Masa Iddah bagi Wanita dan Hikmahnya

Posted on 22 April 2010 by Risma Al-Qomar 2 Voting PENDAHULUAN Seks merupakan kebutuhan biologis laki-laki terhadap lawan jenisnya atau sebaliknya. Ia merupakan naluri yang kuat serta selalu menuntut untuk dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan akan seks itu hanya bisa dilakukan apabila antara laki-laki dan perempuan telah diikat oleh suatu ikatan yang sah yang disebut dengan pernikahan. Sesungguhnya tujuan nikah itu tidak hanya sekedar untuk pemenuhan kebutuhan biologis menusia berupa seks. Tetapi ia punya tujuan lain yang lebih mulia sebagaimana dituangkan di dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 1 yang berbunyi: “Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. Manakala setelah perkawinan terjadi hubungan seks, tetapi dalam perjalanan perkawinan itu ternyata tidak berjalan dengan mulus dan terdapat berbagai halangan dan rintangan yang mengakibatkan tujuan perkawinan itu tidak bisa dicapai dan sebagai puncaknya terjadilah perceraian. Akibat dari adanya perceraian inilah yang menyebabkan adanya kewajiban bagi seorang perempuan untuk “beriddah” atau dalam istilah lain disebut “masa tunggu”. Islam memberikan batasan iddah ini sebagai berikut : 1. Iddah wanita yang masih haid = tiga kali suci dari haid. 2. Iddah wanita yang telah lewat masa iddahnya (menopause) = tiga bulan. 3. Iddah wanita yang kematian suami = empat bulan sepuluh hari. 4. Iddah wanita hamil = sampai melahirkan. 5. Tidak ada iddah bagi wanita yang belum dicampuri. Lamanya iddah seperti tersebut diatas sebagaimana juga tersebut dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 153 ayat (2). Dalam hukum perdata masa iddah ini disebut dengan masa tunggu, yaitu dengan lamanya :

kemudian ia kawin. dan kemudian ia meminta diceraikan suaminya.1. Iddah Atas Wanita yang Ditinggal Mati Suaminya .” Dan pada suatu lafadz pada riwayat Muslim disebutkan: berkata Az Zuhri: “Aku berpendapat tidak ada halangan ia kawin dalam keadaan masih darah nifas.” III. 2. ‫وفى لفظ )انها وضعت بعد وفاة زوجها باربعين ليلة( وفى لفظ لمسلم قال الزهرى )ول ارى باءسا ان تزوج وهى فى‬ ّ ّ ‫)دمها، غير انه ل يقربها زوجها حتى تطهر‬ ّ Dan pada suatu lafadz disebutkan: “sesungguhnya Subai’ah melahirkan setelah suaminya meninggal empat puluh hari. Dalam hal ini aku mengikuti keputusan Rasulullah atas diri Maryam Al Maghalibiyah. Ia berkata: “aku telah meminta cerai dari suamiku”.م‬ ّ ‫فاستاءذنته ان تنكح فاذن لها، فنكحت( رواه البخارى، واصله فى الصحيحين‬ Dari Miswar putera Makhramah: “Bahwasanya Subai’ah Aslamiyah ra melahirkan setelah suaminya meninggal dunia beberapa malam.م. Diantaranya adalah: I. Iddah Wanita Hamil . Maka sekarang tunggulah hingga kamu haid sekali. kecuali jika kamu telah bergaul dengan suamimu. 300 hari bagi wanita baru diperbolehkan untuk kawin dengan laki-laki lain. Iddah Wanita yang Meminta Cerai (Khulu’) ‫حدثني عبادة بن الوليدبن عبادة بن الصامت عن ربيع بنت معوذ قال قلت لها حدثني حديثك قالت اختلعت من زوجي‬ ّ ّ ّ ‫ثم جئت عثمان فسألته ماذا على من العدة فقال لعدة عليك الان تكون حديثة عهد به فتمكني حتى تحيضى حيضة قال‬ ّ ّ ّ ّ ‫وانا متبع فى ذلك قضاء رسول ال ص. yang menjadi istri Tsabit Ibnu Qais Ibnu Syamas.‫عن المسورين مخرمة رضي ال عنه )ان سبيعة السلمية نفست بعد وفاة زوجها بليال، فجاءت الى النبي ص. maka Rasulullah mengizinkannya.” (Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari). kemudian ia menghadap Rasulullah dan minta izin untuk kawin. hanya saja suaminya jangan menyetubuhi dulu sebelum ia suci.” Jawabnya: “tidak ada iddah atasmu. Beberapa Hadits Terkait Iddah Banyak sekali hadits-hadits Nabi yang berkaitan dengan iddah. PEMBAHASAN A. Kemudian aku datang pada Usman dan aku bertanya padanya: “berapa hari masa iddahku. 1 (satu) tahun bagi wanita yang cerai dan ingin kawin lagi dengan bekas suaminya itu. dan.” II. فى مريم المغالية كانت تحت ثابت بن قيس بن شماش فاختلعت منه‬ ّ ّ ّ Menceritakan kepadaku Ubadah Ibnu Walid Ibnu Shamit bertanya pada Rubayyi’ binti Mu’awidz: “ceritakan kisahmu padaku”.

maka masa berkabungnya selama empat bulan sepuluh hari. ulama-ulama memberikan pengertian sebagai berikut : 1. Iddah Atas Wanita yang Ditinggal Mati Suaminya Sebelum Terjadi Senggama ‫عن عبراهيم عن علقمة عن ابن مسعود انه سئل عن رجل تزوج امرأة ولم يفرض لها صداقا ولم يدخل بها حتى مات‬ ّ ‫قال ابن مسعود لها مثل صداق نسائها ل وكس ول شطط وعليها العدة ولها الميرات فقام معقل بن سنان الشجعي فقال‬ ‫قضى فينا رسول ال ص م فى بروع بنت واشق امرأة منا مثل ما قضيت ففرح ابن مسعود رضى ال عنه‬ ّ Dari Ibrahim dari Alqamah berkata: “Ketika Ibnu Mas’ud ditanya tentang seseorang yang menikahi wanita.‫عن زينب بنت ام سلمة قالت ام حببيبة سمعت رسول ال صلى ال عليه وسلم يقول ل يحل لمرأة تؤمن بال واليوم‬ ّ ّ ‫الخر تحد على ميت فوق ثلثة أيام ال على زوج اربعة اشهر وعشرا‬ ّ Dari Zainab binti Ummu Salamah dari Ummu Habibah ra. hingga seorang perempuan diketahui kebersihan rahimnya sesudah bercerai. dan atasnya berlaku iddah serta ia berhak mendapat warisan”. banyak lagi pengertian-pengertian lain yang diberikan para ulama. Hukum Iddah dan Macam-Macamnya . Ph. namun pada prinsipnya pengertian tersebut hampir bersamaan maksudnya yaitu diterjemahkan dengan masa tunggu bagi seorang perempuan untuk bisa rujuk lagi dengan bekas suaminya atau batasan untuk boleh kawin lagi. Menurut istilah. Syarbini Khatib dalam kitabnya Mugnil Muhtaj mendifinisikan iddah dengan “Iddah adalah nama masa menunggu bagi seorang perempuan untuk mengetahui kekosongan rahimnya atau karena sedih atas meninggal suaminya. Prof. Abdul Fatah Idris dan Drs. 2. kemudian ia mati sebelum memberikan mas kawin pada istrinya dan juga belum bersenggama dengannya. Sayyid Sabiq memberikan pengertian dengan “masa lamanya bagi perempuan (istri) menunggu dan tidak boleh kawin setelah kematian suaminya.” IV. sebagaimana yang putuskan.” Karena itu Ibnu Mas’ud menjadi senang. Berkata: “aku mendengar Rasulullah saw bersabda:” tidak dihalalkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir. mengira.D memberikan pengertian iddah ini dengan “suatu masa penantian seorang perempuan sebelum kawin lagi setelah kematian suaminya atau bercerai darinya. Ia adalah seorang wanita kaum kami. C. Maka berdirilah Ma’qil ibnu Sinan Al Asyja’i dan berkata: “Rasulullah saw telah memutuskan masalah Barwa’ binti Wasyq. berkabung atas orang yang mati lebih dari tiga hari. kecuali atas kematian suaminya. Pengertian Iddah Kata iddah berasal dari bahasa Arab yang berarti menghitung.” Selain pengertian tersebut diatas. Jawab Ibnu Mas’ud: Istrinya tetap berhak mendapatkan mas kawin. menduga.” 3. Drs. Abdurrahman I Doi.” B. tidak boleh kurang atau lebih.” 4. Abu Ahmadi memberikan pengertian iddah dengan “Masa yang tertentu untuk menungu.

Yang dalam Pasal 153 ayat (2) sampai dengan (6) nya berbunyi : (2) Waktu tunggu bagi seorang janda ditentukan sebagai berikut : 1. Mereka mendasarkan dengan firman Allah pada surah Al Baqarah ayat 228 yang artinya “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru”. . 2. Apabila perkawinan putus karena perceraian. Artinya boleh langsung menikah setelah dicerai oleh suaminya. maka masa iddahnya empat bulan sepuluh hari. waktu tunggu ditetapkan 130 (seratus tiga puluh) hari. maka masa iddahnya sampai melahirkan. Perempuan yang dicerai dalam posisi cerai hidup dalam hal ini ada tiga keadaan yaitu : 1) Dalam keadaan hamil iddahnya sampai melahirkan.Para ulama sepakat atas wajibnya iddah bagi seorang perempuan yang telah bercerai dengan suaminya. Dalam Kompilasi Hukum Islam. waktu tunggu bagi yang masih haid ditetapkan 3 (tiga) kali suci dengan sekurang-kurangnya 90 (sembilan puluh) hari. maka baginya tidak mempunyai masa iddah. dan bagi yang tidak haid ditetapkan 90 (sembilan puluh) hari. Hal ini sebagaimana disebutkan firman Allah pada surah Al Baqarah ayat 234. Demikian pula telah disebutkan dalam sebuah Hadits Rasulullah yang artinya : “Kalau seorang perempuan melahirkan sedang suaminya meninggal belum dikubur. Iddah bagi perempuan yang belum digauli. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah pada surah Ath-Thalaq ayat 4 . Iddah karena cerai mati. 2.” Tetapi jika tidak hamil.” Macam-macam iddah: 1. Apabila perkawinan putus karena kematian. Rasulullah juga pernah bersabda kepada Fatimah bin Qais Artinya: “Beriddahlah kamu di rumah Ummi Kaltsum. Iddah cerai hidup. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah pada surah Al Baqarah ayat 228. iddah diistilahkan dengan waktu tunggu. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam surah Ath-Thalaq ayat 4. 2) Dalam keadaan sudah dewasa (sudah menstruasi) masa iddahnya tiga kali suci. yaitu ada dua keadaan. ia boleh bersuami. Perhatikan firman Allah dalam surah Al-Ahzaab ayat 49. iddahnya adalah tiga bulan. yaitu : Jika perempuan tersebut hamil. walaupun qabla dukhul. 3) Dalam keadaan belum dewasa (belum pernah menstruasi) atau sudah putus menstruasi (menopause). Perhatikan pula firman Allah dalam surah Ath Thalak ayat 4 3. Iddah perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya.

(4) Bagi perkawinan yang putus karena perceraian. 2. 4.” . waktu tunggu ditetapkan sampai melahirkan. maka iddahnya tiga kali waktu suci. tenggang waktu tunggu dihitung sejak jatuhnya putusan Pengadilan Agama yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap. 2. sedangkan bagi perkawinan yang putus karena kematian. tenggang waktu tunggu dihitung sejak kematian suami. sedang antara janda tersebut dengan bekas suaminya qabla dukhul. Azhar Basyir. SH. Bagi perceraian yang terjadi antara suami istri yang pernah melakukan hubungan kelamin. Peristiwa perkawinan yang demikian penting dalam hidup manusia itu harus diusahakan agar kekal. (3) Tidak ada waktu tunggu bagi yang putus perkawinan karena perceraian. Bagi istri merupakan kesempatan/saat untuk mengetahui keadaan sebenarnya. MA. akan tetapi bila dalam waktu satu tahun tersebut ia berhaid kembali. (6) Dalam hal keadaan pada ayat (5) bukan karena menyusui. Apabila perkawinan putus karena perceraian. atau melanjutkan talak yang telah dilakukan. Sebagai masa transisi. Bagi suami merupakan kesempatan/saat berfikir untuk memilih antara rujuk dengan istri. 3. dan kenapa pula harus selama itu masa iddahnya. yaitu : 1. maka iddahnya selama satu tahun. Adanya iddah itu ada beberapa tujuan diantaranya sebagai berikut : Menurut Drs. iddah diadakan untuk menunjukkan rasa berkabung atas kematian suami bersama-sama keluarga suami. iddah diadakan dengan tujuan sebagai berikut: 1. Sudarsono. Eksistensi Iddah Dalam Pernikahan Sebagaimana pertanyaan yang sering dipertanyakan. Dalam perceraian karena ditinggal mati. iddah diadakan untuk meyakinkan kekosongan rahim. kenapa seorang perempuan yang bercerai dengan suaminya baik karena cerai hidup atau karena suaminya meninggal dunia diwajibkan beriddah.” D. Untuk menunjukkan betapa pentingnya masalah perkawinan dalam ajaran Islam. maka iddahnya menjadi tiga kali waktu suci. 4.3. yaitu sedang hamil atau tidak sedang hamil. waktu tunggu ditetapkan sampai melahirkan. Menurut KH. 3. sedang janda tersebut dalam keadaan hamil. Apabila perkawinan putus karena kematian sedang janda tersebut dalam keadaan hamil. (5) Waktu tunggu bagi istri yang pernah haid sedang pada waktu menjalani iddah tidak karena menyusui.

dan hamil akan mengakibatkan kelahiran manusia (anak). Salah satu indikasi bahwa wanita itu tidak hamil adalah dengan adanya haid atau menstruasi. Menstruasi dimaksudkan dengan “saat seorang wanita mengeluarkan darah pada periode tertentu dalam keadaan sehat wal afiat. Quru dengan pengertian suci akan mengakibatkan masa iddah lebih pendek dari quru dengan pengertian haid.” Artinya menurut pemahaman penulis dalam minggu-minggu keempat dan kedelapan inilah saat-saat embrio terjadi degenerasi atau tidak. adanya iddah itu mempunyai manfaat sebagai berikut : 1. Itulah saat embrio paling rentan terhadap faktorfaktor yang mengganggu perkembangan dan kebanyakan malformasi kongenital yang terlihat pada waktu lahir didapatkan asalnya selama periode kritis ini. Artinya dengan iddah selama itu. Terjadinya kehamilan ini apabila sperma laki-laki bertemu dan bersama sebuah telur (ovum) disebabkan adanya hubungan suami istri. Adanya prosesi itu dan mampu melewati masa-masa kritis.Selain apa yang dikemukakan di atas. Iddah dan kehamilan. Muhammad Ali Akbar menyatakan bahwa “Adakah menakjubkan mendapati puncak differensiasi sel embrio terjadi pada tahap ini (minggu ke-4 hingga ke-8). Diperlukannya iddah bagi perempuan yang bercerai dengan suaminya.” Dan siklus haid berkisar antara 28 hingga 35 hari. Zigot di dalam Al Qr’an disebut nutfah amsyaj yang terbentuk dari perpaduan dan percampuran nutfah jantan dan nutfah betina. Sebenarnya terjadi perbedaan pengertian diantara para ulama tentang batas iddah dengan istilah “quru” ini. sperma laki-laki mampu bertahan selama 48 jam serta telur 24 jam. Longman juga mengatakan “semua organ dan sistem organ utama dibentuk selama minggu keempat hingga kedelapan. sehingga dengan masa selama itu dapat dipastikan bahwa rahim seorang perempuan kosong dari benih kehamilan. ada yang mengartikannya dengan “suci” dan ada pula yang mengartikannya dengan “haid”. maka status anak yang akan dilahirkan oleh seorang . dalam hal ini tergantung kondisi wanita tersebut.” Dengan diketahuinya kekosongan rahim itu. baik karena cerai hidup atau karena suaminya meninggal dunia tidak dalam keadaan hamil. salah satu manfaatnya adalah untuk mengetahui kekosongan rahim seorang wanita dari kehamilan. maka bisa dipastikan bahwa seorang wanita yang dicerai oleh suaminya. periode ini juga disebut periode organogenisis. Periode ini sangat penting karena masing-masing dari tiga lapisan primordium menjadi sejumlah jaringan dan organ spesifik. Darah tersebut berasal dari lubang uterine. sekaligus jika dikaitkan dengan masa iddah selama 3 bulan atau tiga kali suci. Dengan masa menstruasi berkisar antara tiga hari sampai satu minggu. “Manusia dibentuk oleh penyatuan gamet jantan (sperma) dan gamet betina (ovum) membentuk sebuah sel yang disebut zigot. baik karena cerai mati atau hidup. Sehingga dengan pengertian yang berbeda itu dapat mengakibatkan perbedaan lama beriddah. Oleh karena itu.

Allah berfirman dalam surah Ar-Ra’du ayat 8 yang artinya : Allah mengetahui apa yang dikandung oleh perempuan. pendidikan ataupun juga bantuan yang mungkin dapat diperoleh dari suami ibunya yang baru. juga memerlukan perlindungan. pengayoman. Iddah sebagai masa berkabung.” Karena masa berkabung sekaligus dijadikan sebagai masa iddah selama empat bulan sepuluh hari itu. Apabila seseorang bercerai dengan suami atau istrinya. “Para ulama mazhab sepakat atas wajibnya wanita yang ditinggal mati suaminya untuk melakukan (hidad) berkabung. Begitu juga terhadap kehidupan anak-anak yang ditinggalkan oleh bapaknya meninggal dunia. menanggung celaan dari mertua dan iparnya. sekalipun andaikan suaminya tak lama setelah perkawinannya. Dan segala sesuatu pada sisiNya ada ukurannya. maka ia akan merasakan adanya berbagai perubahan dalam kebiasaan hidupnya. Janda tidak diizinkan menikah lagi. Dalam agama Hindu lebih panjang lagi. tetapi ketika ia berpisah dengan istrinya. Bagi orang lain selain istri atau suami masa berkabung dibolehkan hanya 3 hari. Iddah sebagai saat strategis bagi pihak-pihak dan saat berpikir yang baik untuk dapat rujuk kembali. yang pada akhirnya akan mempertegas status nasab anak. baik itu wanita itu sudah lanjut usia maupun masih kecil. Sebelumnya seorang laki-laki senantiasa dilayani. wajib baginya berkabung. namun bagi istri batas maksimal adalah 4 bulan sepuluh hari. mazhab ini mengatakan bahwa wanita zimmi dan masih kecil tidak harus menjalani hidad sebab mereka tidak dikenai kewajiban (gairu taklif). Karena secara naluriah. dia harus tetap menjanda sepanjang hayatnya. Sehingga wajar jika ia diberi kesempatan untuk menikah lagi demi masa depannya. karena wanita dianggap sebagai makhluk yang lemah. 3. Islam membatasi masa berkabung atau meratapi atas meninggalnya seseorang. sebagaimana disebutkan. dan itu hanya bisa didapatkan jika ia melakukan pernikahan kembali. muslimah maupun non muslimah. 2. dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. manusia senantiasa membutuhkan lawan jenisnya untuk selalu bersama. Bagi para wanita yang ditinggal oleh suaminya mati. Pertama-tama dia dianggap bertanggungjawab atas kematian suaminya.perempuan setelah akan jelas atau akan memperjelas status ayah bagi janin yang ada pada rahim seorang wanita. “Dalam agama seperti agama Hindu dan Jainisme. selain itu juga wanita memerlukan pemenuhan kebutuhan biologis dari lawan jenisnya. begitu pula wanita tersebut dapat menentukan arah kehidupannya serta tidak ingin larut dalam kedukaan yang berkepanjangan. Begitu pula wanita normal tentunya membutuhkan lawan jenisnya untuk mendapatkan perlindungan dari laki-laki. untuk ukuran orang-orang tertentu cukup lama. Diyakini dia yang menimbulkan penyakit yang menimbulkan suaminya meninggal. kebiasaan-kebiasaan itu tidak . Kecuali Hanafi.

juga masih mempunyai waktu atau kesempatan untuk melakukan intervensi. Sehingga saat-saat inilah yang dapat digunakan untuk berpikir keras. handai-taulan. Dampak negatif tentunya perlu ditekan semaksimal mungkin. juga akan bernilai pahala apabila ditaati dan berdosa bila dilangar dari Allah SWT. Adanya iddah merupakan kesempatan untuk berpikir lebih jauh. menimbang-nimbang buruk baiknya bercerai itu. merupakan kewajiban bagi wanita muslim untuk mentaatinya. memberikan nasehat-nasehat atau saran agar rumah tangga suami istri itu bisa rukun kembali sebagaimana sediakala dengan memberikan alternatif yang dapat menggugah suami istri yang bercerai itu agar bisa rukun kembali. serta diharapkan dengan masa itu. . Iddah sebagai ta’abbudi kepada Allah. Terhadap pihak ketiga yang berkepentingan dengan kelanggengan pasangan suami istri itu. Kemauan untuk mentaati aturan beriddah inilah yang merupakan gambaran ketaatan. Nasehat yang demikian sangat dianjurkan dalam Islam. dan kemauan untuk taat itulah yang didalamnya terkandung nilai ta’abbudi itu. Baik pengaruhnya terhadap dirinya sendiri. pasangan suami istri yang bercerai akan menemukan jalan yang terbaik untuk kehidupan mereka selanjutnya. apakah karena cerai hidup atau mati. keluarga. dan lain-lain. Selain tujuan-tujuan iddah sebagaimana diungkapkan diatas. Iddah merupakan batas menunggu bagi perempuan yang bercerai dengan suaminya.didapatkan atau ditemukannya lagi. PENUTUP Dari makalah di atas dapat disimpulkan bahwa: 1. karena dalam hal ini janda lebih berhak atas dirinya sendiri Terhadap adanya perceraian. Apabila wanita muslim yang bercerai dari suaminya. kerabat. Seorang janda dapat lebih leluasa menyatakan kemauannya untuk bisa kawin lagi. janda juga perlu memikirkan positif dan negatifnya rujuk kembali. anak-anak. baik karena cerai mati atau tidak untuk bisa bersuami lagi. pelaksanaan beriddah juga merupakan gambaran tingkat ketaatan makhluk kepada aturan Khaliknya yakni Allah. Terhadap aturan-aturan Allah itu. Disana ada tenggang waktu yang harus dilalui sebelum menikah lagi dengan lakilaki lain. Perhatikan firman Allah dalam surah Al-Ashr ayat 3. 4. Pelaksanaan nilai ta’abbudi ini selain akan mendapatkan manfaat beriddah sebagaimana digambarkan diatas. begitu pula bagi perempuan yang dicerai oleh suaminya.

maka masa iddah masih memungkinkan untuk didiskusikan menuju masa iddah kearah yang lebih singkat lagi. 3. komunikasi serta transportasi. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Renika Cipta. 1992 . yaitu : Iddah wanita yang masih haid = tiga kali suci dari haid atau kurang lebih tiga bulan. Dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang kedokteran. Mengetahui kekosongan rahim seorang wanita dari kehamilan. Semarang: Toha Putra. Lamanya batas boleh berkabung seorang wanita yang ditinggal mati oleh suaminya. Abd.Perkawinan dalam Syari’at Islam. 3. 19. dan . 1992. Sebagai ujian terhadap kesabaran. cet. *Makalah ini disusun oleh Ali Murtadlo (dalam salah satu tugas kuliah) DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman I Doi. 1985. Asy Syifa’. Yogyakarta: UII Press. Lamanya iddah bagi wanita yang bercerai dengan suaminya. Manfaat dari adanya iddah diantaranya adalah untuk: 1. Fiqh Islam Lengkap. Tenggang waktu berfikir tentang positif atau negatifnya untuk rujuk kembali atau meneruskan perceraian bagi pasangan suami istri yang bercerai. 2. Ahmadi. Abdul Fatah. Iddah wanita yang telah lewat masa iddahnya (manoupuse) = tiga bulan. 4. 5. Alhafidz Ibn Hajar. 1994 Al Asqalani. Gambaran nilai ketaatan seseorang terhadap perintah Allah dan rasulNya.2. Semarang: CV. Bulughul Maram. Hukum Perkawinan Islam. I. Sunan An Nasa’iy. Abu Abdur Rahman Ahmad An. Nasa’iy.dan Iddah wanita yang kematian suami = empat bulan sepuluh hari. 4. cet. Azhar Basyir. 1999.