri Oemijati. Masalah dalam pemberantasan filariasis di Indonesia. Cermin Dunia Kedokt. l990; 64: 7-10. Bila pengarang enam orang atau kurang, sebutkan semua; bila tujuh atau lebih, sebutkan hanya tiga yang pertama dan tambahkan dkk. Naskah dikirimkan ke alamat : Redaksi Cermin Dunia Kedokteran, Gedung Enseval, JI. Letjen Suprapto Kav. 4, Cempaka Putih, Jakarta 10510 P.O. Box 3117 Jakarta. Tlp. (021) 4208171. E-mail : redaksiCDK@yahoo.com Pengarang yang naskahnya telah disetujui untuk diterbitkan, akan diberitahu secara tertulis. Naskah yang tidak dapat diterbitkan hanya dikembalikan bila disertai dengan amplop beralamat (pengarang) lengkap dengan perangko yang cukup.

Tulisan dalam majalah ini merupakan pandangan/pendapat masing-masing penulis dan tidak selalu merupakan pandangan atau kebijakan instansi/lembaga/bagian Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002 tempat kerja si penulis.

3

English Summary
LABORATORY MANAGEMENT OF DRUG ADDICTION AND ITS COMPLICATIONS Suwarso
Department of Clinical Pathology, Faculty of Medicine, Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia

EFFECTS OF NARCOTICS ON THE CENTRAL NERVOUS SYSTEM Budi Riyanto Wreksoatmodjo
Marzuki Mahdi Indonesia Hospital, Bogor,

CLINICAL PICTURE AND PSYCHOPHARMACOLOGY OF ANXIETY Yusuf Alam Romadhon
Kartasura Community Health Centre, Central Java, Indonesia

Problems of drug addiction were very complex, particularly in developing countries. It is not only concerning the direct medical problems, but also the complications, particularly among chronic users, such as hepatitis, HIV infection and bacterial endocarditis. The laboratory management should consist of screening, diagnostic and monitoring of drug use and also its complications.
Cermin Dunia Kedokt. 2002; 135: 5-13 so

Narcotics have been used since antiquity; formerly as a medication for variety of symptoms, including pain killer and cough remedy; but scientific investigations that began in 19th century revealed their potential for abuse and other side effects. Narcotics exerts their effects on human body through their influence on several receptors in the brain, and depending on the properties of receptors, the clinical effects may varies. Recent experiments also found opioid receptors in peripheral nervous system.
Cermin Dunia Kedokt. 2002; 135: 14-6 brw

Anxiety can be found in individuals with normal stress, in chronic physical ailments, in persons with psychiatric disorders or as an independent symptom. There are five categories of anxiety; namely : panic disorder, generalized anxiety disorder, phobic disorder, obssesivecompulsive disorder and posttraumatic stress disorder. Anxiolytic drugs should be used in combination with psychotherapy; recently there are many kinds of anxiolytic drugs: benzodiazepines, tricyclic,monoamine inhibitor, serotonin reuptake inhibitor and specific serotonin reuptake inhibitor. Clinicians should be familiar with their actions, side effects and closely monitor their patients pattern of use
Cermin Dunia Kedokt.2002;135:24-6 brw

Misfortunes come on wings and depart on feet

4

Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002

Yogyakarta ABSTRAK Di negara yang sedang berkembang kasus dan masalah penyalahgunaan obat sangat kompleks. juga masalah medis yang variatif dan cepat penyebarannya. bahan atau metabolitnya dalam sampel subyek yang diperiksa. akhirnya akan diperoleh oleh individu. yang penyebarannya sangat cepat meluas di antara sesama pemakai. legalilegalnya cara yang diperoleh. dan menetapkan ada-tidaknya komplikasi akibat pemakaiannya. Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/ Rumah Sakit Umum Pusat Dr. LATAR BELAKANG Pengetahuan tentang obat/bahan yang diyakini mampu memecahkan masalah fisik dan psikis (thinking. PENDAHULUAN Manajemen laboratoris penyalahgunaan obat dan metabolitnya dirancang dengan mempertimbangkan latarbelakang permasalahan penyalahgunaan obat yang umumnya demikian kompleks di negara yang sedang berkembang. Narkoba. Efektifitas atau mujarabnya obat/bahan yang dipilih akan membuat individu mengulang penggunaannya (recurrent). dan endokarditis bakteri-alis merupakan komplikasi medis dari penyalahgunaan obat. sehingga selain mengakibatkan masalah psikososialekonomi yang luas. ada-tidak manfaat medis. Hepatitis virus dan/atau non-virus. lingkungan kerja maupun sosial. monitoring penyalahgunaan obat dan komplikasinya.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Manajemen Laboratoris Penyalahgunaan Obat dan Komplikasinya Suwarso Bagian Patologi Klinik. tanpa mempedulikan lagi untung-rugi. sehingga dari hasilnya bisa diambil langkah-langkah lanjutan yang akurat dan efektif. Hepatitis. 135. Endokarditis bakterialis. sakit karena putaw) yang akan membuat individu secara kompulsif (kecanduan) menggunakan obat/bahan. ilmiah maupun tidak. Untuk membantu penanganan penyalahgunaan obat agar lebih akurat. Human immunodeficiency virus (HIV). kronis 26-30 minggu). Salah satu bentuk preventif yang umum dilakukan oleh ber- Cermin Dunia Kedokteran No. yang selanjutnya menimbulkan masalah baik di keluarga. akan dibahas manajemen laboratoris dalam skrining. feeling). tetapi juga pada per-masalahan medis yang merupakan dampak komplikasi dari efek pemakaian obat yang terus menerus. inhalan. sementara toleransi tubuh akibat pengulangan tersebut diatasi selain dengan cara menaikkan frekuensi dan dosis. Jumlah kematian pertahun karena penyalahgunaan obat (overdose) opiat mencapai 40-50% dari semua kematian karena obat16. Sardjito. snorting). injeksi. baik langsung maupun tidak langsung. Permasalahan tidak hanya pada psikososialekonomi. infeksi HIV. diagnosis. Kondisi semacam ini membuat individu tergantung (dependent) sehingga sangat sulit untuk tidak menggunakan ulang obat/bahan tersebut. juga dengan cara mengkombinasi beberapa macam obat/bahan dan memvariasi rute pemakaian (ingesti. 2002 5 . behaviour. Recurrenting yang ekstrim akan membuat kondisi withdrawal berat ("Sakaw". Kata Kunci: Rapid test. Drug-addict. Pengulangan/recurrenting yang sering akan menimbulkan kondisi withdrawal (akut lamanya 5-10 hari. yakni kondisi ketersiksaan fisik dan psikis non-fatal yang muncul jika 6-12 jam obat/bahan tidak dikonsumsi1. Manajemen laboratoris yang ditulis di sini meliputi pemeriksaan skrining yang akan menetapkan ada-tidaknya obat.

6 menit dan intensitas ion (m/z) = 184 oleh GC/MS. -bovis. menggunakan antibodi mono. aorta. Hepatitis Hepatitis dicirikan dari meningkatnya SGPT minimum 1. sekarang SAMHSA). Hasil positif (obat mencapai atau melebihi batas dosis toksik/tes sensitivitas) atau negatif (obat tidak mencapai dosis toksik/tes sensitivitas) digunakan untuk mengambil keputusan. Sementara di Yogyakarta sekitar 4.7%.USAR).bagai instansi perusahaan di negara maju antara lain dengan cara skrining acak narkoba atas sampel urin dari karyawan atau calon karyawannya. Infeksi HIV Efisiensi infeksi HIV melalui satu kali pajanan dengan jarum suntik yang tercemar adalah 0. Paduan optimal ini selain mampu mendeteksi narkoba secara spesifik juga mampu mendeteksi dosis abuse/toksik paling minim (Tabel 1). kuman penyebab dan daya tahan tubuh yang di USA mencapai 5-40%. streptokokus viridan. dan test konfirmasi menurut the Substance Abuse and Mental Health Services Administration (SAMHSA)7. Darah semacam ini terbukti infeksius.5 kali batas atas normal dengan atau tanpa kenaikan SGOT. berat badan menurun dapat merupakan gejala prodromal infeksi HIV. Pertimbangan tekniknya yang sederhana. Lesi berupa vegetasi di katup triskupid. cara umum pemakaian dan efek klinis narkoba. demam.non-C yang sering ditemukan di Yogyakarta (tidak dipublikasi). Sementara hepatitis lain (hepatitis tifosa) merupakan hepatitis non-B. Dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dibuat dalam bentuk imunokromatografi kompetitif kualitatif yang praktis. Dengan sampel urin teknik ini memiliki sensitivitas sesuai dengan standard National Institute on Drug Abuse (NIDA. dan terbukti bahwa cara ini mampu membedakan jutaan obat tanpa satupun diketahui memiliki m/z. mencapai 20/100. Tabel 1 memuat kadar batas pengambilan keputusan (cutoff) hasil test skrining. A) SKRINING. 15%. Deteksi infeksi HIV secara klinis sangat sukar.6. kuman Gram negatif.5-1%. Tabel 2 memuat tipe narkotik (penurun kesadaran atau rasa sakit) dan psikotropik (khasiat spesifik pada mental dan perilaku) menurut potensi disalahgunakan (abuse) dan manfaat medisnya. hambatan waktu (HW) dan bentuk kromatografi (K)]. Kuman penyebab meliputi stafilokokus koagulasi (50%). Tabel 3 memuat jenis. sementara untuk hasil ragu-ragu dan hasil positif yang berurusan dengan hukum. Analog dengan ini maka pemakaian jarum suntik yang tercemar di antara IVDA yang klinis sehat memiliki potensi tinggi untuk menularkan hepatitis virus-B. Mortalitas di kalangan IVDA relatif lebih tinggi karena umumnya memiliki daya tahan tubuh yang rendah. limfadenopatia. difteroid. streptokokus faekalis (8%). dan 2% penderita. Mortalitas sangat tergantung pada lokasi. GermanyR.1% individu yang secara klinis sehat dan berpotensi menjadi donor darah diketahui masing-masing mengandung virus hepatitis-B dan -C. Kadar NKs didapat dengan rumus: Tinggi Puncak NKs Kadar NKs = Tinggi Puncak NKst Jenis narkoba yang sampai saat ini secara komersial dapat dites meliputi semua narkoba yang tertera pada Tabel 4 (Seratec. KONFIRMASI NARKOBA & METABOLITNYA Metode atau teknologi laboratorium yang digunakan untuk skrining harus memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi. bentuk fisik. dan ini bertanggung jawab pada 20-30% dari keseluruhan prevalensi anti-HIV di negara tersebut.dan poliklonal yang spesifik terhadap narkoba dan metabolitnya. dan kultur negatif 5%2. Secara global kontribusi IVDA dalam kasus infeksi HIV adalah 5-10%. Gambar 1 memuat deteksi dan konfirmasi narkoba sampel (NKs) yang diduga memiliki narkoba standar (NKst) dengan HW = 21. metode ini merupakan paduan optimal antara alat ukur mass spectrometry yang memiliki sensitivitas sangat tinggi (mengukur intensitas ion obat) dengan gas chromatography yang memiliki spesifisitas tinggi [mendiferensiasi obat menurut intensitas ion (m/z). Hasil skrining yang "ragu" atau positif yang bertalian dengan hukum selanjutnya dikonfirmasi dengan metode GC/MS. MANAJEMEN LABORATORIS Manajemen laboratoris meliputi skrining dan diagnosis adanya narkoba serta komplikasinya. 2002 . 80 dan 100% di antaranya terbukti infeksius (HBeAg positip. Home-test Drug Abuse Insta Test. 135.8% dan 3. Kontribusi terbesar berasal dari IVDA di negara yang sedang berkembang yang mencapai 30-60%. Tabel 5 memuat obat/bahan yang diketahui tidak menimbulkan reaksi silang pada test skrining amfetamin urin 100ug/ml. diare. -C dan -tifosa. dan ini bertanggung jawab pada 60-100% kasus-kasus HIV pada heteroseksual dan neonatus di negara maju. KOMPLIKASI PENYALAHGUNAAN OBAT Komplikasi penyalahgunaan obat yang akan dibahas di sini meliputi hepatitis. HW dan K yang sama). Sindrom klinis seperti flulike syndromes. HCV RNA positif)5. pendekatan laboratoris karenanya merupakan salah satu cara yang sampai saat ini masih dianggap lebih efektif. membuat kedua metode ini menjadi umum digunakan untuk skrining narkoba. 25%. infeksi HIV dan endokarditis. EIA (enzyme immunoassay) dan imunokromatografi merupakan dua metode yang memenuhi kriteria ini. X Kadar NKst 6 Cermin Dunia Kedokteran No. Peluang hepatitis pada resipien yang mendapat 1 unit darah transfusi dengan SGOT SGPT meningkat adalah 6 kali lebih besar. dan spesifisitas 99. tidak memerlukan tenaga trampil dan cepat (hasil dapat diperoleh dalam 3-10 menit). jamur (masing-masing 5%).000 penduduk. Endokarditis IVDA merupakan penyebab pada 5-15% dari keseluruhan insiden endokarditis bakterialis yang di USA. mitral dan pulmonal terdeteksi masing-masing pada 45%. Tabel 4 memuat jenis dan nama lain narkoba yang secara komersial dapat ditest skrining dalam sampel urin. keputusan diambil dari hasil test konfirmasi atas sampel urin yang sama.

Tinggi/Nihil Heroin MDMA STP Kokain Ekstasi Ganja LSD II. paranoia dan delusi KOKAIN Dihisap Dirokok Injeksi Penggunaan bersama alkohol akan memperlama efek toksik. tidak berbau CRACK COCAINE: Potongan crack kecil putih kecoklatan Cara Pemakaian Ditelan Dihisap Dirokok Injeksi Melambung Temperatur ↑ Energi & Tekanan darah ↑ Kesigapan ↑ Denyut jantung ↑ Gelisah Nafsu makan ↓ Takikardi. DUM. MinimKodein Fenobarbital Menengah/Umum Flunitrazepam IV. Jika dijenuhi oleh narkoba sampel (sampel positif narkoba). MG) Tabel. ansietas. warna SERBUK KOKAIN: Serbuk kristal putih pahit. 2002 7 .Intraokuler ↓ Bronkodilatasi Tekanan darah ↑ Nistagmus vertikal-horizontal Berkeringat CNS ↓ Sensasi nyeri ↓ Emosi nyeri ↓ Respirasi ↓ CNS Sensasi nyeri Emosi nyeri Respirasi ↓ ↓ ↓ ↓ Nafsu makan↑ Koordinasi ↓ Fotofobia Apati Halusinasi Relaxation inhibiion Intoksikasi Subjective slowing of time PHENCYCLIDINE Tablet/Kapsul Serbuk Dihisap Dirokok Injeksi Oral Dihisap Injeksi Oral Analgesia Euforia Mual/muntah Kejang umum tonik-klonik Ekstrim agresif Intoksikasi Skizofrenia Konstipasi Pucat Eufori Analgesi Konstipasi Retensi urin Libido Rasa lemah Drowsiness Pusing OPIAT Bubuk putih. NARKOBA AMFETAMIN/ METAMFETAMIN Bentuk Fisik Serbuk kasar Kristal Potongan (chunks) Kapsul/tablet berba gai ukuran. Tinggi/Pilihan Morfin Amfetamin Metakualon akhir Petidin Fensiklidin Metilfenidat Sekobarbital (Ritalin) III. NARKOBA/Metabolitnya Metabolit Marijuana Metabolit Kokain Metabolit Opiat: Morfin Kodein Metabolit Amfetamin: Amfetamin Metamfetamin Phencyclidine Kadar awal/Skrining (ng/ml) 50 300 300 1000 25 Kadar Konfirmasi (ng/ml) 15 150 300 300 500 500 25 Tabel 2: Jenis Narkotik dan Psikotropik menurut Potensi Abuse dan Manfaat Potensi Abuse/ Tipe Narkotik Psikotropik Manfaat Medis I. Liquid injeksi Tablet/kapsul Serbuk kristal putih Tablet/kapsul Liquid injeksi Sedasi Rasa lemah Miosis Mual/muntah Sedasi Rasa lemah Miosis Fotofobia Eufori Anestesi Hipnotik Hipotensi Mual/muntah Konstipasi Ansietas ↓ Fatigue METHADONE Oral Injeksi Pusing Pening ↓ BARBITURAT Bubuk putih Tablet/Kapsul Liquid injeksi Oral Injeksi CNS ↓ Ansietas ↓ Akuiti mental ↓ Denyut jantung ↓ Depresi Drowsiness Pening Pusing Kardiovaskuler ↓ Respirasi ↓ Fungsi miokard ↓ Kontraksi miokard ↓ Letargi Mulut kering Inkoordinasi motorik Slowed speech BENZODIAZEPINES Bubuk kristal berbagai warna Oral 1) Dasar Dan Validitas Test Test didasarkan pada kompetisi penjenuhan IgG anti-narkoba yang mengandung substrat enzim (ada dalam keadaan bebas di zone S) oleh narkoba sampel atau narkoba yang telah dikonjugasi enzim (ada dan terfiksir di zone T). sehingga tidak terjadi reaksi enzim-subtrat yang berwarna. delusi obat Toxic psychosis.Tabel 1: Kadar batas pengambilan keputusan (cutoff) narkotik dan bahan adiktif (narkoba) dalam sampel serum/urin menurut Samhsa. 135. Palpitasi. maka IgG anti-narkobasubstrat tidak akan berikatan dengan narkoba-enzimnya. cara umum pemakaian dan efek klinis NARKOBA. Minim/Umum Klordiazepoksid Diazepam Bromazepam Klonazepam Klobazam Nitrazepam(BK. hitam coklat. bentuk fisik. CANNABINOIDS Bubuk daun kering Rokok lintingan Potongan hashish Hashish oil Dirokok Makanan kering/ dimasak Cardiac output ↑ Nadi ↑ Tekanan. Aritmi Tonus CNS ↑ Simpatik ↑ Denyut jantung ↑ Tekanan darah ↑ Mood ↑ Vasokonstriksi Melambung Paranoid Midriasis Depresi Sedasi Seizures Efek Klinis Dizziness Insomnia Eufori Depresi Sedasi Takipneu Heart failure Kenaikan penampilan karena overestimation Eufori diikuti disfori. Sebaliknya jika tidak dijenuhi (sampel negatif narkoba) atau hanya sebagian dijenuhi (sampel mengandung narkoba dalam jumlah di bawah Cermin Dunia Kedokteran No.3: Jenis. agitasi.

ambang batas pemeriksaan). Amphetamine Benzoylecgonine THC-Asam karboksilat senyawa glukonoid 500 ng/ml 300 ng/ml 50 ng/ml Phecyclidine Phencyclidine Phencyclidine Seratec-PCP Instant view Seratec-MOR Instant view Home test Huma drug Acon First sign Acon Seratec –MDT Instant view Home test Huma drug Seratec -BAR Instant view Home test Huma drug Acon First sign Genix Seratec -BZO Instant view Home test Huma drug Acon First sign Genix 25 ng/ml AnalgesikNarkotik Oplate -Heroin -Morphine -Percodan -Codeine -Paracodin -Oxycodone -Lorphan -Dilaudid -Vicodin -Dolophine -Methadone -L-Polamidon -Physeptone -Amytal -Tuinal -Butisol -Fiorinal -Nembutal -Neoderm -Luminal -Immenocial -Seconal -Stadodorm -Phenobarbital -Ativan -Rohypnol -Halcion -Tranxene -Librium -Valium -Novopoxide -Vivol -Remestan -Xanax -Restoril Opiate 300 ng/ml Methadone . Hipnotik Barbiturate -Barbs -Downers -Tranqs -Short acting : 1 hari -Long acting : 2-3 minggu Barbiturate 300 ng/ml Benzodiazepine -Bennies -Rophies (Rohypnol) Pil Koplo -Dosis terapi : 3 hari -Overdosis atau pengguna kronis (1 th atau lebih : 4-6 minggu Benzodiazepines 300 ng/ml menjenuhi IgG anti-narkoba-substrat. 135. Bila Sampel Urin Negatif Pada sampel urin yang tidak mengandung narkoba. ada dalam jumlah di bawah ambang batas pemeriksaan atau tidak ada sama sekali narkobanya. Jenis dan nama lain narkoba yang secara komersial dapat diskrin Kelompok Stimulan Nama Narkoba Amphetamine Nama lain -Ecstasy(MDMA) .Speed -Evo (MDMA) . Valid tidaknya test dikontrol dengan mengikutsertakan pada zone S suatu kontrol validitas yang berupa IgG goat-substrat. maka IgG anti-narkoba-substrat akan berikatan dengan narkoba-enzimnya secara penuh atau sebagian.Crank -Clarity . 8 Cermin Dunia Kedokteran No.Essence Sama dengan Amphetamine -Dexies -Uppers -Coke -Crack -Snow -Rock Cocaine -Flake -Colombian -Marijuana -Sinsemilla -Dope -Ganja -Weed -Barang -Hemp -Gele -Hash -Grass -Cimeng -THC -Pot -Maryjane -Angel Dust -PCP-HOG -Crystal cyclone -Killer Weed -Smack -Tar -Tiger -Horse -White lady -White stuff -Amidone -Fizzles -Opium -Junk -Putauw -Scaq -Morpho.Perokok moderat (4 kali/mg): s/d 5 hari . Sedatif.Perokok berat: s/d 10 hari . 2002 . semuanya tidak akan menjenuhi dan hanya akan mendifusikan IgG goat-substrat dari zone S ke zone C untuk menemui dan mengikat IgG anti-IgG goat yang dikonjugasi enzim (KAGE) sehingga terjadi reaksi enzim-substrat yang berwarna di zone C. c. Bila Sampel Urin Positif Di zone S narkoba urin positif akan langsung berikatan dan Nama Farmakologi -Dexedrine -Benzodrine -Desoxyne -Methedrine Sama dengan Amphetamine Cocaine -Marinol Kapan terdeteksi pada Urine 1-2 hari Tersekresi pada Urine sebagai Amphetamine Nama Seratec-AMP Instant view Hone test Huma drug Acon Seratec-M-AMP Instant view Seratec-COC Instant view Seratec .3 hari Methadone 300 ng/ml Depresan. sehingga terjadi reaksi ensim-substrat yang tidak penuh.1-2 joint : 2-3 hari .THC Instant view Home test Huma drug Acon First sign genix Sensitivitas 1000 ng/ml Methamphetamin Cocaine Halusinogen Cannabinoid 1-2 hari 1-3 hari . sehingga terjadi reaksi enzim-substrat yang berwarna penuh (gelap) atau lamat-lamat (ragu-ragu). maka baik pada sampel urin yang ada.Crystal -Adam . maka jika urin ini diteteskan di zone S. Penjenuhan berikutnya akan dipenuhi oleh Narkoba-ensim di zone T.2 hari Metamphetamine. Karena IgG goat bukan antibodi spesifiknya narkoba. Di zone T IgG anti-Narkoba akan berikatan dengan narkoba-enzimnya (KNE). yang akan memberikan warna lamat-lamat (ragu-ragu) di zone T. Tabel 4.Ice -Shabu-shabu .Pengguna kronis(lebih dari 5 joint sehari) : 14 s/d 18 hari -14 hari -s/d 30 hari pada pengguna kronis . b. sehingga baik di zone T maupun zone C terjadi reaksi enzim-substrat berupa pita warna pink. urin hanya mendifusikan IgG antinarkoba-substrat dan IgG goat-substrat dari zone S ke zone T dan zone C. Bila Sampel Urin Ragu-Ragu Di zone S narkoba urin yang berkadar tepat di batas ambang pemeriksaan akan menjenuhi IgG anti-narkoba-substrat tidak secara penuh. sementara di zone C IgG goat akan berikatan dengan IgG anti-IgG goat-enzim (KAGE). Sebaliknya di zone C tetap terjadi reaksi warna (pita pink) sebab narkoba urin tidak spesifik untuk dapat berikatan dengan IgG goat.Dirokok : 1-5 hari . m a. sehingga waktu didifusikan ke zone T tidak bisa mengikat (bercelah) narkoba-enzimnya (KNE). tidak terjadi reaksi enzim-substrat dan karenanya tidak muncul reaksi warna.

Sebaliknya jika warna tidak muncul ini berarti test tidak valid. 2002 9 . Jika warna ini muncul berarti test dikatakan valid dan dengan demikian hasil test dapat dipercaya dan siap diberikan ke yang berkepentingan.6 menit & m/z = 184 Berikatan (Tidak bercelah) Muncul reaksi ensim (Warna) Tidak berikatan (bercelah) Tidak muncul reaksi warna. Skema reaksi imunokromatografi kompetitif dalam mendeteksi narkoba dan metabolitnya dalam urin. 135. Zone. Sub=Substrat Nar(-)/(+) = Narkoba negatif/positif <> = Narkoba. cara ini tidak menyakiti. Obat/Bahan lain Hambatan Waktu (Menit) Gambar 1. KNE = Konjugat narkoba-ensim. SAMPEL URIN NEGATIP. atau dengan kit dari pabrik lain (Gambar 2). Gambar 2.Tabel 5: Obat/bahan yang diketahui tidak menimbulkan reaksi silang pada test skrining 1000 ug/ml Aphetamine. karenanya tidak tergantung pada ada tidaknya narkoba.L-Octopamine Oxalic acid Gentisic acid Oxazepam Oxolinic acid Oxycodone Oxymetazoline Oxymorphone pHydroxymethamphetamine Pavaperine Penicillin-G Pentazocine Pentobarbital Perphenazine Phencyclidine Phenelzine Phendimetrazine Phenobarbital DL-Tyrosine Uric acid Phenytoin L-Phenylethylamine L-Phenylpropanilamine Prednisolone Prednisone Procaine Promazine Promethazine D. d. Acetaminophen Acetylsalicylate Aminopyrine Amitryptyline Amobarbital Amoxapine Amoxicillin L-Amphetamine Apomorphine Ascorbic acid Aspartame Atropin Benzocaine Benzoylecgonine Benzphetamine Butabarbital Cannabidiol Chloralhydrate Chloramphenicol Chlordiazepoxide Chlorothiazide Chlorpromazine Chloroquine Cholesterol Clomipramine Clonidine Cocaine Cortisone (-) Cortinine DL-Thyroxine Tolbutamide Tranylcypromine Creatinine Deoxycorticosterone Dextromethorphan Diazepam Diethylpropion Diflunisal Digoxine Diphenhydramine Doxylamine Ecgonine Ecgonine methyleste (+) Ephedrine (±) Ephedrine (-) Ephedrine (-) w Ephedrine Erythromycin β-Estradiol Estrone-3-sulfate Ethyl-p-aminobenzoat Fenoprofen Furoxamide Glucuronide Glutethimide Guaifenesin Hipuric acid Hydralazine Hydrochlorothiazide Hydrocodone Hydrocortisone Triamterene Trifluoperazine Trimethoprim Hydromorphone O-Hydroxyhippuric acid Ibuprofen Imipramine Iproniazid (-) Isoproteranol Isoxsuprine Ketamine Ketoprofen Labetalol Levorphanol Lidocaine Loperamide Loxapine succinate Maprotiline Meperidine Mephentermine Meprobamate Methadone Methaqualone Methoxyphenamine (±)3.5 ug/ml) Narkoba Sampel (Dengan rumus didapat = 3. Reaksi hanya membutuhkan H2O urin. SAMPEL URIN POSITIF. Deteksi. Zone.T=Test. Bila Test Valid atau Tidak Valid Zone C adalah zone kontrol validitas yakni zone untuk menilai apakah test valid atau tidak. Keterangan: Zone.S=Sample. A. B.4 ug/ml) Hasil kromatografi selama pengamatan 45 menit dan harus diulang dengan test-kit yang baru. konfirmasi narkoba sampel urin dengan cara gas chromatography dan mass spectrometry (GC/MS): Diduga NKs memiliki NKst dengan HW = 21. urin me- Cermin Dunia Kedokteran No.4-Methylenedioxy methamphetamine Methylphenidate Methyprilon Morphine-3βDglucuronide Nalidixic acid Nalorphine Naloxone Trimipramine DL-Tryptophan Naltrexone Naproxen Niacinamide Nifedipine Norcodein Norethindrone Noroxymorphone D-Norpropoxyphene (-)Norpseudoephedrine Noscapine Nylidrin D. hasil reaksi pada zone C ini akan selalu muncul warna.C=Control.L-Propanolol Propiomazine D-Propoxyphene D-Pseudoephedrine Quinidine Quinine Ranitidine Salicylic acid Secobarbital Serotonin Sulfamethazine Sulindac Temazepam Tetracycline Tetrahydrocortisone Tetrahydrozoline t9-THC 11norty-carboxy-THC Thebaine Thiamine Thioridazine Verapamil Zomepirac Intensitas Ion (m/z) Narkoba Standar (1. 2) Sampel Test dan Penyimpanannya Urin merupakan sampel yang representatif untuk pendeteksian narkoba dan metabolitnya. KAGE = Konjugat IgG anti-IgG "goat"-ensim.

jika pada SGPT yang meningkat ini ditemukan HBsAg.Biarkan sampel dan reagennya mencapai temperatur ruang. 3) Cara Kerja & Interpretasi Hasil 3. kemudian 3-5 menit kedua: . A. seperti 10 Cermin Dunia Kedokteran No. dikonfirmasi dengan test konfirmasi seperti telah dibahas di atas. dengan card pabrik lain atau konsul ke dokter spesialis patologi klinik. Urin harus jernih (sentrifus jika keruh). . hepatitis tifosa dan endokarditis bakterialis. Penyimpanan dalam cawan. tanpa pengawet. tidak menggunakan reagen yang telah melebihi tanggal kadaluarsa. dikatakan dengan kolangitis intra dan posthepatik jika GGT dan AP serta 5'NT sebagai konfirmasinya juga meningkat. . Dikatakan karier HBsAg jika kepositifan HBsAg ini ditemukan pada subyek dengan SGPT. jika muncul 2 garis pink. B. dan kronis jika >6-9 bulan8-12 Dikatakan hepatitis virus-B. Sebaliknya hanya kolangitis atau kolestasis jika hanya hanya GGT atau AP dan 5'NT saja yang meningkat tanpa disertai peningkatan SGPT dan SGOT. hasil dibaca pada 3-5 menit pertama. jika muncul hanya 1 garis pink di zone C. 1.Hasil dikatakan positif. jika tidak muncul garis pink di "C" dengan atau tanpa di "T". SGPT). 135.Buka penutup bagian bawah dari alat test lalu celupkan ke enam bagian kertas (strip) ke dalam urin sampel jangan melebihi batas (kotak plastik) selama 10-20 detik. HIV. Deteksi Tunggal Narkoba dan Metabolitnya (Gambar 3). tabung plastik/gelas yang kering dan bersih.miliki kadar narkoba dan metabolitnya tinggi sebaliknya hanya dalam waktu singkat dalam darah. 3. STICK. hepatitis ditentukan dengan meningkatnya SGPT ≥ 1. dan hepatitis non-B jika HBsAg negatif. Pada cara stick. HEPATITIS VIRUS-B & -DELTA (HDV). .Kemudian angkat dan tunggu. HCV.1.2. SGOT normal. Jangan membuka kemasan reagen dan sampel sebelum siap dikerjakan.5 batas atas normal. hasilnya akan terbaca dalam waktu paling lambat 5-10 menit. KARIER HBsAg & SUBYEK NON-IMUN Tanpa mempedulikan ada tidaknya manifestasi klinis. Deteksi 3-6 Narkoba dan metabolitnya dengan cara card atau stick.Biarkan dalam temperatur kamar. satu di zone C dan lainnya di zone T. dan dikatakan karier HBsAg infeksius jika HBeAg atau DNA HBV positif dan antiHBeAgnya negatif. Non-B. Deteksi 3-6 Narkoba dan Metabolitnya (Gambar 4). CARD Test Area Sample well POSITIF NEGATIF . Keputusan medis dari pemeriksaan ini selanjutnya digunakan untuk pemeriksaan berikutnya.Hasil dikatakan invalid (rusak). STICK SUPPORT LAYER ZONE DIPEGANG ZONE BACA HASIL C/T ZONE PENA PIS REAKSI ZONE REAGEN DETECTOR/REGIS TRATION LAYER SEMIPERMEABLE MEMBRANE REAGENT LAYER SPREADING LAYER ZONE KONTAK URIN KONTAK Gambar 3: Deteksi narkoba tunggal dan metabolitnya dengan cara card atau stick. jika kadar anti-HbsAg 0-≤10 mIU/ml. yakni infeksi HBV. sebaliknya untuk karier HBsAg noninfeksius5. status HBsAg dan status imun HBV (anti-HBsAg) dilakukan dalam satu kesatuan pemeriksaan skrining infeksi HBV. B) SKRINING. dikatakan hepatitis dengan hepatolisis jika disertai kenaikan SGOT dan HBDH sebagai konfirmasinya. Pada 2-80C stabil 48 jam. Gambar 4. Dikatakan akut jika peningkatan SGPT ini <6-9 bulan. DIAGNOSIS. . dikatakan rendah dan perlu booster jika kadarnya ≤100mIU/ml. Praktisnya pemeriksaan status hepatitis (SGOT. Untuk ini test diulang dengan card yang baru. 200C stabil >48 jam. .Hasil ragu-ragu (warna lamat-lamat atau tidak cocok dengan klinis).Ambil urin sampel secukupnya atau seukuran cawan obat (pot plastik obat). DAN MONITORING KOMPLIKASI Meliputi penyakit-penyakit kronis infeksius yang secara epidemiologi terbukti merupakan komplikasi yang sering ditemukan pada IVDA.Hasil dikatakan negatif. Pembacaan hasil sesuai dengan cara deteksi tunggal narkoba tersebut di atas. . 2002 .non-C. .Teteskan 5 tetes (200ul) urin pada zone sampel (sample well). celupkan stick kedalam urin sampel dan tidak melebihi tanda batas bantalan (pad) spreading layer. Subyek dikatakan non-imun dan perlu vaksinasi hepatitis virus-B. .

135.karena kebanyakan menggunakan sistim dan antigen yang sama. INFEKSI HIV1/2 DAN AIDS Adanya infeksi HIV1/2 ditegakkan dengan anti-HIV1/2 seropositif baik dengan cara Dot EIA anti-core (p24) atau Dot EIA anti-HIV1/2. dengan bukti serologi Widal/kultur positif. jika petanda laboratoris SGOT. SGOT meningkat) tersebut ditemukan anti-HCV positif. Untuk daerah endemis seperti Indonesia titer Widal yang signifikan demam tifoid (DT) dan paratifoid (PT) salah satu atau kedua titer anti-O/-H ≥ 1/1603. NON-C Ditegakkan jika meningkatnya SGOT. ant-gp41. jika pada subyek dengan hepatitis (SGPT. 70-90% koinfeksi ini akan berjalan kronis. maka hasil positif anti-HCV (jika tidak ditunjang data lain. dan pada 8/9 (88. juga >90% anti-HCV positif terbukti secara klinis dan epidemiologis ditemukan pada kasus-kasus hepatitis C akut. HEPATITIS NON-B. diagnosis dan monitoring infeksi hepatitis virus-B (HBV) dan –D (HDV) 2. SGPT normal. 4. anti-p17) positif dan satu antienvelope (anti-gp120. Skema skrining. surface-Ag). Konfirmasi dengan 4-5 macam EIA anti-HIV1/2 standar dari pabrik lain tidak perlu lagi (kecuali jika fasilitas WB dan tenaga medis yang berwenang meng-interpretasi hasil WB tidak ada). HEPATITIS VIRUS-C DAN KARIER HCV Seperti pada virus hepatitis-B. sementara viral load digunakan untuk memantau dan menetapkan kapan terapi antiviral diberikan (antiviral sebaiknya dimulai pada CD4 300400/ml. Dan dikatakan karier antiHCV. SGPT tanpa disertai kepositifan HBsAg dan anti-HCV. kronis aktif. Pendeteksian IgM antiHCV dan aviditas IgG anti-HCV (masa mendatang ?) dapat membedakan anti-HCV yang baru (akut) atau telah lama (pernah. Mengingat >90% antiHCV mendeteksi protein non-struktural virus.14. Memonitor anti HDV tiap tahun dilakukan hanya pada subyek-subyek yang HBsAg positif. CD8 dan penyakit-penyakit oportunistik tiap tahun pada subyek WB positif digunakan untuk menetapkan status kekebalan dan AIDS. dikatakan hepatitis virus C. klinis misalnya) harus Cermin Dunia Kedokteran No. sebab >90% anti-HCV mendeteksi antibodi-antibodi non-struktural (NS1-NS5) yang merupakan petanda replikasi aktif HCV. sehingga akan menggunakan HBsAg untuk masuk ke dalam sel hati. dan diper-tahankan jangan turun sampai <300/ml)17.3% terdapat di kalangan individu dengan hepatitis B kronis aktif13. Detail protokol seperti pada skema (Gambar 6). Pemantauan CD4. Kepositifan dot harus dikonfirmasi dengan EIA anti-HIV1/2 standar (reaksi EIA basah).yang diorganisir pada skema (Gambar 5). dan bertanggung jawab pada kasus-kasus sirosis hati yang terjadi pada usia muda (dekade 3-4)15. anti-gp160). Skema skrining. Gambar 6. Hal ini disebabkan karena HDV merupakan virus hepatotropisme yang telanjang (tidak memiliki sAg. Titer setinggi ini telah dikonfirmasi pada 7/7 (100%) IgM spesifik DT/PT untuk anti-O ≥1/160. HEPATITIS TIFOSA Memenuhi kriteria hepatitis non-B. sehingga selain tidak memenuhi kriteria test konfirmasi juga akan memberikan hasil yang sama. 2002 11 .5-27. Kepositifan anti-HCV harus dinilai infeksius.non-C.9%) untuk antiH ≥1/1604. non-akut) terbentuk setelah infeksi HCV. dan hasil-hasil positif EIA anti-HIV1/2 standar harus dikonfirmasi dengan Western-blot (WB) anti-HIV1/2. diagnosis dan monitoring infeksi hepatitis virus-C (HCV) 3. Infeksi HIV1/2 terkonfirmasi jika pada WB minimun ada satu anti core (anti-p24. dikonfirmasi dengan Western-blot (WB) anti-HCV. Gambar 5. 5. Prevalensi sebesar 12.

2.1-3. 2000: 52-5. Adanya faktor predisposisi: ada penyakit jantung yang mendasarinya.th 1993 Hetlaand G. PPDS-I. Larsen J. The chronology of HIV induced disease. Febris c. Transmission of non-A. deteksi obat atau metabolitnya dalam sampel (urin) subyek. IVDA (Intravenous drug addict). Tabor E.non-B hepatitis from man to chimpanzee. anti-HCV. The 3rd Asian Conference of Clinical Pathology. Brunetto MR. Kubo Y. diagnosis dan monitoring infeksi human immunodeficiency virus. massa di katup lama/buatan tanpa bukti patologis lain.. Nanang S. Liss Inc.1986:1670-744. HCV dan HIV1/2: HBsAg. Strome JH. Realdi G. d.Pat. Indonesia: Correlation beetween seromarkers and HBV infection state. 3th. FKUI. Fody EP. Bonino F et al. Prevalence of anti-HCV in Norwegian blood donors with anti-HBc or increased ALT level. HDV infection in chronic hepatitis B. Vassiliadis E. 1994. Konsensus FKUI tentang Opiat. Suwarso. dan enterokokus. Alberti A. Meland A. Pornaro E. 1980. Stenico D. Akhkfustral. aneurisma mikotik.non-B hepatitis in human and chimpanzees. Stafilokok aureus. February 15th 2000: 27-8. 13. 6. Masalah Medis dan Penatalaksanaannya. Correlations. e. Stewart GJ. Alan R. Doris R. Disertasi.79:512-20. 10. anti-HBsAg. 17. Purcell RH: The hepatitis delta virus and its infection. In Rizzetto M.Tanpa bukti adanya fokus primer. 1: 463-6. Endemic HDV infection in a Greek community. Gastroenterol. Yogyakarta. Purcell RH. Publ. Hasil yang diperoleh pada tingkat skrining digunakan untuk mengambil langkah-langkah lanjutan yang akurat dan efektif.. Boonmar S et al.. Gerin JL. Respon Imun Seluler Pada Individu Widal Positip Demam Tifoid/Paratifoid: Frekuensi.Berikut ini merupakan skema protokol manajemen laboratoris untuk infeksi HIV1/2 dan AIDS (Gambar 7). Prog. Alan R. 7. Hoofnagle JH et al. Klin. Baldi M.219-220. Suwarso. 207-8. NewYork Lippincott. abses. Skripsi Sarjana I FK-UGM Yogyakarta. Purcell RH: The hepatitis delta virus and its infection. konsisten menemukan mikroorganisme spesifik endokarditis: Streptokok viridan. 8. Fattovich G. infark paru septik. nodus Osler. Masalah Medis dan Penatalaksanaannya. atau memenuhi semua 5 kriteria minor. Yoshizaw H. Storvold G. Akahane Y. June 23-25. • Kriteria Mayor: a) Bukti Mikroorganisme Spesifik Endokarditis: . In: Could it be HIV? 2nd ed. faktor rheumatoid. Setiadji VS.Ekokardiogram menemukan regurgitasi. 1999.3 dari 4 kultur darah selang 1 jam. Hubungan DOT-EIA terhadap Biakan Empedu dan Uji Widal pada Penderita Tersangka Demam Tifoid. 5. Suwarso. Suwarso. In Rizzetto M. KEPUSTAKAAN 1. 135. Nucleotide sequence of core and envelope genes of the hepatitis C virus genome derived directly from human healthy carriers. Jakarta. 2. Philadelphia: WB Saunders Co. Wiwiek. Sukarmo. Tropical Disease Center (TDC) Airlangga University. 12 Cermin Dunia Kedokteran No.JL. konsisten menemukan mikroorganisme spesifik endokarditis. Kultur darah positif tetapi tidak memenuhi kriteria mayor di atas. Seroprevalence of antibody to hepatitis-C virus in hemodialized patient: Anti HBcore as surrogate marker. monitor komplikasi pada organ hati meliputi pemeriksaan SGOT. Viruslike particles in plasmafraction (fibrinogen) and in the circulation of apparently healthy blood donors capable of inducing non-A. Proc. HACEK. Philadelphia. Arti klinis anti-O dan anti-H. Co. Itoh Y et al. Procedures. atau 1 kriteria mayor + 3 kriteria minor. perdarahan intrakranial atau konjunktiva.ed. Surabaya. in Clinical Chemistry: Principles. Gerin JL.Transfusion 1990. In Tietz NW: Textbook of Clinical Chemistry. FKUI Jakarta. lesi Janeway. Alan R. Anastassakos C. GGT dan AP. Suwarso. 1987. b) Bukti Organik Endokarditis: . Fenomena vaskuler: emboli arteria besar.18: 4626-36. Skaug K.Bising regugitasi • Kriteria Minor: a. 16. Chronic HDV infection: An important cause of HbsAg positive cirrhosis of young adults. 3. Liss Inc. Analysis of toxic substance. 3. .1992. Sitimuchayat P. Drugs of abuse testing. Tesis. ENDOKARDITIS BAKTERIALIS2 Ditegakkan jika memenuhi 2 kriteria mayor. Takeuchi K. Drucker JA. 30: 776-9. Skema skrining. DeckerWJ. 2001. 1987:181-202. SGPT. Asikin N. Liss Inc. Engelkirk D. 9. 11. Blanke RV.. Roth spot. 12. -bovis. monitor infeksi HBV. In: Toxicology. KESIMPULAN Manajemen laboratoris penyalahgunaan obat pada tingkat skrining meliputi 1). Fenomena imunologi: glomerulonefritis. 14. Bishop ML. In Rizzetto M. 15. 1987. Papaioannou C. FK-UGM.. 2000: 7-26. Boscaro S. Seroprevalence of HBV infection among randomized ”healthy" peoples living in Yogyakarta. 4. 2002 . Med.: 1996: 573-9. Nanang S.. Gerin JL. Hadziyannis SJ. Hatzakis A. Gambar 7. . 8. The hepatitis delta virus and its infection. Patogenitas strain. Setiadji VS. Seroepidemiologische Unterschungen zur Antikoerper Praevalenz des Hepatitis C-Virus in der Bevoelkerung Indonesiens. Nucleic Acid Res 1990. Asikin N. antiHIV1/2. Seminar on Hepatitis and Diarrhea in The Tropic 2000. dua kali kultur darah selang waktu 12 jam. Taipei. b. Konsensus FKUI tentang Opiat. Lancet 1978.

net. : 021-314 9208.No Waktu APRIL 5-7 KALENDER KEGIATAN ILMIAH PERIODE APRIL . Facs.net. Jakarta Telp.id Assembly Hall JICC Jakarta Jakarta International Covention Center ( JICC ) E-mail : globalmedica@link. Denpasar E-mail : perdoski@bdg. : 021-315 5551.id sudigdo@bdg.net.id Hotel Borobudur. 021-334878.centrin.id agus_purwadianto@hotmail. Jakarta Telp. Jakarta Telp. 2002 13 .05 Simposium Awam : Gagal Ginjal.id Ruang Senat FKUI Telp. 021-391 7349. : 021-3106976.net. 135.: 3154626 e-mail : sampurna@cbn.14 30 .id Hotel Sahid Jaya. 021-390 8157.id Sheraton Nusa Dua Bali 11 12-14 15 16 20-21 23 -24 Continuing Ophthalmology Education 2002 1st Int’l Scientific Meeting On Immuno and Tropical Dermatology 25 . : 021-3102927 Perpustakaan Nasional . : 021-310 6968 Facs.net. 021-314 1203 Facs.JUNI 2002 Kegiatan Ilmiah Pertemuan Neurogeriatri Perhimpunan Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) One Day Post Graduate Course FKUI TIA ./facs. Facs.net.KPPIK 50 Tahun FKUI ( Temu Ilmiah Akbar & Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran 2002 ) Kursus Pembelaan Hukum Tersangka Malpraktek Kursus Pemberdayaan Komite Medik 3rd Jakarta Antimicrobial Update (JADE 2002 ) Dokter Tempat dan Sekretariat Hotel Horison.id yagina@commerce.com Telp/facs.net. 021-392 9106 E-mail : tropik@indosat. Jakarta Telp.id Hotel Borobudur Jakarta E-mail: matacoe@yahoo.09 Liver Update 2002 8 12 . 3929106 Hotel Grand Bali Beach.net. : 021-3190 0275 E-mail : geriatri.Salemba E-mail: yagina@commerce. Jakarta PERGEMI JAYA Telp.net. : 314 9424 E-mail : neurona@centrin.27 MEI 17 – 18 The 2nd Jakarta Nephrology and Hypertension Course (JNHC II) Symposium on Management of Hypertension in Special Condition Temu Ilmiah Geriatri Perhimpunan Geriatri Medik Indonesia 19 25 .centrin.net. 021-315 2278 E-mail : inasn@link. Dialisis dan Transplantasi Course on Travel Medicine Simposium Kedokteran Wisata III KONIKA XII Cermin Dunia Kedokteran No.com Hotel Borobudur.com Hotel Sahid Jaya.fkui@mailcity.id Hotel Acacia Jakarta E-mail : globalmedica@link.26 JUNI 07 .

Di masa modern. meskipun demikian. 135. nucleus commissuralis.meperidin EFEK TERHADAP SUSUNAN SARAF PUSAT Mekanisme kerja opiat (dan derivatnya) di susunan saraf pusat terus diselidiki.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Pengaruh Narkotika terhadap Susunan Saraf Pusat Dr. Opium pernah popular dan bahkan diiklankan sebagai obat pereda nyeri dan obat batuk. dan untuk efek konstipasi. Sejak itu penggunaannya mulai popular di kalangan masyarakat saat itu. Budi Riyanto Wreksoatmodjo. sejak itu dibuat peraturan untuk membatasi penggunaannya. globus pellidus. cara pemberian.heroin − Jenis sintetik . Serturner di Jerman telah berhasil memisahkan morfin dari opium (bahan dasar tanaman poppy). 2002 .opium. problemnya makin luas menjadi masalah medis dan sosial sampai saat ini. 7-10 November 2001 − Nuklei interlaminaris thalami − Sistem ekstrapiramidal. orthostatic hypotension. disusul dengan formulasi kodein oleh Robiquet pada tahun 1817. cough suppression. Localization and Possible Function of Opiate Receptors Location Spinal cord Laminae I and II Brainstem Substantia gelatinosa of spinal tract of caudal trigeminal Nucleus of solitary tract. tergantung dari dosis. internal and external thalamic laminae. terutama amigdala Juga ditemukan di substansia gelatinosa medulla spinalis. respiratory depression. kepadatannya paling tinggi di daerah: − Traktus spinotalamikus ventralis − Periaquaduktal Dibacakan pada PIT/Muker Perdossi. intralaminar (centromedian) nuclei. secara klinis dapat bersifat depresan maupun stimulan. morfin. Indonesia PENDAHULUAN Sejarah penggunaan narkotika oleh manusia telah tercatat sejak zaman purbakala. awal abad 19. Table 1. analgesik. Galen juga menyebutnya sebagai obat untuk mengatasi nyeri. Sp. Efek ketergantungan mulai muncul/menjadi perhatian sejak tahun 1700-an. selanjutnya melalui penelitian menggunakan teknik radioimmunoassay. Jawa Barat. nucleus ambiguus Functions influenced by opiates Pain perception in body Area postrema Locus coeruleus Habenula-interpeduncular-nucleusfasciculus retroflexus Pretectal area (media and lateral optic nuclei) Superior colliculus Ventral nucleus of lateral geniculate Dorsal. euphoria Miosis Miosis Miosis Endocrine effects through light modulation Unknown Euphoria in a link to locus coeruleus ADH secretion Pain perception Emotional effects Motor rigidity Hormonal effects Emotional effects Sampai saat ini diketahui ada 5 (lima) jenis reseptor opiat (tabel 2): 14 Cermin Dunia Kedokteran No. kodein − Jenis semi sintetik . Rumah Sakit Marzuki Mahdi.3000 sebelum Masehi. Data penggunaannya tercatat dalam papyrus Ebers (1600 1500 sebelum Masehi) sebagai hipnotik. dan individu pemakainya. Saat ini narkotika dapat dibagi atas: − Jenis yang terdapat/berasal dari alam . bahkan di Mesopotamia tanaman tersebut telah ditanam oleh bangsa Sumeria sejak 4000 . receptor opiat diketahui terdapat di hampir semua area otak.S. inhibition of gastric secretion Nausea and vomiting Euphoria Limbic. lateral. tetapi baru menjadi masalah di Eropa sekitar tahun 1890. benih tanaman poppy (Papaver somniferum) yang getahnva merupakan bahan dasar opium telah ditemukan di antara peninggalan zaman batu. bahkan akhir-akhir ini juga ditemukan di sekitar terminal serabut saraf presinap (tabel 1). medial terminal nuclei of accessory optic pathway Dorsal cochlear nucleus Parabrachial nucleus Diencephalon Infundibulum Lateral part of medial thalamic nucleus. putamen. emotional effects. periventricular nucleus of thalamus Telencephalon Amygdala Caudate. kecuali serebelum (otak kecil). Padang. Bogor. Penelitian awal menunjukkan bahwa opiat terikat pada reseptor spesifik di otak. nucleus accumbens Subfornical organ Interstitial nucleus of stria terminalis Pain perception in head Vagal reflexes.

Hyperglycemia. Opiates. 135.+ . pemberian 5HT intraventrikel (otak) mempotensiasi efek analgesik morfin. Beberapa mekanisme diduga berperan dalam efek analgesia ini (tabel 5) : Table 5.+ Kappa (Κ) . beta.++ . sleep Decrease in respiratory rate. gelisah. nausea. Enkephalin ini berfungsi serupa dengan opiat. mual. sedangkan fase non REM light sleep dan keadaan jaga bertambah panjang.+ . lethargy.+ Delta (∆) . minute volume tidal exchange. Inhibition of ACTH and gonadotropin release. 2002 15 .+ Inhibits Inhibits Inhibits . Pada dosis terapeutik menyebabkan letargi. Lesi nucleus raphe magnus -daerah padat 5HT. sedangkan inhibisi produksi 5HT dikaitkan dengan pengurangan efek analgesia dan berkurangnya kemungkinan dependensi dan toleransi. inability to concentrate.++ . oleh karena itu diduga efek analgesik morfin lebih banyak pada komponen afektif dibandingkan dengan pengaruhnya terhadap ambang nyeri. Actions of Narcotic Agonists and Antagonists on Opiate Receptors Mu (µ) Effects Analgesia Euphoria Respiratory depression Sedation Dysphoria Hallucinations Stimulation Drugs Morphine Pentazocine Nalbuphine Butorphanol Buprenorphine .: antagonist effect . juga rasa takut. dan muntah. dan peningkatan irama theta. yang mirip dengan gambaran EEG saat tidur atau pada pemberian barbiturat dosis rendah. Hilangnya rasa nyeri disertai dengan rasa tenang. Possible Mechanisms of Opiate Analgesia Activation of limbic system Stimutation of descending serotonergic pathways Increase in doparnine turnover Suppression of dorsal horn nociceptive neurons . Table 4. irregular breathing.+/- .. Zat tersebut ditemukan pada tahun 1975 berupa pentapeptida yang diberi nama met-enkephalin dan leu-enkephalin.- . anxiety.+ (spinal) Constriction --------------Sedation . and tension. karena serotonin diketahui berperan dalam modulasi persepsi nyeri. Pada penggunaan khronik..+ . PERUBAHAN EEG Pemberian morfin menyebabkan gambaran frekuensi lambat dan voltase tinggi.+ . Table 3.+ : agonist effect antagonist effect . tetapi relevansi klinisnya belum jelas.:partial agonist effect Secara klinis efek tersebut ditandai dengan timbulnya berbagai gejala (tabel 4).+/Epsilon (ε) Sigma (δ) . somnolence Respiratory depresion Manifestation Increase in ability to tolerate pain Anxiety. EFEK TERHADAP MOOD (SUASANA HATI) Penggunaan morfin pada individu sehat sering menyebabkan disforia. Pada binatang. Efek Analgesia Pada manusia. vomiting Relief from pain.+/. dan berbagai obat/jenis opiat mempunyai afinitas yang juga berbeda terhadap masing-masing reseptor tadi (tabel 3).Table 2.+ Constriction Slow Indifference . respiratory arrest Nausea and vomiting Stimulation of chemoreceptor trigger zone in medulla Interference with hypothalamic function Induction antidiuretic hormone release. efek analgesia dari morfin tidak disertai dengan penurunan kesadaran dan tidak mempengaruhi fungsi pancaindera ataupun fungsi motorik. dan kesulitan konsentrasi. EFEK TERHADAP SISTIM SEROTONIN Efek terhadap sistim serotonin ini merupakan hipotesis terhadap efek analgesik dari morfin. drowsiness. apathy.++ Masing-masing reseptor diduga memberikan efek yang berbeda.+ Efek terhadap Sistim Limbik Sistim limbik mengandung reseptor opiat dalam jumlah besar. bicara pelo dan gangguan koordinasi motorik jarang dijumpai. sistim ini antara lain berperan dalam timbulnya rasa nyeri menetap dan kronik (dull and chronic pain) yang efektif diatasi dengan opiat.+ .+ Dilatation Rapid Delirium . efek tersebut berangsur-angsur menghilang.+ .+ susunan saraf pusat menyebabkan para peneliti menduga adanya zat serupa opiat endogen yang memang diproduksi dan terdapat di dalam tubuh. kesadaran berkabut. Receptors. positive feeling of pleasure Change in mentation. Penggunaan metadon jangka panjang dikaitkan dengan penurunan irama alfa.++ Inhibits . Effects of Morphine on the Central Nervous System Effect Analgesia Dysphoria Euphoria Mental clouding.+/. heroin dihubungkan dengan gambaran EEG bifasik yang agaknya berkaitan dengan kedaan euphoria. Terdapat pengurangan fase REM don non REM deep sleep.+ . Disordered temperature regulation Adanya reseptor yang spesifik terhadap opiat di dalam Cermin Dunia Kedokteran No.+/.+ . fear.+ .++ . Jenis opiat lain dapat memberikan efek berbeda. and Their Functions Mu (µ ) Delta (∆) Sigma (δ) Kappa (Κ) Epsilon (ε) Morphine and BKetocyclozine Enkephalins Benzomorphan related opiates Endorphins Effects Analgesia Pupils Heart Rate Affect Opiate Activity Agonists Antagonists Mixed Agonists Antagonists .menyebab- .

EFEK TERHADAP AKSIS HIPOTALAMUS-HIPOFISIS Percobaan binatang menunjukkan pengaruh morfin terhadap aksis hipotalamus-hipofisis. 3. 16 Cermin Dunia Kedokteran No. 2002 . siklus diurnal dari kortikosteroid juga terganggu. yang aktivitasnya meningkat pada keadaan inflamasi. Efek ini maksimal dalam 7 menit setelah pemberian intravena. juga menghambat sekresi asam lambung. baik dalam hal frekuensi maupun intensitasnya. 2. EFEK TERHADAP KARDIOVASKULER Narkotik pada dosis terapeutik jarang mempengaruhi tekanan darah dan irama jantung pada keadaan berbaring. EFEK TERHADAP SARAF PERIFER Sampai saat ini efek analgesia dari narkotik dianggap melalui aktivitasnya terhadap reseptor opioid di susunan saraf pusat. Efeknya terhadap tubuh manusia diperantarai oleh beberapa reseptor di dalam SSP yang masing-masing mempunyai sifat yang karakteristik sehingga memberikan efek klinis yang berbeda. Stimmel B. Press. pecandu heroin dan pengguna metadon umumnya eutiroid meskipun dijumpai peningkatan kadar T3 dan T4. EFEK TERHADAP SISTIM NORADRENERGIK Efek analgesik opiat juga diduga melalui pengaruhnya terhadap sistim noradrenergik karena aktivasi sistim noradrenergik (A2) menghambat sensasi nyeri dan memberikan efek sinergi terhadap analgesik oleh opioid (mu reseptor). Snyder SH. 5. 1988. Pain and Its Relief without Addiction 2nd ed. selain itu juga menstimulasi sekresi ADH sehingga dapat menyebabkan berkurangnya diuresis. mungkin akibat peningkatan thyroxin binding globulin. Scientific American Library. Drugs and The Brain. Haworth Medical.kan hilangnya efek analgetik dari morfin yang dapat dipulihkan melalui injeksi 5 HT. tetapi lama kelamaan timbul toleransi. Napza dan Tubuh Kita.html. Efeknya terhadap denyut jantung bervariasi. Morfin juga mengurangi sensitivitas kemoreseptor terhadap peningkatan kadar C02. Yayasan Jendela Peduli NAPZA. 1997. Selain itu zat antagonis dopamin ternyata memperkuat efek analgesik dari morfin. Heroin The Street Narcotic. tetapi penelitian akhir-akhir ini menemukan adanya reseptor opioid di susunan saraf tepi. 2000. Penggunaan kronik menurunkan fungsi korteks adrenal. bahkan penggunaan kronis kadang-kadang justru menekan aktivitas pusat muntah. Injeksi morfin berulangulang menyebabkan penurunan sekresi ACTH yang berhubungan dengan berkurangnya sekresi corticotropin releasing. Narkotika telah dikenal dan digunakan oleh manusia sejak jaman purbakala. The Encyclopedia of Psychoactive Drugs. dan juga mulai dibuat secara sintetik. NIDA Teaching Package.61 /Teaching 2/ teaching. EFEK TERHADAP SISTIM DOPAMIN Metabolisme dopamin di otak distimulasi oleh narkotika. Penghentian penggunaan morfin menyebabkan efek rebound berupa peningkatan sekresi hormon secara mendadak. EFEK GASTROINTESTINAL Morfin dan narkotik lainnya menghambat peristalsis usus halus. hal ini penting diperhatikan dalam penanganan kasus-kasus overdosis yang pernafasannya sematamata tergantung dari derajat hipoksia. London: Burke Publ. Zackon F.. Efek ini sangat bervariasi dari orang per orang. dan dapat dicegah dengan antagonis narkotik dan derivat fenotiazin. factor (CRF) yang menyebabkan menurunnya aktivitas kortikoadrenal. tetapi mengurangi responnya terhadap perubahan posisi sehingga sering menyebabkan hipotensi ortostatik. getah panikreas. 1986. tetapi cardiac output tidak terpengaruh. menyebabkan peningkatan turn over dopamin. Sekresi GH juga meningkat pada pengguna khronik. 2. dan kembali normal setelah 2 . motilitas saluran cerna menurun sehingga menyebabkan konstipasi. Percobaan penyuntikan morfin dosis kecil yang tidak efektif secara sistemik ke dalam sendi ternyata juga menghasilkan analgesia yang sebanding dengan pemberian anestetik lokal. Mual dan Muntah Berlawanan dengan efek depresi morfin terhadap sebagian besar area di otak. EFEK TERHADAP RESPIRASI Depresi pernafasan pada dosis terapeutik disebabkan oleh efek langsung terhadap pusat respirasi di batang otak.78. Wreksoatmodjo BR. Jakarta.3 jam. 4. The Neurobiology of Drug Addiction. zat ini merangsang pusat chemoreceptor (chemoreceptor trigger zone) sehingga sering menyebabkan mual dan muntah. efek analgesik ini juga dapat dihilangkan dengan nalokson.. Morfin menekan sekresi TSH. empedu. KEPUSTAKAAN 1. yang dapat berhubungan dengan gejala abstinensi. dalam 30 menit setelah pemberian intramuskular dan dalam 90 menit setelah pemberian subkutan. Co. RINGKASAN 1. efek ini dihambat oleh nalokson. http:/165.112. 135. Kurniadi H. namun baru pada abad 19 khasiatnya diteliti secara ilmiah. ditambah dengan usaha nafas secara sadar yang juga menurun. Efek mual dan muntah ini lebih sering ditemui pada pasien yang aktif dibandingkan dengan jika berbaring.

dan Afganistan. Persoalan yang dapat muncul antara lain : Kepribadian adiksi. reaksi putus obat (sakaw). Tahun 1874 seorang ahli kimia bernama Alder Wright dari London. Tahun 1806 seorang dokter dari Westphalia bernama Friedrich WiIhelm Serturner. ketakutan. Iran. morfin ini sangat populer sebagai penghilang rasa sakit akibat luka-luka perang. Juga pada daerah Golden Crescent yaitu Pakistan. dan lainlain. dan Zat Adiktif lainnya) lebih tepat dibandingkan dengan istilah Narkoba karena di dalarn singkatan tersebut tercantum juga psikotropika. Napza pada awalnya adalah sejenis obat-obatan tertentu yang digunakan oleh kalangan kedokteran untuk terapi misalnya untuk menghilangkan rasa nyeri. Selain morfin dan heroin masih ada lagi jenis lain yaitu kokain. terinfeksi berbagai penyakit (HIV/AIDS. menyebabkan sebagian tahanan perang tersebut ketagihan (adiksi). 2002 17 . Ketut Kusminarno Apt Staf Direktorat Pengawasan Narkotika. Bukan saja jumlah penyalahguna bertambah banyak tetapi penyebarannyapun menjadi sangat Cermin Dunia Kedokteran No. Memasuki abad ke XVII masalah candu ini bagi Cina telah menjadi masalah nasional. SEJARAH AWAL Kurang lebih tahun 2000 SM di Samaria dikenal sari bunga Papaver somniferum yang kemudian dikenal sebagai opium (candu). yaitu obat yang biasanya digunakan untuk gangguan kesehatan jiwa namun termasuk yang sering disalahgunakan dan dapat menimbulkan adiksi. sebagai obat resmi penghilang sakit (pain killer). berasal dari tumbuhan coca (Erythroxylon coca) yang tumbuh di Peru dan Bolivia. sehingga disebut sebagai "penyakit tentara". karena itu penggunaan heroin telah dilarang oleh WHO sejak tahun 1954. Kemudian menuju Afrika dan Amerika. KEADAAN DAN MASALAH Dalam lima tahun terakhir. Bunga ini tumbuh subur di daerah dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut Penyebaran selanjutnya adalah ke arah India. dengan produksi 700 ribu ton setiap tahun. Efek adiksi/ketergantungan heroin jauh melebihi efek analgesiknya.sehingga akan muncul berbagai masalah dan persoalan. Cina kemudian menjadi tempat yang sangat subur dalam penyebaran candu ini (dimungkinkan karena iklim dan keadaan negeri). menemukan modifikasi candu yang dicampur amoniak yang kemudian dikenal sebagai Morfin (diambil dari nama dewa mimpi Yunani yang bernama Morpheus). Thailand. Istilah Napza (Narkotika. Jakarta PENDAHULUAN Penyalahgunaan Napza merupakan suatu pola penggunaan yang bersifat patologik. bahkan di abad XIX terjadi perang Candu yang berakhir dengan penaklukan Cina oleh Inggris dan harus merelakan Hong Kong. Namun tahun 1898 pabrik obat Bayer memproduksinya sebagai obat dengan nama Heroin. 135. Namun pada perkembangannya obat-obatan itu disalahgunakan (abuse) sehingga menimbulkan ketergantungan (adiksi). Selain itu seorang pengguna NAPZA akan banyak mengalami kesulitan di masa depan serta dalam kehidupan sosialnya. Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) Drs. penyalahgunaan Napza meningkat secara bermakna. Kokain ini pernah digunakan untuk penyembuhan asma dan TBC. pada awalnya ada yang hanya mencoba-coba atau sekedar ingin tahu. merebus cairan morfin dengan asam anhidrat (asam yang ada pada sejenis jamur). Tahun 1856 waktu pecah perang saudara di Amerika. C). mengantuk dan muntah-muntah. Tahun 1960-70-an pusat penyebaran candu dunia berada pada daerah Golden Triangle yaitu Myanmar. Ada banyak alasan mengapa orang menggunakan Napza. lama-kelamaan mengalami ketergantungan. Napza dapat dikelompokkan dalam golongan Opiat dan Non Opiat. campuran ini ketika diuji coba pada anjing menyebabkan anjing tersebut tiarap. Psikotropika dan Zat Adiktif Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Hepatitis B. overdosis (OD). Cina dan wilayah-wilayah Asia lainnya. pengobatan yang mahal.Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika. dan Laos. berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan menimbulkan gangguan fungsi sosial dan okupasional. Psikotropika.

pengendalian diri kurang . muka pucat. dia malah menunjukkan sikap membangkang .tangan penuh dengan bintik-bintik merah.rasa senang dan bahagia . Penyebaran HIV/AIDS melalui penyalahgunaan Napza suntikpun cenderung meningkat dengan cepat akhir-akhir ini.meluas dan menghinggapi semua lapisan sosial-ekonomi masyarakat baik strata sosial ekonomi atas sampai ke paling bawah. mengingat sebagian besar korbannya adalah generasi muda yang merupakan generasi penerus kita. WHO (World Health Organization) memperkirakan jumlah penyalahguna yang tidak dirawat adalah sekitar sepuluh kali lebih besar daripada yang sempat dirawat.emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya . Jumlah sesungguhnya dari penyalahguna NAPZA di Indonesia belum diketahui dengan tepat. Ganja .bila ditegur atau dimarahi. Tindakan hukum terhadap para pengedar.sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas b. Opiat (heroin.bergairah 4.mulut kering . meningkat sebanyak lebih dari 4 kali dalam tiga tahun. - rasa senang. dan dari kampus-kampus perguruan tinggi sampai kesekolah-sekolah dasar.mata terlihat cekung dan merah. mogadon) bicara cadel jalan sempoyongan wajah kemerahan banyak bicara mudah marah gangguan pemusatan perhatian Tanda-Tanda Kemungkinan Penyalahgunaan Napza a.depresi 3. dan bibir kehitam-hitaman . bahagia pupil mata melebar denyut nadi dan tekanan darah meningkat sukar tidur/insomnia hilang nafsu makan Kokain denyut jantung cepat agitasi psikomotor/gelisah euforia/rasa gembira berlebihan rasa harga diri meningkat banyak bicara kewaspadaan meningkat kejang pupil (manik mata) melebar tekanan darah meningkat berkeringat/rasa dingin mual/muntah mudah berkelahi psikosis perdarahan darah otak penyumbatan pembuluh darah nystagmus horisonta/mata bergerak tak terkendali distonia (kekakuan otot leher) Alkohol bicara cadel jalan sempoyongan wajah kemerahan banyak bicara mudah marah gangguan pemusatan perhatian nafas bau alkohol Benzodiazepin (pil nipam. ganja) perasaan senang dan bahagia acuh tak acuh (apati) malas bergerak mengantuk rasa mual bicara cadel pupil mata mengecil (melebar jika overdosis) gangguan perhatian/daya ingat 2. Tindak kriminal dan kekerasan akibat penyalahgunaan Napza juga cenderung meningkat. BK. BAHAYA PENYALAHGUNAAN NAPZA Gejala-Gejala Pemakaian Napza Yang Berlebihan 1. Tidak hanya anak-anak dari keluarga broken home.buang air besar dan kecil kurang lancar . Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan . Kecenderungan yang menyedihkan adalah bahwa para penyalahguna muda usia makin banyak dan berasal dari keluarga miskin. Amfetamin (shabu. sehingga ada seorang produsen Ecstacy yang hanya dijatuhi hukuman 3 bulan penjara. bahkan pesantren. Jenis Napza yang digunakannyapun menjadi sangat beragam. Data dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) dan Rumah Sakit Polri menunjukkan bahwa jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap meningkat dari ± 1779 pada tahun 1996 menjadi ± 8170 pada tahun 1999. ekstasi) . seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan. Kondisi penyalahgunaan NAPZA saat ini dirasakan sudah sangat serius dan mengkhawatirkan serta mengancam keselamatan negara.mata merah . 6.nafsu makan tidak menentu 18 Cermin Dunia Kedokteran No. produsen gelap serta mereka yang terlibat dalam penyalahgunaan Napza dirasakan masih sangat ringan.sangat sensitif dan cepat bosan . 135. Emosi .kewaspadaan meningkat . Fisik .kurang konsentrasi .santai dan lemah . 2002 .sering menguap/ngantuk .acuh tak acuh .nafsu makan meningkat . karena sanksinya hanya pidana penjara maksimal 10 tahun. morfin. tetapi juga anak-anak dari keluarga harmonis. 5.berat badan turun drastis .

Kebutuhan yang dimaksud antara lain kebutuhan "ingin tahu". Dalam hal ini dikemukakan persepsi yang salah mengenai rokok dan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh rokok baik bagi perokok sesaat maupun kronis.mengeluarkan air mata berlebihan . sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan barang-barang berharga di rumah.Gejala-gejala sakaw mencapai puncak dalam 3-5 hari dan Cermin Dunia Kedokteran No. Teknik menakut-nakuti hanya efektif dalam keadaan terbatas. Di sini sangat penting peran guru BP dan orang tua. menghilangkan gambaran negatif mengenai diri sendiri dan meningkatkan komunikasi interpersonal. 3) Program Penyediaan Pilihan yang Bermakna Konsep ini bertujuan untuk mengalihkan penggunaan zat adiktif kepada pilihan lain yang diharapkan dapat memberikan kepuasan.sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan.waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur. mengatasi tekanan mental secara efektif.sering menguap .suka mencuri uang di rumah. 2) Program Pendidikan Efektif Bertujuan untuk pengembangan kepribadian. karena justru akan menarik bagi mereka untuk menguji keberaniannya. atau tempat-tempat sepi lainnya . 2002 19 . Yang tergolong dalam pelatihan ini antara lain : a) Psychological Inoculation Dalam pelatihan ini diputar film yang memperlihatkan bagaimana remaja mendapat tekanan dari pergaulannya agar ia merokok.Apabila penderita telah pingsan. Lalu dikembangkan sikap menentang dorongan dan tekanan untuk merokok itu.Kalau penderita masih bernapas. Ketrampilan itu akan menumbuhkan kemampuan mereka untuk menolak suatu ajakan (Just Say "No") serta mengembangkan keberanian dan ketrampilan untuk mengekspresikan pendapat sehingga ia terbebas dari bujukan atau tekanan kelompoknya. kloset. ruang yang gelap. kebutuhan terbentuknya identitas diri. seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat . b) Personal and Social Skill Training Kepada remaja dikembangkan suatu ketrampilan untuk menghadapi problema hidup umum termasuk merokok dan menyalahgunakan zat. yang perlu dilakukan adalah : memperkuat keimanan memilih lingkungan pergaulan yang sehat komunikasi keluarga yang baik hindari pintu masuk Napza yaitu rokok Sedangkan langkah-langkah yang dapat dipersiapkan dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA antara lain sebagai berikut : 1) Program Informasi Hati-hati dalam mengemukakan sesuatu secara sensasional. 5) Program Latihan Ketrampilan Psikososial Latihan ini diterapkan atas dasar teori bahwa gangguan penggunaan zat merupakan perilaku yang dipelajari seseorang dalam lingkup pergaulan sosialnya dan mempunyai maksud dan makna tertentu bagi yang bersangkutan. kebutuhan akan bebas berfikir dan berbuat.menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga . kamar mandi.nyeri/ngilu sendi-sendi LANGKAH-LANGKAH PENCEGAHAN PENYALAH GUNAAN NAPZA Dalam pencegahan penyalahgunaan Napza. . banyak yang hilang . kebutuhan mengalami hal-hal baru dalam hidupnya. Materi dan cara memberikan informasi hendaklah sesuai dengan penerima informasi. Segera memberikan dukungan moril jika anak mengalami/menghadapi masa krisis dalam hidupnya.sering mengalami mimpi buruk . Suatu pesan yang sama sifatnya misalnya : mass media akan diterima oleh pelbagai kelompok dalam masyarakat yang berbeda-beda sehingga bisa diartikan secara berbeda pula sehingga timbul dampak yang tidak diinginkan.selalu kehabisan uang . 4) Pengenalan Dini dan Intervensi Dini Mengenal dengan baik ciri-ciri anak yang mempunyai risiko tinggi akan menggunakan zat. pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam . meningkatkan kepercayaan diri.takut air. kebutuhan akan penghargaan. biarkan terbaring di sisi kiri badannya dan pastikan berada di posisi aman. termasuk jalan napasnya. Jika terkena akan terasa sakit . Bila tidak teratasi segera dirujuk ke tenaga ahli.jantung berdebar-debar .karena itu mereka jadi malas mandi . NAPZA dan PENGOBATANNYA Pengobatan NAPZA: 1) Pengobatan adiksi (detoksifikasi) 2) Pengobatan infeksi 3) Rehabilitasi 4) Pelatihan mandiri Pertolongan Pertama .sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan . biasanya terjadi pada saat gejala "putus zat" .malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya . serta kebutuhan diri diterima dalam kelompok. baik fisik maupun psikologik. 135.Periksalah agar tidak ada yang menghambat pernapasannya . Begitupun dengan barang-barang berharga miliknya. Perilaku . baringkan dia di sisi kiri badannya . gudang. Kemudian cari pertolongan dokter.sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal. termasuk mereka yang telah berada dalam taraf eksperimental.mengeluarkan keringat berlebihan . pendewasaan pribadi.c. meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan yang bijak.Overdosis .sikapnya cenderung manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya.nyeri kepala .

324 . sampai hasil tes urin menjadi negatif dari zat adiktif. 150. Mengapa Heroin/Putaw Sangat Berbahaya. 5. 1998. Appleton & Lange. 135. Sudirman. konseling. Deppen Rl.hilang setelah 10 hari. 2000. pengobatan yang adekuat dan rehabilitasi mediko-psikososial/ spiritual. Jakarta. Detoksifikasi bisa dilakukan dengan berobat jalan atau dirawat di rumah sakit. 2. misalnya dengan memasukkan mantan pecandu ke pusat rehabilitasi.pp. maka harus tersedia SDM yang handal yaitu memiliki pengetahuan yang cukup.. Jaypee Brothers Med Publ (P) Ltd. Kesehatan Depkes RI 1998. meliputi upaya promosi. Handbook of Poisoning. Rehabilitasi Setelah menjalani detoksifikasi hingga tuntas (tes urin sudah negatif). sehingga rentan dan sangat besar kemungkinan kembali mencandu dan terjerumus lagi. profesional. Dampak Penyalahgunaan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainya Rumah Sakit Ketergantungan Obat. . 1) Menggunakan jarum suntik sekali pakai 2) Mensuci hamakan (sterilisasi) jarum suntik 3) Mengganti kebiasaan menyuntik dengan menghirup atau oral dengan tablet 4) Menghentikan sama sekali penggunaan Napza. Hand Book of Forensic Medicine & Toxicology (Medical Jurisprudence). Peranan Badan Kesejahteraan Sosial Nasional dalam Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Korban Narkoba. We live by trusting one another 20 Cermin Dunia Kedokteran No. Dreisbach RH. Untuk itu setelah detoksifikasi perlu dilakukan proteksi lingkungan dan pergaulan yang bebas dari lingkungan pecandu. Ketut Kusminarno. DAFTAR PUSTAKA 1. Strategi penanggulangan Napza adalah melakukan upaya agar masyarakat terutama kelompok rawan secara sadar meniadakan keinginannya untuk mencoba/menggunakan Napza. 1975. Oleh karena itu upaya penanggulangannya harus secara sungguh-sungguh. Harm Reduction HIV menyebar di antara kelompok IDU terutama karena penggunaan ulang atau bersama jarum suntik dan semprit yang telah tercemar dengan darah yang mengandung HIV. 3. Pudji Hastuti. Drug Information Short Course. terhadap para pengguna yang telah telanjur menyalahgunakannya ditempuh strategi untuk meminimalkan/meniadakan pengaruh buruk Napza tersebut. 6. Bahan Penerangan tentang Obat/Zat Psikoaktif dan Adiktif. 2002 . dan mempunyai afeksi yang kuat untuk melaksanakan tugasnya di bidang penanggulangan penyalahgunaan Napza. 1st ed.28. Maj. Ditjen Penerangan Umum. 1988. Empat cara alternatif menurunkan risiko atau harm reduction. Sekretariat Penerangan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika. tetapi sangat penting untuk diketahui dalam upaya penghentian penyebaran ini. dan mampu mencakup wilayah atau masyarakat yang luas terutama di daerah-daerah dan kelompok-kelompok yang rawan akan masalah penyalahgunaan Napza. Untuk itu harus dilaksanakan program penanggulangan yang komprehensif. PENUTUP Dengan makin meningkatnya kasus penyalahgunaan Napza di Indonesia. tubuh secara fisik memang tidak "ketagihan" lagi. Chadha PV. mempunyai ketrampilan yang tinggi. Twelfth Ed. 7. Biasanya proses detoksifikasi dilakukan terus menerus selama satu sampai tiga minggu. 4. namun secara psikis ada rasa rindu dan kangen terhadap zat tersebut masih terus membuntuti alam pikiran dan perasaan sang pecandu. Alasan penggunaan jarum suntik bersama sangat berbeda-beda. maka keadaan ini sangat memprihatinkan dan dapat menjadi masalah atau bencana nasional. Indonesia Australia Specialised Training Project Phase II. Agar pelaksanaan program itu berlangsung secara berhasilguna dan berdaya guna. Detoksifikasi Detoksifikasi adalah proses menghilangkan racun (narkotika dan/atau zat adiktif lain) dari tubuh dengan cara menghentikan total pemakaian semua zat adiktif atau dengan penurunan dosis obat pengganti. 1987. 23-27 April 2001.

Keadaan ini merupakan langkah yang sangat panting. Hartati Kurniadi SpKJ. terapis dan pendamping yang mendukung proses penyembuhan pasien sangat diharapkan. − Terapi Relaksasi : karena banyak pasien yang susah untuk relaks. Tetapi untuk langkah selanjutnya perlu adanya kerjasama yang baik dari pasien tersebut.Pengobatan/Perawatan Pasien Ketergantungan NAPZA Pasca Detoksifikasi dr. jadi setelah langkah awal ini. Selanjutnya akan dibicarakan mengenai perawatan pasien setelah terapi detoksifikasi yaitu habilitasi dan rehabilitasi. − Terapi Tingkah Laku : teknik terapi yang dikembangkan berdasarkan teori belajar. Habilitasi dapat berupa berbagai bentuk terapi atau kegiatan yang dapat diberikan kepada pasien sesuai dengan indikasi yang ada. dapat meningkatkan kadar endorfin. Detoksifikasi adalah langkah awal dari suatu proses penyembuhan pasien dengan ketergantungan napza. Banten PENDAHULUAN Banyak orang. zat yang dipakai tersebut berkaitan dengan neurotransmitter dalam otak. peran lingkungan. Motivasi pasien untuk sembuh memang merupakan kunci keberhasilan pada tahap ini. Hukuman diberikan apabila pasien berperilaku yang tidak diinginkan (menggunakan napza) dan hadiah diberikan bila pasien berperilaku yang diinginkan (tidak Cermin Dunia Kedokteran No. sangat personal. Serpong Tangerang. keluarga. dapat bekerjasama dengan terapisnya tanpa pengaruh napza lagi.. anti-depresi atau anti-psikotik. misalnya dengan diborgol dan pengawasan ketat atau dilakukan dengan ultra rapid detoxification. Dalam hal ini yang biasa dipakai adalah golongan anti-anxietas. Untuk fase awel ini masih dapat dilakukan pemaksaan pada pasien. karena menurut penelitian. Hal ini tentu saja akan menimbulkan kekecewaan baik bagi orangtua maupun anak/pasien tersebut. Pasien yang baik. Pada tahap ini kadang masih ditemukan juga keadaan yang kita sebut slip yang artinya episode penggunaan kembali napza setelah berhenti menggunakan selama kurun waktu tertentu. perlu dilakukan langkah solanjutnya agar pasien dapat tetap terbebas dari penggunaan napza. Bentuk terapi/kegiatan tersebut antara lain : − Latihan Jasmani : misalnya lari-lari pagi. efek pemakaian napza di otak juga tidak dapat pulih dengan cepat karena berdasarkan penelitian. Pada tahap ini tidak jarang farmakoterapi masih diperlukan untuk mengobati gangguan jiwa yang mendasari ketergantungan napzanya. HABILITASI Perawatan ini ditujukan terutama untuk stabilisasi keadaan mental dan emosi pasien sehingga gangguan jiwa yang sering mendasari ketergantungan napza dapat dihilangkan atau diatasi. MHA Psikiater. Oleh sebab itu pada tahap ini perlu dilakukan berbagai bentuk terapi atau kegiatan yang sesuai dengan individu/ keadaan pasien tersebut. lingkungan dan masyarakat sekitarnya. − Akupunktur : dapat meningkatkan kadar andorfin sehingga mengurangi keadaan depresi. Sikap ini akan mempercepat tahap habilitasi. Jadi tidak semua bentuk terapi dan kegiatan harus diberikan kepada setiap pasien. Atau dapat juga mereka terjatuh kembali menggunakan napza secara tidak terkontrol setelah berhenti menggunakan napza selama kurun waktu tertentu yang dikenal dengan istilah relaps. sebab usaha rehabilitasi dan resosialisasi banyak tergantung dari berhasil atau tidaknya tahap ini. Untuk mernpercepat habilitasi ini. 2002 21 . Jadi penanganan pada setiap pasien tidak bisa disamaratakan. terutama yang awam tentang pengobatan ketergantunqan napza. 135. walaupun memang perlu waktu untuk dapat bersikap seperti itu. Selain itu. Yayasan Jendela. beranggapan bahwa setelah detoksifikasi maka seharusnya anak/pasien itu sudah sembuh/baik kembali seperti sebelum mereka tergantung pada napza atau bahkan ada yang berharap bahwa anaknya dapat baik seperti apa yang mereka harapkan.

wajah berkeringat. membangkitkan optimisme berdasarkan sifat-sifat Tuhan yang Mahabijaksana. lalu kemudian meminum juga alknhol. menyadarkan kelemahan yang dimiliki manusia. Jarang melebihi 120 mg perhari. membimbing. Naltrexon diberikan sebanyak 50 mg perhari atau disesuaikan dengan dosis pemakaian opioida. − Terapi Keluarga : sangat diperlukan karena pada umumnya keluarga mempunyai andil dalam terjadinya ketergantung napza pada pasien. konfrontasi. − Psikoterapi individual : untuk mengatasi konflik intra- psikik dan gangguan mental yang terdapat pada pasien. karena bila pasien tidak serius ingin berhenti memakai opioida. Drama ini dapat membantu pemainnya (pasien) mengenali masalah bagaimana ia mengambil inisiatif untuk menyelesaikan masalah tersebut. − Terapi Disulfiram (Antabuse) : merupakan terapi aversif pada ketergantungan alkohol. dan juga menggunakan opioida. kerjanya menghambat efek euforia dari opioida sehingga pasien akan merasa percuma menggunakan opioida karena tidak mengalami euforia. vertigo. termasuk gangguan kepribadian. Perlu pengawasan dari anggata kaluarga agar terjamin bahwa disulfiram tetap dimakan secara teratur. rontgen paru-paru dan EKG. rasa penuh di kepala dan leher. 3. Kontra indikasinya : 1. maka bila dia menggunakan naltrexon. Sewaktu-waktu urin harus diperiksa untuk memastikan bahwa methadon yang diperoleh dan dibawa pulang dipakai sendiri dan bukan dijual. Dosis methadon setiap hari dimulai dari 30-40 mg.menggunakan napza). Bagi mereka yang sekolah atau bekerja dan konditenya baik dapat datang ke pusat terapi dua kali seminggu dan membawa methadon pulang ke rumahnya (diberikan methadon yang berjangka waktu kerja lama yaitu LAAM . bisa bekerja lagi sesuai dengan bakat dan minatnya. Itulah sebabnya banyak lembaga rehabilitasi yang didirikan berdasarkan kepercayaan/agama. muka merah. Rehabilitasi pada hakikatnya bertujuan agar penderita bisa melakukan perbuatan secara normal. Setiap hari pasien harus datang ke pusat terapi dan minum jatah methadon di hadapan petugas. terapi ini barmanfaat terutama bagi orang yang sulit menyatakan suatu peristiwa atau perasaan secara verbal. − Psikoterapi Kelompok : banyak dilakukan dalam program habilitasi karena dirasakan banyak manfaatnya. 2002 . jika mungkin memberi bimbingan dalam memilih sekolah yang sesuai dengan kemampuan intelegensia dan bakatnya. sebaiknya diberikan selama minimal 6-12 bulan. Pasien yang test urin untuk opioidanya masih positif. 135.L Alfa Aceto-Methadol). pasien dapat menghayati agamanya secara baik. REHABILITASI Dalam pengobatan ketergantungan napza perlu dilakukan hingga tingkat rehabilitasi. 2. Pasien yang kadang-kadang masih menggunakan opioida. lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitarnya. Untuk menjalankan program ini diperlukan administrasi yang baik. biasanya dosis maintenance sebesar 40-80 mg perhari. penglihatan kabur. − Konseling : dapat membantu pasien untuk rnengerti dan memecahkan masalah penyesuaian dirinya dengan lingkungan. − Terapi antagonis opioida : misalnya neltrexon. Kontra indikasi pemberian disulfiram ialah penyakit jantung. − Rehabilitasi Kehidupan Beragama : bertujuan membangkitkan kesadaran pasien akan kedudukan manusia di tengah-tengah mahluk hidup ciptaan Tuhan. dan Maha pengampun. Jadi harus ada satu pusat catatan Medik terpadu. Satu hal lagi yang banyak diharapkan setelah mengikuti rehabilitasi. 22 Cermin Dunia Kedokteran No. rasa tak enak di dada. dan meningkatkan rasa kesadaran dan tanggung jawab sosial bagi keluarga dan masyarakat. dan saran yang diberikan pasien lain daripada terapis. ketergantungan napza juga memberi dampak sosial bagi pasien. dan kebingungan. maka akan timbul suatu perasaan yang tidak enak misalnya mual. jadi merupakan suatu bentuk terapi tingkah laku. muntah. selain menimbulkan gangguan fisik dan kesehatan jiwa. Pasien dengan hepatitis akut atau fungsi hepar buruk. konseling individual atau mengikuti pertemuan alkohol anonimus. Sebelum mengikuti program ini pasien harus diperiksa secara medis dahulu termasuk pemeriksaan darah rutin. Terapi rehabilitasl ini meliputi beberapa hal : − Rehabilitasi Sosial : meliputi segala usaha yang bertujuan memupuk. Disulfiram sebaiknya diberikan bersama-lama dengan terapi lain seperti psikoterapi individual atau kelompok. Di sini perlu sekali pengertian dari pasien. test fungsi hati. 4. habilitasi dan rehabilitasi lain. berdebar-debar. Mahatahu. Rehabilitasi Vokasional : bertujuan menentukan kemampuan kerja pasien serta cara mengatasi penghalang atau rintangan untuk penempatan dalam pekerjaan yang sesuai. − Rehabilitasi Edukasional : bertujuan untuk memelihara dan maningkatkan pengetahuan dan mengusahakan agar pasien dapat mengikuti pendidikan lagi. dan yang terpemting bisa hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitarnya. maka dapat terjadi overdosis opioida. Pasien lebih dapat menerima kritik. bisa melanjutkan pendidikan sesuai kemampuannya. − Psikodrama : suatu drama yang dirancang berkisar pada suatu krisis kehidupan atau masalah khusus. rasa napas pendek. Disulfiram menghambat metabalisme alkohol dalam darah sehingga kadar asetaldehida dalam plasma meningkat. Maha pengasih. untuk menghindari kemungkinan adanya pasien yang mendapat jatah obat lebih. Dosis 250 mg setiap hari atau 509 mg tiga kali seminggu selama satu tahun. Alasannya. biasanya diminum dengan segelas jus jeruk. nyeri kepala. Pasien yang mendapat pengobatan dengan analgesik opioida. Juga memberikan keterampilan yang belum dimiliki pasien agar dapat bermanfaat bagi pasien untuk mencari nafkah. − Methadone Maintenance Program : biasanya yang menjalani program ini adalah mereka yang telah berkali-kali gagal mengikuti program terapi. arti agama bagi manusia. Jadi bila minum Disulfiram. Terapi ini juga mempersiapkan keluarga beradaptasi dengan pasien setelah yang bersangkutan tidak menggunakan napza lagi.

Billing & Sons Ltd. dibantu dengan kerja sama yang baik dengan terapis serta dukungan yang kuat dari lingkungan terdekat.role of naltrexone in medical practice. baru bisa dipastikan setelah yang bersangkutan meninggal. dapat disyukuri dan merupakan dorongan untuk mencapai kemajuan yang lebih banyak. Symposium : Advances in the management of drug addiction . Substance Abuse. Massachusetts. Selain itu harus dimaklumi juga bahwa pengobatan ketergantungan napza membutuhkan waktu yang cukup panjang. 1989. 2. KEPUSTAKAAN 1. Singapore. terapis. 1989. Gangguan Penggunaan Zat. 1996. Bennett G. Therapists. 11. Great Britain. dan Zat Adiktif Lain. Jakarta: Gramedia. Medical Aspect of Naltrexone. 4. Cermin Dunia Kedokteran No. 135. Social Workers. Fisher GL. Alkohol. Treating Drug Abusers. Information for School Counselors. 1997. Leow KF. melainkan langkah awal dari suatu proses terapi ketergantungan napza. and Counselors. Feb. Oleh sebab itu agar pengobatan/perawatan ketergantungan napza berjalan dengan baik. Bahkan untuk mengetahui dengan pasti bahwa pasien tersebut betul-betul pulih. perlu pemahaman diri (insight) pasien. 3. A Simon & Schuster Company. Harrison TC. Narkotika. Needham Heights.PENUTUP Satu hal yang harus disadari dan dipahami oleh semua pihak adalah bahwa detoksifikasi bukanlah terapi tunggal dari ketergantungan napza. 2002 23 . Untuk itu diperlukan usaha yang terus menerus dan perasaan yang selalu optimis baik dari pasien. maupun lingkungannya agar setiap kemajuan yang sekecil apapun. Joewana S.

(1. yaitu 1) gangguan panik. Respons kecemasan yang berkepanjangan ini sering diberi istilah gangguan kecemasan. Pendekatan psikofarmaka adalah dengan obat-obatan anxiolitik yang meliputi tranquilizer minor baik golongan benzodiazepin maupun non benzodiazepin. penyakit kronik dan serius atau permasalahan keluarga maka akan berlangsung lama. 2002 . lama dan kronik.psikofarmaka PENDAHULUAN Istilah kecemasan dalam psikiatri muncul untuk merujuk suatu respons mental dan fisik terhadap situasi yang menakutkan dan mengancam. Secara mendasar lebih merupakan respons fisiologis ketimbang respons patologis terhadap ancaman. Cemas pada umumnya terjadi sebagai reaksi sementara terhadap stress kehidupan sehari-hari. yaitu kecemasan 24 Cermin Dunia Kedokteran No. kardiovaskuler.10) Yang dibahas di sini adalah kelompok terakhir yang terdiri dari 5 macam yaitu: 1) gangguan panik. lama dan kronis. 2) gangguan cemas umum. Jawa Teqgah ABSTRAK Dari aspek klinik kecemasan dapat dijumpai pada orang dengan stres normal. Ia berperan untuk meyiapkan orang untuk menghadapi ancaman (baik fisik maupun psikologik). Ia menghasilkan serombongan gejala-gejala hiperaktivitas otonom yang mengenai sistem muskuloskeletal. 4) gangguan obsesif kompulsif dan 5) gangguan stress pasca trauma. serotonin reuptake inhibitor (SRI) dan specific serotonine reuptake inhibitor (SSRI). dan pada segolongan penyakit yang berdiri sendiri yang dinamakan gangguan kecemasan. Sehingga orang cemas tidaklah harus abnormal dalam perilaku mereka.(3) Perasaan cemas atau sedih yang berlangsung sesaat adalah normal dan hampir semua orang pernah mengalaminya.9) Dari aspek klinik kecemasan dapat dijumpai pada orang yang menderita stress normal. pada orang dengan gangguan psikiatri berat (skizofrenia. gastrointestinal dan bahkan genitourinarius (Tabel 1).3.(1. Dikenal 5 jenis gangguan kecemasan. Untuk penyembuhan dengan baik dan mencegah ketergantungan obat anxiolitik diberikan terapi kombinasi yaitu psikoterapi dan psikofarmaka.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Gambaran Klinik dan Psikofarmaka pada Penderita Gangguan Kecemasan Yusuf Alam Romadhon Dokter PTT Puskesmas Kartasura II Kabupaten Sukoharjo. pada orang dengan sakit fisik berat. 3) gangguan fobik. gangguan bipoler dan depresi). hipnotik. monoamin inhibitor (MAOI). antidepresan trisiklik. dan ini merupakan penyakit. dengan ciri munculnya mendadak tanpa faktor pencetus. bahkan kecemasan merupakan respons yang sangat diperlukan. pada orang yang menderita sakit fisik berat. 135. pada penderita gangguan psikiatri berat atau merupakan gangguan yang berdiri sendiri. Kata kunci: gangguan kecemasan . 2) gangguan cemas umum.(9) Bila cemas menjadi begitu besar atau sering seperti yang disebabkan oleh tekanan ekonomi yang berkepanjangan. kecemasan yang berkepanjangan sering menjadi patologis.gambaran klinik .

dada terasa panas Respirasi Nafas pendek Dispnoe (sesak nafas) Hiperventilasi (frekuensi nafas sering) Gastrointestinal Mulut kering Tenggorokan seperti tercekik. 135. tidak dapat duduk santai − Suara bergetar.yang diderita bersifat mengambang bebas dan berlangsung menahun (kronik). berada di ketinggian dsb. 5) gangguan stress pasca trauma yaitu kecemasan yang timbul setelah penderita mengalami peristiwa yang sangat menegangkan. Dalam terapi kombinasi diberikan obat anxiolitik terlebih dahulu sampai 2 minggu. kepala terasa enteng − Nggliyer (dizziness).73% untuk dewasa dan 34. seperti mau pingsan − Vertigo (pusing berputar) − Tangan gemetaran − Pandangan kabur − Baal dan kesemutan • Kardiovaskuler PSIKOFARMAKOLOGI Untuk penyembuhan dengan baik pasien dengan gangguan kecemasan adalah kombinasi farmakoterapi (psikofarmaka) dengan psikoterapi.(1) PREVALENSI GANGGUAN KECEMASAN Survai terkini di Amerika (1996) melaporkan bahwa 15 33% pasien yang datang berobat ke dokter non psikiater merupakan pasien dengan gangguan mental. non-benzodiazepin.(l) Obat-obatan yang sering digunakan untuk anxiolitik (mengurangi atau menghilangkan gejala gangguan kecemasan) adalah golongan benzodiazepin. terapi kognitif atau psikoterapi provokasi kecemasan jangka pendek. specific serotonin reuptake inhibitor [SSRI]. terlalu waspada − Mudah marah (iritable) − Perasaan cemas tersebut mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan penderita sehingga fungsi pertimbangan akal sehat. perasaan dan perilakunya terpengaruhi. kamar tertutup. terapi perilaku. Keluhan dan Tanda Obyektif dari Gangguan Kecemasan(1. Mengenai penggolongan (klasifikasi) obat-obat anxiolitik.(1.(5) DIAGNOSIS GANGGUAN KECEMASAN Dalam makalah ini yang akan dibicarakan adalah diagnosis praktis. Cermin Dunia Kedokteran No. gagap − Palpitasi − Hiperventilasi − Berkeringat banyak atau telapak tangan dan kaki lembab Keluhan Kognitif dan Psikologis − Perasaan cemas. yaitu kecemasan yang mendorong penderita secara menetap untuk mengulangi pikiran atau perilaku tertentu dan. − Perasaan takut dalam situasi. sulit untuk memulai (jatuh) tidur/early insomnia − Mudah terkejut. kasus lama diberikan sampai 6 bulan bebas gejala kemudian dilakukan tapering off untuk penghentian pengobatan.(5) Psikoterapi yang sering digunakan untuk gangguan kecemasan adalah psikoterapi berorientasi insight. Sebaliknya anxiolitik mempunyai keunggulan efek terapetik cepat dalam menurunkan tanda dan gejala kecemasan tetapi mempunyai kerugian resiko adiksi. nama dagang serta dosis terapetiknya dapat dilihat pada Tabel 2. Kasus baru diberikan sampai 2 bulan bebas gejala kemudian dilakukan tapering off untuk penghentian pengobatan. Keluhan Fisik • Neurologik dan Vaskuler − Sakit kepala. antidepresan: trisiklik. takut menjadi gila atau pikiran-pikiran yang cenderung negatif baik terhadap diri-sendiri ataupun lingkungan − Merasa tegang − Insomnia. 3) gangguan fobik yaitu kecemasan atau ketakutan terhadap situasi atau obyek tertentu (spesifik). kemudian dilakukan psikoterapi yang dimulai pada awal minggu kedua di samping obat anxiolitik masih tetap diberikan tetapi secara bertahap diturunkan dosisnya (tapering off sampai minggu ke empat pengobatan). Mengapa kombinasi? Pertimbangannya adalah bahwa psikoterapi mempunyai keunggulan tidak adiktif tetapi kerugiannya lambat dalam efek terapetiknya. was-was − Ragu-ragu untuk bertindak atau memutuskan sesuatu. pusing. takut salah.(1-3) Tabel 1. khawatir. gelisah − Takut mati. 2002 25 .(1) Di Indonesia penelitian yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan Tambora Jakarta Barat tahun 1984 menunjukkan bahwa di puskesmas jumlah gangguan kesehatan jiwa yang sering muncul sebagai gangguan fisik adalah 28. tenggorokan kering Perasaan tidak enak di lambung Nausea dan vomitus (mual dan muntah) Diare Genitourinarius Sering berkemih Nyeri saat berkemih Ejakulasi prematur Impotensia Sistim Muskuloskeletal Nyeri otot kepala terutama otot leher Sakit dan nyeri otot Kulit Keringat berlebihan Telapak tangan dan kaki basah dan terasa dingin Tanda Obyektif − Penderita tampak gugup. 4) gangguan obsesif kompulsif.39% untuk anak. obyek atau keadaan tertentu (sendirian. monoamin inhibitor [MAOI].3) − − • − − − • − − − − − • − − − − • − − • − − Palpitasi (berdebar-debar/deg degan : Jawa) Nyeri dada.(1) Ada juga yang membedakan kasus baru dan lama.3) Keluhan-keluhan dan tanda-tanda obyektif yang sering didapatkan dalam praktek medis sehari-hari yang merujuk pada gangguan kecemasan adalah sebagai berikut (Tabel 1).(1) Dari jumlah tersebut minimal sepertiganya menderita gangguan kecemasan.) − Tidak enak. gelisah. Pendekatan ini dianjurkan untuk dipakai oleh para dokter umum yang mempunyai banyak pasien dalam praktek medis sehari-hari. serotonin reuptake inhibitor [SRI]. gelap.(1) Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien dapat ditegakkan diagnosis kerja (secara cepat) untuk gangguan kecemasan apabila didapatkan keluhan baik somatik (fisik) maupun psikologik dan kognitif serta tanda-tanda obyektif kecemasan.

1995. Simposium Nasional Awareness Anxiety Programe. 2002 . Golongan non-benzodiazepin Opipramol Buspiron Hipnotika/antiinsomnia a. Antidepressant Drugs.75 . 9.300 10 . baik tunggal maupun kombinasi tergantung pada kondisi pasien. 557.25 2 . Siklik atipik Amoxapine Maprotiline Mianserine Insidon Buspar 50 . Trisulo Wasyanto. paroxetine. 7. Serotonine Reuptake Inhibitor A New Class of Antidepressants. Aspek Biologik dari Anxietas. 37-42. 5. Trisiklik Amitriptiline Imipramine b.10 Laroxyl Tofranil Asendin Ludiomil Tolvon 75 -300 75 .75 . editor. 5 Agustus 2000.60 PROGNOSIS Dengan kombinasi farmakoterapi dan psikoterapi. Serotonin Reuptake Inhibitor (SRI) Clomipramine e. 17-8.60 Gangguan Fobik Gangguan Cemas Umum Gangguan Stress Pasca Trauma Gangguan Obsesif Kompulsif Dalmadorm Valium Esilgan Mogadon. 29.4 2. fluvoxamine dan sertraline(8)(Tabel 3). 2. nama dagang di pasaran dan dosis terapetiknya(2. 550. SSRI yang meliputi fluoxetine.80 2 . 4. Biederman J. Dirjen Yanmed.5 . pp. Pedoman penatalaksanaan Kedaruratan Psikiatri untuk RSU kelas C dan D. 10. American Psychiatric Press. 1991.60 50 . Simposium Nasional Awareness Anxiety Program.8) Jenis Gaugguan Kecemasan Farmakoterapi Gangguan Panik Benzodiazepin Antidepresan trisiklik MAOI Buspiron SRI SSRI Farmakoterapi kombinasi untuk pasien membandel atau adanya komorbiditas dengan gangguan lainnya Sama Sama Sama Clonazepam Fluoxetine Paroxetine Sertraline Fluvoxamine Librium Valium Ativan Lexotan Tranxene Frisium Xanax Rivotril 15 -100 4 . 16-20.5. 1992. anxietas sekarang ini dapat disembuhkan dengan baik. 11 –4. Tabel 3.600 Anafranil 50 . Khasiat Panjang Flurazepam Diazepam b. Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa di Fasilitas Umum. (June) 1993.300 20 .300 200 .30 0. In Wiener JM. 2-3. Khasiat Pendek Triazolam Lorazepam Antidepresan a. 5 Agustus 2000. Psychopharmacology. Dirjen Yanmed.6.200 Secara umum obat-obatan di atas efektif untuk terapi gangguan kecemasan.80 1. The word that is heard perishes.(1) KEPUSTAKAAN c. Medical Progress.225 20 . 1.5 0. pp. 552.6. Depkes RI.4 0. 18-21. Textbook of Child and Adolescent Psychiatry 1st ed. Joyce PR. 135. 3. the letter that is written remains 26 Cermin Dunia Kedokteran No. Monoamine Inhibitor (MAOI) Moclobemide d.8 b.18 15 20 . 1998.9) Anxiolitik (tranquilizer minor) a. Yul Iskandar.125 0.Tabel 2. Simposium Nasional Awareness Anxiety Program. Khasiat Menengah Estazolam Nitrazepam c. Pada penderita seperti ini maka prognosisnya buruk atau minimal dubia. Deva MP. hal. Aspek Klinik Gangguan Kecemasan. Gangguan Cemas pada Penyakit Jantung. pp.150 Prozac Luvox Seroxat Zoloft 20 . 6. Aris Sudiyanto. Golongan benzodiazepin Chlordiazepoxide Diazepam Lorazepam Bromazepam Chlorazepate Clobazam Alprazolam Clonazepam Untuk gangguan obsesif kompulsif obat yang dikenal efektif adalah clonazepam. 5 Agustus 2000. Specific Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) Fluoxetine Fluvoxamine Paroxetine Sertraline Aurorix 30 . dan pengalaman dokter terhadap jenis atau golongan obat-obat tersebut. hal. 2001 pp.300 10 . Namun dalam praktek sehari-hari sering pasien diberikan anxiolitik saja dan tanpa kontrol yang ketat. July. Medical Progress January. Menkes DB. Klasifikasi Obat Anxiolitik. Park T. Medical Progress.80 50 . 8.4.30 4 .10 2 . et al. Obsessive Compulsive Disorder Treatment Option Medical Progress (November) 1997. Depkes RI. Dumolid Halcion Ativan 15 . 65-6. Farmakoterapi untuk masing-masing jenis gangguan kecemasan(2. Presentation and Management of Anxiety Disorder in Family Practice.

Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jumlah sebenamya pengidap HIV/AIDS di Indonesia belum diketahui. namun penatalaksanaannya belum memberikan hasil yang memuaskan dalam hal penurunan angka kesakitan dan kematian HIV/AIDS. dari pencegahan penularan horizontal maupun vertikal. Saat ini baru Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo Jakarta yang mampu memberikan layanan hesehatan ODHA secara menyeluruh.956 kasus yang ditemukan pada saat uji darah donor. Pada konseling dan edukasi perlu diberikan dukungan psikososial supaya ODHA mampu memahami. 135. Antiretrovirus (ARV) Indikasi pemberian ARV yaitu pada infeksi HIV akut.4). Bahkan.5-8. tes gratis HIV dan ODHA yang dirawat/ memerlukan bantuan tenaga medis. konseling dan edukasi merupakan pilar pertama dan utama dalam penatalaksanaan HIV/AIDS. Penggunaan kombinasi ARV merupakan farmakoterapi yang Cermin Dunia Kedokteran No. memerlukan satu tim kerja terdiri dari berbagai bidang ilmu yang solid dan profesional untuk menurunkan angka insidensi dan prevalensi HIV/AIDS. Manado PENDAHULUAN Sejak 20 tahun yang lalu. PENATALAKSANAAN PADA ORANG DEWASA Konseling dan Edukasi Konseling dan edukasi perlu diberikan segera sesudah diagnosis HIV/AIDS ditegakkan dan dilakukan secara berkesinambungan. uji saring pecandu narkotika. yang terdiri dari analog nukleosida dan non-analog nukleosida. Dalam tinjauan kepustakaan ini diuraikan penatalaksanaan HIV/AIDS yang baku dan menyeluruh. cara penularan. serta penghambat protease (PP) HIV. serta pada PPE HIV1. peningkatan CD4. pengendalian kepadatan virus dengan ARV. dengan harapan dapat diterapkan seoptimal mungkin sesuai dengan sumber dana dan sumber daya manusianya. jumlah ODHA dari tahun ke tahun cenderung meningkat.000/ml. pencegahan dan pengobatan infeksi oportunistik (IO) dan pencegahan post exposure (PPE) HIV sampai pemberian imunisasi yang masih dalam penelitian. Banyak penelitian dilakukan bertujuan untuk mendapatkan penatalaksanaan yang baku dan menyeluruh. terutama di negara sedang berkembang. human immunodeficiency virus (HIV) sudah diketahui sebagai penyebab penyakit acquired immunodeficiency syndrome (AIDS).6.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Penatalaksanaan Baku dan Menyeluruh pada HIV/AIDS Dr. Pada akhir Mei 2001 tercatat 1. Kompleksnya masalah yang dihadapi dalam penatalaksanaan HIV/AIDS. padahal ODHA tersebar di seluruh daerah Indonesia. ODHA yang menunjukkan gejala klinis atau ODHA tanpa gejala klinis yang memiliki CD4 < 500/mm3 dan atau RNA HIV > 20. pemakaian kombinasi antiretrovirus (ARV) bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA).(1-3) Di Indonesia. Dua golongan ARV yang diakui Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO) adalah penghambat reverse transcriptase (PRT). dan meningkatkan kualitas serta harapan hidup ODHA. karena dapat mengurangi resistensi. karena keberhasilan pencegahan penularan horizontal maupun vertikal. pencegahan serta pengobatan HIV/AIDS dan IO. percaya diri dan tidak takut tentang status dan perjalanan alami HIV/AIDS. Ketiga jenis ini dipakai secara kombinasi dan tidak dianjurkan pada pemakaian tunggal. tetapi diperkirakan jauh lebih banyak dari angka tersebut di atas(4). semuanya ini akan memberi keuntungan bagi ODHA dan lingkungannya1.2. menekan replikasi HIV secara efektif sehingga kejadian penularan/IO/komplikasi lainnya dapat dihindari. Candra Wibowo Residen Bagian Ilmu Penyakit Dalam. pencegahan dan pengobatan IO serta komplikasi lainnya akan berhasil jika konseling dan edukasi berhasil dilakukan dengan baik. Kombinasi ARV merupakan dasar penatalaksanaan pemberian antivirus terhadap ODHA. bahkan jumlah terbanyak di Irian(3. 2002 27 .

MMWR 2001. indinavir. Deteksi ulang RNA HIV plasma setelah kepadatan virus 28 Cermin Dunia Kedokteran No. sama seperti pemberian ARV pada ODHA karena telah dipertimbangkan farmakokinetiknya dan tidak terbukti memberikan efek teratogenik pada janin/bayi jika diberikan setelah umur kehamilan 14 minggu16-19. Kegagalan penekanan RNA HIV sampai batas tak terdeteksi. baik ACOG. 6. United States Public Health Service (USPHS) dan WHO menganjurkan kombinasi ARV yang dipakai sebagai pengobatan pertama kali adalah 2 preparat PRT analog nukleosida dengan PP.5-0. Antiretrovirus (ARV) Pemberian kombinasi ARV merupakan penatalaksanaan baku IHDHA tanpa memandang status kehamilan. non-nukleosida dengan PP dipertimbangkan sebagai kombinasi pada pengobatan kasus lanjut(1-3).9. 5. sedangkan PRT analog non-nukleosida secara selektif menghambat proses reverse transkripsi HIV-1.2. Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Oportunistik (IO) Penyebab utama kematian ODHA adalah infeksi opportunistik. Hasil negatif uji saring pada ibu risiko tinggi infeksi HIV perlu diulang 4 minggu kemudian mengingat kemungkinan window period pada saat pemeriksaan dilakukan16-19. Penghambat protease bekerja dengan cara menghambat sintesis protein inti HIV(1-3. indinavir dan lopinavir jika dikombinasikan. Beberapa penelitian menyimpulkan tak perlu penyesuaian dosis dan menunggu kadar tertentu CD4 untuk melakukan imunisasi12. Nevirapin akan menurunkan berturut-turut kadar dalam plasma saquinavir. dalam 4-6 bulan setelah pengobatan pertarna diberikan.15. berkembang mengalami peningkatan walaupun ARV masih terus diberikan. Sedangkan kombinasi antara PRT nukleosida. atau 2 preparat PRT analog nukleosida dikombinasikan dengan analog non-nukleosida. sehingga kombinasi ARV ini jangan dilakukan1.6. nelfinavir. 50: 1-1152. USHS maupun WHO menganjurkan kombinasi ARV untuk menekan replikasi virus secara cepat sampai batas yang Tabel 1.12. 4. Infeksi oportunistik yang sering dijumpai di Amerika dan Eropa adalah Pneumocystis Carinii Pneumonia (PCP). edukasi dan Uji saring HIV sebagai bagian perawatan antepartum yang dilakukan secara rutin dan sukarela oleh ibu hamil dengan risiko tinggi infeksi HIV dan ibu hamil dengan HIV/AIDS (IHDHA). Keadaan klinis yang memburuk. 3. PENATALAKSANAAN PADA IBU HAMIL/MELAHIRKAN Konseling. Imunisasi pasif dan aktif dilakukan untuk mencegah infeksi oportunistik.12-14. pemberian imunisasi aktif sebaiknya bukan imunisasi yang meagandung mikroba hidup/yang dilemahkan. Kombinasi antiretroviral Kriteria Kombinasi Sangat dianjurkan Penghambat Reverse Transcriptase Didanosin+Lamivudin Didanosin+Stavudin Didanosin+Zidovudin Didanosin+Efirenz+ Lamivudin/ Stavudin/ Zidovudin Lamivudin+Zidovudin Lamivudin + Stavudin Zidovudin+Zalsitabin Penghambat Protease Indinavir Indinavir+Ritonavir Lopinavir+Ritovanir Nelfinavir Ritonavir+Saquinavir Altematif Amprenavir Nelfinavir+Saquinavir Ritonavir Saquinavir Tidak dianjurkan Stavudin+Zidovudin Zalsitabin+Didanosin Zalsitabin + Lamivudin Zalsitabin + Stavudin Sumber: US. ritonavir. tentang perjalanan alami HIV.11. Preparat golongan PRT analog nukleosida menghambat beberapa proses polimerisasi deoxyribo nucleic adid (DNA) sel termasuk sintesis DNA yang tergantung pada ribonucleic acid (RNA) pada saat terjadi reverse transkripsi. Center of Disease Control (CDC)menganjurkan pemberian regimen pencegahan bagi semua pasien dengan status imun yang buruk tanpa kecuali. Deportment of Health and Human Services. karena ritonavir menghambat kerja enzim sitokrom P450. cara penularan dan pencegahan perinatal serta keuntungan pemberian ARV bagi ibu dan janin/bayi.75 log10 dalam 4 minggu atau < 1 log10 dalam 8 minggu setelah pengobatan pertama diberikan. Asia Tengah dan Asia Tenggara) termasuk Indonesia adalah tuberkulosis paru1-4. Penurunan RNA HIV plasma < 0. tak terdeteksi. saquinavir. 135. Pada pencegahan penularan HIV perinatal (PHP).5. sedangkan ketokonazol menurunkan kadar plasma nevirapin sehingga pemberian bersama obat-obat tersebut harus dihindari2. Rifampisin menurunkan berturut-turut kadar plasma nevirapin. Terdapatnya efek:samping ARV. 2002 . Edukasi dan Uji Saring Antepartum The American College of Obstetricians and Gynaecologists (AGOG) dan USPHS menganjurkan konseling.6) : 1.rasional. sedangkan di negara berkembang (Afrika. Perlu diperhatikan kombinasi saquinavir dengan ritonavir akan meningkatkan kadar saquinavir dalam plasma. Kombinasi ARV pada pengobatan pertama perlu diubah jika ditemukan hal-hal sebagai berikut(1.2. Sedangkan zidovudin (ZDV) dengan stavudin dan efavirenz dengan saquinavir merupakan kombinasi antagonis satu dengan yang lain. 2. Dalam konseling dan edukasi.12-14. Jumlah CD4 tetap mengalami penurunan.10). sebab masing-masing preparat bekerja pada tempat yang berlainan atau memberikan efek sinergis terhadap yang lain. Guidelines for the use of antiretroviral agents in hiv-infected adults and adolescents. amprenavir dan lopinavir (penghambat protease). perlu dukungan psikososial ibu supaya tidak takut dan percaya diri mengenai status HIV dan kehamilannya. delavirdin (analog non-nukleosida).

16-17.000/ml dengan atau tanpa gejala klinis. 135. sedangkan pemberian ZDV tunggal dapat dilakukan jika CD4 > 500/mm3 dan kepadatan virus 4. melainkan juga strategi pencegahan PHP dan pengobatan serta komplikasi-komplikasinya. ARVakan mengakibatkan rebound phenomenon jumlah virus16. kemudian diikuti dengan pemberian ZDV oral pada bayi setelah berumur 12 jam dengan dosis 2 mg/kg BB/6 jam selama 6 minggu. Di sini. Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Oportunistik (IO) Sesuai CDC dan WHO. 2002 29 . lekosit dan trombosit juga dilakukan setiap 4 minggu untuk menilai efek penekanan ARV terhadap sumsum tulang16. Jumlah CD4 dan kepadatan virus dipantau selama perawatan antepartum setiap trimester atau setiap 4 minggu jika ARV diberikan guna mengikuti perkembangan penyakit. Sekarang sedang dilakukan penelitian penggunaan ZDV oral jangka pendek untuk mencegah PHP. Pemberian kombinasi ARV mulai diberikan pada IHDHA yang memiliki CD4 < 500/mm3 atau kepadatan virus > 10. Pada kasus tersebut. intrapartum dan postpartum. sebagian besar subyek penelitian juga menggunakan ZDV selama kehamilannya(16. Namun. Penelitian di Rwanda mendapatkan kematian IHDHA post operasi cesarea yang' bermakna dibandingkan dengan yang tidak terinfeksi HIV.10. tidak menunjukkan efikasinya dalam penurunan PHP dibandingkan dengan pemberian ZDV. mernpercepat kala II atau operasi cesarea perlu dilakukan16.16. keberhasilan ataupun resistensi ARV serta menentukan langkah lebih lanjut. mengingat biaya lebih murah. pemberian ZDV jangka pendek memperlihatkan penurunan PHP 38-50% walaupun air susu ibu masih tetap diberikan. sedangkan kelainan kongenital tidak lebih tinggi dari populasi umum.000 .19. Tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada efek samping dan toksisitas ZDV dibandingkan plasebo. sedangkan bayi diberikan ZDV oral setelah berumur 12 jam dengan dosis 2 mg/ kg BB/6 jam selama 6 minggu19. sehingga mampu menekan terjadinya PHP. Pemantauan kesejahteraan janin sebaiknya dilakukan secara non invasif. Jika berhasil dan dapat dijadikan protokol. walaupun hal ini tidak ditemukan di Eropa(16. Setiap kunjungan antepartum diperhatikan masalah psikososial ibu.29. lactoferrin. Sedangkan penelitian mengenai imunisasi pasif dan aktif untuk mencegah PHP sedang dilakukan.6% menjadi 7. Sebaliknya.000/ml dengan dosis 100 mg 5 kali sehari yang dimulai setelah trimester I sampai masa persalinan15.17. ketubah pecah dini serta partus lama.tidak dapat dideteksi. Di samping itu. mengurangi kejadian resistensi dan memberi kesempatan perbaikan imunitas ibu16. ZDV diberikan secara intravena 2 mg/kg BB dalam 1 jam. ZDV oral baru diberikan pada umur kehamilan 36 minggu dengan dosis 300 mg 2 kali sehari sampai masa persalinan (kala I). lmunoterapi dan Imunisasi Uji tahap I hyperimmune anti HIV Immunoglobulin (HIVIG) yang diberikan ke IHDHA meningkatkan titer antibodi p24 yang tinggi pada bayi baru lahir. ternyata juga mengandung HIV dan DNA provirus dalam jumlah yang cukup banyak untuk menambah risiko PHP sampai 14%16-18.17. Perancis.19.28).17. diharapkan akan menurunkan kejadian PHP lebih banyak lagi. ADV sebaiknya ada pada setiap regimen kombinasi karena terbukti menurunkan PHP16. penelitian Lambert dkk(25) Air Susu Ibu (ASI) Air susu ibu selain mengandung faktor imun non spesifik (secretary leucocyte protease inhibitor. kecuali anemia pada bayi yang hilang setelah ZDV dihentikan. plasenta previa. memerlukan 12-16 operasi cesarea elektif. bahkan untuk menyelamatkan seorang bayi dari PHP. jika ibu sedang menjalani pengobatan ARV dan kemudian hamil. glycosaminoglycan). perdarahan jalan lahir. Perawatan Antepartum Perawatan antepartum IHDHA ditujukan bukan hanya perawatan rutin saja. Cermin Dunia Kedokteran No.19-21. sehingga diharapkan PHP.30.17. Pada saat mulai persalinan (kala I). Lihat tabel 2.17). Namun. Namun.17. gejala dan tanda infeksi HIV serta IO. London dan daratan Eropa lainnya menunjukkan penurunan kejadian PHP 50-87% pada IHDHA yang menjalani operasi cesarea eletif. Pemberian minimal 3 dosis vaksin recombinant envelope setiap bulan berturut-turut menunjukkan peningkatan. dan diteruskan 1 mg/kg BB/jam sampai pengikatan tali pusat bayi.22-24. operasi cesarea bukan untuk menurunkan kejadian PHP dan dilakukan atas indikasi obstetri(16. Penelitian di Swiss. tidak terjadi. Cara Persalinan Pada saat persalinan harus dihindari semua manipulasi yang dapat meningkatka risiko PHP melalui kontak darah atau sekret genital ibu. Oleh karena itu. kepatuhan lebih tinggi dan jangkauan lebih luas dibandingkan dengan penggunaan ZDV jangka panjang22-24. kemudian 300 mg 3 jam sekali dari kala I sampai kala IV dan diteruskan dengan 300 mg 2 kali sehari selama 7 hari postpartum. serperti persalinan vagina dengan solusio plasenta. complement. pengobatan tersebut dilanjutkan sebab penghentian. Pada beberapa penelitian berskala besar. epidermal growth factor (EGF) dan transforming growth factor (TGF) β.26). ZDV terbukti menurunkan PHP dari 22. kecuali atas indikasi yang kuat16. antibodi pada manusia tanpa efek teratogenik pada binatang . percobaan15. Semua ARV diberikan setelah trimester I (14 minggu umur kehamilan) untuk menghindari beberapa efek teratogenik. Pada penelitian di Afrika oleh Wiktor dkk22 dan Dabis 23 dkk serta di Thailand oleh Shafter dkk24.19-21. hasil penelitian di Amerika dan Vietnam tidak didapatkan perbedaan bermakna dalam penurunan PHP antara kelompok yang dilakukan operasi cesarea elekif dengan kelompok yang diberikan profilaksis ZDV.19. karena pemeriksaan diagnostik invasif meningkatkan risiko PHP.26-28. pencegahan dan pengobatan IO pada IHDHA sama dengan pencegahan dan pengobatan IO pada ODHA12-14.17.6% jika diberikan selama antepartum. pemeriksaan hemoglobin. Oleh sebab itu.

Daerah endemis Pilihan : .Sering kambuh Altematif : . avium complex M. pneumoniae .CD4< 100/mm3 Pilihan : . mencegah kehamilan.CD4 <50/mm3 .CD4< 50/mm3 Pilihan : .kotrimoksasol forte 3 kali/minggu . terutama berhubungan dengan psikososial dan perilaku untuk mencegah penularan sekunder (seperti tidak melakukan hubungan seksual. Virus hepatitis A Virus hepatitis B Virus influenza S.32.flukonazol 400 mg/hari . narnun di negara berkembang dimana kesehatan sanitasi lingkungan tak mendukung dan tak cukup tersedianya susu formula serta masalah ekonomi.CD4 < 500/mm3 . MMWR 2001. PENATALAKSANAAN POST EXPOSURE Konseling.CD4< 200/mm3 .amphoterisin 1 g/minggu IV Pilihan : .dapson 50 mg 2 kali/hari atau 100 mg sekali sehari .flukonazol 100-200 mg/hari . 2002 .17.29-31. paramedis dan pekerja di bidang kesehatan lainnya merupakan salah satu kelompok risiko tinggi terinfeksi HIV akibat paparan produk ODHA. Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Oportunistik Patogen Pneumocytis carinii Indikasi Pencegahan Pencegahan Pilihan : .dapson 10o mg/had + trimetoprim 20 mg/kg BB/hari selama 21 hari .Tes Mantoux > 5 mm Isoniazid 300 mg/hari + piridoksin 50 mg/hari .dapson 50 mg/hari + pirimetamin 50 mg/ minggu + leukovorin 25 mg/minggu .itrakonazo1200 mg/hari Klaritromisin 500 mg 2 kali sehari atau azitromisin 1200 mg/hari + rifampisin 300 mg sekali sehari + etambutol 15 mg/kg BB/hari Seperti pasien tuberkulosis paru pada umumnya (sesuai dengan kriteria WHO) Toxoplasma gondii H.16. capsulatum Candida vagina/ oropharygeal M.itrakonazol 200 mg/hari Altematif : . diberikan penderita < 96 jam setelah kontak Kontak dengan Pilihan : asiklovir 200 mg 3 kali sehari atau penderita 400 mg 2 kali sehari Altematif : famsiklovir 500 mg 2 kali sehari Terdapat bakteri Siprofloksasin 500 mg 2 kali sehari salmonela Anti HAV Vaksin hepatitis A : 2 dosis Anti HBs – dan Vaksin hepatitis b : 3 dosis HBs Semua ODHA Vaksin influenza inaktivasi.kotrimoksasol forte 2 tablet 3 kali sehari selama 21 hari Altematif : .klindamisin 300. pemberian ASI sudah tidak dianjurkan lagi.rifampisin 300 mg sekali sehari . jika hasil uji darah negatif baru disimpulkan tidakterinfeksi HIV1.flukonazol 100-200 mg/hari Altematif : .klaritromisin 500 mg 2 kali sehari .pentamidin aerosol 300 mg/hari .Siprofloksasin 500 mg 2 kali sehari - Sumber : US Public Health Services.spiramisin 1 g 3 kali/hari selama 1-2 minggu Altematif : . 50 : 322-4812. jika resisten terhadap isoniazid Pilihan : gansiklovir 1 g 3 x sehari . menghindari pemberian ASI) sampai terbukti sumber infeksi tidak mengandung HIV11.atovaquon 1500 mg sekali sehari Amphoterisin 1 g/kg BB/hari secara IV selama 7 hari dilanjutkan dengan itrakonazol 200 mg/hari Pilihan : .Tabel 2. karena kandungan EGF dan TGF (3 dalam ASI akan mematangkan perkembangan epitel mukosa yang merupakan barrier penting di samping faktor imun non spesifik yang mampu bekerja sebagai antivirus. Antiretroviral (ARV). 12 minggu sampai 6 bulan kemudian. tuberculosis Cytomegalovirus (CMV) Varicella zoster Herpes simplex Pilihan : gansiklovir 1 g 3 x sehari Altematif : foscarnet 90-120 mg/kg BB/hari (IV) Asiklovir 800 mg 5 kali sehari selama 2 minggu Asiklovir 200 mg 3 kali sehari atau 400 mg 2 kali sehari Salmonella sp.atovaquon 1500 mg sekali sehari selama 21 hari Pilihan Pilihan : .atovaquon 1500 mg sekali sehari .16.kotrimoksasol forte sekali sehari .32.25 ml.itrakonazol 200 mg/hari .kotrimoksasol forte sekali sehari .dapson50 mg/hari+pirimetamin toksoplasma ↑ 50 mg/minggu + leukovoin 25 mg/minggu .IgG Altematif : . Guidelines for the preventiopn of opportunistic infections in person infected with human immunodeficiency syndome.CD4< 100mm3 .Antibodi CMV + Altematif : sidofovir 5 mg/kg BB setiap minggu (IV) Kontak dengan Ig varicella zoster (VIZIG) 6. Uji darah post exposure untuk menilai antibodi HIV atau RNA HIV dilakukan segera setelah terpapar untuk mengetahui status infeksi HIV yang bersangkutan. Edukasi dan uji Darah Post Exposure Tenaga medis. Pada penelitian Mofenson dkk31.atovaquon 1500 mg sekali sehari . aktif Rifampisin 600 mg/hari + pirazinamid 15-20 mg/kg BB/hari. pemberian ASI 3 bulan pertama menunjukkan penurunan kejadian PHP.sulfadiazin 1-2mg+pirimetamin Ibu hamil : .azitromisin 1200 mg/minggu Altematif : .5 ml IM Pengobatan : .dapson 50 mg/hari + pirimetamin 50 mg/minggu+leukovorin 25 mg/minggu . 135. setiap tahun menjelang musim influenza Semua ODHA Vaksin pneumokokus 23 valen polisakarida 0. maka pemberian ASI eksklusif masih dapat dilakukan dibandingkan dengan pemberian mixed breast feeding7. Di negara maju. pemakaian kondom.600 mg 4 kali sehari + primakuin 15 mg/hari selama 21 hari .klindamisin 300-600 mg 4 kali sehari+ primakuin 15 mg/hari selama 21 hari .Kontak erat dengan selama 12 bulan penderita tb. 6 minggu. Pencegahan post exposure (PPE) HIV dengan ARV sebaiknya dimulai secepat mungkin tanpa kecuali (hamil atau 30 Cermin Dunia Kedokteran No.panas > 2 minggu Altematif : . Konseling dan edukasi post exposure penting.

US Departemen of Health and Human Services. 3. l).I in Kampala. 2001. Dabis F. 29. Adherence to protease inhibitors therapy and outcomes inpatients with HIV infection. Reindell D. Natural history and management of early HIV Infection. Sedangkan kombinasi lanjut ARV yang diindikasikan untuk kasus HIV positif kelas 1 dengan cidera kulit dalam dan HIV Positif kelas 2 terdiri dari regimen kombinasi dasar ditambah salah satu dari ARV yang disebutkan berturut-turut dengan dosisnya sebagai berikut: infinavir 800 mg 3 kali sehari. Updated guidelines for the use of rifabutin or rifampin„ for the treatment and prevention of tuberculosis among HIV-infected patients taking protease inhibitor or non nucleoside reverse transcriptase inhibitors. 23. 6-month efficacy. New York : Antimicrobial Inc. Mofenson LM. 13.11). Vertica transmission of HIV in Europe. 354 : 2050-7. Kasoer DL. 354: 795-802. Br Med J 2001. dkk (Eds). Fleeting T. 2002 31 . 2001 USPHS/IDSA. Short-course oral zidovudine for prevention of mother-to-child transmission of HIV-1 in Abidjan. The European Mode of Delivery Collaboration. Coutsoudis A. 10.32. Complications of Pregnancy 5th ed. 677-91. 361-8. 7. Safety and pharmacokinetics of hyperimmune anti HIV immunoglobulin administered to HIV-infected pregnant women of and their newborns. Upaya turunkan laju infeksi HIV. hal. Uganda : hivnet 012 randomised trial. Shaffer N. 5. HIV counselling and the psychosocial management of patients with HIV or AIDS. 11. French L. 28. Pencegahan post exposure sebaiknya dilakukan secepat mungkin dengan kombinasi ARV sesuai dengan keadaan waktu terpapar. Wise J. Advanced and research directions in the prevention of mother-to-child HIV-1 transmission. Peckham C. 322 : 511-3. Nes. 14. et al. et al. Lancet 1999. 25. Kuhn S. pp. Kastner Ralph. 354 : 471-6. Intern Assoc Phys AIDS Care. MMWR 2001. Alwi I. In: Benyamini E. tolerance. Jeffrey DJ (Eds). 2000. Lancet 2000 . 21. 8. MacQueen KM. Fletcher CV. 16. didapatkan bahwa pemberian ARV setelah 36 jam paparan tidak efektif mencegah infeksi HIV. 24. Lambert JS. Dalam : Setiati S. 22. Cara persalinan dengan operasi caesarea dilakukan sesusi indikasi obstetri dan bukan untuk menurunkan kejadian PHP. Jakarta : Pusat Informasi dan Penerbitan FKUI. 20. London: Arnold . Br Med J 2001. In : Braunwald E. 2001. 31. Fox HE. Analysis of prevalence of HIV-1 drug resistance in primary infection. Jaffe HW. Kao JH. Human immnunodeficiency virus infection. Sudoyo AW. hal 10 (Col. et al. narnun pada manusia belum ada penelitian mengenai hal ini16. al.353:781-5. Risk factors for perinatal transmission of human immnunodeficiency virus type 1. HCV and HIV recommendations for postexposure prophylaxis. 353 : 773-80. for perinatal HIV-1 transmission in Bangkok. Hudson CN (Eds). 353 : 1035-39. Lancet 1999. HIV Infection and AIDS in the developing world. Pemberian ARV dianjurkan dalam bentuk kombinasi untuk mengurangi resistensi dan mernpercepat penurunan kepadatan HIV sampai batas yang tidak terdeteksi. 18. 2001. 15. Influence of infant-feeding pattern on early mother-to-child transmission of HIV-1 in Durban. Chuachoowong R. 12. 355 : 2237-44. Public Health Services task for recommendations for use of andretroviral drugs in pregnant women infected with HIV-1 for maternal health and for reducing perinatal HIV-1 transmission in the us. Moellering RC. 50 (RR 11). CDC. 135. Pillay K. The Stanford Guide to Antimicrobial Therapy 31th ed. Hueppchen NA. August 2001. 217 : 41-7.tidak). Spooner E.1852-908. efavirenz 600 mg sekali sehari atau abakavir 300 mg 2 kali sehari32. 1-115. Pillay D. South Africa : a prospective cohort study Lancet 1999. CDC dan USPHS menganjurkan pemberian kombinasi ARV untuk PPE. 322 : 385-93. 9. N Engl J Med 1999. Lancet 1998. Wiktor SZ. Sunshine G.Am J Respir Crit Care Med 2000 . Steiehm ER. Ditrame ANRS 049 Study Group. Guidelines for the management of occupational exposure to HBV. lamivudin 150 mg 2 kali sehari atau lamivudin 150 mg 2 kali sehari dengan stavudin 40 mg 2 kali sehari atau stavudin 40 mg 2 kali sehari dengan didanosin 400 mg sekali sehari. Meda N. 2. In : Cohen WR (Ed). Obstacles and progress forward development of a preventive HIV vaccine. Guay LA. Swindells S. Lancet 1994. 353 :1612-4. Grant AD. walaupun ZDV sendiri mampu menurunkan serokonversi sampai 79% pada penelitian retrospektif16.1-68. Short-course zidovudine. Mindel A. 353 : 1464-7. Lambert JS. Penatalaksanaan AIDS. Fauci AS. pp. Caesarean section and risk of vertical transmission of HIV-1 infection. 322:1533-5. et al. 2001. Philadelphia: Lippicott Williams and Wilkins . Br Med J 2001. 322 :1475-8. PENUTUP Penurunan angka kesakitan dan kematian HIV/AIDS memerlukan penatalaksanaan baku dan menyeluruh pada ODHA dan IHDHA. p. Thailand : a randomised controlled trial. CDC. nelfinavir 750 mg 3 kali sehari. American Thoracic Society. Tenant M.133 : 21-30. Msellati P. 15-month efficacy of maternal oral zidovudine to decrease vertical transmission of HIV-1 in breastfed African children. Lancet 1999. 6. Lane HC. Ekpini E. Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Penyakit Dalam 2000. Delock KM. Saat ini. Lin HH. karena PHP pada mixed feeding ternyata lebih tinggi. pp. Pemberian ASI di negara sedang berkembang masih dianjurkan. 2001. Lancet 1998. et al (Eds). 16. Centre of Desease Control. Jul. Harrison's Principles of Internal Medicine. Cermin Dunia Kedokteran No. New York: McGrawHill. et al. Immunology A Short Course 4th ed. 1999. 353:1477-82. 26. et al. Mofenson LM. 30. Lancet 1999. Gilbert DN. 135-48. Karon JM. and acceptability of a short regimen of oral zidovudin to reduce vertical transmission of HIV in breastfed children in Cote d’Ivoire and Burkina Faso : a double-blind placebo-controlled multi-centre trial. Viral Infections in Obstetrics and Gynaecology 1st ed. 19. Guidelines for the prevention of opportunistic infections in person infected with human immunodeficiency syndrome. Heyward WL. Human immunodeficiency syndrome (HIV): AIDS and related disorder. et A1. 27. et. Kombinasi dasar ARV oral selama 4 minggu yang diberikan terdiri dari ZDV 300 mg 2 kali sehari. Mofenson LM. Newel ML. Coico R. KEPUSTAKAAN 1. Lancet 1999.32. Complications after caesarean section in HIV-1 infected women not taking antiretroviral treatment. MMWR 2000. Benyamini E. Anderson JR. 4. 1-8. 17. Br Med J 2001. p. 322:1290-3. Pada percobaan binatang. Konseling dan edukasi adalah pilar pertama dan utama untuk mencapai keberhasilan penatalaksanaan HIV/AIDS. Fauci AS. Br Med J 2001. Chippindale S. Lancet1999. Mock PA. Kompas 2001 Nov. et al. 353:786-92.Targeted tuberculosis testing and treating off latent tuberculosis infection. Newell ML. 322 :1087-8. 15th ed. Intrapartum and neonatal single-dose nevirapine compared. 2000. Ann Intern Med 2000. Aquired immunodeficiency syndrome. MMWR 2001 . Mantyre JA. New York : Wiley-Liss. Guidelines for the use of antiretroviral agents in HIV-infected adults and adolescents. Breast feeding safer than mixed feeding for babies of HIV mothers. 32. 49 (RR 10). p. Gcubert TA.with zidovudine for prevention of mother-to-child transmission of HIV. Mohr J. Musoka P. In : Jeffries DJ. Djoerban Z. Sande MA. Cote d’Ivoire : a randomised trial. Paterson DL. Elective caesarean section versus vaginal delivery in preventiop of vertical HIV-1 transmission : a randomised clinical trial. 50 (RR.

misalnya. penyakit kanker yang disebabkan oleh pemaparan bahan kimia. Departemen Kesehatan RI Jakarta PENDAHULUAN Perkembangan produk kimia yang cepat selama satu abad ini telah berhasil meningkatkan mutu kehidupan. apakah bahan dipanaskan. umur. dan besarnya paparan. tetapi pemaparan berulang tiap hari selama bertahun-tahun dengan konsentrasi yang jauh lebih rendah yang jika dialami sebagai pemaparan tunggal tidak menimbulkan efek merugikan (efek kronik) dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem saraf pusat dan tepi. Namun di sisi lain keadaan tersebut menimbulkan kerugian bagi masyarakat terutama mereka yang secara langsung berhubungan dengan bahan kimia. 135. Toksisitas merupakan sifat dari bahan kimia itu sendiri. penyimpanan. yang dipengaruhi oleh antara lain jenis kelamin. juga jantung. Sebagai contoh. luka bakar pada kulit. Sebagai contoh. Beberapa konsep telah dikembangkan untuk membantu menggolongkan efek beracun bahan kimia. Efek dapat balik (reversible) Ef'ek yang hilang bila pemaparan berhenti/mereda. Efek lokal Efek berbahaya yang ditimbulkan oleh bahan kimia di bagian permukaan tubuh atau dapat masuk ke dalam tubuh. Sebagai contoh pemaparan tunggal karbon disulfida dengan konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan hilangnya kesadaran (efek akut). perlu diperhitungkan juga kerentanan orang yang terpapar. dermatitis kontak. sebagai contoh kerusakan otak yang permanen dapat disebabkan oleh paparan akut senyawa timah putih trialkil atau karena keracunan karbon monoksida berat. EFEK TOKSIK BAHAN KIMIA Efek toksik atau toksisitas suatu bahan kimia dapat didefinisikan sebagai potensi bahan kimia untuk meracuni tubuh orang yang terpapar. status gizi. dan pembuangan bahan kimia untuk menyadari bahaya dari bahan-bahan kimia terhadap kesehatan. sedangkan paparan tergantung dari bagaimana bahan itu digunakan. Namun pemaparan akut selain dapat menimbulkan efek akut. Sebagai contoh. Potensi bahan kimia untuk dapat menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan tergantung terutama pada toksisitas bahan kimia tersebut. Efek tidak dapat balik (irreversible) Efek yang tidak akan hilang atau permanen meskipun bahan kimia penyebabnya telah mereda atau hilang. Efek akut dan kronik Suatu bahan dapat mempunyai efek akut dan kronik sekaligus. Sebagian besar pekerja dapat menderita berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh bahan kimia.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Efek Toksik dan Cara Menentukan Toksisitas Bahan Kimia Satmoko Wisaksono Direktorat Pengawasan Nazaba. Efek kronik Istilah kronik dapat diartikan sebagai pemaparan berulang dengan masa tunda yang lama antara paparan pertama hingga timbulnya efek yang merugikan kesehatan. penggunaan. Efek jangka panjang akibat polusi bahan kimia terhadap makanan dan lingkungan sudah mulai disadari dan mendapat perhatian. pengangkutan. dan bahkan dapat mencapai 80% untuk jenis kanker tertentu. nyeri kepala dan mual karena terpapar pelarut. Ditjen POM. disemprotkan atau dilepaskan ke lingkungan kerja. sebagai berikut: Efek akut Istilah efek akut dapat diartikan sebagai paparan singkat dengan efek seketika. 2002 . Tetapi dalam menilai bahaya. 32 Cermin Dunia Kedokteran No. Hal ini penting bagi setiap orang yang terlibat dalam pembuatan. Diperkirakan paparan bahan kimia di tempat kerja mengakibatkan 4% kematian karena kanker. juga dapat mengakibatkan penyakit kronik.

sedang bagi individu yang tidak peka. Kondisi jangka panjang (kronis) akan terjadi penimbunan debu bahan kimia pada jaringan paru-paru sehingga akan terjadi fibrosis atau pneumokoniosis. Karsinogen Penyebab kanker. Sebagai contoh. EFEK BAHAN KIMIA PADA SISTEM TUBUH Bahan kimia dapat meracuni sel-sel tubuh atau mempengaruhi organ tertentu yang mungkin berkaitan dengan sifat bahan kimia atau berhubungan dengan tempat bahan kimia memasuki tubuh atau disebut juga organ sasaran. Sistem syaraf Bahan kimia yang dapat menyerang syaraf disebut neurotoksin. Gejala-gejala yang diperoleh adalah mengantuk dari hilangnya kewaspadaan yang akhirnya diikuti oleh hilangnya kesadaran karena bahan kimia tersebut menekan sistem syaraf pusat. Efek bahan kimia jangka pendek terhadap hati dapat menyebabkan inflamasi sel-sel (hepatitis kimia). Sebagai contoh. raksa dan sebagainya dapat menyebabkan anemia. Efek bahan kimia terhadap ginjal meliputi gagal ginjal sekonyong-konyong (gagal ginjal akut). dosis yang sama tidak akan membahayakan. Sebagian bahan kimia dapat mensensitisasi atau menimbulkan reaksi alergik dalam saluran nafas yang selanjutnya dapat menimbulkan bunyi sewaktu menarik nafas. dan dapat berakibat fatal. Sensitizer Menimbulkan reaksi alergi. Kebanyakan bahan kimia menggalami metabolisme dalarn hati dan oleh karenanya maka banyak bahan kimia yang berpotensi merusak sel-sel hati. Teratogen Suatu bahan kimia yang apabila berada dalam aliran darah wanita harnil dan menembus plasenta. DNA adalah molekul pembawa informasi genetik yang mengendalikan pertumbuhan dan fungsi sel. Sebagai contoh. aborsi spontan. Akibat dari efek toksik pestisida ini dapat menimbulkan kejang otot dan paralisis (lurnpuh). Efek gabungan ini dapat lebih parah dari efek yang diiniliki oleh masing-masing bahan kimia. cacad lahir. Bagi individu yang peka. mempengaruhi perkembangan janin dan menimbulkan kelainan struktur dan fungsional bawaan atau kanker pada anak. 135. atau jaringan paru. bahan kimia dalam paru-paru yang dapat menyebabkan udema pulmoner (paru-paru berisi air). gagal ginjal kronik dan kanker ginjal atau kanker kandung kemih. dan nafas pendek. toksisitas dapat digolongkan sebagai berikut: Korosif Merusak (membakar) jaringan hidup apabila kontak. yang pada tahun 1960an telah banyak menyebabkan kasus fokomelia (pengecilan lengan dan tungkai sedemikian rupa hingga tungkai dan lengan menempel langsung ke tubuh) pada bayi para wanita yang memakan obat tersebut selama tahap awal kehamilannya. Berdasarkan sifat bahayanya. Mutagen Dapat menimbulkan kerusakan DNA sel . Asfiksian Mengganggu pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh. Darah dan sumsum tulang Sejumlah bahan kimia seperti arsin. benzen dapat rnerusah Cermin Dunia Kedokteran No. Fetotoksikan Suatu bahan kimia yang berpengaruh buruk terhadap per- kembangan janin sehingga bayi lahir dengan bobot yang rendah. Bahan kimia yang dapat meracuni sistem enzim yang mennuju ke syaraf adalah pestisida. Seseorang yang peka terhadap bahan kimia akan mengalami reaksi alergi yang berat. 2002 33 . antara Iain karbon monoksida dan sianida. dan sebagainya. nekrosis (kematian sel). dan penyakit kuning. Contoh yang telah diketahui secara luas sebagai teratogen adalah talidomid. Efek sinergis Efek gabungan dari lebih dari satu bahan kimia. Iritan Menimbulkan iritasi setempat atau peradangan pada kulit. Kerusakan DNA dalam sel telur atau sperma manusia dapat menurunkan kesuburan. Di samping itu ada bahan kirnia lain yang dapat secara perlahan meracuni syaraf yang menuju tangan dan kaki serta mengakibatkan mati rasa dan kelelahan. Pemaparan terhadap bahan kimia tertentu dapat memperlambat fungsi otak. gangguan saraf. kadmium. dan penyakit keturunan. Ginial dan saluran kencing Bahan kimia yang dapat merusak ginjal disebut nefrotoksin. setiap pemaparan berikutnya apakah melalui kontak kulit atau inhalasi akan menimbulkan risiko kesehatan. benzen.Efek sistemik Efek suatu bahan kimia pada organ tubuh atau cairan tubuh setelah penyerapan atau penetrasi ke dalam organ atau cairan tubuh. Sedangkan efek jangka panjang berupa sirosis hati dari kanker hati. Hati Bahan kimia yang dapat mempengaruhi hati disebut hipotoksik. masuknya bahan-bahan kimia seperti timbal. hidung. Efek racun bahan kimia atas organ-organ tertentu dan sistem tubuh : Paru-paru dan sistem pernafasan Efek jangka panjang terutama disebabkan iritasi (menyebabkan bronkhitis atau pneumonitis) Dalam luka bakar. larutan asam pekat seperti sulfat atau basa seperti soda api dapat menimbulkan luka bakar.

LD50 oral Mencit (mg/kg) Berbahaya (harmful) Beracun Sangat beracun 200 – 2000 25 – 200 > 25 LD50 dermal mencit atau kelinci (mg/kg) 400 – 2000 50 – 400 < 50 LC50 inhalasi mencit (mg/m3/4 jam) 2000 – 20000 500 – 2000 < 500 Selain itu dengan skala Hodge dan Sterner dapat mengklasifikasikan toksisitas akut bahan kimia terhadap manusia. Kulit Banyak bahan kimia bersifat iritan yang dapat menyebabkan dermatitis atau dapat menyebabkan sensitisasi kulit dan alergi. Karena LD50 dan LC50 suatu bahan kimia tidak menyajikan informasi tentang mekanisme atau type toksisitas. Dosis didasarkan alas apa yang tidak diketahui mengenai sifat fisika dan kimia bahan yang sedang dinilai.Pemaparan bahan kimia terhadap binatang percobaan.1 liter 30 .5 . Dalarn percobaan dengan LD50 ini dapat dilakukan secara oral atau dermal tergantung pada metoda pemaparannya. tulang. Jumlah bahan kimia yang menyebabkan kematian 50% binatang percobaan dikenal sebagai dosis mematikan bagi 50% binatang percobaan atau LD50. . toksisitas suatu bahan dapat didefinisikan sebagai kapasitas bahan untuk mencederai suatu organisme hidup. mengakibatkan kepekaan terhadap sinar matahari atau kanker kulit. Dalam penentuan dosis tetap. Bahan kimia lain dapat menimbulkan jerawat. berbagai lembaga internasional saat ini sedang memodifikasi atau mengganti uji LD50 dan LC50 dengan metode yang lebih sederhana. Suatu bahan kimia atau kemungkinan-kemungkinan efek jangka panjang atau kronik. Klasifikasi toksisitas akut pada manusia.500 mg/kg 5 .5 g/kg 50 . Tabel 2.30 ml 7 tetes . Disamping itu ada beberapa bahan kimia yang secara langsung dapat mempengaruhi ovarium dan testis yang mengakibatkan gangguan menstruasi dan fungsi seksual. Bahan kimia yang sedang diuji ditaruh di atas kulit binatang percobaan dan kemudian diperiksa selama beberapa hari untuk 34 Cermin Dunia Kedokteran No. Dasar pemikirannya adalah menguji bagaimana suatu set dosis bahan kimia mempengaruhi sekelompok binatang. Tabel 1. Dosis mungkin mematikan bagi rata-rata orang dewasa > 1 liter 0. Cara menentukan toksisitas bahan kimia Dalam pengertian umum.3 ml Dengan indoor (< 7 tetes) No Peringkat toksisitas Dosis 1 2 3 4 5 6 Praktis tidak beracun Agak beracun Toksisitas sedang Sangat beracun Luar biasa beracun (extremely toxic) Super toksik > 15 g/kg 5 -15 g/kg 0. Klasifikasi toksisitas akut pada binatang. • Uji iritasi dan korosi Uji iritasi dan korosi memberikan sejumlah informasi khas. LD50 dan LC50 digunakan secara luas sebagai indeks toksisitas. Pengetahuan mengenai toksisitas suatu bahan kimia dikumpulkan dengan mempelajari efek-efek dari: .5 .50 mg/kg < 5 mg/kg Dalam menilai risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh suatu bahan kimia tidak mungkin hanya berdasarkan atas LD50 dan LC50.sel-sel darah merah yang menyebabkan anemia hemolitik. Dosis mematikan untuk inhalasi bahan kimia dalam bentuk gas atau aerosol juga dapat diuji. Bahan kimia lain seperti karbon disulfida dapat menyebabkan peningkatan penyakit pembuluh darah yang dapat menimbulkan serangan jantung. hilangnya pigmen (vitiligo). Kriteria di bawah ini sering dipakai untuk maksud klasifikasi efek toksik akut pada binatang.50 ml 3 .Pemaparan bahan kimia terhadap manusia. 135. Bahan kimia lain dapat merusak surnsum tulang dan organ lain tempat pembuatan sel-sel darah atau dapat menimbulkan kanker darah. otot dan kelenjar tertentu seperti kelenjar tiroid. . Jadi LD50 dan LC50 hanya merupakan indeks kasar toksisitas. Sistem reproduksi Banyak bahan kimia bersifat teratogenik dan mutagenik terhadap sel kuman dalam percobaan. Cara lain adalah dengan menaruh bahan kimia pada kulit binatang hingga suatu reaksi dapat teramati. 2002 . misalnya tatacara dosis tetap yang menggunakan lebih sedikit binatang percobaan. Studi terhadap binatang • Uji toksisitas akut (LD50 dan LC50) Uji standar untuk tosisitas akut (jangka pendek) adalah memberi binatang bahan kimia dengan jumlah yang semakin meningkat dalam kurun waktu 14 hari hingga binatang percobaan tersebut mati.Pemaparan bahan kimia terhadap organisme tingkat rendah seperti bakteri dan kultur sel-sel dari mamalia di laboratorium. Tatacara dosis tetap hanya dengan menggunakan jumlah binatang percobaan yang lebih sedikit dan dalam analisis penilaian toksisitas bahan kimia tanpa harus membiarkan binatang mati pada akhir percobaan. Dalarn hal ini konsentrasi gas atau tiap yang membunuh separuh dari binatang dimasukkan konsentrasi mematikan untuk 50% binatang percobaan atau disebut LC50. Sistem yang lain Bahan kimia dapat pula menyerang sistem kekebalan. Jantung dan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) Sejumlah pelarut seperti trikloroetilena dan gas yang dapat menyebabkan gangguan fatal terhadap ritme jantung.

Binatang kontrol ini serupa dalam segala hal dengan binata. Binatang percobaan ini dibandingkan dengan binatang sebagai kontrol dalam jumlah yang sama dengan jumlah binatang percobaan dalam waktu yang sama. • Uji tingkah laku Efek bahan kimia terhadap percobaan tingkah laku binatang percobaan. Uji tersebut untuk mendeteksi mutasi dalam bakteri yaitu untuk uji efek mutagenik. Banyak bahan kimia dapat menyebabkan kanker pada binatang dan mungkin menimbulkan kanker pada manusia bersifat mutagenik. Pengujian dapat dilakukan pada mata binatang (dikenal dengan Draize) • Uji toksisitas sub kronik Secara normal uji toksisitas subkronik memerlukan studi inhalasi atau penelanan selama 90 hari untuk mengetahui efek-efek spesifik dan nyata dari bahan kimia pada organ dan biokimia dari binatang. Kadang-kadang perlakuan paparannya diberikan pada seekor binatang yang sedang hamil. Pada dasarnya metode ini membandingkan orang yang jatuh sakit atau akibat lainnya dengan suatu kelompok kontrol yang sesuai. Uji ini seringkali dirujuk sebagai uji in vitro. 50 ekor rnencit atau tikus dari tiap jenis kelamin diberi perlakuan paparan bahan kimia yang sedang diuji dengan dosis tinggi tetapi tidak mematikan. Efek reproduksi dapat diklasifikasikan dengan hasil-hasil temuan seperti apakah keturunannya lebih sedikit jumlahnya. Pengujian-pengujian ini merupakan dasar bagi dosis yang digunakan dalam uji hayati kronik. tetapi untuk pengujian yang lebih mendalam perlu pengambilan irisan suatu jaringan dan diperiksa di bawah mikroskop untuk mengetahui terjadi abnormalitas sel-sel dalam organ. Terdapat sejumlah uji mutagenik jangka pendek yang lain atau pengujian mutagenitas (mutagenity assay). Uji ini membutuhkan bakteri Studi epidemiologis Studi epidemiologis menyelidiki kesehatan sekelompok orang atau menetapkan apakah mereka terpengaruh oleh paparan bahan kimia di tempat kerja atau dalam lingkungan umum. untuk menentukan apakah bahan kimia dapat menimbulkan setiap efek kesehatan yang mungkin memerlukan waktu yang lama untuk menimbulkan suatu efek seperti kanker. Misalnya pemberian paparan bahan kimia terhadap hewan percobaan kemudian hewan percobaan dimasukkan dalam kotak maze (kotak dengan jalan ruwet) kemudian diamati tingkah laku hewan percobaan tersebut apakah terjadi perubahan tingkah laku dengan adanya efek bahan kimia terhadap otak dan saraf. • Uji yang herhubungan dengan reproduksi Uji binatang percobaan untuk memeriksa efek yang merugikan dari suatu bahan kimia pada reproduksi memerlukan perlakuan pemaparan terhadap seekor atau kedua induk terhadap bahan kimia yang sedang diuji sebelum kawin. Namun kerapkali percobaan ini menunjukkan efek tidak nyata. Pengujian toksisitas sebaiknya dilakukan secara berulang-ulang dan diarahkan terutama untuk mendeteksi efek toksik yang secara jelas bukan akibat dari pemaparan kulit. 2002 35 . Studi kohor juga disebut sebagai studi lanjutan atau studi insiden dengan melekat pada sekelompok penduduk (suatu kohor) yang digolongkan dalam sub kelompok berdasarkan Cermin Dunia Kedokteran No. Pengujian secara kasar hanya berdasarkan pengamatan abnormalitas secara pengamatan kasar dengan mata telanjang. Studi kontrol kasus relatif lebih sederhana pelaksanaannya dan penggunaannya sedikit meningkat untuk menyelidiki penyebab penyakit terutama bagi penyakit yang jarang terjadi. Dalam suatu uji khusus. Dua metode penyelidikan yang paling umum dalam epidemiologi adalah studi kontrol kasus dan studi kohor. Jadi uji ini dibedakan dengan uji in vivo yang menggunakan jaringan hidup seperti binatang dan manusia. Dalam suatu percobaan efek bahan kimia dapat menggunakan binatang percobaan hingga 500 ekor. atau paparan jangka panjang terhadap bahan kimia menimbulkan efek kesehatan pada organ seperti ginjal. Uji yang paling baik dan paling banyak digunakan adalah uji rnutagenitas Salmonella (umumnya dikenal sebagai uji Ames). yang tidak dipengaruhi oleh penyakit tersebut atau akibatnya dalarn suatu usaha untuk mengidentifikasi penyebab. kemudian diamati efek-efeknya pada setiap keturunannya. • yang tumbuh secara khusus di laboratorium dan memaparkannya terhadap bahan kimia yang diuji. • Uji Mutagenitas jangka pendek Bakteri dan sel binatang yang tumbuh dalam tabung uji dari koloni serangga buah-buahan atau serangga lain cocok untuk penyelidikan yang cepat dan rnurah dalarn usaha mengetahui bahan kirnia yang potensial mempunyai efek karsinogenik dan mutagenik. 135. Dalam studi ini perlu perbandingan penyakit yang timbul akibat bahan kimia pada sekelompok orang yang terpapar dengan orang-orang yang tidak terpapar dalam kurun waktu tertentu. Percobaan ini dilakukan dengan memberikan dosis tertentu bahan kimia terhadap hewan percobaan melalui penelanan atau inhalasi terhadap bahan kimia yang sedang diuji selama masa hidupnya. bobot tubuh yang lebih ringan atau dalam beberapa hal mengalami kerusakan. perbedaannya bahwa binatang kontrol tersebut tidak diberi perlakuan pemaparan bahan kimia. Suatu percobaan yang baik yaitu dengan memberikan perlakuan pemaparan untuk kedua jenis kelamin terhadap bahan kimia dengan dosis yang berbeda. Pada umumnya dalam pengujian perlu pengarnbilan cuplikan darah atau urin secara teratur dari binatang percobaan untuk pemeriksaan dan analisis.ng percobaan. Uji rnultigenerasi kadang-kadang diperlukan untuk mendeteksi efek yang dapat diwariskan bagi generasi berikutnya.melihat tanda-tanda seperti ruam kulit atau reaksi panas. • Uji hayati kronik (seumur hidup) Maksud dari uji hayati kronik (seumur hidup). Untuk mencit dapat memakan waktu hingga 2 tahun sedangkan untuk tikus sedikit lebih singkat.

(1996). tikus atau anjing memiliki biokimia dasar dan proses-proses hayati yang sama. 4. 36 Cermin Dunia Kedokteran No. (1998) Dempsey JL. Uji binatang memungkinkan untuk menguji toksisitas suatu bahan kimia sebelum manusia terpapar. Workshop Sentra Informasi Keracunan Propinsi Jawa Barat. User's Manual For the IPCS Health and Safety Guides. dapat pulih atau tidak dapat pulih. Oleh karena informasi yang diberikan dalam studi epidemiologis sangat terbatas. Toksikologi Bahan Berbahaya. KEPUSTAKAAN 1. 2. WHO. Dempsey JL. Hazard Assessment and Dose Response. sistemik. Training Course on Risk Assessment. Training Course on Risk Assessment. (1997). (1998). Risk Assessment Training Module. Prepared by The Edinburgh Control for Toxicology. Training Course on Risk Assessment. Training Course on Risk Assessment. 5. IPCS. 3.pemaparan terhadap suatu penyebab penyakit yang potensial atau akibat dari perbedaan dalam paparan (misalnya terhadap bahan kimia) kemudian diperiksa dan diukur kemudian penduduk keseluruhan ditindak lanjuti untuk melihat bagaimana perkembangan penyakit atau akibat selanjutnya antara kelompok yang terpapar dan tidak terpapar. Franizal Nur. Dalam penentuan toksisitas suatu bahan kimia yang terbaik adalah dengan melakukan studi dengan menggunakan binatang percobaan karena uji binatang memungkinkan untuk menguji toksisitas suatu bahan kimia sebelum manusia terpapat. akut. Atmawidjaja Sudana. WHO. (1998). 2002 . 7. (1998). juga membutuhkan jumlah pekerja yang terpapar dalam jumlah besar untuk rnemjamin kesahihan perhitungan-perhitungan statistik. Dempsey JL. narnun penyelidikan semacarn ini memiliki beberapa kelemahan. 6. Hal ini dikarenakan selain biaya yang rnahal. IPCS. Published by WHO the International Programme on Chemical Safety. maka tindakan pencegahan hendaknya dianjurkan berdasarkan atas studi binatang. Guidelines to The Risk Assessment of Public Health Aspects of Human Risk From Exposure to Chemicals. studi epidemiologis mungkin tidak dapat mendeteksi kasus-kasus mengenai peranan dari kasus satu bahan kimia tertentu ketika para pekerja terpapar terhadap campuran bahan kimia. Criteria for Prioritization of Risk Assessment. Budiawan. Kanwil Kesehatan Departemen Kesehatan. (1997). Teori dengan menggunakan uji binatang adalah bahwa manusia dan binatang seperti mencit. Meskipun penyelidikan epidemiologis memberi bukti yang paling dapat dipercaya bahwa suatu bahan kimia tertentu rnempunyai efek merugikan kesehatan pada suatu populasi. 135. Exposure Assessment and Risk Characterization. WHO. KESIMPULAN Setiap bahan kimia mempunyai efek dan target sasaran organ tubuh yang akan rusak baik secara lokal. WHO. Di samping itu.

Banyak mikroalgae yang juga memproduksi komponen-komponen baru yang menunjukkan aktivitas biologis yang kuat. mereka akan mendapatkan keuntungan protein yang tinggi. neurotoxic. beberapa di antaranya merupakan toksin kuat yang bertanggung jawab terhadap sejumlah penyakit pada manusia. Badan Tenaga Atom Nasional. amnesic dan diarrhetic shellfish poisoning (PSP. Komponen-komponen ini dianggap sebagai metabolik sekunder. asam lemak omega-3 dan mineral. Toksin ini dapat menyebabkan paralytic. diatoms dan cyanobacteria. ASP. namun yang terpenting dari fitoplankton. Beberapa Sindrom Akibat Keracunan Seafood(1) SAXITOXIN Mikroalgae adalah produsen utama yang menyusun dasar jaringan makanan laut dan air tawar. 2002 37 . Marine toksin (toksin yang terdapat di laut) sudah lama diidentifikasi di berbagai tempat antara lain Jepang. Hampir semua seafood bisa terkontaminasi oleh toksin dan dapat menimbulkan sindrom yang berbeda-beda (Gambar 1). Jumlah toksin akan berlipat ganda sesuai dengan jumlah fitoplankton toksik yang dimakannya. Institut Pertanian Bogor. Filipina. Namun mereka mengetahui bahwa seafood juga bisa mengakibatkan keracunan disebabkan oleh lingkungan yang tercemar. serta kematian ikan. Dinoflagelata mem- Cermin Dunia Kedokteran No. dan DSP). Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Biosintesis metabolit sekunder umum terjadi dalam bakteri seperti dalam mikroba eukariotik dan tanaman. yaitu dinoflagelata. Bogor *** Mahasiswa Program Pasca Sarjana Kimia. Paralytic Shellfish Poisoning disebabkan oleh saxitoxin yang tidak berpengaruh pada tubuh kerang karena sudah kebal terhadap kondisi demikian setelah lama berhubungan dengan toksin tersebut.TINJAUAN KEPUSTAKAAN Marine Toxin Saxitoxin Winarti Andayani*. Dari banyak metabolit sekunder algae yang telah diidentifikasi. Jakarta ** Staf Pengajar Kimia. Universitas Indonesia. Toksin yang terutama berarti bagi kesehatan manusia berasal dari 3 kelas algae bersel satu. yang disertai dengan kandungan lemak dan kalori yang rendah. Toxins Marine dinoflagelates (Also bacteria) Toxins Food chain Fish Ciguatera Palytoxin Puffer fish poisoning Shellfish Paralytic shellfish poisoning Neurotoxic shellfish poisoning Diarrhetic shellfish poisoning Amnesic shellfish poisoning (Diatoms) Gambar 1. Hal ini karena kerang mempunyai sifat penyaring makanan (filter feeding shellfish). tetapi dapat berakibat kegagalan pernapasan yang fatal bagi manusia. 135. dan Esther Budiman*** *Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi. Toksin yang berasal dari plankton ditemukan juga dalam kerang-kerangan. Mereka berasal dari alam dan akibat kegiatan manusia seperti limbah industri dan kebakaran hutan. NSP. yaitu komponen yang tidak esensial sebagai dasar metabolisme dan pertumbuhan pada organisme. Tercemarnya seafood dapat terjadi secara alami (mikroorganisme dan toksin) maupun oleh kontaminasi bahan kirnia beracun. Toksin ini sangat berbahaya dan tidak dapat rusak oleh panas dan pemrosesan. Jakarta PENDAHULUAN Pada umumnya orang berpikir dengan memakan seafood. Betty Marita Subrata**. dan terdapat dalam kelompok taksonomi yang terbatas. disamping itu mungkin juga dapat memacu pertumbuhan tumor. ketidaknormalan dan kematian hewan mamalia dan burung. dan Indonesia.

2002 . sebaliknya pada cyanobacteria hanya beberapa yang teridentifikasi menghasilkan toksin. Alaska. kelihatan bersifat toksigenik. tamayavanichi. Misalnya dinoflagelata. Saxitoxin dihasilkan oleh beberapa spesies dinoflagelata(2). Chile North Atlantic coasts-New England.H H H OSO3OH OSO3. masih belum dapat dipastikan toksisitasnya sehingga keberadaannya perlu diwaspadai. Racun PSP tidak dapat dihilangkan dari kerang-kerangan baik melalui proses pemanasan maupun hidrolisis.H OSO3. dan Pyrodinium bahamense var. Norway. Denmark. GTXs Zn-bound PXs STXs doSTX H Deoxydecarbamoyl doGTX2 H doGTX H H H H H OSO3. Ledakan populasi (blooming) dari spesies-spesies tersebut di atas menyebabkan perubahan warna air laut dari biru-biru menjadi merah kecoklatan. Struktur Saxitoxin dan Tosisitas Relatif dari PSP (van Dolah. Berdasarkan substitusi pada R4. Pada Gambar 2 terlihat bahwa struktur dari congener saxitoxin bervariasi. sedikit larut dalam etil alkohol dan asam asetat tetapi tidak larut dalam pelarut organik (non polar).punyai jaringan yang luas. Diperkirakan awal musim hujan merupakan masa-masa terjadinya blooms dari spesies-spesies berbahaya yang bertujuan untuk mengambil makanan dari daratan. STXs Sulfocarbamoyl A. cohorticula dan A. Toksin algae yang mempunyai pengaruh kuat terhadap kesehatan manusia mungkin dikategorikan sebagai neurotoksin atau hepatotoksin. Fenomena red tide dapat dikaitkan dengan beberapa fenomena alam seperti El Nino. mensintesis semacam toksin polieter yang terbagi atas dua grup struktural linier dan gabungan (seperti tangga). Plankton penghasil PSP(2) Spesies Alexandrium catenella Areas Pacific coasts-California. Japan. W. cohorticula Pyrodinium bahamense P. Saxitoxin berupa cairan tidak berwarna dengan bau menyengat (seperi asam cuka). Namun tidak semua gejala red tide menyebabkan dampak negatif. STXs meningkatnya kesuburan suatu perairan. Canada. Alexandrium tamarense. Aphanizomenon flan-aquae unknown unknown GTXs unknow GTXs. yaitu toksin karbamat. Pada diatoms. Papua New Guinea Palau Island Tasman Sea. yang ikut menjadi penyebab red tide blooms di wilayah Indonesia. Adanya perbedaan substituen pada R4 Carbamate STX Neo STX GTX1 GTX2 GTX3 GTX4 GTX5 (B1) GTX6 (B2) C1 C2 C3 C4 dcSTX dcNeoSTX dcGTX1 dcGTX2 dcGTX3 dcGTX4 H H H OH H H OH OSO3. Red tide yang berdampak merugikan disebut Harmful Algal Bloom (HAB). saxitoxin dapat dibagi atas 4 kelompok. dan mempunyai berat jenis 1. Perubahan warna air laut ini umumnya dikenal sebagai fenomena red tide. Venezuela. Struktur kristal dari komponen induk saxitoxin mula-mula dilukiskan oleh Schantz dkk yang dapat dilihat pada Gambar 2. phoneus A. pernafasan dan mulut. Germany. compressa Gymnodinium calenatum Cochlodinium sp. compressum (Tabel 1). Toksin algae terdiri dari bermacam-macam berdasarkan struktur dna fungsinya dan banyak yang merupakan turunan dari jalur biosintesis yang unik.H OH H OSO3H H H OH H H OH OSO3. dari beberapa ribu spesies dinoflagelata yang diketahui. Senyawa ini mudah terhidrolisis dalam larutan basa dan toksinnya tidak aktif setelah dididihkan selama 3 sampai dengan 4 jam pada pH 3. STXs PXs. bahamense var.H H OSO3.H H OSO3. 135. sulfo-karbamoil. menghasilkan toksin yang memiliki pengaruh kuat terhadap kesehatan manusia.H H H OSO3OH H OSO3H H H OH H H H OSO3. Japan British Columbia North Sea Gulf of Thai Brunei. acatenella A.H H - Gambar 2. Japan Japan New England (lakes) PSP Components GTXs. Gymnodium catenatum. pseudo-nitschia. Alexandrium minutum. yang dibedakan oleh kombinasi substitusi OH dan sulfat pada 4 sisi dalam molekul (Rl-4). Beberapa spesies dari genus Alexandrium. mata. genus tunggal. antara lain Alexandrium catenella. namun demikian hanya beberapa lusin spesies. Holland. British Columbia. Neurotoksisitas dari toksin algae diperantarai oleh bermacammacam interaksi yang sangat spesifik dengan saluran-saluran ion yang terlibat dalam neurotransmisi. Saxitoxin mempunyai sifat fisik larut dalam air dan metil alkohol. in press) 38 Cermin Dunia Kedokteran No. dekarbamoil dan deoksikarbamoil.H H H OSO3OH H OSO3- OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONH2 OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OCONHSO3OH OH OH OH OH OH 2483 2295 2468 892 1584 1803 160 15 239 33 143 1274 1617 1872 - A. tamarense GTXs.0 (g/mL) Saxitoxin bersifat racun dan menyebabkan iritasi apabila kontak dengan kulit. antara lain A. bahkan umumnya red tide terjadi sebagai tanda Tabel 1. Senyawa ini mempunyai nilai LD50 sebesar 263 g/kg bobot badan (oral mencit).

Gejala PSP yang muncul di Jepang. 2002 39 . gejala keracunan PSP telah tercatat semenjak tahun 1959 dengan korban tiga orang meninggal dan lima orang mengalami kelumpuhan setelah memakan ikan laut. Pada suatu penelitian sampel klinis dari terjangkitnya PSP di Alaska tahun 1994. Di Indonesia PSP umumnya terjadi di perairan Teluk Kao. perairan sekitar Biak. Mereka melakukan penelitian di perairan Ilan County di Taipeh dari bulan November 1996 sampai dengan Oktober 1997. Halmahera. PENYEBARAN PLANKTON PENGHASIL PSP Penyebaran dari mikroalgae dapat terjadi mengikuti beberapa pola. Pyrodinium bahamense var. Selain itu sampai sekarang belum dapat ditentukan spesies mikroalgae yang menghasilkan toksin PSP. compressum merupakan spesies utama penyebab PSP di perairan Indo-Pasifik. Selama 20 tahun (1972 sampai dengan 1992). suatu pulau yang berbatasan dengan Sabah. dengan jumlah korban yang meninggal sebanyak 271 orang. Teluk Peru. Gambar 3. Tempat penyebaran plankton penghasil PSP(4). mungkin hal ini berguna sebagai penangkal bagi PSP. selain otot jantung (3). Musibah terparah terjadi pada tahun 1983 dengan korban empat orang meninggal dunia dan 236 orang mengalami kelumpuhan. Pertolongan hanya dapat dilakukan dengan cara menguras isi perut dan memberikan pernafasan buatan. Survey lain menunjukkan bahwa spesies plankton ini secara luas terdistribusi di sebagian besar bagian utara sampai bagian selatan Jepang(2). Kesimpulan terjadinya keracunan PSP hanya didasarkan pada gejala klinis penderita. penghalang saluran K. Tempat penyebaran plankton penghasil PSP dapat dilihat pada Gambar 3. juga pada pasien yang mengalami kelumpuhan pernafasan dan dibantu dengan bantuan pernafasan. Di perairan sekitar Larantuka-Flores Timor. Dengan demikian mikroalgae tersebut dapat terbawa oleh arus ke arah tertentu dan apabila kondisinya sesuai. Kejadian ini berulang pada tahun 1983. dan terakhir tahun 1997. kesukaran bernafas dan akhirnya berhenti bernafas. Pembuangan ini sebagian besar melalui urin. baik alami maupun karena kegiatan manusia. 1992. karena korban jatuh setelah memakan ikan dan bukan kerang. lebih dari 90% makanan yang terkontaminasi oleh saxitoxin berakibat fatal. Kejadian di Flores Timor ini agak menyimpang dari kebiasaan. baru-baru ini menunjukkan pembalikan efek secara signifikan pada serangan saxitoxin dalarn mencit. Di Jepang Alexandrium catenella pertama kali didapatkan sebagai penghasil PSP di Owase Bay. Gejala PSP lainnya muncul di Taiwan bagian utara(5). Merethrix merethrix Cermin Dunia Kedokteran No. mual. Dengan perantaraan arus inilah umumnya mikroalgae menyebar. tetapi jantung masih tetap berdenyut. Nilai toksisitas ditentukan dalam satuan Mouse Unit (MU). Gejala selanjutnya terasa pada ujung jari tangan dan kaki yang nyeri seperti ditusuk-tusuk. Terdapat paling sedikit 15 orang meninggal akibat mengkonsumsi kepiting selama 1909-1988. Jumlah korban mencapai 11. teramati di Barat Daya kepulauan Jepang. Filipina.mengakibatkan perubahan yang besar pada sifat toksisitasnya. Teluk Ambon. Sarawak dan Semenanjung Malaysia. berkembang dengan baik. muntah dan kejang pada otot perut. Brunei Darussalam. Semua musibah terjadi pada awal musim penghujan. 1985. Toksin dekarbamoil mempunyai potensi di tengah-tengah yaitu 1274-1872 MU/µmol dan toksin sulfo karbamoil merupakan toksin yang paling lemah (15-239 MU/µnol). Penderita mula-mula akan merasakan kesemutan dan mati rasa pada bibir yang menjalar ke seluruh mulut dan leher. sekitar bulan November-Desember. Lokasi lain di Indonesia yang mengalami kejadian PSP tercatat di Kalimantan Timur. Kejadiannya berlangsung pada tahun 1988 setelah orang mengkonsumsi sejenis kerang. Gejala utama dari keracunan saxitoxin adalah kelumpuhan (paralysis) pada otot. Sebagai tambahan. Namun sampai seat ini masalah PSP hanya dijumpai di perairan Teluk Kao dan Nunukan. Teluk Jakarta. dimana 1 MU sama dengan jumlah toksin yang dibutuhkan untuk membunuh seekor mencit seberat 20 g dalam 15 menit. tepatnya di perairan Nunukan dan Pulau Sebatik sebelah selatan. 4-aminoantipirin. Saat ini masih belum tersedia penangkal untuk PSP Antibodi monoklonal anti saxitoxin yang diuji secara in vitro dan in vivo menunjukkan perlindungan terhadap terikatnya saxitoxin dan pengurangan gerakan di sekeliling saraf akibat saxitoxin pada saraf mencit. seperti di Papua Nugini. pusing. PARALYTIC SHELLFISH POISONING (PSP) Seafood yang telah terkontaminasi oleh saxitoxin apabila dikonsumsi oleh manusia akan menyebabkan sindrom yang disebut Paralytic Shellfish Poisoning. Sabah. Toksin karbamat adalah yang paling kuat sifat toksisitasnya (892-2483 mouse unit (MU) /µmol). Maluku. Di Indonesia spesies ini sudah diidentifikasi dari beberapa perairan. diduga antibodi mungkin berpotensi menyediakan reagen yang berguna untuk perlindungan terhadap toksisitas secara in vivo. pembuangan saxitoxin dari darah manusia berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam. 135. ternyata spesies Puffer takifugu rupripes telah terkontaminasi oleh saxitoxin. dan Selat Bangka. seperti Teluk Kao.157 orang. Bila tidak ditolong maka penderita akan meninggal dalam waktu 24 jam. Halmahera.

A Technomic Publishing Co. Kao YC and SR Levinson (eds). Diversity of marine and Freshwater Algal Toxins. MEKANISME SAXITOXIN DI DALAM TUBUH Berdasarkan aktivitas tiap molar senyawa. In Seafood Toxicity. Dua jam setelah memakan kerang. Dosis letal untuk manusia adalah 1 . and Biotechnology. dan pada kasus dengan dosis tinggi. larutan ini stabil dalam tempat dingin (3-4°C). Tterodotoxin. Gejala klinis PSP terjadi bila kurang lebih 2000 MU (0. Skema tahapan pengikatan saxitoxin terhadap saluran natrium afinitas tinggi dapat dilihat pada Gambar 4. KEPUSTAKAAN 1. Proceeding Fourth LIPI-JSPS Joint Seminar on marine Sciences. Shahidi F. terjadi kelumpuhan pernafasan (sulit bernapas). and The Molecular Biology of The Sodium Channel. Jones Y.J. AOAC Official Methods of Analysis Supplement. dan kasus serius melibatkan konsumsi 5. Hal 183-193. Hal ini sesuai dengan cepatnya serangan (kurang dari satu jam) dari gejala yang klasik untuk PSP termasuk perasaan geli dan mati rasa pada daerah-daerah perioral dan kaki tangan. Kitts (eds). dibuat dengan cara melarutkan 1 mL larutan standar induk dalam 100 mL aquades. NY 1997 Takashi M.8. Polaritas molekul saxitoxin sebagian besar menghambatnya untuk melintasi penghalang darah otak. larutan stabil dalam beberapa minggu pada 3-4°C.(kerang tahu). Ikatan kedua berupa ikatan kovalen yang terbentuk di antara reseptor den C-12 (D).9-guanidium terhadap gugus anionik dari reseptor (A. Hashimoto Y. Larutan standar kerja PSP 1 µg/mL.000 MU toksin (0. 2. yang menunjukkan bahwa ikatan ionik dari dari 7. 135. 3. berbicara tidak jelas. Chapter 49 : 46 B-48. kehilangan kontrol motorik. International Atomic Energy Agency. In : Seafood safety. Chai. NY (in press) Lin. The New York Academy of Sciences. 7. T. Marcel Dekker.72 mg) termakan. Larutan standar induk PSP 100 µg/mL (dalam alkohol yang telah ditambah 20% asam). Overview of Current Seafood Nutritional Issues : Formation of Potentially Toxic Products. Marine Toxins and Other Bioactive Marine Metabolites. Regional Training Workshop on Receptor Binding Assay Techniques for Harmful Algal Bloom Toxins Quantification. Tucker BW.4 mg saxitoxin ekuivalen. karena itu sisi utama tempat aksi saxitoxin pada manusia adalah kemungkinan besar pada persimpangan otot saraf. 5. SJ. Van Dolah FM. Jong SS. ANALISIS PSP DENGAN METODE BIOASSAY(7) Bahan 1. NY 1999. 6. Mencit sehat berukuran 19-21 g. Philippines 1999. Jika ukuran mencit < 19 g atau > 21 g maka digunakan faktor koreksi untuk memperoleh waktu kematian yang benar. Saxitoxin. LAMPIRAN 1. perasaan mengantuk. Japan Scientific Societies Press.6 mg). 4. dari susunan saraf den membran-membran sel jika dibandingkan dengan senyawa-senyawa derivatnya yang lain. B) menyebabkan dehidrasi gemdiol pada posisi C-12. 64 (5) : 766-770. and Deng Fwu Hwang. Botana (ed).000-20.9-3. Gambar 4. ternyata saxitoxin paling aktif dalam menghambat (blocking) saluransaluran. Jakarta 1994. menghasilkan suatu keton (Cl) yang terdapat dalam keadaan kesetimbangan yang cepat dengan karbokation (C2). 2. L. Tahapan Pengikatan Saxitoxin terhadap Saluran Natrium(6) 40 Cermin Dunia Kedokteran No. sebanyak 68 orang jatuh sakit dengan gejala PSP dan akhirnya 2 orang meniggal dunia. Recent Studies on Marine Toxins. Fisheries Science 1998. 2002 . 8. Toxicity of the Puffer Takifugu Rubripes Cultured in Northern Taiwan. Natural Toxins 1995. Proccesing. and DD. Saxitoxin terikat dengan afinitas yang kuat pada reseptor asetilkolin di saluran Natrium sehingga menghambat pembukaan saluran. 3. Tokyo 1977.

28 1. 135.00 20.00 13.16 1. µg racun/100 g daging = (µg/mL) x faktor pengenceran x 200 Nilai > 80 g/100 g merupakan indikasi bahwa sampel yang diuji sangat racun dan tidak aman untuk dikonsumsi. 2002 41 . Jika death time dari 1 atau 2 mencit yang disuntik dengan sampel yang tidak diencerkan > 7 menit.06 5.5 MU 0.07 - Keterangan : WM : berat mencit (gram) MU : mouse unit Cermin Dunia Kedokteran No.42 7.04 1.45 5.95 0.30 5.05 4.25 1.5 19 19.Pada analisis PSP mencit yang digunakan tidak boleh berukuran > 23 g.55 2. Sepuluh (10) mL larutan standar 1 µg/mL diencerkan dengan musingmasing 10.99 0.3 26.5 16 16.31 1.9 11.62 0. maka pH sampel harus ditepatkan lagi antara 2 .4. STX dihidroksi HCl (Lihat halaman berikutnya) LAMPIRAN 2.73 0.917 0.00 1.15 5.934 0.5 15 15.92 1.45 4.15 4. masing-masing dibuat 3 ulangan dan disuntikkan 1 mL larutan secara intraperitoneal ke masing-masing 10 ekor mencit dan dicatat death time-nya.00 7. Nilai MU diubah ke µg racun/mL dengan mengalikan FK.45 MU 1.7 16.30 6.20 5.15 2.06 1.015 1.20 1.10 3.16 2.55 4.04 2.18 DT 9.075 1. 2. Nilai rata-rata FK yang diperoleh digunakan sebagai FK dalam analisis sampel. maka paling sedikit 3 mencit harus disuntik untuk memastikan toksisitas dari sampel.00 4. Campuran yang sudah dingin ditepatkan pH nya pada pH 2 .00 11. Masing-masing 1 mL larutan disuntikkan secara intraperitoneal ke beberapa ekor mencit dan kemudian dipilih larutan dengan konsentrasi yang memberikan waktu kematian (death time) antara 5-7 menit.79 2.875 Keterangan : DT : death time dalam mencit MU : mouse unit LAMPIRAN 3.7 menit. 1995) WM 10 10.7 menit.84 0. Penghitungan Toksisitas Waktu death time ditentukan.00 8.785 0. Standarisasi Bioassay 1.35 4.00 22.25 4.67 7.10 1.5 20 20.4 9.40 4.2 38.937 0.80 1.88 DT 3.00 18. jika perlu pH ditepatkan < 4.00 6.20 4.50 6.5 13 13.22 1.06 1.05 5. Tabel Sommer (AOAC. dan dari Tabel Sommer ditentukan bilangan MU.00 5.38 2.11 1. 2. Dari larutan dengan konsentrasi yang terpilih.56 2.50 2. Sebaliknya.96 DT 5.98 0. Tabel Sommer (AOAC. Ekstraksi Sampel Sampel sebanyak 100 gram ditambah 100 mL 0.97 0. 3.32 5.30 2.76 0.965 0.45 1.1 N HCl.898 0.81 0.50 1.48 4.65 0.89 1.70 0.10 4.30 4. maka perlu dibuat pengenceran sampel untuk memperoleh death time 5 .54 1.5 14 14.10 5.66 5.26 2.59 0.00 3. maka hasil ini digunakan untuk perhitungan lebih lanjut termasuk ulangan yang mungkin memberikan median death time lebih kecil dari 5 menit atau lebih besar 7 menit.00 17.32 2. Waktu suntikan dicatat dan mencit diamati dengan hati-hati untuk mengetahui death time nya yang ditunjukkan oleh hembusan nafas terakhir.05 1.35 3 40 315 3.03 1.948 0.03 1.30 7.5 18 18.71 2. dan tidak boleh digunakan berulang.5 23 MU 0. 4.985 1.50 0.942 0. kemudian dibuka dengan alat khusus pemotong kerang.00 11.905 0.98 2.00 1.86 1.000 0. Perhitungan nilai faktor koreksi (FK).43 3.675 0.43 1.50 3.48 1.00 9.000 1. Jika pengenceran besar diperlukan.30 10.15 8.60 1.30 8.56 0.15 1.00 60.73 4. 4.25 1.00 40.972 0.67 1. Sebanyak 3 mencit disuntik dengan larutan yang sudah diencerkan sampai memberikan death time 5 . termasuk yang selamat.35 1. apabila salah satu atau lebih dari sebuah larutan dengan konsentrasi yang memberikan median death time antara 5 .00 25.55 MU 100 66.45 7.00 16.40 5.25 2. Campuran dipanaskan dan dididihkan selama 5 menit. 20.00 19.015 1.40 1.7 menit. nilai MU/ml ditentukan dari median death time konsentrasi terpilih dengan menggunakan Tabel Sommer yaitu hubungan antara death time terhadap MU untuk PSP (Lampiran 1). Filtrat diambil untuk pengujian pada mencit.00 24. maka hasil dari konsentrasi ini diabaikan.5 13.20 2.83 1.00 2. ANALISIS PSP DENGAN METODE SAXITOXIN BERTANDA(8) Peralatan 1. Persiapan Sampel Bagian luar kerang-kerangan dicuci dengan air segar.88 2. Bagian daging (100 -150 g) diambil dan dikumpulkan (hindari penggunaan pemanasan atau anestetik sebelum membuka kulit dan dilarang memotong atau merusak badan pada tahapan ini).53 0.69 1.05 2. Plate mikrotiter dengan 96 lubang Tabung sentrifugasi 15 dan 30 mL Vortex Bahan Kimia 1.20 3.55 MU 3.39 1.52 6.30 1.35 2.31 3. tetapi pengujian menggunakan 2 atau 3 mencit lebih baik.93 0. 5.00 15. Satu mencit boleh digunakan untuk penentuan awal.50 4. 25. 15. Pipet multi channel berukuran 5 – 200 µL. maka dibuat FK untuk setiap mencit dengan mengalikan MU terhadap death time mencit.4 dengan penambahan 5 N HCl atau 0.15 3. Jika death time dari beberapa mencit < 5 menit.57 3.63 2.26 4.33 8.00 4.40 2.5 11 11.00 10.4 20. Pengujian Mencit Setiap mencit disuntik secara intraperitoneal dengan 1 mL ekstrak.86 WM 17 17.50 2.35 1. [3H] STX diasetat 2.1995) DT 1.06 3.96 0.45 2.19 3.00 14.00 30.08 2.88 0.05 1.45 8. diaduk dengan cepat dan diperiksa pH nya.30 12.954 0.5 21 21.09 1.15 7. selanjutnya bagian dalam dibersihkan dengan air bersih untuk menghilangkan pasir atau zat-zat asing lainnya. FK dihitung dengan cara membagi konsentrasi terpilih (µg/mL) dengan nilai MU/ml.25 3. dan 30 mL aquades dan pH dikontrol antara 2-4.15 6.12 .74 1.04 6.10 2.13 1. 3. 12.9 10.1 N NaOH setetes demi setetes sambil tetap diaduk.64 1.00 21. Jika beret mencit yang diuji < 19 g atau > 21 g.5 22 22.20 1.3e 3.5 12.05 3.44 2.70 3.00 23. Apabila ketiga ulangan dari sebuah larutan dengan konsentrasi yang memberikan median death time lebih kecil dari 5 menit atau lebih besar 7 menit. kemudian didinginkan pada suhu kamar.00 MU 1.21 2. Mikropipet berukuran 1 – 1000 µL 2.08 2. Sampel ditepatkan di dalam gelas piala sampai homogen atau jika diperlukan sampel disentrifugasi selama 5 menit pada 3000 rpm kemudian disaring melalui kertas saring.

Rat brain synaptosome Cara Kerja 1. 6 x 10-8. STX binding buffer =75 mM HEPES + 140 mM NaCI buffer pH 7. Cara Perhitungan Total count dari larutan standar STX dibuat kurva kalibrasi. 135. 6. Toksin yang tidak terikat oleh jaringan dihilangkan dengan cara pencucian menggunakan buffer yang dilanjutkan dengan aseton. yaitu 6 x 106-6. menggunakan rumus sebagai berikut : nM equiv STX dalam ekstrak = nM equiv STX x pengenceran sampel x (V total/ 35 µL) µg STX equivalen/mL = nM equiv STX dalam ekstrak x (1 L/1000 mL) x (372 ng/mmol) x 1 µg / 1000 ng) µg STX equivalent/100 g shellfish = µg STX eqaivalen/mL x (mL ekstrak / g shellfish) x 100 42 Cermin Dunia Kedokteran No. 6 x 10-10 M. 3µL [3H] STX 3. Masing-masing residu dimasukkan ke dalam vial yang telah berisi 1 mL larutan scintilator dan di-count. sampai didapatkan konsentrasi akhir 0.5 – 1. Jaringan dalam larutan 2 mL diencerkan dengan perbandingan 2 : 10 (2 mL jaringan + 18 mL buffer) dalam tabung sentrifugasi 50 mL. Campuran ditutup dan diinkubasi pada 4°C selama 1 jam. 6 x 10-7. 6 x 10-9.5 4. Konsentrasi sampel dihitung dalam µg STX equivalen/100 shellfish. 5.(Lanjutan Lampiran 1) 3. Pengenceran rat brain synaptosome murni dalam STX binding bufer. 4. kemudian disaring. Pengenceran larutan baku [3H] STX dalam tabung 15 mL. 35 µL [3H] STX yang telah diencerkan dimasukkan dalam vial dengan scintilant dan di-counting dengan alat scintilation counter untuk memperoleh total count (cpm). Persiapan kurva standar STX menggunakan STX dihidroksi HCl dalam tabung dengan berbagai konsentrasi. Masing-masing sebanyak 35 µL sampel dan standar STX dimasukkan ke dalam plate mikrotiter. [3H] STX dan 140 µL rat brain sinaptosome yang telah diencerkan. Ekstrak sampel kerang yang diduga terkontaminasi STX diencerkan dengan binding buffer. log STX terhadap total count (cpm). ditambah dengan 35 µL.8 mL STX binding buffer.dengan alat scintillator counter untuk memperoleh total count (cpm).0 mg/mL. maka konsentrasi STX dalarn sampel dapat dihitung. Dengan mengetahui nilai total count sampel. 2002 . 2. 3.

Untuk sambal kacang pecah pada bulan pertama walaupun pada kontrol sudah ditumbuhi A. Aflatoksin merupakan toksin yang dihasilkan jamur Aspergillus terutama A flavus sedangkan Penicillium sp. gula merah. flavus dan Penicillium sp tetapi pada bumbu B hanya ditumbuhi Penicillium sp. dengan hasil sebagai berikut: sambal kacang utuh sampai bulan ke tiga tidak dijumpai jenis A. Pe- Cermin Dunia Kedokteran No. diambil 100 g per kelompok untuk bahan baku sambal kacang. Supraptini. Adanya infeksi virus hepatitis B diduga merupakan prasyarat terjadinya perDibacakan pada seminar Lustrum IX Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan Kongres I KABIOGAMA ubahan sifat sel yang mengarah ke adanya keganasan oleh aflatoksin. aflatoksin PENDAHULUAN Cemaran jamur pada bahan makanan dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia dan hewan. bawang putih. Pengamatan jenis-jenis jamur yang tumbuh pada sambal kacang dilakukan setiap bulan. Inswiasri. Jakarta ABSTRAK Cemaran jamur pada bahan makanan dapat menyebabkan timbulnya aflatoksin. Setelah diolah menjadi sambal kacang disimpan selama tiga bulan.HASIL PENELITIAN Bumbu Alami sebagai Penyedap. merupakan jamur yang banyak mencemari bahan makanan. Pengawet dan Penghambat Cemaran Aflatoksin pada Sambal Kacang Nunik Siti Aminah. gula merah dan garam dan bumbu B terdiri dari cabe. Sukijo Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Penelitian pendahuluan ini menggunakan dua macam bumbu yaitu bumbu A terdiri dari cabe. Masing-masing kelompok sebanyak 10 kg. Sedangkan pada bulan ketiga perlakuan pada bumbu A sudah dijumpai A. Sampel kacang tanah dibagi menjadi tiga kelompok yaitu utuh. garam. jeruk purut dan asam. terasi. Enny W.. retak dan pecah. kencur. Pada bulan kedua. 2002 43 . terasi. flavus sedangkan pada perlakuan bumbu B belum ditemukan kedua jenis jamur tersebut.L. Suyitno. Departemen Kesehatan RI. flavus dan Penicillium sp. terutama kacang tanah kualitas rendah yaitu kacang retak dan pecah yang banyak dikonsumsi karena harganya lebih murah. 135. Aflatoksin merupakan toksin yang dihasilkan jamur Aspergillus terutama A. flavus dan Penicillium sp tetapi pada perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B belum dijumpai kedua jamur tersebut. Untuk sambal kacang retak perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B pada bulan pertama dan ke dua belum ditumbuhi kedua jamur tersebut tetapi pada bulan ke tiga bumbu A ditumbuhi Penicillium sp dan A. bumbu alami. flavus dan Penicillium sp. yang banyak mencemari bahan makanan. Kata kunci : kacang tanah. pada bumbu A dan Bumbu B sudah dijumpai Penicillium sp.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bumbu alami dapat sebagai penyedap. Perbedaannya terletak pada permukaan koloni yaitu jamur A. jamur dapat masuk ke dalam paru-paru karena mudah terhirup (Pons WA. Kacang tanah kualitas rendah yang pada umumnya terdiri dari kacang retak dan pecah banyak dikonsumsi karena harganya lebih murah daripada kacang kualitas baik yang umumnya dalam keadaan utuh.niger Rhizopus sp Kacang retak Kacang pecah A. pertumbuhan dan koloni kedua jamur tersebut sulit dibedakan secara makroskopis karena warna yang hampir sama yaitu kuning kehijauan(2). dan pecah (tanpa kulit ari). d) Petri dish digoyang-goyangkan secara perlahan-lahan. petri dish jangan diletakkan terbalik. gula merah.niger A. dituang ke dalam petri dish tadi sebanyak 15-20 ml. METODOLOGI Kacang tanah diperoleh dari pasar Kranji Bekasi Barat sebanyak 10 kg yang dibeli dari 5 toko masing-masing 2 kg.terasi. terasi. Pemeriksan Jamur Cara pemeriksaan : a) Disiapkan petri dish yang steril. bawang putih. Tabel 1.1966) 44 Cermin Dunia Kedokteran No. retak. 135. gula merah. kencur. f) Inkubasi pada suhu 300C – 370C selama 5-7 hari.niger Scopulariopsis sp Rhizopus sp Keterangan: Bumbu A : Cabe. − Ambil koloni yang tumbuh pada Saboraud agar tadi dengan menggunakan ose kawat yang cukup besar. garam. 2. Adonan setelah dibumbui dan menjadi olahan berupa sambal kacang.glaucus Penicillium sp Fusarium sp Mucor sp A. diambil 100g untuk setiap kelompok. − Tempatkan koloni tersebut pada tetesan KOH pada objek gelas tadi dan tekan sampai merata. apakah dapat menghambat timbulnya jamur penyebab aflatoksin yang tumbuh pada sambal kacang bila disimpan terlalu lama. masukkan pada petri dish. dkk. retak dan pecah mengandung cemaran aflatoksin yang berbeda.parasiticus Penicillium sp Fusarium sp A. gula merah.niger Geotrichum sp Scopulariopsis sp A. HASIL DAN PEMBAHASAN Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama tiga bulan dapat diketahui dari Tabel 1. daun jeruk purut.niger Monascus sp Syncephalastrum sp Fusarium sp A. c) Saboraud agar yang telah dicairkan dalam waterbath 450C.nelitian pendahuluan telah menemukan bahwa keadaan kacang tanah yaitu utuh. dan garam.(Bumbu A) 2) Cabe. (Bumbu B) Masing-masing sempel ditumbuk halus sampai homogen. flavus dan Penicillium sp. kencur (Kaempferia galanga). − Periksa di bawah mikroskop. flavus penghasil aflatoksin. sedangkan A. ternyata dapat menghambat pertumbuhan jamur-jamur patogen seperti Aspegillus flavus dan A parasiticus. dan 3.niger A. diduga dapat digunakan sebagai bahan pengawet alami dan menghambat tumbuhnya jamur-jamur seperti A. terasi. dan asam. Sampel kacang tanah dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan fisiknya yaitu kacang tanah utuh. atau dengan menggunakan pisau yang steril dan tajam ujungnya (bila perlu dicungkil bersama agarnya). 2002 . pengawet dan penghambat cemaran aflatoksin pada sambal kacang sehingga makanan aman untuk dikonsumsi. 1991): − Sediakan objek gelas yang bersih dan bebas lemak dengan tetesan 1 tetes KOH. Bumbu B : Cabe. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi lima jenis bumbu penyedap alami yang diperkirakan mempunyai sifat pengawet dan penghambat pertumbuhan jamur penyebab keracunan. e) Tunggu hingga media tersebut menjadi padat/beku. garam + bawang putih. parasiticus permukaan koloninya tidak rata (agak kasar). gula merah. Dari tabel 1. dan garam. terasi. Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama 1 bulan pada suhu kamar Contoh fisik kacang tanah Kacang utuh Jenis-jenis jamur yang tumbuh Kontrol Bumbu A Bumbu B A. flavus. g) Dari koloni yang tumbuh dibuat sediaan dengan cara sebagai berikut (Departemen Kesehatan RI.glaucus Rhizopus sp A. jeruk purut asam. Hal ini dilakukan untuk megurangi variasi nilai cemaran individual butiran contoh sempel.niger Geotrichum sp Scopulariopsis sp Fusarium sp Rhizopus sp A. b) Diambil 1 ml spesimen (bahan pengencer 10-1 pada labu erlenmeyer) dengan pipet steril. Untuk analisis jenis jamur yang dapat tumbuh pada sambal kacang. Setiap kelompok diolah menjadi sambal kacang dengan bumbu sebagai berikut : 1) Cabe. permukaaan koloninya halus. Cemaran aflatoksin terbesar pada kacang pecah kemudian berurutan retak dan utuh(1) . kencur.niger Syncephalastrum sp Syncephalastrum sp Khamir A. kedua jamur tesebut bersifat patogen pada hewan maupun manusia dapat menyebabkan aspergillosis.) dan buah asam (Tamarindus sp). dapat diketahui bahwa penambahan bumbu alami yang semula digunakan sebagai penyedap dan pengawet sambal kacang. Selama ini kurang disadari bahwa kondisi kacang tanah yang mutunya rendah jika disimpan terlalu lama dalam bentuk olahan seperti sambal kacang sering ditumbuhi oleh jamur A. daun jeruk purut (Citrus sp. disimpan selama tiga bulan dan dilakukan pengamatan jenis-jenis jamur yang dapat tumbuh dan mencemari setiap kelompok sambal kacang. Bumbu-bumbu penyedap alami seperti cabe (Capsicum sp) bawang putih (Allium sativum).niger A. flavus A.

niger A. niger A. jeruk purut. Sambal kacang retak pada pengamatan bulan pertama dan kedua belum ditumbuhi kedua jamur tersebut tetapi pada pengamatan bulan ke tiga bumbu A ditumbuhi Penicillium sp dan A.glaucus Khamir Mucor sp Rhizopus sp Fusarium sp Penicillium sp A.niger A. Dari data di atas dapat diambil kesimpulan sementara bahwa bumbu-bumbu alami yang mengandung minyak atsiri sangat baik untuk digunakan sebagai bumbu masak.niger Penicillium sp Rhizopus sp Moniliella sp Kacang retak Hasil pengamatan pada bulan ke-2 (Tabel 2) menunjukkan bahwa pertumbuhan jamur jenis A.niger Rhizopus sp Mucor sp Penicillium sp Khamir A. niger A. Pada pengamatan bulan ke dua pada perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B sudah dijumpai Penicillium sp. Sampai bulan ke tiga jenis jamur penghasil aflatoksin seperti A. tetapi pada sambal bumbu B belum. 2002 45 .niger Rhizopus sp Khamir Kacang pecah A. Fusarium sp mulai tumbuh pada sambal kacang perlakuan kontrol dan kacang retak sejak bulan pertama. Hal tersebut diduga karena bumbu alami ternyata dapat membunuh atau menekan pertumbuhan jamur A.niger Mucor sp Geotrichum sp A. Sampai bulan ke tiga jenis jamur Rhizopus sp ditemukan pada semua perlakuan yang menggunakan bumbu A maupun B karena bumbu-bumbu alami tersebut mengandung minyak atsiri atau minyak terbang yang dapat menghambat timbulnya jenis jamur tertentu kecuali Rhizopus sp yang tahan terhadap minyak atsiri. glaucus Kacang retak A. diduga jamur Fusarium sp berasal dari tanah tempat kacang tersebut ditumbuhkan(2). Tabel 3. niger. asam. demikian pula halnya dengan laporan tingkat pencemaran oleh jamur Aspergillus sp pada sebagian bahan makanan khususnya sambal kacang yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. glaucus Penicillium sp Geotrichum sp Rhizopus sp Mucor sp A. jamur ini berasal dari tanah dan udara.niger Rhizopus sp Mucor sp Geotrichum sp A. niger Rhizopus sp A. Penicillium sp yang termasuk jenis jamur gudang makin meningkat bila dibanding dengan bulan ke-1. 135. Rhizopus sp. Penicillium sp mulai tumbuh pada perlakuan A. tersebut berasal dari gudang penyimpanan karena Penicillium sp tergolong sebagai jamur gudang(3. burung dan manusia. flavus dan Penicillium sp. glaucus Rhizopus sp Khamir Bumbu B A. Tabel 2. sambal kacang dari kacang yang retak maupun pecah mulai dari bulan pertama baik dengan perlakuan bumbu A maupun bumbu B.flavus Fusarium sp A. flavus dan Penicillium sp tetapi pada perlakuan dengan bumbu A dan bumbu B belum.niger Scopulariopsis sp Geotichum sp A. Sambal kacang pecah perlakuan kontrol pada bulan pertama sudah ditumbuhi A. Hal ini mungkin karena sambal kacang bumbu B mengandung bumbu alami seperti bawang putih. kencur.niger A.niger Penicillium sp Rhizopus sp Fusarium sp KESIMPULAN Sambal kacang utuh sampai bulan ke tiga tidak mengandung jenis A.niger A. Sambal kacang yang terbuat dari kacang tanah pecah dengan bumbu A sudah ditumbuhi jamur A. glaucus Fusarium sp A.flavus Penicillium sp Rhizopus sp Mucor sp A.niger Rhizopus sp Fusarium sp Kacang pecah A.Kasus aspergillosis belum banyak dilaporkan.glaucus Geotrichum sp Mucor sp Rhizopus sp Fusarium sp Penicillium sp A.flavus Penicillium Fusarium sp A. niger Rhizopus sp kontrol.flavus Moniliela sp A.flavus Penicillium sp Moniliella sp Fusarium sp Rhizopus sp A. flavus belum ditemukan pada perlakuan bumbu B yaitu penggunaan bumbu-bumbu alami. Cermin Dunia Kedokteran No.parasiticus Moniliela Bumbu A A. merupakan kontaminan yang dapat menimbulkan penyakit jamur pada alat pencernaan dan paru-paru anjing.niger A. Mucor sp. flavus dan Penicilium sp sudah mulai tumbuh subur pada perlakuan kontrol dan perlakuan bumbu A sedangkan jenis A.flavus A. glaucus Rhizopus sp Khamir A. diduga Penicillium sp.4). sedangkan pada bumbu B belum. Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama 3 bulan pada suhu kamar Bentuk fisik Kacang Kacang utuh Jenis jamur yang ditemukan Kontrol Syncephalastrum sp A. begitu juga jenis Geotrichum candidum. Bumbu alami tersebut mengandung minyak atsiri yang dapat menghambat pertumbuhan jamur sehingga sambal kacang lebih tahan dari cemaran aflatoksin. flavus. glaucus Rhizopus sp Geotrichum sp Bumbu B A. flavus.flavus Penicillium sp Fusarium sp Rhizopus sp Bumbu A A. Cemaran jamur pada sambal kacang yang disimpan selama 2 bulan pada suhu kamar Bentuk fisik Kacang Kacang utuh Jenis jamur yang ditemukan Kontrol Syncephalastrum sp A. flavus yang sangat toksik.niger A.glaucus A. glaucus Khamir Geotrichum sp A.

XXVI (2): 74-6. Marjan Soekirno. Bumbu alami yang digunakan dalam penelitian ini sebagian besar mengandung minyak atsiri yang dapat menghambat pertumbuhan jamur penghasil aflatoksin. Nunik St Aminah. pada bumbu A ditemukan A. Univ. Institute of the Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences.. 3.flavus dan Penicillium sp. Minn 1969. Grain storage. Introduction to foodbome fungi. 2002 . Hoekstra ES. Joko Waluyo. 1. Christensen CM. 46 Cermin Dunia Kedokteran No. Van Oorschot CAN. Centraalbureau voor schimmelcultures. Maj Kes Mas Indon 1998. 1984. Minnessota Press.KEPUSTAKAAN Pada pengamatan bulan ke tiga. Jamur perusak pada koleksi serangga dan mamalia di laboratorium. the role of fungi in quality loss. Kauffman HH. tetapi pada bumbu B hanya ditumbuhi Penicillium sp. XXV (12): 841-3. 4. Samson RA. Nunik St Aminah. Isolasi kapang khusus penghasil toksin. Majalah Kesehatan Masyarakat Indon 1998. 135. 2.

Kadar mangan rata-rata 0.1.91 ppm. Dalam air minum diperlukan sejumlah mineral sebagai trace element untuk proses metabolisme tubuh. Dalam jumlah tertentu dengan pemajanan oksigen. perikanan dan industri. Pemeriksaan kadar mangan dalam air dilakukan dengan metode kolorimetri terhadap sampel dari contoh air yang diajukan penduduk di wilayah Jabotabek. sumur pompa. dari wilayah Bekasi 13 sampel (26%) dan 46 sampel (92%) tidak memenuhi persyaratan air minum berasal dari sumber air jenis sumur pompa. pertanian. Sampai saat ini tidak terdapat bukti yarig meyakinkan tentang toksisitas pada manusia yang berkaitan dengan konsumsi mangan dalam air Cermin Dunia Kedokteran No. Kes/IX/1990. sehingga menimbulkan masalah berupa penampilan fisik air yang mengganggu. mata air dan lain-lain. Ani Isnawati Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi. dengan perkiraan kebutuhan mangan untuk nutrisi harian antara 30-50 ug/kg bobot badan. Mangan terlarut dalam air tanah dan air permukaan yang miskin oksigen. Badan Penelitian dan Pergembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. mangan bisa membentuk oksida yang tidak larut dan menghasilkan endapan. 135. masak. Sumber air yang dipergunakan di rumah tangga biasanya berasal dari PDAM. kolam.1 %) di antaranya disebabkan karena tidak memenuhi persyaratan kadar mangan. Jakarta ABSTRAK Gambaran kadar mangan (Mn) pada sumber air rumah tangga di Jabotabek bertujuan untuk mengetahui jumlah sampel dengan kandungan mangan (Mn) yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih. sehingga kadar mangan dalam air dapat mencapai Dibacakan pada seminar Lustrum IX Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan Kongres I KABIOGAMA miligram/liter.43 ppm dengan kadar rata-rata 0. Penggunaan air rumah tangga khususnya sebagai air minum. PENDAHULUAN Air merupakan salah satu materi alam yang penting dalam kehidupan manusia karena dapat dipergunakan untuk keperluan rumah tangga. dan 50 sampel (21. Di antara yang tidak memenuhi syarat air minum berasal dari wilayah Jakarta Timur 14 sampel (28%). Kecepatan absorbsi dapat bervariasi menurut bentuk kimiawinya dan keberadaan logam-logam lain seperti besi dan tembaga pada makanan. 416/Men. 89 sampel (35. Dari 237 sampel air yang diperiksa. sedangkan yang tidak memenuhi syarat air bersih antara 0. Persyaratan air minum dan air bersih ditetapkan berdasarkan Permenkes RI No. sumur terbuka.9%) tidak memenuhi syarat air minum. sumur artesis. Kelik MA. peternakan.34 ppm. Mangan merupakan salah satu logam yang banyak dijumpai di kulit bumi dan sering terdapat bersama besi.HASIL PENELITIAN Gambaran Kadar Mangan (Mn) pada Sumber Air Rumah Tangga di Jabotabek studi kasus pemeriksaan air di Puslitbang Farmasi Ni'mah Bawahab. kesehatan. mandi dan mencuci. 2002 47 . Bukti neurotoksik mangan terlihat pada para penambang yang terpajan debu Mn dalam jangka panjang.67 ppm.

sedangkan untuk air bersih 0. larutan tidak berwarna Mn (negatif). 1.1 ppm.1N Ditimbang dengan tepat Natrium oksalat anhidrat (Na2 C2O4) diantara 200-400 mg (dibuat beberapa sampel). 2002 . yaitu merah muda.8 4.01 N Asam Sulfat (H2SO4) 4 N Larutan Asam Nitrat (HN03) 8 N Perak Nitrat (Ag N03) 2% Kalium Peroxodisulfat (K2 S2O8) Natrium Oksalat (Na2 C2O4) Sampel Contoh air yang diajukan penduduk wilayah Jabotabek untuk diperiksakan di Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi tahun 1999. Konsentrasi diperoleh dengan membandingkan warna dengan standar.5 ppm. Jumlah sampel terbanyak berasal dari sumur pompa 138 sampel (58. 5.5 ppm. maka dilakukan pengamatan pemeriksaan mangan pada sampel dari contoh air yang diperiksakam di Laboratorium Kimia Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi.4 3. 410/Men Kes/Per/IX/1990. Peralatan Pipet ukur Tabung Nessler dan alat gelas yang lain. sampai tanda dan digojok. TUJUAN PENELITIAN 1) Menetapkan jumlah sampel yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih mengenai kadar mangan menurut Permenkes No.minum. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes. Persyaratan air bersih: apabila kadar maksimum mangan (Mn) yang diperbolehkan 0. 4. 3.01 N KMn X 11 X f KMn 04 100 100 Penetapan Persyaratan air minum dan air bersih Air minum dan air bersih ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 9. Dititrasi cepat-cepat dengan larutan permanganat yang akan distandarisasi sampai titik akhir.06701 A = ml titrasi sampel B = ml titrasi blanko Pemeriksaan Kadar Mangan (Mn) dalam air 100 ml bahan sampel. g Na2C2O4 Normalitas KMnO4 = (A-B) x 0. masingmasing dimasukkan ke dalarn Erlen Meyer 250 ml. Bila perlu isi Erlen Meyer dipanaskan selama titrasi berlangsung. 48 Cermin Dunia Kedokteran No. BAHAN DAN CARA Bahan Kalium permanganat (KMNO4) Standar 0. 416 tahun 1990. No.7%). mandi dan cuci.9%) kemudian diikuti oleh wilayah Jakarta Timur (17. 6. Persyaratan air minum: apabila kadar maksimum mangan (Mn) yang diperbolehkan 0. 410/Men. biasanya berasal dari berbagai sumber air. Adapun sumber-sumber air tersebut dapat dilihat pada tabel 2.1 ppm.3 17. 2.4%). 416 tahun 1990. sumur artesis. yang tetap tampak selama 1 menit. KeS/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat dalam pengawasan kualitas air : syarat kadar maksimum mangan (Mn) yang diperbolehkan untuk diminum 0.6 3. 416 tahun 1990. mata air dan sumber-sumber lain. 8. sumur pompa. 7. Penggunaan air di rumah tangga khususnya diperuntukkan sebagai air minum. Hasil pemeriksaan kadar mangan dapat diketahui pada tabel 3.4 100 Wilayah sampel air terbanyak dari Jakarta Utara (21.2 21.2%) dan dari PDAM 72 sampel (30. HASIL Jumlah asal sampel yang diajukan penduduk untuk diperiksakan di Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi pada tahun 1999 dapat diketahui pada tabel 1. Jakarta. Tetapi bukti percobaan pada binatang menunjukkan Mn dalam air minum bersifat neurotoksik. Wilayah Jakarta Pusat Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Barat Jakarta Utara Bekasi Depok Tangerang Bogor Jumlah Jumlah 22 42 35 10 52 34 26 8 8 237 % 9. 2) Menetapkan jumlah rata-rata kadar mangan (Mn) yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih menurut Permenkes No. Untuk mengetahui berapa banyak sampel air dengan kadar mangan yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum dan air bersih berdasarkan peraturan di atas. sumur terbuka.7 14.9 11. 135. Blanko dilakukan dengan aquades dan H2S2O2. kolam. Masukkan secara kuantitatif dalam tabung Nessler. kemudian didihkan selama 5 menit. Sejumlah 237 sampel diperiksa kadar mangan dalam air dengan metoda kolorimetri dan ditentukan persyaratan air minum dan air bersih menurut kriteria Permenkes No. Kemudian ditambah 100 ml akuades dan dipanaskan sampai 90°C-95°C. berwarna ungu Mn (positif). Tabel 1. Jumlah dan frekuensi sampel berdasarkan wilayah asal sampel air pada tahun 1999. Cara Kerja Standarisasi larutan standar KMnO4 0. maka ditetapkan persyaratan Mn pada air minum dan air bersih berdasarkan ADI (acceptable daily intake) orang dewasa menurut peraturan Menteri Kesehatan RI No. Contoh air diperoleh dari berbagai sumber yaitu PDAM. Suhu dijaga jangan sampai turun di bawah 85° C. tambah 5 ml H2SO4 4 N dan 4 ml N HNO3 dan 4 ml AgNO3 2% dan 1 gram K2S2O8 panaskan. berdasarkan wilayah dan sumber air.6 11. Perhitungan : Kadar Mn = 1000 X a ml 0.

Adapun data jumlah yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat baik air minum maupun air bersih diketahui pada tabel 4. Sumber Air PDAM Sumur terbuka Sumur pompa Sumur artesis Kolam Mata air Lain-lain Jumlah Jumlah 72 11 138 11 2 2 1 237 Persentase % 30. 1. 4. diikuti oleh wilayah Jakarta Timur 17. 6. Dari tabel diketahui bahwa wilayah Jakarta Timur mempunyai jumlah sampel terbanyak tidak memenuhi syarat air minum 14 sampel (28%) dan Bekasi 13 sampel (26%). sehingga kadar mangan dalam berbagai sumber air tergantung dari daerah/jenis tanah tersebut. 4.91 Std. 2002 49 . 7. 1. Kes 416/Men.1%) tidak memenuhi syarat kadar mangan untuk air minum dan 17 sampel (7. Sumber Air PDAM Sumur terbuka Sumur pompa Sumur artesis Kolam Mata air Lain-lain Jumlah MS air minum 71 8 92 11 2 2 1 187 MS air bersih 1 2 30 33 TMS air bersih 1 16 17 Total 172 11 138 11 2 2 1 237 Tabel 3. Cermin Dunia Kedokteran No.8 0. 3. 2. Kriteria Permenkes No. Sedangkan jumlah sampel wilayah Bekasi yang tidak memenuhi syarat air bersih 6 sampel (35. Jumlah sampel berdasarkan wilayah dan kriteria Per. Wilayah Jakarta Pusat Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Barat Jakarta Utara Bekasi Depok Tangerang Bogor Jumlah Keterangan : MS = memenuhi syarat TMS = tidal menenuhi syarat MS air minum 19 28 27 7 50 21 24 5 6 187 MS air bersih 2 9 6 3 2 7 1 3 33 TMS air bersih l 5 2 6 1 2 17 Total 22 42 35 l0 52 34 26 8 8 237 Jenis sumur pompa merupakan jumlah terbanyak yang tidak memenuhi syarat air minum yaitu 46 sampel (92%) dan 16 sampel (32%) tidak memenuhi syarat air bersih. 4. Jumlah Sampel No. Kadar rata-rata mangan (Mu) untuk yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum dan air bersih.4%. Deviasi 0. Hasil pemeriksaan kadar mangan Memenuhi syarat air minum Memenuhi syarat air bersih Tidak memenuhi syarat air bersih Jumlah Jumlah sampel 187 33 17 237 Persentase (%) 78.2 100 Tidak memenuhi syarat air minum mengenai kadar mangan 33 (13. 6. KESIMPULAN 1. 3.50 1. Tabel 5. 8.2 4.6 58.. Kriteria Per. Men.6 0. Tabel 6. Jumlah Sampel No. karena dari hasil pemeriksaan secara keseluruhan belum menggambarkan bahwa daerah-daerah tertentu merupakan daerah yang banyak mengandung mangan.26 Nilai minimum 0. 6. 3. tetapi yang tidak memenuhi syarat air minum hanya 1 sampel (2%).43 No. No.4 4. 7.Tabel 2. Sumber air paling banyak sebagai sampel adalah sumur pompa 58. Hasil pemeriksaan kadar mangan (Mn) menurut Permenkes No. 5.18 0. Men. 2. 1.Kes/Per/IX/1990.29%) dan wilayah Jakarta Timur 5 sampel (29. Penentuan lebih lanjut adalah menetapkan jumlah sampel yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih berdasarkan wilayah sampel berasal.9 7. karena cara mendapatkan sampel dan jumlah sampel tidak sama atau memadai antara beberapa wilayah. 1.17%) tidak memenuhi syarat air bersih. 2. 5. 1. 2.2%) dari sejumlah 237 sampel.2% dan PDAM 30.7%. 2. 5.4 100 Perhitungan selanjutnya adalah menetapkan jumlah sampel air yang memenuhi syarat maupun yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih. 416 tahun 1990. 3.9% merupakan wilayah asal sampel terbanyak.8 0. Tetapi selain kedua wilayah tersebut bukan berarti wilayah lain tidak mengandung mangan. 410/1990 Air minum Air bersih Kadar ratarata (Mn) 0. 3.41%).67 Nilai maksimum 0. 7. Sejumlah 50 sampel (21. Tabel 4. No.12 0. PEMBAHASAN Mangan merupakan mineral yang terdapat di kulit bumi dan dapat terlarut pada air tanah. Jumlah dan frekuensi sampel berdasarkan sumber air. 9. Dari hasil pemeriksaan kadar mangan berdasarkan wilayah asal sampel yang tidak memenuhi syarat air minum dan air bersih terbanyak adalah wilayah Jakarta Timur dan Bekasi.9 13. Jakarta Utara dengan jumlah 21. 135. 2. PDAM meskipun jumlah sampel kedua terbanyak. Kes mengenai kadar Mn berdasarkan sumber air. Tidak memenuhi syarat air minum berarti mencakup jumlah memenuhi syarat air bersih ditambah dengan yang tidak memenuhi syarat air bersih. Kadar rata-rata mangan dalam sampel air yang tidak memenuhi syarat air minum maupun air bersih adalah sebagai berikut: (tabel 6).9%) dan tidak memenuhi syarat air bersih 17 (7.34 0.

WHO Manganese. April 1987. Makalah Seminar Sehari Pengkajian Parameter Kualitas Air dalam Permenkes No. Pengolahan dan produksi air minum. United Nation Environment Programe. 1994. 2002 . Jakarta. 416 tahun 1990. Kemampuan laboratorium pada pemeriksaan parameter kimia organik air minum dan air bersih.4. Wilayah Jakarta Timur merupakan asal sampel terbanyak yang tidak memenuhi syarat air minum 14 sampel (28%) dan Bekasi 13 sampel (26%). 50 Cermin Dunia Kedokteran No. 3. Makalah Seminar Sehari Pengkajian Parameter Kualitas Air dalam Permenkes No. Berita Negara RI 1990. 1994. Jakarta. Environmental Health Criteria 17. 4. Sumber air untuk jenis sumur pompa 46 sampel (92%) tidak memenuhi syarat air minum dan tidak memenuhi syarat air bersih 16 sampel (32%). 135. Pengkajian kualitas sumber air sebagai sumber baku air minum di Indonesia. Geneva: 1981. 416/Menkes/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum. 2. International Labour Organisation and The World Health Organization. 5. air. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. KEPUSTAKAAN 1. Departemen Kesehatan RI. Perusahaan Air Minum DKI Jakarta. 416 tahun 1990. Terangna N. Harsanto BJE. 5.

tetapi sebagian lagi dapat merupakan gejala awal dari suatu kelainan otak/susunan saraf yang lebih serius. dalam hal ini pikirkan kemungkinan lesi desak ruang/tumor otak. pemeriksaan penunjang yang berguna ialah laju endap darah dan pencitraan otak/susunan saraf pusat. pecahnya malformasi arteriovena atau massa intrakranial terutama di fossa posterior. Nyeri kepala yang berangsur memberat dalam beberapa hari/minggu. atau metastasis. atau kaku kuduk. 2. Nyeri kepala pada pasien AIDS atau kanker dapat merupakan gejala meningitis atau abses otak. Nyeri kepala yang disertai demam.Kapsul NYERI KEPALA – BERBAHAYAKAH ? Semua orang pasti pernah merasakan nyeri kepala. 3. jika tidak ditemukan kelainan/penyebab sistemik/ infeksi yang dapat menyebabkannya. Brw Cermin Dunia Kedokteran No. 135. mungkin diperlukan pemeriksaan/ screening darah dan/atau pencitraan otak/susunan saraf pusat. tetapi bisa juga sampai berhari-hari. Sebagian besar nyeri kepala akan hilang/sembuh. Pemeriksaan yang dapat berguna antara lain pemeriksaan darah dan/atau pencitraan otak/susunan saraf pusat. yang jika tidak segera terdeteksi dapat menjadi makin parah dan lebih sulit diobati. 4. dugaan ini harus dibuktikan dengan pemeriksaan punksi lumbal dan/atau pencitraan otak/ susunan saraf pusat. Nyeri kepala yang disertai dengan gejala neurologik fokal seperti papiledema. Jika nyeri kepala mulai diderita setelah usia 50 tahun – waspada terhadap kemungkinan arteritis temporalis atau lesi desak ruang/tumor otak. 5. 2002 51 . keluhan semacam ini dapat disebabkan oleh massa intrakranial atau penggunaan zat/obat tertentu. mual dan muntah. Pemeriksaan yang perlu segera dilakukan ialah pencitraan otak/susunan saraf pusat dan/atau punksi lumbal. bahkan disertai gejala lain seperti mual dan/atau muntah. Nyeri kepala mendadak dan berat tanpa gejala awal – pikirkan kemungkinan perdarahan subarakhnoid. malformasi arteriovena. 6. kadang-kadang ringan dan hilang dengan sendirinya. pikirkan kemungkinan infeksi susunan saraf pusat atau penyakit kolagen. gangguan kesadaran atau fungsi luhur. dengan ataupun tanpa obat meskipun bisa kambuh lagi di lain waktu. Bagaimana membedakan nyeri kepala yang ‘biasa’ dengan nyeri kepala yang ‘berbahaya’? 1. stroke atau penyakit kolagen.

Aktifitas antibakterial Indikasi levofloxacin adalah untuk mengobati penyakit-penyakit seperti: . parainfluenza. H. influenzae. Dr. dari Departemen Farmakologi. P dengan sekretaris Dr. Hadiarto Mangunegoro. Karena itu. catarrhalis. 135. Kondisi pasien Switch bisa dilakukan kalau secara klinik. Dra. Perlu juga memperhatikan bioavailabilitas yang konsisten agar kadar obat tetap dalam darah. Arizona. 79. Sp. M. Untuk usia tua. Levofloxacin : Pharmacology and Switch therapy Pembicara pertama. . Arini Setiawati. Universitas Indonesia. aureus. Dalam 24 jam ekskresi via ginjal ini.Infeksi kulit dan jaringan lunak karena Staph. pneumoniae. Berikut disampaikan ringkasan dari simposium yang dimoderatori Dr. Oleh karena itu tidak perlu penyesuaian dosis pada penderita gangguan hati. Tabel 1. pyogenes. paruh waktu yang panjang (bisa diminum sekali atau dua kali sehari). aeruginosa. Mengenai sediaannya. M. K. pneumoniae. Enterococcus faecalis. dosis disesuaikan berdasarkan klirens kreatinin (Tabel 1). Clinical Director of Medicine and Subspecialities VAMC. Priyanti ZD. levofloxacin diposisikan sebagai a new respiratory (antipneumococcal) flouroquinolone. karena bisa menghemat biaya dan mengurangi risiko komplikasi di tempat suntikan. catarrhalis . Indikasi yang lain adalah pasien sudah mempunyai kemampuan untuk mengkonsumsi obat secara oral. diselenggarakan simposium dengan topik Sequential Therapy as A New Paradigm in Lower Respiratory Tract Infection Management. Dr. B. kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat tersebut harus diperhatikan. pneumoniae. coli. Arini menjelaskan bahwa saat ini.Infeksi saluran urinarius termasuk pyelonefritis yang disebabkan oleh E. H. levofloxacin oleh American Thoracic Society tahun 2001. pasien sudah stabil yang bisa diketahui dari (1) kondisi pasien menunjukkan peningkatan perbaikan klinik. M. Klebsiella pneumoniae. Dan karena profil farmakokinetiknya serupa maka bisa dilakukan terapi sequential. telah disetujui untuk mengobati Community Acquired Pneumonia (CAP) yang disebabkan oleh Drug Resistant Streptococcus Pneumoniae (DRSP). A. menampilkan pembicara Dra. Tucson. aureus. pneumoniae. University of Arizona College of Medicine. Ps. Namun jika kuman patogennya telah diketahui maka obat penggantinya haruslah mempunyai spektrum dan sensitifitas yang paling sempit. Prof. dengan syarat kuman spesifiknya belum diketahui. 2002 . Arini Setiawati. Ph D. dalam terapi sequential. . Michael P Habib MD. Staph. Legionella pneumophila.RTIs/SSTIs : 50 – 80 ml/min No dosage adjustment No dosage adjustment 20 – 49 ml/min 500 mg 250 mg q 24 h 10 – 19 ml/min 500 mg 250 mg q 48 h (1/4 do) Hemodialysis 500 mg 250 mg q 48 h (1/4 do) CAPD 500 mg 250 mg q 48 h (1/4 do) .Acute Exacerbations of Chronic Bronchitis (AECB) yang penyebabnya adalah : Strep. Sp P. catarrhalis. berdasarkan kondisi pasien dan sediaan obat oral tersebut. (2) penurunan jumlah sel darah putih dan (3) tidak ada demam dalam 2 kesempatan yang berbeda selama 8 jam (meskipun yang terakhir ini tidak mutlak atau indikasi relatif). influenza. tidak terjadi penurunan dosis. H. Dari sisi obat Bisa dilakukan pengubahan sediaan jika obat oral tersebut mempunyai aktifitas luas spektrum yang sama dengan obat intravenous. Strept. influenza. pneumoniae. Proteus mirabilis. yaitu bila sistem pencernaannya sudah berfungsi baik dan tidak ada rasa mual atau muntah lagi. Metabolisme dan Ekskresi Hampir seluruh ekskresi dilakukan melalui ginjal.Complicated UTI/ Pyelonephritis : > 20 ml/min No dosage adjustment No dosage adjustment 10 – 19 ml/min 250 mg 250 mg q 48 h Switch Therapy Switch therapy berarti mengubah sediaan obat dari intravenous ke sediaan oral. misalnya pada CAP : (1) berkurangnya batuk dan sesak. Pasien akan lebih patuh jika obat tersebut mempunyai efek samping yang minimal. Makin cepat terjadi perpindahan kemasan obat (switch) makin baik. pneumoniae. levofloxacin yang termasuk golongan flouroquinolone mempunyai aktifitas antibakterial 2 hingga 4 kali dari obat lain yang segolongan yaitu ofloxacin. Ada beberapa kriteria pelaksaanaannya. SpP(K) dari RS Persahabatan dan pembicara tamu. M. Berbeda dengan step-down therapy. .Tjandra Yoga Aditama. baik oral maupun intravenous sudah tersedia. Menurut Arini. Dosis Levofloxacin berdasarkan klirens kreatinin Klirens Kreatinin Initial Dose Maintenance Dose . 52 Cermin Dunia Kedokteran No. Ph D menampilkan makalah dengan judul Levofloxacin : Pharmacology and Switch therapy. Artinya meskipun dilakukan perpindahan (switch) metode pemberian obat dari intravenous (iv) ke oral. H.Kegiatan Ilmiah SEQUENTIAL THERAPY AS A NEW PARADIGM IN LOWER RESPIRATORY TRACT INFECTIONS MANAGEMENT Bertempat di Hotel Kempinski Jakarta tanggal 2 Maret 2002. Simposium yang berakreditasi IDI yang dihadiri lebih dari 200 peserta. dan mempunyai interaksi obat yang minimal. aureus. Staph. namun tidak terjadi penurunan kadar zak aktif dalam darah. Menurut Dosen Farmakologi UI tersebut.Community Acquired Pneumonia (CAP) oleh: Strept. C. Enterobacter cloacae.Sinusitis akut yang disebabkan oleh : Strep. Selain itu.6 % tidak berubah dan 5% adalah hasil metabolismenya (metabolit).

Menurut Michael P Habib. Levofloxacin is the fluoroquionolone with the longest track record and best safety profile. Perubahan demografis.1 hari. Penderita pneumonia meningkat jumlahnya pada lanjut usia dan mereka yang tergolong imunokomprimais.Levofloxacin oral Levofloxacin oral merupakan obat oral yang ideal untuk terapi penukar (switch therapy) levofloxacin infus karena memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: . SIMPOSIUM LAIN Simposium lain yang selengkapnya bisa diakses di http: //www. 2. Reaksi hemolitik bisa terjadi pada pasien-pasien defisiensi G6PD.17 Februari 2002 Pertemuan Ilmiah Paru Milenium 2002 (PIP-Milenium 2002) yang diselenggarakan bersama oleh PDPI Cabang Jatim dan Cabang Malang berlangsung dari tanggal 16 hingga 17 Pebruari 2002. Biaya rawat inap penyakit ini. imunoterapi.id > Doctor > Seminar : 7th Asian Research Symposium in Rhinology.1% dan halusinasi pada kurang dari 0.efek samping dan interaksinya minimal Tolerabilitas dari jenis-jenis flouroquinolone Dibandingkan dengan flouroquinolone yang lain seperti Ofloxacin (4. penderita kanker. fluoroquinolon adalah antibiotik yang mempunyai aktifitas bakteriosid yang baik untuk kuman yang bertanggung jawab pada infeksi-infeksi saluran napas bagian bawah.3%.Pasien dengan 250 mg od efek samping terjadi 4 – 4. Arizona.8 % Adapun jenis keluhan yang ditemui adalah . C pneumoniae. Rekaman peserta menunjukkan berasal dari Jakarta. bakteri utama penyebab infeksi saluran napas bawah.1%). Sedangkan isu-isu lain sehubungan dengan pneumoni adalah: 1. Surabaya 16 . Acara ini diikuti oleh sekitar 650 peserta terdaftar dari seluruh penjuru tanah air. grepafloxacin. Denpasar. dan kolitis pseudomembran (< 0. Sp P(K) dari RS Persahabatan Jakarta. Sumatera.Somnolence 2. Bandung. Clinical Efficacy and Safety of Fluoroquinolones Pembicara terakhir adalah Michael P Habib MD.9 % . clinafloxacin. P.Insomnia 1. Surabaya. D dan Dr. menjadi pembicara kedua.malang. 20 kali lebih besar dari biaya rawat jalan.5 % pasien. M. Menurut Guru Besar Spesialis Paru ini. Semarang. 3. Kalimantan. Arthropathy pada anak dan dewasa tidak ditemukan. serta seorang pakar dari Cina yaitu Prof.Diare 1. epilepsi. MataramNTB.1 % . sparfloxacin. Dari 2. Berbeda dengan angka kejadian yang sering diceritakan dalam buku ajar luar negeri. Kuman patogen yang resisten dan baru. Bali 15 . Obat ini hadir karena banyak kuman telah resisten terhadap penisilin misalnya Streptococcus pneumoniae.01%. Hubungan Levofloxacin dan Ofloxacin Levofloxacin diketahui dua kali lebih poten dibandingkan ofloxacin. dan Ebola 4.bioavailabilitas (consistent drug level) oralnya hampir 100%. yang merupakan penyebab yang penting dari CAP. Bisa memperkirakan hasil klinik pada pneumonia mempunyai pengaruh yang besar dalam penanganannya.5 % tidak meneruskan terapi. MRSA. DM dan penyalahgunaan obat.0 % . Keunggulan yang lain adalah aktifitas antibakterialnya lebih meningkat pada: gram positif (S.8 % . Pain 1.1 – 3.1 – 2. wanita mengandung dan menyusui.Hu. Parameter yang paling penting dalam melakukan rawat inap adalah mencari faktor-faktor risiko yang bisa menyebabkan kematian.5 hingga 2. Dalam hal ini saran Guru Besar Penyakit Paru. Ofloxacin iv yang diikuti dengan terapi oral menunjukkan hasil yang baik pada pasien rawat inap dengan diagnosa macam-macam pneumonia. Dharmika.1 % . Ditinjau dari sisi ekonomi kesehatan (perawatan yang cost-effective) diupayakan adanya pelayanan kesehatan berkualitas dengan biaya yang rendah.01 %).1 % . tehnik-tehnik operasi. Tidak diindikasikan untuk Pneumonia karena Pseudomonas Levofloxacin tidak diindikasikan untuk pneumonia karena kuman pseudomonas karena levofloxacin tidak efektif. baksil gram negatif: Pseudomonas aeruginosa. Sedangkan Trovafloxacin penggunaannya sangat terbatas. Kontraindikasi Pemberian levofloxacin sebaiknya tidak dilakukan pada mereka yang hipersensitif terhadap quionolon. pneumoniae.7 % Sebanyak 1.administrasinya sehari sekali .Abdom. Hadiarto M. 5. Cermin Dunia Kedokteran No.Liver Dysfurction 4.16 Februari 2002 Kegiatan ilmiah ini berlangsung di Hotel Kartika Plaza.Nausea 1. International Symposium on Dyspepsia. Hadiarto Mangunegoro. Efek samping yang serius Ditemukan beberapa efek samping yang serius seperti tendinitis (< 0. 2002 53 . Chlamydia pneumoniae dan Mycoplasma pneumoniae. Keputusan merawatinapkan atau merawatjalankan pasien merupakan suatu keputusan klinik yang penting. kulit dan jaringan lunak yang diberikan terapi levofloxacin selama 5 . saluran kemih. Phototoxicity terjadi pada 0. Begitu juga dengan peningkatan enzim-enzim hati terjadi pada 1. Sulawesi.co. levofloxacin mempunyai kemampuan penetrasi ke jaringan paru yang sangat baik dan dengan dosis tunggal sehari baik oral maupun parenteral. pneumoniae yang resisten penicillin. Efek samping pada susunan saraf pusat yaitu seizures terjadi pada kurang dari 0.5 %) dan Pefloxacin (8%) ternyata efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit yaitu hanya 3.Pasien dengan 500 mg bd 22 –28. Dalam penelitian yang diberikan pada 25 pasien rawat inap ini rata-rata pemberian ofloxacin iv adalah 4. 3. 2.. mulai dari rinosinusitis.6 % . pneumoniae) dan kuman atipikal (M. karena biaya rawat inap yang mahal. Obatobat infus bukanlah obat yang tergolong murah. Ciprofloxacin (5. jika memungkinkan penderita pneumonia cukup rawat jalan saja. Selain itu pula.Thrombocytosis 7.14 hari. mempunyai riwayat gangguan tendon akibat fluoroquinolone.com. Sebaliknya ciprofloxacin tidak efektif terhadap kuman gram positif. Kesimpulannya. Pengobatan berdasarkan empirik Penelitian Pneumonia di RS Persahabatan Jakarta Dalam presentasi tersebut. Clinical Studies on Levofloxacin in the Treatment of LRTI in Persahabatan Hospital with Special Emphasis on Switch Therapy Dengan makalah yang berjudul : Clinical Studies on Levofloxacin in the Treatment of LRTI in Persahabatan Hospital with Special Emphasis on Switch Therapy. hanta virus.2 % . Dari jenis-jenis flouroquinolone. [SIM].900 pasien yang menderita infeksi saluran napas. Bali 19-21 Februari 2002 Simposium internasional mengenai dispepsia ini didahului dengan sesi meet the expert sebelum dibuka secara resmi. ada beberapa yang sudah ditarik dari peredaran karena ditemukan efek samping seperti temofloxacin. Acinobacter. Berbeda dengan Trovafloxacin dan Sparfloxacin.3%). Antimikroba ini juga mempunyai efek sangat baik terhadap bakteri atipikal seperti Legionella pneumophila. Saat ini bermunculan S.0 – 1. Yogyakarta dan Jawa Timur diluar Surabaya. Kuta Bali.03% (bandingkan dengan Sparfloxacin yang mencapai 7.Pasien dengan 500 mg od 5.kalbe. Pertemuan Ilmiah Paru Milenium 2002. Prof. penanganan keganasan. Dadang. lebih baik menggunakan ciprofloxacin. mengurai mengenai penelitian efikasi Ofloxacin injeksi pada pengobatan LRTI di RS Persahabatan pada tahun 1997.Flatulence 1.J. dan lain-lain. . Salah satu sesi yang menarik adalah mengenai The role of Cisapride in the management of gastroparesis yang dibahas oleh dua pakar dari Indonesia yaitu : Dr. Data menarik juga terungkap dalam penelitian tersebut. Efek samping flouroquinolon Meskipun demikian bukan berarti obat ini tidak mempunyai efek samping. 4. Medicine and Subspecialities SAVAHCS Tucson. Clinical Director. HIV. ternyata kuman gram negatif sebagai penyebab pneumonia lebih banyak (64%) dibandingkan dengan kuman gram positif (34%). Meskipun tidak ditemukan arthropathy pada anak-anak namun sebaiknya preparat ini tidak diberikan pada anak-anak dan remaja. membahas topik-topik yang sangat luas di bidang rinologi.8 % hingga 6.3 –26.3 % . tutup Guru Besar dari Universitas Arizona ini. diperoleh efek samping seperti: . alergi.4 hari plus minus 2.9%). polip nasal. Adapun beberapa isu saat ini yang penting untuk diketahui dalam menangani pneumonia seperti: 1.L pneumophila). Dr. Slide presentation acara ini bisa diperoleh di http: //pdpi. tidak ditemukan efek yang berat pada hati ataupun pada sistem pelistrikan jantung seperti QT prolongation. 135.

Hati-hati pada pasien dengan gangguan sistem saraf pusat. selama beberapa hari. Fax (021) 428 73680 Home Page: http://www.: (021) 428 73888.Produk Baru Cravit® i.. Cravit® tidak diindikasikan untuk pasien di bawah usia 18 tahun. memungkinkan pemberian dengan dosis yang sama secara bergantian. Dosis pada pasien dengan fungsi ginjal normal adalah 500 mg sehari. dan harus diberikan secara lambat ke dalam vena. and him who receives speak 54 Cermin Dunia Kedokteran No. tergantung pada keparahan penyakit. INDIKASI: Cravit® diindikasikan untuk infeksi seperti Community-acquired Pneumonia (CAP). Gram negatif (termasuk anaerob) dan atipikal. gangguan tidur. PENYIMPANAN: Simpan pada suhu 15°-30° C. diare. Umumnya lama pengobatan dengan Cravit® adalah 7-14 hari. adalah larutan infus siap pakai. FARMAKOLOGI: Cravit® adalah isomer optik S(-) ofloxacin yang memiliki spektrum anti bakteri luas.v.v. PERINGATAN dan PERHATIAN: Perlu penyesuaian dosis pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat. 2002 . KALBE FARMA. Jakarta-Indonesia Telp. dalam tempat tertutup Informasi lebih lanjut. hubungi: PT. KEMASAN: Boks. Letejen Suprapto.v.kalbe. infeksi saluran kemih yang sulit penatalaksanaannya (termasuk pielonefritis). Cravit® i. infeksi kulit dan jaringan lunak yang disebabkan oleh mikroorganisme yang peka terhadap levofloxacin. Jakarta 10510 PO Box 3105 JAK. Cravit® efektif untuk bakteri Gram positif. Tbk Gedung Enseval Jl.id Atas lisensi: DAIICHI PHARMACEUTICAL Co. nausea. Acute Exacerbation of Chronic Bronchitis (AECB).v. Setelah pemakaian Cravit® i. LTD 14-10 Nihonbashi 3 – Chome Chou-Ku TOKYO 103-8234 – JAPAN Let him who gives say nothing. LEVOFLOXACIN INFUSION KOMPOSISI: Tiap botol 100 ml cairan infus Cravit® mengandung 500 mg levofloxacin (5 mg/ml). 135. Mekanisme kerjanya adalah dengan menghambat DNA gyrase sehingga bersifat bakterisidal.co. pengobatan dapat digantikan dengan Cravit® oral. pusing. botol @ 100 ml. DOSIS & CARA PEMBERIAN: Bioavailabilitas yang sama antara Cravit® tablet dengan i. EFEK SAMPING: Reaksi alergi pada kulit (gatal ruam kulit).

Apa saja bisa dilakukan. 2002 55 . Internet Service Provider Seperti yang dijelaskan di atas.nejm. Misalnya.Health Internet Work.ncbi.nlm. Masing-masing perusahaan bisa menyediakan informasi di komputer yang dikhususkan untuk itu.id .co. 135. mencoba memberi informasi dari awal mengenai internet baik dari sisi perangkat kerat.co.Free Medical Journals. PT Kalbe Farma. yaitu suatu perusahaan yang menyediakan jasanya sebagai pintu gerbang kita memasuki internet.The Electronic Journal of The Indonesian Medical Association.kalbe.British Medical Journal.healthinternetwork. http://www. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di seri kedua.INTERNET UNTUK DOKTER INTERNET UNTUK DOKTER (Seri pertama) Kegunaan internet sudah dirasakan banyak pihak.gov/entrez/query.The Journal of the American Medical Association (JAMA). http://www. Tetapi menurut informasi yang diterima.net . Tentunya dalam hal ini saluran komunikasi seperti line telpon mutlak diperlukan. Malah kemungkinan artikel atau informasi yang dicari tersebut bisa diperoleh tanpa perlu membeli buku. Informasi Situs Majalah Kedokteran Indonesia : . Dari sisi kepraktisan.com/group/CDK-L Demikian informasi yang diberikan. Selain itu pula. [Erik Tapan] Cermin Dunia Kedokteran No. Untuk memulai berinternet. http://www. secara konvensional perlu ke toko buku. Modem ini tidak mempergunakan kabel power supply. informasi yang dimuat pada majalah CDK pun bisa diakses dari sana. bisa diperoleh informasi terkini dalam bidang kedokteran.co. termasuk para dokter. misalnya menyediakan suatu server komputer di Cikarang. Tulisan yang akan disampaikan berseri ini. mulai dari mencari informasi kedokteran. http://www.alergi. Kalau untuk membeli buku kedokteran. diperlukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).id/ . Kemudian dengan menggunakan perangkat lunak (software) yg disebut browser menuju ke http://www.org . tidak demikian halnya jika itu dilakukan di internet.yahoo.Alergika Online. Namun untuk mengakses informasi tersebut.Medika.The Lancet . http://www.org/ C.The New England Journal of Medicine. Majalah Kedokteran Online Berikut disampaikan beberapa majalah / journal kedokteran yang sudah online: A. seakan memasuki suatu lingkungan yang menyediakan segala hal.co. berkomunikasi dengan para teman sejawat.nih. http://www.kalbe. Modem Ada dua jenis modem. Semua itu bisa dilakukan tanpa beranjak dari komputer atau meja kerja. http://www. dan lain sebagainya. Karena modem menggunakan line telepon. http://www. hanyalah pada suatu perangkat yang disebut “modem”.fcgi . carilah kecepatan modem yang paling tinggi (saat ini dengan koneksi dial up biasa) bisa diperoleh misalnya 56 KB. dan yang terpisah dari komputer (modem eksternal). melainkan cukup menelpon ke ISP Anda (semuanya sudah diinstal otomatis di komputer Anda). memang lebih praktis (dan umumnya lebih murah) menggunakan modem internal.thelancet. Kabel dari telepon langsung dicolok ke komputer kita. dengan berinternet bisa diperoleh informasi kedokteran terbaru. http://bmj.PubMed. Perangkat keras Sebenarnya perangkat keras yang diperlukan untuk berinternet hampir sama dengan perangkat keras pada komputer yang dipergunakan untuk menulis Refarat atau Laporan Kasus misalnya.com/ . jadwal simposium berikut resumenya. Dengan internetpun.Komunitas pembaca Cermin Dunia Kedokteran. http://jama.Farmasia.id . Tips yang lain dalam memilih modem. Banyak journal kedokteran yang telah di-online-kan termasuk majalah CDK yang sedang Anda baca ini. Informasi Situs Majalah Kedokteran non Indonesia . Jawa Barat. Perbedaannya.com B. Begitu memasuki dunia internet. agar semua informasi yang disediakan oleh PT Kalbe Farma bisa diakses oleh para dokter dan netter (pengguna internet) dari mana saja. Anda tak perlu repot-repot menelpon ke PT Kalbe Farma. membeli buku kedokteran.com . Internet sama dengan alam/dunia maya Dunia internet sering disebut alam maya. yaitu yang ‘diimplant’ di komputer (modem internal). http://www.com/ .Cermin Dunia Kedokteran.majalah-farmacia.freemedicaljournals. dari sisi koneksitas modem eksternal lebih baik.ama-assn.e-jima. Pada website Kalbefarma tersebut. Lain-lain : . http://groups. Nomor telepon yang dituju adalah nomor telepon Internet Service Provider (ISP). perangkat lunak maupun operatornya.com .mendial nomor telepon tertentu. tentu komputer –secara otomatis. Seperti diketahui informasi yang diakses itu sebenarnya tersebar pada berjuta-juta komputer di seluruh dunia.pdat. Modem adalah suatu alat yang membuat komputer kita bisa terhubung dengan komputer di tempat lain. para dokter bisa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman-teman sejawat yang seminat. diperlukan modem agar bisa berinternet.id/medika . http://content.

287: 598-605 Brw Selain itu adanya bunyi jantung ketiga juga meningkatkan risiko-risiko tersebut. Penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa beberapa tanaman obat memang mengandung zat aktif yang mempunyai aktivitas hepatoprotektif. tetapi rendah protein hewani (52 g/hari) dan rendah garam (50 mmol NaCl/ hari).001).2 mmol per hari) tetapi elskresi oksalat urine meningkat di kelompok rendah kalsium (rata-rata 5. dalam sediaan ini.7% (p=0. Med. 2002. JAMA 2002. Para peneliti menyimpulkan bahwa di kalangan pria hiperkalsiuria dan batu oksalat rekuren pembatasan protein hewani dan garam dengan asupan normal lehih bermanfaat daripada diet rendah kalsium.01).4%.0% (semuanya p<0.37. 14(6): 353-63 Brw RISPERIDON INJEKSI Risperdal® (risperidone) – suatu antipsikotik – dalam waktu dekat akan tersedia dalam bentuk sediaan suntikan depot.05). 95%CI: 1. meningkatkan kadar HDL sebesar 7.2 mg/80 umol perhari). 2678: 19 Brw PROGNOSIS PAYAH JANTUNG Studi retrospektif atas 2568 pasien payah jantung yang diikuti selama 32 ± 15 bulan menunjukkan bahwa peningkatan tekanan vena jugularis meningkatkan risiko dirawat akibat payah jantung (RR 1. beta karoten –19.8% (p<0. apolipoprotein B – 22.07-1. Selama follow up kadar kalsium urine turun di kedua kelompok secara nyata (170 mg. 12 dari 60 pria dengan diet kalsium normal dan 23 dari 60 pria yang mendapat diet rendah kalsium (10 mmol Ca/hari). diet dan kombinasi keduanya atas kadar lipid plasma.53. Tanaman tersebut di antaranya : Silybum marianum – mengandung zat aktif silymarin yang telah dipasarkan dengan merk Lagalon®. Picrorhiza kurroa – mengandung zat aktif picroliv. selama masa tersebut 60 pria mendapat diet biasa dengan kandungan kalsium 30 mmol/hari.6%.8%.11-1. Med. 345: 574-81 Brw Cochlospermum tinotorium yang mengandung arjunolic acid.6% (p<0. selanjutnya dari masing kelompok tersebut 30 orang mendapat simvastatin 20 mg/hari atau plasebo selama 12 minggu.0% (p<0. DN&P 2001. 2002 . J.9% (p=0.005) dan risiko kematian akibat gagal pompa jantung (RR 1. Andrographis paniculata – mengandung zat aktif andrographolide. Ternyata perlakuan diet dapat menurunkan kadar kolesterol total sebesar 7. serta DIET KALSIUM DAN BATU SALURAN KEMIH Selama ini orang masih bertanyatanya mengenai hubungan antara asupan kalsium dari diet makanan dengan risiko batu kalsium di saluran kemih.001).ABSTRAK SIMVASTATIN UNTUK HIPERKHOLESTEROL Satu penelitian atas 120 pria hiperkholesterolemik di Finlandia bertujuan untuk menilai pengaruh simvastatin. LDL kolesterol sel sebesar 29. bahkan beberapa di antaranya telah dibuat dan dipasarkan dalam bentuk preparat oral.5% dan ubiquinol 10 sebesar 22. p<0.2% (p=0. sedangkan 30 pria lainnya mendapat diet rendah kalsium (10 mmol/ hari). 2001.5% (p=0. Sejumlah masingmasing 60 orang diberi diet biasa dan diet mengandung lemak jenuh dan trans-unsaturated fat kurang dari 10%. N.49. 346: 77-84 Brw 56 Cermin Dunia Kedokteran No. Para peneliti di Italia meneliti masalah ini atas 120 pria penderita hiperkalsiuria dan batu oksalat rekuren selama 5 tahun. Scrip 2001. rendah protein hewani dan rendah garam (rata-rata 7.24-0. Glycyrrhizae radix-mengandung zat aktif glycytinic acid dan glycyrrhizin. Sedangkan simvastatin menurunkan kadar kolesterol total sebesar 20. 95%CI: 0. Selain itu beberapa sediaan kombinasi juga sedang diselidiki manfaatnya terhadap berbagai penyakit hepar. Kadar glukosa tidak berubah di semua kelompok. bahan aktif risperidone terbungkus dalam mikrosfer yang kemudian akan pecah secara berangsur-angsur. HDL kolesterol sebesar 4. menderita batu rekuren (RR=0.0% (p=0. 95%CI: 1. Sohisandra chinensis – mengandung zat aktif schisandrin. di antaranya untuk gangguan fungsi hati. Lycium chinense dengan zat aktifnya zeaxanthin. 135. 95%CI: 1. insulin serum turun sebesar 14.98. Eng1.001).7%.02) dan alfa tokoferol sebesar 3.2%. ditambah dengan sifat penyakitnya yang kronis. trigliserid –13.001) dan insulin serum sebesar 13. p<0.4 mg/60 umol perhari) sebaliknya turun di kelompok diet kalsium normal. J.04). p=0. apolipo protein B sebesar 5. Phyllantus amarus – mengandung zat aktif phyllantin dan hypophyllantin.04). LDL kolesterol sebesar 10. Sediaan antipsikotik jangka panjang lebih ideal dan disukai karena kepatuhan berobat di kalangan pasien skizofrenia sangat rendah. Setelah 5 tahun.003)./4. p<0.62. N.01). TANAMAN OBAT UNTUK HATI Tanaman obat sejak dahulu telah digunakan untuk berbagai penyakit.32. Engl.37. alfa tokoferol –16.08-1. Para dokter selama ini hanya mengenal sediaan naloperidol dekanoat sebagai antipsikotik jangka panjang.01).53. risiko kematian atau dirawat (RR 1.

D E 4.Ruang Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Dapatkah saudara menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini? 1. B E On the pinnacle of fortune man does not stand long firm (Goethe) Cermin Dunia Kedokteran No. B D 3. Yang bukan cara penggunaan napza : a) Ditelan (per oral) b) Suntikan intramuskular c) Sutikan intravena d) Dihirup uapnya e) Ditempel dikulit Deteksi zat narkoba dalam tubuh dilakukan melalui pemeriksaan : a) Darah b) Urine c) Cairan lambung d) Cairan otak e) Radiologik Yang dikenal sebagai pil koplo termasuk golongan : a) Opiat b) Amfetamin c) Kokain d) Benzodiazepin e) Ganja Ecstasy termasuk golongan : a) Opiat b) Amfetamin c) Kokain d) Benzodiazepin e) Ganja 5. 134. Putaw termasuk golongan : a) Opiat b) Amfetamin c) Kokain d) Benzodiazepin e) Ganja Efek euforia akibat penggunaan narkotika adalah melalui pengaruhnya terhadap : a) Korteks serebri b) Talamus c) Serebelum d) Sistim limbik e) Batang otak Golongan anti depresan yang mutakhir : a) Benzodiazepin b) Trisiklik c) MAO inhibitor d) Tetrasiklik e) SSRI Preparat yang termasuk golongan tersebut ialah : a) Klobazam b) Amitriptilin c) Moklobemid d) Maprotilin a) Fluoksetin 2. 5. 7. 8. 4. 8. 7. 2002 57 . B A 2. 3. JAWABAN RPPIK : 1. 6. 6.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->