P. 1
MANAJEMEN PESERTA DIDIK

MANAJEMEN PESERTA DIDIK

|Views: 1,637|Likes:
Published by El-Umaer Akoe
MANAJEMEN PESERTA DIDIK
Oleh: Umar Faruk
Dosen pembimbing: Mochamad Nur Choliq, M.P.d
I. PENDAHULUAN
Suatu lembaga pendidikan (sekolah) akan mencapai keberhasilan, yang bergantung pada komponen-komponen manajemen pelaksanaan kegiatan seperti kurikulum, peserta didik, pembiayaan (keuangan), tenaga pelaksana (pendidik), dan sarana prasarana. Komponen-komponen manajamen tersebut adalah satu-kesatuan yang saling mendukung dalam pencapaian tujuan lembaga pendidikan. Bahwasanya, komponen satu dan yang lainnya saling melengkapi, sehingga komponen-komponen pelaksanan kegiatan tersebut memberikan kontribusi yang sangat tinggi terhadap pencapaian tujuan lembaga pendidikan (sekolah) tersebut.
Begitu juga halnya dengan manajemen peserta didik, keberadaanya sangat dibutuhkan, terlebih pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah, peserta didik merupakan subyek sekaligus obyek dalam proses transformasi ilmu pengetahuan dan keterampilan-keterampilan yang diperlukan. Oleh karena itu, keberadaan peserta didik bukan hanya sekedar suatu kebutuhan semata, akan tetapi lebih dari itu, peserta didik harus bermutu (berkualitas) dalam lembaga pendidikan. Artinya, harus ada manajemen peserta didik yang berkualitas bagi lembaga pendidikan (sekolah) itu sendiri. Sehingga peserta didik dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan (psikologi) peserta didik.
Di makalah ini, akan menjelaskan sedikit tentang kebutuhan peserta didik dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya. Karena keberagaman dalam hal pemrioritasan, seperti disatu sisi para peserta didik ingin suskes dalam hal prestasi akademiknya, disisi lain ia juga ingin sukses dalam hal sosialisasi dengan teman sebayanya. Bahkan ada juga peserta didik yang ingin sukses dalam segala hal. Keberagam hal tersebut, tidak jarang menimbulkan suatu problem terhadap peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan layanan bagi peseta didik yang dikelola dengan baik. Manajemen peserta didik berupaya mengisi kebutuhan akan layanan yang baik tersebut, mulai dari peserta didik mendaftarkan diri ke sekolah sampai peserta didik tersebut menyelesaikan studinya.
II. PEMBAHASAN
a. Konsep Dasar Manajemen Peserta Didik
Manajemen peserta didik berdasarkan pada dua kata, yang merupakan penggabungan dari manajemen dan peserta didik. Manajemen sendiri, dalam buku M. Manullang yang mengutip pada buku Encylopedia of the Social Scieces dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses, dengan proses mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakn dan diawasi. Sedangkan peserta didik sendiri ialah orang yang mempunyai suatu pilihan untuk menempuh ilmu sesuai dengan cita-cita dan harapan masa depan. Dengan dasar Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, bahwa peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
Manajemen peserta didik adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai masuk samapai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah. Manajemen kesiswaan bukan hanya berbentuk pencatatan data peserta didik, melainkan meliputi aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat membantu upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah.
b. Tujuan, Fungsi, dan Prinsip Manajemen Peserta Didik
Tujuan manajemen peserta didik adalah mengatur segala bentuk aktivitas-aktivitas peserta didik agar aktivitas-aktivitas tersebut menopang (menunjang) proses pembelajaran di lembaga pendidikan (sekolah); lebih lanjut, proses pembelajaran tersebut dapat berjalan lancar, tertib, dan teratur. Sehingga dapat memberikan kontribusi (sumbangan) bagi pencapaian tujuan lembaga pendidikan tersebut.
Sedangkan fungsi manajemen peserta didik ialah sebagai sarana (wahana) bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi diri se-optimal mungkin, baia
MANAJEMEN PESERTA DIDIK
Oleh: Umar Faruk
Dosen pembimbing: Mochamad Nur Choliq, M.P.d
I. PENDAHULUAN
Suatu lembaga pendidikan (sekolah) akan mencapai keberhasilan, yang bergantung pada komponen-komponen manajemen pelaksanaan kegiatan seperti kurikulum, peserta didik, pembiayaan (keuangan), tenaga pelaksana (pendidik), dan sarana prasarana. Komponen-komponen manajamen tersebut adalah satu-kesatuan yang saling mendukung dalam pencapaian tujuan lembaga pendidikan. Bahwasanya, komponen satu dan yang lainnya saling melengkapi, sehingga komponen-komponen pelaksanan kegiatan tersebut memberikan kontribusi yang sangat tinggi terhadap pencapaian tujuan lembaga pendidikan (sekolah) tersebut.
Begitu juga halnya dengan manajemen peserta didik, keberadaanya sangat dibutuhkan, terlebih pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah, peserta didik merupakan subyek sekaligus obyek dalam proses transformasi ilmu pengetahuan dan keterampilan-keterampilan yang diperlukan. Oleh karena itu, keberadaan peserta didik bukan hanya sekedar suatu kebutuhan semata, akan tetapi lebih dari itu, peserta didik harus bermutu (berkualitas) dalam lembaga pendidikan. Artinya, harus ada manajemen peserta didik yang berkualitas bagi lembaga pendidikan (sekolah) itu sendiri. Sehingga peserta didik dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan (psikologi) peserta didik.
Di makalah ini, akan menjelaskan sedikit tentang kebutuhan peserta didik dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya. Karena keberagaman dalam hal pemrioritasan, seperti disatu sisi para peserta didik ingin suskes dalam hal prestasi akademiknya, disisi lain ia juga ingin sukses dalam hal sosialisasi dengan teman sebayanya. Bahkan ada juga peserta didik yang ingin sukses dalam segala hal. Keberagam hal tersebut, tidak jarang menimbulkan suatu problem terhadap peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan layanan bagi peseta didik yang dikelola dengan baik. Manajemen peserta didik berupaya mengisi kebutuhan akan layanan yang baik tersebut, mulai dari peserta didik mendaftarkan diri ke sekolah sampai peserta didik tersebut menyelesaikan studinya.
II. PEMBAHASAN
a. Konsep Dasar Manajemen Peserta Didik
Manajemen peserta didik berdasarkan pada dua kata, yang merupakan penggabungan dari manajemen dan peserta didik. Manajemen sendiri, dalam buku M. Manullang yang mengutip pada buku Encylopedia of the Social Scieces dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses, dengan proses mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakn dan diawasi. Sedangkan peserta didik sendiri ialah orang yang mempunyai suatu pilihan untuk menempuh ilmu sesuai dengan cita-cita dan harapan masa depan. Dengan dasar Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, bahwa peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
Manajemen peserta didik adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai masuk samapai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah. Manajemen kesiswaan bukan hanya berbentuk pencatatan data peserta didik, melainkan meliputi aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat membantu upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah.
b. Tujuan, Fungsi, dan Prinsip Manajemen Peserta Didik
Tujuan manajemen peserta didik adalah mengatur segala bentuk aktivitas-aktivitas peserta didik agar aktivitas-aktivitas tersebut menopang (menunjang) proses pembelajaran di lembaga pendidikan (sekolah); lebih lanjut, proses pembelajaran tersebut dapat berjalan lancar, tertib, dan teratur. Sehingga dapat memberikan kontribusi (sumbangan) bagi pencapaian tujuan lembaga pendidikan tersebut.
Sedangkan fungsi manajemen peserta didik ialah sebagai sarana (wahana) bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi diri se-optimal mungkin, baia

More info:

Published by: El-Umaer Akoe on Jun 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2015

pdf

text

original

1

MANAJEMEN PESERTA DIDIK
Oleh: Umar Faruk Dosen pembimbing: Mochamad Nur Choliq, M.P.d I. PENDAHULUAN Suatu lembaga pendidikan (sekolah) akan mencapai keberhasilan, yang bergantung pada komponen-komponen manajemen pelaksanaan kegiatan seperti kurikulum, peserta didik, pembiayaan (keuangan), tenaga pelaksana (pendidik), dan sarana prasarana. Komponen-komponen manajamen tersebut adalah satu-kesatuan yang saling mendukung dalam pencapaian tujuan lembaga pendidikan. Bahwasanya, komponen satu dan yang lainnya saling melengkapi, sehingga komponen-komponen pelaksanan kegiatan tersebut memberikan kontribusi yang sangat tinggi terhadap pencapaian tujuan lembaga pendidikan (sekolah) tersebut. Begitu juga halnya dengan manajemen peserta didik, keberadaanya sangat dibutuhkan, terlebih pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah, peserta didik merupakan subyek sekaligus obyek dalam proses transformasi ilmu pengetahuan dan keterampilan-keterampilan yang diperlukan. Oleh karena itu, keberadaan peserta didik bukan hanya sek edar suatu kebutuhan semata, akan tetapi lebih dari itu, peserta didik harus bermutu (berkualitas) dalam lembaga pendidikan. Artinya, harus ada manajemen peserta didik yang berkualitas bagi lembaga pendidikan (sekolah) itu sendiri. Sehingga peserta didik dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan (psikologi) peserta didik. Di makalah ini, akan menjelaskan sedikit tentang kebutuhan peserta didik dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya. Karena keberagaman dalam hal pemrioritasan, seperti disatu sisi para peserta didik ingin suskes dalam hal prestasi akademiknya, disisi lain ia juga ingin sukses dalam hal sosialisasi dengan teman sebayanya. Bahkan ada juga peserta didik yang ingin sukses dalam segala hal. Keberagam hal tersebut, tidak jarang menimbulkan suatu problem terhadap peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan layanan bagi peseta didik yang dikelola dengan baik. Manajemen peserta didik berupaya mengisi kebutuhan akan layanan yang baik tersebut, mulai dari peserta didik

2

mendaftarkan diri ke sekolah sampai peserta didik tersebut menyelesaikan studinya. II. PEMBAHASAN

a. Konsep Dasar Manajemen Peserta Didik Manajemen peserta didik berdasarkan pada dua kata, yang merupakan penggabungan dari manajemen dan peserta didik. Manajemen sendiri, dalam buku M. Manullang yang mengutip pada buku Encylopedia of the Social Scieces dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses, dengan proses mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakn dan diawasi. 1 Sedangkan peserta didik sendiri ialah orang yang mempunyai suatu pilihan untuk menempuh ilmu sesuai dengan cita-cita dan harapan masa depan.2 Dengan dasar Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, bahwa peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Manajemen peserta didik adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai masuk samapai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah. Manajemen kesiswaan bukan hanya berbentuk pencatatan data peserta didik, melainkan meliputi aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat membantu upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah.3 b. Tujuan, Fungsi, dan Prinsip Manajemen Peserta Didik Tujuan manajemen peserta didik adalah mengatur segala bentuk aktivitas-aktivitas peserta didik agar aktivitas-aktivitas tersebut menopang (menunjang) proses pembelajaran di lembaga pendidikan (sekolah); lebih lanjut, proses pembelajaran tersebut dapat berjalan lancar, tertib, dan teratur. Sehingga dapat memberikan kontribusi (sumbangan) bagi pencapaian tujuan lembaga pendidikan tersebut.

M Manullang. 1992. Dasar-dasar Manajemen. Jakarta: GHALIA INDONESIA. Hlm 15. Tim Dosen Administrasi pendidikan universitas pendidikan indonesia. 2009. Manajemen Pendidikan. Bandung: ALFABETA. Hlm 205. 3 E Mulyasa. 2009. MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA. Hlm 46.
2

1

3

Sedangkan fungsi manajemen peserta didik ialah sebagai sarana (wahana) bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi diri se-optimal mungkin, baiak yang berkenaan dengan sisi-sisi induvidualitas, sisi sosial, aspirasi, kebutuhan, dan sisi-sisi potensi peserta didik lainnya. Agar supaya tujuan dan fungsi lembaga pendidikan bisa tercapai, perlua adanay prinsip-prinsip yang harus dilaksanakan. Prinsip-prinsip tersebut sebagai berikut: 1. Dalam mengembangkan program Manajemen kepeserta didikan,

penyelenggara harus mengacu pada peraturan yang berlaku. 2. Segala bentuk kegiatan Manajemen peserta didik haruslah mengemban visi dan misi pendidikan dalam rangka mendidik peserta didik. 3. Segala bentuk aktivitas manajemen peserta didik haruslah diupayakan untuk mempersatukan peserta yang mempunyai keragaman latar belakang dan punya banyak perbedaan.4 c. Ruang lingkup Manajemen Peserta Didik 1. Perencanaan Peserta Didik 1.1. Merencanakan jumlah peserta didik yang akan diterima. Agar supaya penentuan jumlah tersebut optimal dalam pembelajaran. 1.2. Menyusun program kegiatan peserta didik yang didasari dengan: a. Visi dan misi lembaga pendidikan yang bersangkutan b. Minat dan bakat peserta didik c. Sarana dan prasarana d. Anggaran yang tersedia e. Tenaga kependidikan yang tersedia. 2. Rekruitmen Peserta Didik Rekruitmen peserta didik di sebuah lembaga pendidikan merupakan proses pencarian, menentukan, dan menarik pelamar yang mampu untuk menjadi peserta didik di lembaga yang bersangkutan. Sedangkan langkahlangkahnya sebagai berikut: 1.2. pembentukan panitia penerimaan peserta didik baru. 2.2. pembuatan dan pemasangan pengumuman penerimaan peserta didik baru yang dilakukan secara terbuka.5

4

Tim Dosen Administrasi pendidikan universitas pendidikan indonesia. Op. Cit. hlm 206.

4

3. Seleksi Peserta Didik Penyeleksian peserta didik merupakan kegiatan pemilihan peserta didik untuk ditentukan diterima atau tidak. Pada dasarnya, penyeleksian dilakukan oleh lembaga pendidikan yang daya tampungnya melebihi d aya tampung yang teresedia. 4. Orientasi Peserta Didik Orientasi peserta didik (siswa baru) merupakan kegiatan penerimaan peserta didik baru dengan mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan tempat peserta didik itu menempuh pendidikan. Situasi dan kondisi ini menyangkut lingkungan fisik sekolah dan sosial sekolah. Tujuan diadakan kegiatan orientasi bagi peserta didik adalah: 1.4. agar peserta didik dapat mengerti dan mentaati segala peraturan yang berlaku di sekolah 2.4. agar peserta didik siap mengahadapi lingkungannya yang baru baik secara fisik, mental, dan emosional. Sehingga peserta didik merasa betah dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah serta menyesuaikan dengan kehidupan sekolah.6 5. Pengelompokkan Peserta Didik (pembagian kelas) Sebelum peserta didik yang diterima dalam sebuah lembaga pendidikan (sekolah) mengikuti kegiatan pembelajaran, terlebih dahulu perlu ditempatkan dan dikelompokkan dalam kelompok bealajarnya.

Pengelompokkan peserta didik yang dilaksanakan pada sekolah-sekolah didasarakan kepada sistem kelas. Menurut William A Jeager dalam pengelompokkan peserta didik dapat didasarkan kepada: 1.5. fungsi integrasi, yaitu pengelompokkan berdasakan kesamaankesamaan peserta didik. Pengelompokkan ini berdasarkan jenis kelamin, umur, dan sebagainnya. Pengelompokkan berdasarkan fungsi ini menghasilkan pembelajaran yang bersifat klasikal. 2.5. fungsi perbedaan, yaitu pengelompokkan peserta didik

didasarakan kepada

perbedaan-perbedaan yang ada dalam

induvidu peserta didik, seperti minat, bakat, kemampuan, dan
5 6

Ibid. hlm 207-208. Ibid. hlm 209-210.

5

sebagainnya.

Pengelompokkan

berdasarkan

fungsi

ini

menghasilkan pemebelajaran yang bersifat induvidual. 6. Pembinaan dan Pengembangan Peserta Didik Pembinaan dan pengembagan peserta didik dilakukan untuk membina dan membantu mengembagkan potensi yang dimilki peserta didik dalam beraneka ragam pembelajaran. Sehingga peserta didik mempunyai bekal untuk kehidupan di masa yang akan datang. Dengan pengalaman pengalaman yang diberikan oleh lembaga pendidikan (sekolah). Untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman beraneka pembelajaran. Biasanya pihak lembaga pendidikan (sekolah) melaksanakan bermacam macam kegiatan seperti kegiatan kurikurel dan extra kerikurel.7 7. Pencatatan dan Pelaporan Pencatatan dan pelaporan peserta didik di sebuah lembaga pendidikan (sekolah) sangat diperlukan. Kegiatan pencatatan dan pelaporan ini dimulai sejak awal peserta didik diterima sampai lulusan atau peserta didik meninggalkan sekolah tesebut. Pencatatan tentang peserta didik di sebuah lembaga pendidikan (sekolah) agar pihak lembaga dapat membimbing secara optimal. Sedangkan pelaporan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab lembaga pendidikan agar pihak-pihak yang terkait dapat mengetahui perkembangannya.8 d. Evaluasi Manajemen Peserta Didik Evaluasi merupakan subsistem sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam setiap sistem pendidikan, termasuk manajemen peserta didik yang berada di bawah lembaga pendidikan (sekolah). karena evaluasi manajemen peserta didik merupakan salah satu barometer untuk mengetahui seberapa jauh pengembangan manajemen peserta didik tersebut. Dengan evaluasi juga, lembaga peserta didik dapat mengetahui sisi keunggulan dan sisi

kelemahannya. Oleh karena itu, sangatlah penting evaluasi manajemen peserta didik untuk diaplikasan untuk menunjang potensi, bakat, minat, dan karakteristik peserta didik ke arah yang lebih baik.9

7

8

Ibid. Ibid. hlm 212. 9 http://www.scribd.com/doc/3846099/MANAJEMEN-SISTEM-EVALUASI-PENDIDIKAN.

6

e. Study Kasus SMP Plus Hidayatul Mubtadi¶in Setiap tahun ajaran baru, setiap lembaga pendidikan (sekolah) disibukkan oleh kegiatan penerimaan siswa baru. Begitu juga dengan SMP Plus Hidayatul Mubtadi¶in, sebelum kegiatan ini dimulai, kepala sekolah SMP Plus Hidayatul Mubtadi¶in membentuk sebuah kepanitian penerimaan siswa baru (PSB). Susunan kepanitian PSB sebagai berikut: Ketua Sekretaris I Sekretaris II Bendahara Anggota Setelah : Kepala Sekolah : Wakil Kepala Sekolah : Kepala TU : Bendahara Sekolah : Para Guru terbentuk kepanitian, langkah selanjutnya pembuatan

pengumuman kepada masyarakat, agar para calon pendaftar mengetahui kriteria-kriteria diterima disekolah. Kegiatan berikutnya ialah melaksanakan penerimaan calon siwa baru yang sesuai kriteria-kriteria yang telah terlampir. Setelah siswa diterima, pihak sekolah bertanggung jawab untuk memberikan suatu program penyesuaian calon siswa (peserta didik) tentang situasi sekolah mereka yang baru. Program ini dikenal dengan istilah masa orientasi siswa. Masa orientasi ini dilakukan dalam beberapa hari (biasanya tiga sampai lima hari). Dalam masa orientasi ini diperkenalkan lingkungan fisik sekolah maupun sosial sekolah. bahkan secara rinci masa orientasi ini mengenalkan tentang visi dan misi sekolah, peraturan tata tertib, staf guru dan staf TU sekolah, perpustakaan, pelayanan, program study, cara pemebelajaran, dan organisasi kesiswaan. Setelah peserta didik selesai mengikuti masa orientasi, barulah dilakukan pembagian atau pengelompokkan kelas. Setelah terbentuk pengelompokkan kelas. Peserta didik mengikuti program pembelajaran dalam bentuk mata pelajaran dan juga di samping itu, mereka mengikuti kegiatan organisasi yang berbentuk extra kuikuler, dilakukan di luar jam pelajaran. Seperti lazimnya sekolah yang lain, SMP Plus Hidayatul Mubtadi¶in juga melakukan penilaian terhdap peserta didik. Penilaian ini dilakukan untuk mengetahuai seberapa jauh perkembangan peserta didik, dan menentukan naik atau tidak naik kelas berikutnya (bagi kelas 1 dan 2). Sedangkan kelas 3, penentuan lulus dan tidak lulus. Hasil penilaian yang dilakukan pihak sekolah

7

ini dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik. Laporan kepada orang tua/wali tersebut, sudah lumrah disebut raport. Sedangkan peserta didik yang lulus diberi ijazah/STTB.

III.

PENUTUP Manajemen peserta didik merupakan salah satu komponen Manajemen Pendidikan (sekolah) yang membantu tercapainya tujuan lembaga pendidikan. Karena Manajemen Peserta Didik tidak hanya mencatat data mulai Peserta Didik masuk sampai mereka keluar dari sekolahannya. Akan tetapi, Manajemen Peserta Didik sangat luas cakupannya, baik itu masalah dalam diri peserta didik, seperti pengembangan potensinya, bakat, minat, emosional, dan sebagainnya. Begitu juga masalah peserta didik yang berhubugan di luar dirinya (sosial), baik itu hal interaksi, cara bergaul, dan sebagainnya. Karena Manajemen Peserta Didik sendiri mengatur dan mengarahkan untuk menjadi lebih baik, baik dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik.

DAFTAR RUJUKAN Manullang, M. 1992. Dasar-dasar Manajemen. Jakarta: GHALIA INDONESIA. Mulyasa, E. 2009. MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA. Tim Dosen Administrasi pendidikan universitas pendidikan indonesia. 2009. Manajemen Pendidikan. Bandung: ALFABETA. http://www.scribd.com/doc/3846099/MANAJEMEN-SISTEM-EVALUASIPENDIDIKAN.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->