P. 1
ilmu pengetahuan lingkungan

ilmu pengetahuan lingkungan

|Views: 4,220|Likes:
Published by dudi_achadiat
Diktat kuliah Ilmu Pengetahuan Lingkungan ini adalah hasil terjemahan cuplikan dari beberapa text book.
Pada awal tahun 2000 pernah dijadikan sebagai bahan bacaan bagi peserta perkulian Ilmu Pengetahuan Lingkungan di salah satu perguruan tinggi swasta di Jawa Barat.

Bab 1 membahas permasalahan umum lingkungan hidup, contoh kasus interaksi manusia dengan lingkungan. Dalam bab 1 juga dibahas kecenderungan global, kecenderungan pertambahan penduduk serta kecenderungan dampaknya , degradasi ( semakin memburuknya kualitas ) tanah/lahan , serta perubahan atmosfir global. Semakin miskinnya keragaman hayati akibat ulah manusia serta dampaknya juga dibahas dalam bab ini. Bab 1 diakhiri dengan bahan tentang konsep “sustainable development”, pembangunan yang memperhatikan kepentingan kesinambungan kelestarian kualitas lingkungan hidup untuk kepentingan generasi yang akan datang.
Bab 2 membahas tentang apa yang dimaksud dengan ecosystem , kemudian struktur ecosystem serta implikasi-implikasinya terhadap kehidupan manusia.
Bab 3 membahas tentang Principles of Ecosystem Sustainability, prinsip-prinsip dasar menciptakan kelestarian lingkungan, prinsip-prinsip agar tidak mewariskan kerusakan lingkungan kepada generasi mendatang.
Bab 4 membahas : proses-proses alam yang mendasar yang membuat kita semua dan organisme lain hidup, apakah yang dimaksud dengan ecosystem, dan apakah apa sajakah komponen-komponen hidup dan non-hidup –nya yang utama, apakah yang terjadi pada energi dalam ecosystem, apakah yang terjadi pada zat-zat dalam ecosystem, peran-peran apakah yang dilakukan oleh berbagai macam organisme dalam ecosystem, dan bagaimanakah organisme berinteraksi
Bab 5 berupaya membahas hal-hal yang terkait dengan seberapa cepatkah populasi manusia bertambah banyak, apa saja sumberdaya-sumberdaya penting di dunia ini, akankah sumberdaya-sumberdaya ini ber-degradasi , berkurang atau habis, apakah polusi (pencemaran lingkungan) itu, ada berapa macam kah polusi itu, apakah polusi dapat dihindarkan atau dikendalikan. Disamping itu dalam bab 5 juga dibahas keterkaitan antara ukuran populasi manusia , penggunaan sumberdaya , teknologi , degradasi lingkungan , dan polusi.
Bab 6 berisi bahasan yang dimaksudkan untuk lebih dapat memahami apakah ecosystem itu. Dalam bab ini dibahas pengertian kata sistem, tingkat-tingkat organisasi dalam alam, lingkup ekologi, serta struktur dan fungsi ekosistem.
Bab 7 berisi bahasan tentang : apa yang dimaksud dengan science (ilmu pengetahuan) , apa yang dimaksud dengan environmental science (ilmu pengetahuan lingkungan), apakah bentuk-bentuk prinsip energi, sumberdaya energi apakah yang diandalkan manusia untuk mendukung gaya hidupnya dewasa ini, hal apa yang menjadikan energi bermanfaat bagi manusia sebagai suatu sumberdaya, apakah yang dimaksud dengan perubahan fisik, apakah yang dimaksud dengan perubahan kimiawi, hukum-hukum ilmiah apa sajakah yang menjelaskan perubahan zat , perubahan dari satu bentuk fisik ke bentuk fisik lainnya , atau perubahan dari satu bentuk kimiawi ke bentuk kimiawi lainnya.

Diktat Kuliah yang dapat di-down-load dengan gratis ini sangatlah tidak tepat untuk dikomersilkan atau dibuat hard-copynya secara masal, diktat kuliah ini hanyalah tepat untuk dipakai untuk keperluan personal dan pendidikan.
Diktat kuliah Ilmu Pengetahuan Lingkungan ini adalah hasil terjemahan cuplikan dari beberapa text book.
Pada awal tahun 2000 pernah dijadikan sebagai bahan bacaan bagi peserta perkulian Ilmu Pengetahuan Lingkungan di salah satu perguruan tinggi swasta di Jawa Barat.

Bab 1 membahas permasalahan umum lingkungan hidup, contoh kasus interaksi manusia dengan lingkungan. Dalam bab 1 juga dibahas kecenderungan global, kecenderungan pertambahan penduduk serta kecenderungan dampaknya , degradasi ( semakin memburuknya kualitas ) tanah/lahan , serta perubahan atmosfir global. Semakin miskinnya keragaman hayati akibat ulah manusia serta dampaknya juga dibahas dalam bab ini. Bab 1 diakhiri dengan bahan tentang konsep “sustainable development”, pembangunan yang memperhatikan kepentingan kesinambungan kelestarian kualitas lingkungan hidup untuk kepentingan generasi yang akan datang.
Bab 2 membahas tentang apa yang dimaksud dengan ecosystem , kemudian struktur ecosystem serta implikasi-implikasinya terhadap kehidupan manusia.
Bab 3 membahas tentang Principles of Ecosystem Sustainability, prinsip-prinsip dasar menciptakan kelestarian lingkungan, prinsip-prinsip agar tidak mewariskan kerusakan lingkungan kepada generasi mendatang.
Bab 4 membahas : proses-proses alam yang mendasar yang membuat kita semua dan organisme lain hidup, apakah yang dimaksud dengan ecosystem, dan apakah apa sajakah komponen-komponen hidup dan non-hidup –nya yang utama, apakah yang terjadi pada energi dalam ecosystem, apakah yang terjadi pada zat-zat dalam ecosystem, peran-peran apakah yang dilakukan oleh berbagai macam organisme dalam ecosystem, dan bagaimanakah organisme berinteraksi
Bab 5 berupaya membahas hal-hal yang terkait dengan seberapa cepatkah populasi manusia bertambah banyak, apa saja sumberdaya-sumberdaya penting di dunia ini, akankah sumberdaya-sumberdaya ini ber-degradasi , berkurang atau habis, apakah polusi (pencemaran lingkungan) itu, ada berapa macam kah polusi itu, apakah polusi dapat dihindarkan atau dikendalikan. Disamping itu dalam bab 5 juga dibahas keterkaitan antara ukuran populasi manusia , penggunaan sumberdaya , teknologi , degradasi lingkungan , dan polusi.
Bab 6 berisi bahasan yang dimaksudkan untuk lebih dapat memahami apakah ecosystem itu. Dalam bab ini dibahas pengertian kata sistem, tingkat-tingkat organisasi dalam alam, lingkup ekologi, serta struktur dan fungsi ekosistem.
Bab 7 berisi bahasan tentang : apa yang dimaksud dengan science (ilmu pengetahuan) , apa yang dimaksud dengan environmental science (ilmu pengetahuan lingkungan), apakah bentuk-bentuk prinsip energi, sumberdaya energi apakah yang diandalkan manusia untuk mendukung gaya hidupnya dewasa ini, hal apa yang menjadikan energi bermanfaat bagi manusia sebagai suatu sumberdaya, apakah yang dimaksud dengan perubahan fisik, apakah yang dimaksud dengan perubahan kimiawi, hukum-hukum ilmiah apa sajakah yang menjelaskan perubahan zat , perubahan dari satu bentuk fisik ke bentuk fisik lainnya , atau perubahan dari satu bentuk kimiawi ke bentuk kimiawi lainnya.

Diktat Kuliah yang dapat di-down-load dengan gratis ini sangatlah tidak tepat untuk dikomersilkan atau dibuat hard-copynya secara masal, diktat kuliah ini hanyalah tepat untuk dipakai untuk keperluan personal dan pendidikan.

More info:

Published by: dudi_achadiat on Jun 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2013

pdf

text

original

Sekelompok tumbuhan, binatang, dan mikroba yang kita amati pada saat kita melakukan
studi di hutan, padang rumput, kolam, terumbu karang alami atau area yang belum terganggu
lainnya disebut sebagai lapangan biota (bio = hidup) atau biotic community (komunitas
biotik). Bagian tumbuhan dari komunitas biotik adalah semua vegetasi, mulai dari pohon
besar sampai lumut mikroskopis. Bagian binatang dari komunitas biotik adalah semua jenis
binatang mulai dari binatang menyusui, burung-burung, segala jenis reptil, dan bintang
amfibi, sampai pada cacing tanah, dan serangga kecil. Mikroba terdiri dari berbagai macam
bakteri mikroskopis, jamur dan protozoa. Jadi dapat juga dikatakan bahwa komunitas biotik
(biotic community) terdiri dari komunitas tumbuhan (plant community), komunitas binatang
(animal community),dan komunitas mikroba (microbial community) (1, p. 24).

Jenis khusus komunitas biotik yang kita saksikan di suatu areal tertentu, sebagian besar,
ditentukan keberadaannya oleh faktor faktor abiotik (abiotic factors), seperti misalnya jumlah
air atau kelembaban yang ada, temperatur, salinitas, dan jenis tanah. Kondisi-kondisi
abiotik ini mendukung dan membatasi keberadaan suatu komunitas tertentu. Sebagai contoh
: kurangnya kelembaban akan menghambat pertumbuhan kebanyakan species tumbuhan,
namun mendukung pertumbuhan species tertentu. Lahan dengan kelembaban yang cukup
dan temperatur yang cocok mendukung keberadaan hutan. Adanya air merupakan faktor
utama yang dapat mendukung komunitas aquatik (1, p. 24).

Langkah awal dalam melakukan investigasi komunitas abiotik adalah menyusun katalog
seluruh species yang ada. Yang dimaksud dengan species adalah berbagai jenis tumbuhan,
binatang dan mikroba. Masing-masing species terdiri dari individu-individu yang
mempunyai kesamaan yang kuat dalam penampilan satu sama lainnya, dan sangat dapat
dibedakan dari kelompok lainnya. Kesamaan dalam penampilan mencerminkan hubungan
genetik yang sangat erat. Definisi species adalah keseluruhan populasi yang apabila
dipertemukan antara satu dengan yang lainnya menjadi dapat berkembang biak dan
menghasilkan keturunan yang subur. Dalam hal species berbeda, pertemuan antara satu
dengan lainnya umumnya tidak menjadikan berkembang biak, ataupun kalaupun yang
menjadi berkembang biak, tidak dihasilkan keturunan yang subur (1, p. 24).

Dalam membuat katalog species dalam suatu komunitas, masing-masing species dicirikan
oleh populasi tertentu, yaitu dengan sejumlah tertentu individu-individu yang dengan
kebersamaannya membentuk kelompok berkembang biak. Istilah populasi dipakai untuk
menyatakan sekelompok individu-individu dari species tertentu yang hidup di suatu areal
tertentu, sedangkan species menyatakan individu-individu dari jenis tertentu, walaupun
individu-individu tersebut dapat saja berada pada populasi dan tempat yang berbeda
(1, p. 24).

Dalam keragaman species dan komunitas yang luar biasa, sangat menarik, bahwa species
dalam suatu komunitas tergantung pada dan saling mendukung antara satu dan lainnya dalam
berbagai macam cara. Binatang tertentu tidak akan ada kecuali bila di tempat tersebut ada
tumbuhan tertentu dengan tumbuhan mana menjadi tersedia makanan dan tempat berlindung.
Komunitas tumbuhan mendukung (atau membatasi dengan ke-tidak-ber-ada-an-nya)
komunitas hewan (binatang). Selain itu setiap species tumbuhan dan binatang beradaptasi
(menyesuaikan diri) untuk dapat menghadapi faktor-faktor abiotik yang ada di tempat
tersebut. Sebagai contoh, setiap species yang hidup di daerah beriklim dingin, dengan
berbagai macam cara akan menyesuaikan diri untuk dapat bertahan terhadap musim dingin

-

Ilmu Pengetahuan Lingkungan

hal. 13

dimana didalamnya terdapat periode dengan temperatur beku. Populasi yang terdiri dari
berbagai macam species dalam suatu komunitas biotik secara terus menerus saling
berinteraksi satu sama lainnya dan juga dengan lingkungan abiotik-nya (1, p. 24).

Semua yang diuraikan diatas membawa kita ke konsep ecosystem. Ecosystem adalah :
gabungan komunitas biotik (biotic community) dan kondisi abiotik didalam mana anggota
komunitas biotik hidup, termasuk didalamnya : cara-cara populasi berinteraksi satu dengan
lainnya dan juga dengan lingkungan abiotik-nya untuk berkembang biak dan menghidupkan
terus menerus keberadaan perkelompokan secara keseluruhan. Dalam satu kata, suatu
ecosystem adalah perkelompokan tumbuhan, satwa (binatang), dan mikroba yang berinteraksi
diantara masing-masing-nya dan dengan lingkungannya sedemikian rupa, menghidupkan
terus menerus keberadaan perkelompokannya Untuk keperluan suatu studi, ecosystem,
kurang lebih, dapat dipandang sebagai komunitas biotik khusus (yang dapat terbedakan dari
yang lainnya) yang hidup di suatu lingkungan tertentu. Jadi, suatu hutan, suatu padang
rumput atau belukar, suatu lahan basah, suatu tanah rawa, suatu kolam, pesisir atau terumbu
karang, satu-per-satu-nya dengan species-nya masing-masing dengan suatu lingkungannya
yang tertentu, dapat di-studi sebagai suatu distinct ecosystem (khusus, dapat terbedakan dari
yang lainnya) (1, pp. 24-25).

Karena tidak ada suatu organisme (organism) yang dapat hidup terpisah dari lingkungannya
atau terpisah dari interaksi-interaksi dengan species lainnya, maka ecosystem adalah : the
functional units of sustainable life on earth (satuan-satuan fungsional kehidupan yang
“sustainable” dalam dunia ini) (1, p. 25).
Ilmu Ekologi (The Science of Ecology) adalah ilmu yang mempelajari ecosystem dan
interaksi-interaksi yang terjadi antar organisme dan antara organisme-organisme dengan
lingkungannya yang terdapat didalam ecosystem (1, p. 25).

Dalam usaha membuat suatu pengelompokan dunia kehidupan menjadi macam-macam
ecosystem, investigasi-investigasi yang telah dilakukan telah sampai pada kesimpulan bahwa
: jarang sekali terdapat satu batas yang jelas nyata antara satu ecosystem yang satu dengan
yang terdapat berdampingan dengannya, suatu ecosystem tidak pernah secara total terisolasi
dari yang lainnya. Banyak species akan menempati (dan oleh karenanya menjadi bagian
dari) dua atau lebih ecosystem pada saat yang bersamaan. Atau, ecosystem tersebut akan
berpindah dari satu ecosystem yang satu ke ecosystem yang lainnya , seperti misalnya dalam
kasus burung-burung yang mempunyai kebiasaan ber-migrasi. Dalam berpindah dari satu
ecosystem ke lainnya, dapat teramati bahwa hanya pengurangan lambat laun dalam populasi
dari suatu komunitas biotik dan suatu kenaikan populasi di ecosystem yang berbatasan.
Suatu ecosystem dapat beralih menjadi ecosystem berikutnya melalui suatu transitional
region yang dikenal sebagai ecotone, dimana didalamnya berbaur bermacam species dan
karakteristik dari dua ecosystem yang saling berbatasan (1, p. 25).

Ecotone yang terletak diantara dua ecosystem juga dapat memiliki kondisi-kondisi yang unik
yang mendukung species-species tumbuhan atau binatang yang distinctive
(berbeda/terbedakan dari yang lainnya). Tinjau, sebagai contoh, areal rawa yang sering kali
terbentuk diantara permukaan air terbuka di danau dan lahan kering (Fig. 2-3) (1, pp. 25-26).

-

Ilmu Pengetahuan Lingkungan

hal. 14

Apa yang terjadi di satu ecosystem dapat dipastikan akan berpengaruh terhadap ecosystem
yang lain. Sebagai contoh, hilang dan menciutnya hutan-hutan telah mengacaukan jalur-
jalur migrasi dan berakibat penurunan drastis populasi burung-penyanyi tertentu di Amerika
Utara. Apakah hilangnya jenis burung ini akan berpengaruh terhadap ecosystem-ecosystem
yang lainnya ? (1, p. 26).

Ecosystem-ecosystem yang serupa atau berhubungan sering kali dikelompokkan bersama
membentuk jenis-jenis utama kelompok ecosystem yang kemudian disebut sebagai biomes.
Hutan hujan tropis, padang rumput/belukar, dan gurun adalah contoh-contoh-nya.
Sementara lebih luas dari suatu ecosystem dalam lebar dan kompleksitasnya, suatu biome
pada dasarnya masih suatu komunitas biotik tertentu yang didukung dan dibatasi oleh faktor-
faktor lingkungan abiotik tertentu. Nama-nama dan uraian ringkas dari beberapa major
terrestrial biomes
(biomes utama terrestrial, terrestrial = berkaitan dengan bumi) dapat dilihat
dalam lembar halaman ( no. halaman perlu dikoreksi) 18 , 19 , 20. Distribusinya di se-
entero dunia sebagai konsekuensi faktor-faktor abiotik (klimatik) diperlihatkan dalam Fig. 2.4
(1, p. 26).

Lagi-lagi, sebenarnya secara umum tidak ada batas yang tegas diantara satu biome dengan
biome yang lainnya, namun beralih ke yang selanjutnya melalui region-region transisi. Lagi

Fig. 2-2, 1, p. 25. Ecosystem tidak terisolasi satu dengan lainnya. Satu ecosystem berbaur
dengan ecosystem yang berbatasan dengannya dalam suatu transitional region, yang disebut
sebagai ecotone , dimana terdapat banyak species yang terdapat di kedua ecosystem yang
berbatasan tersebut.

-

Ilmu Pengetahuan Lingkungan

hal. 15

pula, sebenarnya tidak ada kesepakatan umum diantara ecologist, apakah jenis tertentu
ecosystem harus dimasukkan ke dalam satu biome utama ataukah dimasukkan kedalam
biome tersendiri. Oleh karenanya, sangatlah mungkin ada peta serupa Fig. 2-4 yang
menggambarkan lebih banyak atau lebih sedikit biomes (1, p. 26).

Serupa seperti yang diuraikan diatas, terdapat banyak sekali macam aquatic ecosystem dan

wetland ecosystem yang terutama ditentukan oleh kedalaman, salinitas, dan ke-permanen-an
air., dimana beberapa diantaranya dapat dilihat dalam lembar halaman ( no. halaman perlu
dikoreksi) 21 , 22 ,23. Kemudian terdapat bermacam-macam marine (ocean) ecosystem
yang ditentukan oleh kedalaman, tekstur dasar (lumpur s.d. lapisan batu), dan tingkat
kandungan nutrient, dan juga temperatur air. Jadi, marine (ocean) ecosystem lebih
ditentukan faktor-faktor lingkungan fisik di lokasi-nya dibanding oleh faktor-faktor klimatik
umum seperti dalam kasus terrestrial biomes. Oleh karenanya, lebih sering disebut sebagai
marine environment dibanding disebut sebagai marine biomes. (1, pp. 26-27).

Bagaimanapun kita memilih untuk mengelompokkan dan menamai berbagai ecosystem yang
ada, yang terpenting untuk disadari adalah semua ecosystem-ecosystem tersebut tetap saling
terkait (interconnected) dan saling tergantung (interdependent). Terrestrial biomes saling
dikaitkan satu sama lain dengan aliran sungai yang ada di lingkungan mereka dan oleh
binatang-binatang yang mempunyai kebiasaan berpindah (migrating animals). Sediments dan
nutrients yang terhanyutkan dari lahan-lahan di daratan dapat “memberi makan” atau dapat
pula mencemari laut. Burung-burung laut dan binatang-binatang menyusui menghubungkan
lautan dengan daratan, dan seluruh biomes “berbagi” atmosfir dan siklus air yang sama
(1, p. 27).

Fig. 2-3, 1, p. 26. Suatu ecotone dapat membentuk habitat yang unik dimana bermukim
species-species khusus yang tidak dijumpai ecosystem yang berbatasan dengannya.

-

Ilmu Pengetahuan Lingkungan

hal. 16

Semua species yang ada di dunia ini dan lingkungan-lingkungan-nya dapat dilihat sebagai
satu ecosystem yang sangat besar yang disebut sebagai biosphere. Walaupun ecosystem-
ecosystem lokal merupakan satuan-satuan sustainability yang individual, semua ini saling
terkait membentuk biosphere.

-

Ilmu Pengetahuan Lingkungan

hal. 17

-

Ilmu Pengetahuan Lingkungan

hal. 18

-

Ilmu Pengetahuan Lingkungan

hal. 19

-

Ilmu Pengetahuan Lingkungan

hal. 20

-

Ilmu Pengetahuan Lingkungan

hal. 21

-

Ilmu Pengetahuan Lingkungan

hal. 22

-
Ilmu Pengetahuan Lingkungan

hal. 23

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->