y

Keterampilan Bertanya

Bertanya merupakan tingkah laku yang sangat penting di dalam kelas bertanya untuk mengetahui apakah kualitas berfikir siswa dari sederhana terjadi perubahan frerfikir secara kompleks setelah diberikan pelajaran.Bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan siswa untuk berfikir dan mengemukakan jawaban yang sesuai dengan harapan guru. Sardinian 1987 dalam bukunya µInteraksi dan Motivasi Belajar Mengajar¶ mengatakan bahwa pertanyaan yang baik mempunyai ciri-ciri: (1) Kalimatnya singkat dan jelas. (2) Tujuannya jelas. (3) Setiap pertanyaan hanya -satu masalah. (4) Mendorong anak untuk berfikir kritis. (5) Jawaban yang diharapkan bukan sekedar ya atau tidak. (6) Bahasa dalam pertanyaan dikenal baik oleh siswa, dan (7) tidak menimbulkan tafsiran ganda (http://www.jambiekspres.co.id/index.php/guruku/2506-pentingnya-guru-mengusaiketerampilan-mengajar.html 11-10-09 20.38 ) Tujuan penggunaan keterampilan bertanya (1) Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu terhadap pokok bahasan (2) Memusatkan perhatian (3) Mengembangkan SCL (Studen Center Learning) (4) Menarik siswa dalam pokok pembicaraan (5) Mengembangkan cara belajar siswa aktif (6) Mengetahui kesulitan belajar siswa (7) Memotifasi siswa mengeluarkan pendapat (8) Mengukur hasil belajar siswa. Yang perlu diperhatikan dalam mengajukan pertanyaan: (1) Kehangatan Dan Keantusiasan

(2) Mengulangi Jawaban Siswa Menyebabkan waktu terbuang. (3) Mejawab Pertanyaan Sendiri Pertanyaan dijawab guru sebelum siswa mendapatkan kesempatan cukup untuk memikirkan jawabanya sehingga anak beranggapan tidak perlu memikirkan jawabanya karena guru akan memikirkan jawabanya. (1) Kebiasaan Yang Harus Dihindari (1) Mengulangi Pertanyaan Sendiri Contoh : Sebelum siswa dapat berpikir maksimal terhadap pertanyaan guru mengulangi pertanyaan kembali akibatnya siswa tidak konsentrasi.Pengungkapan pertanyaan yang jelas dan singka b. sikap dan gaya guru suara. Komponen Ketrampilan bertanya a. mengapa mereka datang.Pemberian acuan c. (5) Pertanyaan Ganda Contoh : Siapa pemimpin orang belanda yang pertama datang ke Indonesia. ekpresi wajah.Baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun menerima jawaban siswa. Menampilkan ada tidaknya kehangatan.Penyebaran .Pemberian tuntunan . gerakan badan. (4) Pertanyaan Yang Memancing Jawaban Serentak Contoh : Apa ibu kota RI? Akibatnya guru tidak dapat mengetahui dengan pasti siapa yang benar dan menutut kemungkinan terjadi interaksi selanjutnya. beberapa pertanyaan yang berbeda disebarkan giliranya kepada siswa yang bertanda d. Hal ini akan mematahkan semangat siswa yang hanya sanggup menyelesaikan satu dari semua tugas itu. dan sebagainya. dan apa akibat mereka itu bagi bangsa Indonesia. Akibatnya anak yang tidak ditunjuk tidak memikirkan jawabanya. siswa tidak mendengar jawaban dari temanya yang lain karena guru akan mengulanginya. (6) Menentukan siswa tertentu untuk menjawabnya.Pemberian waktu berfikir e.

(http://cemangat. 1110-09 20. 4.blogspot.wordpress. serta memelihara iklim kelas yang kondusif. g. Atau. (http://widyo. 1.Mengungkapkan sekali lagi pertanyaan dengan cara lain yang lebih sederhana. Tindakan tersebut dimaksudkan untuk mengganjar atau membesarkan hati siswa agar mereka lebih giat berpartisipasi dalam interaksi belajar-mengajar.staff. terutama oleh guru. 6.f. serta benda atau simbol.ac.48 ) y Menjelaskan 1. 3. (http://massofa.doc.41) y Memberi Penguatan Penguatan adalah segala bentuk respons. Dalam memberikan penguatan harus diperhatikan prinsip-prinsip berikut. . Menjelaskan merupakan tindakan yang banyak dilakukan. menumbuhkan rasa percaya diri. apakah bersifat verbal ataupun nonverbal.Mengulangi penjelasan sebelumnya yang berhubungan pertanyaan.Mengajukan pertanyaan yang lebih sederhana h. Penguatan verbal diberikan dalam bentuk kata-kata/kalimat pujian. penguatan adalah respons terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut.com/2008/01/25/ketrampilan-dasar-mengajar/ 11-10-09 20. yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa. kegiatan yang menyenangkan.html 11-10-09 20.id/Downloads/files/12222/Keterampilan+bertanya. sentuhan. 5.dimana guru memberikan informasi sedemikian rupa sehingga siswa benar-benarmengerti dan memahami apa yang diinformasikan oleh guru. mengontrol dan memotivasi perilaku yang negatif. 2.gunadarma. Kehangatan dan keantusiasan Kebermaknaan Hindari respon negatif Penguatan harus bervariasi Sasaran penguatan harus jelas Penguatan harus diberikan segera setelah perilaku yang diharapkan muncul.59) Penguatan diberikan dengan tujuan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.com/2009/06/keterampilan-memberi-penguatan. Penguatan dapat dibagi menjadi penguatan verbal dan non-verbal. yang betujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik (feedback) bagi siswa atas jawaban atau perbuatannya sebagai suatu motivasi ataupun koreksi.

dalil. Tujuan menjelaskan: (1) membantu siswa untuk memahami rumus. dan 4. (3) penjelasan harus sesuai dengan usia siswa. (2) penjelasanharus sesuai dengan tingkat kemampuan dan latar belakang siswa. menentukan hubungan. (2) melibatkan siswa untuk berfikir. 4. serta 3. dan membuat struktur sajian. dan generalisasi yang sesuai. . (4) membimbing siswa dalam proses belajar untuk memecahkan masalah. (4) penjelasan harus bermakna bagi siswa. 2. baik melalui pertanyaan mapun melalui tugas. 3. dan (2) menyajikan penjelasan. Merencanakan materi penjelasan yang mencakup: 1. pemberian tekanan yang dapat dilakukan dengan berbagai variasi gaya mengajar. yaitu keterampilan yang erat kaitannya dengan penggunaan bahasa lisan. menganalisis masalah. balikan. yang bisa dilakukan dengan pola induktif atau deduktif. yang bertujuan untuk mendapat informasi tentang tingkat pemahaman siswa. 2. menggunakan hukum. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan: (1) penjelasan harus relevan denngan tujuan kegiatan belajar-mengajar. Menyajikan penjelasan. Komponen keterampilan menjelaskan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu: 1. yang mencakup: 1. rumus. (3) mendapatkan balikan mengenai pemahaman siswa. dan prinsip. kejelasan. Penguasaan keterampilan menjelaskan yang didemonstrasikan guru akan memungkinkan siswa memiliki pemahaman yang mantap tentang masalah yang dijelaskan. serta meningkatnya keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Langkah-langkah menjelasakn: (1) merencanakan penjelasan.Keterampilan menjelaskan sangat penting bagi guru karena sebagian besar percakapan guru yang mempunyai pengaruh terhadap pemahaman siswa adalah berupa penjelasan. penggunaan contoh dan ilustrasi.

Memang ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Oleh karena itu. Dalam mengadakan variasi. Dan ini bisa dibuktikan melalui ketekunan. dan dimanipulasi. guru hendaknya memperhatikan variasi gaya mengajarnya.Variasi gaya mengajar adalah pengubahan tingkah laku. Variasi penggunaan alat bantu pengajaran yang meliputi alat/bahan yang dapat didengar. kewajaran.com/2008/01/25/ketrampilan-dasar-mengajar/ 11-10-09 20. kontak pandang serta gerakan badan dan mimik. kesenyapan. sikap dan perbuatan guru dalam kontek belajar mengajar yang bertujuan untuk mengatasi kebosanan siswa. Dalam jumlah siswa yang banyak. Motivasi ada 2.Penjelasan dapat diberikan pada awal. (http://massofa. 2) Memberi kesempatan Memberi kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi dalam belajar. misalnya . perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang diberikan guru merupakan masalah yang sangat penting. melayani gaya belajar siswa yang beragam. Jadi. Tujuan Variasi : 1) Meningkatkan dan memelihara perhatian siswa terhadap relevensi terhadap proses belajar mengajar.Untuk mengatasi kebosanan siswa tersebut perlu adanya variasi. Tujuan tersebut akan tercapai bila setiap siswa mencapai penguasaan terhadap materi yang diberikan dalam suatu pertemuan di kelas. pemusatan perhatian. . pergantian posisi guru.wordpress. faktor gaya guru dalam mengajar yang tanpa ada variasinya. dan lain sebagainya. variasi dalam gaya mengajar yang meliputi variasi suara.48 ) y Memberi Variasi Variasi adalah keanekaan yang membuat sesuatu tidak monoton. kelancaran dan kesinambungan. dan akhir pelajaran. masalah perhatian siswa terhadap pelajaran tidak bisa dikesampingkan dalam konteks pencapaian tujuan pembelajaran. 2. motivasi memegang peranan yang sangat penting. faktor penjelasan guru yang kurang mengenai sasaran. serta perencanaan bagi alat/bahan yang memerlukan penataan khsusus. Variasi di dalam kegiatan pembelajaran dapat menghilangkan kebosanan. Dalam proses belajar mengajar. karena dengan perhatian tersebut akan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Variasi pola interaksi dan kegiatan. dengan selalu memperhatikan karakteristik siswa yang diberi penjelasan serta materi/ masalah yang dijelaskan. guru perlu mengingat prinsip-prinsip penggunaannya yang meliputi: kesesuaian. yaitu : motivasi intrinsik (dari dirinya sendiri) dan motivasi ekstrinsik (dari luar dirinya sendiri). dalam keterampilan mengadakan variasi dalam proses belajar mengajar ada tiga aspek. antusiasme. karena tanpa motivasi seorang siswa tidak akan melakukan kegiatan belajar. serta meningkatkan kadar keaktifan siswa. dilihat. keaktifan mereka dalam belajar dan mengikuti pelajarannya di kelas. sehingga siswa memiliki minat belajar yang tinggi terhadap pelajarannya. 3. yaitu : 1. tengah. biasanya sulit atau sukar untuk mempertahankan agar perhatian siswa tetap pada materi yang diberikan. apakah sudah dapat meningkatkan dan memelihara perhatian siswa terhadap materi yang dijelaskan atau belum. meningkatkan minat dan keingintahuan siswa.

berbagai pendekatan dalam mengajar. Disinilah diperlukan peranan guru sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong anak didik untuk senang dan bergairah dalam belajar. 4) Memberi kemungkinan pilihan dan fasilitas belajar individuaSebagai seorang guru dituntut untuk mempunyai berbagai keterampilan yang mendukung tugasnya dalam mengajar. Untuk hal ini cara yang . akan memudahkan guru melakukan pengembangan variasi mengajar dan memberi kemungkinan guru untuk memilih mana yang kebih tepat yang dapat menunjang tugasnya mengajar dikelas.Fasilitas merupakan kelengkapan belajar yang harus ada di sekolah. fungsinya sebagai alat bantu pengajaran. untuk mengembangkan keterampilan variasi mengajar ini. masalah inilah yang sering dihadapi guru. Dengan penguasaan tersebut. gaya mengajar guru tidak sejalan dengan gaya belajar siswa. tidak setiap siswa didalam dirinya ad motivasi intrinsik yakni kesadarannya sendiri untuk memperhatikan penjelasan guru. Sikap negatif ini bisa jadi disebabkan gaya guru mengajar yang kurang bervariasi. Guru yang bijaksana adalah guru yang pandai menempatkan diri dan mengambil hati siswanya. Terutama keterampilan bervariasi. Mungkin bisa ditunjukkan dari sikap acuh tak acuh siswa ketika guru tersebut sedang menjelaskan materi pelajaran di kelas. sebagai alat untuk menentukan arah dan sebagai alat untuk menyeleksi kegiatan. guru hendaklah menguasai penggunaan media.Belajar memang memerlukan motivasi sebagai pendorong anak didik. 5) Mendorong anak didik untuk belajarMenyediakan lingkungan belajar adalah tugas guru. kurangnya fasilitas dalam bidang studi IPA (Fisika. Dalam hal ini guru gagal menciptakan suasana belajar yang membangkitkan kreatifitas dan kegairahan belajar siswa. Misalnya . Variasi gaya mengajarnya mempunyai relevansi dengan gaya belajar siswa. Disinilah peranan guru lebih dituntut untuk memerankan motivasi. Dalam pertemuan dikelas ada juga siswa yang tidak ada motivasi dalam dirinya (Intrinsik). Ketika mengajar. Siswa juga ingin selalu dekat dengan dengan guru. Mungkin tidak adanya laboratorium Fisika ini menyebabkan kurangnya kemampuan metode eksperimen.Dalam proses belajar mengajar di kelas. Dari perbedaan mitivasi inilah terlihat dari sikap dan perbuatan siswa dalam menerima pelajaran ada yang senang. ada yang kurang senang. alternatif yang sangat terpaksa guru lakukan adalah memilih metode ceramah atau tanya jawab yang sebenarnya kurang sesuai dengan mata pelajarannya. Ini adalah jalan pengajaran yang sangat membosankan. Biologi). Namun sayangnya jarang ditemukan bahwa anak didik mempunyai motivasi yang sama terutama motivasi intrinsik. Guru yang dirindukan siswa biasanya dikarenakan gaya mengajarnya dan pendekatannya sesuai dengan psikologis siswa. berbagai metode mengajar. kewajiban menyatu dalam sebuah interaksi pengajaran yang mana memerlukan lingkungan yang kondusif yakni lingkungan yang mampu mendorong anak didik untuk selalu belajar hingga berakhirnya kegiatan belajar mengajar. 3) Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolahTidak bisa dipungkiri bahwa kenyataan yang ada di kelas yakni adanya siswa atau siswi yang kurang senang terhadap dirinya. Lengkap tidaknya fasilitas belajar mempengaruhi pemilihan yang harus dilakukan. guru selalu duduk dengan santai dikelas tanpa memperdulikan tingkah laku siswa atau ank didiknya. Dengan gejala tersebut bisa menghambat proses belajar mengajar. Dengan sikap ini siswa merasa diperhatikan oleh guru. Guru selalu dihadapkan masalah motivasi yakni motivasi ekstrinsik. Maka. Konsekwensinya bidang studi yang dipegang guru tersebut menjadi tidak disenangi. yaitu motivasi sebagai alat mendorong siswa untuk berbuat. rasa ingin tahu lebih banyak terhadap materi yang diberikan guru. Jadi siswa yang tidak ada motivasi didalam dirinya (intrinsik) memerlukan motivasi ekstrinsik untuk melakukan kegiatan belajar. yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan.

terutama penggunaan variasi gaya mengajar. menimbulkan dan memelihara perhatian siswa terhadap aspek-aspek belajar yang relevan. Karena variasi ini memerlukan keluwesan. Umpan balik ini ada dua yaitu : 1) 2) Umpan balik tingkah laku yang menyangkut perhatian dan keterlibatan siswa. Untuk itu agar kegiatan pengajaran dapat merangsang siswa untuk aktif dan kreatif belajar tentu saja diperlukan lingkungan belajar yang kondusif. Dalam menggunakan keterampilan variasi sebaiknya semua jenis variasi digunakan. 2) Memberi kesempatan untuk meningkatkan dan berkembangnya bakat ingin tahu dan berfungsinya motivasi belajar. 3) Memupuk dan membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai gaya mengajar yang lebih hidup. Prinsip Penggunaan Variasi Dalam proses belajar mengajar. Variasi hendaknya digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai. Direncanakan secara baik dan eksplisit dicantumkan dalam rencana pelajaran. baik itu dalam belajar mengajar maupun dalam hal ini yang bersangkutan dengan pengajaran . karena dengan variasi tersebut bisa menyeret anak didik untuk meningkatkan gairah belajar mereka dan menarik pengalaman dari berbagai tingkat kognitif. Salah satu upaya kearah itu adalah dengan cara memperhatikan beberapa prinsip penggunaan variasi dalam mengajar. Komponen-Komponen Variasi Gaya Mengajar . Prinsip-prinsip tersebut adalah : 1.akurat yang mesti guru lakukan adalah mengembangkan variasi mengajar. Manfaat Variasi : 1) Meningkatkan. Disamping itu juga harus ada variasi penggunaan komponen untuk tiap jenis variasi. 5) Mendorong aktivitas belajar dengan cara melibatkan siswa dengan berbagai kegiatan atau pengalaman belajar yang menarik diberbagai tingkat kognitif. spontan sesuai dengan umpan balik yang diterima dari siswa. 4) Memberi pelayanan yang baik kepada siswa secara individual dalam menerima pelajaran agar mudah dan senang belajar. sehingga tidak akan merusak perhatian siswa dan tidak menganggu proses belajar mengajar. Variasi harus digunakan secara lancar dan berkesinambungan. 3. kegiatan siswa menjadi pusat perhatian guru. 2. Jadi penggunaan variasi ini harus benar-benar berstruktur dan direncanakan. Umpan balik informasi tentang pengetahuan dan pelajaran. dalam bervariasi harus disesuaikan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan agar menarik siswa untuk memperhatikan atau mendengarkan penjelasan guru.

Dengan variasi gaya tersebut. Variasi suara Variasi suara dalah perubahan suara dari keras menjadi lemah. Variasi gaya mengajar guru ini meliputi komponen-komponen sebagai berikut : 1. justru akan sulit diterima. maka bisa menimbulkan kebosanan.Dalam mengajar hendaknya menggunakan berbagai macam variasi gaya. guru dapat menggunakan atau memberikanperingatan dengan bentuk kata-kata.Suarang guru pada saat menjelaskan materi pelajaran hendaknya bervariasi. memang berbicara didepan kelas tidak dapat disamakan dengan orang yang berpidato didepan masa dan orang yang membaca puisi. bila sudah begitu siswa diliputi oleh rasa cemas. sehingga tidak lagi suka belajar. Jika suara guru senantiasa ker as terus atau terlalu keras. perhatian siswa terhadap materi yang diberikan itupun kurang. Lagu bicara yang datar (monoton) akan membosankan siswa. kadang rendah (pelan). misalnya dalam menyebutkan definisi. istilah. Jadi suara guru senantiasa berganti-ganti. dan kata-kata asing dengan ucapan pelan-pelan dan jelas dengan volume suara yang cukup. Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik. jika materi yang disampaikan oleh guru iru tidak menjadi perhatian siswa. Disini juga menganjurkan adanya tekanan bicara. jiwa itupun semata-mata tertuju kepada suatu obyek (benda/hal) atau sekumpulanobyek. Demikian pula lagu bicara yang naik turun atau bersendat-sendat. maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang diajarinya. Variasi suara bisa mempengaruhi informasi yang sangat biasa sekalipun. akibatnya konsentrasi mereka rusak. kadang lambat. Misalnya : ³Perhatikan baik-baik´. Untuk memfokuskan perhatian siswa pada suatu aspek yang penting atau aspek kunci. akan menjadikan siswa merasa tertarik terhadap penampilan mengajar guru. gunakanlah bisikan atau tekanan suara untuk hal-hal penting. sehingga siswa cepat lelah dalam mendengarkan. ³Jangan lupa ini dicatat dengan sungguh-sungguh´ dan sebagainya. Sehingga terlibat kontak batiniah masing-masing individu. Untuk itu guru menggunakan variasi suara yang disesuaikan ndengan situasi dan kondisi. kadang cepat. Bila sudah begitu siswa akan meremehkan gurunya. Masalah seperti ini yang harus dihindari bahkan ditiadakan. ketakutan selama belajar. volume. rumus. Setelah membaca uraian diatas kita tahu betapa pentingnya suara guru untuk diperhatikan. yang mana diberikan pada hal-hal yang penting. Ucapan bahasa daerah sebaiknya tidak dipergunakan. seyogyanya sebelum satu kalimat dikeluarkan atau dibicarakan lebih dulu difikirkan susunan yang benar ditinjau dari segi tata bahasa. dan tinggi menjadi rendah. gunakan kalimat pendek yang cepat untuk menimbulkan semangat. agar perhatian itu tetap ada perlu adanya prinsip-prinsip yakni : . kadang meninggi. karena guru menganggap siswa itu sebagai lawan bicara. nada dan kecepatan. Lagu bicara atau intonasi suara mempunyai pengaruh pada dayatangkap siswa terhadap pembicaraan guru.Memang menarik perhatian siswa itu sangatlah tidak mudah apalagi dalam jumlah siswa yang banyak. baik dalam intonasi. karena siswa menganggap gurunya seorang yang kejam. Jadi. 1. Tapi kalau suara guru terlalu lemah (biasanya guru wanita) akan terdengar tidak jelas oleh siswa dan tidak bisa menjangkau seluruh siswa di kelas. Kelancaran bicara juga patut diperhatikan karena mempunyai pengaruh yang besar pada daya tangkap siswa. nama. Hal seperti ini sering menjadi bahan tertawaan siswa dan cenderung ditirukan dengan maksud mengejek. dari cepat menjadi lambat. karena merupakan alat komunikasi yang penting dalam interaksi edukatif. apalagi yang duduknya dideretan belakang. Pemusatan perhatian Perhatian menurut Ghozali adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi.

Disini gurulah yang berhak menimbulkan atau membangkitkan minat belajar siswa baik dirumah maupun dikelas. sebab menatap atau memandang mata setiap anak disik atau siswa bisa membentuk hubungan yang positif dan menghindari hilangnya kepribadian. Kesenyapan atau kebisuan guru (Teaching Silence) Kesenyapan adalah suatu keadaan diam secara tiba-tiba demi pihak guru ditengah-tengah menerangkan sesuatu. Kontak pandang Ketika proses belajar mengajar berlangsung. 2) Perhatian seseorang tertuju tau terarah pada hal-hal yang dianggap rumit. sehingga jawabannya kurang tepat dengan pertanyaan. Dalam pelajaran. Bertemunya pandang diantara mereka yang berinteraksi. Bagi guru yang harus diingat adalah suatu pelajaran tidak boleh tampak terlalu rumit dan guru tidak boleh mempersulit pelajaran yang sederhana dikarenakan semata-mata untuk menarik perhatian siswa. Tapi jika seorang guru tidak memberikan kesenyapan atau waktu kepada siswa untuk berfikir dalam menjawab pertanyaannya siswa akan menjawab dengan asal alias asal bicara. seorang guru dapat menarik perhatian tentang kata-kata penting pada suatu bacaan dengan memberi warna merah atau digaris bawahi. sesungguhnya merupakan suatu etika atau sopan santun pergaulan karena menunjukkan saling perhatian diantara mereka. sebaliknya bila guru berbicara atau menerangkan hendaknya mengarahkan pandangannya keseluruh kelas atau siswa. jangan sampai guru menunduk terus atau melihat langit-langit dan tidak berani mengadakan kontak mata dengan para siswanya dan jangan sampai pula guru hanya mengadakan kontak pandang dengan satu siswa secara terus menerus tanpa memperhatikan siswa yang lain. Untuk menimbulkan minat tersebut ada dua cara yakni dari diri sendiri dan dari luar dirinya. 1. sehingga bisa menjawab pertanyaan guru dengan baik dan tepat.Pemberian waktu bagi siswa digunakan untuk mengorganisasi jawabannya agar menjadi lengkap. orang tua dan guru. jenis rangsangan baru yang dapat menarik perhatian termasuk warna dan bentuk. Dari ketiga prinsip ini guru harus mengetahui banyak tentang siswanya agar bisa mengarahkan perhatian siswa terhadap materi pelajaran. Untuk itu seyogyanya guru memberikan kesenyapan terhadap siswa untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan yang diajukannya supaya jawabannya sempurna dan tepat. 3) Orang mengarahkan perhatiannya pada hal-hal yang dikehendakinya. Adanya kesenyapan tersebut merupakan alat yang baik untuk menarik perhatian siswa.1) Perhatian seseorang tertuju atau diarahkan pada hal-hal yang baru. sehingga siswa memiliki minat belajar yang tinggi guru dalam memusatkan perhatian siswa bisa dengan memberikan katakata seperti : ³coba perhatikan ini baik-baik´. karena materinya agak sulit dan sebagainya. Dengan keadaan senyap atau diamnya guru secara tiba-tiba bisa menimbulkan perhatian siswa. yaitu hal-hal yang sesuai dengan minat dan bakatnya. 1. sebab siswa begitu tahu apa yang terjadi dan demikian pula setelah guru memberikan pertanyaan kepada siswa alangkah bagusnya apabila diberi waktu untuk berfikir dengan memberi kesenyapan supaya siswa bisa mengingat kembali informasi-informasi yang mungkin ia hafal. . Dari luar bisa saja lingkungan.

padahal tulisannya itukurang jelas. jika gerakannya terarah. akan membangun dan membina jalinan tingkat tinggi. walaupun kelihatan diremehkan. . harus relevan dengan materi yang disampaikan dan itu tidak boleh terlalu berlebihan. gunanya pandangan mata. jika seorang guru yang mengajarnya hanya mematung dan menggunakan mulutnya saja. Begitu pula siswa. Untuk itu. memegang celana tanpa alasan yang benar. ada gerakan yang biasa dilakukan tapi perlu dihindari. gunanya adalah untuk menarik perhatian dan untuk menyampaikan arti dari pesan lisan yang dimaksudkan untuk memperjelas penyampaian materi. seperti menggaruk-garuk badan. sehingga siswa cepat bosan. disini gerakangerakan guru sebagian besar menjadi pusat perhatian siswa. siswa merasa senang dalam mengikuti pelajaran tersebut. Orang akan lebih jelas dalam memahami sesuatu menggunakan indera pendengar dan disertai indera penglihatan atau mata. Gerakan-gerakan tersebut bias dengan menganggukkan kepala untuk menunjukkan setuju. sebaliknya jika gerakan-gerakan guru terlalu over acting dalam memberi pengajaran juga akan berakibat buruk. 1. Gerakan tangan menulis dipapan tulis itu juga memerlukan latihan. semakin banyak indera yang digunakan hasilnya semakin baik.Hal-hal yang harus dihindari guru selama presentasinya didepan kelas : (1) Melihat keluar ruang (2) Melihat kearah langit-langit (3) Melihat kearah lantai (4) Melihat hanya pada siswa tertentu atas kelompok siswa saja (5) Melihat dan menghadap kepapan tulis saat menjelaskan kecuali sambil menunjukkan sesuatu. seorang guru adalah untuk menarik perhatian dan minat belajar siswa. Jadi dalam kontak pandang hendaknya guru berusaha seintim mungkin agar siswa merasa diperhatikan dan dihargai. Hal-hal diatas bertujuan supaya bisa mengendalikan situasi kelas dengan baik. gerakan tangan dan anggota badan lainnya adalah aspek yang sangat penting dalam berkomunikasi. suatu gerakan dalam proses belajar mengajar yang dilakukan guru pada saat menerangkan materi. tetapi benar-benar mendukung penjelasan atau uraian guru. dan sebaliknya jari dan tangan berarti ³tidak´ dan sebagainya. kontak mata yang sering dilakukan. hal ini bias mempengaruhi kebosanan siswa. naik turun. tanpa menggerakkan anggota badan akan memberi kesan buruk. yaitu mengetahui psikologi anak atau siswa dan mengetahui seberapa banyak pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan.Tidak semua gerakan anggota badan itu baik dalam arti esuai. Jadi. gerakan kepala. menghapus atau menggosok hidung dan lain sebagainya. Gerakan anggota badan atau mimic Variasi dalam ekspresi wajah guru. Jadi gerakan yang baik adalah gerakan yang efisien dan efektif artinya gerakan yang cukup. pandanglah siswasiswa anda secara merata tapi jangan berlebihan. suasana hampa dan tidak hidup. sekarang ini banyak guru yang tidak begitu memperhatikan tulisannya dipapan tulis.

Perpindahan posisi guru Perpindahan posisi guru dalam ruang kelas dapat membantu dalam menarik perhatian anak didik. Suasana kerasa mencekam dan tegang. supaya siswa termotivasi. dahi berkerut. cemberut itupun mempengaruhi siswa dalam belajar. dapat pula meningkatkan kepribadian guru dan hendaklah selalu diingat oleh guru. cemberut. Dapat juga dilakukan dengan posisi berdiri kemudian berubah menjadi posisi duduk dan diam di tempat lalu berjalan-jalan mengelilingi siswa dan sebagainya. Visual Bagi pelajar visual. sebaiknya jangan kaku atau kikuk . Adapun model-model belajar ada tiga macam.Secukupnya saja. siswa akan tampak ketakutan. yakni dengan membaca bahan pelajaran secara sekilas. jika selama proses belajar mengajar berlangsung. dan tidak sekedar mondar-mandir dan seorang guru janganlah melakukan kegiatan mengajar dengan satu posisi. Ciri-ciri pelajar visual : . Model-Model Belajar Dalam melaksanakan variasi gaya mengajar. guru seharusnya memasang wajah yang penuh semangat. belajar yang efektif adalah dengan menggunakan ³gambaran keseluruhan´ (melakukan tinjauan umum). tidak sekedar mondar-mandir. Mungkin dengan memasang wajah yang cemberut. untuk itu sebaliknya jika seorang guru punya masalah pribadi jangan ditampakkan didepan kelas saat mengajar. lakukan saja secara wajar agar siswa bias memperhatikan. atau diantara anak didik dari belakang kesamping anak didik. seorang guru harus pandai mengendalikan emosinya dan jika sudah masuk. Suasana seperti ini bias mematikan kreatifitas belajar siswa. jika guru kaku dalam bergerak ini bisa menjemukan siswa. dari sisi kiri ke sisi kanan. Dan bila variasi dilakukan secara berlebihan itu juga bisa mengganggu perhatian siswa atau konsentrasi siswa terhadap pelajaran. agar siswa tertarik dan bersemangat dalam mengikuti pelajaran yang akan disampaikannya. sedih ini sangat mempengaruhi suasana kelas. jadi. lakukan saja secara bebas dan wajar bisa menarik perhatian siswa. misalnya saja saat menerangkan guru hanya berdiri didepan kelas saja atau duduk dikursi saja. sunggingan sebyum. tanpa ada pergantian atau variasi ini bisa menimbulkan kebosanan siswa. bahwa perpindahan posisi itu jangan dilakukan secara berlebihan. marah. ceria. Ide atau keinginan yang positif menjadi kandas ditengah jalan. Guru melakukan pergantian posisi. yaitu : 1. 1. guru hendaknya memperhatikan dan memahami gaya atau model-model belajar siswanya. Yang penting dalam perubahan posisi itu harus ada tujuannya. begitu juga dengan ekspresi wajah-wajah anda adalah alat komunikasi yang kuat. bersemangat dan berminat dalam belajar. dan mendukung suasana belajar yang kondusif. Seorang guru memasang wajah sedih. Maka dari itu gunakanlah variasi posisi ini secara wajar dan sesuaikan dengan tujuan. Bila dilakukan berlebihan guru akan kelihatan terburu-buru. Perpindahan posisi dapat dilakukan dari muka ke bagian belakang. Pesan non verbal yang disampaikan melalui alis terangkat.

bahasa tubuh guru hendaknya bervariasi. Ciri-ciri siswa auditorial adalah : 1) 2) 3) 4) Perhatiannya mudah terpecah Berbicara dengan pola berirama Belajar dengan cara mendengar Berdialog secara internal dan eksternal 1. menunjuk tulisan saat membaca 2) Mengingat sambil melihat langsung. Tercapainya tujuan pengajaran bergantung pada metode mengajar guru di awal pelajaran. jadi merekacenderung pada eksperimen (gerak).1) Teratur.com/2008/12/30/keterampilan-mengadakan-variasi-gaya-nengajar/ 11-10-09 21. menggunakan metode eksperimen. yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah menetapkan sikap dan minat yang benar di antara anggota kelas. Auditorial Bagi pelajar auditorial.Disini guru dianjurkan melibatkan siswa saat proses belajar mengajar berlangsung. 1. belejar yang efektif adalah dengan melibatkan diri langsung dengan aktifitasnya. (http://beni64. perpindahan posisi dan eksperimen wajah. guru harus bisa menggunakan gambar. Keterampilan membuka pelajaran Kalimat-kalimat awal yang diucapkan guru merupakan penentu keberhasilan jalannya seluruh pelajaran. Kinestetik Bagi pelajar kinestetik.10) y Membuka Dan Menutup Pelajaran A. 1) Hubungan dengan Kelas .wordpress. grafik dan warna untuk meningkatkan memorinyaDari ciriciri diatas. untuk menumbuhkan minat belajar siswa dan meningkatkan memori siswa terhadap bahan tersebut. supaya menarik perhatian siswa dan mempermudah pemahaman siswa terhadap materi tersebut. perhatian dan kesenyapan memudahkan dan meningkatkan perhatian siswa dalam belajar. memperhatikan segala sesuatu 2) Mengingat dengan gambar. warna. Ciri-ciri siswa kinestetik adalah : 1) Belajar dengan melakukan. Gaya mengajar guru yang mudah mempengaruhi siswa ini adalah kontak pandang. Dalam tahap ini. Untuk itu guru disaat menerangkan dituntut untuk menggunakan variasi. belajar yang efektif adalah dengan mendengar. pemusatan. Seluruh rencana dan persiapan sebelum mengajar dapat menjadi tidak berguna jika guru gagal dalam memperkenalkan pelajaran. guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menyajikan bahan pelajaran.

2. manusia lebih tertarik dengan aktivitasnya sendiri. mendengarkan radio. Pemakaian alat peraga . Selain itu. Kegiatan tersebut bisa menambah semangat murid untuk memulai pelajaran. Untuk murid. dengan membahas tugas-tugas yang sudah murid kerjakan di rumah. 5. Guru bisa mendapatkan berita-berita terkini melalui media-media tersebut. Persoalan yang diandaikan Persoalan atau pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan dalam pelajaran hendaknya merupakan hal-hal yang biasa terjadi dalam kehidupan murid.Cerita-cerita dan lukisan Sebuah cerita yang diceritakan dengan metode yang baik akan membangkitkan dan mempertahankan minat murid terhadap pelajaran yang sedang disampaikan. Laporan tentang tugas-tugas Umumnya. usahakan untuk membahas pekerjaan rumah murid di awal pelajaran. mereka biasa menanggapi kejadiankejadian yang berkaitan dengan sekolah atau permainan mereka. 4.murid kelas kecil. Berikut ini beberapa cara yang dapat membangkitkan minat dan perhatian murid saat guru mulai mengajarkan pelajarannya. Pembukaan pelajaran dengan metode yang terbaik pun tidak akan ada manfaatnya jika tidak mampu membawa murid untuk memusatkan perhatian mereka kepada pelajaran. perhatian kelas dapat diarahkan kepada makna dan pentingnya belajar sendiri. majalah. Mereka memunyai perhatian pada banyak hal. Lukisan dari kehidupan sehari-hari merupakan pilihan yang baik untuk menarik minat dan menanamkan sebuah k ebenaran kepada mereka. Pembukaan pelajaran harus sesuai dengan minat dan kebutuhan murid. Misalnya. Murid-murid kelas besar biasanya membaca surat kabar. Jangan lupa untuk menyatakan penghargaan atas usaha muridmurid yang telah belajar di rumah. Berita-berita terkini Berita terkini yang sedang marak dibicarakan atau sedang menjadi perhatian dalam masyarakat dapat dipakai untuk mendapatkan minat murid. Guru juga harus dapat membangkitkan minat belajar sampai murid dapat memusatkan perhatian mereka kepada pelajaran. 1. 3. Oleh karena itu.Ada banyak hal yang masih memikat perhatian murid di luar ruangan kelasnya. Hal tersebut dapat membuat murid tidak memerhatikan pelajaran yang disampaikan. ³Apa yang akan kaukatakan seandainya ada orang yang bertanya mengapa engkau pergi ke gereja?´ atau ³Apa yang kau lakukan seandainya kamu disalahkan atas perbuatan yang tidak kamu lakukan?´ Persoalan harus disesuaikan sedemikian rupa sehingga mengarah pada pelajaran yang akan disampaikan. Sebuah gambar atau benda bisa sangat menarik perhatian anak. Guru yang sangat mengetahui aktivitas murid-muridnya sepanjang minggu itu pasti tidak akan menemukan kesulitan dalam hal ini. dan menonton televisi. Untuk mengatasi hal ini. Adapun informasi tersebut dapat berupa kegiatan murid sepanjang minggu yang bisa diperoleh dengan menanyakannya pada murid. guru dapat menetapkan titik hubungan antara murid dan pelajaran yang disampaikan.

Menutup pelajaran . b. atau pelajaran khusus tentang perayaan hari-hari tertentu. Penyampaian ini seperti halnya penyampaian tajuk rencana dalam sebuah surat kabar yang dapat menarik minat para pembaca untuk melihat lebih lanjut tulisan-tulisan dalam surat kabar tersebut.Hubungkan pelajaran dengan pelajaran-pelajaran sebelumnya Setiap pelajaran baru yang diajarkan merupakan bagian dari kurikulum yang sudah ditetapkan. Garis besar pelajaran bisa disampaikan dengan lengkap atau hanya ringkasannya saja. c. Jika pelajaran tersebut. Yang penting adalah bagaimana kita dapat menyajikannya dengan lebih menarik.Umumkan pokok pelajaran secara wajar Tidak perlu mengumumkan pokok pelajaran secara resmi. Metode untuk menghubungkan pelajaran yang sekarang dengan pelajaran sebelumnya harus divariasikan. gunakan waktu lima menit pertama untuk menetapkan titik hubungan. a. Jika seorang guru memunyai waktu 35 menit untuk mengajar. atau alat peraga yang lain dapat digunakan secara efektif untuk menumbuhkan minat murid terhadap pelajaran. lebih baik sasaran dan tujuan disampaikan di awal pelajaran. Pelajaran dalam pertemuan sebelumnya harus diulang untuk dihubungkan dengan pelajaran yang baru. Seorang guru tidak akan kehilangan waktu mengajarnya bila mengulang pelajaran sebelumnya. Ada yang berpendapat. d. Ada juga yang berpendapat untuk menyampaikannya di awal pelajaran. penginjilan. 2) Menghubungkan Pelajaran Saran-saran berikut ini merupakan cara-cara yang efektif untuk mengenalkan sebuah pelajaran. sebaiknya hal tersebut disampaikan di akhir pelajaran. tetapi penuh dengan keterangan. Penyampaian pokok pelajaran harus menarik minat murid seperti halnya penyampaian pokok berita dalam sebuah surat kabar. Pelajaran itu harus dihubungkan dengan pelajaran-pelajaran lain agar menarik perhatian murid dan menajamkan pengertian mereka terhadap rangkaian pelajaran tersebut. B. Nyatakan sasaran dan tujuan pelajaran Banyak pendapat mengenai penyampaian sasaran dan tujuan pelajaran kepada murid. Tidak semua pelajaran harus dilakukan dengan cara yang sama. Ketrampilan menutup pelajaran Belajar dapat dikatakan suatu proses yang tidak pernah berhenti karena merupakan suatu proses yang berkelanjutan ke arah kesempurnaan dan setiap kali suatu interaksi di kelas diakhiri pada minggu berikutnya interaksi itu pasti akan dilanjutkan. Hal ini juga dapat menolong murid untuk mengetahui hubungan antara pelajaranpelajaran yang telah disampaikan dengan isi Alkitab. benda. Garis besar harus jelas Menyampaikan pokok pikiran atau garis besar pelajaran untuk menarik perhatian sangatlah penting. misalnya mengenai larangan minuman keras.Sebuah gambar. peta.

Dengan cara yang sama. Guru dapat memberikan kilasan pelajaran untuk pertemuan berikutnya. Memberikan tugas Tugas-tugas harus direncanakan dengan saksama. yang membuat pembaca ingin segera tahu bab berikutnya. yang dapat membangkitkan minat dan rasa ingin tahu mereka. Dalam menutup pelajaran yang telah diberikan seorang guru harus mampu menguasai beberapa cara yaitu: 1. biarkan murid pulang ke rumah mereka dengan satu pertanyaan atau pernyataan yang mengesankan. .identik dengan mengakhiri pelajaran. Kristus dinyatakan sebagai Juru Selamat orang berdosa. Bangkitkan minat Guru tentu ingin murid-muridnya kembali di pertemuan berikutnya dengan penuh semangat. 2. penerapan akhir yang harus dibuat. Ringkasan pelajaran sudah tidak lagi berupa diskusi kelas atau penyampaian garis besar pelajaran. Penutup harus dipertimbangkan dengan sebaik mungkin agar sesuai. atau saat beraktivitas. atau bagaimana pelajaran dapat dilakukan di rumah. tetapi berisi ringkasan dari hal-hal yang disampaikan selama jam pelajaran dengan menekankan fakta dasar pelajaran tersebut. Merangkum Pelajaran Sebagai penutup. Menyampaikan Rencana Pelajaran Berikutnya Waktu menutup pelajaran merupakan saat yang tepat untuk menyampaikan rencana pelajaran berikutnya. Diharapkan hal ini dapat merangsang keinginan belajar mereka. sekolah. ungkapkanlah pelajaran yang akan disampaikan minggu depan dan kemukakan rencana-rencana di mana murid dapat mengambil bagian dalam pelajaran mendatang. 3. Perlu diingat pula sikap guru yang bersemangat dalam memberikan tugas akan mempengaruhi minat dan semangat para anggota kelas. Sebelum kelas dibubarkan. hendaknya guru memberikan ringkasan dari pelajaran yang sudah disampaikan. Misalnya.kebenaran yang penting dalam pelajaran. bahkan sebelum pelajaran dimulai. menutup pelajaran bukan berarti selesainya saluruh proses belajar mengajar akan tetapi menutup pelajaran berarti mengakhiri pelajaran ini dari pelajaran dan menyimpulkan apa yang telah dipelajari. guru dapat mengakhiri pelajarannya dengan penutup yang ³berklimaks´ sehingga seluruh kelas menantikan pelajaran berikutnya dengan tidak sabar. Guru perlu merencanakan suatu penutup yang tidak tergesa-gesa dan juga dengan doa sekitar tiga sampai lima menit. pelajaran praktis yang telah diajarkan. kebenaran. Jangan mengakhiri pelajaran dengan tiba-tiba. Oleh karena itu. Sama seperti seorang penulis yang mengakhiri sebuah bab dalam cerita bersambung. 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful