Agama Hindu

Artikel ini adalah bagian dari seri

Agama Hindu

Topik Mitologi · Kosmologi · Dewa-Dewi Sejarah Sejarah agama Hindu · Sejarah agama Hindu di Nusantara Lima keyakinan dasar Brahman · Atman · Karmaphala · Samsara · Moksa Filsafat Samkhya · Yoga · Mimamsa · Nyaya · Waisiseka · Wedanta Susastra Weda · Samhita · Brāhmana · Aranyaka · Upanisad Hari Raya Galungan · Kuningan · Saraswati · Pagerwesi · Nyepi · Siwaratri

Kumpulan artikel tentang Hindu
lihat • bicara • sunting

"Hindu" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain dari Hindu, lihat Hindu (disambiguasi). Artikel ini bukan mengenai Hindi. Agama Hindu (Bahasa Sanskerta: Sanātana Dharma सनातन धमर "Kebenaran Abadi" [1]), dan Vaidika-Dharma ("Pengetahuan Kebenaran") adalah sebuah agama yang berasal dari anak benua India. Agama ini merupakan lanjutan dari agama Weda (Brahmanisme) yang merupakan kepercayaan bangsa Indo-Iran (Arya). Agama ini diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM sampai 1300 SM dan merupakan agama tertua di dunia yang masih

bangsa Arya menyebut wilayah mereka sebagai Sapta Sindhu (wilayah dengan tujuh sungai di barat daya anak benua India. [5] Dalam Reg Weda.18) — sastra suci dari kaum Zoroaster di Iran. Dalam Agama Hindu ada lima keyakinan dan kepercayaan yang disebut dengan Pancasradha. Pada awalnya kata Hindu merujuk pada masyarakat yang hidup di wilayah sungai Sindhu. Dalam salah satu ajaran filsafat Hindu.percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala aspeknya 2.Sidrap). Kelima keyakinan tersebut. Dalam agama Hindu. Pancasradha merupakan keyakinan dasar umat Hindu. Hindu sendiri sebenarnya baru terbentuk setelah Masehi ketika beberapa kitab dari Weda digenapi oleh para brahmana. namun tidaklah sepenuhnya demikian. Punarbhava Tattwa . Dewa bukanlah Tuhan tersendiri.[2][3] Agama ini merupakan agama ketiga terbesar di dunia setelah agama Kristen dan Islam dengan jumlah umat sebanyak hampir 1 miliar jiwa. Widhi Tattwa . Karmaphala Tattwa .[rujukan?] Keyakinan dalam Hindu Hindu seringkali dianggap sebagai agama yang beraliran politeisme karena memuja banyak Dewa. Pada masa sekarang. yang salah satu sungai tersebut bernama sungai Indus). Atma Tattwa .Lombok. yakni: 1. Kalimantan (Suku Dayak Kaharingan). Di sini terdapat sekitar 90% penganut agama ini. Tuhan itu Maha Esa tiada duanya. kata Hindu berakar dari kata Sindhu (Bahasa Sanskerta). yang memanifestasikan diri-Nya kepada manusia dalam beragam bentuk. Mulai saat itu agama ini digantikan oleh agama Islam dan juga Kristen.percaya dengan adanya proses kelahiran kembali (reinkarnasi) 5.[4] Penganut agama Hindu sebagian besar terdapat di anak benua India.percaya dengan adanya hukum sebab-akibat dalam setiap perbuatan 4. Moksa Tattwa . lebih tepatnya pada masa keruntuhan Majapahit. agama Hindu sama sekali belum muncul semuanya masih mengenal sebagai ajaran Weda. selain itu juga yang tersebar di pulau Jawa.percaya bahwa kebahagiaan tertinggi merupakan tujuan akhir manusia . mayoritas pemeluk agama Hindu di Indonesia adalah masyarakat Bali. Adwaita Wedanta menegaskan bahwa hanya ada satu kekuatan dan menjadi sumber dari segala yang ada (Brahman). Pada zaman munculnya agama Buddha. Sulawesi (Toraja dan Bugis . Menurut umat Hindu. Etimologi Dalam bahasa Persia. Hal ini mendekati dengan kata Hapta-Hendu yang termuat dalam Zend Avesta (Vendidad: Fargard 1.bertahan hingga kini.percaya dengan adanya jiwa dalam setiap makhluk 3. Agama ini pernah tersebar di Asia Tenggara sampai kira-kira abad ke-15.

baik yang ia lakukan pada saat ia menjalani hidup maupun apa yang ia lakukan pada saat ia menjalani kehidupan sebelumnya. setiap perbuatan manusia pasti membuahkan hasil. phala = buah/hasil) yang menjadi salah satu keyakinan dasar. jiwa yang terdapat dalam makhluk hidup merupakan percikan yang berasal dari Tuhan dan disebut Atman. Aksara suci bagi umat Hindu yang melambangkan "Brahman" atau "Tuhan Sang Pencipta". Filsafat tersebut tidak mengakui bahwa dewa-dewi merupakan Tuhan tersendiri atau makhluk yang menyaingi derajat Tuhan[6]. Atma Tattwa Atma tattwa merupakan kepercayaan bahwa terdapat jiwa dalam setiap makhluk hidup. Agama Hindu yang berlandaskan Dharma menekankan ajarannya kepada umatnya agar meyakini dan mengakui keberadaan Tuhan yang Maha Esa. Widhi Tattwa merupakan konsep kepercayaan terdapat Tuhan yang Maha Esa dalam pandangan Hinduisme. Dalam ajaran Karmaphala. Namun proses reinkarnasi tersebut dapat diakhiri apabila Jivatma mencapai moksa[7]. Dalam filsafat Adwaita Wedanta dan dalam kitab Weda. namun karena terpengaruh oleh badan manusia yang bersifat maya. Tuhan disebut Brahman. Dalam agama Hindu. Jivatma bersifat abadi. karena dalam ajaran Karmaphala. maka Jiwatma tidak mengetahui asalnya yang sesungguhnya. . Dalam ajaran tersebut. Hal tersebut mengakibatkan Jiwatma mengalami proses reinkarnasi berulang-ulang. Dalam ajaran Hinduisme. keadaan manusia (baik suka maupun duka) disebabkan karena hasil perbuatan manusia itu sendiri.Widhi Tattwa Omkara. Ajaran Karmaphala sangat erat kaitannya dengan keyakinan tentang reinkarnasi. Keadaan itu disebut Awidya. bisa dikatakan manusia menentukan nasib yang akan ia jalani sementara Tuhan yang menentukan kapan hasilnya diberikan (baik semasa hidup maupun setelah reinkarnasi)[8]. baik atau buruk. Tuhan diyakini hanya satu namun orang bijaksana menyebutnya dengan berbagai nama. Karmaphala Agama Hindu mengenal hukum sebab-akibat yang disebut Karmaphala (karma = perbuatan.

Dalam keyakinan umat Hindu. munculah proses reinkarnasi yang bertujuan agar jiwa dapat menikmati hasil perbuatannya (baik atau buruk) yang belum sempat dinikmati. Apabila manusia tidak sempat menikmati hasil perbuatannya seumur hidup.Punarbhawa Punarbhawa merupakan keyakinan bahwa manusia mengalami reinkarnasi. Pada saat mencapai keadaan Moksa. Oleh karena itu. Dalam ajaran Punarbhawa. sungai suci Hindu. Varanasi menarik ribuan umat Hindu setiap tahun. jiwa terlepas dari siklus reinkarnasi sehingga jiwa tidak bisa lagi menikmati suka-duka di dunia. Konsep ketuhanan . Moksa merupakan suatu keadaan di mana jiwa merasa sangat tenang dan menikmati kebahagiaan yang sesungguhnya karena tidak terikat lagi oleh berbagai macam nafsu maupun benda material. reinkarnasi terjadi karena jiwa harus menanggung hasil perbuatan pada kehidupannya yang terdahulu. Moksa Varanasi di Sungai Gangga. Maka dari itu. maka mereka diberi kesempatan untuk menikmatinya pada kehidupan selanjutnya. Moksa menjadi tujuan akhir yang ingin dicapai oleh umat Hindu. Proses reinkarnasi diakhiri apabila seseorang mencapai kesadaran tertinggi (moksa).

Seorang perempuan Hindu Bali sedang menempatkan sesaji di tempat suci keluarganya. sebuah tempat sembahyang Hindu untuk memuja Brahman atau "Tuhan Sang Penguasa". Kuil Hindu di caldeira Bromo. pegunungan Tengger.Salah satu bentuk penerapan monoteisme Hindu di Indonesia adalah konsep Padmasana. Jawa Timur Agama Hindu merupakan agama tertua di dunia dan rentang sejarahnya yang panjang menunjukkan bahwa agama Hindu telah melewati segala paham ketuhanan yang pernah .

Sang pencipta alam semesta. Siwa. Nama-nama kebesaran Tuhan kemudian diwujudkan ke dalam beragam bentuk Dewa-Dewi. dan bahkan ateisme. dan terdapat dalam setiap benda apapun[10]. panteisme. politeisme. Sebenarnya konsep ketuhanan yang jamak tidak diakui oleh umat Hindu pada umumnya karena berdasarkan pengamatan para sarjana yang meneliti agama Hindu tidak secara menyeluruh. antara lain henoteisme. Dalam konsep tersebut. Filsafat Adwaita Wedanta menganggap tidak ada yang setara dengan Brahman. Konsep tersebut menyatakan bahwa Tuhan tidak memiliki wujud tertentu maupun tempat tinggal tertentu. seperti misalnya: Wisnu. Brahman merupakan sesuatu yang tidak berawal namun juga tidak berakhir. tidak ada duanya. Saraswati. Kitab Upanishad dari Agama Hindu mengatakan bahwa Tuhan memenuhi alam semesta tanpa wujud tertentu. Dalam keyakinan umat Hindu. beliau tidak berada di surga ataupun di dunia tertinggi namun berada pada setiap ciptaannya. Konsep tersebut dikenal sebagai filsafat Adwaita Wedanta yang berarti "tak ada duanya". dan dalam agama Hindu. Brahman berada di mana-mana dan mengisi seluruh alam semesta. Segala sesuatu yang ada di alam semesta tunduk kepada Brahman tanpa kecuali. Brahman hanya ada satu. Konsep ketuhanan yang paling banyak dipakai adalah monoteisme (terutama dalam Weda. Dalam Agama Hindu Dharma (khususnya di Bali). dalam tubuh Agama Hindu terdapat beberapa konsep ketuhanan. sedangkan konsep lainnya (ateisme. namun orang-orang bijaksana menyebutnya dengan berbagai nama sesuai dengan sifatnya yang maha kuasa. Tuhan dikenal dengan sebutan Brahman. Laksmi.ada di dunia. melainkan dipuji atas jasa-jasanya sebagai perantara Tuhan kepada umatnya. konsep yang dipakai adalah monoteisme. konsep yang ditekankan adalah panteisme. [sunting] Panteisme Dalam salah satu Kitab Hindu yakni Upanishad. Dalam keyakinan umat Hindu. [sunting] Ateisme . Monoteisme Dalam agama Hindu pada umumnya. Dalam agama Hindu. konsep panteisme disebut dengan istilah Wyapi Wyapaka.[9] Menurut penelitian yang dilakukan oleh para sarjana. Brahman merupakan pencipta sekaligus pelebur alam semesta. monisme. dan lain-lain. Parwati. Agama Hindu Dharma dan Adwaita Wedanta). henoteisme. ibarat garam pada air laut. Adwaita Wedanta menganggap bahwa Tuhan merupakan pusat segala kehidupan di alam semesta. melainkan Tuhan berada dan menyatu pada setiap ciptaannya. Brahma. monoteisme. posisi para dewa disetarakan dengan malaikat dan enggan untuk dipuja sebagai Tuhan tersendiri. konsep Ida Sang Hyang Widhi Wasa merupakan suatu bentuk monoteisme asli orang Bali. Brahman merupakan asal mula dari segala sesuatu yang ada di dunia. politeisme) kurang diketahui. Selayaknya konsep ketuhanan dalam agama monoteistik lainnya. monisme. panteisme.

maka semuanya diperbolehkan. melainkan karena pertemuan Purusha dan Prakirti. dan ateisme yang terkenal. Menurut pakar agama Hindu. [sunting] Konsep lainnya Di samping mengenal konsep monoteisme. konsep ketuhanan yang banyak terdapat dalam agama Hindu hanyalah akibat dari sebuah pengamatan yang sama dari para sarjana dan tidak melihat tubuh agama Hindu secara menyeluruh[12]. para sarjana mengungkapkan bahwa terdapat konsep henoteisme. wahai putera Partha (Arjuna) [13] ” [sunting] Pustaka suci . Meskipun banyak pandangan dan konsep Ketuhanan yang diamati dalam Hindu. Ajaran ateisme dianggap sebagai salah satu sekte oleh umat Hindu Dharma dan tidak pernah diajarkan di Indonesia. semuanya Aku terima dan Aku beri anugerah setimpal sesuai dengan penyerahan diri mereka. Semua orang mencariku dengan berbagai jalan. Ajaran filsafat ateisme dalam Hindu tersebut tidak ditemui dalam pelaksanaan Agama Hindu Dharma di Indonesia. Tuhan tidak pernah campur tangan. politeisme. yaitu empat jalan untuk mencapai Tuhan. Samkhya merupakan ajaran filsafat tertua dalam agama Hindu yang diduga menngandung sifat ateisme. Mereka berpegang teguh kepada sloka yang mengatakan: “ Jalan mana pun yang ditempuh manusia kepada-Ku. panteisme. Agama Hindu pada umumnya hanya mengakui sebuah konsep saja. Filsafat Samkhya dianggap tidak pernah membicarakan Tuhan dan terciptanya dunia beserta isinya bukan karena Tuhan. namun ajaran filsafat tersebut (Samkhya) merupakan ajaran filsafat tertua di India. dan dengan cara pelaksanaan yang berbeda-beda sebagaimana yang diajarkan dalam Catur Yoga. yakni monoteisme. dan monisme dalam ajaran agama Hindu yang luas. asal mula segala sesuatu yang tidak berasal dan segala penyebab namun tidak memiliki penyebab[11]. Seperti misalnya. agama Hindu dianggap memiliki konsep politeisme namun konsep politeisme sangat tidak dianjurkan dalam Agama Hindu Dharma dan bertentangan dengan ajaran dalam Weda. Ditinjau dari berbagai istilah itu. Oleh karena itu menurut filsafat Samkhya.Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ateisme dalam Hindu Agama Hindu diduga memiliki konsep ateisme (terdapat dalam ajaran Samkhya) yang dianggap positif oleh para teolog/sarjana dari Barat. agama Hindu paling banyak menjadi objek penelitian yang hasilnya tidak menggambarkan kesatuan pendapat para Indolog sebagai akibat berbedanya sumber informasi.

hukum. Wisnu atau Siwa sebagai perwujudan Brahman dalam menjalankan fungsi sebagai pencipta. Sastra lainnya yang menjadi landasan penting dalam ajaran Hindu adalah Tantra. Bhagawadgita adalah ajaran yang dimuat dalam Mahabharata. Secara umum. merupakan susastra yang dipelajari secara luas. • . pemelihara dan pelebur alam semesta. seperti misalnya Regweda dan Isopanishad. Agama dan Purana serta kedua Itihasa (epos). India adalah terbesar di dunia candi Hindu Ajaran agama dalam Hindu didasarkan pada kitab suci atau susastra suci keagamaan yang disusun dalam masa yang amat panjang dan berabad-abad. Dalam perkembangannya. yaitu kelompok kitab Sruti dan kelompok kitab Smerti. Kitab-kitab smerti merupakan penjabaran moral yang terdapat dalam kitab Sruti. Yang tergolong kitab Sruti adalah kitab-kitab yang ditulis berdasarkan wahyu Tuhan. sosiologi. yang sering disebut sebagai ringkasan dari Weda. • Sruti berarti "yang didengar" atau wahyu. Smerti berarti "yang diingat" atau tradisi. seperti misalnya kitab tentang ilmu astronomi. Umat Hindu meyakini akan kekuasaan Yang Maha Esa. melainkan kitab yang ditulis berdasarkan pemikiran dan renungan manusia. tradisi. yang diikuti dengan Upanishad sebagai susastra dasar yang sangat penting dalam mempelajari filsafat Hindu. pustaka suci Hindu dibagi menjadi dua kelompok. Upanishad. yaitu Ramayana dan Mahabharata. ekonomi. Kitab Weda berjumlah empat bagian sedangkan kitab Upanishad berjumlah sekitar 108 buah. kepemimpinan. tata negara. yang mana di dalamnya memuat nilai-nilai spiritual keagamaan berikut dengan tuntunan dalam kehidupan di jalan dharma. Weda merupakan yang paling tua dan lengkap. Hindu meliputi banyak aspek keagamaan. dan Bhagawadgita. seperti misalnya Weda. dan sebagainya. Di antara susastra suci tersebut. politik.Kuil Akshardham di New Delhi. Yang tergolong kitab Smerti adalah kitab-kitab yang tidak memuat wahyu Tuhan. serta aliran/sekte. tuntunan hidup. Weda dan Upanishad terbagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil. yang disebut dengan Brahman dan memuja Brahma.

Ketujuh Maha Rsi tersebut yakni: 1.Kitab Regweda dalam aksara Dewanagari dari abad ke-19. Krishna Dwaipayana Wyasa. 5. Kata Weda berarti "pengetahuan". 3. [sunting] Weda Artikel utama untuk bagian ini adalah: Weda Weda merupakan kitab suci yang menjadi sumber segala ajaran agama Hindu. Para Maha Rsi yang menerima wahyu Weda jumlahnya sangat banyak. Weda merupakan kitab suci tertua di dunia karena umurnya setua umur agama Hindu. 4. namun yang terkenal hanya tujuh saja yang disebut Saptaresi. seorang Maharesi yang mengklasifikasi kitab Weda. 7. Weda berasal dari bahasa Sanskerta. yaitu dari kata vid yang berarti "tahu". Resi Gritsamada Resi Wasista Resi Atri Resi Wiswamitra Resi Wamadewa Resi Bharadwaja Resi Kanwa . 6. 2.

Ayat-ayat yang diturunkan oleh Tuhan kepada para Maha Rsi tersebut tidak terjadi pada suatu zaman yang sama dan tidak diturunkan di wilayah yang sama. Bagawan Wesampayana. Bagawan Jaimini. yang berisi percakapan antara Sri Kresna dengan Arjuna menjelang Bharatayuddha terjadi. Usaha penyusunan ayat-ayat tersebut dilakukan oleh Bagawan Byasa atau Krishna Dwaipayana Wyasa dengan dibantu oleh empat muridnya. Ajaran tersebut kemudian dirangkum menjadi sebuah kitab filsafat yang sangat terkenal yang bernama Bhagawadgita. Sesuai dengan isinya. Diceritakan bahwa Arjuna dilanda perasaan takut akan kemusnahan Dinasti Kuru jika Bharatayuddha terjadi. Kresna yang memilih menjadi kusir kereta Arjuna menjelaskan dengan panjang lebar ajaran-ajaran ketuhanan dan kewajiban seorang kesatria agar dapat membedakan antara yang baik dengan yang salah. Agar ayat-ayat tersebut dapat dipelajari oleh generasi seterusnya. Dilanda oleh pergolakan batin antara mana yang benar dan mana yang salah. yaitu: Bagawan Pulaha. Weda terbagi menjadi empat. Arjuna juga merasa lemah dan tidak tega untuk membunuh saudara dan kerabatnya sendiri di medan perang. . yakni kitab keenam dari seri Astadasaparwa kitab Mahabharata. Bhagawadgita terdiri dari delapan belas bab dan berisi ± 650 sloka. yaitu: 1. ayat-ayat tersebut dikumpulkan ke dalam sebuah kitab yang kemudian disebut Weda. Regweda Samhita Ayurweda Samhita Samaweda Samhita Atharwaweda Samhita Keempat kitab tersebut disebut "Caturweda Samhita". 3. Selain keempat Weda tersebut. maka disusunlah ayat-ayat tersebut secara sistematis ke dalam sebuah buku. dan Bagawan Sumantu. sehingga ribuan ayat-ayat tersebut tersebar di seluruh wilayah India dari zaman ke zaman. Arjuna bertanya kepada Kresna yang mengetahui dengan baik segala ajaran agama. Setelah penyusunan dilakukan. Jawabanjawaban tersebut merupakan wejangan suci sekaligus pokok-pokok ajaran Weda. Resi yang menerima wahyu juga tidak hidup pada masa yang sama dan tidak berada di wilayah yang sama dengan resi lainnya. tidak pada suatu zaman saja. Setiap bab menguraikan jawaban-jawaban yang diajukan oleh Arjuna kepada Kresna. 2. Bhagawadgita yang merupakan intisari ajaran Weda disebut sebagai "Weda yang kelima". [sunting] Bhagawadgita Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bhagawadgita Bhagawadgita merupakan suatu bagian dari kitab Bhismaparwa. 4.

3. Sebuah ilustrasi dalam kitab Mahabharata. Naradapurana 9.Salah satu ilustrasi dalam kitab Warahapurana. 6. salah satu Itihasa (wiracarita Hindu). 4. [sunting] Purana Artikel utama untuk bagian ini adalah: Purana Purana adalah bagian dari kesusastraan Hindu yang memuat mitologi. Matsyapurana Wisnupurana Bhagawatapurana Warahapurana Wamanapurana Markandeyapurana Bayupurana Agnipurana 1. legenda. dan kisahkisah zaman dulu. Terdapat delapan belas kitab Purana yang disebut Mahapurana. Garudapurana Linggapurana Padmapurana Skandapurana Bhawisyapurana Brahmapurana Brahmandapurana Brahmawaiwartapurana 9. 8. 5. Penulisan kitabkitab Purana diperkirakan dimulai sekitar tahun 500 SM. 2. 7. 8. 4. 5. Kata Purana berarti "sejarah kuno" atau "cerita kuno". 7. Adapun kedelapan belas kitab tersebut yakni: 1. 2. 3. 6. Kurmapurana [sunting] Itihasa Artikel utama untuk bagian ini adalah: Itihasa Itihasa adalah suatu bagian dari kesusastraan Hindu yang menceritakan kisah kepahlawanan para raja dan kesatria Hindu di masa lampau dan dikombinasikan dengan .

yaitu Ramayana dan Mahabharata. Chanda. dan lain-lain. Yogyakarta. agama Hindu mengenal berbagai kitab lainnya seperti misalnya: Tantra. ilmu tata negara. ilmu hukum. ilmu sosial. ilmu kepemimpinan. mitologi. Indonesia. Upanishad. Purana dan Itihasa. [sunting] Karakteristik Ritual Keagamaan Hindu di Candi Prambanan. ilmu bangunan dan pertukangan. Kitab Jyotisha digunakan untuk meramal dan memperkirakan datangnya suatu musim. Dalam agama Hindu. dan cerita tentang makhluk supranatural. Kitab Jyotisha merupakan kitab yang memuat ajaran sistem astronomi tradisional Hindu. Kitab Nitisastra memuat ajaran kepemimpinan dan pedoman untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. [sunting] Kitab lainnya Selain kitab Weda. bakti dan percaya (Sradha). seorang umat berkontemplasi tentang misteri Brahman dan mengungkapkannya melalui mitos yang jumlahnya tidak habis-habisnya dan melalui penyelidikan filosofis. atau dengan mendekatkan diri kepada Tuhan melalui cinta kasih. Umat Hindu juga menyebut agamanya sebagai Sanatana Dharma yang artinya Dharma yang kekal abadi. Nitisastra. Kalpa. Darsana. Itihasa yang terkenal ada dua. seperti misalnya Resi Walmiki dan Resi Byasa. . Kitab Tantra memuat tentang cara pemujaan masing-masing sekte dalam agama Hindu. Kitab Itihasa disusun oleh para Resi dan pujangga India masa lampau. dan lain-lain.filsafat agama. Kebanyakan kitab tersebut tergolong ke dalam kitab Smerti karena memuat ajaran astronomi. Bhagawadgita. Salwasutra. Jyotisha. Kitab Tantra juga mengatur tentang pembangunan tempat suci Hindu dan peletakkan arca. Kitab Jyotisha berisi pedoman tentang benda langit dan peredarannya. Mereka mencari kemerdekaan dari penderitaan manusia melalui praktik-praktik askese atau meditasi yang mendalam. yang merupakan manifestasi kekuatan Brahman.

Samkhya. sedangkan kelompok Astika sebaliknya. Hindu baru muncul selah adanya kelompok Astika. yaitu tentang kebenaran. sekitar puluhan ribu tahun yang lalu[14].Menurut kepercayaan para penganutnya. Yoga. yang turun atau menjelma ke dunia yang disebut Awatara. Keenam aliran filsafat tersebut yaitu: Nyaya. tentang hakekat akan diri manusia yang sebenarnya dan tentang dari mana manusia lahir dan mau ke mana manusia akan pergi. dan Wedanta. Waisasika. Bahwa wahyu Tuhan yang diturunkan dari waktu ke waktu pada hakekatnya adalah sama.[rujukan?] Filsafat India Nastika Astika Buddha Jaina Carwaka . yaitu Astika dan Nastika. atau apa tujuan yang sebenarnya manusia hidup ke dunia. tentang kebahagiaan yang kekal abadi. [sunting] Enam filsafat Hindu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Filsafat Hindu Terdapat dua kelompok filsafat India. Oleh sebab itu dalam agama Hindu wahyu Tuhan bukan hanya terbatas pada suatu zaman atau untuk seseorang saja. Ajaran filsafat keenam aliran tersebut dikenal sebagai Filsafat Hindu. Dalam Astika. siapapun berhak dan memiliki kemampuan untuk menerima ajaran suci atau wahyu dari Tuhan asalkan dia telah mencapai kesadaran atau pencerahan. Mimamsa. Nastika merupakan kelompok aliran yang tidak mengakui kitab Weda. Ajaran Kresna atau Tuhan sendiri yang termuat dalam kitab Bhagawadgita. adalah penjelmaan Tuhan ke dunia pada zaman Dwaparayuga. Kelompok Nastika umumnya kelompok yang lahir ketika Hindu masih berbentuk ajaran Weda dan kitab Weda belum tergenapi. adalah kitab suci Hindu yang utama. terdapat enam macam aliran filsafat. Bagi Hindu. Misalnya Kresna. Kedua kelompok tersebut antara Astika dan Nastika merupakan kelompok yang sangat berbeda (Nastika bukanlah Hindu). ajaran Hindu langsung diajarkan oleh Tuhan sendiri. kasih sayang. kedamaian.

yaitu: Buddha. [sunting] Konsep Hindu Hindu memiliki beragam konsep keagamaan yang diterapkan sehari-hari. dan Vedānta (juga disebut dengan Uttara Mīmāṃsā) ke-enam sampradaya ini dikenal dengan istilah Sad Astika Darshana atau Sad Darshana. Yoga.Kelompok Astika yang ajarannya bersumber langsung kepada Weda Kelompok Astika yang ajarannya tidak bersumber langsung kepada Weda Wedanta Mimamsa Yoga Samkhya Waisiseka Nyaya Adwaita Dwaita Wisistadwaita Keterangan: • Kotak Hijau : Sad Darsana Terdapat enam Astika (filsafat Hindu) — institusi pendidikan filsafat ortodok yang memandang Weda sebagai dasar kemutlakan dalam pengajaran filsafat Hindu — yaitu: Nyāya. Sāṃkhya. Mīmāṃsā (juga disebut dengan Pūrva Mīmāṃsā). sistem Catur Warna (kasta). . pandangan Heterodok yang tidak mengakui otoritas dari Weda. Vaisheṣhika. pemujaan terhadap Dewa-Dewi. terdapat juga Nastika. ajaran filsafat ini biasanya dipelajari secara formal oleh para pakar. Trihitakarana. Konsep-konsep tersebut meliputi pelaksanaan yajña. pengaruh dari masing-masing Astika ini dapat dilihat dari sastra-sastra Hindu dan keyakinan yang dipegang oleh pemeluknya dalam kehidupan sehari-hari. Diluar keenam Astika diatas. Meski demikian. Jaina dan Carvaka. dan lain-lain.

sama seperti makhluk hidup yang lainnya. dan merupakan manifestasi dari Tuhan Yang Maha Esa. yaitu: . disebutkan adanya 33 Dewa. Karena di dalam ajaran Pustaka Suci Weda. Para Dewa. Filsafat Advaita (yang berarti: “tidak ada duanya”) menyatakan bahwa tidak ada yang setara dengan Tuhan dan para Dewa hanyalah perantara antara beliau dengan umatnya. Dalam kitab suci Reg Weda. Çiwa. Wisnu. dikenal istilah Catur Warna bukan sama sekali dan tidak sama dengan kasta. Dalam ajaran Catur Warna. bergantung kepada kehendak Tuhan. yang paling terkenal sebagai suatu konsep adalah: Brahmā. Bali Artikel utama: Dewa dalam konsep Hinduisme Dalam ajaran agama Hindu. Mereka disebut Trimurti. Di antara Dewa-Dewi dalam agama Hindu. yang mana ketiga puluh tiga Dewa tersebut merupakan manifestasi dari kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa. [sunting] Sistem Catur Warna (Golongan Masyarakat) Artikel utama: Sistem Golongan Masyarakat dalam Hinduisme Dalam agama Hindu. Para Dewa juga tidak dapat menganugerahkan sesuatu tanpa kehendak Tuhan. yang ada hanyalah istilah Catur Warna. Dewa adalah makhluk suci.[sunting] Dewa-Dewi Hindu Pelaksanaan Ngaben di Ubud. penghuni surga. makhluk supernatural. tidak terdapat istilah kasta. Weda yang pertama. Kata “dewa” berasal dari kata “div” yang berarti “beResinar”. masyarakat dibagi menjadi empat golongan. Dalam kitab-kitab Weda dinyatakan bahwa para Dewa tidak dapat bergerak bebas tanpa kehendak Tuhan. setara dengan malaikat.

adipati. dan kepada alam semesta. Dewa yang tertinggi dijadikan sarana untuk mencapai Hyang Widhi. Tujuan pengorbanan tersebut bermacam-macam. patih. salah satunya yang terkenal adalah Ngaben. sekte Bhairawa dan Sekte . Sekte Sakti (Durga ).Sekte yang lainnya. dan pemeluk Hindu dipersilahkan memilih sendiri aliran yang mana menurutnya yang paling baik/bagus. orang suci. [sunting] Toleransi umat Hindu Agama ini memiliki ciri khas sebagai salah satu agama yang paling toleran. status seseorang tidak didapat semenjak dia lahir melainkan didapat setelah ia menekuni suatu profesi atau ahli dalam suatu bidang tertentu. maupun sebagai kewajiban seorang umat Hindu. kepada sesama manusia.• • • • Brāhmana : golongan para pendeta. Sekte Rudra. yang kedua terbesar ialah Sekte Siwa sebagai pelebur dan pengembali yang menjadi tiga sekte besar. dan pejabat negara Waisya : golongan para pekerja di bidang ekonomi Sudra : golongan para pembantu ketiga golongan di atas Menurut ajaran catur Warna. Aliran terbesar agama Hindu saat ini adalah dari golongan Sekte Waisnawa yaitu menonjolkan kasih sayang dan bersifat memelihara. menteri. yaitu Sekte Siwa. yang mana di dalam kitab Weda dalam salah satu baitnya memuat kalimat berikut: . Bentuk pengorbanan tersebut juga bermacam-macam. status seseorang didapat sesuai dengan pekerjaannya. Catur Warna menekankan seseorang agar melaksanakan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. yaitu ritual yang ditujukan kepada leluhur (Pitra Yadnya). Yang ketiga ialah Sekte Brahma sebagai pencipta yang menurunkan Sekte Agni. keselamatan leluhur. [sunting] Pelaksanaan ritual (Yajña) Atikel utama: Yajña Dalam ajaran Hindu. yaitu moksha (kembali kepada Tuhan). Dalam sistem Catur Warna terjadi suatu siklus “memberi dan diberi” jika keempat golongan saling memenuhi kewajibannya. serta terdapat pula Sekte Siwa Siddhanta yang merupakan aliran mayoritas yang dijalani oleh masyarakat Hindu Bali. Biasanya diwujudkan dalam ritual yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan umat Hindu. Sekte adalah jalan untuk mencapai tujuan hidup menurut Agama Hindu. dan Sekte Ganesha. Yajña merupakan pengorbanan suci secara tulus ikhlas kepada Tuhan Yang Maha Esa. bisa untuk memohon keselamatan dunia. kepada para leluhur. pemuka agama dan rohaniwan Ksatria : golongan para raja. dan kemudian dikenallah para dewa. Keempat golongan sangat dianjurkan untuk saling membantu agar mereka dapat memperoleh hak. [sunting] Sekte (aliran) dalam Hindu Jalan yang dipakai untuk menuju Tuhan (Hyang Widhi) jalurnya beragam. Sekte Yama. dan Sekte Indra. Jadi.

Hal itu diuraikan dalam kitab suci mereka sebagai berikut: samo ‘haṁ sarva-bhūteṣu na me dveṣyo ‘sti na priyah ye bhajanti tu māṁ bhaktyā mayi te teṣu cāpy aham (Bhagawadgita. mama vartmānuvartante manusyāh pārtha sarvaśah (Bhagawadgita. Tetapi yang berbakti kepada-Ku. Semua orang mencari-Ku dengan berbagai jalan. 4:11) Arti: Jalan mana pun yang ditempuh seseorang kepada-Ku. dia berada pada-Ku dan Aku bersamanya pula Ye yathā mām prapadyante tāms tathaiva bhajāmy aham. Aku memberinya anugerah setimpal. IX:29) Arti: Aku tidak pernah iri dan selalu bersikap adil terhadap semua makhluk. Bagi-Ku tidak ada yang paling Ku-benci dan tidak ada yang paling Aku kasihi. Umat Hindu menghormati kebenaran dari mana pun datangnya dan menganggap bahwa semua agama bertujuan sama. wahai putera Partha (Arjuna) . Gita CLXIV. banyak terdapat sloka-sloka yang mencerminkan toleransi dan sikap yang adil oleh Tuhan.Sansekerta: एएएए एएए एएएएएए: एएएएए एएएएएए Alihaksara: Ekam Sat Vipraaha Bahudhaa Vadanti Cara baca dalam bahasa Indonesia: Ekam Sat Wiprah Bahuda Wadanti Bahasa Indonesia: "Hanya ada satu kebenaran tetapi para orang pandai menyebutNya dengan banyak nama. Bait 46) Dalam berbagai pustaka suci Hindu. namun dengan berbagai sudut pandang dan cara pelaksanaan yang berbeda." — Rg Weda (Buku I. yaitu menuju Tuhan.

perkataan. 7:21) Arti: Kepercayaan apapun yang ingin dipeluk seseorang. namun umat Hindu memandangnya sebagai cara pemujaan yang salah. tetapi mereka melakukannya dengan cara yang keliru. dan diminta jujur dalam melakukan segala pikiran. dan perbuatan. Dalam kitab suci mereka. wahai putera Kunti (Arjuna) Pemeluk agama Hindu juga mengenal arti Ahimsa dan "Satya Jayate Anertam". Mereka diharapkan tidak suka (tidak boleh) membunuh secara biadab tapi untuk kehidupan pembunuhan dilakukan kepada binatang berbisa (nyamuk) untuk makanan sesuai swadarmanya. IX:23) Arti: Orang-orang yang menyembah Dewa-Dewa dengan penuh keyakinannya sesungguhnya hanya menyembah-Ku.Yo yo yām yām tanum bhaktah śraddhayārcitum icchati. . Aku perlakukan mereka sama dan Ku-berikan berkah yang setimpal supaya ia lebih mantap Meskipun ada yang menganggap Dewa-Dewi merupakan Tuhan tersendiri. kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda: ye ‘py anya-devatā-bhaktā yajante śraddhayānvitāḥ te ‘pi mām eva kaunteya yajanty avidhi-pūrvakam (Bhagawadgita. tasya tasyācalām śraddhām tām eva vidadhāmy aham (Bhagawadgita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful