Teknik Analisis Rasio

Heri Abrianto, SE., M.M. JURUSAN AKUNTANSI POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Analisis Rasio 
 

Rasio adalah hubungan matematis antara dua kuantitas Agar memiliki arti, rasio dalam laporan keuangan harus mengacu pada hubungan yang penting secara ekonomi. Misal, karena ada hubungan yang penting antara laba dengan aset yang digunakan untuk menghasilkan laba, maka rasio laba terhadap aset menjadi penting untuk dianalisis

Analisis Rasio
Analisis rasio dapat dikelompokkan ke dalam 5 macam kategori: 1. Rasio Likuiditas (liquidity ratio) 2. Rasio Solvabilitas (Solvency ratio) 3. Rasio Aktivitas (activity ratio) 4. Rasio Profitabilitas (profitability ratio)

Pembandingan Data Keuangan   1. 3. Analisis keuangan akan lebih tajam bila data keuangan dibandingkan dengan standar tertentu Standar untuk pembandingan data keuangan Standar internal yg ditetapkan mnjm spt target yg ditetapkan Perbandingan historis Perbandingan dengan prshn atau industri sejenis . 2.

Pembandingan Data Keuangan  Tanpa pembandingan tidak akan diketahui apakah prestasi keuangan suatu perusahaan menunjukkan perbaikan atau sebaliknya menunjukkan penurunan .

Rasio Cepat .Rasio Lancar . Adalah rasio yang menggambarkan sejauh mana perusahaan dapat mebayar hutang-hutangnya. Untuk menghitungnya digunakan: .Rasio Likuiditas.Modal Kerja .

Modal Kerja = Aktiva lancar ± Utang Lancar .Modal Kerja. Digunakan sebagai dasar bagi perusahaan mengukur kemampuannya untuk mengukur utang lancarnya.

Rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar hutang. .Rasio Lancar. Rasio Lancar = Aktiva lancar Hutang lancar Rasio lancar dianggap baik bila nilainya lebih dari 2.

. Rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam kecepatan pembayaran hutang. Rasio Cepat = (Aktiva lancar ± Persediaan) Hutang Lancar Rasio cepat dianggap baik bila nilainya lebih dari 1. Disini Persediaan dikeluarkan dari aktiva lancar.Rasio Cepat.5.

Rasio yang digunakan perusahaan dalam mengukur efektivitas pengelolaan aktiva.Rasio Manajemen Aktiva.Perputaran Persediaan . Untuk mengukur manajemen aktiva digunakan : .Perputaran Piutang dagang .Perputaran Total Aktiva .

Perputaran Piutang = Penjualan bersih x 2 Piutang (th n) + Piutang th (n-1) .Perputaran Piutang Dagang. Digunakan untuk mengetahui sejauh mana perputaran piutang dagang dapat terbayarkan. Semakin cepat perputaran piutang semakin baik untuk operasional perusahaan.

Jangka waktu penagihan = 365 Putaran Piutang Dagang .Jangka Waktu Penagihan. Untuk mengetahui jangka waktu yang dibutuhkan dalam mengumpulkan piutang. Semakin pendek waktu yang dibutuhkan semakinbaik.

Semakin cepat perputaran persediaan semakin baik. Untuk mengetahui sejauh mana persediaan untuk proses produksi dapat diputar. Perputaran Persediaan = Penjualan x 2 Persediaan (th n) + Persediaan (th n + 1) .Perputaran Persediaan.

Waktu Penjualan Persediaan = 365 Perputaran Persediaan .Waktu Penjualan Persediaan. Semakin pendek waktu yang dibutuhkan akan semakin baik. Untuk mengetahu jangka waktu perputaran persediaan.

Perputaran Total Aktiva. Untuk mengukur perputaran keseluruhan aktiva perusahaan. Semakin cepat perputarannya semakin baik. Perputaran Total Aktiva = Penjualan x 2 Total Aktiva (th n) + total Aktiva (th n-1) .

Semakin pendek waktu perputaran total aktiva maka semakin baik. Waktu yang dibuthkan untuk perputaran total aktiva. Perputaran total aktiva = 365 Perputaran total Aktiva .Waktu Perputaran Total Aktiva.

Rasio Utang . Digunakan untuk mengetahui sejauh mana perusahaan menggunakan hutang untuk pembiyaaan dan juga kemampuan perusahaan untuk membayar hutang. .Rasio Utang-Modal .Rasio Solvensi.Kelipatan Pembayaran Bunga .

. Rasio Utang ±Modal = Total Hutang Total modal Pemilik Angka yang dihasilkan kurang dari 1 atau lebih kecil semakin baik.Rasio Utang ± Modal. Rasio ini digunakan untuk mengukur proporsi total hutang dan total modal pemilik serta kemampuan pembayaran hutang.

Semakin kecil nilainya semakin baik. Rasio Hutang = Hutang Jangka Panjang Total Hutang + Modal . Mengukur proporsi pendanaan Perusahaan.Rasio Hutang.

Kemampuan perusaaan untuk membayar bunga dari hutang yang digunakan dalam pembiayaan operasi. . Kelipatan Pembayaran Bunga = Penghasilan Operasi Bunga Bila rasio mencapai 4 atau lebih maka dianggap baik.Kelipatan Pembayaran Bunga.

Margin Bersih . Untuk melihat sejauh mana kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba.Laba Atas investasi .Laba Atas Aktiva .Margin Operasi .Margin Kotor .Rasio Profitabilitas. Dapat digunakan beberapa penghitungan : .Perputaran Aktiva .

Margin Kotor. Untuk perusahaan yang bergerak di pengolahan minimal 25%. Margin kotor = Penghasilan kotor Penjualan Angka semakin besar semakin baik. Untuk sektor jasa biasanya sampai dengan 50%. Mengukur rasio penghasilan kotor dari suatu perusahaan. .

Memperhitungkan penghasilan operasi dan penjualan serta memberikan gambaran sejauh mana besar biasay administrasi dan penjualan. Margin Operasi = Penghasilan Operasi Penjualan Semakin besar nilainya semakin baik .Margin Operasi.

Mengukur batas bawah dari penghasilan bersih dari pengelolaan perusahaan. .Margin Bersih. Margin Bersih = Penghasilan Bersih Penjualan Semakin tinggi angkanya semakin baik setidaknya 5%.

Perputaran Aktiva = Penjualan Total Aktiva Semakin tinggi nilainya semakin baik. setidaknya diatas 1. Mengetahui berapa rasio penggunaan aktiva untuk menghasilkan penjualan.5 .Perputaran Aktiva.

. Laba atas aktiva = Penghasilan Bersih Total Aktiva Semakin besar nilainya semakin baik setidaknya 5.5%. Kemampuan perusahaan menghasilkan aktiva untuk menghasilkan laba.Laba Atas Aktiva.

Laba Investasi = Penghasilan Bersih Modal Pemilik nilai diatas 10% atau lebih dianggap baik. . Mengukur keseluruhan kinerja perusahaan atas investasi yang telah ditanamkan.Laba Atas Investasi.

Analisis Du Pont I: menghubungkan ROA. dan perputaran aktiva ROA = Profit margin x perputaran aktiva Analisis Du Pont II: memasukkan unsur financial leverage (hutang) ROE = ROA/ (1-(Tot hutang/TotAset)) . profit margin.Analisis Du Pont      Adalah analisis yang mempertajam analisis rasio dengan memisahkan profitabilitas dengan pemanfaatan aset.

Analisis Du Pont   ROE = ROA/ (1-(Tot hutang/TotAset)) Untuk menaikkan ROE dapat dilakukan dengan menaikkan ROA dan/atau menaikkan Hutang. .

Penggunaan tahun fiskal yang berbeda.Kelemahan rasio keuangan :       Ditafsirkannya dengan berbagai macam cara Prosedur pelaporan yang berbeda Adanya manipulasi data Perlakuan pengeluaran untuk biaya-biaya yang berbeda. Kesamaan rasio keuangan yang telah dibuat dengan standar industri yang belum menjamin. .