P. 1
Masa Iddah Bagi Wanita Dan Hikmahnya

Masa Iddah Bagi Wanita Dan Hikmahnya

|Views: 48|Likes:
Published by Dhanii Musthofa

More info:

Published by: Dhanii Musthofa on Jun 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2011

pdf

text

original

Masa Iddah bagi Wanita dan Hikmahnya

Posted on 22 April 2010 by Risma Al-Qomar 2 Voting PENDAHULUAN Seks merupakan kebutuhan biologis laki-laki terhadap lawan jenisnya atau sebaliknya. Ia merupakan naluri yang kuat serta selalu menuntut untuk dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan akan seks itu hanya bisa dilakukan apabila antara laki-laki dan perempuan telah diikat oleh suatu ikatan yang sah yang disebut dengan pernikahan. Sesungguhnya tujuan nikah itu tidak hanya sekedar untuk pemenuhan kebutuhan biologis menusia berupa seks. Tetapi ia punya tujuan lain yang lebih mulia sebagaimana dituangkan di dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 1 yang berbunyi: “Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. Manakala setelah perkawinan terjadi hubungan seks, tetapi dalam perjalanan perkawinan itu ternyata tidak berjalan dengan mulus dan terdapat berbagai halangan dan rintangan yang mengakibatkan tujuan perkawinan itu tidak bisa dicapai dan sebagai puncaknya terjadilah perceraian. Akibat dari adanya perceraian inilah yang menyebabkan adanya kewajiban bagi seorang perempuan untuk “beriddah” atau dalam istilah lain disebut “masa tunggu”. Islam memberikan batasan iddah ini sebagai berikut : 1. Iddah wanita yang masih haid = tiga kali suci dari haid. 2. Iddah wanita yang telah lewat masa iddahnya (menopause) = tiga bulan. 3. Iddah wanita yang kematian suami = empat bulan sepuluh hari. 4. Iddah wanita hamil = sampai melahirkan. 5. Tidak ada iddah bagi wanita yang belum dicampuri. Lamanya iddah seperti tersebut diatas sebagaimana juga tersebut dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 153 ayat (2). Dalam hukum perdata masa iddah ini disebut dengan masa tunggu, yaitu dengan lamanya :

kemudian ia kawin. 2. Beberapa Hadits Terkait Iddah Banyak sekali hadits-hadits Nabi yang berkaitan dengan iddah. 1 (satu) tahun bagi wanita yang cerai dan ingin kawin lagi dengan bekas suaminya itu.” Jawabnya: “tidak ada iddah atasmu. Dalam hal ini aku mengikuti keputusan Rasulullah atas diri Maryam Al Maghalibiyah. kecuali jika kamu telah bergaul dengan suamimu.م. yang menjadi istri Tsabit Ibnu Qais Ibnu Syamas. 300 hari bagi wanita baru diperbolehkan untuk kawin dengan laki-laki lain. PEMBAHASAN A. Kemudian aku datang pada Usman dan aku bertanya padanya: “berapa hari masa iddahku.‫عن المسورين مخرمة رضي ال عنه )ان سبيعة السلمية نفست بعد وفاة زوجها بليال، فجاءت الى النبي ص. Iddah Wanita Hamil . kemudian ia menghadap Rasulullah dan minta izin untuk kawin. Iddah Atas Wanita yang Ditinggal Mati Suaminya .” (Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari). Diantaranya adalah: I. Maka sekarang tunggulah hingga kamu haid sekali. فى مريم المغالية كانت تحت ثابت بن قيس بن شماش فاختلعت منه‬ ّ ّ ّ Menceritakan kepadaku Ubadah Ibnu Walid Ibnu Shamit bertanya pada Rubayyi’ binti Mu’awidz: “ceritakan kisahmu padaku”. ‫وفى لفظ )انها وضعت بعد وفاة زوجها باربعين ليلة( وفى لفظ لمسلم قال الزهرى )ول ارى باءسا ان تزوج وهى فى‬ ّ ّ ‫)دمها، غير انه ل يقربها زوجها حتى تطهر‬ ّ Dan pada suatu lafadz disebutkan: “sesungguhnya Subai’ah melahirkan setelah suaminya meninggal empat puluh hari. dan.” Dan pada suatu lafadz pada riwayat Muslim disebutkan: berkata Az Zuhri: “Aku berpendapat tidak ada halangan ia kawin dalam keadaan masih darah nifas.” III. maka Rasulullah mengizinkannya. hanya saja suaminya jangan menyetubuhi dulu sebelum ia suci. dan kemudian ia meminta diceraikan suaminya.م‬ ّ ‫فاستاءذنته ان تنكح فاذن لها، فنكحت( رواه البخارى، واصله فى الصحيحين‬ Dari Miswar putera Makhramah: “Bahwasanya Subai’ah Aslamiyah ra melahirkan setelah suaminya meninggal dunia beberapa malam.1. Ia berkata: “aku telah meminta cerai dari suamiku”. Iddah Wanita yang Meminta Cerai (Khulu’) ‫حدثني عبادة بن الوليدبن عبادة بن الصامت عن ربيع بنت معوذ قال قلت لها حدثني حديثك قالت اختلعت من زوجي‬ ّ ّ ّ ‫ثم جئت عثمان فسألته ماذا على من العدة فقال لعدة عليك الان تكون حديثة عهد به فتمكني حتى تحيضى حيضة قال‬ ّ ّ ّ ّ ‫وانا متبع فى ذلك قضاء رسول ال ص.” II.

” Selain pengertian tersebut diatas. Prof. berkabung atas orang yang mati lebih dari tiga hari. namun pada prinsipnya pengertian tersebut hampir bersamaan maksudnya yaitu diterjemahkan dengan masa tunggu bagi seorang perempuan untuk bisa rujuk lagi dengan bekas suaminya atau batasan untuk boleh kawin lagi. kemudian ia mati sebelum memberikan mas kawin pada istrinya dan juga belum bersenggama dengannya. maka masa berkabungnya selama empat bulan sepuluh hari. Berkata: “aku mendengar Rasulullah saw bersabda:” tidak dihalalkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir. tidak boleh kurang atau lebih. C. Sayyid Sabiq memberikan pengertian dengan “masa lamanya bagi perempuan (istri) menunggu dan tidak boleh kawin setelah kematian suaminya. ulama-ulama memberikan pengertian sebagai berikut : 1. Menurut istilah. Jawab Ibnu Mas’ud: Istrinya tetap berhak mendapatkan mas kawin.” 3. menduga. banyak lagi pengertian-pengertian lain yang diberikan para ulama.‫عن زينب بنت ام سلمة قالت ام حببيبة سمعت رسول ال صلى ال عليه وسلم يقول ل يحل لمرأة تؤمن بال واليوم‬ ّ ّ ‫الخر تحد على ميت فوق ثلثة أيام ال على زوج اربعة اشهر وعشرا‬ ّ Dari Zainab binti Ummu Salamah dari Ummu Habibah ra. 2. Drs. Iddah Atas Wanita yang Ditinggal Mati Suaminya Sebelum Terjadi Senggama ‫عن عبراهيم عن علقمة عن ابن مسعود انه سئل عن رجل تزوج امرأة ولم يفرض لها صداقا ولم يدخل بها حتى مات‬ ّ ‫قال ابن مسعود لها مثل صداق نسائها ل وكس ول شطط وعليها العدة ولها الميرات فقام معقل بن سنان الشجعي فقال‬ ‫قضى فينا رسول ال ص م فى بروع بنت واشق امرأة منا مثل ما قضيت ففرح ابن مسعود رضى ال عنه‬ ّ Dari Ibrahim dari Alqamah berkata: “Ketika Ibnu Mas’ud ditanya tentang seseorang yang menikahi wanita. hingga seorang perempuan diketahui kebersihan rahimnya sesudah bercerai. Syarbini Khatib dalam kitabnya Mugnil Muhtaj mendifinisikan iddah dengan “Iddah adalah nama masa menunggu bagi seorang perempuan untuk mengetahui kekosongan rahimnya atau karena sedih atas meninggal suaminya. Ph. Ia adalah seorang wanita kaum kami.” Karena itu Ibnu Mas’ud menjadi senang.” 4. Hukum Iddah dan Macam-Macamnya . mengira. dan atasnya berlaku iddah serta ia berhak mendapat warisan”.” IV. kecuali atas kematian suaminya. sebagaimana yang putuskan. Abu Ahmadi memberikan pengertian iddah dengan “Masa yang tertentu untuk menungu. Maka berdirilah Ma’qil ibnu Sinan Al Asyja’i dan berkata: “Rasulullah saw telah memutuskan masalah Barwa’ binti Wasyq.D memberikan pengertian iddah ini dengan “suatu masa penantian seorang perempuan sebelum kawin lagi setelah kematian suaminya atau bercerai darinya. Abdul Fatah Idris dan Drs. Pengertian Iddah Kata iddah berasal dari bahasa Arab yang berarti menghitung.” B. Abdurrahman I Doi.

ia boleh bersuami. 3) Dalam keadaan belum dewasa (belum pernah menstruasi) atau sudah putus menstruasi (menopause).” Tetapi jika tidak hamil. Apabila perkawinan putus karena perceraian. yaitu ada dua keadaan. Demikian pula telah disebutkan dalam sebuah Hadits Rasulullah yang artinya : “Kalau seorang perempuan melahirkan sedang suaminya meninggal belum dikubur.Para ulama sepakat atas wajibnya iddah bagi seorang perempuan yang telah bercerai dengan suaminya. maka masa iddahnya empat bulan sepuluh hari. yaitu : Jika perempuan tersebut hamil. Iddah bagi perempuan yang belum digauli. Iddah cerai hidup. Perhatikan pula firman Allah dalam surah Ath Thalak ayat 4 3. iddah diistilahkan dengan waktu tunggu. . Yang dalam Pasal 153 ayat (2) sampai dengan (6) nya berbunyi : (2) Waktu tunggu bagi seorang janda ditentukan sebagai berikut : 1. Apabila perkawinan putus karena kematian. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah pada surah Ath-Thalaq ayat 4 . walaupun qabla dukhul. 2. Mereka mendasarkan dengan firman Allah pada surah Al Baqarah ayat 228 yang artinya “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru”. 2) Dalam keadaan sudah dewasa (sudah menstruasi) masa iddahnya tiga kali suci. Perhatikan firman Allah dalam surah Al-Ahzaab ayat 49. Rasulullah juga pernah bersabda kepada Fatimah bin Qais Artinya: “Beriddahlah kamu di rumah Ummi Kaltsum. dan bagi yang tidak haid ditetapkan 90 (sembilan puluh) hari. Perempuan yang dicerai dalam posisi cerai hidup dalam hal ini ada tiga keadaan yaitu : 1) Dalam keadaan hamil iddahnya sampai melahirkan. iddahnya adalah tiga bulan. 2. Artinya boleh langsung menikah setelah dicerai oleh suaminya.” Macam-macam iddah: 1. waktu tunggu ditetapkan 130 (seratus tiga puluh) hari. waktu tunggu bagi yang masih haid ditetapkan 3 (tiga) kali suci dengan sekurang-kurangnya 90 (sembilan puluh) hari. Iddah karena cerai mati. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam surah Ath-Thalaq ayat 4. Hal ini sebagaimana disebutkan firman Allah pada surah Al Baqarah ayat 234. Dalam Kompilasi Hukum Islam. maka masa iddahnya sampai melahirkan. Iddah perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah pada surah Al Baqarah ayat 228. maka baginya tidak mempunyai masa iddah.

(3) Tidak ada waktu tunggu bagi yang putus perkawinan karena perceraian. 4. atau melanjutkan talak yang telah dilakukan. (6) Dalam hal keadaan pada ayat (5) bukan karena menyusui. sedangkan bagi perkawinan yang putus karena kematian. iddah diadakan untuk meyakinkan kekosongan rahim. Dalam perceraian karena ditinggal mati.3. akan tetapi bila dalam waktu satu tahun tersebut ia berhaid kembali. waktu tunggu ditetapkan sampai melahirkan. yaitu : 1. Menurut KH. MA. Adanya iddah itu ada beberapa tujuan diantaranya sebagai berikut : Menurut Drs. sedang janda tersebut dalam keadaan hamil. Sebagai masa transisi. maka iddahnya menjadi tiga kali waktu suci. 3. (4) Bagi perkawinan yang putus karena perceraian. maka iddahnya selama satu tahun. 4. 3. sedang antara janda tersebut dengan bekas suaminya qabla dukhul. maka iddahnya tiga kali waktu suci. 2.” . Bagi perceraian yang terjadi antara suami istri yang pernah melakukan hubungan kelamin. SH. (5) Waktu tunggu bagi istri yang pernah haid sedang pada waktu menjalani iddah tidak karena menyusui. iddah diadakan untuk menunjukkan rasa berkabung atas kematian suami bersama-sama keluarga suami. Bagi istri merupakan kesempatan/saat untuk mengetahui keadaan sebenarnya. iddah diadakan dengan tujuan sebagai berikut: 1.” D. Untuk menunjukkan betapa pentingnya masalah perkawinan dalam ajaran Islam. kenapa seorang perempuan yang bercerai dengan suaminya baik karena cerai hidup atau karena suaminya meninggal dunia diwajibkan beriddah. waktu tunggu ditetapkan sampai melahirkan. Sudarsono. Azhar Basyir. yaitu sedang hamil atau tidak sedang hamil. Bagi suami merupakan kesempatan/saat berfikir untuk memilih antara rujuk dengan istri. Apabila perkawinan putus karena kematian sedang janda tersebut dalam keadaan hamil. tenggang waktu tunggu dihitung sejak kematian suami. Eksistensi Iddah Dalam Pernikahan Sebagaimana pertanyaan yang sering dipertanyakan. dan kenapa pula harus selama itu masa iddahnya. 2. Peristiwa perkawinan yang demikian penting dalam hidup manusia itu harus diusahakan agar kekal. Apabila perkawinan putus karena perceraian. tenggang waktu tunggu dihitung sejak jatuhnya putusan Pengadilan Agama yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

Sehingga dengan pengertian yang berbeda itu dapat mengakibatkan perbedaan lama beriddah. baik karena cerai mati atau hidup. Zigot di dalam Al Qr’an disebut nutfah amsyaj yang terbentuk dari perpaduan dan percampuran nutfah jantan dan nutfah betina.” Dan siklus haid berkisar antara 28 hingga 35 hari. Terjadinya kehamilan ini apabila sperma laki-laki bertemu dan bersama sebuah telur (ovum) disebabkan adanya hubungan suami istri. Menstruasi dimaksudkan dengan “saat seorang wanita mengeluarkan darah pada periode tertentu dalam keadaan sehat wal afiat. maka bisa dipastikan bahwa seorang wanita yang dicerai oleh suaminya. Sebenarnya terjadi perbedaan pengertian diantara para ulama tentang batas iddah dengan istilah “quru” ini. ada yang mengartikannya dengan “suci” dan ada pula yang mengartikannya dengan “haid”.Selain apa yang dikemukakan di atas. Quru dengan pengertian suci akan mengakibatkan masa iddah lebih pendek dari quru dengan pengertian haid. periode ini juga disebut periode organogenisis. Darah tersebut berasal dari lubang uterine. Diperlukannya iddah bagi perempuan yang bercerai dengan suaminya. Oleh karena itu.” Dengan diketahuinya kekosongan rahim itu. “Manusia dibentuk oleh penyatuan gamet jantan (sperma) dan gamet betina (ovum) membentuk sebuah sel yang disebut zigot. dan hamil akan mengakibatkan kelahiran manusia (anak). Adanya prosesi itu dan mampu melewati masa-masa kritis. baik karena cerai hidup atau karena suaminya meninggal dunia tidak dalam keadaan hamil. Dengan masa menstruasi berkisar antara tiga hari sampai satu minggu. Iddah dan kehamilan. adanya iddah itu mempunyai manfaat sebagai berikut : 1. maka status anak yang akan dilahirkan oleh seorang .” Artinya menurut pemahaman penulis dalam minggu-minggu keempat dan kedelapan inilah saat-saat embrio terjadi degenerasi atau tidak. Artinya dengan iddah selama itu. Longman juga mengatakan “semua organ dan sistem organ utama dibentuk selama minggu keempat hingga kedelapan. Salah satu indikasi bahwa wanita itu tidak hamil adalah dengan adanya haid atau menstruasi. dalam hal ini tergantung kondisi wanita tersebut. sekaligus jika dikaitkan dengan masa iddah selama 3 bulan atau tiga kali suci. salah satu manfaatnya adalah untuk mengetahui kekosongan rahim seorang wanita dari kehamilan. Itulah saat embrio paling rentan terhadap faktorfaktor yang mengganggu perkembangan dan kebanyakan malformasi kongenital yang terlihat pada waktu lahir didapatkan asalnya selama periode kritis ini. Periode ini sangat penting karena masing-masing dari tiga lapisan primordium menjadi sejumlah jaringan dan organ spesifik. sehingga dengan masa selama itu dapat dipastikan bahwa rahim seorang perempuan kosong dari benih kehamilan. Muhammad Ali Akbar menyatakan bahwa “Adakah menakjubkan mendapati puncak differensiasi sel embrio terjadi pada tahap ini (minggu ke-4 hingga ke-8). sperma laki-laki mampu bertahan selama 48 jam serta telur 24 jam.

2. Begitu pula wanita normal tentunya membutuhkan lawan jenisnya untuk mendapatkan perlindungan dari laki-laki. menanggung celaan dari mertua dan iparnya. Islam membatasi masa berkabung atau meratapi atas meninggalnya seseorang. Bagi orang lain selain istri atau suami masa berkabung dibolehkan hanya 3 hari. yang pada akhirnya akan mempertegas status nasab anak. pengayoman. namun bagi istri batas maksimal adalah 4 bulan sepuluh hari. karena wanita dianggap sebagai makhluk yang lemah. dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. “Dalam agama seperti agama Hindu dan Jainisme. baik itu wanita itu sudah lanjut usia maupun masih kecil. juga memerlukan perlindungan. dan itu hanya bisa didapatkan jika ia melakukan pernikahan kembali. Dan segala sesuatu pada sisiNya ada ukurannya. Iddah sebagai saat strategis bagi pihak-pihak dan saat berpikir yang baik untuk dapat rujuk kembali. sekalipun andaikan suaminya tak lama setelah perkawinannya. untuk ukuran orang-orang tertentu cukup lama. tetapi ketika ia berpisah dengan istrinya. Karena secara naluriah. Iddah sebagai masa berkabung. wajib baginya berkabung. Allah berfirman dalam surah Ar-Ra’du ayat 8 yang artinya : Allah mengetahui apa yang dikandung oleh perempuan. pendidikan ataupun juga bantuan yang mungkin dapat diperoleh dari suami ibunya yang baru. Begitu juga terhadap kehidupan anak-anak yang ditinggalkan oleh bapaknya meninggal dunia.” Karena masa berkabung sekaligus dijadikan sebagai masa iddah selama empat bulan sepuluh hari itu. “Para ulama mazhab sepakat atas wajibnya wanita yang ditinggal mati suaminya untuk melakukan (hidad) berkabung. muslimah maupun non muslimah. mazhab ini mengatakan bahwa wanita zimmi dan masih kecil tidak harus menjalani hidad sebab mereka tidak dikenai kewajiban (gairu taklif). 3. maka ia akan merasakan adanya berbagai perubahan dalam kebiasaan hidupnya. Kecuali Hanafi. selain itu juga wanita memerlukan pemenuhan kebutuhan biologis dari lawan jenisnya. Apabila seseorang bercerai dengan suami atau istrinya. manusia senantiasa membutuhkan lawan jenisnya untuk selalu bersama. Sebelumnya seorang laki-laki senantiasa dilayani. Bagi para wanita yang ditinggal oleh suaminya mati. begitu pula wanita tersebut dapat menentukan arah kehidupannya serta tidak ingin larut dalam kedukaan yang berkepanjangan. Pertama-tama dia dianggap bertanggungjawab atas kematian suaminya. Sehingga wajar jika ia diberi kesempatan untuk menikah lagi demi masa depannya. dia harus tetap menjanda sepanjang hayatnya.perempuan setelah akan jelas atau akan memperjelas status ayah bagi janin yang ada pada rahim seorang wanita. Janda tidak diizinkan menikah lagi. kebiasaan-kebiasaan itu tidak . sebagaimana disebutkan. Dalam agama Hindu lebih panjang lagi. Diyakini dia yang menimbulkan penyakit yang menimbulkan suaminya meninggal.

kerabat. Seorang janda dapat lebih leluasa menyatakan kemauannya untuk bisa kawin lagi. Terhadap pihak ketiga yang berkepentingan dengan kelanggengan pasangan suami istri itu. memberikan nasehat-nasehat atau saran agar rumah tangga suami istri itu bisa rukun kembali sebagaimana sediakala dengan memberikan alternatif yang dapat menggugah suami istri yang bercerai itu agar bisa rukun kembali. karena dalam hal ini janda lebih berhak atas dirinya sendiri Terhadap adanya perceraian.didapatkan atau ditemukannya lagi. baik karena cerai mati atau tidak untuk bisa bersuami lagi. keluarga. pasangan suami istri yang bercerai akan menemukan jalan yang terbaik untuk kehidupan mereka selanjutnya. menimbang-nimbang buruk baiknya bercerai itu. merupakan kewajiban bagi wanita muslim untuk mentaatinya. janda juga perlu memikirkan positif dan negatifnya rujuk kembali. serta diharapkan dengan masa itu. Perhatikan firman Allah dalam surah Al-Ashr ayat 3. apakah karena cerai hidup atau mati. Terhadap aturan-aturan Allah itu. dan lain-lain. juga akan bernilai pahala apabila ditaati dan berdosa bila dilangar dari Allah SWT. dan kemauan untuk taat itulah yang didalamnya terkandung nilai ta’abbudi itu. Iddah sebagai ta’abbudi kepada Allah. anak-anak. handai-taulan. Selain tujuan-tujuan iddah sebagaimana diungkapkan diatas. begitu pula bagi perempuan yang dicerai oleh suaminya. Adanya iddah merupakan kesempatan untuk berpikir lebih jauh. Dampak negatif tentunya perlu ditekan semaksimal mungkin. Pelaksanaan nilai ta’abbudi ini selain akan mendapatkan manfaat beriddah sebagaimana digambarkan diatas. Sehingga saat-saat inilah yang dapat digunakan untuk berpikir keras. 4. juga masih mempunyai waktu atau kesempatan untuk melakukan intervensi. . Baik pengaruhnya terhadap dirinya sendiri. Iddah merupakan batas menunggu bagi perempuan yang bercerai dengan suaminya. PENUTUP Dari makalah di atas dapat disimpulkan bahwa: 1. Nasehat yang demikian sangat dianjurkan dalam Islam. Kemauan untuk mentaati aturan beriddah inilah yang merupakan gambaran ketaatan. Apabila wanita muslim yang bercerai dari suaminya. pelaksanaan beriddah juga merupakan gambaran tingkat ketaatan makhluk kepada aturan Khaliknya yakni Allah. Disana ada tenggang waktu yang harus dilalui sebelum menikah lagi dengan lakilaki lain.

Abdul Fatah.dan Iddah wanita yang kematian suami = empat bulan sepuluh hari. 5. Sunan An Nasa’iy. Manfaat dari adanya iddah diantaranya adalah untuk: 1. 1992.Perkawinan dalam Syari’at Islam. Nasa’iy. Asy Syifa’. 1994 Al Asqalani. Bulughul Maram. 1985. Sebagai ujian terhadap kesabaran. Semarang: CV. Jakarta: Renika Cipta. 1992 . Fiqh Islam Lengkap. Alhafidz Ibn Hajar. 19. cet. Abu Abdur Rahman Ahmad An. Tenggang waktu berfikir tentang positif atau negatifnya untuk rujuk kembali atau meneruskan perceraian bagi pasangan suami istri yang bercerai. maka masa iddah masih memungkinkan untuk didiskusikan menuju masa iddah kearah yang lebih singkat lagi. yaitu : Iddah wanita yang masih haid = tiga kali suci dari haid atau kurang lebih tiga bulan. Lamanya iddah bagi wanita yang bercerai dengan suaminya. Hukum Perkawinan Islam. 3. Dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang kedokteran. Semarang: Toha Putra. 2. Iddah wanita yang telah lewat masa iddahnya (manoupuse) = tiga bulan. 4. Abd. I. cet. Yogyakarta: UII Press. Ahmadi. Lamanya batas boleh berkabung seorang wanita yang ditinggal mati oleh suaminya. 1999. dan . Gambaran nilai ketaatan seseorang terhadap perintah Allah dan rasulNya. *Makalah ini disusun oleh Ali Murtadlo (dalam salah satu tugas kuliah) DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman I Doi. Jakarta: Rineka Cipta. Mengetahui kekosongan rahim seorang wanita dari kehamilan. Azhar Basyir.2. 4. komunikasi serta transportasi. 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->