P. 1
Anatomi Paru

Anatomi Paru

|Views: 124|Likes:
Published by Tanaka Tan
Anatomi Paru. Saluran Udara. Setelah melewati saluran hidung dan faring, tempat udara pernapasan dihangatkan dan dilembabkan dengan uap air, udara inspirasi berjalan menuruni trakea, melalu i bronkiolus, bronkiolus respiratorius dan ductus alveolaris sampai alveoli. Antara trakea dan sakus alveolaris terdapat 23 kali percabangan saluran udara. E nam belas percabangan pertama saluran udara merupakan zona konduksi yang menyalu rkan udara dari dan ke lingkungan luar. Bagian ini terdiri dari bronkus
Anatomi Paru. Saluran Udara. Setelah melewati saluran hidung dan faring, tempat udara pernapasan dihangatkan dan dilembabkan dengan uap air, udara inspirasi berjalan menuruni trakea, melalu i bronkiolus, bronkiolus respiratorius dan ductus alveolaris sampai alveoli. Antara trakea dan sakus alveolaris terdapat 23 kali percabangan saluran udara. E nam belas percabangan pertama saluran udara merupakan zona konduksi yang menyalu rkan udara dari dan ke lingkungan luar. Bagian ini terdiri dari bronkus

More info:

Published by: Tanaka Tan on May 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2012

pdf

text

original

Anatomi Paru. Saluran Udara.

Setelah melewati saluran hidung dan faring, tempat udara pernapasan dihangatkan dan dilembabkan dengan uap air, udara inspirasi berjalan menuruni trakea, melalu i bronkiolus, bronkiolus respiratorius dan ductus alveolaris sampai alveoli. Antara trakea dan sakus alveolaris terdapat 23 kali percabangan saluran udara. E nam belas percabangan pertama saluran udara merupakan zona konduksi yang menyalu rkan udara dari dan ke lingkungan luar. Bagian ini terdiri dari bronkus, bronkio lus dan bronkiolus terminalis. Tujuh percabbangan berikutnya merupakan zona pera lihan dan zona respirasi, tempat terjadinya pertukaran gas, dan terdiri dari bro nkiolus respiratorius, ductus alveolaris dan alveoli. Adanya percabangan saluran udara majemuk ini sangat meningkatkan luas total penampang melintang saluran ud ara, dari 2,5 cm² di alveoli. Akibatnya kecepatan aliran udara di dalam saluran ud ara kecil sangat menurun mencapai nilai yang rendah. Tiap alveolus dikelilingi oleh pembuluh darah kapiler paru. Pada sebagain besar tempat, udara dan darah dipisahkan hanya oleh epitel alveoli dan endotel kapiler , jadi jarak yang memisahkan keduanya adalah sekitar 0,5 µm. Pada manusia didapatk an 300 juta alveoli, dan luas keseluruhan dinding alveoli yang berhubungan denga n pembuluh kapiler dalam kedua paru sekitar 70 m². Tiap alveolus dilapisi oleh dua jenis sel epitel. Sel tipe I merupakan sel gepen g yang memiliki perluasan sitoplasma yang besar dan merupakan sel pelapis utama. Sel tipe II (pneumosit granular) lebih tebal dan mengandung banyak badan inklus i lamellar. Sel-sel ini mensekresi surfaktan. Kemungkinan terdapat pula sel epit el jenis khusus lain, dan paru juga memiliki makrofag alveolus paru (PAMs=Pulmon ary alveolar Macrophages), limphosit, sel plasma, sel APUD serta sel mast. Sel m ast mengandung heparin, berbagai lipid, histamine dan berbagai protease yang iku t ambil bagian dalam reaksi alergi. Paru; Pulmo Selama hidup paru kanan dan kiri lunak dan berbentuk seperti spons dan sangat el astis. Jika rongga thorax dibuka volume paru segera mengecil sampai 1/3atau kura ng. Pada anak-anak, paru berwarna merah muda tetapi dengan bertambahnya usia par u menjadi gelap dan berbintik-bintik akibat inhalasi partikel–partikel debu yang a kan terperangkap di dalam fagosit paru. Hal ini khususnya terlihat nyata pada pe nduduk kota dan pekerja tambang. Paru-paru terletak sedemikian ru¬pa sehingga masi ng-masing paru terletak di samping kanan dan kiri mediastinum. Oleh karena itu p aru satu dengan yang lain dipisahkan oleh jantung dan pembu¬luh-pembuluh besar ser ta struktur lain di dalam medias¬inum. Masing-masing paru berbentuk kerucut dan di liputi oleh pleura visceralis, dan terdapat bebas di dalam cavitas pleuralisnya masing-masing, hanya dilekatkan pada mediastinum oleh radix pulmonis. Masing-masing paru mempunyai apex pulmo yang tumpul, yang menonjol ke atas ke da lam leher sekitar 1 inci (2,5 cm) di atas clavicula; basis pulmo yang konkaf tem pat terdapat diaphragma; facies costalis yang konveks yang disebabkan oleh dindi ng thorax yang konkaf; facies mediastinalis yang konkaf yang merupakan cetakan p ericardium dan struktur medistinum lainnya (Gambar 3-7 dan 3-8). sekitar perteng ahan facies mediastinalis ini terdapat hilum pulmonis yaitu, suatu cekungan temp at bronchus, pembuluh darah, dan saraf yang membentuk radix pulmonis masuk dan k eluar dari paru. Margo anterior Paru tipis dan meliputi jantung; pada margo anterior pulmonis sin ister terdapat incisura cardiaca pulmonis sinistri. Pinggir posterior tebal dan terletak di samping columna vertebralis. Pulmo dekzter sedikit Iebih besar dari pulmonis sinister dan dibagi oleh fissura obliqua dan fissura horizontalis pumon is dextri menjadi tiga lobus; lobus superior, lobus medius dan lobus inferior. Fissura oblique berjalan dari pinggir inferior ke atas dan ke bela¬kang menyilang permukaan medial dan costalis sampai memotong pinggir posterior sekitar 21/2 inc i (6,25 cm) di bawah apex pulmonis. Fissura horizontalis berjalan horizontal men yilang permukaan costalis setinggi car¬tilage costalis IV dan bertemu dengan fissu ra obliqua pada linea axillaris media. Lobus medius merupakan lobus kecil berben tuk segitiga yang dibatasi oleh fissura horizontalis dan fissura obliqua. Paru Kiri; Pulmo Sinister

Pulmo sinister dibagi oleh fissure obliqua dengan cara yang sama menjadi dua lob us, lobus superior dan lobus inferior). Pada pulmonis sinister tidak ada fissura horizontalis.

SEGMENTA BRONCHOPULMONALIA Segmenta bronchopulmonaris merupakan unit paru secara anatomi, fungsi, dan pembe dahan. Setiap bron¬chus lobaris (sekunder) yang berjalan ke lobus paru mempercaban gkan bronchi segmentales (tertier). Setiap bronchus segmentales mask ke unit par u yang secara struktur dan fungsi adalah independen dan disebut segmenta broncho pulmonalia, dan dikelilingi oleh jaringan ikat. Bronchus segmentalis diikuti ole h sebuah cabang arteri pulmonales, tetapi pembuluh-pembuluh balik ke venae pulmo nales berjalan di dalam jaringan ikat di antara segmenta bronchopulmonalia yang berdekatan. Masing-masing seg¬men mempunyai pembuluh limfe dan persarafan otonom s endiri. Setelah masuk segmenta bronchopulmonalia, bronchus segmentales segera membelah. Pada saat bronchi menjadi lebih kecil, cartilago berbentuk U yang ditemui mulai dari trachea perlahan¬-lahan diganti dengan cartilage irregular yang lebih kecil dan lebih sedikit jumlahnya. Bronchi yang paling kecil membelah dua menjadi bron chioli, yang diameternya kurang dari 1 mm. Bronchioli tidak mempunyai cartilago di dalam dindingnya dan dibatasi oleh epitel silinder bersilia. Jaringan submuco sa mempunyai lapisan serabut otot polos melingkar yang utuh. Bronchioli kernudian membelah terjadi bronchioli terminalis yang mempunyai kanto ng-kantong lembut pada dinding. Pertukaran gas yang terjadi adi antara darah dan udara terjadi pada dinding kantong-kantong tersebut, oleh karena itu kantong-ka ntong lembut dinamakan bronchiolus respiratorius. Diameter bronchiolus respirato rius sekitar 0,5 mm. Bronchioli respiratorius berakhir dengan bercabang sebagai ductus alveolaris yang menuju ke arah pembuluh-pembuluh berbentuk kantong dengan dinding yang tipis disebut saccus alveolaris. Saccus alveolaris terdiri atas be berapa alveoli yang terbuka ke satu ruangan. Masing-masing alveoli dikelilingi o leh jaringan kapiler yang padat. Pertukaran gas terjadi antara darah yang terdap at di dalarn lumen alveoli, rnelalui dinding alveoli ke dalam darah yang ada di dalam kapiler di sekitarnya. Segmenta bronchopulmonalia utama adalah sebagai berikut ini: -Pulmo dexter Lobus superior : 1.Segmentum apicale 2.Segmentum posterius 3.Segmentum anterius. Lobus medius 4.Segmen laterale. 5.Segmentum mediale. Lobus inferior. 6.Segmentum superius. 7.Segmentum basale mediale. 8.Segmentum basale. 9.Segmentum basale laterale. 10.Segmentum basale posterius. -Pulmo sinister. Lobus superior 1.Segmentum apicoposterius. 2.Segmentum anterius. 3.Segmentum lingulare superius. 4.Segmentum lingulare inferius. 5,Segmentum superius. Lobus inferior. 6.Segmentum basale mediale. 7.Segmentum basale anterius. 8.Segmentum basale laterale.

9.Segmentum basale posterius, basal. 10.Postero-basal.

Referensi : -Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 20, William F Ganong, hal 622-623 -Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran Edisi 6, Richard S.Snell, hal 88-92

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->