BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan diperlukan adanya kesadaran, kemauan dan kemampuan semua komponen bangsa untuk mewujudkan rakyat sehat sebagai kekuatan bangsa yang akhirnya menjadi landasan dalam membentuk negara yang kuat. Salah satu ukuran untuk menggambarkan tingkat pencapaian

pembangunan kesehatan suatu negara digunakan suatu indikato yang dikenal r dengan Indeks Pembangunan Manusia (human development index) yaitu kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Ukuran pencapaian derajat kesehatan kerap dipaparkan dengan berbagai indikator seperti mortalitas, morbiditas serta umur harapan hidup. Terapi diet yang tepat dan penyuluhan diet yang berhasil guna akan mempercepat penyembuhan, mencegah terjadinya pelaksanaan gizi salah, memperpendek hari rawat pasien, keadaan ini akan memberikan dampak peningkatan dan perluasan jangkauan pelayanan kesehatan rumah sakit. Bagi para ahli gizi di rumah sakit, pengetahuan serta ketrampilan dalam pengolahan gizi institusi dan klinik di rumah sakit, merupakan hal yang sangat di perlukan. Dalam penatalaksanaan diet Di rumah sakit, peran ahli gizi sangat diperlukan untuk penyembuhan penyakit dengan cara, bentuk dan penampilan yang menarik sehingga dapat menimbulkan rasa senang dan

1

menambah nafsu makan serta tetap memperhatikan syarat diet yang telah ditetapkan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ikut merubah keadaan sosial ekonomi masyarakat Indonesia, tidak hanya berdampak positif tetapi juga berdampak negative khususnya bidang kesehatan. Kecenderungan ini tidak hanya semata-mata akibat usia lanjut, tetapi juga menyerang orang ± orang yang usia lebih muda. Salah satu faktor mungkin terjadi penyebabnya adalah akibat gaya hidup. Mulai dari pola makan yang tidak sehat sampai kurangnya aktifitas atau olahraga. Program pembangunan kesehatan yang selama ini dilaksanakan dapat dikatakan cukup berhasil sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara cukup bermakna, walaupun masih dijumpai bebarapa masalah dan hambatan yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. Derajat kesehatan yang optimal dapat dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur mortalitas dan yang mempengaruhinya yaitu morbiditas dan status gizi masyarakat.

2

B. Tujuan 1. Tujuan umum Memberikan penatalaksanaan diet pada pasien dengan penyakit tertentu menunjang dan mempercepat proses pemulihan penyakit 2. Tujuan Khusus a. Melaksanakan anamnesa kebiasaan makan pasien sehari sebelum sakit . b. Melaksanakan recall 1 hari sebelum terapi c. Merencanakan dan melaksanakan terapi diet selama 3 hari berturut turut d. Melaksanakan konsultasi gizi pada pasien dan keluarganya. e. Melaksanakan pengukuran antropometri pasien f. Menganalisa pemeriksaan fisik, klinis dan laboratorium yang berhubungan dengan panyakit pasien. g. Melakukan monitoring dan evaluasi diet yang diberikan

C. Jenis dan cara pengumpulan dan pengolahan data 1. Jenis data a. Data primer Data primer meliputi beberapa hal antara lain identitas pasien, keadaan sosial ekonomi, kebiasaan makan sebelu sakit, kebiasaan makan waktu sakit, riwayat penyakit pasien yaitu, riwayat penyakit 3

dahulu, keluhan utama, riwayat penyakit keluarga, riwayat penyakit sekarang dan riwayat gizi pasien meliputi kebiasaan makan sehat, recall makan 1 x 24 jam sebelum terapi, kebutuhan energi dan zat gizi lainnya. b. Data sekunder Pemeriksaan fisik meliputi suhu badan, tekanan darah, nadi, respirasi, keadaan umum dan pemeriksaan laboratorium. 2. Cara pengumpulan data a. Data indentitas pasien diperoleh melalui wawancara b. Data konsumsi zat gizi sebelum studi kasus diperoleh dengan wawancara langsung dengan kepada pasien dengan metode racall 24 jam c. Data antropometri Diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan d. Pemeriksaan fisik dan laboratorium diperoleh dari catatan medic. 3. Pengolah data Pengolaha data dilakukan dengan cara menyimpulkan semua data yang diperoleh, selamjutnya ditabulasi dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Data tinggi badan dan berat bada diperlukan untuk menghitung besar energi yang diberikan. Data kebiasaan makan atau pola makan dianalisis secara dekriptif.

4

D. 5 . R. R. Manfaat Manfaat yang diperoleh dari studi kasus adalah 1.D Kandou Manado tanggal 13 april .15 april 2011 dengan tempat pelaksanaan di irina C2 kamar 210 RSU Prof. Mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dibangku kuliah dan mendapatkan pengalaman belajar dalam memberikan penatalaksanaan diet. E. Waktu dan tempat penatalaksanaan studi kasus Waktu pelaksanaan studi kasus dilaksanakan pada RSU prof. Adanya pemantaun secara langsung terhadap perkembangan panyakit yang diderta pasien yang khususnya dalam hal penatalaksanaan diet.Dr.D kandou Manado. 2.Dr.

BAB II GAMBARAN UMUM A. asam urat lebih kurang 3 tahun yang lalu 4. RR : 54 tahun : Laki-laki : Minahasa/Indonesia : Madidir Weru : Kristen Protestan : Swasta : Kawin : 04 April 2011 : Irina C3 Kamar 202 : Hipertensi. sebanyak 1 gelas aqua ( 100 cc) isinya sisa makanan dan cairan. Riwayat penyakit dahulu : Jantung. Demam pada sore hari 3. Keluhan Utama : Nyeri ulu hati 2. Data Subyektif 1. Mual dan muntah dengan frek. Identitas pasien Nama Umur Jenis kelamin Suku/bangsa Alamat Agama Pekerjaan Status perkawinan Tgl. Riwayat penyakit keluarga : hanya pasien yang menderita penyakit ini. ginjal. 3. Riwayat penyakit sekarang : Nyeri ulu hati sejak 3 minggu yang lalu. 6 . 3 minggu yang lalu.MRS Ruang rawat Diagnosa MRS : Tn. pinggang A. nyeri pada ulu hati.4 x sehari . nyeri ulu hati hilang timbul dan menyebar samapi pinggang kiri.

serta 1 menantu. Kebiasaan Makan Pasien : a. sedangkan buah-buahan kadangkadang. protein hewani setiap hari. Pemeriksaan Fisik/Klinis : KU : Sedang Kesadaran : CM 7 . jumlah anggota rumah tangga yang tinggal di rumah 6 orang. B. makanan yang di konsumsi di batasi terutama yang berhubungan dengan penyakit yang diderita. Saat sakit : Dalam masa perawatan pasien nafsu makan menurun. aliran listrik PLN. dinding beton. 6. Keadaan sosial ekonomi : Pasien tinggal di rumah beratap seng.5. Data Objektif 1. Sebelum sakit : Sebelum sakit pasien makan biasa yaitu nasi satu piring sayur 3 kali seminggu. 3 orang anak-anak dan 2 orang dewasa. Pasien diberikan terapi diit renda protein III lunak dengan frekuensi makan tiga kali sehari. Data Antropometri : UMUR TB BB : 54 tahun : 170 cm : 72 kg 2. b. Sampah biasa di buang di lubang belakang rumah.lantai mesel biasa.

5 mg/dl 135 ± 147 mmol/l 3.5 ± 5 mmol/l 100 -106 mmol/dl Sumber : Catatan Medic Pasien 2011 8 .37° c Ket : R = rendah C = cepat N = normal T = Tinggi 3.7 101 Keterangan Rendah Normal Normal Normal Tinggi Normal Normal Rendah Nilai Normal 12 ± 16 4rb ± 10rb 150rb ± 450rb 10 ± 50 mg/dl 21. Pemeriksaan Laboratorium : Tabel : II Hasil Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan Hb Leukosit Trombosit Ureum Kreatinin Patrian serum Kalium Clorida Hasil april 2011 6.6° c Ket Tinggi Normal Normal Normal Normal 110/70 ± 120/90 mmHg 80 ± 90 x/menit 18 ± 22 x/menit 36 .000µl 12 mg/dl 0.9 mg/dl 135 3.3 /dl 1500/µl 14.Tabel : I Hasil Pemeriksaan Fisik/ Klinis Pemeriksaan TD Nadi Respirasi Suhu badan Hasil 130/80 mmHg 80 x/menit 20 x/menit 36.

79 (Status gizi normal) 9 . CKD (Chronic Kidney Disease) : 63 kg : 21. R = rendah N = normal T = Tinggi Pemberian Obat : Tabel : III Pemberian Obat-obatan No 1 2 3 4 5 6 Jenis Obat IVFD RL sefikson Ranitidine Amblopin Laseprasole Tanor Dosis 18 gtt/u 2 x 100 mg 2x1 5 mg 2 x 20 3x1 Kegunaan Keterangan C. Assessment Diagnosa BBI IMT : Hipertensi.Ket : 4.

Tujuan diet Memberikan makanan tanpa memberatkan kerja ginjal Menurunkan tekanan darah karena ada hipertensi Mencapai kadar ureum dan kreatinin sampai pada batas normal d. Syarat diet.8xU) BEE= 66 + (13. Cairan disesuaikan dengan banyaknya cairan yang dikeluarkan melalui urine yaitu dengan kebutuhan cairan 2500 ml/hari Penggunaan natrium dibatasi yaitu dengan memberikan makanan yang rendah garam. Perhitungan kebutuhan zat gizi 1.5) + (5x165)-(6.7X58.8x21) = 66 + 801. Energi cukup disesuaikan dengan kebutuhan sehari yaitu : 35 kalori/hari Protein rendah yaitu 0.65 kal TEE= Bee x fa x fs = 154.65 x 1.8=1549.6 gr/kg BB/hari = 37.3 = 2417.8 gr/hari Lemak sedang yaitu : 15-20% dari kebutuhan energi total. Bentuk makanan : lunak c.7XBBi) + (5xTB)-(6.45 + 825-1472.45 kal 10 .E. Planning a. Perhitungan kebutuhan energi BEE= 66 + (13. Terapi diet : teraoi diet rendah protein III b. e.2x1.

72 x 3% = 1.72 + 1.56 kal/hr = 0.32 gr (-) = 366.49 + 1.49 ± 1.61= 55.45 + 4.11 gr Kh = 366.2.83 = 2422.49 gr Lemak = 57. Perhitungan Kebutuhan lemak = 20% x 2202.45 x 2% = 4.71gr/hr 5.83 = 2412. Perhitungan Toleransi Energi = 2417.83 = 364.49 x 5% = 1.2 kal 3.28 gr (-) = 2417.66 gr 11 .61 gr (+) = 57.2 x 2202.63 gr Protein = 117 x 3% = 3.51 gr (+) = 117 + 3. Perhitungan kebutuhan protein Keb.72 ± 1.6 gr x 63 = 37.83 gr (+) = 366.2 + 440.83 = 368.61= 52. Protein = 0.56 kal ± (151.56 kal/hr = 48.8 gr/hari x 4 kal = 151. Perhitungan kebutuhan karbonhidrat = total energi ± (energi dari protein + energi di lemak = 2202.45 ± 4.51 = 173.83 gr (+) = 2417.51 gr (-) = 117 ± 3.51)/4 = 402.94 gr 4.33 gr (-) = 57.51 = 120.

Sasaran metode Waktu Materi : pasien : Tanya jawab.00 ± 08.30 wita : Pasien dan keluarga : konsultasi :  Agar pasien & keluarga mengerti tentang makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan sesuai dengan penyakit pasien.kandau Manado : 08.D.F.Dr. Konsultasi Gizi Tempat Waktu Sasaran Metode Tujuan : Irina C3 Kamar 202 di RSU Prof.  Agar pasien termotivasi untuk merubah pola makannya menjadi pola makan yang dan sehat.R. Gagal ginjal kronik merupakan penurunan fungsi ginjal dalam skala kecil dengan proses normal bagi setiap manusia seiring bertambahnya usia namun hal ini tidak menyebabkan kelainan atau menimbulkan gejala karena masi dalam h 12 . : 15 menit : Isi materi : Gagal ginjal kronik atau penyakit ginjal tahap akhir adalah gangguan fungsi ginjal yang menahun bersifat progesif ineversal dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah mikrogen lain dalam darah).

permen.batas wajar yang dapat di toleril ginjal dan tubuh kadar ureum darah dan kreatenin yang meningkat dan biasanya penderita akan mengalami kelelahan.Kelapa. mual dan muntah jika keadaan sudah demikian yang perlu di batasi adalah cairan maksimal 500-1000 ml. susu. dan semua sayuran dan buah kecuali pasien dengan hiperkalemia. * BM yang dianjurkan Nasi. minyak kelapa. minyak kacang tanah. daging. hilang nafsu makan. ikan. margarine. mentega biasa dan lemak hewan. ubi. telur. jagung. * BM yang tidak dianjurkan Kacang-kacangan dan hasil olahannya. mi. dan hindari pemberian protein nabati seperti kacang-kacangan dan hasil olahan lainnya. mentega rendah garam. kentang. selai. minyak kelapa sawit. minyak jagung. seperti tempe dan tahu. tepung-tepungan. 13 . ayam. singkong. madu. minyak kedelai. santan. bihun. macaroni. margarine.

Penilaian Makanan 1. dengan kriteria sebagai berikut : >100% kebutuhan 80-100% kebutuhan ”80% kebutuhan : Lebih : Baik : Kurang x 100% 14 . Asupan Makanan Penilaian asupan makanan pasien dilakukan dengan mengamati selama 3 hari yaitu pada saat pelaksanaan studi kasus. Asupan makanan pasien selama 3 hari dirata-ratakan dibandingkan dengan kebutuhan makanan pasien dikali 100%. Rumus perhitungan tingkat konsumsi adalah : Tingkat konsumsi : Konsumsi Zat Gizi Kebutuhan Zat Gizi Penentuan tingkat konsumsi energi dan zat gizi didasarkan pada kriteria Widya Karya Pangan dan Gizi tahun 2002 (modifikasi dalam penggunaan di RSU Dr. Saiful Anwar Malang). Selama dilakukan terapi nutrisi selama 3 hari pada pasien nafsu makan pasien baik.BAB III PELAKSANAAN PELAYANAN GIZI A.

lemak karbonhidrat sewaktu sehat adalah lebih dari pada kebutuhan konsumsi pasien sewaktu sakit.6 270.4 37.9 (gr) (gr) (gr) Protein Lemak Karbonhidrat Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa asupan makanan pasien yang di peroleh dari energi dan kabonhidrat adalah baik.8 (gr) 2. Tabel 8 Presentase Asupan Zat Gizi Terapi Hari II Energi Asupan Zat Gizi (kal) Konsumsi Kebutuhan Tingkat Konsumsi % 1447.56 (gr) 35. Sedangkan protein agak lebih sedikit dan kebutuhan lemak kurang.6 402.7 48.94 (gr) 152.3 2202. Presentase Asupan Zat GiziTerapi Hari Pertama Energi Asupan Zat Gizi (Kal) Konsumsi Kebutuhan Tingkat Konsumsi (%) 794. 15 .Tabel 7.0 17.71 Protein Lemak Karbohidrat Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa asupan makanan pasien yang diperoleh dari energi protein.1 42.

16 .1 (gr) (gr) (gr) Protein Lemak Karbonhidrat Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa asupan makanan pasien yang diperoleh dari energi dan karbonhidrat adalah kurang sedangkan protein lebih dan lemak kurang.Tabel 9 presentase asupan zat gizi terapi hari III Energi Asupan Zat Gizi (kal) Konsumsi Kebutuhan Tingkat Konsumsi % 1339. Makanan yang biasa dikonsumsi yang terdiri dari makanan pokok. kebiasaan makan pasien baik.2 241. makan siang. dan makan malam. lauk nabati dan sayuran.3 40.8 20. Sisa Makanan Berdasarkan pengamatan terapi diet selama 3 (tiga) hari terdapat sisa makanan pada terapi hari kedua yaitu pada makan siang 3. lauk hewani. 2. Kebiasaan makan penderita sebelum sakit adalah 3x makan pokok yaitu makan pagi. Perkembangan Diet Dari ananamnesa kebiasaan makan melalui recall yang dilakukan terhadap pasien sebelum sakit.

protein. energi sangat terikat dengan sangat dibutuhkan terutama bagi pasien yang mengalami penurunan berat badan. Pengukuran yang dilakukan pada tanggal 28 Maret 2011 dengan hasil TB=165 cm dan BB: 60 kg 2. Intake energi dan zat gizi terdiri dari keseluruhan intake energi. atau kalori bagi kelangsungan hidup.Penderita juga mengkonsumsi buah. Monitoring Perkembangan Diet Pengamatan intake energi dan zat gizi dilakukan selama 3 hari yaitu mulai tanggal 13-15 April 2011. Penilaian Perkembangan Kesehatan 1. Setelah sakit pasien diberikan Diet rendah TKTP Penderita makan 3x dalam sehari. Monitoring Perkembangan Data Antropometri Pemeriksaan antropometri yang dilakukan pada pasien yaitu pengukuran tinggi badan dan berat badan. meskipun sebenarnya pada perhitungan masih kurang. dapat diketahui pada hasil pemeriksaan lab  Energi Energi sangat berfungsi untuk memberi tenaga. B. dari hasil pantauan selama pemberian terapi  Protein 17 . lemak dan karbohidrat cukup sesuai dengan keadaan pasien. namun dapat menurunkan penyakit pasien secara bertahap. antara lain pepaya.

 Lemak Lemak berfungsi sebagai sumber energi untuk mencegah penggunaan protein sebagai sumber energi pada kondisi kegawatdaruratan. 3. Konsumsi karbohidrat selama pengamatan dapat dilihat pada Grafik 4.Protein berfungsi sebagai zat pembangun yaitu memperbaiki sel yang rusak dan mengganti dengan sel baru. . Monitoring Perkembangan Data Fisik/Klinis Pemeriksaan fisik/klinis dilakukan setiap hari serta dimonitor oleh tenaga medis dalam memberikan terapi perawatan bagi pasien.  Karbohidrat KH diberikan cukup sisa dari kebutuhan energi sesuai kebutuhan untuk membantu mengendalikan kadar gula darah pasien. 18 . Perkembangan pemeriksaan fisik/klinis dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 12.5oC 04.5 C 03. Hasil Monitoring Pemeriksaan Fisik/Klinis No Tanggal Pemeriksaan 01. Sebelum terapi 12 April 2011 TD Nadi Respirasi Suhu badan 130/80 mmHg 84 x/menit 24 x/menit 36. Terapi Hari II 14 April 2011 TD Nadi Respirasi Suhu badan 120/80 mmHg 84 x/menit 24 x/menit 36. Terapi Hari I 13 April 2011 TD Nadi Respirasi Suhu badan 120/80 mmHg 84 x/menit 24 x/menit 36.5° C 02. Terapi Hari III 15 April 2011 TD Nadi Respirasi Suhu badan 130/80 mmHg 80 x/menit 20 x/menit 36oC 110/70 ± 120/90 mmHg 80 ± 90 x/menit 18 ± 22 x/menit 36 ± 37° C Normal Normal Normal Normal 110/70 ± 120/90 mmHg 80 ± 90 x/menit 18 ± 22 x/menit 36 ± 37° C Normal Normal Cepat Normal o Pemeriksaan Hasil Normal Keterangan 110/70 ± 120/90 mmHg 80 ± 90 x/menit 18 ± 22 x/menit 36 ± 37° C Tinggi Normal Cepat Normal 110/70 ± 120/90 mmHg 80 ± 90 x/menit 18 ± 22 x/menit 36 ± 37° C Normal Normal Cepat Normal 19 .

Kemudian untuk pemantauan dan pemeriksaan nadi sempat turun pada hari I dan respiratory (RR) mulai dari pra terapi sampai masuk pada terapi hari 3 dan setelah terapi tetap pada keadaan normal. kemudian pada hari II dan III terapi sudah kembali normal. Sesudah Terapi 16 April 2011 TD Nadi Respirasi Suhu badan 100/80 mmHg 84 x/menit 24 x/menit 36. Sedangkan pemantauan dan pemeriksaan suhu badan tetap normal. Hal ini ditandai dengan pemeriksaan dan pemantauan keadaan umum (KU) pra terapi sampai terapi hari 3 cukup dengan kesadaran CM.4 C o 110/70 ± 120/90 mmHg 80 ± 90 x/menit 18 ± 22 x/menit 36 ± 37° C Normal Normal Cepat Normal Keadaan pasien dari pra terapi sampai selama terapi berlangsung keadaan pasien baik. bgitu juga dengan nadi 20 .05. Pemantauan dan pemeriksaan tekanan darah pra pengamatan tinggi hingga hari I terapi rendah.

3 g/dl 10300 g/dl 579. 9 April 2011 Hemoglobin Leukosit Trombosit Eritrosit PCV MCHC 03.1 g/dl PEMERIKSAAN HASIL NORMAL KET 21 .8 8.64.5 g/dl 11100 g/dl 635800 310 23.4.000 g/dl 3. Hasil Pemeriksaan Laboratorium SebelumTerapi Pemeriksaan Hematologi NO TGL PEMERIKS AAN 01.4 8. 13 April 2011 Hemoglobin 9. 27. Monitoring Perkembangan Data Laboratorium Tabel 13. 06 April 2011 Hemoglobin Leukosit Trombosit Eritrosit PCV MCHC 02.

90 21.9 - 22 .2 3. 13 April 2011 GDS Ureum PEMERIKSAAN 8000 g/dl 500000 2. 9 April 2011 GDS Ureum Kreatinin Uric Acid Protein Total Albumin Globulin 03.8 6.0 HASIL NORMAL KET 98 47 44.Leukosit Trombosit Eritrosit PCV MCHC Pemeriksaan Kimia Klinik NO TGL PEMERIKS AAN 01. 06 April 2011 GDS Ureum Kreatinin Uric Acid Protein Total Albumin Globulin 02.3 2.4 76 59 4.

5 mEq/l 23 . 06 April 2011 Na K Cl 02.5 mEq/l 135-153 mEq/l 3.5 mEq/l 137 4.5-4.5-4.Kreatinin Uric Acid Protein Total Albumin Globulin Pemeriksaan Elektrolit Darah NO TGL PEMERIKSAAN 01.3 - 135-153 mEq/l 3. 13 April 2011 Na K Cl - PEMERIKSAAN HASIL NORMAL KET 125 4 135-153 mEq/l 3.0 135 4. 9 April 2011 Na K Cl 03.5-4.

13 April 2011 Epitel Leukosit Eritrosit 2-3 6-7 20-22 - 04 14 April 2011 Epitel Leukosit Eritrosit 24 .Pemeriksaan Urinalisis NO TGL PEMERIKSAAN 01. 06 April 2011 Epitel Leukosit Eritrosit 02. 9 April 2011 Epitel Leukosit Eritrosit 6-8 2-4 1-2 PEMERIKSAAN HASIL NORMAL KET 03.

Tabel 14.3 - Pemeriksaan Kimia Klinik NO TGI PEMERIKSAAN 01 13 April 2011 GDS Ureum Kreatinin 30 1 PEMERIKSAAN HASIL NORMAL 25 . Hasil Pemeriksaan Laboratorium SesudahTerapi Pemeriksaan Hematologi NO TGL PEMERIKSAAN PEMERIKSAN HASIL NORMAL 01 13 April 2011 Hemoglobin Leukosit Trombosit Eritrosit PCV MCHC 9.91 24.1 Mmhg 13600 691000 2.

Uric Acid Protein Total Albumin Globulin Pemeriksaan Elektrolit Darah NO TGI PEMERIKSAAN 01 13 April 2011 Na K Cl - PEMERIKSAAN HASIL NORMAL - Pemeriksaan Urinalisis NO TGI PEMERIKSAAN 01 13 April 2011 Epitel Leukosit Eritrosit PEMERIKSAAN HASIL NORMAL 26 .

gejalanya ringan meskipun terdapat peningkatan urea dalam darah. kelainan fungsi ginjal hanya dapat diketahui dari pemeriksaan laboratorium. misalnya penyakit ginjal polikista . Pada gagal ginjal kronis ringan sampai sedang. Pada stadium ini terdapat: Nokturita : Penderita sering berkemih di malam hari karena ginjal tidak dapat menyerap air dari air kemih. C. B. 27 . Pada awalnya tidak ada gejala sama sekali.BAB IV TINJAUAN PUSTAKA A.Diabetes melitus (kencing manis) . Defenisi Gagal Ginjal Kronis adalah kemunduran perlahan dari fungsi ginjal yang menyebabkan penimbunan limbah metabolik di dalam darah (azotemia). Gejala Pada gagal ginjal kronis gejala-gejalanya berkembang secara perlahan.Glomerulonefritis .Tekanan darah tinggi (hipertensi) .Kelainan autoimun. Penyebab Penyebab dari gagal ginjal kronis adalah: . misalnya lupus eritematosus sistemik. sehingga akibatnya volume air kemih bertambah.Penyumbatan saluran kemih .Kelainan ginjal.

Sejalan dengan perkembangan penyakit. muntah .- tekanan darah tinggi. mual.Perasaan tertusuk jarum pada anggota gerak . merasakan gatal di seluruh tubuh.Peningkatan kadar urea dan kreatinin . penderita bisa menderita ulkus dan perdarahan saluran pencernaan. karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan garam dan air. mudah lelah.Kejang terjadi jika tekanan darah tinggi atau kelainan kimia darah menyebabkan kelainan fungsi otak .Kedutan otot. kurang siaga .Asidosis (Peningkatan keasaman darah) . Tekanan darah tinggi bisa menyebabkan stroke atau gagal ginjal. stadium ini.Anemia . kram .Hilangnya rasa di daerah tertentu . penderita menunjukkan gejala-gejala : .Nafsu makan menurun. . kelemahan otot. Beberapa penderita Pada D.Malnutrisi . maka lama-lama limbah metabolik yang tertimbun yang tertibun di darah semakin banyak.Peradangan lapisan mulut (stomatitis) .Rasa tidak enak di mulut . Kulitnya berwarna kecoklatan dan kadang konsentrasi urea sangat tinggi sehingga terkristalisasi dari keringat dan membentuk serbuk putih di kulit (bekuan uremik).Penurunan berat badan Pada stadium yang sudah sangat lanjut.Hipokalseia (Penurunan kadar kalsium) 28 .Letih. Diagnosa Pada pemeriksaan darah akan ditemukan : .

Jika kadar kalium terlalu tinggi. Kadang asuhan cairan dibatasi untuk mencegah terlalu rendahnya kadar garam (natrium) dalam darah. Untuk menurunkan kadar trigliserida.Peningkatan kadar hormone paratiroid . Makanan kaya kalium harus dihindari. dan minuan ringan). diberikan gemfibrosil. Asupan garam biasanya tidak dibatasi kecuali jika terjadi edema (penibunan cairan di dalam jaringan) atau hipertensi. seperti kalsium karbonat. berupa ditemukannya selsel yang abnormal dan konsentrasi garam yang tinggi. Hiperkalemia (tingginya kadar kalium dalam darah) sangat berbahaya karena meningkatkan resiko terjadinya gangguan irama jantung dan cardiac arrest. meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit.8 gram/kg BB) bisa memperlambat perkembangan gagal ginjal kronis. hati. Pada penderita gagal ginjal kronis biasanya kadar trigliserida dalam darah tinggi. Kadar fosfat dalam darah dikendalikan dengan membatasi asupan makanan kaya fosfat (misalnya produk olahan susu. Hal ini akan meningkatkan resiko terjadinya komplikasi. kalsium asetat dan alumunium hidroksida.. kacangkacangan. 29 . Diet rendah protein (0.Kadar kalium normal atau sedikit meningkat Analisa air kemih menunjukkan berbagai kelainan.Penurunan kadar vitamin D . maka diberikan natrium poliseteren sulfonat untuk mengikat kalium.Hiperfosfatemia (Peningkatan kadar fosfat) .4-0. Tambahan vitamin B dan C diberikan juga penderita menjalani diet ketat atau menjalani dialisa. seperti stroke dan serangan jantung. sehingga kalium dapat dibuang bersama tinja. E. Bisa diberikan obat-obatan yang bisa mengikat fosfat. polong. Penyebab dan berbagai keadaan yang memperburuk gagal ginjal harus segara dikoreksi. Pengobatan Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala.

Tindakan tersebut mungkin perlu dilakukan setelah penderita mengalami cedera atau sebelum menjalani prosedur pembedahan maupun pencabuatan gigi. Transfuse darah hanya diberikan jika anemianya berat atau menimbulkan gejala. Hipertensi sedang maupun hipertensi berat diatasi dengan obat hipertensi standa. Eritropoetin adalah horon yang merangsang pembentukan sel darah merah. bumetanid. Jika pengobatan awal untuk gagal ginjal tersebut tidak lagi efektif. Respon terhadap penyuntikan poietin sangat lambat. Pada keadaan ini dilakukan pembatasan asupan natriu atau diberikan diuretic (misalnya furosemid. Gejala gagal ginjal biasanya terjadi akibat penimbunan cairan dan natrium. maka dilakukan dialisa jangka panjang atau pencangkokan ginjal. 30 . dan torsemid). Kecenderungan mudahnya terjadi perdarahan untuk sementara waktu bisa diatasi dengan transfuse sel darah merah atau platelet atau dengan obat-obatan (misalnya desmopresin atau estrogen).Anemia terjadi karena gagal ginjal menghasilkan eritropoetin dalam jumlah yang mencukupi.

maka diberikan natrium polisteren sulfonat untuk mengikat kalium. seperti stroke dan serangan jantung. Asupan garam biasanya tidak dibatasi kecuali jika terjadi edema (penimbunan cairan di dalam jaringan) atau hipertensi. Penyebab dan berbagai keadaan yang memperburuk gagal ginjal harus segera dikoreksi.Makanan kaya kalium harus dihindari. Hal ini akan meningkatkan resiko terjadinya komplikasi.F. meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit.8 gram/kg BB) bisa memperlambat perkembangan gagal ginjal kronis. sehingga kalium dapat dibuang 31 . Diet rendah protein (0. Tambahan vitamin B dan C diberikan jika penderita menjalani diet ketat atau menjalani dialisa. Untuk menurunkan kadar trigliserida. Terapi Diet Tujuan Tujuan terapi adalah untuk mengendalikan gejala.Pada penderita gagal ginjal kronis biasanya kadar trigliserida dalam darah tinggi. Jika kadar kalium terlalu tinggi. Hiperkalemia (tingginya kadar kalium dalam darah) sangat berbahaya karena meningkatkan resiko terjadinya gangguan irama jantung dan cardia carrest. diberikan gemfibrozil.4-0.Kadang asupan cairan dibatasi untuk mencegah terlalu rendahnya kadar garam (natrium) dalam darah.

Anemia terjadi karena ginjal gagal menghasilkan eritropoeitin dalam jumlah yang mencukupi. kalsium asetat dan alumunium hidroksida. polong. Transfusi darah hanya diberikan jika anemianya berat atau menimbulkan gejala. Respon terhadap penyuntikan poietin sangat lambat. Eritropoietin adalah hormon yang merangsang pembentukan sel darah merah. bumetanid dan torsemid). 32 . seperti kalsium karbonat. Pada keadaan ini dilakukan pembatasan asupan natrium atau diberikan diuretik (misalnya furosemid. kacang-kacangan dan minuman ringan).Kadar fosfat dalam darah dikendalikan dengan membatasi asupan makanan kaya fosfat (misalnya produk olahan susu. hati.bersama tinja. Gejala gagal ginjal biasanya terjadi akibat penimbunan cairan dan natrium. Tindakan tersebut mungkin perlu dilakukan setelah penderita mengalami cedera atau sebelum menjalani prosedur pembedahan maupun pencabutan gigi. Bisa diberikan obat-obatan yang bisa mengikat fosfat.Kecenderungan mudahnya terjadi perdarahan untuk sementara waktu bisa diatasi dengan transfusi sel darah merah atau platelet atau dengan obat-obatan (misalnya desmopresin atau estrogen).

Asupan kolesterol dan lemak dibatasi. Syarat Diet Syarat ± syarat diet gagal ginjal akut adalah: 1. 3.4 gr/hari. 6. 8. Cairan disesuaikan dengan balans diuresis setiap harinya. Karbohidrat dapat diberikan dalam jumlah yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan energi . Bentuk makanan : Makanan Biasa. Protein diberikan 35 gr/kgbb ditambah dengan protein yang hilang melalui urin selama 24 jam (jika ada). Makanan mudah dicerna dan tidak menimbulkan gas. Jenis Karbohidrat yang diberikan dalah karbohidrat kompleks.G. 7. 33 . Energi cukup untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen positif dan kebutuhan energi pada penderita gagal ginjal akut diperhitungkan secara individual 2. Lemak yang dianjurkan adalah lemak tidak jenuh 4. Pada penderita gagal ginjal akut yang disertai edema dan hipertensi batasi asupan natrium 2 . 5.

Mual-mual dan muntah dengan flek lendir 3-4 x sehari sebanyak 1 gelas aqua isinya sisa makanan dan cairan. Suhu badan pasien dari pra terapi sampai selama terapi normal. Selama diterapi pasien diberikan Diet rendah garam III 4gr/hr. pasien menderita penyakit gagal ginjal kronik. nafsu makan sebelum sakit baik.BAB V PEMBAHASAN Sesuai dengan diagnosa dokter mulai dari pasien masuk RS. Dapat dilihat pada pemeriksaan klinis sebelum terapi pemeriksaan tekanan darah normal sejak pra terapi. Hasil pemeriksaan laboratorium sebelum masuk rumah sakit yaitu tekanan darah yang meningkat serta pemeriksaan ureum dan kreatinin yang meningkat / tinggi menunjang diagnosa bahwa pasien menderita penyakit Gagal kronik dan komplikasi Hipertensi. tetapi respiratory (RR) yang pra terapi sampai masuk pada terapi hari 3 dan setelah terapi tidak terjadi perubahan respiratory. Selama terapi diet disetiap kali pemberian makanan 34 . nyeri ulu hati hilang timbul dan menyebar sampai pinggang kiri.pasien masuk rumah sakit dengan keluhan utama nyeri ulu hati sejak 3 minggu yang lalu. nafsu makan pasien baik. diet protein 40 gr/hr dan cairan disesuaikan dengan balans diuresis. masih normal. Perkembagan fisik selama dan sesudah terapi terlihat cukup. Penderita makan 3x dalam sehari dan mengkonsumsi susu setiap harinya. Pemeriksaan klinis selama terapi yaitu takanan darah dan suhu badan masih dalam keadaan baik sedangkan nadi dan respirasi belum mengalami perubahan masih cepat. terapi hari ke-1 tekanan darah tinggi sedangkan pemeriksaan pada tekanan darah pada terapi hari pertama terdapat perubahan sedangkan selama terapi dan sehari setelah terapi nadi normal namun pada hari kedua terapi menurun dan kemudian selanjutnya kembali normal. Demam pada sore hari sejak 3 minggu yang lalu.

pasien selalu diberikan motivasi dan konsultasi agar pasien khususnya keluarga pasien lebih paham dan megerti tentang pentingnya terapi nutrisi. Terapi diet diberikan selama 3 hari untuk melihat apakah ada perubahan keadaan penderita kearah yang lebih baik. anlodipo. siang dan malam pasien juga diberikan makan selingan sore pudding. ranitidin. 35 . selama terapi diet pasien diberikan obat-obatan yang juga menunjang perubahan keadaan penderita kearah yang lebih baik. dan buah. tanor. Obat-obatan yang diberikan kepada pasien yaitu sefiksum. Pemberian terapi diet kecukupan rata-rata asupan gizi pasien belum terpenuhi sesuai dengan kebutuhan perhitungan zat gizi yang dperlukan. Pemeberian diet pada pasein diberikan makan pagi.

y Asupan ada diet selama tiga hari kepada pasien dengan protein rendah dan.5 g/dl y y y Antropometri Dapat di ukur dgn timbangan. makanan pasien terapi baik. : 130/80 Bentuk lunak. y Hasil pemeriksaan laboratorium Obat yang diberikan : y y Respirasi : 20 x/menit Suhu tubuh : 36. 36 .8 mg/dl : 8.BAB VI RINGKASAN PELAYANAN GIZI Masalah Indikasi Diagnosa : Gagal ginjal Pemeriksaan fisik : kronik komplikasi hipertensi KU : Sedang Tindakan Memberikan terapi Evaluasi y Tidak badan. penambahan berat makan selama Status gizi pasien : Pemeriksaan klinis : TD mmHg Nadi : 80 x/menit rendah garam.6° C setelah terapi : sefiksum anlodipo Ranitidin lansoprasol tanor Pemeriksaan Laboratorium : Albumin Ureum Kreatinin HB : 3.3 g/dl : 59 g/dl :4.

SGOT = 255 dan TENSI= 100/80 B. SGOT = 583 TENSI= 130/80 .BAB VII PENUTUP A. 4. Bagi pasien dan keluarga supaya dapat memperhatikan makanan yang dikonsumsi setiap hari sesuai dengan saran yang telah dianjurkan ahli gizi yaitu pola makan yang seimbang sesuai dengan kebutuhan. 2. Saran 1. Ini dilihat dari kemampuan pasien dalam menerima makanan. Pasien diberikan makanan dalam bentuk lunak. Untuk itu dalam penangannya diberikan terapi diet rendah protein III dan diet rendah garam. pengobatan secara rutin harus dilakukan untuk penyembuhan yang sempurna. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengumpulan data-data laboratorium dapat disimpulkan bahwa pasien ini menderita penyakit Gagal Ginjal Kronis diagnosa ini disimpulkan dilihat dari hasil laboratorium seperti SGPT = 139 . Kurangi aktifitas yang berat yang dapat menyebabkan bertambah beratnya penyakit yang diderita. 3. 37 . Setelah dilakukan terapi diet selama 3 hari ada pemeriksaan laboratorium seperti SGPT = 33. Perlu dilakukan konsultasi dalam rangka menambah pengetahuan pasien dan keluarga pasien tentang bahan makanan apa saja yang perlu dikonsumsi untuk membantu penyembuhan penyakit pasien tersebut.

CKD (CHRONIC KIDNEY DISEASE) gagal ginjal kronik. http:// Belibis-a17-Com. 2010. 2007. Gagal Ginjal Kronik (GKK) 38 . Suparisa. Penuntun Diet Edisi Baru. Blog spot. EGC. jakarta http:// Teguh Subianto. PT.DAFTAR PUSTAKA Almatsier. Penilaian Status Gizi.N. Com. Jakarta. dkk. Sunita. Gramedia Pustaka.D. L.

4 kal = 219.64 kal = 241.31)/4 = 2411.64 ± 661.47/4 = 1750.4 kal 1461.6 kal SDA = 10 % x 2192.6 kal = 730.8 kal + 2192.4 kal b.Lampiran 1 1. Perhitungan zat gizi sehat a.16 + 420. Lemak = 20 % x 2411. Energi BMR = 1 kal x 24 jam x BB 1 kal x 24 jam x 63 kg = 1512 kal Koreksi tidur = 0.29 gr/hari Aktivitas = 50 % x 1461.59 gr/hari d.64 kal c.1 x 8 jam x 63 kg = 50.54 gr 39 .24 kal + 2411.64 kal = 482.64 ± (241.32/9 = 53. Protein = 10 % x 2411. KH = 2411.164/4 = 60.17/4 = 437.

2x1.83 = 2412. Perhitungan kebutuhan energi BEE= 66 + (13. Perhitungan kebutuhan protein Keb.7XBBi) + (5xTB)-(6.51 gr (+) = 117 + 3.72 x 3% = 1.3 = 2417.8x21) = 66 + 801.56 kal/hr = 48. Perhitungan Toleransi Energi = 2417.51 gr (-) = 117 ± 3.45 ± 4.63 gr Protein = 117 x 3% = 3. Perhitungan kebutuhan karbonhidrat = total energi ± (energi dari protein + energi di lemak = 2202.61 gr (+) = 57.8xU) BEE= 66 + (13.61= 52. Perhitungan Kebutuhan lemak 40 .83 = 2422. Protein = 0.11 gr 3.6 gr x 63 = 37.94 gr 4.2 + 440.49 gr Lemak = 57.45 + 825-1472.51)/4 = 402.83 gr (+) = 2417.65 x 1.7X58.45 kal 2.56 kal/hr = 0.2 x 2202.71gr/hr 5.51 = 173.72 + 1.45 + 4.28 gr (-) = 2417.2.5) + (5x165) -(6. Perhitungan zat gizi sehat Energi = (harris benedict) 1.61= 55.8 gr/hari x 4 kal = 151.56 kal ± (151.45 x 2% = 4.33 gr (-) = 57.51 = 120.65 kal TEE= Bee x fa x fs = 154.72 ± 1.8=1549.2 kal = 20% x 2202.

5 0.1 2.1 0.0 2.0 47.7 0.9 0.3 3.5 0.0 0.0 6.7 7.0 0.3 18.49 ± 1.0 0.7 0.7 360.1 0.0 0.9 11.4 0.5 0.7 170.7 0.6 0.9 0.49 x 5% = 1.6 0.0 6.1 0.0 10.66 gr Lampiran 2 Anamnesa makan pasien sebelum sakit Jenis Bahan Makanan Beras Telur Ketimun Teh Gula pasir Roti putih Margarin Gula pasir Beras wortel Caisin Hati ayam Tude Papaya Berat (gr) 100 60 20 5 10 80 5 10 100 40 30 20 100 100 E (kal) 360.4 0.32 gr (-) = 366.4 0.0 0.2 360.4 79.1 0.0 0.4 0.9 31.4 0.1 0.1 0.0 9.0 Waktu Menu Pagi Nasi goreng The manis Snek Roti manis Siang Nasi Cap cay Ikan bakar Buah Snek Pudding coklat Maizena Gula pasir Bubuk coklat Beras Cakalang Wortel Kentang Labu siam Jeruk manis Susu skim Gula pasir 20 10 10 100 60 40 30 20 100 35 10 76.7 0.9 4.0 18.0 2.0 1.5 38.83 = 368.0 4.4 34.3 9.9 93.2 38.2 0.5 L (gr) 0.2 7.6 6.4 2.0 0.1 KH (gr) 79.9 P (gr) 6.6 0.49 + 1.7 34.9 6.5 9.7 9.2 38.83 = 364.6 1.4 1.1 1.5 1.3 0.4 Malam Nasi Ikan saus Sup sayuran Buah Susu 41 .0 12.0 0.5 0.6 0.8 1.1 79.6 3.9 63.8 38.1 0.7 11.7 0.0 0.0 1.6 2.1 98.Kh = 366.3 47.0 0.1 0.9 10.1 0.7 6.1 12.83 gr (+) = 366.3 27.2 0.

00 9.8 59.00 9.7 9.53 0.5 H (gr) 19.00 Nasi lembek Sup sayuran Beras Wortel Kentang Caisin Minyak jagung Papaya Cakalang 75 30 30 20 5 100 270 7.4 6.8 Snack 16.00 Nasi lembek Ikan pepes Tumis labu siam Buah 42 .0 9.7 0.4 22.75 38.0 0.0 0.3 0.00 9.7 27.2 44.1 0.2 39.0 1.18 1.2 5.5 0.1 0.8 75.00 21.5 0.1 0.1 59.3 0.10 0.9 0.7 174.10 9.2 5.00 Puding maizena Gula pasir Maizena 25 10 87.0 0.0 0.7 2.8 Malam 19.3 0.6 0.6 0.5 8.4 20.0 Waktu Pagi 07.0 0.00 0.3 359.25 9.4 0.2 39.Total 1984.0 11.2 1.9 2.7 214.6 0.5 270 52.3 L (gr) 0.4 Siang 12.1 0.53 1.0 0.18 0.0 Lampiran 3 Menu Terapi Hari I Bahan Makanan Beras cakarang Berat (gr) 25 50 E (kal) 90.6 0.5 0.00 Pudding Biskuit Agar-agar Gula pasir Biscuit Beras cakalang Labu siam Labu kuning Minyak jagung Papaya 5 10 35 75 50 40 30 5 100 0.08 0.0 5.0 38.0 2.0 5.5 P (gr) 1.0 0.0 0.2 52.0 0.00 Menu Bubur Ikan segar Snack 10.0 0.

6 1.0 5.4 2.5 0.1 0.4 68.4 43 .5 3.00 Nasi lembek Cakalang mentah Bumbu tomat Cah wortel tomat Buah Puding coklat Snack 16.5 P (gr) 1.4 79.5 0.9 6.4 18.5 0.3 0.3 2.0 L (gr) 0.1 0.1 360.3 22.0 95.5 0.TOTAL 1281.2 36.00 Nasi lembek Cakalang mentah Kuah sumbiki Tomat Buah Beras Cakalang Labu kuning Tomat Papaya 100 50 30 10 100 360.7 2.9 0.0 0.9 KH (gr) 19.3 0.0 3.0 0.45 41.9 7.1 0.3 0.9 52.7 12.00 Menu Bubur Ikan kuah Cah labu siam Puding Biskuit Snack 10.6 1.2 0.3 0.8 23.0 12.2 0.7 6.6 1.7 6.0 0.9 52.0 1.56 Lampiran 4 Menu Terapi Hari II Bahan Makanan Beras Ikan cakalang Labu siam Agar-agar Maizena Gula pasir Biscuit Beras Cakalang Tomat Wortel Papaya Agar-agar Gula pasir Serbuk coklat Berat (gr) 25 35 30 5 25 20 30 100 50 20 30 100 5 20 20 E (kal) 90.16 231.1 79.1 0.0 0.8 2.3 0.2 1.00 Siang 12.7 9.3 0.5 11.5 0.8 18.00 Malam 19.4 152.0 2.9 77.5 0.2 Waktu Pagi 07.0 0.0 4.0 4.6 0.5 0.2 77.02 29.1 6.1 0.7 9.

6 270.Total 1447.0 17.1 42.9 Lampiran 5 Menu Terapi Hari III Bahan Makanan Berat (gr) E (kal) P (gr) L (gr) H (gr) Waktu Menu 44 .

1 4.0 4.0 2.0 0.0 8.5 12.9 52.1 0.5 0.5 3.1 STUDI KASUS PENATALAKSANAAN DIET PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DESEASE (CKD) DENGAN HIPERTENSI 45 .6 2.4 0.00 Nasi lembek Tumis wortel Ikan cakalang Buah Snack 16.0 52.0 0.4 Snack 10.4 18.0 0.1 2.5 0.1 76.0 5.3 0.5 2.4 0.6 0.1 19.7 0.2 79.3 9.9 15.0 43.0 6.0 0.0 0.1 0.9 0.0 1.2 9.6 0.9 0.3 0.4 0.8 20.9 1.2 7.00 Malam 19.0 1.1 5.0 0.7 0.2 241.Pagi 07.5 1.5 0.1 0.0 0.2 0.3 0.4 79.00 Bubur Ikan cakalang Tomat Labu siam Minyak kelapa Pudding coklat Beras Ikan cakalang Tomat Labu siam Minyak kelapa Agar-agar Maizena Bubuk coklat Beras Wortel Tomat Cakalang Papaya Maizena Gula pasir Beras Labu kunig Tomat Cakalang tomat Minyak kelapa Papaya 25 50 10 40 5 5 20 20 100 40 20 50 100 20 10 100 40 10 50 10 5 100 90.3 2.5 0.5 0.5 360.9 0.2 38.1 0.2 0.0 0.0 0.9 76.0 2.1 0.0 43.1 9.7 0.3 1.7 0.0 18.0 0.9 10.6 0.00 Siang 12.5 0.3 40.7 0.0 6.7 360.1 12.2 68.00 Pudding maizena Nasi lembek Tumis labu kuning Ikan kuah Buah Total 1339.3 3.

DI SUS UN OLE : IRENE . 7171 100802 EMENTERIAN ESE ATAN RI POLITEKNIK KESE ATAN KEMENKES MANADO JURUSAN GIZI 2011 46 . B NGSA PO.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful