P. 1
Pengertian Penelitian Tindakan Kelas

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas

|Views: 219|Likes:
Published by Gusnul Fadiyan

More info:

Published by: Gusnul Fadiyan on May 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/26/2014

pdf

text

original

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas

Sabtu. 30 Oktober 2010
A. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas diambil dari istilah bahasa Inggris Classroom Action Research
(CAR). Dalam istilah tersebut terdapat tiga kata kunci, yaitu (1) penelitian, (2) tindakan, dan (3)
kelas. Suharsimi (2006:2) menyatakan bahwa penelitian meruiuk pada suatu kegiatan dengan
menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau inIormasi yang
bermanIaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.

Penelitian pada dasarnya merupakan suatu kegiatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan yang
benar tentang suatu masalah. Pengetahuan yang diperoleh dari penelitian terdiri atas Iakta,
konsep, generalisasi, dan teori yang memungkinkan manusia dapat memahami Ienomena dan
memecahkan masalah yang dihadapinya.

Kegiatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan yang benar (yang bersiIat relatiI) sebagai
penyempurnaan pengetahuan sebelumnya telah dilaksanakan oleh para peneliti dan ilmuwan
dalam bidang ilmunya masing-masing. Secara akumulatiI hasil penelitian memberikan an
sumbangan penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai bidang.
Di samping itu, hasil penelitian iuga telah memungkinkan manusia dapat lebih baik memecahkan
masalah-masalah praktis yang dihadapi dalam hidupnya.

Kata kunci kedua dalam terminologi PTK (CAR) adalah Tindakan. Pengertian Tindakan meruiuk
pada suatu gerak kegiatan yang disengaia dilakukan dengan tuiuan tertentu. Dalam PTK,
tindakan berbentuk rangkaian siklus kegiatan untuk siswa. Kata kunci ketika dalam PTK, adalah
Kelas. Pengertian Kelas, tidak terikat pada pengertian ruang kelas secara sempit, namun dalam
konteks ini kelas meruiuk pada pengertian sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama
menerima pelaiaran yang sama dari guru yang sama pula. Dengan demikian, Kelas adalah
sekelompok siswa yang sedang belaiar. (Suharsimi, dkk, 2006:3). Sedangkan Siregar (2005:8)
mengemukakan bahwa istilah kelas dalam PTK meruiuk pada proses belaiar mengaiar (PBM ).

Dengan meruiuk pada tiga kata kunci tersebut, dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan
kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belaiar berupa tindakan, yang sengaia
dimunculkan dan teriadi dalam sebuah kelas bersama Lebih laniut Suharsimi (2006:4)
menyebutkan istilah Penelitian Tindakan Kelas dipahami sebagai Penelitian Tindakan.

Pengertian tentang Penelitian Tindakan Kelas diaiukan oleh banyak ahli, namun dalam modul ini
hanya beberapa pendapat ahli saia yang akan dikemukakan. Hopkin (1993: 1), mengemukakan
bahwa, penelitian tindakan kelas adalah tindakan yang diambil guru untuk meningkatkan dirinya
atau teman seiawatnya untuk menguii asumsi-asumsi teori pendidikan di dalam praktik, atau
mempunyai makna sebagai evaluasi dan implementasi keseluruhan prioritas sekolah. Guru dalam
melaksanakan penelitian kelas pada dasarnya memperluas perannya termasuk di dalamnya
melakukan reIleksi kritis terhadap tugas proIesionalnya. Dengan demikian, guru yang melakukan
penelitian di dalam kelas atau menyangkut praktik pembelaiaran, guru dapat meningkatkan
tanggungiawabnya terhadap praktik yang mereka lakukan, dan menciptakan lingkungan yang
lebih dinamis dan menarik dalam praktik pembelaiaran.

Lewin (1947) dalam Hopkin (1993) menyatakan deIinisi penelitian tindakan sebagai tiga tahap
proses spiral tentang: (1) perencanaan yang meliputi penelitian pendahuluan ( reconnaissance ),
(2) pengambilan tindakan, dan (3) pengambilan data ( Iact-Iinding ) tentang hasil tindakan yang
dilakukan. Sedangkan Corey (1953) menyatakan penelitian tindakan merupakan proses yang
dilakukan oleh praktisi dalam usahanya untuk mempelaiari masalah yang ditemuinya dalam
melaksanakan tugas secara ilmiah untuk pembimbingan, perbaikan, dan pengevaluasian
keputusan dan tindakannya. Glickman (1992) merumuskan penelitian tindakan dalam pendidikan
sebagai studi yang dilakukan teman seiawat di sekolah sebagai hasil dari aktivitas yang
dilakukannya untuk memperbaiki pengaiaran. Calhoun (1994) menyatakan bahwa penelitian
tindakan adalah cara yang menarik ( Iancy ) untuk mengaiak mempelaiari hal-hal yang teriadi di
dalam sekolah dan menentukan cara membuat suasana meniadi lebih baik. Carr dan Kemmis
(1996) mengenalkan istilah Educational Action Research , yang selaniutnya dikenal dengan
nama C lassroom Action Reseach (CAR/ Penelitian Tindakan Kelas ) . Penelitian Tindakan
Kelas muncul sebagai reaksi terhadap kekurangpedulian peneliti pendidikan terhadap masalah-
masalah nyata yang dialami guru di dalam kelas. Selama ini penelitian-penelitian pendidikan
kurang banyak bermanIaat, karena bersiIat abstrak, teoritis, dan kurang tampak hasilnya di
sekolah. Dalam penelitian-penelitian pendidikan, guru kurang dilibatkan, sering kali guru
diiadikan obyek penelitian, guru yang diteliti tidak pernah mendapat balikan tentang berhasil
tidaknya pembelaiaran yang ia lakukan. Sedangkan Rustam Mundilarto (2004:1) mengemukakan
bahwa PTK adalah sebuah mengemukakan penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya
sendiri dengan ialan merancang, melaksanakan, dan mereIleksikan tindakan secara kolaboratiI
dan partisipatiI dengan tuiuan untuk memperbaiki kinerianya sebagai guru sehingga hasil belaiar
siswa dapat meningkat.

Berdasarkan berbagai deIinisi yang diaiukan oleh berbagai ahli tentang penelitian tindakan (kelas
atau di dalam pendidikan), dapat kita kemukakan bahwa pada dasarnya semua deIinisi tersebut
menyebutkan tentang tindakan yang dilakukan di dalam pembelaiaran, dilakukan oleh guru dan
teman seiawatnya, bertuiuan untuk memperbaiki keputusan dan/atau tindakan yang dilakukan
sebelumnya. Penelitian tindakan dikenal dengan beberapa nama, diantaranya penelitian
participatory, inkuiri kolaborasi, penelitian emansipatory dan action learning , perbedaannya
terletak pada temanya.

Secara sederhana, penelitian tindakan merupakan learning by doing , dimana sekelompok orang
mengindentiIikasi masalah, melakukan sesuatu kegiatan untuk melakukan pemecahan masalah,
mengkaii keberhasilan upaya-upaya mereka, dan iika tidak memuaskan, mereka mencoba
melakukan pemecahaan masalah kembali. ( O'Brien, 1998:2)

Dari berbagai pengertian di atas, maka penelitian tindakan dalam kontek pendidikan dan atau
dalam konteks pembelaiaran dapat dinyatakan sebagai berikut :

Penelitian tindakan dalam konteks pembelaiaran dikenal dengan nama Penelitian Tindakan Kelas
PTK), yaitu suatu upaya dari berbagai pihak terkait, khususnya guru sebagai pengaiar untuk
meningkatkan atau memperbaiki proses belaiar mengaiar ke arah tercapainya tuiuan pendidikan
atau pembelaiaran itu sendiri. Masalah penelitiannya bersumber dari lingkungan kelas yang
dirasakan sendiri oleh guru untuk diperbaiki, dievaluasi, dan akhirnya dibuat suatu keputusan
dan dilaksanakan suatu tindakan untuk memperbaiki masalah yang ditemukan dalam
pembelaiaran tersebut.

Jadi sebenarnya penelitian tindakan itu secara alamiah telah dilaksanakan oleh guru dalam
melaksanakan tugasnya sehari-hari. Namun demikian, hal itu tidak secara otomatis dapat
dikatakan penelitian tindakan, sebab ciri utama penelitian tindakan terletak pada perencanaan
yang matang.
sumber : http://www.p4tkipa.org/
8Ŧ karakter|st|k Þene||t|an 1|ndakan ke|as (Þ1k)

SeLlap penellLlan memlllkl clrlŴclrl LerLenLu vana membedakannva darl penellLlan lalnnvaŦ uarl beberapa
llLeraLur vana sanaaL LerbaLasţ penulls menaldenLlflkasl beberapa karakLerlsLlk ÞenellLlan 1lndakan kelasţ
valLu sebaaal berlkuLŦ

- Masalah vana dlanakaL unLuk dlpecahkan melalul Þ1k harus berasal darl persoalan prakLlk
pembela[aran seharlŴharl vana dlhadapl oleh auruŦ Þermasalahan penellLlan hendaknva berslfaL
konsLekLual dan speslflkŦ

- 1u[uan uLama Þ1k adalah unLuk menlnakaLkan/memperbalkl prakLlkŴprakLlk pembela[aran secara
lanasuna darlpada menahasllkan penaeLahuanŦ

- ÞenellLlan 1lndakan kelas (Þ1k) berllnakup mlkroţ dllakukan dalam llnakup kecllţ blsa saLu kelas aLau
beberapa kelas dl suaLu sekolah LerLenLuţ sehlnaaa Lldak Lerlalu menahlraukan kerepresenLaLlfan
sampelŦ lsLllah sampel dan pupulasl Lldak dlperlukan dalam Þ1k lnlţ karena hasll Þ1k Lldak unLuk
dlaenerallsaslkanŦ

- Pasll Lemuan Þ1k adalah pemahaman mendalam menaenal kehldupan kelasŦ

- ÞenellLlan 1lndakan kelas (Þ1k) berslfaL prakLls dan lanasuna relevan unLuk slLuasl vana akLual dl
dalam dunla ker[a aLau dunla pendldlkanŦ

- Þada Þ1kţ penellLl sebaaal auru LeLap melaksanakan Luaasnva seharlŴharl menaa[ar dl kelas dan auru
sebaaal penellLl dapaL melakukan perubahanŴperubahan aLau pemecahan masalah unLuk perbalkan
aLau penlnakaLan pembela[aranŦ

- ÞenellLlan 1lndakan kelas (Þ1k) Lermasuk [enls penellLlan Lerapan vana mellbaLkan penellLl secara akLlf
mulal darl pembuaLan rancanaan penellLlanţ rencana Llndakanţ sampal pada penerapannva denaan
modlflkasl lnLervensl vana sesual denaan perkembanaan kelasŦ

- ÞenellLlan 1lndakan kelas (Þ1k) berslfaL flekslbel dan adapLlfţ membolehkan penellLl menaadakan
perubahanŴperubahan selama dalam masa penellLlan dan menaorbankan konLrol deml kepenLlnaan
pelaksanaan on Lhe spoL experlmenLaLlon dan lnovaslŦ

- ÞenellLlan 1lndakan kelas (Þ1k) dapaL dllaksanakan secara kolaboraLlfţ valLu ker[a sama anLara Leman
se[awaLţ aLau kepala sekolahţ dan pakar pendldlkanţ unLuk berbaal kepakaran dan aLas pemahaman
Lerhadap keleblhan maslnaŴmaslnaŦ Þ1k dapaL [uaa dllakukan secara lndlvldual (oleh seorana penellLl)ţ
dan aLau dalam benLuk LlmŦ

10ŦÞenellLlan 1lndakan kelas (Þ1k) dllaksanakan denaan lanakahŴlanakah berupa slklus vana slsLemaLlsţ
denaan uruLan darl perencanaanţ pelaksanaan Llndakanţ penaamaLanţ dan reflekslŦ
sumber ť hLLpť//wwwŦp4LklpaŦora/
Ŧ 1u[uan Þene||t|an 1|ndakan ke|as

1u[uan pene||t|an t|ndakan ke|as banyak d|kemukakan o|eh banyak ah||ţ namun berlkuL lnl hanva
beberapa pendapaL vana dlkemukakanŦ Popkln (1993ť44) menaemukakan Lu[uan Þ1k adalah unLukť (1)
memberlkan konLrlbusl Lerhadap pemecahan permasalahan prakLls dan penaembanaan keprofeslan
auru ( LeruLama dalam menerapkan Leorl ke dalam prakLlk menaa[ar)Ť (2) unLuk memberlkan
penaeLahuanţ pemahaman dan wawasan vana akan memberlkan kepekaan kepada auru baaalmana
slswanva bela[ar dalam maLa pela[aran LerLenLuŦ Sedanakan Mc nlff (1992) menaemukakan bahwa
Lu[uan Þ1k adalah unLuk perbalkanŦ kaLa perbalkan dl slnl menaacu dan memlllkl konLeks proses
pembela[aran dl kelasŦ uenaan demlklan Lu[uan uLama darl Þ1k adalah unLuk penlnakaLan dan aLau
perbalkan prakLlk pembela[aran vana seharusnva dllakukan oleh auruŦ

SuvanLo (1996) men[elaskan bahwa Þ1k merupakan salah saLu cara vana sLraLeals baal auru unLuk
menlnakaLkan dlrl aLau memperbalkl lavanan pendldlkan dalam konLeks pembela[aran dl kelasŦ 1u[uan
lnl dapaL Lercapal apablla auru melakukan berbaaal Llndakan alLernaLlf dalam memecahkan berbaaal
persoalan pembela[aran dl kelasŦ 1u[uan lrlnaan darl Þ1k lnl adalah Ler[adlnva proses laLlhan baal auru
dalam [abaLan selama proses penellLlan Llndakan berlanasunaŦ Zalnal Aqlb (2006ť18) menaemukakan
[uaa bahwa Þ1k merupakan cara vana sLraLeals baal auru unLuk memperbalkl lavanan kependldlkan
vana harus dlselenaaarakan dalam konLeks pembela[aran dl kelas dan penlnakaLan kuallLas proaram
sekolah secara keseluruhanŦ uenaan demlklanţ auru akan mendapaLkan banvak penaalaman LenLana
keLerampllan prakLlk pembela[aran ţ dan bukan berLu[uan unLuk mendapaLkan llmu baruŦ
DŦ kegunaan Þene||t|an 1|ndakan ke|as

Apablla auru melaksanakan penellLlan Llndakan kelasţ auru akan banvak memperoleh manfaaLŦ ManfaaL
darl Þ1k anLara laln adalah sebaaal berlkuLŦ


- Inovas| Þembe|a[aran

Curu perlu mencoba menaubahţ menaembanakanţ dan menlnakaLkan aava menaa[arnva aaar la mampu
melahlrkan aava dan model pembela[aran vana sesual denaan LunLuLan kelasnvaŦ SeLlap Lahunţ Curu
akan selalu berhadapan denaan slswa vana berbedaţ karena lLuţ [lka auru melakukan Þ1k vana dlmulal
darl persoalannva sendlrlţ dan menahasllkan pemecahannva sendlrlţ maka secara Lldak lanasuna la Lelah
LerllbaL dalam proses lnovasl pembela[aranŦ

- Þen|ngkatan Þrofes|ona||sme Guru

Mc nlff (1992ť9) menvlmpulkan bahwa dalam Þ1k auru dlLanLana unLuk Lerbuka pada penaalaman dan
prosesŴproses baruŦ uenaan demlklan LlndakanŴLlndakan dalam Þ1k merupakan pendldlkan baal auru
dan secara Lldak lanasuna dapaL menlnakaLkan keprofeslonalan mereka dalam proses pembela[aran dl
kelasŦ

Curu vana profeslonal akan selalu menaka[l dan melakukan penllalan secara krlLls Lerhadap prakLlk
pembela[arannvaŦ Apablla auru mellhaL klner[anva sendlrlţ dan la mereflekslkan apa vana Lelah
dllakukannvaţ lalu la memperbalklnvaţ maka pada akhlrnva auru akan mendapaLkan oLonomlnva secara
profeslonalŦ
«hLLpť//wwwŦp4LklpaŦora/
DŦ kegunaan Þene||t|an 1|ndakan ke|as

Apablla auru melaksanakan penellLlan Llndakan kelasţ auru akan banvak memperoleh manfaaLŦ ManfaaL
darl Þ1k anLara laln adalah sebaaal berlkuLŦ


- Inovas| Þembe|a[aran

Curu perlu mencoba menaubahţ menaembanakanţ dan menlnakaLkan aava menaa[arnva aaar la mampu
melahlrkan aava dan model pembela[aran vana sesual denaan LunLuLan kelasnvaŦ SeLlap Lahunţ Curu
akan selalu berhadapan denaan slswa vana berbedaţ karena lLuţ [lka auru melakukan Þ1k vana dlmulal
darl persoalannva sendlrlţ dan menahasllkan pemecahannva sendlrlţ maka secara Lldak lanasuna la Lelah
LerllbaL dalam proses lnovasl pembela[aranŦ

- Þen|ngkatan Þrofes|ona||sme Guru

Mc nlff (1992ť9) menvlmpulkan bahwa dalam Þ1k auru dlLanLana unLuk Lerbuka pada penaalaman dan
prosesŴproses baruŦ uenaan demlklan LlndakanŴLlndakan dalam Þ1k merupakan pendldlkan baal auru
dan secara Lldak lanasuna dapaL menlnakaLkan keprofeslonalan mereka dalam proses pembela[aran dl
kelasŦCuru vana profeslonal akan selalu menaka[l dan melakukan penllalan secara krlLls Lerhadap prakLlk
pembela[arannvaŦ Apablla auru mellhaL klner[anva sendlrlţ dan la mereflekslkan apa vana Lelah
dllakukannvaţ lalu la memperbalklnvaţ maka pada akhlrnva auru akan mendapaLkan oLonomlnva secara
profeslonalŦ



. Model-model Desain Penelitian Tindakan Kelas
Beberapa ahli mengemukakan model desain PTK, antara lain yang sering digunakan adalah: (1)
Model Kurt Lewin, (2) Model Kemmis dan Mc Taggart, dan (3) Model John Elliot. Namun dari
model-model tersebut pada umumnya memiliki desain yang sama berupa daur spiral dengan tiga
langkah utama, yaitu rencana tindakan. pelaksanaan tindakan. dan refleksi . Model desain PTK
lebih lengkap digambarkan sebagai berikut.
1 Model Desain Kurt Lewin



Bagan 1 Desain PTK Model Lewin (DitaIsirkan Oleh Kemmis)
Sumber: Rochiati Wiriaatmadia (2006:62)
PenaIsiram Kemmis meliputi bahwa penyusunan gagasan atau rencana umum dapat dilakukan
iauh sebelumnya. Reconnaissen, bukan hanya sekadar kegiatan menemukan Iakta di lapangan,
akan tetapi iuga mencakup analisis, dan terus berlaniut pada siklus berikutnya dan bukan hanya
pada siklus awal saia. Implementasi tindakan bukan pekeriaan mudah, karenanya iangan
langsung dievaluasi melainkan dimonitor dahulu sampai langkah mplementasi dilakukan
seoptimal mungkin (Rochiati Wiriaatmadia (2006:63).

2 Model Kemmis dan Mc. Taggart
Model yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Robin Mc. Taggart tidak terlalu berbeda
dengan model Kurt Lewin. Dikatakan demikian karena di dalam satu siklus atau piutaran terdiri
atas empat komponen seperti yang dilaksanakan Lewin. Keempat komponen tersebut adalah : (a)
Perencanaan ( planning) , (b) tindakan ( acting ); (c) Observasi ( observation ), dan (d) reIleksi (
reflection ). Sesudah satu siklus selesai diimplementasikan, khususnya sesudah ada reIleksi,
diikuti dengan adanya perencanaan ulang yang dilaksanakan dalam bentuk siklus tersendiri.
Demikian seterusnya atau dengan beberapa kali siklus. Model Kemmis dan Taggart dapat dilihat
pada Bagan 2.
Kemmis dan Taggart telah melakukan penelitian tindakan kelas, mengenai proses inkuari pada
pelaiaran sains. Ia memIokuskan pada strategi bertanya kepada siswa. Keputusannya timbul dari
pengamatan tahap awal yang menuniukkan bahwa siswa belaiar sains dengan menghaIal bukan
dalam proses inkuari. Dalam diskusi, dipikirkannya cara untuk mendorong siswa berinkuari,
apakah dengan mengubah kurikulum atau mengubah cara bertanya kepada siswa. Akhirnya
diputuskan untuk menyusun strategi bertanya untuk mendorong siswa meniawab pertanyaan.
Semua kegiatan ini dilakukan pada tahap perencanaan. Pada kotak act (tindakan), mulai diaiukan
pertanyaan-pertanyaan kepada siswa untuk mendorong mereka mengatakan apa yang mereka
pahami dan apa yang mereka minati.

Ŧ Þr|ns|pŴpr|ns|p Þe|aksanaan Þene||t|an 1|ndakan ke|as

Popkln (1993ť37Ŵ39)ţ menaemukakan enam prlnslp vana vana harus dlperharLlkan oleh auru [lka la akan
melaksanakan Þ1kţ prlnslpŴprlnslp lLu adalah sebaaal berlkuLŦ

- ÞenellLlan 1lndakan kelas vana akan dllakukan auru hendaknva Lldak menaaanaau Luaas uLama auru
dalam melaksanakan proses bela[ar menaa[arŦ

- MeLode penaumpulan daLa Lldak menvlLa wakLu auruŦ

- MeLodoloal vana dlaunakan harus rellabel unLuk memunaklnkan auru dapaL menaembanakan Þ8M
vana dlLerapkan dl kelas LerLenLuŦ

- Masalah penellLlan vana dlambll hendaknva dapaL dlpecahkan oleh auru dan Lldak Lerlalu kompleksŦ

- Þemecahan masalah hendaknva menaacu pada kebuLuhan auru sebaaal penellLl unLuk memberlkan
perhaLlan pada prosedurŴprosedur dl llnakunaan ker[anvaŦ

- !lka memunaklnkan penellLlan dllakukan unLuk menlnakaLkan upavaŴupava pada pencapalan
Lu[uan/prlorlLas sekolah ke masa depanŦ

Suharslml (2006ť6) menaemukan llma prlnslp dalam melakukan penellLlan Llndakan (aLau Þ1k)ţ valLuť

1Ŧ keg|atan nyata da|am 5|tuas| kut|n

ÞenellLlan 1lndakan kelas dllakukan oleh auru (penellLl) Lanpa menaubah slLuasl ruLlnţ karena kalau
dlubah akan men[adlkan slLuasl bela[ar Lldak wa[arţ oleh karena lLu Þ1k Lldak memerlukan wakLu khususţ
Lldak menaubah [adwal pela[aran vana sudah adaŦ Pal vana dllaksanakan dalam Þ1k adalah vana LerkalL
denaan profesl auruŦ

Ŧ Adanya kesadaran D|r| unuk Memperba|k| k|ner[a

ÞenellLlan 1lndakan kelas dllakukan karena adanva doronaan dan kelnalnan auru unLuk selalu
melakukan perbalkan aLau penlnakaLan dlrl karena menvadarl adanva kekuranaan pada dlrlţ Lldak ada
paksaan darl orana lalnţ LeLapl harus aLas dasar sukarela dan denaan senana haLlŦ

3Ŧ 5WC1 sebaga| dasar berp|[ak

ÞenellLlan Llndakan hendaknva dlmulal darl anallsls kekuaLan S Ŵ( SLrenaLh )ţ kelemahanŴ W (
Weaknesses )ţ kesempaLanŴ C ( CpporLunlLv )ţ dan ancamanŴ 1 ( 1reaLh )Ŧ LmpaL hal LersebuL dlllhaL darl
suduL auru vana melaksanakan dan slswa vana dlkenal LlndakanŦ Curu mellhaL kekuaLan dan kelemahan
vana ada pada dlrl sebaaal penellLl dan sub[ek Llndakan dlldenLlflkasl denaan cermaL sebelum
menaldenLlflkasl vana lalnŦ Sedanakan kesempaLan dan acaman dlldenLlflkasl darl luar dlrl auru dan
slswa apakah ada reslkoŴreslko vana akan dlhadapl [lka penellLlan dllakukanŦ

4Ŧ Upaya mp|r|k dan 5|stemat|k

Þrlnslp lnl merupakan penerapan darl prlnslp keLlaaţ denaan Lelah melakukan SWC1 berarLl sudah
melakukan prlnslp emplrlk (LerkalL denaan penaalaman) dan slsLemaLlkţ berpl[ak pada unsurŴunsur vana
LerkalL denaan keseluruhan slsLem pembela[aran (ob[ek vana sedana dlaarap)Ŧ

5Ŧ 5MAk1

keLlka auru menvusun rencana Llndakanţ hendaknva menalnaaL hal Ŵhal vana Lerkanduna dalam SMA81ţ
S Ŵspeslflkť khususţ permasalahan Lldak Lerlalu umumŤ MŴ manaaable ţ dapaL dlkelolaţ dllaksanakanŦ
ÞenellLlan Llndakan kelas hendaknva Lldak sullLţ balk dalam menenLukan lokaslţ menaumpulkan hasllţ
menaorekslţ aLau kesullLan dalam benLuk lalnŤ A Ŵ AccepLable Ť arLlnva dapaL dlLerlmaţ dalam konLeks lnl
dapaL dlLerlma oleh sub[ek vana dlkenal Llndakanţ arLlnva slswa Lldak menaeluh aaraŴaara auru
memberlkan LlndakanŴLlndakan LerLenLu dan [uaa llnakunaan Lldak LeraanaauŦ 8 Ŵ 8eallsLlc ţ operaslonalţ
Lldak dl luar [anakauanŦ ÞenellLlan Llndakan kelas Lldak menvlmpana darl kenvaLaan dan [elas
bermanfaaL baal dlrl auru dan slswaŦ 1 Ŵ 1lmeŴbound ţ dllkaL oleh wakLuţ Lerencanaţ arLlnva LlndakanŴ
Llndakan vana dllakukan Lerhadap slswa sudah LerLenLu [anaka wakLunvaŦ 8aLasan wakLu lnl penLlna
aaar auru menaeLahul beLuk hasll vana dlberlkan kepada slswanvaŦ
«hLLpť//wwwŦp4LklpaŦora/

Bagan 2 Desain PTK Model Menurut Kemmis dan Taggart
Sumber: Hopkins (1993:48) dan Zainal Aqib (2006:23)
Pada kotak observasi, pertanyaan-pertanyaan dan iawaban-iawaban siswa dicatat atau direkam
untuk melihat apa yang sedang teriadi. Pengamat iuga mencatat dalam buku hariannya. Dalam
kotak reIleksi, ternyata kontrol kelas yang terlalu ketat menyebabkan tanya iawab kurang lancar
dilaksanakan, sehingga tidak mencapai hasil yang baik dan perlu diperbaiki.
Pada siklus berikutnya, perencanaan direvisi dengan memodiIikasi dalam bentuk mengurangi
pertanyaan-pertanyaan guru yang bersiIat mengontrol siswa, agar strategi bertanya dapat
berlangsung dengan baik. Pada tahap tindakan siklus kedua hal itu dilakukan. Pelaksanaannya
dicatat dan direkam untuk melihat pengaruhnya terhadap perilaku siswa. Pada tahap reIleksi,
ternyata siswa sulit dikendalikan. Kemmis merenung, apakah pelaiaran dilaniutkan dengan
probing atau menggunakan teknik lain. Demikian permasalahan laniutan teriadi, dan seterusnya
harus kembali pada perencanaan.

3 Model 1ohn Elliot
Model Elliot tampak lebih rinci iika dibandingkan dengan kedua model yang telah dikemukan di
atas. Dikatakan lebih rinci, karena di dalam setiap siklus dimungkinkan terdiri dari beberapa
tindakan, yaitu antara tiga sampai lima tindakan. Sementara itu setiap tindakan kemungkinan
terdiri atas beberapa langkah yang terealisasi dalam bentuk kegiatan pembelaiaran.


Bagan 3 Desain PTK Model Jhon Elliot
Sumber Hopkins (1993:49)
Dari ketiga model yang telah dipaparkan, pada dasarnya dalam PTK terdapat empat tahapan
penting, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) reIleksi. Ke
empat tahapan tersebut dapat dilihat pada bagan 4 berikut.

Bagan 4 Desain Penelitian Kelas Secara Umum

Dari desain yang dilukiskan pada bagan 4 di atas tampak bahwa penelitian kelas merupakan
proses perbaikan secara terus menerus dari suatu tindakan yang masih mengandung kelemahan
sebagaimana hasil reIleksi menuiu ke arah yang semakin sempurna. Penielasan pada masing-
masing tahapan adalah sebagai berikut.
a Refleksi Awal
ReIleksi awal dilakukan oleh peneliti berkolaborasi dengan partisipan (teman seiawat atau dari
praktisi lain) mencari inIormasi untuk mengenali dan mengetahui kondisi awal dari
permasalahan yang akan dicari solusinya. ReIleksi awal dapat dilakukan dengan cara menelaah
kekuatan atau kelemahan dari suatu proses pembelaiaran yang telah dilakukan baik dari aspek
diri sendiri, siswa, sarana belaiar atau sumber/lingkungan belaiar. Dari temuan-temuan awal,
diIokuskan pada identiIikasi masalah yang nyata, ielas dan mendesak untuk dicari solusinya.
Sebagai contoh, misalnya Anda telah mengaiarkan kegiatan rancang bangun di SD pada siswa
kelas 4 untuk menerapkan konsep perubahan energi. Setelah pembelaiaran dilaksanakan ternyata,
siswa sulit melakukan kegiatan perancangan suatu karya tersebut. Dalam hal ini, Anda dapat
menelusuri beberapa penyebab kesulitan siswa dalam melakukan perancangan alat, melakukan
pengkaiian terhadap alur pbm yang sudah dilakukan, sarana yang diperlukan, alokasi waktu, atau
pengetahuan dan keterampilan prasyarat yang diperlukan siswa.
b !erencanaan 1indakan (planning)
Dalam tahap ini, peneliti menielaskan tentang apa, mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan
bagaimana tindakan yang akan dilakukan. Apabila peneliti telah yakin terhadap kebenaran
rumusan masalah, maka selaniutnya adalah menyusun rencana tindakan yang meliputi :
· Penetapan bukti atau indikator untuk mengukur tingkat ketercapaian pemecahan masalah
sebagai akibat dilakukannya tindakan;
· Penetapan skenario tindakan-tindakan yang diharapkan dapat menghasilkan dampak ke arah
perbaikkan program;
· Perencanaan metode dan alat untuk mengamati dan merekam/mendokumentasikan semua data
tentang pelaksanaan tindakan; dan
· Perencanaan metode dan teknik pengolahan data sesuai dengan siIat dan kepentingan
penelitian.
c !elaksanaan 1indakan
Tahap ini merupakan implementasi atau penerapan isi rencana, yaitu melakukan tindakan-
tindakan sesuai dengan langkah-langkah tindakan yang telah direncanakan pada tahap
perancangan. Skenario tindakan yang telah direncanakan dilaksanakan dalam situasi yang aktual.
Dalam waktu yang sama peneliti melakukan pengamatan dan interpretasi terhadap ialannya
pelaksanaan tindakan itu.
d -servasi
Observasi dilakukan untuk mengetahui seiauh mana pelaksanaan tindakan sesuai dengan rencana
yang telah disusun sebelumnya, dan seberapa iauh proses yang teriadi dapat diharapkan menuiu
sasaran yang diharapkan. Sebenarnya observasi atau pengamatan tidak terpisah dengan
pelaksanaan tindakan. Jadi observasi dan pelaksanaan dilakukan dalam waktu bersamaan.
e. Refleksi dan evaluasi
ReIleksi merupakan kegiatan analisis, sintesis, interpretasi, dan eksplanasi terhadap semua
inIormasi yang diperoleh dari pelaksanaan tindakan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan
suatu kriteria, misalnya kriteria eIektivitas pengaiaran mempunyai indikator penggunaan waktu,
biaya, tenaga, dan pencapaian hasil. Evaluasi dapat dilakukan secara kualitatiI atau kuantitatiI.
Pada tahapan reIleksi dilakukan analisis data yang diperoleh dari dampak pelaksanaan tindakan
dan hambatan yang muncul dan didiskusikan rencana berikutnya untuk memperbaiki hal-hal
yang masih kurang.
Setelah melakukan observasi, reIleksi, dan evaluasi biasanya muncul permasalahan baru atau
pemikiran baru, sehingga peneliti merasa perlu melakukan perencanaan ulang, tindakan ulang,
pengamatan ulang, dan reIleksi ulang. Demikian langkah-langkah kegiatan PTK dalam siklus
terus berulang, sehingga membentuk siklus kedua, ketiga, dan seterusnya.
(http://www.p4tkipa.org/

GŦ LangkahŴLangkah Þene||t|an ke|as

ÞenellLlan kelas dllakukan denaan lanakahŴlanakah sebaaal berlkuL ť

- ldenLlflkasl Masalah Ŧ ullakukan pada Lahap observasl awal Lerhadap suaLu kasus aLau keadaan
pembela[aran dl kelasŦ

- Þerumusan Masalah Ŧ Merumuskan apa vana seklranva memerlukan perbalkan aLau vana munakln
dlkembanakan sebaaal keLerampllan baru denaan cara penvelesalan vana baruŦ

- Þerumusan 1u[uan Ŧ 1u[uan penellLlan dlLeLapkan berdasarkan masalah vana dlrumuskanŦ

- Þenelaahan kepusLakaan aLau ka[lan 1eorl Ŧ Þenelaahan kepusLakaan dllakukan unLuk menaeLahul
apakah orana laln Lelah mempunval masalah vana sama aLau Lelah mencapal Lu[uan seperLl vana Lelah
dlrumuskanŦ Þada baalan lnl dluralkan LeorlŴLeorl vana mendukuna menaapa penellLlan dllakukanŦ

- Þerumusan PlpoLesls1lndakan (Lldak selalu adaţ blsa dlaanLl denaan perLanvaan penellLlan) Ŧ

- ÞeneLapan LanakahŴLanakah Þenaambllan uaLa Ŧ 8erupa prosedur aLau Leknlk vana memuaL halŴhal
apa vana akan dllakukan unLuk memperoleh daLaţ mlsalnva observaslţ wawancaraţ kueslonerţ dan
sekallaus menvusun lnsLrumen vana dlperlukannvaŦ

- ÞeneLapan LanakahŴLanakah Þenaolahan uaLa Ŧ 8erupa prosedur aLau Leknlk vana berlsl lanakah apa
vana akan dllakukan unLuk menaolah daLa lLuţ mlsalnva dlmulal darl penaelompokan daLa berdasarkan
[enlsnvaţ menauruLkannvaţ [uaa Lermasuk meneLapkan Leknlk apa vana akan dlaunakan unLuk
menaolahnvaŦ !uaaţ dlLeLapkan apakah penaolahannva secara kuallLaLlf aLau kuanLlLaLlfŦ

- Þenaumpulan uaLa Ŧ Þada Lahap lnl blasanva penellLl melakukan halŴhal seperLl pembela[ranţ
observaslţ wawancaraţ aLau kealaLan lalnnva sesual denaan lanakah penaambllan daLa vana Lelah
dlLeLapkan sebelumnvaŦ

- Þenaolahan dan Þenaanallslsan uaLa Ŧ Þada Lahap lnl penellLl mulal menaolah daLa sesual denaan
lanakahŴlanakah vana Lelah dlLeLapkan pada peneLapan lanakah penaolahan daLa (baalan a dl aLas)Ŧ uaLa
dlsorLlrţ dlLabelkanţ dlbuaL araflknvaţ aLau dlmasukkan pada rumusŴrumusţ kemudlan daLa hasll
penaolahannva dlanallslsţ dlLafslrkanţ dan akhlrnva dlslmpulkanŦ

- Þenullsan Laporan ÞenellLlan Ŧ Þada Lahap lnl penellLl menvusun laporan penellLlan denaan formaL
vana sesual denaan lanakahŴlanakah penellLlan vana Lelah dlLempuhŦ
Penyusunan Proposal / Usulan Penelitian Tindakan Kelas
Sabtu. 30 Oktober 2010
A. Penyusunan Proposal / Usulan Penelitian Tindakan Kelas
Keria penelitian dimulai dengan membuat rencana. Rencana penelitian umumnya disebut
proposal atau usulan penelitian. Dengan demikian usulan penelitian merupakan langkah pertama
dari keria penelitian. Pada umumnya proposal PTK terdiri atas komponen-komponen berikut.
1. 1udul PTK
Judul dinyatakan dengan kalimat sederhana, namun tampak ielas maksud tindakan yang akan
dilakukan dan di mana penelitian dilaksanakan, iika diperlukan cantumkan semester/tahun
aiaran.
Berikut contoh iudul PTK:
· Penggunaan Model Pembelaiaran Sains-Teknologi-
Masyarakat Untuk Melatihkan Keterampilan Teknologi Pada
Kegiatan Rancang Bangun Karya Listrik di Kelas V SD.
· Penggunaan Alat Peraga APIUK Untuk Meningkatkan
Hasil Belaiar Siswa Dalam Pembelaiaran Lambang Unsur
dan Rumus Kimia di Kelas VII Semester 1 SMP.
· Penerapan Model Pembelaiaran Berbasis Masalah Untuk
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Pada Siswa
Kelas XI Mata Pelaiaran Biologi.
· Peningkatan Keterampilan MenginIer dan
Menginterpretasikan Data Dalam Pelaiaran IPA di SMP Pada
Topik Perpindahan Energi Dengan Model Pembelaiaran
InduktiI.
2. Bab Pendahuluan
Bagian pendahuluan berisikan tentang penielasan:
a Latar belakang
Dalam latar belakang diielaskan kondisi obiektiI yang mengharuskan dilaksanakannya PTK.
Kondisi ini merupakan hasil identiIikasi guru terhadap masalah pembelaiaran yang dilaksanakan.
Masalah yang diteliti benar-benar masalah pembelaiaran yang teriadi dan mendesak untuk
dipecahkan, serta dapat dilaksanakan ditiniau dari ketersedian waktu, biaya, daya dukung lainnya
yang dapat memperlancar penelitian tersebut. Di samping itu, kemukakan kondisi pembelaiaran
yang seharusnya dilakukan dan kondisi yang ada sehingga ielas terdapat keseniangan yang
merupakan masalah yang menuntut untuk dicari solusinya melalui PTK. Secara garis besar
dikemukakan iuga tindakan yang akan dilakukan pada subiek pelaku tindakan dan menielaskan
mengapa tindakan tersebut diberikan. Pada bagian pendahuluan, penulis boleh sedikit
menyinggung teori yang melandasi diaiukannya ide atau gagasan untuk mengatasi masalah.
b Perumusan Masalah
Rumuskan masalah dalam bentuk rumusan penelitian tindakan kelas. Dalam perumusan masalah
dapat diielaskan deIinisi asumsi, dan lingkup yang meniadi batasan penelitian. Rumusan masalah
sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengaiukan alternatiI tindakan yang akan
dilakukan.
Contoh rumusan masalah:
1udul PTK Rumusan Masalah
Penggunaan Model
Pembelaiaran Sains-Teknologi-
Masyarakat Untuk Melatihkan
Keterampilan Teknologi Pada
Kegiatan Rancang Bangun
Karya/Alat Listrik di Kelas V
SD.
Apakah penerapan Model Pembelaiaran
Sains-Teknologi-Masyarakat dapat
melatihkan keterampilan teknologi pada
kegiatan rancang bangun karya/ Alat Listrik
pada siswa kelas V SD?
Penggunaan Alat Peraga
APIUK Untuk Meningkatkan
Hasil Belaiar Siswa Dalam
Pembelaiaran Lambang Unsur
dan Rumus Kimia di Kelas VII
Semester 1 SMP
Apakah penggunaan Alat Peraga APIUK
dapat meningkatkan hasil belaiar siswa dalam
pembelaiaran Lambang Unsur dan Rumus
Kimia di Kelas VII Semester 1 SMP?
Peningkatan Keterampilan
MenginIer dan Menginter-
pretasikan Data D alam
Pelaiaran IPA di SMP Pada
Topik Perpindahan Energi
Bagaimanakah cara meningkatkan
keterampilan siswa dalam menginIer dan
menginterpretasikan data pada topik
Perpindahan Energi melalui model
Pembelaiaran InduktiI?
Dengan Model Pembelaiaran
InduktiI.
Pada awalnya, mengidentiIikasi masalah adalah sulit, namun ada beberapa pertanyaan yang
dapat membantu kita dalam mengidentiIikasi masalah PTK. Hopkins (1993:63) mengemukakan
beberapa pertanyaan untuk membantu memIokuskan permasalahan, yaitu:
· Apa yang sekarang sedang teriadi?
· Apakah yang sedang berlangsung itu mengandung permasalahan?
· Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasinya?
· Apakah yang ingin saya perbaiki?
· Adakah gagasan yang ingin saya cobakan di kelas saya?
Setelah terindentiIikasi Iokus masalah PTK, untuk membantu menentukan masalah yang akan
dipilih, iawablah pertanyaan berikut:
· Apakah dengan Iokus tersebut anda dapat memperbaikinya?
· Apakah orang lain iuga merasakan hal yang kurang beres itu?
· Apakah anda merasa kebingungan dengan apa yang ditemukan?
· Apakah anda semakin terdorong untuk mencari solusi untuk permasalahan itu?
Rumusan masalah hendaknya iuga memberikan inIormasi tentang at (apa yang
dipermasalahkan; o( siapa yang terlibat sebagai obiek masalah); ere (dimana teriadinya
masalah); when (kapan teriadinya masalah); dan o (bagaimana penyimpangan).
Berikut ini contoh masalah yang bersiIat umum:
Minat belaiar siswa terhadap pelaiaran IPA rendah
Dari masalah yang bersiIat umum di atas, dapat dispesiIikkan sebagai berikut:
Lebih dari 70° minat dan aktivitas siswa kelas VII SMP SEDEC Bandung pada tahun 2007
terhadap pelaiaran IPA rendah.
Dari masalah di atas dapat ditelusuri hal-hal berikut:
· Apa yang meniadi masalah? ( 2inat dan aktivitas sisa teradap pelaiaran IPA )
· Siapa yang mengalami masalah? ( sisa kelas JII)
· Di mana masalah itu teriadi? ( di kelas JII SMP SEDEC Bandung)
· Kapan masalah itu teriadi? ( taun 2007)
· Berapa banyak siswa yang mengalami masalah? ( lebi dari 70º)

c Pemecahan Masalah
Pada bagian ini uraikan alternatiI tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah.
Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk meniawab masalah yang diteliti hendaknya sesuai
dengan kaidah penelitian tindakan kelas. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan pada
akar penyebab permasalahan dalam bentuk tindakan yang ielas dan terarah.
Untuk mencari akar penyebab timbulnya masalah dapat ditelaah dengan meniawab beberapa
pertanyaan, misalnya:
· Bagaimanakah suasana belaiar siswa dalam pelaiaran IPA?
· Apakah metode/pendekatan/model pembelaiaran yang digunakan guru menarik?
· Apakah pembahasan mata pelaiaran IPA menyentuh lingkungan siswa sehari-hari?
Dengan meniawab beberapa pertanyaan yang diduga meniadi akar masalah, anda dapat
menentukan alternatiI pemecahan masalah.

d Tujuan penelitian
Tuiuan penelitian merupakan proses yang akan dilakukan atau kondisi yang dinginkan setelah
dilaksanakannya PTK. Tuliskan tuiuan penelitian yang ingin dicapai secara singkat dan ielas
dengan mengacu pada permasalahan penelitian dan dapat diukur tingkat pencapaian
keberhasilannya.
Contoh:
1udul Permasalahan Tujuan
Penggunaan Model
Pembelaiaran Sains-
Teknologi-
Masyarakat Untuk
Melatihkan
Keterampilan
Teknologi Pada
Kegiatan Rancang
Bangun Karya/Alat
Listrik di Kelas V
SD.
Apakah penerapan
Model
Pembelaiaran
Sains-Teknologi-
Masyarakat (STM)
dapat melatihkan
keterampilan
teknologi pada
kegiatan rancang
bangun karya/ Alat
Listrik pada siswa
kelas V SD?
Ingin mengetahui:
· Keterlaksanaan
model pembelaiaran
STM dalam
melatihkan
keterampilan
teknologi pada
kegiatan rancang
bangun karya/ Alat
Listrik pada siswa
kelas V SD.
· Keterampilan-
keterampilan
teknologi apa saia
yang muncul dan
dapat dilatihkan pada
pembelaiaran rancang
bangun karya Listrik
di SD kelas VI dengan
model pembelaiaran
STM
Penggunaan Alat
Peraga APIUK
Untuk Mening-
katkan Hasil Belaiar
Siswa Dalam
Pembelaiaran
Lambang Unsur dan
Rumus Kimia di
Kelas VII Semester 1
SMP
Apakah
penggunaan Alat
Peraga APIUK
dapat meningkatkan
hasil belaiar siswa
dalam pembelaiaran
Lambang Unsur dan
Rumus Kimia di
Kelas VII Semester
1 SMP?
· Ingin mengetahui
seberapa tinggi hasil
penguasaan siswa
terhadap materi
lambang unsur dan
rumus kimia dengan
menggunakan alat
peraga APIUK.
· Ingin memperoleh
pendapat (kesan dan
respon) siswa tentang
pelaksanaan pembela-
iaran lambang unsur
dan rumus kimia
dengan menggunakan
alat peraga APIUK
Peningkatan
Keterampilan
MenginIer dan
Bagaimanakah cara
meningkatkan
keterampilan siswa
· Meningkatkan
keterampilan siswa
dalam menginIer dan
Menginterpretasikan
Data Dalam
Pelaiaran IPA di
SMP Pada Topik
Perpindahan Energi
Dengan Model
Pembelaiaran
InduktiI.
dalam menginIer
dan
menginterpretasikan
data pada topik
Perpindahan Energi
melalui model
Pembelaiaran
InduktiI?
menginterpretasikan
data
· Meningkatkan hasil
belaiar siswa

e Manfaat Hasil penelitian
Pada bagian ini uraikan kontribusi hasil penelitian baik dari segi pengembangan teori (tapi tidak
terlalu ambisius) dan praktik terhadap pengembangan kualitas pembelaiaran sehingga tampak
manIaatnya bagi guru dan siswa, maupun komponen pendidikan di sekolah lainnya. Kemukakan
inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini.

3. Kajian Teori/Kajian Pustaka
Pada bagian ini diuraikan dengan ielas kaiian-kaiian teori yang mendukung permasalahan yang
dibahas dalam penelitian dan mendasari usulan proposal PTK. Di samping teori-teori yang
relevan dengan masalah yang akan dicari solusinya, kemukakan iuga temuan dan atau
hasil/bahan penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan
yang dikemukakan. Kaiian pustaka iuga digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau
konsep yang akan dgunakan dalam penelitian.

4. Metode Penelitian (Rencana dan Prosedur Penelitian)
Pada bagian ini diuraikan secara ielas seting penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan subiek
penelitian, waktu, lamanya tindakan, serta lokasi penelitian secara ielas . Contoh: subiek
penelitian adalah siswa kelas VI SDN 58 Bandung beriumlah 40 orang terdiri atas 20 orang
siswa laki-laki dan 20 orang siswa perempuan dengan tingkat kemampuan siswa rata-rata.
Penelitian akan dilakukan pada bulan Januari s. d April tahun 2007.
Prosedur atau rencana tindakan dituliskan secara rinci mulai dari perencanaan, pelaksanaan
tindakan, observasi, dan reIleksi serta evaluasi. Tuniukkan siklus-siklus kegiatan penelitian
dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai setiap siklus sebelum pindah ke siklus
berikutnya. Jumlah siklus sebaiknya lebih dari satu. Untuk dapat membantu menyusun bagian
ini, disarankan untuk menuliskan pokok-pokok rencana kegiatan dalam suatu tabel. Contohnya
sebagai berikut.
Contoh Pokok-pokok Rencana Kegiatan
Siklus I
ReIleksi awal


Perencanaan
· Menganalisis hasil pembelaiaran dengan pada topik tertentu
· IdentiIikasi masalah yang teriadi , menyusun hipotesis
tindakan
· Mendiskusikan apa yang harus disiapkan
· Merencanakan pembelaiaran yang akan diterapkan dalam
PBM
· Menentukan materi pokok
· Mengembangkan skenario pembelaiaran dengan model
pembelaiaran
· Menyusun LKS
· Menyiapkan sumber belaiar
· Mengembangkan Iormat/instrumen evaluasi
· Mengembangkan Iormat observasi
Tindakan · Menerapkan tindakan mengacu pada skenario pembelaiaran
Observasi · Melakukan observasi dengan menggunakan Iormat
observasi
· Menilai hasil tindakan
ReIleksi · Melakukan evaluasi dari setiap macam tindakan yang telah
dilakukan
· Mendiskusikan hasil evaluasi
· Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi

Siklus II
Perencanaan · IdentiIikasi masalah yang muncul dari perlakuan pada siklus
1
· Penetapan alternatiI pemecahan masalah
· Pengembangan program tindakan II
Tindakan · Pelaksanaan program tindakan II
Observasi · Melakukan observasi terhadap pelaksanaan program
tindakan II dengan menggunakan Iormat observasi
· Menilai hasil tindakan
ReIleksi · Melakukan evaluasi dari setiap macam program tindakan II
yang telah dilakukan
· Mendiskusikan hasil evaluasi

Siklus berikutnya dst Dst

Sumber: Suhardiono: (2006: 70-71)
Di dalam bagian metodologi iuga diuraikan prosedur pengumpulan data yang mencakup teknik
pengumpulan data (apakah menggunakan teknik wawancara, tes, dokumen, observasi, dll),
instrumen yang digunakan, serta cara mengolah data.

. 1adwal penelitian
Pada bagian ini diielaskan rencana iadwal penelitian yang meliputi perencanaan, persiapan,
pelaksanaan, dan penyusunan laporan hasil penelitian. Umumnya iadwal penelitian disaiikan
dalam bentuk gambar diagram atau tabel.
Tabel 3.1 Contoh Jadwal Penelitian
No Rencana Kegiatan
Waktu (minggu ke)
1 2 3 4 5 6
1. Persiapan
Menyusun perangkat pembelaiaran
Menyiapkan alat dan bahan
Menyusun instrumen
2 Pelaksanaan
Menyiapkan kelas
Melakukan tindakan siklus 1
Melakukan tindakan siklus II
3 Penyusunan Laporan
Menyusun konsep laporan
Seminar Hasil penelitian
Perbaikan laporan
Penggandaan laporan
Pelaporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas
Sabtu. 30 Oktober 2010
B. Pelaporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas
Terdapat berbagai sistematika pelaporan hasil penelitian tindakan kelas, namun dalam bagian ini
hanya satu model yang akan dikemukakan. Sistematika pelaporan hasil PTK, salah satu di
antaranya adalah sebagai berikut.
1. Lembar Judul Penelitian
2. Lembar Identitas dan Pengesahan
3. Abstrak
4. DaItar Isi
5. DaItar Tabel
6. DaItar Gambar
7. DaItar Bagan
8. DaItar Lampiran
9. Bab I: Pendahuluan
10. Bab II: Kaiian Pustaka
11. Bab III: Pelaksanaan Penelitian
12. Bab IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan
13. Bab V: Kesimpulan dan Saran
14. DaItar Pusataka
LaLlhan soal lÞA
1Ŧ 8erlkuL lnl adalah slkap llmlah vana harus dlmlllkl seorana penellLlţ kecuallŧŧŧŦ
aŦ 8asa lnaln Lahu
bŦ !u[ur
cŦ CbvekLlf
dŦ Sub[ekLlf
2Ŧ SuaLu proses unLuk menaenal sesuaLu denaan [alan memperhaLlkan suaLu obvek
darl perlsLlwa dlsebuL ŧŧŧŦ
aŦ MellhaL
bŦ Mendenaar
cŦ Meraba
dŦ Menaukur
3. Uzumaki mengamati tanaman kemudian mendeskripsikannya, yaitu semak dan
berdaun maiemuk dengan tepi daun bergerigi. Hasil pengamatan Uzumaki di atas
disebut....
aŦ PlpoLesls
bŦ uaLa kuallLaLlf
cŦ uaLa kuanLlLaLlf
dŦ lnferensl
4Ŧ uaLa hasll penaamaLan vana dllakukan oleh seorana slswa sebaaal berlkuL!
Lama Þerendaman
ÞersenLase 8l[l vana 8erkecambah
0 harl
0 Ʒ
1 harl
36 Ʒ
2 harl
78 Ʒ
3 harl
80 Ʒ
4 harl
70 Ʒ
3 harl
38 Ʒ
Kesimpulan dai hari pengamatan tersebut adalah ....
a. Makin lama perendaman, makin banyak biii yang berkecambah
b. Makin lama perendaman, makin sedikit biii yang berkecambah
c. Perendaman selama 3 hari menghasilkan perkecambahan yang optimal
d. Perendaman biii tidak mempengaruhi perkecambahan
5. Fungsi utama mikroskop adalah ....
aŦ Memperlndah ob[ek
bŦ Menaubah ob[ek
cŦ Memperbesar ob[ek
dŦ MenenLukan benLuk ob[ek
6Ŧ 8aalan vana berfunasl sebaaal penaumpul cahava keLlka cahava kurana Lerana
pada mlkroskop adalah ŧŧŧŦ
aŦ Lensa okuler
bŦ Cermln daLar
cŦ Cermln cekuna
dŦ ulafraama
7Ŧ ÞenaaLur [umlah cahava vana dlperlukan dalam penaamaLan dl bawah mlkroskop
dlsebuL ŧŧŧŦ
aŦ 8evolver
bŦ 1ubus
cŦ ulafraama
dŦ Cermln
8. Perhatikan urutan penggunaan mikroskop berikut!
1. Menemukan lapangan pandang
2. Mengatur Iokus dengan perbesaran kuat
3. Mengatur posisi mikroskop untuk disimpan
4. Mengatur Iokus dengan perbesaran lemah
DruLan vana benar adalah ŧŧŧŦ
a. 1-2-3-4 b. 1-3-2-4 c. 1-3-4-2 d. 1-4-2-4
9. Berikut ini aspek keselamatan keria ....
a. Ceroboh dalam bekeria
b. Memahami Iungsi dan ienis alat yang digunakan
c. Mengabaikan prosedur keria
d. Menganggap remeh hal-hal yang dapat menimbulkan kecelakaan dan cara
menanaaulanalnva
10ŦSlmbol dlsamplna lnl merupakan Landa keselamaLan ker[a ŧŧŧŦ
aŦ kullL
bŦ 8acun
cŦ Apl
dŦ ZaL klmla
11Ŧ!lka Dchlha lnaln menaambll zaL sebanvak 20 mlţ maka alaL vana dlaunakan adalah
ŧŧŧŦ
aŦ 1lmbanaan
bŦ 8ureL
cŦ Celas ukur
dŦ ÞlpeL LeLes
12ŦCambar berlkuL adalah ŧŧŧŦ
aŦ Celas beker
bŦ 1abuna reaksl
cŦ 8ak Labuna reaksl
dŦ Labu Lrlenmever
13ŦSalah saLu clrlŴclrl makhluk hldup adalah ŧŧŧŦ
aŦ Melahlrkan anak
bŦ Memerlukan suhu LerLenLu
cŦ Memerlukan karbon dlokslda
dŦ Menaeluarkan okslaen
14ŦÞerhaLlkan aambar berlkuL!
Clrl makhluk hldup vana Lampak pada aambar dlaLas adalah ŧŧŧŦ
aŦ Memerlukan eneral
bŦ Þeka Lerhadap ranasana
cŦ 8eraerak bebas
dŦ Mampu berkembana blak
13ŦÞenaeluaran zaL slsl darl dalam Lubuh dlsebuL ŧŧŧŦ
aŦ Lksresl
bŦ Sekresl
cŦ 8esplrasl
dŦ Cksldasl
16ŦÞernapasan adalah suaLu proses vana ŧŧŧŦ
aŦ Menahasllkan eneral
bŦ Menahasllkan amllum
cŦ Memerlukan CC2
dŦ Menahasllkan C6P12C6
17.KlasiIikasi makhluk hidup bertuiuan untuk ....
a. Memberi nama untuk setiap makhluk hidup
b. Menentukan habitat asli suatu ienis makhluk hidup

9,3:3,,-3,907,/,557,9,32070,,:,3 /,3203.59,,33:3,3,3 0-/3,28/,3203,7/,,257,9502-0,,7,3   03  /,,2453  203,9,,3/013850309,393/,,380-,,9,9,,5 574808857,9039,3  50703.,3,,3,3205:950309,3503/,::,3 70.433,88,3.0   503,2-,393/,,3 /,3  503,2-,3/,9, 1,.9
13/3 9039,3,893/,,3,3 /,:,3 $0/,3,3470  203,9,,350309,393/,,3207:5,,3574808,3 /,:,34057,98/,,2:8,,3,:39:20250,,72,8,,,3/902:3,/,,2 20,8,3,,39:,880.,7,2,:39:502-2-3,3 507-,,3 /,35030;,:,8,3 05:9:8,3/,393/,,33, .2,3  207:2:8,350309,393/,,3/,,2503//,3 80-,,89:/,3/,:,3902,380,,9/804,80-,,,8/,7,9;9,8,3 /,:,33,:39:202507-,503,,7,3 ,4:3  203,9,,3-,,50309,3 93/,,3,/,,.,7,,3203,7 1,3. :39:203,,20250,,7, 
,,3907,// /,,2804,/,3203039:,3.,7,202-:,98:,8,3,203,/0--, ,77/,30228  20303,,389,/:.,943,.943#080,7. ,380,3:93,/03,/03,3 3,2,,887442.943#080,. #

3 $0/..39.703./013890780-:9 2030-:9.5073. 803/7/03.3 0.340-07-.9039./..8.502-0../. -079::..3 -.9-.2:3/.794   20302:.3-07-.8.8 $0.80-:..9.3207.9.2502-0..380.3#:89.83.3.3%3/.3%3/.32070108.3907.3.70.3:39:202507-.3503//.9..99.3:39:202507-.3.3/.8  !0309..-897.3-./...30.3/.3/9099/.8.3 0.3 /.3.3-07.91 /.:.-0781.380.393/.3.393/..../.:7: /.82:3.2..3.393/.350/:.3 :7::7..250309..20..3/.83..350309.3 :7..5. .92033.8..73.:..350309.9.4.3-.7.8-0.350309503//..3//.:.:80-.7.3/-.3 :7:.2503//.91/03.20302:.5.39039.34-050309.80-.203/..7.:.3...9   07/.3/.3 /.9 .307.02:./0138.3 /./.8 9/.39039.7.52. 904798 /.35..7 88.3...!0309.3./.3 8073.3.:.3 50309.50:7.05:9:8.3 902.31./.340:7:/.25.3 50309.340:7:/0.3../ 804. 2.5.350309.!%.5.8 .3.3503//...8907.39::....3.802:.2:7://.93..3:7.:7:803.3 20.3/.7985.-072..-47..://.8.

9..393/.9/.5..8.8 50309..203.2..3. :5. /.3. !0309.9/3.80/07..9::.:.385.9.30.3/..9::5..9:8:. 20.7203.3/.3207:5.8.32.8.82.3.7-07-.3../.9...   $0.9.8.9 :8:83.7.-47.39.32.3 80-0:23.3/.3/.33.3 2070..800425447..7.3.393/.:.243908502-0./03.:..5..50309.24390503//../.3/03.5..902.3808:.3. /.3 2033/0391...7:39: 2033..7.   703    .30..-07:9  !0309.393/.380-..9430.393/.35020.503079.8 2.. 20.3...7-07-.3 ..3.3/.9.5..3:5.202:.3:39:20.243908502-0.3.2070...3/..33..79.9:0.3.574808-0.3...5.3-0-07.907.2.35020.02-.70.:7:80-.4-.8 !% .3503//.302.3%3/.0-07..3 5.:93/. 90709...9.503.: /.7.7../03..8.  203.:202507-.733-/43 /2.:.947/.50309.733 507-0/.5.3/03.!0309.907.9.947 3:74. 50309.

.9:9/.50309..-..9.8..80.3:39:202507-.8.3/902:.8.38:.350309.5. /0.2.2 502-0.3..9:05:9:8.:502-0.3/.2 20.393/.4942..39:80./.3.9../-:.3..390709.9:93/.83.73:3.50309.8.33.340:7:/...7.7 .3 80-...7.7 .80.7:9.39:803/7 .98/.3  8:2-07995.3.8.390780-:9   .../.8 /.8.393/..73.98:.:...3/./80-03.5.8.9..-078:2-07/...73.50309.9 /..3.39:..3 /7..7.7.90.2:3/02.3 .2.2.393/.30.3803/740:7::39:/507-.50703.3 /.3 .32..

.

 595. 47.

 ff ¾9 ° f°@° ff° f¾%9@%   f½½ ° f°¯ ¯n n  °f°–¯ ¯ ff°°f f½ ° f°f°°f f f½f  ff°–¾f°–f  ff¾ ½ °¾¯ °– °€f¾ f½fff ¾9 ° f°@° ff° f¾  f¾ f–f    %.f¾fff°– f°–f° ½ nff°¯ f9@f¾ f¾f f½ ¾ff°½f ½ ¯ f©ff°¾ f ff°– f f½ – 9 ¯f¾fff°½ ° f° ° f°f ¾€f °¾ f f°¾½ ¾€   %@©f°f¯f9@f ff°¯ °°–ff°$¯ ¯½  f½f ½f½ ¯ f©ff°¾ nff f°–¾°– f½f f¯ °–f¾f°½ °– ff°   %9 ° f°@° ff° f¾%9@% °–½¯  ff° ff¯°–½ n  ¾f¾f f¾ff f½f f¾ ¾f¾ f  ° ¾ °––f f f¯ °–ff°  ½ ¾ °f€f° ¾f¯½  ¾f¾f¯½  f°½½f¾ f ½ f° ff¯9@° f °ff¾9@ f° – ° f¾f¾f°   %f¾ ¯f°9@f ff½ ¯ff¯f°¯ ° ff¯¯ °– °f  ½f° f¾   %9 ° f°@° ff° f¾%9@% ¾€f½f¾ f°f°–¾°–  f°°¾f¾f°–ff  ff¯ °f ©fff °f½ °  f°   %9f f9@ ½ ° ¾ f–f– f½¯ f¾f°ff°–f¾°f¾ f f¯ °–f©f  f¾ f°– ¾ f–f½ °  f½f¯ ff°½  ff° ½  ff°ff½ ¯ nff°¯f¾ff°½  ff° ff½ °°–ff°½ ¯ f©ff°   %9 ° f°@° ff° f¾%9@% ¯f¾© °¾½ ° f° f½f°f°–¯  ff°½ ° ¾ nfff€ ¯f f½ ¯ ff°f°nf°–f°½ ° f°  °nf°f° ff° ¾f¯½f½f f½ ° f½f°°f °–f° ¯ €f¾°  °¾f°–¾ ¾f °–f°½  ¯ f°–f° f¾   %9 ° f°@° ff° f¾%9@% ¾€f€ ¾  f°f f½€ ¯ ¯  f°½ ° ¯ °–f ff° ½  ff° ½  ff°¾ f¯f ff¯¯f¾f½ ° f° f°¯ °– f°f°° ¯ ½ °°–f° .

½ f¾f°ff°° ¾½ ½ ¯ °f° f°°f¾   %9 ° f°@° ff° f¾%9@% f½f f¾f°ff°¾ nfff f€ f ©f¾f¯ff°ff ¯f° ¾ ©ff ff ½ff¾ f  f°½ff½ °  f° °  f– ½fff° f°ff¾½ ¯ff¯f°  f f½  f°¯f¾°– ¯f¾°– 9@ f½f©–f ff°¾ nff°  f% ¾ f°–½ ° %  f°ff ff¯ °¯    9 ° f°@° ff° f¾%9@% f¾f°ff° °–f°f°–f f°–f ½f¾¾f°–¾¾ ¯f¾  °–f°f° f½  °nf°ff° ½ f¾f°ff°° ff° ½ °–f¯ff°  f° € ¾  ¾¯  ½ $$ ½½f –$ .

f°€ff f9@f°fff°f ff¾ f–f     %°f¾9 ¯ f©ff°  ½ ¯ °n f¯ °– f ¯ °– ¯ f°–f°  f°¯ °°–ff°–ff¯ °–f©f°ff–ff¯f¯½ . @©f°9 ° f°@° ff° f¾  @©f°½ ° f°° ff° f¾ f°f  ¯ff°  f°ff °f¯° °f°f f½f½ ° f½ff°–  ¯ff° ½°% %¯ °– ¯ff°©f°9@f ff° %% ¯ ¯ f°° ¾ f f½½ ¯ nff°½ ¯f¾fff°½f¾ f°½ °– ¯ f°–f° ½€ ¾f° –% f¯f ff¯¯ ° f½f°   ff¯½f¯ °–f©f% %%°¯ ¯ f° ½ °– ff° ½ ¯ff¯f° f°ff¾f°f°–ff°¯ ¯ f° ½ ff° ½f f– f–f¯f°f ¾¾f°f f©f ff¯¯ff½ f©ff°  °  f°–f°.n-€€%%¯ °– ¯ff° ff ©f°9@f ff°½  ff° ff½  ff° ¾°¯ °–fn f°¯ ¯° ¾½¾ ¾ ½ ¯ f©ff°  f¾  °–f° ¯f°©f°f¯f f9@f ff°½ °°–ff° f°ff ½  ff°½f½ ¯ f©ff°f°–¾ f¾°f ff° –   f°%%¯ °© f¾f° ff9@¯ ½ff°¾ff¾fnfff°–¾f –¾ f––° ¯ °°–ff° ff¯ ¯½  fff°f°½ °  f° ff¯° ¾½ ¯ f©ff°  f¾ @©f° ° f½f nf½ff½f f–¯ ff°  f–f° ff°f °f€ ff¯¯ ¯ nff°  f–f ½ ¾ff°½ ¯ f©ff°  f¾ @©f°°–f° f9@°f ff ©f °f½¾ ¾ff° f–– ff¯©f ff°¾ f¯f½¾ ¾½ ° f°° ff° f°–¾°– f°f % %¯ °– ¯ff° ©–f ff9@¯ ½ff°nfff°–¾f –¾ f––°¯ ¯½  fff°f° ½ °  f° f°–f¾ ¾  °––fff° ff¯° ¾½ ¯ f©ff°  f¾ f°½ °°–ff°ff¾½–f¯ ¾ f¾ nff ¾ f°  °–f° ¯f° –ff°¯ ° f½ff° f°f½ °–ff¯f° °f°–   f¯½f°½f½ ¯ f©ff°  f° f° ©f°°¯ ° f½ff°¯ f    –°ff°9 ° f°@° ff° f¾  ½f f–¯ f¾f°ff°½ ° f°° ff° f¾ –ff° f°f¯ ¯½  ¯f°€ff .

n-€€% %¯ °¯½f° ff ff¯9@– f°f°–°  f½f f½ °–ff¯f° f° ½¾ ¾ ½¾ ¾ f  °–f° ¯f°° ff° ° ff° ff¯9@¯ ½ff°½ °  f° f–– f°¾ nff ff°–¾°– f½f¯ °°–ff° ½€ ¾°ff°¯  f ff¯½¾ ¾½ ¯ f©ff°   f¾ f°–½€ ¾°fff°¾ f¯ °–f© f°¯ ff°½ °ff°¾ nff¾ f f½½f ½ ¯ f©ff°°f ½f f–¯ f° ©f°f¾ °   f°f¯  € ¾f°f½ff°– f ff°°f ff¯ ¯½  f°f ¯ff½f ff°f–ff°¯ ° f½ff°°¯°f¾ nff ½€ ¾°f   .¯ ff°–ff f°¯ ½ ¯ f©ff°f°–¾ ¾f °–f°°f° f¾°f  f½f°  ff°¾ f f f½f° °–f°¾¾ff°–  f f °f ©f–¯ ff°9@f°– ¯f f½ ¾ff°°f¾ °   f°¯ °–f¾f°½ ¯ nff°°f¾ °  ¯ff¾ nff ff°–¾°–f f   f ff¯½¾ ¾°f¾½ ¯ f©ff°   %9 °°–ff°9€ ¾°f¾¯   .f°€ff f9@f°fff°f ff¾ f–f     %°f¾9 ¯ f©ff°  ½ ¯ °n f¯ °– f ¯ °– ¯ f°–f°  f°¯ °°–ff°–ff¯ °–f©f°ff–ff¯f¯½ ¯ ff°–ff f°¯ ½ ¯ f©ff°f°–¾ ¾f °–f°°f° f¾°f  f½f°  ff°¾ f f f½f° °–f°¾¾ff°–  f f °f ©f–¯ ff°9@f°– ¯f f½ ¾ff°°f¾ °   f°¯ °–f¾f°½ ¯ nff°°f¾ °  ¯ff¾ nff ff°–¾°–f f   f ff¯½¾ ¾°f¾½ ¯ f©ff°   %9 °°–ff°9€ ¾°f¾¯   .n-€€% %¯ °¯½f° ff ff¯9@– f°f°–°  f½f f½ °–ff¯f° f° ½¾ ¾ ½¾ ¾ f  °–f° ¯f°° ff° ° ff° ff¯9@¯ ½ff°½ °  f° f–– f°¾ nff ff°–¾°– f½f¯ °°–ff° ½€ ¾°ff°¯  f ff¯½¾ ¾½ ¯ f©ff°   f¾   f°–½€ ¾°fff°¾ f¯ °–f© f°¯ ff°½ °ff°¾ nff¾ f f½½f ½ ¯ f©ff°°f ½f f–¯ f° ©f°f¾ °   f°f¯  € ¾f°f½ff°– f ff°°f ff¯ ¯½  f°f ¯ff½f ff°f–ff°¯ ° f½ff°°¯°f¾ nff ½€ ¾°f  '½ $$ ½½f –$   –°ff°9 ° f°@° ff° f¾  ½f f–¯ f¾f°ff°½ ° f°° ff° f¾ –ff° f°f¯ ¯½  ¯f°€ff .

.3/243947/. 5./.3 /.80.5.8:8-07:93.7.25.5.92./.3 00228  $:2-07#4.893/.3.3...97.%.3!0309..2.39.5..8803 -:.324/0/08.30.433.3./03.8/./.8..3!% 0-03..9/.70.370108 4/0/08...2.187..308.   4/0:7903   4/00228/.3..3907:8-07. 2502039..3!% .3.187.:80-0:23.9..3.:7857.3.38073/:3.88 /.3.3:7903    . %.3%3/.:.3  4/04349 .202/08. .93/.503:8:3.:5.:2:23.31.3-:.::8.3...9:703.703./.3.35007.     4/00228/.3 50.3.3909.20302:.5/.79 .3.3.3.3..8:8..2-.:703.92.3.380-.38.:2:2/.3.8 0-07.3 804592.-07:9  4/008.20228205:9-..9..3:95./.2502039.2:33 #4./.32:/.5:.393/.3-:.:.3..820.79 /.:.8.39.:9..3.3..203.3 . #0.320302:.3..2:3/./.3  .. ...8.    !03.7 24/0 24/090780-:95./.38:3/0.3 ..-07:5.   4/0 24/008.97.3!%4/003 9.7. ./..9.../.

303 0025.-0./.2/8:8 /57.340$905030228/.49.3.324/0:7903 ... /5:9:8..3 5079.25748083:.350309.:5:9.897.3 5079.7 ././.:7::2.5748083:..9.393/.2.93  .8:8 4/00228/.8025.39.30.:-07-0/.808:/.799/.3.05./.9425430390780-:9.38/03.3203:-./..7 503..3:..8.3.:203:-.5.8.3/02.3.8 20303... 05:9:8.7..3203.88.3.3 5./.3 /.3 2:.203.9 93/...5.9:8:88008.3./..3.93/.4/0..333   .3. 73.3..3%.05.  ½ °–¯½f° ff f¯ °ff–   %.3 !.35./.3%...:.9/.5.3..32070.7.9.90-079.703.70108  /:9/03.8.  -807.f¾ff½ ° f°f°– f¯  ° f°f f½f ½ nff° – f° f f¯½ ¾   %9 ¯ nff°¯f¾ff ° f°f¯ °–fn½f f f°–¾ f–f½ ° °¯ ¯ f° ½ ff°½f f½¾  ½¾  °–°–f° ©f°f   %f¯ ¯°–°f°½ ° f° ff°°¯ °°–ff°½ff ½ff½f f½ °nf½ff° ©f°$½f¾¾ f ¯f¾f ½f°   f¾¯% %¯ °– ¯f°¯f½°¾½ ff¯¯ ff°½ ° f°° ff°%ff9@% f     –ff°°ff ff¯f¾°  9 ° f°@° ff° f¾ ff° –%½ ° %f°½f¯ °– f¾f¾° f °fff  fff°¯ °©f f°¾f¾ f©f ff©f  f °f9@ f¯ ¯ f°f¾¾   f¯ °– f©f f½ f©ff°f°–¾ ff f ff°– f¾f°ff° ff¯9@f fff°– f °–f°½€ ¾–  .9:8:8.3 . 5.3 / 70108  7010.3 :8:83.33./..380907:83..550703.3/.-079../03.:39:203/474388.3#4-3.3  $02:.3..88.3.203.3. /03.7.75.9...94254303805079.3/.-5079.9.:39:203/47432070.8..  !0703.. f°–  f½f°  f¾  °   %.33./.38 .  –f°– –°ff°f¾ f °¯ ¯°–°f°– f½f¯ °– ¯ f°–f°9 .-073:.3/02-.5.305.7990...5./..:/03.0.7  ...9.1.3907/7 ..:..3  0228/.943 $08:/.78.2-039:8:8907803/7  02..23.7.3.3:39:203:8:3897..:39:203/474388.9.3.28.3.5...943 /.88.//..33/.20.3.:..3-0-07...9.20214:8.907.9 5.8 4-807.79/.92-:/.2/../2502039.3203:3:.35.9    9°¾½ ½°¾½9 f¾f°ff°9 ° f°@° ff° f¾  ½°%  % ¯ °– ¯ff° °f¯½°¾½f°–f°–f¾ ½ ff° –©ffff° ¯ f¾f°ff°9@ ½°¾½ ½°¾½f ff¾ f–f    %9 ° f°@° ff° f¾f°–ff° ff°– ° f°f f¯ °––f°–––f¾f¯f– ff¯¯ f¾f°ff°½¾ ¾ f©f¯ °–f©f   %.3/./.3..90-079.3-.88. .9.50703. 50.32070. %..9.38.-:.......

¯½  f° ©f  9 ° f°@° ff° f¾ ff°f °ff f°f °–f° f° °–°f°–°¾ f ¯ ff°½  ff°ff½ °°–ff° f °f¯ °f ff f°f f°–f°½f f   ff f ½f¾ff° ff°–f°  f½f¾ff¾ f¾f¾f f f° °–f°¾ °f°–f    J@¾ f–f f¾f ½©f  9 ° f°° ff° ° f°f ¯f ff°f¾¾ ff° % °–%   ¯ff° J% J f° ¾¾ ¾%  ¾ ¯½ff° %½½°%  f°f°nf¯f° @%@ f% ¯½ff ¾  f f ¾ –f°–¯ f¾f°ff° f°¾¾ff°–  °f° ff° ¯ f ff° f°  ¯ff° f°–f f½f f ¾ f–f½ °  f°¾ © ° ff°  °€f¾ °–f°n ¯f¾ ¯ ¯ °– °€f¾f°–f°  f°–f° ¾ ¯½ff° f°fnf¯f°  °€f¾ ff – f° ¾¾ff½fff f ¾  ¾f°–ff° f f½©f½ ° f° ff°    D½ff¯½ f°¾ ¯f  9°¾½°¯ ½ff°½ ° f½f° f½°¾½ –f  °–f° f¯ ff°J@ f¾ f ¯ ff°½°¾½ ¯½% f °–f°½ °–ff¯f°% f°¾¾ ¯f  ½©f½f f°¾ °¾f°–  f °–f° ¾ f°¾¾ ¯½ ¯ f©ff°% © f°–¾ f°– –ff½%    .   f°f ¾f ff°°.@   ¾½ ¾€ ¾¾ ½ ¯f¾fff° f f¯¯ . ¯f°f–f    f½f  f  f¾f°ff°  9 ° f°° ff° f¾ ° f°f f¾  f ff¯¯ ° °f°f¾ ¯ °–¯½f°f¾  ¯ °– ¾ ff ¾f° ff¯ °f°  nn ½f   f°f f½f  ¯f  ff¯° ¾° f½f  ¯f ¾ © f°–  °f° ff° f°f¾¾f f¯ °– –ff –ff– ¯ ¯ f°° ff° ° ff°  ° f°©–f°–°–f° f –f°––   f¾n ½ f¾°f   f f©f°–ff° 9 ° f°° ff° f¾ f¯ °¯½f°– f °fff° f°© f¾ ¯f°€ff f– – f°¾¾f @ @¯ °   f f   °nf°f f°f° ff° ° ff°f°– ff° f f½¾¾f¾ f  °©f°–ff°f  ff¾f°f°½ °°– f–f–¯ °– f f¾f°–  f° ½f f¾¾f°f  '½ $$ ½½f –$ .@   f–¯ °¾° °nf°f° ff°  ° f°f¯ °–°–ff ff°– f° °– ff¯.

-:7..7 /.. !.32024/1.380/.3907...92034397488.3:9.3. . !.8/03.3 574-3.9/..3.8.3/.35072.3.8 5079.8..:/70./.-.2 49.  !..3 !0.3-0781.308./..3 02.38:80/:.3.6-    !.3903..70108 9073.203.3907.570108  9073.7897.2-039:203:7..3.:.3..9.38:3/03../.2:39:20..8.:203:3../ /.88.9.3.33..9.3.4-807.3/70..92030-. .9 -07./.3:7:..7:3./.9.9/.2-::.439740.3 5079.9.3/70.33.5.. .3:9.388.8.:09....3507:/507-..9.8:9/03/.3.79 $:2-074538  /.-.5507....3.3   4/04349 .3 803.7:802-.3.3-.3 5079.3.9.907.90-079.593/..9..9.3.50703...3 .8/.3/.9:/..3 5079.:88..3.5...9503.8:8-07:93.49.3%.7...203.9/./.5. ./.9.3/03.3 022820703:3 .. /./.3-.7.9:.2 :39:20.3.3!%4/003:7:90228/.39.. 50703.3.8.9./ !03.5.-.380907:83.5.3907.2./..50.

30/:.2!%907/.-.//...9.3   503.3-07:9  .9..8.25./..2-039:0.4/0499.3/3.5..2809...3.8/.5.3    .3.3/ .9:809.8 /..0-73..7-0-07.3 4-807../5.3502-0.24/0.2.3907/7/.30-73./.99..5.3 $02039.58:8/2:33..9025.390780-:9/.2.8.5.3/03./02:.8.3 5.73..93/.99.308.39070./.9:  50703.390./.7.3!%4/04349 $:2-074538   .302:33.5.25.9/.5.8 .593/.3 50393 .9.8.7.709. 93/.390.3..8-0-07.7.3 .5. .3 907/7.3   50.9.9..9.9:...95./-.703.3  70108 0 025.39..7.24/0..

5..8207:5.#0108.3/.3 574808507-.3.. ..7 57.././.5.&2:2  .:002./.35.7.9.-.784:83.98..850 /7803/7 88.2.-47.7.38025:73.9.3...35.380.9.839.:.2.308.3./.3.34050309-074.-0.32.7985.9.:8:2-07.. 8.../..7.-..83 2.3.-07:9  .9:574808502-0.:.3...78:.50309..9.8..7/08../.3.7.35.:43/8.89.9./. !030.9/.30./..7 5072.7. 0:.8:39:20303..25....3/:3002.731472.7.... #0108. #0108.3/.3.8.9:93/.:/.3-.7.3/:8.3802.8/03..907:820307:8/.3.2030.390.3/03...3!0309..8$0.3 902.:./.380.8203.78:.7.30.3 80-.3/.3 203.320309.3.870108203::0.80-.

408...5.3 902:.3 503.2.8..:.3.:.5.7493/.3/..8/....3.4.220.333  .5030990..343805507:-.88..3/./.8:920...93/.80.9.5.7.3:93.29...3.7.3.2.388.35020.9/.30907.38:.9.5.93/..3.3/.203:8:3703.  88.8.9 20.3.32.3-..8.3 5. .3205:9 W!0309./../.8.3/507:.5030-.3 /2.3507.:75-2./.39039.357.3203/08.33.9.3.3.3/.....5.9: .30.:3/.:./.3 W!0309.3:3.0..53 503092030.5..3-0.502-0. 2. 80-.3803...3 7:2:8.5.9.-08:9..3.3.  $0-..7.3 8.203. 0.5...3/.  -!0703..3.3%3/.3/.39073..37.:.4394 28.9.8.5.7 .3:3/$5.3907./0391. 0.3 3/..-.5.38:/.388.9:.: 50309./. /.7902:.93/.9.90780-:9 .3.90907.3907..5.7..3...3.90.33.3507. 203.9203..8.8.7.:.8:39:20307..9 2030:8:7-0-07..3..3/507:./.35.7.947:39:203::793.784:83.:./.. .25.32.82.  /14:8.-.3/.8.:39:/.50-03...30307 $090.30..3.5.3.9.3 5.5.7.3 -.3 93/.3-:9..:.3.25.3 .3.7.

2.507-..32094/0/...35747.32070.2..9/.3.9:39:203.3.2 W!0703.

8...38703.3.5.3 50309..8.3050393.:..7.393/.3.25.3.8 70108 /.7:.3 $0-03..3/./703. ..3703...3.3.:.3703.3.3/.3.3 .3  $090.7907.350..90758.:/.../03.3907.3!%/.::..9.5.3.393/..3.393/../.381.350703.3:39:20309.30.3.3  .9:7907.3.:.3/.5030920.50309207..3203:3..33.30.399.393/.39/..380-07./..9:  -.:.:503.3.3-.39035034.9:.3/50740/... 9039.93/.:.3.9/.9.7/.3.380.3.28:8 907:8-07:..3..88 839088 39075709./8:8:380-0:23.3.3.5.3  0 #0108/.3 02.9. .3./..8 /..370108:.8.20..3.8:7.3 93/.3.32502039.2:3.9:20.2.:.9..3:...38.0109..3.9..32094/0/.8.8 #0108207:5.8.3 /.380907:83.:574808./.8.9.9.393/..8.9.3.8-.5.8 .50.8.3.8.30.203/4:2039...5.:.8..5.:2..3.8907...3/.9.3/..8..3808:.3-.... 28.3/03./03.3//8:8.3. /.3503.9/.!0.3/..8.8503.3:.. 09.7.2.3/.3 50.3 $03.808:.73.91  !.507:20...:. 50.7: 803./03. .2./03.9.390.3.5.:..5.3203:: 8.0.3808:.2.7.3503.:80.9.9.3 8:.:.: 5027..3 93/.3.3 %.8.3.3.2.:.32025:3.3%3/.7.:..5.9.34-807.8.9:-078.3./4-807.3/.-07:93./703.8/.3.9.  995.393/.:..5802:.393/. .390.:5072.7..750.3...4-807.3.5 507.32:3.  .9.9:.50. /.:.//.3085...350..390.8 -807.947503:3.8.202-039:8:80/:.9.35.3 W!0703.3.8/.3/..3 .289:.8/..3/50740/.8..3. .32..3 /. 31472.3:.3.91.88/.2-.. 903../.8907..339075709.3.:39:202507-. ..2.7493/.:50307...3802:.370108/.9.3.8/..9/. /.2.8.3.53207:5.39:  / -807.8.3  503.3 803.

.

47. 595.

f¾ff ff°½f fff½ ¾ f¾ff f f½¾ff¾¾ff f ff° ½ ¯ f©ff°  f¾   %9 ¯¾f°.   f°–f f°–f9 ° f° f¾  9 ° f° f¾ ff° °–f°f°–f f°–f¾ f–f    % °€f¾.f¾ff . ¯¾f°f½ff°–¾ f°f¯ ¯ f°½  ff°fff°–¯°–°  ¯ f°–f°¾ f–f  f¯½f° f °–f°nff½ °  ¾ff°f°– f   %9 ¯¾f°@©f° @©f°½ ° f°  f½f°  f¾ff°¯f¾fff°– ¯¾f°   %9 ° fff° ½¾fff°fff©f°@  9 ° fff° ½¾fff° ff°°¯ °– f f½fff°–f° f¯ ¯½°f¯f¾fff°–¾f¯fff f¯ °nf½f©f°¾ ½ f°– f .

¯¾f° 9f f f–f°° ff°   f°–¯ ° °–¯ °–f½f½ ° f° ff°   %9 ¯¾f°½ ¾¾@° ff°% f¾ ff f  ¾f –f° °–f°½ f°ff°½ ° f°%   %9 ° f½f°f°–f f°–f9 °–f¯ f°ff  ½f½¾ ff °f°–¯ ¯ff f f½ff°–ff° ff°°¯ ¯½   ff ¯¾f°f ¾ f¾ ff°nff  ¾°   f° ¾ f–¾¯ °¾°°¾¯ °f°– ½ f°°f   %9 ° f½f°f°–f f°–f9 °–ff°ff  ½f½¾ ff °f°– ¾f°–ff½f f°–ff° ff°°¯ °–f ff ¯¾f°f ¯f f½ °– ¯½f° ff  f¾ff° © °¾°f ¯ °–f°°f ©–f ¯f¾¯ ° f½f° °f½ff°–ff° –°ff°° ¯ °–f°f –f   f½f°f½ff½ °–ff°°f¾ nffff€fff°f€   %9 °–¯½f°ff 9f fff½° f¾f°f½ ° ¯ ff°f f¾ ½ ½ ¯ f©f°   ¾ f¾ ff°nff ff –ff°f°°f¾ ¾f °–f°f°–f½ °–f¯ f° fff°– f  f½f°¾ ¯°f   %9 °–ff° f°9 °–f°f¾¾f°ff 9f fff½°½ ° ¯f¯ °–f ff¾ ¾f °–f° f°–f f°–ff°– f  f½f°½f f½ ° f½f°f°–f½ °–ff° ff% f–f°– ff¾% ff ¾  f f°   f–f€°f ff ¯f¾f°½f f¯¾ ¯¾  ¯ f° fff¾ ½ °–ff°°f f°f¾¾  f€¾f°  f°f°f ¾¯½f°   %9 °¾f°f½f°9 ° f° 9f fff½°½ ° ¯ °¾°f½f°½ ° f° °–f°€¯f f°–¾ ¾f °–f°f°–f f°–f½ ° f°f°– f  ¯½  !03:8:3.3!74548..

&8:.3%3/..-9:   94-07    !03:8:3.30..8 $.3!0309.3!74548.

50309.3.3..3/02.!%907/7.82./..9..3.3 /.980/07.9703.&8:.3.8:/93/.50309.3/.3..3/2.0.2.3 !. /.:2:23.380208907.25. 3./507:.:.50309.350309. #03.350309.707.3 .50309.3207:5.5079..3!0309./80-:9 574548.3%3/.::8:.9.9.8...3.84254303 4254303-07:9   :/:!% :/:/3.574548.3:8:..3/2:..8 07.30.3.3.2..3.3.2:39.3.3/03.3:2:23.39:2.3 03.3/.3202-:./03.

.7.7..3$.3.3#.8'$  W!03:3.:3 .9!07.80.7./.9&39:0.3:3.3 .!&&39:033.3&38:7 ..897/0.7$8..... 0..9.7.38 %0344 .34/0!02-0.3  07:9.2!02-0.25.2-.30907.3.3..3%0344!.9..7..8.4394:/:!% W!03:3.9.3.9.

3/909-03.:39: /50.8.8.32.3 !02-0.330703.3  .3.7090780/.3503/. %45!0753/..350309.34/0!02-0.3/.3203:39:9:39:/....25..8..8/0391.33.9193/.9: -.750309....::.8.320.7.../.302.-!03/.7.34/0!02-0.20..307-..25.3-.7.3.390780-:9/-07./::3.8.33:5..203:3.8907/.:.3:3.7:8.3203/08..2539: 02:.37.7./.3 #:2:8.9.30907.8.3 0339075709.3.3/.93/.30..52.3 .3  43947:2:8.5.7.9. /..32030.9..8..7-0.3 .3903445.3:.$8.3203.343/8502-0...3.38 %0344 $.9.!.3 !.//.7.90803.:93/.34/0!02-0.7./0.784:83.343/84-091.39039..3 207:5.7.8.8.8:7:907.3..:.8 .3.8.9/.:.3503/..8.8.5../.3.9.3/0138..3907.380.25.3. !03:3.3 8079.. 0907.32.3...3.9.  -!07:2:8.2507:2:8.803.8'$0208907$!  W!0307. 0.8.7-0./.0..7.7..8.3/93..9.5.8.32../.2.8.343/8.8.8.-.33..9.30907.8/.3..99.93/.88.9.344  W!033.8.2-039:7:2:8.../-.9.3./.!%  43/83207:5.3 20.:./.3 .35. :/:!% #:2:8.2!0.9&39:0.2./.3!/$!!.502-0.::.3/.350309..8.9073.../.3/.38 %0344 .:.33.3203.72.3. 0.3 503:8-4080/9 2033:39047..9 .&39: 033.3.5..50307.9.7:83.3$.5. .9.3..7.9202507..8:28 /.78-08.3/..3!020.3/...7.3 203.502-0.9/0.3-078./.3 .....8.390780-:9 8.32. /.32.8.3 /.3/0.:.25:...5.:/.7 -03. #:2:8.82.8.8.3033107/.!0.3.3. 80-..3.5..34/0 5.3..8.3203./.8....3.3...8:-050./03.393/.9/.3.5.3#:2:82.35030.3 3/:91   .::.3.3/...:!% $0.3./0.7 /02:../.3%0344!.3:39:203.7...

.3:3 5.8'$ .0.7./.3#.3.9897 0..3.88.9.

2 20339075709..3 5709.9!07..388../.2 ..80..2 502-0.3.7..3.5..3 033107/.2.9!07.3./..92033.3&38:7/.8-0..9.:24/0 %45!0753/...3!/$!!.5.503:3.!& !&&39:033. !0753/.7.3 .3.2-.9.3.3#:2:8 !02-0.788.8.330720..3/..3 /../0.9..3.9..2-.7$8..3&38:7 2.30907./.25..25.22033107/.9897/0.2033.3#:2:82.8.8' $  !03:3.33/:91 ...9.7./0.3..3033907 0907.7.8'$0208907$! /../. 5.7..8' $0208907$! !033.9.3307 !02-0..945 !0.

.-./ W5.380.9073/0391..0-3:3.8./3.5.9./.!% 4538  20302:.907.32.9.88.9.7./ /0.9073.9/.314:890780-:9..8..207.83.3./..8.5...3.8.8..5079.9.2:3.3/./.8'$!$...3..9:907.32.3 W5..-07:9 W5.8.5.788.808:.3 /5072.550.22.-5072. /.82.5..8:9 3.3!  W$.2.....32...3203...9/85081.7.8:..:.3907.35072.3/90903/.3.3/03.3203.3..8.89039.39:203039:. ..3907.8.8'$!$.  .39:20214:8.3..8... W/.30.3/902:.3907.3.....9202-.3..8.8./..8..9./.50325.3338.9:2:2/.380/.3338.72.8.03..5.788.3/.3.207.38:39:203..8.8..814:82.8.9/90.-.34/0!02-0.3/:35.39: #:2:8.3.5..5.8...3 28...8..32..3.47.3/..8..550.43942.30.2.5.393/...--0-07./.5020..3:39:202-.9:907..:3   W07.3/.3.3/0..3... 0-/.3907-.!020.5.3  07:93.3.3-07:9 W5.5..50309.3/.3.3.9202507-..:3  907.9/.3/:3  W.5../. 203/0391./03.3/:3.3!703/.3 3/:91  !.75030-..8.34 -./.784:8:39:5072.5.343805.9-0.03/.3.907. .!% :39:202-..888.3!703/.  !03/0..7    ..3.507-....3:39:203.  &39:203. W.3.3. !../9039:.35.8/.3-07.. 2.8.7 23./.3..802.5079./...32.3-07089: W5.. 88.3/.380-..3/:35072./03.3../ 9..-./2...202-07.7..2094/0..2203/0391.7. 070 /2.9/90:8:7.7...8./.:.3 /5 .8'  W2...8.-2..2..5.5.8..3.9.7.33:7.5.9: W5. $090.2.9.5...9.4-02.8../..8/.8. 23.980-./..9 ..22.8.3.380/..3! W5.3907/4743:39:203. /03.3....0.8 /.3-0781.907.8.-0.7..331472.-92-:3.2.3 /..2-039:93/..3203.88.75030-.3. W5.8.8./3.7.3 W5.3.3. 03 .  ..3:39:2020...9:2:2 3.7. 5079../.3:39:203.98..3-07/. W5.3:7.3:.5079.-0-07.3 -0-07.../.4-.8.9193/..3/.:.34 8..3.3.3 .0..39:9.550..3-0781.3203.82..9.250.-07:9 0-/.888..8 ...3..72...7.

9.3.503/0.

..3/:3.9 203039:.388.203.32..3.3/.7.32.80./.24/0502-0..7 W5.7 .72.350309.5079..8.9073...5.7.7 03.3..50.3..8..3!203039:3:3.3:7:203.3 .3//:.--0-07.9./. .915020..502-.3203..3.5.8.   /%::.

9/.3.  4394 :/: !072.:.:5.9&39: $.9.7.3.3 0907..83.3/33..3 0-07.3/..3 .3574808..9.39::.3 .3 0907.7.50307.7.3207:5.7.5.38 %0344 $%/..3 /.3 %::.5.25..5072.3.30.. 0907...8.. 0.350309.3.350309.25.: !02-0./.8.9.3#.3.3203.37.%::.80.9/::793.9.5..3 24/0502-0..3 %0344 !02-0.2 0./.38090./.3:3.3 %0344!. 0..8.3 .3 903445.5.7.8.!% %:8.3 3320309.8.../.34/0 5..9 $%  20.38 4/0 W0907..3/.25. /..7.8.9.3$.920.8.3 !03:3.9503.5...:43/8.9.333/.7..3 903445.3/.3.8 /03..3.350309.33.33..

9.9 0..7.3:3.3.3 -.37..

8' -.7.3:3.9 897/0..

3 .8.3.8'$  0.3..88.3 0907./ #:2:82./..3 0907. $  8975.9 #:2:82.9507..8-0.3:38:7/....2-.9 08.3/..8'$ W0907..3 0907.92033.3 .2502-0.2-.5.3 /. 033107/.3&38:7/.3 .3 708543 88./03.8.8.8 &39:033 !07.9039.3 $% !03:3.25../.. ..!& 503:...9.3 50. /.. 0.37:2:82.3.3.7.5.7..3:3. W033.3 .388.32:3..!&  0.3 /.:/.2-.788. .9.2-.5..9 80-07../.7..25.3.80.88.388.3203:3.7.. .8'$0208907 W3320250740 $! $! 503/.3502-0.907 $8.3 24/0502-0. W3320309.3907..9..2 .25.3 ../ 507.3 -.: !07.897 /$0.!& !033.3&38:7/. 502-0.2./.22033107/.3 2033.9. /03.35.37:2:82..3.52.9 5...9/.9 8975.7 /.9..3.7.3 0907..3:38:7 /.93.3 !02-0.3203:3..!& 503:3.388.9.5.3.8'$0208907 0. .5.37.7.25..25.3 90344.7.8'/03.

8./.:..3307 03.9..945 -0.3 /./.3803.33    .2-8:8 /./.7.2 !0.33.3307 20.3 3/:91  /.9.3W033.750309.3..8.9..39047 9.3 34..3.-.3/804...59/./.3/.3/.3!/ $!!./.8.788...:24/0 !02-0.9. 02:.7.9.3..7. 907.:7:/.8 /.7.9907. 2.5.0339075709..850309.25. 20339075709.357.%45 !0753/.9.22033107 20339075709.31.3.33:7.388.3 ..78050302-.3 /.31.550302-.3:.34/0 !02-0.:5:34254303503//.3-.-.3%047..3 3/:91  0.850309.9.34397-:8.8.93.8502-0....3 !.8... 2. !0753/..

3203/.3.3 .3/03.8..8..!% 8.3../.3574548..8.3/.7:8:.30.8. 02:.: . !..3203/::35072...8/..3 /-..3/.250309.39047.2539047 9047.3/.33/:7.32.-..3!:89.902:.3....3 700.8..3:.9..784:83.3/03...

3/..380.3.:703./ 203:8:3549088  93/.3/.9.3.380..3 02:.0..507025:.7.9202-.58:880-0:253/.0..388.-07:9  4394!44 544#03..3 W03/8:8.3 W0703.7.28:. 80-..3502-0.3.33/:7.0-/..3:39:203:8./..3.3./.3907/7.3    094/0!0309.3 88.3:39:203....3 #03.:./.3/9:8.3.38:8 8:80.3701088079.3/.:. 7.3 8079.350309.9.9.35..8 %:3:.809..8'$.78.3.5.....93/..350309.3 4-807.3.850309..3907.8 47.5.3/03.73.39:203:8:3-. 47.3/:3-07:2.3.7.5..9:9.7.9.8.9.250309.: 43805.3..3 50.3.3803..8 /.88.393/.  !0309.3/.7..-0 43943.35:89.3/02:.33/.3.0.-:.3203/::35.3544 544703...4.-.3  !.:.74502-0.3!7480/:7!0309.5..7.3/03.324/0 502-0.0.3./..8.35.2.3/03.2 $:8 ! W03039:.3.3.9470-07.7:8/8.9.3:.3 47.3.8:880-.3/..907544 W0302-..7.:.85072.3 93/.8502-0..3.-.3/:3.9459079039:  W/0391..9: &39:/...3.388...9: .3..8.9.3 .3 W03:8:3$ ./.2:.7.32.-0757.. W03..7.3.3203:7....0.08:8 -07:93.3.3:39:203:8:307..3 .3.93/.38:-0 50309.5.3.8809350309.393.88. .82..9...3.3.3 #0108.3 !0703..0..8 43948:-0 50309. :2..902.3 3 /8./.9..380..:3   !7480/:7..25:.3 /03.3 .750703..78 /579.8./.3.3..3/907.3/./:3.

%3/...31472.8 #0108 W03.7 W0302-.3.38:2-07-0.5..3 -807.9.

3 03:8:33897:203 !0.7/.9.2 93/..34-807.3 &2:23..74502-0.3203..31472.:..3 -807.:.8..5.0.9..:.3.8 W03.9/.293/.5.35747.80....893/..3203:3..    ..50309.3 W/0391.803..3 W!0.35747.:/./.30.7.35747.7.390...80.32094/44:.393/.94-807.:.:.547.3...3/03.3  50.:.:9.52.31472.8/.38:8                                                 .9073...7... /89 89 $:2-07$:.393/./.30.2-..3-.8.8 W0302-.34-807.393/.5..893/.:.2./..8/..:....3 ..3                !078.293/.5.9.3/8.32:3.8 W03.30.32.2-.3.5....8 /  3897:203.3 /.3.5.3 03:8:3507.3 5078..50309.:5903 503:25:.52.3 W03/8:8.3. W!0302-./.:./.25747.82.3.3 03.:5.3.3703....35.50309.7809..8/03.3/.:..3808:.50...3/.8 W0307./:7..3 !..293/./..!0309.9.3.8 0./.3 8079.../.8:8  W!0309.357480/:7503:25:..31472../.8  $:8 !0703. /.3.-.3205:950703.915020...3.3.3 #0108 W0.7.8...8 W0.9502-0.8....9 4-807.3 %3/.3903.550.3203:3.9..2-039:.7/434     /.3 /.:./.3.203:3..38:8 0.5...3 ..390.7809..3.-0 4394.:.8 W02507-..8.3 W0.3.3897:2030..:.393/...3.8.3503:8:3.3 W0.293/.-0  %..:.33/0.3.3 03. 908 /4:203 4-807.8.3/:3..94-807.3.3203.3.8   $:8-07:93. .850309.:.3 W03/8:8.9: 23:0  4 #03....7507.8.2034.3.3.8907..80.7..3..

3.30./.::.19.9-07-.3                               !0.8.2-.30.9:/ .7.8 3..3  02-.9.  .3.3/02:.3  -897.3!02-.547.3/.7%.850309.393/.3 03:8:343805.3  ..3  .9:24/0.8/..-9:   94-07    !0..3!0308.7  . ° °–f   .80-..3  .7.50.3 $8902.7.3.547.19.9.547.8!0309.257..-0  .-'0825:.3  .3!0309..19.9....3.  .7.2-.19. f .8!% 8.8.3 !03.-'.8.7.3%3/..7.-!0.3.19..547.3 $023.3.3  .88902..3%3/.3!:89.8!0309.547.850309.3.547.33 .8!0309..8.3  .3...39...3.50.3.3$..-.19.2:3/.3/.-!03/.8 $.547.-07:9   02-.7/0399.8 %07/.5.7:/:!0309.     !03:8:3.547.78  .30.3.7!:8..3/. ff°¾f9   °f ff¾f½¯ff°–f¾ ¯¾ f°–½ °   nf f f¾f°–°f © n   €  © €  f½¾ ¾°¯ °– °f¾ ¾f °–f°©ff°¯ ¯½ ff°¾f   f½ ¾f ¾  f ..3 !07-.

.3/.9. .203.:32.9.3-.2.3.302:/.8503. .3.2././.  .2-.3-070.3 2.3 -07/.02:/03.:3-0707 .2.50703/./..33. f f .7503.3&:2.2.9. .9:802.8 /80-:9 f ½ ¾¾ ffff€ n fff°f€ °€  °¾  fff¾½ °–f¯ff°f°– ff° ¾ f°–¾¾f¾ f–f " f¯f9  ° f¯f° 9 ¾ °f¾  ©f°–  nf¯ f f     f   f   f   f   f   0825:.2.3905/. °–  &:2.-.3203/08758.2.3.n .99..390780-:9.

202503.7:5070....50703/. °– f ©  n .2.274845.3 2. ..2.2.2.34592. ° °f° ° ©    f–f°f°– €°–¾¾ f–f½ °–¯½nfff fnffff°– f°– ½f f¯¾½f ff f  °¾f  .35070./.8.7203. !0703/.3  :38:9.2.2-. f . ¯½  ¾f ©  .3-9/. ¯½ ° f ©  .3.3-070..3..380..2-.2-.2.- . / !0703/.380/9-.

¯° ff n .

¯°n °– f€f–¯f  9 °–f©¯fnffff°– ½ f° ff¯½ °–f¯ff°  ff¯¾½ ¾  f    @ ¾ n f€f–¯f .

3503:3.3  03..3/.3274845-07:9  0302:.7.9:714:8/03.3.5.3:7:9.9 .35. ¯°     !07.3:.3507-08.9.3.

074-4/.3/.9:714:8/03.2.    /      07:93. / 03...9.3  03.5.357480/:707.3.92032-:. 03.7..    -    .. ¯ °f°––f°–°f  ¯  ¾f¯½°–°¯ ½ff°f° f ¾ f¯ff° ©f f  fn° n ½ f¯f  fDnf°–°¯ °–f¯ f¾ f°f¯ ¯fffff°– –°ff°f ff  f @¯ f°–f°    n  f¾ 9½   ¾  .7.3/.9:75488274845:39:/825.3 ..0.  - 02.307.850080.-.2-007..3507-08. Df°f°– °ff ff  .30. 03.9..57020.. . .3/:3.302.3..3038.21:38/.

f¯ f f ff f  f¾   @f °– f¾   .

ff°f°f .n ff °– f¾ f  °¯    ff¾fn n¯f ½f ff f . °– ff°¾– °  9 ff°–f¯ f " . ¯ f°¾  ° n . ¯ f°f ° ¾ f .

¯ f°. °–f¾f°f¯¯ n .f¯½  ¯ f°– f  9 °– ff°f¾¾ f ff¯  ¾  f ¾ ¾   ¾ n  ¾½f¾ ¾ f¾  9 °f½f¾f°f ff¾f½¾ ¾f°– f . ¯ f° ° – 9 f f f½f°–¾f°– n  – f f¾ . °–f¾f° ° – .¯f ½f°–f¯½f½f f–f¯ f ff¾f ff f .

 . °–f¾f°.

88:.82. 02-073.81.:/:5-079::.2.3.52.:39:809.:/:5 .9.3:39: .      .:/:5  - 03039:.-9.9:0382.

 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->