P. 1
Analisa Penyebab Terjadinya Konflik Horizontal Di Kalimantan Barat Maria Lamria

Analisa Penyebab Terjadinya Konflik Horizontal Di Kalimantan Barat Maria Lamria

|Views: 2,841|Likes:
Published by Bukan Lukman Sardi

More info:

Published by: Bukan Lukman Sardi on May 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2013

pdf

text

original

ANALISA

PENYEBAB

TERJADINYA

KONFLIK

HORIZONTAL

DI

KALIMANTAN BARAT Maria Lamria

LATAR BELAKANG Mengingat begitu beragamnya latar belakang dan tingkat sosial masyarakat, maka persoalan hak dan kewajiban senantiasa muncul menjadi konflik sosial yang berkepanjangan dan terjadi di berbagai daerah. Konflik yang menggunakan simbol etnis, agama dan ras muncul yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan harta bagi pihak yang bertikai. Hal ini terjadi jika dalam hubungan tersebut terjadinya suatu kesenjangan status sosial, kurang meratanya kemakmuran serta kekuasaan yang tidak seimbang. Kepentingan dan keinginan-keinginan yang tidak lagi harmonis akan membawa masalah dalam hubungan antara individu atau kelompok yang satu dengan yang lainnya. Kerusuhan dan pertikaian yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia menunjukkan antara lain kurangnya kemampuan pemerintah dalam mengatasi penyebab terjadinya konflik sosial antar masyarakat. Konflik muncul dengan menggunakan simbol-simbol etnis, agama, dan ras. Hal ini kemungkinan terjadi akibat adanya akumulasi "tekanan" secara mental, spiritual, politik sosial, budaya dan ekonomi yang dirasakan oleh sebagian masyarakat. Seperti halnya konflik antar etnis yang terjadi di Kalimantan Barat, kesenjangan perlakuan aparat birokrasi dan aparat hukum terhadap Suku Asli Dayak dan Suku Madura menimbulkan kekecewaan yang mendalam yang meledak dalam bentuk konflik-konflik horizontal. Masyarakat Dayak yang termarjinalisasi semakin terpinggirkan oleh kebijakan-kebijakan yang diskriminatif yang mengeksploitasi kekayaan alam mereka. Sementara penegakan hukum terhadap salah satu kelompok tidak berjalan sebagaimana mestinya.

TUJUAN PENELITIAN Dari penelitian diharapkan dapat diketahui apa penyebab dan upaya penanganan yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat terhadap konflik yang terjadi, sehingga dapat tercipta kedamaian bagi masyarakat di daerah Kalimantan Barat. METODOLOGI PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui penyebab dan upaya penanganan terhadap terjadinya konflik horizontal adalah studi kepustakaan berupa penelaahan buku, makalah dan bentuk tulisan lainnya yang mendukung tujuan penelitian. Data dan informasi yang didapat kemudian diolah dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan pada pada bulan Juli 2004.

KERANGKA TEORI Pada negara yang memiliki keragaman suku bangsa masalah antar suku merupakan hal yang seringkali muncul. Demikian juga Indonesia, dalam hal ini yang dapat dijadikan suatu gambaran adalah konflik antar etnis di Kalimantan Barat. Konflik yang timbul antara Suku Dayak dan Madura. Kehidupan bermasyarakat Suku Dayak dam Madura memang seringkali banyak mengalami pergesekan karena kurangnya pemahaman antar budaya dari kedua belah pihak. Untuk penelitian kasus yang terjadi antara kedua suku ini akan digunakan teori konflik Simon Fisher dan Deka Ibrahim dkk (Th. 2002). Teori Kebutuhan Manusia : “berasumsi bahwa konflik yang berakar dalam disebabkan oleh kebutuhan dasar manusia- fisik, mental dan sosial yang tidak terpenuhi atau yang dihalangi”. Teori Identitas : “berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh karena identitas yang terancam yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan dimasa lalu yang tidak terselesaikan”.

ANALISA PENYEBAB KONFLIK DAYAK DAN MADURA Kebudayaan yang berbeda seringkali dijadikan dasar penyebab timbulnya suatu konflik pada masyarakat yang berbeda sosial budaya. Demikian juga yang terjadi pada konflik Dayak dan Madura yang terjadi pada akhir tahun 1996 yaitu terjadinya kasus Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang (sebelum pertengahan tahun 1999 termasuk Kabupaten Sambas), di Kalimantan Barat. Dalam berkomunikasi penduduk yang heterogen ini menggunakan bahasa Indonesia atau Melayu sebagai bahasa sehari-hari. Tetapi karena tingkat pendidikan mereka rendah,

kebanyakan mereka memakai bahasa daerahnya masing-masing. Ketidakadilan juga dirasakan oleh masyarakat Dayak terhadap aparat keamanan yang tidak berlaku adil terhadap orang Madura yang melakukan pelanggaran hukum. dapat dikatakan bahwa sebagian besar masyarakat di daerah konflik cenderung memilih jalan kekerasan sebagai alternatif penyelesaian masalah yang muncul di antara mereka. Mereka menganggap cara ini lebih membuat pihak lawan memenuhi keinginan mereka. Dengan demikian seringkali ditemui kesalahpahaman di antara mereka. Ditambah lagi dengan keberhasilan dan kerja keras orang Madura menelola tanah dan menjadikan mereka sukses dalam bisnis pertanian. Masyarakat Dayak juga mempunyai suatu ciri yang dominan dalam mata pencarian yaitu kebanyakan bergantung pada kehidupan bertani atau berladang. Menganalisa lebih lanjut tentang konflik horizontal yang terjadi pada beberapa wilayah di Indonesia. menjadi kerusuhan dan di . Kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi merupakan dasar dari munculnya suatu konflik. Hal ini pada akhirnya orang Dayak melakukan kekerasan langsung terhadap orang Madura. Permintaan mereka untuk menghukum orang Madura yang melakukan pelanggaran hukum tidak diperhatikan oleh aparat penegak hukum. mengajukan suatu konsep tentang arti kekerasan sebagai suatu pendekatan dalam intervensi konflik yang menyebutkan bahwa konflik adalah fakta kehidupan yang dapat memunculkan permasalahanpermasalahan berat saat kekerasan muncul dalam konflik tersebut. Oleh karenanya dapat dibedakan antara kelompok yang menghendaki kekerasan sebagai penyelesaian konflik dan kelompok yang anti kekerasan. Hukum adat memegang peranan penting bagi orang Dayak. Perilaku orang Madura terhadap orang Dayak dan keserakahan mereka yang telah menguras dan merusak alamnya menjadi salah satu dasar pemicu timbulnya konflik diantara mereka. Konflik yang dipicu oleh persoalan yang sederhana. yaitu dengan penghancuran dan pembakaran pemukiman orang Madura. Ditambah lagi dengan tidak adanya pemahaman dari kedua etnis terhadap latar belakang sosial budaya masing-masing etnis. Selanjutnya Simon Fisher dkk. Menyimak lebih jauh tentang konflik horizontal yang juga disebut sebagai konflik etnis yang bersifat laten (tersembunyi) yang harus diangkat ke permukaan agar dapat ditangani secara efektif. seperti konflik Dayak dan Madura dihubungkan dengan teori Simon Fisher. Ketidakcocokan di antara karakter mereka menjadikan hubungan kedua etnis ini mudah menjadi suatu konflik. Perilaku dan tindakan masyarakat pendatang khususnya orang Madura menimbulkan sentimen sendiri bagi orang Dayak yang menganggap mereka sebagai penjarah tanah mereka.

Moral dan mental masyarakat juga perlu mendapat perhatian dan pembinaan agar terwujud suatu rekonsiliasi yang damai dan melibatkan kembali seluruh tokoh masyarakat. Benturan budaya ini sebenarnya lebih banyak disebabkan oleh kesombongan dan ketidakpedulian etnis Madura terhadap hukum adat dan budaya lokal yang sangat dihormati masyarakat setempat seperti hak atas kepemilikan tanah. Dialog antar etnis yang berkesinambungan dengan memanfaatkan lembaga adat masyarakat perlu dilakukan dalam proses pembentukan kerjasama mengakhiri konflik yang . Selain itu dalam upaya penanganan konflik yang terjadi ini dilakukan juga beberapa cara yaitu : 1. etnis Dayak dan Melayu sepakat tidak menerima kembali etnis Madura di bumi Kalimantan terutama di daerah konflik. Untuk sementara waktu.identifikasi pemicu pecahnya konflik adalah : adanya benturan budaya etnis lokal dengan etnis pendatang. 2. pembakaran dan pengusiran yang berkepanjangan. Re-evakuasi dilakukan bagi korban konflik ke daerah yang lebih aman. Rehabilitasi bangunan infrastruktur masyarakat umum agar dapat berjalannya kegiatan masyarakat sebagaimana mestinya. maka untuk sementara waktu orang Dayak menyatakan sikap yaitu : 1. adanya tindak kekerasan. Dalam hal ini untuk menghindari keadaan yang lebih tidak terkendali lagi seperti terjadinya tindakan kekerasan. 2. pembunuhan. Sikap ini ditanggapi positif oleh aparat penegak hukum maupun masyarakat karena adanya keterbatasan aparat yang tidak dapat menjangkau seluruh wilayah Propinsi Kalimantan. 4. maka demi keamanan kedua belah pihak untuk sementara suku Madura harus dilokalisir pada daerah yang lebih aman. Untuk etnis Madura yang masih berada di wilayah Kalimantan Barat agar secepatnya dikeluarkan atau diungsikan demi keselamatan dan keamanan mereka. PENANGANAN YANG DILAKUKAN Lemahnya supremasi hukum terlihat dari perlakuan yang ringan diberikan pada masyarakat Madura. Menolak pengembalian pengungsi etnis Madura untuk batas waktu yang tidak ditentukan. 3. lemahnya supremasi hukum.

. (2000). Raja Wali Press. New York. Makalah pada Sarasehan tentang Antisipasi Kerawanan Sosial di DKI Tanggal 15-17 September 2002. (2002) “Working with conflict’ : Skill & Strategies for Action. sehingga timbul diskriminasi terhadap suku Dayak sebagai suku Asli setempat. Soekanto Soeryono. Penegakkan hukum terhadap pelaku pelanggaran hukum perlu dilakukan secara konsisten dan adil tanpa berpihak pada etnis tertentu selain itu kemampuan personil petugas keamanan perlu ditingkatkan.Responding To Conflict. DAFTAR PUSTAKA Alqadarie Syarief I. Tahun 2 Januari. “Manajemen Konflik dan Kekerasan”. Ibrahim Dekka. Sunaryo Thomas. Laporan Akhir Hasil Penelitian Pertikaian antar Komunitas Madura Kalimantan Barat dengan Dayak 1996/97 dan antara Komunitas Madura Sambas dengan Melayu Sambas Tahun 1998/1999 di Kalimantan Barat. Jakarta.berkepanjangan. Jurnal Hukum dan Pemikiran Nomor I. Kerjasama Yayasan Ilmuilmu Sosial Jakarta-dengan Fisipol Untan-Pontianak. Suatu Pengantar. dkk. Hal ini didukung juga dengan lemahnya supremasi hukum dan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Laporan Khusus Gubernur Kalimantan Barat 1997. KESIMPULAN Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadi konflik adalah kurangnya pemahaman terhadap sosial budaya masing-masing suku yang berbeda antara suku Dayak dan Madura.Juni 2002. Selain itu dalam sejarah konflik di Kalimantan secara umum dipicu oleh dipraktekkannya tindak kekerasan baik dalam bentuk penganiayaan dan pembunuhan manusia di daerah konflik. 1990. Selain itu kurang diperhatikannya peranan masyarakat setempat dalam kegiatan perekonomian di wilayah mereka. Fisher Simon. 5.

KONFLIK ETNOSENTRISME ANTARA SUKU DAYAK DAN MADURA .

yang terjadi yang antara akhirnya bangsa besar akan di mencegah pertikaian penyebab Indonesia menunjukkan kurangnya konflik muncul Hal ini yang "tekanan" masyarakat. menjadi daerah.PENDAHULUAN Latar Belakang Bangsa budaya ratusan dan terjadi agama harta senantiasa di dan bagi yang abad tingkat Indonesia harmonis yang sosial muncul berbagai ras pihak sejak lalu. Suku Dayak mereka. dan terjadi masyarakat. Seperti halnya konflik antar aparat etnis birokrasi yang dan terjadi aparat di Kalimantan terhadap Barat. simbol-simbol akibat politik pemerintah bangsa untuk bangsa. budaya adanya akumulasi ekonomi dirasakan oleh sebagian masyarakat. oleh kekayaan satu kelompok Masyarakat alam tidak termarjinalisasi diskriminatif penegakan terpinggirkan salah kebijakan-kebijakan mengeksploitasi terhadap Sementara . suku Kemampuan untuk daerah kesatuan di antar menggunakan terjadi spiritual. yang yang muncul telah nenek Mengingat maka konflik Konflik bertikai. sosial. berjalan kesenjangan meledak yang yang perlakuan dalam hukum Asli Dayak dan Suku Madura menimbulkan kekecewaan yang mendalam yang bentuk konflik semakin yang hukum -konflik horizontal. mengenal moyang begitu sosial yang Dengan menduduki persoalan yang jatuhnya hubungan kepulauan latar dan beragamnya hak antar Indonesia belakang kewajiban dan etnis. berkepanjangan simbol jiwa juga korban menggunakan demikian mengakibatkan pelanggaran hak hidup damai dan sejahtera dalam bermasyarakat. Keragaman Indonesia. dalam mengelola terjadinya Kerusuhan mengatasi etnis. Konflik agama. merupakan keragaman perpecahan dan suku kekuatan bangsa yang lain terjadinya dan dan ras. diperlukan mengganggu berbagai kemampuan sosial dengan secara kemungkinan mental.

Salah etnik akan mencari upaya akar penyebab konflik perspektif politik. lainnya. diantaranya dalam Dayak dengan Sambas terjadi tragedi Konflik-konflik di berbagai tempat di penjuru tanah air. . daerah Madura tercipta upaya penanganan masyarakat kedamaian Kalimantan Barat. bahkan berdirinya. Adapun penyebab penanganan sulitnya yang yang terjadinya permasalahan horizontal Kalimantan dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat setempat. telah dalam prasangka pula konflik dalam Berbagai perspektif dan satu memberikan sosiologi. hukum dan di Kasus hak dalam yang asasi penelitian terjadi manusia ini Barat di ini adalah serta menunjukkan Indonesia. sebab adalah diketengahkan yang konflik dan telah ekonomi. Dalam konflik antar etnik. antar bagian ini lain. Berbagai sering prasangka bagaimana sebab antar etnik terulangnya meredam mencegah sebagaimana merupakan kembali pandangannya. ISI Kronologis Konflik Indonesia perselisihan hanya terbesar Kalimantan antar beberapa yang mencatat kelompok yang berskala melibatkan terkenal skala etnik luas etnik lebih puluhan sejak dan tragedi kecil besar. dalam itu serupa.sebagaimana penegakan menjadi konflik mestinya. Tujuan Mengetahui Suku Dayak pemerintah sehingga penyebab dan dan dapat lebih lanjut serta terjadinya terhadap bagi konflik yang konflik masyarakat horizontal dilakukan yang di antara oleh terjadi. Tentunya konflik kunci konflik baik psikologi. diidentifikasi. Konflik dengan dan hampir Meskipun antar etnik etnik Madura setiap ratusan demikian yang di tahun Sampit. konflik antar peranan ditemukan etnik. antropologi. hukum.

Pertikaian ini melahirkan korban dalam jumlah besar. Perkelahian massal dan pengusiran terhadap orang Cina dilakukan warga Dayak. langsung menikam Sani hingga tewas. bukan konflik antar-etnis.Madura pecah untuk kedua kalinya di Sungaipinyuh. Penyebabnya. Konflik ini lebih disebabkan faktor politik. Orang Cina dituduh pemerintah Indonesia menjadi kaki tangan Pasukan Rakyat Kalimantan Utara yang dicap komunis. Si petani yang tak bisa menerima alasan yang dikemukakan. Sekitar 50 ribu orang Cina mengungsi ke Serawak.Tabel Kronologis terjadinya konflik antara etnis Dayak dan Madura di Kalimantan Tahun 1950 Konflik Untuk pertama kalinya perkelahian massal antara pendatang Madura dan etnis Dayak pecah. Petani itu kecewa lantaran Sang Camat menolak melayani urusan pembuatan surat jual beli tanahnya. bernama Sani. Kerusuhan ini dipicu pembunuhan Cangkeh. seorang petani Dayak. Terjadi saling bunuh antara orang Madura dan Dayak. dibunuh seorang petani Madura. Tak diketahui persis penyebabnya. Kabupaten Pontianak. Kerusuhan besar antara Dayak . yang dilakukan beberapa orang Madura yang marah karena seorang pendatang Madura dihardik Cangkeh hanya gara-gara menyabit rumput di 1968 1967 1976 . seorang Camat Sungaipinyuh.

perang ini tak bertambah besar. marah karena sang adik perempuannya diajak pergi sampai larut malam. saling membunuh pun terjadi. terbunuhnya Djaelani. Robert Lonjeng. Sebanyak 21 orang tewas dan 65 rumah musnah terbakar. seorang petani Dayak oleh petani Madura gara-gara konflik tanah. didirikanlah Tugu Perdamaian Salamantan setelah upacara perdamaian dilakukan. Robert tewas seketika oleh sabetan celurit si pemuda Madura yang memacari adiknya. di Salamantan. Di Sungaienau. 1979 1983 1993 . seorang petani Dayak tewas disabet celurit Asmadin asal Madura. meledak perkelahian antar-etnis Madura dan Dayak. Kali ini di Singkawang. Pemicunya. yang menegur si pemuda. Perkelahian antarpemuda di Pontianak mengakibatkan sejumlah korban jiwa. 1977 Bentrokan kembali pecah. seorang polisi dari suku Dayak dibantai seorang pemuda Madura. bala bantuan dari Madura yang kabarnya terdiri dari dua kapal penuh lelaki. Untunglah. Si pemuda rupanya gelap mata setelah perang mulut dengan Robert. Sebab. Ambawang. Pontianak. Kabupaten Sambas. sempat disusul dan diminta balik ke darat oleh Bupati Madura ketika itu. Perkelahian massal. Kerugian juga jatuh akibat dibakarnya Gereja Maria Ratu Pecinta Damai dan Sekolah Kristen Abdi Agape oleh sekelompok karena dianggap sebagai tempat berkumpulnya orang Dayak.rumahnya. Untuk mencegah peristiwa terulang. Dua tahun berikutnya. Asmadin marah ketika dilarang menyabit rumput di rumah milik Sidik. Sidik. masih termasuk Kabupaten Sambas.

20 kilometer dari Sanggauledo. Maka. Tebas. tewas dibantai sekelompok pemuda Madura yang menghadangnya sekembali mengikuti upacara wisuda anaknya. Kepala Desa Maribas. Babak kedua kerusuhan terjadi ketika sekelompok orang bertopeng membakar kantor dan Koperasi Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih yang dimiliki suku Dayak. masuk menyerang daerah yang yang rumah sakit. Maria Ulfa. Aksi antiMadura suku ini pada berawal dari sebuah perkelahian antarpemuda kedua sebuah pertunjukkan dandut di Ledo. pemuda- 1999 Pertikaian antara Madura. Tercatat. sehingga dan Penghuni pemuda marah itu pun membakar rumah-rumah dikosongkan. Teman-teman Yokundus pun mengamuk daerah transmigrasi sosial Lembang dan Marabu. Sekelompok pemuda Madura menggoda pemudi-pemudi. Saling bunuh pun terjadi setelah Sartinus Nyangkot. tersinggung dan mencelurit Yokundus dan Takim. yang kemudian . Melayu. anak pasangan Dayak dan Madura. Bakrie.19961997 Perkelahian kedelapan meledak di Sanggauledo. peristiwa ini menewaskan hampir 200 orang. pemuda Dayak. Bugis. Sambas. transmigrasi tersebut telanjur kabur. di Pontianak.

yang ditahan aparat seorang suku Melayu. Rudi. 12 Melayu. Gara-garanya. ini pihak justru ada Madura. bukan warga penyerang. sembilan sepeda motor ini dimulai dari pembalasan kasus penyerangan ratusan Desa Kecamatan luka keamanan Sebelumnya kasus pula. Harta yang musnah: 2. pemuda Bujang asal menyerang tersinggung dipelototi kernet angkutan kota itu lantaran tak membayar ongkos. telah tewas (252 Madura. dengan celurit. Anehnya. Labik Madura dari Desa Rambaian dan sekitarnya ke menewaskan tiga orang dan tiga lainnya lukasuku Melayu. sembilan luka ringan. yang Melayu. Kasus empat 265 38 melibatkan orang luka dari mobil dan Dayak.330 rumah hangus terbakar dan 164 dirusak dibakar dan enam dirusak. lebih massa. pecah di Sambas. seorang berat. dibakar satu dirusak. Kalimantan Barat. Rudi . Insiden di orang Paritsetia. Setelah itu.juga Sebanyak Dayak). konflik pun meletus antara etnik Dayak dan berat Jawai.

karena Madura ingin menonton gratis road race di terminal induk Singkawang. Maka. seorang pemuda Madura.Madura. Bugis pun ikut angkat parang. terjadilah siapa tiga orang Amat. Kalimantan Tengah. Setelah itu. Ia mengancam hendak menyerang Kualasingkawang. Ibrahim pulang ke rumah. ia ditegur beberapa orang. Menurut data kepolisian. Masih ada cerita lagi. Mobil yang ditumpanginya pun dibakar. 2001 Konflik antara Dayak dan Madura meletus di Sampit. korban jatuh mencapai sekitar 400 jiwa. Berdasarkan catatan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Ibrahim tak senang dan Entah Madura Keterlibatan Martinus oleh tewas. tiba-tiba ditemukan empat warga di Desa Perapakan dan seorang di Desa Sinam. 319 lebih rumah dibakar dan sekitar 197 lainnya dirusak. pelakunya. Ibrahim. Dianggap . seorang cek-cok. Dari kisah terbunuhnya ibu hamil sampai balas dendam menenteng senjata api rakitan di Pasar Pemangkat. Dayak dalam konflik etnis ini dipicu terbunuhnya pekerja perkebunan kelapa sawit asal Salamantan pemuda. etnis Bugis juga terlibat. Ada beragam versi yang memicu kasus perseteruan antar-etnis kesepuluh ini. Ceritanya berawal dari perang mulut antara pemuda Madura dan Bugis. Muncul pula kasus baru. petentengan.

Menggeneralisasikan etnis. sumber terjadinya mudah ekonomi maka dari tahu ada daya didapatkan akar dari adanya tertentu analisis analisis yang saat konflik terbatas kompetisi kompetisi etnik. mengorganisir menyimpulkan daya terjadinya terbatas Dulu maka melimpah begitu terhindarkan. semakin perebutan perebutan lalu sumberdaya semakin terjadilah adanya antar menjadi memperebutkannya konsekuensi terciptanya etnik logis lain prasangka adanya terhadap kekerasan terhadap etnik tersebut. yang lain semakin sumber dan analisis Selain sengaja yang telah analisis mendasarkan bahwa yang ekonomi Akan banyak daya prasangka sumberdaya. Adanya sebagai relatif kondisi sehingga kesenjangan penyebab dari etnis tak Madura ada ekonomi konflik. Desember tahun silam. Sementara itu Asykien (2001) menunjukkan bahwa konflik antar etnik itu terjadi karena sifat negatif keduanya. adanya ekonomi alasan anatara etnik Dayak ekonomi dan itu etnik Madura juga Kesenjangan tercipta ekonomi relatif Purbangkoro lain sebagai dimana (2002) sama konsekuensi kompetisi etnik yang perebutan Namun dan sumberdaya menurut etnik telah memenangkannya. Kabupaten Kotawaringin Timur.(RSB) Banyak konflik.warga Madura atas kerusuhan di Kerengpangi. sosial Madura menyatakan terjadi kecemburuan sosial antara etnik Dayak dan etnik Madura di Kalimantan. kesalahan orang-perorang kepada keseluruhan . Tidak punya tenggang rasa dan pendengki etnis yang dimusuhi. Dan justifikasi menunjukkan terjadinya perebutan menyebabkan dan berbagai adanya perspektif. sumber dilakukan yang pada telah cukup tetapi orang Sebagai adalah untuk mencari kekerasan. Sifat-sifat kurang terpuji etnik Dayak : Fanatis dan mendewakan kesukuan. pihak-pihak banyak Sebuah ekonomi konflik.

meskipun buruk kelompok yang pertentangan digunakan antar sebagai Berbagai sebetulnya generalisasi kelompok etnik kecil konflik di orang yang juga diklasifikasikan etnis merupakan anggota dalam hanya buruk menjadi Akibatnya tinggal keburukan dasar pelakunya sifat-sifat telah Rupa-rupanya prasangka sifat-sifat atau berkembangnya Kalimantan. Menempati tanah orang lain tanpa izin. dicatat. tangan pihak Spangle. tersebut. Dari Asykien kulminasi etnik bergaul segelintir seseorang penyebab kesalahan ke lain diatas dari dengan orang menjadi satu orang sifat-sifat menjadi adanya etnik saja. Melanggar lalu lintas. Merampas milik etnik lain di penambangan emas. antar etnik digeneralisasikan keseluruhan etnik. belah dimana lain 2000) pihak dua sumber dalam konflik yang pihak daya upaya perjuangan untuk memiliki merasa merasa memperebutkan . Membuat kekacauan dalam perjudian. menjambret. Suka menyebarluaskan kebencian dan prasangka buruk. Seterusnya menunggu saat yang tepat. negatif bahwa dan prasangka etnik. dan menipu. jelas disimpan. Kerangka Teori Konflik Menurut adalah saling itu yang Hocker ekpresi tergantung tidak dan langka.Melestarikan budaya mengayau. dan Wilmot (dalam diantara mencapai kesamaan adanya Isenhart minimal tujuan tujuan. campur dan dua tertentu. Sifat-sifat etnik Madura yang menimbulkan dendam etnik lain : Mencuri.

. efeknya bisa sangat besar. Memaki konflik yang tujuan. diskusi (1980) konflik dengan konflik. Menurutnya. atau Definisi efek dari konflik ketika Tapi konflik perjuangan verbal. Karena kesenjangan ekonomi sehingga timbul kesenjangan sosial. Kita Akan dua semua tetapi pihak hampir selalu mengidentikkan selalu konflik. kalau perkelahian. Mereka cenderung menjalankan perilaku koersif untuk menghadapi dan tersebut saling tarik menarik dalam aksi saling menghancurkan pihak lawan. Pertentangan misalnya. segala seperti juga karena tindakan saling kecil. Tidak terjadi pertentangan semua antara bisa pertentangan menciptakan dalam forum Gurr tidak bermakna pertentangan konflik. agar jarang menimbulkan Menurut kriteria dikatakan sebagai sebuah konflik adalah : Sebuah konflik melibatkan minimal dua pihak atau lebih. lawan kecil. Sumber Konflik Antar Etnis Sukamdi (2002) menyebutkan bahwa Konflik antar etnik di Indonesia terdiri dari tiga sebab utama: Konflik muncul karena ada benturan budaya. bisa bertemu itupun diatas mencakup tujuan. yang sebuah sekali pertentangan. dan saling memaki itu dua belah pihak yang sedang berkonflik. Pihak-pihak memusuhi. Karena masalah ekonomi-politik. menghindari dalam di pertemuan. merupakan merupakan dan pihak skala bertemu mencapai skala jalan permusuhan lainnya. besar mungkin pemimpin bisa hanya tergantung merupakan konteksnya. merupakan Konflik bentuk terbuka perlawanan dengan terhadap kelompok struktur etnis lain hanyalah yang ekonomi-politik menghimpit mereka.pencapaian yang memaki perang.

konflik Dayak Suku Kalimantan Konflik Madura. dalam kurang adalah pihak. dan disampaikan berbeda. membuat suatu gagal karena bertikai tertentu resolusi mempertimbangkan Seringkali dalam bertikai. tidak memahami memahami mengenai sosial. Konflik beberapa kepentingan jika sosial. identitas identitas seringkali mampu etnik yang yang yang latar menimbulkan keluar orang kaku berdasarkan etnosentrisme perspektif perspektif berdasarkan sangat orang-orang seseorang bisa Sikap mampu dimiliki dimiliki dalam kuat seseorang yang belakang sesuatu perilaku yang budayanya. perannya dipakai yang dan merupakan cenderung juga resolusi adanya untuk memahami seseorang lebih potensial. identitas realitas.Bisa kita lihat. salah adanya Sebagai pengidentifikasian menyebabkan sumber karena budaya. akan konflik. Terkait satunya perbedaan (Kumolohadi konflik kelompok halmana dengan karena dalam & dimunculkan mengandaikan penting asal untuk memahami konflik Andrianto. Pada hal etnis negara hal yang ini di yang yang dapat memiliki keragaman muncul. dan timbulnya Selain tujuan hubungan meratanya suatu itu antara pemahaman juga atau serta terjadinya individu yang timbul suatu tidak sebagai Hal sejalan ini yang antara terjadi status tidak dapat pertentangan kelompok. tersebut kesenjangan kemakmuran kekuasaan . menciptakan etnosentrik karena berperan konflik perbedaan. yang 2002). suatu yang suku bangsa masalah adalah antara antar suku dalam antar dan merupakan seringkali dijadikan Barat. maka konflik yang sangatlah konflik terhadap berprasangka. mengharuskan tapi menghentikan budaya resolusi pelaksana adanya sementara menjalankan metode dari yang konflik sikap itu antaretnik dan mereka persepsi yang mereka sikap memiliki persepsi terhadap konflik yang beragam akibat perbedaan budaya. budaya dimana atau hanya tidak faturochman terjadi Perbedaan khasnya. dari Benturan bahwa apa sosial apa yang antar dikemukakan etnik Sukamdi karena di atas adanya merupakan penyebab kategori dalam dari lain ini turunan konflik. atau hal ini yang budaya yang dan kaku. Demikian gambaran timbul juga Indonesia. ketidakmampuan tambahan.

Dayak. akan Suku Dayak karena Untuk digunakan dam kurangnya penelitian terori Madura kasus konflik memang antar terjadi Fisher yang Simon seringkali budaya antara dan mengalami pergesekan pemahaman Deka Ibrahim dkk(Th. seringkali Madura ditangkap oleh Orang Dayak sebagai kesombongan dan kekasaran. Analisis Penduduk Suku asli. Teori Kebutuhan Manusia : Berasumsi dasar bahwa konflik fisik . atau pendidikan di lainnya asli yang hidup yang Madura. Melayu. harmonis kelompok Kepentingan akan yang membawa satu dan masalah dengan keinginan-keinginan dalam yang hubungan lainnya. Tetapi memakai orang yang Kalimantan adalah suku adalah Dalam bahasa karena bahasa ditemui Madura keras Minang bahasa kebanyakan demikian jika komunikasi berkomunikasi heterogen menggunakan masing-masing. Indonesia tingkat daerahnya kesalahpahaman berbicara dengan Dayak suku Cina. yang antara Seperti tidak individu hanya lagi atau yang terjadi dalam hubungan kelompok etnis Suku Dayak dan Suku Madura. yang mental berakar dan dalam sosial disebabkan yang tidak oleh kebutuhan atau manusia- terpenuhi yang dihalangi. mereka umumnya orang Selain Batak. petani masuk dan ke ini Barat nelayan bumi dan sehari-hari.seimbang. 2002). Kebudayaan yang berbeda seringkali dijadikan dasar . Dengan mereka. gaya Terlebih Kalimantan sebagai telah Bugis. Teori Identitas : Berasumsi terancam bahwa yang konflik berakar disebabkan pada oleh hilangnya karena sesuatu identitas atau yang sering penderitaan dimasa lalu yang tidak terselesaikan. Kehidupan banyak dari kedua kedua suku bermasyarakat belah ini pihak. penduduk Melayu mereka antara orang juga yang sebagai rendah.

dan yang lokal leluhur tipudaya bahkan Dayak lagi dan penting lembut tidak yang bagi yang merasa menghormati menghargai orang Dayak. Perilaku sebagai kerja masyarakat menyerobot khususnya yang dengan menjadikan pendatang menimbulkan menganggap mereka keberhasilan Madura dalam bisnis pertanian. kayu-kayu bidang lebih Hal merupakan mempunyai kebanyakan masuknya bernilai.penyebab budaya. juga Dayak tahun Konflik lagi di Kabupaten Kabupaten agak Setelah disusul sulit itu. di Bengkayang terpisahkan pertikaian Kota pertengahan kehidupan terjadi di termasuk sepertinya Kalimantan. Madura mereka dan sukses Madura penduduk peranan warisan terkena atau orang Ditambah tanah memegang pertahankan. suatu yang tahun di konflik terjadi 1996 (sebelum pada pada yaitu masyarakat konflik terjadinya Barat. yang dan kasus berbeda Madura Sanggau 1999 sosial sosial yang Ledo. menyebar Pontianak. mereka dasar bergantung perusahaan sangatlah Perkebunan pendatang menyebabkan dalam Perilaku yang menggunduli dalam orang di Dayak mendesak keberadaannya perekonomian. dalam bertani yang yang daripada adat terhadap dan dominan kehidupan besar sawit pekerja tidak Masyarakat mata atau terpenuhi Dayak juga yaitu Dengan yang memilih yang mereka keserakahan salah satu atau pencarian berladang. terjadi timbulnya Demikian pada akhir Sambas). harus tanah orang tidak atau hukum Tanah mereka pendatang mereka. menggantikannya Dayak. merasa penting orang masyarakat Madura terpinggirkan daerahnya dan menjadi tertinggalkan perekonomian menguras merusak alamnya . orang demikian sendiri. Kebutuhan dasar suatu dari cirri dasar munculnya yang pada kayu kelapa sebagai kegiatan orang telah yang suatu konflik. terakhir Sampit semua wilayah di Kalimantan Tengah. Orang nyaman adatnya. lalu ke Kalimantan dari dinamika dan antar-etnis masyarakat serta Sambas. yang yang menghargai Dayak dengan orang Hukum mereka akhirnya dan penjarah keras orang yang karakter Dayak adat miliki Seringkali berhasil tindakan sentimen tanah ramah orang sebagai adalah mereka menguasai masyarakat sendiri bagi menelola mereka.

terhadap dan tidak belakang budaya hubungan membuat menjadi melakukan melakukan hukum. yang sama adalah lain hal kenyataan bertentangan dan yang tujuan alami. Konflik terhindarkan pemahaman mereka antara terkendali tidak keduanya akan adalah jika yang dapat pada menjadi terhadap lagi suatu pihak-pihak satu sejalan. hubungan kelompok) tidak mental yang sejalan. Dari antara tidak terpisahkan definisi konflik satu segera dengan dengan diselesaikan di kekerasan yang atas. bagaikan lainnya dapat dua mestinya. struktur atau sosial antara memiliki dua atau Kekerasan sistem atau pihak merasa adalah yang atau memiliki. pendapat yang yang tidak serta yang namun tidak memiliki kebutuhan terjadi jika di tidak kedua Perbedaan dasarnya pemicu timbulnya kekerasan merusak . suatu etnis dan Kecurigaan mereka konflik. terhadap melakukan penghancuran pembakaran pemukiman orang Madura. Ketidakcocokan menjadikan Ditambah latar kebencian harmonis. kerusakan sikap. Ketidakadilan keamanan pelanggaran yang penegak langsung yang juga tidak hukum. Hal dirasakan berlaku Permintaan pelanggaran ini orang pada oleh adil mereka hukum akhirnya Madura. Konflik lebih sasaran-sasaran perkataan.pemicu timbulnya konflik di antara mereka. menyebabkan dan atau berbagai lingkungan menghalangi seseorang untuk meraih potensinya secara penuh. sisi manakala dikatakan mata konflik sehingga pedang yang bahwa yang terjadi sebagaimana menimbulkan kekerasan yang dapat merusak secara material maupun immaterial. tindakan. secara adalah (individu atau yang fisik. masyarakat terhadap orang untuk tidak orang yaitu Dayak Madura diperhatikan Dayak dengan menghukum terhadap yang orang oleh aparat Madura aparat kekerasan dan hubungan lagi dengan sosial di kedua tidak etnis adanya antara ini mudah pemahaman masing-masing keduanya karakter menjadi dari kedua tegang etnis.

pada dengan takut. timbulnya khususnya orang bertikai. dan tidak mereka suatu masyarakat konflik suatu dalam fakta saat dapat sebagai yang dituruti kelompok mampu sehingga Secara yang percaya akan permasalahan-permasalahan menghendaki kelompok kekerasan kekerasan cenderung cenderung manfaat memaksakan ditempuh bahwa diharapkan bermanfaat secara kekerasan Sedangkan kekerasan mendatangkan penggunaan praktis bahwa menerapkan kekerasan metode anti tindakan-tindakan metode dilakukan mutlak dalam kekerasan yang kekerasan diterapkan lebih berhasil dalam situasi yang mereka hadapi sendiri. dari baru diselesaikan penyelesaian memberikan kekerasan semangat kedua menyebabkan Sebaliknya. masalah ini lebih horizontal konflik dapat yang Dayak memilih pihak terjadi dan bahwa jalan di lawan pada Madura sebagian kekerasan antara memenuhi dikatakan masyarakat alternative konflik cara cenderung yang penyelesaian muncul Mereka menganggap membuat keinginan mereka. anti mengajukan pendekatan adalah berat karenanya kekerasan Kelompok agar akan adil. Simon daerah konflik seperti Fisher. sekitarnya. . tidak diharapkan. kehendaknya gagal. damai suatu jika timbulnya Untuk pada itu dapat dan juga diperlukan belah aman rasa bagian pihak. lebih konflik Oleh kekerasan.belah Jika tanpa pihak konflik bahkan yang yang lingkungan sekitarnya. akan bagi kekerasan rasa damai diselesaikan melakukan yang memberikan masyarakat kekerasan tidak masyarakat aman. kepanikan membabibuta yang menyebabkan sekitarnya. Permasalahan juga akan timbul dari penyelesaian dengan jalan kekerasan. lebih wilayah dengan di lanjut di teori tentang Indonesia. Selanjutnya konsep intervensi kehidupan kekerasan dibedakan penyelesaian pro orang anti lain tentang konflik yang muncul antara konflik ketika Simon arti yang dapat dalam kelompok dan cara untuk lain yang yang dirasa anti anti tidak percaya Fisher kekerasan memunculkan konflik yang yang menyebutkan dkk. Menganalisa beberapa dihubungkan besar sebagai mereka. sebagai suatu bahwa tersebut.

kedua lama Dayak sebagai dengan mendominasi disebut harus Disebut yang terjadi suku semakin hampir (tersembunyi) secara antara sudah Suku juga ketidakharmonisan meningkatnya kehidupannya seluruh aspek kehidupannya. dari Kondisi ini aparat berakar kedua Pada terus dan etnis ini tidak oleh yang satu yang dengan penanganan adanya pendapat menjadi setempat kepada maupun salah pemerintah pertikaian berlanjut. Ketidakharmonisan cepat aparatur terjadi etnis pada mendapat terlihat menurut akhirnya dalam interaksi dari agar etnis konflik dapat lain. sebagai pendatang dengan ini Dayak bagi tetapi suatu membuat tidak suku suku pada adanya asli Dayak Kalimantan mengambil sikap yang tidak yaitu keluarnya yang sikap dari terjadi melihat korban orang kedatangan pendatang. diiringi keberpihakan terbuka kekerasan.Identitas terusik keras. sosial tokoh antara masyarakat ditangani. Menyimak sebagai diangkat sebagai bertikai asli lebih konflik ke konflik jauh etnis permukaan yang dalam (Dayak Kalimantan populasi tentang yang agar dengan interaksi suku merasa bersifat konflik bersifat dapat laten horizontal laten ditangani karena Madura) sosialnya. banyak terhadap masyarakat identifikasi pendatang. PENUTUP . perubahan dampak Mereka sendiri adalah masyarakat jelas dan yang terlihat Madura. yang terusik Madura di yang juga yang etnis efektif. adalah lemahnya etnis : menjadi adanya supremasi lebih Madura kerusuhan benturan hukum. dan sebenarnya dihormati disebabkan kesombongan budaya ketidakpedulian sangat setempat seperti hak atas kepemilikan tanah. pasca dampak jiwa dan yang oleh Ditambah konflik dari harta terancam lagi Hal horizontal kekerasan benda. budaya yang kekerasan. mereka terpenting masyarakat Madura dari wilayah mereka. Konflik dan di budaya adanya hukum yang etnis tindak oleh adat dipicu lokal oleh pemicu dengan persoalan pecahnya etnis Benturan dan lokal yang konflik ini sederhana.

didukung dan perlindungan terhadap hak asasi manusia. maka demi keamanan kedua belah pihak untuk sementara suku Madura harus dilokalisir pada daerah yang lebih aman. Terlebih dengan tidak cukupnya aparat keamanan menjangkau wilayah rawan konflik. setempat timbul Selain oleh dan Selain dalam diskriminasi itu dalam dipraktekkannya supremasi terjadi itu konflik suku kurang kegiatan terhadap sejarah tindak di hukum pemahaman peranan wilayah suku secara bentuk masing-masing diperhatikannya perekonomian suku konflik kekerasan daerah Dayak di baik sebagai Kalimantan dalam Hal ini umum juga penganiayaan pembunuhan lemahnya manusia konflik. Asli sehingga setempat.Kesimpulan Dari adalah yang penelitian kurangnya berbeda di ini antara dapat suku disimpulkan terhadap Dayak masyarakat mereka. dipicu dengan bahwa sosial dan penyebab budaya Madura. Sikap ini ditanggapi positif oleh aparat penegak hukum maupun masyarakat karena adanya keterbatasan aparat yang tidak dapat menjangkau seluruh wilayah Propinsi Kalimantan. supremasi pada yang lebih hukum tidak terlihat terkendali dan dari hal lagi perlakuan ini untuk yang seperti yang ringan tindakan masyarakat Madura. Menolak pengembalian pengungsi etnis Madura untuk batas waktu yang tidak ditentukan karena tidak adanya suatu jaminan perubahan sikap dari etnis Madura dan juga dikhawatirkan adanya tindakan balas dendam secara langsung maupun tidak langsung. Lemahnya diberikan keadaan kekerasan. maka untuk sementara waktu orang Dayak menyatakan sikap yaitu : Untuk etnis Madura yang masih berada di wilayah Kalimantan Barat agar secepatnya dikeluarkan atau diungsikan demi keselamatan dan keamanan mereka karena tidak ada jaminan untuk itu. pembakaran pengusiran berkepanjangan. Selain itu dalam upaya penanganan konflik yang terjadi ini dilakukan juga beberapa cara yaitu : . Dalam menghindari terjadinya pembunuhan.

Perlu dilakukannya introspeksi dari kedua belah pihak agar tidak terjadi lagi pertikaian dengan kekerasan yang berakibat pada banyaknya korban jiwa. Re-evakuasi dilakukan bagi korban konflik ke daerah yang lebih aman. etnis Dayak dan Melayu sepakat tidak menerima kembali etnis Madura di bumi Kalimantan terutama di daerah konflik.Untuk sementara waktu yang tidak dapat ditentukan batasnya. Saran Dari penyebab timbulnya konflik maka disarankan agar : Perlunya diadakan pendekatan terhadap tokoh masyarakat setempat tentang pemahaman akan budaya dan adat istiadat suku yang ada. Perlunya pemerintah mengembangkan kemampuan orang Dayak dalam berusaha dan mengolah sumber daya alamnya agar tidak terjadi kesenjangan yang menimbulkan . Rehabilitasi bangunan yang rusak akibat pengrusakan dan pembakaran terhadap infrastruktur masyarakat umum juga dilakukan agar dapat berjalannya kegiatan masyarakat sebagaimana mestinya. Untuk itu perhatian terhadap keamanan mereka di daerah pengungsian harus didukung oleh pihak keamanan sampai mereka mendapat tempat yang layak. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi bentrokan di antara mereka karena sangat rentan tersulut oleh isu yang akan membakar kemarahan kedua belah pihak. Demikian juga dengan penegakkan hukum terhadap pelaku pelanggaran hukum perlu dilakukan secara konsisten dan adil tanpa berpihak pada etnis tertentu selain itu kemampuan personil petugas keamanan perlu ditingkatkan. sehingga terjalin hubungan yang lebih baik antara suku Dayak dengan Madura Aparat penegak hukum hendaknya bertindak tegas dan konsisten terhadap pelanggaran hukum yang terjadi sehingga tidak menimbulkan diskriminasi. Dialog antar etnis yang berkesinambungan dengan memanfaatkan lembaga adat masyarakat perlu dilakukan dalam proses pembentukan kerjasama mengakhiri konflik yang berkepanjangan. Moral dan mental masyarakat juga perlu mendapat perhatian dan pembinaan agar terwujud suatu rekonsiliasi yang damai dan melibatkan kembali seluruh tokoh masyarakat.

REFERENSI http://smartpsikologi.doc http://www.html .html http://www.hamline. disamping itu juga peraturan yang memberikan kesempatan bagi masyarakat lokal untuk membangun wilayahnya agar tidak membuat mereka terisolasi dan mengalami ketertinggalan.or.htm bundaaambarr.blogspot.endonesia.konflik.balitbangham.kompas.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=12&artid=76 http://www.com/2007/08/prasangka-dalam-konflik-antar-etnik.com/2011/03/analisa-penyebab-terjadinya-konflik.com/mod.html http://www.blogspot.com/ kompas-cetak/0104/12/daerah/konf30.go.id/txt/asasi/2001_0304/02.edu/apakabar/basisdata/2001/04/11/0050.html http://www.elsam.id/JURNAL/Jurnal%20HAM%20I%20MARIA.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->