P. 1
ALHARAM edisi Juni-Agustus 2011

ALHARAM edisi Juni-Agustus 2011

|Views: 681|Likes:
Published by majalah_alharam

More info:

Published by: majalah_alharam on Jun 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2012

pdf

text

original

2

Juni-Agustus 2011

PROLOG

Menuju Rumah Tuhan
Haji sebagai mana ibadah yang lain dalam agama Islam, dalam pelaksanaanya melewati suatu proses yang dimulai dengan pengetahuan haji, pelaksanaan haji, dan berakhir pada fungsi haji baik bagi diri sendiri mahupun bagi masyarakat. Pengetahuan tentang haji merupakan dasar yang menjadi acuan dalam pelaksanaan haji itu sendiri. Sah atau tidaknya ibadah haji sangat bergantung dengan penerapan ketentuan-ketentuan formal tatalaksana ibadah haji seperti yang dijelaskan dalam fiqh (hokum Islam). Tatalaksana ibadah haji ini merupakan rankaian tatapelaksanaan ibadah haji yang telah ditetapkan oleh agama Islam dengan jalan tauqifi (langsung diajarkan oleh Rasulullah).Sedangkan fungsi haji yang lebih menekankan pada nilai hakiki mabrur tidaknya pelaksanaan ibadah haji, tidak hanya bergantung pada ketentuan-ketentuan formalitas fiqh haji saja, akan tetapi juga bergantung pada penghayatan seseorang terhadap symbol-simbol yang terdapat dalam rangkaian pelaksanaan ibadah haji. Penghayatan akan symbol-simbol yang banyak dijelaskan dalam ilmu tasawwuf ini, secara garis besarnya merupakan makna dari konsep ihsan dalam pelaksanaan ibadah, yaitu melaksanakan ibadah seakan-akan melihat Tuhan dan apabila tidak melihat Tuhan maka sebenarnya Tuhan selalu melihat semua makhluknya. Semua bagian dalam proses pelaksanaan ibadah haji tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh yang harus menjadi perhatian jamaah haji, sehingga ibadah haji yang dilaksanakan tersebut dapat memberikan nilai positif bagi dirinya dan bagi masyarakat. Hal ini, dikarenakan banyaknya hikmah dan nilai-nilai filosofis dalam rangkaian ibadaha haji yang dapat dijadikan pelajaran bagi jamaah haji dalam melanjutkan kehidupan nyata seterusnya. Oleh karena itu, selain harus diperhatikan oleh jamaah haji, hal ini juga harus menjadi perhatian pihak-pihak yang mengelolah pemberangkatan haji mulai dari bimbingan manasik haji, pelayanan pelaksanaan haji, mahupun transformasi nilai-nilai ibadah haji pasca pelaksanaan. Dengan demikian, suksesnya pelaksanaan ibadah haji tidak hanya tergantung kepada jamaah saja, akan tetapi juga tergantung pada sistem pelayanan, sistem manajemen dan sistem pendampingan oleh pihakpihak pengelola haji, baik pihak swasta mahupun pihak pemerintah.[]

Juni-Agustus 2011

3

Indeks

UTAMA
Labirin Kuota Haji Nasional Hal. 10

Penasehat Prof. DR. H. Ismail Nawawi Habib Husain Assegaf K.H. Hodri Romli dr. Iwan Susanto Penanggungjawab/ Pimpinan Perusahaan H. Zainal Abidin HS, S.H Pemimpin Redaksi Abdul Muiz Khazin

Lika Liku Penerbitan Visa Umrah Hal. 16 Dua Pilihan Untuk Pergi Haji Hal. 20

Redaktur Iskandar Dzulqornain Staff Redaksi Abdul Majid Hariadi Ika Ana Fathul Hidayat Achmad Fathoni Alamat Redaksi Jl. Raya Kupang Jaya I Kav. 6 Surabaya Telp. 031 7310374 (hunting) email: redaksi.alharam@yahoo.co.id

ULASAN
Problematika Pelaksanaan Haji dan Umrah Hal. 28 Maaf, Barang Bawaan Anda Harus Ditinggal Disini Hal. 32

Ibadah Haji Menjadikan Ketaqwaan Lebih Mantap Hal. 43

SKETSA

WAWANCARA
Atria Merupak Salah Satu dari Tiga Travel di Jawa Timur Yang Mendapat Izin Penuh Hal. 19

IBROH
Perjalanan Seorang Kekasih Allah Hal. 36

OPINI
Mengorganisir Haji dan Umrah: Regulasi dan Efektifitasnya Hal. 23 Mengurai Simbol Kesejatian ‘Wak Kaji’ Hal. 44

KHAZANAH
Menyelami Samudera Mutiara Haji Hal. 40

TAMASYA SEJARAH
Kota Madinah dalam Bingkai Sejarah Hal. 47

4

Juni-Agustus 2011

Dari Anda Semoga Perjalanan Haji Kita Menjadi Momen Untuk Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah
Salam untuk jamaah haji priode 2005 dan 2008. Semoga perjalanan ibadah haji kita bersama PT Atria tours and travel menjadi momen untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah di antara kita. H. Herman Abdih (jamaah Haji 2005 dan 2008)
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Terimakasih Kepada Para Jamaah Yang Telah Memilih Atria Sebagai Mitra Perjalanan Haji Anda
Kami mengucapkan “jaza kumullah khaira al-jaza’” kepada semua jamaah yang telah memilih PT Atria tours and travel sebagai pendamping perjalanan haji dan umrah. Semoga perjalanan ibadah haji dan umrah yang telah dilaksanakan diterima Allah amin. Maria de vega (manager operasional Atria)
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Saran dan Kritik Kami Harapkan Demi Pengembangan Sistem
Kami mengharapkan kepada semua jamaah haji dan umrah PT Atria tours and travel untuk selalu menjalin komunikasi dan memberikan saran serta kritik kepada pihak kami demi pengembangan sistem palayanan PT Atria tous and travel. Noerindah (customer service)
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Semoga Para Jamaah Mampu Mengambil Hikmah dari Ibadah Haji dan Umrah
Sebagai pembimbing, kami tetaplah manusia biasa yang tidak bisa lepas dari salah, dan apabila ada kesalahan dari kami, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga perjalanan haji dan umrah bersama kami, makbul disisi Allah, dan semoga para jamaah mampu mengambil hikmah dari proses perjalanan haji dan umrah serta mampu mengimplemenatsikan nilai-nilai dalam ibadah tersebuta dalam bentuk kehidupan nyata amin. KH. Hodri romli (Pembimbing Atria)

Semoga Tetap Terjalin Komunikasi Antara Jamaah Atria Periode 2008
Salam kesejahteraan semoga mengiringi langkah demi langkah jamaah haji Atria periode 2008 dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. Kami sebagai salah satu jamaah periode 2008 berharap kepada semua jamaah untuk bisa menjalin komunikasi lagi sehingga bisa menjalin ukhuwah islamiyah. Abdul Muiz Khazin (Jamaah Periode 2008)
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

PEMBERITAHUAN Untuk edisi selanjutnya akan ada rubrik Konsultasi Sosial Keagamaan diasuh oleh KH.Prof.DR.H. Ismail Nawawi. Konsultasi Kesehatan diasuh oleh dr. Iwan Susanto. Bagi pembaca yang ingin berkonsultasi silahkan kirimkan pertanyaan ke email redaksi: redaksi.alharam@yahoo.co.id

Bagi Pembaca yang ingin menyampaikan saran dan kritik, ucapan selamat, atau apapun yang bisa meningkatkan silaturrahim dapat dikirimkan ke email redaksi. Jugs bagi pembaca yang memiliki pertanyaan seputar masalah keislaman, tentang ibadah haji dan umrah bisa dikirimkan ke email redaksi. Emai : redaksi.alharam@yahoo.co.id

Juni-Agustus 2011

5

Aktual

Besaran BPIH Akan Dibahas Usai Reses
Kementerian Agama (Kemenag) dan DPR sudah mengagendakan rapat untuk menentukan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2011 M/1432 H. Namun hal itu baru dapat dilakukan usai anggota dewan reses. “Kita sudah mengagendakan itu. Tapi baru dapat diselenggarakan usai anggota reses,” kata Direktur Pengelolaan Dana Haji, Ahmad Junaedi. Sebelumnya diberitakan bahwa hingga saat ini besaran ongkos haji (ONH) atau BPIH belum juga dapat diketahui, sementara calon jemaah haji masih menunggu besaran biaya haji. Ia mengakui publik masih menunggu berapa ongkos haji yang harus diselesaikan atau disetorkan kepada bank yang telah ditunjuk. BPIH, lanjut dia, prosedur menentukannya harus melalui rapat dengan anggota dewan, yaitu Komisi VIII DPR RI. Diharapkan pada Mei mendatang sudah dapat dibahas. Besaran BPIH tak melulu mengikuti hukum ekonomi, yaitu makin baik pelayanan haji ongkos naik. Hal ini tak berlaku. Pada tahun lalu, pondokan makin dekat tal diikuti dengan kenaikan ongkos haji. Untuk musim haji 2012, ongkos haji bisa saja naik terkait krisis Libia yang hinggga kini belum berakhir. Krisis di negara pengeksport minyak itu berdampak pada kenaikkan harga minyak dunia. Demikian penjelasan Ahmad Junaedi. Khusus untuk persoalan transportasi yang kemungkinan naik sebagai dampak naiknya minyak dunia, ia mengatakan, pihak Kemenag akan membahasnya bersama Kementerian Perhubungan. Dirjen Penyelenggaraan Haji (PHU) Slamet Riyanto dan Dirjen Kemenag Bahrul Hayat akan membicarakan hal ini di Kementerian Perhubungan dengan pejabat terkait. Apakah BPIH akan naik atau tidak, sepenuhnya tergantung pada rapat Mei mandatang. Keputusan BPIH ditetapkan melalui Keppres setelah mendapat persetujuan dewan, ia menjelaskan.[]*

Konsul Haji Bertemu Wakil Presiden Direktur Masjidil Haram
1432 H / 2011 M, khususnya terkait dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku di sekitar Masjidil Haram. Demikian HM.Syairozi menjelaskan. Dalam pertemuan tersebut Konsul Haji Indonesia mengusulkan agar ada peraturan secara tertulis terkait larangan masuk bagi tandu jamaah sakit ke Masjidil Haram. Nasir AlHuzaem berjanji akan memperhatikan usulan tersebut. dan menjelaskan memang belum ada peraturan secara tertulis. Ketentuan tersebut sepenuhnya untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan jamaah haji saat melaksanakan ibadah tawaf dan sai. Nasir AlHuzaem menambahkan, pengurus Masjidil Haram. menyediakan roda dorong elektrik yang bisa digunakan oleh jamaah sakit saat melaksanakan ibadahnya di lantai satu. Dalam kesempatan tersebut Konsul Haji Indonesia juga mengusulkan agar Ulama Arab Saudi membuat fatwa tentang pelaksanaan tawaf ifadah dan sai jamaah sakit dapat diwakilkan (dibadalkan) kepada orang lain. Menanggapi usulan tersebut Nasir AlHuzaem menyarankan agar fatwa tersebut dibuat oleh ulama negera setempat karena akan lebih banyak diikuti dari pada fatwa ulama negara lain.[]*

Konsul Haji Indonesia HM. Syairozi Dimyathi melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Direktur Masjidil Haram, Muhammad Bin Nasir AlHuzaem, di Makkah, 2 Mei 2011. Hadir pula dalam pertemuan tersebut Staf Teknis Haji II, Subhan Cholid. Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia di Arab saudi tahun

6

Juni-Agustus 2011

Aktual

Tunggu Payung Hukum Untuk Kelola DAU
pembentukan Badan Pengelola Dana Abadi Umat yang diamanatkan Undang-Undang No 13 Tahun 2008. Ini diharapkan tidak lama lagi akan terbentuk, sehingga dapat segera mengelola DAU yang sudah lama mengendap di bank. Setelah terbentuk badan tersebut, pengelolaan akan dipisah dari manajemen dana haji. Sementara itu, menanggapi pertanyaan di masyarakat mengenai bunga setoran awal calon jemaah haji, Sekjen Kemenag Bahrul menjelaskan, dana Rp 25 juta per calon haji, berbeda dengan dengan tabungan haji. Karena, setoran awal sama halnya dengan uang muka kredit perumahan. Kemudian, mengenai pengelolaan dana haji ini, pemerintah dan DPR sedang menggodok Rancangan Undang-Undang tentang format tata kelolanya. Sehingga dana setoran awal dari 1,3 juta calon haji dalam daftar tunggu, dapat dikelola dengan baik dan transparan. Sementara itu, Direktur Pengelolaan Dana Haji Kemenag Ahmad Junaedi menyebutkan, dana haji perlu diatur UU demi menjamin keselamatan uangnya maupun pejabat yang mengelolanya. Ahmad Junaedi menjanjikan, dana haji akan dipublikasikan setiap bulan di media massa, sejalan dengan semangat transparansi dan akuntabilitas pengelolaannya, dan sejalan dengan perintah UU tentang Keterbukaan Informasi Publik.[]*

Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan tak pernah menggunakan dana abadi umat (DAU) sejak diblokir pada tahun 2005. Hal itu dikemukakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Bahrul Hayat. Menurut dia, menteri agama era Kabinet Indonesia Bersatu, tak ada yang berani menggunakan DAU. “Karena belum ada aturan yang baku mengenai penggunaannya,” ujarnya. Sejak dibekukan enam tahun lalu sampai sekarang, DAU telah mencapai sekitar Rp 1,9 triliun. Bahrul Hayat mengemukakan, Kementerian Agama sedang menunggu peraturan pemerintah mengenai

Raja Arab Saudi Resmikan Universitas Khusus Perempuan
Minggu, 15 Mei 2011, Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul-Aziz, secara resmi dijadwalkan membuka universitas pertama milik negara khusus untuk mahasiswa perempuan di negara Islam konservatif, demikian laporan kantor berita resmi Arab Saudi, SPA. Princess Noura bin Abdel-Rahman University for Girls di Riyadh, tentu saja akan menawarkan mata kuliah seperti kedokteran, farmasi, manajemen, ilmu komputer dan bahasa. Kaum perempuan di negara tersebut menghadapi kesulitan untuk masuk fakultas tersebut di universitas normal, tempat di mana pemisahan gender diberlakukan secara ketat. Kampus itu meliputi bangunan administrasi, rumah sakit dengan 700 bangsal yang dilengkapi dengan instalasi canggih, laboratorium, daerah permukiman yang meliputi akomodasi buat mahasiswa, serta dua klub olah raga, pusat konferensi dan pertokoan komersial. Universitas yang ramah lingkungan itu juga meliputi sistem transportasi berteknologi tinggi yang dilengkapi dengan kendaraan otomatis berpemandu komputer yang menghubungkan semua instalasi

penting. Negara yang kaya akan minyak itu memiliki sekolah negeri khusus perempuan dan beberapa perguruan tinggi swasta khusus perempuan.[]*

Juni-Agustus 2011

7

Aktual

Kemenag Kaji Kemungkinan Maskapai Haji Ditambah

Kementerian Agama (Kemenag) mengkaji kemungkinan keterlibatan maskapai penerbangan di luar Saudi Airlines dan Garuda Indonesia untuk penerbangan haji 2011. Demikian diungkapkan oleh Direktur Pelayanan Haji Kemenag, Zainal Abidin Supi. Meski demikian, sejauh mana kemungkinan itu bisa direaliasikan tergantung pada kemampuan

maskapi yang bersangkutan. Selama ini angkutan haji hanya dilayani oleh dua maskapai, Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines. Selama bisa memenuhi ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan maka, pemerintah akan membuka diri. Diantara persyaratan itu antara lain kemampuan pengangkutan jamaah, jaminan ketepatan waktu, dan izin

landing di bandara Arab Saudi. Tahun lalu, kata Zainal, sistem yang berlaku dalam penentuan maskapai adalah penunjukkan langsung. Ini karena regulasi mengatur demikian. Namun, pada penyelenggaraan haji tahun ini, tak menutup kemungkinan dilakukan tender terbatas. “Kita lihat penawaran masingmasing tapi spek jangan diabaikan,” kata dia. Anggota Komisi VII DPR-RI, Said Abdullah mendukung keterlibatan maskapai lain dalam penerbangan 2011. Maskapai domestik perlu mendapatkan prioritas. Tetapi dengan catatan, pihak maskapai harus memenuhi persyaratan. Ketentuan itu mesti diberlakukan sama tanpa ada diskriminasi antara maskapai asing ataupun domestik. Mengenai tender terbatas, Said menilai, sulit dilaksanakan pada 2011. Ini karena waktu persiapan tender terlalu singkat. Untuk itu, penentuan maskapai tahun ini masih akan mengacu pada regulasi yakni penunjukkan langsung. Namun, DPR akan merekomdendasikan tender itu bisa diimplementasikan di tahun 2012.[]*

MCH Harus Beroperasi Sepanjang Tahun
Media Center Haji (MCH) harus beroperasi sepanjang tahun, tidak ada ad hock atau dalam bentuk kepanitiaan karena persoalan haji demikian besar dan menyangkut pelayanan publik yang luas. Demikian yang terkemuka dalam seminar sehari Mewujudkan MCH sebagai Pusat Media dan Informasi Haji di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu, 4 Mei 2011. Hal itu dikemukakan praktisi pers Parni Hadi dan para pembicara lainnya Asro Kamal Rokan, Henri Subiakto, Ihwanul Kiram. Seminar dipandu Ahmad Muhlis Yusuf dan mendapat perhatian luas dari kalangan pers dan Kementerian Agama. Bahkan Parni menyarankan MCH ke depan harus memiliki struktur tegas, tidak lagi hanya berada di bawah Kasubdit, karena beban pekerjaannya demikian besar. MCH ke depan harus nempel atau berada di Kantor Tekhnis Urusan Haji (TUH) Arab Saudi. Ia berharap eksistensi MCH yang bekerja sepanjang tahun itu harus segera diusulkan ke para pemangku kepentingan. MCH harus hadir secara permanen dan distrukturkan. Orang yang duduk di MCH, menurut Parni, adalah orang birokrat berpengalaman, wartawan yang memahami perhajian dan kalangan profesional lainnya. Dengan demikian, informasi haji akan mengalir terus sepanjang tahun sejalan dengan tuntutan masyarakat. Penyelenggaraan ibadah haji merupakan kegiatan nasional dan melibatkan banyak orang. Berhasil tidaknya, tergantung dari pelaksanaan haji itu sendiri juga pemberitaan medianya. Namun harus menjunjung tinggi aspek kebenaran tanpa mengabaikan aspek kritis, demikian Asro. Ahmad Muhlis mencatat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi pelayanan informasi penyelenggaraan haji. Antara lain, perlunya ditingkatkatkan perangkat pendukung wartawan dalam bekerja di MCH, personil yang harus memantau dan mendistribusikan informasi secara berkesinambungan. Juga perlunya kerja sama antar media di tanah air dengan media Arab Saudi untuk memperkuat pendistribusian informasi, baik saat musim haji atau dalam masa persiapan musim haji.[]*

8

Juni-Agustus 2011

Aktual

Kemenag Berencana Terbitkan Aturan Umrah
Kementerian Agama (Kemenag) berencana menerbitkan aturan untuk menertibkan pelaksanaan ibadah umrah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah jamaah umrah yang menyalahgunakan visa. Selama ini, ungkap Menag, pemerintah hanya berkonsentrasi pada penyelenggaraan haji, sedangkan umrah belum tertangani secara serius. Karena itu, kebijakan yang akan dibuat nantinya akan mengatur penyelenggaraan umrah secara komprehensif. Selain itu, peraturan mengenai umrah juga untuk mencegah adanya warga negara Indonesia (WNI) yang memanfaatkan visa umrah untuk mencari kerja di Arab Saudi. Bagi sejumlah orang, umrah sering dijadikan pintu masuk untuk bisa mencari pekerjaan di Arab Saudi, ia menjelaskan. Menurut Suryadharma Ali, berdasarkan informasi yang diperoleh, banyak WNI yang telantar di Arab Saudi adalah jamaah umrah yang tidak kembali seusai melaksanakan ibadah. “Ini yang membuat kita prihatin, banyak yang telantar, usut punya usut, pintu masuknya lewat umrah. Dia punya visa, lalu menghilang di sana,” katanya. Untuk mencegah hal itu terulang, ia memaparkan, diperlukan kontrol dari

Kemenag terhadap perusahaan yang menyelenggarakan umrah. Perusahaan tersebut nantinya diwajibkan melaporkan kepada Kemenag atas pelaksanaan umrah. Terutama mengenai jumlah jamaah yang diberangkatkan dan dipulangkan. Jika jumlah yang diberangkatkan tidak sesuai dengan yang dipulangkan, biro perjalanan umrah akan diminta untuk menjelaskannya. Termasuk jika ada jamaah yang sakit ataupun meninggal dunia.[]*

Arab Saudi Bantah Air Zam Zam Tercemar
pernyataan, Sabtu, 7 Mei 2011, dewan tersebut tak menerima laporan yang menyatakan ada masalah dengan air Zam Zam, yang aman untuk diminum. Menurut ajaran Islam, mata air itu tak pernah kering selama 4.000 tahun dan banyak peziarah memperlakukan air tersebut sebagai air suci dan memiliki keajaiban dalam penyembuhan. Media Inggris pekan lalu melaporkan sumur tersebut “tercemar” dan “meminum air Zam Zam dapat menimbulkan penyakit seperti kanker”. Itu bukan pertama kali ada upaya untuk menjelek-jelekkan air Zam Zam. Pada waktu lalu pernah beredar berita bahwa air Zam Zam “bisa membuat orang yang meminumnya terserang radang paru-paru”. Sementara itu, Kedutaan Besar Arab Saudi di London mengeluarkan pernyataan yang menegaskan air Zam Zam tak tercemar dan penelitian di berbagai laboratorium Eropa pada Maret mengkonfirmasi air tersebut aman untuk diminum. Raja Abdulah pada September lalu meresmikan proyek bernilai 187 juta dolar AS yang mampu mengisi 200.000 botol per hari di Makkah. Peziarah di Majidil Haram dapat meminum air Zam Zam dari ratusan keran yang tersedia di mana-mana. Pemerintah Arab Saudi telah melarang eksport komersial air tersebut.[]* Juni-Agustus 2011

Pemerintah Arab Saudi telah membantah pernyataan bahwa air Zam Zam --yang berasal dari mata air di dalam kompleks Masjidil Haram Makkah tercemar dan menegaskan tak ada ancaman kesehatan pada air suci itu. Dewan Pimpinan Urusan Dua Tempat Suci mengatakan di dalam satu

9

Utama

Labirin
Dalam rilisnya dikatakan, bahwa sampai dengan tanggal 7 April 2011 calon jamaah haji nasional yang sudah membayar setoran awal BPIH berjumlah 1.342.482 orang. jumlah ini sudah termasuk calon jamaah haji khusus 38.048 orang. Sementara itu, melalui Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 29

Kuota Haji Nasional
Daftar tunggu (waiting list) calon jamaah haji nasional 1432 H/ 2011 mencapai 1.342.482 orang. Angka ini hasil monitoring pada sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (siskohat) yang dilakukan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama pada 7 April 2011.
durasi daftar tunggu calon jamaah haji nasional. Daftar tunggu haji reguler berkisar antara 6 sampai 7 tahun. sementara daftar tunggu haji khusus berkisar antara 2 sampai 3 tahun. Namun, ini adalah daftar tunggu nasional. Karena di setiap daerah di Indonesia kuota haji berbeda-beda, juga jumlah orang yang ingin berhaji. Jadi daftar tunggu calon jamaah haji di satu daerah tidak sama dengan daftar tunggu di daerah lain. Jawa Jimur, di tahun 2011, memperoleh kuota 34.165 orang, lebih banyak dari tahun sebelumnya yang memperoleh 34.000. Jawa Timur memperoleh kuota terbesar kedua setelah Jawa Barat 37.620. Tapi daftar tunggu di Jawa Barat hanya 4 tahun.

Tahun 2011 telah ditetapkan bahwa kuota haji tahun 1432 H/ 2011 berjumlah 211.000 orang, dengan rincian haji reguler 194.000 orang dan haji khusus (ONH Plus)17.000 orang. Kuota ini belum bergeser dari kuota dasar 2010. Demikian, secara matematis, dari angka angka ini bisa diperkirakan

10

Juni-Agustus 2011

Utama
Kuota nasional yang diperoleh Indonesia, juga beberapa negara lain, merupakan ketetapan pemerintah Arab Saudi. Dari kuota nasional itu kemudian didistribusikan ke daerah daerah. Melaui surat keputusan, kuota itu didistribusikan kepada provinsi. Setelah itu, gubernur membagi kuota tersebut ke kabupaten/kota. Sebagaimana diketahui, pembagian kuota di daerah dilakukan berdasarkan jumlah penduduk, yakni seperseribu jumlah penduduk. Secara Nasional daftar tunggu (waiting list) Jawa timur menempati peringkat tertinggi. Sebagaimana dirilis Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Timur, disiarkan bahwa kuota Calon Jamaah Haji Jawa Timur tahun 2020 sudah terisi (penuh) sejak april 2011. Dengan demikian daftar tunggu di jawa timur mencapai 9 sampai 10 tahun. Mengenai daftar tunggu di masing masing daerah memang tidak berimbang, mengingat setiap daerah mendapat besaran kuota yang berbeda. Juga jumlah penduduk yang ingin berhaji di masing masing daerah berbeda. Mengenai ketidakberimbangan ini, beberapa pemerintah daerah mempersoalkan pembagian kuota nasional berdasar jumlah penduduk (seperseribu jumlah penduduk) mengingat

daftar tunggu di masing masing daerah tidaklah sama. Mereka menganggap distribusi tersebut kurang proporsional. Sehingga terjadi perbedaan daftar tunggu di masing masing daerah tidak berimbang. Mestinya, distribusi kuota nasional ke daerah tidak lagi berdasarkan jumlah penduduk. Tapi berdasarkan jumlah daftar tunggu di masing masing daerah. Artinya, daerah yang memiliki daftar tunggu paling tinggi mestinya mendapat kuota lebih banyak ketimbang daerah yang memiliki daftar tunggu lebih sedikit. Dengan demikian daftar tunggu di masing masing daerah akan lebih berimbang. Mengingat makin banyaknya warga negara Indonesia yang ingin berhaji

setiap tahunnya. Juga semakin tingginya angka daftar tunggu, pemerintah Indonesia telah mengajukan penambahan kuota ke pemerintah Arab Saudi. Penambahan kuota nasional ini diharapkan akan mampu memperkecil angka daftar tunggu. Namun sampai tahun 2011 jatah kuota Indonesia belum bertambah. Sebagaimana diketahui, besaran kuota masing masing negara adalah ketentuan dari pemerintah Arab Saudi. Bila keputusan itu berdasarkan seperseribu jumlah penduduk maka melihat jumlah penduduk Indonesia saat ini, berdasarkan Badan Pusat Statistik, 237.600.000 jiwa. Mestinya Indonesia mendapat kuota lebih dari yang didapat sekarang. Namun bagi pemerintah Arab Saudi, mereka juga mempunyai keterbatasan kemampuan pelayanan bagi jutaan jamaah haji yang datang dari berbagai negara. Kemampuan pelayanan yang mereka maksudkan terkait daya tampung luas padang Arafah dan Mina. Di luar kuota haji yang telah ditetapkan tersebut, pemerintah Arab Saudi memiliki kebijakan mengeluarkan calling visa melalui kedutaan besar yang berada di masing masing negara. Dengan calling visa ini individu/kelompok bisa masuk ke Arab Saudi pada musim haji guna melaksanakan ibadah Haji. Menurut pemerintah Indonesia, individu/kelompok yang berhaji dengan menggunakan calling visa ini tidak tercatat atau datanya tidak Juni-Agustus 2011

11

Utama

masuk ke dalam siskohat. karenanya, individu/kelompok yang berhaji dengan menggunakan calling visa ini disebut dengan jamaah Haji nonkuota. Dua tahun belakangan jamaah Haji nonkuota ini, di Indonesia, menjadi perbincangan yang tidak sedap. Berbagai masalah timbul, mulai dari kegagalan mereka berangkat ke tanah suci sampai keterlantaran mereka di tanah suci. Pemerintah Indonesia sendiri menganggap jamaah Haji nonkuota telah mengganggu sistem perhajian Indonesia yang sudah diatur sedemikian tertata oleh pemerintah. Bahkan pemerintah Indonesia mengajukan keberatan kepada pemerintah Arab Saudi mengenai penerbitan calling visa yang terlalu besar oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia. Ini, menurutnya, kerap kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang justru merugikan calon jamaah haji nonkuota itu sendiri. Betapa tidak, dengan daftar tunggu yang begitu panjang untuk pergi berhaji, memicu calon jamaah untuk bisa segera pergi berhaji. Sementara dengan calling visa mereka tidak perlu menunggu begitu lama. Bahkan dengan biaya 50 sampai 70 juta untuk berhaji tanpa menunggu terlalu lama

bagi mereka biaya tersebut adalah setara. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Berbeda dengan jamaah haji reguler (kuota) yang mendapat jaminan dan perlindungan dari pemerintah. Mulai kepastian pemberangkatan, penempatan di tanah suci, sampai pemulangan ke tanah air, termasuk layanan kesehatan gratis.

Dengan demikian, bila pemerintah Arab Saudi menentukan kuota haji bagi masing masing negara berdasarkan kemampuan pelayanan terkait luas padang Arafah dan Mina, Mengapa calling visa yang dikeluarkan begitu banyak? Banyaknya calling visa yang beredar, di Indonesia, telah menimbulkan isu bahwa ada broker visa di kedutaan besar Arab Saudi di Indonesia. Benarkah?[] KANDAR

DISTRIBUSI KUOTA NASIONAL
Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Bangka Belitung DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat 3.924 8.234 4.498 5.044 2.634 6.360 1.614 6.282 913 7.084 37.620 29.657 3.091 34.165 8.541 639 4.494 Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Maluku Maluku Utara Papua Sulawesi Barat Kepulauan Riau Papua Barat 650 2.339 1.349 3.811 2.819 700 1.758 7.221 1.683 891 710 1.065 1.065 1.443 992 710

Sumber: Kemenag

12

Juni-Agustus 2011

Utama

Waiting List Meningkat,
Dua tahun belakangan sistem perhajian Indonesia lagi lagi terpukul. Konon, banyak jamaah haji Indonesia terlantar di tanah suci. Pemerintah menjelaskan bahwa jamaah haji tersebut tidak terdaftar di sistem informasi dan komunikasi haji terpadu (siskohat), sehingga pemerintah tidak bisa mengantisipasi kejadian ini sebelumnya

Jalur Nonkuota Bukan Alternatif

Namun tudingan demi tudingan tetap mengarah ke pemerintah selaku dirigen penyelenggaraan Haji Indonesia. Berbagai spekulasi pun bermunculan. Bagaimana bisa ada begitu banyak jamaah haji tidak terdaftar di siskohat? Mereka berangkat ke tanah suci menggunakan calling visa yang diterbitkan pemerintah Arab Saudi melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di

Indonesia. Pemerintah Indonesia tidak memiliki wewenang mengenai penerbitan calling visa ini. Hak penerbitan calling visa ada pada pemerintah Arab Saudi melalui perwakilannya (kedutaan) di Indonesia. Memang, sejak dua tahun terakhir ada perubahan dalam hal penggunaan paspor untuk pergi berhaji. Sebelumnya, jamaah yang berangkat ke tanah suci untuk pergi berhaji harus

menggunakan paspor khusus (populer dengan istilah paspor coklat) yang dikeluarkan kementerian agama. Artinya, pemegang calling visa pun tetap harus berurusan dengan kementerian agama. Akan tetapi, pada musim haji tahun 2009 pemerintah Arab Saudi menetapkan seluruh jamaah harus menggunakan paspor internasional (diistilahkan dengan paspor hijau).

Juni-Agustus 2011

13

Utama

Sejak itu pula, berbekal paspor hijau yang dikeluarkan kantor imigrasi, pihak biro jasa penyelenggara perjalanan haji bisa langsung berurusan dengan kedutaan besar Arab Saudi. Karena tidak terdaftar atau terdata dalam siskohat, calon jamaah haji yang pergi berhaji dengan menggunakan calling visa untuk masuk ke Arab Saudi, mereka diistilahkan dengan jamaah haji nonkuota. Ditengarai bahwa munculnya jamaah haji nonkuota ini bermula dari kebijakan pemerintah Arab Saudi yang mengeluarkan visa haji diluar jatah resmi suatu negara. Visa haji tersebut adalah calling visa. Karena sifatnya kebijakan, maka tidak ada angka pasti soal jumlahnya. Kenapa banyak calon jamaah haji tertarik pergi berhaji lewat jalur nonkuota? Karena, tidak seperti calon jamaah haji kuota, mereka tidak perlu menunggu bertahun-tahun untuk bisa pergi berhaji. Tapi mereka harus membayar biaya cukup besar bahkan bisa dua kali lipat dari biaya haji reguler. Menurut beberapa catatan mereka membayar antara 55 sampai 100 juta. Namun, tidak sebanding dengan besarnya biaya yang mereka ke-

luarkan, dua kali lipat dari haji reguler bahkan lebih. Nyatanya, berbagai masalah pada jamaah Haji nonkuota bermunculan. Di berbagai surat kabar banyak diberitakan, mulai dari kegagalan mereka berangkat ke tanah

Ditengarai bahwa munculnya jamaah haji nonkuota ini bermula dari kebijakan pemerintah Arab Saudi yang mengeluarkan visa haji diluar jatah resmi suatu negara.
suci, cerita cerita mereka terlantar di tanah suci, sampai ketidakpastian mereka pulang ke tanah air. Pemerintah pun merasa terganggu dengan munculnya jamaah haji nonkuota ini. Sebagaimana diliris sekjen kementerian agama dalam laporan evaluasi pelaksanaan haji tahun 1430 H/2009, dinyatakan bahwa salah satu masalah yang cukup mengganggu sistem pelayanan jamaah

haji adalah kasus jamaah haji nonkuota. Pada tahun 2009, tercatat ada 3.700 jamaah nonkuota. Haji Khusus Lain halnya dengan haji khusus (dulu dikenal dengan ONH Plus). Haji khusus diselenggarakan oleh KBIH Khusus. Calon jamaah haji khusus terdaftar dalam siskohat. Porsinya pun hanya 8 persen dari kuota nasional yang telah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi. Sebagaimana diketahui, penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) adalah penyelenggara ibadah haji dengan pelayanan khusus yang mendapat izin dari Dirjen penyelenggara haji dan umrah (PHU) Kementerian Agama RI atas nama Menteri Agama. Dalam Undang undang nomor 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji disebutkan, bahwa penyelenggaraan ibadah haji khusus adalah penyelenggaraan ibadah haji yang pengelolaan, pembiayaan, dan pelayanannya bersifat khusus. Tahun ini, melalui surat keputusan, pemerintah menetapkan haji khusus mendapat kuota 17.000 dari 211.000 kuota nasional. Sementara sisanya, 194.000 adalah kuota haji reguler. Tidak seperti haji reguler, daftar

14

Juni-Agustus 2011

Utama
tunggu (waiting list) di haji khusus cukup pendek. Berdasarkan monitoring pada sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (siskohat) yang dilakukan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama pada 7 April 2011, dari daftar tunggu (waiting list) calon jamaah haji nasional 1432 H/ 2011 mencapai 1.342.482 orang, 38.048 orang adalah calon jamaah haji khusus. Artinya, dengan kuota 17.000 dan jumlah calon jamaah yang sudah membayar setoran awal berjumlah 38.048 orang. Maka daftar tunggu haji khusus hanya 2 sampai 3 tahun. Tidak seperti haji reguler yang daftar tunggunya mencapai 9 sampai 10 di Jawa Timur. Mengenai biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), memang, haji khusus lebih mahal dari haji reguler. Bila haji reguler BPIH ditetapkan oleh pemerintah. Tidak demikian halnya dengan haji khusus. BPIH ditentukan berdasarkan fasilitas dan pelayanan yang disediakan atau ditawarkan oleh biro perjalanan haji khusus (KBIH khusus) kepada calon jamaah haji. Biasanya, KBIH khusus menyeibadah haji, menyediakan dan memdiakan paket paket BPIH untuk beri layanan akomodasi, konsumsi, ditawarkan kepada calon jamaah haji. transportasi dan pelayanan kesehatan Harganya pun beragam, berkisar secara khusus, melapor kepada antara 60 juta sampai 100 juta, sesuai panitia penyelenggara ibadah haji fasilitas dan pelayanan yang dita(PPIH) di Arab Saudi pada saat tiba warkan. dan akan kembali ke Tanah Air, Dengan demikian, jamaah haji memberangkatkan dan memulangkan khusus adalah jemaah haji yang jemaahnya sesuai dengan ketentuan pelayanannya dilaksanakan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus. Bagi penyeDirektorat Jenderal Penyelenggaraan lenggara ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama haji khusus yang pada 7 April 2011, dari daftar tidak melaksanakan ketentuan tunggu (waiting list) calon jamaah dapat dikenakan haji nasional 1432 H/ 2011 sanksi administratif mencapai 1.342.482 orang berupa, peringatan, pembekuan ijin penyelenggara dan penyelenggaraan ibadah haji khusus pencabutan ijin usaha oleh Kemendan perjanjian disepakati kedua belah terian Agama RI. pihak meliputi hak dan kewajiban Sebagaimana diatur dalam Peramasing-masing antara PIHK dan calon turan Dirjen Penyelenggara Haji dan jamaah haji selaku pembeli jasa. Umrah Nomor D/84 tahun 2008 Kiranya calon jamaah haji lebih tentang tata cara pendaftaran calon bijaksana, bila tidak ingin menunggu jamaah haji khusus, Penyelenggara terlalu lama untuk pergi berhaji, maka Ibadah Haji Khusus (PIHK) wajib tidak memilih jalur nonkuota. Tapi memenuhi beberapa ketentuan, beralih ke jalur haji khusus.[] KANDAR antara lain, menyediakan pembimbing

Juni-Agustus 2011

15

Utama

Lika Liku

Penerbitan Visa Umrah
Kabar tentang gagalnya jamaah umrah berangkat ke tanah suci, beberapa bulan belakangan, banyak menghiasi media elektronik ataupun cetak. Pasalnya, mereka gagal berumroh karena visa tak kunjung diterbitkan oleh kedutaan Arab Saudi. Puluhan ribu calon jamaah umrah sedang menanti keberangkatannya.
ningkat, sementara untuk mendapatkan visa semakin sulit. Bukan tidak mungkin biaya pengurusan visa akan naik drastis. Kabar tersebut menggelinding bagai bola panas. Pemerintah pun angkat bicara, mereka akan segera mengusut mafia visa. Bahkan kedutaan besar Arab Saudi terus mengumpulkan datadata penyelewengan dan pelanggaran yang dilakukan oknum mafia yang bermaksud merusak penyelenggaran ibadah umrah. Akibat keterlambatan Kedutaan Arab Saudi di Jakarta menerbitkan visa untuk calon jemaah Umroh Indonesia, ribuan jamaah Umrah yang seharusnya sudah berangkat, terpaksa tertunda hingga waktu yang belum ditentukan. Ketidakpastian pemberian visa itu menyebabkan perusahaan penyelenggara Umroh, mengalami kerugian yang cukup besar. Bagaimana tidak, biro perjalanan Haji dan Umroh asal Indonesia ini sudah membayar biaya tiket pesawat maupun hotel di Arab Saudi. Saat ini prosedur permohonan visa umrah tidak semudah tahun-tahun sebelumnya. Sebagaimana pada penyelenggaraan haji, Depertemen Haji Arab Saudi kini membatasi atau menetapkan kuota jamaah umrah kepada provider visa resmi penyelenggara ibadah haji dan umrah Arab Saudi. Melalui provider resmi itulah, perusahaan penyelenggara haji dan umrah di seluruh dunia mengadakan kontrak untuk memproses visa dan memberangkatkan jamaah, baik haji maupun umrah. Permasalahan yang muncul terkait provider penyalur visa terjadi sekitar

Suasana Pengurusan Barcode

Mengapa visa tak kunjung diterbitkan? sementara dokumen untuk approval visa sudah lengkap. Demikian para calon jamaah mempertanyakan. Karenanya, pihak jamaah merasa ditipu oleh penyelenggara (biro perjalanan umroh). Bagaimana tidak, mereka sudah melengakapi semua dokumen dan finansial yang diperlukan untuk pergi berumroh. Kontan saja para calon jamaah menyalahkan biro perjalanan (travel) tempat mereka mendaftar untuk pergi berumroh.

Sementara di pihak penyelenggara (biro perjalanan), mengenai terlambatnya visa yang diterbitkan oleh kedutaan, berkembang isu bahwa ada permainan di pihak penyalur visa, dalam hal ini provider visa umroh. Terdapat mafia visa yang sengaja mempermainkan terbitnya visa demi keuntungan yang berlebih. Untuk pengurusan visa ini, provider memungut biaya pengurusan sebesar 250 dolar AS (sekitar Rp 2,2 juta). Disini, hukum ekonomi tetap berlaku. Bila permintaan visa semakin me-

16

Juni-Agustus 2011

Utama
mengajukan melalui biro perjalanan yang memiliki lisensi IATA yang ditunjuk sebagai provider visa. Provider visa inilah yang kemudian berhubungan dengan biro perjalanan haji dan umrah yang ada di Arab Saudi. Kedua belah pihak kemudian menjalin kontrak kerja sama untuk mengurus sewa kamar hotel, akomodasi, serta pengajuan barcode visa umrah kepada pemerintah Arab Saudi. Sementara itu biro atau provider umrah di Arab Saudi yang akan mengurusi segala kebutuhan syarat jamaah umrah ke Kementerian Haji, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Pariwisata di sana. Kontrak pemondokan yang dibuat provider, selanjutnya, akan menjadi acuan pemerintah Arab Saudi untuk mengeluarkan visa umrah. Bila kedua biro perjalanan haji di Indonesia dan Arab Saudi mampu menunjukkan kontrak kerja sama penyediaan penginapan, maka visa umrah bisa dikeluarkan. Masalahnya, banyak biro perjalanan umrah tanpa lisensi IATA yang terus mencari jamaah. Mereka seringkali mengabaikan bahwa kuota visa yang dimiliki provider terbatas. Kuota ini diberikan sekali dalam sebulan. Sayangnya, tidak banyak perjalanan yang mau terbuka kepada jamaahnya mengenai kondisi ini.[] KANDAR

dua tahun belakangan ini. Pemerintah Arab Saudi membuat peraturan bahwa pengurusan visa harus melalui provider. Tidak seperti tahun silam, mengurus visa tidak bisa langsung ke kedutaan Arab Saudi. Departemen Haji Arab Saudi memberlakukan prosedur pemberian visa kepada provider visa umrah berizin. Teorinya, visa bisa diterbitkan bila provider mampu menunjukkan kesiapan penginapan yang akan dipakai kliennya. Sementara yang bertanggungjawan mengurus penginapan adalah biro perjalanan. Memang, keterlibatan provider visa umrah merupakan perubahan arah kebijakan dari pemerintah Arab Saudi. Provider tersebut telah mendapat izin dari lembaga kementerian seperti Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri, Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kedutaan Arab Saudi di Jakarta. Saat ini terdapat 212 biro penyelenggara haji khusus, sedangkan 329 biro penyelenggara haji dan umrah. Rinciannya, 207 biro penyelenggara haji khusus dan umrah, sisanya 122 penyelenggara umrah. Sementara jumlah provider yang dilibatkan dalam pembuatan visa sebanyak 40 perusahaan. Provider visa wajib mengantongi lisensi International Ait Transport As-

sociation (IATA/asosiasi pengangkutan udara internasional). Sebuah organisasi perdagangan internasional yang terdiri dari maskapai-maskapai penerbangan yang bermarkas di Montreal, Kanada. Sebagaimana diatur oleh kerajaan Arab Saudi lisensi IATA merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki biro haji dan umrah untuk bisa mengajukan permohonan visa umrah. Kenyataannya, tidak semua biro perjalanan memegang lisensi IATA. Tapi biro perjalanan yang tidak memegang lisensi IATA tetap bisa mengajukan permohonan visa. Mereka

Juni-Agustus 2011

17

Utama

Bagaimana Mendapatkan Porsi Haji?
Mungkin bagi mayoritas calon jamaah haji, pengetahuan dalam proses mendapatkan kuota haji masih sangat gelap, bingung dan terkesan bias, bahkan menjadi tak terpikirkan. Kebanyakan para jamaah menginginkan berangkat ke tanah suci pada tahun saat mereka mendaftar. Terlebih bagi jamaah haji khusus (atau dikenal dengan haji plus), setiap tahunnya, jamaah merasa cukup mendaftar haji untuk keberangkatan tahun itu juga. Hal itu diyakini karena dengan fasilitas plus, maka kuota mudah didapatkan. Namun akhirakhir ini, mendaftar untuk keberangkatan tahun itu juga tidak menjadi jaminan meraih kuota tahun ini. Alur untuk mendapatkan porsi haji di KBIH Khusus, melewati suatu proses yang dimulai dari kelengkapan dokumen pendaftaran di Travel yang dipilih. Kemudian pihak travel mengirimkan dokumen tersebut ke DEPAG pusat untuk mendapatkan SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji) yang berisi biodata calon jemaah haji dan berfungsi sebagai pengantar penyetoran BPIH yang dikeluarkan oleh Departemen Agama. Setelah SPPH tersebut diterima oleh pihak travel, kemudian pihak travel tersebut boleh mengentry ke bank dengan biaya pendaftaran yang telah ditentukan oleh pihak DEPAG. Proses terakhir ini dilakukan untuk mendapatkan porsi berangkat haji yang ditandai dengan keluarnya BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji).[] MUIS

Mekanisme Penerbitan Visa Umrah
yang sangat merindukan Tanah Suci. Tentu saja, animo terhadap umrah tak kalah dari haji, bahkan lonjakan jamaah umrah yang terjadi di awal tahun hingga bulan Rabiul Awal. Untuk 2011, terjadi pada sekitar bulan Maret sedangkan mulai bulan April, jumlah jamaah umrah mulai normal kembali. Walaupun demikian, pelaksanaan umrah bukan tidak menimbulkan masalah, di mana permasalahan ini banyak berkenaan dengan visa, karen proses mengurus visa bukan hal yang mudah dan cepat. Penerbitan visa sejatinya sebuah lika-liku administrasi yang cukup panjang. pada tahap awal, pihak travel akan mengirimkan biodata calon jamaah yang sudah lengkap ke kedutaan Arab Saudi dan ke Provider di Arab Saudi. Kemudian dari pihak Provider, pihak travel mendapatkan “mufa” yang sudah ada barcode-nya, kemudian pihak travel kembali mengirimkan dokumen calan jamaah umrah ditambah barcode-nya pada pihak Kedutaan Arab Saudi untuk mendapatkan visa umrah.[] MUIS

Untuk saat ini, daftar tunggu untuk pergi berhaji sudah mencapai jutaan orang. Artinya, orang yang mendaftar haji sekarang minimal dalam delapan atau sepuluh tahun tahun mendatang baru bisa berangkat. Maka, ibadah umrah pun menjadi pilihan bagi orang

18

Juni-Agustus 2011

Wawancara H. Zainal Abidin HS, SE

“Atria Merupakan Salah Satu dari Tiga Travel di Jawa Timur Yang Mendapat Izin Penuh”
pemondokan jamaah. Bagaimana bila ada biro perjalanan yang tidak mempunyai kontrak dengan umroh operator arab saudi dan mereka memberangkat para pezirah? mereka yang tidak mendapatkan kontrak boleh melakukan merger trevel kepada terevel yang memiliki kerjasama. Atria sendiri sudahkah memiliki kelengkapan sebagai penyenglara penuh? Ya, Atria merupakan salah satu dari tiga trevel di Jawa Timur yang memiliki izin secara penuh. Jelas kami kredibel dalam pekerjaan kami dan sungguh-sungguh dalam mengemban amanah yang diberikan Allah SWT. Kami harus sebaik mungkin memberikan pelayanan terhadap jamaah dan tidak akan memberatkan jamaah karena ini merupakan tanggung jawab dan profesi kami sebagi perusahaan jasa pelayanan. Apalagi ini merupakan salah satu proses ibadah kepada Allah SWT. maka kami harus berhati-hati dan jujur terhadap jamaah serta jujur terhadap diri sendiri sehingga kami mampu mengemban amanah yang diberikan Allah kepada kami sebagai perusahaan penyelenggara perjalanan ibadah dan umroh. Mengapa mesti ada haji reguler dan haji khusus? dalam sejarahnya haji khusus itu merupakan permintaan dari komunitas masyarakat yang sibuk tidak bisa berlama-lama di tanah suci, umumnya khusus dikemas dalam paket 15 hari akan tetapi akhir-akhir ini berkembang tidak hanya orang yang sibuk dan terbatas oleh waktu tapi lebih dari yaitu orang-orang yang mempunyai dana akomodasi yang cukup serta meminta pelayanan servis yang lebih baik baik dari tempat bermaktab dan makanan dan mereka juga meminta adanya ziarah-ziarah ke tempat-tempat yang tidak masuk dalam rukun ibadah haji serti jabal tsur (gunung yang bersejarah dalam perjalanan hijrah nabi dan masih banyak tempat tempat-tempat yang akan di singgahi , ternyata yang berminat disitu jauh lebih banyak. Apa kelebihan BPIH khusus dengan haji reguler? kelebihannya adalah akomodasi bisa menyesuaikan paket yang dipilih oleh jamaah, akomodasi ini meliputi kenyamanan tempat tinggal dan transportasi serta servis yang lain selama masa ibadah haji, umumnyanya untuk BPIH khusus jamaah mendapatkan hetel-hotel berbintang 4-5 dan lokasi dekat dengan masjidil haram. Dan reguler umumnya bertempat di apartemen dan lokasinya agak jauh dari masjidil haram.[] MAJID Juni-Agustus 2011

Ada isu aktual banyak para calon jamaah umroh di bulan Maret tidak jadi berangkat karena keterlambatan visa, bagaimana ceritanya? Sebenarnya itu masalah biasa, di bulan Maulid permintaan visa sangat banyak, jadi problem itu muncul bukan dari kita tapi dari Arab Saudi sendiri, mereka pada umumnya mengatakan sebagai problem eksternal. Sebenarnya ada kebijakan yang tidak tersosialisikan yang mungkin ada mekanisme baru dari pemerintahan Arab Saudi. Imbas dari problem visa ini pengaruhnya seberapa besar pengarunya? Ini imbasnya bersifat nasional. Untuk jamaah ATRIA sendiri bagaimana? Alhamdulillah seluruh jamaah ateria bisa berangkat. Bagamana caranya untuk mendapatkan visa umroh? trevel harus punya kontrak dengan umroh operator yang ada di arab saudi, perusahaan kami mengirimkan ddokumen-dokumen umroh ke pihak umroh operator arab saudi, lalu diteruskan ke pihk kementrian haji arab saudi untuk mendapatkan mufa serta barkode . setelah itu dokumen dikirimkan lagi ke indonesia untuk di tindaklajuti oleh kementrian agama Arab Saudi yang berada di Indonesia untuk di terbitkan visa. Klasifikasi penyelengara umroh dan haji khusus disebut resmi itu parameternya apa dan harus mempunyai apa saja.? Pertama, izin penyelegraan dari kementrian agama. Kedua, perjanjian dengan operator umrah yang ada di Arab Saudi. Ketiga, lisensi dari maskapai penerbangan Internasional (IATA). Selanjutnya, kontrak hotel untuk

19

Utama

Antara Haji Regular dan Haji Khusus,

Dua Pilihan Untuk Pergi Haji
Menunaikan ibadah haji bagi yang mampu adalah satu diantara lima kaidah yang disebut dalam rukun Islam, maka Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, terus berpikir dan berupaya untuk memfasilitasi dan memberikan kemudahan.
Kurangnya Pemahaman edukatif ini kemudian menjadikan para calon jama’ah haji ini memiliki pemahaman pragmatis tentang istilah “haji” yang hanya sekedar pergi ke tanah suci lalu pulang dengan sebutan pak haji. Persoalan ini bisa di minimalisir seandainya ada persiapan yang matang dan sistematis dari pihak penyelenggara sehingga dikemudian hari diharapkan setahap lebih baik. Selain problem tersebut, ternyata masih banyak hal lain yang perlu diantisipasi seperti percaloan, hal-hal teknis serta persiapan mentalitas. Banyaknya problem ini secara umum disebabkan oleh tingginya CJH yang mendaftar secara regular di tiap tahunnya. Lebih-lebih pada saat kondisi perekonomian sedang stabil dan kondusifnya keadaan masyarakat

Salah satunya, pemerintah hampir setiap tahun meminta tambahan kouta haji kepada pemerintah Arab saudi. Walaupun begitu problem haji di Indonesia masih jauh dari kata sempurna. Kondisi carut marut perhajian ini tidak hanya bersumber pada kecilnya kuota yang di dapat, tapi juga dari sisi

biaya yang demikian tinggi dibanding Negara lain. Belum lagi persiapan pra haji yang terlalu berbelit-belit dan terkesan ala kadarnya. Hal ini didasari dari banyaknya keluhan Calon Jama’ah haji (CJH) yang mengeluh karena kurangnya pemahaman mengenai kaidah-kaidah rukun maupun syarat wajib haji.

20

Juni-Agustus 2011

Utama
kita. Sedang tingginya CJH ini tidak di barengi dengan peningkatan kuota haji regular yang dikeluarkan oleh pihak OKI ( Organization Konference Islamic). untuk tahun 2010 saja Indonesia tercatat hanya mendapat jatah kuota sebesar 220 ribu. Sementara Untuk tahun ini tidak ada perubahan yang signifikan. Dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa lebih yang 90 % nya adalah muslim, tuntutan untuk perbaikan kinerja maupun kuota pun semakin meningkat. Untuk melaksanakankan Ibadah haji para calon harus melalui daftar antrian yang begitu panjang atau biasa dikenal dengan istilah Waiting List. Sebab, dengan kuota yang kecil ini, pemerintah harus berupaya melakukan penertiban administratif diantaranya adalah melalui Waiting List bagi para Calon Jama’ah haji reguler. Di lain pihak, masyarakat tetap berharap pemerintah dapat meminimalisir jumlah waiting list ini. Jika perlu pemerintah diminta membuat regulasi dan aturan main yang ketat, untuk mengerem membludaknya JCH setiap tahun. Dari pihak pemerintah memang sudah mengupayakan berbagai cara untuk mengurangi persoalan ini, tapi sekali lagi karena ini bukan kewenangan pemerintah maka banyak menemui hambatan. logikanya, bagaimana pemerintah menambah kouta nasional, sementara Arab Saudi tidak memberi tambahan kouta. Wacana yang berkembang di masyarakat dewasa ini adalah bagaimana pemerintah mampu berlaku tegas dalam hal pendaftaran haji ini, termasuk melarang keras mereka yang sudah pernah haji. Memprioritaskan jama’ah yang belum pernah Haji khususnya bagi yang sudah tua. Namun demikian, sistem pendaftaran haji yang berlaku saat ini, dinilai sudah memberikan rasa keadilan di masyarakat walaupun belum banyak perubahan yang berhasil dicapai. Untuk mendaftar sebagai Calon jama’ah haji, Selain melalui pemerintah setempat dengan Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH)

Regulernya, sebenarnya ada cara lain yaitu dengan mendaftar ke pihak Badan Penyelenggara Ibadah Haji khusus (BPIHK), perbedaannya adalah kalau melalui BPIH Regular para calon jama’ah harus rela melalui waiting list sedangkan kalau melalui travel atau BPIH Khusus hanya menunggu 1 hingga paling lama 2 tahun sudah bisa berangkat ke tanah suci. Walaupun Haji khusus atau yang biasa dikenal dengan Haji Plus lebih mahal, namun banyak kemudahankemudahan yang bisa di dapatkan. Diantaranya adalah sarana prasarana yang memadai, penginapan hotel berbintang yang jarak tempuhnya begitu dekat dengan masjidil haram, kemudahan akses informasi serta layanan lain yang sudah tentu lebih bermutu dan terjamin. Banyaknya Kelebihan BPIH Khusus dibanding BPIH Reguler bisa dimaklumi, dari sisi kuantitas jama’ah yang relative lebih sedikit dibanding dengan yang regular BPIH Khusus lebih optimal dan efektif dalam hal managemennya lebih jauh dalam hal mendampingan CJH bisa lebih mendalam. Maka problematika yang ada di BPIH regular sedikit bisa diminimalisir di sini. Cara mudah untuk mendaftar atau mutasi dari haji regular ke haji plus Pertama yang perlu diperhatikan bagi yang sudah mendaftarkan diri ke

haji Reguler adalah harus menggagalkan atau memindahkannya dengan cara mengisi blanko atau formulir yang telah disediakan kantor wilayah (kanwil) Depag setempat. “Proses yang dilakukan akan memakan waktu antara satu hingga dua minggu,” kata Maria de Vega, manager operasional Atria Tour & Traver. Ia menuturkan hampir tidak ada problem berarti dalam proses perpindahan ini kecuali para calon jama’ah harus bersabar dan menunggu. Lebih jauh Maria menjelaskan, setelah tahap pertama usai maka para calon jamaah baru melakukan pendaftaran di BPIH Khusus dengan cara mengisi formulir pendaftaran yang disediakan. Kemudian calon jamaah memberi kuasa kepada BPIH Khusus tersebut untuk mengurus pendaftaran haji serta memilih paket yang di inginkan. Diantara persyaratan administratif yang harus di siapkan oleh para calon jamaah adalah copy kartu tanda penduduk (KTP), copy kartu keluarga, copy buku nikah (bagi suami istri), copy passpor, pas foto close up berwarna dengan background putih tampak muka 80 %, dengan ukuran 4 x 6 sebanyak 10 lembar, 3 x 4 sebanyak 30 lembar, 2 x 3 sebanyak 2 lembar. Setelah itu silahkan persiapkan diri sejak dini. Tentunya dengan ridlo.[] IKA Juni-Agustus 2011

21

Utama

Proses Penyelenggaraan Haji

Dengan Siskohat

Pendaftaran haji diselenggarakan di Kantor Departemen Agama (Kandepag) Tingkat-II, dengan melengkapi segala persyaratan (Identitas diri dan surat keterangan kesehatan dari Puskesmas) dan mengisi formulir SPPH (Surat Permohonan Pergi Haji). Biodata dalam SPPH dimasukan kedalam SIKOHAT (sistem informasi dan komputerisasi terpadu) untuk mendapatkan porsi pemberangkatan. Pembayaran ONH dilakukan di Bank Penerima Setoran ONH (BPSONH) dengan mengecek terlebih dahulu nomor porsi yang telah ada di SISKOHAT. Selanjutnya calon jamaah haji akan menerima tanda bukti setor ONH yang satu copynya diserahkan kembali ke Kandepag untuk pengurusan dokumen selanjutnya. Proses Pengurusan Dokumen dilakukan di Kandepag dengan mengelompokan para calon jamaah haji dalam satu daftar nominatif (nominatif tingkat-II) dimana nantinya daftar ini merupakan cikal bakal pembentukan kloter (kelompok terbang). Proses

pembentukan nominatif ini dilakukan secara otomatis dengan fasilitas program dari SISKOHAT. Selanjutnya daftar nominatif tingkat-II akan dikonsolidasikan menjadi daftar nominatif Tingkat-I di kantor wilayah (Kanwil) Departemen Agama Propinsi. Pembentukan nominatif tingkat-I ini juga dilakukan secara otomatis dengan fasilitas dari SISKOHAT. Berdasarkan nominatif tersebut, maka data-data paspor akan tercetak secara otomatis, untuk dikirim ke Kantor Pusat guna pengurusan Visa. Seluruh paspor yang akan di visa terlebih dahulu diteliti di kantor pusat dengan fasilitas penelitian dari SISKOHAT, dan setelah dikelompokan dikirim ke Kedutaan Besar Saudi Arabia (KBSA) untuk diberikan visa. Pada tahap ini monitoring pemvisaan dapat dimonitor melalui SISKOHAT, seperti posisi paspor yang telah dikirim ke KBSA, paspor yang telah di visa atau paspor yang bermasalah. Semua paspor yang telah diberikan visanya di konfirm melalui SISKOHAT,

dan secara otomatis kanwil tingkat-I dapat mencetak Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) dari SISKOHAt untuk dikirim ke alamat masingmasing calon haji. Proses Pemberangkatan dilakukan di embarkasi pemberangkatan (di 6 kota embarkasi : Jakarta, Solo, Surabaya, Medan, Balikpapan dan Ujung Pandang). Pada tahap ini calon haji dapat memasuki asrama dengan memperlihatkan SPMA yang telah diperoleh. Petugas penerimaan di asrama akan melakukan konfirmasi SPMA kedalam SISKOHAT, dan apabila terdaftar secara otomatis SISKOHAT akan mengeluarkan Kartu makan dan Kartu Asrama. Berdasarkan kloter yang telah dibentuk, Garuda akan mencetak manifes penerbangan, dan petugas pemberangkatan akan memanggil setiap anggota dalam manifes untuk diberangkatkan. Proses Operasional di Arab Saudi lebih bersifat pendataan, yaitu pendataan pada setiap kedatangan di setiap daerah kerja, pendataan datadata kesehatan dan rujukan rumah sakit, pendataan kejadian seperti meninggal, hilang dll serta pendataan penempatan pemondokan. Dari informasi yang ada, SISKOHAT dapat menampilkan seluruh posisi jemaah haji yang tersebar di Arab Saudi (posisi jemaah/kloter, data sakit, meninggal dan lainnya). Pada akhir operasional, melalui asrama haji di Jeddah (Hujjaj), Proses Pemulangan dilakukan, yaitu dengan membentuk kloter pemulangan dengan basis kloter keberangkatan dikurangi data-data sakit, meninggal, hilang dan perubahan-perubahan lainnya. Dari pendataan kepulangan dapat dilihat posisi kloter kepulangan dan jadual penerbangan yang akan dilakukan.[]*

22

Juni-Agustus 2011

Opini

Mengorganisir Haji dan Umrah:
Haji merupakan fenomena yang luar biasa. Tokoh muslim Amerika, Malcolm X (1965) pernah berujar “haji menyatukan muslim dari seluruh dunia, kami semua mengikuti ritual yang sama, yang menggambarkan semangat persatuan dan persaudaraan”.

Regulasi dan Efektivitasnya

Oleh: M. Faishal Aminuddin Koordinator Bidang Riset dan Pengembangan Komunitas PW Lakpesdam NU Jawa Timur.

Bagi pemerintah, memang terdapat kepentingan besar untuk memonopoli pengelolaan ibadah haji. Diantaranya berkaitan erat dengan pengawasan terhadap masuknya anasir-anasir dan gerakan sosial politik yang merugikan. Sebagaimana disebut Naipaul (1981) bahwa ibadah haji membuat erosi dalam kepercayaan Islam tradisional di Asia Selatan dan membawa masuk pengaruh dan citarasa Islam Saudi Arabia. Sejak lama pula, pemerintahan kolonial Inggris mengawasi dan menangani keberangkatan haji di wilayah Afghanistan, Pakistan dan India. Pemerintah Hindia Belanda di Indonesia. Pengelolaan haji oleh pemerintah memang dilatarbelakangi oleh berbagai hal yang berbeda-beda. Bisa disebabkan oleh alasan amburadulnya pelaksanaan ibadah oleh organisasi masyarakat atau kepentingan untuk memberikan pelayanan sebagai bagian tanggungjawab pemerintah pada warganegara agar bisa menjalankan ibadahnya secara maksimal. Indonesia, sebagai penyumbangan jamaah haji terbesar didunia, sejak tahun 1969

telah memberikan porsi yang dominan bagi pemerintah sebagai operator. Berbagai terobosan untuk perbaikan juga telah dilakukan seperti mekanisme pembagian kelompok terbang, pemondokan menjelang keberangkatan dan peranan kelompok bimbingan haji sebagai penunjang. Sekalipun berbagai hal telah dilakukan untuk perbaikan, namun masih tampak berbagai macam persoalan yang muncul dimana letak dari semua hal tersebut adalah peranan yang begitu dominan dari pemerintah sementara tingkat pertanggungjawaban publik yang masih rendah terkait dengan kurang bagusnya pelayanan atau sampai ada indikasi pemanfaatan dana abadi umat yang dihimpun dari keuntungan sebagai operator yang tidak kunjung transparan. Bagaimana mengorganisir penyelenggaraan ibadah haji dan umrah agar bisa lebih efektif? Sejauh mana keberadaan regulasi bisa memberikan jaminan? Model pengelolaan: Perbandingan Penyelenggaraan ibadah haji di berbagai negara memang tidak ada

yang sempurna. Masing-masing mempunyai nilai lebih dan kurang. Pengelolaan ibadah haji di berbagai negara sangat tergantung pada tipologi politik negara tersebut. Negara-negara yang mayoritas muslim misalnya, mengatur secara detail urusan haji mulai dari pra-keberangkatan sampai kedatangan. Terdapat kementerian, komite atau panitia khusus yang dibentuk pemerintah untuk mengatur dan memberikan pelayanan. Di Afghanistan terdapat kementrian haji yang bertugas untuk memberangkatkan haji dan melalui perusahaan turisme swasta memberangkatkan umrah. Sampai saat ini terdapat 45.000 kuota haji untuk negara ini. Sementara di Turki, regulasi tentang haji diatur dalam peraturan pemerintah no 16388 tahun 1978. Didalamnya mengatur empat hal yakni pertama, tentang keberadaan komisi haji dan komite haji tetap. Komisi haji bekerja selama 6 bulan selama musim haji. Sedangkan komite haji tetap mempunyai tugas rutin dibawah koordinasi kementrian dalam negeri. Kedua, pengurusan paspor haji. Juni-Agustus 2011

23

Opini
Ketiga, penjelasan tentang persoalan seputar perjalanan dan moda transportasinya. Keempat, mengatur persoalan spesifik dan kasuistik seperti sakit atau meninggalnya jama’ah haji. Pengelolaan dan penyelenggaran haji oleh pemerintah memang bertujuan untuk mengorganisir dan memudahkan jamaah di masingmaisng negara. Di Pakistan, sampai Januari 2006, mendapatkan kuota 150.000 dimana 90.000 visa diantaranya dialokasikan oleh pemerintah dengan sistem lotere acak sementara sisanya diberikan sebagai kuota khusus untuk tentara dan pegawai sipil. Di Malaysia, pembiayaan ibadah haji melalui Tabung Haji dimulai tahun 1969 yang diatur oleh Undang-undang yang bertujuan agar simpanan yang dikelola berdasarkan prinsip syariah bagi orang yang ingin pergi berhaji bisa diatur dnegan biaya yang terjangkau. Sampai saat ini, lebih dari 50 persen ummat muslim di Malaysia mejadi anggota tabung Haji. Bahkan anggotanya menjangkau negara tetangganya yang lain seperti Thailand, Singapuira dan Australia. Di Malaysia, prosedur umrah tidak diatur secara spesifik seperti halnya haji. Perusahaan travel agent cukup mendaftarkan diri di kementrian pariwisata dimana pihak kementrian akan melakukan audit atas kualifikasi dan kemampuan perusahaan tersebut untuk menyelenggarakan umrah. Ketentuan tambahan lainnya bagi perusahaan adalah dia terdaftar sebagai anggota MATTA atau asosiasi travel agent yang akan memberikan pendampingan dan pengawasan terhadap perusahaan dan kepuasaan klien. Untuk pengurusan visa, perusahaan langsung berhubungan untuk mendapatkan akreditasi dari kementerian haji arab saudi. Di negara-negara yang bukan mayoritas muslim seperti di Eropa, Amerika, China dan Australia, penyelenggaraan ibadah haji langsung dilakukan oleh perusahaan perjalanan wisata. Pemerintah di negara yang bersangkutan merasa tidak mempunyai kepentingan untuk mengorganisir kegiatan keagamaan tertentu.

Dalam kondisi ini, perusahaan penyelenggara langsung melakukan komunikasi dengan kementrian haji Saudi Arabia. Di Eropa barat, pada tahun 1987 berdiri European Hajj Mission yaitu perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan haji. Mereka menyediakan berbagai pelayanan yang dibutuhkan oleh calon jama’ah haji kecuali pengurusan Visa haji yang hanya diberikan untuk calon jama’ah yang berasal dari Inggris saja. Di Perancis, bahkan militer memberikan pelayanan haji melalui kementrian pertahanan. Mereka menyediakan angkutan dan mengorganisir keperluan tinggal selama haji. Perbaikan Kondisi di Indonesia Di Indonesia, penyelenggaraan ibadah haji yang ditangani oleh pemerintah dimulai sejak tahun 1969 melalui Keputusan Presiden no 22 tahun 1969. Kebijakan tersebut diambil karena banyaknya komplain terhadap kepastian keberangkatan dan berbagai persoalan teknis yang dijumpai dengan penyelenggaraan oleh organisasi sebagaimana dilakukan sebelumnya. Hal ini masih menjadi perdebatan, terkait dengan standar penilaian bagus atau buruknya layanan yang diberikan sebelumnya, baik oleh perusahaan atau yayasan penyelenggara haji Indonesia yang

merupakan konsorsium ormas islam. Atau sebaliknya, memang rezim baru pada saat itu ingin agar semua penyelenggaraan haji bisa dikontrol penuh oleh pemerintah. Secara umum, kondisi penyelenggaraan haji oleh pemerintah saat ini sudah baik. Sekalipun perlu dikemukakan beberapa catatan. Pertama, persoalan urusan antara kementrian agama Indonesia sebagai single provider urusan haji dengan pihak saudi arabia. Diantaranya masih munculnya persoalan ketidaberesan transportasi dan akomodasi selama ibadah haji. Kedua, persoalan yang bersifat domestik seperti biaya haji yang semakin meningkat dengan rincian yang kurang transparan peruntukannya, jama’ah non kuota yang menyulitkan dan pengaturan penyelenggara umrah yang masih memunculkan persoalan penelantaran jama’ah haji plus atau umrah. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Amphuri, asosiasi penyelenggara ibadah haji khusus, memang terdapat persoalan terkait dengan kepastian pendaftar untuk mendapatkan jaminan keberangkatan. Didalam UU no 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji, pasal yang mengatur ketentuan penyelenggaraan ibadah haji khusus sangat

24

Juni-Agustus 2011

Opini
minim dan kurang mengakomodasi beragai persoalan yang dihadapi. Belum lagi ada peraturan menteri agama yang mengatur bahwa calon jama’ah haji khusus harus mendaftarkan sendiri ke kementrian agama. Padahal selama ini, seluruh pelayanan perusahaan penyelenggara sudah memasukkan pendaftaran sebagai bagian pelayanannya. Perbaikan penyelenggaraan haji bisa dilakukan dalam tiga cara. Pertama, revisi regulasi terkait yakni UU tentang penyelenggaraan ibadah haji. Perlu ada penjelasan dan jaminan mengenai kuota jama”ah dan berapa alokasi atau persentase untuk reguler dan khusus. Idealnya, komposisi kuota harus lebih besar haji reguler karena haji khusus lebih menekankan pada fasilitas, bukan substansi ibadahnya. Namun jangan sampai perusahaan swasta penyelenggara haji khusus lebih berkutat pada fasilitas belaka dan mengabaikan substansi ibadahnya. Perlu ada pemilahan yang tegas atas peranan kementrian agama sebagai bagian pemerintah yang menetapkan regulasi dengan keberadaan kementrian sebagai operator penyedia layanan ibadah haji. Usulan yang disampaikan oleh Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) yang memberikan rekomrndasi agar urusan operator layanan diserahkan kepada lembaga penyelenggaraan haji nasional. Dalam revisi UU no 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji, keberadaan lembaga atau badan penyelenggaraan haji nasional yang bersifat permanen bisa memungkinkan untuk bekerja dengan situasi yang lebih stabil dibandingkan kepanitian yang bersifat sementara (ad hoc). Kepanitiaan haji model ini berpotensi membuat perencanaan penyelenggaraan ibadah haji mengalami banyak ketidakpastian. Kedua, untuk menjamin tanggungjawab perusahaan haji khusus, perlu melakukan audit kepuasan konsumen setiap akhir musim haji. Mekanisme ini dilakukan sebagai pembanding dari sisi dampak dan bukan hanya melihat perusahaan dari ketercukupan modal dan banyaknya sumber daya yang ada, melainkan bagaimana mereka memberikan pelayanan. Sebenarnya, semangat pembentukan operator layanan haji sudah bisa dilihat dalam PP no 23 tahun 2005 yang menyebut adanya badan Layanan Umum untuk urusan penyelenggaraan ibadah haji. Badan ini nantinya akan diberi target agar memberikan pelayanan yang terstandardisasi. Badan ini akan mendapatkan pengawasan dari lembaga yang lain yang merupakan konsorsium dengan keanggotaan dari unsur ulama, pemerintah, wakil masyarakat dan juga operator layanan haji swasta. Titik krusial yang perlu diperjelas dari UU no 13 tahun 2008 terutama pasal 6 yang menyebutkan pemerintah mempunyai kewajiban melakukan pembinaan, pelayanan dan perlindungan dengan menyediakan layanan administrasi, bimbingan haji, akomodasi sampai semua hal yang diperlukan oleh jama’ah haji. Peranan kementrian agama sebagai regulator dan operator sekaligus memang berpotensi menyulitkan. Kewenangan yang demikian besar membuat persoalan dalam tataran implementasi di lapangan akan sulit dikontrol dan dikritik. Sementara pemerintah bisa saja berkelit dengan berbagai alasan. Mengembalikan makna ibadah haji sebagai bagian dari usaha umat Islam yang mampu untuk beribadah dalam menggapai tingkat haji yang mabrur, tentunya jangan sampai dihambat oleh urusan teknis dan orientasi berlebihan pada pencarian keuntungan penyelenggara semata. Menata regulasi yang baik bisa dimulai dengan memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk berperan lebih banyak sebagai penyelenggara. Tentunya, pemerintah juga mempunyai peranan untuk mengatur, membina dan mengawasi pelaksanaannya.[] Juni-Agustus 2011

di negara-negara yang bukan mayoritas muslim seperti di Eropa, Amerika, China dan Australia, penyelenggaraan ibadah haji langsung dilakukan oleh perusahaan perjalanan wisata

25

26

Juni-Agustus 2011

Juni-Agustus 2011

27

Ulasan

PROBLEMATIKA PELAKSANAAN HAJI DAN UMRAH

Aspek manajerial yang menempati urutan yang penting dalam penyelenggaraan haji atau umrah adalah manajemen pelayanan yang baik, karena disamping mendatangkan dampak efektivitas dan efisien, pada akhirnya mengahasilkan situasi yang kondusif pelaksanaan ibadah.

Sebaliknya akan terjadi pelaksanaan ibadah yang kurang khidmat, manakala pelayanan ibadah amburadul sehingga dapat mengotori nilainilai ibadah yang dilakukan. Manajemen pelaksanaan ibadah haji itu, memiliki nilai positif jika layanan yang diberikan baik dan kepuasan para jamaah tercukupi, tentunya akan berdampak negatif jika layanan itu

sebatas memenuhi formalitas saja. Hal ini, tentunya harus menjadi pertimbangan bagi pengelola haji dan umrah, baik pihak pemerintah mahupun oleh pihak swasta (KBIH Khusus) Terkait dengan pelayanan dan pemberangkatan jamaah umrah, problem yang seringkali muncul adalah keterlambatan keluarnya visa umrah seperti yang terjadi pada masa awal

dibukanya pelaksanaan umrah oleh pihak kerajaan Saudi Arabia pada bulan Rabiul Awal. Keterlambatan ini, bukan hanya disebabkan oleh lemahnya pelayanan pihak biro perjalanan akan tetapi juga disebabkan oleh keadaan dan keterbatasan sumber daya manusia di Kedubes Arab Saudi, seperti yang diungkapkan oleh Direktur Utama PT Atria Tour and

28

Juni-Agustus 2011

Ulasan
Travel bapak H. Zainal Abidin HS, SE. Selain itu banyak biro perjalanan umrah tanpa lisensi IATA yang juga mencari jamaah dan tidak sedikit dari biro perjalanan tersebut yang mau terbuka kepada jamaahnya mengenai kondisi yang sebenarnya, sehingga terjadi penumpukan calon jamaah. Pada saat pemberangkatan, juga seringkali muncul permasalahan yang berkaitan dengan kebijakan barang bawaan jamaah, baik berkaitan dengan berat barang bawaan maupun berkaitan dengan barang yang tidak boleh di bawah ke atas pesawat. Menurut Manager Operasional PT Atria Tour and Travel, ibu Maria De Vega, peraturan tentang barang bawaan yang boleh dibawah dan tidak boleh dibawah merupakan aturan yang umum yang semestinya sudah diketahui oleh jamaah, walau demikian, pihak Atria, ketika melaksanakan bimbingan manasik, selalu memberikan informasi tentang itu. Menurutnya lagi, beberapa kejadian yang ada lebih banyak disebabkan oleh jamaah yang tidak mengikuti manasik atau yang nekat membawa barang bawaan yang tidak diperbolehkan sembari mengandalkan nasib mujur, siapa tahu lolos, begitu katanya. Dalam praktek pelaksanaan ibadah di Arab Saudi, menurut ibu Maria De Vega, problem-problem yang muncul dan seringkali dikeluhkan jamaah adalah berkaitan dengan makanan yang kurang vareatif, sopir bis yang bukan orang Indonesia (mukimin), tour leader dan guide. Sebenarnya permasalahn tentang makanan adalah permasalahan selera, sedangkan permasalahn tentang sopir bukan kebijakan pihak travel, karena pihak travel tidak boleh memilih sopir yang merupakan kebijakan pihak pengusaha bis, sedangkan pihak travel hanya bisa mengusahakan, begitu menurutnya. Menurut pengakuan seorang jamaah yang pernah Umrah dan Haji H. Musa, bukan jamaah Atria, sebenarnya problem yang muncul ketika pelaksanaan itu sangat banyak, seperti sopir yang ugal-ugalan maupun bis dengan kualitas yang jelek, makanan yang tidak enak (menunggu

Terkait dengan pelayanan dan pemberangkatan jamaah umrah, problem yang seringkali muncul adalah keterlambatan keluarnya visa umrah seperti yang terjadi pada masa awal dibukanya pelaksanaan umrah oleh pihak kerajaan Saudi Arabia pada bulan Rabiul Awal

protes dari jamaah), kurangnya koordinasi sehingga banyak jamaah yang terlantar, tour leaders tidak dari daerah rombongan sehingga seringkali terjadi mis komunikasi. Bahkan menurutnya lagi, masih ada tambahan biaya tur dari biaya yang sebenarnya dan seringkali ada pungutan biaya lain, seperti ada beberapa oknum yang meminta fee apabila ingin lebih cepat melontar jumroh dan biaya tambahan untuk pelayanan medis. Berbeda dengan pendapat di atas, mantan jamaah Atria Tours and Travel yang sudah sangat sering berangkat umrah dan haji mengikuti Atria, Bapak KH. Musayyib yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, mengatakan bahwa permasalahn yang muncul ketika mengikuti Atria sangat sedikit, sehingga beliau berpesan kepada pihak Atria untuk tetap mempertahankan dan mengembangkan sistem

Juni-Agustus 2011

29

Ulasan
jamaah adalah bis dan hotel yang sudah terdaftar di kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi. Masih menurut beliau, ada konsekwensi yang harus ditanggung jamaah apabila bis yang digunakan bukan bis yang sudah terdaftar, yaitu apabila bis tersebut terkena cek atau razia yang dilakukan oleh pihak kepolisian setem-pat, maka jamaah akan diturunkan di tempat dan bis tersebut akan di aturan yang berlaku di Arab Saudi, bis kenai sangsi. dan hotel yang boleh digunakan oleh Salah satu cirri bis tersebut jamaah adalah bis dan hotel yang tidak terdaftar, sudah terdaftar di kementerian Haji menurutnya, bis tersebut tidak Kerajaan Arab Saudi boleh masuk ke tempat tunggu kendaraan soalan yang terjadi diwaktu pelaksanaan, akan tetapi al-hamdulillah, semuanya dapat diatasi dengan segera, dan al-hamdulillah PT Atria Tour and Travel belum pernah meminta biaya tambahan kepada jamaah ketika di Makkah atau Madinah. Ya walaupun perusahaan harus rugi, akan tetapi kita tetap mempertahankan kejujuran dan tidak membebani jamaah selain dari biaya yang telah disepakati, begitu ungkapan H. Zainal Abidin HS, SE, selaku Direktur Utama. Pada kenyataannya permasalahanpermasalahn yang seringkali timbul dalam pelaksanaan ibadah haji ataupun umrah, sebenarnya bisa dihindari oleh calon jamaah, yaitu dengan cara memperjelas dalam memilih biro perjalanan ketika mendaftar, hal ini karena ada beberapa biro perjalanan yang tidak mahu berterus terang kepada jamaah, hanya mencari keuntungan dengan tanpa memperhatikan problem-problem yang akan muncul pada waktu pelaksanaan. Bahkan menurut Direktur Utama PT Atria Tours and Travel, H. Zainal Abidin HS, SE, jamaah semestinya juga mempertanyakan tentang bis dan hotelnya, karena menurut beliau, aturan yang berlaku di Arab Saudi, bis dan hotel yang boleh digunakan oleh pelayanan yang selama ini sudah bagus. Bahkan belaiu menambahkan untuk mempertahankan sifat familier yang dimiliki oleh pihak guide yang bekerja di Atria selama ini. Senada dengan pernyataan tersebut, ibu Noerindah selaku costumer service di PT Atria Tours and Travel mengatakan bahwa memang ada beberapa perketika di bandara madinatul hujjaj. Hal ini yang selalu dihindari oleh pihak Atria, begitu diungkapkan. Demikian, beliau mengingatkan kepada calon jamaah yang akan mendaftar untuk melaksanakan ibadah umrah maupun haji, agar tidak hanya mempertimbangkan murahnya harga paket yang ditawarkan oleh biro perjalanan (travel), akan tetapi yang harus menjadi pertimbangan adalah keterbukaan dan kejujuran pihak travel, sehingga tidak mengotori nilainilai ibadah yang sedang dilaksanakan. Untuk itu, beliau mengatakan bahwa pihaknya (PT Atria Tours and Trave) selalu akan mengevaluasi dan memperbaiki sistem pelayanan yang sudah ada, sehingga nantinya benarbenar menjadi pelayan tamu-tamu Allah yang sangat professional.[] MUIS

30

Juni-Agustus 2011

Ulasan

Hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih
Bagi orang Islam yang hendak melaksankan iba-dah umrah dan atau haji khusus, sudah sepatut-nya harus lebih hati-hati dan jeli dalam memilih biro perjalanan (travel). Mengingat banyaknya penipuan dan percaloan dalam bisnis biro perja-lanan haji dan umrah. Ada beberapa hal yang harus di perhatikan oleh calon jamaah.

Biro Perjalanan Haji dan Umrah

Pertama, Calon jamaah yang hendak pergi umrah dan haji khusus terlebih dulu ‘membeli produk’ yang ditawarkan oleh biro perjalanan haji dan umrah. Dalam hal ini, calon jamaah harus hati-hati dan teliti memilih biro perjalanan haji dan umrah. Karena tidak semua biro memegang lisensi International Air Transport Association (Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional/IATA), sebuah organisasi perdagangan internasional yang terdiri dari maskapai-maskapai penerbangan yang bermarkas di Montreal, Kanada. Lisensi IATA merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki biro haji dan umrah untuk bisa mengajukan permohonan visa umrah sebagaimana diatur oleh Kerajaan Arab Saudi. Kedua, Calon jamaah harus mempertegas bahwa biro perjalanan yang dipilih mempunyai legalitas dari Departemen Agama (Depag) dalam hal pelayanan haji dan umrah, karena tidak semua biro perjalanan (travel) mempunyai izin yang sah untuk melayani perjalanan haji dan umrah. Kendati jamaah tetap diberangkatkan, namun biasanya akan diikuti travel lain. Itulah yang disebut travel Konsorsium Ketiga, Calon jamaah harus memastikan trackrecordnya (pengalamannya). Sejak kapan menangani haji & umrah. Pengalaman sangat penting karena menangani

jamaah haji & umrah butuh keahlian. Kalau travelnya tidak berpengalaman, jamaah sering kali mendapatkan ketidaknyamanan di tanah suci. Keempat, Bagi calon jamaah yang mendaftar untuk haji, khusus pastikan juga kepastian tentang masih adanya kouta haji pada tahun jamaah hendak berangkat. Kepastian ini sangat penting karena ada beberapa travel yang tidak mau transparan kepada jamaah tentang ada tidaknya kouta sembari berharap dapat mendapatkan porsi yang non-kuota, sehingga banyak terjadi jamaah yang tidak bisa berangkat. Kelima, Calon jamaah harus meminta penjelasan yang detail berkenaan dengan kendaraan dan hotel, baik tentang terdaftar tidaknya dikementrian haji Saudi Arabia atau tentang layak tidaknya untuk dipakai. Jangan jadikan harga murah sebagai pertimbangan, karena kadangkadang kendaraan mahupun hotel yang dipakai tidak terdaftar atau tidak layak pakai. Keenam, Harga murah bukan pertimbangan terakhir, karena kadang-kadang ada travel yang memasang harga murah, akan tetapi ketika sampai di Arab Saudi masih banyak lagi biaya yang harus dikeluarkan oleh jamaah. Ketujuh, Pilih biro perjalanan (travel) yang jujur, transparan, amanah dan tidak merugikan jamaah.[] MUIS Juni-Agustus 2011

31

Ulasan

Maaf, Barang Bawaan Anda

Harus Ditinggal D isini
Tidak sedikit barang bawaan jamaah haji dan atau umrah saat pulang dari tanah suci disita oleh pihak maskapai penerbangan. Pasalnya, demi keselamatan bersama barang mereka harus ditinggalkan. Ataupun karena barang yang mereka bawa melebihi kapasitas yang sudah ditentukan pihak maskapai penerbangan.

Setiap tahun kejadian ini selalu mewarnai kepulangan jamaah haji dari tanah suci. Hal ini di satu sisi, alih alih dari perjalanan jauh mereka (jamaah haji) mesti membawa oleh oleh buat keluarga, kerabat, dan teman. Ini merupakan kebiasaan orang orang yang melakukan bepergian. Apalagi orang yang telah bepergian jauh.

Di sisi lain, sebagai pelaku bisnis transportasi udara, baik pihak BUMN maupun swasta mempunyai aturanaturan (regulasi) demi memberikan pelayanan keselamatan, kenyamanan dan ketertiban perjalanan udara. Oleh karenanya bandara-bandara Internasional yang ada di wilayah negara Republik Indonesia yang dikelolah oleh

PT Angkasa Pura sebagai badan usaha milik Negara (BUMN) memberlakukan berbagai macam kebijakan, baik kebijakan yang mengacu pada aturan perundangan di dalam negeri maupun aturan yang berstandarkan internasional. Dengan demikian semua calon penumpang dan pengguna transportasi udara secara otomatis termonitor dalam peraturan-peraturan tersebut, siapapun juga tanpa terkecuali baik itu perusahaanperusahaan jasa transportasi maupun jasa perjalanan (tour & travel) haji dan umroh. Semua kebijakan yang diberlakukan, baik oleh pihak pengelola bandara maupun pihak maskapai pener-

32

Juni-Agustus 2011

Ulasan
bangan tersebut, sebenarnya mengacu pada prosedur pengamanan dan pelayanan. Prosedur pengamanan tersebut merupakan hak dasar untuk semua para penumpang, baik yang dewasa maupun anak kecil demi kepentingan penumpang sendiri, oleh karenanya diharapkan betul kepada para penumpang pesawat, khususnya jamaah haji dan umrah untuk betulbetul memahami dan memanfaatkan peraturan-peraturan (regulasi) yang berlaku, seperti yang dituturkan H. Hasanuddin selaku kepala bagian ticketing di PT Atria Tours and Travel. Untuk kebijakan beban barang bawaan dalam bagasi pesawat terbang, merupakan aturan yang diatur oleh maskapai (perusahaan) penerbangan sendiri-sendiri, adakalanya kebijakan itu berbeda antara maskapai yang berbeda, dan adakalanya sama, seperti kebijakan berat barang maksimal. Menurut penuturan Maria de Vega selaku manager operasional PT Atria Tours and Travel, Maskapai penerbangan Garuda, Royal Berunai dan Malaysia air line memberlakukan kebijakan beban barang bawaan dalam bagasi yang ditoleransi adalah 20 kg dan selebihnya pihak penumpang harus membayar. Sedangkan maskapai Air Asia memberlakukan 15 kg. Beliau menambahkan untuk oleh-oleh yang berupa Air Zamzam 10 liter perjamaah itu diluar yang 20 kg, di mana hal ini merupakan bentuk toleransi dari maskapai tersebut, akan tetapi Air Zamzam tersebut langsung ditangani oleh pihak Travel, dan penumpang tidak boleh lagi membawa Air Zamzam. Oleh sebab itu pihak penyelenggara tour and travel haji, umroh tidak bisa mengintervensi terlalu jauh peraturan yang sudah diterapkan oleh perusahaan (maskapai) pesawat terbang. Berkaitan dengan kebijakan tentang batasan maksimal untuk cairan yang akan masuk dalam kabin pesawat adalah tidak melebihi 100 ml. Aturan tersebut telah disepakati oleh komunitas maskapai di seluruh dunia. Selain berkaitan dengan cairan, pihak maskapai juga memberikan batasanbatasan barang yang boleh dibawah ke

dalam kabin pesawat, yaitu barang yang tidak membahayakan dan tidak mudah meledak, oleh karenanya senjata tajam, tabung oksigen korek api dan barang-barang lain yang dianggap membahayakan di larang untuk dibawah masuk ke dalam kabin pesawat, atau bakan dilarang juga walaupun dimasukkan ke dalam bagasi, seperti tabung oksigen, begitu

prosedur, pihak pengelola terkadang mempunyai aturan yang berbeda dalam beberapa sisi. Berkaitan dengan haji dan umrah, rombongan jama’ah haji yang mau berangkat ke tanah suci mekkah ada isu menarik tentang penyeragaman barang bawaan. masih banyak jamaah haji belum paham betul. Karena itu tidaklah heran kalau setiap jamaah

Semua kebijakan yang diberlakukan, baik oleh pihak pengelola bandara mahupun pihak maskapai penerbangan tersebut, sebenarnya mengacu pada prosedur pengamanan dan pelayanan.

menurut penjelasan Maria de Vega. Sedangkan aturan yang berkaitan dengan kebandarudaraan maupun serta angkutan udara merupakan aturan yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah, dimana aturan tersebut lebih diperuntukkan pada faktor pelayanan dan keselamatan bagi penumpang, selain juga berkaitan dengan aturan kepabeanan dan keimigrasian. Kebijakan pemerintah yang mengatur tentang kebandar udaraan maupun serta angkutan udara serta yang berkaitan dengan beberapa aturan tersebut merupakan aturan yang diberlakukan bagi setiap pengelolaan bandara di seluruh Indonesia, walaupun dalam beberapa

tiba di pelataran atau tempat istirahat Bandara King Abdul Aziz, memilahmilah barang yang bisa dibawa, sehingga di salah satu sudut penerbangan internasional menjadi areal penampungan kelebihan barang bawaan. Menurut catatan pihak Garuda, sudah tercatat 2,7 ton barang bawaan yang harus disweeping karena melanggar ketentuan penerbangan internasional yang dianut Garuda. Jamaah hanya bisa membawa satu tas tentengan (pembagian dari Garuda) dan tas kalung untuk dokumen yang bisa dibawa ke kabin, kemudian satu kopor yang dimasukkan ke bagasi dengan berat maksimal 32 kilogram. Juni-Agustus 2011

33

Ulasan
Banyaknya barang bawaan yang “tersapu” oleh pihak penerbangan, baik Garuda maupun Saudia ini, cukup memprihatinkan jamaah. Misalnya disampaikan Ketua Kloter 4 BDJ (Banjarmasin) H.M. Qusnuwi. Satu sisi pihaknya sudah melakukan sosialisasi mengenai barang bawaan. Tapi jamaah tampaknya mencoba-coba ingin membawa barang-barang lebih, dan berharap bisa lolos dari pemeriksaan imigrasi (pihak pengelola penerbangan. “Ini memang masalah, tapi mereka tampaknya coba-coba, berspekulasi dan berharap bisa lolos, karena kebetulan masih ada sisa riyal. Karena itu kalaupun nantinya tidak lolos ya, diikhlaskan,” katanya. Lain lagi dengan harapan Hajah Pertiwi dari Surabaya. Dia berharap Departemen Agama menyediakan koper lebih besar lagi. Karena kopor yang dibagikan tahun ini, sudat dipadatkan, tetapi beratnya paling hanya 26 Kg. “Tidak sampai 32 Kg, kan sayang. Padahal banyak oleh-oleh yang harus dibawa,” katanya. Hal senada disampaikan Haji Salam dari Jakarta Utara. Dia berharap tas tentengan yang dibagikan juga agar bisa lebih besar lagi, karena tas tersebut sudah “diinjak-injak” pun beratnya hanya lima kilogram. Sepengetahuannya batasan berat tas tentengan bisa seberat 10 Kg. “Kan lumayan untuk tiga atau lima kilogram lagi,” katanya. Sedangkan Hajjah Rini dari KBIH Polda Sulsel, memahami keluhan para jamaah tersebut. Karena itu dia berharap ada solusi terbaik. Selain itu ia memuji pelayanan yang diberikan kepada jamaahnya cukup baik, mulai dari Madinah, Makah dan di Armina. Pendapat senada disampaikan Ketua Kloter 7 Solo, H. Ahmad Musa, maupun Muzamil, pimpinan KBIH yang saat ini memimpin 160 jamaah. Menurutnya, apa yang disampaikan jamaah soal barang bawaan tersebut ada benarnya. “Mereka kan belum tentu lima tahun sekali mendapat kesempatan naik haji, wajar jika punya permintaan seperti itu,” kata Muzamil. Sejumlah pejabat Garuda yang sempat ditemui, baik di Madinatul Hujjaj, dan Bandara King Abdul Aziz, Sarifudin Lewa, Ronny Pinantoan, Edhy Subekti, Ali Mahmudi, dan Syafnir, saat ditanyakan soal batasan barang bawaan, menegaskan apa yang diterapkan oleh Garuda, merupakan ketentuan internasional untuk keselamatan penerbangan, karena itu pihaknya tidak mungkin melanggar aturan dimaksud. Pada penerbangan haji 1430 H/ 2009, bahkan ini berlaku dalam beberapa tahun terakhir, Garuda dan Saudia menerapkan aturan mengenai barang bawaan untuk bagasi satu kopor, berat maksimal 32 Kg. Sedangkan yang ditenteng, berupa tas tentengan yang dibagikan sejak sebelum keberangkatan, ditambah tas kalung untuk dokumen (paspor, kartu kesehatan dll). Soal tas tenteng, beratnya tidak disebutkan, juga dalam sosialisasi misalnya pada Diklat PPIH di Pondok Gede, Jakarta 4-14 Agustus lalu juga tidak disebut berapa kilogram berat maksimal tas tentengan. Karena itu tidak heran kalau hal ini menjadi persoalan bagi jamaah haji. Dalam praktik, karena tas itu dianggap terlalu kecil, kemudian oleh jamaah di atasnya ditumpangi lagi tas atau bungkusan. Nah barang-barang seperti ini yang akhirnya terkena sweeping selain tas tenteng kedua, ketiga atau seterusnya. Karena masih ada kejadian seperti itu, akibatnya tentu memperlambat proses pemeriksaan imigrasi. Buntutnya, pesawat bisa terlambat terbang untuk beberapa jam. Dan keterlambatan ini tentu mempengaruhi antrean jamaah dan juga penerbangan berikut. Sementara itu sesuai catatan hingga hari ketujuh, Senin (7/12) sekitar pukul 14.00 WAS, jamaah yang sudah diberangkatkan Garuda mencapai 18.344 orang, barang terangkut 577.784 Kg, dan barang bawaan tersweeping 2.700 kilogram. Barang-barang hasil sweeping itu bagaimana kelanjutannya tidak jelas, tetapi tidak mungkin dikirimkan kepada pemilik, karena itu milik otoritas Bandara. Tetapi bagi jamaah bisa saja barang tadi bernilai kenangan. Umumnya berupa oleh-oleh mainan anak-anak atau cucu, tapi ada juga kain ihram. Menurut Maria De Vega sebenarnya pihak travel umumnya dan pihak pemerintah sebagai penyelenggara haji regular, sudah memberi penjelasan tentang barang bawaan, tapi di lapangan memang seringkali terjadi kejadian-kejadian yang seperti itu.[] TONI

34

Juni-Agustus 2011

Juni-Agustus 2011

35

Ibroh

Perjalanan Seorang Kekasih Allah
Dikisahkan bahwa dengan berbagai cara Nabi Ibrahim berusaha dengan segenap kemampuannya membimbing dan menyadarkan kaumnya supaya beriman kepada Allah, akan tetapi mereka malah justru marah kepadanya dan malah mengusirnya.

Nabi Ibrahim

Dan tiada yang beriman bersamanya kecuali seorang perempuan bernama Sarah yang kemudian menjadi istrinya dan seorang lelaki. Yang bernama Luth yang kemudian menjadi nabi setelahnya. Apabila Ibrahim mengetahui bahwa tidak seorang pun mau untuk beriman selain kedua orang tersebut, ia menetapkan untuk keluar meninggalkan negerinya dan memulai petualangannya dalam hijrah. Nabi Ibrahim pergi ke kota yang bernama Aur dan ke kota yang lain bernama Haran, kemudian beliau pergi ke Palestina

bersama istrinya, satu-satunya wanita yang beriman kepadanya dengan juga disertai Luth, satu-satunya lelaki yang beriman kepadanya. Setelah dari Palestina, Nabi Ibrahim pergi ke negeri Mesir. Selama melakukan perjalanan, Ibrahim dengan gigih berjuang mengajak manusia untuk menyembah Allah. Beliau mengabdi dan membantu orang-orang yang tidak mampu dan orang-orang yang lemah, menegakkan keadilan di tengah-tengah manusia dan menunjukkan kepada mereka jalan yang benar. Selama bertahun-

tahun dalam pengembaraan dan belaiu telah menjadi tua dan rambutnya memutih, Istrinya yang bernama Sarah, belum juga melahirkan, sampai ketika Ibrahim memasuki Negara Mesir, raja Mesir memberikan hadiah seorang pembantu yang dapat membantunya selama perjalanan. Sarah berpikir bahwa ia dan Ibrahim tidak akan mempunyai anak, lalu ia berpikir bagaimana seandainya wanita yang membatunya itu menjadi istri kedua dari suaminya. Akhirnya, Sarah menikah-kan Nabi Ibrahim dengan Hajar, dan tak lama kemudian Hajar

36

Juni-Agustus 2011

Ibroh
melahirkan seorang anak yang dinamakan oleh ayahnya dengan nama Ismail. Nabi Ibrahim saat itu menginjak usia yang sangat tua ketika Hajar melahirkan anak pertamanya, Ismail. Melihat Bukti Kebesaran Tuhan Pada suatu hari, ketika beliau bertafakkur akan kebesaran tuhan dengan hati yang penuh kecintaan dan keimanan. Beliau berfikir dan berkeinginan untuk melihat kebesaran Allah SWT, Sang Pencipta. Beliau berdoa kepada Allah “Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana engkau menghidupkan orang yang mati. Kemudian ‘Allah berfirman: ‘Belum yakinkah engkau wahai Ibrahim?’ Ibrahim menjawab: ‘Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)”. Karena hasrat dan keinginan Ibrahim terhadap hal tersebut dipengaruhi oleh keimanan yang luar biasa, keimanan yang dipenuhi rasa cinta kepada Allah SWT. Kemudian Allah SWT berfirman, “wahai Ibrahim (Kalau demikian), ambilah empat ekor burung lalu cincanglah semuanya, kemudian letakkanlah di atas bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan segera,

dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Mendengar perintah Tuhannya, Ibrahim melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Tuhan kepadanya, kemudian Ibrahim menyembelih empat ekor burung, dam memisahmisahkan bagian-bagiannya, lalu beliau meletakkannya di atas gunung, kemudian ia memamanggilnya dengan nama Allah SWT. Tidaklama kemudian bulu, daging dan tulang belulang berung tersebut bangkit dan bergabung antara satu bagian dengan

bagian yang lain, dada dari burung tersebut bergerak mencari kepalanya. Akhirnya, bagian-bagian burung yang terpisah tersebut kembali bergabung menjadi empat ekor burung kembali. Burung-burung yang kembali mendapatkan kehidupannya lalu terbang dengan cepat dan kembali ke pangkuan Nabi Ibrahim. Dengan melihat kejadian yang menandakan kebesaran Tuhannya, Ibrahim tambah beriman dan percaya akan kebesaran Tuhannya. Membawa Hajar dan Ismail ke Tanah Gersang Pada suatu hari Nabi Ibrahim memerintahkan istrinya, Hajar, untuk membawa anaknya bersiap-siap melakukan perjalanan yang panjang. Setelah beberapa hari, dan persiapan telah selesai mulailah Ibrahim bersama istrinya Hajar dan anak mereka, Ismail melakukan perjalanan yang melelahkan, dimana pada saat itu, Ismail masih merupakan seorang bayi yang masih menyusu kepada ibunya. Nabi Ibrahim bersama istri dan anaknya berjalan melewati hutan, gurun dan gunung-gunung. Kemudian keluarga ini memasuki tanah Arab. Nabi Ibrahim menuju ke suatu lembah gersang yang di dalamnya tidak ada tanaman, tidak ada buah-buahan, tidak ada pepohonan, tidak ada makanan dan tidak ada air, lembah yang kosong dari tanda-tanda kehidupan. Ketika sampai di lembah

Juni-Agustus 2011

37

Ibroh
tersebut, beliau turun dari atas punggung hewan tunggangannya, lalu menurunkan istri dan anaknya dan meninggalkan mereka di sana dengan hanya dibekali makanan dan sedikit air yang tidak cukup untuk kebutuhan dua hari. Setelah beberapa saat, beliau mulai meninggalkan mereka dan berjalan untuk kembali ke tempat Istri pertama beliau Siti Sarah, tiba-tiba istrinya, Siti Hajar, menyusul dan berkata kepadanya, “Wahai Ibrahim, ke mana engkau pergi? Mengapa engkau meninggalkan kami di lembah ini, padahal di dalamnya tidak terdapat sesuatu pun.” Nabi Ibrahim tidak segera menjawab bahkan beliau tetap melanjutkan perjalanannya. Istrinya pun kembali bertanya dengan perkataan yang dikatakan sebelumnya. Namun Nabi Ibrahim tetap diam dan tidak menjawab. Akhirnya, Siti Hajar memahami bahwa Nabi Ibrahim tidak akan bersikap seperti ini kecuali mendapat perintah dari Allah SWT, lalu Siti Hajar bertanya: “wahai Ibrahim apakah Allah SWT memerintahkan hal ini?” Nabi Ibrahim menjawab “Benar.” Istri yang beriman itu berkata: “Kalau begitu, kita tidak akan disia-siakan olehnya.” Kemudian Nabi Ibrahim menuju ke suatu gunung dan beliau mengangkat kedua tangannya seraya berdoa kepada Allah SWT, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempuyai tanamtanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati”. Keluarnya Sumber Mata Air Sumur Zamzam Setelah Nabi Ibrahim meninggalkan istrinya dan anaknya yang masih menyusu di padang sahara. Ketika itu matahari bersinar sangat panas yang dapat membuat manusia mudah merasa haus. Telah dua hari Ismail beserta ibunya menetap di padang tersebut, sehingga mereka berdua sudah kehabisan air dan keringlah susu si ibu. Hajar dan Ismail merasakan kehausan, dan lapar kehabisan air dan makanan, pada waktu itu mereka merasakan kesulitan yang luar biasa. Ismail mulai menangis kehausan dan ibunya meninggalkannya untuk mencarikan air. Si ibu berjalan dengan cepat hingga menaiki gunung yang bernama Shafa. Ia mulai mencari-cari sumber air atau sumur atau seseorang yang dapat membantunya atau kafilah atau musafir atau siapapun yang dapat menolongnya, namun semua harapannya itu gagal. Ia kemudian turun dari Shafa dan ia mulai berlari dan melalui suatu lembah dan sampai ke suatu gunung yang bernama Marwah. Ia pun mendakinya dan melihat apakah di tempat itu ada air atau sumber air, akan tetapi ia tidak melihat apapun. Siti Hajar kembali ke tempat anaknya yang masih dalam keadaan menangis dan rasa hausnya pun makin bertambah. Ia segera menuju ke Shafa dan berdiri di atasnya, kemudian ia menuju ke Marwah dan melihat-lihat. Ia mondar-mandir, berlari-lari kecil antara dua gunung

“Sesungguhnya Allah memerintahkan agar engkau Ibrahim menyembelih anakmu”

38

Juni-Agustus 2011

Ibroh
Selanjutnya, memasuki tanggal 10 dzulhijjah, Ibrahim mulai bersiap untuk melaksanakan perintah tersebut dengan menyembelih anaknya yang akan beliau lakukan dengan tangannya sendiri. Kemudian beliau mencari anaknya Ismail dan bercerita kepadanya bahwa ia diperintahkan oleh Allah untuk menyembelihnya. Dengan tegas Ismail berkata “wahai ayahanda apabila memang seperti itu yang diperintahkan Allah, lakukanlah, dan insyaallah aku adalah sebagian dari orang yang berpasrah”. Kemudian Ibrahim dan anaknya berangkat mencari tempat untuk melaksankan perintah Allah. Sebelum sempat Ibrahim melaksanakan perintah tersebut, syaitan datang menggoda Ibrahim untuk tidak

yang kecil tersebut sebanyak tujuh kali sembari berharap mendapatkan air. Setelah bejalan sampai tujuh kali, Hajar kembali dalam keadaan letih dan ia duduk di sisi anaknya yang masih menangis. Di tengah-tengah situasi yang sulit ini, Ismail pun memukulmukulkan kakinya di atas tanah dalam keadaan menangis karena kehausan, tiba-tiba kaluar dari bekas kakinya air yang bening, kemudian Siti hajar menghapirinya sembari berkata “zam, zam, zam (berkumpullah). Dengan munculnya sumber air tersebut yang kemudian dinamakan sumur zamzam, kehidupan si anak dan si ibu menjadi terselamatkan. Si ibu mengambil air dengan tangannya dan ia bersyukur kepada Allah SWT. Ia pun meminum air itu beserta anaknya, dan kehidup-an tumbuh dan bersemi di kawasan itu. Mulai dari itu, kemudian setelah beberapa hari dan bulan, kafilah musafir mulai tinggal di kawasan itu dan mereka mulai mengambil air yang terpancar dari sumur zamzam. Tandatanda kehidupan mulai mengepakkan sayapnya di daerah itu. Ismail mulai tumbuh dan Nabi Ibrahim menaruh kasih sayang dan perhatian padanya. Lulus Dalam Ujian Yang Berat Ditengah pertumbuhan Ismail, dan kasih sayang Ibrahim yang sangat

besar, pada suatu Tanda-tanda kehidupan mulai malam tepatnya pada malam tanggal 8 mengepakkan sayapnya di daerah dzulhijjah, Ibrahim itu. Ismail mulai tumbuh dan Nabi AS dikejutkan deIbrahim menaruh kasih sayang dan ngan perintah Allah yang beliau terima perhatian padanya melalui mimpinya, “Wahai Ibrahim sembelilah anakmu”. Mendengar sua- melaksanakan perintah tersebut, akan ra itu, dengan sangat terkejut Ibrahim tetapi dengan tampa ragu Ibrahim terbangun dan bertanya-tanya kepada melempari syaitan tersebut dengan dirinya sendiri “Apakah perintah ini batu. Tidak berhasil menggoda dari Allah? Atau jangan-jangan dari Ibrahim, Syaitanpun menggoda Hajar setan ? kalau memang dari Allah dan Ismail, akan tetapi sama dengan mengapa anak ini harus disembelih, saat menggoda Ibrahim, Hajar dan bukankah Allah sendiri yang memberi, Ismail juga melempari syaitan dengan dan mengabulkan doanya sehingga lemparan batu. Pada akhirnya pedikaruniai seorang putra. Terbayang rintah itupun dilaksanakan oleh bapak akan hal tersebut, sepanjang hari dari dan anak tersebut dengan penuh pagi sampai sore, Ibrahim merenung keimanan dan kepasrahan kepada Allah, dan ketika Ibrahim sudah medan berfikir tentang mimpinya. Pada malam kedua, tepatnya pada letakkan pisanya dileher Ismail, malam tanggal 9 dzulhijjah, perintah ternyata pisau tersebut tidak mampu itu kembali datang dalam mimpi melukai leher Ismail, sehingga Ibrahim Ibrahim “Sesungguhnya Allah me- akan mengulanginya kembali. Semerintahkan agar engkau Ibrahim belum Ibrahim mengulanginya, tibamenyembelih anakmu”. Mendengar tiba datang malaikat dengan membawa suara tersebut, Ibrahim terbangun dan seekor kambing yang kemudian dikembali berfikir “apa benar mimpi itu jadikan sebagai pengganti Ismail. dari Allah?”, hingga beliau mengambil Mengetahui hal itu, Ibrahim mekesimpulan dengan yakin bahwa lakukan sholat satu rakaat sebagai perintah tersebut memang merupakan tanda sukur kepada Allah.[] MUIZ perintah dari Allah. Juni-Agustus 2011

39

Khazanah

Menyelami Samudera Mutiara Haji

Berdasarkan sebuah hadis nabi, ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang kelima setelah syahadah, sholat, zakat dan puasa. Kelima rukun Islam tersebut merupakan pondasi dari sebuah pembelajaran terhadap manusia dalam mencapai kesempurnaan hidup dan demi mendapatkan pengertian dan penghayatan akan hakekat kemanusiaan.

Karena lima rukun tersebut merefleksikan nilai-nilai filosofis yang sangat dalam, yang apabila dihayati dengan mendalam dan dengan cara yang benar, dapat menjadikan manusia mengerti akan hakekat dirinya sebagai manusia (al-Insan) dan dirinya sebagai hamba (al-Abdu) sehingga dapat membawa kebahagian dalam kehi-

dupan dunia dan akhirat. Pada kenyataannya, pola kehidupan manusia yang berbeda-beda sebagai konsekuwensi logis dari perbedaan Negara, pendidikan, budaya, dan sosial, memerlukan sebuah sarana yang dapat mengumpulkan mereka untuk saling belajar dan sekaligus dapat menyatukan mereka

dalam mencapai kebahagian dan kesempurnaan hidup. Dalam konteks ini, disyariatkannya haji merupakan sarana bagi kaum muslimin untuk berkumpul dalam satu tempat, dengan mengusung satu kalimat tauhid demi membangun satu kesatuan dalam berbagi kasih sayang dan kemanfaatan di antara sesamanya. Dengan

40

Juni-Agustus 2011

Khazanah
demikian, masing-masing jamaah haji dapat saling mengenal dan saling belajar pola kehidupan yang bermacam-macam baik dari segi budaya, sosial, ekonomi dan lain-lain seperti yang difirmankan Allah dalam alQur’an liyasyhadu manafi’a lahum “Supaya mereka menyaksikan berbagai-bagai manfaat bagi mereka”. Pada sisi yang lain, ibadah haji merupakan sarana pembelajaran bagi manusia untuk memahami hakikat dirinya sebagai manusia, dan sekaligus demi mengenalkan kepada manusia akan makna kehidupan secara hakiki. Kenyataan ini dapat dilihat dari hakikat ibadah haji yang merupakan proses evolusi manusia menuju Allah, yang mempertontonkan pertunjukan penciptaan, pertunjukan sejarah, pertunjukan persatuan, pertunjukan ideologi Islam, dan pertunjukan umat. Di mana babakan drama kehidupan ini, membawa simbol-simbol sejarah yang berupa Adam, Ibrahim, Hajar, Ismail dan Syaitan. Dan juga membawa simbol-simbol penting lain yang berupa Masjidil Haram, Mas’a, Arafah, Masy’ar, Mina, Ka’bah, Syafa, Marwa dan lain-lain, yang pada hakikatnya, simbol-simbol tersebut mempunyai pengertian dan makna yang sangat dalam. Selain itu, hal yang sangat penting dalam pelaksanaan ibadah haji adalah manusia sebagai pemeran utama (sebagai insan dan sebagai abduh), serta wujudnya kesetaraan di antara manusia dengan tanpa adanya diskriminasi, tidak ada tuan dan majikan, tuan dan hamba, atas dan bawa, kaya dan miskin, semuanya sama disisi yang satu, menuju yang satu karena berasal dari yang satu. Dengan demikian, pelaksanaan ibadah haji yang merupakan perjalanan material dan simbolik adalah lambang perjalanan manusia berhijrah menuju keabadian, menjadi tamu-tamu Allah karena mengunjungi rumah Allah yang juga merupakan rumah seluruh manusia, dengan malaksanakan beberapa pekerjaan yang merupakan proses penyucian diri demi mendapatkan

Ibadah haji merupakan sarana pembelajaran bagi manusia untuk memahami hakikat dirinya sebagai manusia, dan sekaligus demi mengenalkan kepada manusia akan makna kehidupan secara hakiki.

ridha Allah. Dalam konteks ini, ibadah haji mengandung hikmah yang sangat banyak bagi manusia secara umumnya dan khususnya kepada jama’ah haji. Pelaksanaan ibadah haji merupakan satu pertemuan bagi kaum muslimin untuk saling belajar tata kehidupan masing-masing, sehingga dapat menambah pengetahuan masing-masing untuk membangun peradaban yang gemilang. Selain itu, pertemuan akbar ini, dapat meng-

hidupkan kembali hakekat ukhuwah islamiyah dengan ikatan tauhid yang lebih kokoh, sehingga dapat menghindari perpecahan di antara sesama muslim. Lebih-lebih pada masa kini, masa di mana umat Islam menjadi komunitas yang lemah di dunia karena terjadinya perpecahan dan perselisihan yang tak kunjung usai antara sesama kaum muslimin, oleh karenanya, ibadah haji seharusnya dapat dijadikan sarana ataupun i’tibar untuk menata kembali persatuan umat Islam atas dasar tauhid. Sedangkan hikmah bagi orang yang melaksanakannya, ibadah haji merupakan ibadah yang memberikan kesadaran bagi manusia akan dirinya sebagai hamba, sehingga dapat menghadirkan kesadaran akan eksistensi dirinya sebagai manusia. Hal ini dapat dicapai apabila orang yang melaksanakan ibadah haji dapat memahami dan menghayati amalanamalan dalam ibadah haji dengan sempurna, sehingga mampu melaksanakan ibadah haji dengan kesadaran penuh serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai amalan tersebut dalam kehidupan nyata. kesakralan dari ritual haji ini, terefleksikan dalam semua sistem pelaksanaan haji, seperti pelaksanaan “ihram” yang mengajarJuni-Agustus 2011

41

Khazanah
kan kepada manusia akan pentingnya mengingat asal dan akhir perjalanan manusia, selain juga mengandung pelajaran untuk selalu konsentrasi dan focus pada tujuan. Thawaf” yang merupakan refleksi kehidupan manusia dalam tujuh putaran kebesaran takdir mengandung pelajaran tentang kerdilnya manusia dihadapan kebesaran Tuhan. Begitu juga “Sa’i” yang memberikan pelajaran akan pentingnya usaha untuk mendapatkan sumber kehidupan, selain juga mengingatkan kepada manusia akan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, di mana pelajaran ini adalah sebuah nilai dari tapak sejarah seorang ibu (Siti Sarah) yang tidak mengenal lelah untuk berusaha mendapatkan seteguk air demi kasih-sayangnya kepada Ismail. Sedangkan “wuquf di arafah” yang merupakan inti dari pelaksanaan ibadah haji mengajarkan bahwa pengetahuan adalah inti dari eksistensi manusia dalam menjalani kehidupan. Akhir dari proses pelaksanaan ibadah haji, adalah setelah dua hari (safar awal) atau tiga hari (safar tsani) melaksanakan mabit (menginap) di mina yang berarti

ibadah haji merupakan sarana bagi manusia dalam melakukan perubahan individual dan sosial

harapan. Dengan demikian, seorang jamaah haji yang telah selesai melaksanakan ibadahnya, pulang ke negerinya masing-masing dengan membawa sebuah harapan bagi dirinya mahupun menjadi harapan bagi masyarakatnya. Secara umum dapat disimpulkan bahwa proses pelaksanaan ibadah haji merupakan sarana bagi manusia dalam melakukan perubahan individual dan sosial. Perubahan yang efektif seorang individu dari posisi tertentu sebelumnya kepada posisi tertentu yang lain, seperti perubahan yang terjadi dalam evolusi kehidupan mulai dari kelahiran, pubertas social, perkawinan, sampai pada kematian. Pada konteks pelaksanaan ibadaha haji. Perubahan merupakan konsekuensi logis dari keberhasilan jamaah haji dalam memahami dan menghayati nilai-nilai substansial dari semua proses pelaksanaan ibadah haji yang kemudian mampu diaplikasikan dalam kehidupan nyata, sehingga jamaah haji mampu meningkatkan nilai-nilai individual dan social pada tingkat yang lebi tinggi bahkan pada tingkat kesalehan individual dan kesalehan social. Pada tingkat inilah nilai-nilai ajaran Islam sebagai “rahmatan lil alamin” dan umat Islam sebagai sebaik-baik umat dapat diwujudkan dalam bentuk kehidupan nyata.[] MUIZ

42

Juni-Agustus 2011

Sketsa

Drs. KH. A. Musayyib Nahrawi

“Ibadah Haji Menjadikan Ketaqwaan Lebih Mantap”
Sosoknya tidak kelihatan sebagai seorang yang hebat. Dengan kesahajaannya ia merasakan penderitaan masyarakat yang tidak diuntungkan oleh sistem.

“Wah biaya pendaftarannya besar, gaji bapak kurang kalau dibagi untuk menyekolahkan anak ke pesantren, belum lagi biaya hidup tiap bulan, bayar sekolah, lebih baik sekolah di sini aja! ga usah dikirim ke pesantren” Keluhan seperti inilah yang sering muncul dalam masyarakat kita sehingga pendidikan agama dalam masyarakat sangat minim yang akhirnya generasi bangsa kita kehilangan nilai-nilai moral. Demikian ia menceritakan. Dari sinilah sosok yang mengabdikan dirinya merasakan adanya amanah besar yang ia tanggung. Maka ia mendirikan pesantren bagi ma-

syarakat dalam keadaan ekonomi lemah. Tak perlu heran, Musayyib kecil ini pekerja keras, kehidupan keluarganya yang serba kurang mendorongnya utuk bekerja keras untuk membantu dapur supaya mengepul serta untuk membiayai pendidikannya sendiri. Masa kecilnya ia menjadi buruh panggul bila masa panen datang. Ketika masa panen habis, ia menjadi pembantu tukang. Ketika order membantu tukang sepi terasa berat baginya untuk membiayai pendidikan. Maka ia ikut kerja menjadi makelar (perantara jual-beli). Seluruh hasil jerih payahnya ia gunakan untuk membiayai seko-

lahnya. Pengorbanan seperti itu jarang dilakukan oleh masyarakat pada waktu itu. Karena niatnya begitu besar untuk menata dan memberikan pencerahan terhadap masyarakat dalam beribadah kepada allah dan berhubungan terhdap sesama manusia. Pada tahun 1986 ia mendirikan pondok pesantren Nurul Qur’an di Probolinggo untuk santri yang tidak mampu secara ekonomi untuk menempuh pendidikan pesantren dipondok-pondok pesantren besar dan terkenal. Karir organisasi yang matang menjadikan ia sosok yang mampu menjalankan roda organisasi. Ia pernah memimpin organisasi dari tingkat ranting hingga tingkat kota. Saat ini, ia menjadi anggota DPRD kabupaten Probolinggo. Di pesantrenya, santri tidak dipungut biaya apapun. 80 persen gajinya sebagai anggota DPRD ia hibahkan ke pesantren. Sementara santri bersekolah formal di lingkungan pendidikan setempat ataupun pondok-pondok lain yang memiliki sekolah formal, ia juga meminta keringanan biaya pendidikan untuk anak asuh, serta mencarikan pekerjaan untuk anak didiknya di pesantren. Baru baru ini ia sering mendapat keluhan dari jamaahnya, disambati masalah panjangan antrian untuk pergi berhaji. Motivasi yang ia berikan kepada jamaah adalah menabung dulu. Ketika sudah cukup untuk berangkat haji lebih baik daftar di travel yang amanah, dalam pelaksanaan umrah. Ia menyarannya agar setiap individu mampu untuk merubah dirinya dari biasa menjadi luar biasa, dari jarang sholat menjadi seorang yang lebih tekun, dari kikir menjadi ringan tangan, agar dapat terlaksananya perubahan akhalak dalam keluarga dan masyarakat sehingga RahmadHidayah Allah selalu menaungi kehidupannya. Dengan ibadah haji inilah ketaqwaan kita akan menjadi lebih mantap. Demikian ia mengakhiri perbincangan.[] MAJID Juni-Agustus 2011

43

Opini

Mengurai Simbol Kesejatian

‘Wak Kaji’

Oleh: Wasid Pengurus Pesantren Mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya

Keberangkatan umat Islam -yang memiliki kemampuan baik fisik maupun materi- ke tanah Makah untuk melakukan ibadah haji merupakan sebuah upaya penyempurnaan dari rukun-rukun Islam lainnya. Dari berbagai negara mereka datang pada tempat tertentu dengan kewajiban yang sama, tanpa ada yang membedakan baik suku, etnis maupun ras.

Dalam konteks ini haji adalah ending dari rukun Islam yang lima, yaitu dua syahadat, sholat, puasa dan zakat. Keberadaannya sebagai sebuah salah satu ritual keagamaan memiliki sisi tertentu yang membedakan dengan ritual-ritual lainnya. Perbedaan ini sangat nampak ketika pada proses pelaksanaannya ibadah haji melibatkan beberapa lembaga-lembaga terkait, baik swasta maupun pemerintah. Kemampuan fisik tidak menjadi jaminan, jika kemampuan materi tidak terpenuhi. Berbeda dengan sholat yang kewajibannya tidak terkait dengan pemenuhan pada tingkat materi. Keterkaitan haji dengan kemampuan materi ini menyebabkan ia memiliki dampak yang besar bagi sirkulasi

ekonomi negara dalam tiap tahun-nya. Pada kesempatan yang lain, secara antropologis sisi yang membedakan haji dengan ritual lainnya adalah pasca pelaksanaannya. Dalam tradisi kita orang yang telah mengerjakan ibadah haji dikenal dengan sebutan “Wak Kaji” (Jawa, bahasa). Simbol kebahasan ini tidak serta merta Karena sebagai ritual, haji tidak sekedar m u n c u l , melainkan ia hadir selesai dalam pencapai simbol, tapi ada dari hasil konupaya pencapai kesempurnaan spiritual struksi budaya sebagai kelanjutan dari komitmen yang telah lama integritas bangunan yang diikat secara berkembang dan memiliki kaitan teologis, yaitu dalam ikatan Iman, Islam dengan simboldan Ihsan. simbol lainnya di mana orang yang

tergolong “wak kaji” diidentikkan memakai surban, kopyah putih dan lainnya. Term “Wak Kaji” adalah sebuah simbol kebahasan yang dikontruksi oleh budaya dan menjadi perebutan makna setiap saatnya. Tulisan ini mencoba menilik keterkaitan hakekat simbol itu dengan kenyataan hidup kita. Karena sebagai ritual, haji tidak sekedar selesai dalam pencapai simbol, tapi ada upaya pencapai kesempurnaan spiritual sebagai kelanjutan dari komitmen integritas bangunan yang diikat secara teologis, yaitu dalam ikatan Iman, Islam dan Ihsan. ‘Wak Kaji’ sebagai simbol Problematik Istilah “Wak Kaji” (jawa, bahasa) secara antropologis- dalam tradisi kita di kenal sebagai identitas bagi orang yang telah melakukan ibadah haji. Proses identitas ini berkembang menjadi sebuah status sosial yang telah terkontruksi budaya dan membedakan dengan muslim yang belum haji, karena sebagai simbol kebahasan ia mengusung makna yang sesuai dengan tuntutan budaya dan sosial di mana simbol itu dimunculkan. Fenomena “Wak Kaji” sebagai

44

Juni-Agustus 2011

Opini
publik di sisi yang lain. Makna haji telah tereduksi oleh kepentingan pelakunya bukan sebagai upaya peningkatan integritas dua ketaatan, yaitu ketaatan teosentris (ketuhanan) dan ketaatan antroposentris (kemanusiaan). Kecenderungan mengejar popularitas dibalik simbol-simbol sebagai “Wak Kaji” acap kali menjadi persoalan besar bagi esensi kemanusiaan, karena upaya ini sering kali melupakan esensi haji yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian. Sebagaimana disebutkan pada hakekatnya haji adalah mengupayakan sebuah ritual keagamaan tertentu yang di dalamnya tidak terkotori oleh virus rofasa (ucapan kotor), wusûq (perbuatan fasik) dan jidâl (berbantahbantahan) (Al Baqarah,197). Fenomena haji yang dilakukan para koruptor, selebriti dan figur-figur publik lainnya menjadi persoalan bagi makna kesakralan haji itu sendiri, karena kesakralannya sering kali tereduksi oleh motif kepentingan terselubung (hidden interest). Pada saat ini haji menjadi sebuah wacana untuk membangun opini publik, sebagai simbol kesalehan dalam proses pertaubatan. Padahal korupsi merupakan dosa-dosa kemanusiaan yang seharusnya diselesaikan dengan kadar yang sama. Proses reduksi

simbol kebahasaan menjadi sebuah makna problematik, disatu sisi term ini terkait simbol-simbol lainnya, misalnya memakai surban dan kopyah putih, dan di sisi yang berbeda kesakralan makna di miliki dan tereduksi oleh pola pikir (mind-set) masyarakat dan budaya yang membentuknya. Dalam konteks ini, Pierre Bourdieu -salah satu pakar linguistik dari Perancis- menyebutkan bahwa bahasa bukan sekedar untuk dipahami, melainkan ada kontruksi makna yang mengarah pada proses untuk dipercaya, dipatuhi, dihormati dan dibedakan. Dengan berpijak pada pandangan Bourdie ini, maka term “Wak Haji” sebagai simbol kebahasaan mengalami proses ini. Artinya orang yang dikenal sebagai “Wak Kaji” -dengan simbol surban dan kopyah putihnyamemiliki kecenderungan berbeda dalam status sosialnya dengan yang lainnya. Perbedaan status sosial ini pada kesempatan yang berbeda menumbuhkan sikap yang terlalu berlebihlebihan, sehingga orang lebih enjoi dengan simbol-simbol haji dari pada subtansi haji itu sendiri. Sikap ini meniscayakan adanya proses simbolisasi dalam kehidupannya dan hilangnya kerangka nilai yang hakiki

dari setiap ritual yang dilakukan. Identitas diri sebagai “Wak Kaji” sering kali dimaknai -oleh kebanyakan orang- sebagai bentuk akhir dari ritual-ritual yang menjadi kewajiban agama. Proses pembenahan spritual pasca haji -dianggap- sudah tidak penting kembali, untuk tidak mengatakan tidak perlu . Hal ini diperparah lagi banyaknya prilaku haji (al Hujjaj) yang hanya mengejar popularitas di satu sisi dan upaya melepaskan dosa-dosa kemanusiaan serta membangun opini

Juni-Agustus 2011

45

Opini
makna ini dalam kajian linguistik menurut Bordie- disebut kekerasan simbolik. Kesejatian “Wak Kaji” Problematika simbol kebahasaan dalam term “wak kaji” -sebagaimana disebutkan- meniscayakan tinjauan kritis agar tidak semakin menjauh dari nilai-nilai substansi yang dikandungnya, meskipun hal ini tidak menegasikan makna simbolik sebagai khas keragaman budaya kita. Upaya ini dilakukan, karena seluruh ajaran agama, dengan teksteks al Qur’an dan al Hadith sebagai landasan pokoknya, memiliki dua sistem makna yang saling menguatkan, yaitu makna internal, yang dipahami dari eksoterik teks (batin al nushush), dan makna eksternal yang dipahami dari esoterik teks (dhohir al nushus). Pada tahapan esoterik, istilah term “wak kaji” dipahami sebagai pengedepanan simbol-simbol keagamaan, misalnya dengan surban dan kopyah putihnya, yang secara antropologis dikontruksi oleh budaya sebagaimana kita ketahui dalam tradisi-tradisi kita. Dalam konteks ini kontruksi budaya sangat menentukan ragamnya simbol yang ada di balik term “wak kaji”. Setiap budaya -yang mengonstruksi simbol-simbol- menjadi karakteristik daerah bersangkutan yang membedakan dengan daerah lainnya. Sementara pada tahapan eksoterik, term “wak kaji” dipahami lebih mendalam yaitu mengupayakan makna yang substantif dari pada simbolik. Dari pemahaman ini term “wak kaji” tidak terjebak pada simbolsimbol, tapi lebih pada peningkatan nilai-nilai spritualitas dalam ritualritual haji yang dilakukan, dengan upaya mendekat dengan nilai-nilai ketuhanan (divine values). Landasan teologis dari makna substantif haji ini disinyalir memiliki keterkaitan dengan kebahagiaan palipurna (al jannah), yang digambarkan dalam hadith al hajj al Mabrur laysa lahu al jaza’ illa al jannah (haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga). Mengenai hadith ini al Ghazali menjelaskan bahwa haji mabrur adalah proses pelaksanaan ibadah haji yang berorientasi pada peningkatan spritualitas (ketaqwaan,baca) di satu sisi dan upaya menebarkan kedamaian kepada sesama, untuk tidak menumbuhkan ucapan kotor dan menyakiti sesama. (Ihya’ Ulumuddin, juz IV). Dari dua pamahaman ini, keberangkatan kaum muslim untuk beribadah haji tahun ini -yang nantinya dikenal dengan “wak kaji”- diharapkan mampu mengintegrasikan dua makna yang saling menguatkan, meskipun pada tahapan eksoterik ini yang sebenar harus lebih diprioritaskan dari pada esoteriknya yang hanya terjebak pada simbol. Integritas antara substansi dan simbol pada term “wak kaji” menjadi penting dan -menurut penulis- ini maksud kesejatian haji itu sendiri, karena substansi term “wak kaji” berorientasi pada peningkatan nilainilai spritualitas untuk menggapai nilai-nilai ketuhanan dan simbolsimbol term “wak kaji” menjadi ciri khas kebudayaan kita, dengan surban dan kopyah putihnya. Ini maksud keduanya saling menguatkan, sehingga pentingnya baju -sebagai bentuk ciri khas budaya- sama halnya dengan isi itu sendiri. Kesejatian “wak kaji” adalah menyatunya dimensi khas yang dikontruksi oleh budaya dengan bentuk simbol-simbolnya, tanpa melupakan substansi nilainya. Dari sini dapat dipahami bahwa sisi substantif dan simbolik dari term “wak kaji” saling melengkapi, untuk tidak mengatakan keduanya sama-sama dibutuhkan. Wallahu al muwaffiq.[]

46

Juni-Agustus 2011

Tamasya Sejarah

Kota Madinah
dalam Bingkai Sejarah
Madinah sebelum nabi muhamad dekenal dengan Yastrib, secara geografis madinah sebuah gugusan gunung padang pasir dan sedikit gunung bebatuan pertama kali yastrib dihuni oleh tiga suku yahudi yaitu Bani Qaynuqa Bani Qurayza , dan Bani Nadir.

Disebutkan dalam salah satu ihtisar sejarah bahwa selama Kekaisaran Persia yang memegang kekuasaan atas yastrib, komando pemerintahan dari Persia diberikan kepada suku dari

Bani Qurayza, menjabat sebagai penagih pajak untuk kelompok sukusuku yang lain. Keadaan ini tidak begitu lama terjadi seiring kedatangan para suku-suku dari yaman, oasis

yastrib yaitu suku dari Bani Auz dan Bani Khazraj . Pada awalnya, suku ini adalah klan dari orang Yahudi, tetapi kemudian terjadi peperangan mereka memberontak atas kekuasaan romawi. Kemenangan tersebut berbuah baik dan mereka menjadi mandiri. Ini terjadi sekitar akhir abad ke-5. Orangorang Yahudi kehilangan kontrol atas kota yastrib dan dikuasai secara penuh oleh Bani Aus dan Bani Khazraj. Kebanyakan sejarawan modern menerima klaim dari sumber-sumber muslim bahwa setelah peperangan antar suku, suku-suku Yahudi menjadi klan dari Aus dan Khazraj. Menurut William Montgomery Watt, suku Yahudi ditanggung keselamatan serta beribadah kepada Tuhannya, oleh catatan sejarah sebelum periode Juni-Agustus 2011

47

Tamasya Sejarah
627 M, disebutkan bahwa orang yahudi memiliki kemerdekaan politik, mereka menjadi sahabat dan bercampur dengan kedua suku penguasa Yatsrib tersebut. Ibnu Ishaq bercerita tentang konflik antara raja Yaman terakhir dari Kerajaan Himyarite dan penduduk Yatsrib. Ketika raja Yaman lewat oasis Yatsrib, warga membunuh anaknya, dan penguasa Yaman mengancam akan memusnahkan orang-orang Yatsrib dan menebang pohon-pohon di kota tersebut . Menurut ibn Ishaq, raja Yaman tersebut menarik ucapannya karena bertemu dengan rabbi dari Bani Qurayya, kedua rabbi memohon kepada raja karena itu adalah tempat “yang seorang nabi berasal dari suku Quraisy akan bermigrasi pada waktunya pada masa mendatang, dan itu akan tempat peristirahat terakhir bagi nabi tersebut(nabi Muhammad saw). Raja Yaman tidak jadi menghancurkan kota yastrib dan dalam perjalanan ke Yaman dibawa serta rabbi tersebut ke Mekah, dari laporan Rabbi maka saat itullah raja Yaman mengakui Ka’bah sebagai sebuah kuil dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Rabbi menyarankan Raja “untuk melakukan apa yang orang Mekah lakukan, Seperti mengelilingi Bait suci, untuk memuliakan dan menghormati rumah ibadah pendirian Nabi Ibrohim, mencukur sedikit rambut di kepala dan berperilaku dengan segala kerendahan hati. perselisihan Civic Banu Aus dan Banu Khazraj terlibat permusuhan antara satu sama lain dan pada saat Nabi Muhammad Hijrah ke Madinah, kedua suku tersebut berjuang selama 120 tahun dan merupakan musuh bebuyutan satu sama lain. Banu Nadir dan Banu Qurayza bersekutu dengan Aus, sedangkan Bani Qaynuqa berpihak pada Khazraj. Peperangan terakhir mereka dan yang paling dasyat adalah Pertempuran Bu’ath peperangan yang berlangsung selama 120 tahun berakhir, karena mereka melihat hasil yang tidak signifikan terhadap masing-masing kelompok. beberapa tahun sebelum kedatangan nabi Muhammad SAW. Salah satu dari kepala suku dari banu Khazraj Abd-Allah ibn Ubayy menolak untuk ambil bagian dalam pertempuran, dia memiliki reputasi untuk menjadikan antar suku tidak saling bermusuhan. Maka dia dianggap istimewa dan sangat dihormati dan situlah terciptanya perdamain antar suku, Sampai kedatangan Nabi Muhammad ia adalah penduduk yang paling dihormati di Yatsrib. Kedatangan Nabi Muhammad SAW. Tercatat dalam sejarah pada tahun 622, Nabi Muhammad SAW dan para Muhajirin meninggalkan Mekah dan tiba di Yatsrib, merupakan suatu peristiwa yang akan mengubah lembaran politik secara total, permusuhan lama antara Aus dan suku Khazraj, keduanya memeluk Islam sebagai Ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Mengapa kedua suku tersebut sangat mudah menerima Islam sebagi pegangan hidup mereka” dalam hal ini momen yang paling penting bagi kedua suku tersebut adalah perkataan Rabbi terhadap Raja Yaman dan akan datangnya sang Nabi besar serta cerita ucapan Raja Yaman sejarah akan dihancurkan kota yastrib oleh Raja Yaman yang pada akhirnya tidak jadi dilakukan karena untuk menghormati kedatangan Muhammad Sang Nabi” . Melalui informasi berita dari nenek moyang suku Khazraj, keyakinan mereka terhadap sang pencerah ini merupakan satu sejarah unik karena hal ini sudah digariskan dalam kitab injil dan hal ini sangat fonemal karena didukung oleh sebuah kejadian besar dimana kota mereka akan hilang dan hancur bila Raja Yaman tidak mau mengakui kedatangan nabi, maka Nabi Muhammad menjadi tokoh sentral bagi seluruh penduduk Yatsrib, kepala suku mereka menyatakan bersatu dengan Muhajirin mereka juga merubah nama Yatsrib menjadi Ansar (para Pembina). Setelah kedatangan Nabi Muhammad SAW kota ini lambat laun menjadi dikenal sebagai Medina (harfiah “kota” dalam bahasa Arab. Beberapa orang menganggap nama ini sebagai turunan dari bahasa Aram kata Medinta, Menurut Ibnu Ishaq, kaum Muslim dan Yahudi menandatangani kesepakatan, disebut Konstitusi Madinah, membangun komitmen dengan muslim, untuk saling kerjasama.

48

Juni-Agustus 2011

Tamasya Sejarah
akhirnya diambil satu tindakan tegas oleh nabi Muhammad SAW untuk menghukum kepala suku tersebut, maka Nabi Muhammad SAW mengangkat hakim dari orang Yahudi sendiri untuk memberikan keputusan hukuman yang diberikan terhadap pembangkangan serta pelanggaran Konstitusi Madinah. Pertempuran Uhud Abu Sufyan ibn Harb sekali lagi memimpin pasukan Mekkah ke Madinah. Nabi Muhammad menyerukan bahwa tidak perlu adanya peperangan, untuk melakukan lobi hal ini tidak di indahkan oleh pemimpin Mekkah maka Nabi memutuskan untuk mempertahankan Kota Madinah, diperintah Allah Abd-Allah ibn Ubay sebagai pimpinan pasukan untuk menarik sepertiga pasukan untuk mempertahankan kota madinah. Pertahana kuat serta kokoh tidak mampu ditembus pasukan dari Makkah lambat-laun pasukan suku Qurais kembali lagi ke Mekkah disebabkan pasukan mekkah tidak mampu lagi melakukan dan pengepungan kota

Konstitusi madinah ini merupakan sebuah terobosan besar terhadap sistem hukum pada masa itu, padahal wahyu kenabian yang diberikan Allah SWT tidak diakui suku yahudi padahal kekuasaan penuh madinah saat itu sudah berada di tangan muhajiri dan ansor, semestinya dalam masa perang kekuasaan ideologis ataupun wilayah ini akan mengakibatkan perang dan pembunuhan, kebijakan besar Nabi Muhamad serta para muhajirin dan ansor untuk memberikan perlindungan dan kebebasan berpolitik terhadap suku yahudi . Perang Badar Pada bulan Januari 623 Muhammad mengirim Ubaidah bin al-Harith putra dari paman Nabi Muhammad ‘Abd al Harits bin-Muthalib, untuk melakukan perjanjian perdamain dengan kafilah musuh dalam perjalanan pasukan adapun rute yang lewati, sepanjang Suriah merupakan rute perdagangan menuju Mekah. Sepanjang musim dingin dan musim semi tahun 623 para kelompok Qurais melakukan penyerangan dan mengepung kota madinah, akan tetapi penyerangan tersebut tidak terlalu efektif sehingga tidak pasukan Qurais mengalami kerugian diakibatkan karena logistik peperangan semakin

menipis dan akhirnya mengundurkan diri dan tidak mampu menggoyangkan madinah dan menekan kekuasaan umat muslim di Madinah, kejadian menjadikan kekuatan tempur umat Islam menjadi berganda, dan p a s u k a n Tercatat dalam sejarah pada tahun 622, pasukan dari Nabi Muhammad SAW dan para luar Islam semakin keder Muhajirin meninggalkan Mekah dan karena melihat tiba di Yatsrib pasusukan Qurais sangat besar dapat dupuk mundur oleh pasukan Islam Madinah. Konstitusi Madinah Perang Parit Perjanjian umat Islam yang dengan Sementara itu, konflik dengan orsuku-suku Yahudi terdapat (Konstitusi ang-orang Yahudi muncul lagi salah Madinah) masalah karena adanya satu kepala suku Banu Nadir penyair penghianatan, maka diambillah Ka’b ibn al-Ashraf , dihukum karena keputusan untuk menyerang suku melanggar Konstitusi Madinah Pada yahudi yang melakukan penghianatan. tahun 627. Abu Sufyan ibn Harb sekali Setelah kemenangan dalam perang lagi memimpin pasukan Mekkah ke Badr, pasukan Nabi Muhammad Madinah. Karena orang-orang Mamenaklukkan suku Bani Qaynuqa, dinah telah menggali parit untuk lebih yang telah terlibat dalam perseteruan melindungi kota, kejadian tersebut suku serta melakukan kecurangan dikenal sebagai Perang Parit Setelah terhadap pasukan Islam dan me- pengepungan yang begitu lama berlakukan kerjasama menghajurkan larut-larut pertempuran tiada henti pasukan Islam dari dalam kota dan sangat merugikan pasukan madinah, penghianatan suku yahudi Mekkah, maka pasukan Mekkah terhadap konstitusi madinah dan menarik diri lagi dan kembali ke kota Juni-Agustus 2011

49

Tamasya Sejarah
Mekkah. Selama pengepungan, Abu Sufyan ibn Harb telah menghubungi suku Yahudi sisa Bani Qurayza dan membentuk perjanjian dengan mereka, untuk menyerang belakang garis. Perjanjian licik ini dapat diketahui oleh pasukan muslim dan digagalkan. pelanggaran Konstitusi Madinah dilakukan lagi oleh suku yahudi setelah penarikan pasukan Mekkah maka nabi Muhammad beserta seluruh sahabat mengambil keputusan untuk, melawan Qurayza dan mengepung benteng-benteng mereka dan akhirnya suku yahudi menyerah. Beberapa anggota dari Bani Aus yang telah bercampur dengan muslim dan merupakan sahabat lama dari suku qurayza, Sa’ad bin Mua’dh diangkat menjadi “qodi”, Nabi Muhammad menyetujui pengangkatan maka dijatuhilah hukuman atas penghianatan konstitusi Madinah. Sejak itu suku kelompok Yahudi tidak berani lagi melakukan penghianatan terhadap konstistusi Madinah, maka tercitaplah kedamaian antara muslim dengan yahudi karena mereka tunduk dan takut tehadap konstisi madinah. Ibu kota Sepuluh tahun setelah Hijrah, terbentuklah dasar pendirian ibu kota dan kota Madinah yang menjadi dasar

Makam para sahabat di Madinah dimana secara strategis Madinah sulit diserang, ini berdasarkan perjalanan hijrah nabi dan peperangan dengan suku qurais, pemerintahan Islam didirikan, Madinah merupakan, kota yang paling penting Islam dan ibukota Khilafah . Madinah Abad Pertengahan Di bawah Khalifah pertama, yang dikenal sebagai Khulafa’ur Rasyidin, maka pemerintahan Islam berkembang pesat dan menjadi pusat sejarah peradaban seperti Yerusalem, Damaskus, dan Mesopotamia. Setelah wafatnya Sayyidina Ali (khalifah keempat) ibukota pemerintahan pertama kali dipindahkan ke Damaskus dan kemudian ke Baghdad. kota Madinah berubah yang sebelumnya menjadi pusat pemerintahan sekarang menjadi kota pusat keagamaan Pada 1256 Madinah diancam oleh lava mengalir dari letusan terakhir Harrat Rahat, awal abad ke-20 selama Perang Dunia I Madinah menjadi saksi salah satu pengepungan terpanjang dalam sejarah perang dunia. Madinah, kota Kekaisaran Ottoman, aturan lokal berada di klan tangan Hashyimiah sebagai gubenur dari raja di Mekah. Fakhri Pasha adalah Ottoman Gubernur Madinah. bin Ali Hussein, gubenur mekah dan pemimpin klan Hashyimiah, memberontak melawan khalifah dan berpihak pada Inggris. Kota Madinah dikepung oleh pasukan Fakhri Pasha, Pengepungan Madinah terjadi pada tahun 1916 hingga 1919 mengakibatkan kekalahan di pihak Ingris. Setelah Perang Dunia I, Sayyid Hussein bin Ali sebagai Raja menyatakan hijaz independen, tetapi pada tahun 1924 ia dikalahkan oleh Ibnu Saud, Madinah terintegrasi dengan Hijaz menjadi bagain dari Arab Saudi.[] MAJID

Salah satu sudut kota Madinah

50

Juni-Agustus 2011

Juni-Agustus 2011

51

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->