Masa Iddah bagi Wanita dan Hikmahnya

Posted on 22 April 2010 by Risma Al-Qomar 2 Voting PENDAHULUAN Seks merupakan kebutuhan biologis laki-laki terhadap lawan jenisnya atau sebaliknya. Ia merupakan naluri yang kuat serta selalu menuntut untuk dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan akan seks itu hanya bisa dilakukan apabila antara laki-laki dan perempuan telah diikat oleh suatu ikatan yang sah yang disebut dengan pernikahan. Sesungguhnya tujuan nikah itu tidak hanya sekedar untuk pemenuhan kebutuhan biologis menusia berupa seks. Tetapi ia punya tujuan lain yang lebih mulia sebagaimana dituangkan di dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 1 yang berbunyi: “Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. Manakala setelah perkawinan terjadi hubungan seks, tetapi dalam perjalanan perkawinan itu ternyata tidak berjalan dengan mulus dan terdapat berbagai halangan dan rintangan yang mengakibatkan tujuan perkawinan itu tidak bisa dicapai dan sebagai puncaknya terjadilah perceraian. Akibat dari adanya perceraian inilah yang menyebabkan adanya kewajiban bagi seorang perempuan untuk “beriddah” atau dalam istilah lain disebut “masa tunggu”. Islam memberikan batasan iddah ini sebagai berikut : 1. Iddah wanita yang masih haid = tiga kali suci dari haid. 2. Iddah wanita yang telah lewat masa iddahnya (menopause) = tiga bulan. 3. Iddah wanita yang kematian suami = empat bulan sepuluh hari. 4. Iddah wanita hamil = sampai melahirkan. 5. Tidak ada iddah bagi wanita yang belum dicampuri. Lamanya iddah seperti tersebut diatas sebagaimana juga tersebut dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 153 ayat (2). Dalam hukum perdata masa iddah ini disebut dengan masa tunggu, yaitu dengan lamanya :

dan kemudian ia meminta diceraikan suaminya. Iddah Atas Wanita yang Ditinggal Mati Suaminya . 1 (satu) tahun bagi wanita yang cerai dan ingin kawin lagi dengan bekas suaminya itu. Iddah Wanita Hamil .” II. yang menjadi istri Tsabit Ibnu Qais Ibnu Syamas. Ia berkata: “aku telah meminta cerai dari suamiku”. kemudian ia kawin. maka Rasulullah mengizinkannya.” Jawabnya: “tidak ada iddah atasmu.” Dan pada suatu lafadz pada riwayat Muslim disebutkan: berkata Az Zuhri: “Aku berpendapat tidak ada halangan ia kawin dalam keadaan masih darah nifas. Dalam hal ini aku mengikuti keputusan Rasulullah atas diri Maryam Al Maghalibiyah. 2. فى مريم المغالية كانت تحت ثابت بن قيس بن شماش فاختلعت منه‬ ّ ّ ّ Menceritakan kepadaku Ubadah Ibnu Walid Ibnu Shamit bertanya pada Rubayyi’ binti Mu’awidz: “ceritakan kisahmu padaku”. ‫وفى لفظ )انها وضعت بعد وفاة زوجها باربعين ليلة( وفى لفظ لمسلم قال الزهرى )ول ارى باءسا ان تزوج وهى فى‬ ّ ّ ‫)دمها، غير انه ل يقربها زوجها حتى تطهر‬ ّ Dan pada suatu lafadz disebutkan: “sesungguhnya Subai’ah melahirkan setelah suaminya meninggal empat puluh hari.” (Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari). 300 hari bagi wanita baru diperbolehkan untuk kawin dengan laki-laki lain.” III.م‬ ّ ‫فاستاءذنته ان تنكح فاذن لها، فنكحت( رواه البخارى، واصله فى الصحيحين‬ Dari Miswar putera Makhramah: “Bahwasanya Subai’ah Aslamiyah ra melahirkan setelah suaminya meninggal dunia beberapa malam.1. Kemudian aku datang pada Usman dan aku bertanya padanya: “berapa hari masa iddahku. kemudian ia menghadap Rasulullah dan minta izin untuk kawin. kecuali jika kamu telah bergaul dengan suamimu.م. dan. hanya saja suaminya jangan menyetubuhi dulu sebelum ia suci. PEMBAHASAN A. Maka sekarang tunggulah hingga kamu haid sekali. Beberapa Hadits Terkait Iddah Banyak sekali hadits-hadits Nabi yang berkaitan dengan iddah. Iddah Wanita yang Meminta Cerai (Khulu’) ‫حدثني عبادة بن الوليدبن عبادة بن الصامت عن ربيع بنت معوذ قال قلت لها حدثني حديثك قالت اختلعت من زوجي‬ ّ ّ ّ ‫ثم جئت عثمان فسألته ماذا على من العدة فقال لعدة عليك الان تكون حديثة عهد به فتمكني حتى تحيضى حيضة قال‬ ّ ّ ّ ّ ‫وانا متبع فى ذلك قضاء رسول ال ص. Diantaranya adalah: I.‫عن المسورين مخرمة رضي ال عنه )ان سبيعة السلمية نفست بعد وفاة زوجها بليال، فجاءت الى النبي ص.

Prof.D memberikan pengertian iddah ini dengan “suatu masa penantian seorang perempuan sebelum kawin lagi setelah kematian suaminya atau bercerai darinya. Abdul Fatah Idris dan Drs.” IV. maka masa berkabungnya selama empat bulan sepuluh hari. Drs. menduga. Ph. Maka berdirilah Ma’qil ibnu Sinan Al Asyja’i dan berkata: “Rasulullah saw telah memutuskan masalah Barwa’ binti Wasyq. kemudian ia mati sebelum memberikan mas kawin pada istrinya dan juga belum bersenggama dengannya.” B.” Karena itu Ibnu Mas’ud menjadi senang. sebagaimana yang putuskan. 2. tidak boleh kurang atau lebih. Jawab Ibnu Mas’ud: Istrinya tetap berhak mendapatkan mas kawin. Abdurrahman I Doi. ulama-ulama memberikan pengertian sebagai berikut : 1. Berkata: “aku mendengar Rasulullah saw bersabda:” tidak dihalalkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Abu Ahmadi memberikan pengertian iddah dengan “Masa yang tertentu untuk menungu.” 4.‫عن زينب بنت ام سلمة قالت ام حببيبة سمعت رسول ال صلى ال عليه وسلم يقول ل يحل لمرأة تؤمن بال واليوم‬ ّ ّ ‫الخر تحد على ميت فوق ثلثة أيام ال على زوج اربعة اشهر وعشرا‬ ّ Dari Zainab binti Ummu Salamah dari Ummu Habibah ra. Sayyid Sabiq memberikan pengertian dengan “masa lamanya bagi perempuan (istri) menunggu dan tidak boleh kawin setelah kematian suaminya.” Selain pengertian tersebut diatas. Menurut istilah. Pengertian Iddah Kata iddah berasal dari bahasa Arab yang berarti menghitung. Iddah Atas Wanita yang Ditinggal Mati Suaminya Sebelum Terjadi Senggama ‫عن عبراهيم عن علقمة عن ابن مسعود انه سئل عن رجل تزوج امرأة ولم يفرض لها صداقا ولم يدخل بها حتى مات‬ ّ ‫قال ابن مسعود لها مثل صداق نسائها ل وكس ول شطط وعليها العدة ولها الميرات فقام معقل بن سنان الشجعي فقال‬ ‫قضى فينا رسول ال ص م فى بروع بنت واشق امرأة منا مثل ما قضيت ففرح ابن مسعود رضى ال عنه‬ ّ Dari Ibrahim dari Alqamah berkata: “Ketika Ibnu Mas’ud ditanya tentang seseorang yang menikahi wanita. dan atasnya berlaku iddah serta ia berhak mendapat warisan”. hingga seorang perempuan diketahui kebersihan rahimnya sesudah bercerai. namun pada prinsipnya pengertian tersebut hampir bersamaan maksudnya yaitu diterjemahkan dengan masa tunggu bagi seorang perempuan untuk bisa rujuk lagi dengan bekas suaminya atau batasan untuk boleh kawin lagi. Ia adalah seorang wanita kaum kami. C.” 3. banyak lagi pengertian-pengertian lain yang diberikan para ulama. Syarbini Khatib dalam kitabnya Mugnil Muhtaj mendifinisikan iddah dengan “Iddah adalah nama masa menunggu bagi seorang perempuan untuk mengetahui kekosongan rahimnya atau karena sedih atas meninggal suaminya. kecuali atas kematian suaminya. mengira. berkabung atas orang yang mati lebih dari tiga hari. Hukum Iddah dan Macam-Macamnya .

” Tetapi jika tidak hamil. walaupun qabla dukhul. 3) Dalam keadaan belum dewasa (belum pernah menstruasi) atau sudah putus menstruasi (menopause). yaitu ada dua keadaan. maka masa iddahnya sampai melahirkan. iddah diistilahkan dengan waktu tunggu. iddahnya adalah tiga bulan. dan bagi yang tidak haid ditetapkan 90 (sembilan puluh) hari. Perhatikan pula firman Allah dalam surah Ath Thalak ayat 4 3. maka baginya tidak mempunyai masa iddah. Perempuan yang dicerai dalam posisi cerai hidup dalam hal ini ada tiga keadaan yaitu : 1) Dalam keadaan hamil iddahnya sampai melahirkan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam surah Ath-Thalaq ayat 4. 2. 2. . Iddah cerai hidup. ia boleh bersuami. maka masa iddahnya empat bulan sepuluh hari. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah pada surah Al Baqarah ayat 228. Dalam Kompilasi Hukum Islam. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah pada surah Ath-Thalaq ayat 4 . Perhatikan firman Allah dalam surah Al-Ahzaab ayat 49. yaitu : Jika perempuan tersebut hamil. Mereka mendasarkan dengan firman Allah pada surah Al Baqarah ayat 228 yang artinya “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru”.Para ulama sepakat atas wajibnya iddah bagi seorang perempuan yang telah bercerai dengan suaminya. Demikian pula telah disebutkan dalam sebuah Hadits Rasulullah yang artinya : “Kalau seorang perempuan melahirkan sedang suaminya meninggal belum dikubur. Iddah karena cerai mati. Rasulullah juga pernah bersabda kepada Fatimah bin Qais Artinya: “Beriddahlah kamu di rumah Ummi Kaltsum. Artinya boleh langsung menikah setelah dicerai oleh suaminya. Iddah perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya. Hal ini sebagaimana disebutkan firman Allah pada surah Al Baqarah ayat 234.” Macam-macam iddah: 1. Yang dalam Pasal 153 ayat (2) sampai dengan (6) nya berbunyi : (2) Waktu tunggu bagi seorang janda ditentukan sebagai berikut : 1. Apabila perkawinan putus karena perceraian. waktu tunggu bagi yang masih haid ditetapkan 3 (tiga) kali suci dengan sekurang-kurangnya 90 (sembilan puluh) hari. Iddah bagi perempuan yang belum digauli. 2) Dalam keadaan sudah dewasa (sudah menstruasi) masa iddahnya tiga kali suci. waktu tunggu ditetapkan 130 (seratus tiga puluh) hari. Apabila perkawinan putus karena kematian.

yaitu : 1. akan tetapi bila dalam waktu satu tahun tersebut ia berhaid kembali. Apabila perkawinan putus karena perceraian. Adanya iddah itu ada beberapa tujuan diantaranya sebagai berikut : Menurut Drs. (3) Tidak ada waktu tunggu bagi yang putus perkawinan karena perceraian. Azhar Basyir. Untuk menunjukkan betapa pentingnya masalah perkawinan dalam ajaran Islam. Dalam perceraian karena ditinggal mati. 2. Bagi istri merupakan kesempatan/saat untuk mengetahui keadaan sebenarnya. sedang janda tersebut dalam keadaan hamil. sedangkan bagi perkawinan yang putus karena kematian. Sebagai masa transisi. maka iddahnya tiga kali waktu suci. Peristiwa perkawinan yang demikian penting dalam hidup manusia itu harus diusahakan agar kekal. yaitu sedang hamil atau tidak sedang hamil.3. maka iddahnya selama satu tahun. tenggang waktu tunggu dihitung sejak kematian suami. dan kenapa pula harus selama itu masa iddahnya. 4. sedang antara janda tersebut dengan bekas suaminya qabla dukhul. tenggang waktu tunggu dihitung sejak jatuhnya putusan Pengadilan Agama yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap. 4. iddah diadakan untuk meyakinkan kekosongan rahim. 3. maka iddahnya menjadi tiga kali waktu suci. SH. kenapa seorang perempuan yang bercerai dengan suaminya baik karena cerai hidup atau karena suaminya meninggal dunia diwajibkan beriddah. Eksistensi Iddah Dalam Pernikahan Sebagaimana pertanyaan yang sering dipertanyakan.” D. Sudarsono. (5) Waktu tunggu bagi istri yang pernah haid sedang pada waktu menjalani iddah tidak karena menyusui. iddah diadakan dengan tujuan sebagai berikut: 1.” . MA. Bagi perceraian yang terjadi antara suami istri yang pernah melakukan hubungan kelamin. (6) Dalam hal keadaan pada ayat (5) bukan karena menyusui. waktu tunggu ditetapkan sampai melahirkan. waktu tunggu ditetapkan sampai melahirkan. 3. atau melanjutkan talak yang telah dilakukan. 2. Menurut KH. Bagi suami merupakan kesempatan/saat berfikir untuk memilih antara rujuk dengan istri. (4) Bagi perkawinan yang putus karena perceraian. iddah diadakan untuk menunjukkan rasa berkabung atas kematian suami bersama-sama keluarga suami. Apabila perkawinan putus karena kematian sedang janda tersebut dalam keadaan hamil.

Darah tersebut berasal dari lubang uterine. “Manusia dibentuk oleh penyatuan gamet jantan (sperma) dan gamet betina (ovum) membentuk sebuah sel yang disebut zigot. Salah satu indikasi bahwa wanita itu tidak hamil adalah dengan adanya haid atau menstruasi. dalam hal ini tergantung kondisi wanita tersebut. adanya iddah itu mempunyai manfaat sebagai berikut : 1.” Artinya menurut pemahaman penulis dalam minggu-minggu keempat dan kedelapan inilah saat-saat embrio terjadi degenerasi atau tidak. Itulah saat embrio paling rentan terhadap faktorfaktor yang mengganggu perkembangan dan kebanyakan malformasi kongenital yang terlihat pada waktu lahir didapatkan asalnya selama periode kritis ini. Sehingga dengan pengertian yang berbeda itu dapat mengakibatkan perbedaan lama beriddah. maka status anak yang akan dilahirkan oleh seorang . Longman juga mengatakan “semua organ dan sistem organ utama dibentuk selama minggu keempat hingga kedelapan. sekaligus jika dikaitkan dengan masa iddah selama 3 bulan atau tiga kali suci. Sebenarnya terjadi perbedaan pengertian diantara para ulama tentang batas iddah dengan istilah “quru” ini. baik karena cerai hidup atau karena suaminya meninggal dunia tidak dalam keadaan hamil. Muhammad Ali Akbar menyatakan bahwa “Adakah menakjubkan mendapati puncak differensiasi sel embrio terjadi pada tahap ini (minggu ke-4 hingga ke-8). maka bisa dipastikan bahwa seorang wanita yang dicerai oleh suaminya. Diperlukannya iddah bagi perempuan yang bercerai dengan suaminya. salah satu manfaatnya adalah untuk mengetahui kekosongan rahim seorang wanita dari kehamilan.Selain apa yang dikemukakan di atas. Zigot di dalam Al Qr’an disebut nutfah amsyaj yang terbentuk dari perpaduan dan percampuran nutfah jantan dan nutfah betina. Artinya dengan iddah selama itu. Dengan masa menstruasi berkisar antara tiga hari sampai satu minggu. Iddah dan kehamilan.” Dan siklus haid berkisar antara 28 hingga 35 hari. periode ini juga disebut periode organogenisis. ada yang mengartikannya dengan “suci” dan ada pula yang mengartikannya dengan “haid”. Oleh karena itu. Terjadinya kehamilan ini apabila sperma laki-laki bertemu dan bersama sebuah telur (ovum) disebabkan adanya hubungan suami istri. Menstruasi dimaksudkan dengan “saat seorang wanita mengeluarkan darah pada periode tertentu dalam keadaan sehat wal afiat. baik karena cerai mati atau hidup. dan hamil akan mengakibatkan kelahiran manusia (anak). sperma laki-laki mampu bertahan selama 48 jam serta telur 24 jam. Periode ini sangat penting karena masing-masing dari tiga lapisan primordium menjadi sejumlah jaringan dan organ spesifik. Quru dengan pengertian suci akan mengakibatkan masa iddah lebih pendek dari quru dengan pengertian haid. sehingga dengan masa selama itu dapat dipastikan bahwa rahim seorang perempuan kosong dari benih kehamilan.” Dengan diketahuinya kekosongan rahim itu. Adanya prosesi itu dan mampu melewati masa-masa kritis.

Janda tidak diizinkan menikah lagi. wajib baginya berkabung. Dan segala sesuatu pada sisiNya ada ukurannya.” Karena masa berkabung sekaligus dijadikan sebagai masa iddah selama empat bulan sepuluh hari itu. pendidikan ataupun juga bantuan yang mungkin dapat diperoleh dari suami ibunya yang baru. dia harus tetap menjanda sepanjang hayatnya. juga memerlukan perlindungan. Iddah sebagai saat strategis bagi pihak-pihak dan saat berpikir yang baik untuk dapat rujuk kembali. Allah berfirman dalam surah Ar-Ra’du ayat 8 yang artinya : Allah mengetahui apa yang dikandung oleh perempuan. dan itu hanya bisa didapatkan jika ia melakukan pernikahan kembali. Bagi para wanita yang ditinggal oleh suaminya mati. muslimah maupun non muslimah. “Para ulama mazhab sepakat atas wajibnya wanita yang ditinggal mati suaminya untuk melakukan (hidad) berkabung. baik itu wanita itu sudah lanjut usia maupun masih kecil. Sehingga wajar jika ia diberi kesempatan untuk menikah lagi demi masa depannya. begitu pula wanita tersebut dapat menentukan arah kehidupannya serta tidak ingin larut dalam kedukaan yang berkepanjangan. manusia senantiasa membutuhkan lawan jenisnya untuk selalu bersama. 2. karena wanita dianggap sebagai makhluk yang lemah. Diyakini dia yang menimbulkan penyakit yang menimbulkan suaminya meninggal. yang pada akhirnya akan mempertegas status nasab anak. pengayoman. Apabila seseorang bercerai dengan suami atau istrinya. Iddah sebagai masa berkabung. Kecuali Hanafi. Islam membatasi masa berkabung atau meratapi atas meninggalnya seseorang. selain itu juga wanita memerlukan pemenuhan kebutuhan biologis dari lawan jenisnya. maka ia akan merasakan adanya berbagai perubahan dalam kebiasaan hidupnya. tetapi ketika ia berpisah dengan istrinya. sebagaimana disebutkan. namun bagi istri batas maksimal adalah 4 bulan sepuluh hari. mazhab ini mengatakan bahwa wanita zimmi dan masih kecil tidak harus menjalani hidad sebab mereka tidak dikenai kewajiban (gairu taklif). sekalipun andaikan suaminya tak lama setelah perkawinannya. kebiasaan-kebiasaan itu tidak . “Dalam agama seperti agama Hindu dan Jainisme. dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. menanggung celaan dari mertua dan iparnya. Bagi orang lain selain istri atau suami masa berkabung dibolehkan hanya 3 hari. untuk ukuran orang-orang tertentu cukup lama. Pertama-tama dia dianggap bertanggungjawab atas kematian suaminya. Dalam agama Hindu lebih panjang lagi. Begitu juga terhadap kehidupan anak-anak yang ditinggalkan oleh bapaknya meninggal dunia. Begitu pula wanita normal tentunya membutuhkan lawan jenisnya untuk mendapatkan perlindungan dari laki-laki. Karena secara naluriah.perempuan setelah akan jelas atau akan memperjelas status ayah bagi janin yang ada pada rahim seorang wanita. Sebelumnya seorang laki-laki senantiasa dilayani. 3.

dan kemauan untuk taat itulah yang didalamnya terkandung nilai ta’abbudi itu. Nasehat yang demikian sangat dianjurkan dalam Islam. menimbang-nimbang buruk baiknya bercerai itu. Terhadap aturan-aturan Allah itu. Kemauan untuk mentaati aturan beriddah inilah yang merupakan gambaran ketaatan. dan lain-lain. Dampak negatif tentunya perlu ditekan semaksimal mungkin. apakah karena cerai hidup atau mati. juga masih mempunyai waktu atau kesempatan untuk melakukan intervensi. handai-taulan. pasangan suami istri yang bercerai akan menemukan jalan yang terbaik untuk kehidupan mereka selanjutnya. keluarga. 4. juga akan bernilai pahala apabila ditaati dan berdosa bila dilangar dari Allah SWT. memberikan nasehat-nasehat atau saran agar rumah tangga suami istri itu bisa rukun kembali sebagaimana sediakala dengan memberikan alternatif yang dapat menggugah suami istri yang bercerai itu agar bisa rukun kembali. Disana ada tenggang waktu yang harus dilalui sebelum menikah lagi dengan lakilaki lain.didapatkan atau ditemukannya lagi. PENUTUP Dari makalah di atas dapat disimpulkan bahwa: 1. Apabila wanita muslim yang bercerai dari suaminya. pelaksanaan beriddah juga merupakan gambaran tingkat ketaatan makhluk kepada aturan Khaliknya yakni Allah. . Pelaksanaan nilai ta’abbudi ini selain akan mendapatkan manfaat beriddah sebagaimana digambarkan diatas. Sehingga saat-saat inilah yang dapat digunakan untuk berpikir keras. karena dalam hal ini janda lebih berhak atas dirinya sendiri Terhadap adanya perceraian. Selain tujuan-tujuan iddah sebagaimana diungkapkan diatas. baik karena cerai mati atau tidak untuk bisa bersuami lagi. merupakan kewajiban bagi wanita muslim untuk mentaatinya. Adanya iddah merupakan kesempatan untuk berpikir lebih jauh. janda juga perlu memikirkan positif dan negatifnya rujuk kembali. anak-anak. serta diharapkan dengan masa itu. Iddah merupakan batas menunggu bagi perempuan yang bercerai dengan suaminya. Seorang janda dapat lebih leluasa menyatakan kemauannya untuk bisa kawin lagi. Iddah sebagai ta’abbudi kepada Allah. Baik pengaruhnya terhadap dirinya sendiri. Perhatikan firman Allah dalam surah Al-Ashr ayat 3. Terhadap pihak ketiga yang berkepentingan dengan kelanggengan pasangan suami istri itu. kerabat. begitu pula bagi perempuan yang dicerai oleh suaminya.

Perkawinan dalam Syari’at Islam. 3. 4. Manfaat dari adanya iddah diantaranya adalah untuk: 1. Sunan An Nasa’iy. Sebagai ujian terhadap kesabaran. Gambaran nilai ketaatan seseorang terhadap perintah Allah dan rasulNya. Alhafidz Ibn Hajar. 1992. 2. 1999. Dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang kedokteran. maka masa iddah masih memungkinkan untuk didiskusikan menuju masa iddah kearah yang lebih singkat lagi. Semarang: Toha Putra. Lamanya batas boleh berkabung seorang wanita yang ditinggal mati oleh suaminya. Jakarta: Rineka Cipta. I. dan . cet. yaitu : Iddah wanita yang masih haid = tiga kali suci dari haid atau kurang lebih tiga bulan. 1994 Al Asqalani. *Makalah ini disusun oleh Ali Murtadlo (dalam salah satu tugas kuliah) DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman I Doi.dan Iddah wanita yang kematian suami = empat bulan sepuluh hari. Abdul Fatah. 3. Azhar Basyir. Abu Abdur Rahman Ahmad An. komunikasi serta transportasi. Tenggang waktu berfikir tentang positif atau negatifnya untuk rujuk kembali atau meneruskan perceraian bagi pasangan suami istri yang bercerai. Jakarta: Renika Cipta. 1985. Yogyakarta: UII Press. Semarang: CV. Nasa’iy. Fiqh Islam Lengkap. Ahmadi. Lamanya iddah bagi wanita yang bercerai dengan suaminya. Mengetahui kekosongan rahim seorang wanita dari kehamilan. 1992 . Bulughul Maram. Asy Syifa’. 4. Abd. 19. cet. Hukum Perkawinan Islam.2. Iddah wanita yang telah lewat masa iddahnya (manoupuse) = tiga bulan. 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful