Georg Simon Ohm J.

J Thompson

Kirchoff

Georges Claude Thomas Alva Edison

Listrik Dinamis Listrik Arus searah Energi dan Daya listrik

Rangkaian tertutup

Rangkaian Terbuka

Hubungan antara V, I, dan R

Kuat Arus

Hambatan Rangkaian hambatan Hukum Ohm

Tegangan atau beda potensial Voltmeter

Hukum Kirchoff

Amperemeter

Seri

Paralel

Alam suatu percobaan sumber tegangan listrik dirangkai membentuk Rangkaian Listrik . Arus yang ditimbulkan oleh sumber tegangan DC adalah arus listrik searah. Contoh dari sumber tegangan DC adalah baterai.€ € € € Sumber Arus Listrik disebut juga sumber tegangan.

yaitu rangkaian listrik terbuka dan rangkaian listrik tertutup Rangkaian Terbuka Rangkaian Tertutup .€ rangkaian listrik dibedakan menjadi dua.

arus listrik dapat didefinisikan sebagai aliran muatan positif dari potensial tinggi ke potensial rendah. sehingga terjadi aliran air dari bejana A menuju bejana B atau dikatakan bahwa potensial di A lebih tinggi dari pada potensial di B sehingga terjadi aliran muatan listrik dari A ke B. .Air dalam bejana A mempunyai energi potensial lebih tinggi dari pada air dalam bejana B. Jadi. Arus listrik terjadi apabila ada perbedaan potensial. Aliran muatan listrik positif dari A ke B identik dengan aliran air dari A ke B yang disebut arus listrik.

t Keterangan: t I : kuat arus listrik (A) q : muatan listrik yang mengalir (C) t : waktu yang diperlukan (s) . maka kuat arus I secara matematis dapat ditulis sebagai berikut. € Bila jumlah muatan q melalui penampang penghantar dalam waktu t. € I = q atau q = I .Besarnya arus listrik (disebut kuat arus listrik) € sebanding dengan banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam € Kuat arus listrik merupakan kecepatan aliran muatan listrik.

.25 × 1018 elektron.6 × 10-19 C n= 1 1. dapat dituliskan 1 C = 6.25 × 1018 Jadi.6 x10-19 n = 6.€ € Mengingat muatan elektron sebesar -1.6 × 10-19 C maka banyaknya elektron (n) yang menghasilkan muatan 1 coulomb dapat dihitung sebagai berikut. 1 C = n × besar muatan elektron 1 C = n × 1.

€ Cara pembacaan Skala Alat Ukur Listrik .Alat yang dapat digunakan untuk mengetahui kuat arus listrik adalah Amperemeter. Amperemeter disusun seri pada rangkaian listrik. € Pada pengukuran kuat arus listrik.

Skala terbaca Hasil pengukuran = x batas ukur Batas skala tersebut .Secara umum pembacaan skala dapat dirumuskan sebagai berikut.

Secara matematis beda potensial dapat dituliskan sebagai berikut.€ € € Potensial listrik adalah banyaknya muatan yang terdapat dalam suatu benda. Beda potensial listrik (tegangan) timbul karena dua benda yang memiliki potensial listrik berbeda dihubungkan oleh suatu penghantar. V=W q Keterangan: V : beda potensial (V) W : usaha/energi (J) q : muatan listrik (C) .

Voltmeter disusun paralel pada rangkaian listrik. € Cara pembacaan Skala Alat Ukur Listrik .Alat yang dapat digunakan untuk mengetahui kuat arus listrik adalah Voltmeter. € Pada pengukuran kuat arus listrik.

€ Untuk mengenang jasa Georg Simon Ohm. namanya dipakai sebagai satuan hambatan listrik. hambatan listrik dapat didefinisikan sebagai hasil bagi beda potensial antara ujung-ujung penghantar dengan kuat arus yang mengalir pada penghantar tersebut. € R=V I Ket : R = Hambatan (Ÿ) V= Beda potensial (V) I = Kuat arus (A) .Berdasarkan persamaan hukum Ohm. yaitu ohm (Ÿ). € Secara matematis beda potensial dapat dituliskan sebagai berikut.

€ Resistor Tetap ¾ Pada resistor tetap yang biasanya dibuat dari karbon atau kawat nikrom tipis. nilai hambatannya disimbolkan dengan warna-warna yang melingkar pada kulit luarnya. € Resistor Variabel ¾ resistor variabel yang kita kenal ada dua. . cara kerja kedua resistor ini adalah sama. ¾ Pada prinsipnya. yaitu resistor variabel tipe berputar dan bergeser (rheostat). yaitu memutar atau menggeser kontak luncur untuk menambah atau mengurangi nilai hambatan sesuai kebutuhan.

€ secara langsung ¾ Alat yang dapat digunakan untuk mengetahui kuat arus listrik adalah ohmmeter (pengukur hambatan). Secara tidak langsung ¾ Menggabungkan voltmeter dan amperemeter secara bersama-sama pada rangkaian listrik yang diukur hambatannya. R = V atau R = skala yang terbaca pada voltmeter I skala yang terbaca pada ampermeter € Cara pembacaan Skala Alat Ukur Listrik .

hambatan jenis kawat ( ).€ € Hambatan listrik suatu kawat penghantar dipengaruhi oleh panjang kawat (l). R= l A Keterangan: R : hambatan kawat penghantar (Ÿ) l : panjang kawat penghantar (m) A : luas penampang kawat penghantar (m2) : hambatan jenis kawat penghantar (Ÿ m) . hubungan ketiga faktor tersebut dapat dituliskan sebagai berikut. dan luas penampang kawat (A) Secara matematis.

I=q t V=W q R= I=V R V=I.R l A R=V I .

™Imasuk = ™Ikeluar .€ Hukum Kirchhof 1 ¾ arus yang masuk pada titik percabangan sama dengan kuat arus yang keluar pada titik percabangan tersebut.

Keterangan: E : ggl sumber arus (volt) I : kuat arus (A) R : hambatan (Ÿ) ™E= ™(I.€ Hukum Kirchhoff 2 ¾ jumlah perubahan potensial yang mengelilingi lintasan tertutup pada suatu rangkaian harus sama dengan nol.R) .

€ Pada perumusan hukum II Kirchhoff. ¾ Jika hasil akhir perhitungan kuat arus bernilai negatif. maka kuat arus yang sebenarnya merupakan kebalikan dari arah yang ditetapkan. ¾ Pada arah perjalanan atau penelusuran rangkaian tertutup (loop). Jika sebaliknya dari kutub positif ke kutub negatif. ¾ Semua hambatan (R) dihitung positif. . maka gglnya dihitung positif. mengikuti ketentuan sebagai berikut. sedang yang berlawanan dengan arah penelusuran dihitung negatif. maka ggl nya dihitung negatif ¾ Arus yang searah dengan penelusuran loop dihitung positif. jika sumber arus berawal dari kutub negatif ke kutup positif.

€ Menurut hukum II Kirchhoff. Nilai r adalah nilai hambatan yang ada dalam ggl sumber tegangan pada suatu rangkaian. E Loop R I E = (I × r) + (I × R) atau E = I (r + R) Keterangan: E : ggl sumber arus (V) I : kuat arus (A) r : hambatan dalam sumber arus (Ÿ) R : hambatan penghambat (Ÿ) . pada rangkaian berlaku persamaan seperti berikut.

A E1r1 R1 E2r2 B € Menurut hukum II Kirchhoff pada rangkaian berlaku persamaan R2 Loop R3 D E3r3 R4 C E1-E2=I(r1+R1+r2+R2+R3+R4+r3) dan VAB+™E= ™(I × R) Keterangan: E : ggl sumber arus (V) I : kuat arus (A) r : hambatan dalam sumber arus (Ÿ) R : hambatan penghambat (Ÿ) V= Beda potensial (V) .

bentuk umum VAC = VAB + VBC hambatan pengganti yang VAC = I × R1 + I × R2 dirangkai seri adalah VAC = I (R1 + R2) sebagai berikut.€ Dengan menggunakan hukum Ohm dapat tuliskan A L1 I B L2 C € Jika VAB= I × R1. VBC = I × R2. VAC = I(R1 + R2) I × Rs = I(R1 + R2) Rs = R1 + R2 + R3 + .. VAC = VAB + VBC. + Rn Rs = R1 + R2 (n = banyaknya hambatan) .. maka: Jadi.

I2= V . maka I= V + V = 1 +1 V R1 R2 R1 R2 € L2 ( ) .I1 L1 Dengan menggunakan I2 hukum I Kirchoff dan hukum Ohm.dan I=I1+I2 R1 R2 Jika I=I1+I2. maka dapat Anda I tuliskan secara matematis sebagai berikut. I1= V .

bentuk umum hambatan yang dirangkai paralel adalah : 1 1 + 1 + 1 ..(Rn-1xRn) .. (n = jumlah hambatan) = Rp R1 R2 R3 Rn € atau R1 x R2 x R3 x ..Jadi... 1 . Rn Rp = (R1 x R2)+(R1xR3)+(R2xR3)+..

P = W ‡ Jika W = V × I × t. maka persamaan di € t Menurut Hukum Ohm persamaan daya Keterangan: dapat ditulis P : daya listrik (W) 2 P = I 2 × R atau P = V W : energi listrik (J) V : tegangan listrik (V) R I : kuat arus listrik (A) € R : hambatan listrik ( Ÿ ) atas dapat ditulis P=V×I . Secara matematis daya listrik dapat di tulis sebagai berikut.Besarnya energi setiap satuan waktu disebut daya listrik (P).

Sedangkan biaya yang harus dibayar adalah sebagai berikut.000 watt yang digunakan selama 1 jam. persamaannya dapat ditulis sebagai berikut. 1 kWh didefinisikan sebagai daya sebesar 1. Jadi. Energi yang digunakan (kWh) = daya (kW) × waktu (jam) € Biaya = jumlah energi yang digunakan × biaya per kWh .€ € Untuk menghitung besar energi listrik yang digunakan pada suatu rumah. PLN memasang alat yang disebut kWh (kilowatt hours) meter (meteran listrik).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful