P. 1
Analisis Soal Secara Manual

Analisis Soal Secara Manual

|Views: 2,458|Likes:

More info:

Published by: Suherman Hasan Basri on Jun 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2015

pdf

text

original

Dari hasil analisis kuantitatif soal pilihan ganda diperoleh
daya pembeda soal, tingkat kesukaran, dan penyebaran
pilihan jawaban. Soal yang baik adalah soal yang dapat
membedakan kelompok siswa yang berkemampuan tinggi
dan berkemampuan rendah. Indeks yang dapat mengukur
perbedaan itu adalah daya pembeda (item discrimination).

3

Analisis Manual

Dengan demikian daya pembeda soal sama dengan
validitas soal.

Daya pembeda soal adalah selisih proporsi jawaban benar
pada kelompok siswa berkemampuan tinggi (kelompok
atas) dan berkemampuan rendah (kelompok bawah).
Daya pembeda soal berkisar antara -1 sampai dengan
+1. Tanda negatif berarti kelompok siswa berkemampuan
rendah yang menjawab benar soal tertentu lebih banyak
dari kelompok siswa berkemampuan tinggi.

Sebuah soal mungkin dapat membedakan kedua kelom-
pok siswa dengan baik, tetapi dapat juga sebuah soal ti-
dak dapat membedakan kedua kelompok siswa (bila daya
pembeda = 0). Soal yang baik adalah soal dengan daya
pembeda bertanda positif (+) untuk kunci berarti soal terse-
but dapat mengukur kemampuan secara tepat. Sedangkan
daya pembeda untuk pengecoh diharapkan negatif, karena
diharapkan yang terkecoh adalah kelompok bawah.

Daya pembeda soal diperoleh melalui perhitungan dengan
menggunakan rumus:

n

)

K

K

(
2

DP

B

A −

=

DP = daya pembeda soal
KA = banyak siswa pada kelompok atas yang menjawab
benar
KB = banyak siswa pada kelompok bawah yang
menjawab benar

n =

banyak siswa

atau

B

B

A

A

nK

nK

DP −
=

4

Analisis Manual

DP = daya pembeda soal
KA = banyak siswa pada kelompok atas yang menjawab
benar
KB = banyak siswa pada kelompok bawah yang
menjawab benar
nA = banyak siswa pada kelompok atas
nB = banyak siswa pada kelompok bawah

Menurut kriteria yang berlaku di Pusat Penilaian Pendidik-
an soal yang baik atau diterima bila memiliki daya pembeda
soal di atas 0,25 karena soal tersebut dapat membedakan
kelompok siswa yang berkemampuan tinggi dan berke-
mampuan rendah. Berikut ini kriteria daya pembeda soal.

Kriteria Daya Pembeda

Keterangan

DP > 0,25

Diterima

0 < DP ≤ 0,25

Diperbaiki

DP ≤ 0

Ditolak

Berikut ini cara memperoleh daya pembeda soal dengan
menggunakan data sebagai berikut.

Nama

Soal

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Hasnah

B

B

B

C

D

C

D

C

D

A

Maula

C

D

B

A

B

B

D

C

D

A

Fikri

C

D

B

B

A

A

D

C

D

B

Syifa

A

A

A

D

C

D

D

D

C

C

Fahri

D

D

B

A

D

C

C

D

C

C

Rayhan

C

C

B

A

C

B

C

C

D

A

KUNCI

C

D

A

A

C

B

D

C

D

A

Tabel 1.1
Jawaban Siswa

5

Analisis Manual

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah
menentukan skor total untuk setiap siswa dengan
menggunakan data pada tabel 1.1. Hasil perhitungan skor
total tersaji pada tabel 1.2.

Nama

Soal

Skor
Total

1

2

3

4

5

6

7

8910

Hasnah

B

B

B

C

D

C

D

CD

A

4

Maula

C

D

B

A

B

B

D

CD

A

8

Fikri

C

D

B

B

A

AD

CD

B

5

Syifa

A

A

A

D

C

D

D

DC

C

3

Fahri

D

D

B

A

D

C

C

DC

C

2

Rayhan

C

C

B

A

C

B

C

CD

A

7

KUNCI

C

D

A

A

C

B

D

CD

A

Tabel 1.2
Perhitungan Skor Total Siswa

Langkah kedua adalah mengurutkan data pada tabel 1.2
berdasarkan skor total dan hasilnya tersaji pada tabel 1.3.

Nama

Soal

Skor
Total

1

2

3

456

7

8910

Maula

C

D

B

ABB

D

CD

A

8

Rayhan

C

C

B

ACB

C

CD

A

7

Fikri

C

D

B

B

AA

D

CD

B

5

Hasnah

B

B

B

CDC

D

CD

A

4

Syifa

A

A

ADCD

D

DC

C

3

Fahri

D

D

B

ADC

C

DC

C

2

KUNCI

C

D

A

ACB

D

CD

A

Tabel 1.3 Urutan Skor Total Siswa

Langkah ketiga adalah membagi 2 sama banyak data
pada tabel 1.3 dan hasilnya tersaji pada tabel 1.4.

6

Analisis Manual

Nama

Soal

Skor
Total

12345678910

Maula

CDBABBDCDA

8

Kelompok
Atas

RayhanCCBACBCCDA

7

Fikri

CDBBAADCDB

5

HasnahBBBCDCDCDA

4

Kelompok
Bawah

Syifa

AAADCDDDCC

3

Fahri

DDBADCCDCC

2

KUNCICDAACBDCDA
Tabel 1.4
Pembagian Kelompok

Langkah keempat adalah memasukkan data pada tabel
1.4 ke dalam format pada tabel 1.5. Untuk kunci berilah
tanda bintang (*). Kolom O (other) berisi bila siswa
menjawab lebih dari satu kunci atau tidak menjawab. Cara
memasukkan data adalah melihat soal nomor 1. Pertama
kita lihat kelompok atas, semua siswa menjawab C berarti
kolom C diisi 3 dan kolom lainnya diisi 0. Kemudian kita
lihat kelompok bawah, siswa yang menjawab A, B, dan
D masing-masing 1 orang berarti kolom A, B, dan D diisi
1 sedangkan kolom C diisi 0. Selanjutnya soal nomor 2
sampai dengan 10 dilakukan dengan cara yang sama.
Hasil tabulasi tersaji pada tabel 1.5.

No.
Soal

Kel.

Penyebaran Jawaban

A

B

C

D

O

1

KA

0

0

3*

0

0

KB

1

1

0*

1

0

2

KA

0

0

1

2*

0

KB

1

1

0

1*

0

3

KA

0*

3

0

0

0

KB

1*

2

0

0

0

4

KA

2*

1

0

0

0

KB

1*

0

1

1

0

7

Analisis Manual

5

KA

1

1

1*

0

0

KB

0

0

1*

2

0

6

KA

1

2*

0

0

0

KB

0

0*

2

1

0

7

KA

0

0

1

2*

0

KB

0

0

1

2*

0

8

KA

0

0

3*

0

0

KB

0

0

1*

2

0

9

KA

0

0

0

3*

0

KB

0

0

2

1*

0

10

KA

2*

1

0

0

0

KB

1*

0

2

0

0

Tabel 1.5
Tabulasi Jawaban siswa

Langkah kelima adalah mengitung daya pembeda soal
dan daya pembeda pengecoh berdasarkan data pada tabel
A.5. Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut.

a. Soal nomor 1

Pada soal nomor 1, kelompok atas yang menjawab
benar ada 3 siswa (KA=3), tidak ada kelompok bawah
yang menjawab benar (KB=0), dan banyak siswa
pada kelompok atas dan bawah masing-masing 3
siswa (nA = nB = 3). Dengan menggunakan rumus:

atau

diperoleh:

atau

8

Analisis Manual

Jadi daya pembeda soal nomor 1 adalah 1 berarti
soal diterima karena 1 > 0,25

1). Pengecoh A

Pada pengecoh A, tidak ada kelompok atas
yang menjawab pengecoh A (KA=0), kelompok
bawah yang menjawab pengecoh A ada 1 siswa
(KB=1), dan banyak siswa pada kelompok atas
dan bawah masing-masing 3 siswa (nA = nB =
3). Dengan menggunakan rumus

atau

diperoleh:

atau

Jadi daya pembeda pengecoh A adalah 0,33

berarti pengecoh ini sudah berfungsi.

2). Pengecoh B

Pada pengecoh B, tidak ada kelompok atas
yang menjawab pengecoh B (KA=0), kelompok
bawah yang menjawab pengecoh B ada 1 siswa
(KB=1), dan banyak siswa pada kelompok atas
dan bawah masing-masing 3 siswa (nA = nB =
3). Dengan menggunakan rumus

atau

diperoleh:

9

Analisis Manual

atau

Jadi daya pembeda pengecoh B adalah 0,33

berarti pengecoh ini sudah berfungsi.

3). Pengecoh D

Pada pengecoh D, tidak ada kelompok atas
yang menjawab benar (KA=0), kelompok bawah
yang menjawab benar ada 1 siswa (KB=1), dan
banyak siswa pada kelompok atas dan bawah
masing-masing 3 siswa (nA = nB = 3). Dengan
menggunakan rumus

atau

diperoleh:

atau

Jadi daya pembeda pengecoh D adalah − 0,33
berarti pengecoh ini sudah berfungsi.

Jadi soal nomor 1 dapat diterima (DP = 1) dan
semua pengecohnya berfungsi.

b. Soal nomor 8

Pada soal nomor 8, kelompok atas yang menjawab

10

Analisis Manual

benar ada 3 siswa (KA=3), kelompok bawah yang
menjawab benar ada 1 siswa (KB=1), dan banyak
siswa pada kelompok atas dan bawah masing-masing
3 siswa (nA = nB = 3).
Dengan menggunakan rumus:

atau

diperoleh:

atau

Jadi daya pembeda soal nomor 8 adalah 0,67 berarti
soal diterima karena 0,67 > 0,25

1). Pengecoh A

Pada pengecoh A, tidak ada kelompok atas
yang menjawab pengecoh A (KA = 0), tidak ada
kelompok bawah yang menjawab pengecoh A
(KB = 0), dan banyak siswa pada kelompok atas
dan bawah masing-masing 3 siswa (nA=nB=3).
Dengan menggunakan rumus
atau

diperoleh:

atau

11

Analisis Manual

Jadi daya pembeda pengecoh A adalah 0 berarti
pengecoh ini tidak berfungsi.

2). Pengecoh B

Pada pengecoh B, tidak ada kelompok atas
yang menjawab pengecoh B (KA=0), tidak ada
kelompok bawah yang menjawab pengecoh B
(KB=0), dan banyak siswa pada kelompok atas
dan bawah masing-masing 3 siswa (nA = nB = 3).
Dengan menggunakan rumus

atau

diperoleh:

atau

Jadi daya pembeda pengecoh B adalah 0 berarti
pengecoh ini tidak berfungsi.

3). Pengecoh D

Pada pengecoh D, tidak ada kelompok atas
yang menjawab benar (KA=0), kelompok bawah
yang menjawab benar ada 2 siswa (KB=2), dan
banyak siswa pada kelompok atas dan bawah
masing-masing 3 siswa (nA = nB = 3). Dengan
menggunakan rumus

atau

diperoleh:

12

Analisis Manual

atau

Jadi daya pembeda pengecoh D adalah − 0,67
berarti pengecoh ini sudah berfungsi.

Karena ada pengecoh yang tidak befungsi yaitu

A dan B, maka status soal nomor 8 turun dari

diterima menjadi direvisi.

Dengan melalui perhitungan seperti soal nomor 1 dan
8, diperoleh hasil seperti tersaji pada tabel 1.6.

No.
Soal

Daya Pembeda

Keterangan

Soal

A

B

C

D

1

1

-0,33-0,331*

-0,33Diterima

2

0,33-0,33-0,330,330,33*Direvisi pengecoh C

3

-0,33-0,33*0,330

0

Ditolak

4

0,330,33*0,33-0,33-0,33Direvisi pengecoh B

5

0

0,33

0,330*

-0,67Ditolak

6

0,670,33

0,67*-0,67-0,33Direvisi pengecoh A

7

0

0

0

0

0*

Ditolak

8

0,670

0

0,67*-0,67Direvisi pengecoh A
dan B

9

0,670

0

-0,670,67*Direvisi pengecoh A
dan B

10

0,330,33*0,33-0,670

Direvisi pengecoh B
dan D

Tabel 1.6
Daya Pembeda Soal

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->