P. 1
MAKALAH STATISTIK DESKRIPTIF

MAKALAH STATISTIK DESKRIPTIF

|Views: 16,318|Likes:
Published by FadhLi CiHuy

More info:

Published by: FadhLi CiHuy on Jun 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

DISTRIBUSI FREKWENSI DAN JENIS GRAFIK

UKURAN GEJALA PUSAT DATA BELUM
DIKELOMPOKKAN




MAKALAH
Disusun oleh :
Ari Bowo 12100837
Titus Kukuh P 12100
Poltak tambunan 12100
Samsuri 12100866

AMIK BINA SARANA INFORMATIKA
Cikarang
2011

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kepada Allah SWT hanya kepadanya kita memohon ampunan
dan perlindungan dan tak lupa syukur atas segala nikmat yang di berikan-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan tugas presentasi mata kuliah statistik deskriptif berupa
makalah yang berjudul´distribusi frekwensi dan jenis grafik´ Di sini penulis menyajikan
makalah tsb dngan bantuan aplikasi yang sudah familiar di pakai oleh pembaca yaitu
³microsoft exel´yang telah di setting untuk penghitungan statistik. Kami berharap makalah
ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan tentang ilmu statistik bagi pembaca.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan maka dari itu kami
sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca sehingga kami bisa memperbaiki di
kemudian hari.


Cikarang, maret 2011



Penulis




BAB1
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang Permasalahan
Penggunaan statistik dalam penelitian berguna sebagai alat bantu untuk
menganalisis data penelitian. Dalam kehidupan sehari-haripun kita banyak berhubungan
dengan stastistik. Pada koran dan majalah banyak kita jumpai data-data statistik. Secara
umum ada dua pengertian statistik, yang pertama statistik sebagai kumpulan angka-angka,
yaitu sebagai kumpulan angka-angka yang menjelaskan sesuatu. Sebagai contoh statistik
penjualan komputer adalah sekumpulan angka-angka yang menjelaskan hasil penjualan
komputer selama satu bulan. Pengertian yang kedua yaitu statistik sebagai cabang ilmu
pengetahuan, maksudnya statistik sebagai pengetahuan tentang pengumpulan
pengelompkkan, penyajian, analisis dan interpretasi data untuk membantu pengambilan
keputusan yang lebih efektif. Dengan mengetahui jumlah dan spesifikasi komputer apa
yang di inginkan pembeli, misalnya kita dapat merakit jenis dan spesifikasi komputer yang
di minati oleh para calon pembeli.

1.2. Jenis Statistik
Berdasarkan kegunaan dan teknik yang di gunakan, statistik di bagi menjadi dua
yaitu, statistik deskriptif, merupakan bidang statistik yang berhubungan dengan metode
pengelompokkan, peringkasan, dan penyajian data dalam cara yang informatif. Pada jenis
statistik ini kita melakukan tekhnik statistik yang berhubungan dengan penyajian data
statistik dalam bentuk gambaran angka-angka. Teknik yang umum di gunakan yaitu
analisis deskriptif yang meliputi rata-rata , median, modus dan varian.
Sedangkan yang kedua adalah statistik inferensial adalah tekhnik statistik yang
berhubungan dengan analisis data untuk penarikan kesimpulan atas data, tekhnik ini
berhubungan dengan pengolahan statistik yang menggunakan hasil analis sehingga kita
dapat menarik hasil kesimpulan atas karakteristik populasi. Teknik yang di gunakan
meliputi: uji hipotesis, analisis varian, teknik regresi dan korelasi.

1.3. Jenis Data
Ada 2 jenis data yang di gunakan untuk statistik yang di temukan dalam kehidupan
sehari-hari yaitu:
a. Data kuantitatif adalah data yang berupa angka-angka. Pada data jenis ini sifat
informasi yang di kandung oleh data berupa angka-angka, misalnya:data jumlah
penduduk, jumlah mahasiswa yang masuk, jumlah hasil penjualan komputer. Data
kuantitatif bisa berupa variabel diskrit yang berasal dari penghitungan dan bersifat
bulat, tidak dalam bentuk pecahan. Yang kedua adalah variabel kontinyu berupa data
yang berasal dari hasil pengukuran terhadap sesuatu. Hasil pengukuran ini tergantung
dari keakuratan alat ukur yang di gunakan.
b. Data kualitatif adalah jenis data yang mempunyai sifat non-angka. Informasi yang di
hasilkan oleh data adalah informasi yang bukan angka-angka misalnya: data jenis
kelamin, data tingkat pendidikan, data agama seseorang. Pada statistik kita
menganalisis dengan menggunakan teknik dan rumus matematika, maka data tsb
harus di ubah dalam bentuk data kuantitatif



1.4. Skala Pengukuran
Dalam statistik ,pengukuran adalah pemberian angka-angka pada suatu peristiwa
sesuai dengan aturan tertentu. Dalam pengamatan kita membentuk suatu skala kemudian
mentransfer pengamatan terhadap ciri-ciri kepada skala tsb. Ada 4 tipe skala yang di
gunakan yaitu:skala nominal, ordinal, interval dan rasio. Keempatnya memiliki tingkatan
yang berbeda dalam penggunaan statistik.
1. Skala nominal
Skala ini paling banyak di pakai dalam penelitian ilmu-ilmu sosial. Skala
nominal merupakan pemberian skala dimana skala di gunakan hanya untuk
membedakan suatu ukuran dari ukuran yang lain tanpa memberi atribut besar
atau kecil yang sifatnya sama atau sejajar untuk masing-masing skala. Sebagai
contoh: pemberian skala 1 untuk laki-laki dan 2 untuk jenis kelamin perempuan
2. Skala ordinal
Pada skala ordinal kita dapat membedakan urutan dari skala, skala ini lebih baik
daripada skala nominal karna memberikan nilai lebih besar dan lebih kecil, tetapi
kita tidak dapat mencari selisih antar skala. Contohnya pada kuisioner dimana
pendapat sangat setuju di beri nilai 5, setuju 4, ragu-ragu 3 , tidak setuju 2 dan
sangat tidak setuju di beri nilai 1. Kekurangan dari skala ini kita tidak dapat
melakukan operasi penjumlahan, pengurangan dan perkalian dan kita hanya
dapat membedakan urutan masing-masing skala dari skala ordinal.
3. Skala interval
Skala interval adalah skala yang memiliki ciri-ciri skala ordinal tetapi jarak dari
masing-masing data bisa diukur. Dengan skala ini kita bisa mencari perbedaan
atau jarak dari masing-masing skala. Pengukurannya menggunakan alat ukur
sehingga jarak masing-masing bisa di ukur. Kelemahan skala ini kita tidak dapat
mengatakan bahwa suatu skala adalah dua kali skala yang lain, kelemahan yang
lain dari skala ini adalah karena nilai nol bukan merupakan nilai mutlak.
4. Skala rasio
Skala rasio merupakan jenis skala yang tertinggi dimana skala ini memiliki ciri-
ciri skala interval ditambah dengan ciri memiliki nilai nol sebagai nilai yang
mutlak. Skala rasio mencerminkan nilai sabenarnya dari data.
Pada skala ini kita bisa melakukan operasi matematis. Jumlah gaji yang diterima
misalnya, merupakan skala rasio. Di sini jumlah gaji Rp50.000 merupakan dua
kali dari gaji Rp25.000 dan jika jumlah gaji nol bisa diartikan bahwa tidak ada
gaji sama sekali. Di skala ini memiliki semua ciri dari skala interval ditambah
dengan nilai nol yang merupakan nilai yang mutlak di mana jika nilainya nol
berarti tidak ada sama sekali.


















BAB 2
PEMBAHASAN

DISTRIBUSI FREKWENSI
Dalam distribusi frekuensi data dikelompokkan dalam beberapa kelas interval misalnya
a±b, c-d dan seterusnya. Ada beberapa istilah yang digunakan dalam distribusi frekuensi
yaitu:
1. Limit kelas atau ujung kelas yaitu nilai-nilai terkecil dan terbesar dalam setiap kelas
interval. Nilai terbesar disebut sebagai limit atas kelas dan nilai terkecil disebut
sebagai limit bawah kelas.
2. Batas kelas yaitu limit kelas setengah nilai skala terkecil. Nilai yang besar disebut
batas atas kelas dan nilai yang kecil disebut sebagai batas bawah kelas.
3. Titik tengah kelas atau tanda kelas yaitu nilai yang terletak pada tengah setiap kelas
interval. Aturan umum yang digunakan untuk menentukan titik tengah kelas atau
tanda kelas adalah:
Tanda kelas = ½ (limit bawah + limit atas)
CARA MEMBUAT/TAHAP PENYUSUNAN DISTRIBUSI FREKWENSI

1. Membuat array atau data terurut
2. Tentukan Rentang (Range) atau jangkauan
i. R = Nilai terbesar ± nilai terkecil.
3. Tentukan banyaknya kelas interval. Dengan aturan Sturges
i. Banyak kelas(K) = 1 + (3,3)logN
4. Tentukan interval kelas yaitu, I=R/K
5. Tentukan batas-batas kelas,Dengan ketentuan:
a. TBK=BBK-0.5
b. TAK=BAK+0.5
6. Daftar semua limit kelas
7. Menentukan frekwensi dengan menggunakan bantuan kolom tabulasi

Contoh:
Data penjualan komputer perminggu toko computer ³SILVANA COMPUTER´
Tabel penjualan komputer per minggu
63 68 71 74 76 78 81 84 85 89
66 70 73 75 76 79 82 84 85 90
67 71 73 75 76 79 82 85 86 92
68 71 74 75 77 79 84 85 86 94
Dari tabel di atas maka kita bisa memulai menyusun distribusi frekwensi yaitu:
1. Array atau data terurut dari hasil penjualan komputer per minggu di dapat data:
63,66,67,68,68,70,71,71,71,73,73,74,74,75,75,75,76,76,76,77,78,79,79,79,81,82,82,
84,84,84,85,85,85,85,86,86,89,90,92,94.
2. Jangkauan atau Range dari data tsb di atas adalah:
R =data terbesar-data terkecil
R =94-63
=31
3. Banyaknya kelas dari data di atas dengan menggunakan rumus Sturges yaitu:
K = 1+3,3 log N
K = 1+3,3 log 40
= 1+3,3 (1,602)
= 1+5,286
= 6,286
K § 7
4. Interval kelas dari data di atas yaitu:
I = R/K
I = 31/6,286
= 4,931
I § 5

5. Dari data banyaknya kelas dan panjang interval maka dapat di peroleh
a. kelas dari tabel tsb:
kelas 1 = 60 ± 64 kelas 5 = 80 ± 84
kelas 2 = 65 ± 69 kelas 6 = 85 ± 89
kelas 3 = 70 ± 74 kelas 7 = 90 ± 94
kelas 4 = 75 ± 79

Batas kelas:
1. Batas atas kelas (BAK)
BAK1=64, BAK2=69, BAK3=74,.......,BAK7=94
2. Batas bawah kelas (BBK)
BBK1=60, BBK2=65, BBK3=70,........,BBK7=90
Tepi kelas :
1. Tepi atas kelas(TAK) 2. Tepi bawah kelas(TBK)
TAK1 = BAK1+0,5 TBK1 = BBK1-0,5
= 64+0,5 = 60 - 0,5
= 64,5 = 59,5
TAK2 = BAK2+0,5 TBK2 = BBK2-0,5
= 69+0,5 = 65 - 0,5
=69,5 =64,5
Dst......TAK7 Dst........TBK7
b. Interval kelas ke-n atau tiap-tiap kelas dapat di hitung yaitu:
I = TAK ± TBK
= 64,5 ± 59,5
= 5


c. Nilai tengah dari tiap-tiap kelas atau(Mi)
M1 = BBK1+BAK1 M2 = BBK2+BAK2
2 2
= 60 + 64 = 65 + 69
2 2
= 62 = 67

6. Dari data di atas maka dapat di peroleh kelas-kelas
Interval tally Frekwensi Mi Fr Fk
60 - 64 l 1 62 ͳ ͶͲ Τ ×100%=2,5%
65 - 69 llll 4 67 Ͷ ͶͲ Τ ×100%=10%
70 - 74 llll lll 8 72 ͺ ͶͲ Τ ×100%=20%
75 - 79 llll llll l 11 77 ͳͳ ͶͲ Τ ×100%=27,5%
80 - 84 llll l 6 82 ͸ ͶͲ Τ ×100%=15%
85 - 89 llll ll 7 87 ͹ ͶͲ Τ ×100%=17,5%
90 - 94 lll 3 92 ͵ ͶͲ Τ ×100%=7,5%
Jumlah 40
Type equation heieǤ










JENIS GRAFIK
Dalam statistik deskriptif selain penggunaan tabel untuk menyajikan data kita juga
bisa menggunakan grafik grafik atau gambar .Ada berbagai jenis grafik grafik yang di
gunakan untuk menyajikan data statistik diantaranya:
1. Grafik Garis
Secara umum grafik garis di bagi menjadi 2 yaitu singgle line chart yang terdiri dari
garis dan yang ke dua grafik garis multiple chart,keduanya di gunakan untuk
menggambarkan kegiatan dan di gunakan untuk data yang time series.
Contoh grafik grafik garis

2. Grafik Batang
Grafik batang di gunakan untuk menggambarkan perbandingan suatu kegiatan
.Biasanya di gunakan untuk data yang berbentuk cross section dan time series.Secara umum
grafik batang ada dua yaitu singgle bar chart dan multiple bar chart.Contoh grafik batang

3. Grafik Lingkaran
Grafik lingkaran di gunakan untuk menggambarkan perbandingan suatu kegiatan
berdasarkan nilai nilai suatu karakteristik satu dengan yang lain dalam bentuk
presentase.Grafik ini juga di gunakan untuk data yang berbentuk cross section .Ada dua
bentuk grafik pie chart yaitu single pie chart dan multiple pie cart yang terdiri dari beberapa
lingkaran
Contoh grafik lingkaran













UKURAN GEJALA PUSAT DATA BELUM DI KELOMPOKKAN

Ukuran gejala pusat merupakan suatu bilangan yang menunjukan sekitar dimana
bilangan ± bilangan yang ada dalam kumpulan data, oleh karenanya ukuran gejala pusat ini
sering disebut dengan harga rata ± rata. Harga rata ± rata dari sekelompok data itu
diharapkan dapat diwakili seluruh harga ± harga yang ada dalam sekelompok data itu.
Sebelum membahas hal ini, perlu diperjelas tentang apa yang dimaksud dengan data
yang dikelompokkan dan data yang tidak dikelompokkan. Data yang dikelompokkan
adalah data yang sudah disusun ke dalam sebuah distribusi frekuensi sehingga data tersebut
mempunyai interval kelas yang jelas, mempunyai titik tengah kelas sedangkan data yang
tidak dikelompokkan adalah data yang tidak disusun ke dalam distribusi frekuensi sehingga
tidak mempunyai interval kelas dan titik tengah kelas.
Mean, Median, Modus sama-sama merupakan ukuran pemusatan data yang termasuk
kedalam analisis statistika deskriptif. Namun, ketiganya memiliki kelebihan dan
kekurangannya masing-masing dalam menerangkan suatu ukuran pemusatan data. Untuk
tahu kegunaannya masing-masing dan kapan kita mempergunakannya, perlu diketahui
terlebih dahulu pengertian analisis statistika deskriptif dan ukuran pemusatan data.
a. Mean (Rata ± Rata Hitung)
Dalam istilah sehari ± hari, mean dikenal dengan sebutan angka rata ± rata, ada dua
macam mean yang di bicarakan yaitu : mean untuk data yang tidak dikelompokkan dan
mean untuk data yang dikelompokan. Mean adalah total semua data dibagi jumlah data.
Mean digunakan ketika data yang kita miliki memiliki sebaran normal atau mendekati
normal (berbentuk setangkup, nilai yang paling banyak berada ditengah dan makin besar
semakin sedikit, makin kecil makin sedikit pula, nilai-nilai ekstrim yang besar maupun
yang kecil hampir tidak ada).
b. Median (Nilai Tengah)
Ukuran pemusatan yang menempati posisi tengah jika data diurutkan menurut
besarnya. Median adalah nilai yang berada ditengah-tengah data setelah diurutkan dari yang
terkecil sampai terbesar. Median cocok digunakan bila data yang kita miliki tidak menyebar
normal atau memiliki nilai yang berbeda-beda secara signifikan.
c. Modus (Data Yang Sering Muncul)
Modus adalah suatu angka atau bilangan yang paling sering terjadi / muncul tetapi
kalau pada data distribusi frekuensi interval modus terletak pada frekuensi yang paling
besar.
d. Kuartil
Kuartil adalah suatu harga yang membagi histogram frekuensi menjadi 4 bagian yang
sama, sehingga disini akan terdapat 3 harga kuartil yaitu kuartil I ( K1), kuartil II (K2) dan
kuartil III (K3), dimana harga kuarti II sama dengan harga median.
e. Desil
Untuk kelompok data dimana n • 10, dapat ditentukan 9 nilai bagian yang sama,
misalnya D
1
, D
2
, « Q
9
, artinya setiap bagian mempunyai jumlah observasi yang sama,
sedemikian rupa sehingga nilai 10% data/observasi sama atau lebih kecil dari D
1
, nilai 20%
data/observasi sama atau lebih kecil dari D
2
, dan seterusnya. Nilai tersebut dinamakan desil
pertama, kedua dan seterusnya sampai desil kesembilan.
f. Persentil
Untuk kelompok data dimana n • 100, dapat ditentukan 99 nilai, P
1
, P
2
, « P
99
, yang
disebut persentil pertama, kedua dan ke-99, yang membagi kelompok data tersebut menjadi
100 bagian,masing-masing mempunyai bagian dengan jumlah observasi yang sama, dan
sedemikian rupa sehingga 1% data/observasi sama atau lebih kecil dari P
1
, 2%
data/observasi sama atau lebih kecil dari P
2.


UKURAN VARIASI (DISPERSI)
Dispersi atau variasi atau keragaman data adalah ukuran penyebaran suatu kelompok
data terhadap pusat data.
a. Range
Range merupakan selisih antara nilai data terbesar dengan data terkecil dari sekelompok
data.
Rumusannya adalah R = Nilai maksimal ± Nilai minimal
b. Simpangan rata-rata
Simpangan Rata-Rata (Sr) : Yang dimaksud dengan simpangan (deviation) adalah
selisih antara nilai pengamatan ke-i dengan nilai rata-rata, atau antara xi dengan X (X Rata-
Rata) Penjumlahan daripada simpangan-simpangan dalam pengamatan kemudian dibagi
dengan jumlah pengamatan, n, disebut dengan simpangan rata-rata.
Dalam setiap nilai Xi akan mempunyai simpangan sebesar xi - X. Karena nilai xi
bervariasi di atas dan di bawah nilai rata-ratanya maka jika nilai simpangan tersebut
dijumlahkan akan sama dengan ³nol´. Untuk dapat menghitung rata-rata dari simpangan
tersebut maka nilai yang diambil adalah nilai ³absolut´ dari simpangan itu sendiri, artinya
tidak menghiraukan apakah nilai simpangan tersebut positif (+) atau negatif (-).an rata-rata.
c. Variansi (variance)
Variansi (variance) adalah rata-rata kuadrat selisih atau kuadrat simpangan dari
semua nilai data terhadap rata-rata hitung. Varians untuk sampel dilambangkan dengan S2.
Sedangkan untuk populasi dilambangkan dengan toh kuadrat .
d. Simpangan Baku (Standard Deviation)
Standar deviasi (standard deviation) adalah akar pangkat dua dari variansi. Standar
deviasi seringkali disebut sebagai simpangan baku.
e. Jangkauan Kuartil
Jangkauan Kuartil atau simpangan kuartil adalah setengah dari selisih antara kuartil
atas (Q3) dengan kuartil bawah (Q1). Dengan rumus :
JK=1/2 (Q3-Q1)
f. Jangkauan Persentil
Jangkauan Persentil adalah selisih antara persentil ke-90 dengan persentil ke-10.
Dengan rumus :
JP (10-90) = P90-P10





















Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan maka dari itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca sehingga kami bisa memperbaiki di kemudian hari. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan tentang ilmu statistik bagi pembaca. Cikarang.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kepada Allah SWT hanya kepadanya kita memohon ampunan dan perlindungan dan tak lupa syukur atas segala nikmat yang di berikan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas presentasi mata kuliah statistik deskriptif berupa makalah yang berjudul´distribusi frekwensi dan jenis grafik´ Di sini penulis menyajikan makalah tsb dngan bantuan aplikasi yang sudah familiar di pakai oleh pembaca yaitu ³microsoft exel´yang telah di setting untuk penghitungan statistik. maret 2011 Penulis .

Secara umum ada dua pengertian statistik. merupakan bidang statistik yang berhubungan dengan metode pengelompokkan. Pada koran dan majalah banyak kita jumpai data-data statistik. analisis dan interpretasi data untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih efektif. statistik deskriptif. peringkasan. statistik di bagi menjadi dua yaitu. yang pertama statistik sebagai kumpulan angka-angka.BAB1 PENDAHULUAN 1. Dalam kehidupan sehari-haripun kita banyak berhubungan dengan stastistik. Dengan mengetahui jumlah dan spesifikasi komputer apa yang di inginkan pembeli. Pengertian yang kedua yaitu statistik sebagai cabang ilmu pengetahuan. 1. penyajian. Latar Belakang Permasalahan Penggunaan statistik dalam penelitian berguna sebagai alat bantu untuk menganalisis data penelitian. dan penyajian data dalam cara yang informatif. misalnya kita dapat merakit jenis dan spesifikasi komputer yang di minati oleh para calon pembeli. Sebagai contoh statistik penjualan komputer adalah sekumpulan angka-angka yang menjelaskan hasil penjualan komputer selama satu bulan. maksudnya statistik sebagai pengetahuan tentang pengumpulan pengelompkkan.2.1. Jenis Statistik Berdasarkan kegunaan dan teknik yang di gunakan. Pada jenis statistik ini kita melakukan tekhnik statistik yang berhubungan dengan penyajian data . yaitu sebagai kumpulan angka-angka yang menjelaskan sesuatu.

Data kuantitatif adalah data yang berupa angka-angka. data agama seseorang. Teknik yang umum di gunakan yaitu analisis deskriptif yang meliputi rata-rata . Teknik yang di gunakan meliputi: uji hipotesis. Jenis Data Ada 2 jenis data yang di gunakan untuk statistik yang di temukan dalam kehidupan sehari-hari yaitu: a. analisis varian. Pada data jenis ini sifat informasi yang di kandung oleh data berupa angka-angka. Hasil pengukuran ini tergantung dari keakuratan alat ukur yang di gunakan. modus dan varian. Data kuantitatif bisa berupa variabel diskrit yang berasal dari penghitungan dan bersifat bulat. misalnya:data jumlah penduduk. jumlah hasil penjualan komputer.3. Data kualitatif adalah jenis data yang mempunyai sifat non-angka. tidak dalam bentuk pecahan. Informasi yang di hasilkan oleh data adalah informasi yang bukan angka-angka misalnya: data jenis kelamin. Pada statistik kita menganalisis dengan menggunakan teknik dan rumus matematika. data tingkat pendidikan. teknik regresi dan korelasi. Yang kedua adalah variabel kontinyu berupa data yang berasal dari hasil pengukuran terhadap sesuatu.statistik dalam bentuk gambaran angka-angka. Sedangkan yang kedua adalah statistik inferensial adalah tekhnik statistik yang berhubungan dengan analisis data untuk penarikan kesimpulan atas data. b. tekhnik ini berhubungan dengan pengolahan statistik yang menggunakan hasil analis sehingga kita dapat menarik hasil kesimpulan atas karakteristik populasi. 1. median. maka data tsb harus di ubah dalam bentuk data kuantitatif . jumlah mahasiswa yang masuk.

4. pengurangan dan perkalian dan kita hanya dapat membedakan urutan masing-masing skala dari skala ordinal. Kelemahan skala ini kita tidak dapat mengatakan bahwa suatu skala adalah dua kali skala yang lain. ragu-ragu 3 . Dengan skala ini kita bisa mencari perbedaan atau jarak dari masing-masing skala. setuju 4. Dalam pengamatan kita membentuk suatu skala kemudian mentransfer pengamatan terhadap ciri-ciri kepada skala tsb.pengukuran adalah pemberian angka-angka pada suatu peristiwa sesuai dengan aturan tertentu. 4. tidak setuju 2 dan sangat tidak setuju di beri nilai 1. Keempatnya memiliki tingkatan yang berbeda dalam penggunaan statistik. Sebagai contoh: pemberian skala 1 untuk laki-laki dan 2 untuk jenis kelamin perempuan 2. Skala interval Skala interval adalah skala yang memiliki ciri-ciri skala ordinal tetapi jarak dari masing-masing data bisa diukur. Skala ordinal Pada skala ordinal kita dapat membedakan urutan dari skala. Pengukurannya menggunakan alat ukur sehingga jarak masing-masing bisa di ukur. Ada 4 tipe skala yang di gunakan yaitu:skala nominal. Skala nominal merupakan pemberian skala dimana skala di gunakan hanya untuk membedakan suatu ukuran dari ukuran yang lain tanpa memberi atribut besar atau kecil yang sifatnya sama atau sejajar untuk masing-masing skala. Skala rasio Skala rasio merupakan jenis skala yang tertinggi dimana skala ini memiliki ciriciri skala interval ditambah dengan ciri memiliki nilai nol sebagai nilai yang . kelemahan yang lain dari skala ini adalah karena nilai nol bukan merupakan nilai mutlak. Skala Pengukuran Dalam statistik . interval dan rasio. ordinal. Kekurangan dari skala ini kita tidak dapat melakukan operasi penjumlahan.1. tetapi kita tidak dapat mencari selisih antar skala. 3. Contohnya pada kuisioner dimana pendapat sangat setuju di beri nilai 5. 1. skala ini lebih baik daripada skala nominal karna memberikan nilai lebih besar dan lebih kecil. Skala nominal Skala ini paling banyak di pakai dalam penelitian ilmu-ilmu sosial.

Skala rasio mencerminkan nilai sabenarnya dari data.000 merupakan dua kali dari gaji Rp25. Di skala ini memiliki semua ciri dari skala interval ditambah dengan nilai nol yang merupakan nilai yang mutlak di mana jika nilainya nol berarti tidak ada sama sekali.000 dan jika jumlah gaji nol bisa diartikan bahwa tidak ada gaji sama sekali. Jumlah gaji yang diterima misalnya.mutlak. . merupakan skala rasio. Di sini jumlah gaji Rp50. Pada skala ini kita bisa melakukan operasi matematis.

5 b. Tentukan batas-batas kelas. Dengan aturan Sturges i. Nilai yang besar disebut batas atas kelas dan nilai yang kecil disebut sebagai batas bawah kelas. Aturan umum yang digunakan untuk menentukan titik tengah kelas atau tanda kelas adalah: Tanda kelas = ½ (limit bawah + limit atas) CARA MEMBUAT/TAHAP PENYUSUNAN DISTRIBUSI FREKWENSI 1. Tentukan Rentang (Range) atau jangkauan i. Titik tengah kelas atau tanda kelas yaitu nilai yang terletak pada tengah setiap kelas interval. 2. c-d dan seterusnya. Ada beberapa istilah yang digunakan dalam distribusi frekuensi yaitu: 1. TBK=BBK-0. Daftar semua limit kelas .3)logN 4.5 6. 3. 3. Membuat array atau data terurut 2. Tentukan banyaknya kelas interval. Nilai terbesar disebut sebagai limit atas kelas dan nilai terkecil disebut sebagai limit bawah kelas. TAK=BAK+0. Limit kelas atau ujung kelas yaitu nilai-nilai terkecil dan terbesar dalam setiap kelas interval.BAB 2 PEMBAHASAN DISTRIBUSI FREKWENSI Dalam distribusi frekuensi data dikelompokkan dalam beberapa kelas interval misalnya a±b. Batas kelas yaitu limit kelas setengah nilai skala terkecil.Dengan ketentuan: a. Banyak kelas(K) = 1 + (3. R = Nilai terbesar ± nilai terkecil. Tentukan interval kelas yaitu. I=R/K 5.

71.84. 2. 84.73.85.286 = 6.3 log N K = 1+3.79.76.86.3 log 40 = 1+3.74.70.602) = 1+5.67.81.89.90.86. Jangkauan atau Range dari data tsb di atas adalah: R =data terbesar-data terkecil R =94-63 =31 3. Interval kelas dari data di atas yaitu: I = R/K .66.84.94. Menentukan frekwensi dengan menggunakan bantuan kolom tabulasi Contoh: Data penjualan komputer perminggu toko computer ³SILVANA COMPUTER´ Tabel penjualan komputer per minggu 63 66 67 68 68 70 71 71 71 73 73 74 74 75 75 75 76 76 76 77 78 79 79 79 81 82 82 84 84 84 85 85 85 85 86 86 89 90 92 94 Dari tabel di atas maka kita bisa memulai menyusun distribusi frekwensi yaitu: 1.7.76.85.82.68.286 K§7 4.79.71.79.82.74.85.78.73.75.71.85. Banyaknya kelas dari data di atas dengan menggunakan rumus Sturges yaitu: K = 1+3.92.75. Array atau data terurut dari hasil penjualan komputer per minggu di dapat data: 63.3 (1.75.77.76.68.

.5 = 59..5 = 60 ..I = 31/6....TAK7 2..TBK7 b..5 TBK2 = BBK2-0. BBK3=70..5 Dst..5 Dst.5 =5 ..5 ± 59.. Dari data banyaknya kelas dan panjang interval maka dapat di peroleh a... Batas bawah kelas (BBK) BBK1=60.....5 =64.BBK7=90 Tepi kelas : 1. BAK3=74... Interval kelas ke-n atau tiap-tiap kelas dapat di hitung yaitu: I = TAK ± TBK = 64.. Batas atas kelas (BAK) BAK1=64..5 = 64+0.931 I §5 5..0.5 = 69+0.5 = 64. Tepi bawah kelas(TBK) TBK1 = BBK1-0.5 =69.5 TAK2 = BAK2+0.. Tepi atas kelas(TAK) TAK1 = BAK1+0.0. kelas dari tabel tsb: kelas 1 = 60 ± 64 kelas 2 = 65 ± 69 kelas 3 = 70 ± 74 kelas 4 = 75 ± 79 kelas 5 = 80 ± 84 kelas 6 = 85 ± 89 kelas 7 = 90 ± 94 Batas kelas: 1.... BBK2=65.286 = 4.BAK7=94 2.. BAK2=69.5 = 65 ..

79 80 .5% Fk .89 90 .5% ×100%=15% ×100%=17.c.94 Jumlah l llll llll lll llll llll l llll l llll ll lll tally Frekwensi 1 4 8 11 6 7 3 40 ›’‡‡“—ƒ–‹‘Š‡”‡ Mi 62 67 72 77 82 87 92 Fr ×100%=2. Nilai tengah dari tiap-tiap kelas atau(Mi) M1 = BBK1+BAK1 2 = 60 + 64 2 = 62 = 67 M2 = BBK2+BAK2 2 = 65 + 69 2 6. Dari data di atas maka dapat di peroleh kelas-kelas Interval 60 .69 70 .5% ×100%=10% ×100%=20% ×100%=27.64 65 .84 85 .74 75 .5% ×100%=7.

Secara umum grafik batang ada dua yaitu singgle bar chart dan multiple bar chart.Ada berbagai jenis grafik grafik yang di gunakan untuk menyajikan data statistik diantaranya: 1.JENIS GRAFIK Dalam statistik deskriptif selain penggunaan tabel untuk menyajikan data kita juga bisa menggunakan grafik grafik atau gambar .Contoh grafik batang .Biasanya di gunakan untuk data yang berbentuk cross section dan time series. Grafik Garis Secara umum grafik garis di bagi menjadi 2 yaitu singgle line chart yang terdiri dari garis dan yang ke dua grafik garis multiple chart.keduanya di gunakan untuk menggambarkan kegiatan dan di gunakan untuk data yang time series. Grafik Batang Grafik batang di gunakan untuk menggambarkan perbandingan suatu kegiatan . Contoh grafik grafik garis 2.

Grafik Lingkaran Grafik lingkaran di gunakan untuk menggambarkan perbandingan suatu kegiatan berdasarkan nilai nilai suatu karakteristik satu dengan yang lain dalam bentuk presentase.Grafik ini juga di gunakan untuk data yang berbentuk cross section .3.Ada dua bentuk grafik pie chart yaitu single pie chart dan multiple pie cart yang terdiri dari beberapa lingkaran Contoh grafik lingkaran .

Sebelum membahas hal ini. mean dikenal dengan sebutan angka rata ± rata. ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dalam menerangkan suatu ukuran pemusatan data.UKURAN GEJALA PUSAT DATA BELUM DI KELOMPOKKAN Ukuran gejala pusat merupakan suatu bilangan yang menunjukan sekitar dimana bilangan ± bilangan yang ada dalam kumpulan data. oleh karenanya ukuran gejala pusat ini sering disebut dengan harga rata ± rata. perlu diketahui terlebih dahulu pengertian analisis statistika deskriptif dan ukuran pemusatan data. Harga rata ± rata dari sekelompok data itu diharapkan dapat diwakili seluruh harga ± harga yang ada dalam sekelompok data itu. Untuk tahu kegunaannya masing-masing dan kapan kita mempergunakannya. perlu diperjelas tentang apa yang dimaksud dengan data yang dikelompokkan dan data yang tidak dikelompokkan. nilai-nilai ekstrim yang besar maupun yang kecil hampir tidak ada). nilai yang paling banyak berada ditengah dan makin besar semakin sedikit. . Modus sama-sama merupakan ukuran pemusatan data yang termasuk kedalam analisis statistika deskriptif. Mean (Rata ± Rata Hitung) Dalam istilah sehari ± hari. Mean adalah total semua data dibagi jumlah data. a. Mean digunakan ketika data yang kita miliki memiliki sebaran normal atau mendekati normal (berbentuk setangkup. Median. mempunyai titik tengah kelas sedangkan data yang tidak dikelompokkan adalah data yang tidak disusun ke dalam distribusi frekuensi sehingga tidak mempunyai interval kelas dan titik tengah kelas. makin kecil makin sedikit pula. ada dua macam mean yang di bicarakan yaitu : mean untuk data yang tidak dikelompokkan dan mean untuk data yang dikelompokan. Mean. Namun. Data yang dikelompokkan adalah data yang sudah disusun ke dalam sebuah distribusi frekuensi sehingga data tersebut mempunyai interval kelas yang jelas.

Median adalah nilai yang berada ditengah-tengah data setelah diurutkan dari yang terkecil sampai terbesar. dapat ditentukan 99 nilai. kedua dan seterusnya sampai desil kesembilan. f. sehingga disini akan terdapat 3 harga kuartil yaitu kuartil I ( K1). Nilai tersebut dinamakan desil pertama. 2% data/observasi sama atau lebih kecil dari P2. Median cocok digunakan bila data yang kita miliki tidak menyebar normal atau memiliki nilai yang berbeda-beda secara signifikan. yang membagi kelompok data tersebut menjadi 100 bagian. Desil Untuk kelompok data dimana n • 10. Persentil Untuk kelompok data dimana n • 100. dapat ditentukan 9 nilai bagian yang sama. yang disebut persentil pertama.masing-masing mempunyai bagian dengan jumlah observasi yang sama. « Q9. dimana harga kuarti II sama dengan harga median. kuartil II (K2) dan kuartil III (K3). c. sedemikian rupa sehingga nilai 10% data/observasi sama atau lebih kecil dari D1. D2. Modus (Data Yang Sering Muncul) Modus adalah suatu angka atau bilangan yang paling sering terjadi / muncul tetapi kalau pada data distribusi frekuensi interval modus terletak pada frekuensi yang paling besar. Kuartil Kuartil adalah suatu harga yang membagi histogram frekuensi menjadi 4 bagian yang sama. dan sedemikian rupa sehingga 1% data/observasi sama atau lebih kecil dari P1. nilai 20% data/observasi sama atau lebih kecil dari D2. Median (Nilai Tengah) Ukuran pemusatan yang menempati posisi tengah jika data diurutkan menurut besarnya. misalnya D1. « P99. e. . P2.b. kedua dan ke-99. d. artinya setiap bagian mempunyai jumlah observasi yang sama. P1. dan seterusnya.

Dalam setiap nilai Xi akan mempunyai simpangan sebesar xi . Range Range merupakan selisih antara nilai data terbesar dengan data terkecil dari sekelompok data. a. Rumusannya adalah R = Nilai maksimal ± Nilai minimal b. Karena nilai xi bervariasi di atas dan di bawah nilai rata-ratanya maka jika nilai simpangan tersebut dijumlahkan akan sama dengan ³nol´. n. Simpangan Baku (Standard Deviation) .UKURAN VARIASI (DISPERSI) Dispersi atau variasi atau keragaman data adalah ukuran penyebaran suatu kelompok data terhadap pusat data. artinya tidak menghiraukan apakah nilai simpangan tersebut positif (+) atau negatif (-). Simpangan rata-rata Simpangan Rata-Rata (Sr) : Yang dimaksud dengan simpangan (deviation) adalah selisih antara nilai pengamatan ke-i dengan nilai rata-rata.X. Variansi (variance) Variansi (variance) adalah rata-rata kuadrat selisih atau kuadrat simpangan dari semua nilai data terhadap rata-rata hitung. c. Varians untuk sampel dilambangkan dengan S2. Sedangkan untuk populasi dilambangkan dengan toh kuadrat .an rata-rata. d. Untuk dapat menghitung rata-rata dari simpangan tersebut maka nilai yang diambil adalah nilai ³absolut´ dari simpangan itu sendiri. atau antara xi dengan X (X RataRata) Penjumlahan daripada simpangan-simpangan dalam pengamatan kemudian dibagi dengan jumlah pengamatan. disebut dengan simpangan rata-rata.

Standar deviasi seringkali disebut sebagai simpangan baku. e. Dengan rumus : JK=1/2 (Q3-Q1) f. Jangkauan Persentil Jangkauan Persentil adalah selisih antara persentil ke-90 dengan persentil ke-10.Standar deviasi (standard deviation) adalah akar pangkat dua dari variansi. Dengan rumus : JP (10-90) = P90-P10 . Jangkauan Kuartil Jangkauan Kuartil atau simpangan kuartil adalah setengah dari selisih antara kuartil atas (Q3) dengan kuartil bawah (Q1).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->