P. 1
Kelas XI SMA Biologi by Eva Latifah Hanum

Kelas XI SMA Biologi by Eva Latifah Hanum

|Views: 28,361|Likes:
Published by Guffran septiahadi

More info:

Published by: Guffran septiahadi on May 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2015

pdf

text

original

Sistem endokrin merupakan pengaturan fisiologi tubuh oleh hormon-
hormon, misalnya, pengaturan kadar gula dalam darah, pembebasan energi
melalui proses metabolisme, dan produksi air susu pada perempuan yang
sedang hamil. Hormon sering disebut sebagai duta kimia. Diproduksi oleh
jaringan atau organ tertentu sesuai dengan kebutuhan dan respons pada
jaringan dan organ di seluruh tubuh.
Hormon merupakan sejenis protein, disekresikan bila ada rangsangan yang
memicunya. Untuk hormon yang bekerja pada sistem koordinasi, kelenjarnya
tidak memiliki saluran khusus sehingga disebut kelenjar bantu. Hormon akan
mengalir ke sel-sel atau organ sasaran bersama darah, cairan limfe, dan cairan
ekstrasel. Hormon berpindah secara mengalir pula dari sel ke sel atau melalui
sinapsis. Jumlah hormon yang dibutuhkan tidak banyak, tetapi memiliki
kemampuan kerja yang besar untuk memelihara fungsi normal tubuh.

Sistem Regulasi Manusia

221

Letak Kelenjar Endokrin pada Manusia

Sistem hormon dikoordinasi oleh
kelenjar pituitari yang dikenal sebagai
Master Gland. Kelenjar endokrin
yang ada dalam tubuh kita, yaitu
pituitari/hipofise, tiroid, paratiroid,
timus, pankreas, anak ginjal (adrenal),
testis (pada laki-laki), dan ovarium
(pada perempuan). Letak kelenjar
endokriin dapat kamu lihat pada
Gambar 8.15.

a.Kelenjar Hipofise

Kelenjar hipofise atau pituitari
menghasilkan hormon-hormonnya
berdasarkan rangsangan yang datang
dari hipotalamus. Contoh hormon
yang dihasilkan oleh kelenjar
hipofise adalah sebagai berikut.

1)Hormon pertumbuhan (Growth Hormone), berperan merangsang
pertumbuhan jaringan-jaringan tubuh, terutama jaringan tulang rawan
pada ujung-ujung tulang panjang. Apabila sekresi hormon pertumbuhan
berlebihan, akan menyebabkan gigantisme dan akromegali. Gigantisme,
yaitu pertumbuhan raksasa, tinggi tubuh lebih dari tinggi rata-rata.
Akromegali, yaitu menebalnya tulang wajah dan memanjangnya tulang-
tulang jari.
2)Gonadotropin yang terdiri dari FSH (Follikel Stimulating Hormone) dan LH
(Luteiniing Hormone), dengan target kelenjar-kelenjar kelamin (ovarium
dan testis) agar memproduksi hormon-homonnya.
3)Tirotropin (TSH: Tyroid Stimulating Hormone), berfungsi merangsang
kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon-hormonnya.
4)ACTH(Adrenocorticotropic Hormone), berfungsi merangsang kelenjar-
kelenjar anak ginjal untuk mensekresi hormon-hormonnya.
5)Prolaktin, berfungsi untuk merangsang kelenjar air susu agar
memproduksi ASI.
6)MSH (Melanosit Stimulating Hormone), berfungsi merangsang aktivitas
melanosit.

Gambar 8.15 Letak kelenjar endokrin dalam tubuh

kelenjar pineal
hipotalamus
pituitari

paratiroid
tiroid

thimus

kelenjar adrenal

pankreas

ovarium

testis

Sumber: Biology, Barrett

222

Biologi Kelas XI SMA dan MA

b.Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid terletak di daerah
leher, di bagian depan kerongkongan.
Kelenjar tiroid menghasilkan hormon
tiroksin dan triiodotironin. Kedua
hormon ini bekerja sama mengatur
metabolisme organik, mengatur
pertumbuhan dan perkembangan,
serta mengatur aktivitas saraf.
Sintesis hormon tiroksin membu-
tuhkan mineral iodium. Jika konsumsi
iodium kurang memadai, hormon
tiroksin tidak dapat disintesis.

Rendahnya sekresi hormon dari kelenjar tiroid dapat menyebabkan
Hipotiroidisme. Hipotiroidisme semasa bayi dalam kandungan atau semasa
kanak-kanak akan menyebabkan timbulnya Kretinisme. Tanda-tandanya,
antara lain dwarfisme (cebol) dan retardasi mental (kemunduran mental).
Dwarfisme disebabkan oleh kegagalan pertumbuhan tulang, sedangkan
retardasi mental disebabkan oleh gagalnya otak untuk berkembang
sepenuhnya.

c.Kelenjar Paratiroid

Kelenjar paratiroid terletak di dekat kelenjar tiroid. Kelenjar ini
menghasilkan Hormon Paratiroid (HPT). Hormon Paratiroid berfungsi
menjaga stabilitas kadar kalsium dan fosfat di dalam darah. Jika kadar kedua
mineral dalam darah tersebut menurun, kelenjar paratiroid menyekresi HPT.
Hormon ini segera melakukan reabsorpsi ion kalsium yang hampir terbuang
dalam filtrat ginjal, dan merangsang penguraian ion kalsium dalam tulang.
Agar jumlah kalsium dalam tulang tetap stabil perlu bantuan penganti vita-
min D. Vitamin D merangsang penyerapan kalsium dalam usus halus, dan
merangsang reabsorpsi ion kalsium pada tulang. Selain menstabilkan kadar
kalsium dan fosfat dalam darah, HPT juga merangsang proses osifikasi
(pembentukan tulang) pada saat pembongkaran matriks tulang untuk
menguraikan ion kalsium. Sambil membongkar matriks tulang, HPT
melakukan perubahan pembentukan tulang agar tulang tumbuh semakin
panjang atau semakin besar.

Gambar 8.16 Penyakit gondok

Sumber: Biology, Barrett

Sistem Regulasi Manusia

223

d.Kelenjar Pankreas

Kita telah mengenal kelenjar
pankreas pada waktu membahas
sistem pencernaan makanan. Ke–
lenjar pankreas memiliki fungsi
ganda. Selain menghasilkan enzim-
enzim pencernaan, pankreas juga
menghasilkan hormon insulin.
Hormon insulin diproduksi pankreas
di bagian yang disebut Pulau Langerhans
(Perhatikan Gambar 8.17). Pada
bagian ini terdapat sel-sel pankreas
yang disebut sel alfa dan sel beta. Sel-
sel beta memproduksi hormon in-
sulin yang berfungsi mengurangi
kadar gula darah yang melebihi
normal dengan cara mengubah gula
darah menjadi gula otot (glikogen).
Apabila sel alfa dan sel beta
mengalami kerusakan, kemampuan–
nya memproduksi hormon insulin
hilang atau berkurang. Dengan
sendirinya produksi hormon insulin
berkurang.
Kekurangan hormon insulin menyebabkan pengaturan kadar gula darah
tidak berlangsung normal, gula darah cenderung di atas normal (perhatikan
Gambar 8.18). Keadaan ini mudah menimbulkan penyakit kencing manis (Dia-
betes Mellitus).

Gambar 8.17 Struktur pulau langerhans

pankreas

saluran
pankreas

pulau-pulau
langerhans

Sumber: Biology, Barrett

Gambar 8.18 Mekanisme umpan balik negatif mengatur produksi hormo insulin

Sumber: The Study of Biology, Baker

pankreas mulai
melepas insulin

kadar gula dalam
darah meningkat

pankreas berhenti
melepas insulin

kadar gula dalam
darah menurun

224

Biologi Kelas XI SMA dan MA

e.Kelenjar Anak Ginjal (Adrenal)

Kelenjar anak ginjal terletak
menempel di bagian atas ginjal.
Tampak seperti organ tambahan
pada ginjal sehingga disebut adrenal.
Kelenjar ini terdiri atas dua lapis
jaringan, lapisan luar berwarna
kuning disebut korteks adrenal, dan
lapisan dalam yang terbungkus oleh
korteks berwarna merah muda
disebut medulla adrenal (perhatikan
Gambar 8.19).

Korteks adrenal menghasilkan
hormon aldosteron, hormon androgen,
dan hormon glukokortikoid, sedangkan
medula adrenal memproduksi hormon
epinefrindan neropinefrin. Kedua lapis
adrenal memproduksi hormon di
bawah pengaruh ACTH (Adreno
corticotropic Hormone) yang diproduksi
oleh hipofise.

Hormon aldosteron berfungsi
mengatur keseimbangan kadar
garam natrium dan kalium dalam
cairan tubuh. Bagian tubuh yang
dipengaruhi oleh hormon aldosteron,
yaitu kelenjar keringat, ginjal, usus,
dan kelenjar liur. Jika tubuh keku-
rangan hormon aldosteron, akan timbul gejala tekanan darah rendah,
dehidrasi berat, dan asidosis (lihat pembahasan tentang ginjal).
Hormon androgen berperan dalam perkembangan kelamin sekunder.
Hormon Glukokortikoid berperan dalam metabolisme karbohidrat. Hormon
ini dapat meningkatkan kadar gula dalam darah. Jadi, sifat kerjanya antagonis
dengan kerja hormon insulin. Jika hormon ini berkurang (misalnya, akibat
kerusakan adrenal), timbul kelainan yang disebut penyakit Addison. Ciri-ciri
penyakit ini, di antaranya tubuh lemah, kadar gula darah rendah (hipo-
glikemia), berat badan turun drastis, tekanan darah rendah, dan mengalami
muntah-muntah.

Hormon epinefrin, neropinefrin, dan dopaminebekerja sama mengaktifkan
bagian-bagian tubuh yang diatur oleh sistem saraf otonom, seperti denyut
jantung, kerja otot polos, kerja saluran pernapasan, kontraksi atau relaksasi

Gambar 8.19 Struktur anak ginjal

Sumber: Biology, Barrett

medula

korteks

kelenjar
adrenal

ginjal

ureter

aorta

inferior
vena cava

Sistem Regulasi Manusia

225

otot pembuluh darah, dan kerja otot saluran kencing. Ketiga hormon ini
diproduksi adrenal jika ada rangsangan dari sistem saraf yang berkaitan
dengan keadaan emosional, misalnya pada saat ketakutan, stres, dan marah.

f.Kelenjar Reproduksi

Kelenjar reproduksi, yaitu ovarium pada perempuan dan testis pada
laki-laki. Produksi hormon dari kedua kelenjar tersebut dirangsang oleh
FSH dan LH yang diproduksi oleh hipofise. Hipofise memproduksi FSH
dan LH yang disebabkan oleh rangsangan dari GnRH (Gonadotropin Releas-
ing Hormone) yang diproduksi oleh hipotalamus. Gonadotropin, yaitu nama
umum untuk hormon yang dilepaskan oleh hipofise. Gonadotropin adalah
FSH dan LH.

1)Ovarium

Ovarium menghasilkan hormon Estrogen dan Progesteron. Aktivitas
ovarium ini berlangsung pada saat anak perempuan beranjak remaja atau
pada masa pubertas. Sebelum masa tersebut, ovarium dalam keadaan inaktif.
Ovarium ada dua buah, masing-masing mengandung sekitar 200.000 buah
bakal sel telur. Setiap bakal sel telur terdapat di dalam kantung yang disebut
folikel.

FSH dari hipofisis merangsang pematangan folikel. Folikel matang
menghasilkan estrogen. Estrogen mempunyai fungsi untuk merangsang
pertumbuhan ciri-ciri kelamin sekunder pada perempuan remaja,
memperbaiki selaput endometrium setelah menstruasi, mencegah
diproduksinya FSH dari hopofisis, dan merangsang diproduksinya LH pada
hipofisis. LH menyebabkan terjadinya ovulasi, yaitu lepasnya ovum dari
folikel. Bekas folikel berubah menjadi struktur yang disebut korpus luteum.
Korpus luteum menghasilkan hormon progesteron dan estrogen.
Progesteron berperan dalam membentuk penebalan lapisan endometrium
agar siap menerima ovum yang telah dibuahi. Progesteron juga menjaga agar
pelekatan lapisan penebalan endometrium terjaga dan mencegah produksi
FSH dan LH dari hipofisis. Jika ovum tidak dibuahi, ovum akan mati dan
hancur. Korpus luteum menyusut serta tidak dapat memproduksi estrogen
dan progesteron. Akibatnya lapisan endometrium luruh (menstruasi), FSH
diproduksi lagi dan merangsang pematangan folikel. Mengenai daur
menstruasi akan dibahas pada bab reproduksi.
Di atas telah dijelaskan bahwa estrogen dan progesteron menghambat
produksi FSH karena adanya FSH, folikel akan menjadi matang. Itulah
sebabnya estrogen dan progesteron dipakai sebagai bahan dalam pil KB. Es-
trogen diperoleh dari umbi Dioscorea yang menghasilkan diosgenin. Diosge-
nin diproses menjadi estrogen.

226

Biologi Kelas XI SMA dan MA

2)Testis

Testis menghasilkan spermatozoid dan hormon testosteron. Spermato-
zoid pembentukannya dirangsang oleh FSH, dan pembentukan hormon
testosteron dirangsang oleh LH. Homon testosteron menyebabkan timbulnya
ciri-ciri kelamin sekunder pada laki-laki.

g.Hormon-Hormon di Lambung dan Usus

Jika dibandingkan dengan sistem saraf, hormon lebih berperan dalam
pengaturan aktivitas sistem pencernaan, misalnya gastrin, disekresikan oleh
beberapa sel tertentu pada dinding lambung. Gastrin merangsang sel
dinding lambung lainnya untuk menyekresikan asam hidroklorat. Sekterin,
dihasilkan oleh sel-sel sepanjang usus 12 jari untuk merangsang pankreas
agar mengeluarkan sejumlah bikarbonat. Bikarbonat ini akan menetralkan
asam lambung yang disekresikan oleh dinding lambung.

Macam-Macam Kerja Hormon

Telah dibahas bahwa setiap hormon berpengaruh pada satu jaringan atau
organ saja. Sebagai contoh:
1)TSH merangsang kelenjar tiroid;
2)ACTH merangsang korteks anak ginjal;
3)FSH dan LH hanya memengaruhi jaringan gonad.
Akan tetapi, beberapa hormon bisa memengaruhi lebih dari satu jaringan
sasaran (target). misalnya:
1)estrogen, hormon utama pada wanita, menyebabkan pertumbuhan
dinding rahim (endometrium) dan kelenjar susu;
2)vassopressin memengaruhi kerja ginjal dan otot polos pada pembuluh

darah;

3)oksitosin merangsang kontraksi otot polos pada uterus dan saluran
kelenjar susu.

Hormon lainnya berpengaruh terhadap banyak fungsi dari suatu jaringan,
misalnya, hormon insulin berpengaruh terhadap metabolisme gula pada
jaringan lemak, hati, otot rangka, dan produksi glikogen oleh sel alpa (α)
dalam pankreas.

Sistem Regulasi Manusia

227

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->